Skip to main content

Architecture Portfolio - William Oktovianus

Page 1

PORTFOLIO

WILLIAM OKTOVIANUS 2018-2020


Perkenalkan, nama saya William Oktovianus. Saya merupakan mahasiswa program studi arsitektur tingkat akhir di Universitas Katolik Parahyangan. Saya meyakini bahwa arsitektur merupakan salah satu wujud visi menuju perubahan yang lebih baik, arsitektur itu merupakan produk dari adaptasi dan respon antara kultur dan lingkungannya. Kedua nilai tersebut yang kemudian menjadi landasan awal saya dalam merancang.


Edukasi 2014-2017

SMP Santa Maria, Jakarta SMA Santa Thresia, Jakarta

2017-2020

Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

2011-2014

Pengalaman 2017

Tira Gandara HMPSARS.

2018

Cafe Night HMPSARS.

2018

Perjalanan Anggota Muda, Arsitektur Hijau.

2018

MINIKOMM vol.V

2018

HMPSARS 2018.

2018

LATDAS ke-34, Arsitektur Hijau.

2018

Menelusur Kei, Arsitektur Hijau.

2018

Festifal Arsitektur Parahyangan

2018

Ekspedisi Rampa, Arsitektur Hijau.

2019

Arsitektur Hijau, 2019

Koordinator Seksi Logistik Anggota Seksi Dekorasi Ketua Pelaksana. Ketua Redaksi.

Anggota Seksi Acara. Anggota Seksi Acara.

Anggota Seksi Keamanan. Teknis 1

Sketchup.

Gambar 2D

Autodesk AutoCAD.

Visualisasi

Vray, Lumion. Adobe Photoshop, Adobe InDesign, Adobe Premiere Pro

Desain

Kompetisi 2018

Sayembara MINIATUR 2018, UNDIP.

2019

Sayembara Impossible Architecture, UII.

Karya 15 Terbaik. Juara 2.

William Oktovianus

Kemampuan Model 3D

Teluk Gong, Jl. Gabus no.36, Jakarta. williamokt66@gmail.com +62 877 830 82255

Ketua Umum

CURRICULUM VITAE

Anggota Divisi Kesejahteraan Mahasiswa.


Daftar Konten 02 Karya Akademik 2018-2020 Hasil Kurasi

01

04

Curriculum Vitae

Kantin Sederha

026 Karya Non-Akademik. 022

026

030

Eksplorasi Bambu Bentang Lebar.

Taman Kota, Teras Bambu

Galeri Se Satu


ana

eni,

08

012

016

Janus House

Taman Budaya

Convention & Exhibition Centre

040 Ekspedisi Rampa 038 Karya Lainnya. 034

042

Arsitektur Hijau x Yahintara, BDB

Survey Ekspedisi Rendu


Kantin Sederhana Desain Konseptual Akademik | 2018 Mentor : Ir. Erwin H. Pandji. MSIE. Luas : 70m² Lokasi : Jl. Cisitu Indah VI, Bandung

Kantin sederhana ini terletak di tengah kawasan olahraga UNPAR. Tujuan utama proyek ini adalah menciptakan ruang kumpul sekaligus ruang istirahat bagi pengguna fasilitas olahraga.

Penerapan elemen desain pasif juga menjadi faktor dalam proses desain untuk menciptakan ruang yang nyaman dengan penerapan kisi-kisi pada fasad bangunan. Bentuk massa mengambil inspirasi dari karakter gedung oranye UNPAR yang diterapkan dengan aksenaksen kayu dan bentuk bukaan lingkaran untuk memperkuat identitas bangunan.

Kemudian, dari ide tersebut diterapkan organisasi ruang kantin yang disusun untuk menciptakan komunikasi visual dan kesan ruang yang terbuka dari arah lapangan olahraga yang ada.

04


05


Diagram Massa 01 | eksisting 02 | volume dasar

01

02

03

03 | bentuk final

Pelingkup ruang bukaan di tiga sisi bangunan memberi kesan terbuka ke fungsi ruang disekitarnya.

03

Permeabilitas organisasi ruang dalam dirancang untuk memperkuat koneksi visual dan mengefektifkan pergerakan sirkulasi udara.

02

01 Diagram Isometri 01 | bangunan pada tapak 02 | permeabilitas 03 | pelingkup ruang

06


Potongan A-A

Keterangan 01 | toilet 02 | dapur 03 | ruang duduk 01

02

03 04 Denah Lantai Dasar

07

04 | akses split-level


Janus House Desain Konseptual Akademik | 2018 Mentor : Ir. Erwin H. Pandji. MSIE. Luas : 1.270m² Lokasi : Jl. Panumbang Jaya, No. 73, Bandung

08 08


Lokasi rumah dan kantor ini terletak di kawasan Bandung utara yang merupakan daerah konservasi dan resapan air. Tujuan rancangan rumah dan kantor ini adalah untuk menciptakan kesan inklusif pada area kantor dan kesan eksklusif pada area rumah. Ide tersebut diterapkan dengan menggunakan taman sebagai separasi kedua fungsi dan mentata massa hunian sehingga berorientasi pada taman untuk memperkuat kesan eksklusifitasnya.

09 09

Dualisme ini juga diimplementasikan pada karkater massa bangunan, massa kantor dirancang memiliki bukaan besar dengan orientasi keluar, sedangkan massa hunian dirancang memiliki bukaan dengan orientasi kedalam. Konsep Janus yang merupakan ikon dari dualisme juga diterpakan pada bentuk bukaan pada fasad yang berbentuk lingkaran untuk ruang yang bersifat privat dan persegi untuk ruang yang bersifat publik atau semi-privat.


04 Privat dominasi bukaan lantai privat berorientasi kearah taman

03 Semi-Privat organisasi lantai semi privat dibuat open-plan dan membentuk ruang courtyard.

02 Publik bukaan massa berorientasi keluar untuk meningkatkan kesan iklusif.

01 Tapak dan Sirkulasi susunan sirkulasi dirancang memiliki axis untuk membagi fungsi publik dan privat.

Diagram Isometri 01 | tapak dan sirkulasi 02 | publik 03 | semi-privat 04 | privat

Diagram Tapak Diagram ini menggambarkan bagaiman orientasi fungsi di rancang untuk memberi kesan iklusif dan eksklusif pada bangunan yang didukung dengan perletakkan titik pohon, jalur sirkulasi, dan kolam untuk menciptakan pengalaman ruang yang unik bagi penggunanya.

view privat view publik titik pohon separasi fungsi 010


10 09

06

03

Potongan Tapak

08

07

05

04

02

01

Rencana Tapak Keterangan 01 | parkir kantor 02 | perpustakaan 03 | ruang rapat 04 | carport 05 | parkir hunian 06 | kolam 07 | kamar tamu Potongan Hunian 0m 2,5m 5m

10m

08 | dapur 09 | ruang makan

25m

10 | ruang keluarga 011


Taman Budaya Jawa Barat Desain Konseptual Akademik | 2019 Mentor : Ir. Gerarda Rosana., IAI Luas : 3.200m² Lokasi : Jl. Bukit Dago Utara III, Bandung

012


Budaya merupakan salah satu bentuk ekspresi dari tiga nilai yaitu nilai spiritual, nilai yang tumbuh dalam masyarkat, nilai alam. Kemudian tiga elemen tersebut dijadikan landasan dalam proses rancangan taman budaya ini yang diharapkan mampu mencerminkan ekspresi jawa barat dan mampu menjadi ikon baru kawasan. Ketiga elemen tersebut saling berkorelasi satu sama lain membentuk kesatuan komposisi utuh antara arsitektur dan lingkungannya.

nilai spiritual, diterapkan dengan membuat garis imajiner yang melambangkan keilahian yang membentuk garis lurus antara Gunung Tangkuban Perahu dan Gunung Malabar. nilai kemasyarakatan, diterapkan dengan penerapan bentuk massa yang mangambil elemen panggung dan bentuk atap sederhana arsitektur khas jawa barat. nilai alam, diterapkan dengan tatanan elemen tapak untuk membentuk koneksi visual dengan Kota Bandung.

013


Diagram Isometri 01 | kondisi tapak

01

03

02

02 | optimalisasi potensi 03 | massa final

03

01

04 02 08 07

Keterangan

05

06

01 | drop-off 02 | lobby 03 | kantor 04 | cafe & perpustakaan 05 | amphitheater

Rencana Tapak

06 | galeri & workshop 07 | toko cenderamata 08 | loading area 09 | parkir basement 02 09 0m 5m 10m

Potongan Tapak

20m

05

50m 014


Lobby & Ticket Booth

Cafe & Perpustakaan

Galeri & Workshop 015


Convention & Exhibtion Center Desain Konseptual Akademik | 2019 Mentor : Ir. Sena Tenoria,IAI. Luas : 32.000m² Lokasi : Summarecon Gedebage, Bandung.

016 016


Kota Priangan, Bandung dikenal sebagai kota dengan konteks alam yang dikelilingi gunung dan danau. Sebagai kawasan teknopolis yang mengedepankan implementasi teknologi pada perancangannya untuk meningkatkan potensi ekonomi dan industri kawasan. Maka konvensi dan eksibisi ini hadir untuk mengakomodir kebutuhan pusat ekonomi dan industri tersebut dan diharapkan mampu menjadi activity generator sekaligus ikon kawasan teknopolis Bandung.

Dengan demikian bangunan ini mengambil inspirasi dari karakter alam kota Bandung yang tercermin pada ekspresi massa bangunan. Pada bagian lobby bangunan ekspresi air ditunjukkan dari efek pencahayaan yang timbul dari bentuk massanya. Pada bagian eksibisi dan konvensi ekspresi massa yang dominan dan menjulang menggambarkan kondisi alam kota bandung dengan kesan yang lebih terbuka pada massa eksibisi dan kesan lebih tertutup pada massa konvensi.

017 017


Green Belt.

Publik.

Danau.

Semi-Publik.

Pergerakkan Matahari.

Privat.

02 | zonasi tapak.

01 | kondisi tapak.

Lokasi tapak yang dikelilingi air menjadikan tapak ini

Pembagian

memiliki visibilitas dari segala arah. Selain itu, tapak

kebisingan dan aksesibilitas dari tapak, hal ini yang

dikelilingi oleh green belt untuk menambah daerah resapan

kemudian

dan aksesibilitas utama melalui jalan di timur tapak.

program dalam tapak.

03 | volume.

zonasi

disusun

mempengaruhi

berdasarkan

penempatan

potensi

fungsi

dan

Massa Penerima.

Urban Plaza.

Massa Eksibisi.

Aksesibilitas.

Massa Konvensi.

05 | akses & urban plaza.

Komposisi massa disusun menyesuaikan bentuk tapak

Aksesibilitas dirancang sehingga berporos pada node

yang organik sehingga bangunan akan terlihat menarik

kawasan dan membentuk plaza yang memisahkan fungsi

dari segala arah. Perletakan massa eksibisi disusun agar

konvensi dan eksibisi. Selain itu, plaza ini juga dirancang

memiliki kesan yang lebih terbuka sedangkan massa

sehingga terbentuk koneksi visual ke node kawasan yang

konvensi disusun agar memiliki kesan yang lebih tertutup.

diharapkan mampu menjadi daya tarik tersendiri.

Massa Penerima. Massa Eksibisi. Massa Konvensi.

06 | massa final.

Susunana massa diatur ketinggiannya sehingga membentuk hirarki yang menunjukkan fungsi utama bangunan dalam tapak. Disisi lain, bukaan pada massa konvensi dibuat berorientasi ke plaza sedangkan pada massa eksibisi dirancang berorientasi ke semua sisi bangunan.

018

Diagram Isometri


03 02

01

10

10 08

12

06 12

05 07

09

08 04 11

Keterangan

Rencana Tapak

01 | jalan utama 02 | akses kendaraan 03 | parkir bus 04 | akses pedestrian 05 | lobby utama 06 | toko souvenir 07 | food court 08 | lounge

Potongan Tapak

09 | atrium 10 | ruang konvensi 11 | ruang eksibisi 12 | plaza

0m 15m 30m

75m 019

150m


0m 1m

2.5m

5m

10m

Potongan Konvensi.

01 02

03

04 05

06

07

08

Lounge +5.00

09

Plaza -0.6 11

10

Pre-function Âą0.00

Parkir Basement -3.5

Keterangan 01 | gording kanal C 125/75. 07 | tempered glass 10 mm. 02 | penutup atap metal kalzip. 08 | kusen aluminium. 03 | truss baja t=2m. 09 | balok beton 70/35. 04 | talang air. 10 | penutup plafond gypsum. 05 | metal composite panel. 11 | plat lantai beton t=15cm. 06 | kolom beton d=60 cm.

Ruang Lounge Konvensi 020


Lobby & Information.

Auditorium.

Ruang Eksibisi 021


Community Center Struktur Konstruksi Bangunan Bentang Lebar Akademik | 2019 Tim : Jasmine Azhira Joshua Toindo Reyhan Fachrurrazie Sharin Alisya

022


Bambu dikenal sebagai salah satu tumbuhan dengan pertumbuhan yang pesat. Material bambu mulai menjadi populer dan dikenal luas karena nilai sustainability dan kekuatannya terhadap gaya tarik yang menyaingi kemampuan baja. Dalam penugasan berikut , kami mencoba merancang community center dengan struktur bentang lebar yang memungkinkan adanya ruang tengah sebagai wadah aktivitas bangunan.

Bangunan ini menerapkan sistem struktur cangkang yang mampu menciptakan ruang bebas kolom sepanjang 100 m dengan distribusi beban yang merata. material bambu merupakan material utama dalam bangunan, mulai dari rangka atap, balok dan kolom . Dengan demikian struktur ini mampu membentang hingga diameter 25m.

023


Keterangan

Keterangan

A | penutup atap ijuk. B | rangka atap bambu. C | rangka portal bambu. D | plat lantai beton.

01 | kaca tempered 10mm. 02 | ring balok bambu d=10cm. 03 | penutup atap ijuk t=10cm. 04 | reng bambu bilah. 05 | kuda-kuda bambu d=10cm. 06 | kolom bambu d=10cm. 07 | sloof beton 50/25. 08 | pondasi setempat beton. 09 | plat lantai beton t=12cm. 10 | tanah urug.

A

B

02

01

03 04 C

05

06

D

07 08

0m 1m

Aksonometri Terurai.

2.5m

Potongan Bangunan. 024

09

10

7.5m

15m


Perspektif Eksterior.

Detail Rangka Atap.

Perspektif Interior. 025


Taman Kota, Teras Bambu. 15 Karya Terbaik Kompetisi MINIATUR UNDIP Non-akademik | 2018 Tim : Gilang Pratomo Samuel Geovano Evan Hezekiah Lokasi : Jl. Ir. H. Juanda, Coblog, Bandung.

026


Kota Bandung mulai dikenal dengan banyaknya ruang hijau yang tersebar di berbagai titik dan mampu menjadi pusat pergerakkan aktivitas. Dalam kompetisi berikut , tema Placemaking Transient Area menjadi landasan awal dalam pemilihan lokasi. Jl. Ir. H. Juanda, Kota Bandung. merupakan lokasi yang cocok karena berada dikawasan perkantoran dan sekolah, yang menjadikan tapak ini sangat strategis.

027

Bambu, kemudian diambil menjadi ide awal dalam merancang karena bambu dekat dengan nilai masyarakat kota Bandung yang dikenal sebagai simbol kehidupan dan simbol pengetahuan. Dari nilai tersebut dirancang taman kota yang mampu menjadi urban oasis ditengah hiruk pikuk perkotaan dengan harapan mampu menjadi generator aktivitas baru bagi kawasan dan menjadi sumber wadah untuk meningkatkan produktifitas dan perekonomian setempat.


A| Sky-Bridge.

Sky bridge pada ruang hijau ini bertujuan menjadi penghubung JPO dan menciptakan koneksi visual dengan Kota Bandung.

B| Taman Kota.

Ruang hijau ini dirancang sehingga dapat menjadi urban oasis , ditambah dengan modul tempat duduk yang dapat digunakan untuk bersantai dan mengerjakan tugas.

C| Kawasan Tapak

Keterangan

Tapak diapit oleh dua jalan utama yang memberikan kemudahan aksesibilitas, dan tapak ditumbuhi dengan rimbunnya pepohonan sehingga yang dapat menambah rasa teduh ruang hijau ini.

A | Sky-Bridge. B | Taman Kota. C | Kawasan tapak.

028


Suasana Taman Kota.

Suasana Taman Kota.

029


Satu Juara 2 Kompetisi Impossible Architecture Non-akademik | 2019 Tim: Rizaludin Hadji Yosephine Yuandy Lokasi : Goa Jepang & Goa Belanda, Taman Hutan Raya Juanda, Bandung. Kompetisi ini bertujuan untuk mendorong kreatifitas perancang dengan desain yang unik, imaginatif, dan aplikatif. Rancangan yang dibuat harus memperhatikan aspek Firmitas, Utilitas, dan juga Venustasnya. Dalam kompetisi berikut , Kami mencoba mempertanyaan kembali arti dari kemerdekaan. Kemerdekaan bukan hanya atas penjajahan namun kemerdekaan dalam aktualisasi diri, kemerdekaan berpendapat, dan kemerdekaan beragama. Dalam rancangan ini kami mencoba merefleksikan kembali arti kemerdekaan bagi kita.

Satu, merupakan sebuah galeri seni modern yang menggambarkan perjuangan bangsa Indonesia dari pra penjajahan hingga pasca kemerdekaan. Perjalananan ini ditujukan dengan pengalaman ruang yang menggambarkan kesan mencekam, sedih, dan akhirnya persatuan. Implementasi perjuangan tersebut diterapkan dalam proses perjalanan ruang yang sempit, gelap, dan penuh hambatan. Hal ini diharapkan mampu memberi gambaran beratnya memperoleh kemerdekaan dan mampu menjadi refleksi diri.

030


031


Ilustrasi berikut merupakan salah satu langkah kami dalam proses desain yang menggambarkan bagaimana pengalaman ruang pengunjung dan komposisi massa sehingga membentuk kesatuan bentuk arsitektur yang mampu bercerita.

032


Penerapan material granit gelap reflektif ingin mewujudkan gambaran manusia yang terpantul disisi gelap dan ingin menggambarkan gelapnya suasana perjuangan tersebut. Elemen struktur baja yang seolah menusuk bangunan juga seolah menambah kesan penderitaan.

033


Instalasi Arjau x Yahintara Instalasi Bandung Design Biennale Non-akademik | 2019 Tim: Anggota Arsitektur Hijau Lokasi : Masagi Koffe, Jl. Gunung Kareumbi No.1-B, Ciumbuleuit, Bandung. Instalasi berikut adalah proyek kolaborasi Arsitektur Hijau dengan Yahintara dalam rangkaian acara Bandung Design Biennale 2019. Instalasi ini merupakan tahapan pertama dari keseluruhan tiga tahapan yang memvisualisasikan interaksi antara alam dan arsitektur vernakularnya yang saling berharmoni. Selain itu , instalasi ruang ini juga menceritakan perjalanan pendokumentasian arsitektur hijau selama 34 tahun mendata arsitektur vernakular di nusantara.

034

Tatanan instalasi merupakan bentuk abstraksi dari arsitektur vernakular yang dirangkul oleh konteksnya. Materialnya pun menggambarkan karakteristik konteks alam dan konteks budaya yang dinamis dan berubah-ubah. Instalasi ini ingin menggambarkan bahwa konteks alam dan arsitektur vernakular merupakan satu kesatuan utuh dan saling berharmoni untuk mendukung keberlangsungan hidup masyarakat yang tinggal di dalam konteks alam yang berbedabeda.


035


A C

Instalasi ini memberi gambaran bagaimana arsitektur vernakular dan konteksnya saling terikat dan berharmoni. Ketiga aspek tersebut saling mendukung menciptakan bentukkan arsitektur yang unik dan tersebar di seluruh pelosok nusantara.

B

Keterangan A | Arsitektur Vernakular. B | Konteks Fisik. C | Konteks Kultural.

Penerapan material kain dan kayu dolken menggambarkan elemen fisik dan elemen kultural, keduanya ingin mengekspresikan keragaman, dan dinamisnya konteks tersebut yang membentuk kesatuan arsitektur vernakular yang spesifik terhadap konteks tersebut.

036


037


Ekspedisi Arsitektur Nusantara Dokumentasi Arsitektur Nusantara Non-akademik | 2018-2020 Tim: Anggota Arsitektur Hijau Lokasi : Rampa Kapis, Kalimantan Selatan. Rendu, Nusa Tenggara Timur. Ekspedisi merupakan salah satu program rutin yang dilakukan Arsitektur Hijau setiap tahunnya, tujuannya adalah untuk mendokumentasikan ragam arsitektur vernakular di nusantara. Saya sangat beruntung memiliki kesempatan untuk mengunjungi dua lokasi kampung vernakular di Indonesia yakni di Kalimantan Selatan dan Nusa Tenggara Timur.

Kedunya memiliki arsitektur yang sangat berbeda dan unik karena konteksnya yang juga sangat berbeda. Rampa Kapis merupukan kampung nelayan yang arsitekturnya berdiri diatas air untuk memudahkan profesi masyarakatnya. Kampung Rendu, memiliki tahapan dalam konstruksi rumah yang menyatakan tingkat kedewasaan dan kekayaan masyarakatnya.

038


039


Keterangan A | Penutup atap, anyaman daun nipah. B | Penutup dinding, susunan papan kayu. C | Sistem Struktur, batang pohon palem / kayu ulin D | Penutup lantai, susunan papan kayu. E | Sistem Pondasi, batang pohon palem yang ditanam.

A B

Suasana, Kampung Rampa Kapis.

C

D

E

Sampel Massa, Kampung Rampa Kapis.

Suasana, Kampung Rampa Kapis.

Suasana, Kampung Rampa Kapis.

Kampung nelayan ini didirikan diatas permukaan air karena kebutuhan masyarakatnya untuk meletakkan kapal nelayan didekat rumah dan alasan kemudahan untuk pergi melaut. Dokumentasi & Data : Arsitektur Hijau

040


Dokumentasi & Data : Arsitektur Hijau

041


Keterangan A | Penutup atap, anyaman daun rumbia. B | Penutup dinding, anyaman bambu. C | Sistem Struktur, batang pohon. D | Penutup lantai, susunan bambu bilah.

A

Suasana, Kampung Tutubhada.

B

C

Suasana, Kampung Rendu Ola. D

Sampel Massa, Kampung Tutubhada.

Suasana, Kampung Nunungongo.

Kampung ini terletak di atas bukit dengan perbedaan suhu ekstrim di waktu siang dan malam. Bentuk massa bangunan kemudian berfungsi untuk memfiltrasi panas di siang hari dan angin kencang di malam hari. Dokumentasi & Data : Arsitektur Hijau

042


Dokumentasi & Data : Arsitektur Hijau

043


044


Terimakasih ! sudah meluangkan waktu untuk melihat portfolio ini.

williamokt66@gmail.com +62 877 830 82255


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Architecture Portfolio - William Oktovianus by William Oktovianus - Issuu