Skip to main content

Warta PTM Edisi Oktober-Desember 2020

Page 1

TOPIK UTAMA

WAWANCARA

Klasterisasi, sebagai Penunjang atau Kompetisi?

#28 EDISI NOVEMBERDESEMBER 2020 www. diktilitbangmuhammadiyah.org

Mohammad Adam Jerusalem, S.T., S.H., M.T., Ph.D.: Manajemen Data Berbasis Sistem Informasi Kunci Klasterisasi

Klasterisasi memang menjadi fokus hampir semua perguruan tinggi di Indonesia. Ini seakan menjadi pengukur untuk melihat posisi PTN-PTS satu dengan lainnya. Perguruan Tinggi nasional berupaya untuk masuk klaster-klaster atas dan juga peringkat atas dalam klaster tersebut. Komponen yang ada dalam klasterisasi juga berhimpitan dengan akreditasi.


WARTA PTM

Asa

Meningkatkan Klaster PTMA

T

Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tahun 2015-2020

agline yang selalu kita munculkan dalam mengembangkan PTMA selama lebih lima tahun terakhir ini adalah “Mewujudkan PTMA yang Unggul, Berdaya Saing, dan Berkemajuan”. Tentu saja itu semua dibalut dengan nilai-nilai Islami, sehingga lingkungan PTMA, termasuk lulusannya yang religius dan berkarakter akhlakul karimah. Tagline di atas sebetulnya sesuatu yang relevan dan aktual sampai kapan pun dalam kita mengembangkan PTMA ini. Ketika kita bicara standar-standar akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional, misalnya, yang puncak akreditasinya adalah “Unggul”, maka sudah masuk di dalamnya. Hal yang sama juga terjadi ketika kita bicara klasterisasi perguruan tinggi, yang beberapa tahun terakhir diumumkan Pemerintah, berbagai indikator di dalamnya sudah dicakup dalam tagline Majelis Diktilitbang kita ini. Klasterisasi memang menjadi fokus hampir semua perguruan tinggi di Indonesia. Ini seakan menjadi pengukur untuk melihat posisi PTN-PTS satu dengan lainnya. Perguruan Tinggi nasional berupaya untuk masuk klaster-klaster atas dan juga peringkat atas dalam klaster tersebut. Komponen yang ada dalam klasterisasi juga berhimpitan dengan akreditasi. Bagi PTMA ada atau tidak ada klasterisasi kita didorong untuk sebaik mungkin memenuhi dan selalui meningkatkan indikator-indikator yang ada di dalamnya. Karena jika itu kita lakukan, arahnya juga sejalan untuk menjadikan PTMA yang unggul, berdaya saing, dan berkemajuan tersebut. PT yang klasternya berada di puncak, jelas harus memenuhi kualifikasi Unggul. Jika ia memenuhi kualifikasi itu, maka pasti daya saingnya tinggi. Jika ia ingin mempertahankan posisi secara terus-menerus, maka ia harus selalu memajukan indikator itu dari waktu ke waktu. Dengan pemikiran tersebut, maka bagi PTMA dengan memahami logika seperti itu seyogianya untuk concern memenuhi kualifikasi klaster yang tinggi di kancah penilaian Kemendikbud. Terlebih lagi dalam Laporan Kinerja Pimpinan PTMA yang segera dijalankan, juga melihat dari aspek-aspek tersebut. Jika kita cermati, ada empat aspek utama yang masuk dalam penilaian klasterisasi. Ini dilihat dari aspek input (mutu sumber daya manusia dan mahasiswa), proses (pengelolaan kelembagaan), output (capaian kinerja jangka pendek), dan outcome (capaian kinerja jangka panjang). Jika ditelisik lebih dalam lagi, sebagian besar aspek tersebut sudah dilakukan oleh PTMA, walau belum semuanya. Misalnya untuk input, PTMA terus secara dinamis mengembangkan dosen agar berkualifikasi S-3, Lektor Kepala, dan Guru Besar. Juga kian banyak mahasiswa asing yang kuliah di PTMA, dan tenaga pengajar dari praktisi. Dari sisi output, kinerja penelitian dan karya ilmiah pada jurnal bereputasi terus meningkat pesat. Di sisi proses, kian banyak PTMA berakreditasi A, baik institusi maupun prodi. Pembelajaran daring pun kian masif. Kemudian untuk outcome, sudah sejak lama lulusan menunggu waktu pendek – kurang enam bulan – untuk memperoleh pekerjaan. Demikian pula inovasi, dan paten, sudah mulai bermunculan. Jadi, spirit untuk memenuhi kualifikasi klasterisasi hakikatnya itu sudah muncul di kalangan PTMA. Hanya saja tingkat semangat dan perkembangannya tidak sama. Saat ini memang tidak ada PTMA yang masuk klaster 1, yang pada klaster ini diisi PTN. Namun terdapat dua PTMA yang masuk klaster 2 yang diisi 34 PTN-PTS, yakni UMY (20) dan UMM (33). Lainnya masuk klaster lebih rendah, atau bahkan tidak masuk dalam klaster yang ada. Data tersebut memberi warning kepada kita bahwa walau kita bergerak sudah lama

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM

1


WARTA PTM

Susunan Redaksi mengisi standar dari klasterisasi, namun PT lain juga bergerak, dan bahkan lebih cepat. Semuanya sangat dinamis. Semua berupaya untuk mendapat posisi terbaik, berupaya selalu melakukan akselerasi sehingga input, proses, output, dan outcome-nya optimal. Oleh karena itu, Pimpinan PTMA perlu memunculkan iklim yang mendorong pewujudan dari aspek-aspek klasterisasi yang berkelindan dengan akreditasi dan Laporan Kinerja Pimpinan PTMA. Ini tidak bisa hanya berjalan apa adanya, melainkan harus ada desain yang mengarahkan ke arah posisi klaster yang terus meningkat, tanpa melupakan substansi misi utama PTMA. Dengan kerja keras yang terstruktur, dan didukung kecerdasan dan keikhlasan, inshaAllah harapan-harapan tersebut bisa diwujdukan. Aamiin YRA. ***

Rapat Redaksi

Paling kiri (depan) Prof Edy Suandi Hamid, Muhammad Adam Jerusalem, Arif Wibowo, Evie Dwi Oktaviani, Gita Madyaning Ratri, Aprilia Sazila Sari, dan Munawwar Khalil.

WARTA PTM

Warta PTM diterbitkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

SUSUNAN REDAKSI PENANGGUNG JAWAB: Lincolin Arsyad PEMIMPIN UMUM/REDAKSI: Edy Suandi Hamid DEWAN REDAKSI: Muhammad Sayuti I Muhammad Samsudin I Ahmad Muttaqin REDAKTUR PELAKSANA: Edy Suandi Hamid ASISTEN REDAKSI/RIEPORTER: Aprilia Sazila Sari I Gita Madyaning Ratri I Abi KEUANGAN: Evie Dwi Oktaviani ALAMAT REDAKSI: Jln. KHA Dahlan 103 Yogyakarta 55262 Telp. +62-274-389485 Faks. +62-274-376336 Email: redaksiwartaptm@gmail.com Website: www.diktilitbangmuhammadiyah.org Rekening Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Nomor 09-0008-7003 BNI Cabang Yogyakarta a/n Lincolin Arsyad, Prof. Dr. M.Sc. Warta PTM menerima tulisan yang berupa opini, berita panjang, berita singkat, glosarium dan foto seputar perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Redaksi berhak menyunting tulisan. Silakan kirim tulisan dan/atau foto ke email redaksi.

2

Warta PTM

Edisi November - Desember 2020


WARTA PTM

Daftar Isi ASA •

TOPIK UTAMA Meningkatkan Klaster PTMA___1

TOPIK UTAMA • •

Klasterisasi, sebagai Penunjang atau Kompetisi?__4 Klasterisasi PTMA: Tantangan dan Optimisme__6

WAWANCARA •

Mohammad Adam Jerusalem, S.T., S.H., M.T., Ph.D.: Manajemen Data Berbasis Sistem Informasi Kunci Klasterisasi__8

KINERJA • • • • •

Penghargaan “Bakti untuk Negeri” pada Kader__10 Tiga PTM Masuk Universitas Terbaik Se-Asia__11 Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Resmi Luncurkan Buku English for Nursing 1__11 Delapan Arahan Ketua PP Muhammadiyah untuk PTMA__12 AMI Bukan Cari Kesalahan__13

inaugurasi • • • • • • • •

UM Banjarmasin Lantik 27 Pejabat__14 Lulusan Sarjana-Profesi Nakes Harus Bermetamorfosis__14 Mahasiswa Harus Siap Ikuti Dinamika_15 Dr dr Sukadiono Kembali Pimpin UM Surabaya__16 Lulusan harus Terus Asah Kompetensi__16 UMPRI Wisuda Angkatan Pertama__17 FISIP UM Lampung Gelar Yudisium__18 Empat Hal yang Harus Dimiliki Alumni UMPR__18

SIGI •

• • • •

Rudal Panggul Merapi UAD-TNI Resmi Diujicobakan _20 Sepeda Statis Tuna Daksa__20 Aplikasi E-Das Permudah Budidaya Organik__21 Perangkap Nilaparvata lugens__21 UAD Kembangkan Ngoro-Oro Wisata Sehat_22

SALINDiA •

Salindia__23

kronik • • • • • • •

Tepat pada pertengahan Agustus lalu, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemdikbud merilis hasil penilaian 2.136 kampus sebagai skor pengelompokan perguruan tinggi. Klaster satu dan dua didominasi oleh PTN dan PTS terkemuka sedangkan mayoritas kampus Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) masuk pada kategori klaster tiga, empat dan lima. Meskipun berasal dari hasil skor dan penilaian, Ditjen Dikti menolak jika klasterisasi disebut sebagai pemeringkatan. “Klasterisasi ini bukanlah pemeringkatan namun pengelompokan perguruan tinggi sesuai dengan level perkembangannya. Klasterisasi ini jangan disalahmaknai sebagai pemeringkatan,” papar Prof Ir Nizam selaku Dirjen Dikti. Lantas, apa yang dimaksud dengan klasterisasi? Bagaimana strategi PTMA dalam menyiapkannya? Bagaimana peran dan sinergi dari pimpinan PTMA dalam menghadapinya?

• • • • •

Penerapan Strategi-Strategi Revitalisasi SMKSMK Muhammadiyah di Banjarmasin__19

INOVASI •

Klasterisasi, sebagai Penunjang atau Kompetisi?

Rektor UMSU Terima Penghargaan Sahabat Pers SPS__24 Mahasiswa UM Palangkaraya Banjir Prestasi__24 Unmuha Kerja Sama dengan BNNP Aceh__25 Islamic Study Club Penggerak Dakwah Kampus__26 STTM Cileungsi: Podcast Perdana Kembangkan Edukasi dan Dakwah__26 UMKO adakan Sosialisasi Magang__27 UMPAR Wujudkan Green Campus__27

• • • • • • • • • • • • • • • • • •

UMPRI Bagikan Sembako Rayakan Milad Muhammadiyah__28 Silaturahmi Virtual Dekan FAI PTMA__28 Kuliah Perdana HI UMM Hadirkan Dubes Rizal Sukma__29 Tim Santik UNIMUDA Lolos KBKM Nasional__29 UM Pontianak Raih Pustakawan Terinspiratif 2020__30 FGD MTCC UNIMMA Rintis Sekolah Petani__31 UMPO Gelar Monev Tim KBMI__31 Minuman Herbal Instan Solusi saat Pandemi__32 Pengembangan Media Tingkatkan Promosi Kampus__32 Uhamka Berikan Penghargaan di Milad ke63__33 Electronic House Call__33 UKM UMY Jalani Pelantikan dan Sertijab Serentak__34 Library dan Digital Terbuka__35 Rektor UMS Ajak Mahasiwa Kawal Pilkada__35 Umsida Teken MoU dengan USAID-YEP Project__36 Unimus Gandeng UPSI Malaysia Adakan Visiting Lecture__36 Raker Perdana IkesT MP__37 Mahasiswa STIKES Muh Gombong Bantu Pengungsi Banjir__38 PWM Sumsel Terima Program Mahad dari AMCF__38 Perlu Prodi Baru untuk Era Society 5.0__39 Launching Ikest Muh Palembang__39 UMY Raih Peringkat 137 Most Sustainable University__40 Reog Ponorogo Inovasi Media Ajar__41

• • •

UMSU Juara Umum Monev Mutu LLDikti Sumut 2020__41 UNISA Surakarta Juara PFNI Short Video Competition__42 Mahasiswa Bioteknologi Unisa Raih Prestasi Internasional di SEAGIC__42

INFOGRAFIS PTMA •

Infografis PTMA___43

PROFIL PTM • • •

Universitas Muhammadiyah Bandung : Islamic Technopreneur University__44 Prof. Dr. Suyatno, M.Pd.: Kepemimpinan Sebagai Jalan Dakwah__46 Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat: Terus Akselerasikan Mutu Terbaik__48

PROFIL DOSEN •

Dosen Muhammadiyah Kelola Budidaya Lele Terbesar di Tangerang__50

Semesta •

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia: “Upaya Internasionalisasi Persyarikatan Muhammadiyah di Malaysia”___52

prestasi mahasiswa • •

Mahasiswa UM Jember Lolos BU-BPKLN__54 Mahasiswa Arsitektur UNISA Raih 2 Medali Emas Internasional__54

warta dari ptm •

Warta dari PTM___55

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM

3


WARTA PTM

Topik Utama

Infografis pengertian dan tujuan kebijakan klasterisasi.

Klasterisasi,

T

sebagai Penunjang atau Kompetisi?

epat pada pertengahan Agustus lalu, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemdikbud merilis hasil penilaian 2.136 kampus sebagai skor pengelompokan perguruan tinggi. Klaster satu dan dua didominasi oleh PTN dan PTS terkemuka sedangkan mayoritas kampus Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) masuk pada kategori klaster tiga, empat, dan lima. Meskipun berasal dari hasil skor dan penilaian, Ditjen Dikti menolak jika klasterisasi disebut sebagai pemeringkatan. “Klasterisasi ini bukanlah pemeringkatan namun pengelompokan perguruan tinggi sesuai dengan level perkembangannya. Klasterisasi ini jangan disalahmaknai sebagai pemeringkatan,� papar Prof Ir Nizam selaku Dirjen Dikti. Lantas,

4

Warta PTM

apa yang dimaksud dengan klasterisasi? Bagaimana strategi PTMA dalam menyiapkannya? Bagaimana peran dan sinergi dari pimpinan PTMA dalam menghadapinya? Tim Warta PTM telah melakukan wawancara dengan beberapa narasumber di antaranya, Drs H Jazim Ahmad, MPd selaku Rektor UM Metro, Haryanto S Kep Ners MSN, PhD selaku Ketua STIK Muh Pontianak, Dr Happy Susanto, MA selaku Rektor UM Ponorogo, Prof Dr Ir Setyo Budi MS Selaku Rektor UM Gresik, dan Prof Dr Achmad Nurmandi, MSc selaku Wakil Rektor bidang V UMY.

Urgensi Klasterisasi "Klasterisasi ini sangat penting bagi pengembangan perguruan tinggi (PT), karena dengan adanya klasterisasi

Edisi November - Desember 2020

dapat memberikan gambaran lengkap dan benar kepada masyarakat mengenai kualitas dan tanggung jawab PT, kualitas penyelenggara kegiatan, dan profil perguruan tinggi," papar Prof Dr Ir Setro Budi MS membuka pertanyaan mengenai seberapa penting klasterisasi bagi PT. Ia melanjutkan substansi klasterisasi PT pada hakikatnya dapat mendorong PT dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tridharma secara berkelanjutan dengan tetap berperadaban dan berdaya saing global. Mengutip dari pemaparan Prof Ir Nizam dalam website resmi Kemdikbud, klasterisasi bertujuan untuk menyediakan landasan bagi pengembangan kebijakan pembangunan, pembinaan PT serta mendorong PT untuk meningkatkan kualitas tridharma secara berkelanjutan. Menanggapi hal


Klasterisasi, sebagai Penunjang atau Kompetisi?

tersebut Dr Happy Susanto MA selaku Rektor UM Ponorogo beranggapan klasterisasi di samping untuk melihat kinerja dan branding PT juga dapat bermanfaat sebagai bahan evaluasi PT. "Sebenarnya klasterisasi itu efek dari kerja yang telah dilakukan oleh PT. Dari sana dapat dilihat kelemahan dan keunggulan kerja yang telah dilakukan," singkatnya.

Empat Aspek Penting Pentingnya ‘sumber data’ yang shahih menjadi dua kata yang harus ditanamkan dalam benak PTMA ketika menyiapkan klasterisasi. Secara tegas Prof Achmad Nurmandi menjelaskan bahwa basis data adalah alat perang yang harus dikuasai oleh PTMA bahkan pimpinannya sekalipun. “Pimpinan PTMA harus memiliki peran e-leadership, jadi pimpinan paham dunia digital sehingga ia mengetahui ketika ditanya mana basis data dan di mana lokasinya,” begitu paparnya. Sumber data ini nantinya akan digunakan dalam mengisi indikator yang menjadi bahan penilaian kinerja perguruan tinggi. Menanggapi hal tersebut, Haryanto S Kep Ners MSN, PhD selaku ketua STIK Muhammadiyah Pontianak menyebutkan ada empat aspek yang perlu dibahas dalam klasterisasi yaitu input, proses, output, dan outcome. Aspek input (20%) antara lain persentase dosen berpendidikan S-3 dan jabatan lektor kepala serta guru besar, rasio dosen terhadap mahasiswa, jumlah mahasiswa asing, dan lain-lain. Pada aspek proses (25%) terdapat sembilan indikator, sementara pada aspek output (25%) terdapat empat indikator yang digunakan. Kemudian aspek outcome (30%) ada lima indikator, beberapa di antaranya kinerja inovasi, jumlah sitasi, jum-

lah paten, kinerja pengabdian masyarakat, dan lain sebagainya. "Dengan indikator ini, klasterisasi dapat mendorong dan memotivasi PT untuk selalu berbenah dalam upaya meningkatkan kualitas dan performanya," paparnya. Sependapat dengan Ketua STIK Muhammadiyah, Drs Jazim Ahmad selaku Rektor UM Metro menyampaikan indikator tersebut tidak akan terlaksana tanpa adanya kerja sama dari semua sivitas akademika kampus. “Sangat diperlukan upaya dalam meningkatkan klasterisasi tidak hanya di bidang akademik saja tapi juga non akademik, tidak hanya dosen yang berperan aktif tapi juga mahasiswa harus bisa berkompetisi di level nasional dan internasional,” paparnya. Meskipun demikian, ia tidak memungkiri bahwa indikator yang tersedia juga menjadi tantangan bagi PTMA. Dosen berpendidikan S-2 atau Dosen Jabatan Guru Besar misalnya, kedua poin tersebut harus memenuhi jangka waktu yang panjang untuk mencapainya. “Selain itu, jumlah mahasiswa asing juga harus diberikan porsi tersendiri karena kampus atau perguruan tinggi harus melakukan promosi dan branding yang baik untuk menjangkau tingkat internasional,” paparnya.

Peran Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Sebagai majelis yang menaungi PTMA, peran Majelis Diktilitbang PPM tentu dibutuhkan dalam peningkatan kinerja PTMA. Prof Setyo Budi melihat sejauh ini majelis selalu responsif terhadap isu-isu baru yang dikeluarkan oleh Kemdikbud. Isu-isu tersebut selanjutnya dikomunikasikan

dengan cepat dan baik kepada PTMA melalui kegiatan yang diselenggarakan secara operasional dan berkelanjutan, sehingga PTMA memiliki modal untuk segera menyesuaikan dan mengembangkan isu-isu tersebut ke dalam tingkatan yang dapat diimplementasikan. “Peran Majelis Diktilitbang sangat signifikan dalam mendorong dan mengembangkan UM Gresik dan PTMA yang lainnya,” ungkapnya. Lebih lanjut, Prof Setyo Budi mengharapkan Majelis Diktilitbang PPM dapat menjadi fasilitator untuk memfasilitasi kolaborasi antar PTM kecil, menengah, besar, khususnya dalam hal sharing knowledge, kepakaran, dan kolaborasi luaran. Selain itu juga membantu kebijakan yang dibutuhkan secara nasional khusus PTMA untuk kegiatan ilmiah, seperti visiting expert pada bidang-bidang keunggulan tertentu yang disebar ke seluruh PTMA. “Kegiatan-kegiatan tersebut sangat memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan perguruan tinggi. SDM perguruan tinggi juga mendapatkan keuntungan dari kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah,” paparnya. Hal senada diungkapkan Haryanto, PhD, menurutnya Majelis Diktilitbang PPM telah melaksanakan perannya dengan baik. Namun, hasil klasterisasi yang memperlihatkan sebagian besar PTMA berada di klaster tiga ke bawah menunjukkan tantangan Majelis Diktilitbang PPM dan PTMA yang akan semakin berat. “Ini peran bersama dengan PTMA seluruh Indonesia. Kita mengharapkan semakin besar dukungan dari PTMA yang sudah maju dalam hal sumber daya dan informasi teknologi. Kalau melihat indikator-indikator dari aspek klasterisasi hal ini akan dapat dilakukan jika ada kerja sama antar PTMA dan haruslah difasilitasi oleh Mejelis Diktilitbang PP Muhammadiyah,” tutupnya. []APR/GTA

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM

5


WARTA PTM

Topik Utama

Infografis ciri dan rekomendasi klaster perguruan tinggi.

Klasterisasi PTMA: Tantangan dan Optimisme

H

asil klasterisasi Perguruan Tinggi (PT) yang dikeluarkan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemdikbud menunjukkan mayoritas PTMA menduduki klaster tiga ke bawah dan hanya ada dua kampus yang masuk klaster dua. Mengingat persaingan perguruan tinggi semakin ketat, serta lahirnya banyak perguruan tinggi baru baik negeri maupun swasta tentu menjadi PR bagi PTMA yang harus segera dituntaskan. Jika disadari, peran klasterisasi tentu menjadi penunjang PTMA meningkatkan kinerja serta mewujudkan tujuannya sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) untuk meneruskan peran dakwah di dunia pendidikan.

6

Warta PTM

Warta PTM kali ini mengulik mengenai permasalahan yang dihadapi oleh PTMA dalam klasterisasi. Tantangan apa saja yang harus dilalui, bagaimana pimpinan seharusnya berperan, serta langkah-langkah apa saja yang PTMA harus lakukan untuk meningkatkan klasterisasi. Berikut paparan yang disampaikan oleh beberapa narasumber.

Tantangan yang Harus Dilalui Drs H Jazim Ahmad MPd selaku Rektor UM Metro menjelaskan bahwa perencanaan perkembangan perguruan tinggi berdasarkan waktu setidak-

Edisi November - Desember 2020

nya terbagi menjadi tiga bagian yaitu perkembangan jangka pendek, menengah, dan panjang. Tantangan dalam meningkatkan perkembangan perguruan tinggi dalam ketiga jangka waktu tersebut juga sebagai salah satu upaya meningkatkan klasterisasi perguruan tinggi yaitu mengontrol agar berjalan beriringan baik pada poin input, output, maupun outcome. Lebih lanjut, ia melihat kerja sama semua sivitas akademika sangat diperlukan dalam upaya meningkatkan klasterisasi tidak hanya di bidang akademik saja tapi juga non akademik. Beberapa indikator klasterisasi pun dirasa berat karena memerlukan proses dan perencanaan


Klasterisasi PTMA: Tantangan dan Optimisme

jangka waktu yang panjang, seperti menambah dosen berpendidikan S-3, dosen jabatan guru besar, dan menambah jumlah artikel ilmiah terindeks. “Untuk menambah jumlah mahasiswa asing, promosi UM Metro belum menjangkau tingkat internasional. Sedangkan untuk prodi bersertifikasi internasional, masih butuh pendampingan agar memiliki sertifikasi tersebut,” paparnya. Beratnya indikator penilaian klasterisasi pada program studi terakreditasi/tersertifikasi internasional juga disampaikan oleh Haryanto S Kep Ners MSN PhD selaku Ketua STIK Muh Pontianak. Ia sendiri menilai sebenarnya ini tidak akan terasa berat jika implementasi penjaminan mutu berjalan dengan baik dan mulai membentuk task force yang mempersiapkan reakreditasi dengan 9 kriteria. Hal ini dikarenakan beberapa Lembaga Akreditasi Internasional seperti AUN-QA berfokus pada implementasi penjaminan mutu dan ketercapaian outcome. “Kalau kita menelaah pada borang akreditasi 9 kriteria maka porsi penilaian terbesar adalah ketercapaian outcome. Jadi saya pikir ini merupakan tantangan buat kita semua. Indikator-indikator pada klasterisasi dan kriteria-kriteria pada borang akreditasi memiliki keterkaitan satu sama lain,” ujar Haryanto, PhD.

agar program kerja yang dicanangkan dapat terealisasi secara utuh. Prof Dr Achmad Nurmandi MSc selaku Wakil Rektor bidang V UMY menambahkan penting bagi pimpinan untuk paham dunia digital sehingga mengerti letak basis data dan juga bagaimana memperbarui data. “Beberapa PTMA sudah besar namun masih kurang dalam manajemen data khususnya oleh pimpinannya. Jika tidak segera diatasi, hal ini dapat menjadi bumerang bagi akreditasi PTMA itu sendiri nantinya,” tegasnya. Hal senada disampaikan Dr Happy Susanto, MA selaku Rektor UM Ponorogo. Menurutnya pimpinan harus mendorong dan membuat kebijakan tentang integrasi data di sistem akademik universitas, sehingga memudahkan pemanfaatan data untuk berbagai kepentingan di atas. “UM Ponorogo sudah memulai sistem data digital dan akan terus disempurnakan. Selain itu, input kualitas data tersebut perlu ditingkatkan sehingga data-data pada sistem dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, seperti akreditasi, klasterisasi, inovasi, dan seterusnya,” papar Dr Happy.

Peran Pimpinan PTMA “Peran pimpinan universitas sangat strategis, fundamental, serta influential dalam mengarahkan dan menjadi teladan yang benar dan bermartabat menuju target capaian yang diinginkan. Termasuk dukungan pengembangan terhadap instrumen serta infrastruktur yang diperlukan dalam rangka peningkatan kinerja PT,” jelas Prof Dr Ir Setyo Budi MS selaku Rektor UM Gresik. Rektor sebagai pemimpin PT harus memiliki aspek ahli manajerial dan leadership akademik yang mumpuni. Hal ini diperlukan untuk mendorong, mendukung, dan mempercepat segala kegiatan akademik dan non akademik beserta segala instrumen di dalamnya

Langkah Strategis Drs Jazim Ahmad menyadari, tahapan dan langkah strategi yang sesuai harus dijajaki oleh pimpinan PTMA sedikit demi sedikit. Pasalnya, jika dilihat dari kondisi PTMA, mayoritas mengalami tantangan sesuai dengan kondisi dan keadaannya masing-masing. Ia juga menyadari, salah satu tantangan dari UM Metro adalah akreditasi. “Hal yang tak kalah penting adalah akreditasi Institusi BAN-PT karena dengan nilai akreditasi yang baik otomatis membuat kampus dapat naik ke klaster yang lebih tinggi. Akreditasi perguruan tinggi tidak lepas dari akreditasi Program Studi. Selain itu meningkatkan beberapa poin seperti jumlah dosen berpendidik-

an S-3, dosen jabatan Lektor dan Guru Besar, serta tetap memperhatikan rasio jumlah mahasiswa terhadap dosen.” Melengkapi pemaparan di atas, Prof Dr Ir Setyo Budi membagi langkah-langkah menjadi lebih kompleks, menurutnya pimpinan PTMA perlu mengembangkan proker yang berorientasi pada input, output, dan outcome dengan dibarengi kualitas dan kuantitas. Ia juga menjelaskan perlu adanya monitoring dan evaluasi secara periodik dapat menjadi tolak ukur untuk memudahkan pimpinan memantau bagaimana perkembangan dan kesiapan kampus menuju akreditasi. Baginya, PTMA juga harus mendukung pendanaan pada dunia penelitian, agar nantinya inovasi yang dihasilkan dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara. "Perlunya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil penelitian dan dipatenkan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri nantinya," pungkasnya. Melengkapi kedua pendapat diatas, Hariyanto menyasar pada hal-hal yang lebih detail, misalnya adanya kesiapan pembelajaran daring guna menerapkan kebijakan kampus merdeka nantinya. Selain itu, ia juga menerapkan kebijakan secara tegas terkait kelengkapan data saat membuat laporan PDDIKTI yang harus diinput tepat waktu. “Selain kelengkapan data, kami juga turut menyediakan Pusat Karir (Puska) dengan meningkatkan capaian program berupa kemudahan alumni dalam memperoleh lowongan kerja melalui himpunan alumni," paparnya. Menutup pemaparan di atas, Prof Achmad Nurmandi menyadari bahwa klasterisasi juga dapat menjadi sebuah kompetisi. Namun dalam hal ini, PTMA digiring untuk berkompetisi positif agar dapat meningkatkan kualitas Amal Usaha Muhammadiyah melalui dunia pendidikan. []GTA/APR

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM

7


WARTA PTM

Wawancara

Mohammad Adam Jerusalem, S.T., S.H., M.T., Ph.D.

Mohammad Adam Jerusalem, S.T., S.H., M.T., Ph.D. Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah

Manajemen Data Berbasis Sistem Informasi

K

Kunci Klasterisasi

emdikbud telah mengeluarkan hasil klasterisasi perguruan tinggi 2020. Analisis terhadap data dari 2.136 perguruan tinggi yang tersedia, diperoleh hasil klasterisasi yang terdiri dari lima klaster perguruan tinggi. Ini merupakan salah satu upaya pemerintah memetakan kinerja perguruan tinggi akademik Indonesia yang berada di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Dengan adanya klasterisasi ini, maka tersedia landasan informasi dan data bagi Kemendikbud untuk melakukan pengembangan kebijakan pembangunan, pembinaan perguruan tinggi, dan untuk mendorong perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tridharma perguruan tinggi secara berkelanjutan. Bagi masyarakat luas, klasterisasi ini berfungsi sebagai

8

Warta PTM

informasi dan data tentang kualitas kinerja perguruan tinggi di Indonesia,� ujar Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Mohammad Adam Jerusalem, ST, SH, MT, PhD mengawali wawancara. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa tujuan klasterisasi perguruan tinggi ini untuk merumuskan penciri kualitas perguruan tinggi yang telah terdokumentasi di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, dan melakukan telaah klasterisasi berdasarkan penciri tertentu untuk kepentingan pembinaan perguruan tinggi. Bersama Reporter Warta PTM, Mohammad Adam Jerusalem, Ph.D memaparkan mengenai klasterisasi di PTMA.

Seberapa penting klasterisasi bagi pengembangan perguruan tinggi? Sangat penting karena menjadi hal yang esensial. Sebagaimana tujuan

Edisi November - Desember 2020

klasterisasi dapat digunakan sebagai bahan untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi tersebut. Di samping untuk dapat memetakan posisi keunggulan dan kekurangan yang dimiliki, perguruan tinggi terutama Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) juga dapat memanfaatkan hasil klasterisasi sebagai bahan promosi dan branding dari perguruan tinggi tersebut. Karenanya, klasterisasi PTMA kita harus bagus.

Melihat peringkat PTMA sebagian besar berada di klaster 3 ke bawah, sedangkan klaster 1 dan 2 didominasi oleh PTN. Bagaimana pendapat Bapak terkait tersebut? Ini sebagai evaluasi diri kita. Dijadikan sebagai cambuk untuk meningkatkan kualitas secara berkelanjutan. Pimpinan PTMA beserta seluruh do-


Manajemen Data Berbasis Sistem Informasi Kunci Klasterisasi

sen, karyawan, dan mahasiswa harus bersama-sama meningkatkan kualitas perguruan tingginya. Kita tetap bersyukur ada 2 PTM yang masuk di klaster 2 tahun 2020 ini, yaitu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Malang. Harapannya, dengan berbagai perbaikan dan manajemen data yang lebih rapi, kedua PTM ini bisa masuk ke klaster 1.

Bagi PTMA, tantangan apa saja yang harus dihadapi dalam meningkatkan klasterisasi? Banyak hal ya. Penilaian klasterisasi ini berdasarkan pada empat (4) indikator yaitu: input, proses, output, dan outcome di mana tiap indikatornya terdapat sub-indikator. Pimpinan PTMA mesti memperhatikan sub-indikator yang banyak tersebut. Memang bukan hal yang mudah, karena kehidupan PTMA bukan satu-satunya mengurus klasterisasi ini. Namun, melakukan perbaikan secara gradual atas sub-indikator yang ada di klasterisasi ini, maka sekaligus juga meningkatkan kualitas PTMA itu sendiri. Di antara indikator-indikator penilaian klasterisasi, untuk PTMA bagian apa yang dirasa paling berat? Mengapa? Berdasar data klasterisasi tahun 2020, kita ambil sampel 12 PTMA yang di posisi klaster 2 dan 3, kita dapat melihat secara umum bahwa indikator output dan outcome ini menjadi titik lemahnya dibandingkan indikator input dan proses. Semua PTMA tersebut mempunyai indikator terbaik pada indikator proses. Dengan demikian, indikator output dan outcome ini yang harus menjadi prioritas perbaikan, terutama penelitian, karena sub-indikator dari output dan outcome ini terkait dengan penelitian. Di antaranya adalah jumlah artikel ilmiah terindeks per dosen, kinerja penelitian, kinerja kemahasiswaan, dan jumlah prodi yang terakreditasi/bersertifikasi internasional (indikator output). Sedangkan pada indikator outcome

terdiri atas kinerja inovasi, persentase lulusan yang memperoleh pekerjaan dalam waktu 6 bulan, jumlah sitasi per dosen, jumlah paten per dosen, dan kinerja pengabdian masyarakat.

Indikator penilaian menggunakan data-data yang spesifik dan rinci. Komputerisasi data dan manajemen data menjadi hal yang sangat penting di era digital ini. Menurut Bapak bagaimana kinerja PTMA dalam hal ini? Betul, manajemen data berbasis pada sistem informasi data yang terintegrasi sangat membantu dalam klasterisasi. Besar kemungkinan, klasterisasi PTMA kita masih belum maksimal karena salah satunya adalah masalah pendokumentasian data yang mudah, cepat, dan akurat untuk diakses. Ini menjadi tantangan bagi PTMA untuk membuat sistem informasi data yang kuat. Tidak hanya ditujukan untuk klasterisasi saja, namun untuk berbagai keperluan dan kebutuhan. Sudah saatnya ini dipikirkan dan dikembangkan karena memang zamannya sudah mengharuskan untuk itu. Bagaimana seharusnya pimpinan berperan dalam mendukung peningkatan kinerja? Meski sebagian besar pimpinan PTMA merupakan generasi baby boomer dan generasi X, namun harus ramah/familier dan mempunyai visi manajemen data berbasis pada sistem informasi. Terkait dengan klasterisasi, Pimpinan PTMA dapat menaruh perhatian dan membuat kebijakan yang mendukung klasterisasi. Toh, indikator klasterisasi juga merupakan hal yang mendukung kemajuan perguruan tinggi. Langkah-langkah apa yang dapat dilakukan PTMA dalam meningkatkan klasterisasi? Sederhana saja, perbaikan dan peningkatan kualitas dari masing-masing sub-indikator dan indikator. Kebijakan, program, dan aktivitas dapat difokus-

kan untuk mendukung klasterisasi. Ditambah juga dengan manajemen data berbasis sistem informasi.

Sebagai majelis yang menaungi PTMA, peran seperti apa yang telah dilakukan dalam membantu meningkatkan kinerja PTMA? Pembinaan secara khusus terkait klasterisasi seperti manajemen data sudah beberapa kali dilaksanakan majelis, merespon hasil klasterisasi tahun 2020. Di samping itu, pembinaan dan pendampingan yang terkait langsung dengan sub-indikator dan indikator selama ini sudah dilaksanakan juga, namun perlu ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Bagaimana harapan Majelis Diktilitbang terhadap kinerja PTMA ke depannya? Tentu harapannya kinerja PTMA semakin baik dan berkemajuan. Baik dari sisi klasterisasi, akreditasi, manajerial, terutama aspek pendidikan dan pembelajaran sebagai layanan utama kita kepada mahasiswa. Jangan sampai kita hanya mengejar hasil terbaik di klasterisasi, namun mengabaikan (peningkatan) kualitas pembelajarannya. Kita jadikan klasterisasi sebagai alat ukur dan pemetaan posisi PTMA kita di antara perguruan tinggi yang ada dan sebagai bahan untuk melakukan perbaikan berkelanjutan yang bermuara pada peningkatan kinerja dan citra PTMA. []GTA

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM

9


WARTA PTM

Kinerja

Milad Muhammadiyah ke-108, Rabu (18/11).

Penghargaan “Bakti untuk Negeri” pada Kader

"

Kami juga mengapresiasi kerja nyata Muhammadiyah untuk mengatasi masalah kesehatan & ekonomi di masa pandemi. Melalui tim khusus Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) pelayanan di 82 Rumah Sakit Muhammadiyah ‘Aisyiyah (RSMA)," ujar Presiden RI dalam sambutannya pada Resepsi Milad Muhammadiyah ke-108, Rabu (18/11). Bertemakan "Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri" seremoni ini disiarkan langsung melalui kanal youtube Muhammadiyah Channel, FB Persyarikatan Muhammadiyah, Instagram Lensamu serta zoom meeting teleconference. Beberapa ucapan juga datang dari para tokoh di antaranya KH Ma'ruf Amin selaku

10 Warta PTM

Wakil Presiden RI, Drs H Muhammad Jusuf Kalla, Jendral Ir TNI (PUR) H Fachrul Razi, dan sejumlah tokoh lainnya. Prof Haedar Nashir dalam sambutannya menyampaikan milad Muhammadiyah tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dikarenakan Covid-19. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat Muhammadiyah berkontribusi menyelesaikan permasalahan umat. “Alhamdulillah kiprah Muhammadiyah dalam menghadapi Covid-19 mendapatkan penghargaan baik dari presiden, wakil presiden, hingga para tokoh, dan Kementerian Kesehatan atas kinerjanya,” paparnya. Prof Haedar melanjutkan musibah pandemi telah memakan banyak korban baik di-

Edisi November - Desember 2020

nyatakan positif dan meninggal dunia. “Karena itu Muhammadiyah mengajak semua pihak untuk bersama terus berusaha menghadapi musibah ini dengan segala ikhtiar yang maksimal disertai doa agar pandemi ini diangkat Allah SWT atas kuasanya.” Muhammadiyah juga memberikan penghargaan “Bakti untuk Negeri” kepada kader Muhammadiyah yang berprestasi sebagai penggerak dakwah dan Persyarikatan Muhammadiyah. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah menyampaikan terdapat tiga kategori yaitu perseorangan yang telah mengabdi dan berkorban di masa pandemi Covid-19 ini. Kemudian kategori inovasi dan pendidikan serta lembaga. "Penghargaan ini diberikan oleh PP Muhammadiyah dengan pertimbangan bagaimana individu-individu tersebut memiliki pengabdian, sebagian sampai mengorbankan dana, dan bahkan sebagian juga telah wafat mendahului kita," papar Abdul Mu'ti. []APR


T

iga Perguruan Tinggi Muhammadiyah berhasil masuk dalam kategori Universitas Terbaik versi QS World University Rangkings: Asia 2021. Menurut data, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menempati peringkat ke-451 universitas terbaik se-Asia, disusul UMS dan UAD pada urutan 600-an. Menjadi pemeringkatan kampus Asia terbesar, QS WUR menampilkan 30 kampus Indonesia baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Melansir laman Muhammadiyah. or.id mengenai prestasi yang diraih UMY, Evi Rahmawati Kepala Bidang Pengembangan Organisasi Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) UMY mengungkapkan prestasi ini merupakan kali pertama diraih UMY. "Alhamdulillah target sudah tercapai, yaitu masuk dalam kategori 500 Universitas Terbaik se-Asia Versi QS World University Rankings: Asia 2021. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras sivitas akademika yang sudah mencapai target universitas," jelasnya. Evi melanjutkan dalam mempersiapkan pemeringkatan, UMY telah

Logo UMY, UAD, dan UMS.

Tiga PTM Masuk Universitas Terbaik Se-Asia mempersiapkan beberapa indikator meliputi rasio jumlah dosen terlebih lulusan S-3, publikasi ilmiah internasional atau scopus, dan proporsi jumlah mahasiswa internasional. "Kemudian hal yang kami tempuh untuk mencapai indikator lainnya adalah terkait jumlah proporsi pertukaran mahasiswa baik bersifat inbound maupun outbound," tambahnya. Rektor UMY, Dr Ir Gunawan Budiyanto juga mengatakan apresiasi ini

menjadi modal UMY untuk melangkah pada tahap berikutnya. "Dengan capaian ini, semakin menegaskan bahwa UMY sudah berhasil masuk dalam jajaran Top Universities tingkat dunia. Ke depannya, kami juga akan terus meningkatkan kolaborasi bersama partner UMY baik di dalam maupun luar negeri, meningkatkan jumlah publikasi Scopus, dan sitasi,� tutup Gunawan.[]APR

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah

Luncurkan Buku English for Nursing 1

K

Buku English for Nursing 1.

etua Majelis Diktilitbang PPM Prof Lincolin Arsyad bersama Head of English Language Centre Holmesglen Institute Adam Kilburn meluncurkan buku English for Nursing 1 terbitan Majelis Diktilitbang PPM secara daring, Jumat (6/11). Peluncuran buku yang dihadiri Rektor Unimus Semarang Prof Masrukhi sebagai tuan rumah, serta project officer program Prof Edy Suandi Hamid diikuti alumni English Teacher Training Batch 1,2,3 dan 4, AIPNEMA, perwakilan dari PTMA yang memiliki prodi kesehatan/keperawatan. Dalam kesempatan itu, disampaikan juga pemaparan singkat tentang proses penerbitan buku ini oleh Adam Kilburn dan Dan Schulstad serta Yesika Maya Msi dari Uni-

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM 11


WARTA PTM

Kinerja mus. Kontributor penulis buku ini melibatkan dosen dari 21 PTMA. Dalam sambutannya Prof Lincolin menyatakan, buku ini diharapkan dapat menjadi pegangan para dosen dalam pembelajaran bahasa Inggris. “Kami berharap dengan buku ini PTMA bisa berkiprah luas hingga tingkat global, seperti tema Muktamar ke48, yakni Memajukan Indonesia Men-

cerahkan Semesta,” ujar Ketua Majelis Diktilitbang PPM ini. Sementara Rektor Unimus Prof Parf Masrukhi melaporkan terbitnya buku setebal 323 halaman ini sebagai luaran dari pelatihan dosen bahasa Inggris yang diadakan Majelis Diktilitbang PPM di Unimus Semarang Februari lalu. Dengan buku ini diharapkan ada standarisasi pengajaran bahasa Inggris

Foto Prof Haedar Nashir (Ketua PP Muhammadiyah)

Delapan Arahan Ketua PP Muhammadiyah untuk PTMA

“

Kebersamaan menjadi modal penting di persyarikatan, majelis dan PTMA menjadi modal sosial yang sangat penting karena mengutamakan kebersamaan, ketulusan dan nilai luhur dalam pergerakan. Muham-

12 Warta PTM

madiyah dapat berkembang besar namun masih utuh secara konstitusi karena adanya usaha dan peran para pimpinan dalam menopang kebersamaan.” Berikut papar Prof Haedar Nashir, delapan hal penting yang harus diterapkan

Edisi November - Desember 2020

yang bukan saja membekali para dosen, namun juga para mahasiswanya. Hal yang sama juga disampaikan oleh Prof Edy Suandi Hamid yang mengawal penerbitan buku ini, dan memberikan apresiasinya. “Sejujurnya, saya tidak menyangka buku ini bisa terbit dengan baik dan tepat waktu,”ujar Prof Edy dalam acara tersebut. []RED

pimpinan PTMA. dalam acara Pembinaan PTMA “Peran Kepemimpinan PTMA dalam Peningkatan Kinerja dan Daya Saing Nasional/Internasional” secara daring, Rabu (02/12). Pertama, spirit dan ikhtiar dalam berbagi spirit kemajuan yaitu PTMA yang menjadikan ta’awun sebagai dasar dan amal jariyah. PTMA yang sudah besar dapat menularkan ilmunya sehingga pihak yang membantu tetap semangat dan yang dibantu akan semakin semangat. Kedua, perkuat jaringan ke dalam dan ke luar secara institusi yaitu adanya kerja sama dan saling berjaringan dengan tata kelola yang tersistem dan berjalan dengan baik. Ketiga, konsolidasi pengelolaan akademik yaitu pengelolaan akademik harus ada akselerasi dan jangan jalan di tempat."Lembaga asing dan adanya ciptaker pasti ada di hadapan kita, perlu adanya akselerasi pengelolaan akademik untuk menghadapi hal tersebut," ujarnya. Selain itu, SDM menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi sehingga menjadikan PTMA berada di atas rata-rata. “Penguatan SDM menjadi spesialisasi yang harus ditingkatkan kualitasnya. SDM yang ahli dalam merancang dan menguasai dunia pendidikan di era digital atau dosen muda yang memiliki integritas bagus harus didukung sehingga kemampuan dan keahliannya semakin berkembang,” tegasnya. Keempat, yaitu Penguatan Paham Islam dan Berkemajuan. Adanya AIK yang menjadi ciri khas dari PTMA sehingga membutuhkan regulasi baru dan pengemasan cara mengajar yang


menarik. Kelima, yaitu integritas kepribadian berbangsa dan bernegara. Pemahaman ini menjadi penting dan harus ditularkan pada dosen dan karyawan. Keenam, adanya perencanaan strategis yaitu perencanaan strategis yang harus dicermati misalnya perencanaan keuangan. Ketujuh yaitu mengembangkan kepemimpinan dengan menekankan tiga hal yaitu pimpinan PTMA harus menyiapkan dan memberikan kesempatan pada kadernya untuk menjadi penerus, kepemimpinan PTMA harus memiliki kemampuan dalam memobilitasi potensi dan adanya perencanaan serta planning sistem

agar PTMA tetap eksis. “Tetap rawat nilai moral dan integritas diri, karena harta termahal kita adalah akhlak dan moral sehingga ketika kita sudah tidak menjabat kita tetap dapat tuma’ninah. Kepemimpinan seperti ini akan mengayomi persyarikatan,” paparnya. Terakhir yaitu membangun kemajuan bersama persyarikatan yaitu semangat kebersamaan yang didasari dengan ta’awun. “Jika adanya hubungan yang kurang baik, perbaiki. Setiap orang perlu belajar untuk rendah hati dan jauhi angkuh diri,” lanjutnya. Prof Lincolin Arsyad, selaku Ketua Majelis Diktilitbang PPM juga

menambahkan data terbaru mengenai jumlah PTMA per Desember 2020 dengan jumlah 164 PTMA yang terdiri dari 4 akademi, 13 institut, 3 politeknik, 75 sekolah tinggi, dan 61 universitas. Dengan jumlah kampus ‘Aisyiyah 3 politeknik, 2 sekolah tinggi dan 3 universitas. Ahmad Muttaqin selaku Bendahara Majelis Diktilitbang PPM juga menyebutkan kegiatan yang diadakan hari ini bertujuan untuk memberikan pembinaan PTMA yang dilakukan dalam rangka meningkatkan peran kepemimpinan PTMA dalam peningkatan kinerja dan daya saing nasional/internasional. []APR

P

elaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) bukan untuk mencari kesalahan. Oleh karena itu, tidak boleh ada yang merasa khawatir ketika diaudit, sepanjang sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. “AMI dilakukan untuk melihat kesesuaian atau kecocokan antara standar yang kita tetapkan dengan impelementasinya, sehingga bisa dilakukan perbaikan-perbaikan sebagai tindak lanjut,” demikian disampaikan Prof Edy Suandi Hamid saat menyampaikan sambutan pada Pembukaan Sertifikasi dan Pelatihan AMI di UM Buton, Rabu (4/11). Sambutan dan materi instruktur diberikan secara daring, dan peserta mengikuti secara offline dari kampus UM Buton. Instruktur lainnya adalah Munawar Khalil Mag dan Dr Budi Akbar dari TA Majelis Diktilitbang PPM. Waket Majelis Diktilitbang tersebut juga memberi apresiasi atas kepedulian Rektor UM Buton Dr Wa Ode Alzarliyani terhadap aktivitas penjaminan mutu. “Dari sambutannya tadi saya melihat, Rektor bukan saja peduli, tetapi memiliki pengetahuan teknis yang mendalam terkait AMI,” ujar Prof Edy, yang juga meminta agar di samping pelatihan seperti ini, bagi auditor nantinya juga diberikan penyegaran secara berkala mengingat materi AMI juga berkembang dan dinamis.

Pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) UM Buton, Rabu (04/11).

AMI Bukan Cari Kesalahan Dalam sambutannya Dr Wa Ode juga meminta agar peserta serius mengikuti pelatihan yang diadakan. Menurutnya, audit mutu sangat penting untuk pencapaian tujuan-tujuan UM Buton untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul. Ini juga sejalan dengan sasaran dari Majelis Diktilitbang untuk menjadikan PTMA yang bukan saja berdaya saing dan berkemajuan, namun juga Unggul, yang tercer-

min dari akreditasi prodi dan institusi Unggul bagi semua PTMA. Kegiatan inhouse training ini diikuti 25 peserta, yang dilaksanakan selama tiga hari. “Mereka yang lulus akan memperoleh sertifikat, dan itu bisa digunakan untuk melakukan AMI di semua PTMA,” ujar Munawar Khalil dalam penutupan acara tersebut, Jumat (6/10). []RED

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM 13


WARTA PTM

Inaugurasi

Seremoni pelantikan 27 pejabat untuk menempati bagian struktural UM Banjarmasin di Studio Adijani Al-Alabij UM Banjarmasin, Kamis (5/11).

UM Banjarmasin Lantik 27 Pejabat

R

ektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Prof Dr H Ahmad Khairuddin, MAg melantik sejumlah pejabat untuk menempati bagian struktural UM Banjarmasin di Studio Adijani Al-Alabij UM Banjarmasin, Kamis (5/11). Sebanyak 27 pejabat menempati posisi di antaranya kepala lembaga, sekretaris lembaga, dekan, ketua program studi, sekretaris program studi, serta kepala bagian. Rektor UM Banjarmasin dalam sambutannya menyampaikan agar para pejabat senantiasa menerapkan pola kepemimpinan yang efektif. Salah satu bentuk konkret kepemimpinan

yang efektif ialah penyusunan Kontrak Kinerja Dekan yang juga disahkan pada acara pelantikan dengan ditandatangani oleh Dekan selaku pihak pertama dan Rektor selaku pihak kedua. "Kontrak Kinerja Dekan diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan di fakultasfakultas dan menjadi indikator capaian serta bahan evaluasi tahunan," paparnya. Ia melanjutkan, pentingnya menerapkan pola kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang berhasil menyebarkan agama Islam dalam waktu yang relatif singkat serta merupakan role

S

ebanyak 573 tenaga kesehatan lulusan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) melakukan sumpah profesi di kampus satu Gedung Ners Research Center, Sabtu (7/11). Sejumlah perwakilan lulusan hadir secara luring sedangkan mayoritas lainnya mela-

14 Warta PTM

model dalam pola kepemimpinan yang efektif. "Salah satu upaya kita untuk dapat meneladani pola kepemimpinan tersebut, dalam pendekatan manajemen kepemimpinan modern, ialah dengan menetapkan target-target, sehingga capaian dan keberhasilan kita dalam memimpin dapat terukur dan termonitor dengan baik," ujarnya. Prosesi pelantikan terdiri atas pengucapan naskah janji pelantikan, penandatanganan berita acara serta penandatanganan Kontrak Kinerja Dekan. Turut hadir, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan (PWM Kalsel), Drs H Tajuddin Noor, SH MH, jajaran PWM Kalsel beserta jajaran, serta para tamu undangan lainnya. []APR

Lulusan Sarjana-Profesi Nakes Harus Bermetamorfosis kukan sumpah secara daring. Sumpah Profesi Tenaga Kesehatan ini diikuti 76 mahasiswa Prodi Pendidikan Profesi

Edisi November - Desember 2020

Ners, 93 mahasiswa Prodi D-3 Keperawatan, 23 mahasiswa Prodi D-3 Gizi, 126 mahasiswa Prodi D-3 Analis Kese-


hatan, 245 mahasiswa Prodi D-4 Analis Kesehatan, dan 10 mahasiswa Prodi D-3 Kebidanan. Pada saat yang sama dilakukan pelepasan terhadap 736 wisudawan dari berbagai prodi di Fikkes. Dr Ali Rosidi SKM MSi Dekan Fikkes menyampaikan, lulusan sarjana dan profesi tenaga kesehatan perlu menjadi kupu-kupu yang melakukan metamorfosis. Ada empat perubahan yang perlu dilalui, yaitu perubahan bentuk, perubahan struktur, perubahan pergerakan, dan perubahan fokus. Lebih lanjut, Dr Ali menjelaskan lulusan harus ada perubahan keilmuan spiritual, lebih dewasa dan matang dalam menghadapi masalah di masyarakat, memiliki mobilitas tinggi dan jaringan yang luas dalam jalankan tenaga kesehatan. “Dan yang terakhir lulusan harus memiliki fokus ke

Pengambilan sumpah tenaga kesehatan lulusan Fikkes Unimus di kampus satu Gedung Ners Research, Sabtu (7/11).

depan, visi yang jelas dan menantang untuk pekerjaannya serta logis sistematis dalam berpikir dan menerapkan

Wisuda UM Kendari, Selasa (10/11).

Mahasiswa Harus Siap Ikuti Dinamika

S

etelah tertunda beberapa bulan, UM Kendari dapat mewisuda 566 sarjana baru dari 13 program studi yang ada di kampus UMK Kendari, Selasa (10/11). Wisuda ke-20 sejak UMK berdiri tahun 2001

ini juga mendengarkan amanah dan sambutan melalui daring dari Prof Edy Suandi Hamid dari Majelis Diktilitbang PPM, Ketua L2Dikti wil IX Prof Jasruddin, dan Walikota Kendari Sulkarnain. Dalam laporannya Rektor

nilai Islam-Kemuhammadiyahan pada setiap pekerjaan,” paparnya. []GTA

UMK Amir Mahmud menyampaikan, wisuda ini sedianya dilakukan pada bulan April, namun karena pandemi Covid-19 terpaksa tertunda, dan bisa dilaksanakan secara luring dengan protokol yang ketat. Disampaikan, untuk mewujudkan sebagai PTM yang unggul, berdaya saing, berkemajuan, dan berakhlakul karimah, UMK terus melakukan berbagai upaya mewujudkannya. Dalam bidang akademik, dosen didorong melaksanakan riset, memiliki HAKI, dan mempublikasikan karyanya pada jurnal ilmiah. “Untuk riset tahun 2019 kita memperoleh hibah yang mencapai milyaran dan juga ditambah dana dari internal,” ujarnya. Terkait dengan mahasiswa, saat ini UMK memilki 5.635 mahasiswa, dan 1.121 di antaranya adalah mahasiswa baru, yang tiga di antaranya adalah mahasiswa asing. “Asal mahasiswa bukan hanya dari Kota Kendari. Hanya 27,4% yang berasal dari kota ini. Selebihnya berasal dari luar kota Kendari. Ini menandakan UMK dikenal dan diminati oleh masyarakat

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM 15


WARTA PTM

Inaugurasi luar daerah ini,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut Prof Edy mengingatkan juga agar para lulusan UMK tidak pernah berhenti

belajar. “Ilmu itu sangat dinamis. Tuntutan kerja sangat dinamis. Oleh karena itu saudara harus mengikuti dinamika itu, agar ilmu dan keter-

Pelantikan Rektor UM Surabaya, Selasa (08/12)

Dr dr Sukadiono Kembali Pimpin UM Surabaya

D

r dr Sukadiono kembali terpilih menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) setelah resmi dilantik oleh Prof Lincolin Arsyad selaku Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah secara daring, Selasa (08/12). Selama ia menjabat UM Surabaya mengalami banyak peningkatan dengan beberapa capaian di antaranya akreditasi A yang diperoleh berbagai prodi serta kerja sama nasional dan internasional. UM Surabaya juga telah meraih Anugerah Kampus Unggul (AKU) dari LLDIKTI VII pada posisi 10 besar,

dan tradisi mendapatkan Rekor dunia dari MURI selama tiga tahun berturutturut. "Kita mendapatkan rekor MURI terkait kreativitas dan inovasi dalam rangka orientasi dinamika kampus untuk mahasiswa baru dengan rekor Indonesia 2018, rekor dunia 2019 dan 2020," paparnya. Tak hanya itu, jumlah mahasiswa baru terus mengalami peningkatan diiringi dengan pengembangan infrastruktur yang semakin maju. Pada periode 2020-2024 mendatang, Sukadiono menggagas visi UM

S

eorang sarjana tidak cukup hanya bangga saat wisuda dan memperoleh ijazah. Substansi di balik ijazah menjadi hal yang sangat penting, yakni adanya kompetensi keilmuan dan keterampilan, serta akhlak atau karakter yang dimiliki oleh pemegang ijazah sarjana tersebut. “Kompetensi itu juga

16 Warta PTM

ampilan saudara tidak usang, dan tetap dalam segala waktu,” tutup Prof Edy Suandi Hamid. []RED

Surabaya selama empat tahun ke depan. Selain menyelesaikan berbagai macam target pencapaian selanjutnya, yaitu pembangunan At-Ta’awun Tower 31 lantai dengan target tahun 2023 dapat terwujud. "Selain itu, tentu kami juga akan mewujudkan akreditasi Perguruan Tinggi Unggul 2023," pungkasnya. Di akhir, ia mengucapkan terima kasih atas amanah yang kembali dipercayakan kepadanya dalam memimpin UM Surabaya. "InsyaAllah saya akan menjalankan amanah ini dengan sebaikbaiknya dan sebenar-benarnya. Dengan mewujudkan mimpi yang sudah saya targetkan tentu dengan dukungan dari persyarikatan dan juga mitra-mitra lainnya," tutupnya. Tri Rismaharini selaku Wali Kota Surabaya juga menyampaikan selamat atas terpilihnya Dr dr Sukadiono yang telah menjabat ketiga kalinya. Ia menceritakan, selama Dr dr Sukadiono memimpin, banyak kerja sama yang dilakukan pemkot dengan UM. Di antaranya beberapa kegiatan yang menangani persoalan sosial, terutama dalam menangani kasus anak-anak hingga yatim piatu. "Jadi saya matur nuwun (terima kasih) yang sebesarbesarnya. Hanya Allah SWT yang bisa membalas kebaikan Pak Rektor beserta sivitas akademik kepada kami, yang selama ini merasakan kerja sama mutualisme," paparnya. []APR

Lulusan harus Terus Asah Kompetensi harus diasah terus menerus. Lebih-lebih di tengah perkembangan dunia yang sangat dinamis. Sehingga walaupun

Edisi November - Desember 2020

sudah sarjana, tidak boleh berhenti belajar, baik melalui pendidikan formal, informal, maupun nonformal,” demi-


kian dikemukakan Prof Edy Suandi Hamid dalam amanatnya melalui daring pada Wisuda STKIP Muhammadiyah Kuningan, Selasa (17/11). Sebanyak 266 diwisuda oleh Ketua STKIP Muhammadiyah Kuningan, Nanan Abdul Manan MPd. Wisuda berlangsung di Horison Tirtasanita Hotel, yang juga dihadiri Bupati H Acep Purnama, SH, MH, Kepala LLDIKTI Prof Uman Suherman, MPd, PWM Jawa Barat, dan PDM Kuningan. “Momentum wisuda merupakan rangkaian akhir dalam perjalanan akademik program sarjana dengan perjalanan yang tidak mudah, perjuangan yang tidak ringan, dan pengorbanan yang tidak sedikit,” ujar Nanan. Dikemukakan, wisuda saat ini terdiri dari PGSD sebanyak 116 orang, PBSD 25 orang, PG-PAUD 15 orang, PJKR 85 orang, PMTK 7 orang, serta PTIK 18

Wisuda STKIP Muhammadiyah Kuningan, Selasa (17/11).

orang. Kepala LLDIKTI IV, Prof Uman Suherman, menegaskan tentang pentingnya pendidikan yang dikelola secara baik. “Pendidikan menjadi unsur utama dalam kehidupan ini sampai kapan

Wisuda UMPRI melalui daring, Rabu (21/10).

UMPRI Wisuda Angkatan Pertama

S

arjana baru yang lulus saat Pandemi Covid-19 menghadapi tantangan berat. Karena saat lulus, lapangan kerja sedang merosot, PHK terjadi di mana-mana, dan pencari kerja meningkat. Namun itu tidak masalah jika para sarjana baru memiliki daya saing yang tinggi, dan

mau berusaha menciptakan pekerjaan sendiri dengan memanfaatkan berbagai peluang menjadi usaha yang muncul saat Covid-19 ini. Demikian disampaikan Prof Edy Suandi Hamid, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM dalam wisuda yang pertama kali diadakan oleh UMPRI

pun. Bangsa yang baik, juga bangsa yang maju pendidikannya. Karena itu, jika kita ingin maju, pendidikan harus dikelola secara baik sehingga menghasilkan lulusan yang baik juga,” ujarnya. []RED

sejak merger tahun lalu. “Sebagai wisuda angkatan pertama, para wisudawan harus menunjukkan kinerja dan kompetensi yang baik. Saudara menjadi duta yang perlu mengharumkan nama UMPRI di masyarakat,” ujar Prof Edy Suandi Hamid. Dalam Wisuda yang dilakukan Rektor UMPRI Drs Wanawir tersebut, sebanyak 979 peserta diwisuda, yang berasal dari Fakultas Kesehatan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. “Sejak sekarang kita terus berusaha meningkatkan kualitas, melakukan penguatan sumber daya manusia, dan juga mempersiapkan penambahan program-program studi,” ujar Rektor dalam wisuda yang dilakukan secara online, dan juga secara offline yang diwakili para wisudawan terbaik, Rabu (21/10) di Kampus UMPRI. Sementara itu Plt Ketua L2Dikti Wil II Dr Nurul Fikry mengatakan, daya saing perguruan tinggi akan meningkat jika dukungan SDM, serta atmosfer akademik yang mendukung. []RED

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM 17


WARTA PTM

Inaugurasi

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UM Lampung menggelar yudisium di aula KH Achmad Dahlan, Sabtu (12/12).

FISIP UM Lampung Gelar Yudisium

F

akultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UM Lampung menggelar yudisium di aula KH Achmad Dahlan, Sabtu (12/12). Yudi-

sium diikuti 63 wisudawan dari Prodi Ilmu Komunikasi dan Ilmu Pemerintahan dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat.

Lulusan terbaik Prodi Ilmu Pemeritahan diraih Hemayana Yunita dengan IPK 3.94, Wahyu Mitharo Prabowo dengan IPK 3.53, dan Machrid Kartika Sari dengan IPK 3,85. Sedangkan lulusan terbaik Prodi Ilmu Komunikasi diraih Yusuf Fuady dengan IPK 3.80, Devi Noviati dengan IPK 3.80, dan Muhammad Iqbal dengan IPK 3,80. Zulman Barniat Dekan FISIP UML menjelaskan kriteria lulusan terbaik tidak hanya berdasarkan prestasi akademik tetapi juga beberapa komponen lain seperti prestasi non akademik, aktivitas, kreativitas, dan kontribusi terhadap universitas. Sementara Wakil Rektor II UML, Emy Sri Purwani berharap para peserta yudisium untuk terus berkiprah dan memberikan manfaat kepada masyarakat.[]GTA

U

niversitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) meng-gelar prosesi Wisuda “Walk Thru” yang pertama kali, bertempat di halaman Gedung Aula Utama, Kampus UMPR, Sabtu (28/11). Pelaksanaan wisuda meluluskan 600 mahasiswa dari 6 fakultas serta melibatkan Satgas Gugus Covid-19 Kota Palangka Raya, Pihak Kepolisian, dan Dinas Perhubungan. Rektor UMPR, Dr Sonedi MPd dalam sambutannya menyebutkan lulusan UMPR harus mengamalkan caturdarma perguruan tinggi untuk berbuat yang lebih luas dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat luas. “Prestasi terhebat orang tua salah satunya yaitu saat anakanaknya telah menyelesaikan masa studi dan diwisuda. Karena orang tua menaruh harapan besar agar anaknya berhasil dan sukses,” paparnya lagi. Ia melanjutkan, setelah wisuda mahasiswa akan menghadapi dunia secara riil, karenanya para wisudawan diharapkan dapat memanfaatkan ilmu untuk pengembangan pribadi, lembaga, dan

18 Warta PTM

Penyampaian sambutan oleh Prof Lincolin Arsyad pada Wisuda UMPR, Sabtu (28/11).

Empat Hal yang Harus Dimiliki Alumni UMPR komunitas,” tambahnya. Prof Lincolin Arsyad selaku Ketua Majelis Diktilitbang PPM juga menyampaikan empat hal yang harus dimiliki alumni UMPR yaitu sikap professional sesuai dengan bidangnya, pemikiran yang inovatif agar dapat survive, pribadi yang mumpuni, dan mampu menjadi kader yang baik. Lebih lanjut, Prof Lincolin berharap dengan semakin banyak alumni UMPR, maka semakin banyak yang dapat berkiprah untuk memajukan negeri khususnya Bumi Tambun Bungai Kalimantan

Edisi November - Desember 2020

Tengah. Siti Khadijah Ilmiyanti dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) dalam wawancara saat ditemui mewakili wisudawan mengaku bangga karena telah berhasil menyelesaikan studinya sekaligus berjanji akan mengamalkan ilmu dan pengalaman yang sudah diperoleh untuk pengabdian yang lebih besar bagi keluarga, masyarakat bangsa dan negara, sehingga mampu mewujudkan lulusan UMPR yang selalu dapat diandalkan. []APR


WARTA PTM

Sigi

Dina Rafidiyah dan Ahmad Kailani (Dosen FKIP, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin)

Penerapan Strategi-Strategi Revitalisasi SMK-SMK Muhammadiyah di Banjarmasin Dina Rafidiyah & Ahmad Kailani

P

enelitian ini ditujukan untuk memberikan rekomendasi terhadap solusi permasalahan pengangguran dan kemiskinan di negeri ini. Ide awal munculnya penelitian ini karena melihat realitas di lapangan banyaknya lulusan SMK menyumbang angka penggangguran tertinggi di Indonesia. Salah satu dari sekian SMK tersebut adalah SMK Muhammadiyah yang tersebar di Kota Banjarmasin. Berangkat dari fenomena tersebut, perlu kiranya kita melihat bagaimana peran Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah (SMKM) dalam membina kader-kadernya agar mempunyai keterampilan yang mumpuni sehingga siap kerja. Selain itu, alumni SMK Muhammadiyah ini pada akhirnya akan menjadi pemimpin di lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah. Program revitalisasi SMK Muhammadiyah sejalan

dengan program Pemerintah. Kebijakan revitalisasi oleh Pemerintah berupa untuk meningkatkan mutu lulusan SMK dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan pengangguran dan kemiskinan. Fokus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman para pimpinan SMKM tentang kebijakan mengenai strategi revitalisasi SMK, permasalahan-permasalahan yang dihadapi, serta harapan mereka terhadap pengembangan SMKM ke depan, terutama untuk meningkatkan kualitas kader Muhammadiyah lulusan SMKM. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi pihak terkait tentang strategi peningkatan mutu lulusan SMKM agar memiliki kompetensi sesuai dengan bidangnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Wawancara mendalam digunakan untuk

mengumpulkan data dari 5 pimpinan SMKM di Banjarmasin. Luaran dari penelitian ini adalah presentasi call for paper di International Conference on English Language Teaching (INACELT) di Palangkaraya pada bulan November 2019 dan International Conference on Education, Leadership, and Innovation (ICELI) di Yogyakarta pada bulan Desember 2019. Selain itu juga publikasi artikel pada Jurnal Pedagogik: Jurnal Pendidikan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya pada bulan Maret 2020 dan International Journal of Educational Best Practices (IJEBP) pada bulan Oktober 2020, serta book chapter dengan judul “Revitalisasi pengajaran bahasa Inggris di SMK: Solusi konkrit bagi permasalahan pengangguran di Indonesia� yang dimuat dalam buku: Rekomendasi Kebijakan 100 Hari Pertama Jokowi-Ma’ruf Amin.

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM 19


WARTA PTM

Inovasi

Uji coba rudal panggul merapi UAD-TNI, Kamis-Jumat (5-6/11).

Rudal Panggul Merapi UAD-TNI Resmi Diujicobakan

R

udal panggul merapi kerja sama Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbangad) dan Pusat Riset Cirnov Universitas Ahamd Dahlah (UAD) memasuki tahap uji tembak di Lapangan Tembak Air Weapon Range Pandanwangi, Jawa Timur, Kamis-Jumat (5-6/11). Uji tembak disaksikan pejabat Dislitbangad Ses, Kasubdis Iptek, Kasubdis Insani, Ketua Program, tim dari Cirnov, Pustekbang Lapan, Poltekad Kodiklat TNI AD, serta mitra dari PT Adi Multi Teknologi. Kepala Cirnov sekaligus Ketua Tim Konsultan Program, Prof Hariyadi menyampaikan rudal kaliber 70 mm tersebut dikenal cukup mematikan bagi sasaran udara. Sebagai embrio rudal panggul, Rudal Merapi didesain dan diuji menggunakan teknologi sirip depan (canard) dan sirip belakang (fin) yang dapat dilipat sehingga dapat masuk di dalam tabung peluncur. Rudal Merapi memiliki berat total sekitar 10 kg. Rudal

Sepeda Statis Tuna Daksa

M

ahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merancang alat olahraga bagi penyandang difabel khususnya Tuna Daksa bernama Difabel of Statis Health. Beranggotakan Anggi Ramadhani, Muhammad Fahrul Islam, Alfina Damayanti, kelompok dari Prodi Teknik Industri ini dibimbing oleh Dian Palupi Restuputri MT. Kelompok ini juga berhasil meraih Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Kategori Umum Mahasiswa Nasional Tahun 2020 Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Jawa Timur membawakan judul LKTI “Rancang Bangun Alat Difabel Of Statis He-

20 Warta PTM

Edisi November - Desember 2020

dilengkapi dengan sistem seeker (penjejak) berbasis sinar inframerah sehingga memungkinkan mengunci sasaran yang mengeluarkan radiasi sinar tersebut kemudian secara cepat rudal akan mengejar untuk meledakkan diri sewaktu mendekati sasaran yang dibidik. Diungkapkan Prof Hariyadi jenis rudal panggul ini merupakan karya pertama anak bangsa yang dilakukan dengan kemandirian kandungan lokal yang cukup tinggi. “Senjata tersebut diharapkan dapat digunakan oleh TNI secara masif baik untuk keperluan perang gerilya maupun perang terbuka dalam menjaga kedaulatan serta martabat bangsa Indonesia,� tutur Prof Hariyadi. []GTA


alth sebagai Alat Olahraga Penyandang Tuna Daksa”, Kamis (12/11). Dijelaskan oleh Anggi, alat olahraga ini merupakan sepeda statis yang digunakan untuk berolahraga. “Alat ini dapat digunakan dan dioperasikan oleh orang penyandang Tuna Daksa, s­ ehingga

penyandang Tuna Daksa bisa melakukan olahraga dengan mudah,” paparnya. Dirancang ergonomis, alat ini juga memiliki pedal dari kayu yang dilapisi spons dan kulit sehingga nyaman untuk berpijak kaki atau tangan. Terdapat dua pedal di bawah dan atas serta roda yang digunakan untuk penggerak beban untuk bisa naik dan turun. Difabel of Statis Health juga dapat diatur beban dan ketinggian sesuai yang dikehendaki. []GTA

Seremoni peluncuran Aplikasi Electronic Development Agribusiness Syariah (E-DAS) di Balesawala Pantes Desa/Kecamatan Kebonpedes, Rabu (11/11)

Aplikasi E-Das Permudah Budidaya Organik

F

akultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) meluncurkan aplikasi Electronic Development Agribusiness Syariah (E-DAS) di Balesawala Pantes Desa/Kecamatan Kebonpedes, Rabu (11/11). Peluncuran aplikasi buatan mahasiswa ini bertujuan untuk membantu masyarakat petani dalam memasarkan hasil pertaniannya di masa pandemi Covid-19. Hadir dalam seremoni R. Gani Muhamad selaku Pejabat Bupati Sukabumi turut mengapresiasi dan yakin keberadaan teknologi berbasis aplikasi ini dapat mengge-

T

im Portable Eafhopper Trap Technology With Feromon (Polemon) UMSU resmi menjadi juara pada ajang Kompetisi Mahasiswa Muhammadiyah (KKM) dan Program Kreativitas Mahasiswa Muhammadiyah (PKMM) seIndonesia, Minggu (1/11). Mengangkat konsep inovasi produk Polemon, temuan mahasiswa UMSU ini merupakan pene�muan baru yang efektif dan efisien dalam

rakkan dunia pertanian di tengah pandemi. “Aplikasi ini memberikan nuansa baru dan memudahkan petani untuk memasarkan hasil taninya. Sekarang ini, kalau tak menguasai teknologi, kita akan jauh tertinggal,” ujarnya. Ia melanjutkan, perlunya apresiasi dan dorongan penuh kepada berbagai inovasi yang diciptakan khususnya untuk menyejahterakan petani di Kabupaten Sukabumi. "E-DAS ini bisa memberikan nilai manfaat bagi semua pihak, perlu didorong inovasi seperti ini dan perlu support untuk disebarluaskan lebih jauh,” terangnya. Amalia Nur Milla, Dekan Fakultas Pertanian UMMI mengungkapkan aplikasi jebolan studi Teknik Informatika merupakan bagian dari Program Holistik Pembinaan Dan Pemberdayaan Desa (PHP2D). Aplikasi ini diluncurkan untuk memfasilitasi pemasaran hasil petani dilengkapi konsultasi budidaya sayuran. "Sekarang baru tentang budidaya sayuran. Nanti bisa produk peternakan, tanaman pangan, holtikultura, dan perikanan. Kami berharap semoga aplikasi ini bisa dimanfaatkan semua pihak. Termasuk membantu petani dalam pemasaran dan konsultasi bidang budidaya,” paparnya. []APR

Perangkap Nilaparvata lugens menjaga hasil panen pertanian. Tim Polemon terdiri dari Eqy Astanza dari Prodi Agri bisnis selaku ketua, Wahyudi dari Prodi elektro, Witri Aulia dari Prodi Agriteknologi, dan Rini Susanti,S.P,M.P selaku dosen pembimbing. Fatimah Sari Siregar M.Hum selaku Ketua Student’s Research and Creativity Center (SRCC) UMSU mengatakan adanya inovasi produk seperti Polemon bertujuan

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM 21


WARTA PTM

Inovasi agar dapat mengentaskan masalah hama wereng batang coklat (Nilaparvata Lu�gens). “Hama wereng batang coklat cenderung menyukai nanas. Oleh karena itu, cairan dan zat nanas menjadi senyawa kimia yang dimasukkan ke dalam Polemon,” ujar Fatimah. Eqy Astanza menyampaikan penggunaan Polemon dilakukan dengan penyemprotan 10 menit sekali secara rutin untuk membasmi semua hama yang menyebabkan gagal panen pada pertanian. “Alat Polemon menjadi pembasmi yang ramah akan lingkungan. Di samping itu, feromon yang ada dalam kandungan Polemon menjadi daya tarik bagi hama wereng. Oleh karenanya alat Polemon diharapkan dapat dipatenkan dan dipasarkan,” ujar Eqy Astanza. []ABI

Mahasiswa UMSU Hasilkan Produk Perangkap Nilaparvata Lugens.

Tim UKM Indonesia Bangkit Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

UAD Kembangkan Ngoro-Oro Wisata Sehat

T

im UKM Indonesia Bangkit Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menciptakan inovasi untuk mendukung sektor pariwisata sehat pada masa Pandemi Covid-19 di wilayah Desa NgoroOro, Gunungkidul dan sekitarnya, Kamis (26/11). Program yang didanai Kemenristek/BRIN ini dilaksanakan dengan kolaborasi empat disiplin ilmu yaitu Ilmu Kesehatan Masyarakat, Teknik Informatika, Psikologi, dan Ekonomi.

22 Warta PTM

Inovasi yang dikembangkan selama tiga bulan ini juga mengembangkan sentra UKM "UKM Bangkit". Selain itu, pembuatan dan pengembangan teknologi informasi, sistem informasi dan media komunikasi untuk mendukung UKM Bangkit dan sektor pariwisata. Di antaranya sistem informasi reservasi desa wisata, sistem informasi portal desa wisata, sistem informasi pengelolaan keuangan organisasi, selain itu juga inovasi pem-

Edisi November - Desember 2020

belajaran di lingkungan luar dalam bentuk wahana outbond sebagai paket wisata dan daya tarik wisata termasuk permainan-permainan tradisional. Surahma Asti Mulasari menyebutkan program UKM Indonesia Bangkit yang telah selesai dilakukan adalah koordinasi dan sosialisasi program dan pelatihan keuangan penggiat wisata. "Kemudian Forum Group Discussion (FGD) pembentukan UKM Bangkit yang mewadahi produsen, pembuatan jejaring produsen dan jejaring pemasaran, pelatihan kewirausahaan bagi anggota UKM Bangkit," lanjutnya. Selain itu program juga memberikan pelatihan keuangan bagi pengurus UKM Bangkit, pelatihan web bagi pengurus UKM bangkit, koordinasi pembentukan wahana wisata outbound, penentuan lokasi-lokasi pengembangan potensi wisata di Desa Ngoro-oro dan pelatihan diversifikasi makanan produk lokal. "Masih ada beberapa program yang harus diselesaikan dalam satu setengah bulan ke depan. Di antaranya, pelatihan pembuatan konten sosmed, pelatihan keuangan, pembuatan wahana outbound, pelatihan pencegahan Covid-19 kepada masyarakat," papar Fatwa Tentama salah satu anggota tim. []APR


WARTA PTM

Salindia

Stikes Muh Kuningan menyelenggarakan UKM Expo dengan mengusung tema "Satukan Tujuan, Tetapkan Sasaran, Berjuang Raih Prestasi", Sabtu (14/11).

Fakultas Pertanian UM Mataram menginisiasi pembuatan digester biogas dari limbah tahu dan tempe. Peletakan batu pertama “Pembuatan Digester Biogas Model Fixed Dome� digelar di Kelurahan Abian Tubuh Baru Kota Mataram, Kamis (5/11).

Tinjauan ke lokasi pembangunan kampus terpadu UM Papua bersama Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Papua Papua Barat Dr. Suriel S. Mofu, MEd. MPhil didampingi Ketua PWM Papua Prof Dr HR Partino, MPd beserta BPH dan Pimpinan UM Papua, Minggu (25/10).

Pembukaan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Fakultas Hukum UM Sorong bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN PERADI), Rabu (18/11).

Prodi Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan UM Bengkulu melakukan Pelatihan Perawatan Luka Dasar dan Bantuan Hidup Dasar untuk mahasiswa Profesi Ners Angkatan IX selama 3 hari di Kampus IV UM Bengkulu, Selasa-Kamis (17-19/10).

Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Muh Palembang menerima silaturrahmi dan kunjungan monitoring dan evaluasi Tim BNN Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (13/11).

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM 23


WARTA PTM

Kronik

Prof Dr Agussani, MAP menerima Penghargaan Sahabat Pers dari Serikat Perusahaan Pers Surat Kabar ( SPS) Medan, Minggu (28/11).

Rektor UMSU Terima Penghargaan Sahabat Pers SPS

R

ektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Assoc Prof Dr Agussani, MAP menerima Penghargaan Sahabat Pers dari Serikat Perusahaan Pers Surat Kabar (SPS) Cabang Sumatera Utara pada acara Awarding Night yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Santika Medan, Minggu (28/11). Penghargaan diserahkan oleh Ketua Umum SPS Pusat Alwi Hamu didampingi Ketua SPS Sumut H Farianda Putra Sinik dan Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bangun. Rektor UMSU Assoc Prof Dr Agussani MAP terpilih sebagai Sahabat Pers bersama

16 tokoh lainnya di antaranya Gubernur Sumut H Edy Rahmayadi, Wakil Gubsu H Musa Rajekshah, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting serta Kapoldasu Irjen Pol. Somin. SPS memberikan apresiasi kepada Rektor UMSU karena terbukti bersungguh-sungguh berperan dalam mengembangkan dan meningkatkan pendidikan di Sumatera Utara. Sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan, maka SPS memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Rektor UMSU. “Award ini merupakan tokoh yang

T

ujuh mahasiswa UM Palangkaraya berhasil meraih prestasi pada dua kompetisi berbeda. Pertama yaitu Kompetisi Mahasiswa Muhammadiyah (KMM) dan Program Kreativitas Mahasiswa Muhammadiyah (PKMM) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Kompetisi kedua yaitu

24 Warta PTM

telah berperan dan memiliki dedikasi kepada masyarakat dan membantu tugas para jurnalis dalam memberikan informasi,” papar Ketua SPS Sumut Farianda Putra Sinik. Rektor UMSU menyampaikan terima kasih kepada SPS yang telah menganugerahkan penghargaan tersebut. Penghargaan ini tentunya menjadi motivasi khususnya bagi UMSU untuk terus memberikan pelayanan pendidikan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatera Utara. Rektor UMSU juga memberikan apresiasi kepada insan pers yang terus menyampaikan informasi pendidikan kepada masyarakat. []APR

Mahasiswa UM Palangkaraya Banjir Prestasi Lomba Pidato yang diselenggarakan oleh Genre Indonesia Kota Palangka Raya. Sellin Falentino dan Romi Pratama

Edisi November - Desember 2020

berhasil meraih Juara 1 Kategori Business Plan dengan judul Maggot sebagai Sumber Pakan Hewan Budidaya di Era Covid-19. “Maggot adalah


Foto mahasiswa berprestasi UM Palangkaraya.

serangga yang bisa mengurai sampah organik dengan baik, sehingga dengan adanya pemanfaatan maggot akan memberikan keuntungan yang berlipat seperti berkurangnya sampah organik dan bermanfaat sebagai pakan,” ujar Muh Azhari MSi pembimbing kedua mahasiswa Teknik Lingkungan tersebut. Sedangkan kategori Mesin UMKM

R

ektor Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) Dr H Aslam Nur MA melakukan penandatanganan MoU dengan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh (BNNP) Brigjen Pol Drs Heru Pranoto M Si di kampus setempat, Rabu (11/11). Penandatanganan tersebut sebagai bukti kerja sama yang akan diselenggarakan Unmuha bersama BNNP Aceh dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Selain MoU dengan Unmuha, BNNP Aceh juga melakukan perjanjian kerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan Magister Kesehatan Masyarakat (MKM). Penandatanganan perjanjian kerja sama antara FKM dan MKM tersebut ditandatangani Dekan Prof Asnawi Abdullah PhD dan Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Aceh Dedi Andria SKM MKes. Turut hadir, Ketua BPH Unmuha, Wakil Rektor,

Tepat Guna M Nur Husfin Al Furkan dan Ilham Sri Suncoro berhasil meraih Juara 2. “Semoga ide ini dapat menjadi inovasi tepat guna bagi UMKM," ujar Norseta Ajie Saputra MT Pembimbing ketiga mahasiswa Teknik Sipil. Rida Respati MT Dekan Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) mengapresiasi prestasi yang diraih. "Semoga pres-

tasi yang diraih kelima mahasiswa kami dapat menjadi stimulus mahasiswa UM Palangkaraya khususnya FTI untuk terus mengharumkan nama baik Fakultas dan Universitas," ujar Dekan FTI saat ditemui di Fakultas pada Rabu (4/11). Selain itu, UM Palangkaraya juga menorehkan prestasi pada lomba pidato yang diselenggarakan Genre Indonesia Kota Palangkaraya. Bertemakan “Generasi Berencana yang Berkualitas Menyongsong Generasi Emas Tahun 2045” mahasiswa berhasil memborong dua juara sekaligus, yaitu Juara 1 melalui Indah Raudatul Jannah dan Juara 3 melalui Hutri Maulida. Di akhir, Rektor UM Palangkaraya Dr Sonedi MPd berpesan agar mahasiswa jangan cepat berpuas diri dan tetap fokus untuk mencetak prestasiprestasi membanggakan lainnya. "Ini membuktikan kampus UM Palangkaraya unggul dalam membangun prestasi khususnya prestasi para mahasiswa," ujarnya. []APR

Unmuha Kerja Sama dengan BNNP Aceh

Penandatanganan MoU Unmuha dan BNPP Aceh di kampus setempat, Rabu (11/11).

Dekan, Kepala Biro dalam lingkungan Unmuha, sementara dari BNN dihadiri

Kabid Pencegahan, Kabag Umum, dan lain-lain. []APR

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM 25


WARTA PTM

Kronik

L

embaga Dakwah Kampus Islamic Study Club (LDK-ISC) STKIP Muhammdiyah Kuningan menggelar Pelantikan Pengurus di Masjid Jami' Nuroh Binti Sholih Al-Mudafi'i STKIP, Selasa (10/11). Sebanyak 47 pengurus dan 63 anggota muda resmi dilantik Dr Casnan MSi Wakil Ketua Bidang Akademik, disaksikan Pembina dan Wakil Pembina serta perwakilan Anggota Kehormatan beberapa tamu undangan lainnya. Kegiatan bertemakan “Membentuk Kepribadian Muslim yang Berkualitas, Akademis, dan Menjunjung Tinggi Nilai Ukhuwah Islamiyah” diisi dengan rangkaian kegiatan Pre Test Baca Al Quran untuk pengurus dan anggota muda, serta dilanjutkan Rapat Kerja (Raker). Dr Casnan dalam sambutannya menyampaikan menjadi seorang pendakwah sebaiknya tidak kaku dan harus bisa beradaptasi dengan perubahan yang ada. "Salah satunya yaitu berdakwah melalui sosial media yang menjadi alat cukup simpel dan praktis," paparnya. Pembina ISC Asep Usamah menambahkan tiga hal yang harus

Islamic Study Club Penggerak Dakwah Kampus

Pelantikan Lembaga Dakwah Kampus Islamic Study Club (LDK-ISC) STKIP Muhammdiyah Kuningan di Masjid Jami' Nuroh Binti Sholih Al-Mudafi'i STKIP, Selasa (10/11).

disiapkan oleh pengurus ISC, yakni hikmah, perkataan yang baik, memberikan solusi cerdas dan berjiwa humanis. Dari lokasi yang sama, Ikhsan Ganda Saputra selaku ketua terpilih ISC mengungkapkan dalam berdakwah akan ada hambatan dan ujian yang akan

STTM Cileungsi

Podcast Perdana Kembangkan Edukasi dan Dakwah

Podcast perdana STTM Cileungsi dengan narasumber Ketua Ir Firmansyah, MT

26 Warta PTM

Edisi November - Desember 2020

dilalui ke depannya. "Untuk itu mari kita bersama-sama dalam menjalankan amanah dan tentunya kita harus istiqomah serta menjadikan ISC sebagai wadah silaturahmi dan menggali ilmu bersama," ungkapnya. []APR

“

Ke depan adalah masa depan anak muda, ke depan itu adalah untuk mereka beraktivitas membangun dan mendirikan dunia pendidikan.” Begitu papar Ir Firmansyah, MT pada podcast perdana yang resmi dirilis oleh STT Muhammadiyah Cileungsi, Rabu (04/11). Bersama AB Ibnu Sholihin selaku host, podcast berdurasi 20 menit ini bertujuan untuk memudahkan mahasiswa beserta masyarakat umum untuk memperoleh informasi berupa edukasi dan dakwah. “Konten yang akan diperbincangkan beragam, seperti bincang pendidikan, bincang parenting, belajar mengenai Ilmu Agama berupa kajian keislaman, tafsir, tajwid dan berbagai pengetahuan lainnya,” papar Ibnu. Ir Firmansyah selaku ketua STTM Cileungsi juga memaparkan, podcast ini


dapat menjadi media baru yang harus dimanfaatkan untuk mem-branding kampus khususnya dalam pendidikan dan dakwah. “Persoalan digitalisasi ini tempatnya anak muda, jadi hadirnya podcast ini sebagai bentuk kontribusi

F

akultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) menyelenggarakan Pembekalan Kegiatan Magang Mahasiswa via daring, Kamis (12/11). Pembekalan magang diikuti 555 mahasiswa yang mengambil mata kuliah magang dengan dibagi menjadi tiga sesi pembekalan. Berlangsung sekitar 30 menit, mahasiswa dibekali dengan berbagai materi penting, mulai dari prosedur dan teknis magang, pelaporan magang, hingga sistem penilaian magang. Pelaksanaan magang berlangsung selama 14 hari, dimulai 16 hingga 28 November 2020 untuk Magang Pembelajaran dan 7 hari untuk Magang Tupoksi. Sedangkan Magang Kependidikan dimulai 16 hingga 21 November 2020 dengan berlokasi lebih dari 50 sekolah mitra mulai dari SD hingga jenjang SMA yang ada di Kabupaten Lampung Utara Provinsi Lampung.

di dunia digital dan turut memberantas adanya informasi negatif seperti pornografi dan lainnya,” papar penggagas ide podcast ini dilahirkan. Di akhir Ir Firmansyah berharap STTM Cileungsi dapat berubah menjadi

UMKO adakan Sosialisasi Magang

Pembekalan Magang UMKO via Zoom Meeting, Kamis (12/11).

Turut hadir sebagai narasumber, Dr Sumarno dan Nur Mei Ningsih MPd, Venty Meilasari MPd, dan Pasha Erik Juntara SOr MOr. Nantinya mahasiswa diminta untuk membuat laporan akhir

UMPAR Wujudkan Green Campus

Program pengelolaan sampah organik kering Fapetrik UMPAR.

Universitas Muhammadiyah Harvest City. “Untuk mewujudkan itu perlu ada tahapan berupa perbaikan SDM, manajemen keuangan yang telah dikemas dengan sistem digital, dan turut mengikuti aturan pemerintah.” []APR

serta video pembelajaran yang diunggah ke akun Youtube masing-masing peserta sebagai bentuk penilaian sekaligus untuk melihat output yang dihasilkan. []APR

U

M Parepare (UMPAR) mengadakan program pengelolaan sampah organik kering (daun, ranting, dan sisa pemotongan rumput) sebagai bentuk kesadaran dan peduli dampak lingkungan, Kamis (29/10). Program yang diinisiasi oleh Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (Fapetrik) UMPAR ini memanfaatkan sampah organik menggunakan metode wire mesh composter atau disebut juga sebagai rumah cacing. “Pengumpulan sampah organik kering menggunakan jaring kawat bertujuan mendatangkan cacing sebagai makro organisme pengolah sampah menjadi hama bagi tanaman,” papar Suherman Dosen Agroteknologi

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM 27


WARTA PTM

Kronik Fapetrik UMPAR. Suherman melanjutkan, ada hubungan simbiosis mutualistis dalam proses ini, yaitu sampah organik kering berupa daun yang gugur dikumpulkan ke dalam jaring kawat sebagai makanan bagi cacing. Cacing akan memanfaatkan daun kering tersebut sebagai makanan

D

alam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke-108, Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) menggelar acara bakti sosial dengan menyerahkan paket sembako secara simbolis kepada karyawan UMPRI di kampus setempat, Rabu (18/11). Bertemakan “Muhammadiyah Makin Bermanfaat Buat Umat” kegiatan ini juga sebagai apresiasi dan terima kasih atas kerja sama seluruh karyawan dalam meningkatkan mutu dan kualitas UMPRI. Rektor UMPRI Drs H Wanawir dalam sambutannya berpesan kepada seluruh karyawan untuk lebih mengenal lagi Organisasi Muhammadiyah yang sudah berdiri 108 tahun. “Dengan kita bekerja di Muhammadiyah kita harus bisa membesarkan organisasi ini dengan baik dan bekerjalah lillahitaala karena Allah SWT,” paparnya. Agenda ini akan dilanjutkan dengan pembagian 300 paket sembako

dan menghasilkan kotoran cacing yang bermanfaat bagi tanaman. ”Dengan penerapan metode ini maka dapat dilakukan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan efisien,” lanjutnya. Di akhir, ia menyampaikan Fapetrik UMPAR akan terus bergerak dan fokus terhadap pengelolaan sampah menggu-

nakan teknologi sederhana dan menyesuaikan dengan sumber daya yang ada. “Fapetrik UMPAR sepenuhnya terus mendukung program Green Campus, atau bahkan menjadi contoh ke depannya,” tutupnya. []APR

UMPRI Bagikan Sembako Rayakan Milad Muhammadiyah

UMPRI menggelar acara bakti sosial penyerahan paket sembako dalam rangka Milad 108 Muhammadiyah, Rabu (18/11).

kepada masyarakat sekitar UMPRI dan masyarakat yang membutuhkan

kerena Pandemi (23/11). []APR

Covid-19,

Senin

Silaturahmi Virtual Dekan FAI PTMA

F

FAI UMSU gelar silaturahmi Dekan-Dekan FAI perguruan tinggi di lingkungan Muhammadiyah, Rabu (4/11).

28 Warta PTM

Edisi November - Desember 2020

akultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar silaturahmi Dekan-dekan FAI perguruan tinggi di lingkungan Muhammadiyah, Rabu (4/11). Acara yang dilaksanakan secara daring ini dibuka Rektor UMSU, Dr Agussani MAP dan dihadiri 30 pimpinan Fakultas Agama Islam di lingkungan


Perguruan tinggi Muhammadiyah seluruh Indonesia. Acara digelar sebagai ajang silaturahmi sekaligus wadah saling bertukar pengalaman akademis. Dekan FAI UMSU, Dr Muhammad Qorib MA menjelaskan, acara silaturahmi virtual Dekan FAI PTMA bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan pendidikan, termasuk akreditasi online. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman

S

ejumlah 400 mahasiswa baru Prodi HI UMM mengikuti kuliah perdana virtual dengan Dr Rizal Sukma MSc, Senin (2/11). Dr Rizal merupakan Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBPP) RI untuk Kerajaan Inggris Raya merangkap Republik Irlandia dan Organisasi Maritim Internasional 20162020. Dalam kuliah umum, Dr Rizal memaparkan mengenai arti penting Inggris bagi Indonesia serta irisan kepentingan nasional Indonesia dengan Inggris. Dr Rizal juga menjelaskan bagaimana Indonesia dan Inggris memiliki kepentingan yang sama terkait kawasan Asia Tenggara yang stabil. "Stabilitas di Laut China Selatan dan Selat Malaka sebagai arus utama lalu lintas perdagangan internasional menjadi hal yang penting," ungkapnya. Lebih lanjut, peneliti senior dan Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) 20092015 melihat hubungan diplomatik yang sudah terjalin sejak 1949 memiliki kepentingan dan komitmen dalam

U

niversitas Pendidikan (UNI-MUDA) Sorong mengirimkan tim Sabun Antiseptik (SANTIK) pada Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) yang diselenggarakan Kemendikbud, Senin (09/11). Dilaksanakan selama lima hari, KBKM tingkat nasional diadakan secara luring dan tetap melibatkan protokol kesehatan

peserta. “InsyaAllah melalui kegiatan silaturahmi virtual ini, FAI di lingkungan PTMA bisa maju bersama-sama dengan saling berbagi pengetahuan dan pengalaman,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Majelis Diktiltibang PPM Muhammad Sayuti menyoroti pentingnya tata kelola kampus dan inovasi pembelajaran AIK. “Mata kuliah AIK merupakan sarana dan pintu gerbang dalam pembinaan kader Muhammadiyah. Dibutuhkan

inovasi dalam pembelajarannya agar kemasan dan penyampaian perkuliahan bisa lebih menarik dan menyenangkan bagi para peserta didik,” papar Sayuti. Rektor UMSU, dalam paparannya, mendukung kegiatan silaturahmi para dekan FAI di lingkungan PTMA. “UMSU saat ini telah berhasil mencetak berbagai prestasi. UMSU juga melakukan diversifikasi usaha dalam rangka membangun kemandirian universitas,” paparnya. [] APR

Kuliah Perdana HI UMM Hadirkan Dubes Rizal Sukma

Dubes Rizal Sukma mengisi kuliah umum perdana HI UMM secara virtual, Senin (2/11).

mengatasi masalah-masalah global, seperti isu perubahan iklim, kejahatan transnasional terorganisir, dan masalah global lainnya. "Irisan kepentingan nasional yang sama inilah rahasia yang

menjadikan hubungan kedua negara semakin kokoh terbangun melalui nilai persahabatan, saling menghormati, dan kerja sama," terang Dr Rizal. []GTA

Tim Santik UNIMUDA Lolos KBKM Nasional secara ketat. Tiga mahasiswa yang lolos terdiri atas Syaiku Malik, Yeremias Oratmangun, dan Lydia Putri Prasetyaning-

tyas dari Priodi Teknik Kimia. Membawakan produk sabun antiseptik, ketiga mahasiswa ini nantinya akan maju pada tingkat nasional untuk mempere-

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM 29


WARTA PTM

Kronik butkan juara 1, 2, dan 3 dari kategori aplikasi dan prakarya. Produk inovasi sabun antiseptik berbahan dasar alami daun matoa sebagai tanaman endemi dari Papua dan Papua Barat. Pengolahan kayu matoa akan diolah kembali limbahnya menjadi pembuatan sabun antiseptik. “Sebuah kebanggaan bagi tim kami karena sebelumnya kami tidak menyangka akan bisa membuat sebuah produk sabun seperti ini dan kami bisa membawanya dalam event KBKM tingkat nasional tahun 2020,” tutur Lydia salah satu anggota tim. []APR

Foto anggota Tim Santik UNIMUDA Sorong.

D

wi Cahyo Prasetyo pustakawan di UPT Perpustakaan UM Pontianak terpilih menjadi Pustakawan Terinspiratif dalam kompetisi Pustakawan Berprestasi Nasional tahun 2020. Kompetisi yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional ini ditujukan untuk mencari pustakawan yang memiliki gagasan, inovasi, dan kreativitas di perpustakaan yang dapat bermanfaat kepada masyarakat. Tyo mengungkapkan sangat beruntung berada di keluarga besar Muhammadiyah atas dukungan yang diberikan. Tyo juga turut dibantu pustakawan UMY sebagai pemenang tahun lalu yang bersedia memberikan pelatihan untuk persiapan menghadapi kompetisi. "Lima pustakawan PTMA se-Indonesia berhasil maju ke tingkat Nasional dan Mbak Arda sebagai juara tahun 2019 lalu mau membagi ilmunya kepada kami. Hal inilah yang membuat saya semakin bangga di Muhammadiyah, tak segan berbagi dan saling mencerahkan," ujarnya. Tyo melanjutkan, terpilihnya dia menjadi pustakawan terinspiratif didukung akan gagasan yang ia utarakan saat presentasi dan wawancara. "Saya memberikan gagasan bahwa ‘pustakawan sebagai garda terdepan menghadapi infodemi’. Saat tenaga kesehatan dan dokter menghadapi pandemi secara langsung, pustakawan seharusnya juga

30 Warta PTM

UM Pontianak Raih Pustakawan Terinspiratif 2020

Dwi Cahyo Prasetyo pustakawan di UPT Perpustakaan UM Pontianak terpilih menjadi Pustakawan Terinspiratif dalam Kompetisi Pustakawan Berprestasi Nasional.

mengambil peran untuk melawan disinformasi, misinformasi, dan hoax di masyarakat. Sebagai seorang profesional informasi, pustakawan seharusnya berpegang teguh pada sains atau ilmu pengetahuan," paparnya. Dia berharap prestasi ini dapat membawa kemajuan pada perpustakaan UM Pontianak dan dapat mendorong pustakawan lain untuk berpres-

Edisi November - Desember 2020

tasi. "Ke depan kami akan mengembangkan aplikasi e-library, sosial media, dan layanan virtual melalui pesan singkat. Semoga semua ini mendapat dukungan dari para stakeholder untuk membuat Perpustakaan UM Pontianak semakin ramah kepada mahasiswa dan dosen, baik secara layanan, maupun fasilitas,” ujarnya. []APR


FGD MTCC UNIMMA Rintis Sekolah Petani

Penandatanganan MOU antara MTCC UNIMMA dengan MPM Pusat, Wilayah, dan PDM setelah pelaksanaan FGD, Jumat (13/11).

M

uhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PPM di Kampung Ulam, Ngrajek, Jumat (13/11). FGD dihadiri Drs

L

embaga Sertifikasi Mahasiswa (LSM) Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) menyelenggarakan monitoring dan evaluasi (monev) di ruang seminar gedung rektorat UMPO, Selasa (27/10). Kegiatan ini untuk memantau dan mengevaluasi kinerja dua tim Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) UMPO yang berhasil mendapatkan dana hibah sebesar 17 juta dan 19 juta dari Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidkan Tinggi (Kemenristekdikti). Dalam monev ini, setiap kelompok mempresentasikan hasil dari program KBMI yang dijalankan secara virtual. Yusuf Arif MM Kanit Sertifikasi Kewirausahaan LSM UMPO

Tafsir Mag Ketua PWM Jawa Tengah, MPM PP, MPM PW, PDM, MPM dari lima kabupaten (Magelang, Temanggung, Klaten, Boyolali dan Purworejo), serta perwakilan petani anggota Forum Petani Multikultur Indonesia (FPMI). Dra Retno Rusdjijati MKes Ketua

MTCC UNIMMA menjelaskan FGD bertujuan merumuskan kurikulum Sekolah Petani yang akan dirintis oleh UNIMMA. FGD juga sebagai ajang mengumpulkan permasalahan yang ada di lapangan. “Kegiatan FGD merupakan wujud kontribusi MTCC UNIMMA sebagai bagian Muhammadiyah yang harus berperan pada jihad kedaulatan pangan dan implementasi sistem pertanian terpadu. Oleh karena itu, sinergi MTCC dengan MPM PP Muhammadiyah maupun jejaring Muhammadiyah lainnya menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya. Rektor UNIMMA Dr Suliswiyadi MAg dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada prinsipnya, UNIMMA ingin bergerak bersama jejaring Muhammadiyah demi kesejahteraan petani. “Dengan merintis sekolah tani, petani dapat terberdaya dengan kompetensi dan kualifikasi dalam menghadapi perubahan teknologi,” ungkap Rektor. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara MTCC UNIMMA dengan MPM Pusat, Wilayah, dan PDM dalam lingkup peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani. []GTA

UMPO Gelar Monev Tim KBMI

Persiapan monev tim KBMI UMPO, Selasa (27/10).

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM 31


WARTA PTM

Kronik ­ enjelaskan monev tersebut dilakukan m setelah masing-masing tim mendapatkan pencairan dana hibah sebesar 80%. Yusuf mengungkapkan melalui monev ini terpantau kedua tim tidak memiliki kendala berarti. Lebih lanjut, pihaknya akan terus

memantau setiap perkembangan pendanaan KBMI hingga usaha kedua tim berjalan sukses. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pendampingan program marketing online, pengembangan jaringan, dan inovasi produk. “Kita harap kesolidan tim tetap dijaga,

M

ahasiswa Prodi D-3 Ilmu Farmasi semester 5 STIKES Muh Sidrap melakukan pengabdian masyarakat di Desa Carawali, Minggu (8/11). Kegiatan ini mengusung tema pengolahan tanaman Rimpang Jahe (Zingiber Oficinale Rosc). Peserta mendapatkan pembelajaran tentang cara membuat jahe menjadi minuman instan sehat serta pengolahan sehat lainnya. Sementara itu di hari berikutnya Senin (9/11), kelompok lain dari prodi yang sama melakukan pengabdian masyarakat di Desa Aju Bissue Sasaran. Tema yang diangkat merupakan pengolahan minuman herbal instan dari tanaman JAKUKAMA (jahe, kunyit, kayu manis). Apresiasi diberikan oleh warga atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ruslan SIP selaku Sekretaris Desa memaparkan peserta yang hadir tidak hanya masyarakat umum tetapi juga kader posyandu. “Sehingga nanti hasilnya mereka dapat menerapkan

usahanya juga senantiasa akan eksis, dan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk melakukan hal sama dengan menuangkan ide gagasan pada proposal. Mengingat sangat banyak program hibah pemerintah seperti KBMI, PKM, KKU, dan sebagainya,” pungkasnya. []GTA

Minuman Herbal Instan Solusi saat Pandemi

Mahasiswa Prodi D-3 Ilmu Farmasi STIKES Muh Sidrap menjelaskan pengolahan minuman herbal instan.

langsung pada masing-masing posyandu yang mereka bina. Apalagi temanya sangat menarik tentang obat tradisional

yang dapat dimanfaatkan di masa pandemik seperti ini,” tuturnya. []GTA

Pengembangan Media Tingkatkan Promosi Kampus

U

Muhammad Subhan memaparkan materi di Laboratorium Komputer, Sabtu (14/11).

32 Warta PTM

Edisi November - Desember 2020

M Purworejo menyelenggarakan lokakarya “Pengembangan Media Promosi Kampus” di Laboratorium Komputer, Sabtu (14/11). Lokakarya menghadirkan narasumber Muhammad Subhan Setowara SHI, MA dari UM Malang. Kegiatan diikuti sejumlah perwakilan Himpunan Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa bidang Media, dan Humas UM Purworejo.


Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr Budi Setiawan MSi dalam sambutannya mengungkapkan peran penting sosial media untuk promosi. Ia berharap adanya lokakarya ini dapat memunculkan inovasi dalam penggunaan sosial media. “Hari ini menjadi awal untuk koordinasi. Kita harapkan konten-konten positif

yang muncul. Nanti dari Bimawa akan memantau bagaimana inovasi yang teman-teman kembangkan,” ungkapnya. Sementara itu dalam pemaparan materi, Muhammad Subhan menerangkan strategi media kampus. Ada empat hal penting yang harus diketahui antara lain tujuan, manajemen, analisis dan konsep, serta skill praktis (konten

Uhamka Berikan Penghargaan di Milad ke-63

Pemberian penghargaan kepada dosen dan tenaga kependidikan yang berprestasi dan berdedikasi, Sabtu (14/11).

U

hamka menyelenggarakan Seremonial Akbar di Milad ke-63 bertajuk Uhamka Award, Sabtu (14/11). Kegiatan berlangsung di Aula AR Fachrudin Kampus E FEB Uhamka dengan tema “Mencerdaskan Bangsa

S

ania Umazatul Amsa mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) usung metode mengurangi rasa takut dan cemas di masyarakat dengan nama Electronic House Call berbasis Telemedicine. Gagasan ini berhasil meraih juara pertama di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) yang diselenggarakan Prodi

Membangun Negeri”. Acara dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat serta disiarkan melalui media zoom meeting dan kanal Youtube Uhamka. Supriyansah selaku Ketua Pelak-

dan desain). Lebih lanjut, ia mengatakan penting untuk mengetahui tujuan dalam membuat konten. “Kenapa purpose itu Anda harus tahu? Karena media apa yang Anda pakai, kemudian strateginya apa itu tergantung purpose Anda. Apa yang ingin Anda kejar, jadi Anda harus tahu targetnya,” tuturnya. []GTA

sana melaporkan penghargaan Uhamka Award dianugerahkan kepada dosen yang dinilai berprestasi dalam bidang penelitian, pengabdian masyarakat dan publikasi ilmiah, dosen dan tenaga kependidikan teladan, serta dosen dan tenaga kependidikan dengan masa pengabdian 15 hingga 30 tahun. “Uhamka Award bertujuan memberikan penghargaan kepada dosen dan tenaga kependidikan yang berprestasi dalam melaksanakan Catur Dharma, serta mengapresiasi loyalitas para dosen dan tenaga kependidikan,” paparnya. Sementara itu, Rektor Uhamka Prof Dr. Gunawan Suryoputro MHum menyampaikan kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan achievement dari produktivitas dosen. Lebih lanjut, Prof Gunawan juga menyatakan bahwa Uhamka telah mengupayakan dengan menghadirkan instrumen-instrumen yang berguna untuk memfasilitasi para dosen. “Karena kita tak hanya mempunyai target unggul tapi harus melakukan akreditasi internasional dan juga ikut serta dalam pemeringkatan perguruan tinggi oleh lembaga-lembaga internasional,” tutur Prof Gunawan. []GTA

Electronic House Call Keperawatan Poltekkes Semarang awal November 2020. Ide ini berangkat dari keprihatinannya terhadap kecemasan dan ketakutan masyarakat untuk berobat ke

rumah sakit. "Rasa cemas dan takut dikarenakan Covid-19 dapat menyebabkan angka kematian yang meningkat, sebab seseorang yang berpenyakit jantung bisa terlambat ditangani oleh tenaga

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM 33


WARTA PTM

Kronik kesehatan," papar mahasiswi semester 5 Prodi Keperawatan. Ia melanjutkan, ini merupa­ kan metode pelayanan kesehatan kunjungan rumah yang menggunakan teknologi dan internet untuk menjaga kondisi kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. "Pasien yang melakukan kontrol rutin ke rumah sakit setiap bulannya namun takut terpapar virus tidak harus datang ke rumah sakit," ujarnya. “Metode ini membutuhkan laptop yang terinstal software, internet, dan monitor vital sign,” papar Sania. Sebelum melakukan konsultasi melalui video call, pasien melakukan kontrak waktu dengan petugas kesehatan karena pasien tidak dapat langsung melakukan video call untuk mencegah kelebihan sistem perawatan. Namun, apabila dalam keadaan darurat pasien dapat menghubungi sistem pelayanan 24 jam yang langsung terhubung dengan fasi-

Sania Umazatul Amsa Mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMM, usung metode Electronic House Call.

litas kesehatan terdekat. Nurlailatul Masruroh selaku Ketua Prodi Keperawatan FIKES UMM turut mengapresiasi inovasi dari mahasiswanya. "Sistem ini sangatlah futuristik dan merupakan solusi dalam jangka

UKM UMY Jalani Pelantikan dan Sertijab Serentak

Prof Hilman Latief memberikan sambutan dalam pelantikan dan sertijab serentak UKM UMY, Kamis (5/11).

S

ebanyak 31 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Lembaga Mahasiswa UMY menjalani pelantikan dan serah terima jabatan

34 Warta PTM

periode 2020/2021 secara serentak, Kamis (5/11). Acara yang dilakukan di Ruang Amphi Teater Lantai 5 Gedung AR. Fachruddin UMY ini juga disi-

Edisi November - Desember 2020

panjang bagi masyarakat Indonesia. Saya kira setiap rumah sakit harusnya sudah memikirkan hal ini guna mengurangi dampak kecacatan dan kematian yang semakin tinggi," tutupnya. []APR

arkan langsung melalui kanal Youtube UMYogya. Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) UMY mencatat 800 pengurus baru akan menjalani masa jabatan periode 2020/2021. Prof Hilman Latief selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Alumni dan AIK berharap mahasiswa yang aktif dalam UKM dan Lembaga Mahasiswa dapat terus bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Lebih lanjut, Prof Hilman juga menyatakan keinginannya agar ada bingkai bagi UKM untuk bisa mengikuti isu-isu terkini terkait Sustainable Development Goals (SDGs). "Ada bidang kesehatan, lingkungan, ekonomi, sosial, dan lainnya. Ada program-program UKM yang spesifik bisa masuk ke dalam SDGs, jadi kami akan membingkai itu agar setidaknya dari 17 tujuan SDGs, mungkin satu atau dua yang bisa kita gapai bersama,” papar Hilman. Pada kesempatan yang sama UMY melalui LPKA memberikan penghar-


gaan bagi UKM dan Lembaga Mahasiswa yang meraih prestasi. BEM KM UMY meraih prestasi bidang rekognisi,

Residen Mahasiswa meraih prestasi bidang administrasi, UKM Pramuka meraih prestasi terbaik di bidang peng-

Library dan Digital Terbuka

Webinar “Adaptasi Pembelajaran Jarak Jauh dengan Memanfaatkan IBI Library dan Sumber Digital Terbuka”, Selasa (10/11).

P

erpustakaan UM Gresik bekerja sama dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur menggelar webinar “Adaptasi Pembelajaran Jarak Jauh dengan Memanfaatkan IBI Library dan Sumber Digital Terbuka”. Acara yang terselenggara virtual pada

10 November 2020 itu diikuti oleh 265 peserta dari berbagai latar belakang pendidikan. Webinar diselenggarakan untuk memperkenalkan pemutakhiran layanan BI Corner dalam melayani kebutuhan pembelajaran jarak jauh serta pemanfaatan sumber digital terbuka.

abdian, dan UKM Taekwondo meraih prestasi terbaik di bidang prestasi mandiri. []GTA

Materi webinar dibawakan oleh Myrnawati Savitri yang merupakan Asisten Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur. Myrna memaparkan program BI Corner yang mendukung peningkatan minat baca masyarakat dengan menyediakan bahan-bahan pustaka cetak dan digital. Lebih lanjut, BI juga meluncurkan aplikasi berbasis sistem operasi Android pada November 2017. “IBI Library memuat bahan pustaka digital dari berbagai macam genre bacaan. Sehingga pemanfaatan IBI Library sebagai sumber bahan pustaka digital kegiatan belajarmengajar menjadi kebutuhan primer,” ujarnya. Webinar juga menghadirkan narasumber Fasilitator Gapura Digital Google dan Wikipediawan Adhi Kurniawan. Adhi membawakan materi mengenai referensi digital non bahan pustaka serta membagikan tips dan trik memanfaatkan produk-produk lembaga jejaring tersebut guna kebermanfaatan referensi sumber digital yang open access. []GTA

Rektor UMS Ajak Mahasiwa Kawal Pilkada

“

Mahasiswa sangat ditunggu perannya karena memiliki potensi dan kemampuan terutama dalam penguasaan teknologi digital, itu harus dimanfaatkan. Termasuk maraknya hoax menjadi peran mahasiswa untuk penjernih informasi. Mahasiswa harus menjadi kekuatan moral untuk dapat menangkal berita-berita

Forum Diskusi Publik “Peran Mahasiswa dalam Menyukseskan Pemilihan Serentak 2020” di Emerald Grand Ballroom Solo Paragon, Jumat (13/11).

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM 35


WARTA PTM

Kronik hoax tersebut," jelas Prof Dr Sofyan Anif MSi selaku Rektor UM Surakarta saat menjadi pembicara dalam acara Forum Diskusi Publik bertajuk “Peran Mahasiswa dalam Menyukseskan Pemilihan Serentak 2020”, Jumat (13/11). Diskusi yang digelar oleh Direktorat Jenderal Informasi Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI) bertempat di Emerald Grand Ballroom Solo Paragon ini diikuti mahasiswa

U

niversitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menandatangani MoU dengan USAID Youthwin Through Economic Project (USAID-YEP PROJECT), Jumat (13/11). MoU ini terkait pelaksanaan program pelatihan keterampilan hidup berbasis keuangan (Financial Life Skills). Penandatanganan secara virtual dihadiri oleh WR III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Eko Hadiansyah MPsi Psikolog, Direktur DK2A Hasan Ubaidillah SE MM, Kasie Pusat Informasi Pengembangan Karir Umsida (Pin PKU) Bayu Hari Prasojo SSi MPd, tim kerja sama Umsida, serta Rini Amidjoyo selaku Direktur Program USAID-YEP beserta tim. Eko Hardiansyah MPsi berharap kerja sama yang terjalin dengan pihak USAID dapat memberikan pengembangan keterampilan softskill terutama kepada mahasiswa Umsida. Salah satu program kerja yang disepakati adalah pembekalan mahasiswa setelah lulus. ”Karena mahasiswa sebagai salah satu pihak yang paling rentan menjadi pengangguran setelah lulus. Dengan memberikan pelatihan dan peluang, mereka

perwakilan kampus se-Soloraya dan para aktivis media sosial melalui zoom meeting dan kanal YouTube Ditjen IKP Kominfo. Lebih lanjut, Prof Sofyan melihat mahasiswa sebagai agen perubahan, oleh karena itu perannya dalam mendinamiskan masyarakat sangat penting. Rektor UM Surakarta berharap mahasiswa dapat mengawal pelaksanaan Pilkada agar berjalan secara jujur, adil, bermartabat, dan berkualitas.

Umsida Teken MoU dengan USAID-YEP Project

Penandatanganan MoU antara Umsida dan USAID-YEP Project secara virtual, Jumat (13/11).

bisa berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tambahnya. Lebih lanjut, Perjanjian Kemitraan ini untuk membekali kaum muda usia 18–34 tahun dengan keterampilan hidup berbasis keuangan sehingga meningkatkan kesiapan kerja dan kete-

Unimus Gandeng UPSI Malaysia adakan Visiting Lecture

F

akultas Bahasa dan Budaya Asing Unimus bersama Faculty of Language of Communications Univer-

36 Warta PTM

Sementara itu Prof Dr Widodo Muktiyo Dirjen IKP Kominfo menyampaikan mahasiswa harus cerdas memilih dan memilah informasi, tidak mudah terprovokasi, dan termakan berita hoax. Mahasiswa harus bisa menjadi bagian penting dalam meluruskan hoax Pilkada. "Terlebih menjelang Pilkada, hoax sebagai alat propaganda. Ada 90% berita bohong yang sengaja dibuat dan 61% berita yang menghasut, 59% berita yang tidak akurat," paparnya. []GTA

sitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia adakan kerja sama dalam rangka mengembangkan kompetensi

Edisi November - Desember 2020

rampilan wirausaha untuk mencapai jenjang karier yang lebih baik. Acara penandatanganan MoU akan dilanjutkan dengan pelatihan Financial Life Skill yang terdiri dari 1.000 peserta yang dibagi 25 batch dengan setiap batch maksimal 40 peserta. []GTA

dan daya saing mahasiswa, khususnya kemampuan bahasa Inggris. Kerja sama digelar dengan acara Visiting Lecture secara online, Rabu (28/10). Acara yang bertema “Linguistics: Challenges and Opportunities in ESL and EFL for Remote Teaching English” ini dihadiri Assoc Prof Dr Mazura Muhammad


Visiting Lecture UPSI Malaysia secara online di Unimus, Rabu (28/10).

sebagai pembicara, Muhimatul Ifadah, MPd selaku Dekan FBBA Unimus, dan ratusan mahasiswa program studi S1 Bahasa Inggris dan Sastra Inggris.

I

nstitut Kesehatan Muhammadiyah Palembang (IKesT MP) melakukan berbagai langkah dan perubahan cepat menyusul perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi ke Insititut. “Reorganisasi dilakukan, dan RIP Baru sedang diproses agar terjadi percepatan di segala bidang,” demikian Rektor IkesT MP Heri Shatriadi CP MKes dalam Rapat Kerja IKesT MP yang pertama kali diadakan sejak alih bentuk tahun ini, Kamis (5/11). Raker yang diadakan di auditorium IkesT MP diikuti semua pimpinan unit kerja, dan menghadirkan secara daring Prof Edy Suandi Hamid sebagai pembicara. Menurut Rektor kegiatan ini untuk memperteguh komitmen bersama dalam melaksanakan program kerja yang sudah digariskan, dan mendorong terjadinya inovasi-inovasi untuk mewujudkan IKesT MP sebagai perguruan tinggi kesehatan yang unggul. Sementara Ketua BPH Hasbhi Ashidiqi MPd menyampaikan optimismenya tentang IkesT ke depan. “Saya berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama, IkesT ini bisa berubah lagi menjadi Universitas. Dalam kesempatan itu Prof Edy

Muhimatul Ifadah, MPd selaku Dekan FBBA Unimus menyampaikan Visiting Lecture menjadi langkah penting mendorong kerja sama denga pihak

UPSI. “Perencanaan rangkaian kegiatan tidak hanya pada Visiting Lecture, tetapi Joint Publication, magang di luar negeri, dan pertukaran pelajar sudah masuk dalam rencana pada kerja sama ini,” ujarnya. Di samping itu, ia menam� bahkan kerja sama ini dapat menjadi kesempatan dan peluang yang baik bagi dosen dan mahasiswa S-1 FBBA Unimus. Pasalnya mereka dapat mendorong kompetensi bahasa asing dan daya saing di kancah internasional serta menambah rekognisi dosen. “Dalam memenuhi kebutuhan di era Revolusi Industri 4.0 maka kerja sama ini diharapkan mahasiswa Unimus lebih kompeten, bermutu, dan berdaya saing internasional agar student mobility berjalan dengan lancar dalam lima tahun ke depan,” imbuhnya. []ABI

Raker Perdana IkesT MP

Rapat Kerja IKesT MP, Kamis (05/11).

menegaskan kembali agar IkesT MP memiliki rencana yang betul-betul terpadu agar terjadi penguatan di segala lini. “IkesT MP perlu memiliki target-target yang terukur, baik untuk penguatan SDM, pengadaan sarana prasarana, penguatan Teknologi Informasi, sehingga semua prodi dan insti-

tusinya bisa unggul,” ujar Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM ini. Terkait singkatan nama IkesT MP Prof Edy meminta untuk mengkaji kembali. “Nama IkesT MP memiliki keunikan, itu bagus. Namun dalam branding juga nama itu harus mudah diingat dan dibaca,” tutup Prof Edy. []RED

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM 37


WARTA PTM

Kronik Mahasiswa STIKES Muh Gombong Bantu Pengungsi Banjir

C

urah hujan tinggi melanda wilayah Kabupaten Kebumen menyebabkan sebagian wilayahnya tergenang banjir dan tanah longsor. Sejumlah 31 mahasiswa STIKES Muh Gombong yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Suka Rela (KSR) dan Badan Eksekutif Mahasiswa diterjunkan untuk upaya percepatan penanganan bencana banjir di wilayah Kabupaten Kebumen, Sabtu (28/10). Bekerja sama dengan MDMC Kebumen, mahasiswa bergerak ke wilayah pengungsian warga Kecamatan Puring. Bantuan yang diberikan berupa obat-obatan, logistik, bantuan evakuasi warga, dan tim medis yang bertugas mengecek kesehatan para pengungsi. Dukungan diberikan oleh Ketua STIKES Muh Gombong, Dr Herniyatun M Kep Sp Mat atas kegiatan tersebut. “Upaya ini merupakan bentuk kepedulian STIKES Muh Gombong kepada

Mahasiswa STIKES Muh Gombong melakukan pengecekan kesehatan di pengungsian warga.

sesama, semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang

PWM Sumsel Terima Program Mahad dari AMCF

Penyerahan Secara Simbolis Aset dan Program Mahad Saad Bin Abi Waqqash ke Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumatera Selatan, Rabu (11/12).

D

irektur Mahad Saad Bin Abi Waqqash Muhammad Zainudin Nawi Lc MPdI menyerahkan secara simbolis Serah Terima Aset dan Program Mahad Saad Bin Abi Waqqash ke Pimpinan Wilayah (PW) Muhamma-

38 Warta PTM

diyah Sumatera Selatan, Rabu (11/12). Penyerahan aset dan program tersebut sebagai bagian tindak lanjut dari penyerahan aset dan program seluruh mahad di bawah naungan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF)/

Edisi November - Desember 2020

terdampak bencana,” tutur Dr Herniyatun. []GTA

Yayasan Muslim Asia kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta. Muhammad Zainudin Nawi dalam sambutannya menyampaikan pesan Syekh Bukhori selaku donatur mahad di Indonesia yang berpesan agar program bahasa Arab dapat terus dijalankan. “Beliau memilih Muhammadiyah karena yakin akan berlanjutnya program ini. Karena bahasa Arab bagian agama islam, dan bahasa Arab merupakan bahasa yang cukup mudah dipahami” tuturnya. Sependapat dengan hal tersebut, Prof Dr H Romli SA MAg selaku Rektor UM Palembang menyampaikan program Mahad Saad Bin Abi Waqqash ke depan lebih dimanfaatkan oleh warga Muhammadiyah Sumsel untuk belajar bahasa Arab. "Tindak lanjut secara kelembagaan, Mahad Saad Bin Abi Waqqash akan dimanfaatkan oleh persyarikatan Muhammadiyah," ujarnya. Di akhir ia menyampaikan program Mahad Saad Bin Abi Waqqash ke depannya harus mencari inovasi baru agar belajar bahasa Arab mudah dipelajari dan digemari masyarakat,” jelasnya. []APR


I

TB AD Lamongan adakan Seminar Nasional “Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka” melalui aplikasi zoom Rabu (25/11) dengan menghadirkan pembicara nasional, Prof Aries Junaidi (Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan), Prof Edy Suandi Hamid (Majelis Diktilitbang), Budiman Sudjatmiko (mantan anggota DPR) dan Diah Puspitasari (Pegiat Kesetaraan Gender). Seminar dibuka oleh Rektor ITAB AD Lamongan Dr Hj Mu’ah, dan diikuti ratusan peserta dari berbagai PT di seluruh Indonesia. Secara konsepsional menurut Prof Edy, konsep Belajar Merdeka-Kampus Merdeka bisa berkontribusi dalam era Society 5.0 maupun Revolusi Industri 4.0. “Namun program ini bisa mewujud dalam lingkungan yang demokratis, terbuka, dan memberi ruang kebebasan berpikir dan berbeda pendapat. Bukan dalam lingkungan yang protektif, represif, ataupun otoriter. Lingkungan ini bukan saja lingkup makro negara, namun juga sejak lingkungan keluarga, kampung, sekolah, kampus, dan tentu saja lingkungan pemerintah yang merupakan regulator yang sangat menentukan suksesnya kemerdekaan

Perlu Prodi Baru untuk Era Society 5.0

ITB AD Lamongan adakan Seminar Nasional “Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka” melalui aplikasi zoom Rabu (25/11).

belajar secara substantif. Adakah kondisi itu sudah terpenuhi?,” ungkap Rektor Universitas Widya Mataram ini. Sementara Prof Aries Junaidi menyatakan, generasi milineal lebih optimis menghadapi era Society 5.0. Mereka memahami akan banyak lapangan kerja yang hilang, namun yakin akan ada tambahan lapangan kerja baru

Launching IkesT Muh Palembang

Launching Ikest Muh Palembang secara daring, Selasa (01/12).

yang tercipta. “Mereka yakin adanya tren teknologi besar yang akan datang adalah kecerdasan buatan. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu memikirkan membuka prodi-prodi baru yang sesuai dengan bidang kerja baru yang pasti membutuhkan lulusan perguruan tinggi juga,” ujar Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan ini. []RED

S

tikes Muhammadiyah Palembang resmi berubah bentuk menjadi Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi (IKesT) Muhammadiyah Palembang, Selasa (01/12). Diadakan secara daring, prosesi ini juga dihadiri ketua Umum Pusat Muhammadiyah, Waket Diktilitbang PPM, Kepala LLDIKTI wilayah 2, Ketua PWM, Rektor UM Palembang, dan para undangan. Heri Shatriadi selaku Rektor mengungkapkan IKesT Muh Palembang merupakan pengembangan bentuk dari STIKES Muh Palembang yang telah terakareditasi B dengan sembilan Prodi. "Jumlah mahasiswa kami secara keseluruhan saat ini adalah 1753 orang dengan jumlah dosen 70 orang," paparnya. Ia melanjutkan IkesT Muh Palembang menekankan perlunya dukungan

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM 39


WARTA PTM

Kronik penguatan sistem inovasi yakni melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diarahkan pada peningkatan kualitas dan kemanfaatannya melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). "Saat ini kami juga tengah merencanakan pembangunan kampus baru yang berada pada luas lahan 13.000 m2 di Kabupaten Banyuasin," paparnya. Dalam sambutannya Prof Edy Suandi Hamid selaku Waket Majelis Diktilitbang PPM mengucapkan selamat atas diresmikannya Ikest. "Semoga perubahan bentuk ini akan menimbulkan akselerasi perkembangan kasus ini

selanjutnya. Mudah-mudahan kampus ini dapat menjadi perguruan tinggi yang Islami, Unggul, Berdaya saing, serta dapat melahirkan insan yang kompeten dalam bidangnya serta menimbulkan kemanfaatan bagi masyarakat," paparnya. Prof Haedar Nashir juga turut mengucapkan perubahan bentuk akan menjadi pendorong dan inovasi sekaligus pertanggungjawaban rektor dan segala sivitas akademika agar perubahan ini bukan hanya formalitas berubah bentuk namun menuju pada peningkatan kualitas menjadi PTMA yang unggul dan berkemajuan.

UMY Raih Peringkat 137 Most Sustainable University

Gedung UMY.

U

niversitas Muhammadiyah Yogyakarta berhasil masuk dalam pemeringkatan UI Green Metric World University Rangking dengan meraih peringkat 137 dari 912 universitas di 85 negara. Pemeringkatan tersebut fokus kepada penggunaan energi, penggunaan air, pengolahan limbah, trans-

40 Warta PTM

portasi, dan juga infrastruktur. Kriteria yang ada dalam penilaian Green Metric di antaranya Setting and Infrastructure, Energy and Climate Change, Waste Management, Water Management, Transportation, serta Education and Research. Dilansir melalui website resmi UMY, Kepala Pusat Data dan Informasi Strategis, Badan Perencanaan

Edisi November - Desember 2020

"Hadirnya IkesT akan menjadi kompetisi dengan seluruh PT di Sumatera Selatan sehingga ini dapat menjadi peluang agar betul-betul menjadi PT yang berkemajuan," paparnya. Prof Haedar juga berharap agar semakin meningkat daya kompetisinya dan menantang 'Aisyiyah wilayah Sumatera Selatan agar bisa segera melahirkan UNISA Sumatera Selatan. "Jika 'Aisyiyah bergerak secara bersama-sama maka tidak ada yang tidak mungkin, karena Allah akan memberikan pertolongan kepada kita yang bersungguh-sungguh," tutupnya. []APR

dan Pengembangan UMY, Ir. Tony K Hariadi, M.T., IPM., mengungkapkan ada beberapa peningkatan yang diraih salah satunya pada infrastruktur yang telah berkonsep green building. "Tidak hanya itu, saat ini UMY sudah mengupgrade fasilitasnya dengan menggunakan fasilitas yang hemat energi,” jelasnya, Selasa (08/12). Selain infrastuktur, pengolahan sampah dan limbah UMY juga menjadi pemicu naiknya peringkat. Sedangkan, dari sisi transportasi unggul pada penggunaan kendaraan bermotor di dalam area kampus serta jumlah emisi karbon yang ada. Sementara dari sisi edukasi, penelitian yang berhubungan sustainability sangat mendukung UMY, apalagi ada beberapa konferensi mengenai sustainability yang digelar di UMY. Toni menyadari, konsep Green Campus belum masuk ke seluruh lini kehidupan UMY. Namun ia berharap konsep ini dapat mulai diterapkan dari hal-hal yang kecil. “Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menerapkan konsep Green Campus, seperti mengurangi penggunaan energi-energi yang tidak diperlukan dan juga meminimalisir penggunaan energi yang tidak terbaharukan,” pungkasnya. []APR


T

im Peneliti dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) yang terdiri dari Dr Sulton MSi, Betty Yulia Wulansari MPd, dan Prima Sinta Utami MPd melakukan riset media pendidikan pesan moral bagi anak usia dini, dengan balutan kesenian dan cerita sejarah. Dr Sulton MSi menjelaskan, risetnya memilih wayang golek dengan lakonnya adalah Reog Ponorogo sebagai sarana menyampaikan pesan. “Kami berfikir melalui wayang golek ini bisa membawa Reog Ponorogo ke dalam kelas, sehingga lebih mudah untuk kita jadikan sarana proses penyampaian nilai-nilai kepada anak didik,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan ke depannya fokus cerita tidak hanya tentang Reog Ponorogo, melainkan dapat dikembangkan dengan tema-tema lain. Sementara dari riset tersebut, pada tahap dua ini ditindaklanjuti dengan kegiatan Pelatihan Dalang Wayang Golek Reog Ponorogo dengan menghadirkan pelatih dari Yayasan Reog Ponorogo,Shodiq Pristiwanto SSn, (21-22/11).

Reog Ponorogo Inovasi Media Ajar

Wayang Golek Reog Ponorogo sebagai media ajar tim FKIP UM Ponorogo.

Kegiatan yang diikuti guru TK/PAUD dari lima sekolah di Ponorogo ini bertujuan menanamkan pendidikan karakter sejak usia dini. Shodiq mengaku sangat mengapresiasi riset dan pelatihan yang mengusung kesenian Ponorogo ini. “Membuat Wayang Golek versi Reog Ponorogo

merupakan terobosan yang strategis dan luar biasa. Melalui media ini para guru dan pelaku dalang wayang golek bisa mengenalkan sedini mungkin pada anak terhadap budaya Reog yang merupakan hasil produk orang Ponorogo yang dibanggakan dan menjadi identitas Ponorogo,” jelasnya. []GTA

U

UMSU Juara Umum Monev Mutu LLDikti Sumut 2020

UMSU meraih predikat sebagai juara umum monitoring dan evaluasi mutu perguruan tinggi swasta terbaik versi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara Tahun 2020.

niversitas Muhammadiyah Sumatera Utara berhasil meraih predikat sebagai juara umum monitoring dan evaluasi mutu perguruan tinggi swasta terbaik versi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara Tahun 2020. Piagam penghargaan sebagai juara umum diberikan LLDikti, Prof Dr Ibnu Hajar Damanik MSi diwakili Sekretaris Dr Mahriyuni MHum kepada Rektor UMSU Dr Agussani MAP dalam acara Sosialisasi dan Evaluasi Monitoring Mutu di Medan, Selasa (8/12). UMSU terpilih sebagai juara umum dari 216 perguruan tinggi swasta di Sumatera Utara dengan memborong delapan penghargaan terbaik pertama, satu terbaik kedua dari sembilan kategori standar penilaian. Dr. Mahriyuni MHum mewakili Kepala LLDIKTI

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM 41


WARTA PTM

Kronik Sumut mengungkapkan, pemberian penghargaan kepada perguruan tinggi swasta yang konsisten dan komitmen dalam penerapan sistem penjaminan mutu dilaksanakan setiap tahun. Untuk itu sistem penilaian yang dilakukan LLDikti Sumut akan terus diperbaiki. “Diharapkan dengan pemberian penghargaan Monev Mutu LLDikti akan

menjadi motivasi bagi perguruan tinggi swasta untuk berlomba-lomba meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatera Utara,” katanya. Sementara rektor UMSU, Dr Agussani MAP mengatakan, prestasi sebagai juara umum Monev Mutu yang diraih perguruan tinggi yang dipimpinnya merupakan hasil pendampingan yang

UNISA Surakarta Juara PFNI Short Video Competition

Ajeng Haryanti mahasiswa UNISA

A

jeng Haryanti mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Surakarta berhasil meraih juara ke-2 dalam

ajang Gebyar Olimpiade Nasional Perhimpunan Fisioterapi Neurologi Indonesia (PFNI) 2020, Rabu (02/12). Mahasiswa Program Studi Diploma 4 Fisioterapi ini berhasil meraih prestasi dalam kategori kompetisi video pendek dengan membawakan judul “Penatalaksanaan Fisioterapi pada Nyeri Long Thoracis Neuralgia e.c. Muscle Spasme”. Olimpiade ini diselenggarakan oleh PFNI dengan menghadirkan berbagai kategori, di antaranya oral

selama ini dilakukan pihak LLDikti Wilayah 1 Sumut. “Raihan prestasi UMSU sebagai juara umum Monev Mutu LLDikti Sumut dari 216 perguruan tinggi swasta yang ada menjadi motivasi tersendiri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan ke depannya,” katanya. []APR

presentation dan short video competition. Pada kategori short video competition tersebut, para pemenang selain ditentukan dari segi materi dan kualitas, juga dari segi seberapa banyak like dan komentar yang diberikan saat video pendek tersebut dibagikan melalui kanal Youtube PFNI. Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari seluruh dukungan penuh yang telah diberikan oleh sivitas akademika Unisa Surakarta. “Semoga Unisa senantiasa menghasilkan para juara-juara di setiap kompetisi yang diadakan baik dalam lingkup nasional maupun internasional,” papar Humas Unisa. []APR

Mahasiswa Bioteknologi Unisa Raih Prestasi Internasional di SEAGIC

M

ahasiswa Unisa Yogyakarta program studi Bioteknologi berhasil meraih juara 4 pada event Southeast Asia Global Innovation Challenge (SEA-GIC) 2020, Kamis (3/12). Bertemakan “Battling Climate Change thru Chemistry”, SEA-GIC merupakan event internasional yang diadakan Universiti Teknologi Petronas Malaysia dan American Chemical Society. Setelah melewati tahap seleksi project pengumpulan abstrak, tim yang terdiri dari Panji Agung Nugroho, Gradia Jati Pramareti, dan Syarifah

42 Warta PTM

Tiara Noorintan mempresentasikan karya mereka melalui platform MS team. Inovasi dengan nama Artifiacial Vertical Algae Forest for Carbon Capture and Marine Ecosystem Restoration ini menjelaskan mengenai hutan alga buatan secara vertikal guna menyerap CO2 yang ada di ekosistem laut. Menjadi satu-satunya tim yang menang dari Indonesia, Annisa Khumaira, S.P., M.Biotech selaku pembimbing berharap mahasiswa bimbingannya dapat mengaplikasi-

Edisi November - Desember 2020

kannya karena dapat memperbaiki ekosistem laut dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. “Ke depannya semoga mahasiswa Indonesia pada umumnya dan mahasiswa Unisa Yogya pada khususnya dapat terus berinovasi. Inovasi tersebut dapat berupa kebijakan, produk barang, ataupun jasa yang bermanfaat untuk seluruh masyarakat dunia,” ucap dosen Prodi Bioteknologi Unisa Yogya yang sering disapa Ica ini. []APR


WARTA PTM

Infografis

WISUDA

September 2020

PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH 'AISYIYAH

Oktober 2020

November 2020

Selasa, 8 September 2020 - Wisuda UM Purworejo

Kamis, 1 Oktober 2020 - Wisuda STIKes Muh Kuningan

Kamis, 05 November 2020 - Wisuda STIKES Muh Bojonegoro

Sabtu, 19 September 2020 - Wisuda UM Cirebon

Sabtu, 3 Oktober 2020 - Wisuda UM Gresik

Sabtu, 07 November 2020 - Wisuda STIH Muh Bima - Wisuda STKIP Muh Muara Bungo

Sabtu, 26 September 2020 - Wisuda UM Purwokerto ke-65 - Wisuda UM Lamongan - Wisuda STF Muh Tangerang

Rabu, 14 Oktober 2020 - Wisuda STIK Muh Pontianak

Minggu, 08 November 2020 - Wisuda STIT Muh Paciran

Senin, 28 September 2020 - Wisuda UM Kalimantan Timur

Sabtu, 17 Oktober 2020 - Wisuda dan Pengambilan Sumpah STIKes Muh Klaten - Wisuda UM Sidoarjo

Selasa, 10 November 2020 - Wisuda Sarjana UM Kendari - Wisuda Sarjana UM Kupang

Rabu, 30 September 2020 - Wisuda UM Banjarmasin - Wisuda Poltekkes Muh Makassar

Rabu, 21 Oktober 2020 - Wisuda UM Pringsewu Lampung - Wisuda UM Sidenreng Rappang - Wisuda UM Tasikmalaya

Rabu, 11 November 2020 - Wisuda UM Maluku Utara

Kamis, 22 Oktober 2020 - Wisuda UM Palembang

Senin, 16 November 2020 - Wisuda UM Metro - Wisuda UM Jakarta

Senin, 26 Oktober 2020 - Wisuda UM Bengkulu

Selasa, 17 November 2020 - Wisuda UM Aceh - Wisuda STKIP Muh Kuningan - Wisuda UM Pekajangan Pekalongan

Selasa, 27 Oktober 2020 - Wisuda ke-XXIV UM Kudus

Rabu, 18 November 2020 - Wisuda STIE Muh Mamuju

Rabu, 28 Oktober 2020 - Wisuda AIS Muh Semarang

Rabu, 25 November 2020 - Wisuda UM Palembang

Sabtu, 31 Oktober 2020 - Wisuda STIEM Jakarta

Sabtu, 28 November 2020 - Wisuda STKIP Muh Kalabahi - Wisuda UM Buton - Wisuda UM Palangkaraya

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM 43


Profil PTM

WARTA PTM

Universitas Muhammadiyah Bandung

Islamic Technopreneur University

Gedung UM Bandung.

“

Kita ingin membangun kampus ini berdasarkan nilai-nilai universitas yaitu nilai-nilai islam, nilai-nilai kebangsaan, nilai kemanusiaan yang universal. Lalu yang kedua, kita ingin mengembangkan universitas yang berbasis teknologi dan entrepreneur”. Begitu papar Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung saat diwawancarai mengenai tujuan yang akan dicapai UM Bandung ke depannya. Kampus yang mengusung tagline “Islamic Technopreneur University” ini bercita-cita untuk melahirkan para ‘Teknopreneur Muda Islami’ yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tapi juga sikap mental dan entrepreneur skill atau kewirausahaan serta ahli dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. “Menjadikan entrepreneur, sociopreneur dan teknologi sebagai ruh, ini menjadi cita-cita kami agar ke depannya UM Bandung dapat menghasilkan rekayasa dan reinovasi teknologi,” papar Prof. Dr. H. Suyatno, M.Pd. Ia juga memaparkan bagaimana sejarah dan perjalanan UM Bandung hingga banyak memperoleh prestasi, berikut penjelasan selengkapnya.

44 Warta PTM

Edisi November - Desember 2020

Teknopreneur Muda Islami “Islamic Technopreneur University” tiga kata yang terpintas pertama kali saat membuka website resmi UM Bandung. Melansir dari websitenya, gagasan pendirian kampus ini sebenarnya sudah ada pada periode 1983 namun mengalami penundaan karena kendala teknis. Atas dasar kepercayaan Pemerintah, melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, 11 Program Studi UM Bandung resmi memperoleh izin melalui Surat Keputusan Menteri Ristek Dikti Nomor 205/KPT/I/2016 tanggal 14 Juni 2016. Saat ini, UM Bandung telah memiliki empat fakultas yang terdiri dari Fakutas Sains dan Teknologi, Fakultas Sosial Humaniora, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Fakultas Ilmu Keislaman. Meskipun baru berdiri selama 4 (empat) tahun, Prof. Suyatno memiliki tekad yang kuat agar kampus yang berdiri di Kota Kembang ini dapat bergerak bahkan berlari dengan cepat. “Minimal UM Bandung itu setara dengan PTM-PTM besar yang lain lah. Saya punya keyakinan itu, jadi pertama obsesi saya ingin cepat melakukan akselerasi dan percepatan kebesaran


Islamic Technopreneur University

Mahasiswa farmasi UMB formulasikan daun cincau hijau sebagai kapsul antiinflamasi (16/02/2020). Rektor UM Bandung Suyatno berkunjung ke kantor Harian Umum Pikiran Rakyat. Universitas Muhammadiyah Bandung akan memberikan keringanan biaya kuliah kepada 5.000 mahasiswa baru tahun ini (05/02/2020). Foto dok. /Rani Ummi Fadila/Pikiran Rakyat.

UM Bandung,” paparnya. Walaupun harus menghadapi tantangan dan keterbatasan, kegigihan UM Bandung semakin membuahkan hasil. Saat ini UM Bandung telah memiliki 4.000 lebih mahasiswa di tahun 2020. Tidak hanya itu, UM Bandung berhasil menarik perhatian dan kepercayaan publik hingga berhasil memperoleh hampir 4.000 pendaftar secara online pada tahun 2020 dan menerima sekitar 2.200 mahasiswa baru di masa pandemi saat ini.

bagus maka harus memiliki tiga lapis dosen. “Kalau di sini masih S-2 semuanya, sebagiannya itu adalah tenaga profesional, expert yang mungkin juga S-3, mungkin juga profesor. Pola ini akan menjadi jembatan untuk transfer teknologi dan pengalaman.” Meskipun dalam penerapannya investasi pada manusia tidak murah dan membutuhkan waktu yang lama, Prof. Suyatno tegas untuk mengatakan bahwa SDM menempati nomor urut pertama yang perlu dibina dan diasah.

Bangun Akuntabilitas dan Kepercayaan Membangun akuntabilitas dan kepercayaan menjadi dua kata kunci yang digadang-gadang oleh Prof. Suyatno. Ia percaya, kedua hal ini adalah cara yang paling ampuh untuk mengembangkan pendidikan dan menarik perhatian masyarakat Jawa Barat, khususnya di Bandung. Meskipun terbilang kampus baru dan berstatus Swasta, Prof Suyatno yakin jika sudah berikhtiar dengan sungguh-sungguh niat tersebut akan mudah karena Allah tetapkan kemudahannya. “Man jadda wajada, kesungguhan itu yang didasarkan kepada niat, bahwa kita itu niatnya cuma mencari ridho Allah dan niat­nya kita membangun dakwah Persyarikatan Muhammadiyah”. Sebagai seorang pemimpin, ia memandang perlunya untuk mencerminkan kepercayaan dan akuntabilitas dalam diri karena peran sivitas akademika turut menjadi cermin dan branding dari UM Bandung itu sendiri. “Semua orang dapat melihat rekam jejak kita, apalagi pada perkembangan teknologi seperti sekarang. Oleh karena itu, perlu mengandalkan akuntabilitas dan citra yang dicerminkan dalam diri khususnya para pimpinan,” ucapnya. Salah satu strategi lain yang menjadi fokus utama yaitu Sumber Daya Manusia (SDM). SDM yang baik, p ­ rofesional, kompeten, dan kuat menjadi satu kunci sebuah organisasi khususnya perguruan tinggi. “SDM kita tidak boleh pas-pasan,” tegas Prof Suyatno. Ia mengibaratkan jika sebuah perguruan tinggi ingin sustain dan memiliki keberlanjutan yang

Inovasi dan Filantropi Sama halnya dengan perguruan tinggi lainnya, UM Bandung juga mengalami tantangan dan hambatan yang serupa. Namun di tengah keterbatasan yang ada, terlebih lagi didukung dengan usia yang masih terbilang muda, Prof. Suyatno yakin UM Bandung dapat berdiri sejajar dengan PTMA besar nantinya. Terlebih di masa Covid-19 misalnya, meskipun banyak yang mengeluhkan dampaknya Prof. Suyatno justru melihat peluang menggunakan kacamata berbeda. “Pandemi membuat kita mahir untuk menghasilkan inovasi karena adanya peran teknologi,” begitu pendapatnya. Kualitas dalam menghasilkan inovasi serta melahirkan insan yang terampil dan kreatif menjadi cita-cita UM Bandung guna menghadapi persaingan dari berbagai sektor kehidupan. Tidak hanya itu, UM Bandung juga memiliki orientasi pada pemberdayaan masyarakat. Jiwa filantropi turut ditanamkan baik kepada mahasiswa maupun alumninya. Filantropi ini nantinya akan lahir dari entrepreneur muda dan perusahaan garapan yang turut memberdayakan masyarakat. Di akhir ia menyimpulkan, ikhtiar serta upaya UM Bandung dapat menjadi amal jariyah serta kebermanfaatan untuk banyak pihak. “Kami ingin bahwa kehadiran UM Bandung itu punya kontribusi yang signifikan, kontribusi yang memadai terhadap Persyarikatan Muhammadiyah khususnya di Jawa Barat,” tutupnya. []APR

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM 45


Profil PTM

WARTA PTM

Wawancara Bersama Rektor UM Bandung Prof. Dr. Suyatno, M.Pd.,

Kepemimpinan Sebagai Jalan Dakwah

"

Menjadi seorang pemimpin adalah amanah. Kunci dalam memegang amanah adalah niat ibadah kita kepada Allah Swt"Begitu papar Prof Dr Suyatno M Pd Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung saat menjawab pertanyaan mengenai strateginya membangun kepemimpinan. Selain menjadi Rektor, Prof ­Suyatno juga memegang amanah sebagai Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Baginya, sebagai seorang pemimpin yang baik harus mengemban amanah dengan mencari ridho dari Allah. “Sifat kepemimpinan yang patut untuk kita jadikan teladan yaitu Nabi Muhammad dengan sifatnya yaitu shiddiq, amanah, tabligh, fathonah,” ujar mantan Rektor Uhamka ini. Kesuksesannya dalam mengemban amanah juga tidak lepas dari dukungan dan doa keluarga. Baginya, keluarga menjadi sebuah kekuatan, inspirasi, bahkan motivasi dan ketenangan dalam menjalankan amanah yang ia emban. “Kita sudah saling memberikan pengertian, tanggung jawab, dan kepercayaan. Jadi, pengertian dan rasa support itu adalah tanggung

46 Warta PTM

Edisi November - Desember 2020

jawab kita bersama,” papar ayah dari tiga anak ini. Perbincangan mengenai amanah, support keluarga, dan kepemimpinan menjadi pembuka wawancara eksklusif pada edisi ini. Tidak hanya itu, beliau juga akan memaparkan bagaimana hambatan, tantangan, serta peluang yang harus diambil selama menjadi seorang pemimpin. Jika menelisik ke belakang, nama Prof. Suyatno juga kerap mendukung kesuksesan UHAMKA. Peran dan strategi kepemimpinan tentu memiliki andil yang besar dalam hal ini. Selain amanah, hal apa saja yang Prof lakukan untuk membangun sifat kepemimpinan? Ya, saya, bersyukur dan berterima kasih, karena sejak muda saya memang senang berorganisasi dan bergaul. Hal itu menjadi bekal saya untuk menjalankan amanah dan tugas yang diberikan. Kebiasaan senang berorganisasi membawa saya kerap mengambil peran menjadi seorang aktivis di masa kuliah, hal ini menandakan bahwa hobi yang saya bawa


Kepemimpinan Sebagai Jalan Dakwah

sejak dulu memberikan dampak yang besar bahkan sampai saat ini. Di balik tugas dan amanah tentu ada tantangan dan kendala yang harus kita lalui. Tetapi kita sebagai pemimpin yang dipercayai memegang amanah tersebut harus mampu mengatasi semua persoalan-persoalan yang kita hadapi dengan tetap memegang teguh pada nilai dan tanggung jawab. Kedua hal tersebut menjadi kunci lahirnya kesuksesan amanah tersebut. Nah, nilai-nilai itulah yang akan menjadi kekuatan dan motivasi untuk membangun sifat kepemimpinan. Hal apa yang menjadi kekuatan Profesor Suyatno dalam mengemban amanah terutama sebagai rektor Universitas Muhammadiyah Bandung? "Kekuatan kita, yang pertama adalah rasa bersyukur bahwa ada organisasi atau orang yang memberikan kepercayaan. Itu kan luar biasa! Karena bagi saya tidak semua orang mendapatkan kesempatan tersebut. Dengan dasar itulah, saya tidak akan menyia-nyiakan sebuah kesempatan itu. Sebuah kepercayaan yang diberikan kepada saya. Sehingga kita, selain mensyukuri dilaksanakan dengan penuh ketulusan, keikhlasan, dan juga kerja keras, yang saya katakan harus fokus, tuntas dan menyelesaikan dengan baik.� Menurut Prof, nilai apa yang harus diterapkan guna menjadi pemimpin yang berhasil? "Nilai yang pertama adalah nilai kejujuran dan keikhlasan. Kedua adalah nilai rela berkorban untuk kepentingan yang lebih besar. Adanya kepentingan lembaga yang membuat seorang pemimpin dapat mengemban tanggung jawab dan memotivasi diri untuk sukses. Tanggung jawab dan kerja keras itulah yang akan mendorong kita menjadi pemimpin jujur, tulus, dan ikhlas. Lalu kita juga harus rendah hati, murah senyum, dan memandang semuanya adalah sahabat, teman untuk diskusi, teman untuk berbagi, dan lain sebagainya. Maksudnya di sini, kita sebagai pemimpin tidak menciptakan batasan atau jarak dengan orang lain. Sehingga kita tidak menjadi pemimpin yang sombong, angkuh, dan menang sendiri. Hal ini saya terapkan dari didikan kedua orang tua saya sejak kecil yaitu menjadi seorang yang rendah hati dan mudah bergaul". Lalu, bagaimana cara Prof dalam membangun networking? “Kebiasaan saya yang senang bergaul, memudahkan saya dalam mengembangkan kepemimpinan khususnya membangun jejaring dan kolaborasi. Kedua hal tersebut adalah salah satu kunci keberhasilan pemimpin. Ini bisa dimulai dari hal yang sederhana misalnya sering melakukan silaturahmi atau membiasakan untuk membawa kartu nama ke setiap pertemuan. Dengan begitu pertemuan kita tidak hanya sekedar ngobrol disaat itu saja namun saya bisa melanjutkan komunikasi di kemudian hari nantinya. Ada satu yang menarik, guna menjaga jejaring saya memiliki nomor handphone

yang sejak tahun 1991 masih saya gunakan sampai sekarang. Mungkin nomor ini saya gunakan saat pertama kali menjadi dosen di Uhamka. Hal ini menandakan bahwa kita selalu membangun serta menjaga komitmen tersebut hingga lahirnya sebuah jejaring dengan mudah.� Target apa yang ingin Prof raih untuk UM Bandung ke depannya? “Diri saya tertantang untuk membuat UM Bandung ini dapat berjalan bahkan berlari lebih cepat. Ke depannya, saya akan meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satu jalan yang sudah saya tempuh yaitu kolaborasi dengan pihak pemerintah daerah Jawa Barat. Saya memiliki obsesi 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat semuanya harus bersinergi dengan UM Bandung. Memang hal ini akan sulit jika dilihat dari kacamata tantangan dan keterbatasan. Namun saya yakin, dengan keajaiban saling bersilaturahmi hal ini akan berjalan dengan lebih ringan karena didukung oleh berbagai pihak tentunya. Dengan adanya kolaborasi, secara tidak langsung akan membangun kepercayaan publik serta akuntabilitas pula. Terbukti, di masa pandemi ada 3.800-an calon mahasiswa yang mendaftar secara online. Hal ini menandakan bahwa masyarakat sudah memberikan kepercayaannya pada UM Bandung. Setidaknya, obsesi serta niat tersebut akan menjadi mudah ketika kita yakin akan kekuatan man jadda wajada. Kesungguhan yang didasarkan pada niat untuk mencari ridho Allah akan memudahkan kita untuk membawa peran kepemimpinan di jalan dakwah khususnya di Persyarikatan Muhammadiyah.� []APR

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM 47


Profil PTM

WARTA PTM

Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Terus Akselerasikan Mutu Terbaik

Kampus 3 UMSB, asrama putri, dan Rektor Dr. Riki Saputra, MA.

U

niversitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) secara resmi berdiri pada 13 Maret 1955. Kampus yang tersebar di empat Kota Sumatera Barat (Sumbar) ini merupakan gabungan dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muh Padang Panjang, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Muh Bukittinggi, Sekolah Tinggi Ilmu Teknik (STIT) Muh Bukittinggi, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Muh Payakumbuh, dan Akademi Manajemen (AMA) Muh Padang. Seiring berjalannya waktu, UMSB semakin diminati oleh masyarakat sebagai lembaga penyelenggara pendidikan. Akreditasi institusi dan 90% prodi sudah berada pada peringkat B (sangat baik). Jumlah mahasiswa selalu mengalami ­kenaikan tiap tahunnya. Kini UMSB terdiri dari 12 fakultas dan program pascasarjana serta 26 program studi dengan jumlah mahasiswa 4.000 lebih dan 182 tenaga pendidik.

48 Warta PTM

Edisi November - Desember 2020

Integrasi AIK dalam Peningkatan Mutu Memiliki visi "Terwujudnya Universitas Terkemuka di Sumatera yang Mengintegrasi Nilai-nilai Islam dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tahun 2025", UMSB bertekad untuk mewujudkannya dengan meningkatkan mutu dan kapasitas manajemen pendidikan sumber daya manusia, fasilitas, dan tamatan. Peningkatan komponen-komponen tersebut diselaraskan dengan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Proses peningkatan dilaksanakan dengan program-program kegiatan yang terukur dan dievaluasi setiap semester, setiap tahun, dan per lima tahun. “Pemantapan nilai AIK secara kognisi, afektif, dan psikomotorik. UMSB terus berupaya agar nilai-nilai AIK terintegrasi di berbagai disiplin ilmu bagi sivitas akademika,� ujar Dr Riki Saputra MA selaku Rektor UMSB. UMSB pun optimis 10 tahun ke depan menjadi kampus swasta unggul, baik dari segi mutu akademik dan SDM, maupun infrastruktur kampus. Di tahun 2021 terdapat dua prodi


Terus Akselerasikan Mutu Terbaik

Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi, UMSB melakukan kunjungan industri ke Pertamina Refinery Unit (RU) III Plaju, pada (16/1/2019). Foto dok. pertamina.com. Gelar upacara wisuda ke – 63 UMSB.

yang akan diunggulkan naik peringkat A (unggul), yaitu Prodi Hukum dan Pertanian. Pada tahun yang sama, dua orang tenaga pendidik tetap UMSB diakselerasi untuk meraih Guru Besar. “Kami juga berupaya untuk mengakselerasi dosen untuk produktif menulis di jurnal bereputasi nasional bahkan internasional dengan memberikan reward berupa materi. Bagi dosen pemula dianggarkan untuk mendapatkan hibah internal dari kampus melalui LPPM. Sementara untuk karyawan diakselerasi untuk melanjutkan studi,” papar Dr Riki. Genjot Infrastruktur Lebih lanjut, Dr Riki mengungkapkan kampus I di Kota Padang pada Desember 2020 akan dibangun gedung perpustakaan dan pelayanan terpadu mahasiswa dua lantai dengan konsep futuristik-milenial. Sementara lahan kosong sekitar 2,6 hektare akan dibangun tempat wisata keluarga dengan nama EDUPARK UMSB. “Pembangunan ini merupakan salah satu unit usaha UMSB dengan menggandeng pengusaha nasional untuk bekerja sama mewujudkannya. Kemudian berhubung kampus I ini terletak di posisi zona merah tsunami, insyaallah di akhir tahun 2021 akan di mulai pembangunan di lokasi zona hijau dengan tempat yang strategis di atas tanah baru seluas 1 hektare,” ujarnya. Sementara untuk kampus II di Kota Padang Panjang, pertengahan tahun 2021 akan dimulai pembangunan gedung baru untuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, gedung PPG, dan gedung sekolah pengkaderan. Untuk kampus III di Kota Bukittinggi, gedung baru lima lantai sekaligus pembangunan gerbang dan pagarnya sudah terselesaikan. Awal tahun 2022 akan di bangun masjid di lokasi kampus tersebut. Saat ini di kampus IV Kota Payakumbuh sedang dilakukan pembangunan tiga lantai untuk gedung baru Fakultas Pertanian dan cikal bakal Fakultas Kedokteran. Diakui oleh Rektor UMSB, pengembangan fisik tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah setempat dan masyarakat setempat baik secara morel apalagi materiel.“Kemudian di awal tahun 2021 UMSB akan bangun kampus V di Kabupaten Pa-

saman. Tanah seluas 6 hektare sudah dihibahkan oleh masyarakat. Lokasi ini sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara dan Riau,” tambah Dr Riki. Maksimal Fasilitasi Mahasiswa Bagi UMSB memfasilitasi mahasiswa secara maksimal merupakan hal yang penting. Berbagai pelayanan dan informasi tersedia secara online sehingga cepat, mudah, dan transparan. Fasilitas ruangan dan kegiatan mulai dari tingkat universitas sampai prodi tersedia lengkap seperti ruang belajar, perpustakaan, laboratorium, fasilitas olahraga, convention hall, masjid, dan Unires. Kampus juga telah mengupayakan banyak kerja sama demi mengembangkan minat dan bakat mahasiwa. Kerja sama regional dilakukan dengan perguruan tinggi, instansi pemerintah dan swasta, serta dengan desa/nagari yang menjadi mitra dalam penelitian, abdimas, magang/praktek mahasiswa. Sementara untuk tingkat internasional, kerja sama telah dilakukan dengan perguruan tinggi asing di Asia, Eropa dan Amerika. Tak pelak, berbagai prestasi dan terobosan selalu diraih UMBS, dari lomba esai, pidato, hingga entrepreneur award. Selain itu desa binaan UMSB melalui Fakultas Pariwisata yaitu kampung wisata Seribu Gonjong (SARUGO) masuk nominasi klaster kampung wisata adat Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020. “UMSB selalu bertekad seperti filosofi menara air yaitu selalu mendatangkan manfaat bagi banyak orang. Sivitas akademika di-support secara morel dan materiel untuk tetap terus berkreasi dan mewujudkan program-program pengabdian kepada masyarakat,” tutup Dr Riki. []GTA

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM 49


WARTA PTM

Profil Dosen

Pengelola Kampung Lele JJ, Desa Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, saat memberikan pakan ikan Lele. FOTO: Mas Deden Budiman/Tangerang Ekspres

Dosen Muhammadiyah Kelola Budidaya Lele Terbesar di Tangerang

“

Sebagai warga atau kader Muhammadiyah sebuah organisasi dakwah ammar ma’ruf nahi munkar saya berkewajiban melakukan pengembangan diri dan masyarakat sekitar untuk mencapai misi Muhammadiyah yang berkemajuan dan beramal sholeh.” Begitu papar Drs Trisonjaya Msi MM dosen Universitas Muhammadiyah Tangerang yang menginspirasi banyak orang karena kelihaiannya mengelola budidaya lele. Warga Kampung Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang ini berhasil mendukung ketahanan pangan di tengah Covid-19 karena sukses budidaya lele terbesar di Tangerang. Keberhasilan Trison tidak hanya berdampak untuk dirinya

50 Warta PTM

sendiri namun juga membawa dampak positif di tempat tinggalnya yang dikenal dengan Kampung Lele JJ. “Awalnya saya hanya memiliki 12 empang, saat ini sudah memiliki 145 empang dengan perputaran biaya hingga Rp 750 juta per bulan,” paparnya saat diwawancarai tim Reporter Warta PTM, Senin (02/11).

Omzet Semakin Bertambah Berangkat dari kegelisahan melihat masyarakat di lingkungannya pasca Covid-19, Trison yang juga berprofesi sebagai Wakil Rektor UM Banten ini memutar otak untuk mencari cara membantu warga sekitar agar tetap memperoleh penghasilan tanpa harus meninggalkan rumah. “Dari 12 kolam

Edisi November - Desember 2020

bisa menyerap tenaga kerja sekitar 1 keluarga, sehingga saya mempelajari ­ bisnis budidaya lele ini dari p ­ embenihan sampai penjualan,” paparnya. Jumlah permintaan ikan lele di Jabodetabek menjadi alasan bisnis ini berkembang dengan pesat. Bahkan, Trison sempat memaparkan hasil dari produksinya ini dibeli langsung oleh perusahaan dengan jumlah yang besar. Keberhasilan yang dicapai Trison tentu menggunakan strategi yang tidak asal-asalan. Selain melihat area tempat tinggal dan kondisi yang memungkinkan, Trison mengungkapkan budidaya lele sudah menjadi kompetensi dan keunggulan dia beserta keluarganya lebih dari 25 tahun. “Saat ini kami sedang


Dosen Muhammadiyah Kelola Budidaya Lele Terbesar di Tangerang

membuat 75 kolam baru yang berasal dari investasi masyarakat di Indonesia. Insyaallah di bulan Desember omzet per bulan meningkat menjadi Rp 1,2 M per bulan,” paparnya.

Program Pelatihan untuk Masyarakat Trison mengungkapkan di samping budidaya lele, ia juga kerap menyelenggarakan pelatihan bagi masyarakat untuk turut mengasah ilmu mengenai budidaya tersebut. Tidak hanya masyarakat Kabupaten Tangerang, bahkan beberapa perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia juga turut andil mengikuti pelatihan di Kampung Lele JJ. “Untuk konsep pelatihan sama seperti magang, jadi cukup dengan uang saku Rp 1,5 juta, peserta sudah disediakan fasilitas berupa tempat tinggal dan uang makan selama 1 bulan untuk mengikuti pelatihan ini.” Dengan menyelenggarakan pelatihan, masyarakat akan diajak untuk mempelajari bagaimana keterampilan pembesaran ikan lele mulai dari persiapan kolam sampai proses panen. Keahlian ini menjadi bekal untuk melahirkan wirausaha baru pada sektor perikanan. Trison berharap, melalui pelatihan ini masyarakat dapat mengembangkan diri dan budidaya ikan lele di daerahnya masing-masing. “Harapan kami satu peserta nantinya dapat merangkul sepuluh orang pelaku usaha perikanan untuk melakukan usaha ini di daerahnya sehingga usaha bidang perikanan dapat turut membantu perekonomian perikanan nasional,” ungkap Trison. Semangat Kontribusi untuk Umat Menjadi seorang dosen sekaligus sebagai pengelola budidaya lele menjadi amanah yang besar bagi Trison. Ia sempat mengungkapkan, perjalanannya menjadi pengelola budidaya terbesar di Tangerang tidak berjalan mulus begitu saja. “Di awal, saya pernah mengalami kegagalan hingga rugi sekitar 40 juta. Lalu saya bekerja sama dengan kel-

Drs. Trisonjaya Msi. Mm

uarga yang kompeten dalam budidaya ikan lele dan Alhamdulillah berkembang sampai sekarang,” ungkapnya. Bagi Trison diperlukan keikhlasan, kompetensi, dan keseriusan yang tinggi d ­ alam budidaya ini. Semangat dan keikhlasannya ini berhasil menjadi inspirasi para pengusaha dan pelaku wirausaha untuk terus meningkatkan keterampilannya sesuai dengan ­ potensi daerah masing-masing. “Insyaallah b ­udidaya ikan lele ini bisa menjadi ­inspirasi para penggiat sosial dan organisasi pemberdayaan ke­ masyarakatan sehingga bisa melakukan hal yang sama dalam rangka meningkatkan penghasilan masyarakat,” ujarnya. Peran yang diambil oleh Trison menambah ribuan cerita dari perjuangan Muhammadiyah untuk terus membantu memecahkan permasalahan umat khususnya dalam menangani Covid-19. Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tangerang dikutip melalui Tangerang Ekspres meng-ungkapkan Muhammadiyah terus membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19. Untuk itu, PDM Tangerang memberikan terpal sebagai media budidaya ikan di Kampung Lele JJ. Selain didukung oleh masyarakat, Trison juga mendapatkan apresiasi dari Muhammad Ali Taher Parasong

Nama TTL

: Drs. Trisonjaya Msi. Mm

Alamat

: Perumahan SBSI blok E No.

: Lampung Tengah 23 Mei

1968

21 Desa Jeunjing Kec. Cisoka Pekerjaan : Dosen : 081313142368 No. HP Pendidikan : Magister Administrasi STIA YAPPAN Magister Manajemen ISM Tangerang Pengalaman Pekerjaan: 1. Wadek 1 Fakultas Pariwisata UMT 2. Warek 1 Universitas Muhammadiyah Banten Pengalaman Organisasi: 1. Wakil ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat 2. Wakil ketua Gerakan Kepanduan Kwarwil Banten 3. Ketua Kelompok pemberdayaan masyarakat Kel. Pasarkemis 4. Ketua KSM Kampung Lele JJ Kec. Cisoka

­ nggota Komisi 8 DPR RI Fraksi PAN. a Dikutip dari sumber yang sama, Ali Taher mengungkapkan hasil budidaya ini sebagai role model baru di masyarakat yang harus didukung APBD dan APBN. “Jika dikelola dengan profesional budi daya ini akan meningkatkan partisipasi masyarakat. Sehingga Kampung Lele JJ ini dapat menjadi tempat pelatihan para petani di Pulau Jawa dan bahkan Indonesia,” begitu paparnya.

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM 51


WARTA PTM

Semesta

Kunjungan Tim Museum Muhammdiyah ke Rumah Dakwah PCIM Malaysia.Dok. muhammadiyah.or.id

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia

“Upaya Internasionalisasi Persyarikatan Muhammadiyah di Malaysia”

B

erdiri sejak 2007, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia terus berkembang baik dari keanggotaan maupun ragam aktivitasnya. Kini, PCIM Malaysia telah meresmikan 7 Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) di sekitar Kuala Lumpur dan Selangor. “Selain itu, para aktivis dari kampus mendirikan Pimpinan Cabang Istimewa IMM Malaysia sejak lebih dari lima tahun yang lalu. Sementara, Lazismu Unit Layanan Malaysia juga sudah berdiri tahun 2019 yang dikoordinasikan oleh PCIM beserta Lazismu Pusat,” papar Dr Sonny Zulhuda saat diwawancarai reporter Warta PTM, November lalu. Dr Sonny mengungkapkan jumlah warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Malaysia terbilang sangat banyak. Mayoritas dari

52 Warta PTM

mereka merupakan aktivis dan keluarga besar persyarikatan yang sudah lebih dahulu berafiliasi atau aktif di Indonesia. Meskipun belum menyebutkan data yang terbaru, Dr Sonny memperkirakan anggota Muhammadiyah yang kerap aktif di berbagai kegiatan dan pengajian bulanan bisa mencapai 200 orang. “Bahkan, kalau ada acara Tabligh Akbar yang menghadirkan tokohtokoh Persyarikatan, minimal 1000 orang warga Persyarikatan akan hadir,” ungkap Ketua PCIM Malaysia tersebut. Kolaborasi di Berbagai Bidang Beragam program dirancang oleh PCIM Malaysia baik program internal maupun eksternal. Dr Sonny menyatakan 95% program eksternal ditujukan untuk masyarakat Indonesia di Malaysia. “Ada beberapa program yang

Edisi November - Desember 2020

secara langsung melibatkan masyarakat lokal seperti khitanan massal dan juga pendidikan pengajian anak (TPA). Terutama yang dibina oleh Ranting Muhammadiyah/’Aisyiyah Kampung Baru dan Pandan di mana lebih dari 100 anak didiknya merupakan campuran antara anak-anak WNI dan anak-anak warga Malaysia,” tambahnya. Selain itu, kaderkader yang ada di kampus-kampus juga sering menjadi penyambung atau fasilitator kerja sama antara kampusnya masing-masing dengan berbagai kampus dan sekolah Muhammadiyah di Indonesia. Hal ini tentunya bermanfaat bagi kedua institusi di kedua negara. Maka posisi PCIM di sini lebih mirip sebagai orang tengah yang membantu kelancaran berbagai program kolaborasi baik itu di bidang edukasi maupun lainnya. Adapun program-program


“Upaya Internasionalisasi Persyarikatan Muhammadiyah di Malaysia”

penguatan dan pemberdayaan warga Pekerja Migran yang selama ini dijalankan oleh PCIM ujungnya akan bermuara menciptakan iklim kerja yang baik bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Secara tidak langsung program tersebut akan membantu pemerintah Malaysia dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi para pekerja. “Contohnya adalah dengan mengisi program pengajian, pelatihan, pembelajaran, dan juga advokasi bagi para PMI yang ada di Malaysia,” papar Dosen Fakultas Hukum International Islamic University Malaysia ini. Ia melanjutkan, program unggulan PCIM/PCIA Malaysia cukup banyak. Termasuk Program Daging Qurban yang membuat PCIM dipercaya selama 10 tahun oleh banyak kalangan baik WNI maupun warga selain WNI untuk mengorganisir qurban mereka. “Dari tahun ke tahun jumlah hewan qurban yang dipercayakan kepada kami selalu meningkat. Hal ini sangat membesarkan hati kami,” pungkasnya. Selain itu, program ini menjadi ajang baik bagi mereka untuk ber-syiar di kalangan warga baik WNI maupun umum sambil mengenalkan PCIM dan pergerakan Muhammadiyah. Melalui program ini pula, seluruh elemen persyarikatan bekerja bahu membahu dalam keseluruhan prosesnya. “Yang berat jadi

Nama Pekerjaan Instansi Jabatan di PCIM Kontak

Dr. Sonny Zulhuda Dosen (Associate Professor) Faculty of Laws, International Islamic University Malaysia Ketua PCIM Malaysia periode 2019-2021 sonny@iium.edu.my

ringan, yang lama jadi sebentar, yang susah jadi mudah karena semua dikerjakan bersama-sama,” papar Dr Sonny. Covid-19 Bukan Menjadi Alasan Metode yang dilakukan oleh PCIM Malaysia untuk menarik warga dalam mengikuti program dakwah dan pengajian cukup beragam. Mulai dari aktivitas outing (Pengajian Taman) di ruang terbuka, atau pengajian bulanan di beberapa lokasi pusat kegiatan seperti Rumah Dakwah di Gombak, Selangor, di Surau Ar-Rehla Kampung Baru, maupun TPA Baitu Darwisy di Pandan Kuala Lumpur. Sonny melanjutkan, adanya Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat PCIM Malaysia dalam melakukan program-program dakwah. “Kami sudah puluhan kali mengadakan webinar atau pengajian. Ada kalanya jika memungkinkan, pengajian dibuat sekali secara tatap muka langsung. Tapi itu semua disesuaikan dengan keadaaan pandemi dan aturan terkait SOP kegiatan, dll.” Meskipun ia tidak memungkiri, beberapa program seperti khitanan masal, pesantren Ramadan, dan pengajian keliling bulan Ramadan memang harus diberhentikan untuk sementara waktu. Sonny mengungkapkan PCIM juga turut mengadakan program Bakti Sosial Covid-19. Alhasil, program yang dilakoni Majelis Pelayanan Sosial dan Kesejahteraan Umat PCIM Malaysia ini berhasil menggalang donasi sekitar setengah milyar rupiah (RP 500 Juta) dari berbagai kalangan baik di Malaysia maupun Indonesia. “Tujuannya untuk membantu rekan-rekan PMI yang terdampak karena pembatasan kerja dan pergerakan akibat pandemi,” pungkasnya. Upaya yang dilakukan juga disambut baik oleh KBRI Kuala Lumpur dan perwakilan ormas-ormas Indonesia lainnya sehingga gerakan penggalangan bantuan menjadi besar dan didukung oleh berbagai pihak. Ibu-ibu ‘Aisyiyah tidak ketinggalan membantu dengan gerakan pembuatan masker kain dan dibagi-bagikan ke relawan yang turun

ke lapangan. “Selain itu, dari dana yang terkumpul kami juga salurkan untuk program beasiswa kepada mahasiswa Indonesia di Malaysia dan sebagian lagi disalurkan untuk program pemberdayaan warga melalui pendirian amal usaha Warung Soto Lamongan di kawasan Kampung Baru, Kuala Lumpur,” tambahnya. Kerja Sama dan Kemitraan Menjadi Kunci Dr Sonny menyadari menjalani dakwah persyarikatan di luar negeri tidak akan berhasil jika tidak ada kerja sama dan kemitraan dengan berbagai pihak. Selama ini PCIM kerap membina dan mempertahankan kolaborasi serta kemitraan terutama dengan KBRI dan berbagai ormas Indonesia di Malaysia. “Kini kita di Malaysia ada aliansi ormas Indonesia yang menekankan isu advokasi dan solidaritas warga PMI yang memerlukan atensi atau bantuan kita,” paparnya. Selain itu, PCIM Malaysia juga pernah berkolaborasi dengan beberapa instansi dan organisasi seperti Angkatan Belia Islam Malaysia, Muhammadiyah International, dan juga IIIT Malaysia. Hal ini sebagai bentuk dukungan penuh pada agenda internasionalisasi yang digadangkan oleh PP Muhammadiyah. “Kami juga mendukung penuh upaya PP Muhammadiyah terkait pendirian perguruan tinggi Muhammadiyah di Malaysia,” tegasnya. Ia juga berharap PCIM Malaysia ke depannya dapat menggalang sumber daya untuk membangun pusat dakwah sendiri yang nantinya dapat mengkonsentrasikan berbagai program seperi sekretariat, amal usaha, juga pusat dakwah dan pusat pembelajaran bagi warga kita di Indonesia. “Pusat dakwah ini diharapkan dapat bermuara sebagai wadah kolaborasi regional dan juga menjadi laboratorium internasionalisasi Persyarikatan. Semoga dapat terwujud. Aamiin Yaa Rabb,” tutupnya. []APR

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM 53


WARTA PTM

Prestasi Mahasiswa

Mahasiswa UM Jember Lolos BU-BPKLN

D

ua mahasiswa UM Jember lolos seleksi Beasiswa Unggulan Biro Perencanaan Kerjasama Luar Negeri (BU-BPKLN) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Jumat (30/10). Nurul Fikri mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Farhan Ilham Mardatillah mahasiwa Prodi Akuntansi berhasil mengalahkan lebih dari 85.000 peserta. Proses seleksi beasiswa dilakukan sejak 13 hingga 21 Oktober 2020. Farhan mengaku terbiasa dengan pemberkasan dan seleksi lomba, sehingga meskipun dalam keadaan pandemi ia tidak merasa kesulitan. Sementara itu, Nurul sempat merasa takut dan gugup begitu akan memasuki sesi wawancara. "Ini merupakan pengalaman pertama saya. Akhirnya H-1 seleksi wawancara saya menghubungi beberapa dosen dan teman untuk meminta bantuan latihan wawancara," ujarnya. Setelah dinyatakan lolos seleksi mereka berhak mendapatkan biaya pendidikan dan uang saku yang diberikan secara berkala dan berkewajiban untuk melaporkan hasil belajar. Nantinya hasil belajar akan menentukan apakah ada pemotongan biaya pendidikan karena IPK tidak sesuai syarat atau bahkan dibatalkan beasiswanya. “Kami juga ingin memiliki beasiswa seperti senior kami, sehingga kami berharap adik tingkat maupun yang lainnya dapat termotivasi untuk mendapatkan beasiswa atau pun prestasi yang lainnya,” ujar Farhan. []GTA

Nurul Fikri dan Farhan Ilham Mardatillah lolos BU-BPKLN.

54 Warta PTM

Edisi November - Desember 2020

Deskripsi Nadoofa Station inovasi dari mahasiswa UNISA

Mahasiswa Arsitektur UNISA Raih 2 Medali Emas Internasional

U

niversitas ‘Aisyiyah Yogyakarta berhasil meraih 2 medali emas dalam kompetisi The 9th International Innovation, Invention & Design Competition (INDES) 2020 di Malaysia, Sabtu (31/10). Temuan mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi ini berhasil mengalahkan kontestan dari berbagai negara. Mengusung ide inovasi NADOOFA Station, produk ini diimplementasi dari pencucian tangan steril yang ramah lingkungan, dan Portable Shelter as Covid-19 First Aid in Public Spaces yaitu pos kesehatan respons gejala Covid-19 yang dirancang sebagai tempat penampungan portabel. Aprodita Emma Yetti, ST MSc selaku kepala Prodi Arsitektur UNISA mengapresiasi semangat dan kerja cerdas dari kedua tim mahasiswa hingga berhasil meraih prestasi di tingkat internasional. Ia berharap ke depannya mahasiswa Prodi Arsitektur dapat terus semangat dalam menghadapi kompetisi dan agenda lainnya baik pada skala nasional maupun internasional. “Dengan sinergi dan kolaborasi yang baik insyaAllah dapat mewujudkan atmosfer kegiatan akademik/non akademik yang sehat dan bermanfaat bagi semua,” ucapnya. []APR


WARTA PTM

Warta dari PTM

STIKES Maboro Wisuda III Stikes Muhammadiyah Bojonegoro digelar secara online, Selasa (10/11). Turut hadir perwakilan bupati oleh staf ahli Ibu Ninik Susmiati SKM M Kes, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof Dr Ir Suprapto DEA, Ketua PWM Jawa Timur Prof Saad Ibrahim MA, Ketua PDM Bojonegoro Drs H Suwito MSI, dan orasi ilmiah oleh Prof Dr drg H Sudibyo SU Sp.

UM Riau UMRI menggelar 23 sesi wisuda dalam 8 hari pada 5 sampai 14 Desember 2020 di Aula Gedung Rektorat KH. Ahmad Dahlan Kampus Utama UMRI. Hal itu dilakukan agar prosesi wisuda tetap menjaga penerapan protokol kesehatan. Pada setiap sesi prosesi wisuda hanya menghadirkan 30 wisudawan beserta orang tua / wali.

Universitas Muh Semarang Program Studi S-1 Gizi Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menjalani visitasi reakreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) secara virtual untuk pertama kalinya. Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi MPd bersama Wakil Rektor I dan II, Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Dr Ali Rosidi SKM MSi serta Ketua Lembaga/Biro di lingkungan Unimus lengkap menghadiri visitasi yang dipusatkan di Aula NRC Unimus, Jumat (04/12).

UM Sumatera Utara Rektor UMSU Assoc Prof Dr Agussani MAP membuka kegiatan Online Teaching "Digital Education in Pandemic and Post Pandemic Situation" kerja sama UMSU dan UPSI Malaysia. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Rektor UPSI Malaysia Prof. Dato' Dr. Moh Shatar Sabran dan Pembanding Assoc Prof Dr Akrim MPd yang diselanggarakan secara virtual pada Selasa (17/11).

UAD Prof Dr Nurkhasanah MSi Apt resmi menjadi Guru Besar ke-6 Program Studi Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Selasa (24/11). Tema yang diangkat pada pidato pengukuhan guru besar yaitu, “Potensi Herbal Indonesia Sebagai Immunostimulan: Alternatif Menghadapi Pandemi Covid-19."

UM Sumatera Barat Plt Walikota Palu, Sulawesi Tengah, Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau dikenal sebagai Pasha Ungu menyempatkan diri datang ke kampus Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat (UMSB) di sela-sela kegiatan politiknya di Padang, Kamis (19/11).

Edisi November - Desember 2020

Warta PTM 55


WARTA PTM

Warta dari PTM UM Sorong Menindaklanjuti kerja sama yang telah berlangsung sejak dua tahun lalu UM Sorong dan BP2IP melaksanakan penandatanganan MoU dalam bidang tridarma. Penandatanganan ini dilakukan oleh Rektor UM Sorong dan Direktur Poltekpel Sorong disaksikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut, Selasa (24/11).

STIKES Muh Blora Dalam rangka Rangkaian Milad STKIP Muhammadiyah Blora yang ke-3, seluruh sivitas akademika melaksanakan kegiatan penanaman pohon di kompleks kampus STKIP Muhammadiyah Blora. Teguh selaku Wakil Ketua dalam sambutannya menyampaikan Ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan kampus yang sejuk, hijau dan nyaman.

UM Jember Program Studi Ners Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan Asesmen lapangan secara daring yang berlangsung selama empat hari, Sabtu-Selasa, (5-8/12). Turut hadir selaku tim asesor kali ini Dr Untung Sujianto MKes, Dr Heny Susaeni Pangastuti SKp MKes, dan Dr Iin Inayah SKp MKep.

STIKES Muh Ciamis STIKES Muh Ciamis mengadakan kegiatan Sumpah Profesi STIKes Muhammadiyah Ciamis periode akademik 2019/2020 di gedung auditorium KH Ahmad Dahlan kampus setempat, Sabtu (14/12). Kegiatan ini diadakan secara online dan offline dengan menerapkan protokol kesehatan.

Universitas Aisyiyah Surakarta Universitas Aisyiyah Surakarta menggelar Sidang Senat Terbuka, Wisuda dan Sumpah Profesi secara virtual di auditorium Siti Baroroh Barried, Kamis (03/12). Bertemakan “Bright Vision with Graduation” kegiatan wisuda diadakan dengan dua metode yaitu wisuda luring yaitu dengan menghadirkan perwakilan wisudawan dan tamu undangan dalam jumlah sangat terbatas dan kedua metode daring, yakni wisudawan-wisudawati yang berasal dari berbagai daerah melaksanakan wisuda dari rumah dan tergabung secara online melalui media Zoom.

Universitas Muh Sinjai Sebanyak 19 pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KSR PMI Unit 102 Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) periode 2020-2021 resmi dilantik oleh Kepala Biro Kemahasiswaan, Pubikasi, Kerja sama, dan Alumni UMSi, Dr Darmawati, MPd di Ruang Pertemuan UMSi, Kamis (19/11). Kegiatan yang bertema “Menyatukan Jiwa Relawan untuk KSR yang Berkemajuan” ini dirangkaikan dengan Upgrading dan Rapat Kerja.

UM Banjarmasin Dalam rangka hari pahlawan BEM UMBJM berkolaborasi dengan BEM STIE Indonesia Banjarmasin menyelenggarakan seminar Veteran Heroes X Millenials Pahlawan Sepanjang Masa dengan tema “Merawat Sejarah, Membentuk Jiwa Patriotisme Generasi Milenial” Rabu, (18/11).

56 Warta PTM

Edisi November - Desember 2020


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Warta PTM Edisi Oktober-Desember 2020 by wartaptm - Issuu