Skip to main content

Warta PTM September-Oktober 2021

Page 1

TOPIK UTAMA

Pembelajaran Daring Vs Disparitas Digital

WAWANCARA

Wawancara Bersama Dr. H.M. Agus Samsudin, M.M. Pesan Ketua MCCC untuk PTMA

Refleksi PTMA di Masa Pandemi

Sebagai perguruan tinggi di bawah panji Muhammadiyah, kegiatan pengabdian masyarakat serta dakwah Islamiyah yang dijalankan PTMA secara masif pada masa pandemi adalah lumrah. Ini menjadi penciri dan sekaligus misi dari PTMA untuk berperan dan memberi solusi pada persoalan keumatan dan kebangsaan yang bukan saja terjadi di Indonesia, namun juga di pucuk bumi Allah ini.

#33

SEPT-OKT 2021 www. diktilitbangmuhammadiyah.org


Asa

WARTA PTM

PTMA Masa Pandemi Covid-19

P Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

andemi Covid-19 “dideklarasikan” sudah masuk ke Indonesia awal Maret 2020. Ini berarti sudah lebih satu setengah tahun kita, bangsa Indonesia, juga bangsa-bangsa lainnya, hidup berdampingan dengan Covid-19. Semua aspek kehidupan terguncang. Perekonomian terpuruk. Pola hubungan sosial-budaya terganggu. Bahkan, ibadah pun banyak menggunakan hukum-hukum yang sifatnya pengecualian, darurat, atau rukhshah, guna mencegah bahaya virus sangat mematikan, yang sampai akhir September 2021 ini sudah menelan korban meninggal dunia lebih 4,7 juta orang. Guncangan juga terjadi pada dunia. Pola pembelajaran tatap muka harus berganti dengan sistem online, menggunakan jaringan-jaringan teknologi informasi atau belajar daring. Tidak mudah memaksimalkan kualitas dalam situasi perubahan yang dipaksa keadaan tanpa persiapan sama sekali tersebut. Akibatnya, dampak berupa learning loss pun terjadi. Secara sederhana, learning loss adalah berkurang atau hilangnya kemampuan akademik pengetahuan atau keterampilan yang seharusnya diperoleh peserta didik. Pandemi Covid-19, membuat sumber daya manusia kita menjadi lebih rendah dari potensi yang seharusnya bisa dicapai. Ini bukan saja terjadi pada pendidikan dasar-menengah yang relatif tidak mudah berubah dengan cepat, sebagai akibat keterbatasan sarana prasarana maupun kualitas pendidikan, melainkan juga pada pendidikan tinggi, seperti yang dialami PTMA kita. Sejak awal pandemi Covid-19, telah dicoba diminimalkan dampak negatif dari virus yang bermetamorfosis sangat cepat, dan melahirkan berbagai varian baru yang kian mematikan ini. Dalam proses pembelajaran, melalui Majelis Diktilitbang PPM, dilakukan berbagai langkah seperti pelatihan belajar daring hingga membuat pedoman dan buku acuan belajar daring. Untuk mengawal mutu supaya tidak merosot, tetap dilakukan audit mutu internal (AMI) dengan pola yang berbeda agar tidak membahayakan auditor maupun auditee-nya. PTMA bersama Majelis Diktilitbang PTMA berusaha memaksimalkan kegiatan dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada. Seminar, pelatihan, pendampingan, pembinaan, serta pengawasan, tetap berjalan, bahkan lebih intensif. Hasilnya tecermin dari berbagai hasil akreditasi yang tetap menunjukkan level yang sebagian besar meningkat. Tidak hanya itu, secara kelembagaan pun juga banyak dilakukan alih-bentuk, dari kelembagaan lebih rendah ke yang lebih luas cakupannya. Jumlah PTMA berbentuk institut dan universitas bertambah signifikan masa pandemi Covid-19 ini. Dalam situasi sulit dan menghadapi ancaman Covid-19, apakah PTMA hanya memikirkan penyelamatan dirinya sendiri? Ternyata tidak. PTMA, dengan koordinasi dibawa PP Muhammadiyah, tidak hanya berada di puncak menara gading yang mengalienasikan diri dari masyarakat. PTMA ikut bahu-membahu membantu masyarakat dalam meminimalkan dampak Covid-19. Susah untuk dihitung secara finansial dari 166 PTMA ini dalam mendukung upaya pengendalian dampak Covid-19. PTMA sejak awal sudah memberikan bantuan-bantuan desinfektan, masker, shelter untuk isolasi, sembako bagi kaum dhuafa, hingga menyediakan bantuan vaksinasi yang sampai sekarang masih terus berlanjut. Apa yang dilakukan PTMA itu sebetulnya bukan sesuatu yang mengherankan. Ini sejalan dengan kewajiban catur dharma yang harus dilakukan semua PTMA. Sebagai PT di bawah panji Muhammadiyah, kegiatan pengabdian masyarakat serta dakwah Islamiyah yang dijalankan secara masif pada masa pandemi adalah lumrah. Ini menjadi penciri dan sekaligus misi dari PTMA untuk berperan dan memberi solusi pada persoalan keumatan dan kebangsaan yang bukan saja terjadi di Indonesia, namun juga di pucuk bumi Allah ini. ***

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM

1


WARTA PTM

Susunan Redaksi Rapat Redaksi

Rapat redaksi Warta PTM bersama (depan kiri) Prof Edy Suandi Hamid, Yordan Gunawan, Aprilia Sazila Sari, Rasya Swarnasta, Evi Dwi Oktaviani, Arif Wibowo.

WARTA PTM

Warta PTM diterbitkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

SUSUNAN REDAKSI PENANGGUNG JAWAB: Lincolin Arsyad PEMIMPIN UMUM/REDAKSI: Edy Suandi Hamid DEWAN REDAKSI: Muhammad Sayuti I Muhammad Samsudin I Ahmad Muttaqin REDAKTUR PELAKSANA: Edy Suandi Hamid ASISTEN REDAKSI/REPORTER: Aprilia Sazila Sari I Rasya Swarnasta KEUANGAN: Evie Dwi Oktaviani ALAMAT REDAKSI: Jln. KHA Dahlan 103 Yogyakarta 55262 Telp. +62-274-389485 Faks. +62-274-376336 Email: redaksiwartaptm@gmail.com Website: www.diktilitbangmuhammadiyah.org Rekening Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Nomor 09-0008-7003 BNI Cabang Yogyakarta a/n Lincolin Arsyad, Prof. Dr. M.Sc.

Warta PTM menerima tulisan yang berupa opini, berita panjang, berita singkat, glosarium dan foto seputar perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Redaksi berhak menyunting tulisan. Silakan kirim tulisan dan/atau foto ke email redaksi.

2

Warta PTM

Edisi September-Oktober 2021


WARTA PTM

Daftar Isi ASA

TOPIK UTAMA

TOPIK UTAMA

Pembelajaran Daring Vs Disparitas Digital

• PTMA Masa Pandemi Covid-19__1 • Pembelajaran Daring Vs Disparitas Digital__4 • Adaptasi Digital PTMA Hadapi Wacana Blended Learning__6

WAWANCARA

• Pesan Ketua MCCC untuk PTMA__8

KINERJA

• Dukung Budaya Kewirausahaan Berbasis Kampus__10 • Telisik Masa Depan Tanah Papua__11 • Izin Operasional Universitas SiberMu Terbit__12 • Peluang Bisnis Berbasis Pemberdayaan Masyarakat__13 • Universitas Siber Muhammadiyah Siap Terima Mahasiswa Baru__14 • Baitul Arqom MSPP Batch IV__14 • Mahasiswa Baru PTMA Se-Indonesia Ikuti Kuliah Umum AIK__15

WACANA

• Dua Tahun Covid-19 Bersama Kita, Masyarakat Masih Saja Abai?__16

SIGI

• Perilaku dan Kepatuhan Warga Muhammadiyah Surabaya Terhadap Surat Edaran PPM Tentang Pencegahan Penularan Covid-19__17

INAUGURASI

• FK UMSU Yudisium 96 Dokter__18 • Rektor UM Gresik: Empat Hal Penting Tingkatkan Kualitas Kampus__18 • UMY Pecahkan Rekor MURI pada Mataf 2021__19 • UM Mataram Wisuda 599 Sarjana dan Ahli Madya__20 • Prof Suhardi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Pertama UM Palopo__20 • Bupati Wakatobi dan Sekretaris Diktilitbang Hadiri PKKMB ITBM Wakatobi__21 • IAIM Bima Lakukan Serah Terima Jabatan Dekan dan Kaprodi__21 • UM Palembang Tambah Jumlah Doktor__22

INOVASI

• Bilik Anosmia Mahasiswa UM Purwokerto Dipatenkan__23 • UAD Ciptakan Pistol Covid CP-01__23 • Snack Rendah Kalori UM Gresik Solusi bagi Penderita Diabetes__24 • Wadah Pakan dan Minum Semiotomatis Inovasi Tim UM Surabaya__25

KRONIK

• Tim Hibah PKKM UNIMUS Gagas Ide Hybrid Learning__26 • Gedung Baru STIE Muh Tuban Siap Digunakan__26 • Dosen UMY Bantu Tingkatkan Branding Pengusaha Mikro__27 • Program Doktor (S-3) Ilmu Farmasi UAD Resmi Berdiri__28 • Resiliensi Pendidik di Masa Pandemi__28 • ITBM Banyuwangi Gandeng KUB Baruna Jaya Rancang Perahu Fiber__29

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) telah mengeluarkan panduan penyelenggaraan kuliah tatap muka. Dalam aturannya, perguruan tinggi harus tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan warga kampus (mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan) serta masyarakat sekitar. Panduan ini menjadi angin segar bagi perguruan tinggi di Indonesia terutama Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Pasalnya, menjalani pembelajaran daring menuntut dosen, mahasiswa, dan sivitas akademika berinovasi agar tidak gagap bahkan mati dalam menerapkan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Dengan begitu, Warta PTM edisi ini akan mengulas lebih dalam mengenai Refleksi PTMA di Masa Pandemi, di antaranya pembahasan seputar peluang, hambatan, tantangan, dan hikmah PTMA dalam mendukung sektor pendidikan di masa pandemi. Adapun para narasumber terdiri dari Dr Sonedi M Pd selaku Rektor UM Palangkaraya, Dr H Arsyad Abd Gani MPd selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr Indah Sulistiani SE M Ikom selaku Wakil Rektor UM Papua, Nanan Abdul Manan MPd selaku Ketua STKIP Muh Kuningan, dan Sri Satiti Hamranani SKep MKep selaku Ketua STIKES Muhammadiyah Klaten.

• STIH Muh Bima Bangun Generasi Pembawa Perubahan__30 • STIKesMu Lhokseumawe Adakan Mastamaru__30 • IAIM Sinjai Dorong Mahasiswa Jawab Tantangan Sistem Pendidikan__31 • AKPER Muh Bireuen Gandeng Pemkab Bireuen Tingkatkan SDM__31 • Workshop Penyusunan Proposal Hibah PKM bagi Dosen UM Lampung__32 • Kuliah Umum UM Kudus Bahas Tema SDM PTMA__33 • STIE Muh Jakarta Optimalkan LAZIS di Purwakarta__33 • UM Jambi Teladani Pengelolaan Mahasiswa UM Metro__34 • Dosen PTI Unimuda Sorong Ikuti Sertifikasi Profesi__35 • UM Buton Sepakati MoU Gerakan Nasional Literasi Digital__35 • Seminar Internasional Unismuh Makassar Hadirkan Direktur IIPIA__36 • UM Jember Gagas Program Sekolah Desa Cerdas__36 • UMKO Dampingi Pembuatan Video E-Learning di Sekolah Dasar__37 • Pelatihan Technopreneurship UM Gorontalo Tumbuhkan Jiwa Bisnis__38 • Mahasiswa Baru IKEST MP Ikuti Pengkaderan__38

• MoU UMSU dan Kanwil DJP Sumut Sepakati Kerja Sama Perpajakan__39

DOSEN BERPRESTASI

• Aplikasi JogjaLoop Dukung Ide Kota Inklusif__40

PROFIL PTM

• Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai: Wujudkan Kampus Islamic, Progresif, dan Kompetitif__42 • Kepemimpinan ala Teman Sejawat__44

SEMESTA

• Kibar Bendera Muhammadiyah di Korea Selatan__46

PRESTASI MAHASISWA

• Mahasiswi UMM Kumpulkan 17 Medali Taekwondo__48 • Mahasiswa Unismuh Makassar Raih Best Speaker Novice NUDC 2021__48

OBITUARI

• Ikhlas Abdikan Diri untuk PTMA__49

BERITA

• UMAM Kontribusi Muhammadiyah di Mancanegara__50

WARTA DARI PTM • Warta dari PTM__51

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM

3


WARTA PTM

Topik Utama Refleksi PTMA di Masa Pandemi

Pembelajaran Daring Vs Disparitas Digital

Ilustrasi

P

elaksanaan vaksinasi Covid-19 telah diterapkan untuk mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidik. Tak heran banyak perguruan tinggi yang memberikan fasilitasi vaksin bagi sivitas akademika juga masyarakat sekitar. Upaya ini rupanya menghasilkan lampu hijau dari Presiden Jokowi. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) atau kuliah tatap muka terbatas dapat dilakukan dengan syarat telah menjalani vaksinasi dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) juga telah mengeluarkan panduan penyelenggaraan kuliah tatap muka. Dalam aturannya, perguruan tinggi harus tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan warga kampus (mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan) serta masyarakat sekitar. Panduan ini menjadi angin segar bagi perguruan tinggi di Indonesia terutama Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Pasalnya, menjalani pembel-

4

Warta PTM

ajaran daring menuntut dosen, maha- Kegagapan Pembelajaran Daring Sektor pendidikan menjadi salah siswa, dan sivitas akademika berinovasi agar tidak gagap bahkan mati dalam satu sektor yang mendapatkan hantamenerapkan Pendidikan Jarak Jauh man keras dari Covid-19. Berbagai ke(PJJ). Dengan begitu, Warta PTM edisi bijakan turut lahir bersamaan dengan ini akan mengulas lebih dalam menge- penanggulangan penyebaran Covid-19 nai Refleksi PTMA di Masa Pandemi, di yang semakin meluas. Dari beberapa kebijakan yang dikeluarkan, penetapantaranya pembahasan seputar peluan pembelajaran daring adalah ang, hambatan, tantangan, dan kebijakan yang paling menuai hikmah PTMA dalam menpro dan kontra di masyaradukung sektor pendidikan kat. Pada mulanya, kebijakdi masa pandemi. Adapun an ini memang dirasa tepat, para narasumber terdiri namun seiring bertambahdari Dr Sonedi M Pd selaku nya waktu bermunculan pula Rektor UM Palangkaraya, kegelisahan yang dirasakan Dr H Arsyad Abd Gani MPd oleh dosen maupun mahaselaku Rektor Universitas Dr. Sonedi, M.Pd. siswa. Kurangnya dukungan Muhammadiyah Mataram, Dr Indah Sulistiani SE M Ikom selaku sarana dan prasarana digital atau sinyal Wakil Rektor UM Papua, Nanan Abdul internet misalnya, juga tidak efektifnya Manan MPd selaku Ketua STKIP Muh mahasiswa dalam menerima pembelKuningan, dan Sri Satiti Hamranani ajaran melalui maya menjadi problem SKep MKep selaku Ketua STIKES Mu- yang terus digaungkan. Membaca fenomena tersebut, Dr Sonedi MPd mehammadiyah Klaten. nyebutkan peran Kemendikbudristek dalam menangani krisis di bidang

Edisi September-Oktober 2021


pendidikan memang belum optimal. Akselerasi Inovasi Antarpihak dosen dan tendik untuk mengikuti pe“Meskipun serangkaian kebijakan telah UM Papua menjadi salah satu con- latihan penggunaan moodle dan platform dibuat, namun hingga September 2021 toh dari banyaknya perguruan tinggi digital. “Guna mendukung pemahaman tampaknya belum menunjukkan hasil yang memiliki mahasiswa sebagian mengenai digital, Ummat juga melaksasebagaimana diharapkan. Justru angka besar berasal dari daerah 3T (Terting- nakan beberapa program seperti User putus sekolah bertambah dan peserta gal, Terdepan, dan Terluar). Belum lagi Education, Sosialisasi, Bedah Buku, Taldidik dari keluarga miskin nyaris tak masih banyaknya peserta didik bah- kshow, dan lainnya,” paparnya. terlayani karena ketiadaan alat kan dosen yang gagap teknologi. daring,” papar Rektor UM Covid-19 memang berhasil Transformasi Model Pembelajaran Palangkaraya ini. Ia menilai memaksa perguruan tinggi Ketua STKIP Muh Kuningan, Naketidakefektifan program untuk berinovasi dan te- nan Abdul Manan MPd mengkritisi Belajar dari Rumah (BDR) tap bertahan menjalankan bahwa pembelajaran daring memang tidak efektif karena terlalu kampus mandiri dan bela- bagus untuk diterapkan, namun minusbertumpu kepada internet jar secara mandiri. Dengan nya yaitu pembelajaran dengan mengsehingga kebijakan yang dibegitu Rektor UM Mataram gunakan sistem daring tidak memberibuat adalah pemberian banDr H Arsyad Abd Gani MPd kan feedback yang baik untuk pengemDr. Indah Sulistiani SE, M.Ikom tuan kuota pada pendidik menyadari bahwa penerapan bangan mahasiswa dari segi skill dan dan peserta didik. Namun, pemberian pembelajaran daring memang mem- kompetensi. “Tidak ada transfer of value bantuan kuota tidak disertai dengan butuhkan daya dukung yang memadai. dalam pembelajaran daring,” tegasnya. pemetaan kebutuhan kuota yang bera- “Penerapan pembelajaran secara da- Hal inilah yang melatarbelakangi sisgam. Gayung bersambut, pendapat Dr ring membutuhkan daya dukung dan tem pembelajaran blended learning keSonedi ditangkap dengan baik oleh Dr hanya efektif dilakukan pada Lemba- rap menjadi buah bibir oleh beberapa Indah Sulistiani SE M Ikom. Sebagai ga Pendidikan yang memiliki fasilitas perguruan tinggi. Meskipun kenyataanpejuang pendidikan dari bagian Timur digital dan komunikasi yang cukup. nya, sistem ini sudah diterapkan oleh Indonesia, Dr Indah dengan lugas me- Untuk daerah-daerah yang belum ter- beberapa perguruan tinggi termasuk maparkan bahwa memang pembelajar- sentuh secara digital tentunya akan PTMA jauh sebelum adanya pandemi. an secara daring sangat bergantung de- menghambat pembelajaran,” paparnya. Sepakat dengan hal tersebut, Dr Sonengan jaringan internet. Terlebih di UM Menjawab tantangan tersebut, Ditjen di memaparkan pembelajaran daring Papua banyak mahasiswa yang berasal Diktiristek telah menyiapkan Mobil PJJ di UM Palangkaraya sebenarnya sudari daerah Blank Spot (tidak tersedia Kampus Merdeka dan Mobil Vaksinasi. dah berjalan dengan optimal. Namun, jaringan internet). “Area blank spot di Kedua produk inovasi ini menjadi upa- mahasiswa tetap merasa bahwa ada Papua cukup banyak, bukan hanya di ya atas kebutuhan akses internet untuk kapasitas yang tidak bisa disalurkan daerah pedesaan dengan kategori ter- pendidikan di daerah 3T. Meskipun hanya lewat daring. Dengan begitu Dr depan, terpencil, dan tertinggal saja, masih dalam tahapan uji coba, inova- Sonedi mantap untuk membuka sistem bahkan di sekitar pusat kota Pemerin- si ini bertujuan untuk meminimalisasi kombinasi ini dengan syarat tetap metah Kabupaten/Kota juga masih banyak loss-learning yang ada, di mana terdapat nerapkan protokol kesehatan ketat jika area blank spot,” papar Wakil Rektor I 124 ribu mahasiswa di Indonesia yang mengadakan PTM. “Intinya, pembelaUM Papua ini. Kondisi ini membuat tinggal di daerah 3T dan tidak jaran tatap muka diutamakan bagi sebagian besar mahasiswa tidak mam- pernah tersentuh jaringan inmata kuliah yang memerlukan pu mengikuti pembelajaran secara da- ternet. “Pembelajaran daring capaian kompetensi praktis, ring. “Bahkan mahasiswa yang berasal tidak memungkinkan untuk teknik, hingga karakteristik dari luar Kota Jayapura memilih un- mahasiswa di daerah 3T kakepribadian mahasiswa,” tuk kembali ke kampung halaman ma- rena akses internet terbatas paparnya. Adapun persiapsing-masing semasa pandemi Covid-19, dan kebanyakan tidak memian dalam melakukan pemkarena ketiadaan biaya hidup akibat liki gadget,” ungkap Sekretaris belajaran blended learning yapembatasan kegiatan ekonomi,” pung- Ditjen Diktiristek Paristiyanti itu (1) memperbarui kurikuDr. H. Arsyad Abd Gani, M.Pd kas Indah. Sampai saat ini, sebagian be- Nurwardani dilansir dari kelum pada tiap program studi sar mahasiswa UM Papua dari daerah mdikbud.id. Inovasi ini tentu tidak da- serta mengakomodasi kurikulum debelum kembali karena terkendala biaya pat berjalan jika tidak dibarengi dengan ngan kebijakan Kampus Merdeka, dan transportasi, pembatasan perjalanan, kesiapan Sumber Daya Manusia yang (2) mendukung kesiapan infrastruktur dan persyaratan administrasi perjalan- mumpuni. Menyadari hal tersebut, Dr pembelajaran. []APR an (rapid test dan PCR). H Arsyad Abd Gani turut memfasilitasi

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM

5


WARTA PTM

Topik Utama

Adaptasi Digital PTMA Hadapi Wacana Blended Learning

sumber foto website UM Sumatera Utara

P

erguruan tinggi di Indonesia, termasuk di antaranya PTMA, telah menerapkan model pembelajaran daring sebagai langkah strategis mencegah penyebaran Covid-19. Lambat laun, penerapan kebijakan pembatasan sosial dan penyelenggaraan vaksinasi menjadi faktor kunci teratasinya pandemi Covid-19 di Indonesia. Sekalipun demikian, PTMA turut mengalami pukulan mengenai kemerosotan proses belajar-mengajar dengan adanya kendala-kendala pembelajaran daring yang dihadapi. Sarana Teknologi Faktor Pendukung E-learning Ketersediaan jaringan menjadi bagian dari sarana prasarana yang diharapkan memadai agar dapat mendukung pembelajaran digital. Disampaikan oleh Rektor UM Palangkaraya, Dr Sonedi MPd, lokasi UM Palangkaraya yang berada di wilayah Kalimantan menjadikan akses internet tersendat dan kurang merata. “Terlebih lagi, banyak mahasiswa yang berasal dari pelosok daerah, dengan jaringan yang sulit

6

Warta PTM

atau bahkan tidak ada jaringan sama sekali,” ujarnya. Selain problem jaringan yang dihadapi oleh PTMA, permasalahan lainnya adalah kompetensi SDI perihal kecakapan digital itu sendiri. Kendala kompetensi kecakapan digital tersebut dihadapi oleh UMMAT. Saat ini, UMMAT sedang mengupayakan optimalisasi penggunaan e-learning, tepatnya Learning Management System (LMS), untuk mahasiswa UMMAT yang berfungsi untuk merekam jejak aktivitas mahasiswa selama kegiatan perkuliahan. Akan tetapi, adanya LMS belum dapat dimanfaatkan secara utuh oleh seluruh sivitas akademika. Rektor UMMAT, Dr H Arsyad Abd Gani, menyebutkan bahwa dosen-dosen masih memilih untuk mengadakan perkuliahan dengan aplikasi chatting atau virtual meeting. “Masih ada peserta didik yang gagap teknologi, sehingga sulit untuk mengaplikasikan penerapan pembelajaran daring,” tambahnya. Faktor sarana teknologi digital yang masih terbatas akan menyulitkan proses pembelajaran sivitas akademika, terutama bagi mata kuliah praktikum

Edisi September-Oktober 2021

yang menuntut tidak hanya ketersediaan laptop pribadi dan akses jaringan memadai, tetapi juga pengadaan alat dan bahan praktikum. Di UM Papua sendiri, dosen-dosen praktikum menemui kesulitan yang disebabkan oleh sistem akademik yang belum terintegrasi. Akibatnya, dosen-dosen masih harus Work From Office (WFO) untuk mengoptimalkan pembelajaran akademik. Pada dasarnya, kegiatan-kegiatan dalam dunia akademik yang menuntut kerja-kerja praktik memang relatif lebih sulit untuk ditemukan solusinya. Kesulitan yang terjadi di UM Papua juga dirasakan oleh sivitas akademika di STIKES Muh Klaten. Ketua STIKES Muh Klaten, Sri Satiti Hamranani SKep MKep, mengatakan bahwa kegiatan praktik di rumah sakit telah membuka kegiatan belajar mahasiswa pada September. Sekalipun salah satu faktornya disebabkan oleh sulitnya mengalihkan pembelajaran praktik ke daring, sarana teknologi digital pun juga kendala utamanya. “Motivasi untuk memanfaatkan sistem informasi akademik (SIA) yang sudah disiapkan masih belum maksimal,” ujarnya.


Adaptasi Digital Dorong Inovasi PTMA Di saat yang bersamaan, UM Pa- dan platform digital bagi dosen. “Moodle Dengan hambatan-hambatan yang pua juga sedang mendesain model ku- sudah terintegrasi dengan Spada Indodihadapi oleh PTMA karena pandemi rikulum pembelajaran jarak jauh (PJJ) nesia yang mutakhir berbasis teknoloCovid-19, PTMA pun tidak tinggal diam. yang memanfaatkan teknologi LMS gi internet, sehingga bisa diakses dari Misalnya, pada permasalahan yang berbasis web. Memang tidak diragu- mana pun,” jelas Arsyad. Selain itu, dialami STIKES Muh Klaten kan lagi bahwa pandemi Co- pada fasilitas luring itu sendiri, penyesebelumnya, Sri Satiti mengvid-19 mendorong PTMA un- diaan internet telah dipastikan ada di infokan bahwa pembuatan tuk membuat inovasi-inova- setiap ruang kelas di UMMAT, lengkap video pembelajaran telah si guna melakukan adaptasi dengan LCD projector dan tata letak podilakukan di STIKES Muh digital. Pernyataan tersebut sisi duduk yang berjarak untuk menaati Klaten. Video pembelajaran ditunjukkan oleh Nanan Ab- protokol kesehatan. tersebut diutamakan untuk dul Manan MPd, Ketua STPenerapan blended learning dalam menunjang pembelajaran KIP Kuningan, melalui ino- sektor pendidikan memang membupraktik di laboratorium yang Sri Satiti Hamranani, S. Kep., M. Kep vasi-inovasi STKIP Kuningan tuhkan persiapan yang matang dari memang memiliki kesulitan mulai dari aplikasi pembel- setiap unsur sivitas akademika. Oleh pada pengalihannya menjadi daring. ajaran online, registrasi keuangan ber- karenanya, UM Papua terus melakukan Dalam memunculkan inovasi-inovasi basis online, hingga pelatihan-pelatihan sosialisasi kepada dosen dan mahasisbaru mengenai metode pembelajaran, kepada mahasiswa secara online. wa mengenai metode pembelajaran ini. STIKES Muh Klaten akan terus melaHal ini dilakukan agar mahasiswa dapat kukan peninjauan kurikulum secara Langkah PTMA Respons Wacana lebih siap menghadapi model tersebut. strategis. “Termasuk bagaimana me- Blended Learning Dipaparkan oleh Indah, UM Papua ningkatkan kemampuan dosen dan maMeskipun pembelajaran daring telah menyediakan sarana informasi hasiswa dalam pemanfaatan era digita- dalam setahun terakhir menjadi lebih melalui web kampus dan menyiapkan lisasi,” tegasnya. optimal, mahasiswa tetap merasa bah- standar layanan kesehatan dalam pelaDesakan untuk melakukan adap- wa ada kapasitas yang tidak dapat di- yanan akademik sesuai dengan instruktasi digital mendorong PTMA-PTMA salurkan hanya melalui pembelajaran si pemerintah. “UM Papua juga akan untuk memunculkan inovasi demi me- daring. Oleh karena itu, model pembel- dengan tegas melakukan pembatasan rumuskan model pembelajaran yang ajaran blended learning dinilai menjadi layanan akademik, termasuk membabaru. Sebagai contoh, UM Palangkara- solusi yang tepat untuk mengakomo- tasi kerumunan mahasiswa di kampus,” ya mengembangkan LMS untuk dapat dasi kebutuhan pelaksanaan tegasnya. diakses oleh sivitas akademika. Selain pembelajaran sekaligus tetap Perihal pembatasan itu, salah satu prodi di UM Palangkara- menaati protokol kesehatkerumunan mahasiswa di ya bahkan memperoleh hibah nasional an. Sistem pembelajaran kampus, STKIP Kuningan mengenai modul pembelajaran digital blended learning telah dipremembuat jadwal bergilir dan inovasi pembelajaran digital. diksi oleh jajaran pimpinan antarmahasiswa sesuai dePenyempurnaan LMS pun dilaku- UM Palangkaraya, semua ngan angkatan-angkatannya. kan oleh UMMAT untuk menunjang kegiatan universitas mulai dari Sebagai contoh, mahasisproses belajar daring. Ditambah lagi, pendidikan, riset, pengabdiwa semester pertama akan Nanan Abdul Manan, M.Pd proses akademik seperti bimbingan an, layanan, dan inovasi lainmengikuti pembelajaran luskripsi, pengurusan surat-menyurat, nya, akan dikombinasikan antara fisik ring pada minggu pertama, kemudian pertemuan ilmiah, dan pelatihan-pela- dan teknologi. “Tentu akan disesuaikan digantikan oleh mahasiswa semester tihan lainnya dilakukan secara virtual. juga dengan kebijakan oleh Gubernur ketiga pada minggu kedua, mahasiswa “Bahkan, UMMAT juga memiliki per- Kalimantan Tengah,” sahut Sonedi. semester kelima pada minggu ketiga, pustakaan digital yang dapat diakses di Apabila Level PPKM di Kota Palangka dan mahasiswa semester ketujuh pada rumah, dapat di-download di Play Store, Raya dapat turun, maka dipastikan bah- minggu keempat. Dengan demikian, dan terintegrasi dengan Google Scho- wa model pembelajaran blended learning PTMA tetap dapat memulai kegiatan lar dan Rama Dikti,” tambah Dr Arsyad. di UM Palangkaraya diterapkan. blended learning sesuai dengan instruksi Pada intinya, UMMAT berusaha mengPersiapan serupa juga sedang di- pemerintah. [] RAS optimalkan sistem perkuliahan yang lakukan UMMAT. UMMAT fokus pada semula tatap muka bergeser menjadi optimalisasi sumber daya manusia, seonline dengan memanfaatkan beragam perti pelatihan modular object-oriented platform digital. dynamic learning environment (moodle)

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM

7


Topik Utama Wawancara WARTA PTM

Wawancara Bersama Dr. H.M. Agus Samsudin, M.M. Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC)

Pesan Ketua MCCC untuk PTMA

M

eskipun sempat mengalami lonjakan pada Juli 2021, kasus Covid-19 di Indonesia saat ini menunjukkan sinyal penurunan. Update grafik kasus harian di Indonesia dari Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) juga menyebutkan dalam pertengahan Juli hingga Agustus 2021 terjadi pengendalian penularan Covid-19 yang semakin membaik. Namun, diperlukan beberapa upaya yakni ketaatan protokol kesehatan yang tetap dijaga hingga penanganan lainnya guna menahan lonjakan kasus kembali terjadi. Upaya tersebut menurut Dr Agus Samsudin MM tidak hanya datang dari pemerintah namun perlu melibatkan pihak lain salah satunya Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA). Ketua MCCC PP Muhammadiyah ini percaya adanya sinergi dan kolaborasi yang dibangun PTMA dapat berguna untuk melawan penularan Covid-19. “Kita juga menyadari bahwa Covid-19 sampai saat ini belum 100% terkendali dan masih terjadi lonjakan-lonjakan yang tidak dapat kita duga sama sekali. Saya berharap warga PTMA dapat mengambil peran dan menjadi contoh untuk masyarakat guna menyikapi dan melawan Covid-19 secara bersama-sama,” paparnya. Sampai saat ini MCCC terus berupaya melakukan penanganan guna mengurangi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia. Kegiatan apa saja yang telah dilakukan? MCCC merupakan respons dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat awal Covid-19 masuk ke Indonesia. Tujuan dari MCCC adalah mengoordinasikan seluruh kegiatan terkait Covid-19 di Persyarikatan. Hal yang kami lakukan yakni pencegahan atau preventif seperti kampanye bahaya Covid-19,

8

Warta PTM

atif bersama dengan melakukan banyak sekali kegiatan seperti pembagian makan untuk mahasiswa dan masyarakat, membuka pelayanan Covid-19, dan vaksinasi. Saat ini sudah lebih dari 250 ribu orang yang melakukan vaksinasi melalui MCCC baik dari RS dan kolaborasi dengan perguruan tinggi.

Drs. H.M. Agus Samsudin, M.M.

menggunakan masker, tuntunan ibadah, sekolah, dll. Melihat dampak Covid-19 yang begitu cepat, kami juga melakukan langkah immediate response dengan menyiapkan lebih dari 6000 paket sembako yang dibagikan untuk seluruh warga. Berikutnya yaitu kuratif dengan mempersiapkan RS Muhammadiyah sebanyak 89 unit yang menerima pasien Covid-19. Kami juga mengadakan kolaborasi dengan international organization yaitu kerja sama dengan pemerintah Australia, WHO, Unicef, dll. Kami juga melakukan advokasi dengan lembaga pemerintah atau nonpemerintah. Khusus dengan PTMA, kami membuat inisi-

Edisi September-Oktober 2021

Di beberapa daerah, masih banyak masyarakat yang tidak percaya mengenai keberadaan Covid-19. Hal ini juga berdampak pada aktivitas vaksinasi. Bagaimana menurut Bapak? Masyarakat yang abai terhadap Covid-19 memang masih ada dan ini merupakan tantangan untuk kita. Abainya masyarakat juga dikarenakan banyaknya menerima informasi hoax serta ketidaktahuan terhadap mengikuti arus sehingga banyak masyarakat yang tidak percaya dengan Covid-19. Namun, pengalaman kami banyak masyarakat yang akhirnya percaya dan patuh dalam menaati protokol kesehatan ketika ada bagian dari saudaranya yang terkena dan merasakan sendiri bahaya Covid-19. Kita juga menyadari bahwa Covid-19 sampai saat ini belum 100% terkendali dan masih terjadi lonjakan-lonjakan yang tidak dapat kita duga sama sekali. Tentu, kita tidak ingin keadaan seperti pada bulan Juli lalu yaitu adanya RS yang kekurangan oksigen, sulitnya menemukan shelter, banyak korban yang meninggal di IGD itu kembali terjadi. Guna menghindari hal tersebut diperlukan kesadaran bersama dari keseluruhan pihak. Salah satunya yaitu peran dari PTMA. Saya berhadap warga PTMA dapat mengambil peran dan menjadi contoh untuk masyarakat guna menyikapi dan melawan Covid-19 secara bersama-sama.


Pembelajaran atau hikmah apa yang dapat Bapak ambil dari Covid-19? Pembelajaran yang saya ambil yaitu Covid-19 berhasil mengubah perilaku kita, jika dalam ilmu marketing yaitu consumer behavior. Berikutnya adalah mengenai digital, penggunaan aplikasi zoom sebelum sebenarnya sudah ada sebelum Covid-19 itu muncul, namun jarang digunakan oleh kita. Karena peran digital, saat ini percepatannya sangat terasa. Sehingga hikmah berikutnya dari Covid-19 yaitu dapat mempercepat digital literasi sehingga ini menjadi salah satu aspek positif. Berikutnya, kita harus mengubah bagaimana cara menjalin hubungan, bermusyawarah, berperilaku dengan orang lain. Hikmah ke-3 yaitu dari sisi kesehatan. Covid-19 mengajarkan kita untuk bersih dan hidup sehat. Ini tidak kita sadari, namun sebenarnya menjadi bagian yang paling penting dalam pola kehidupan kita. Meskipun sebenarnya Islam sudah mengajarkan hal tersebut, contohnya yaitu kita berwudhu lima kali sehari, secara tidak langsung kita sudah menjaga pola hidup bersih juga. Jadi menurut saya hikmah Covid-19 sangat terasa dari perilaku, digital literasi, dan pola hidup sehat. Saat ini terdapat rencana pemberlakuan blended learning di beberapa perguruan tinggi salah satunya PTMA. Bagaimana pendapat Bapak? Rencana melakukan blended learning memang sudah seharusnya dilakukan dan menjadi terobosan dari PTMA. Namun perlu diingat, jika ingin melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), maka SOP mengenai penerapan perilaku 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak) serta praktik 3T (Tracing, Testing, Treatment) dan V (vaksinasi) penting untuk diterapkan.Saya juga menganjurkan agar PTMA membuat percobaan terlebih dahulu, lalu dilakukan secara bertahap. Jika semua aman dan bisa dikendalikan maka pembela-

jaran tatap muka dapat dilakukan. Perlu diingat bahwa wajib vaksin menjadi salah satu peraturan dalam SOP-nya karena jika kita sudah divaksin setidaknya kita sudah memiliki antibodi dan jika kita terkena Covid-19 insyaAllah dampak tidak terlalu berat. Covid-19 sudah bersama hampir 2 tahun, selain menggencarkan sosialisasi dan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Menurut Bapak, hal apa yang seharusnya dilakukan oleh PTMA saat ini? Satu hal yang saya harapkan untuk PTMA, yaitu ada terobosan baru terkait penelitian yang dilakukan oleh PTMA mengenai Covid-19. Misalnya, Fakultas Kedokteran meneliti mengenai Covid-19 ditinjau dari ilmu kesehatan, Fakultas Sosiologi meninjau dari ilmu sosial, berikutnya yaitu Fakultas Psikologi yang melihat dampak psikologi. Penelitian seperti ini perlu penanganan serius. Terutama dari dampak ekonomi dari sisi pemerintah juga perlu dikritisi. Saya berharap agar PTMA dapat memberikan input yang bagus terhadap penyelesaian Covid-19 ini. Kami menyadari bahwa perguruan tinggi juga terdampak oleh pandemi namun PTMA juga tidak boleh lupa mengenai kontribusinya pada penelitian. Pengembangan inovasi harus terus dilakukan karena digitalisasi tidak bisa dihindari. Era saat ini jika PTMA ingin berkembang dengan cepat memang harus ada digitalisasi. Perlu diingat bahwa ke depannya di dunia ini pelajaran hybrid akan menjadi hal yang biasa. Sehingga dosen, mahasiswa, serta administrasi kampus juga harus berubah mengikuti perkembangan jaman.

Apa harapan Bapak untuk PTMA dan Majelis Diktilitbang PPM? Saya berharap adanya inovasi yang dihasilkan oleh PTMA mengenai bagaimana hidup di masa pandemi. Inovasi ini tentu dapat ditularkan kepada masyarakat. Karena tahapan setelah meneliti dan memberikan ilmu adalah menularkan inovasi dan memanfaatkan inovasi tersebut untuk masyarakat. Pesan saya yaitu, inovasi, inovasi, dan inovasi. Baik inovasi di dalam maupun keluar. Selain itu, PTMA juga dapat membantu masyarakat untuk tetap optimis menghadapi Covid-19. Serta PTMA dapat menyatukan masyarakat untuk bersama-sama dalam menghadapi Covid-19. Selanjutnya untuk Majelis Diktilitbang PPM, karena ini masanya adalah kolaborasi dan tidak bisa lagi untuk meningkatkan kuantitas saja, namun kualitas menjadi penting. Harapan saya agar Majelis dapat menjadi perantara untuk terjalinnya hubungan antar universitas serta menjalin hubungan antar-Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam berbagai hal sehingga kemajuan AUM bisa teriring bersama. Ini menjadi sangat penting bahwa sinergi dan kolaborasi antar AUM menjadi salah satu hal yang kompetitif dan membuat secara keseluruhan dari kita menjadi kuat dan maju lebih cepat. []APR

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM

9


WARTA PTM

Kinerja

Dukung Budaya Kewirausahaan Berbasis Kampus

Webinar Majelis Diktilitbang PPM melaui Youtube

P

ada tahun 2024 jumlah total gen milenial akan tumbuh sekitar 174,79 juta orang. Namun di saat yang sama, kemajuan ekonomi belum menunjukan hasil secara signifikan. Jika anak muda dapat bergerak dengan produktif, maka akan memberikan dampak atau bonus demografi. Namun, jika sebaliknya, maka anak muda yang banyak menganggur justru akan mendatangkan musibah. Melihat fenomena tersebut, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengadakan Webinar bertemakan “Melahirkan Wirausaha Muda dan Koperasi Unggul Berbasis Kampus” secara daring, September lalu. Turut hadir sebagai pembicara Drs Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia yang diwakili Ahmad Jabadi selaku Pejabat Eselon I, Drs Suyatmin M Si selaku Kepala Koperasi UM Surakarta, dan Riza Azyumarridha Azra selaku Founder Rumah Mocaf Indonesia.

10 Warta PTM

Muchlas Rowi selaku moderator mengungkapkan, dibutuhkan upaya yang nyata untuk melahirkan kemajuan ekonomi dari generasi yang produktif. “Indonesia membutuhkan 7% atau sekitar delapan juta wirausaha agar dapat mendapatkan dampak hebat dari bonus demografi,” begitu pungkasnya. Menanggapi hal tersebut, Teten Masduki berpendapat hal yang sama, saat ini rasio kewirausahaan Indonesia belum optimal yaitu sekitar 3,47% jauh di bawah Singapura yang mencapai 8,36% dan Malaysia serta Thailand di atas 4%. “Di tahun 2024 kita menargetkan mencapai 4% karena ini merupakan salah satu syarat untuk menjadi negara maju,” pungkasnya. Tantangan lain yaitu sebanyak 82,55% UMKM belum memiliki kualitas kewirausahaan, begitu juga dengan koperasi. Di Indonesia, terdapat 247 koperasi mahasiswa aktif, namun baru 73 yang aktif melaksanakan RAT. “Sehingga dilakukan empat program transfor-

Edisi September-Oktober 2021

masi besar, yaitu transformasi dari informal ke formal, digital dan pemanfaatan teknologi, transformasi pada nilai global, dan modernisasi koperasi,” tambahnya. Ahmad Jabadi menambahkan bahwa kampus berperan penting sebagai laboratorium untuk menumbuhkan wirausaha baru dari kalangan muda yang terdidik. “Pentingnya keberadaan sebuah koperasi unggul untuk menjadi faktor pendorong yang diharapkan dapat melahirkan SDM yang cakap untuk mewujudkan koperasi modern,” paparnya selaku Deputi Perkoperasian. Kriteria koperasi modern yaitu dengan mewujudkan tiga pilar, di antaranya pilar kelembagaan, pilar usaha, dan pilar keuangan. Orientasi untuk bisnis juga dapat dikuatkan, khususnya melalui sektor pangan. Hal ini dapat didukung sumber daya lain yang dapat mendukung manajemen koperasi dan bisnis yang dikembangkan di kampus. “Hal ini dapat melahirkan koperasi sebagai role model dalam pengembangan di sektor riil, khususnya sektor pangan,” paparnya. Suyatmin Waskito Adi juga mengungkapkan bahwa koperasi kampus dapat membentuk mental entrepreneurship mahasiswa dan sekaligus pemberdayaan ekonomi di kampus. Potensi usaha koperasi kampus sangat besar melayani anggota dan nonanggota di lingkungan


kampus. “Penerapan koperasi kampus harus menerapkan good cooperative governance (GCG) dan berkembangnya koperasi kampus harus tergantung pada kesadaran dan partisipasi anggota,” pungkasnya. Menutup webinar, Riza Azyumarridha Azra menyatakan bahwa budaya

kewirausahaan di Indonesia menduduki peringkat ke-19 dari 20 negara G-20. Pada tahun 2025 Indonesia juga akan dilirik oleh pasar dunia. “Oleh karena itu, pertanyaan besar bagi kita dalam menghadapi prospek pasar yang cerah tersebut adalah, kita ini mau menjadi pasar atau pemasar di negeri

sendiri?” begitu papar Riza. Ia berpesan, setidaknya para wirausaha muda dapat berperan sebagai pemasar atau pelaku yang turut memasarkan produk lokal di negeri sendiri. “Misalnya pada sektor pangan, kita dapat bergerak sebagai kedaulatan pangan di Indonesia,” tutupnya. []APR

Telisik Masa Depan Tanah Papua

Webinar Majelis Diktilitbang PPM melaui Youtube

P

apua memiliki nilai yang sangat unik jika dilihat dari budaya dan karakter yang dimiliki. Dengan begitu, dibutuhkan pendekatan yang lebih spesifik dan khusus untuk pembangunan di tanah Papua. Begitu papar Rektor UM Sorong, Dr H Muhammad Ali pada Webinar Majelis Diktiltibang PPM bertemakan “Masa Depan Papua: Perspektif Orang Papua”. Prof Chairil Anwar selaku Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM juga menyebutkan adanya webinar ini bertujuan untuk melihat bagaimana fenomena perkembangan tanah Papua yang nantinya hasil diskusi dapat disumbangkan pada

Pemerintah Daerah. “Muhammadiyah sudah banyak diterima dengan baik oleh masyarakat Papua. Dengan begitu kegiatan ini menjadi salah satu kontribusi dari Muhammadiyah untuk Tanah Papua,” begitu pungkasnya. Memandang dari perspektif perempuan Papua, Prof Dr Yohana Susana Yembise MSc selaku narasumber pertama menekankan bahwa hakikat dari pembangunan adalah mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan kualitas baik pada laki-laki dan perempuan. “Dengan begitu, ini menjadi tantangan bagi perempuan Papua untuk berani bangkit, berbicara, dan

meningkatkan kualitas diri,” papar Menteri PPPA Republik Indonesia 20142019 tersebut. Jika melihat dari Gender Development Index (GDI), Papua menempati posisi paling terakhir, disusul oleh Papua Barat yang menempati kedua paling akhir. Untuk menjawab tantangan ini, dibutuhkan adanya sistem kerja untuk menggandeng tokoh adat, agama, dan pemerintah. Perlu ada kerja keras dari ketiga pihak karena adat mempengaruhi perempuan dan sering menjadikan perempuan sebagai korban. “Solusinya yaitu perempuan harus membangun mitra kerja dengan lakilaki, perempuan juga diberikan hak untuk berperan dalam dunia kerja seperti sektor pemerintahan, serta menjaga kualitas perempuan Papua yang akan melahirkan generasi selanjutnya di tanah Papua,” ungkapnya, Sabtu (18/09). Arie Ruhyanto PhD selaku Gugus Tugas Papua UGM memaparkan saat ini rencana pemekaran Papua juga menjadi isu hangat di beberapa kalangan dan

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM 11


WARTA PTM

Kinerja kelompok elite lokal. Menanggapi isu ini, Arie mengajak pemerintah untuk dapat menyikapi dengan cermat dan hati-hati rencana pemekaran tersebut. “Hal ini karena pemekaran tidak hanya melahirkan gedung pemerintahan baru namun juga harus memastikan ada substansi penyelenggaraan pemerintah yang berjalan, terbentuknya pelayanan publik yang baik, dan adanya kesiapan dari SDM untuk mewujudkan tata pemerintahan yang mumpuni,” pungkasnya. Ia juga menegaskan agar pemerintah tidak sekadar membangun legitimasi, namun juga melakukan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, dalam

membangun legitimasi institusional juga perlu mempertimbangkan aspek aksesibilitas geografis, daya dukung infrastruktur, ketersediaan SDM, dan potensi basis pengembangan kawasan. “Ini menjadi empat elemen kunci agar institusi pemerintah yang dibentuk bisa bekerja dengan optimal,” paparnya. Berangkat dari fakta sosial ruang politik baru yang terus diproduksi sampai saat ini, Dr Ade Yamin menyebutkan adanya perdebatan yang alot mengenai isu rasial di Papua. Adanya stereotip yang dilekatkan pada masyarakat Papua juga melahirkan stigma atau penilaian bahwa orang Papua adalah aktor kekeliruan. “Dengan begitu, langkah pen-

Peluang Bisnis Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

K

alau kamu terlambat dalam Irfan Nugroho dari Institut Pelita Desa mengambil keputusan untuk dan Cici Melita Rahmawati Mahasiswi berbisnis berarti kamu akan Eksportir Tanaman Hias selaku narakaya ketika kamu tua. Dengan begitu sumber. Selaku eksportir tanaman, Cici mahasiswa PTMA harus open minded dan terbuka untuk belajar hal-hal baru Melita menyebutkan awal mula ide dan membuka cakrawala bahwa banyak peluang berbisnis yang dapat diakses dan dipelajari. Begitu papar Muhammad Sayuti PhD pada workshop Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengenai Implementasi Merdeka Belajar dengan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekspor Agribisnis Tanaman Hias. Webinar pada Sabtu, (02/10) ini dihadiri Webinar Majelis Diktilitbang PPM melaui Youtube

12 Warta PTM

Edisi September-Oktober 2021

ting yang harus dilakukan yaitu semua kebijakan pemerintah harus berpihak demokratis dengan memahami sejarah dan karakter masyarakat Papua,” paparnya selaku Dosen IAIN Fattahul Muluk Jayapura, Papua. Sebuah perubahan asumsi dan nilai perlu dilakukan untuk dapat memberi ruang yang lebih luas pada keterlibatan orang Papua. Jalan kedua yang dapat dilakukan terutama pada pendidikan tinggi yaitu menjalankan program Akomodasi, Integrasi, dan Apresiasi. “Ketiga hal ini harus dilakukan demi terciptanya suasana dan perasaan warga Papua menjadi orang Indonesia,” pungkasnya. []APR

ini tercipta karena keingintahuannya terhadap bisnis yang melibatkan pemberdayaan masyarakat. “Pilihan saya untuk mengembangkan bisnis tanaman hias karena tanaman hias salah satu pembuka yang dapat masuk di semua kalangan termasuk dari kalangan milenial,” paparnya. Indonesia merupakan negara beriklim tropis dan saat ini baru menguasai 0,1% pasar global yang dapat dibudidayakan oleh masya-


rakat. Business Model yang ia dan tim kembangkan yaitu Tengkulak Sholeh dengan model social enterprise. Bukan hanya memikirkan bagaimana bisnis ini berjalan namun juga kebermanfaatan dan dampak pada masyarakat. “Kami juga melakukan pendampingan masyarakat, setelah itu support permodalan, dan menjadi ujung tombak dari semua yang dilakukan,” paparnya. Strategi pemasaran yang dilakukan diantaranya di-

gital marketing, mengikuti International Expo, dan membentuk jaringan agen di luar negeri. Irfan menambahkan jika mahasiswa PTMA yang diterjunkan untuk pengabdian masyarakat seperti KKN, mahasiswa juga dapat diberikan peluang untuk mengembangkan bisnis pula. Sehingga jika mahasiswa dapat memgembangkan bisnis tersebut maka mereka dapat berperan sebagai pembudidaya

yang juga dapat memperoleh untung dari bisnis. Mahasiswa dapat memperoleh keuntungan serupa dan menjadi pendamping masyarakat. Dengan sebelumnya mendapat pelatihan menjadi Community Leader. “Ini yang sedang kami lakukan dan kami kembangkan menjadi konsep merdeka belajar. Sehingga kita bisa bekerja sama dengan Universitas manapun untuk nantinya,” paparnya. []APR

Universitas Siber Muhammadiyah Siap Terima Mahasiswa Baru

Launching Universitas Siber Muhammadiyah

K

antor Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjadi lokasi penyelenggaraan launching Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu), Rabu (6/10). Kegiatan ini juga berlangsung secara daring dan disiarkan melalui akun YouTube Muhammadiyah Channel. Peresmian ini diadakan setelah diterimanya izin operasional Universitas SiberMu dari Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi Nomor 430/E/0/2021, Rabu (29/09).

Dr Bambang Riyanta MT selaku Rektor Universitas SiberMu memaparkan informasi mengenai proses pendirian, skema pembelajaran, dan informasi-informasi seputar Universitas SiberMu. “Awalnya, gagasan mengenai Universitas SiberMu telah menjadi inisiatif sebelum adanya pandemi, sebagai antisipasi pergeseran orientasi pendidikan oleh mahasiswa baru,” ujarnya. Universitas SiberMu diresmikan dengan penandatanganan berita acara

oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir MSi dan Plt Kepala LLDIKTI V DIY, Bhimo Widyo Andoko SH MH. Turut hadir mendampingi Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof Lincolin Arsyad MSi PhD; Ketua BPH Universitas SiberMu, Prof Dr Chairil Anwar MSc; dan Kepala Bagian Tata Usaha, Taufiqurrahman SE. Dalam sambutannya Bhimo Widyo Andoko SH MH, menyatakan Universitas SiberMu dapat menjadi sarana un-

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM 13


WARTA PTM

Kinerja tuk memperluas jangkauan pendidikan hingga pelosok Indonesia. “Kehadiran Universitas SiberMu menjadi cara kita menjangkau masyarakat di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal) melalui tawaran pendidikan,” ujarnya. Acara inti yaitu sambutan sekaligus launching Universitas SiberMu oleh Prof Dr H Haedar Nashir MSi. Ia menyampaikan bahwa Universitas Siber-

Baitul Arqom MSPP Batch IV

M

ajelis Diktiltibang PP Muhammadiyah bekerja sama dengan Majelis Pendidikan Kader (MPK) PPM dan Lazismu mengadakan Baitul Arqom Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch IV di Balai Besar Pengambangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya. Program yang ditujukan untuk kader Muhammadiyah ini bertujuan untuk mempersiapkan studi ke luar negeri secara intensif.

Mu akan dikelola dengan kualitas yang baik. “Sebab, hal ini menjadi bukti Muhammadiyah akan terus di depan dalam mewujudkan pranata modern yang bermutu, berkualitas, dan berkemajuan,” paparnya. Saat ini program studi yang dimiliki Universitas SiberMu diantaranya Teknologi Informasi, Sistem Informasi, Hukum, Administrasi Kesehatan,

Akuntansi, dan Manajemen. Universitas SiberMu juga berperan sebagai penyedia mata kuliah untuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah (agregator). Namun, tidak menutup kemungkinan, di masa yang akan datang Universitas ini akan berkolaborasi atau bekerja sama dengan Perguruan Tinggi Non-PTMA. []RAS

Prof Dr Sofyan Anif MSi selaku Rektor UM Surakarta menyebutkan kebijakan mengenai rasionalisasi pendidikan swasta yang dikeluarkan Kemendikbudristek ke depan harus segera direspons secara positif. Termasuk banyaknya PTS yang kualitasnya rendah dan menuju kolaps. Rasionalisasi bukan hanya soal mahasiswa tapi juga Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dilihat dari kualitas atau kapasitas pendidikan doktor. Ia berpesan agar Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) bukan hanya memperbanyak jumlah doktor namun juga meningkatkan doktor dengan kualitas yang baik. “Kalau saat ini MSPP batch IV hanya

ada pada level ke luar negeri, ke depannya Majelis dapat berinovasi untuk mengembangkan kebutuhan doktor di dalam negeri,” paparnya secara daring, (05/10). Selaku keynote speech dan pembuka acara, Prof Lincolin Arsyad memaparkan saat ini yang perlu disiapkan untuk belajar ke luar negeri adalah sifat yang terbuka pada orang. Sekolah di luar negeri bukan hanya sekedar kuliah, namun harus mampu melihat bagaimana orang lain dan kebudayaan lain pula. “Saudara dapat mencari nilai tambah ketika saudara sekolah di luar negeri nanti,” pesannya. Prof Lincolin menambahkan, jika diamati dengan adanya

Pelaksanaan Baitul Arqom Batch IV

14 Warta PTM

Edisi September-Oktober 2021


Covid-19 saat ini peta pendidikan sudah berubah. Kemampuan berbahasa Inggris menjadi sangat penting terutama dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. “Di masa akan datang dunia informasi harus kita kuasai. Oleh karena itu kesempatan mengikuti program MSPP ini luar biasa manfaatnya, dan perlu dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh dan jangan disia-siakan,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr H Ari Anshori, MAg selaku perwakilan dari MPK PP Muhammadiyah berpesan agar para peserta yang nantinya berhasil melanjutkan perkuliahan dapat kembali lagi ke Muhammadiyah. “Jadilah doctor, master, atau guru besar, namun jangan lupa untuk kembali ke Muhammadiyah,” paparnya. Dr Mahli Zainuddin Tago, MSi selaku perwakilan dari Lazismu juga memaparkan bahwa pro-

gram ini telah banyak mengantarkan anak Muhammadiyah menuju mimpinya. “Dana ini amanat umat, sehingga mohon fokus untuk mengikuti program ini. Terutama untuk rekan-rekan yang telah memiliki ilmu, dapat berbagi dengan rekan lain yang belum memiliki kesempatan untuk mengikuti program ini,” paparnya. []APR

Mahasiswa Baru PTMA Se-Indonesia Ikuti Kuliah Umum AIK

Pemaparan Prof Haedar Nashir untuk Mahasiswa Baru PTMA

M

emperbincangkan Muhammadiyah sebagai gerakan diibaratkan berbicara mengenai Islam sebagai asas dan nilai fundamental serta cita-cita luhur yang diperjuangkan Muhammadiyah. Begitu papar Prof Dr KH Haedar Nashir, MSi pada pembukaan kuliah umum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), Senin (04/10). Prof Haedar menyebutkan Islam mengandung arti tunduk, selamat, damai, dan suci. Arti pasrah yaitu secara naluri dan fitrah seorang muslim itu tunduk pada Allah SWT. Islam mengandung makna selamat yaitu setiap muslim dan belajar Islam dapat menjadi

orang yang selamat dalam berbagai kehidupan didunia dan akhirat. Islam berarti kedamaian yaitu ketika belajar, meyakini, dan mengamalkan Islam berarti sedang mengamalkan nilai-nilai yang membawa kepada kehidupan yang selamat baik dunia maupun akhirat. Islam bermakna suci atau bersih yaitu mengamalkan nilai yang bersih dan hidup yang suci baik pada hati juga pikiran. Empat nilai dalam beragama dan berislam adalah ketundukan, keselamatan, kedamaian, dan kesucian. Empat nilai ini harus menjadi ruh alam pikiran dan orientasi tindakan dalam kehidupan dengan dasar Islam.

Prof Haedar juga berpesan agar mahasiswa baru PTMA menjadi pribadi yang cinta untuk belajar. Dari buaian sampai mati mahasiswa harus terus belajar, belajar ilmu, agama, kehidupan, serta menjadi orang yang mandiri dalam belajar. “Dosen, pimpinan PTMA, hanyalah fasilitator, kunci kesuksesan belajar ada pada Anda sendiri. Anda harus menjadi orang yang dapat mengasah kecerdasan, menguasai ilmu dan teknologi, dan menjadi orang yang profesional,” pungkasnya. Terlebih bangsa ini masih tertinggal dalam hal daya saing, sehingga mahasiswa dituntut agar dapat menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan menjadi anak bangsa yang berkualitas diatas rata-rata. Mahasiswa hari ini adalah pemimpin di masa depan, maka jangan lengah, abai, dan bersenang-senang selama kuliah. Gigih, tangguh, dan bersungguh-sungguh harus menjadi karakter untuk sukses dalam studi. “Harapan saya semoga selama berkuliah di PTMA, mahasiswa mampu menjadikan diri sebagai insan yang taat beragama, berakhlak mulia, cerdas berilmu, mandiri berkeahlian, dan menjadi pribadi yang bermanfaat dan menebar rahmat bagi semesta alam,” pungkasnya. []APR

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM 15


Wacana WARTA PTM

Dua Tahun Covid-19 Bersama Kita, Masyarakat Masih Saja Abai? Dr. Satrio Budi Wibowo., S.Psi., M.A Divisi Psikososial MCC Kota Metro & Dosen UM Metro

P

PKM skala besar, penyekatan, bahkan lockdown, merupakan salah satu opsi yang disarankan para ahli untuk melawan laju penularan Covid 19. Beberapa daerah telah menerapkan opsi tersebut. Namun, jika kita lihat berita akhir-akhir ini, mengenai masyarakat yang abai bahkan melawan himbauan pemerintah, kita menjadi bertanya. Bisakah opsi tersebut diterapkan saat ini? Pertanyaan tersebut ternyata telah dijawab oleh Gubernur DI Yogyakarta. Sultan HB X pada pertengahan tahun kemarin membatalkan rencana penerapan PSBB di DI Yogyakarta. Padahal, sebagian daerah di DI Yogyakarta pada saat itu telah menjadi zona merah. Banyak hal yang mendasari alasan beliau, diantaranya adalah alasan ekonomi dan alasan tidak akan dipatuhinya aturan tersebut oleh masyarakat. Kita juga menyaksikan, berita mengenai masyarakat di Madura yang nekat menjebol penyekatan yang dilakukan oleh pemerintah. Hal ini menegaskan, sangat sulit menerapkan lockdown ataupun penyekatan di situasi saat ini. Beberapa penyebabnya adalah masyarakat yang sudah abai terhadap pandemi Covid-19. Lihat saja komentar para netizen menanggapi berita tentang Covid 19. Anda akan mendapatkan banyak komentar yang berisi meragukan keberadaan Covid-19, berbagai isu konspirasi, atau merasa Covid-19 bukanlah hal yang perlu ditakutkan. Kajian psikologi telah lama men-

16 Warta PTM

jelaskan fenomena ketidakpatuhan masyarakat dalam melakukan upaya kesehatan. Beberapa ahli psikologi di Amerika mengembangkan Health Belief Model (HBM). HBM terdiri dari persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, petunjuk untuk aksi kesehatan, dan efikasi diri. Respons umum manusia terhadap situasi pandemi Covid-19, tentu saja ketakutan dan merasa tidak dapat mengontrol untuk mengakhiri pandemi Covid-19. Semua orang pasti ingin situasi pandemi segera berakhir. Sehingga mereka bisa kembali tenang, nyaman, dan tidak perlu takut lagi. Jika respons ini disandingkan dengan HBM, maka seseorang akan berusaha menciptakan ketenangan dan kenyamanan palsu dengan mempersepsikan ia kuat dan tidak rentan terhadap Covid-19, mempersepsikan bahwa Covid-19 tidak akan membuat keparahan, mengarahkan persepsinya dengan mencari arahan atau berita-berita yang mendukung upaya

Edisi September-Oktober 2021

mendapatkan keamanan palsu (percaya terhadap berita hoax). Beberapa hal tersebut akhirnya mengembangkan efikasi diri yang palsu, bahwa ia aman dari Covid-19, atau menilai Covid-19 tidak berbahaya bagi dirinya, atau menilai bahwa ia telah menemukan obatnya. Efikasi diri palsu tersebut membuat seseorang kembali merasa nyaman dan merasa situasi telah normal. Situasi tersebut membuat banyak masyarakat tidak patuh terhadap kebijakan yang diterapkan pemerintah. Ditambah situasi Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sangat lama. Maka kebijakan lockdown dan penyekatan akan terus ditentang oleh sebagian masyarakat. Opsi lain yang ditawarkan oleh ahli kesehatan selain lockdown dan penyekatan, adalah vaksinasi. Kita bisa melihat beberapa negara sukses keluar dari pandemi karena berhasil dalam program vaksinasi Covid-19. Sepertinya opsi vaksinasi ini lebih menjanjikan. Tentu saja pemerintah harus berupaya keras menyediakan banyak dosis vaksin untuk masyarakat. Selain itu, yang tidak kalah penting, pemerintah harus mulai mensosialisasikan program vaksinasi secara masif. Diharapkan, sosialisasi program vaksin dapat mengalahkan informasi hoax tentang vaksin. Harapan berikutnya adalah agar kita dapat mempertimbangkan untuk menggunakan pendekatan ilmiah ilmu perilaku dalam upaya mengarahkan perilaku masyarakat.


Sigi

WARTA PTM

Perilaku dan Kepatuhan Warga Muhammadiyah Surabaya Terhadap Surat Edaran PPM Tentang Pencegahan Penularan Covid-19 Mundakir; Dede Nasrullah; dan Idham Choliq Universitas Muhammadiyah Surabaya (Penerima Hibah Risetmu 2020)

S

ejak Covid-19 masuk ke Indonesia, berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah, termasuk adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai langkah preventif penyebaran virus di masyarakat. Namun dalam praktiknya, masih banyak anggota masyarakat yang mengabaikan sehingga jumlah orang yang terkonfirmasi Covid-19 terus meningkat. Berdasarkan peta penyebaran kasus di Jawa Timur, Kota Surabaya menempati urutan pertama (dilansir http://infocovid19. jatimprov.go.id/ pada 12/07/2020). Perilaku dan Kepatuhan warga MuMundakir hammadiyah terhadap himbauan Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) warga Muhammadiyah terhadap surat di Surabaya sebagai penyumbang kasus edaran PPM tentang tuntunan dan panCOVID-19 tertinggi di Jawa Timur sa- duan menghadapi Pandemi dan Dampak COVID-19 dalam upaya pencegahngatlah penting. Kepedulian dan komitmen tinggi an penyebaran COVID-19. Penelitian Muhammadiyah dalam penanggulang- menggunakan teknik stratified random an COVID-19 salah satunya dilakukan sampling yang terdiri dari anggota Mudengan mengeluarkan surat edaran ten- hammadiyah, kader Muhammadiyah, tang tuntunan dan panduan mengha- dan pimpinan Muhammadiyah. Hadapi Pandemi dan Dampak COVID-19. sil penelitian menunjukan bahwa 64% Surat tersebut ditujukan kepada warga memiliki pengetahuan baik, namun Muhammadiyah yang berada di zona ada 78% orang yang memahami bahwa merah untuk melaksanakan ibadah terkonfirmasi positif COVID-19 dengan sunah dan fardlu (wajib) di rumah, de- penyakit penyerta seperti DM, asma, ngan tetap memperhatikan protokol dan penyakit jantung cukup dirawat kesehatan yang ditetapkan oleh Mu- di rumah. Pada aspek sikap, 71% warga hammadiyah Covid-19 Command Cen- Muhammadiyah memiliki sikap baik, ter (MCCC) atau Pemerintah setem- namun masih ada 5% responden menjapat (Pimpinan Pusat Muhammadiyah, wab sangat tidak setuju bila saat keluar rumah harus menggunakan masker dan 2020). Penelitian ini dilakukan untuk me- jaga jarak, serta ada 68 % tidak setuju motret perilaku dan tingkat kepatuhan untuk tidak berjabat tangan. Pada as-

pek tindakan, 76% memiliki tindakan yang cukup baik, meskipun masih ada 82% yang sering ke tempat kerumunan, serta 16% shalat wajib dan sunnah di masjid. Kepatuhan terhadap SE PPM, 87% menjalankan 1 semua himbauan dari PP Muhammadiyah terkait penanggulangan COVID-19, dan 92% melaksanakan sholat wajib (Rawatib) di rumah sesuai himbauan PP Muhammadiyah. Secara umum, perilaku dan kepatuhan warga Muhammadiyah Surabaya terhadap SE PPM sangat baik, efektif, dan berkontribusi positif dalam upaya pencegahan penularan Covid-19. Hasil penelitian ini akan diterbitkan dalam jurnal Internasional terindeks Scopus Q3: OAMJMS (Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences).

"Penelitian ini dilakukan untuk memotret perilaku dan tingkat kepatuhan warga Muhammadiyah terhadap surat edaran PPM tentang tuntunan dan panduan menghadapi Pandemi dan dampak Covid-19"

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM 17


Inaugurasi WARTA PTM

FK UMSU Yudisium 96 Dokter

Yudisium UM Sumatera Utara

F

akultas Kedokteran Universitas Muh Sumatera Utara (FK UMSU) menyelenggarakan Yudisium dan Pengambilan Sumpah Dokter angkatan ke-XXV secara hybrid dari Kampus Pascasarjana, Jumat (20/8). Turut hadir, Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP, Wakil Rektor I Prof Dr Muhammad Arifin, Wakil Rektor III Dr Akrim, Dekan Fakultas Kedokteran Prof Dr Gusbakti

Rusip, Dekan I FK-UMSU dr Siti Masliana Siregar, dan Dekan III FK UMSU Dr Elman Boy. Mengawali kegiatan Yudisium, Dekan I FK UMSU dr Siti Masliana Siregar menjelaskan, berdasarkan hasil uji kompetensi mahasiswa program studi pendidikan kedokteran (UKMPPD) diputuskan sebanyak 96 orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Dok-

Rektor UM Gresik: Empat Hal Penting Tingkatkan Kualitas Kampus

R

ektor Universitas Muh Gresik (UMG), Dr Eko Budi Leksono ST MT melantik Wakil Rektor, Dekan, dan Direktur di Hall Sang Pencerah

18 Warta PTM

Pelantikan Warek, Dekan, dan Direktur UM Gresik

Edisi September-Oktober 2021

ter dinyatakan lulus dan berhak untuk mengangkat sumpah dokter. Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP menyampaikan apresiasi karena dari hasil UKMPPD kelulusan mahasiswa FK-UMSU mencapai 89 persen. Ia melanjutkan, capaian prestasi tersebut merupakan kerja keras dan kerja cerdas seluruh tim di FK-UMSU dalam mendidik mahasiswa FK-UMSU yang memiliki ciri sebagai dokter Islami. Tujuh ciri dokter islami yaitu mulai dari kemampuan memecahkan masalah yang kompleks, kemampuan komunikasi yang baik, kemampuan bekerja sama dengan orang lain, memiliki kecerdasan emosional, memiliki kemampuan menilai, mengambil keputusan dengan baik juga berorientasi terhadap pelayanan, dan memiliki kemampuan public speaking. “Guna menghadapi tantangan ke depannya, FK-UMSU akan terus mengalami perkembangan dengan pembukaan program studi baru dan pembukaan program spesialis. Penambahan beberapa program studi dan program spesialis itu merupakan jawaban atas kebutuhan tenaga dokter yang profesional,” pungkasnya. []APR


UMG. Turut hadir, Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, PDM Kabupaten Gresik, Ketua ORTOM se-Kabupaten Gresik, dan Badan Pembina Harian UMG. Dr Eko Budi Leksono dalam sambutannya menyampaikan, adanya pimpinan baru diharapkan dapat membawa UMG dalam melakukan perbaikan berkelanjutan hingga kualitas dan peringkat universitas akan semakin baik. “Masih ada waktu untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan UMG. Perlu di-

ingat bahwa selain tridharma perguruan tinggi, terdapat empat hal lain yang perlu ditingkatkan dan dibenahi yakni SDM, finansial, aset, dan pengkaderan,” pungkasnya. Hal senada disampaikan Ketua PWM Jawa Timur, Dr KH Saad Ibrahim MA. Dirinya mengingatkan bahwa ada dua hal yang menempel pada pemimpin, yakni leader dengan segala leadership-nya yang dimiliki dan manajer dengan kemampuan manajerialnya. Fokus dari ini adalah untuk meningkatkan kualitas SDM internal kampus, yang nan-

UMY Pecahkan Rekor MURI pada Mataf 2021

M

emasuki tahun ajaran baru, beberapa PTMA melakukan tradisi penyambutan mahasiswa baru. Salah satunya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang mengadakan Masa Ta’aruf (Mataf) secara daring dan luring. Agenda pembukaan Mataf dilaksanakan di Gedung Sportorium UMY pada Selasa (13/09) dan dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah, Rektor, Wakil Rektor, Senat Universitas, Jajaran Pejabat Struktural Universitas dan Fakultas, serta Perwakilan Mahasiswa Baru dari setiap program studi. UMY menerima 5.279 mahasiswa baru yang berasal dari Sabang sampai Merauke. Disamping itu, terdapat juga 40 mahasiswa internasional yang berasal dari 17 negara di seluruh dunia. Pada kesempatan yang sama pula, UMY berhasil meraih Rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui penugasan yang diberikan kepada para mahasiswa baru. Mahasiswa baru ditugaskan membuat video perkenalan menggunakan bahasa daerah dan mengenakan baju adat dari daerah masing-masing hingga terkumpul 2.000 video terbaik dengan 73 bahasa daerah dari 34 provinsi di In-

donesia. “Ini merupakan kali kesebelas UMY mencatatkan Rekor MURI sejak tahun 2005 lalu. Rekor pada tahun ini tidak hanya dicatat dalam rekor nasional, namun juga tercatat dalam rekor dunia

tinya akan berdampak baik pada citra universitas dan dapat memiliki manfaat bagi masyarakat luas. Dra Hj Aminatun Habibah, MPd selaku Wakil Bupati Gresik juga mengatakan bahwa Pemkab Gresik akan selalu siap dalam bersinergi dengan UMG. “Salah satunya adalah dengan membuat program pemberian beasiswa untuk siswa-siswi yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi, terutama yang akan melanjutkan studi di perguruan tinggi di Gresik salah satunya adalah di UMG,” pungkasnya. []APR

Indonesia,” imbuh Sri Widiyati selaku perwakilan MURI. Piagam penghargaan diterima secara simbolis oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof Dr Ir Sukamta MT IPM, Wakil Rektor Bidang IV Bidang Kemahasiswaan Alumni dan AIK, Prof Hilman Latief MA PhD dan Ketua Mataf UMY 2021, Andika Dwi A. []APR

Penyerahan simbolis Rekor MURI oleh Prof. Dr. Ir. Sukamta, Prof. Hilman Latief, dan Andika Dwi A.

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM 19


Inaugurasi WARTA PTM

UM Mataram Wisuda 599 Sarjana dan Ahli Madya

Prosesi Wisuda UM Mataram

R

ektor UM Mataram (UMMAT) Dr Arsyad Abdul Gani mewisuda 599 sarjana dan ahli madya secara luring di Kampus UMMAT, Kamis

(30/9). Kegiatan wisuda dilakukan melalui dua tahap, pagi dan sore. “Ini untuk mengantisipasi risiko dari pandemi Covid-19,” ujar Rektor UMMAT. “Untuk

sesi pertama pada pagi hari yaitu FKIP, FATEK, FAI, dan FAPERTA. Jumlah Wisudawan sebanyak 362 orang. Pada sesi kedua yaitu sebanyak 237 orang wisudawan dari FISIP dan FIK,” katanya. Dalam wisuda periode ke-51 ini maka jumlah lulusan UMMAT mencapai 22.852 orang. Hal ini, lanjut Rektor, menjadi bentuk tanggung jawab UMMAT kepada masyarakat, bangsa dan negara, utamanya dalam penyiapan sumber daya unggul dan berkualitas. Hingga mampu bersiang di era 4.0 ini. Dari 599 wisudawan/wisudawati angkatan ke-51 ini, terdapat 138 wisudawan/wisudawati yang memperoleh predikat cumlaude. Prof Edy Suandi Hamid dalam sambutan melalui daring menyatakan rasa syukurnya dengan perkembangan UMMAT yang semakin baik. Oleh karena itu, para lulusan UMMAT harus menjaga nama baik dan membantu almamater agar terus lebih baik lagi. “Ini harus ditunjukkan melalui kinerja saudara di masyarakat,” ujarnya. [] RED

Prof Suhardi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Pertama UM Palopo

P

rof Suhardi M Anwar, dosen prodi Ilmu Manajemen UM Palopo Senin (20/9) dikukuhkan sebagai Guru Besar pertama di kampus yang sebagai universitas usianya baru sekitar dua tahun. Pengukuhan yang berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka di Muhammadiyah Convention Centre Palopo dipimpin langsung Rektor UM Palopo M Salju, dan juga secara daring dihadiri Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid. Dalam sambutannya Prof Edy berharap, dikukuhkannya Prof Suhardi sebagai Profesor diharapkan memacu para dosen lain untuk juga bekerja men-

20 Warta PTM

capai jabatan fungsional tertinggi seorang dosen tersebut. “Sebagai dosen, Saudara harus sudah menemukan citacita menjadi Guru Besar. Bukan bercita-cita menjadi Dekan, Rektor, atau jabatan lainnya. Ini bukan sesuatu yang sulit kalau saudara mau bekerja keras dan memenuhi persyaratan akademik yang diperlukan,” ujar mantan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini. Prof Suhardi sendiri dalam pidatonya menyatakan, pengukuhan GB ini memberi tambahan tanggung jawab keilmuan lebih berat padanya. “Namun saya mensyukuri, dan berterima kasih

Edisi September-Oktober 2021

Prof Suhardi M Anwar


kepada semua pihak yang memberikan kontribusi sehingga saya bisa meraih GB ini,” ujarnya. Dalam sambutannya pada acara yang dilakukan sekaligus menyambut mahasiswa baru UM Palopo, Rektor UM Palopo Dr Salju berpesan pada mahasiswa baru untuk serius dalam proses

I

pendidikan hingga berhasil dan memberikan kemanfaatan pada masyarakat. Sedang Ketua LLDIKTI Prof Jasruddin Daud M, MSi menekankan pentingnya pendidikan yang berbasis entrepreneur dan technopreneurship saat ini. Sementara Sekda Kota Palopo Firmansyah, menyampaikan bahwa UM Palopo sebagai

salah satu PT terbaik yang ada di Kota Palopo agar tetap menjaga dan terus meningkatkan kualitasnya, dan pihak Pemerintah akan selalu siap untuk bekerja sama dengan UM Palopo dalam berbagai kegiatan. [] RED

Bupati Wakatobi dan Sekretaris Diktilitbang Hadiri PKKMB ITBM Wakatobi

TBM Wakatobi menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang menghadirkan Bupati Wakatobi, Haliana, dan Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti MPd MEd PhD. Sebanyak 60 mahasiswa hadir di Gedung Dharma Wanita, Kecamatan Wangiwangi. Dalam sambutannya, Haliana mengatakan bahwa kehadiran ITBM yang menyediakan jurusan bisnis akan sangat bermanfaat kepada masyarakat. “Saya yakin adik-adik disini juga memiliki pola pikir untuk berwirausaha dan dapat bermanfaat bagi yang lain melalui pembukaan lapangan kerja,” tegasnya. Ia juga mengatakan bahwa ITBM dapat menjadi tempat membangun dan membina kemampuan intelektual. Muhammad Sayuti dalam pidatonya menyampaikan terima kasih kepada Pemda Wakatobi atas sambutannya.

Pelaksanaan PKKMB ITBM Wakatobi

Ia melanjutkan, hal ini menjadi wujud kerja sama Muhammadiyah dengan pemerintah setempat. Prosesi PPKMB ditandai dengan pemakaian jas almamater kepada perwakilan mahasiswa baru oleh Rektor

ITBM Wakatobi, Arusani. Pada prosesi yang dilaksanakan Selasa (21/9) lalu, pimpinan UM Buton; Kapolres Wakatobi AKBP, Suharman Sanusi; dosen; tenaga kependidikan; dan mahasiswa senior turut hadir. [] RAS

IAIM Bima Lakukan Serah Terima Jabatan Dekan dan Kaprodi

I

AIM Bima menggelar pelantikan dan serah terima jabatan untuk pejabat struktural di Aula IAIM Bima. Rektor IAIM Bima, Hendra MSi, melantik dengan disaksikan Anggota BPH dan

PDM Kota Bima. Hendra menekankan pentingnya kerja sama dalam upaya peningkatan mutu institusi yang dimulai pada jenjang program studi, yakni reakreditasi, kerja sama, dan peningkatan

publikasi jurnal ilmiah dosen. Kegiatan tersebut melantik pejabat-pejabat struktural di antaranya Dr Ruslan SAg, Dekan Fakultas Tarbiyah; Umar Sagaf SE MM, Dekan Fakultas

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM 21


Inaugurasi WARTA PTM

Prosesi pelantikan dan serah terima jabatan di IAIM Bima.

Ekonomi dan Bisnis Islam; Anwar Sadat SPdI MPdI, Dekan Fakultas Syariah; Dr Ilham MPdI, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam; Dr Abdul Munir MPdI, Ketua Program Studi Bahasa Arab; Dr Ihlas MPd, Ketua Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini; Dr Syarifuddin MPd, Ketua Program Studi Pendidikan Guru Madratsah Ibtidaiyyah;

Rafiuddin MM, Ketua Program Studi Ekonomi Syariah; Umar MPd, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat; Husnatul Mahmudah MHum, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu; Ramzan SAg, Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan; dan Ihsan SPd, Bendahara Umum. Prosesi pelantikan dilaksanakan

Rabu (1/9) lalu. “Harapannya, Dekan dan Kaprodi terlantik mampu menerjemahkan visi pengembangan mutu institusi ke dalam pengembangan mutu internal program studi,” lanjut Hendra. Ia menutup pidatonya dengan ucapan terima kasih kepada pejabat yang telah purna tugas dan selamat kepada pejabat terlantik. [] RAS

UM Palembang Tambah Jumlah Doktor

U

M Palembang menambah jumlah doktor ke-91 dengan tamatnya studi S-3 Dr Helwan Kasra SH MH. Ia lulus dengan nilai predikat Sangat Memuaskan dari Program Doktor Ilmu Hukum, Program Pascasarjana, Universitas Andalas Padang. Disertasi Helwan berjudul “Pengaturan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Berkeadilan bagi Pekerja”. Dalam Ujian Terbuka Program Doktor Hukum S-3 Pascasarjana Universitas Andalusia, hadir Rektor UM Palembang yang diwakili Direktur Program Pascasarjana UM Palembang, Dr Sri Rahayu SE MM; Ketua Prodi Hukum, Yudistira SH MHum; Sekretaris Pascasarjana, Dr Eko Ariyanto MChemEng; dan perwakilan Dekan Fakultas Hukum, Dr Hj Sri Suatmiati SH MHum. Ujian Terbuka tersebut terlaksana pada Sabtu (18/9) lalu. Rektor UM Palembang, Dr Abid Djazuli SE MM mem-

22 Warta PTM

Ujian Terbuka Helwan Kasra, dosen UM Palembang.

berikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Helwan Kasra atas capaiannya. Ia juga menyemangati dosen-dosen lain yang sedang menempuh studi S-3 baik di dalam maupun luar negeri agar se-

Edisi September-Oktober 2021

gera menyelesaikan studinya. “Semoga raihan Doktor ini membawa kemajuan dan peningkatan mutu lulusan Fakultas Hukum UM Palembang,” ungkapannya. [] RAS


Inovasi WARTA PTM

Bilik Anosmia Mahasiswa UM Purwokerto Dipatenkan

M

ahasiswa KKN UM Purwokerto menciptakan Bilik Anosmia (Bilas) sebagai alat terapi sederhana bagi pasien Covid-19. Inovasi ini berfungsi untuk membantu pasien yang kehilangan indera penciuman agar dapat berangsur pulih. Ketua Tim Penemu Bilik Anosmia Sultan Dzikrillah Akbar menjelaskan Bilik Anosmia merupakan alat yang terbuat dari bahan akrilik atau plastik polimer transparan berupa lembaran yang biasanya dijadikan bahan substitusi dari kaca. “Bilik Anosmia merupakan alat konektor untuk melakukan terapi anosmia atau sering kali disapa dengan eucalyptus sehingga mampu memudahkan warga karantina dalam melakukan terapi anosmia,” paparnya Kamis (2/9). Bilik ini menggunakan prinsip terapi uap yang telah disempurnakan, sehingga lebih efektif dan mudah digunakan. Bilik terapi terbuat dari bahan akrilik yang memanjang ke atas dengan

H

adirnya Covid-19 tidak hanya membawa tantangan namun juga peluang. Hal ini dapat dilihat dari lahirnya berbagai inovasi baik dari kalangan peneliti maupun dari kalangan akademisi atau perguruan tinggi. Salah satunya inovasi yang dilahirkan UAD dengan menciptakan Pistol Desinfektan Covid-19 (Pistol Covid CP-01) berbasis Sinar UV. Inovasi ini bermula dari kerja sama antara Pusat Riset Center for Integrated Research and Innovation (CRINOV) dan Lab mikrobiologi Prodi Biologi UAD pada pertengahan tahun lalu.

Mahasiswa KKN UM Purwokerto Ciptakan Bilik Anosmia

lebar seukuran wajah orang dewasa. Sedangkan alat terapi adalah panci listrik. “Cara kerjanya, mula-mula panci ditempatkan di bilik akrilik. Kemudian dituang air mineral sekitar 250CC, lalu ditambahkan minyak eukaliptus atau minyak kayu putih 10-15 tetes. Selanjutnya dipanaskan hingga menghasilkan uap,” papar Najwa Safira salah satu tim dari relawan di tempat Karantina terpusat milik Pemkab Banyumas. Uap yang dihasilkan tidak akan menyebar ke mana-mana karena terperangkap oleh bilik. Setelah menghasilkan uap, terapi untuk pasien dimulai. Pasien menghirup uap sekitar 15 menit di pagi hari. Dosen pembimbing lapang-

an KKN RCB UMP Ns Endiyono MKep menjelaskan, Bilas di daftarkan Hak Kekayaan Intelektual karena inovasi tersebut merupakan kekayaan yang tercipta dari hasil olah pikir yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk pasien covid-19. Keberadaannya diakui oleh negara berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Bilik Anosmia ini sudah diproduksi sebanyak tiga unit, sementara baru digunakan di rumah karantina pondok slamet, ke depan akan kita kembangkan dan produksi lebih banyak lagi untuk membantu terapi anosmia pada pasien yang isolasi mandiri dirumah,” pungkasnya Endiyono. []APR

Pistol Covid CP-01 UAD Siap Didistribusikan Produk ini berguna untuk membunuh kuman (bakteri, virus, dan jamur) pada permukaan benda mati, seperti furniture, ruangan, lantai, dll. Proses ini akan mencegah penularan mikroorganisme patogen dari permukaan benda ke manusia, agar tidak sampai menginfeksi manusia. Pistol ini dibuat relatif mudah untuk dioperasikan, cepat, dan aman. Penggunaan pistol hanya diarah-

kan ke area yang ingin disterilkan untuk waktu sekitar 1-3 menit, operator tidak perlu meninggalkan ruangan karena pistol ini dilengkapi dengan pelindung sinar berupa reflektor. Reflektor juga berfungsi sebagai alat pemfokus sinar ke area atau objek yang diinginkan, demikian keterangan Prof Hariyadi sebagai inventor sekaligus Kepala Cirnov UAD.

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM 23


Inovasi WARTA PTM

Guna menguji fungsi dalam penanganan Covid-19, pistol ini telah melalui tahap uji mikrobiologi menggunakan bakteri di laboratorium mikrobiologi Prodi Biologi Industri, Fakultas Sains dan Terapan (Fast) UAD. Ketua laboratorium, Drs Hadi Sasongko MSi memaparkan serangkaian uji yang dilakukan menggunakan sinar UV ini menjadikan bakteri mati, maka efek mematikan akan dialami juga oleh virus yang memiliki struktur molekul lebih rapuh seperti Covid-19. “Uji lanjutan menggunakan virus dapat dilakukan dengan tingkat keselamatan yang lebih dioptimalkan,” pungkasnya. Pistol karya Cirnov UAD ini cukup praktis dan ringan karena beratnya hanya sekitar 0,5 kg, pemegang/grip pistol dapat dilipat, selain itu juga dapat diletakkan diatas meja atau lantai karena ditopang oleh tripod lipat. Saat ini, pistol Covid CP-01 telah mendapatkan sertifikat dari Kementerian Kesehatan Republik Indo-

Snack Rendah Kalori UM Gresik Solusi bagi Penderita Diabetes

Pistol Covid CP-01 dapat Didistribusikan.

nesia dan akan didistribusikan. Adapun pemesanan Pistol Covid-19 dapat

melalui website https://amt.uad.ac.id/. []APR

hibah PKM-RE 2021 oleh Ditjen Dikti Kemdikbud RI. Tim peneliti memanfaatkan ikan gabus dan daun kenikir untuk diolah menjadi Chanmon Chips yang diklaim dapat membantu mengontrol glukosa darah dan stres oksidatif untuk penderita diabetes di Jawa Timur.

“Daun kenikir mengandung flavonoid yang tinggi seperti kuersetin yang dapat mengontrol kadar gula darah melalui pencegahan enzim alfa-glukosidase. Ikan gabus mengandung protein dan albumin yang berperan menurunkan kadar glukosa dalam darah berpe-

M

ahasiswa Prodi Gizi S-1 UM Gresik menciptakan inovasi snack berkalori rendah bagi penderita diabetes. Diana Oktavia Ningrum, Hisanatul Hafidhoh, Nur Habibatus Sholihah, Rosydah Nur Aini, dan Ristiawati mengajukan inovasi ini dalam proposal berjudul “Modifikasi Kudapan Berbasis Pangan Lokal (Channa micropeltes dan Cosmos caudatus) sebagai Pengontrol Glukosa Darah dan Stres Oksidatif untuk Diabetes” dan menerima pendanaan

24 Warta PTM

Kemasan Chanmon Chips, inovasi snack rendah kalori UM Gresik.

Edisi September-Oktober 2021


ran untuk menetralkan produksi ROS berlebih,” terang Diana. Dosen Pembimbing Tim, Amalia Rahma SGz MSi mengatakan, latar belakang inovasi ini adalah urgensi solusi alternatif untuk mencegah komplikasi diabetes melitus

dengan bahan yang terjangkau namun tetap bermanfaat. Tim telah melakukan uji indeks glikemik dari produk chips ini dengan nilai rendah, yakni 33,2, menandakan bahwa snack ini bermanfaat bagi pe-

nyandang diabetes melitus. Makanan berindeks glikemik rendah mencegah timbulnya komplikasi. Pada analisis zat gizi Chanmon Chips, terkandung 18,56 kalori sekali makan dan merupakan snack berkalori rendah. [] RAS

Wadah Pakan dan Minum Semiotomatis Inovasi Tim UM Surabaya

Tim UM Surabaya menjelaskan cara kerja inovasi wadah pakan semiotomatis.

T

im UM Surabaya hadir dalam Pameran Produk Inovasi dengan inovasi wadah pakan dan minum semiotomatis untuk ternak bebek. Mochamad Affan Syafry Bukhori sebagai koordinator mengatakan inovasi ini didapat dari KKN BTV (Back to Village) di Surabaya Barat oleh Lembaga Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UM Surabaya. Ia memaparkan bahwa alat pakan ternak bebek ini merupakan aplikasi dari pelaksanaan Teknologi Tepat Guna (TTG). Teknologi tersebut diaplikasikan kepada peternak bebek di Dukuh

Tlogo Tanjung, Kelurahan Bangkingan, Kota Surabaya. “Kelompok kami memberikan inovasi baru dengan membuat wadah pakan dan tempat minum semiotomatis. Selama ini, pemberian pakan terjadi secara manual. Harapannya adalah agar peternak di sini lebih menghemat tenaga dan waktu,” ujarnya. Menurutnya, pemberian pakan dan minum untuk bebek berkali-kali kurang efektif dan berdampak pada produktivitas bebek. Inovasi ini bertujuan untuk memudahkan pemberian makan dan minum, serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi.

Rektor UM Surabaya, Dr dr Sukadiono menyampaikan apresiasi terhadap inovasi yang ditampilkan pada Senin (30/8) lalu. “Adanya produk-produk inovasi baru ini menunjukkan bahwa memang mahasiswa-mahasiswa ini sangat cerdas dan penuh inovasi. Mampu terjun dan meningkatkan kualitas desa merupakan nilai tambahan untuk mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi kampus bisa tersampaikan kepada masyarakat luas,” tuturnya. [] RAS

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM 25


WARTA PTM

Kronik

Tim Hibah PKKM UNIMUS Gagas Ide Hybrid Learning

Webinar Media Pembelajaran bertemakan “Menggagas Ide bentuk Hybrid Learning di Perguruan Tinggi”

U

niversitas Muh Semarang (Unimus) menggelar Webinar Media Pembelajaran bertemakan

“Menggagas Ide bentuk Hybrid Learning di Perguruan Tinggi” secara online. Webinar ini merupakan rangkaian kegi-

Gedung Baru STIE Muh Tuban Siap Digunakan

G

edung baru STIE Muhammadiyah (STIEM) Tuban yang berlokasi di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban siap digunakan. Kampus yang dibangun sejak Mei 2021 itu berdiri di lahan seluas 2.500 meter persegi dengan bangunan

26 Warta PTM

tiga lantai yang merupakan hibah dari PDM Tuban. Ketua STIE Muhammadiyah Tuban Yuanis menjelaskan lantai satu rencananya akan dipakai untuk beberapa ruangan diantaranya pejabat struktural, ruang dosen yang dilengkapi dengan ruang konsultasi untuk bim-

Edisi September-Oktober 2021

atan lanjutan yang diselenggarakan tim hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unimus. Kegiatan yang diadakan Jumat akhir Agustus ini bertujuan untuk menyikapi keluhan dari sistem Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) dengan menerapkan sistem pembelajaran hybrid dengan mengombinasikan PJJ dan pembelajaran tatap muka. Dr Samsudi Rahardjo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan media pembelajaran dengan menggagas ide bentuk Hybrid Learning. “Sistem Hybrid adalah sistem pembelajaran yang dapat mendorong dosen untuk mampu menggunakan dan menguasai sistem pembelajaran baru sebagai bahan ajar bagi mahasiswa,” paparnya. Ia berharap kegiatan ini dapat dijadikan sebagai bahan sharing tentang Pembelajaran Kombinasi atau Hybrid yang diterapkan di masa pandemi dan bisa berkelanjutan di masa yang akan datang. Turut hadir sebagai narasumber Dr Uwes Anis Chaeruman, MPd selaku Consultants dan Dosen Prodi Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, Dr Samsudi Rahardjo MT MM selaku Wakil Rektor III, Dr Edy Soesanto, SKp MKes selaku Ketua LP3M, dan diikuti lebih dari 100 peserta baik dari Unimus maupun dari perguruan lain. []APR

bingan skripsi dan akademik. Juga ruang pelayanan akademik dan keuangan, ruang Laboratorium Manajemen dan Akuntansi, perpustakaan, dan empat ruang kuliah yang cukup besar dan nyaman. Lantai satu tersebut, menurut Yuanis dijadwalkan selesai pada bulan Oktober 2021. “Insyaallah segera dioperasionalkan sebagai tempat perkuliahan pada semester ganjil tahun ini. Sementara lantai dua dan tiga dalam proses pe-


Gedung Baru STIE Muh Tuban

nyelesaian,” ujarnya dilansir dari pwmu. co, Ahad (26/09). Diharapkan dengan adanya gedung baru, STIEM Tuban da-

pat menarik calon mahasiswa baru dan memberikan ruang kuliah yang luas dan nyaman ditunjang dengan sarana

Dosen UMY Bantu Tingkatkan Branding Pengusaha Mikro

“

Bantuan gerobak booth dengan tampilan yang menarik dan higienis ini membantu saya membangun branding produk sehingga dapat meningkatkan pemasaran,” begitu papar Fitriana, salah satu pemilik usaha mikro yang mendapatkan bantuan Program Kemitraan Masyarakat dari UMY. Program ini dilakukan Munjiati Munawaroh salah satu dosen Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY yang mengadakan kegiatan pengabdian bagi pengusaha mikro, di Kadipiro Kasihan Bantul Yogyakarta. Munjiati menyebutkan pengabdian dengan pendampingan manajemen usaha ini bertujuan untuk memberikan solusi pengelolaan usaha mikro bagi pelakunya, terutama pada masa pandemi Covid-19. “Kontribusi Program ini adalah dengan mengadakan pendampingan manajemen sehingga memberikan manfaat langsung terhadap kehidupan

pengusaha mikro khususnya dan masyarakat pada umumnya terutama di bidang ekonomi dan pendidikan,” paparnya. Bantuan gerobak booth tersebut membantu para pemilik usaha dalam membangun branding produk. Hal ini karena gerobak booth yang baru menampilkan nama usaha, gambar produk serta informasi kontak jika pelanggan

dan prasarana pembelajaran yang memadai. “Diharapkan gedung ini mampu membangkitkan semangat bagi para mahasiswa dan dosen dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Sehingga ke depan di STIEM Tuban mampu menciptakan generasi unggul di bidang Manajemen dan Akuntansi,” ujarnya. Guna meninjau perkembangan pembangunan gedung, STIEM Tuban menerima kunjungan dari tiga anggota BPH diantaranya Prof Achmad Jainuri MA PhD (Ketua), Dr Hidayatulloh MSi (Wakil Ketua Bidang Akademik), dan Dr dr Sukadiono MM (Wakil Ketua Bidang Keuangan, Sarana, dan Prasarana). Ketiganya mengunjungi kampus baru tersebut setelah memberikan pembinaan pada dosen dan tenaga kependidikan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Tuban, Sabtu (25/09).

ingin melakukan pemesanan produk. Penggantian gerobak lama dengan gerobak baru juga mendapatkan respons positif dari konsumen. Para konsumen berkomentar bahwa produk menjadi lebih higienis dengan penataan yang rapi, bersih, dan menarik. Program pengabdian ini merupakan implementasi catur dharma dari Prodi Manajemen UMY sebagai bagian dari Persyarikatan Muhammadiyah. “Kami berharap, pengabdian yang kami lakukan ini mampu memberikan kemanfaatan bagi usaha mikro,” harap Munjiati. []APR

Munjiati Munawaroh salah satu dosen Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY mengadakan kegiatan pengabdian bagi pengusaha mikro

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM 27


WARTA PTM

Kronik

Program Doktor (S-3) Ilmu Farmasi UAD Resmi Berdiri

lingkungan PTMA. Serta merupakan Program Doktor pertama di PTS wilayah DIY. Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V Prof Dr Didi Achjari SE MCom Akt kepada Badan Pembina Harian (BPH) UAD Ir Azman Latif dan diteruskan kepada Rektor UAD Dr Muchlas MT. Dalam

sambutannya Dr Muchlas menjelaskan, turunnya SK ini merupakan batu loncatan bagi UAD. “Program doktor ini merupakan yang pertama selama 60 tahun UAD berdiri. Ini menjadikan UAD perguruan tinggi yang lengkap secara akademik,” pungkasnya. Ia berharap, kehadiran Program Doktor Ilmu Farmasi dapat memberikan outcome dengan menciptakan banyak ahli farmasi yang bermanfaat bagi bangsa dan masyarakat luas. “Harapannya, sivitas akademika Farmasi bisa memberikan sumbangsih bagi bangsa dan masyarakat dengan penelitian maupun pengabdiannya. Apalagi di saat pandemi ini,” jelasnya. Sementara Didi Achjari mengungkapkan, Program Doktor (S-3) Ilmu Farmasi UAD merupakan yang keenam di Indonesia. Ia meyakini ke depan program ini menjadi unggulan karena memiliki banyak guru besar. “Keunikan di dalam pengembangan keilmuan Program S-3 Ilmu Farmasi ini menjadi hal utama. Sehingga, ke depan, lulusan akan dibekali dengan skill khusus. Diantaranya, perkembangan keilmuan berdasarkan Revolusi Industri 4.0, integrasi nilai Islam dalam pengembangan ilmu, dengan fokus pada kajian halal. Keunggulan ini menjadi ciri khas program studi yang ada di UAD,” jelasnya. []APR

Wakil Rektor II Uhamka dalam webinar yang digelar Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (SPs Uhamka). Prof Abdul Rahman melanjutkan sekolah sebagai lingkungan kritis sangat strategis untuk membangun resiliensi peserta didik. “Maka, sekolah sebagai lembaga pendidikan dan pendidik sebagai penyelenggara pendidikan memiliki peran membangun resiliensi tersebut,” paparnya. Dalam suasana relasi dan komunikasi yang efektif, peserta didik lebih mudah untuk mengeksplorasi dan mengembangkan kemampuan dirinya. Se-

hingga, peserta didik dapat mengembangkan dirinya menjadi pribadi yang dewasa dan matang. “Dengan demikian, kualitas kepribadian pendidik, kedewasaan, kematangan perasaan, dan integritas pribadi akan mempunyai peran besar dalam proses pendidikan,” begitu paparnya. Dalam kesempatan yang sama, Kepala SD Muhammadiyah 09 Plus Duren Sawit, Jakarta Timur, Syamsiah MPd, menyampaikan, resiliensi adalah bangkit kembali secara positif terhadap kejadian yang tidak menyenangkan. Selain itu, resiliensi juga dimaknai sebagai kemampuan untuk tetap teguh dalam

Penerimaan Surat Keputusan Menteri Kemendikbud Ristek tentang izin pendirian Program Studi Ilmu Farmasi Program Doktor

U

AD menerima Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia tentang izin pendirian Program Studi Ilmu Farmasi Program Doktor. Penyerahan berlangsung di Kampus Utama UAD, Rabu (25/08). Program Doktor (S-3) Ilmu Farmasi ini merupakan yang pertama di

Resiliensi Pendidik di Masa Pandemi

D

alam membangun resiliensi peserta didik, mengutip Bernard (1991), yang perlu dilakukan yaitu memberikan perhatian dan motivasi, menetapkan dan mengkomunikasikan harapan-harapan yang tinggi namun realistis, serta memberikan kesempatan untuk partisipasi yang bermakna. Begitu papar Prof Abdul Rahman A Ghani

28 Warta PTM

Edisi September-Oktober 2021


situasi sulit. “Bagaimana kita menyikapinya secara positif. Kita semua merasakan pandemi ini situasinya sangat sulit untuk kita semuanya,” ujarnya. Dengan begitu, Syamsiah berpesan agar para guru dapat dan mau beradaptasi, berubah, dan lebih melek IT agar siswa tidak mudah bosan dalam proses pembelajaran. Begitu juga orang tua yang harus memainkan peran sebagai pendidik di rumah. Menurut Syamsiah, kekurangan yang terjadi akibat pandemi mesti diubah menjadi kelebihan. “Misalnya guru memiliki kekurangan di bidang IT, maka diubah dengan belajar agar punya kelebihan di bidang itu,” ujarnya. []APR

I

Webinar bertajuk “Resiliensi Pendidik dan Pemimpin Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19”

ITBM Banyuwangi Gandeng KUB Baruna Jaya Rancang Perahu Fiber

TBM Banyuwangi dan KUB Baruna Jaya bekerja sama dalam pembuatan 10 unit perahu fiber untuk Lazismu Jatim. Kepala LPPM ITBM Banyuwangi yaitu Dr Ir Mochamad Asrofi menyatakan jenis perahu yang dibuat dikategorikan sebagai perahu fiber. “Perahu fiber ini mempunyai beberapa kelebihan diantaranya struktur yang ringan dan kuat daripada bahan yang berasal dari kayu, tahan korosi, dan biaya perawatan cukup murah,” pungkasnya. Perahu ini dibuat dengan perpaduan matriks resin polyester dan kombinasi penguat fiberglass mat dan fiberglass woven roving. Total lapisan saat fabrikasi enam lapis dan menggunakan metode hand lay up. Untuk dimensi, perahu ini mempunyai panjang utama 7,3 meter, lebar maksimum 1,4 meter, tinggi geladak depan 0,69 meter, dan tinggi geladak belakang 0,45 meter. Kapasitas penumpang maksimum yang disarankan berjumlah tujuh sampai delapan orang. Ketua BPH ITBM Banyuwangi Musa Al-Hady menyatakan proses pembuatan desain perahu fiber tidak hanya

ITBM Banyuwangi dan KUB Baruna Jaya

dilakukan oleh tim dosen namun juga melibatkan mahasiswa. “Kami dari pihak ITBM Banyuwangi berharap bahwa keterlibatan mahasiswa tersebut dapat menambah soft skill, pengetahuan, dan kreativitas untuk bekal di masa depan nanti. Hal ini selaras dengan program mas menteri tentang kampus merdeka,” paparnya.

Sementara itu, Zainul Muslimin selaku Ketua Lazismu Jatim bersyukur dan mengapresiasi hasil karya kolaborasi antara ITBM Banyuwangi dengan KUB Baruna Jaya. Rencananya, perahu ini digunakan untuk wisata dan mitigasi bencana. Perahu tersebut nantinya dikirim ke berbagai daerah di Indonesia seperti pulau Bawean, Kalimantan, dan Buleleng Bali. []APR

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM 29


WARTA PTM

Kronik

STIH Muh Bima Bangun Generasi Pembawa Perubahan

Ketua STIH Muhammadiyah Bima Dr Ridwan SH MH menyampaikan sambutan pada mahasiswa baru

“

Mahasiswa harus melakukan transformasi atau perubahan. Mulai dari transformasi berpikir yaitu dari cara gegabah, kolot, dan dangkal menuju cara berpikir rasional dan kritis,” begitu papar Ketua STIH Muh Bima,

Dr Ridwan SH MH saat menyampaikan sambutan pada pengarahan umum calon mahasiswa baru, Kamis (2/9). Ridwan memaparkan agar mahasiswa dapat terbiasa berpikir dan mengungkapkan fenomena dibalik

S

ekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah atau STIKesMu Lhokseumawe melaksanakan Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru (Mastamaru) T.A 2021/2022. Bertemakan “Mewujudkan Tenaga Kesehatan yang Unggul dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang Berkarakter Islami”, kegiatan ini diikuti 231 mahasiswa baru yang terdiri dari 76 Keperawatan (S-1), 18 Keperawatan (D-3), 37 Gizi (S-1), dan 100 Profesi Ners. Ketua Panitia Mastamaru 2021 Ns Abrar memaparkan mastamaru diadakan secara daring dan dihadiri beberapa narasumber di antaranya Dandim Aceh Utara, Kajari Lhokseumawe, Kepala Pengadilan Lhokseumawe, Sekdis Kesehatan Lhokseumawe, BNNK, dan

30 Warta PTM

permukaan. Mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan adanya kemajuan zaman di era digital atau Revolusi Industri 4.0. Dengan begitu, generasi yang sigap dalam mengikuti perkembangan pendidikan dan kemajuan zaman dapat tercipta. “Maka dunia pendidikan juga harus berubah drastis. Siapa yang tidak mampu adaptasi maka akan ditinggal oleh zaman,” begitu tegasnya. Perubahan yang sangat cepat membuat sarana dan prasarana serta model pembelajaran yang berubah. Saat ini, komputer dan internet menghapus batas interaksi manusia dan telah mempermudah segalanya. Sehingga, mahasiswa harus aktif sebagai student-centered learning atau mahasiswa sebagai pusat pembelajaran. Tidak hanya itu, Ridwan juga mengungkapkan bahwa realitas STIH Muh Bima memiliki ragam warna dan corak sosial, budaya, etnis, dan agama. Karena itu realitas harus dilihat sebagai rahmat dan modal positif untuk kemajuan. STIH Muh Bima ini membawa visi besar Muhammadiyah. “Hendaknya semua keluarga besar mahasiswa STIH Muh Bima harus tetap menjaga nama baik Muhammadiyah,” tutupnya. [] APR

STIKesMu Lhokseumawe Adakan Mastamaru

Pelaksanaan Masa Ta'aruf Mahasiswa Baru (Mastamaru) STIKesMu Lhokseumawe

Edisi September-Oktober 2021


beberapa pemateri lainnya. “Pada awalnya, kegiatan ini telah kita wacanakan dalam versi luring atau tatap muka, pasca berkoordinasi dengan gugus tugas Covid-19 Lhokseumawe, akhirnya kegiatan kita laksanakan dalam sistem daring untuk menekan cluster baru co-

vid-19 di lingkungan kampus,” tambahnya, Senin-Rabu (6-8/09). Ketua STIKesMu Lhokseumawe, Ns Mursal MKep berharap meskipun kegiatan diadakan secara daring mahasiswa baru diharapkan dapat terus membawa STIKesMuh Lhokseumawe

pada jalur inovasi. Calon mahasiswa baru nantinya akan mengikuti serangkaian materi baik itu pengenalan akademik, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Wawasan Kebangsaan dan beberapa materi lainnya. []APR

IAIM Sinjai Dorong Mahasiswa Jawab Tantangan Sistem Pendidikan

“

Sumber daya pendidikan saat ini belum cukup andal untuk mendukung tercapainya tujuan dan target pendidikan secara efektif, ini salah satu tantangan agar sistem pembelajaran harus lebih menitikberatkan pada kualitas,” begitu papar H Roslan SAg MPd I selaku Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kemenag Sinjai pada kuliah perdana yang diadakan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIM Sinjai, di Auditorium HM Amir Said IAIM, Rabu (08/09). Roslan melanjutkan, semua komponen harus melakukan perubahan dan penyesuaian pada sistem pendidikan nasional dalam mendukung proses pendidikan yang lebih demokratis dan mendorong partisipasi masyarakat, termasuk mahasiswa. Dekan FTIK IAIM Sinjai, Takdir MPdI menambahkan agar mahasiswa sebagai insan akademik dapat menjawab peluang dan tantangan penerapan pendidikan Islam di era saat ini sebagaimana tema yang diangkat pada kuliah

B

Kuliah umum FTIK IAIM Sinjai di Auditorium H.M Amir Said IAIM

perdana yakni Peluang dan Tantangan Penerapan Pendidikan Islam di Era New Normal. “Saat ini, kita dihadapkan dengan tantangan akibat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, mahasiswa harus mampu menjawab tantangan tersebut dengan melihat peluang yang ada untuk pengembangan pendidikan,” paparnya. Turut hadir, dosen dan civitas akademika IAIM Sinjai serta ratusan

mahasiswa FTIK, dari Prodi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Tadris Matematika dan Tadris Bahasa Inggris. Selepas kuliah perdana, rencananya kegiatan akan dilanjutkan dengan pengumuman dan penyerahan penghargaan kepada mahasiswa dan dosen terbaik tingkat Fakultas Tarbiyah. []APR

AKPER Muh Bireuen Gandeng Pemkab Bireuen Tingkatkan SDM

upati Kabupaten Bireuen Dr H Muzakkar A Gani SH MSi dan Direktur Akademi Keperawatan

Muhammadiyah Bireuen, Ust Dr Athaillah A Latif Sp OG menandatangani MoU mengenai Pelaksanaan Pendidik-

an dan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Aula UM Aceh. Ust Dr Athaillah mengatakan, ker-

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM 31


WARTA PTM

Kronik ja sama ini merupakan upaya dalam meningkatkan SDM di kalangan Bidan. “Kondisi sekarang angka kematian ibu dan bayi menjadi ancaman serius bahkan ada tiga kabupaten yang mendapatkan perhatian serius dari Kemenkes RI diantaranya Kabupaten Bireuen, Pidie, Aceh Utara, dan Provinsi Aceh,” paparnya. Ia juga menyampaikan AKPER Muhammadiyah Bireuen juga menginisiasi untuk menggandeng STIKes Muhammadiyah Aceh demi pelaksanaan S-1 kebidanan dan profesi Bidan bagi Bidan di wilayah Bireuen. “Alhamdulillah, beberapa waktu yang lalu kita telah melakukan visitasi usul oleh Dikti Pusat dalam rangka penggabungan beberapa perguruan tinggi sehingga nantinya akan menjadi Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh di kota Bireuen,” paparnya, Jumat (27/08).

Pelaksanaan FGD Desa Binaan UM Bangka Belitung.

Ust Dr Athaillah melanjutkan, dengan dilaksanakan nota kesepahaman ini menjadi landasan cukup kuat bagi Pemkab Bireuen dan juga bidan yang mengabdi di RSUD dr Fauziah Bireuen dan Puskesmas yang ingin melanjutkan

pendidikan S-1 dan Profesi Kebidanan. “Ini menjadi pokok bagi kita untuk melaksanakan MoU dan kita harapkan kedepan pegawai Pemkab Bireuen Aceh dapat melanjutkan S-1 di Akper Bireuen,” pungkasnya. []APR

Workshop Penyusunan Proposal Hibah PKM bagi Dosen UM Lampung

Dokumentasi pasca-workshop Penyusunan Proposal Hibah PKM.

D

osen UM Lampung mengikuti kegiatan Workshop Pendampingan Penyusunan Proposal Hibah Kemdikbudristekdikti dari LLDIKTI Wilayah II. Pelatihan ini menjadi bagian dari program kerja Lembaga Penelitian dan Pengabdian UML dengan mendatangkan Sri Waluyo PhD dari Universitas Lampung, Dr Agus Sutanto dari UM Metro, dan Parwito MP dari Bengkulu. Pihak UML dihadiri oleh Wakil Rektor

32 Warta PTM

II, Emy Sri Purwani MSi; Ketua Panitia Kegiatan, H Marzuki SE MM; Kepala LP3M UML, Dr Mardiana; dan tim serta para dosen UML. Rektor UML, Dr Dalman, berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan para peserta dalam hal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Ia berpendapat, PKM adalah salah satu unsur penting dan vital bagi dosen dalam kegiatan pelaksanaan tri-

Edisi September-Oktober 2021

darma perguruan tinggi. Dalman juga menyampaikan gambaran skema dari penelitian hikmah dikti, yakni skema kompetitif nasional, skema desentralisasi, dan skema kategorisasi penelitian penugasan. “Dengan pendampingan ini, harapannya dosen dapat termotivasi untuk melaksanakan PKM untuk mendapat hibah,” ujarnya. Kegiatan workshop ini dibuka oleh Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof Yuliyansyah, yang diwakilkan oleh Kabid Kemahasiswaan, Sunarto SH MSi. Pada workshop tersebut dipaparkan teknik persiapan proposal yang baik dan benar agar dapat lolos pendanaan. Sunarto menyampaikan, workshop ini akan menjadi upaya strategis untuk meningkatkan kinerja pengabdian para dosen. Workshop dilaksanakan dua hari, mulai Rabu (15/9) hingga Kamis (16/9). [] RAS


M

Kuliah Umum UM Kudus Bahas Tema SDM PTMA

enteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Prof Dr Muhadjir Effendy MAP, hadir dalam kuliah umum UMKU bertemakan “Pengelolaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Pembangunan Sumber Daya Manusia di Masa Pandemi”. Turut hadir Rektor UMKU, Rusnoto SKM MKes, dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof Abdul Mu’thi MEd. Rustono menyampaikan, UMKU sendiri baru berusia tiga tahun, setelah sebelumnya berdiri dengan nama Sekolah Perawat Kesehatan, Akademi Keperawatan, Akademi Kesehatan, dan STIK. “Perkembangan yang bertahap ini adalah hasil usaha, doa, dan kepercayaan masyarakat,” tuturnya. Abdul Mu’thi turut mengapresiasi perkembangan UMKU yang begitu pesat. “PP Muhammadiyah terus memberikan dukungan penuh agar UMKU terus meningkatkan kualitas, baik sarana maupun prasarana, sehingga menjadi kebanggaan warga Kudus,” ujarnya.

Menteri PMK Prof Dr Muhadjir Effendy MAP beri kuliah umum.

Prof Muhadjir Effendy mengatakan, PTMA harus menguasai medan pendidikannya. Modal utama dalam membangun perguruan tinggi adalah trust ‘kepercayaan’ dari masyarakat. “Hal lain yang juga penting adalah senantiasa ber-tawasul kepada Allah Swt agar selalu diberi keberkahan dalam

menyelenggarakan organisasi yang kita kelola,” tutupnya. Kuliah umum ini diselenggarakan luring dengan prokes ketat di ruang serbaguna UMKU dan daring melalui kanal YouTube UMKU pada Sabtu (11/9) lalu. Tercatat sebanyak 250 peserta hadir dalam kuliah umum tersebut. [] RAS

STIE Muh Jakarta Optimalkan LAZIS di Purwakarta

T

im Dosen Pengabdian Masyarakat STIE Muh Jakarta mengadakan pelatihan dan pembinaan terhadap perangkat desa Cihanjawar, Purwakarta. Materi dalam pelatihan adalah peraturan pengelolaan LAZIS yang pro-

Dokumentasi sosialisasi pengoptimalan LAZIS.

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM 33


WARTA PTM

Kronik fesional dan akuntabel dengan menghadirkan tokoh agama di Desa Cihanjawar dan dihadiri perangkat desa pengelola LAZIS Desa Cihanjawar. Tim beranggotakan Nova Rini, Sutar, Ahmad Darda, dan Bono Prambudi. Ketua Tim, Nova Rini, menyampaikan permasalahan organisasi pengelolaan zakat, yakni belum dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga berdampak pada tidak tercapainya target penghimpunan dana zakat. Temuan dari persoalan itu salah satunya tidak

ada bentuk laporan pertanggungjawaban dari LAZIS Desa Cihanjawar, baik dalam bentuk laporan keuangan maupun laporan auditor. Nova melanjutkan bahwa masyarakat di Desa Cihanjawar memiliki potensi membayar zakat, infak, dan sedekah. Hal ini sejalan dengan laporan BAZNAS bahwa potensi ZIS se-Indonesia sebesar 462 triliun per-tahun. Namun, total penghimpunan ZIS hanyalah 10,2 triliun per-tahun atau kurang dari 3% dari total potensi ZIS yang ada. “Maka dari

itu, tim ini bermitra dengan organisasi pengelola ZIS di bawah naungan institusi desa,” tutup Nova. Perangkat Desa Cihanjawar mengungkapkan bahwa mereka sangat senang dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (4/9) hingga Ahad (5/9) ini. Pendampingan kepada perangkat desa yang mengelola LAZIS di Desa Cihanjawar merupakan bentuk bantuan tim pengabdian masyarakat STIE Muh Jakarta. [] RAS

UM Jambi Teladani Pengelolaan Mahasiswa UM Metro

Dokumentasi kunjungan studi UM Metro dan UM Jambi.

U

M Metro menerima kunjungan UM Jambi untuk membahas pengelolaan kemahasiswaan di Aula Gedung Hubungan Internasional. UM Metro dipilih sebagai tempat belajar UM Jambi yang baru berdiri dua tahun dan membutuhkan saran-saran dalam pengembangan kampus ke depan. “Kehadiran peringkat Simkatmawa (Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan) oleh Kemdikbudristek menuntut agar pengelolaan kemahasiswaan juga baik,” ujar Wakil

34 Warta PTM

Rektor III UM Jambi, Drs Arman Syafaat MM. Rektor UM Metro, Drs H Jazim Ahmad MPd menyambut kunjungan ini dan menyatakannya sebagai bentuk kerja sama pemberian dukungan antar-PTMA. “Setiap perguruan tinggi punya keunggulan masing-masing dan harus saling mendukung. Mengenai kegiatan mahasiswa, hal yang dituntut dalam akreditasi adalah produk aturan disiplin,” ujarnya. PTMA juga perlu memberi pendampingan apabila hen-

Edisi September-Oktober 2021

dak memajukan kegiatan mahasiswa, khususnya untuk meraih hibah PKM, PHP2D, dan sejenisnya. Jazim menjelaskan bentuk pendampingan UM Metro kepada mahasiswa yang tidak hanya meliputi persoalan UKM semata. Contohnya, taekwondo dan judo bukan merupakan UKM di UM Metro, tetapi mahasiswa yang menekuni bidang ini tetap didorong sehingga bisa mengikuti lomba di kancah nasional maupun internasional. Kunjungan pada Selasa (21/9) lalu ini dihadiri Wakil Rektor III, Wakil Rektor IV, Dekan FEB, FH, FT, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kepala Pusat Kerja Sama dan KUI, dan perwakilan UKM dari pihak UM Metro. Kemudian Wakil Rektor III, Wakil Dekan Kemahasiswaan, dan mahasiswa-mahasiswa IMM, UKM Tapak Suci, Menwa, dan KSPM UM Jambi. [] RAS


Dosen PTI Unimuda Sorong Ikuti Sertifikasi Profesi

T

enaga pengajar dari Prodi Pendidikan Teknologi Informasi Unimuda Sorong mengikuti sertifikasi profesi yang dilaksanakan oleh kerja sama Preinexus dan BNSP di SMKN 3 Bekasi. Partisipasi dosen-dosen tersebut menjadi bukti andil Unimuda Sorong dalam kegiatan kampus merdeka dengan program peningkatan kompetensi terhadap dosen PTI. Melalui sertifikasi profesi ini, diharapkan dosen-dosen dapat meningkatkan ilmu yang dimiliki dan memperdalam keahlian dalam bidang IT. Dosen-dosen tersebut yakni Muh Ihsan MPd, Firman MPd, Indri Anugrah Ramadhani MPd, Matahari MKom, Muh Ali Kasri MPd, dan Novita Wulandari MPd. Pelatihan yang diberikan terbagi atas dua bidang keahlian, yakni bidang keahlian networking dan programming. “Kami mengambil sertifikasi ini untuk meng-upgrade ilmu kita. Ilmu TI berbeda dengan ilmu lain dan tidak selalu

terus-menerus sama, sehingga harus diperdalam dan diperkaya,” ujar Firman. Firman mengatakan, diharapkan dosen-dosen dapat mengimplementasikan materi yang diperoleh dari sertifikasi profesi ini kepada mahasiswa.

Selain dapat berguna bagi diri sendiri untuk memperluas kesempatan akses di dunia industri, kegiatan ini juga menguntungkan Unimuda Sorong dalam hal akreditasi universitas. “Sertifikat ini jadi poin ketika melakukan akreditasi. Apalagi ini sertifikat resmi yang dikeluarkan oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi),” tutup Firman. Kegiatan ini dimulai pada Jumat (10/9) lalu dan berlangsung selama empat hari. [] RAS

Dosen-dosen PTI Unimuda Sorong peserta ujian sertifikasi.

UM Buton Sepakati MoU Gerakan Nasional Literasi Digital Prosesi penandatanganan MoU secara daring.

P

rogram Literasi Digital Nasional bertemakan “Indonesia Makin Cakap Digital 2021” yang dilun-

curkan di Jakarta telah berangsur-angsur diikuti oleh 514 kabupaten/kota di Indonesia. Di Sulawesi sendiri, Gerakan

Nasional Literasi Digital Siber Kreasi Sulawesi diselenggarakan oleh UM Buton bekerja sama dengan Perusahaan Rekanan Kominfo, PT Dyandra Promosindo. Kedua pihak sepakat untuk melakukan kerja sama melalui MoU. PT Dyandra Promosindo, yang diwakili oleh Project Manager Literasi Di-

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM 35


WARTA PTM

Kronik gital Sulawesi, Rosari Safitri Herawati, dalam sambutannya menyampaikan literasi digital ini dilatarbelakangi oleh survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Data APJII 2021 menyatakan pengguna internet di Indonesia mencapai 73,7% populasi Indonesia. “Banyak pengguna internet di Indonesia telah melakukan aktivitas di medsos. Mereka masih rentan mengunggah informasi pribadi, menyebarkan hoax atau praktik penipuan, dan menyampaikan ujaran kebencian,”

papar Rosari. Oleh karenanya, kegiatan ini sangat diperlukan bagi masyarakat Indonesia. Rektor UM Buton, Dr Wa Ode Alzarliani menyampaikan, kegiatan ini menjadi wujud nyata dan peran serta akademisi UM Buton untuk menyukseskan program pemerintah RI melalui Kominfo yang telah di-launching sejak Mei lalu. “UM Buton memiliki rasa tanggung jawab untuk mendukung program ini, salah satunya melalui kesediaan menjadi narasumber dalam kegiatan

Seminar Internasional Unismuh Makassar Hadirkan Direktur IIPIA

Pelaksanaan Seminar Internasional Unismuh Makassar

U

nismuh Makassar menggelar Seminar Internasional bertema “Pembelajaran Bahasa Arab bagi Non-Arab” di Balai Sidang Muktamar Muhammadiyah Unismuh Makassar. Seminar ini diinisiasi oleh Ma’had Al Birr dan menghadirkan Direktur Institut Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (IIPIA) Jakarta, Dr Umar bin Hamad Asswaidan sebagai pembicara. IIPIA merupakan cabang dari Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud di Riyadh, Arab Saudi. Rektor Unismuh Makassar, Prof Ambo Asse menyampaikan selamat

datang kepada Umar. Ia menjelaskan ketujuh fakultas di Unismuh Makassar, Ma’had Al Birr, dan program studi di Unismuh Makassar yang berfokus pada pembelajaran bahasa Arab, ilmu Quran, dan Hadits. Direktur Ma’had Al Birr Unismuh Makassar, Lukman Abd Shamad berperan sebagai pemandu seminar sekaligus penerjemah. “Setiap pesantren dan ma’had yang dikunjungi Dr Umar di Indonesia, ia selalu disambut dengan kehangatan dan dianggap sebagai saudara sendiri,” ungkapnya. Dalam materinya, Umar menegaskan bahwa bahasa Arab penting untuk

UM Jember Gagas Program Sekolah Desa Cerdas 36 Warta PTM

ini,” ujarnya. Wa Ode juga mengucapkan terima kasih kepada PT Dyandra Promosindo; Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UM Buton, Ansar Suherman; dan Ketua Lembaga Urusan Internasional dan Kerja Sama dan Bahasa yang telah menginisiasi kerja sama ini. Kedua pihak menandatangani MoU pada Senin (6/9) lalu untuk menyelenggarakan kegiatan sepanjang September s.d. Desember 2021. [] RAS

Edisi September-Oktober 2021

dipahami umat Islam, sebab untuk memahami makna Al-Qur’an diperlukan penguasaan bahasa Arab. Ia menyebutkan tips-tips untuk belajar bahasa Arab, salah satunya adalah biasakan diri menulis huruf Arab dan mendengarkan orang berbicara bahasa Arab. “Keterampilan bercakap yang baik bermula dari keterampilan mendengar,” tutupnya. Acara yang diselenggarakan pada Sabtu (11/9) lalu dihadiri oleh pimpinan Unismuh, di antaranya Wakil Rektor, Dekan, Ketua Lembaga Tingkat Universitas, dosen, dan mahasiswa Ma’had Al Birr. [] RAS

U

M Jember menggagas program Sekolah Desa Cerdas (SDC) yang diinisiasi oleh FEB melalui Pusat Pengembangan Ekonomi Kreatif dan


Layanan Masyarakat (P2EKLM). Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jember. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi aparatur desa ini diikuti 28 sekretaris desa secara luring dan daring. Sekolah Desa Cerdas merupakan implementasi kerja sama dari Pemkab Jember dan UM Jember sebelumnya. Rektor UM Jember, Dr Hanafi MPd, mengatakan program ini merupakan salah satu kewajiban dari tri dharma perguruan tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat. “Pada ranah pendidikan dan penelitian itu sendiri, FEB akan turut berkontribusi dalam bidang akademisi untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM aparatur desa,” ujarnya. Bupati Jember, Ir H Hendy Siswanto mengatakan, hal ini menjadi wujud dari perlunya kerja sama dari berba-

Rektor UM Jember, Dr Hanafi (kiri) dan Bupati Jember, Hendy Siswanto.

gai pihak. “Sudah saatnya Jember perlu bergotong royong dan perlu bantuan semua lini,” ungkapnya. Ia hadir dalam pembukaan kegiatan di Gedung Ahmad

Zainuri, UM Jember pada Rabu (8/9) lalu. Ia mendukung penuh dan terbuka dengan sekolah ini demi mencapai kemaslahatan masyarakat. [] RAS

UMKO Dampingi Pembuatan Video E-Learning di Sekolah Dasar

U

Pelaksanaan pelatihan UMKO kepada SD Soekarno Hatta.

M Kotabumi memberikan pelatihan dan bimbingan teknis untuk optimalkan pembelajaran interaktif guru-guru di SD Soekarno Hatta. Bimbingan ini dilakukan untuk mendukung terlaksananya proses belajar-mengajar dengan sistem daring, sebab seorang guru dituntut untuk berkreasi dengan menggunakan IT, misalnya untuk membuat video pembelajaran. Ketua tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat adalah Dewi Ratnaningsih MPd, dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMKO. Kegiatan dihadiri oleh Pengawas Guru, Ketua Komite, Kepala Sekolah, beserta seluruh guru SD Soekarno Hatta. Turut hadir, Rahmad Prayogi MPd dari Universitas Lampung dan Hartono SPd, praktisi IT sekaligus Kepala Bagian IT UMKO selaku narasumber. Kegiat-

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM 37


WARTA PTM

Kronik an ini membimbing pembuatan video pembelajaran agar dapat menjadi media yang dirancang sistematis dengan berpedoman pada kurikulum yang berlaku, dan nantinya dapat terus dikembangkan dengan tetap mengaplikasikan

prinsip-prinsip pembelajaran. Kegiatan yang terlaksana pada Sabtu (18/9) ini dilanjutkan dengan praktik pengambilan video sesuai teknik-teknik dalam pematerian. Di akhir kegiatan, Dewi Ratnaningsih menyerahkan se-

Pelatihan Technopreneurship UM Gorontalo Tumbuhkan Jiwa Bisnis

Pelaksanaan pelatihan technopreneurship UM Gorontalo.

U

M Gorontalo mengadakan Pelatihan Technopreneurship dengan mengundang penerima beasiswa kampus, seluruh Ketua HMJ di UMGO, dan Pimpinan UMGO yang diwakili

Wakil Rektor III, Dr Apris Ara Tilome SAg MSi. Pelatihan ini dilaksanakan di Aula FST dan merupakan bagian dari Program Kampus Merdeka dari Komunitas Asosiasi Kewirausahaan Rakyat

Mahasiswa Baru IKEST MP Ikuti Pengkaderan

“

Pesan kepada para mahasiswa baru agar betul-betul serius kuliah. Lebih baik berhenti dari sekarang jika Jangan sampai nanti gagal di tengah jalan. Karena itu akan merugikan

38 Warta PTM

diri sendiri dan keluarga. Apalagi untuk lolos seleksi untuk masuk IKEST MP ini tidak mudah, dan harus mengeluarkan biaya untuk kuliah yang tidak sedikit.” Demikian dikemukakan Prof Dr Romli

Edisi September-Oktober 2021

perangkat studio kepada SD Soekarno Hatta. “Agar nantinya dapat digunakan untuk pembuatan video pembelajaran dengan kualitas yang lebih baik,” ujarnya. [] RAS

Gorontalo (KAKRK.ID). Apris Ara Tilome dalam sambutannya mengatakan agar penerima beasiswa kampus untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan kampus dan turut mempromosikan kampus, terutama dengan adanya Laboratorium Terpadu Pertanian dan Peternakan. Mahasiswa bisa bersosialisasi ke masyarakat mengenai hasil produksi telur ayam. “Hari ini, kalian akan dapat materi kewirausahaan. Sebab, kampus UMGO akan memadukan akademik dan entrepreneur. Lalu, pelatihan ini juga untuk modal menjadi entrepreneur ke depannya,” tegasnya. Dr Irwan Bempah MP dari KAKRG. ID berpesan untuk menumbuhkan jiwa bisnis atau jadi entrepreneur. “Sebab, dengan jadi entrepreneur maka kalian bisa mandiri dan sukses ke depan,” tutupnya. Di akhir acara yang dilaksanakan Jumat (10/9) lalu, mahasiswa diperkenalkan start up KAKRG.ID oleh Nada Hiola, Chief Operating Officer KAKRG.ID untuk memulai bisnis online, kemudian HMJ melakukan penandatanganan dengan KAKRG.ID untuk dibina jadi entrepreneur. [] RAS

Mag, Ketua PWM Sumsel pada acara orientasi dan pengkaderan mahasiswa baru Institut Kesehatan dan Teknologi Muhammadiyah Palembang Gelombang I, Senin (6/9), yang dilakukan secara daring dan luring dari aula kampus. Dalam acara yang bertemakan Berhikmat untuk Ummat ini dihadiri juga Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid, BPH Usman, dan Rektor IKEST MP Heri Satriya-


di MKes. “Belajar di pendidikan tinggi berbeda dengan SLTA yang masih disuapi. Di perguruan tinggi, saudara harus mandiri, belajar sendiri, tanpa harus disuruh lagi,” kata Prof Ramli yang sekaligus memukul gong menandai acara pekan orientasi pengkaderan atau dikenal dengan PROSPEK 2021 ini. Dalam laporannya Rektor IKEST MP menyampaikan, Gelombang I Prospek diikuti 163 mahasiswa dari enam prodi, dan Gelombang II yang akan dimulai 8 September diikuti 158 mahasiswa dari 2 prodi. “Mahasiswa akan dibekali materi-materi yang berkaitan dengan pengenalan dunia akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, dan Al-Islam Kemuhammadiyahan,” ujar Heri Satriyadi M. Kes. Dalam pembekalannya Prof Edy menyampaikan bahwa para mahasiswa baru ini adalah insan terpilih, yang me-

acara orientasi dan pengkaderan mahasiswa baru Institut Kesehatan dan Teknologi Muhammadiyah Palembang

rupakan kaum elit pemuda Indonesia. Karena hanya sekitar 30% dari pemuda yang usia kuliah yang bisa masuk ke perguruan tinggi. Bagi sebagian besar pemuda Indonesia, bangku kuliah masih merupakan barang mewah. “Oleh karena itu para mahasiswa baru harus

Rektor UM Sinjai Lantik WR I

R

ektor UM Sinjai Dr Umar Congge melantik Wakil Rektor 1 antarwaktu dan pejabat struktural lainnya Jumat 1/10, yang diadakan secara luring dan daring. Muhammad Lutfi SIP dilantik menggantikan alm Dr Asriadi yang meninggal dunia 28 Juli lalu. “ Semua pejabat yang saya lantik sudah mendengarkan masukan dari berbagai pihak, dan melihat kemampuannya. Namun soal ada yang setuju atau tidak setuju itu biasa,” ujar Rektor UMSi dalam acara yang juga dihadiri PWM Sulsesl dan Ketua BPH UMSi Dr Yusra. “Sebagai pejabat struktural kita harus melayani. Bukan hanya menuntut, tetapi menuntun. Juga harus banyak membantu satu dengan lain, bukan hanya membantah,” ujar Dr Umar Congge, seraya menambahkan agar mereka UM Sinjai

yang dilantik harus mengembangkan budaya kerja keras, kerja sama, dan selalu melakukan inovasi. Sementara Prof Edy Suandi Hamid yang menjadi saksi melalui daring menegaskan agar Wakil Rektor yang

benar-benar memanfaatkan waktu kuliah saudara sebaik-baiknya, mendapatkan ilmu, keterampilan, dan juga karakter yang baik. Bukan hanya sekadar ijazah, karena ijazah hanyalah sesuatu yang simbolik saja,” tutup Prof Edy Suandi Hamid. [] RED

baru dilantik harus total menjalankan amanahnya. “Ini bidang akademik, yang menjadi core business dari sebuah perguruan tinggi. Jadi tidak bisa dikelola apa adanya. Bekerja harus terukur, misalnya untuk menggapai akreditasi unggul, ataupun klasterisasi yang tinggi,” pungkas Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah ini. []RED

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM 39


Dosen Berprestasi WARTA PTM

Prof. H. Eko Priyo Purnomo., S.IP., M.Si., M.Res., Ph.D.

Aplikasi JogjaLoop Dukung Ide Kota Inklusif op. Dengan harapan aplikasi ini dapat memudahkan setiap orang yang hendak menggunakan transportasi umum.

Prof. H. Eko Priyo Purnomo., S.IP., M.Si., M.Res., Ph.D.

“

Tolong-menolong adalah sikap orang Islam dalam aksi,” begitu kira-kira petuah dari KH Ahmad Dahlan yang dicerminkan oleh salah satu Dosen UMY ini. Berawal dari keresahannya melihat bagaimana fungsi dari transportasi umum yang belum digunakan secara optimal, Prof H Eko Priyo Purnomo SIP MSi MRes PhD atau dikenal dengan Eko ini menciptakan salah satu aplikasi berbasis sistem informasi yang dikenal dengan “Aplikasi JogjaLoop”. Ide ini berawal saat ia dan tim melakukan perjalanan ke luar negeri yaitu Korea Selatan dan London. Saat di sana, mereka dengan mudah memperoleh akses dalam menggunakan transportasi hanya dengan melalui aplikasi. Hal ini berbanding terbalik,

40 Warta PTM

jika melihat fenomena di Indonesia, khususnya Kota Jogja, yang setiap hari mengalami peningkatan jumlah penduduk dan berefek pada pola mobilitas yang juga tinggi. “Aplikasi ini dirasa perlu untuk digunakan agar penduduk atau pendatang yang berwisata dan bepergian dapat mengetahui akses transportasi apa yang tersedia di Jogja,” pungkas peneliti senior di Jusuf Kalla School Government (JKSG) UMY ini. Terlebih, kota Jogja yang dikenal dengan kota pelajar ini kerap menjadi tujuan utama para siswa yang hendak melanjutkan jenjang perkuliahan. Selain itu, Jogja juga menjadi salah satu pilihan para pelancong untuk melakukan perjalanan wisata atau liburan. Hal ini yang melatarbelakangi lahirnya aplikasi JogjaLo-

Edisi September-Oktober 2021

Arti kata JogjaLoop Eko mengaku ide ini muncul sejak tahun 2020 lalu dan berlanjut untuk desain aplikasi pada tahun 2021. Kata JogjaLoop sendiri terdiri dari dua kata yaitu Kota Jogja dan Loop asal kata love atau cinta. Dengan begitu JogjaLoop ini diharapkan dapat menghadirkan cinta pada penggunanya. Bukan hanya cinta pada Kota Jogja namun juga cinta pada publik transportasi. “Jangka panjangnya, ketika aplikasi ini digunakan secara optimal, masyarakat akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sehingga berdampak pada reduksi produksi karbon di Kota Jogja,” tambahnya. Dengan kata lain, aplikasi ini merupakan salah satu bukti kepedulian Eko bersama tim dengan permasalahan lingkungan. Tak heran, lahirnya aplikasi ini juga didukung oleh berbagai pihak seperti dinas pariwisata, dinas perhubungan, dinas nasional dan stakeholders lainnya. Bahkan, proposal dari ide ini juga turut didanai oleh Kemenristekdikti dan mendapatkan dukungan dari kampus

"Dengan begitu JogjaLoop ini diharapkan dapat menghadirkan cinta pada penggunanya. Bukan hanya cinta pada Kota Jogja namun juga cinta pada publik transportasi"


"Jika inovasi Anda belum berhasil dan sukses, tetap lakukan yang terbaik dan semangat untuk mencoba lagi. Karena kegagalan itu hanya cara yang paling baik untuk menjadikan kita mendapatkan hal yang jauh lebih hebat nantinya"

UMY. “Kami juga memiliki mitra dan partner dari University of Barcelona dan Khon Kaen University,” tambahnya. Ide Kota Inklusif Kata kunci yang cukup menarik dari ide yang digagas oleh Eko yaitu “Ide Kota Inklusif”. Saat ditanya apa yang dimaksud dengan tiga kata tersebut, Eko dengan lugas mengatakan bahwa ide ini berangkat dari niatnya untuk mempermudah akses bagi orang yang memiliki kebutuhan khusus. “Bukan hanya disable, namun kebutuhan khusus di sini juga bisa untuk anak-anak, orang tua, ibu hamil, dan lainnya,” lanjut Eko. Aplikasi ini akan berisi informasi kepada pengguna mengenai mode transportasi yang telah menyediakan fasilitas khusus salah satunya fasilitas difabel. Jika ditarik lebih jauh, ide kota inklusif merupakan kota dimana semua masyarakat mampu hidup bersama-sama dengan aman dan nyaman, serta mempunyai kesempatan yang sama untuk berpartisipasi penuh dalam dimensi spasial, sosial, dan ekonomi tanpa adanya diskriminasi. Optimis untuk Kembangkan Ide Sebagai pencetus ide, Eko mengaku tidak berjalan sendirian dalam penyusunan ide ini. “Saya juga mengajak Prof Dr Achmad Nurmandi MSc yang merupakan dosen serta peneliti di Jusuf Kalla School Government (JKSG)

UMY sebagai pendamping,” pungkas Eko. Dalam pembuatannya, aplikasi ini melalui beberapa tahapan yaitu diskusi dengan tim dan mitra dari luar negeri, diskusi dengan dinas pariwisata, perhubungan, dan sosial hingga melakukan FGD bersama user. Membuahkan hasil, saat ini aplikasi JogjaLoop sudah dipatenkan dan sedang dalam proses sosialisasi. Meskipun begitu, penyusunan ide ini juga mengalami kendala. Terlebih saat pandemi halte-halte sebagai titik transportasi banyak yang hilang dan tidak dipakai. Selain itu, beberapa jadwal dari transjogja juga berubah karena mengalami pengurangan armada dan sopir bus. Namun Eko optimis kendala tersebut dapat diatasi dengan memasifkan komunikasi bersama beberapa mitra. “Kami gencarkan komunikasi untuk memperoleh data update di titik-titik mana halte yang masih tersedia bahkan update jadwal bus yang mereka miliki,” paparnya. Nantinya pada tahun 2022, aplikasi ini akan dikembangkan baik dari segi fitur dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh aplikasi. Prinsip Panen Inovasi dan Prestasi Selain menciptakan aplikasi JogjaLoop, Eko juga terus menghasilkan karya dan prestasi lainnya. Ia kerap

menghasilkan buku, jurnal, dan terpilih menjadi dosen terbaik untuk publikasi internasional di UMY. Ia juga meng-create program untuk mobility untuk staf dan mahasiswa yang ingin melanjutkan studi atau melakukan penelitian di luar negeri. Prestasi itu ia peroleh dengan prinsip bahwa menjadi dosen itu harus memegang catur dharma. Ia berpesan agar dosen tidak hanya sibuk mengajar namun juga sibukkan untuk melakukan penelitian, membuat buku, publikasi internasional jurnal, dan juga pengabdian. “Mari kita menshodaqohkan diri kita pada Persyarikatan jadi ketika punya kegiatan pastikan untuk membawa juga majelis atau lembaga Muhammadiyah di setiap aktivitas kita,” papar dosen nomor satu di bidang Ilmu Pemerintahan Indonesia ini. Ia juga mengajak para dosen untuk melakukan kontribusi pada Catur Dharma dengan cara berkolaborasi baik dengan mitra didalam maupun diluar kampus. “Terakhir, saran saya adalah ketika Bapak dan Ibu melakukan kegiatan atau inovasi namun belum berhasil dan sukses, tetap lakukan yang terbaik dan semangat untuk mencoba lagi. Karena kegagalan itu hanya cara yang paling baik untuk menjadikan kita mendapatkan hal yang jauh lebih hebat nantinya,” tutupnya. []APR

Prof. H. Eko Priyo Purnomo., S.IP., M.Si., M.Res., Ph.D.

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM 41


WARTA PTM

Profil PTM

Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai

“

Wujudkan Kampus Islamic, Progresif, dan Kompetitif

Islamic, Progresif, dan Kompetitif” tiga kata kunci yang menjadi wajah dari Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai. Visi ini pula yang sering kita jumpai di beberapa website dan akun resmi IAIM Sinjai serta menjadi arah IAIM Sinjai untuk terus maju berkembang. Kilas balik ke belakang, sebelum menjadi IAIM Sinjai, pada tahun 1980 kampus ini dikenal dengan nama Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) dan memiliki satu jurusan, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) Strata 1. Kemudian, STIT berubah bentuk menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Sinjai pada tahun 1985 dengan dua Prodi yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI)

42 Warta PTM

dan Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI). Pada tahun 2015, STAIM berubah bentuk menjadi IAIM Sinjai dan saat ini memiliki 12 Program Studi (Prodi) yang terdiri dari S-1 dan S-2. Di bawah kepemimpinan Dr Firdaus MAg saat ini IAIM Sinjai telah memiliki 1870 mahasiswa dengan jumlah dosen keseluruhan 109 orang. Tingkatkan Prestasi dan Fasilitasi Beasiswa Dr Firdaus MAg menyadari salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas kampus yaitu dengan meningkatkan prestasi yang dimiliki mahasiswa. Dengan begitu, perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang terletak di Kabupaten Sinjai,

Edisi September-Oktober 2021

Sulawesi Selatan ini turut memfasilitasi mahasiswanya yang memiliki kemampuan untuk mengikuti lomba atau event baik tingkat nasional maupun internasional. Beberapa prestasi yang diraih mahasiswa IAIM Sinjai baru-baru ini yaitu prestasi dari Riswandi yang berhasil meraih juara dalam Pemilihan Duta Lingkungan Hidup Kabupaten Sinjai tahun 2021 Kategori Putra. Berikutnya, prestasi dari Andi Muammar Kareba mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) menjadi Runner-Up pada Duta Baca Kabupaten Sinjai. “Ini juga membuktikan dan menegaskan, bahwa mahasiswa IAIM Sinjai harus mampu unggul dengan yang lain, harus mampu bersaing dengan


kompetitif,” papar Dr Muh Anis M Hum Wakil Rektor III Kemahasiswaan IAIM dilansir dari website resminya. Selain prestasi, IAIM Sinjai turut menggelontorkan berbagai beasiswa. “Ada beberapa beasiswa yang kami sediakan seperti bantuan operasional kelembagaan kemahasiswaan, beasiswa akademik dan nonakademik yang terdiri dari beasiswa Tahfidz, Beasiswa KIP Kuliah, Beasiswa Kurang Mampu, Beasiswa Pemda, Beasiswa Lazismu, Beasiswa Hadji Kalla, dan lainnya,” papar Dr Firdaus. Alhasil, pada September lalu, puluhan mahasiswa menerima beasiswa internal pada kuliah perdana. Terdata 35 orang penerima beasiswa berprestasi nonakademik dan tiga orang penerima beasiswa kurang mampu yang berasal dari berbagai program studi di tiga fakultas. Hal ini menjadi upaya untuk menstimulasi terbangunnya suasana kompetitif di lingkungan kampus serta membentuk mahasiswa progresif dengan konstruk berpikir sesuai dengan visi Islami, Progresif, dan Kompetitif. Terus Jalin Kerja Sama Dr Firdaus menyadari peran internal atau Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi faktor penting dalam membangun sebuah lembaga atau institusi. Terlebih, gaya kepemimpinan yang ia terapkan yaitu kolektif kolegial atau memimpin dengan menjaga interaksi atau ikatan antarpihak. Namun, ia juga menekankan bahwa selain peran internal juga dibutuhkan peran eksternal yang terus berjalan. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya kerja sama yang dilakukan IAIM Sinjai, baik MoU dengan dilanjut MoA. “Kerja sama yang dilakukan berupa pertukaran reviewer jurnal, menjadi dosen tamu, melakukan KKN-Internasional, melakukan Seminar dengan berbagai PT lain, baik nasional maupun internasional,” tambah Dr Firdaus. Terbukti, banyak stakeholders yang datang dan mengajukan kerja sama dengan IAIM Sinjai. Bukan hanya dari perguruan tinggi baik dalam dan luar negeri namun juga lembaga peme-

rintahan, swasta, dan lainnya. Dengan meningkatnya tawaran kerja sama menunjukkan adanya indikasi yang baik tentang eksistensi IAIM Sinjai untuk maju dan berkembang selaras dengan tuntutan kualitas dan kemandirian perguruan tinggi di masa yang akan datang. “Dengan banyaknya kerja sama yang telah dijalin, tantangan selanjutnya yaitu bagaimana menindaklanjuti MoU tersebut agar dapat berjalan dengan maksimal,” tambah Dr Firdaus. Pembangunan Gedung Tertinggi di Sinjai Sama seperti perguruan tinggi lainnya, Dr Firdaus menyebutkan bahwa hambatan pada persoalan teknologi sampai saat ini masih menjadi problem utama. Terlebih, pandemi mengarahkan semua aspek dari sivitas akademika untuk turut beradaptasi dan menciptakan inovasi dengan tetap melibatkan peran digital dan teknologi. Hambatan lainnya yaitu fasilitas yang belum cukup memadai dengan ketersediaan sarana dan prasarana di beberapa laboratorium seperti lab komputer, lab bahasa, dan lainnya. Namun, sampai saat ini IAIM Sinjai tetap berupaya da-

lam melengkapi sarana dan prasarana. Tepat pada Agustus pertengahan tahun ini, IAIM Sinjai tengah membangun gedung baru Panrita Kitta dengan 9 lantai. Gedung ini diperkirakan akan menjadi gedung tertinggi yang ada di Kabupaten Sinjai, sehingga digadang-gadang bakal menjadi ikonik di Bumi Panrita Kitta, sebutan Kabupaten Sinjai. Dilansir dari website IAIM Sinjai, Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa SH LLM menyampaikan kekagumannya atas konsistensi IAIM Sinjai dalam berkontribusi pada kemajuan pendidikan di Kabupaten Sinjai dengan adanya gedung-gedung perkuliahan yang cukup representatif. “Untuk membantu percepatan gedung ini, Pemda juga akan ikut berkontribusi dengan memberikan bantuan dana hibah, kita berharap gedung ini dapat bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di daerah,” pungkasnya. Menanggapi hal tersebut, Dr Firdaus menargetkan pada tahun 2025, pembangunan gedung Panrita Kitta dirampungkan. “Pada tahun 2025 pula, saya menargetkan IAIM Sinjai menjadi Perguruan Tinggi berbasis Agama yang akan menjadi pilihan masyarakat Sinjai dan sekitarnya,” tutup Dr Firdaus optimis. []APR

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM 43


WARTA PTM

Profil PTM Wawancara Bersama Dr. Firdaus, M.Ag. Rektor Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai

Kepemimpinan ala Teman Sejawat

“

Sirui Menre Te Sirui No, Ta Spparang Deceng Ta Sisapparang Maja, Getteng Lempu, Ada Tongeng Temmappasialingeng”. Bahasa yang cukup asing dikenalkan oleh Dr Firdaus MAg Rektor Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai saat diwawancarai Warta PTM mengenai gaya kepemimpinannya. Ungkapan kearifan lokal tersebut menjadi pegangan orang nomor satu di IAIM Sinjai ini untuk menerapkan kepemimpinan dengan gaya kolektif kolegial atau dikenal dengan kepemimpinan ala teman sejawat. “Arti dari ungkapan tersebut yaitu saling mendukung untuk berkembang, dan tidak saling menjatuhkan, saling menunjukkan jalan kebaikan, tidak saling mengajak kepada keburukan atau kejahatan. Teguh pada prinsip, jujur, berkata benar, dan tidak membeda-bedakan,” tambahnya. De-

44 Warta PTM

ngan visi “Islami, Progresif, dan Kompetitif”, Dr Firdaus bertekad untuk menyelenggarakan catur dharma perguruan tinggi berlandaskan nilai-nilai Islam. Tak heran, ia terus memutar otak guna mencari peluang menjadikan IAIM Sinjai sebagai perguruan tinggi berbasis Agama yang berkemajuan bukan hanya pada skala nasional namun juga internasional. Strategi kepemimpinan seperti apa yang Bapak terapkan dalam memimpin IAIM Sinjai? Strategi kepemimpinan yang kami kembangkan yaitu dengan menjaga komitmen antarpimpinan untuk mengembangkan kampus IAIM Sinjai. Bentuk komitmen itu tertuang pada rencana induk pengembangan, kemudian diturunkan pada rencana strategi (Renstra) dan

Edisi September-Oktober 2021

melakukan perencanaan serta melakukan monev (Monitoring dan Evaluasi). Kami juga terus memperbanyak relasi baik dengan pemerintah maupun pihak swasta. Semua itu dilaksanakan berdasarkan kepemimpinan kolektif kolegial. Kepemimpinan yang saya terapkan juga searah dengan ungkapan kearifan lokal yaitu “Sirui Menre Te Sirui No, Ta Spparang Deceng Ta Sisapparang Maja, Getteng Lempu, Ada Tongeng Temmappasialingeng”. Arti dari makna tersebut adalah saling mendukung untuk berkembang, dan tidak saling menjatuhkan, saling menunjukkan jalan kebaikan, tidak saling mengajak kepada keburukan atau kejahatan. Teguh pada prinsip, jujur, berkata benar, dan tidak membeda-bedakan. Makna ini yang kami gunakan untuk diterapkan pada IAIM Sinjai.


nakan penelitian kolaborasi mahasiswa dan dosen (4) Mewajibkan dosen untuk mengikuti Penelitian Hibah dengan bersaing di lingkup nasional maupun internasional. (5) Membentuk kelompok diskusi penelitian dosen dan mahasiswa. (6) Integrasi riset dengan pembelajaran. (7) Presentasi dan publikasi hasil riset. (8) Memberikan dana stimulus dan dana publikasi laporan hasil riset.

Menurut Bapak, nilai apa yang harus dimiliki guna menjadi pemimpin yang berhasil? Pemimpin yang berhasil menurut saya adalah pemimpin yang dapat mewujudkan visi dan misi dari perguruan tingginya. Sama seperti IAIM Sinjai, dalam upaya mewujudkan visi misinya kami menetapkan beberapa nilai yaitu nilai integratif, nilai transformatif, nilai good government, nilai moralitas, kolektif kolegial (kebersamaan), nilai transparansi, nilai keadilan, nilai kesetaraan, nilai toleran, nilai persaudaraan, nilai kasih sayang, dan bijaksana. Hal apa yang menjadi kekuatan Bapak dalam mengemban amanah sebagai Rektor IAIM Sinjai? Dalam mengemban amanah sebagai seorang Rektor, ada beberapa kekuatan yang terus saya kembangkan. Di antaranya kekuatan untuk optimis, fokus, disiplin, dan networking (Relasi) dengan berbagai pihak luar yang dapat membantu progress pengembangan kampus. Selain itu, saya juga melihat peluang dari Sumber Daya Manusia

(SDM) yang dimiliki IAIM Sinjai. Alhamdulillah, 99% SDM yang ada di IAIM Sinjai berada pada usia produktif. Hal ini dapat menjadi kekuatan internal yang kami miliki. Selain itu, jika dilihat dari faktor eksternal, kekuatan tersebut berasal dari masyarakat Sinjai itu sendiri. Masyarakat Sinjai memiliki animo besar yang cukup tinggi terhadap Pendidikan Agama sehingga ini akan memberikan dampak positif terhadap kemajuan IAIM Sinjai nantinya. Seorang dosen tentu tidak hanya bertugas sebagai pengajar namun juga turut andil pada peran lainnya salah satunya sebagai peneliti. Bagaimana cara bapak meningkatkan kebudayaan riset atau penelitian bagi dosen di IAIM Sinjai? Saya setuju mengenai hal tersebut, dengan begitu kami sudah menyusun beberapa strategi dalam meningkatkan kebudayaan riset yaitu (1) Membuat RIP dan Renstra Penelitian sebagai acuan dan peta jalan dalam penelitian. (2) Memberikan bantuan dana hibah internal kampus setiap tahun. (3) Melaksa-

Bagaimana strategi yang dilakukan IAIM Sinjai untuk menambah jumlah pendaftar atau mahasiswa baru? Pada era saat ini semua informasi dapat cepat tersebar dengan bantuan digital dan teknologi. Dengan begitu, strategi yang kami lakukan yaitu dengan memperkuat relasi pada jaringan media, baik elektronik hingga televisi. Kami juga memanfaatkan semua media sosial yang dimiliki IAIM Sinjai dalam menyokong tim PMB mensosialisasikan penerimaan mahasiswa baru. Tidak hanya itu, kami juga melibatkan unsur pemerintah, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat. Salah satu yang menjadi kekuatan kami, yaitu dengan melibatkan mahasiswa IAIM Sinjai dan khususnya mahasiswa KKN-P di setiap Kecamatan dan Desa atau Kelurahan. Terakhir, yaitu dengan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan lembaga atau pihak tertentu guna mensukseskan publikasi dalam menarik perhatian calon mahasiswa baru. [] APR

“Saling mendukung untuk berkembang dan tidak saling menjatuhkan, saling menunjukkan jalan kebaikan, tidak saling mengajak kepada keburukan atau kejahatan. Teguh pada prinsip, jujur, berkata benar, dan tidak membeda-bedakan," Dr. Firdaus, M.Ag

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM 45


Semesta WARTA PTM

Kibar Bendera Muhammadiyah di Korea Selatan

PCIM Korea Selatan resmi dilantik.

G

agasan PCIM Korea Selatan sebagai wadah bagi pelajar, pekerja, dan warga Muhammadiyah di Korea Selatan dicetuskan pada tahun 2016. Saat itu, kelima pelajar Indonesia di Korea Selatan berkumpul untuk pertama kalinya sambil menyelenggarakan pesta kebun. Selama enam bulan belakangan, kelimanya telah rutin bertemu melalui aplikasi video call dalam agenda internal mengenai Kemuhammadiyahan. Mereka bergiliran membaca Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, bertukar sapa, dan menyimak pengajian dari salah seorang pemateri yang diminta dari Indonesia atau PCIM lain. Hasil dari penyelenggaraan pesta kebun pada musim semi kala itu menghasilkan publikasi rilis pers yang menyatakan diri mereka sebagai bagian dari Komunitas Muhammadiyah Korea Selatan. Rilisan pers tersebar di grup-grup sosial media tempat berjejaring organisasi masyarakat Indonesia di Korea Selatan, dan terkirim ke Suara Muhammadiyah. Anggota-anggota baru pun menyatakan minat hingga meningkatkan jumlah keanggotaan menjadi sebanyak 15 anggota. Beberapa bulan kemudian, tepatnya Oktober 2016, per-

46 Warta PTM

sonalia-personalia yang tergabung pun dilantik. PCIM Korea Selatan sah diresmikan sebagai PCIM ke-18 dunia oleh Muhammadiyah. Keberadaan PCIM: Mengumpulkan yang Terserak Dalam pelantikan yang dihadiri langsung oleh Prof Dr KH Haedar Nashir MSi, Phisca Aditya Rosyadi resmi menjadi Ketua Umum pada periode pertama kepengurusan PCIM Korea Selatan. Struktur organisasinya terbagi atas Ketua Umum, Sekretaris, Bendahara, dan tiga bidang di antaranya Bidang Kader, Bidang Dakwah & Syiar Digital, dan Bidang Lazis. Penentuan ketiga bidang tersebut dilandasi oleh tiga alasan utama, yakni urgensi penjaringan kader, kebutuhan bersyiar melalui media dengan memanfaatkan akses internet, dan penyaluran amal oleh buruh migran Indonesia (BMI) di Korea Selatan. Pada saat terbentuknya PCIM Korea Selatan, keadaan organisasi keagamaan Indonesia di Korea Selatan telah cukup masif. Di Korea Selatan telah didirikan Komunitas Muslim Indonesia (KMI) yang memiliki event besar Tabligh Akbar yang didominasi oleh BMI. Ada

Edisi September-Oktober 2021

pula Indonesian Muslim Student Society in Korea (IMUSKA) sebagai organisasi Islam untuk mahasiswa. Dukungan paling pertama yang diterima oleh PCIM Korea Selatan adalah dari PCINU Korea Selatan yang memang telah berdiri sebelumnya. “Mereka menyemangati dan mendukung agar bendera Muhammadiyah dapat berkibar di Korea,” demikian dikisahkan oleh Phisca. Phisca bercerita bahwa dirinya sempat diundang oleh KBRI di Korea Selatan untuk berbincang mengenai alasan kenapa mendirikan komunitas Muhammadiyah. Mengenai persoalan tersebut, ia menjawab, “Bukan mendirikan. Tapi, mengumpulkan yang terserak.” Sebab, diaspora Indonesia di Korea Selatan telah cukup banyak yang memiliki latar belakang Muhammadiyah, baik ideologi, faktor orang tua, atau alumnus sekolah Muhammadiyah. Keberadaan PCIM Korea Selatan adalah untuk mewadahi mereka dalam naungan kemuhammadiyahan. Kembangkan Soft Skills BMI di Korea Selatan Agenda audiensi ke KBRI mempertemukan personalia PCIM Korea Selatan dengan Umar Hadi, Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan. Dalam agenda tersebut, personalia PCIM Korea Selatan, melalui Phisca, meminta arahan apa yang bisa dilakukan oleh PCIM kepada teman-teman WNI di Korea Selatan. “Pada saat itu, Pak Umar Hadi bilang kalau sudah banyak kegiatan keagamaan dan keormasan di Korea,” tutur Phisca dalam wawancaranya untuk Warta PTM. “Tapi, yang jadi masalah adalah pembekalan untuk teman-teman BMI. Kebanyakan dari mereka belum punya perencanaan dan manajemen finansial yang baik saat pulang ke Indonesia.”


Pelatihan soft skills desain grafis di Masjid Sirothol Mustaqim.

Keresahan KBRI kala itu adalah fenomena “re-entry”, yakni ketika BMI yang telah pulang ke Indonesia justru kembali ke Korea Selatan untuk bekerja lagi. Padahal, harapannya BMI telah cukup mempunyai tabungan untuk dapat mencari kesempatan kerja di Indonesia, baik mengembangkan bisnis maupun diterima pekerjaan baru. Salah satu faktor fenomena tersebut adalah kurangnya pendampingan soft skills yang diberikan kepada teman-teman BMI. Agenda pertemuan dengan KBRI tersebut menghasilkan gagasan peningkatan keterampilan soft skills dari PCIM Korea Selatan. Para personalia dikumpulkan sesuai dengan keahlian yang dimiliki, kemudian satu per satu menjadi pemateri di masjid-masjid di Korea Selatan yang dikelola oleh warga Indonesia. Pelatihan tersebut di antaranya manajemen bisnis, desain grafis, digital marketing, public speaking, dan diskusi-diskusi yang menghadirkan mantan BMI yang telah sukses sepulang ke Indonesia. Kegiatan-kegiatan dan rilis pers tersebut menjadikan semakin banyak lagi masjid yang sepakat untuk berkolaborasi. Dari PCIM menyiapkan pematerian, sementara fasilitas telah disediakan oleh pihak masjid. “Pengajian sudah banyak dilakukan teman-teman komunitas lain. Tapi, untuk pelatihan soft skills ini, alhamdulillah, responsnya sangat luar biasa dari teman-teman BMI dan pelajar,” ujar Phisca. Kegiatan pela-

tihan soft skills ini dengan tetap mengenalkan kemuhammadiyahan menjadi diferensiasi dari kegiatan-kegiatan yang sudah banyak dilakukan di sana. Pada periode kepemimpinan Phisca, yakni 2016–2018, kegiatan pengembangan soft skills terlaksana sebanyak tujuh kali di tiga masjid. Program tersebut terus dijalankan hingga periode kepengurusan yang berikutnya, yakni kepemimpinan Andika Respati pada 2018–2019, Teguh Dwi Saputro pada 2019–2020, dan Marta Jaya pada 2020 hingga saat ini. Lambat laun, program-program lain pun juga dijalankan, seperti talkshow tips kuliah beasiswa di Korea Selatan untuk calon mahasiswa di Indonesia. “Selain memberikan arahan mengenai studi lanjut, juga bisa mulai mengkader mahasiswa Muhammadiyah sejak awal,” papar Phisca. Terus Rentangkan Sayap Dakwah Muhammadiyah Syiar digital mengenai kemuhammadiyahan PCIM Korea Selatan optimal dilakukan di Facebook dengan nama “Muhammadiyah Korsel”. Kegiatan dakwah diadakan per dua minggu, dengan tema kontekstual sesuai isu yang sedang hangat. Sebagai contoh, ketika memperingati kemerdekaan Indonesia, PCIM Korea Selatan menyelenggarakan talkshow dengan Bu Ana, seorang diaspora yang mix married dengan warga Korea. Ia tetap menjaga semangat nasi-

onalismenya dengan memperkenalkan dan mengajarkan bahasa Indonesia di Korea Selatan. Ada juga tema keagamaan, seperti isu Palestina, kemudian juga mengenai keutamaan shalat dan puasa. Tantangan yang dihadapi adalah keterwakilan unsur-unsur dari personalia PCIM. Idealnya, persebaran anggota PCIM Korea Selatan merata antara pelajar, pekerja, dan warga lokal. Sumber daya pelajar dapat membantu sebagai basis think tank yang dapat menyusun konsep dan menciptakan inovasi-inovasi untuk program baru. Sementara itu, basis pekerja dapat membantu mengenai eksekusi di lapangan. Kemudian, warga lokal, atau warga Indonesia yang berkeluarga di Korea (mix marriage) dapat menjaga keberlangsungan PCIM itu sendiri. Akan tetapi, hal tersebut masih menjadi tantangan hingga saat ini, sebab dominasi BMI masih cukup banyak dibandingkan unsur yang lain. Tantangan berikutnya adalah penguasaan bahasa Korea oleh para personalia yang masih kurang. Padahal, hal ini dapat mendukung dakwah Kemuhammadiyahan untuk warga Korea asli. Phisca mengatakan pentingnya mensyiarkan mengenai Islam moderat dan Islam berkemajuan kepada warga-warga di sana. “Saya harap makin banyak teman-teman mix married yang paham bahasa Korea dan mensyiarkan kepada masyarakat setempat,” ujarnya. Tidak kalah pentingnya, Phisca menegaskan bahwa kehadiran Muhammadiyah di antara organisasi keagamaan yang sudah ada bukanlah sebagai kompetitor untuk memecah belah persaudaraan, tetapi justru sebaliknya, yakni turut berkontribusi pada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan satu sama lain. Personalia PCIM Korea Selatan banyak yang aktif di organisasi keagamaan yang lain, di antaranya kepengurusan IMUSKA dan mengisi acara-acara KMI itu sendiri. “Muhammadiyah hadir untuk memberi warna baru sebagai organisasi keagamaan dan kemanusiaan,” tutupnya. [] RAS.

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM 47


Prestasi Mahasiswa

WARTA PTM

Mahasiswi UMM Kumpulkan 17 Medali Taekwondo

S

intia Rahmah, salah satu mahasiswa UM Malang berhasil mengumpulkan belasan medali kejuaraan olahraga taekwondo pada tingkat provinsi, nasional, dan internasional. Prestasi tersebut ia kumpulkan sejak masih duduk di kelas tiga Sekolah Dasar (SD). Sintia mengakui bahwa dirinya kerap aktif dan senang mendalami bidang olahraga sejak kecil. “Sebelum ikut taekwondo, saya sempat ikut sepak bola. Namun, ketika seni bela diri taekwondo makin terkenal, semua orang ingin mencoba cabang olahraga tersebut. Bahkan kakak dan adik saya juga mendaftar taekwondo di sekolah masing-masing,” ujar mahasiswa asal Kalimantan Tengah tersebut. Semenjak itu, Sintia mulai menekuni taekwondo dengan serius dari perlombaan tingkat provinsi, nasional, sampai ke internasional. Terlebih tem-

pat ia melanjutkan kuliah yaitu UMM kerap memberikan berbagai info perlombaan yang melimpah. Ia pun seringkali memenangkan lomba baik secara tim maupun individu. “Salah satunya yaitu Bandung International E-Poomsae Tournament dan Online Indonesia International Biho President Cup yang saya raih tahun ini,” paparnya dilansir dari website UMM. Sama seperti atlet lainnya, Sintia mengaku pernah mendapatkan pengalaman cedera saat mengikuti pertandingan. “Itu pertandingan pertama saya sebagai seorang mahasiswa. Saya mengalami patah tulang di bagian hidung dan harus vakum beberapa minggu untuk agar dapat beraktivitas seperti biasa,” papar mahasiswi Fakultas Hukum tersebut. Namun pengalaman tersebut tidak membuat Sintia mundur dari dunia seni bela diri asal Korea tersebut. “Bagi saya

Mahasiswa Unismuh Makassar Raih Best Speaker Novice NUDC 2021

dan menjadi perwakilan LLDIKTI Wilayah IX dalam ajang perlombaan tersebut. Ia berhasil meraih 15 besar terbaik dalam Best Speaker Novice Category dan menyabet medali perunggu. Aslin mengatakan, prestasi ini tidak terlepas dari dukungan dan motivasi dari lingkungan kampus dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa tempatnya bergabung. Ia mengaku merasa bangga atas capaiannya sebab persiapan lomba telah menguras banyak tenaga dan waktu, terutama di tengah kondisi pandemi Covid-19 ketika mobilitas terbatas. Ke depannya, Aslin berharap agar mahasiswa-mahasiswa lainnya tetap terus mengasah keterampilan diri. “Tidak lupa semoga pihak yang terlibat, seperti Unismuh Makassar dan UKM Bahasa, tetap sama-sama bergandengan tangan menciptakan prestasi-prestasi yang jauh lebih membanggakan lagi di

M

ahasiswa Unismuh Makassar, Aslin Antonius, mencetak prestasi nasional dalam National University Debating Championship (NUDC) 2021. Aslin merupakan mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

48 Warta PTM

Edisi September-Oktober 2021

Sintia Rahmah mahasiswi UMM

cedera adalah salah satu konsekuensi sebagai seorang atlet,” pungkasnya. Sampai saat ini, Sintia telah memperoleh 17 medali dari berbagai kompetisi. Mulai dari medali perunggu perak dan emas pada tingkat provinsi sampai tingkat Internasional. Ia mengatakan dukungan orang tua membuatnya lebih semangat dalam menekuni hobi yang Ia sukai. “Saya akan berusaha sebaik mungkin agar bisa berkembang dan memperoleh medali di kejuaraan-kejuaraan selanjutnya. Tentu dengan doa dan dukungan ayah dan ibu, sehingga akan memudahkan jalan yang saya tempuh,” tutupnya. []APR

Aslin (kanan-atas) bersama para penyabet medali perunggu lainnya.

tahun-tahun mendatang,” lanjutnya. Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Dr Muhammad Tahir, mengucapkan selamat kepada Aslin karena telah mengharumkan nama kampus. “Semoga prestasi ini dapat ditingkatkan pada masa mendatang,” pesannya. Kegiatan dilakukan secara daring dan peserta lomba berkompetisi melalui Zoom. Perlombaan ini berlangsung sejak Selasa (24/8) hingga Sabtu (30/8). [] RAS


Obituari WARTA PTM

In Memoriam Munawwar Khalil dan Suliswiyadi

“

Ikhlas Abdikan Diri untuk PTMA

Akhirnya saya kena Covid juga. Satu keluarga lagi positif semua. Mohon doanya njih Prof (untuk) bisa melewati isoman 10 hari ke depan,” demikian pesan WhatsApp yang ditulis Pak Munawar Khalil SAg MAg pukul 06.57, Rabu (11/8) lalu. Saya pun langsung merespons cepat, “Astaghfirullah ... Prokes ketat. Insha Allah aman, yang penting relax (rapat-rapat zoom ikut saja!), semangat, makan banyak, tidur cukup, olahraga ringan, dan minum vitamin yang disarankan … sambil tadarus setiap selo … Syafakallah.” Sore itu juga, istri saya mengirim melalui gosend lauk alakadarnya ke rumahnya. Saran yang saya berikan sebetulnya itu juga yang saja lakukan saat dua kali terpapar positif Covid-19, yang untungnya relatif tanpa gejala, dan berhasil sembuh. Namun sejujurnya, WhatsApp Pak Munawar itu mengguncang perasaan saya. Ada rasa khawatir yang besar, ketakutan ia tidak selamat dari virus ganas ini. Boleh jadi saya khawatir karena obesitas yang dimilikinya menjadikan itu sebagai komorbid yang menurunkan imunitasnya. Walau tidak intens, setiap hari kami masih berbalas WhatsApp singkat hingga lima hari kemudian. Selanjutnya, Senin (16/8) dan Selasa (17/8) WhatsApp saya hanya berbalas emoticon. Komunikasi saya, juga istri saya, berlanjut dengan mbak Dewi, istri Pak Munawar. Kita memberi semangat agar ia tetap optimis. Saya pun hampir setiap hari memantau kondisinya secara medis dari Pak Dokter Joko Murdiyanto SpAn MPH, melalui telepon dan WA. Pak dr Joko pula yang suatu menelpon dan menyampaikan, berharap keajaiban yang bisa menyembuhkan Pak Munawar. Benar saja, Minggu petang (22/8), Sang Khalik memanggil dosen Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga

Yogyakarta ini dalam usia 42 tahun. Sosok yang menjadi andalan sebagai Tim Asistensi bidang akademik ini, menyusul anggota tim lain yang juga sangat dekat dengan almarhum, Bapak Dr Suliswiyadi, yang juga Rektor UM Magelang, yang berpulang Sabtu (29/5) dalam usia 55 tahun karena Covid-19 tiga bulan sebelumnya. Saat Pak Sulis meninggal, acara takziah luring malamnya, Pak Munawar juga memberikan testimoni tentang bagaimana mereka sering bersama melaksanakan misi pencerahannya di PTMA seluruh Indonesia. Mereka berdua juga sering jika bertugas tinggal dalam satu kamar yang sama. Sekitar 1,5 bulan sebelumnya, sampai sehari sebelum Ramadhan di pertengahan April, Pak Munawar dan Pak Sulis, bersama saya, juga Pak Daniel dan Pak Budhi Akbar, lembur dan menginap di hotel Santika Yogyakarta menggarap Rubrik Audit Mutu Internal yang akan dibukukan. Kepergian keduanya jelas kehilangan besar bagi Majelis Diktilitbang PTMA ini. Dapat dikatakan, porsi paling banyak dalam kegiatan pembinaan terkait bidang akademik oleh tim Asistensi dilakukan mereka berdua. Saya

pun, jika dihitung, dalam pelatihan dan pembinaan PTMA di dalam maupun luar Yogyakarta, terbanyak dengan dua almarhum ini. Oleh karena itu, tidak mengherankan, kepergian Pak Munawar dalam usia 42 tahun, dan Pak Suliswiyadi dalam usia 55 tahun, menimbulkan kesedihan mendalam bagi banyak PTMA. Hampir semua PTMA pernah memperoleh pencerahan dan didampingi mereka berdua dalam hal akreditasi, penjaminan mutu, atau seminar tentang isu tertentu. Pak Munawar dan Pak Sulis memang sudah meninggalkan kita. Namun ilmu yang ditinggalkannya bukan saja terus menggelinding memberi manfaat, namun juga menjadi pahala baginya yang tiada terputus. Kedua pekerja dan relawan yang ikhlas mengabdikan pengetahuannya di PTMA ini, pastilah akan dikenang oleh lingkungan PTMA, dan tempat-tempat di mana mereka mengabdi. Pergaulan dekat bersama kedua almarhum ini, membuat saya tahu kesalehan dan kebaikannya, sehingga saya mempunyai keyakinan Pak Munawar dan Pak Suliswiyadi sudah berada di Jannah-Nya … Aamiin YRA. []RED

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM 49


Berita

WARTA PTM

UMAM Kontribusi Muhammadiyah di Mancanegara

“

Pendirian Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) menjadi tonggak baru pendirian perguruan tinggi Indonesia pertama di luar negeri,” ujar Prof Dr Haedar Nashir MSi, Ketua Umum PP Muhammadiyah dalam Konferensi Pers UMAM secara daring, Kamis (12/8) lalu. UMAM telah memperoleh izin resmi sejak 5 Agustus 2021. Kelahiran UMAM merupakan wujud dari program internasionalisasi Muhammadiyah yang diamanatkan pada Muktamar Muhammadiyah dalam wujud membangun center of excellence di luar negeri. Gagasan UMAM berawal dari rencana UM Surakarta (UMS) me-

50 Warta PTM

rencanakan pendirian cabang UMS di Malaysia pada akhir 2015 oleh Prof Bambang Setiaji, Rektor UMS saat itu. Barulah di tengah-tengah prosesnya terjadi perubahan rencana untuk menjadikan ide pendirian cabang tersebut sebagai konsorsium dari berbagai universitas Muhammadiyah. Akhirnya, rencana pendirian UMAM mulai dilakukan sejak awal 2017 melalui tim yang dibentuk oleh PP Muhammadiyah. “Prosesnya begitu panjang sampai 4 tahun, sebab kita mengikuti policy pemerintahan asing. Proses pencarian lokasinya pun membutuhkan izin dari raja setempat,” papar Prof Bambang Setiaji sebagai Ketua BPH UMAM, dalam

Edisi September-Oktober 2021

wawancara dengan tim Warta PTM. Pada akhirnya, UMAM mendapatkan lokasi di Perlis, yang terletak di bagian utara pantai barat Semenanjung Malaysia dengan tiga alasan utama. Pertama, masyarakat yang tinggal di Perlis dinilai memiliki kesesuaian dengan Manhaj Muhammadiyah. Kedua, UMAM mendapat dukungan dari Kerajaan Perlis melalui Raja Perlis DYTM, Tuanku Syed Faizuddin Putra, dan Majelis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis, terutama Mufti Negeri Perlis, Sahibus Samahah Profesor Madya Dato’ Arif Perkasa Dr Mohd Asri Zainul Abidin. Ketiga, pemerintah Malaysia memiliki peraturan mengenai jumlah kepadatan universitas dalam satu kawasan, dan Perlis merupakan kawasan yang belum begitu padat universitas. Rektor pertama UMAM, Waluyo Adi Siswanto, mengatakan bahwa untuk sementara UMAM akan membuka 15 program studi yang terbagi dalam lima rumpun, yakni ilmu sosial, ilmu pendidikan, agama, bisnis dan ekonomi, serta IT. Program-program studi tersebut tersebar ke jenjang pendidikan PhD, Master, dan Bachelor “S-1 baru akan dibuka setelah operasional kampus berjalan beberapa tahun,” ujar Waluyo. Hal ini karena pada awal perencanaan, UMAM memang digagas sebagai sebuah universitas yang mengutamakan program Pascasarjana, terutama program Doktor, sebagai jawaban atas kebutuhan riil Sumber Daya Insani PTMA. Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, mengucapkan selamat dan sukses atas berdirinya UMAM. Ia berharap, UMAM dapat menjadi kampus pencerahan di Malaysia dan memperluas kontribusi Muhammadiyah di mancanegara. “Harapannya, UMAM memperkokoh jembatan diplomasi kebudayaan Indonesia, terutama dengan negara-negara serumpun Melayu di Asia Tenggara,” ujar Pratikno dilansir Suara Muhammadiyah. Menurutnya, hadirnya UMAM tidak hanya membanggakan bagi Muhammadiyah saja, tetapi juga Indonesia. [] RAS


WARTA PTM

Warta dari PTM

Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai Mahasiswa Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai raih berbagai prestasi pada ajang seleksi pencarian Duta Lingkungan Hidup tahun 2021 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Sabtu (25/09). Delegasi/perwakilan dari IAIM Sinjai yang pulang membawa prestasi yaitu Riswandi terpilih sebagai Duta Lingkungan Hidup 2021 Kategori Putra (tingkat Sulsel), Nita Amalia dan Nur Azmaul Hasana sebagai juara 2 dan 3 Kategori Putri serta Isnaeni sebagai Best Intelegensi dan M. Mailhuddin sebagai Best Persahabatan.

Universitas Muhammadiyah Jember Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto menandatangani Kesepakatan dengan UM Jember, Sabtu (25/09). Nota kesepakatan tersebut meliputi pengembangan bidang pendidikan, penelitian, pengembangan SDM dan Ekonomi Kabupaten Jember. Bupati Hendy menyebut peran akademisi sangat dibutuhkan, mengingat banyaknya permasalahan yang sedang dihadapi saat ini, seperti di antaranya masalah stunting, masalah pembangunan SDM masyarakat, pemberdayaan desa, dan banyak lagi lainnya. Dia mengajak seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kabupaten Jember untuk turut serta terjun ke masyarakat, dan berkolaborasi memajukan kota tembakau ini.

Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dan Menko PMK RI, Muhadjir Effendy mengapresiasi perkembangan Unmuh Babel yang semakin maju ke depan. Sebagai universitas swasta terbesar di Babel, tak hanya fasilitas dan gedung kampus yang diperbaharui. Sumbangsih untuk Negeri Serumpun Sebalai juga terus dilakukan seperti pembangunan Klinik Pratama yang berlokasi di Kota Pangkalpinang dan Muntok. Ditargetkan pada tahun ini terdapat 5 klinik pratama lain segera dibangun, bahkan kedepan pihak kampus bercita-cita mendirikan rumah sakit di Babel.

Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Muhammadiyah Selong STIA Muhammadiyah Selong mengadakan acara Pelantikan Pejabat Struktural dan Pengukuhan Dosen Tetap Lingkup Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi, Sabtu (25/9). Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lombok Timur, Ustaz Abdul Malik Habe, M.Pd menyebutkan STIAM Selong terus berbenah dan melebarkan sayapnya dengan penambahan Prodi baru yakni Bisnis Digital. Hal senada disampaikan, Ketua STIA Muhammadiyah Selong, Drs.H.Moh Juhad, M.AP, bahwa dalam mengembangkan AUM hendaknya harus benar benar patuh dan taat pada aturan yang telah ditetapkan oleh Peraturan Pusat Muhammadiyah. Termasuk didalamnya menjaga nama baik Muhammadiyah.

Universitas Muhammadiyah Enrekang Wisuda Sarjana Angkatan Ke X Tahun 2021 UM Enrekang, perhelatan wisuda tersebut dilaksanakan di Tribun Alunalun Lapangan Abubakar Lambogo Batili-Enrekang, Kamis (22/09). Dalam kesempatan tersebut Rektor Universitas Muhammadiyah Enrekang Yunus Busa mengatakan bahwa Unimen telah menghasilkan lulusan sebanyak 842 Orang. Pelaksanaan kegiatan kali ini adalah wisuda yang ke-10 sejak berdirinya dan wisuda pertama setelah bertransformasi ke Universitas Muhammadiyah Enrekang. "Tahun ini, UM Enrekang telah mendapatkan beasiswa dari pemerintah melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX dan yang paling terakhir tahun 2020 sebanyak 41 orang untuk beasiswa KIP Kuliah, mudah-mudahan untuk tahun 2021 dan seterusnya lebih banyak lagi,” papar Yunus.

Edisi September-Oktober 2021

Warta PTM 51


WARTA PTM

Warta dari PTM

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) selenggarakan kegiatan Forum Ta’aruf Mahasiswa Baru (FORTAMA) tahun akademik 2021/2022 dengan mengusung tema “Transformasi Mahasiswa Berkemajuan Menuju Generasi Emas 2045,” Kamis (23/09). Dalam kegiatan yang dilangsungkan secara Hybrid tersebut, sebanyak 500 mahasiswa melaksanakannya secara offline di Auditorium KH Ahmad Dahlan dan sebanyak 1665 mahasiswa mengikuti secara online. Kegiatan FORTAMA ini direncanakan akan berlangsung selama 4 hari. Dalam kegiatan tersebut, Dr Hidaytulloh M Si mengatakan mahasiswa perlu membangun semangat berkemajuan. “Mahasiswa perlu membangun moderasi dan semangat berkemajuan untuk menghadapi kehidupan di masa mendatang,” ungkapnya.

Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) Tim Debat FISIP Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) berhasil menjadi juara pada ajang Lomba Debat “Sambo Law Fair”, Minggu 03 Oktober 2021. Sambo Law Fair Regional Sulawesi Tenggara 2021 diselenggarakan oleh Pusat Kajian Konstitusi (Pusakko) Universitas Halu Oleo (UHO), di Fakultas Hukum UHO Kendari. “Ini kolaborasi yang apik dari FISIP dan tim dosen UM Buton yang sangat membantu Tim Debat dalam menjuarai Kompetisi ini, yakni Pak Mahyudin, dan Azhar Sa’ban dari Ilmu Pemerintahan, serta Pak Safrin Salam dari Ilmu Hukum. Luar biasa, saya mengapresiasi semangat tim debat ini, semoga ini menjadi virus positif yang bisa menyebar ke mahasiswa lain,” kata Dahniar.

Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) melaksanakan apel pencanangan Program Pembinaan Kepribadian dan Karakter Mahasiswa Baru (PPKKMB) tahun 2021 di Lapangan terbuka UMGO dengan melaksanakan Protokol kesehatan yang sangat ketat, sebelum masuk kampus di cek suhu badan oleh panitia,wajib memakai masker, membawa hand sanitizer dan Menjaga jarak, Jumat (1/10). Dr Apris ara Tilome selaku penanggung jawab program menyampaikan kepada mahasiswa baru bahwa program ini harus diikuti seluruh mahasiswa untuk membina kepribadian dan karakter serta Pengembangan keagamaan.

Universitas Muhammadiyah Kotabumi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) bersama Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama antara Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia dengan Fakultas Hukum UMKO tentang Pelaksanaan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan oleh Prof Dr Otto Hasibuan SH MCL MM selaku Ketua Umum PERADI dan Suwardi SH MH selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kotabumi, Selasa (05/10).

Universitas Muhammadiyah Pontianak Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Muhammadiyah Pontianak berhasil menyelenggarakan 6 series International Guest Lecture di akhir Bulan September 2021. Kegiatan ini merupakan kolaborasi kerja sama internasional antara UM Pontianak dengan Iloilo Science and Technology University, Filipina. Keenam series International Guest Lecture adalah kegiatan kuliah tamu untuk Prodi PG PAUD, Pendidikan Kimia, Pendidikan Biologi, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Hukum, dan Sistem Informasi dimana masing-masing kegiatan memiliki topik yang berbeda. Kegiatan ini diselenggarakan sejak tanggal 20 hingga 28 September 2021 dengan menghadirkan 6 dosen untuk mengisi masing-masing sesi.

52 Warta PTM

Edisi September-Oktober 2021


Salindia

WARTA PTM

Sovia R Yowa’ salah satu mahasiswa nonmuslim asal Kupang menerima penyematan jaket almamater oleh Wakil Walikota Bekasi Dr Tri Adhianto MM pada acara pembukaan Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru IBM Bekasi di Stadion Patriot Chandrabhaga, Sabtu (25/09).

Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi (IKest) Muh Palembang berkoordinasi dengan Klinik Kesehatan POLRESTA Palembang melaksanakan Kegiatan Vaksinasi pada 1400 masyarakat, Rabu (23/08).

Gedung baru STIE Muhammadiyah Tuban yang berlokasi di Desa Sugihwaras, Kec Jenu, Kab Tuban siap digunakan. Kampus yang dibangun sejak Mei 2021 itu berdiri di lahan seluas 2.500 meter persegi dengan bangunan tiga lantai yang merupakan hibah dari PDM Tuban.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan Gedung Inkubasi Bisnis dan Kewirausahaan di UM Jakarta, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Rabu, (15/09).

Asrama Universitas Muh Banjarmasin mengadakan acara Penyambutan Mahasiswa Program Wajib Asrama Angkatan 2021 yang bertajuk “Menjalin Kebersamaan untuk Menciptakan Asrama yang Aman, Nyaman dan Menyenangkan”, Sabtu (11/09).

Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) Dr. H. Aslam Nur MA, bersama Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Hukum Kontrak Indonesia (LSP HKI) menandatangani MoU dan MoA secara virtual di Ruang Rapat Rektorat lantai 1 Gedung Unmuha, Selasa (7/9).


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Warta PTM September-Oktober 2021 by wartaptm - Issuu