Skip to main content

Warta PTM Edisi Mei-Juni 2019

Page 1

TOPIK UTAMA PTM Mencetak Generasi Bertakwa dan Berkemajuan. Sudahkah?

WAWANCARA Duta Besar Republik Indonesia di Lebanon Hajriyanto Y Tohari: Spirit Sang Pencerah

WARTA PTM

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian & Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PTM Wujudkan Generasi Milenial

www. diktilitbangmuhammadiyah.org

Edisi Mei-Juni 2019


2

Warta PTM

Edisi Mei-Juni 2019


WARTA PTM

Asa

PTM dan Generasi Milenial

P

TM tidaklah bekerja dan berdakwah PTM untuk memanfaatkan berbagai karakdalam ruang hampa (vacuum spateristik milenialis itu ke arah yang positif, ce). Oleh karena itu, mau tidak mau bermanfaat bagi umat dan kemanusiaan, PTM harus mengikuti perkembangan dan dan dalam bingkai ke-Islaman yang benar. dinamika yang terjadi di masyarakat, lokal, Dalam konteks kompetensi yang hanasional, maupun global. Namun demikirus dimiliki oleh para mahasiswa, misalnya, an, apapun perkembangannya, PTM tetap PTM juga harus menyesuaikan dengan siseiring sejalan dengan Persyarikatan Mutuasi yang terjadi, yang persaingan setelah hammadiyah untuk melaksanakan dakwah lulus sangat ketat. Perkembangan teknologi amar ma’ruf-nahi munkarnya. Ini berarti telah melahirkan berbagai disrupsi, yang penyesuaian atas perkembangan yang terdi antaranya menghilangkan berbagai lajadi tetap dalam rambu-rambu dan nilai Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. pangan kerja yang sudah lama ada, namun yang dipegang teguh Persyarikatan. Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi juga melahirkan lapangan kerja baru deDewasa ini dunia sedang memasuki Penelitian dan Pengembangan Pim- ngan kualifikasi yang khusus juga. Hal sepinan Pusat Muhammadiyah Tahun era Revolusi 4.0. Bahkan, pada saat masyaperti ini harus dicermati oleh PTM, agar 2015-2020 rakat dunia ramai mendiskusikan Revolusi lulusannya tidak gagap dengan situasi baru Industri 4.0, di Jepang sudah melangkah itu. dan mengenalkan konsep dan pemikiran tentang RevoOleh karenanya, PTM harus mengambil peran dalusi Industri 5.0. Apapun namanya, itu menggambarkan lam menyiapkan lulusannya agar kompeten dan mampu perkembangan iptek yang sangat cepat, dengan berba- memasuki lapangan kerja yang diciptakan oleh dirupsi. gai lompatan raksasa, yang menyebabkan cepat usang- Para generasi milenial, termasuk para mahasiswa, pernya teknologi yang ada, dan tergantikan dengan tek- lu disadarkan untuk bersiap-siap menghadapi dirupsi. nologi baru. Situasi seperti ini dihadapi oleh generasi- Mereka bukan saja harus dibekali dengan pengetahuan generasi yang sering disebut dengan generasi milenial, formal, namun juga kreativitas yang tinggi untuk meladengan berbagai variannya. Generasi ini lahir ditengah kukan inovasi agar tidak menjadi korban dari disrupsi pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi. teknologi, namun tetap membumi dengan nilai-nilai Dalam sebuah buku yang ditulis oleh Psikolog Eliza- keagamaannya. beth T. Santosa, "Raising Children in Digital Era", ada tujuh Jadi dalam konteks mewujudkan generasi milenikarakteristik generasi yang lahir di era digital ini adalah al dari produk pendidikan Muhammadiyah tentu yang memiliki ambisi besar untuk sukses, berperilaku instan, diharapkan adalah generasi yang mengikuti perkemcinta kebebasan, percaya diri yang tinggi, menyukai hal bangan zaman, menguasai teknologi, “pembelajar yang yang detail dan kritis, keinginan untuk mendapat peng- bertaqwa, berahlak mulia dan unggul dalam ipteks sebagai akuan, dan tak terpisahkan dari digital dan teknologi perwujudan tajdid dakwah amar ma’ruf nahi munkar”. Geinformasi. Generasi ini sangat akrab dengan teknologi, nerasi ini jelas juga perlu memiliki pengetahuan dan dan ingin semuanya praktis, cepat, ringkas dan instan. pemahaman aqidah, fiqih, akhlak, yang sesuai dengan Itu didukung dengan teknologi yang terus berkembang tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Dejuga. ngan harapan seperti ini, maka insan-insan lulusan PTM Karakteristik ini bagaikan pisau bermata dua. Ia dituntut untuk tidak berhenti untuk menuntut ilmu – bisa berkembang ke arah yang negatif, tetapi bisa juga informal, nonformal, maupun formal – namun selalu ke arah yang sangat positif, tergantung bagaimana men� - mengikuti perkembangan-perkembangan ilmu pengetagelola dan mengedukasi generasi ini. Di sinilah tugas huan yang terjadi di masyarakat lokal hingga global. []

Edisi Mei-Juni 2019

Warta PTM

1


WARTA PTM

Susunan Redaksi

Rapat Redaksi Warta PTM di Yogyakarta, 02/05/2019. Foto depan dari kiri: Fauzan Husaini, Edy Suandi Hamid, Munawwar Khalil, H.S. Mulyatno, Arif Wibowo dan Aprilia Sazila Sari.

WARTA PTM

Warta PTM diterbitkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah SUSUNAN REDAKSI

PENANGGUNG JAWAB: Lincolin Arsyad PEMIMPIN UMUM/REDAKSI: Edy Suandi Hamid DEWAN REDAKSI: Muhammad Sayuti I Muhammad Samsudin I Ahmad Muttaqin REDAKTUR PELAKSANA: Edy Suandi Hamid REPORTER: Aprilia Sazila Sari I Wira Prakasa Nurdia I Fauzan Husaini KEUANGAN: HS Mulyatno ALAMAT REDAKSI: Jln. KHA Dahlan 103 Yogyakarta 55262 Telp. +62-274-389485 Faks. +62-274-376336 Email: redaksiwartaptm@gmail.com Website: www.diktilitbangmuhammadiyah.org Rekening Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Nomor 09-0008-7003 BNI Cabang Yogyakarta a/n Lincolin Arsyad, Prof. Dr. M.Sc. Warta PTM menerima tulisan yang berupa opini, berita panjang, berita singkat, glosarium dan foto seputar perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Redaksi berhak menyunting tulisan. Silakan kirim tulisan dan/atau foto ke email redaksi.

2

Warta PTM

Edisi Mei-Juni 2019


WARTA PTM

Daftar Isi ASA •

TOPIK UTAMA PTM dan Generasi Milenial__1

TOPIK UTAMA •

PTM Mencetak Generasi Bertakwa dan Berkemajuan. Sudahkah?__4

WAWANCARA •

Duta Besar Republik Indonesia di Lebanon Hajriyanto Y Tohari: Spirit Sang Pencerah__6

KINERJA •

• • • • • •

In House Training+ UMSU: Majelis Diktilitbang Dorong Publikasi Internasional__8 SBMPTMu 2019: Sediakan 25.000 Kuota Mahasiswa_8 Deklarasi Samarinda: Semua PT Muhammadiyah di Arahkan Terapkan PJJ__9 Audit Mutu Perguruan Tinggi: Jangan Hanya Basa-basi__10 Aslama Wadah Cetak Kader Muhammadiyah__11 Pelantikan BEM UMRI, Agent of Development__11 Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Raih Sertifikasi ISO 9001:2015__12

inaugurasi •

• •

Pelantikan Wakil Rektor ITB AD Periode 2019-2023: Energi Baru ITB AD__13• Wisuda STKIP MUH Babel: Siap Menjadi Universitas__13 Dr Rofiq Dilantik Sebagai Rektor UM Purworejo_15 UM Palembang Wisuda 1048 Mahasiswa__15

PTM Mencetak Generasi Bertakwa dan Berkemajuan. Sudahkah? Topik pada edisi ini Warta PTM meminta pendapat dan pandangan dari lima narasumber, yakni Rektor ITB AD Dr Mukhaer Pakkana SE MM, Rektor UM Surabaya Dr dr Sukadiono MM, Wakil Rektor 1 UHAMKA Drs Zamahsari M Ag, Rektor UM Kalimantan Timur Prof Dr H Bambang Setiaji, dan Rektor UM Sumatera Utara Dr Agussani, MAP, Para narasumber ini diwawancarai secara terpisah.

Wawancara Duta Besar Republik Indonesia di Lebanon Hajriyanto Y Tohari: Spirit Sang Pencerah “Politik itu adalah panggilan dan kerja kebajikan,” seru Hajriayanto Thohari saat membuka kajian Ramadhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur pada Mei 2019 di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

inovasi • • •

Mahasiswa UMM Ciptakan Robot Kapal Selam__17 Inovasi Mahasiswa UMSID: Sakral Berbasis Internet of Think_17 UM Purwokert: Aplikasi Islamic Pregnancy__18

kronik • • • •

UMP Launching Muhamamdiyah Disaster Management Center__19 STKIP Muh Bangka Belitung: Siap Jalin Kerjasama Internasional__20 UM Gresik Resmikan Fakultas Kesehatan_20 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta: MoU dengan Kampus Malaysia__21

SALINDiA •

Salindia__22

USWAH •

Kiat UMSU Memperoleh APT “A”: Leadership yang Bekerja dalam Diam__23

PROFIL PTM •

•

Universitas Muhamamdiyah Metro: Solusi

Sukses Masa Depan__26 UM Siddenreng Rappang: Menuju Center of Halal_28

warta dari ptm •

Warta dari PTM__34

PROFIL DOSEN

regulasi

•

•

Dr. Rustamadji, MS.i Rektor Unimuda Sorong Karya diatas Bumi__30

PRESTASI MAHASISWA •

Universitas Muhamamdiyah Malang: Tim Robotik Juara Pertama di USA__32

Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi republik Indonesia nomor 26 Tahun 2019 tentang Tata Cara penyelesaian Kerugian Negara di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi__36

Edisi Mei-Juni 2019

Warta PTM

3


WARTA PTM

Topik Utama

Topik pada edisi ini Warta PTM meminta pendapat dan pandangan dari lima narasumber, yakni Rektor ITB AD Dr Mukhaer Pakkana SE MM, Rektor UM Surabaya Dr dr Sukadiono MM, Wakil Rektor 1 UHAMKA Drs Zamahsari M Ag, Rektor UM Kalimantan Timur Prof Dr H Bambang Setiaji, dan Rektor UM Sumatera Utara Dr Agussani, MAP, Para narasumber ini diwawancarai secara terpisah. Agent of Inovation enerasi milenial adalah bonus demografi yang harus disiapkan dan dioptimalkan kapasitasnya. Ujar Mukhaer Pakkana ketika disinggung arti generasi milenial dan bagaimana perannya terhadap kemajuan bangsa. Merujuk data BPS tahun 2018, generasi milenial meraup 90 juta jiwa dari 271 juta total penduduk Indonesia. Jumlah paling banyak jika disejajarkan dengan jenjang umur 20-40 tahun, serta generasi X dan lainnya. “Hal ini membuktikan dengan jumlah populasi yang banyak, besar potensi yang dapat dihasilkan oleh generasi millenial atau generasi Y untuk kemajuan bangsa apalagi jika didukung dengan peran teknologi di era revousi industri 4.0” papar Mukhaer. Melihat celah peran generasi milenial, sebutan agent of chance untuk generasi muda sudah tidak relavan lagi bagi Zamahsari. Didorong dengan teknologi dan

G

4

Warta PTM

Edisi Mei-Juni 2019

keadaan, generasi muda lebih sesuai disebut dengan nama Agent of Inovation. Klinik Apung Tuhuleley yang dikelola oleh Lazismu misalnya menjadi contoh inovasi generasi muda dibidang kesehatan. “Inovasi-inovasi ini adalah langkah awal Indonesia berubah dari Negara berkembang menjadi Negara maju. Maka tanggungjawab kita saat ini untuk memberdayakannya agar mereka siap memimpin peradaban masa depan yang sudah didepan mata” ujar Zamahsari selaku Wakil Rektor 1 UHAMKA. Tuntutan perkembangan inovasi acapkali diikuti tantangan. Zamahsari memaparkan, Generasi milenial saat ini cenderung tidak senang berproses, mereka terlahir dari hal yang bersifat instan. “Mereka akan sangat mudah untuk masuk dalam jebakan “menuhankan” era post human ini. Perkembangan IT, robotic dan artificial intel-

ligence, memang sangat menakjubkan, ditambah dengan kecepatan yang sangat tinggi, yang jika mereka tidak siap berubah setiap saat, maka akan terdisrupsi oleh perkembangan berikutnya”. Agussani menambahkan, tantangan generasi milenial saat ini terbagi atas tiga, “Tantangan utamanya adalah upaya sekularisasi dan ilmu pengetahuan yang maju tanpa dibingkai dengan norma, lalu tantangan dalam menghadapi arus teknologi yang deras, serta tantangan dalam menghadapi obat-obatan terlarang yang dapat merusak mental generasi muda” ujarnya.

Berkemajuan Sekaligus Bertakwa Bagaimana generasi milenial yang bertakwa dan berkemajuan? Mentalitas berkemajuan yang menjadi nilai sekaligus napas dari beragam inovasi nyatanya bisa berkelindan dengan ketakwaan yang menjadi karakteristik dasar mahasiswa Muhammadiyah. Setidaknya


PTM Mencetak Generasi Bertakwa dan Berkemajuan. Sudkah?

itu yang diyakini Sukadiono dan Bambang Setiadji, sebagai pucuk pimpinan dari salah dua perguruan tinggi Muhammadiyah. “Tentu saja sebagai insan islami dan kader Muhammadiyah, ketakwaan menjadi kunci dalam proses menapaki kemajuan, UM Surabaya tetap berkomitmen mencetak generasi yang beriman dan berakhlak serta menjadi teladan melalui dakwah Islam yang amar makruf nahi munkar.” Tukas Rektor UM Surabaya. Selaras dengan ucapan Sukadiono, Bambang Setiadji juga mengutarakan komitmen, karakter yang berpijak pada nilai-nilai islami mesti digalakkan di era disrupsi yang berpotensi “menceraikan” karakteristik dasar ini. Berbeda dengan Zamahsari, ia menyebutkan ada geliat positif yang memberi optimisme bagi kita semua. Masjid-masjid diperkotaan, seperti di Jakarta dipenuhi oleh anak-anak muda. “Di jalan Thamrin an Sudirman Jakarta, masjid-masjid pusat bisnis dan perkantoran pemerintah diramaikan oleh para professional muda yang terdidik, sophisticated dan berpenghasilan tinggi. Menurutnya, kekosongan nilai-nilai kemuanusiaan yang ditawarkan oleh era post-human ini, nampaknya menimbulkan efek kembali kepada Islam yang kuat di kalangan generasi milenial kita” tuturnya.

Langkah Konkrit PTMA Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Dr dr Sukadiono, MM, meyakini bahwa saat ini dunia bergerak begitu dinamis, "The World is Flat," tulisnya, mengutip sebuah judul buku yang ditulis oleh seorang begawan Thomas L. Friedman. Sukadiono mencoba menyingkap realitas bagaimana ide-ide hebat di era kiwari tercipta sehingga menghasilkan sebuah kurun waktu yang kelak mengacaukan pola-pola kon-

vensional. Ya, orang-orang menyebutnya sebagai era disrupsi, sebuah era yang ditandai dengan perubahan fundamental didorong oleh semangat inovasi. Pergeseran ini menyasar semua sektor, tak terkecuali perguruan tinggi. UM Surabaya sadar akan hal tersebut. “Era ini memberikan fakta misalnya saja sebelumnya Cyberspace dulu hanya dipandang sekadar mainan tapi saat ini laksana samudra digital yang siap untuk dieksplorasi, melihat kecenderungan ini saya pikir perguruan tinggi harus adaptif sekaligus kompetitif.” Tulis Sukadiono. Kreativitas para mahasiswanya. Misalnya, seruan yang dilakukan oleh Sukadiono melalui tagline uniknya “Kampus Sejuta Inovasi” kini sudah membuahkan hasil. Selain memberikan tantangan, Sukadiono juga tak lupa mengapresiasi, yang menurutnya efektif dalam mendorong inovasi berbasis kreativitas. Terbaru, 14 mahasiswa UM Surabaya yang menghasilkan produk inovasi diberikan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang merupakan pengakuan resmi negara terhadap hak paten. Adapun penemuan yang dihasilkan di antaranya, diaper anti-ruam, alat untuk mensterilisasi botol bayi, Portable ArtCres, dan masih banyak lagi. Sementara itu, UM Kalimantan Timur, selain berkomitmen penuh terhadap digital learning yang dibuktikan dengan menjadi tuan rumah pelatihan dan implementasi sistem pembelajaran jarak jauh di penghujung April silam, upaya serupa juga ditempuh melalui skema kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri. Misalnya saja, perguruan tinggi beken di Eropa, Asia, dan Australia digandeng untuk meningkatkan kualitas akademik selain tentu saja merang-

sang kreativitas dan motivasi dari para mahasiswanya. “Jejaring kami tingkatkan ke level internasional dengan universitas bermutu agar kualitas dan mutu akademik semakin meningkat dan mahasiswa pun juga terpompa kreativitasnya melalui skema beasiswa.” Papar Bambang Sementara itu, Zamahsari menambahkan empat langkah yang ditempuh UHAMKA karakter muslim milenial berkemajuan, (1) pertama, melakukan assessment dan scanning terhadap karakteristik generasi milenial yang setiap tahun dilakukan melalui kegiatan Pekan Taaruf dan Orientasi Dasar-dasar Islam. (2) kedua, melalui tradisi learning organization, UHAMKA meminta seluruh SDM dan sistem yang dikembangkan untuk belajar dan memahami karakteristik yang berbeda dengan generasi sebelumnya. (3) ketiga, UHAMKA menginjeksikan hasil belajar tersebut ke dalam pengelolaan perkuliahan dan pelayanan kampus yang sesuai dengan karakteristik generasi milenial ini. (4) keempat, evaluasi terhadap pelayanan kampus generasi milenial, untuk terus menerus melakukan penyempurnaan sistem dan pelayanan. Diakhir, Mukhaer menyimpulkan, peran generasi milenial dalam mensuport tumbuh kembang orientasi islam berkemajuan sebab perubahan bagi Islam adalah sebuah taken for granted, dan daya kreativitas adalah cara untuk menyiasati, mengelola dan mengarahkan perubahan ke arah yang lebih beradab. “Maka, PTM yang berkemajuan, adalah manifestasi nyata dari Islam berkemajuan. PTM sebagai lembaga dakwah dari Muhammadiyah, harus menyemaikan spirit Islam berkemajuan di tengah-tengah civitas akademika. Muhammadiyah meyakini masyarakat Islam yang sebenar-benarnya seperti dalam pesan al Quran surah Ali Imran 110 dan Surah Al Baqarah 143, merupakan wujud masyarakat yang di citacitakan” tutupnya. []APR, WR, FZN Edisi Mei-Juni 2019

Warta PTM

5


WARTA PTM

Wawancara rasi hari ini, “semakin berkualitas anak muda saat ini, maka semakin maju pula bangsa kita kedepan,” ujarnya. Sebelum menjadi Duta Besar, ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah tahun 1993-1998. Menjadi Wakil Sekretaris PH PP Muhammadiyah pada 2000-2005, sekaligus menjabat sebagai Ketua Departemen Litbang DPP Partai Golkar pada 1998 sampai 2004 serta amanah lainnya. Lahir di Karanganyar 26 Juni 1960, Hajriyanto menyelesaikan program sarjananya di Universitas Gadjah Mada pada 1985, delapan tahun setelahnya, tepatnya 1993, ia menamatkan Program Pascasarjananya di Universitas Indonesia. Puncaknya, mantan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini berhasil meraih gelar doktoral di perguruan tinggi yang sama.

1. Menurut Anda, bagaimana signifikasi generasi milenial bagi kemajuan sebuah bangsa?

Foto Hajriyanto Y Tohari

Duta Besar Republik Indonesia di Lebanon Hajriyanto Y Tohari

Spirit Sang Pencerah

“

Politik itu adalah panggilan dan kerja kebajikan,” seru Hajriayanto Thohari saat membuka kajian Ramadhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur pada Mei 2019 di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Hajriyanto Y Tohari merupakan pejuang politik. Ia acap gerah dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang lenggang kankung dan ha-

6

Warta PTM

Edisi Mei-Juni 2019

nya menghabiskan anggaran negara untuk kegiatan nonproduktif. Sikap tersebut ditunjukannya saat mendukung aksi demontrasi menentang rencana anggiota DPR untuk studi banding, yang kala itu disebutnya sebagai “pemborosan uang negara”. Menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Lebanon, ia berkeyakinan bahwa tolok ukur kemajuan Indonesia kedepan ditentukan oleh gene-

Ada ungkapan dalam bahasa Arab yang artinya pemuda hari ini adalah orang tua di kemudian hari. Artinya, bagaimana kualitas atau mutu generasi milenial hari ini maka begitulah kualitas masyarakat dan negara di hari esok. Jika anak-anak muda hari ini berbobot, bermutu dan berkualitas maka 10 atau 20 tahnu lagi masyarakat pasti juga akan berkualitas, berbobot dan bermutu. Lantas pertanyaannya apa ukuran berkualitas, berbobot, atau bermutu itu? Banyak sekali. Tapi menurut saya bisa disederhanakan menjadi sebagai berikut: generasi muda yg berkualitas atau bermutu itu adalah generasi muda yang (1) kuat iman dan takwanya; (2) menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan/teknologi; (3) beretika kuat; (4) memiliki etos kerja yg tinggi; (5) memiliki disiplin sosial yang tangguh. Generasi muda yg memiliki kualitas Itu saya rasa sudah cukup.

2. Bagaimana kemudian Muhammadiyah mengambil peran dalam menciptakan generasi milenial


Mutu Adalah Mata Uang Utama

sesuai dengan corak kepribadian Muhammadiyah? Muhammadiyah sejak awal pendiriannya menyatakan dirinya sebagai gerakan dakwah. Dakwah bagi Muhammadiyah memiliki arti liberasi (membebaskan rakyat dari kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan), emansipasi (mengangkat harkat dan martabat manusia sehingga memiliki kedudukan yang terhormat di tengah-tengah masyarakat dunia yang majemuk ini), dan humanisasi (memanusiakan manusia sehingga terhormat menduduki derajat yang tinggi sebagai khalifah Tuhan di muka bumi). Untuk mewujudkan itu maka K.H. Ahmad Dahlan membentuk 4 majelis sebagai pusat gerakan dan kegiatan muhammadiyah, yaitu (1) Majelis Pengajaran (berkegiatan mendirikan sekolah-sekolah yg maju dan moderen); (2) Majelis Taman Pustaka (memelopori pengembangan budaya membaca dengan pendirian perpustakaan, menerbitkan buku, koran, dan majalah, dalam rangka mengembangkan gerakan budaya literasi), (3) Majelis Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) agar rakyat Indonesia sehat, kuat, dan perkasa; dan (4) Majelis Tabligh (mengajarkan dan menyebarkan agama Islam agar rakyat Indonesia beriman dan bertakwa. Walhasil, Muhammadiyah itu sebagai agen perubahan sosial sejak tahun-tahun 1912 ingin sekali mentransformasikan umat Islam ini menjadi umat yg berkualitas, maju, dan kuat. Muhammadiyah menunjukkan kepeloporannya bagi pembangunan rakyat Indonesia yang berkualitas. Itu kepribadian Muhammadiyah, yakni kepribadian yg maju dan modern, bukan generasi muda yg jumud, beku, fanatik, dan apalagi sektarian!

3. Memang tidak ada demografi khusus dalam menentukan kelompok generasi yang satu ini, namun rentang usianya bisa digolongkan dari mereka yang lahir tahun 19942000-an, artinya periode tersebut merupakan usia yang produktif. Bagaimana idealnya perguruan

tinggi memaksimalkan potensi tersebut, terutama perguruan tinggi Muhammadiyah? Muhammadiyah telah melakukan banyak hal untuk memajukan rakyat dan bangsa ini. Saya tidak perlu mengemukakannya di sini, biar orang lain yg menilainya. Tetapi saya ingin mengatakan ini, generasi muda milenial yang berada dalam usia produktif tersebut tidak cukup hanya diberikan pendidikan yang baik, melainkan juga harus diberikan pekerjaan yang berkualitas. Meskipun telah diberikan pendidikan yg baik, tetapi jika tidak diberikan pekerjaan yg berkualitas ya percuma juga. Bayangkan kita berhasil mencetak ribuan insinyur teknik, tetapi mereka kemudian cuma bekerja menjadi tukang parkir atau tukang tambal ban saja, maka kualitas tsb menjadi muspro alias mubazir! Walhasil, kita harus menginjeksikan generasi milenial dengan pendidikan dan pekerjaan yg berkualitas. Tidak sembarang pekerjaan, tetapi pekerjaan yang berkualitas pula. Jika itu yang kita lakukan (pendidikan yang baik dan pekerjaan yang berkualitas) maka kita akan meraih generasi muda yang produktif. Itulah bonus demografi yang kelak mendorong kemajuan bangsa dan negara. Tapi jika tidak, maka bukan bonus yg kita raih dari demografi muda kita, melainkan malapetaka demografi karena hanya menjadi beban. Jadi, sekali lagi kata kuncinya adalah pendidikan dan pekerjaan.

4. Menurut Anda apakah pendekatan perguruan tinggi Muhammadiyah terhadap generasi ini perlu diubah? Secara kuantitatif jumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) sekarang ini sudah cukup. Kini PTM harus fokus dan berkonsentrasi dalam peningkatan kualitas setiap sivitas akademika sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas tinggi dan memiliki kualifikasi internasional. Dalam konteks ini maka PTM harus bersungguh-sungguh menyiapkan lulusan yang memiliki daya saing sehingga memiliki keunggulan kompetitif sekaligus kom-

Hajriyanto Y Tohari

Tempat/Tanggal Lahir : Karanganyar, 26 Juni 1960. Pendidikan : • Universitas Gadjah Mada (1985) • Pasca Sarjana Antropologi UI (1993) • Program Doktor Antropologi UI Karier : • Ketua Umum PP Muhammadiyah (1993-1998) • Wakil Sekretaris PH PP Muhammadiyah (20002005) • Ketua Depinas SOKSI (2005-2010) • Ketua Departemen Litbang DPP Partai Golkar (1998-2004) • Departemen Pemenang Pemilu DPP Partai Golkar (2004-2009) • Anggota Korwil Jateng dan DIY DPP Partai Golkar (2004-2009) • Ketua DPP Partai Golkar (2009-2015) • Ketua Dewan Penasihat Lembaga Karatedo Indonesia/LEMKARI (2010-2015) • Ketua Badan Pengurus LAZIS Muhammadiyah (2010-2015) • Ketua Badan Pengurus GOZIS DPP Partai Golkar (2010-2015)

paratif. Saya membayangkan lulusanlulusan PTM menjadi inti dari bonus demografi Indonesia. Semoga.

5. Salah satu kecenderungan milenial adalah dominasi terhadap medium digital, menurut Anda, bagaimana perguruan tinggi Muhammadiyah memaknai potensi ini sekaligus mendorong nilai ketakwaan dan berkemajuan secara bersamaan? Generasi muda milenial yg berkualitas akan mampu memanfaatkan teknologi digital dengan baik dan produktif. Sebaliknya milenial yang tidak berkualitas akan menggunakan medium digital untuk hal yang tidak produktif, bahkan destruktif. Teknologi digital, sebagaimana medium teknologi lainnya laksana pisau bermata dua: bisa negatif, bisa positif. Di tangan generasi muda yang tidak bermutu maka medium digital akan menjadi media hiburan semata, bahkan fatalnya bisa menjadi produsen hoaks.

6. Terakhir, apa pesan Anda terhadap generasi milenial dan petinggi perguruan tinggi Muhammadiyah? Pesan saya untuk generasi muda milenial belajarlah yg gigih. Tanpa kegigihan Anda tidak akan berhasil. Kepada para pimpinan PTM jadilah pimpinan yang amanah dan berdedikasi tinggi sesuai spirit sang pencerah. []WRA Edisi Mei-Juni 2019

Warta PTM

7


WARTA PTM

Kinerja

Ferry Jie (kiri) ketika melakukan coaching clinic bersama salah satu peserta.

In House Training+ UMSU

Majelis Diktilitbang Dorong Publikasi Internasional

M

ajelis Diktilitbang PPM menyelenggarakan In House Training+ di kampus Pascasarjana UMSU, Jumat-Sabtu (17-18/5/19). Kegiatan ini merupakan workshop pelatihan kepenulisan artikel ilmiah untuk jurnal internasional bereputasi tinggi. Tidak saja diikuti oleh para dosen di lingkungan UMSU, kegiatan ini juga diikuti oleh para dosen yang berasal dari lingkungan PTMA lainnya. Turut hadir diantaranya Prof Lincolin Arsyad, M Sc Ph D dan Prof Dr Edy Suandi Hamid, M Ec selaku ketua dan

wakil ketua Majelis Diktilitbang serta Assoc Prof Ferry Jie, Ph D selaku pembicara utama. Dalam sambutannya, Prof Lincolin berharap setelah kegiatan ini, akan lahir minimal draft pertama dari artikel yang sudah komplit dan siap dipublikasikan di jurnal internasional berskala tinggi. Sementara itu, bagi Dr Agussani, MAP selaku Rektor UMSU, kegiatan semacam ini diharapkan dapat memberikan penguatan dan pengalaman kepada seluruh stakeholder PTMA agar bisa ikut berkecimpung dalam dunia penelitian

SBMPTMu 2019

Sediakan 25.000 Kuota Mahasiswa

M

ajelis Diktilitbang PP M melaunching program SBMPTMu atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah/‘Aisyiyah (PTMA) 2019 di UMY, Senin (22/04/2019). 8

Warta PTM

Edisi Mei-Juni 2019

Tujuan SBMPTMu dimaksudkan untuk memperoleh input yang berkualitas. Program ini diikuti 67 PTMA dengan 881 Program Studi yang tersebar di seluruh Indonesia. “Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini PTMA

international. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Prof Edy. Ia menegaskan dosen harus bercita-cita menjadi seorang guru besar. Untuk itu, dosen perlu melakukan publikasi ilmiah. “Mustahil bagi seorang dosen bisa menerbitkan artikel pada jurnal internasional bereputasi tinggi tanpa melakukan penelitian, karenanya, menulis dan meneliti harus dijadikan sebagai kesadaran bukan keterpaksaan,” tegas Prof Edy. Ferry Jie, yang juga merupakan Associate Professor di Edith Cowan University, memaparkan secara teknis masalah yang biasanya dihadapi oleh para peneliti sewaktu mempublikasikan artikelnya. Aspek originalitas serta kontribusi dari sebuah penelitian merupakan dua dari sekian aspek yang menentukan sebuah artikel dapat dipublikasikan, utamanya dalam sebuah jurnal internasional berskala tinggi. Pada hari terakhir, dilaksanakan coaching clinic bagi para peserta yang sudah memiliki draft penelitian yang siap dipublikasikan. Masing-masing diberi kesempatan satu persatu untuk mengkonsultasikan penelitiannya. Dari hasil tersebut, terkumpulah beberapa tulisan yang sudah siap untuk disubmit dalam waktu dekat. Meskipun masih ada juga beberapa artikel yang masih perlu perbaikan. Menutup kegiatan tersebut, Ferry mengungkapkan optimismenya terhadap para peserta. Ia yakin, satu persatu artikel dari para peserta akan segera siap untuk dikirim ke jurnal-jurnal internasional berskala tinggi.

yang bergabung untuk SBMPTMu mengalami peningkatan, yang tadinya 12 PTMA naik menjadi 67 PTMA” tutur Prof Lincolin Arsyad, M Sc selaku Ketua Majelis Diktilitbang PP M. Seleksi menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) dengan mendaftar melalui portal online sbmptmu.id dan melakukan pembayaran melalui transfer via Bank Mandiri Syari’ah (BSM). “Program ini akan memudahkan calon


­ ahasiswa untuk melakukan pendaftarm an dan tes melalui daerah masing-masing tanpa harus datang ke PTMA tujuannya” ujar Dr Ir Gunawan Budiyanto, MP selaku Ketua Panitia Pusat dan Rektor UMY. Adapun kelompok SBMPTMu terbagi menjadi dua, yaitu Kelompok I untuk Program Studi Pendidikan Dokter dan Dokter Gigi dengan materi Tes Kemampuan Akademik dan mata pelajaran dengan biaya pendaftaran Rp 750.000,-. Sedangkan Kelompok II adalah Program Studi lainnya dengan materi tes yaitu Tes Kemampuan Akademik dengan biaya pendaftaran Rp 300.000,-. Mahasiswa yang memiliki minat pada Pendidikan Dokter dan Dokter Gigi dapat melakukan pendaftaran 29 April hingga 3 Juli 2019. Sedangkan Prodi lainnya dapat diakses 29 April 2019 hingga 17 Juli 2019. “Kami sudah menampilkan jadwal yang tersedia pada website SBMPTMu dan dapat diakses oleh calon mahasiswa Senin 29 April 2019”

Prof Lincolin Arsyad, M Sc dalam Press Conference Yogyakarta 22 April 2019.

tutur Dr Siti Dyah Handayani, SE MM selaku Ketua Pelaksana. Beliau melanjutkan, jumlah kuota yang tersedia untuk SBMPTMu sekitar 25.000 mahasiswa “kami sudah mengum-

pulkan data dari setiap PTMA yang akan mengikuti SBMPTMu dan terkumpul 25.000 kuota yang tersebar diseluruh Indonesia” tutupnya. []APR

S

emua perguruan tinggi Muhamadiyah diharapkan sudah memulai secara bertahap program pendidikan jarak jauh (PJJ), baik itu berbasis matakuliah, program studi, bahkan nantinya dalam bentuk perguruan tinggi. Untuk itu, diharapkan Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah memfasilitasi terbentuknya konsorsium e-learning PTM dalam suatu platform bersama dan menetapkan antara lain Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) sebagai center of e-learning Development. Demikian salah satu butir "Deklarasi Samarinda" yang disampaikan para wakil pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Indonesia yang bertemu di Samarinda selama tiga hari dalam rangka Pelatihan dan Implementasi Sistem Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis e-Learning, Jumat (26/4). Acara ditutup oleh Rektor UMKT Prof Bambang Setiaji. Dalam Deklarasi yang dibacakan Rektor Universitas Muhammadiyah Se-

Foto 1. Prof Edy Suandi Hamid memaparkan materi pada program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di UM Kalimanta Timur, Jumat (26/4). Foto 2. Para Peserta yang hadir dalam -Deklarasi Samarinda

Deklarasi Samarinda:

Semua PT Muhammadiyah di Arahkan Terapkan PJJ Edisi Mei-Juni 2019

Warta PTM

9


WARTA PTM

Kinerja marang Prof Masyrukhi pada Penutupan acara di Kampus UMKT tersebut, dikemukakan, di era Revolusi Industri 4.0. ini perlu adanya upaya yang sungguhsungguh dan mendasar untuk meningkatkan perluasan dan pemerataan akses pendidikan, serta meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan. Untuk merealisasi keinginan bersama tersebut maka Majelis Diktilitbang PPM perlu membuat kebijakan untuk penerapan Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis e-Learning di seluruh PTM se-Indonesia. Lebih lanjut dikemukakan, setiap PTM perlu memiliki supporting team (unit pendukung, pengelola, pelayanan) un-

tuk penerapan Pembelajaran Jarak Jauh berbasis e-Learning di institusi masingmasing. Pimpinan PTM perlu memilki kebijakan untuk membangun infrastruktur Pembelajaran Jarak Jauh berbasis e-Learning (sofware maupun hardware) yang memadai. "Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah perlu memfasilitasi PTM untuk menyelenggarakan pelatihan Pembelajaran Jarak Jauh berbasis e-Learning, khususnya tentang pedagogy teknologi informasi dalam pembelajaran secara intensif dan masif," ujar Prof Masyrukhi. Merespons Deklarasi tersebut, Wakil Ketua Majelis Diktikitbang PPM,

Prof Edy Suandi Hamid menyampaikan pemaparan materi pada pelatihan Auditor Mutu Internal di UM Tanggerang.

Audit Mutu Perguruan Tinggi

Jangan Hanya Basa-basi

G

una menghadapi persaingan global yang kian ketat, dan menyiapkan lulusan yg kreatif-inovatif, serta melek teknologi, perguruan tinggi harus secara serius dan rutin melakukan audit mutu internalnya. Untuk itu, dalam setiap Perguruan Tinggi (PT) perlu banyak tenaga auditor yang kompeten dan qualified. Kegiatan ini harus dilakukan berbasis kesadaran internal, bukan karena adanya tuntutan regulator atau 10 Warta PTM

Edisi Mei-Juni 2019

perintah Kemenristek-dikti. Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPPM Prof Edy Suandi Hamid menyampaikan hal itu dalam ceramahnya pada Pelatihan Auditor yang diikuti 60 peserta dari PTM se-Indonesia, yang diadakan di kampus UM Tangerang, selama tiga hari mulai Minggu (7/4/19). Saat ini, menurut Prof Edy, banyak PT yang melakukan audit internal ala kadarnya saja, hanya basa-basi atau me-

Prof Edy Suandi Hamid, yang juga menjadi pembicara dalam acara tersebut mengemukakan, deklarasi yang diikrarkan, yang akan menjadi landasan dan spirit bagi setiap pimpinan PTM untuk mengembangkan dan mengimplementasikan PJJ berbasis TIK. Dengan 175 PTM, sangat potensial bagi PTM untuk membuat konsorsium utk PJJ ini. "Insha Allah PTM akan bergerak cepat mengembangkan PJJ di semua PTM. Saat ini sudah cukup banyak PTM melaksanakan PJJ dalam bentuk matakuliah, yang sifatnya blended learning. Artinya, sebagian tatap muka da sebagian PJJ," kata Prof Edy usai menerima deklarasi teesebut. []RED menuhi formalitas, akibatnya hal itu lebih banyak menghamburkan energi dan biaya saja. Ini tidak boleh terjadi di PTM. “Karena secara substantif tidak memberikan manfaat apa-apa. Padahal dari audit internal ini diharapkan bisa memotret utuh kualitas dari unit-unit yang diaudit, bagaimana proses akademik dilakukan. Dapat diketahui apa kekurangannya, apa yang harus diperbaiki dan dilakukan ke depannya,� ujar Prof Edy Suandi Hamid. Lebih lanjut dikemukakan bahwa dengan audit mutu bisa dicermati kesesuaian antara standar pendidikan tinggi yang ditetapkan oleh PT, dengan kenyataannya di lapangan. Dengan demikian, jika audit bisa dilakukan rutin setiap semester, ditangani oleh tenaga yang kompeten, kemudian ada tindak lanjut hasil, maka bisa diharapkan akselerasi perbaikan mutu lembaga akan terjadi. Kompetisi antar unit untuk perbaikan kualitas juga akan terjadi. Ini akan menimbulkan evolusi berkelanjutan sehingga terjadi percepatan peningkatan mutu secara terus menerus. “Jika ini sudah terjadi, maka budaya mutu juga akan mewujud. Ini berarti perguruan tinggi tersebut sudah punya modal besar untuk bersaing bukan saja pada level lokal, atau bahkan nasional, tetapi juga global. Akreditasi Unggul juga akan mudah diperoleh, bahkan akreditasi internasional,� tutur Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM ini.[]RED


Muhammad Sayuti S.Pd., M.Pd., M.Ed., melantik Anggota Pengurus Asosiasi Pengelolaan Asrama (Aslama) Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah Periode 2019-2021.

Aslama Wadah Cetak Kader Muhammadiyah

“

Selama ini Aslama belum sepenuhnya menjadi pusat lembaga kederisasi, belum sepenuhnya dikelola dengan profesional menggunakan manajemen yang bagus, dan Aslama masih berfungsi sebagai tempat penginapan mahasiswa, oleh karena itu kita berharap adanya program Aslama yang baik dapat menjadi terobosan baru terkait pengembangan Aslama PTMA kedepan” ujar

Rohmat Suprapto selaku Ketua Pengurus Asosiasi Pengelolaan Asrama Mahasiswa (Aslama) Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) Periode 2019-2021. Tepat pada Rabu (24/4), Majelis Diktilitbang PPM melaksanakan prosesi pelantikan Anggota Pengurus Aslama PTMA sekaligus pembukaan Pelatihan Manajemen Pengelolaan Asrama PTMA di Islamic Center Universitas Ahmad

Dahlan (UAD). Dalam sambutannya, Dr Muchlas, MT menyampaikan peran Aslama disini tidak hanya sebagai tempat menetap bagi mahasiswa namun Aslama dapat menjadi tempat untuk menciptakan kader-kader Muhammadiyah yang unggul pula. “Aslama menjadi tempat untuk kaderisasi mahasiswa sehingga dapat mendorong dan menjadikan mahasiswa unggul dalam segi kognitif serta mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam lini kegiatan kampusnya pula” tutur Dr. Muchlas selaku Wakil Rektor I UAD. Selain prosesi pelantikan, pada kesempatan ini juga dibukanya Pelatihan Manajemen Pengelolaan Aslama PTMA yang diresmikan oleh H Sudarnoto ­Abdul Hakim, M A, Ph D selaku wakil ketua Majelis Diktilitbang PPM. Beliau menyampaikan, Aslama merupakan ruh dari PTMA sehingga perlu dilakukan pengelolaan yang baik agar dapat menjadi pusat terbentuknya kader Muhamamdiyah yang berkualitas. Dihari yang sama, hadir pada pelatihan Drs H A Dahlan Rais, M Hum sebagai Keynote Speaker yang diikuti kurang lebih 50 anggota. Hari berikutnya, Pelatihan Manajemen Pengelolaan Aslama dilanjutkan di Gedung Pusbang Muhammadiyah Kaliurang dan diselenggarakan selama dua hari.[]APR

W

akil Rektor 3 UMRI Dr Taswin melantik Presiden BEM UMRI periode 2019-2020 Novrio Kasmun dan Wapres Siswanto di kampus setempat, Jumat (21/6). Prof Edy Suandi Hamid yang hadir dalam acara tersebut menegaskan, BEM jangan hanya berkutat urusan kampus, tetapi juga urusan kebangsaan dan keumatan. BEM harus lebih peduli pada persoalan di sekelilingnya, sehingga bisa menggerakkan mahasiswa sebagai agent of development. Diingatkan juga, keberadaan BEM harus memberi manfaat pada semua mahasiswa, bukan hanya pada aktivisnya. []RED

Dr Taswin melantik Presiden BEM UMRI 2019-2020 Novrio Kasmun dan Wapres

Pelantikan BEM UMRI, Agent of Development Edisi Mei-Juni 2019

Warta PTM 11


WARTA PTM

Kinerja

Muhammad Sayuti, Sunaryo, beserta tim PT TUV Rheinland

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Raih Sertifikasi ISO 9001:2015

M

ajelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berhasil memperoleh sertifikasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2015. Sertifikat ISO 9001:2015 tersebut berkaitan dengan penyediaan jasa layanan administrasi untuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dari PT TUV Rheinland Indonesia selaku pemberi sertifikasi. Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, PhD mengatakan pihaknya terus meningkatkan standarisasi layanan yang mengacu pada International Organization for Standardization (ISO) ke dalam layanan administrasi. “Hal ini dilakukan untuk menjaga komitmen dan layanan maksimal kepada para stakeholder khususnya untuk PTMA,� terangnya. Selaras dengan pernyataan ter12 Warta PTM

Edisi Mei-Juni 2019

sebut, Kepala Kantor Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Sunaryo MD, mengungkapkan bahwa sertifikat tersebut merupakan pelecut semangat agar ke depan mampu memberikan pelayanan yang lebih maksimal dan konsisten. "Sertifikat ini harus dimaknai sebagai pelecut agar ke depan bisa lebih mantap dan profesional," ujarnya. Adapun Kebijakan Mutu Kantor Majelis yang diusung oleh Kantor Diktilitbang PP Muhammadiyah adalah SIMPATIK yang tiap alfabetnya memiliki akronim dan maknanya masing-masing. "S", misalnya berarti sungguh-sungguh, dalam melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan senantiasa mengimplementasikan sistem manajemen mutu. "I" yakni Inisiatif selalu mengembangkan ide baru, secara konsisten dan terus-menerus (continuous improvement). "M" yakni Memesona dalam me-

layani, dengan budaya senyum, sapa, salam, sopan, dan santun (5-S). "PAT" yang berarti Patuh, senantiasa patuh sesuai ketentuan pemerintah dan Persyarikatan Muhammadiyah. Diakhiri dengan "IK" yakni Ikhlas, senantiasa ikhlas dalam menjalankan amanah yang dilandasi niat sebagai ibadah kepada Allah SWT. []WR


WARTA PTM

Inaugurasi

Dr Mukhaer Pakkana SE MM (duduk) bersama tiga wakil Rektor ITB AD, Setia Budi SE MSi, Yayat Sujatna SE MSi dan Imal Istimal SE MSi

Pelantikan Wakil Rektor ITB AD Periode 2019-2023

Energi Baru ITB AD

I

nstitut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB AD) menggelar pelantikan Wakil Rektor Periode 2019-2023 di Kampus Ciputat, Sabtu (04/05/2019).

Tiga nama yang dilantik yaitu Setia Budi SE MSi sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik, Yayat Sujatna SE MSi Wakil Rektor II Bidang Keuangan, Sumber Daya

Manusia, Sarana dan Prasarana. Wakil Rektor III yaitu Imal Istimal SE MSi Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Al Islam Kemuhammadiyahan dan Humas. Dipimpin oleh Prof Noor Rochman Hadjam selaku wakil ketua Majelis Diktilitbang PP Muh prosesi pelantikan juga dihadiri Prof Dr H Agus Suradika selaku wakil ketua PWM DKI Jakarta dan didampingi Rektor ITB AD Mukhaer Pakkanna. Mukhaer Pakkanna menuturkan pelantikan menjadi energi baru ITB AD melihat usia wakil rektor baru masih muda dan milenial. “ Dengan usia muda yang milenial serta memiliki latar belakang yang luar biasa, menjadi harapan kita agar mereka bisa merespon perkembangan kehidupan ekonomi, bisnis, teknologi dan sensitifitas terhadap sosial” tuturnya. Prof Noor Rochman Hadjam menambahkan, wakil rektor diharuskan untuk menjalankan tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi) yang dilakukan dengan kerjasama. “Tidak hanya wakil rektor, namun ini berlaku pada dosen maupun struktural lainnya sehingga dalam pengerjaanya itu harus kolegial dan dapat menyukseskan ITB AD dengan kerjasama” tuturnya. []APR

WISUDA STKIP MUH BABEL

Siap Menjadi Universitas

S

ekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Bangka Belitung (STKIP Muh Babel) mengadakan Wisuda Sarjana Angkatan IV tahun akademik 2018/2019 di Lantai 4 Gedung STKIP Muh Bangka Belitung. Diikuti 139 wisudawan dan wisudawati, angkatan ini mencetak jumlah peserta wisuda terbanyak dibandingkan tahuntahun sebelumnya. Dr H Asyaraf Suryadin, M Pd selaku Ketua STKIP Muh Babel berpesan untuk menjadi guru yang memiliki karakter religius serta jujur dan profesional. “STKIP dapat terus memberikan

prosesi wisuda Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhamamdiyah Bangka Belitung Sarjana Angkatan IV tahun akademik 2018/2019 bertempat di Lantai 4 Gedung STKIP Muh Bangka Belitung.

kontribusi bagi marwah agama nusa dan bangsa, karena hal tersebut merupakan te-

kad STKIP Muh Babel agar dapat merubah bentuk menjadi Universitas MuhamamdiEdisi Mei-Juni 2019

Warta PTM 13


yah (UNMUH) Bangka Belitung” lanjutnya. Tekad tersebut direalisasikan oleh STKIP Muh Babel dengan mengadakan kunjungan ke Majelis Diktilitbang M pada 7 Mei 2019. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan audiensi terkait perubahan bentuk STKIP Muh Babel menjadi Universitas. Data menunjukan dari 50 Universitas yang dimiliki PTMA hanya Universitas Muhammadiyah Palembang yang berasal dari Sumatera Selatan (Sumsel). Dengan

harapan STKIP Muh Babel tidak hanya menambah jumlah kuota Universitas Muhammadiyah (UM) dari Sumsel namun turut meningkatkan kualitas pendidikan Sumsel pula nantinya. Dalam acara pelantikan, turut hadir Prof Dr Harun Joko Prayitno sekaligus Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Beliau memaparkan, lulusan dari STKIP Muh Babel diharapkan mampu mengemban profesi guru yang da-

pat mengawal, memandu dan ikut dalam perubahan globalisiasi yang begitu cepat menuju tercetaknya sumber daya manusia Bangka Belitung dan Indonesia yang lebih baik di masa depan “Lulusan dari STKIP Muh Babel diharapkan menjadi profesi guru yang mengawal, memandu, dan ikut dalam perubahan globalisasi. Dengan harapan dapat mencetak SDM yang profesional di masa depan” tuturnya. []APR

“

UM Gorontalo (UM-Go) selalu membekali lulusannya dengan kompetensi baik knowledge, attitude, dan practice sehingga membentuk lulusan yang siap terjun pada dunia kerja baik ranah lokal, luar Gorontalo, maupun luar negeri. UM-Go juga membekali kemampuan berwirausaha sehingga para lulusan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri”. Demikian sambutan yang diberikan oleh Rektor UM-Go dr. Muhammad Isman Jusuf pada prosesi Wisuda Sarjana (S1) dan Diploma IV angkatan ke-X di gedung David Bobihoe Akib, UM-Go, Selasa (30/04/2019). Sejak angkatan pertama, UM-Go telah berhasil mewisuda sebanyak 2.126 mahasiswa. Periode ini, UM-Go mencetak peserta lulusan sebanyak 284 mahasiswa S1 dan D-IV yang terdiri dari 11 program studi (Prodi) dan 5 Fakultas. Diantaranya, 154 orang dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), 85 orang dari Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS), 5 orang dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB), 26 orang dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) dan 14 orang dari Fakultas Pertanian dan Perikanan (FPP). Berbeda dengan perguruan tinggi lainnya, UM-Go turut menjadi pusat karir bagi alumni untuk difasilitasi selama dua tahun hingga memiliki pekerjaan. Kendati angka pengangguran jika dilihat dari pendidikannya, lulusan bergelar Diploma dan Universitas makin banyak yang tidak bekerja. Data terbaru dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan Februari 2019 lulusan Universitas menganggur naik

14 Warta PTM

Edisi Mei-Juni 2019

Prosesi wisuda UM Gorontalo angkatan ke-X di gedung David Bobihoe Akib, UM-Go, Selasa (30/04/2019).

Wisuda UM Gorontalo

Lulusan Wajib Miliki Kompetensi hingga 25%. “Tak bisa dipungkiri, angka pengangguran justru lebih banyak dari mereka para alumni, sementara pihak kampus hanya membiarkan begitu saja. Tentu di UM-Go tidak demikian,” ungkap Kepala Pusat Karir UM-Go, Magfirah Makmur. Rektor UM-Go juga berpesan agar alumni UM-Go dapat menjadi agen pencerahan umat, mengamalkan ilmu bagi kemaslahatan, meningkatkan kompeten-

si dan kualifikasi serta tidak melupakan almamater tercinta. Prosesi wisuda turut dihadiri oleh Kepala LLDikti Wilayah IX Sulawesi, Prof. Jasruddin, M.Si, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM, Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, Bupati Bone Bolango yang diwakili Sekda, Forkompinda, Pimpinan Instansi Vertikal dan OPD se provinsi Gorontalo, Pimpinan Perguruan Tinggi dan Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah. []APR


WARTA PTM

Inaugurasi

B

ertempat di kampus UM Purworejo, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid melantik Dr Rofiq Nurhadi SAg Mag sebagai Rektor UM Purworejo 2019-2023, Senin (29/4/2019). Dr Rofik menggantikan Rektor sebelumnya Dr Supriyono yang habis masa jabatannya. Dalam pelantikan yang dihadiri juga Ketua PPM Drs Dahlan Ra’is Msi tersebut, Dr Rofiq menandatangani kontrak kerja bersama Prof Edy Suandi Hamid, yang berisi capaian-capaian yang diharapkan selama empat tahun ke depan. Dalam sambutannya Ketua PPM Dahlan Rais mengatakan, salah satu kunci keberhasilan pimpinan adalah kejujuran. Ia berharap Rektor yang baru dapat memegang kejujuran tersebut. “Dengan kejujuran akan melahirkan kepercayaan. Jika semua orang sudah percaya, maka itu akan memudahkan segala urusan. Sebaliknya, kebohongan akan menimbulkan ketidakpercayaan, dan itu akan menghambat segala urusan,” ujar Drs Dahlan Rais. Sementara itu dalam amanat pelantikan yang disampaikan Prof Edy diingatkan

Pelantikan Rektor UM Purworejo 2019-2023, Senin (29/4/2019).

Dr Rofiq Dilantik Sebagai Rektor UM Purworejo bahwa Majelis Diktilitbang akan melakukan pengendalian dan pengawasan terkait pelaksanaan program dan mutu akademik di UM Puworejo. Untuk itu, dalam kontrak kinerja ditargetkan pada tahun

2023 SDM bergelar doktor bisa mencapai 30 orang, profesor 3 orang dengan total dosen 120 orang, dan APT UM Purworejo mendatkan nilai Unggul atau “A”. []RED

UM Palembang Wisuda 1048 Mahasiswa

“

Berwarna Putih Bunga Seroja, Dipetik Anak Tidak Bersisa, Berusahalah untuk Mendapat Kerja, Membuka Lapangan Kerja itu Luar Biasa” tutur Dr Abid Djazuli SE MM, selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang membuka prosesi wisuda Program Sarjana Strata I ke-66 dan Pascasarjana Strata II ke-27 Periode II Tahun Akademik 2018-2019 UM Palembang, di The Sultan Convention Center Kamis (25/4/2019). Prosesi wisuda diikuti 1048 peserta yang terdiri dari 124 mahasiswa Fakultas Teknik, 122 mahasiswa Fakultas Keguruan

Prosesi Wisuda Program Sarjana Strata I ke-66 dan Pascasarjana Strata II ke-27 Periode II Tahun Akademik 2018-2019 UM Palembang, Kamis (25/4/2019).

Edisi Mei-Juni 2019

Warta PTM 15


dan Ilmu Pendidikan, 67 mahasiswa Fakultas Pertanian, 66 mahasiswa Fakultas Agama Islam, 77 mahasiswa Fakultas Kedokteran, 199 mahasiwa Fakultas Hukum, dan Program Pascasarjana 81 peserta. Dalam pidatonya, Abid Djazuli juga memberikan apresiasi kepada orang tua/ wali yang telah memberikan kepercayaannya kepada UM Palembang untuk mendidik putra dan putrinya. Ia juga menambahkan apresiasi terhadap perkembangan UM Palembang yang signifikan khususnya pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Data menunjukan, pada tahun 2016 UM Palembang berhasil melakukan sitasi jurnal ilmiah sebanyak 223 artikel, dan naik menjadi 5.475 artikel pada tahun 2019.

“Hasil dari jurnal ilmiah menunjukan pencapaian UM Palembang sebagai PTM Unggul dan Islami yang berprestasi� ujarnya. Di tempat yang sama, Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D menyatakan perubahan akreditasi peringkat A dari Prodi Sejarah dan Prodi manajemen menunjukan kuali-

tas UM Palembang setara dengan perguruan tinggi skala nasional yang terbaik. Beliau juga berharap adanya peningkatan akreditasi tersebut dapat berdampak pada tujuan UM Palembang untuk memperoleh peringkat A dan meraih akreditasi A ke 2 untuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah diluar pulau Jawa. []APR

Infografis

Bersambung ke halaman 20...

16 Warta PTM

Edisi Mei-Juni 2019


WARTA PTM

Inovasi Mahasiswa UMM Ciptakan Robot Kapal Selam

Muhammad Syukron Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang bersama Panglima Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P.

M

uhammad Syukron diundang secara khusus oleh Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto ke Markas Besar TNI di Jakarta, April lalu. Alumni mahasiswa jurusan teknik informatika ini telah menarik perhatian Hadi Tjahjanto karena berhasil menciptakan prototipe

kapal selam tanpa awak yang mampu melakukan pemantauan, patroli Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) hingga operasi Search And Rescue (SAR). Ide pembuatan robot kapal selam ini muncul saat Syukron masih berstatus mahasiswa dan sedang menyusun tugas akhir pada tahun 2014. Ide tersebut di-

Inovasi Mahasiswa UMSIDA

Sakral Berbasis Internet of Think

D

i era revolusi industri 4.0, pembangkit listrik dapat dipantau melalui media aplikasi online. Sama halnya dengan Yusrifal Mahasiswa fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah

Sidoarjo (UMSIDA). Terinsipirasi dari kemajuan teknologi yang serba otomatis, keingintahuan Yusrifal berhasil menemukan sakral Internet berbasis Internet of Think (IoT).

realisasikan secara nyata sehingga menghasilkan prototipe kapal selam tanpa awak (ROV) yang dikendalikan oleh remote control nircable berbasis aduino. Berbeda dengan kapal selam biasanya, karya Syukron memiliki banyak keunggulan. Mirip dengan pesawat drone (UAV), kapal salam tersebut dapat mengambil sampel air dan tanah yang tercemar limbah di dasar danau serta adanya fitur kamera dan video. Tidak hanya itu, kapal selam ini juga menggunakan sistem ballast sehingga lebih hemat baterai. “Dengan menggunakan sistem ballast, membuatnya menyerap air saat menyelam dan menyemburkan air naik ke permukaan, seperti kapal sungguhan” jelas Syukron. Berawal dari ketertarikan tersebut, Hadi Tjahjanto menjanjikan akan menjembatani proyek tersebut untuk diteruskan ke Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas). Penelitian Syukron juga berhasil menarik perhatian Ilham Akbar Habibie putra dari B.J. Habibie saat berkesempatan berdiskusi mengenai penelitiannya dalam acara International Conference of Indonesian Intellectual Community (ICONIC) 2016 di Hamburg, Jerman. Rektor UMM Dr H Fauzan M Pd mengatakan, berkarya dan inovasi diharapkan menjadi tradisi di UMM dan saat ini UMM fokus untuk mengembangkan sumber daya manusia. “Kalau dibilang kampus ini unggul, itukan pihak luar yang menilai. Tapi yang pasti lingkungan akademik di UMM sudah terbentuk atmosfer untuk selalu berinovasi” tuturnya. []APR

Alat penerangan berbasis IoT ini bisa dioperasikan tanpa terbatas jarak. Dengan syarat terkoneksi internet. “Walaupun alatnya di rumah, sedangkan kita berada di luar kota bahkan di luar negeri, tetap bisa menghidupkan dan mematikan lampu asalkan terhubung dengan internet” ujar Yusrifal. Melalui penemuannya ini, lampu rumah dapat dinyalakan dan dimatikan Edisi Mei-Juni 2019

Warta PTM 17


dari tempat mana pun hanya dengan menggunakan koneksi internet melalui ponsel atau komputer. Yusrifal mulai belajar teori teknologi IoT dibimbing oleh dosen. Dari pembelajaran teori tersebut, dipraktikkan dan berhasil menemukan penemuan terbaru yang hasilnya sudah dapat digunakan. Didanai langsung oleh Risetdikti Yusrifal memakan waktu kurang lebih tiga tahun untuk mengarap penelitiannya. “Penelitian ini dilakukan selama tiga tahun. Tahun pertama untuk mahasiswa di kampus, diberi pelatihan atau workshop tentang apa itu IoT dan gimana penerapannya. Tahun kedua, membidik SMK. Tahun ketiga, golongan industri,” ujar Yusrifal memaparkan. []APR

Yusrifal Mahasiswa fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) Penemu Sakral Internet berbasis IoT (Internet of Think)

UM Purwokerto

Aplikasi Islamic Pregnancy

Mahasiswa UM Purwokerto menujukan karya aplikasi Islamic Pregnancy

M

ahasiswa Keperawatan UM Purwokerto (UMP) ciptakan aplikasi Islamic Pregnancy. Inovasi dari 10 Mahasiswa Fakultas Kesehatan ini bertujuan untuk memudahkan kehamilan Ibu. Dibuat selama kurang lebih satu bulan, aplikasi ini memudahkan ibu hamil untuk menambah wawasan dan pengetahuan seputar kehamilan. “Dengan metode 18 Warta PTM

Edisi Mei-Juni 2019

islami yang syar’i, aplikasi ini akan memudahkan ibu hamil untuk menjalankan kehamilannya dari awal hingga melahirkan” ujar Zendi Ragil Yunanto selaku ketua tim. “Alasan kami membuat aplikasi islami karena kami berasal dari latar belakang Universitas Muhammadiyah Purwokerto” tambahnya. Lebih lanjut, Zen-

di menjelaskan aplikasi berisi beberapa macam fitur, diantarannya nutrisi yang halal dan baik bagi ibu hamil, serta takaran yang tepat dalam mengonsumsinya. Ada juga aplikasi olahraga, di aplikasi ini kami menekankan olahraga secara islami yaitu melalui gerakan sholat yang biasa dilakukan sehari-hari. Tidak hanya itu, tersedia fitur audio Al-Qur’an dan Dzikir dalam aplikasi. “Kalau relaksasi spiritual yang pada aplikasi kehamilan biasanya menggunakan musik klasik, kami membuat relaksasi berupa audio Al-Qur’an serta bacaan dzikir yang sangat bermanfaat bagi ibu dan janin”. Tuturnya. Dr Jebul Suroso selaku dosen pembimbing mengaku bangga atas capaian prestasi yang dilakukan mahasiswanya. "Alhamdulillah, selamat untuk ananda Zendi, bersama ke 10 timnya. Semoga mampu terus berprestasi di bidang keperawatan," katanya. Lebih lanjut, Wakil Rektor IV ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan inovasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik untuk meningkatkan bakat mahasiswanya. “tingkatkan potensi dan kemampuan, terlebih yang berkaitan dengan revolusi industry 4.0” tutupnya. []APR


WARTA PTM

Kronik

“

Muhammamdiyah Disaster Management Center adalah lembaga Muhammadiyah yang bertugas untuk mengkoordinasikan, memobilisasi sumberdaya dalam kondisi Tanggap Darurat Bencana, melakukan mitigasi dan juga meningkatan kesiapsiagaan bencana dan rehabilitasi pasca bencana”. Jelas Rektor UM Purwokerto Anjar Nugroho saat meresmikan MDMC di auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP, Selasa (30/04/2019). Anjar Nugroho melanjutkan lahirnya lembaga yang bergerak dalam bidang mitigasi dan bantuan korban bencana ini dilatarbelakangi oleh beberapa kasus bencana kemanusiaan baik bencana di luar atau didalam Tanah Air .“Dalam beberapa kasus, bencana diluar ataupun dalam negeri, MDMC juga ikut terlibat, oleh karena itu UMP sebagai bagian dari Muhammadiyah sudah selayaknya mendukung program-program Muhammadiyah”ujarnya. Selama ini, Beliau menambahkan, MDMC sudah banyak terlibat dalam penanganan bencana berskala besar. Bahkan, MDMC juga kerap menjadi unit pe-

Launching MDMC UM Purwokerto, di Audotorium Ukhuwah Islamiyah UMP, Selasa (30/04/2019)

UMP Launching Muhammadiyah Disaster Management Center nanggulangan bencana yang pertama kali berada di lokasi bencana. “MDMC UMP wajib melakukan komunikasi dan koordinasi dengan seluruh jajaran pimpinan, majelis, lembaga, amal usaha, organisasi otonom, dan menjalin kerja sama dengan lembaga SAR yang ada di Indonesia”tuturnya.

S

TKIP Muhammadiyah Bangka Belitung (STKIP MBB) kembali menggelar seminar pendidikan yang di Gedung Babel STKIP MBB, pada Sabtu (27/04). Pada kesempatan kali ini, STKIP MBB mengundang Professor asal Universiti Teknologi Malaysia, Dr Ahmad Rahman Songip sebagai pembicara. Bertemakan “Pengembangan Pemikiran Out of The Box” seminar ini dibuka secara langsung oleh Ketua STKIP MBB, Dr Asyraf Suryadin, M Pd. Pada sambutannya, Asyraf Suryadin mengungkapkan, STKIP MBB senantiasa berupaya untuk menyelenggarakan seminar dengan mengundang pembicara nasional maupun internasional untuk mendorong mahasiswa berpikir kreatif, praktis, dan kritis. “Beliau merupakan doktor yang berasal dari Malaysia, dahulu pernah mengeyam pendidikan di Jepang, Inggris, dan Amerika” jelasnya. Ia melanjutkan, pengembangan pemikiran out of the box

STKIP MBB mengundang Dr. Ahmad Rahman Songip dari Universitas Teknologi Malaysia sebagai Pembicara seminar Internasional di Gedung Babel STKIP MBB, pada Sabtu (27/04).

STKIP Muh Bangka Belitung

Siap Jalin Kerja Sama Internasional Edisi Mei-Juni 2019

Warta PTM 19


adalah ide segar beliau yang diambil dari buku tersebut agar manusia mampu berpikir kritis dan analitis, namun tetap mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. “Saat ini sangat banyak potensi yang ada di Bangka Belitung yang bisa dijadikan sumber ekonomi seperti sektor pariwisata, sektor kelautan, sektor pertanian, dan lain sebagainya” ujar Dr Songip yang juga sebagai penulis buku Break The Pattern. Ia melanjutkan Mind-set dengan pola pikir tajam, berani mengambil resiko, mampu keluar dari zona nyaman, ide kreatif dan actionable adalah beberapa hal yang harus dilakukan oleh masyarakat sekitar jika ingin Bangka Belitung lebih maju. Setelah acara usai, Dr Songip ditemani oleh koleganya dan para pimpinan, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) serta staf Lembaga Pusat Bimbingan dan Pengembangan Karir (LPBPK) STKIP MBB untuk menyantap makanan khas Bangka

Belitung. Sebelumnya STKIP MBB sukses mendatangkan pembicara asal Malaysia, Dato’ Seri Dr. Alex Ong, Menteri Pendidikan Prof Dr Muhajir Effendy, MAP, serta politisi nasional Rocky Gerung. Selanjutnya, beliau menegaskan bahwa STKIP MBB siap untuk melaksanakan kerjasama internasional bersama universitas asal Taiwan dan Malaysia. [] APR

UM Gresik resmikan fakultas kesehatan di Hall Sang Pencerah UM Gresik, Sabtu (27/4/2019). (foto: Times Indonesia)

UM Gresik Resmikan Fakultas Kesehatan

U

niversitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) adakan Grand Opening peresmian Fakultas Kesehatan di Hall Sang Pencerah UM Gresik, Sabtu (27/4/2019). Prof Setyo Budi menyebutkan, era Revolusi Industri 4.0 menjadi stimulus yang sangat tepat dalam meningkatkan kualitas tenaga kesehatan yang profesional. “Karena profesi bidang kesehatan termasuk diantara sepuluh profesi yang tidak akan pernah usang dan selalu akan diperlukan,” ujarnya selaku Rektor UM Gresik. Tercatat delapan program studi yang ada dalam daftar Fakultas Kesehatan UM Gresik diantaranya S1 Ilmu Keperawatan, S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat, S1 Ilmu Gizi, Profesi Ners. Kemudian D4 Bidan Pendidik, D3 Kebidanan, D3 Farmasi dan D3 Fisioterapi. Prof Setyo Budi menambahkan, Fakultas Kesehatan UM Gresik terbentuk karena adanya Memorandum of Understanding (MoU) yang berisi penyatuan dua institusi yaitu STIKES Delima Persada dan STIKES Insan Unggul Surabaya. Ketua BPH UMG Moh. Nadjih menambahkan, fakultas kesehatan sudah menjadi sebuah kebutuhan melihat perkembangan kota Gresik sebagai Kota Industri 20 Warta PTM

Edisi Mei-Juni 2019

semakin berkembang. “Saya berharap kedepannya Fakultas Kesehatan UM Gresik dapat mencetak tenaga kesehatan yang handal” tutupnya. Saat ini, UM Gresik memiliki sembilan fakultas yakni Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Psikologi, Fakultas Teknik, Fakultas Agama Islam, Fakultas Hukum dan Pascasarjana dengan jumlah program studi hampir keseluruhan terakreditasi B. []APR


WARTA PTM

Kronik

“

Kerjasama ini diharapkan dapat dapat menjadi wadah untuk mengembangkan ilmu dan penelitian khususnya di program studi Arsitektur dan Fakultas Sains dan Teknologi.” Papar Taufiqur Rahman SIP MA PhD selaku Wakil Rektor I Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) dalam penandatanganan Memorandom of Understanding (MoU) antara UNISA dan Universiti Teknologi Mara (UTM) Malaysia di Kampus UNISA, Selasa (18/6). Diwakili oleh Dr Norainah binti Abdur Rahman, ia berpendapat untuk mengembangkan kerjasama tidak hanya dengan fakultas sains dan arsitektur, namun dapat menjalin kerjasama antar kedua universitas pula. “Kita punya banyak kompetisi dan aktivitas yang dilakukan bersama antara UNISA dan UTM” ujar Norainah. Taufiq menambahkan agar kerjasama ini dapat dilakukan dengan fakultasfakultas yang ada di kedua Universitas.

Taufiqur Rahman SIP MA PhD perwakilan UNISA dan Dr Norainah binti Abdur Rahma perwakilan UTM menandatangai MoU kerjasama(18/6/19).

Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

MoU dengan Kampus Malaysia Selain agenda MoU, Prodi Arsitektur dan pihak UTM di bulan Juni ini akan berkolaborasi dalam kegiatan workshop, studio dan pengabdian internasional. []APR

Edisi Mei-Juni 2019

Warta PTM 21


WARTA PTM

Salindia

Pradana Boy ZTF, Ph.D Dosen UMM Ambil Bagian di Riset Kaliber Internasional pada pertemuan Second Project Meeting GREASE Research Project Radicalisation, Secularism and The Governance of Religion: Bringing Together European and Asian Perspectives, 17-18 Juni 2019.

Himpunan mahasiswa teknik Pertambangan (HMTP-UMMU) Ternate menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Penerapan Metode Goefisika”, di UM Maluku Utara Ternate, Sabtu (15/6).

Sebanyak 946 mahasiswa angkatan 2018 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta terima sejumlah 1 Miliar, di Kampus UAD Yogyakarta, Sabtu (4/5/2019

Dr Haedar Nashir MSi resmikan Masjid Manaarul ‘Ilmi UM Magelang di Kampus 2 UM Magelang, Sabtu (15/05/2019).

Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial dan Humaniora (Feishum) mengadakan seminar dengan mengusung tema Sistem Informasi Desa (SID) di lantai 4 hall Baroroh Barried, Rabu (22/5).

Akademik Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) kegiatan Sosialisasi Pelayanan Prima alam rangka upaya dalam peningkatkan kualitas pelayan administrasi dilingkungan Universitas Muhammadiyah Sukabumi, yang bertempat di ruang A3, Gedung A UMMI, Jum’at (24/5/19).

22 Warta PTM

Edisi Mei-Juni 2019


WARTA PTM

Uswah

: Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr Agus Sani

Kiat UMSU Memperoleh APT “A”:

Leadership yang Bekerja dalam Diam

B

ukan suatu hal yang mudah, sebagai suatu PTS yang berada di luar “orbit”, yang jauh dari pusat, berada di luar Pulau Jawa, bisa mendapatkan akreditasi perguruan tinggi (APT) Unggul, “A”. Lebih dari itu, keunggulannya pun berada di atas skor dua PTN yang sudah lebih memperoleh akreditasi “A” di wilayah ini. “Tapi saya tidak mengembar-gemborkan itu. Tak enak. Biarlah publik tahu dengan sendirinya,” demikian disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr Agus Sani, dalam pembicaraan santai dan lepas di ruang kerjanya, di Kampus UMSU Medan Ramadhan lalu. Jawaban itu memang menggambarkan sosok Dr Agus Sani yang agak jauh dari publisitas, dan banyak bekerja dalam diam. Tidak pula mengklaim kinerja yang luar biasa dicapainya sebagai kerja pribadinya. “Ini ker-

ja semuanya, bukan hanya kami di UMSU, tetapi juga dukungan PWM dan Majelis Diktiitbang. Team task force, prodi-prodi dan dosen semua punya andil,” ujar Dr Agus Sani menyampaikan salah satu kiatnya yang membuat UMSU menjadi PTM pertama di luar Jawa, PTS pertama di Pulau Sumatera, dan juga PTS kedua luar Jawa yang memperoleh APT “A”. Dikemukakan, awalnya starting point UMSU setara dengan PTM lain yang mendapatkan APT B lainnya, baik di Jawa maupun luar Jawa. Bahkan, jika dilihat skor APT sebelumnya, UMSU berada di bawah. Sampai dua tahun lalu, saat Majelis Diktilitbang memprogramkan PTMA Menuju A, akreditasi prodi di UMSU belum satu pun yang “A”. “Jadi kami masih sedikit di bawah, sehingga harus kerja keras menyatukan semua sumber daya yang ada. UMSU ini ibarat kapal besar, dan jalannya harus diarahkan oleh

nahkodanya, yang kebetulan saya sebagai nahkoda itu. Sebagai nahkoda, saya memulai membangun kekompakan pada tingkat pimpinan dan terus ke bawahnya” ujar Dr Agus Sani. Ketika semangat itu muncul, Rektor UMSU ini mulai mengajak lingkungannya menyamakan persepsi dan berupaya menyamakan langkah untuk mengejar APT “A”. “Namun ini tidak mudah. Bahkan di awal ada resistensi dari prodi, yang merasa tidak nyaman dengan gerak Task Force pada level Universitas yang seolah merasa pada posisi di atas, padahal formal sama. Ini saya kondisikan agar tidak ada rasa demikian, dan akhirnya task force dan prodi bisa berjalan ber sama-sama, dan bekerja bersama-sama saling melengkapi,” kata kandidat Guru Besar ekonomi UMSU, yang sudah memimpin UMSU untuk ketiga kalinya ini. Penyamaan persepsi dan tujuan Edisi Mei-Juni 2019

Warta PTM 23


Kiat UMSU Memperoleh APT “A”: Leadership yang Bekerja dalam Diam

ini merupakan langkah awal yang penting. Karena setelah itu berhasil dijalankan, maka lebih mudah mengajak semuanya bergerak ke arah yang sama: menyatukan langkah untuk menyiapkan UMSU memperoleh APT “A”. Masalahnya, task force level Universitas tidak bisa berbuat banyak kalau akreditasi prodi atau APS belum ada yang “A”. Sesuai yang selalu disarankan Majelis Diktilitbang, paling tidak ada 30% prodi sudah “A” sebelum APT diajukan. Untuk itu task force Universitas dan prodi harus bekerja bersamaan, team APT berupaya memaksimalkan semua standar/kriteria yang ada, dan timreakreditasi prodi pun menyiapkan diri agar memperoleh “A”. “Karena semangat di internal masing-masing prodi sudah tinggi, semua menjadi relatif lancar. Di antara prodi-prodi sudah terjadi persaingan sehat sendiri-sendiri, semua ingin mendapatkan APS ‘A’. “Dalam situasi seperti itu, tidak mengherankan reakreditasi prodi yang ada menghasilkan sembilan yang ‘A’. Bahkan, semangat itu tidak padam, yang segera reakreditasi diperkirakan akan menambah beberapa ‘A’ lagi,” ujar Dr Agus Sani. Menurutnya, walaupun UMSU sudah mendapatkan APT Unggul, namun mereka juga sudah mengantisipasi untuk reakreditasi selanjutnya supaya tidk mengalami penurunan. Apalagi kriteria yang digunakan juga berubah dari tujuh menjadi sembilan kriteria. Dalam menyiapkan borang APT tersebut, menurut Rektor UMSU ini, tim task force bekerja tidak mengenal waktu, dan bekerja dalam tim yang solid, kolektif-kolegial. Rapat-rapat juga diupayakan lengkap sehingga bisa selalu up date data dan melakukan perbaikan-perbaikan. “Tim bisa bekerja cukup lancar karena sejak awal sudah diseleksi sebagai SDM yang punya kompetensi dan komitmen untuk kerja keras,” tutur Dr Agus Sani. 24 Warta PTM

Edisi Mei-Juni 2019

Sertrifikat Akreditasi A dari BAN-PT

Mereka ini, juga dikirm ke berbagai forum pelatihan untuk meningkatkan kompetensinya, termasuk yang diadakan Majelis Diktilitbang. Mereka juga diminta untuk selalu mengikuti perkembangan informasi yang ada terkait dengan akreditasi, dan belajar dari pengalaman PTM lain yang seudah lebih dulu mendapatkan “A”. Dikemukakan, setiap standard untuk pengisian borang mereka lakukan dengan sebaik-baiknya, dan dilakukan pemeriksaan berulang, dan simulasi-simulasi untuk mencapai nilai maksimal. Semua di arahkan pada nilai tertinggi, walaupun sebagian tidak memungkinkan, sehingga harus ditutup oleh item-item yang lain supaya nilai rata-rata bisa mencapai standar yang dibutuhkan. “Hasilnya, alhamdulillah sesuai yang diharapkan. Tentu saja untuk menyemangati kita juga memberikan insentif kepada mereka yang bekerja keras untuk mencapai hasil ini,” ujar Rektor UMSU. Ditambahkan, kerja keras saja masih tidak cukup, namun perlu diarahkan dengan seni memimpin yang baik supaya semangat kerjanya maksimal, dan tidak hanya basa-basi saja kerjanya. Bagi Dr Agus Sani, memang awal ia menjadi rektor tugasnya tidak mu-

dah. Ia mewarisi sistem yang belum begitu baik, mewaisi utang yang puluhan miliar, dan team work besar yang tidak sepenuhnya kompak dan diwarnai konflik. Ia menjalin komunikasi dengan PWM, BPH, L2DIKTI, dan lebih-lebih ke dalam secara intensif. Menghargai dan mengormati semuanya, walau terjadi beda pendapat. “Namun memimpin itu seni, dan bagaimana kita berkomunikasi dengan baik. Tanpa disadari terkadang kaki kita menari di atas kepala pihak-pihak yang bermacam-macam itu, namun mereka tertawa,” kata Dr Agus Sani yang juga pengurus APTISI wilayah Sumatera Utara ini. Menutup wawancaranya, Rektor UMSU ini mengajak PTM lainnya untuk berusaha bersama-sama untuk juga meraih APT “A” ini. Dikatakannya, tidak ada yang tidak bisa dilakukan kalau kita mau duduk bersama, berbicara dengan pendekatan kekeluargaan namun tetap profesional, untuk membuat mutu PTM menjadi lebih baik. “Yang penting kita tanamkan rasa memiliki, dan bekerja secara kolektif serta tranparan, serta tidak ingin populer sendirian,” tutup Rektor UMSU Dr Agus Sani ini. []RED


Edisi Mei-Juni 2019

Warta PTM 25


Profil PTM

WARTA PTM

Universitas Muhamamdiyah Metro

Solusi Sukses Masa Depan

Gedung Universitas Muhammadiyah Metro

M

emasuki tahun ajaran baru, banyak calon mahasiswa yang gencar mencari informasi untuk menimbang dan memilih kampus yang sesuai dengan kriteria yang mereka inginkan. Tak heran, banyak pula kampus yang mulai membenah dan menciptakan inovasi yang menarik untuk dapat memberikan fasilitas yang berkualitas untuk calon mahasiswanya. Universitas Muhammadiyah Metro misalnya, menjadi salah satu kampus bidikan mahasiswa, ia terus menciptakan terobosan baru untuk meningkatkan prestasinya.

Saling Bersinergi Kampus yang terletak di Kota Metro Provinsi Lampung ini telah memiliki 5 Fakultas dengan 14 Program Studi dan 3 Diploma Serta Program Pascasarjana dengan 3 Prodi. Fasilitas yang tersedia juga beragam, diantaranya fasilitas olahraga berupa lapangan olahraga, wall climbing area, adanya perpustakaan, sarana ibadah, teknologi informasi dan lainnya. Tidak hanya itu, terdapat fasilitas penunjang diantaranya Free Hotspot, Public Area, Laboratorium di setiap program studi, unit kegiatan mahasiswa (UKM), mini market, ruang kuliah representatif (full 26 Warta PTM

Edisi Mei-Juni 2019

ac & full proyektor), lembaga bahasa (Bahasa Inggris & Bahasa Arab), asuransi mahasiswa, lab. micro-teaching, magang kerja di perusahaan dan bank di Kota Metro, dan asrama Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tanwir Metro. “Perkembangan UM Metro senantiasa didukung dengan program pembangunan gedung perkuliahan yang berkelanjutan dan peningkatan jenjang pendidikan dosen melalui beasiswa pendidikan doktoral maupun magister.” ujar Drs H Jazim Ahmad MPd, selaku Rektor UM Metro. Sebagai salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), UM Metro memiliki jejaring sangat luas sehingga dapat saling bersinergi antara berbagai pihak (AUM) tersebut. “Dengan prestasi dan kekuatan jejaring ini UM Metro dapat semakin berkembang bahkan unggul dalam menghadapi kompetitor yg ada.” lanjutnya. Diakui oleh Lembaga Layanan Dikti Wilayah III, kampus ini berhasil menjadi Perguruan Tinggi Swasta Terbaik 3 se-Sumbagsel (Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Bangka Belitung) Kategori Aspek Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia Tahun 2019.

Solusi Sukses Masa Depan Prestasi, menjadi kekuatan yang terus menerus diting-


Universitas Muhamamdiyah Metro: Solusi Sukses Masa Depan

Foto 1. Pelantikan Drs. H. Jazim Ahmad, M.Pd sebagai Rektor UM Metro untuk masa Jabatan 2019-2023, di aula gedung E, Rabu (24/4/2019).Foto 2. Seminar Sejarah “Revitalisasi Nilai-Nilai Kearifan Budaya Lampung dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara� yang diselenggarakan HIMAS UM Metro

katkan oleh kampus dengan tagline Solusi Sukses Masa Depan ini. Tercatat 93 Prestasi mahasiswa yang berhasil dibawa UM Metro dengan catatan yang memuaskan pula. Bukan hal yang sulit, dengan mengedepankan mutu pendidikan dan ditunjang dengan sarana prasarana memadai, UM Metro siap untuk bersaing dan unggul menghadapi dunia kerja. Pembekalan entrepreneurship menjadi salah satu program nyata yang digunakan untuk membekali lulusannya guna meyakinkan pentingnya wirausaha. Kiatnya untuk menjadikan mahasiswa pebisnis diwujudkan dengan adanya program International Entrepreneurship Camp di Taiwan Mei 2018 lalu. Tak main-main, bekerjasama dengan National Kaohsiung University of Science and Technology (NKUST), UM Metro berhasil memperdalam ilmu kewirausahaan dan bersanding dengan negara Asia lainnya. Benar saja, 2018 lalu Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM Metro mendorong mahasiswanya untuk menjadi pebisnis. Dengan menjalin kerjasama dengan praktisi industri dan mendorong mahasiswa untuk memiliki sertifikasi keahlian pasar modal dan sertifikasi akuntansi untuk meningkatkan kompetensi mereka. Hal itu dikatakan Suyanto, M Si Akt, CA yang pada saat itu menjabat sebagai Wakil Dekan III FEB UM Metro. Melihat kompetitor lainnya, UM Metro sadar untuk terus meningkatkan prestasi mahasiswa dengan terus mengintegrasikan nilai-nilai islam dalam perkuliahan, penelitian dan pengabdian. Terobosan-terobosan yang dilakukan UM Metro dalam mencapai prestasi sampai saat ini antara lain: a) komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan dan menghasilkan alumni yg unggul di antara perguruan tinggi lain khususnya di Provinsi Lampung; b) meningkatkan produktivitas dosen di bidang penelitian dan pengabdian serta publikasi ilmiah pada jurnal nasional dan internasional yg bereputasi; c) memperluas jejaring dan kerjasama internasional. Membagi 2 bidang, UM Metro lakukan strategi untuk

memperluas kerjasama internasional yaitu bidang akademik dan bidang publikasi. Bidang akademik diupayakan dengan adanya double degree bagi mahasiswa UM Metro dan program pertukaran mahasiswa internasional. Sedangkan di bidang publikasi hasil penelitian berupa international conference (ICONLEE) dan publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi. Kerja sama internasional tentu dapat memperkenalkan perguruan tinggi baik secara Nasional maupun Internasional. Benar saja, 2016 lalu UM Metro tercatat melakukan kerjasama dengan beberapa kampus luar negeri salah satunya Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM).

Hambatan Adalah Tantangan Sama halnya dengan Perguruan Tinggi lainnya, hambatan dan masalah menjadi tantangan bagi UM Metro. “Hambatannya beragam, di Provinsi Lampung UM Metro belum menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa, masih kurangnya akses dan media teknologi, manajemen organisasi, dan terkait dana� papar Rektor yang resmi menjabat pada April 2019 ini. Beberapa solusi menjadi strategi jitu UM Metro. Upaya yang dilakukan yaitu: 1) melakukan promosi secara intensif dan menciptakan brand image sebagai PTM yang menghasilkan lulusan unggul dan berdaya bersaing tinggi secara tepat waktu pada masyarakat; 2) secara berkelanjutan diadakan sosialisasi dan pelatihan kepada seluruh civitas akademika dalam pemanfatan TI; 3) melakukan evaluasi dan penataan kelembagaan sesuai dengan visi, misi dan strategi pengembangan UM Metro. Kedepannya, UM Metro menargetkan untuk melakukan penguatan unit-unit program studi untuk meraih akreditasi unggul, meningkatkan layanan kepada mahasiswa baik akademik maupun non akademik. Serta mendirikan prodi atau fakultas yang dibutuhkan masyarakat seperti Prodi Fisioterapi, Kedokteran, S2 Hukum, S2 Teknologi Pendidikan. []APR Edisi Mei-Juni 2019

Warta PTM 27


Profil PTM

WARTA PTM

UM Siddenreng Rappang

Menuju Center of Halal

Gedung Universitas Muhammadiyah Surakarta

D

r. H. Djalaludin Ahmad, S.Sos., M.Si masih belum sepenuhnya percaya bahwa kerja kolektif serta penantian lama bersama rekan-rekannya kini tunai terbayar: Universitas Muhammadiyah (UM) Siddenreng Rappang secara resmi berdiri melalui Surat Keputusan Pendidikan Tinggi 113/KPT/1/2019. Pencapaian ini disusul prestasi lainnya, menjadi universitas pertama di Bumi Nene Mallomo. Sebagai rektor, Ahmad patut berbangga lantaran berdirinya universitas ini tidak ujug-ujug jatuh dari langit, sebaliknya, ia melibatkan seluruh aspek teknis, nonteknis, bahkan personal. “Saya sering mendapat protes dari keluarga karena sering kali ditinggalkan, namun Alhamdulillah proses berat tersebut sudah dilalui,” terangnya melalui Whatsapp. Proses yang panjang tersebut tergambar jelas ketika Ahmad tak kuasa menahan air matanya saat mengawali pidato pembuka. “Memori suka dan duka perjuangan bersama teman-teman tiba-tiba menyeruak, saya terbawa suasana” kenangnya. Tuntutan Persaingan Mula-mula UM Siddenreng Rappang merupakan dua per-

28 Warta PTM

Edisi Mei-Juni 2019

guruan tinggi Muhammadiyah yang sebelumnya sudah eksis di Sulawesi Selatan. Keduanya merupakan perguruan tinggi dengan format sekolah tinggi: Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Muhammadiyah Rappang dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Rappang. Namun, tuntutan global yang ditandai dengan era Revolusi Industri 4.0 turut mengubah iklim perguruan tinggi, sehingga strategi baru pun mutlak diperlukan. Pemikiran inilah yang melatarbelakangi pendirian UM Siddenreng Rappang. Adaptif dan inovatif merupakan kata kuncinya, semuanya dilakukan dalam satu tarikan napas: pendirian universitas merupakan sesuatu yang urgent. Terobosan ini juga merefleksikan cara pandang yang berkemajuan, sesuai dengan visi besar Muhammadiyah. “Karena menurut kami, stagnan dalam kondisi tertentu dan tidak disertai dengan inovasi merupakan tanda awal kemunduran, ekstremnya bisa saja terjadi kepunahan,” tambahnya. Alasan lain adalah kekayaan ekologi sebagai pusat unggulan. Girah UM Siddenreng Rappang untuk menghadirkan pusat unggulan di daerah juga terejawantahkan dari upaya mapping


UM Siddenreng Rappang: Menuju Center of Halal

Foto 1. Kegiatan Mahasiswa UMS Rappang Benchmarking Ke Luar Negeri. Mahasiswa Pascasarjana Administrasi Publik untuk studi banding di Malaysia dan Thailand. Foto 2. Suasana-belajar di UMS Rappang

peluang dan tantangan oleh tim persiapan. Hasilnya disimpulkan bahwa kawasan Kabupaten Sidrap menyediakan sumber daya alam yang potensial terutama di daerah Ajatappareng hingga Kabupaten Barru, Pare-Pare, Pinrang, dan Enrekang. Daerah tersebut kaya dengan lahan pertanian, perikanan, dan peternakan. Sehingga Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan dirasa penting terutama di daerah yang menjadi titik konsentrasi. Fakta alam tersebut menjadi modal awal bagi universitas yang merencanakan mendirikan kampus utama di Lautang Salo ini untuk bersaing di kancah lokal dan nasional. Untuk alasan terakhir, Ahmad mengaku dirinya terinspirasi sekaligus terdorong membangun perguruan tinggi dengan penciri khusus sebagai arus utamanya. Ia mencontohkan UM Sumatera Utara yang kesohor dengan astronominya atau UM Makassar yang sukses karena kelautannya. “Kami percaya diri kelak UM Siddenreng Rappang akan menjadi kiblat pertanian, peternakan, dan perikanan.” Sambungnya. Persiapan Matang Terstruktur, sistematis, dan masif. Tiga term yang acap berseliweran di telinga kita akhir-akhir ini. Namun, demikianlah pola yang tergambar dari cetak biru yang hendak diterapkan oleh Rektor UM Siddenreng Rappang. Diawali dari sivitas akademik, sudah ada 33 dosen baru yang berkualifikasi dan siap menempati pos Fakultas Pertanian dan Peternakan. Perihal akademik, meskipun seumur jagung, mereka tak main-main. Dosen yang diterima sudah melalui tahapan yang selektif dengan memperhatikan linearitas keilmuan calon. Ikhtiar tersebut berlanjut dengan mendorong sivitas akademik mengenyam pendidikan tinggi hingga ke jenjang doktoral, saat ini tercatat sudah 14 dosen yang menjalani studi doktoral. Dengan demikian jika dijumlahkan, total keseluruhan dosen yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) yaitu 130.

“Kami percaya diri kelak UM Siddenreng Rappang akan menjadi kiblat pertanian, peternakan, dan perikanan.” Dr. H. Djalaludin Ahmad, S.Sos., M.Si

Selaras dengan semangat era Revolusi Industri 4.0, inovasi terus-menerus didorong, kampus memfasilitasi para dosen untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Program ini cukup berhasil, beberapa di antaranya bahkan memiliki hak paten atas temuannya. “Kami juga mendapat kucuran dana pengembangan (penelitian) dari pemerintah sekitar 300 juta.” Timpal Ahmad. Target ke Depan UM Siddenreng Rappang memiliki target ke depan sebagai Center of Halal khususnya dalam lingkup produk pertanian, peternakan, dan perikanan. Sederhananya, ia akan menjadi pusat dari rujukan dan kiblat dari produk halal yang berkaitan dengan tiga elemen ekologi tersebut. Terakhir, puluhan mahasiswa program Pascasarjana UM Siddenreng Rappang memberangkatkan puluhan mahasiswanya untuk melakukan benchmarking ke Malaysia dan Thailand yang didampingi langsung oleh pengelola Pascasarjana, Ir M Rais Rahmat Razak, MSi Melalui rilisnya, Razak mengatakan “Setiap alumni UM Siddenreng Rappang harus berwawasan global dan berkarakter entrepreneur serta inovatif,” ujarnya. []WRA Edisi Mei-Juni 2019

Warta PTM 29


WARTA PTM

Dr. Rustamadji, MS.i Rektor Unimuda Sporong

Karya diatas Bumi

“

Pengabdian masyarakat bagi saya sangat penting. Untuk apa sebuah Perguruan Tinggi yang konon hebat, bila tanpa adanya kontribusi nyata kepada masyarakat?” Demikian sepenggal kisah yang diceritakan Rustamadji ketika diberikan pertanyaan bertema pengabdian masyarakat. Sederhana saja, baginya pengabdian masyarakat harus direalisasikan dalam bentuk nyata. Sebuah pengabdian masyarakat bukan karya yang dibuat di atas kertas, tapi karya di atas bumi bagi rektor asli Pontianak ini. Terbukti, pada tahun 2007 ia bertemu warga asli salah satu kampung 3 T (terluar, terdepan, tertinggal) yaitu Kampung suku Kokoda yang bertempat tinggal bukan di tanah yang mereka miliki. “Pada awal kami masuk ke suku Kokoda, semua rumah masih sangat sederhana dan tidak layak huni” ujarnya.

30 Warta PTM

Edisi Mei-Juni 2019

Kekurangan dalam segi pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan membuatnya mengandeng beberapa lembaga memberikan sedikit demi sedikit bantuan, untuk memberdayakan kampung Kokoda. “Saya menggandeng Pak Bupati untuk mengajukan rumah permanen ke kementerian PUPR, Alhamdulillah mendapat 70 unit rumah permanen” lanjutnya. Bukan hanya perihal tanah, Kampung Kokoda juga mengalami krisis fasilitas pada saat itu. Tidak terdapat masjid, sekolah, dan tenaga pengajar. “Kalau kita tidak peduli terhadap mereka, tentu mereka akan lebih parah kondisinya. Jadi, kita harus berbuat sesuatu untuk suku Kokoda,” ungkap pria berusia 63 tahun ini. Alhasil, Perjuangannya membuahkan hasil. Kampung Kokoda sudah dapat dikatakan maju baik dari segi fasilitas berupa sekolah, kesehatan dan kesediaan tenaga pengajar dan lainnya.

Kepeduliannya terhadap salah satu suku asli Indonesia, serta perjuanganya untuk mempertahankan eksistensi mereka sebagai suku asli Papua membuat namanya terpilih menjadi Tokoh Perubahan tahun 2018 versi Republika. Dr Rustamadji, M Si menerima anugerah Tokoh Perubahan Republika 2018 yang diserahkan oleh Kepala Bekraf, Triawan Munaf dan Erick Thohir serta didampingi oleh Pimpinan Redaksi Irfan Junaidi di Djakarta Theater, Tahmrin, Jakarta Pusat, Rabu (24/04/2019). Selain Pengabdian, sepak terjangnya dalam dunia pendidikan juga tidak diragukan. Posisinya sebagai Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah berhasil bertransformasi menjadi Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong dengan berbagai keberhasilan dan prestasi. Menjabat sebagai rektor

Dr. Rustamadji, MS.i. Foto Dok Republika.co.id

Profil Dosen


Dr. Rustamadji, MS.i: Karya Diatas Bumi

“Keberanian tidak membuat seseorang pendek umur, ketakutan juga tidak membuat seseorang panjang umur, maka jemputlah tantangan-tantangan yang menarik, serta jadikanlah resiko sebagai teman karib kita” bukan hal yang mudah dan bukan hal sulit baginya. Memimpin berniatkan amal, dengan slogan 1001 suka tanpa duka cukup menjadikan pegangan Rustamadji bersama tim untuk menghadapi tantangan dengan jiwa yang positif. Ada dua strategi yang digunakan oleh Rustamadji, yaitu teknis dibidang spiritual berupa pengajian Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) yang rutin dilaksanakan oleh ketua BPH untuk membentuk atmosfir berpikir tim menjadi positif dengan arah yang jelas dan fokus. Sedangkan akademis, UNIMUDA selalu konsisten mengikuti aturan kemenristekdikti dengan senantiasa menjalin net-working yang baik dan produktif dari

berbagai pihak. “Setelah secara teknis telah dilakukan, maka tugas sebagai seorang pimpinan adalah melakukan silaturahim tingkat tinggi dengan semua pihak yang terkait dengan proses perubahan bentuk” ungkapnya. Selain prestasi, ia mampu menjaga keharmonisan antar umat mengingat UNIMUDA merupakan kampus Muhammadiyah dengan mayoritas mahasiswa non-muslim. Sebagai kampus perekat antar suku, ras, dan agama, UNIMUDA tercatat nihil konflik sejak tahun 2004. “Unimuda Menjadi perekat meskipun mayoritas mahasiswa beragama Kristen. Cuplik NKRI tanpa berkoar-koar, namun dengan langsung membuktikannya melalui aktivitas-aktivitas nyata yang tak terbantahkan” tuturnya. Diakhir, Rustamadji berpesan untuk terus berani dan bekerja secara ekstra dan ekstrim. Baginya kepercayaan dan keyakinan tingkat tinggi adalah modal utama, menjadi hal yang percuma jika kecerdasan tidak dibarengi dengan memanfaatkan potensi keberanian dan keyakinan yang ada pada diri. “Keberanian tidak membuat seseorang pendek umur, ketakutan juga tidak membuat seseorang panjang umur, maka jemputlah tantangan-tantangan yang menarik, serta jadikanlah resiko sebagai teman karib kita” tutupnya. []APR

DR. H. RUSTAMADJI, M.SI. Tempat, tanggal lahir : Pontianak, 01 November 1956 Nama orangtua : H. Hardjosumarto ( tahun 1962 ketua GPII Kota Praja Pontianak) Jabatan Rektor Unimuda Sorong Mukim di Papua sejak 20 Januari 1972 dan belum merencanakan pindah ke tempat yang lain. Pendidikan 1. TK Islamiyah Pontianak (1962) 2. SD Al Irsyad Purwokerto (1969) 3. STNeg Sentani Jayapura (1975) 4. STM Neg Jayapura (1979) 5. D1 Uncen Jayapura (1980) 6. Persamaan SMA (1984) 7. Sarjana Muda STIA Al Amin Sorong (1985) 8. Sarjana STIA Al Amin Sorong (1988) 9. D3 Univ Terbuka (1991) 10. Magister Univ Satyagama Jkt (2009) 11. Doktor Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia (2018) Pengalaman Organisasi 1. Sekretaris Pemuda Muhammadiyah 2. Ketua ICMI Kab Sorong 3. Ketua Majelis Dikdasmen PDM 4. Sekretaris PDM Sorong 5. Wakil Ketua PDM Sorong 6. Ketua PDM Kab Sorong 7. Pengurus MUI Kab Sorong Pengalaman Mengajar 1. SMP Muhammadiyah Sorong 2. MTs Muhammadiyah Sorong 3. MA Muhammadiyah Sorong 4. SMA Muhammadiyah Sorong 5. MTs Neg Sorong 6.

PGA Negeri Sorong

7. SUPM Neg Sorong 8. Dosen sejak 1988 8. Kepala SMA Muh Kab Sorong Bersama Tim mendirikan SD, SMP, SMA, MI, MTs, MA, SMK,( 21 yg semua Muhammadiyah) dan PTM di Sorong Mendirikan SMP dan SMA lab di Pulau Arar (penduduknya Asli Papua) Merubah kampung Warmon Kokoda (asli Papua) menjadi lebih berkemajuan Motto “ Kegagalan hanya terjadi bila kita berhenti berusaha, jangan menyerah, sesungguhnya kita Pemberian Piagam Penganugerahan Tokoh Perubahan 2018 kepada Rektor UNIMUDA Sorong oleh Kepala Bekraf, Triawan Munaf dan Erick Thohir . Foto Dok Republika.co.id

sedang berproses untuk meraih keberhasilan “

Edisi Mei-Juni 2019

Warta PTM 31


WARTA PTM

Prestasi Mahasiswa

Tim Robotik UMM, Alfan Achmadillah Fauzi, Rohmansyah, dan Ken Dedes Maria Khunty dalam press conference di Universitas Muhamamdiyah Malang (UMM).

Universitas Muhamamdiyah Malang

Tim Robotik Juara Pertama di USA

A

lfan Achmadillah Fauzi, Rohmansyah, dan Ken Dedes Maria Khunty tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang berhasil membawa pulang medali kejuaraan Nasional dalam ajang Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC) yang diadakan di Trinity College Hartford Connecticut, Amerika Serikat, 13-15 April 2019. Ketiga mahasiswa yang tergabung dalam Tim Robotik UMM ini berhasil mengalahkan 32 tim lainnya yang berasal dari berbagai negara. Terdapat 6 negara yang ikut berpartisipasi diantaranya Amerika Serikat, Israel, China dan Ethiopia. Tim Robotik UMM berhasil meraih juara pertama dan kedua kategori robot pemadam api berkaki dan juara kedua untuk kategori robot pemadam 32 Warta PTM

Edisi Mei-Juni 2019

api beroda. Alfan mengatakan, semua kontestan robot, baik kategori berkaki atau beroda memiliki misi yang sama yaitu memadamkan api dengan cepat dalam satu ruangan-ruang kamar yang menyerupai rumah. “Posisi titik api diletakkan secara acak oleh dewan juri, sehingga robot dituntut harus sigap untuk mencari api tersebut,” . Menurut Rohman peraih juara 1 robot pemadam berkaki, robot dari pihak lawan banyak yang mengalami error pada level satu dan dua. "Jadi karena yang lainnya error akhirnya didiskualifikasi, hanya dua robot dari Indonesia yang ditetapkan jadi juara 1 dan 2. Ya meskipun kita di level ketiga robot kita juga gagal menjalankan misi, tapi tetap mendapat poin tertinggi," tuturnya.

Pada kategori robot beroda, tim UMM kalah dari China dan berhasil meraih juara 2. Ken Dedes mengaku puas karena banyak kontestan yang mengalami masalah sejak level satu kontes robot digelar. Prestasi Tim Robotik UMM diapresiasi oleh Rektor UMM Dr H Fauzan M Pd, dengan membebaskan seluruh anggota delegasi dari kewajiban membuat skripsi. Mereka berhasil membuktikan wejangan Fauzan yang menyerukan para mahasiswa untuk berhenti jadi penonton. “Jadilah pemain dan hasil terbaik sudah diberikan kepada kita semua meski saya tidak menargetkan harus juara,” tuturnya []APR


Edisi Mei-Juni 2019

Warta PTM 33


WARTA PTM

Warta dari PTM

Warta dari PTM UMSIDA berhasil mem-

1. Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH)

di wilayah Bengkulu, UM

bawa pulang 11 medali

Bengkulu lakukan penan-

dalam ajang Sumedang

datanganan nota kesepa-

tas Ekonomi dan Bisnis

Larang Open Champions-

haman dengan Telkomsel

(FEB) Universitas Muham-

hip (SLOC) Tingkat Asia

madiyah Makassar (Unis-

2019. Kejuaraan berlangsung

Prodi D3 Perpajakan Fakul-

Bengkulu di Auditorium Gedung Ahmad Dahlan

muh) berhasil mempero-

di GOR Universitas Sebelas April Sumedang

Kampus 4 UMB, Rabu 15 Mei 2019. Dengan

leh Akreditasi B dari BAN-

(UNSAP) pada Sabtu-Senin (27-29/4/2-19).

menyediakan Paltfrom aplikasi KINDI (Solusi

PT pada Rabu, 8 Mei 2019. Sebelumnya,

Sebelas yang diraih terdiri 3 medali emas, 3

Digital Kebutuhan Organisasi Terintegrasi)

Unismuh telah divitasi oleh Tim Asesor BAN-

perak, dan 5 perunggu terbagi menjadi bebe-

for Education kerjasama ini menjadi bentuk

PT Theresia Tyas Listyani, SE, M.Si dan Dr

rapa kategori dan kelas pertandingan.”Saya

komitmen Telkomsel dan UM Bengkulu

Efrisal Syofyan, SE,M.Si, Ak, Ac, pada Jumat

sangat senang sekali bisa mendapatkan ju-

untuk terlibat aktif pada pembangunan eko-

3 Mei 2019. D3 Perpajakan merupakan prodi

ara 1. Karena untuk bisa dapat juara banyak

sistem digital di dunia pendidikan. “Salah sa-

baru yang menjadi satu-satunya pendidikan

sekali proses yang saya lalui. Terutama latih-

tunya dengan adanya aplikasi SIMANIS (Sis-

vokasi di Makassar. Pertama kali melakukan

an yang cukup melelahkan,” ujar Dya Ainur,

tem Manajemen Informasi Kampus) dengan

asesmen lapangan BAN-PT, tahun ini me-

mahasiswi Fakultas Bisnis Hukum dan Ilmu

KINDI sebagai basis platform. Dalam aplikasi

rupakan tahun ketiga Prodi D3 Perpajakan

Sosial (FBHIS) ini.

ini mahasiswa dan jajaran manajemen UMB akan lebih mudah mengakses seluruh in-

melaksanakan proses akademik.

2. Universitas Muhammadiyah Metro

terima 24 jabatan fungsio-

ka UM Metro, Dedi Catur

nal (jafung) dari Lembaga

Prastowo terpilih sebagai

Layanan Pendidikan Tinggi

juara I Duta Genre Kota

(LLDIKTI) IX Sulawesi, di

ra diselenggarakan oleh DiPemberdayaan Perempuan,

formasi kampus” kata Agus Sumirat selaku General Manager Youth and Comunity.

STIKES Muhamamdiyah Sidrap

Mahasiswa Pendidikan Fisi-

Metro katagori putra. Acanas

4. STIKes Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Kantor LLDIKTI IX, Kamis (9/05/2019). Penyerahan jafung itu dilakukan oleh Kepala Bagian Sumber

6. Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong UNIMUDA Sorong raih juara 1 pada grand final duta generasi berencana BKKN Papua Barat, di Hotel Mariat kota Sorong, Rabu

Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk

Daya Perguruan Tinggi, Ichsan Kasnul Fa-

dan Keluarga Berencana (PPPAPKKB) Kota

raby, S.Sos., M.Si, didampingi Kasubbag Pen-

berhasil lolos dan menjadi juara yaitu Hafia

Metro, Senin (27/5/2019). Kabarnya Duta

didik dan Tenaga Kependidikan Markus Yan

Rita Koibor dari program studi PGSD dan Es-

Genre Kota Metro tahun 2019 ini akan diku-

Patarru, S.Sos., MM., disaksikan oleh Kepala

terlissa Felle dari program studi Pendidikan

kuhkan langsung oleh Walikota Kota Metro

LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Prof. Dr. Jas-

Bahasa Inggris FKIP. Rita mengungkapkan

bersama degan duta genre putri berprestasi

ruddin, M.Si. Ke-24 jafung terdiri atas asisten

keberhasilan mereka merupakan buah dari

lainnya. Sebagai informasi, saat ini, ia ber-

ahli sebanyak 13 orang, lektor 11 orang.

proses belajar yang diperoleh dari kampus

sama dua rekannya yang lain yaitu Rizkia

Kepala LLDIKTI IX Sulawesi, Prof Jasruddin

UNIMUDA. “Apalagi dengan adanya mataku-

Anggit Patmala dari pendidikan bahasa

mengaku sangat mengapresiasi perguruan

liah (life skill education) program kecakapan

Inggris dan Aulia Mutiara Putri dari program

tinggi yang mengurus jabatan fungsional do-

hidup sehat ini sangat bermanfaat bagi kami

studi pendidikan sejarah telah lolos 40 besar

sennya secara kolektif.

terutama dalam membentuk karakter dan kepribadian kami” ungkap Rita. Dirinya juga

pemiliahan Duta Genre Provinsi Lampung.

3. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

34 Warta PTM

Edisi Mei-Juni 2019

(29/5/2019). Peserta yang

5. Universitas Muhammadiyah Bengkulu

menyampaikan terima kasih kepada semua

Mendorong terwujudnya digital university

juga Pemerintah Kabupaten Sorong dalam

sivitas akademika UNIMUDA Sorong dan


Warta dari PTM

hal ini Dinas DP2KBP3A Kabupaten Sorong yang telah memfasilitasi program ini.

7. Universitas Muhammadiyah Lampung UM Lampung lakukan kunjungan dalam rangka men-

Fakultas Kedokteran di kampus setempat, (15/6).

Jauzi Nafighair menyebutkan kegiatan ini bertujuan membantu warga untuk menyele-

Peresmianan Gedung

saikan persoalan lingkungan, salah satunya

baru diawali dengan pe-

pengelolaan sampah. “Saat ini kami masih

nandatanganan prasasti

dalam tahap pemberdayaan serta memotiva-

oleh Gubernur Provinsi Sumatera Selatan Herman

jalin kerjasama untuk men-

Deru, SH, MM, Ketua Umum Pimpinan Pusat

dorong masyarakat untuk

Muhammadiyah Dr Haedar Nashir, MSi, dan

memanfaatkan program

Rektor UM Palembang Dr Abid Djazuli, SE,

beasiswa pada masyarakat

MM. Dengan nama KH Ahmad Dahlan, ge-

si warga agar memilah sampah organik dan non organik”ujar Jauzi selaku Humas KKN PPM148.

12. Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

kurang mampu di Kabupaten Waykanan. Ber-

dung yang terdiri dari 4 lantai ini diresmikan

kaitan dengan hal tersebut, Bupati Waykanan

dalam rangkaian kegiatan Sidang Senat

Sumbar adakan Kuliah

Raden Adipati Surya menyambut baik dan

Khusus Terbuka dengan Acara Pidato Ilmiah

Umum bertemakan Prob-

mendukung program-program yang dimiliki

dalam Rangka Milad Ke-40 Tahun UM Pa-

lematika Terjemahan

oleh UML yang dapat bersinergi dengan

lembang. “UM Palembang terus melakukan

Al-Qur’an di Indonesia,

program Pemerintah Daerah. Dr Dalman MPd

pembenahan diri dibidang infrastruktur, da-

mengutarakan adanya kerjasama tersebut

lam mempersiapkan sarana dan prasarana

sebagai pemateri Kuliah Umum yaitu Fadli

diharapkan mampu meningkatkan keingin-

pendukung pendidikan demi menghasilkan

Lukman, M.Hum. Dalam materinya, Fadli

ginan dan semangat masyarakat Waykanan

lulusan yang unggul dan islami” ujar Dr Abid

memaparkan mengenai sejarah terjemahan

untuk menimba ilmu di UML dengan 12 pilih-

Djazuli SE MM selaku Rektor UM Palembang.

Al-Qur’an di Indonesia. “terjemahan alqur’an

an Program studi yang ada. “Saya berharap, masyarakat Waykanan yang berkeinginan melanjutkan pendidikan hingga Perguruan

Fakultas Agama Islam UM

Rabu (15 Mei 2019). Hadir

itu penting sekali, karena masyarakat awam

10. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

tidak tau dengan makna dari ayat Alqur’an dalam bentuk bahasa arab. Maka dari terje-

Tinggi dapat menemukan jawabannya di

Rektor UMY paparkan pro-

mahan ini perlu pengenalan pada masyara-

UML, melalui berbagai program beasiswa

gram Manajemen Keben-

kat, ungkapnya”.

yang tersedia,” ujar Dalman.

canaan di Forum Rektor Internasional. Bertajuk

8. STIKes Muhammadiyah Pringsewu STIKes Muh Pringsewu

2019 Asia University Presi-

13. STIKes Muhammadiyah Palembang

dent and Rector Forum on Sustainable Deve-

STIKes MP hidupkan Ramad-

lopment Goals (SDGs) of the United Nations

han dengan program Ra-

adakan Buka Bersama dan

and Regional Revitalizatio, acara tersebut

madhan Dalam Kampus

Santunan Fakir Miskin di

dilaksanakan Senin (13/5), di Ando Lecture

(RDK), di kampus setem-

kampus setempat, Rabu

Hall Museum of Modern of Modern Art, Asia

pat, Rabu (29/06/2019).

(21/5). Ketua STIKes Mu-

University (AU) Taiwan. Dalam persentasinya,

Hadir dalam acara Sekre-

hammadiyah Pringsewu,

Dr Ir Gunawan Budiyanto menyebutkan perlu

taris PWM Sumsel H. Suroso

Ns. Arena Lestari, M.Kep., Sp.Kep.J dalam

adanya keterlibatan dari masyarakat untuk

PR, S.Ag., M.Pd.I,Ketua BPH Drs.H. Hasbi As-

sambutannya menyampaikan apresiasi atas

menerapkan manajemen bencana dari miti-

hshidiqqi, M.Pd.I , Ketua, Wakil Ketua, Ketua

terselenggaranya kegiatan ini. Dirinya me-

gasi, tanggap darurat dan pemulihan. Acara

Prodi, Dosen dan Karyawan STIKes MP. RDK

nyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan

ini juga dihadiri beberapa civitas Japan, Tai-

pada tahun ini mencakup beberapa kegiatan

dapat menjadikan sarana silahturahmi dalam

wan, India, dan Portugal.

yaitu : Upgrading Pra Ramadhan dengan

memuliakan bulan suci Ramadhan dengan harapan lahirnya Keberkahan dalam kehidupan. Santunan diberikan kepada 78 anak Panti Asuhan serta penyerahan beasiswa kepada

Tema “Menjadikan Bulan Ramadhan sebagai

11. Universitas Muhammadiyah Malang

Bulan Peningkatan Kinerja” yang diisi oleh Ustadz Nofrizal Nawawi Lc., M.Pd.I shalat

Kelompok Kuliah Kerja

dan kultum tarawih rutin di Musholla As Sala-

mahasiswa yang hafal Al Qur’an 6 Juz (Laila

Nyata Pembelajaran

am STIKes MP, tadarus Quran, Pengumpulan

Nuzulia) dan Hafal Al Qur’an 3 Juz (Lilis AA

Pemberdayaan Masyr-

(ZIS) Zakat, Infak dan Shodaqah. Pemberian

Ningsih dan Sulis Sa’adah).

akat (KKN PPM) 148

takjil bagi dhu’afa di lingkungan STIKes MP,

Universitas Muham-

Distribusi ZIS ke panti asuhan dan juga kaum

9. Universitas Muhammadiyah Palembang

berikan solusi tentang pengelolaan sampah

UM Palembang meresmikan Gedung baru

di Desa Tawangargo, (14/6). Muhammad

madiyah Malang (UMM)

dhuafa.

Edisi Mei-Juni 2019

Warta PTM 35


WARTA PTM

Regulasi

Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi republik Indonesia nomor 26 Tahun 2019 tentang Tata Cara penyelesaian Kerugian Negara di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Kerugian Negara adalah kekurangan uang, surat berharga, dan barang milik negara yang nyata dan pasti jumlahnya sebagai akibat perbuatan melawan hukum baik sengaja maupun lalai. 2. Ganti Kerugian adalah sejumlah uang atau barang yang dapat dinilai dengan uang yang harus dikembalikan kepada negara oleh seseorang atau badan yang telah melakukan perbuatan melawan hukum baik sengaja maupun lalai. 3. Tuntutan Ganti Kerugian adalah suatu proses tuntutan yang dilakukan terhadap pegawai negeribukan bendahara dengan tujuan untuk memulihkan Kerugian Negara. 4. Pegawai Negeri Bukan Bendahara adalah pegawai aparatur sipil negara, anggota Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yang bekerja/diserahi tugas selain tugas bendahara. 5. Pejabat Lain adalah pejabat negara dan pejabat penyelenggara pemerintahan yang tidak berstatus pejabat negara, tidak termasuk bendahara dan Pegawai Negeri Bukan Bendahara. 6. Pegawai Lain adalah pegawai non aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. 7. Pejabat Penyelesaian Kerugian Negara yang selanjutnya disingkat PPKN di Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi adalah Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. 8. Tim Penyelesaian Kerugian Negara yang selanjutnya disingkat TPKN adalah tim yang diangkat oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang bertugas untuk memproses penyelesaian Kerugian Negara di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. .......

Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2019 Tentang Kelas Jabatan Di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi

Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2019 Tentang Perpindahan Dosen Warga Negara Indonesia Dari Perguruan Tinggi Luar Negeri Ke Perguruan Tinggi Dalam Negeri 36 Warta PTM

Edisi Mei-Juni 2019


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Warta PTM Edisi Mei-Juni 2019 by wartaptm - Issuu