Skip to main content

Warta PTM Edisi Maret-Juni 2020

Page 1

TOPIK UTAMA

OPINI

Telisik Jargon “Kampus Merdeka”

“Kampus Merdeka” Dalam Tradisi Pendidikan Islam

WARTA PTM

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian & Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

#25

Edisi Maret - Juni 2020 www. diktilitbangmuhammadiyah.org

Otonomi Kampus seolah mendapat keleluasaan baru yang dipayungi oleh beberapa Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan kebijakan Kampus Merdeka, dan disampaikan pertama kali awal tahun 2020 ini.


WARTA PTM

Asa

Kampus Merdeka

D

alam kehidupan kampus, kita sudah sangat akrab dengan terminologi “Otonomi Kampus”. Kosa kata ini muncul dalam berbagai produk hukum internal kampus seperti statuta, mapun produk regulasi eksternal dari Pemerintah. Terminologi Otonomi Kampus sering dimaknai sebagai kemandirian perguruan tinggi dalam berbagai aspek, baik dalam hal akademik maupun non-akademik. Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Dalam Undang-Undang Nomor Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi, Pusat Muhammadiyah Tahun 2015-2020 otonomi ini dikaitkan dengan Otonomi Keilmuan. Dalam arti yang lebih umum, Otonomi Kampus dimaknai adanya kewenangan yang luas dalam pengelolaan kampus, atapun independensinya dalam pengelolaan administrasi, keuangan, pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, kerja sama, dan lain sebagainya. Tentu saja dalam batas-batas regulasi yang ada. Namun kini, Otonomi Kampus seolah mendapat keleluasaan baru yang dipayungi oleh beberapa Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan kebijakan Kampus Merdeka, dan disampaikan pertama kali awal tahun 2020 ini. Kata “merdeka” jelas lekat dengan makna “kedaulatan”, yang menunjukkan adanya otoritas yang luas untuk mengatur dirinya sendiri. Apakah Kampus Merdeka bermakna demikian? Tentu saja tidak. Kampus tetap saja harus berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun Pemerintah kini memberikan berbagai “kebebasan” terkait hal-hal seperti pembukaan program studi baru, menderegulasi sistem akreditasi, kemudahan PTN untuk menjadi PTN Berbadan Hukum (PTN BH), serta adanya kebebasan (hak) belajar mengambil mata kuliah di luar prodi dan di luar PTnya. Semangat dari Kampus Merdeka ini sangat positif jika kita melihat dari sisi dorongan untuk berkreasi, berinovasi, dan juga berkompetisi secara bebas. Ada nuansa liberalisasi untuk supaya terjadi perce-

patan dalam pembangunan dunia pendikan tinggi nasional. Diharapkan kita betul-betul bisa menjadi PT berkelas dunia, yang secara substantif bisa disejajarkan – katakanlah – dengan PT yang masuk 100 besar dunia. Bagi perguruan tinggi besar, utamanya PTN yang sudah besar dan didukung oleh fiskal negara yang besar juga, hal ini tentu banyak manfaatnya. Namun bagi kebanyakan PTS, baik yang besar maupun yang lebih rendah, termasuk 166 PTM yang ada, kebijakan ini harus disikapi secara serius dan hatihati. Ini bukanlah suatu asupan empuk yang otomatis membesarkan PTM. Ketidakhati-hatian dalam merespons, bukan saja bisa membonsai PTM, namun juga mengeliminasi. Kita bisa menilai positif kebijakan dalam pembukaan prodi-prodi baru. Namun jangan lupa, itu diikat dengan persyaratan seperti adanya kerja sama dengan Top 100 PT dunia berbasis QS, atau mitra perusahaan, perusahaan organisasi nirlaba, atau insitiusi multilateral yang masuk kelas dunia. Wujud kerja sama juga jelas terkait dengan penyusuan kurikulum, pemagangan, atau penyerapan lulusannya. Ini pasti tidak mudah bagi hampir semua PTS, termasuk PTM. Demikian pula hak belajar di prodi dan PT lain, ini juga tidak mudah dan harus dilanjuti dengan kebijakan-kebijakan perubahan kurikulum yang mendasar. Bagi banyak PTS/PTM tidak mudah untuk mencari PT yang lebih baik untuk bisa diajak bekerja sama, dengan menempatkan banyak mahasiswa ke sana. Belum lagi terkait urusan biaya kuliah, yang bisa saja menjadi lebih mahal. Lagi, ini menguntungkan bagi PT yang sudah besar dan selama ini memiliki jejaring yang luas dan mengglobal. Yang agak melegakan memang terkait dengan sistem akreditasi. Dengan tidak adanya kewajiban setiap lima tahun melakukan pengajuan akreditasi, memberi nafas sedikit panjang bagi semua PT yang selama ini seolah disita waktunya untuk urusan administrasi birokrasi akreditasi tersebut. Namun bagi kita yang ingin meningkatkan nilai akreditasi dan mempertahankan akreditasi yang sudah unggul, tetap saja harus melakukan penguatan pada SPMI dan

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM

1


WARTA PTM

Susunan Redaksi SPME-nya. Ini jangan sampai meninabobokkan yang bisa membuat akreditasi tidak naik, atau bahkan mengalami degradasi peringkat akreditasinya. Walhasil, bagi semua PTM kebijakan Kampus Merdeka harus dianggap sebagai regulasi yang mencambuk untuk lebih keras bekerja lagi guna mengawal eksistensi kampus masing-masing. Berbagai insentif dari regulasi Kampus Merdeka tidak diperoleh secara otomastis. Untuk itu, harus ada langkah se-

rius agar insentif yang ada dalam Kampus Merdeka itu bisa dimanfaatkan oleh semua PTM yang ada. Dan, dari pengamalan empirik selama ini, berbagai tantangan berat dari regulasi yang ada selalu bisa dilalui PTM yang bekerja keras, dengan team kerja yang baik, saling menguatkan antar-PTM, serta bekerja ikhlas. Insya Allah dengan ini PTM semakin mandiri, berdaulat, dan terus semakin membesar dan mengglobal. Semoga...

Rapat Redaksi

Rapat Redaksi Warta PTM di Yogyakarta meja kiri depan Velandani Prakoso, Prof Edy Suandi Hamid, Aprilia Sazila Sari, Gita Mandyaning Ratri, Munawwar, HS Mulyatno, Arif Wibowo

WARTA PTM

Warta PTM diterbitkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

SUSUNAN REDAKSI PENANGGUNG JAWAB: Lincolin Arsyad PEMIMPIN UMUM/REDAKSI: Edy Suandi Hamid DEWAN REDAKSI: Muhammad Sayuti I Muhammad Samsudin I Ahmad Muttaqin REDAKTUR PELAKSANA: Edy Suandi Hamid REPORTER: Aprilia Sazila Sari I Gita Madyaning Ratri KEUANGAN: HS Mulyatno ALAMAT REDAKSI: Jln. KHA Dahlan 103 Yogyakarta 55262 Telp. +62-274-389485 Faks. +62-274-376336 Email: redaksiwartaptm@gmail.com Website: www.diktilitbangmuhammadiyah.org Rekening Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Nomor 09-0008-7003 BNI Cabang Yogyakarta a/n Lincolin Arsyad, Prof. Dr. M.Sc.

Warta PTM menerima tulisan yang berupa opini, berita panjang, berita singkat, glosarium dan foto seputar perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Redaksi berhak menyunting tulisan. Silakan kirim tulisan dan/atau foto ke email redaksi.

2

Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020


WARTA PTM

Daftar Isi ASA •

TOPIK UTAMA Kampus Merdeka___ 1

TOPIK UTAMA • •

Telisik Jargon “Kampus Merdeka”___ 4 Langkah PTMA Hadapi Kampus Merdeka___6

OPINI TOPIK UTAMA •

Prof. Dr. H. Ach. Jainuri, MA “Kampus Merdeka” Dalam Tradisi Pendidikan Islam___ 8

KINERJA • • • • • • • •

PTMA Harus Jadi Pionir PJJ__12 Prof Haedar Nashir: Pemimpin PTMA Harus Punya Kemampuan Membangun___12 SPMI Jadi Ciri Khas PTMA__13 Majelis Diktilitbang PPM Pertahankan ISO 9001:2015__13 Strategi Eksistensi PTMA di Tengah Anomali Covid-19__14 Majelis Diktilitbang Gelar National Leadership Conference__15 AFEB-PTMA Usulkan Kebijakan Ekonomi Inward Looking__16 Akselerasi Penjaminan Mutu__17

PTMA Tanggap Covid 19 • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

UMPRI Beri APD ke RSUD Pringsewu__18 Umsida Siap Sarana Prasarana Kuliah Daring__18 UMY Bagi 1.600 Paket Logistik bagi Mahasiswa__19 UMM Buka Call Center Covid-19__20 UMY Produksi Face Shield untuk Tenaga Medis__20 LAZISMU Unimus Bantu Mahasiswa Terdampak Corona__21 STKIP Muh Kuningan Siap Laksanakan UTS Online__21 Mahasiswa KKN UMMI Sosialisasikan Pencegahan Covid-19__22 RekanMu dan MDMC Sorong Lakukan Penyemprotan Zona Merah__23 Face Shield UM Palembang Kontribusi Lawan Corona__23 Wastafel Portabel untuk Bulukumba Lebih Higienis__24 Peserta KKN STIT Muh Bojonegoro Edukasi Covid-19__24 Bantu Kaum Duafa dengan Jalin Kerja Sama 200 Komunitas__25 Tanggulangi Covid-19 ITB-AD Adakan Ujian Online__25 UMSU dan UniMAP Malaysia Gelar Diskusi Online Penghematan Listrik__26 Unismuh Makassar Tetap Adakan Kuliah Internasional Online__27 UM Metro Sampaikan Edukasi dengan Gerakan 1.000 Masker__27 Stimugo Beri Puskesmas APD__28 UMP Berikan Subsidi Kuota ke Mahasiswa__28 Hand Sanitizer Otomatis Cegah Covid-19__29 UMMAT Salurkan 1.000 Masker untuk Masyarakat__29

Telisik Jargon “Kampus Merdeka” Awal tahun ini, tatanan dalam dunia pendidikan dikejutkan dengan adanya kebijakan baru yang digadang oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia baru, Nadiem Anwar Makarim. Terdapat 4 kebijakan yang dibawa yaitu sistem akreditasi perguruan tinggi; hak belajar tiga semester di luar prodi; pembukaan prodi baru dan; kebebasan bagi PTN Badan Layanan Umum (BLU) dan Satuan Kerja (Satker) untuk menjadi PTN Badan Hukum (PTN BH). Kebijakan ini sontak mendapatkan dukungan dan tak jarang mendapat catatan dari berbagai pihak. • • •

ITS PKU Bagi 500 APD ke Rumah Sakit__30 Kuliah Online, UNISA Subsidi Kuota Mahasiswa__31 UMRI Luncurkan Sistem Layanan Terpadu__31

inaugurasi • • • • • •

STIKOM Muh Jayapura Adakan Wisuda Angkatan XV___32 FKIP UM Metro Gelar Yudisium Tahap I___32 UMMU Kukuhkan Guru Besar Pertama__33 UM Bulukumba Adakan Wisuda Perdana___34 UM Palembang Gelar Sumpah Dokter Sesuai Protokol Covid-19___34 Warsiti Kembali Pimpin UNISA___35

INOVASI • •

UMM Ciptakan Safety Chamber Penanganan Corona___36 Covid Box Alat Sterilisasi Uang___36

SALINDiA •

• • • • • • • • •

• • • • •

Trilogi IMM sebagai Arah Gerakan Umat__38 UMSU Terus Tingkatkan Posisi Kancah Nasional dan Global__38 Pembelajaran Berbasis Outcome Dukung Merdeka Belajar__39 Peran Universitas Riset dalam Perekonomian Kampus__39 Tapak Suci STKIP Muh Kuningan Borong Medali__40 Prof Haedar Nashir Resmikan Gedung STKIP MBB__41 JCC 2nd Dilaksanakan via Daring__41 UM Sorong Gelar ICFEMS__42 Mahasiswa AIS Muh Semarang Dikukuhkan sebagai 'Sahabat Sensus'__42 PTMA Salurkan Dana 90 Miliar Lawan Covid-19__43 Ilkom UMY Rilis Jurnal Mahasiswa Pertama di Indonesia__43

PTMA Racik Hand Sanitizer Buatan Sendiri__44 Rektor UMSU Raih I ndustry Marketing Champion 2020__44 UMP Terus Genjot AIPT__45 Perpustakaan UMMAT Simbol Literasi Berkemajuan__45 Fakultas Kedokteran UMSU Raih Akreditasi A__45 STIKES Muh Gombong Juara Umum Lomba HUT PPNI__46 APIK PTMA Rilis Buku Krisis Komunikasi Pandemi Covid-19__46

PROFIL PTM • •

•

Salindia__37

kronik • •

• •

Universitas Muhammadiyah Maluku Utara: Lawan Persaingan dengan Kualitas__48 Rektor UM Maluku Utara Prof. Dr. Saiful Deni, S.Ag.M.Si.: Memimpin dengan Implementasi Iman dan Amal__50 Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIP) Muhammadiyah Sinjai: Pusat Unggulan Ilmu Sosial dan Politik__52

PROFIL DOSEN •

Hilman Latief, Ph.D: Bangun Arsitektur Filantropi Muhammadiyah___54

prestasi mahasiswa • • • •

Unismuh Makassar Juara Umum Tiga Ajang GAAAC__56 Delegasi FK UM Palembang Juara Lomba Poster IMSS__56 Dome UMM Kembali Juara di Amerika__57 Tim Debat Daring UMSU Kalahkan UI__57

warta dari ptm •

Warta dari PTM___58

regulasi •

Payung Hukum Kebijakan Kampus Merdeka___60

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM

3


WARTA PTM

Topik Utama

Nadiem Anwar Makarim meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat (24/1/2020). dok. www.kemdikbud.go.id

Telisik Jargon “Kampus Merdeka”

A

wal tahun ini, tatanan dalam dunia pendidikan dikejutkan dengan adanya kebijakan baru yang digadang oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Anwar Makarim. Terdapat 4 kebijakan yang dibawa yaitu sistem akreditasi perguruan tinggi; hak belajar tiga semester di luar prodi; pembukaan prodi baru dan; kebebasan bagi PTN Badan Layanan Umum (BLU) dan Satuan Kerja (Satker) untuk menjadi PTN Badan Hukum (PTN BH). Kebijakan ini sontak mendapatkan dukungan dan tak jarang mendapat catatan dari berbagai pihak. Guna menelisik lebih dalam mengenai Kampus Merdeka, kali ini Warta PTM telah mewawancarai beberapa narasumber di antaranya Dr Ir Gunawan Budianto MP selaku Rektor UMY, Prof Dr Ir Ali Agus, DAA DEA sebagai Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof

4

Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

Dr Sofyan Anif, MSi selaku Rektor UM Surakarta, Fathul Wahid, PhD selaku Rektor Universitas Islam Indonesia, dan Prof Dr Saiful Deni SAg MSi selaku Rektor UM Maluku Utara.

Apa Itu Kampus Merdeka? “Mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang mestinya sebagai acuan dasar kebijakan Pendidikan Tinggi di Indonesia, tidak ditemukan istilah Kampus Merdeka,” papar Ali menjawab arti dari Kampus Merdeka. Berangkat dari UU tentang pendidikan tersebut, ia menyimpulkan Kampus Merdeka merupakan spirit merdeka dalam penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi. Melalui Kampus Merdeka, PT yang selama ini sarat beban administrasi akan disederhanakan atau bahkan dibebaskan dalam beberapa hal terkait beban adminstrasi agar

para birokrat kampus tidak terbelenggu berbagai aturan, serta mahasiswa pun memiliki kebebasan dalam memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang diminatinya. Kampus Merdeka adalah suatu jargon kebijakan dan program ‘debirokatisasi kampus’ agar perguruan tinggi lebih leluasa dan fleksibel mengembangkan IPTEKS bahkan mengejar ketertinggalan dari bangsa-bangsa lain agar bisa bersaing dan memenangkan persaingan melalui peningkatan kualitas SDM dan IPTEKS. Sependapat dengan hal tersebut, Sofyan menambahkan Kampus Merdeka adalah pemberian otonomi yang lebih kepada perguruan tinggi (mahasiswa dan dosen) dalam proses pembelajaran dengan meggunakan kultur yang lebih inovatif, sehingga diharapkan mampu menghasilkan SDM yang unggul, mandiri, serta memiliki karakter Pancasilais.


Telisik Jargon “Kampus Merdeka”

Bagaimana relevansi Kampus Merdeka di era 4.0 sekarang ini? Salah satu ciri dari era 4.0 adalah merebaknya penggunaan sistem digital atau kerap dikenal dengan sebutan kemajuan Information Communication Technology (ICT). Secara sadar, Kampus Merdeka mencoba menggiring PT untuk terkoneksi dengan ICT secara utuh. Adanya Kampus Merdeka menjadi benang merah untuk merubah suasana belajar mengajar yang lebih efisien dan memudahkan mahasiswa untuk mengembangkan diri dan potensi. “Kebijakan sangat relevan dengan era saat ini, bahkan telah mengantisipasi era akan datang. Penguasaan teknologi menjadi wajib, terutama bagi dosen dalam mengembangan model-model pembelajaran, demikian pula mahasiswa diberi kebebasan untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan bakat dan kompetensi yang dia miliki,” papar Saiful menegaskan. Namun hal ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi PT yang masih beradaptasi dengan sistem daring tersebut. “Kultur kita bukan IT (Information Technology),” begitu paparan Gunawan saat ditanya bagaimana konsepsi kebijakan ini jika diterapkan. Penyesuaian kultur baik bagi dosen dan mahasiswa perlu menjadi strategi. Pasalnya, banyak PT besar dan didukung dengan sarana prasarana IT yang mumpuni masih beradaptasi dengan hal ini. “Ini menjadi kendala bukan hanya PT besar karena tidak serta merta sebuah kampus dengan IT bagus langsung merubah kultur dosen,” lanjutnya. Sebagai pakar Teknologi Informasi Fathul angkat bicara. Dia berpendapat selama ini era industri yang digadang-gadangkan belum pernah dikonseptualisasi. Sebagai contoh banyak orang yang mengkoar-koarkan hal itu dengan teknologi namun kampus tersebut masih belum memiliki fasilitas internet. “Ada yang tidak sin-

kron. Karena di Indonesia ini variatif, yang cocok di Jakarta belum tentu cocok di tempat lain,” lanjutnya. Fathul lebih memilih untuk menerjemahkan secara umum bahwa masa depan memberikan tantangan yang berbeda, sehingga kita menjadi lebih fleksibel, adaptif, dan cepat merespon. Dunia yang terus berubah, selera zaman berubah, PT pun perlu mengangkat antenanya tinggi-tinggi untuk menangkap sinyal-sinyal perubahan.

Kelebihan dan Kekurangan Ali menyatakan, bahwasanya setiap kebijakan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Seperti diungkapkan sebelumnya, debirokratisasi menjadi salah satu kelebihan kebijakan ini. Menurutnya, itu sangat diperlukan untuk percepatan kemajuan dan peningkatan kualitas SDM bangsa. Lebih lanjut, ia menilai kebebasan bagi mahasiswa untuk menggunakan hak belajar tiga semester di luar prodi merupakan langkah yang bagus. Terutama jika dapat dilakukan dengan baik, terarah, dan targeted. Hal senada pun dipaparkan oleh Sofyan. Kebebasan yang diberikan kepada mahasiswa, diharapkan berimbas pada kemandirian mahasiswa. Dengan begitu, mahasiswa memiliki kompetensi yang lebih baik sesuai dengan bidang minatnya dan lebih memiliki kreativitas serta inovatif. Namun, Ali juga menggarisbawahi permasalahan kesiapan dari PT akan kebijakan tersebut. “Penyelenggaraan model tiga semester belajar di luar prodi memerlukan infrastruktur, mitra industri/ swasta, sistem pengawasan, cara kerja yang detail. Siapkah kita?” tanya Ali. Ia menambahkan kesiapan dan daya dukung menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan program ini. Begitu pun dengan kese-

pahaman akan konsep dan implementasi di lapangan yang bisa jadi sangat berbeda tergantung banyak hal.

Hambatan dan Tantangan “Sebuah kebijakan akan dapat terlaksana dengan baik apabila kebijakan tersebut secara komprehensif dipahami dengan baik oleh jajaran di bawahnya hingga level paling bawah sebagai ujung tombak pelaksanaan kebijakan tersebut,” papar Ali ketika ditanyakan mengenai hambatan. Ia beranggapan, seharusnya tidak ada bias makna dan lingkup kebijakan yang diterjemahkan di level birokrasi di bawahnya. Selain itu sosialiasasi secara masif dan terusmenerus harus digalakkan karena bisa saja di level birokrat kampus, pihak rektorat dan dekanat belum secara komprehensif memahami konsep dan metode implementasi di lapangan. Gunawan sependapat dengan hal tersebut. Ia menekankan teknologi bukan hanya dikenalkan namun ada konsep sosial yang harus diperhatikan. Ia pun mencontohkan bagaimana pemerintah butuh waktu 9 tahun untuk mewajibakan imunisasi. “Karena itu kan mengubah image, jadi bukan sekedar teknologi pengobatannya namun ada faktor sosial yang masuk.” Untuk itu, diperlukan banyak diskusi terkait petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis agar mudah dilaksanakan. Sebagai contoh bagaimana petunjuk pelaksanaan bagi mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan belajar selama tiga semester di luar program studinya. “Ini salah satu contoh pertanyaan, dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya. Saya kira saat ini para Dirjen dan Direktur yang membantu Menteri sedang intensif merumuskan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Kampus Merdeka.,” tutup Ali. []APR/GTA

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM

5


WARTA PTM

Topik Utama

Slide Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tentang Merdeka Belajar: Kampus Merdeka. Sumber www.kemdikbud.go.id.

Langkah PTMA Hadapi Kampus Merdeka

G

agasan Kampus Merdeka memang menimbulkan pro dan kontra. Kebijakan baru ini menuntut perubahan yang cukup besar bagi perguruan tinggi. Selain itu kebebasan yang diusung juga memaksa perguruan tinggi untuk memaksimalkan daya saing agar tetap dapat bertahan di era Kampus Merdeka. Lalu, bagaimana persiapan Perguran Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) dalam mengahadapi kebijakan ini? Hambatan apa saja yang dihadapi PTMA dalam menerapkan Kampus Merdeka? Bagaimana kebijakan Majelis Diktilitbang dalam menyikapi hal tersebut? Rubrik kali ini mencoba menjawab pertanyaanpertanyaan tersebut.

Persiapan PTMA “Jika itu menjadi kebijakan nasional, maka wajib bagi UM Maluku Utara untuk mempersiapkan segala sesuatu dalam menjalankannya,” ujar Prof Dr Saiful Deni, SAg, MSi selaku rektor UM

6

Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

Maluku Utara ketika ditanyakan mengenai kesiapaannya dalam menghadapi kebijakan Kampus Merdeka. Lebih lanjut ia menjelaskan mengenai hal-hal yang tengah direncanakan oleh UM Ma luku Utara, seperti mempersiapkan kemitraan dengan dunia industri Maluku Utara untuk kegiatan magang mahasiswa di luar kampus serta inventarisasi kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi dalam dan luar negeri untuk ditindaklanjuti aksi nyata. Saiful mengungkapkan, sejauh ini kebijakan magang mahasiswa di luar kampus sudah berjalan bahkan ada beberapa prodi yang masuk dalam kurikulumnya. Tetapi hal ini masih terbatas pada kompetensi yang diatur oleh prodi, serta durasi yang relatif pendek (satu bulan). “Kebebasan mahasiswa untuk memilih kuliah dan magang di luar kampus belum ada, namun segera

kami persiapkan jika seluruh petunjuk pelaksanaan dan teknisnya telah ada,” paparnya. Sementara itu, bagi Universitas Muh Surakarta (UMS) hal pertama yang sedang dipersiapkan ialah sosialisasi kebijakan Kampus Merdeka kepada seluruh sivitas kampus sambil menunggu beberapa regulasi pendukung. Kemudian melakukan kajian terkait dengan pengembangan kurikulum untuk merespon kebijakan kampus merdeka. “UMS juga sedang melakukan penjajakan dengan perguruan tinggi lain dan insitusi lain yang secara khusus mendukung kebijakan magang mahasiswa,” jelas Prof Dr Sofyan Anif, MSi selaku Rektor UMS. Sofyan menjelaskan bahwasanya beberapa kebijakan Kampus Merdeka telah diaplikasikan oleh UMS sejak beberapa tahun lalu. “Seperti kebijakan terkait dengan sistem pembelajaran


Langkah PTMA Hadapi Kampus Merdeka

yang menggunakan sistem daring dan memberikan pilihan kepada mahasiswa untuk melakukan magang dengan 134 BUMN,” jelasnya. Bahkan UMS memiliki kelas-kelas internasional untuk prodi tertentu serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengambil program double degree dengan King Stone University UK, perguruan tinggi di Thailand, Taiwan, dan beberapa negara lain.

Hambatan Kampus Merdeka Bagi UMS, tidak ada hambatan yang berarti karena sebagian kebijakan Kampus Merdeka telah dijalani sebelumnya. Namun, Sofyan menyadari adanya hambatan nyata yang akan dihadapi oleh semua perguruan tinggi terkait menyamakan persepsi konsep Kampus Merdeka dan implementasinya. Menurutnya, hal ini penting sekali karena melihat banyak perguruan tinggi yang belum siap. Misalnya, terkait magang dengan berbagai perusahaan besar dan komitmen perusahaan untuk merekrut lulusan dari PT yang magang di perusahaannya. “Belum lagi kalau bicara pola kerja sama antar PT terkait kewajiban 3 semester di luar prodinya. Bagaimana kurikulum yang dikembangkan oleh antar perguruan tinggi yang melaksanakan kerja sama, bagaimana dengan kemerdekaan dosen pengampu, dan sebagainya,” ujar Sofyan. Hal yang sama diamini oleh Saiful. PTMA terdiri dari perguruan tinggi yang besar, menengah, serta masih banyak yang kecil dan baru berkembang. Ia menilai bagi yang sudah besar dan menengah mungkin saja kebijakan ini tidak sulit dilaksanakan, tapi bagi yang masih kecil dan baru berkembang perlu penyesuaian. Bagi PTMA yang baru berkembang, utamanya pelaksanaan kebijakan mahasiswa merdeka kuliah di luar kampus bisa terkendala pembiayaan, misalnya magang ke industri atau

instansi lainnya. “Jika itu bisa dibiayai oleh industri mungkin tidak masalah tapi jika harus dibebankan pada mahasiswa atau PT akan menjadi masalah baru. Sehingga kiranya perlu menjadi pemikiran bersama seluruh PTMA,” terang Saiful. Hal senada diungkapkan oleh Dr.Ir. Gunawan Budiyanto, M.P selaku Rektor Universitas Muh Yogyakarta (UMY). Gunawan melihat banyak PTMA yang harus mempersiapkan kebijakan ini. Salah satunya dalam hal kebijakan yang bertumpu pada networking. “Selama ini, kebanyakan PTMA pintar membuat MoU namun hanya sekedar MoU, tanpa ada program yang segera diwujudkan ke situ. Ini tantangan karena dalam sistem akreditasi yang baru, MoU sudah tidak dipandang lagi, yang dipandang itu bentuk nyata aktivitas, termasuk seberapa besar PTMA dapat mendatangkan mahasiswa luar negeri,” ujar Gunawan.

Langkah-langkah PTMA SDM menjadi langkah pertama yang diambil Ir Gunawan guna merealisasikan konsep Kampus Merdeka. Ia beranggapan banyak PTMA yang hanya fokus berkutat pada pengembangan fisik semata. Berlandaskan poin standar AIPT, ia berpendapat kuat untuk pengembangan kualitas dosen tidak perlu diperhitungkan. “Pertanyaan yang datang bukan berapa luas kampus Anda, berapa tinggi gedungnya? Namun bagaimana peran dosen yang terlibat dalam menjalin networking? Berapa dosen yang Anda kirim untuk conference ke luar negeri, berapa jumlah publish jurnal internasional dosen?” begitu paparnya. Fathul Wahid menambahkan salah satu langkah yang perlu diutamakan adalah pemanfaatan teknologi dengan penyediaan fasilitas yang mumpuni. “Adanya kerja

berbasis teknologi namun internet bermasalah itu akan mengalami kesulitan. Termasuk fasilitasi ruang kelas, dengan adanya perubahan layout yang memang harus difasilitasi,” papar Fathul. Melengkapi kedua langkah di atas, Sofyan Anif juga melakukan beberapa langkah yaitu dengan sosialisasi kebijakan kampus pada seluruh sivitas akademika dan turut mengadakan berbagai kajian untuk merespon kebijakan ini.

Tindak Lanjut Majelis Diktilitbang “Langkah terpenting saat ini PP Muhammadiyah melalui Majelis Diktilitbang perlu melakukan koordinasi dan konsolidasi khusus untuk membahas dan merumusukan kesiapan pelaksanaan kebijakan Kampus Merdeka ini bagi PTMA secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai kondisi PTMA dari Aceh sampai Papua, untuk menghasilkan model yang paling sesuai untuk PTMA,” papar Saiful. Menjawab hal tersebut, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah juga kerap mengadakan beberapa kajian dan sosialisasi terkait hal ini. Dalam Webinar Sosialisasi Permendikbud No. 5 Tahun 2020 & PerBan No. 1 tahun 2020 yang diadakan pada 8 Mei dan 11 Mei 2020, disebutkan beberapa skenario kebijakan Majelis Diktilibang merespon kebijakan Kampus Merdeka, yakni penguatan SPMI, pengkoordinasian kerja sama antar PTMA menyangkut kerja sama kegiatan pembelajaran di luar kampus, pendampingan revisi kurikulum PTMA, serta akselarasi program PJJ atau e-learning di PTMA. Lebih lanjut, PTMA diharapkan agar melakukan studi perencanaan dan evaluasi yang matang dalam menjalankan kebijakan Kampus Merdeka. Sementara Majelis Diktilitbang, akan selalu siap mendampingi PTMA dalam pengembangan dan penguatan daya saingnya. [] GTA/APR

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM

7


WARTA PTM

Opini Topik Utama

Cordoba mosque. Foto dok. Ahmed Al-Badawy

“Kampus Merdeka� Dalam Tradisi Pendidikan Islam

T

Prof. Dr. H. Ach. Jainuri, MA

8

Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

ema yang terkandung dalam judul ini bukan sebuah apologi yang ingin ditunjukkan, tetapi sesungguhnya sebagian dari sistem pendidikan sekarang ini ditemukan akar konsepnya pada tradisi keilmuan Islam Klasik. Pengalaman penulis mengikuti proses belajar di kawasan yang menjadi rujukan pendidikan modern dan keterlibatan dalam mengelola program pendidikan di sebuah perguruan tinggi negeri, sangat mewarnai tulisan yang disajikan sekarang ini. Gebrakan Menteri Pendidikan dalam menata pendidikan tinggi di Indonesia merupakan upaya baru yang berbeda dengan usaha yang dilakukan oleh para pendahulu Nadiem Makarim. Sebagaimana umumnya kebijakan baru tentang pendidikan, kritik selalu muncul dengan argumentasi yang beragam dari berbagai kelompok pemerhati maupun aktifis pendidikan. Sebagian orang mengkritisi kebijakan pendidikan tinggi yang dilakukan oleh Menteri Nadiem Makarim karena sosok sang Menteri yang bukan berlatar belakang pengalaman di dunia pendidikan. Keberhasilan dia di dunia aplikasi transportasi menggiring opini bahwa kebijakan pendidikan yang akan dilakukannya dikhawatirkan hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan tenaga kerja, bukan untuk menghasilkan manusia terdidik seutuhnya; seimbang antara pemenuhan aspek spiritual-material, individual-sosial, dan teoritis-praktis yang seperti diamanatkan oleh Undang-Undang, meskipun tujuan ideal ini sulit untuk direalisasikan. Dari keempat kebijakan Kampus Merdeka: Sistem akreditasi perguruan tinggi; Hak


“Kampus Merdeka” Dalam Tradisi Pendidikan Islam

belajar tiga semester di luar prodi; Pembukaan prodi baru dan; Kebebasan bagi PTN Badan Layanan Umum (BLU) dan Satuan Kerja (Satker) untuk menjadi PTN Badan Hukum (PTN BH). Tulisan ini mencoba mengfokuskan pada salah satu kebijakan, yakni hak belajar tiga semester di luar prodi, yang dipahami sebagai konsep proses belajar mengajar yang disederhanakan dalam pelaksanaan pembelajaran Satuan Kredit Semester (SKS). Kebijakan ini bukan baru, sebab selama ini SKS sudah begitu popular dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Namun, sebagian besar perguruan tinggi melaksanakan SKS ini hanya dalam bentuk angka kreditnya, dalam praktik perkuliahan masih menggunakan sistem paket; mau tidak mau mahasiswa harus mengambil mata kuliah yang sudah ditentukan oleh program studi per-semester. Kebijakan Menteri Pendidikan ingin mengurai dan melaksanakan se-ideal mungkin sistem pembelajaran berbasis SKS ini. Penekanan diarahkan pada 1) mahasiswa yang merupakan bagian penting dalam perguruan tinggi, diberikan kesempatan untuk kuliah di luar kampus selama dua semester setara dengan 40 sks dan di program studi lain dalam kampus selama satu semester setara dengan 20 sks, total 60 sks; 2) memberikan bekal, tidak hanya bidang ilmu yang menjadi konsentrasi pilihan, tetapi juga bidang ilmu lain agar wawasan keilmuan menjadi semakin luas. Indikasi kebutuhan terhadap ilmu di luar bidang studi yang dipilih, terdukung oleh pengalaman di lapangan yang menunjukkan banyaknya lulusan perguruan tinggi yang bekerja di luar bidang rumpun keilmuan yang dipilih. Contoh yang jelas adalah Cak Lontong, alumni elektro, yang bangga memilih dan mengembangkan karir pada jalan yang “sesat” sebagai komedian.

SKS yang Seharusnya Satuan Kredit Semester dalam sistem pembelajaran pada intinya memberikan kebebasan seluasluasnya kepada mahasiswa untuk memilih bidang kajian yang dibutuhkan. Karena itu kerja sama dengan lembaga luar kampus di antaranya adalah dengan perguruan tinggi lain, di samping dengan lembaga lain non-kampus untuk memfasilitasi “jam kegiatan” mahasiswa. Kegiatan yang dimaksud bisa berupa magang atau praktikum di perusahaan dan industri, pertukaran mahasiswa, pengabdian masyarakat, melaksanakan business plan, penelitian, studi independen atau, praktik mengajar di daerah terpencil.

Selain kerja sama, perguruan tinggi harus juga menyiapkan dana yang mencukupi dan fasilitas sarana yang diperlukan. Dana dialokasikan untuk pembiayaan pembelajaran yang antara kelas yang satu dengan yang lain yang berbeda jumlah pesertanya. Besar kecilnya kelas tergantung jumlah yang ditetapkan oleh perguruan tinggi. Tetapi yang jelas, dosen yang mengajar di kelas kecil atau besar, dengan rentang jumlah dari dua orang atau dua puluh orang mahasiswa akan memperoleh hak yang sama dalam sistem penggajian. Fasilitas sarana yang diperlukan adalah laboratorium yang memadai bagi mata kuliah praktikum. Sehingga lulusan yang diharapkan tidak sekedar mengerti teori tetapi juga mampu mempraktikkan teori yang diperolehnya selama menekuni perkuliahan dan tujuan menghasilkan tenaga kerja siap pakai bisa terpenuhi. Fasilitas lain adalah tersedianya koleksi perpustakaan guna menunjang kegiatan belajar mengajar.

Sistem SKS dalam Tradisi Pendidikan Islam Klasik Ada baiknya untuk melandasi semua yang dibicarakan di atas, terlebih dahulu disampaikan hubungan antara Islam dan ilmu pengetahuan. Dasar normatif dari nilai ajaran Islam menegaskan bahwa Islam sangat apresiatif terhadap ilmu. Dasar ini disebutkan dalam sumber pokok Al-Qur’an dan hadis, serta qaul ulama. Dari sumber ini dipahami bahwa

...Islam menegaskan bahwa Islam sangat apresiatif terhadap ilmu. Dasar ini disebutkan dalam sumber pokok Al-Qur’an dan hadis, serta qaul ulama. Dari sumber ini dipahami bahwa idealnya setiap Muslim itu menjadi ‘alim (orang berilmu). Paling tidak, ia memiliki ilmu yang dipakai untuk menjalankan pilihan profesi masing-masing.

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM

9


WARTA PTM

Opini Topik Utama idealnya setiap Muslim itu menjadi ‘alim (orang berilmu). Paling tidak, ia memiliki ilmu yang dipakai untuk menjalankan pilihan profesi masing-masing. Bagi seorang pedagang sebaiknya tahu tentang ilmu yang terkait dengan dunia bisnis dan yang berhubungan dengan perdagangan, dan seterusnya. Tetapi fakta di lapangan tidak demikian. Banyak dari kalangan Muslim sendiri yang masih buta aksara (illiterate) dan gagap ilmu pengetahuan. Landasan normatif Islam tentang ilmu ini tertanam dan membentuk sikap perilaku setiap Muslim untuk (1) cinta ilmu (sikap budaya) dan (2) suka memfasilitasi proses transmisi keilmuan (sikap sosial). Secara normatif, perintah kepada setiap Muslim wajib menuntut ilmu adalah untuk menghilangkan kebodohan. Meskipun, kecenderungan sekarang, kebanyakan orang belajar karena tuntutan praktis, yakni memperoleh sertifikat guna memenuhi persyaratan kenaikan pangkat dan jabatan. Sikap sosial umat Muslim ditunjukkan oleh generosity (lumo) dalam memberikan bantuan dan sumbangan bagi terselenggaranya pendidikan di dunia Muslim. Sikap ini dilandasi oleh sebuah riwayat “Barang siapa mempermudah jalan orang mencari ilmu, maka Allah akan mempermudah jalan yang bersangkutan

masuk ke surga.” Kesadaran setiap individu Muslim akan pentingnya ilmu bagi umat manusia di dunia ini diwujudkan dalam berbagai usaha untuk mentransmisikan ilmu pengetahuan kepada setiap orang. Nilai filosofis dari usaha ini adalah bahwa “ilmu itu mempermudah hidup manusia.” Dalam sebuah riwayat dikatakan: “Barang siapa yang ingin sukses di dunia maka hendaklah dengan ilmu, dan barangsiapa yang ingin sukses akheratnya maka hendaklah dengan ilmu dan, barang siapa ingin sukses keduanya maka hendaklah dengan ilmu.” Islam memandang bahwa ilmu agama maupun ilmu umum (sekuler) sama pentingnya. Ilmu agama merupakan kewajiban individu (fardhu ‘ain) dan ilmu umum merupakan kewajiban kolektif (fardhu kifayah) untuk memperolehnya. Masing-masing ilmu berkembang di dunia Islam menurut tradisinya sendiri, saling melengkapi, tidak saling menegasikan sebagaimana konsep keilmuan yang dikotomis sekarang. Atas dasar kesadaran ini, bermunculanlah pusat-pusat transmisi keilmuan Islam baik di lembaga pendidikan maupun masyarakat pada umumnya. Di lembaga pendidikan ada kuttab, masjid, masjid khan, dan madrasah (Nidhomiyah). Di masyarakat

13-th century manuscript, drawn by Al-Wasiti of the celebrated book “The Assemblies”. Foto dok https:commons.wikimedia.org

10 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020


“Kampus Merdeka” Dalam Tradisi Pendidikan Islam

ada di komunitas dalam istana dan komunitas di luar istana. Masing-masing mengembangkan jenis keilmuan yang berbeda. Komunitas dalam istana mengembangkan ilmu sejarah (biografi), filsafat, seni arsitektur dan sebagainya. Sedang komunitas di luar istana mengembangkan berbagai ragam ilmu pengetahuan seperti: aritmatika, kimia, kedokteran, falak, tafsir, hadis, tasawuf, bahasa, dan sebagainya. Terbentuknya sikap budaya dan sikap sosial pada diri setiap Muslim seperti yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa pusat transmisi ilmu pengetahuan, lembaga pendidikan, atau sekolah itu didirikan oleh masyarakat bukan pemerintah. Karena, sepanjang sejarah Islam Klasik tidak ada lembaga atau diwan yang secara khusus menangani pendidikan (diwan al-tarbiyah). Sebaliknya, untuk urusan bidang lain ada diwan al-jund, diwan al-barid, bait al-mal, dan sebagainya. Pemerintah tidak terlibat secara langsung mengurusi pendidikan. Pemerintah yang memfasilitasi, namun yang menyelenggarakan adalah masyarakat. Pendidikan yang diselenggarakan masyarakat pada era ini dapat diibaratkan sama dengan hidangan buffet (prasmanan). Orang bisa memilih jenis hidangan apa saja sesuai dengan selera kulinernya. Ada yang mengambil sup buntut, tengkleng (solo), rawon (Surabaya), nasi pecel, kare, dan sebagainya. Demikian juga dalam tradisi keilmuan pada era Islam Klasik. Orang bisa belajar ilmu apa saja yang diperlukan dari seorang shaikh atau ‘alim/ulama dalam halaqah pagi, siang, sore atau malam. Orang menjadi ahli ilmu apa, bukan lembaga yang menentukan, tetapi dirinya sendiri. Kemerdekaan dalam proses belajar seperti inilah yang sekarang muncul dalam sistem SKS yang ditiru dari model pendidikan barat modern. Oleh karena itu, dalam tradisi Islam Klasik orang selalu mengaitkan diri pada shaikh atau ulama tertentu tentang ilmu yang diperolehnya, bukan pada lembaga tertentu, sebagaimana umumnya orang sekarang menyebutkan keterkaitannya dengan almamater yang telah mendidiknya: alumni UGM, UI, ITB, dan sebagainya. Dari tradisi proses pembelajaran seperti ini orang bisa dengan leluasa memperdalam kompetensi keilmuan inti dan ilmu pedukung. Tradisi keilmuan di Era Islam Klasik telah menghasilkan ilmuwan atau ulama ensiklopedis. Mereka ini tidak hanya pakar di bidang ilmu yang menjadi core kepakarannya, tetapi juga paham berbagai subyek keilmuan lain. Seorang ‘alim/ulama tafsir juga sangat paham tentang tasawuf, hadis, astronomi, filsafat, dan sebagainya. Hal ini sangat berbeda dengan ke-

Tradisi keilmuan di Era Islam Klasik telah menghasilkan ilmuwan atau ulama ensiklopedis. Mereka ini tidak hanya pakar di bidang ilmu yang menjadi core kepakarannya, tetapi juga paham berbagai subyek keilmuan lain. Seorang ‘alim/ulama tafsir juga sangat paham tentang tasawuf, hadis, astronomi, filsafat, dan sebagainya. pakaran seseorang sekarang ini yang hanya memahami bidang ilmu inti yang menandai kepakarannya melalui proses linearisasi yang sangat ketat. Kecenderungan ini yang nampaknya Menteri Pendidikan tidak menginginkannya.

Catatan Penutup Setelah sistem Islam tegak dan menghasilkan peradaban dunia yang berintikan ilmu pengetahuan serta bertahan hingga kurang lebih delapan abad, Islam memandang bahwa, pertama, ilmu yang sebelumnya dikaitkan dengan kawasan seperti ilmu Yunani, ilmu Parsi, dan ilmu Cina menjadi ilmu yang bersifat universal, yang brmanfaat bagi umat manusia; kedua, Islam mengakui ada perbedaan antara ilmu agama dan ilmu umum, tetapi keduanya saling melengkapi, bukan saling meniadakan, sebagaimana pemahaman dikotomis ilmu menurut perspektif barat; ketiga, seseorang menjadi ilmuwan tidak ditentukan oleh lembaga tetapi oleh diri sendiri dibawah bimbingan seorang ‘alim/ulama; keempat, tumbuh dan berkembangnya lembaga pendidikan bukan pemerintah yang mengusahakan, tetapi masyarakat. Pemerintah berperan sebagai fasilitator, tidak terlibat secara langsung, apalagi ikut menentukan hal-hal yang bersifat teknis, sebagaimana yang dilakukan oleh pemerintah selama ini. PROFIL Prof. Dr. H. Ach. Jainuri, MA adalah Guru Besar UIN Surabaya; anggota Majelis Diktilitbang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2015-2020; Ketua BPH Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA); Wakil Ketua PWM Jawa Timur.

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 11


WARTA PTM

Kinerja

Foto bersama peserta Workshop Penyusunan Kurikulum PJJ di Hotel Sahid Yogyakarta.

PTMA Harus Jadi Pionir PJJ

P

impinan PTMA agar lebih progresif untuk memulai proses belajar mengajar berbasis e-learning, baik dilakukan dalam kampus maupun dengan pola pendidikan jarak jauh. “Ini menjadi suatu yang tidak bisa ditunda sebagai respon tuntutan pasar. Lebih lagi Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mendeklarasikan Muhammadiyah University Online atau MOU yang merupakan proses pendidikan jarak jauh berbasis perguruan tinggi,”

demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid dalam acara work­shop penyusunan kurikulum untuk PJJ di Hotel Sahid Yogyakarta, Senin (1/5). Kegiatan diikuti sebanyak 57 peserta, dengan narasumber dari tim kelembagaan dan contents untuk pendirian MOU. Lebih lanjut Prof Edy mengemukakan, ide dasar workshop awalnya hanya untuk menstimulus PTMA agar memulai PJJ berbasis mata kuliah dan

prodi. Namun sebagai organisasi yang memiliki 167 PT, PPM melihat bahwa Muhammadiyah harus mengambil inisiatif memulai PJJ berbasis PT. “Kita memiliki modal sosial, sarana prasarana, dan SDM lebih dari PTS yang lain. Oleh karena itu kita harus menjadi pionir walau proses administrasi pendirian masih panjang. Namun target kita tahun ini MOU sudah berdiri dan berizin,” ujar Prof Edy. Kegiatan workshop diisi oleh tim pengembangan yang terdiri Dr Bambang, Dr Wahyudi, Punang Puja MSi, Dr Adam Jerusalem, dan Munawar Kholil. []RED

Prof Haedar Nashir: Pemimpin PTMA Harus Punya Kemampuan Membangun

D

i saat genting pemimpin harus tetap kekeh ketika memiliki prinsip untuk menyelamatkan kea-

12 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

daan. Ia harus memiliki kapasitas untuk membangun sesuatu dan itu memerlukan visi, pemikiran serta kemampuan. Berikut papar Prof Haedar Nashir sebagai keynote speaker pada pembukaan Leadership Training Angkatan V yang diadakan Majelis Diktilitbang PPM di Ho-

tel Jayakarta Yogyakarta, Senin (24/02). Prof Haedar melanjutkan, PTMA dapat tumbuh dari kecil menjadi besar dikarenakan kemampuan membangun para pimpinannya. “Muhammadiyah kultur membangunnya itu kuat, sehingga kita harus punya gagasan un-


tuk menjadikan PTMA sebagai center of excellence dan pusat kemajuan atau keunggulan, itu tidak lain kita harus punya kemampuan membangun,” paparnya. Periode ini, LT angkatan ke-5 mencapai jumlah peserta terbanyak hingga 42 peserta. “Peserta terjauh berasal dari Sorong dan yang terdekat dari Magelang dengan usia tertua 64 tahun dan termuda 32 tahun,” jelas Ahmad Muttaqin saat menyampaikan laporan. Beberapa narasumber yang mengisi yaitu BAN-PT dihadiri Prof Dr Fauzi dan Kemendikbud yang akan dihadiri Prof dr Ali Ghufron Mukti. “Kemudian akan diisi pula oleh beberapa Pimpinan PTMA yang akan membagi pengalaman serta ilmunya selama memimpin dan memajukan kampusnya,” lanjut Muttaqin. Selain itu, akan diadakan pula National Leadership Conference on Muhammadiyah Higher Education yang peser-

Pembukaan Leadership Training angkatan V di Hotel Jayakarta Yogyakarta, Senin (24/2).

tanya adalah para alumni angkatan 1 sampai 4. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau progress pelaksanaan rencana tindak lanjut yang sudah dibuat ketika di akhir LT yang diikuti. “InsyaAllah sebelum muktamar, kami akan

Sosialisasi SPMI PTMA 4.0 dan Standar Mutu AIK di Hotel Sahid Yogyakarta.

SPMI Jadi Ciri Khas PTMA

S

ebagai sebuah perguruan tinggi di bawah Persyarikatan Muhammadiyah, maka kualitas lulusan dari PTM harus memiliki karakteristik khusus yang spesifik. Ini harus masuk

dan terelaborasi dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) PTM, sehingga melekat ciri khas lulusan dan pengelolaan PTM. Waket Majelis Diktilitbang PTM

melakukan satu lagi leadership training afirmatif untuk PTMA yang jumlah mahasiswanya masih sedikit dan perlu pembinaan khusus,” tutup Muttaqin. []APR

Prof Edy Suandi Hamid menyampaikan hal tersebut dalam sambutan pembukaan Sosialisasi SPMI PTMA 4.0 dan Standar Mutu AIK di Hotel Sahid Yogyakarta (3/3). Kegiatan yang berlangsung dua hari tersebut diikuti 78 peserta dengan narasumber Dr M Sayuti, Munawar Khalil MAg, Dr Suliswiyadi, disamping Prof Edy sendiri. Menurut Prof Edy, dengan dinamika yang tinggi dalam dunia PT mengharuskan PTMA harus menyikapi berbagai perubahan yang ada sebaik mungkin. “Regulasi juga berubah cepat. Selera pasar juga berubah. Itu harus diikuti dengan langkah perubahan yang inovatif juga oleh PTMA, yang muaranya meningkatkan kualitas dan daya saing,” ungkap Prof Edy. Sementara Munawar Khalil.MAg, menegaskan bahwa kegiatan ini dimaksudkan bukan sekedar memahami tentang SPMI dan AIK, tetapi lebih dari itu adalah menyiapkan standar mutu AIK di PTMA masing-masing. []RED

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 13


WARTA PTM

Kinerja

Staf Majelis Diktilitbang PPM saat melaksanakan audit oleh Tuv Rheinland di Gedung PP Muhammadiyah KH Dahlan, Rabu (12/02).

Majelis Diktilitbang PPM Pertahankan ISO 9001:2015

K

antor Majelis Diktilitbang PPM berhasil mempertahankan sertifikasi International Organization for Standardization (ISO) 9001:2015 tentang Penyediaan Jasa Layanan Administrasi untuk PTMA. Resmi menerima prestasi ter-

M

ajelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyelenggarakan Webinar Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah se-Indonesia, Kamis (21/05). Bertemakan “Strategi Eksistensi PTMA di Tengah Anomali Covid-19: antara Ketidakpastian dan Keunggulan” turut hadir Prof Dr Haedar Nashir MSi Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP Menko PMK Republik Indonesia, dan Prof Lincolin Arsyad, MSc, PhD Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah sebagai keynote speaker. Dihadiri sekitar 700 partisipan dari seluruh Indonesia, webinar ini turut menyajikan best pratice pengalaman 6 PTMA mengenai strategi penanggulangan Covid-19. Turut hadir Dr Muba-

14 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

sebut pada Februari 2019 silam, audit kembali dilakukan oleh Tuv Rheinland di Gedung PP Muhammadiyah KH Dahlan, Rabu (12/02). Muhammad Adam J. selaku Wakil Bendahara mengatakan Majelis Diktilitbang PPM memiliki tugas dan

fungsi yang perlu distandarkan prosedurnya.“Ada 166 PTMA yang akan ditangani, sehingga layanan harus semakin kuat dan berkualitas.” paparnya. Sunaryo selaku kepala kantor sependapat, ISO menjadi salah satu ikhtiar untuk memberikan pelayanan terbaik. “Setiap staf sudah dibekali dengan pemahaman sesuai jobdesc masing-masing. Ini menjadi salah satu strategi kami untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan secara prima.” pungkasnya. Skema audit sertifikasi dilakukan sehari didampingi oleh tiga auditor di antaranya Tengku Hermansyah, Sapto Hariyono, dan Alipia Dwi. “Tujuan kami untuk melihat kesesuaian data dengan melakukan observasi data secara sampling, perencanaan, aksi, dan evaluasi.” papar Tengku. Ia melanjutkan bahwa ISO hanyalah alat untuk meningkatkan organisasi lebih baik. Baginya, semua kembali ke SDM masingmasing yang ada di dalam tim.“Tidak ada organisasi hebat tanpa SDM yang hebat, yang dapat mengubah organisasi menjadi baik adalah dia yang ada di dalam organisasi itu sendiri,”pesan Tengku. []APR

Strategi Eksistensi PTMA di Tengah Anomali Covid-19 rak, MSi Rektor UM Riau, Dr Ir.Gunawan Budiyanto, MP Rektor UM Yogyakarta, Dr H Hidayatulloh, MSi.Rektor UM Sidoarjo, Prof Dr Bambang Setiaji Rektor UM Kalimantan Timur, Dr H Jamaluddin Ahmad, MSi Rektor UM Sidenreng Rappang, dan Dr Rustamadji, MSi Rektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong (UNIMUDA). “Covid-19 ini tidak tahu kapan berakhirnya, namun kita harus siap menghadapi segala macam kemungkinan dan perubahan. Muhammadiyah terutama PTMA harus bergerak lebih dahulu,” tutur Prof Lincolin mengawali keynote speech. Lebih lanjut, Prof

Lincolin menyebutkan strategi penting yang harus dipertimbangkan untuk keberlangsungan PTMA berkaca dari Covid-19 ini. Beberapa di antaranya ialah melakukan konsolidasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, penguatan PJJ, meningkatkan sarana prasarana, serta meninjau kembali prodi-prodi yang kurang kompetitif. “Karena di masa yang akan datang kita memerlukan tenaga manusia yang berkualitas dan sesuai kebutuhan zaman,”jelasnya. Sementara itu, Prof Muhadjir Effendy melihat Covid-19 secara tidak langsung mengarahkan seluruh lini untuk terbiasa dengan pola hidup era 4.0.


“Upayakan PTMA dengan saling berkolaborasi seluruh Indonesia untuk secepat mungkin mengadopsi pola pembelajaran di era 4.0,” paparnya. PTMA juga perlu menggali paradigma mengenai mahasiswa yang sudah memiliki keterampilan pekerjaan agar mahasiswa dapat menjadi employee yang dapat diandalkan. “Hal yang penting pula, PTMA jangan sampai mengabaikan prodi keagamaan bahkan prodi ini harus memiliki keterampilan ganda agar tidak hanya menggantungkan job-nya pada profesi tertentu saja,” pesannya. Keadaan saat ini menurut Prof Haedar Nashir juga mewajibkan Pimpinan PTMA untuk meningatkan kembali modal sosial yang dimiliki. Perlu adanya etos organisasi, etos kemodernan, dan social trust yang terus dikedepankan melalui pintu Amal Usaha Muhammadiyah. Hal ini dapat menjadi jalan keluar bersama jika dilakukan dengan mengedepankan etos kepemimpinan dan menghilangkan etos kekuasaan. “Manusia itu bisa berubah, karena harta dan kekuasaan maka puasa mengajarkan kita menjadi insan agar kita tau batas. Ini perlu diajarkan pada leadership PTMA,” tutupnya. []APR, GTA Poster Webinar PTMA se-Indonesia "Strategi Eksistensi PTMA di Tengah Anomali Covid-19: antara Ketidakpastian dan Keunggulan".

Majelis Diktilitbang Gelar National Leadership Conference

J

Peserta tengah memperhatikan seksama pemateri di National Leadership Confererence, Jumat (28/2).

umat-Ahad (28/2-1/3), Majelis Diktilitbang PPM menyelenggarakan National Leadership Conference on Muhammadiyah Higher Education 2020. Berlangsung di The Jayakarta Hotel, kegiatan ini diperuntukkan bagi alumni Leadership Training (LT) angkatan ke-1 hingga angkatan ke-4. Tujuan utama dari terselenggaranya kegiatan ini ialah pemantauan majelis terhadap progress PTMA selepas

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 15


WARTA PTM

Kinerja LT. Majelis akan melihat sejauh mana perkembangan kampus masing-masing berdasarkan action plan yang telah disusun ketika LT dahulu. Selain itu, kegiatan ini untuk mewujudkan adanya sharing informasi dan problem solving antar Pimpinan PTMA dalam menghadapi isu-isu pendidikan terkini. Prof Lincolin Arsyad selaku Ketua Majelis Diktilitbang PPM menyatakan bahwa institusi pendidikan tinggi Muhammadiyah di masa datang sudah seharusnya unggul. “Kita ingin menjadi institusi yang benar-benar kuat, tangguh, dan penuh visi,” ujar Lincolin.

Oleh karena itu, Lincolin menegaskan bahwa para Pimpinan PTMA harus memiliki cita-cita yang besar sehingga PTMA dapat benar-benar berkiprah dan berkontribusi. Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Majelis Diktilitbang PPM, Muhammad Sayuti, PhD, menyatakan kunci kemajuan institusi pendidikan ada di pemimpinnya. Sehingga tidak salah jika kemajuan PTMA memang dipengaruhi oleh pimpinannya. “Oleh karena itu, kita berharap Bapak dan Ibu terus bersedia berbagi pengalaman dengan yang lain sehingga dapat

menularkan kemajuannya ke kampuskampus lain,” terang Sayuti. Terdapat berbagai rangkaian acara pada kegiatan ini, seperti keynote speech "Merdeka Belajar" oleh Dr Ir Gunawan Budiyanto, MP, diskusi panel dengan Prof Hans Gerd Reitr dari Senior Experten Service-Jerman dan Dr Bambang Riyanto dari UMY, sesi paralel, serta refleksi mengenai Manajemen Pengelolaan Kampus yang difasilitasi oleh Nurhadi, PhD, Amika Wardhana, MA, PhD, Ahmad Romadhoni, PhD, dan Budi Asyhari, MA. []GTA

Forum diskusi online Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (AFEB) Perguruan Tinggi Muhammadiyah ’Aisyiyah (PTMA), Sabtu (9/5).

AFEB-PTMA Usulkan Kebijakan Ekonomi Inward Looking

W

abah Covid-19 sampai saat ini belum memiliki kepastian kapan berakhirnya. Oleh karena itu, setiap negara perlu mengantisipasi dengan berbagai skenario baik jangka pendek, menengah, dan panjang. Hal tersebut disampaikan Prof Edy Suandi Hamid selaku Waket Majelis Diktiltibang PPM dalam sambutannya pada

16 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

forum diskusi online Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (AFEB) Perguruan Tinggi Muhammadiyah ’Aisyiyah (PTMA), Sabtu (9/5). Bertemakan “Nasib Ekonomi Indonesia Pasca Pandemi Covid-19”, menurut Prof Edy, krisis ekonomi saat ini berbeda dengan krisis pada tahun 97-98 yang bersifat lebih regionalistik. "Krisis

kali ini melanda seluruh dunia seperti pada tahun 1920 yang dikenal dengan The Great Depression. Oleh karena itu Indonesia harus memetakan potensi pasar dan produksi dalam negeri agar berjalan dengan optimal," lanjutnya. Mukhaer Pakkana selaku Ketua AFEB juga berpendapat masa pandemik Covid-19 ini semua negara berorientasi pada kebijakan inward looking. Diperlukan penguatan ekonomi dari setiap daerah dengan menggali basisbasis yang dapat diunggulkan. Fakta menujukkan di tengah masa pandemik


Covid-19 terutama pada kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi hanya 2,97% atau angka tersebut merupakan pertumbuhan kuartal terendah sejak 2001. Bahkan, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh minus 0,02%. Rendahnya pertumbuhan sektor ini karena kontraksi pada sub sektor tanaman pangan 10,31%. Dalam kaitan itu, AFEB PTMA mengusulkan dalam rangka penguatan

ekonomi domestik demi kemandirian ekonomi dalam negeri, langkah yang perlu dilakukan, yakni membangun kekuatan ekonomi dalam jaringan bagi usaha rakyat mulai dari hulu hingga hilir. Oleh karena itu, konektivitas yang didukung oleh infrastruktur digitalisasi ekonomi wajib menjadi perhatian utama sehingga aksesibilitas potensi ekonomi setiap daerah dan potensi usaha ekonomi akan terlihat.

Selain itu, ujar Mukhaer, perlu pemihakan afirmatif bagi usaha ultra-mikro, mikro, kecil, dan menengah tidak semata subsidi, kebijakan fiskal, pembiayaan dengan bunga rendah, tapi juga pendampingan yang konsisten dan kontinyu terutama pada aspek pengemasan produk, kualitas SDM, kualitaas manajemen, pemasaran, dan pelayanan hingga pada aspek advokasi. []APR

Forum Penyegaran dan Konsolidasi Nasional Auditor Mutdi Hotel Beston Palembang, (21-23/2).

T

ingginya dinamika dalam dunia perguruan tinggi (PT), dan diikuti dengan banyaknya perubahan dalam regulasi pemerintah, mengharuskan setiap unit terkait pengelolan PT untuk terus meningkatkan pengetahuannya, dan memperbarui terus ilmu yang dimilikinya, termasuk unit yang terkait dengan penjaminan mutu. Hal tersebut disampaikan Prof Edy Suandi Hamid selaku Waket Majelis Diktilitbang PPM dalam arahannya pada forum Penyegaran dan Konsolidasi Nasional Auditor Mutu yang diadakan di Hotel Beston Palembang selama tiga hari (21-23/2). Hal ini, menurut Prof Edy, menjadi sangat penting bagi pejabat ataupun pihak yang terkait dengan pengem-

Akselerasi Penjaminan Mutu bangan mutu. "Akselerasi dalam mutu itu suatu hal yang tidak bisa dielakkan. Itu suatu keniscayaan kalau PT mau tetap bertahan dan dipilih oleh masyarakat sebagai tempat mengenyam pendidikan berkualitas," ujar Prof Edy. Dikatakan, PTMA hadir bukan sekedar ada, namun untuk berkontribusi melahirkan insan cerdas, percaya diri, dan berakhlak mulia. Kuantitas penting sebagai organisasi dakwah, namun kualitas lebih penting hadir, dibutuhkan, dan memberikan manfaat bagi umat manusia. Sementara itu, Rektor UM Palembang Dr Abid Djazuli selaku tuan

rumah mengingatkan adanya perkembangan regulasi PT di Indonesia dikaitkan konsep “Merdeka Belajar“ yang digagas Mendikbud yang baru. Sejalan dengan hal tersebut, PTMA harus mempersiapkan dan membekali diri guna menghadapi dinamika perkembangan sistem pembelajaran tersebut. “Melalui forum ini, kita semua berharap ada poin yang bisa dihasilkan untuk menghadapi dinamika tersebut. Karena tidak ada PTMA yang mau stagnan perkembanganya, kita semua meyakini semua PTMA ingin maju,� ujar Dr Abid menutup sambutannya. []RED

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 17


WARTA PTM

PTMA Tanggap Covid 19

UMPRI menyerahkan bantuan APD ke RSUD Kabupaten Pringsewu, Senin (6/4).

UMPRI Beri APD ke RSUD Pringsewu

R

ektor Universitas Muh Pringsewu (UMPRI), Drs H Wanawir AM, MM, MPd, memimpin Tim Relawan Mandiri Covid-19 UMPRI menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) ke RSUD Kabupaten Pringsewu, Senin (6/4). APD berupa masker medis, sarung tangan medis, hand sanitizer, dan pakaian pelindung medis diterima langsung dr Teddy Sp PD selaku Direk-

D

alam rangka mendukung kebijakan kesiapsiagaan dan pencegahan penyebaran Covid-19, Universitas Muh Sidoarjo (Umsida) telah menyelenggarakan kuliah daring sejak 16 Maret 2020. Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Dr Hana Catur Wahyuni MT menyatakan daring merupakan cara paling efektif dengan tanpa resiko namun proses transfer ilmu tetap dapat dilakukan. Melalui sistem ini juga mahasiswa dan dosen dapat melaksanakan kewajiban masing-masing. “Se-

18 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

tur RSUD Kabupaten Pringsewu. Rektor UMPRI menyampaikan bahwa UMPRI sebagai lembaga perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Pringsewu ikut merasakan betapa perkembangan Covid-19 sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu, Keluarga Besar UMPRI ingin berbagi bantuan untuk tim medis karena mereka merupakan pejuang pemberantasan Covid-19.

UMPRI juga melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan masyarakat yang berada di radius 1.000 meter dari UMPRI Lampung. “Harapannya APD tersebut bisa bermanfaat bagi Tim Medis RSUD Kabupaten Pringsewu yang merupakan garda terdepan dalam pencegahan Virus Covid-19,” ujar Wanawir. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan FKES Elmi Nuryati, MEpid, Warek 3 Fatoni, SE, MM, Dekan FKIP Rahma Faelasofi, MSc, Wakil Dekan 3 FKIP Nurfaizal, MPd, dan anggota Tim Relawan Mandiri Covid-19 Eko Suncaka, MM. []GTA

Umsida Siap Sarana Prasarana Kuliah Daring hingga peluang mahasiswa untuk lulus tepat waktu tetap ada,” tambah Hana. Umsida telah menyiapkan panduan penggunaan e-learning bagi mahasiswa dan dosen termasuk panduan pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Selain itu, Badan Penjaminan Mutu

(BPM) dan Direktorat Akademik (DA) rutin melakukan monitoring dan evaluasi e-learning. Hal ini bertujuan untuk memastikan materi dan pelaksanaan e-learning berjalan sesuai rencana. Umsida juga menyediakan tim fasilitator dan help desk. Tugas tim ini membantu bila dosen ataupun mahasiswa


mendapat kesulitan dalam pelaksanaan e-learning. Pada masa pandemi ini, Umsida turut memberikan subsidi kepada mahasiswa sebesar Rp 100.000,00 untuk kegiatan e-learning. Subsidi ini nantinya berbentuk pengurangan biaya SPP. Lebih lanjut, secara teknis Hana tidak melihat ada permasalahan yang berarti karena sarana dan prasarana sudah disiapkan sejak jauh hari. Bahkan, pada Februari 2020 telah dilakukan pelatihan optimalisasi media pembelajaran dengan daring untuk dosen Umsida. “Umsida sudah melakukan pembelajaran daring sejak 1,5 tahun yang lalu. Selama ini sistem daring dilakukan 4 kali pertemuan per semester. Tapi, khusus semester ini, daring

Mahasiswa Umsida melakukan perkuliahan daring.

dilakukan sepanjang semester,� imbuhnya. []GTA

Relawan membagikan paket logistik kepada mahasiswa secara drive thru.

UMY Bagi 1.600 Paket Logistik bagi Mahasiswa

S

elasa-Rabu (14-15/4), UMY bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 dan relawan melakukan pembagian logistik kepada 1.600 mahasiswa yang telah mendaftarkan diri. Rektor

UMY, Dr Ir Gunawan Budiyanto, berharap program ini dapat berlangsung baik dan bisa menambah rasa aman dan nyaman para mahasiswa selama masa pandemi. "Setidaknya selama

menjalani masa sulit, kesejahteraan mahasiswa diperhatikan oleh pihak kampus sehingga mereka bisa merasa lebih tenang," papar Gunawan. Penerapan physical distancing dan kewajiban menggunakan masker sesuai anjuran pemerintah terlihat dalam pelaksanaan program ini. Pembagian logistik dilakukan dengan teknis drive thru. Mahasiswa masuk melalui gerbang selatan, antri sesuai dengan jalur

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 19


WARTA PTM

PTMA Tanggap Covid 19 yang ditentukan, kemudian verifikasi data untuk pengambilan logistik. Waktu pengambilan disesuaikan dengan jadwal berdasarkan fakultas dan dae-

rah asal mahasiswa. Paket logistik yang diberikan merupakan kebutuhan dasar mahasiswa berupa sembako seperti beras, mie in-

Petugas Call Center Covid-19 RSU UMM.

UMM Buka Call Center Covid-19

T

ak perlu panik, kini masyarakat Malang Raya dapat mengikuti perkembangan Corona melalui Call Center Covid-19 Rumah Sakit Umum (RSU) Universitas Muh Malang (UMM).

Call Center ini dapat diakses melalui telepon seluler biasa dan WhatsApp. Terdapat tiga nomor yang dapat dihubungi, yaitu 0821 3253 1661/1663/1664. Layanan ini beroperasi dari Senin sampai

stan, gula, dan minyak goreng. Mahasiwa juga diberikan peralatan mandi, mencuci, dan alat perlindungan diri berupa masker serta hand sanitizer. []GTA

Minggu pada jam 09.00 hingga 21.00. dr Thontowi Djauhari, MKes, selaku koordinator Tim Tanggap Covid-19 RSU UMM menyampaikan Call Center Covid-19 RSU UMM merupakan garda terdepan dari rumah sakit untuk menanggapi keingintahuan masyarakat mengenai perkembangan kasus Covid-19. Masyarakat juga dapat mengetahui kondisi dirinya dengan menanyakan beberapa hal termasuk gejala dan faktor risiko. Selain itu, RSU UMM menyediakan deteksi dini Covid-19 online melalui alamat hospital.umm.ac.id/covid/. Deteksi dini online dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum dengan menjawab beberapa pertanyaan yang tersedia. Nantinya hasil jawaban akan dianalisis untuk menduga status termasuk dalam kategori sehat atau bebas Covid-19, ODP (Orang Dalam Pemantauan), atau PDP (Pasien Dalam Pemantauan). Sampai berita ini ditulis tercatat 1.217.486 user menggunakan memanfaatkan deteksi ini. []GTA

UMY Produksi Face Shield untuk Tenaga Medis

M

eningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 berdampak pada kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis di Indonesia. Hal ini mendorong dosen Teknik Mesin Universitas Muh Yogyakarta (UMY) memproduksi face shield bagi tenaga medis. Diungkapkan oleh Kepala Program Studi Teknik Mesin UMY, Berli

20 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

Face shield sebagai APD tenaga medis di Indonesia. Sumber: mediaindonesia.com


Paripurna Kamiel, PhD, kebutuhan face shield bagi tenaga medis di atas 300 ribu. Namun hingga saat ini terjadi kelangkaan bahkan tidak ada ketersediaan alat tersebut sebagai pelindung diri tenaga medis. “Oleh karena itu dosen Teknik Mesin UMY, di bawah koordinasi Ketua Laboratorium Teknologi Plastik Cahyo Budiyantoro, MSc berinisiasi untuk memproduksi alat tersebut. Beberapa mahasiswa juga akan dilibatkan sebagai relawan dalam tahap pro-

duksi massal,” terang Berli. Bahan yang digunakan untuk produksi frame face shield dari plastik polypropylene, bahan yang tahan terhadap larutan kimia dan dapat disterilkan dengan panas. Sedangkan untuk bahan shield dari acryclic dengan harga murah dan sifatnya yang disposable. “Frame dibuat dengan mesin injection molding yang ada di laboratorium teknologi plastik UMY, sedangkan shield dibeli dalam bentuk lembar-

an. Pada saat ini masih dalam tahap pembuatan cetakan di laboratorium fabrikasi UMY. Inshaallah minggu depan sudah mulai cetak produksi massal,” jelasnya, Diperkirakan kemampuan produksi mencapai 600 alat. Target produksi awal 14.000 produk. Nantinya APD akan dibagikan secara gratis untuk tenaga medis di rumah sakit khususnya jaringan RS PKU Muhammadiyah. []GTA

S

enin (13/4), bantuan untuk mahasiswa terdampak Covid-19 secara simbolik diserahkan oleh Rektor Universitas Muh Semarang (Unimus) Prof Dr Masrukhi, MPd kepada perwakilan mahasiswa di Rektorat Unimus. Bantuan ini diserahkan kepada mahasiswa dengan kriteria kurang mampu atau mengalami kendala pengiriman uang bulanan dari orang tua selama pendemi Covid-19 berlangsung. Ketua LAZISMU Unimus Drs Taberi Hasani memaparkan teknis penggalangan dana bantuan melalui infak dan shodaqoh dari dosen dan karyawan Unimus. Dijelaskan bahwa dari 320 data nama yang masuk, dipilih 273 mahasiswa yang memenuhi kualifikasi bantuan. Tiap mahasiswa mendapat bantuan Rp 150.000,00. "Total infak yang diberikan kepada mahasiswa sebesar Rp 40.950.000,00," ujar Taberi. Tidak hanya itu, sebagai bentuk kepedulian Unimus, seluruh mahasiwa mendapat bantuan pulsa untuk kelancaran perkuliahan daring. Ang-

Rektor Unimus menyerahkan bantuan secara simbolis kepada mahasiswa terdampak Covid-19.

LAZISMU Unimus Bantu Mahasiswa Terdampak Corona garan paket data disiapkan sebesar Rp 1,4 miliar untuk 8.400 mahasiswa. Sebagai tambahan, Masrukhi berpesan agar mahasiswa terus meningkatkan

STKIP Muh Kuningan Siap Laksanakan UTS Online

S

TKIP Muh Kuningan siap melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) online pada 6-11 April

2020. Keputusan ini diberlakukan mengingat penanganan Covid-19 di Jawa Barat sudah memasuki status

kewaspadaan dan mematuhi seluruh protokol pencegahan penularan Covid-19 secara disiplin. []GTA

siaga 1. Dalam pelaksanaannya, kampus memfasilitasi Computer Based Test (CBT) melalui akses https://platformkuliah.upmk.ac.id. Dijelaskan oleh Ketua STKIP Muh Kuningan, Nanan Abdul Manan, MPd, kampus sudah mengantisipasi hal ini sejak diterbitkannya Maklumat Ketua STKIP Muh Kuningan. “Sehingga materi

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 21


WARTA PTM

PTMA Tanggap Covid 19

Gedung perkuliahan STKIP Muh Kuningan.

UTS pun sudah disipakan oleh para dosen dan dikirim ke website STKIP Muh Kuningan semenjak dua pekan lalu,”

ujar Nanan. Diungkapkan oleh Nana Sutarna, MPd, selaku Kepala Bagian Akademik, UTS dan perkuliahan onli-

ne bukanlah hal yang baru bagi STKIP Muh Kuningan. “Karena sudah sering digunakan dalam kuliah e-learning untuk pengumpulan tugas, yang berbeda adalah skalanya yang lebih besar,” jelas Nana. Sementara itu Sofhian Fazrin Nasrullah, MEng, selaku Kepala Sumber Daya Informasi (SDI) menyampaikan terdapat dua bentuk soal yang diberikan oleh dosen, yaitu pilihan ganda atau esai. Jika pilihan ganda maka jawaban diisi langsung di CBT, sedangkan jika esai maka jawaban diisi di dokumen Ms. Word lalu dikirim ke CBT. Sofhian juga menambahkan bahwa sistem UTS ini dikerjakan secara asynchronous, yang berarti tidak terjadwal per mata kuliah. Mahasiswa dapat menjawab soal-soal tersebut selama rentang 6-11 April 2020. []GTA

Mahasiswa KKN UMMI melakukan sosialisasi di hadapan para warga.

Mahasiswa KKN UMMI Sosialisasikan Pencegahan Covid-19

M

ahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2020 Gelombang I Universitas Muh Sukabumi (UMMI) melakukan sosialisasi dan edu-

22 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

kasi pencegahan Covid-19 pada warga setempat. Sosialisasi ini dilakukan di dua lokasi yaitu Kampung Cimanggu, Kecamatan Cikembar dan Kampung

Nagrok, Kecamatan Sukabumi, SeninSelasa (6-7/4). “Mencuci tangan dengan benar selama 60 detik setelah melakukan aktivitas, lebih banyak mengonsumsi buah-buahan dan sayuran, rajin berolahraga, menghindari kontak langsung dengan orang sakit, dan menutup mu-


lut ketika bersin atau batuk,” ujar Siti Nurjanah, peserta KKN Prodi Teknik Informatika, ketika menerangkan materi. Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa penggunaan masker sesuai rekomendasi WHO merupakan salah

satu cara pencegahan yang efektif. “Menggunakan masker kesehatan bagi yang sakit serta masker kain bagi yang sehat,” tambahnya. Siti mengungkapkan bahwa mahasiswa KKN juga membagikan hand

sanitizer dan masker gratis. Hand sanitizer ini merupakan buatan mahasiswa KKN dengan takaran pembuatan racikan sesuai rekomendasi dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMMI. []GTA

R

abu (1/4), Relawan Kemanusiaan Universitas Muh Sorong (ReKanMu Sorong) dan Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) Kota Sorong melakukan penyemprotan disinfektan di zona merah Kota Sorong. Di wilayah tersebut satu korban positif Corona dan satu PDP Corona telah meninggal dunia beberapa hari yang lalu. Sebanyak lima relawan diturunkan pada kegiatan ini. Tindakan ini merupakan respon atas keluhan warga lokasi melalui media sosial. Penyemprotan ini juga merupakan wujud kepedulian MDMC Kota Sorong dan UM Sorong terhadap masyarakat dalam menekan potensi penyebaran virus Corona. Apresiasi dan ucapan terima kasih pun disampaikan oleh Ketua RT setempat, Muzdalifa. “Semata-mata untuk memberi ketenangan kepada warga dan juga mencegah penyebaran virus,” ujar tim MDMC Sorong. Sebagai tambahan informasi, seluruh disinfektan dipro-

Persiapan penyemprotan di zona merah Kota Sorong, Rabu (1/4).

RekanMu dan MDMC Sorong Lakukan Penyemprotan Zona Merah duksi oleh tim produksi disinfektan ReKanMu Sorong. Hingga saat ini telah

dilakukan penyemprotan di 50 lokasi. []GTA

Face Shield UM Palembang Kontribusi Lawan Corona

P

Face shield buatan UM Palembang yang digunakan oleh para tenaga kesehatan.

rogram Studi Teknik Industri (PSTI) Fakultas Teknik Universitas Muh Palembang (UM Palembang) bersama Keluarga Mahasiswa Teknik Industri (KMTI) berkolaborasi membuat face shield. Langkah ini diambil karena semakin menipisnya stok Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan oleh tenaga kesehatan. Face shield di-

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 23


WARTA PTM

PTMA Tanggap Covid 19 buat dengan bahan dasar mika yang sederhana dan ergonomis. Nantinya APD ini dapat digunakan sebagai pelindung setelah memakai masker. Dijelaskan oleh Riyan Azri, staf Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, APD berupa face shield sangat bermanfaat digunakan saat me-

nangani pasien. Sementara itu, Ketua PSTI UM Palembang, Merisha Hastarina, mengungkapkan adanya penambahan jumlah donasi setelah melihat hasil jadi face shield membuat produksi ini dapat terus dilanjutkan. Beberapa face shield telah diserahkan ke sejumlah RS, seperti RS

Penyerahan wastafel portabel dari UM Bulukumba kepada Pemda Bulukumba, Selasa (21/4).

Wastafel Portabel untuk Bulukumba Lebih Higienis

S

elasa (21/4), Rektor UM Bulukumba, Drs Jumase Basra, MSi, menyerahkan secara simbolis tiga unit wastafel portabel kepada Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali. Wastafel tersebut diserahkan kepada Pemda

M

ahasiswa STIT Muh Bojonegoro menjadikan kegiatan KKN sebagai ajang edukasi virus Corona ke warga setempat. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Salah satu kegiatan yang digalakkan ialah sosialisasi kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Echa Nur Kharisma bersama dengan anggota kelompoknya menggelar edukasi gemar cuci tangan secara

24 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

Bulukumba untuk dipasang di fasilitas umum. Apresiasi disampaikan oleh Bupati Bulukumba atas bantuan dari UM Bulukumba. Wastafel portabel merupakan salah satu program kerja utama dari ke-

Muhammadiyah Palembang, RS Islam Ar Rasyid Palembang, Klinik dr. Aisyah Ghani, dan juga ODP Center atau Rumah Sehat Covid-19. Diharapkan melalui kegiatan ini, dapat saling membantu dan memberikan kontribusi untuk melawan pandemi ini. []GTA

giatan KKN Reguler 1 UM Bulukumba 2020. Setiap kelompok KKN juga melakukan program kerja tambahan yaitu membagikan masker kepada masyarakat. Sebanyak 3.420 masker dibagikan di fasilitas umum, desa, dan posko relawan desa maupun kota. Selain itu, mahasiswa melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa tempat umum seperti masjid dan pasar serta membagikan sembako kepada masyarat kurang mampu yang terdampak wabah Covid-19. Jumase Basra menyatakan UM Bulukumba ingin bersama-sama dengan pemda melakukan upaya penanggulangan virus Corona. Pengelolaan wastafel diserahkan sepenuhnya kepada Pemda Bulukumba dengan harapan bantuan ini dapat mendorong masyarakat semakin sadar untuk hidup bersih dan rajin mencuci tangan. "Wastafel yang kami berikan sudah dengan tempat sabun, tempat tissue, dan edukasi cara mencuci tangan yang benar. Terdapat juga kampanye pencegahan penularan virus Corona," paparnya. []GTA

Peserta KKN STIT Muh Bojonegoro Edukasi Covid-19 rutin di Desa Kedungdowo, Kecamatan Sugihwaras. Keantusiasan terlihat dari anak-anak SD hingga yang SMP yang mengikuti kegiatan ini. Sementara itu, kelompok KKN lain melakukan edukasi dengan membu-

at inovasi wadah cuci tangan portabel menggunakan ember. Ide ini muncul karena harga ember kran air di pasaran terbilang mahal. Moch Sulthon Ulum, peserta KKN di Desa Kedungdowo menyampaikan bahwa harga beli


ember kran jadi mulai dari 50 ribu rupiah hingga ratusan ribu. “Kalau kita buat sendiri, hanya bermodalkan 15 ribu sudah dapat wadah cuci tangan portabel,” ujar Sulthon. Sebelumnya, di Desa Ngalajang, Kecamatan Sugihwaras, peserta KKN lain juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di tempat umum, seperti balai desa, sekolah, dan masjid. Kegiatan penyemprotan ini bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Sugihwaras. Kepala Desa Nglajang, Syafi’I, mengapresiasi kegiatan ini. Beliau berharap dengan adanya pandemik ini, masyarakat bisa menjadi lebih waspada. []GTA

Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

Bantu Kaum Duafa dengan Jalin Kerja Sama 200 Komunitas

Poster bantuan Covid-19 di Uhamka.

W

ilayah DKI Jakarta memberlakukan kebijakan tanggap darurat hingga 29 Mei 2020. Hal ini berdampak terhadap persediaan kebutuhan hidup yang semakin menipis

I

nstitut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Jakarta menyelenggarakan ujian proposal tesis mahasiswa Program Pascasarjana Keuangan Syariah secara daring. Hal tersebut dilakukan karena penyebaran wabah Covid-19 yang semakin ekspansif.

terutama duafa yang terdampak Covid-19. Kaum duafa akan mencari cara untuk bertahan hidup dengan caranya sendiri, atau sakit, dan kemudian me-

renggut nyawanya. Dalam meringankan beban warga terdampak, Universitas Muh Prof Dr HAMKA (UHAMKA) melakukan langkah preventif untuk memberikan bantuan berupa cadangan pangan di masyarakat. Bekerja sama dengan 200 komunitas, Uhamka membuka wadah bagi masyarakat yang ingin terjun menjadi tenaga relawan. Dana sebanyak 1 Miliar akan dialokasikan sebagai bantuan berupa beras, minyak goreng, gula pasir, dan dana operasional lainnya.[] APR

Tanggulangi Covid-19 ITB-AD Adakan Ujian Online “Langkah ini kami tempuh sebagai bentuk kepatuhan terhadap edaran pemerintah, serta maklumat Pimpinan

Pusat Muhammadiyah,” ujar Saiful Anwar selaku Direktur Program Pascasarjana, Jum’at (10/04). Sementara Wakil

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 25


WARTA PTM

PTMA Tanggap Covid 19 Rektor Bidang Akademik, Sutia Budi, SE, MSi, menyampaikan selain bertujuan agar dapat menekan penyebaran Covid-19, kebijakan ini juga ditetapkan agar mahasiswa dapat menjalankan kewajiban tugas akhir dan bisa menyelesaikan studi tepat waktu. “Seluruh proses kegiatan belajar mengajar, termasuk penyelenggaraan ujian akhir, dalam hal ini tesis mahasiswa di Program Pascasrjana Keuangan Syariah, kami pastikan mengikuti dan mematuhi protokol yang ditetapkan,” pungkas Sutia Budi. Ia juga menegaskan semua proses akademik tidak boleh ada yang terhambat, namun aspek keselamatan menjadi hal utama yang perlu diperhatikan. Ujian proposal tesis dilakukan secara daring dengan video telekonferensi. Mahasiswa dan dosen peng-

Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Jakarta.

uji tetap dapat berkomunikasi secara langsung sebagaimana ujian tesis pada umumnya. Bedanya dalam hal ini, ma-

Diskusi online UMSU dan UniMap Malaysia.

UMSU dan UniMAP Malaysia Gelar Diskusi Online Penghematan Listrik

U

niversitas Muh Sumatera Utara (UMSU) bekerja sama dengan Universitas Malaysia Perlis menggelar diskusi online (Webinar) bertajuk

26 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

“Langkah Penghematan Tenaga Elektrik Ketika Stay at Home Selama Pandemi Covid-19”, Kamis (9/4). Diskusi dibuka Rektor UMSU, Dr

hasiswa yang diuji dan penguji berada di tempat masing-masing. []APR

Agussani, MAP, didampingi Rektor UniMap diwakili Associate Professor Dr Haziah binti Abdul Hamid Phd, Dekan the School of Electrical Systems Engineering. Dipandu Wakil Rektor III, Dr Rudianto dan Elvy Sahnur, turut mengisi diskusi Ketua Prodi Magister Teknik Elektro Program Pascasarjana UMSU, Dr M Fitra Zambak, ST, MSc, dan Prof Madya TS Dr Baharuddin Ismail (UniMaP) sebagai narasumber. Dr Agussani mengatakan diskusi online yang digelar bersama UMSU dan UniMAP merupakan wujud dari tindak lanjut kesepakatan kerja sama yang dilakukan. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman dan pengetahuan antara pihak UMSU dan UniMAP. “Masyarakat butuh informasi strategi penghematan energi listrik selama menghabiskan waktu di rumah karena pandemi Covid-19,” katanya. Sedangkan, Associate Professor Dr Haziah binti Abdul Hamid, Phd mengapresiasi kegiatan diskusi yang diinisiasi Prodi Magister Elektro program Pascasarjana UMSU ini. “Kami berharap kegiatan serupa bisa kembali digelar,” tutupnya. []APR


P

andemi Covid-19 tidak menjadi halangan mahasiswa untuk memperoleh ilmu perkuliahan seperti biasa. Sama halnya dengan Prodi S-1 Kelas Internasional Ilmu Pemerintahan Fisip Unismuh Makassar yang kembali menggelar kuliah tamu dengan menghadirkan Asisten Profesor Srirath Gohwong, PhD dari Universitas Kasetsart Thailand. Bertemakan “Peluang E-Government dan Tantangan Pengalaman Daerah Pedesaan di Thailand”, kuliah tamu kali ini diikuti mahasiswa dan dosen Prodi Ilmu Pemerintahan. ”Kuliah tamu menggunakan aplikasi zoom,” papar Dr Nuryanti Mustari selaku Ketua Prodi S-1 Ilmu Pemerintahan Fisip, Rabu (01/04). Ini merupakan kali ke-3 Unismuh mengadakan kuliah tamu internasional di masa pandemi Corona yang sebelumnya dihadiri Prof Dr Hanafi bin Hus-

Poster kuliah online Unismuh Makassar.

Unismuh Makassar Tetap Adakan Kuliah Internasional Online sein dari Universitas Malaya Malaysia dan Mergen Dyussejov dari Academy

Drs H Jazim Ahmad bersama jajaran Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kota Metro bergerak membagikan masker kepada pekerja informal di seputaran Kota Metro.

UM Metro Sampaikan Edukasi dengan Gerakan 1.000 Masker

R

ektor UM Metro Drs H Jazim Ahmad bersama Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kota Metro bergerak membagikan masker kepada pekerja informal di seputaran

Kota Metro. Pembagian masker ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahap, tahap pertama berlokasi di Pasar Cendrawasih Kota Metro, Minggu (12/04). “Pembagian masker tahap satu ini

of Public Administration Under the President of Kazakhtan. []APR

sasarannya adalah penarik becak, kuli pasar, dan pedagang kecil,” ujar Jazim. Ia melanjutkan, dalam gerakan berbagi 1.000 masker sekaligus menyampaikan edukasi ke masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, memperhatikan himbauan pemerintah tentang physical distancing, dan memakai masker bila terpaksa harus keluar rumah. Terakhir, ia juga menyampaikan lembaganya sudah membentuk Satgas Covid-19 UM Metro untuk menggalang donasi peduli Covid-19 dan hasilnya akan disalurkan kepada masyarakat yang mengalami dampak kerugian akibat adanya Virus Corona ini. “Mari donasikan sebagian harta kita untuk membantu melengkapi kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis, mereka yang rentan akan Covid-19 karena usianya, dan mereka yang terdampak secara ekonomi dan sosial,” ajaknya. Bantuan donasi, UM Metro dapat disalurkan melalui Bank Mandiri No: 114-00-9703617-5 a.n. Universitas Muh Metro. [] APR

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 27


WARTA PTM

PTMA Tanggap Covid 19

Penyerahan APD Stimugo pada tim medis setempat.

Stimugo Beri Puskesmas APD

S

TIKes Muh Gombong (Stimugo) kembali menyalurkan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) kepada tenaga medis di Puskesmas wilayah Kabupaten Kebumen. Tercatat

bantuan sudah terdistribusi di enam puskesmas yaitu Puskesmas Adimulyo, Sruweng, Sempor 1, Karangsambung, Buluspesantren, dan Puskesmas Alian. Bantuan kepada Puskesmas Sem-

por 1 diserahkan langsung oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan AIK Stimugo, H. Sarwono, dan diterima Kepala Tata Usaha Puskesmas Sempor 1, Eni Retno, Sabtu (04/04). Adapun bantuan yang diberikan berupa 1 boks masker sensi, 5 setel baju Hazmat, dan 5 face shield. Sedangkan untuk distribusi ke lima Puskesmas lainnya dilaksanakan Kamis (09/04) oleh beberapa perwakilan dosen dan diterima oleh tenaga medis di Puskesmas masingmasing. Bantuan ini merupakan program khusus Stimugo dalam menghadapi pandemi Covid-19, khususnya mendukung garda terdepan tim medis dalam melaksanakan tugasnya. “Kami melihat kondisi tenaga medis di Puskesmas hanya menggunakan APD seadanya dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. Harapan kami bantuan ini bisa digunakan semaksimal mungkin dan pandemi ini segera berakhir,” ujar H. Sarwono, dalam sambutannya. []APR

U

M Purwokerto, memberikan subsidi kuota ke mahasiswa yang saat ini menerapkan kuliah dan Ujian Tengah Semester (UTS) online di tengah merebaknya Covid-19. Rektor UMP, Dr Anjar Nugroho, mengungkapkan saat ini bukanlah masa liburan dan meski di rumah tetap bisa melakukan kuliah dan UTS secara online. Melalui laman tersedia, mahasiswa bisa mengunduh materi kuliah, menonton video tutorial, berdiskusi dengan teman dan dosen, mengunduh dan submit tugas, ujian online, melihat nilai, dan masih banyak lagi. “Kami sudah mengeluarkan surat edaran tentang kewaspadaan dan pencegahan penyebaran infeksi Covid-19. Mulai Senin 16 Maret lalu, kami mengubah kegiatan belajar mengajar dari kuliah tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh bagi seluruh mahasiswa UMP,” jelasnya. Materi pembelajaran dapat me-

28 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

Foto Rektor UMP Dr Anjar Nugroho.

UMP Berikan Subsidi Kuota ke Mahasiswa manfaatkan berbagai sumber daring yang tersedia. Pembelajaran dari ru-

mah dapat dilakukan secara jarak jauh menggunakan aplikasi “On Class”.


Maka dari itu, lanjut rektor, mahasiswa UMP tidak perlu takut kuota internetnya habis karena bisa mendapatkan kuota 30 gb secara gratis dari Indosat

melalui fitur bebas akses e-learning. “Setiap mahasiswa mendapatkan subsidi sebesar Rp 200.000,00 per mahasiswa. Pemberian subsidi tersebut

diwujudkan dalam bentuk pemotongan biaya registrasi semester gasal TA 2020/2021,� tutup Anjar.

C

ovid-19 saat ini semakin bertambah penyebarannya di Indonesia, guna memutus mata rantai tersebut mahasiswa Teknik Elektro UM Ponorogo berhasil memproduksi hand sanitizer otomatis. Alat ini dapat befungsi secara otomatis tanpa harus disentuh sehingga menjamin kebersihan tangan pengguna. "Kami telah memproduksi lima unit yang terbuat dari pipa paralon, mocrokontrol, adaptor power, lem, dan alat pendukung lainnya," papar Dr Ir Aliyadi saat diwawancarai via whatsapp. Sebanyak tiga unit telah dihibahkan kepada Dinas Kesehatan Ponorogo, di Gedung Dinas Kesehatan Pemkab Ponorogo, Rabu (29/04). Alat diberikan Dr Ir Aliyadi selaku Dekan Fakultas Teknik dan diterima langsung Kepala Dinas Kesehatan Kab. Ponorogo, drg. Rahayu Kusdarini. Sementara itu, dua unit turut dihibahkan pada RSU Muhammadiyah 'Aisyiyah. Dr.Ir Aliyadi berharap dengan adanya inovasi ini dapat menjadi sumbangsih mahasiswa fakultas teknik

Alat hand sanitizer otomatis karya mahasiswa Teknik Elektro UM Ponorogo.

Hand Sanitizer Otomatis Cegah Covid-19 khususnya teknik elektro, dengan kreativitas mereka menghasilkan karya yang bermanfaat dan dapat membantu pencegahan penyebaran Covid-19. "Jika memang diperlukan lebih banyak

lagi, mahasiswa kami siap untuk memproduksi lebih banyak, tentu dengan mengganti biaya alat produksi," tutupnya.[]APR

UMMAT Salurkan 1.000 Masker untuk Masyarakat

U

Proses pembagian masker UMMAT pada masyarakat.

niversitas Muh Mataram (UMMAT) menggelar pembagian 1.000 masker dan sembako gratis untuk masyarakat. Kegiatan tersebut diselenggarakan Kantor Layanan (KL) LAZISMU UMMAT bersama Satgas Covid-19 UMMAT.

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 29


WARTA PTM

PTMA Tanggap Covid 19 Pembagian 1.000 masker berpusat di Jalan Gadjah Mada Pagesangan Mataram tepatnya di depan kampus UMMAT dengan sasaran masyarakat sekitar dan pengendara. Dalam pembagian tersebut dihadiri Dr H Arsyad Abd Gani selaku Rektor UMMAT yang didampingi Wakil Rektor I, II, dan III beserta tim KL LAZISMU UMMAT dan Satgas Covid-19 UMMAT, Senin (13/4). Sambari membagikan masker, tim juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dengan me-

ngurangi aktivitas di luar rumah jika dianggap tidak penting, menjaga jarak, dan sering untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Rektor juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik dalam menghadapi situasi sekarang. “Kita perlu berhati-hati dalam menerima informasi terkait Covid-19. Jangan mudah terprovokasi dengan berita yang tidak benar atau hoax kecuali informasi tersebut merupakan hasil pernyataan resmi dari pihak yang berwenang,” im-

buhnya. “Muhammadiyah hadir dengan mengemban misi dakwah sosial untuk kemanusiaan. Jadi sudah seharusnya UMMAT yang merupakan Amal Usaha Muhammadiyah membantu merealisasikan misi tersebut. Salah satunya dengan cara memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat terbantu kebutuhan pokoknya termasuk kesehatan dan kesejahteraan,” harap Dr H Arsyad Abd Gani. []APR

Penyerahan bantuan APD ITS PKU Surakarta.

ITS PKU Bagi 500 APD ke Rumah Sakit

I

TS PKU Muh Surakarta mendonasikan paket APD lengkap ke sejumlah Rumah Sakit PKU di Soloraya. "Sekitar 500 set yang terdiri dari hazmat, face shield, masker N95, masker sensi, handscoon, hand sanitizer, dan hand soap menjadi satu paket dialokasikan di beberapa rumah sakit," papar Teguh Wahyudi selaku Kepala Humas ITS PKU Muh Surakarta. Paket juga dikirimkan ke Wisma

30 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

Atlet Jakarta, Kamis (16/04). Bantuan ini bertujuan untuk meringankan manajemen rumah sakit dalam pengadaan APD demi keselamatan kerja para tenaga medis. Anis Prabowo selaku Ketua Tim Covid-19 ITS PKU Muh Surakarta mengaku berniat menyumbangsihkan APD lengkap. Namun, tidak menutup kemungkinan jika pihaknya akan melakukan donasi kembali dalam bentuk ber-

"Bantuan ini bertujuan untuk meringankan manajemen rumah sakit dalam pengadaan APD demi keselamatan kerja para tenaga medis." beda yang kaitannya dengan pangan pokok untuk masyarakat sekitar menjelang Ramadhan. Bentuk donasi berasal dari kerja sama dengan mahasiswa yang menjadi relawan menggalang donasi. []APR


“

Setiap mahasiswa aktif akan mendapatkan subsidi sebesar Rp 250.000,00. Pemberian subsidi ini untuk mendukung kuliah dan ujian online di tengah situasi krisis Covid-19,” papar Warsiti selaku Rektor Unisa Yogyakarta. Ia melanjutkan subsidi diberikan dalam bentuk pemotongan biaya pendidikan (SPP Tetap/SPP Variabel) pada semester TA 2020/2021. Unisa resmi menerapkan perkuliahan online sejak 14 Maret 2020. Warsiti menegaskan bahwa mahasiswa tidak libur dan tetap belajar di rumah dengan mengikuti kuliah dan ujian online. “Melalui pembelajaran online maKuliah online UNISA Yogyakarta.

"Mahasiswa tidak libur dan tetap belajar di rumah dengan mengikuti kuliah dan ujian online."

Kuliah Online, UNISA Subsidi Kuota Mahasiswa hasiswa dapat mengakses materi pembelajaran, melihat video tutorial, diskusi dengan teman dan dosen, unduh

Sosialisasi Rektor dan Pimpinan UMRI.

UMRI Luncurkan Sistem Layanan Terpadu

P

andemi Covid-19 semakin meresahkan masyarakat. Sebagai

bentuk antisipasinya, banyak perguruan tinggi yang menerapkan kebijakan

dan unggah tugas, ujian online, lihat nilai, dan kegiatan akademik lainnya,” kata Warsiti. []APR

perkuliahan sistem daring salah satunya UM Riau. 16 Maret lalu, UMRI meluncurkan empat sistem layanan di antaranya SiPaTu online, SiJaMu online, SiRaTu online, dan SiLaT online. Keempat sistem ini akan membantu segala kebutuhan administrasi mahasiswa di antaranya sistem administrasi, penjaminan mutu, seminar terpadu, dan layanan terpadu. Sri Fitria Retnawaty selaku WR I mengatakan sistem ini menjadi salah satu upaya UMRI untuk mencegah penyebaran virus dan memastikan agar segala aktivitas kampus tetap berjalan dengan baik. Ia menambahkan bahwa sistem tersebut akan terus dievaluasi kebermanfaatannya bagi tiap sivitas UMRI. “Sehingga tidak menutup kemungkinan sistem akan mengalami pembaharuan ke depannya, ” tutupnya. []APR

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 31


WARTA PTM

Inaugurasi

Wisuda STIKOM Muh Jayapura angkatan XV, Kamis (13/2). Foto diambil sebelum adanya Covid-19.

STIKOM Muh Jayapura Adakan Wisuda Angkatan XV

S

TIKOM Muh Jayapura menggelar wisuda Sarjana dan Diploma III angkatan XV di Hotel Hom Abepura Jayapura, Kamis (13/2). Sebanyak 102 wisudawan mengikuti rapat senat yang dibuka oleh Dr Ir Muhammad Nur Jaya selaku Ketua STIKOM Muh Jayapura. Diungkapkan olehnya, STIKOM senantiasa siap menghadapi perubahan zaman yang ditandai dengan digitalisasi dalam segala aspek kehidupan. Kesiapan ini ditunjukkan dengan melakukan berbagai perubahan yang baik seperti meningkatkan kualitas SDM dosen, meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dosen, serta

meningkatkan publikasi karya ilmiah tingkat nasional maupun internasional. Muhammad Nur Jaya juga menyebutkan mengenai peningkatan sarana prasarana perkuliahan demi menunjang proses pembelajaran. “Dari sisi kurikulum, STIKOM senantiasa adaptif yang dilakukan melalui peninjauan kurikulum dengan workshop kurikulum. Hal ini guna menyesuaikan kurikulum pembelajaran bagi mahasiswa sesuai dengan tuntutan saat ini,” paparnya. Sementara itu, Muhammad Sayuti PhD selaku Sekretaris Majelis Diktilitbang PPM memaparkan Muhammadiyah akan selalu mendukung upaya pemerintah untuk mencerdas-

FKIP UM Metro Gelar Yudisium Tahap I

S

enin (16/3), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)

32 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

UM Metro menggelar yudisium tahap I TA 2019/2020. Sebanyak 83 mahasiswa

kan bangsa dengan pendidikan yang tidak mengenal SARA. Muhammad Sayuti lalu mencontohkan kehadiran STIKOM yang mengakomodasi 95% putra-putri Papua. Menurutnya ini merupakan bukti konkret toleransi beragama di Indonesia. “Diharapkan adanya dukungan pemerintah daerah agar pembangunan SDM di Papua semakin optimal dalam mencerdaskan generasi muda di Papua,” tambahnya. Wisuda juga dihadiri oleh Kepala Bagian Akademik Kemahasiswaan dan Sumber Daya LLDIKTI Wilayah XIV Papua Barat Drs Sudarpo, perwakilan Pemerintah Provinsi Papua yang diwakilkan oleh Staf Ahli Johana Ani Rumbika SE, MM, perwakilan TNI Polri, perwakilan perguruan tinggi lain, instansi terkait, Ketua PWM Papua Prof Dr HR Partino MSi, serta para tamu undangan lainnya. []GTA

dari tujuh program studi di FKIP mengikuti prosesi dengan khidmat di aula Gedung Humas dan Internasional. Rektor UM Metro, Drs H Jazim Ahmad MPd, menghimbau lulusan FKIP UM Metro untuk selalu menyam-


paikan pesan positif ke tengah masyarakat. Jazim menambahkan, baru-baru ini melalui sitasi di Prodi Pendidikan Sejarah dan Bimbingan Konseling, UM Metro berada pada peringkat enam secara nasional. "Sebagai alumni, adikadik memiliki tanggung jawab untuk membesarkan almamaternya. Sampaikan salam kepada keluarga dan masyarakat di daerah masing-masing bahwa UM Metro telah menjadi perguruan tinggi yang diperhitungkan di kancah nasional," ujar Jazim. Sementara itu Dekan FKIP UM Metro, Drs Partono MPd, menghimbau agar para lulusan dapat menjadi solusi bagi permasalahan di lingkungan masing-masing dengan ilmu yang didapat selama di UM Metro. "Di mana pun Anda berada jangan menjadi beban,

Yudisium FKIP UM Metro di aula Gedung Humas dan Internasional, Senin (16/3). Foto diambil sebelum adanya Covid-19.

jadilah pribadi yang berperan dalam mengurangi permasalahan yang timbul

di tengah masyarakat," jelas Partono. [] GTA

Pengukuhan Guru Besar UM Maluku Utara di Royal’s Resto Ternate, Selasa (17/03).

R

ektor Universitas Muh Maluku Utara (UMMU) Dr Saiful Deni SAg MSi resmi dikukuhkan sebagai “Guru Besar Bidang Ilmu Administrasi” dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa di Royal’s Resto Ternate, Selasa (17/03). Serah terima sebagai guru besar perdana UMMU diberikan Kepala LLDIKTI Wilayah XII dan dihadiri

UMMU Kukuhkan Guru Besar Pertama Prof Lincolin Arsyad selaku Ketua Majelis Diktilitbang PPM, Wali Kota Ternate, Rektor Universitas se-Kota Ternate, dan tamu undangan lainnya.

Acara pengukuhan dipimpin Ketua Senat UMMU, dengan Kepala LLDIKTI Wilayah XII Dr. Muhammad Bugis, yang menyampaikan sambutan.

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 33


WARTA PTM

Inaugurasi “Hari ini UMMU telah membuat sejarah dengan menghasilkan Guru Besar Pertama,”papar Dr Muh Bugis. Hal ini menjadi wujud kerja sama dalam pengembangan SDM antara UMMU dan LLDIKTI Wilayah setempat agar dapat terus melahirkan sumber daya yang profesional. Ia juga berharap agar gelar ini dapat dipergu-

nakan untuk kepentingan bangsa, negara, dan agama serta mencerdaskan anak bangsa khususnya Maluku dan Maluku Utara. “Janganlah merasa angkuh dan puas dengan gelar guru besar karena semuanya ini merupakan titipan Tuhan Yang Maha Esa,”pesannya. Prof Saiful Deni juga memaparkan gelar profesor memiliki amanah

dan tugas yang penting untuk menyebarluaskan ilmu guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.“Saya fokus pada bagaimana melayani masyarakat, kebijakan publik, kebijakan pemerintah terhadap masyarakat,” ungkapnya. []APR

S

ebanyak 171 mahasiswa UM Bulukumba mengikuti prosesi wisuda angkatan I di Auditorium KH Ahmad Dahlan Kampus II UMB, Selasa (17/03). “Wisuda tahun lalu adalah wisuda terakhir STKIP. Sedangkan ini adalah wisuda pertama UM Bulukumba sejak terbentuk,” papar Jumase Basrah selaku rektor. Ia melanjutkan UM Bulukumba telah membina delapan program studi yang terdiri dari tiga fakultas, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Non Formal. Tomy Satria Yulianto selaku wabup juga menyampaikan, lahirnya universitas pertama di Bulukumba merupakan sejarah yang telah diciptakan oleh persyarikatan Muhammadiyah. Ia berharap adanya UM Bulukumba dapat merubah paradigma berpikir perilaku sivitas akademika dan melahirkan kepercayaan masyarakat untuk mendidik generasi terbaik Bulukumba. “Jadi setelah lulus di UMB ini,

Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda Sarjana Angkatan I UM Bulukumba.

UM Bulukumba Adakan Wisuda Perdana adik-adik sekalian tidak boleh gamang dan kehilangan jati diri, dan tidak boleh puas dengan pencapaian gelar sarjana karena ada tanggung jawab moral

UM Palembang Gelar Sumpah Dokter Sesuai Protokol Covid-19

S

abtu (4/4), Fakultas Kedokteran (FK) UM Palembang menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah dokter baru TA 2019/2020 di Gedung K.H. Ahmad Dahlan Kampus B. Sebanyak 14 dokter baru dilantik oleh Dekan FK UM Palembang dr Yanti Ro-

34 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

sita. Hal ini menambah jumlah dokter yang dihasilkan oleh UM Palembang menjadi 359 dokter yang tersebar di seluruh Indonesia. Rektor UM Palembang, Dr Abid Djazulli, dalam sambutannya menuturkan acara pelantikan dokter periode ini

untuk memberikan hal positif di masyarakat Kabupaten Bulukumba,” papar Tomy. []APR

harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. "Acara pelantikan ini merupakan momentum yang sangat diimpikan dan ditunggu-tunggu. Akan tetapi karena kondisi negara sedang menghadapi pandemi Covid-19, kegiatan pelantikan ini tidak mengundang banyak pihak. Bahkan orang tua pun tidak diundang," jelasnya. Lebih lanjut Doktor Ilmu Ekonomi ini juga memaparkan kegiatan akademik seperti ini hanya boleh diperkenankan kepa-


Pelantikan dan pengambilan sumpah dokter baru TA 2019/2020, Sabtu (4/4).

da FK karena regulasi sudah ada yang mengatur kegiatan tersebut. Pada kesempatan yang sama Abid Djazulli juga menghimbau dan menga-

jak para pimpinan, dosen, serta alumni dokter FK UM Palembang untuk terlibat aktif dalam gerakan preventif pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Proses pelantikan Rektor UNISA Yogyakarta, Kamis (30/4).

Warsiti Kembali Pimpin UNISA

W

arsiti, S Kp M Kep Sp Mat resmi dilantik kembali sebagai Rektor terpilih Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) Masa Jabatan 2020-2024, Kamis (30/4). Mengikuti aturan protokol kesehatan, Dra Hj Siti Noordjannah Djohantini, MM, MSi,

selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah hadir melantik melalui via daring. Siti Noordjanah berpesan agar pandemi ini tak membuat berlarut dalam keprihatinan. Dengan tantangan seperti ini, UNISA Yogyakarta

“Dengan bekal ilmu pengetahuan yang kita miliki, minimal kita memberikan informasi yang dapat meneduhkan masyarakat,” tutupnya. []GTA

diharapkan mampu membawa universitas untuk tetap bergerak maju. Selain itu, Prof Dr. Didi Achjari, SE MCom Ak CA selaku Ketua LLDIKTI Wilayah V dalam sambutannya juga memberikan selamat atas amanah yang diemban kembali kepada Ibu Warsiti. Dalam sambutannya Warsiti memaparkan bahwa tahun 2020 perlu adanya perencanaan yang tepat dan diperhatikan. "Kita perlu menyiapkan dan merencanakan langkah ke depan pasca darurat Covid-19. Dengan membangun tim yang solid, rasa kebersamaan, penuh optimis bersama-sama keluar dari masa sulit, dan mencapai kesuksesan baru," paparnya. Turut hadir melalui teleconference Sekretaris Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Majelis Dikti PP ‘Aisyiyah, Ketua LLDIKTI Wilayah V, Bupati Sleman, Forkompinda, Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah, Persyarikatan Muhammadiyah, Mitra Rumah Sakit, Organisasi dan seluruh jajaran UNISA Yogyakarta. []APR

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 35


WARTA PTM

Inovasi

Covid Box Alat Sterilisasi Uang

M

Pengecekan pada safety chamber atau bilik keselamatan.

Safety Chamber Penanganan Corona

B

ertambahnya pasien positif dari kalangan tenaga medis mendorong Universitas Muh Malang (UMM) melakukan inovasi di bidang kesehatan. Sivitas akademika UMM membuat alat safety chamber atau bilik keselamatan untuk menunjang kerja dokter agar tetap aman saat terpapar dengan virus Corona. Thontowi Djauhari, Koordinator Tim Tanggap Covid-19 RSU UMM, mengungkapkan alat berbentuk kotak transparan ini digadang mampu meminimalisir penularan dengan memberikan pemisah ketika dokter menyentuh dan mendiagnosa pasien terduga Covid-19. Lebih lanjut ia menjelaskan cara penggunaan bilik keselamatan, yakni dengan memasukkan pasien ke pelindung yang terbuat dari bahan mika tersebut. Tenaga medis lalu mulai memeriksa untuk diketahui gejala yang dirasakan pasien. Penggunaan alat ini tetap ditunjang dengan Alat Perlindungan Diri (APD) sesuai standar keselamatan. Diakui oleh Thontowi bilik keselamatan ini masih dalam tahap penyempurnaan. Alat ini akan dilengkapi dengan sejumlah fitur, seperti alat penambahan bernapas untuk kenyamanan pasien dan meminimalisir penggunaan lem agar terhindar dari kebocoran. Rencananya, safety chamber akan diproduksi massal untuk membantu RS rujukan Covid-19 dan para tenaga medis. UMM akan bekerja sama dengan Radar Malang dan Forum Komunikasi Warga Tionghoa Malang Raya (FKWTMR) dalam pengembangannya. “Perawatan safety chamber mudah, tinggal dibersihkan dengan alkohol atau cukup menggunakan sabun detergen karena lebih efektif membersihkan,� ujar Thonthowi. []GTA

ahasiswa UM Surabaya menciptakan Covid Box sebagai sarana sterilisasi uang secara otomatis menggunakan sinar ultra violet (UV). Iman Ramadhan mengungkapkan alat ini menjadi penghalau bagi penyebaran Covid-19 khususnya pada pedagang dan pemilik warung yang kerap melakukan transaksi jual beli. "Fungsinya dapat membersihkan kuman, virus, dan bakteri yang terpapar pada uang," ujar mahasiswa S-1 Teknik Elektro. Covid Box dilengkapi pintu serta sensor ultrasonik yang bisa membantu membuka pintu secara otomatis. Sehingga masyarakat tidak perlu menyentuh pintu atau alat ini saat melakukan transaksi. Dengan jarak 5 sentimeter, pintu Covid Box akan terbuka secara otomatis dan pembeli dapat meletakkan uang ke dalam boks. Ketika pintu tertutup uang akan secara otomatis terpapar sinar ultra violet. "Setelah menunggu 15 detik pintu akan terbuka dan uang sudah dapat digunakan kembali," papar Iman. dr Dr Sukadiono selaku Rektor UM Surabaya memberikan dukungan penuh terhadap inovasi ini. Dia berharap ini dapat menjadi langkah kontribusi UM Surabaya dalam memerangi Covid-19. "Saat ini kami telah membagikan dua unit Covid Box kepada masyarakat pemilik warung nasi dan toko klontong agar digunakan dalam transaksi," tutupnya. []APR

Mahasiswa UM Surabaya Ciptakan Covid Box Penghalau Corona. sumber foto: Republika.co.id

36 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020


WARTA PTM

Salindia

Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Muh Sinjai dan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Ilmu Politik (STISIP) Muh Sinjai resmi bergabung menjadi Universitas Muhammadiyah Sinjai. Rabu, (13/5).

Rencana bangunan Sun Tower di Komplek UM Gresik yang disampaikan oleh rektor UM Gresik Prof Setyo Budi di hadapan Pimpinan UM Gresik dan Majelis Diktilitbang PPM, Kamis (30/1) di kampus UMG.

Mahasiswi Universitas Muh Enrekang (UM Enrekang), Juhelmi berhasil lolos dalam program Huayu Enrichment Scholarship (HES) dari Pemerintah Taiwan.

Universitas Muh Ponorogo melaksanakan upacara pelantikan rektor periode 2020-2024. Sebagai Rektor terpilih, Dr Happy Susanto MA dilantik secara daring oleh Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof H Lincolin Arsyad, Ph D, Sabtu (30/5)

Empat dosen dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil masuk dalam kategori peneliti terbaik berdasar Science Technology Index (Sinta).

Universitas Muh Sumatera Utara Gelar Webinar Akhir Ramadhan 1441 H dengan tema “Lebaran di Tengah Pandemi Covid 19� Sabtu (23/05).

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 37


WARTA PTM

Kronik

Foto bersama IMM UM Sumatera Utara (UMSU). Foto diambil sebelum penyebaran Covid-19.

Trilogi IMM sebagai Arah Gerakan Umat

T

rilogi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai arah gerakan saat ini dan ke depan masih sangat relevan. Persoalan terkait keagamaan, keintelektualan, dan kemasyarakatan masih membelit Indonesia saat ini, dan perlu ditingkatkan terus pengamalannya. “Kita secara formal sepertinya semakin religius, namun dalam tataran nahi munkar masih lemah. Korupsi yang jelas-jelas dilarang dalam Islam masih melekat dalam keseharian masyarakat, utamanya yang memegang kekuasaan,” tutur Waket Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid. Hal itu disampaikannya dalam Opening Ceremony Milad ke-56 IMM yang diadakan IMM Sumut dan UMSU di kampus UMSU Medan, Rabu (11/3). Oleh karena itu diingatkannya agar kader IMM betul-betul melaksanakan Tri-

U

MSU bisa menjadi salah satu model bagi PTM yang akseleratif kinerja akademiknya. Kini UMSU bukan saja menjadi salah satu PTS terbaik di Sumatera Utara, tetapi seluruh Sumatera, bahkan Luar Jawa. Dengan ukuran akreditasi institusi, hanya dua PTS berakreditasi Unggul, yang salah satu di antaranya adalah UMSU. “Namun demikian, UMSU harus tetap kerja keras untuk meningkatkan posisinya. Jangan sampai terlena. Regulasi ke depan lebih sulit, misalnya penerapan

38 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

logi IMM tersebut. “Tidak hanya sekedar mengetahuinya, tetapi betul-betul mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Prof Edy, dalam acara yang juga dihadiri salah seorang pendiri IMM Dr Sudibyo Markus MBA dan Rektor UMSU Dr Agussani. Dicontohkan, soal keintelektuakitasan, saat ini umat Islam jauh tertinggal. Pada era Revolusi Industri 4.0 umat lebih banyak sebagai penonton dan pengguna. “Padahal, pada abad ke-8 hingga abad ke-13 umat Islam sangat menguasai ilmu pengetahuan, sehingga masa itu disebut sebagai golden age of Islam,” tutupnya. [] RED

UMSU Terus Tingkatkan Posisi Kancah Nasional dan Global Kampus Merdeka yang membuat persaingan lebih ketat, dan keniscayaan membangun kolaborasi dengan PT dan korporasi bereputasi dunia,” ujar Prof Edy Suandi Hamid dalam amanatnya pada Milad ke-56 IMM dan sekaligus Kajian Buku karya Dr Sudibyo Markus MBA, di kampus UMSU, Medan, Rabu (11/3).

Prof Edy menggarisbawahi detail peta jalan UMSU yang dalam empat tahapan renstranya berupaya meningkatkan posisinya dalam kancah nasional dan global. “Diharapkan, dengan target yang terukur, UMSU masuk peringkat di bawah 2000 versi QS pada periode 20282033 nanti,” kata Rektor UMSU Dr Agus-


sani dalam sambutannya. Menurut Dr Agussani, di samping meningkatkan kinerja akademik, UMSU juga berperan dalam membangun lingkungannya, dengan bekerja sama untuk penguatan Pemda sekitar. Misalnya, melakukan asessment atau uji kompetensi para pejabat di lingkungan kabupatenkota Sumatera Utara. “Bahkan kita juga akan memberikan Bimbingan Teknis pada pejabat DPRD Aceh Barat Daya. Ini menunjukkan kepercayaan Pemda pada UMSU, rekognisi mereka atas reputasi UMSU,”tutup Dr Agussani dalam acara yang dihadiri ketua PWM dan PWA Sumut serta sivitas akademika UMSU. [] RED

Milad ke-56 IMM dan Kajian Buku karya Dr Sudibyo Markus MBA. Foto diambil sebelum penyebaran Covid-19.

Pembelajaran Berbasis Outcome Dukung Merdeka Belajar

Pemaparan Materi Ahmad Muttaqin pada workshop Pembelajaran AIK di Gedung KH Ahmad Dahlan Lt. 5 UMRI (6-7/03).

B

eberapa waktu lalu Mendikbud sempat menggagas konsep perubahan kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) menjadi Merdeka Belajar. Dalam rangka menyesuaikan hal tersebut Universitas Muh Riau (UMRI) mengadakan workshop Pembelajaran AIK Berbasis Capaian bagi para dosen di Gedung KH Ahmad Dahlan Lt 5. Program yang digelar selama dua hari (6-7/03) ini dii-

U

niversitas di Eropa dan Amerika mulai menggerakkan universitas riset, di mana tenaga pengajar juga menjadi researcher yang mengha-

kuti sebanyak 30 Dosen AIK dan bertujuan untuk menanamkan pemahaman serta pedoman yang sama bagi para dosen. “Kita memiliki kewajiban untuk menjalankan pembelajaran AIK minimal delapan SKS yang terbagi dari AIK 1 sampai 4 untuk seluruh mahasiswa,” tutur Sri Fitria Retnawaty selaku WR I. Ia berpendapat, AIK merupakan ciri utama PTMA, hal tersebut yang mendorong UMRI untuk menerapkan pembelajaran berbasis outcome. Pembelajaran tidak hanya pada tatanan kognitif saja tapi juga berfokus pada skill mahasiswa yang jelas dan dapat terukur. Pada hari pertama, workshop berisi materi tentang wawasan standar AIK dan sosialisasi buku pedomannya. Sedangkan pada hari kedua, peserta diarahkan untuk menyusun rencana pembelajaran berbasis outcome yang akan digunakan di pembelajaran nanti. Turut hadir Dr. Muhammad Samsudin dan Ahmad Muttaqin, Ph.D selaku Wakil Sekretaris dan Wakil Bendahara Majelis Diktilitbang PPM. []APR

Peran Universitas Riset dalam Perekonomian Kampus Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 39


WARTA PTM

Kronik silkan produk. Universitas riset memiliki jumlah tenaga pengajar yang lebih banyak dari jumlah mahasiswanya, berbanding terbalik dengan universitas yang ada di Indonesia. Papar Prof Syaiful Bakhri selaku Rektor UM Jakarta saat menjadi pembicara dalam kuliah umum bertema Role and Challenges of Universities in the Globalization Era, Rabu (04/03). Di hadapan 200 dosen dan mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam), ia menjelaskan bahwa universitas riset dapat menumbuhkan ekonomi dengan penghasilan 80% dari inkubasi bisnis dan 20% dari pembayaran uang kuliah, sehingga memungkinkan untuk menerima mahasiswa jenius untuk dididik menjadi entrepreneur yang unggul. "Researcher diharapkan mampu menghasilkan produk yang dapat dijual guna membantu pembiayaan universitas, sehingga kampus tidak sepenuhnya bertumpu pada uang dari biaya kuliah mahasiswa," lanjutnya.

Penandatanganan perjanjian kerja sama akademik antara UMJ dan Unpam yang dilakukan oleh Rektor UMJ, Prof Dr Syaiful Bakhri, SH, MH, dan Rektor Unpam, Dr M Hidayat, MM.

Selaku pakar hukum pidana, ia menambahkan agar perguruan tinggi tidak hanya bertanggung jawab pada pendidikan namun perlu membentuk karakter mandiri pada mahasiswa. "Lahan pegawai negeri semakin terbatas, mahasiswa harus mempunyai jiwa wirausaha dan mampu menciptakan lapangan kerja," tutupnya. Pada kesempatan ini, UMJ dan Unpam melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama akademik dalam bidang pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dan pengembangan kualitas akademik. []APR

Tapak Suci STKIP Muh Kuningan Borong Medali

Tim Tapak Suci STKIP Muh Kuningan setelah memenangkan pertandingan.

T

im Tapak Suci STKIP Muh Kuningan memborong medali di Kejuaraan Pencak Silat Paku Bumi Open. Kejuaraan yang digelar di Gelanggang Olahraga

40 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

(GOR) Laga Tangkas, Cibinong, Bogor ini dilaksaakan selama tiga hari, KamisSabtu (27-29/2). Sejumlah 13 medali berhasil diperoleh. Tujuh medali emas dari Angga Septian, Asep Saefulhadi, M. Rinaldi, Sri Prihatini, Nur Ainunnayah Isnaini, Dinda Asih Lestari, dan Dita Ismi Safitri. Tiga medali perak dipersembahkan oleh Laras Suristiawati, Riko Arya Inzaghi, Arie Hanggara. Sedangkan tiga medali perunggu lainnya diraih Szalsa Shabrina, M. Luki Nurdin, dan Rafikkar Adipratama. Rovy Ofy Haefulloh, SPd I selaku pelatih UKM Tapak Suci STKIP Muh Kuningan merasa cukup puas dengan hasil yang diraih anak didiknya. Menurutnya ini merupakan kerja keras mereka selama latihan. Sementara itu, Ketua STKIP Muh Kuningan, Nanan Abdul Manan, menyatakan adanya perolehan gemilang dari Tapak Suci ini bisa semakin menunjukkan identitas kuat sebagai wadah pengkaderan Muhammadiyah. []GTA


Prof Haedar Nashir Resmikan Gedung STKIP MBB

Prof Haedar Nashir memberikan amanat dalam peresmian gedung STKIP MBB, Kamis (27/2).

K

amis (27/2), gedung perkuliahan STKIP Muh Bangka Belitung (MBB) diresmikan langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir. Prof Haedar Nashir mengungkapkan rasa kagum atas perubahan yang cukup signifikan.

J

ogjakarta Communication Conference (JCC) kembali diselenggarakan Prodi Ilmu Komunikasi UAD bekerja sama dengan UMY, Rabu (18/03). Konferensi komunikasi tingkat internasional ini awalnya akan diselenggarakan secara langsung, namun karena kondisi yang tidak memungkinkan, format konferensi dibuat secara daring. Filosa Gita Sukmono selaku ketua panitia memaparkan pada 2019 silam level JCC berada di tingkat nasional dan diikuti sebanyak 60 peserta. “Sedangkan pada 2020, jumlah peserta meningkat menjadi 103 peserta,” paparnya. Pembicara konferensi, Prof Dr Mohd Azizuddin Mohd Sani dari Universiti Utara Malaysia (UUT), menyampaikan materinya dari Malaysia melalui teleconference karena Malaysia sedang lockdown. Demikian pula, Dr Kasiyarno dari Universitas Ahmad Dahlan yang menyampaikan materinya melalui teleconference. Para peserta juga mempresentasi-

“Peresmian ini harus disyukuri. Diharapkan nantinya jika berubah menjadi universitas sudah didukung infrastruktur yang memadai,” tambah Prof Haedar. Prof Haedar tak lupa menyemangati para pengurus Muhammadiyah Bangka Belitung. Spirit dan etos dalam berorganisasi harus dijaga agar tidak luntur. “Seperti di balik gedung ini, ada ruh, spirit, dan etos dalam menggerakkan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam. Spirit inilah yang perlu kita tularkan dan perbarui, karena sangat mungkin untuk luruh dan terdistorsi,” papar Prof Haedar. Pada kesempatan tersebut terdapat juga penandatanganan MoU dengan tiga perguruan tinggi, yaitu Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Muh Surakarta (UMS), dan Universitas Muh Jakarta (UMJ). Rektor UMJ, Prof Syaiful Bahri, menyatakan untuk memajukan STKIP MBB diperlukan banyak doktor. “Silahkan, kami siap memberikan beasiswa bagi beberapa dosen yang melanjutkan studi doktornya di UMJ,” ujarnya. []GTA

JCC 2nd Dilaksanakan via Daring

Persiapan tim JCC 2nd untuk konferensi komunikasi internasional via online.

kan masing-masing paper secara daring dan akan mengikuti workshop yang dipandu Andre Pranolo dosen UAD yang sedang ­menempuh studi doktoral di Honai University dan editor in chief jurnal IJAIN yang terindeks Scopus Q2. “Selanjutnya, paper peserta akan terbit di prosiding terindeks Atlantis Press dan jurnal terindeks Sco-

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 41


WARTA PTM

Kronik pus, Web of Science, CNKI, Dimensions, dan Sinta,” lanjut Filosa. Kegiatan 2nd JCC ini didukung Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah

‘Aisyiyah (APIK PTMA). Dukungan terhadap 2nd JCC juga berasal dari berbagai jurnal internasional dan nasional, di antaranya Atlantis Press, Communication and Science Society, International Journal on Communication and Society, The Messenger, Komunikator, Channel, Journal of Healthy Studies, SosPol, Nyimak, Medialog, dan Interaksi. []APR

UM Sorong Gelar ICFEMS

Narasumber International Conference on Frontiers of Environment and Marine Studies, Selasa-Kamis (25-27/2).

U

niversitas Muh Sorong bersama Forum Dosen Indonesia (FDI) Papua Barat menyelenggarakan International Conference on Frontiers of Environment and Marine Studies (ICFEMS) di Auditorium lantai 3, Selasa-Kamis (25-27/2).

Narasumber dalam acara ini ialah Prof Dr Melor Md Yunus dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof Dr Sukree Manyunuh dari Fatoni University Thailand, dan Prof Dr Dinil Pushpalal dari Tohoku University Jepang. Saat masih menjabat sebagai Rektor, Dr H Hermanto Suaib, menuturkan penyelenggaraan konferensi internasional ini merupakan wujud komitmen UM Sorong untuk membangun iklim akademik. Selain itu ICFEMS juga merupakan respon atas kebijakan akreditasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. “UM Sorong terus berkomitmen untuk memenuhi standar nasional pendidikan tinggi,” tambah Hermanto. Pada kesempatan yang sama, diumumkan pembentukan kepengurusan FDI yang baru. Bustamin Wahid Sekretaris Umum FDI Papua Barat berharap FDI dapat menjadi wadah aspirasi dosen dalam pengembangan kapasitas. [] GTA

Mahasiswa AIS Muh Semarang Dikukuhkan sebagai 'Sahabat Sensus'

J

umat (6/3), sebanyak 100 mahasiswa dan 25 dosen mengikuti Rapat Koordinasi Sensus Penduduk 2020 Tingkat Kampus (RAKORPUS) di aula serba guna lantai 1 Kampus Akademi Statistika (AIS) Muh Semarang. Pada kesempatan yang sama dikukuhkan 100 mahasiswa sebagai ‘Sahabat Sensus’. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mencapai kesuksesan pelaksanaan Sensus Penduduk 2020.

42 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

Pengukuhan mahasiswa AIS Muh Semarang sebagai ‘Sahabat Sensus’, Jumat (6/3).

Ketua BPH AIS Muh Semarang, Prof Dr H Suparman Syukur MA, menyampai-


kan dukungan atas keterlibatan AIS Muh Semarang dalam Sensus Penduduk 2020. Menurutnya memang sudah tepat jika sivitas akademika ikut terjun dalam kegiatan karena merupakan ranahnya. Sementara itu Dra Wellie Sulistiyanti MSc selaku Direktur AIS Muh Semarang menyatakan para mahasiswa siap membantu kegiatan mulai dari sensus di lapangan hingga memasukkan data. “Mahasiswa kami memang sudah terlatih untuk itu,” tambahnya. Ungkapan rasa bangga juga disampaikan oleh mahasiswa yang telah dikukuh-

kan sebagai salah satu ‘Sahabat Sensus’. Uminun A Zainun, mahasiswa asal Alor NTT melihat kegiatan ini merupakan bagian dari kuliah lapangan. “Menyenangkan sekali, saya dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat di kelas dalam kegiatan ini,” ujarnya. []GTA

“

Watak dasar PTM adalah catur dharma, yang terdiri dari pendidikan pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat serta Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) yang menjadi misi dasar PTMA untuk tergerak membantu masyarakat pasca musibah Covid-19 ini,” papar Muhammad Sayuti selaku Sekretaris Majelis Diktilitbang PPM saat diwawancarai via telepon, Rabu (29/04). Musibah Covid-19 memang telah melumpuhkan banyak sendi kehidupan masyarakat diseluruh Indonesia. Sehingga banyak PTMA yang turut melakukan penanggulangan dari sisi pencegahan dan meminimalisir dampaknya. Hingga berita ini dipublikasikan, kontribusi PTMA dalam penanggulangan Covid-19 sudah mencapai 90,56 M dengan total penerimaan manfaat mencapai 485.521 jiwa di seluruh Indonesia (sumber data: Media Center Muhamamdiyah Covid-19 Comand Center). Sayuti menambahkan, jumlah yang terkumpul baru melibatkan 39 PTMA dari jumlah keseluruhan 166 PTMA di seluruh Indonesia. “Kami menerima laporan dari para rektor yang turut memberikan bantuan namun belum dilaporkan ke MCCC,” ujarnya. Adapun sumber biaya yang terkumpul berasal dari anggaran biaya pengabdian masyarakat kampus yang dialihkan untuk penanggulangan Covid-19, adanya dana infaq dosen dan karyawan, mitra bank, dan

Press Conference MCCC di PP Muhammadiyah Cikditiro, Rabu (29/4)

PTMA Salurkan Dana 90 Miliar Lawan Covid-19 donasi lain yang tidak mengikat. Sayuti mengharapkan agar PTMA terus mengedepankan solidaritas dan spirit Al Ma’un untuk membantu dalam memecahkan problem masyarakat. Selain itu, dari sisi pencatatan atau pendataan PTMA harus membangun tradisi tidak hanya beramal namun juga didata. “Agar PTMA tidak hanya mengambil peran namun dapat menjadi inspirasi pula bagi yang lain,” tegasnya. Di akhir ia memaparkan Majelis Diktilitbang bersama 166 PTMA adalah bagian yang tidak terpisahkan dari MCCC, karena itu Muhammadiyah tidak pernah berhenti untuk beramal shaleh dan berkomitmen untuk terus melebarkan kiprah dakwah ini. “Ada 2 hal yang perlu dilakukan ke depannya yaitu, riset masyarakat yang terdampak, dan kedua adalah publikasi misi kita untuk beramal sholeh dan mengabdi ke masyarakat,” tutupnya melalui Press Conference MCCC di PP Muhammadiyah Cikditiro, (29/04). []APR

Ilkom UMY Rilis Jurnal Mahasiswa Pertama di Indonesia

P

rogram Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Muh Yogyakarta (UMY) merilis Jurnal Audiens, di kampus terpadu UMY, Kamis (12/3).

Berbeda dengan jurnal-jurnal sebelumnya, Jurnal Audiens dikhususkan untuk mahasiswa. Pada umumnya karya skripsi atau bagian dari skripsi yang ditulis ulang dalam format artikel jurnal hanya di-

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 43


WARTA PTM

Kronik

Beranda laman Jurnal Audiens Ilmu Komunikasi UMY.

publikasikan di repository yang tidak melalui proses review. Di Jurnal Audiens, semua karya artikel yang masuk harus mengikuti mekanisme review. “Proses review yang dialami oleh mahasiswa saat mengirimkan artikel adalah bagian dari usaha menumbuhkan atmosfer akademik di kampus, sekaligus mendorong semakin banyaknya publikasi,” terang Dr. Fajar Junaedi, editor in chief Jurnal Audiens. Sebelumnya, Prodi Ilkom UMY secara rutin menerbitkan Jurnal Komunikator yang telah terakreditasi dan berbahasa Inggris. “Jurnal Audiens memang difokus-

kan untuk mewadahi mahasiswa dalam publikasi ilmiah,” jelas Fajar. Fajar menambahkan jika artikel yang ada di jurnal ini berasal dari mahasiswa Ilkom UMY dan kampus-kampus lain. Dalam tata kelola jurnal, Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (APIK PTMA) menjadi mitra dalam publikasi ini. Reviewer jurnal berasal dari berbagai program studi yang tergabung dalam APIK PTMA. Melalui publikasi ini, diharapkan agar semakin banyak karya mahasiswa Ilkom UMY yang terpublikasikan di jurnal. []GTA

PTMA Racik Hand Sanitizer Buatan Sendiri

D

i tengah meluasnya wabah virus corona atau dikenal dengan Covid-19 banyak masyarakat yang mengeluhkan kelangkaan hand sanitizer. Kondisi ini terjadi karena aksi pembelian yang masif pasca diumumkannya penyebaran Covid-19 di Indonesia awal Maret lalu. Hal ini mendorong sejumlah PTMA meracik sendiri pembuatan hand sanitizer. UM Gresik misalnya selain melakukan pengecekan suhu badan kepada seluruh sivitas akademika, kampus ini juga memproduksi hand wash sebagai pengganti hand sanitizer. “Mengingat sulitnya mendapat hand sanitizer di pasaran, kami berusaha membuat hand wash sendiri yang nantinya akan dibagikan untuk seluruh sivitas UMG,” ujar Ernawati selaku Ketua Tim Khusus Penanganan Covid-19. Di lokasi yang berbeda, UM Parepare (UMPAR) juga memproduksi hand sanitizer mandiri. Sejumlah mahasiswa memproduksi hand sanitizer di Laboratorium Program Pendidikan Biologi yang dibimbing langsung oleh Dekan Fikes Haniarti. “Tidak perlu panik, kita bisa cegah infeksi virus Corona dengan menjaga kebersihan diri, rajin cuci tangan, dan gunakan hand sanitizer,” pungkas Haniarti. []APR

R

ektor UMSU, Dr Agussani, MAP meraih penghargaan Industry Marketing Champion 2020 Kota Medan pada ajang Indonesia Marketeers Festival 2020. Penghargaan diberikan oleh Dimas Soerodjo perwakilan Associate Dean Markplus Institute didampingi Ali Nafiah selaku Pelaksana Harian Kadis Koperasi dan UKM Prov Sumut di hadapan 300 peserta, Kamis (12/3).

44 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

Produk hand sanitizer UM Malang.

Rektor UMSU Raih Industry Marketing Champion 2020 Menurut Dimas Soerodjo, festival marketing berskala nasional tahun ini digelar di 8 kota di Indonesia yang ditandai dengan penganugerahan penghargaan dari MarkPlus. MarkPlus Institute bekerja sama dengan majalah Marketeers, memberikan pengakuan dan penghargaan kepada para top management yang dipandang telah menunjukkan marketing spirit luar biasa, memiliki marketing orientation, performa bisnis marketing dan atau keuangan, serta strategic decision and innovation se-


hingga patut diteladani. Sementara itu, Rektor UMSU, Dr Agussani, MAP menjelaskan, pemberian penghargaan ini adalah momen luar biasa. Penghargaan ini menjadi spirit dan motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus kualitas pendidikan khususnya bagi UMSU. UMSU terus melakukan inovasi dan pembenahan dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi. “Digitalisasi di bidang pendidikan merupakan satu hal yang tidak bisa dihindari dan UMSU siap untuk menginvestasikan sumber daya yang ada dalam menjawab tantangan itu,” tutupnya. []APR

Penyerahan penghargaan kepada Rektor UMSU, Dr Agussani, MAP pada Industry Marketing Champion 2020 Kota Medan dari MarkPlus Institute pada ajang Indonesia Marketeers Festival 2020.

UMP Terus Genjot AIPT

Potret UMP diambil dari sisi atas.

U

niversitas Muh Purwokerto (UMP) menambah enam prodi berakreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Keenam prodi tersebut adalah Pendidikan Geografi, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Manajemen, dan Akuntansi. Hasil ini merupakan upaya UMP dalam meningkatkan Akreditasi Institusi Perguru-

S

elasa (10/3), peletakkan batu pertama dalam pembangunan Gedung Perpustakaan Universitas Muh Mataram (UMMAT) dilakukan oleh Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Drs Muham-

an Tinggi (AIPT). UMP saat ini memiliki lebih dari 43 program studi dan 11 fakultas. UMP juga memiliki 5 program profesi. “Untuk Program Profesi, terdapat Profesi Apoteker, Profesi Ners, Profesi Dokter, Profesi Kebidanan, dan Profesi Pendidikan Guru,” ujar Dr Jebul Suroso selaku WR Bidang Akademik dan Kerja sama UMP. Dijelaskan oleh Jebul, UMP telah dilengkapi berbagai fasilitas demi menunjang kegiatan pembelajaran. Seluruh lokal perkuliahan ber-AC, berLCD, dan memiliki broadband internet 16 kali standar akreditasi. Berbagai UKM tersedia untuk menyalurkan minat dan bakat. Sejumlah program juga ditawarkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan seperti, pertukaran mahasiswa ke luar negeri, beasiswa belajar bahasa Arab selama 2 tahun, beasiswa Erasmus, program KKN ke luar negeri, dan beberapa program lainnya. []GTA

Perpustakaan UMMAT Simbol Literasi Berkemajuan mad Syarif Bando. Acara juga dirangkaikan dengan kuliah umum bersama Kepala Perpusnas RI di aula lantai 3 Gedung Fisipol.

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 45


WARTA PTM

Kronik Kuliah umum bertemakan “Membangun Kesadaran Literasi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” ini diikuti oleh mahasiswa, Asosiasi Perpustakaan dan Pustakawan NTB, Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Daerah sePulau Lombok, akademisi, dan Penggiat Literasi se-Pulau Lombok. Muhammad menjelaskan bahwa eksistensi perguruan tinggi dapat dilihat dari kualitas informasi yang tersedia di perpustakaan. Maju tidaknya sebuah perguruan tinggi dapat dilihat dari keberadaan perpustakaan dan berapa banyak orang yang mengunjunginya. “Perpustakaan harus menjadi jantung peradaban dan sumber ide dalam menjalankan aktivitas dan kreativitas kehidupan yang lebih maju,” tegasnya. Pada kesempatan tersebut, Rektor UMMAT, Dr Arsyad Gani, berharap dibangunnya gedung perpustakaan UMMAT dapat meningkatkan kesadaran

Peletakkan batu pertama dalam pembangunan gedung perpustakaan UMMAT oleh Kepala Perpusnas RI, Selasa (10/3).

literasi baik masyarakat kampus maupun masyarakat umum. “Semoga peletakan batu pertama pembangunan gedung perpustakaan ini menjadi langkah awal bagi UMMAT untuk berkontribusi demi kemajuan daerah dan masyarakat NTB khususnya, serta Indonesia pada umumnya. Dengan melakukan gerakan literasi berarti kita menjemput suatu kemajuan,” tutup Rektor UMMAT. []GTA

Fakultas Kedokteran UMSU Raih Akreditasi A

Rektor UMSU, Dr Agussani, MAP.

F

akultas Kedokteran Universitas Muh Sumatera Utara (UMSU) berhasil meraih akreditasi A dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan. Raihan ini tertuang dalam surat LAM PTKes No 0128/LAM-PTKes/ Akr/Sar/IV/2020 untuk Program Studi Sarjana Kedokteran. Selanjutnya Surat No. 0129/LAM-PTKes/Akr/ Pro/IV/2020 untuk Program Studi Profesi Dokter yang di-

46 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

tandatangani Ketua LAM-PTKes, Prof. dr Usman Chatib Warsa, SP, MK, PhD tertanggal 25 April 2020. “Alhamdulillah, UMSU bersyukur Fakultas Kedokteran berhasil meraih peringkat akreditasi A dengan skor membanggakan 371 dari LAM-PTKes,” ungkap Rektor UMSU, Dr Agussani, MAP saat Pengajian Ramadhan Online yang diisi ceramah Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, Senin (4/5). Dijelaskan Rektor, FK UMSU saat ini menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta yang berhasil meraih peringkat akreditasi A di Pulau Sumatera. Prestasi ini tidak lepas atas bimbingan dan dukungan PP Muhammadiyah kepada UMSU sehingga bisa memberikan hasil terbaik. Lebih lanjut, raihan akreditasi A juga tidak terlepas dari soliditas dan kerja sama tim yang didukung oleh peningkatan sarana dan prasarana serta sumber daya berkualitas. “Kekompakan tim dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengajaran harus terus dijaga,” katanya. []APR


STIKES Muh Gombong Juara Umum Lomba HUT PPNI

D

osen STIKes Muh Gombong berhasil meraih juara umum perlombaan HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Ke-46 yang diselenggarakan oleh DPD PPNI Kabupaten Kebumen, Maret lalu. Mengalahkan beberapa perwakilan Dewan Pengurus Komisariat (DPK) se Kabupaten Kebumen, Ike Mardiati Agustin berhasil menjadi juara 1 lomba perawat teladan disusul juara harapan 1 perawat teladan Nurlaila dan juara harapan 2 perawat teladan Putra Agina. Selain itu DPK STIKes Muh Gombong secara tim juga menang 2 lomba di antaranya lomba penyuluhan kesehatan sebagai juara 1 dan lomba outbond juara 2. Hj. Hermiyatun MKep Sp, Mat selaku ketua STIKes Muh Gombong berharap prestasi ini tidak hanya sekedar lomba namun juga sebagai bentuk kepedulian nyata dan pengabdian ikhlas kepada masyarakat yang tertuang pada Tridharma Perguruan Tinggi. []APR

Penghargaan STIKES Muh Gombong menjadi juara umum pada perlombaan HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Ke-46.

APIK PTMA Rilis Buku Krisis Komunikasi Pandemi Covid-19

“

Buku ini ditulis oleh para akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, mulai dari Medan sampai Maluku Utara.” papar editor buku, Fajar Junaedi, saat menjelaskan buku yang dirilis Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (APIK PTMA). Berjudul “Krisis Komunikasi dalam Pandemi Covid-19”, buku ini diprakarsai 44 penulis yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. “Penulis memberikan pemaparan yang terjadi di daerah dengan pembahasan mengenai pandemi Covid-19 dalam perspektif Ilmu Komunikasi,” papar dosen Ilmu Komunikasi UMY ini. Fajarjun juga menambahkan buku dengan tebal 288 halaman ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu pertama mengeksplorasi tentang perlunya aktualisasi komunikasi, baik secara teori, riset dan praktek, dalam menghadapi pandemi. Bagian kedua mengangkat tentang persoalan komunikasi publik yang dilakukan pemerintah kala menghadapi Covid-19.

Kegagapan pemerintah pusat mengelola komunikasi publik justru menambah kepanikan masyarakat. Bagian terakhir membahas tentang relasi media dan publik dalam informasi Covid-19, baik media massa maupun media sosial yang ditulis berdasarkan riset dan konseptual. Penerbitan buku ini mendapatkan dukungan dari program studi Ilmu Komunikasi di UM Sumatera Utara, UM Maluku Utara, UM Buton, UM Ponorogo, UM Cirebon, UM Surakarta, UM Malang, UM Bandung, UM Jakarta, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, dan UM Yogyakarta. Ketua umum APIK PTMA, Muhammad Himawan menyatakan keseluruhan hasil penjualan buku akan disumbangkan kepada LAZISMU sebagai donasi untuk membantu tenaga medis dan masyarakat yang terkena dampak Covid-19. “Bahkan editor dan para penulis pun tidak mendapatkan royalti dan harus membeli sebagai bentuk donasi,” jelasnya. Untuk pemesanan buku dapat melalui WA 087734608747. []APR

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 47


Profil PTM

WARTA PTM

Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Lawan Persaingan dengan Kualitas

Gedung Universitas Muhammadiyah Maluku Utara.

P

asca konflik yang terjadi di Maluku Utara pada 2000 silam, menyisakan beban sosial yang begitu besar bagi masyarakat terutama dalam mengakses pendidikan tinggi. Untuk itu, diperlukan lembaga pendidikan tinggi untuk membantu masyarakat terutama dalam meringankan beban studi peserta didik. Hal inilah yang melatarbelakangi lahirnya Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) yang resmi berdiri pada 5 Juni 2001. Menjadi salah satu kampus dari daerah timur Indonesia, UMMU terus mengalami peningkatan kualitas dari tahun ke tahun. Tercatat pada tahun 2019 UMMU menjadi Perguruan tinggi terbaik pertama di Wilayah LLDikti 12 Maluku dan Maluku Utara. Kemudian pada tahun 2014, UMMU memperoleh predikat sebagai perguruan tinggi swasta tersehat dalam penilaian Kopertis Wilayah XII dan DIKTI.

Fasilitas dan SDM Terus Berkembang “Pada 2019 UMMU banyak meraih prestasi salah satunya menjadi PT terbaik pertama di Wilayah LLDIKTI 12,” ujar Prof Dr Saiful Deni selaku Rektor UMMU. Terus berkembang pesat, saat ini UMMU tercatat memiliki 4.941 mahasiswa

48 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

dengan 18 program studi (prodi) yang terdiri dari 17 prodi sarjana dan 1 prodi pascasarjana. Demi mendukung hal tersebut, UMMU juga memfasilitasi mahasiswa dengan sarana dan prasarana yang mumpuni. Diawali dengan menyewa gedung perkuliahan, saat ini UMMU telah memiliki 3 gedung kuliah berlantai tiga, 1 gedung rektorat berlantai tiga, aula indoor, masjid, UMMU Mart, rusunawa, dan gedung laboratorium khusus teknik sipil. “Saat ini sementara dalam tahapan pembangunan Auditorium UMMU berkapasitas 2.500-3.000 orang. Progress sekitar 40%,” papar Rektor sekaligus Guru Besar pertama di UMMU. Saiful Deni juga membenarkan bahwa selain sarana dan prasarana, sudah seharusnya sebuah perguruan tinggi untuk mentransformasikan SDM yang dimiliki. Seperti kata pepatah, tidak ada institusi yang baik tanpa adanya dukungan SDM yang hebat. Searah dengan hal tersebut, UMMU telah berhasil meningkatkan jabatan fungsional dosen yang saat ini telah memiliki 1 guru besar, 10 lektor kepala, 41 lektor, dan 161 AA. Bagi Saiful, saat ini solidaritas dan sinergitas SDM merupakan kunci utama suksesnya sebuah universitas. Kedua hal tersebut menjadi komponen yang digadang-


Lawan Persaingan dengan Kualitas

Kegiatan pertemuan dekan fakultas pertanian PTMA serta Seminar Nasional Peran Fakultas Pertanian Muhammadiyah di era Industri 4.0 (01/04/19) Foto dok. malut.litbang.pertanian.go.id. Kegiatan Pelatihan ,Pengembangan Kepemimpinan dan Kepribadian (P2KK) untuk mahasiswa baru UMMU, Sabtu (31/8/19) Dok, detikindonesia.co

gadangkan guna meningkatkan kulitas akademik dan penjaminan mutu internal UMMU.

Stakeholder dan Link Kerja Sama “Kami sadar bahwa daerah kami sangat terbatas dibandingkan teman-teman di barat dan di tengah Indonesia, untuk itu upaya membangun jaringan dan membuka seluruh link yang dapat mendukung perkembangan UMMU selalu dilakukan,” ujar Saiful melanjutkan jawaban. Menjadi satusatunya PTM yang ada di Ternate, Saiful berusaha untuk terus memutar otak agar kualitas yang dimiliki kampus ini sama dan setara dengan kampus yang ada di daerah lainnya. Kerja sama internasional UMMU berkembang dan maju di LLDIKTI Wilayah XII dan PTM Wilayah Timur, dikarenakan UMMU aktif dalam kegiatan internasional sejak tahun 2017. Selain itu, kampus ini juga aktif mengirimkan mahasiswa dan dosen ke beberapa negara di antaranya Taiwan, Thailand, Prancis, Amerika, Jepang, dan Malaysia. Berdiri dengan tagline ‘Unggul, Inovatif, dan Islami’, UMMU mencoba untuk terus mengimplementasikannya pada berbagai kegiatan untuk menunjang kerja sama baik di dalam maupun di luar kampus. “Begitu juga di luar kampus, hal ini menjadi identitas UMMU bagi masyarakat, sebagai salah satu AUM di Maluku Utara, sudah menjadi kewajiban setiap komponen UMMU menjaga nama baik Muhammadiyah di luar kampus sebagai panutan,” papar Saiful. Strategi dan Jemput Bola Saat ditanya mengenai strategi, Saiful menyebutkan bahwa sampai saat ini UMMU masih menggunakan sistem door to door. Karakteristik Maluku Utara dengan segala potensi dan keterbatasan mengharuskan UMMU untuk jemput bola dalam menjaring dan meningkatkan jumlah pendaftar. Biro penerimaan mahasiswa bekerja luar biasa sepanjang tahun untuk terus mempromosikan UMMU ke seluruh sekolah

SMA/sederajat di Maluku Utara yang mampu dijangkau. Metode elektronik digital melalui jaringan website UMMU, grup sosial media alumni dan grup jaringan UMMU lainnya, media main stream televisi lokal, koran dan majalah lokal tetap digunakan sebagai media promosi. “Persaingan hanya bisa dimenangkan dengan menjaga dan meningkatkan kualitas pengelolaan universitas. Oleh karena itu, kami di UMMU selalu menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan dan semua itu terlihat jelas dalam SPMI kami,” papar Saiful. Setiap tahun dilakukan evaluasi dan revisi berdasarkan hasil audit mutu internal. Dengan SPMI yang terus meningkat, maka UMMU berupaya untuk meningkatkan kualitas SPME melalui akreditasi BAN-PT. “Saat ini akreditasi institusi UMMU adalah B, dan kami terus berupaya dengan berbagai pembenahan untuk bisa meningkat,” papar Saiful optimis. Selain itu, Saiful memaparkan ada dua hal yang menjadi hambatan untuk membawa UMMU ke arah yang lebih baik, yaitu menyamakan persepsi dan konsolidasi internal serta hambatan pada pembiayaan. Kami masih sangat tergantung pada partisipasi masyarakat, sehingga setiap semester itu perlu analisis yang detail terkait operasional semua kegiatan. Untuk ke depannya, saiful menargetkan untuk meningkatkan kualitas akreditasi baik pada prodi maupun universitas. Target lainnya adalah berupaya agar semua dosen tetap UMMU telah tersertifikasi, yang saat ini sudah sekitar 60%. “Kami juga berharap tiap tahun ada 3-5 orang lanjut studi melalui beasiswa dikti atau beasiswa Pemda Provinsi Maluku Utara. Semua itu kami lakukan untuk satu target utama yaitu menjadikan UMMU sebagai kampus pilihan utama di Maluku Utara, dan meningkatkan kualitas lulusan UMMU,” tutup Saiful. []APR

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 49


Profil PTM

WARTA PTM

Rektor UM Maluku Utara Prof. Dr. Saiful Deni, S.Ag., M.Si.

Memimpin dengan Implementasi Iman dan Amal

M

engabdi dengan niat ibadah serta mengimplementasikan iman dan menabung amal menjadi dasar tujuan Prof.Dr. Saiful Deni, S.Ag., M.Si. dalam mengemban tanggung jawabnya sebagai seorang rektor. Menjadi orang nomor satu di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Prof Saiful Deni kerap menancapkan niat mengabdikan diri secara penuh untuk meningkatkan dan memajukan kualitas UMMU. “Saya harus memfokuskan diri untuk mencurahkan segala pikiran, tenaga, dan semua yang saya miliki termasuk keluarga untuk bersama membangun kampus UMMU tercinta,” begitu ungkapnya saat diwawancarai secara eksklusif oleh tim Warta PTM.

50 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

Tepat pada 1 Desember 2019 lalu, Prof Saiful Deni resmi memperoleh gelar baru sebagai Guru Besar melalui SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Prof Saiful berhasil memecahkan rekor karena menjadi orang pertama yang meraih gelar guru besar di UMMU. Baginya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran penting keluarga dalam mendukung dan terus mendorong dirinya untuk meningkatkan langkah pengabdian baik pada agama, bangsa, dan negara khususnya untuk Maluku Utara. “Kekuatan keluarga memberi semangat lebih bagi saya dalam mengabdikan diri untuk kampus UMMU dan Muhammadiyah,” paparnya. Berikut pemaparan Prof Saiful Deni mengenai perjalanan, tantangan, dan rencana ke depan dalam memimpin UMMU bersama reporter Warta PTM, Aprilia Sazila, (Rabu, 11/03).

Kepemimpinan seperti apa yang Anda terapkan sebagai Rektor UMMU? Seperti kita tahu bersama, teori kepemimpinan itu banyak sekali, namun teori kadang sulit diterapkan pada kondisi tertentu. Sehingga saya menjalankan kepemimpinan dengan model SODA yaitu Sentralisasi Organisasi dan Desentralisasi Administrasi, artinya secara organisasi wewenang ada pada top management tiap unit dan bertanggung jawab terpusat kepada pimpinan universitas. Sementara prosedur dan mekanisme administrasi menjadi wewenang tiap-tiap unit untuk melaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Saya merasa untuk kondisi UMMU saat ini, model manajemen seperti itu masih cocok, namun kita akan lihat perkembangan UMMU nanti apakah perlu model yang lebih sesuai atau tidak.


Memimpin dengan Implementasi Iman dan Amal

Ketika memimpin UMMU, bagaimana strategi Anda mewujudkan visi dan misi UMMU? Strategi saya sederhana saja, lakukan yang sudah direncanakan dan ditetapkan serta rencanakan yang akan dilaksanakan. Jadi semua program yang sudah kami susun dalam rencana strategis UMMU, dilaksanakan dengan SOP yang sudah ditetapkan dan harus mencapai target indikator kinerja yang ada, namun kita tahu harapan tidak selalu sesuai kenyataan banyak hambatan dan kendala yang dihadapi. Karena itu, perlu evaluasi untuk perbaikan dan penyesuaian ke depan. Sampai saat ini rencana strategis yang kami jalankan merupakan renstra yang telah ditetapkan sebelum saya menjadi rektor. Oleh sebab itu, dalam waktu dekat telah kami agendakan untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian program untuk peningkatan ke depan. Bagaimana peran internal kampus dalam memajukan UMMU? Apakah ada strategi khusus untuk meningkatkan kinerja internal? Sejauh ini, internal kampus sangat kooperatif dalam bersama-sama memajukan UMMU. Kendala-kendala kecil dan dinamika-dinamika yang sering terjadi adalah bagian dari cara kami untuk memajukan UMMU. Dukungan internal kampus kondusif sehingga target-target yang selama kepemimpinan kami masih sesuai dengan harapan. Meskipun banyak juga yang masih jauh dan perlu peningkatan. Saya juga punya banyak kekurangan, oleh karena itu dukungan internal kampus yang selalu menjadi kekuatan saya.

Langkah-langkah apa saja yang telah dilakukan UMMU dalam meningkatkan SDM khususnya dosen? Langkah kami hampir sama dengan perguruan tinggi lain yaitu mendorong peningkatan kualitas dosen dan pegawai untuk meningkatkan kompetensinya melalui studi lanjut untuk dosen dan pelatihan-pelatihan bagi pegawai. Untuk ini diperlukan pembiayaan yang tidak sedikit, karenanya kami memberikan peluang yang sama bagi dosen yang ingin melanjutkan studi. Kami mendorong untuk yang telah tes dan lulus serta memperoleh beasiswa Dikti. Bagi yang telah lulus namun tidak memperoleh beasiswa Dikti kami upayakan untuk memperoleh beasiswa Kie Raha Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Begitu juga jika ada alumni kami yang berprestasi dan memiliki kemampuan baik, kami rekrut dan langsung studi lanjut dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Kami

Prof. Dr. Saiful Deni dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMMU Selasa (17/03/20). Sumber: poskomalut.com.

juga terus mendorong dosen-dosen yang telah eligible untuk sertifikasi dosen dan mempersiapkan segala yang diperlukan. Demikian pula untuk jabatan fungsional, kami dorong bahkan dosen yang dalam waktu tertentu belum naik pangkatnya kami paksa untuk harus mengusulkan kenaikan pangkat, meskipun belum ada sanksi untuk itu. Sama halnya dengan pegawai, peningkatan kompetensi dan skill melalui pelatihan juga kami dorong.

Apa target terdekat Anda dalam memajukan UMMU? Hal yang paling dekat adalah meningkatkan reakreditasi program studi nilai B menjadi A bahkan target kami re-akreditasi PT juga A. Target lainnya adalah upaya untuk menambah program studi S-1 baru yang marketable di Maluku Utara dan menjadi kebutuhan bagi masyarakat dan industri di Maluku Utara. Saat ini juga kami sedang berupaya untuk meningkatkan jumlah doktor dalam bidang ilmu tertentu sehingga kami bisa membuka program studi S-2. Inilah yang menjadi target kami dalam waktu dekat, di samping target pembangunan infrastruktur untuk laboratorium terpadu. []APR

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 51


Profil PTM

WARTA PTM

Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIP) Muhammadiyah Sinjai Berubah bentuk menjadi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Pusat Unggulan Ilmu Sosial dan Politik

Gedung Universitas rektorat STISIP Muhammadiyah Sinjai, ruang kegiatan belajar mengajar dan rektor STISIPM Dr. Umar Congge, S.Sos., M.Si. .

S

ekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik Muhammadiyah (STISIPM) Sinjai beralamatkan di Jalan Teuku Umar nomor 8 Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan. STISIPM Sinjai mendapatkan izin operasional berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 54/D/O/2003 tanggal 07 Mei tahun 2003. Periode kepemimpinan dari 20032018 berada di tangan Drs. H. Marsuki Ali, M.Pd. Kemudian pada masa jabatan 2018-2021 dilanjutkan oleh Dr. Umar Congge, S.Sos., M.Si. Terdapat dua program studi (prodi) yang menjadi unggulan STISIPM Sinjai, yaitu Prodi Administrasi Publik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. Saat ini seluruh program studi dalam lingkungan STISIPM Sinjai telah terakreditasi B. Jumlah mahasiswa baru dari tahun ke tahun terus mengalami perkembangan. Hingga kini tercatat jumlah mahasiswa sebanyak 2.024 orang.

52 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

Center of Excellence di Indonesia Timur Ketika membuka laman situs resmi STISIPM Sinjai terpampang dengan jelas visi STISIPM Sinjai yaitu “Menjadi pendidikan tinggi yang Islami, berwawasan global, dan sebagai salah satu pusat unggulan di bidang ilmu sosial dan ilmu politik di kawasan Indonesia bagian timur pada tahun 2025�. Diakui oleh Umar Congge bahwa STSIPM Sinjai memiliki program studi yang berbeda dengan tiga perguruan tinggi lokal yang ada. STISIPM Sinjai juga merupakan satusatunya perguruan tinggi di bidang sosial politik yang ada di Kabupaten Sinjai. Peluang ini tentu membawa keuntungan tersendiri bagi STISIPM Sinjai. Oleh karenanya, target untuk menjadikan STISIPM Sinjai sebagai center of excellence khususnya bidang ilmu sosial dan politik di kawasan Indonesia bagian timur pada 2025 bukanlah main-main belaka. Berbagai percepatan dilakukan demi mencapai visi tersebut. Rekrutmen tenaga pengajar yang berkualitas merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan. Tak hanya itu,


Pusat Unggulan Ilmu Sosial dan Politik

Ada yang menarik dari tagline STISIPM Sinjai. Sesuai dengan salah satu misi STISIPM Sinjai, yaitu “Menciptakan kultur akademik yang Islami dan berwawasan global”, kampus mewajibkan dosen dan mahasiswa menghentikan proses belajar mengajar ketika waktu shalat telah tiba serta mengikuti shalat berjamaah. Ini merupakan wujud tagline “Utamakan Shalat, Bekerja Ikhlas” yang dikoordinir oleh Lembaga Pengkajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Agar dapat terimplementasikan dengan baik, diadakanlah sosialisasi kepada sivitas akademika tentang makna dan tujuan tagline. Sivitas akademika juga dihimbau untuk menggunakan tagline tersebut dalam kesehariannya. STISIP Muhammadiyah Sinjai lakukan Sosialisasi Pembelajaran Daring (online) di Ruang Pertemuan STISIP Muhammadiyah Sinjai, Senin (16/03/2020).

pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan, baik tenaga pendidikan maupun tenaga kependidikan pun tak luput diupayakan. Sementara pengadaan sarana dan prasarana pendukung proses akademik, termasuk pembangunan gedung kuliah yang memadai turut digenjot. “Pemberian layanan akademik berbasis teknologi informasi, seperti layanan KRS, KHS, perpustakaan, serta akses internet gratis,” tambah Umar Congge. Umar Congge kembali menegaskan meskipun STISIPM Sinjai berada di daerah, namun itu tidak menjadikan STISIPM kampungan. Lulusan STISIPM Sinjai sudah banyak mengabdi di sejumlah daerah, khususnya lembaga pemerintahan. “Kami memang berada di kampung tetapi kami mengikuti tata kelola perguruan tinggi sehingga bisa mencapai hasil saat ini,” ujarnya.

Strategi Pengembangan Kampus Dalam pengembangan perguruan tinggi, tentu tidak bisa dipisahkan dengan kegiatan kerja sama baik di skala nasional maupun internasional. STISIPM Sinjai melihat hal itu sebagai keniscayaan. Oleh sebab itu, berbagai kerja sama terus digalakkan. Beberapa kerja sama internasional telah dilakukan termasuk melalui program magang internasional. Selain itu kerja sama juga diaplikasikan dengan melibatkan stakeholder dalam penyusunan kurikulum demi menghasilkan kualitas lulusan yang dibutuhkan lapangan kerja saat ini. STISIPM Sinjai juga berkomiten memfasilitasi mahasiswa secara maksimal. Bahkan sejak awal STISIPM Sinjai memberikan akses keringanan cara pembayaran bagi setiap mahasiswa baru. Komitmen lain yang tidak kalah penting ialah tersedianya sarana dan prasarana yang dapat meningkatkan kualitas SDM mahasiswa. STISIPM Sinjai memiliki gedung kemahasiswaan, menyediakan dana kegiatan kemahasiswaan, serta memberikan pelatihan-pelatihan baik yang bersifat soft skill maupun akademik. “STISIPM Sinjai selalu mendorong mahasiswa mengikuti kegiatan baik skala regional maupun nasional,” jelas Umar Congge.

Maksimalkan Kualitas dan Kuantitas Promosi Strategi marketing yang dilakukan STISIPM Sinjai dalam menambah jumlah pendaftar ialah dengan menggiatkan promosi melalui media daring maupun luring. Sosialisasi dilakukan baik dengan dengan menggunakan media sosial, website, pemasangan spanduk maupun dengan berkunjung ke sekolah-sekolah. Sosialisasi juga melibatkan mahasiswa melalui himpunan. Kegiatan lembaga kemahasiswaan diintensifkan sebagai media promosi yang langsung berhubungan dengan masyarakat. Semua kegiatan yang dilaksanakan oleh sivitas akademika kemudian dipublikasikan melalui media daring dan luring, sehingga masyarakat dapat melihat eksistensi STISIPM Sinjai. Namun dari itu semua, STISIPM Sinjai menyadari promosi akan sia-sia tanpa diikuti dengan peningkatan kualitas institusi. Sehingga STISIPM tetap berpegang teguh untuk terus meningkatkan status akreditasi program studi dan institusi. “Selain itu meningkatkan kualitas pelayanan dengan mengedepankan pelayanan berbasis sistem informasi akademik online sebagai jawaban atas tuntutan perkembangan industri 4.0,” tutup Umar Congge. []GTA

Pada tanggal 12 Mei 2020 bertepatan dengan 17 Ramadhan 1441 Hijriah, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIP) Muhammadiyah Sinjai bergabung dengan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Muhammadiyah Sinjai yang kemudian berubah menjadi UM Sinjai berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 526 / M / 2020. UM Sinjai terdiri dari 2 Fakultas dan 5 Program Studi, dengan rincian: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik 1. Program Studi Administrasi Publik 2. Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Sains dan Teknologi 1. Program Studi Agroteknologi 2. Program Studi Peternakan 3. Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 53


WARTA PTM

Profil Dosen

C

erdas dan kritis, itulah yang terbesit ketika bertemu langsung dengan Hilman Latief, Ph.D. Di usianya terbilang muda, ia kini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta periode 20172021 dan Ketua LAZISMU. Tak berhenti di situ, capaian-capaian lain telah banyak diraihnya. Berkali-kali menjadi pembicara dalam konferensi, lokakarya, dan diskusi, serta beberapa kali telah memenangkan penghargaaan dari dalam maupun luar negeri. Ditemui di ruangannya, Hilman dengan antusias menceritakan mengenai kesibukannya, filantropi Islam, dan grand design di Muhammadiyah.

Mobilitas Tinggi, Produktivitas Melimpah Mengemban beberapa amanah membuat hari-hari Hilman dipenuhi dengan tingkat keproduktivan yang luar biasa. Sebagai pejabat kampus, ia harus selalu mengecek capaian-capaian kampus, memastikan program-program untuk peningkatan prestasi mahasiswa dapat berjalan, serta memetakan tingkat presentase fakultas dan jurusan dalam mengirimkan mahasiwa ke ajang perlombaan. Menurutnya hal ini sangat penting, karena bagaimanapun juga semua mahasiswa punya kesempatan yang sama. Terkadang kesempatan itu tidak termanfaatkan dengan baik bila tidak didukung dan didorong oleh dosen. Di sisi lain, ia juga harus menjaga mutu calon mahasiswa yang akan masuk UMY dan mempersiapkan calon mahasiswa UMY dari negara-negara lain. Sedangkan sebagai pemimpin LAZISMU, sehari-hari Hilman memantau perkembangan LAZISMU di tingkat nasional. “Perkembangan LAZISMU seperti apa. Kenapa di wilayah-wilayah tertentu masih macet. Mengapa wilayah tertentu membuat pengurus saja susah. Jika membuat pengurus saja susah apalagi ketika mencari uang. Orang dapat dilihat dari itu. Keinginannya un-

54 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

Hilman Latief, Ph.D

Bangun Arsitektur Filantropi Muhammadiyah tuk membentuk suatu lembaga, itu juga merefleksikan upaya dia memperbaiki citra dan kapasitas organisasi,� ujarnya tegas. Hilman menambahkan saat ini hingga Hari Pendidikan Nasional, LAZISMU tengah mengusung deklarasi program Bakti Guru. Tujuannya adalah memberikan insentif sebaik mungkin kepada para guru. Sementara itu, di sela-sela kesibukannya Hilman tetap tidak melupakan kewajibannya sebagai dosen. Setiap tahun ia tidak pernah absen melakukan berbagai publikasi. Bahkan ia masih bisa menerbitkan beberapa buku.

Hingga kini tercatat puluhan publikasi yang telah dihasilkannya. Hilman juga masih bisa menyempatkan diri untuk mengisi tausiyah di masjid atau mushola sekitar.

Grand Design Filantropi Muhammadiyah Ketertarikan Hilman di filantropi tidak tanpa alasan. Hilman menuturkan filantropi memang merupakan wilayah studinya. Selain itu ada historis panjang yang menambah alasan ketertarikan itu. Salah satunya ketika ia mendapatkan buku dari profesornya mengenai


Bekerja Ikhlas Sesuai Passion

charity and poverty. “Masalah filantropi dan kemiskinan ini menarik. Mungkin karena saya pernah sekolah di pesantren Muhammadiyah dan juga mengajar di Muhammadiyah, saya merasa belum banyak wilayah ini dieksplorasi,” tuturnya. Aktif dalam organisasi dan persyarikatan Muhammadiyah yang memang pada dasarnya memiliki basis filantropi menumbuhkan sikap kritis tersendiri di benaknya. Hilman menyadari, Muhammadiyah memiliki banyak sekolah, lembaga sosial, klinik, dan amal usaha yang lahir dari semangat filantropi. Muhammadiyah didukung oleh kelompok kelas menengah muslim yang mempunyai perhatian terhadap masalah-masalah sosial dan isu yang ada di akar rumput. Namun ketika berbicara tentang grand design, ia melihat Muhammadiyah masih belum memilikinya. “Grand design filantropi Muhammdiyah itu mau seperti apa arsitekturnya? Mau dibangun seperti apa? Sekarang ini yang ada adalah aktivisme karena semangat dari ajaran Islam. Terinspirasi juga dengan Dahlan dan murid-muridnya yang terlibat dalam gerakan filantropi di tingkat lokal. Ada semangat ada ghiroh yang kuat,” papar Hilman. Lebih lanjut ia berfikir semangat tersebut perlu dibingkai. Semangat harus diimbangi dengan kecakapan dan pengetahuan. Ia pun mencontohkan dari permasalahan beberapa sekolah Muhammadiyah yang mengalami penurunan. Ini terjadi karena yang ada hanyalah semangat mendirikan sekolah namun tidak diiringi dengan skill ataupun kemampuan manajerial. Hilman pun menyatakan bahwa hal tersebut kini menjadi perhatiannya. Menurutnya pontensi Muhammadiyah sangatlah besar. Bahkan untuk saat ini di Indonesia, potensi tersebut tidak ada yang bisa mengalahkannya. Namun faktanya, Muhammadiyah tertinggal sekian langkah dari organisasi lain khususnya dalam konteks menata filantropi. Tidak mengherankan baginya ketika beberapa lembaga filantropi lain yang masuk di perkotaan lebih dikenal

daripada Muhammadiyah. “Karena mereka hanya tahu Muhammadiyah itu sekolah, PKU, panti asuhan tetapi mereka tidak mengenal Muhammadiyah sebagai sebuah gerakan filantropi yang masif, sistematis, terstruktur. Saya kira memang cita-cita saya itu, membangun arsitektur filantropi Muhammadiyah.”

Muda Berkarya Ketika ditanya mengenai pesan kepada anak muda agar bisa terus produktif berkarya seperti dirinya, Hilman menjawab dengan gamblang bahwa ia percaya setiap orang memiliki passionnya tersendiri. Tidak ada yang tidak bermanfaat dari keahlian yang dimiliki. Oleh karenanya perlu untuk menekuni dengan benar dan fokus. Hilman juga melihat bagaimana anak muda saat ini memiliki kapasitas, potensi, dan kesempatan yang besar untuk mengartikulasikan diri. Maka dari itu penting bagi anak muda untuk memiliki visi. Ia lalu melanjutkan amak muda harus bisa merancang rencana akan seperti apa beberapa belas tahun ke depan, bagaimana kontribusi yang akan diberikan, dan apa saja capaian yang akan diraih setiap tahunnya. “Mereka harus bisa mengimajinasi karir mereka. Temanteman muda harus punya sense membangun karir yang benar,” tutur Hilman. Keinginan untuk meningkatkan kapasitas, potensi, dan intelelektualitas harus selalu diasah. Hilman bahkan mengakui, ia justru mendorong amil di LAZISMU untuk selalu memikirkan karir mereka ke depan. “Jika ada yang datang kepada saya untuk izin resign karena telah diterima di institusi lain bahkan mendapat karir yang lebih tinggi, tentu tidak akan saya tahan. I will let them go with respect and support.” Namun, Hilman juga mengingatkan anak muda untuk memiliki platform sebagai ruang gerak mereka. Menurutnya saat ini sulit untuk melakukan segalanya sendiri. Hilman mengibaratkan elang yang selalu terbang sendiri sejauh dan setinggi mungkin. “Menjadi pemimpin yang baik itu bukan tentang

seberapa jauh atau tinggi mereka terbang, tapi seberapa banyak orang yang bisa diajak terbang,” ujarnya tegas. Dalam konteks ini, prestasi tidak diraih hanya karena diri sendiri. Namun, ada tim, ada senior yang memberikan ruang dan kesempatan, serta ada fasilitas yang memfasilitasi untuk meraih itu. “Maka ketika ada kesempatan dan diambil, jangan pernah merasa cukup. Teruslah belajar dengan siapa saja dan kapan saja,” tutupnya. []GTA

Hilman Latief, Ph.D Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jl. Lingkar Selatan Tamantirto Kasihan, Bantul, Yogyakarta, Indonesia Telp. (+62274) 387656, Fax. (+62274)387646, Email: h_latief@umy.ac.id hilman.latief@gmail.com GOOGLE SCHOLAR: https://scholar.google.com/citations?user=tuWMgkAAAAAJ&hl=en SCOPUS ID: https://www.scopus.com/authid/detail. uri?authorId=36602728800 ORCID ID: http://orcid.org/0000-0002-5102-1667 ------------------------------------------------------------------EDUCATION • 2008-2012 Ph.D., Utrecht University, the Netherlands. • 2004 – 2005 Master of Arts, Western Michigan University, USA. • 2000 - 2002 Master of Arts, Gadjah Mada University, Indonesia. • 1994 -1999 Bachelor of Arts, the State Institute of Islamic Studies, Yogyakarta, Indonesia. ------------------------------------------------------------------RESEARCH INTEREST • Contemporary Islamic Social and intellectual history, Philanthropy, Religion and Development, and Islam in Southeast Asia. ------------------------------------------------------------------EMPLOYMENT AND POSITION • 2017-2021, Vice Rector for Student Affairs and Alumni • 2013-2017, Director of Board of Research, Publishing and Community Development (LP3M), Muhammadiyah University of Yogyakarta (UMY). • 2005-2007, Asst. of Vice Rector in Student Affairs and Alumni, UMY. • 2000 – Current. Lecturer. UMY. ------------------------------------------------------------------SOCIAL ORGANIZATION • 2015-2020. CEO of Muhammadiyah Charity Board (LAZISMU). • 2005-2015. Division of Cadre and Human Resource Development (MPK), the Central Board of Muhammadiyah. • 2013- current. Division of Department of Foreign Affairs, the Central Board of KAHMI. • 2008 – current Research Associate, Maarif Institute for Culture and Humanity

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 55


WARTA PTM

Prestasi Mahasiswa

Unismuh Makassar Juara Umum Tiga Ajang GAAAC

Potret Mahasiswa Unismuh Makassar menerima penghargaan.

P

rodi Akuntansi FEB Unismuh Makassar berhasil membawa pulang prestasi sebagai juara umum ketiga pada ajang Accounting Competition (GAAAC). Delegasi tim terdiri dari Awi Kurniawan dan Putri Adikalestari, sedangkan di tim II, Andi Ahmad Yani dan Ainul Muflih dengan pertandingan pada kategori Accounting and Tax Competition atau lomba akuntansi dan pajak yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Menyisihkan 74 tim dari PTN dan PTS seluruh Indonesia, Mira SE MAk selaku dosen pendamping menyampaikan prestasi yang didapatkan merupakan hasil dari kerja keras mahasiswanya. “Alhamdulillah, prestasi tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya sampai pada babak final,” paparnya. Di tempat yang berbeda, Dr Ismail Badollahi selaku Dekan FEB Unismuh Makassar menyampaikan apresiasi atas capaian tim FEB Unismuh. “Capaian ini merupakan bukti bahwa anak-anak kami mampu bersaing pada event nasional,” tutupnya. [] APR

M

ahasiswa S-1 Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muh Palembang kembali meraih prestasi. Kali ini, prestasi didapat melalui ajang Indonesia Medical Student Summit (IMSS) tahun 2020 Cabang Lomba Poster Publik dan Poster Ilmiah. Ayu Permatasari dan Nuraini Fitriyah keluar sebagai juara II, sementara Memo Harry Sandra mendapatkan juara III. IMSS merupakan wadah pertemuan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran seIndonesia yang diselenggarakan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI). Kegiatan yang dilaksanakan tahunan ini memiliki beberapa rangkaian acara seperti rapat organisasi, LPJ pengurus ISMKI periode sebelumnya, lomba mahasiswa, dan pameran medical expo 2020. IMSS tahun 2020 berlangsung dari 12-16 Februari 2020 dengan tuan rumah FK Universitas Lampung. Ucapan syukur dipanjatkan oleh Ayu Permatasari salah satu delegasi dari UM Palembang. Menurutnya perlombaan ini bukan hanya ajang kompetisi namun juga ajang berbagi ilmu. Sementara Memo Harry Sandra mengungkapkan kekagumannya atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. “Keren sekali, sangat berbeda dengan perlombaan lain. Di sana kami sempat bertemu dengan banyak delegasi, mulai dari ISMKI, Bapin, Presbem, dan BPN,” ujar Memo. []GTA

Delegasi FK UM Palembang Juara Lomba Poster IMSS

Delegasi FK UM Palembang memenangkan dua kategori perlombaan IMSS.

56 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020


T

im debat UM Sumatera Utara (UMSU) meraih juara di Kompetisi Debat Daring Bahasa Indonesia Tingkat Nasional tahun 2020. Tim yang terdiri dari Ridho Irawan, Fiqi Ilham, dan Annisa Syafira Gusnov ini berhasil mengalahkan lawannya dari Universitas Indonesia dan Universitas Sumatera Utara di babak final, Senin (18/5). Apresiasi dituturkan oleh Dr Agussani, MAP selaku Rektor UMSU. Menurutnya ini menunjukkan bukti kualitas perguruan tinggi swasta tidak kalah dengan perguruan tinggi negeri. Selain itu, kemenangan di masa pandemi menunjukkan tingkat produktivitas mahasiswa yang tidak menurun. "Tentunya ini memberikan nilai lebih. Meskipun aktivitas di masa pandemi Covid-19 difokuskan di rumah, tapi bukan berarti kita berhenti berkarya dan berkreativitas," ujar Agussani. Lebih lanjut, Rektor UMSU memberikan pesan agar pencapaian ini tidak membuat terlena. Mahasiswa diharapkan untuk tidak cepat berpuas diri dan harus lebih siap menghadapi tantangan ke depan. "Terus asah kemampuan dan keterampilan. Semoga makin banyak mahasiswa yang berani berkompetisi dalam berbagai kegiatan baik di bidang akademik atau non akademik," tutupnya. [] GTA

Dome UMM Kembali Juara di Amerika

Tim Robot "DOME" meraih juara pada kontes robot tingkat dunia Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC).

Tim Debat Daring UMSU Kalahkan UI

T

im Robotik UM Malang kembali mencatat prestasi di tingkat Internasional. April lalu, Alfan Achmadillah bersama anggota timnya berhasil meraih juara pertama dan kedua pada kategori robot pemadam api berkaki (kaki empat dan enam), dan juara dua untuk kategori robot pemadam api beroda di kontes robot tingkat dunia Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC). Menang pada kejuaraan nasional tim ini terpilih dan berhasil mengalahkan 32 delegasi dari berbagai negara. Sebelumnya, tim yang dikenal dengan nama Tim Robot "DOME" ini juga pernah memborong juara 1 dan 2 untuk kategori robot berkaki pada kontes yang sama di tahun 2017. Selain itu, mereka juga kembali mendominasi KRI 2019, yakni menjadi yang tercepat di Kompetisi Robot Indonesia (KRI) Regional IV pada 21-23 April 2019 di Universitas Mataram. Tim yang digawangi Bayu Irawan Nugroho dan Dwi Nur Fajar berhasil mengalahkan pesaing terberatnya, Universitas Brawijaya (UB) di urutan dua, dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) di urutan ketiga. []APR

Delegasi FK UM Palembang memenangkan dua kategori perlombaan IMSS.

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 57


WARTA PTM

Warta dari PTM

Warta dari PTM STIKES Muh Palembang

Rabu (18/3), dosen STIKES Muh Palembang mengikuti kegiatan pemanfaatan e-learning yang dipandu langsung oleh Wakil Ketua I Murbiah, Ns, MKep bersama tim IT. Kegiatan yang dilaksanakan di aula STIKES Muh Palembang ini ditujukan untuk mengajarkan tahapan dalam pembelajaran e-learning. Hal ini menjadi perhatian karena pembelajaran berbasis online bagi mahasiswa merupakan salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan kompetensi dengan pemanfaatan teknologi informasi.

STIKES Muh Sidrap

Dalam rangka HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang ke-46, Dewan Pengurus Komisariat (DPK) STIKES Muh Sidrap dan Rumah Sakit Anugerah melakukan aksi nyata dalam mencegah penyebaran virus Covid-19. Menyasar ke masyarakat dan anak sekolah dasar, penyuluhan ini dilakukan dengan membagikan leaflet, hand sanitizer, serta hand soap. Ns Hasrul MKep selaku Ketua DPK menyatakan sudah semestinya organisasi profesi kesehatan menempatkan diri sebagai pemimpin dalam memerangi Covid-19.

UM Sidoarjo

Maretha Linda Michellia, mahasiswa Program Studi Psikologi UMSIDA kembali menyabet juara dalam kompetisi jujitsu tingkat nasional di Gedung Expotorium UM Ponorogo, Sabtu-Minggu (14-15/3). Pada kompetisi tersebut, Maretha meraih juara 1 pada kelas fighting senior. Kemenangan ini bukan yang pertama bagi Maretha. Selama menempuh pendidikan di UMSIDA, se-

58 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

tidaknya ia telah mengantongi 6 gelar juara dari berbagai pertandingan yang diikutinya

UM Kendari

Sebanyak 128 mahasiswa dari berbagai program studi UM Kendari ditarik lebih awal dari pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), Kamis (19/3). Penarikan peserta KKA ini merupakan bagian dari antisipasi penyebaran virus Corona. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Rektor Nomor : 02//EDR/III.3.AU/D/2020, poin tiga menjelaskan mengenai penarikan mahasiswa yang sedang melaksanakan PKL dan KKA paling lambat 19 Maret 2020. Rektor UM Kendari, Amir Mahmud, SPi, MP, menjelaskan penarikan ini juga sesuai dengan surat edaran pemerintah. “Karena harus menyesuaikan, sehingga kami tarik lebih cepat. Program di lapangan telah dilaksanakan 90 persen, jadi mahasiswa tinggal melakukan persiapan perbaikan laporan KKA,” ujar Amir.

UM Sumatera Barat

Sabtu (13/5), Rektor Universitas Muh Sumatera Barat (UMSB), Dr Riki Saputra, meresmikan berdirinya UMSB Press sebagai penerbit universitas. Pendirian ini bertujuan untuk menaungi para civitas akademika terutama dosen penulis dalam mempublikasikan tulisannya berbentuk buku dan monograf yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dan masyarakat. Meski demikian, kehadiran UMSB Press diharapkan tidak hanya dirasakan oleh civitas akademika UMSB, namun juga oleh masyarakat secara luas. Oleh karena itu, Rektor UMSB menyambut baik diterbitkannya buku produksi perdana UMSB Press berjudul “Parik Putuih dalam Hikayat: Warih Nan Bajawek. Pusako Nan Batarimo”. Buku ini merupa-

kan karya Efri Yoni Baikoeni, dosen UMSB dan Fahrial Ajisman, seorang praktisi dunia pertambangan batu bara di KalimantaN. Dengan kehadiran UMS diharapkan dapat mendorong peningkatan aktivitas menulis sehingga dunia penerbitan di Indonesia khususnya di Sumatera Barat dapat berkembang lebih maju.

UM Sorong

Sejak Rabu (25/3), Relawan Kemanusiaan UM Sorong (ReKanMu Sorong) mulai bergerak membagikan disinfectant dan penyemprotnya serta panduan disinfeksi ke tempat-tempat ibadah. Sebanyak 25 gereja dan masjid telah berhasil dijangkau. Dijelaskan oleh tim bahwa tempat ibadah menjadi prioritas dikarenakan sejauh ini masyarakat masih terus melaksanakan ibadah di beberapa tempat tersebut. Sebelumnya, ReKanMu Sorong telah memperoleh pembekalan di Ruang Rapat Rektorat UM Sorong, Selasa (24/3). Pembekalan dilakukan bersama MDMC Kota Sorong dan Tim PFM Kota Sorong. Rektor dalam arahannya kembali menegaskan bahwa ini adalah kegiatan kemanusiaan dan karenanya yang ada adalah kepedulian dan keikhlasan bekerja.

UM Lampung

Lembaga Pengembangan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) UML menyelenggarakan Seminar Proposal Hibah bagi seluruh dosen tetap di lingkungan UML secara Distance Review, Senin (16/3). Diungkapkan oleh Dr Mardiana, MPd I, selaku Ketua LP3M UML bahwa hal ini dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Mardiana menambahkan meskipun tim reviewer menilai dari jarak jauh, hal ini tidak akan mengurangi sub-


Warta dari PTM

stansi dalam penilaian proposal tersebut. “Hanya metode saja yang berbeda namun konteks review tetap, di antaranya urgensi penelitian Bapak/Ibu, keterbaruan, serta luaran atau capaian yang diinginkan selain jurnal,” ujarnya.

UM Purworejo

Sabtu (14/3), mengusung tema “Kiat dan Strategi Meraih Kesempatan Belajar di Perguruan Tinggi”, UM Purworejo bekerja sama dengan Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlinduangan Anak (Sosdukkbpppa) Kabupaten Purworejo menggelar pelatihan peningkatan akses pendidikan bagi keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Kegiatan yang dilaksanakan di kampus 3 UM Purworejo ini diikuti oleh 200 warga. Rektor UM Purworejo, Dr Rofiq Nurhadi, MAg, mengungkapkan dirinya berharap pelatihan ini dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi anak-anak keluarga PKH untuk melanjutkan kuliah. Sementara itu WR II Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr Budi Setiawan, MSi berpesan kepada peserta agar dapat memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya sehingga memaksimalkan diri dalam berkarya.

UM Sumatera Utara

Komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan terus digenjot oleh UMSU dan Tanoto Foundation. Hal ini terlihat dari diteruskannya kerja sama antara UMSU dan Tonoto Foundation melalui Program PINTAR. “Pendidikan yang berkuallitas akan mempercepat kesetaraan peluang terhadap para lulusan,” ungkap Direktur Program PINTAR Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati, saat melakukan kunjungan sekaligus evaluasi Program PINTAR di Kampus Utama UMSU, Medan. Kerja sama UMSU dengan Tanoto Foundation dilakukan melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMSU. Dalam program ini, mereka yang terlibat dalam proses pen-

didikan di sekolah mendapatkan pendampingan dan pelatihan untuk menerapkan pembelajaran aktif, menumbuhkan dan memelihara budaya baca, serta manajemen berbasis sekolah.

STIE Muh Jakarta

Terhitung sejak 16 Maret 2020, STIE Muh Jakarta menerapkan seminar proposal online. Hal ini dilakukan untuk antisipasi penyebaran Covid-19. Untuk melakukan seminar proposal ini mahasiswa harus mendaftar terlebih dahulu ke akademik dengan menyerahkan naskah seminar proposal melalui email atau aplikasi Whatsapp. Setelah itu mahasiswa mengisi Google Form yang telah disediakan kampus. Akademik lalu mendistribusikan naskah seminar proposal ke kaprodi masing-masing. Kemudian kaprodi menghubungi dosen penguji dengan mengirimkan naskah seminar proposal, formulis telaah proposal, dan formulir pesetujuan lanjut skripsi. Pelaksanaa sidang seminar proposal dilakukan dengan menggunakan video call di aplikasi Whatsapp atau melalui media online lain.

UM Pekajangan Pekalongan

Prodi Pendidikan Jasmani UM Pekajangan Pekalongan mengadakan pertemuan dengan stakeholder terkait pembahasan dan kesepakatan kerja sama, Rabu (4/3). Kaprodi Pendidikan Studi Pendidikan Jasmani, M. Riski Adi Wijaya, MPd AIFO-P, memaparkan draf kerja sama Tridharma Perguruan Tinggi yang lebih terfokus di bidang pendidikan keolahragaan. Stakeholder yang hadir dalam pembahasan tersebut antara lain, Dinas Pendidikan Kota dan Kabupaten Pekalongan, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Pekolangan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota dan Kabupaten Pekalongan, serta beberapa induk organisasi cabang olah raga.

ITS PKU Muh Surakarta

Setelah diberlakukan KLB virus Corona di Kota Solo sejak 13 Maret 2020, ITS PKU melaksanakan beberapa kebijakan pencegahan Covid-19 di lingkungan kampus. ITS PKU kemudian mengambil kebijakan kegiatan belajar mengajar dengan sistem daring. Tenaga pendidik dan kependidikan diberlakukan kebijakan work from home, dengan beberapa staf tetap ke kampus untuk melayani pendaftaran mahasiswa baru namun harus menerapkan social distancing secara ketat. ITS PKU juga membuat kebijakan membagikan paket sembako pada seluruh karyawan untuk keperluan selama pemberlakuan status KLB Covid-19. Sementara itu, Unit Laboratorium Bio Medik membuat dan memproduksi hand sanitizer yang digunakan untuk lingkungan kampus, keluarga besar ITS PKU Surakarta, dan didistribusikan ke beberapa masjid sekitar kampus.

UM Purwokerto

Pelantikan dan pengambilan sumpah dokter baru Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dilaksanakan secara daring, Kamis (30/4). 18 dokter yang terdiri dari 12 dokter perempuan dan 6 dokter laki-laki mengikuti agenda ini. Meskipun diselenggarakan secara daring, pelantikan dan pengambilan sumpah ini menghadirkan perangkat acara yang lengkap, seperti panitia, pembawa acara, pembaca Alquran, rektor, dekan, Ketua IDI Cabang Banyumas, dan pembaca doa. dr. Muhammad Mansyur Romi, SU, PA(K) selaku Dekan Fakultas Kedokteran memaparkan periode ini ujian kompetensi mahasiswa profesi kedokteran mencapi 76% kelulusan. “Semoga prestasi ini bisa dipertahankandan FK UMP bisa tetap menjadi institusi yang mendapat kepercayaan di masyarakat,” ujar Mansyur Romi.

Edisi Maret-Juni 2020

Warta PTM 59


WARTA PTM

Regulasi

Payung Hukum Kebijakan Kampus Merdeka 2

1 Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi

Permendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Perubahan Perguruan Tinggi Negeri menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum

3 Permendikbud Nomor 5 tahun 2020 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi

5

4 Permendikbud Nomor 6 tahun 2020 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri

60 Warta PTM

Edisi Maret-Juni 2020

Permendikbud Nomor 7 tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri dan Pendirian, Perubahan dan Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Warta PTM Edisi Maret-Juni 2020 by wartaptm - Issuu