Skip to main content

Warta PTM Edisi September-Oktober 2020

Page 1

TOPIK UTAMA Lawan Pandemi, PTMA Gencarkan Inovasi

WAWANCARA Prof. Dr. Khudzaifah Dimyati, S.H., M. Hum: Pentingnya Prioritaskan Riset di PTMA

WARTA PTM

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian & Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

#27

EDISI SEPTEMBER-OKTOBER 2020 www. diktilitbangmuhammadiyah.org

Inovasi saat ini memang dipicu oleh perkembangan teknologi yang sangat pesat. Adanya digitalisasi, internet of things, robotic, big data, disruptive technology membuat semua bidang guncang dan sekaligus bergerak dinamis.


WARTA PTM

Asa

Tuntutan Inovasi bagi PTMA

B

agi Perguruan Tinggi, inovasi adalah suatu keniscayaan. Demikian pula bagi PTMA. Inovasi menjadi sesuatu yang sangat perlu dikedepankan. Kebesaran Muhammadiyah saat ini, tidak mungkin terjadi kalau tidak ada inovasi berpikir yang luar biasa dari sosok KH Ahmad Dahlan, yang visioner dengan gerakan dakwah dan konsep berpikirnya untuk kecerdasan dan kesehatan umat. Ini yang harus diteruskan, dan dijadikan pegangan. Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Di luar alasan itu adalah karena Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi sebagai lembaga pendidikan tinggi, Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat PTMA harus mengedukasi publik. Muhammadiyah Tahun 2015-2020 Era Revolusi Industri 4.0, ditambah lagi tekanan pandemi Covid-19, tuntutan kreativitas dan inovasi menjadi lebih urgen lagi. Saat ini, untuk bisa bertahan dan maju, lalu menang dalam suatu persaingan pasar, harus selalu menghadirkan pemikiran dan kerja inovasi. Tiada hari tanpa inovasi. Inovate or die kata Adagium yang belakangan sering menggema. Lebih lanjut, PTMA sendiri untuk bisa bertahan, berdaya saing, dan berkembang, harus melakukan inovasi manajemen dan akademiknya. Saat ini perguruan tinggi terus bertambah, dan jumlahnya sudah lebih 4650 buah. Sementara, PT Asing juga semakin terbuka peluangnya masuk ke Indonesia. Semua itu harus dihadapi PTMA. Oleh karena itu, PTMA dituntut bukan sekedar mengulang langkah lama, atau mengajarkan sesuatu yang sudah usang. Perlu inovasi terus menerus. Ilmu dan perkembangan dunia sangat dinamis. Kampus harus bukan sekedar mengikutinya, tetapi bahkan harus mengarahkan dinamika itu. PTMA harus melakukan peran itu. Inovasi saat ini memang dipicu oleh perkembangan teknologi yang sangat pesat. Adanya digitalisasi, internet of things, robotic, big data, disruptive technology membuat semua bidang guncang dan

sekaligus bergerak dinamis. Namun tentu saja inovasi hanya terkait teknologi. Inovasi bisa dalam bidang sosial, seperti dalam bidang manajemen, marketing, pengajaran, hingga urusan dakwah. Dengan inovasi, efisiensi meningkat, produktivitas naik, biaya produksi menurun, dan competitiveness meningkat. Bagaimana PTMA bisa melakukan proses demikian. Tentu saja dalam era perubahan cepat ini kita tidak menginginkan PTMA hanya menjadi penonton. Tidak hanya mengikuti arus perubahan. Namun dengan inovasi yang dilakukan juga mengarahkan arus perubahan. Ikut mendesain perubahan ke arah yang lebih baik bagi kualitas kehidupan dan peradaban manusia. Beberapa PTMA sudah melakukan itu. UMY misalnya dengan berbagai unit bisnisnya sudah membuat ketergantungan pada dana dari mahasiswa menurun. Unismuh Makassar, walaupun belum siginifikan hasilnya, keberanian berinovasi dengan pengembangan ayam ternak dan petelur, serta industri pakan ternak dengan menampung jagung petani, hingga mendapat izin ekspor, menggambarkan ada langkah PTMA untuk berinovasi dan berperan untuk pembangunan negeri ini. Pada masa Covid-19 ini, misalnya, banyak inovasi dilakukan PTMA. Seperti, UM Surabaya dengan Box Covid berupa alat sterilisasi uang, UNISA dengan bio tools dan bio-straw ramah lingkungan, UAD dengan disinfectant gun Covid-19 berbasis sinar UV, atau UM Malang yang memperoleh penghargaan IDEAthon Kemendikbud dengan aplikasi Covid-19-nya. Ini hanya sebagian contoh saja. Begitu pentingnya inovasi ini, maka PTMA perlu memberi perhatian khusus. Perlu ada unit yang menanganinya. Bahkan bisa saja dikaitkan dengan menambah fungsi dari salah satu Wakil Rektor untuk menggarap hal-hal terkait inovasi. Dengan penanganan secara khusus, diharapkan kreativitas, ideide baru yang visioner, serta inovasi-inovasi baru akan lebih banyak muncul dari PTMA.

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM

1


WARTA PTM

Susunan Redaksi

Rapat Redaksi

Paling kiri (depan) Prof Edy Suandi Hamid, Muhammad Adam Jerusalem, Arif Wibowo, Evie Dwi Oktaviani, Gita Madyaning Ratri, Aprilia Sazila Sari, dan Munawwar Khalil.

WARTA PTM

Warta PTM diterbitkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

SUSUNAN REDAKSI PENANGGUNG JAWAB: Lincolin Arsyad PEMIMPIN UMUM/REDAKSI: Edy Suandi Hamid DEWAN REDAKSI: Muhammad Sayuti I Muhammad Samsudin I Ahmad Muttaqin REDAKTUR PELAKSANA: Edy Suandi Hamid ASISTEN REDAKSI/RIEPORTER: Aprilia Sazila Sari I Gita Madyaning Ratri I Abi KEUANGAN: Evie Dwi Oktaviani ALAMAT REDAKSI: Jln. KHA Dahlan 103 Yogyakarta 55262 Telp. +62-274-389485 Faks. +62-274-376336 Email: redaksiwartaptm@gmail.com Website: www.diktilitbangmuhammadiyah.org Rekening Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Nomor 09-0008-7003 BNI Cabang Yogyakarta a/n Lincolin Arsyad, Prof. Dr. M.Sc. Warta PTM menerima tulisan yang berupa opini, berita panjang, berita singkat, glosarium dan foto seputar perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Redaksi berhak menyunting tulisan. Silakan kirim tulisan dan/atau foto ke email redaksi.

2

Warta PTM

Edisi September - Oktober 2020


WARTA PTM

Daftar Isi ASA •

TOPIK UTAMA Tuntutan Inovasi bagi PTMA___1

TOPIK UTAMA • •

Lawan Pandemi, PTMA Gencarkan Inovasi__4 Inovasi PTMA untuk Negeri__6

WAWANCARA • •

Prof. Dr. Khudzaifah Dimyati, S.H., M. Hum: Pentingnya Prioritaskan Riset di PTMA__8 Susanti, M.Phil., Apt: Tingkatkan Sinergi, Kembangkan Inovasi__10

KINERJA • • • •

Bedah Buku dan Lanching Buku Adab Mahasiswa__12 Majelis Diktilitbang PPM Gelar Pembekalan Kader Secara Daring__12 Walau Covid Kerja Sama Internasional Harus Tetap Jalan __13 Soft Launching dan Webinar Buku Pembelajaran Daring PTMA di Masa Pandemi Covid-19__14

inaugurasi • • • • •

PTMA Gelar Wisuda Luring-Daring__15 Lulusan PTS Jangan Rendah Diri__15 Wisuda Drive-Thru Solusi di Tengah Pandemi__16 Wakil Rektor dan Dekan-Dekan UM Ponorogo Dilantik__16 Peluang Kerja Politeknik Tinggi__17

SIGI •

• • • • •

•

UAD Ciptakan Pistol UV Tangkal Covid-19__20 Mahasiswa UM Surabaya Hasilkan Game Edukasi Corona__20 SABATUR Sabet Juara di LIP-KMN__21 UMP Kembangkan “ROSITA”__2220 PKIM UMSU 2020 Lahirkan 14 Produk Inovasi__23 Aplikasi Pengendali Traktor Sawah__23

SALINDiA •

•

• • • • • • •

• • • • • • • •

Salindia__24

kronik •

Perguruan tinggi di masa pandemi saat ini gencar melahirkan rekacipta yang dahsyat sekali. Lebih dari 1000 invensi dan inovasi dihasilkan oleh perguruan tinggi. Begitu seruan Prof Ir Nizam Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud dilansir dari sindonews.com. Pentingnya inovasi semakin disadari oleh perguruan tinggi sebagai upaya menahan laju perkembangan Covid-19. Sama halnya dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) yang turut andil menciptakan inovasi dan temuan baru dalam rangka mewujudkan tridharma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Berbagai inovasi dan temuan baru diantaranya Box Covid-19 sebagai alat sterilisasi uang yang diciptakan mahasiswa UM Surabaya, Aplikasi Covid-19 yang diciptakan UM Malang, Pistol Desinfektan Berbasis Sinar UV dari UAD dan masih banyak temuan lainnya.

Senam Bugar Muhammadiyah__18

INOVASI •

Lawan Pandemi, PTMA Gencarkan Inovasi

UNIMUS Sambut Mahasantri Ponpes Sahlan Rosjidi 2020__25 STIKES Muhammadiyah Lhokseumawe Sosialisasi Covid-19 dan Program Tahfiz Quran__25 PKKMB UMP Hadirkan Tokoh Nasional__26 UM Metro Bahas PT dalam Era Tatanan Baru__26 Dosen Unimus Visiting Lecture Daring di UPSI Malaysia__27 Mastaka dan Baitul Arqom Mahasiswa STIKES Muh Manado__28 Pengalaman Kuliah Alumni UNISA di LN__28 UMS Tambah Prodi Baru__29 UMKO Raih Kompetisi Teknologi Asistif dan Inovasi Pembelajaran__29

• • • • • • • •

Fakultas Vokasi Unmuha Terima Hibah Kemdikbud__30 KKN-T Umsida Ajak Orang Tua Pahami Teknologi__30 UNIMMA Gandeng KUK Adakan Workshop Kerja Sama__31 “Ruang Ekspresi” Kembangkan Aplikasi__31 Silaturahmi Virtual UMY__32 Ilmu Hukum UM Palembang PTS Sumsel Pertama Raih Akreditasi A__32 Belasan Mahasiswa UMM Lulus Tanpa Skripsi__33 Kerja Sama Tingkatkan Inovasi dan Kualitas PTMA__33 Lembaga Sertifikasi Profesi UMY Raih Lisensi BNSP__34 UM Palembang Hadirkan Pakar Dunia dalam The 10th ICMAHEA__34 Unmuha Gelar Pelatihan Pemandu Wisata__35 UM Palangkaraya Lepas 26 Mahasiswa dalam Program PERMATA-SAKTI__36 UMSU Adakan International Debate Open 2020__36 Unimen Kerja Sama dengan Indosat__37 UM Jambi dan Pundi Sumatera Kolaborasi Pemberdayaan SAD__37 Kuliah Perdana UM Magelang__38 “Merawat Ingatan” Film Pendek di Masa Covid-19__38

PROFIL PTM •

• •

Universitas Muhammadiyah Magelang: Penguatan Daya Saing Nasional daRintisan Internasionalisasi__40 Dr Suliswiyadi Mag Rektor Unmma:Kepercayaan Kunci Keberhasilan Pemimpin__42 Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan: Menuju Universitas Riset 2030__44

PROFIL DOSEN •

Dulu Montir Berprestasi, Kini Jadi Dosen Peneliti__46

IN MEMORIAM •

In Memoriam Prof Malik Fadjar MSc: Perguruan Tinggi Harus Mendesain Masa Depan__48

Semesta •

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Tiongkok: Dakwah Kultural untuk Kemanusiaan___51

prestasi mahasiswa • •

Mahasiswi Unimuda Sorong Ikuti SSEAYPP__54 "Tilik" Film Garapan Alumni UMY Viral__54

warta dari ptm •

Warta dari PTM___55

INFOGRAFIS PTMA •

Infografis PTMA___39

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM

3


WARTA PTM

Topik Utama

Inovasi baru bantu tenaga kesehatan, UMS ciptakan robot pengganti dokter. Foto Antara/ Aris Wasita.

P

Lawan Pandemi, PTMA Gencarkan Inovasi

erguruan tinggi di masa pandemi saat ini gencar melahirkan rekacipta yang dahsyat sekali. Lebih dari 1000 invensi dan inovasi dihasilkan oleh perguruan tinggi. Begitu seruan Prof Ir Nizam Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud dilansir dari sindonews.com. Pentingnya inovasi semakin disadari oleh perguruan tinggi sebagai upaya menahan laju perkembangan Covid-19. Sama halnya dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) yang turut andil menciptakan inovasi dan temuan baru dalam rangka mewujudkan tridarma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Berbagai inovasi dan temuan baru di antaranya Box Covid-19 sebagai alat sterilisasi uang yang diciptakan mahasiswa UM Surabaya, Aplikasi Covid-19 yang diciptakan UM Malang, Pistol Disinfektan Berbasis Sinar UV

4

Warta PTM

dari UAD dan masih banyak temuan lainnya. Pembahasan mengenai inovasi dan bagaimana peran PTMA untuk beradaptasi cepat menciptakan temuan baru di masa pandemi akan diulas secara mendalam oleh 6 narasumber, yakni Dr Suliswiyadi MAg selaku Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, Dr H Jamaluddin Ahmad selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Dr Suryo Pratolo MSi Akt selaku WR III Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Taufiqur Rahman SIP MA PhD selaku WR I Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Susanti MPhil Apt selaku Dosen Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), dan M Ali Imron M Fis selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Yogyakarta.

Edisi September - Oktober 2020

Seberapa Penting Inovasi? Pandemi Covid-19 menciptakan batasan baru yang menuntut masyarakat untuk beradaptasi dengan cepat. Namun, batasan ini justru menciptakan inovasi dan kreativitas yang lahir dari perguruan tinggi khususnya PTMA. Inovasi menjadi jalan terbaik yang dilakukan terlebih lagi keadaan terdesak yang tercipta karena covid-19. Begitu singkatnya pemaparan Dr Suliswiyadi saat diwawancarai mengenai bagaimana urgensi inovasi di masa pandemi. Pada hakikatnya inovasi lahir karena adanya adaptasi cepat yang dilakukan oleh PTMA agar dapat bertahan dan menjaga kelangsungan hidup institusi. Bagi Dr Suliswiyadi, PTMA harus berkaca dari petani saat menghadapi paceklik. "Petani selalu produktif dan inovatif, PTMA sebagai masyarakat akademik, seharusnya dapat lebih cer-


Lawan Pandemi, PTMA Gencarkan Inovasi

das dalam berinovasi di masa pandemi covid-19 ini," paparnya. Menjawab pertanyaan yang sama, Dr. Jamaludin Ahmad dengan tegas mengganti kata "penting" menjadi "wajib" dalam berinovasi. Perkembangan inovasi dilakukan agar proses pembelajaran dan administratif perguruan tinggi tetap berjalan walaupun di tengah kondisi pandemi seperti sekarang. "Tidak ada alasan untuk berhenti beraktivitas dan tetap produktif, tetapi prosesnya yang harus menyesuaikan dengan tuntutan kondisi sekarang. Inovasi catur darma perguruan tinggi suatu keniscayaan," tuturnya.

Strategi Inovasi PTMA Muhammadiyah lahir sebagai organisasi dan gerakan dakwah yang inovatif. Taufiqur Rahman berpendapat inovasi sangat penting bagi PTMA sebagai perwujudan dari spirit Islam berkemajuan dan implementasi dari pesan al-Qur’an untuk selalu berlomba-lomba dalam menghasilkan karya terbaik. "Kami turut melakukan upaya guna mendukung inovasi di Unisa, yaitu membangun iklim kreatif inovatif di lingkungan kampus yang ditujukan untuk dosen, mahasiswa dan juga tenaga kependidikan," paparnya. Susanti juga berpendapat hal yang sama, salah satu upaya yang dilakukan oleh PTMA dengan memberikan fasilitas berupa hibah penelitian untuk dosen. "Dosen yang berhasil mempublikasikan hasil penelitiannya dalam jurnal nasional maupun internasional serta yang berhasil mendapatkan hak kekayaan intelektual (HAKI) mendapatkan insentif yang memadai dari pihak universitas," ucap Susanti. Melengkapi pendapat di atas, Dr Suryo Pratolo juga memiliki strategi yang sama. Baginya, turut memberikan reward dan punishment merupakan ben-

tuk dukungan kepada dosen dalam menciptakan inovasi yang di UMY. “Sistem ini didukung dengan teknologi dan informasi SKP dan TUKIDJA di Aplikasi kepegawaian.umy.ac.id. Di mana kinerja dan inovasi SDM baik dosen maupun tendik terukur dan diikuti reward dan punishment yang jelas didukung transfromasional leadership yang kuat,” paparnya.

Hambatan dan Tantangan Komitmen dan dana merupakan jawaban yang paling banyak dikemukakan oleh narasumber ketika ditanyakan mengenai hambatan dan tantangan. Susanti menilai kegiatan penelitian dan inovasi, selain memang membutuhkan dana juga membutuhkan komitmen waktu yang cukup intensif. Ia melihat banyaknya kuliah yang harus ditempuh sesuai kurikulum di Indonesia membuat kegiatan akademik di universitas sejauh ini masih terbatas di bangku perkuliahan. Hal senada pun diungkapkan oleh Taufiqur Rahman. Meskipun ia memandang ini sebagai hambatan klasik yang juga dihadapi di perguruan tinggi lain, namun fakta bahwa kesibukan dosen mengajar dan kepadatan aktivitas belajar mahasiswa untuk memenuhi tuntutan capaian pembelajaran di kurikulum tidak terelakkan. “Selain itu keterbatasan dana juga menjadi kendala. Untuk kendala dana, kami mengupayakan pendampingan agar karya-karya inovasi dosen dan mahasiswa dapat meraih hibah dari lembaga di luar universitas,” tutur Taufiqur Rahman. Tak jauh berbeda, Dr Suryo Pratolo menemukan hambatan dan tantangan inovasi lebih kepada komitmen

dan kekompakan seluruh komponen. “Untuk itu kami mengatasinya dengan Management by System dan Leadership serta penanaman nilai nilai AIK kepada sumber daya manusia dan mahasiswanya secara periodik,” ungkapnya lebih lanjut.

Masa Depan Inovasi PTMA Dr Suliswiyadi berpendapat bahwa PTMA di seluruh Indonesia memiliki keunikan dan aspek diferensiasi yang berangkat dari keunggulan lokal secara geografis masing-masing. Menurutnya PTMA harus mampu memetakan kebinekaan pengetahuan di wilayah masing-masing sebagai resource yang bisa dikembangkan. Sehingga keberadaan kampus menjadi mercusuar yang bisa memainkan peran. “Di sini peran Perguruan Tinggi sebagai sumber daya yang harus bisa mengembangkan potensi kewilayahannya,” tuturnya. Sepakat dengan pernyataan Rektor Unimma, Dr Jamaludin berharap ke depannya inovasi PTMA diarahkan pada penciptaan keunggulan masing-masing berbasis profil. “Terutama inovasi kewirausahaan sehingga PTMA mampu menciptakan SDM yang mampu dan bisa mencetak lapangan kerja (influencer), bukan SDM yang tahunya menjadi pekerja (follower),” paparnya. Sementara itu, Taufiqur Rahman dan Dr Suryo Pratolo menggarisbawahi penguatan sinergi antar PTMA agar bisa bersama-sama bergerak menghasilkan inovasi yang dibutuhkan untuk pembangunan negeri. “Mari yang baik bisa kita kembangkan bersama, yang kurang kita perbaiki bersama. PTMA adalah satu. Bersama-sama berkemajuan mendukung persyarikatan dan negara, serta menjadi pusat pendidikan berkemajuan tingkat dunia. Kolaborasi PTMA is a must,” pungkas Dr Suryo Pratolo. []APR, GTA

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM

5


WARTA PTM

Topik Utama

Bilik pengaman Covid-19 inovasi tim pengajar dan mahasiswa di Rusunawa, Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, Senin (30/3/2020). Foto. Antara/Ari Bowo Sucipto.

Inovasi PTMA untuk Negeri

S

eiring perkembangan zaman, PTMA semakin menyadari pentingnya inovasi sebagai pemenuhan kebutuhan yang beragam. Berbagai upaya dilakukan, dari menyediakan fasilitas yang mendukung, hingga pemberian hibah guna menguatkan riset yang dihasilkan. Sama halnya dengan UMY yang menggunakan inovasi keuangan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng (UMS) Rappang yang menggunakan aplikasi buatannya sebagai solusi pemberdayaan masyarakat, serta inovasi-inovasi PTMA lainnya. Berikut ulasan kami terkait inovasi PTMA untuk negeri bersama beberapa narasumber.

Inovasi Keuangan UMY berhasil menciptakan aplikasi keuangan yang komprehensif ber-

6

Warta PTM

landaskan pada aspek good university governance berupa transparansi, akuntabilitas, responsibility, independensi, dan fairness. Dikenal dengan Aplikasi Masmuha, Dr Suryo Pratolo MSi selaku WR III Bidang Sumber Daya Keuangan dan Aset UMY menjelaskan dalam aplikasi tersebut terdapat pengendalian manajemen strategis, penganggaran, penatausahaan keuangan, pelaporan keuangan, Cash Management System, Host to Host Account, remuneration, taxation, dan pelaporan akuntansi keuangan. Lebih lanjut, ia melihat bahwa keberhasilan Masmuha ini tidak bisa berjalan sendiri. Aplikasi tersebut harus diikuti dengan leadership dan penguasaan totalitas aspek keuangan

Edisi September - Oktober 2020

agar bisa menjadi inovasi luar bisa dan mendukung kinerja organisasional. Hasilnya, UMY mendapat predikat ‘Wajar Tanpa Pengecualian’ dari KAP Independen. Predikat tersebut menunjukkan transparansi dan akuntabilitas UMY dalam mengemban amanah dana masyarakat. “Dengan prinsip money follow function dan value for money, hal ini mampu mendorong akselerasi kinerja UMY secara komprehensif dan bagus di mata nasional dan internasional,” tambah Dr. Suryo. Tak hanya itu, Dr. Suryo juga memaparkan mengenai pentingnya memperkuat sistem teknologi informasi di era ini. Berbagai kegiatan daring yang melibatkan mahasiswa selama learning


Inovasi PTMA untuk Negeri

from home, membuat mahasiswa tetap merasakan kehadiran kampus. Begitu pula dengan pembuatan beberapa konten di Tiktok atau Instagram yang menyasar ke anak muda. Ini juga menjadi salah satu faktor lancarnya kewajiban pembayaran mahasiswa meskipun di tengah pandemi jika dibandingkan dengan kampus lain. Dr. Suryo berpendapat informasi menjadi kunci membuat keputusan cepat. “Sehingga dengan cepat dan tepat bersama semua pihak, muncul lah ide out of the box. Tentunya juga dengan didukung pimpinan di level rektorat sampai level prodi yang kompak dan bersemangat muda. Itu semua diawali dari informasi kondisi kampus terutama kondisi keuangan setiap detik,” paparnya.

Pemberdayaan Masyarakat yang Inovatif Di bidang pemberdayaan masyarakat, PTMA telah membuat inovasi yang tak kalah solutif, di antaranya adalah aplikasi Siberas. Menerapkan sistem informasi Bumdes dan manajemen desa/kelurahan, karya UM Sidenreng Rappang ini membantu program Universitas Membangun Desa. Terdapat berbagai macam fitur yang dapat mengefisienkan pekerjaan aparat desa/ staf kelurahan dalam hal administrasi, mengetahui profil desa, dan mengetahui potensi desa. “Pemerintah dan masyarakat merasa puas karena dapat mendapatkan pelayanan maksimal. Aplikasi ini difokuskan untuk membantu mahasiswa dalam kegiatan praktik KKN yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan pemerintahan desa,” terang Dr. Jamaludin Ahmad, S.Sos, M.Si. selaku Rektor UMS Rappang. Sementara itu di Magelang, Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggagas perlunya program wifi corner dan pemberdayaan masyarakat bersama kepala desa serta CSR melalui

PPMT (Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu). Ide ini berawal dari fenomena pembelajaran daring yang diselenggarakan di seluruh tingkat pendidikan di wilayah Magelang, namun secara infrastruktur telekomunikasi belum optimal. Terutama di wilayah yang secara geografis medannya terjal berada di wilayah bukit dan menyebabkan sinyal tidak stabil. Banyak pelajar dan mahasiswa harus mencari sinyal di pinggir jalan, hingga harus mengerjakan tugas di malam hari. “Kondisi tersebut sangat memprihatinkan di samping faktor keamanan dan kenyamanan masyarakat yang belajar daring. UNIMMA segera merespons permasalahan yang terjadi di masyarakat tersebut, dan bergerak untuk mengambil peran,” ujar Dr. Suliswiyadi, M.Ag selaku Rektor UNIMMA. Dr. Suliswoyadi menambahkan bahwa Magelang khususnya Kecamatan Borobudur sebenarnya sudah memiliki smart village, namun menurutnya masih perlu dibutuhkan peran Perguruan Tinggi dalam rangka pendampingan dan advokasi yang lebih masif. “Oleh karenanya, UNIMMA telah mendesain relasi dengan desa supaya dapat berkolaborasi dalam menjalankan program tersebut melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Ekonomi Kreatif Salah satu PTMA yang sudah menangkap kesempatan inovasi di bidang ekonomi kreatif adalah UMS Rappang dengan aplikasi unggulannya Agribisnis Store. Agribisnis Store merupakan aplikasi belanja online yang dapat digunakan oleh masyarakat Sidrap dan sekitarnya untuk berbelanja kebutuhan dapur tanpa harus meninggalkan rumah. Inovasi ini merupakan karya dari Prodi Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknolo-

gi. Aplikasi yang sudah dapat diunduh melalui Playstore di android ini menggunakan sistem pembayaran dan penggunaan yang mudah. Diakui oleh Dr. Jamaludin aplikasi ini sudah digunakan sebagian besar oleh masyarakat Sidrap dalam memenuhi kebutuhan harian seperti buah, sayuran, ikan, udang, dan kebutuhan dapur lainnya. Laba atau keuntungan dari hasil Agribisnis Store dijadikan suplemen membantu mahasiswa kurang mampu dalam membayar SPP. “Prodi Agribisnis mencoba mengembangkan aplikasi melalui kerja sama dengan petani lokal dalam penyediaan beras, penambak ikan dalam penyediaan ikan, dan beberapa pedagang sayur mayur lainnya untuk menjadi produsen. Aplikasi Agribisnis Store menjadi wadah untuk mempertemukan penjual dan pembeli di dunia digital,” ungkap Dr. Jamaludin. Selain aplikasi, PTMA juga turut menerbitkan karya berupa buku di masa Covid-19. Seperti yang dilakukan UNISA Yogyakarta yang resmi merilis buku “UNISA Menulis Covid-19” bertepatan dengan Milad ke-29. M. Ali Imron, M.Fis selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan sekaligus inisiator buku UNISA Menulis Covid-19 menuturkan buku ini merupakan tulisan sivitas akademika mengenai pandemi Covid-19 yang menyorot dari berbagai sisi, seperti profesi, agama, ibadah, kebijakan publik, pendidikan, dan juga relasi sosial ekonomi. Ali melihat Covid-19 tidak hanya mengubah perilaku manusia dalam skala kecil akan tetapi juga mengubah dunia pada skala peradaban. “Peristiwa ini akan sangat sayang apabila kita tidak memiliki monumen sebagai cerita untuk generasi UNISA mendatang. Buku ini adalah monumen yang dibuat bersama-sama oleh sivitas,” pungkasnya. []GTA,APR

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM

7


WARTA PTM

Wawancara

Prof. Dr. Khudzaifah Dimyati, S.H., M. Hum (kanan) sebagai pembicara dalam acara Studium Generale di UAD (30/4/16).

Prof. Dr. Khudzaifah Dimyati, S.H., M. Hum Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Bidang Pembinaan & Pengembangan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pentingnya Prioritaskan Riset di PTMA

“

Riset bagi Perguruan Tinggi termasuk Perguruan Tinggi di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah merupakan sebuah keniscayaan. Sulit dibayangkan sebuah Perguruan Tinggi tanpa ada aktivitas riset. Riset merupakan jantung perkembangan ilmu pengetahuan. Riset juga bagian dari proses pembelajaran, baik bagi dosen maupun mahasiswa,� ujar Prof. Dr. Khudzaifah Dimyati, S.H., M. Hum membuka wawancara. Sebagai Profesor dan Guru besar di UM Surakarta, keahliannya di bidang riset dan penelitian tentu tidak diragukan lagi. Ratusan judul publikasi ilmiah dan berbagai seminar nasional yang menghadirkannya membuat Prof Dimyati sangat memahami dunia tersebut. Belum lagi keterlibatannya dalam mengurus jurnal ilmiah, seperti Jurnal Ilmu Hukum, Jurnal Jurisprudence,

8

Warta PTM

Jurnal Humaniora, dan Jurnal Akademika. Oleh karena, itu pengalamannya mendasari kami untuk mewawancarai lebih dalam mengenai perkembangan riset, penelitian, dan inovasi utamanya di PTMA. Bagaimana perkembangan dunia riset, penelitian, dan inovasi di Indonesia? Ada beberapa Perguruan Tinggi ternama di Indonesia yang terus menerus melakukan inovasi di bidang riset, baik ilmu eksakta maupun ilmu sosial. Secara empiris memperlihatkan, bahwa perkembangan riset untuk ilmu-ilmu sosial jauh tertinggal dengan riset yang dikembangkan oleh ahli-ahli ilmu eksakta. Riset Inovatif Produktif (RISPRO) program riset yang diinisiasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian RI, menawarkan

Edisi September - Oktober 2020

skema Riset Kompetitif dan Invitasi, dan topik riset dari expertise ilmu eksakta justru yang mendominasi proposal RISPRO. Perkembangan riset ilmu sosial cenderung stagnan, involutif dan ada indikasi lonceng kematian bagi ilmuilmu sosial. Lambatnya perkembangan ilmu-ilmu sosial bukan hanya dialami Indonesia, akan tetapi juga di tingkat dunia. Perlu dorongan inovasi berkelanjutan untuk mengembangkan kreasi dalam ilmu-ilmu sosial, mengingat Indonesia adalah laboratorium yang indah untuk dijadikan sebagai objek riset. Pengalaman empirik memperlihatkan, Jawa dan Bali ternyata menjadi objek riset Antropolog kenamaan Cifford Geertz yang telah menghasilkan beberapa buku terkenal; The Religions of Java, Agricultural Involution, Negara: The Theatre State in Nineteenth-Century Bali, Peddlers and Princes. Tak ketinggalan Sejarawan


Pentingnya Memprioritaskan Riset di PTMA

Prancis Denys Lombard menerbitkan buku: Nusa Jawa: Silang Budaya. Ini membuktikan betapa Indonesia memiliki daya tarik menjadi medan riset bagi periset asing. Lalu bagaimana dengan perkembangan di PTMA? Secara kuantitatif tidak mengecewakan, jika merujuk pada periset dosen-dosen PTMA yang proposalnya dibiayai Kemenristek Dikti dari tahun ke tahun. Tahun 2017 misalnya, ada 1.489 proposal yang dibiayai, tahun 2018 terdapat 1.611 proposal, dan tahun 2019 dibiayai 1.375 proposal. Sementara aspek inovasi riset di lingkungan PTMA perlu ada pembinaan secara berkelanjutan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat agar berorientasi pada riset inovatif dan produktif, sebagai usaha meningkatkan ilmu pengetahuan. Secara nasional proposal yang dibiayai funding di luar institusi (PTMA) belum sesuai ekspektasi, akan tetapi dengan data tiga tahun terakhir bisa dijadikan pemicu untuk riset-riset berikutnya. Mengapa itu bisa terjadi? Hal ini terjadi karena riset belum menjadi prioritas. Mereka lebih fokus pada proses pembelajaran di kelas. Padahal riset juga merupakan bagian yang sangat penting sebagai basis proses pembelajaran bagi mahasiswa. Untuk itu, dosen-dosen PTMA perlu didorong agar riset menjadi salah satu prioritas untuk meningkatkan ilmu pengetahuan sesuai dengan expertise masing-masing. Seberapa penting riset, penelitian, dan inovasi bagi PTMA khususnya di masa pandemi ini? Tema riset tentang Covid-19 menjadi penting dan urgen ketika masa pandemi belum ada tanda-tanda menurun di tanah air. Temuan-temuan baru dan orisinal untuk menanggulangi pandemi Covid-19 sebagai sebuah keniscayaan, ketika para ahli dunia berlomba untuk menemukan vaksin.

Bagaimana cara mendorong mahasiswa dan dosen agar memiliki semangat melakukan riset, penelitian, dan inovasi? Paling tidak ada tiga cara: Pertama, sosialisasi di lingkungan PTMA bahwa riset merupakan bagian dari proses perkuliahan yang wajib dilakukan oleh setiap mahasiswa. Kedua, perlunya strategi riset kolaboratif antara dosen dan mahasiswa. Tema riset dosen menjadi payung dan salah satu bagian tertentu dari riset dosen agar diteliti oleh mahasiswa dalam usaha untuk tugas akhir mahasiswa seperti skripsi, tesis, atau disertasi. Ketiga, agar dosen mencari funding riset dari luar seperti Kementerian Ristek, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui program Riset Inovatif Produktif. Riset kolaboratif antara dosen dan mahasiswa sangat membantu para mahasiswa untuk menyelesaikan studi tepat waktu, dan luaran riset tersebut dapat berupa buku dan publikasi di International Journal bereputasi atau jurnal nasional terakreditasi. Hambatan apa saja yang biasanya dialami oleh PTMA dalam upaya mengembangkan riset, penelitian, dan inovasi? Pertama, menyangkut etos kerja. Paradigma berpikir dosen di lingkungan PTMA harus diubah, bahwa proses pembelajaran berbasis riset, bukan hanya buku teks. Kedua, mereka kurang memahami implikasi riset sebagai bagian untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam proses pembelajaran. Ketiga, lingkungan tempat kerja yang kurang kondusif, misalnya dengan minimnya sarana dan prasarana terutama laboratorium yang kurang memadai. Apa saja indikator suatu kampus sudah melaksanakan kinerja riset, penelitian, dan inovasi dengan baik? Setidaknya ada 5 indikator kampus melaksanakan kinerja riset antara

lain sebagai berikut: Pertama, jumlah kerja sama riset antar Perguruan Tinggi baik dalam maupun Perguruan Tinggi asing, atau institusi riset lainnya; Kedua, jumlah dosen yang menerima hibah riset dari lembaga di luar institusi; Ketiga, jumlah kolaborasi riset antara dosen dan mahasiswa; Keempat, luaran riset yang dipublikasikan di International Journal bereputasi atau di Jurnal Nasional terakreditasi; dan Kelima, hasil riset tersebut memiliki implikasi untuk pengembangan ilmu pengetahuan baik bersifat teoretis maupun praksis. Upaya apa yang harus dilakukan PTMA dalam meningkatkan riset, penelitian, dan inovasi di kampus? Terus mendorong dosen-dosen di lingkungan PTMA tentang arti pentingnya riset bagi sebuah perguruan tinggi. Langkah yang perlu ditempuh antara lain: Pertama, bagi PTMA yang Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakatnya (LPPM) berklaster “Mandiri�, seperti, UM Malang, UM Surakarta, dan UM Yogyakarta melakukan pembinaan terhadap PTMA yang (LPPM)-nya masih berklaster Utama, Madya dan Binaan; Kedua, diseminasi objek riset yang berpotensi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, baik ilmu-ilmu eksakta maupun ilmu sosial; Ketiga, melakukan pendampingan peneliti-peneliti muda berbakat di lingkungan PTMA; Keempat, melibatkan peneliti-peneliti muda berbakat khususnya bagi LPPM yang berklaster Binaan untuk dilibatkan dalam proyek-proyek riset yang funding-nya di luar PTMA agar mereka memiliki empirical experiences dalam riset nasional. Bagaimana harapan Anda untuk kinerja riset, penelitian, dan inovasi PTMA ke depannya ? Agar PTMA menjadi pelopor riset di Indonesia, autentisitas dan kebaruan risetnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan.

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM

9


WARTA PTM

Wawancara

"

Hal apa yang menarik dari menciptakan sebuah inovasi bagi, Anda?" Begitu kira-kira kalimat pertanyaan yang dilontarkan kepada Susanti, salah satu Dosen Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Berprofesi sebagai dosen, saat ini ia juga tergabung dalam anggota Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 di bawah Kementerian Riset dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek BRIN). Turut membantu Indonesia, peran yang Susanti ambil bukan sebuah jalan yang biasa khususnya di masa pandemi Covid-19. Saat ini, ia tengah mengembangkan metode cepat berbasis PCR (Polymerase Chain Reaction) dan juga Whole Genome Sequencing dari virus SARS-C0V-2 yang ditemukan di Indonesia. Lantas, hal apa yang menjadi motivasi Susanti dalam menggencarkan inovasi? Bagaimana pendapat Susanti mengenai perkembangan inovasi di PTMA? Simak wawancara selengkapnya bersama Reporter Warta PTM, Rabu (30/09). Seberapa penting inovasi bagi Anda khususnya di masa pandemi ini? Saat pandemi Covid-19, di mana timbul suatu masalah kesehatan yang belum pernah dikenali sebelumnya, inovasi di berbagai bidang sangat dibutuhkan. Tidak hanya di bidang kesehatan guna mencari dan menemukan pengobatannya, tetapi juga untuk menanggulangi dampak pandemi tersebut di bidang sosial dan ekonomi. Sebagai dosen PTMA, mendukung inovasi di PTMA tentu menjadi peluang besar yang harus digencarkan. Sebagai salah satu jejaring lembaga pendidikan tinggi terbesar di Indonesia, tentunya mempunyai ruang dan kapasitas yang cukup untuk ikut berperan serta dalam menggalakkan kegiatan riset yang mengarah ke lahirnya inovasi-inovasi yang bermanfaat untuk menanggulagi dampak buruk pandemi saat ini. Bagaimana pandangan Anda mengenai inovasi di PTMA?

10 Warta PTM

Susanti, M.Phil., Apt

Tingkatkan Sinergi, Kembangkan Inovasi Seperti yang saya sampaikan di atas, PTMA mempunyai peluang dan kapasitas yang besar untuk berperan dalam ekosistem inovasi di Indonesia. PTMA dengan jejaring lembaga pendidikan tinggi yang banyak dilengkapi SDM yang berkualitas dan juga sarana prasarana penelitian yang baik, sudah memiliki modal dasar yang cukup untuk menghasilkan inovasi-inovasi yang bermanfaat. Namun, jika dibandingkan

Edisi September - Oktober 2020

dengan Perguruan Tinggi besar seperti UGM, ITB, ITS and Unair, sepertinya PTMA masih belum dapat menyamai gerakan inovasi dari institusi tersebut. Akan sangat baik jika PTMA, sebagai kumpulan dari berbagai perguruan tinggi dapat duduk bersama, mungkin difasilitasi oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, dan meramu fokus bidang-bidang inovasi unggulan dan meningkatkan kerja sama dan koordinasi


Tingkatkan Sinergi, Kembangkan Inovasi

antar PTMA terkait kegiatan penelitian guna menunjang lahirnya inovasi yang ditargetkan. Selain itu, Muhammadiyah selaku organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia dapat bersinergi dengan pemerintah, dalam hal ini kementerian-kementerian terkait, untuk membantu penyaluran inovasi hasil karya sivitas akademika PTMA ke khalayak yang lebih luas. Sebagai dosen sekaligus peneliti, kendala apa yang sering Anda alami? Selain kendala hilirisasi hasil penelitian yang saya sampaikan di atas, kendala lainnya adalah beban mengajar dan beban kuliah mahasiswa yang cukup padat. Kegiatan penelitian dan inovasi, selain membutuhkan dana juga membutuhkan komitmen waktu yang cukup intensive. Banyaknya kuliah yang harus ditempuh sesuai kurikulum di Indonesia membuat kegiatan akademik di universitas sejauh ini masih terbatas di bangku perkuliahan. Hal apa yang harus dilakukan untuk mendorong inovasi baik pada dosen maupun mahasiswa PTMA? Menurut saya, secara intrinsik sebuah perguruan tinggi dan sivitas akademikanya merupakan sebuah ekosistem inovasi di mana ide yang muncul dari proses belajar mengajar dan temuan riset dari kegiatan penelitian

... secara intrinsik sebuah perguruan tinggi dan sivitas akademikanya merupakan sebuah ekosistem inovasi di mana ide yang muncul dari proses belajar mengajar dan temuan riset dari kegiatan penelitian menjadi modal dasar dan berharga untuk untuk dikembangkan menjadi inovasi yang bermanfaat.

menjadi modal dasar dan berharga untuk untuk dikembangkan menjadi inovasi yang bermanfaat. Oleh karena itu, modal yang telah ada ini harus kemudian dipoles dan difasilitasi untuk hilirisasi sehingga dapat dihasilkan suatu produk inovasi yang bisa digunakan secara luas. Saat ini yang masih jamak terjadi di Indonesia adalah kurangnya fasilitas/bantuan/pendanaan untuk membawa hasil penelitian dasar di labolatorium atau di kampus untuk dijadikan produk yang bernilai komersial. Oleh karena itu, pihak universitas dapat mengandeng mitra-mitra industri, termasuk BUMN, untuk bekerja sama mendorong pemanfaatan hasilhasil penelitian. Inovasi apa yang Anda kembangkan saat ini? Saat ini saya tengah tergabung dalam konsorsium oleh Prof. Ali Gufron Mukti selaku ketua konsorsium. Hal ini terkait kerja sama yang sudah terjalin baik antara saya dengan Pusat Riset Bioteknologi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Inovasi yang saat ini dikembangan adalah metode cepat berbasis PCR (Polymerase Chain Reaction) dan juga Whole Genome Sequencing dari virus SARS-C0V-2 yang ditemukan di Indonesia. Bagaimana tahapan perencanaan inovasi tersebut? Inovasi tersebut lahir dari keilmuan yang saya dapatkan selama S-3 di University of Nottingham, UK dimana saya mendalami ilmu diagnostik molekuler dan genetika untuk kanker dengan menggunakan berbagai metode PCR. Melihat kurangnya perkembangan diagnostik molekuler di Indonesia, tidak hanyak untuk penyakit kanker, tetapi juga untuk penyakit lainnya seperti penyakit infeksi, maka saya berinsitiatif mendirikan NICCCRAT (Nottingham-Indonesia Collaboration for Clinical research and Training) yang merupakan suatu konsorsium riset memfasilitasi kerja sama riset dan pe-

ningkatan kapasitas antara University of Nottingham dengan berbagai insititusi di Indonesia, seperti LIPI, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Riau, Universitas Sriwijaya, Universitas Hassanudin, dan tentunya PTMA, terutama UM Purwokerto. Melalui NICCRAT, saya dan rekan di LIPI yang dipimpin oleh Dr. Wien Kusharyoto mengajukan proposal riset inovasi kepada Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 yang dikepalai oleh Prof Gufron yang kemudian diputuskan untuk didanai. Bagaimana harapan Anda untuk kinerja inovasi PTMA? PTMA termasuk perguruan tinggi yang mempunyai potensi besar untuk menjadi salah satu pemain utama di bidang inovasi di Indonesia. Harapan saya agar kita sebagai sivitas akademika PTMA lebih dapat meningkatkan koordinasi untuk merumuskan bidangbidang keunggulan dan menjalin kerja sama dengan mitra industri dan pemerintah untuk dapat mejawab berbagai permasalahan di masyarakat melalui inovasi. []APR

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM 11


WARTA PTM

Kinerja

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah resmi rilis Buku Adab Mahasiswa, Jumat (02/10)

Bedah Buku dan Lanching Buku Adab Mahasiswa

M

ajelis Diktilitbang PP Muhammadiyah kembali riliskan buku dengan judul “Adab Mahasis-

wa", Jumat (2/10). Diresmikan oleh Prof Lincolin Arsyad selaku ketua, kegiatan ini diadakan secara daring dan diikuti

150 peserta dari seluruh Indonesia. "Buku ini menjadi karya ke-15 yang dirilis Majelis Diktilitbang PPM pada periode ini. Saya berharap buku ini dapat menjadi pegangan dan disosialisasikan pada sivitas akademika PTMA," ungkap Prof Lincolin Arsyad. Turut hadir Prof Syamsul Anwar sebagai salah satu Keynote Speaker. Dalam pemaparan materi, Prof Syamsul mengarahkan buku ini sebagai pedoman untuk mendalami mata kuliah AIK. "Buku ini menjadi kerangka rujukan perilaku sebagian dari warga kampus yang akan diterapkan baik di dalam maupun di luar kampus," paparnya. Di waktu yang sama, Prof Taufik Kasturi juga memaparkan konsep serta masukan secara mendalam mengenai buku ini. "Buku ini menginspirasi kita sebagai pegangan untuk mahasiswa baru, perlu ditambahkan indikator secara kuantitatif agar adanya alat ukur untuk mengetahui sukses atau tidaknya buku ini," paparnya. []APR

J

um’at-Ahad (4-6/9). Majelis Diktilitbang PPM menyelenggarakan Pembekalan Kader bagi Dosen Muhammadiyah Open University (MOU) dan Penerima Beasiswa Falak/ Astronomi 2020 secara daring. Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta, terdiri dari 6 penerima beasiswa Falak dan 12 Dosen MOU. Pembekalan terselenggara atas kerja sama dengan Lazismu, Majelis Tarjih dan Tajdid PPM, dan MPK PPM. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang keislaman-kemuhammadiyahan, wawasan keilmuwan, serta menambah skill pengembangan diri individu. “Kepakaran di bidang Falak/ Astronomi sangatlah dibutuhkan untuk membimbing ummat dalam pengambilan keputusan-keputusan yang relevan. Oleh karena itu, kami rasa pembibitan secara terencana perlu dilakukan salah satunya dengan beasiswa ini,” ujar Muhammad Sayuti, PhD

12 Warta PTM

Penutupan Pembekalan Kader bagi Dosen Muhammadiyah Open University (MOU) dan Penerima Beasiswa Falak/Astronomi 2020 secara daring, Ahad (6/9).

Edisi September - Oktober 2020

Majelis Diktilitbang PPM Gelar Pembekalan Kader Secara Daring


selaku Sekretaris Majelis Dikti PPM, pada agenda penutupan, Ahad (2/9). Sementara itu, sebagai donatur utama Lazismu mengharapkan agar program ini bisa berjalan secara maksimal. “Peningkatan sumber daya di bidang ilmu

falak merupakan salah satu hasil muktamar. Maka sudah selayaknya kami bantu semaksimal mungkin,” ujar Prof Hilman Latief, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat. Lukman Hakim selaku penang-

gung jawab program memaparkan pendaftar beasiswa Falak mencapai 40-an orang. “Setelah melalui berbagai seleksi yang ada, maka terpilihlah 6 orang yang akan belajar di ITB dan UIN Walisongo Semarang,” tandasnya. []GTA

W

alaupun saat ini dunia dilanda pandemi Covid-19, kerja sama internasional jangan berhenti. Justru saat ini menjadi lebih mudah bagi PTMA untuk implementasi kerja sama internasional. “Karena semuanya dilakukan via daring bisa pertukaran mahasiswa, joint seminar, ataupun melaksanakan pelatihan-pelatihan level global,” kata Prof Edy Suandi Hamid saat menyampaikan sambutan pada diskusi Internasionalisasi PT di Era Pandemi, Jumat (11/09). Kegiatan ini diadakan Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional UMY dengan aplikasi zoom, yang diikuti Kantor-kantor Urusan Internasional (KUI) PTMA, dan dipandu Koordinator KUI PTM Jordan Gunawan, dan dibuka Ketua Lembaga Kerja Sama UMY Tony K Hariadi MT, dan menghadirkan Sub Koordinator Penguatan Kelembagaan PT Kemendikbud, Adhrial Refaddin MPP. Dikatakan, saat sekarang ini hendaknya dicermati semua MOU yang sudah pernah dibuat. “Dari sini bisa mulai dilanjuti lagi, dikomunikasikan sehingga ada agenda aksinya. Tidak hanya sekedar di atas kertas,” kata Prof Edy. Hal yang sama juga disampaikan Tony K Hariadi yang berharap dari forum ini dapat menstimulus kerja sama

LKM UMY menghadirkan Sub Koordinator Penguatan Kelembagaan PT Kemendikbud, Adhrial Refaddin MPP. (11/09/20).

Walau Covid Kerja Sama Internasional Harus Tetap Jalan global untuk dilakukan PTMA. Dalam kesempatan yang sama Adhrial, menyatakan berbagai peluang untuk kerja sama tetap sangat terbuka walau ada pandemi. Pemerintah sendiri tetap memberikan berbagai dorongan

Soft Launching dan Webinar Buku Pembelajaran Daring PTMA di Masa Pandemi Covid-19

K

amis (3/9), Majelis Diktilitbang PPM menggelar soft launching dan webinar “Buku Pembelajaran Daring PTMA di Masa Pande-

mi Covid-19”. Buku ini merupakan kolaborasi antara Majelis Diktilitbang PPM dengan 6 PTMA, yaitu UMY, UMS, UMM, UMKT, UMSU, dan

untuk membangun kerja sama tersebut. Ia juga meminta PT terus berusaha mendapatkan akreditasi internasional, terus kolaborasi internasionaljuga tetap mengadakan ada kegiatan terkait mobilitas mahasiswa secara global. []RED

UMS Rappang. Buku ini bertujuan memberi inspirasi dalam mengelola pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19, sharing pengalaman pembelajaran daring di PTMA, dan mendokumentasikan praktik baik pembelajaran di PTMA saat masa pandemi Covid-19. Acara dibuka oleh Ketua Majelis Diktilitbang PPM, Prof Lincolin Arsyad. Apresiasi diberikan atas

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM 13


WARTA PTM

Kinerja ­enerbitan buku ini. Menurutnya, p buku ini penting bagi kita semua utamanya PTMA dalam menyeraagamkan pembejaran daring di masa Covid-19. Sementara itu Prof Edy Suandi Hamid, Waket Majelis Diktilitbang PPM sekaligus editor buku menjelaskan buku ini diluncurkan agar pembelajaran daring di PTMA benar-benar sesuai kaidahnya. “Bukan sekedar mengubah sistem dari face to face ke online. Itu hanya bagian kecil dari pola pengajaran yang betul,” ujarnya. Bambang Riyanto, salah satu anggota penulis buku, membenarkan bahwa diperlukannya perkuliahan online yang terstruktur dan sistematis. “Kuliah online itu berbeda dengan perkuliahan tatap muka. Dalam perkuliahan online, materi dan penugasan harus siap sebelum semester berjalan. Terma-

Cover buku Pembelajaran Daring PTMA di Masa Pandemi Covid-19.

suk materi teks, video learning, seting penugasan, quiz, forum, dan sebagainya. Kami merekomendasikan PTMA untuk

menggunakan LMS karena platform ini disiapkan untuk itu,” paparnya. []GTA

Alhamdulillah, dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah, Kantor Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah berpindah ke lokasi yang baru di Ring Road Selatan Yogyakarta Jln. Brawijaya 89 Menayu Kidul, Tirtonirmolo Kasihan Bantul DIY.

14 Warta PTM

Edisi September - Oktober 2020


WARTA PTM

Inaugurasi

Peserta wisudawan UMSU wajib mencuci tangan sebelum memasuki ruangan prosesi wisuda, Senin (21/9).

PTMA Gelar Wisuda Luring-Daring

U

MY menggelar wisuda secara luring dan daring di Gedung Sportorium UMY, Rabu-Kamis (9-10/9). Wisuda dibagi menjadi 2 periode. Wisuda Periode IV TA 2019/2020 diikuti 763 wisudawan sementara Periode I TA 2019/2020 diikuti 1.231 wisudawan.

Rektor UMY, Dr Ir Gunawan MP menegaskan wisuda secara luring dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Para calon wisudawan harus hadir di Yogyakarta 14 hari sebelum pelaksanaan wisuda. Selain itu wisudawan harus datang sendiri tanpa orang tua dan kerabat. Titik pengantaran dan

penjemputan juga telah diatur. Sedangkan peserta wisuda daring mengikuti upacara melalui platform Zoom Meeting dan live streaming di akun Youtube serta Instagram UMY. Peserta wisuda daring menggunakan ijazah dan toga yang sudah dikirimkan ke kediaman masing-masing. Hal yang serupa juga dilakukan oleh UMSU. Senin-Jumat (21-26/9), UMSU menggelar wisuda bagi 1.617 wisudawan dalam 10 sesi. Penerapan protokol kesehatan dilakukan sesuai dengan ketentuan pemerintah dan pedoman kesehatan PP Muhammadiyah. Panitia menyediakan fasilitas daring bagi peserta wisuda dan orang tua serta keluarga yang tidak bisa menghadiri prosesi wisuda melalui akses live streaming di kanal Youtube UMSU TV. Penyediaan perangkat teknologi juga untuk memfasilitasi para tokoh undangan yang akan menyampaikan ucapan selamat kepada wisudawan secara daring, di antaranya, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, dan Sekda Provsu Hj. R. Sabrina. []GTA

S

ebanyak 663 lulusan UMKT dilantik Rektor Prof Bambang Setiaji dalam wisuda yang dilakukan secara daring, dan sedikit perwakilan secara offline. Hadir dalam acara yang diadakan Senin (28/10) itu, Wagub Kaltim Hadi Mulyadi, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM Edy Suandi Hamid, dan Ketua PWM Kaltim Suyatman. “Walaupun usia UMKT masih sangat muda, kita sudah bisa membuat UMKT menjadi PTS yang unggul di wilayah Kaltim dan Kaltara,� kata Rektor, yang juga menegaskan bahwa UMKT telah mentahbiskan diri sebagai IT Based and Paperless University. Perkembangan UMKT juga diapresiasi Wagub Kaltim Hadi Mulyadi. Ia mengharapkan UMKT bisa memberikan kontribusi lebih banyak bagi daerah ini, dan lulusannya bisa ber-

Wisuda Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Lulusan PTS Jangan Rendah Diri peran di masyarakat. “Untuk itu, para wisudawan harus tetap belajar. Ha-

rus memiliki jiwa kepemimpinan, dan memiliki kemampuan komunikasi yang

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM 15


WARTA PTM

Inaugurasi baik. Ini sangat menentukan keberhasilan di masyarakat. Tak perlu rendah diri walau lulusan PTS,” ujar mantan Ketua DPRD Kaltim ini. Sementara Prof Edy menyatakan, lulusan UMKT harus percaya diri. Tidak usah minder walau berasal dari PTS yang berada di daerah. Kesuk-

sesan seseorang bukan dari mana ia diluluskan, namun dari kemampuannya saat terjun di masyarakat. Ini terkait dengan kemampaun beradaptasi, menjalin jaringan, kedisiplinan, kejujuran, dan karakternya. Mengutip pendapat penulis buku The Millionaire Next Door Thomas Stanley, yang pernah

mengajar di Georgia State University, Prof Edy mengatakan: “ Your degree will get your first job, but after three years no body will care where you went to school. Jadi Anda harus optimis dan yakin akan kesuksesan akan diraih setelah lulus dar UMKT ini,” ujarnya. []RED

U

niversitas Muhammadiyah (UM) Purworejo menggelar Wisuda Sarjana ke-62 secara drive-thru, Selasa-Rabu (8-9/9). Pelaksanaan wisuda menggunakan kendaraan secara bergiliran dengan pembatasan penumpang hanya dihadiri wisudawan dan orang tua/wali. Prosesi wisuda diikuti 220 mahasiswa dari 11 prodi. Rektor UM Purworejo, Dr Rofiq Nurhadi MAg mengatakan, wisuda ke62 yang seharusnya dilaksanakan pada April 2020 harus diurungkan karena adanya pandemi Covid-19. Prosesinya pun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dan harus menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) juga menggelar wisuda secara drive-thru di Borobudur International Golf, Selasa (25/08). Wisuda Magister, Sarjana, dan Ahli Madya ke-72 Periode II TA 2019-2020 ini diikuti oleh 240 mahasiswa. Pada pelaksanaannya, wisudawan dipanggil satu per satu dan diantar oleh caddy un-

Mahasiswa UM Purworejo mengikuti wisuda dengan drive-thru motor.

Wisuda Drive-Thru Solusi di Tengah Pandemi tuk menerima ijazah secara drive-thru dengan menaiki mobil golf. Dr Suliswiyadi MAg selaku Rektor UNIMMA menyampaikan bahwa wisuda kali ini memang dilaksanakan secara terbatas dan singkat. Meskipun tidak dihadiri

Wakil Rektor dan Dekan-Dekan UM Ponorogo Dilantik

D

engan berbagai masalah yang dihadapi saat ini, segenap pimpinan UM Ponorogo, dari Rektor, Wakil Rektor, hingga Dekan-dekan serta unsur pimpinan lainnya, harus bekerja sinergis, saling koordinasi, dan saling melengkapi satu dengan lainnya. “Team UMPO harus bekerja seba-

16 Warta PTM

gai suatu super team, yang saling kerja sama, bukan jalan sendiri-sendiri,” demikian dikemukakan Prof Edy Suandi Hamid pada acara pelantikan Wakil Rektor, dan Dekan-dekan UMPO periode 2020-2024 melalui aplikasi Zoom, Senin (31/8). Pelantikan dilakukan Rektor UMPO Dr Happy Susanto,

Edisi September - Oktober 2020

orang tua/wali, diharapkan prosesi wisuda tidak mengurangi kebahagiaan wisudawan dan menjadi momen yang tidak terlupakan.[]GTA

yang disertai juga tausiyah dari Ketua PWM Jatim, Dr. Saad Ibrahim. Problematik yang dihadapi UMPO saat ini menurut Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM tersebut juga dihadapi sebagian besar PTS dan PTM lain di Indonesia. “Saat ini pendaftar mahasiswa berkurang, banyak yang terpaksa menunda pembayaran SPP, bahkan mengambil cuti akibat dampak Covid-19. Ini perlu harus dipikirkan bagaimana mengatasinya, agar dalam situasi ini kewajiban finansial


UMPO bisa tetap dijalankan, dan kesejahteraan karyawan tidak turun,” ujar Prof Edy. Rektor UMPO Happy Susanto mengucapkan selamat atas dilantiknya Wakil Rektor dan Dekan/Direktur periode 2020-2024, diiringi dengan harapan UMPO lebih berkemajuan dan mampu berdaya saing menghadapi tantangan di masa depan. Ia juga berterimakasih atas dedikasi para Wakil Rektor dan Dekan/Direktur sebelumnya yang berkontribusi membawa UMPO menjadi kampus yang semakin berkemajuan. Adapun pejabat yang dilantik adalah WR 1 Bambang Hermanto M.Pd, WR 2 Subangun, M.KPd, WR 3 Ir Muhammad Malyadi, MM, Dekan FAI Ayok Ariyanto, M.Pd I , Dekan FISIP Ayub Dwi Anggoro, Ph. D, Dekan FKIP Ardhana Januar Mahardani,

Pejabat UM Ponorogo yang dilantik (31/8).

MKP, Dekan FE Dr Hadi Sumarsono, Msi, Dekan FT Edy Kurniawan, MT, Dekan FIKES Sulistyo Andarmoyo, SKep, Ns, MKes sebagai Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Dr Ferry Irawan,

Wisuda Poltekkes Muhammadiyah Makassar, Rabu (30/09).

Peluang Kerja Politeknik Tinggi

P

ara lulusan perguruan tinggi harus selalu belajar dan meningkatkan daya saingnya agar dapat mengabdikan dirinya di masyarakat dengan baik. Peluang kerja juga lebih tinggi dari lulusan politeknik, yang lulusannya memang diarahkan untuk siap kerja. Belajar tidak hanya dalam

lembaga pendidikan formal, namun juga melalui lembaga nonformal dan secara informal. Di samping itu, setelah lulus harus menempa diri secara terus menerus agar disiplin, jujur, percaya diri, membangun silaturahim, kerja sama, serta mampu berkomunikasi dengan baik.

Dekan FH Febriansyahan, M.Hum, serta Dr Muhammad Zainal Arif, sebagai Direktur Program Pascasarjana.[] [] RED

Demikian inti sambutan yang disampaikan Ketua L2DIKTI Wil IX Prof Jasruddin dan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid dalam Wisuda 332 lulusan Poltekkes Muhammadiyah Makassar, Rabu (30/9) di Hotel Claro Makassar. Dari lulusan tersebut, 157 dari prodi radiologi, 7 Sanitasi, 37 Teknologi Elektromedik, dan 131 prodi Teknologi Lab. Wisuda dilakukan oleh Ketua Poltekkes Muhammadiyah Makassar Dr Effendy Rasyanto M Kes, yang hanya dihadiri peserta wisudawan secara offline dan keluarga wisudawan melalui aplikasi zoom. Menurut Prof Jasrudin, lulusan politeknik masih sangat dibutuhkan. Ia berharap Poltekkes Muhammadiyah tetap bertahan sebagai politeknik tanpa perlu berubah menjadi universitas. Diingatkan juga, setelah lulus bukan berarti tugas sudah selesai. Tantangan berat justru saat terjun ke masyarakat. “Karena itu, jangan pernah berhenti belajar,” ujar Prof Edy Suandi Hamid. []RED

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM 17


WARTA PTM

Sigi

Prof. Dr. Lincolin Arsyad, M.Sc. bersama Titis Nurina, M.Or. (kiri) dan Wening Nugraheni, M.Pd.(kanan) pencipta Senam Bugar Muhammadiyah.

Senam Bugar Muhammadiyah

B

Titis Nurina, M.Or. dan Wening Nugraheni, M.Pd. Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI)

18 Warta PTM

erolahraga merupakan salah satu aktivitas jasmani yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Salah satu olahraga yang cukup familier di kalangan masyarakat adalah olahraga senam. Alasannya, selain mudah dan murah, senam juga olahraga yang menggembirakan. Di berbagai acara dalam lingkungan Muhammadiyah seperti pada gebyar milad, baitul arqam, dan acara lainnya, kegiatan senam sering menjadi salah satu rangkaian acara tersebut. Namun selama ini, sering kali senam yang digunakan adalah bentuk senam umum seperti Senam Kebugaran Jasmani, Poco-poco, dan aerobik yang menggunakan irama lagu populer. Melihat hal tersebut, dua orang

Edisi September - Oktober 2020

dosen Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) yaitu Titis Nurina MOr dan Wening Nugraheni MPd tertarik untuk menciptakan senam khusus bagi warga Muhammadiyah dengan irama lagu-lagu ortom Muhammadiyah. Melalui penelitian yang berjudul Model “Senam Bugar Muhammadiyah� untuk Meningkatkan Kebugaran Jasmani Warga Muhammadiyah, akhirnya tercipta sebuah bentuk senam kebugaran jasmani yang cocok digunakan oleh warga Muhammadiyah. Penelitian dengan metode research and development tersebut berhasil mendapatkan hibah Penelitian Abad Kedua Periode ke-2 Tahun 2018 yang diselenggarakan


Senam Bugar Muhammadiyah

Di depan Ribuan Warga Jogjakarta Dosen dan Mahasiswa UMMI Perkenalkan Senam Bugar Muhammadiyah. (08/10/18)

oleh Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Produk yang dihasilkan berupa video dan buku panduan Senam Bugar Muhammadiyah yang dapat digunakan sebagai salah satu alternatif aktivitas jasmani, guna meningkatkan kesehatan dan kebugaran warga Muhammadiyah. Senam disusun berdasarkan sistematika yang diawali dengan gerakan pemanasan, inti dan pendinginan. Intensitas gerak dalam senam ini termasuk dalam intensitasi submaksimal yang artinya durasi waktu dalam senam ini antara 10-30 menit dengan beban latihan 65%80% denyut nadi maksimal. Senam ini sangat sesuai bagi warga Muhammadiyah karena mengintegrasikan nilai-nilai atau ruh Muhammadiyah dalam rangkaian gerak senam tersebut. Perwujudan integrasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam senam di antaranya: (1) penggunaan pakaian olahraga yang tidak melanggar syariat Islam; (2) membiasakan berdo’a sebelum dan sesudah kegiatan; (3) lagu atau irama pengiring senam adalah aransemen instrumen lagu-lagu mars ortom Muhammadiyah; (4) gerakan dalam senam tidak melanggar etika kesopanan, serta mengandung filosofi Lagu Sang Surya dan beberapa

jurus Tapak Suci yang bermanfaat bagi peningkatan kinerja dan kebugaran tubuh ditinjau dari sisi anatomis-motoris. Hasil penelitian telah diseminarkan pada Konferensi Nasional Ke-8 Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah SeIndonesia di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Selain itu, produk video Senam Bugar Muhammadiyah telah memperoleh surat pencatatan ciptaan atau HKI dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Karya Sinematografi. Terakhir, senam ini telah disosialisasikan dan diimplementasikan di beberapa daerah seperti menjadi bagian dari kegiatan KKN Tematik LPCR UMMI 2018 di Sukabumi, Muhammadiyah Jogjakarta Expo (MJE) 2018 di Sportorium UMY, Silatnas HW 2018 di Cibubur, Pelatihan Instruktur SBM 2019 di UM Sukabumi, KKN Muhammadiyah Nasional 2019 di Bengkulu, Kuliah Umum Prodi Penjas 2020 di UM Pekalongan Pekajangan, dan kini telah digunakan dalam pembelajaran pendidikan jasmani di beberapa sekolah Muhammadiyah.

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM 19


WARTA PTM

Inovasi

Penemuan Pistol UV Tangkal Virus dan Covid-19 oleh tim Cirnov, (19/06). Sumber Foto Times Indonesia.

UAD Ciptakan Pistol UV Tangkal Covid-19

C

enter for Integrated Research and Innovation (Cirnov) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta ciptakan inovasi pistol sinar ultra violet, (19/06).

“Pistol UV jenis C ini diciptakan untuk menangkal Covid-19 sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk meringankan beban Indonesia dalam pencegahan dan deteksi virus,” papar Prof papar Prof Hariyadi selaku Kepala CIRNOV UAD. Alat ini membutuhkan waktu satu menit hingga dapat membunuh bakteri dan virus dengan menggunakan sinar UV. Kemudian ada reflektor untuk memberikan fokus cahaya ke sasaran barangbarang yang ingin disterilisasikan. Reflektor tersebut berfungsi sebagai alat pengatur fokus sinar ke area obyek yang diinginkan. Berbeda dengan alat desinfektan yang dijual secara bebas, pistol karya Cirnov UAD ini cukup praktis dan ringan karena beratnya hanya sekitar 0,5 kg. Alat penangkal bakteri dan virus termasuk Covid-19 ini ke depannya akan digunakan rumah sakit, kantor, peralatan medis dan ruangan fasilitas umum. Prof Hariyadi melanjutkan, pistol ini akan diproduksi secara massal. “UAD sudah melakukan pengembangan dan penyempurnaan sejak 29 Februari 2020 dan 1 Maret 2020 untuk melakukan uji tembak,” tutupnya. []APR

Mahasiswa UM Surabaya Hasilkan Game Edukasi Corona

E

za Krimasyanti, mahasiswa D-3 Keperawatan UM Surabaya, berkolaborasi dengan Mochamad Risky Tri Yulianti, mahasiwa S-1 Teknik Elektro UM Surabaya dalam menciptakan game edukasi "Pandemic Walker", Jumat (14/5). Game ini merupakan sarana edukasi Covid-19 dengan cara yang menyenangkan. Eza mengungkapkan ide awal pembuatan game ini berasal dari rasa stres yang dihadapinya selama bebera-

20 Warta PTM

Tim pengembang game Pandemic Walker memperlihatkan jalannya misi permainan. (sumber: jatimnow.com)

Edisi September - Oktober 2020


pa bulan di rumah karena pandemi Covid-19. Lebih lanjut, game ini bertujuan untuk memberikan optimisme dan pesan positif kepada masyarakat untuk melawan Covid-19. Lukman Hakim selaku pembimbing Eza dan Risky menuturkan pengembangan game “Pandemic Walker” butuh waktu 2 minggu. Dimulai dengan membuat alur cerita, menyiapkan materi, hingga merancang output game yang diharapkan.

”Kami pun memberikan panduan pencegahan penularan virus Corona di game ini," ujar Lukman. Misi game ini adalah bagaimana pemain bisa keluar dari kota yang banyak dihuni penderita Covid-19. Ia harus mencari jalan keluar dari kerumunan dengan tetap menjaga jarak, mencari masker, hand sanitizer, atau tempat cuci sebagai langkah pencegahan. Permainan akan berakhir ketika pemain terkontaminasi terlalu banyak virus. Apresiasi diungkapkan oleh Junaidi Fery Efendi, MPd, selaku Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA) UM Surabaya. Menurutnya, game tersebut dapat menjadi sarana belajar masyarakat selama di rumah. Game Pandemic Walker dapat dimainkan oleh siapa pun dan bisa segera dinikmati semua masyarakat melalui Play Store. []GTA

Tampilan aplikasi SIMCOVID19ID. (sumber: Muhammadiyah.com)

SIMCOVID19ID Raih Penghargaan Ideathon Kemenristek-BRIN RI

M

ahasiswa dan dosen Prodi Informatika UM Malang meraih penghargaan Ideathon Kemenristek-BRIN RI dengan mengusung inovasi "Reengineering Website covid19.go.id ke dalam Bentuk Aplikasi Smart Client Berbasis Mobile", Jumat (8/5). Tim yang terdiri dari Muhammad Yusril Hasanuddin, Ricky Oktavian, dan dosen

M

aulana Sopian mahasiswa Prodi Administrasi Pendidikan STKIP Muh Bogor, meraih juara 2 pada ajang Lomba Inovasi Pembelajaran dan Kreativitas Mahasiswa Tingkat Nasional (LIP-KMN) tahun 2020. Capaian ini

pengampu mata kuliah Pemrograman Mobile Hariyadi SKom MT ini membuat aplikasi bernama SIMCOVID19ID yang merupakan singkatan dari Sistem Informasi Manajemen Covid-19 Indonesia. Dijelaskan oleh Yusril, keunggulan utama aplikasi ini ada pada SmartClient. "Smart-Client adalah sebuah fitur klien cerdas yang memungkinkan klien atau pengguna membuka aplikasi tanpa memerlukan akses internet dan secara otomatis memperbaharui data pada aplikasi ketika perangkat terhubung dengan internet,” terang Yusril. Lebih lanjut, SIMCOVID19ID memiliki 5 inovasi fitur. Fitur pertama merupakan fitur peta persebaran Covid-19 per wilayah yang ditinggali user, fitur kedua adalah pengembangan dari fitur tanya jawab yang disediakan website covid19.go.id, fitur ketiga ialah fitur lapor hoax, fitur keempat adalah donasi, dan yang terakhir adalah fitur pendaftaran relawan (utamanya admin konfirmasi hoax Covid-19). Ke depannya Yusril bersama timnya akan memperoleh pendanaan untuk upaya pengembangan atas penghargaan lolos Ideathon Kemenristek-BRIN RI. Yusril berharap aplikasi ini bisa segera diunduh melalui Playstore atau Appstore. [] GTA

SABATUR Sabet Juara di LIP-KMN ­ idapat dari kategori lomba aplikasi pembelajaran (produk) dengan mengusung aplikad si bernama "SABATUR". Lomba yang diselenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM 21


WARTA PTM

Inovasi ­ endidikan Universitas Terbuka (FKIPP UT) tersebut berlangsung dari tanggal 15 Mei 2020 hingga 19 September 2020. SABATUR merupakan aplikasi pembelajaran untuk diskusi dan presentasi daring. “Aplikasi tersebut memiliki fitur yang hampir mirip dengan aplikasi chatting lainnya, namun saya tambahkan beberapa fitur pendukung proses diskusi dan penyampaian presentasi online,” terang Sopian. Lebih lanjut, Sopian menjelaskan aplikasi pembelajaran tersebut masih bersifat prototipe atau masih dalam pengembangan. Adapun inovasi fitur yang dilakukan Sopian antara lain, fitur input presensi atau daftar hadir di ruang diskusi, fitur izin bertanya dan menjawab agar proses diskusi berjalan dengan kondusif, serta beberapa fitur tambahan lainnya.[] GTA

Penyerahan ROSITA kepada pihak PKU Muhammadiyah Gombong.

UMP Kembangkan “ROSITA”

T

im Fakultas Teknik dan Sains Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengembangkan robot asisten perawat Covid-19. Robot yang diberi nama ROSITA (Robot Asisten Perawat) ini didesain semi otomatis. “Adanya ROSITA, tim berharap semoga dapat membantu mengurangi kontak fisik perawat dengan pasien yang positif Covid-19,” ujar Teguh Marhendi MEng selaku Dekan Fakultas Teknik dan Sains UMP. Lebih lanjut, ia menjelaskan ROSITA dapat membantu mendistribusikan obat, 22 Warta PTM

Edisi September - Oktober 2020

Ucapan selamat dan sukses kepada Maulana Sopian dari STKIP Muh Bogor.

makanan, atau minuman ke pasien di bangsal isolasi. Robot ini juga dapat untuk mensterilkan ruangan dengan menyemprotkan cairan disinfektan. “Rosita juga dilengkapi dengan fungsi pendukung lain seperti melakukan pengukuran suhu pasien dengan menggunakan sensor suhu infra merah contactless,” jelas Teguh. Robot asisten perawat ini terdiri dari 2 bagian utama yaitu bagian master control dan bagian robot. Master control mengendalikan robot menggunakan perangkat Joystick yang terhubung dengan dengan antarmuka pengguna melalui aplikasi berbasis web. “Aplikasi pengendalian ini mendukung komunikasi audio video dua arah antara tenaga kesehatan dengan pasien. Protokol komunikasi yang digunakan menggunakan nirkabel sehingga robot dapat dikendalikan selama adanya jaringan WIFI,” terang Teguh. ROSITA pertama resmi dihibahkan kepada PKU Muhammadiyah Gombong, Rabu (24/6). Teguh menuturkan setelah uji coba, robot akan diproduksi lebih lanjut sesuai kebutuhan rumah sakit rujukan Covid-19 di sekitar UMP. “Ini adalah ROSITA pertama yang dibuat oleh Fakultas Teknik dan Sains, maka dari itu kita menerima kritik dan saran,” pungkasnya. []GTA


P

enalaran dan Karya Ilmiah Mahasiswa (PKIM), UMSU berhasil lahirkan 14 inovasi Mahasiswa pada Ajang Pekan Kreatifitas dan Inovasi Mahasiswa ke V Tahun 2020. Dr Agussani dalam laporannya mengucapkan apresiasi atas kegiatan PKIM yang menghasilkan karya inovatif mahasiswa. “Ini merupakan even penting dalam rangka mempersiapkan mahasiswa untuk mengikuti ajang perlombaan di tingkat regional dan nasional serta internasional,” paparnya di aula kampus, Jumat (28/02). PKIM merupakan even yang diadakan untuk melatih dan membangun mahasiswa dalam berkompetisi dan meraih prestasi. “PKIM UMSU yang digelar setiap tahunnya merupakan even yang dimaksudkan sebagai upaya untuk menjaring mahasiswa berprestasi yang nantinya dipersiapkan guna mengikuti komperisi di tingkat regional dan nasional,” papar Dr Rudianto, S.Sos, MSi Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan. Produk inovasi yang dihasilkan dian-

pameran temuan mahasiswa UMSU (foto diambil sebelum pandemi Covid-19).

PKIM UMSU 2020 Lahirkan 14 Produk Inovasi taranya Smart Crossword Puzzle (Sarpu), Pintu Pintar Sidik Jari Android, Pakan puyuh “Pop Quail”, VinPPle Pest Kill Pembasmi Hama tanaman, SC Noel Sepatu Inovasi, Bio SP (Akarisida Organik), Augmented Reality Astronomi, BOS (Botol Sofa), Jam Tangan dari Batok Kelapa motif Batak, Peternakan Kambing Modern, Printed Scraf Waterproof, Pasbupi Ambupi Organik serta Oplel Celluler. []APR

Temuan mahasiswa UMS aplikasi pengendalian traktor sawah melalui smartphone.

Aplikasi Pengendali Traktor Sawah

M

ahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) temukan inovasi traktor sawah melalui smartphone. Ide ini berawal dari brilian Kharisma Aji Satriya Tama dan Arib Fadhil Na’im mahasiswa tingkat akhir program studi Teknik Elektro. Latar belakang dilakukannya inovasi ini karena memperhatikan sumber daya alam yang ada di Indonesia. Dedi Ary Prasetya, ST, M.Eng selaku dosen pembimbing menambahkan pemilihan inovasi ini berawal dari pengembangan miniatur. Traktor menjadi pilihan yang tepat

karena dianggap dapat memudahkan pekerjaan manusia. “Traktor dipilih karena melihat bahwa Indonesia merupakan negara agraris sehingga traktor sangat dibutuhkan oleh para petani untuk mempermudah dalam pengerjaannya,” ujar Dedi pada Selasa (28/7). Membutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan, temuan ini kemudian berhasil setelah dikoneksikan dengan sebuah aplikasi. “Proyek ini sempat berhenti karena belum ada yang mau ambil proyek lanjutan yang sudah digarap oleh Kharisma Aji Satriya Tama, karena memang untuk proyek lanjutan ini lebih kompleks karena praktik langsung menggunakan traktor sawah beneran, sampai pada akhirnya Arib Fadhil Na’im mengambilnya,” papar Dedi. Selanjutnya, temuan ini dilanjutkan dan disempurnakan oleh Dedi. Ke depan, penggunaan kamera akan dipertimbangkan sehingga pengendalian traktor dapat dilihat pula menggunakan monitor pada ponsel pintar tersebut. []APR

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM 23


WARTA PTM

Salindia

Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas `Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan Baitul Arqam Purna secara virtual, melalui media Zoom yang akan diadakan dari tanggal 1-5 September 2020, Selasa (02/09).

Yudisium dan Angkat Sumpah Lulusan Diploma, Sarjana, dan Profesi Stikes Muhammadiyah Sidrap, 2020.

Pelepasan Peserta Virtual Kuliah Kerja Nyata (V-KKN) Angkatan XXII Tahun 2020 UM Parepare, Senin (14/09).

161 calon penerima beasiswa KIP-Kuliah mengikuti ujian seleksi di Universitas Muhammadiyah Aceh, Selasa (15/09).

Prodi S-1 Gizi STIKES Muhammadiyah Manado adakan seminar online dengan tema “Tantangan Gizi Terhadap Pola Makan Milenial di Masa Pandemi” melalui daring, Sabtu (05/09).

3.917 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ikuti masa ta’aruf kolosal angkatan 2020 yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah secara daring, Rabu (14-15/09).

24 Warta PTM

Edisi September - Oktober 2020


WARTA PTM

Kronik

Sambutan mahasiswa Pondok Pesantren Sahlan Rosjidi, (21/09).

UNIMUS Sambut Mahasantri Ponpes Sahlan Rosjidi 2020

S

emarang (21/9), 107 mahasantri baru mengikuti kegiatan Welcome Speech Penerimaan Mahasantri Tahun Akademik 2020/2021 di Gedung Ponpes Putri KH. Sahlan Rosjidi, Selasa (21/09). Dilaksanakan secara daring, kegiatan ini resmi dibuka Dr Siti Aminah STP MSi Direktur Pondok Pesantren Universitas Muhammadiyah Semarang

(Ponpes UNIMUS). Dalam sambutannya, Dr Siti menyampaikan seluruh program ponpes akan dilaksanakan secara daring selama kondisi Covid-19. Peserta juga akan dipantau oleh musyrifah masing-masing melalui daily activity. “Sesuai visi dan misi Ponpes Putri KH. Sahlan Rosjidi agar mahasantri mampu mengembang-

kan diri dan menjadi kader pimpinan Islam di masa depan, kader bangsa, kader persyarikatan,” ujarnya. Ia berharap mahasantri akan menjadi kader yang berkualitas dan dapat memimpin kelompok serta organisasi masyarakat nantinya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut para staf Ponpes dan mahasantri yang berada di asrama, serta Dr. Hj. Ida Zahara Adibah MSI Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Semarang selaku pembicara. []APR

STIKES Muhammadiyah Lhokseumawe Sosialisasi Covid-19 dan Program Tahfiz Quran

S

TIKES Muhammadiyah Lhokseumawe menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pencegahan Covid-19 di Meunasah Gampong, Rabu (23/09). Ns Mursal Skep Mkep selaku

Sosialisasi Covid-19 dan Program Tahfiz Quran, (23/09)

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM 25


WARTA PTM

Kronik Ketua STIKES Muhammadiyah Lhokseumawe menyampaikan tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk patuh dalam melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. "Virus ini telah menyebabkan ribuan orang terinfeksi termasuk di Aceh.

Untuk itu kita harus patuh mengikuti protokol kesehatan berupa memakai masker, cuci tangan dengan sabun setelah memegang sesuatu, jaga jarak, dan rutin membersihkan benda yang sering bersentuhan seperti gagang pintu dan lainnya, dengan antiseptik,” paparnya. Selain pembinaan, STIKES Mu-

PKKMB UMP Hadirkan Tokoh Nasional

Masa Orientasi Studi dan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) UM Purwokerto di Banyumas, Rabu (23/9)

U

M Purwokerto mengadakan Masa Orientasi Studi dan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Banyumas, Rabu

(23/9). Dilaksanakan secara daring, kegiatan ini menghadirkan beberapa tokoh di antaranya Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir

UM Metro Bahas PT dalam Era Tatanan Baru

P

erguruan tinggi harus mampu memberi contoh dan melakukan inovasi-inovasi di era tatatan baru atau new normal, sehingga berkontribusi untuk membawa masyarakat cepat beradaptasi dengan kehidupan yang sudah berubah dengan cepat. “Pola kehidupan banyak berubah, termasuk di perguruan tinggi sendiri, yang mau tidak

26 Warta PTM

mau harus melaksanakan pendidikan dan layanan non-akademik secara digital,” ujar Prof Edy Suandi Hamid, wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM dalam webinar bertajuk “Strategi Perguruan Tinggi dalam Tatanan Baru “ yang diselenggarakan UM Metro, Selasa (11/20). Di era tatanan baru ini, lanjut Prof Edy, aktivitas yang dilakukan ma-

Edisi September - Oktober 2020

hammadiyah Lhokseumawe turut mengadakan program Tahfizul Quran di daerah setempat. Zulfatrian selaku pimpinan Desa Hagu Selatan mengucapkan terima kasih dan berharap masyarakat selalu sehat dan terbebas dari Covid-19. []APR

Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, dan motivator/founder SEA Indonesia Sherly Annavita. Rektor UMP dalam sambutannya mengatakan kunci menjadi generasi yang unggul yaitu dengan sungguhsungguh menimba ilmu. "Jika ingin menjadi perawat yang hebat, insinyur yang handal, atau ahli apa pun yang terbaik, syaratnya adalah harus total dalam menekuni ilmunya. Jangan setengahsetengah, kalau setengah-setengah itu percuma," ujarnya. Nadiem Makarim juga menyampaikan kepada mahasiswa untuk terus memicu kreativitas mahasiswa meskipun dalam keadaan pandemi Covid-19. "Pendidikan adalah kunci atas krisis pembelajaran dan berbagai permasalahan yang akan dihadapi bangsa. Mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan dan penggerak untuk menghasilkan berbagai solusi untuk negara," paparnya. []APR

syarakat akan berbeda dari era normal sebelumnya, sehingga memerlukan adaptasi dan kedisiplinan. “Oleh karena itu penting untuk menanamkan kesadaran dan pemahaman bersama dalam perubahan kebiasaan baru ini,” ujarnya. Dalam Webinar yang dibuka Rektor Universitas Muhammadiyah Metro Drs Jazim Ahmad, MPd ini, juga menghadirkan Ketua PWM Lampung Prof Marzuki Noor, dosen Universitas Sebelas Maret Dr Sarwanto serta dosen UM Purwokerto Santhy Hawanti, Ph D, dan


diikuti lebih 200 peserta. “Walaupun banyak kesulitan dan masalah dihadapi di era tatanan baru ini, UM Metro sendiri siap menyambut tatanan baru ini dengan menyiapkan regulasi dan fasilitas protokol kesehatan,” kata Rektor UM Metro ini. Lebih lanjut dikemukakan Rektor, tidak sedikit keluhan datang dari mahasiswa dan dosen di masa pandemi Covid-19. “Mulai dari masalah jaringan internet karena mahasiswa UM Metro banyak yang berasal dari pelosok, mau pun dari ketidaksiapan mental mereka untuk mengikuti pembelajaran daring,” ujarnya. []RED

Penyerahan bantuan pencegahan Covid-19 dari UM Surabaya ke perwakilan Bonek, Kamis (23/7). Sumber: tribunjatim.com

J

umat (11/9), tiga dosen Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) melakukan visiting lecture ke Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia secara daring. Dr Rokhdi Wasono MSi, Iswahyudi Joko MPd, dan Tiani Wahyu Utami MSi mengisi mata kuliah Confusional Probability and Bayes Theorem di depan mahasiswa semester 5 Fakulti Sains dan Matematika UPSI. Turut hadir Dr Foo Chuan Hui dosen Pendidikan Matematika UPSI selaku moderator, Dr Eny Winaryati MPd, Dekan FMIPA Unimus, dosen, dan sivitas akademika Fakultas MIPA Unimus.

Tiga dosen FMIPA Unimus sedang mengisi Visiting Lecture di UPSI Malaysia secara daring, Jumat (11/9).

Dosen Unimus Visiting Lecture Daring di UPSI Malaysia Dalam sambutannya, Dekan FMIPA Unimus menyampaikan visiting lecture tersebut merupakan yang kedua kali diadakan FMIPA Unimus. Selain itu, disampaikan juga beberapa hari ke depan giliran dosen UPSI Dr Foo Chuan Hui akan mengajar mahasiswa FMIPA Unimus. “Ke depannya, para pengajar FMIPA Unimus dan FSM UPSI menjadi tim teaching untuk mengajar silang di kedua universitas,” ujar Dr Eny Winaryati.

Lebih lanjut, Dr Eny Winaryati memaparkan selain untuk bersilaturahmi, kegiatan ini juga bertujuan mencapai kesamaan wawasan dan pemahaman terkait pembelajaran. “Kita tahu dan paham bagaimana strategi pembelajaran di UPSI sehingga tanpa kita sadari menjadi pengayaan diri, pendewasaan diri, peningkatan pemahaman yang lebih dari pada sebelumnya,” tandasnya. [] GTA

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM 27


WARTA PTM

Inovasi Mastaka dan Baitul Arqom Mahasiswa STIKES Muh Manado

Masa Taaruf Kampus (Mastaka) dan Baitul Arqom Mahasiswa (BAM), Sabtu (12/09).

“

Jangan menjadi pohon pisang yang hanya sekali berbuah lalu pohonya mati, tetapi jadilah alumni yang bisa menghasilkan banyak manfaat di masyarakat yang akan dirasakan seterusnya”. Begitu papar Dr Mufdlilah S SiT MSc selaku Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan dan alumni UNISA Yogyakarta saat membuka webinar Inspiring Session part II, Sabtu (12/09). Sebagai keynote speaker, Dr Mufdillah memaparkan materi bagimana menjadi lulusan terbaik dengan modal integritas serta menjadikan ilmu untuk menjaga reputasi almamater baik di dalam maupun luar negeri. Mengangkat tema Life After Graduation Abroad, webinar ini juga mengundang lima narasumber alumni dan Dosen Unisa Yogyakarta yang telah menyelesaikan masa kuliahnya di luar negeri. Para narasumber berbagi pengalaman kuliah di luar negeri beserta tips

28 Warta PTM

D

alam rangka penyambutan mahasiswa baru, STIKES Muh Manado adakan Masa Taaruf Kampus (Mastaka) dan Baitul Arqom Mahasiswa (BAM) Sabtu (12/09). Diadakan secara daring Mastaka periode 2020-2021 ini bertemakan “Etos Kerja Kader Muhammadiyah”. Kegiatan yang dilakukan secara berurutan dari tanggal 9-12 September 2020 diikuti 224 mahasiswa dari empat prodi. Ketua STIKES Muh Manado Agus A. Laya SKM, M Kes dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada para peserta yang resmi menjadi mahasiswa. “STIKES Muh Manado mengutamakan segala aturan yang terkait dengan aturan agama, baik sebagai bidan, ahli gizi, atau profesi lainnya, itu semua tidak bisa lepas dari aturan agama,” paparnya. Di akhir ia berharap kegiatan yang telah dilalui mahasiswa baru dapat menjadi bekal serta mempersiapkan menjadi mahasiswa sebaik-baiknya. Turut hadir Wakil Ketua didampingi Ketua Prodi serta Sekretaris STIKES Muh Manado. [] APR

Pengalaman Kuliah Alumni UNISA di LN

Webinar Unisa Yogyakarta melalui aplikasi zoom, Sabtu (12/09)

Edisi September - Oktober 2020


mendapatkan beasiswa, membagi waktu, serta pengelolaan keuangan. “Sebenarnya kita bisa berhemat, asalkan kita tidak banyak jalan-jalan serta belanja,

U

niversitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meluncurkan program studi (prodi) baru Ilmu Pendidikan Program Doktor di Auditorium Moh. Djazman, Senin (07/09). Prodi ini sekaligus menjadi yang pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Tengah. Sofyan Anif selaku Rektor UMS dilansir dari Muhammadiyah.id mengungkapkan UMS saat ini telah memiliki 3 prodi untuk doktor. Ia melanjutkan, UMS akan terus berupaya untuk membangun dan mencerahkan bangsa dengan meningkatkan mutu pendidikan. “Indonesia bercita-cita menjadi salah satu dari 8 negara terkuat dalam bidang pertumbuhan ekonomi. Ini harus didukung oleh SDM pendidikan yang unggul, maka baru bisa mewujudkan citacita tersebut,” ungkapnya. Ia melanjutkan, prodi baru yang

dan fokus untuk studi,” ucap Ery Khusnal, SKep MNS salah satu narasumber. Diikuti 200 peserta, kegiatan ini diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswa-

UMS Tambah Prodi Baru

Peresmian Prodi Baru UM Surakarta, Senin (07/09)

sudah diajukan 5 tahun lalu ini menambah jumlah prodi yang dimiliki UMS

UMKO Raih Kompetisi Teknologi Asistif dan Inovasi Pembelajaran

Dewi Ratnaningsih MPd dan Hartono SPd tim pengusul dari UMKO

U

niversitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) berhasil

an dan Alumni (BKA) berkolaborasi dengan Kantor Urusan Internasional (KUI) UNISA Yogyakarta. []APR

menjadi pemenang kompetisi teknologi asistif dan inovasi pembelajaran berda-

dengan total 60 Prodi dari 12 Fakultas. []APR

sarkan pengumuman pada Surat Ditjen Dikti Kemdikbud nomor 1979/E2/ BP/2020. Mengusung prinsip “Accessibility for People with Disabilities” atau Aksesibilitas untuk Masyarakat Disabilitas, UMKO berhasil menjadi satu-satunya PT yang mewakili Provinsi Sumatera Bagian Selatan. Terdiri dari dua tim pengusul yaitu Dewi Ratnaningsih MPd dan Hartono SPd, inovasi ini merupakan teknologi asistif dan inovasi pembelajaran yang berkaitan erat dengan penyelenggaraan pendidikan khusus atau inklusif bagi mahasiswa penyandang disabilitas. “Semua ini atas kehendak Allah SWT dan atas bantuan banyak pihak yang terlibat, sehingga tim dapat menyusun proposal yang maksimal”, ucap Dewi Ratnaningsih selaku Ketua Tim Pengusul. []APR

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM 29


WARTA PTM

Kronik Fakultas Vokasi Unmuha Terima Hibah Kemdikbud

Penerimaan Dana Hibah Kemdikbud kepada Unmuha.

F

akultas Vokasi Unmuha mendapat dana bantuan dari Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (MITRASDUDI) Dirjen Pendidikan Vokasi

Kemdikbud sebesar 150 juta rupiah, Rabu (02/09). Program ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan yang objektif antara target kompetensi kurikulum yang sudah berjalan di Prodi D-3

A

prilia Pratiwi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Umsida memberikan pendampingan teknologi door to door kepada orang tua dalam menghadapi pembelajaran daring di Desa Keramean, Candi, Sidoarjo, Senin (7/9). Kegiatan ini diperuntukkan bagi orang tua anak sekolah dasar (SD) yang masih gagap teknologi. Aprilia mengatakan inisiatif ini berasal dari masih banyaknya orang tua di Desa Keramean yang gagap teknologi dan kesulitan menggunakan aplikasi pembelajaran online. “Maka, tim KKN-T 39 berinisiatif melakukan pendampingan teknologi agar setiap anak dan orang tua dapat melakukan pembelajaran dengan lancar,” ujarnya. Lebih lanjut, Aprilia memastikan kegiatan ini tetap dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan. “Pendampingan belajar ini menggunakan aplikasi Google Classroom dan Google

30 Warta PTM

Perhotelan Fakultas Vokasi Unmuha dengan kebutuhan kompetensi Dunia Industri dan Dunia Kerja (IDUKA) saat ini. Sebelumnya, Dekan Fakultas Vokasi Unmuha, Dr H Aliamin, melakukan presentasi dan wawancara dengan pihak MITRASDUDI via zoom meeting. Setelah melalui Keselarasan Kurikulum IDUKA dari Fakultas Vokasi, Unmuha dinyatakan lolos dan layak mendapatkan bantuan pada Senin (31/09). Dalam pelaksanaan program ini, selain mengundang perwakilan 10 IDUKA, Fakultas Vokasi Unmuha juga mengundang beberapa orang alumni yang telah bekerja di IDUKA tersebut. Menurut Aliamin, Dekan Fakultas Vokasi Unmuha, “Pertemuan dilakukan dengan dua cara, daring dan bertatapan langsung. Meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir, pelaksanaan kegiatan ini tentu saja tetap dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah”, tambah Aliamin. []APR

KKN-T Umsida Ajak Orang Tua Pahami Teknologi

Mahasiswa Umsida menjelaskan tentang teknologi dari rumah ke rumah dengan tetap menggunakan protokol kesehatan.

Meet yang dilaksanakan selama satu bulan dengan tetap menerapkan protokol

Edisi September - Oktober 2020

kesehatan sehingga anak-anak tetap aman,” terangnya.[] GTA


“

Kerja sama harus memiliki added yang terukur, karena Ilmu tentang kerja sama merupakan hal yang sangat penting dalam memberikan benefit bagi institusi.” Begitu papar Dr Suliswiyadi, MAg Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) saat mengadakan sosialisasi dan workshop bertemakan “Inisiasi dan Implementasi Kerjasama Dalam Negeri dan Luar Negeri”, Selasa (29/09). Bertempat di Aula Fikes Kampus 2 UNIMMA, kegiatan ini bekerja sama dengan Kantor Urusan Kerja sama (KUK). Turut hadir Yordan Gunawan, Ketua Asosisasi Kantor Urusan Internasional (KUI) selaku narasumber serta Dekan, Wakil Dekan, Kepala Program Studi, Kepala Biro dan Tim Task Force Fakultas di lingkungan UNIMMA. Nia Kurniati Bachtiar, moderator sekaligus Kepala Divisi Hubungan Internasional KUK menyampaikan KUK hadir untuk membantu dan memfasilitasi

D

osen Prodi Sistem Informasi (SI) UAD, Farid Suryanto menginisiasikan inovasi Ruang Ekspresi sebagai wadah ide dan kreativitas mahasiswa di bidang perangkat lunak. Ide yang ia temukan pada 2019 ini bertujuan untuk mengajak mahasiswa dalam melakukan banyak analisis dan membuat aplikasi perangkat lunak yang berhubungan dengan teknologi industri. “Ruang Ekspresi menjadi tempat diskusi serta merealisasikan gagasan dan kreativitas mahasiswa dalam bentuk aplikasi,” tutur Farid. Adapun aplikasi yang pernah dikembangkan oleh Ruang Ekspresi yaitu Aplikasi Pesan Aja, Digital Guest Book, dan aplikasi pemesanan fotografi. “Tempat ini akan membantu mahasiswa dalam melatih skill di bidang teknologi, khususnya perangkat lunak dengan menciptakan berbagai aplikasi yang dapat menghasilkan nilai dan materi,” papar Farid. Ia melanjutkan, agenda Ruang Ekspresi tidak hanya tentang diskusi di bi-

UNIMMA Gandeng KUK Adakan Workshop Kerja Sama

Sosialisasi dan workshop “Inisiasi dan Implementasi Kerjasama Dalam Negeri dan Luar Negeri” (29/09).

sinergitas KUK dan fakultas atau prodi dalam urusan kerja sama. “Kegiatan sosisalisasi dan workshop ini dalam rangka menambah masukan-masukan untuk

KUK dalam penetapan program kerja dan rapat pleno mendatang,” ujar Nia.[] APR

“Ruang Ekspresi” Kembangkan Aplikasi

Farid Suryanto Founder “Ruang Ekspresi”

dang teknologi, namun setiap minggunya diadakan sesi refreshing agar saling mendekatkan dan memberi semangat antar anggota dalam berinovasi menciptakan aplikasi. “Ruang Ekspresi mengajak semua mahasiswa lintas prodi yang

memiliki kreativitas, ide, dan imajinasi tentang aplikasi, tetapi masih terkendala dalam perangkat lunak. Kita akan berkolaborasi bersama menciptakan berbagai aplikasi sebagai proyek bersama,” tutupnya. []APR

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM 31


WARTA PTM

Kronik

U

niveristas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) adakan silaturahmi virtual bersama orang tua/ wali mahasiswa baru tahun ajaran 2020/2021, Sabtu (26/9). Disiarkan melalui MS Team dan Youtube, kegiatan ini juga memaparkan kesiapan kampus dalam pembelajaran daring selama pandemi Covid-19. “Memasuki tahun ajaran baru di tengah pandemi kali ini, UMY sudah mempersiapkan pembelajaran daring melalui aplikasi MyKlass sebagai bentuk fasilitas pendukung aktivitas perkuliahan mahasiswa,” papar Dr Gunawan Budiyanto, Rektor UMY. Dr Gunawan melanjutkan, di masa pandemi saat ini UMY juga turut berkomitmen untuk mengadakan program pengabidan untuk masyarakat dan sivitas kampus. “Selain memberikan sembako kepada masyarakat, UMY juga menyediakan beasiswa kepada 277 mahasiswa yang terdiri dari beasiswa kader unggulan Muhammadiyah, beasiswa dokter Muhammadiyah, beasiswa

Silaturahmi Virtual UMY

Silaturahmi Orang Tua/Wali Mahasiswa Baru TA 2020/2021

jalur prestasi, beasiswa KIP kuliah, dan beasiswa mahasiswa asing,” tambahnya. Dr. Sukamta, MT Wakil Rektor Bidang Akademik menambahkan UMY juga memberikan bantuan kuota 50 GB per empat bulan untuk mahasiswa. “Ini

Ilmu Hukum UM Palembang PTS Sumsel Pertama Raih Akreditasi A

SK BAN Prodi Ilmu Hukum UM Palembang.

32 Warta PTM

Edisi September - Oktober 2020

merupakan hasil kerja sama dengan telkomsel, diharapkan kerja sama ini dapat membantu mahasiswa mengakses MyKlass tanpa memotong pulsa,” tutupnya. []APR

K

amis (15/9), Program studi Ilmu Hukum UM Palembang meraih akreditasi A berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) No.5603/ SK/BAN-PT/Akred/S/IX/2020. Capaian ini membuat UM Palembang menjadi PTS pertama di Sumatera Selatan yang mendapatkan akreditasi A. Prof Dr Indawan Syahri MPd, WR 1 Bidang Akademik UM Palembang, memaparkan persiapan akreditasi Prodi Ilmu Hukum sudah dilakukan sejak dua tahun. Prof Indawan mengakui perlu kerja ekstra dalam menyusun borang yang memenuhi 7 standar BAN-PT. “Standar ini harus riil sesuai dengan yang ada di lapangan karena BAN-PT melakukan asesmen lapangan. Alhamdulillah telah dilakukan validasi dan Prodi Ilmu Hukum sudah layak akreditasi A,” ungkapnya. Rektor UM Palembang, Dr Abid Djazuli SE MM, mengungkapkan se-


belumnya UM Palembang juga telah meraih akreditasi A di tiga prodi, yaitu Prodi Pendidikan Sejarah, Prodi Manajemen, dan Prodi Administrasi Pendidikan. Ia berharap UM Palembang

dapat segera meningkatkan akreditasi institusi menjadi akreditasi A. “Namun sebelumnya, menyiapkan diri dulu dengan menargetkan lebih banyak lagi prodi yang terakreditasi A. Target di TA

Belasan Mahasiswa UMM Lulus Tanpa Skripsi

Kegiatan belajar mengajar di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM.

S

ebanyak 19 Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM lulus tanpa skripsi di pertengahan tahun 2020. Mahasiswa tersebut mengikuti program ekuivalensi skripsi

dengan berhasil meloloskan 66 artikel terakreditasi SINTA 2-6. Program ini merupakan tindak lanjut Keputusan Rektor Tahun 2017 mengenai ekuivalensi mata kuliah dan skripsi.

2020/2021 ini setidaknya dari 33 prodi yang ada sekitar 35 persennya atau 12 prodi harus akreditasi A,” imbuhnya. [] GTA

Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Dr Sugiarti, MSi menyatakan jumlah ini menjadikan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia sebagai prodi yang terbanyak dalam meluluskan mahasiswa tanpa melewati proses skripsi. “Apalagi mahasiswa tersebut masih berada di akhir semester 6, sehingga ini dianggap sebagai sejarah baru dalam dunia akademik,” tambahnya. Sementara itu, WR 1 Bidang Akademik dan Kemuhammadiyahan, Prof Dr Syamsul Arifin MSi mengapresiasi program ekuivalensi skripsi tersebut. Menurutnya ini merupakan langkah cerdas dalam memacu Kelulusan Tepat Waktu (KTW) serta menjadikan kuliah semakin menyenangkan tanpa ada beban skripsi. “Langkah Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM ini harus dicontoh oleh prodi lain di UMM, sehingga mempercepat KTW serta kuliah tidak lagi berlama-lama dengan skripsi,” ungkap Prof Syamsul. []GTA

Kerja Sama Tingkatkan Inovasi dan Kualitas PTMA

J

umat (18/9), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah (STKIP Muh) Barru menandatangani perjanjian kerja sama dengan UM Sinjai di ruang pertemuan UM Sinjai. Kerja sama disepakati di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan Al-Islam Kemuhammadiyahan. Ketua STKIP Muh Barru, Dr Andi

STKIP Muh Barru dan UM Sinjai melakukan bimbingan teknis bersama Prof Dr Ahmad Nurmandi MSc, Jumat (18/9).

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM 33


WARTA PTM

Kronik Fiptar Abdi Alam, SE, MSi, menegaskan STKIP Muh Barru akan terus melakukan inovasi dan kegiatan yang bermuara pada peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa. “Sebelumnya, kami sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dalam dan luar negeri,” tambah Dr Andi Fiftar.

Pada hari yang sama, dilakukan bimbingan teknis untuk sejumlah dosen kedua perguruan tinggi tersebut. Prof Dr Ahmad Nurmandi, MSc, Guru Besar UM Yogyakarta, hadir sebagai narasumber menjelaskan sejumlah program yang membuat sebuah institusi secara mandiri dapat mempersiapkan

Lembaga Sertifikasi Profesi UMY Raih Lisensi BNSP

Potret Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dari gerbang utama.

K

eluarnya Keputusan Ketua Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP) Nomor KEP.1346/BNSP/ VIII/2020 menjadi penanda Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendapat lisensi dari BNSP. Dijelas-

kan oleh Direktur LSP UMY, Dr Filosa Gita Sukmono, persiapan awal mendirikan LSP UMY telah dilakukan selama satu tahun terakhir. Full assessment berlangsung selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (24-26/7) di kampus terpadu UMY. “Meskipun pandemi, kami tetap

UM Palembang Hadirkan Pakar Dunia dalam The 10th ICMAHEA

U

niversitas Muhammadiyah Palembang selama dua hari (25-26/9/20) menjadi tuan rumah forum The 10th Internasional Conference of Muhammadiyah and Aisyiyah Higher Education Association (ICMAHEA).

34 Warta PTM

Forum dengan menggunakan aplikasi zoom yang melibatkan berbagai pakar dari PT terkemuka dunia sebagai narasumber ini dibuka Gubernur Provinsi Sumatera Selatan yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Dr. H.

Edisi September - Oktober 2020

berbagai hal dalam pengembangan menuju universitas. Diharapkan melalui bimbingan teknis ini para dosen bisa mengaplikasikan ilmu yang didapatkan untuk mengembangkan mutu dan kualitas kampus masing-masing. []GTA

mengupayakan pencapaian ini walaupun harus work from home,” tambahnya. Terdapat tujuh skema yang berhasil mendapatkan lisensi dari BNSP, yakni Skema Sertifikasi Produser Televisi, Strategic Planner, Public Affair Analyst, Manager Pemasaran Agribisnis, Inspektor Budidaya Tanaman, Teknisi Senior Otomasi Industri, dan Skema Sertifikasi Akuntansi Madya. Dr Filosa memaparkan ke depannya LSP UMY akan mengupayakan lebih banyak lisensi skema sehingga semua mahasiswa di seluruh prodi UMY bisa mengikuti uji kompetensi dengan lisensi BNSP sebelum wisuda. Dr Sukamta MT selaku Wakil Rektor Bidang Akademik UMY mengapresiasi pencapaian LSP UMY. Menurutnya, adanya lisensi ini akan membuat UMY semakin unggul dalam pembelajaran, capaian perkuliahan, dan profil lulusan yang sesuai dengan Standar Kualifikasi Kompetensi Nasional Indonesia. “Adanya LSP UMY ini adalah bagian dari upaya kami untuk membekali dan memfasilitasi mahasiswa yang akan wisuda agar punya nilai lebih saat masuk ke dunia kerja,” pungkasnya.[]GTA

Akhmad Najib, S.H., M.Hum, dan diawali juga dengan sambutan Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Lincolin Arsyad, serta Rektor UMP Dr Abid Djazuli. Rektor UMP Abid Djazuli menyatakan, perkembangan IPTEK saat ini telah melahirkan berbagai inovasi yang tidak terbayangkan, dan ini sangat penting untuk menghadapi berbagai tantangan global yang muncul. Untuk terus menerus melakukan inovasi tersebut,


perlu dukungan perkembangan ilmu pengetahuan lintas disiplin. Holistik, integratif, dan dukungan kebijakan yang memperkuatnya di era serba digital ini. “Konferensi ini diharapkan dapat menjadi forum lintas disiplin, mempertemukan peneliti, mahasiswa, praktisi, dan profesional berbagai bidang ilmu. Untuk itu, diharapkan muncul banyak ide-ide baru yang akan menjadi solusi atas permasalahan sosial terkini di masyarakat, serta produk riset dan lainnya untuk menjawab tantangan global di masyarakat,” ungkap Dr Abid. jelasnya. Sementara itu Prof Lincolin Arsyad secara singkat mengharapkan dari konferensi akan muncul penelitian terapan yang akan memberi solusi untuk masalah jangka pendek maupun jangka panjang yang dihadapi Bangsa ini. “Terlebih pada masa penedmi Covid-19 yang menimbulkan banyak masalah di berbagai bidang kehidupan di seluruh dunia, termasuk Indonesia,” ucap Prof Lincolin. Bertindak sebagai pembicara uta-

Penyerahan bantuan pencegahan Covid-19 dari UM Surabaya ke perwakilan Bonek, Kamis (23/7). Sumber: tribunjatim.com

ma dalam konferensi internasional ini antara lain Prof Datuk Ts Dr Ahmad Fauzi Ismai (Universiti Teknologi Malaysia), Prof Edy Suandi Hamid (Muhammadiyah and Aisyiyah Higher Education Council/ Universitas Widya Mataram, Indonesia), Prof Lutfi Arslan (Istanbul Medeniyet Universitesi, Turkey), Prof Masato Tominaga (Saga University, Ja-

Unmuha Gelar Pelatihan Pemandu Wisata

Dr Aslam Nur, MA selaku Rektor Unmuha, membuka acara Pelatihan Pemandu Wisata di Ruang Aula Gedung New Zealand Kampus Unmuha, Senin (21/9).

R

ektor Unmuha, Dr Aslam Nur MA, membuka acara Pelatihan Pemandu Wisata di Ruang Aula Ge-

dung New Zealand Kampus Unmuha, Senin (21/9). Kegiatan berlangsung selama 2 minggu yang diikuti 25 peserta

pan), Assoc Prof Sonny Zulhuda (IIUM, Malaysia), Assoc Prof Muhammad Ali (UCLA, USA), Prof Dr Arthananeswaran (NITT, India), dan Hari Widodo (Bank Indonesia, South Sumatra), di samping juga pembicara dari UMP Prof Indawan dan puluhan call papers dari berbagai belahan Indonesia dan dunia. []RED

berlatar belakang SMA. Pelatihan terselenggara atas kerja sama Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud dengan Fakultas Vokasi Unmuha. Dekan Fakultas Vokasi, Dr H Aliamin, mengatakan pelatihan pemandu wisata bertujuan melatih pemuda/i Aceh menjadi pemandu wisata handal yang menguasai lokasi, budaya, cinderamata, dan kuliner Aceh. “Peserta juga dilatih mampu dan memahami beberapa bahasa wisatawan Asia Tenggara, serta mengatur jadwal perjalanan wisata,” tambah Dr Aliamin Setelah pelatihan selesai, peserta akan mengikuti magang di beberapa Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) Aceh yang bergerak di bidang pemandu wisata selama satu bulan. Kegiatan magang ini diharapkan membuat para peserta segera mendapat kontrak kerja di DUDI tersebut.[]GTA

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM 35


WARTA PTM

Kronik UM Palangkaraya Lepas 26 Mahasiswa dalam Program PERMATA-SAKTI

U

M Palangkaraya menggelar pelepasan 26 mahasiswa yang akan mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara-Sistem Alih Kredit dengan Teknologi Informasi (PERMATA-SAKTI) Kemdikbud 2020, Senin (21/9). Mahasiswa tersebut akan mengikuti pembelajaran secara daring selama 1 semester di 17 perguruan tinggi yang berbeda. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung Kampus Merdeka khususnya hak belajar di luar program studi dan perguruan tinggi. Hendri MPd selaku Dekan FKIP mengungkapkan pencapaian ini menjadikan UM Palangkaraya sebagai satusatunya Perguruan Tinggi Swasta di Kalimantan yang terpilih untuk mengikuti program tersebut. Sementara itu, Rektor UM Palangkaraya, Dr Sonedi MPd, berpesan kepada mahasiswanya agar tetap menjaga almamater kampus. “Tetap jalin komunikasi yang baik dengan mahasiswa se-Indonesia dan ambil kesempatan ini untuk menambah pengalaman

Acara pelepasan bagi 26 mahasiswa yang akan mengikuti Program PERMATA-SAKTI 2020, Senin (21/9).

serta ilmu yang banyak,” ujar Dr Sonedi. Melalui program ini juga, UM Palangkaraya akan menerima 124 mahasiswa dari 23 Perguruan Tinggi yang berbeda di Indonesia. Beberapa di antaranya

UMSU Adakan International Debate Open 2020

Pembukaan UMSU International Debate Open 2020, Kamis (10/9).

U

niversitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar UMSU International Debate Open 2020 secara virtual, Kamis-Minggu (10-13/9). Kompetisi diikuti oleh

36 Warta PTM

perguruan tinggi dari Australia, India, Bangladesh, Filipina, dan beberapa negara Asia lainnya. Tim juri berstandar internasional juga dihadirkan dari Taylor’s University Malaysia, Australian

Edisi September - Oktober 2020

berasal dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Universitas Ahmad Dahlan, dan universitas lainnya. []GTA

University, Rastreeya Vidyalaya Collage of Enginering India, Institut Teknologi Bandung Indonesia, dan University of Melbourne Australia. Wakil Rektor III Dr Rudianto SSos MSi mewakili Rektor UMSU membuka kegiatan pada Kamis (10/9). Disebutkan bahwa tujuan diadakannya kompetisi ini untuk meningkatkan pemikiran yang kritis, kemampuan intelektual, dan kemampuan public speaking dari seluruh peserta dan khususnya mahasiswa UMSU sendiri. “Ajang ini juga sebagai persiapan mengikuti kompetisi di tingkat nasional dan internasional di masa yang akan datang,” tambahnya. Ketua Panitia UMSU International Debate Open Fiqi Ilham dalam laporannya memaparkan kegiatan ini merupakan event debat terbesar skala internasional yang pernah dilaksanakan UMSU. Fiqi mengapresiasi kerja keras panitia yang berhasil mencapai target peserta yaitu sebanyak 84 tim dari berbagai negara. []GTA


Unimen Kerja Sama dengan Indosat

Kerja sama Unimen dengan Indosat Ooreedoo, Rabu (10/9).

R

abu (10/9), Universitas Muhammadiyah Enrekang (Unimen) melakukan kerja sama dengan Indosat

R

ektor UM Jambi dan Pundi Sumatera melakukan penandatanganan MoU kerja sama untuk pemberdayaan Suku Anak Dalam (SAD), Kamis (10/9). Acara bertema “Pendidikan adalah Hak Semua Anak” berlangsung di pemukiman SAD, Desa Dwi Karya Bakti, Kecamatan Pelepat, Jambi. Dalam nota kesepahaman ini, UM Jambi menerima dua mahasiswa baru dari SAD untuk masuk Prodi Kehutanan. Salah satu tujuan kerja sama ialah membangun ukhuwah antara UM Jambi, Pundi Sumatera, dan SAD. Selain itu, diharapkan ke depannya kedua mahasiswa tersebut dapat kembali ke desanya untuk meningkatkan integritas dan kualitas SAD. Kegiatan tersebut juga didukung oleh Pemerintah Kabupaten Bungo. Hal ini sesuai dengan cita-cita turut mencerdaskan kehidupan bangsa dan sejalan dengan Pasal 31 UndangUndang Dasar 1945. []GTA

Ooreedoo di Café Siradijah. Kerja sama ini berbentuk penyediaan kartu data internet bagi mahasiswa baru U ­ nimen.

Muthmainnah selaku Kepala Pusat Promosi dan Pengembangan Institusi (P3I) menjelaskan tim penerimaan mahasiswa baru berikhtiar agar seluruh mahasiswa baru Unimen TA 2020/2021 tetap saling terkoneksi pada ruang akademik di tengah pandemi Covid-19. “Kegiatan belajar dari rumah masih terus berjalan. Unimen senantiasa mendukung keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang belum memperbolehkan perkuliahan secara intensif face to face dikarenakan masih mewabahnya Covid-19,” tambahnya. Diakui oleh Muthmainnah kerja sama dengan provider telekomunikasi besar Indosat Ooreedo akan sangat berguna untuk kemaslahatan mahasiswa baru dalam menimba ilmu. Adanya support paket internet ini diharapkan dapat membantu mereka segera beradaptasi dengan lingkungan akademik kampus. []GTA

UM Jambi dan Pundi Sumatera Kolaborasi Pemberdayaan SAD

Penandatanganan nota kesepahaman antara UM Jambi dan Pundi Sumatera untuk Pemberdayaan SAD, Kamis (10/9).

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM 37


WARTA PTM

Kronik Kuliah Perdana UM Magelang

Masa Ta'aruf mahasiswa baru UM Magelang (10/10/20).

M

enyambut 457 mahasiswa baru Gelombang I UM Magelang adakan Program Pengenalan Kampus dengan mengadakan kuliah umum daring dari Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid dan Ketua L2Dikti Wilayah VI Prof DYP Soe-

giharto, Selasa (1/2). Mahasiswa baru ini merupakan bagian dari 1032 mahasiswa yang diterima dalam tahap I tersebut. Menyampaikan topik Pendidikan Tinggi di Era Tatanan Baru Prof Edy menegaskan, para mahasiswa baru tahun ini termasuk yang beruntung. “Sauda-

ra baru kuliah, dan langsung full-online, dan ini tidak ternah terjadi dengan generasi sebalumnya di kampus-kampus konvensional yang ada. Karena itu, Saudara juga harus serius dan lebih baik dari pendahulu Saudara,” tutur Prof Edy. Dikatakan, sebagai bagian dari generasi milenial, para mahasiswa baru harus sudah akrab dengan kultur teknologi informasi, sehingga tidak gagap dengan kuliah daring yang dihadapi. Berbeda dengan pola kovensional, lanjut Prof Edy, para mahasiswa kuliah daring harus lebih mandiri. “Ini biasanya justru lebih mendorong munculnya kreasi baru, ide baru, dan inovasi-inovasi. Hal ini merupakan sesuatu yang memang harus dilakukan oleh para mahasiswa di era Revolusi Industri 4.0 untuk bisa bersaing saat masuk ke dunia kerja,” ujar Prof Edy Suandi Hamid. Sementara Prof DYP Soegiharto menyatakan, untuk dapat sukses para mahasiswa baru bukan saja belajar pengetahuan yang diberikan dosennnya. Namun juga perlu melengkapi diri dengan soft skills, termasuk aspek kepemimpinan. []RED

“Merawat Ingatan” Film Pendek di Masa Covid-19

M

ahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta membuat film pendek berjudul “Merawat Ingatan” di tengah pandemi Covid-19. Produksi film ini merupakan kolaborasi mahasiswa Ilkom angkatan 2016 hingga 2019. Merawat Ingatan menceritakan tentang seorang nenek bernama Pertiwi yang sedih karena momen kemerdekaan 2020 tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Sutradara film, Aklis Ali Rohman, menjelaskan proses syuting berlangsung di Jalan Poncowolo, Wirobrajan, Yogyakarta. Aklis memaparkan kesulitan paling kentara selama pembuatan film adalah memastikan produksi harus berjalan namun tetap mematuhi proto-

38 Warta PTM

kol kesehatan yang sudah ditentukan pemerintah ditambah dengan keterbatasan waktu yang ada. “Film pendek ‘Merawat Ingatan’ merefleksikan tentang cara kita dalam memperingati hari kemerdekaan. Bukan hanya sebatas selebrasi, tetapi harus ada nilai penghayatan,” ujar Aklis. Ia mengajak semua masyarakat untuk bangkit di tengah pandemi. “Jangan hanya berdiam diri. Kita harus terus berproses dengan membuat ruang-ruang kreativitas, tentunya jangan lupa untuk tetap mematuhi protokol kesehatan,” tambahnya. Film Merawat Ingatan sudah dapat diakses di kanal YouTube Bakteri Project sejak 26 Agustus 2020. []GTA

Edisi September - Oktober 2020

Poster film pendek Merawat Ingatan UAD.


WARTA PTM

Infografis

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM 39


Profil PTM

WARTA PTM

Universitas Muhammadiyah Magelang

Penguatan Daya Saing Nasional dan Rintisan Internasionalisasi

“

Kampus sebagai lembaga dakwah” begitu tujuan awal berdirinya Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). Berlokasi di daerah yang dikenal dengan julukan kota bunga, UNIMMA memulai awal perkembangannya pada 31 Agustus 1964. “Di awal berdirinya kampus hanya menerima mahasiswa kelas sore. Pada tahun 1990, mulai dibukanya layanan kelas pagi hari dan banyak lulusan fresh graduate sekolah menengah mulai mendaftar,” papar Dr Suliswiyadi MAg saat diwawancari Reporter Warta PTM, (10/10). Dr Sulis melanjutkan, perkembangan UNIMMA termasuk cepat, pasalnya pada tahun 2020 kampus telah meraih peringkat 94 nasional dari 2.136 Perguruan Tinggi Negeri (PTN)/ Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Non Vokasi se-Indonesia, sekaligus menempatkan UNIMMA sebagai 5 besar Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia berdasarkan data Kemdikbud RI. Di bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat UNIMMA juga menempati peringkat “Kluster Utama” dengan prestasi sangat bagus. Prestasi yang diraih tidak luput dari kerja keras dan kerja cerdas yang diterapkan seluruh ele-

40 Warta PTM

Edisi September - Oktober 2020

men kampus. “Setiap yang diberi amanah harus memahami wewenang, tugas, dan tanggung jawabnya masing-masing, agar Masing-masing person UNIMMA memahami Analisis jabatan kita sudah ada,” papar Dr Sulis.

Fasilitas Berkualitas untuk Mahasiswa Upaya UNIMMA guna melahirkan generasi berkualitas patut mendapatkan acungan jempol. Demi mendorong dan mewadahi potensi mahasiswa, UNIMMA menyediakan berbagai fasilitas diantaranya Fasilitas Akademik yang terdiri dari ruang kuliah, laboratorium, dan perpustakaan. Kampus ini juga dilengkapi dengan fasilitas non akademik serta fasilitas publik. Selain itu UNIMMA juga turut mendukung aspek penalaran mahasiswa seperti PKM dan kompetisi lainnya. “Di tahun ini 5 proposal mahasiswa UNIMMA lolos pendanaan Program Kreativitas Bisnis Manajemen Indonesia (KBMI) dan Program Kreativitas Inovasi Bisnis Manajemen (KIBM) yang diselenggarakan Kemdikbud,” papar Dr Sulis menegaskan. Dr Sulis tidak memungkiri bahwa di masa Pandemi Co-


Penguatan Daya Saing Nasional dan Rintisan Internasionalisasi

vid-19 turut menjadi tantangan dalam mengelola UNIMMA diawal kepemimpinannya. Namun hal ini tidak membatasi Dr Sulis bersama seluruh sivitas akademika untuk terus bergerak salah satunya dalam penyediaan IT sebagai solusi pembelajaran daring. Dengan prinsip survive dalam segala kondisi, memprioritaskan pembangunan pada infrastruktur IT menjadi jalan UNIMMA dalam mengimplementasikan Kampus Merdeka. ”Mahasiswa dapat memilih 8 program turunan untuk mengembangkan prestasi dan kompetensi. Selain itu, relaksasi kurikulum dalam Outcome Based Learning juga harus diterapkan,” papar Dr Sulis. UNIMMA juga mempersiapkan platform LMS (Learning Management System) dengan nama MOCA (My Online Class) juga memprioritaskan penambahan anggaran pada pengembangan infrastruktur IT agar memberikan pelayanan yang terbaik bagi stakeholders.

Terus Menginspirasi Masyarakat “Muhammadiyah merupakan organisasi pergerakan, maka UNIMMA harus responsif dan reflektif bergerak agar bisa mengantisipasi dalam menghadapi berbagai kemungkinan,” papar Dr Sulis saat ditanya mengenai bagaimana implementasi tagline dalam program dan kegiatan yang dimiliki UNIMMA. Menggunakan kata “bergerak dan menginspirasi,” Dr Sulis menjelaskan sebagai amal usaha di bawah naungan persyarikatan seharusnya menghindari sesuatu yang sifatnya statis dan bisa berujung jumud. Pergerakan yang statis tidak akan ada perubahan yang menyebabkan dinamika berfikir serta perjuangan beku. Sedangkan, kata menginspirasi berarti mendorong warga UNIMMA agar memiliki daya upaya untuk lahirnya prestasi yang mendorong warga masyarakat ingin belajar atau menirunya. “Alhamdulillah, selama pandemi ini banyak kunjungan baik dari Perguruan Tinggi lain maupun stakeholders yang datang untuk silaturrahmi,” paparnya. Selain itu, upaya agar UNIMMA senantiasa menginpirasi masyarakat, dengan cara mendorong semua dosen menjadi inspirator guna mendukung resources sebagai kampus yang menginspirasi masyarakat. Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Sudah menjadi rahasia umum, jika berbicara mengenai mutu pendidikan di perguruan tinggi merupakan urgensi yang mendesak untuk terus diperbarui dan ditingkatkan. Sama halnya dengan UNIMMA yang menerapkan kebijakan mutu sebagai pedoman untuk menggulirkan siklus mutu yanga da di UNIMMA. “Kami break down mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, lalu pengendalian dan peningkatan,” begitu papar Dr Sulis. Ia melanjutkan dalam standar yang digunakan mencantumkan Catur Dharma, di dalamnya sebagai rumusan kebijakan, standar, indikator kinerja utama,

dan indikator kinerja tambahan. Nantinya, UNIMMA akan mengeluarkan raport mutu pada setiap fakultas, prodi, dan unit kerja agar menjadi ajang fastabiqul khairat. Dan kampus sudah membuat suatu sistem bernama MOQASS (My Online Quality Assurance Support System) untuk memantau perjalanan mutu UNIMMA. Guna mendukung program internasionalisasi kampus, UNIMMA telah membentuk Kantor Urusan Kerja sama (KUK). UNIMMA juga mengupayakan agar kerja sama yang dijalin harus berbasis luaran agar dapat diimplementasi lebih lanjut. Luarannya sesuai dengan parameter mutu seperti jumlah mahasiswa asing, lecture exchange, visiting lecture, guest lecture. Tahun ini menjadi tahun kedua bagi UNIMMA memperoleh hibah DIKTI “World Class Professor University”. Di tahun 2020 juga merupakan tahun kedua UNIMMA tersertifikasi International Standard Organization (ISO) 9001: 2015. “Saat ini UNIMMA sedang melakukan korespondensi dengan The Council for Higher Education Accreditation (CHEA), sebuah badan akreditasi berpusat di Amerika Serikat. Ke depan, akan kita tingkatkan menjadi member CHEA, dan selanjutnya untuk mengusulkan status akreditasi internasional,” papar Dr Sulis.

Solusi dari Hambatan Sama seperti perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya, UNIMMA juga memiliki hambatan dan masalah yang kompleks. Salah satunya penerapan budaya organisasi baru yang dapat menjadi penghambat dalam melakukan upaya pencapaian prestasi. Hal ini Karena budaya yang telah tertanam dan telah menjadi kebiasaan sehari-hari sulit untuk dirubah. Sehingga akan muncul resistensi/ penolakan terhadap perubahan atau penambahan kegiatan-kegiatan baru yang dianggap asing. Selain itu juga perubahan terhadap struktur organisasi dapat menjadi faktor penghambat percepatan kinerja UNIMMA, khususnya ketika terjadi perubahan struktural pada saat proses implementasi program program strategis telah berjalan. Namun, bagi UNIMMA hambatan dan kendala di atas dapat diatasi dengan adanya dukungan dan komitmen dari manajemen puncak serta memasukan program-program kegiatan ke dalam sasaran kinerja (Key Performance Indicator) unit kerja atau personil untuk mendukung terlaksananya pencapaian kinerja institusi. Jika hambatan terkait kurangnya pemahaman dan kompetensi SDM terhadap cara kerja baru dalam mencapai kinerja institusi, upaya yang dilakukan manajemen adalah meminta unit kerja untuk mengesplorasi kemampuan guna melakukan awareness setiap kebijakan baru secara andragogi (kerja orang dewasa). “Tugas pimpinan UNIMMA mengajak SDM dan unit kerja untuk menemukenali setiap hambatan secara determinan yang selanjutnya dilakukan corrective action, dengan demikian tidak terasa bahwa sesungguhnya telah dilakukan proses edukasi dalam setiap tindakan manajemen,” tutup Dr Sulis. []APR

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM 41


Profil PTM

WARTA PTM

Dr Suliswiyadi Mag Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang

Kepercayaan Kunci Keberhasilan Pemimpin

M

enjadikan amanah dan tanggung jawab sebagai perwujudan ibadah, Dr Suliswiyadi berani mengambil langkah baru sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) periode (tambahkan). “Jabatan ini adalah perwujudan tanggung jawab luar brasa untuk memajukan Amal Usaha Muhammadiyah khususnya UNIMMA,� begitu papar Rektor yang terkenal dengan sifat ramahnya ini. Saat di wawancarai oleh Reporter Warta PTM, Dr Sulis begitu panggilannya, turut memaparkan bagaimana strategi menjadi pemimpin yang baik, serta bagaimana seharusnya seorang pemimpin dalam menyelesaikan masalah internal dan eksternal.

Hal apa yang menjadi kekuatan Bapak dalam mengemban amanah sebagai Rektor UNIMMA? Keyakinan bahwa ketika amanah itu ditunaikan sesuai dengan koridor atau rules of the game-nya, pasti dimudahkan Allah untuk segala urusan. Perguruan Tinggi ini merupakan

42 Warta PTM

Edisi September - Oktober 2020

bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah, maka ketika melakukan segala kegiatan yang bermanfaat bagi orang banyak dan khususnya bagi keluarga besar UNIMMA, maka dengan penuh keyakinan Allah SWT akan membantu kehidupan kita. Di samping keyakinan, pengalaman yang saya miliki selama ini sangat penting, pengalaman menjabat struktural di kampus UNIMMA maupun pengetahuan yang saya peroleh dari pendidikan formal dan nonformal. Kemudian pengalaman organisasi di masyarakat maupun Persyarikatan Muhammadiyah menjadi penguat kepercayaan di dalam melakukan pengelolaan kampus UNIMMA ini.

Strategi kepemimpinan seperti apa yang Bapak terapkan dalam memimpin UNIMMA? Dengan menciptakan budaya kerja dan budaya mutu bahwa semua warga UNIMMA harus ikut berpartisipasi untuk mencapai cita-cita UNIMMA. Komunikasi adalah alat organisasi, maka di dalam menjalankan kepemimpinan di UNIMMA,


Kepercayaan Kunci Keberhasilan Pemimpin

komunikasi antar lini harus dibangun, termasuk pada saat pengambilan keputusan. Setiap pimpinan di UNIMMA wajib memiliki reputasi (kognisi) kepemimpinan publik, kepemimpinan organisasi yang mampu menjabarkan visi misi serta strategi PT ke dalam aktifitas operasional sesuai indikator strategisnya. Selanjutnya, kepemimpinan yang akuntabel, transparan dalam merancang, melaksanakan, dan pertanggungjawaban anggaran. Anggaran berbasis luaran, outcomenya harus jelas.

Menurut Bapak, nilai apa yang harus diterapkan guna menjadi pemimpin yang berhasil? Yang pertama adalah kepercayaan. Trust itu sangat mahal harganya. Inilah yang akan kita bangun bersama dengan kesadaran di setiap level kepemimpinan. Jika pemimpin itu sudah kehilangan trust, maka ia tidak akan berdaya untuk mengembangkan kampus. Yang kedua, kita harus memberi contoh kepemimpinan yang baik. Dan yang ketiga adalah konsistensi dalam tindakan kepemimpinannya. Seberapa penting pengelolaan SDM guna mendukung kualitas internal kampus? Bagaimana strategi yang diterapkan? SDM dosen perlu dikembangkan, termasuk pendidikan formal. Kita sebagai Perguruan Tinggi yang terus berpacu pada kualitas SDM, selain mengikuti standar Undangundang, kita juga ingin mencapai standar dosen dengan kualifikasi doktor dan profesor yang menjadi cita-cita bersama. Gelar doktor pada dosen itu diperbanyak. Selain SDM dosen, SDM tenaga kependidikan juga terus dikembangkan. Tenaga kependidikan juga dikembangkan melalui peningkatan strata pendidikan formalnya, upgrading peningkatan kompetensi kerjanya, dan bahkan secara bertahap harus memiliki rekognisi berupa kepemilikan personal certification. Pengembangan SDM telah dituangkan pada rencana strategis UNIMMA tahun 2020-2024. Hal apa yang harus dimiliki Perguruan Tinggi guna meningkatkan brand image yang baik di masyarakat? Jika hilirisasi kampus bisa berwujud dengan adanya temuan-temuan teknologi tepat guna yang bisa dipergunakan oleh masyarakat dan menyelesaikan problem kehidupan di masyarakat, kampus bisa menjadi mercusuar yang artinya kampus bisa menerangi sekitar. Dengan hal itu, masyarakat akan memberikan trust kepada Perguruan Tinggi. Jangan sampai hasil-hasil penelitian hanya berhenti pada laporan, namun harus bisa berlanjut dan dimanfaatkan. Sehingga, kampus dan masyarakat menjadi kehidupan yang terpisah, dimana kampus sekedar menjadi menara gading dimata masyarakat.

Hal apa yang menjadi kisah atau tantangan menarik selama memimpin UNIMMA? Awal kepemimpinan saya langsung dihadapkan oleh situasi pandemi. Mengelola dengan penuh keterbatasan gerak, komunikasi dan suasana di awal pandemi. Kemudian, harus melakukan cara kerja dan kebiasaan baru. Namun, saya meyakini bahwa ketika Allah SWT menciptakan sesuatu pasti ada hal baik dibalik itu semua untuk kita. Pandemi ini hadir, tetapi kita bisa melakukan kontrol dan penghematanpenghematan anggaran serta pengendalian pola kerja yang luar biasa. Inovasi apa yang diterapkan guna mencetak generasi unggul dari UNIMMA? UNIMMA dengan tagline “Unggul dan Islami�, ingin mencetak generasi yang mahir dalam akademik, memiliki kompetensi dan berakhlakul karimah. Terkait inovasi, tentu tidak bisa dilepaskan oleh perubahan yang terjadi di masyarakat. Wabah Covid-19 yang menyebabkan lost controll di semua aktifitas, menyadarkan betapa rapuhnya kemampuan manusia untuk melakukan pengendalian risiko dan mitigasinya, sehingga aspek ini sangat penting untuk dimiliki alumni UNIMMA ke depan, agar survival of the fittest (survive dalam segala kondisi). Bagi UNIMMA, pandemi ini melahirkan akselerasi. Prioritas penyediaan infrastruktur IT menjadi sangat penting. Kemudian, implementasi Merdeka Kampus-Kampus Merdeka dengan 8 program turunan yang bisa dipilih mahasiswa untuk mengembangkan prestasi dan kompetensi. Selain itu, relaksasi kurikulum dalam Outcome Based Learning juga harus diterapkan. Apa harapan atau impian Bapak untuk UNIMMA ke depannya? UNIMMA menjadi Perguruan Tinggi yang bermutu yang sangat mengedapankan standar mutu. Apa yang dijanjikan dan diharapkan dipenuhi. Akreditasi UNIMMA yang unggul menjadi impian ke depan, saat ini sedang ditopang dengan kinerja mutu program studi yang sudah terakreditasi A (sejumlah 48%). Ke depannya, UNIMMA inngin menjadi Perguruan Tinggi yang didatangi dan diminati oleh banyak orang, karena mempunyai keunikan dibanding PT lainnya. []APR

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM 43


Profil PTM

WARTA PTM

Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Menuju Universitas Riset 2030

Pelepasan mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) Mengikuti Program Kuliah, Kerja, Nyata (KKN) Tahun Akademik 2019-2020 dok. padangsidimpuankota.go.id. Rektor UMTS Dra. Muksana. Gedung UMTS.

C

ikal bakal Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) didirikan pada tanggal 15 Juli 1983. Pada awalnya, UMTS adalah "kelas jauh" dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Ketika itu ada dua fakultas, yaitu Fakultas Keguruan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Jurusan Ilmu Administrasi Negara. Dua tahun kemudian, "kelas jauh" tersebut berdiri sendiri menjadi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah dan Sekolah Tinggi Sosial dan Politik Muhammadiyah, kemudian ditambah Sekolah Tinggi Hukum Muhammadiyah. Pada akhir 1986, ketiga sekolah tinggi dilebur menjadi Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan dengan menambah Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan. Seiring dengan perkembangan waktu, UMTS memiliki 6 fakultas yang terdiri dari 16 prodi. UMTS yang kini mengasuh lebih dari 5.000-an mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Utara dan provinsi lainnya. UMTS telah

44 Warta PTM

Edisi September - Oktober 2020

mendapatkan amanah dan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat untuk menyerahkan pembinaan anak-anaknya dengan makin meluasnya cakupan wilayah asal mahasiswa.

Universitas Riset di Sumatera Utara “Menjadi Universitas Riset di Sumatera Utara Tahun 2030” merupakan visi yang dideklarasikan oleh UMTS. Dalam mewujudkan visi tersebut UMTS terus mendorong para dosen untuk melakukan penelitian dan menulis di jurnal baik internasional maupun jurnal nasional terakreditasi. “Di samping mendorong dosen untuk mendapatkan hibah dari Kemdikbud, UMTS juga secara internal mengalokasikan anggaran yang cukup bagi dosen-dosen yang ingin melakukan penelitian,” jelas Rektor UMTS, Dra. Muksana Pasaribu, MA. Lebih lanjut, UMTS terus menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga eksternal seperti pemerintahan dan dunia usaha untuk melakukan kolaborasi riset, termasuk sosialisasi hasil-hasil riset dan pengabdian masyarakat yang dilakukan


Menuju Universitas Riset 2030

Rektor bersama Walikota dan Dandim melakukan panen perdana "Eme Mardakka-dakka", hasil penelitian kolaborasi Faperta UM Tapsel-Rumah Pintar Acibu.

oleh para dosen di UMTS. Bahkan, untuk kawasan Tapanuli, penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen dan mahasiswa UMTS telah ditetapkan sebagai produk unggulan daerah (PUD), seperti pembuatan berbagai jenis makanan dan minuman tradisional Tapanuli Bagian Selatan.

Komitmen Terus Unggul Dra. Muksana percaya dikelolanya UMTS dengan good university governance (GUG) akan membawa prospek yang sangat baik ke depannya. Kebutuhan pembangunan sumber daya manusia di daerah serta letak geografis masih sangat mendukung eksistensi UMTS untuk berkiprah di kawasan Tapanuli Bagian Selatan. Peningkatan kualitas akademik tentu menjadi sebuah keniscayaan bagi UMTS untuk menjadi perguruan tinggi terbaik di kawasan Tapanuli Bagian Selatan. UMTS terus berupaya membangun dan meningkatkan kualitas SDM pengelolanya dengan melakukan studi lanjut, pelatihan, workshop, dan kegiatan penunjang lainnya. Peran penting tim pengembangan sangat dibutuhkan dalam membangun kualitas SDM yang ada. UMTS telah bersinergi dengan BPH dalam melakukan rekrutmen pegawai dan dosen terutama dalam aspek penguasaan Al Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai ciri khas dari perguruan tinggi Muhammadiyah. Selain itu, UMTS juga mengalokasikan anggaran yang memadai untuk melakukan pembinaan kegiatan kemahasiswaan melalui UKM dan Lembaga Aspirasi Mahasiswa (LAM), melakukan workshop dan training, mengundang para expert, serta menyediakan sarana dan prasarana yang layak. UMTS selalu melibatkan mahasiswa dalam kegiatan dan programprogram yang berkaitan dengan minat, bakat, dan penalaran mahasiswa serta mendorong dosen dan lembaga-lembaga kemahasiswaan untuk bersinergi dalam meningkatkan dan membangun prestasi mahasiswa. Menurut Dra Muksana, pembinaan terhadap UKM dan LAM menjadi sangat penting bagi UMTS karena lahirnya prestasi mahasiswa hanya bisa dihasilkan dari proses yang berkelanjutan dan berkepanjangan.

“UMTS telah memenangkan Hibah PKM 5 Bidang dan memenangkan KBMI Nasional yang diselenggarakan Dirjen Belmawa Dikti selama beberapa tahun terakhir bahkan menduduki peringkat 3 di Sumatera Utara, mewakili Sumut pada event NUDC setiap tahunnya,� tutur Rektor UMTS dengan antusias. Sedangkan untuk kegiatan mahasiswa terutama dalam bidang seni, budaya dan olahraga, UMTS pernah memenangkan perlombaan Catur, Bola Voli pada ajang POMDASU yang diselenggarakan LLDikti I Sumut, Putri Pariwisata Kota Padangsidimpuan Tahun 2019, Juara I Turnamen Voli Piala Walikota Padangsidimpuan 2019, serta berbagai perlombaan lainnya baik tingkat provinsi maupun regional Tapanuli Bagian Selatan.

Kerja Sama dan AIK Tingkatkan Kualitas Dukungan pihak eksternal terhadap kemajuan dan perkembangan UMTS juga menjadi sangat penting. Terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan fasilitas yang tidak bisa dipenuhi oleh UMTS, termasuk dalam hal pemenuhan mediamedia baru bagi pengembangan minat, bakat, dan penalaran mahasiswa. Untuk itu berbagai bentuk kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan tinggi baik di dalam maupun luar negeri terus dijalin, seperti dengan beberapa universitas di Taiwan, Korea Selatan dan Thailand. Bahkan mahasiswa UMTS telah melakukan PKL-LN di berbagai sekolah dan pondok pesantren di Thailand Selatan. Ini berkat kerja sama dengan Badan Alumni Internasional dan Southern Border Province Administrative Center (SBPAC) di Patani serta mengikuti student exchange ke Universiti Brunei Darussalam. Begitu pula dengan pihak eksternal di dunia industri. UMTS harus mampu melakukan adaptasi terhadap kebutuhan dunia kerja serta kondisi kebutuhan masyarakat di daerah. Oleh karena itu, UMTS telah melakukan berbagai bentuk kerja sama seperti dengan Dirjen ASEAN Kementerian Luar Negeri, PT Agincourt Resources, Pemprovsu, Pemko Padangsidimpuan, serta institusi lainnya. UMTS menyadari bahwa persaingan dengan PT lain menjadi sesuatu yang perlu untuk diperhatikan. Maka pengembangan ciri khas dan branding UMTS menjadi sangat penting. Legalitas kepemilikan UMTS yang notabene adalah milik persyarikatan Muhammadiyah menyebabkan pengelolaan UMTS relatif berlangsung dengan suasana yang kondusif. Nilai-nilai Al Islam Kemuhammadiyahan, kritisme mahasiswa sebagai sosial control, kultur akademik yang selalu membaik telah menjadikan UMTS sebagai kampus pergerakan di kawasan Tapanuli. []GTA

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM 45


WARTA PTM

Profil Dosen

Dr. Muji Setiyo, ST., MT.

Dr. Muji Setiyo, ST., MT.

Dulu Montir Berprestasi, Kini Jadi Dosen Peneliti

“

Saya dan tim riset saya telah menghasilkan 36 publikasi internasional terindeks Scopus, 6 paten granted, 8 paten registered, dan 4 buku. Dalam bidang pengabdian, saya 2 kali mendapatkan program hibah kompetitif (semuanya multiyear), IbIKK (2016-2918) dan PPPUD (2018-2020),” ujar Dr. Muji Setiyo, ST., MT. ketika ditanyai mengenai pencapaiannya hingga saat ini. Siapa yang menyangka, pria yang akrab disapa Muji ini memulai karir sebagai montir. Perjalanan hidupnya memang sangat berliku. Permulaannya pun bisa dibilang mengejutkan. Namun, kerja keras dan ikhtiarnya membuahkan hasil yang sepadan. Kini ia menjadi dosen Fakultas Teknik Universitas Mu-

46 Warta PTM

hammadiyah Magelang (Unimma). Lebih dari itu, Muji juga terkenal sebagai dosen berprestasi dengan sejumlah kegiatan penelitian yang digelutinya. Bersama Reporter Warta PTM, Muji Setyo membagikan cerita inspiratifnya.

Jalan Panjang Karier Muji Selepas lulus SMK di tahun 2001, Muji mulai berkarir sebagai montir di Dealer Sanex Motor Ciledug Tangerang. Pada tahun 2002, ia memutuskan untuk mendaftar Prodi D-3 Otomotif di Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma). Selama kuliah, ia tetap giat bekerja sampingan. Muji pernah menjadi tukang fotokopi di Toko ATK sebelah kampus (2002), tukang las di bengkel

Edisi September - Oktober 2020

milik teman kuliah (2002-2003), hingga kembali bekerja sebagai mekanik sepeda motor di Ngadirejo (2003-2004). “Pada tahun 2005 saya memutuskan untuk membuka bengkel motor kecil di rumah saudara. Saya lulus dari Unimma tahun 2006 dan ditawari menjadi Laboran di Laboratorium Teknik Otomotif,” ujarnya. Setiap hari pula setelah pulang kerja, ia langsung meneruskan pekerjaan di bengkel sendiri sampai malam. Padahal jarak dari rumah ke kampus ±55 Km. Berbekal ijin Rektor Unimma, ia lalu melanjutkan kuliah S-1 Teknik Mesin di UMY. Beberapa bulan setelah kelulusannya di tahun 2009, Muji nekat mengambil kuliah S-1 Pendidikan


Montir Berprestasi Itu Kini Jadi Dosen Peneliti

­ eknik ­Otomotif di UM Purworejo. SaT yangnya ini hanya berlangsung selama 2 semester dan tidak terselesaikan. “Pertimbangan waktu itu sederhana, saya tidak mungkin bekerja sampai tua menjadi laboran, memiliki ijazah S-1 Pendidikan Otomotif mungkin bisa membuka kesempatan kerja sebagai Guru Otomotif,” jelas Muji. Ternyata, tekad besarnya tidak sia-sia. Ketika masih kuliah di UM Purworejo, ia mendapat telepon dari Pak Ir Moehamad Aman, MT (Dekan Unimma) yang menginformasikan mengenai diusulkannya Muji untuk alih fungsi dari laboran menjadi dosen, namun dengan syarat harus kuliah S-2 biaya sendiri. “Alhamdulillah, atas pertolongan Allah, saya kuliah di Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila dari tahun 2010 – 2012, kemudian resmi menjadi dosen di Unimma,” ungkapnya. Tahun 2014 Muji kembali melanjutkan kuliah S-3 ke Universitas Brawijaya dan selesai tahun 2017. Muji lalu mencoba keberuntungan mendaftar program short course, sebuah program dari SDID Kemenristekdikti. Ia lolos seleksi dan bisa merasakan Short Course Vocational Education (SCVE) di TU Dresden, German. Saat ini, Muji aktif meneliti dan diberikan amanah sebagai Ketua LPPM Unimma terhitung sejak tanggal 1 September 2020.

Dukungan Penuh Keluarga dan Kolega Muji adalah orang pertama di lingkungan keluarga besarnya yang mencicipi bangku kuliah. Orang tuanya merupakan petani lulusan SD dan hampir semua keluarga besarnya bekerja menjadi petani dengan lulusan maksimal SMP. Lulus doktoral dalam 2,9 tahun pada tahun 2017, merupakan momen yang mungkin tidak pernah dimimpikan oleh Muji dan keluarganya 10 tahun lalu. “Waktu itu (tahun 2002), istilah ‘kuliah’ dalam keluarga saya adalah istilah yang aneh dan ‘menakutkan’ karena biayanya mahal dan kami hanya sebagai petani,“ terangnya.

Ada cerita yang membekas di hatinya selama perjalanan kariernya. Ketika itu Muji akan lulus S-1, namun ia masih memiliki tanggungan yang harus dibayar. Sedangkan istrinya akan melahirkan anak pertama. “Saya diantar oleh Pak Ir. Sudarja, MT menghadap BPH UMY untuk meminta dispensasi dan atas kebijaksanaan BPH-UMY, saya diizinkan ikut wisuda namun ijazahnya dititipkan dulu,” ujarnya. Tak hanya itu, bantuan lain juga didapatnya selama proses mengambil data skripsi. Ia dipinjami sepeda motor oleh gurunya, Dr. Budi Waluyo, MT, yang saat ini menjabat Ketua Program Studi Mesin Otomotif Unimma. Muji menyadari, betapa suportifnya lingkungan sekitarnya. Ia percaya ini semua tidak lepas dari dukungan materi dan doa kedua orang tua, istri, adik, keluarga, dan semua senior-seniornya baik di Unimma atau UMY.

Dunia Riset dan Penelitian Tahun 2012 merupakan awal mula Muji memasuki dunia riset dan penelitian. Baginya research artinya mencari kembali, tujuannya untuk menemukan, dan hasilnya adalah temuan baru. Memperoleh temuan baru atau bisa memberikan argumen pada fenomena baru dan argumen tersebut diterima di jurnal bereputasi adalah tantangan yang menarik bagi Muji. “Terlebih, jika artikel-artikel saya disitasi oleh peneliti lain, yang artinya itu memberikan inspirasi bagi orang lain untuk melakukan riset lanjutan,” tambahnya. Dari semua pencapaian yang pernah diraihnya, ada tiga hal yang paling bersejarah dalam karir Muji. Tahun 2013, saat Muji pertama kali lolos penelitian kompetitif INSINAS, ia adalah satu-satunya yang lolos mewakili PTMA se-Indonesia. Kemudian tahun 2018, saat lima permohonan patennya dari 2013-2017 dikabulkan oleh Kementerian Hukum dan HAM secara hampir bersamaan. Saat itu juga Muji menjadi dosen pertama di Unimma yang memperoleh paten. Lalu tahun 2017,

ketika paper-nya diterima untuk dipublikasikan di International Journal of Refrigeration (terindeks di Scopus Q1 dan Web of Science dengan impact factor tinggi) sebuah jurnal paling bergengsi di bidang refrigerasi. Saat ini fokus riset Muji adalah bidang energi alternatif. Ia melihat masih ada potensi besar untuk memberikan manfaat bagi keberlangsungan. Mengingat kebutuhan energi meningkat sementara ketersediaan terbatas, butuh riset-riset untuk melakukan optimasi agar tetap sustainable. “Motivasi saya saat ini dan ke depan ialah produk-produk riset saya tidak hanya berakhir pada publikasi dan paten, namun sampai ke hilirisasi dan komersialisasi sehingga berpotensi untuk memberikan manfaat yang lebih besar terhadap masyarakat dan institusi,” jelas Muji. Ketika dimintai pendapat mengenai perkembangan riset dan penelitian di PTMA, Muji menilai secara umum sudah baik. Menurutnya pemeringkatan riset PTMA sudah semakin merata. Namun, ia melihat untuk saat ini dan ke depan, kolaborasi dan resource sharing antar PTMA harus segera diimplementasikan. Aset-aset laboratorium dan SDM yang ada di PTMA harus terpetakan dan harus saling memperkuat satu sama lain. Muji juga tidak menepis fakta bahwa hambatan untuk mengembangkan penelitian memang ada, seperti manajemen waktu yang kurang baik sehingga kurang konsisten, begitu pula dengan beban kerja tridarma di PTMA yang belum berimbang. Muji berharap ke depannya PTMA dapat terus meningkatkan penelitian dan risetnya. “Tentunya dengan memetakan pusat-pusat unggulan riset dan ipteks, membangun konsorsium riset PTMA untuk sharing resources, serta membangun TTO (Technology Transfer Office) secara bersama-sama untuk komersialisasi dan hilirisasi hasil-hasil riset,” tutup Muji. []GTA

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM 47


WARTA PTM

In Memoriam

In Memoriam Prof Malik Fadjar MSc

Perguruan Tinggi Harus Mendesain Masa Depan

R

ASANYA tak ada warga Muhammadiyah, apalagi yang bergelut dalam dunia pendidikan tinggi, tidak merasa kehilangan pada 7 September 2020 malam yang lalu. Tokoh Muhammadiyah Prof Malik Fadjar yang sebagian usianya “diwakafkan� ke Pemerintah sebagai Menteri Agama, Mendiknas, Menko Kesra ad-interim, dan Anggota Wantimpres berpulang ke rahmatullah dalam usia 81,5 tahun. Walau berita sakitnya sudah terdengar agak lama, tak berita duka malam itu mengundang keterkejutan kolega, junior, anak-anak didiknya, dan masyarakat yang mengenal sosok maupun kenal namanya. Bagi warga Muhammadiyah, sebagian besar mengenal dan menghormati beliau. Posisinya sebagai Wakil Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah selama beberapa

48 Warta PTM

Edisi September - Oktober 2020

periode, membuat ia rajin mengunjungi kantongkantong dari berbagai lapis struktur kepemimpinan Muhammadiyah, dari Pusat hingga Ranting-ranting Muhammadiyah yang ada di pelosok tanah air. Beliau pun mudah dikenali karena secara fisik, sosoknya tinggi besar, di atas rata-rata orang Indonesia... Bangsa Indonesia jelas merasa kehilangan sosok yang banyak memberi kontribusi bagi dunia pendidikan, keagamaan, keumatan, dan sosok yang tak pernah lelah berbuat untuk Bangsa ini hingga akhir hayatnya. Bagi kita yang bergelut di dunia pendidikan tinggi, beliau juga sangat dikenal, bukan saja karena pernah menjadi Menteri Pendidikan yang banyak membuat gebrakan dan legacy tersebut, namun juga karena beliau pernah menjadi Rektor di dua PTM


Perguruan Tinggi Harus Mendesain Masa Depan

kategori besar di tanah air: Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Di bawah kepemimpinannya dua PTM itu betul-betul menasional, bahkan mengglobal. Dengan posisi yang demikian, maka tak heran di PP Muhammadiyah beliau pada periode kepengurusan Muhamadiyah 2010-2015, dan juga periode sebelumnya, membawahi dan membidangi yang terkait PTM, yang kini jumlahnya 164 buah. Dalam posisi ini juga saya banyak bersinggungan dengan Pak Malik, karena aktif beberapa periode di Majelis Pendidikan Tinggi (dan Litbang) hingga sekarang, serta di lembaga (Lembaga Pengembangan Tenaga Profesi) dan badan (Badan Pengkajian dan Penelitian) yang dalam tugasnya terkait PTM. Apa yang mengesankan bagi saya dari sosok Pak Malik? Bagi saya, cara berpikir Pak Malik sungguh unik, karena ada kesan yang seolah tak sejalan, “kontradiktif”. Di satu sisi, saya melihat beliau sebagai sosok berpikir jauh ke depan, visioner, melampaui beberapa massa. Misalnya, dalam beberapa kesempatan ia meminta PTM membekali mahasiswanya bukan sekedar menjawab tantangan masa depan, melainkan juga mendesain masa depan. Pandangan ini, sering kali saya kutip dan “jual” saat pembinaan pada perguruan-perguruan tinggi di tanah air, tak hanya di PTM. Pikiran beliau ini sangat relevan untuk disosialisasikan, maknanya sangat luas, menantang dosen mendidik mahasiswa bukan sekedar mengikuti apa yang sudah ada, tetapi menjadikan mahasiswa insan-insan yang inovatif, berpikir tanpa dibatasi rambu-rambu yang membatasi mereka untuk mengekspresikan apa yang ada di benaknya, tanpa terpaku pada situasi saat ini. Lebih-lebih masa sekarang, saat perubahan sangat cepat dan tidak bisa diperkirakan, yang melahirkan berbagai inovasi yang disruptif (disruptive innovation) dengan beragam teknologi yang baru muncul. Lantas apa yang saya maksud seringkali cara berpikir Pak Malik bersifat “kotradiktif”? Biasanya orang yang berpikir jauh kedepan, visioner, sangat konseptual. Berpikir dalam kerangka pikir sangat rigid. Namun dalam banyak kesempatan sosok Pak Malik juga sangat pragmatik, dan terkadang “menyimpangi” peraturan. Ia bisa mengambil keputusan super cepat, mengabaikan pandangan sekelilingnya, dan itu justru bisa memecahkan masalah yang tadinya mengambang lama atau menjadi perdebatan tak berkesudahan. Ketika kita membawa masalah yang “berat”, misalnya ketika ada “konflik” kepemimpinan di kampus, mengundang pihak-pihak berbeda pendapat dalam satu ruangan, Pak Malik

seringkali dengan cepat menyelesaikan masalahnnya, tanpa ada yang merasa tidak puas. Tadinya kepemimpinan di PTM misalnya, agak rigid sesuai qoidah/pedoman, hanya bisa dua periode. Ini pada masa Prof Malik membawahi Majelis Dikti PPM, sering dilampaui. Pikiran pragmatiknya memberikan kelonggaran bagi Rektor misalnya, memimpin PTM lebih dari dua periode. Ini berlanjut sampai sakarang, walau Pak Malik tidak lagi dikepemimpinan formal Muhammadiyah. “Kita ini yang bagus menjadi rektor tidak banyak. Kalau ternyata ada yang sudah terbukti bagus, dan dia masih sehat dan kuat, mengapa harus dibatasi,” ini katakata Prof Malik yang sering saya dengar. Saya yang sejatinya tak sejalan dengan kepemimpinan yang terus-menerus pun hanya mengangguk-angguk karena argumentasi Pak Malik – yang juga tokoh ICMI dan HIPIIS ini, memang masuk akal.... Nongkrongi Kampus Dalam suatu kesempatan pelantikan rektor PTM saya mengingat kata-katanya yang mengaharapkan agar pimpinan PTM betul-betul aktif, “menongkrongi” kampusnya, dan juga berpikir jauh ke depan. “Pimpinan perguruan tinggi harus berpikir jauh ke depan. Mengajak dan membangun spirit yang dipimpinnya untuk maju, bersifat dinamis, karena memimpin Perguruan Tinggi itu hakikatnya membangun generasi,” kata Prof Malik yang memperoleh Master of Science-nya dari Florida State University USA ini, saat melantik Rektor UM Purworejo lima tahun silam. Pak Malik juga merupakan sosok penuh optimisme dan terobosan-terobosan, dan sering berpikir out of the box. Tak mengherankan, dua kampus PTM yang ditanganinya di atas menjadi kampus PTS yang leading dalam blantika rata-rata pendidik-

“Pimpinan perguruan tinggi harus berpikir jauh ke depan. Mengajak dan membangun spirit yang dipimpinnya untuk maju, bersifat dinamis, karena memimpin Perguruan Tinggi itu hakikatnya membangun generasi,”

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM 49


WARTA PTM

In Memoriam

“Bagi Muhammadiyah itu kompetisi dalam kebaikan, fastabiqul khairot. Ini tidak ada finishnya,” an tinggi nasional. Kampus Universitas Muhammadiyah Malang misalnya, selalu mengundang decak kagum orang dan para pejabat yang mengunjungi. Kampus ini merupakan kampus pertama dari tiga PTS yang memperoleh akreditasi institusi A tahun 2013. Dengan struktur tanah yang sangat tidak rata, dengan kontur tanah seperti pegunungan dengan sungai-sungai kecil yang ada di tengahnya, pasti tidak banyak yang mengira bisa disulapnya menjadi kampus yang megah. Kontur dan struktur tanah yang tidak menarik itu, justru akhirnya menjadi daya tarik bagi kampus UMM tersebut. Semangat optimis itu pula membuat ia tidak galau atau khawatir dengan persaingan ketat di perguruan tinggi. Ribuan peruruan tinggi yang bertambah dalam kurun waktu yang beberapa tahun, tetap saja membuatnya tenang. Tak khawatir PTM yang selalu menjadi concernnya surut. Baginya, semua yang mengelola pendidikan itu akan mengajak pada kebaikan. Karenanya ia mengingatkan pada pimpinan PTM “Bagi Muhammadiyah itu kompetisi dalam kebaikan, fastabiqul khairot. Ini tidak ada finishnya,” katanya dalam suatu pembekalan pada pimpinan PTM. Ia tak juga khawatir kalau ada tambahan-tambahan perguruan tinggi yang dikeluhkan lahir secara tidak prosedural, dan semua untuk kebaikan, sehingga tidak perlu merengek-rengek atau mengeluhkan keadaan yang ada. Pesan-pesan ini menjadi penyemangat bagi pimpinan perguruan tinggi yang sering berkeluh kesah atas banyaknya PT baru yang muncul. Kini, sosok insan yang luar biasa itu telah kembali ke- Yang Memiliki. Selamat jalan Pak Malik Fadjar. Berbagai legacy Bapak tinggalkan untuk dunia pendidikan Indonesia. Insha Allah ini semua menjadi amal-sholeh Bapak, ilmu yang bermanfaat, yang tidak pernah terputus pahalanya meski Bapak sudah meninggalkan dunia fana ini. (Wakil Ketua Majelis Diktilibang PP Muhammadiyah dan kini Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta).

50 Warta PTM

Edisi September - Oktober 2020

a. b. c. d. e. f.

Nama lengkap : Prof. Drs. H. Abdul Malik Fadjar, M.Sc., Tempat dan Tgl. Lahir: Yogyakarta, 22 Pebruari 1939. Alamat Rumah: Jl. Merbabu 34 Malang. Pekerjaan/Jabatan: Dosen/Guru Besar. Instansi tempat bekerja: IAIN Hidayatullah JKT (UIN Jakarta). Pangkat/Golongan Ruang: Pembina Utama/IVE

RIWAYAT PENDIDIKAN a. S-2 1979-1981 Florida State Master of Science with University, major in International/Florida-USA. Intercultural Development Education. b. S-1 1963-1971 IAIN-Sunan Ampel Sarjana Pendidikan Fak. Tarbiyah Kemasyarakatan Islam. Malang. Februari 1972. c. PGAAN 1957-1959 PGAAN 2 Tahun Juli 1959. 2 Tahun Yogyakarta. d. PGAPN 1953-1957 PGAPN 4 Tahun Juli 1957. 4 Tahun Magelang. e. SR (SD) 1947-1952 SRN Pangenan Januari 1953. Kertoyudan Magelang. RIWAYAT PEKERJAAN 1. April s/d 20 Oktober 2004. Menko Kesra. Kabinet Gotong Royong. RI 2. 10 Agustus 2001 s/d 20 Oktober 2004. Mentri Pendidikan Nasional. Kabinet Gotong Royong. RI 3. 23 Mei 1998 s/d 1999. Menteri Agama. Kabinet Reformasi Pembangunan. RI 4. 27 Mei 1996 s/d 1998 Departemen Agama. RI Dirjen Binbaga (Pembinaan Kelembagaan Agama Islam) 5. 1998 s/d Sekarang. Dosen. Universitas Islam Negeri Jakarta. Fakultas Tarbiyah. 6. 1994 s/d 1995. Rektor. Universitas Muhammadiyah Solo 7. 1993 s/d 1994. Wakil Ketua. Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKS PTIS) 8. 1983 s/d 2000. Rektor. Universitas Muhammadiyah Malang 9. 1982 s/d 1983. Dekan FISIP. Universitas Muhammadiyah Malang 10. 1 Januari 1982 s/d 1998. Dosen. IAIN Sunan Ampel Malang. Fakultas Tarbiyah. 11. 18 Juni 1979 s/d 31 Desember 1981. Dosen tugas belajar. Florida State University, USA. 12. 1 Desember 1972 s/d 15 Juni 1979. Dosen/Sekretaris fakultas. IAIN Sunan Ampel Malang. Fakultas Tarbiyah. 13. 1 September 1963 s/d 1 Pebruari 1972. Guru tugas belajar. IAIN Sunan Ampel Malang. Fakultas Tarbiyah. 14. 1 Pebruari 1960 s/d 1 Juli 1963. Guru Agama Madya. SGB Negeri dan SMP Negeri Sumbawa Besar NTB 15. 1 Juli 1959 s/d 31 Januari 1960. Guru Agama Muda. SR/SD Negeri Taliwang Sumbawa Besar NTB ORGANISASI PROFESI a. Ketua HIPPIIS Cabang Malang (1990 – sekarang) b. Anggota Konsorsium Ilmu Agama Depdikbud (1990 – Sekarang) c. Anggota Lembaga Kajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah (1990 – sekarang) d. Wakil Ketua PP Muhammadiyah 2002 – 2005 e. Ketua PP Muhammadiyah 2005 – 2009


WARTA PTM

Semesta

Serah terima Jabatan dari Dr. Endy SA (kanan) kepada Moch. Aziz (Kiri) disaksikan oleh PP Muhammadiyah (6 -7/12/20). Dok. suaramuhammadiyah.id Foto PCIMT/SM

Dakwah Kultural untuk Kemanusiaan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Tiongkok

P

CIM Tiongkok resmi berdiri pada tahun 2016 yang diprakarsai oleh rekan-rekan kader persyarikatan. Gagasan pendirian cabang Muhammadiyah di luar negeri pertama kali tercetus pada muktamar tahun 2000. Semakin bertambahnya kader-kader Muhammadiyah yang menimba ilmu di luar negeri termasuk di Tiongkok merupakan aset umat yang perlu diberdayakan untuk kemaslahatan dan syiar Islam. Oleh karena itu, PCIM-Tiongkok hadir sebagai wadah pemberdayaaan potensi para kader untuk berkontribusi dalam gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar melalui keilmuan dan kapasitasnya masing-masing. “Hal ini berdasarkan perintah Allah SWT yang termaktub dalam Alquran Surah Ali ‘Imron ayat 110 yang artinya: Kalian adalah sebaik-baik ummat yang dilahirkan bagi manusia, kalian menyeru (berbuat)

kebaikan dan mencegah kemungkaran, dan kalian beriman kepada Allah,” ujar ketua PCIM-Tiongkok Muhammad Aziz M.Cs. Saat ini terdapat lebih dari 13.000 mahasiswa Indonesia jenjang studi S-1, S-2, maupun S-3 yang melakukan studi lanjut di Tiongkok, baik dengan pembiayaan pribadi maupun dengan fasilitas beasiswa. Jumlah tersebut menunjukkan kepercayaan para mahasiswa Indonesia akan kualitas pelbagai universitas di Tiongkok dengan biaya kuliah dan biaya hidup yang cukup terjangkau dengan lingkungan kondusif dan aman untuk berkuliah. Di antara mahasiswa Indonesia itu terdapat ratusan mahasiswa Muhammadiyah. Mereka adalah alumni Sekolah Muhammadiyah, Dosen PTM, atau berlatar belakang keluarga Muhammadiyah.

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM 51


WARTA PTM

Semesta Muslim di Tiongkok “Keadaan umat Islam di Cina sejauh pengamatan saya sebagai mahasiswa sesungguhnya dalam kondisi normal, wajar, dan keadaannya baik-baik saja. Pelajar-pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di Cina juga belajar dengan nyaman. Beasiswanya berjalan lancar meskipun saat ini karena kondisi pandemi maka untuk sementara waktu beasiswa dipending. Nanti pada saat kembali ke China beasiswa akan kembali normal,” terang Muhammad Aziz. Lebih lanjut, ia menjelaskan dari sisi fasilitas, pendidikan dan sekolah Tiongkok sudah sangat memadahi dengan tersedianya dormitory. Ketua PCIM-Tiongkok tersebut juga memaparkan sejauh ini kota-kota di China menyediakan tempat-tempat ibadah seperti masjid sehingga bisa beribadah berjama’ah di masjid sebagaimana beribadah di Indonesia. Meskipun tempat ibadahnya tidak sebanyak di Indonesia, tetapi tempat ibadahnya sudah cukup memadai untuk mahasiswa asing terutama mahasiswa muslim khususnya juga mahasiswa Indonesia. Mahasiswa Indonesia turut menjadi pemateri dan mengikuti kegiatan keagamaan seperti pengajian di masjid-masjid di Tiongkok meskipun kajiankajiannya masih sangat terbatas. “Kami mengadakan kajian setelah mendapatkan ijin kegiatan di Masjid Tiongkok. Selain itu, kita juga mengadakan seminar, diskusi, kajian-kajian secara online,” ujar Muhammad Aziz. Dakwah PCIM-Tiongkok Diakui oleh Muhammad Aziz, kegiatan PCIM di Tiongkok lebih fokus pada kegiatan-kegiatan kemahasiswaan terutama mahasiswa Indonesia yang sedang studi di Tiongkok, seperti Seminar, Pelatihan Penulisan Publikasi Ilmiah TerIndex Scopus, SCI, SSCI. Di samping itu juga memberikan sosialisasi dan pendampingan, serta cara mendapatkan beasiswa bagi pelajar Indonesia yang tertarik ingin studi S-1, S-2, S-3 di Tiongkok. Pada tahun 2019, PCIM Tiongkok dipercaya mendampingi Pimpinan Pusat Muhammadiyah menghadiri undangan resmi pemerintah Tiongkok, Menteri Urusan Agama Tiongkok, Confusiuous Institute, Tsingua University, dan menginisiasi Kerjasama Tsingua University dengan PTM. “Selain itu kita berkunjung dan berdialog dengan CIA (China Islamic Association). PCIM ikut berpartisipasi dalam dialog pemerintah China dan kelompok Islam sehingga dapat mempengaruhi cara pandang pemerintah China terhadap praktik ke-Islaman,” tambahnya.

52 Warta PTM

Edisi September - Oktober 2020

Kandidat Ph.D dari Hohai University ini menjelaskan kegiatan-kegiatan yang dipelopori oleh kader-kader Muhammadiyah memang lebih menitikberatkkan kepada dakwah kultural. Muhammadiyah sendiri telah siap dengan dinamika perubahan Tiongkok yang sangat cepat. Guna memperluas subjek dakwah, PCIM-Tiongkok menggandeng Perhimpunan Pelajar Internasional Tiongkok (PPIT) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Upaya dakwah kultural terhadap mahasiswa Indonesia khususnya perlahan mulai menarik minat mereka dengan keantusiasan mengikuti aktivitas-aktivitas keagamaan, seperti pengajian khusus perempuan dan pengajian rutin mingguan. Beberapa kegiatan lain juga sudah dilakukan, di antaranya penggalangan dana kemanusiaan untuk musibah yang terjadi di tanah air yang disalurkan melalui LAZISMU, wisata religi ke tempat-tempat bersejarah Islam bekerja sama dengan ranting-ranting (Nanjing dan Shanghai), takjil dan buka bersama, penyembelihan dan pembagian hewan qurban, School of Journalism (sekolah Jurnalistik) dan kegiatan lainnya.


Dakwah Kultural untuk Kemanusiaan

Dokumentasi kegiatan PCIM Tiongkok. Dok. PCIM Tiongkok.

Kemanusiaan Tiada Henti Dalam menjalankan strategi dakwahnya, PCIM-Tiongkok menggandeng ormas atau organisasi lain antara lain PPIT (Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok), PCINU (Pimpinan Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama) dan GIM (Gerakan Indonesia Membantu). “Hal ini agar mencapai kemanfaatan yang lebih luas untuk kemanusiaan sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, Ath-Thabroni, Ad-Daruqutni),” ujar Muhammad Aziz. Seminar-seminar webinar tentang ketahanan pangan, hubungan bilateral Indonesia-China, beasiswa CSC/CGS, dan kegiatan lain sering dilakukan organisasi ini. Selain itu, LAZIZMU telah beberapa kali memfasilitasi penggalangan dana untuk membantu para korban terdampak bencana alam di tanah air. Donasi untuk kemanusiaan juga dilakukan untuk membantu mahasiswa Indonesia yang sakit dan harus menjalani rawat inap di rumah sakit setempat. “Gerakan semacam ini membuktikan etos dan peran nyata akademisi Muhammadiyah di jalan dakwah untuk menolong urusan kemanusiaan di era revolusi industri 4.0,” paparnya. Di tengah pandemi Covid-19, PCIM-Tiongkok turut membantu warga negara Indonesia di sana. “Semenjak Covid muncul di Wuhan bulan Januari 2020, kami menyeru kepada pemerintah untuk sege-

ra mengevakuasi warga negara Indonesia khususnya mahasiswa Indonesia di Kota Wuhan untuk segera dipulangkan ke Indonesia. Alhamdulillah pemerintah memberikan respon yang bagus,” ujarnya. Mahasiwa Indonesia yang ada di Kota Wuhan dan sekitar Wuhan ketika itu langsung dievakuasi dipulangkan ke tanah air. Tak berhenti di situ, PCIM-Tiongkok juga mengumpulkan donasi untuk membantu pemerintah Indonesia melalui KBRI Beijing dengan menyediakan atau mengirimkan masker dan bahan makanan yang diperlukan untuk WNI khususnya mahasiswa Indonesia. Muhammad Aziz menuturkan apa yang dilakukan oleh Muhammadiyah melalui PCIM-Tiongkok adalah bagian dari aktualisasi dakwah pencerahan yang bersifat kosmopolit. Realitas saat ini Tiongkok menjadi negara yang terbuka, yang ditopang dengan kekuatan ekonomi dan segala aspek yang ada seperti budaya, teknologi dan juga kemajuan pendidikannya, maka banyak mahasiswa internasional yang belajar di Tiongkok. “Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus menyiapkan diri menghadapi perubahan dunia yang sangat cepat ini dengan intelektual progresif agar turut berperan aktif dalam pusaran geopolitik dunia sehingga dapat merasakan manfaat yang lebih luas untuk kemaslahatan umat atas skenario Tiongkok khususnya dan dunia pada umumnya,” tutupnya. []GTA

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM 53


WARTA PTM

Prestasi Mahasiswa

"Tilik" Film Garapan Alumni UMY Viral

W

Desi Karunia Oktavia Sentuf ketika mengikuti program SSEAYP.

Mahasiswi Unimuda Sorong Ikuti SSEAYPP

D

esi Karunia Oktavia Sentuf, mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Unimuda Sorong, mewakili Papua Barat dalam program The Ship for East Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2019. Kegiatan yang diikuti 330 pemuda dari 11 negara Asia dan Jepang ini dilaksanakan selama 3 bulan. Program SSEAYP meliputi pelatihan di Jakarta selama satu minggu, kegiatan di Prefecture Jepang, dan berlayar selama 52 hari ke Vietnam, Myanmar, Singapura, serta Malaysia. Tak hanya itu, peserta juga belajar tentang sembilan tema SDG’S (Sustainable Development Goals). Desi menjelaskan tujuan dari program ini untuk meningkatkan persahabatan dan mutual understanding di antara para pemuda Jepang dan sepuluh negara anggota ASEAN, memperluas perspektif tentang dunia, dan memperkuat semangat kerja sama internasional serta keterampilan praktis untuk berkolaborasi internasional. Ia mengungkapkan salah satu hal yang menarik dari SSEAYP ini adalah program orang tua angkat di setiap negara yang dikunjungi. “Setiap orang tua angkat di negara tersebut wajib memiliki dua anak dari negara yang berbeda. Ini bertujuan agar peserta bisa langsung belajar tentang budaya dan tradisi penduduk di negara tersebut,” tambahnya. Diakui oleh Desi, kampus sangat antusias dan mendorongnya dalam program bergengsi ini. Kampus juga turut membantu dalam mensponsorinya. Pengalaman yang luar biasa membuat Desi berharap setiap pemuda/i di Papua dapat mengambil kesempatan dalam mengikuti program-program seperti ini di tahun berikutnya. “Agar memiliki pengalaman baru, mengasah kepemimpinan, serta pengembangan diri yang berkualitas dan berskala internasional,” tutupnya. []GTA

54 Warta PTM

Edisi September - Oktober 2020

ahyu Agung Prasetyo alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta gemparkan dunia perfilman Indonesia dengan karya film pendek "Tilik" di pertengahan Agustus lalu. Bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), karya ini berhasil raih 24jt penonton melalui kanal Youtube Ravacana Films. Agung memaparkan film ini menarik untuk diangkat karena mengisahkan budaya menjenguk dari daerah Jawa yang belum pernah ia dengar. "Saat melakukan observasi, saya langsung tertarik untuk menuangkannya dalam karya audio visual,” paparnya. Film ini bertujuan untuk menyampaikan pesan kepada penonton mengenai penyebaran informasi hoaks di era digital saat ini. Film Tilik juga meraih banyak penghargaan bergengsi, di antaranya Official Selection Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2018, pemenang Piala Maya 2018 kategori Film Pendek Terbaik, dan menjadi Official Selection World Cinema Amsterdam 2019. Banyak meraih respon positif dari masyarakat Indonesia, beberapa sineas besar turut memberikan pujian salah satunya sutradara terkemuka Joko Anwar. "Seingat saya, baru kali ini ada film pendek mengundang begitu besar perhatian, diskusi, serta perdebatan yang sangat ramai dan menarik di Indonesia. Ini saja sudah satu pencapaikan besar buat film Tilik. Great Job, buat kru dan pemain. Salut dan selamat!” tulis Joko Anwar melalui akun pribadi Twitternya. []APR

Poster Film Tilik Garapan Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Sumber Youtube Ravacana FIlms). Sumber Foto Kompas.com


WARTA PTM

Warta dari PTM

Warta dari PTM STIKES Muhammadiyah Kuningan

Senin-Rabu (7-9/9), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muh Kuningan melaksanakan Masa Ta'aruf Mahasiswa Baru (MASTAMABA) 2020 jalur prestasi, hafidz Quran, beasiswa, dan reguler. Kegiatan yang bertemakan “Membangun Kreativitas Generasi Muda di Era New Normal" ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom. MASTAMABA menghadirkan beberapa pemateri internal dan eksternal seperti dosen STIKES Muh Kuningan, BPBD, BNN, motivator, dan Polsek Cigugur.

STIKES Muhammadiyah Bojonegoro

Selasa (15/9), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muh Bojonegoro memasuki hari kedua pelaksanaan kegiatan Forum Mahasiswa dan Orientasi (FORMASI IV). Kegiatan yang digelar secara daring ini memberikan materi mengenai Pelatihan Manusia Unggul (PMU). PMU dibawakan oleh moderator Aulia Rizqi Arfadhilla dan trainer muda mahasiswa STIKES Muh Bojonegoro. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini mahasiswa baru dapat mengambil banyak pelajaran sehingga tercipta manusia unggul yang sebenar-benarnya.

STKIP Muhammadiyah Kuningan

Sabtu (12/9), Mahasiswa KKN STKIP Muh Kuningan meluncurkan Taman Baca Masyarakat (TBM) di Desa Padarek. Taman bacaan ini didirikan di salah satu rumah warga, yaitu Nuraeni. Selain itu, mahasiswa KKN juga menyerahkan beberapa tong sampah di beberapa tempat/blok di Desa Padarek. Nuraeni, pemilik rumah sekaligus Kepala Sekolah RS Miftahul Hidayah, mengakui meskipun anak zaman sekarang masih bermain dengan temannya tetapi mereka selalu asyik dengan gawai dan permainan sendiri. Hal itulah yang melatari tim KKN berinisiatif mendirikan TBM. Tim KKN berupaya memberikan tempat untuk berbagi ilmu bagi remaja di Desa Padarek.

STTM Cileungsi

Sabtu (12/9), Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah (STTM) Cileungsi melaksanakan kegiatan workshop dengan tema “Cara Kreatif Mengajar Daring”. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen kampus STTM Cileungsi. Beberapa materi kegiatan workshop yang disampaikan antara lain cara membuat video pembelajaran, membuat evaluasi pembelajaran daring, mengunggah file PPT di slideshare.net, membuat kanal Youtube, dan cara menggunakan e-learning STTM Cileungsi.

STKIP Muhammadiyah Batang

Rabu (23/9), dalam rangka menyambut tahun ajaran baru, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muh Batang mengikuti kegiatan sosialisasi perguruan tinggi negeri dan swasta. Sosialisasi ditujukan untuk mengenalkan kampus STKIP Muh Batang kepada siswa siswi SMA sederajat yang akan lulus. Kegiatan dilakukan di sekolah menengah wilayah eks Karesidenan Pekalongan, yang meliputi Kabupaten Batang, Pekalongan, Pemalang, dan sekitarnya.

STIKES Muhammadiyah Tegal

Sabtu (3/9), STIKES Muh Tegal melaksanakan masa ta’aruf dengan tema "Bersama STIKES Muhammadiyah Tegal yang Mandiri, Inovatif, dan Islami". Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Masa ta’aruf dihadiri oleh Arief Azman, SE Ketua PDM Kabupaten Tegal, Ir Muanas BPH STIKES Muh Tegal, dan Wakil Ketua STIKES Muh Tegal. Ir Muanas dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada para mahasiswa baru STIKES Muh Tegal. Lebih lanjut, BPH STIKES Muh Tegal tersebut menerangkan bahwa nantinya untuk sementara perkuliahan STIKES Muh Tegal akan dilaksanakan secara daring dikarenakan situasi Covid-19 yang masih belum berakhir.

Edisi September - Oktober 2020

Warta PTM 55


WARTA PTM

Warta dari PTM IAIM Sinjai

Minggu (4/10), Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAIM Sinjai melatih santri Ponpes Darul Hikmah Lenggo-lenggo untuk memiliki keahlian kaligrafi. Kegiatan ini dalam rangka merealisasikan MoA antara Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAIM Sinjai Dengan Ponpes Darul Hikmah Lenggo-lenggo yang telah ditandatangani pada 7 September 2020. Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (Himdiba), Zulfikar, menuturkan adanya pelatihan ini untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas melalui kaligrafi. "Setidaknya para santri Ponpes Lenggo-lenggo bisa menguasai kaligrafi dengan memahami salah satu khot," tambahnya.

Universitas Muhammadiyah Purworejo

Jumat (18/9), Oemah Cendekia membuka serambi baca yang ke-5 di Kelurahan Kedungsari. Oemah Cendekia merupakan ruang baca yang terbentuk atas dasar wujud kepedulian mahasiswa terhadap rendahnya kultur membaca di masyarakat. Program ini diinisiasi oleh Ikatan Mahasiswa Muhamamdiyah (IMM) UM Purworejo. Dipaparkan oleh Tim Oemah Cendekia bahwa sejak awal mereka telah mengatur strategi bagaimana agar program pendidikan dapat menyeluruh di Kelurahan Kedungsari. Progress setiap pekan dijalankan sesuai rencana, dari mulai assesment, silaturahmi dengan pihak kelurahan, tokoh masyarakat, dan anak – anak yang akan dididik nantinya.

Universitas Muhammadiyah Sinjai

Sabtu (19/9), Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) dan SAR UMSi menurunkan tim evakuasi untuk korban yang jatuh di Pos 13 Puncak Gunung Bawakaraeng. Tim ini akan dipimpin langsung oleh Muhlis Hajar Adiputra, SSos, MSi selaku Ketua LPB dan SAR UMS. Pada pelepasan LPB dan SAR UMSi, Dr Umar Congge, SSos, MSi selaku Rektor UMSi, berharap tim evakuasi dapat menjalankan amanah dengan baik sehingga berhasil menyelamatkan korban. “Tentunya dengan tetap memperhatikan aspek-aspek keamanan diri pribadi,” tegas Dr Umar. Pelepasan juga dihadiri oleh Wakil Rektor 1 UMSi, Dr Asriadi AR, SIP, SPd, MPd.

Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Sabtu-Minggu (19-20/9), UMPP menyelenggarakan Invitasi Petanque UMPP Cup 2020. Penyelenggaraan kegiatan ini telah direkomendasikan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pekalongan dengan protokol kesehatan ketat. Mega Widya Putri, M Or AIFO-FIT selaku inisiator sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan melaporkan event ini diikuti tujuh kontingen. “Empat kontingen dari Karisedanan Pekalongan yaitu Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Tegal. Sementara kontingen dari luar Jawa Tengah yaitu Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat dan UMKT Kalimantan Timur,” jelas Mega. Pertandingan juga terselenggara atas kerja sama dengan KONI Kabupaten Pekalongan dan FOPI Kabupaten Pekalongan.

Universitas Muhammadiyah Metro

Minggu (13/9), Tim Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) UM Metro bersama kelompok tani budidaya sayur Karang Rejo Kota Metro secara resmi meluncurkan Makan Pecel Organik Karang Rejo (MECEL OK) di Agro Wisata Kebun Organik Karangrejo. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi kepada masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi sayur yang bebas dari bahan kimia. Ketua PPUPIK UM Metro, Dr Agus Sutanto, MSi, memastikan kegiatan launching aman Covid-19 karena sudah dilakukan berbagai persiapan bersama Gugus Tugas Covid-19 UM Metro. Lebih lanjut, kegiatan MECEL OK dimaksudkan untuk mengenalkan bahwa di Kota Metro, khususnya di Kelurahan Karangrejo terdapat Agro Wisata Kebun Sayur Organik yang dikelola oleh Sarjono bersama kelompok tani setempat.

Universitas Muhammadiyah Gresik

Kepala Desa Banjarsari Agus Suwondo, SE, membantu calon mahasiswa baru program studi Agroteknologi penerima beasiswa bidikmisi UMG, Muchammad Chilmi Fikri. Bantuan ini dalam bentuk biaya daftar ulang yang wajib dibayar di awal pendaftaran. Lebih lanjut Suwondo mengungkapkan bahwa pihak desa akan berusaha membantu masyarakatnya yang kesulitan dalam bidang pendidikan. Abdurrahman Faris, SE, MSM, CPHRM, Kepala Biro P2MB & Humas UMG, menyambut baik bantuan tersebut. Ia berharap nantinya akan lebih banyak pihak pemerintah daerah yang peduli terutama dalam hal pendidikan warganya. “Semoga ke depannya kami bisa menjalin kerja sama dengan Desa Banjarsari maupun desa-desa lainnya terkait kelanjutan studi para generasi muda,” pungkasnya. []GTA

56 Warta PTM

Edisi September - Oktober 2020


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Warta PTM Edisi September-Oktober 2020 by wartaptm - Issuu