Page 1

CMYK 1

TATAR CIANJUR

JUMAT, 28 FEBRUARI TAHUN 2014

BANGKITKAN KESENIAN TRADISIONAL

InsentifDokterPTTNaik300Persen Kenaikan Harus Dibarengi dengan Kinerja Baik

DI zaman modern sekarang ini, perlunya membangkitkan kembali kesenian tradisonal di setiap desa. Hal itu dilakukan yang bertujuan untuk memotivasi warga akan keluhuran nilai budaya yang terkandung didalamnya. Jangan sampai, nantinya terkikis keutamaan moral yang selama ini mulai lentur, misalkan gotongroyong atau saling menolong yang kini mulai hilang. Padahal, hal itu sebagai tradisi leluhur yang harus dilakukan oleh masyarakat.(ryh)

CIANJUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur berencana akan menaikkan insentif dan jasa pelayanan dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) hingga 300 persen. Kebijakan tersebut bertujuan untuk memotivasi kinerja para tenaga medis di tingkat puskesmas. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, dr Dindin Budhi Rahayu mengatakan,

kenaikan insentif akan diberlakukan dalam waktu dekat. Harapannya bisa merangsang minat dokter PTT yang mau ditempatkan di wilayah pelosok Cianjur, seperti di wilayah selatan. “Kebijakan ini juga untuk mengikis kecemburuan antara dokter PTT rekrutan Pemprov Jabar dan dokter PTT rekrutan pemerintah daerah yang nilai insentifnya memang berbeda jauh,” tutur Dindin saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin. Selama ini, kata dia, besaran instentif dokter PPT rekrutan Pemkab Cianjur “hanya” Rp1,7

juta. Nilai tersebut jauh beda dengan besaran insentif yang didapatkan dokter PPT propinsi. Karenanya, kebijakan ini merupakan apresiasi pemerintah daerah terhadap kinerja mereka yang selama ini memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Namun tentu saja ini berimplikasi pada indikator atau ukuran penilaian terhadap pelayanan kesehatan yang mereka lakukan selama ini,” katanya. Selain itu, lanjut Dindin, adanya peningkatan atas nilai intensif tersebut bisa menambah minat para dokter, mengingat

saat ini kata dia, masih kekurangan tenaga medis di tingkat puskesmas. “Dari 45 puskesmas yang tersebar di 32 kecamatan, baru enam puskesmas yang ada dokter umumnya,” ujarnya. Padahal, menurut dia, jika merujuk pada Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang tahun ini mulai dilakukan oleh Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS), setiap puskesmas harus memiliki seorang dokter umum. Ketua Komisi IV DPRD Cianjur, Jimmi Perkasa Has mengaku, menyambut baik dengan adanya rencana menaikan insentif

dokter PTT oleh Pemkab Cianjur. Namun, hal tersebut juga, kata dia, harus dibarengi dengan kemampuan APBD Cianjur. "Tapi tentunya juga harus dibarengi dengan kinerja yang lebih baik," katanya. Senada, Anggota Komisi IV DPRD Cianjur, Atep Hermawan Permana, selama tujuannya untuk menaikan indeks kesehatan hal itu lebih baik. "Namun, menurut saya yang harus ditingkatkan pelayanan dan kemudahan masyarakat tidak mampu dalam mendapatkan pelayanan kesehatan," ungkapnya.(kie)

Kang Poroy Pegiat seni

FASILITAS BPJS MINTA TAK DIBATASI SUKALUYU - Warga meminta fasilitas dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan bagi warga tidak dibatasi. Pasalnya, masyarakat khususnya di Kecamatan Sukaluyu membutuhkan jaminan kesehatan tersebut. "Kami minta fasilitas yang disediakan oleh BPJS kesehatan bagi warga tidak dibatasi. Informasi yang kami terima kartu BPJS itu hanya berlaku untuk berobat di puskesmas saja, tidak dapat digunakan berobat di rumah sakit, bagaimana dengan warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah sakit nantinya," tutur Imas (42) seorang warga Sukaluyu, kemarin. Dia mengatakan, pihaknya selama ini masih belum paham dengan program baru diluncurkan pemerintah bagi jaminan kesehatan warga itu. Senada, Usep (28) warga lainnya mengungkapkan, ia mendapat informasi bahwa warga yang memegang kartu BPJS tidak dapat langsung berobat di rumah sakit, melainkan ke Puskesmas terdekat. "Fasilitas di Puskesmas juga kurang memadai sehingga untuk penyakit tertentu harus langsung ditangani pihak rumah sakit. Kalau dipaksa berobat di Puskesmas, dapat membahayakan pasien juga. Kecuali warga yang menginginkan berobat di Puskesmas," jelas Usep, kemarin.(ang) DOK

NAIK: Sejumlah petugas puskesmas saat melayani masyarakat. Rencananya Pemkab Cianjur akan menaikkan insentif dokter PTT hingga 300 persen.

Tingkatkan Mutu Sekolah bukan Kepentingan Pribadi

DOK

KELUHKAN: Salah satu galian kabel optif di Ciranjang terbengkalai. Curah hujan yang terus mengguyur wilayah Cianjur, menyebabkan sejumlah bekas galian di wilayah ambles.

Bekas Galian Kabel Ambles Bahayakan Pejalan Kaki CIRANJANG - Curah hujan yang terus mengguyur wilayah Cianjur, menyebabkan sejumlah bekas galian di wilayah Ciranjang ambles. Hal ini akibat kurang baiknya proses perbaikan bekas galian oleh pekerja, sehingga sangat mudah ambles akibat terkikis air hujan. Sejumlah bekas galian yang ambles tersebut, di antaranya di beberapa ruas Jalan Raya Ciranjang-Bandung. Kondisi itu cukup membahayakan para pengguna jalan, khususnya pejalan kaki. "Ini akibat tidak padatnya pengurukan bekas galian oleh pelaksana galian, sehingga saat hujan turun bekas galian itu ambles dan membahayakan pejalan kaki," tutur Iwan (30) warga setempat, kemarin. Dia menuturkan, secara teknis, perbaikan terhadap kerusakan infrastruktur tersebut masih menjadi kewenangan pihak pelaksana proyek. Untuk itu, tambah dia, pemkab harus tegas dalam memberikan teguran kepada para pelaksana galina kabel atau pipa di sepanjang ruas jalan itu.

"Badan jalan yang digali harus dipadatkan secara sempurna sebelum diaspal ulang. Dan ini masih tanggungjawab pelaksana, sehingga pemkab harus tegas dalam memberikan teguran kepada mereka (pelaksana, red)," ujarnya. Senada, Ruhiyat (42) warga lainnya mengatakan, pengerjaan galian pemasangan kabel optik itu cukup membahayakan pejalan kaki, terutama saat malam hari. "Pekerja tidak menimbun bekas galian dengan semestinya. Sehingga menggangu pengguna jalan dan membahayakan pejalan kaki, apalagi saat malam hari, tak sedikit pejalan kaki yang terperosok," jelasnya. Dia mengungkapkan, seharusnya proyek penggalian dan pemasangan kabel tersebut dilakukan secara serentak dan dengan kajian yang cukup matang, sehingga tidak menggangu aktivitas warga. "Kalau diperhatikan hampir tidak pernah selesai. Sehingga cukup merepotkan warga setempat, belum lagi debu bekas galian," katanya.(ang)

PACET - Kepala Seolah (Kasek) agar tidak melakukan kegiatan bisnis, namun harus berwirausaha. Intinya, setiap kesempatan yang muncul dipergunakan untuk meningkatkan mutu sekolah, bukan demi kepentingan pribadi. Hal tersebut ditegaskan Kabid SMA/SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Cianjur Akib Ibrahim, dalam acara pelatihan kompetensi yang diikuti sekitar 160 Kepsek di Kawasan Pacet, kemarin. Para peserta terdiri dari para Kepsek SMA maupun SMK se Cianjur baik sekolah negeri maupun swasta. "Kepala sekolah itu harus memiliki kemampuan kewirausahan namun perlu digarisbawahi pengertian bukan berbisnis. Sebagai pimpinan memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan sekolah menjadi lebih

KEPSEK DILARANG BERBISNIS

baik," kata Akib kemarin. Mantan kepsek SMKN Pacet ini menjelaskan konsep kewirausahan berkenaan dengan kreatifitas dan invoasi. Para Kepsek dituntut untuk jeli melihat kesempatan dengan tidak berdiam diri. "Jika ada kesempatan untuk membangun sekolah jangan sampai dilewatkan begitu saja, kepsek harus termotivasi. Caranya dengan mempelajari sekolah lain yang lebih dulu maju baik aspek bangunan maupun kualitas pendidikannya," tandasnya. Kemampuan membangun jiwa enterprenership dibutuhkan agar sekolah tersebut terus mengalami peningkatan mutu. Pihaknya menolak jika itu dikatakan sebagai berbisnis melainkan mencari peluang bantuan dari banyak lapangan.

"Jadi kepsek itu bukan berdagang karena itu akan mengganggu kualitas pendidikan. Tetapi berupaya mencari sumber keuangan dari berbagai pihak dengan tujuan untuk membesarkan sekolah," urainya. Jika terjadi penyimpangan dari kepsek maka pihak siap menerima pengaduan sebagai bagian dari upaya perbaikan. Pasalnya tidak perlu dipermasalahkan jika kepsek, lebih banyak diluar sekolah. "Kepsek itu harus mampu membangun seluruh komponen jadi bukan soal banyak diluar sekolah. Namun selama banyak beraktifitas di luar sekolah itu apakah banyak manfaatnya. Jika tidak berarti dia RIKKY YUSUP/CIANJUR EKSPRES tidak memiliki kemampuan LARANG: Para kepala sekolah harus memiliki kemampuan enterpreneur tadi," pungkas- wirausaha dengan tidak mengutamakan bisnis untuk nya.(ryh) kepentingan pribadi.

Ratusan Kader KPMD Ikuti Pelatihan GSC Macet, PKL Harus Ditata PACET - Ratusan Kader Pemberdayan Masyarakat Desa (KPMD) mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas di Kawasan Pacet, kemarin (27/ 2).Hal itu berujuan untuk menyukseskan program Generasi Sehat dan Cerdas (GSC). Kegiatan yang diikuti 164 KPMD dari 8 Kecamatan, yakni Sukaresmi, Cikalongkulon, Mande, Sukaluyu, Ciranjang, Gekbrong, Campakamulya dan Pasirkuda. Bahkan, ada dari petugas lapangan untuk PNPM GSC dan Paud dari masingmasing kecamatan. "Kalau untuk GSC sendiri ha-

nya ada di 8 kecamatan, berbeda dengan PNPM mandiri. Fokusnya untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan kader guna kelancaran progran berbasis kesehatan dan paud ini," jelas Sekretaris Asosiasi UPK Cianjur, Dodi Sopyan Ramdhan. Dalam kegiatan itu, para kader menonjolkan kinerjanya. Terutama berkenaan dengan peningkatan kesehatan ibu dan anak. "Selama ini GSC sudah memasyarakat dan tahun kedua ini akan terus digencarkan karena manfaatnya bisa menekan angkat kematian ibu dan anak.

RIKKY YUSUP/CIANJUR EKSPRES

TINGKATKAN: Para Kader terus ditingkatkan kompetensi untuk menekan angka kematian ibu dan anak serta peningkatan gizi masyarakat.

Selain itu kita berikan penghargaan terhadap orangtua yang memperhatikan gizi dan kesehatannya," tukasnya. Hasil yang ingin dicapai melalui kegiatan ini, yakni tumbuhnya pemahaman di masyarakat akan penting GSC. Selain itupun para kader dapat mengidentifikasi permasalahan di masa kehamilan dan cara penanggulangan. "Banyak orangtua yang selama ini kurang memperhatikan masa kehamilan karena menyangkut asupan gizi janin yang dikandungnya. Nantinya kader mampu menjembatani itu dengan cara memotivasi para orangtua untuk aktif dalam program GSC ini," katanya. Sementara itu Neneng (38) warga Sukaresmi menyatakan selama ini terbantu dengan adanya GSC ini. Pasalnya, merasa di perhatikan saat menjalani masa kehamilan sehingga aman bagi janin. "Kalau suami tentunya sibuk kerja, tapi dengan adanya GSC ada diperhatikan gizinya. Lagi kami ini keluarga miskin jadi kalau biaya sendiri gak mungkin, untungnya ada KPMD," pungkasnya. (ryh)

CIRANJANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur diminta untuk segera melakukan penataan tenda pedagang kaki lima (PKL) yang ada di sekitar Pasar Ciranjang, terutama yang sudah memakan badan jalan. Karena, keberadaan PKL tersebut mejadi penyebab terjadinya kemacetan. "Pemkab Cianjur perlu memikirkan untuk segera melakukan penataan PKL yang banyak berdiri di sepanjang ruas jalan Ciranjang-Jati. Karena menyebabkan kemacetan," tutur Risma (28) seorang warga Ciranjang, kemarin. Dia menuturkan, penataan yang dilakukan pemkab juga harus sesuai dengan aturan dan kajian lebih dahulu, karena jangan sampai merugikan para PKL itu. "Selama ini PKL mempunyai kontribusi yang cukup besar dalam perekonomian di pasar, karenanya perlu penataan yang baik dengan mengintergrasikan mereka dalam sebuah sistem pasar yang modern," katanya. Penataan pada PKL tersebut, jelas dia harus mengacu pada konsep yang mengedepankan menguntungkan kedua pihak (pemkab dan PKL, red). "Pena-

taan yang dilakukan harus dapat memberikan dampak yang lebih baik kepada mereka (PKL, red) bukannya justru menambah permasalahan baru," ucapnya. Jika pemkab melakukan penataan dengan tidak melalui kajian, menurut dia, justru bukan solusi cerdas yang ditempuh, karena bagaimanapun mereka adalah bagian yang tidak terpisahkan dari warga. "Jika memang relokasi itu dilakukan, jelas harus dipikirkan lokasi yang layak bagi mereka. Jangan sampai mereka justru rugi dengan adanya penataan itu," ujarnya. Sementara itu, Yayan (40) seorang PKL di daerah tersebut mengungkapkan, ia dan beberapa PKL lainnya pada prinsipnya mau diatur dan dipindahkan kemana saja sesuai dengan keinginan pemkab, namun tentunya juga harus pada konsep strategis dengan teintegrasi dengan pasar. "Kalau hanya cuma dipindahan saja, tanpa diperhatikan lokasinya layak apa tidak untuk ditempati kami jelas akan menolak," papar Yayan, kemarin.(ang)

CMYK

2 tatar cianjur 28 feb kcl dik