Page 9

HUT SURABAYA EDISI 105 /TAHUN 02, 27 MEI - 2 JUNI 2013

Catatan Surabaya Menuju 720 Tahun (Bagian 2)

9

Lakukan Manuver Dilini Perizinan

Kemajuan pembangunan memang menjadi tolok ukur suatu daerah. Seperti halnya Surabaya, sebagai kota metropolitan, kemajuan demi kemajuan terus diupayakan pemerintah kota/Pemkot, mulai dari sektor pariwisata, ekonomi, olahraga, transportasi dan lainnya.

S

ebagai kota transit, Surabaya ditopang dengan adanya pelabuhan bertaraf internasional. Antara lain, Bandara Juanda dan Pelabuhan Tanjung Perak. Apalagi pada 2014 mendatang bertambah lagi yakni pelabuhan Teluk Lamong. Begitu juga dengan jalur darat, akses yang strategis dimiliki kota pahlawan ini. Akses Jembatan Suramadu yang menghubungkan Madura, pantura, dan jalur dalam kota lainnya. Tanggap akan potensi tersebut, rupanya pemegang kendali kota Surabaya, yakni Wali Kota Tri Rismaharini, melakukan berbagai upaya untuk memanfaatkan potensi tersebut. Mulai melakukan kerjasama den-

gan daerah lain, hingga melakukan sister city dengan kota negara tetangga. Pemkot Surabaya, nampaknya melakukan manuver yang mengejutkan dengan mencanangkan program ramah lingkungan dengan menggagas program Green Building. Dimana kota Surabaya selama ini identik dengan slogan green yang menandakan sebagai kota yang ramah lingkungan. Diantaranya, ada istilah green city, green school dan sebagainya. Identitas Surabaya sebagai kota hijau sudah tersohor hingga skala internasional. Nah, mulai Mei ini, Pemkot Surabaya akan gencar memperkenalkan program baru ber-

nama green building. Artinya, bangunan di Kota Pahlawan seperti gedung perkantoran, gedung pusat belanja (mal), dan juga gedung pemerintahan, harus memiliki visi sebagai bangunan yang ramah lingkungan. Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkot Surabaya, Agus Imam Sonhaji, menegaskan, selama ini pemkot sudah all out mengenalkan program green and clean di kampung-kampung. Sehingga, tempat tinggal di Kota Surabaya menjadi lebih bersih dan sejuk. Namun, program tersebut belum diadopsi untuk kawasan perkotaan. “Mei nanti kita kampanyekan gedung yang dibangun kita arahkan menjadi green building. Kita akan menggandeng pakar dari ITS,” kata Agus Imam Sonhaji, disela-sela Media Gathering dengan tema ‘Surabaya Single Sindow (SSW) dan Green Building’ yang digagas Humas Pemkot

Surabaya, pekan lalu. Menurut Agus, sudah saatnya bangunan di Kota Surabaya berciri green building. Salah satu parameternya adalah gedung tersebut hemat energy. Apalagi, kedepan, Kota Surabaya membutuhkan lebih banyak energy listrik dengan keberadaan monorail dan trem. “Kan lucu jika trem berhenti di tengah jalan, karena kekurangan tenaga listrik. Makanya, harus dimulai sekarang. Jika tidak dimulai dari sekarang, efeknya akan terasa pada tahuntahun mendatang,” sambung mantan Kabag Bina Program Pemkot Surabaya ini. Pakar ITS, Maria Anityasari, menegaskan, Kota Surabaya telah menjadi pioneer dalam mewujudkan green city dan eco city. Menurut dia, bangunan gedung itu berumur 20-30 tahun. Jika bangunan tidak didesain dengan konsep green building, akan menyumbang pemanasan global.

Dinobatkan jadi Kota Masa Depan

S

aat Surabaya merayakan HUT ke-720, Gerakan modernisasi pemerintahan dan reformasi birokrasi membuat seluruh instansi pemerintah berlombalomba memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), terutama untuk pelayanan publik. Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya sebagai yang pertama dalam penerapan e-Procurement (sistem lelang online) juga terus berinovasi meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat. Atas dasar itulah, Surabaya dinobatkan sebagai kota masa depan versi majalah FutureGov. Penghargaan FutureGov diserahkan Managing Director FutureGov, James Smith, kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, di Hotel ShangriLa Jakarta, pekan lalu. Selain Surabaya, FutureGov juga memberikan penghargaan kepada 13 instansi pemerintahan pemenang kategori lainnya. Keseluruhan, ada 14 pemenang yang terdiri atas pemkot, provinsi, kemente-

rian, lembaga pengawasan, kepolisian, dan universitas. James mengatakan, FutureGov merupakan majalah berbasis di Singapura yang fokus dalam bidang pemanfaatan TIK oleh pemerintahan di negaranegara ASEAN. Meski begitu, kata dia, FutureGov bukan bertujuan mengambil keuntungan dengan menjual produk teknologi. “Kami tidak menjual apapun. Kami murni media yang fokus pada modernisasi pemerintahan di ASEAN,” paparnya. Terkait keberhasilan Surabaya, James menyatakan, Ibu Kota Jawa Timur/Jatim itu memang layak ditahbiskan sebagai kota masa depan. Pasalnya, Surabaya dinilai konsisten dalam pengembangan serta pemanfaatan TIK untuk menunjang kinerja pemerintahan. Sistem yang telah berjalan dikelola dengan baik. Dengan begitu, pelayanan masyarakat menjadi semakin maksimal dan tidak menutup kemungkinan untuk terus dikembangkan. “Apalagi, saat ini e-

Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Sidoarjo

IR. H.M. Sholeh, Msi

CV Delta Karya Hery

Procurement telah menunjang sistem lelang nasional. Tentu hal itu perlu diapresiasi,” kata James yang juga ketua panel juri FutureGov Award 2013. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, memandang penghargaan ini sebagai suntikan motivasi bagi instansi yang dipimpinnya agar bisa lebih baik. Menurut dia, penghargaan bukanlah yang utama, yang terpenting adalah bagaimana pelayanan masyarakat dapat berjalan maksimal. “Yang penting masyarakat terlayani dengan baik,” ujarnya sesaat setelah menerima penghargaan. Kesuksesan ini tak membuat Pemkot Surabaya berpuas diri. Berbagai inovasi dibidang TIK sudah mulai disiapkan. Salah satunya program e-health. Dengan program tersebut, masyarakat tak perlu membawa kartu berobat ke puskesmas atau rumah sakit. Sebab, cukup dengan sidik jari saja, rekam kesehatan pasien sudah bisa diketahui. Sistem itu nantinya akan terintegrasi diselu-

ruh puskesmas maupun rumah sakit se-Surabaya. Jika tak ada kendala berarti, e-health mulai dioperasikan tahun ini. “Tak hanya data pasien, e-health juga mampu memonitor jumlah obat dan memetakan jenis penyakit apa yang paling banyak terjadi disetiap wilayah,” kata Kabid Aplikasi dan Telematika, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya, Hefli Syarifuddin. Terobosan yang dilakukan pemkot tak berhenti sampai disitu. Diskominfo juga tengah ancang-ancang menerapkan perizinan online untuk pengurusan makam. Jadi, bilamana ada warga yang meninggal, pihak keluarga dapat mendaftar ke tempat pemakaman yang dikehendaki secara online. “Semua bisa diakses dari rumah. Mengenai pengoperasiannya, kami targetkan tahun ini,” imbuh Hefli, yang juga turut mendampingi wali kota menerima penghargaan FutureGov.(hdi)

Apalagi, berdasarkan data dari Leadership in Enviromental Design (LEED), bangunan gedung menyumbang sampai 50 persen karbon. “Untuk bisa seperti itu, yang harus dilakukan yakni memberikan pengetahuan, acuan dan pedoman, memberikan pendampingan teknis, serta memberikan reward dan punishment. Yang tidak kalah penting, kegiatan ini bukan upaya sporadis, tetapi masyarakat diberi kesadaran,” ujar Maria. Setelah melakukan kampanye green building, Pemkot Surabaya akan menyelenggarakan Green Building Award 2013. Nantinya, akan dilakukan evaluasi greenship pada bangunan-bangunan yang ada di Kota Surabaya. Tahap awal, bangunan yang dievaluasi, yakni gedung perkantoran dan mal. Setelah itu dilakukan siklus perencanaan greenship dan membuat peta green building di Surabaya. Kemudian disusun

P

roadmap perbaikan kualitas bangunan. “Sebelumnya, akan ada workshop dan sosialisasi tentang tujuan, kriteria, teknik presentasi. Lalu ada self assessment. Setelah itu, peserta mengajukan proposal,” sebutnya. Pakar Komunikasi Univesitas Airlangga, Suko Widodo, yang didaulat sebagai moderator mengatakan, ide green building itu sangat menarik. Selama ini, yang banyak ditanam di Kota Surabaya adalah baliho. “Yang terpenting bagaimana cara implementasinya. Atau cara membuat pemilik gedung insyaf,” ujarnya. Terkait Surabaya Single Window (SSW), Agus Sonhaji, mengatakan, program tersebut dilaunching untuk menjawab tudingan pelaku dunia usaha bahwa mengurus perizinan di Pemkot Surabaya ruwet dan berbiaya tinggi. Menurut pria kelahiran Kediri ini, SSW dirancang untuk

mempermudah perizinan yang selama ini melibatkan banyak dinas. “Itu jadi concern kita. Makanya, kita memperkenalkan SSW yang menjawab tudingan itu. Kalaupun nanti belum sempurna, ya memang buatan manusia,” ujarnya. Ia mencontohkan, perizinan bangunan restoran. Selama ini, ada banyak perizinan melibatkan berbagai dinas yang harus ditempuh untuk mengurus izin restoran tersebut. Selain Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, lalu izin gangguan (HO) di Badan Lingkungan Hidup dan juga izin Amdal Lalin di Dinas Perhubungan. “Tujuan kita, kalau perizinan menjadi mudah, maka investasi bisa menjadi baik. Nah, karena lapangan kerja tersedia, akan ada banyak orang bisa bekerja,” sambung dia. (m nafan hadi)

Satu RW Satu UKM

emerintah Kota/ Pemkot Surabaya memberikan penganugerahan Karya Cipta Adinugraha kepada 12 pelaku usaha kecil menengah (UKM). Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada para penerima di Gramedia Expo, Surabaya, pekan lalu. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, mengatakan, pihaknya memang tengah fokus mengembangkan sektor industri kreatif. Hal tersebut sebagai bagian dari persiapan jelang ASEAN Free Trade Area (AFTA) atau zona perdagangan bebas ASEAN mulai 2015 mendatang. Menurut dia, Surabaya harus mempersiapkan diri sebaik mungkin jika tak mau hanya jadi penonton di negeri sendiri. Sebab, nantinya, pelaku usaha lokal akan bersaing secara langsung dengan pelaku usaha dari luar negeri. Salah satu upaya persiapan yakni dengan memperkuat sektor dunia usaha lokal. UKM saat ini memang tengah memegang peranan sentral dalam memajukan perekonomian Indonesia. Selain sebagai salah satu alternatif lapangan kerja baru, UKM berperan dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi. UKM juga berkon-

penganugerahan Karya Cipta Adinugraha kepada 12 pelaku usaha kecil menengah (UKM) oleh Tri Rismaharini.

tribusi besar pada pendapatan daerah maupun pendapatan negara. Risma, sapaan wali kota menargetkan pertumbuhan jumlah UKM. Jika di tahun sebelumnya, pemkot memasang target minimal tiga UKM dalam satu kelurahan, kini ditingkatkan menjadi satu UKM pada setiap RW. “Sekarang jumlah UKM di Surabaya sekitar 1.200 UKM. Idealnya harus ada 3.000 UKM tahun ini. Jadi masih perlu 1.800 UKM baru,” terangnya. Untuk merealisasikan itu, Risma mengatakan, pihaknya akan mengintensifkan pelatihan. Langkah tersebut dinilai mampu merangsang jiwa kewirausahaan masyarakat. Selain itu, semua dinas yang bergerak disektor ekonomi juga telah dikerahkan secara maksimal. Terkait penghargaan, Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Surabaya, Eko Agus Supiadi,

DPRD Sidoarjo HM. Dawud Budi Sutrisno, Sh, MHum Ketua DPRD Sidoarjo

PKB Sidoarjo

Direktur

mengatakan, bahwa ini adalah kali kedua pemkot memberikan penghargaan Karya Cipta Adinugraha. Tahun lalu menjadi tahun pertama penyelenggaraan penganugerahan tersebut. Secara teknis, Agus menjelaskan, UKM pemenang telah melewati serangkaian proses yang panjang. Tahap penilaian telah dilakukan sejak Februari lalu oleh konsultan penilai. Mereka terdiri dari unsur akademisi, pelaku usaha, dan lembaga pengembangan UKM. Adapun kriteria penilaian meliputi, karakteristik kewirausahaan, kompetensi dan kinerja usaha, daya saing, pengembangan diri atau karyawan, kompetensi individu, serta sistem administrasi atau keuangan. Selain itu, legalitas usaha, penggunaan bahan baku, dan omzet juga tak luput dari pengamatan tim penilai. “UKM yang laris, tapi manajemennya kurang bagus belum tentu menjadi pemenang. Sebab, penilaian dilakukan menyeluruh dengan mempertimbangkan beberapa aspek yang masuk dalam kriteria penilaian,” ujarnya. Mulanya sebanyak 52 UKM dinilai dan disaring menjadi 40 UKM. Kemudian, dari 40 UKM tersebut diseleksi lagi sehingga menyisakan 12 UKM pemenang yang terbagi dalam 4 kategori, yakni kategori perdagangan kecil, perdagangan menengah, industri kecil, dan industri menengah. Juara I,II, dan III berhak atas trophy, piagam, serta uang pembinaan masing-masing senilai Rp 5 juta, Rp 3 juta, dan Rp 1,75 juta.(hdi)

D.314

Properti Tour & Travel Sarana promosi, Rupa - rupa mempertahankan, memperluas pasar Otomotif serta meningkatkan citra perusahaan, Jasa paling efektif, mini biaya, maksimal Lowongan hasilnya.

KONSULTAN

MATERAI 6rb Baru

- Kita Pilihkan yang bagus, jika tidak cocok anda retur balik - Sudah banyak yang pakai (Notaris,Toko,Leasing dll) - Sistemnya adalah diantar oleh pegawai pos - Pembayaran nanti menyusul 100% setelah barang sampai ditempat (anda terima)

Edy Santoso Konselor Masalah Watak & Kehidupan

Perum Deltasari Indah AR-3 Waru Sidoarjo Telp/Fax : 031.853.5142 / 081.6544.9711 031.7199.2353 PE.019

AC

@Rp.4000, (min 100 pc = Rp. 400rb)

- KERUKUNAN SUAMI ISTRI - Menghilangkan Pertengkaran Sehari - hari (Istri)

SMS/Telp : 087870981637 PEG.21

PE.020

“AB TEHNIK” Menerima Panggilan Service AC, Kulkas dll.

Nuke Koko Ferdianto, ST 0811 344 5829 / 0852 823 66618

Office : Jl. Pagesangan Asri VI/1 Jambangan Surabaya 60233 Telp. / Fax. : 031-8291478 pembangunan.indo@gmail.com

Agung Bintoro Hp. 081.93102681 Flexi. (031) 81522796 Home : Jl. Griya Kebraon Utara III Blok AG 25 Karang Pilang Telp. 031 - 7661194, Surabaya 60222

PEG.10

PEG.01

Edisi 105 (27 mei-2juni 2013)  

Edisi 105 (27 mei-2juni 2013)

Advertisement