10
SENIN
Banjarmasin Post
2 MARET 2009 / 4 RABIUL AWAL 1430 H
SPORTEN
Sukses Berkat Kebersamaan PESLALOM Tim HRVRT Slalom Division Kalsel, tampil luar biasa di Seri II Kejurnas Slalom 2009 yang dilaksanakan di Kota Solo, Jawa Tengah, Minggu (1/3).
DOK. PRIBADI
TIM TERBAIK - H Rihan aVriz a didampingi temannya Dikca CH dan Hermawan saat menerima trofi tim terbaik di Seri I Kejurnas Slalom Bogor, Jabar beberapa waktu lalu.
Martapura FC Gasak Persebaru SELAIN tuan rumah PS Kabupaten Tapin, Martapura FC asal Kabupaten Banjar, menjadi tim yang patut diperhitungkan peserta H Leman Cup I 2009. Terbukti, skuad anak asuh Jamhuri itu kembali menunjukan taringnya, Minggu (1/3), dengan menggasak tetangga dekat mereka, Persebaru Banjarbaru, dengan kemenangan 3-1 dipertandingan yang dilaksanakan di Lapangan Polres Rantau.
Tiga gol kemenangan Laskar Kota Berintas, julukan Martapura FC, itu dicetak Deni Azhar menit 25 dan 36, serta Agus Setiawan di menit 47. Sedang Gol balasan Persebaru Banjarbaru dicetak Wahyu Indra pada menit 38. Pertandingan di Grup D yang dilakukan dua daerah tetangga dekat ini terbilang keras, membuat wasit yang memimpin jalannya pertandingan mengeluarkan dua kartu merah.
Jadwal Pertandingan Senin (2/3) Stadion Datu Muning PS Balangan vs Peseban Lapangan Polres Rantau Persehan vs Persetab
Kartu merah pertama diberikan kepada M Fauzi karena mendapat kartu kuning kedua di menit 67, setelah menerima kartu pertama di menit 17. Sedang kartu merah kedua diberikan kepada pemain Persebaru, Ahmad dimenit pada menit 62. Melihat hasil ini, Jamhuri mengaku senang dan bersyukur anak asuhnya bisa memenangkan pertandingan tersebut. Menurutnya, kemenangan itu layak didapat, karena Deni Azhar dkk bermain sesuai intruksi yang dia berikan sebelum latihan. Terpisah, Pelatih Persebaru Supriyono memaklumi kekalahan
‘Golok Setan’ Prihatin MANTAN karateka terbaik Kalsel, Nanang Kadriansyah (50), merasa prihatin dengan perkembangan dunia olahraga Banua, khususnya karate. Mantan tiga kali juara nasional kelas 6570 (1981, 1983, dan 1986), serta menyumbang medali perak untuk Indonesia di SEA Games Manila 1991 itu, mengatakan sebelum banyak aliran bermunculan di Kalsel, karate Banua sangat ditakuti daerah lain di Indonesia. Putra Banua yang sempat menjadi bintang film nasional Indonesia berjudul Golok Setan, Pendekar Kasatria dan Mandala
Nanang Kadriansyah
Sungai Ular bersama Advent Bangun dan Barry Prima itu, mengatakan sebelumnya Federasi Karatedo Indonesia (Forki) Kalsel juga memiliki beberapa aliran seperti Inkai, Lemkari, dan Inkaido, tapi saat karatekanya tampil di setiap kejuaraan nasional, mereka membawa satu bendara dan satu komando yaitu Kalsel. “Hasilnya bisa dilihat sendiri,” kata Nanang Kadriansyah.Karateka pemilik Dan VI yang kini menjadi pelatih Dojo Bea Cukai Jakarta itu menceritakan, era 70-an hingga 80-an, Kalsel memiliki karateka seperti Anwar Bek, Sugoto, Amsyarudin, dan Arahim Aroba. Mereka sangat ditakuti para karateka provinsi lain di Indonesia. “Bahkan sejak digelarnya kejuaraan karate antarmahasiswa pada 1981 sampai 1990 tidak ada yang bisa mengalahkanya,” katanya. Guru karateka Indonesia penyumbang medali perunggu untuk Indonesia di Kejuaraan Karate Dunia Yugoslavia 2002 dan Swiss 2004 (David Aldino, Rano, dan Ciko) itu menilai, sebenarnya Kalsel banyak memiliki karate pontensial. “Saran saya, kalau bisa karateka Kalsel bersatu jadi tim Kalsel, biar kejayaan era 70-an dan 80-an bisa dikembalikan lagi,” katanya. Dikatakanya, hal itu juga belum cukup kalau Forki Kalsel sebagai induk organisasi olahraga di Kalsel, tidak membuka diri alias jemput bola. Saat ditanya apakah dirinya bersedia menjadi pelatih karate Kalsel, Nanang Kadriansyah, mengatakan sebenarnya dia sendiri ingin. “Namun ini terbentur dengan status saya yang kini menjadi PNS di Bea Cukai Jakarta,” katanya. (buy)
BANJARMASIN POST/BURHANI U YNUS
anak asuhnya, karena secara kualitas permaian anak asuhnya memang berada di bawah Martapura FC. “Saya akui Martapura FC bermain bagus dan mereka layak main di final,” kata mantan pemain Diva Mertopolis Banjarbaru itu. Dengan kemenangan itu, Martapura FC menjadi pimpinan Grup D dengan nilai sembilan, sedang Persebaru untuk sementara menjadi juri kunci grup. Sementara dipertandingan di Grup A yang dilaksanakan di Stadion Datu Muning Kota Rantau, tuan rumah Perseran Rantau bermain imbang 1-1 dengan Perseka Kandangan. Dua gol yang tercipta dipertandingan tersebut lebih awal dicetak Slamet (Perseka) dimenit tujuh, sedangkan gol Perseran dicetak Aditya pada menit 23. (buy)
Seperti dilaporkan Humas HRVRT Kalsel, Rahman Noor Wahyudi, Dika CH dan M Hermawan yang tampil di kelas F (umum berpenggerak roda depan) berhasil mempertahankan gelar juara satu dan dua melibas 150 peslalom terbaik Indonesia. Kehebatan dua peslalom asal Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin itu, juga dibukti dengan menempatkan diri sebagai yang terbaik di kelas A1 (city car). Dika CH berhasil menempatkan diri sebagai peslalom terbaik kedau di bawah Adrianza, peslalom asal Bogor, Jawa Barat. Sedang M Hermawan berada dinomor urut tiga di bawah Dika M.
Bertanding di kelas Seeded B, peslalom Kalsel M Hermawan menjadi yang terbaik dan menyingkirkan 90 lainnya. Sementara teman setimnya, H Rihan Variza, yang sebelumnya sukses menjadi juara dikelas Pemula Nasional di Seri I Bogor, Jawa Barat, 14-‘15 Februari lalu, harus puas di tempat kedua di bawah Heri Kohar, peslalom asal Kaltim. Di kelas A Salon, H Rihan Variza yang sebelumnya meraih tempat kedua, kini turun satu tingkat di bawah Roy Nirwan dan Heri Kohar, yang menempatkan diri sebagai peslalom terbaik satu dan dua. Ikut tampil di kelas kejuaraan umum, M
Hermawan, mampu menempatkan diri sebagai terbaik empat. Sedang Dika CH berada di tempat kelima, sedang H Rihan Variza di urutan ke-10. Menurut Rahman, karena sering juara, Team HRVRT Slalom Division juga sukses meraih gelar tim terbaik kedua, berdasar penilaian panitia pelaksana. “Syukur Alhamdullah kita masih bisa tampil konsekuen di seri II ini. Dan hasil ini bukti dari hasil latihan yang selama ini kami (tim HRVRT) lakukan bersama sebelum kejurnas dilakukan,” kata Manajer HRVRT, H Rihan Variza. Dikata mantan pembalap road race PON XVII Samarinda, Kaltim 2008 itu, tanpa latihan dan persiapan peslalom HRVRT tidak bakal bisa tampil optimal. “Tentunya juga keberhasilan kami ini juga berkat dukungan dan doa masyarakat Kalsel,” katanya. (buy)
Hasil Kejurnas Slalom Seri II A. 1. 2. 3. 4. 5.
Kelas Pemula Heri Kohar Kaltim HM Rihan a Vriza Kalsel Juanda Lampung Ronal Nirwan Kaltim Hendra DKI Jakarta
E. 1. 2. 3.
Seeded B M Hermawan Roy Iskadar Anado Putranto
B. 1. 2. 3.
Kelas A Salon Roy Nirwan Heri Kohar HM Rihan a Vriza
C. 1. 2. 3.
Kelas 1A Adrianza Dika CH M Hermawan
Achiles Bogor HRV RT Kalsel HRV RT Kalsel
F. Kejuaraan Umum 1. Adrianza 2. James Sangar 3. Andre AS 4. M Hermawan Kalsel 5. Dika CH Kalsel 6. Anado 7. Anggana 8. Binar 9. Heri Kohar 10.HM Rihan a Vriza Kalsel
D. 1. 2. 3.
Kelas F M Hermawan Dika CH James Sangar
HRV RT Kalsel HRV RT Kalsel TTI Sumsel
G. Team Terbaik 1.hrvrt Slalom Division Kalsel 2.Achiles Top 1 DKI 3.Telkomsel Jatim
HRV RT Kalsel Jatim Achiles DKI Jakarta
Berguru ke Jerez SATU lagi pembalap nasional akan go international. Kalau sebelumnya Doni Tata Pradita mencoba peruntungan di MotoGP dan World Supersport 2009, kini giliran M Fadli Superbike School di Jeres, Spanyol. Rencananya, Fadli mengikuti program two days camp & one day track training di superbike school yang dikelola oleh Keith Code International, April nanti. Harapannya, kemampuan Fadli di balap supersport bisa lebih kompetitif, guna mendukungan pembalap tanah air yang berprestasi ini di kejuaraan balap tingkat Asia. “Jika selama ini pembalap pembalap underbone indonesia ditakuti oleh pembalap pembalap Asia, kini sudah saatnya naik jenjang dan pembalap Supersport kita juga bisa menandingi Thailand dan Malaysia,” ungkap Brand Manager U Mild, Yasin Tofani Sadikin. Dengan bekal sekolah balap di luar negri, pengalaman berlaga di FIM dan
tembus urutan kelima seri kejurnas Supersport 2008, Fadli diharapkan semakin lebih kompetitif. Pasalnya dalam supersport keahlian pembalaplah yang sangat menentukan dibanding kekuatan motor. “Kini dengan pengalaman yang akan diperoleh dalam lima seri kejurnas supersport, diharapkan dia akan lebih kompetitif saat bertarung kembali pada level Asia,” harap Tofani. Menanggapi hal ini, Owner tim Suzuki IRC Umild AHRS, Asep Hendro mengatakan mereka antusias dengan rencana ini. Keith Code International Racing School ini sangat terkenal dengan kurikulumnya balapnya, sehingga banyak diadopsi oleh sekolah balap sejenis lainnya. Superbike school yang dikelola oleh Keith Code ini merupakan sekolah balap internasional yang sudah banyak mencetak juara dunia. Fadli akan mengikuti kursus intensif teknikteknik penguasaan dan pengontrolan saat balapan
M Fadli di superbike. “Agar Fadli benar-benar serius, Manager Tim Rommy Sofyan akan mendampinginya selama di sana,” kata Asep Hendro. Teknik yang akan diajarkan Keith Code International Riding School antara lain Riding the brake rig (teknik pengereman), The lean machine (posisi mengendara), dan slide machine (teknik berbelok).
NET
Kalau ini dikuasai Fadli, Asep berharap tangga berkompetisi di kejuaraan dunia supersport (world supersport championship) seperti yang sedang dijalani Doni Tata Pradita, bisa ditembus. “MotoGP pun bisa menjadi impian yang bisa diraih karena pada 2011 nanti MotoGP 250 cc akan diganti dengan 600 cc,” harap Asep. (dtc)