Skip to main content

Warta PTM Edisi September-Oktober 2018

Page 1

TOPIK UTAMA Tantangan Inovasi Disruptif bagi Perguruan Tinggi

WAWANCARA Wakil Rektor III UMY Dr. Suryo Pratolo, S.E., M.Si., Ak., CA., AAP-A.: Kreatif Sikapi Perguruan Tinggi Asing

WARTA PTM

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian & Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Inovasi Disruptif di Perguruan Tinggi

Terminologi disruptive innovation dipopulerkan oleh Clayton M. Christensen pada 1997. Disruptive innovation dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai inovasi yang mengganggu, yang sudah disadur menjadi “inovasi disruptif�. Terminologi tersebut digunakan untuk menggambarkan suatu perubahan atau hal baru yang mengganggu keberadaan hal yang lama. Disrupsi dapat terjadi di segala bidang. Salah satu bidang yang tidak luput adalah pendidikan, terlebih pendidikan tinggi. www. diktilitbangmuhammadiyah.org

Edisi September Oktober 2018


ASA

Inovasi Disruptif di Perguruan Tinggi

T

erminologi disruptive innovation dipoada tiga komponen yang perlu disiapkan pulerkan oleh Clayton M. Christendalam menghadapi disrupsi: manajemen sen pada 1997. Disruptive innovation PTM (pimpinan dan staf), tenaga pendidik dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai (dosen), dan mahasiswa. Inovasi perlu dilainovasi yang mengganggu, yang sudah disakukan oleh ketiga sisi ini dengan sinergitas dur menjadi “inovasi disruptif�. Terminologi yang tinggi. Sisi manajemen perlu berbenah tersebut digunakan untuk menggambarkan dengan menghadirkan kemudahan teknolosuatu perubahan atau hal baru yang menggi untuk dosen dan mahasiswa. Dewasa ini, ganggu keberadaan hal yang lama. Disrupbukan lagi online sistem berbasis web yang si dapat terjadi di segala bidang. Salah satu dibutuhkan, melainkan sudah merambah bidang yang tidak luput adalah pendidikan, pada basis Android dan iOS. Kampus perlu terlebih pendidikan tinggi. Meski demikian, menyiapkan single sign on untuk (kartu renbentuk dan dampak disrupsi dalam dunia cana studi) KRS dan informasi akademik pendidikan tinggi sedikit berbeda dengan Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. lainnya dengan basis Android. Aplikasi ini dunia bisnis. Dalam dunia bisnis, disrupsi diharapkan dapat digunakan bukan hanya Wakil Ketua Majelis Pendidikan akan mengubah peta persaingan dan struc- Tinggi Penelitian dan Pengembangan untuk informasi nilai, namun juga interaksi Pimpinan Pusat Muhammadiyah ture, conduct, performance (SCP). Di dunia kelas seperti meng-upload tugas, mengamTahun 2015-2020 perguruan tinggi (PT), hal tersebut hampir bil bahan kuliah dari dosen, dan lain sebatidak terjadi. Hal ini dikarenakan arus pasogainya. Dosen juga perlu melek teknologi, kan (mahasiswa) dan pasar (persaingan dengan perguruan tidak melulu menggunakan kelas fisik sebagai tulang puntinggi lain) cenderung bersifat homogen. Oleh karenanya, ggung proses belajar mengajar, namun belajar menggunadisrupsi yang dimaksud di PT lebih merujuk pada bentuk kan ruang virtual seperti google classroom. PTM juga harus inovasi yang membedakan produk lulusan seperti: pem- berusaha meraih akreditasi internasional seperti yang telah belajaran jarak jauh, sistem online, akreditasi internasional, dicapai oleh beberapa universitas besar lainnya, seperdan penggunaan teknologi dalam praktik. Berbagai inova- ti Universitas Gadjah Mada (UGM). Misalnya, Fakultas si tersebut tentu akan meningkatkan kualitas lulusan. Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM yang telah meraih akrePada pertengahan 2018, Kemenristekdikti mewaca- ditasi dari The Association To Advance Collegiate Schools nakan 10 universitas asing yang akan beroperasi di Indo- of Business (AACSB). nesia. Menristekdikti mencontohkan beberapa perguruan Selain menyiapkan single sign on untuk KRS dan intinggi asing yang tertarik untuk beroperasi di Indonesia, formasi akademik lainnya dengan basis Android, juga yakni Universitas Cambridge dari Inggris, Universitas diperlukan untuk menyiapkan kelas berbasis Virtual LearMelbourne dan Universitas Queensland dari Australia. Se- ning Environments (VLEs). Hal ini sangat perlu dilakukan luruh perguruan tinggi luar negeri (PTLN) asing tersebut dalam rangka menyiapkan sistem pendidikan jarak jauh akan membawa teknologi dari negara asalnya, termasuk (PJJ). Sistem ini perlu didukung dengan beberapa langkelas digital atau Virtual Learning Environments (VLEs). kah konkret. Pertama, perlu menyiapkan server dan proviKelas tidak lagi berbentuk fisik namun sudah dalam ben- der yang besar. Investasi ini dapat dilakukan dengan upaya tuk online. Dosen dan mahasiswa tidak lagi saling bertatap diplomasi kepada penyedia perangkat keras (komputer) muka secara langsung. Berbagai kemudahan atas hadirnya dan jaringan (Telkom, dan lain-lain) untuk mendapatkan teknologi ini sudah tentu akan menarik minat calon-calon kerja sama dengan harapan dapat menekan biaya. Kedua, mahasiswa apalagi orangtua untuk menyekolahkan anak- meyiapkan aplikasi ruang kelas virtual semacam google anaknya di PTLN. Meskipun Menristekdikti menjamin classroom, namun khusus untuk PTM. Meskipun ini hanya bahwa kehadiran PTLN harus bekerja sama dengan pergu- bersifat persiapan software, jika tidak dilakukan berbarengruan tinggi swasta (PTS) Indonesia, perlu dipertanyakan an dengan persiapan perangkat keras, maka akselerasi apakah PTLN selalu bersedia bekerja sama dengan PTS yang diinginkan akan sulit tercapai. Dengan dua langkah pilihan Kemenristekdikti. Dengan kata lain, PTS, khusus- investasi tersebut, PTM sebetulnya sudah dikatakan siap nya PTM, perlu berbenah diri untuk menyesuaikan diri dan mampu membuka kelas virtual dan memasuki dunia dengan dunia disrupsi dan bersiap-siap menghadapi per- disrupsi. Meski demikian, hal-hal tersebut perlu didukung saingan dengan PTLN. dengan kecakapan dosen dalam menggunakan fasilitas itu. Dalam menghadapi persaingan dengan PTLN da- Maka, perlu ditambahkan pelatihan dosen dalam menggulam konteks disrupsi, PTM perlu membangun keperca- nakan ruang kelas virtual tersebut. Diharapkan ruang keyaan diri atas kinerja. Perlu diingat bahwa sebagai PT, las virtual tidak lagi hanya digunakan sebagai penunjang

Edisi September-Oktober 2018

Warta PTM

1


Susunan redaksi (tempat mengumpulkan tugas dan mengambil materi), namun juga digunakan sebagai sarana pertemuan kelas dengan sistem pengajaran jarak jauh atau sistem teleconference. Langkah terakhir adalah menyiapkan mahasiswa agar sadar akan inovasi disruptif. Untuk menghadapi era disrupsi, mahasiswa pada dasarnya harus melek teknologi. Bukan hanya bisa menggunakan teknologi, namun mampu menggunakannya sebagai alat untuk mengembangkan diri. Semua dimulai dengan kesadaran mahasiswa untuk menggunakan teknologi dalam proses belajar mengajar. Mahasiswa diarahkan untuk menggunakan sistem online dalam belajar. Dengan kemampuan menggunakan teknologi, ditambah dengan disiplin ilmunya, mahasiswa diharapkan mampu mengadopsi inovasi-inovasi yang ada di dalam maupun di luar negeri. Selain itu, akan lebih baik jika mahasiswa tidak bergantung pada lapangan perkerjaan yang ada, namun justru mampu membuka lapangan kerja sendiri menggunakan kecanggihan teknologi. Statista meramalkan akan ada 97,4 juta orang Indonesia yang aktif menggunakan ponsel pada 2020 nanti. Mahasiswa perlu melihat hal tersebut sebagai kesempatan untuk membuka lapangan kerja baru berbasis online. Dengan berbagai usaha untuk membenahi tiga sisi tersebut, diharapkan PT akan menuju kepada world class university (WCU). Di tengah era disrupsi, mobilisasi sumber daya sangat cepat terjadi. Oleh karenanya, berbagai langkah strategis tadi jika dilakukan akan memberikan lompatan sistematis yang pada akhirnya akan memberikan PT posisi yang diperhitungkan di dunia. Akhir-akhir ini pemeringkatan yang banyak dijadikan acuan adalah QS, Webometrics, 4ICU, dan lain-lain. Pemeringkatan WCU tersebut bukan semata ditujukan untuk promosi dan mendapatkan mahasiswa sebanyak mungkin. Lebih jauh, secara substansif perlu menunjukkan kualitas daya saing global. PT yang berorientasi kuantitatif lulusan tanpa memperhatikan kompetensi lulusannya, akan dengan

WARTA PTM

sendirinya terseleksi secara alamiah, apalagi di tengah era disrupsi ini. Inovasi disruptif ini sangat erat kaitannya dengan revolusi industri 4.0. Sebagai badan akademis, perguruan tinggi seharusnya mampu menjadi motor pada kajian mengenai pemikiran-pemikiran inovatif dan alternatif-alternatif menghadapi dampak revolusi industri 4.0. Kampus sudah seharusnya memberikan kontribusi bukan hanya berupa mempersiapkan lulusannya menghadapi revolusi itu, namun juga harus memberikan jawaban nyata dengan kajian-kajian atau riset terpublikasi. Revolusi yang menekankan pada pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya itu menjadi bahan yang harus diserap dan diadaptasi oleh dunia PT. Kemenristekdikti memiliki keyakinan bahwa Indonesia sangat potensial dalam hal kesiapan menghadapi revolusi industri 4.0. Menristekdikti menghimbau agar dosen sadar dengan tuntutan yang lebih baik dalam kompetensi maupun kemampuan untuk melakukan kolaborasi riset dengan profesor kelas dunia. Selain itu, dosen yang didominasi oleh generasi digital immigrant perlu meningkatkan kemampuan dalam menggunakan dunia digital sebagai ruang mengajar. Tantangan lain yang dihadapi dalam rangka memenuhi kebutuhan dosen berkualitas adalah menjaring lulusan terbaik perguruan tinggi untuk menjadi dosen. Sebagai penutup, perlu disadari bahwa disrupsi merupakan sebuah keniscayaan. Sebagai insan yang diberikan akal dan pikiran, tidak perlu berpikir pesimis, takut, bahkan antidisrupsi. Justru dengan adanya disrupsi ini, akan ada alih teknologi yang lebih cepat dan memberikan kemudahan bagi umat manusia. Mungkin sekali, waktu pekerjaan seseorang akan hilang karena telah tergerus oleh disrupsi. Meski demikian, semua perlu sadar bahwa itu merupakan pertanda bahwa sebagai manusia, semua perlu belajar kembali dan menyesuaikan diri dengan zaman. Dengan hilangnya pekerjaan itu, kita harus belajar keahlian baru yang sesuai dengan kebutuhan zaman.[]

Warta PTM diterbitkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah SUSUNAN REDAKSI

PENANGGUNG JAWAB: Lincolin Arsyad PEMIMPIN UMUM/REDAKSI: Edy Suandi Hamid DEWAN REDAKSI: Muhammad Sayuti I Muhammad Samsudin I Ahmad Muttaqin REDAKTUR PELAKSANA: Agung Prihantoro REPORTER: Nisa Pujiana KEUANGAN: HS Mulyatno IKLAN: Ahmad Rizal ALAMAT REDAKSI: Jln. KHA Dahlan 103 Yogyakarta 55262 Telp. +62-274-389485 Faks. +62-274-376336 Email: redaksiwartaptm@gmail.com Rekening Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Nomor 09-0008-7003 BNI Cabang Yogyakarta a/n Lincolin Arsyad, Prof. Dr. M.Sc.

Warta PTM menerima tulisan yang berupa opini, berita panjang, berita singkat, glosarium dan foto seputar perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Redaksi berhak menyunting tulisan. Silakan kirim tulisan dan/atau foto ke email redaksi.

2

Warta PTM

Edisi September-Oktober 2018


daftar isi ASA •

Inovasi Disruptif di Perguruan Tinggi__1

TOPIK UTAMA Tantangan Inovasi Disruptif bagi Perguruan Tinggi__4 • Menjawab Tantangan Inovasi Disruptif__6 •

WAWANCARA • Wakil Rektor III UMY Dr. Suryo Pratolo, S.E., M.Si., Ak., CA., AAP-A.: Kreatif Sikapi Perguruan Tinggi Asing__8

KINERJA • • • • • • •

Training ESP oleh Holmesglen di UM Palembang__10 PTKI Muhammadiyah Tingkatkan Kualitas SPMI__10 Rakernas APTKMMI 2018 Persiapan UKAKMI__11 Rakernas ALPTKM 2018: Jadikan LPTK sebagai Thinking Organization__12 9 PTM Ikuti Pameran Pendidikan Thailand__13 Majelis Diktilitbang Kunjungi KKN PTM di Thailand__14 Leadership Training Pimpinan PTM II: Ciptakan Kader Unggul Pimpinan PTM__15

inaugurasi • • • • •

Pelantikan Rektor UM Bengkulu 2018-2022: PTM Harus Punya Keunggulan Kualitatif__17 Pelantikan Ketua STIKM Pontianak Periode 20182022: PTM Hadir Tanpa Diskriminasi__17 Pelantikan Wakil Rektor II UM Gresik: Perlu Berlari Tiga Kali Lebih Cepat__18 Pelantikan Wakil Rektor UMSU__19 Metamorfosis Stikes Mucis__20

TOPIK UTAMA Tantangan Inovasi Disruptif bagi Perguruan Tinggi Google, IBM dan banyak perusahaan lain di Amerika tak mensyaratkan gelar sarjana dari perguruan tinggi (PT) bagi calon-calon karyawannya. Lantas, apakah perguruan tinggi masih dibutuhkan? PT seperti apakah yang masih dibutuhkan? Apakah perusahaan-perusahaan tersebut berjalan ke arah yang salah ataukah mereka mendahului zamannya?

Wawancara Wakil Rektor III UMY Dr. Suryo Pratolo, S.E., M.Si., Ak., CA., AAP-A.: Kreatif Sikapi Perguruan Tinggi Asing Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terus mematangkan kesiap-sediaannya untuk menagak Era Inovasi Disruptif. Akreditasi internasional, blended learning, penggunaan sistem teknologi informasi di semua bidang, akreditasi internasional, penyelenggaraan summer course atau summer school—ini langkah-langkah kesiap-siagaan yang ditempuh UMY. Hal-hal tersebut dituturkan oleh Dr. Suryo Pratolo, S.E., M.Si., Ak., CA., AAP-A., Wakil Rektor III Bidang Sumber Daya Keuangan dan Aset UMY, dalam wawancara khusus dengan Warta PTM di kantornya, Jumat (13/7/18).

INOVASI • •

Merintis Kuliah Jarak Jauh_21 Empat Prinsip Pengelolaan Keuangan & Aset UMY__22

SALINDiA •

Salindia__23

kronik • • • • • • • • • • • • • • • •

Kiat UM Bandung Menjaring Mahasiswa Baru__24 Pembangunan Perumahan Dosen & Karyawan Unismuh Makassar__24 Summer Course Mhs UMKT di Asia University Taiwan__25 UM Magelang Tingkatkan Daya Saing_26 UM Purwokerto Soroti Revolusi Industri 4.0__26 Unimus Buka S-2 Ilmu Laboratorium Klinis Pertama di Indonesia__27 Jangan Hanya Download, tapi Juga Harus Upload__28 Permainan untuk Pembelajaran “Econesia”__29 Gerakan Berkemajuan di Semua Lini Kehidupan__29 Prof. Edy Lepas Mahasiswa UMSU Magang ke 3 Negara_30 STKIP Muhammadiyah Sorong Jadi UNIMUDA__31 Stikes PKUM Surakarta Pionir 2 Prodi Baru__32 Jangan Hanya Menggunakan, tapi juga Ciptakan Teknologi_33 Mahasiswa PTM Raih Medali Emas di Asian Games 2018A__34 Berpegang pada Tata Kelola yang Baik__35 SARMMI, Relawan Pertama di Daerah Terisolasi di Lombok__35

DATA •

Data__37

PROFIL PTM • • •

Universitas Muhammadiyah Purwokerto Bersiap Menerima Mahasiswa dari Seluruh Dunia__38 Wakil Rektor I UM Purwokerto Dr. Anjar Nugroho, S.Ag., M.Si., : Target AIPT “A” pada Akhir 2018__40 STKIP Muhammadiyah Sidenreng Rappang Mengembangkan Ilmu Pendidikan & Teknologi__42

PROFIL DOSEN •

Nasruddin, S.Si., M.Si., Ph.D.: Membangun Muhammadiyah Research Network for Plasma Medicine__44

warta dari ptm •

Relawan UM Surabaya untuk Korban Gempa Lombok__46

regulasi • Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penelitian__48

Edisi September-Oktober 2018

Warta PTM

3


topik utama

Kepemilikan Akun Media Sosial

Tantangan Inovasi Disruptif bagi Perguruan Tinggi Google, IBM dan banyak perusahaan lain di Amerika tak mensyaratkan gelar sarjana dari perguruan tinggi (PT) bagi calon-calon karyawannya. Lantas, apakah perguruan tinggi masih dibutuhkan? PT seperti apakah yang masih dibutuhkan? Apakah perusahaan-perusahaan tersebut berjalan ke arah yang salah ataukah mereka mendahului zamannya?

H

al itu disampaikan oleh Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) periode 2018-2022, dalam focus group discussion (FGD) Warta PTM tentang inovasi disruptif di PT yang dihelat di Yogyakarta, Rabu (23/5/18). FGD ini juga diikuti oleh Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi dan Dewan Redaksi Warta PTM Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., Dr. Muhammad Samsudin, M.Pd., dan Ahmad Muttaqin, M.Ag., M.A., Ph.D. Dua peserta undangan lainnya adalah Rektor UM Kalimantan Timur Prof. Dr. Bambang Setiaji dan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Yogyakarta Punang Amari Puja, S.E., S.T., M.I.T. Menurut Fathul, berkat inovasi teknologi, perusahaan-perusahaan seperti Google dan IMB bergerak mendahului zamannya. Mereka tidak berjalan ke arah yang salah, dan ini tantangan, bukan ancaman, bagi PT. Prof. Edy dalam pengantar FGD juga menegaskan, inovasi teknologi bukan ancaman, tetapi justru membuka peluang dan kesempatan baru bagi PT. PT harus menyikapinya dengan optimis. “Inovasi dibangun dengan optimisme. Teknologi baru menciptakan kesempatan kerja baru. Mengantisipasi setelah adanya disruptive innovation, optimisme bukan

4

Warta PTM

Edisi September-Oktober 2018

panik dan terancam. Pimpinan harus memberikan harapan, bukan ancaman. Disruptive innovation jadi peluang. Ide baru, kreativitas, inovasi. Harus dimunculkan oleh perguruan tinggi,” ujar Prof. Edy. Dekan Fakultas Teknik UGM Prof, Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D., saat dimintai pendapatnya, memadahkan via WhatsApp (9/7/18), “Pendidikan, dalam hal ini perguruan tinggi, harus mampu memanfaatkan teknologi dan perubahan yang terjadi untuk meningkatkan dan memperbaiki dirinya agar lebih efisien, adaptif, dan tetap relevan. Kata kuncinya adalah relevansi. Bagaimana perguruan tinggi tetap relevan di tengah inovasi disruptif.”

Permainan Berubah Inovasi teknologi (gawai, internet, media sosial komputasi awan) dan tuntutan yang makin kuat dari perusahaan-perusahaan (industri) dan masyarakat atas caloncalon karyawan atau lulusan PT merupakan dua dari lima perubahan permainan dalam lanskap PT, seturut Fathul, doktor alumnus Department of Information System, University of Agder Norwegia. Tiga bentuk lainnya ialah karakter mahasiswa yang berubah, kehadiran kompetitor atau pemain baru, dan regulasi pemerintah. Soal regulasi, Rektor Universitas Bina Nusantara


Tantangan Inovasi Disruptif bagi Perguruan Tinggi

Prof. Dr. Ir. Joseph Stanislaus Harjanto Prabowo, M.M., ketika diwawancarai via telepon (9/7/18), mengatakan, inovasi teknologi juga mendisrupsi aturan-aturan lama Kemenristekdikti. Fathul mengimbuhkan, “Teknologi baru ini sudah tidak bisa dihindari. Ini sudah qodarullah, sunatullah.” Teknologi-teknologi inovatif menggantikan tenaga dan pikiran manusia, tetapi masih ada banyak hal yang tidak bisa digantikan oleh teknologi. “Ini jarang disentuh di perguruan tinggi. Apa itu? Kreativitas. Kreativitas itu tidak bisa digantikan oleh mesin. Saya lihat, jarang sekali perguruan tinggi, program studi, yang mengajarkan kreativitas secara terstruktur,” ujar Fathul. Karakter mahasiswa atau calon mahasiswa zaman sekarang juga berubah. Anak-anak milenial ini cenderung visual. Mereka lebih senang mengikuti kuliah yang berisi banyak video dan gambarnya daripada kuliah yang banyak ceramah dosennya. Selain itu, kehadiran kompetitor atau pemain baru juga mengubah permainan di pendidikan tinggi. Mereka adalah universitas-universitas asing yang akan masuk ke Indonesia. Sementara itu, Muhammad Samsudin mengatakan, “Yang jadi problem terbesar adalah perubahan mindset. Perubahan, ketika kita mau mengadopsi teknologi, apa pun bentuknya, itu ada dua. Pertama, dia harus meningkatkan kinerja. Itu hal pokok. Perubahan teknologi adalah peningkatan kinerja. Apa gunanya mengadopsi teknologi kalau tidak ada peningkatan kinerja. Kedua, memudahkan orang untuk belajar. Ini terkait dengan dunia pendidikan.” Rektor Universitas Bina Nusantara Prof. Harjanto menambahkan, pertama, PT sering hanya ikut-ikutan memakai teknologi, tetapi tidak fokus untuk mendidik mahasiswanya. Kedua, watak teknologi memang memudahkan manusia, tetapi pemakaiannya di PT tak lepas dari mindset para dosen. “Pokoknya, pakai teknologi, tetapi tidak fokus bagaimana menyiapkan lulusan yang punya kemampuan berbeda. Kalau lulus nanti, dia harus menghadapi kondisi berbeda dengan kita yang lebih dulu lulus,” ujar Prof. Harjanto. “Tapi, itu semua juga tidak lepas dari mindset atau kemampuan dari para dosen. Kalau tenaga pendidikan tidak siap secara mentalitas, sistem pembelajarannya mau diubah apa pun, balik-baliknya itu-itu saja,” tambahnya. Hal-hal tersebut menjadi tantangan, apalagi bagi PT-PT yang pembelajarannya tidak praktis, dosennya sulit ditemui oleh mahasiswa dan tidak menyenangkan, biaya kuliahnya mahal, dan persyaratan kuliahnya berbelit dan menyita waktu. Ditambah lagi, peluang kerja di masyarakat menurun, dan kian banyak pekerjaan yang

digantikan oleh robot atau artificial intelligence (AI).

Bidang Kerja Anyar Kian banyak pekerjaan yang akan disulih dengan robot atau AI merupakan dampak dari inovasi AI, robotik, nano-teknologi, 3D printing, genetika, dan bioteknologi, ujar Punang Amari Puja, dan ini harus diantisipasi oleh PT dalam kaitannya dengan program-program studinya dan capaian pembelajarannya. Punang mengutip data dari The Economist, robot dan artificial intelligence (AI) sebagai inovasi teknologi dalam 20 tahun ke depan diperkirakan akan menggantikan pekerjaan-pekerjaan engineer, chemical, firefighter, actor, health technologist, ekonom, pilot penerbangan komersial, machinist, word processor, typist, agen penjualan rumah, technical writer, retail salesperson, akuntan, auditor, dan telemarketer. Probabilitas penggantian ini berkisar antara 2-99% Sementara itu, World Economic Forum (2016), nukil Punang, memprediksi perubahan (displacement) bidangbidang kerja antara 2016-2020. Bidang-bidang kerja instalasi, perawatan, konstruksi, ekstraksi, kesenian, desain, hiburan, olahraga, media, manufaktur, produksi, perkantoran dan administrasi mengalami penurunan. Bidangbidang kerja yang mengalami kenaikan adalah penjualan, bisnis, finansial, manajemen, komputer, matematika, arsitektur dan teknik. Maka, imbuh Punang, keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan pada masa mendatang adalah komunikasi, kreasi, inovasi, kolaborasi, berpikir analitis, penyelesaian masalah (problem solving), mencari dan mengevaluasi informasi. Pendidikan Nilai Tantangan lain lain bagi PT adalah pendidikan nilai, tandas Fathul. Selama ini, pendidikan nilai terjadi melalui tatap muka dan interaksi langsung antara mahasiswa dan dosen dan antarmahasiswa. Padahal, aktivitas belajar mandiri lewat internet dan dan pendidikan jarak jauh (PJJ) yang menjadi tren ke depan minim tatap muka dan interaksi langsung antara mahasiswa dan dosen (tutor) dan antarmahasiswa. “Salah satu kritik besar saya kepada diskusi inovasi disruptif adalah jarang menyentuh nilai etis, moral etika. Pilihan-pilihan teknologi dan lain-lain itu punya dampak negatif, dan itu jarang dilihat. Mungkinkah konsep pendidikan Islam, mulai dari taklim, tarbiyah ta’dib itu dimasukkan ke dalam konteks diskusi inovasi disruptif. Kalau tidak, itu nanti dehumanisasi. Nilai-nilai kemanusiaan tergadaikan,” kata Fathul. Tantangan-tantangan ini wajib dijawab oleh PT yang akan bertahan dan berkembang di masa depan.[] Agung Prihantoro

Edisi September-Oktober 2018

Warta PTM

5


topik utama

Menjawab Tantangan Inovasi Disruptif Perguruan tinggi (PT) masa depan adalah PT yang sanggup menjawab tantangan-tantangan inovasi disruptif atau Revolusi Industri 4.0. Perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) diharapkan bisa menjawab tantangantantangan ini.

“

Kita ingin perguruan tinggi berperan untuk merespons era disruptive innovation, disruptive technology dan lain sebagainya,” kata Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dalam FGD Warta PTM di Yogyakarta, Rabu (23/5/18). Inovasi disruptif mengubah aktivitas perkuliahan, jelas Punang Amari Puja. Alhasil, aktivitas kuliah mempunyai pusparagam bentuk, termasuk kuliah mandiri (self-organized). Kuliah juga tidak lagi dibatasi oleh waktu dan ruang. Mahasiswa (learners) juga bisa membuat individual learning playlist sendiri. Suatu peranti lunak akan mendesain kurikulum yang menyajikan individual learning playlist untuk dipelajari mahasiswa guna memiliki keterampilan dan keahlian yang diinginkan. PT tentu harus menjawab tantangan kuliah masa depan ini. Dan, jangan lupa pada kurun sekarang, menurut Fathul Wahid, PT mengemban dua tugas utama, yakni melahirkan lulusan yang bermutu dan menciptakan artefak intelektual. Lulusan merupakan anak panah yang melesat ke mana-mana, sedangkan artefak intelektual berupa gagasan, penelitian, program intervensi dan seterusnya.

Paperless University Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) sudah meresponsnya dengan mengembangkan information technology (IT)-based paperless university dan universitas tanpa gedung. Perkuliahan menggunakan perangkat digital dan tidak memakai kertas. Tempat kuliahnya pun tidak lagi di kampus UMKT, tetapi di rumah-rumah mahasiswa sendiri atau di tempat-tempat kuliah yang dibangun di pimpinan daerah Muhammadiyah (PDM). Rektor UMKT Prof. Bambang Setiaji dalam FGD menjelaskan, “Pengembangan universitas ke depan. IT-

6

Warta PTM

Edisi September-Oktober 2018

based paperless university, universitas tanpa gedung, kuliah di rumah masing-masing. Yang sudah jadi aplikasinya itu perpustakaan. Buku jadi murah. www.paperless.umkt. ac.id.” “Kuliah jarak jauh, PJJ. Saya mengajar mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta dari UMKT. Melayani remote area, pemuda-pemuda perbatasan. Kalimantan perbatasan akan berpusat di UMKT. PDM-PDM tidak usah mendirikan PTM, tetapi menjadi branch saja. Cukup mendirikan rumah tempat kuliah, memasang internet, akreditasinya ikut PTM yang “A”. PTM A itu minta izin PJJ. Anggaran bisa satu triliun rupiah dengan mahasiswa 200 ribu orang. Menghemat akreditasi, meredam PDM-PDM untuk punya PTM, cukup menjadi cabang saja. Pelibatan PDM-PDM ini bisa menjadi solusi pendidikan nilai yang minim dalam PJJ, kata Fathul. PDMPDM dengan tata nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan menjadi lingkungan yang kondusif bagi pendidikan nilai mahasiswa. Prof. Bambang kemudian menegaskan, “Apa yang krusial adalah pembuatan modul.” Fathul sependapat, “Perguruan tinggi itu sebenarnya yang dijual kurikulum dan konten. Itu yang kita pikirkan betul dan itu yang berharga mahal.” Setiap program studi memiliki 40 mata kuliah dan, karenanya, membutuhkan 40 modul digital, imbuh Prof. Bambang. Modul yang canggih ini bisa memonitor kegiatan mahasiswa, sehingga PJJ-nya berkualitas. Biaya pembuatan satu modul ditaksir Rp100 juta, dan biaya untuk setiap prodi sebesar Rp4 miliar. Agar lebih murah, pembuatan modulnya dilakukan oleh beberapa PTMA yang akan membuka PJJ, dan biayanya ditanggung bersama.

Dua dari Tiga Lulusannya Kerja di Perusahaan Global Di tempat terpisah, Rektor Universitas Bina Nusantara (Binus) Prof. Dr. Ir. Joseph Stanislaus Harjanto Prabowo, M.M. mendeskripsikan via telepon (9/7/18) respons kampusnya terhadap tantangan inovasi disruptif. Binus memakai teknologi dalam penyelenggaraan


Menjawab Tantangan Inovasi Disruptif

pendidikan dan penyiapan sumber daya manusia (SDM) mahasiswanya. Dalam penyiapan SDM (kuliah), Binus telah menerapkan blended learning, campuran antara kuliah tatap muka dan tidak tatap muka sejak 2000. “Poin dasarnya adalah bagaimana membimbing dan menyiapkan SDM,” Prof. Harjanto menekankan. “Kita tetap dalam semesteran, tetapi melakukan banyak hal untuk membuat para mahasiswa lebih mengeksplorasi. Kesempatan dia berkarya, mencoba, mencoba salah. Itu penting. Kalau mereka harus benar terus, ya tidak belajar. Mereka harus salah, jatuh bangun,” jelasnya. “Lalu, kita mempelopori juga program jarak jauh, mengubah sistem di kelasnya. Mulai menerapkan flip class. Kalau dengan dosen lebih banyak diskusi. Selama ini, kalau kita mengajar di kelas, kita mengajarkan pengetahuan, baru tugasnya dikerjakan di rumah. Itu kebalik. Anak-anak harus mempelajari di rumah. Di kelas itu untuk mencoba mengerjakan soal, diskusi. Dosennya berbeda, tidak mengajarkan yang sudah bisa didapatkan semuanya dari internet,” ucapnya. Dosen-dosen Binus mempublikasikan banyak artikel hasil riset di jurnal-jurnal yang terindeks Scopus. Namun, yang lebih penting lagi adalah menggunakan hasilhasil riset dan publikasi itu dalam perkuliahan. Ihwal perkuliahan, mahasiswa melakukan kuliah di kampus selama tiga tahun dan di luar kampus selama satu tahun. Hasilnya jelas: dua dari tiga lulusan Universitas Binus bekerja di perusahaan-perusahaan multinasional atau menjadi pengusaha. “Tiga plus satu. Tiga tahun di dalam kampus, satu tahun di luar kampus untuk seluruh mahasiswa S-1 wajib. Itu tiga tahun terakhir. Mengubah itu tidak berubah. Mana mungkin kampus sekarang ini melakukan sendirian,” ujar Prof. Harjanto. “Kita punya sasaran mutu beberapa. Salah satunya, berapa banyak lulusan yang bekerja di global company, premium company atau yang jadi entrepreneur. Nah, kita menerapkan dua dari tiga. Jadi, kalau ada tiga lulusan, kita berharap dua itu bisa menembus global company, premium company, multinational company atau jadi entrepreneur. Di wisuda terakhir (6 Desember 2017), itu sudah tercapai. Kita bukan banyaknya (lulusan) yang bekerja, lamanya serapan. Itu sudah lewat semua. Kita ingin anak-anak itu yang mau profesional ya nembusnya perusahaan global. Karena perusahaan global itu harus milik anak-anak juga, jangan miliknya orang asing. Tapi kalau entrepreneur, banyak juga sekarang start up-start up

keluaran anak Binus,” lanjutnya. “Binus masih banyak belajar. Muhammadiyah bagus,” pungkas Prof. Harjanto. Akan halnya kampus negeri, Dekan Fakultas Teknik UGM Prof, Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D. menuturkan dalam wawancara via WhatsApp (9/7/18), UGM telah beradaptasi dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas perkuliahannya. “UGM, saya rasa, telah berusaha untuk beradaptasi dan mengadopsi teknologi informasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan pengalaman belajar mahasiswa. Seperti penggunaan blended learning, flipped classroom, project-based learning, dan sebagainya. Disamping itu, saya lihat upaya universitas dan fakultas-fakultas untuk mendorong dan memfasilitasi lahirnya inovasi sudah lumayan bagus. Meski dalam beberapa hal, kadang sikap atau pola pikir lama yang cenderung mempertahankan status quo, seperti alon-alon waton kelakon (pelan-pelan asal sampai tujuan), masih ada di sana-sini,” kata Prof. Nizam.

Membuat Anak Tangga Untuk menjawab tantangan inovasi disruptif, Fathul Wahid memadahkan berkali-kali, perlu disiapkan anak tangga. Anak-anak tangga ini antara lain berupa infrastruktur dan kemustaidan SDM-nya. Prof. Bambang menyebut kebutuhan infrastruktur, yakni sambungan internet yang besar, kamera, LCD dan laptop. Perihal kesiapsediaan SDM, Prof. Harjanto di Binus dan Fathul di UII punya pengalaman yang sama. Kemustaidan SDM ini menyangkut dosen-dosen senior yang tak menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi. Namun, mereka harus dihormati karena telah memberi kontribusi dalam membangun kampus dan menjaga nilai-nilai adiluhung. “Kalau Bapak bisa lari, larilah bersama kami. Kalau tidak bisa, silakan jalan. Kalau tidak bisa, silakan duduk manis dan tepuk tangan. Artinya apa? Memainkan peran masing-masing,” kata Fathul.[] Agung Prihantoro

Edisi September-Oktober 2018

Warta PTM

7


wawancara

Dr. Suryo Pratolo, S.E., M.Si., Ak., CA., AAP-A.

Wakil Rektor III UMY Dr. Suryo Pratolo, S.E., M.Si., Ak., CA., AAP-A.

Kreatif Sikapi Perguruan Tinggi Asing

U

niversitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terus mematangkan kesiapsediaannya untuk menagak Era Inovasi Disruptif. Akreditasi internasional, blended learning, penggunaan sistem teknologi informasi di semua bidang, akreditasi internasional, penyelenggaraan summer course atau summer school—ini langkah-langkah kesiap-siagaan yang ditempuh UMY. Hal-hal tersebut dituturkan oleh Dr. Suryo Pratolo, S.E., M.Si., Ak., CA., AAP-A., Wakil Rektor III Bidang Sumber Daya Keuangan dan Aset UMY, dalam wawancara khusus dengan Warta PTM di kantornya, Jumat (13/7/18). Pria kelahiran Sleman, Yogyakarta, 26 Juni 1975 ini menamatkan pendidikan S-1 Akuntansi dan S-2 Akuntansi di Universitas Gadjah Mada, serta S-3 di Universitas Padjadjaran. Kesibukannya sebagai wakil rektor tak melintanginya untuk menunaikan catur darma PTM. Seberapa penting isu e-learning atau distance learning di UMY? Isu e-learning sebenarnya sudah lama. Kita harus memanfaatkan e-learning. Pemicunya terus terang akreditasi. Nilai akreditasi akan tinggi kalau di-support e-learning. Tapi, implementasinya memang tidak sederhana. 8

Warta PTM

Edisi September-Oktober 2018

Menjadi sangat penting sekarang, dari sisi aset, pada saat kebutuhan ruang terus bertambah. Dengan banyaknya mahasiswa, ternyata kebutuhannya tidak hanya kelas, tidak hanya lab, tapi ruang kegiatan mahasiswa juga harus disediakan. Dengan menghemat separuh kelas, ruang-ruang yang tersisa bisa dipakai untuk ruang rapat, ruang dosen, ruang mahasiswa, dan seterusnya. Ruang fisik dan teknologi sama-sama membutuhkan biaya. Apakah biaya blended learning lebih murah? Dari sisi aset, lebih menguntungkan blended learning. Teknologi itu mahal di awal. Setelah itu, lebih murah. Ruang fisik jelas perawatannya besar. Di UMY, ada 15 atau 20 gedung. Sekarang, perawatan seluruh gedung UMY selama setahun sama dengan biaya untuk membangun satu gedung baru. Membangun gedung, katakanlah, bisa 20-30 miliar. Itu biaya perawatan kita. Cat itu pasti, kemudian perbaikan furnitur, infrastruktur, gedung dan seterusnya. Dari sisi keuangan, solusinya e-learning. Tapi, jangan sampai nilai-nilai Keisalaman dan Kemuhammadiyahan hilang. Dalam perkuliahan tatap muka langsung, dosen bisa bercerita pengalamanpengalaman. Best practice dosen. Itu tidak bisa disampaikan lewat teknologi. Omong-omong dengan


Kreatif Sikapi Perguruan Tinggi Asing

dosen itu transfer nilai. Paling tidak 40% pertemuan tatap muka langsung dosen-mahasiswa. Juga pertemuan antarmahasiswa. Jangan sampai mereka menjadi makhluk individual. Mengerjakan tugas bersama, diskusi. Kehidupan sosial juga harus dibangun. Tapi, kalau 100% mahasiswa tidak pernah bertemu secara fisik, cuma mengenal namanya di WA atau lainnya. Tidak pernah bertemu, tidak pernah bersalaman. Itu repot nanti. Ke depan bagaimana, Pak? Di UMY dalam jangka menengah, sampai lima tahun ke depan, Pak Rektor memilih blended learning. Perlahan, dimulai dari Prodi TI, kemudian prodiprodi sosial dan seterusnya, kita siapkan untuk blended learning. Kita harapkan juga ini bisa memenuhi IKS (Indikator Kinerja Strategis). Kalau dosen mengajar full 14 pertemuan kali berapa kelas di kampus, risetnya terganggu. Dengan blended learning, mereka hanya di kampus berapa kali. Kemudian, dengan e-learning yang sangat fleksibel waktunya, mereka bisa berkarya, menulis, meriset dan seterusnya. Sehingga, mau tidak mau, itu yang harus kita lakukan seberat apa pun. Jadi, kaitannya dengan blended learning tadi, pada saat dosen mengajar di kelas, monggo. Pada saat, ber-elearning, fleksibel kuliahnya, bisa malam hari, pagi hari dan sebagainya dengan banyak mahasiswa, di sinilah dosen menulis. Karena kalau tidak menulis, banyak yang terpengaruh: SKP-Tukijo (Satuan Kinerja PegawaiTunjangan Kinerjo), akreditasi dan sebagainya. Kalau kita tidak punya sistem itu, saya tidak bisa membayangkan. Kalau pegawai tidak bisa kita kendalikan, dosen tidak bisa kita kendalikan, kayak apa? Uang kita kendalikan, pegawai kita kendalikan. Dan itu memang pakai teknologi. Kalau tidak pakai teknologi, bagaimana? Masak pakai excel? Tidak mungkin. Sehingga, investasi teknologi UMY tinggi, 6 miliar per tahun. Semua aplikasi yang ada di sini, semua infrastruktur TI harus dirawat. Permasalahannya bukan hanya sistem, tetapi orangnya juga, budayanya juga penting. Sistem itu kendaraan. Kalau sopirnya mogok, kendaraannya tidak jalan. Bisa dijelaskan ihwal orang dan budayanya tadi, Pak? Leadership. Kalau sudah menggunakan sistem keuangan UMY, misalnya, tidak ada lagi nggak jelasnggak jelas. Semuanya terang benderang. Bagi pimpinan yang masih senang lobi-lobi dan sebagainya, tidak bisa lagi. Kalau harus slinthutan (sejenis korupsi—red.), di sistem kami, tidak bisa. Semua kelihatan, gajinya siapa, dia bekerja atau tidak. Siap atau tidak dengan sistem ini

personalnya? Kalau Pak Rektornya ngeper, “Wah bahaya ini. Wah bisa gawat ini”, ya sudah tidak usah pakai. Permasalahannya sekarang bukan di kendaraannya— UMY sudah punya semua kendaraannya—tapi di sopirnya. Soal perguruan tinggi asing yang akan masuk ke Indonesia? Perguruan tinggi asing harus disikapi dengan kreatif. Sehingga, UMY sekarang berpikirnya, akreditasi nasional BAN-PT oke, tapi sudah beberapa tahun ini fokusnya ke luar terus, QS Stars, misalnya. Sehingga, kalau ada perguruan tinggi asing di sini, masyarakat kita kuliah di sana, kita juga bisa menarik mahasiswa asing untuk kuliah di sini. Tapi, ya itu tadi, kembali ke aspek personal dan sistemnya. Kalau kita tidak terakreditasi di level ASEAN, misalnya, QS Stars, ya mereka (mahasiswa-mahasiswa asing) tidak mau ke sini. Mereka mau ke sini karena akreditasi kita. Kemudian, kita harus tahu keunggulan kita, sehingga orang luar negeri pun ingin kuliah di tempat kita. Contoh—ini sudah sangat laris—Fakultas Kedokteran UMY punya program khusus yang namanya Summer Course. Anak-anak luar negeri itu libur kalau musim panas. Mereka kuliah di sini. Mengapa? Karena kita menjual (penanganan) tropical diseases, penyakitpenyakit tropis yang ada di Indonesia, seperti demam berdarah. Ini adanya hanya di daerah sini, setahu saya. Mereka yang di daerah dingin tidak pernah tahu demam berdarah seperti apa. Mereka banyak belajar di sini satu bulan. Satu bulan belajar sambil melihat Borobudur dan heritage di sini. Kalau kita tidak punya kreativitas, ya mati wae (mati saja). Program ini sudah ada sejak awal berdirinya Fakultas Kedokteran. Kemudian, Pak Gunawan sekarang kembangkan di Teknik Sipil, misalnya disaster management. Banyak daerah yang belum pernah ada gempa bumi. Mahasiswamahasiswanya dari seluruh kuliah di sini. Namanya Summer School. Sehingga, kalau ada perguruan tinggi asing di sini, jelas tidak bisa kita tolak. Tapi, bagaimana kita bisa mengimbangi mereka. Dengan apa? Dengan infrastruktur, dengan personal. Karena jika tidak ada infrastruktur, sulit. Apalagi, personalnya kurang kuat, juga tidak akan bisa. Kampus yang bisa meramu duaduanya itu, insya Allah bisa leading. Targetnya kapan? Akreditasi QS Stars sudah. Kita akan reakreditasi. Sekarang, di UMY, banyak mahasiswa dari Cina. Kita dipercaya oleh Taiwan, kampus-kampus luar negeri. Cukup banyak.[]

Edisi September-Oktober 2018

Warta PTM

9


kinerja Majelis Diktilitbang Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., Adam Kilburne dan Evangeline dari Holmesglen, Rektor UM Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M. menyampaikan terima kasihnya karena dipercaya selaku tuan rumah momen internasinal yang cukup besar ini. "Training ESP ini merupakan pelatihan pengajaran bahasa Inggris bagi dosen bahasa Inggris untuk mengajar bahasa Inggris kepada program studi non-bahasa Inggris di PTM untuk kebtutuhan tertentu," ujar Rektor UM Adam Kilburne dan Evangeline dari Holmesglen (tengah) dalam Training for Lecturers of English for Specific Purposes (ESP) di Riverside Resto, Palembang, Ahad (1/7/18). Palembang ini. Lebih lanjut Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menambahkan, Training ESP yang dilangsungkan selama seminggu tersegenda aksi sebagai follow up dari MOU debut juga sebagai pilot project dan proyek pertama kerja ngan Holmesglen Institute Melbourne terus sama antara Universitas Muhammadiyah Palembang berlanjut. Diikuti 26 peserta para dosen Bahasa Inggris dan Holmesglen Institute Australia. Ini juga sebagai PTM, Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. membuka bentuk kepedulian Majelis Diktilitbang PP MuhamTraining for Lecturers of English for Specific Purposes madiyah dalam pengembangan kekhususan kebutuhan (ESP) di Riverside Resto, Palembang, Ahad (1/7/18). bahasa Inggris bagi lulusan. “Kita tak ingin MOU hanya di atas kertas saja, Menurut Prof. Edy Suandi Hamid yang merupatetapi riil seperti ini, dan bermanfaat bagi penguatan kan project officer kerja sama dengan lembaga pendiPTM. Training ini bagian dari capacity building yang hadikan Australia ini, hampir semua peserta training perrus dilakukan terus menerus," ujar Ketua Majelis Diktitama ini berasal dari PTM luar Jawa. Namun, untuk litbang PP Muhammadiyah. tahap kedua, akan dilakukan untuk PTM se-Jawa di Dalam acara yang dihadiri juga oleh Wakil Ketua Cirebon.[] ESH

Training ESP oleh Holmesglen di UM Palembang

A

M

PTKI Muhammadiyah Tingkatkan Kualitas SPMI

ajelis Diktilitbang PP Muhammadiyah terus mendorong Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Muhammadiyah (PTKIM) untuk meningkatkan mutu dan peringkat akreditasinya. Karenanya, dihelat Workshop Workshop Peningkatan Kualitas Standar Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Akreditasi PTKI Muhammadiyah ‘Aisyiyah di Hotel Santika Jakarta, Jumat-Ahad (3-5/8/18).

10 Warta PTM

Edisi September-Oktober 2018

Dr. Nawari Ismail, M.Ag., anggota Tim Asistensi Majelis Diktilitbang, yang terkebat dalam kegiatan ini menuturkan, “Workshop ini menghadirkan narasumber dari pimpinan dan Tim Asistensi Majelis Diktilitbang dan Kasubdit Kelembagaan dan Kerja Sama Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kementerian Agama. Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. menyampaikan materi quality awareness. Kasubdit Diktis Dr. Agus Sho-


leh membawakan materi manajemen tata kelola PTKI. Sementara itu, Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan, S.U. membahas topik konsolidasi PTKIM, dan Tim Asistensi memfasilitasi para peserta dalam pengisian borang akreditasi.” Acara ini dibuka oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dan ditutup oleh Prof. Dr. Suyatno, M.Pd., Rektor UHAMKA dan Bendahara PP Muhammadiyah. Para peserta worPara peserta Workshop Peningkatan Kualitas SPMI dan Akreditasi PTKI Muhammadiyah di Jakarta, Jumat-Ahad (3-5/8/18). kshop ini berjumlah 54 orang. Mereka merupakan wakil-wakil dari pimpinan dan gugus kendali mutu rang akreditasi sesuai dengan arahan para narasumber. atau task force penyusunan borang akreditasi dari Fa“Selanjutnya, setiap peserta punya tugas untuk kultas Agama Islam (FAI) PTM, Sekolah Tinggi dan menyusun SPMI dan borang akreditasi, khususnya Institut Agama Islam Muhammadiyah se-Indonesia. akreditasi program studi,” pungkas Nawari, yang juga Tindak lanjut dari workshop ini adalah para peserdosen FAI UM Yogyakarta.[] AGP ta pada setiap PTKIM akan menyusun SPMI dan bo-

Rakernas APTKMMI 2018

A

Persiapan UKAKMI

sosiasi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Muhammadiyah Indonesia (APTKMMI) yang beranggotakan 12 PTM menggelar Rapat Kerja Nasional di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang (FKM Unimus), Rabu-Kamis (1-2/8/18). Rakernas ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahim dan kebersamaan antarPTM yang memiliki program studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas), bertukar pikiran, inventarisasi kegiatan bersama nasional, dan mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah-masalah akademik yang dihadapi PTM bidang Kesmas dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Dalam laporannya, Ketua APTKMMI Dr. Sayono, S.K.M., M.Kes.(Epid), yang juga dosen Unimus, mengatakan, “Alhamdulillâh, di antara 12 prodi S-1 Kesmas di lingkungan PTM sudah ada yang meraih akreditasi ‘A’, yaitu dari FKM Universitas Muhammadiyah Aceh, sedangkan yang lain masih ‘B’. Inilah esensi kita berkumpul di sini untuk bersama-sama membenahi

diri, meningkatkan kompetensi, mengukir prestasi dan mengejar akreditasi ‘A’ untuk masing-masing prodi.” Sementara itu, Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., sebelum membuka acara, mengatakan dalam taklimatnya, “Kunci sukses di Era Revolusi Industri 4.0 adalah kolaborasi, bukan lagi kompetisi. Oleh karena itu, Rakernas ini merupakan langkah strategis untuk membangun kolaborasi nasional di antara PTM Kesmas.” Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. dalam santiajinya menyampaikan, “Majelis Diktilitbang menyambut baik keberadaan asosiasi ini beserta kiprahnya dalam memajukan PTM Kesmas di Indonesia. Kami siap menjembatani berbagai upaya untuk mewujudkan kemajuan di bidang pendidikan, penelitian dan publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat.” Akan halnya anggota Majelis Diktilitbang Prof. Dr. drg. Sudibyo, S.U., Sp.Perio., beliau mempresenEdisi September-Oktober 2018

Warta PTM 11


kinerja terobosan untuk meraih prestasi-prestasi tersebut dan peringkat akreditasi unggul. Rakernas APTKMMI ini mempunyai dua agenda penting, yaitu inventarisasi kegiatan bersama nasional antar-PTM Kesmas dan persiapan Uji Kompetensi Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (UKAKMI). Persiapan UKAKMI difokuskan pada sosialisasi penggunaan tinjauan baru dalam penyusunan soal, latihan penyusunan soal bagi dosen-dosen PTM Kesmas, Para peserta Rakernas APTKMMI di FKM Unimus, Rabu-Kamis (1-2/8/18). dan pengembangan sistasikan strategi-strategi dan langkah-langkah teknis tem try out internal di lingkungan PTM. Pengurus APdalam pengisian borang akreditasi prodi untuk meraih TKMMI mengajak semua anggotanya untuk menjadi nilai tertinggi. Raihan prestasi akademik secara nasioTrainer of Training di lingkungan PTM masing-masing, nal oleh mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan sehingga dalam pertemuan ini, juga diselengggarakan merupakan bagian penting dan sangat mendukung akTraining of Trainer (TOT) pengembangan soal UKAKreditasi. Kegiatan bersama nasional antar-PTM di baMI.[] AGP wah naungan Majelis Diktilitbang diharapkan menjadi

Rakernas ALPTKM 2018

Jadikan LPTK sebagai Thinking Organization

L

embaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) tidak sekadar menjadi learning organization, tetapi juga perlu menjadi thinking organization. LPTK menjadi tempat aktivitas belajar-mengajar dan juga membuahkan pemikiran-pemikiran yang brilian tentang kelembagaan dirinya, fleksibilitas sarana dan prasarananya, dan kemampuan improvisasinya. Hal ini dikemukakan oleh Prof. Suyanto, M.Ed., Ph.D. dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dalam taklimatnya pada acara Rapat Kerja Nasional Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Muhammadiyah (Rakernas ALPTKM) dan The 3rd Progressive and Fun Education Seminar di Garden Palace Hotel Surabaya, Selasa (7/8/18). Prof. Suyanto menambahkan, “LPTK juga perlu berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), revitalisasi kurikulum dan kualitas output-nya.� Apalagi, LPTK setiap tahun menghasilkan sekitar

12 Warta PTM

Edisi September-Oktober 2018

250 ribu sarjana, yang tidak seluruhnya bisa menjadi guru. Lagi pula, sarjana-sarjana tersebut harus mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk menjadi guru profesional. Dan, LPTK yang tidak memiliki PPG bisa gulung tikar. LPTK pun mesti kreatif dalam branding. Program double degree (gelar ganda), misalnya pendidikan dan non-pendidikan, merupakan salah satu cara kreativitas dalam branding. Dengan gelar ganda, mahasiswa mempelajari lebih banyak keahlian dan memiliki peluang kerja yang lebih luas. Pada Era Revolusi Industri 4.0 ini, lanjut Prof. Suyanto, ijazah tidak penting. Apa yang dibutuhkan adalah sertifikasi kompetensi. Sehingga, LPTK mesti mencari strategi untuk menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. Sementara itu, Rektor UM Surabaya Dr. dr. Sukadiono, M.M. sebagai tuan rumah menuturkan dalam santiajinya, “UM Surabaya adalah kampus sejuta ino-


vasi dan sedang berencana membangun gedung 31 lantai untuk perkuliahan dan asrama mahasiswa.� Acara Rakernas yang berlangsung selama tiga hari ini (7-9/8/18) diikuti oleh 144 orang dari LPTK Muhammadiyah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. hadir dalam kegiatan ini. Selain Prof. Suyanto, turut hadir pula Sekretaris dan Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. dan Dr. Muhammad Samsudin, M.Pd.[] AGP

Para narasumber dan peserta Rakernas ALPTK Muhammadiyah di Garden Palace Hotel Surabaya, Selasa-Kamis (7-9/8/18).

S

embilan perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) mengikuti Pameran Pendidikan di International Convention Center, Prince of Songkla University Thailand, Jumat-Sabtu (17-18/8/18). Sembilan PTM tersebut adalah Universitas Ahmad Dahlan, UM Gresik, UM Jakarta, UM Maluku Utara, UM Palu, UM Ponorogo, UM Sumatera Utara, UM Surabaya dan UM Surakarta. PTM selalu berpartisipasi dalam pameran ini sejak kali pertama diselenggarapan Pelajar-pelajar sekolah menengah Thailand dengan antusias mengujungi stan-stan UAD dan UM Surakarta pada Pameran Pendidikan di pada 2016. International Convention Center, Prince of Songkla University Thailand, Jumat-Sabtu (17-18/8/18). Sekretaris dan Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. dan Mohammad Adam Jerusalem, Ph.D. turut hadir dan mendampingi PTM-PTM dalam pa- Indonesia, Australia, Inggris dan Malaysia. Acara ini meran ini. mendapat sambutan antusias dari ribuan pelajar seko“Pameran kali ini diikuti oleh hampir 200 pergu- lah menengah di Thailand, khususnya wilayah selatan,� ruan tinggi dan lembaga pendidikan dari Thailand, jelas Mohammad Adam Jerusalem.

9 PTM Ikuti Pameran Pendidikan Thailand

Edisi September-Oktober 2018

Warta PTM 13


kinerja “Pameran ini sangat bagus untuk syiar PTM dan Muhammadiyah. Saya lihat banyak pengunjung pameran yang saat mendatangi stan-stan PTM menyebut universitas Muhammadiyah ke kawannya. Seolah nama universitas Muhammadiyah sudah pernah mereka kenal. Minimal mereka dengar. Sehingga, PTMPTM seperti dicari oleh pengunjung,” pungkas Adam. PTM mengajak serta mahasiswa-mahasiswanya asal Thailand dalam pameran ini. Di stan-stan PTM, mahasiswa-mahasiswa dari Negeri Gajah Putih itu membantu menjelaskan hal ihwal PTM kepada para pengunjung. Pengunjung yang mengalami kendala bahasa sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswamahasiswa PTM asal Thailand ini. Salah seorang mahasiswa itu adalah Abdullah. Dia merupakan mahasiswa Farmasi UM Surakarta. Abdullah sudah merampungkan kuliahnya dan kini menunggu wisuda. Dia memanfaatkan waktu luangnya untuk terlibat dalam pameran pendidikan ini. Menurutnya,

lingkungan dan budaya Islam yang kuat di Indonesia, ragam pilihan prodi dan peluang yang besar untuk beasiswa di PTM menjadi daya tarik tersendiri bagi caloncalon mahasiswa dari Thailand. Ekshibisi pendidikan ini juga dikunjungi oleh Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. Sayuti berharap PTM-PTM yang sudah atau belum mempunyai mahasiswa asal Thailand mengikuti pameran ini untuk menjalin kerja sama dengan institusi-institusi di Thailand. “Saya berharap pameran di Thailand ini menjadi agenda tahunan dengan peserta PTM yang bervariasi. PTM yang mempunyai mahasiswa Thailand dan PTM lain yang belum pernah ikut pameran sehingga mempunyai kesempatan untuk mendapatkan mahasiswa asal Thailand dan menjalin kerja sama dengan institusiinstitusi Thailand,” tutur Muhammad Sayuti.[] AGP

Mohammad Adam Jerusalem, Ph.D. dan Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. (kelima dan keenam dari kiri) meninjau KKN PTM di Provinsi Phatthalung, Thailand, Jumat (18/8/18).

Majelis Diktilitbang Kunjungi KKN PTM di Thailand

S

ekretaris dan Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. dan Mohammad Adam Jerusalem, Ph.D. meninjau kuliah kerja nyata (KKN) PTM di Provinsi Phatthalung, Thailand, Jumat (18/8/18). 14 Warta PTM

Edisi September-Oktober 2018

Sehari sebelumnya, keduanya menghadiri pameran pendidikan yang diikuti oleh sembilan PTM di International Convention Center, Prince of Songkla University Thailand. Mahasiswa-mahasiswa PTM melakukan KKN di sejumlah distrik di Provinsi Phatthalung pada 31 Juli-28 Agustus 2018. Umumnya, mereka mengajar bahasa Indonesia, bahasa Arab dan bahasa Inggris di sekolah dan melakukan kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat. Mereka juga mengenalkan kesenian dan budaya Indonesia kepada masyarakat setempat. Masyarakat Thailand menerima mahasiswamahasiswa KKN PTM

ini dengan baik. Mereka senang dengan praktik KKN PTM. Guru-guru dan siswa-siswa di Thailand suka dengan kreativitas mahasiswa-mahasiswa PTM. Muhammad Akbar Fitrahyanto dan Sarikah Nur Rizky Amalia dari UM Kendari melaksanakan KKN di


Distrik Kong Ra. Mereka mengajar di Phattana Wittaya Foundation School (SMP dan SMA), mengajar bahasa Indonesia, bahasa Arab, mengadakan bakti sosial, serta kesenian, olahraga dan budaya Indonesia. “Mereka menerima kami dengan baik. Kesan kami, para guru serta murid sangat senang dengan orang Indonesia. Minat belajar mereka sangat tinggi serta banyak lagu Indonesia yang mereka hafal. Maka, kita harus bangga jadi bangsa Indonesia,” ujar Muhammad Akbar Fitrahyanto kepada Muhammad Sayuti dan Mohammad Adam Jerusalem. Di Distrik Kong-Ra, Desi dan Nurul Amalia Khaerunnisa mengajar di SD, SMP dan SMA Satree Darul Hidaya (Hafizah Phatthalung) pada pagi dan siang hari. Kemudian, pada sore harinya, mereka memberikan kursus bahasa Inggris untuk para ustazah dan

­hafizah. Mahasiswa-mahasiswa UM Kendari juga melaksanakan KKN di Distrik Nongthong, Provinsi Phatthalung. Kartika Candra Kirana dan Nadya Anggitasari mengajar di Nurul Islamic Foundation School, sedangkan Nur Indah Sari dan Susarli Ode Halim mengajar di Iqroh Lerdpanya School. Kendala yang mereka hadapi ialah bahasa. Tak semua orang di tempat-tempat KKN tersebut menguasai bahasa Inggris atau bahasa Melayu, sementara mahasiswa-mahasiswa PTM tersebut tidak bisa berbahasa Thailand. Bahasa Inggris masyarakat Thailand pun berlogat kedaerahan, sehingga mahasiswa-mahasiswa PTM itu mesti cermat ketika berbicara dengan orangorang Thailand.[] AP

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengadakan Leadership Training Pimpinan PTM II dengan tema "Strategi Perubahan Menghadapi Era Disrupsi" di Hotel Jayakarta, Yogyakarta, Senin-Ahad (6-12/8/18). Kegiatan ini diikuti oleh 37 orang pimpinan PTM dari seluruh Indonesia. Disampaikan oleh Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D., Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dalam acara pembukaan, kegiatan pelatihan tersebut merupaDrs. H. A. Dahlan Rais, M.Hum. (kedua dari kiri) memberikan taklimat dalam acara pembukaan Leadership Training Pimpinan PTM II di Hotel kan upaya untuk menghiJayakarta, Yogyakarta, Senin (6/8/18). dupkan kaderisasi pemimLeadership Training Pimpinan PTM II pin di PTM. Pasalnya, kaderisasi pimpinan PTM belum terlaksana secara maksimal. Maka, Majelis Diktilitbang melalui pelatihan ini ingin menyiapkan kader-kader pimpinan PTM yang punya ling utama, dan terakhir adalah fathanah (cerdas dan kapasitas dan unggul. pintar),” kata Prof. Lincolin. “Kami bergerak untuk menciptakan pemimpin Prof. Lincolin mengatakan, pemimpin wajib meyang tidak hanya punya kapasitas, tapi juga berkaramiliki sifat jujur. Di lingkup PTM, misalnya, pemimpin kter. Setidaknya memiliki 4 karakter seperti yang dipaharus jujur dalam mengelola keuangan PTM. parkan Rasulullah Saw., yakni jujur, amanah, tabligh “Yang paling penting adalah jujur, punya sikap (kemampuan berkomunikasi) sebagai soft skill yang padan karakter yang baik, sehingga akan mampu mem-

Ciptakan Kader Unggul Pimpinan PTM

Edisi September-Oktober 2018

Warta PTM 15


kinerja bawa kemajuan bagi PTM dan persyarikatan. Jujur itu harus dan wajib. Sifat jujur sebagai karakter yang pertama dan paling utama,” tegas Lincolin. Turut hadir dalam acara itu, Drs. H. A. Dahlan Rais, M.Hum., Ketua PP Muhammadiyah Bidang Kaderisasi. Dalam taklimatnya, Dahlan Rais mengatakan, untuk memiliki jiwa leadership yang bagus, calon pemimpin harus terlebih dulu memiliki human relationship yang baik. Dahlan Rais membahasakan human relationship dengan istilah habluminannas. “Hubungan sosial sesama manusia merupakan salah satu modal kepemimpinan. Karena, jika seseorang mampu bersosialisasi dengan baik, dia akan lebih mudah diterima ketika diberi amanah untuk memimpin,” ujar Dahlan. Kemudian, Dahlan menyoal teori kepemimpinan ala jawa, yakni semboyan Ki Hajar Dewantoro: ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso dan tut wuri handayani. Dahlan memaparkan, dari tiga semboyan tersebut, yang menjadi inti adalah bahwa tiap pemimpin harus bisa menjadi teladan, baik ketika berada di depan, tengah, maupun belakang. “Dari tiga semboyan itu, jika kita kaitkan dengan perilaku Nabi, maka kita akan kenal istilah uswatun hasanah. Uswatun hasanah itu digambarkan melalui pe-

rilaku Rasulullah Muhammad Saw. dan Nabi Ibrahim as. Intinya, pemimpin itu harus pantas diteladani, dan agar pantas diteladani, maka pemimpin itu harus berada di atas rata-rata,” jelasnya. Dahlan menambahkan, pemimpin harus bisa membangun kesadaran akan cita-cita, gagasan dan mimpi yang sudah disepakati bersama. Sekali pun ketika berada di belakang (tut wuri handayani), pemimpin harus tetap memberikan kontribusi dan mendorong untuk melakukan kebaikan demi kemajuan. Dalam kesempatan itu, Dahlan Rais juga menyebut falsafah kepemimpinan Jawa yang lainnya, yakni pemimpin itu harus 3D (dhawuh, dangu dan duko). “Dhawuh berarti memberi perintah. Agar bisa memberi perintah, maka pemimpin harus tahu dengan baik, seluas mungkin dan sekomprehensif mungkin. Pemimpin harus tahu dengan saksama dan mendalami akan suatu hal,” jelas Dahlan. “Selanjutnya, dangu berarti pemimpin itu harus bisa mengoreksi, mengontrol, memantau, mengevaluasi. Dan duko berarti marah. Pemimpin harus berani marah dan memberikan hukuman jika itu diperlukan. Marah diperlukan untuk menjadi bahan evaluasi, dan pimpinan harus bisa memberikan efek jera,” kata Dahlan.[] Nisa Pujiana

Definisi “Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah adalah seperangkat nilai dan norma Islami yang bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah untuk menjadi pola bagi tingkah laku warga Muhammadiyah dalam menjalani kehidupan sehari-hari sehingga tercermin kepribadian Islami menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.” Pedoman Kehidupan Islami Warga Muhammadiyah Keputusan Muktamar Muhammadiyah Ke-44 Tanggal 8 s/d 11 Juli Tahun 2000 di Jakarta (Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1421 H/2000 M)

16 Warta PTM

Edisi September-Oktober 2018


INAUGURASI Ahmad Dasan dalam sambutannya mengatakan, dirinya sudah berapa kali menyampaikan kepada seluruh sivitas akademika bahwa masa jabatannya cukup satu periode. Namun, seluruh anggota senat mempercayainya untuk mengemban amanah periode kedua ini. “Mudah-mudahan, periode ke dua ini bisa mengulang kembali keberhasilan ini, bahkan lebih dari ini,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Dasan juga menyampaikan, UM Bengkulu Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. (kiri) melantik Dr. Ahmad Dasan, S.H., M.A. (kanan) sebagai Rektor UM Bengkulu Periode 2018-2022 di Gedung Kampus IV UM Bengkulu, Jumat (6/7/18). telah mencanangkan untuk meningkatkan peringkat Pelantikan Rektor UM Bengkulu 2018-2022 akreditasi institusi dari “B” ke “A”. “Beberapa prodi di UM Bengkulu telah terakreditasi ‘B’ dan itu bukan ‘B’ etua Umum PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nasbiasa, tapi ‘B’ gemuk. Akreditasi ‘B’ akan kami tingkatkan hir, M.Si. menegaskan dalam acara Pelantikan menjadi ‘A’ dan yang lain akan kami tingkatkan secara Rektor UM Bengkulu Periode 2018-2022, “PTM harus pumaksimal. Semoga Allah meridai,” ungkapnya yang dinya keunggulan akademik yang kualitatif. Bukan hanya sambut dengan gemuruh tepuk tangan seluruh undangmenggunakan indikator kuantitatif yang formal.” an. “Mahasiswa harus punya integritas dan berakhlak Terkait kualitas dosen, Dasan menyebutkan, saat ini mulia. Karakter yang baik. Ini ciri utama PTM. Juga harus dosen yang telah menyelesaikan studi S-3 sebanyak 30 berpikiran maju,” imbuh Haedar Nashir. persen. Dia menargetkan, sehabis masa jabatannya nanti, Acara pelantikan ini dilantaskan di Gedung Kamdosen yang akan menyelesaikan S-3 sebanyak 50 persen. pus IV UM Bengkulu, Jumat (6/7/18). Dr. Ahmad Dasan, Pelantikan ini disaksikan para pimpinan PTMA seS.H., M.A. dilantik sebagai rektor oleh Ketua Majelis DikIndonesia, perwakilan Gubernur Bengkulu, Forkopimda tilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Provinsi Bengkulu, mitra UM Bengkulu dan sivitas akadePh.D. untuk masa jabatan yang kedua. Sebelumnya, Damika UM Bengkulu. san telah menuntaskan masa jabatannya yang pertama Usai kegiatan pelantikan, dilakukan peletakan batu tahun 2014-2018. pertama pembangunan Sportarium UM Bengkulu.[] AGP

PTM Harus Punya Keunggulan Kualitatif

K

Pelantikan Ketua STIKM Pontianak Periode 2018-2022

S

PTM Hadir Tanpa Diskriminasi

ekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Muhammadiyah Pontianak menggelar pelantikan ketua di kampus setempat, Jumat (29/6/18). STIK Muhammadiyah Pontianak selama empat tahun ke depan, 2018-2022, akan dinakhodai oleh Haryanto, S.Kep., M.S.N., Ph.D. Usai

dikukuhkan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., Haryanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa STIK Muhammadiyah Pontianak membutuhkan dukungan dan komitmen untuk berkembang jadi lebih berkemajuan. Edisi September-Oktober 2018

Warta PTM 17


INAUGURASI “Ke depannya, tentu tantangan dan peluang bidang pendidikan akan semakin besar, sehingga diperlukan strategi-strategi dan berbagai upaya misalnya pengembangan SDM, pembuatan fasilitas dan inovasi-inovasi yang sinergis dan berkelanjutan,” ujar Haryanto. Di akhir sambutannya, Haryanto berharap pemerintah daerah akan selalu mendukung STIK Muhammadiyah Pontianak menjadi salah satu perguruan unggul di Kalimantan Barat khususnya Foto bersama di acara peresmian gedung dan pelantikan ketua STIK Muhamadiyah Pontianak, Jumat (29/06/2018). dan nasional pada umumnya. kepada hal tersebut,” tegas Haedar. Kemudian, Haedar dalam sambutannya, menyamHaedar melanjutkan, kemajuan sebuah bangsa itu paikan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah terbuka tergantung pada kualitas pendidikannya. Maka, Muhamuntuk siapa saja, terlepas dari latar belakang agama apa madiyah harus tetap melakukan optimalisasi bidang pensaja. Haedar mengutarakan, Muhammadiyah ingin mengdidikan, baik secara kualitas maupun kuantitas. hadirkan pendidikan tanpa diskriminasi sebagai wujud “Muhammadiyah sangat memiliki spirit tinggi dalam spirit memajukan bangsa. memajukan pendidikan di Indonesia. Ke depan, Muham“Muhammadiyah bercita-cita ingin turut serta memadiyah akan berupaya melakukan pemerataan pendimajukan bangsa dan menciptakan khairu ummah. Untuk dikan hingga ke kawasan terjauh, terutama di timur Initu, upayanya diwujudkan dalam ikhtiar kami, yaitu memdonesia. Sehingga, Muhammadiyah dapat mewujudkan bangun sekolah, rumah sakit, panti asuhan dan lembaga kemajuan Indonesia tanpa diskriminasi,” pungkasnya.[] sosial. Mewujudkan khairu ummah memang tidak akan Nisa Pujiana mungkin seratus persen, namun paling tidak kita menuju

Pelantikan Wakil Rektor II UM Gresik

Perlu Berlari Tiga Kali Lebih Cepat

P

ergiwati Pusporini, S.T., M.T., Ph.D. dilantik oleh Rektor UM Gresik sebagai Wakil Rektor II UM Gresik periode 2017-2021 di Hall Sang Pencerah, Jumat (10/8/18). Pergiwati Pusporini, yang sebelumnya merupakan Dekan Fakultas Teknik UM Gresik, menggantikan Moh. Nuruddin, S.T., M.T., yang akan menunaikan tugas belajarnya. WR II membidangi pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia. Rektor UM Gresik Prof. Dr. Ir. Setyo Budi, M.S. dalam amanahnya sebagaimana dilansir situs UM Gresik menyampaikan, “Seluruh sivitas akademika UMG harus bekerja lebih cepat dan lebih keras untuk meraih hasil yang maksimal. Perlu ada lompatan-lompatan. Kalau perlu ber-

18 Warta PTM

Edisi September-Oktober 2018

lari tiga kali lebih cepat.” Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. menyampaikan, “Saya minta dalam mengelola keuangan betul-betul sejalan dengan tata kelola yang baik, yang memenuhi prinsip akuntabilitas, responsibilitas dan transparan serta efektif dan efisien. Dengan pengelolaan yang baik, maka lompatan pengembangan UM Gresik diharapkan bisa mewujud.” Dalam pejaka yang sama, Ketua BPH UM Gresik Nadjih berharap kampusnya tidak hanya tumbuh, tetapi tumbuh dengan cepat dan inovatif dan melahirkan lulusan yang memiliki keunikan, sehingga mereka unggul di pasar


oleh siapa pun, termasuk di bidang pendidikan di perguruan tinggi.” “Kita menginginkan semua lulusan UMG harus memiliki kompetensi yang mumpuni untuk bersaing secara global,” imbuhnya. Selain menghelat pelantikan WR II, UM Gresik juga mengadakan kegiatan focus group discussion (FGD) perihal Revolusi Industri 4.0. Dua narasumber FGD ini, Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., yang pernah menjadi Rektor Universitas Islam Indonesia, dan Dr. Suyoto, M.Si., yang pernah Pimpinan UM Gresik dan Majelis Diktilitbang dalam acara Pelantikan Wakil Rektor II UM Gresik di Hall Sang Pencerah, Jumat (10/8/18). menjabat sebagai Rektor kerja. UM Gresik dan Bupati BojoAkan halnya WR II terlantik, Pergiwati Pusporini seper- negoro, Jawa Timur, membahas strategi percepatan pemti disiarkan di laman UM Gresik mengatakan, “Teknologi bangunan ekonomi untuk kesejahteraan berkeadilan. FGD setiap saat terus berkembang dan tidak dapat dibendung ini diikuti unsur pimpinan UM Gresik.[] AGP

Ketiganya adalah Dr. Muhammad Arifin Gultom, SH.H., M.Hum. sebagai WR I, Akrim M.Pd.I. sebagai WR II, dan Dr. Rudianto, M.Si. sebagai WR III. Tiga bulan sebelumnya, Dr. Agussani, M.A.P. dilantik sebagai Rektor UMSU periode 20182022, Kamis (3/5/18). Tiga WR tersebut merupakan nama-nama yang sama dengan WR UMSU periode sebelumnya. Mereka akan meneruskan program-program terdahulu yang telah dilakukannya. Dr. Agussani, M.A.P. melantik tiga Wakil Rektor UMSU periode 2018-2022 di Kampus UMSU, Sabtu (11/8/18). Acara pelantikan ini Pelantikan Wakil Rektor UMSU: dihadiri oleh Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D., Keektor UM Sumatera Utara (UMSU) Dr. Agussani, M.A.P. melantik tiga wakil rektor (WR) untuk tua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara periode 2018-2022 di Kampus UMSU, Sabtu (11/8/18). Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, M.A., Pimpinan Wilayah

Target AIPT “A” pada 2019

R

Edisi September-Oktober 2018

Warta PTM 19


INAUGURASI ‘Aisyiyah Sumatera Utara, Badan Pembina Harian (BPH) UMSU, dan segenap sivitas akademika UMSU. Prof. Lincolin dalam taklimatnya mengaksentuasikan signifikansi kualitas perguruan tinggi. Kualitas kampus tak terelakkan lagi. Salah satu bukti kualitas perguruan tinggi adalah peringkat akreditasinya. Kini, masyarakat mengetahui dan menyadarinya serta mempertimbangkan peringkat akreditasi kampus dalam memilih kampus untuk kuliah anak-anak mereka.

Sementara itu, Agussani berharap tiga wakil rektor ini dapat memajukan dan mengembangkan UMSU. Apalagi, UMSU, sebagaimana PTM-PTM lain, sekarang sedang menyiapkan diri untuk meningkatkan peringkat akreditasi institusinya guna meraih strata “A” pada 2019. Seperti diketahui, sudah ada lima PTM yang peringkat AIPT-nya “A”, yakni UM Yogyakarta, UM Surakarta, UM Malang, UHAMKA dan Universitas Ahmad Dahlan.[] AP

W

akil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Dr. Chairil Anwar melantik Dedi Supriadi, S.Sos., S.Kep., Ners., M.M.Kes. sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Ciamis (Mucis) periode 2018-2022 di Aula PTM setempat, Rabu (15/8/18). Ini merupakan masa jabatan Dedi Supriadi yang kedua setelah masa jabatan pertamanya pada periode 20142018. Chairil Anwar dalam Dr. Zulkarnain, S.H., M.H. (paling kiri), Dr. Chairil Anwar (dua dari kiri), Drs. Iing Syam Arifin (tiga dari kiri), dan Dedi Supriadi, S.Sos., S.Kep., Ners., taklimatnya menyatakan, M.M.Kes. (paling kanan) dalam acara Pelantikan Ketua Stikes Mucis periode 2018-202 di Aula kampus setempat, Rabu (15/8/18). “Stikes Muhammadiyah Ciamis berkembang luar biasa bagus dengan lahan kampus lima hektare, yang terdiri dari ruang kuliah, laStikes Mucis terus bergerak maju. Sekarang, kamboratorium, asrama untuk 700 orang mahasiswa, aupus ini sedang memacu pengembangan sumber daya ditorium Ahmad Dahlan dengan kapasitas 750 orang. Stikes ini telah memiliki enam program studi, yakni satu manusia (SDM) untuk studi lanjut hingga S-3. Tahun ini, prodi S-1, empat prodi D-3 dan ners. Dipercaya masyara- anggaran pengembangan SDM sebesar 1 miliar rupiah. Selain itu, Stikes Mucis tengah bermetamorfosis kat dengan jumlah mahasiswa 1.400 orang.” jadi Institut Kesehatan Muhammadiyah. “Insya Allah, PTM ini juga melapih hubungan baik dengan pemerintah daerah dan pusat serta persyarikatan Muhamma- prospek maju ke depannya cerah,” pungkas Chairil Andiyah. Pemerintah daerah dan pusat telah memberikan war. Acara pelantikan ini dihadiri oleh Bupati Ciamis bantuan pembangunan gedung, bis dan ambulans. Drs. Iing Syam Arifin, Wakil Bupati terpilih untuk periode “Kerja sama dengan Pemerintah Daerah Tingkat II sampai Pemerintah Pusat ditandai dengan pemerole- 2019-2024 Yana D. Putra, Ketua Badan Pembina Harian han bantuan gedung, bis dan ambulans. Hubungannya (BPH) Stikes Mucis, Ketua Pimpinan Muhammadiyah dengan persyarikatan juga bagus dan mesra,” imbuh Wilayah (PWM) Jawa Barat Dr. Zulkarnain, S.H., M.H., Chairil Anwar, yang juga dosen Fakultas Matematika dan sivitas akademika kampus ini.[]

Metamorfosis Stikes Mucis

dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM).

20 Warta PTM

Edisi September-Oktober 2018


INovasi

U

M Surakarta, UHAMKA dan UM Kalimantan Timur (UMKT) telah merintis kuliah jarak jauh (KJJ). Tiga PTM ini melakukan kuliah jarak jauh dengan sejumlah narasumber, antara lain Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, Dr. Haedar Nashir, M.Si., Prof. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. dan Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Launching KJJ dilakukan dengan penyelenggaraan KJJ pertama bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah tahun 1998-2005 Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif dan Ketua Umum PP Muhammadiyah tahun 20152020 Dr. Haedar Nashir, M.Si. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. (paling kiri), Prof. Dr. Suyatno, M.Pd. (tengah) dan Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, H.Hum. dalam kuliah jarak jauh sebagai narasumbernya, Kamis tiga PTM (UHAMKA, UM Surakarta dan UMKT) di UHAMKA, Kamis (22/2/18) (1/2/18). Dalam KJJ pertama ini, dua narasumber tersebut hadir di Ruang Seminar Lt. 7 Gedung Induk Siti Walidah UM Surakarta. Mahasiswa-mahasiswa UHAMKA bantu dengan keberadaan kuliah online. Kebanyakan dan UMKT mengikuti kuliah umum ini secara langmereka dari daerah lain. Jadi, kalau ikut kuliah, meresung di kampus mereka masing-masing dan berinterakka tidak perlu keluar biaya tambahan untuk datang ke si dengan para narasumber. Surakarta. Cukup buka laptop,” tambah Huda. Selain itu, Huda Maulana, S.E., asisten dosen di Untuk melaksanakan KJJ, dosen dan mahasiswa UM Surakarta yang kini tengah kuliah S-2 di Univermemerlukan sejumlah infrastruktur. Dosen membutuhsity of Dayton, Ohio, Amerika Serikat, menuturkan, kan sambungan internet yang kuat, kamera, LCD dan Rektor UM Surakarta periode 2008-2012 dan 2012-2016 laptop, sedangkan mahasiswa memerlukan laptop atau dan Rektor UMKT periode 2018-2022 Prof. Dr. Bampersonal computer (PC) dan sambungan internet. bang Setiaji, juga mengajar lima mata kuliah di UM Prof. Bambang Setiaji mengatakan, “Dari infraSurakarta secara jarak jauh (online). Lima mata kuliah struktur, yang diperlukan itu sambungan internet yang tersebut adalah Statistik (S-1), Analisis Keuangan Nebesar, kamera, LCD, laptop. Satu kelas biaya infragara (S-1), Ekonomi Islam (S-2), Filsafat Ilmu (S-2) strukturnya Rp40-50 juta.” dan Kebijakan dan Anggaran Pembiayaan Pendidikan Sekarang, tengah dikembangkan aplikasi yang (S-2). bisa memonitor kegiatan mahasiswa. Aplikasi ini bisa “Prof. Bambang di Samarinda seminggu dua kali mendeteksi apakah mahasiswa sudah atau belum memmengajar para mahasiswa. Kadang, kalau Prof. Bambuka halaman-halaman buku yang seharusnya dibaca. bang baru keluar kota, beliau mengajar dari mana saja, Aplikasi ini menjaga agar KJJ tetap berkualitas. seperti dari hotel,” ujar Huda. “Dr. Woluyo dari UM Surakarta sudah punya Kuliah-kuliah tersebut selalu direkam dan diungtemplate-nya untuk, misalnya, melihat mahasiswa memgah ke Youtube. Mahasiswa-mahasiswa yang tidak bisa buka halaman ini atau tidak. Kalau mahasiswa tidak join perkuliahan secara online tetap bisa menyimak remembuka halamannya, itu ketahuan. Jadi, kualitas tekaman kuliahnya di waktu lain. Mereka yang belum setap terjaga karena apa yang dibaca oleh mahasiswa itu penuhnya memahami materi kuliahnya bisa membuka dimonitor,” jelas Prof. Bambang.[] AGP videonya berulang-ulang. “Mahasiswa, terutama yang S-2, merasa sangat ter-

Merintis Kuliah Jarak Jauh

Edisi September-Oktober 2018

Warta PTM 21


INovasi

EMPAT PRINSIP

Pengelolaan Keuangan & Aset UMY

U

niversitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berinovasi dalam mengelola keuangan dan asetnya. Inovasinya ini berlandaskan empat prinsip, yakni (1) if we can measure it, we can manage it (jika kita bisa mengukurnya, kita bisa mengelolanya); (2) money follows functions (uang mengikuti fungsi), (3) value for money (menghargai uang), dan (4) bela beli produk Muhammadiyah bermutu (Bedukmutu). Wakil Rektor III Bidang Sumber Daya Keuangan dan Aset UMY Dr. Suryo Pratolo, S.E., M.Si., Ak., CA., AAP-A. menjelaskannya kepada Warta PTM di kantornya, Jumat (13/7/18). Pertama, dengan prinsip if we can measure it, we can manage it, segala sesuatu di UM Yogyakarta diukur. Maka, UMY menyusun buku UMY LEADS: Sasaran, Strategi Utama & Indikator Kinerja Strategis, Pengembangan UMY Menuju Universitas Bereputasi Internasional 2020 (2017). Kitab ini berisi empat bagian, yaitu (A) Visi, Misi, Tujuan dan Peta Jalan Pengembangan, (B) Potret Utama UMY 2016, (C) Sasaran Strategis dan Strategi Utama 2017-2020, dan (D) Indikator Kinerja Strategis dan Target Capaian Tahunan. Bagian kelima ini berisikan indikator-indikator yang mengukur kinerja, target, visi, misi, tujuan, peta jalan pengembangan dan sasarannya. Semua serba terukur dan terangkakan serta kemudian terkelola. UMY memiliki, selain indikator-indikator keberhasilan, juga instrumen-instrumen untuk melakukan pengukuran guna menghasilkan data-data yang sahih. Data-data ini dikelola dengan perencanaan, pengorganisasian, eksekusi, pengawasan dan evaluasi. Evaluasi, sekali lagi, juga tak lepas dari pengukuran. Siklus pengukuran dan pengelolaan ini berjalan terus tiada mandek. Prinsip kedua adalah money follows functions. Uang dianggarkan dan dikeluarkan setelah diketahui fungsinya, manfaatnya, output-nya dan outcome-nya. Kalau tidak memiliki dan menghasilkan fungsi, manfaat, output dan outcome yang jelas, dana tidak bisa dikeluarkan. “Uang mengikuti fungsi. Di UMY, tidak akan bisa uang cair kalau tidak ada fungsi yang jelas. Itu sudah kita jalankan. Awalnya dari mana? Semua uang yang dikeluarkan berasal dari perencanaan dan program yang jelas, dari penganggaran yang jelas. Memiliki 22 Warta PTM

Edisi September-Oktober 2018

Sasaran, Strategi Utama & Indikator Kinerja Strategis, Pengembangan UMY Menuju Universitas Bereputasi Internasional 2020.

IKS, Indeks Kinerja Strategis, dan kemudian baru budgeting,” papar Suryo Pratolo. “Sehingga, pencairan (dana) di UMY pasti menghasilkan output, outcome yang jelas. Itu sudah jalan. Bahkan, sejak tahun 2002, kita rintis. Dari situ, ternyata efisiensi, efektivitas bisa tercapai,” sambung Suryo. Semua ini membutuhkan kekompakan seluruh sivitas akademika, kepemimpinan (leadership) yang kuat, nilai-nilai yang dipegang teguh, kepercayaan (trust), orang-orang yang ahli, dan dukungan teknologi. “Tanpa kekompakan, tak akan bisa. Tanpa leadership, tak akan bisa. Harus ada orang yang menguasai itu,” tegasnya. Prinsip ketiga ialah value for money, menghargai uang. Uang dalam jumlah sedikit, apalagi banyak, harus dihargai dan digunakan secara ekonomis, efisien dan efektif. Caranya, penganggaran dan penggunaannya diurai secara teperinci. Sehingga, proposal kegiatan berisikan detail-detail, termasuk detail anggarannya. “Walaupun kita punya uang, tetap harus digunakan secara ekonomis, efisien, efektif,” jelas Suryo. Keempat, bela beli produk Muhammadiyah bermutu (Bedukmutu). UMY memproduksi produk-produk komersial dan memiliki unit-unit bisnis, dan kegiatankegiatan yang memakai anggaran UMY harus memakai produk-produk UMY sendiri. Produk-produknya antara lain berupa air minum dan spidol yang mutunya terus ditingkatkan. Omzet Bedukmutu mencapai 1,5 miliar rupiah/bulan. Inilah salah satu inovasi yang dilakukan UMY untuk menempuh peta jalan pengembangannya (road map for strategic development) 2015-2040. Pada kurun 2040, UMY memasang target untuk menjadi socio-preneurial university dan masuk dalam 300 besar world class university. Inovasi di atas melesatkan kinerja kampus untuk mencapai target 2040 tersebut.[]


salindia

Edisi September-Oktober 2018

Warta PTM 23


kronik

Para peserta Pembinaan Kepala Sekolah Muhammadiyah Se-Jawa Barat dan Sosialisasi Pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru UM Bandung Tahun Akademik 2018/2019 di UM Bandung, Jumat (6/7/18).

Kiat UM Bandung Menjaring Mahasiswa Baru

U

M Bandung mengadakan Pembinaan Kepala Sekolah Muhammadiyah Se-Jawa Barat dan Sosialisasi Pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru UM Bandung Tahun Akademik 2018/2019. Di sini, UM Bandung menggandeng Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat (Jabar), Kepala-kepala Sekolah SMASMK-MA Muhammadiyah se-Jawa Barat, dan Asosiasi Peternak dan

Pengusaha Lele Jawa Barat di UM Bandung, Jumat (6/7/18). Kegiatan ini berintensi untuk menjalin kerja sama pengembangan kewirausahaan (entrepreneurship) masyarakat dan menjaring mahasiswa baru UM Bandung. Rektor UM Bandung Prof. Dr. Suyatno, M.Pd. menuturkan, di Jawa Barat terdapat 139 sekolah Muhammadiyah dengan 50.000-an siswa. Mereka berpotensi menjadi mahasiswa-mahasiswa baru UM Bandung. “Terjadi empat kesepakatan an-

Pembangunan Perumahan Dosen & Karyawan Unismuh Makassar

U

niversitas Muhammadiyah (Unis­­­­muh) Makassar menaja pembangunan perumahan dosen dan karyawannya. Perumahan seluas 18 hektare ini berlokasi di 24 Warta PTM

Kampung Cambaya, Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, 20 kilometer dari kampusnya. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Rektor Unismuh Ma-

Edisi September-Oktober 2018

tara Rektor UM Bandung dan Kepalakepala Sekolah Muhammadiyah seJawa Barat. Pertama, setiap sekolah akan mengirim 5-10 lulusannya untuk masuk UM Bandung dengan pembiayaan dari budidaya lele. Kedua, UM Bandung memberikan pembinaan untuk peningkatan kualitas sekolahsekolah Muhammadiyah se-Jabar melalui pelatihan, workshop dan lainlain,” papar Prof. Suyatno. “Ketiga, menyediakan lahanlahan untuk pengembangan peternakan lele, dan keempat, pembinaan dan pemasaran hasil produk lele dilakukan oleh Asosiasi Peternak dan Pengusaha Lele Jawa Barat. Mohon doa dan dukungannya,” pungkas Prof. Suyatno.[] AGP kassar Dr. Abd. Rahman Rahim, S.E., M.M., Sabtu (7/7/18). Abd. Rahman Rahim menerangkan, “Perumahan dosen dan karyawan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dosen dan karyawan. Pembangunan ini diharapkan selesai dalam enam bulan ke depan atau Desember 2018.” Selain diperuntukkan secara


khusus bagi dosen dan karyawan Unismuh Makassar, perumahan ini juga dipasarkan secara komersial. PTM ini memberikan subsidi kepada para dosen dan karyawan yang akan membeli rumah tersebut. Sementara itu, pemasaran komersial dilakukan tidak terbatas. “Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi Direktur Sumber Daya Keuangan Unismuh,” jelasnya. “Insya Allah, pada tahap pertama, akan dibangun 350 unit rumah,” pungkas Abd. Rahman Rahim. Unit-unit rumah yang dibangun bertipe 25 yang bisa dibeli dengan angsuran. Angsuran bisa dilakukan dengan tiga skema jangka waktu, yakni 5, 10 dan 20 tahun. Acara Peletakan Batu Pertama

Rektor, BPH dan sivitas akademika Unismuh Makassar dalam acara Peletakan Batu Pertama pembangunan perumahan dosen dan karyawan, Sabtu (7/7/18).

ini dihadiri oleh Badan Pembina Harian Unismuh Makassar, Wakil-wakil Rektor, Direktur, Asisten Direktur,

dan para pimpinan lembaga dan unit di lingkungan Unismuh Makassar.[] AGP

S

ebanyak 12 orang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) mengikuti kegiatan Summer Course di Asia University, Taichung, Taiwan pada 8 Juli-4 Agustus 2018. Mereka adalah mahasiswa-mahasiswa semester 8 pada Program Studi S-1 Keperawatan. Summer Course ini bertujuan untuk memberikan tambahan wawasan internasional kepada mahasiswa di universitas yang bertaraf internasional. Wakil Rektor Bidang Akademik Ghozali M.H., M.Kes. (CDr.) memberikan keterangan, “Selama kegiatan yang berlangsung, para mahasiswa akan mengikuti program Special Course yang diadakan oleh Asia University dengan topik utama Community Care in Taiwan dan Healthy Aging Care. Program ini menerapkan metode pembelajaran kuliah di kampus dan praktik di lapangan.” “Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dari kerja sama antara UMKT dan Asia University Taiwan yang telah dirintis dan ditandatangani MOU-nya pada akhir 2017 lalu,” lanjutnya. Ghozali menambahkan, sebelumnya tiga orang mahasiswa Prodi

Mahasiswa-mahasiswa Program Studi S-1 Keperawatan UMKT mengikuti kegiatan Summer Course di Asia University, Taichung, Taiwan pada 8 Juli-4 Agustus 2018.

Summer Course Mahasiswa UMKT di Asia University Taiwan Kesehatan Masyarakat UMKT juga telah berpartisipasi dalam kegiatan pertukaran mahasiswa selama satu semester di Asia University. Selain itu, dosen-dosen UMKT juga tengah mengikuti studi lanjut pada program doktor (Ph.D.) di beberapa universitas di Taiwan, yaitu

di Asia University, Taipei Medical University, dan National Taipei University of Nursing and Health Sciences Taiwan. Seluruh dosen UMKT ini mendapatkan beasiswa dari universitas-universitas tersebut dan Kementerian Pendidikan Taiwan.[] AP

Edisi September-Oktober 2018

Warta PTM 25


kronik

Rektor UM Magelang Ir. Eko Moh. Widodo, M.T. menyampaikan sambutan dalam Rakor di Bapelkes Salaman, Jawa Tengah, Sabtu (21/7/18).

UM Magelang Tingkatkan Daya Saing

U

niversitas Muhammadiyah Magelang berupaya keras untuk meningkatkan daya saingnya, paling tidak di kancah regional Magelang, yang di wilayah ini kini muncul pesaing dari perguruan tinggi negeri (PTN) baru. Walaupun beberapa indikator kelembagaan UM Magelang menunjukkan keunggulan—seperti masuk 100 besar perguruan tinggi

swasta (PTS) terbaik dan masuk kluster utama riset versi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)—daya saingnya, dilihat dari jumlah penerimaan mahasiswa baru, mengalami penurunan pada beberapa prodi. “Karena itu, fokus dan tema Rapat Koordinasi 2018 ini adalah meningkatkan daya saing dan men-

dorong agar akreditasi institusi yang akan datang bisa mendapatkan akreditasi unggul,” demikian dikemukakan Rektor UM Magelang Ir. Eko Moh. Widodo, M.T. dalam Rakor yang diadakan di Bapelkes Salaman, Jawa Tengah, yang diikuti pejabat struktural kampus tersebut, Sabtu (21/7/18). Upaya untuk meningkatkan akreditasi institusi ini diapresiasi Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., yang memberikan pengarahan pada acara tersebut. Sekarang, peringkat akreditasi sebagai ukuran kualitas lembaga pendidikan tinggi tak terelakkan lagi. Dan, upaya tersebut mesti disadari dan dilakukan oleh seluruh sivitas akademika, tak bisa hanya dikerjakan oleh segelintir orang. “Akreditasi adalah ukuran mutu. Jika akreditasi unggul, maka daya saing akan meningkat, karena akreditasi juga bentuk pengakuan bahwa perguruan tinggi itu bereputasi. Karenanya, semua elemen di UM Magelang harus terlibat mendukung itu. Jangan hanya unsur universitas saja yang bekerja keras," tutup Prof. Edy. [] ESH

UM Purwokerto Soroti Revolusi Industri 4.0

U

Para peserta dalam Silaturahmi Komisariat III Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Wilayah (Aptisi) Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah di Aula A.K. Anshori, Senin (9/7/18).

26 Warta PTM

Edisi September-Oktober 2018

niversitas Muhammadiyah Purwokerto menjadi tuan rumah kegiatan Silaturahmi Komisariat III Asosiasi Pergu0uan Tinggi Swasta Indonesia Wilayah (Aptisi) Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah di Aula A.K. Anshori, Senin (9/7/18). Kegiatan ini memabahas


tajuk “Peningkatan Mutu dan Daya Saing Perguruan Tinggi dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0”. Dr. Berliana, M.Si. menyulihi Ketua dan Pengurus Aptisi Komisariat III Jawa Tengah dalam dalam sambutannya mengungkapkan, tujuan acara ini untuk mempererat persaudaraan perguruan-perguruan tinggi. “Saya laporkan, kegiatan kali ini dihadiri oleh 26 perguruan tinggi swasta, dan tadi panitia mengatakan, sudah ada 23 perguruan tinggi yang hadir. Yang lainnya mungkin masih dalam perjalanan. Semoga kegiatan ini bermanfaat,” kata Berliana. Sementara itu, Rektor UM Purwokerto Dr. Syamsuhadi Irsyad, S.H., M.H. mengatakan, dunia telah mengalami perubahan drastis. Dunia kini memasuki Era Revolusi Industri 4.0, karena teknologi informasi telah menjadi basis kehidupan manusia. Dulu, pada Revolusi Industri Perta-

ma, tenaga manusia dan hewan digantikan oleh mesin. “Revolusi industri kedua melahirkan pembangkit tenaga listrik dan motor pembakaran dalam pesawat terbang, mobil, yang mengubah wajah dunia secara signifikan,” katanya. Revolusi industri generasi ketiga, lanjut Syamsuhadi, ditandai dengan kemunculan teknologi digital dan internet. “Dari situ, lahirlah revolusi industri generasi keempat yang ditandai kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak,” ungkapnya. Era ini mendisrupsi berbagai aktivitas manusia, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi serta pendidikan tinggi.

“Era Industri generasi ke empat ini tidak bisa kita hindari, tetapi harus kita hadapi. Mari pada hari ini kita bahas bersama dan berkontribusi aktif di tengah globalisasi dan revolusi informasi," jelasnya. “Terima kasih kepada Aptisi Wilayah VI, UM Purwokerto dipercaya menjadi tuan rumah silaturahim. Semoga forum pada hari ini dapat memberikan perubahan dan inovasi untuk kepentingan bangsa dan negara untuk Peningkatan Mutu dan Daya Saing Perguruan Tinggi dalam menghadapi Revolusi 4.0,” pungkas Syamsuhadi. Acara silaturahmi ini juga dihadiri oleh Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. D.Y.P. Sugiharto, M.Pd. dan Dewan Eksekutif BAN PT Sugiyono, Ph.D. selaku.[] AGP

U

niversitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menerima salinan salinan Surat Keputusan (SK) penyelenggaraan program Magister Ilmu Laboratorium Klinis (Sains Laboratorium Medis) dari Menristekdikti. Salinan SK Kemenristekdikti Nomor 452/KPT/I/2018 ini diserahkan oleh Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. D.Y.P. Sugiharto, M.Pd. kepada Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd. di Kantor Kopertis, Senin (9/07/18). Prodi S-2 Magister Ilmu Laboratorium Klinis ini merupakan satu-satunya di Indonesia dan menambah jumlah prodi di Unimus jadi 24. Prof. Masrukhi sangat mengapresiasi kebijakan pemerintah dengan penerbitan SK tersebut, yang diharapkan akan semakin meningkatkan sumber daya manusia (SDM) kesehatan, khususnya di bidang laboratorium medik di Indonesia. Selama ini, SDM bidang tersebut dipasok dari lulusan D-3, D-4 dan S-1. Indonesia memiliki 126 prodi D-3 dan D-4 Analis Kesehatan dan Teknologi Laboratorium Madis. Pendaftaran mahasiswa baru

Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd. (kanan) menerima SK penyelenggaraan program Magister Ilmu Laboratorium Klinis dari Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. D.Y.P. Sugiharto, M.Pd. (kiri) di Kantor Kopertis, Senin (9/07/18).

Unimus Buka S-2 Ilmu Laboratorium Klinis Pertama di Indonesia S-2 Sains Laboratorium Medis akan dibuka pada tahun ajaran 2018/2019. “Kami optimis peminatnya cukup banyak dan pangsa pasarnya su-

dah jelas, yaitu para dosen pengampu S-1/D-3 Analis Kesehatan di perguruan tinggi. Untuk rekrutmen perdana, kami akan targetkan perolehan ma-

Edisi September-Oktober 2018

Warta PTM 27


kronik hasiswa baru sebanyak 20 orang,” papar Prof. Masrukhi. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Unimus Dr. Sri Darmawati, M.Si., yang didampingi Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Unimus Dr. Budi Santosa, M.Kes., menyatakan prodi S-2 Sains Laboratorium Medis ini sangat dibutuhkan dunia kesehatan yang berkaitan dengan laboratorium medis. Berbagai layanan kesehatan di rumah sakit, puskesmas, laboratorium dan klinik memerlukan SDM

bidang ini. “Unimus siap mendidik lulusan D-4 Lab Medik ataupun dari S-1 bidang bidang ilmu kesehatan yang memiliki latar belakang D-3 Analis Kesehatan untuk nantinya mengisi SDM yang memiliki kewenangan di S-2 bidang laboratorium medik di berbagai rumah sakit dan tempat-tempat layanan kesehatan masyarakat lainnya,” ujar Sri Darmawati. Budi Santosa mengatakan, “Selama ini, SDM yang ada adalah lulusan D-3 Analis Kesehatan dan D-4 Tekno-

Iip Syamsul Arief M.N. (paling kiri), Prof. Dr. Uman Suherman A.S., M.Pd. (tengah) dan Dr. Ahmad Qonit Ali Daud, M.A. dalam acara Pembinaan dan Silaturahmi Dosen dan Karyawan UMTAS di Graha UMTAS, Sabtu (30/6/18).

Jangan Hanya Download, tapi Juga Harus Upload

P

rof. Dr. Uman Suherman A.S., M.Pd., Koordinator Kopertis Wilayah IV Jawa Barat, hadir ke Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) dan disambut oleh Rektor UMTAS Dr. Ahmad Qonit Ali Daud, M.A., Sabtu (30/6/18). Prof. Suherman baru pertama kali ini datang ke kampus UMTAS dan menjadi pembicara utama dalam acara Pembinaan dan Silaturahmi Dosen dan Karyawan UMTAS di Graha UMTAS. “Selamat datang di UMTAS. Kami laporkan, bahwa UMTAS al28 Warta PTM

hamdulillah menginjak usia ke-4 pada tahun ini. Kami memiliki 3 fakultas dan 13 prodi, dengan dosen-dosen muda yang bersemangat dan sebagian sedang melaksanakan tugas belajar S-3 di UPI, UGM. Ada yang di Malaysia, di Taiwan, dan sebagainya. Insya Allah UMTAS serius dan solid berjuang untuk menjadi kampus berkemajuan,” ucap Ahmad Qonit. Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian UMTAS, H. Iip Syamsul Arief M.N. mengatakan, “Kami mengapresiasi kinerja Kopertis. Dulu, yayasan diundang ke aca-

Edisi September-Oktober 2018

logi Laboratorium Medik (TLM), karena memang belum ada S-2 bidang Sains Laboratorium Medis. Sehingga, sementara waktu yang lalu, ada kewenangan yang seharusnya dilakukan SDM lulusan S-2, namun dijalani oleh D-3 atau D-4. Dengan adanya S-2 Sains Laboratorium Medis, nantinya mereka lebih kompeten dan sesuai dengan kewenangan yang melekat pada lulusan S-2 Sains Laboratorium Medis.”[] AP

ra Kopertis hanya saat-saat tertentu saja. Alhamdulillah, sejak 2016 yayasan sering dilibatkan dalam pembuatan kebijakan dengan Kopertis, sehingga kebijakan yayasan dan Kopertis bisa sejalan.” Menanggapi Ketua BPH UMTAS, Prof. Suherman menyampaikan, dulu cara kerja Kopertis adalah Wasdabin (pengawasan, pengendalian, pembinaan), tetapi sekarang berubah jadi Bindawas (pembinaan, pengendalian, pengawasan). Pasalnya, Kopertis melihat bukan apa masalah PTS sehingga perlu pengawasan, melainkan melihat apa apa potensi PTS tersebut sehingga perlu pembinaan. “Ada 478 PTS di Jawa Barat, termasuk UMTAS, yang menjadi salah satu kampus kebanggaan. Jika kami ambil satu hari satu kampus saja, tidak cukup dalam waktu satu tahun. Padahal, sebenarnya kami ingin datangi semuanya,” kata Prof. Suherman. Beliau berpesan, UMTAS harus membangun kualitas SDM, baik kualitas penyelenggara, pengelola, maupun pembina. UMTAS juga harus meningkatkan peringkat akreditasinya. “Jika dulu memilih Pilkada dengan melihat partainya, sekarang tren bergeser menjadi melihat siapa tokohnya. Jika dulu memilih PTS melihat siapa tokoh pendirinya, sekarang tren bergeser menjadi melihat akreditasinya,” terangnya. “Memiliki dosen-dosen yang qu-


alified dan mahasiswa yang berkompetensi, tetapi akreditasi belum baik, ini gawat. Pengelola dan penyelenggara pendidikan harus memikirkan nasib mahasiswa, nasib dosen, nasib warga Muhammadiyah, dan nasib warga Tasikmalaya dengan terus berjuang meraih akreditasi tertinggi. Untuk itu, seluruh sivitas akademika

UMTAS harus silih asah, silih asih, silih asuh dalam membangun ­UMTAS,” tegasnya. “Dosen jangan sering download, tetapi harus sering upload. Download jurnal untuk landasan penelitian boleh. Tetapi ingat, harus sering upload RPS per semester, bahan ajar, dan instrumen lainnya, sehingga muncul

di repository perguruan tinggi. Produktif menulis artikel dan buku, lalu wajibkan mahasiswa untuk mengutip tulisan kita. Ini yang saya maksud semua harus silih asah, silih asih, dan silih asuh. Dengan begitu, UMTAS akan menjadi perguruan tinggi yang bermutu,” pungkasnya.[] AGP

R

ektor UM Magelang Ir. Eko Moh. Widodo, M.T. meluncurkan dan mengimplementasikan permainan untuk pembelajaran berkelanjutan yang didukung Curtain University di Kampus UM Magelang, Selasa (24/7/18). Permainan ini merupakan karya dosen fakultas teknik UM Magelang, Yun Arifatul Fatimah, S.T., M.T., Ph.D. dan Andi Widianto S.T., M.Kom. yang berhasil mengembangkan permainan pembelajaran (sustainability learning game) “Econesia”, yang didanai oleh pemerintah Australia, melalui Alumni Grant Scheme (AGS), yang diselenggarakan oleh Alumni Australia Indonesia. Permainan pembelajaran ini dibuat dalam bentuk boardgame dan Android-based digital game. Permainannya didesain dan dibangun khusus untuk siswa-siswi sekolah dasar, melalui riset komprehensif, kerja sama antara UM Magelang dan Sustainable Engineering Centre, Curtin University Australia (Profesor Michele Rosano). Implementasinya melibatkan lebih dari 220 siswa-siswi SD di Magelang, Jawa Tengah. Permainan ini bertujuan untuk mengenalkan, mengajarkan, membudayakan siswa-siswa sekolah dasar untuk melakukan aktivitas-aktivitas keseharian mereka dengan memper-

Profesor Michele Rosano menyampaikan sambutan dalam acara Launching and Implementation Sustainability Learning Game “Econesia” di UM Magelang, Selasa (24/7/18).

Permainan untuk Pembelajaran “Econesia” timbangkan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan, dengan cara yang menyenangkan, menarik dan inovatif. Permainan ini diharapkan akan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan anak-anak, sehingga mereka mampu membangun budaya dan kebiasaan anak-anak Indonesia untuk melakukan aktivitas yang le-

Gerakan Berkemajuan di Semua Lini Kehidupan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung, Prof. Dr. Marzuki Noor, M.S. memadahkan, Muhammadiyah merupakan gerakan berkemajuan di semua lini kehidup-

an, tidak hanya gerakan keagamaan. Pernyataan tersebut disampaikan saat Prof. Marzuki membuka acara Pendidikan dan Pelatihan Khusus Manajemen Pesantren bagi Mudir

bih ramah lingkungan, pemanfaatan sumber daya energi secara lebih efisien, pengurangan dan pemanfaatan sampah, dan peningkatan kepedulian sosial. Selain itu, permainan ini juga mengajarkan nilai-nilai luhur pada diri anak-anak untuk menjaga kekayaan alam, lingkungan, hormat kepada orangtua dan lain-lain.[] ESH

Pesantren Muhammadiyah Regional Sumatera tahun 2018 di Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tanwir Metro (Kampus 4 UM Metro), SeninRabu (2-4/7/18). “Kita perlu sampaikan bahwa gerakan Kemuhammadiyahan bukan hanya gerakan keagamaan, tapi juga b ­ergerak pada semua lini kehidupan. Karena Islam tidak hanya

Edisi September-Oktober 2018

Warta PTM 29


kronik

Prof. Dr. Marzuki Noor, M.S. memberikan sambutan pada acara Pendidikan dan Pelatihan Khusus Manajemen Pesantren bagi Mudir Pesantren Muhammadiyah Regional Sumatera tahun 2018 di Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tanwir Metro, Senin (2/7/18).

berbicara pada satu aspek saja, melainkan membahas dan mengurusi aspek-aspek yang lain. Mulai dari perekonomian, kepemimpinan, dan lain sebagainya,” tegas Prof. Marzuki saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut, Senin (2/7/18). Menurutnya, gerakan Muhammadiyah berkemajuan diimplementasikan dengan pertama-tama menyamakan persepsi calon-calon

mahasiswa UM Metro terlebih dahulu mengenai pemahaman Islam Muhammadiyah. Ini dilakukan sebelum mereka belajar ilmu pengetahuan sesuai dengan jurusan mereka masingmasing. “Yang kita perlukan sekarang adalah sinergi, di mana tujuan UM Metro untuk melahirkan Muslim yang sarjana. Sehingga, para mahasiswa, sebelum kuliah di UM Metro, selama satu semester dipondokkan

dulu ke Pontren Muhammadiyah AtTanwir ini, sehingga hatinya bersih. Bukan belajar Kemuhammadiyahan, tapi untuk menyamakan persepsi mengenai Islam secara bersama-sama sebagaimana yang dipahami Muhammadiyah,” imbuh Prof. Marzuki. “Jika hatinya sudah bening, bersih, maka silakan pikirannya diisi berdasarkan ilmu pengetahuan atau jurusan yang ia pilih seperti Matematika, Akuntansi, misalnya. Sehingga, nantinya UM Metro melahirkan Muslim yang sarjana, bukan sarjana pada umumnya. Sehingga, dapat mencapai generasi Islam yang berkemajuan,” sambungnya. Lebih lanjut, guru besar UM Metro ini menegaskan bahwa gerakan Muhammadiyah yang berkemajuan yang diinginkan adalah gerakan berkemajuan yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. “Kemajuan yang kita harapkan adalah kemajuan yang berlandaskan pada Al-Qur'an dan As-Sunnah, bukan berkemajuan yang menjauhi Al-Qur'an dan As-Sunnah. Mudahmudahan pelatihan ini dapat melahirkan mudir-mudir yang berkemajuan,” pungkas Prof. Marzuki.[] AGP

Prof. Edy Lepas Mahasiswa UMSU Magang ke 3 Negara

W

akil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. kembali melepas 13 mahasiswa internship Universitas Muhammadiyah Sumaterau Utara (UMSU) ke tiga negara, yaitu Taiwan, Filipina, dan Thailand, Jumat (13/7/18). Para mahasiswa yang berasal dari Prodi Kedokteran dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini memenuhi tugas akademik elektifnya

30 Warta PTM

Pelepasan 13 mahasiswa FK dan FKIP UMSU untuk magang di Taiwan, Filipina dan Thaildand oleh Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. di Kampus UMSU, Jumat (13/7/18).

selama 3-4 minggu di negara-negara tersebut.

Edisi September-Oktober 2018

Menurut Prof. Edy, kegiatan ini makin mengukuhkan langkah inter-


nasionalisasi UMSU yang dalam tiga minggu terakhir banyak melakukan program lintas negara. "Ini penting sebagai prasyarat untuk memperoleh akreditasi unggul," ujarnya. Dalam pesannya kepada para mahasiswa, Prof. Edy meminta agar mereka memanfaatkan waktu sebaikbaiknya untuk menambah ilmu dan keterampilan, serta belajar beradaptasi dengan lingkungan masyarakat yang kultur dan perilakunya bisa jadi sangat beda. "Saudara beruntung. Tak banyak mahasiswa Indonesia yang punya kesempatan seperti ini. Paling

hanya nol koma sekian persen," kata Prof. Edy. Sementara itu, Wakil Rektor 1 UMSU Dr. Muhammad Arifin Gultom, S.H., M.Hum. menyampaikan agar para mahasiswa harus menjaga nama baik UMSU. "Saudara adalah duta-duta UMSU. Karenanya, harus menjaga dan mengangkat nama baik UMSU. Bahkan, nama baik negara. Beri kesan positif pada masyarakat di sana," ucapnya. Arifin menambahkan, para peserta magang diharapkan bisa mempertahankan jati diri dengan nilainilai Al Islam dan kemuhammadiya-

han selama berada di luar negeri. Namun, mahasiswa tidak boleh frontal saat menghadapi perbedaan budaya dan nilai-nilai sosial yang berlaku di negara luar. Turut hadir dalam kegiatan pelepasan magang internasional itu, Dekan FK UMSU Prof. Dr. H. Gusbakti Rusip, M.Sc., PKK., AIFM., Wakil Dekan I FK dr. Siti Masliana Siregar, Sp.THT-KL, Wakil Dekan II, dr. H. Elman Boy, M.Kes, FIS-PH., FISCM., Pelaksana Tugas Ketua KUI, dr. Eka Airlangga, M.Ked. (Ped). Sp.A. serta jajaran dekanat FKIP.[] ESH

Kampus UNIMUDA Sorong Tampak dari Udara

STKIP Muhammadiyah Sorong Jadi UNIMUDA Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Sorong telah berubah menjadi Universitas Muhammadiyah Pendidikan (UNIMUDA) Sorong.

Hal itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI nomor 547/KPT/I/2018 tanggal 5 Juli 2018. Drs. Rustamadji, M.Si., Ph.D.,

Rektor UM Pendidikan Sorong mengatakan, pengajuan perubahan bentuk STKIP menjadi universitas telah dilakukan sejak 2012. “Prosesnya panjang dan kami selalu taat asas sesuai aturan dari Dikti. Semua persyaratan kami penuhi, mulai dosen dengan segala syaratnya, kurikulum, studi kelayakan dan hal lain yang diminta oleh Dikti," tutur Rustamadji. Lebih lanjut, ia menjelaskan

Edisi September-Oktober 2018

Warta PTM 31


kronik UNIMUDA Sorong berkonsentrasi tidak hanya pada bidang pendidikan. “Kami menggunakan nama UM Pendidikan Sorong karena mengingat sejarah pendirian STKIP di masa lalu,” lanjutnya. Terkait kendala, Rustamadji mengatakan, sumber daya manusia (SDM) menjadi kendala yang cukup berarti. “Mengingat aturan, tiap satu prodi harus menyiapkan 6 SDM yang sarjana dan magisternya linier. Maka, kami agak kesulitan karena di Papua tidak memproduksi SDM yang dibutuhkan. Namun, secara umum itu semua menjadi tantangan yang menarik dan menyenangkan,”

terang Rustamadji, yang telah resmi mendapatkan gelar doktor dalam bidang manajemen pendidikan dari Universitas Pendidikan Sultran Idris (UPSI) Malaysia pertengahan Juli silam. Sebagai informasi, UNIMUDA Sorong telah membuka tujuh prodi baru, di antaranya Farmasi, Teknik Sipil, Teknik Kimia, Peternakan, Agribisnis, Akuakultur, dan Ilmu Hukum. Program-program studi yang lama, di antaranya Pendidikan Biologi, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pen-

didikan Olahraga, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, dan Teknologi Informasi. “Saat ini, prodi pendidikan sudah menerima 700 lebih mahasiswa. Sedangkan bidang eksakta, kami akan membuka penerimaan setelah SK turun. Kami optimis akan memiliki banyak peminat, mengingat beberapa prodi tidak ada di Papua, seperti Farmasi misalnya,” pungkasnya. Rustamadji berharap nantinya UNIMUDA Sorong akan lebih luas berkarya di tanah Papua dan membuka semua prodi, termasuk Kedokteran.[] Nisa Pujiana

Weni Hastuti, S.Kep., M.Kes. menyampaikan taklimat dalam Launching Program Studi D-4 Teknologi Rekayasa Elektromedik dan D-4 Keperawatan Anestesiologi di Gedung Rektorat Stikes PKUM Surakarta, Rabu (11/7/18).

Stikes PKUM Surakarta Pionir 2 Prodi Baru

S

tikes PKU Muhammadiyah Surakarta menghelat launching dua prodi baru, yakni D-4 Teknologi Rekayasa Elektromedik dan D-4 Keperawatan Anestesiologi di Gedung Rektorat Stikes PKUM Surakarta, Rabu (11/7/18). Acara 32 Warta PTM

tersebut dihadiri oleh 230 tamu undangan dari institusi-institusi kesehatan dan SMA/SMK/MA di Karesidenan Surakarta serta pengurus pusat Ikatan Elektromedis Indonesia (IKATEMI) dan Ikatan Penata Anestesi Indonesia (IPAI).

Edisi September-Oktober 2018

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Stikes PKUM Surakarta Dr. Sofyan Anief, M.Pd. menuturkan, Surat Keputusan Kemenristekdikti Nomor 519/KTP/I/2018 tentang pembukaan dua prodi tersebut telah diterima pada 2 Juli 2018. Sofyan Anief menambahkan, kedua prodi itu termasuk prodi yang langka. “Di Indonesia, perguruan tinggi penyelenggara prodi ini masih dapat dihitung dengan jari. Sedangkan


di Jawa Tengah, kami sebagai pionir penyelenggara dua prodi tersebut, khususnya prodi Keperawatan Anestesiologi. Selain itu, kini kami juga sedang berproses untuk perubahan bentuk lembaga dari sekolah tinggi menjadi institut kesehatan,” ujar Sofyan Anief. Sementara itu, Ketua Stikes PKUM Surakarta Weni Hastuti, S.Kep., M.Kes. menyampaikan, lulusan kedua prodi tersebut memiliki peluang yang sangat besar untuk diterima di pasar kerja. Sebab, saat ini tenaga anestesi yang ada mayoritas dihasilkan dari proses pelatihan, bu-

U

M Palu menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Program Kerja Tahun Akademik 2017/2018 dan Rapat Kerja Tahun Akademik 2018/2018 dengan tema “Optimalisasi dan Penguatan Peran Kelembagaan menuju Universitas Muhammadiyah Palu yang Unggul dan Islami” di Hotel Grand Duta Palu, Sulawesi Tengah, Senin-Selasa (13-14/8/18). Dalam kegiatan ini, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. memberikan pembekalan.

kan dari pendidikan formal. “Sehingga praktis, ke depan seluruh tenaga penata anestesi yang bekerja di institusi pelayanan kesehatan harus dipenuhi dari lulusan pendidikan formal. Hal ini sejalan dengan perkembangan teknologi kedokteran yang saat ini sudah beralih ke penggunaan perangkat elektromedis modern, baik untuk proses pengobatan maupun pemeriksaan diagnostik,” tambahnya. Koordinator Kopertis VI Jawa Tengah Prof. Dr. H. D.Y.P. Sugiharto, M.Pd., saat ditemui terpisah, menyambut gembira penerbitan

pembukaan Prodi D-4 Keperawatan Anestesiologi dan D-4 Teknologi Rekayasa Elektromedis ini, mengingat dua prodi tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jadi, pembukaan dua prodi itu sudah tepat sasaran. “Kami tahu persis bahwa Stikes PKU Muhammadiyah sudah berjuang keras selama tiga tahun dan tidak kenal menyerah hingga diterbitkannya SK dua prodi ini. Saya berharap terobosan ini membawa kemajuan untuk Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta,” ujar Prof. Sugiharto.[] Nisa Pujiana

Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. (tengah) bersama para peserta kegiatan Evaluasi Program Kerja Tahun Akademik 2017/2018 dan Rapat Kerja Tahun Akademik 2018/2018 UM Palu di Hotel Grand Duta Palu, Sulawesi Tengah, Senin-Selasa (13/8/18).

Jangan Hanya Menggunakan, tapi juga Ciptakan Teknologi Prof. Edy juga memberikan tausiah dalam acara Pengajian Dzulhijjah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah di UM Palu, Senin (13/8/18). Acara pengajian ini dibuka oleh Ketua PWM Sulteng Hadi Sucipto. Dalam pengajian yang diikuti

oleh 200 orang jemaah itu, Prof. Edy mengingatkan agar umat Islam ikut berperan dalam perubahan yang sangat cepat, termasuk dalam bidang teknologi. “Jangan sebagai pengguna saja, tetapi juga harus ikut menciptakan teknologi itu,” kata Prof. Edy.[] ESH

Edisi September-Oktober 2018

Warta PTM 33


kronik

A

ries Susanti Rahayu menyabet medali emas pada cabang olahraga panjat tebing nomor kecepatan putri di Asian Games 2018 di Palembang, Kamis (23/8/18). Spiderwomen, julukannya, mempersembahkan medali emas pertama bagi Indonesia di Kota Palembang. Aries mencapai finis tercepat pada pesta terakbar di benua Asia ini dengan catatan waktu 7,61 detik. Prestasi ini tentu membanggakan bagi bangsa Indonesia dan juga warga Muhammadiyah, karena Aries adalah mahasiswa S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) angkatan 2015. Humas Unimus Yunie Arminati mengatakan, kini Aries sedang cuti kuliah lantaran mengikuti International Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup 2018 di Chonggong Cina dan Asian Games 2018. Di IFSC World Cup itu, Aries juga meraih medali emas pada nomor kecepatan. Rektor Unimus Prof. Masrukhi, M.Pd. turut berbangga dan bersyukur atas prestasi tersebut. Untuk mengapresiasinya, Unimus akan

34 Warta PTM

Aries Susanti Rahayu, mahasiswa Unimus, raih medali emas pada cabang olahraga panjat tebing nomor kecepatan putri di Asian Games 2018 di Palembang, Kamis (23/8/18). Iqbal Chandra Pratama dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).Dok. Liputan6.com

Mahasiswa PTM Raih Medali Emas di Asian Games 2018 memberikan beasiswa kepada Aries sampai dia rampung kuliah. “Alhamdulillah. Prestasi yang patut disyukuri. Sudah tentu Unimus juga merasa bangga dan bersyukur atas prestasi Aries Susanti. Sebagai bentuk apresiasinya, Unimus menyediakan beasiswa sampai selesai studi. Dan, jika dia kelak setelah lulus berminat untuk menjadi dosen di Unimus, kami akan memfasilitasinya, termasuk untuk beasiswa S-2,” ujar Prof. Masrukhi ketika dimintai tanggapannya, Kamis (23/8/18). Sementara itu, di cabang pencak silat Asian Games 2018, mahasiswa PTM lainnya, Iqbal Chandra Pratama dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), sampai berita ini diturunkan, berhasil menembus babak 16 besar. Iqbal tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Olahraga UMKT. Wakil Rektor Bidang Akademik Ghozali M.H., M.Kes. (CDr.) me-

Edisi September-Oktober 2018

nyampaikan, “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Ada mahasiswa kami yang ikut bertanding di Asian Games mewakili Indonesia. Tentu menjadi kebanggaan bagi kami sebagai universitas baru. Meskipun baru satu tahun Prodi Pendidikan Olahraga ini berdiri, sudah cukup banyak atlet nasional dan internasional yang bergabung menjadi mahasiswa.” “Itu karena kami menjamin bahwa UMKT siap memberikan support bagi mahasiswa yang berprestasi, baik akademik maupun non-akademik (olahraga, misalnya), untuk berkesempatan terus meningkatkan prestasinya. Jangan karena harus ikut training center, misalnya, proses belajarnya menjadi terkendala. Kami siap memberikan solusi dengan menyediakan berbagai metode dan model pembelajaran yang tetap dapat diikuti,” imbuh Ghozali.[] AGP


R

ektor UM Surabaya Dr. dr. Sukadiono, M.M. menyatakan, tantangan perguruan tinggi ke depan cukup berat. Oleh karena itu, seluruh unit kerja harus ikut berperan, termasuk bidang keuangan. Sukadiono mengemukakannya dalam acara Rapat Koordinasi Bidang Keuangan/Anggaran UM Surabaya di kampus setempat, Sabtu (11/8/18). Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dalam arahannya mengingatkan agar pengelolaan anggaran tidak hanya dilihat dari efisiensi, tetapi juga efektivitasnya. “Selalu berpegang pada tata kelola yang baik,� ujar Prof. Edy.[] ESH

Dr. dr. Sukadiono, M.M. (ketiga dari kiri) dan Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. (keempat dari kiri) dan para pimpinan UM Surabaya dalam Rapaat Koodinasi Bidang Keuangan/ Angaran UM Surabaya di kampus setempat, Sabtu (11/8/18)

Berpegang pada Tata Kelola yang Baik

T

im Relawan dari Search and Rescue Mahasiswa Pecinta Alam Muhammadiyah Indonesia (SARMMI) dan Hizbul Wathan (HW) UM Surakarta menjadi volunter pertama yang membantu warga korban gempa di sejumlah daerah yang terisolasi di Lombok. Dusun Bulan Semu, Dusun Sankukun dan Dusun Kuripan merupakan dua daerah yang terisolasi. Demikian isi siaran pers dari SARMMI, Rabu (22/8/18). Dusun Bulan Semu dan Sankukun berada di Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sedangkan Dusun Kuripan terletak di Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Kondisi di Dusun Kuripan mengenaskan saat Tim Sukarelawan datang. Jalan utamanya belum diaspal, dan ujungnya buntu. Listriknya mati total, dan pipa air bersih pun putus sebab kena tanah longsor. Sembilan puluh persen rumah warganya rusak parah akibat gempa bumi. Sekolah dan madrasah diliburkan sampai

Tim Relawan SARMMI dan HW UM Surakarta memberikan hewan kurban seekor sapi untuk masyarakat korban gempa bumi di Dusun Kuripan, Rempek, Gangga, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

SARMMI, Relawan Pertama di Daerah Terisolasi di Lombok waktu yang belum pasti. Pada Ahad, 8 Agustus 2018, em-

kukun. Mereka segera mendirikan posko relawan. Kemudian, SAR Da-

pat belas orang sukarelawan SARMMI dan HW UM Surakarta yang dipimpin oleh Ahyar Stone datang ke Dusun Bulan Semu dan Dusun San-

erah Istimewa Yogyakarta dan Sapta Pala SMA 7 Jakarta bergabung untuk membantu masyarakat korban gempa. Relawan-relawan ini siap siaga

Edisi September-Oktober 2018

Warta PTM 35


kronik medis 24 jam. Para sukarelawan ini lekas membuat toilet darurat dan membangun hunian darurat. Mereka mendirikan musala, tempat pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Sekolah Darurat Muhammadiyah Mentari Cendekia pula untuk tiga puluh orang siswa korban lindu. Sementara itu, di Dusun Kuripan, sekolahnya diberi nama Sekolah Darurat Menteri Bangsa. Para volunter juga menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti beras, makanan, minyak goreng, sabun, pakaian, terpal, air bersih, tikar, selimut.

Bantuan lainnya yang mereka salurkan berupa perlengkapan bayi dan balita, perlengkapan ibu hamil, alat tulis, buku, genset dan bahan bakar minyak yang cukup untuk menghidupkan genset selama beberapa hari, serta hewan kurban. Volunter-volunter tersebut menyiapkan masyarakat setempat untuk hidup mandiri ketika para volunter meninggalkan daerah-daerah gempa ini. Mereka melatih sejumlah anggota masyarakat dalam urusan medis, psikologis (trauma healing) dan edukatif. Sehingga, ketika terjadi gempa lagi, masyarakat sudah terlatih untuk melakukan tindakan-tindakan yang di-

perlukan. Masyarakat juga telah siap untuk meneruskan aktivitas-aktivitas yang telah dirintis oleh para relawan. Tim Sukarelawan berada di Dusun Bulan Semu dan Sankukun selama sebelas hari dan di Dusun Kuripan selama empat hari. Sudah banyak hal yang mereka lakukan untuk membantu korban-korban bencana alam di Lombok ini. Masyarakat korban gempa merasa senang dan terharu dengan kiprah SARMMI, HW UM Surakarta dan tim-tim lain. Tak lupa, Tim Sukarelawan menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan bantuan.[] AP

Tujuan “Terbentuknya perilaku individu dan kolektif seluruh anggota Muhammadiyah yang menunjukkan keteladanan yang baik (uswah hasanah) menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.� Pedoman Kehidupan Islami Warga Muhammadiyah Keputusan Muktamar Muhammadiyah Ke-44 Tanggal 8 s/d 11 Juli Tahun 2000 di Jakarta (Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1421 H/2000 M)

36 Warta PTM

Edisi September-Oktober 2018


data

Jenis dan Jumlah Amal Usaha Muhammadiyah

No 1 2

3

Amal Usaha Muhammadiyah Layanan Sosial Panti Asuhan Yatim Piatu Kesehatan Rumah Sakit, BKIA, Balai Pengobatan TK/PAUD Satuan Sejenis PAUD Taman Asuhan Anak TPQ SD MI Pendidikan SMP MTs SMA SMK MA Pondok Pesantren PTM Jumlah Total

Jumlah 384 461 15.918 1.607 72 1.579 1.176 1.428 1.188 534 567 546 178 160 173 25.596

Sumber: Profile Council for Higher Education, Research and Development Central Board of Muhammadiyah Indonesia (2018: 6).

Bentuk dan Jumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah

Sumber: Profile Council for Higher Education, Research and Development Central Board of Muhammadiyah Indonesia (2018: 12).

Edisi September-Oktober 2018

Warta PTM 37


Profil PTM

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Bersiap Menerima Mahasiswa dari Seluruh Dunia

Gedung Universitas Muhammadiyah Purwokerto

P

urwokerto pernah menjadi tuan rumah penye-

lenggaraan Kongres Muhammadiyah (sekarang Muktamar) pada 1941 dan 1953, dan ini bukti bahwa gerakan Muhammadiyah tumbuh subur di tanah Purwokerto, Jawa Tengah. Secara de facto, Muhammadiyah mulai tumbuh di Purwokerto sejak 1921, tetapi secara de jure sejak 15 November 1922, dan berkembang layang sampai sekarang (Suwarno dan Kosasih, 2013). Suwarno dan Asep Daud Kosasih dalam kitabnya, Dinamika Sosial Gerakan Muhammadiyah di Banyumas (2013), mengungkapkan, Muhammadiyah di Banyumas dan Purwokerto mulai berdiri kurang lebih 10 tahun setelah K.H. Ahmad Dahlan mendapat izin dari pemerintah Belanda untuk mendirikan cabang Muhammadiyah di luar Yogyakarta. Dalam Muktamar Muhammadiyah ke-30 pada 1941 di Purwokerto, K.H. Mas Mansyur dikukuhkan sebagai ketua. Kemudian, pada Muktamar Muhammadiyah ke-32 pada 1953 di kota yang sama, Ki Bagus Hadikusumo dino-

38 Warta PTM

Edisi September-Oktober 2018

batkan sebagai ketua. Setelah 44 tahun Muhammadiyah tumbuh di Puwokerto, pada 5 April 1965, secara resmi berdirilah Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah Purwokerto, yang merupakan cikal bakal Universitas Muhammadiyah (UM) Purwokerto. Awalnya, IKIP Muhammadiyah Purwokerto merupakan cabang dari IKIP Muhammadiyah Surakarta. Saat itu, IKIP Muhammadiyah Surakarta Cabang Purwokerto memiliki dua fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan Fakultas Pendidikan Umum. IKIP Muhammadiyah Surakarta Cabang Purwokerto berkembang terus dan pada 1968 memisahkan diri dari induknya dan berubah menjadi IKIP Muhammadiyah Purwokerto. Rektor pertamanya adalah Drs. H. Djarwoto Aminoto. Di bawah kepemimpinan Djarwoto, pada 1974 IKIP Muhammadiyah Purwokerto membuka fakultas baru, yaitu Fakultas Keguruan Ilmu Sosial (selanjutnya menjadi FPIPS) dengan jurusan Pendidikan Geografi. Lalu, pada 1981/1982, PTM ini kembali membuka fakultas baru, ya-


Bersiap Menerima Mahasiswa dari Seluruh Dunia

Kantor Pusat Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan Kegiatan BEST (Becoming Excellen Student Training) mahasiswa baru UMP

itu Fakultas Keguruan Seni dan Sastra dengan dua jurusan, yakni Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Pendidikan Bahasa Inggris. Satu tahun kemudian, pada 1983/1984, IKIP Muhammadiyah Purwokerto membuka tiga jurusan baru, yaitu Pendidikan Moral Pancasila dan Kewargaan Negara (PMPKN) dan Pendidikan Sejarah yang bernaung di bawah Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), serta Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB) di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Berikutnya, pada 1984/1985, berdirilah Fakultas Tarbiyah yang berasal dari Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Muhammadiyah. Pada 1985, IKIP Muhammadiyah Purwokerto merelokasi kampusnya dari Jalan Dr. Angka ke Dukuhwaluh Purwokerto. Perpindahan ini berlangsung secara bertahap dan kemudian sejak 1986, seluruh kegiatan dan perkantoran sudah berpindah ke lokasi baru di Dukuhwaluh. Selanjutnya, pada tahun akademik 1987/1988, dibuka Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan jurusan Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi.

Beralih Bentuk jadi Universitas Pada 1995, berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No. 345/DIKTI/Kep/1995 tertanggal 26 Juli 1995, IKIP Muhammadiyah Purwokerto secara sah berubah bentuk jadi Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Kini, UM Purwokerto mempunyai 11 fakultas dengan 33 program studi. Peringkat akreditasi institusinya “B”. UM Purwokerto merupakan perguruan tinggi swasta terbesar di Jawa Tengah bagian barat. UM Purwokerto secara aktif mengembangkan kerja sama internasional dengan 45 perguruan tinggi ternama dunia dalam bidang riset dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). UM Purwokerto juga memperkuat

kerja sama dalam negeri dengan 82 mitra strategis, di antaranya pemerintah daerah, rumah sakit dan kalangan industri terkemuka di seluruh Indonesia. SDM dan fasilitas UM Purwokerto cukup membanggakan. Dosen-dosennya berkualifikasi S-2 dan S-3. Fasilitas-fasilitas terbaiknya antara lain perpustakaan universitas yang terakreditasi “A”, pusat teknologi informasi, jaringan internet 24 jam, pusat bahasa berstandar internasional, dan laboratorium pusat unggulan penelitian modern. UM Purwokerto bervisi “menjadi universitas unggul, modern dan Islami”. Unggul berarti memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan manajemen. Modern bermakna selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan terbaru (mutakhir) sesuai dengan kebutuhan zaman. Islami berarti penyelenggaraan universitas berlandaskan prinsip dan nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Bersiap Menerima Mahasiswa dari Seluruh Dunia Di Era Revolusi Industri 4.0 atau Inovasi Disruptif ini, UM Purwokerto juga lincah berbenah, kata Wakil Rektor I UM Purwokerto Dr. Anjar Nugroho, S.Ag., M.Si. Revolusi Industri 4.0 merupakan keniscayaan sejarah dan semua perguruan tinggi mesti mengambil langkah-langkah revolusioner di bidang akademis dan manajemen organisasi. Sistem pembelajarannya disiapkan selaras dengan era sekarang ini. Kuliah tidak lagi bersifat konvensional dengan tatap muka di kelas, tetapi juga dilaksanakan secara jarak jauh (daring). UM Purwokerto sudah menjalankan program e-learning sejak tiga tahun silam untuk mata kuliah tertentu pada setiap program studi. Saat ini, UM Purwokerto sedang menyiapkan program e-learning seratus persen di beberapa prodi untuk menerima mahasiswa dari seluruh dunia. Mahasiswa tak perlu datang ke UM Purwokerto dalam perkuliahan dan proses administrasi.[] Nisa Pujiana

Edisi September-Oktober 2018

Warta PTM 39


Profil PTM

Dr. Agussani, M.AP.

Wakil Rektor I UM Purwokerto Dr. Anjar Nugroho, S.Ag., M.Si.,

Target AIPT “A” pada Akhir 2018

U

M Purwokerto menargetkan peringkat AIPT “A” pada akhir warsa ini. Ikhtiar-ikhtiar telah dan sedang dilakukan secara terencana dan terstruktur. Catur darma PTM digiatkan, dosen dilecut, mahasiswa dibina, dan pendidikan jarak jauh ditempuh. Wakil Rektor I UM Purwokerto Dr. Anjar Nugroho, S.Ag., M.Si. memaparkan semua itu kepada Warta PTM lewat wawancara tertulis (1/8/18). Selain menjadi Wakil Rektor Bidang Akademik UM Purwokerto, Anjar juga mengemban amanah sebagai Ketua Hizbul Wathan Jawa Tengah. Apa sajakah keunggulan UM Purwokerto dibandingkan dengan perguruan tinggi lain? UM Purwokerto mempunyai tanggung jawab untuk mendidik dan mencetak generasi muda agar mereka, di samping menguasai bidang ilmu dan keterampilan tertentu, juga mempunyai karakter dan kapasitas kepemimpinan serta perilaku yang baik. Pada semester pertama, seluruh mahasiswa UM Purwokerto dibina melalui BEST (Becoming Excellent Student Training). Pada semester berikutnya, mereka akan mengikuti SM@RT (Softskill Management and Resolutions Training). Kemudian, pada semester akhir, mahasiswa harus mengikuti SUCCESS (Spiritual Upgrading & Career Com-

40 Warta PTM

Edisi September-Oktober 2018

petences Empowerment by Softskills) training. Rangkaian training tersebut sebagai bekal kepemimpinan dan karakter unggul yang harus dimiliki mahasiswa UM Purwokerto. Ini yang menjadikan kami berbeda dengan perguruan tinggi lain, tidak hanya di Jawa Tengah, bahkan di Indonesia. Dalam proses akademik, kami mempunyai 6 pusat keunggulan, di antaranya Pusat Pengembangan Inovasi Pendidikan, Pusat Studi Ekonomi Kesehatan, Pusat Pengembangan Kelapa Kopyor, Pusat Pengembangan Inovasi Pangan, Pusat Studi Polimer serta Pusat Pengembangan Herbal. Masing-masing pusat keunggulan mempunyai tanggung jawab untuk melakukan riset dan inovasi untuk memberi kontribusi yang nyata dalam dunia keilmuan dan industri. Apa saja prestasi yang telah dicapai dalam tiga tahun terakhir ini? Dalam tiga tahun terakhir ini, kami mencatat beberapa prestasi mahasiswa, di antaranya meraih perungggu dalam Kejuaraan Kempo Tingkat Nasional, Juara 2 Paduan Suara di Art Vaganza, Juara 3 Kejuaraan Pencak Silat Nasional. Mahasiswa kami Juara 3 lomba tari dalam kompetisi Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) XIII Provinsi Jawa Tengah.


Target AIPT “A” pada Akhir 2018

Mahasiswa kami yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Penelitian Eksakta (PKM-PE) Fakultas Farmasi menciptakan gel antijerawat yang diberi nama “Citrula Gel”. Penemuan PKM lainnya dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa Fakultas Teknik dan Sains (FTS) yang mengembangkan material Coconut Fiber Composite (CFC) untuk aplikasi bahan konstruksi pesawat terbang bertajuk “Pengembangan Material CFC untuk Aplikasi Bahan Konstruksi Pesawat Terbang”. Jumlah proposal PKM yang didanai Kemenristekdikti dari tahun ke tahun juga semakin meningkat. Alhamdulillah, pada tahun ini juga, mahasiswa kami berhasil mendapat beasiswa untuk mengikuti student exchange pada Erasmus Plus Programme di Bulgaria dan masih banyak prestasi lainnya. Bagaimana UM Purwokerto mendidik para mahasiswa agar mampu mencapai prestasi-prestasi itu? UM Purwokerto mempunyai sistem pembinaan mahasiswa yang berorientasi pada prestasi. Dalam bidang penalaran, untuk bisa mencapai juara dalam Mawapres (Mahasiswa Berpretasi), kami adakan training Mawapres berjenjang dari tingkat fakultas sampai universitas. Ada ajang pemilihan mahasiswa berprestasi di tingkat fakultas dan universitas. Kami juga menyelenggarakan training dan pendampingan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). Untuk bidang olahraga dan seni, dalam rangka men-support prestasi mahasiswa, kami sediakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga dan seni beserta pelatihnya. Kami memberi kesempatan seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk mengikuti kompetisi atau lomba dalam bidang seni dan olahraga, baik di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional. Untuk lebih merangsang prestasi mahasiswa, kami menyediakan beasiswa kepada para juara, baik dalam bidang penalaran, seni dan olahraga. Bahkan, sampai beasiswa penuh selama studi. Ada juga insentif khusus bagi para juara dengan sejumlah uang pembinaan. Seperti apa lulusan yang dibentuk oleh UM Purwokerto? Kami telah merumuskan profil lulusan UM Purwokerto yang kami ejawantahkan dalam kurikulum, baik secara terstruktur maupun hidden (tersembunyi). Pertama, lulusan UM Purwokerto harus mempunyai kemampuan sesuai bidang ilmu yang ditekuni sekaligus soft skills, yang berupa kemampuan kepemimpinan, manajemen dan komunikasi. Kedua, lulusan UM Purwokerto harus menguasai salah satu dari bahasa-bahasa asing yang masuk dalam kategori bahasa internasional atau bahasa resmi PBB. Sementara ini, yang kami ajarkan adalah bahasa Inggris, Arab dan Mandarin.

kami menargetkan pada akhir tahun 2018 ini meraih akreditasi institusi “A” (unggul). Ini harus diikuti dengan target-target lain dalam kinerja akademik, seperti meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor dan profesor, meningkatkan jumlah publikasi, baik nasional maupun internasional, serta riset dan inovasi Ketiga, lulusan UM Purwokerto harus menguasai IT (information technology), karena dalam era disrupsi sekarang ini, penguasaan IT merupakan sebuah keharusan. Keempat, lulusan UM Purwokerto harus menguasai pengetahuan dan keterampilan sebagai seorang Muslim dan kader Muhammadiyah. Lulusan UM Purwokerto harus fasih membaca Al-Qur’an, sehingga bidang ilmu apa pun yang ditekuni, lulusan UM Purwokerto siap juga untuk menjadi imam shalat dan khatib salat Jumat di mana pun mereka berkiprah. Apa target UM Purwokerto pada 2018? Dalam bidang penjaminan mutu pendidikan, kami menargetkan pada akhir tahun 2018 ini meraih akreditasi institusi “A” (unggul). Ini harus diikuti dengan target-target lain dalam kinerja akademik, seperti meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor dan profesor, meningkatkan jumlah publikasi, baik nasional maupun internasional, serta riset dan inovasi. Dan yang tidak kalah penting adalah mendorong prodi-prodi agar meraih akreditasi “A”. Di UM Purwokerto sampai saat ini, sudah ada tiga prodi yang terakreditasi “A”, dan masih ada lima prodi yang mempunyai peluang besar meraih “A” sampai akhir 2018. Bagaimana upaya peningkatan menuju AIPT “A”? Kami sudah sosialisasi ke seluruh keluarga besar UM Purwokerto bahwa tahun ini UM Purwokerto menuju AIPT (Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi) “A”. Semangat akreditasi “A” sudah menyebar ke seluruh sivitas akademika UM Purwokerto. Seluruh energi dan semangat warga UM Purwokerto tercurah dan fokus untuk menyukseskan program ini. Sistem pengajaran kami benahi sehingga adaptif terhadap sistem pengajaran inovatif kontemporer, seperti e-learning atau pendidikan jarak jauh (PJJ). Semangat meneliti dan publikasi dosen kami genjot habis-habisan untuk mendongkrak jumlah penelitian dan publikasi. Berbagai sarana dan prasarana dalam proses pendidikan dan pengajaran kami sesuaikan dengan kebutuhan terkini dan modern. Dan, tak kalah penting, kami telah membentuk task force akreditasi yang telah bergerak dari setahun yang lalu. [] Nisa Pujiana Edisi September-Oktober 2018

Warta PTM 41


Profil PTM

STKIP Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Mengembangkan Ilmu Pendidikan & Teknologi

Kuliah umum

M

uhammadiyah memulai syiar di Sulawesi Selatan, tepatnya di Makassar, sejak 1922. Perkembangannya cukup pesat, dan ajaran Muhammadiyah diterima dengan baik oleh masyarakat setempat. Kemudian, geliat dakwah Muhammadiyah yang aktif di Sulawesi Selatan ini meluas ke daerah sekitarnya, termasuk ke Sidenreng Rappang pada 1928. Di Rappang, pendirian Muhammadiyah diinisiasi oleh Haji Zaini sekeluarga. Haji Zaini adalah pedagang terkenal di Rappang dan mempunyai jaringan dagang sampai Singapura. Haji Zaini mendirikan Muhammadiyah Groep Rappang, sementara istrinya mendirikan ‘Aisyiyah di Rappang. Awalnya, Muhammadiyah Groep Rapang itu diisi dengan kegiatan pengajian. Pada perkembangan selanjutnya, mulai dilaksanakan pendirian madrasah ibtidaiyah dan tsanawiyah. Sama seperti K.H. Ahmad Dahlan, pendiri Mu-

42 Warta PTM

Edisi September-Oktober 2018

hammadiyah, pun Haji Zaini paham betul bahwa pendidikan adalah suatu hal yang sangat penting. Muhammadiyah di Rappang terus berkembang, dan semangatnya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat mengantarkan persyarikatan di distrik ini pada pendirian perguruan tinggi. Syahdan, pada 1961, didirikanlah Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Sidenreng Rappang (Sidrap). Kala itu, lembaga tersebut bernama Universitas Muhammadiyah Filial di Rappang. Kemudian pada 1974, namanya diganti jadi Universitas Muhammadiyah Cabang Sidrap. Empat tahun berikutnya, PTM ini berubah nama lagi menjadi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Sidrap, hingga sekarang. STKIP Muhammadiyah Sidrap adalah PTM pertama yang didirikan di Kabupaten Sidrap. PTM kedua dan ketiga


Mengembangkan Ilmu Pendidikan & Teknologi

Gapura dan gedung kuliah STKIP MUhammadiyah Sidrap. penandatangan kerjasama degan kerjasama Internasional dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM). English Camp yang dilaksanakan ESA of STKIP Muhammadiyah Sidrap. Alumni STKIP Muhammadiyah Sidenreng Rappang dikukuhkan sebagai guru profesional di Gorontalo.

yang didirikan di daerah ini ialah Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Muhammadiyah Rappang pada 2000 dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Sidrap pada 2009. Melahirkan Pendidik yang Islami & Profesional STKIP Muhammadiyah Sidrap memiliki visi: “Pada tahun 2022 menjadi sekolah tinggi yang unggul untuk melahirkan tenaga pendidik yang Islami dan profesional dalam mengembangkan ilmu pendidikan dan teknologi”. Sementara itu, misinya adalah (1) menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran dalam bidang pendidikan; (2) melaksanakan penelitian berdasarkan bidang keilmuan; (3) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat berdasarkan bidang keilmuan; dan (4) membina suasana akademik yang Islami. Rustam Efendy Rasyid, S.H., S.Pd., M.Pd., Ketua STKIP Muhammadiyah Sidrap, mengatakan, saat ini kampusnya memiliki tiga prodi, yakni S-1 Pendidikan Bahasa Inggris, S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan S-1 Teknologi Pendidikan. Ketiga prodi tersebut telah terakreditasi “B” oleh BAN-PT. Pada 2018, mahasiswa STKIP Muhammadiyah Sidrap berjumlah 800 orang sesuai dengan data Pusat Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti). Adapun tenaga pendidik dan kependidikan di STKIP Muhammadiyah Sidrap, ada 38 dosen dengan rincian tiga orang dosen DPK dan 35 orang dosen tetap. Empat orang dosen di antaranya

sudah bergelar doktor, sedangkan 7 dosen lainnya sedang menempuh studi S-3 di Makassar dan Jawa. Salah satu keunggulan STKIP Muhammadiyah Sidrap adalah penggunaan information and communication technology (ICT) atau digitalisasi kampus sejak 2015. PTM ini bisa disebut sebagai smart campus. Sistem ICT ini, Rustam berharap, mampu mendorong terbentuknya sebuah komunitas pengetahuan di STKIP Muhammadiyah Sidrap yang kreatif, entrepreneurial, makin produktif, kian cerdas dan berdaya ekspresi. Pun, dengan ICT ini, STKIP Muhammadiyah Rappang diharapkan mampu bersaing dalam hal konten akademis, ilmu pengetahuan, teknologi, maupun seni. STKIP Muhammadiyah Sidrap merasa perlu menguasai know-how ICT untuk membentuk komunitas yang cerdas. Pada 2016 lalu, STKIP Muhammadiyah Sidrap menjalin kerja sama internasional dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Naskah kerja sama ini ditandatangani oleh Dekan Fakulti Pendidikan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Prof. Baharuddin Aris. Kerja sama tersebut berupa pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen dan staf, pertukaran informasi dan publikasi, penelitian dan pengajaran bersama, pembimbingan tugas akhir mahasiswa dan keikutsertaan dalam seminar. STKIP Muhammadiyah Sidrap juga menjajaki kerja sama dengan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dan Northern Illinois University, Amerika Serikat.[] Nisa Pujiana

Edisi September-Oktober 2018

Warta PTM 43


Profil dosen

Nasruddin, S.Si., M.Si., Ph.D.

Nasruddin, S.Si., M.Si., Ph.D.:

Membangun Muhammadiyah Research Network for Plasma Medicine

“

Saya melihat di antara sekian banyak kampus Muhammadiyah, sesungguhnya sudah ada yang punya potensi untuk mengembangkan penelitian bertaraf internasional. Sarana laboratorium sudah ada, namun tidak menyatu di satu PTM, melainkan tersebar di beberapa PTM,” ujar Nasruddin, S.Si., M.Si., Ph.D., dosen Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) yang tengah merintis penelitian plasma medis di Indonesia. Nasruddin sudah membangun jejaring penelitian Muhammadiyah bersama dosen-dosen PTM lain. Dr. Sri Darmawati dan Dr. Budi Santosa dari Unimus; Dr. Ratnasari Nur Rohmah, S.T., M.T. dari UM Surakarta; Eka Sakti Wahyuningtyas, M.Kep. dan Sodiq Kamal, M.Biomed. dari UM Magelang; dan Dr. Laela Hayu Nurani dari UAD merupakan nama-nama dosen PTM yang terlibat dalam pembentukan jejaring ini. Sejak 2016, mereka melakukan penelitian dan publikasi bersama tentang plasma medis. Total dana yang mereka kelola untuk riset perihal topik tersebut pada 2016-2018 mencapai sekitar setengah miliar rupiah. Hasilnya, dua artikel mereka telah terbit di jurnal

44 Warta PTM

Edisi September-Oktober 2018

internasional bereputasi, Clinical Plasma Medicine (Elsevier Publisher). Jejaring peneliti plasma medis PTM ini juga sedang mendaftarkan paten teknologi plasma dingin untuk terapi kesehatan. “Bulan Agustus ini, kami mendaftarkan paten teknologi plasma dingin untuk terapi kesehatan. Bisa jadi ini adalah paten pertama terkait teknologi plasma medis di Indonesia. Teknologi plasma medis yang kami kembangkan diarahkan untuk terapi penyembuhan luka, desinfektan dan kanker,” kata Nasruddin yang sekarang sedang melakukan penelitian di Jepang. “Prototipe teknologi plasma medis ini diuji di Laboratorium Plasma Kanazawa University, Jepang. Capaian ini merupakan bekal yang cukup baik untuk menopang penelitian selanjutnya. Semoga saja upaya kami ini juga turut menguatkan reputasi Muhammadiyah di tingkat internasional, khususnya dalam perbincangan riset sains dan teknologi kesehatan modern,” imbuhnya. Gerakan Islam berkemajuan Muhammadiyah di level nasional dan mondial niscaya perlu didukung dengan penguasaan sains dan teknologi terbaru. Apa yang


Membangun Muhammadiyah Research Network for Plasma Medicine

dilakukan lulusan program doktoral di Health Sciences Kanazawa University tahun 2015 ini menopang gerakan Islam berkemajuan. “Gerakan Islam Berkemajuan yang disuarakan Muhammadiyah jelas menarik untuk dihayati, tapi apakah ada ‘kemajuan’ tanpa penguasaan sains dan teknologi terkini? Rasanya itu mustahil,” tandas Nasruddin dengan penuh semangat. Merintis Riset Plasma Medis di Indonesia Saat dimintai tanggapannya tentang berita sebuah situs internet bahwa Nasruddin merupakan penemu terapi plasma di Indonesia, pria kelahiran Temanggung, Jawa Tengah, 25 April 1981 ini menepisnya dengan rendah kalbu. Dirinya hanyalah bagian kecil dari banyak ilmuwan di pelbagai negara yang menekuni penelitian aplikasi teknologi plasma untuk terapi kesehatan (plasma medicine). Skripsinya di prodi Fisika Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan tesisnya di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Jawa Tengah, memang berurusan dengan plasma dan aplikasi plasma. Penelitian disertasinya berfokus pada aplikasi plasma dingin untuk kesehatan, yaitu untuk menunjang perawatan dan penyembuhan luka. Di akhir masa studi S-3-nya di Jepang, Nasruddin berpikir untuk merintis penelitian plasma medis di Indonesia. Dia ingin membawa pulang benih teknologi baru yang masih berstatus frontier (terdepan). Dan, dia pun berupaya menumbuhkembangkan benih teknologi anyar ini di Tanah Air. Rintisannya tak gampang karena dia memulainya dari nol. Modalnya tak cukup bertumpuk-tumpuk buku dan jurnal, tetapi juga teknologi dan fasilitas laboratorium. Nasruddin merogoh kocek pribadi, menguras tabungannya sisa beasiswa biaya hidup sebesar 40 juta rupiah. Uang ini digunakan untuk membeli pusparagam peralatan dan komponen dasar prototipe teknologi medis agar dia bisa melakukan penelitian plasma medis di Indonesia. Dia manfaatkan toko-toko online membeli komponenkomponennya dari Amerika Serikat. Dia juga mnecari informasi dari dosen pembimbingnya tentang perusahaan penyedia komponen-komponen yang sulit ditemukan di dalam negeri. Meskipun tak gampang, upaya rintisannya berjalan dengan relatif lancar. Nasruddin pun bisa melakukan penelitian plasma medis di Indonesia tak lama setamat pendidikan doktornya. “Saya selalu menguatkan rasa cinta saya pada bidang yang saya tekuni, yaitu bidang penelitian plasma medis. Tentu saja, konsekuensi dari adanya perasaan cinta adalah kerelaan kita untuk berkorban, baik waktu, tenaga maupun biaya,” ucapnya.

“Gerakan Islam Berkemajuan yang disuarakan Muhammadiyah jelas menarik untuk dihayati, tapi apakah ada ‘kemajuan’ tanpa penguasaan sains dan teknologi terkini? Rasanya itu mustahil,” Nasruddin, S.Si., M.Si., Ph.D

Hasilnya, pada 2018, Nasruddin dipercaya untuk menjadi anggota Editorial Board jurnal Clinical Plasma Medicine terbitan Elsevier. Jurnal ini terindeks Scopus dan masuk dalam kategori Q1 pada bidang Complementary and Alternative Medicine (CAM). Nasruddin merupakan satu-satunya anggota Editorial Board yang berasal dari kawasan Asia Tenggara dan beroleh penghargaan Certificate of Outstanding Contribution in Reviewing dari Elsevier atas kontribusinya dalam upaya menjaga kualitas jurnal tersebut. Warga persyarikatan patut berbangga dengan Nasruddin, seorang kader Muhammadiyah, lantaran prestasi-prestasinya itu. Dia lahir dari keluarga Muhammadiyah dan bersekolah pula di Muhammadiyah sedari TK sampai SMA. Aktif pula dia di Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) tingkat ranting sampai tingkat provinsi dan di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Tembalang Undip dan DPD IMM Jawa Tengah. Uniknya lagi, almarhum ayah Nasruddin dulu merupakan agen majalah Suara Muhammadiyah di Tersono, Batang, Jawa Tengah. Alhasil, ikhtiar Nasruddin untuk merajut jejaring riset Muhammadiyah telah bertumbuh semenjak usia belia.[]

Edisi September-Oktober 2018

Warta PTM 45


warta dari ptm

Relawan UM Surabaya untuk Korban Gempa Lombok Universitas Muhammadiyah Surabaya

STIE Muhammadiyah Palopo

Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya

Salah satu dosen STIE Muhammadiyah Pa-

turut serta mengulurkan tangan kepada kor-

lopo, Abid Ramadhan, telah membuat kreasi

ban gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat.

kopi yang mengagumkan. Abid berhasil mem-

UM Surabaya mengirimkan dosen-dosen dan

buat produk kopi dari biji rambutan. Penemuan

mahasiswa-mahasiswanya untuk menjadi tim

tersebut didapat ketika ia tengah melakukan

relawan, Ahad (5/8/18). Dijelaskan Dr. dr. Sukadiono, M.M., Rek-

penelitian dan pelatihan di Desa Cenning, Kecamatan Malangke

tor UM Surabaya, tim relawan UM Surabaya akan memberikan

Barat, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Abid

pendampingan pemulihan trauma anak, fokus pada bidang kese-

meluncurkan temuan tersebut dan menamainya dengan “Kojira-

hatan dan lain-lain. Dalam rangka memulihkan trauma anak, UM

ma� (Kopi Biji Rambutan), Rabu (1/8/18). Abid mengaku, saat ini

Surabaya mengirimkan lima puluh dua mainan edukatif karya

dirinya tengah mendapatkan banyak orderan. Penemuan terse-

mahasiswa. Harapannya, mainan tersebut bisa menjadi media

but sekaligus menjadi promosi bagi STIE Muhammadiyah Palo-

pemulihan trauma anak. Tim relawan akan berada di Lombok

po untuk dikenal masyarakat lebih luas lagi.

selama satu minggu.

Universitas Muhammadiyah Purwokerto STIE Muhammadiyah Jambi

Universitas Muhammadiyah (UM) Purwokerto

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muham-

menjadi tuan rumah Kuliah Kerja Nyata Mu-

madiyah Jambi tengah membangun gedung

hammadiyah (KKNMu) periode V tahun 2018.

perkuliahan setinggi enam lantai. Hal itu me-

KKNMu diawali dengan pembukaan yang di-

rupakan salah satu langkah untuk membenahi

gelar pada Jumat (3/8/18). Dr. Rina Ratih Sri

kampus agar makin berkualitas. Dihubungi

Sudaryani, M.Hum., Ketua Panitia Pusat KKNMu V, mengatakan

pada Rabu (1/8/18), Iwan Eka Putra, Bendahara STIE Muhamma-

bahwa total peserta KKNMu adalah 684 orang mahasiswa dari

diyah, mengatakan, progres pembangunan gedung sudah 20%.

40 PTM se-Indonesia. Nantinya, para peserta akan disebar di 65

Gedung enam lantai itu dirancang akan memiliki basement yang

desa dari 13 kecamatan di Purbalingga, Jawa Tengah. Semen-

difungsikan sebagai lahan parkir. Basement tersebut memiliki

tara itu, Rektor UM Purwokerto Dr. Syamsuhadi Irsyad, S.H.,

daya tampung hingga 1000 kendaraan. Pembangunan gedung

M.H. berharap bahwa KKNMu 2018 menjadi ajang pengabdian

itu ditargetkan akan selesai dalam kurun waktu satu tahun.

bagi mahasiswa, serta menjadi tempat mahasiswa belajar bersosialisasi. Syamsuhadi juga berpesan agar mahasiswa mampu

STISIP Muhammadiyah Rappang

memanfaatkan kegiatan KKNMu sebagai ajang dakwah di ma-

Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

syarakat.

(STISIP) Muhammadiyah Rappang menggelar workshop kurikulum dan persiapan akredi-

Universitas Muhammadiyah Gresik

tasi program studi Ilmu Administrasi Negara

Universitas

di Hotel Losari Beach, Kota Makassar, Senin

memberikan pendampingan di Perguruan

Muhammadiyah Mojopetung,

(UM)

Gresik

(6/8/18). Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan dosen dan staf

Muhammadiyah

STISIP Muhammadiyah Rappang. Ketua STISIP Muhammadiyah

Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu

Kecamatan

Rappang Dr. Jamaluddin Ahmad Lado, S.Sos., M.Si. menyampai-

(4/8/18). Pendampingan tersebut dilakukan

kan, kegiatan workshop dan persiapan akreditasi ini diharapkan

oleh tiga dosen, yakni Dr. Sarwo Edy. M.Pd., Syaiful, S.E., M.M.

mampu mendorong dan meningkatkan keseragaman paham da-

dan Abdurrahman Faris, S.E., M.S.M. Sarwo Edy mengatakan,

lam proses pengembangan STISIP ke depan. Saat ini, program

pendampingan tersebut merupakan wujud dari penerapan Tri

studi Ilmu Administrasi Negara STISIP Muhammadiyah Rappang

Darma Perguruan Tinggi. Dalam kegiatannya, ketiga dosen itu

tengah menyusun kembali kurikulum pembelajaran setelah ada

melakukan pendampingan terkait pembuatan visi, misi dan nilai

acuan baru dari Kesatuan Program Studi Ilmu Pemerintahan In-

yang akan dikembangkan di Perguruan Muhammadiyah Mojo-

donesia (Kapsipi) dan Indonesian Association For Public Admi-

petung Dukun. Sarwo Edy menambahkan, alasan memilih Per-

nistration (IAPA). STISIP Muhammadiyah Rappang ingin menye-

guruan Muhammadiyah Mojopetung sebagai objek pengabdian

diakan proses pembelajaran yang berkualitas untuk melahirkan

karena Perguruan Muhammadiyah Mojopetung merupakan pilot

pemimpin yang berkualitas pula.

project untuk menjadi Sekolah Tahfidz Quran. Sehingga, hal ini

46 Warta PTM

Edisi September-Oktober 2018


Relawan UM Surabaya untuk Korban Gempa Lombok

­dimanfaatkan oleh UM Gresik untuk turut serta mencetak kader

Juara II International Nurses Day Competition 2018 di Stikes

Islam yang qurani.

Dharma Husada Bandung. Dedi optimis, Stikes Mucis akan menjadi perguruan tinggi kesehatan yang maju dan diminati masya-

STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung

rakat.

STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung melakukan ekspos kegiatan pengabdian masyara-

STAI Muhammadiyah Lamongan

kat periode 2018 sejak Sabtu (11/8/18). Kegi-

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Muham-

atan ini diikuti oleh 8 tim yang terdiri dari 18

madiyah Ponpes Karangasem Paciran La-

dosen. Ketua STKIP Muhammadiyah Bangka

mongan mengadakan penyuluhan pengobatan

Belitung, Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd., menyatakan kegiatan ini se-

bekam di Masjid Sabilul Huda, Sabtu (4/8/18).

bagai bentuk pelaksanaan Tri Darma Perguruan tinggi yang diha-

Penyuluhan tersebut dilaksanakan oleh maha-

rapkan mampu memberikan pengaruh dan dampak positif pada

siswa kuliah kerja nyata (KKN). Penyuluhan disampaikan oleh Di-

masyarakat. Asyraf berharap, semua dosen STKIP bisa mening-

dik Ainun Nidhom, salah satu mahasiswa STAI Muhammadiyah.

katkan kegiatan pengabdian masyarakat. Dalam kegiatan ini,

Penyuluhan dimulai dari pengenalan metode bekam, hadits yang

rangkaian yang dilakukan oleh dosen di antaranya pelatihan

menganjurkan bekam, manfaat bekam, hingga anjuran untuk

mendesain soal literasi matematika dalam konteks kehidupan

mempelajari bekam. Fiyadhotul Fahriya, koordinator kegiatan,

Bangka Belitung untuk sekolah dasar, program dasar kewirau-

menjelaskan, penyuluhan ini memberikan pilihan masyarakat un-

sahaan bagi tenaga pendidik, pembuatan brand desa wisata di

tuk memakai metode pengobatan bekam selain tindakan medis

Desa Sempan, sosialisasi pola asuh dan pembentukan karakter

ke dokter. Setelah penyuluhan, tim bekam melayani warga yang

untuk generasi Z di empat desa di Kecamatan Payung dan juga

ingin dibekam. Masyarakat mengapresiasi kegiatan penyuluhan

penyuluhan olahraga untuk ibu-ibu hamil.

dan berbondong-bondong mencoba pelayanan bekam.

Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta Prodi

D-3

Keperawatan

Sekolah

Stikes ‘Aisyiyah Solo Tinggi

Stikes ‘Aisyiyah Solo menggelar program ke-

Ilmu Kesehatan (Stikes) PKU Muhammadi-

mitraan di Desa Sidorejo, Bendosari, Boyolali,

yah Surakarta bekerja sama dengan Jakarta

Jawa Tengah, Ahad (12/8/18). Pada kegiatan

Medical Service & Training 119 menggelar

tersebut, Stikes mengadakan lomba kader

pelatihan “Penanggulangan Penderita Gawat

posyandu dengan tema “Peduli Hipertensi”.

Darurat (PPGD) dan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS)”

Dosen Stikes ‘Aisyiyah Solo, Wahyuni, M.Kep. menyampaikan,

di Kampus Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, Kamis-Aahad

kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama antara pihak

(2-5/8/18). Kegiatan tersebut diikuti oleh 90 orang peserta yang

Stikes ‘Aisyiyah Solo dengan Pemerintah Desa Sidorejo dan di-

terdiri dari mahasiswa program ners internal dan perguruan ting-

danai oleh Kemenristekdikti. Lomba kader posyandu ini merupa-

gi lain. Disampaikan Ketua Panitia Pelatihan, Yuli Widyastuti, S.

kan tindak lanjut dari kegiatan pelatihan kader yang telah digelar

Kep., Ns., M.Kep. pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkat-

bulan April lalu. Materi yang dilombakan meliputi pengetahuan

kan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa di bidang kega-

hipertensi dan praktik pengukuran tekanan hipertensi.

watdaruratan. Sementara itu, Ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti, S.Kep., M.Kes. menyatakan, pelatihan

Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

ini merupakan salah satu bentuk peningkatan kompetensi agar

Sebanyak 60 dosen dan mahasiswa Fisiote-

lulusan Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta siap terjun ke du-

rapi Universitas `Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)

nia kerja.

mengikuti International Conference Indonesian Physiotherapy Association (ICIPA) 2018 di

Stikes Muhammadiyah Ciamis

Nusa Dua Convention Bali, Selasa (14/8/18).

Stikes Muhammadiyah Ciamis (Mucis) meraih

Kegiatan tersebut terdiri dari oral and poster presentation. Ketua

penghargaan Best Participant In Evacuation

Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) yang sekaligus Dekan Fakultas

Practice dan Best Participant in Activity at Qu-

Ilmu Kesehatan UNISA, Ali Imron, M.Fis. mengatakan bahwa

estion dalam kegiatan International Emergen-

pada usia fisioterapi Indonesia yang ke-50 tahun ini, fisioterapi

cy Nursing Camp (IENC) di Universitas Mu-

harus terus bergerak untuk menjadi bidang ilmu yang mampu

hammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Prambanan Camp Ground,

berkontribusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Interna-

Jumat-Ahad (3-5/8/18). Ketua Stikes Mucis, Dedi Supriadi,

tional Conference ini diikuti oleh seluruh anggota fisioterapi

S.Sos., S.Kep., Ns., M.M. mengatakan bahwa capaian tersebut

Indonesia dan beberapa dari mancanegara, antara lain Taiwan,

menjadi motivasi dan dorongan semangat bagi Stikes Mucis.

Thailand, Jepang, Filipina, Korea Selatan, Australia, Afghanistan,

Dedi Supriadi menerangkan, sebelumnya Stikes Mucis meraih

Oman, Yaman dan Malaysia.[] Nisa Pujiana Edisi September-Oktober 2018

Warta PTM 47


regulasi

sumber foto: www.cefci.pro

Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penelitian Pasal 3 (1) Penelitian dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf a merupakan Penelitian yang diperuntukkan bagi pengembangan suatu ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pengembangan teori yang ada dan/atau menemukan teori baru atau sesuai dengan pengukuran tingkat kesiapterapan teknologi pada tingkat 1 (satu) sampai dengan tingkat 3 (tiga). (2) Penelitian terapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf b merupakan Penelitian yang ditujukan untuk mendapatkan solusi atas permasalahan tertentu atau sesuai dengan pengukuran tingkat kesiapterapan teknologi pada tingkat 4 (empat) sampai dengan tingkat 6 (enam). (3) Pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf c merupakan kegiatan untuk peningkatkan kemanfaatan dan daya dukung ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah terbukti kebenaran dan keamanannya untuk meningkatkan fungsi dan manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi atau sesuai dengan pengukuran tingkat kesiapterapan teknologi pada tingkat 7 (tujuh) sampai dengan tingkat 9 (sembilan). (4) Kajian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf d merupakan rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif yang mempunyai kesamaan karateristik dengan Penelitian dasar, Penelitian terapan, dan pengembangan. Pasal 22 (1) Keluaran Penelitian dapat berupa: a. publikasi ilmiah; b. prototipe; c. paten; d. kekayaan intelektual lainnya; dan/atau e. laporan Penelitian. (2) Publikasi ilmiah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan publikasi pada jurnal ilmiah, kumpulan makalah, buku ajar/teks, dan sejenisnya yang bersifat ilmiah. (3) Prototipe sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b merupakan bentuk awal atau standar ukuran dari sebuah entitas. (4) Paten sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c merupakan hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya. (5) Kekayaan intelektual lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d berupa hak cipta, merek, indikasi geografis, desain industri, desain tata letak sirkuit terpadu, dan perlindungan varietas tanaman. (6) Laporan Penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e merupakan dokumen yang berisi pelaksanaan dan capaian atas keluaran Penelitian. 48 Warta PTM

Edisi September-Oktober 2018


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Warta PTM Edisi September-Oktober 2018 by wartaptm - Issuu