Skip to main content

Warta PTM November-Desember 2021

Page 1

TOPIK UTAMA

Potret Akreditasi Cerminan Kualitas PTMA

WAWANCARA

Wawancara Bersama Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. PTMA Jangan Main-main dengan Akreditasi

PTMA MENUJU AKREDITASI UNGGUL Langkah-langkah menuju Akreditasi Unggul, apakah untuk prodi ataupun PT, harus diawali dengan penguatan sumber daya manusia, yang dicerminkan dari pendidikan, kepangkatan fungsional, serta karya-karya ilmiah. Jika aspek ini sudah terkelola dengan baik, langkahlangkah selanjutnya akan berjalan relatif mudah.

#34

NOV-DES 2021 www. diktilitbangmuhammadiyah.org


Asa

WARTA PTM

Akselerasi Menuju Akreditasi Unggul

M

ulanya, saat pertama kali Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) diluncurkan dan diwajibkan 2012/2013, PTMA menunjukkan kinerja luar biasa. Dari delapan PTN/PTS yang terakreditasi pertama kali dan mendapatkan AIPT (sekarang APT) “A” adalah perguruan tinggi Muhammadiyah: UMY dan UMM. Ini merupakan dua dari tiga PTS yang terbaik yang terakreditasi dari BAN saat itu. Satu PTS lainnya adalah Universitas Islam Indonesia (UII). Leadingnya akreditasi PTMA dari PTS, bahkan PTN lainnya di Indonesia itu membuat pengakuan dan apresiasi pada PTMA meningkat. Kehadiran UMY dan UMM dengan APT “A” di tengah segelintir PTN juga membuat PTS secara keseluruhan tidak merasa minder dan inferior dibanding PTN. Namun sayang, delapan tahun setelah itu, saat ini (2021) situasi tidak menggembirakan bila dilihat dari APT “A” atau “Unggul” di tanah air. Sejak 2013, PTMA yang terakreditasi A hanya bertambah 4 Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. buah, yakni: UMS, Uhamka, UAD, dan UMSU. Jika awalnya 25% dari total Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi PT, atau 67% dari PTS adalah PTMA, maka saat ini angkanya merosot Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah tajam hanya sekitar 6% dari total PT, dan hanya belasan persen saja dari total PTS. Ini mungkin perbandingan yang tidak terlalu eksak. Namun demikian tetap memberikan gambaran bahwa perjalanan PTMA untuk menuju APT “A/Unggul” relatif berjalan lambat. Ini bisa terjadi kita sudah terus berkembang cepat, tetapi di sisi lain PT lainnya berjalan lebih cepat lagi, sehingga akhirnya membuat posisi PTMA merosot. Jelas, perlu akselerasi dalam hal akreditasi ini, untuk mengoptimalkan semua kriteria pada standar-standar yang ditetapkan oleh BAN. Majelis sejak beberapa tahun lalu sudah menstimulus dengan berbagai program untuk mendorong peningkatan APT ini, juga Akreditasi Program Studi (APS) yang juga harus ditingkatkan. Sudah banyak peningkatan APT, misalnya dari B ke A. Hal yang sama juga untuk APS, yang saat ini sudah ratus prodi terakreditasi A dan Unggul. Namun memang APT “A/Unggul” cukup sulit kualifikasinya sehingga tersendat-sendat. Menyimak situasi demikian, maka pimpinan PTMA, bersama-sama Majelis Diktilitbang, harus bekerja ekstra keras memacu ini. Menggapai APT atau APS Unggul tidak bisa mengalir begitu saja, berjalan as usual. Harus ada desain atau rancangan terukur menuju ke APT Unggul tersebut. Harus ada perencanaan, dengan Langkah-langkah yang jelas dan didukung semua elemen yang terkait dengan PTMA. Dalam level PTMA, tidak boleh ada persepsi bahwa APT hanya uruan level universitas atau institusinya. Ini urusan semua. Prodi dan Fakultas juga harus menggerakkan semua energinya ke sana. Penilaian APT adalah bersifat menyeluruh dan komprehensif, sehingga melibatkan semua yang ada dalam suatu PT. Oleh karena itu, semua harus bersinergi ke sana. Ada alasan bahwa sulitnya menggapai akreditasi Unggul karena perubahan standar dari BAN dan tujuh menjadi Sembilan standar/kriteria. Tentu ini bukan alasan, karena semua PT di tanah air menghadapi perubahan yang sama, dan sebagian di antaranya bisa berhasil mengatasinya. “Ada PT lain yang bisa, mengapa kita tidak?”, bisa dijadikan penyemangat untuk mewujudkan akreditasi Unggul di PTMA ini. Langkah-langkah menuju Akreditasi Unggul, apakah untuk prodi ataupun PT, harus diawali dengan penguatan sumber daya manusia, yang dicerminkan dari Pendidikan, kepangkatan fungsional, serta karya-karya ilmiah. Jika aspek ini sudah terkelola dengan baik, langkah-langkah selanjutnya akan berjalan relatif mudah. Karena dengan SDM yang baik, aspek kurikulum, riset, manajemen, kolaborasi, akan tertangani dengan baik juga, termasuk sarana prasarananya. Oleh karena itu, pimpinan PTMA perlu fokus pada aspek-aspek di atas, yang hakikatnya juga memperkuat Sembilan kriteria akreditasi. Dengan spirit Persyarikatan Muhammadiyah untuk melayani umat, dan menghadirkan perguruan tinggi yang kontributif bagi masyarakat, insha Allah ikhtiar untuk menjadikan PTMA Unggul secara substantif bisa mewujud. []RED

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM

1


WARTA PTM

Susunan Redaksi Rapat Redaksi

Rapat Redaksi Warta PTM bersama Prof Edy Suandi Hamid, Yordan Gunawan, Arif Wibowo, Evie Dwi Oktaviani, Rasya Swarnasta, Aprilia Sazila Sari, dan Velandani Prakoso

WARTA PTM

Warta PTM diterbitkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

SUSUNAN REDAKSI PENANGGUNG JAWAB: Lincolin Arsyad PEMIMPIN UMUM/REDAKSI: Edy Suandi Hamid DEWAN REDAKSI: Muhammad Sayuti I Muhammad Samsudin I Ahmad Muttaqin REDAKTUR PELAKSANA: Edy Suandi Hamid ASISTEN REDAKSI/REPORTER: Aprilia Sazila Sari I Rasya Swarnasta KEUANGAN: Evie Dwi Oktaviani ALAMAT REDAKSI: Jln. KHA Dahlan 103 Yogyakarta 55262 Telp. +62-274-389485 Faks. +62-274-376336 Email: redaksiwartaptm@gmail.com Website: www.diktilitbangmuhammadiyah.org Rekening Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Nomor 09-0008-7003 BNI Cabang Yogyakarta a/n Lincolin Arsyad, Prof. Dr. M.Sc.

Warta PTM menerima tulisan yang berupa opini, berita panjang, berita singkat, glosarium dan foto seputar perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Redaksi berhak menyunting tulisan. Silakan kirim tulisan dan/atau foto ke email redaksi.

2

Warta PTM

Edisi November-Desember 2021


WARTA PTM

Daftar Isi ASA

TOPIK UTAMA

TOPIK UTAMA

Potret Akreditasi Cerminan Kualitas PTMA

WAWANCARA

Akreditasi perguruan tinggi kerap menjadi satu pertimbangan khusus bagi calon mahasiswa dalam memilih kampus untuk melanjutkan pendidikan di bangku kuliah. Tak heran, baik PTN maupun PTS saling berlomba-lomba dalam meningkatkan kualitas kampus guna meraih nilai terbaik untuk akreditasi. Mendukung hal tersebut, di bawah pemerintahan Nadiem Makarim, Kemendikbud turut mengeluarkan kebijakan bertajuk “Kampus Merdeka” yang juga mengatur akreditasi perguruan tinggi. Di awal tahun 2020, Mas Menteri—sapaan akrabnya—menganalisis terdapat tiga hal permasalahan akreditasi pada perguruan tinggi, di antaranya (1) akreditasi sistem manual, (2) akreditasi bersifat diskriminatif, dan (3) adanya perguruan tinggi yang tidak diakui dalam mengejar target akreditasi internasional. Tiga masalah terkait akreditasi perguruan tinggi itu mendorong Nadiem menggulirkan perubahan kebijakan dalam akreditasi prodi dan perguruan tinggi. Lantas, bagaimana kesadaran akreditasi pada Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA)? Apakah kata “akreditasi” dapat menjadi pemicu dalam meningkatkan kualitas institusi atau justeru membuat kampus merasa terbebani?

• Akselerasi Menuju Akreditasi Unggul__1

• Potret Akreditasi Cerminan Kualitas PTMA__1 • PTMA di Tengah Medan Akreditasi Nasional__6

• PTMA Jangan Main-Main dengan Akreditasi__8

KINERJA

• Pembangunan Papua dan Peran Generasi Muda__10 • ITBM Bali Jadi PTM Pertama di Bali__11 • Program Beasiswa Palestina Resmi Diluncurkan__11 • Tiga PTMA Masuk 10 Besar Universitas Islam Terbaik Dunia versi uniRank__13 • Milad ke-109 Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir Ingatkan Pesan KH Ahmad Dahlan__13 • Kantor Majelis Diktilitbang PPM Diresmikan__14 • Ketua Umum PP Muhammadiyah Beri 6 Poin Perhatian PTMA__15 • Diskusi Kepemimpinan PTMA di Tengah Pandemi__16

SIGI

• Peran Muhammadiyah Mencegah False Information COVID 19 di Media Sosial__18

INAUGURASI

• UM Metro Luluskan 903 Wisudawan__19 • Wisuda UM Riau Harapkan 2022 APT Unggul__19 • Wisudawan Wajib Miliki Kemampuan Adaptif dan Fleksibilitas__20 • UM Surabaya Perbanyak Jumlah Doktor sebagai Langkah Akseleratif__20 • Prof Dyah Mutiarin, Guru Besar Ilmu Pemerintahan Perempuan Pertama UMY__21 • STIKes Muh Kuningan Gelar Wisuda ke-XI__22 • 219 Mahasiswa STIKes Muh Lhokseumawe Ikuti Prosesi Yudisium__22 • Kembangkan Potensi Akademisi Lewat Semnastek dan Konferensi Internasional__23

INOVASI

• Mahasiswa UMM Ciptakan Alat Roasting Biji Kopi__24 • Dua Aplikasi Perangkat Lunak Buatan Mahasiswa UNIMMA Raih Prestasi__24 • Mahasiswa Unismuh Makassar Olah Kulit Jeruk__25 • Mahasiswa UMRI Sulap Kulit Nanas jadi Paper Soap Antiseptik__25 • Ilmuwan UMY dan UAD Top 2% Ilmuwan Paling Berpengaruh Dunia__26

KRONIK

• UMY Masuk Universitas Terbaik Asia__28 • Sekretaris Majelis Diktilitbang Berikan Motivasi untuk Maba UMGO__28 • Unisa Yogyakarta Adakan Sosialisasi Cegah Pemalsuan Ijazah__29

• Tim UM Surabaya Juarai Bridge Construction Competition__30 • UM Pontianak Jadi Pelopor Health Promoting University__30 • Unismuh Makassar Patahkan Stigma Profesi Guru pada Generasi Muda__31 • STIKes Muh Aceh Gelar Pelatihan Kerja dan Bahasa Jepang__31 • Baru Berdiri, ITBM Wakatobi Peroleh Animo Positif dari Masyarakat__32 • IKesT MP Gelar Pelatihan Tingkatkan Skill Mahasiswa__33 • ITS PKU Muh Surakarta jadi Tuan Rumah RTA dan Seminar Nasional AIPNEMA__33 • Uhamka Resmi Miliki Prodi Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia Pertama di Jakarta__34 • Mahasiswa UM Kudus Raih Medali Perunggu dalam PON XX Papua 2021__35 • Pustakawan UMM Raih Juara I Indonesian Academic Librarian Award__35 • UMSB dan PDHI Sepakati MoU Bangun Fakultas Kedokteran Hewan__36 • Seminar Nasional Kewirausahaan UMSU Serukan Resiliensi__36 • UMKO Dukung Gerakan Vaksinasi__37 • Kerja Sama UNIMUS dan PT Erlangga Dorong Semangat Penelitian Dosen__37

• Bisnis Digital, Prodi Baru Unismuh Palu__38 • Aliansi Mahasiswa UMSi Salurkan Bantuan Korban Bencana Luwu__39 • UMMI Tempati Posisi ke-2 PTS Terbaik di PIMNAS__39

DOSEN BERPRESTASI

• Kuliah Sambil Mengajar di Dua Negara__40

PROFIL PTM

• SiberMu Dukung Belajar Sepanjang Masa Tanpa Batas__42 • Target Tinggi UMLB Perkuat Integrasi Internal__44 • Sinergitas dan Kolaborasi jadi Nilai Penting Kepemimpinan__46

SEMESTA

• Hadirnya PCIM Mesir Rawat Jejak Rihlah Ilmiah KHA Dahlan__48

PRESTASI MAHASISWA

• Mahasiswa STKIP Muh Sampit Raih Juara III Duta Bahasa Nasional__50 • Mahasiswa UMM jadi Pemuda Pelopor Kemenpora__50

WARTA DARI PTM • Warta dari PTM__52

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM

3


WARTA PTM

Topik Utama

Potret Akreditasi Cerminan Kualitas PTMA

Ilustrasi

A

kreditasi perguruan tinggi kerap menjadi satu pertimbangan khusus bagi calon mahasiswa dalam memilih kampus untuk melanjutkan pendidikan di bangku kuliah. Tak heran, baik PTN maupun PTS saling berlomba-lomba dalam meningkatkan kualitas kampus guna meraih nilai terbaik untuk akreditasi. Mendukung hal tersebut, di bawah pemerintahan Nadiem Makarim, Kemendikbud turut mengeluarkan kebijakan bertajuk “Kampus Merdeka” yang juga mengatur akreditasi perguruan tinggi. Di awal tahun 2020, Mas Menteri—sapaan akrabnya—menganalisis terdapat tiga hal permasalahan akreditasi pada perguruan tinggi, di antaranya (1) akreditasi sistem manual, (2) akreditasi bersifat diskriminatif, dan (3) adanya perguruan tinggi yang tidak diakui dalam mengejar target akreditasi internasional. Tiga masalah terkait akreditasi perguruan tinggi itu mendorong Nadiem meng-

4

Warta PTM

gulirkan perubahan kebijakan dalam akreditasi prodi dan perguruan tinggi. Lantas, bagaimana kesadaran akreditasi pada Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA)? Apakah kata “akreditasi” dapat menjadi pemicu dalam meningkatkan kualitas institusi atau justeru membuat kampus merasa terbebani? Guna menjawab pertanyaan tersebut, Warta PTM edisi kali ini akan membahas terkait “PTMA menuju Akreditasi Unggul” dengan beberapa narasumber di antaranya Prof Dr Syamsul Arifin MSi Wakil Rektor I UM Malang, Dr Rustamadji MSi Rektor UNIMUDA Sorong, Dr M Ridlwan MPd Wakil Rektor I UM Surabaya, dan Heri Shatriadi CP MKes Rektor IKesT Muhammadiyah Palembang. Serba-serbi Peningkatan Akreditasi Berbicara mengenai akreditasi, UM Malang kembali torehkan prestasi dengan meraih predikat kampus ter-

Edisi November-Desember 2021

akreditasi Unggul September lalu. Tak tanggung-tanggung, predikat tersebut merupakan puncak tertinggi dari sistem akreditasi perguruan tinggi. Hal tersebut tercantum dalam Permendikbud Nomor 5 Tahun 2020 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi yang mengubah format A/B/C menjadi format Unggul/Baik Sekali/ Baik. Pencapaian tersebut seolah membuktikan bahwa UM Malang serius dalam mendorong kemajuan perguruan tinggi. UM Malang seolah memperlihatkan bahwa kampus yang kuat dan hebat, harus dibuktikan melalui akreditasi. Prof Dr Syamsul Arifin MSi menambahkan akreditasi unggul merupakan bentuk rekognisi dan pengakuan di level nasional. Pengakuan secara formal, nasional, dari pemerintah sebagai salah satu stakeholder. “Tentu ada ketentuan-ketentuan yang harus kita penuhi. Standar Dikti Nasional, dan UMM berkomitmen sebagai kampus yang


memiliki histori, tradisi, juga memi- BAN-PT yaitu Instrumen Pemantau- masa berlaku akreditasi sebelumnya. liki prestasi dan reputasi, UMM punya an dan Evaluasi Peringkat Akreditasi “Pemantauan dan evaluasi dilakukan komitmen untuk terus meningkatkan (IPEPA) serta Instrumen Suplemen terhadap perguruan tinggi yang mekualitas pendidikan/mutu,” papar WR I Konversi (ISK). Menanggapi menuhi ketentuan yaitu berUM Malang tersebut. Lantas, apa man- hal tersebut, Prof Dr Syamstatus aktif berdasarkan data faat dari akreditasi unggul pada pergu- sul Arifin tegas memaparPDDikti, memiliki maharuan tinggi? Menjawab hal tersebut Dr kan regulatif tersebut perlu siswa aktif yang terdaftar Rustamadji MSi, Rektor UNIMUDA So- diikuti. “Jangan main-main di PDDikti; dan memiliki rong menegaskan bahwa persoalan ak- dengan akreditasi, BAN-PT dosen tetap yang tercatat di reditasi menjadi usaha yang ekstra juga itu keras dan kita semua perPDDikti,” ujarnya. ekstrem. Kampus yang menampung lu mengikuti regulasi yang Berbeda pendapat, RekProf. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. kurang lebih 80% mahasiswa asli Papua berlaku,” pungkasnya. Ragam tor IKesT Muh Palembang ini menjadikan kearifan lokal sebagai kebijakan yang berlaku menunjukan memaparkan pada prinsipnya kebijakstrategi untuk bermain cantik dalam pemerintah akan memastikan bahwa an yang diberikan memang mempermeningkatkan akreditasi. Menurutnya, kegiatan pendidikan di level pendidik- mudah perguruan tinggi, namun perlu akreditasi dapat menjadi bahan pertim- an tinggi memiliki quality assurance dan adanya perbaikan sistem khususnya bangan institusi atau perusahaan untuk dipastikan bahwa kegiatan pendidikan sinkronisasi data PDDIKTI. “Adanya menerima alumni dari UNIMUDA be- Tri Dharma atau Catur Dharma ber- kelemahan sistem dari PDDIKTI mekerja. Dengan mengantongi akreditasi jalan dalam rangka menyiapkan SDM nyebabkan keterlambatan sinkronisasi pihak institusi sudah dapat menilai me- yang berkualitas. Sepakat dengan hal data. Hal yang di takutkan yaitu saat ngenai kualitas pendidikan di pertersebut Dr M Ridlwan MPd Wa- melakukan asesmen di BAN-PT data guruan tinggi tersebut. Heri kil Rektor I UM Surabaya me- tersebut tidak terbaca atau tidak terliShatriadi CP MKes juga menyebutkan adanya peraturan hat,” paparnya. Ia juga menambahkan nambahkan, adanya kesayang berlaku memang ha- guna meningkatkan pemahaman medaran dalam meningkatkan rus dipahami dan diikuti. ngenai instrumen rancangan BAN-PT akreditasi tidak hanya dapat Pemantauan dan evaluasi perlu dibarengi dengan sosialisasi atau meningkatkan kompetensi peringkat akreditasi pergu- pelatihan khusus untuk konversi kebimahasiswa namun juga dapat ruan tinggi (PEPA-PT) dila- jakan baru guna memperlancar PTMA memberikan jaminan kepada kukan terhadap perguruan melalui tahapan penilaian BAN-PT baik Heri Shatriadi CP MKes masyarakat dan memberikan tinggi sebelum berakhirnya itu ISK maupun IPEPA. []APR hak dalam memperoleh standar pendidikan yang baik. “Ini sebenarnya saling berkorelasi, jika akreditasi meningkat, kualitas dari perguruan tinggi turut meningkat, dan akan menambah kesejahteraan bagi perguruan tinggi pula,” pungkasnya. Penyesuaian Kebijakan Baru bagi PTMA Akreditasi memang kerap menjadi perbincangan hangat perguruan tinggi termasuk PTMA. Pengajuan akreditasi menjadi penting bagi institusi formal dalam mengikuti aturan yang berlaku. Akreditasi juga menggambarkan kredibilitas PTMA sebagai institusi yang menyelenggarakan Catur Dharma. Hal ini yang memicu ragam langkah kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi melalui akreditasi. Salah satu kebijakan terbaru dari

Ilustrasi

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM

5


WARTA PTM

Topik Utama

PTMA di Tengah Medan Akreditasi Nasional

Ilustrasi

S

aat ini, akreditasi telah menjadi standar ukuran mutu pendidikan yang sangat diperlukan bagi lembaga pendidikan perguruan tinggi. Akreditasi dapat menjadi bentuk pengakuan dan juga kepercayaan, baik dari pemerintah, mahasiswa, hingga masyarakat secara umum. Setiap perguruan tinggi cenderung dituntut untuk meningkatkan akreditasinya, terutama Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) melalui penjaminan proses belajar mengajar dalam perguruan tinggi, sekaligus peningkatan mutu dan daya saing terhadap mahasiswanya. Adanya akreditasi sebagai ukuran standar, menjadikan PTMA turut menjadi pilihan yang diperhitungkan oleh para orang tua dan calon-calon mahasiswa dalam menentukan pilihan per-

6

Warta PTM

wa perguruan tinggi yang terakreditasi berarti sudah memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Artinya, perguruan tinggi tersebut mampu memberi perlindungan bagi masyarakat dan penyelenggara perguruan tinggi lainnya yang tidak memenuhi standar. Akreditasi Jalan Akselerasi PTMA Hal ini disetujui oleh Heri Shatriadi Berkompetisi CP MKes, Rektor IKesT MuhammaAkreditasi dapat menjadi acuan diyah Palembang. Adanya akreinformasi mengenai kesiapan ditasi bermanfaat bagi pergusuatu perguruan tinggi dalam ruan tinggi, sebab masyaramelakukan kegiatan sesuai kat mendapatkan kepercastandardisasi yang diberikan yaan bahwa putra-putrinya pemerintah. “Hal ini beryang dikuliahkan di suatu dampak pada terwujudnya perguruan tinggi terakrediglobalisasi pendidikan untuk tasi telah lulus sesuai standar daya saing secara global di Dr M Ridlwan MPd kompetensi yang berlaku semasa mendatang,” ujar Dr M Ridlwan MPd, Wakil Rektor I UM Sura- cara nasional. “Hak masyarakat untuk baya. Akreditasi menjadi jaminan bah- memperoleh standar pendidikan yang guruan tinggi. Akreditasi pada PTMA juga hadir dalam pertimbangan pasar kerja, institusi, dan organisasi guna mengukur kualitas PTMA tersebut dan lulusan-lulusannya.

Edisi November-Desember 2021


baik pun terlindungi,” tegasnya. Dalam konteksnya dengan PTMA, Dr Rustamadji MSi, Rektor UNIMUDA Sorong menyebutkan bahwa zaman dahulu, akreditasi hanya untuk PTN saja. Artinya, pelibatan PTMA-PTMA dalam standar ukuran mutu pendidikan di bawah payung akreditasi BAN-PT menyebabkan munculnya kampus-kampus dan prodi yang kompetitif. Hal ini tentu meningkatkan kesadaran masyarakat sebagaimana perkataan Prof Dr Syamsul Arifin MSi, Wakil Rektor I UMM. “Seseorang dapat melakukan refleksi mengenai pilihan perguruan tinggi yang tepat baginya dengan mempertimbangkan akreditasi program studi. Tidak ada lagi dikotomi antara PTS dan PTN,” ujar Prof Syamsul Arifin. PTMA Terus Jaga dan Tingkatkan Akreditasi Dalam meningkatkan akreditasi masing-masing, setiap PTMA dituntut untuk memiliki strategi dan perencanaan dalam meningkatkan akreditasinya. Salah satu contohnya adalah UMM yang memiliki indikator IIIMAN dalam memperkuat mutu pendidikan di lingkup universitas. Disampaikan oleh Prof Syamsul Arifin, istilah tersebut merupakan akronim dari ikhlas, ihsan, itqan ‘profesional’, maiyah ‘kebersamaan’, amanah, dan nazahah ‘integritas’. Ia mengatakan bahwa faktor sumber daya manusia (SDM) menjadi penting dalam

peningkatan mutu, di antaranya adalah kukan digitalisasi pengelolaan kampus,” faktor pemimpin. tambah Dr Ridlwan. Pada dasarnya, peningkatan akSementara itu, IKesT Muhammareditasi juga dapat dipengaruhi oleh diyah Palembang berfokus pada lembafaktor kepemimpinan yang dimiliki ga penjaminan mutu yang telah disuoleh setiap PTMA. Dr Rustasun berdasarkan pedoman dan madji menjelaskan sifat-sifat penjaminan keberlangsungkepemimpinan dapat diinan. “IKest Muh Palembang tegrasikan ke dalam setijuga membentuk tim task ap personalia di pimpinan force untuk mempersiapkan UNIMUDA Sorong. “Pesegala dokumen yang dipermimpin perlu jujur, amanah, lukan untuk kepentingan akdapat dipercaya, mampu berreditasi,” tegas Heri Shatriadi. Dr Rustamadji MSi komunikasi dengan baik, juga Selain itu, IKest Muh Palemcerdas. Lembaga penjaminan mutu da- bang tengah mempersiapkan beberapa pat diketahui oleh penguasaan karakter program studi, seperti Prodi Terapan kepemimpinan pimpinannya,” ujarnya. Gizi. Salah satu karakter kepemimpinan yang dinilai perlu dikuasai oleh para Peran Majelis Diktilitbang PPM dalam pimpinan PTMA adalah kemampuan Peningkatan Akreditasi pengambilan keputusan dengan cepat. Hal itu membutuhkan keberanian dan Majelis Diktilitbang PPM dapat mentalitas kuat agar tidak takut dengan berperan dalam meningkatkan akredirisiko yang ada. tasi PTMA. Diktilitbang juga diharapTegasnya keputusan pimpinan kan untuk memberikan pendampingan dapat berpengaruh pada langkah-lang- tenaga yang kompeten bagi PTMA. “Mikah strategis, sebagaimana perencana- salnya, dengan melakukan relokasi doan yang dimiliki UM Surabaya. Dalam sen-dosen PTMA menjadi asesor BANmenjaga dan meningkatkan akreditas- PT untuk menunjang akreditasi,” sebut inya, UM Surabaya menyusun kuriku- Dr Ridlwan. lum yang berkualitas, mengoptimalkan Di sisi lain, Prof Syamsul Arifin kualitas SDM, menunjang sarana dan memberikan apresiasi kepada Diktilitprasarana, dan memperbanyak budaya bang yang telah melakukan penjaminan publikasi. “UM Surabaya juga sedang mutu, mulai dari upaya peningkatan akdalam proses untuk menggencarkan reditasi hingga pengembangan Al-Islam penelitian dan pengabdian, serta mela- dan Kemuhammadiyahan (AIK). Hal tersebut didukung oleh Heri Shatriadi agar Diktilitbang dapat membentuk tim pemantau sistem-sistem akreditasi BAN-PT standar ukuran mutu. “Mungkin Diktilitbang dapat mengadakan pertemuan lagi, seperti workshop dan pelatihan, terutama mengenai konversi kebijakan baru,” tutupnya. Ia juga berharap agar Majelis Diktilitbang dapat menjadi jembatan dalam penyampaian aspirasi dengan pemerintahan dalam mewujudkan kemajuan perguruan tinggi terutama memudahkan perguruan tinggi kecil dalam mendukung para dosen untuk lanjut kuliah. [] RAS

Ilustrasi

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM

7


Topik Utama Wawancara WARTA PTM

PTMA Jangan Main-main dengan Akreditasi

F

enomena baru telah terjadi pada masyarakat ketika memandang perguruan tinggi melalui kacamata akreditasi. Terjadinya dikotomi antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) semakin terkikis. Lebih-lebih munculnya akreditasi membuat adanya kriteria baik pada PTN dan PTS saling menyajikan kualitas melalui kompetisi yang sehat. Tak heran, pilihan masyarakat yang berkuliah di PTN tidak jauh beda dengan PTS. “Ini yang membuat masyarakat sadar. Kalau sama-sama bagus, ngapain saya ke PTN?” begitu papar Prof Dr Syamsul Arifin MSi. Wakil Rektor I UM Malang ini turut menegaskan bahwa akreditasi menjadi jaminan kepada masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait bahwa kampus serius dalam menyiapkan SDM yang berkualitas. “Jangan mainProf. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., main dengan akreditasi, jangan dianggap hanya formalitas belaka. Kam- dan reputasi. UMM memiliki komitmen pus harus sadar untuk mempersiapkan untuk terus meningkatkan kualitas penakreditasi dengan serius dan memiliki didikan atau mutu. Histori menjadi sebudaya mutu yang berorientasi ke de- jarah UMM yang saat ini sudah berusia 57 tahun dan telah melewati fase-fase pannya,” pungkasnya. krusial. Di dalam histori, terdapat tradisi yang terdiri dari beberapa aspek baik Menurut Anda, seberapa penting keilmuan, pola kerja, dan kelembagaan. akreditasi pada perguruan tinggi dan Hal ini yang melahirkan UMM untuk bagaimana upaya UMM untuk meraih memiliki prestasi dari berbagai aspek. akreditasi unggul? Menurut saya, akreditasi merupa- Ada banyak prestasi yang ditorehkan, kan bentuk rekognisi, pengakuan, di le- diraih oleh mahasiswa dan lembagavel nasional. Pengakuan secara formal, nya. Sehingga UMM disebut sebagai nasional, dari pemerintah sebagai salah kampus yang bereputasi baik di tingkat satu stakeholder, pihak yang berkepen- profesional, nasional, regional, kawasan tingan memberi dan mendapat manfa- ASEAN, bahkan beberapa waktu silam at dari kegiatan tridarma bahkan catur UMM sempat nongkrong di urutan perdharma. Tentu ada ketentuan-ketentu- tama akreditasi UniRank. Adanya presan yang harus kita penuhi. UMM berko- tasi akan melahirkan reputasi baik dari mitmen sebagai kampus yang memiliki UMM di mata masyarakat. histori, tradisi, juga memiliki prestasi

8

Warta PTM

Edisi November-Desember 2021

UM Malang menjadi salah satu perguruan tinggi yang berhasil meraih akreditasi Unggul. Strategi apa yang dilakukan hingga dapat meraih predikat tersebut? UMM berkomitmen dalam meningkatkan kualitas mutu yang ditetapkan pada standar yang sudah ditetapkan. Oleh siapa? Oleh pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud, Ristekdikti, BAN-PT, bahkan standar yang ditetapkan oleh Diktilitbang PPM. Untuk memastikan bahwa UMM punya komitmen itu, kami memperkuat kelembagaan penjaminan mutunya yang disebut dengan Badan Penjaminan Mutu Internal. Kelembagaan itulah yang akan memberikan kepastian bahwa seluruh kegiatan catur dharma UMM itu betul-betul berjalan bahkan bukan sekadar memenuhi standar, tapi melampaui standar, dan apa yang kemudian diraih dengan unggul. Instrumen Pemantauan dan Evaluasi Peringkat Akreditasi (IPEPA) dan Instrumen Suplemen Konversi (ISK), menjadi salah satu kebijakan baru dalam penilaian akreditasi. Bagaimana UMM merespons kebijakan tersebut? Menurut saya, hal tersebut adalah regulatif dan imperatif, jadi harus diikuti. Kita harus memastikan manusia yang ada di kampus kita itu merupakan SDM yang berkompeten, berkualitas, dan kompetitif. Bagaimana kita menjamin kepastian itu? Akreditasi yang transparan, dan accountable. Ada banyak hal yang bisa diberikan maknanya oleh akreditasi. Misalnya, untuk kampus dengan akreditasi tinggi, bisa meninggalkan makna bahwa kampus itu tidak abal-abal dan serius. Pemerintah akan memastikan bahwa kegiatan


Empat Wakil Rektor UM Malang

pendidikan di level pendidikan tinggi ada quality assurance dan itu dipastikan bahwa kegiatan pendidikan tridharma/ catur dharma betul-betul dalam rangka menyiapkan SDM yang berkualitas. Hal yang perlu ditekankan yaitu jangan main-main dengan akreditasi. BAN-PT itu keras dan kita harus mengikuti kebijakan yang berlaku. Jangan sampai menganggap bahwa akreditasi hanya formalitas semata. Kita perlu memandang bahwa kampus yang menyiapkan budaya mutu dengan serius akan memiliki orientasi ke depannya. Apa ada strategi adaptif yang diambil UM Malang di masa pandemi Covid-19 agar tetap menjaga/meningkatkan akreditasi? Akreditasi ini kan tidak kenal pandemi, tidak ada relaksasi akreditasi. Mungkin terjadi perubahan yaitu semula luring dan kemudian daring. Meskipun pandemi, UMM terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas mutunya. Justru memanfaatkan momentum pandemi ini, semuanya jalan. Karena itu UMM tidak pernah menjadikan pandemi sebagai hambatan. Semua yang berorientasi mutu tetap kita laksanakan. Meskipun daring atau kegiat-

an penelitian dan publikasi harus tetap jalan atau ada mutunya. Salah satu contohnya yaitu prestasi yang diraih UMM pada UniRank. UniRank menjadikan momentum pada UMM dan memberikan pengakuan pada dimensi yang lain. Saat ini, UMM tengah menyiapkan Green Metric, yang berbasis lingkungan. Pandemi tidak boleh membuat kampus menjadi sepi. Harus ada tanda-tanda kehidupan, kalau tidak penghuninya akan habis. Kita harus melakukan penyesuaian, adaptasi baru, penormalan baru, sehingga semua kegiatan tetap terlaksana. Menurut Anda, bagaimana peran Majelis Diktilitbang PPM dalam mendorong peningkatan akreditasi di PTMA? Saya sangat senang dan memberikan apresiasi bahwa capaian yang diraih oleh UMM dan PTMA lain tidak lepas dari fasilitas dan bimbingan Diktilitbang. Saya lihat Diktilitbang ini juga dari sekian pimpinan dan anggotanya ada pembagian AIK, akreditasi, penjaminan mutu, dan macam-macam. UMM selalu mengambil bagian itu, memanfaatkan fasilitas yang diberikan. Termasuk apabila ada hal krusial tentang akreditasi,

diktilitbang selalu punya sesi sehingga menjadikan permasalahan segera terpecahkan. Saya kira diktilitbang luar biasa perannya, kadang-kadang “memarahi” itu penting, kalau PTMA nggak “dijewer” bisa “leha-leha”. Saya atas nama pimpinan dan pribadi, Diktilitbang memberikan kontribusi yang luar biasa dan menurut saya memang harus seperti itu. [] APR

“Jangan mainmain dengan akreditasi, BAN-PT itu keras dan kita harus mengikuti kebijakan yang berlaku. Jangan sampai menganggap bahwa akreditasi hanya formalitas semata.”

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM

9


WARTA PTM

Kinerja

Pembangunan Papua dan Peran Generasi Muda

Webinar Masa Depan Papua: Perspektif Orang Papua Seri II

P

embangunan Papua dapat dilihat dari potret tantangan dan perjalanan Papua beberapa waktu ke belakang. Hal ini sejalan melihat Papua dalam konteks kebijakan baru yang dikeluarkan oleh negara dalam penanganan konflik. Salah satu kritikan yang muncul dari saudara di Papua adalah di satu sisi mereka merasa otsus sudah optimal dan di sisi lain sebagian besar menyatakan otsus ini gagal dan tidak efektif untuk menyelesaikan problem di Papua. Begitu papar Dr Velix Bernando Wanggai SIP MPA dalam webinar bertemakan Masa Depan Papua: Perspektif Orang Papua Seri II, Sabtu (30/10). Dr Velix melanjutkan untuk melihat masa depan Papua tentu dihadapkan dengan beberapa situasi dan tren ke depan seperti adanya lonjakan demografi generasi muda, new life style baru masyarakat, suku dan etik yang semakin beragam, urbanisasi, dan kotakota menengah kecil baru yang muncul. “Kita juga dapat melihat bagaimana pertumbuhan kompetensi masyarakat Papua yang dapat diambil alih oleh peran perguruan tinggi,” begitu pungkasnya.

10 Warta PTM

Staf Ahli Menteri PPN Bidang Pembangunan ini melanjutkan isu-isu lain yang perlu diperhatikan yaitu adanya kemunculan provinsi baru, ekonomi daerah, dan kemandirian fiskal, potensi SDA di Papua, tren teknologi global, hutan Papua sebagai “heart of Indonesia”, dampak ekonomi berkelanjutan dan perubahan geopolitik serta perbatasan negara. “Hal yang menjadi penting yaitu bagaimana kita bersama melukis wajah tanah Papua 20 tahun ke depan. Kita letakkan lukisan itu dalam rencana induk percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat,” paparnya. Ia mengingatkan agar pembangunan Papua perlu dibarengi dengan indikator yang mendukung sehingga dapat membentuk kepribadian Papua yang bangkit, adil, damai, dan sejahtera pada tahun 2022-2041. Dian Wasaraka selaku narasumber kedua beranggapan ketika berbicara masa depan Papua tidak jauh dari peran pemuda. Data statistik Papua tahun 2020 menyebutkan bahwa Papua saat ini didominasi oleh generasi Y, Z, dan Alpha. “Hasil penelitian kami menye-

Edisi November-Desember 2021

butkan generasi X dan Y memegang peranan aktif di sosial media karena mereka memiliki sumber daya, perangkat, dan uang. Sedangkan generasi Z lebih menjadi follower yang aktif dalam membagikan konten bahkan membagikan tanpa berpikir. Lalu generasi Alpha menjadi generasi konsumen aktif,” paparnya. Hal yang perlu diperhatikan yaitu bagaimana generasi muda Papua dapat menyikapi penyebaran konten tidak mendukung serta konten hoaks yang jika dibiarkan justru akan merusak jati diri pemuda Papua. Akan menjadi hal yang memprihatinkan ketika 20 tahun yang akan datang isu mengenai keterbelakangan, kekerasan struktural dan gender, dan SDM Papua masih terus menjadi isu yang diperbincangkan. Dian menyarankan perlunya literasi digital yang digencarkan serta adanya lingkungan hidup dan ruang tumbuh untuk anak. Perlu adanya adaptasi dan kompetisi yang menjadi isu krusial dan harus terus digencarkan. Adaptasi berupa adanya dukungan dalam memfasilitasi pengetahuan dalam literasi digital. Sedangkan kompetisi guna meningkatkan keunggulan dan harga diri Papua. “Ketika kami hanya diberikan kasihan terus menerus kami hanya akan menjadi jago kandang. Namun ketika kami diberikan adaptasi, dikenal, dan dibiarkan untuk berkompetisi maka kemampuan terbaik kami pasti akan kami tunjukkan,” pesannya. [] APR


ITBM Bali Jadi PTM Pertama di Bali

M

uhammadiyah kembali melebarkan syiar dakwah melalui pendidikan. Hal ini ditandai dengan berdirinya Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Muhammadiyah Bali dengan Nomor Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 449/E/O/2021. Tujuan dari pendirian ITB Muh Bali adalah untuk tempat tumbuh kembang calon bibit dan kader Muhammadiyah dari Bali yang berwawasan dan berani tampil ke depan sebagai pelopor Wirausaha Mandiri yang Berteknologi Digital dalam bidang ketahanan pangan sebagai bukti sumbangsih kepada bangsa Indonesia. “Kami mendirikan ITBM Bali selama dua tahun yang berlokasi di daerah Jembrana dan InsyaAllah sudah mulai beroperasi dan menerima mahasiswa baru,” papar Arief Wicaksana, Sekretaris BPH ITBM Bali. Ia berharap ITBM Bali ke depan dapat melahirkan entrepreneur yang berjiwa sosial berakhlak mulia sehingga dapat berkontribusi untuk bangsa dalam hal ketahanan pangan. Sementara Muhammad Sayuti PhD selaku Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah memaparkan proses pendirian ITB Muh Bali mema-

Pendirian Kampus ITBM Bali

kan waktu yang cukup lama. “Sekitar lima tahun lalu, saya turut langsung ke Bali untuk memberikan motivasi dan mendorong agar PWM Bali dapat memiliki perguruan tinggi,” paparnya. Setelah melalui pendampingan dari Majelis Diktilitbang PPM serta adanya dukungan dari PWM, dan PTM di Jawa Timur ikhtiar pendirian ITBM Bali dapat diwujudkan. “Muhammadiyah mendirikan kampus semua berproses dari

bawah secara legal dan formal serta tidak melalui jalur belakang dalam mendirikan kampus, ini murni ikhtiar dari Persyarikatan agar cita-cita dalam mendirikan perguruan tinggi di Bali dapat terwujud,” pungkasnya. Sayuti berharap agar kampus ITBM Bali yang telah berdiri dapat dikelola dengan baik oleh persyarikatan di Bali. []APR

Program Beasiswa Palestina Resmi Diluncurkan

B

adan Amil Zakat Nasional (Baznas RI), Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (Lazismu), Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mela-

lui donasi Ma’had Islam Rafiatul Akhyar (MIRA) pimpinan Ustadz Adi Hidayat (UAH) meluncurkan program beasiswa untuk masyarakat Palestina. Peresmian

Program Beasiswa Palestina disiarkan melalui Zoom dan Youtube Baznas TV, Kamis (11/11). Turut hadir Prof Dr KH Noor Ac-

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM 11


WARTA PTM

Kinerja hmad MA selaku Ketua Baznas RI, HE Dr Zuhair Al Shun selaku Duta Besar Palestina, Muhammad Sabeth Abilawa selaku Direktur Utama Lazismu, Prof Dr Chairil Anwar selaku Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM, dan tamu undangan lainnya. Prof Dr Chairil Anwar selaku Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Majelis Diktilitbang PPM untuk turut andil dalam melancarkan program ini. “Kita mengetahui bahwa saudara-saudara kita di Palestina sangat membutuhkan bantuan pendidikan ini. Beasiswa yang tadinya berasal dari berbagai macam sumber, ini akan didistribusikan ke perguruan tinggi yang dalam hal ini melibatkan tujuh Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA),” pungkasnya. Jumlah prodi yang ditawarkan untuk batch 1 d iantaranya UMY dengan tujuh Prodi, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan tiga Prodi, Unisa Yogyakarta dengan tiga Prodi, UM Surakarta dengan empat Prodi, UM Malang dengan tiga Prodi, UM Makassar dengan tiga Prodi, dan Uhamka menawarkan satu Prodi dengan total keseluruhan ada 22 prodi yang ditawarkan dalam bentuk S-2 (program master). “InsyaAllah setiap prodi akan diasuh langsung oleh dosen kami dengan gelar doctor dan profesor,” tambahnya. Duta Besar Palestina, HE Dr Zuhair Al Shun memaparkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh pihak yang terlibat pada program ini. “Saya berharap adanya program ini dapat meningkatkan hubungan yang baik antara Indonesia dan Palestina dan ke depannya lebih banyak lagi program yang melibatkan Palestina dan Indonesia,” paparnya. Dalam sambutannya Muhammad Sabeth Abilawa, Direktur Utama Lazismu juga menyebutkan program ini menjadi salah satu terobosan baru yang diberikan pada masyarakat Palestina. “Salah satu sarana untuk membangun perdamaian adalah dengan memper-

12 Warta PTM

Peluncuran Program Beasiswa Palestine

baiki kualitas SDM-nya,” paparnya. Dengan ikhtiar ini ada dua hal yang dapat dipetik dalam jangka panjang yaitu tersebarnya nilai-nilai Islam Rahmatan Lil Alamin dan agar beasiswa ini dapat menguatkan gerakan zakat dan civil society sebagai gerakan NGO disana. Prof Dr KH Noor Achmad MA selaku Ketua Baznas RI memaparkan persoalan Palestina menjadi persoalan yang tidak akan pernah habis. Namun dengan adanya dukungan semua pihak Palestina dapat memperoleh kemerdekaan dan kejayaannya di masa yang akan datang. “Di antara upaya untuk mendapatkan itu tentu dengan cara membangun manusianya. Adanya program ini menjadi upaya untuk memberikan pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat Palestina,” pungkasnya. Prof Achmad turut mengucapkan terima kasih pada Quantum Akhyar Institute yang dipimpin oleh Ustadz Adi Hidayat atas bantu-

Edisi November-Desember 2021

an yang telah diberikan. Program beasiswa Palestine akan terbagi atas dua program yaitu Program Magister (2 tahun) dan Program Short Course (1 bulan). Daftar perguruan tinggi yang akan mengikuti program ini terbagi atas dua batch yaitu batch pertama dengan UAD, UNISA, UM Makassar, UM Malang, Uhamka, UM Surakarta, dan UM Yogyakarta. Batch kedua yaitu UM Palembang, UM Tangerang, UM Sidenreng Rappang, Unisa Yogyakarta, dan UM Jakarta. Cakupan beasiswa yang difasilitasi yaitu untuk program magister sebanyak 20 orang serta program short course sebanyak 25 orang. Adapun dana yang akan diberikan berupa dana pendidikan, biaya hidup, bridging course, biaya awal kedatangan, tiket pesawat, dana asuransi kesehatan, pembuatan visa Indonesia, dan tes PCR serta prosedur karantina. [] APR


Tiga PTMA Masuk 10 Besar Universitas Islam Terbaik Dunia versi uniRank

P

restasi internasional kembali diraih oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA). Kali ini, UM Surakarta (UMS) berhasil masuk pada posisi tiga besar universitas Islam terbaik dunia bahkan mengungguli Al Azhar di Kairo. Kriteria perguruan tinggi yang masuk dalam pemeringkatan uniRank yakni perguruan tinggi Islam dengan akreditasi dari institusi terkait di masing-masing negara dan menawarkan program sarjana atau magister dan doktoral. “Ditambah perguruan tinggi dengan sistem pembelajaran apakah tradisional, tatap muka, atau non-jarak jauh,” dilansir dari situs UniRank, Kamis (04/11). Data yang diambil merupakan data yang berasal dari metrik web yang valid, tidak bias, dan tidak dapat dipengaruhi oleh data yang disediakan oleh sumber intelijen web independen. Berdasarkan data uniRank, UM Surakarta (UMS) berhasil masuk dalam peringkat tiga dunia, disusul PTMA lain yaitu UM Malang (UMM) di posisi ke-6 dan UM Yogyakarta (UMY) menduduki posisi ke-8. Kemudian, pemeringkatan disusul universitas Islam lain di bawahnya. Adapun daftar lengkap 10 universitas Islam terbaik di dunia berdasarkan penilaian uniRank yaitu (1) Cairo University, Mesir, (2) Shahid Beheshti University of Medical Sciences, Iran, (3) Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia,

P

Poster 3 PTMA masuk 10 Besar Universitas Islam Terbaik Dunia versi uniRank

(4) Universiti Islam Antarabangsa Malaysia, Malaysia, (5) Iran University of Science and Technology Iran, Iran, (6) Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia, (7) Universitas Islam Indo-

nesia, Indonesia, (8) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia, (9) Umm Al-Qura University, Saudi Arabia, dan (10) University of the Punjab, Pakistan. [] APR

Milad ke-109 Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir Ingatkan Pesan KH Ahmad Dahlan

andemi dan masalah negeri dapat diselesaikan secara simultan jika semua pihak dapat bersatu dalam bingkai Indonesia milik bersa-

ma dan Bhineka Tunggal Ika. Indonesia akan gagal bangkit dan maju jika adanya pihak-pihak yang bercerai-berai dan silang sengketa. Begitu papar Prof

Haedar Nashir Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam Milad Muhammadiyah yang ke-109 secara luring di Sportorium UM Yogyakarta,

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM 13


WARTA PTM

Kinerja Kamis (18/11). Bertemakan “Optimis Hadapi Pandemi Covid-19: Menebar Nilai Utama” prosesi milad juga dihadiri Presiden Jokowi didampingi Menteri Kabinet Indonesia Maju secara daring dan disiarkan langsung dari Istana Negara. Prof Haedar menyebutkan kunci menghadapi pandemi dan menyelesaikan masalah negeri ialah tekad dan kesungguhan yang ikut disertai ketulusan, kejujuran, dan kepercayaan serta langkah tersistem dalam mencari solusi. Persoalan pandemi dapat diletakkan dalam dimensi iman, tauhid, dan Habluminallah yang terhubung langsung dengan Habluminannas. Pandemi menjadi masalah bersama yang dapat diambil hikmahnya diantaranya nilai utama yaitu nilai tauhid pro kemanusaian, pemuliaan manusia, persaudaraan dan kebersamaan, kasih sayang, kesungguhan berikhtiar, keilmuan, dan kemajuan. “Jadikan momentum Milad sebagai pintu mengembangkan dakwah, tajdid, dan ijtihad yang melahirkan perubahan pencerahan dan kemajuan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang unggul di ranah lokal, nasional, dan global,” paparnya. Prof Haedar juga berpesan kepada seluruh anggota kader Muhammadiyah agar menjaga jiwa ikhlas da-

Prof Haedar Nashir

lam bermuhammadiyah, berkomitmen, berhikmat, menjalin kebersamaan, produktif, dan unggul berkemajuan. “Patut kita renungkan pesan KH Ahmad Dahlan, aku titipkan Muhammadiyah ini kepadamu sekalian dengan penuh harapan agar engkau sekalian dapat memelihara dan menjaga Muhammadiyah dengan sepenuh hati agar Muhammadiyah dapat terus berkembang selamanya,” tutupnya. Sambutan Milad oleh Prof Haedar juga dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti di antaranya Prasasti

Kantor Majelis Diktilitbang PPM Diresmikan

D

alam rangka mewujudkan percepatan gerak dan langkah Perguruan PTMA yang ada di seluruh Indonesia, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengadakan pembinaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) dan Peresmian Kantor Majelis Diktilitbang PPM, Senin (22/11). Peresmian kantor dilakukan secara langsung oleh Prof Haedar Nashir selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah dan disaksikan Menko PMK Prof Muhadjir Effendy (secara daring), Prof

14 Warta PTM

Lincolin Arsyad Ketua Majelis Diktilitbang, para Rektor, serta tamu undangan. Prof Lincolin dalam laporannya menyebutkan pembangunan gedung kantor yang berlokasi di jalan Brawijaya Menayu Kidul, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul merupakan hasil dari ta’awun dan lelang yang dikumpulkan dari 111 penyumbang bersumber dari PTMA dan sumber perorangan. “Kami ucapkan terima kasih banyak dan apresiasi setinggi-tingginya PTMA, Rekan-rekan

Edisi November-Desember 2021

Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM), Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu), Muhammadiyah Australia College (MAC), dan Dasron Hamid Research and Innovation Center (UMY). Pada resepsi Milad ke-109, Muhammadiyah juga memberikan penghargaan penganugerahan tahun 2021 yang terbagi atas tiga kategori di antaranya Kategori Bidang Kesehatan dan Kemanusiaan, Kategori Bidang Sosial Ekonomi, dan Kategori Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. []APR

Pengurus Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, dan juga para donatur yang telah berkenan membantu terwujudnya kantor ini,” papar Ketua Majelis Diktilitbang tersebut. Dalam usaha meningkatkan kepercayaan dan profesionalitas kerja, Kantor Majelis Diktilitbang telah bersertifikasi ISO 9001:2015 dengan Nomor 824 100 19006 dari TUV Rheinland Indonesia. Sertifikasi ISO merupakan ikhtiar dari Majelis Diktilitbang untuk terus meningkatkan kualitas dan memberikan pelayanan secara prima untuk PTMA. Dalam kesempatan yang sama, Majelis Diktilitbang turut meluncurkan tiga Sistem Aplikasi yang terdiri dari (1) Laporan Pimpinan PTMA, (2) Kuesio-


ner dan Evaluasi Diri Standar Mutu AIK, dan (3) Pendataan Beasiswa di PTMA. “Sistem informasi manajemen yang dikembangkan dalam rangka melakukan pendataan di bidang kelembagaan untuk mewujudkan good governance serta meningkatkan pelayanan kantor Majelis untuk 165 PTMA” papar Muhammad Sayuti, Sekretaris Majelis Diktilitbang PPM. Ia berharap agar sistem yang dibangun dapat meningkatkan kinerja Majelis, PTMA, dan juga Persyarikatan. Prof Muhadjir Effendy menyampaikan Majelis Diktilitbang PPM memiliki peran sentral dalam menangani permasalahan yang berhubungan dengan pendidikan dan PTMA. Peresmian kantor baru yang lebih representatif diharapkan dapat meningkatkan peran dari PTMA bukan hanya di kancah na-

Prof Haedar Nashir dalam pembinaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) dan Peresmian Kantor Majelis Diktilitbang PPM

sional maupun juga internasional. “Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas segala jerih payah yang dilakukan oleh Majelis Diktilitbang untuk

memajukan Muhammadiyah khususnya di bidang perguruan tinggi,” pungkasnya. []APR

Ketua Umum PP Muhammadiyah Beri 6 Poin Perhatian PTMA

Prof Haedar Nashir dalam peresmian kantor Diktilitbang PPM

P

rof KH Haedar Nashir MSi, Ketua Umum PPM, memberi 6 poin perhatian kepada PTMA dalam kegiatan Pembinaan Pimpinan PTMA dan Peresmian Kantor Majelis Diktilitbang PPM. Pertama, peneguhan dan pengembangan kualitas Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) seluruh PTMA. “Al Islam dan Kemuhammadiyahan

adalah islam berkemajuan. Hal ini perlu menjadi proses institusionalisasi dalam bentuk identitas PTMA,” ujar Prof Haedar Nashir. Kedua, membangun dan mengembangkan epistemologi keilmuan. “Termasuk ketika bicara tentang epistemologi islam, kita jangan terjebak pada normativisme ayat-ayat dan hadits

saja. Kita cukup mengambil substansinya, dan kita kembangkan kemudian,” lanjutnya. Ketiga, mengembangkan pusat-pusat riset yang multidisiplin. “Kepada PTMA yang telah berhasil memiliki lembaga riset janganlah jalan sendiri-sendiri. Sebab, antar-PTMA dapat bersinergi melalui kolaborasi,” pesan Prof Haedar. Keempat, menciptakan pusat-pusat dan program unggulan sesuai dengan kekhasan masing-masing PTMA. “Perlu ada akselerasi tentang hal ini secara bersama-sama oleh 165 PTMA,” tegasnya. Ia menambahkan, keunggulan-keunggulan tersebut termasuk di bidang pengembangan bisnis PTMA pula agar tidak hanya tergantung pada kekuatan mahasiswa saja. Kelima, sumber daya manusia. Prof Haedar Nashir menyarankan agar PTMA menggali potensi kader-kader angkatan muda Muhammadiyah. Ia menyampaikan bahwa Indonesia berada di

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM 15


WARTA PTM

Kinerja posisi ke-6 dalam pemeringkatan Human Development Index (Indeks Pembangunan Manusia) se-Asia Tenggara. Posisi ini bukan berarti bahwa Indonesia tidak memiliki potensi, tetapi tidak adanya proses akselerasi. “Bidang pendidikan sibuk dengan urusan-urusan yang tidak sesuai di bidangnya. Dunia perguruan tinggi harus bebas dari proyek-proyek politik

atau proyek lainnya yang tidak mengalami kemajuan IPTEK.” Keenam, mengembangkan masyarakat ilmu. “Dalam menerapkan sikap berpendapat, para kader dan pimpinannya Muhammadiyah perlu berpendapat berdasarkan ilmu. Yang terpenting adalah dasar logika yang lurus,” tutup Prof Haedar Nashir.

Diskusi Kepemimpinan PTMA di Tengah Pandemi

M

ajelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyelenggarakan Dialog Kepemimpinan Perguruan Tinggi bertajuk “Kepemimpinan Perguruan Tinggi di Masa Krisis: Pengalaman UII dan UMY” bersama Prof Dr

16 Warta PTM

Fathul Wahid, Rektor UII dan Prof Dr Ir Gunawan Budiyanto MP IPM, Rektor UMY. Wakil Ketua Majelis, Prof Dr H Chairil Anwar berterima kasih pada narasumber. “Harapannya, para pimpinan dapat memanfaatkan kegiatan ini un-

Edisi November-Desember 2021

Prof Haedar Nashir juga memimpin peresmian melalui simbolis prosesi pemotongan tali di depan Kantor Majelis Diktilitbang PPM, Senin (22/11). Dalam amanatnya selain 6 poin perhatian untuk seluruh pimpinan PTMA, Prof Haedar mengucapkan tahniah atas penyelesaian gedung Majelis Diktilitbang PPM. [] RAS

tuk menimba ilmu dan mendengarkan cerita-cerita positif dari para narasumber,” ujar Prof Chairil Anwar. Prof Fathul Wahid memaparkan rencana strategis UII sepanjang 2018– 2022, yakni digitalisasi universitas. Pandemi Covid-19 menjadikan penerapan rencana strategi ini lebih cepat dan kemudian berubah. “Sebelum pandemi, kita menjaga kualitas akademik dan keberlangsungan organisasi. Tetapi, ketika pandemi, kami memprioritaskan keselamatan jiwa dan keberlangsungan akademik,” ujar Prof Fathul Wahid. UII memiliki fokus mitigasi keselamatan, mitigasi risiko operasi, dan mitigasi risiko finansial terhadap adanya penyebaran Covid-19. Prof Dr Ir Gunawan Budiyanto menyampaikan strategi kepemimpinan UMY dalam masa pandemi Covid-19, yakni mencapai tujuan menjaga keberlanjutan (sustainability) meliputi bidang akademik, SDM, keuangan, kemahasiswaan, dan kerja sama baik nasional maupun internasional. “Aktivitas kampus harus tetap berjalan dengan penerapan protokol kesehatan prima. UMY juga tidak lupa untuk tetap mengejar posisi dan pasar yang lebih baik dalam konteks pembukaan mahasiswa baru,” jelasnya. M Adam Jerusalem ST SH MT PhD selaku Wakil Sekretaris Majelis mengatakan dialog kepemimpinan yang terselenggara pada Rabu (3/11) secara daring ini menjadi upaya Majelis Diktilitbang dalam melaksanakan program leadership training sebagai wujud peningkatan akselerasi PTMA. [] RAS


Edisi November-Desember 2021

Warta PTM 17


Sigi

WARTA PTM

Peran Muhammadiyah Mencegah False Information COVID 19 di Media Sosial

P

enelitian ini bertujuan untuk memahami peran Muhammadiyah untuk mencegah informasi palsu melalui pesan di media sosial facebook tentang pencegahan COVID-19. Rumusan masalah yang diajukan, bagaimana narasi dan kode untuk mencegah informasi palsu yang diterapkan oleh Muhammadiyah melalui pesan pencegahan COVID-19 di media sosial facebook. Pesan yang di analisis melalui media sosial facebook berupa maklumat, pernyataan dan edaran, himbauan dan rekomendasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Muhammadiyah Kalimantan Tengah telah melakukan pencegahan informasi palsu melalui pesan pencegahan COVID-19 di Media sosial facebook. Melalui maklumat, pernyataan dan edaran, himbauan dan rekomendasi Muhammadiyah Kalimantan Tengah telah mencegah informasi palsu yang beredar di masyarakat yang menyatakan bahwa COVID-19 itu tidak nyata, tidak perlu menjaga jarak atau

18 Warta PTM

menggunakan masker, dan mengenai vaksin COVID-19 tidak halal dan dapat menyebabkan kematian. Mengingat dampak false information (informasi palsu) tentang COVID-19 dikalangan masyarakat sangat meresahkan dan mengakibatkan sebagian warga berurusan dengan hukum dan sangat meresahkan. Peredaran false information telah menjadi ancaman sosial. Fakta ini menjadi perhatian khusus ketika false information merujuk pada kesehatan sejak itu perilaku warga yang salah informasi dapat memiliki konsekuensi parah bagi kesehatan masyarakat. Informasi yang berkaitan dengan pandemi Covid-19 yang beredar di media sosial. Jangan sampai masyarakat menerima dengan begitu saja berita dari orang yang fasik, berarti sama dengan mengikuti jejaknya. Sedangkan Allah SWT. telah melarang kaum mukmin mengikuti jalan orang-orang fasik untuk menyebarkan false information. Fenomena yang terjadi selama COVID-19 salah satunya adalah pengCOVIDtan pasien di rumah sakit, bahwa ada sebagian masyarakat yang merasa bahwa hasil yang dikeluarkan ketika tes pemeriksaan rapid dan PCR menyatakan pasien positif tidak benar, karena pasien tidak merasakan gejala yang dicirikan sebagai pengidap COVID-19. Informasi semacam ini dapat menimbulkan kekhawatiran masyarakat untuk menjalani perawatan di rumah sakit, dan informasi yang beredar bahwa COVID-19 itu tidak nyata, hanya rekayasa pemerintah. Melalui akun facebook Muhammadiyah kembali menghimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap penyebaran COVID-19 dan COVID-19 itu nyata. Ditengah kondisi masyarakat yang telah kembali menjalani hidup normal dan tetap menerapkan protokol kese-

Edisi November-Desember 2021

hatan, dikarenakan pasien yang terpapar COVID-19 semakin meningkat di Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah. Muhammadiyah berusaha untuk menghadirkan informasi yang berdasarkan fakta. Sementara masya1 rakat masih menunggu obat atau vaksin yang dapat mencegah penyebaran COVID-19. Ketika vaksin sudah siap dihadirkan di Indonesia dan di terapkan di kalangan masyarakat, informasi palsu kembali beredar, bahwa kehalalan vaksin diragukan. Terlebih setelah ada masyarakat yang meninggal dunia setelah divaksin. Untuk mencegah informasi palsu yang semakin berkembang di kalangan masyarakat, Muhammadiyah memberikan rekomendasi tentang vaksin COVID-19. Rekomendasi yang diberikan Muhammadiyah terkait vaksin COVID-19, dengan memberikan dukungan agar Badan POM memberikan informasi secara transparan tentang vaksin, mendungkung MUI dalam menjalankan peran untuk menentukan kehalalan vaksin, selain itu Muhammadiyah mendukung pemerintah untuk melakukan sosialisasi dan edukasi terkait fungsi vaksin, ikut mensukseskan program vaksinasi dan tetap menghimbau masyarakat untuk tetap waspada walaupun vaksin sudah ditemukan dan telah mendapat vaksinasi. Dengan demikian melalui rekomendasi tentang vaksin di media sosial facebook Muhammadiyah Kalimantan Tengah. Luaran dari penelitian ini adalah buku ber ISBN dengan judul “False Information”.

Penelitian Dosen UM Palangkaraya Dr. Laksminarti, S.H., M.H. Karyanti, M.Pd Mita Sari, S.Sos., M.A.P


Inaugurasi WARTA PTM

UM Metro Luluskan 903 Wisudawan

Wisuda UM Metro

S

elama empat hari (22-25/11), UM Metro mewisuda 903 lulusannya secara daring dan luring. Dalam wisuda yang dihadiri Prof Edy Suandi Hamid secara daring dan Prof Yuliansyah Kepala LLDIKTI Wilayah II secara luring dari kampus UM Metro itu, dilaporkan oleh Rektor Drs H Jazim Ahmad MPd bahwa lulusan terbaik mendapatkan apresiasi dari bank mitra-

nya senilai Rp 30 juta. “Kami sampaikan pula bahwa tahun ini kami menerima mahasiswa baru sebanyak 1225 orang,” ujarnya. Sementara itu Prof Yuliansyah berpesan kepada wisudawan untuk terus mengembangkan diri, memperbanyak ilmu dan mengaplikasikannya ke kehidupan masyarakat. “Ilmu yang kita miliki bukan hanya kita yang menikmat-

inya namun bagaimana ilmu itu bermanfaat dan jadi amal yang tak pernah putus,” pesannya. Sementara itu Wakil Ketua majelis Diktilitbang PPM Prof Dr H Edy Suandi Hamid, MEc berpesan kepada wisudawan agar dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari bangku perkuliahan sehingga memberikan manfaat kepada diri sendiri, bangsa, agama, dan umat manusia. “Pada dasarnya wisuda merupakan proses lahirnya intelektual, cendekiawan, atau ulil albab di negeri ini. Ijazah hanya sebagai simbolik berupa kertas bertanda tangan rektor. Hal terpenting adalah knowledge, skills, dan karakter di balik ijazah itu, dan bagaimana itu digunakan untuk kemanfaatan umat,” ujar Prof Edy. Lebih lanjut, Prof Edy menerangkan masa sebelum adanya pandemi, Indonesia sudah memasuki era revolusi industri 4.0 di mana tantangan jauh lebih berat. Menurutnya cara mengatasinya adalah dengan tidak pernah berhenti belajar. “Jangan berhenti untuk berupaya menguasai teknologi masa depan. Intinya wisudawan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap proses dinamika perubahan yang begitu cepat, jika tidak produktivitas akan mengalami penurunan,” ucapnya. []RED

Wisuda UM Riau Harapkan 2022 APT Unggul

W

akil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengingatkan agar para wisudawan tidak terlalu bangga dengan IP dan IQ yang tinggi. “Itu modal yang baik untuk kerja dan meningkatkan produktivitas. Namun dari data riset

Wisuda UM Riau

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM 19


Inaugurasi WARTA PTM

menunjukkan bahwa itu bukan faktor utama penentu kesuksesan seseorang. “Penelitian terhadap 733 milyuner di Amerika Serikat menunjukkan, faktor paling utama adalah kejujuran, lalu diikuti dengan disiplin, mudah bergaul, dukungan pasangan, serta kerja keras,” ujarnya pada upacara wisuda ke XX dan XXI Universitas Muhammadiyah Riau (27-28/11). Sebanyak 930 peserta yang diwisuda Rektor Prof Mubarok, 200 diantaranya meraih predikat lulus secara Cumlaude.

Menurut Prof Edy, hasil penelitian tersebut sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengedepankan kejujuran, kedisiplinan, dan juga silaturahim. “Karena itu, teruslah memperkuat aspek-aspek tersebut yang merupakan bagian dari soft skills,” ungkapnya. Dalam wisuda luring dengan protokol ketat tersebut, Prof Mubarok menyampaikan bahwa walau kuliah dilakukan secara daring, standar mutu tetap dijaga sehingga kualitas lulusan tetap sesuai dengan standar mutu yang

ada. Namun diingatkannya agar papa wisudawan tetap harus terus menerus meningkatkan kompetensinya. Sementara itu Sekretaris LLDIKTI Wilayah X, Yandri A mengatakan, dengan usianya yang masih terbilang muda, ternyata cukup banyak prestasi yang sudah diraih UMRI termasuk status akreditasi. Diharapkannya, dengan perkembangan yang ada, pada tahun 2022 nanti, UMRI diharapkan bisa meraih akreditasi Perguruan Tinggi dengan predikat unggul. []APR

Wisudawan Wajib Miliki Kemampuan Adaptif dan Fleksibilitas

U

ntuk pertama kali sejak berubah dari STIKES menjadi IKEST Muhammadiyah Palembang melakukan wisuda secara luring di ballroom Hotel Wyndham Palembang, Rabu (27/10). Sebanyak 471 diwisuda oleh Rektor IKEST Heri Shatriadi MKes, yang juga dihadiri Prof Edy Suandi Hamid, Ketua PWM Sumsel Prof Ramly, dan Ketua BPH Novrizal Nawawi Mpd. Dalam laporannya Rektor IKEST menyatakan wisuda saat ini berbeda dengan sebelumnya. Ini karena mereka yang diwisuda dan dilantik harus sudah lulus uji kompetensi nasional. “Jadi lebih berat, oleh karena ini menjadi

Wisuda IKesT Muh Palembang

tantangan bagi para dosen agar dalam proses pembelajaran harus memenuhi standar kompetensi nasional tersebut,” ujar Heri. Memberikan amanah pada wisuda tersebut Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Prof Edy mengingatkan, wisudawan lulus saat memasuki era Revolusi Industri 4.0 yang menuntut kemampuan adaptif di tengah perubahan ekstra

cepat di segala bidang. Untuk itu, jangan menjadi seseorang yang mudah menyerah dan mudah puas, tetapi jadilah seseorang yang terus berusaha sampai titik puncak. “Sebagai lulusan di era perkembangan IT dan komunikasi yang begitu pesat ini, para wisudawan wajib memiliki kemampuan adaptif dan fleksibilitas,” ujar Prof Edy Suandi Hamid. []RED

UM Surabaya Perbanyak Jumlah Doktor sebagai Langkah Akseleratif 20 Warta PTM

Edisi November-Desember 2021


S

aat ini ada 78 dosen UM Surabaya sedang studi S-3 di dalam dan luar negeri. Sedangkan yang sudah lulus S-3 sebanyak 70 orang dari 268 dosen yang ada. Demikian disampaikan Rektor UM Surabaya Dr Sukadiono dalam sambutannya pada Wisuda ke-47 di Menara At-Tauhid UM Surabaya, Sabtu (20/11) yg diikuti 1136 lulusan D-3, S-1, dan S-2. Wisuda yang diadakan luring-daring ini diadakan secara bertahap selama tiga hari, yang juga dihadiri Ketua PWM Jatim KH DR Saad Ibrahim, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid, Ketua BPH Hari Wibowo secara luring, dan Ketua L2DIKTI 7 Prof Soeprapto secara daring. Dalam laporannya, Rektor menegaskan tentang pentingnya inovasi bagi para lulusan dan sivitas akademika UM Surabaya. “Dengan tagline Kampus Sejuta Inovasi menjadi pendorong untuk tiada henti melakukan inova-

“

Wisuda UM Surabaya

si di segala bidang,” ujarnya. Prof Edy Suandi Hamid mengapresiasi semakin banyaknya doktor di kampus ini. “Ini langkah yang akseleratif dan harus terus dilakukan. Karena SDM merupakan kunci keberhasilan Perguruan Tinggi. Jumlah doktor di UM Surabaya sudah

di atas rata-rata nasional,” ujar Prof Edy. Sementara Ketua L2Dikti-7 Prof Soeprapto meminta para wisudawan/wati mengukir prestasi dengan inovasi dan kreativitas. “Juga harus menjaga nama baik almamater, serta selalu meningkatkan soft-skills,” pungkasnya. []RED

Prof Dyah Mutiarin, Guru Besar Ilmu Pemerintahan Perempuan Pertama UMY

Perempuan merupakan subjek yang sangat penting baik itu di dalam keluarga, di lingkungan kerja, maupun di masyarakat. Sehingga perempuan harus dapat menunjukkan kemampuannya untuk maju, mandiri, dan berada di posisi yang setara dengan laki-laki”. Begitu pungkas Prof Dr Dyah Mutiarin SIP MSi dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang meraih gelar Guru Besar dalam bidang Ilmu Pemerintahan sekaligus menjadi Guru Besar Perempuan pertama yang dimiliki UMY. Bagi Dyah, perempuan memang harus bisa dan memiliki posisi yang penting di dalam pengambilan keputusan, khususnya dalam membentuk masa depan universitas. Ketertarikannya terhadap Ilmu Pemerintahan mengantarkan Dyah untuk

Prof. Dr. Dyah Mutiarin, S.IP., M.Si., dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)

melakukan beberapa penelitian tentang Pemerintahan dan Kebijakan Publik. Lebih detail, penelitian yang dilakukan

oleh Kepala Lembaga Riset dan Inovasi UMY ini berfokus kepada manajemen pemerintahan dan inovasi kebijakan

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM 21


Inaugurasi WARTA PTM

publik yang ada di dalam pemerintahan. Menurutnya pula, pemerintahan yang adaptif, inovatif, responsible (pemerintahan cergas/agile government), sangat diperlukan dalam mengelola kebijakan publik, terlebih di masa pandemi ini. “Contohnya yaitu dalam menangani pandemi Covid-19 ini, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah membuat kebijakan, namun kebijakan

tersebut sering mengalami perubahan, kemudian juga melakukan inovasi kebijakan dari pengalaman di lapangan, tentunya hal ini memerlukan model birokrasi yang cergas (giat/gesit/cekatan) dalam sebuah pemerintahan. Namun demikian birokrasi yang cergas ini juga memerlukan penguatan pelibatan masyarakat untuk mengontrol kebijakan tersebut,” jelasnya.

Dyah berharap gelar Guru Besar yang diraihnya serta status sebagai Guru Besar perempuan pertama di UMY dapat menjadi motivasi bagi dosen lainnya. “Saya juga berharap agar universitas dapat terus mendukung sumber dayanya untuk terus berkembang,” pungkasnya. [] APR

STIKes Muh Kuningan Gelar Wisuda ke-XI

S

TIKes Muhammadiyah Kuningan (STIK MK) menggelar wisuda yang ke XI untuk program D-III Farmasi bertempat di Hotel Horison dengan menerapkan protokol kesehatan. Prosesi wisuda dipimpin langsung Ketua STIK MK, apt Wawang Anwarudin M Sc, Sabtu, (23/10). Dalam perkembangannya STIK terus berupaya dalam meningkatkan kualitas kampus dengan memberikan pembekalan terbaik untuk para mahasiswa. “STIK MK telah melakukan berbagai upaya untuk membekali mahasiswanya agar tetap dapat bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha,” papar Humas STIK MK. Turut hadir Ketua PDM Ka-

Prosesi Wisuda STIKes Muh Kuningan

bupaten Kuningan Drs Wahid Tbk MA, BPH STIKes Muhammadiyah Kuningan apt Ade Irawan S Si Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Mohammad Adam Jerusalem, M T Ph D, LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat & Banten, Yayan Mulyana, SE MM dan tamu undangan lainnya. Dalam acara wisuda tahun ini STIK MK melepas 72 wisudawan program D-III Farmasi. Para wisudawan

berasal dari beberapa daerah di Jawa Barat, bahkan beberapa di antara mereka berasal dari luar pulau Jawa. Dari 72 wisudawan, tiga diantaranya menjadi wisudawan terbaik tahun ini yaitu Nia Nitiariksa A Md Farm predikat Dengan Pujian, Hani Fitriyani, AMd Farm predikat Dengan Pujian, Elin Handayani, A Md Farm predikat Dengan Pujian. [] APR

219 Mahasiswa STIKes Muh Lhokseumawe Ikuti Prosesi Yudisium

S

ekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muh Lhokseumawe mengadakan prosesi yudisium yang diikuti sebanyak 219 mahasiswa

22 Warta PTM

di Hall KH Ahmad Dahlan Lancang Garam, Lhokseumawe, Kamis (11/11). Dari 219 mahasiswa yang diyudisium, 60 di antaranya dinyatakan lulus dengan pre-

Edisi November-Desember 2021

dikat cumlaude. Ns Mursal MKep, Ketua STIKES Muh Lhokseumawe menyebutkan, yudisium ini merupakan sebuah kegiat-


Prosesi Yudisium STIKES Muh Lhokseumawe

an akademik yang menyatakan bahwa seorang mahasiswa telah memenuhi

K

syarat untuk dinyatakan lulus. “Lulusan yang diyudisium kali ini dipastikan

telah mampu bekerja dimanapun dan bahkan bisa membuka praktik mandiri. Apalagi dasarnya mayoritas yang lulus kali ini juga sudah lulus uji kompetensi,” paparnya. Ia juga berpesan kepada para alumni agar dapat bekerja secara profesional dan berkompeten. Terlebih dalam menjaga nama baik almamater dan terus meningkatkan kemampuan sebagai tenaga kesehatan, dan memberikan manfaat bagi orang banyak. Adapun mahasiswa yang diyudisium terdiri dari 15 mahasiswa D-3 Keperawatan, 49 mahasiswa lulusan profesi ners dengan 13 mahasiswa lulus dengan predikat cumlaude. Serta sarjana keperawatan sebanyak 155 mahasiswa dengan 45 di antaranya lulus dengan predikat cumlaude. [] APR

Kembangkan Potensi Akademisi Lewat Semnastek dan Konferensi Internasional

ondisi pandemi telah mengakselerasi transformasi digital dan teknologi baru yang pasti akan berdampak pada metode, model, cara berinteraksi, dan kolaborasi dengan orang/pihak lain. Begitu papar Irfan Purnawan ST MChem Eng selaku Dekan FT UM Jakarta dalam Seminar Nasional Sains & Teknologi (Semnastek) dan 1st International Conference on Engineering, Construction, Renewable Energy, and Advanced Material (Icecream), Rabu (17/11). Acara bertemakan Enhancing Sustainable Technology Towards Society 5.0 ini diadakan oleh Fakultas Teknik UM Jakarta dengan membahas sembilan bidang keteknikan yaitu Teknik Sipil, Elektro, Kimia, Mesin, Industri, Arsitektur, Informatika dan Alat Berat, serta Sains dan Teknologi yang relevan. Menurut Ketua Panitia Semnastek dan Icecream 2021, Yeptadian Sari ST MT kegiatan ini diikuti tujuh negara diantaranya Indonesia, Malaysia, Inggris, Si-

Kegiatan Semnastek dan Konferensi Internasional UM Jakarta

ngapura, Belanda, Argentina dan India. Prof Dr Edy Suandi Hamid, MEc Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM berharap kegiatan ini menjadi wadah diskusi keteknikan. Dampak pandemi Covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi dunia melambat, termasuk Indo-

nesia. “Dengan adanya forum diskusi ini diharapkan muncul teknologi baru yang mampu memecahkan permasalahan dunia, khususnya di Indonesia, agar perekonomian kembali tumbuh dan berkembang lagi di masa pandemi Covid-19,” pungkasnya. []APR

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM 23


Inovasi WARTA PTM

Mahasiswa UMM Ciptakan Alat Roasting Biji Kopi

K

elompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan alat roasting teknologi Thermal Oil Jacket dengan nama Smart Roaster Coffee Beans Based Micro Controler. Inovasi ini dirancang

untuk membantu para supplier meningkatkan produksi roaster biji kopi. Alat ini juga diikutsertakan pada Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek (PKM-PI) dan berhasil mendapat pendanaan dari Kemendik-

Dua Aplikasi Perangkat Lunak Buatan Mahasiswa UNIMMA Raih Prestasi

Mahasiswa UNIMMA Juarai KMM Muhammadiyah

ua kelompok mahasiswa Program Studi (prodi) S-1 Teknik Informatika Fakultas Teknik (FT) UNIMMA berhasil meraih juara

dalam Kompetisi Kreativitas Mahasiswa (KMM) Muhammadiyah 2021 cabang Lomba Pengembangan Aplikasi Perangkat Lunak. Dibawah bimbingan

D

24 Warta PTM

Edisi November-Desember 2021

bud Dikti. Bagas, salah satu anggota tim mengatakan alat roaster buatan mereka tercipta dari kendala-kendala yang dihadapi oleh mitra. “Beberapa kelemahan yang kami temui yaitu pertama produktivitas alat roasting dirasa masih kurang oleh mitra. Selain itu waktu roasting biji kopi juga masih tergolong lambat,” paparnya. Mahasiswa Prodi Teknik Mesin itu juga mengungkapkan bahwa cara kerja Smart Roaster Coffe Beans Based Micro Controler cukup sederhana. “Ketika alat disambungkan dengan listrik, pemanas akan secara otomatis memanaskan oli yang ada di dalam alat. Oli tersebut berfungsi untuk menyebarkan panas secara merata ke seluruh tabung dan mulai memproses biji kopi. Alat ini juga dilengkapi sensor suhu PT 100 untuk mengetahui kapan alat siap untuk meroasting,” ujar Bagas dilansir, Kamis (14/10). Bagas juga mengatakan bahwa mitra sangat senang dengan adanya alat roasting yang mereka ciptakan. Pasalnya alat ini meningkatkan produksi roasting yang awalnya dua kali seminggu menjadi empat kali seminggu. “Selain itu, setelah menggunakan alat ini, pendapatan mitra meningkat 50% dari pendapatan sebelumnya,” papar Bagas. []APR

Pristi Sukmasetya, SKomp MKom, dua kelompok tersebut meraih juara dua dalam pengembangan aplikasi PetPocket dan juara tiga dalam pengembangan ap-


likasi Dagang.in yang diumumkan secara daring, Jumat (29/10). Aplikasi PetPocket hadir sebagai aplikasi penunjang bagi masyarakat yang memiliki hewan peliharaan untuk mempermudah pemilik dalam konsultasi penyakit pada hewan peliharaan dan juga dapat membantu mengurangi angka jumlah hewan terlantar. Sedangkan Aplikasi Dagang.in merupakan sua-

tu aplikasi yang menjembatani antara pedagang keliling dan calon pembeli di masa pandemi COVID-19. Aplikasi Dagang.In hadir dengan membawa solusi sebagai upaya untuk mempermudah pedagang berinteraksi kepada pelanggan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia meskipun tetap memberlakukan kebijakan PPKM. “Sejak awal mendampingi kedua

Mahasiswa Unismuh Makassar Olah Kulit Jeruk

M

ahasiswa Unismuh Makassar memberi penyuluhan di Desa Padang Lampe, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep mengenai inovasi pengolahan kulit jeruk menjadi permen yang bernilai ekonomis. Program bertajuk “Penyuluhan Pembuatan Bakara Peppe dan Permen Kulit Jeruk” bertujuan memberdayakan masyarakat desa dalam pembentukan usaha kecil menengah. Nurul Halimah Safar, penanggung jawab kegiatan, berkata kegiatan penyuluhan ini memberikan inspirasi dan inovasi bagi masyarakat melalui pengetahuan mengolah kulit jeruk yang dapat membantu perekonomian masyarakat Desa Padang Lampe, khususnya di masa pandemi saat ini. Syahruddin, Plt Kepala Desa Padang Lampe, sangat mengapresiasi kegiatan praktik pengolahan kulit jeruk ini. “Kami berterima kasih kepada para mahasiswa KKN. Baru kali

M

ini ada mahasiswa yang berani tampil praktik dalam mengolah hasil pertanian lokal di Desa Padang Lampe. Kulit jeruk yang biasanya hanya menjadi sampah yang tidak ada manfaatnya bisa diolah jadi sebuah produk yang bernilai eko-

kelompok ini, saya tahu mereka adalah anak-anak yang kritis dan kreatif. Idenya beragam, dan tentunya kegigihan merekalah yang akhirnya bisa mengantarkan pada posisi ini,” pungkas Pristi. Ia berharap, prestasi ini dapat menjadi trigger untuk mahasiswa Teknik Informatika lain agar lebih bersemangat dalam berkompetisi dan mengeluarkan ide briliannya. []APR

nomis,” ujarnya. Ia berharap, setelah penyuluhan, kegiatan ini bisa terus berlanjut, apalagi melihat banyaknya komoditas pertanian, khususnya buah jeruk pamelo di Padang Lampe. “Ini bisa menjadi alternatif atau solusi untuk membantu perekonomian masyarakat Desa Padang Lampe itu sendiri,” ungkapnya pada pelatihan yang terlaksana Senin (1/11) lalu itu. [] RAS

Mahasiswa Unismuh Makassar perlihatkan produk olahan

Mahasiswa UMRI Sulap Kulit Nanas jadi Paper Soap Antiseptik

ahasiswa UMRI, Indah Sukma Adina, Citra Novita, dan Akmal Arshad Shidiq, memanfa-

atkan limbah kulit nanas menjadi paper soap antiseptik untuk mencegah penularan Covid-19. Ketiganya merupakan

mahasiswa Prodi Teknik Industri Fakultas Teknik dengan dosen pendamping Denny Astrie Anggraini MT.

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM 25


Inovasi WARTA PTM

Denny Astrie menjelaskan, produk yang berkembang melalui PKM-J ini berupa lembaran kertas yang berguna sebagai sabun pencuci tangan. Produk ini tergolong ergonomis karena praktis dan mudah menjadi barang bawaan ke mana-mana. “Kami memanfaatkan potensi kulit nanas yang berlimpah di daerah Kualu. Sebab, sayang sekali apabila kulit nanas hanya menjadi limbah yang tidak bermanfaat,” ujarnya pada Kamis (14/10) lalu dalam wawancara. Latar belakang dari inovasi ini, salah satunya adalah hasil survei bahwa 8 dari 10 orang lebih memilih menggunakan hand sanitizer daripada sabun cair antiseptik sekalipun mencuci tangan

dengan sabun lebih baik dibanding hand sanitizer. “Sabun cair cukup tidak efisien seperti lebih mudah tumpah dan sulit menjadi barang bawaan. Sementara itu, inovasi ini berupa lembaran kertas yang ringan,” terang Denny Astrie. Di sisi lain, kulit nanas memiliki enzim bromelin yang berfungsi sebagai antiseptik. Produk ini memiliki nama Paper Soap Kulna. Produk ini juga menjadi salah satu PKM-K mahasiswa UMRI yang lolos ke PIMNAS ke-34 di Medan, Sumatera Utara, disertai harapan untuk dapat membantu masyarakat untuk hidup bersih di masa pandemi. [] RAS Produk paper soap antiseptik dari kulit nanas.

Ilmuwan UMY dan UAD Top 2% Ilmuwan Paling Berpengaruh Dunia

I

lmuwan dari UMY dan UAD menjadi bagian dari total 58 ilmuwan INdonesia yang masuk ke dalam Top 2% World Ranking Scientist. Dilansir oleh Tempo, pemeringkatan ini merupakan nama-nama ilmuwan yang termasuk ke dalam daftar 2% ilmuwan paling berpengaruh di dunia berdasarkan publikasi Stanford University dan Elsevier BV. Indikator penilaiannya ialah jumlah nama yang paling banyak menjadi kutipan dalam jurnal-jurnal ilmiah di dunia.

Secara keseluruhan, nama-nama ilmuwan di dunia yang termasuk ke dalam daftar yakni sebanyak 159.648 orang. Ilmuwan Indonesia mengalami peningkatan dari tahun lalu, dari sejumlah 40 orang menjadi 58 orang. Di antara 58 orang tersebut, dua di antaranya merupakan ilmuwan dari PTMA. Pertama, Agus Setyo Muntohar yang merupakan dosen Teknik Sipil UMY. Kedua, Tole Sutikno yang merupakan seorang dosen Teknik

Tole Sutikno, dosen UAD.

26 Warta PTM

Agus Setyo Muntohar, dosen UMY.

Edisi November-Desember 2021

Elektro UAD. Hal ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi PTMA, terutama kedua ilmuwan UMY dan UAD tersebut. Rektor UMY, Gunawan Budiyanto, mengaku bangga atas capaian tersebut, terutama Agus Setyo Muntohar. “Ini menjadi pendorong bagi dosen-dosen muda untuk terus melakukan inovasi dalam berbagai penelitian,” ucapnya. [] RAS


Salindia

WARTA PTM

Giat Modul Nusantara Pertukaran Mahasiswa Merdeka Kampus Merdeka di Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong melakukan kunjungan ke beberapa lokasi wisata di Kota Sorong. Salah dua lokasi yang dikunjungi adalah Vihara Pagoda Sapta Ratna dan Pulau Doom, Senin (22/11).

Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) dan Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai menggelar Baitul Arqam (BA) di Wisma Hawai, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sabtu (6/11).

Universitas Muhammadiyah Jakarta terima penghargaan Wali Kota Tangerang Selatan Jumat 26 November 2021 kategori “Pendukung Program Pelayanan Publik”.

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sepakat melakukan penandatanganan MoU dengan Universitas Ibnu Sina (UIS) Batam, Kamis (25/11) di Ruang Rapat VIP UMSU, Jl. Kapten Mukhtar Basri.

Penyambutan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) Tahun Akademik 2021/2022 seperti biasa dilaksanakan kegiatan Orientasi Studi Pengenalan Kampus (Ospek) dan dilanjutkan dengan dua kegiatan yaitu Baitul Arqam serta Mentoring secara Daring.

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil lahirkan tujuh guru besar atau profesor dalam berbagai bidang akademik. Tujuh Guru besar tersebut salah satunya adalah Rektor UMY, Prof Dr Ir Gunawan Budiyanto MP IPM.

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM 27


WARTA PTM

Kronik

UMY Masuk Universitas Terbaik Asia

Mahasiswa Asing UM Yogyakarta

U

niversitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) atau dikenal dengan kampus “Muda Mendunia” kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Pada usia ke-40 tahun, UMY mampu meningkatkan capaian prestasi pada level internasional khususnya di bidang riset dan publikasi. Hal ini sesuai dengan milestone UMY sebagai Research Excellence University pada tahun 2020-2025. Berdasarkan data QS World University Rankings Asia 2022, UMY berhasil meningkatkan skor pemeringkatan sebesar 5 persen dan masuk dalam kategori 451-500 universitas terbaik di Asia. QS World University Rankings adalah lembaga internasional bereputa-

si yang melakukan pemeringkatan perguruan tinggi di seluruh dunia. Rektor UMY, Prof Dr Ir Gunawan Budiyanto MP IPM menegaskan capaian UMY di QS World University Rankings Asia 2022 ini sesuai dengan milestone UMY sebagai Research Excellence University pada tahun 2020-2025. “UMY terus menerus berkomitmen dan berupaya memperkuat kolaborasi riset dalam dan luar negeri untuk mencapai keunggulan universitas dan menciptakan inovasi kelas dunia,” pungkasnya dilansir dari website UMY, Selasa (2/11). Peningkatan skor UMY terdapat pada aspek International Research Network, International Faculty, Inbound Exchange,

dan Outbound Exchange. “Pada tahun ini UMY dapat meningkatkan skor sebesar 5% dibanding tahun lalu,” papar Dr Mega Hidayati SAg SS MA, Kepala Bidang Pengembangan Organisasi, Badan Perencanaan dan Pengembangan UMY. Di masa pandemi, UMY menyelenggarakan blended learning yaitu kombinasi antara kuliah secara daring dan luring. Profesor asing yang mengajar di UMY sebanyak 180 orang dari berbagai universitas mitra luar negeri. UMY juga memfasilitasi mobilitas mahasiswa di tingkat internasional sehingga jumlahnya bertambah dari tahun ke tahun. Pada tahun ini telah dilaksanakan hampir 1000 mobilitas tingkat internasional termasuk inbound dan outbound exchange. Mahasiswa asing yang belajar di UMY berasal dari 31 negara di Asia, Eropa, Afrika, Amerika, dan Australia sedangkan mahasiswa UMY mengikuti program pertukaran mahasiswa di universitas mitra dari 20 negara seluruh dunia. Capaian UMY lainnya di tingkat internasional adalah lebih dari 40% publikasi ilmiah di jurnal bereputasi dalam lima tahun terakhir yang juga merupakan hasil kolaborasi dengan mitra luar negeri. “Peningkatan ini terjadi karena UMY melakukan optimalisasi kegiatan online di tengah dampak pandemi Covid-19 yang masih terus berlanjut. Sampai saat ini, permintaan untuk bekerjasama dari universitas luar negeri terus bertambah,” jelas Mega. []APR

Sekretaris Majelis Diktilitbang Berikan Motivasi untuk Maba UMGO Ratusan Mahasiswa Baru (Maba) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) menerima motivasi dari Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti PhD di Gedung Indoor David Bobihoe, Kamis (11/11).

28 Warta PTM

Muhammad Sayuti menyebutkan UMGO merupakan satu kampus dari 166 Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA). Ia berpesan agar mahasiswa UMGO sebagai keluarga besar Muhammadiyah perlu berpikir secara nasional dan internasional. Mahasiswa

Edisi November-Desember 2021

harus berani untuk berinovasi dan tidak hanya fokus tinggal dan berdiam diri di daerah. “Alhamdulillah satu-satunya Ormas yang sudah dapat izin mendirikan kampus di luar negeri dan sudah ada di Malaysia, cuman Muhammadiyah,” pungkasnya.


Muhammad Sayuti, M. Pd, Ph.D., berikan motivasi untuk ratusan maba UMGO

Ia juga berpesan untuk mahasiswa UMGO agar tidak terlambat dalam

meraih kesuksesan. Perlu menjadi mahasiswa yang luar biasa dengan aktif di

Unit Kegiatan Kampus, Ortom baik itu IPM, IMM, Hizbul Wathan, Nasyiatul ‘Aisyiyah, dan Pemuda Muhammadiyah. “Syarat menjadi sukses yaitu harus punya networking, kemampuan berkomunikasi, berbakti pada orang tua, sabar, dan punya tekad untuk maju,” tegasnya. Mahasiswa juga diharuskan belajar dari berbagai ilmu dan tidak hanya fokus pada satu program studi. Hal ini karena dunia kerja ke depan membutuhkan skill yang banyak dan beragam. “Gantunglah cita-citamu setinggi langit kalau jatuh, jatuhnya di deretan bintang-bintang, kalau cuman bercita cita setinggi pohon kelapa, kalau jatuh akan patah tulang,” tutup Sekretaris Majelis Diktilitbang tersebut. []APR

Unisa Yogyakarta Adakan Sosialisasi Cegah Pemalsuan Ijazah

D

ua tahun lalu telah banyak terjadi pemalsuan ijazah dan membuat banyak keprihatinan semua pihak yang berada di lingkungan pendidikan. Dengan begitu diperlukan adanya Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik guna menghindari terjadinya pemalsuan ijazah di perguruan tinggi. Begitu papar Warsiti selaku Rektor Unisa Yogyakarta dalam sambutannya pada kegiatan Sosialisasi Kebijakan Aplikasi Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik (SIVIL) di Kampus Universitas `Aisyiyah Yogyakarta, Jumat (22/10). Kegiatan diselenggarakan Ditjen Dikti Ristek Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan diadakan dalam rangka meningkatkan layanan PIN dan SIVIL di lingkungan perguruan tinggi yang sesuai dengan ketentuan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Bhimo Widyo Andoko, SH MH selaku Plt Kepala LLDIKTI Wilayah V mengatakan sewaktu menjabat sebagai

kepala Humas di Kemenristekdikti pertama kali membongkar komplotan ijazah palsu serta munculnya kasus-kasus yang lain yang membuat alarm di kementerian berbunyi sehingga membuat kementrian siap siaga untuk melindungi para mahasiswa dari hal-hal seperti itu. “Setelah kejadian itu kami membentuk tim untuk mengembangkan

program ini, karena fungsi kami adalah untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi wilayah dan itu sangat berkaitan dengan hal tersebut,” ucap Bhimo. Kegiatan ini diadakan secara offline dan online, Kamis-Sabtu (21-23/11), serta dihadiri sebanyak 60 peserta perwakilan dari berbagai wilayah di Indonesia. []APR

Sosialisasi Kebijakan Aplikasi Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik (SIVIL)

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM 29


WARTA PTM

Kronik

Tim UM Surabaya Juarai Bridge Construction Competition

Ide penyusunan jembatan Tim UM Surabaya Juarai Bridge Construction Competition

T

im UM Surabaya berhasil menjuarai kompetisi tingkat nasional pada ajang Bridge Construction Competition (BCC) yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS) Institut Teknologi

Sepuluh Nopember. Emfadhil Tribruari Hadist salah satu anggota tim menyampaikan inovasi jembatan yang dirancang bertujuan untuk menciptakan infrastruktur yang ekonomis dan lebih tahan lama. “Jem-

U

M Pontianak terpilih menjadi salah satu kampus yang didampingi Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam program Health Promoting University (HPU). Program yang diinisiasi oleh ASEAN University Network (AUN) ini diikuti 23 perguruan tinggi di berbagai wilayah di Indonesia. Tujuan program ini diadakan yaitu untuk mengingatkan sistem kesehatan nasional yang tangguh dan sinergi berbagai pihak, terutama kalangan akademisi. UGM bekerja sama dengan Direktorat Promosi Kesehatan Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Pengembangan dan Penguatan Health Promoting University di Indonesia. Rektor UM Pontianak, Dr Doddy Irawan ST MEng menyatakan siap untuk mendukung program pengembangan HPU di lingkungan kampus. “Berbagai

30 Warta PTM

batan Gladak Kahuripan ini bertujuan untuk menciptakan sebuah desain jembatan yang inovatif, awet, dan ekonomis serta membangun infrastruktur yang tahan lama,” dilansir dari website UM Surabaya, Jumat (5/11). Tim Makarya Baja mengusung ide jembatan dengan sistem struktur rangka batang (Trutss Bridge) berjenis Pratt dengan panjang bentang jembatan yaitu 60m. Penggunaan tipe rangka Through Parker Truss menghasilkan sistem struktur yang paling efisien. BCC merupakan kompetisi perancangan dan pembuatan jembatan yang digelar tiap tahun. Dengan mengusung tema “Innovation of a Durable and Economic Bridge Design For Sustainable Infrastructure Development”. Junaidy Fery Effendi selaku Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Inovasi (BAKAI) mengapresiasi capaian yang telah diraih mahasiswa Fakultas Teknik UM Surabaya. Ia berharap agar lebih banyak lagi kompetisi yang diikuti mahasiswa UM Surabaya baik secara nasional maupun internasional. []APR

UM Pontianak Jadi Pelopor Health Promoting University

Penandatanganan Komitmen Penyelenggara Kampus Sehat 2021

Edisi November-Desember 2021


program dan pendekatan untuk menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan sejahtera, serta memberdayakan

sivitas akademika untuk bisa mencapai potensi yang optimal. Kampus sehat menjadi modal dasar dalam melahirkan

calon pemimpin masa mendatang,” kata Rektor UM Pontianak dilansir dari website UM Pontianak, Jumat (15/10). []APR

Unismuh Makassar Patahkan Stigma Profesi Guru pada Generasi Muda

U

M Makassar berkolaborasi dengan Yayasan Guru Belajar mengkampanyekan program “Ayo jadi Guru” untuk generasi muda. Hal ini bertujuan untuk mengajak kembali generasi muda Indonesia agar tergerak menjadi guru sebagai profesi mulia yang tak kalah terhormat dengan profesi lainnya. Kerja sama ini ditunjukkan dengan diadakannya kunjungan Yayasan Guru Belajar ke UM Makassar yang diterima langsung oleh Prof Ambo Asse selaku Rektor. Pertemuan digelar di ruang kerja Rektor, Gedung Iqra Lantai 17 Unismuh Makassar, Selasa (9/11). Pengurus Yayasan Guru Belajar, Mahayu Ismaniar menjelaskan Yayasan Guru Belajar merupakan lembaga pengembangan karir guru berbasis spirit merdeka belajar. “Kami percaya guru dengan kemerdekaan belajar adalah kunci perubahan pendidikan untuk mewujudkan pelajar yang kompeten dan ekosistem pendidikan yang kolaboratif,” tambahnya. Yayasan yang berkantor di Cilandak, Jakarta Selatan ini menginisiasi program pengembangan guru, pemimpin sekolah, dan pendampingan sekolah/madrasah, serta publikasi

S

Unismuh Makassar dan Yayasan Guru Belajar

konten Pendidikan. Salah satu program yang disediakan yaitu program Magang Kampus Merdeka yang saat ini sudah berjalan. Rektor Unismuh mengapresiasi penawaran kerja sama tersebut, Prof Ambo menjelaskan bahwa konsen Unismuh saat ini menyiapkan guru yang siap mengajar, baik di sekolah milik Pemerintah, Muhammadiyah, maupun yayasan swasta lain. Hal ini dikuat-

kan oleh pemaparan WR I Unismuh, Dr Abd Rakhim Nanda menambahkan, program “Ayo jadi Guru” sangat tepat untuk menghalau pandangan yang menyebut guru sudah tidak dibutuhkan. “Tahun ini peminat masuk di FKIP menurun, salah satu sebabnya menyebarnya hoaks bahwa guru tidak dibutuhkan lagi. Tentu kami berkepentingan untuk berkolaborasi dalam mengajak generasi muda menjadi guru,” ujar Rakhim Nanda. []APR

STIKes Muh Aceh Gelar Pelatihan Kerja dan Bahasa Jepang

ekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Aceh bekerja sama dengan Yayasan JISSHO mengadakan pembekalan bagi

pencari kerja dan pelatihan Bahasa Jepang, di Gedung STIKes Muhammadiyah Aceh, Sabtu (30/10). Dra Hj Eulisa Fajriana MKes Ke-

tua STIKes Muhammadiyah Aceh juga selaku narasumber menyampaikan pelatihan ini diadakan dalam rangka meningkatkan kapasitas diri khususnya

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM 31


WARTA PTM

Kronik

Pembekalan Bagi Pencari Kerja 2021

dalam penguasaan ilmu informasi dan komunikasi. Rina Sulicha MPd mewakili Kepala Bagian Kerja Sama STIKes

Muhammadiyah Aceh berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi STIKes sebagai fasilitator program

pengembangan kompetensi lulusan di bidang penguasaan bahasa terutama Bahasa Jepang. “Untuk kedepannya, STIKes membuka peluang kerja sama dengan lembaga pemerintah atau non pemerintah dan dunia industri untuk pengembangan kompetensi softskill dan hardskill mahasiswa lulusan STIKes Muhammadiyah Aceh,” paparnya. Rina menambahkan pelatihan Bahasa Jepang yang akan dilaksanakan selama satu bulan penuh diadakan di Gedung Stikes Muh Aceh dan tidak dipungut biaya apapun. Turut hadir selaku narasumber Rismaja Putra selaku Ketua Yayasan Jissho, Qifti Reza Kesuma, ST selaku Perwakilan dari Disnakermobduk Provinsi Aceh dan 25 orang peserta pelatihan.

Baru Berdiri, ITBM Wakatobi Peroleh Animo Positif dari Masyarakat

P

endirian Institut Teknologi Bisnis Muhammadiyah Wakatobi (ITBM Wakatobi) mendapatkan respon yang baik dari masyarakat. Kampus yang baru saja diresmikan pada Desember 2020 tersebut memperoleh animo masyarakat yang cukup tinggi khususnya pada prodi S-1 Teknologi Informasi. Begitu papar Arusani SE MM, Rektor ITBM Wakatobi. ITBM Wakatobi mengelola tiga program studi yakni S-1 Teknologi Informasi, S-1 Ilmu Perikanan, dan S-1 Kewirausahaan. Arusani menyebutkan minat mahasiswa lanjut studi cukup besar terbukti tahun pertama mulai beroperasi mencapai 97 orang dan tahun akademik 2021 mahasiswa baru telah mencapai 95 orang. Ketua Tim Percepatan Pengusulan Pendirian PTM Wakatobi ini juga menyebutkan para mahasiswa berasal dari alumni SLTA yang ada di sekitar Wakatobi juga datang dari Pulau Buru dan Maluku. “Sosialisasi dan pengenalan yang dilakukan kepada

32 Warta PTM

masyarakat Wakatobi dan sekitarnya secara kontinyu dilakukan. Kami juga mengaktifkan media sosial serta publikasi melalui jejaring Persyarikatan Muhammadiyah,” paparnya. Ia menambahkan, kerja sama dengan instansi pemerintah dan PTMA serta perguruan tinggi lainnya juga terus digencarkan guna meningkatkan

Edisi November-Desember 2021

percepatan kualitas ITBM Wakatobi. Ke depannya ITBM Wakatobi terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas pelayanan serta tata kelola perguruan tinggi. Diharapkan empat tahun ke depan ITBM Wakatobi dapat melakukan prosesi wisuda bagi angkatan pertama. []APR


I

KesT Muhammadiyah Palembang bekerja sama dengan LPK Indonesia Dignity mengadakan pelatihan Baby Massage, Baby Spa, dan Mom’s Treatment yang dibuka oleh Wakil Rektor I Murbiah M Kep Kamis-Jumat (4-5/11). Turut hadir Umi Susilowati MKes CI IBH NNLP Direktur LPK Indonesia Dignity, Dekan FIKes Maya Fadlilah, SKep Ns MKes, Zairinayati, MKes, Dekan, dan Wakil Dekan Fak Sains & Teknologi. Ketua Prodi D-III Kebidanan RA Aminah Maya, M Keb memaparkan tujuan dari pelatihan ini yaitu untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa Program Studi D-III Kebidanan di bidang holistik, khususnya di Bidang Baby Massage-Spa dan Mom’s Treatment. “Pelatihan ini juga berguna untuk membekali mahasiswa lulusan dengan sertifikat keahlian untuk menjadi terapis mom-baby spa dan treatment tersertifikasi yang dapat membuka/menjalankan wirausaha di bidang klinik komplementer dan dapat membuka praktik mandiri bidan,” paparnya.

I

IKesT MP Gelar Pelatihan Tingkatkan Skill Mahasiswa

IKesT Muh Palembang adakan pelatihan Baby Massage, Baby Spa dan Mom’s Treatment

Murbiah dalam sambutannya menyebutkan pelatihan ini dapat menjadi motivasi kepada mahasiswa kebidanan tingkat III yang akan lulus nantinya. “Tantangan mahasiswa selain dengan

mengikuti ujian kompetensi juga tantangan pada dunia kerja. Sehingga perlu adanya pemberian skill dan menambah pengetahuan sehingga dapat membuka lapangan kerja mandiri,” paparnya.

ITS PKU Muh Surakarta jadi Tuan Rumah RTA dan Seminar Nasional AIPNEMA

TS PKU Muh Surakarta bekerjasama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Muhammadiyah-Aisyiyah (AIPNEMA) menyelenggarakan Rapat tahunan Anggota (RTA) dan seminar Nasional AIPNEMA 2021 dengan tema “Implementasi Program MBKM pada Pendidikan Keperawatan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah” secara daring dan luring, Kamis-Sabtu (11-13/11). Dr Mundzakir, S Kep Ns M Kep selaku Keynote Speaker dan Ketua AIPNEMA memaparkan AIPNEMA sebagai organisasi yang menaungi institusi penyelenggara pendidikan ners mempunyai semangat untuk menjawab tuntutan dan melaksanakan Program MBKM.

Rapat tahunan Anggota (RTA) dan seminar Nasional AIPNEMA 2021

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM 33


WARTA PTM

Kronik “Dalam rangka RTA, AIPNEMA mengulas dan melakukan sinergi dalam implementasi Program MBKM dalam Pendidikan Keperawatan,” paparnya. Melalui seminar nasional ini dapat memberikan manfaat kepada dosen di PTMA dalam memodifikasi model pembelajaran yang ada sesuai dengan perkembangan jaman. Selain itu dapat mengembangkan kurikulum yang tidak hanya mengacu pada SNPT, KKNI, dan MBKM saja namun juga mengacu pada tujuan Per-

syarikatan Muhammadiyah. Sri Mintarsih selaku ketua panitia dan WR III ITS PKU Muhammadiyah Surakarta memaparkan kegiatan RTA dan Seminar Nasional ini diikuti 200 peserta daring untuk RTA dan 500 peserta daring maupun luring untuk Seminar Nasional dari tenaga pendidik prodi Ners PTMA se-Indonesia. Weni Hastuti, PhD Rektor ITS PKU Muh Surakarta juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan

yang diberikan kepada ITS PKU Muh Surakarta selaku tuan rumah. “Kepercayaan ini bagi ITS PKU Muhammadiyah Surakarta adalah suatu yang mahal. Sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang terus menata diri dan berbenah untuk menjadi besar, kami selalu berusaha memantaskan diri agar bisa berdiri sejajar dengan PTMA yg sudah besar,” paparnya. [] APR

Uhamka Resmi Miliki Prodi Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia Pertama di Jakarta

Penyerahan Surat Keputusan Uhamka

U

niversitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA secara resmi pada hari Senin, (22/11) memiliki program studi pertama di Jakarta dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 494/E/O/2021 tentang izin pembukaan Program studi Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia. SK tersebut diserahkan langsung ketua

34 Warta PTM

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Prof Dr Agus Setyo Budi MSc kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA Prof Dr Gunawan Suryoputro MHum didampingi oleh Badan Pembina Harian Uhamka. Adanya Prodi Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia di Uhamka membantu LLDIKTI wilayah III untuk me-

Edisi November-Desember 2021

menuhi Indikator Kinerja Utama dan juga semangat bersama untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan. “Alhamdulillah, kami Uhamka sudah lama menunggu kabar baik ini dan kebetulan bertepatan dengan Milad Uhamka ke64 tentu menjadi kado istimewa bagi kami sebagai universitas pertama di DKI Jakarta yang memiliki Program Studi Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia,” papar Rektor Uhamka Prof Dr Gunawan Suryoputro. Rektor mengungkapkan ke depan Uhamka akan berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, dan sosial untuk mewujudkan peradaban berkemajuan. Visi Uhamka sebagai kampus yang mewujudkan prophetic teaching university membawa kampus yang berlokasi di DKI Jakarta ini untuk terus berinovasi dan bergerak maju menyesuaikan diri dengan zaman. “Jumlah doktor di Indonesia masih sedikit, bahkan dosen yang bergelar -S3 pun masih belum mampu memenuhi target 21% atau sekitar 58.000 dosen yang bergelar doktor apalagi yang bukan dosen atau doktor dalam ilmu Pendidikan Bahasa Indonesia yang masih sangat minim dan tentunya akan mempengaruhi kualitas Pendidikan,” ujarnya. []APR


Mahasiswa UM Kudus Raih Medali Perunggu dalam PON XX Papua 2021

A

hmad Adam Hisbulloh, mahasiswa S-1 Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar UM Kudus berhasil membawa pulang medali perunggu tingkat nasional dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Ia meraih prestasi pertandingan Wushu di Gedung Olah Raga (GOR) Head Sai, Merauke, Papua di kelas 65 kg. Rektor UM Kudus, Rusnoto SKM MKes (Epid) mengucapkan selamat dan syukur atas kontribusi mahasiswa UMKU di kontingen Jawa Tengah yang dapat mengharumkan Kabupaten Kudus di tingkat nasional. “Semoga prestasi ini menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain dalam meraih prestasi di kancah nasional, bahkan internasional,” ujarnya. Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 yang terselenggara di Papua ini, Adam sendiri bertanding dalam dua partai. Pertandingan pertama yakni perebutan juara ketiga. Di sanalah ia berhasil memenangkan pertanding-

P

Ahmad Adam Hisbulloh raih medali perunggu.

an dengan mengalahkan petarung dari Lampung pada Jumat (1/10) lalu. Pada partai kedua, yakni perebutan juara ke-

dua. Adam kalah dari kontingen Sumatera Utara dan juara pertamanya diraih oleh kontingen dari DKI Jakarta. [] RAS

Pustakawan UMM Raih Juara I Indonesian Academic Librarian Award

ustakawan UMM, Dian Puspitasari SAP meraih Juara I Indonesian Academic Librarian Award (IALA) yang diselenggarakan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI). Ia menceritakan persiapan lomba ini telah dilakukan selama dua bulan dengan aktif pada penulisan dan publikasi karya ilmiah. Peserta kompetisi tersebut adalah para perwakilan pustakawan terbaik PPTI tingkat wilayah. Seluruh peserta melalui tahap seleksi portofolio dan karya tulis unggulan untuk selanjutnya

Peraihan prestasi pustakawan UMM.

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM 35


WARTA PTM

Kronik disaring menjadi lima orang finalis, salah satunya Dian. Artikel unggulan Dian “Transformasi Literasi Informasi dengan Penerapan Pendampingan Publikasi Menuju SINTA di UMM”. Pengambilan tema ini berdasar-

kan pada transformasi literasi di perpustakaan UMM saat pandemi, dan perkembangan signifikannya terhadap penulisan artikel ilmiah. Dari prestasi yang diraihnya Senin (11/10) lalu, ia berharap mahasiswa menjadi makin mu-

dah lagi dalam menyusun artikel ilmiah ke SINTA dan agar dirinya selalu dapat mengembangkan diri di bidang kepustakawanan. [] RAS

UMSB dan PDHI Sepakati MoU Bangun Fakultas Kedokteran Hewan Kerja sama UMSB dan PDHI

U

M Sumatera Barat (UMSB) menandatangani nota kesepakatan dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) untuk mendirikan Fakultas Kedokteran Hewan di Kampus IV UM Sumatera Barat yang berada di Kota Payakumbuh. Pihak UMSB Rektor UM Sumatera Barat, Dr Riki Saputra MA sementara pihak PDHI diwakili Ketua Umum Pengurus Besar PDHI, Dr drh Muhammad Munawaaroh

MM. Dalam kegiatan tersebut hadir Ketua dan Sekretaris PDHI Sumatera Barat, Wakil Rektor III UM Sumatera Barat, Perwakilan Dinas Peternakan Kota Bukittinggi, Perwakilan Dinas Peternakan Kota Payakumbuh, Dekan, dan Wakil Dekan, karyawan, dan mahasiswa. Dr Riki Saputra berterima kasih kepada PDHI atas dorongan, dukungan, semangat, dan motivasi dalam pendirian Fakultas Kedokteran Hewan. “Semo-

ga apa yang kita usahakan dapat berjalan dengan baik, dan senantiasa mendapatkan kemudahan dari Allah Swt,” ucapnya. Dr drh Muhammad Munawaroh mengapresiasi ide UM Sumatera Barat dalam pendirian Fakultas Kedokteran Hewan ini. “Artinya, kampus ini telah memandang jauh ke masa depan dan memperhitungkan apa-apa yang akan terjadi nantinya,” sahutnya. Acara yang bertemakan Peranan Profesi Dokter Hewan dalam Mendukung Swasembada Pangan Asal Hewan di Indonesia tersebut berlanjut dengan kuliah umum dari Dr drh Muhammad Munawaroh MM, Kamis (21/10). [] RAS

Seminar Nasional Kewirausahaan UMSU Serukan Resiliensi

P

usat Kewirausahaan, Inovasi, dan Inkubator Bisnis (PUSKIIBI) UMSU menyelenggarakan Seminar Nasional Kewirausahaan (SNK) bertema “Resiliensi Usaha Kecil Menengah

36 Warta PTM

di Era Pandemi Covid-19” di studio mini Pascasarjana UMSU. Turut hadir Wakil Rektor III, Dr Rudianto MSi; Ketua PUSKIIBI UMSU, Hj Dewi Andriany SE MM, dan jajarannya. Seminar diisi

Edisi November-Desember 2021

oleh M Setiawan Kusmulyono MM dan Mohammad Arkham Chaidar Jantra dengan diikuti sebanyak 175 peserta secara virtual. “Kampus ini mempunyai ruang un-


tuk menjadi inkubator yang nyata dan menghasilkan entrepreneur dan pengusaha yang tangguh,” ujar Rudanto. Mahasiswa UMSU terbukti tetap terlibat dalam kegiatan kewirausahaan sekalipun di tengah pandemi, contohnya melalui Program Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (PKMI), Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI), Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM), dan kurikulum-kurikulum entrepreneurship. M Setiawan Kusmulyono berkata UKM harus memiliki resiliensi atau kemampuan dalam menghadapi ancaman eksternal, salah satunya melalui business continuity planning (BCP), yaitu perencanaan untuk memastikan bahwa perusahaan tetap dapat berjalan sekalipun

Penyelenggaraan seminar nasional UMSU

di saat kritis. Seminar Sabtu (23/10), Hj Dewi Andriany SE MM berharap para peserta dapat memperoleh ilmu pe-

ngetahuan dan berkontribusi dalam pengembangan kewirausahaan Indonesia. [] RAS

UMKO Dukung Gerakan Vaksinasi

UMKO menjadi lokasi vaksinasi.

F

akultas Hukum dan Ilmu Sosial UMKO menjadi lokasi vaksinasi Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) dan bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Provinsi Lampung. Sebanyak 250 peserta vaksinasi yang mencakup warga Muhammadiyah Lampung Utara, pelajar SMK/

SMA Muhammadiyah se-Kabupaten Lampung Utara, mahasiswa, dan masyarakat umum juga menghadiri vaksinasi tersebut. Salis M Abduh, Ketua MCCC Lampung Utara, mengatakan penyelenggaraan vaksinasi menjadi salah satu ikhtiar agar bisa menurunkan angka

Kerja Sama UNIMUS dan PT Erlangga Dorong Semangat Penelitian Dosen

Covid-19 di Lampung. “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak medis Dinkes Pemda Lampung Utara atas bantuannya,” lanjutnya. Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PWM Provinsi Lampung, Suwandi Umar, berkata gerakan vaksinasi di UM Kotabumi menjadi wujud kepedulian negara. “Harapannya, vaksinasi dapat menyelesaikan pandemi, khususnya di Lampung,” ujarnya. Dalam kegiatan vaksinasi pada Jumat (8/10) lalu tersebut, ia juga menyebutkan pihak-pihak yang menyelenggarakan vaksinasi telah banyak dilaksanakan di beberapa kabupaten lainnya. []RAS

L

embaga Studi Islam Kemuhammadiyahan dan Mata Kuliah Umum (LSIK & MKU) UNIMUS melakukan penandatanganan MoU dengan PT Penerbit Erlangga Semarang. Pihak UNIMUS yakni Kepala LSIK & MKU

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM 37


WARTA PTM

Kronik UNIMUS, Dr Rochdi Warsono MSi sementara pihak PT Penerbit Erlangga ialah Pimpinan PT Penerbit Erlangga cabang Semarang, Hari Setiawan SE. Kerja sama UNIMUS terlaksana dalam webinar Bulan Bahasa bersama narasumber webinar tersebut, yakni Dr Alex SS MPd, Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dr Rochdi mengatakan mengenai pentingnya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di Indonesia. “Sebuah bangsa dan negara perlu mempunyai satu bahasa sebagai bahasa nasional dan masyarakat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Indonesia, selain menjadi bahasa komunikasi, juga menjadi pemersatu bangsa. Sebab, ada beragam bahasa dan adat dengan beragam perbedaan di Indonesia,” ujarnya pada Sabtu (30/10) lalu. UNIMUS, melalui LSIK & MKU,

Prosesi penandatanganan MoU UNIMUS dan PT Erlangga.

sangat mendukung dan mendorong para tenaga didik UNIMUS untuk aktif penelitian untuk menjadi tulisan dan buku. PT Penerbit Erlangga dapat membantu menerbitkan tulisan hasil

penelitian para tenaga didik UNIMUS. “Harapannya, ilmu dari hasil tulisan tersebut akan berguna, baik bagi diri sendiri, masyarakat luas, bangsa, maupun negara,” lanjutnya. [] RAS

Bisnis Digital, Prodi Baru Unismuh Palu

Tampilan gedung Unismuh Palu

U

nismuh Palu dalam waktu dekat membuka Program Studi Bisnis Digital di bawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis karena pesatnya perkembangan digitalisasi dunia bisnis di Indonesia. Dekan FEB, Dr Farid SE MM, berkata kebutuhan akan perkembangan bisnis digital yang masih sangat langka tersebut perlu Unismuh Palu wujudkan.

38 Warta PTM

Setiap mahasiswa dapat menerima pengetahuan mengenai perkembangan ilmu manajemen, teknologi informasi, dan penerapan bisnis agar dapat menggagas dan mengembangkan digitalisasi di dunia bisnis dengan keunggulan sikap yang menjadi visi misi Unismuh Palu. Kabag Humas Unismuh Palu, Ir

Edisi November-Desember 2021

Andi Kaimuddin ST MM IPM ASEAN Eng mengatakan ada banyak manfaat apabila belajar di Prodi Bisnis Digital, seperti ilmu e-commerce, pengembangan web, user experience, pemprograman, keamanan siber, dan lain-lain. Wakil Rektor I Unismuh Palu, Sudirman SKM MKes menyebut Unismuh Palu telah mengajukan proposal kepada pihak Kemendikbudristek dan mendapatkan rekomendasi dari LLDIKTI wilayah XVI pada 23 September lalu. Prodi Bisnis Digital Unismuh Palu telah terdaftar dan terverifikasi melalui sistem informasi pengembangan Dit Dikti Vokasi dan Profesi “Jika sudah mendapat izin penyelenggaraan, maka pihak Unismuh Palu akan segera membuka penerimaan mahasiswa baru,” tutupnya, Ahad (7/11) lalu. [] RAS


A

Aliansi Mahasiswa UMSi Salurkan Bantuan Korban Bencana Luwu

liansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi), gabungan dari BEM UMsi, HI-

MILP, HUMANISTIK, HIMAGROTEK, KSR PMI UNIT 102 UMSi, dan Mahasiswa Rekayasa Perancangan Mekanik, sa-

Penyaluran bantuan dari Aliansi Mahasiswa UMSi.

UMMI Tempati Posisi ke-2 PTS Terbaik di PIMNAS

Pemerolehan posisi kedua PTS terbaik UMMI.

U

M Sukabumi (UMMI) menjadi PTS terbaik ke-2 nasional dan PTS terbaik se-Jawa Barat dan Banten dalam PIMNAS ke-34 yang di-

hadiri oleh Sekjen Kemdikbudristek, Ir Suharti SPd. UMMI meloloskan dua tim mahasiswa dari seluruh kategori yang dilombakan dengan jumlah 735 tim dan

lurkan bantuan pada korban bencana di Luwu melalui Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) dan SAR UMSi serta Lazismu UMSi. Curah hujan yang tinggi di Luwu pada awal Oktober menyebabkan satu rumah tertimbun longsor, 100 KK terisolasi di Desa Ilan Batu, 40 KK di Desa Ilan Batu Uru, dan 25 KK terisolasi di Desa Lempe. Hadir dalam penyerahan bantuan tersebut BPH UMSi, Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, dan sivitas akademika UMSi di halaman kampus UMSi. Sebanyak Rp 5.600.000,00 terkumpul dalam waktu tiga hari. Muhlis Hajar Adiputra menyampaikan bahwa mudah-mudahan bantuan yang tersalurkan dapat bermanfaat pada korban bencana. “Setelah nantinya tiba di lokasi, kami akan mencoba memberikan bantuan berupa upaya pemulihan. Setelah itu, bantuan akan kami setorkan kepada Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC),” tutupnya pada Selasa (12/10) lalu. [] RAS

masuk ke dalam 25 besar peraih medali PIMNAS. Keberhasilan ini terwujud berkat penghargaan setara medali perak dari kategori PKM bidang Riset Eksakta (PKM-RE). Siti Inayah, mahasiswa Prodi Kimia menyabet penghargaan tersebut dengan judul “Potensi Daun Keji Beling (Strobilanthes crispus L) sebagai Kandidat Obat untuk Penderita Insomnia melalui Molecular Docking Senyawa Sedatif Hipnotik”. Dosen pendamping Tim PIMNAS, sekaligus Ketua Tim Pelaksana PKM, Lela Lailatul Khumaisah MSi menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu selama ini. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Andri M Idharoel Haq SThI MM menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada Tim PKM, dosen pendamping, dan seluruh mahasiswa UMMI peserta PIMNAS atas prestasi yang diraih pada Jumat (29/10) lalu. [] RAS

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM 39


Dosen Berprestasi WARTA PTM

Kuliah Sambil Mengajar di Dua Negara

Afriza Umami, STr Keb MKM, Dosen STIKES Muh Bojonegoro (Maboro)

P

rofesi Guru atau dikenal dengan peran seorang yang digugu dan ditiru menjadi profesi yang mulia dan tak kalah terhormat dengan profesi lainnya. Pasalnya, menjadi seorang guru atau pendidik tidak hanya dapat memfasilitasi ilmu yang dimiliki kepada peserta didik namun juga perlu mentransfer nilai yang dapat ditiru dan menjadi penguat akan kokohnya pengetahuan, moral, hingga kepribadian dari peserta didik. Hal ini yang kiranya diceritakan oleh Afriza Umami, STr Keb MKM, salah satu dosen dari STIKES Muhammadiyah Bojonegoro (Maboro) yang tengah mengambil program S-3 di salah satu Universitas ternama di Hongaria. Tak tanggung-tanggung, Afriza mengambil program S-3 pada Doctoral School

40 Warta PTM

of Interdisciplinary Medicine, Department of Public Health, University of Szeged salah satu kampus kedokteran terbaik di Hungaria dan Eropa tengah. Berbeda dengan dosen lainnya, Ia juga turut andil menjadi pengajar aktif di S-1 Kedokteran di University of Szeged. Bersama Warta PTM, Afriza turut menceritakan perjalanannya dalam memperjuangkan mimpinya sebagai pendidik dan perjalannya menjadi penuntut ilmu di negeri orang. Alasan Memilih Hungaria “Satu tahun lalu, saya mengambil semua beasiswa dan peluang dari berbagai negara. Alhamdulillah peluang itu terjawab di Hongaria. Alhasil kesempatan ini saya ambil tanpa pikir pan-

Edisi November-Desember 2021

jang”. Begitu papar Afriza saat ditanya awal mula pilihannya jatuh pada negara yang berada di benua eropa tersebut. Ia mengaku bahwa melanjutkan kuliah di luar negeri menjadi target yang sudah ia mimpi-mimpikan. Berangkat dengan dukungan keluarga terutama ridho suami, Afriza mantap melangkahkan kaki untuk tinggal selama kurang lebih 3,5 tahun di Hongaria. Kehidupan dan aktivitas baru yang ia jalani di Hongaria memang tidak selancar yang ia bayangkan. Perbedaan budaya dan kebiasaan penduduk Hongaria dan Indonesia menjadi alasan Ia kerap kali mengalami culture shock disana. “Beberapa perbedaan yang mencolok yaitu dari segi iklim, makanan, dan sulitnya dalam mencari tempat ibadah,” begitu pungkasnya. Wajar saja,


merespon dengan baik pembelajaran yang saya berikan. Saya sangat merasa bersyukur diberikan kesempatan untuk turut mengajar disini,” begitu pungkasnya. Afriza mengaku tetap memilih mengajar di tengah rutinitasnya sebagai mahasiswa dikarenakan ia sangat senang jika bisa membagikan ilmu yang ia peroleh dari selama menjadi mahasiswa S-3. “Saat ini saya sangat menikmati mengajar di dua negara sekaligus. Banyak hal yang bisa didapatkan. Belajar sambil mengajar,” ujarnya. Afriza Umami, STr Keb MKM, Dosen STIKES Muh Bojonegoro (Maboro)

Islam merupakan agama yang minoritas disana. Terlebih di beberapa tempat masih cukup asing melihat seseorang menggunakan hijab. Namun Ia memaparkan bahwa hal tersebut merupakan konsekuensi untuk dapat bertahan dan beradaptasi. Meskipun beberapa tantangan kerap Ia alami, Afriza tetap menikmati perannya sebagai pembelajar di kota yang terkenal dengan bagunan historis dan ciri khas arsitekturnya tersebut. Mengajar sambil Kuliah “Saya menerima tawaran mengajar mahasiswa internasional Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, University Of Szeged sejak

September lalu,” papar dosen yang juga mengajar di STIKes Maboro dan Universitas Sebelas Surakarta tersebut. Ia mengajar mahasiswa internasional dari beberapa negara seperti Italia, Amerika Serikat, Yordania, Jepang, Taiwan, German, Mesir, Israel, Iran, dan negara Timur Tengah lainya. Perbedaan asal negara serta perbedaan dialek dalam berbahasa menjadi hal unik yang dialami Afriza selama mengajar disana. Namun hal ini tidak mengurungkan semangatnya dalam mendukung dunia pendidikan. Terlebih mahasiswa yang Ia ajarkan merupakan mahasiswa semester VII atau tahun keempat untuk mata kuliah Public Health and Preventive Medicine. “Mereka sangat kooperatif dan

Kuatkan Motivasi dan Tingkatkan Kualitas Sebuah pepatah mengatakan Apapun yang diperbuat oleh seseorang itu hendaknya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya, bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya. Kira-kira hal itulah yang saat ini sedang Afriza lakukan. Meskipun sebagai pembelajar dan juga pengajar tentu bukan hal yang mudah untuk dijalani. Perempuan asal Lamongan ini memaparkan perlu ada motivasi dan niat yang kuat untuk mendasari perannya saat ini. Tidak hanya itu, dukungan lingkungan juga menjadi faktor yang kuat baginya untuk dapat berjuang dalam mewujudkan cita-citanya. Ia kerap menjalin komunikasi dengan teman-temannya sesama pejuang kuliah luar negeri dan saling memberikan motivasi satu sama lain. “Saya juga mendapatkan dukungan penuh dari keluarga dan institusi saya yaitu STIKes Maboro,” paparnya. Alhasil, sepulangnya dari Hongaria, Ia berniat untuk membawa pembaruan terutama motivasi yang besar untuk meningkatkan penelitian di STIKes Maboro. Selain itu, Ia juga bertekad untuk meningkatkan kualitas sivitas akademika khususnya mahasiswa STIKes Maboro dalam berbahasa Inggris. Hal tersebut Ia buktikan dengan mendirikan UKM Fun English yang menjaring mahasiswa untuk mempelajari Bahasa inggris dengan cara yang menarik dan menyenangkan. []APR

Proses mengajar di luar negeri

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM 41


WARTA PTM

Profil PTM

SiberMu Dukung Belajar Sepanjang Masa Tanpa Batas

U

niversitas Siber Muhammadiyah (SiberMu) resmi mendapatkan izin operasional dari Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi Nomor 430/E/0/2021. Sibermu juga resmi diluncurkan oleh Prof Haedar Nashir Ketua Umum PP Muhammadiyah Oktober lalu. Prof Haedar menjelaskan pendirian SiberMu bertujuan untuk memperluas akses perguruan tinggi baik di dalam maupun luar negeri dengan biaya yang lebih terjangkau. Hal ini memperjelas tujuan terpenting dari pendirian SiberMu yaitu memperluas akses perguruan tinggi baik di dalam maupun luar negeri dengan biaya yang lebih terjangkau. Selain murah dan terjangkau, SiberMu juga diharapkan dapat menjangkau daerah-daerah luar sehingga mendorong perluasan akses pendidikan secara lebih masif dan tentunya memperkuat kampus-kampus Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) lainnya.

42 Warta PTM

Bersama Reporter Warta PTM, Dr Bambang Riyanta MT selaku Rektor Universitas SiberMu turut menjelaskan apa yang dimaksud dengan SiberMu, apa yang menjadi keunggulan SiberMu, dan informasi penting lainnya. Universitas Siber Muhammadiyah atau yang disebut SiberMU resmi mendapatkan izin operasional dari Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi Nomor 430/E/0/2021. Mohon untuk dijelaskan apa itu SiberMu? SiberMu adalah sebutan untuk Universitas Siber Muhammadiyah. SiberMu merupakan Perguruan Tinggi Swasta Pendidikan Jarak Jauh (PTS PJJ) Modus Tunggal pertama milik Muhammadiyah. Apa yang menjadi tujuan dan keunggulan dari SiberMu? SiberMu tentu memiliki banyak

Edisi November-Desember 2021

keunggulan terutama di era teknologi informasi saat ini. Beberapa keunggulan di antaranya untuk mengantisipasi potensi perubahan orientasi pembelajaran Generasi Baru (Generasi Y, Z, Alfa) yang sangat lekat dengan pemanfaatan teknologi, membantu meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi di Indonesia, dan sarana digitalisasi dakwah Islam berkemajuan sebagai perwujudan nilai Tajdid Persyarikatan Muhammadiyah. Selain itu, keunggulan lain siberMu yaitu (1) mahasiswa yang telah menyelesaikan 144 SKS kuliah online di SiberMu akan mendapatkan gelar sarjana yang sah dan diakui oleh negara, (2) kuliah fleksibel dengan model pembelajaran jarak jauh dan menawarkan pengalaman belajar yang fleksibel, (3) LMS andal dengan menjamin mutu kualitas proses belajar, SiberMu menggunakan pembelajaran online berbasis Learning Management System berstandar SPADA Dikti, (4) Siber-


Mu juga menyediakan layanan tutorial tatap muka dan online untuk meningkatkan efektifitas pendampingan, (5) biaya terjangkau dan relatif ringan mulai dari Rp1.040.000,00. Apa yang membedakan SiberMu dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) lainnya? Seperti yang kami paparkan di awal, SiberMu adalah Perguruan Tinggi Jarak Jauh yaitu perguruan tinggi yang proses pembelajarannya full dilakukan secara daring dengan memanfaatkan media komunikasi. Meskipun demikian, juga disediakan layanan tutorial pada Unit Program Belajar Jarak Jauh di wilayah jangkauan. SiberMu juga memiliki karakteristik di antaranya (1) bersifat terbuka yaitu pembelajaran yang diselenggarakan secara fleksibel dalam hal cara penyampaian, pemilihan program studi dan waktu penyelesaian program, lintas satuan, jalur dan jenis pendidikan (multi-entry multi-exit system), tanpa membatasi usia, tahun ijazah, latar belakang bidang studi, masa

registrasi, tempat, dan cara belajar, serta masa evaluasi hasil belajar; (2) belajar mandiri; (3) belajar tuntas. Selain itu, SiberMu juga menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, menggunakan teknologi pendidikan lainnya, dan berbentuk pembelajaran terpadu perguruan tinggi. Saat ini program studi apa saja yang disediakan oleh SiberMu? SiberMu memiliki enam program studi di antaranya, Informatika, Sistem Informasi, Administrasi Kesehatan, Akuntansi, Manajemen, dan Hukum. Siapa saja yang dapat melanjutkan kuliah di SiberMu? Apakah ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi? Sesuai dengan karakteristiknya, siapa saja bisa kuliah di SiberMu termasuk yang sudah bekerja. Tanpa membatasi usia, tahun ijazah, latar belakang bidang studi, masa registrasi, tempat dan cara belajar, serta masa evaluasi hasil belajar.

Bagaimana status mahasiswa yang telah dinyatakan lulus dari SiberMu? Apakah memperoleh gelar sarjana yang sah yang sama dengan perguruan tinggi pada umumnya? Sama seperti kuliah pada perguruan tinggi konvensional lainnya, mahasiswa yang telah menyelesaikan 144 SKS kuliah online di SiberMu akan mendapatkan gelar sarjana yang sah dan diakui oleh negara. Apa target SiberMu ke depannya? Dan apa yang menjadi harapan Bapak untuk SiberMu ke depannya? Target-target SiberMu telah dituangkan dalam Renstra dan Renop. Sebagian di antaranya adalah penerimaan mahasiswa baru, Penyusunan Kelembagaan dan Peraturan, Pengelolaan SDM, perkuliahan Tahun Ajaran 2021/2022, penyiapan akreditasi tahun 2023. Saya juga berharap SiberMu berkembang menjadi perguruan tinggi yang besar, berkualitas memberikan manfaat bagi umat serta menjadi kebanggaan bagi persyarikatan Muhammadiyah dan bangsa. [] APR

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM 43


WARTA PTM

Profil PTM

Target Tinggi UMLB Perkuat Integrasi Internal

S

ebagai sesama Perguruan Tinggi Muhammadiyah ’Aisyiyah (PTMA) di Provinsi Sulawesi Tengah, sejarah pendirian UM Luwuk Banggai (UMLB) tidak dapat dilepaskan dari kehadiran UM Palu. Sebab, sejak terjang berdirinya UMLB diawali dengan adanya pembukaan Fakultas Tarbiyah Kelas Paralel UM Palu pada Tahun Akademik 1991/1992. Setahun berselang, fakultas tersebut dileburkan dengan Prodi PAI Fakultas Agama Islam. Perubahan terjadi lagi tiga tahun kemudian ketika UM Luwuk Kelas Paralel mendapatkan kesempatan dari UM Palu untuk membuka Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum. Lambat laun, UM Palu memberi kesempatan pada cikal-bakal UMLB untuk menambah beberapa fakultas

44 Warta PTM

lain, di antaranya Fakultas Isipol dengan Prodi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Pertanian dengan Prodi Agrobisnis, dan Fakultas Ekonomi dengan Prodi Manajemen. Akhirnya, pada tahun 1999, diajukanlah proposal kepada Menteri Pendidikan Nasional agar berdiri sendiri sebagai sebuah universitas. UMLB resmi didirikan berdasarkan SK Mendiknas pada awal Maret 2020. Dua bulan kemudian, PP Muhammadiyah turut meresmikan UMLB yang terdiri atas 6 fakultas dan 11 prodi status terdaftar. Terus Kawal Visi dengan Prestasi “Menjadi Universitas yang Unggul dalam kecerdasan intelektual, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kematangan emosional dan beretika

Edisi November-Desember 2021

Islami,” adalah visi UMLB. Visi tersebut senantiasa dikawal oleh UMLB melalui berbagai faktor, mulai dari tingginya peringkat UMLB di pemeringkatan kampus terbaik, hingga capaian prestasi mahasiswa-mahasiswanya baik regional, nasional, maupun internasional. Berdasarkan pemeringkatan 15 besar PTMA terbaik menurut Webometrics, UMLB berada pada urutan ke-8 dan menjadi satu-satunya universitas di Sulawesi yang termasuk dalam pemeringkatan tersebut. Dalam wawancara Redaksi Warta PTM dengan Sutrisno Kdjawa SE MM, Rektor UMLB, terdapat sebanyak 54 mahasiswa berprestasi, terhitung pada Tahun Akademik 2020/2021. Pada perlombaan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa


Tingkat Madya, tim mahasiswa UMLB menyabet sebanyak 5 nominasi Best Ideas, 2 nominasi Best Media Influencer, dan 2 nominasi Best Performance. Prestasi nasional tersebut tentu membanggakan bagi UMLB. Terlebih lagi, tiga kejuaraan telah dicapai pada ajang perlombaan DISPORSENI Nasional Universitas Terbuka 2021, di antaranya Juara II MTQ Kategori Qori, Juara III MTQ Kategori Qori’ah, dan Juara Harapan II Kategori Murrotal Qur’an Putri. Kedua capaian tingkat nasional tersebut sesuai dengan misi UMLB, “Pertama, menyelenggarakan pendidikan tinggi yang bermutu di wilayah regional maupun nasional. Kedua, menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dapat memberdayakan masyarakat berdasarkan nilai-nilai Islami, dan ketiga, mengembangkan dan mengamalkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan yang dijiwai oleh nilai-nilai Islami.” Sebab, selain berprestasi di perlombaan umum, UMLB juga menuai prestasi pada lomba-lomba Islami. Strategi Kepemimpinan Dorong Kemajuan UMLB Sutrisno Kdjawa mengatakan bahwa strategi kepemimpinan UMLB adalah kepemimpinan kolektif. “Artinya, melibatkan dan memberi peran ke seluruh pejabat terkait, agar mereka dapat bekerja sesuai bidang tugas dan fungsinya masing-masing,” paparnya. Tidak hanya kepemimpinan kolektif saja, Rektor UMLB tersebut juga memastikan bahwa kerja-kerja struktural UMLB berjalan sesuai dengan integritasnya dan mengedepankan prinsip kolaborasi. Pada penerapan strategi kepemimpinan kolektif, UMLB dapat menjalin kerja sama, baik pejabat struktural, dosen, tenaga pengajar, maupun mahasiswa. Oleh karenanya, UMLB dapat terintegrasi antarpimpinan dalam mendorong, melakukan perbaikan, serta mengadakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam proses pembelajar-

dah-mudahan ada peningkatan status akreditasi UMLB, dari Baik menjadi Sangat Baik atau Unggul,” harapnya. Menurutnya, faktor SDM sangat penting dalam sebuah lembaga. UMLB membentuk tim dalam pengembangan UMLB dan pengambilan kebijakan-kebijakan, baik kebijakan pimpinan, dosen, maupun tenaga kependidikan lainnya, agar berperan sesuai dengan fungsinya.

"Menjadi Universitas yang Unggul dalam kecerdasan intelektual, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kematangan emosional dan beretika Target Tinggi UMLB Perkuat Integrasi Internal Islami,” an. Nyatanya, UMLB menambah jumlah mahasiswa penerima bantuan pendidikan berupa Beasiswa KIP Kuliah. Dalam kurun waktu pandemi Covid-19, UMLB juga memfasilitasi subsidi atau pemotongan biaya kuliah para mahasiswa. Dosen-dosen UMLB yang hendak melakukan riset mendapatkan bentuk apresiasi berupa tanggungan biaya penelitian, termasuk apabila hendak menulis buku akan mendapatkan bantuan penerbitan. Mahasiswa-mahasiswa juga dilibatkan dalam penelitian dan inovasi. UMLB terus memaksimalkan kebutuhan tenaga didik dan mahasiswa, dan dalam proses pendapatan uang masuk melalui pembukaan usaha-usaha. “Contohnya adalah membangun agrowisata di daerah Lontos, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai,” jelas Sutrisno. Mahasiswa-mahasiswa juga terus didorong untuk mengikuti perlombaan atau berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan di luar. Harapannya, penerapan strategi kepemimpinan kolektif dapat berdampak pada faktor sumber daya manusia (SDM). “Nantinya, mu-

Atasi Hambatan, Perkuat Kolaborasi Sebagai universitas yang secara geografis berada di daerah dengan akses infrastruktur terbatas, UMLB memiliki tantangan-tantangannya tersendiri. Sebagai contoh, UMLB berencana untuk mengirimkan mahasiswa-mahasiswanya ke daerah-daerah di Pulau Jawa atau Indonesia bagian Barat. “Ini masih terkendala karena jauh. Tapi, langkah ini dinilai efektif dalam mewujudkan peralihan persepsi dari budaya lama ke budaya baru demi perkembangan UMLB,” papar Sutrisno. Sutrisno menyebutkan bahwa pada era saat ini, kerja sama perguruan tinggi sangatlah penting. Sebab, hal tersebut dapat mendorong adanya peningkatan kinerja perguruan tinggi, termasuk PTMA, baik di bidang pengajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama dapat dibangun dengan semangat untuk saling mendukung satu sama lain. Harapannya, dengan jalinan kerja sama antar perguruan tinggi, lebih-lebih PTMA, masing-masing di antaranya dapat melengkapi kekurangan dan berbagi kelebihan dari setiap pihak. “Saat ini, fokus kerja sama yang dilakukan oleh UMLB masihlah pada kerja sama regional dan nasional saja,” ucap Sutrisno. Sekalipun demikian UMLB telah terbukti memperluas cakupan kerja sama hingga melibatkan lembaga-lembaga instansi di luar perguruan tinggi. Ke depannya, UMLB merencanakan untuk melakukan kerja sama internasional, baik pada perguruan tinggi di luar negeri maupun lembaga-lembaga internasional. [] RAS

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM 45


WARTA PTM

Profil PTM Wawancara Bersama Sutrisno K Djawa Rektor UM Luwuk Banggai

Sinergitas dan Kolaborasi jadi Nilai Penting Kepemimpinan

Mahasiswa UM Luwuk Banggai Sulap Pantai Kantala jadi Objek Wisata

A

khir September tahun lalu, Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai (UMLB) resmi dipimpin oleh Rektor baru Sutrisno K Djawa SE MM dalam jangka waktu kepemimpinan periode 2020-2024. Pelantikan dilakukan secara virtual oleh Prof Lincolin Arsyad MSc PhD Ketua Majelis Diktilitbang PPM yang turut disaksikan Koordinator LLDikti Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Jasruddin MS, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Hadi Sutjipto, Rektor Unismuh Palu dan tamu undangan lainnya. Kepemimpinan yang Sutrisno pegang saat ini merupakan hasil estafet dari Rektor sebelumnya yaitu Farid Haluti, SAg MPd. Beberapa harapan yang diberikan Farid yaitu salah satunya untuk tetap mempertahankan

46 Warta PTM

status akreditasi yang dimiliki UMLB. “Kondisi UMLB saat ini dalam kondisi sehat walafiat. Itu melihat dari SDM dosen yang mumpuni dan semua program studi yang terakreditasi bahkan tujuh prodi diantaranya terakreditasi B,” pesan Farid. Menanggapi hal tersebut, Sutrisno menyadari pentingnya sinergitas dan kolaborasi antarpihak. Terlebih memasuki era digital semakin memberikan ragam tantangan yang akan dilalui UMLB ke depannya. Ia juga menyadari perlunya peran dari kepemimpinan yang efektif dan efisien dalam mendukung kemajuan dari UMLB. Bersama Warta PTM, Sutrisno K Djawa turut membagikan tantangan, peluang, dan strategi yang ia terapkan sebagai Rektor untuk memajukan UMLB.

Edisi November-Desember 2021

Strategi kepemimpinan seperti apa yang Anda terapkan dalam memimpin UMLB? Dalam memimpin kampus UMLB, saya menerapkan kepemimpinan dengan gaya kolektif. Strategi ini saya rasa tepat untuk diterapkan karena sesuai dengan karakteristik dan budaya di UMLB. Kepemimpinan kolektif jika dilihat definisinya merupakan gaya kepemimpinan yang tidak hanya menjadikan kekuasaan berada pada satu orang pemimpin saja. Namun juga dapat melibatkan dan memberikan peran kepada seluruh pejabat yang terkait. Peran yang dilakukan juga sesuai dengan bidang dan tugas masing-masing. Sehingga adanya kepemimpinan kolektif dapat meminimalisasi permasalahan yang


karena itu sangatlah penting peran internal tim dalam pengembangan UMLB baik dalam kaitannya dengan keberadaan tim di jajaran pengambil kebijakan pimpinan maupun tim pengambil kebijakan dosen dan tenaga kependidikan untuk berperan sesuai dengan fungsinya.

Sutrisno K Djawa

menyangkut penyalahgunaan kekuasaan dalam kepemimpinan. Perlu ditekankan kembali bahwa kepemimpinan kolektif ini membantu berbagai pihak dan bagian di UMLB saling bersinergi dan berkoordinasi dalam memajukan UMLB ke depannya. Menurut Anda, nilai apa yang harus diterapkan guna menjadi pemimpin yang berhasil? Berbicara mengenai nilai yang diterapkan, salah satu nilai yang saya terapkan yaitu nilai integritas. Integritas menjadi tolok ukur fundamental bagi seorang pemimpin. Nilai integritas di sini dapat dispesifikkan kembali dan diterapkan sebagai seorang pemimpin seperti adanya sikap yang jujur, tanggung jawab, kerja keras, adil, peduli, disiplin, dan lainnya. Sehingga, sebagai seorang pemimpin dapat menjadi sosok yang dipercaya oleh anggotanya. Sama seperti yang kami terapkan di UMLB, nilai integritas yang kami terapkan dapat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan yang benar serta bersikap dan berperilaku yang sesuai, sehingga pondasi atau dasar dalam membangun kepercayaan dapat terbentuk di UMLB. Hal apa yang menjadi kekuatan Anda dalam mengemban amanah sebagai Rektor UMLB?

Jika melihat perkembangan UMLB saat ini, kekuatan yang saya fokuskan yaitu adanya kolaborasi dan kerja sama. Kekuatan ini penting diterapkan baik antarpimpinan, pejabat struktural, dosen, tenaga pengajar, hingga mahasiswa. Terlebih di era digital saat ini, tantangan semakin beragam. Sehingga adanya kolaborasi dan saling bersinergi menjadi poin penting untuk diutamakan. Karena satu-satunya jalan untuk dapat mencapai apa yang dicita-citakan yaitu saling bersinergi. Besar harapan saya agar semua pihak termasuk stakeholder saling bersama-sama untuk memajukan UMLB ke depannya. Melihat pentingnya SDM dalam sebuah lembaga, seberapa penting peran internal tim dalam membangun UMLB? Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi pondasi penting yang berperan dalam mendorong kemajuan sebuah perguruan tinggi salah satunya UMLB. Sehingga saya menyadari betapa pentingnya sebuah universitas dalam meningkatkan kualitas SDM dengan baik. Majunya UMLB tidak terlepas dari dukungan SDM yang memiliki kapasitas baik dari segi kuantitas dan kualitasnya. Terlebih SDM dapat turut mengembangkan visi dan misi dari UMLB. Oleh

Dalam mencapai semua prestasi, tentu UMLB tak lepas dari hambatan dan masalah. Apa sajakah hambatan dan masalah yang masih menjadi tantangan sampai saat ini? Sama seperti perguruan tinggi lainnya, UMLB juga turut memiliki hambatan. Namun, kami tidak menjadikan itu sebagai permasalahan yang dapat memundurkan kualitas UMLB namun dapat dianggap sebagai tantangan untuk terus maju. Hambatan pertama yang kami lalui yaitu adanya peralihan persepsi dari budaya lama ke baru. Namun hal itu masih bisa diatasi. Berikutnya, yaitu keberadaan UMLB yang secara geografis berada di daerah yang membutuhkan akses infrastruktur yang mendukung. Namun, hal ini tidak mengurungkan ikhtiar UMLB untuk terus meningkatkan kualitasnya, khususnya kualitas dosen dan mahasiswa. Kami terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk terus kreatif dan inovatif terlebih di masa pandemi saat ini. Era yang semakin maju membutuhkan pribadi yang dapat membaca tantangan zaman. Sehingga dukungan kami pada dosen dan mahasiswa yang kreatif dan inovatif perlu diberikan secara penuh guna memajukan kualitas UMLB. Apa target dan harapan UMLB ke depannya? Seperti amanat yang diberikan pada Rektor sebelumnya, target kami ke depannya yaitu selain mempertahankan status akreditasi kami juga menargetkan agar status akreditasi UMLB dapat meningkat dari status baik menjadi unggul. Baik pada akreditasi program studi maupun akreditasi universitas. [] APR

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM 47


Semesta WARTA PTM

Hadirnya PCIM Mesir Rawat Jejak Rihlah Ilmiah KHA Dahlan

Para pengurus PCIM Mesir.

D

iaspora Muhammadiyah di Mesir telah tampak sejak awal abad 20. Misalnya, melalui perjalanan pendidikan KH Mas Mansur dari Surabaya, KH Farid Ma’ruf dari Kauman, Yogyakarta, KH Abdul Kahar Mudzakkir dari Kotagede, Prof Rasijdi Admosudingdo dari Kotagede, dan lain-lain. Jejak-jejak diaspora Muhammadiyah yang telah terpupuk sedari prakemerdekaan membentuk komunitas mahasiswa Muhammadiyah di Mesir bernama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir pada 2002. Redaksi Warta PTM melakukan wawancara dengan Umair Fahmidin Lc Dipl, mahasiswa S2 Tafsir di Universitas Al-Azhar yang diamanahi sebagai Ketua Umum PCIM Mesir 2020-2022. Perjalanan Menjadi PCIM Pertama Dunia Rekam administrasi cikal-bakal PCIM Mesir telah dimulai sejak tahun 1983 dengan nama Komunitas Bulan Bintang pada tahun 1960-an. Saat itu, Komunitas Bulan Bintang semata-mata

48 Warta PTM

menjadi komunitas himpunan bagi mahasiswa-mahasiswa Muhammadiyah di Mesir. Perubahan nama terjadi pada 1983 dengan nama Ikatan Keluarga Muhammadiyah Mesir, juga Ikatan Keluarga Muhammadiyah (tanpa Mesir) dengan singkatan IKM pada 1996. Selanjutnya, pada 2002, mulailah gagasan yang lahir dari para pengurus IKM. Konsep PCIM Mesir merupakan hasil dari gagasan untuk memformalkan IKM sebagai organisasi yang resmi dan terhubung dengan PP Muhammadiyah. Beberapa delegasi IKM pulang ke Indonesia untuk mengurusi administrasi dan melakukan pertemuan dengan Prof Dr H Ahmad Syafii Maarif sebagai Ketua Umum PPM kala itu. Akhirnya, terbentuklah PCIM Mesir sebagai PCIM pertama. Nantinya, peresmian organisasi terhadap diaspora-diaspora Muhammadiyah juga diikuti oleh cikal-bakal PCIM-PCIM lainnya di seluruh dunia. PCIM Aset Internasionalisasi Muhammadiyah

Edisi November-Desember 2021

Umair menyinggung mengenai salah satu hasil Muktamar ke-47 Muhammadiyah pada tahun 2015 di Makassar, yakni internasionalisasi Muhammadiyah. Apabila pada abad ke-1 Muhammadiyah telah mengerahkan fokusan pada persebaran Muhammadiyah di tanah air, maka abad ke-2 Muhammadiyah perlu melebarkan sayapnya dengan berkiprah di tengah masyarakat global. “PCIM punya peran dalam terwujudnya hal itu,” tegas Umair. Ia menerangkan bahwa ada semangat internasionalisasi Muhammadiyah yang dibawa oleh PCIM. Semangat itu terwujud dalam tiga poin latar belakang berdirinya PCIM. “Pertama adalah perekat ukhuwah. Kedua, pembinaan kader dan ketiga, sebagai duta Muhammadiyah. Konteks PCIM Mesir di sini berarti menjadi duta Muhammadiyah di Mesir,” ujarnya. Pada tahun-tahun terbentuknya, PCIM Mesir sendiri disibukkan dengan melakukan sistematisasi program-program yang pada mulanya hanya menjadi agenda kultural dalam komunitas. Program-program dalam PCIM Mesir meliputi perkaderan, kajian-kajian, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang diterapkan dalam bentuk penyelenggaraan diskusi, gelaran obrolan ringan, dan pemberian kesempatan untuk bertukar pikiran. Dalam perjalanan pengadaan program-program tersebut, muncul kebutuhan untuk mempunyai Sekretariat PCIM Mesir. “Sebelumnya, ‘sekretariat’ untuk para pengurus PCIM Mesir selalu berpindah-pindah dari rumah satu anggota ke rumah anggota lainnya. Bahkan, kita sempat menyewa rumah,” jelas Umair. Titik terang pada kebutuhan ini terjawab di saat pengurus-pengurus PCIM Mesir telah banyak menempati fungsi-fungsi struktural di lembaga


Muhammadiyah di Indonesia, baik lembaga pendidikan milik Muhammadiyah, ma’had, maupun majelis-majelis Muhammadiyah. “Ini menjadi poin penting ketika permohonan yang kita sampaikan kepada PPM diterima di tahun 2015,” lanjutnya. Eksekusi dan proses pembangunannya dimulai di tahun 2016 dan dilakukan peresmian pada 2018. Kala itu, peresmian dilakukan langsung oleh Ketua Umum PPM Dr KH Haedar Nasir yang didampingi oleh Duta Besar RI untuk Mesir Helmy Fauzy dan pimpinan-pimpinan PTM lainnya. Sekretariat tersebut selanjutnya disebut Markaz Dakwah Muhammadiyah Mesir sebagai fasilitas aktivitas-aktivitas para anggota PCIM Mesir. Tentunya, adanya Markaz sebagai center of excellence Muhammadiyah di dunia menjadi akselerasi internasionalisasi Muhammadiyah yang diperjuangkan oleh PCIM Mesir. Pelaksanaan Program PCIM Mesir Saat ini ada sekitar 500 anggota PCIM Mesir secara keseluruhan, dengan persebarannya mayoritas mahasiswa S-1, kemudian dilanjutkan dengan mahasiswa S-2 dan S-3. Keanggotaan PCIM Mesir juga diisi oleh orang-orang Muhammadiyah di KBRI Kairo, Mesir. Umair menerangkan bahwa terdapat tujuh majelis di dalam PCIM Mesir. Pertama, Majelis Tarjih yang menjadi ciri khas bagi PCIM Mesir. Kedua, Majelis Tabligh dengan fokus pada penyampaian dakwah, syiar, dan pengadaan-pengadaan kajian yang disiarkan juga secara daring melalui YouTube PCIM Mesir. Ketiga, Majelis Kader dan Pendidikan Kader. Kegiatan majelis ini mengurusi kader-kader Muhammadiyah yang pertama kali tiba di Mesir, termasuk dalam pengarahan, pengelolaan, dan pengawalan kader nantinya. “Cakupan kerja-kerjanya meluas hingga membimbing tentang persiapan-persiapan jelang masuk kuliah, bahkan kiatkiat ‘bertahan hidup’ di negeri orang,” papar Umair.

Salah satu strategi pengkaderan yang menjadi terobosan PCIM Mesir adalah gerakan “jemput bola” sebagai langkah mengatasi krisis kaderisasi. Beberapa pengurus PCIM Mesir pulang ke Indonesia dan mengadakan program-program seperti pelatihan bahasa Arab dan pemberian dukungan bagi calon-calon kader yang berminat untuk melanjutkan sekolah tinggi ke Mesir, terutama Universitas Al-Azhar. Dalam persiapan keberangkatan hingga pembinaan kader difasilitasi oleh PCIM Mesir dengan kerja sama-kerja sama dari pihak-pihak lain, seperti Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) dan lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah. Keempat, Majelis Keilmuan. Majelis ini mengadakan program-program yang berkaitan dengan keilmuan, di antaranya kajian-kajian astronomi, ulumul Qur’an, fiqih, dan lain-lain. “Dalam beberapa kesempatan sebelum pandemi, kita mengadakan kunjungan ke Observatorium Helwan,” terang Umair. Observatorium Astronomi Helwan menjadi lokasi PCIM Mesir mengadakan peneropongan bintang dan penelitian serta pengamatan benda-benda langit lainnya. “Ini juga menjadi bentuk dukungan kepada Muhammadiyah yang ilmu hisabnya banyak menjadi rujukan,” lanjutnya. Kelima, Majelis Pustaka dan Informasi yang akan mengelola perpustakaan dan sosial media PCIM Mesir. Keenam, Majelis Hubungan Luar Negeri yang akan menghubungkan PCIM Mesir dengan PPM dan lembaga-lembaga lainnya, baik kepentingan riset, kunjungan, maupun studi banding. Ketujuh, Majelis Seni, Budaya, dan Olah raga yang akan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan olah raga internal PCIM Mesir. “Ini menjadi penting karena kebanyakan mahasiswa-mahasiswa di Timur Tengah tidak terfasilitasi kegiatan keolahragaan oleh universitasnya,” tegas Umair. Keberlangsungan kegiatan-kegiatan PCIM Mesir didukung pula dengan adanya homestay (rumah penginapan)

Forum Azhari Muda PCIM Mesir.

milik Markaz Dakwah Muhammadiyah. Dengan menyasar pada wisatawan-wisatawan Asia, terutama Indonesia, amal usaha ini menjadi bentuk implementasi pilar ketiga dari trigatra Muhammadiyah, yakni ekonomi, dari PCIM Mesir. PCIM Mesir Gaungkan Semangat KHA Dahlan Umair menyampaikan harapannya kepada Muhammadiyah untuk dapat menggaungkan semangat berilmu kepada kader-kadernya. Ia menyebutkan bahwa Universitas Al-Azhar sebagai kiblat ilmu pengetahuan, terkhususnya Islam dapat menjadi tempat belajar bagi kader-kader Muhammadiyah. Ditambah lagi, pada sejarahnya, gagasan mengenai Muhammadiyah yang dibentuk KH Ahmad Dahlan terinspirasi dari tulisan-tulisan Syekh Muhammad Abduh pengajar Universitas Al-Azhar. “Rihlah ilmiah KHA Dahlan yang melakukan perjalanan menimba ilmu hingga ke negeri yang jauh dapat menjadi semangat yang diteladani oleh kita,” ucap Umair. Muhammadiyah dapat memberikan akses, baik dukungan secara moral maupun pendanaan agar kader-kader Muhammadiyah dapat bermurid langsung dengan para ulama untuk menghidupkan kembali gerakan Muhammadiyah. “Perlu ada orientasi kembali, agar nantinya kegiatan pengajaran dan pengabdian di lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah dapat diisi oleh kader-kader Muhammadiyah sendiri,” tutupnya. [] RAS

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM 49


Prestasi Mahasiswa

WARTA PTM

Mahasiswa STKIP Muh Sampit Raih Juara III Duta Bahasa Nasional

S

andy Ramadhan, mahasiswa STKIP Muh Sampit berhasil meraih predikat Terbaik III Duta Bahasa Nasional yang diadakan di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta. Sandy merupakan peserta terbaik II Duta Bahasa Kalteng tahun 2020 kemudian dipilih langsung oleh Kepala Balai Bahasa Kalteng untuk mengikuti perlombaan nasional pada 2021. “Alhamdulillah berkat dukungan dari pihak kampus dan lingkungan sekitar, saya yang sebelumnya mewakili kampus untuk mengikuti lomba Duta Bahasa di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dapat memberikan hasil terbaik ini,” papar Sandy. Sandy mengaku persiapan dalam mengikuti lomba telah ia lakukan sejak Mei 2021. Seluruh konsep kasar untuk krida (kegiatan) kebahasaan seperti unjuk bakat dan lainnya sudah Ia persiapkan dengan matang. Tentunya untuk melaksanakan segala persiapan itu, Sandy harus berada di Kota Palangka Raya untuk menjalani karantina agar

Mahasiswa UMM jadi Pemuda Pelopor Kemenpora

F

adillah Ahmad Nur, mahasiswa UMM berhasil meraih predikat juara pertama Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan Tingkat Nasional dalam pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional oleh Kemenpora. Ia merintis organisasi bernama Sasambo

50 Warta PTM

persiapan lebih maksimal. “Karena termasuk mahasiswa semester akhir, saya harus menyelesaikan tugas akhir (skripsi) terlebih dahulu sebelum berangkat untuk karantina di Balai Bahasa Kalteng,” ujarnya. Beberapa pelatihan yang ia ikuti diantaranya kelas kepribadian, kebahasaan dan kesastraan, latihan untuk unjuk bakat, dan tentunya pelaksanaan program. “Untuk program sendiri, kami mengembangkan Aplikasi Bajakah yaitu Belajar Bahasa Indonesia Melalui Pesona Kalimantan Tengah. Aplikasi ini berisi bahan ajar Bahasa Indonesia bagi Orang Asing (BIPA) yang memuat materi Bahasa Indonesia dipadukan dengan kebudayaan yang ada di Kalteng,” paparnya dilansir, Senin, (01/11). Predikat terbaik III Nasional yang diraih oleh Sandy bersama rekan merupakan sejarah baru bagi Kalteng. Ditambah lagi perwakilan dari Kalteng menjadi satu-satunya provinsi yang diminta untuk menampilkan unjuk bakat

Youth Education Nusa Tenggara Barat (SYE NTB) sebagai bentuk kepeduliannya terhadap literasi dan pendidikan di NTB. Program-programnya antara lain webinar, sharing session, mengobrol, dan relawan pendidikan demi peningkatan pendidikan anak-anak di NTB. Sebelumnya, inovasi tersebut telah menjadikan Adil meraih penghargaan dalam ajang Konferensi Internasional Istanbul Youth Summit 2021 di Turki sebagai The Honorable Mention. Baginya, penghargaan tersebut bukan menjadi tujuan utama, melainkan sebagai motivasi agar dapat terus bermanfaat untuk negeri. “Saya tentu bangga dapat meraih penghargaan ini. Namun masih banyak yang harus dilakukan agar organisasi ini

Edisi November-Desember 2021

Sandy Ramadhan mahasiswa STKIP Muhammadiyah Sampit

lagi pada malam penganugerahan. “Kami menampilkan unjuk bakat Tari Dayak Kalteng yakni gabungan tarian Babukung dan Dadas,” ujarnya. Sandy mengungkapkan akan terus belajar dan siap untuk berkontribusi dalam kegiatan kebahasaan. “Kami akan melanjutkan kegiatan yang sudah berjalan dan akan berkolaborasi dengan Ikatan Duta Bahasa Kalteng serta seluruh Duta Bahasa Nasional 2021 lainnya,” tutup Sandy. []APR

Adil raih juara pertama berkat inovasinya SYE NTB.

dapat berjalan dengan lancar. Apalagi dengan dukungan penuh Kemenpora, saya akan segera merealisasikan cabang-cabang SYE NTB dan desa binaan di sepuluh kabupaten maupun kota,” kata Adil. [] RAS


WARTA PTM

Warta dari PTM

Universitas Muhammadiyah Mataram UM Mataram mengadakan pelatihan kepenulisan Program Kreatif Mahasiswa (PKM) di Aula Masjid Al Khoory UMMAT, Sabtu (29/11). Dr H Arsyad Abd Gani MPd selaku Rektor UMMAT memberikan sambutan sekaligus membuka acara pelatihan. Beliau mengatakan bahwa pelatihan PKM ditujukan kepada mahasiswa agar dapat membuat proposal yang memiliki ide dan gagasan kreatif.

Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) menyelenggarakan “Sumpah dan Janji Profesi” pada Kamis (25/11). Setelah tahun 2020 yang penyelenggaraan Sumpah dan Janji Profesi dilakukan secara daring dengan hanya menghadirkan beberapa perwakilan lulusan saja, di Tahun 2021 ini berbeda. Di tahun ini, Sumpah dan Janji Profesi dihadiri oleh seluruh lulusan secara luring namun tetap dalam Protokol kesehatan yang ketat. Dalam situasi penuh keterbatasan akibat pandemi, Kedua Program Studi yang berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Kesehatan yaitu Program Studi Diploma Tiga Farmasi dan Analis Kesehatan telah menyelenggarakan Acara Sumpah dan Janji Profesi Tenaga Teknis Kefarmasian dan Ahli Teknologi Laboratorium Medik.

Universitas Muhammadiyah Aceh Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) menerima salinan Surat Keputusan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor. 496/E/O/2021 tentang izin pembukaan program studi Agribisnis program sarjana dari LLDikti Wilayah XIII Aceh. Dalam penyerahan tersebut di hadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi Drs Tarmizi SE MSi MM Wakil dekan II dan III, Ka, prodi Agribisnis Agus Nawan Linu. Penyerahan Dokumen surat tersebut dilakukan oleh Sekretaris LLDikti Wilayah XIII Dr Muhammad Ilham Maulana ST MT disaksikan oleh Kabag Tata Usaha Drs M Najib, dan pejabat Ahli Muda, Rabu (24/11).

Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai Prestasi membanggakan diraih oleh tim Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMABIO) FKIP Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai (UMLB) dalam melakukan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D). Pada program tersebut, tim HIMABIO FKIP UMLB berhasil mengembangkan Pantai Kantala di Desa Poroan, Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah menjadi objek wisata alam yang indah dan potensial. “Ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat, untuk mendorong ekonomi di tengah pandemi. InsyaAllah Unismuh Luwuk akan terus mengawal program pengembangan wisata ini,” ujar Rektor UMLB, Sutrisno K Djawa meresmikan wisata pantai Kantala, Selasa (23/11).

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengadakan pelatihan Paralegal dan (Analisis Sosial (Ansos) dengan tema Membangun Masyarakat Mandiri Advokasi, Sabtu (27/11). Pelaksanaan kegiatan yang bertujuan untuk membangun kerja sama antar paralegal dengan jaringan LKBH Umsida dalam memenuhi hak keadilan masyarakat miskin dan rentan, membangun sinergi serta kerja sama Organisasi Bantuan Hukum dalam pemenuhan akses keadilan melalui bantuan hukum. Acara pelatihan paralegal merupakan kegiatan pelatihan tahunan yang dilaksanakan LKBH sebagai bentuk regenerasi. Acara tersebut dibuka oleh Ketua LKBH Rifqi Ridlo Pahlevy SH MH.

Edisi November-Desember 2021

Warta PTM 51


WARTA PTM

Warta dari PTM

Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah Sidenreng Rappang Mahasiswa profesi bidan ITKeS Muhammadiyah Sidrap menyelenggarakan asuhan kebidanan komunitas berbasis program unggulan. Kegiatan ini merupakan implementasi dari luaran stase Kebidanan komunitas yang dilakukan di lima desa. Kegiatan ini bertujuan untuk pengumpulan data, masalah kesehatan ibu dan anak, lingkungan dan perilaku, mengkaji dan menganalisis masalah kesehatan ibu dan anak, lingkungan dan perilaku yang paling menonjol di masyarakat mengingat Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat Kegiatan dilakukan di Wilayah kerja puskesmas Pangkajene Kabupaten Sidrap, Puskesmas kota Kabupaten Enrekang, Puskesmas Leppangeng Kabupaten Pinrang, Puskesmas Binanga Kabupaten Mamuju dan puskesmas Tanasitolo Kabupaten Wajo.

Universitas Muhammadiyah Semarang Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) melaksanakan visitasi luring oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM PT-Kes). Kegiatan visitasi Profesi Dokter ini merupakan agenda re-akreditasi program studi yang digelar selama dua hari, Minggu-Senin (28-29/11). Bertempat di Aula FK UNIMUS, mewakili LAM PT-Kes hadir tiga assessor yaitu dr Yudha Nurhantari SpF PhD Forensic Department, Faculty of Medicine, (Universitas Gadjah Mada), Dr dr Abdulloh Machin SpS(K), Fakultas Kedokteran (Universitas Airlangga) serta dr Muhammad Hidayat, SpM(K) (Universitas Andalas).

Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong Dalam rangka membentuk kekuatan sipil pertahanan negeri di kalangan mahasiswa, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong meresmikan Resimen Mahasiswa Satuan 012/Surya Devananta UNIMUDA Sorong. Setelah dua bulan lalu melaksanakan Pendidikan Dasar (Diksar) Angkatan I, hari ini Selasa (23/11) Resimen Mahasiswa (Menwa) Satuan 012/ Surya Devananta UNIMUDA Sorong resmi menggelar Penutupan Pendidikan Dasar (Diksar) yang dilaksanakan di Lapangan Khalid Bin Walid dengan diikuti oleh sebanyak 12 orang peserta. Menjadi anggota Resimen Mahasiswa merupakan panggilan jiwa yang harus dilaksanakan dengan penuh ketulusan dan keikhlasan.

Universitas Muhammadiyah Parepare Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Parepare menjadi salah satu peserta Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) dan kemudian menjadi Ketua Tim di Tingkat Nasional. Pencapaian Nur Azizah Amalia, mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) ini tentunya bisa diklaim memberikan sivitas UMPAR alasan untuk berbangga. Sebagai peserta di forum nasional tentu tidak bisa dicapai dengan mudah oleh setiap orang. KBKM adalah ajang kompetisi yang mengumpulkan bakat-bakat imajinatif dan kreatif kaum muda untuk menjawab tantangan pemajuan kebudayaan melalui pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) dan atau Revolusi Industri 4.0. Tujuannya untuk mencari inisiatif kaum muda supaya kebudayaan Lokal maupun Nasional siap menghadapi tantangan masa depan. Karya yang diharapkan berupa purwarupa (prototype) bukan produk jadi.

ITS PKU Muhammadiyah Surakarta Sebanyak 12 pimpinan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITS) PKU Muhammadiyah Surakarta dilantik Rektor Wenny Hastuti MKes PhD, di kampus setempat, Solo, Kamis (25/11). Pelantikan dilakukan secara daring dan luring. “Keikutsertaan mahasiswa pada UKM menunjukkan bahwa di luar kegiatan akademik, mereka mahasiswa bisa menyalurkan minat bakat,” ungkap Rektor ITS PKU Muhammadiyah Surakarta Weni Hastuti. Selain itu, kata Weni, kegiatan UKM sebagai pembentukan karakter atau soft skill mahasiswa, sekaligus untuk belajar bagaimana leadership, bekerjasama maupun manajemen konflik. “Tentu kami berharap kedepan kegiatan-kegiatan dalam UKM lebih kreatif dan inovatif,” ujarnya.

52 Warta PTM

Edisi November-Desember 2021


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Warta PTM November-Desember 2021 by wartaptm - Issuu