M A S T E R P L A N
2 0 2 3 - 2 0 2 8
D E S A
SEKILAS PROFIL
“Desa Banuroja adalah desa berkembang berorientasi pertanian yang dikenal karena keragamannya dan telah menjadi destinasi desa wisata budaya dengan arah pengembangan menuju desa maju serta memiliki peran dalam tatanan nasional.”
DAFTAR ISI
3
MASALAH DESA
10
POTENSI DESA
15
ANALISIS SWOT
18
ARAH PENGEMBANGAN DESA
26
PROGRAM PRIORITAS
30
PENTAHAPAN PEMBIAYAAN PROGRAM
36
VISUALISASI RENCANA
2
Bagian 1
MASALAH DESA
3
Ekonomi
Legalitas Bumdes yang bermasalah, kurang tepatnya sasaran usaha Bumdes, dan keterbatasan SDM yang mempengaruhi PAD AD/ART tidak jelas Kasus hukum pengurus Bumdes sebelumnya Bumdes di bidang fotografi, tidak tepat sasaran sesuai penduduk setempat Sarana-Prasarana
Ketiadaan sistem pengangkutan dan prasarana pengelolaan sampah di Desa Banuroja dan Kecamatan Randangan TPA tersedia hanya di Marisa, ibukota kecamatan Tersedia UPST di Motolohu Selatan tetapi sudah overcapacity Pengolahan sampah sepenuhnya dengan membakar sampah Perumahan
Backlog Perumahan Pada 2022, stok rumah semestinya 311 namun yang tersedia hanya 292 rumah Backlog perumahna diproyeksikan meningkat Fenomena di mana 1 rumah ditempati 2 KK
4
Sosial-Budaya, Pemerintahan, Ekonomi
Branding Desa Banuroja yang Kurang Branding Desa Banuroja dalam media sosial maupun secara fisik yang kurang menarik pengunjung Pengaruh branding desa terhadap transaksi ekonomi, kunjungan wisata, hingga pemasaran UMKM. Sarana-Prasarana
Keterbatasan Karang Taruna sebagai Penggerak Desa Banyak karang taruna yang sudah memiliki kesibukan padahal memiliki kualitas SDM yang memadai. Kegiatan karang taruna hanya diikuti sejumlah orang tertentu, dari dusun tertentu saja. Ekonomi, Kelembagaan
Belum Termanfaatkannya Sarana Perdagangan Eksisting Belum termanfaatkannya keberadaan sarana Pasar Desa Banuroja-Sarimurni untuk pemenuhan kebutuhan sekaligus bagi UMKM. Belum teroptimalisasikannya keberadaan LM3 berikut peralatan yang dimiliki serta kurangnya SDM sebagai wadah pemberdayaan UMKM 5
Ekonomi
Wabah virus yang membuat buah naga tidak lagi menjadi komoditas utama buah-buahan desa Wabah virus melanda pra-COVID 19 Warga takut untuk menanam kembali buah naga Dulunya buah naga menjadi komoditas utama, bahkan tujuan agrowisata Sarana-Prasarana dan Ekonomi
Ketiadaan objek dan atraksi wisata selain tempat ibadah Warga lokal bingung hendak menampilkan apa kepada wisatawan Desa Banuroja seakan "tidak ada bedanya" dengan desa lain secara fisik Pokdarwis baru terbentuk, perlu waktu untuk menginisiasi Sarana-Prasarana
Keterbatasan Sumber Air Keberadaan lapisan batu papan di bawah permukaan menghalangi pengeboran sumur sebagai sumber air baru Sumber air dominan berasal dari sumur 6
Sarana-Prasarana
Belum Optimalnya Jaringan Drainase Perencanaan dan pembangunan drainase lebih dulu dibangun di daerah hulu daripada daerah hilir Banyak jaringan drainase yang terputus akibat tertimbun, atau tersumbat Kondisi jaringan mengakibatkan banjir Pertanian
Kelangkaan pupuk dan mahalnya harga komoditas Ada pengaruh dari tengkulak Kelangkaan pupuk dan mahalnya harga mempengaruhi pendapatan dari sektor pertanian Ekonomi, Sosial-Budaya
Keterbatasan pos anggaran Dana Desa untuk Sektor Kebudayaan Pos anggaran Dana Desa tidak memadai untuk sektor kebudayaan Dengan status Desa Banuroja sebagai desa wisata budaya dan desa Pancasila, semestinya anggaran bisa lebih besar 7
Sarana-Prasarana
Belum adanya instalasi pengolahan limbah khususnya limbah ternak Ketiadaan instalasi pengolahan limbah, khususnya limbah ternak, memicu bau tidak sedap Warga desa ada yang mengeluhkan perihal bau dari kandang babi dekat permukiman Sarana-Prasarana
Ketiadaan kandang ternak komunal Ternak dipelihara di kandang masing-masing pemiliknya Pemeliharan ternak kurang teroptimalkan dan modern
Sosial-Budaya
Kurangnya kegiatan Desa yang mewadahi partisipasi warga antardusun Kurangnya kegiatan Desa yang mewadahi partisipasi warga dari Dusun I, II, III, dan IV; sebagian warga dusun sulit diajak untuk kegiatan tertentu "Rukun" akibat jarangnya interaksi warga antardusun. 8
Kesehatan
Termasuk Desa Lokus Stunting pada 2024 Tercatat terdapat 9 anak tergolong stunting Pemkab Pohuwato hendak menetapkan Desa Banuroja sebagai desa lokus stunting pada 2024
Perumahan
Banyaknya rumah masuk kategori tidak layak huni 30% rumah termasuk rumah tidak layak huni Upaya rehabilitasi terhalangi bantuan dana rehabilitasi yang sedikit, hanya 17 juta rupiah per rumah
Sarana-Prasarana
Masih banyak ruas jalan tani berupa tanah Sebagian besar ruas jalan tani masih berupa tanah atau diperkeras Ruas jalan becek saat hujan dan mengganggu aksesibilitas 9
Bagian 2
POTENSI DESA
10
Kelembagaan
Status Desa Banuroja sebagai Desa Wisata Budaya, Desa Pancasila, serta Desa Moderasi Beragama Status Desa Banuroja sebagai Desa Wisata Budaya menurut Riparda Kab. Pohuwato dan Desa Pancasila menurut UNG Pada 26 Juni akan diresmikan sebagai desa moderasi beragama oleh Kemenag Kependudukan
Keragaman suku, agama, dan etnis dari penduduk Desa Banuroja; multikulturalisme Penduduk ada yang beragama Islam, Hindu, Kristen Protestan, Katolik Penduduk berasal dari suku Bali, Nusa Tenggara, Gorontalo, Jawa, dll. Keberagaman tempat ibadah: masjid, mushalla, pura, gereja Ekonomi
Kehadiran Bumdes fotografi untuk keperluan branding desa Kehadiran Bumdes di bidang fotografi dapat dimanfaatkan untuk keperluan branding desa Ketersediaan SDM yang tinggal diperkuat dengan pengkaderan-pelatihan
11
Pendidikan
Banyaknya lulusan sarjana di Desa Banuroja Lulusan sarjana (S1) mencapai 91 orang pada 2022 Menjadi motor penggerak inovasi dan kreativitas desa Demi meningkatkan mutu pendidikan desa
Kelembagaan
Kelembagaan dan Komitmen yang Kuat dari Pemerintah Desa untuk Perencanaan Pembangunan Desa Dokumen perencanaan yang lengkap dan sesuai standar termasuk RPJMDes Dukungan dari Kepala Desa, BPD, hingga OPD
Ekonomi, Kelembagaan
Keberadaan alat-alat produksi pengolahan hasil pangan milik LM3 Keberadaan alat-alat produksi pengolahan hasil pangan milik LM3 yang belum termanfaatkan Dimanfaatkan untuk UMKM dll. 12
Pendidikan, Sosial-Budaya
Keberadaan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Banuroja Lulusan tersebar di seluruh Indonesia dan dapat memperkuat jaringan Pondok Pesantren menjadi nilai tambah: sudah banyak dokumentasi terkait pesantren tersebut di tengah pluralisme warga desa Kependudukan, Ekonomi
Banyaknya lahan ladang dan penduduk bermatapencarian petani Kesediaan lahan potensial untuk sejumlah komoditas dapat meningkatkan pendapatan warga Potensi untuk inisiasi agrowisata di Desa Banuroja Sarana-Prasarana, Sosial-Budaya
Keberadaan Lapangan Desa Banuroja dan tempat ibadah di sekitarnya Keberadaan Lapangan Desa Banuroja dan tempat ibadah di sekitarnya sebagai kawasan atraksi wisata budaya maupun pusat kegiatan bagi warga Evaluasi dan revitalisasi dibutuhkan untuk memunculkan potensi ini
13
Sarana-Prasarana
Keberadaan bandara baru di Pohuwato yang beroperasi pada 2024 Keberadaan bandara baru meningkatkan potensi kunjungan wisatawan Keberadaan bandara memungkinkan pasar transaksi ekonomi lebih luas Sarana-Prasarana
Jalan Trans Taluditi yang melintas di tengah Desa Banuroja Keberadaan Jalan Trans Taluditi yang kini ditetapkan sebagai jalan nasional menjadikan Desa Banuroja sebagai kawasan strategis; kini bahkan termasuk Kawasan Strategis Provinsi Keberadaan jalan meningkatkan kegiatan transaksi ekonomi antardaerah Sarana-Prasarana, Ekonomi
Keberadaan Bendungan Randangan tepat di sisi timur perbatasan desa
Lokasi bandara baru
Keberadaan bendungan menjamin pasokan air bagi pertanian, perkebunan, peternakan, sekaligus sebagai destinasi wisata. Arahan dari Bupati Pohuwato untuk memasok kebutuhan pangan IKN Komoditas buah-buahan menjadi komoditas yang berpotensi memenuhi kebutuhan IKN, ditambah lagi koneksi ke Bandara Pohuwato memungkinkan hal tersebut. 14
Bagian 3
ANALISIS SWOT
15
Strength Keragaman suku, agama, dan etnis dari penduduk Desa Banuroja; multikulturalisme Kehadiran Bumdes di bidang fotografi dapat dimanfaatkan untuk keperluan branding desa Banyaknya lulusan sarjana di Desa Banuroja Kelembagaan dan komitmen yang kuat dari Pemerintah Desa untuk perencanaan pembangunan desa Keberadaan alat-alat produksi pengolahan hasil pangan milik LM3 yang belum termanfaatkan Keberadaan bangunan pasar desa Banuroja-Sarimurni yang belum termanfaatkan Keberadaan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Banuroja Banyaknya lahan ladang dan penduduk bermatapencarian petani Keberadaan Lapangan Desa Banuroja dan tempat ibadah di sekitarnya sebagai kawasan atraksi wisata budaya maupun pusat kegiatan bagi warga
Weakness Legalitas Bumdes yang bermasalah mempengaruhi PAD Backlog perumahan Belum termanfaatkannya keberadaan sarana Pasar Desa Banuroja-Sarimurni untuk pemenuhan kebutuhan sekaligus bagi UMKM Belum teroptimalisasikannya keberadaan LM3 berikut peralatan yang dimiliki serta kurangnya SDM sebagai wadah pemberdayaan UMKM Ketiadaan objek dan atraksi wisata serta Pokdarwis Keterbatasan sumber air Desa lokus penanganan stunting pada 2024 Masih banyak ruas jalan tani berupa tanah Drainase yang lebih dulu dibangun di daerah hulu; banyak terputus Belum adanya instalasi pengolahan limbah khususnya limbah ternak Keterbatasan SDM karang taruna Kurangnya kegiatan Desa yang mewadahi partisipasi warga lintas dusun Kurangnya branding Desa Banuroja di media sosial maupun secara fisik
Opportunity
Threat
Status Desa Banuroja sebagai Desa Wisata menurut Riparda Kab. Pohuwato dan Desa Pancasila menurut UNG serta Desa Moderasi Agama menurut Kemenag Keberadaan bandara baru di Pohuwato yang beroperasi pada 2024 Jalan Trans Taluditi yang melintas di tengah Desa Banuroja Arahan Bupati Pohuwato termasuk untuk Desa Banuroja dalam penyediaan komoditas perkebunan bagi IKN di Kalimantan Keberadaan Bendungan Randangan tepat di sisi timur perbatasan desa
Ketiadaan sistem pengangkutan dan prasarana pengelolaan sampah di Desa Banuroja dan Kecamatan Randangan Wabah virus yang membuat buah naga tidak lagi menjadi komoditas utama buah-buahan desa Banyaknya rumah masuk kategori tidak layak huni dengan bantuan rehabilitasi yang kurang memadai Kelangkaan pupuk dan mahalnya harga komoditas mempengaruhi pendapatan dari sektor pertanian Keterbatasan pos anggaran Dana Desa untuk pengembangan Desa Banuroja sebagai Desa Wisata Budaya Ketiadaan kandang ternak komunal Lokasi Desa Banuroja di hilir; rawan banjir kiriman dari daerah hulu
16
Persilangan SWOT
Strength
Weakness
Opportunity
Pengembangan Desa Banuroja sebagai desa wisata baik wisata budaya maupun pertanian Revitalisasi kawasan Lapangan Desa Banuroja sebagai pusat kegiatan warga sekaligus atraksi wisata Optimalisasi keberadaan bandara baru dengan peningkatan aksesiblitas jalan menuju kawasan permukiman Penerapan konsep pertanian modern terintegrasi (pertanian-peternakan) Pemanfaatan lahan pekarangan guna kegiatan perkebunan ditunjang pelatihan dan stimulus
Pengembangan sistem pengelolaan air limnbah disertai edukasi sanitasi Peningaktan akses jalan tani dengan meningkatkan material jalan menjadi aspal Pelatihan guna peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan pertanian dan perkebunan Pembangunan sarana prasarana umum khususnya kesehatan dalam rangka mengentaskan stunting Revitalisasi BUMDes dan pemberian stimulus serta pemberdayaan UMKM dan reaktivasi LM3.
Threat
Pembangunan TPS yang melayani kawasan permukiman Desa Banuroja Pengajuan bantuan ke Pusat atau pihak swasta (KPBU atau investasi) untuk perbaikan atau pengadaan rumah serta upaya pengembangan desa wisata Edukasi, riset, dan inisiasi upaya penanaman kembali komoditas buah naga serta komoditas lainnya yang potensial. Pengembangan sistem peternakan modern dengan pengenalan kandang ternak komunal
Pengajuan pembangunan rumah baru serta revitaslisasi rumah eksisting kepada Pemerintah Pusat (PUPR/Kemendes) atau swasta (mekanisme KPBU atua investasi). Pemanfaatan bangunan pasar Banuroja-Sarimurni untuk mendukung rantai pasok makanan serta produk lain di Desa Banuroja dan sekitarnya. Inisiasi kegiatan festival budaya dan kegiatan kebudayaan sejenis berskala provinsi atau nasional.
17
Bagian 4
ARAH PENGEMBANGAN DESA 18
VISI DESA BANUROJA 2028
"Terciptanya Desa Banuroja 2028 yang Mandiri dan Sejahtera dalam Kehidupan Masyarakat yang Sehat, Rukun, dan Damai serta Religius" 4 kata kunci: Berkurangnya masyarakat miskin Meningkatnya pendapatan Terpenuhinya sarana dan prasarana dasar pendidikan, kesehatan, dan ekonomi Ditemukannya jati diri masyarakat Desa Banuroja
MISI DESA BANUROJA 2028
1. Mewujudkan Pemerintahan Desa yang Mandiri, Amanah, dan Akuntabel 2. Terwujudnya Masyarakat yang Mandiri dengan Tingkat Ekonomi yang Kuat 3. Meningkatnya Kualitas Kesehatan Masyarakat 4. Meningkatkan dan Menjamin Pendidikan Masyarakat 5. Mewujudkan Kehidupan Masyarakat yang Aman dan Saling Menghargai di Tengah Keberagaman Etnis dan Agama
19
Misi 1: Mewujudkan Pemerintahan Desa yang Mandiri, Amanah, dan Akuntabel
terintegrasikan dengan Program Kerja KKN Kolaborasi
20
Misi 2: Terwujudnya Masyarakat yang Mandiri dengan Tingkat Ekonomi yang Kuat
terintegrasikan dengan Program Kerja KKN Kolaborasi
21
Misi 2: Terwujudnya Masyarakat yang Mandiri dengan Tingkat Ekonomi yang Kuat
terintegrasikan dengan Program Kerja KKN Kolaborasi
22
Misi 3: Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
terintegrasikan dengan Program Kerja KKN Kolaborasi
233
Misi 5: Mewujudkan Kehidupan Masyarakat yang Aman dan Saling Menghargai di Tengah Keberagaman Etnis dan Agama
terintegrasikan dengan Program Kerja KKN Kolaborasi
24
Misi 4: Meningkatkan dan Menjamin Pendidikan Masyarakat
terintegrasikan dengan Program Kerja KKN Kolaborasi
25
Bagian 5
PROGRAM PRIORITAS
26
KRITERIA PROGRAM PRIORITAS
1. Kesesuaian dengan Matriks SWOT Desa Banuroja 2. Keterpenuhan SDGs 3. Korelasi terhadap Misi RPJMDes Misi 1: Mewujudkan Pemerintahan yang Amanah dan Akuntabel Misi 2: Terwujudnya Masyarakat yang Mandiri dengan Tingkat Ekonomi yang Kuat Misi 3: Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat Misi 4: Meningkatkan dan Menjamin Pendidikan Masyarakat Misi 5: Mewujudkan Kehidupan Masyarakat yang Aman dan Saling Menghargai di Tengah Keberagaman Etnis dan Agama 4. Keterkaitan dengan Isu Strategis RPJMD Kabupaten Pohuwato Masih rendah derajat kesehatan masyarakat. Output Pendidikan yang belum kompetitif dan berkarakter Pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan yang belum merata. Tata kelola pemerintahan yang belum maksimal Ancaman kerawanan dan ketertiban umum Infrastruktur wilayah yang belum merata dan optimal Tata kelola Lingkungan yang belum maksimal Nilai budaya dan adat yang mulai pudar
27
20 PROGRAM PRIORITAS DESA BANUROJA 2023-2028
1. Peningkatan SDM perangkat desa dan Kelembagaan Desa melalui sosialisasi, bimtek dan pelatihan 2. Pelatihan pembuatan konten dan pengelolaan media sosial bagi pemerintah dan OPD Desa Banuroja 3. Peningkatan kapasitas kelompok muda petani malalui konsep pertanian modern 4. Edukasi Sistem Integrasi Pertanian-Peternakan 5. Revitalisasi Bumdes melalui restrukturisasi AD/ART, PO, dan Reaktualisasi Usaha 6. Penyusunan branding (penjenamaan) Kawasan Desa Pancasila Banuroja 7. Pembangunan dan pengembangan destinasi wisata 8. Inisiasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Sapta Pesona 9. Pelatihan dan pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) Komoditas Buah Naga 10. Pengelolaan Limbah Air Kelapa melalui Pelatihan Pembuatan Prototipe Pupuk Organik Cair Pertanian 28
20 PROGRAM PRIORITAS DESA BANUROJA 2023-2028
11. Pembangunan sanitasi lingkungan 12. Pembangunan/ peningkatan akses Lingkungan permukiman 13. Perencanaan Rainwater Harvesting dalam Upaya Mengatasi Kesulitan Akses Air Bersih dan Upaya Pemanfaatan Air Hujan 14. Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Desa Banuroja 15. Pembangunan sarana Prasarana kesehatan 16. Pemberdayaan untuk meningkatkan kesadaran gizi seimbang sebagai upaya penanganan stunting 17. Pembangunan sarana-prasarana pendidikan 18. Pembangunan PKBM 19. Penyelenggaraan event-event seni, budaya, dan keagamaan 20. Penyedian sarana prasarana seni dan budaya
29
Bagian 6
PENTAHAPAN PEMBIAYAAN PROGRAM Pada bagian ini, program-program terpilih yang berkorelasi terhadap perwujudan struktur dan pola ruang akan ditahapkan pelaksanaan sekaligus pembiayaannya
30
PERWUJUDAN STRUKTUR RUANG
31
32
PERWUJUDAN STRUKTUR RUANG
33
PERWUJUDAN POLA RUANG
34
PERWUJUDAN POLA RUANG
35
Bagian 7
VISUALISASI RENCANA Pada bagian ini, sejumlah program akan diperlihatkan visualisasi rencana baik secara skema, 2D melalui pemetaan, maupun 3D.
36
Perencanaan Taman Pancasila Banuroja
Dengan gelar sebagai Desa Pancasila, Desa Banuroja bermimpi menjadi destinasi wisata budaya berskala nasional dan menjadi contoh nyata kehidupan penuh toleransi di tengah keberagaman. Sayangnya secara fisik, Desa Banuroja belum memiliki atraksi wisata yang membedakannya dengan desa-desa tetangga. Oleh karena itu, dengan didukung oleh Bappeda Kabupaten Pohuwato, Desa Banuroja berencana membangun suatu landmark berupa Kawasan Taman Pancasila tepat di Pusat Kegiatan Desa yang berdekatan dan tersinergi dengan atraksi-atraksi yang telah ada guna memperkuat daya tarik wisata Desa Banuroja.
37
Perencanaan Taman Pancasila Banuroja
38
Perencanaan Taman Pancasila Banuroja Analisis SWOT Rencana
39
Perencanaan Taman Pancasila Banuroja Konsep Perencanaan
40
40 41
Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah Desa Banuroja Luas Lahan: 26,2 ha Lokasi masih berada dalam batas desa Lokasi tidak begitu dekat lahan permukiman sehingga ses uai Lokasi di sisi barat desa, mengambil alih lahan perkebuna n Direncanakan berupa Tempat Pembuangan Sampah Terpad u (TPST) Preseden
42
Perencanaan Rainwater Harvesting Rainwater harvesting: air hujan dikumpulkan dari permukaan seperti atap dan dialihkan ke tangki, lubang dalam, akuifer, atau reservoir dengan perkolasi, sehingga merembes ke bawah dan mengembalikan air tanah. Sebagai prototipe, akan diawali dari kompleks Kantor Desa Banuroja
Layout Kompleks Desa Banuroja
Bagan Alir Proses Rainwater Harvesting
Denah Atap Rainwater Harvesting Kompleks Kantor Desa Banuroja
43
Perencanaan Rainwater Harvesting
44
Perencanaan Rainwater Harvesting Rencana Anggaran Biaya
45
Business Plan dalam Upaya Revitalisasi BUMDes
Salima Tanam Salima Tanam adalah usaha berbasis ekonomi kerakyatan dan potensi lokal yang menawarkan produk briket media tanam sebagai olahan dari kotoran sapi. Briket media tanam ini berguna untuk menyuburkan tanah dan menambah unsur hara dalam tanah. Briket media tanam yang dimiliki Salima Tanam berfokus menjadi produk yang eco-friendly. Salima Tanam hadir sebagai solusi bagi perkebunan rumah tangga yang membutuhkan produk media tanam yang efektif dan terjangkau.
Bagaduh Ternak: Usaha Ternak Penggemukkan Sapi Berbasis Kearifan Lokal Bagaduh Ternak adalah usaha berbasis ekonomi kerakyatan dan potensi lokal yang menawarkan hewan ternak sapi. Usaha ini merupakan usaha penggemukan sapi melalui metode pengembangan dengan memanfaatkan kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat.
Bagaduh Ternak: Usaha Ternak Ayam Kampung berbasis Kearifan Lokal Bagaduh Ternak adalah usaha berbasis ekonomi kerakyatan dan potensi lokal yang menawarkan hewan ternak ayam kampung. Jenis ayam yang digunakan pada usaha ini adalah ayam super kampung yang merupakan ayam hasil persilangan tiga breed. Di dalam proses pembentukkan ayam ini ditemukan bahwa ayam super kampung memiliki pertumbuhan yang cepat, sehingga dalam 8 - 10 minggu dapat dipanen dengan bobot badan 0.9 - 1.0 kg dan memiliki rasa daging yang sama dengan ayam kampung.
46
Business Plan dalam Upaya Revitalisasi BUMDes
Bagaduh Ternak: Usaha Ternak Pengembangbiakkan Kambing Berbasis Kearifan Lokal Bagaduh Ternak adalah usaha berbasis ekonomi kerakyatan dan potensi lokal yang menawarkan hewan ternak kambing. Usaha ini merupakan usaha pengembangbiakkan kambing melalui metode dengan memanfaatkan kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat.
Rancangan Revitalisasi BUMDes Strategi restrukturisasi organisasi dan reaktualisasi usaha untuk meningkatkan produktivitas BUMdes Satya Muda Creative Banuroja.
47
Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis)
48
"Pancasila hidup di Banuroja"
KKN KOLABORATIF UGM-UNG DIDUKUNG OLEH HRC CARITRA 2023