TOPIK UTAMA
WAWACARA
Menyigi Paham-Paham di Kanan & Kiri AIK
Dr. Agung Danarto, M.Ag.: Terjemahkan Paham Keagamaan sesuai dengan Intelektualitas Mahasiswa
WARTA PTM
Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian & Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Internalisasi Nilai-Nilai AIK Posisi pendidikan di lingkungan Muhammadiyah sudah sangat jelas. Ia tidak sekadar mendistribusikan pengetahuan (transfer of knowledge), namun lebih dari itu harus mengajarkan nilai-nilai Islam yang benar, membentuk insan yang berakhlak berdasarkan Al-Qur’an dan hadis. Dengan demikian, insan produk lembaga pendidikan tinggi Muhammadiyah, PTM, diharapkan menjadi sosok berilmu, memiliki kompetensi keilmuan sesuai dengan bidangnya, serta melaksanakan ajaran Islam dan mempunyai karakter-karakter yang baik. PTM melahirkan sosok yang sejalan dengan nilai-nilai Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.
Bidang pendidikan dan kesehatan sudah menjadi gerakan awal sejak berdirinya Persyarikatan Muhammadiyah, di samping gerakan dakwah. Ketiga bidang ini hingga kini masih terus menjadi ranah utama organisasi kemasyarakatan yang tak pernah redup sejak berdirinya pada 1912.
www. diktilitbangmuhammadiyah.org
Edisi Mei - Juni 2018
ASA
Internalisasi Nilai-Nilai Kehidupan Islami Posisi pendidikan di lingkungan demikian, dan ada juga yang menyimpang Muhammadiyah sudah sangat jelas. dan menafsirkan ajaran Islam secara Ia tidak sekadar mendistribusikan ekstrem sehingga bisa berpengaruh pada pengetahuan (transfer of knowledge), lingkungan di PTM. namun lebih dari itu harus mengajarkan Dalam situasi demikian, internalisasi nilai-nilai Islam yang benar, membentuk kehidupan Islami menjadi mendesak insan yang berakhlak berdasarkan Aluntuk secara lebih khusus digaungkan Qur’an dan hadis. Dengan demikian, di semua PTM. Bukan berarti selama ini insan produk lembaga pendidikan tinggi belum dilakukan. Itu sudah dilakukan, Muhammadiyah, PTM, diharapkan hanya dengan derasnya perubahan yang menjadi sosok berilmu, memiliki terjadi, maka pola internalisasi ini perlu kompetensi keilmuan sesuai dengan Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. lebih masif dengan cara-cara yang lebih bidangnya, serta melaksanakan ajaran inovatif dan mengikuti perkembangan Wakil Ketua Majelis Pendidikan Islam dan mempunyai karakter-karakter teknologi yang ada. Tinggi Penelitian dan yang baik. PTM melahirkan sosok yang Pengembangan Pimpinan Pusat Terkait dengan adanya unsurMuhammadiyah Tahun 2015sejalan dengan nilai-nilai Islam sebagai unsur atau individu-individu dalam 2020 rahmatan lil ‘alamin. PTM yang dianggap tak sesuai dengan Dengan posisi demikian, jelas garis Muhammadiyah, maka perlu ada produk PTM mengajak pada kehidupan yang pendekatan khusus, pendampingan yang persuasif, damai, saling menghargai dengan siapa pun, untuk untuk meluruskannya dan agar tidak menjadi meluas mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan umat serta mempengaruhi yang lainnya. Untuk itu, perlu ada manusia. Ini tentu bukanlah sosok yang menyemai kebijakan yang fokus untuk menginternalisasi nilaikebencian satu dengan lainnya, atau melakukan nilai yang sudah diajarkan dalam AIK supaya dapat tindakan kasar, radikal, dan menyebarkan pandangandiimplementasikan secara konkret dalam kehidupan pandangan ekstrem yang melihat pihak lain yang keseharian sivitas akademika Muhammadiyah, baik di berbeda sebagai musuh. Hal yang sama juga dalam dalam maupun di luar kampus. keseharian, seperti tata busana, yang tetap sesuai Dalam upaya memberikan landasan bagi mahasiswa dengan tuntunan Islam, tanpa menafsirkannya secara dan karyawan baru di PTM, perlu ada “pesantrenisasi� berlebihan dan di luar kewajaran dan kepatutan. secara singkat untuk memberikan pijakan dasar AIK Namun, kita melihat perkembangan peradaban bagi warga baru PTM. Ini sebetulnya sudah dilakukan yang cepat, teknologi informasi dengan era beberapa PTM sebagai bagian dari orientasi keislaman digitalisasi serta inovasi teknologi yang luar biasa dan kemuhammadiyahan. Misalnya, untuk mahasiswa dan melahirkan berbagai disrupsi, mempengaruhi baru, mereka secara bergilir diwajibkan untuk praktik keislaman yang terkadang tidak sepenuhnya mengikuti pesantrenisasi kilat, katakanlah minimal sesuai dengan nilai-nilai Islam yang dikembangkan seminggu, tinggal penuh di asrama/rusunawa untuk dalam persyarikatan Muhammadiyah. Diseminasi mendapatkan materi dasar yang relevan. Ini sekaligus informasi yang berlangsung cepat dan masif telah mengenalkan program perkaderan atau bagian dari dengan cepat pula mempengaruhi pola pikir dan pola darul arqom Muhammadiyah. Diharapkan, dari sini tindak setiap orang, tak terkecuali sivitas akademika mereka tidak terkontaminasi dengan pemikiran sesat di PTM. Ini mau-tidak-mau merasuk juga ke PTM. yang tidak sejalan dengan visi dan misi Muhammadiyah, Tidak masalah jika itu semua sejalan dengan ajaran serta untuk menanamkan ideologi Muhammadiyah Islam yang benar dan selaras dengan visi dan misi kepada semua warga yang baru bergabung dengan pendidikan Muhammadiyah. Realitasnya, tak selalu PTM.[]
Edisi Mei-Juni 2018
Warta PTM
1
Susunan redaksi
WARTA PTM
Warta PTM diterbitkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah SUSUNAN REDAKSI
PENANGGUNG JAWAB: Lincolin Arsyad PEMIMPIN UMUM/REDAKSI: Edy Suandi Hamid DEWAN REDAKSI: Muhammad Sayuti I Muhammad Samsudin I Ahmad Muttaqin REDAKTUR PELAKSANA: Agung Prihantoro STAF REDAKSI: Iwan Setiawan REPORTER: Nisa Pujiana KEUANGAN: HS Mulyatno IKLAN: Agus Mulyono ISSN: 0853-4756 ALAMAT REDAKSI: Jln. KHA Dahlan 103 Yogyakarta 55262 Telp. +62-274-389485 Faks. +62-274-376336 Email: redaksiwartaptm@gmail.com Rekening Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Nomor 09-0008-7003 BNI Cabang Yogyakarta a/n Lincolin Arsyad, Prof. Dr. M.Sc. Warta PTM menerima tulisan yang berupa opini, berita panjang, berita singkat, glosarium dan foto seputar perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Redaksi berhak menyunting tulisan. Silakan kirim tulisan dan/atau foto ke email redaksi.
2
Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2018
daftar isi TOPIK UTAMA
ASA •
Internalisasi Nilai-Nilai Kehidupan Islami _1
TOPIK UTAMA • •
Menyigi Paham-Paham di Kanan & Kiri AIK _4 Langkah Struktural & Kultural _6
WAWANCARA • Dr. Agung Danarto, M.Ag.: Terjemahkan Paham Keagamaan sesuai dengan Intelektualitas Mahasiswa_8
KINERJA • • • • • •
Tindak Lanjut Kerja Sama dengan Monash University_10 Rakornas Bidang Kebijakan Keuangan dan SDM PTMA: Membuat Road Map Pengembangan SDM_11 Kick Off SBMPTM:Tingkatkan Sinergi PTM & Mutu Mahasiswa_12 Rakernas Bidang Kemahasiswaan PTMA: Mendorong Prestasi Mahasiswa_13 Pembinaan & Pengembangan Kinerja LPPM: PTMA Turut Tingkatkan Kualitas Riset di Asia Tenggara_14 Realisasi Kerja Sama PTM & TAFE Holmesglen_15
inaugurasi • • • • • • • • •
Pelantikan Wakil Rektor UMRI: Tambah Jumlah Doktor_16 Wisuda UM Aceh: Dibutuhkan Soft Skills & Kompetensi Keilmuan_17 Pelantikan Ketua STISIPM Sinjai: Upaya Pembentukan Universitas Muhammadiyah Sinjai_18 Pelantikan Ketua Stikes Muhammadiyah Klaten: Menaikkan Peringkat Akreditasi_19 Wisuda UM Jakarta: Jangan Berhenti Belajar_20 Wisuda STKIP Muhammadiyah Muara Bungo: Akan Menjadi PTM Besar_21 Wisuda STIE Ahmad Dahlan: Berwatak Saudagar_20 Pelantikan Rektor UM Lampung: Menjaga & Meningkatkan Mutu Pendidikan_22 Wisuda Ke-8 UM Gorontalo: Lima Puluh Persen Akreditasi Prodi Akan “A” 23
Menyigi PahamPaham di Kanan & Kiri AIK Di perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), telah muncul pahampaham Islam di luar Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Paham-paham Islam tersebut ditengarai berhaluan kanan dan kiri dan, tentu saja, tak sejalan dengan AIK. Untuk menyigi perkara ini, Warta PTM mengadakan focus group discussion (FGD) di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta (13/4/18).
Wawancara Sekretaris PP Muhammadiyah Dr. Agung Danarto, M.Ag.: Terjemahkan Paham Keagamaan sesuai dengan Intelektualitas Mahasiswa Mengemas Islam yang menarik dan riil bagi mahasiswa menjadi tugas Muhammadiyah. Ini perlu dilakukan untuk menginternalisasi nilai-nilai AIK sesuai dengan tingkat perkembangan intelektual mahasiswa. Sehingga, diharapkan tidak tumbuh paham-paham ekstrem di PTMA khususnya dan di Negara Kesatuan Republik Indonesia umumnya. Gagasan tersebut disampaikan oleh Dr. Agung Danarto, M.Ag. dalam wawancara khusus dengan Warta PTM pada Kamis, 19 April 2018 di Kantor PP Muhammadiyah Jalan Cik Ditiro Yogyakarta.
kronik • • • • • • • • • •
Muswil & Rakerwil Ikamabi Jawa Tengah & DIY: Mem� berdayakan Mahasiswa Kebidanan 24 Beasiswa AS untuk UM Bengkulu 25 Kembangkan Budaya Akademik 26 Enam Alumni UMTAS ke Taiwan 27 Pembinaan Dosen-Karyawan Stikes Muhammadiyah Palembang 28 UM Palembang Gelar Seminar Nasional Pariwisata 29 UM Palembang Siap Menuju World Class University 30 Mahasiswa UM Metro Juara Kompetisi Media Pembel� ajaran Fisika 31 Pengabdian UGM di UMMAT 32 MTCC UM Magelang FasilitasiPenyusunan Perda KTR 33
PROFIL PTM • • •
Universitas Muhammadiyah Gorontalo: Menuju Kam� pus Pencerahan yang Unggul 2025_34 Rektor UM Gorontalo Dr. dr. H. Muhammad Isman Jusuf, Sp.S:: Pengabdian untuk Tanah Gorontalo_36 Akademi Farmasi Muhammadiyah Kuningan: Melang� kah Optimis_38
PROFIL DOSEN •
Prof. Asnawi Abdullah, SKM, MHSM, MSc.HPPF, DLSHTM, Ph.D.: Meneliti & Menulis Tiada Henti_40
warta dari ptm •
Kuliah Lapangan di Child Development Center_42
regulasi • Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi_44
Edisi Mei-Juni 2018
Warta PTM
3
topik utama
Menyigi Paham-Paham di Kanan & Kiri AIK Di perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), telah muncul paham-paham Islam di luar Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Paham-paham Islam tersebut ditengarai berhaluan kanan dan kiri dan, tentu saja, tak sejalan dengan AIK.
U
ntuk menyigi perkara ini, Warta PTM mengadakan focus group discussion (FGD) di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta (13/4/18). FGD diikuti oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., Sekretaris Majelis Diktilitbang Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang Dr. Muhammad Samsudin, M.Pd., Wakil Bendahara Majelis Diktilitbang Ahmad Muttaqin, M.Ag., M.A., Ph.D., Ketua Majelis Tarjih PP Muhammadiyah dan Ketua BPH UMY Prof. Dr. Syamsul Anwar, M.A., Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Insani (SDI) dan AIK UM Surabaya Dr. Mahsun, M.Ag., Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam UMY Dr. Khaeruddin Hamsin, L.L.M., Ketua Lembaga Pengembangan, Pengkajian dan Pengamalan AIK UM Makassar Drs. Samhi Muawan Djamal, M.Ag., dan Kepala Pusat AIK dan Layanan Sosial Keagamaan Lembaga Pengembangan Studi Islam UAD Nur Kholis Arman Maimun, M.Ag. FGD ini dimoderatori oleh Dr. Muhammad Samsudin, M.Pd. Dalam pengantarnya, Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. mengatakan, PTMA mengajarkan nilainilai Islam rahmatan lil ‘alamin yang benar berdasarkan Al-Qur’an dan hadis untuk membentuk insan yang berakhlak mulia. Namun, ajaran-ajaran Islam yang ekstrem telah masuk ke PTMA, dan kondisi ini perlu segera ditangani dengan sebaik-baiknya. “Jelas, produk PTM mengajak pada kehidupan yang damai, saling menghargai siapa pun, untuk mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan umat manusia. Ini jelas bukanlah sosok yang menyemai kebencian satu 4
Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2018
dengan lainnya, atau melakukan tindakan kasar, radikal, dan pandanganpandangan ekstrem yang melihat pihak lain yang berbeda sebagai musuh. Hal yang sama juga dalam keseharian, seperti tata busana, yang tetap sesuai dengan tuntunan Islam dan tanpa menafsirkan secara berlebihan dan di luar kewajaran dan kepatutan,” ujar Prof. Edy. Muhammad Samsudin menyatakan, “Banyak hal yang tidak kita inginkan muncul dari kampus. Seolaholah dari kampus (PTM) lahir anak yang tidak diinginkan. Mereka di asrama dibina, tetapi yang muncul bukan wajah Muhammadiyah. Wajahnya agak radikal, salafi. Muhammadiyahnya di mana?” “Dalam situasi demikian, internalisasi kehidupan Islami menjadi mendesak untuk secara lebih khusus digaungkan di semua PTMA. Ini bukan berarti selama ini belum dilakukan. Itu sudah dilakukan. Hanya dengan derasnya perubahan yang terjadi, pola internalisasi ini perlu lebih masif dengan cara-cara yang lebih inovatif dan mengikuti perkembangan teknologi yang ada,” tandas Prof. Edy.
Islam Ekstrem Kanan Keberadaan paham-paham Islam ekstrem kanan dan kiri—kalau boleh disebut demikian—di luar AIK tampak dalam tata busana terutama pada perempuan dan kegiatan-kegiatan mereka di kampus PTMA. Mahasiswi-mahasiswi yang disinyalir berpaham Islam ekstrem kanan lazimnya berbusana gelap yang menutup seluruh anggota badan kecuali mata. Mereka menganggap busana semacam itu merupakan kewajiban. Muhammadiyah tidak melarang busana seperti itu, tetapi tidak mengembangkan tata busana tersebut.
Menyigi Paham-Paham di Kanan & Kiri AIK
“Fatwa Tarjih sudah jelas arahnya, bahwa cadar itu sebenarnya tidak ada nash-nya. Tapi, bagi mereka, itu nash betul,” ucap Nur Kholis. “Dalam Putusan Tarjih, tidak ada larangan untuk memakai cadar, tetapi kita tidak membangun budaya cadar,” imbuh Muhammad Samsudin. Kemudian, Prof. Syamsul Anwar mengemukakan salah satu argumen. “Aurat itu selain muka dan ujung tangan, bukan telapak tangan. Selebihnya lebih baik dibuka. Kenapa lebih baik dibuka? Surat Al-Hujurat (49) (ayat 13) innaa khalaqnaakum mindzakariin wauntsaa waja’alnaakum su’uubaa waqabaa ila lita’aarafuu. Supaya kamu satu sama lain itu mengenal. Kita mengenal orang itu pertama-tama dari wajah. Karena itu, wajah harus tampak,” jelasnya. Prof. Syamsul juga mengutip perkataan Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si., “Bukan persoalan segi agamanya, tetapi pakaian itu sudah terstigmatisasi dengan pandangan dan ajaran tertentu.” Bahkan, Ahmad Muttaqin, M.Ag., M.A., Ph.D. menegaskan, pengakuan dari bekas pengikut sebuah gerakan radikal menyatakan bahwa cadarisasi merupakan bagian dari agenda gerakan itu. Gerakan-gerakan tersebut beragam, tidak tunggal, dan masuk ke kampuskampus PTMA ditengarai dengan desain yang sistematis. Ditengarai pula, mereka merupakan bagian dari gerakan internasional. Gerakan-gerakan itu menyasar mahasiswa-mahasiswa PTMA melalui aktivitas-aktivitas di luar dan di dalam kampus. Di luar kampus, di masjid-masjid sekitar kampus, mereka mengajarkan paham-pahamnya dengan indoktrinasi dalam kelompok-kelompok kecil sekitar lima orang. Indoktrinasi dalam kelompokkelompok kecil ini sangat efektif. Seturut keterangan Nur Kholis, indoktrinasi itu lebih efektif daripada pendidikan dan pengajaran AIK di PTMA. “Teman-teman yang di salafi dan lainnya, yang namanya makan satu nampan itu bukan karena makannya sebenarnya. Itu ada filoso-
finya. Artinya, kalau sudah bisa makan paha berdampingan dengan paha, bekas tangan dengan bekas tangan itu bisa, itu sudah satu jiwa perjuangannya. Mereka punya filosofi seperti itu. Jadi, kuat sekali gerakannya,” imbuh Khaeruddin. Mereka juga bergerak di dalam kampus. Muhammad Samsudin, misalnya, pernah menjumpai mahasiswa-mahasiswa berdiskusi di masjid kampus dengan menunjukkan identitas fisik kelompok mereka. Menurut penjelasan Nur Kholis, sejumlah mahasiswi yang bercadar juga tampak berusaha mempengaruhi mahasiswi-mahasiswi untuk mengikuti paham mereka. Proses cadarisasi berlangsung secara bertahap. Mula-mula, mereka memakai masker kain. Kemudian, mereka mengenakan jilbab besar. Dalam proses berikutnya, mereka mengenakan cadar dan jilbab besar warna gelap. Mereka tampak menonjolkan Islam simbolik ketimbang Islam substantif.
Islam Ekstrem Kiri Sementara itu, mahasiswa-mahasiswi Islam ekstrem kiri berpenampilan dan berperilaku kebalikannya. Para mahasiswi ekstrem kiri galibnya mengenakan pakaian ketat yang tak selaras sedang kewajaran dan kepatutan Islam. Perilaku mereka pun terkesan bebas dan tak Islami. Ini juga menjadi keprihatinan para pimpinan PTMA, dan Samhi Muawan Djamal memberikan perhatian khusus pada masalah ini. Akan halnya para mahasiswanya, mereka berambut gondrong dan merokok. Rambut gondrong memang tak selalu bermakna negatif. Namun, UMY, misalnya, membuat pakta integritas yang antara lain menyatakan bahwa mahasiswa tidak boleh berambut gondrong bagi mahasiswa dan juga merokok serta tidak boleh mengenakan cadar bagi mahasiswi di kampus. Sayangnya, pakta integritas ini belum ditegakkan secara menyeluruh. Dua macam paham Islam ekstrem kanan dan kiri itu menjadi atensi PTMA secara khusus dan Muhammadiyah secara umum. Dalam konteks ini, utamanya PTMA perlu mengambil langkah-langkah spesifik untuk menyelesaikan perkara ini.[] Agung Prihantoro
Edisi Mei-Juni 2018
Warta PTM
5
topik utama
Langkah Struktural & Kultural Perguruan-perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) telah mengambil langkah-langkah spesifik struktural dan kultural untuk mengantisipasi dan menyelesaikan masalah paham-paham di luar AIK dan menginternalisasikan nilai-nilai AIK. Namun, langkah-langkah ini perlu dilakukan secara lebih komprehensif, dan perlu juga langkah-langkah baru yang inovatif.
L
angkah-langkah ini mencakup pendidikan dan pengajaran AIK sebagai mata kuliah, tahsin dan pengajian yang selama ini telah dilaksanakan dan juga aktivitas-aktivitas di luar itu. Lantaran pahampaham di luar AIK telah masuk ke PTMA, pendidikan dan pengajaran mata kuliah AIK dan aktivitas-aktivitas keislaman dan kemuhammadiyahan lainnya sepatutnya dievaluasi.
Langkah Struktural UMY, misalnya, telah dan tengah mengambil langkah-langkah struktural. PTM ini sudah dan sedang membuat regulasi-regulasi tentang kehidupan dan tata busana Islami di kampus. Dua buku telah terbit, yakni Pedoman Hidup Islami Warga Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (2015) dan Panduan Implementasi Pedoman Hidup Islami Warga Kampus (2016). Bagian admisi UMY juga telah membuat pakta integritas yang ditandatangani setiap mahasiswa baru. Namun, pakta integritas ini belum sepenuhnya ditegakkan, sehingga sejumlah mahasiswi berani memakai cadar di kampus dengan dalih mahasiswa gondrong dibiarkan saja. Dr. Khaeruddin Hamsin, L.L.M. mengakui perlunya penegakan pakta integritas tersebut secara ketat dan menyeluruh. UMY juga sedang menggodog peraturan tentang tata busana Islami di kampus. Sudah dibentuk tim yang melibatkan berbagai unsur di PTMA ini, dan masih terjadi diskusi-diskusi untuk mematangkan rumusan peraturan ini.
6
Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2018
Khaeruddin Hamsin menambahkan, “Di Fakultas Kedokteran, tidak banyak, mungkin tidak ada (yang bercadar). Secara internal ada pengawasan dari dekannya, dari prodinya. Cara berpakaian di Kedokteran berbeda dengan fakultas yang lain. Di Kedokteran, tidak boleh memakai celana jin. Pakai rok semua (mahasiswinya).� Sementara itu, UM Makassar, UM Surabaya dan UAD juga telah mengambil langkah-langkah struktural. Pertama, Drs. Samhi Muawan Djamal, M.Ag. dari LP3AIK UM Makassar sudah memberikan masukan kepada rektor untuk mengharuskan semua aktivitas kampus berhenti saat adzan berkumandang dan kemudian seluruh sivitas akademika melakukan sholat berjamaah di masjid kampus. Kedua, para dosen dan karyawan sebagai bagian dari PTMA dan persyarikatan Muhammadiyah diharuskan mendukung syiar nilai-nilai AIK dan aktivitas Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di kampus. Sebagaimana diketahui, IMM merupakan organisasi mahasiswa yang secara resmi ada dan diakui oleh PTMA. Ketiga, IMM sebagai organisasi resmi di PTMA juga harus berkembang dan mendukung kebijakan kampus dalam internalisasi nilai-nilai AIK. Jika IMM aktif berkembang di kampus dalam mendukung internalisasi nilai-nilai AIK, paham-paham di luar AIK bisa diminalisasi. Di UM Surabaya, Dr. Mahsun, M.Ag. sebagai Wakil Rektor yang membidangi SDI dan AIK membawahi empat biro yang berkaitan erat dengan inter-
Langkah Struktural & Kultural
nalisasi nilai-nilai AIK. Keempat biro ini adalah Rekrutmen, Pusat Kajian Wanita, Ketakmiran Masjid, dan Pusat Pengkajian AIK. Biro Rekrutmen merekrut dan mengembangkan dosen dan karyawan agar tetap berada dalam koridor AIK. Mereka tidak boleh membawa paham-paham di luar AIK ke kampus. “Semua arahnya menjadi benteng. Semua program harus mengarah pada AIK,” tegas Mahsun. “Pernah kecolongan juga,” imbuhnya. Para pengurus Pusat Kajian Wanita dan Pusat Pengkajian AIK, misalnya, mengajarkan isi Himpunan Putusan Tarjih. Biro Ketakmiran Masjid bertanggung jawab untuk menentukan penggunaan masjid bagi kegiatan mahasiswa. Di UM Surabaya, hampir semua kegiatan mahasiswa berlangsung di masjid. Kegiatankegiatan yang menyimpang dari AIK tentu tak diizinkan. Akan halnya di UAD, juga sedang digodog regulasi tentang berbusana di kampus. Sebelum muncul isu pelarangan cadar di sebuah kampus negeri, UAD telah menggodog peraturan ihwal tata busana Islami di kampus. Mengenai perizinan aktivitas kajian keislaman mahasiswa, LPSI UAD sudah membuat kebijakan. Semua kajian keislaman mahasiswa yang meliputi narasumber, detail acara, waktu kegiatan dan seterusnya harus seizin LPSI. “Rekayasa yang sedang kami lakukan di UAD, semua aktivitas kajian keislaman dan pengajian yang diselenggarakan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) harus mendapatkan izin dulu dari LPSI, bukan untuk membatasi penceramah, tetapi untuk memantau siapa yang diundang oleh mereka. Sembari LPSI menyiapkan 38 ustadz yang siap (menjadi penceramah),” papar Nur Kholis Arman Maimun, M.Ag. Ahmad Muttaqin, M.Ag., M.A., Ph.D. mengingatkan, langkah struktural mempunyai risiko hukum dan politis yang bisa merugikan PTMA jika langsung menyasar dan memukul kelompok-kelompok tertentu. Risiko itu juga besar bila penggunaan bahasa dalam regulasinya tidak berhati-hati. Maka, regulasi tentang cadar sebaiknya dikaji dari aturan berbusana yang wajar dan diterima oleh masyarakat, public good, norma bersama. “Saya tidak akan mengalangi argumen berbasis
agama. Memakai cadar itu (di dalam kelas) sama saja dengan kuliah pakai helm cakil. Tidak langsung memukul kelompok itu. Misi kita tersampaikan,” terang Ahmad Muttaqin. “Kita harus melakukan sesuatu. Tidak terjebak dengan permainan agama,” sambungnya.
Langkah Kultural Ihwal langkah kultural, Prof. Syamsul Anwar menawarkan tiga dimensi AIK di PTMA. Pertama, AIK sebagai materi pembelajaran yang terstruktur dan tidak tertruktur. Secara terstruktur, AIK diajarkan dalam bentuk mata kuliah yang selama ini sudah berjalan. Secara tidak terstruktur, AIK disampaikan melalui aplikasi yang bisa diaktifkan di telepon genggam dan komputer sehingga bisa didengarkan, misalnya, di mobil. Kedua, AIK sebagai nilai yang mengendalikan perilaku keseharian dan akademik. Perilaku berpakaian yang Islami perlu dicontohkan dengan menempel gambar-gambar model pakaian Islami di dinding kampus. Sebagai pengendali perilaku akademik, AIK menjadi bagian dari epistemologi pengembangan ilmu. Perlu juga dilakukan penelitian tentang AIK. Secara kultural, UAD, selain sudah menempel gambar-gambar model busana Islami di temboktembok kampus, juga melakukan dialog dan persuasi dengan mahasiswa-mahasiswa bercadar. Ketiga, AIK sebagai materi pengabdian kepada masyarakat. Pengetahuan dan teknologi perihal AIK disumbangkan kepada masyarakat. Di dalamnya termasuk pembuatan peta dakwah dengan data kuantitatif, misalnya, tentang jumlah tempat ibadah dan pola ekspresi keagamaan masyarakat. Sejalan dengan ide-ide tersebut, Khaeruddin Hamsin mengusulkan mentoring mahasiswa setiap hari Sabtu dan pemberdayaan masjid-masjid sekitar kampus. UMY butuh 500 orang mahasiswa sebagai mentor AIK dengan rasio mentor-mahasiswa 1:10. Sementara itu, pemberdayaan masjid-masjid di sekeliling kampus berupa bantuan penceramah, imam dan snak untuk acara pengajian.[]
Edisi Mei-Juni 2018
Warta PTM
7
wawancara Sekretaris PP Muhammadiyah Dr. Agung Danarto, M.Ag.:
Terjemahkan Paham Keagamaan sesuai dengan Intelektualitas Mahasiswa
Dr. Agung Danarto, M.Ag.
M
engemas Islam yang menarik dan riil bagi mahasiswa menjadi tugas Muhammadiyah. Ini perlu dilakukan untuk menginternalisasi nilai-nilai AIK sesuai dengan tingkat perkembangan intelektual mahasiswa. Sehingga, diharapkan tidak tumbuh paham-paham ekstrem di PTMA khususnya dan di Negara Kesatuan Republik Indonesia umumnya. Gagasan tersebut disampaikan oleh Dr. Agung Danarto, M.Ag. dalam wawancara khusus dengan Warta PTM pada Kamis, 19 April 2018 di Kantor PP Muhammadiyah Jalan Cik Ditiro Yogyakarta. Sekretaris PP Muhammadiyah ini merupakan dosen pada Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafir Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga. Beliau menamatkan S-1 dan S-3 di UIN Sunan Kalijaga, dan S-2 di UIN Alauddin Makassar. Agung Danarto, yang lahir pada 24 Januari 1968 di Kulon Progo, Yogyakarta, pernah menjadi Ketua I PP IPM 1990-1993 dan Ketua PWM DIY 2005-2010. Di perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) muncul kelompok-kelompok Islam di luar paham Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Apa yang sebenarnya terjadi? 8
Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2018
Sebenarnya, sejak Era Reformasi 1998, ada euforia kebebasan berorganisasi, mengekspresikan pendapat dan lain sebagainya, termasuk di kalangan umat Islam. Kalau sebelumnya mainstream itu betul-betul terjaga, yakni Muhammadiyah dan NU, pasca 1998, banyak aliran, banyak paham yang semula tidak dikenal, tetapi masuk begitu masif di Indonesia. Ternyata, banyak juga yang menyukai aliran-aliran tersebut, paham-paham keagamaan tersebut. Problemnya, banyak di antaranya yang kemudian tidak sama dengan yang dimiliki oleh Muhammadiyah. Nah, bagi orang-orang tertentu, kelompokkelompok tertentu, Muhammadiyah itu sesuatu yang menarik, karena jargonnya dari segi semangat ar-ruju’ila Al-Qur’an wa as-sunnah, kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah. Menghargai kebebasan berpikir, kebebasan berpendapat, kebebasan mengekspresikan rasa keagamaan. Orang-orang Muhammadiyah mungkin relatif lebih welcome kepada paham-paham baru, aliran-aliran baru, karena tadi itu, kebebasan berpikir, kebebasan mengekspresikan rasa keagamaan. Apalagi, hampir semua gerakan yang masuk ini gerakan-gerakan yang memang cenderung merujuk kepada Al-Qur’an dan
Terjemahkan Paham Keagamaan sesuai dengan Intelektualitas Mahasiswa
sunnah secara langsung, tidak lewat tokoh atau ulama tertentu dan lain sebagainya. Itulah yang tampaknya Muhammadiyah, sebenarnya bukan hanya Muhammadiyah, hampir semua ormas Islam yang sudah lama, mengalami itu. Tetapi, di Muhammadiyah sangat terasa sekali bahwa paham keagamaan selain Muhammadiyah itu ingin menarik minat, ingin mengambil warga Muhammadiyah agar dagangan mereka laku, agar mereka bisa memasarkan ide-ide itu. Di PTMA ini, sangat rawan sekali, karena PTMA tempat berkumpulnya anak-anak muda, anak-anak idealis, anak-anak yang sedang mencari. Tampaknya, ini menjadi sasaran. Mungkin kalau kita terlalu husnudzon bahwa tidak ada orang lain selain dari Muhammadiyah yang ikut berusaha mewarnai mahasiswa-mahasiswa kita, itu saya kira terlalu naif. Karena perkembangan ghaswul fikri itu sedemikian rupa, paham-paham yang lain, saya kira, akan mencoba untuk masuk ke Muhammadiyah, mempengaruhi anak-anak Muhammadiyah tersebut. Dalam beberapa kesempatan, misalnya, yang sudah sama-sama ormas lama, NU. NU mengatakan, kami kalau membangun perguruan tinggi seperti Muhammadiyah ya susah. Tapi, yang jadi program mereka adalah membuat pesantren-pesantren dekat dengan perguruan-perguruan Muhammadiyah. Sehingga, biarlah anak-anak NU sekolah, kuliah di perguruan Muhammadiyah, tapi mereka tetap NU dengan adanya pesantren di sekitar itu. Nah, itu NU. Yang lainnya pun, saya kira, juga tidak sedikit yang punya pikiran seperti itu. Saya kira Majelis Diktilitbang punya data mengenai itu bahwa di seputar kampus-kampus PTMA ternyata ada pusat-pusat kajian bagi gerakan-gerakan yang lain. Modusnya begitu, masjid dan pondok pesantren sekitar kampus. Mungkin karena PTMA sudah disibukkan untuk mengurusi hal-hal yang formal, ketika mereka (mahasiswa) di rumah, di kos-kosan, di luar kampus itu, kita tidak sempat lagi atau tidak cukup punya energi untuk mengurusi mereka. Adakah yang salah dengan pembinaan AIK pada mahasiswa di PTMA selama ini? Mahasiswa Muhammadiyah itu jumlahnya banyak sekali. Katakan satu perguruan tinggi yang sudah besar itu 20.000. Mayoritasnya terbina oleh Muhammadiyah. Tapi, katakanlah ada 100 orang yang tidak terbina oleh Muhammadiyah, kemudian mereka menampakkan paham keagamaannya itu sudah tampak. Kelihatannya tidak tertata. Secara umum, perguruan tinggi kita masih terbina dengan baik paham keagamaannya dengan Muhamma-
diyah. Tapi, kelompok-kelompok yang mungkin tidak terlalu besar ini yang agresif, justru mereka yang punya militansi. Nah ini yang harus juga ditangani oleh Muhammadiyah. Perkuliahan-perkuliahan yang ada di PTMA kita sudah lumayan. Materinya juga bagus. Ada proses dialogis dan lain sebagainya. Sebenarnya sudah lumayan, tapi memang tetap ada sekelompok orang yang tidak sesuai dengan itu, kemudian kelihatan menonjol. Coba bayangkan dari 20.000 mahasiswa, katakan ada 20 saja yang cadaran, kesannya itu sudah menjadi markasnya orang ekstrem. Padahal, mungkin hanya itu saja. Yang lainnya tidak. Sehingga, tetap optimis bahwa paham Muhammadiyah masih eksis di perguruan Muhammadiyah. Tapi, kelompok-kelompok yang kecil ini harus dibina. Apa yang harus dilakukan PTMA dalam mengatasi dan mengantisipasi kelompok-kelompok di luar paham AIK ini? Kalau dari segi paham keagamaan, insya Allah Muhammadiyah tidak kalah dengan yang lainnya. Tapi, bagaimana mengemas paham keagamaannya ini menjadi sesuatu yang menarik bagi pengkaji Islam atau bagi mahasiswa itu menjadi tugas kita bersama. Bagaimana menerjemahkan paham keagamaan menjadi sesuatu yang riil, sesuatu yang sesuai dengan jalan intelektualitas mahasiswa berkaitan dengan tema-tema kontemporer. Ini yang harus selalu dihidupkan di dalam upaya internalisasi nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Oleh karenanya, marketer-marketer ideologi Muhammadiyah perlu diintensifkan. Dai-dai, mubaligh dan lain sebagainya yang memasarkan ide-ide ideologi Muhammadiyah ini perlu mencari jalan bagaimana supaya (ide-ide tersebut) menjadi menarik. PP Muhammadiyah sendiri? Dalam berbagai hal juga sudah dilakukan. Misalnya, bagaimana Muhammadiyah menerjemahkan nilai-nilai ideologi Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ketika Muktamar memutuskan negara Pancasila sebagai daru’ ahdi wa syahadah itu sebenarnya juga upaya untuk menggiring ide bahwa orang Islam tidak perlu lagi mencari paham politik yang macam-macam. Cukup negara Pancasila ini kita pakai sebagai wadah dalam beragama. Itu juga menundukkan pemikiran yang cukup liar mengenai keinginan khilafah islamiyah, negara Islam dan lain sebagainya. Usahausaha lain, misalnya PP Muhammadiyah aktif dalam media sosial, melempar isu-isu yang sesuai dengan paham kemuhammadiyahan. Itu juga dikerjakan oleh PP Muhammadiyah.[] AGP
Edisi Mei-Juni 2018
Warta PTM
9
Kinerja
Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. (tengah, batik biru), Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. (batik kuning), Louise Goold (baju putih) dan perwakilan dari PTMA dalam pertemuan tindak lanjut dengan Monash University di kampus UHAMKA Jakarta, Selasa (10/4/18).
Tindak Lanjut Kerja Sama dengan Monash University
K
etua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. mengapresiasi rencana tindak lanjut memorandum of understanding (MOU) antara PTMA dan Monash University. Tindak lanjut ini ditunjukkan dengan kehadiran Manager of Development and External Relations Monash University, Louise Goold, ke Jakarta dalam pertemuan di kampus UHAMKA, Selasa malam (10/4/18). “Sedianya yang akan bertemu langsung dengan Majelis adalah rektornya. Namun, karena kesulitan menyesuaikan waktu kedua pihak, akhirnya kita hanya diskusi teknis dengan stafnya," ujar Prof. Lincolin. Dalam pertemuan tersebut hadir perwakilan PTMA antara lain dari UM Sumatera Utara, UM Jakarta, UM Yogyakarta, UM Surakarta, UM Semarang, dan UHAMKA. Di sini, PTMA mendapatkan banyak tawaran kerja sama dari pihak Monash, seperti pengembangan dosen, pelatihan, pertukaran mahasiswa, dosen dan lain-lain. "Juga kita bisa mengadakan pelatihan untuk pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah," kata Louise Goold. Untuk pelatihan pimpinan PTM ini, menurut
10 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2018
Louise, pihak Monash dapat menyesuaikan bentuk kegiatannya dengan kebutuhan PTMA. Kegiatannya bisa berlangsung beberapa hari, namun bisa juga sampai dua minggu. Menjawab pertanyaan tentang implementasi MOU, Loise berharap itu bisa segera diseriusi sehingga bukan hanya berupa sleeping MOU. Karena itu, diharapkan masing-masing pihak menunjuk person-in-charge (PIC) yang mengawal MOU tersebut.[] ESH
Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. menyampaikan sambutan dalam Rakornas Bidang Kebijakan Keuangan dan SDM PTMA di UM Makassar (6-8/4/18).
Rakornas Bidang Kebijakan Keuangan dan SDM PTMA
Membuat Road Map Pengembangan SDM
T
ata kelola keuangan dan road map pengembangan sumber daya manusia (SDM) PTMA terus ditingkatkan dan dimatangkan. Upaya ini merupakan bagian dari good university governance. Wujud dari upaya tersebut adalah penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Kebijakan Keuangan dan SDM pada 2018. Rakornas wilayah Jawa Timur diselenggarakan di UM Sidoarjo (9-11/3/18), Rakornas wilayah Jawa Tengah dan Kalimantan di UM Purwokerto (16-18/3/18), Rakornas wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya di UM Jakarta (2325/3/18), dan Rakornas wilayah Indonesia Timur di UM Makassar (6-18/4/18). “Konsolidasi tata kelola bidang keuangan PTMA dan SDM dilakukan agar bidang ini betul-betul amanah, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, Majelis menyusun buku Panduan Sistem Pengelolaan Keuangan PTM. Buku tersebut dibahas dan disosialisasikan agar dipahami dengan baik oleh para pengambil kebijakan Bidang Keuangan dan SDM di PTMA, agar para pengambil kebijakan memiliki kesadaran pentingnya melaksanakan tata kelola keuangan dan SDM sebagai bagian dari praktik good university governance,” papar Wakil Bendahara Majelis Diktilitbang Ahmad Muttaqin, M.Ag., M.A., Ph.D. (3/4/18).
Buku Panduan Sistem Pengelolaan Keuangan PTM tersebut diadopsi dari buku serupa karya Dr. Suryo Pratolo (Wakil Rektor II UM Yogyakarta), yang isinya telah dipraktikkan dengan baik di UMY. Penyusunan buku panduan itu dilakukan oleh Tim Keuangan Majelis Diktilitbang yang terdiri dari perwakilan Lembaga Pembina dan Pengawas Keuangan (LPPK) PP Muhammadiyah, pimpinan Asosiasi Program Studi Akuntansi (APSA) PTM, dan anggota Tim Asistensi Bidang Hukum Majelis Diktilitbang. “Selain sosialisasi buku panduan keuangan PTM, Rakornas juga mengajak para pimpinan PTM untuk membuat road map SDM PTM masing-masing dalam lima tahun ke depan dalam rangka menuju perguruan tinggi yang unggul,” jelas Ahmad Muttaqin. “Di hari pertama, peserta diberi materi tentang kebijakan-kebijakan PP Muhammadiyah dan Majelis Diktilitbang tentang pengelolaan keuangan PTM. Dipaparkan juga progress report Majelis Diktilitbang dalam pembinaan tata kelola keuangan dan SDM PTM,” lanjutnya. “Materi terakhir Rakornas tentang Pedoman BPH. Pada sesi ini, peserta diminta untuk memberikan masukan terhadap draf Pedoman BPH yang sudah disiapkan oleh Tim Asistensi Bidang Hukum Majelis Diktilitbang,” pungkas Ahmad Muttaqin.[] AGP Edisi Mei-Juni 2018
Warta PTM 11
Kinerja ada konvergensi secara kualitas. Ini harapan kita jangka panjang.” “Banyak tapi kalau tidak kompak itu juga tidak baik. Tapi, kalau kita kompak, langkah kuantum itu bisa dilakukan,” imbuhnya. Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan UM Jakarta dr. Slamet Sudi Santoso, M.Pd.Ked., ketika dimintai tanggapannya, mengatakan, “Student selection merupakan salah satu jaminan mutu dalam merekrut calon mahasiswa baru, dan ini juga diatur dalam pasal 27 UU Peluncuran SBMPTM di UM Surabaya, Sabtu (14/4/18). Pendidikan Kedokteran Nomor 20 tahun 2013 Kick Off SBMPTM dan Standar Pendidikan Profesi Dokter KKI 2012. Dengan sistem input calon mahasiswa baru yang terstandar, diharapkan kualitas mahasiswa akan eleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi menjadi lebih baik untuk mengikuti proses pendidikan Muhammadiyah (SBMPTM) merupakan upaya dokter. Outcome lulusan akan sesuai kompetensi untuk meningkatkan kerja sama dan sinergi PTM dan diharapkan.” juga meningkatkan mutu mahasiswa. Kerja sama dan “Maka, sangat tepat jika 12 FK PTM mampu sinergi kian terbangun rapi, dan mutu mahasiswa di melakukan seleksi PMB secara komprehensif, sehingga PTM-PTM kian tinggi dan merata. input calon mahasiswa akan sama dan mempunyai SBMPTM baru saja diluncurkan (kick off) di kualitas yang terstandar masuk FK PTM. Selain itu, UM Surabaya, Sabtu (14/4/18). SBMPTM pertama ini SBMPTM juga meningkatkan angka keketatan seleksi berlaku untuk calon-calon mahasiswa pada Fakultas setiap FK PTM, memberikan fasilitas calon mahasiswa Kedokteran (FK). Dua belas FK terlibat di sini, jadi mudah untuk menempuh pendidikan di FK PTM. yakni FK UAD, FK UMJ, FK UM Makassar, FK UM Networking yang semakin andal, terukur kompetensi Malang, FK UM Palembang, FK UHAMKA, FK UM lulusannya, saling menjaga mutu lulusan. Kerugiannya Purwokerto, FK UM Semarang, FK UM Sumatera sangat kecil, hampir tidak ada. Perlu semakin kuat Utara, FK UM Surabaya, FK UM Surakarta dan dalam jejaring dan fasiltas pendukung,” tambahnya. FK UM Yogyakarta. Dalam SBMPTM ini, Majelis SBMPTM FK PTM membangun kepercayaan Diktilitbang dan PTM menggandeng Bank Syariah masyarakat bahwa Muhammadiyah sangat profesional Mandiri sebagai mitra kerjanya. dalam mengelola pendidikan dan menjadi sinar Dalam sambutannya pada acara Kick Off terang bahwa Muhammadiyah adalah katalisator SBMPTM ini, Ketua Majelis Diktilitbang PP pembangunan pendidikan kesehatan di Indonesia,” Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. Slamet Sudi Santoso mengakhiri tanggapannya.[] AP menyampaikan, “Sekarang PTM kita yang dari segi kualitas masih sangat variatif lama-kelamaan nanti
Tingkatkan Sinergi PTM & Mutu Mahasiswa
S
12 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2018
Para peserta dan panitia dalam Rakernas Bidang Kemahasiswaan PTMA di UM Gorontalo (26-28/4/18).
Rakernas Bidang Kemahasiswaan PTMA
Mendorong Prestasi Mahasiswa
M
ahasiswa-mahasiswa di PTMA perlu terus didorong untuk meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional. Dorongan ini akan memacu kualitas mahasiswa dan juga kualitas perguruan tingginya. Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di UM Gorontalo, Sulawesi Utara, KamisSabtu (26-28/4/18). Rakernas ini diikuti oleh para Wakil Rektor/Ketua/Direktur Bidang Kemahasiswaan PTMA. Dalam sambutannya pada penutupan Rakernas ini, Rektor UM Gorontalo Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Sp.S. sebagai tuan rumah perhelatan ini mengatakan, “Bidang Kemahasiswaan merupakan salah satu dari empat variabel yang menentukan akreditasi perguruan tinggi dan pemeringkatan perguruan tinggi nasional. Pengalaman UM Gorontalo di tahun 2016 berada pada peringkat 749 dan kluster 4. Setelah kami mendorong kegiatan kemahasiswaan lebih aktif dan kreatif, maka pada tahun 2017 UM Gorontalo naik ke peringkat
448 dan kluster 3. Oleh karenanya, peran para Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan sangat strategis dalam meningkatkan kualitas PTMA.” “Maka, perlu adanya kerja sama dan sinergitas antar-PTMA dalam rangka meningkatkan prestasi mahasiswa di level nasional. Misalnya, PTMA yang sering meloloskan proposal dalam event Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan Ditjen Belmawa dapat melakukan pendampingan kepada PTMA yang belum pernah lolos,” lanjutnya. “Forum Wakil Rektor Kemahasiswaan PTMA perlu berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah untuk menyelenggarakan kegiatan lomba seni, budaya dan olahraga antar-PTMA seIndonesia secara periodik. Termasuk melaksanakan debat bahasa Inggris, MTQ dan PIMNAS antar-PTM,” usul Muhammad Isman Jusuf. Rakernas ini juga memilih Dr. Sidiq Sunaryo, S.H., M.Si., M.Hum. sebagai Ketua Forum Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan PTMA. Sidiq Sunaryo merupakan Wakil Rektor III UM Malang.[] AGP
Edisi Mei-Juni 2018
Warta PTM 13
Kinerja tat dalam klaster penelitian. Agar kualitas PTMA semakin meningkat, Majelis Diktilitbang akan terus mendorong hingga memiliki jejak jurnal internasional. “Kita terus berusaha, semakin bertambah kuantitas klaster dengan kategori Mandiri dan Utama, maka makin memiliki peluang dengan naiknya nominal dana yang digelontorkan Kemenristekdikti kepada PTMA,” tambah Prof. Dimyati. Lebih jauh lagi, Prof. Dimyati menjelaskan, PTMA sebagai institusi pendidikan tinggi memerlukan penguatan institusional agar dapat memperoleh posisi yang sama dengan perguruan tinggi lain di Indonesia. MengiProf. Dr. Khudzaifah Dimyati, S.H. (tengah) sedang menyampaikan paparannya dalam acara Pembinaan dan Pengembangan Kinerja ngat PTMA sebagai bagian penLembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) di Hotel Grand Quality Yogyakarta, Jumat-Sabtu (27-28/4/18). ting dari persyarikatan MuhamPembinaan & Pengembangan Kinerja LPPM madiyah dalam menciptakan pusat-pusat keunggulan, PTMA dituntut peran dan kontribusinya dalam pengembangan dan kemajuan persyarikatan, yang selayaknya diwujudkan oleh bidang penelitian dan pengajelis Diktilitbang PP Muhammadiyah konsisabdian masyarakat. ten melakukan pembinaan kepada PTMA untuk Sementara itu, Prof. Ocky Karna Radjasa, M.Sc., terus meningkatkan kualitas Lembaga Penelitian dan Ph.D., Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat KePengabdian Masyarakat (LPPM). Sebab, eksistensi menristekdikti mengatakan, Muhammadiyah melalui perguruan tinggi diukur antara lain dari kinerja LPPMPTMA punya peran penting untuk meningkatkan kunya. Karenanya, LPPM menjadi faktor determinan bagi alitas riset Indonesia. kemajuan perguruan tinggi. "PTM perlu dibina terus-menerus. Kalau maksiHal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Majemal, ini akan meningkatkan kualitas riset di Indonesia lis Diktilitbang Prof. Dr. Khudzaifah Dimyati, S.H. dahingga ke Asia Tenggara. Saat ini, Indonesia mendulam acara Pembinaan dan Pengembangan Kinerja Lemduki peringkat ke-3, setelah Malaysia dan Singapura," baga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) paparnya. dengan tema "Strategi Penguatan LPPM di LingkungProf. Ocky menambahkan, walaupun sudah beran Perguruan Tinggi Muhammadiyah" di Hotel Grand hasil meraih peringkat ke-3, Indonesia masih tertinggal Quality Yogyakarta, Jumat-Sabtu (27-28/4/18). Acara cukup jauh. Sekarang, jumlah publikasi ilmiah Maini diikuti oleh lebih dari 40 perwakilan PTM yang belaysia mencapai 22.508 dokumen, Singapura sebanyak lum memiliki klaster penelitian. 16.037 dokumen, sedangkan Indonesia masih 5.000-an “Baik tentang pengabdian masyarakat maupun pedokumen. nelitian, PTMA memang perlu dibina terus supaya bisa “Muhammadiyah melalui 173 PTMA ini bisa ikut meningkatkan kualitas PTMA itu sendiri. Salah satu serta meningkatkan kuantitas dan kualitas riset. Depenilaiannya dilihat dari kualitas LPPM," ujar Prof. ngan 11.000 dosen yang dimiliki, apabila dipupuk deDimyati. ngan pembinaan yang intens, akan mampu menciptaProf. Dimyati menerangkan, saat ini dari 173 PTM, kan pencapaian luar biasa di dunia riset,” kata Ocky.[] 2 PTMA sudah masuk klaster Mandiri, 9 klaster Utama, Nisa Pujiana 15 klaster Madya, 58 klaster Binaan dan 89 belum terca-
PTMA Turut Tingkatkan Kualitas Riset di Asia Tenggara
M
14 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2018
Pertemuan CEO TAFE Holmesglen Mary Faraone, Executive Director of TAFE Holmesglen David Saunders dan pimpinan Majelis Diktilitbang dan PTM di UM Jakarta, UAD, UM Yogyakarta, UM Palembang dan Stikes Muhammadiyah Palembang,
Realisasi Kerja Sama PTM & TAFE Holmesglen
D
ua perwakilan dari TAFE Holmesglen Australia, yakni Mary Faraone sebagai CEO dan David Saunders sebagai Executive Director datang ke PTM untuk merealisasikan kerja sama, 30 April sampai 3 Mei 2018. Mary Faraone dan David Saunders bertemu dengan para pimpinan PTM di UM Jakarta, UM Yogyakarta, UAD, UM Palembang dan Stikes Muhammadiyah Palembang. Mary Faraone dan David Saunders menawarkan program-program antara lain bantuan pembangunan gedung, pelatihan untuk guru-guru Bahasa Inggris dan mahasiswa, pelatihan keperawatan, pertukaran mahasiswa, dan visiting professor. PTM-PTM
berkesempatan untuk meningkatkan kualitasnya dalam hal sarana dan prasarana dan pengembangan SDM. Selain para pimpinan PTM yang mengikuti pertemuan-pertemuan ini, pimpinan dan anggota Tim Asistensi Majelis Diktilitbang juga berpartisipasi. Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D., Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., Punang Amari Puja, SE., ST., M.I.T., dan Yordan Gunawan, M.B.A., M.H. terlibat dalam pertemuan ini. Para partisipan dalam pertemuan-pertemuan ini berdialog untuk benar-benar merealisasikan kerja sama PTM dan TAFE Holmesglen.
Edisi Mei-Juni 2018
Warta PTM 15
INAUGURASI Salah satu pekerjaan yang harus dicapai dalam empat tahun ke depan ialah peningkatan kualitas akademik dengan indikatornya akreditasi perguruan tinggi dan program studi. Saat ini, ada sembilan prodi baru yang perlu diakreditasi. Akreditasi perguruan tinggi harus dilakukan ulang sekitar tiga tahun lagi. Maka, UMRI sudah harus membentuk tim akreditasi sejak sekarang untuk memperoleh peringkat terbaik. “Kami beberapa tahun lalu sudah mencanangkan sistem manajemen berbasis teknologi informasi (TI). Sekarang tinggal mengembangkan,” lanjut Mubarak. Ditargetkan, transformasi teknologi ini harus tuntas dalam Rektor UMRI Dr. Mubarak, M.Si. melantik tiga Wakil Rektor UMRI masa jabatan 2018-2022 di Auditorium Gedung Ahmad Dahlan Kampus Utama UMRI, Kamis (13/4/2018). tempo setahun. Target berikutnya adalah peningkatan jumlah dosen yang Pelantikan Wakil Rektor UMRI menyandang gelar doktor. Saat ini, sudah ada empat orang dosen bergelar doktor. Sejumlah dosen lain sedang menempuh pendidikan S-3, dan UMRI telah menyiapkan penghargaan untuk para dosen tersebut. niversitas Muhammadiyah Riau (UMRI) terus mePekerjaan lainnya adalah internasionalisasi UMRI. ngembangkan diri antara lain dalam hal penamUntuk mencapai hal itu, akan dibentuk Kantor Urusan Inbahan jumlah dosen yang bergelar doktor, akreditasi, ternasional (KUI), dan dosen-dosen UMRI didorong untuk manajemen berbasis teknologi informasi, dan internasimenguasai bahasa Inggris. onalisasi kampus. Tiga wakil rektor (WR) yang baru saja Sementara itu, Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. dilantik mengemban amanah untuk mengawal semua memuji prestasi-prestasi yang telah diraih UMRI. “Meski itu dan mempertahankan prestasi-prestasi UMRI yang baru berusia sembilan tahun pada tahun ini, Universitas luar biasa. Muhamamdiyah Riau telah berkembang cukup pesat. Di Poin-poin tersebut disampaikan oleh Rektor UMRI samping sebagian besar program studi sudah terakrediDr. Mubarak, M.Si. dan Ketua Majelis Diktilitbang PP Mutasi B, dari sarana prasana UMRI juga sudah cukup maju. hammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. dalam Capaian yang didapat itu bukan sesuatu yang luar biasa acara Pelantikan Wakil Rektor UMRI Periode 2018-2022 lagi, tapi sudah ruar ... biasa,” kata Prof. Lincolin. di Auditorium Gedung Ahmad Dahlan Kampus Utama “Ini yang namanya kerja keras dan kerja cerdas. UMRI, Kamis (13/4/2018). Tiga WR tersebut adalah Sri Tambah satu lagi kalau kita di Muhammadiyah ini, kerja Fitria Retnawati, S.Si., M.T. sebagai WR I, Bakaruddin, ikhlas. Tidak hanya cukup kerja keras dalam memajukan S.E., M.M. sebagai WR II, dan dr. Taswin Yacob, Sp.S. sesebuah institusi pendidikan. Kerja cerdas itu jauh lebih bagai WR III. sangat penting,” imbuhnya. Dalam sambutannya, Mubarak menegaskan, ja"Jangan pernah puas dengan keberhasilan sekabatan adalah amanah yang diberikan oleh persyarikatan rang ini. Tantangan ke depan masih panjang. Teruslah Muhammadiyah untuk dipertanggungjawabkan di dunia berkarya menuju UMRI yang lebih maju dan berjaya di dan akhirat. “Karena itu, saya minta Wakil Rektor untuk bumi Lancang Kuning ini, berjaya di tingkat nasional, dan terus bekerja. Karena 2018 hingga 2022 bukan waktu tentunya juga di tingkat internasional,” ungkap Prof. Linyang panjang. Banyak pekerjaan yang harus kita selecolin.[] AGP saikan,” paparnya.
Tambah Jumlah Doktor
U
16 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2018
Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. menyampaikan sambutan dalam acara Wisuda UM Aceh di Unmuha Convention Center, Kami (12/4/18).
Wisuda UM Aceh
Dibutuhkan Soft Skills & Kompetensi Keilmuan
B
ertempat di Unmuha Convention Center, Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh Dr. Muharrir Asy’ari, Lc., M.Ag. mewisuda 416 lulusannya, Kamis (12/4/18). Jumlah wisudawan ini terdiri 401 orang sarjana dan 15 pascasarjana. Hadir juga pada wisuda itu Koordinator Kopertis XIII Prof. Jamaludin dan Koordinator Kopertais V Prof. Farid Wajdi, serta Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Dalam sambutannya. Prof. Edy mengingatkan, saat ini lulus perguruan tinggi (PT) dengan nilai baik sekali pun tidak menjamin bisa langsung hidup mandiri atau mendapatkan pekerjaan. Banyak alumni PT yang lulus sangat memuaskan, bahkan cumlaude, tapi tak mampu menciptakan pekerjaan, atau sulit mendapatkan pekerjaan. Ini karena keterbatasan soft skills dan keterampilan tambahan yang mereka miliki. “Padahal, soft skills seperti leadership, kemampuan bergaul dan beradaptasi, visi ke depan, serta bekerja dalam tim inilah yang dibutuhkan oleh bursa kerja untuk melengkapi kompetensi keilmuan pencari kerja," ujar Prof. Edy Suandi Hamid dalam sambutan di depan lulusan UM Aceh. Menurut Ketua Bidang Penjaminan Mutu dan Kerja
Sama Internasional Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah ini, keterampilan memanfaatkan teknologi informasi sangat dibutuhkan dalam era revolusi industri 4.0 sekarang ini. Karenanya, sejak mahasiswa seharusnya sudah terbiasa bergelut dengan teknologi yang serba digital. "Sehingga setelah lulus tak gagap teknologi. Bahkan mampu melakukan inovasi-inovasi dari teknologi yang ada," lanjut Prof. Edy. Menurutnya, mereka yang punya keterampilan demikian bukan saja dicari oleh korporasi, lembaga pemerintah dan job hunter, namun juga umumnya mampu menciptakan kerja sendiri. “Oleh karena itu, lulusan perguruan tinggi jangan berhenti belajar untuk terusmenerus mengasah keterampilan dan meningkatkan soft skills-nya," kata Prof. Edy. Dikemukakan, lulusan PT masa kini harus mendesain masa depannya sendiri, tidak terlalu tergantung pada orang lain. Untuk itu, kerja apa pun harus kreatif, dinamis, dan selalu mencari cara untuk terus meningkatkan produktivitasnya. "Harus inovatif dan melakukan inprovisasi-improvisasi sehingga melahirkan gagasan dan produk baru yang memberi manfaat bagi masyarakat luas," kata Prof. Edy Suandi Hamid.[] ESH
Edisi Mei-Juni 2018
Warta PTM 17
INAUGURASI
Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd. (kiri) melantik Dr. Umar Congge, M.Si. (tengah) sebagai Ketua STISIP Muhammadiyah Sinjai periode 2018-2022 di Gedung Pertemuan Kabupaten Sinjai, Ahad (15/4/18).
Pelantikan Ketua STISIPM Sinjai
Upaya Pembentukan Universitas Muhammadiyah Sinjai
P
erubahan bentuk dari sekolah tinggi jadi universitas merupakan salah satu upaya yang akan dilakukan oleh Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik Muhammadiyah (STISIPM) Sinjai Dr. Umar Congge, M.Si. periode 2018-2022. Program-program persiapan untuk menjadi universitas dicanangkan. Dr. Umar Congge, M.Si. dilantik jadi Ketua STISIPM Sinjai oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd. di Gedung Pertemuan Kabupaten Sinjai, Ahad (15/4/18). Umar Congge menggantikan ketua terdahulu, Marzuki Ali, M.Pd. “Kami akan melanjutkan program-program ketua sebelumnya yang belum sempat diselesaikan, antara lain meningkatkan peringkat akreditasi institusi perguruan tinggi (AIPT). Kami juga berencana membuka Program Pascasarjana Ilmu Administrasi Publik dan mengupayakan perubahan status dari sekolah tinggi menjadi Universitas Muhammadiyah Sinjai,” kata Umar Congge dalam sambutan pelantikan. “Program-program lainnya adalah membangun sarana dan prasarana kampus yang memadai, meningkatkan kualitas sumber daya dosen, meningkatkan kinerja dosen dan mahasiswa di bidang catur darma, meningkatkan tata kelola kampus berbasis information technology (IT), berupaya mewujudkan kampus entrepreneur, menghidupkan koperasi kampus dan maha-
18 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2018
siswa, dan juga meningkatkan kreativitas mahasiswa dan unit kegiatan mahasiswa (UKM),” paparnya. Sementara itu, Prof. Irwan Akib dalam pidatonya mengatakan, “Berkaitan dengan amanah sebagai pimpinan PTM, sesungguhnya jabatan, kedudukan, pangkat dan tahta bukanlah hal harus diburu dan dicari sampai datang menemui kita. Dan juga bukan sesuatu yang harus diratapi ketika dia pergi meninggalkan kita, bahkan ketika kita telah mampu menunaikan amanah. Justru di situlah rasa syukur itu dihadirkan. Namun, bila amanah mendatangi kita, maka tunaikan dengan baik dan tulus.” “Hari ini tidak ada lagi superman. Setiap kita butuh satu sama lain. Semua penting kehadirannya dalam membangun sinergitas untuk mencapai tujuan. Filosofi pohon: akarnya harus kuat sehingga tidak mudah goyah dan ketika pohon tersebut tumbuh rindang dengan buahnya. Maka, semua bisa menikmati hasilnya. Dengan sinergitas, kerja keras, kerja tuntas berkualitas serta kerja ikhlas ke depan, STISIPM Sinjai akan jadi kebanggaan masyarakat Sinjai dan Sulawesi Selatan,” imbuhnya. “Oleh karena itu, beberapa hal yang perlu diingat oleh ketua baru adalah konsolidasi internal dan eksternal, peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan dan peningkatan kualitas SDM, dan bijak dalam menyikapi situasi politik,” pungkas Prof. Irwan.[] AGP
Prof. Dr. Widodo Muktiyo, M.Com. melantik Sri Sat Titi Hamranani, S.Kep., Ns., M.Kep. sebagai Ketua Stikes Muhammadiyah Klaten periode 2018-2011 di kampus setempat, Selasa (10/4/18).
Pelantikan Ketua Stikes Muhammadiyah Klaten
Menaikkan Peringkat Akreditasi
M
enaikkan peringkat akreditasi program studi dan institusi menjadi salah satu program unggulan Sri Sat Titi Hamranani, S.Kep., Ns., M.Kep. yang baru saja dilantik sebagai Ketua Stikes Muhammadiyah Klaten periode 2018-2022. Sekarang, seluruh program studi dan institusi memperoleh peringkat akreditasi “B”. Pelantikan ini dilakukan oleh Prof. Dr. Widodo Muktiyo, M.Com., anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, di kampus Stikes Muhammadiyah Klaten, Jawa Tengah, Selasa (10/4/18). Sri Sat Titi Hamranani menjabat sebagai ketua untuk periode kedua setelah habis masa jabatannya pada periode pertama 20142018. Acara ini dihadiri pula oleh Ketua PP Muhammadiyah Drs. A. Dahlan Rais, M.Hum. Sri Sat Titi Hamranani dalam sambutannya menyatakan, “Upaya peningkatan kualitas Stikes Muhammadiyah Klaten tetap diupayakan melalui peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan (information technology) IT. Peningkatan SDM dilakukan melalui studi lanjut dan peningkatan jabatan fungsional dosen, sedangkan peningkatan IT berupa pemanfaatan IT dalam semua proses penerimaan mahasiswa baru (PBM), kepegawaian dan lain-lain.”
“Peningkatan sistem penjaminan mutu dan implementasi standar mutu juga akan dilaksanakan. Harapannya, ini akan menaikkan status akreditasi. Sekarang, status akreditasi semua program studi dan AIPT alhamdulillah baru ‘B’. Kepemimpinan 2018-2022 harus ada peningkatan status akreditasi. Selain itu, akan pula dilakukan pengembangan unit usaha Stikes Muhammadiyah Klaten,” tambahnya. PTM ini memiliki lima program studi, yakni S-1 Keperawatan, Profesi Ners, D-3 Kebidanan, D-3 Farmasi dan D-3 Keperawatan. Sementara itu, Drs. A. Dahlan Rais, M.Hum. dalam amanahnya mengatakan, doen-dosen harus mulai menempuh studi lanjut S-3. Bersamaan dengan hal itu, standar mutunya ditingkatkan. Adik kandung M. Amien Rais ini juga berpesan agar Stikes Muhammadiyah Klaten tidak berpuas diri dengan peringkat akreditasinya, “B”, dan mesti memotivasi diri untuk menjadi lebih baik lagi. Rencana untuk berubah jadi institut pun perlu disiapkan.[] AGP
Edisi Mei-Juni 2018
Warta PTM 19
INAUGURASI Syaiful Bakhri mengemukakan bahwa para alumni UM Jakarta harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang berjalan sangat cepat. “Untuk itu, walaupun sudah diwisuda hari ini, Saudara-saudara jangan berhenti belajar. Teruslah menuntut ilmu. S-1 saja belum cukup,” ujar Prof. Syaiful. Dikemukakan, UM Jakarta sebagai perguruan tinggi tertua di lingkungan Muhammadiyah akan terus mengembangkan diri dan berusaha menjadi perguruan tinggi yang unggul. Saat ini, UM Jakarta sedang mempersiapkan diri untuk akreditasi institusi. Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, Drs. Hajriyanto Y. Thohari, M.A. dan Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dan Sejarah mencatat, UM Jakarta pimpinan UM Jakarta dalam acara wisuda di Gedung ICE Serpong, Tangerang, Kamis (26/4/18). lahir dari keputusan Konferensi Majelis Pengajaran Muhammadiyah di Wisuda UM Jakarta Pekalongan, Jawa Tengah. Konferensi ini memutuskan, Fakultas Hukum dan Falsafah didirikan di Padang Panjang pada 3 Rabi’ul Akhir 1375/18 November ektor UM Jakarta Prof. Dr. Syaiful Bakhri, S.H., M.H. 1955. Setahun berikutnya, fakultas ini dipindahkan ke mewisuda 1.650 orang lulusan Diploma, S-1 dan S-2 Jakarta dengan nama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru di Gedung Indonesia Convention dan Exhibition (ICE) Ser(PTPG). Pada 1958, PTPG diubah jadi Fakultas Keguruan pong, Tangerang, Kamis (26/4/18). Dalam acara wisuda dan Ilmu Pendidikan di bawah Universitas Muhammadyang dihadiri Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, Drs. Hajriyanto iyah Jakarta. UM Jakarta terus berkembang hingga seY. Thohari, M.A. dan Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. ini, karang.[] ESH
Jangan Berhenti Belajar
R
B
Proses acara Wisuda STIE Ahmad Dahlan Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah, Rabu (25/4/18).
Wisuda STIE Ahmad Dahlan
Berwatak Saudagar 20 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2018
ertempat di Taman Mini Indonesia Indah, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan (STIEAD) Jakarta mewisuda 461 orang lulusannya, Rabu (25/4/18). Ketua STIEAD Dr. Mukhaer Pakkanna, S.E., M.M. berpesan kepada alumninya agar tetap haus pengetahuan, keterampilan dan pengalaman, peduli pada kampus yang telah mendidiknya, dan berwatak saudagar atau entrepreneur. “Lulusan STIEAD jangan hanya mencari kerja, tapi menciptakan pekerjaan bagi orang lain. Semangat saudagar akan melatih Saudara untuk mandiri, etos kerja tinggi, disiplin, pantang menyerah, dan selalu optimis," ujar Mukhaer.
Dalam Islam, ujarnya, dalam sebuah hadis dikatakan bahwa bisnis merupakan jalan cepat untuk menuju surga. Hadir dan memberikan sambutan dalam acara itu Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Menurut Prof. Edy, lulusan STIEAD adalah generasi milenial. Oleh karena itu, mereka harus cakap dan melek teknologi informasi. “Penguasaan teknologi informasi merupakan keniscayaan bagi generasi sekarang," kata Prof Edy. Kegiatan ini merupakan wisuda bagi para lulusan S-2, S-1 dan D-3. Selama ini, STIEAD sudah
melangsungkan enam kali wisuda para lulusan S-2 dan tiga puluh kali wisuda S-1 dan D-3. Acara wisuda ini dihadiri pula oleh Sekretaris Kopertis Wilayah III DKI Jakarta Putut Pujogiri, S.H. dan juga Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Provinsi Banten Dra. Catur Rini Widosari, Ak., M.B.T. Catur Rini Widosari menyampaikan orasi ilmiah dengan judul “Kontribusi Pajak dalam Pembangunan Ekonomi Bangsa”.[] ESH
S
ekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Muara Bungo berada di lokasi yang sangat bagus karena terletak di antara Kota Jambi dan Kota Padang. Sehingga, masyarakat di daerah-daerah tersebut mengirim anak-anak mereka ke PTM ini. Dengan demikian, kampus ini berpeluang besar untuk berkembang. Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Dr. Chairil Anwar menyampaikannya ketika dihubungi Warta PTM setelah menghadiri wisuda perdana STKIP Muhammadiyah Muara Bungo di Hotel Amaris Muara Bungo, Sabtu 95/5/18). Chairil Anwar menambahkan, STKIP : Dr. Chairil Anwar (paling) kiri bersama para pimpinan STKIP Muhammadiyah Muara Bungo dalam acara wisuda perdana di Hotel Amaris Muara Bungo, Sabtu (5/5/18). Muhammadiyah Muara Bungo berdiri pada Wisuda STKIP Muhammadiyah Muara Bungo Oktober 2014 dan memiliki tiga program studi, yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) dan Pendidikan Bahasa Inggris. Sekarang tengah diusulkan dua program studi baru, yakni Pendidikan Otomotif dan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. “Posisi Muara Bungo sangat strategis karena “STKIP Muhammadiyah Muara Bungo yang lahir berada di tengah-tengah Kota Jambi dan Padang. pada Oktober 2014 mewisuda 22 orang sarjana S-1 PGSD Ada harapan besar, STKIP Muhammadiyah Muara dan 16 orang sarjana S-1 Penjaskes. Prodi Pendidikan Bungo akan menjadi PTM besar dalam waktu dekat. Bahasa Inggris belum. Wisudawan merupakan alih jalur PP Muhammadiyah dan Majelis Diktilitbang sangat dari program D-3,” kata Chairil Anwar. mendukung,” tegas dosen FMIPA UGM ini. “Dalam usia yang baru empat tahun, perkembangan Acara wisuda ini juga dihadiri oleh Pimpinan Wilayah STKIP Muhammadiyah Muara Bungo sangat bagus. Muhammadiyah, yang berharap STKIP Muhammadiyah Jumlah mahasiswa saat ini 710 orang. Sedang Muara Bungo berubah jadi institut atau universitas. mengusulkan dua program studi, Pendidikan Otomotif Potensinya kampus ini besar. dan Pendidikan IPA. PTM ini juga sedang membangun “Sudah ada penerbangan langsung dari Jakarta ke kampus empat lantai melalui pinjaman BSM dan Muara Bungo. Bahkan, pada hari-hari tertentu, sehari bantuan dari UM Surakarta,” lanjut Chairil. bisa dua kali penerbangan,” pungkas Chairil.[] AGP
Akan Menjadi PTM Besar
Edisi Mei-Juni 2018
Warta PTM 21
INAUGURASI
Acara pelantikan Dr.Hi. Dalman, M.Pd. sebagai Rektor UM Lampung periode 2018-2022 di Auditorium K.H. Ahmad Dahlan Lt. 3 UM Lampung, Sabtu (22/4/18).
Pelantikan Rektor UM Lampung
Menjaga & Meningkatkan Mutu Pendidikan
R
ektor baru UM Lampung Dr. Hi. Dalman, M.Pd. bertekad untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan di kampusnya. Untuk itu, akan dilakukan antara lain penyiapan dan penambahan dosen-dosen yang bergelar doktor dan profesor, pengembangan program studi anyar S-1 dan S-2, dan peningkatan peringkat akreditasi institusi dan prodi. “Ke depan, kami akan terus menjaga, dan terus meningkatkan mutu pendidikan di Univeritas Muhammadiyah Lampung. Salah satu caranya adalah melalui peningkatan sarana dan prasarana, serta menyiapkan, dan menambah tenaga dosen profesional, yang bergelar doktor dan profesor. Kami pun akan mengembangkan prodi baru, baik S-1 maupun S-2, serta akan selalu berupaya untuk meningkatkan akreditasi institusi dan prodi minimal berpredikat ‘B’,” kata Dr. Hi. Dalman, M.Pd. dalam sambutan pelantikan. Dr. Hi. Dalman, M.Pd. dilantik sebagai Rektor UM Lampung periode 2018-2022 oleh Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. di Auditorium K.H. Ahmad Dahlan Lt. 3
22 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2018
UM Lampung, Sabtu (22/4/18). Dalman menggantikan rektor sebelumnya, Dr. Agus Pahrudin, M.Pd. Dalman mengatakan, jabatan rektor ini bukanlah amanah yang ringan, sebab UM Lampung merupakan milik persyarikatan Muhammadiyah. Upaya sekuat tenaga untuk melaksanakan amanah dan tanggung jawab ini akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. “Saya besama dengan pengurus BPH, para pimpinan, dosen dan karyawan di lingkungan UM Lampung dan didukung oleh berbagai pihak, baik internal maupun eksternal, bertekad untuk bangkit dan menyongsong kejayaan Universitas Muhammadiyah Lampung menjadi kampus yang lebih maju, kampung yang terfavorit serta kampus yang menjadi kebanggaan bagi masyarakat Lampung dan persyarikatan.” Di akhir sambutannya, Dalman menyampaikan terima kasih kepada rektor sebelumnya Dr. Agus Pahrudin, M.Pd., PP Muhammadiyah, Majelis Diktilitbang, PWM Lampung, BPH, pimpinan universitas dan fakultas, dosen, karyawan, mahasiswa, panitia dan semua stakeholder dan mitra kerja.[] AGP
Prosesi Wisuda UM Gorontalo di Gedung Indoor David Baobihoe Akib UM Gorontalo, Rabu (25/4/18) (dokumentasi Humas UM Gorontalo).
Wisuda Ke-8 UM Gorontalo
Lima Puluh Persen Akreditasi Prodi Akan “A”
U
niversitas Muhammadiyah Gorontalo terus berbenah. Lima puluh persen dari program studinya ditargetkan untuk memperoleh peringkat akreditasi “A”. Ini merupakan wujud keseriusan sivitas akademika PTM ini untuk meningkatkan mutu pendidikan dan beradaptasi secara cepat dengan perkembangan zaman. Rektor UM Gorontalo Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Sp.S. menyampaikan hal tersebut dalam sambutan Wisuda ke-8 UM Gorontalo di Gedung Indoor David Baobihoe Akib UM Gorontalo, Rabu (25/4/18). Muhammad Isman Jusuf mewisuda 254 orang sarjana baru yang berkualifikasi S-1 dan D-4. Acara wisuda ini dihadiri oleh anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc. “Dari sebelas prodi yang ada lebih dahulu, sembilan di antaranya sudah ‘B’ dan tiga lagi menunggu visitasi akreditasi ‘B’. Adapun empat prodi baru sedang dalam proses pengusulan,” kata Muhammad Isman Jusuf
dalam sambutan wisuda sebagaimana dipublikasikan situs kampusnya. Target-target peningkatan mutu pendidikan dan peringkat akreditasi akan dipacu. AIPT UM Gorontalo sekarang berperingkat “B” dan akan ditingkatkan di masa mendatang. “Ini akan kita kejar selama 2018-2019. Kita ingin menjadi kampus unggul yang mampu menyiapkan pendidikan bermutu untuk seluruh masyarakat,” imbuhnya. Muhammad Isman Jusuf juga berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati, “Saya berharap para wisudawan kali ini mampu menunjukkan darma bakti bagi kemaslahatan umat, menjadi agen pencerahan, berpartisipasi aktif dalam pembangunan, dan jangan lupa dengan almamater Muhammadiyah.”[] AGP
Edisi Mei-Juni 2018
Warta PTM 23
kronik Negeri Sebelas Maret Surakarta terpilih sebagai Ketua atau Koordinator Ikamabi Wilayah III Jateng dan DIY periode 2018/2019. Disampaikan oleh Amanina Mujahidah Shoburoh selaku ketua panitia, Muswil dan Rakerwil Ikamabi ini diikuti oleh 30 orang peserta dari 15 perguruan tinggi Kebidanan antara lain dari Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Boyolali, Karanganyar dan Cilacap. Amanina Mujahidah Shoburoh mengatakan, “Ikamabi merupakan organisasi mahasiswa Kebidanan se-Indonesia. Kegiatan-kegiatan Ikamabi Muswil dan Rakerwil Ikamabi Wilayah III Jateng dan DIY di Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, Jumat-Sabtu (20-22/4/18). sendiri bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa Kebidanan agar bermanfaat bagi masyarakat. Ikamabi beranggoMuswil & Rakerwil Ikamabi Jawa Tengah & DIY takan mahasiswa-mahasiswa Kebidanan yang dituntut berperan aktif dalam meningkatkan perubahan masyarakat dan bekerja sama dengan para profesional. ahasiswa-mahasiswa Kebidanan berupaya se- Dengan kerja sama ini, Ikamabi menyusun program cara terus-menerus untuk memberdayakan di- kerja yang berkualitas dan melatih kerja sama dengan rinya supaya lebih berperan aktif dan bermanfaat bagi para profesional.” masyarakat. Kali ini, upaya tersebut dilakukan dengan Sementara itu, Wakil Ketua Bidang III Stikes PKU penyelenggaraan Musyawarah Wilayah (Muswil) dan Muhammadiyah Surakarta Sri Mintarsih, S.Kep., Ns., Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Ikatan Lembaga Ma- M.Kes., menyampaikan, “Dengan diadakannya Musyhasiswa Kebidanan Indonesia (Ikamabi) Wilayah III awarah Wilayah dan Rapat Kerja Wilayah Ikamabi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta di Stikes Wilayah III di Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, PKU Muhammadiyah Surakarta, Jumat-Sabtu (20- ke depannya organisasi kebidanan ini diharapkan men22/4/18). jadi lebih baik lagi daripada sebelumnya. Sehingga, proMuswil dan Rakerwil ini bertujuan untuk meny- gram kerja dan pengabdian masyarakat bisa dilanjutkan usun program kerja guna mencapai tujuan di atas. Pro- di masing-masing institusi atau perguruan tinggi untuk gram kerja ini mencakup kerja sama dengan para pro- melakukan kegiatan yang positif, efisien dan bermanfesional, dan dari para profesional tersebut, para maha- faat untuk semua orang, terutama para peserta. Muswil siswa Kebidanan berlatih kerja sama. ini diharapkan dapat memperkokoh fondasi Ikamabi Selain menyusun program kerja, Muswil dan dan meningkatkan kerja sama antarpeserta serta dapat Rakerwil ini juga menjadi forum laporan pertang- menjalin silaturahmi antarorganisasi mahasiswa bidan gungjawaban Pengurus Ikamabi Wilayah III Jateng yang berasal dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. dan DIY periode 2017/2018 dan pemilihan Koordi- Diharapkan Muswil ini akan membawa dampak positif nator Wilayah dan Pengurus Harian Wilayah periode bagi Ikamabi maupun para peserta.”[] AGP 2018/2019. Dewi Tanjung Sari dari D-3 Universitas
Memberdayakan Mahasiswa Kebidanan
M
24 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2018
Dr. Ahmad Dasan, S.H., M.A. (kiri) menyerahkan cinderamata kepada Joseph R. Donovan (kanan) di kampus UM Bengkulu (2/4/18).
Beasiswa AS untuk UM Bengkulu
D
uta Besar Amerika Serikat (AS), Joseph R. Donovan, mengunjungi UM Bengkulu dan menawarkan beasiswa untuk mahasiswa dan dosen, Senin (2/4/18). Beasiswa ini meliputi empat kegiatan, yakni pertukaran mahasiswa UM Bengkuklu dan perguruan tinggi di Amerika, magang skill engineering dan non-engineering, English teaching bagi mahasiswa program studi Bahasa Inggris, dan juga pertukaran dosen. “Tawaran tersebut tentu menjadi kesempatan yang berharga dan akan segera kami tindak lanjuti semaksimal mungkin. Mohon doa dan dukungan dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bengkulu dan Badan Pembina Harian UM Bengkulu,” kata Rektor UM Bengkulu Dr. Ahmad Dasan, S.H., M.A. Donovan datang ke PTM ini untuk menindaklanjuti kunjungan kerja sama Kedutaan Besar AS ke UM Bengkulu terdahulu (23/8/17). Waktu itu, Kedutaan Besar AS diwakili oleh Kepala Kantor Perwakilan di Medan, Juha Salin. Juha Salin saat itu
juga memberikan kuliah umum di depan para sivitas akademika U M Bengkulu. Kerja sama yang telah terjalin selama ini berupa pelestarian hutan dan budidaya agroindustri berbasis hasil pertanian lokal. Kerja sama ini terjalin karena dua alasan. Pertama, UM Bengkulu telah memiliki Hak Pengelolaan Hutan Pendidikan yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Hutannya seluas 2.000 hektare. Kedua, UM Bengkulu mengelola program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Agroindustri dan Kemaritiman yang mulai berjalan pada tahun akademik 2018/2019. Ini merupakan boarding school, sehingga siswa-siswanya mukim di asrama dan menjadi kader persyarikatan. Dana penyelenggaraan SMK ini sepenuhnya berasal dari zakat lembaga UM Bengkulu. Siswa-siswanya juga akan akan mengelola dan membangun industri pertanian lokal, termasuk tanaman herbal di Hutan Pendidikan di atas.[]
Edisi Mei-Juni 2018
Warta PTM 25
kronik
Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. (kiri) dan Muhammad Nur, S.P., M.Si. (kanan) dalam acara Silaturrahim di UM Kendari, Ahad (8/4/18).
Kembangkan Budaya Akademik
E
mpat hal yang perlu dilakukan untuk memajukan PTM, yakni menumbuhkembangkan budaya akademik, merealisasikan standar penjaminan mutu internal (SPMI), mendorong dosen-dosen untuk melanjutkan pendidikan S-3, dan internasionalisasi kampus. Empat hal ini disampaikan Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. dalam acara Silaturrahim di UM Kendari, Ahad (8/4/18). Rektor UM Kendari Muhammad Nur, S.P., M.Si. mengatakan, “Silaturrahim bersama Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dimaksudkan agar terjalin komunikasi dua arah antara pimpinan Majelis dengan pimpinan dan dosen UM Kendari. Hal ini bertujuan agar pimpinan dan dosen UM Kendari lebih termotivasi dalam bekerja dan berprestasi untuk pengembangan institusi.” “Acara Silaturrahim ini juga menjadi momen yang penting bagi Ketua Majelis untuk menyampaikan berbagai kebijakan Majelis dan kebijakan menteri
26 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2018
terkait pendidikan tinggi. Harapan kami agar pimpinan dan dosen UM Kendari bekerja dalam koridor yang benar untuk kemajuan institusi,” tambah Muhammad Nur. Prof. Lincolin Arsyad mengatakan, “Sangat penting untuk menumbuhkembangkan budaya akademik melalui penelitian, publikasi dan seminar. Kemudian, PTM juga harus memantapkan SPMI untuk mendapatkan akreditasi institusi dan akreditasi program studi terbaik.” “Selain itu, perlu mendorong dosen-dosen untuk menempuh pendidikan lanjut (S-3) karena SDM yang berkualitas merupakan pilar utama sebuah perguruan tinggi. Satu lagi, proses internasionalisasi saat ini merupakan suatu keniscayaan. Oleh karena itu, website yang bilingual sangat dibutuhkan, dan kemampuan bahasa Inggris dosen maupun tenaga pendidikan harus ditingkatkan,” tegas Prof. Lincolin.[] AGP
K
abar gembira kembali hadir di Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) dengan lolosnya enam orang alumni UMTAS dalam seleksi Short-Term Elder Care Training Program di National Taipei University of Nursing and Health Science (NTUNHS) di Taiwan. Enam orang tersebut adalah Anisa Setyawati, S.Kep., Ns. (lulusan 2017), Asep Nursamsi, A.Md.Kep. (lulusan 2016), Dede Pipin, S.Kep., Ns. (lulusan 2017), Gani, A.Md. Kep (lulusan 2016), Nur Aziz Ajharrahmat, S.Kep., Ns. (lulusan 2017), dan Maya Nurfitria Ningrum, S.Kep., Ns. (lulusan 2017). Acara pelepasan keberangkatan enam alumni UMTAS dalam Short-Term Elder Care Training Program di NTUNHS Taiwan di Keberangkatan mereka Graha UMTAS, Selasa (10/4/18). ke Taiwan dilepas oleh Rektor UMTAS Dr. Ahmad Qonit AD, M.A. di Graha UMTAS, Selasa (10/4/18). Acara pelepasan ini dihadiri oleh Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) beserta jajarannya, serta dosen dan mahasiswa UMTAS. Acara UMTAS, khususnya FIKes, atas sinergi dalam proses ini bertambah khidmat karena dihadiri juga oleh para pembelajaran selama ini. Dekan FIKes UMTAS Saryomo, M.Si., juga menorangtua dari enam alumni itu. gucapkan selamat kepada peserta yang lolos seleksi. Alumni UMTAS ini mengikuti pelatihan di “Saya terharu. Semua mahasiswa itu anak saya. Semoga Taiwan ini selama sepuluh bulan sejak April 2018 kalian mendapatkan ilmu dan pengalaman yang diridai sampai Januari 2019. Ahmad Qonit menjelaskan, capaian ini bukan Allah. Jangan lupa untuk selalu bersyukur dan berbakti proses yang tiba-tiba, melainkan telah melalui proses kepada orangtua. Manfaatkan ilmu kalian untuk kesepanjang. “UMTAS telah bekerja sama dengan jahteraan umat manusia,” ujarnya. Sementara itu, Nur Aziz Ajharrahmat mewakili NTUNHS sejak tahun 2015. MOU tersebut beranjak dari visi dan misi UMTAS untuk menjadi kampus yang lima orang temannya memberikan sambutan. “Alhamunggul, Islami dan terkemuka, sebagai bentuk ikhtiar dulillah, atas doa dan dukungan orangtualah saat ini UMTAS demi memberi yang terbaik kepada maha- kami ada di sini. Dan, saya terharu, karena di antara siswa, dosen, karyawan, dan alumni agar mendapatkan sekian pidato saya, ini adalah pidato pertama saya di pendidikan yang berkualitas sehingga tercipta SDM depan ibu saya,” ujarnya Aziz juga berpesan kepada adik-adik mahasiswa yang baik,” jabarnya. agar semakin tekun dalam belajar meraih ilmu, meng“Selamat kepada Anda yang berangkat. Hasil yang kalian rasakan saat ini adalah pertemuan an- hormati dosen sebagaimana menghormati orangtua. tara kerja keras dan potensi dengan kesempatan yang “Di program ini, kami menjejaki langkah pertama, dan Allah berikan. Support dan doa dari orangtua kita juga kalian adalah langkah berikutnya,” pungkasnya.[] AGP sangat penting memberikan andil dalam pencapaian kalian,” tambah Ahmad Qonit. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh sivitas akademika
Enam Alumni UMTAS ke Taiwan
Edisi Mei-Juni 2018
Warta PTM 27
kronik
Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. memaparkan materinya dalam acara Peningkatan Kinerja dan Prestasi Dosen dan Pegawai Menuju Stikes Muhammadiyah Palembang Terakreditasi “A” di kampus setempat, Kamis (19/4/18).
Pembinaan Dosen-Karyawan Stikes Muhammadiyah Palembang
T
antangan ke depan semakin berat, dan persaingan semakin ketat. Oleh karena itu, dosen dan tenaga kependidikan harus selalu meningkatkan kualitas diri. Dosen dan karyawan jangan merasa berada di zona nyaman, sehingga produktivitas mandek, melainkan harus terus-menerus meningkatkan kinerja dan produktivitasnya. Demikian disampaikan Ketua Stikes Muhammadiyah Palembang Sri Yulia. S.Kp., M.Kep. dalam acara Pembinaan Dosen dan Karyawan PTM di Kampus Stikes tersebut, Kamis (19/4/18). Pembinaan ini diikuti seluruh dosen dan karyawannya dan dihadiri juga oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., dan seluruh jajaran Badan Pembina Harian (BPH) yang diketuai Drs. Abu Hanifah. Dalam acara ini, Prof. Edy sekaligus memberikan materi pembinaan. Menurut Sri Yulia, semua elemen harus bersinergi untuk bisa maju dan unggul. Namun demikian, karakter
28 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2018
Kemuhammadiyahan juga harus tetap dipegang. Semua yang bekerja di Stikes Muhammadiyah Palembang harus belajar dan mengetahui serta mengamalkan karakter dan nilai-nilai Kemuhammadiyahan. Prof. Edy mengatakan, untuk menjadikan Stikes yang unggul, berdaya saing dan berkemajuan, maka dosen dan karyawan harus selalu mengembangkan diri, baik melalui pendidikan formal, nonformal, dan informal. “Semua dosen harus mengupayakan lulus S-3 dan menjadikan ini sebagai keharusan, serta mengejar jabatan fungsional Guru Besar,” ujarnya. Dikatakan, tenaga kependidikan juga perlu terus belajar, sehingga bisa mengikuti perkembangan yang terjadi terkait dengan tugas pokoknya. Misalnya, tenaga teknologi informasi harus selalu mengembangkan diri karena bidang ini sangat cepat berkembang dan melahirkan sotfware baru dan semakin canggih.[] ESH
S
ektor pariwisata menjadi tumpuan harapan bagi pengembangan ekonomi daerah dan ekonomi nasional. Potensi pengembangan pariwisata di Indonesia sangat besar, yang ditunjukkan oleh kontribusinya yang semakin tinggi pada produk domestik bruto, baik regional maupun nasional. Pengembangan wisata tersebut tidak akan mungkin tanpa melibatkan masyarakat di sekitar objek wisata. Untuk itu, perlu didesain agar masyarakat sekitar peduli untuk mendukung pengembangan pariwisata. Demikian benang merah hasil Seminar Nasional yang digelar Universitas MuAlex Noerdin (dua dari kini) dan Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. (tiga dari kini) serta Koordinator Kopertis Wilayah 2 Prof. hammadiyah Palembang di Slamet Widodo (paling kanan) sebagai narasumber dalam Seminar Nasional Pariwisata di Aula Kantor Pusat Administrasi UM Palembang, Sabtu-Ahad (28/4/18). Aula Kantor Pusat Administrasi UM Palembang, Sabtu (28/4/18). Kegiatan ini dibuka Rektor UM Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dan pidato kuncinya (keynote speech) disampaikan oleh Asdep Standardisasi Kementerian Koperasi dan lapangan kerja baru yang dapat diisi oleh masyarakat UMKM Republik Indonesia, Santoso. Pidato kunci sekitar. ini dilanjutkan pemaparan persiapan Asian Games di “Jika dilibatkan, maka masyarakat sekitar akan Palembang oleh Gunernur Sumatera Selatan Alex No- mempunyai rasa memiliki terhadap tempat wisata. erdin. Betindak pula sebagai pembicara dalam acara Hasilnya, masyarakat tidak perlu lagi diinstruksi untuk tersebut Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muham- peduli, namun dengan kesadaran sendiri masyarakat madiyah Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dan Rektor akan peduli terhadap lokasi wisata, yang akan meningInstitut Perbanas Prof. Marsudi. katkan wisatawan ke sana,” ujar Prof. Edy Suandi Menurut Abid Djazuli, sektor pariwisata termasuk Hamid. salah satu leading sector dalam pembangunan nasional, Sebelumnya, Direktur Pascasarjana (PPs) UM dan punya prospek yang sangat besar. Pariwisata terkait Palembang Dr. Sri Rahayu selaku Ketua Panitia meldengan lapangan kerja, penginapan, dan juga kuliner aporkan bahwa kegiatan Seminar Nasional Pariwisata yang bisa memberikan pendapatn bagi masyarakat. ini bagian dari agenda Forum CSR Kessos Sumsel CSR “Contohnya saja di Kota Palembang. Perputaran Go to Campus yang bekerja sama dengan UM Palempenjualan pempek mencapai 6 ton per hari. Hal ini bang. “Diharapkan output akademisi dari seminar nasimembuktikan bahwa sektor pariwisata sangat men- onal ini dapat mendukung akreditasi perguruan tinggi dukung dalam kemajuan menumbuhkan perekono- UM Palembang dalam meraih predikat ‘A’,” ungkapnya. mian masyarakat,” ujar Abid Djazuli. Kegiatan Seminar Nasional Pariwisata tersebut Sementara itu, Prof. Edy mengatakan, banyak diikuti juga oleh Pengurus Alumni Doktor Universitas dampak ekonomi dari adanya lokasi wisata bagi mas- Pancasila Jakarta, para mahasiswa Program Pascasaryarakat sekitar. Misalnya, mereka dapat membuka jana dari Jambi dan Lampung, mahasiswa-mahasiswa rumah makan atau penginapan sederhana, mengelola Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang.[] lahan parkir, atau jasa terkait tour guide, jasa fotografi, ESH transportasi dan lain sebagainya. Ini juga membuka
Pengembangan Wisata Perlu Libatkan Masyarakat Sekitar
Edisi Mei-Juni 2018
Warta PTM 29
kronik
Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M. Rektor UM Palembang menuju world class university di Aula Kantor Pusat Administrasi UM Palembang, Sabtu (21/4/18).
UM Palembang Siap Menuju World Class University
U
niversitas Muhammadiyah Palembang terus konsen melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di luar negeri. PTMA ini telah menandatangani perjanjian kerja sama, antara lain, dengan Coventry University Inggris, Chikyujin Foundation Jepang, dan Monash University Australia. Hal ini dilakukan dalam rangka persiapan UM Palembang menuju world class university (WCU) pada 2020. UM Palembang menggelar pendampingan untuk mendukung program WCU di Aula Kantor Pusat Administrasi UM Palembang, Sabtu (21/4/18). Narasumber dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dan Ifan Pranasakti. Rektor UM Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M. dalam sambutannya mengatakan, pembangunan dan penguatan eksistensi UM Palembang harus bekerja dan menjadi mimpi bersama semua stakeholder. “Harapan kita ke depan, dengan kesiapan kita menuju world class university yang sesuai dengan visi UM Palembang ini akan semakin memperkokoh internasionalisasi eksistensi UM Palembang di Indonesia,” ungkap Abid Djazuli.
30 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2018
Sementara itu, Prof. Edy Suandi Hamid dalam paparannya menyampaikan bahwa internasionalisasi PTM menjadi salah satu konsen tugas pokok Majelis Diktilitbang. Ini persiapan menuju WCU, karena kebanyakan perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia belum siap. PTM, salah satunya UM Palembang, sudah mulai menyiapkan hal tersebut. “Pengembangan, pemanfaatan, dan pemahaman penggunaan e-resources, e-learning, e-administration, e-library, dan e-journal harus menjadi konsen bagi dosen dan pimpinan di UM Palembang,” tambah Prof. Edy. Lebih lanjut, Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Islam Indonesia ini menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi dan peningkatan kualitas fisik menjadi daya dukung dalam mewujudkan WCU di UM Palembang. Dengan teknologi, eksistensi dan profil UM Palembang akan semakin maju, karena UM Palembang sudah memiliki perangkat pendukung yang sangat memadai. Program studi yang terakreditasi internasional bisa lebih cepat mendukung UM Palembang jadi WCU.[] ESH
Nurma Dwi Putri, mahasiswa Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Metro Lampung berhasil menyabet juara 2 dalam Kompetisi Media Pembelajaran Fisika IKMPA Mahasiswa Fisika se-Indonesia di Universitas Lampung, Ahad (1/4/18).
N
Mahasiswa UM Metro Juara Kompetisi Media Pembelajaran Fisika
urma Dwi Putri, mahasiswa Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Metro Lampung berhasil menyabet juara 2 dalam Kompetisi Media Pembelajaran Fisika IKMPA Mahasiswa Fisika se-Indonesia di Universitas Lampung, Ahad (1/4/18). Nurma membuat alat peraga untuk mengukur kekentalan zat cair. Alat peraganya diberi nama “Alat Peraga Viskositas berbasis Software Audacity 2.1.1.” Dalam kompetisi dengan tema “Aksikan Semangat Saintismu Guna Menciptakan Fisikawan Muda yang Berpikir Kritis” ini, Nurma Dwi Putri berhasil mengalahkan mahasiswa tuan rumah yang menjadi juara 3. Juara 1 diraih oleh mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI Jakarta. Mahasiswi cantik 21 tahun ini mengatakan, dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Aliansi Mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP Universitas Lampung tersebut, dirinya harus mengikuti dua tahapan, yakni seleksi berkas dan presentasi. “Kemarin waktu kompetisi, ada dua tahapan seleksi, yakni seleksi berkas. Lalu, diambil 10 besar. Kemudian, kesepuluh besar peserta diminta untuk
mempresentasikan produknya masing-masing di Lab Micro-Teaching FKIP Unila. Kebetulan, perwakilan UM Metro yang terpilih ada dua orang, saya dan Dwi Novhita yang diumumkan pada Sabtu, 31 Maret 2018 kemarin. Lalu, besoknya mendapat konfirmasi bahwa saya berhasil masuk 3 besar, tapi belum diumumkan juara berapa,” terang Nurma. Mahasiswa bimbingan M. Barkah Salim, M.Pd.Si. ini juga mengungkapkan, kemenangan yang berhasil ia peroleh tidak hanya membuatnya bangga dan berhenti di posisi tersebut, namun ia berkeinginan untuk terus mengembangkan produknya sehingga jadi lebih baik lagi. Juri lombanya juga menyarankan demikian. “Bahagia, bisa bareng teman-teman di seluruh Indonesia. Ada yang dari Jakarta, Lampung, Bengkulu. Senang lagi pas mendapatkan ide baru untuk terus mengembangkan proyek penelitian ini. Idenya dapat pas dikasih saran sama juri, yang dulu katanya sempat meneliti hal yang sama,” imbuh Nurma. Nurma sudah mendiskusikan perihal hak cipta produknya dengan dosen pembimbingnya. Hak ciptanya dapat diurus sembari menyempurnakan produk penelitiannya itu.[] AGP Edisi Mei-Juni 2018
Warta PTM 31
kronik
Drs. Mustamin H. Idris, M.S. (paling kanan) didampingi oleh Dr. Chairil Anwar dan Prof. Dr. Jumina menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan Pengabdian Kepada Masyarakat FMIPA UGM di UMMAT, Jumat (6/4/18).
Pengabdian UGM di UMMAT
D
epartemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menghelat kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Jumat (6/4/18). Kegiatan ini merupakan realisasi Tri Darma perguruan tinggi UGM dan juga bentuk kerja sama UMMAT dengan UGM. UMMAT dipilih sebagai tempat aktivitas pengabdian masyarakat UGM karena kedua kampus ini sudah lama menjalin hubungan yang baik. Banyak dosen UMMAT merupakan alumni UGM, dan sekarang beberapa orang dosen UMMAT tengah menyelesaikan pendidikan doktor di UGM. “Banyak dosen yang menjadi tenaga pengajar di UMMAT yang merupakan alumni S-1, S-2, S-3 UGM. Beberapa orang lagi di antaranya masih aktif menjadi mahasiswa S-3 UGM. Itulah mengapa UMMAT menganggap UGM memiliki peran penting dalam pengembangan UMMAT,” kata Rektor UMMAT Drs. Mustamin H. Idris, M.S. saat membuka kegiatan ini. Mustamin juga menyampaikan terima kasih kepada UGM yang telah memilih UMMAT sebagai tempat kegiatan pengabdian masyarakat.
32 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2018
Dosen-dosen UGM yang terlibat dalam aktivitas ini antara lain Prof. Dr. Jumina dan Dr. Chairil Anwar. Chairil Anwar juga merupakan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Kegiatan dengan tema “Peningkatan Kualitas Penelitian dan Publikasi untuk Penguatan Institusi” ini terdiri dari tiga agenda pelatihan, yakni penulisan artikel di jurnal internasional yang terindeks, peningkatan kualitas proposal penelitian di Kemenristekdikti, dan integrasi sistem informasi universitas. Acara pembukaan pada kegiatan ini dihadiri oleh para pimpinan universitas dan fakultas UMMAT. Dalam acara ini, hadir pula para perwakilan dari perguruan-perguruan tinggi dan swasta di Pulau Lombok. [] AP
Para peserta Pelatihan Penyusunan Regulasi KTR Provinsi Jawa Tengah di Hotel Artos Magelang, SelasaKamis (17-19/4/18).
MTCC UM Magelang FasilitasiPenyusunan Perda KTR
P
encapaian Millenium Development Goals (MDGs) semestinya menjadi arah pembangunan di Indonesia, termasuk dalam bidang kesehatan. Salah satu tantangan dalam pembangunan kesehatan adalah konsumsi rokok. Angka konsumsi rokok di Indonesia mencapai 240 miliar batang per tahun pada 2009. Angka tersebut jauh lebih besar daripada angka pada 1970, 30 miliar batang. Artinya, asap rokok sudah sampai pada tingkat mengganggu kepentingan umum. Jumlah perokok di negara ini mencapai 70% dari penduduk miskin. Jumlah tersebut mungkin akan bertambah karena industri rokok kini berusaha keras untuk meningkatkan pasar mereka ke kalangan wanita dan generasi muda. Kondisi ini sangat berlawanan dengan berbagai peraturan pemerintah, misalnya Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah No. 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan. Karena itu, Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) UM Magelang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, International Union Against Tubercolusis and Lung Diseases (The Union), Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah,
dan Aliansi Bupati dan Walikota Peduli Kawasan Tanpa Rokok (KTR) mengadakan “Pelatihan Penyusunan Regulasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Provinsi Jawa Tengah” di Hotel Artos Magelang, Selasa-Kamis (17-19/04). Peserta pelatihan ini sebanyak 60 orang dari 17 kabupaten dan tiga kota di Jawa Tengah. “Tujuan dan target kegiatan tersebut yaitu untuk mewujudkan komitmen bersama dalam inisiasi Perda KTR, selain juga untuk meningkatkan peran serta SKPD dalam menyukseskan progam KTR serta untuk membantu kabupaten dan kota dalam menyusun regulasi KTR 100%, termasuk pelarangan iklan promosi dan sponsorship rokok secara komprehensif,” ujar Retno Rusdijati, M.Kes., Ketua MTCC UM Magelang. Sementara itu, Rektor UM Magelang Ir. Eko Muh Widodo, M.T. dalam sambutannya menyampaikan, “Sejak Februari 2018 lalu, UM Magelang telah mendeklarasikan sebagai kawasan tanpa rokok yang dituangkan dalam SK Rektor Nomor 176/KEP/ II.3.AU/F/2017 tentang Implementasi Program KTR Kampus UM Magelang.” UM Magelang yang merupakan bagian dari entitas di Jawa Tengah telah memproklamasikan diri sebagai KTR untuk menciptakan kehidupan yang sehat. [] AGP Edisi Mei-Juni 2018
Warta PTM 33
Profil PTM
Universitas Muhammadiyah Gorontalo
Menuju Kampus Pencerahan yang Unggul 2025
Gedung-gedung Universitas Muhammadiyah Gorontalo
M
ula-mula, Muhammadiyah masuk ke tanah Gorontalo pada 1929 melalui Jusuf Otoluwa, seorang laki-laki yang menimba ilmu pendidikan guru Kweekscholl Gunung Sari di Yogyakarta. Atas inisiasinya sebagai kaum terpelajar, pada pertengahan 1929 dilangsungkan pembentukan komite pendirian Muhammadiyah. Komite itu terdiri dari 11 orang, yakni Jusuf Otoluwa, Ahmad Buji,
34 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2018
Husasi Akase, Umar Basalama, Muhammad Dunggio, Muhsin Muhammad, Haji Muhammad Sasis, Tom Olil, Utina H. Buluati, Abdulah Van Grey dan Baowe Nasru. Setelah melewati perundingan yang matang, pada 8 September 1929 diadakan peresmian dan pelantikan pimpinan Muhammadiyah Gorontalo. Saat itu, turut hadir Van Dam selaku Kepala Polisi Gorontalo, Abudi Ilahude selaku wakil pemerintah
Menuju Kampus Pencerahan yang Unggul 2025
sipil Gorontalo, dan Hoofdbestuur Muhammadiyah dari Yogyakarta, yaitu Mohammad Yunus Anis selaku Sekretaris Muhammadiyah. Setelah masuknya Muhammadiyah ke Gorontalo, ada suatu perubahan spesifik yang dirasakan oleh masyarakat, yakni perihal perubahan kehidupan sosial. Muhammadiyah dengan haluan dakwah modern berhasil membawa pembaruan dalam tatanan Islam sehingga kehidupan di wilayah ini menjadi lebih bersih dari unsur bid’ah yang saat itu masih menjamur di Gorontalo. Penyebaran dakwah Muhammadiyah di Gorontalo dilakukan melalui tulisan, di samping gencarnya seruan-seruan dari masjid ke masjid. Sejarah Kampus Muhammadiyah di Gorontalo tidak hanya berdakwah dalam pengertian yang sempit, namun juga merambat ambil peran dalam bidang pendidikan. Hal tersebut diawali dengan pendirian sekolah Hollandsche School atau HIS Muhammadiyah (sekarang SMA Muhammadiyah Gorontalo) pada 1929. Kemudian pada 1935, pimpinan Muhammadiyah di sini mendirikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Diniyah Muhammadiyah di Bulotadaa. Tidak hanya itu, setelah mendirikan sekolah, pimpinan Muhammadiyah Gorontalo juga membangun Universitas Muhammadiyah Gorontalo pada 11 Juni 2008. Menginjak tahun 2018, kini UM Gorontalo telah berusia satu dasawarsa. Kiprahnya di bumi Gorontalo senantiasa berkibar untuk turut serta mencerdaskan masyarakat dan mendakwahkan Islam. Menurut sejarah, sebenarnya inisiasi pendirian UM Gorontalo ini sudah ada sejak 2005. Namun, karena terkendala banyak hal, persiapan itu baru diselesaikan pada 2008. Pada awalnya, kegiatan perkuliahan di UM Gorontalo menumpang di SMA/MA Muhammadiyah Provinsi Gorontalo. Periode pertama, UM Gorontalo hadir dengan membawa 5 fakultas dan 11 program studi, yakni Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ilmuilmu Pertanian, dan Fakultas Ekonomi & Ilmu Sosial. Sejak awal berdiri, UM Gorontalo selalu berkomunikasi dengan pemerintah provinsi untuk menentukan langkah terbaik bagi kemajuan UM Gorontalo. Misalnya, 11 program studi di awal pendirian UM Gorontalo ini berangkat dari usulan pemerintah provinsi dengan mempertimbangkan kepentingan dan kebutuhan di daerah Gorontalo.
Program-program studi di UM Gorontalo yang masih ada semenjak awal pendiriannya adalah Sistem Informasi, Geografi, Sastra Arab, Sastra Inggris, Agribisnis, Budidaya Perairan, Peternakan, Ekonomi Pembangunan, Administrasi Negara, Ners dan Bidan Pendidik. Wujudkan Kampus Pencerahan yang Unggul UM Gorontalo memegang erat visi “kampus pencerahan unggul 2025”. Visi ini diambil sebagai sebuah manifestasi kepedulian sivitas akademika UM Gorontalo menilik berbagai kondisi masyarakat yang masih sangat membutuhkan pencerahan di segala bidang. Visi tersebut terinspirasi dari K.H. Ahmad Dahlan sebagai tokoh pendiri Muhammadiyah, tokoh pencerah bagi umat manusia. UM Gorontalo menilai bahwa pencerahan bermakna proses memberikan solusi yang melebihi harapan. Selain itu, sebenarnya ada sebuah makna lain di balik kata “pencerahan”, yakni akronim dari pendidikan, cerdas, elegan, religius, amanah, dan harmonis untuk kemanusiaan. Untuk mencapai citacita UM Gorontalo ini, disusunlah dan direalisasikanlah misi khususnya, yaitu (1) pengelolaan kampus yang dinamis, (2) pendidikan pengajaran yang bermutu, (3) penelitian dan pengabdian masyarakat yang bermanfaat, (4) sivitas kampus yang berkualitas dan berkarakter, dan (5) kerja sama yang saling menguntungkan. UM Gorontalo lahir bukan tanpa tujuan, melainkan menjadi salah satu ikhtiar untuk mewujudkan kampus pencerahan yang unggul melalui: penyelenggaraan pendidikan dan penelitian berkualitas, harmonisasi sistem administrasi keuangan dan pelayanan prima, penataan lingkungan yang religius, pengabdian cerdas berkarakter, serta pencitraan dan kerja sama global. Dalam rangka memupuk semangat kerja, dirumuskanlah moto dan jargon UM Gorontalo, yakni “ilmiyah, amaliyah, akhlaqiyah”. Ilmiyah berkenaan dengan akal dan pengetahuan, amaliyah berkenaan dengan pengamalan ilmu, dan akhlaqiyah berkenaan dengan sikap yang menunjukkan kesempurnaan pengamalan ilmunya. UM Gorontalo berusaha untuk terus meningkatkan ikhtiar-ikhtiarnya. Sehingga, dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh untuk mencapai hasil optimal, UM Gorontalo akan menjadi betul-betul unggul pada 2025, sesuai dengan visinya.[] Nisa Pujiana
Edisi Mei-Juni 2018
Warta PTM 35
Profil PTM
Dr. dr. H. Muhammad Isman Jusuf, Sp.S
Rektor UM Gorontalo Dr. dr. H. Muhammad Isman Jusuf, Sp.S:
Pengabdian untuk Tanah Gorontalo
D
r. dr. H. Muhammad Isman Jusuf, Sp.S. memimpin Universitas Muhammadiyah Gorontalo semenjak 2016. Rektor yang berlatarbelakang pendidikan dokter spesialis saraf ini menggantikan Prof. Dr. Ir. Hi. Nelson Pomalingo, M.Pd., rektor sebelumnya. Setelah dilantik pada Oktober 2016 oleh Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si., Muhammad Isman Jusuf sudah menghasilkan banyak kemajuan untuk UM Gorontalo. Selain aktif di UM Gorontalo, Muhammad Isman Jusuf juga menjadi Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Gorontalo tahun 2017-2020. Bagaimana kondisi awal UM Gorontalo? UM Gorontalo langsung lahir dengan status sebagai universitas, tanpa melalui proses perubahan status yang bertingkat. Awalnya, berdiri dengan lima fakultas dan sebelas program studi. Namun kini, setelah hampir satu dasawarsa, UM Gorontalo mengalami kenaikan jumlah fakultas dan program studi, yakni tujuh fakultas dan 17 program studi. Awalnya, perkuliahan dilaksanakan di gedung SMA dan MA
36 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2018
Muhammadiyah Gorontalo sampai kami memiliki gedung sendiri. Saat ini, berapa jumlah mahasiswa dan dosen di UM Gorontalo? Saat ini, tercatat 5.125 orang mahasiswa UM Gorontalo. Sementara untuk jumlah dosen, ada 176 dosen yang strata pendidikan keseluruhannya adalah S-2, dan tiga orang doktor. Jumlah mahasiswa ini selalu mengalami peningkatan, sehingga menjadi bukti bahwa UM Gorontalo ini dipercaya oleh masyarakat. Apa saja prestasi yang telah dikantongi oleh UM Gorontalo? Jika dilihat dari sudut pandang peringkat, UM Gorontalo pada 2016 menduduki peringkat ke-748 dari 4.000 perguruan tinggi di Indonesia dan masuk di klaster empat, ini berdasarkan data dari Kemenristekdikti. Kemudian pada 2017, UM Gorontalo naik menjadi peringkat 149, berarti ini terjadi peningkatan 300 angka. UM Gorontalo juga termasuk salah satu dari 17 perguruan tinggi di Kota Gorontalo yang masuk peringkat Webometrics. Walaupun peringkatnya masih di bawah, ini adalah pemicu semangat kami
Pengabdian untuk Tanah Gorontalo
Pelantikan Dr. dr. H. Muhammad Isman Jusuf, Sp.S sebagai Rektor UMG periode 2016 – 2020 oleh Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah Prof. Dr. Lincolin Arsyad. Nampak disaksikan Ketua PP Muhammadiyah Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. Prof.Dr.Ir.H.Nelson Pomalingo, MPd, Kuliah umum Ibu Idah Syahidah Rusli Habibie tentang bayaha HIV/AIDS. FIB UMG Canangkan Kampung Bahasa dan susana Badan Usaha Milik Kampus (BUMK)
agar terus berusaha memajukan UM Gorontalo. Mahasiswa di UM Gorontalo juga rajin mengukir prestasi, dan ini tentu membawa nama baik UM Gorontalo. Prestasi-prestasi yang diraih oleh para mahasiswa kami, misalnya juara 1 Lomba Parade Cinta Tanah Air pada 2017, juara 1 Bintang Radio Provinsi Gorontalo dan lomba Duta Pasar Modal. Prestasi yang lainnya, LPPM UM Gorontalo sekarang sudah masuk klaster binaan, sebelumnya masih di kategori “belum berklaster”. Bagaimana peringkat akreditasi UM Gorontalo? Kemudian untuk aspek akreditasi institusi perguruan tinggi, UM Gorontalo mendapat akreditasi sejak 2015. Saat itu, masih peringkat “C”, namun sudah reakreditasi dan saat ini berakreditasi “B”. Sementara untuk akreditasi program studi, dari 11 progran studi yang sudah didirikan sejak awal, sudah ada 9 yang terakreditasi. Kami sedang mengusahakan agar tahun ini, semua prodi bisa terakreditasi dan ada peningkatan dari akreditasi yang sudah ada. Apa keunggulan UM Gorontalo dibandingkan perguruan tinggi lain di Gorontalo? UM Gorontalo adalah perguruan tinggi yang fokus pada bidang kesehatan. Semua fakultas yang ada di UM Gorontalo, selalu dikaitkan dengan sektor ke-
sehatan. Misalnya, di Fakultas Ekonomi itu di dalamnya ada jurusan Ekonomi Kesehatan. UM Gorontalo mengangkat bidang kesehatan sebagai upaya untuk mendukung pemerintah Provinsi Gorontalo, semacam pengabdian untuk tanah sendiri, tanah Gorontalo. Jadi, di Gorontalo itu sudah ada pembagian kaveling masing-masing perguruan tinggi untuk fokus pada bidang tertentu. Misalnya, UM Gorontalo untuk aspek kesehatan dan universitas lain untuk aspek lain yang berbeda. Di UM Gorontalo juga, para mahasiswa dibekali dengan imtak (iman dan takwa) dan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), sehingga yang terbentuk bukan hanya mahasiswa dengan intelektual yang unggul, tapi juga mahasiswa yang ber-akhlaqul karimah. UM Gorontalo dengan moto ilmiyah, amaliyah dan akhlaqiyah menjadi bekal untuk mendidik mahasiswa sebagai pusat keunggulan. Apa harapan Bapak untuk UM Gorontalo? Harapan untuk UM Gorontalo, semoga terus berkembang sesuai dengan visi dan misi yang sudah disusun. Kami berharap, kami akan unggul di 2025. Mudah-mudahan tiap tahap yang kami lewati bisa mengantarkan kami menuju keberhasilan dan keunggulan.[] Nisa Pujiana
Edisi Mei-Juni 2018
Warta PTM 37
Profil PTM
Akademi Farmasi Muhammadiyah Kuningan
Melangkah Optimis
Kampus Akademi Farmasi Muhammadiyah Kuningan.
B
erjarak sekitar 37 kilometer dari kaki Gunung Ceremai, Akademi Farmasi (Akfar) Muhammadiyah Kuningan hadir menjadi tempat menimba ilmu bagi masyarakat sekitar. Selain PTM ini, di Kabupaten Kuningan, terdapat lima perguruan tinggi, yaitu Universitas Kuningan (UNIKU), Universitas Islam Al-Ihya Kuningan, STKIP Muhammadiyah Kuningan, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan. Sebagai wujud dari perluasan dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Kuningan, Majelis Diktlitbang PP Muhammadiyah mengeluarkan izin operasi Akfar Muhammadiyah Kuningan pada 2008 silam. Wawang Anwarudin M.Sc., Apt sebagai Direktur Akfar, yang merupakan satu-satunya perguruan tinggi bidang farmasi di Kuningan, selalu melangkah dengan optimis. Kini Akfar Muhammadiyah Kuningan akan genap berusia 10 tahun.
38 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2018
Dahulu, pendirian Akfar Muhammadiyah Kuningan ini berangkat dari keinginan pemerintah setempat karena saat itu belum ada sekolah bidang farmasi di Kuningan. Singkat cerita, ketika mulai beroperasi, kegiatan perkuliahan Akfar Muhammadiyah Kuningan dilangsungkan di SMK Muhammadiyah Kuningan, hingga 2014. Kemudian, pada 2014, PTM ini sudah memiliki gedung sendiri yang mulai dipakai untuk kuliah periode akademik 2015-2016. Akfar Muhammadiyah Kuningan baru memiliki satu program studi, yaitu D-3 Farmasi. Jumlah mahasiswanya sebanyak 180 orang. Alumni Akfar Muhammadiyah Kuningan terserap di berbagai lapangan pekerjaan, dan hal ini membuktikan bahwa hasil didikan perguruan tinggi ini berkualitas. Jumlah dosennya sembilan orang dosen tetap, dan 11 orang dosen tidak tetap yang semuanya berpendidikan S-2.
Melangkah Optimis
Setelah melewati perkembangan dari tahun ke tahun, Akfar Muhammadiyah Kuningan mengantongi cukup banyak prestasi. Menurut Direktur Akfar, salah satu prestasi yang menjadi pemicu motivasi adalah lolosnya proposal-proposal hibah pada 2014. Hibahhibah tersebut bersumber dari Kopertis mengenai Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan dari kerajaan Saudi Arabia untuk pembangunan masjid kampus. Capaian ini sangat berarti untuk Akfar Muhammadiyah Kuningan agar terus bergerak maju. Sebagai perguruan tinggi yang sudah sangat diterima oleh masyarakat, Akfar Muhammadiyah Kuningan menjalin banyak kerja sama dalam rangka pengabdian masyarakat dan peningkatan kualitas. Salah satu bentuk pengabdiannya adalah pengolahan produk herbal sebagai hasil kerja sama dengan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai. Akfar Muhammadiyah Kuningan dianugerahi sumber daya alam tanaman obat yang cukup melimpah. SDA tersebut menjadi dasar perguruan tinggi ini berkonsentrasi dalam mengembangkan obat herbal. Untuk menciptakan lulusan yang berkompeten dan ahli dalam bidangnya, Akfar Muhammadiyah Kuningan konsisten mengirim para mahasiswanya untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di RSUD Cirebon, RSUD Tasikmalaya, RSUD Garut, RSUD Brebes dan lain-lain. Visi Akfar Muhammadiyah Kuningan adalah “menjadikan Akademi Farmasi Muhammadiyah Kuningan sebagai perguruan tinggi kesehatan di bidang Farmasi yang Islami, tepercaya dan berkualitas�. Demi mencapai cita-cita tersebut, Akfar Muhammadiyah Kuningan membangun asrama mahasiswa dengan harapan mahasiswa akan lebih mudah dibina untuk menjadi sosok cerdas berkarakter Islami. Selain itu, diselenggarakan juga kajian dan penguatan AIK serta program tahfidz AlQur’an. Misi Akfar Muhammadiyah Kuningan adalah (1) menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang berorientasi kepada terciptanya lulusan yang berkualitas, profesional, berwawasan Iptek dan Imtak, dan memiliki keunggulan di bidang farmasi distribusi/industri, serta pelayanan farmasi klinik dan rumah sakit; (2) menyelenggarakan penelitian yang berorientasi kepada terciptanya lulusan, profesional, berwawasan Iptek dan Imtak, dan memiliki keunggulan di bidang farmasi distribusi/ industri, serta pelayanan farmasi klinik dan rumah sakit; (3) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi kepada
pelayanan farmasi klinik dan rumah sakit, serta farmasi industri; (4) menyelenggaraan pembinaaan iman dan takwa melalui pendidikan Al Islam dan Kemuhammadiyahan; (5) mewujudkan kerja sama berkelanjutan dengan semua pihak; (6) mendesain pembuatan dan pengembangan pengelolaan unit produksi sebagai optimalisasi kualitas pembelajaran; dan (7) menghasilkan lulusan yang berkualitas, profesional, berwawasan Iptek dan Imtak, dan memiliki keunggulan di bidang farmasi distribusi/ industri, serta pelayanan farmasi klinik dan rumah sakit. Sementara itu, rumusan tujuannya adalah (1) menghasilkan kader persyarikatan, kader umat dan kader bangsa yang beriman, bertakwa pada Allah SWT dan berakhlak mulia; (2) menghasilkan lulusan sebagai tenaga profesional yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pengelolaan upaya kesehatan di bidang farmasi; (3) menghasilkan lulusan yang mampu bekerja sebagai tenaga teknis kefarmasian baik bidang produksi, distribusi, maupun farmasi klinik dan rumah sakit sehingga menjadi manusia produktif yang mampu bekerja mandiri; (4) menyediakan sarana lingkungan yang mendukung proses belajar mengajar, penelitian dan pengembangan diri peserta didik, dengan memberikan teori dan praktek pendidikan yang tepat; (5) mempertahankan mutu pendidikan pada taraf yang tinggi dengan kerja sama dan memanfaatkan fasilitas serta sumber-sumber pendidikan dari universitas/akademi/sekolah tinggi yang lain; (6) mengembangkan pendidikan kefarmasian dengan memberikan kesempatan dalam penelitian dibidang farmasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran; (7) mengembangkan institusi pendidikan farmasi sebagai sumber informasi dan inovasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan; (8) melakukan upaya pengembangan staf akademik melalui program latihan dan pendidikan berkelanjutan; dan (9) meningkatkan kerja sama dengan pemerintah/swasta sebagai pengguna dan stakeholder untuk meningkatkan daya serap lulusan dan mampu melaksanakan manajerial di masyarakat dan instansi pemerintah/swasta serta mempunyai kontribusi secara lebih luas bagi lingkungannya. Saat ini, Akfar Muhammadiyah Kuningan sedang berproses menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan yang ditargetkan akan tercapai pada 2019. Wawang berharap agar kampusnya bisa lebih bermakna, tumbuh besar, semakin maju, dan menjadi PTM yang berdaya saing sehingga bisa memberikan lebih banyak manfaat kepada masyarakat.[] Nisa Pujiana
Edisi Mei-Juni 2018
Warta PTM 39
Profil dosen
Prof. Asnawi Abdullah beserta istri dan tiga anaknya.
Prof. Asnawi Abdullah, SKM, MHSM, MSc.HPPF, DLSHTM, Ph.D.
Meneliti & Menulis Tiada Henti
D
ua hal yang paling mencolok pada diri Prof. Asnawi Abdullah, SKM, MHSM, MSc. HPPF, DLSHTM, Ph.D. adalah jumlah gelar akademisnya dan publikasinya. Asnawi memiliki tiga gelar S-2 yang diperoleh di kampus-kampus kelas dunia. Gelar MHSM diperoleh dari Health Services Management, School of Public Health and Preventive Medicine, Monash University, Melbourne, Australia setelah menempuh kuliah pada 2000-2001. Kemudian, pada 2006-2007, Asnawi mendapatkan dua gelar sekaligus, yakni MSc. HPPF dari Health Policy, Planning and Financing, London School of Economic (LSE) dan juga DLSHTM dari London School Hygiene & Tropical Medicine, University London. Gelar Ph.D. dalam bidang Kesehatan Masyarakat diraih di School of Public Health and Preventive Medicine, Monash University, Melbourne, Australia pada 2008-2011. Adapun gelar S-1-nya, SKM dalam bidang Peminatan Kesehatan Kerja diperoleh dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas
40 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2018
Indonesia usai merampungkan kuliahnya pada 19901994. Ihwal publikasinya, sejak 2008, Asnawi telah mendiseminasikan 17 artikelnya di jurnal-jurnal yang terindeks Scopus dengan 387 sitasi. Di Google Scholar, sitasinya sebanyak 800 dengan h-index 10. Asnawi berada di peringkat 250 Sinta Nasional. Dua artikel terbarunya adalah “Maternal Health and Risk Factors Associated with Neonatal Death in Low Resources Setting: A Matched Case-Control Study in Indonesia” yang ditulis bersama Y. Butu, L. Simpson, dan K. Hort yang dimuat di Journal of Global Health Action (2016: 9). Artikel lainnya ditulis bersama E. Wong, S.K. Tanamas, R. Wolfe, K. Backholer, dan C. Stevenson dengan titel “The role of obesity duration on the association between obesity and risk of physical disability” yang dipubilkasikan di jurnal Obesity (Silver Spring, 2015;23(2):443-7). Dosen pegawai negeri sipil (PNS) di Fakultas Kesehatan Masyarakat UM Aceh ini menjadi Associate Editor dan reviewer pada dua belas jurnal
Meneliti & Menulis Tiada Henti
Gedung UNiversitas Muhamadiyah Aceh dan proses pengukuhan guru besar Prof. Asnawi Abdullah .
ilmiah internasional. Dia merupakan Associate Editor di BMC Obesity dan juga reviewer pada Global Health Action, BMC Obesity, Public Health Nutrition, Global Journal of Epidemiology and Public Health, Cost Effectiveness and Resource Allocation, BMC Research Notes, Asia Pacific Journal of Health Management, BMC Public Health, BMJ Open, International Journal of General Medicine, dan Journal of Renal Nutrition. Selain menjabat sebagai dekan, ayah tiga anak kelahiran Meunye III (Lhokseumawe) 3 Juli 1971 ini juga menjadi Adjunct Senior Research Fellow, Department Epidemiology and Preventive Medicine, Faculty of Medicine and Health Science, Monash University, Australia sejak 2013. Pada 2012-2015, Asnawi menjadi Research Adviser di DFAT/AusAID Project of Australia Indonesia Partnership for Maternal and Neonatal Health in Province Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Sebelumnya, pada 2007-2011, dia menjadi Research Officer for Health Systems Strengthening Unit, the Nossal Institute for Global Health, University of Melbourne. Kariernya yang hebat ini diawali dengan pekerjaan sebagai staf Kanwil dan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh pada 1995-1999.
Asnawi juga telah melakukan banyak presentasi ilmiah di forum-forum internasional. Misalnya, pada 2017, dia menjadi presenter pada Global Health Conference di Adelaide Australia dan pada AsiaPacific Academic Consortium for Public Health (APACPH) Conference di Incheon, Korea Selatan. Pengalaman mengajarnya juga sangat kaya. Selain mengajar rutin di UM Aceh, suami dari Uswati Razy Aziz, SKM, M.KM. ini juga pernah mengajar mata kuliah Health Systems and Reform dan juga Epidemiology and Population Health di Monash University, Australia. Mata-mata kuliah lain yang diampunya di antaranya adalah Epidemiologi Lanjut, Evaluasi Ekonomi, Metodologi Penelitian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Biostatistik Terapan dalam Penelitian Epidemologi dan Kesehatan Publik, dan Perencanaan dan Evaluasi Kesehatan. Pada saat acara Rapat Senat Terbuka Pengukuran Guru Besar (27/3/18), Asnawi Abdullah menyampaikan pidatonya yang berjudul “Ancaman Penyakit Tidak Menular (PTM) terhadap Sosial Ekonomi�.[] AGP
Edisi Mei-Juni 2018
Warta PTM 41
warta dari ptm
Kuliah Lapangan di Child Development Center Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan ‘Aisyiyah Riau
STKIP ‘Aisyiyah Riau menggelar kuliah lapangan dengan mengunjungi Child Development Center di Eka Hospital Pekanbaru, Selasa (10/4/18). Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan wawasan dan perluasan jaringan. Narasumber dalam kegiatan ini ialah Utami T.W. Singgih, M.Psi., psikolog yang merupakan terapis di Anargya Therapy School Semarang. Utami menyampaikan materi tentang gangguan perkembangan bahasa anak. Santi Kusuma Dewi, selaku dosen STKIP ‘Aisyiyah Riau berharap kegiatan ini bisa memberikan stimulus kepada mahasiswa agar lebih giat dan antusias dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. STKIP ‘Aisyiyah Riau berharap bisa melahirkan tenaga pendidik yang unggul, baik moral dan agamanya, profesional dan berkompeten di bidangnya.
Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak
STIK Muhammadiyah Pontianak menggelar kegiatan bakti sosial bersih-bersih Kota Pontianak, Ahad (15/4/18). Kegiatan tersebut bekerja sama dengan masyarakat dan mahasiswa profesi STIK Muhammadiyah Pontianak yang sedang praktik komunitas serta melibatkan seluruh masyarakat kelurahan Banjar Serasan, aparatur kelurahan dan Puskesmas Banjar Serasan. Mahasiswa STIK Muhammadiyah Pontianak berupaya mendorong kepedulian warga untuk membersihkan lingkungan tempat tinggalnya dan menumbuhkan kepekaan masyarakat terhadap lingkungan di sekitarnya. Sekretaris Kelurahan Banjar Serasan, Norani menuturkan, jika pihak kelurahan merasa sangat terbantu dengan kehadiran para mahasiswa STIK Muhammadiyah Pontianak dan Komunitas Salam Berkah yang sudah ikut serta dalam kegiatan gotong-royong di kelurahan Banjar Serasan. Ke depannya, Norani berharap kegiatan bermanfaat seperti ini akan terus dilakukan.
Universitas Muhammadiyah Palembang
UM Palembang mengadakan kuliah umum di Amphiteater Fakultas Kedokteran UM Palembang, Jumat (13/4/18). Narasumber dalam acara itu adalah Prof. Mike Hardy dari Conventry University United Kingdom. Tema dalam kuliah umum itu adalah “Muslim Identity in a Turbulent Multi-Faith Europe”. Rektor UM Palembang, Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengungkapkan bahwa UM Palembang 42 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2018
menjalin hubungan dengan Conventry University United Kingdom dalam rangka meningkatkan kualitas dan menjadi upaya untuk mencapai visi UM Palembang 2020 menuju world class university.
Universitas Muhammadiyah Riau
Dalam rangka mengimplementasikan kerja sama yang tertuang dalam Memorandum of Understanding (MOU), Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dan Politeknik Caltek Riau (PCR) menggelar diskusi dan sharing informasi terkait pengembangan IT di Gedung Ahmad Dahlan Kampus Utama UMRI Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, Jumat(13/4/18). Kedua belah pihak membahas berbagai hal dan isu dalam bidang teknologi informasi yang berkembang saat ini. Wakil Rektor I UMRI Sri Fitria Retnawati, S.Si., M.T. mengatakan, UMRI akan berusaha maksimal dalam mengembangkan IT dalam urusan-urusan akademik, umum dan kepegawaian yang terbentuk dalam satu sistem informasi bernama “Smart UMRI”.
Universitas Muhammadiyah Pontianak
Sebanyak lima dosen UM Pontianak lolos dan tergabung bersama tim Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 13 April 2018. Lima dosen dari UM Pontianak itu adalah Andri Dwi Hernawan, SKM., M.Kes (Epid), Indah Budiastutik, SKM., M.Kes, Elly Trisnawati, SKM., M.Sc, Iskandar Arfan SKM., M.Kes (Epid) dan Ismael Saleh, SKM., M.Sc. Riskesdas merupakan riset besar yang berskala nasional. Tujuan Riskesdas ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi tentang perkembangan tingkat kesehatan masyarakat di Indonesia. Dengan melibatkan rumah tangga sebagai objek penelitian, riset ini diharapkan bisa menghasilkan data kesehatan yang lengkap, agar menjadi dasar untuk membuat arahan kebijakan nasional dan daerah yang benar sesuai kebutuhan masyarakat saat ini.
Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Enrekang STKIP Muhammadiyah Enrekang menyelenggarakan workshop kurikulum untuk mempertajam esensi kurikulum berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) standar nasional pendidikan tinggi di Villa Bambapuang, Kecamatan Anggeraja, Selasa (3/4/18). Kegiatan itu bertujuan untuk menyempurnakan kurikulum program studi hingga
Kuliah Lapangan di Child Development Center
memperkaya wawasan para dosen tentang urgensi kurikulum bagi sebuah program studi. Workshop tersebut diikuti oleh para pimpinan, dosen, dan staf STKIP Muhammadiyah Enrekang, serta para stakeholder, seperti kepala sekolah, dinas terkait, dan lainnya. Workshop ini menghadirkan sejumlah pemateri dari para dosen dan guru besar dari universitas-universitas di Makassar dan Kendari. Turut hadir dalam acara ini Muslimin Bando, Ketua Dewan Penyantun STKIP Muhammadiyah Enrekang. Muslimin Bando mengatakan bahwa dosen harus tetap berpacu secara konsisten dalam memajukan STKIP Muhammadiyah Enrekang hingga kelak mampu bermetamorfosis menjadi Universitas Muhammadiyah Massenrempulu (UM Maspul).
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Sidrap
Stikes Muhammadiyah Sidrap melaksanakan prosesi wisuda di Sheraton Makassar, Sabtu (14/4/18). Wisuda itu mengukuhkan 142 orang sarjana yang terdiri dari 46 orang sarjana S-1 Keperawatan dan 96 orang Profesi Ners. Ketua Stikes Muhammadiyah Sidrap, drg. Bambang Roesmono, M.M. mengatakan, dari 142 mahasiswa yang diwisuda, sebelumnya telah diusulkan ke Kemenristekdikti. Bambang mengatakan, surat Kemenristekdikti Nomor 2183/K9/AK.03/2018 menyebutkan verifikasi kelulusan itu didasarkan pada pasal 56 Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang mengharuskan perguruan tinggi menyampaikan data dan informasi kepada Pangkalan Dana Pendidikan Tinggi (PD-DIKTI) dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi.
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Muhammadiyah Jakarta STMIK Muhammadiyah Jakarta membuat aplikasi berbasis digital Sistem Pengkaderan Muhammadiyah (SPM) yang diluncurkan pada agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Majelis Pendidikan Kader (MPK) di UM Malang, Jumat (13/4/18). Aplikasi itu mempermudah akses informasi dan meningkatkan sistem transformasi proses kaderisasi Muhammadiyah. Menurut Faiz Rafdhi, penggagas aplikasi itu, aplikasi tersebut dirancang sebagai pembuka jalan bagi kader-kader Muhammadiyah atau non-kader Muhammadiyah yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut tentang sistem kaderisasi di Muhammadiyah.
Politeknik Muhammadiyah Pekalongan
Politeknik Muhammadiyah Pekalongan meluncurkan aplikasi “Wikitani� (12/3/18). Aplikasi tersebut memiliki fitur berbagai
informasi seputar petani dalam bentuk teks, foto dan video serta dilengkapi forum tanya jawab mengenai pertanian. Ketua Program Studi Manajemen Informatika Politeknik Muhammadiyah Pekalongan, Imam Rosyadi, S.E., M.Si. mengatakan, dengan peluncuran aplikasi wikitani ini diharapkan dapat melayani informasi dan komunikasi para petani supaya lebih terarah dan responsif. Menurutnya, persoalan ketahanan pangan dan pertanian di Kabupaten Pekalongan sudah berjalan dengan menggunakan sistem yang baik, tetapi dukungan ilmu teknologi masih sangat minim. Minimnya Iptek tersebut dikhawatirkan akan mempengaruhi regenerasi petani di masa datang. Harapannya, media berbasis android ini mendukung dan memperlancar proses penyampaian informasi pertanian kepada kalangan muda sebagai golongan pengguna gadget.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan PKU Muhammadiyah Surakarta
Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta menerima visitasi LAM-PTKes untuk keperluan akreditasi Program Studi S-1 Gizi (9-10/4/18). Tim asesornya beranggotakan Prof. Dr. Ir. Ikeu Tanziha, M.S. dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Dr. Marudut Sitompul, M.P.S. dari Poltekkes Kemenkes Jakarta. Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta Dr. H. Sofyan Anief, M.Si., menyampaikan bahwa Prodi S-1 Gizi Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta mendapatkan izin operasional dengan SK Nomor: 319/E/O/2012 tanggal 14 September 2012. Hingga kini, Prodi S-1 Gizi selalu berusaha untuk meningkatkan nilai akreditasi supaya mendapatkan nilai yang maksimal. Dengan usaha tanpa lelah, Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta terus berupaya untuk menjadi salah satu sekolah tinggi kesehatan yang terbaik dan unggul.
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Sebanyak 3.419 orang sarjana UMSU diwisuda di Ballroom Hotel Santika Dyandra Medan, Senin-Rabu (7-9/5/18). Ini wisuda pertama yang dilakukan oleh Rektor UMSU Dr. Agussani, M.A.P. setelah dilantik sebagai rektor untuk periode ketiga kalinya. UMSU yang berdiri sejak 1961 sudah meluluskan lebih dari 50.000 sarjana. Hadir dalam acara ini Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Hadir pula seorang tokoh Sumut yang putrinya diwisuda, Letjen. (Purn.) Edy Rahmayadi, Wakil Ketua PMW Sumut Prof. Dr. Ibhrahim Gultom, Ketua PW ‘Aisyiyah Sumut Hj. Elynita, dan dua orang BPH UMSU, yakni Dalail Ahmad dan Baril Datuk. [] Nisa Pujiana
Edisi Mei-Juni 2018
Warta PTM 43
regulasi
sumber foto: www.cefci.pro
REGULASI PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2018 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA LEMBAGA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi yang selanjutnya disebut LLDIKTI adalah satuan kerja di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang mempunyai tugas dan fungsi di bidang peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di wilayah kerjanya yang dipimpin oleh seorang Kepala. (2) LLDIKTI berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Pasal 2 LLDIKTI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri atas: a. LLDIKTI Tipe A; dan b. LLDIKTI Tipe B. Pasal 3 LLDIKTI mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di wilayah kerjanya. Pasal 4 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, LLDIKTI menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemetaan mutu pendidikan tinggi di wilayah kerjanya; b. pelaksanaan fasilitasi peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di wilayah kerjanya; c. pelaksanaan fasilitasi peningkatan mutu pengelolaan perguruan tinggi di wilayah kerjanya; d. pelaksanaan fasilitasi kesiapan perguruan tinggi dalam penjaminan mutu eksternal di wilayah kerjanya; e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan fasilitasi peningkatan mutu perguruan tinggi di wilayah kerjanya; f. pengelolaan data dan informasi di bidang mutu pendidikan tinggi di wilayah kerjanya; dan g. pelaksanaan administrasi LLDIKTI.
44 Warta PTM
Edisi Mei-Juni 2018