TOPIK UTAMA
Asrama PTMA Bukan Sekadar Tempat Singgah
WAWANCARA
Rohmat Suprapto., S.Ag, MSI Aslama PTMA: Dukung Pengelolaan Berbasis IT
Asrama Mahasiswa "Antara Kaderisasi & Tempat Singgah"
Untuk mendesain itu, maka memang mau tidak mau asrama posisinya bukan sekadar rumah singgah. Asrama harus diarahkan menjadi kawah candradimuka melahirkan kader-kader Muhammadiyah. Ia tidak bisa hanya dilihat dari untung-rugi jangka pendek dengan melihatnya dari sisi keuangan. Asrama menjadi bagian juga dari investasi insani jangka panjang dan berkelanjutan bagi Persyarikatan.
#31
MEI-JUNI 2021 www. diktilitbangmuhammadiyah.org
Asa
WARTA PTM
Tempat Kaderisasi Mandiri
S
angat umum kampus-kampus besar duterwujudnya masyarakat Islam yang sebenia menyediakan tempat-tempat tinggal nar-benarnya; dan (ii) Memajukan dan membagi mahasiswanya. Para dosen PTMA perkembangkan ilmu pengetahuan dan keteyang sekolah di luar negeri juga ada yang rampilan untuk pembangunan dan masyaratinggal di asrama, yang sering dikenal dengan kat. Semua produk PTMA arahnya ke sana, dan sebutan dormitory. Di Indonesia, kampus-kamdi antaranya diharapkan dapat menjadi sosok pus besar, lebih-lebih PT negeri – seperti Uniyang terus menerus dan memberi warna lingversitas Indonesia dan UGM – sejak lama mekungannya untuk mewujudkan tujuan besar nyediakan dengan kapasitas terbatas, pemonitu. dokan bagi mahasiswanya, yang dikenal sebaDengan harapan demikian maka jelas gai asrama mahasiswa. Sebagian kampus-kamkita butuh sosok-sosok terpilih, yang istimepus PTMA besar – menengah juga memiliki wa, yang paham dan bisa memberi contoh niProf. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. asrama, yang pengelolanya tergabung dalam lai-nilai ke-Islaman dan ke-Muhammadiyahan Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi wadah ASLAMA (Asosiasi Pengelola Asrama di masyarakat. Artinya kita membutuhkan inPenelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah) PTMA. san-insan yang plus, yang memiliki nilai lebih, Muhammadiyah Tahun 2015-2020 Jika dicermati, dari asrama-asrama mamampu berkomunikasi dengan baik, bisa berhasiswa yang ada, maka paling tidak bisa diklasifikasikan dalam adaptasi dalam berbagai lingkungan, serta memiliki integritas tiga jenis. Pertama, hanya disediakan sebagai tempat tinggal dan kepemimpinan yang tinggi. Jadi harus ada upaya mendeuntuk membantu memenuhi kebutuhan kost mahasiswa; kedua sain untuk melahirkan sosok-sosok ideal demikian. untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal sebagai sekaligus Untuk mendesain itu, maka memang mau tidak mau menjadikannya sebagai tempat mencetak calon pemimpin atau asrama posisinya bukan sekadar rumah singgah. Asrama kader; dan ketiga menjadi tempat kaderisasi, sehingga mereka harus diarahkan menjadi kawah candradimuka melahirkan yang dapat masuk asrama hanya yang tersaring melalui seleksi kader-kader Muhammadiyah. Ia tidak bisa hanya dilihat ketat. dari untung-rugi jangka pendek dengan melihatnya dari sisi Tentu pilihan-pilihan itu diambil sesuai dengan pertim- keuangan. Asrama menjadi bagian juga dari investasi insani bangan masing-masing, dan melihat kondisi daya dukung dari jangka panjang dan berkelanjutan bagi Persyarikatan. Oleh perguruan tingginya. Kemampuan keuangan masing-masing PT karena itu, desain pengelolaannya harus berorientasi kadejuga membuat posisi asrama bisa menjadi cost centre atau income risasi sebagai misi utama, untuk melahirkan calon pemimpin or revenue centre. Hal yang sama juga mewarnai kebijakan ma- masa depan dalam arti seluas-luasnya, yang berpegang pada sing-masing PTMA. Ada yang lebih berorientasi sebagai tempat nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Sebagaimana pernah singgah, sumber pendapatan, sumber pengeluaran, dan ada juga disampaikan dalam pengarahan Ketua Majelis Diktilitbang yang kaderisasi, walaupun sebagian besar tetap memberikan Prof Lincolin Arsyad pada pengarahan di forum Aslama: “kami pembekalan pengkaderan bagi penghuninya. berharap asrama PTMA akan melahirkan kader-kader bangsa Bagaimanakah seharusnya dan senyatanya yang perlu di- yang Tangguh. Oleh karena itu, pengurus asrama harus menyipilih sebagai pola pengelolaan asrama mahasiswa PTMA? Jelas apkan kurikulum dan pengelolaan yang baik”. kita ingin bahwa asrama bisa menampung sebanyak-banyaknya Kebijakan ke arah sana memang tidak bisa hanya diseyang membutuhkan tempat singgah selama kuliah. Namun fo- rahkan pada para pengelola asramanya saja. Ini menuntut kus sebagai tempat tinggal tidak tepat, kalau hanya sekedar itu komitmen dan dukungan dari pengambil kebijakan atau pimmisinya. Sebab kita juga ingin para mahasiswa bisa tinggal dan pinan masing-masing PTMA. Asrama PTMA yang mandiri, berinteraksi dengan masyarakat sekitar, di samping juga meng- bahkan memberikan tambahan pemasukan, memang sangat gerakan ekonomi masyarakat sekitar kampus. Mereka juga dia- ideal. Namun ini tidak boleh dipaksakan sehingga meminimalrahkan kost di tengah masyarakat, sekaligus juga berdakwah di kan atau bahkan menihilkan kaderisasi. Oleh karena itu, bagi lingkungannya. Karena itu, hanya Sebagian kecil saja yang bisa PTMA yang relatif mampu, asrama PTMA tidak diarahkan ditampung dalam asrama. pada orientasi “profit motive” jangka pendek. Suatu hal yang PTMA tentu saja tidak bisa lepas dari misi Pendidikan ting- tetap bisa diterima manakala asrama terus disubsidi, namun gi dari Persyarikatan Muhammadiyah sendiri. Secara umum tu- ia memberikan kontribusi bagi kaderisasi Muhammadiyah, juan Pendidikan tinggi Muhammadiyah adalah (i) terwujudnya yang memang menjadi sangat urgen bagi suatu organisasi manusia Muslim yang berakhlak mulia cakap, percaya pada diri masyarakat sebesar Muhammadiyah, yang lingkupnya sudah sendiri, berguna bagi masyarakat dan negara”. Beramal menuju mengglobal. []RED
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM
1
WARTA PTM
Susunan Redaksi Rapat Redaksi
Rapat redaksi Warta PTM bersama (depan kiri) Prof Edy Suandi Hamid, Prof Lincolin Arsyad, Muh Adam Jerusalem, Ahmad Muttaqin, Muh Samsudin, Abi, Gita Madyaning Ratri, Aprilia Sazila Sari.
WARTA PTM
Warta PTM diterbitkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah
SUSUNAN REDAKSI PENANGGUNG JAWAB: Lincolin Arsyad PEMIMPIN UMUM/REDAKSI: Edy Suandi Hamid DEWAN REDAKSI: Muhammad Sayuti I Muhammad Samsudin I Ahmad Muttaqin REDAKTUR PELAKSANA: Edy Suandi Hamid ASISTEN REDAKSI/REPORTER: Aprilia Sazila Sari I Rasya Swarnasta KEUANGAN: Evie Dwi Oktaviani ALAMAT REDAKSI: Jln. KHA Dahlan 103 Yogyakarta 55262 Telp. +62-274-389485 Faks. +62-274-376336 Email: redaksiwartaptm@gmail.com Website: www.diktilitbangmuhammadiyah.org Rekening Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Nomor 09-0008-7003 BNI Cabang Yogyakarta a/n Lincolin Arsyad, Prof. Dr. M.Sc.
Warta PTM menerima tulisan yang berupa opini, berita panjang, berita singkat, glosarium dan foto seputar perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Redaksi berhak menyunting tulisan. Silakan kirim tulisan dan/atau foto ke email redaksi.
2
Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2021
WARTA PTM
Daftar Isi ASA • Tempat Kaderisasi Mandiri__1
TOPIK UTAMA • Asrama PTMA Bukan Sekadar Tempat
TOPIK UTAMA Asrama PTMA Bukan Sekadar Tempat Singgah
Singgah__4 • Asrama Kampus Branding PTMA__6
WAWANCARA • Rohmat Suprapto., S.Ag, MSI: Aslama PTMA: Dukung Pengelolaan Berbasis IT__8
KINERJA • Izin Prinsip Universitas Siber Muhammadiyah Terbit__10 • Peluang dan Tantangan Pengusaha Muslimah di Indonesia__10 • Joint Webinar Monash dan Muhammadiyah__11 • Penguatan Kurikulum Harus Berkelanjutan__12 • Menuju Keunggulan Akademik PTMA__12 • Muhammadiyah Studies, Serial Webinar dari Diktilitbang__13
INAUGURASI • Rektor UMSU Dikukuhkan Sebagai Guru Besar__14 • Landasan Keprofesian sebagai Dokter__14 • 27 Lulusan FK UMY Disumpah__15 • Tiga Wakil Rektor Unimuda Sorong Dilantik__15 • Rektor Baru UMJ Angkat Isu Kebangsaan__16
Asrama Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) berperan sangat penting dalam kaderisasi dan dakwah, peranannya memiliki potensi dan manfaat yang luar biasa dalam persyarikatan karena diimbangi pula dengan pengembangan ketakwaan, akhlak, keilmuan, kesenian, olahraga, serta keterampilan berbahasa Arab dan Inggris. Begitu papar Prof Lincolin Arsyad, Ketua Majelis Diktilitbang PPM dalam forum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan pelatihan pengelola asrama se-Indonesia di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), 2019 lalu. Statement tersebut semakin memperkuat bagaimana peran dan fungsi dari keberadaan Asrama PTMA. Peran asrama dalam pendidikan PTMA bahkan bukan sekadar penunjang, namun menjadi bagian penting untuk merealisasikan tujuan Pendidikan Tinggi Muhammadiyah terutama pada pengembangan potensi mahasiswa. "Ada empat aspek yang dimiliki mahasiswa yaitu keimanan, ketaqwaan, berakhlak mulia, cerdas, dan berilmu," begitu papar Rohmat Suprapto SAg MSI Ketua Asosiasi Pengelolaan Asrama PTMA (Aslama) saat diwawancarai mengenai peran Asrama PTMA dalam menunjang pendidikan.
SIGI • Problematika Wali Murid Sekolah Muhammadiyah dalam Mendampingi Belajar Daring di Masa Pandemi Covid-19__17
INOVASI • PathGen Antarkan Dosen UM Purwokerto ikuti Kompetisi Startup Dunia__18 • Infused Water Mahasiswa UMM Raih Dua Penghargaan Internasional__18 • Pupuk Organik Pumakkal Tingkatkan Kualitas Padi__19 • Arus Laut sebagai Pilihan Energi Terbarukan__19
KRONIK • 2000 Paket Takjil Gratis Rayakan Milad ke-35 UMPO__20 • Pengabdian Masyarakat Ajarkan Arti Berbagi__20 • Self Assessment Upaya Tingkatkan Akreditasi Unggul__21 • Desa Wisata Binaan UM Sumbar Raih Juara II API__21 • Paradigma Perubahan Karir di Era Milenial__22 • 518 Mahasiswa UMPR Resmi Diterjunkan__22 • UMSU Anggarkan 2,5 Miliar Hibah Penelitian__23 • Buku Pidana Mati Ajak Masyarakat Melek Korupsi__23
• UMKO Satu-satunya Kampus Raih Bantuan Dana PJJ Lampung__24 • SPBU UM Jember Resmi Dibuka__25 • Prioritas IAIM Sinjai Tingkatkan Publikasi Penelitian__25 • Perpustakaan UM Mataram Resmi Berdiri__25 • Kelas Belajar Mengajar Bangun Minat Belajar Anak__26 • UM Metro Beri Pelatihan Mengelola Bank Sampah__26 • Syawalan Virtual Warga Muhammadiyah Bangka Belitung__27
WACANA • Standar Nasional Pendidikan: Mengapa Perlu?__32
DOSEN BERPRESTASI • Duta Bahasa Indonesia di Filipina dan Vietnam__36
PROFIL PTM • UM Jember Tak Henti Cipta Inovasi__38 • Rektor UM Jember: Terapkan Kepemimpinan Kolektif Kolegial__40
• Menelusuri Jejak Sejarah Kota Metro__27
• Kampus Megah dan Tertinggi di Jambi__42
• UM Jambi Terima Hibah Penelitian__28
SEMESTA
• Vaksinasi di UMSU Sertakan Tokoh Lintas Agama__29 • FKIP UM Palembang Tambah Jumlah Doktor__29 • UM Palembang Beri Penghargaan Penulis Karya Ilmiah__30 • Tahun 2021 Kebangkitan UM Palembang__30 • UM Tangerang Adakan Kuliah Umum Bersama MK__31
SALINDIA
• Kiprah Muhammadiyah di Inggris__44
PRESTASI MAHASISWA • Mahasiswa UMSU Ukir Prestasi di Spanyol__46 • Inovasi UM Purwokerto Raih Medali Perak ISTEC__46
WARTA DARI PTM • Warta dari PTM__47
• Salindia__39
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM
3
WARTA PTM
Topik Utama
Asrama PTMA Bukan Sekadar Tempat Singgah
A
srama Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) berperan sangat penting dalam kaderisasi dan dakwah, peranannya memiliki potensi dan manfaat yang luar biasa dalam persyarikatan karena diimbangi pula dengan pengembangan ketakwaan, akhlak, keilmuan, kesenian, olahraga, serta keterampilan berbahasa Arab dan Inggris. Begitu papar Prof Lincolin Arsyad, Ketua Majelis Diktilitbang PPM dalam forum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan pelatihan pengelola asrama se-Indonesia di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), 2019 lalu. Statement tersebut semakin memperkuat bagaimana peran dan fungsi dari keberadaan Asrama PTMA. Peran asrama dalam pendidikan PTMA bahkan bukan sekadar penunjang, namun menjadi bagian penting untuk merealisasikan tujuan Pendidikan Tinggi Muhammadiyah terutama pada pengembangan potensi mahasiswa. “Ada empat aspek yang dimiliki mahasiswa yaitu keimanan, ketaqwaan, berakhlak mulia, cerdas, dan berilmu,” begitu papar Rohmat Suprapto SAg MSI Ketua Asosiasi Pengelolaan Asrama PTMA (Aslama) saat diwawancarai mengenai peran Asrama PTMA dalam menunjang pendidikan. Keberhasilan dalam melahirkan kaderisasi dan menumbuhkan dakwah melalui Asrama PTMA serta langkah, strategi, dinamika, dan tantangan PTMA dalam membangun dan mengembangkan Asrama menjadi topik utama yang akan dibahas dalam Warta PTM edisi ini. Reporter PTM telah melakukan wawancara bersama lima narasumber di antaranya Dr H Mahsun M Ag selaku Direktur Lembaga Pengembangan Pesantren Mahasiswa UM Surabaya, Sitti Chaerani Djaya, S Sos M Pd PIC Pesantren Mahasiswa (Pesma) KH Djamaluddin Amien UM
4
Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2021
Asrama UM Yogyakarta
ditekankan pada dua hal yaitu pengembangan kepribadian atau pembinaan karakter, dan berikutnya pengembangan keterampilan bahasa. Keterampilan bahasa yang diberikan tentu memiliki perbedaan dari apa yang diterima maKapasitas Kaderisasi Melalui Asrama Berbicara mengenai kaderisasi, hasiswa di kelas. Ibarat kelas bahasa apa yang dilakukan asrama PTMA ada- di kampus diberikan secara kompleks, lah bagian integral dari kampus. Secara pengembangan keterampilan bahasa intelektual seorang kader harus memi- di asrama dirancang lebih spesifik agar mudah untuk dipahami dan diprakliki kapasitas yang memadai salah tikkan. “Unires UMY misalnya, satunya yaitu wawasan keilmenerapkan keterampilan muan yang mumpuni. “Wabahasa yang difokuskan wasan kemahasiswaan dapat pada speaking-nya. Dengan diperoleh dari bagaimana berbagai kegiatan misalnya proses interaksi asrama english time, kultum mengdengan mahasiswa. Proses gunakan bahasa asing dan tersebut dapat mendewasalain sebagainya,” pungkas Drs kan mahasiswa UM Yogyakarta (UMY) yang ada di Unires,” be- Drs Muhsin Hariyanto Muhsin. Sama halnya dengan gitu papar Drs Muhsin Hariyanto Di- pesantren mahasiswa “Ma’had Umar rektur Unires UMY. Faktor yang tidak bin Khattab” yang dikelola UM Surakalah penting adalah pembinaan yang baya. Pembelajaran Bahasa yaitu ta’lim Makassar, H Miseri, SH PIC Asrama UM Malang, Drs Muhsin Hariyanto, M Ag Direktur Unires UM Yogyakarta, dan Arif PIC Asrama UNIMUDA Sorong.
Asrama PTMA Bukan Sekadar Tempat Singgah
I’dad Lughowi (pembelajaran khusus budaya, dan perbedaan bahasa. Bebe- kajian keagamaan sehingga bukan habahasa Arab), yang memang rutin dila- rapa kejadian unik dialami dalam pe- nya pendidikan formal layaknya mahakukan. “Salah satu keunggulan yang ngelolaan asrama heterogen di UM siswa biasa. “Pembinaan mahasiswa di dimiliki santri dari ma’had ini Kupang misalnya. Terkait pera- sini perlu digarisbawahi, dengan adayaitu kemampuan berbahasa turan berpakaian, mahasiswi nya program pembinaan yang ada di arab setiap saat selama ada non-Islam diharuskan me- asrama diharapkan mahasiswa mampu di lingkungan asrama,” punmakai baju di bawah lutut. melahirkan generasi yang cerdas dan gkas Dr H Mahsun M Ag. Ahad pagi, mahasiswi Islam bermoral serta bertaqwa kepada Allah Agenda menarik yang keluar kamar dengan jilbab- SWT,” begitu pungkasnya. Al-Islam dan juga diterapkan Pesantren nya untuk menghadiri penga- Kemuhammadiyahan (AIK) merupakan Mahasiswa (Pesma) KH. Djamajian di masjid, mahasiswa non- unsur yang membedakan PTMA deluddin Amien yang berlokasi di Dr. H. Mahsun, M.Ag Islam keluar kamar dengan Al ngan perguruan tinggi lainnya. Tak ayal, UM Makassar. Guna menunjang kepe- Kitab di tangan untuk berangkat ke ge- asrama PTMA juga turut memberikan mimpinan/leadership dari mahasantri reja. Kejadian unik lainnya adalah ada- sumbangsih dalam mendorong implebinaan dalam memimpin. Mahasiswa nya paduan suara yang beranggotakan mentasi AIK pada mahasiswa. Misalnya kerap dilibatkan dalam kepanitiaan dan dari mahasiswa mayoritas non-muslim. saja yang dilakukan UM Makassar yaitu turut mengelola suatu acara/event, juga “Mereka menyanyikan Mars Muham- dengan menjalankan program pembisekaligus sebagai syiar/promosi Pesma madiyah dengan lirik “Ya Allah tuhan naannya di Pesma telah mendapatkan itu sendiri. “Seperti misalnya: Program rabbiku, Muhammad junjunganku, pengajaran (+ praktik) terkait mateDaurah Tahfizh al-Qur’an, Mabit, Bai- Al Islam agamaku, muhamri AIK. “Justru masa satu tahun tul Arqam (BA), Lomba, Kerja-kerja madiyah gerakanku” dengan pertama sebagai mahasiswa sosial, menyiapkan ifthar (buka puasa) suara yang lantang dan baru, apa yang mereka dasetiap Senin dan Kamis di Masjid Kam- merdu. Dan itu dilakukan patkan di kelas dengan kulipus UM Makassar,” papar Sitti Chaerani dalam acara-acara formal ah AIK-nya, diulang, di-reviDjaya SSos MPd selaku PIC UM Ma- seperti wisuda, Milad, dan ew dan sekaligus dipraktikkassar. Ia melanjutkan, selain agenda sebagainya yang notabene dikan,” pungkas Sitti. Kegiatan tambahan tersebut, telah terjadwalkan hadiri oleh banyak orang, teryang biasa dilakukan yaitu agenda-agenda harian guna melatih masuk orang tua mahasiswa. Sitti Chaerani Djaya, S Sos M Pd Pembinaan Baca Tulis Alketangkasan/soft skill dari mahasantri “Alhamdulillah, sejauh ini tak ada yang Qur’an (dari dasar hingga tahap tahfiz), binaan Pesma, seperti: Memanah, Ta- protes,” papar Muhammad Tamrin, hafal surat-surat di Juz 30, hafal bebepak Suci, dan membuat kerajinan ta- Pengasuh Asrama UM Kupang dilansir rapa hadits populer (harian), hafal bengan. “Alhamdulillah, seluruh kegiatan dari suaramuhammadiyah.id. Contoh berapa doa harian, belajar bahasa Arab tersebut telah didukung dengan fasi- lain berasal dari asrama UNIMUDA So- dasar dan sebagainya. Melengkapi hal litas-fasilitas yang memadai,” pungkas rong misalnya, asrama dihuni 50 maha- tersebut, UM Surabaya juga melakukan Sitti. siswa yang terdiri dari berbagai macam upaya guna mendukung kaderisasi meras dan suku bangsa. Kehidupan multi- lalui AIK di antaranya. Asrama Harmoni dalam kultural yang dibangun menjadi bukti • Memberikan pelajaran AIK (AlMultikulturalisme adanya saling menghargai dan toleransi Islam dan Kemuhammadiyahan), Menurut data dari Aslama PTMA, antarumat beragama. Fenomena asratetapi belum masuk ke dalam sistem terdapat sejumlah 48 asrama yang dimi- ma PTMA ini mengambarkan bahwa kurikulum Ma’had terutama untuk liki PTMA di seluruh Indonesia. Biasa- memang asrama bukan hanya sekedar I’dad Lughowi dan Tahfidz Qur’an. nya, mahasiswa yang berada di asrama tempat tinggal dan peningkatan wawasSedangkan untuk prodi Ahsa (Ahwal merupakan mayoritas muslim. Namun an semata namun dapat menjalin huAl-Syakhsiyah) sudah terintegrasi berbeda dengan PTMA di Timur Indo- bungan toleransi bagi PTMA yang medengan FAI (Fakultas Agama Islam) nesia, mahasiswa yang tinggal di asra- miliki mahasiswa berasal dari banyak UM Surabaya. ma justru mayoritas non muslim dan latar belakang yang berbeda. • Mengarahkan alumninya untuk aktif dianggap sebagai fenomena yang biasa. di persyarikatan Muhammadiyah, Misalnya saja UNIMUDA Sorong, UM Implementasi Penerapan AIK atau Amal Usaha Muhammadiyah di Sorong, UM Kupang, dan masih banyak daerah tempat tinggal mereka. “Asrama itu bukan kos dan temkampus lainnya. Tantangan yang mena- pat singgah,” begitu tegas H Miseri, SH • Pembinaan rutin berkala AIK keparik adalah permasalahan multikultural, PIC Asrama UM Malang. Baginya, di da semua santri dalam bentuk Stadimeliputi perbedaan agama, perbedaan asrama mahasiswa dapat memperoleh um General di masjid Ma’had. []APR
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM
5
WARTA PTM
Topik Utama
Asrama kampus UM Surakarta
Asrama Kampus Branding PTMA
D
isampaikan oleh H Miseri, SH, PIC dari Asrama UM Malang, salah satu peran asrama dalam menunjang Pendidikan PTMA adalah pelaksanaan program-program yang membantu mengembangkan kepribadian dan kepemimpinan bagi mahasiswa di asrama. Dalam pengaplikasian itu, asrama PTMA memiliki programnya sendiri, termasuk cara tiap-tiap asrama memperkuat karakter asrama masing-masing dan mengatasi tantangan-tantangan yang ada. Ketua Majelis Diklitbang PP Muhammadiyah, Prof Lincolin Arsyad, MSc PhD, mengharapkan asrama PTMA dapat menjadi tempat persemaian pemimpin bangsa Indonesia. Harapan itu tertuju kepada 48 PTMA yang memiliki asrama, berdasarkan data Ketua Panitia Pelatihan Musyrif/Musyrifah PTMA Wilayah Indonesia Timur, Sitti Chaerani Djaya, S Sos. Dari total asrama tersebut, kapasitas mahasiswa sebanyak 8.000 tempat tidur, disadur dari data Pengurus Pusat Aslama PTMA 2019-2021. Prof Lincolin menspesifikkan harapannya dengan meminta agar mahasiswa asrama PTMA memiliki keteram-
6
Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2021
pilan lebih dari yang diajarkan di kelas asrama putri, dengan kegiatan pendukuliah, misalnya keterampilan berba- kung asrama di antaranya puasa sunah, hasa. Hal itu menjadi keunggulan dari qiyamul lail, kajian rutin bada Subuh asrama PTMA yang dimiliki oleh Uni- dan Magrib, tahfidz Al-Qur’an, ilmu keislaman seperti Fiqih dan AIK, dan muda Sorong, sebab mahasiswa pembelajaran bahasa Arab. dibiasakan untuk berbahasa Sama halnya dengan Arab. “Ini berguna dalam Unimuda Sorong, UMY memahami Al-Qur’an dan memiliki kegiatan penduHadits,” tegas PIC Asrama kung di asrama, misalnya Unimuda Sorong, Arif. Kekajian keislaman yang dilaunggulan itu menjadi keukukan secara intensif pada nikan tersendiri bagi Asrama waktu-waktu tertentu. KajiUnimuda Sorong, sebagaiArif (PIC Asrama UNIMUDA Sorong) an khusus mengenai leadersmana dimiliki oleh asrama hip juga kerap dilakukan dan kampus lainnya. dipandu langsung oleh pengasuh. “Training lain yang bersifat formal juga diaUnggul nan Unik Asrama PTMA Masih membahas Asrama Uni- dakan misalnya pelaksanaan Baitul Armuda Sorong, terdapat mahasiswa asli qom,” ungkap Drs Muhsin Hariyanto, M papua yang terdiri dari mahasiswa mus- Ag Direktur Unires UM Yogyakarta. Selim dan non muslim. Menurut Arif, da- lebihnya kegiatan berjalan seperti biasa lam wawancara dengan reporter Warta agar nantinya kegiatan tersebut dapat PTM, keberagaman menjadi karakter menjadi kebiasaan yang membentuk dalam perkaderan di Asrama Unimuda karakter dengan kepribadian muslim, Sorong yang didukung langsung oleh kemampuan intelektual yang baik dan Rektor Unimuda Sorong. Beliau kerap standar moral yang baik bagi mahasismemberikan kiat mengenai motivasi wa. Hal yang unik dari UMY, mahasisberdakwah di lingkungan multikultura- wa asrama terus didorong untuk berani lisme. Unimuda Sorong sendiri memi- berkompetisi secara sehat. “Kita selalu liki dua asrama, yakni asrama putra dan menekankan pada mereka agar men-
Asrama Kampus Branding PTMA
jadi yang diatas rata-rata,” paparnya. Mahasiswa terus didorong untuk berani berkembang sehingga adanya orientasi kompetisi ini dapat melahirkan prestasi-prestasi yang membanggakan. Uniknya, dalam Asrama UM Surabaya, setiap santri perlu membuktikan kesanggupan mereka melakukan syiar. “Setiap tahun, para santri disebar ke berbagai daerah untuk praktik dakwah. Durasinya bermacam-macam, antara sepekan hingga dua bulan,” terang Dr Mahsun. Pengajaran keagamaan, terkhususnya AIK, memang menjadi keunggulan dari asrama PTMA. Hal ini diperkuat oleh H Miseri yang mengatakan bahwa Asrama UM Malang turut mengajarkan ilmu keagamaan. “Gunanya untuk menyeimbangkan dengan ilmu pendidikan di bangku kuliah,” katanya. Dikatakan, Asrama UM Malang terus memperbarui kurikulum ilmu keagamaan yang diajarkan kepada mahasiswa agar tidak monoton pada metode pengajaran setiap tahunnya. Di sisi lain, Sitti Chaerani Djaya memaparkan metode pengajaran Asrama UM Makassar melalui Pesma KH Djamaluddin Amien, yakni membagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan lama pembinaan. Kategori itu dipecah ke dalam empat jenis pembinaan sesuai program studi, yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) selama 4 tahun, Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) selama 4 tahun, Ma’had Al-Birr selama 2 tahun, S1 Umum selama 1 tahun, dan Pendidikan Dokter selama 1 tahun. “Ini menjadi tantangan tersendiri untuk memberikan pembinaan dan pendekatan berbeda kepada mahasiswa di Pesma,” ujarnya. Terus Perbarui Kurikulum Sitti Chaerani kembali berujar, Asrama PTMA perlu berfungsi sebagai wadah pengkaderan Muhammadiyah di kampus secara resmi, kontinu, dan masif. Agar terus dapat berkelanjutan, setiap Asrama PTMA hendaknya terus melakukan evaluasi, berefleksi, dan
berinovasi agar terus mengobarkan semangat mahasiswa dalam ber-fastabiqul khairat. Ia merinci pembaruan-pembaruan yang dilakukan Pesma KH Djamaluddin Amien, di antaranya membuat draf Pesma Aman Covid dan mengembangkan kurikulum pembinaan secara daring. “Kami juga melakukan lomba berbasis online, dan menyiarkan dakwah lewat sosial media,” sebut Sitti. Sekalipun demikian, internal Pesma tidak melulu ingin memberi pengajaran mengenai ilmu keagamaan berdasarkan kurikulum yang telah disusun. Mereka ingin menjalin kerja sama dengan asrama-asrama lain di luar Sulawesi yang sudah lebih dahulu melakukan program pembinaan. “Masih ada anggapan kalau Pesma hanya tempat baca-tulis Al-Qur’an dan belajar shalat,” keluh Sitti. Padahal, secara tujuannya, Pesma perlu menjadi mitra yang jelas setiap saat untuk wadah pembinaan dan pengembangan kader muda Muhammadiyah di dalam Universitas. Hal ini tidak terbatas pada ilmu keagamaan semata. Sementara itu, Arif berterus terang bahwa Unimuda Sorong ingin agar kurikulum asramanya mengembangkan keilmuan dari segi sains. “Ini punya tujuan, yaitu agar terbuka wawasan baru dalam pembelajaran berbasis online,” ujar Arif. Untuk itu, Asrama Unimuda Sorong terus gigih menguatkan mahasiswanya untuk tetap memperoleh sisi keagamaan dan siap sedia menerima wawasan baru. Caranya adalah memfokuskan dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat AIK. “Ada juga reward untuk mahasiswa berprestasi,” tambahnya. Tantangan di Tengah Pandemi Pandemi membatasi ruang gerak fisik manusia, tidak terkecuali mahasiswa di Pesma UM Surabaya. Dr Mahsun berbagi perihal pengurangan jumlah grup dalam talaqqi (dalam tahfidz Quran) dan dalam grup muhadatsah (dalam I’dad Lughowi). “Walaupun nggak ada perubahan signifikan, tetapi kondisi ini membuat santri kurang nyaman,” tutur-
nya. Ia mencontohkan beberapa keadaan, seperti keperluan santri membeli buku yang dibatasi, dan makanan untuk santri yang tidak memasak. “Makanya, Asrama UM Surabaya mengizinkan penjual nasi yang telah terjamin kebersihan dan kesehatannya untuk masuk mengantarkan pesanan makanan,” ungkap Dr Mahsun. Pandemi tidak luput dari perhatian Arif. Hal ini dikarenakan beberapa mahasiswa memutuskan untuk keluar dari asrama. Kondisi tersebut menyebabkan Asrama Unimuda Sorong perlu bersiasat agar dapat menumbuhkan minat para mahasiswa untuk berasrama kembali. Pada tahun ajaran baru, asrama kembali menerima mahasiswa baru dengan syarat swab. “Mereka juga harus mengisolasi diri dulu untuk sementara,” tambahnya. Keluhan Arif tersebut diiyakan oleh H Miseri. UM Malang juga menyayangkan sedikitnya jumlah mahasiswa ke asrama sebab perkuliahan dilakukan secara daring. “Tapi, hal ini malah membuat Asrama UM Malang sempat dialihfungsikan sebagai tempat isolasi mandiri, lalu tempat tinggal perawat dan relawan Covid,” sahutnya. Di saat yang bersamaan, mereka terus menyosialisasikan pentingnya waspada terhadap Covid dengan terus menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, Asrama UM Malang tetap melakukan pembinaan secara daring. Berikutnya, Sitti menyatakan persetujuannya untuk memperketat protokol kesehatan selama pandemi ini. Ketegasan itu diwujudkan dalam program-program Pesma KH Djamaluddin Amien. Santri yang datang perlu swab sebelum memasuki Pesma, dan melakukan isolasi di ruangan tertentu apabila ada gejala flu, batuk, dan demam. “Kami memberikan obat dan vitamin selama isolasi mandiri,” tambah Sitti. Pada bagian penutup, ia menyimpulkan bahwa sikap Asrama PTMA tegas terhadap pandemi dikarenakan percaya bahwa asrama adalah bagian dari pendukung nama baik universitas. [] RAS
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM
7
Topik Utama Wawancara WARTA PTM
Rohmat Suprapto., S.Ag, MSI Ketua Asosiasi Pengelola Asrama PTMA (Aslama)
Aslama PTMA: Dukung Pengelolaan Berbasis IT
Rohmat Suprapto., S.Ag, MSI Ketua Asosiasi Pengelola Asrama PTMA (Aslama)
K
eberadaan Asrama PTMA menjadi bagian penting untuk merealisasikan tujuan Pendidikan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) utamanya pada aspek pengembagan potensi mahasiswa. “Sehingga melalui asrama, mahasiswa dapat memperoleh empat pilar penting berupa keimanan, ketaqwaan berakhlak mulia, cerdas, dan berilmu,” begitu papar Rohmat Suprapto SAg MSI Ketua Asosiasi Pengelolaan Asrama PTMA (Aslama). Menurut data, 48 Asrama PTMA se-Indonesia telah melaksanakan kegiatan yang mengarah kepada pengembangan potensi ini.
8
Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2021
Ada dua peran penting Asrama PTMA yang jika amati lebih jauh mengarah pada fungsi tujuan Pendidikan Tinggi Muhammadiyah. Pertama, keberadaan asrama PTMA yang telah dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana yang representatif menjadi tempat yang nyaman (comfort) bagai suasana belajar mahasiswa yang tinggal di asrama, sehingga pengembangan potensi mahasiswa dapat dengan mudah direalisasikan. Kedua, tiap-tiap asrama telah melaksanakan berbagai program penguatan kemahasiswaan berdasarkan Standar Pendidikan Tinggi seperti Standar Kompe-
tensi Lulusan (SKL), Standar Isi, Standar Proses dll. “Ketiga, yang lebih penting lagi, selama ini asrama PTMA telah merealisasikan berbagai program kegiatan dan pembiasaan berakhlakul karimah, pensuasanaan kehidupan islami sesuai visi dan misi Muhammadiyah dan juga menjaga agar kegiatan asrama tetap mengarah pada proses-proses kaderisasi yang simultan,” pungkasnya. Bersama Reporter Warta PTM, Rohmat Suprapto turut menjelaskan terkait peran, tujuan, dan fungsi Aslama PTMA dalam mendukung terwujudnya Asrama sebagai tempat lahirnya kader Muhammadiyah yang ungul dan berkualitas. Apa tujuan dari pengelolaan Asrama PTMA? Apakah kaderisasi menjadi point yang utama? Setidaknya ada dua tujuan penting dari pengelolaan Asrama PTMA, pertama, dengan pengelolaan yang profesional, maka diharapkan semua mahasiswa yang tinggal di asrama terus berkembang potensi keimanan, ketaqwaan kepada Allah SWT, dan berakhlakul karimah sehingga terwujud tujuan Muhammadiyah yakni menciptakan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Kedua, terbinanya Keislaman dan Kemuhammadiyahan yang mencerdaskan dan mencerahkan. Dari tujuan ini, diharapkan semua aktivitas dan kegiatan asrama diarahkan pada bagaimana merealisasikan dari tujuan ini dan yang lebih penting lagi bahwa program-program itu harus disinergikan dengan program penyiapan dan sekaligus penguatan kaderisasi, memberi peluang para mahasiswa yang tinggal di asrama berkembang potensi leadership-nya. Aslama merupakan salah satu asosiasi yang berfokus dalam pengembangan asrama PTMA. Program apa yang menjadi terobosan Aslama untuk membangun Asrama PTMA ke depannya? Telah kita ketahui bersama bahwa era sekarang adalah era digital, dengan ciri utama pemanfaatan dan penggu-
Asrama PTMA: Dukung Pengelolaan Berbasis IT
naan IT yang massif di berbagai bidang. Dari sinilah ASLAMA memiliki beberapa prioritas program berdasarkan kondisi di era ini. Yakni management pengelolaan asrama berbasis IT. Semua aspek pengembangan harus diarahkan pada basis IT. Sehingga semua orang dengan mudah mengakses keberadaan dan kegiatan asrama PTMA seperti penerimaan mahasantri baru, pembelajaran, sistem penilaian bahkan sistem keuangan pun sebisa mungkin berbasis IT baik pada proses anggaran, ajuan anggaran pelaksanaan kegiatan sampai proses pelaporan. Memang tidak mudah implementasi program ini, dari sekian banyak Asrama PTMA, berdasarkan pantauan kami, hanya beberapa yang dalam manajemennya sudah berbasis IT, artinya semua civitas akademika dan pemangku kepentingan dapat mengakses dengan mudah, sehingga akuntabilitas dapat terjaga. Apakah SDM (pengajar/pengelola) menjadi hal yang penting dalam pengelolaan Asrama PTMA? Terobosan atau program apa yang digunakan guna mendukung peningkatan kualitas SDM? Salah satu prioritas Program ASLAMA PTMA 2019-2021 ini adalah penguatan SDM baik pengelola, pengajar, dan pendamping. Ada beberapa program yang alhamdulillah telah terealisasi dengan baik. Pertama, penguatan manajemen kemahasantrian dan kemusyrifahan/pendamping mahasantri. Di akhir tahun 2018 dan awal tahun 2019, program ini telah dilaksanakan dengan baik terbukti antusiasme peserta dari berbagai asrama di PTMA. Kegiatan berupa pelatihan manajemen pendampingan mahasantri di era milenial, dan dibagi ke dua zona, Barat dan Timur. Barat dilaksanakan di UHAMKA Jakarta, dan Timur dilaksanakan di UNISMUH Makassar. Kedua International Leadership Program, kegiatan yang berupa international sharing dan studi banding seluruh mudir asrama PTMA ke Asrama National University of Singapore. Diharapkan para mudir memiliki wawasan leadership
dan interprenership dalam pengelolaan asrama PTMA sebagaimana kampus NUS mengelola asramanya. Kegiatan ini semestinya dilaksanakan pada akhir tahun 2019, akan tetapi dikarenakan kondisi pandemic, maka ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. Peran Asrama di sini tidak hanya sebagai tempat menetap bagi mahasiswa, namun Asrama dapat menjadi tempat untuk menciptakan kader-kader Muhammadiyah yang unggul pula. Bagaimana upaya Aslama PTMA dalam mendukung kaderisasi melalui asrama ? Sebagaimana diketahui bahwa, berdasarkan profil lulusan mahasiswa yang tinggal di asrama adalah Kader Pemimpin Islam. Dari Profil lulusan ini sejatinya dideskripsikan bahwa mahasiswa yang lulus dari Asrama PTMA harus dapat menjadi teladan bagi umat, memimpin di komunitasnya, juga dapat bekerja secara amanah sesuai dengan profesinya. Maka ASLAMA PTMA telah melakukan beberapa kerja mengarah ke sana. Antara lain, bersinergi dengan MPK-PP Muhammadiyah dalam penyelenggaraan kegiatan perkaderan musyrif/musyrifah nasional, mendorong program-program yang mengarah pada penguatan leadership seperti aktif di ortom kampus atau UKM lainnya. Bagaimana langkah-langkah strategis dalam mengoptimalkan peran Asrama? Ada beberapa langkah yang bisa di lakukan bagi para Mudir/Pengelola Asrama di PTMA menuju asrama yang profesional dan unggul. Pertama, ditetapkan terlebih dahulu standar pengelolaan Asrama yang akan dijalankan. Apakah Asrama PTMA tersebut berorientasi bulanan, tahunan atau multitahun? Ini penting, karena dengan menentukan lama hunian akan mempengaruhi banyak kebijakan. Baik akademiknya, pendampingannya maupun penganggarannya. Kedua, Asrama harus terus melakukan evaluasi terhadap pengelolaannya. Seyogyanya ada survey kepuas-
an dari para mahasiswa yang tinggal di asrama. Aspek yang disurvei, misalnya meliputi persoalan kehidupan Al Islam dan Kemuhammadiyahan, pengajaran, pendampingan mahasiswa, keamanan, kenyamanan, maupun kebersihannya. Sehingga secara faktual pengelola memiliki data yang valid mana yang harus dibenahi untuk program hunian tahun selanjutnya. Keberadaan survey kepuasan ini juga menjadi pertimbangan bagi Pimpinan PTMA apa yang harus diarahkan pada pengelolaan asrama di lingkungan PTMA. Ketiga, kami kira yang tidak kalah penting adalah jaga komunikasi yang baik antara pengelola, pendamping, mahasiswa dan juga terhadap Pimpinan PTMA. Dengan komunikasi yang intensif dengan berbagai pihak, sumbatan-sumbatan, problem-problem asrama akan dapat diminimalisir. Apa harapan Bapak untuk pengelolaan Aslama dan kemajuan Asrama PTMA ke depannya? Kami berharap Asrama PTMA tidak hanya sebagai tempat tidur para mahasiswa biasa, akan tetapi benar-benar sebagai sebuah tempat ‘Kawah Candradimuka’, tempat persemaian bagi kader masa depan. Maka karena sebagai Lembaga pemasok kader masa depan, sudah barang tentu, Asrama PTMA harus tampil par-excellent, tampilan yang profesional baik sarana, prasarana maupun manajerialnya. Terdapat proses-proses pembelajaran yang aktif yang menjamin terciptanya insan yang cerdas, beriman, bertakwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia sebagaimana tujuan Pendidikan Tinggi Muhammadiyah. Maka SDM pengelola, pendamping harus bersinergi, hindari kesalahpahaman, maupun percekcokan, kuatkan kesepahaman untuk kebersamaan. Jika kompak, saling asah, asuh, dan bekerja sesuai job deskripsi yang ada maka InsyaAllah Asrama PTMA akan benar-benar menjadi sebuah lembaga yang diperhitungkan berbagai pengembangan SDM PTMA. [] APR
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM
9
WARTA PTM
Kinerja
Izin Prinsip Universitas Siber Muhammadiyah Terbit
Universitas Siber Muhammadiyah (Universitas SiberMu) diresmikan
U
niversitas Siber Muhammadiyah (Universitas SiberMu) resmi mendapatkan izin prinsip Nomor 0269/E.EI/KB.01.00/2021, Selasa (20/04). Program gagasan Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini sebelumnya telah menjalani evaluasi lapangan secara virtual oleh Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi, Kemendikbud RI bertempat di Kampus MOU Jalan Hos Cokroaminoto Wirobrajan Maret lalu. Muhammad Sayuti, Sekretaris Majelis Diktilitbang PPM mewakili keluarga besar Persyarikatan Muhammadiyah bersyukur dan gembira atas terbitnya izin prinsip kampus yang la-
Peluang dan Tantangan Pengusaha Muslimah di Indonesia 10 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2021
“
unching pada Milad Muhammadiyah ke-108 tahun 2019 lalu. Sejak resmi dilaunching oleh Prof Haedar Nashir dan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim tahun 2019 lalu nama kampus ini adalah Muhammadiyah Online University (MOU), kemudian diminta berubah menjadi Muhammadiyah Open University (MOU), belakangan diminta berubah menjadi Universitas Siber Muhammadiyah. “University SiberMu menjalani berbagai proses kurang lebih dua tahun. Dengan diturunkannya izin prinsip ini semoga dapat memperluas dakwah Muhammadiyah dan juga segera dilengkapi beberapa catatannya agar mempercepat adanya perolehan izin operasional,” paparnya. Ia melanjutkan tujuan terpenting dari pendirian Universitas SiberMu yaitu memperluas akses perguruan tinggi baik di dalam maupun luar negeri dengan biaya yang lebih terjangkau. “Selain murah dan terjangkau, Universitas SiberMu juga diharapkan dapat menjangkau daerah-daerah luar sehingga mendorong perluasan akses pendidikan secara lebih masif dan tentunya memperkuat kampus-kampus PTMA lainnya juga,” paparnya. Tiga syarat yang harus dilengkapi Universitas SiberMu di antaranya Izin Mendirikan Bangunan (IMB), server, dan tes kemampuan IT. Ketiga syarat ini diharapkan dapat segera dipenuhi agar semester ganjil ke depan Universitas SiberMu resmi membuka pendaftaran. “Muhammadiyah telah memiliki satu kampus yang sepenuhnya PJJ (fully online), semoga dengan adanya kampus ini dapat meningkatkan minat masyarakat secara luas baik di dalam maupun luar Indonesia,” tutupnya. []APR
Dalam beberapa penelitian, sudah terbukti bahwa perempuan memiliki kekuatan dalam dunia bisnis,” begitu papar Dr Hj Norma Sari SH MHum selaku moderator diskusi rutin yang diadakan Majelis Diktiltibang PPM, Kamis (15/04). Wakil Rektor UAD ini juga mengungkapkan diskusi dengan tema Peluang dan Tantangan Pengusaha Muslimah di
Diskusi Rutin Majelis Diktilitbang PPM
Indonesia ini akan diperkaya oleh dua narasumber yaitu Dr (HC) Dra Nurhayati Subakat, Apt dan Dra Hj Latifah Iskandar yang telah merasakan dinamika dalam dunia bisnis baik internal dan eksternal. “Tantangan yang dihadapi oleh kedua narasumber baik mengenai tuntutan pasar maupun tantangan lain serta keberhasilan dan kesuksesan yang telah dicapai tidak lepas dari doa dan
usaha serta kejelian dalam mencermati setiap perkembangan dalam dunia bisnis,” ungkapnya. Dra Hj Latifah Iskandar dalam materinya membicarakan mengenai penguatan, ketahanan pangan, serta kemandirian dan pemberdayaan ekonomi yang ada di ‘Aisyiyah. “Sejak lahirnya ‘Aisyiyah memang dasarnya adalah menggerakkan ekonomi itu berbasis
keluarga. Jika keluarga kuat insyaAllah negara ini akan menjadi kuat” begitu papar Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah ini. Ia menambahkan fenomena kegiatan bisnis yang berjalan kebanyakan terjadi di Jawa, dan ini perlu menjadi tantangan buat teman-teman di luar Jawa. “Jika fenomena bisnis ini dapat merata dan berjalan di semua titik kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Hal inilah yang dikuatkan oleh ‘Aisyiyah yaitu khususnya pada penguatan pengusaha muslimah,” paparnya. Melengkapi diskusi tersebut, Ibu Dr (HC) Dra Nurhayati Subakat, Apt dengan tegas mengungkapkan lima value yang dapat dijadikan pondasi dalam mengembangkan usaha yaitu ketuhanan, kepedulian, kerendahan hati, ketangguhan, dan inovasi. “Lima value tersebut membantu PT Paragon menjadi perusahaan yang bermanfaat, bertumbuh, dan berkelanjutan dengan kebermaknaan dalam setiap prosesnya,” pungkas pendiri Wardah Kosmetik ini. Ia juga menceritakan dalam mengalami kesulitan dalam membangun usaha itu adalah hal yang lumrah. “Setiap kesulitan insyaAllah ada kemudahan, dan di Agama kita sudah diajarkan hal semangat, optimis dan lainnya, tinggal bagaimana kita yang menjalankannya” begitu paparnya. []APR
Joint Webinar Monash dan Muhammadiyah
J
oint Webinar bertajuk “University Management: Internationalization during Pandemic” diadakan Monash University, Majelis Diktilitbang PPM, dan UMY, Rabu (28/04). Dalam kesempatan itu berbicara dari Monash University Prof Abid Khan (Deputy Vice Chancellor), Prof Andrew Macintyre (Senior Pro Vice Chancellor), Prof Edy Suandi Hamid (Majelis Diktilitbang), serta Ketua Asosiasi Kantor Urusan Internasional PTMA Yordan Gunawan. Prof Edy yang menyampaikan makalah bertajuk Muhammadiyah Higher Education Response & policy to Covid-19 mengemukakan, Muhammadiyah secara keseluruhan lang-
Monash University & Muhammadiyah Webinar
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM 11
WARTA PTM
Kinerja sung bergerak hanya dalam hitungan beberapa hari sejak kasus covid ditemukan di Indonesia. Hal yang sama diikuti oleh Majelis Diktilitbang yang langsung meminta Pimpinan PTMA dan sivitas akademikanya bergerak mencegah dengan berbagai cara agar dapat mengendalikan perkembangan Covid-19. Kampus dan semua lingkungan sivitas akademika juga diminta melaksanakan pembatasan maksimal dengan protokol ketat.
“Dalam kegiatan pembelajaran, sejauh mungkin dilakukan dengan daring, kecuali untuk kegiatan praktikum atau lainnya yang tidak memungkinkan. Ini menjadi blessing disguise karena pada akhirnya semua PTM bisa mempraktikkan pendidikan online atau jarak jauh,” ujar Prof Edy. Sementara itu Prof Andrew mengemukakan tentang pentingnya internasionalisasi, dan peluang yang besar
Penguatan Kurikulum Harus Berkelanjutan
S
etelah berlangsung berseri selama tiga kali, Workshop Penyusunan Kurikulum PTMA berbasis pada SNPT, KKNI, dan MBKM yang total melibatkan sekitar 500 peserta, berakhir. Ini merupakan rangkaian yang dilakukan pada tiga wilayah, yak-
ni Indonesia Tengah, Timur, dan Barat. Setiap kegiatan rata-rata diikuti 150 hingga 200 peserta. “Saya berharap apa yang diperoleh dalam workshop ini tidak hanya disimpan sebagai pengetahuan untuk diri sendiri, melainkan dipraktikkan dan disosialisasikan ke seluruh
Webinar Workshop Penyusunan Kurikulum PTMA berbasis pada SNPT, KKNI, dan MBKM melalui Youtube
untuk bekerja sama antara PTMA dengan Monash University. Hal ini terkait dengan sudah keluarnya izin bagi Monash untuk beroperasi di Indonesia. “Kampusnya di Tangerang Selatan, dan prodi yang ada antara lain data science, urban design, business innovation, serta public policy and management. Ini dibuka untuk jenjang master dan doctor,” ujarnya. []RED
lingkungan PTMA-nya masing-masing,” demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid saat membuka serial workshop terakhir untuk PTMA wilayah Barat, Sabtu (17/4). Kegiatan ini melibatkan narasumber dan Tim Pendamping Prof Soetrisno, Munawar Khalil MSI, dan Dr Suyadi, di samping Prof Edy sendiri. Dalam workshop ini diberikan masalah teknis terkait penyusunan kurikulum, perumusan capaian pembelajaran, dan matriks berbasis bahan kajian, serta pembentukan mata kuliah, besaran sks, dan pembentukan struktur kurikulum. Lebih lanjut Prof Edy mengatakan, aspek kurikulum sangat utama dalam perguruan tinggi. Ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari bagian penguatan akademik dan mutu perguruan tinggi. “Oleh karena itu, penguatan dan perubahan kurikulum secara berkala harus dilakukan dan dikawal. Ini menjadi lebih bermakna lagi karena saat ini era perubahan teknologi sangat cepat, yang harus diikuti pula oleh kurikulum yang dinamis,” ujar Prof Edy Suandi Hamid [] RED
Menuju Keunggulan Akademik PTMA
U
ntuk pertama kalinya, Majelis Diktilitbang PTMA mengadakan serial tadarus Ramadhan bidang
12 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2021
akademik. Tadarus bertajuk “Toward Academic Excelent” diadakan selama tiga kali setiap Jumat malam, dengan
menghadirkan pembicara Dr Amich Alhumami (Bappenas) Prof Abdul Mu’ti (PPM), Prof Bambang Setiaji (UMKT),
Prof Suyanti (UNY), Prof Ahmad Najib Burhani (LIPI), dan Prof Fathul Wahid. Tiga tema yang dibahas adalah Arah Kebijakan PT Indonesia, Wajah Pendidikan Tinggi Indonesia Masa Depan, dan Menumbuhkan Kasmaran Meneliti. Setiap kegiatan ini diikuti oleh peserta rata-rata 400an orang dari kalangan PTMA. Tadarus akademik yang direncanakan rutin tahunan saat Ramadhan ini dilaksanakan Majelis bersama UM Surabaya (seri 2) dan UM Palembang (seri 3). Dalam penutupannya Jumat (7/5) Prof Edy menyampaikan kegiatan ini dimaksudkan memberikan pemahaman pada pimpinan dan dosen PTMA terhadap isu-isu utama bidang akademik, dengan menghadirkan pembicara yang dipilih sangat selektif. “Kita melihat
Serial Tadarus Ramadhan
respons peserta sangat luar biasa. Oleh karena itu, kita berharap ini bisa menjadi agenda tahunan bidang akademik di
Muhammadiyah Studies, Serial Webinar dari Diktilitbang
M
ajelis Diktilitbang PP Muhammadiyah membuka serial “Muhammadiyah Studies” berisi diseminasi penelitian-penelitian hibah
RisetMu skema Covid-19 pada pertengahan April dan berakhir Mei (06/05) lalu. Berturut-turut, tema webinar yaitu Pemberdayaan Ekonomi dan Kese-
Majelis Diktilitbang PPM,” pungkas Prof Edy Suandi Hamid yang mewakili Majelis Diktilitbang PPM. []RED
jahteraan Masyarakat; Kesehatan dan Inovasi Teknologi; Filantropi dan Solidaritas; HAM, Politik, dan Kebebasan Berekspresi; Dakwah Muhammadiyah; dan Pendidikan dan Kaderisasi. Kanal YouTube Diktilitbang menyiarkan secara live keenam webinar ini. Hilman Latief, Ketua Lazismu PP Muhammadiyah, memberi sambutan bahwa data penting sebagai landasan dalam pergerakan. Hilman juga memberi pesan agar serial diskusi ini menjadi terobosan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. “Sebagai sebuah persyarikatan ke depan, kita perlu memperkuat knowledge based policy di Muhammadiyah,” ucapnya. Narasumber yang hadir merupakan sejumlah dosen PTMA yang menjadi penerima hibah penelitian RisetMu skema Covid-19. Jumlah keseluruhan hasil penelitian adalah sebanyak 142 penelitian. Pewicara webinar, Lukman Hakim, menyampaikan informasi tersebut. “Di antara 142 penelitian, sebanyak 10 penelitian bekerja sama dengan Lazismu,” ucapnya. [] RAS
Penyelenggaraan salah satu webinar. | Sumber: Diktilitbang
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM 13
Inaugurasi WARTA PTM
Rektor UMSU Dikukuhkan Sebagai Guru Besar
R
ektor UM Sumatera Utara (UMSU) Prof Dr Agussani, MAP resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud dan Ristek jabatan akademik guru besar, Kamis (29/04). Prof Dr Agussani mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada LLDikti dan tim percepatan lektor kepala dan guru besar UMSU. “Jabatan akademik ini merupakan anugerah yang akan saya pertanggungjawabkan dan tentu akan bermanfaat bagi masyarakat,” paparnya. Beliau juga menyampaikan capaian guru besar membuktikan bahwa tidak ada yang tidak bisa, diperlukan keyakinan dan tekad yang kuat sehingga jabatan profesor yang tidak mudah menjadi mudah dicapai. Saat ini UMSU masih memiliki empat kandidat guru besar dan menargetkan 5 guru besar dan 15 lektor kepala dalam setahun. “Ini sudah menjadi program UMSU dalam merealisasikan SDM para dosen,” katanya.
Kepala LLDikti Prof Ibnu Hajar mengatakan momentum ini membuktikan kualitas Akreditasi A yang telah disandang UMSU. Sebentar lagi para wakil rektor UMSU juga meraih guru besar. “Saya menghormati secara tinggi pencapaian guru besar rektor UMSU
Pengukuhan Prof Dr Agussani, MAP sebagai Guru Besar
Landasan Keprofesian sebagai Dokter
“
Angkat sumpah yang telah diikuti dan disebutkan oleh para dokter baru merupakan landasan dalam menjalankan keprofesian sebagai dokter yang terlindungi,” papar dr Wahyu Budi Martono, Dekan FK dalam sambutannya pada angkat sumpah dokter ke-26 Unimus (5/5). Sebanyak 12 Dokter baru resmi mengikuti sumpah bertempat di Aula lantai 7 fakultas kedokteran Unimus.
14 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2021
Sumpah Dokter ke-26 Unimus, (5/5).
dan menularkannya kepada yang lain. Ini luar biasa dan membanggakan,” ujarnya. Peran UMSU semakin dibutuhkan untuk menularkan pencapaiannya yang semakin menggeliat dan meroket. Kampus UMSU akan bangga dengan torehan guru besarnya semakin banyak. UMSU akan menjadi inovator dan inspirator. Hadirnya guru besar akan menimbulkan dampak untuk mendorong meningkatkan mutu di UMSU. []APR
Adanya tuntutan masyarakat terhadap dokter yang semakin meningkat, bagi dr Wahyu merupakan pegangan yang penting dalam menjalankan tugas sebagai seorang dokter. Hal yang dipandang bukan hanya dari ilmu yang
dimiliki, akan tetapi juga dari segi profesi dokter yang berwibawa, berakhlak terpuji, humanis, dan berdedikasi tinggi untuk mendarmabaktikan keilmuan yang telah diperoleh pada saat di bangku perkuliahan maupun praktik.
27 Lulusan FK UMY Disumpah
P
ara dokter baru di Indonesia hendaknya berpikir untuk tidak hanya ingin bekerja di kota-kota besar, namun siap mengabdi di kota-kota kecil, dan pedesaan. Mengingat saat ini konsentrasi dokter di Indonesia banyak di kota-kota besar. “Dari sisi rasio, kita sudah memenuhi standar WHO, yakni satu dokter rata-rata melayani 2.500 penduduk. Namun kenyataannya tidak demikian, sebagai akibat penyebaran tenaga dokter yang tidak merata. Bisa jadi di Jakarta atau Jogja sudah memenuhi standar tersebut, tetapi di Sulawesi Barat atau di Papua Barat masih jauh dari kebutuhannya,” ujar Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid pada acara Pelantikan dan Sumpah Dokter Periode LXVIII FK UM Yogyakarta dilakukan secara daring dan luring, Rabu (12/4) di Kampus Terpadu UMY. Sebanyak 27 orang dokter dilantik. Sumpah dilakukan oleh Dekan FK UMY Dr dr Wiwik Kusumawati dan dihadiri Ketua IDI Wilayah DIY Dr A Ashari SpOG.
Lebih lanjut Prof Edy mengatakan, saat ini sudah ada lebih 160 ribu dokter di Indonesia, dan setiap tahun bertambah 10-12 ribu dokter baru. “Ini artinya dokter pun bersaing ketat dengan dokter yang lain. Oleh karena itu para dokter baru harus betul-betul bekerja secara profesional, menegakkan
“Harapannya dengan diangkat sumpah sebagai dokter kedepannya bisa membawa nama baik diri, almamater, dan keluarga. Menolong sesama tanpa melihat ras, suku, dan status sosial dari seorang pasien,” tutupnya. []APR
etika kedokteran, berdisiplin dan selalu meningkatkan keahliannya” ujar Rektor Universitas Widya Mataram ini. Sementara Dr Ani Ashari meminta agar dokter yang baru disumpah untuk tetap melanjutkan belajar. “Semoga kalian bisa melanjutkan ke jenjang Pendidikan lebih tinggi, dan kembali ke daerah asal untuk mengabdikan diri dan memberikan kontribusi terbaik,” tutupnya. []RED
Sumpah Dokter FKIK UMY secara daring dan luring.
Tiga Wakil Rektor Unimuda Sorong Dilantik
U
niversitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong melaksanakan Pelantikan Wakil Rektor Masa Jabatan 2021—2022. Nama-nama yang dilantik di antaranya yakni Doni Sudibyo MPd sebagai Warek I Bidang Akademik, Inovasi, dan Big
Data; Surya Putra Raharja, MPd sebagai Warek II Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia; dan Sirojjuddin MPd sebagai Warek III Bidang AIK, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama. Dalam pelantikan ini dihadiri PWM Papua Barat, PDMA, ortom Muhammadiyah, un-
sur Badan Pengurus Harian (BPH), dan sivitas akademika Unimuda Sorong. Dr Rustamadji MSi, Rektor Unimuda Sorong mengucapkan selamat kepada wakil-wakil rektor yang telah terpilih. “Artinya, secara struktural, manajemen Unimuda Sorong kini te-
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM 15
Inaugurasi WARTA PTM
lah lengkap,” ujarnya dilansir dari situs resmi Unimuda Sorong. Rustamadji menyampaikan tantangan terbesar seorang pemimpin, yakni implementasi teori-teori yang dihasilkan oleh akademik sebab menjadikan adanya gap ‘celah’ yang besar antara seorang akademisi dan non-akademisi. Kegiatan pelantikan dilaksanakan Senin (19/04) dan dilangsungkan secara daring oleh Muhammad Sayuti selaku Sekretaris Majelis Diktilitbang PPM. Dalam sambutannya Muhammad Sayuti memberikan amanat mengenai kiprah Unimuda Sorong sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang unggul dari wilayah timur Indonesia. “Dengan dilantiknya tiga wakil rektor, diharapkan dapat memperkuat catur dharma di Unimuda Sorong,” tutupnya. [] RAS
Rektor Baru UMJ Angkat Isu Kebangsaan
Dokumentasi pidato rektor baru. | Sumber: Republika
16 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2021
Proses pelantikan wakil rektor. | Sumber: Humas Unimuda Sorong
P
P Muhammadiyah melantik rektor baru UM Jakarta (UMJ), Dr Ma’mun Murod Al Barbasy. Dr Ma’mun menekankan dalam sambutannya, Muhammadiyah perlu memberi perhatian pada isu kebangsaan agar Pancasila sebagai dasar negara dapat menjadi pijakan dan dasar yang kuat. Dr Ma’mun juga berharap agar UMJ
dapat bekerja sama dengan lembaga internasional yang telah ada. “Ini bisa dilakukan dengan capaian akademik yang terukur,” katanya. Ketua PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, MSi, menilai Dr Ma’mun merupakan kader Muhammadiyah yang berpengalaman. “Amanah untuk rektor baru sudah dirinci,” sambungnya. Di antaranya, segala tugas dan kewajiban harus tetap dalam koridor Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dan ormas yang memiliki peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. UMJ ke depannya perlu terus ditingkatkan agar bersanding dengan UM Malang, UM Yogyakarta, dan UM Surakarta yang telah mendapatkan pengakuan. Pelantikan ini dihadiri oleh beberapa tokoh, salah satunya Prof Dr Mahfud MD selaku Menko Polhukam. Ia berkata bahwa peran umat Islam terus meningkat pesat dan UMJ perlu terus mem-follow up itu. “UMJ bisa mengembangkan pemikiran Islam yang ditegakkan dalam nuansa demokrasi yang baik,” pesan Prof Mahfud MD dilansir republika.co.id. [] RAS
Sigi
WARTA PTM
Problematika Wali Murid Sekolah Muhammadiyah dalam Mendampingi Belajar Daring di Masa Pandemi Covid-19 Istikomah & Budi Haryanto Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
P
enelitian ini bertujuan untuk menggali permasalahan yang dialami oleh wali murid di sekolah-sekolah Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Sidoarjo, khususnya tingkat pendidikan dasar (SD/MI-SMP/MTs) dalam mendampingi belajar putra putrinya di saat sekolah menetapkan belajar dengan sistem Daring. Kebijakan pemerintah ini telah memutuskan bahwa daerah yang masuk dalam kategori zona kuning, oranye hingga zona merah dalam peta sebaran covid-19 tidak diperkenankan untuk melaksanakan proses belajar mengajar secara langsung dan tetap melaksanakannya secara daring pada proses pembelajaran tahun ajaran baru 2020/2021 nanti. Hal ini sesuai dengan surat keputusan bersama 4 menteri yaitu : menteri pendidikan dan kebudayaan, menteri Agama, menteri kesehatan, dan menteri dalam negeri republik Indonesia nomor 01/KB/2020, nomor 516 tahun 2020, nomor HK.03.01/Menkes/363/2020, nomor 440-886 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran baru 2020/2021 di masa pandemi covid-19. Ide penelitian ini dilatarbelakangi karena banyaknya keluhan wali murid sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sidoarjo dalam mendampingi belajar daring. Berdasar permasalahan di atas, maka perlu kiranya digali tentang berbagai permasalahan yang dihadapi wali murid dan solusi yang harus diberikan oleh pihak sekolah . Tujuan dari penelitian ini adalah Pertama, untuk mengetahui problem yang dihadapi wali murid terkait kebijakan belajar dari rumah dengan sistem daring sehingga sekolah Muhammadiyah di
Kabupaten Sidoarjo bisa memiliki peta tentang problem yang dialami orang tua dalam mendampingi belajar dengan sistem daring. Kedua, memberikan solusi dan opsi, sehingga sekolah Muhammadiyah memiliki skenario pembelajaran yang tepat dalam menghadapi pandemi covid yang belum jelas kapan berakhirnya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus dengan subyek penelitian wali murid dan kepala sekolah di MI Muhammadiyah 3 Penatar Sewu Tanggulangin, SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo, SMP Muhammadiyah 2 Taman. Ketiga sekolah tersebut berada Kabupaten Sidoarjo dengan instrumen utama Human Instrument. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu Kuesioner Google Form (Online) dan interview (wawancara). Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Teknik analisis data pada penelitian ini terdiri
analisis interaktif dengan tiga alur kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Manfaat penelitian ini bagi Persyarikatan Muhammadiyah, antara lain: Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan baik di tingkat pusat hingga daerah dapat menjadikan pembelajaran daring di era Covid-19 sebagai sarana untuk melakukan proses pembelajaran yang inovatif, dan memberikan edukasi kepada segenap wali murid bahwa pembelajaran daring, di samping ada sisi negatifnya, juga banyak sisi positifnya yakni bisa dijadikan pengalaman berharga bagi orang tua dalam menyikapi perkembangan teknologi yang terus dinamis. Sehingga sekolah-sekolah Muhammadiyah lebih update dan lebih siap dalam mengimplementasikan sistem belajar daring dengan berbagai sistem. Luaran dari penelitian ini adalah artikel di Jurnal Pendidikan Islam “Tadris” index Sinta 2.
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM 17
Inovasi WARTA PTM
PathGen Antarkan Dosen UM Purwokerto Ikuti Kompetisi Startup Dunia
Dr Susanti MPhil Apt, dosen Farmasi UM Purwokerto
D
r Susanti MPhil Apt, dosen Farmasi UM Purwokerto kembali meraih prestasi membanggakan. Ia bersama rekan-rekannya di PathGen terpilih untuk mewakili Indonesia dalam forum dan kompetisi startup inovasi sosial terbesar di dunia, Extreme Tech Challenge (XTC). Dari sepuluh startup yang terpilih mengikuti proses seleksi di Indonesia. Dr Susanti dan tim menjadi salah satu dari tiga startup teratas yang melanjutkan kompetisi me-
I
wakili Indonesia di California Amerika Serikat, Juli mendatang. Dr Susanti bersama Prof Muhammad Ilyas (University of Nottingham) merupakan CEO dari PathGen. Startup yang berdiri pada 2019 ini diprakarsai konsorsium Nottingham-Indonesia Collaboration for Clinical Research and Training (NICCRAT) yang bertujuan untuk membina kemitraan akademisi dengan institusi di Indonesia. Di samping itu, PathGen mengusung visi yang bertujuan untuk mencapai kesetaraan global dalam pengobatan kanker dan penyakit lain lewat pengobatan presisi (precision medicine). Inovasi ini menyediakan tes diagnostik molekuler berbiaya rendah dan patologi digital serta terlibat dalam pengembangan kapasitas melalui pertukaran pengetahuan dengan mitra global. Adapun produk unggulan PathGen, yaitu ColoMelt-Dx (diagnostik kanker kolorektal)
dan INDiPath ViuMe (perangkat lunak dan perangkat keras patologi digital berbasis Artificial Intelligence). Prestasi lain yang diraih alumni Farmasi UGM Yogyakarta ini yaitu menerima penghargaan dalam ajang tahunan University of Nottingham Tri-Campus Awards for Postgraduate and Postdoctoral Research 2021, di Nottingham, Inggris, Selasa (25/5). Ia berhasil meraih penghargaan pada kategori “Postdoctoral Research Award for Outstanding Contribution to the Research Community”, atau Penghargaan Riset Post Doktoral untuk Kontribusi Luar Biasa bagi Komunitas Riset. “Kategori ini diberikan untuk staf peneliti muda di University of Nottingham yang dinilai memberikan kontribusi luar biasa pada komunitas riset baik di dalam maupun di luar lingkungan universitas,” pungkas Susanti dilansir dari Kompas. com. []APR
Infused Water Mahasiswa UMM Raih Dua Penghargaan Internasional
novasi produk minuman enam mahasiswa UMM berhasil meraih dua penghargaan internasional. Dilansir dari akun Instagram resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), racikan minuman atau dikenal dengan infused water Nutrofin ini meraih silver medal kategori Food Technology Di ajang Malaysia Young Scientist and Exhibition (MYSCE) 2021. Selain itu di kompetisi Organization for Creativity, Innovation, and Invention Promotion (OCIIP) IP Word Fair 2021 Nigeria meraih gold medal kategori Food and Health.
18 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2021
Adapun enam mahasiswa yang tergabung dalam tim Treefused terdiri dari Muhammad Iqbal Najib Fahmi, Mutamimatur Rosyidah, Siti Nurhalizah, Esther Margaretha Yolanda, Daffa Rizal Dzulfaqaar Alauddin, dan Luluk Novi Hidayanti. “Kami berhasil membuat Nutrofin yang merupakan produk inovasi minuman infused water berbahan dasar Lengkuas Merah, Mengkudu, Jeruk Nipis, dan Bunga Telang,” kata Muhammad Iqbal. Menurutnya, Nutrofin mengandung senyawa aktif skopoletin yang mempu-
Produk Infused Water racikan mahasiswa UMM
nyai beberapa fungsi yaitu antivirus, penurunan tekanan darah, dan vasodilatasi pembuluh darah. Kombinasi senyawa aktif yang terkandung dalam bahan dasar Nutrofin diharapkan memiliki dua fungsi utama yaitu memperlancar peredaran darah dan menurunkan kolesterol. []APR
Inovasi WARTA PTM
Pupuk Organik Pumakkal Tingkatkan Kualitas Padi
T
Lahan uji coba UM Metro. | Sumber: Humas UM Metro
im Program Pengembangan Usaha Intelektual Kampus (PPUPIK) UM Metro melakukan uji coba pupuk Organik Pumakkal (pupuk organik multifungsi berbasis potensi lokal lampung), Selasa (20/04). Pupuk Organik ini merupakan hasil produksi PPUPIK yang berhasil meraih juara tiga dalam Lomba Anugerah Inovasi Daerah 2019. Sawah padi garapan Tim PPUPIK UM Metro menunjukkan perbedaan yang jelas dibandingkan dengan sawah lain, terutama setelah Kota Metro mengalami dua kali hujan deras dalam waktu satu minggu. Sebagian sawah di
Tejosari terancam gagal panen, sebab padi yang terendam air membuat warna beras menjadi agak gelap, tidak putih bersih, dan rasanya tidak pulen. “Pupuk Pumakkal membuat tanaman padi kuat. Akarnya menjadi lebih kukuh dan padi menjadi lebih berisi dibandingkan padipadi yang diberi pupuk anorganik,” ujar Suardi, salah seorang pengelola sawah organik. Ketua Tim PPUPIK UM Metro, Dr Agus Sutanto MSi yakin bahwa sawah dengan pupuk Pumakkal menghasilkan bulir beras yang putih, bersih, dan pulen. “Dari segi kuantitas, beras organik pun lebih padat. Petani bisa memperoleh hasil hampir dua kali lipat dibandingkan dengan menanam padi biasa dengan luas lahan yang sama,” katanya. Tim PPUPIK UM Metro berharap agar para petani menjadi sadar mengenai pentingnya penggunaan pupuk organik. [] RAS
Arus Laut sebagai Pilihan Energi Terbarukan
M
ahasiswa UM Malang, Rifqi Alfareza Aryadi dan Evita Leninda Fahriza, mengembangkan alat Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) yang diberi nama Sea Water Flow Power Plant. Inovasi tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama International Science Technology and Engineering Competition (ISTEC) 2021. Menurut Rifqi, PLTAL merupakan sumber energi yang takkan habis karena besarnya potensi tersebut di Indonesia. Namun, kekurangan ditemukan apabila arus laut melemah. Oleh sebab itu, Sea Water Flow Power Plant menggunakan turbin archimedes untuk mengubah
Rifqi dan Evita dalam ISTEC 2021. | Sumber: Tempo
energi kinetik menjadi energi listrik. “Turbin archimedes membuat PLTAL tetap berfungsi walaupun berada di arus yang lemah,” ujar Rifqi. Rumus pengubahan energi menjadi tantangan Rifqi dan Evita. Selain itu, desainnya juga selalu diperbarui. Tim UMM tersebut ingin agar air dapat ma-
suk ke dalam alat secara menyeluruh di bagian depan turbin, sehingga celahnya perlu diperbesar. “Harapannya, semoga alat ini bisa terealisasi dan membantu PLN mengembangkan energi terbarukan,” kata Rifqi dilansir Muhammadiyah.or.id. [] RAS
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM 19
WARTA PTM
Kronik
2000 Paket Takjil Gratis Rayakan Milad ke-35 UMPO
Jajaran Rektorat dan Dekanat UMPO turun langsung membagikan takjil.
U
M Ponorogo mengadakan kegiatan berbagi 2000 paket takjil gratis dalam rangka merayakan Milad ke-25. Momen ini diadakan ber-
tepatan dengan bulan suci Ramadhan dan masih dalam keadaan pandemi. Dengan mengusung tema Membangun Cendekia Milenial, kampus yang
berdiri sejak 3 Mei 1986 ini membagikan takjil ke seluruh wilayah Kabupaten Ponorogo, salah satunya pada pengguna jalan yang melintas di Jl Alon-Alon Utara, Jl HOS Cokroaminoto dan di wilayah Pimpinan Ranting Muhammadiyah, Minggu (2/5). Jajaran rektorat dan dekanat juga turut hadir dan turun langsung ke jalan membagikan takjil. Rektor UM Ponorogo, Dr Happy Susanto MA menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk syukur UMPO di usia ke-35 dan menjadi upaya untuk menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat. “Alhamdulillah UMPO telah berusia 35 tahun. Dengan milad ke-35 ini semoga UMPO bertambah maju, berkembang, serta mendapat kepercayaan masyarakat, karena UMPO merupakan kebanggaan dan milik masyarakat Ponorogo dan sekitarnya,” pungkasnya. []APR
Pengabdian Masyarakat Ajarkan Arti Berbagi
Kegiatan Berbagi oleh STIKES Muh Klaten
S
ekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Klaten melaksanakan kegiatan bakti sosial di tingkat Ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Buntalan, Klaten (04/05). Kegiatan yang diadakan bertepatan pada bulan Ramadhan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya dengan melakukan pembagian sembako dan pembinaan ranting. 100 warga hadir
20 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2021
secara terjadwal guna menghindari kerumunan dan tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Ketua bagian Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK), Syahbana, S Ag M Ag mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk syukur atas pencapaian yang diperoleh STIKes Muh Klaten, juga sebagai bentuk rasa persaudaraan antar sesama muslim yang terdampak Covid-19. “Ke-
giatan ini juga memberi pelajaran pada anggota ranting tentang arti pentingnya berbagi dan saling tolong menolong antar sesama manusia tanpa membedakan status dan dari golongan mana mereka hadir,” paparnya. Kegiatan bakti sosial ini berupa pembagian paket sembako bagi warga lansia, dhuafa dan warga yang terdampak pandemi Covid-19. “Semoga dengan adanya kegiatan ini, semakin mendekatkan STIKes Muh Klaten dengan warga dan dapat menumbuhkan rasa saling memiliki saling membantu dan tercipta kehidupan yang dinamis” tutur Ketua STIKes Muh Klaten, Sri Sat Titi Hamranani. [] APR
Self Assessment Upaya Tingkatkan Akreditasi Unggul
S
elf Assessment merupakan tugas dari Majelis Diktilitbang PPM dalam rangka pengawasan dan pembinaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) dalam menjaga mutu guna untuk mempersiapkan diri pada saat akreditasi program studi maupun institusi. Begitu papar Rektor UMPR, Dr Sonedi MPd dalam kegiatan Self Assessment yang diadakan Majelis Diktilitbang PPM, Sabtu (1/5). Turut hadir sebagai asesor Andi Bayu Bawono, Drs Daniel Fernandes, dan Dr Suliswiyadi. Dalam presentasinya, Dr Sonedi juga banyak memaparkan mengenai Visi Misi Universitas,
Ketercapaian Renstra dan Renop, hingga prestasi-prestasi yang pernah diraih terkait Catur Dharma Perguruan Tinggi. Setelah paparan selesai, para asesor kemudian mengajukan berbagai pertanyaan kepada para Pimpinan yang dapat terjawab dengan baik. Dr Rita Rahmaniati MPd selaku Kepala Lembaga Perencanaan, Pengembangan, dan Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (LP3MPT) UMPR mengemukakan Kegiatan Self Assessment UMPR ini tentunya dapat menjadi batu loncatan dan motivasi bagi UMPR untuk mengejar Akreditasi Unggul (A) nantinya. “Tidak lupa kami juga mengucapkan te-
Self Assesment UM Palangkaraya
rima kasih kepada Majelis Diktilitbang PPM yang sudah memfasilitasi acara penting ini dan khususnya kepada ketiga asesor yang sudah meluangkan waktu untuk kegiatan ini, ” tutupnya. [] APR
Desa Wisata Binaan UM Sumbar Raih Juara II API
K
ementerian Pariwisata RI Anugerahkan Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dengan Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2020. Anugerah ini diraih karena mampu dan terbukti mencetuskan dan mempertahankan branding yang berdampak pada dunia pariwisata sebagai kabupaten beradat dan berbudaya. Kabupaten Lima Puluh Kota meraih juara dua, masuk pada kategori Kampung Adat Terpopuler yakni Kampung Sarugo di Koto Tinggi. Anugerah Pesona Indonesia diterima langsung Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo Kamis, 20 Mei 2021 yang dipusatkan di Inaya Bay
Rektor UM Sumbar
Komodo Hotel, Labuan Bajo, Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur. Kampuang Sarugo yang merupakan desa wisata binaan UM Sumatera Barat ini di maksimalkan menjadi Kampung Adat pada 2019 lalu. Rektor UM Sumatera Barat Dr Riki Saputra, MA menyebutkan, pihaknya akan terus memberikan support dan bentuk kerja sama akademis dalam pe-
ngembangan sektor yang ada di daerah. Kampung Sarugo disamping Desa Wisata binaan UM Sumatera Barat, juga dijadikan sebagai Smart Branding Kab Lima Puluh Kota pada akhir 2019 lalu melalui Diskominfo. “Bentuk kerjasama akan kita jalin terus agar daerah memiliki dokumen kajian akademis untuk mengembangkan sektor yang ada,” tutup Riki. []APR
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM 21
WARTA PTM
Kronik
Paradigma Perubahan Karir di Era Milenial
R
evolusi industri 4.0 merupakan era atau jaman lahirnya teknologi digital, secara otomatis akan berdampak pada kehidupan manusia. Seperti mudahnya untuk mengakses teknologi hingga ke pelosok yang pada akhirnya semua orang dapat terhubung di dalam sebuah jejaring sosial. Begitu papar Rektor UM Metro Drs H Jazim Ahmad MPd pada webinar bertajuk ‘Optimalisasi Bakat dan Minat sebagai Strategis Sukses Pemilihan Jurusan dan Karir di Era Milenial’. Revolusi industri sangat berdampak besar bagi semua orang dalam hal mengelola sumber daya dan produksi barang dan jasa. Rektor UM Metro ini
Webinar UM Metro bertajuk ‘Optimalisasi Bakat dan Minat sebagai Strategis Sukses Pemilihan Jurusan dan Karir di Era Milenial’, (5/5).
menegaskan hal ini dikarenakan era mobilitas kerja mulai mengalami peningkatan kecepatan dan semuanya serba praktis dan instan. Tidak dipungkiri juga, kita semua sudah berorientasi pada IT sehingga ada istilah ‘no gadget no life’ yang artinya kita semua tidak bisa lepas dari teknologi. “Saat ini remaja milenial harus mempersiapkan diri untuk dapat menghadapi perubahan arah karir di era revolusi industri 4.0 salah satunya menjadi remaja yang kreatif dan inovatif,” pungkasnya.
518 Mahasiswa UMPR Resmi Diterjunkan
Kegiatan penerjunan mahasiswa KKN UMPR ke-45, Sabtu (22/5).
22 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2021
Baginya era revolusi industri menuntut seseorang untuk menjadi sosok yang mampu bersaing dengan kondisi teknologi yang semakin canggih. “Jadilah sosok yang serius belajar dan menambah wawasan dengan literasi, menjadi kreatif dan inovatif, memiliki soft skill, serta memiliki sertifikasi keterampilan. Insya Allah adik-adik menjadi sukses dalam meraih karir di era revolusi industri 4.0 saat ini,” tegasnya dikutip melalui website UM Metro, Senin (24/05). [] APR
S
ebanyak 518 mahasiswa UM Palangkaraya resmi diterjunkan dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-45, Sabtu (22/5). Kegiatan yang diadakan secara daring ini dibuka langsung Rektor UM Palangkaraya Dr Sonedi MPd juga dihadiri Wakil Rektor 1 Dr Hj Laksminarti dan Wakil Rektor 3, Dr Norcahyono, beserta para Personil LP2M. Ketua Panitia KKN, Endang Sri Suyati, MPd memaparkan UMPR tahun ini menyebar peserta KKN di 5 kabupaten/ kota Kalimantan Tengah. “Kegiatan ini secara resmi sudah dibuka oleh Rektor UMPR dan setiap Dosen Pembimbing Lapangan akan melakukan pengantaran mahasiswa KKN ke masing-masing lokasi pada 26-27 Juni 2021,” ujarnya. 518 mahasiswa nantinya dibagi menjadi 45 kelompok yaitu Skema Etnografi Kabupaten Lamandau (3 ke-
lompok) dan Kabupaten Seruyan (3 kelompok), Skema Khusus Kabupaten Seruyan (2 kelompok), Skema AUM Kabupaten Pulang Pisau (3 kelompok), Skema AUM Kabupaten Katingan (3 kelompok), dan Skema AUM Kota Palangka Raya (31 kelompok). Sementara Rektor UMPR, Dr Sonedi MPd dalam sambutan pembukaan KKN ke-45, menyampaikan motivasi
kepada peserta agar menjaga nama baik almamater, tetap semangat menunjukan kreativitas ditengah keterbatasan, serta dapat memberikan sumbangsih kepada Bumi Tambun Bungai Kalimantan Tengah. “Sekian semester menimba ilmu di kampus, inilah saatnya mengimplementasikan dan mengamalkan apa yang dipelajari selama di kampus. Ke-
hidupan kampus mungkin tidak begitu kompleks dengan yang kita hadapi sehari-hari, sehingga adaptasi dengan lingkungan dan hal baru harus kita lakukan. Mari kita belajar dari kehidupan sebenarnya karena pendidikan yang sebenarnya adalah di masyarakat,” pungkas Dr Sonedi. [] APR
UMSU Anggarkan 2,5 Miliar Hibah Penelitian
Penandatangan kontrak secara simbolis dan foto bersama dengan dosen peneliti UMSU
U
MSU menganggarkan Rp 2,5 miliar untuk Hibah Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) internal. Anggaran tersebut diperuntukan bagi pemenang proposal sebanyak 367 proposal dari 395 propo-
sal yang masuk tahun 2020-2021. Antusias dosen untuk melakukan penelitian dan pengabdian mengalami peningkatan yang cukup tinggi selama dua tahun ini. Wakil Rektor I, Dr Muhammad Arifin Gultom, MHum menya-
Buku Pidana Mati Ajak Masyarakat Melek Korupsi
D
wi Cahyani SH SHI MHum Dosen UM Malang (UMM) merilis buku dengan judul “Pidana Mati Korupsi”. Buku yang diterbitkan pada April lalu berangkat dari ide dan kere-
sahan Tinuk mengenai korupsi. Apalagi maraknya beberapa oknum yang tega mengambil anggaran bantuan yang seharusnya disalurkan di masa pandemi seperti saat ini. Sempat pula keluar isu
rankan agar menambah peningkatan kualitas, aturan dalam review lebih diperketat dan dosen dapat melibatkan mahasiswa dalam melakukan penelitian. “Kita harus dapat mempertahankan posisi UMSU pada klaster utama dengan mempertahankan kinerja penelitian dan pengabdian,” katanya. Acara dilanjutkan dengan penandatangan kontrak secara simbolis dan foto bersama dengan dosen peneliti. Penandatangan kontrak UMSU 2020-2021 dengan perincian, Penelitian Dosen Pemula (PDP), (58 proposal), Penelitian Dasar (PD) (136), Penelitian Terapan (PT) (31), PKM (104), PKPM (38). []APR
ke masyarakat terkait hukuman mati bagi para pelanggarnya. “Koruptor yang terjaring saat ini sebenarnya telah memenuhi unsur yang ada pada pasal Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang bisa dijatuhi hukuman mati,” papar Tinuk. Lebih lanjut, Tinuk juga menjelaskan alasan kenapa para koruptor sampai saat ini belum mendapatkan hukuman tersebut. Padahal jika
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM 23
WARTA PTM
Kronik
Dwi Cahyani SH SHI M Hum Dosen UM Malang (UMM)
dilihat, ada segelintir pelaku terorisme dan narkotika yang divonis hukuman mati. Dilansir melalui website UMM pada Senin (24/5), Tinuk menjelaskan
U
UMKO Satu-satunya Kampus Raih Bantuan Dana PJJ Lampung
M Kotabumi (UMKO) kembali meraih prestasi membanggakan tahun ini. Universitas yang baru berusia 2 tahun ini berhasil men-
UMKO Raih Bantuan Dana PJJ di Lampung
24 Warta PTM
kenapa para koruptor hingga sekarang belum pernah mendapat hukuman mati. Sedangkan terorisme dan narkotika pernah dapat mendapat vonis tersebut. Padahal kasus korupsi yang dila-
kukan sudah memenuhi unsur pidana yang ada. Dosen Fakultas Hukum UMM ini juga menjelaskan inti dari buku yang membahas tentang pidana mati dari hukum positif di Indonesia dengan Hukum Jinayah Islam. Membandingkan antara kedua hukum tersebut untuk membantu menemukan jawaban. Selain itu juga menjelaskan bagaimana bisa koruptor dijatuhi hukuman tersebut. Ia berharap, buku ini bisa menjadi pengingat bagi penegak hukum untuk lebih tegas dalam menjalankan tugasnya. Begitu pula untuk masyarakat agar bisa mengawasi dan mengontrol apa yang dilakukan oleh pejabat negara. “Saya ingin buku ini tidak hanya menjadi bacaan saja, tapi juga menjadi pengingat untuk menumpas kasus korupsi yang menggerogoti negara kita” pungkasnya menerangkan. [] APR
Edisi Mei-Juni 2021
dapatkan pendanaan Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) sebagai satu-satunya perwakilan dari Perguruan Tinggi yang ada di Provinsi Lampung.
Prestasi ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya UMKO pernah meraih prestasi serupa pada 2020 lalu. Koordinator tim pengajuan Proposal PJJ UMKO, Nur Mei Ningsih, M Pd menjelaskan tahun lalu luaran dari kegiatan ini adalah video pembelajaran sebanyak total 12 video, sedangkan pada tahun ini mengalami penambahan yaitu sebanyak 20 video pembelajaran. “Alhamdulillah dari proposal yang diajukan tersebut UMKO yang diwakili oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia berhasil lolos dan mendapatkan pendanaan,” pungkasnya. Penerima dana bantuan dari Kemendikbud itu diumumkan website dikti.kemdikbud.go.id. Ada 101 Perguruan Tinggi di Indonesia yang telah berhasil meloloskan ajuannya pada kegiatan ini. []APR
SPBU UM Jember Resmi Dibuka
S
PBU PT Tunas Harapan UM Jember resmi dibuka Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dan Rektor UM Jember, Sabtu, (1/5). SPBU yang terletak di Desa Klatakan Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo ini sebelumnya telah beroperasi sejak Selasa (27/4). Rektor UM Jember Dr Hanafi MPd dalam sambutannya mengungkapkan pendirian SPBU ini mengalami perjalanan yang panjang. “Prosesnya berjalan lancar satu tahun terakhir dan alhamdulillah kita semua bisa melihat
SPBU UM Jember
saat ini sudah diizinkan untuk beroperasi,” pungkasnya. Dengan total luas tanah 9000m2, SPBU dibangun di luas tanah 5000 m2 yang menggelontorkan dana sebesar 10 milyar. “Sementara sisanya nanti kita
kembangkan menjadi rest area,” jelas Hanafi. SPBU akan dilewati Tol Probowangi yang merupakan bagian dari Tol Trans Jawa. Dengan berlatar Gunung ‘Putri Tidur’ di bagian belakang SPBU lokasi ini sangat strategis. []APR
Prosesi MoU IAIM Sinjai dan STKIP PGRI Jombang.
Prioritas IAIM Sinjai Tingkatkan Publikasi Penelitian
tinggi, khususnya pada bidang pendidikan, pengajaran, dan penelitian,” ujar Syukri Bur. Di sisi lain, Ketua STKIP PGRI Jombang, Dr Munawaroh M Kes juga menaruh harapan agar kolaborasi an-
tara IAIM Sinjai dan STKIP PGRI Jombang dapat terus diadakan untuk mengembangkan kampus masing-masing. Pengembangan tersebut dapat mencakup skala nasional maupun internasional. [] RAS
R
ektor IAIM Sinjai, Dr Firdaus M Ag menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan STKIP PGRI Jombang, di Ruang Senat IAIM Sinjai, Kamis (6/5). Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) IAIM, Dr Syukri Bur mengatakan, antara IAIM Sinjai dan STKIP PGRI Jombang terdapat kesamaan tujuan untuk mengembangkan Program Studi Ilmu Pendidikan. IAIM Sinjai memiliki prioritas untuk meningkatkan publikasi penelitian. Bentuk kerja samanya dapat berupa pengembangan teknologi pembelajaran, publikasi jurnal nasional dan internasional, termasuk pertukaran reviewer. “Hal tersebut bisa mendukung penyelenggaraan tridarma perguruan
Perpustakaan UM Mataram Resmi Berdiri
U
M Mataram (Ummat) meresmikan gedung Perpustakaan HL Mudjitahid di kampus setempat. Acara peresmian gedung perpustakaan ini sekaligus menjadi kegiatan pelantikan Dekan Fisipol; Ketua Lembaga Peng-
kajian, Pengamalan, dan Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LP3IK); dan Mudir Ma’had Khalid bin Walid Ummat. Turut hadir Rektor, Wakil Rektor, sivitas akademika Ummat, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kear-
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM 25
WARTA PTM
Kronik HL Mudjitahid pada Senin (12/4) lalu, Kepala UPT Perpustakaan, Iskandar SSos MA menjelaskan perpustakaan ini akan diisi fasilitas-fasilitas yang lebih unggul dibandingkan perpustakaan lama, seperti digitalisasi buku. Nama gedung, HL Mudjitahid, merupakan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Ummat yang pertama dan menjabat dalam waktu yang lama. Namanya diangkat menjadi nama untuk gedung perpustakaan sebagai bentuk mengenang jasa-jasanya. [] RAS
sipan NTB, serta keluarga HL Mudjitahid. Dr H Arsyad Gani MPd, Rektor Ummat, melantik Dr H Muhammad Ali MSi sebagai Dekan Fisipol, Drs Abdul Wahab MA sebagai Ketua LP3IK, dan Najamuddin MPdI sebagai Mudir Ma’had Khalid bin Walid. “Pelantikan ini diharapkan agar dapat memunculkan inovasi-inovasi di bidang masing-masing untuk kemajuan universitas,” ujar Dr Arsyad dalam sambutannya. Dalam peresmian Perpustakaan
Kelas Belajar Mengajar Bangun Minat Belajar Anak
H
“Kelas Ramadhan”, di Jalan Cakalang Baru Palopo. Aliansi Gerakan Peduli Pendidikan Kota Palopo yang merupakan bagian dari Lembaga Rumah Ilmu
impunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UM Palopo membuka kegiatan belajar-mengajar
Pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar. | Sumber: Humas UM Palopo
UM Metro Beri Pelatihan Mengelola Bank Sampah 26 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2021
T
im Fakultas Ilmu Komputer UM Metro memberikan pelatihan kepada pengurus bank sampah di Kecamatan Rumbia, Lampung Tengah. Tim terdiri atas dosen dan mahasiswa dalam rangka program pengabdian masyarakat. Pelaksanaan kegiatan tersebut disokong Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UM
Peresmian gedung perpustakaan. | Sumber: Humas Ummat
Kota Palopo turut membantu kegiatan tersebut. Ketua Panitia, Muhammad Dimas Saputra, menyampaikan latar belakang Kelas Ramadhan adalah bentuk keprihatinan terhadap dampak pandemi Covid-19. Sebab, banyak anak-anak di lingkungan itu yang telah lama tidak bersekolah. “Bahkan ada yang terpaksa putus sekolah karena perekonomiannya sangat minim,” tambah Dimas. Puluhan anggota dari HMPS PBI UM Palopo dan Rumah Kota Ilmu Palopo menjadi pelaksana kegiatan ini dengan mematuhi protokol kesehatan, Kamis (29/04). Pihak panitia dan masyarakat setempat ingin agar kegiatan ini dapat dilaksanakan kembali di masa yang akan datang. Dimas menyebutkan Kelas Ramadhan terbukti bermanfaat dalam membangun minat belajar anakanak. “Semoga saja pengadaan kegiatan seperti ini diikuti oleh lembaga-lembaga yang lain juga,” tutupnya. [] RAS
Metro melalui hibah Operasional Pelatihan Rutin (OPR) Adimas. Tim UM Metro melakukan digitalisasi terhadap data-data nasabah yang mula-mula manual menjadi aplikasi yang berbasis web dan android. Terdapat dua jenis pelatihan, yaitu pelatihan untuk pengurus bank sampah yang diisi Mujito SKom MKom dan Ni Putu Diah
Puspitasari, dan pelatihan untuk nasabah bank sampah yang diisi Mustika SKom MKom dan M Said Romadhon. Turut hadir Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat LPPM UM Metro, Riswanto MFis dan Kepala LPPM, Dr Acyani, MSi datang. Dalam sambutannya, Acyani mengapresiasi misi mulia pihak mitra yang menginginkan agar Kecamatan Rumbia bebas sampah. “Warga juga dengan cerdas telah melihat peluang bisnis dari sampah yang awalnya tidak bernilai,” tambahnya. [] RAS
U
Pelatihan bank sampah UM Metro. | Sumber: Humas UM Metro
Syawalan Virtual Warga Muhammadiyah Bangka Belitung
nmuh Bangka Belitung mengadakan Silaturahim Syawal Virtual Warga Muhammadiyah Bangka Belitung. Acara yang diadakan secara online dan offline ini turut dihadiri Prof Dr HM Din Syamsudin selaku pengisi tausiyah. Kegiatan ini juga mengundang jajaran pengurus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, yaitu PWM, PDM, PWA, PDA, ortom, dan Amal Usaha Muhammadiyah. Rektor Unmuh Babel, Fadillah Sabri ST MEng sebagai moderator, mengatakan bulan suci Ramadhan 1442 H perlu menjadi pelajaran bagi umat muslim untuk terus mengisi jiwa-jiwa dengan ketakwaan pada Allah Swt. Ia juga mengharapkan agar momentum halalbihalal ini mampu menguatkan ukhuwah Islamiyah dan gerakan yang menghasilkan nilai-nilai bagi kejayaan umat. “Yakinlah bahwa Allah Swt ada-
Menelusuri Jejak Sejarah Kota Metro
Pengurus Muhammadiyah dan Aisyiyah di syawalan virtual. | Sumber: Humas Unmuh Babel
lah satu-satunya Dzat penolong kita,” ucapnya. Prof Din Syamsudin mengatakan penting untuk menguatkan pembumian nilai-nilai rohania agar dapat menjadi insan Rabbani yang mempunyai si-
U
M Metro mengadakan “Hunting History Metro Area”. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan penelusuran jejak sejarah di Kota Metro. Program Studi Sejarah UM Metro dan para penggiat sejarah turut membersa-
fat-sifat ketuhanan. “Sifat-sifat tersebut diusahakan agar hadir dalam diri setiap muslim. Ini perlu untuk menjalankan kehidupan sehari-hari sebagai umat dan warga yang berbangsa dan bernegara,” ujarnya. [] RAS
mai kegiatan tersebut, di antaranya komunitas Metro Heritage, Beranda Desa, Pensil Bersejarah, Trimurjo Heritage, dan Arsenik. Urutan-urutan perjalanan menyusuri jejak sejarah tersebut di antaranya
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM 27
WARTA PTM
Kronik
Peserta kegiatan Hunting History. | Sumber: Humas UM Metro
Samber Park, Gedung Dinas PU Kota Metro, Taman Merdeka Kota Metro, Kantor Kelurahan yang pernah menjadi rumah Asisten Wedana Metro, kediaman Alm. Bapak Joyoharjo, dan bekas pabrik penggilingan padi bedeng 21. Dalam pelaksanaanya, peserta tetap
mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan mencuci tangan. Dosen Pendidikan Sejarah UM Metro, Umi Hartati, menjelaskan acara pada Ahad (23/5) tersebut bermanfaat untuk menambah kemampuan literasi sejarah. Menurutnya, penelusuran jejak
sejarah ini menyebabkan peserta dapat memahami sejarah secara nyata. Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Prodi Sejarah, Utara Setia Nugraha, ata bahwa kegiatan ini merupakan angin segar sebab melibatkan masyarakat di luar mahasiswa dan kampus. [] RAS
UM Jambi Terima Hibah Penelitian
Proses serah terima hibah penelitian di UM Jambi. | Sumber: Humas UM Jambi
L
embaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Jambi menerima kontrak hibah Penelitian Simlitabmas Tahun Anggaran 2021 dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X. Kegiat-
28 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2021
an dibuka Kepala LLDIKTI Wilayah X, Prof Dr Herri MBA dan berlangsung di Ruang Rapat Rektor UM Jambi secara luring dan daring. Simlitabmas merupakan sebuah sistem informasi untuk mewadahi hasil
dari kegiatan dosen dalam bidang penelitian dan pengabdian. Bidang tersebut sesuai dengan tridarma perguruan tinggi. Lima orang dosen UM Jambi menerima hibah penelitian LLDIKTI Wilayah X tersebut. UM Jambi menerima dua jenis hibah penelitian, yakni jenis penelitian dasar dan pembinaan/kapasitas tahun tunggal. Dalam kegiatan ini, hadir Rektor UM Jambi, Dr Nurdin SE ME; Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Siswoyo SE MSi; dan Kepala LPPM UM Jambi. Ketiganya mewakili kampus untuk menerima kontrak hibah yang diberikan oleh LLDIKTI Wilayah X pada Kamis (6/5) lalu ini. [] RAS
Vaksinasi di UMSU Sertakan Tokoh Lintas Agama
G
edung UM Sumatera Utara menjadi lokasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang dihadiri oleh 1.200 peserta dari kalangan tokoh dan umat beragama di Medan. Para tokoh lintas agama dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan mengapresiasi kegiatan itu. Ketua FKUB Kota Medan, Ustadz H Ilyas Halim MPd memberi award kepada Rektor UMSU, Prof Dr Agussani MAP karena berhasil membangun semangat kebersamaan. “Terima kasih UMSU yang telah memfasilitasi kegiatan vaksinasi lintas agama. Apa yang telah dilakukan UMSU menjadi penguat hubungan dan kebersamaan antar umat beragama,” kata Pastor Yosafat Sinaga, OFM.CAP di sela kegiatan vaksin tahap II di Kampus Pascasarjana UMSU. Tokoh Agama Budha, Ridwan turut mengapresiasi
UMSU. “Terima kasih banyak kepada UMSU yang telah melaksanakan vaksin lintas agama. Semoga kerukunan itu tetap terjaga,” harapnya. Perwakilan tokoh Konghucu, James, juga demikian. “Yang dilakukan UMSU sungguh- sungguh luar biasa,” pungkasnya.
Tidak hanya dari tokoh lintas agama, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy ikut memberikan apresiasi kepada UMSU yang telah dengan sukses menggelar vaksinasi massal lintas agama pada Sabtu (29/5) lalu. “Kami sangat mengapresiasi UMSU yang telah dengan sukses menggelar vaksinasi massal lintas agama tahap pertama dan tahap kedua dengan baik,” katanya. []RAS
Vaksinasi di UMSU. | Sumber: Humas UMSU
FKIP UM Palembang Tambah Jumlah Doktor
D
r Sri Hartati MPd, dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM Palembang telah berhasil memperoleh gelar doktor. Capaian tersebut ia raih usai lulus dari pendidikan S-3 Doktor Ilmu Pendidikan Agama Islam, Program Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Raden Fatah, Palembang. Sri Hartati telah melalui ujian promosi doktor secara daring sehingga jumlah doktor di UM Palembang kini menjadi sebanyak 85 orang. Pada ujian promosi doktor itu hadir Prof Dr Duski Ibrahim MAg sebagai Ketua Sidang, Dr Fajri Ismail MPd sebagai Sekretaris Sidang, dan tim penguji di antaranya Prof Dr Indawan Syahri MPd, Dr Akmal Hawi MAg, Dr Annisa Astrid
Pelaksanaan ujian terbuka promosi doktor. | UM Palembang
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM 29
WARTA PTM
Kronik MPd, Dr Abdurahmansyah MAg, Dr Uswatun Hasanah MAg, dan Dr Tri Rosita MPd Sri Hartati menyampaikan disertasinya yang berjudul “State and Social Changes in the Context of Religion, Education, and Culture: An Analysis of Sang Pe-
nari Film and Toba Dreams Film”. Rektor UM Palembang, Dr Abid Djazuli SE MM memberi apresiasi atas keberhasilan ujian terbuka promosi doktor pada Jumat (30/4) tersebut. “Selamat karena telah menjadi dosen
ke-85 yang bergelar doktor di UM Palembang,” ujarnya. Abid Djazuli berharap capaian ini dapat memajukan dan meningkatkan mutu lulusan di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris ke depannya. [] RAS
UM Palembang Beri Penghargaan Penulis Karya Ilmiah
Hari Pendidikan Nasional 2021 UM Palembang
M
emperingati Hari Pendidikan Nasional 2021, UMP merayakannya dengan memberikan penghargaan atas 156 karya ilmiah dosen UMP, yang terdiri dari 17 publikasi terindeks Scopus, 25 jurnal internasional terindeks non-scopus, dan 114 jurnal nasional terakreditasi Sinta. Penghargaan ini terseleksi dari 214 karya dosen yang diajukan. Ini merupakan karya tahun akademik 2020/2021 hing-
ga Maret 2021. Di samping itu diberikan juga penghargaan pada pengelola jurnal di UMP yang terakreditasi Sinta 4 (3 jurnal) dan Sinta 5 (4 jurnal). Para penulis pertama untuk Scopus Q1 diberikan penghargaan Rp 25 juta, Q2 Rp 20 juta, Q3 Rp15 juta, dan Q4 10 juta. Sedangkan publikasi Sinta 2 Rp 7,5 juta, Sinta 3 Rp 5 juta, Sinta 4 Rp 2,5 juta, dan sinta 5 memperoleh Rp 1 juta.
Tahun 2021 Kebangkitan UM Palembang 30 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2021
D
Kegiatan yang berlangsung Selasa (4/5) ini dilakukan secara daring dan luring, yang dihadiri Ketua BPH Dr M Idris, Rektor Abid Djazuli, dan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid. “Publikasi jurnal ilmiah di UMP mengalami progress yang signifikandan menggembirakan. Ini menunjukkan karya periset UMP dapat diakui di dunia akademis internasional,” kata Dr Abid Djazuli. Sementara Prof Edy Suandi Hamid mengatakan mempublikasikan karya ilmiah adalah kewajiban dosen. Belumlah layak disebut dosen kalau tidak secara rutin melaksanakan riset dan mempublikasikannya. Ini harus distimulus oleh lembaga. “Apa yang dilakukan UMP hari ini menunjukkan adanya upaya mendorong peningkatan dan pengembangan reputasi akademik yang berkelanjutan. Dengan pengembangan dosen secara terus menerus, continuous improvement, akan mendorong reputasi kelembagaan UMP, sehingga potensial mewujudkan diri sebagai PT yang Unggul,” ujar Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM ini. [] RED
alam usia 42 tahun, UMP terus berkembang dan maju secara terukur. UMP juga terus berusaha untuk mengembangkan dirinya untuk mampu bersaing tidak saja dalam tatanan regional, nasional tetapi juga dalam tatanan Internasional. Demikian dikemukakan Rektor UMP Abid Djazuli dalam peringatan Hardiknas dan sekaligus memberikan penghargaan pada dosennya, Selasa (4/5). Kegiatan diadakan secara online dan offline.
UM Palembang rayakan hardiknas dengan beri penghargaan pada dosen
Dikemukakan, dari periode ke periode UMP menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Hal tersebut dapat dilihat dari meningkatnya perole-
han hibah eksternal, baik dari Kemenristek-dikti, Pemdas, bahkan hibah internasional. Hal yang sama juga terjadi dengan perolehan dan hibah Program
Kreativitas Mahasiswa (PKM) didapat para mahasiswa, yang menunjukkan perkembangan luar biasa. “Tahun 2021 nampaknya akan menjadi kebangkitan UMP untuk meningkatkan prestasinya,” ujarnya. Ini ditunjukkan antara lain 6 prodi telah berhasil memperoleh Akreditasi A dari BAN PT, Perpustakaan juga mendapatkan akreditasi A dari Badan Perpustakaan Nasional, dan Prodi Pendidikan Profesi Guru di FKIP juga sudah mulai melakukan pembelajaran. Di samping itu, ada 4 prodi berhasil meraih Hibah dari Kemenristekdikti, yaitu hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). “Saat ini kita sedang menunggu pengumuman program kompetisi kampus merdeka yang beberapa waktu lalu sudah dilakukan visitasi oleh Dirjen Dikti. Kita berharap kegiatan ini juga dapat berhasil dengan baik,” pungkas rektor UMP Dr Abid Djazuli. []RED
‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami kembali dan kepada Tuhan kami semua akan kembali.’ Kami Segenap keluarga Besar Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyampaikan Belasungkawa dan Berduka Cita yang mendalam atas wafatnya
Dr. Suliswiyadi, M.Ag
(Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang dan Tim Asistensi Bidang Akademik Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah). Semoga Allah SWT dapat menerima seluruh amal ibadah almarhum dan diampuni segala khilaf dan dosanya, dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan, Aamiin. Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM 31
Wacana WARTA PTM
Standar Nasional Pendidikan: Mengapa Perlu? Munawwar Khalil Dosen FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta & Tim Asistensi Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah
B
erbeda dengan negara Amerika Serikat yang keberadaan pemerintahan negaranya berfungsi untuk menjamin terlindunginya hak-hak dasar manusia dan warga negara seperti tertulis dalam deklarasi kemerdekaannya (US. Declaration of Independence). Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang sejajar dengan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat, mendudukkan Pemerintah Negara dengan fungsi yang lebih efektif, bukan hanya menjamin terlindunginya hak-hak dasar manusia dan warga negara, tapi juga melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
Berdasarkan pembukaan UUD 1945 ini, jelaslah bahwa salah satu ukuran utama bagi keberhasilan Pemerintahan Negara Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini diperkuat dalam UUD 1945 pasal 31 yang intinya menjelaskan bahwa setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pengajaran (pendidikan). Jadi, ini mengindikasikan bahwa negara mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk memenuhi pendidikan tiap-tiap warga negaranya guna mewujudkan tujuan nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Harus diakui persoalan pendidikan yang dihadapi bangsa Indonesia sangat rumit dan kompleks. Kompleksitas
masalah itu setidaknya dapat dirangkum dalam tiga aspek, yaitu mutu pendidikan, pemerataan pendidikan, dan manajemen tata kelolanya. Dari aspek mutu pendidikan, beberapa indikator penting yang sangat mempengaruhi adalah kurikulum, konten pendidikan, proses pembelajaran dan evaluasi, mutu guru dan dosen, sarana dan prasarana pendidikan, serta buku dan penelitian. Dalam hal pemerataan pendidikan terdapat kesenjangan mencolok di antara anak-anak bangsa. Berdasar data dari BPS, Susenas Maret 2019 Angka Partisipasi Kasar (APK) menunjukkan adanya ketimpangan dalam rangka memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan. Mulai dari ketimpangan berdasar jenis kelamin laki-laki maupun perempuan, siswa yang paling kecil peluangnya untuk memperoleh akses pendidikan di Indonesia adalah siswa dengan status sosial dan ekonomi yang rendah, kemudian faktor lokasi, berasal daerah pedesaan atau perkotaan, serta keadaan siswa dengan disabilitas
"Dari aspek mutu pendidikan, beberapa indikator penting yang sangat mempengaruhi adalah kurikulum, konten pendidikan, proses pembelajaran dan evaluasi, mutu guru dan dosen, sarana dan prasarana pendidikan, serta buku dan penelitian." Munawwar Khalil
32 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2021
maupun non-disabilitas. Pada aspek manajemen pendidikan diperhadapkan dengan soal otonomi, pembiayaan, birokrasi dan regulasi yang juga terkait dengan politik, ideologi, ekonomi, dan bisnis. Di tengah bentangan masalah-ma salah pendidikan yang kompleks ini, pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), yang kemudian berturut-turut direvisi dengan PP No. 32 Tahun 2013, PP No. 13 Tahun 2015, dan yang terbaru PP No.57 Tahun 2021 (meskipun yang terakhir ini juga akan segera direvisi karena menimbulkan beberapa kontroversi). SNP dalam naskah peraturan pemerintah tersebut disebutkan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Apakah SNP ini efektif sebagai solusi yang relevan dengan kompleksitas masalah pendidikan Indonesia saat ini merupakan hal yang perlu dicermati. Standarisasi dalam Dunia Pendidikan Standar diperlukan dalam bidang pendidikan, hal ini dikarenakan pendidikan merupakan sebuah proses dengan tujuan yang jelas dan menjadikannya sebagai sebuah sistem yang kita kenal dengan Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Dalam konteks Sisdiknas diperlukan standar yang perlu dicapai dalam mencapai tujuan pendidikan. HAR Tilaar dalam Standarisasi Pendidikan Nasional : Suatu Tinjauan Kritis (2012) mengemukakan beberapa alasan perlunya SNP ini. Pertama, standarisasi pendidikan nasional merupakan tuntutan politik untuk menilai sejauh mana warga negara mempunyai visi yang sama serta pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan negara. Kedua, standarisasi pendidikan nasional merupakan tuntutan globalisasi di mana Indonesia sebagai bagian dari dunia bersaing dan perlunya untuk terus meningkatkan kualitas agar tidak menjadi
Ilustrasi
budak bangsa lain. Ketiga, standarisasi pendidikan nasional merupakan tuntutan dari kemajuan di mana Indonesia sebagai negara berkembang akan terus meningkatkan kualitas dalam meningkatkan martabatnya untuk menjadi negara maju dengan kualitas sumber daya manusia yang tinggi dan dapat berpartisipasi dalam meningkatkan mutu kehidupan manusia. Keempat, fungsi SNP untuk melakukan pengukuran kualitas pendidikan, dengan adanya standar yang bukan merupakan ukuran yang statis akan tetapi akan terus meningkat. Kelima, fungsi standar adalah untuk pemetaan masalah pendidikan. Keenam, fungsi SNP dalam rangka menyusun strategi dan rencana pengembangan setelah diperoleh data dari evaluasi belajar. Hadirnya standar nasional pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah harus dipenuhi oleh satuan pendidikan serta semua pemangku kepentingan dalam mengelola dan menyelenggarakan pendidikan karena SNP merupakan kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. SNP menjadi patokan minimal bagi
penyelenggara pendidikan untuk tidak saja sekedar menyelenggarakan pendidikan tetapi juga memperhatikan mutu pendidikan yang diselenggarakannya. Dapat dikatakan saat ini dunia pendidikan melalui satuan pendidikan telah diposisikan sebagai salah satu ‘industri’ jasa layanan pendidikan yang memberikan pelayanan pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan ‘pelanggan’ yang harus dipuaskan dengan pelayanan prima (excellence). SNP dapat menjadi salah satu sistem yang memaksa institusi pendidikan membudayakan mutu dalam segala aspek penyelenggaraannya. Demikianlah, dengan adanya SNP satuan pendidikan dapat menjadikannya sebagai tolok ukur penyelenggaraan pendidikan, SNP menjadi landasan untuk melakukan pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan di Indonesia terutama di satuan pendidikan agar menjadi lebih mudah diukur serta dinilai mutunya. Pencapaian standar dapat menjadi tolok ukur untuk menentukan langkah perbaikan serta kebijakan yang akan dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan. []MUN
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM 33
34 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2021
Salindia
WARTA PTM
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UM Sumatera Utara melakukan kunjungan desa binaan di Desa Jaring Halus, Rabu (2/6)
UNIMUDA Sorong mengadakan seleksi tingkat Universitas Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI), National University Debating Championship (NUDC), dan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi tahun 2021.
Penandatanganan MoU dan MoA oleh Rektor UM Sorong bersama Kepala Badan Pusat Statistik Kota Sorong dan Kepala Dinas Perlindungan dan Pengelolalan Lingkungan Hidup Kota Sorong dihadiri oleh jajaran pimpinan UM Sorong.
Guna memperbaiki cara membaca Al-Qur’an Pimpinan PK IMM Fakultas Ekonomi dan Hukum Islam (FEHI), Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman (TKI) melaksanakan pelatihan Tadjwid di Masjid Nur Balangnipa Kabupaten Sinjai.
Universitas Muhammadiyah (UM) Metro melaksanakan penjaringan peserta untuk mengikuti ajang National University Debate Competition (NUDC) pada Senin, (31/05) bertempat di Aula Gedung E, Kampus setempat.
Muhammadiyah University Rider (MURid) klub motor di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan touring sembari silaturahim dan kegiatan sosial.
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM 35
Dosen Berprestasi WARTA PTM
Wawancara Bersama Sri Ayu Ramadhani, S.Psi., M.Si Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
Duta Bahasa Indonesia di Filipina dan Vietnam
“
Saya pribadi memang sangat menyukai bahasa dan senang berinteraksi dengan orang-orang asing dari budaya-budaya yang berbeda-beda. Selain itu, menurut saya mengenalkan Indonesia ke warga asing adalah sesuatu hal yang sangat menyenangkan memberikan sensasi yang beda serta unik sendiri ketika kita berada di luar negeri dan warga asing mengetahui Indonesia walau seberapa.” Begitu papar Sri Ayu Ramadhani, SPsi MSi setelah ditetapkan sebagai Duta Bahasa Negara di Filipina dan Vietnam, Mei lalu. Dosen Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini memang telah dua tahun aktif dalam mengenalkan bahasa Indonesia ke penduduk Filipina dan Vietnam melalui program Duta Bahasa Negara. Program tersebut diusung oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui pengajar BIPA dari berbagai universitas. Setelah tiga kali gagal, wanita yang disapa Rini ini berhasil mendapatkan mandat sebagai Duta Bahasa Negara di Filipina. Bersama Reporter Warta PTM, Rini juga menceritakan awal mula mengikuti program Duta Bahasa Negara dan kisahnya mengajar di Filipina. Tiga Kali Alami Kegagalan Keberhasilannya menjadi seorang Duta Bahasa memang patut diacungi jempol. Siapa sangka, Rini yang bukan berlatar belakang Pendidikan Bahasa ini berhasil menjadi Duta Bahasa setelah tiga kali mengalami penolakan. “Setelah tiga kali mengalami penolakan, pada tahun 2019 saya terpilih sebagai Duta Bahasa Negara di Filipina, ” jelasnya. Setelah setahun di Filipina, tahun 2020 Rini
36 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2021
Sri Ayu Ramadhani
kembali menjadi Duta Bahasa Negara namun di Vietnam. Alumni S-2 Program Studi Magister Psikologi UMM ini mengaku pendidikan bahasa yang ia peroleh yaitu melalui pendidikan non-formal seperti Kursus Bahasa Asing (KBA), belajar di Mandarin Corner UMM, pelatihan dari badan bahasa Jakarta, dan juga belajar dari mahasiswa Vietnam di UMM tetap dilakukan. “Semuanya sangat membantu saya memahami berbagai bahasa,” ungkapnya. Pengajar asal Makassar ini juga mengaku kecintaannya terhadap bahasa dimulai sejak duduk di bangku SMA. Hal ini yang menjadi motivasi dan mendorong ia untuk tetap mendalami bahasa Indonesia dan bahasa asing. Ia juga kerap memberikan kursus Bahasa Korea kepada masyarakat umum di Indonesia dan Luar Negeri. “Motivasi tersebut juga saya dapatkan dari dukungan keluarga, mereka sangat mendukung dan berharap prestasi ini dapat memotivasi teman-teman lain untuk turut menyebarkan bahasa Indonesia ke Luar Negeri,” pungkasnya.
Mengajar Saat Bencana Dua tahun aktif mengenalkan bahasa di Filipina memberikan ia kesempatan mengalami pengalaman yang menarik dan berharga. “Saya datang di saat banyak gempa mengguncang Filipina. Setiap harinya selalu ada gempa dan skalanya sangat besar,” papar Rini. Memang saat itu Kota Davao Filipina tempat Rini bertugas kerap mengalami gempa bumi yang mengguncang kurang lebih 7 SR. “Tidak hanya saya yang cemas kala itu tetapi mahasiswa saya dan juga siswa siswi saya ikut merasakan kecemasan tersebut,” papar Rini menggambarkan situasi. Sekitar satu minggu sekolah diliburkan untuk mewaspadai gempa susulan dan pemerintah menghimbau agar para masyarakat saling menjaga di rumah saja. Namun, beberapa sekolah ada yang tetap membuka sekolah dengan harapan siswa tidak berfokus pada gempa saja. Rini turut memanfaatkan momen tersebut dengan mengajar menggunakan metode yang menarik dan dilaksanakan di luar ruangan. Hal ini ia lakukan agar
dapat mengantisipasi jika nantinya terjadi gempa susulan. “Saya harus memutar otak bagaimana siswa saya tetap tenang belajar dan menyiasati kekhawatiran mereka. Saya membuatkan mereka permainan ular tangga yang dicetak besar di banner untuk menumbuhkan semangat belajar mereka,” paparnya. Benar saja, metode ini berhasil membuat para siswa antusias dan memberikan respon yang baik ketika kelas berlangsung walaupun dilakukan seadanya. Tekad Terbaik Seorang Abdi Bahasa “Untuk hambatan, saya rasa tidak ada yang hambatan yang benar-benar dikatakan serius ya,” paparnya ketika ditanya mengenai hambatan dan tantangan. Walaupun Rini mengakui, saat gempa di Filipina proses belajar mengajar sempat dihentikan karena bencana alam dan beberapa instansi yang tiba-tiba banyak kesibukan yang meliburkan kelas Bahasa
Indonesia. Rini mengaku yang menjadi tantangan baginya ketika berhadapan dengan para murid yang juga adalah petinggi instansi. Hal ini membuat ia berada di bawah tekanan yang sangat besar. “Saya harus memberikan yang terbaik demi Indonesia,” tekad Rini. Ternyata, respon mereka berhasil mengurangi pressure Rini ketika melihat antusias dan keinginan kuat mereka untuk belajar bahasa Indonesia. “Mereka membuat jarak di antara kami tidak hanya sebatas pengajar dan murid namun seperti anak dan orang tua. Saya sangat bersyukur untuk itu,” pungkasnya. Tantangan lainnya yaitu ketika ia dihadapi dengan siswa yang tidak bisa menggunakan bahasa Inggris. Rini kerap memutar otak bagaimana caranya agar materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh siswa. Upaya yang ia lakukan yaitu mempelajari langsung bahasa Filipina dan terkadang meminta maha-
siswanya yang berasal dari Indonesia dan lancar menggunakan bahasa Filipina untuk membantu menerjemahkan materi. Hal ini sangat menantang baginya namun sangat menyenangkan. Rini menargetkan agar ke depannya ia dapat menambah wilayah di belahan dunia untuk menyebarkan bahasa Indonesia. Tekadnya sebagai abdi bahasa semata-mata untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat dan mengampanyekan penggunaan bahasa di ruang publik. Ia juga berpesan agar mahasiswa yang ingin mendalami dan menyebarkan bahasa untuk berani dan bangga menggunakan Bahasa Indonesia. “Kalau bukan kita, siapa lagi? Semakin banyak warga asing menggunakan bahasa Indonesia dapat membantu bahasa kita dikenal di mancanegara dan juga bisa membantu bahasa indonesia menjadi bahasa internasional. Betapa membanggakannya,” tutup Rini. []APR
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM 37
WARTA PTM
Profil PTM
S
UM Jember Tak Henti Cipta Inovasi
ejak awal berdirinya pada 1981, UM Jember terus menunjukkan perkembangan ke arah yang lebih baik. Hal ini disampaikan secara langsung oleh Rektor UM Jember, Dr Hanafi MPd, saat diwawancarai reporter Warta PTM. UM Jember, sebagai salah satu perguruan tinggi milik Persyarikatan Muhammadiyah, didirikan pada 11 Maret 1981 yang memiliki tiga fakultas diantaranya Fakultas Hukum, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan Fakultas Pertanian. Berangsur-angsur, jumlah fakultas tersebut terus bertambah, seperti Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Ilmu Kesehatan yang merupakan peleburan dari Akademi Keperawatan yang telah ada sebelumnya. Kini, UM Jember memiliki delapan fakultas di bawah Kementerian Pen-
38 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2021
didikan dan Kebudayaan yang terdiri atas 18 program studi Sarjana (S-1), dua program studi Diploma (D-III), satu program studi Pascasarjana (S-2), dan satu fakultas di bawah Kementerian Agama dengan satu program studi (Pendidikan Agama Islam) dan satu akademi, yakni Akademi Pariwisata dengan program studi D-III Perhotelan. Memasuki periode 2020/2021, UM Jember tercatat memiliki sejumlah 323 dosen dan memperoleh 2.100 mahasiswa baru. Fasilitasi Dosen dan Mahasiswa Salah satu misi UM Jember adalah menyelenggarakan pendidikan yang bermutu dan mutakhir. Untuk itu, demi meningkatkan kualitas tenaga pengajar, UM Jember menugaskan dosen untuk menempuh pendidikan lanjutan, seperti S-2 dan S-3, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Hal itu membuahkan hasil. Prestasi UM Jember pada bidang
akademik adalah memperoleh proyek hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diterima oleh 10 prodi UM Jember. Pada perkembangan kualitas mahasiswa, UM Jember berusaha mencapainya dengan memfasilitasi mahasiswa secara maksimal. Hal-hal tersebut meliputi akademik dan non-akademik. Pada bidang akademik, UM Jember berusaha memenuhi kebutuhan mahasiswa, seperti pembinaan akademik, sarana dan prasarana, laboratorium, dan perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dan menciptakan sistem yang memungkinkan mahasiswa bisa melakukan proses belajar mengajar dengan baik, online maupun offline. Di luar proses akademik, UM Jember juga memberi fasilitas berupa anggaran kemahasiswaan. Wakil Rektor III mengimplementasikannya melalui pemberian pendampingan seperti perlombaan yang diselenggarakan sebagai
kegiatan internal atau ajang lomba yang diikuti mahasiswa di luar universitas. Jalin Kerja Sama Memperkuat Internal Dalam mencapai prestasi-prestasi baik akademik maupun non-akademik, UM Jember memprioritaskan peningkatan kerja sama dengan Muhammadiyah, misalnya melalui acara yang diselenggarakan oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. UM Jember juga menjalin kerja sama dengan instansi di luar, misalnya Pemerintah Daerah (Pemda). Di samping itu, secara internal, UM Jember juga meningkatkan kerja sama antara civitas academica itu sendiri agar mereka tidak perlu mengambil tenaga dari luar dan efisiensi serta efektivitas dapat mengalami peningkatan. Kerja sama antar perguruan tinggi baik regional maupun internasional bagi UM Jember merupakan hal yang penting dan sedang diperjuangkan. Saat ini, UM Jember bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi lain dalam hal PPL dan KKN. UM Jember juga bekerja sama dengan universitas di luar negeri, seperti negara Thailand, Malaysia, Filipina, Taiwan, Australia, Inggris, Kamboja, Brunei, dan Kanada berupa pertukaran mahasiswa dan kerja sama lainnya. Hal ini dilaksanakan untuk memberikan pengalaman dan wawasan baru, terutama bagi para dosen, sehingga kualitas UM Jember dapat meningkat. Salah satu upaya untuk memperkuat internal UM Jember adalah mengajarkan pentingnya keteladanan dan nilai demokratis bagi seseorang yang memegang tanggung jawab, terutama pemimpin. Seorang pemimpin akan menjadi contoh sehingga perlu adanya sikap menghormati pendapat, yang berdampak bagi lembaga untuk dapat berjalan
sesuai dengan fungsinya masing-masing, di antaranya fungsi Senat, Pimpinan, BPH, dan lain-lain. Sikap itu dapat dikatakan merupakan sebuah jalinan kerja sama juga, sebab antar lembaga dapat bekerja pada tanggung jawabnya sendiri-sendiri sehingga tidak tumpang tindih antara tugas dan wewenang.
memiliki luas tanah 5000 meter persegi tersebut telah resmi dioperasikan pada Selasa (27/04) lalu. Mushola yang terletak di dalam SPBU, Mushola Abdurrahman Samak, diambil dari nama Ketua PDM Situbondo yang telah berpulang seusai rapat koordinasi pendirian SPBU pada 2016 silam. Sementara itu, Rumah Sakit UM Jember berlokasi di Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Jember. Peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit telah dilakukan pada Sabtu (03/04) lalu. Prosesi tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Jember, H Hendy Siswanto, dan Ketua PP Muhammadiyah, dr H Agus Taufiqurrahman, MKes SpS. Nantinya, Rumah Sakit UM Jember ini akan menjadi Rumah Sakit Muhammadiyah ke-34 di Indonesia.
"Salah satu upaya untuk memperkuat internal UM Jember adalah mengajarkan pentingnya keteladanan dan nilai demokratis bagi seseorang yang memegang tanggung jawab, terutama pemimpin."
Torehan Prestasi dan Cipta Inovasi Visi dari UM Jember adalah menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam IPTEKS, dengan bernafaskan nilai-nilai keislaman. Dalam upaya UM Jember memegang teguh visi tersebut, UM Jember menorehkan prestasi demi prestasi dan membuat inovasi-inovasi baru dari tahun ke tahun. Salah satu inovasi non-akademik yang dilakukan oleh universitas tersebut adalah pengoperasian usaha SPBU dan pembangunan Rumah Sakit UM Jember. SPBU PT Tunas Harapan UM Jember terletak di lokasi yang strategis, yakni dilewati Tol Probowangi sebagai bagian dari Tol Trans Jawa. SPBU yang
Perlu Adaptif di Tengah Pandemi Pandemi Covid-19 menyebabkan kegiatan perkuliahan di UM Jember dan event-event yang telah direncanakan menjadi tidak berjalan dengan baik. Dampak jangka panjangnya adalah didapati beberapa mahasiswa menunggak bayar SPP sehingga menyulitkan UM Jember untuk melakukan proses belajar-mengajar. Di kalangan dosen, hambatan yang terjadi adalah minimnya penguasaan teknologi secara baik. Hal ini menjadi kesulitan, terutama ketika pandemi menuntut proses belajar mengajar agar dikemas dengan menarik. Dosen-dosen UM Jember juga masih perlu didorong semangatnya agar berkeinginan untuk menaikkan jabatan fungsional (jafung), terutama jabatan Asisten Ahli yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan jafung di atasnya. [] RAS
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM 39
WARTA PTM
Profil PTM Wawancara Bersama Dr. Hanafi, M.Pd Rektor Universitas Muhammadiyah Jember
Rektor UM Jember: Terapkan Kepemimpinan Kolektif Kolegial Muhammadiyah untuk Indonesia’ bisa tercapai,” begitu paparnya. Bersama Reporter Warta PTM, Dr Hanafi banyak bercerita mengenai apa itu kepemimpinan, bagaimana gaya kepemimpinan yang ia terapkan, dan bagaimana membentuk tim serta SDM sebagai kekuatan untuk memajukan UM Jember.
Dr. Hanafi, M.Pd Rektor Universitas Muhammadiyah Jember
S
ebuah pepatah mengatakan “Pemimpin terbesar belum tentu orang yang melakukan hal-hal besar. Dia adalah orang yang membuat orang melakukan hal-hal besar.” Begitu kiranya menggambarkan bagaimana kisah dan cerita Dr Hanafi MPd selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Jember (UM Jember) saat diwawancarai Reporter Warta PTM, Mei lalu. Sepak terjangnya memimpin UM Jember memang masih terbilang baru. Tepat 30 November 2019, Dr Hanafi resmi dilantik sebagai Rektor UM Jember untuk periode 2019-2023. Masih teringat sambutan dari Prof Noor Rochman Hadjam, wakil ketua Majelis Diktiltbang PP Muhammadiyah yang berpesan bahwa nantinya dalam membangun lembaga pendidikan
40 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2021
akan menemui pasang surut. “Sehingga perlu adanya rasa sabar dan keyakinan diri dari pemimpin yang dijunjung sebagai komitmen dan amanah yang kuat,” begitu tegasnya. Merespon hal tersebut, Dr Hanafi juga berkomitmen untuk melanjutkan serta meningkatkan kualitas institusi yang mengikuti dinamika zaman dengan harapan UM Jember dapat lebih maju. Tak heran, saat ini kemajuan dan progress UM Jember memang semakin terlihat. Salah satu pencapaian yang baru saja dilakukan UM Jember yaitu mendirikan SPBU PT Tunas Harapan di Desa Klatakan Kecamatan Kendit Situbondo pada Sabtu (1/5). Hal ini semata-mata menjadi upaya bagi UM Jember untuk memperluas kiprahnya dalam dakwah di Muhammadiyah. “Sehingga moto ‘Dari
Strategi kepemimpinan seperti apa yang Bapak terapkan dalam memimpin UM Jember? Saya menerapkan sistem kepemimpinan kolektif dan kolegial bersama teman-teman. Dalam setiap pengambilan keputusan dan perencanaan sesuatu tentu melibatkan pihak-pihak yang terkait terutama adalah para pimpinan yang menyangkut dan meliputi dosen serta kaprodi, wakil rektor, dan sebagainya. Rektor juga selalu berkoordinasi dengan pihak dan juga organisasi di Muhammadiyah seperti PDM, PWM, dan PP Muhammadiyah jika akan melakukan sesuatu yang bersangkutan dengan semua lembaga tersebut. Sehingga akan terjalin sinergi yang bagus dan bisa berlanjut untuk saat ini maupun seterusnya. Nilai apa yang Bapak terapkan dalam mengemban amanah sebagai Rektor UM Jember? Hal yang menjadi kekuatan saya dalam mengemban amanah sebagai rektor UM Jember adalah saya merasa bahwa teman-teman seperti dosen, karyawan, dan pimpinan, mau bekerja sama, mendukung, dan mau bersama Rektor untuk melaksanakan tugas yang dibebankan pada Rektor. Sehingga apa pun yang diputuskan bersama dan rencana yang akan dilaksanakan didukung oleh semua pihak dan semua pihak juga mera-
sa bertanggung jawab untuk kesuksesan program yang akan dilaksanakan oleh UM Jember dalam hal ini dipimpin oleh Rektor. Melihat pentingnya SDM dalam sebuah lembaga, seberapa penting peran internal tim dalam membangun UM Jember? Melihat pentingnya SDM saya kira peran internal tim dalam membangun UM Jember sangat besar karena di UM Jember ini setiap orang yang didalamnya merasa ikut terlibat dalam hal ini karena mereka dilibatkan dalam kegiatan yang menyangkut UM Jember. Misalnya ketika saat ini kita sedang membangun Rumah Sakit UM Jember, tim inti yang dilibatkan adalah orang-orang atau dosen terutama dosen teknik UM Jember. Hanya sebagian kecil saja ahli lembaga lain yang kita gunakan misalkan dari MPKU maupun pihak lain. Jadi, para pimpinan, dosen terutama Fakultas Teknik banyak sekali yang terlibat dalam proses perencanaan maupun pembangunan RS UM Jember. Dengan demikian kita berharap bahwa kita semua di bawah UM Jember ini merasa memiliki seutuhnya apa-apa atau kegiatan yang dilakukan di UM Jember. Bagaimana cara UM Jember meningkatkan kualitasnya sehingga menjadi kekuatan dalam menghadapi kompetitor atau Perguruan Tinggi lainnya? UM Jember berusaha meningkatkan statusnya yaitu untuk prodi kami upayakan statusnya meningkat sehingga akan menanamkan kepercayaan kepada masyarakat tentang kualitas UM Jember. Disamping itu, ada beberapa beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa dalam rangka membantu masyarakat yang membutuhkan sehingga dengan demikian nama UM Jember menjadi semakin dipercaya oleh masyarakat dan kami InsyaAllah akan mempunyai kualitas lebih daripada kompetitor yang lain dengan harapan kita juga akan menjadi tumpuan harapan daripada masyarakat
di sekitar UM Jember. Biasanya kami juga melakukan strategi marketing diantaranya memperkenalkan UM Jember melalui TV lokal maupun nasional juga melalui siaran radio yang ada di sekitar UM Jember. Disamping itu kami juga kerap menyasar pada kaum milenial dengan melakukan sistem pendaftaran baik secara online dan juga dengan cara offline. Selain itu, demi memperoleh jumlah mahasiswa yang banyak UM Jember saat ini membebaskan biaya pendaftaran sehingga diharapkan dapat menarik perhatian para calon mahasiswa untuk mendaftar di UM Jember. Jika nantinya calon mahasiswa ada diterima di Univer-
Target ke depan yang UM Jember akan laksanakan adalah bahwa UM Jember menjadi Universitas yang terkemuka, mempunyai akreditasi institusi A, kemudian terus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, dan memiliki sumber pendapatan lain di samping SPP
sitas negeri pilihannya maka peraturan bahwa biaya pendaftaran dan apapun yang dibayarkan dapat dikembalikan sepenuhnya dengan menunjukan tanda bahwa mahasiswa tersebut diterima di Universitas negeri. Apa saja gagasan atau target UM Jember ke depannya? Target ke depan yang UM Jember akan laksanakan adalah bahwa UM Jember menjadi Universitas yang terkemuka, mempunyai akreditasi institusi A, kemudian terus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, dan memiliki sumber pendapatan lain di samping SPP. Sehingga saat ini kami juga sedang merintis berdirinya PT yang berada di bawah universitas antara lain untuk Kesehatan, usaha transportasi, percetakan, dan menyelenggarakan SPBU yang sudah berjalan. Harapannya, lambat laun usaha ini dapat memberikan sumbangan kepada universitas untuk mengerjakan, mengembangkan apa yang perlu dilakukan. Serta kami juga ingin mempunyai Fakultas Kedokteran setelah kami menyelesaikan Rumah Sakit yang mana menjadi salah satu modal disamping mencari tenaga yang dapat digunakan untuk mewujudkan mimpi UM Jember . []APR
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM 41
WARTA PTM
Profil PTM Wawancara bersama Dr. Nurdin, S.E., M.E. Rektor Universitas Muhammadiyah Jambi
Kampus Megah dan Tertinggi di Jambi
Gedung UM Jambi
“
Kampus dengan pengajar luar biasa siap kembangkan bakat mahasiswa.” Begitu kira-kira pesan awal yang didapatkan ketika membuka website Universitas Muhammadiyah Jambi, kampus dengan visi sebagai Research and Entrepreneurship University berlandaskan nilai-nilai keislaman ini. Sejak diresmikan pada 2019, kampus ini merupakan perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi Ekonomi Muhammadiyah Jambi. Saat ini, UM Jambi tercatat memiliki lima program studi (prodi) diantanya Prodi Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Sistem Informasi, Informatika, dan Kehutanan. Dengan dua Fakultas yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Sains dan Teknologi. UM Jambi juga memiliki 3.120 mahasiswa dengan jumlah dosen tetap 72 orang, dan 33 orang telah memiliki sertifikasi dosen serta sebanyak 55 dosen telah memiliki jabatan fungsional dosen yaitu Lektor
42 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2021
32 dosen dan Asisten Ahli 33 dosen. “Pengembangan SDM pada perguruan tinggi sangat penting dilakukan, hal tersebut mengingat betapa besarnya peranan internal tim dalam keberhasilan pencapaian visi dan misi UM Jambi,” begitu papar Dr Nurdin SE ME, Rektor UM Jambi saat diwawancarai melalui aplikasi Whatsapp oleh Warta PTM Mei lalu. Dr Nurdin juga menceritakan bagaimana perkembangan UM Jambi serta prestasi yang turut didapatkan dan tantangan juga hambatan selama memimpin UM Jambi, berikut paparannya. Rencana Strategi Tingkatkan Kualitas dan Prestasi Memiliki visi sebagai Research and Entrepreneurship University berlandaskan nilai-nilai keislaman menjadi amanah besar bagi Dr Nurdin dan seluruh sivitas akademika UM Jambi. Mengusung nama Muhammadiyah menjadi penguat
UM Jambi untuk terus melancarkan kiprahnya berdakwah melalui pendidikan di kota dengan julukan Bumi Melayu ini. Saat ditanya mengenai strategi, Dr Nurdin dengan sigap memaparkan lima bidang sebagai strategi utama yaitu bidang pendidikan, Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan prasarana, kemahasiswaan, dan terakhir bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tak heran, saat ini banyak prestasi dan capaian yang berhasil diraih UM Jambi baik yang diperoleh dosen maupun mahasiswanya. Prestasi terbaru dan membanggakan yaitu diperoleh Ilham Pahlevi, mahasiswa UM Jambi program studi S-1 Sistem Informasi ini berhasil mendapatkan juara III pada kegiatan seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Provinsi Jambi 2021. Pada 2020 lalu juga tim debat mahasiswa UM Jambi berhasil meraih juara I Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) yang diadakan Forkomawa Wilayah Jambi. Selain itu dalam meningkatkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa, UM jambi juga mendirikan Inkubator Bisnis dan Teknologi (IBT) sebagai lembaga yang menyediakan pelayanan penumbuhan wirausaha baru (in-
kubasi) dan penguatan teknologi. Serta adanya Layanan Pusat Karir (Career Center) yang menjadi jembatan antara dunia pendidikan dengan dunia kerja, mempersiapkan kompetensi mahasiswa dan lulusan agar siap bersaing di dunia kerja dan membuka lapangan usaha baru. Capaian prestasi yang terus mendorong mahasiswa UM Jambi ini diakui Dr Nurdin karena salah satu program kegiatan kemahasiswaan yaitu memfasilitasi bagi mahasiswa yang ingin mengikuti berbagai event/kegiatan lomba akademik maupun non akademik, baik yang berskala lokal, nasional maupun internasional. Selain itu, UM Jambi ikut mengapresiasi kepesertaan dan prestasi mahasiswa dengan memberikan dukungan berupa pembuatan spanduk dan postingan di media sosial serta ucapan dukungan ataupun ucapan selamat kepada mahasiswa sebagai peserta kegiatan lomba. “Upaya lain dengan mengundang siswa-siswi berprestasi pada acara podcast UM Jambi yang ditayangkan live di channel youtube UM Jambi,” begitu ungkap Dr Nurdin. Peluang dan Daya Tarik UM Jambi Selain adanya sarana prasarana dan fasilitas pendukung yang lengkap, UM Jambi juga memiliki daya tarik yang menjadi ciri khas dan membedakan UM Jambi dengan Perguruan Tinggi lainnya. Salah satu keunggulannya yaitu a) Program Studi memiliki kompetensi lulusan pada bidang masing-masing; b) Sumber Daya Manusia (dosen) yang muda dan energik dengan rata-rata di bawah 35 tahun sehingga memiliki motivasi tinggi untuk mengembangkan potensi diri ke depannya; c) Dosen memiliki nilai-nilai Al Islam dan keMuhammadiyahan yang tidak dimiliki oleh Perguruan Tinggi lain selain Perguruan Tinggi Muhammadiyah. “Dengan adanya kelebihan dan daya tarik tersendiri maka diharapkan UM Jambi mampu mempersiapkan diri melalui peningkatan daya saing dalam persaingan untuk meraih yang terbaik,” pungkas Dr Nurdin. Peran internal memang menjadi
daya tarik yang terus diasah oleh Dr Nurdin. Tak heran, UM Jambi kerap mengadakan program kegiatan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas dan kinerja SDMnya. Program yang kerap diadakan seperti briefing rutin, pengajian bulanan via daring dan luring, Baitul Arqam dosen dan tendik, pembinaan fisik satuan pengamanan, pengembangan softskill dan hardskill, employe gathering, hingga adanya pemilihan dosen dan tendik terbaik per-tahun. “Kami juga memberikan kesempatan setiap bidang untuk menciptakan terobosan-terobosan yang bersifat membangun dan memajukan UM Jambi seperti bidang Humas-Protokoler-Promosi PMB (HP3K) yang merancang program podcast, adanya peraturan ODOP (One Day One Promotion) bagi setiap unsur perguruan tinggi, dan lainnya,” paparnya. Hal yang menarik juga dilakukan bidang keuangan dan kepegawaian yang merancang dan mendirikan kegiatan perbelanjaan warga UM Jambi di TokoMu, toko khusus milik UM Jambi. “Untuk mendorong kemajuan toko ini, ada aturan yang berlaku bagi sivitas UM Jambi yang memang diharuskan berbelanja di TokoMu baik untuk kebutuhan pribadi maupun kegiatan yang akan diselenggarakan,” pungkasnya. Strategi Branding yang Efektif Sama seperti judulnya, UM Jambi sebagai Kampus Megah dan Tertinggi di Jambi turut melakukan strategi branding sebagai upaya meningkatkan jumlah mahasiswa dan pendaftar. Dr Nurdin menyadari, pada saat ini di Provinsi Jambi telah tumbuh dan berkembang berbagai universitas. Berkembangnya perguruan tinggi tersebut akan menambah tantangan bagi UM Jambi sebagai perguruan tinggi swasta agar tetap survive (bertahan) dalam meraih calon mahasiswa baru. Berbagai strategi gencar dilakukan seperti menyebarkan video dan foto serta iklan melalui Instagram, Twitter, Facebook dan Youtube. Bahkan UM Jambi juga membentuk tim promosi yang turun langsung bertugas ke lapangan guna mendatangi SMA/SMK sederajat dan
instansi-instansi. “Pada masa pandemi Covid-19 saat ini kami membuat studio Podcast sebagai ajang promosi online dengan mendatangkan narasumber-narasumber yang dikenal masyarakat Jambi mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan orang-orang berprestasi di Jambi,” paparnya. Adapun program unggulan adalah One Day One Promotion (ODOP) bagi setiap dosen dan tendik di UM Jambi melalui WA dan medsos lainnya. Di masa pandemi ini juga pendaftaran mahasiswa baru UM Jambi dapat dilakukan secara Online dan Ondesk/tatap muka. Tersedianya beasiswa juga menjadi promosi yang efektif. UM Jambi telah mendapatkan berbagai beasiswa bagi mahasiswa berupa Beasiswa PPA, BBM, Bantuan Covid, dan KIP-K dan Beasiswa Internal bagi 2 (dua) mahasiswa Suku Anak Dalam (SAD) yang kuliah di UM Jambi. Target UM Jambi Kedepan UM Jambi terus melakukan pembenahan dan pengembangan khususnya pengembangan SDM dosen dan tendik serta pengembangan dan pemenuhan kebutuhan infrastruktur yang layak sebagai sebuah Universitas. Target UM Jambi di bidang pengembangan dosen adalah untuk peningkatan jumlah dosen studi lanjut doktoral dan peningkatan kompetensi dosen bidang penelitian dan riset. Sedangkan untuk pengembangan program studi ditarget pada tahun 2024 untuk pengusulan Program studi Magister terutama Magister Ekonomi Pembangunan dan Magister Manajemen. Untuk pembangunan infrastruktur UM Jambi berupaya untuk pengembangan kampus II UM Jambi yang berlokasi di lahan 4,5 Hektar yang saat ini sedang dibangun Rusunawa sebagai dana hibah dari Kementerian PUPR. Selain itu, UM Jambi juga mendapatkan Hibah Program Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PPPTS) merupakan Program Pengembangan Institusi yang ditujukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran berupa 20 unit komputer terbaru. Diharapkan UM Jambi di tahun mendatang mendapatkan kembali program tersebut. []APR
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM 43
Semesta WARTA PTM
Pengurus PCIM UK bersama Duta Besar RI untuk Inggris dan Irlandia. | Sumber: Instagram PCIM UK
Kiprah Muhammadiyah di Inggris
S
ejak awal berdirinya 13 tahun yang lalu, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Inggris (PCIM UK) telah mengalami dinamika dalam gerak langkahnya. Hal ini disampaikan oleh Arif Rohman MT, Sekretaris PCIM UK, saat diwawancarai reporter Warta PTM akhir Mei lalu. Dalam pemaparan Arif, pada masa awal terbentuknya, PCIM UK berfokus untuk memperkukuh pondasi gerakan dakwah Muhammadiyah di Inggris. Fokus tersebut berlangsung cukup lama, yakni sejak awal berdirinya PCIM UK di tahun 2017 hingga 2013. “Baru selanjutnya beralih ke pemenuhan kebutuhan warga persyarikatan di Inggris,” sambung Arif. Arif memberikan patahan kronologis mengenai tahapan-tahapan berkembangnya PCIM UK.
44 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2021
Dinamika PCIM UK Sejak Awal Berdirinya Setelah melalui tahapan awal untuk memperkuat pondasi gerakan, periode kepengurusan 2013-2015 yang dipimpin oleh Hilaly Basya, dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta yang sedang studi S3 di University of Leeds, memfokuskan kegiatan-kegiatan PCIM UK untuk memenuhi kebutuhan warga persyarikatan di UK. Selanjutnya, pada periode 20152017 dan 2017-2019 yang dikomandoi oleh Zain Maulana, dosen UMY yang sedang studi S3 di University of Leeds, PCIM UK memperluas kegiatan dakwah persyarikatan untuk spektrum yang lebih luas, di luar dari warga Muhammadiyah di UK. Di antara kegiatan tersebut adalah dengan menjalin komunikasi
dan kerja sama dengan sejumlah komunitas muslim lokal di UK. Adaptif di Tengah Covid-19 Adanya Pandemi Covid-19 menjadi tantangan bagi pengurus PCIM UK periode 2019-2021 yang dipimpin oleh Miftahul Ulum, dosen UMJ yang sedang studi di University of Warwick. PCIM UK memfokuskan program kerjanya pada proses digitalisasi dalam rangka mengoptimalkan pondasi, legasi, dan kolaborasi yang telah diwariskan oleh kepengurusan dalam tahap-tahap sebelumnya. Di antara agenda digitalisasi yang telah dilakukan adalah pelaksanaan Baitul Arqom Fungsional Online. Selain itu, melalui program online “Study Yuk bersama PCIM UK”, Ulum dan ka-
wan-kawan meniatkan agar ke depannya program ini bisa menjadi salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) PCIM UK di bidang pendidikan, yaitu sebagai agen pendidikan resmi bagi warga Muhammadiyah secara khusus dan masyarakat Indonesia secara umum yang akan ke Inggris Raya. Sesuai arahan ketua PCIM UK, kegiatan yang sudah diagendakan sebelum Covid-19 diubah bentuknya menjadi online. PCIM UK mengawali kegiatan di awal Covid pada 2020 lalu dengan berkoordinasi dengan PIC Satgas Covid PP Muhammadiyah yaitu Dr Corona dengan membahas proyeksi akan seperti apa Covid ke depannya. Dari hasil pembahasan itu, PCIM UK menyusun agenda yang kemudian lahir menjadi beberapa program.
Berkolaborasi dengan Komunitas Lain Arif menerangkan bahwa program kerja PCIM UK sebagian besar dikerjasamakan dengan pihak lainnya, baik di UK maupun di luar UK. Di UK sendiri, PCIM UK sering bekerja sama dengan Keluarga Islam di Britania Raya (KIBAR), PCI NU, dan komunitas lainnya. Di Eropa, PCIM UK menginisiasi kumpulan PCIM se-Eropa. Selain itu, PCIM UK juga menjalin komunikasi dengan PTM maupun sekolah Muhammadiyah di Indonesia.
Tantangan, Hambatan, dan Harapan Arif menyayangkan keanggotaan PCIUM UK yang rata-rata bersifat sementara. “Ini karena kebanyakan mahasiswa S2 dan S3, apalagi mahasiswa S2 hanya 1 tahun berada di Inggris,” ucap Arif. Hal ini menyulitkan untuk dapat membuat program yang berkelanjutan. Saat ini, PCIM UK sedang menyusun agar PCIM dapat diampu oleh warga yang tinggal di UK. Selain itu, pada dasarnya, jumlah anggota PCIM UK pun terbatas. Metode yang dilakukan untuk menyiasati sumber daya manusia adalah dengan berkolaborasi dengan organisasi keislaman lainnya di setiap kota, baik yang ada anggota PCIM-nya maupun melalui komunitas bersama di KBRI London. Tantangan lain adalah restrukturisasi website yang digunakan agar kembali dilaporkan ke PP. Rapat terakhir dengan PP telah diputuskan akan dilakukan penyeragaman website dan sedang dalam proses. Website PCIM UK nantinya adalah uk.muhammadiyah. id, meskipun saat ini belum dapat dikunjungi. “Di kepengurusan 2019-2021, media utama yang digunakan adalah melalui Instagram,” ujar Arif. Hal ini untuk memfokuskan gerakan agar terpusat pada satu kanal informasi. Melalui Arif, PCIM UK berharap bahwa kegiatan yang dilakukan memberi manfaat untuk lingkungan sekitar. Kolaborasi dilakukan agar setiap kegiatan memiliki dampak maksimal terhadap peserta. “Dalam masa pandemi ini, kegiatan untuk berkumpul bersama lebih mudah dengan bantuan teknologi, maka mungkin dengan bantuan teknologi jugalah diharapkan proses dakwah maupun kegiatan lainnya PCIM UK dapat didukung lebih baik oleh KBRI, PPI UK, maupun organisasi lainnya,” tutup Arif.
"Pada masa awal terbentuknya, PCIM UK berfokus untuk memperkukuh pondasi gerakan dakwah Muhammadiyah di Inggris. Fokus tersebut berlangsung cukup lama, yakni sejak awal berdirinya PCIM UK di tahun 2017 hingga 2013"
Program-Program Unggulan PCIM UK Di kepengurusan tahun 2019-2021, PCIM UK mencoba untuk fokus pada beberapa sektor yang berada dalam lingkup pendidikan dengan tagline “yUK!”. Hanya saja, pada dasarnya, program kerja PCIM UK adalah “Study yUK!”, “B(e)ritania Updates!”, “The GB Friday!”, “Mengaji yUK!”, Baitul Arqam Online, pembuatan buku Muhammadiyah di Britania Raya, dan “Virtu(e)al Tour!”. Berdasarkan data yang disampaikan Arif, anggota PCIM UK berdasarkan data terakhir tahun 2020 sebanyak 55 orang yang terdiri atas mahasiswa post-graduate dan warga. “Belum ada mahasiswa undergraduate yang terdaftar,” kata Arif. Sejumlah anggota yang terdaftar itu masuk ke dalam salah satu dari lima divisi di PCIM UK, yaitu Majelis Tabligh, Tarjih, dan Tajdid; Majelis Pendidikan dan Kebudayaan; Majelis Pemberdayaan Organisasi dan Kerja sama; Majelis Informasi dan Komunikasi; dan Majelis Ekonomi dan Pemberdayaan Umat.
Mayoritas anggota PCIM UK adalah mahasiswa sehingga PCIM UK berkoordinasi erat terkait dengan yang berhubungan dengan pendidikan dan kemahasiswaan, seperti PPI UK. Di awal periode kepemimpinan PPI UK, PCIM UK telah mensinergikan program-program melalui silaturahmi antar organisasi. Secara informal, PCIM UK juga sempat memiliki hubungan erat dengan PPI UK karena anggota PCIM UK, yakni Arif sendiri, menjabat sebagai ketua PPI UK di periode 2018/2019.
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM 45
Prestasi Mahasiswa
WARTA PTM
Mahasiswa UMSU Ukir Prestasi di Spanyol
M
ahasiswa UM Sumatera Utara (UMSU) Yulfira Barkah berhasil menoreh prestasi dalam ajang Spain Masters 2021. Mahasiswa asal Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UMSU) ini telah mengharumkan nama Indonesia setelah berhasil memenangkan medali emas pada ajang Spain Masters 2021, di Federación Española de Bádminton, Huelva, Spanyol, Minggu (23/5). Rektor UMSU, Dr Agussani, MAP mengatakan bangga dengan prestasi yang diraih mahasiswa UMSU di level Internasional. Hal ini menunjukkan bukti kualitas perguruan tinggi swasta tidak kalah dengan perguruan tinggi negeri.
D
ua mahasiswa Prodi Elektromedis UM Purwokerto menyabet medali perak dalam ajang International Science and Technology (ISTEC) 2021. Prestasi internasional ini diraih Presillia Grisviani Sunarto dan Annisa Gallela Anjani yang telah mengikuti seleksi sejak Oktober tahun lalu. ISTEC diselenggarakan oleh Bandung Creative Society (BCS) dan Indonesia Scientific Society (ISS) bekerja sama dengan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) IPA. Peserta kompetisi juga diikuti beberapa negara yaitu Azerbaijan, Zimbabwe, Afrika Selatan, Yaman, Mesir, Turki, Meksiko, dan Brasil secara online (3-4/4). Tim Elektromedis UMP, di bawah bimbingan Royan MT menciptakan alat bernama Syrimge pump IoT (Sipumpiot) yaitu ‘syrnge pump berbasis internet of things (IoT)’. Alat tersebut berguna untuk
46 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2021
Prestasi para mahasiswa juga memberikan nilai lebih karena diraih pada masa pandemi Covid-19. “Meskipun aktivitas di masa pandemi Covid-19, tapi bukan berarti kita berhenti berkarya dan berkreatifitas,” kata Rektor, Selasa (25/5). Rektor berharap, prestasi yang diraih tidak membuat Yulfira menjadi cepat merasa puas. Sebaliknya menjadi penyemangat untuk bisa meraih prestasi lebih tinggi. “Kita berharap raihan prestasi internasional ini akan menjadi motivasi tersendiri bagi mahasiswa lainnya untuk mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang akademik maupun bakat olahraga yang dimiliki. Sebelumnya dalam pertandingan final, Yulfira Barkah yang turun dalam partai ganda putri bersama Febby Valencia berhasil menundukkan lawannya l dalam dua set langsung. Pasangan Indonesia ini berhasil mengatasi perlawanan ganda putri kuat asal Denmark yaitu Amelie Magelund/Freja Ravn. Sementara itu, Yulfira mengatakan saat mempersiapkan diri mengikuti lom-
Yulfira Barkah mahasiswa FEB UMSU yang meraih medali emas pada ajang Spain Masters 2021
ba ia kerap melakukan latihan teknik dan fisik yang diberikan oleh program pelatih. Latihan di masa pandemi juga harus diselingi dengan istirahat yang cukup, berdoa, dan tidak pantang menyerah dalam berusaha. “Alhamdulillah, persiapan yang saya lakukan membuahkan hasil dan prestasi tertinggi selama karir saya. Prestasi ini juga mengantarkan saya memperoleh banyak dukungan dan apresiasi yang tinggi berupa beasiswa dari kampus,” paparnya saat diwawancarai tim Warta PTM melalui Whatsapp. [] APR
Inovasi UM Purwokerto Raih Medali Perak ISTEC memberikan cairan obat atau cairan makanan ke dalam tubuh pasien dalam jumlah tertentu secara teratur. Alat ini dapat mengirimkan pengingat apabila syringe pump mengalami sumbatan atau cairan obat sudah hampir habis. Tim juri ISTEC tertarik dengan penelitian ini dan menyarankan agar inovasi ini segera dipatenkan. Ahkmad Darmawan SE MSi, Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan AIK, mengapresiasi raihan juara tersebut. “Dengan pembinaan dan keterpaduan antara bidang kemahasiswaan dan akademik, insya Allah, ke depannya, UMP dapat terus melahirkan anak-anak muda yang berkemampuan tinggi di bidang pengetahuan,” harapnya. [] RAS
WARTA PTM
Warta dari PTM
UM Metro Universitas Muhammadiyah (UM) Metro resmi mendirikan PT baru dengan nama PT. Metro Surya Inovasi disingkat Mesva yang disahkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Kamis, (27/05). Wakil Rektor 2 Suyanto, menerangkan pendirian PT ini merupakan langkah awal pengembangan lembaga. “Dengan terus berkembangnya perguruan tinggi khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah, maka UM Metro perlu melebarkan sayap salah satunya dengan mendirikan badan usaha,” ucap Suyanto
UM Sukabumi Dalam rangka memperingati hari lahir (Dies Natalis) ke 4 tahun, KBM Faperta (Fakultas pertanian) 2021 menyelenggarakan Kegiatan Vivarium Festival pada Sabtu-Rabu (8-31/05). Kegiatan ini adalah agenda tahunan KBM Faperta yang terdiri dari beberapa serangkaian kegiatan yaitu KBM FAPERTA dan UMKM Berbagi, Pelatihan Hidroponik,Pelatihan Budidaya Ikan Koi, FAPERTA CUP dan Webinar Nasional.
UM Sidoarjo Kantor Layanan Lazismu (KLL) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menyerahkan dana bantuan sebesar Rp. 25.250.250,- untuk warga Palestina. Donasi tersebut langsung diterima Direktur Utama Pimpinan Lazismu Pusat Dr. Muhammad Sabeth Abilawa, Selasa (1/6/). Penyerahan dilakukan pada acara Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) dan Upgrading yang diselenggarakan oleh PW Lazismu Jatim yang bertempat di Kapal Garden Hotel, Sengkaling, Malang.
STKIP Muh Muara Bungo Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Bungo (STKIP- MB) melepas ratusan mahasiswa peserta program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pelepasan mahasiswa KKN STKIP- MB yang dilaksanakan dilapangan Kampus STKIPMB dihadiri Ketua STKIP-MB, Syafrial Annas, dihadiri Ketua Badan Pembina Harian (BPH) STKIP-MB, H. Abdul Hamid, Wakil ketua (Waket) I Renda Lestari, Waket II, Ketua LP3M, Ketua LPMI, Para Dosen dan Staff STKIP-MB.
UM Malang Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akan mengembangkan program kelas internasional yang telah dibuka sejak 2020. Pengembangan sistem dilakukan untuk meningkatkan interaksi mahasiswa dengan universitas di luar negeri. Saat ini sebanyak 18 mahasiswa internasional sedang menempuh studi semester dua melalui daring. Dari 18 mahasiswa, satu di antaranya berasal dari Brunei Darussalam. Mahasiswa internasional juga akan bertambah di tahun-tahun berikutnya.
Edisi Mei-Juni 2021
Warta PTM 47
WARTA PTM
Warta dari PTM
ITKES Muh Sidrap ITKeS Muhammadiyah Sidrap melaksanakan Kegiatan Penandatangan Kontrak Hibah Penelitian Dosen Pemula (PDP) Tahun Anggaran 2021 dan Pengumuman Skor Tertinggi Versi SINTA Tahun 2021, (3/5). Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor ITKeS Muhammadiyah Sidrap, drg Bambang Roesmono,MM dan Para Wakil Rektor, Ketua LPPM Ns. Fadli,S.Kep, M.Kep, Dosen Penerima Hibah dan Dosen Serdos.
UNISA Yogyakarta Program Studi (Prodi) S1 Arsitektur, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, menggelar Visiting Professor yang bekerjasama dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Kegiatan berlangsung dari Selasa (4/05), hingga 30 Juni 2021, via aplikasi konferensi jarak jauh. UNISA Yogyakarta menghadirkan 2 pemateri handal dari UTM, yaitu Prof. Dr. Ismail Said dan Dr. Lee Yoke Lai. Materi pertama tentang “Design Process in Landscape Architecture” yang diperuntukkan bagi mahasiswa semester 2 tahun ajar 2020/2021.
UM Palembang Universitas Muhammadiyah Palembang kembali mendapatkan kehormatan kerja sama yaitu dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II menjadi tuan rumah kegiatan "Pendampingan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Dosen di Lingkungan LLDIKTI Wilayah II" yang dilaksanakan Rabu-Kamis, (2-3/6) di Aula Kampus B Lantai 4 Gedung KH Ahmad Dahlan UM Palembang. Dalam sambutannya Prof Dr Indawan Syahri MPd mengatakan UM Palembang siap selalu mensupport kegiatan LLDikti Wilayah II. Lebih lanjut ia menjelaskan, UM Palembang setiap tahun memberikan penghargaan kepada para dosen yang mempublikasikan jurnalnya pada setiap tingkatan.
UM Yogyakarta Dalam rangka memperingati milad Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FH UMY) ke- 40 tahun, FH UMY adakan peluncuran Buku Kronik Sejarah Fakultas Hukum UMY dengan tema ‘Merajut Asa, Menabur Makna, Menggapai Unggul’. Acara peluncuran buku ini diselenggarakan secara online dan offline pada hari Jum’at (28/5) di Ruang Sidang Hukum kampus setempat. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, MP.,IPM., Rektor Rektor UM Yogyakarta menyampaikan bahwa buku ini merupakan buku perdana yang diluncurkan oleh Fakultas Hukum tentang sejarah selama 40 tahun berdirinya yang terangkum menjadi 200 halaman.
UM Lamongan Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) menyalurkan zakat Dosen dan mahasiswanya, Selasa, (11/5). Ketua Kantor Layanan Lazismu (KLL) Umla, Tatag Satria Praja mengatakan penyaluran zakat kepada para mustahik yang berhak menerima zakat. Mereka adalah fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. "Kami baru memprioritaskan muadzin, marbot, dan lembaga pendidikan dalam naungan Muhammadiyah", jelasnya. Lanjutnya, para dosen dan mahasiswa mendonasikan zakatnya berupa beras dan uang. Di samping itu juga mereka menyerahkan zakat maalnya.
48 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2021