Issuu on Google+

REPUBLIKA

JUMAT, 29 JULI 2011 / 27 SYA’BAN 1432 H n 1

Perbanyak Memberi di Bulan Suci laporan utama

P

uasa Ramadhan melatih untuk menahan diri. Melalui ibadah ini, seorang Muslim pun dituntun ikut merasakan kepedihan para dhuafa yang mungkin mereka tak hanya menahan lapar dan dahaga seharian, tetapi lebih dari itu. Maka, puasa merupakan saat tepat meningkatkan kepedulian untuk memberi. Sebagian orang bahkan sengaja menyisihkan hartanya agar bisa bersedekah kala Ramadhan. Sementara itu, lembaga pengelola zakat juga memanfaatkan bulan suci ini untuk meningkatkan kesadaran umat Islam bersedekah dan berzakat, dengan beragam program yang mereka buat.

2 ANTARA

4

Gelar amirul mukminin disematkan pada seseorang yang memegang kekuasaan dalam menyelenggarakan berbagai urusan pemerintahan Islam. Pertama kali dipakai saat pemerintahan Umar bin Khattab.

AGUNG SUPRIYANTO

Amirul Mukminin

Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub MA

Saat Ramadhan, Rasul Sangat Dermawan

3

Rasul meninggalkan teladan pada umatnya. Kala Ramadhan, ia meningkatkan intensitas dan jumlah sedekahnya. Di luar Ramadhan, beliau merupakan sosok dermawan dan pada saat berada di dalam bulan Ramadhan, ia menjadi sangat dermawan. TENDAWEB.COM

5

12

CHUSNUNIA

Mendampingi Perempuan

Islam Rahmatan Lil’alamin

Aktif di organisasi membantu Chusnunia membuka hati dan wawasannya. Kepedulian terhadap kaumnya, berkembang. Bersama organisasi tempat ia bergabung, Chusnunia melakukan pendampingan terhadap perempuan. Kini, ia melangkah lebih jauh, berikhtiar melindungi kaumnya, khususnya pekerja perempuan dengan mendorong perbaikan sistem.

Dakwah Islam adalah luhur dan menyejukkan. Tidak ada tempat kekerasan, provokasi, dan saling menghujat karena itulah mengapa Islam adalah rahmatan lil’alamin. Keindahan, kedamaian, dan silaturahim adalah roh bagi semua manusia Islam yang berjalan di muka bumi.

AGUNG SUPRIYANTO

Rekening :

ZIS ANDA berdaya! berday ya!

www.mizanmanah.org www .mizanmanah h.org

Saatnya kita bangkit ! Pemberdayaan dhuafa bangkit, membangun kemandirian dan kepedulian terhadap sesama

022-423 7770 022-735 6058 Info@mizan-manah.org


REPUBLIKA

laporan utama

JUMAT, 29 JULI 2011

2

AGUNG SUPRIYANTO

Menyiapkan Dana untuk Berderma Ramadhan menjadi momen berempati pada orang lain.

Oleh Damanhuri Zuhri, Indah Wulandari

D

evy Novita Lubis (27 tahun) mempersiapkan anggaran khusus. Sebagian harta miliknya sengaja ia sisihkan untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah saat Ramadhan ini. Menurut dia, Ramadhan adalah momen untuk memberi dan berempati terhadap sesama, yaitu mereka yang dhuafa dan sangat membutuhkan. Karyawati sebuah perusahaan iklan di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, ini mengatakan, semua orang melakukannya. Ia tak mau menyebutnya sebagai bentuk kepedulian atau solidaritas sosial. “Niat saya hanya memberi,” kata Devy di Jakarta, Senin (25/7). Infak dan sedekah itu ia serahkan kepada beberapa orang terdekat yang membutuhkan. Devy enggan menyalurkannya lewat lembaga amil zakat lantaran ia khawatir riya merasuk ke da-

lam dirinya. Jumlah nominalnya bervariasi dan tidak melulu untuk mereka yang dhuafa. Sayang, dia tak menyebut angkanya. Sedekah dan infak ia kasihkan pula kepada orang-orang yang dianggapnya membantu pekerjaannya, seperti office boy di kantornya. “Kita masih bersyukur karena apa pun kondisi yang dialami sekarang, kita masih bisa membantu orang,” katanya. Mengenai zakat fitrah yang dikeluarkan pada akhir Ramadhan, ia mengikuti kebiasaan yang dialami sejak ia kecil berupa 2,5 kg beras. Beras tadi dibagikan langsung ke orang dhuafa melalui masjid. Meski telah merantau di Jakarta, orang tuanya di Banyuwangi, Jawa Timur, masih mengeluarkan atas namanya. Sedangkan yang di rumah, ujar Devy, biasanya langsung diberikan kepada anak-anak yatim serta para janda tua. Momen Ramadhan dan jelang Lebaran menginspirasi Akbari Madjid, seorang jurnalis, berbagi dengan sesama. Selain zakat wajib, ia bersedekah dan berin-

Berlomba Mengetuk Hati Oleh Indah Wulandari

amadhan selalu menjadi primadona di dunia perzakatan.” Pernyataan itu diungkapkan Direktur Pelaksana Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Teten Kustiawan, Rabu (27/7). Sebab, di bulan suci, zakat mengalami kenaikan mencapai 30 hingga 40 persen. Faktor pendorongnya, para muzaki termotivasi mengeluarkan zakat agar memperoleh berkah Ramadhan. Di samping itu, ada kebiasaan sebagian Muslim membayarkan haul kekayaan ataupun nisab hartanya ketika Ramadhan. Sedangkan zakat penghasilan, biasanya ditunaikan di bulan-bulan lainnya. Potensi ini dibaca oleh lembaga amil zakat untuk berlomba mengetuk hati para muzaki dengan menawarkan beragam program. Baznas, kata Teten, tak ketinggalan. Ahad (24/7) lalu, Baznas meluncurkan beberapa program Ramadhan dan akan gencar menyosialisasikan zakat. Sepekan mendatang, mereka membagikan bantuan bagi para office boy serta penyapu jalan di sepanjang kawasan perkantoran Sudirman, Jakarta. Kampanye untuk komunitas pecinta mobil Volkswagen dan motor Vespa juga dilakukan oleh lembaga pengelola zakat ini. Setelah kampanye, Baznas menyalurkan dana zakat yang terkumpul dalam program Java Overland. Zakat masyarakat itu dibagikan untuk mustahik di 30

”R

kota di Jawa. Bantuannya tidak hanya berbentuk uang, tapi juga berupa renovasi mushala di daerah terpencil. Pertengahan Ramadhan mendatang, Baznas menggandeng direksi-direksi BUMN untuk mengerahkan pegawainya menunaikan zakat. Gerakan charity day yang dilaksanakan selama 10 hari itu bakal disemarakkan kaum kantoran di beberapa perusahaan dan instansi pemerintah. Upaya menggiatkan gerakan berzakat, imbuh Teten, agar para muzaki termotivasi berbuat kebaikan. Dari sisi volume jumlah zakat, setiap bulan Ramadhan ada kenaikan lebih dari 30 persen. Namun, ia mengungkapkan, pihaknya tak menargetkan secara khusus berapa perolehan zakat yang ingin dicapai. “Intinya, kita mengajak Muslim melaksanakan kewajibannya berzakat dibandingkan mengejar volume jumlah zakat,” kata Teten. Sementara itu, PKPU mengusung tema “Alhamdulillah, Sudah”. Mereka menargetkan perolehan zakat di bulan Ramadhan ini naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya. “Tahun lalu, khusus zakat Ramadhan mencapai Rp 20 miliar,” kata Direktur Utama PKPU, Agung Notowiguno. Cara dan program telah dimatangkan untuk menembus target itu. Mempermudah pelayanan pembayaran zakat via online menjadi cara utama. Muzaki pun didorong berkontribusi langsung dalam program Bedah Mushala di beberapa daerah di Indonesia. Tak

lupa, menservis anak yatim dengan program Belanja Bareng Yatim. Khusus event ini, kata Agung, bantuan bagi anakanak yatim ini diberikan berupa voucher belanja di pusat perbelanjaan. Sehingga, mereka bisa memilih sendiri barang kebutuhannya usai ataupun saat Ramadhan. PKPU berkonsentasi pula menyelenggarakan pengajian untuk publik di mal-mal kota besar serta memberikan paket Ramadhan dan berbuka puasa gratis. “Kami mengedukasi masyarakat agar tak menunda amal,” ujarnya. Semangat berbagi yang makin tinggi di bulan suci ditargetkan pula untuk menambah jumlah muzaki. Hingga kini, PKPU mempunyai sekitar 75 ribu orang muzaki di seluruh Indonesia. Agung menargetkan munculnya muzaki baru di area perkantoran, komunitas ibu rumah tangga, serta anak sekolah di kota-kota besar. Direktur Eksekutif Al Azhar Peduli Ummat, Anwar Sani, mengatakan, Ramadhan tahun ini menggelar program beragam, di antaranya penggalangan dan pendayagunaan dana. Penggalangan dana dilakukan dengan membuat acara di sekolah Al Azhar sepanjang Ramadhan. Tarawih berjamaah dilaksanakan pula dari hotel ke hotel. Acara Ramadhan di mal dilengkapi gerai zakat. “Yang spesial, motivasi untuk berzakat dilangsungkan di perkantoran untuk mendorong kesadaran berzakat,” katanya. Ini diimbangi optimalisasi gerai dan layanan di Masjid Agung Al Azhar. n ed: ferry kisihandi

fak untuk para mustahik. “Kalau jelang Lebaran biasanya dititipkan ke pengajian ibu-ibu dekat rumah. Bentuknya berupa uang,” terang Akbar, panggilan akrab Akbari. Ia menentukan 2,5 persen dari pendapatannya. Ia merasa lengkap dan ringan kalau berzakat, berinfak, dan bersedekah karena sebagian kewajiban telah dijalani. Rosi Setiawan, karyawan sebuah badan usaha milik negara (BUMN), punya kebiasaan menunaikan zakat di awal Ramadhan. Sebab, ia ingin lebih fokus menjalani ibadah lainnya. Ia merasa ibadah lainnya berjalan lancar setelah ia memenuhi yang wajib. Adi Samiadji (23), staf kredit sebuah bank swasta di Bekasi, sudah jauh hari berniat melipatgandakan amalannya di bulan suci. Ia ingin memperbanyak sedekah. “Karena, janji Allah SWT bagi orang yang bersedekah di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya 10 sampai 700 kali lipat.” Bahkan, itu merupakan motivasi utama Adi agar meraih berbagai keutamaan sedekah kala Ramadhan. Tapi, amalan sedekah tersebut, imbuhnya, harus dibarengi dengan puasa dan shalat malam. “Jika semua itu terlaksana, jaminannya surga,” jelasnya. Rencana-rencana itu, tuturnya, bakal

dilakoni selama sebulan penuh. Menurut dia, perasaan penuh syukur selalu memenuhi hatinya ketika memberikan sedekah, infak, dan berzakat. Selain berbagi rezeki yang di dalamnya memang ada hak mereka, ia meyakini itu sebagai kesalehan sosial dan mengandung kebajikan. Dalam aspek sosial, lanjut dia, hal itu mampu meningkatkan rasa kepekaan dan kepedulian terhadap sesama. Bahkan, Rasulullah menyebut Ramadhan sebagai bulan kepekaan sosial. Tak heran, ia tak mau menyiakan waktunya selama sebulan mendatang. Tidak hanya sekadar kesiapan fisik dan mental yang ia perhatikan, tetapi hal penting lainnya juga harus dia lakukan, yaitu menyisihkan hartanya untuk orang fakir miskin. “Sedekah di bulan Ramadhan sarat keutamaan,” katanya. Wajar jika Adi sengaja menetapkan sejumlah angka rupiah untuk bersedekah. Ustaz Rikza Abdullah mengungkapkan, puasa adalah kegiatan ibadah yang tujuannya meningkatkan ketakwaan dengan cara menahan diri dari hawa nafsu. Saat seorang Muslim tidak makan dan minum selama seharian untuk berpuasa, dia merasakan lapar yang melebihi kebiasaannya pada hari di luar bulan puasa. “Lapar semacam inilah yang dialami orang-orang miskin yang sering kali tidak menemukan makanan sepanjang hari atau bahkan lebih,” katanya. Rikza mengatakan, dengan mengalami sendiri bagaimana rasanya lapar seharian selama sebulan, diharapkan rasa empati terhadap orang miskin tumbuh. Lalu dengan empati itu, seorang Muslim tergerak untuk memberi makan kepada mereka. Tapi perlu disadari, sedekah kepada siapa pun, kata Rikza, termasuk kepada fakir miskin, tidak akan ada pahalanya jika dilakukan sekadar karena empati. Sedekah akan diganjar bahkan akan dilipatgandakan pahalanya bila dilakukan hanya dalam rangka mencari rida Allah SWT. n ed: ferry kisihandi


REPUBLIKA

laporan utama

JUMAT, 29 JULI 2011

3

Merasakan Penderitaan Orang Lain

ADITYA PRADANA PUTRA

Puasa melatih menumbuhkan kepekaan sosial pada diri seseorang.

jadi, mereka menahan lapar dan dahaga tidak hanya sehari, namun bisa berhari-hari. Banyak amaliah Ramadhan yang menunjang kesempurnaan ibadah puasa berdimensi sosial dan memiliki nilai empati tinggi. Sebut saja, memberikan makan bagi yang berbuka puasa dan memperbanyak sedekah dan zakat fitrah, selain mereka harus menahan diri tak marah dan berburuk sangka. Kesempurnaan ibadah puasa seseorang, kata Ahmad, tatkala mampu membangkitkan takwa sosial kepada dirinya. “Takwa tak dapat diraih dengan mengabaikan aspek sosial dan hanya sibuk dengan urusan pribadi. Aroma takwa mesti dirasakan oleh orang di sekitar kita,” jelas Ahmad. Dalam menyampaikan khutbah

Oleh Damanhuri Zuhri

D

alam konsep Islam, semua ibadah kesempurnaannya sangat bergantung pada sejauh mana ibadah itu memiliki dampak sosial positif bagi kehidupan. “Termasuk ibadah puasa,” kata dosen Fakultas Dirasaar Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Ahmad Kusyairi Suhail, Rabu (27/7). Kelebihannya, nilai-nilai yang mendorong Muslim merasakan penderitaan orang lain dalam puasa sangat menonjol. Dengan puasa, seseorang dapat merasakan penderitaan orang lain yang hidup dalam kemiskinan. Bisa

wawancara

menyambut Ramadhan, Muhammad SAW menyemangati kaum Muslimin untuk memikirkan dan merasakan penderitaan orang lain sekecil apa pun. “Siapa yang memberi buka (makan) orang berpuasa, diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka.” Menurut Rasul, orang itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi pahalanya. Sebagian sahabat menyatakan, “Ada yang mampu berbuat demikian?” Rasul menjawab, “Allah memberi pahala orang yang memberi buka puasa walau dengan satu biji kurma atau seteguk air susu.” Ketua bidang dakwah Ikatan Dai Indonesia ini melanjutkan, dalam amal sosial di bulan Ramadhan, Nabi tak sekadar berbicara. Seperti diceritakan Abdullah

bin Abbas, Rasul adalah orang yang paling dermawan dan akan meningkat selama bulan suci Ramadhan. Teladannya diikuti para sahabatnya. Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Abdurrahman bin Auf adalah sederet sahabat yang terkenal dengan kemurahan hatinya. Mereka banyak menyantuni kaum duafa. Mereka sadar, kepedulian kepada sesama merupakan variabel takwa. Sekarang ini, jelas Ahmad, bekas ibadah puasa berupa kepedulian sudah ada, namun belum maksimal. “Bila maksimal, tentu potensi zakat di Indonesia yang mencapai Rp 100 triliun dapat tercapai.” Hal ini, ujar dia, disebabkan banyak faktor. Di antaranya, per-

sepsi tentang puasa itu sendiri yang masih perlu diluruskan. Masih banyak orang yang berpuasa hanya sekadar menggugurkan kewajiban, sekadar menahan lapar dan dahaga, dan belum memaknai puasa secara benar. Padahal, makna puasa tidak sekadar tidak makan, minum, dan hubungan biologis dengan istri di siang hari saja, tetapi juga menahan diri dari segala ucapan dan perbuatan negatif. Puasa dari mencaci, puasa dari korupsi, puasa dari menipu, dan puasa dari maksiat. Jika seluruh umat Islam, khususnya di Indonesia, menunaikan ibadah puasa dengan menghadirkan makna-makna tersebut, tentu kemiskinan akan semakin mengecil, kemungkaran semakin menyempit, dan kesejahteraan hidup semakin lebih baik. Menurut Ustaz Rikza Abdullah, Rasulullah menganjurkan sedekah, terutama pada bulan Ramadhan. Dalam memotivasi orang lain untuk bersedekah pada bulan Ramadhan, beliau memberikan ilustrasi di surga bagi orang yang mau menggabungkan puasa, memberi makan, bertutur kata baik, dan shalat malam. Harus diakui, kata dia, ada beberapa hambatan bagi seseorang untuk bersedekah, yaitu terlalu mencintai harta. Cintanya kepada harta lebih besar daripada cintanya kepada Allah dan bahkan lebih besar daripada keinginannya sendiri untuk hidup selamat dan nyaman di akhirat. Orang tersebut tidak mengetahui bahwa setiap sedekah akan diganti Allah. Dengan demikian, harta yang berkurang pada saat diberikan kepada orang lain akan segera kembali dalam jumlah yang sering kali lebih besar setelah diganti oleh Allah. Sering orang tidak memahami kemurahan hati akan membuat kehidupannya menjadi mudah, sedangkan pelit membuat hidup sulit. Ia mencontohkan, pedagang yang banyak membagi-bagikan produknya untuk contoh akan lebih banyak menerima pesanan dibandingkan dengan pedagang yang pelit. n ed: ferry kisihandi

Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub MA

Saat Ramadhan, Rasul Sangat Dermawan amadhan tak sekadar menempa Muslim menjadi orang saleh secara individu, tetapi juga sosial. Menurut Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta, Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub MA, tatkala Ramadhan, Rasul giat berinfak atau bersedekah, melebihi pada hari-hari biasa. “Di luar Ramadhan, Rasul seorang dermawan. Saat Ramadhan, beliau menjadi sangat dermawan,” kata Kiai Mustafa kepada wartawan Republika, Damanhuri Zuhri, Selasa (26/7). Ia menguraikan lebih jauh apa saja teladan Muhammad SAW dalam menjalani Ramadhan. Berikut petikannya.

R

Dari sisi sosial, bisakah rasa empati terhadap penderitaan orang lain lahir dari ibadah puasa Ramadhan? Hasil dari Ramadhan terutama dengan ibadah puasa adalah agar setiap Muslim menjadi saleh secara individual sekaligus sosial. Dan, begitulah sesungguhnya orang yang bertakwa sebagaimana digambarkan dalam surah al-Baqarah ayat 1-4 dan Ali Imran ayat 133-135. Orang yang saleh itu secara individual dia baik kepada Allah SWT dan secara sosial kepada manusia dan lingkungan dia juga baik. Jadi, itulah yang namanya orang bertakwa. Dalam surah al-Baqarah, ada lima karakter orang bertakwa dan di Ali Imran ada enam. Jika digabungkan, intinya saleh individual dan sosial. Nah, itu yang menjadi sasaran ibadah puasa pada Ramadhan ini. Jadi, hasilnya mestinya ke arah situ. Bagaimana penerapannya? Kita mengikuti Rasulullah. Pertama, menggalakkan infak dan sedekah. Rasul mengatakan, sedekah di bulan Ramadhan AGUNG SUPRIYANTO

seperti angin kencang. Artinya, nggak perlu dipikir lagi. Di luar Ramadhan, Rasulullah itu seorang yang dermawan dan di dalam bulan Ramadhan sangat dermawan. Jadi, Rasulullah saking dermawannya dalam berinfak sampai tidak memikirkan diri sendiri. Termasuk tidak berumrah pada saat Ramadhan. Itu yang perlu dijadikan catatan bagi kita semuanya. Memang, Rasulullah pernah berkata kepada seorang sahabat, Ummu Sinan alAnshoriah, beliau punya kemampuan untuk beribadah haji, tapi kesempatannya selalu tidak ada. Maka, dia dianjurkan berumrah saja di bulan Ramadhan, sebab pahalanya sama dengan ibadah haji. Apakah Rasulullah menekankan soal rasa empati berkaitan dengan puasa ini? Ya, jelas. Andaikan tidak menekankan rasa empati terhadap orang-orang yang memerlukan bantuan, saat Rasulullah punya dana dipakai saja umrah setiap hari. Tapi, ternyata tidak. Setelah Rasul di Madinah, ada tiga catatan. Pertama, banyak terjadi peperangan. Perang memerlukan dana. Dana yang dimiliki beliau dipakai mendanai perang fisabilillah. Kedua, akibat perang banyak anak yatim dan janda. Maka, Rasul menyantuni jandajanda miskin dan anak-anak yatim sampai mengatakan, “Barang siapa yang menyantuni anak yatim, maka di surga akan bersama aku seperti dua jari ini.” Ada lagi hadis, “Barang siapa yang menyantuni janda-janda miskin, maka seperti jihad pahalanya.” Ketiga, setelah Nabi Muhammad menetap di Madinah, banyak mahasiswa datang kepadanya untuk belajar, tetapi mereka tidak pu-

nya apa-apa, hanya membawa badan. Pakaian mereka ditaruh di sudut masjid yang namanya suffah, lalu makan mereka bagaimana? Kebutuhan mereka ditanggung Rasulullah dan para sahabat. Rasulullah sendiri setiap hari meransum tidak kurang dari 70 orang. Nah, ini nggak pernah diungkap. Artinya, Rasulullah telah memberikan contoh jelas agar berlaku empati dan murah hati ketika Ramadhan? Ya, sangat jelas sekali contohnya. Tadi disebutkan. Dalam bulan Ramadhan sedekahnya seperti angin kencang. Apakah sekarang ini umat Islam telah mampu menumbuhkan kepedulian kepada orang lain lewat ibadah puasa? Saya kira menumbuhkan ya, tapi tumbuhnya belum besar, belum jadi pohon. Insya Allah tumbuh, tapi tidak besar-besar karena siramannya kurang. Menurut Anda, langkah apa yang perlu ditempuh agar kepedulian itu tumbuh semakin besar? Harus banyak penyiraman dan perawatan. Melalui penyuluhan tentang bagaimana perilaku nabi, khususnya pada bulan Ramadhan. Maknanya, bagaimana Ramadhan ini dijadikan sarana untuk meneladani contohcontoh Rasulullah? Betul. Kala Ramadhan, ada beberapa hal yang dikerjakan Rasulullah. Pertama, Rasul selalu bertadarus Alquran. Kedua, iktikaf dan qiyamul lail, khususnya pada 10 malam terakhir Ramadhan. Ketiga, Nabi Muhammad meningkatkan infak atau sedekah. n ed: ferry kisihandi


REPUBLIKA

tuntunan

JUMAT, 29 JULI 2011

4

Menghargai Pembantu Rasul tak pernah mengeluarkan kata-kata kasar kepada pembantunya.

Oleh Ferry Kisihandi

B

ertahun-tahun melayani Nabi Muhammad, ujar Anas bin Malik, belum pernah ia mendapati kata-kata kasar keluar dari mulut majikannya itu. Bahkan, muka yang masam tak pernah ditunjukkan kepadanya, apalagi memukul. Muhammad memperlakukan pembantunya, Anas, dengan lemah lembut. Aisyah menjadi saksi. Menurut dia,

Rasulullah tak pernah memukul dengan tangannya sama sekali, kecuali ketika berjihad di jalan Allah. “Beliau pun tak pernah memukul pembantu dan perempuan,” ujarnya dalam hadis yang diriwayatkan Muslim. Kisah manis pembantu Muhammad pun berlanjut. Anas menuturkan, ketika ia tak sepenuhnya mampu mengerjakan apa yang diminta, junjungannya itu mau memakluminya. Pernah saudaranya memarahi Anas dan diketahui Muhammad. Lalu, Muhammad akan segera membela Anas. “Biarkan dia. Seandainya mampu, dia tentu akan mengerjakannya,” ujar suami Khadijah ini seperti diuraikan dalam buku Manajemen Cinta Sang Nabi karya Sopian Muhammad. Suatu hari, ungkap Anas, ia diminta untuk menyelesaikan sebuah urusan. Namun, ia melakukan kekhilafan. Anas malah bermain-main di pasar bersama sejumlah anak. Tiba-tiba, majikannya yang mulia itu muncul dan memegang bajunya dari belakang. Anas melihat wajah Muhammad. Bukan amarah yang terlihat, melainkan senyum yang menghias bibirnya. Dengan lembut, Muhammad berkata, “Anas pergilah ke tempat yang aku perintahkan.” Uqbah bin Amir Juhani, pembantu lainnya, juga merasakan kelemah-

ensiklopedi stilah amirul mukminin yang berarti pemimpin kaum Mukmin disematkan pada diri seseorang, yaitu orang yang berwenang memberikan perintah atau komando kepada pasukan selama zaman Nabi Muhammad SAW dan setelahnya. Dengan demikian, ini bermula pada masa awal Islam. Pemerintahan Islam pada masa berikutnya mempertahankan penggunaannya. Makna lain juga muncul, misalnya, Ensiklopedia Islam menyebutkan amirul mukminin dilekatkan pada seseorang yang memegang kekuasaan dalam menyelenggarakan dan mengatur berbagai urusan pemerintahan Islam. Kepemerintahan Islam kerap pula disebut dengan imarah dan kepala negaranya adalah amir. Sebutan amir tercetus sejak pertemuan di Saqifah Bani Saidah ketika merundingkan siapa yang menggantikan Nabi Muhammad sebagai pemimpin dalam pemerintahan dan bidang agama. Namun, selanjutnya pengganti

I

MUSIRON/REPUBLIKA

lembutan putra Abdullah tersebut. Meski hanya berstatus sebagai pembantu rumah tangga, Rasul tak menginginkan Uqbah menderita. Menurut Uqbah, dalam sebuah perjalanan, Rasul meminta dirinya untuk bergantian menunggangi keledai yang dijadikan kendaraan. Sebab, ia tak ingin Uqbah kelelahan berjalan kaki. Sopian Muhammad mengatakan, Rasul bukan sekadar seorang majikan bagi pembantunya. Beliau, ujar dia, adalah sosok teladan yang ditiru oleh pembantu yang ikut de-

ngannya. Abu Hurairah mengatakan, tak seorang pun shalatnya mirip Rasulullah, kecuali putra Ummu Sulaim, yaitu Anas bin Malik. Tsaubah, salah seorang pembantu Rasul, sangat jatuh cinta kepadanya. Ia mengadu kepada Rasul bahwa ia merasa hampa jika tak bersamanya. Ia khawatir jika di akhirat kelak tak bertemu. Tak lama setelah penuturan Tsaubah, turun wahyu Allah yang menyatakan bahwa siapa saja yang menaati Allah dan Rasul-Nya, mereka akan bersama orangorang yang diberi nikmat Allah. Yaitu

para nabi, shidiqqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang saleh. Shaleh Ahmad asy-Syaami dalam bukunya, Berakhlak dan Beradab Mulia, menegaskan agar berlaku baik terhadap pembantu rumah tangga. Ia mencontohkan yaitu dengan berkata-kata yang baik kepada mereka. Sebab, bagaimanapun pembantu adalah manusia. Seseorang sebaiknya tak memanggil pembantunya dengan panggilan buruk. Di sisi lain, kata dia, pembantu mesti memberikan rasa hormat. Dengan demikian, ada timbal balik. n

Amirul Mukminin Muhammad memperoleh gelar khalifah. Umar bin Khattab yang menggantikan Abu Bakar disebut khalifah Rasulullah SAW. Ini dianggap terlalu panjang, kemudian muncul kesepakatan untuk memanggilnya dengan gelar amirul mukminin. Ini terungkap dari riwayat at-Thabari dan al-Yaqubi yang dikutip Ensiklopedia Oxford Dunia Islam Modern. Orang pertama yang memanggil Umar dengan sebutan amirul mukminin adalah Abdullah bin Jasy. Tapi, pendapat lainnya menyebut Amr bin Ash. Sumber lain mengungkap nama Mughirah bin Syu’bah. Pada masa-masa berikutnya, amirul mukminin digunakan oleh khalifah penerus Umar hingga Dinasti Umayyah dan Abbasiyah. Mengenai gelar ini, tak ada wacana eksplisit yang mengaitkannya dengan perintah dalam Alquran agar umat Islam mematuhi Allah, Rasul, dan pemimpin di antara mereka. Pada masa Dinasti Umayyah yang

diawali dengan pemerintahan Muawiyah, gelar ini lebih memiliki bobot ideologis. Selain kalender Hijriah dan kata bismillah, gelar ini tertera di atas mata uang logam. Mata uang Arab Sassaniyah awal tercantum kalimat “Muawiyah, amirul mukminin”. Penguasa Islam di Spanyol semula memperoleh gelar amir, yang bermula pada Abdurrahman ad-Dakhil. Penggunaan amirul mukminin baru berlangsung ketika Abdul Rahman III naik takhta yang bertahan hingga pemerintahan Umayyah di sana pudar pada 1031 Masehi. Pemakaian gelar amirul mukminin semakin ditinggalkan setelah terjadi serangan Mongol terhadap pemerintahan Islam di Timur Tengah pada abad ke-13. Para penguasa Usmaniyah pada puncak kejayaannya pada abad ke-16 dengan beberapa pengecualian tidak mengklaim secara formal gelar tersebut. Namun, amirul mukminin masih

tetap memiliki warna ideologisnya pada komunitas Muslim di Afrika Barat. Nashir al-Din memaklumatkan diri sebagai amirul mukminin saat memimpin gerakan sosial religius di Mauritania. Gerakan ini hancur tiga tahun setelah kematian Nasir al-Din pada 1674. Usman Dan Fodio yang mengobarkan gagasan reformis dan mesianis melawan pemerintahan di wilayah yang sekarang dinamakan Nigeria, yang dia anggap korup, juga diberi gelar amirul mukminin. Itu adalah salah satu gelar yang ia sandang. Di kalangan Syiah, imam merupakan gelar bagi pemimpin negara yang berlangsung pada masa Ali bin Abu Thalib memerintah. Meski demikian, pada perkembangannya amirul mukminin kembali digunakan pada masa Ubaidullah al-Mahdi dan Qasim Muhammad Abdul Qasim di Maroko, misalnya, termasuk Dinasti Idrisiah di Maghrib serta al-Aqsa di Maroko. n ferry kisihandi

MEDIEVALNEWS.COM

IQTISHAD (EKONOMI ISLAM)

Kebijakan Moneter Mencegah Penyimpangan (2)

K Oleh: Prof. Dr. M. Suyanto Ketua STMIK AMIKOM Yogyakarta www.amikom.ac.id

euntungan yang lain untuk kreditur, ia tidak perlu mengkhawatirkan keberhasilan atau kegagalan perdagangan yang dijalankan debitur. Ia tidak perlu mengaudit pemasukan dan pengeluaran untuk menghitung keuntungan dan bagiannya. Kreditur juga tidak perlu memberikan pelatihan kepada pedagang tentang bagaimana mengelola dan memasarkan produknya. Dengan keuntungan dan kemudahan inilah banyak modal yang lebih memilih transaksi dengan riba dalam kerjasama perdagangannya. Allah mengancam pelaku riba, baik di dunia

dan akhirat. Dalam surat Al Baqarah ayat 275 – 276 : Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan), dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa. Juga dalam surat Al Baqarah ayat 278-279 :Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orangorang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. Dalam surat Ali ‘Imran ayat 130 : Hai orangorang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberun-

tungan. Surat An Nisaa’ ayat 161 : Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih. Demikian pula dalam surat Ar Ruum ayat 39 : Dan sesuatu riba yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya). Rasulullah s.a.w. juga melarang untuk bertransaksi yang melibatkan riba. Dari Jabir r.a., dia berkata : ”Rasulullah s.a.w. melaknat pemakan riba, orang yang mewakilkannya, penulisnya, dua saksinya dan Rasulullah s.a.w. bersabda : Mereka itu sama saja (Muslim). Dari Umar bin Khaththab r.a. ia menceritakan dari Rasulullah saw. Sabdanya : ”Emas dengan emas, riba, melainkan dengan timbang terima. Kurma dengan kurma, riba, melainkan dengan timbang terima, dan sya’ir (anjelai) dengan sya’ir riba, melainkan dengan timbang terima.” (Bukhari). Dari Abu bakar r.a. katanya Rasulullah s.a.w. bersabda : Janganlah menjual emas dengan emas melainkan sama banyak : dan perak dengan perak melainkan sama banyak. Dan boleh kamu jual emas dengan perak dan perak dengan emas berapa kamu kehendaki.” (Bukhari). G Adv.


REPUBLIKA

rehal

JUMAT, 29 JULI 2011

5

Islam Rahmatan Lil’alamin M embuka halaman demi halaman buku Islam Rahmatan Lil‘alamin karya Muhammad Fethullah Gulen ini, seperti membasuh wajah dan kepala kita dengan air jernih setelah seharian lelah menempuh perjalanan panjang. Buku setebal 430 halaman ini berisi 57 pertanyaan cerdas dan kritis yang bertemu dengan 57 jawaban cerdas, jernih, filosofis, namun aktual. Dikemas dalam bahasa yang ringan dan populer, buku ini terasa sangat pas, mencerdaskan, menginspirasi, dan menambah amunisi keimanan kita kepada Allah SWT. Bahasan buku ini dimulai dengan pertanyaan pertama, apakah substansi dan esensi Allah? Lalu, menyusul pertanyaan mengapa ateisme menyebar sedemikian rupa? Seluruh Nabi muncul di Semenanjung Arab, bagaimana orang-orang di negeri lain dimintai pertanggungjawaban dalam hal akidah dan amal? Atau pertanyaan seputar Alquran. Ayat Alquran menyatakan, siapa saja yang Allah beri petunjuk, tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan siapa saja yang Dia sesatkan, tidak ada yang bisa memberi petunjuk. Ayat lain menyatakan, siapa yang mau silakan beriman dan siapa yang mau silakan ia kafir. Artinya, manusia diberi kehendak untuk memilih. Bagaimana kita memadukan kedua nash tersebut? Atau pertanyaan kritis, seperti Allah berfirman, Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Bukankah Allah berpihak kepada sebagian hamba-Nya? Dapatkah Anda menjelaskan ayat tidak ada paksaan dalam agama? Dan pertanyaan, apakah yang pertama kali harus disampaikan kepada orang kafir dan ingkar? Di seputar permasalahan lintas agama, ada pertanyaan aktual yang selalu muncul di benak umat Islam saat ini, apakah hikmah dari tidak jatuhnya kekuasaan komunis di Cina sepanjang sejarah? Adakah harapan terkait kondisi

kaum Muslim di Cina dan Rusia? Atau pertanyaan Islam menyebar dengan cepat, dan Yahudi serta Nasrani tidak dapat mengalahkannya selama 1.300 tahun. Lalu, apa sebab kekalahan Islam saat ini? Tentang Mazhab, apakah dalam Islam terdapat perbedaan mazhab dan aliran? Apakah perbedaan semacam itu terjadi di antara para sahabat? Dan, berpuluh-puluh pertanyaan lainnya akan kita dapatkan. Buku ini diakhiri dengan pertanyaan sederhana, mengapa wahyu pertama dimulai dengan iqra’ (bacalah!)? Semua pertanyaan tersebut dijawab dengan mendalam, filosofis, sistematis, bahkan dilengkapi dengan pemahaman ilmu fisika dan antropologi. Seperti bagaimana ritual pemujaan suku-suku pedalaman di berbagai belahan dunia, seperti di Kepulauan Karanias, Malaya, Amerika, dan lain-lain. Penulis juga mengajak kita menyaksikan berbagai simbol agama Masehi, paganisme Yunani dan Romawi, agama Buddha dan Brahma yang dari segi bentuknya tidak jauh berbeda satu sama lain. Jadi, sebagian besar agama yang memiliki tampilan batil dan masih ada hingga saat ini, pada masa lalu bersandar kepada prinsip-prinsip yang kokoh, baik, dan bersih. Namun, akibat kebodohan para pengikutnya serta kebencian dan permusuhan, seluruh prinsipnya berubah menjadi sekumpulan khurafat dan ilusi. Dengan keluasan ilmu, kejernihan hati, dan didasari pada nilai-nilai Islam yang cerdas dan penuh kedamaian, Fethulah Gullen menerangkan kepada kita secara perinci semua pertanyaan yang diajukan oleh berbagai pihak di buku ini. Misalnya, ketika ditanyakan mengapa segala sesuatu bergantung pada kematian? Kelangsungan hidup hewan, misalnya, bergantung pada matinya tumbuhan dan kelangsungan hidup manusia bergantung pada matinya hewan. Penulis menjelaskan, “Coba renungkan sejenak dan bayangkan jika tidak ada satu pun makhluk yang mati.” Dalam kondisi demikian, manusia sendiri—bahkan yang hidup dari masa masa

awal—dan seekor lalat pun tidak bisa mencari tempat untuk hidup. Semut dan tumbuhan menjalar pun sudah cukup menguasai seluruh dunia dalam satu masa saja jika keduanya tidak mengalami kematian. Tidak satu jengkal pun dari dunia ini yang tersisa. Dan, pasti ketinggian semut dan tumbuhan menjalar itu mencapai ratusan meter di atas permukaan bumi. Karena itu, ketika engkau membayangkan pemandangan yang menakutkan ini, engkau bisa memahami betapa kematian merupakan rahmat. Islam adalah rahmatan lil alamin. Keindahan, kedamaian, dan silaturahim adalah roh bagi semua manusia Islam yang berjalan di muka bumi. Apa pun status sosial kita. Apa pun tugas dan amanah yang menjadi tanggung jawab kita. Jiwa-jiwa yang demikian pasti sudah tidak lagi menuntut dan meminta dari makhluk, karena sebagai khalifah Allah di muka bumi, ia yakin bahwa Allah telah menjamin rezeki kehidupannya di dunia sebagai sarana perjalanannya nanti di akhirat. Apalagi, mereka yang bergerak dalam aktivitas dakwah, pernyataan Allah dalam Alquran, “Upahku hanya dari Allah.” (QS Yunus [10]:72) tentu menjadi pedoman dakwahnya, sebagaimana janji dan sumpah setiap nabi dan rasul kepada Allah. Dan begitulah, penulis mengingatkan dirinya sendiri dan para pembaca bahwa sebagai prajurit dakwah tidak boleh menuntut upah. Tidak boleh mengulurkan tangan meminta-minta kepada orang atau mengharapkan sesuatu dari mereka. Dakwah Islam adalah luhur dan menyejukkan. Tidak ada tempat kekerasan, provokasi, dan saling menghujat karena itulah mengapa Islam adalah rahmatan lil’alamin. Ini adalah salah satu sifat penting bagi mereka yang ingin menyiapkan hari esok. Kita semoga termasuk di dalamnya. Buku ISLAM Rahmatan Lil‘alamin ini adalah buku ketiga karya Fethulah Gullen versi bahasa Indonesia yang terbit setelah buku Qadar dan buku Dakwah. n teuku chairul wisal

Judul Islam Rahmatan Lil’alamin Penulis Muhammad Fethullah Gulen

Another best innovation from Penerbit Republika Penerbit Halaman 430

Al Qur'an dengan Referensi yang Sahih Lengkap & Komprehensif

uk 21 , 1264 3 x 30.3 cm Hal, F ull Co lor

Harga Mushaf

Rp 329.000,-

Ramadhan telah tiba.... Ciptakan Keajaiban Ramadhan, Tautkan Hati dengan Kalam Ilahi

Miracle The Reference edisi e-pen, memudahkan interaksi Anda dengan Al Qur’an Dapat mengeluarkan suara Electronic Pen (e-pen) yang menjelaskan hukum-hukum tajwid, cara membaca perkata, per-ayat, membacakan penjelasan tafsir, doa, dll. SANGAT LENGKAP, selengkap kajian Miracle the Reference. Suara lebih JERNIH, lebih JELAS. PALING BERKUALITAS! Klik “Cara Penggunaan Miracle e-pen di Youtube dan link di media online kami. http://www.youtube.com/watch?v=Ym46-Y8nrzM

22 Keunggulan Yang Memudahkan: Terjemah Tafsiriyah Per Kata Keyword Sistem Pewarnaan Tajwid Tafsir Ath Thabari Panduan Hukum Tajwid Terjemah Kementrian Agama RI Doa dan Zikir Munasabah Ayat dan Surah Tafsir Ibnu Katsir Asbabunnuzul Hadits Sahih Khazanah Pengetahuan Doa dalam Al Qur'an Kosakata Zikir Al Ma'surat Tanda-tanda dalam Al Qur'an Asmaul Husna Indeks Tematik Analisis Peta Sirah Nabawiyah Atlas Sirah Nabawiyah DVD Metode Syabana

Untuk pemesanan hubungi: Call Center/ SMS no hp

Simpleclick SygmaPublishing

08579 3344 911 Ketik: MTRPEN_nama_alamat kirim_kota Dapatkan promo indent untuk pembelian 1 set Al Qur’an Miracle The Reference & Electronic Pen (E-Pen)

SygmaPublishing

by www.sygmapublishing.com


REPUBLIKA

muhibah

JUMAT, 29 JULI 2011

6

MASJID AL-IKHLAS JATIPADANG

Dikelola Secara Profesional Selain telah memperoleh sertifikat manajemen mutu, laporan keuangan diaudit akuntan publik.

Oleh Damanhuri Zuhri

S

abtu, 2 Juli 2011 lalu, menjadi hari paling membahagiakan bagi pengurus dan jamaah Masjid Al-Ikhlas. Masjid ini menerima Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dari perwakilan International Standard Certificate (ISC) Sydney, Australia. Sertifikat itu diserahkan Rickman J Mather, auditor ISC. “Ini pertama kalinya organisasi keagamaan di Indonesia mendapatkannya, bahkan mungkin juga di Asia Tenggara dan dunia,” kata Mather yang disambut gembira jamaah yang hadir. Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI), Natsir Zubaidi; Ketua Umum DMI, KH Sidik Fauzie; dan perwakilan Gubernur DKI Jakarta, Supri Ali juga hadir.

Natsir Zubaidi mengaku bangga dengan prestasi masjid yang berlokasi di Jalan Ragunan Raya No 11 Jatipadang, Pasar Minggu ini. Menurut dia, masjid harus berpandangan multidimensi dalam melayani masyarakat. Sebab, masjid bukan hanya tempat beribadah tetapi juga pembelajaran. Ketua Umum Pengurus Masjid Al-Ikhlas, Budi Suhirman menegaskan, sertifikat ISO ini tak akan membuat pengurus berhenti mengembangkan masjid. “Kami ingin membuat masjid ini lebih baik lagi.” Menurut Sekretaris Umum Masjid Al-Ikhlas, Rahadi Mulyanto, pihaknya melalui proses panjang hingga memperoleh sertifikat. Pertengahan 2010, Budi Suhirman menyampaikan gagasannya untuk mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Menurut Rahadi, Budi berasalan bahwa ISO merupakan salah satu alat untuk menuju sis-

tem manajemen mutu masjid yang lebih baik. Meskipun ISO pada umumnya diterapkan pada lembaga dan perusahaan, namun akan bermanfaat diterapkan di masjid. Apalagi, belum ada satupun masjid maupun lembaga agama lain yang bersertifikat ISO. Tujuan akhir penerapan ISO adalah terciptanya produk dan pelayanan sesuai persyaratan pelanggan. Dengan ISO ini diharapkan pelanggan, yang dalam konteks masjid adalah jamaah, memiliki tingkat kepuasan terhadap pelayanan manajemen masjid. Rapat kerja pengurus masjid pada 1213 Februari 2011 memutuskan, masjid berkomitmen menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Persiapannya sudah berlangsung sejak Oktober 2010. Puncak kegiatannya pada 28 Mei 2011, berupa proses audit eksternal yang dilakukan lembaga sertifikasi International Standards Certifications (ISC)-Sydney, Australia. Proses audit dihadiri Rickamn J Mather, auditor ISC bersama timnya guna menguji layak atau tidaknya implementasi ISO di Masjid Al-Ikhlas. Pada opening audit yang dibuka Budi Suhirman, ujar Rahadi, Mather menyampaikan keharuannya dan merasa terhormat melakukan audit di Masjid Al-Ikhlas. “Alhmadulillah, pada closing audit dinyatakan bahwa masjid kami berhak mendapatkan sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Yang menarik, beliau kemudian menyampaikan donasi untuk masjid sebagai ungkapan kebahagiaannya,” ungkap Rahadi, Selasa (19/7) lalu. Ia menyebutkan banyak keuntungan dari penerapan ISO, anta-

FOTO-FOTO: AGUNG SUPRIYANTO

ra lain dokumentasi masjid lebih baik, pengendalian lebih teratur, koordinasi kerja dan ketidaksesuaian terdeteksi lebih baik, mutu terjaga, kepercayaan jamaah meningkat, disiplin mencatat lebih tinggi, dan peluang perbaikan meningkat.

Bidang kegiatan Untuk melayani jamaah, jelas Rahadi, pengurus masjid membentuk sejumlah bidang dan unit otonom. Bidang I menggarap pendidikan dan pelatihan yang menjalankan kelompok bermain dan taman kanak-kanak Islam terpadu, taman pendidikan Alquran, perpustakaan, dan seminar. Sedangkan bidang II meliputi dakwah, ibadah, dan pelayanan umat. Kegiatan rutinnya adalah

pelaksanaan shalat berjamaah dan pengajian berupa fikih, akidah, hadis, ilmu dan tafsir Alquran, serta sejarah nabi. Bidang III, mencakup ekonomi dan keuangan. Selain mengelola infak dari jamaah dan donatur, bidang ini mengelola aset yang berwujud empat toko, ruang serba guna, dan ruang-ruang kelas yang saat ini dalam tahap penyelesaian. Ruangruang itu akan dimanfaatkan untuk aktivitas dakwah maupun yang mendatangkan pendapatan, baik kursus maupun diklat. Ia mengatakan, neraca keuangan masjid dalam dua tahun terakhir ini diaudit kantor akuntan publik dengan hasil wajar tanpa syarat. Aset milik masjid telah diinventarisasi dan ditaksir (apraisal) oleh kantor apraisal profe-

sional. Sedangkan bidang IV bertugas dalam pengembangan dan pengawasan. Bidang ini membawahi program pengembangan organisasi dan manajemen, riset evaluasi program kerja, dan mengawasi kegiatan masjid. Rahadi menyatakan, ada unit otonom yang bertanggung jawab langsung kepada ketua umum masjid dan berada di luar struktur pembidangan masjid. Unit tersebut adalah Unit Pemberdayaan Perempuan, Lembaga Pendidilan dan Latihan Alquran, dan Unit Pelayanan Kesehatan. Tiga unit lainnya adalah Unit Pengelelolaan Zakat, Unit Informasi dan Komunikasi (Media Center), serta Himpunan Pemuda Pelajar Masjid Al-Ikhlas. n ed: ferry kisihandi


REPUBLIKA

komunitas

JUMAT, 29 JULI 2011

IMZ Award untuk Pegiat Zakat

DOK IMZ

amadhan tahun ini, tepatnya 3 Agustus 2011, Indonesia Magnificence of Zakat (IMZ) mengawalinya dengan kegiatan IMZ Award 2011. Ini khusus diselenggarakan untuk pegiat zakat di Tanah Air, bahkan dunia, bertempat di Hotel Sultan, Jakarta. Tahun ini merupakan penganugerahan yang ketiga kalinya. Direktur IMZ Nana Mintarti mengatakan, sejak pertama kali diadakan pada 2009, IMZ Award telah banyak memberikan apresiasi kepada organisasi-organisasi pengelola zakat, khususnya yang berprestasi. “Termasuk individu yang berjasa dalam pengembangan dunia zakat,” katanya di Jakarta, Selasa (26/7). Ia mengatakan, IMZ Award 2011 ini diberikan kepada organisasi pengelola zakat dan individu berdasarkan 13 kategori penilaian. Yakni, kategori program pendayagunaan ekonomi terbaik, program pendayagunaan

R

pendidikan terbaik, dan program pendayagunaan kesehatan terbaik. Kategori lainnya adalah program manajemen kebencanaan terbaik, organisasi pengelola zakat dengan pertumbuhan penghimpunan terbaik, organisasi pengelola zakat dengan penghimpunan terbesar, serta organisasi pengelola zakat dengan transparansi terbaik. Ada juga kategori program organisasi pengelola zakat terbaik, tokoh pengembangan zakat Indonesia, bank dengan layanan pembayaran zakat terbaik, organisasi pengelola zakat favorit pilihan masyarakat, kategori a life achievement, dan organisasi pengelola zakat dunia dengan program terbaik. Khusus kategori organisasi pengelola zakat favorit pilihan masyarakat, jelas Nana, dilakukan melalui metode polling pesan pendek (SMS) dari masyarakat luas. Hingga 25 juli 2011, jumlah SMS yang masuk ke meja panitia tidak kurang dari 31

ribu. Rata-rata tiap harinya sebanyak 2.000 SMS masuk. Tingginya partisipasi masyarakat tersebut, mengindikasikan IMZ Award kini tidak sekadar dikenal para kalangan pegiat zakat, namun telah dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat luas di dalam menyampaikan pandangannya terhadap potret pengelolaan zakat di Indonesia. Nana menjelaskan, dalam penyelenggaraan IMZ Award ini, pihaknya melibatkan dewan juri yang berasal dari kalangan akademisi dan pakar manajemen. Mereka adalah Prof Dr Sofyan Safrie Harahap, ketua Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti; Yudhi Latif, PhD, wakil rektor Universitas Paramadina 2005-2007; Mustafa Edwin Nasution, PhD, pakar ekonomi syariah dan anggota Komisi Ekonomi MUI; Anif Punto Utomo, redaktur senior Harian Republika; serta Dr Mulya E Siregar, direktur Perbankan Syariah Bank Indonesia 2010. Marketing Komunikasi IMZ Salman al Farisi mengatakan, penyelenggaraan IMZ Award bertujuan meningkatkan semangat competitiveness antarlembaga dan organisasi zakat, terutama dalam menata pengelolaan lembaga yang semakin profesional dan kreatif. “Kami pun mengharapkan kegiatan ini memperkuat silaturahim antarstakeholder zakat dengan masyarakat melalui publikasi media,” kata Salman. Semoga geliat zakat di Indonesia kian tinggi. Apalagi, zakat berpengaruh pada pengurangan kemiskinan. Menurut dia, Riset Indonesia Zakat dan Development Report 2011 menunjukkan pengaruh itu besarnya mencapai 12 persen. Ini menjadi tantangan baru bagi organisasi pengelola zakat untuk berbuat lebih besar mengurangi kemiskinan. n kiriman imz ed: ferry kisihandi

7

UMM Bantu Daerah Terpencil ebanyak 200 warga kurang mampu di Desa Asri Katon, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, memperoleh bantuan dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program Bakti Sosial Ramadhan UMM, Ahad (24/7). Bakti sosial dilakukan atas kerja sama UMM dengan Lazis Muhammadiyah Kabupaten Malang, Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Malang, serta Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pakis. Ini merupakan kegiatan sosial yang dilakukan setiap tahun dan tar getnya adalah daerah-daerah terpencil. Daerah tersebut masih memerlukan perhatian bukan hanya dari sisi ekonomi, melainkan juga kebutuhan dakwah. Bahkan, daerah yang dijadikan sasaran bakti sosial tak jarang dinilai sebagai basis masuknya misionaris atau kehidupan warga yang belum banyak tersentuh agama. Mewakili UMM, Sekretaris Badan Pelaksana Harian, Wakidi, mengatakan apa yang dilakukan di daerah itu merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat. “Kami ingin warga Asri Katon ikut bergembira dalam menyambut Ramadhan,” ujarnya. Ia menambahkan, meski bantuan layanan kesehatan dan sembako tak dalam jumlah banyak namun patut disyukuri. Sebab, dengan bersyukur, imbuh dia, nikmat Allah akan dilipatgandakan. Dalam layanan kesehatan, diikutsertakan empat dokter, lima perawat, dan satu apoteker. Mereka dibantu beberapa mahasiswa untuk memeriksa kesehatan para warga. “Insya Allah pelayanan kesehatan untuk mereka cukup bagus karena ditangani oleh orang-orang yang sudah ahli,” kata Wakidi menegaskan. Suriah, warga yang mendapatkan ban-

S

tuan layanan kesehatan, mengaku senang. Sebab, ia diberi obat yang benarbenar dibutuhkan untuk meredam pegalpegal yang sering ia rasakan. “Alhamdulillah, mudah-mudahan jodoh obatnya,” kata Suriah sambil menggendong bingkisan sembako dari panitia. Ketua Panitia Gema Ramadhan UMM, Nursubekhi, menerangkan bakti sosial ini merupakan rangkaian kegiatan yang akan dilangsungkan sepanjang bulan Ramadhan tahun ini. Selain di Pakis, bakti sosial juga akan diselenggarakan di

DOK UMM

Kecamatan Ampelgading dan Karangploso. Keduanya akan dilaksanakan pada pertengahan Ramadhan nanti. “Kami sengaja memilih tiga lokasi terpencil tersebut karena memerlukan sentuhan dakwah secara langsung,” ujar Nursubekhi. Selain bakti sosial, pihaknya sudah menyiapkan beberapa program lainnya, antara lain, kajian-kajian agama, iktikaf, serta Tarawih dan pengajian Subuh. Tahun ini, panitia juga mengoordinasikan seluruh kegiatan buka bersama di tiap unit dan fakultas. Buka bersama dengan keluarga dosen dan karyawan didahului shalat Ashar berjamaah, pengajian, kemudian berbuka dan shalat Maghrib berjamaah. Semua dipusatkan di lantai dua Masjid AR Fakhruddin. n kiriman umm ed: ferry kisihandi


REPUBLIKA

tasawuf

Prof Dr Nasaruddin Umar

JUMAT, 29 JULI 2011

8

Bagaimana Relasi Gender Makrokosmos?

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah

R

elasi gender adalah hubungan timbal balik antara satu pasangan dan pasangan lainnya, seperti hubungan antara suami dan istri dalam pasangan mikrokosmos. Sebagaimana diuraikan dalam artikel terdahulu, semua ciptaan Tuhan secara kodrati berpasang-pasangan (likulli syai’ khalaqna az-zaujain), baik manusia yang dikenal sebagai makhluk mikrokosmos maupun makhluk selainnya, seperti tumbuh-tumbuhan, binatang, dan alam raya yang lazim disebut makhluk makrokosmos. Relasi gender makhluk mikrokosmos dekade terakhir ini hangat dibicarakan seiring maraknya gerakan feminis yang menuntut kesetaraan dan keadilan gender antara laki-laki dan perempuan, terutama antara suami dan istri. Kaum feminis menggugat budaya dan teologi karena dinilai merendahkan derajat perempuan, baik sebagai anak, suami, saudara, maupun sebagai ibu. Masyarakat kita dinilai terlalu memberikan peran dominan terhadap kaum laki-laki dengan berbagai alasan. Teologi, budaya, dan sains dijadikan alat dan kekuatan pembenaran untuk melegalkan konsep patriarki, androsentrisme, sampai pada misoginisme. Secara teologi, laki-laki diunggulkan karena tiga alasan. Pertama, yang pertama kali diciptakan Tuhan ialah Adam. Kedua, disusul penciptaan perempuan dari tulang rusuk Adam. Ketiga, perempuan dianggap paling bertanggung jawab atas terjadinya dosa asal (original sin) dalam drama kosmik karena dianggap penggoda yang menyebabkan anak manusia jatuh dari surga kenikmatan ke bumi penderitaan, meskipun semuanya ini dapat dibantah oleh kaum feminis. Secara sosial budaya, kaum laki-laki diunggulkan karena dianggap the first sex yang diberi peran lebih besar dan lebih dominan. Sementara kaum perempuan diposisikan sebagai the second sex karena mereka lebih banyak menjadi objek. Perannya lebih banyak dibatasi ke sektor privat dan domestik, sementara kaum laki-laki lebih banyak diberi peran di sektor publik. Akibatnya, terjadilah pembagian kerja secara seksual yang pada gilirannya secara umum merugikan kaum perempuan.

Ironisnya, kaum perempuan dianggap bertransformasi dari mulut buaya ke mulut harimau. Ketika dalam masyarakat primitif dan tradisional-agraris, kaum perempuan diberi peran domestik mengasuh anak. Dan, pada masyarakat modern-industrial, kaum perempuan diposisikan sebagai makhluk reproduktif dan kaum laki-laki sebagai makhluk produktif. Perempuan terkonsentrasi di sektor hilir dengan segala risiko dan laki-laki di sektor hulu dengan berbagai fasilitas dan keunggulannya. Masyarakat industri menganggap perempuan sebagai makhluk tidak produktif karena terlalu banyak cuti. Secara sains, perempuan dilegitimasi sebagai makhluk yang memiliki hambatan reproduktif, sehingga secara sosiologis, antropologis, dan berbagai disiplin ilmu lainnya, perempuan diasumsikan tidak bisa disejajarkan dengan kaum laki-laki. Bahkan dalam disiplin ilmu sejarah yang kemudian diberi nama history (his kata kepunyaan laki-laki dan story peristiwa dan kejadian). Seolah-olah yang punya sejarah dan sekaligus pelaku sejarah ialah kaum laki-laki. Tidak pernah dipopulerkan kata “herstory”. Ini sebuah pengingkaran perempuan sebagai pelaku sejarah. Keadilan dan kesetaraan gender mikrokosmos lebih awal (untuk tidak mengatakan pertama kali) digagas oleh para pemikir sufistik, terutama Ibnu ‘Arabi yang berani mengatakan bahwa dalam pandangan sufistik perempuan lebih utama dari pada laki-laki dalam berbagai sudut pandang, meskipun pendapatnya juga tidak bebas dari kritik feminis. Dari sudut teori asal usul penciptaan, laki-laki (Adam) diciptakan dari tanah liat yang terkonotasi rendah dan kotor, sedangkan perempuan (Hawa) diciptakan dari intisari tulang rusuk laki-laki (Adam). Adam jelas lebih mulia daripada tanah. Dari sudut potensi kedekatan diri kepada Tuhan, perempuan secara kodrati memiliki sifat-sifat utama sebagai hamba (yin) dan lakilaki memiliki sifat-sifat utama sebagai khalifah (yang). Seseorang tidak mungkin menjadi khalifah ideal tanpa sebelumnya menjadi ‘abid ideal. Dari sudut pandang tasawuf, laki-laki diasumsikan sebagai muatstsir yang menimbulkan pengaruh dalam segala hal, sedangkan

perempuan diasumsikan sebagai ma’tsur yang menerima pengaruh dalam segala hal. Sikap pasrah perempuan ternyata jauh lebih penting dibanding dengan sikap kejantanan laki-laki. Sikap pasrah ringan melejit ke langit, sementara sifat kejantanan amat berat bawaannya ke langit. Dengan demikian, jelas bahwa kelemahan perempuan ternyata adalah kelebihannya, sedangkan kelebihan laki-laki menjadi kelemahannya. Dalam perspektif tasawuf, kepasrahan (Islam) kepada Allah SWT merupakan syarat mutlak (sine qua non) yang harus dimiliki siapa pun. Perempuan memiliki potensi syarat mutlak itu. Perempuan sama dengan bumi, alam raya, yang pasrah (islam) terhadap ketentuan Tuhan. Inilah yang membuat bumi dan alam raya lainnya tenang karena menerima tanpa reserve terhadap segala ketentuan Ilahi. Seperti halnya mikrokosmos, langit (alsama’) adalah laki-laki/suami, maka dia muatstsir yang memberi pengaruh, dan bumi (alardl) adalah perempuan/istri, maka dia ma’tsur yang menerima pengaruh. Di dalam diri sang ma’tsur itulah terdapat rahim makrokosmos (akan diuraikan dalam artikel mendatang). Relasi gender pasangan makrokosmos secara umum lebih mirip dengan apa yang digambarkan oleh Ibnu ‘Arabi bahwa relasi gender kosmos (baik makrokosmos maupun mikrokosmos) ialah relasi fungsional, bukannya relasi struktural sebagaimana kesan umum yang tercipta di dalam pasangan mikrokosmos. Lihatlah, misalnya, bagaimana peran siang (al-nahar) dan malam (al-lail), matahari (alsyams) dan bulan (al-qamar), langit (al-sma’) dan bumi (al-ardl), panas (al-harr) dan dingin (al-barr), serta surga (al-jannah) dan neraka (alnar) saling melengkapi dan membutuhkan satu sama lain. Konon nama-nama pasangan makrokosmos itu disebutkan dalam jumlah yang sama di dalam Alquran. Pasangan makrokosmos tidak mengenal poligami atau poliandri. Adam dan Hawa ketika menjadi bagian dari makhluk makrokosmos di surga juga tidak berpoligami atau berpoliandri. Padahal, apa pun permintaan keduanya di surga sudah barang tentu dipenuhi. Adam dan Hawa tidak pernah terdeteksi dalam

kitab suci manapun pernah atau ingin memiliki pasangan lebih dari satu. Bahkan dalam riwayat, anak-anaknya pun konsisten melahirkan kembar yang berpasangan laki-laki dan perempuan. Masalah mulai muncul ketika salah seorang putranya, Qabil, tidak puas dengan perempuan yang dijodohkannya dan ia menghendaki perempuan yang dijodohkan dengan Habil, yang wajahnya lebih cantik. Kasus inilah nanti yang berbuntut panjang dalam sejarah kelam anak manusia. Relasi fungsional sebagai dasar pasangan makhluk makrokosmos patut ditiru oleh makhluk makrokosmos. Ayat yang mengatakan, “Alrijal qawwamun ‘ala al-nisa” (laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan) dan “wa ‘ala alrijal ‘alaihinna darajah” (dan bagi laki-laki sederajat di atas perempuan) sebaiknya tidak diartikan secara struktural, yang satu lebih tinggi dan lainnya lebih rendah, tetapi diartikan secara fungsional bahwa laki-laki dan perempuan atau suami dan istri masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika bersatu secara utuh, keduanya akan menjadi manusia sejati. Pasangan makrokosmos betul-betul menampilkan interaksi secara fungsional, satu sama lain saling memerlukan dan saling melengkapi. Interaksi yang utuh dan simetris ini mengingatkan kita kepada konsep uniy (tauhid). Dua sisi dari satu pasangan satu sama lain saling melengkapi. Harmoni pasangan ini juga mengingatkan kita kepada wajah Allah sebagaimana tergambar dalam 99 nama indah Allah (al-Asma’ alHusna). Ada sepasang substansi yang dapat dihimpun di dalamnya, yaitu sifat-sifat jamaliyyah atau ketegaran (struggeling/yang) dan sifat-sifat jalaliyyah atau kelembutan (nurturing/yin). Elaborasi kedua sifat substansial ini adalah lambang kesempurnaan. Jika manusia mampu mengelaborasi kedua sifat-sifat utama ini secara utuh, ia akan menjadi manusia paripurna (insan kamil). Dari segi ini, makhluk makrokosmos lebih konsisten daripada makhluk mikrokosmos. Jika anak manusia ingin damai, ada baiknya meniru pola relasi gender pasangan makrokosmos. n

INZACTZOOM.PRO

rehal

Panglima Perang Terbesar Judul

Penulis Penerbit Cetakan Halaman

BLIKA MAWAN/REPU FOTO-FOTO: DAR

uhammad SAW adalah pribadi dan pemimpin yang sangat hebat di berbagai aspek kehidupan termasuk militer. Ketika memimpin pertempuran melawan kaum kafir, Rasulullah adalah seorang panglima perang pemberani sekaligus pengatur strategi yang jitu. Alhasil, dia mampu menaklukkan musuh-musuhnya dengan korban jiwa yang relatif sedikit. Selama 10 tahun mempertahankan kedaulatan Islam, Rasulullah memimpin sekitar sembilan perang besar dan mengatur 53 ekspedisi militer. Dalam semua peristiwa tersebut, korban jiwa yang jatuh hanya 379 orang. Dia mengajarkan kepada para pemimpin dunia untuk ikhlas ketika menyusun

M

: Ensiklopedia Leadership & Manajemen Muhammad SAW “The Super Leader Super Manager”. Volume 8: Kepemimpinan dan Strategi Militer : Dr Muhammad Syafii Antonio MEC dan Tim Tazkia : Tazkia Publishing : II, Maret 2011 : 233 + xiii

strategi militer. Tugas yang sebenarnya bukanlah memerangi manusia, tapi menyingkirkan para penghalang kebenaran. Rasulullah bersabda, “Berperanglah kalian atas nama Allah, di jalan Allah melawan orang-orang kafir. Jangan berkhianat, mencincang, jangan membunuh anak-anak, wanita, orang yang sudah tua renta, dan orang yang menyendiri di biara Nasrani. Jangan pula menebang pohon kurma dan pohon apa pun dan jangan merobohkan bangunan.” Dalam buku ini, penulis mengupas keberhasilan Rasulullah dalam memimpin militer. Antara lain tentang strategi militer, musyawarah dalam menentukan strategi militer, mengalahkan musuh tanpa per tempuran, dan pendelegasian kepemimpinan. Dikupas pula tentang strategi ketika pasukan Muslim masih lemah, Perang Badar Kubra, Perang Uhud, Perang Khandaq, penaklukan Makkah, peta kekuatan militer Arab menjelang dan sesudah wafatnya Rasulullah, dan berba-

gai topik lainnya. Sejarah mencatat dalam setiap peperangan dan ekspedisi militer, Rasulullah senantiasa menjalankannya dengan penuh semangat, ketaatan, pengorbanan, dan konsolidasi antara qiyadah (pemimpin) dan junud (prajurit). Dari situ terlihat bahwa beliau adalah panglima perang terbesar di dunia. Setiap kali terjun dalam peperangan, Rasulullah selalu dalam kondisi prima, penuh tekad, keberanian, dan kejelian. Rasulullah juga tercatat belum pernah mengalami kegagalan dalam arti yang sesungguhnya di peperangan, yang disebabkan kesalahan dalam strategi dan mengatur pasukan. Dia menjadi teladan utama bagi setiap prajurit. Dengan semangat jihad fisabilillah dan keikutsertaan dalam peperangan, Muhammad berhasil membawa umat Islam memperoleh kemenangan. Dengan semangat itu pula, umat Islam menjelma menjadi kekuatan yang tidak tertandingi. Strategi perang yang diterapkan Rasulullah canggih dan modern, tapi juga sederhana, praktis, lengkap, dan realistis sesuai kebutuhan waktu dan tempat. Ada dua strategi yang diterapkan, yaitu posisi garis luar (outer lines) dan strategi posisi garis dalam (inner lines). Sejarah mencatat, hampir semua peperangan yang dilakukan Rasulullah berupa penyerangan, kecuali Perang Khandaq. Sebab, kaidah dalam peperangan mengatakan, strategi penyerangan lebih berpotensi memenangkan pertempuran. n anjar fahmiarto

Meneladani Puasa Rasulullah : Puasa Bersama Nabi : Syaikh Salim bin Id al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid Penerbit : Darus Sunnah Halaman : 186 Judul Penulis

erapa banyak orang yang berpuasa, dia tidak mendapatkan pahala dari puasanya kecuali rasa lapar dan harga.” Hadis tersebut mengingatkan kita, ibadah puasa seorang Muslim belum tentu bernilai di sisi Allah bila tidak benar pelaksanaannya atau dia melakukan hal yang dilarang selama puasa. Agar puasa kita mendapat pahala di sisi Allah, maka jalan terbaik adalah meneladani Rasulullah dalam berpuasa. Untuk itu, kita perlu mengetahui sifat puasa Rasul, baik berkaitan dengan kewajiban, tata cara, serta doa-doa yang dibaca dalam berpuasa. Buku ini menjelaskan secara ringkas, namun padat cara puasa Rasul. Penulis memaparkannya dalam 11 bab, dimulai dengan menjelaskan keutamaan puasa, keutamaan Ramadhan, kewajiban puasa, dorongan berpuasa, dan larangan berbuka dengan sengaja pada Ramadhan. Salah satu dorongan mengerjakan puasa Ramadhan adalah ampunan Allah SWT. “Sekalipun

”B

orang yang menjalankan puasa itu memiliki tumpukan dosa bagaikan buih di lautan, niscaya dosa-dosa itu akan diampuni dengan melaksanakan ibadah yang penuh berkah ini, yakni ibadah puasa.” (hlm 48) Bab VI secara perinci mengupas hukum-hukum puasa. Termasuk menyambut kedatangan Ramadhan, niat, waktu puasa, sahur, hal yang harus ditinggalkan oleh orang berpuasa, hal yang boleh dilakukan orang berpuasa, berbuka puasa, hal yang membatalkan puasa, qadha puasa, hingga kafarat dan fidyah. Uraian dalam buku ini, yang disandarkan kepada Alquran dan hadis-hadis sahih, merupakan referensi, pegangan, dan tuntunan untuk menjalankan ibadah puasa sesuai contoh Rasulullah. n irwan kelana


REPUBLIKA

zakat & wakaf

JUMAT, 29 JULI 2011

9

Gozis Beri Pelatihan Wirausaha

L

embaga pengelola zakat Gozis memilih strategi pengembangan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal. Mereka mempraktikkannya di Kecamatan Sindangresmi, Pandeglang, Banten. Daerah ini sarat potensi dan sumber daya lokalnya banyak, namun belum digarap maksimal. Daerah ini merupakan penghasil pisang dan kelapa dalam jumlah melimpah. “Infrastruktur jalan yang rusak serta minimnya akses pasar menyebabkan pemanfaatan pisang dan kelapa tak

sesuai harapan,” kata Direktur Eksekutif Gozis Faozan Amar belum lama ini. Padahal, jelas dia, hampir setiap rumah di daerah tersebut memiliki pohon kelapa dan pisang. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan serta modal dalam mengolah makanan berbahan pisang pun menjadi kendala tersendiri. Tak heran bila pisang hanya dijadikan buah untuk dikonsumsi. Gozis, jelas Faozan, memberikan pelatihan kewirausahaan pengolahan kripik pisang kepada sejumlah petani pisang di daerah

itu untuk menyudahi masalah yang menghambat mereka. Ia meyakini, mereka mampu meningkatkan nilai tambah, pendapatan, serta pengetahuan dalam mengolah pisang. Permodalan dan akses pasar juga diberikan kepada mereka. Sebanyak 15 yang terdiri atas ibuibu dan remaja putri di Kecamatan Sindangresmi mengikuti pelatihan yang diadakan Gozis. Selanjutnya, mereka membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB). Lewat KUB, memberi merek dagang pada produk mereka yaitu Keripik Pisang Karya Rasa Cap

Jempol. “Kami sangat berterima kasih karena memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan,” kata Mimin Karmini, selaku ketua kelompok. Mudah-mudahan, ujar dia, kelompok usaha yang telah ada mampu meningkatkan pendapatan. Ecih, salah satu anggota, mengaku selama ini tidak tahu cara membuat keripik pisang dengan beraneka rasa, namun setelah adanya kegiatan yang difasilitasi Gozis, kemampuan itu tumbuh. “Kami sekarang membuat keripik rasa keju, manis, pedas, dan asin, sekaligus cara untuk meng-

DOK GOZIS

awetkannya,” kata Ecih. Langkah lain Gozis adalah memberikan bantuan berupa alat pengepres plastik dan plastik pembungkus yang telah diberikan label atau merek. Bantuan diserahkan secara sim-

bolis yang diserahkan Faozan ke Mimin Karmini. “Alat-alat itu untuk membantu mereka memperlancar produksi keripik dan membuat produk itu dikemas dengan baik sehingga lebih bernilai,” kata Faozan. n kiriman gozis ed: ferry kisihandi

RAMADHAN ‘YANG TERAKHIR’ Oleh Rakhmad Zailani Kiki Koordinator Seksi Pengkajian JIC

ini kita di penghujung Sya’ban, sebentar lagi Ramadhan. Sang Tamu Agung datang menyambangi kita. Bagaimana kita menyambutnya? Simaklah hadis yang diriwayatkan sahabat Salman. Ia berkata, “Pada hari terakhir bulan Sya’ban, Rasulullah SAW berkhutbah di hadapannya dan sahabat lainnya.” “Wahai manusia, kini telah dekat kepada kalian satu bulan yang agung, bulan yang sarat dengan berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik (nilainya) daripada seribu bulan. Inilah bulan yang di dalamnya Allah menetapkan puasa di siang harinya sebagai kewajiban dan shalat Tarawih di malam harinya sebagai sunah. Siapa saja yang mendekatkan dirinya kepada Allah pada bulan ini dengan amalan-amanal sunah, pahalanya seperti dia melakukan amalan-amalan fardhu di bulan yang lain. Siapa saja yang melakukan amalanamalan fardhu di bulan ini, dia akan dibalas dengan pahala seperti dia melakukan amalan fardhu ini tujuh puluh kali di bulan-bulan yang lain. Inilah bulan kesabaran dan balasan kesabaran yang sejati adalah surga. Bulan ini juga merupakan bulan simpati kepada sesama. Pada bulan ini, rezeki orang-orang beriman ditambah. Siapa saja yang memberi makan orang untuk berbuka puasa, baginya adalah ampunan atas dosa-

K

dosanya, pembebasan dirinya dari neraka Jahanam, dan pahala sebesar pahala orang yang berpuasa tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang yang berpuasa itu.” Kami berkata, “Ya Rasulullah, tidak semua orang dari kami mempunyai sesuatu yang dapat diberikan kepada orang yang berpuasa untuk berbuka.” Rasulullah SAW menjawab, “Allah akan melimpahkan karunia ini kepada seseorang yang memberi makan orang yang berbuka puasa meski hanya dengan sebiji kurma, seteguk kurma, atau seisap air susu. Inilah bulan yang sepuluh hari pertamanya adalah rahmat, sepuluh hari pertengahannya ampunan, dan sepuluh hari terakhirnya pembebasan dari neraka Jahanam. Siapa saja yang meringankan beban hamba sahayanya di bulan ini, Allah akan mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka. Perbanyaklah di bulan ini empat perkara. Dua perkara dapat mendatangkan keridaan Allah, yaitu hendaklah kalian memperbanyak kalimah-kalimat tayibah dan istighfar. Dua perkara lagi pasti kita butuhkan, yaitu hendaknya memohon kepada Allah surga dan berlindung kepada-Nya dari neraka Jahanam….” (HR Ibnu Khuzaimah). Cukuplah hadis di atas untuk menjadikan Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan ‘terakhir’ buat kita sehingga ada kesungguhan untuk meraih segala keberkahan di dalamnya, menjadi insan yang bertakwa. Untuk itu, Jakarta Islamic Centre (JIC) mengagendakan serangkaian kegiatan, baik sebelum atau selama bulan Ramadhan 1432H ini, sebagai bentuk kesungguhan melayani umat dalam menjalani ibadah puasa. Adapun kegiatan-kegiatannya adalah sebagai berikut:

A. KEGIATAN DI BULAN RAMADHAN 1. Dialog Interaktif Menjelang Buka Puasa Setiap hari diadakan kegiatan dialog interaktif keislaman menjelang buka puasa. 2. Buka Puasa Bersama 1.000 Jamaah Masjid JIC menyelenggarakan kegiatan takjil buka puasa untuk sekitar 1.000 orang jamaah setiap hari. 3. Shalat Tarawih Ramadhan Shalat Tarawih di Masjid JIC dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni 11 rakaat dan 23 rakaat, dengan target dapat mengkhatamkan satu juz setiap malamnya. 4. Siraman Rohani Menjelang Tarawih Ramadhan Diselenggarakan sebelum shalat Tarawih berdurasi 30 menit dengan tema-tema seputar akidah, ibadah, muamalah, dan fikrah Islamiah, yang menghadirkan penceramah nasional. 5. Hikmah Fajar Ramadhan Kajian yang membahas hikmah-hikmah Islam pada waktu setelah shalat Shubuh selama bulan Ramadhan. 6. Kuliah Zhuhur Kuliah Zhuhur melibatkan ulama-ulama Jakarta yang berasal dari lembaga agama Islam DKI Jakarta (KODI, DMI dan MUI), dengan membedah kitab akidah, syariah, dan akhlak. 7. Tadarus Alquran Kegiatan membaca Alquran bersama-sama yang dilaksanakan setelah shalat Ashar. 8. Konsultasi Keislaman Selama Ramadhan Melayani konsultasi Islam bagi keluarga-keluarga Muslim. 9. Sima’an Alquran Kegiatan menyimak Alquran ini dilaksanakan pada hari ke-16 Ramadhan, sehari penuh dari Juz 1 sampai dengan Juz 30, yang dibacakan oleh hafiz Alquran.

10. Layanan Zakat Infak dan Sedekah ZIS dilaksanakan selama bulan Ramadhan sampai menjelang Idul Fitri. 11. Iktikaf 10 hari terakhir Ramadhan Kegiatan iktikaf sepuluh hari terakhir Ramadhan dilaksanakan sebagai program khusus untuk menyambut keberkahan Ramadhan. 12. Gema Takbir Idul Fitri Pada malam takbiran, di halaman Masjid JIC digelar gema takbir bersama masyarakat. 13. Shalat Idul Fitri Dilaksanakan pada 1 Syawal 1432 H. (Berdasarkan keputusan Kemenag RI). B. KEGIATAN SEMARAK ATAU TARHIB RAMADHAN 1. Karnaval TKA & TPA JIC Diselenggarakan pada 29 Juli 2011 menjelang puasa Ramadhan, dalam bentuk kegiatan karnaval. 2. Jambore Ramadhan Kegiatan yang diselenggarakan pada 5-7 Agustus 2011 adalah suatu kegiatan dalam upaya menguatkan akidah anak usia sekolah dasar dan sederajat yang dikemas dalam bentuk Jambore Ramadhan. 3. Diklat Hisab Rukyat Penggunaan Software Starrynight Kegiatan ini terdiri dari diklat dan sosialisasi perhitungan hilal dengan software Starrynight versi 639, bekerja sama dengan Rukyat Hisab Indonesia (RHI) Pusat dengan MUI Provinsi DKI Jakarta, pada 29 Juli 2011. 4. Nuzulul Quran 1432 H dan 333 Khataman Alquran Diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Nuzulul Quran bersama Gubernur Prov. DKI Jakarta. 5. Santunan Anak Yatim Kegiatan santunan ini diberikan kepada 1.000 orang anak yatim di Jakarta Utara. n


REPUBLIKA

JUMAT, 29 JULI 2011

Cantik dan Nyaman

n a g den

Shasmira FOTO-FOTO: ARIE LUKIHARDIANTI/REPUBLIKA

Arie Lukihardianti amadhan, bulan suci yang penuh barakah dan maghfirah, sudah di depan mata. Beragam persiapan pun dila kukan umat Islam di seluruh penjuru dunia, guna menyambutnya. Marhaban ya Ramadhan. Persiapan yang dilakukan umat Muslim itu, menyangkut kebutuhan rohani dan jasmani. Kebutuhan rohani, tentunya terkait bagaimana kita menjalankan ibadah puasa sesuai aturan. Yaitu, bisa dengan memperbanyak ibadah shalat, mengaji, maupun dzikir. Sedangkan persiapan jasmani, berhubungan dengan persiapan sandang dan pangan. Yang jelas, semua persiapan itu harapannya adalah agar kita bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk. Namun,

R

Semua model busana Shasmira up to date dan menarik dengan harga kompetitif. selain memenuhi kebutuhan ibadah rutin selama Ramadhan, ada hal istimewa yang juga kerap dilakukan setiap muslimah. Yaitu, menyiapkan pakaian terbaik untuk menyambut ‘hari kemenangan’ nanti. Tentunya, di hari Idul Fitri, se mua wanita ingin terlihat cantik bersinar bak bidadari. Namun, tampil cantik saja tidak cukup. Pakaian tersebut harus nyaman digunakan di tubuh. Lantas pertanyaannya, masih bingung

mencari busana yang pas dan nyaman? Tidak perlu khawatir, karena kini ada Shasmira yang menyediakan koleksi busana sesuai harapan para wanita. Kelebihan produk Shasmira dibandingkan dengan produk lain, terletak pada sisi kualitas. Bahan yang digunakan, misalnya, memberikan rasa nyaman untuk semua pemakainya. Desain busana Shasmira pun bisa memenuhi selera, khususnya menengah ke atas. Tak heran, kalangan selebritis pun kerap menyambangi outlet Shasmira. Sebut saja, Marshanda, Elma Theana, Haidar Amru, Inneke Koesherawati, dan Eksanti. Bahkan, busana Shasmira sudah jamak digunakan dalam pembuatan sinetron religi. Untuk memperoleh produk berkualitas tinggi ini, tak perlu khawatir akan menguras semua isi kantong Anda. Mes-

kipun semua model busana Shasmira up to date dan menarik, tapi harganya tetap kompetitif. Segmen pasar yang dibidik Shasmira, memang kelas menengah atas. Namun, harga produk Shasmira sangat terjangkau. Untuk kerudung, misalnya, dijual mulai Rp 35 ribu sampai Rp 70 ribuan. Sementara, busana di Shasmira dijual dari harga Rp 175 sampai Rp 350 ribu. Anda pun, tidak akan kesulitan memperoleh produk Shasmira. Karena, saat

10

ini, Shasmira memiliki 100 outlet yang tersebar di kota-kota utama Indonesia. Bahkan, agen yang menjadi mitra reseller Shasmira sudah mencapai 20 ribu. “Hingga akhir tahun ini, kami menargetkan bisa memiliki 150 outlet di Indonesia,’’ tambah Direktur Shasmira, M Kurnia. Gerai terbaru Shasmira, berada di Jl Buah Batu, Kota Bandung. Outlet ini melengkapi jaringan Shasmira yang sudah tersebar di Pulau Jawa, hingga Pulau Sumatra dan Kalimantan. Khusus di Bandung, selain outlet teranyar ini, Shasmira juga memiliki dua outlet di lokasi lain. Yaitu, di Pasar Baru Trade Center dan Simpang Dago. Sedangkan di Jawa Barat, gerai Shasmira bisa ditemukan di delapan kota. Yaitu, di Karawang, Indramayu, Sukabumi, Bogor, Garut, Cikarang, Depok dan Tasikmalaya. Koleksi yang dijual di Shasmira antara lain jilbab segi empat, jilbab instan, gamis, abaya, aksesoris, ciput, dan manset. Menurut Kurnia, setiap bulan Shasmira mengeluarkan sekitar sepuluh hingga lima belas model terbaru. “Tema busana yang kami angkat bulan ini adalah tampil cantik jelang Idul Fitri bersama Shasmira,’’ ujar Kurnia. Khusus untuk produk kerudung instan, produk Shasmira memiliki keunggulan bila dibandingkan produk sejenis yang lain. Yaitu, memberikan efek sejuk dan dingin di kepala. Sehingga, tidak akan menimbulkan alergi sebagaimana kerap menjadi keluhan pengguna kerudung merek lain. “Semua muslimah yang punya masalah dengan kepala, seperti ketombe dan gatal-gatal karena alergi, pilihlah produk Shasmira,’’ tutur Kurnia. Selain kerudung instan, ujar Kurnia, produk gamis dan abaya Shasmira selalu menjadi best seller karena menggunakan span dek rayon super. Jadi enak dipakai dan nyaman. Shasmira tak hanya memproduksi busana untuk wanita. Tersedia juga dua merek untuk segmen berbeda. Untuk melayani segmen pria, Shasmira menyediakan merek dagang Rozaq. Sedangkan untuk segmen remaja, tersedia merek dagang Hazna. Menjelang Lebaran, outlet Shasmira sudah dipastikan akan dipadati pengunjung. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, menjelang Lebaran penjualan produk Shasmira meningkat hingga 50 persen. I ed: agus yulianto


REPUBLIKA

silaturahim

JUMAT, 29 JULI 2011

11

MAJELIS TAKLIM TAZKIAH AULIA

Memelihara Kesucian Hati

Oleh Indah Wulandari embali menuju kesucian hati menjadi inspirasi awal terbentuknya Majelis Taklim Tazkiah Aulia. Tak heran jika seleksi alam serta kebersihan niat para anggotanya menjadi kunci utama dalam kegiatan kajian ilmu yang diselenggarakan secara rutin oleh majelis ini. “Nama majelis ini diambil dari nama putri saya yang sesuai dengan konteks bertobat dan membersihkan hati,” jelas Imas Syamsul, penasihat sekaligus pendiri Majelis Taklim Tazkiah Aulia, belum lama ini. Keinginan untuk membersihkan hati dimantapkan oleh mantan perancang

K USTAZ BUKHARI

EARLY, TIKA, IKA

busana ini dengan membentuk majelis. Majelis taklim tersebut didirikan bersama sahabat-sahabatnya pada pertengahan 2009 silam. Tak sekadar belajar, lanjut Imas, kajian agama yang dilakukan bersama itu dilengkapi pula dengan sarana penunjang. Kediamannya di Kompleks Pati Kostrad Wirabhakti, Cibubur, menjadi pusat kegiatannya. Di sana, pada setiap Selasa dan Kamis serta Rabu tiap bulannya diadakan pengajian. Biasanya acara diselenggarakan pada pukul 13.30 WIB hingga menjelang waktu Ashar. Dilanjutkan dengan sesi kedua pengajian yang berlangsung hingga menjelang Maghrib. Imas mengatakan, semula pengajian itu hanya diisi Ustaz Bachtiar Nasir. Lama-kelamaan, ustaz yang memberikan materi agama di majelis itu ditambah jumlahnya, seperti Ustaz Bukhari Abdul Muid, dr Zein, Ustaz Khalid Basalamah, serta Ustaz Salim Saleh. Khusus Rabu di minggu ketiga, sebulan sekali diisi kajian daurah Alquran oleh Syekh Ali. Materi lainnya adalah tadabur, fikih, tahsin, kajian hadis, dan tafsir Alquran. Wakil Ketua Majelis Taklim Tazkiah Aulia, Earlywati Rahayu, bersyukur dengan keberagaman kajian tadi.

ENDANG, ANNA, SARI

Sedangkan jumlah anggota tak terlalu menjadi perhatian. Pernah anggotanya mencapai 60 orang, kemudian sempat turun karena faktor ketokohan ustaz yang mengajar di majelis. “Kita ingin memasyarakatkan bahwa ibadah adalah mencari ilmu,” kata Early. Maka itu, meski rata-rata jamaah yang ikut pengajian rutin sekitar 15 hingga 30 orang, tak membuat kuantitas kegiatan pengajian surut. Early menegaskan, kekuatan niat jamaah yang rutin hadir karena mereka merasakan perubahan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Kegiatan sosial mewarnai majelis

IMAS, EWY, MERLIN, LILY

taklim ini. Ketua Majelis Taklim Tazkiah Aulia, Ewi Agus Muljadi, menjelaskan, hal itu juga didasari kesadaran diri para anggotanya. Pengurus, ujar dia, menyediakan kotak amal yang ditaruh di setiap rumah anggota. Sebulan sekali kotak-kotak itu dikumpulkan untuk membantu pendanaan lembaga belajar penghafal Alquran. Sebagian dana yang terkumpul untuk pelatihan guru mengaji serta layanan kesehatan gratis. Menurut dia, kebersamaan dalam majelis merupakan hal lain yang menjadi perhatian. n ed: ferry kisihandi

NY MARDIO, NANDA, NY YONO,MANDRI, SARI FOTO-FOTO: INDAH WULANDARI/REPUBLIKA

gemilangzakat REPUBLIKA JUMAT, 29 JULI 2011

Mudahnya Berzakat:

CALL CENTER Telp. 021-722 15 04 Fax. 0251-861 4382

BERSIAP MENI BERSIAP MENIKMATI IKMA ATI T JAMUAN LEZAT RAMADHAN JAMU A LEZA AN AT RAMAD DHAN

R

amadhan adalah perasaan asaan dan bulan per ruhani, sertaa saat untuk menghadapkan diri menghadapk kan Bahkan, kepada Allah. Bahka an, sebagian Salafush Shalih mengucapkan m kepada selamat tinggal kepa ada sebagian mereka lain, sampai merek ka berjumpa Yang lagi dalam shalat ‘Id. Y ang a mereka bulan rasakan adalah ini b ulan ibadah, melaksanakan shiyam bulan untuk melaksan nakan shiy am qiyam (puasa) dan qiy am (shalat (sh halat malam) menyendiri dan kami ingin meny yendiri hanya hanya Tuhan dengan T uhan u kami. Sungguh, Allah SWT telah amat istimewa, membuat Ramadhan am mat istimew a, SAW sebagaimana b i Nabi N bi SA AW b bersabda: bd “Jika bulan Ramadhan Ramadhan datang, AL--AZHAR PEDULI UMMAT AL-AZHAR UMMAT KKomplek omplek M asjid Agung Agung Al-Azhar Al-Azhaar Masjid JlJl.. Sisingamangaraja Sisingamangaraja Kebayoran Kebayoran Baru, Bar a u, Jak Jakarta arta Selatan Selatan 12110 TTelp. elp. 021-722 1504 TTelp. elp. 021-726 5241

surga pintu-pintu sur rga g dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan s dibelenggu, kemudian datangg seorang penyeru dari Yang “Wahai sisi Allah Y aang Mahabenar M swt “W Wahai a kejahatan, berhentilah! pencari kejahata an, ber hentilah! Dan kebaikan, wahai pencari keb baikan, kemarilah!’” Pintu-pintu dibuka, surga karena manusia berbondongmanu usia bondong melaksanakan melaaksanakan ketaatan, ibadah, dan taubat, tau ubat, sehingga jumlah pelakunya pelakunya banyak. baanyak. Setan-setan dibelenggu, kerana keerana manusia akan beralih kepada kebaikan, sehingga setan tidak mampu mampu berbuat apaapa. Hari-hari dan malam-malam Ramadhan, merupakan masam masa kemuliaan k kemulia li an yang yang diberikan dib ik oleh Allah SWT, SW WT T, agar orang-orang REPRESENTTATIVE OFFICE REPRESENTATIVE OFFICE Rumah Gemilang Indonesia Inddonesia JlJl.. Pengasinan Pengasinan RRTT 01 RW W 06, SSawangan awangan Depok Depok 16518 TTelp. elp. 0251-861 6466 FFax. a 0251-8614 382 ax.

yang berbuat yang b baik menambah kebaikannya kebaikan nnya dan orang-orang yang yang berbuat jahat mencari karunia Allah SWT se sehingga hingga Allah mengampuni mereka dan menjadikan mereka hamba-hamba hamba-h hamba yang yang dicintai dan didekatkan didekatk kan kepada Allah. Pada P adaa shaum Ramadhan, juga mengandungi mengan ndungi nilai ibadah yang yang perhitungannya perhitun ngannya langsung dengan Allah SWT SSWT.. Setiap amal manusia kebaikan sampai akan diganjar d 700 kalii lipat. Allah Azza Wa Wa Jalla ‹Ž›ę›–Š—ǰȱ ‹Ž›ę›–Š Š—ǰȱ ȃKecuali ȃKecuali puasa, karena karena puasa itu ittu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya”, meembalasnya”, (Hadits Qudsi Riwayat Ri Riw ayatt Muslim). M li ) Perjalanan P erjaalanan Ramadhan, akan dan dahsyat, makin bermakna b dahsyat, jika puasanya puasany ya juga dibarengi amalan zakat dan daan sedekah. ‘’Siapa ahli puasa, ia dipanggil dipan nggil dari pintu Ar-Rayyan. siapa Dan, sia apa ahli sedekah, ia dipanggil

Bank BCA : 070.303.1011 Bank Mandiri : 126.000.711.1130 Bank BSM : 002.011.7001 a/n: YPI Al-Azhar ddari pintu sedekah,” kata Rasulull Rasulullah lah SSAW SA AW sebagaimana dituturkan Abu A ra. H Hurairah bertanya, a, “Duhai Abu Bakar ra bertany “Duh hai apakah ada orang yang R Rasulallah, yang a dari seluruh pintu itu?” d dipanggil itu u?” Ya, Y aa, jawab jawab Nabi. ‘’Dan aku berharap berharrap termasuk golongan e engkau golong gan m mereka.” Masyaa Allah, dipanggil mas masuk Masy suk dari dua pintu? Padahal, s surga Padahal, dari d apapun, s satu pintu pun, dan pintu apapu un, niscayaa semua manusia riang n niscay riaang memasuki surga. g gembira mempesonanyaa jalin jalinan Saking mempesonany nan dan sedekah, sehingga R Ramadhan sehing gga yang R Rasulullah yang ma’sum ma’sum pun p melakukannya. s selalu melakukannya. Ibnu Abbas Abb bas berkata, ‘’Rasulullah r ra b k t ‘’R l ll h SAW SA AW paling dermawan, dan lebih m manusia leebih lagi pada bulan Ramadhan d dermawan Ramadhhan Jibril menemuinya untuk untuk k ketika Al-Qur`an pada tiap malam. m mengajari malaam. Rasulullah SAW K Kedermawanan SA AW itu lebih baik daripada hembusan s saat hembussan sepoi-sepoi,’’ a angin sepoi-sepoi,’’ (HR R Bukhari d dan M Muslim). riwayat Baihaqi Menurut hadits riw ayat Baiha aqi Aisyah memasuki d dari Aisyah ra, ra “Jika “Jika memas uki Ramadhan, Rasulullah SAW B Bulan SA AW

membebaskan setiap tawanan tawanan dan memberi setiap orang yang meminta.” m Ramadhan dan sedekah, sedek kah, makin luar biasa dahsyat dahsyat ditambah ditamb bah shalat malam (tarawih dan tahajud). tahaajud). Kata Rasulullah SAW, SA AW, “Sesungguhnya “Sesunggguhnya di surga surrgga terdapat ruangan-ruangan ruangan-ruaangan yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam, dan bagian dalamnya dapat dappat dilihat dari luar. luar. Allah menganugerahkannya menganugeerahkannya kepada orang yang berkata berkkata baik, bersedekah makanan, berpuasa, berppuasa, dan shalat di kala kebanyakan n manusia tidur.” tidurr.” (HR At Tirmidzi, Tirmid dzi, Ibnu Hibban). Jangan puas sampai dii situ. Bagi yang yang berhalangan puasa, puassa, masih bisa memetik ganjarannya. ganjarann nya. Dan yang dapat yang tiada ti d halangan, h l dapatt pula l menggandakan ganjaran puasanya. puasanya. Caranya Ikutilah pesan Caranya mudah. Ikutilah Rasulullah SAW: SA AW: “Orang “Oraang yang memberikan hidangan berbuka berbbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala pahhala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi m pahalanya” pahalanya” (HR At Tirmidzi). Tirmidzzi). Dalam hadits lain disebutkan: disebutkan: “Siapa Siapa yang menyediakan n makanan berbuka bagi orang yang berpuasa,

niscaya ia akan mendapat menddapat pahala seperti orang yang berpuasaa tanpa mengurangi pahala orang yang yan ng berpuasa itu sedikitpun” dan Ansedikitpun” (HR R Ahmad A Nasai). Dan akhirnya, akhirnya, a semoga Anda mendapat kelapangan untuk kelapangan ‘’menyertai’’ Rasu ‘’menyertai’’ Rasullulah ullulah SAW SA AW di Tanah Taanah Suci sebagaimana sebaagaimana pesan beliau: “Umrah di d bulan Ramadhan menyamai pahala haji haaji bersamaku” (HR Bukhari dari Abdullah Abdu ullah bin Abbas). Betapa berlipatnya berlipattnya kedahsyatan kedahsyatan berpuasa Ramadhan, Ramadh han, bersedekah, shalat malam, melayani melayani yang yang berpuasa, di Masjidil Massjidil Haram dan Masjid Nabawi, karena Nabi Muhammad SAW asiat, ‘’Shalat SA AW berwasiat, b berw ‘’Shalat sekali k li di masjidku jidk ini i i lebih l bih utama t dari shalat seribu kali k di tempat lain, kecuali Masjidil Haram. Harram. Shalat sekali di Masjidil Haram lebih lebiih utama dari pada melakukan shalat seratus seeratus ribu kali di tempat lainnya,” Ahmad lainnya,” (Musnad ( bin Hanbal dari Jabir Jab bir ra). Mari persiapan n diri kita, untuk menikmati jamuan jamu uan Ramadhan yang yang istimewa istimewa ini. in ni. Karena belum tentu, tentu Ramadhan yang yang akan datang menjumpai kita lagi. lag gi. „arsa


REPUBLIKA

JUMAT, 29 JULI 2011 / 27 SYA’BAN 1432 H n 12

Chusnunia

B I O D ATA

Mendampingi Perempuan Oleh Indah Wulandari

Pengalaman saat kuliah menjadi bekal berarti.

B

erkecimpung dalam organisasi, membuat Chusnunia merengkuh banyak pengalaman. Ini menjadi pintu terbukanya wawasan dan hatinya, terutama mengenai nasib perempuan. Di bangku kuliah, ia bergiat bersama organisasi yang aktivitasnya melakukan pendampingan pada perempuan. Ia memutuskan masuk ke Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dengan tujuan memperkaya pengetahuan dan nyali. Simpanan kemampuan dan pengetahuan yang ada dalam dirinya kemudian menjadi bekal bagi langkah selanjutnya mengadvokasi buruh. Ia selalu kritis mengenai persoalan ini. Perempuan yang kini menjadi anggota Komisi IX DPR ini mengungkapkan, sikap kritis yang ia miliki bukan tiba-tiba tumbuh dalam dirinya. Namun, ia telah melatihnya saat belajar di pesantren dan keluarganya. Meski berasal dari kalangan salafi, ia mengatakan keluarganya selalu bersikap demokratis. “Setiap mengambil keputusan selalu dibicarakan bersama,” kata Chusnunia di Jakarta, belum lama ini. Aktivitas organisasi, ujar perempuan kelahiran 12 Juli 1982 ini, juga bukan hal yang asing baginya. Sebab, sebagian besar keluarganya pun merupakan aktivis ormas Islam, Nahdlatul Ulama. Ia juga mengajukan argumentasi mengapa memilih berorganisasi sebagai jalannya. Bagi dia dan keluarganya, sebuah organisasi merupakan jalan bagi dakwah yang efektif. Ia mencontohkan kakeknya yang pernah menjadi anggota parlemen pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Ayahnya tampaknya berhaluan sama.

Dia, kata Chusnunia, meniti jalan dakwah dengan menjadi pengurus PBNU saat kepemimpinan KH Hasyim Muzadi. Dan, Chusnunia melangkah lebih jauh. Dia bergabung dengan partai hingga menjadi anggota legislatif yang mewakili suara Nahdliyin. Fokusnya tetap sama. Ia masih bersiteguh mengembangkan kepedulian pada kaumnya sendiri, perempuan. Ia bertekad dengan posisinya sekarang mampu memengaruhi kebijakan publik menyangkut nasib perempuan. Ia meneguhkan diri agar semua itu tak lepas dari kaidah fikih yang ia yakini. Ia ingin seperti kakeknya, KH Ma’shoem, pendiri Pesantren Al Hidayat, Lasem, Rembang, Jawa Tengah, yang dulu saat menjadi anggota parlemen piawai menyampaikan gagasan perubahan yang didasari pada keyakinan yang kuat. “Saya mau memasukkan ide-ide untuk mengubah sistem agar lebih baik.” Dia bersyukur masuk ke dunia politik yang memungkinkannya ikut dalam upaya perubahan sistem yang lebih menguntungkan perempuan, khususnya pekerja perempuan yang bekerja di luar negeri. Dia mengaku bekerja keras agar politik tak terlalu dominan dalam dirinya sehingga mampu tetap membumi. Ia memandang pemerintah masih menetapkan kebijakan sporadis. Bersikap serius hanya saat terjadi masalah, misalnya penyiksaan atau jatuhnya hukuman mati bagi mereka. Masalah tak mungkin terjadi jika sedari awal penanganan administrasi dan kapasitas pekerja asal Indonesia dilakukan dengan baik. Pemerintah masih tumpang tindih dalam membuat kebijakan. Koordinasi antara pemerintah dan pengirim tenaga kerja masih buruk. Sebab, pekerja itu dikirimkan begitu saja ke negara tujuan. Ia bersama rekannya di Komisi IX sedang menggodok amandemen undang-undang pengiriman tenaga kerja ke luar negeri. Di dalamnya, disebutkan kewenangan yang lebih luas pemerintah daerah. Begitu pula, penanganan tenaga kerja sebelum ataupun setelah pengiriman. Nantinya, bermuara pada pembatasan masa kerja tenaga kerja agar mereka tak seumur hidup menjadi pekerja di luar negeri. Chusnunia mengatakan, peran keluar-

ga sangat berpengaruh besar dalam pergerakan pekerja perempuan dari Indonesia ke luar negeri. Berpijak pada fikih perempuan, perempuan yang menjadi bagian dari PP Fatayat NU ini, meminta para suami mengoreksi kembali perannya sebagai kepala rumah tangga. Para suami, imbuh dia, mestinya memahami bahwa pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga sepenuhnya ada di pundaknya. “Suami adalah penanggung jawab utama keluarga,” urainya. Jangan sampai, perempuan akhirnya menggantikan tanggung jawab itu hingga terpaksa bekerja di luar negeri. Mereka jauh dari mahramnya saat mencari nafkah untuk keluarga yang tak mampu dipenuhi oleh kepala keluarga. Ia merasa prihatin melihat jumlah pekerja perempuan informal di luar negeri yang sangat besar. Ia bakal konsisten berbuat agar nasib kaumnya tak lagi kelabu. Terlepas dari itu semua, ia berjanji pada dirinya sendiri untuk berlaku seimbang. Ia tak mau kesibukannya di ranah publik menghambatnya dalam melaksanakan kewajiban sebagai seorang perempuan. “Saya yakin mampu menjalankannya,” katanya. n ed: ferry kisihandi

Nama Chusnunia Lahir Karang Anom, 12 Juli 1982 Pendidikan S2 Fakultas Ilmu Politik Universitas Nasional, Jakarta S1 Fakultas Syariah IAIN Walisongo, Semarang Pesantren al Ishlah al Ishom, Mayong, Jepara (1998- 2001) Pesantren al Hidayat, Lasem, Rembang (1995-1998) Organisasi PP Fatayat NU (2010-sekarang) Green Institute (2009-sekarang)


Dialog Jumat