Skip to main content

Banjarmasin Post - 10 Oktober 2008

Page 19

banua anam

Banjarmasin Post JUMAT

10 OKTOBER 2008 / 10 SYAWAL 1429 H

19

Cabup Sering Abaikan Dana Kampanye TANJUNG, BPOST - Hampir tiap pemilihan kepala daerah (Pilkada) baik di Kalsel maupun Kalteng, laporan dana kampanye yang digunakan para kandidat kepala daerah setempat sering terabaikan sehingga tidak diketahui publik. Hal ini diungkapkan akuntan publik Gusti Mahfudz yang juga dosen Fakultas Ekonomi Unlam dalam rapat koordinasi dan sosialisasi dana kampanye calon bupati dan wakil bupati Tabalong 2008, Rabu (8/10). “Berdasar data, sekitar 16 daerah yang melaksanakan pilkada dan kami audit, kebanyakan yang kalah (calon) tidak pernah membuat laporan dana kampanye. Sebenarnya, itu memalukan bagi calon.Tetapi prakteknya memang seperti itu,” katanya. Menurut undang undang, untuk dana kampanye, tiga hari setelah pencoblosan sudah harus diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Kenyataannya hal itu sering dibaikan, terutama calon yang kalah. “Untuk itu, saya membe-

rikan masukan kepada KPU supaya laporan dana kampanye para calon bisa diserahkan ke KPU pada masa tenang (26-28 Oktober). Karena saat itu belum diketahui, siapa yang menang atau kalah,” jelasnya. Begitu pula laporan saldo awal kampanye calon, kata Mahfudz, untuk laporan saldo awal kampanye sudah diserahkan sejak penetapan calon pada 29 Agustus-11 Oktober 2008 (sebelum masa kampanye). Ketua KPU Tabalong Jauhar Effendi mengatakan laporan dana kampanye perlu kesepakatan dari para kandidat. Artinya tidak perlu menunggu tiga hari setelah pencoblosan.” Kalau bisa pada masa tenang tidak masalah untuk dilaksanakan,” katanya. Sementara itu untuk bisa mengikuti pilkada, tiap calon

bupati dan wakil bupati tidak bisa sembarangan menerima sumbangan atau bantuan dana dari pihak luar untuk kegiatan kampanyenya. Berdasar undang-undang, tiap calon tidak boleh menerima bantuan dana dari negara asing, lembaga ata perusahaan asing, penyumbang tidak jelas, BUMD dan BUMD. Untuk sumbangan perusahaan termasuk perseorangan dibatasi. Kecuali untuk dana kampanye yang bersumber dari bersangkutan atau calon kepala daerah tersebut, termasuk partai politik (parpol) pendukung yang tidak dibatasi. “Untuk sumbangan perusahaan atau badan hukum maksimal Rp 350 juta, sedangkan dari perseorangan hanya boleh maksimal Rp 50 juta,” kata akuntan Gusti Mahfudz. (mdn)

Setahun 100 Guru Pensiun ■ HSU Kekurangan Tenaga Guru AMUNTAI, BPOST- Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) masih kekurangan tenaga guru. Kendati telah beberapa kali penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi tenaga pengajar menempati jumlah terbanyak, jumlah guru tetap belum mencukupi. Ini karena banyaknya jumlah guru PNS yang memasuki masa pensiun. Dari data yang diperoleh, jumlah guru yang memasuki masa pensiun dalam satu tahunnya mencapai 100 orang. Selama guru PNS yang memasuki masa pensiun terus ada tiap tahun, persoalan kekurangan guru akan terus menjadi masalah di Dinas Pendidikan HSU. “Kita terus berupaya menekan angka kekurangan itu.

Tahun ini saja kita mengusulkan mengangkat 200 orang guru. Selain untuk mengganti guru yang memasuki masa pensiun, juga untuk mengisi sekolah yang kekurangan guru”” ujar Kadisdik HSU, Hery Prianto usai pelantikan kepala sekolah seKabupaten HSU, Kamis (9/ 10). Adapun sekolah yang masih kekurangan guru, pada umumnya ada di daerah terpencil. Sementara ini Disdik sudah mengatasinya dengan sistem guru kunjung. “Sekolah terdekat yang gurunya memungkinkan untuk dijadikan guru kunjung kita beri tugas tambahan untuk menjadi tenaga pengajar di sekolah yang masih kekurangan guru,” ujarnya. Berdasarkan data kepe-

gawaian guru PNS di Dinas Pendidikan, tahun 2011 dan 2012 merupakan masa tersulit bagi HSU untuk mencukupi jumlah guru yang tiap tahun selalu kurang. Usia rata-rata guru yang ada saat ini memasuki usia 60 tahun pada tahun tersebut, sehingga Disdik menilai tahun tersebut jumlah guru di HSU akan sangat kurang. “Kita hitung pada tahun 2011 dan 2012 jumlah guru kita yang pensiun mencapai 400 orang. Kondisi ini kita khawatirkan akan menambah parah kekurangan jumlah guru, sehingga harus mencari solusi tepat untuk mengatasi masalah tersebut,” kata Hery. Selain itu HSU juga masih kekurangan guru untuk SDLB. “Kita hanya mempunyai dua guru untuk SDLB. Itu juga yang sedang kita pikirkan,” pungkasnya. (yud)

BANJARMASIN POST/APRIANOOR

WISATA DAM TRINSING - Beberapa pengunjung bergelantungan di lantai jembatan gantung bendungan Dam Trinsing, Barito Utara, Kalteng. Objek wisata ini selalu ramai dikunjungi masyarakat, apalagi saat liburan Idul Fitri.

■ Derita Korban Kebakaran Pasar Ampera

Baju dan Kasur Basah Tergenang Air Hujan BAU tak sedap menyeruak hidung. Ribuan lalat yang mengerubungi nasi basi dan sisa-sisa makanan lainya terlihat berusaha kabur, saat tenda terpal warna biru yang berdiri di kawasan padat penduduk, Pasar Ampera, Kabupaten Tanah Bumbu itu

digoyang-goyang. Namun dalam tenda yang diikat dengan seutas tali di antara onggokan puing-puing bekas rumah yang hangus terbakar itulah Acil Siwah (85) bertahan hidup bersama keluarganya. Selain sebagai tempat ting-

BANJARMASIN POST/CHOIRUMAN

BERNAUNG- Acil Siwah (84), korban kebakaran di Pasar Ampera, Batulicin, Tanah Bumbu di dalam tenda yang dijadikannya tempat tinggal.

gal dan pengganti rumahnya yang ludes terbakar, keberadaan tenda terpal bertuliskan Dinsos tersebut juga digunakan nenek enam cucu itu sebagai dapur sekaligus tempat makan sehari-hari. Tak ayal, kompor minyak tanah dan beberapa keping piring terlihat berserakan dalam tenda berukuran sekitar 3x4 meter tersebut. Tanpa diberi sekat apapun, di samping kompor dan tempat cuci piring tersebut terhampar kasur tipis yang sudah kumal. “Maklum nak, tidak ada tempat lagi. Terpaksa semuanya ditaruh dalam tenda, takut hilang jika ditempatkan di luar tenda. Lagi pula, barang ini juga pemberian,” katanya terbata-bata. Penderitaan yang dialami para korban pun semakin lengkap, seiring Tanah Bumbu selama enam hari diguyur hujan secara terus menerus. Para warga yang kehilangan tempat tinggal, hanya mampu bertahan di dalam tenda untuk menghindari guyuran hujan. Akibatnya barang-barang sisa dari lumatan si jago me-

MASTER DEALER : Linda Jaya Ponsel 0511-3354839 Dealer : Hello Phone 0518-71288 Jovan Ponsel 0511-4364483 Tiara Ponsel Veteran 0511-7404277 Duta Ponsel 0511-3271537 Tiara Dewata Ponsel 0511-6237999

rah yang masih bisa diselamatkan basah kuyup. Karena tidak sanggup lagi diamankan dalam tenda, lantaran tempatnya tidak mencukupi. Begitu juga dengan baju dan tikar yang selama ini dijadikan alas untuk tidur, juga tidak luput dari sasaran genangan air. Tempat teduh para warga itu hanya terbuat dari tenda terpal plastik yang diikat dengan batang kayu seadanya. Jika hujan turun disertai tiupan angin, air tersebut selalu masuk ke tenda sehingga barang yang ada dalam tenda pun basah. “Kalau hujan disertai angin, baju ini basah semua,”sahut Wahyono (37) korban kebakaran lainnya. Parit sederhana yang dibuat di pinggir-pinggir tenda sudah tidak mampu lagi menampung air tersebut. Korban kebakaran hingga kini mengaku belum memikirkan membangun rumah kembali. Selain sudah tidak memiliki harta benda lagi, mereka harus bekerja keras mencukupi kebutuhan sehari-hari.(coi)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Banjarmasin Post - 10 Oktober 2008 by Banjarmasin Post - Issuu