Page 1

Khotbah Jumat Vol. V, Nomor 13 Tanggal 29 Wafa/Juli 2011 Diterbitkan oleh Sekretariat Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia Badan Hukum Penetapan Menteri Kehakiman RI No. JA/5/23/13 tgl. 13 Maret 1953

Penanggung Jawab: Sekretaris Umum PB Alih Bahasa: Mln. Hasan Basri Shd Redaksi Khutbah Jumat Editor: H. Abdul Basit, Shd. H. Sayuti Aziz Ahmad, Shd. Penyunting C. Sofyan Nurzaman Desain Cover & type setting: Dildaar Ahmad Alamat: Jln. Balik Papan I/10 Jakarta 10130 Telp. (021) 6321631, 6837052, Faksimili (021) 6321640; (021) 7341271

Percetakan: Gunabakti Grafika BOGOR

ISSN: 1978-2888


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan DA FTAR ISI

Judul Khotbah Jumat: Status Kenabian Masih Mau’ud dan Kemenangan Yang Dijanjikan

3-30

Khotbah II

31-32

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

2


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin Hadhrat Mirza Masroor Ahmad

Hadhrat Khalifatul Masih VA tba.1 Tanggal 13 Hijrah 1390 HS/Mei 2011 Di Mesjid Baitul Futuh, London. 0F

Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihish shalaatu was salaam2 dalam karya tulis beliau as ‘Nuzulul Masih’ bersabda, “Sejak permulaan Tuhan telah menetapkan undang-undang dan sunnah-Nya bahwa, Dia dan rasul-rasul-Nya akan selalu menang. Oleh karena aku seorang rasul-Nya atau utusan-Nya, tanpa membawa syari’at baru, tanpa membawa nama baru, melainkan aku datang atas nama Nabi Akram (yang termulia), Khatamul Anbiya shallallahu 1F

1

Ayyadahulloohu ta’ala binashrihil ‘aziiz (semoga Allah yang Mahaluhur menolongnya dengan kekuatan yang agung) 2 Selan jutnya disingkat as

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

3


Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

K hotbah Jumat 13 Mei 2011

dan mencintai-nya serta menjadi mazhar (cerminan) dari pada wujudnya. Maka aku katakan, sejak dahulu yakni sejak zaman Nabi Adam as sampai kepada zaman Hadhrat Rasulullah saw makna ayat tersebut selalu sempurna kebenarannya. Sekarang juga ayat ini akan sempurna kebenarannya bagi mendukung kebenaran diriku.”4 ‘alaihi wa sallam

3

2F

3F

Hadhrat Masih Mau’ud as disini (dalam pembahasan diatas) sedang merujuk pada ayat dalam surat al-Mujaadalah yang ayatnya ialah Kataballahu la-aghlibanna ana wa rusulii, innallaha qawiyyun aziz. “Allah telah tetapkan bahwa Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang. Sesungguhnya Allah Mahakuat, Mahaperkasa.” (Surah al-Mujadalah, 58: 22) Beberapa hari yang lalu saya menerima sepucuk surat dari seseorang yang tinggal di Pakistan. Walaupun saya tidak sepakat dengan penulis tersebut, sebab apa yang dia uraikan itu tidak dapat dianggap sebagai pendapat umum. Dia menulis bahwa dalam literatur dan buku-buku Jemaat sangat diperlukan banyak penjelasan bahwa Hadhrat Masih Mau’ud as adalah seorang Nabi Allah sebab banyak sekali orang-orang [Jemaat] merasa ragu menyebut beliau sebagai Nabi. Menurut pendapat saya penulis surat itu telah berburuk sangka terhadap orang-orang Jemaat lainnya, dan pendapatnya ini tidak dapat dianggap mewakili pendapat umum. Mungkin saja penulis surat itu sepergaulan dengan orang-orang yang mempunyai pemikiran serupa itu disebabkan pengaruh beberapa keadaan. Mereka yang tidak 3 4

Selan jutnya disingkat saw Nu zulul Masih, Ruhani Khazin Jilid 18 halaman 381-382

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

4


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

banyak jumlahnya itu telah dikuasai oleh masalah kebendaan duniawi. Mungkin saja mereka telah menjadi sasaran pemikiran mereka sendiri. Dimana mereka tidak pernah melihat tulisantulisan Hadhrat Masih Mau’ud as tentang itu atau mungkin mereka tidak pernah membacanya. Bahkan, mungkin saja mereka tidak mendengar khutbah-khutbah saya. Sekalipun saya selalu berusaha dengan beberapa macam cara untuk memperkenalkan atau menjelaskan kedudukan Hadhrat Masih Mau’ud as. Bagaimanapun, jika seseorang mempunyai pikiran demikian dalam hatinya, maka setiap orang yang mengaku dirinya Ahmadi, harus jelas bahwa Hadhrat Masih Mau’ud [Mirza Ghulam Ahmad] as adalah nabi Allah sesuai dengan nubuatan Hadhrat Rasulullah saw. Demikian juga jika ada orang yang tinggal disuatu tempat di dunia yang mengaku dirinya Ahmadi dan mempunyai pikiran demikian dalam hatinya, ia harus menjauhkannya. Sebagaimana Hadhrat Masih Mau’ud as sendiri telah bersabda yang telah saya jelaskan bahwa beliau as adalah seorang rasul, tanpa syaria’at baru dan dalam mengikuti Nabi Karim dan Khatamul Anbiya saw dan atas nama beliau saw, sesuai dengan nubuatan dalam ayat Alqur’anul Karim Surah Al Jum’ah ayat 4 yaitu yakni Dia akan membangkitkannya di tengah-tengah suatu golongan lain dari antara mereka yang belum pernah bergabung dengan mereka. (Al-Jumu’ah, 62 : 4). Sejauh ini pertanyaan untuk para Ahmadi di Pakistan dan pertanyaan untuk para Ahmadi di Indonesia yang mana mereka sedang menghadapi penganiayaan yang keras sekali ialah mengapa mereka mengatakan bahwa Hadhrat Masih Mau’ud sebagai nabi Allah dan mengapa menganggap beliau as sebagai nabi? Oleh sebab itu selain dari beberapa gelintir orang yang telah

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

5


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

mengambil jalan mudaahanah (sikap mengiya-iyakan pendapat lawan bicara walau bertentangan dengan keyakinan), secara umum para Ahmadi yang tinggal di Pakistan tidak dapat dikatakan bahwa mereka tidak menganggap Hadhrat Masih Mau’ud as sebagai nabi. Bahkan, dengan berlebihan para penentang kita menuduh para Ahmadi, na’udzu billah, mempercayai Hadhrat Masih Mau’ud as sebagai nabi terakhir. Padahal tidak pernah walau satu orang Ahmadi pun yang membayangkan bahwa selain Hadhrat Rasulullah saw dapat ada lagi nabi pembawa syariat terakhir atau ada orang lain yang dapat mengungguli kedudukan beliau saw. Apa yang dinyatakan oleh orang-orang Ahmadi hanyalah keluhuran dan keistimewaan Hadhrat Rasulullah saw semata. Dan termasuk iman dan keyakinan orang-orang Ahmadi bahwa Allah Ta’ala telah memberi kedudukan yang sangat tinggi kepada beliau saw dan Allah Ta’ala telah memberi martabat demikian rupa kepada beliau saw, sehingga terhadap orang yang beriman kepada beliau, yang terbenam dalam kecintaan kepada beliau dan menjadi pengikut sejati beliau dan yang merasa bangga menjadi umat beliau, kepadanya Allah Ta’ala memberi kedudukan nubuwwat (kenabian). Tidak ragu lagi bahwa Hadhrat Nabi Muhammad saw adalah Khatamun Nabiyyin dan karena patuh mengikuti beliau saw Hadhrat Masih Mau’ud as adalah nabi Allah. Jika kita tidak beriman kepada Hadhrat Masih Mau’ud as sebagai nabi Allah, maka pengakuan kita tentang kebangkitan Islam dan kemenangan Islam akan diraih melalui Ahmadiyah yang merupakan Islam hakiki adalah salah. Sebab janji Allah Ta’ala mengenai kemenangan Islam di akhir zaman akan diraih oleh seorang Nabi atau Rasul akhir zaman, bukan dengan seorang Mujaddid atau seorang Muslih, sebagaimana telah difirmankan dengan jelas didalam ayat tersebut diatas. Kemenangan Islam

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

6


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

diakhir zaman akan dapat diraih apabila orang-orang Mukmin bersama Jemaat betul-betul sesuai dengan yang dijanjikan Tuhan dalam ayat berikut : yakni Dia akan membangkitkannya di tengah-tengah suatu golongan lain dari antara mereka yang belum pernah bergabung dengan mereka. (Al-Jumu’ah, 62 : 4). Oleh sebab itulah Hadhrat Rasulullah saw telah menegaskan terhadap orangorang beriman dengan nasihat, “Apabila Al-Masih dan Al-Mahdi sudah datang maka kalian harus pergi berjumpa dengannya dan sampaikan salamku kepadanya sekalipun untuk menjumpainya kalian harus merangkak ke atas bukit salju.” Mengapa harus melakukan demikian? Sebab dengan itu iman kalian menjadi kuat dan tangguh dan kemenangan Islam yang akan diperjuangkan bukan dengan pedang atau dengan senjata melainkan dengan menggunakan dalil-dalil dan keterangan yang jelas. Jika kalian mengambil bagian dalam perjuangan itu maka kalian akan menjadi para pengikutku yang sesungguhnya dan kalian akan menjadi orang-orang yang akan meraih keridhaan Allah Ta’ala dan kalian akan menjadi orang-orang mukmin yang sejati. Jadi, orang Ahmadi beriman kepada Hadhrat Masih Mau’ud as dan menggabungkan diri dengan beliau yang dengan itu iman kepada Allah dan Rasulullah saw menjadi bertambah kuat dan agar dapat menyaksikan kemenangan Islam [yang dijanjikan]. Lalu hendaklah mencamkan hal ini bahwa jika Hadhrat Masih Mau’ud as bukan seorang nabi, maka tentunya Khilafat juga tidak akan ada. Hal demikian karena adanya (eksistensi) khilafat sangat erat kaitannya dengan nubuwwat (kenabian). Dan

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

7


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

Khilafat berjalan atas dasar jalan (pedoman) kenabian (Khilafah ála minhajin nubuwwah). Beliau as adalah khatamul khulafa dan karena kedudukan khatamul khulafa itulah beliau mendapat derajat nubuwwah (kenabian). Dan setelah beliau atau melalui beliau silsilah (rangkaian) Khilafat dimulai. Jadi, rangkaian Nizam Khilafat dalam Jemaat Ahmadiyah yang berlangsung terus-menerus menggantikan satu dengan yang lain kaitannya sangat erat dengan penerimaan, keimanan dan keyakinan kita bahwa Hadhrat Masih Mau’ud as adalah seorang nabi. Pada suatu ketika beberapa orang telah hadir di hadapan Hadhrat Masih Mau’ud as untuk baiat. Demi memperkuat iman mereka itu beliau as memberi nasehat mengenai berbagai macam perkara dengan sangat rinci sekali. Yang ringkasannya sebagai berikut, “Hanya di mulut saja menyatakan baiat bukanlah tobat, baiat dan taubat harus ikrar dengan sepenuh hati. Jika hal itu sudah dipenuhi, maka sempurnanya janji-janji Tuhan akan dapat disaksikan oleh kalian. Orang-orang yang baiat yang pada hakikatnya adalah keinginannya yaitu agar mereka dapat menciptakan perubahan suci dalam diri mereka. Dan pemandangan seperti ini sekarang juga orang-orang yang baiat itu dapat menyaksikannya. Keadaan kerohanian mereka akan semakin meningkat. Banyak orang-orang yang telah baiat menceritakan keadaan diri mereka dalam surat-surat mereka, bahkan perubahan yang timbul dalam diri mereka, dapat dirasakan oleh orang lain juga yang menyaksikannya. Anak-anak dan isteri mereka juga merasa heran dahulu suami atau ayah mereka keadaannya begitu sekarang telah berubah menjadi begini baik. Sesungguhnya itulah yang disebut baiat sejati yang dapat membuat perubahan suci pada diri seseorang.

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

8


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

Selain itu beliau as memberi nasihat kepada orang-orang yang baru baiat itu, “Kapanpun jangan melakukan baiat dicampuri syarat untuk mendapatkan barang-barang duniawi, akan tetapi [baiat] untuk menciptakan keadaan lebih baik dalam setiap amal perbuatan kalian. Dan perhatikanlah nanti Allah Ta’ala tidak akan membiarkan tanpa memberi pembalasan dan ganjaran yang baik kepada kalian. Janganlah merasa gelisah setelah melakukan baiat apabila banyak kesulitan yang dihadapi, selangkah demi selangkah mukmin sejati pasti akan selalu menang dan unggul diatas musuh-musuhnya. Sebab Allah Ta’ala telah berjanji “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti akan menang.”5 Bersabda, “Senjata kita untuk meraih kemenangan adalah istighfar, taubat, pengenalan ilmu-ilmu pengetahuan agama, setiap saat memusatkan perhatian terhadap keagungan Allah Ta’ala dan menunaikan salat lima waktu.” Bersabda : “Salat adalah kunci bagi terkabulnya do’a-do’a. Apabila kalian menunaikan salat berdo’alah dengan khusyu dan jangan lengah, dan hindarkanlah diri dari setiap keburukan apakah yang berkaitan dengan hak-hak Allah Ta’ala ataupun berkaitan dengan hak-hak sesama manusia.”6 Oleh karena itu kita harus menaruh perhatian sepenuhnya terhadap nasihat-nasihat beliau as yang sangat penting itu. Nasihat-nasihat itu bukan hanya bagi para anggota baru baiat saja, melainkan bagi setiap orang Ahmadi, dan berapa lama seseorang sudah masuk Jemaat Ahmadiyah ia harus lebih maju dalam keimanan. Hendaknya mereka harus berusaha lebih giat dari pada pendatang baru masuk Jemaat dalam meningkatkan iman. Setelah itu apa yang harus dia lakukan, hendaknya ia harus memohon ampunan dari segala dosa dan 5 6

Malfu zaat jilid nomor 3, halaman 219 s/d 221 Malfu zaat jilid nomor 3, halaman 221-222

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

9


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

kesalahan dimasa lampau maupun dosa-dosa dimasa yang akan datang, memohon perlindungan kepada Allah swt, supaya jangan melakukan perbuatan dosa lagi. Apakah arti istighfar? [Istighfar] artinya penyesalan dari perbuatan salah yang dikerjakan pada masa lampau kemudian bertekad keras di masa yang akan datang untuk menyelamatkan diri dari padanya. Kemudian tetap berpegang teguh diatas tekad itu sambil memohon pertolongan dari Allah swt. Kemudian harus berusaha mengetahui ilmu pengetahuan agama, yang pertama dan paling utama adalah pengetahuan Kitab Suci Alquranul Karim, kemudian diikuti pada zaman sekarang ini dengan pengetahuan dari buku-buku Hadhrat Masih Mau’ud as, tulisantulisan beliau dan risalah-risalah beliau as yang berdasar kepada Alqur’an dan hadis-hadis Rasulullah saw, yang membuktikan keindahan dan keagungan ajaran-ajaran Islam kepada dunia dengan dalil-dalil dan bukti-bukti yang kongkrit. Tidak ada yang dapat menandinginya, sebab Islam adalah agama yang kamil dan paripurna. Jika keagungan Tuhan menjadi tumpuan dan perhatian kita, artinya jika kita beriman dan yakin dengan sesungguhnya bahwa Tuhanlah Pencipta setiap benda didunia ini dan Yang Menyempurnakan setiap keperluan makhluk-makhlukNya dan benda apapun yang ada diatas langit dan bumi, semua berada didalam pengetahuan-Nya secara kamil dan Dia Berkuasa atas segala sesuatu, Dialah Rab Kita Yang ditangan-Nya terletak hidup dan mati kita. Kita yakin Dia hadir disetiap tempat dan Dia menyaksikan kita setiap saat. Maka kita tidak dapat berbuat apapun yang bertentangan dengan kehendak dan keinginan-Nya. Dan apabila semua keagungan Allah Ta’ala ini sudah meresap dalam kalbu kita, maka fikiran untuk menunaikan kewajiban salat lima waktu setiap hari akan timbul dengan sendirinya didalam kalbu kita, dan dengan sendirinya pula kalbu kita akan selalu

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

10


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

runduk dihadapan Tuhan untuk memanjatkan do’a-do’a kepadaNya. Berkat eratnya hubungan dengan Allah Ta’ala itu akan timbul keyakinan didalam kalbu kita terhadap sempurnanya janji-janji Allah Ta’ala bahkan akan terus menerus tercipta kekuatan didalamnya. Dasar mengenai salat telah disabdakan bahwa ia adalah kunci kemaqbulan semua do’a-do’a. Salat adalah do’a yang dapat mendekatkan diri manusia kepada Tuhan dan dapat menghidupkan hubungan manusia dengan-Nya. Jadi, salat dikerjakan dengan tertib, dengan penuh perhatian serta tepat pada waktunya adalah satu ajaran Alquran juga dan Hadhrat Rasulullah saw juga telah menegaskannya demikian terhadap umat beliau saw. Demikian juga Hadhrat Masih Mau’ud as telah menegaskannya pula terhadap hal itu. Dan apabila manusia sudah mengamalkan semua hal itu, maka perhatiannya baik terhadap kewajiban memenuhi hak-hak Allah Ta’ala maupun terhadap kewajiban memenuhi hak-hak sesama manusia juga akan tetap tercurah. Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda, “Jika inqilaab (perubahan-perubahan revolusioner, mendasar) itu telah diciptakan dalam diri kalian, maka kalian akan mendapat bagian dalam kemenangan yang telah ditakdirkan dengan diutusnya Masih Mau’ud as yang kemenangannya berpasangan dengannya.” Tidak terdapat keraguan sedikitpun dalam hati kita tentang akan tercapainya kemenangan yang telah dijanjikan oleh Allah Ta’ala kepada Masih Mau’ud as. Akan tetapi sambil memberi nasihat kepada kita beliau as bersabda, “Itulah senjata-senjata bagi mencapai kemenangan kita, jika kalian berusaha menggunakannya tentu kalian akan memperoleh bagian dalam kemenangan itu. Jika tidak, kalian memang orang-orang Ahmadi dalam hal nama saja akan tetapi dalam amalan kalian bukan Ahmadi.” Jadi, setiap orang Ahmadi harus berusaha menjadi

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

11


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

para Ahmadi yang pandai beramal, yang siap sedia menjadi bagian dari kegiatan Hadhrat Masih Mau’ud as dalam memperjuangkan kemenangan Islam. Allah Ta’ala telah memberi kabar-kabar suka di berbagai tempat yang tidak dapat dihitung banyaknya kepada Hadhrat Masih Mau’ud as mengenai kemenangan itu. Dan setiap matahari terbit diatas Jemaat ini kita menyaksikan sempurnanya kabar-kabar gembira itu. Begitu kerasnya perlawanan secara kejam dan terus-menerus dilancarkan terhadap Jemaat Ahmadiyah, jika seandainya Jemaat Ahmadiyah ini hasil karya manusia, bukan didirikan atas perintah Tuhan, maka jangankan untuk maju beberapa langkah, satu saatpun Jemaat ini tidak mungkin dapat hidup. Akan tetapi ingat, Allah Ta’ala telah berjanji terhadap Jemaat ini, bagaimanapun kerasnya semua perlawanan, semua kesulitan mereka lancarkan, Jemaat ini akan terus maju diatas jalan kemenangan. Allah Ta’ala telah memberitahu beliau as tentang kemajuan-kemajuan itu melalui ilham-ilham-Nya seperti telah saya sebutkan tadi. Kita harus selalu ingat setiap waktu bahwa kabar-kabar suka Allah Ta’ala itu pasti benar. Dan telah ditaqdirkan Jemaat Hadhrat Masih Mau’ud as pasti menang. Akan tetapi apabila Allah Ta’ala memberi kabar-kabar suka tentang kemenangan, maka tanggung jawab orang-orang beriman-pun akan semakin meningkat. Ada beberapa tanggung jawab tertentu diatas pundak orang-orang beriman yang harus dilaksanakan. Allah Ta’ala berfirman ‘me teri tabligh ko zamin ke kinarung tak pahuncaungga’. Artinya “Aku akan sampaikan tabligh engkau sampai ke pelosok-pelosok dunia.” 7

7

Tadzkirah halaman 260 edisi keempat cetakan Rabwah

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

12


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

Sungguh! Tuhanlah yang sedang melaksanakan pekerjaan [tabligh] ini. Dan pada zaman ini Allah Ta’ala telah menjadikan MTA sarana yang besar [penting] untuk kegiatan [tabligh] itu yaitu Allah Ta’ala menyampaikan pesan ini ke berbagai penjuru dunia. Jadi, sekarang pesan (amanat) Hadhrat Masih Mau’ud as itu sampai ke seluruh pelosok dunia, MTA sedang memenuhi tugas itu (menyampaikan tabligh Jemaat ini). Akan tetapi jika kita memasang perangkat MTA lalu duduk malas, tidak mengerjakan apa pun, tidak menyusun suatu program, tidak ada rekaman berbagai macam kegiatan tabligh yang dibuat, atau kegiatankegiatan lainnya itu lalu kita tidak memanfaatkannya juga, berarti kita membuat diri kita mahrum (luput) dan tidak mendapat faedah dari pada sarana yang telah Tuhan sediakan itu. Jika kita tidak mengambil faedah dari literatur yang sangat luas yang telah disediakan oleh Hadhrat Masih Mau’ud as untuk disampaikan kepada orang lain atau disebarluaskan kepada masyarakat maka berarti kita tidak menunaikan kewajiban kita yang akibatnya kita akan menjadi orang berdosa. Walaupun demikian keadaan kita, pekerjaan Allah Ta’ala ini akan berjalan terus. Kita menjadi orang berdosa jika tidak memanfaatkan sarana yang telah disediakan oleh AllahTa’ala. Tidak pernah terjadi diatas dunia ini ada seorang nabi beserta jemaatnya meninggalkan semua pekerjaan setelah menerima banyak janji [kemenangan] dari Allah Ta’ala, kemudian duduk bermalas-malas. Siapakah yang lebih dicintai oleh Allah Ta’ala selain Nabi Muhammad saw? Akan tetapi ketika beliau saw diberi kabar oleh Allah Ta’ala tentang kemenangan diatas pemerintahan Kaisar dan Kisra8, maka para sahabat juga mau tak mau berusaha keras untuk itu dan banyak mengeluarkan pengorbanan juga untuk itu. Dahulu musuh-musuh Islam menganggap orang-orang Islam sangat lemah sekali dan berusaha 8

Kaisar adalah gelar raja Ro mawi sedangkan Kisra menjadi gelar raja Persia.

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

13


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

hendak menghancurkan mereka. Padahal, sekalipun dunia menganggap mereka tidak berarti apa-apa, namun para sahabat Rasulullah saw yang memiliki kedaulatan iman yang kuat dan tangguh, banyak bertaubat dan terus-menerus membaca istighfar, yang menunaikan kewajiban salat-salat dengan tekun dan sangat merendahkan diri, yang telah menanamkan keagungan Allah Ta’ala dalam kalbu-kalbu mereka, maka kebesaran dan keistimewaan duniawi dan kekuasaan serta kedaulatan raja-raja tidak mempunyai hakikat apapun di hadapan mereka. Untuk menyempurnakan janji-janji mereka kepada Allah Ta’ala demi menunaikan kewajiban, mereka telah menghancurkan Kaisar dan Kisra. Pemerintahannya telah mereka hancur-leburkan hingga porak-poranda. Mereka telah berhasil dengan gemilang menjalankan tugas setelah mereka berjuang dengan giat dan semangat disertai dedikasi dan pengorbanan yang ikhlas. Mereka yakin dan beriman bahwa Dia yang telah menciptakan kekuatan iman dalam kalbu mereka, “Sekalipun mereka itu atau raja-raja itu memiliki kekuatan, kebesaran dan kedaulatan duniawi, mereka memiliki jumlah rakyat cukup banyak, akan tetapi bendabenda itu semua tidak dapat menggentarkan hati kami, sebab Allah Ta’ala telah berjanji bahwa semua itu akan kami peroleh dari pada-Nya. Kami hanya harus berusaha [menjalankan tugas] dan pasti Allah Ta’ala menjadi penolong kami. Jika perjuangan ini telah berhasil melalui tangan kami tentu kami akan meraih keridhaan dari Allah Ta’ala. Jadi, keadaan semangat dan dedikasi serupa itulah yang harus dimiliki oleh Jemaat kita sekarang. Kita harus yakin sepenuhnya bahwa janji-janji Allah Ta’ala kepada Hadhrat Masih Mau’ud as pasti akan sempurna semuanya. Jika untuk menyempurnakan janji-janji itu kita ikut berjuang didalamnya, jika kita betul-betul paham terhadap pentingnya tanggungjawab kita, maka kita akan berhasil meraih keridhaan Allah Ta’ala. Setiap orang Ahmadi, setiap karyawan (pekerja,

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

14


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

pengkhidmat) dalam Jemaat harus paham terhadap kewajiban itu dan harus bekerja (berupaya) atas dasar hal itu. Saya ingin mengemukakan beberapa nubuatan Hadhrat Masih Mau’ud as dihadapan anda semua. Dalam karya tulis beliau as ‘Tadzkiratus Syahadatain’ Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda, “Hai manusia sekalian! Dengarlah kabar ghaib ini yang datang dari Tuhan Yang telah menciptakan langit dan bumi. Dia akan menyebarluaskan Jemaat ini ke seluruh negeri di dunia. Dia akan memberi kemenangan kepada mereka diatas setiap orang dengan dalil dan argumentasi. Hari yang ditunggu itu sudah tiba bahkan sudah sangat dekat sekali bahwa di dunia akan ada hanya satu madzhab (agama, Islam-redaksi) ini saja yang akan dikenang dengan penuh hormat. Tuhan akan menurunkan keberkatankeberkatan-Nya diatas agama dan silsilah (Jemaat) ini diluar kebiasaan [sangat luar biasa sehingga orang-orang tidak menyangka sebesar itu]. Terhadap setiap orang yang memikirkan (berencana dan berupaya) untuk menghapuskannya akan digagalkan. Dan kemenangan ini akan tetap berlangsung selamanya sampai Hari Kiamat.”9 Itulah keyakinan yang pasti yang telah beliau umumkan. Dan beliau as tetap teguh diatas keyakinan itu, sebab Allah Ta’ala telah menegaskan bahwa Dia akan lakukan itu semua, tidak ada keraguan sedikitpun pasti kemenangan Islam akan diperoleh hanya melalui Jemaat Ahmadiyah. Dan pasti akan terjadi, insya Allah!! Dan kita saksikan bagaimana Allah Ta’ala telah menyempurnakan kabar ghaib (nubuatan) itu dan Dia sedang terus-menerus menyempurnakannya. 9

Tadzkiratusy Syahadatain, Ruhani Khazain jilid 20 halaman 66

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

15


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

Kutipan tersebut ditulis tahun 1903. Telah disebutkan bahwa pada tahun itu Jemaat Ahmadiyah mulai dikenal di luar negara Hindustan (India) namun tidak dikatakan bahwa Jemaat sedang berkembang di luar negara Hindustan. Akan tetapi sekarang, dengan karunia Allah Ta’ala, perwakilan Jemaat telah berdiri di 198 negara dan kurang-lebih di setiap negara di dunia dengan cara bagaimanapun Jemaat telah diperkenalkan. Jadi, Tuhan dengan perantaraan Ahmadiyyat telah menyampaikan atau sedang giat menyampaikan amanat Islam di seluruh dunia, Dia-lah juga yang akan menyempurnakan kabar ghaib yang lainnya. Dimana timbul perlawanan terhadap Ahmadiyah di sana adanya perlawanan itu sendiri menjadi sarana bagi penyampaian amanat Ahmadiyah. Dan disebabkan gejolak perlawanan itu orang-orang yang berjiwa bersih menaruh perhatian terhadap Ahmadiyah. Apa yang nampak jelas ialah penentangan tersebut dilakukan supaya orang-orang menjauh dari Ahmadiyah akan tetapi orang-orang yang berfitrat lurus dan berhati bersih semakin dalam menaruh perhatian terhadap Ahmadiyah. Dan dimana pun amanat Ahmadiyah disampaikan untuk menciptakan kecintaan dan kedamaian, perhatian dunia sedang tertarik terhadapnya [Jemaat Ahmadiyah]. Melihat cara kita berlaku sambil merendahkan diri dan khidmat khalq yang kita berikan dengan sangat sederhana, sangat menarik perhatian manusia kearah Jemaat. Allah Ta’ala membuat banyak manusia melalui ru’ya dan kasyaf telah menerima Ahmadiyah dan dunia mengenal Hadhrat Masih Mau’ud as. Dalil-dalil yang dimiliki oleh Jemaat yang langsung diterima dari Allah Ta’ala telah diajarkan oleh Hadhrat Masih Mau’ud as kepada kita, kemudian dalil-dalil dan argumentasi itu diperdengarkan dan ditayangkan melalui MTA sangat menarik perhatian banyak sekali manusia di dunia. Dusymaani (musuh-musuh) Ahmadiyah berusaha keras menghalangi manusia agar tidak menyaksikan siaran Muslim

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

16


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

Televisi Ahmadiyah (MTA). Tanpa kecuali di setiap negara Muslim, para kiyai dan mereka yang menamakan diri ulama berkata kepada orang-orang awam, ”Jangan menyaksikan siaran MTA karena akan merusak iman dan akan mempengaruhi kalian menjadi kufr dan dajjal.” (na’uzubillah !) Akan tetapi orang-orang yang telah terbuka hati mereka dengan kebenaran dan telah paham dengan amanat yang disampaikan kepada mereka berkata, ”Kalau hal ini (apa-apa yang disampaikan oleh Ahmadiyah itu) salah, jawablah juga dengan dalil! Hal dahsyat yang membuat kalian melarang menyaksikan MTA tiada lain maksudnya bahwa kalian sendiri tidak memiliki dalil [untuk menjawab semua pertanyaan] padahal ajaran Islam ialah sedemikian rupa tidak mengizinkan bercakap sesuatu tanpa akal dan dalil.” Itulah bukti keistimewaan sempurnanya janji-janji Allah Ta’ala kepada Hadhrat Masih Mau’ud as satu demi satu (selangkah demi selangkah) dengan perantaraan ghulam shadiq (pelayan sejati) Hadhrat Nabi saw, Allah Ta’ala membuat dunia datang ke bawah telapak kaki Hadhrat Nabi saw dan sedang terus-menerus menegakkan mereka atas dasar ketauhidan. Jadi setiap orang Ahmadi berkewajiban untuk memahami tanggung jawab mereka. Tidak [berkata] seperti ini, ”Janji Allah Ta’ala pasti akan sempurna sendiri. Apa perlunya kita [berupaya]?” Semakin besar kedudukan janji-janji dan semakin besar kabarkabar suka itu, maka semakin besar pula tanggung jawab kita untuk mengambil bagian didalamnya. Kita harus mengambil bagian dengan sungguh-sungguh dalam menunaikan hak-hak Allah (huququllah). Dan dalam menunaikan hak-hak sesama manusia (huququl ’ibaad) kita harus menjauhkan diri dari semua dorongan hawa nafsu. Harus mengambil bagian dalam menunaikan da’wat ilallah sebanyak mungkin dengan menggunakan semua kekuatan, semua ilmu pengetahuan dan

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

17


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

dengan segala kemampuan usaha kita. Barulah kita akan memperoleh banyak faedah dari gerakan agung dengan keberkatkeberkatan-Nya yang agung itu. Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda bahwa beliau telah menerima ilham dari Allah Ta’ala sebagai kabar suka dengan firman-Nya, ’laa taiasu min khazaini rahmati rabbi inna aatainaakal kautsar’ Terjemahannya, ”Janganlah engkau berputus asa dari khazanah rahmat Rabb-ku, akan Kami anugerahkan kepada engkau kebaikan yang melimpah.”1 0 9F

Maka, kegelisahan Hadhrat Masih Mau’ud as atas keadaan orang-orang Muslim atau atas keadaan Islam telah dijauhkan oleh Allah Ta’ala kemudian Dia memberi ketenteraman dengan firman-Nya ”Janganlah engkau berputus asa dari khazanah rahmat Allah. Kami anugerahkan kepada engkau kebaikan yang melimpah. Telah ditaqdirkan bagi engkau. Kebaikan melimpah-ruah yang telah diperoleh Hadhrat Rasulullah saw telah diterima pula oleh kaum akhirin dengan perantaraan engkau dan akan terus-menerus diterima. Sumber mata air kebaikan Hadhrat Rasulullah saw sekarang telah mengalir dengan perantaraan engkau. Maka, bergembiralah engkau dan berlompatlah dengan gembira bahwa pintu khazanah rahmat Allah Ta’ala telah terbuka kembali dengan semarak baru. Dari pintu-pintu mana akan masuk untuk menerima khazanah ia akan menjadi kaya-raya dengan rahmat itu.” Pada zaman sekarang terdapat kegelisahan dikalangan orang-orang Muslim dan mereka merasakan perlunya suatu 10

Tadzkirah halaman 440, edisi keempat, cetakan Rab wah

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

18


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

pertolongan bagi agama, namun mereka tidak menemukan suatu bimbingan dan tidak pula nampak adanya jalan bagi mereka, kemudian mereka berputus asa. Rasa putus asa ini semakin meningkatkan kegelisahan mereka sehingga membuat mereka salah langkah dalam memecahkan problem yang dihadapi. Hendaknya kita harus menyampaikan amanat kepada mereka bahwa Allah Ta’ala telah menganugerahkan sumber mata air kebaikan yang melimpah kepada hamba pilihan-Nya pada zaman ini, yaitu pencinta hakiki Rasulullah saw, yang disebabkan oleh kecintaan dan dedikasi tersebut beliau dianugerahi kedudukan nabi ummati oleh Allah Ta’ala. Dengan perantaraan beliau as ini sumber mata air kebaikan itu mengalir kembali. Maka jika ingin menghapuskan perasaan putus asa, datanglah bergabung dengan Jemaat Al-Masih dan Al-Mahdi agar perasaan putus asa itu hilang lenyap. Sebab beliaulah orang yang disokong dan didukung oleh Allah Ta’ala yang sedang kalian tunggu kedatangannya. Renungkan dan perhatikanlah semua kekuatan telah bersatupadu untuk menekan dan menghancurkan semua usaha dan kegiatan Hadhrat Masih Mau’ud as sejak lebih dari seratus tahun yang lampau mereka telah bersatu-padu melancarkan perlawanan itu. Apakah berhasil dalam usaha mereka itu? Apakah mereka berhasil meredam suara Jemaat beliau ini? Saya sudah berulang kali mengatakan bahwa suara Jemaat ini berkumandang dan berkembang terus sampai ke setiap pelosok dunia. Bahkan suara itu terus-menerus berkumandang dan bergema dengan sangat hebat dan dahsyat di atas dunia ini. Dan insya Allah suara itu tidak akan berhenti bahkan terus menerus mengumandang dan menggema diatas dunia. Hadhrat Masih Mau’ud as telah melukiskan dahsyatnya gempa-gempa bumi berkaitan dengan tanda [bukti kebenaran] beliau as seperti berikut ini:

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

19


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

”Ingatlah setelah terjadi tanda-tanda ini, tidak akan berhenti, bahkan setelah terjadi satu tanda, akan terus-menerus disusul dengan kejadian-kejadian tanda yang lainnya sehingga mata manusia akan terbelalak keheran-heranan, apa yang akan terjadi? Setiap hari terasa susah, pahit dan semakin buruk keadaannya. Allah Ta’ala berfirman, ”Akan Aku perlihatkan keadaan yang sangat mengerikan dan tidak akan berhenti selama manusia tidak memperbaiki hati mereka.”1 1 Sekarang kita sedang menyaksikan setiap negara di dunia sedang ditimpa oleh berbagai macam musibah berupa bencana alam. Jika dunia menganggap semua musibah ini hanya sebagai bencana alam semata yang terjadi setelah beberapa periode menurut pendapat para pakar sains atau para ahli dunia lainnya lagi, kemudian mereka tidak menaruh perhatian kepadanya, maka ingatlah bahwa semua bencana dan gempa-gempa bumi yang terjadi ini sangat erat hubungannya dengan zaman Hadhrat Masih Mau’ud as. Musibahmusibah ini akan datang terus menimpa dunia. Maka, untuk mencerahkan [penduduk] dunia adalah tugas setiap orang Ahmadi. Sebagaimana mereka (penduduk dunia) diingatkan untuk memperbaiki diri dan menguatkan keimanan mereka; begitu pula [para Ahmadi] harus berupaya untuk menyampaikan amanat ini kepada mereka. Berusahalah mengajak dunia untuk dekat kepada Tuhan. Alangkah amat pentingnya tugas yang diserahkan kepada kita ini dan besarnya tanggungjawab yang dibebankan kepada kita. Di setiap tempat Jemaat ini telah diperkenalkan dengan simpatik dan dengan kasih sayang. Dan pesan yang kita sampaikan itu adalah, suara kecintaan hati nurani kita dan kasih-sayang serta kedamaian. Kita dituntut untuk berusaha menyelamatkan kemanusiaan dari kehancuran. Kita 11

Majmu’ah Isytihaarat jilid no mor 2 ’An-Nidaau min Wahyis Samaa-i’ halaman 638 cetakan Rabwah

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

20


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

mengajak manusia untuk mengenal Tuhan yang untuk itu manusia diciptakan agar mereka terhindar dan selamat dari semua bencana dan musibah itu. Dan mengingatkan manusia kepada maksud dan tujuan mereka telah diciptakan oleh Allah Ta’ala ke dunia. Allah Ta’ala menurunkan bencana-bencana dari waktu ke waktu agar manusia ingat apa maksud dan tujuan mereka telah diciptakan kedunia. Jika manusia tidak juga mau sadar maka musibah akan terus-menerus turun ke dunia, sebagaimana telah dijelaskan oleh Hadhrat Masih Mau’ud as. Sekarang hanya kita-lah pekerjaan atau tugas mengingatkan (mencerahkan) penduduk dunia. Ini adalah tugas dan kewajiban Jemaat Ahmadiyah. Selainnya, tidak ada lagi. Sebab Hadhrat Masih Mau’ud as yang dengan menghambakan diri kepada Hadhrat Rasulullah saw, Allah Ta’ala telah menganugerahkan maqam (kedudukan) itu, kedudukan kedekatan dan kecintaan istimewa Allah Ta’ala. Bahkan, dalam sebuah ilham Allah Ta’ala telah menganugrahkan kedudukan Hadhrat Masih Mau’ud as sebagai putra Hadhrat Rasulullah saw sebagaimana firman-Nya kepada beliau as, Inni ma’aka ya ibna rasulillah! ”Aku bersama engkau hai putra Rasulullah!”12 1F

Jadi beliau as adalah putra rohani Hadhrat Rasulullah saw yang akan menyempurnakan misi beliau saw. Dan itu pula tanggungjawab orang-orang yang mengimani beliau as bahwa bila [seseorang ahmadi] menginginkan Allah Ta’ala selalu menjadi pendampingnya, jika ingin menjadi pewaris nikmat-nikmat Allah Ta’ala maka laksanakanlah kewajiban tabligh lebih giat dari sebelumnya. Semakin gencar dan semakin dahsyat bencanabencana telah melanda dunia semakin keras pula diperlukan usaha untuk mengingatkan dunia. Dan terutama terhadap orang12

Malfu zhat jilid no mor 4 halaman 569

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

21


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

orang Muslim sangat perlu diberi pengertian dan peringatan. Sebab terdapat ilham lainnya yang berkaitan dengan ilham tersebut yaitu : Himpunlah semua orang Muslim yang tinggal di seluruh permukaan bumi ini (’alaa diinin waahid, 1 3 kepada agama yang tunggal). 12F

Sekalipun perintah dan ilham ini turun secara langsung kepada Hadhrat Masih Mau’ud as dan tentu merupakan pekerjaan Hadhrat Masih Mau’ud as dan telah-pun beliau melaksanakannya. Namun hal itu adalah pekerjaan orang-orang yang mengimani beliau as juga, yakni pekerjaan kita semua untuk menyebarluaskan amanat itu. Sekalipun telah dilancarkan banyak sekali kekerasan dan larangan-larangan di beberapa negara Muslim, hingga kita tidak dapat bertabligh secara bebas dan terbuka disana dan orang-orang yang menamakan diri mereka ulama berusaha keras menghalangi orang-orang yang ingin mendengar amanat yang disampaikan oleh orang-orang Ahmadi kepada mereka, akan tetapi jika sebuah sarana kegiatan telah ditutup atau dilarang maka dapat diusahakan sarana lain sebagai gantinya untuk menjalankan kegiatan itu. Jika di satu daerah atau di satu negeri ditutup atau dilarang kegiatan Jemaat Ahmadiyah maka di daerah atau di negeri lain masih dapat dilaksanakan. Jika di negara-negara tertentu tabligh Ahmadiyah secara langsung tidak diizinkan maka Allah Ta’ala telah menyediakan MTA sebagai sarana tabligh yang lebih luas lagi. Dan dengan karunia Allah Ta’ala melalui MTA ini sekalipun banyak sekali hambatanhambatan, tabligh sedang giat dilaksanakan dan amanat Jemaat dapat disampaikan kepada masyarakat luas dan dengan karunia Allah Ta’ala setelah menyaksikan siaran-siaran MTA itu ramai orang-orang baiat masuk kedalam Jemaat Ahmadiyah. Ada juga 13

Malfu zhat jilid no mor 4 halaman 569

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

22


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

negara-negara dimana undang-undang tidak melarang kegiatan Ahmadiyah, namun banyak para ulama yang melancarkan perlawanan terhadap Ahmadiyah. Dan justru dari antara mereka itulah banyak yang berfitrat baik dan berhati lurus ikut menghadiri pertemuan-pertemuan kita, menyaksikan programprogram Jemaat sehingga banyak yang menaruh simpati terhadap Jemaat. Ada negeri-negeri yang tidak ada peraturan larangan [terhada Ahmadiyah] dan sebagian orang menaruh perhatian [terhadap Ahmadiyah] khususnya di negara-negara Afrika hendaknya upaya-upaya kita lebih segar [tidak loyo atau lemah] dibanding sebelumnya. Ini adalah tugas nizam Jemaat di setiap tempat. Di sebagian negara-negara di Afrika sekarang ada imam-imam (pemuka agama Islam) beserta para pengikut mereka yang baiat masuk Jemaat Ahmadiyah. Itulah nushrat (pertolongan) Allah Ta’ala. Hanya Allah Ta’ala-lah yang dapat merubah sikap hati manusia. Usaha kita tidak berarti apa-apa dalam hal itu. Dalam penjelasan beliau as mengenai ilham tersebut diatas, Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda, ”Perihal ini yakni tentang [ilham] ’Himpunlah semua orang Muslim yang tinggal diseluruh permukaan bumi ini kepada agama yang tunggal’ merupakan semacam perintah yang sangat istimewa. Hukum-hukum dan perintah-perintah (ahkaam aur amr) mempunyai dua bagian. Satu yang bercorak syar’i misalnya: kerjakanlah salat, bayarlah zakat, jangan menumpahkan darah (membunuh) orang lain dan sebagainya. Dalam perintah-perintah bercorak ini mengandung sebuah nubuatan juga, yang diantaranya manusia akan mengerjakan yang berlawanan dengan perintah tersebut.” Kendatipun perintah yang seperti itu ada namun perintah tersebut tersembunyi (tersirat) suatu kabar masa yang akan datang akan adanya orangorang yang tidak melaksanakan perintah tersebut yang karenanya diberi perintah, ”Kerjakanlah! Berilah perhatian terhadap

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

23


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

perintah tersebut!” Beliau as bersabda, ”Sebagaimana telah dikatakan kepada orang-orang Yahudi, jangan merubah ayat-ayat Taurat. Seharusnya sudah dikatakan bahwa banyak orang yang akan melakukan-nya demikian. Sekarang ternyata telah mereka lakukan. Pendeknya perintah itu adalah perintah syar’i atau syari’at secara istilah.” Beliau as bersabda, ”Corak perintah yang kedua adalah kouni yang merupakan hukum dan perintah yang bercorak qadha dan qadar seperti ’ya naaru kuunii bardan wa salaaman ’alaa ibraahiim’ terjemahannya, ”Kami berfirman, ’Hai api, dinginlah engkau dan jadilah keselamatan atas Ibrahim as!’” (Surah Al-Anbiyaa, 21: 70) Dan api itu secara total telah menjadi dingin. Dan perintah yang tercantum dalam ilham saya ini nampaknya ilham serupa dengan itu bahwa Allah Ta’ala menghendaki orang-orang Muslim diseluruh permukaan bumi akan berhimpun kepada agama yang tunggal dan ia akan terjadi. Namun hal itu bukanlah berarti bahwa tidak akan terjadi suatu perlawanan dan pertentangan. Perlawanan pasti akan terjadi, namun hal itu tidak patut diperhatikan dan tidak patut diceritakan.”1 4 13F

Maka penjelasan ilham yang telah diberikan oleh Hadhrat Masih Mau’ud as merupakan kabar suka bagi kita bahwa perintah Allah Ta’ala ini sifatnya ”kouni” yakni sehubungan dengan itu jika Allah Ta’ala berfirman ”kun” yakni ”jadilah” maka pasti akan terjadi. Yakni bagi suatu perkara yang Allah Ta’ala hendak buat hanya berfirman ”kun” maka jadilah ia. Firman Allah Ta’ala ”kun” tidak berarti semua perkara tiba-tiba (serta-merta) terjadi, bersamaan dengan disampaikannya [ilham] itu telah terjadi awal 14

Malfu zhat nomor 4 halaman 569-570

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

24


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

[proses terjadinya]. Sesungguhnya sempurnanya ilham itu akan terikat kepada qanun qudrat atau hukum alam yang memerlukan jangka waktu tertentu. Atau berapa lama waktu yang dikehendaki untuk itu, sesuai dengan hikmat Allah Ta’ala itu akan terjadi. Dan dampaknya pasti akan muncul (nampak) sesuai dengan yang dikehendaki. Seperti Allah Ta’ala dengan firman-Nya ”kun” ketika asas kelahiran seorang anak dimulai, maka setiap hewan atau-pun manusia berapa lama waktu yang diperlukan untuk proses kelahirannya menurut qanun qudrat atau hukum alam, maka sesuai dengan itu akan berlaku. Bukan berarti dengan firman-Nya ”kun” dalam tempo satu, dua hari atau dalam waktu beberapa menit saja seorang anak lahir. Berapapun lamanya proses itu diperlukan, terjadinya melalui perintah Allah Ta’ala ”kun” juga. Jadi, dalam perkara ini hendaknya tidak ada yang disalahpahami. Taqdir Allah Ta’ala telah memutuskan bahwa semua orang-orang Muslim akan berhimpun dibawah naungan satu mazhab dan prosesnya sejak lama sudah dimulai, lambatlaun orang-orang Muslim dan dari setiap golongan Muslim orangorang sedang ramai masuk kedalam Jemaat Masih Mau’ud as (Jemaat Ahmadiyah). Oleh sebab itu kita tidak perlu gelisah bahwa di beberapa negara Muslim orang-orang Ahmadi diperlakukan sebagai penduduk kelas tiga lalu bagaimana [mungkin] orang-orang Muslim akan menggabungkan diri dengan kita? Atau berapa banyak kiranya orang-orang Muslim di negara-negara itu akan menggabungkan diri dengan kita? Sebagaimana Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda, ”Inilah taqdir Allah Ta’ala, seperti itu pula dan insya Allah pasti akan terjadi.” Biarlah sekarang orang-orang Ahmadi sedang dianiaya dan penganiayaan itu dilakukan oleh orang-orang Muslim. Akan tetapi, insya Allah Ta’ala, dari antara orang-orang itulah air mata kecintaan akan mulai menetes dan keadaan itu akan kita saksikan. Maka, orang-orang yang bertabiat lemah hendaknya

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

25


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

tetap yakin dan tetap menegakkan keimanan dan mereka yang terlibat dalam keduniawian atau yang demikian terjerumus dalam kecintaan duniawi harus ingat bahwa taqdir Allah Ta’ala akan menang. Oleh sebab itu tidak ada alasan bagi kita dimanapun dan bagaimanapun keadaannya untuk menunjukkan sikap mudaahanah 15, memperlihatkan kelemahan atau menampakkan rasa malu [karena keahmadiyahan kita] atau merasa gelisah disebabkan oleh penentangan dari pihak anti Ahmadiyah sehingga [berpikir], ”Bila kita menyatakan keimanan kita lalu siapa lagi yang akan berlaku baik terhadap kita?” Kesulitankesulitan pasti ada, dan orang-orang mu’min sejati menganggap kesulitan-kesulitan itu ibarat tusukan sebuah jarum atau lebih kecil dari itu, tidak menganggapnya penting atau besar. Kita tidak mungkin meninggalkan pekerjaan kita karena rasa takut pada kesulitan-kesulitan itu. Kita tidak dapat menyembunyikan iman. Sebagian besar orang-orang Ahmadi Pakistan bahkan 99.99% dari Ahmadi Pakistan sedang menghadapi taufan perlawanan 15

Mudahanah akar kata dari kalimat "Al-Dihanu" yang berarti "Lemah" atau lesu. Sedangkan Mudahanah dalam istilah adalah : “Al futuuru waddha'fu fii amriddiini ma'al qudrati 'alat taghyiiri." Artinya: "Lemah atau lesu (tidak ada gairah) dalam (menegakkan) perintah agama, padahal ia mampu untuk melaksanakannya." Orang yang mengamalkan sikap mudahanah disebut mudahin, yaitu orang yang menyembunyikan daulah imannya, karena takut atau malu jika [diketahui] konsekwen terhadap ajaran agamanya. Atas dasar pertimbangan keuntungan/kenyamanan pribadi, ia malu b ila orang mengetahui keimanannya. Seolah-olah itu sebuah aib atau keburukan yang orang tak perlu tahu. Akibatnya, ia selalu mengiyakan pendapat kawan bicara yang walaupun bertentangan dengan keyakinannya. Baik mudahanah (menyembunyikan keimanan karena kelemahan dan berniat keuntungan duniawi) maupun riyaa’ (sengaja membuat orang tahu agar dia sesuai dengan ajaran agamanya (beragama dengan niat pamer) tapi dengan niat keuntungan pribadi ) mengarah kepada kemunafikan.

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

26


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

yang sangat keras dan dahsyat sekali, walaupun demikian mereka sedang menghadapinya dengan semangat dan gagah berani. Para Ahmadi Pakistan dan para Ahmadi Indonesia, dan para Ahmadi di berbagai negara lainnya juga dimanapun taufan perlawanan sedang dikobarkan, berkat pengorbanan para Ahmadi disanalah telah terbuka kawasan-kawasan baru bagi kegiatan tabligh. Dan insya Allah Ta’ala pada satu hari nanti dunia Muslim dan dunia non Muslim juga berkat menjalin hubungan dengan Hadhrat Masih Mau’ud as akan mempersembahkan pemandangan sebagai Ummatan Wahidah (umat yang satu). Itulah janji Allah Ta’ala. Hadhrat Masih Mau’ud as dalam satu tempat bersabda, ”Allah Ta’ala telah berulang kali memberi kabar kepadaku bahwa Dia akan memberi kebesaran kepadaku dan kecintaan manusia kepadaku akan Dia tanamkan dalam kalbu-kalbu mereka. Dia akan menyebarluaskan Jemaatku ke seluruh pelosok dunia dan Dia akan memenangkan Jemaatku diatas golongan-golongan lain. Dan para anggota Jemaatku akan memperoleh ilmu pengetahuan dan makrifat demikian sempurna sehingga dengan nur kebenaran mereka dan dengan dalil-dalil dan dengan tanda-tanda nyata, mereka akan menutup mulut semua lawan.”1 6 Itulah kabar suka yang sangat dahsyat yang pada dasarnya hal itu berkaitan dengan kemenangan Islam diatas semua agama di dunia. Maka tugas kita adalah berusaha terus-menerus memperkuat iman kita, meningkatkan ketertiban beribadah, meningkatkan hubungan dengan Allah Ta’ala demi kebangkitan Islam kedua kali yang akan diperoleh dengan perantaraan Hadhrat Masih Mau’ud as yang sekarang sedang berlangsung. Kita harus membantu dan mendukung segala usaha beliau as agar 16

Tajalliyaati Ilahiyyah, Ruhani Khazain jilid no mor 20 halaman 409

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

27


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

kita dan anak keturunan kita menjadi para pewaris rahmat dan karunia Allah Ta’ala. Untuk itu semoga Allah Ta’ala memberi taufiq kepada kita semua. [Aamiin] Setelah salat Jum’at ini saya akan memimpin salat jenazah ghaib untuk beberapa orang. Tuan yang terhormat Sahibzadah Rasyid Latif Rasyidi, warga negara Amerika Serikat yang wafat pada tanggal 27 April 2011 di Los Angeles. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Beliau adalah cucu Hadhrat Sahibzadah Abdul Latief Sahib Shahid radhiyallahu ’anhu dan putra Sahibzadah Muhammad Thayyib Latif. Beliau menuntut ilmu [sekolah dasar dan menengah] di Bano [Pakistan] lalu melanjutkan ke Ta’limul Islam College di Lahore. Setelah itu, beliau pergi ke Afghanistan dan tinggal di sana selama beberapa waktu. Para anggota Jemaat biasa melaksanakan salat di rumah beliau. Beliau mempunyai hubungan yang sangat ikhlas dengan Jemaat. Beliau pindah ke USA (Amerika Serikat) pada tahun 1965 untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi lagi. Di Amerika Serikat, beliau tinggal di Seattle. Di kota ini, beliau pernah menjadi ketua Jemaatnya. Beliau lalu pindah ke Kalifornia. Beliau biasa menyampaikan ceramah dalam Jalsah Salanah Jemaat [Amerika]. Pada tahun 2005, beliau menghadiri Jalsah Salanah di Qadian dan mendapat kesempatan menyampaikan ceramah. Atas sabda [perintah] Hadhrat Khalifatul Masih IV rahimahullah , beliau menterjemahkan buku ’Tazkiratusy Syahadatain’ kedalam bahasa ’Darri’, bahasa suku bangsa Afghan di Afghanistan. Beliau meninggalkan seorang istri, seorang anak perempuan dan dua orang anak laki-laki. Semoga Allah Ta’ala meninggikan derajat-derajat beliau. Jenazah kedua adalah yang terhormat Mubarak Mahmood Sahib, seorang Murabbi (Muballigh) silsilah [Jemaat], meninggal

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

28


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

pada tanggal 4 Mei 2011 dalam umur 42 tahun setelah mengalami sakit cukup lama karena cancer. Beliau lulusan Jamiah [Ahmadiyah Rabwah] pada tahun 1989. Selama 9 tahun bertugas di beberapa kota di Pakistan sebagai murabbi. Pada tahun 1998 beliau pergi ke Tanzania. Beliau berkhidmat di sana selama 8 tahun. Beliau menderita sakit kanker di Tanzania. Dari sana beliau lalu kembali ke Pakistan. Dalam masa penyembuhan [pengobatan] beliau berkhidmat di bagian ’Swahili Desk’ [Swahili adalah salah satu bahasa penting di Afrika] dalam naungan Wakalat Tashnif [penerjemahan, penulisan dan pemeriksaan naskah-naskah yang akan diterbitkan/dicetak]. Beliau tetap giat bekerja dengan penuh pengabdian walaupun dalam keadaan sakit. Dengan penuh kesabaran, beliau menahan penderitaan karena sakitnya yang berat. Tidak pernah keluar ucapan yang menandakan ketidaksyukuran atau ketidaksabaran dari diri beliau. Beliau sering tertawa penuh ceria. Beliau senantiasa membicarakan perihal bersegera membayar candah dengan setiap orang [Jemaat]. Beliau seorang mushi. Beliau mempunyai selain seorang istri, tiga orang anak laki-laki juga kedua orang tua dan empat orang saudara laki-laki [yang masih hidup]. Beliau adalah putra dari tuan Saif Ali Syahid, Amir Jemaat Meerpur Khash [Pakistan]; beliau juga keponakan dari tuan Haidar Ali Zafar, mubalig incharge (Raisut Tablig) Jemaat Jerman. Jenazah yang ketiga ialah yang terhormat tuan Muzaffar Ahmad putra yang terhormat tuan Mia Munawwar Ahmad dari Sayyidwala, Sheikhupura. Tuan Muzaffar Ahmad beserta keluarganya; Farzana Jabeen Sahibah, Amatun Noor, Waleed Ahmad dan Tassawer Ahmad, semuanya meninggal dalam musibah kecelakaan sepeda motor di jalan raya dari Faisalabad ke Cheniot. Semoga Allah Ta’ala menyayangi mereka. Ketiga anaknya berumur 6, 4, dan 2 tahun. Innalillahi wa inna ilaihi

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

29


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

raji’un. Beliau mempunyai ikatan keluarga dengan sahabat Hadhrat Masih Mau’ud as [yang bernama] Hadhrat Mia Syu’ban Ahmad. Beliau datang ke Qadian menerima Ahmadiyah setelah melihat mimpi. Tuan Muzaffar adalah seorang Qaid Khuddamul Ahmadiyah. Beliau juga mendapat taufik berkhidmat kepada Jemaat sebagai Ketua Kelompok dan Sekretaris [Pembinaan] Mubayyi’in Baru. Sebelum wafat beliau adalah sekretaris Tahrik Jadid, Sekretaris Ishlah wa Irsyad dan Nazim Athfal. Orang yang sangat bersih, menyukai kejujuran dan manusia yang mukhlis. Ketika mesjid di Sayyid Wala (nama tempat-penterjemah) didirikan maka beliau dengan teamnya bekerja dengan terampil karena banyak sekali peraturan-peraturan [pembatasanpembatasan dari] pemerintah yang harus ditaati dan harus menyikapinya dengan hati-hati. Mesjid itu beberapa waktu kemudian pada tahun 2001 disyahidkan [dirusak]. Beliau beberapa waktu lamanya tinggal ditahan di penjara di jalan Allah. Beliau seorang musi. Dalam keluarganya (Muzaffar) ada dua orang saudara perempuan dan empat orang saudara laki-laki. Dengan demikian dalam keluarga istrinya yang merupakan putri dari tuan Syaikh Fazl Karim (Lahore), enam orang saudara perempuan dan empat orang saudara laki-laki. Semoga Allah Ta’ala memberikan derajat yang tinggi kepada mereka semua; memperlakukan dengan penuh maghfirat (pengampunan). [Aamiin] Alihbahasa oleh Mln. Hasan Basri dari Audio Urdu

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

30


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan Khotbah ke- II

-

-

AlhamduliLlâhi nahmaduHû wa nasta’înuHû wa nastaghfiruHû wa nu-minu biHî wa natawakkalu ‘alayHi wa na’ûdzubiLlâhi min syurûri anfusinâ wa min sayyi-âti a-’mâlinâ may-yahdihil-Lâhu fa lâ mudhilla lahû, wa may-Yudhlilhû fa lâ hâdiya lah – wa nasyhadu al-lâ ilâha illal-Lôhohu wa nasyhadu annâ muhammadan ‘abduhû wa rosûluHû – ‘ibâdal-Lôh! RohimakumulLôh! Innal-Lôha ya-muru bil‘adli wal-ihsâni wa iytâ-i dzil-qurbâ wa yanhâ ‘anil-fahsyâ-i wal-munkari wal-baghyi ya’idzukum la’allakum tadzakkarûn – udzkurul-Lôha yadzkurkum wad’ûHu Yastajiblakum wa ladzikrul-Lôhi akbar.

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

31


K hotbah Jumat 13 Mei 2011

Status Kenabian Hadhrat Masih Mau’ud dan Kemenangan yang Dijanjikan

“Segala puji bagi Allah Ta’ala. Kami memuji-Nya dan meminta pertolongan pada-Nya dan kami memohon ampun kepada-Nya dan kami beriman kepada-Nya dan kami bertawakal kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah Ta’ala dari kejahatan-kejahatan nafsu-nafsu kami dan dari amalan kami yang jahat. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah Ta’ala, tak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang dinyatakan sesat oleh-Nya, maka tidak ada yang dapat memberikan petunjuk kepadanya. Dan kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Ta’ala dan kami bersaksi bahwa Muhammadsaw. itu adalah hamba dan utusan-Nya. Wahai hamba-hamba Allah Ta’ala! Semoga Allah Ta’ala mengasihi kalian. Sesungguhnya Allah Ta’ala menyuruh supaya kalian berlaku adil dan ihsan (berbuat baik kepada manusia) dan îtâ-i dzil qurbâ (memenuhi hak kerabat dekat). Dan Dia melarang kalian berbuat fahsyâ (kejahatan yang berhubungan dengan dirimu) dan munkar (kejahatan yang berhubungan dengan masyarakat) dan dari baghyi (pemberontakan terhadap pemerintah). Dia memberi nasehat supaya kalian mengingat-Nya. Ingatlah Allah Ta’ala, maka Dia akan mengingat kalian. Berdo’alah kepada-Nya, maka Dia akan mengabulkan do’a kalian dan mengingat Allah Ta’ala (dzikir) itu lebih besar (pahalanya).”

K hotbah J umat, Vol. V, Nomor 13, Tanggal 29 Wafa/Juli 2011

32

mei-13-2011  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you