Page 32

32

KAMIS, 2 AGUSTUS 2012

Bukan Sekadar Berita!

Jaring 6 PSK dan Pasangan Mesum

PERLU PEMBINAAN: Enam PSK yang terjaring razia saat diamankan di Mapolres Lampung Timur kemarin.

SUKADANA – Polres Lampung Timur menjaring enam wanita yang diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK), seorang mucikari, dan sejoli yang diduga sedang berbuat mesum. Keenam wanita itu adalah Dian (28), warga Bandarlampung; Indah (20), warga Bandarsribawono, Lamtim; Citra Mayang (20), warga Magelang, Jawa Tengah; Tias (23), warga Desa Matarambaru, Lamtim; Endang Lestari (35), warga Bandarlampung; dan Susi (40), warga Brebes, Jawa Tengah. Mereka terjaring di warung milik Aliudin (mucikari, Red), Desa Matarambaru, Kecamatan Matarambaru, Selasa (31/7) sekitar pukul 23.00 WIB. Sedangkan pasangan mesum yang terjaring adalah Agustinus (40), warga Tangerang, dan Ivatun Nadiyah (26), Baca JARING Hal. 31

FOTO DWI PRIHANTONO

KETERLAMBATAN KUA-PPAS KOTA METRO 2013

Pemkot-Dewan Saling Tuding SOSOK

Kebersamaan, Keselarasan Tugas dan Keluarga KEPEMIMPINAN dengan menjalankan tugas berdasar kebersamaan menjadi pola yang dikedepankan Drs. Idrus Efendi dalam berkarir sebagai birokrat. Di sisi lain, keseimbangan antara tugas dan keluarga juga tak boleh diabaikan. Meski tak mudah melaksanakannya, itulah yang telah diterapkan oleh pria yang kini menjabat sekretaris Kabupaten Pringsewu ini. Sudah lebih 30 tahun ia akrab dengan birokrasi pemerintahan . Mengawali karir dari bawah, alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) dan Institut Ilmu Pemerintah (IIP) Jakarta ini juga paham benar akan pola kerja PNS. Karena itu, pola kekeluargaan didasari disiplin tinggi dan tata aturan kepegawaian diterapkannya dalam menjalankan pemerintahan.

Baca KESELARASAN Hal. 31

METRO – Keterlambatan penyertaan dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Kota Metro Tahun Anggaran 2013 yang seharusnya dilakukan pada pertengahan Juni 2012 memantik reaksi saling tuding antara eksekutif dan legislatif.

Pemkot Metro tak mau dijadikan kambing hitam menyangkut keterlambatan itu. Pemkot Metro melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Haidarmansyah mengatakan, ada beberapa faktor yang menjadi kendala atau hambatan. Salah satunya hasil audit laporan

keuangan yang dikeluarkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Keterlambatan penyerahan pun terjadi karena APBDP 2012 belum juga dibahas di dewan. ’’Padahal dokumennya sudah kita sampaikan dua minggu yang lalu. Nah, bagaimana kita bisa

mengajukan KUA-PPAS 2013, sementara APBDP 2012 saja belum dibahas? Jadi, jangan salahkan kami! Silakan Anda tanyakan ke dewan, mengapa ini terjadi dan apa kendalanya?” ungkap Haidarmansyah kepada Radar Lampung kemarin. Ditambahkan, mengapa dewan

tidak membahasa dasar-dasar belanja perubahan, padahal itu menjadi faktor utama guna perhitungan Silpa? ’’Kita akuilah terjadi keterlambatan, sehingga muncul kesan Permendagri No. 37/2012 tidak kita patuhi. Baca PEMKOT Hal. 31

RSUR Salah Transfusi Darah Pasien KOTABUMI – Kesalahan paramedis dalam menangani pasien bisa berakibat fatal. Seperti dialami Nina Kristina (24), warga Sopoyono, Kecamatan Negeriagung, Waykanan. Ia menjadi korban salah transfusi darah saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Ryacudu (RSUR) Kotabumi, Lampung Utara. Purwati, bibi korban, ketika ditemui sejumlah wartawan kemarin menuturkan, proses transfusi itu terjadi pada Jumat (27/7) sekitar pukul 14.00 WIB. Ketika itu, Nina baru saja menjalani operasi caesar

karena melahirkan. ’’Karena kekurangan darah, pihak RSUR meminta kami mencarikan darah dengan golongan AB. Karena di PMI tidak ada, kami membeli darah di RS Handayani dengan harga Rp600 ribu. Setelah itu, darah tersebut langsung ditransfusi ke keponakan saya (korban, Red) oleh pihak RSUR,” ujar Purwati. Usai ditransfusi, tiba-tiba tubuh Nina menjadi lemas dan penglihatannya menjadi kabur. Setelah dicek ulang oleh tim medis RSUR, ternyata golongan darah Nina B. Bukan AB seperti hasil tes awal. ’’Memang sebe-

lum operasi, keponakan saya dites darahnya. Menurut dokter, golongan darahnya AB meskipun terlihat samarsamar,” tutur Purwati. Pascatransfusi itu, pihak RSUR langsung memberikan obat penetralisasi. Selanjutnya, RSUR menyarankan agar pihak keluarga mengecek kembali golongan darah korban di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandarlampung. ’’Hasilnya, ternyata golongan darah Nina adalah B,” ucapnya.

FOTO RIDUAN/RNN

Baca RSUR Hal. 31

MASIH DIRAWAT: Nina Kristina yang masih harus menjalani perawatan di RSUR Kotabumi, Lampung Utara, kemarin.

RADAR LAMPUNG | Kamis, 2 Agustus 2012  

Kamis, 2 Agustus 2012

RADAR LAMPUNG | Kamis, 2 Agustus 2012  

Kamis, 2 Agustus 2012

Advertisement