TOPIK UTAMA Pentingnya Kemitraan dan Jaringan dalam PTMA
WAWANCARA Ida Puspita, M.A.Res. Internasionalisasi Tanpa Internalisasi Merupakan Slogan Kosong
WARTA PTM
Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian & Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Sudah menjadi kodrat manusia tidak bisa hidup sendiri. Ini karena manusia memiliki keterbatasan-keterbatasan. Akibatnya, membutuhkan orang lain untuk bekerja sama. Ini supaya kebutuhan dan kepuasan maksimal yang diinginkan bisa terpenuhi. Hal sama juga dengan organisasi. Organisasi membutuhkan mitra untuk bisa mewujudkan tujuan organisasi secara optimal. Sebagai organisasi ia mungkin unggul dan memiliki keahlian prima dalam satu hal. Namun, di sisi lain, ia sangat kurang di bidang lain, sehingga membutuhkan mitra untuk membantunya. Ini bisa jadi karena keahlian organisasi sudah terspesialisasi, sehingga butuh saling melengkapi dan kerja sama dengan pihak lain.
www. diktilitbangmuhammadiyah.org
Edisi September-Oktober 2019
2
Warta PTM
Edisi September-Oktober 2019
WARTA PTM
Asa
Membangun Jaringan PTMA
S
udah menjadi kodrat manuSaat ini hampir semua PTM susia tidak bisa hidup sendiri. dah menjalin kerja sama. Itu dilakukan Ini karena manusia memiliki dengan Pemerintah Daerah, mitra usketerbatasan-keterbatasan. Akibatnya, aha seperti perbankan dan pemasok, membutuhkan orang lain untuk bekerBUMN/BUMD, sesama perguruan tingja sama. Ini supaya kebutuhan dan kegi di dalam dan luar negeri. Ini harus puasan maksimal yang diinginkan bisa dikembangkan terus menerus, baik jumterpenuhi. Hal sama juga dengan orgalah mitra maupun aktivitasnya. Banyaknisasi. Organisasi membutuhkan mitra nya mitra dan eksekusi dari kerja sama untuk bisa mewujudkan tujuan organiakan berkorelasi dengan kemajuan lemsasi secara optimal. Sebagai organisasi baga. Itu kalau basis kerja sama tersebut ia mungkin unggul dan memiliki keahbetul-betul diarahkan ke kegiatan yang lian prima dalam satu hal. Namun, di dirasakan saling membutuhkan dan salsisi lain, ia sangat kurang di bidang lain, ing menguatkan. Oleh karena itu, suatu Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. sehingga membutuhkan mitra untuk jaringan harus dibuat dan dipilih secara Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi membantunya. Ini bisa jadi karena keselektif, dan diikuti dengan agenda aksi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan ahlian organisasi sudah terspesialisasi, yang jelas siapa eksekutornya. Pusat Muhammadiyah Tahun 2015-2020 sehingga butuh saling melengkapi dan Keberhasilan kerja sama tentu sankerja sama dengan pihak lain. gat tergantung pada pimpinan. Ia harus Dalam dunia yang semakin terbuka dan persain- memetakan kerja sama yang dibutuhkan. Pertama yang gan super ketat sekarang ini, membangun kemitraan harus menjadi bahan pertimbangan, misalnya, adalah dan jaringan sudah merupakan suatu keniscayaan. Be- tujuan PT yang dipimpinnya. Penentuan tujuan jangka gitu pula dengan perguruan tinggi. Ia perlu memiliki pendek, menengah, dan jangka panjang sangat penting keunggulan, excellence, untuk bisa diterima masyarakat. ditentukan untuk mengetahui apa saja yang dibutuhDengan keunggulan itu ia memiliki daya saing sehingga kan dalam memenuhinya. Upaya pemenuhan tersebut bisa berada pada posisi baik di tengah komunitasnya, kemudian dipilah dengan tujuan yang dapat dicapai apakah itu pada level lokal, nasional, bahkan interna- dengan usaha sendiri, dan tujuan yang dapat dicapai sional. Sebuah perguruan tinggi, bisa jadi hebat atau dengan jalan kerja sama. unggul dalam semua bidang, namun lemah di bidang Selanjutnya mengidentifikasi jaringan kerja sama lainnya. Untuk itu ia perlu melakukan penguatan dan yang sudah ada. Langkah strategis yang sangat perlu belajar dari PT lain yang lebih unggul. diambil adalah terus menjaga hubungan dengan piItu hanya ilustrasi singkat tentang keniscayaan hak-pihak yang ada dalam jaringan tersebut. Menjaga dari suatu kerja sama. Oleh karena itu, PTMA didorong komunikasi dengan pihak yang telah teridentifikasi melakukan kerja sama sebanyak mungkin dengan pi- dalam jaringan sangat perlu dilakukan walaupun telah hak lainnya. Ini bukan saja dengan sesama perguruan ada perjanjian kerja sama tertulis sebelumnya (Persons tinggi, tetapi dengan semua lembaga lain yang relevan. & Wieck, 1985). Langkah strategis ini akan menjamin Namun perlu diingatkan, kerja sama bukan hanya bera- keberlangsungan kerja sama dan mengingatkan akan khir dengan suatu tanda tangan di atas kertas berwujud satu tujuan yang ingin dicapai bersama-sama. nota kesepahaman. Sama sekali tidak. Kerja sama sep- Satu hal yang perlu dicatat adalah: jaringan itu tidak erti itu hanyalah formalitas yang tak bermakna apa-apa dibangun dalam sekejap. Ini membutuhkan proses dan jika terhenti sampai di situ. Hal lebih penting, dan ha- kajian supaya jaringan kerja sama itu bermanfaat, dan rus dikawal, adalah: bagaimana mengimplementasikan mendukung kinerja organisasi PTM ini. substansi dari semua atau sebagian yang tertera dalam Nota Kesepahaman tersebut.
Edisi September-Oktober 2019
Warta PTM
1
WARTA PTM
Susunan Redaksi
Rapat Redaksi Rapat Redaksi Warta PTM di Yogyakarta, 07/09/2019. Foto meja kanan, Aprilia Sazila Sari, Gita Madyaning Ratri, HS Mulyatno, Edy Suandi Hamid.
WARTA PTM
Warta PTM diterbitkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah SUSUNAN REDAKSI
PENANGGUNG JAWAB: Lincolin Arsyad PEMIMPIN UMUM/REDAKSI: Edy Suandi Hamid DEWAN REDAKSI: Muhammad Sayuti I Muhammad Samsudin I Ahmad Muttaqin REDAKTUR PELAKSANA: Edy Suandi Hamid REPORTER: Aprilia Sazila Sari I Gita Madyaning Ratri KEUANGAN: HS Mulyatno ALAMAT REDAKSI: Jln. KHA Dahlan 103 Yogyakarta 55262 Telp. +62-274-389485 Faks. +62-274-376336 Email: redaksiwartaptm@gmail.com Website: www.diktilitbangmuhammadiyah.org Rekening Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Nomor 09-0008-7003 BNI Cabang Yogyakarta a/n Lincolin Arsyad, Prof. Dr. M.Sc. Warta PTM menerima tulisan yang berupa opini, berita panjang, berita singkat, glosarium dan foto seputar perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Redaksi berhak menyunting tulisan. Silakan kirim tulisan dan/atau foto ke email redaksi.
2
Warta PTM
Edisi September-Oktober 2019
WARTA PTM
Daftar Isi ASA •
TOPIK UTAMA Membangun Jaringan PTMA__1
TOPIK UTAMA • •
Pentingnya Kemitraan dan Jaringan dalam PTMA__4 Wujudkan Kerja Sama Berkualitas, 164 PTMA Sebagai Support System __6
WAWANCARA •
Ida Puspita, M.A.Res.: Internasionalisasi Tanpa Internalisasi Merupakan Slogan Kosong__8
KINERJA • • • • • • • • •
AIK? Jangan Sekedar Teori__10 Kurikulum PTMA, Innovate or Die__10 UM Surabaya adakan In House Training__11 Yordan Gunawan Terpilih Sebagai Ketua ASKUI PTMA__12 AIK di Wilayah Mayoritas Non-Muslim_12 Audiensi dengan Kemenkes RI dan MTCC: Galakkan Kampus Sehat__13 UM Palu dan HEKS Jalin Kerja Sama Kebencanaan__14 40 PTM se-Indonesia Tolak Revisi UU KPK__14 Mahasiswa Harus Bangun Inovasi Terus Menerus__15
Pentingnya Kemitraan dan Jaringan dalam PTMA Topik edisi ini Warta PTM meminta pendapat dan pandangan dari beberapa narasumber, yakni Endang Zakaria, MH selaku Ketua KUI PTMA tahun 20172019/Ketua KUI UMJ, Santhy Hawanti, Ph D, selaku Direktur Kantor Urusan Internasional (KUI) UM Purwokerto, Prof Dr Sofyan Anif, MSi selaku Rektor UM Surakarta, Ketua STISIP Muhammadiyah Sinjai Dr Umar Congge, SSos, MSi, Drs Ahmad Hosen Hutagalung, MA selaku Ketua STIT Muhammadiyah Sibolga, Dr Ir H Muhammad Nur Jaya, MSi selaku Ketua STIKOM Muhammadiyah Jayapura dan Adam Kilburn selaku Head of English Language Centre Holmesglen. Para narasumber ini diwawancarai secara terpisah oleh Reporter dari Warta PTM.
inaugurasi • • • • • • •
Wisuda UM Purwokerto ke-63__16 Wisuda STIK Muh Pontianak__16 Wakil UM Purwokerto Dilantik__17 Wisuda UM Gresik ke-35__17 UM Jambi Lantikan Rektor dan Wakil Rektor__18 Poltekkes Muh Makassar Gelar Wisuda Angkatan Pertama_19 STIKES Muh Klaten Wisuda 310 orang__19
INOVASI • •
UMM Kolaborasi dengan SP Berdayakan Limbah Whey__20 UM Surakarta Ikuti Kontes Mobil Hemat Energi__20
SALINDiA •
Salindia__21
Wawancara Ida Puspita, M.A.Res.: Internasionalisasi Tanpa Internalisasi Merupakan Slogan Kosong Internasionalisasi kini telah berkembang pesat. Terlebih lagi dengan ditunjang kemudahan informasi, saluran komunikasi tanpa batas, dan biaya perjalanan yang lebih murah. Universitas-universitas di seluruh dunia sudah berupaya memanfaatkan kemungkinankemungkinan yang ada dengan menghadirkan kemitraan global dan membina hubungan dengan institusi lain.
kronik • • • • • • • •
Masjid Harus Jadi Pusat Peradaban__22 Unimuda Sorong Pecahkan Rekor Muri dalam Suarakan Persatuan_22 Raker UM Palu Lahirkan Kurikulum Kekinian_23 STIE Muh Mamuju: Baitul Arqam Tingkatkan Paham Muhammadiyah_23 UMY Duduki PTS Terbaik Se-DIYs_24 Garda Terdepan dalam Pelestarian Indonesia__25 UM Surabaya Raih Rekor Muri_25 1st National Conference of Public Health: Menuju Samarinda yang Sehat dan Ramah Anak_26
• • • •
UM Gorontalo: Dorong Pencak Silat Internasional__27 UMSU Jadi Riset Center__27 Mastama STKIP Muh Aceh Tengah__28 PTM Jangan Lupakan Kesejahteraan Karyawan__28
PROFIL PTM • • •
UM Kudus: Cetak Lulusan Unggul Berorientasi Entrepreneur__30 Rektor UM Kudus Rusnoto, SKM., M.Kes: Kerja Cepat, Kerja Efektif_32 UM Lamongan: Sinergi Mutu Internal dan Eksternal Kampus_34
PROFIL DOSEN •
Dosen Berprestasi Tingkatkan Kredibilitas___36
prestasi mahasiswa • •
UM Bandung Juara Bhayangkara Enduro 2019_38 UM Purwokerto Raih Medali Internasional_38
warta dari ptm •
Warta dari PTM__39
Edisi September-Oktober 2019
Warta PTM
3
WARTA PTM
Topik Utama
Program studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang melakukan kunjungan ke prodi HI UMY, Jum’at (21/10/16). dok. umy.ac.id
Pentingnya Kemitraan dan Jaringan dalam PTMA
T
opik edisi ini Warta PTM meminta pendapat dan pandangan dari beberapa narasumber, yakni Endang Zakaria, MH selaku Ketua KUI PTMA tahun 2017-2019/Ketua KUI UMJ, Santhy Hawanti, Ph D, selaku Direktur Kantor Urusan Internasional (KUI) UM Purwokerto, Prof Dr Sofyan Anif, MSi selaku Rektor UM Surakarta, Ketua STISIP Muh Sinjai Dr Umar Congge, SSos, MSi, Drs Ahmad Hosen Hutagalung, MA selaku Ketua STIT MuhSibolga, Dr Ir H Muhammad Nur Jaya, MSi selaku Ketua STIKOM Muh Jayapura dan Adam Kilburn selaku Head of English Language Centre Holmesglen. Para narasumber ini diwawancarai secara terpisah oleh Reporter dari Warta PTM.
4
Warta PTM
Kerja Sama, Bangun Sinergi Antar Perguruan Tinggi Pentingnya sinergi antar perguruan tinggi menjadi hal utama yang dapat meningkatkan kualitas mutu universitas serta mencetak lulusan handal. “Lulusan Perguruan tinggi selain harus mampu bersaing di dunia kerja dituntut untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan sebagai out came lulusan yang berkualitas,� papar Muhammad Nur Jaya M.Si membuka pertanyaan mengenai urgensi kerja sama bagi perguruan tinggi. Baginya, arti dari kerja sama adalah saling menjalin sinergi yang dapat menguntungkan ke dua belah pihak. Pada prinsipnya kerja sama antara dua lembaga bertujuan untuk
Edisi September-Oktober 2019
menghasilkan peningkatan mutu layanan antara dua institusi yang bekerja sama. Ketua STIKOM Muh Jayapura ini meyakini, suatu keniscayaan jika sebuah institusi perguruan tinggi ingin melahirkan anak didik yang handal tanpa membangun kerja sama. Memiliki pemikiran yang sama, Prof Dr Sofyan Anif mendefinisikan kerja sama sebagai upaya untuk mewujudkan mutu universitas dengan membangun kolaborasi yang banyak dari sisi kuantitas dan menguatkan bidang jejaring dalam konteks kualitas. Dari sisi kuantitas, semakin banyak jejaring yang dimiliki baik secara lokal, nasional maupun internasional semakin memperkokoh posisi universitas dalam mewarnai
Pentingnya Kemitraan dan Jaringan dalam PTMA
mutu yang dikelolanya, sedangkan dari sisi kualitas universitas tidak sekedar terjaga namun justru akan memiliki peningkatan yang luar biasa. “Tujuan kerja sama adalah membangun kesetaraan dan pondasi dalam bidang pendidikan, memperluas jaringan serta meningkatkan produktivitas melalui pemberdayaan sumber daya yang ada dalam konteks pengamalan catur darma perguruan tinggi, ” papar Prof Sofyan. Faktanya, salah satu kampus terbaik di Surakarta ini kurang lebih telah melakukan 200 kerja sama di berbagai bidang baik tingkat lokal maupun nasional. Sedangkan pada tingkat internasional, UM Surakarta telah mengumpulkan tidak kurang 50 Memorandum of Understanding (MoU) bersama perguruan ternama di dunia. Ke depannya UM Surakarta akan meningkatkan kolaborasi internasional bidang pendidikan dan penelitian melalui jalur visiting professor, joint-publikasi terindeks jurnal bereputasi khususnya scopus, joint-international conference, students exchange, teacher exchange maupun penulisan buku internasional.
Pentingnya Relasi Internasional UM Surakarta menunjukan semakin berkembangnya kerja sama yang dibangun PTM dengan mitra di luar negeri dapat menumbuhkan semangat PTMA untuk dapat meningkatkan kualitas dan eksistensi institusi. Endang Zakaria juga menyebutkan salah satu pertanyaan isian borang Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) adalah pengembangan kerja sama. “Semula kerja sama masuk di standar 7, saat ini dalam Akreditasi 3.0 masuk di standar 2,” paparnya. Ketua KUI PTMA ini menegaskan
kerja sama khususnya kerja sama internasional, sangat dibutuhkan dalam penilaian akreditasi institusi perguruan tinggi. Ia menambahkan kerja sama yang dilakukan dengan mitra hendaknya berbasis pada borang APT dan borang Prodi. “Apabila pertanyaan-pertanyaan yang ada di borang dapat kita jawab dengan baik dan benar, maka kerja sama sudah berjalan dengan terukur dan kuat,” lanjutnya. Santhy menambahkan, tantangan dan tuntutan pendidikan saat ini tidak hanya cukup menghasilkan lulusan yang berkualitas tetapi juga berwawasan dan memiliki pengalaman internasional yang mampu menguatkan daya saing. Pengembangan jejaring kerja sama juga merupakan salah satu strategi menguatkan eksistensi PTM dalam payung besar Muhammadiyah. “Kerja sama yang dibangun antara PTMA dengan mitra di luar negeri juga menjadi sarana dakwah dalam mengenalkan Muhammadiyah dan nilai nilai yang dibangun melalui kegiatan yang dilakukan secara bersama,” jelasnya. Adam Kilburn, Head of English Language Centre Holmesglen, memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya relasi internasional. Menurutnya, dunia sekarang ini telah terhubung secara global. Jika ingin sukses dalam apa pun yang dilakukan, perlunya memiliki perspektif internasional untuk belajar bekerja sama. Ia juga melihat bahwa koneksi global yang dilakukan Muhammadiyah sangat efektif. Saat ini Muhammadiyah tidak hanya me-
miliki kerja sama dengan Holmesglen tetapi juga universitas lain seperti di Melbourne, Monash University. Selain itu ia berpesan agar Muhammadiyah terus meningkatkan kerja sama dengan mitra global. Sebagai orang yang bekerja di ranah pelatihan bahasa Inggris, ia melihat kualitas pendidikan dan bahasa adalah kunci. Cara terbaik untuk memiliki mutu unggul ialah melatih guru atau dosen. Jika memiliki guru atau dosen yang berkualitas, maka institusi akan berkualitas. Ia pun memuji Muhammadiyah yang sudah bijak mau memulai berhubungan secara global melalui mitra internasionalnya. Selain berguna bagi organisasi, kegiatan kerja sama internasional akan sangat bermanfaat bagi para mahasiswa. Mereka menjadi bisa lebih terbuka dengan dunia luar. “Ini merupakan kunci keberhasilan, dengan bahasa dan membuat hubungan profesional. Tetapi metode terbaik untuk membuat hubungan profesional bisnis bisa berkualitas adalah memiliki persahabatan yang baik. Saya pikir itu yang sudah Muhammadiyah dan Holmesglen lakukan.” Ke depannya, Adam menyatakan ingin melakukan lebih banyak pelatihan serta mengembangkan kemitraan dengan Muhammadiyah. Ia ingin meningkatkan hubungan yang berjalan tidak hanya melalui pelatihan satu minggu kemudian selesai. “Kami ingin melakukan kerja sama yang jauh lebih mendalam. Saat ini kami terus berdiskusi dan mencari cara untuk melakukannya bersama,” pungkasnya. []APR,GTA
Edisi September-Oktober 2019
Warta PTM
5
WARTA PTM
Topik Utama
Penandatanganan nota kesepahaman UM Magelang dan UM Purworejo eratkan kerja sama (20/9/ 2018). dok. ummgl.ac.id
Wujudkan Kerja Sama Berkualitas, 164 PTMA Sebagai Support System
M
embangun kerja sama baik di tingkat lokal, nasional, dan internasional bagi institusi perguruan tinggi tidak bisa diragukan lagi urgensinya. Semakin banyak jejaring yang dimiliki, semakin memperkokoh posisi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas dan mutunya. Namun dalam praktiknya, kerja sama dengan berbagai macam pihak bukanlah hal yang mudah dilakukan. Beberapa tahapan harus dilalui untuk mencapai titik temu. Tidak terkecuali bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Dalam artikel kali ini, kami akan membicarakan mengenai realitas kerja sama di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang tengah berkembang dan langkah konkret apa yang bisa ditempuh untuk membuat kerja sama mereka bisa menjadi lebih optimal.
6
Warta PTM
Berkembang dan Berproses Sebagai perguruan tinggi yang berdiri pada tahun 2003, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIP) Muhammadiyah Sinjai menyadari pentingnya kerja sama terutama bagi kampus. Dr Umar Congge, SSos, MSi selaku Ketua STSIP Muhammadiyah Sinjai mengakui untuk saat ini kerja sama memang masih sebatas mendatangkan dosen tamu dan melakukan benchmarking ke beberapa tempat. “Kalau untuk kerja sama yang lain ya seperti saat STISIP Muhammadiyah Sinjai turut serta dalam melahirkan Rancangan Peraturan Daerah yang ada di Kabupaten Sinjai melalui Naskah Akademik yang telah dilakukan oleh tim kajian yang dibentuk STISIP Muhammadiyah Sinjai. Ini berasal dari Perkembangan Rapat Koordinasi yang telah digagas oleh
Edisi September-Oktober 2019
PTMA melalui Majelis Diktilitbang,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Sibolga, Drs Ahmad Hosen Hutagalung, MA menjelaskan bahwa kerja sama masih lebih banyak dilakukan dengan perguruan tinggi lain dan pemerintah. “Untuk lebih rincinya, yaitu kerja sama dengan pemerintah daerah, Pemerintah Kota Sibolga, Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Tengah. Begitu juga dengan UM Sumatera Utara, UM Tapanuli Selatan, serta Perguruan Tinggi Agama Islam Kopertis Wilayah IX Sumatera Utara,” paparnya.
Relasi dan Faktor Internal Sulitnya membangun mitra dan relasi merupakan hambatan yang nyata dalam melakukan kerja sama.
Wujudkan Kerja Sama Berkualitas, 164 PTMA Sebagai Support System
Hambatan ini muncul karena masingmasing pihak memiliki kualifikasi yang berbeda. Mitra dan relasi bahkan terkesan menutup diri ketika institusi masih dalam keadaan berkembang dan berproses. Ketua STIKOM Muh Jayapura, Dr Ir Muhammad Nur Jaya, MSi, me�nyatakan pendapat yang sama perihal tesebut. “Kerja sama itu terjadi karena ada simbiosis mutualisme atau saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Perlu adanya pemahaman terkait saling menguntungkan, bila keuntungan tidak didapatkan maka sulit untuk mencapai MoU,” paparnya. Nur menjelaskan masih sulitnya melakukan kerja sama pada tingkat nasional dan internasional. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan kualifikasi yang dibutuhkan oleh stakeholder. “Dalam hal ini STIKOM Muh Jayapura masih di ranah lokal, bahkan boleh dikatakan institusi tingkat nasional dan internasional hanya memberi bantuan kepada institusi lokal,” pungkasnya. Tercatat sampai hari ini STIKOM Muh Jayapura telah banyak menjalin kerja sama di antaranya dengan pemerintah dan media baik cetak maupun elektronik. “Pemerintah membantu dalam hal sarana prasarana sedangkan media cetak dan elektronik membantu untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dalam melakukan kerja praktek khususnya di bidang jurnalistik.” Hal senada dipaparkan oleh Umar, menurutnya faktor yang menghambat STISIP selama ini lebih mengacu pada jaringan yang menghubungkan antara STISIP Muh Sinjai dengan institusi yang ada di luar. “Namun alhamdulillah dalam beberapa tahun ini Majelis Diktilitbang memfasilitasi PTM kecil yang ada di daerah ini untuk turut berkembang melalui jejaring yang dibangun oleh Majelis Diktilitbang,” jelasnya. Berbeda dengan Ahmad, ia menambahkan bahwa faktor internal juga seringkali menghambat jalannya kerja
sama. “Koneksi yang kurang memang salah satu penghambat. Namun kami sendiri juga menyadari SDM yang unggul sangat diperlukan. Belum lagi untuk kasus STIT Muhammdiyah Sibolga masih ada gap antara AUM dan induk organisasi, dana yang minim, dan kampus yang masih tergabung dengan SMK/SMA, Mts, SD dan TK,” tuturnya. Menanggapi hambatan yang dilalui beberapa PTMA, Shanty Hawanti selaku Ketua KUI UM Purwokerto menyimpulkan hambatan serta tantangan yang dilalui PTMA terdiri dari beberapa hal yaitu sumber daya yang masih terbatas, kurangnya anggaran, birokrasi, kebijakan institusi yang belum berorientasi pada aktivitas internasional, akreditasi program studi serta letak geografis. “Lokasi kampus yang cukup jauh dari bandara membuat PTMA lain enggan melakukan kegiatan-kegiatan di tempat kami,” ungkap Umar Congge membenarkan.
Langkah Konkret Jalin Kerja Sama Dalam hal ini, Prof Sofyan selaku Rektor UM Surakarta mengatakan perlunya langkah yang konkret untuk dilakukan oleh PTMA yang masih berkembang. “PTMA berkembang harus berani bangkit dan mulai merakit kemitraan dengan pihak ketiga baik tingkat lokal, nasional, dan internasional,” papar Prof Sofyan. Prinsip UM Surakarta perlunya langkah serta target untuk mencapai tujuan. “Langkah nyata yang dilakukan oleh UM Surakata adalah menyiapkan anggaran khusus dan memperkuat fungsi kelembagaan khusus yang menangani bidang kerja sama, publikasi maupun reputasi nasional dan internasional yang ditangani secara profesional dan berkelanjutan,” pungkasnya memberikan masukan. Memang benar, bagi PTMA yang sedang berproses, kerja sama masih
sulit diwujudkan tanpa adanya support system antar PTMA. “Seluruh PTMA harus saling membantu untuk dapat mendorong setiap Perguruan Tinggi Muhammadiyah untuk mampu menjalin kerja sama tingkat internasional,” papar Nur. Umar Congge juga berkata demikian, baginya saran dan dukungan sangat dibutuhkan bagi PTMA yang masih berkembang. “Apalagi dengan 164 PTM ini harus kuat dan menguatkan serta mengikuti irama dengan dipandu oleh Majelis Diktilitbang yang solid. PTMA yang sudah maju harus mampu mendorong dan menolong PTMA yang sementara berkembang, dan memfasilitasi networking dengan PT lain yang ada di luar negeri,” tutupnya. Menyikapi hal tersebut, Endang memaparkan langkah konkret yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kerja sama internasional yaitu pertama, selalu berusaha mengembangkan jejaring dan menjaga komunikasi yang baik dengan mitra. Kedua, mengembangkan aktivitas bersama dengan mitra sehingga bentuk kegiatan tidak hanya satu tetapi dapat lebih beragam dan melibatkan elemen dosen dan mahasiswa lebih banyak dari kedua belah pihak. Ketiga, melakukan evaluasi dan monitoring program bersama dengan mitra sehingga selalu terdapat peningkatan kualitas kegiatan dari waktu ke waktu. Keempat, saling berkunjung. Artinya pertemuan tidak hanya dilakukan pada saat penandatangan MoU saja tetapi juga direncanakan kunjungan rutin yang dilakukan oleh pimpinan universitas untuk selalu menjaga komunikasi dan membicarakan pengembangan aktivitas. Terakhir, yaitu melibatkan mitra dengan mengundang dosen atau pimpinan atau mahasiswa hadir di PT untuk merayakan dies natalis atau sebagai narasumber dalam kegiatan istimewa di universitas. []GTA,APR
Edisi September-Oktober 2019
Warta PTM
7
WARTA PTM
Wawancara
Ida Puspita, M.A.Res.
Internasionalisasi Tanpa Internalisasi Merupakan Slogan Kosong nal (KUI) Universitas Ahmad Dahlan, memandang maraknya kerja sama internasional yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) adalah sebuah keniscayaan dalam perkembangan sebuah Perguruan Tinggi (PT). Menurut lulusan S-2 University of Wollongong Australia ini, fenomena tersebut patut disyukuri karena menunjukkan bahwa internasionalisasi sudah menjadi kebutuhan bagi perkembangan PT. “Fenomena ini merupakan fakta yang sudah tidak bisa dihindari lagi. Ini merupakan proses alami dalam dunia pendidikan tinggi yang sejalan dengan sifat universalitas pengetahuan itu sendiri,� tambahnya. Melalui reporter Warta PTM, Gita Madyaning Ratri, Ida yang sudah berkecimpung dalam dunia KUI sejak tahun 2013 memaparkan lebih dalam mengenai kerja sama internasional pada PT. Seberapa besar urgensinya bagi PTMA untuk melakukan kerja sama internasional? Internasionalisasi PT merupakan keharusan pada era revolusi industri 4.0 ini. Urgensi internasionalisasi PT disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang membuat batas wilayah semakin memudar (borderless, global village), globalisasi di berbagai bidang yang juga berpengaruh pada globalisasi di bidang pendidikan, tuntutan pasar bagi para mahasiswa untuk memiliki wawasan dan pengalaman internasional, serta pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN yang menghilangkan sekat-sekat negara di ASEAN. Selain itu, sejak tahun 2016 Kemenristek Dikti memasukkan kerja sama luar negeri serta jumlah mahasiswa dan dosen asing di PT sebagai penilaian dalam pemeringkatan PT secara nasional.
I
nternasionalisasi kini telah berkembang pesat. Terlebih lagi dengan ditunjang kemudahan informasi, saluran komunikasi tanpa batas, dan biaya perjalanan yang lebih murah. Universitas-universitas di seluruh dunia sudah berupaya memanfaatkan kemungkinan-kemungkinan yang ada dengan menghadirkan kemitraan global dan membina hubungan dengan institusi lain. Ida Puspita M.A.Res., Kepala Kantor Urusan Internasio8
Warta PTM
Edisi September-Oktober 2019
Apa manfaat dari dilakukannya kerja sama Internasional bagi PTMA? Manfaat bagi kampus, mahasiswa, dan stakeholder? Internasionalisasi PT dapat meningkatkan reputasi PT baik di level nasional maupun internasional, menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa dan stakeholder, meningkatkan akreditasi dan rangking baik nasional dan internasional, mendapatkan akses-akses hibah dan pendanaan eksternal bagi pengembangan PT, serta dapat meningkatkan wawasan dan pengalaman internasional bagi seluruh civitas akademika PT. Sedangkan bagi dunia usaha dan industri (DUDI), memiliki kerja sama dengan PT yang memiliki reputasi kerja sama internasional yang
Internasionalisasi Tanpa Internalisasi Merupakan Slogan Kosong
baik akan memberikan kesempatan bagi mereka untuk merekrut mahasiswa/lulusan yang berdaya saing nasional dan internasional. Melalui kerja sama PT dengan DUDI baik dalam dan luar negeri juga dapat mengembangkan kurikulum universitas yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Parameter apa yang digunakan untuk mengatakan bahwa kerja sama internasional suatu PTMA sudah cukup kuat? Parametermya dapat kita lihat dari bagaimana akreditasi PT tersebut. Jika sudah masuk di level A dan memiliki banyak prodi dengan akreditasi A tentunya ini merupakan pertanda yang bagus. Kemudian dari banyaknya melakukan aktivitas kerja sama internasional sebagai bentuk realisasi dokumen MoU, semakin meningkatnya pendanaan internasional, jumlah mahasiswa dan dosen asing, dan bertambahnya publikasi dosen di jurnal internasional. Lalu yang terakhir dan tidak kalah penting ialah kemudahan akses beasiswa bagi dosen dan mahasiswa go international. Bagaimana langkah-langkah konkret dalam memperkuat kerja sama Internasional? Pertama adalah memasukkan internasionalisasi PT dalam visi dan misi beserta turunannya. Kemudian melakukan pembentukan unit khusus yang menangani internasionalisasi PT beserta staf pendukungnya. Setelah itu mulai aktif untuk melakukan benchmarking ke PT lain baik dalam maupun negeri yang sudah maju internasionalisasinya. Membuka kerja sama kemitraan dengan intitusi luar negeri, memanfaatkan dosen/ alumni/mahasiswa di luar negeri unutuk menginisiasi kerja sama, dan mulai aktif mencari sumber dana eksternal seperti lembaga donor, hibah, atau beasiswa. Aktif mengikuti kegiatan-kegiatan internasional seperti konsorsium, joint research, joint seminar, serta meningkatkan mobilitas mahasiswa dan dosennya. Langkah lain bagi PT itu sendiri ialah membuka kelas internasional, program
gelar ganda atau transfer kredit, program-program internasional seperti KKN/PPL/magang internasional, hal ini dapat menarik minat mahasiwa asing dan dalam negeri. Bagaimana peran KUI untuk mendukung kerja sama pada PTMA? Peran KUI atau unit sejenis sangat sentral dalam pengembangan kerja sama internasional. KUI adalah wajah internasionalisasi PT dan katalisator pengembangan kerja sama internasional PT. Peran KUI minimal ada empat. Pertama, ialah mengembangkan kerja sama baik inisiasi maupun memperkuat yang sudah ada. Kedua, adalah layanan/service, bagi seluruh civitas akademik baik yang inbound maupun outbound. Ketiga, ialah rekrutmen mahasiswa asing, promosi melalui media pameran pendidikan, promosi ke institusi-institusi di luar negeri seperti sekolah, universitas, institusi, lembaga pemerintah. Keempat, KUI memliki peranan untuk hospitality. Terakhir, adalah publikasi atau kehumasan melalui bebagai media. Bagaimana hambatan dan tantangan ketika Anda menjadi ketua KUI? Di awal saya menjadi kepala KUI, tidak semua sivitas akademika sudah memahami pentingnya internasionalisasi PT sehingga masih ada sebagian yang menganggap apa yang dikerjakan oleh KUI merupakan upaya menggerus nasionalisme dengan membuka akses pendidikan bagi mahasiswa asing. Hal ini muncul karena internasionalisasi saat itu belum menjadi kebutuhan serta belum ada sistem dari luar yang ‘memaksa’ atau menjadi trigger bagi prodi atau fakultas untuk mengembangkan kerja sama internasional. Kemudian masih perlu adanya desain strategi internasionalisasi PT yang komprehensif dari level pimpinan sehingga memiliki target dan cara mencapai target tersebut dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Hambatan lain yang saya hadapi adalah banyaknya tanggung jawab yang diberikan kepada KUI untuk menjadi fasilitator internasionalisasi kampus belum di-
Ida Puspita, M.A.Res. PENDIDIKAN • University of Wollongong Australia - Sastra Inggris Jenjang S2 - 2013 • Universitas Ahmad Dahlan - Sastra Inggris Jenjang S1 - 2004 PUBLIKASI • 2007, Maintaining Prevailing Hegemony through Interpellation as Depicted in Pramoedya Ananta Toer’s The Girl from the Coast - Peneliti Tunggal - Proceding Nasional • 2009, The Shaping of Consciousness Performed by Ideological Agents toward the Commoners in Pramoedya Ananta Toers The Girl from The Coast - Peneliti Tunggal - Jurnal Nasional • 2009, Iconoclastic Power of Television on Gender Issue as Depicted in Sitcom Suami-suami Takut Istri Trans TV - Peneliti Tunggal - Proceding Internasional Bereputasi • 2009, Pramoedyas Voice for Humanity Vs. Javanese Culture in The Girl of the Coast - Peneliti Tunggal - Jurnal Nasional • 2009, Naturalism Vs. Modernism (Western Values Vs. Eastern Values) in Pramoedya Ananta Toer’s The Girl from The Coast - Peneliti Tunggal - Proceding Internasional Bereputasi • 2012, The Importance of Theory in Academic Research - Peneliti Tunggal - Jurnal Nasional • 2015, Voicing Change: A Comparative Reading of Selected Works by Pramoedya Ananta Toer and Katharina Susannah Richard - Peneliti Tunggal - Jurnal Nasional PENELITIAN • 2009, Iconoclastic Power of Television on Gender Issue as Depicted in Sitcom Suami-suami Takut Istri Trans TV • 2009, Hegemony of The Javanese Aristocrats toward the Commoners as Depicted in Pramoedya Ananta Toers The Girl from the Coast (A Gramscian Study)
imbangi dengan struktur organisasi KUI yang kuat dan sarana prasarana dalam kantor KUI yang memadai. Melihat pentingnya peran KUI, saran apa yang ingin Anda berikan untuk meningkatkan peran KUI pada seluruh PTMA? Menurut saya, tanpa internalisasi yang baik tentang pentingnya internasionalisasi PT bagi seluruh sivitas akademika, internasionalisasi hanya akan menjadi slogan kosong. Oleh karenanya perlunya komitmen internal pimpinan yang kuat seperti dukungan kebijakan verbal, tertulis, dan finansial yang berkelanjutan (sustainable dan accountable). Selain itu penting juga menumbuhkan international awareness di kalangan civitas akademika. []GTA
Edisi September-Oktober 2019
Warta PTM
9
WARTA PTM
Kinerja
Diskusi Berkala tentang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, di PP Muhammadiyah Cik Ditiro, Sabtu, (24/08).
AIK? Jangan Sekedar Teori
“
Terdapat empat nilai Islam progresif yaitu berpikir logis, aktif memperbaiki diri, bekerja keras, dan meyakini kemampuan diri. Diskusi ini bertujuan untuk melihat pengaruh empat nilai tersebut kepada mahasiswa melalui AIK,” ujar Anisia Kumala Masyhadi saat menjelaskan hasil penelitiannya dalam forum diskusi berkala tentang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, di PP Muhammadiyah Cik Ditiro pekan lalu. Lebih jelasnya Anisia menjelaskan rumusan masalah penelitiannya merujuk pada tiga pertanyaan yaitu apakah keyakinan pada nilai-nilai Islam progresif berpengaruh pada inisiatif pertumbuhan diri mahasiswa PTM? Bagaimana profil nilai Islam progresif mahasiswa PTM, adakah nilai tertentu yang mendorong mereka untuk melakukan perbaikan diri? “Dan yang terakhir darimana atau dari siapa mahasiswa PTM memperlajari dan memperoleh nilainilai Islam progresif?” Tambah Anisia. Data menunjukan, dari 285 mahasiswa dari seluruh PTMA yang tersebar di Indonesia, 6,4% tercatat memiliki 10 Warta PTM
inisiatif pertumbuhan diri atau upaya aktif untuk maju dan berkembang. Hasil ini menyimpulkan, empat nilai Islam memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap inisiatif diri mahasiswa di PTMA. “Ada sekian puluh persen yang bukan berasal dari nilai Islam, dan itu berasal dari sumber yang lain,” lanjutnya. Di antara empat nilai Islam progresif, dua nilai yang berpengaruh yaitu berpikir logis dan memperbaiki diri. Sedangkan dua lainnya tidak memiliki peran yang signifikan dalam mempengaruhi diri. Dengan kata lain nilai Islam progresif tidak serta merta menjadi nilai penting bagi pertumbuhan diri mahasiswa. “Ada faktor lain yang berperan di luar empat nilai ini yang tidak tergali melalui penelitian ini,” tegas Anisia. Jika dilihat dari tokoh yang berperan dalam menanamkan nilai Islam, peran pengajar masih tergolong kecil. Jika diasumsikan, pengajaran keislaman di perguruan tinggi belum optimal menggali dan menanamkan pentingnya nilai dan aktifitas yang berorien-
Edisi September-Oktober 2019
tasi pada perubahan dan kemajuan. “Sementara dosen mata kuliah agama (AIK) belum berperan secara kuat dalam mengenalkan atau memberi penguatan pada nilai-nilai kemajuan ini. Adanya fakta ini memunculkan keresahan bagi Prof Lincolin Arsyad selaku Ketua Majelis Diktilitbang PPM, ia memandang AIK melalui perspektif kaderisasi. “Saya mengamati, kaderisasi kita relatif lambat, adanya kader yang paripurna masih kurang,” paparnya. Pengamatannya memunculkan beberapa solusi antara lain upaya untuk meningkatkan potensi kaderisasi seperti melakukan kerja sama dengan Lazismu dan fokus untuk menjadikan asrama PTMA sebagai tempat kaderisasi. “Jangan anggap enteng Aslama, Aslama harus menggunakan kurikulum yang baik dengan berbagai ilmu yang mumpuni pula,” lanjutnya. Ia menambahkan generasi Muhammadiyah berkemajuan itu harus memperbaiki diri dan meningkatkan keilmuwannya. Karena kader sekarang itu tidak cukup hanya dengan AIK saja, namun harus diimbangi dengan ilmu lainnya. “AIK menjadi pondasi dan ditambah ilmu lainnya sebagai pelengkap,” tutupnya. Tidak hanya itu, Prof Lincolin juga memberikan penekanan bahwa
penanaman nilai AIK harus melibatkan seluruh dosen. Harapannya dosen dapat memberikan pengajaran dengan konsep ethic mainstreaming yang dikenal
dengan sebutan meta learning approach. Jangan sampai AIK hanya dipahami sebagai ilmu namun tidak ada afektif dan psikomotoriknya. “Al Maun tidak
hanya ditafsirkan, namun bagaimana diamalkannya. Penanaman etika juga diperlukan, hal ini harus dipegang oleh semua dosen,”pesannya.[] APR
B
erbicara mengenai kurikulum, masih banyak di antara kita yang hanya menganggap kurikulum hanya sekedar daftar mata kuliah saja. Beberapa PTM masih menganggap kurikulum hanya sebagai kewajiban regulator dan sekedar memenuhi permintaan pemerintah semata. Begitulah pemaparan Prof Edy Suandi Hamid saat membuka Workshop Pengembangan Kurikulum PTMA, di Hotel Santika Premiere, Jumat (30/08). Prof Edy melanjutkan, evaluasi kurikulum bukan hanya sekedar laporan administrasi secara formal namun harus terencana dan memenuhi beberapa aspek di dalamnya. “Ketika mahasiswa lulus dari PTMA, kita harus tahu sejauh mana mahasiswa menyerap apa yang sudah kita rencanakan dari kurikulum itu,” paparnya. Artinya, mahasiswa dapat menyerap berbagai kompetensi yang terdiri dari knowledge, skill, dan akhlak. “Dalam konteks akhlak, bagaimana kurikulum tersebut dapat mengandung karakteristik Muhammadiyah yaitu Al-Islam Kemuhammadiyahan.” Ia melanjutkan, kurikulum harus selalu dinamis, hal ini terkait beberapa aspek yaitu kurikulum sebagai tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan serta mahasiswa, masyara-
U
M Surabaya mengadakan in house training penulisan jurnal internasional bereputasi selama dua hari (19-20/9) di Hotel Harris Surabaya. Kegiatan bertajuk "Strategies and Tactics to Publish Leading International Journals" ini menghadirkan Assoc Prof Ferry Jie dari Edith Cowan University, diikuti 65 doktor dari dosen di lingkungan UM Surabaya, dibuka oleh Prof Edy Suandi Hamid dan ditutup Ketua Majelis Diktilitbang Prof Lincolin Arsyad. Prof Edy juga menyampaikan ceramah tentang Kiat Menuju Guru Besar, sedang Prof Lincolin
Foto bersama peserta Workshop Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah, di Hotel Santika Premiere, Jumat (30/08).
Kurikulum PTMA, Innovate or Die kat, dan stakeholder yang juga menuntut kita untuk terus melakukan evaluasi. Prof Edy menegaskan, dosen harus belajar serta terus melakukan inovasi, “Innovate or die, kalau kita selalu statis maka kita akan tergilas oleh seleksi alam. Perguruan kita, prodi kita akan dikalahkan dengan yang lain,” tegasnya. Bekerja sama dengan UM Sura-
baya, pelatihan ini juga dihadiri Dr dr Sukadiono, MM selaku Rektor UM Surabaya beserta wakil rektor, Ketua BPH UM Surabaya, dan jajaran lainnya. “Saya yakin ini akan menjadi dampak yang baik pada kita sebagai PTMA, saya merasa banyak keberkahan yang kita dapat dari bersedianya kita untuk memberikan kontribusi pada persyarikatan,” tutup Dr dr Sukadiono. []APR
UM Surabaya adakan In House Training menyampaikan kiat menulis di jurnal internasional. Dalam sambutan pembukaannya Rektor UM Surabaya Dr Sukadiono menyampaikan, pelatihan ini diharapkan memacu publikasi jurnal dari para dosen sehingga bisa mencapai jabatan guru besar. "Dalam tiga tahun terakhir
ini memang sudah meningkat. Sudah 116 judul publikasi internasional yang terindeks Thomson Reuters dan Scopus," ujar Rektor UM Surabaya. Lebih lanjut Dr Sukadiono mengatakan, perkembangan juga terjadi dalam publikasi buku dan HAKI. Saat ini, lanjutnya, sudah ada 122 HAKI
Edisi September-Oktober 2019
Warta PTM 11
WARTA PTM
Kinerja
UM Surabaya mengadakan in house training penulisan jurnal internasional bereputasi, Kamis sd Jumat, (19-20/9) di Hotel Harris Surabaya.
dimiliki dosen-dosen UM Surabaya. Untuk lebih memacu dosen mencapai derajat doktor dan menulis di jurnal, maka UMS juga memberikan insentif. "Setiap doktor diberi tambahan insentif Rp 1,5 juta per bulan, dan untuk publikasi di jurnal bereputasi antara Rp 4 juta sd Rp 12 juta. Juga untuk penulisan buku," tutur Dr Sukadiono. Prof Lincolin mengapresiasi dengan langkah yang diambil Rektor. "Bahkan, kalau ada dananya, insentif itu bisa lebih ditingkatkan. Insentif bisa memacu produktivitas dosen, walau itu bukannya tujuan," ucap Prof Lincolin dalam sambutan penutupannya. []RED
D
Penyerahan jabatan Endang Darmawan kepada Yordan Gunawan sebagai Ketua Asosiasi Kantor Urusan Internasional (ASKUI) PTMA periode 2019-2021.
Yordan Gunawan Terpilih Sebagai Ketua ASKUI PTMA
W
orkshop penyegaran Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) untuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) kawasan timur dilaksanakan di Sorong, Selasa hingga Kamis (27-29/8). Kali ini yang menjadi tuan rumah adalah Universitas Muhammadiyah Sorong. Dibuka oleh Ketua Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof H Lincolin Arsyad, PhD, acara ini dihadiri oleh
12 Warta PTM
osen FH UMY Yordan Gunawan terpilih sebagai Ketua Asosiasi Kantor Urusan internasional (ASKUI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah menggantikan Endang Darmawan (UMJ). Dalam acara pemilihan PTMA pada Munas ASKUI di Hotel Harris Surabaya yang dipimpin Prof Edy Suandi Hamid Jumat malam (27/9), ia terpilih secara aklamasi dari beberapa calon yg masuk dalam penjaringan. Terpilih juga sebagai wakil Ketua Dr Eka Airlangga dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggantikan Dr Syanti Hawanti (UM Purwokerto). Mereka akan memimpin untuk periode 2019 sd 2021. Hadir juga dalam acara Munas tersebut Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Lincolin Arsyad dan Rektor UM Surabaya Dr Sukadiono yang bertindak sebagai tuan rumah. []RED
Workshop AIK untuk PTM Indonesia Timur
AIK di Wilayah Mayoritas Non-Muslim perwakilan dari PTM yang berada di daerah timur Indonesia, seperti STIKES Muh Manado, STIKOM Muh Ja-
Edisi September-Oktober 2019
yapura, STIKIP Muh Manokwari, UM Kupang, UM Maluku Utara, dan Unimuda Sorong.
Rektor UM Sorong, Dr. Hermanto Suaib, MM, mengatakan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas kompetensi dosen-dosen AIK agar dapat menyesuaikan tuntutan zaman. Diakui juga meskipun berada di wilayah mayoritas non muslim, pertumbuhan PTM cukup menggembirakan serta mendapatkan apresiasi dari masyarakat dan pemerintah sekitar. Hermanto berharap kegiatan ini bisa menjamin keberlanjutan kiprah PTM di wilayah mayoritas non muslim. “Ketulusan dan keikhlasan dalam bekerja dan beradaptasi dengan lingkungan adalah salah satu kunci keberhasilan,” tambahnya. []GTA
Workshop penyegaran Al Islam dam Kemuhammadiyah untuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah kawasan timur, (27-29/8).
Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menerima audiensi dari Kemenkes RI dan MTCC, Jumat (30/8).
J
umat (30/8), Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menerima kunjungan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) di PP Muhammadiyah Cik Ditiro. Kunjungan ini dalam rangka audiensi inisiasi kerja sama Kampus Sehat. Hadir dalam acara Mohammad Adam Jerussalem, PhD, Dr dr Fidiansjah, Wiwi Triani, Dr Masitah Sari Dewi, dan Dianita Sugiyo. Latar belakang audiensi ialah te-
Audiensi dengan Kemenkes RI dan MTCC:
Galakkan Kampus Sehat muan yang menunjukkan rendahnya tingkat kesehatan keluarga di Indonesia. “Salah satu turunan gerakan masyarakat sehat yang kita harapkan punya komunitas spesifik, yaitu akademik dalam hal ini kampus. Karena di situ adalah wadah orang intelektual, orang yang tentu dari sisi kecerdasan dan pengetahuan mestinya sudah tidak lagi
buta akan informasi tentang kesehatan,” jelas dr Fidiansjah selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Kemenkes RI. Menurutnya jika sasaran ini benar-benar dipahami dan diimplementasikan maka gerakan Indonesia sehat akan lebih mudah dilakukan dibanding
Edisi September-Oktober 2019
Warta PTM 13
WARTA PTM
Kinerja langsung menyasar komunitas masyarakat umum. Oleh karenanya, program Kampus Sehat akan digulirkan melalui uji coba di empat universitas, yaitu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Indonesia, Unversitas Negeri Sebelas Maret, dan Universitas Andalas. Empat universitas akan menjadi pilot project dan model bagi kampus lain sehingga gerakan ini menjadi lebih terstruktur dan sistematis. Dianita Sugiyo selaku Vice Director MTCC menambahkan, MTCC sudah mulai menginisiasi gerakan kampus sehat, nyaman, tertib, dan aman (Kampus Senyaman Teman). Ada tujuh kriteria
yang ditetapkan, salah satunya adalah bagaimana UMY mampu melindungi civitas academica dari bahaya zat adiktif Napza termasuk di dalamnya adalah penggunaan rokok. “Sudah digalakkan sejak tahun 2005 bahkan sudah memiliki SK Rektor untuk kampus tanpa rokok. Harapannya agar Kampus Sehat ini dapat bersinergi dengan program Kampus Senyaman Teman maka ini bisa direplikasi dan dieksplore di seluruh Indonesia,” paparnya. Mohammad Adam selaku Wakil Bendahara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyambut baik inisiasi ini. Diungkapkan Majelis Diktilitbang
Pendampingan untuk empat akreditasi prodi di UM Palu oleh Munawar Khalil MAg dan Dr Syaiful, dihadiri Rektor UM Palu Rajindra. Prof Edy menyampaikan kebijakan Majelis tentang AIPS 4.0
UM Palu dan HEKS Jalin Kerja Sama Kebencanaan
U
ntuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana alam di Sulawesi Tengah, Unismuh Palu melakukan kerja sama kebencanaan dengan HEKS sebuah lembaga internasional yang berpusat di Swiss, Pemkab Sigi, serta beberapa PTS di Palu,
seperti STIK Indonesia dan Akper Bala Keselamatan, Selasa (8/9) di kampus Unismuh. MOU ditandatangani oleh Rektor UM Palu Dr Rajindra disaksikan Waket Majelis Diktilitbang Prof Edy Suandi Hamid. Hadir dari pihak HEKS Mr Pascal Panosetty yang hadir
40 PTM se-Indonesia Tolak Revisi UU KPK 14 Warta PTM
Edisi September-Oktober 2019
sudah mulai memberlakukan tambahan klausul bagi rektor yang hendak dilantik. Selain menandatangani pakta integritas, calon rektor juga menandatangani kontrak kerja dengan Majelis Diktilitbang untuk mewujudkan beberapa hal salah satunya ialah kampus bebas rokok. “Audiensi ini mengingatkan bagaimana pentingnya menyediakan lingkungan yang sehat bagi civitas academica. Insya Allah akan kami tindak lanjuti, kami bawa ke pimpinan untuk dibicarakan lebih lanjut,” pungkasnya. []GTA
khusus untuk kerja sama tersebut. Dikemukakan Dr Rajindra, kerja sama dengan berbagai pihak banyak dilakukan setelah bencana tsunami dan liquivaksi di Palu dan sekitarnya 28 September 2018, baik dengan lembaga nasional maupun internasional.Kali ini kerja sama dengan HEKS difokuskan untuk penerbitan buku Guide Book for Building Earthquake Resistant Houses in Confined Masonry. "Pihak HEKS akan mendukung semua pendanaannya. Ini penting agar masyarakat dalam membangun rumah yang tahan gempa ada panduannya," kata Rektor. Dalam sambutannya Prof Edy mengapreasiasi kerja sama ini. Muhammadiyah, ujarnya, banyak melakukan tindakan membantu korban bencana di tanah air, bahkan sampai ke luar negeri. "Kerja sama dengan HEKS yang berafiliasi dengan gereja sangat positif, karena menjunjukkan inklusivitas Muhammadiyah," tutup Edy Suandi Hamid, yang usai pembukaan acara tersebut langsung memberikan ceramahnya terkait kebijakan Majelis Diktilitbang PPM dalam bidang akreditasi setelah diterapkannya IAPS 4.0 dan IAPT 3.0. []RED
S
elasa (11/09)-Forum Dekan Fakultas Hukum dan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Perguruan Tinggi Muhammadiyah Se-Indonesia mengadakan jumpa pers di ruang si-
dang Fakultas Hukum UMY. Rahmat Muhajir Nugroho selaku sekretaris mengatakan jumpa pers dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap revisi Undang-undang KPK. “Setelah mengkaji RUU KPK perubahan kedua tentang KPK kami mendapati sejumlah poin yang justru berpotensi melemahkan kedudukan KPK,” paparnya dikutip dari detik.com Menurutnya, ada tujuh poin yang berpotensi melemahkan KPK seperti masalah kelembagaan KPK yang sebagaimana diatur dalam Pasal 3 sebagai lembaga pemerintah pusat yang bersifat independen jadi tidak bermakna jika disebut sebagai lembaga pemerintah pusat. Ia melanjutkan pengaturan sebaiknya tidak dilakukan perubahan dan tetap menjadikan KPK sebagai lembaga negara yang independen. Trisno Raharjo selaku Ketua Forum Dekan Fakultas Hukum dan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indone-
Forum Dekan Fakultas Hukum dan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Perguruan Tinggi Muhammadiyah Se-Indonesia mengadakan jumpa pers di ruang sidang Fakultas Hukum UMY. sumber foto detik.com
sia menambahkan Revisi RUU KPK bertentangan dengan semangat pemberantasan korupsi dan melemahkan KPK. “Pernyataan penolakan ini juga dilayangkan oleh seluruh Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Muhammadiyah Se-Indonesia,” paparnya. Tercatat ada 40 PTM se-Indonesia
yang menolak RUU KPK. “40 itu terdiri dari 36 Fakultas Hukum dan empat Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah,” kata Trisno. Pernyataan akan dikumpulkan dalam bentuk surat dan akan dikirimkan sesegera mungkin ke Presiden Jokowi dan Ketua DPR RI. [] APR
P
ara mahasiswa sekarang, tidak cukup hanya kuliah dengan mengandalkan apa yang diberikan dosennya, tetapi harus kreatif dan inovatif mengembangkan apa yang diterima di bangku kuliah. Mahasiswa juga harus mengikuti dan mengaplikasikan perubahan yang cepat di lingkungannya akibat perkembangan teknologi informasi. Berbicara di hadapan dosen dan mahasiswa FE Unismuh Palu (Senin 7/9) Prof Edy Suandi Hamid menyampaikan ceramah berjudul "Membangun Daya Saing di Era Revolusi Industri 4.0". Menurutnya, ada persoalan besar dihadapi bangsa ini, yakni semangat inovasi yang rendah. Indeks Inovasi Indonesia merupakan yang terendah di ASEAN. "Padahal, di era Revolusi Industri 4.0 dengan berbagai turunannya seperti big data, internet of things, artificial intelligence products, disruptive technology dan sebagainya, menuntut suatu inovasi yang terus menerus," ungkap prof Edy. Dengan perkembangan seperti itu, akan sangat banyak lapangan kerja yang hilang tergantikan oleh berbagai inovasi terknologi yang terjadi. "Nah inovasi-
Prof Edy Suandi Hamid menjadi pembicara dalam kuliah umum di UM Palu (Senin 7/9).
Mahasiswa Harus Bangun Inovasi Terus Menerus inovasi itu harus dilawan dengan inovasi yang lebih baru lagi. Mereka yang tidak melakukan inovasi akan terseleksi secara alamiah. Kalau perusahaan bisa bangkrut, kalau pekerja bisa kehilang-
an pekerjaannya," kata Prof Edy yang juga Guru Besar FE UII ini. Acara dibuka oleh Rektor UM Palu Rajindra, dan memberikan sambutan juga Dekan FE Burhanudin. []RED
Edisi September-Oktober 2019
Warta PTM 15
WARTA PTM
Inaugurasi
Ahmad Muttaqin sedang memberikan sambutan mewakili Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah pada Wisuda UM Purwokerto, Sabtu (28/09).
U
Wisuda UM Purwokerto ke-63
niversitas Muhammadiyah Purwokerto mengadakan prosesi wisuda Magister, Sarjana, dan Ahli Madya. Bertempat di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UM Purwekorto, wisuda ke-63 (28/09) ini diikuti 1.540 wisudawan dan wisudawati. Turut hadir Ahmad Muttaqin mewakili Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah,
Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta Kepala LLDikti 6 Jateng. Dalam pidatonya, Ahmad Muttaqin berpesan untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar menjadi pribadi unggul yang tidak lupa pada dosen dan almamater. Mengutip dari hasil riset Thomas J Stanley, ia juga berpesan bahwa syarat sukses yang
utama bukan pada tingginya nilai IPK maupun alumni dari kampus favorit. “Namun dari 30 daftar faktor sukses, 10 besar faktor tersebut adalah kejujuran, disiplin, mudah bergaul, dukungan pendamping, kerja keras, cinta pada profesi yang dijalani, jiwa kepemimpinan yang kuat, kepribadian yang kompetitif, hidup teratur, dan mampu “menjual” ide segar dan kreatif,” paparnya. Dalam prosesi wisuda BNSP turut menyerahkan sertifikasi kompetensi profesi pada beberapa wisudawan. Serta penyerahan SK Prodi Teknik Mesin dari LLDikti 6 Jateng kepada UM Purwokerto. []APR
Wisuda STIK Muh Pontianak
Titik Awal Perjuangan di Dunia Kerja
R
abu (18/9), Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIK) Muhammadiyah Pontianak menggelar prosesi wisuda di Aula Hotel Ason Pontianak. Diikuti oleh 282 wisudawan, acara berlangsung khidmat. 16 Warta PTM
Wisudawan STIK Muhammadiyah Pontianak khidmat mengikuti prosesi wisuda, Rabu (18/9). Foto : tribunpontianak
Edisi September-Oktober 2019
Ketua STIK Muhammadiyah Pontianak, Haryanto, PhD mengucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh mahasiswa dan orang tuanya. “Saya berterima kasih kepada mahasiswa dan orang tua yang telah mempercayakan STIK Muhammadiyah Pontianak sebagai institusi untuk menempa pendidikan tinggi,” ujarnya. Haryanto berpesan agar wisuda ini tidak hanya menjadi ajang seremonial
tapi titik awal dalam menempuh karir. Titik awal untuk kembali belajar menempuh perjuangan di dunia kerja. Ia juga percaya bahwa para wisudawan dapat mengintegrasikan ilmu yang diperoleh di lingkungan masing serta membangun orang tua dan almamaternya. Dinobatkan sebagai wisudawan terbaik, Deni meraih IPK sempurna, yaitu 4.00. Tak lupa ia mengucapkan terima ka-
Pelantikan Wakil Rektor UM Purwokerto yang dilantik langsung oleh Dr Anjar Nugroho selaku Rektor UMP, di kampus setempat, Rabu (4/8).
Pelantikan Wakil Rektor UM Purwokerto
Tantangan Jadi Kampus Terbesar
“
Para pimpinan baru harus membangun network, karena UM Purwokerto ini termasuk enam Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang digadanggadang untuk meraih akreditasi unggul,” papar Prof Lincolin Arsyad saat memberikan sambutan pada pelantikan Wakil Rektor UM Purwokerto, Rabu (4/8). Rektor UM Purwokerto, Dr Anjar
U
niversitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggelar wisuda ke35 periode 2 Tahun Akademik 2019/2020 di area Sun Tower UMG, Sabtu (7/9). Sebanyak 475 wisudawan dari enam fakultas dan 12 program studi mengikuti sidang senat terbuka ini.
Nugroho melantik empat wakil rektor di antaranya Dr Jebul Suroso sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama, Drs Ikhsan Mujahid sebagai Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Aset, Akhmad Darmawan sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Al Islam Kemuhammadiyahan, serta Dr Anwar Ma’ruf sebagai Wakil Rektor IV Bidang Riset, Ino-
sih kepada civitas academica yang telah mendidiknya dan selalu mendorong dirinya untuk terus maju. Menurutnya pencapaian ini tak lepas dari doa orang tuanya. Ia berpesan kepada teman-teman lainnya untuk tidak hanya terlalu fokus pada belajar, tapi seimbang dengan kegiatan lain, begitupun dengan berbakti kepada orang tua. []GTA
vasi, dan Sumber Daya Manusia. Rektor berharap wakil rektor baru dapat bekerja dengan baik sesuai bidang tugas masing-masing. Posisi yang mereka tempati juga menjadi penentu kemajuan UM Purwokerto di masa yang akan datang. “Tantangan ke depan cukup banyak. Kepemimpinan bukan pada rektor dan wakil rektor saja, namun semua pihak mulai dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), segenap civitas akademika UMP sampai ke jajaran lainnya,” tambahnya. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Drs Tafsir juga mengungkapkan UM Purwokerto merupakan PTM terbesar kedua di Jawa Tengah. “UMP Inilah kampus kedua terbesar di Jawa Tengah,” jelasnya. Oleh karena itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Purwokerto, Prof Dr H Baedhowi berpesan perlunya UM Purwokerto untuk memiliki daya saing serta memiliki cita-cita yang tinggi. “Belajar dari perguruan tinggi maju di luar negeri. Karena di era global kita harus mengedepankan inovasi, kreatif, dan berfikir kritis. Saya yakin tenaga-tenaga muda ini, memiliki semangat yang tinggi sehingga mampu untuk memajukan UMP,” tutupnya. []APR
Wisuda Universitas Muhammadiyah Gresik ke-35
Luluskan Dua Mahasiswa Asing Edisi September-Oktober 2019
Warta PTM 17
WARTA PTM
Inaugurasi Dalam sambutannya, Prof Dr Ir Setya Budi MS selaku Rektor UMG berpesan kepada wisudawan untuk selalu berpikir inovatif, kreatif, serta berdaya saing tinggi. Pada kesempatan yang sama, Prof Setya Budi mengenalkan rencana pembangunan Pusat Studi dan Bisnis di area tempat wisuda dilangsungkan. “Insya Allah tidak lama lagi akan dibangun dan diberi nama Sun Tower UMG,” ujarnya. Wisuda UMG ke-35 semakin istimewa dengan adanya mahasiswa asing di antara para wisudawan, yakni Mann Yani (Kamboja) dan Asma Saree (Thailand). Sebagai lulusan sarjana Pendidikan Agama Islam, Asma Saree, mengungkapkan rasa syukur atas kelulusannya yang tepat waktu. Wanita asal Pattaya Thailand ini bahkan memiliki rencana untuk mengurus pondok pesantren yang dimiliki orang tuanya selepas kelulusan.
Sambutan oleh Prof Dr Ir Setya Budi MS dalam wisuda UM Gresik, Sabtu (7/9). Foto: pwmu.co
Untuk mengapresiasi kerja keras mahasiswanya, UMG tak lupa memberikan beasiswa kepada para wisudawan terbaik di setiap fakultas. Beasiswa tabungan
pendidikan ini berasal dari bank dan perusahaan yang telah bekerja sama dengan UMG. []GTA
L
aunching Universitas Muhammadiyah (UM) Jambi digelar pada Kamis (12/9). UM Jambi resmi berubah menjadi universitas dari bentuk awal Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) sejak 17 Juni 2019. Pada kesempatan yang sama, UM Jambi juga melaksanakan pelantikan rektor dan wakil rektor. Adapun Rektor dan Wakil Rektor terlantik adalah Dr Nurdin, SE, ME (Rektor), Irmanelli, SE, ME (Wakil Rektor I bidang Akademik), Indria Mayesti, SE, ME (Wakil Rektor II bidang Kepegawaian dan Keuangan), Siswoyo, SE, MSi (Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan), dan Drs Arman Syafaat, MM (Wakil Rektor IV bidang Kerja sama dan Kemuhammadiyahan). Dalam sambutannya, Dr Nurdin, SE, ME menyampaikan akan melakukan peningkatan infrastruktur dan sumber daya manusia dosen yang lebih cakap dengan teknologi, serta penguatan jejaring kerja sama baik dalam kawasan regional dan internasional. Hal ini penting dilakukan menghadapi revolusi industri 4.0. "Ini bukan perguruan tinggi yang baru. Tentu dengan perubahan bentuk ini ada banyak tantangan ke depan. Dari segi infrastruktur akan lebih meningkatkan laboratorium komputer dan laboratorium kehutanan yang representatif," jelasnya.
18 Warta PTM
Prof Licolin Arsyad selaku ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyerahkan pakta integritas dan kontrak kinerja kepada rektor UM Jambi, Kamis (12/9).
Universitas Muhammadiyah Jambi
Lantik Rektor dan Wakil Rektor Turut hadir dalam acara, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ketua L2Dikti Wilayah X, Gubernur Jambi yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasya-
Edisi September-Oktober 2019
rakatan dan Sumber Daya Manusia, Wali Kota Jambi, perwakilan Kapolda Jambi, perwakilan Danrem 042/Gapu, perwakilan Bupati Merangin, dan perwakilan Bupati Tanjung Jabung Barat. []GTA
Wisuda angkatan pertama tahun akademik 2018/2019 Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Muhammadiyah Makassar di Sandeq Ballroom Hotel Claro Makassar, Selasa (17/09).
Poltekkes Muh Makassar
Gelar Wisuda Angkatan Pertama
S
ebanyak 369 wisudawan-wisudawati mengikuti prosesi wisuda angkatan pertama tahun akademik 2018/2019 Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Muhammadiyah Makassar di Sandeq
Ballroom Hotel Claro Makassar, Selasa (17/09). Terdiri atas 4 program studi (prodi), wisudawan terbagi menjadi Prodi Sanitasi sebanyak 5 orang, Prodi Radiologi seba-
Wisuda STIKES Muh Klaten di Gedung Pertemuan Al Mabrur Kompleks Rumah Sakit Islam Klaten, Rabu (2/10).
STIKES Muh Klaten
Wisuda 310 orang
R
abu, 02/10-Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Klaten mengadakan prosesi Wisuda Tahun Akademik 2018/2019 di Gedung
Pertemuan Al Mabrur Kompleks Rumah Sakit Islam Klaten. Tercatat 310 wisudawan dan wisudawati yang terdiri dari Program Studi D-III
nyak 153 orang, Prodi Teknik Elektro Medis (TEM) sebanyak 50 dan Prodi Teknik Laboratorium (TLM) sebanyak 161 orang. Dr H Effendy Rasiyanto, MKes selaku Direktur Poltekkes Muh Makassar berpesan agar wisudawan harus menjaga betul etika yang telah menjadi ikrar. “Tugas ilmiah memang sudah selesai tapi tugas ke masyarakat baru akan dimulai, jaga nama baik almamater dan jaga nama baik perserikatan Muhammadiyah karena kalian ini adalah kader-kader muda Muhammadiyah,” ucapnya. Terpisah, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Poltekes Muhammadiyah Makassar Dr KH Mustari Bosra MA menambahkan Poltekkes berencana untuk menambah satu prodi baru. “Jadi ke depan kami merencanakan untuk membuka lagi beberapa program studi dan program D-3, dan yang sudah ada kita akan tingkatkan menjadi D-4 yang sejajar S-1,” terangnya. Saat ini Poltekes Muhammadiyah Makassar memiliki kurang lebih 1.300 mahasiswa yang dibina oleh sekitar 60 dosen berkualitas yang berkualifikasi minimal S-2. []APR Farmasi, D-III Kebidanan, D-III Keperawatan, S-1 Ilmu Keperawatan dan Program Profesi Ners. Selain itu tamu undangan yang turut hadir dalam acara wisuda tersebut adalah ketua organisasi profesi PPNI, IBI dan PAFI, Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah, Majelis Dikti PP Muhammadiyah Klaten serta perwakilan dari pemerintah Kabupaten Klaten. Sri Sat Titi Hamranani, M.Kep selaku ketua STIKES Muh Klaten mengatakan dalam bekerja dan berkiprah di masyarakat sangat diperlukan disiplin kerja dan kemampuan berpikir realistis, kritis, konsisten, pengetahuan yang kokoh. “Dengan kemampuan tersebut saudara dapat mengembangkan sendiri kreativitas, daya inovatif bekerja keras dan cerdas,” paparnya melanjutkan. Di akhir, Sri berpesan untuk selalu bersyukur akan nikmat yang Allah SWT berikan. “Saya mewakili seluruh civitas akademika mohon maaf yang sebesarbesarnya apabila dalam proses mendidik saudara sekalian terdapat kekurangan ataupun kesalahan,” tutupnya. []APR
Edisi September-Oktober 2019
Warta PTM 19
WARTA PTM
Inovasi UM Surakarta Ikuti Kontes Mobil Hemat Energi
D
Peserta TFI-SCALE dan LeX dari Singapore Polytechnic (SP) menjelaskan prototipe-nya.
UMM Kolaborasi dengan SP Berdayakan Limbah Whey
M
alam rangka Kontes Mobil Hemat Energi di Malang, Fakultas UM Surakarta (FTUMS) mengirim tiga mobil karya para mahasiswa. Gabungan dari tiga program studi Teknik Mesin, Elektro, dan Industri, tim ini berhasil merancang tiga mobil di antaranya, Ababil Evo II, UEV IS Trisula, dan Bayu Surya. Sebelumnya, salah satu karya mereka pernah diikutkan kontes di Jepang. “Pada tahun 2018 Mobil Avavil Evo pernah meraih predikat pendatang terbaik di Jepang,” papar Agus Arif Setiyono salah satu anggota tim. Agus melanjutkan, ia bersama tim menargetkan timnya minimal dapat meraih tujuh besar dalam ajang kontes kali ini. “Mobil Ababil Evo II yang akan diikutkan dalam kontes mobil hemat energi oleh Ristekdikti di Malang ini adalah penyempurnaan dari Ababil Evo I yang dibuat 2018 lalu. Kecepatan mobil ini bisa mencapai 55 km/jam,” paparnya. Saat melepaskan kontingen di Hall Gedung Siti Walidah, Taufik Kasturi PhD selaku Wakil Rektor III berpesan tim harus tampil percaya diri. “Ingat bahwa kalian ini berjuang tidak hanya buat diri kalian melainkan untuk keluarga dan juga UMS. Mudah-mudahan pulang nanti bisa mendapatkan medali,” tutup Taufik. []APR
ahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkolaborasi dengan Singapore Polytechnic (SP) menciptakan inovasi baru. Kolaborasi ini dilakukan dalam program Temasek Foundation International - Specialist Community Action and Leadership Exchange (TFI-SCALE) dan Learning Express (LeX) dengan konsep Sustainable Development Goals (SDG). Memilih tempat di kawasan industri pembuatan keju mozarella Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Merjosari, Malang, mereka mengubah limbah whey mozarella menjadi bahan bakar alternatif biogas. Whey sendiri merupakan sejenis cairan berwarna semi-transparan hasil dari produksi keju. Sebagian besar produksi keju di dunia umumnya menghasilkan whey. Hanya 50% whey yang diolah menjadi produk makanan dan minuman, sedangkan lainnya menjadi limbah. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima pekan. Tiga pekan mereka belajar Sustainable Development Goals (SDG) dan Design Thinking di Singapura. Dua pekan selanjutnya dilakukan di Indonesia dengan melakukan praktik langsung, yaitu observasi ke beberapa Usaha Kecil Menengah (UKM) di Malang. Muhammad Oddy Nurfiansyah, salah satu peserta Program TFI-SCALE dan LeX dari UMM, memaparkan bahwa tujuan kegiatan ini untuk memenuhi need assesment, yaitu mengurangi limbah untuk meningkatkan laba. Meskipun sekilas terlihat seperti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada umumnya, namun di sini mereka tidak sekadar melakukan pengabdian. Para peserta menggunakan acuan baku yaitu modul desain thinking adaptasi Universitas Stanford dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) di AS untuk menyelesaikan permasalahan di suatu tem- Mahasiswa Fakultas UM Surakarta berhasil merancang tiga mobil di antaranya, Ababil Evo II, UEV IS Trisula, dan Bayu Surya. pat. []GTA 20 Warta PTM
Edisi September-Oktober 2019
WARTA PTM
Salindia
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta menggelar Seminar Kesehatan Nasional dengan tema “Optimasi Germas dalam Pencegahan Stunting dan Kupas Tuntas Kontroversi Bayi Tabung dari Segi Agama Islam” di Hotel Megaland, Surakarta, Sabtu (14/9).
Prodi D-3 & S-1 Farmasi Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon mengadakan kuliah tamu Tahun Akademik 2019/2020, Sabtu (14/9).
STIE Muhammadiyah Cilacap menyambut mahasiswa baru Tahun Akdemik 2019/2020 dengan dibukanya kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Sabtu (14/9).
Para siswa SMA Muhammadiyah Comal berfoto bersama usai mengikuti Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru oleh STIKes Muhammadiyah Tegal Prodi S-1 Farmasi, Jumat (6/9).
Sabtu, (14/9) STIKES Muhammadiyah Manado gelar acara Capping Day dengan tema “Mempersiapkan Perawat yang Unggul, Cerdas, dan Amanah menuju Indonesia Maju di Era Revolusi Indsutri 4.0.”
Edisi September-Oktober 2019
Warta PTM 21
WARTA PTM
Kronik
Pengecoran pertama yang dilakukan oleh Waket Majelis Diklitbang PPM pada pembangunan Masjid Al Hoory UM Mataram.
Masjid Harus Jadi Pusat Peradaban
U
M Mataram (UMMAT) memulai pembangunan Masjid Al Hoory di lingkungan kampus utamanya di jalan KH Dahlan Mataram, Lombok. Masjid dengan luas 1450 m2 ini dibangun dengan dukungan dana dari Asian Moslem Charity Foundation (AMCF) sekitar Rp 4 miliar dan dana dari UMMAT Rp 1.2 miliar. Pengecoran pertama dilakukan oleh Waket Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Edy Suandi Hamid bersama Ketua BPH Ghulam Abbas dan Rektor Dr
Arsyad Abdul Gani, Kamis (12/9). Masjid ini ditargetkan selesai paling lambat delapan bulan. "Setiap PTM memang seharusnya memiliki masjid yang representatif, sebagai penanda kegiatan dakwahnya. Masjid ini nantinya diharapkan bukan saja untuk aktivitas shalat saja, melainkan sebagai pusat dakwah, sehingga ada ruang pertemuan, ruang diskusi dan semacamnya," kata Prof Edy. []RED
Unimuda Sorong Pecahkan Rekor Muri dalam Suarakan Persatuan
Rektor UNIMUDA menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) di lapangan olahraga Unimuda, Kamis (29/08).
“
Kami ingin menunjukan bahwa Papua Barat terlebih khusus kampus Unimuda Sorong bersatu hidup dalam kedamaian dan saling menyayangi satu sama lain,� papar Rustamadji selaku Rektor Unimuda pada acara pemecahan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) Unimuda Sorong dengan mencetak penari Aster seba22 Warta PTM
Edisi September-Oktober 2019
nyak 1.745 mahasiswa. Tepat pada Kamis (29/08), bertempat di lapangan olahraga Unimuda, acara ini juga dihadiri oleh Johny Kamuru selaku Bupati Sorong, Retna Purbawati selaku perwakilan dari MURI, dan Dandim Sorong Letkol Budiman. Retna berpendapat tarian Aster Unimuda Sorong yang dilakukan 1.745 penari merupakan pertama kali di In-
donesia dan belum pernah dilakukan sebelumnya. “Ini pertama kali sehingga tercatat sebagai rekor MURI,” paparnya. Ia melanjutkan kegiatan ini juga berjalan dengan baik dan penuh dengan semangat persatuan dengan mengutamakan kebersihan sehingga memenuhi semua ketentuan penilaian MURI. “Kriteria penilaian selain terkait jumlah peserta yang lebih dari 1.745, kita juga menilai kekompakan, baik dari kos-
tum ataupun gerakan, ini cukup menarik karena belum pernah ada yang menggelar event sebesar ini, penilaian dilakukan secara offline karena ada beberapa kendala, namun setelah ini kita akan buat berita acara, kemudian kita bawa ke kantor MURI untuk diberi penilaian,” kata Retna Purbawati. Rektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah, Rustamadji mengatakan kegiatan ini untuk menunjukkan kepada Indonesia bahkan dunia bahwa di kampus Unimuda terdapat berbagai jenis suku yang mencintai persatuan. Rustamadji melanjutkan selain menerapkan tri darma perguruan tinggi, melalui pemecahan rekor MURI ini Unimuda mencoba untuk melestarikan adat istiadat masyarakat. “Tari Aster ini adalah tarian kontemporer khas Papua sehingga diharapkan dapat dilestarikan di tengah masyarakat,” tutupnya. []APR
J
umat (6/9), Prof H Lincolin Arsyad membuka Rapat Kerja (Raker) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu di Pasangkayu, Sulawesi Barat. Dalam sambutannya, Prof Lincolin menuturkan bahwa rapat kerja (raker) harus mampu menyusun perencanan dan meninjau kurikulum untuk menyikapi tuntutan dan kebutuhan masyarakat akibat perubahan yang berjalan cepat. “Kurikulum harus sesuai dengan kebutuhan pasar, bisnis, dan industri 4.0. Wawasan pimpinan dan tenaga dosennya diperluas agar bisa mengikuti perkembangan tren dan melahirkan kurikulum kekinian,” paparnya. Prof Lincolin juga berharap agar Unismuh Palu dapat menjadi penggerak yang menyejahterakan, mencerdaskan, dan mencerahkan. Hal itu sesuai dengan visi misi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), yaitu menuju PTM unggul berdaya saing dan berkemajuan. PTM harus memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, tata kelola universitas yang totalitas dan konsisten, serta memiliki keunikan dan kekhasan di bidang keilmuan tertentu. Sehingga nantinya, PTM mampu memberdayakan dan memajukan kehidupan dari segala bentuk
S
ekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Mamuju mengadakan Baitul Arqam dosen dan karyawan angkatan ke-II di Eco Wisata Tapandullu Malawwa Mamuju (23-25/08). Diikuti sebanyak 35 peserta, kegiatan ini bertujuan untuk selain sebagai ajang silaturrahim bagi keluarga besar STIE Muh Mamuju
Rapat Kerja UM Palu di Pasangkayu Sulawesi Barat, Jumat (6/9).
Raker UM Palu
Lahirkan Kurikulum Kekinian keterbelakangan, ketertindasan, kejumudan, dan ketidakadilan. Wakil Rektor Unismuh Palu, Dr. Rafiuddin Nurdin mengamini apa yang diutarakan oleh Prof Lincolin. Menurutnya tujuan raker ialah mengevaluasi program kerja (proker) dan kurikulum tahun sebelumnya kemudian menyusun kembali proker dan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan zaman. “Tentu harapannya hasil raker bisa memberikan perubahan baik. Terlebih sudah ada petunjuk yang diberikan oleh pimpinan pusat. Tinggal menunggu hasil dari tim penyusun dan disenatkan untuk mendapatkan legalitas, selanjutnya adalah aplikasinya,” pungkas Rafiuddin. [] GTA
STIE Muh Mamuju
Baitul Arqam Tingkatkan Paham Muhammadiyah juga untuk memperbarui dan meningkatan pemahaman dosen dan karyawan dalam beragama sesuai dengan manhaj Muhammadiyah. “Untuk aktif di gerakan Muham-
Edisi September-Oktober 2019
Warta PTM 23
WARTA PTM
Kronik
STIE Muh Mamuju mengadakan Baitul Arqam dosen dan karyawan angkatan ke-II di Eco Wisata Tapandullu Malawwa Mamuju (23-25/08).
madiyah maka setiap civitas akademika STIE wajib memahami gerakan Muhammadiyah dengan baik dan benar,” ujar Muchtar Baso, selaku Ketua STIE M Mamuju. Dr Ari Anshori selaku Ketua MPK PP menambahkan, kunci mengemban amanah di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) adalah Fastaqim Kamaa Unirta yang berarti laksanakan dengan penuh istikamah sesuai dengan perintah. “Hal ini dimaksudkan bahwa dalam menjalankan perintah agama kita cukup istikamah terus dalam menjalankan ibadah dan syariat Allah subhana wa ta’ala,” lanjutnya. Turut hadir, Dr Ari Anshori selaku Ketua MPK PP Muhammadiyah, Dr Untung Cahyono, dan Imam Hanafi. Di akhir acara penutupan Wakil Ketua IV STIE Muh Mamuju yang membidangi Al Islam dan Kemuhammadiyahan Furqan Mawardi, S Pd, MPI mengatakan bahwa kegiatan Baitul Arqam ini akan dilaksanakan rutin setiap se-
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendapatkan peringkat pertama PTS terbaik se-DIY dan peringkat ketiga Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik se-Indonesia versi 4ICU.
UMY Duduki PTS Terbaik Se-DIY
“
Prestasi terus diraih oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, di antaranya menjadi nomor 1 (satu) Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Se-DIY dan menjadi nomor 3 (tiga) PTS dalam kancah nasional sesuai dengan peringkat yang di24 Warta PTM
Edisi September-Oktober 2019
mester sesuai dengan tahapan kurikulum dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah Majelis Pendidikan Kader. Di hari yang berbeda, STIE Muh Mamuju juga mengadakan Rapat Kerja (Raker) di kampus setempat, Selasa (27/08). Dibuka langsung oleh Muhammad Sayuti, beliau mengapresiasi peningkatan STIE Muh Mamuju dari tahun ke tahun. “STIE Mamuju telah melakukan raker keuangan dan program secara rutin, dan saya sangat mengapresiasi itu,” ujarnya. Ia melanjutkan, PTMA itu punya kesempatan untuk memperpendek masa untuk mencapai kampus yang unggul, hal itu dapat dilakukan dengan cara sesama PTMA dapat saling belajar dan sharing pengalaman. Sehingga kampus kecil dapat cepat tumbuh menyusul yang besar. Di akhir ia berpesan agar dosen STIE Muh Mamuju dapat belajar, mengajar, dan mengelola kampus dengan sebaik-baiknya. “Motivasi terbaik untuk mengelola kampus adalah kampus menjadi tempat beramal saleh. Mengajar merupakan amal saleh kita kepada Allah SWT,” tutupnya. []APR
tetapkan oleh uniRank,” menjadi caption awal yang kita temui ketika membuka salah satu postingan pada laman media sosial instagram milik UMY. Benar saja, kampus dengan slogan Muda Mendunia ini berhasil menorehkan prestasi. Berdasarkan popularitas dan penggunaan situs web, UMY berhasil menduduki urutan pertama dalam tabel PTS se-DIY diikuti Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Ahmad Dahlan. Selain itu, UMY juga meraih peringkat ketiga PTS terbaik se-Indonesia versi International College University Ranking (4ICU). Tiga kategori penilaian yang diterapkan oleh 4ICU yaitu perguruan tinggi harus terakreditasi oleh badan pemerintah (Kemenristekdikti), perguruan tinggi harus menyelenggarakan tiga level pendidikan tinggi Sarjana, Master, dan Doktoral, dengan proses pembelajaran yang bervariasi. Terakhir, penilaian juga dilihat dari seberapa tinggi popularitas suatu perguruan tinggi ber-
dasarkan aktivitas pembelajaran, yang terekam dalam situs web menjadi acuan pokok penilaian Uni-Rank. Faktanya, dari 570 perguruan tinggi, UMY menjadi PTS terbaik se-DIY dan nomor tiga terbaik se-Indonesia yang memanfaatkan website-nya dalam proses pembelajaran. “Pencapaian ini sebenarnya bukan hanya untuk UMY saja melainkan seluruh civitas akademika
termasuk mahasiswa,” papar Dr Ir Gunawan Budiyanto MP selaku Rektor UMY. Ia juga melanjutkan melalui web dapat menjadi portal informasi berisi situs e-learning, situs jurnal yang aktif dan diakses oleh banyak orang. Sehingga dosen dan mahasiswa memiliki peran besar dalam aktif dan tidaknya web yang terdapat di UMY,” lanjutnya. Dengan adanya prestasi ini semoga dapat menjadi pemicu untuk meningkatkan semangat bagi PTMA lain dalam meningkatkan mutu dan prestasi perguruan tinggi. “Saya juga berharap seluruh lapisan civitas akademika, terutama dosen dan mahasiswa lebih peka terhadap pemanfaatan fasilitas web demi menunjang proses pembelajaran,” tutupnya. []APR
J
ambore XII Forum Komunikasi dan Media Informasi (FKMII) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dilaksanakan di Makassar dengan Pelaksana Pemerhati Alam dan Lingkungan (Pahala) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar sebagai tuan rumah. Digelar dari tanggal 2 September hingga 9 September, Jambore XII ini diikuti oleh 56 Mapala PTM di Indonesia. Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof Irwan Akib, menyampaikan amanah di hadapan para peserta, Senin (2/9). Diharapakan agar Mapala PTM bisa melakukan kajian secara akademik terhadap berbagai fenomena alam yang terjadi, dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Sementara itu, Rektor Unismuh Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM, sangat mendukung pelaksanaan Jambore XII. Abdul berharap kegiatan ini bisa memberi manfaat bagi diri sendiri, masyarakat, lingkungan, dan juga membawa citra baik bagi perguruan tinggi Unismuh Makassar. “Sebagai pecinta alam, Mapala Muhammadiyah seharusnya menjadi yang terdapan dalam menjaga kelestarian lingkungan
U
niversitas Muhammadiyah Surabaya kembali meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam acara pembukaan Mastama (Masa Ta'aruf Mahasiswa), Ordik, dan Ekspo UKM (MOX) 2019, Senin (9/9). Penghargaan ini diperoleh dengan melibatkan 2.243 mahasiswa baru (maba) bermain game si Bintang Muda Muhammadiyah (Bima) bersama-sama di hala-
Sambutan oleh Rektor Unismuh Makassar dalam Pembukaan Jambore XII Forum Komunikasi dan Media Informasi Mahasiswa Pecinta Alam Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Senin (2/9).
Garda Terdepan dalam Pelestarian Indonesia hidup Indonesia. Ini sangat penting demi kelangsungan hidup generasi yang akan datang,” ujarnya. Sejumlah agenda dilaksanakan dalam Jambore XII ini, di antaranya sarasehan di Bantimurung, menanam mangrove di Sinjai, melakukan eksplorasi budaya, jurnalisme warga Dusun Tompobulu, mountaineering, membangun WC masjid, pembersihan sampah di jalur pendakian dan penanaman pohon di pegunungan Tinggi Moncong, Bawakaraeng, serta beberapa kegiatan lainnya. []GTA
UM Surabaya Raih MURI man gedung At-Tauhid Tower. Mengusung ide teknologi melalui media game, MOX 2019 melakukan inovasi dalam orientasi kampus. Game si Bima adalah game edukasi dengan basis pengenalan kampus yang dapat diunduh melalui platform marketplace mataharimu.com. Menurut Steering Committee MOX UM Surabaya, Junaidi Fery Effendi MPd, game virtual ini
Edisi September-Oktober 2019
Warta PTM 25
WARTA PTM
Kronik
Mahasiswa baru UM Surabaya memperlihatkan game si Bima dari ponsel pintar mereka, Senin (9/9).
efektif mempermudah maba dalam mengenal kampus. Mahasiswa juga dapat merasakan sensasi berpetualang dan menjelajah lokasi-lokasi di dalam kampus. “Sebelum direalisasikan, tim kami sudah menguji coba dengan menyelesaikan tantangan dalam game. Dari sepuluh orang yang tercepat, lima di antaranya dapat
Hari pertama seminar 1st National Conference of Public Health, Sabtu (24/8).
1st National Conference of Public Health
Menuju Samarinda yang Sehat dan Ramah Anak
P
rodi S-1 Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah (UM) Kalimantan Timur menggelar seminar 1st National Conference of Public Health dengan tema Kota Sehat dan Ramah Anak pada, 24-25 Agustus 2019. Latar belakang terselenggaranya acara ini ialah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kota sehat dan ramah anak di Samarinda. Dibuka langsung oleh Walikota Samarinda H Syahari Jaang, beliau menyampaikan bahwa sudah saatnya Samarinda menjadi Smart City. “Untuk mengurangi sampah
26 Warta PTM
Edisi September-Oktober 2019
menyebutkan detail gedung dan ruang yang mereka temui,” paparnya. Salah satu maba prodi S-1 Ahwal Al-Syakhsiyah mengaku terbantu dengan adanya game ini. Menurutnya, game ini akan mempercepat maba untuk mengenal kampus. Terutama jika maba ingin pergi ke suatu tempat atau harus mengurus administrasi. Pada kesempatan yang sama, Dr dr Sukadiono MM selaku rektor UM Surabaya meminta mahasiswa menjadi lebih adaptif dengan perkembangan zaman. “Muhammadiyah memiliki visi Islam berkemajuan, artinya kita juga harus mampu mengikuti perkembangan zaman terutama teknologi informasi. Kami ingin menyiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman dengan tetap optimis untuk mengambil peluang, salah satunya menggeluti dunia e-sport,” pungkasnya. []GTA plastik, gunakan tumbler yang bisa diisi ulang. Sejak April kita sudah berlakukan peraturan yang mengharuskan toko mengganti kantong plastik dengan tas yang bisa dipakai berkali-kali,” paparnya. Ketua Prodi S-1 Kesehatan Masyarakat Sri Sunarti, MPH selaku penyelenggara kegiatan menyampaikan bahwa untuk mencapai Indonesia sehat, peran seluruh aspek masyarakat sangat dibutuhkan. “Seminar 1st National Conference of Public Health yang kami selenggarakan ini merupakan sebuah upaya positif dalam memberikan panggung bagi semua sektor untuk menambah khazanah kesehatan masyarakat. Utamanya kota sehat yang ramah anak di Samarinda,” tambah Sunarti. Dihadiri oleh 495 peserta, berbagai elemen masyarakat seperti peneliti, dosen, mahasiwa, dinas kesehatan kota dan provinsi, Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKP3A), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), organisasi profesi, ahli kesehatan masyarakat, perawat, dan kepala puskesmas berdiskusi bersama. Selain seminar, terdapat juga Call of Abstract, lomba PKM penulisan ilmiah, dan lomba poster peneliti muda. []GTA
U
M Gorontalo resmi menggelar turnamen Kejuaraan Pencak Silat pertama kalinya yang diadakan di Gedung David Bobihue Akib, Senin (09/09). Kegiatan ini bertujuan untuk memperingati hari olahraga nasional (HAORNAS) sekaligus milad ke-11 kampus pencerahan UM-Go, yang puncaknya akan diperingati pada bulan November nanti. Sebanyak 281 partisipan turut terlihat dalam perhelatan yang terbagi atas beberapa kategori yaitu kategori SD, SMP, SMA, Mahasiswa, dan Umum. Setiap kontingen akan menunjukan berbagai atraksi sebagai permulaan untuk memperebutkan tropi Rektor UMGo Cup ke I. Disambut meriah, kegiatan ini tidak hanya diakui regional Gorontalo, namun Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku, hingga Maluku Utara. Sejumlah hadiah sudah disiapkan, salah satunya adalah pemenang dapat menjadi mahasiswa UM-Go tanpa tes dan gratis kuliah selama satu semester. “Jadi, khusus anak-anak SMA yang ikut kegiatan ini, akan kami angkat sebagai mahasiswa UM-Go tanpa tes. Bagi mereka yang berhasil juara 1, 2 dan 3 akan diberikan beasiswa gratis kuliah selama
Turnamen Pencak Silat UM Gorontalo di Gedung David Bobihue Akib, Senin (09/09).
UM Gorontalo
Dorong Pencak Silat Gorontalo ke Kancah Internasional satu semester,” ungkap Muhammad Isman Jusuf selaku Rektor UM-Go dalam sambutannya. Ia yakin bahwa dengan adanya ajang ini dapat membawa nama Provinsi Gorontalo ke ajang nasional bahkan internasional. “Jika sepak takraw bisa mengharumkan nama Provinsi Gorontalo ke ajang PON, SEA Games, dan ASIAN Games, kenapa tidak dengan pencak silat,” paparnya. []APR
F
akultas Kedokteran UM Sumatera Utara mengadakan acara Mini Seminar di Aula FK UMSU, Sabtu (7/9). Bertemakan TB Diagnosis and Management, kegiatan ini mengangkat isu penyakit TBC yang menjadikan Indonesia sebagai urutan ke-3 di dunia dengan jumlah kasus 842 ribu. Dibuka oleh Dr Rudianto MSi selaku WR III, acara ini menghadirkan dr Moh Adib Khumaidi selaku Ketua perhimpunan dokter paru Indonesia cabang Sumut dan dr Eka Airlangga selaku Dept Ilmu Kesehatan Anak UMSU sebagai keynote speaker. “Ini menjadi kebanggaan bagi kami, terlebih UMSU dipercaya sebagai Riset Center Pengendalian TB di Sumut, sungguh sebuah kehormatan bagi kami,” papar Dr Rudianto MSi memberikan sambutan. Ia melanjutkan UMSU menjadi satu-satunya PTS yang terakreditasi A, sehinga UMSU bertanggung jawab untuk berkontribusi membangun masyarakat
Fakultas Kedokteran UM Sumatera Utara mengadakan acara Mini Seminar di Aula FK UMSU, Sabtu (7/9).
UMSU jadi Riset Center melalui implementasi Tridarma Perguruan Tinggi. []APR
Edisi September-Oktober 2019
Warta PTM 27
WARTA PTM
Kronik
Kegiatan Mastama STKIP Muhammadiyah Aceh Tengah bertempat di Gedung Kampus STKIP Muh Aceh Tengah, (08/30).
Mastama STKIP Muh Aceh Tengah
S
TKIP Muhammadiyah Aceh Tengah mengadakan kegiatan Masa Pengenalan Kampus mulai tanggal 28 s.d 30 Agustus 2019. Dikenal dengan Masa Ta’aruf
Pembinaan dan Pengarahan Prof. Edy Suandi Hamid pada tenaga kependidikan UM Mataram, (13/09).
PTM Jangan Lupakan Kesejahteraan Karyawan
S
umber daya manusia merupakan unsur terpenting dalam mendukung pengembangan kampus. Dari semua faktor produksi pendukung pengembangan perguruan tinggi, SDM menempati posisi sentral. Oleh karena itu, perhatian pada SDM harus lebih dibandingkan unsur lainnya.
28 Warta PTM
Edisi September-Oktober 2019
Mahasiswa (Mastama), kegiatan ini diadakan di Gedung Kampus STKIP Muh Aceh Tengah, Kampung Mampak, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah (8/30). Mawardi selaku ketua BEM mengatakan kegiatan ini menjadi ajang pengenalan kampus bagi mahasiswa baru. “Serangkaian kegiatan sudah dilakukan selama beberapa hari ini, Alhamdullilah acara Mastama berjalan dengan lancar, pengenalan kampus juga sudah diarahkan untuk mahasiswa yang baru bergabung dengan keluarga besar STKIP Muhammadiyah Aceh Tengah”, Ungkapnya. Syamsul Bahri sebagai Ketua Panitia Mastama mengharapkan setelah selesainya Mastama, mahasiswa baru bisa menyesuaikan diri dalam menghadapi perkuliahan dan dapat mengikuti seluruh civitas akademik kampus dengan baik. “Jika terdapat kendala nantinya, kami dari BEM siap membantu adikadik dan tidak perlu sungkan-sungkan,” tutupnya. []APR "Kesejahteraan pegawai harus selalu diperhatikan. Jangan dinomorduakan," demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid dalam ceramahnya di hadapan semua unsur pimpinan UM Mataram di kampus tersebut (13/9). Dalam acara yang dipandu Rektor UMMAT Dr Arsyad Gani tersebut Prof Edy mengatakan, kampus perlu dibangun megah sehingga menarik calon mahasiswa, infrastruktur dibangun lengkap, namun semua itu tidak boleh mengabaikan kesejahteraan dosen dan karyawannya. "Jangan sampai mereka bekerja keras, tetapi masih memikirkan dapurnya berasap atau tidak," kata Waket Majelis Diktilitbang PPM ini. Namun diingatkan, kalau memang kemampuan PTMnya masih rendah, dosen dan karyawan tidak boleh menuntut terlalu banyak. Walau gaji kecil, tetap bekerja keras dan ikhlas. "Jangan dijadikan alasan karena gaji kecil lantas bekerja seenaknya," pungkas Prof Edy Suandi Hamid. []RED
Edisi September-Oktober 2019
Warta PTM 29
Profil PTM
WARTA PTM
Universitas Muhammadiyah Kudus
Cetak Lulusan Unggul Berorientasi Entrepreneur
Gedung Universitas Muhammadiyah Kudus
U
niversitas Muhammadiyah Kudus mengalami sejarah transformasi yang cukup panjang. Bermula dari Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Muhammadiyah Kudus pada tahun 1984, kemudian konversi menjadi Akademi Keperawatan (Akper) Muhammadiyah Kudus pada tahun 1998. Di tahun 2004 institusi berubah menjadi Akademi Kesehatan (Akkes) Muhammadiyah Kudus. Transformasi kembali terjadi pada tahun 2009 melalui SK Mendiknas nomor 127/D/O/2009. Kali ini institusi berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Kudus. Titik awal bagi STIKES Muhammadiyah Kudus menjadi Universitas Muhammadiyah (UM) Kudus terjadi dengan terbitnya SK Kemenristekdikti Republik Indonesia Nomor : 879/ KPT/I/2018 tertanggal 12 Oktober 2018. UM Kudus kemudian semakin memantapkan eksistensinya dengan menambahkan delapan prodi baru. Kini UM Kudus memiliki tiga fakultas dan 13 prodi, yaitu D-3 Kebidanan, D-3 Keperawatan, S-1 Keperawatan, S-1 Farmasi, Pendidikan Profesi Ners, S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), S-1 Matematika, S-1 Ekonomi Syariah, S-1 Akuntansi, S-1 Teknik Industri, S-1 Hukum, S-1 Sistem Informasi, dan S-1 Ilmu Komputer. 30 Warta PTM
Edisi September-Oktober 2019
Berorientasi Entrepeneur “Menjadi universitas yang menghasilkan lulusan unggul dan Islami tingkat regional, berorientasi enterpreneur tahun 2023”. Tagline tersebut terpampang begitu membaca visi dari UMKU di situs resminya. Dalam merealisasikan visi tersebut, UMKU tentu sudah menyiapkan beberapa langkah yang harus ditempuh. Pertama, ialah menyelenggarakan sistem ca�tur dharma pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta Al Islam Kemuhammadiyahan berlandaskan keilmuan yang kuat, bersinergi dengan dunia usaha dan antar disiplin ilmu di tingkat regional. Kedua, UMKU akan menye� lenggarakan riset berkelanjutan (sustainable research) dengan pengetahuan dan karya bernilai ekonomi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ketiga, adalah mengembangkan peserta didik agar menjadi lulusan beriman, bertaqwa, berakhlaq mu� lia, berwawasan, dan berkemampuan tinggi dalam ilmu peng�etahuan dan teknologi berlandaskan nilai-nilai Islam. Keem� pat, ialah mengembangkan unit-unit bisnis baru yang berasal dari kompetensi kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta kesehatan. Kelima, yaitu membangun kerja sama harmonis antara industri, pemangku kepentingan, dan menguatkan kebanggaan serta keunggulan.
Cetak Lulusan Unggul Berorientasi Entrepreneur
Foto 1. (18/9/2019) Pelantikan Rektor yang baru. Rusnoto SKM., M.Kes. Universitas Muhammadiyah Kudus periode 2019-2023, oleh Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. H. Lincolin Arsyad, M,Sc., Ph.D. Foto 2. Launching Universitas Muhammadiyah Kudus sekaligus peletakan batu pertama oleh ketua PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir M.Si. dok. www.umkudus.ac.id
Memfasilitasi Mahasiswa Secara Maksimal “Tentu saja kami akan akan memfasilitasi mahasiswa secara maksimal,” ujar Rusnoto, SKM., M.Kes selaku Rektor UM Kudus ketika ditanyakan mengenai usaha UMKU untuk memfasilitasi mahasiswa. Ia memaparkan beberapa cara seperti dengan peningkatan SDM untuk menjadi lebih berkualitas serta peningkatan infrastruktur dan sarana prasarana pembelajaran yang lebih modern. Saat ini UMKU sudah memiliki fasilitas yang cukup memadai, seperti beberapa ruang kantor, ruang kelas, perpustakaan, tiga laboratorium, ruang teater, asrama, MU Mart, Kedai MU, autobridal, dan masih banyak lagi. Adanya Unit kegiatan Mahasiwa (UKM) juga diharapkan dapat mengembangakan minat dan bakat dari mahasiwa. Beberapa UKM yang dimilikinya ialah, UKM tari, UKM Paduan Suara, UKM Tapak Suci, UKM Bolla Volly, UKM Teater, UKM Futsal, dan UKM badminton. Prestasi dan Relasi UMKU Berbagai prestasi telah diraih UMKU. Pencapaian di Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Pengembangan Masyarakat menjadi salah satu fokus utamanya. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan (JIKK) sudah terakreditasi nasional oleh Kemenristek RI Jakarta. JIKK masuk dalam 200 jurnal pendampingan menuju Internasional terindek scopus dari 1.400 jurnal yang diajukan ke Kemennristekdikti Republik Indonesia. Untuk pencapaian kinerja penelitian, UMKU masuk dalam klaster madya. Sedangkan untuk kinerja pengabdian masyarakat, berada dalam klater memuaskan. Selain itu, UMKU juga memiliki lima jurnal terindek nasional DOAJ, yaitu Indonesia Jurnal Perawat (IJP), Indonesia Jurnal Kebidanan (IJK), Indonesia Jurnal Farmasi (IJF), Jurnal Keperawatan dan Kebidanan (JIKK), dan Jurnal Abdimas Indonesia (JAI). Berbicara mengenai relasi, UMKU sudah melakukan kerja sama dengan rumah sakit baik regional dan nasional. Kerja sama ini dimaksudkan untuk menempatkan alumni berkerja setiap tahunnya. Terdapat 14 rumah sakit regional dan dua rumah sakit nasional yang telah menjadi mitra. Beberapa di
antaranya adalah Rumah Sakit ‘Aisyiyah Kudus, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Mayong Jepara, Rumah Sakit Umum Daerah dr Soetrasno Rembang, Rumah Sakit Fastabiq Sehat Pati, Rumah Sakit Ananda Bekasi, Rumah Sakit Internasional Bintaro Jakarta, beberapa rumah sakit lainnya.
Strategi Marketing UMKU memaparkan bahwa mereka tidak pernah menempatkan universitas lain di wilayah kudus sebagai kompetitor, melainkan sebagai mitra bersama yang dapat diajak bekerja sama guna meningkatkan minat mahasiswa untuk belajar di UMKU. “Salah satu caranya dengan membuka peluang pendaftaran bersama untuk program studi yang belum ada di masing-masing universitas atau sekolah tinggi,” ujar Rusnoto. Selain itu, strategi lain yang dilakukannya ialah dengan bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti SMA/SMK/MA se-wilayah Keresedenan Pati, Majelis Dikdasmen Muhammadiyah se-Keresedinan Pati, dan Rumah Sakit/organisasi profesi (seperti PPNI)/DKK/Instansi lain berkaitan dengan penerimaan mahasiswa baru. Program sosialisasi penerimaan mahasiswa baru semakin digalakkan dan penyuluhan kesehatan oleh dosen sebagai pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi. Gagasan dan Target UMKU berkomitmen untuk selalu berkembang dan berproses dalam menghasilkan lulusan yang profesional, kreatif, inovatif, mandiri, bertanggung jawab, dan Islami. Oleh kare� nanya ada beberapa target dan gagasan yang ingin dilakukan ke depannya. Meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan melalui kolaborasi dan kemitraan yang berkelanjutan merupakan salah satunya. Selain itu target lain yang tidak kalah penting ialah menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing dan kemampuan kewirausahaan berbasis kesehatan. Terwu� judnya unit-unit wirausaha mandiri diharapkan bisa sejalan dengan visi UMKU yang berorientasi pada entrepreneur. []GTA
Edisi September-Oktober 2019
Warta PTM 31
Profil PTM
WARTA PTM
“
Ada 3 hal yang diusung yaitu mengkombinasikan kurikulum dengan entrepreneurship, kurikulum mampu berdaya saing di tingkat global, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan terintegrasi di pembelajaran,� ujarnya dalam pelantikan Rektor Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Rabu (18/9). Pelantikan rektor untuk periode 2019-2023 ini merupakan kepemimpinannya yang keempat kali. Dua periode sebelumnya Rusnoto, SKM., M.Kes (epid) merupakan ketua dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhamamdiyah Kudus, kemudian menjadi Rektor dalam masa transisi STIKES menuju UM dari tahun 20182019. Kini ia memulai lagi dari nol menjadi pemimpin di UMKU untuk periode 2019-2023. Melalui wawancara via Whataspp dengan Reporter Warta PTM, Gita Madyaning Ratri, Rusnoto memaparkan rencana pengembangan UMKU.
Bagaimana strategi Anda mewujudkan visi dan misi UMKU? Dalam mewujudkan Visi dan Misi UMKU saya melaksanakan beberapa strategi antara lain, menyinergikan secara harmonis institusi bersama Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Kemudian meningkatkan kesejahteraan tenaga dosen dan tenaga kependidikan, melalui pengembangan karir, pendidikan lanjut, jaminan kesehatan dan jaminan hari tua, serta investasi melalui penanaman modal unit usaha institusi. Lalu mengembangkan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi yang terstruktur dan berkesinambungan serta menjadi pijakan dalam keputusan dan pengembangan institusi. Apa saja hambatan atau tantangan yang dihadapi Anda saat menjadi Pimpinan di UMKU? Pada tahun 2018, UMKU memiliki delapan program studi (prodi) baru di luar Fakultas Kesehatan. Saat ini, prodi-prodi baru ini menjadi perhatian khusus kami. Pasalnya semua 32 Warta PTM
Rektor Universitas Muhammadiyah Kudus Rusnoto, SKM., M.Kes:
Kerja Cepat, Kerja Efektif prodi baru belum terakreditasi B. Hal ini menjadi tantangan bagaimana meningkatkan status akreditasi prodi tersebut sehingga menaikkan minat dari pendaftar. Selain itu hampir semua dosen baru di prodi baru belum memiliki jabatan fungsional. Kemudian perlunya sarana prasarana dan dana besar bagi prodi baru, begitu pun dengan perlunya kerja sama dari berbagai bidang yang sebelumnya hanya fokus di kesehatan.
Edisi September-Oktober 2019
Bagaimana cara Anda menghadapi hambatan/tantangan tersebut? Mendatangkan dosen yang memiliki dosen jabatan fungsional atau doktor pada setiap program studi minimal satu per program studi. Kami juga mengusahakan sebelum akreditasi pertama semua dosen prodi baru telah minimal memiliki jabatan fungsional. Lalu membuat rancangan dan rencana mengenai akreditasi kampus. Maksimal dua tahun sudah terakredi-
Kerja Cepat, Kerja Efektif
tasi dan proses akreditasi dimulai sejak dibukanya program studi, dengan target 2020 terakreditasi minimal C, tahun 2022 akreditasi B, sehingga alumni dapat terakreditasi B.
Kepemimpinan seperti apa yang Anda terapkan sebagai Rektor UMKU? Kepemimpinan yang saya terapkan sebagai Rektor UMKU terbagi menjadi empat. Pertama, UMKU yang meliputi integrity, system, service, and provide. Kedua, mental bekerja dengan prinsip 3c3img yaitu cerdas, competent, competitive, inspiratif, inovatif, invensif, independent, dan global. Ketiga, etika bertemu yang terdiri dari senyum, salam, sapa, dan santun. Lalu terakhir mengenai kinerja adalah 3SC yang berarti sharing, solution, serve and collegial collective. Melihat pentingnya sumber daya manusia (SDM) dalam sebuah lembaga, seberapa penting peran internal tim dalam membangun UMKU? SDM harus dikelola dan selalu ditingkatkan kualifikasinya baik dari aspek akademis yang merupakan tuntutan profesional, maupun dari sisi kualitas kepribadian yang sangat dibutuhkan dalam pelayanan kepada mahasiswa sebagai pihak yang dilayani. UMKU menyusun pedoman bagi pengelolaan SDM baik di tingkat universitas, fakultas, maupun program studi dengan menerapkan siklus mutu yang berupa alur perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring-evaluasi. Dengan proses tersebut diharapkan dapat mendorong pemenuhan kebutuhan SDM UMKU baik secara kuantitas maupun kualitas yang proporsional terhadap kebutuhan riil untuk menjamin kualitas pendidikan. Menurut Anda, seberapa penting kerja sama bagi perguruan tinggi? UMKU merupakan institusi yang
bergerak di bidang pendidikan, mempunyai visi, misi, fungsi dan tujuan sebagaimana dipaparkan dalam buku Statuta dan Rencana Strategis (Renstra), yakni menyelenggarakan program kependidikan dan non kependidikan. Oleh sebab itu, UMKU merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komponen dan kehidupan sosial kemasyarakatan. Menyadari akan berbagai kepentingan dalam mewujudkan visi, misi, dan programnya, institusi senantiasa mengembangkan jejaring kerja sama dengan berbagai pihak yang berkepentingan baik di tingkat nasional maupun internasional untuk meningkatkan efektivitas, efesiensi, produktivitas, kreativitas, inovasi, dan relevansi pelaksanaan catur darma Perguruan Tinggi (PT) untuk peningkatan kualitas dan daya saing.
Bagaimana kerja sama regional UMKU? UMKU menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan catur darma PT. Kerja sama tersebut antara lain dilakukan dengan instansi pemerintah maupun non pemerintah. UMKU sebelumnya telah bekerja sama dengan instansi kesehatan antara lain Rumah sakit/Balai Pengobatan/Apotek/Balai Persalinan/ Instansi pemerintah se-keresidenan Pati dan wilayah lain di Jawa Tengah dan Indonesia. Dengan bertambahnya program studi non kesehatan tentunya saat ini UMKU mengembangkan kerja sama regional yang lebih luas. Kerja sama tersebut selain pelaksanaan catur darma perguruan tinggi juga mengembangkan kerja sama dalam rangka peningkatan daya serap lulusan UMKU. Berbicara mengenai kerja sama Internasional, sejauh manakah langkah internasionalisasi di UMKU? Dalam kancah internasional UMKU telah banyak bekerja sama dengan PT di luar negeri. Kerja sama tersebut dalam rangka peningkatan SDM dosen untuk studi lanjut dan publikasi
Ada 3 hal yang diusung yaitu mengkombinasikan kurikulum dengan entrepreneurship, kurikulum mampu berdaya saing di tingkat global, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan terintegrasi di pembelajaran,
ilmiah. Kerja sama internasional yang sudah terjalin antara lain dengan University of Cordilleras Philippines, Cebu Normal University Philippines, Far Eastern University Manila Philippines, Faculty of Nursing Khon Kaen University Thailand, Sirindhorn College of Public, dan masih banyak lagi.
Apa saja target-target yang ingin Bapak capai selama menjadi rektor di UMKU? Jelas seperti yang sudah saya bicarakan sebelumnya mengenai prodi baru. Target saya ke depan ialah semua program studi terakreditasi minimal B, semua dosen memiliki jabatan fungsional, dan memiliki akreditasi Institusi/AIPT minimal B. Lalu pengembangan unit usaha bekerja sama dengan amal usaha Muhammadiyah maupun di luar Muhammadiyah dan Persyarikatan Muhammadiyah. Kemudian meningkatkan sertifikasi dosen minimal 30% dan juga mendorong agar semua dosen sudah mengambil studi lanjut S-3. Sedangkan untuk sarana prasarana kami menargetkan untuk memiliki gedung pertemuan (convention hall) yang berkapasitas 2.000 orang dan sarana olahraga. []GTA
Edisi September-Oktober 2019
Warta PTM 33
Profil PTM
WARTA PTM
Universitas Muhammadiyah Lamongan
Sinergi Mutu Internal dan Eksternal Kampus
Gedung Universitas Muhammadiyah dok. suaranasional.com. Presiden Ir. H. Joko Widodo Letakkan Batu Pertama Pembangunan Tower Universitas Muhammadiyah Lamongan. dok. ristekdikti.go.id. Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menyelenggarakan wisuda pertama, Sabtu (28/9/2019) dok. pwmu.co
A
gamis, Bermutu, dan Cinta Ilmu menjadi tiga kata yang digaungkan oleh Universitas Muhammadiyah Lamongan sebagai identitas. Berdiri pada tahun 2006, perguruan tinggi ini mengimplementasikan unsur agama dalam tagline dengan berdasarkan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Tidak hanya berbentuk frase atau kalimat, tagline ini tetap diterapkan dalam melaksanakan proses perkuliahan. “Perkuliahan harus diskors jika memasuki jadwal shalat, lalu dilanjutkan dengan melakukan shalat jamaah, adanya kultum setiap minggu salah satunya pembahasan Himpunan Pusat Tarjih,” papar Alifin ketika ditanya contoh penerapan tagline. Melalui wawancara bersama Reporter Warta PTM, H. Alifin, S.KM., M.Kes. selaku wakil rektor II UM Lamongan menceritakan dengan lugas awal mula UM Lamongan berdiri hingga berada pada titik sekarang. “Awalnya, kita ini dari STIKES Muhammadiyah Lamongan dan STIE Muhammadiyah Paciran,” paparnya membuka cerita. Awal tahun 2006 menjadi saksi berdirinya kampus ini. Terkenal dengan STIKES Muh Lamongan, kampus ini berdiri dengan berbekal dua prodi yaitu S-1 Keperawatan dan D-3 Kebidanan. Tepat pada Oktober 2018, STIKES Muh Lamongan bergabung dengan STIE Muhammadi34 Warta PTM
Edisi September-Oktober 2019
yah Paciran Lamongan dan berubah bentuk menjadi UM Lamongan. “STIE Muhammadiyah Paciran sendiri sudah berdiri sejak 1999 dua prodi yaitu S-1 Manajemen dan S-1 Akuntansi,” lanjut Alifin.
Koordinasi Hingga Fasilitas Kampus Bukan jalan yang mudah, berdirinya UM Lamongan juga melalui berbagai tahapan, dari koordinasi pada jajaran Persyarikatan Muhammadiyah, PWM dan PDM setempat, pembentukan BPH, hingga penentuan struktur organisasi dan pengangkatan struktural sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada kedua kampus. “Karena institusi ini milik Persyarikatan Muhammadiyah, tentu harus diawali dengan koordinasi serta menjalin komunikasi dengan PTMA lainnya pula,” pungkas Alifin. Melalui proses yang panjang, STIKES Muh Lamongan dan STIE Muh Paciran dinyatakan bergabung melalui surat keputusan Menteri Ristek DIKTI RI Nomor 880/KPT/I/2018. Memasuki tahun 2019/2020 UM Lamongan telah memiliki 1.595 mahasiswa. Tercatat saat ini UM Lamongan telah mengantongi 14 prodi dengan empat fakultas yang terdiri dari Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Sains dan Teknologi, serta Fakultas Keguruan dan
Sinergi Mutu Internal dan Eksternal Kampus
Foto 1. Pelepasan 10 alumni Universitas Muhammadiyah Lamongan untuk bekerja sebagai perawat di RS. Lansia di Jepang dok. fb. Universitas Muhammadiyah Lamongan. Foto 2. Tindak lanjut workshop penyusunan dokumen strategis kampus Universitas Muhammadiyah Lamongan oleh Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dok. fb. Universitas Muhammadiyah Lamongan
Ilmu Pendidikan. Tidak hanya itu, kampus ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas di antaranya ruang kuliah, laboratorium kesehatan, laboratorium komputer dan bahasa, perpusatakaan, masjid, tempat parkir, kantin hingga lapangan olah raga. UM Lamongan juga didukung oleh berbagai lembaga kampus di antaranya lembaga kemahasiswaan, biro penelitian dan pengabdian masyarakat, pusat penjaminan mutu, ormawa, dan alumni.
Optimis Tingkatkan Kualitas Sebagai Universitas yang baru saja merger, UM Lamongan sadar untuk terus berinovasi dan menjaga citra serta kualitas mutu yang baik di mata masyarakat. Berpikir strategis, Alifin memaparkan bahwa perlu untuk mengedepankan satu prodi sebagai keunggulan. “Di Lamongan, dulu kita dikenal STIKES dengan prodi kesehatannya, dan ini dapat menjadi strategi yang diunggulkan,” lanjutnya. Mengingat bidang kesehatan memiliki lapangan kerja yang tidak sedikit yaitu jaringan AUM Bidang kesehatan dengan Rumah Sakit dan Klinik Muhammadiyah/’Aisyiyah. Tidak hanya itu Alfian juga mengatakan lapangan pekerjaan yang tersedia juga melaui AUM bidang pendidikan dari tingkat SD hingga SMK. Strategi berikutnya yaitu mengumpulkan aspirasi baik dari orang tua maupun wali mahasiswa untuk meningkatkan catur darma perguruan tinggi. “Terakhir, UM Lamongan terus menambah dan menyediakan sarana dan prasarana agar mahasiswa dapat nyaman saat proses pembelajaran,” lanjutnya. Lalu, bagaimana cara UM Lamongan menambah jumlah pendaftar? Menjawab pertanyaan tersebut Alifin memaparkan delapan langkah yang diterapkan. “Kompetitor itu ada karena sebelum UM Lamongan berdiri sudah ada universitas lain di Lamongan, jadi ada beberapa strategi marketing yang kami lakukan.” Pertama, membentuk panitia Penerimaan Mahasiswa Baru. Kedua, membuat brosur dan leaflet. Ketiga, melakukan marketing ke sekolah-sekolah di seluruh Kabupaten Lamongan dan kabupaten terdekat. Keempat, iklan di media cetak, media sosial, dan media elektronik. Kelima, mengikuti pameran pendidikan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan baik Kabupaten Lamongan maupun luar Kabupaten
Lamongan. Keenam, bekerja sama dengan guru-guru BK, SMA, SMK, dan MA. Ketujuh, memberikan tali asih sekedarnya kepada perseorang baik mahasiswa UM Lamongan maupun bukan mahasiswa UM Lamongan yang membawa calon mahasiswa baru. Terakhir, melalukan pendaftaran secara One Day Service (ODS).
Proses Menjadi Yang Terbaik Kata Bermutu pada salah satu tagline menjadi target yang terus digaungkan dalam sivitas akademika UM Lamongan. Pasalnya, segala strategi yang dipaparkan oleh Alifin akan menjadi sia-sia ketika tidak diimbangi dengan mutu internal dan eksternal kampus. “Untuk meningkatkan mutu internal, kami menugaskan beberapa dosen untuk studi lanjut ke jenjang lebih tinggi,” papar Alifin. Saat ini satu dosen telah dikirimkan untuk melanjutkan S-2, dan untuk ke jenjang S-3 ada sebanyak 10 orang. Sedangkan untuk meningkatkan mutu eksternal khususnya kerja sama dalam kancah internasional, UM Lamongan telah bekerja sama dengan beberapa universitas luar negeri salah satunya Khon Kaen University (KKU) salah satu perguruan tinggi di Thailand. “Selain itu bulan Oktober 2019 ini, ada 10 orang lulusan prodi S-1 Keperawatan yang akan berangkat kerja ke Jepang.” Meskipun pada kenyataannya, UM Lamongan tak lepas dari hambatan dan masalah. Namun masalah yang dihadapi masih dalam ranah sumber daya insani dari unsur dosen khususnya pada prodi keperawatan, farmasi, administrasi RS, fisioterapi, dan teknik komputer. Ketika ditanyakan mengenai solusi, Alifin menyebutkan hambatan tersebut dapat diselesaikan dengan banyak menjalin kerja sama, koordinasi, serta komunikasi dengan PTMA lainnya. Tidak hanya itu, mereka juga terus gencar dalam memasang iklan baik pada media cetak, media sosial, maupun pengumuman Persyarikatan dan AUM-nya. Ke depannya, UM Lamongan terus berikhtiar untuk menjadi yang terbaik, dengan salah satu gagasannya yaitu membangun gedung perkuliahan dengan 15 lantai. “Kami juga menargetkan untuk peningkatan akreditasi dari C menjadi B atau A, dan yang dari B menjadi A,” tutup Alifin optimis. []APR
Edisi September-Oktober 2019
Warta PTM 35
WARTA PTM
Profil Dosen
D
iawali dengan mengikuti proses seleksi di web retooling Kemenristekdikti, ketiga dosen dari Sekolah Tinggi Kesehatan Muhammadiyah ini mengawali kisahnya ketika terpilih menjadi peserta beasiswa yang berkesempatan merasakan dunia pendidikan di Australia. Mereka adalah Ike Mardiati Agustin, Sp.Kep.J perwakilan dosen dari STIKES Muhammadiyah Gombong, Afriza Umami, M.KM dari STIKES Muhammadiyah Bojonegoro, dan terakhir adalah Andan Firmansyah M.Kep, dari STIKES Muhammadiyah Ciamis. Rubrik Prestasi Dosen kali ini akan mengulik lebih dalam kisah serta cerita mereka ketika menjadi peserta Retooling Kompetensi Pendidikan Tinggi Vokasi yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Perguruan Tinggi dan menapaki ilmu pendidikan di negeri kangguru ini. Tiga Dosen Membawa Nama STIKES Muhammadiyah Menjadi salah satu peserta yang dinyatakan lolos beasiswa merupakan pengalaman baru bagi laki-laki berusia 35 tahun ini. Bermodalkan keyakinan, Andan mencoba mendaftarkan diri dengan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi. “Sebenarnya pengalaman saya di STIKES Muhammadiyah Ciamis masih sangat baru, namun dengan keyakinan dan melampirkan berbagai persyaratan salah satunya bagaimana saya memaparkan komitmen saya kepada STIKES Muhammadiyah Ciamis, serta melalui beberapa tahapan seleksi, saya dinyatakan lolos menjadi salah satu dari 30 peserta,” tutur dosen kelahiran Ciamis ini. Bermodalkan hal tersebut, Andan berhasil mengikuti program beasiswa di Melbourne dan membawa pulang pengalaman yang siap ia implementasikan di STIKES Muhammadiyah Ciamis. “Banyak sekali pengalaman baru yang saya dapatkan terkait kegiatan ini, baik itu perbedaan antara sistem pendidikan vokasi di Indonesia dengan Australia, kultur dan budaya, serta inspirasi pengajaran yang siap saya terapkan nantinya, ” paparnya. Berbeda dengan Andan, membawa 36 Warta PTM
Tiga Dosen PTMA Dikirim Kemenristek Dikti ke Australia Melbourne
Dosen Berprestasi Tingkatkan Kredibilitas nama STIKES Muhammadiyah Gombong, wanita yang kerap disapa Ike ini mengawali beasiswanya dengan dukungan dan support yang kuat dari keluarga. Bagi wanita lulusan S-2 Universitas Indonesia ini, izin dan ridho keluarga terutama suami adalah salah satu jalan ia dapat berada di titik sekarang. Tak heran, program beasiswa ini tidak hanya ia manfaatkan untuk diri sendiri namun juga untuk mahasiswa dan kemajuan STIKES Muhammadiyah Gombong ke depannya. “Sangat besar manfaatnya sejalan dengan Visi STIKES Muhammadiyah Gombong yang Unggul, Modern dan Islami menuntut seluruh elemen untuk dapat mengembangkan diri salah satunya adalah dosen, dengan mendapatkan beasiswa ini saya mampu berkontribusi
Edisi September-Oktober 2019
kepada STIKES Muhammadiyah Gombong bahwa dosen di lingkungan PTM mampu berkarya hingga ke Internasional,” tuturnya. Adaptasi Perbedaan Pendidikan Melbourne dan Indonesia “Kesadaran masyarakat akan ketertiban dan kebersihan yang sangat luar biasa,” menjadi salah satu jawaban kompak yang dilontarkan ketiga dosen ini ketika ditanyakan mengenai hal menarik ketika di Melbourne. Pasalnya, ketertiban dan kebersihan memang menjadi hal pokok yang harus diutamakan bagi pengajar profesi kesehatan seperti mereka. Afriza Umami dosen STIKES Muhammadiyah Bojonegoro ini membenarkan bahwa selain menjadi kota dengan pendidikan
Dosen Berprestasi Tingkatkan Kredibilitas
Dari kiri ke kanan Afriza Umami, M.KM dari STIKES Muhammadiyah Bojonegoro, Andan Firmansyah M.Kep, dari STIKES Muhammadiyah Ciamis dan terakhir adalah Ike Mardiati Agustin, Sp.Kep.J perwakilan dosen dari STIKES Muhammadiyah Gombong,
terbaik dunia, kebersihan kota Victoria ini juga menjadi hal utama yang dikelola oleh pemerintah Australia. “Dari situ saya belajar bagaimana mereka sangat mengutamakan kebersihan serta pendidikan yang tepat waktu dan terorganisir dengan sangat baik, ” tutur dosen berusia 26 tahun ini. Tidak hanya sampai di situ, Afriza juga mengamati bagaimana perbedaan antar sekolah vokasi dan juga perguruan tinggi di Australia terkait kurikulum dan metode penilaian. “Cara mengembangkan kurikulum dan assessment pada mahasiswa diploma sesuai dengan peraturan pemerintah Australia yang kemudian bisa dikembangkan sendiri oleh masingmasing institusi, ” lanjutnya. Menambahkan pemaparan Afriza, Ike memaparkan pembelajaran yang diterima tidak hanya di kelas namun juga dilakukan di laboratorium dan klinik. “Selain itu saya juga belajar tentang kejelasan outcome suatu Pendidikan Vokasi yang selama ini masih abu-abu prosesnya di Indonesia,” lanjut Ketua Tim Pengembang Kurikulum STIKES Muhammadiyah Gombong ini.
“Dengan mengikut program ini, akan berpengaruh pada minat masyarakat untuk mempercayakan pendidikannya di STIKES Muhammadiyah Gombong,” tambah Ika menjelasan mengenai kredibilitas dosen yang berprestasi. Baginya kegiatan ini akan meningkatkan kemampuan mahasiswa baik didukung dari segi model pembelajaran maupun kemampuan bahasa Inggris. Andan juga menjelaskan, program ini memiliki nilai yang relevan dan up to date untuk Ia terapkan pada mahasiswanya. Harapannya, mahasiswa dapat tertarik dan termotivasi untuk melanjutkan studi ke tingkat internasional. “Banyak mahasiswa yang menghubungi saya untuk mengetahui pengalaman saya, dan dengan sangat senang hati saya share pengalaman kepada mereka,” papar. Hambatan Jadi Pengalaman Menarik Selain sistem pendidikan, Afriza bersama peserta lainnya juga harus beradaptasi dengan keadaan cuaca yang berbeda dengan Indonesia. Bulan Agustus sampai Oktober merupakan pergan-
tian cuaca dari musim dingin ke musim semi. “Saat pertama kali datang kami disambut dengan Musim dingin yang suhunya bisa sekitar 2-7 0C dan setelah beberapa minggu musim berubah lebih berangin dan hujan, setelah masuk bulan berikutnya tepatnya November musim berubah yaitu musim semi tapi cuaca masih dingin dan berangin,” pungkas dosen yang mencintai dunia seni ini. Sama seperti cerita dosen-dosen lain yang menempuh pendidikan di luar negeri, permasalahan terkait sulitnya menemukan makanan halal, serta jarak masjid dan musholla yang jauh, hingga pelafalan bahasa Inggris yang berbeda masih menjadi tantangan bagi ketiga dosen ini. Namun, waktu dua bulan dapat mereka lalui dengan baik. Hal ini senada dengan prinsip Afriza, tidak ada kata berhenti untuk selalu belajar dan memberbaiki diri, mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan. Andan menambahkan keterlibatannya menjadi salah satu peserta meningkatkan semangatnya untuk memajukan STIKES Muhammadiyah Ciamis. “Jika ditanya lima tahun ke depan, saya akan memperbanyak buku serta jurnal ilmiah yang nantinya dapat digunakan untuk membesarkan nama STIKES Muhammadiyah Ciamis hingga berubah menjadi universitas,” paparnya optimis. Senada dengan Andan, Ike berkeyakinan untuk terus berkarya dan berusaha dengan optimal guna mendukung pengembangan STIKES menjadi universitas pula. Afriza menyimpulkan, selain meningkatkan kualitas diri sebagai dosen, serta meningkatkan kualitas mutu perguran tinggi, Ia bertekad untuk meningkatkan pula mahasiswa agar berkompetensi dan bisa berdaya saing secara global nantinya. [] APR
Edisi September-Oktober 2019
Warta PTM 37
WARTA PTM
Prestasi Mahasiswa
UM Bandung Juarai Bhayangkara Enduro 2019
Rama Teguh Adipratama berpose dengan juara ke-2 Bhayangkara Enduro 2019, Minggu (21/9).
R
ama Teguh Adipratama, mahasiswa program studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Bandung, meraih juara pertama pada kategori Man Open (open age) di kejuaraan Bhayangkara Enduro 2019, (20-21/9). Kejuaraan ini digelar oleh Polda Kepri bekerja sama dengan Gravity Enduro Indonesia di Bukit Mangsang Kota Batam. Bhayangkara Enduro adalah lomba ketangkasan bagi pecinta sepeda gunung. Ter-
dapat sembilan kategori lomba, yaitu Adventure Ride (open age), Master A (age 30 up), Master B (age 38 up), Master C (age 48 up), Men Open, Men Pro, Men U-21, Veteran, dan Women Open Age. Tahun ini, Bhayangkara Enduro diikuti oleh 158 atlet dari Indonesia dan 35 atlet mancanegara dari Malaysia, Singapura, Inggris, Argentina, Iran, Prancis, Filipina, Iran, Brazil, Taiwan, dan Australia. Mahasiswa yang memiliki hobi adventure sports ini memang sudah cukup sering memenangkan kejuaran yang serupa. Baginya hobi tersebut secara tidak langsung telah menunjang kekuatan fisiknya. “Untuk kejuaraan Bhayangkara Enduro 2019 saya meningkatkan porsi latihan. Hal ini dikarenakan lawan sudah profesional,” tambahnya. Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs H Yan Fitri Halimansyah, S IK, M H berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang silaturahmi dengan komunitas sepeda gunung di Batam. “Semoga kegiatan ini dapat mengkampanyekan sepeda sebagai kegiatan yang ramah lingkungan dengan menitikberatkan kepada prestasi persahabatan serta menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya. []GTA
UM Purwokerto Raih Medali Internasional
U
Wildan Nur Faiz dan Sartono perwakilan UM Purwokerto yang berhasil meraih 1 medali emas dan 2 perunggu dalam kancah internasional, Senin-Kamis (1-5/09).
38 Warta PTM
M Purwokerto berhasil meraih satu medali emas dan dua perunggu dalam kancah internasional yang digelar di Sritex Arena, Senin-Kamis (1-5/09). Diikuti sekitar 547 atlet beladiri dari 14 negara diantaranya Aljazair, Timor Leste, Singapura, Mesir, Taiwan, Pakistan, Jerman, Uganda, Maroko, Thailand, Sudan, Lalestina, Lebanon, dan Indonesia. “Medali emas pada kejuaraan dunia ini dipersembahkan dalam katergori bebas beregu atas nama Wildan Nur Faiz, sementara dua perunggu di kategori perorangan yakni Sartono dan Wildan Nur Faiz,” papar Yudha Febrianta selaku Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga dan Tapak Suci UMP. Ia melanjutkan pada kompetisi ini UMP mengirimkan tujuh atlet dalam kategori perorangan beregu untuk mewakili Jawa Tengah dan setiap kabupaten. “Sebelum mengikuti kejuaraan dunia tersebut, para atlet kita lakukan pemusatan latihan selama tiga minggu di UMP, dan 10 hari di Solo,” paparnya. Menurut pelatih Tapak Suci UMP Teguh Wibowo menjelaskan, medali emas itu diraih Wildan melalui pertarungan seru di partai final mengalahkan tim dari Sumatera Selatan. “Wildan ini pesilat andalan dari UM Purwokerto,” tegasnya. Sebelumnya, Wildan dan Sartono sudah pernah meraih juara di POM Rayon dan POM Prov. “Sartono dapat emas di POMPROV dan besok tanggal 19 September akan ke POMNAS,” lanjutnya. []APR
Edisi September-Oktober 2019
WARTA PTM
Warta dari PTM
Warta dari PTM lain, kami siap menjadi pusat pengembangan investasi wakaf Muhammadiyah,” ujarnya.
STKIP Muhammadiyah Enrekang Mahasiswa KKN STKIP Muhammadiyah Enrekang mengadakan acara penarikan mahasiswa KKN angkatan XVIII bertempat di desa Mekkala, Rabu (02/10). Selama dua bulan mengabdi, mahasiswa KKN menutup program dengan mengadakan acara yang dikemas ramah tamah dan pesta rakyat Desa Mekkala. “Mahasiswa KKN STKIP Muhammadiyah Enrekang ini telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pemberdayaan warga Desa Mekkala. Program kerja mereka juga dirasakan manfaatnya oleh para warga,” ucap kepala Desa Mekkala, Addin, S Pd.
UNISA Yogyakarta Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APIK PTMA) bersama Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menggelar lokakarya perumusan tugas akhir mahasiswa di Yogyakarta (1819/9). Kegiatan yang diikuti berbagai pengelola Program Studi Ilmu Komunikasi di lingkungan APIK PTMA ini ditujukan untuk menghasilkan perumusan tugas akhir mahasiswa yang lebih bervariasi.
Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) ITB-AD mengadakan Kuliah Umum dan Seminar Program Pascasarjana yang bertemakan “Urgensi Gerakan Wakaf dan Implementasinya di Muhammadiyah” pada Sabtu (28/09) lalu di Ruang Syahrir Nurut ITB-AD Kampus Ciputat. Dikonfirmasi, Mukhaer pada Senin (30/09) mengatakan, “Kami memang akan mengembangkan lembaga wakaf dan besar harapan kami ini akan menjadi percontohan bagi kampus-kampus Muhammadiyah atau amal usaha Muhammadiyah lainnya atau dengan kata
STIKES Muh Gombong Bertemakan “Peran Muhammadiyah dalam Riset Sains dan Teknologi di Era Revolusi Industri 4.0 menuju Ketercapaian SDG’s,” URECOL ke-10 kembali diadakan. Bertempat di STIKES Muh Gombong, kegiatan ini diikuti oleh 400 orang peneliti yang terdiri dari 15 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Jawa Tengah dan DIY. “URECOL merupakan forum yang berfungsi untuk memfasilitasi diseminasi hasil penelitian dan pengabdian masyarakat,” papar Arnika Dwi Asti selaku Ketua Panitia The 10 th University Re-
search Colloqium (URECOL). Diselenggarakan sejak 2015, URECOL bertujuan untuk memberikan kesempatan pada para peneliti untuk melakukan publikasi di forum ilmiah.
Universitas Muhammadiyah Sorong Peduli Pengungsi Wamena, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong, mengumpulkan bantuan masyarakat sebagai wujud kepedulian meringankan beban pengungsi kerusuhan Wamena. Mereka peduli dengan sesamanya, itulah salah satu dari nilai yang ditanamkan di Kampus Universitas Muhammadiyah Sorong.
Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Waradzi Mustakim mahasiswa UM Sumatera Barat berhasil mengukir prestasi menjadi juara pertama dalam Andalas Social Essay Competition 2019. Diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sosiologi Universitas Andalas, kompetisi ini diikuti oleh lebih dari 100 tim dari berbagai universitas di Indonesia. Berlangsung selama empat hari (18-22/09), Waradzi Mustakim berhasil menjadi pemenang mengalahkan Universitas Indonesia, Universitas Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, Universitas Riau, dan lainnya.
Edisi September-Oktober 2019
Warta PTM 39
Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Atlet pencak silat Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) menyumbangkan medali untuk Kalimantan Timur di perhelatan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) ke-XVI 2019. Digelar di Jakarta dari tanggal 19 September 2019 hingga 27 September 2019, prodi Pendidikan Olahraga UMKT berhasil menyabet dua medali dalam keikutsertaan POMNAS yang pertama kali ini. Satu medali perak kelas D putra diraih oleh Reza Restu Priyai dan satu medali perunggu kelas G putra atas nama Ricky Sopyan Safutra.
STIK Muhammadiyah Pontianak Menanggapi kabut asap yang semakin parah di daerah Kalimantan khususnya wilayah Kota Pontianak, STIK Muhammadiyah Pontianak bersama MDMC Kalimantan Barat mendirikan Rumah Oksigen. Dalam waktu cepat Rumah Oksigen sudah banyak dipenuhi masyarakat untuk meminta bantuan terkait dengan masalah pernapasan. Di rumah oksigen tersedia tabung oksigen, masker, dan alat-alat yang dapat memberikan pertolongan pertama. Tersedia juga tenaga yang bertugas menjaga rumah oksigen di antaranya tenaga dosen, staf, dan mahasiswa.
STIT Muhammadiyah Sibolga Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) 40 Warta PTM
Muhammadiyah Sibolga terima penyuluhan bahaya narkoba dari Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja. Bertujuan untuk melakukan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahan dan Peredaran Gelap Narkoba, dan Sosialisasi Radikalisme di kampus, kegiatan ini diikuti sekitar 60 mahasiswa baru. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini peserta dapat bertanggung jawab dan siap untuk memberantas peredaran gelap narkoba di Kota Sibolga khususnya di lingkungan keluarga, sekolah, dan lingkungan lainnya.
Universitas Ahmad Dahlan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prof Dr Dyah Aryani Perwitasari MSi PhD Apt, meraih juara 1 lomba cipta lagu mars jurnal ilmiah oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI), Sabtu (14/9). Mars Jurnal Ilmiah berjudul Pena Berkarya ini berhasil menyisihkan 30 peserta dari seluruh Indonesia dan menjadi pemenang di antara 8 finalis lainnya. Wakil Rektor I UAD, Dr H Muchlas MT, mengucapkan rasa syukur dan bangga atas pencapaian ini. Menurutnya ini bisa mengukuhkan nama UAD di Perguruan Tinggi Indonesia.
Universitas Muhammadiyah Buton Universitas Muhammadiyah (UM) Buton adakan Pengenalan Kehidupan Kampus (PKK) sebagai kegiatan khusus bagi para mahasiswa baru sebelum memasuki dunia kampus. Diadakan selama empat hari (14-17/09), PKK UM Buton diikuti sekitar 1.598 mahasiswa. Kegiatan selama empat hari dibagi da-
Edisi September-Oktober 2019
lam dua sesi, hari pertama dan kedua untuk kegiatan pengenalan dunia akademik dan wawasan kebangsaan, sedangkan hari ketiga dan keempat diisi dengan training ESQ.
STISIP Muhammadiyah Sinjai “STISIP Muhammadiyah Sinjai adalah kekuatan baru dalam menopang perubahan menjadi Universitas,” papar Dr. Umar Congge selaku ketua STISIP M Sinjai dalam laporannya pada prosesi pengukuhan mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020, di gedung pertemuan Sinjai, Senin (09/09). Dipimpin oleh Dr H.A Djamaluddin MSi prosesi pengukuhan diikuti sebanyak 415 mahasiswa baru yang terdiri dari prodi Administrasi Negara dan prodi Ilmu Pemerintahan.
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir meresmikan Muhammadiyah Corner, Jumat (27/9) di Gedung Pascasarjana UMSU, Jalan Denai Medan. Muhammadiyah Corner merupakan bagian dari layanan khusus Kampus UMSU untuk public khususnya mahasiswa Muhammadiyah. Peresmian Muhammdiyah Corner ditandai dengan pemotongan pita bersama oleh Ketua PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir, Ketua PW Muhammadiyah Sumut Prof Dr Hasyimsyah Nasution, dan Rektor UMSU Dr Agussani.
Edisi September-Oktober 2019
Warta PTM
1