Skip to main content

Warta PTM Edisi Maret-April 2019

Page 1

TOPIK UTAMA

WAWANCARA

Mengembangkan Budaya Mutu: Sebuah Keniscayaan

Prof. Drs. T. Basaruddin, M.Sc., Ph.D.: Mutu Adalah Mata Uang Utama

WARTA PTM

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian & Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mengembangkan Budaya Mutu www. diktilitbangmuhammadiyah.org

Edisi Maret-April 2019


2

Warta PTM

Edisi Maret-April 2019


WARTA PTM

Asa

Mengembangkan Budaya Mutu

“

Focus on quality”, “quality over quantity”, baru. Namun, itu tidak selalu dilakukan. “quality above all else”—tag line Karena bagaimana pun juga ketika lembaga bernada semacam itu kian banyak itu hadir, maka ada konsekuensi berat untuk dimunculkan korporasi ataupun lembagamelihat keberadaannya dikaitkan dengan lembaga yang memberi atau menjual produk kualitasnya. Kita tidak ingin, misalnya, hanya dan layanan ke masyarakat. Tidak terkecuali sekadar memiliki atau menambah PTM, lembaga pendidikan. Di Indonesia, semua namun mutunya tidak terjaga. Kita tidak lembaga pendidikan dinilai, diakreditasi, sekadar ingin menambah bilangan, namun dengan melihat bagaimana proses menginginkan terus bertambah yang disertai pendidikannya untuk menghasilkan output peran sesuai dengan kebutuhan masyarakat. yang bermutu dan memberikan impacts pada PTM hadir dan memberi manfaat, serta ikut masyarakat. menyelesaikan persoalan di masyarakat. Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Untuk mewujudkan itu, maka ada Itu bisa dilakukan jika PTM betul-betul Wakil Ketua Majelis Pendidikan kewajiban untuk menghadirkan unit-unit Tinggi Penelitian dan Pengembangan bermutu. Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam lembaga pendidikan yang menangani Dengan situasi demikian, maka menjadi Tahun 2015-2020 mutu. Di perguruan tinggi (PT), ada tanggung jawab kita semua, apakah yang keharusan memiliki unit/badan penjaminan diberi amanah sebagai pimpinan PTM, mutu. Berbagai regulasi pun sudah dikeluarkan untuk menjadi dosen, ataupun tenaga pendidikan di PTM untuk mendukung agar PT, sejak dari input-nya, berorietnasi berorientasi pada mutu ini. Hal ini akan bisa mewujud untuk menghasilkan luaran yang bermutu. kalau kampus-kampus yang ada membangun budaya mutu Jika kita melihat secara kelembagaan, maka sejak awal dalam lingkungannya. Bagaimana pola perasaan, pola pikir, tahun 2000-an, perguruan tinggi di tanah air, termasuk dan pola tindak dari semua insan terkait dengan PTM, PTM sudah membentuk badan-badan penjaminan selalu mengedepankan mutu ini. mutu ini. Dapat dikatakan sejak akreditasi perguruan Membangun budaya mutu tentu bukanlah suatu tinggi diterapkan pada 2012, lembaga pendidikan tinggi pekerjaan yang instan, sak deg sak nyet, atau bisa mewujud sudah memiliki unit-unit untuk mengawal peningkatan seketika. Ini juga membutuhkan proses dan tahapanmutu tersebut. Hanya saja, pertanyaannya, apakah tahapan yang jelas dan terukur. Misalnya, langkah-langkah secara substantif unit-unit atau badan-badan itu sudah terkait penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, melaksanakan fungsi dan tugasnya secara sungguh-sungguh dan peningkatan dalam hal kebijakan, manual, standar untuk meningkatkan mutu PT-nya? yang digunakan dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal Jawaban di atas bisa beragam. Ada yang “ya” dan (SPMI), serta berbagai dokumennya. Tetapi ini tidak sekadar ada juga yang “sebatas simbolik”. Kita di perguruan tinggi berhenti sampai proses administratif belaka. Yang lebih Muhammadiyah jelas tidak ingin keberadaan itu hanya penting adalah bagaimana penerapannya hingga hasilnya sebagai simbolik. Lembaga dibuat untuk secara substantif sesuai dengan visi-misi dari PTM dan Muhammadiyah melaksanakan fungsi dan mewujudkan tujuannya. secara keseluruhan. Lebih-lebih bagi lembaga pendidikan di lingkungan Jadi, memang tidak mudah untuk mewujudkan Muhammadiyah, mutu sangat menjadi concern untuk budaya mutu ini. Namun, bagi PTM, itu suatu keniscayaan dikedepankan. yang harus dilakukan. Siapa pun yang berhikmat Dengan pengalaman sejarah lebih dari seratus mengemban amanah di PTM, apa pun posisinya, harus tahun, dengan ribuan lembaga pendidikan dasar dan ikut menghidupkan dan mengembangkan budaya mutu menengah dan 169 perguruan tinggi, adalah mudah bagi tersebut.[] Muhammadiyah untuk terus membuat lembaga pendidikan

Edisi Maret-April 2019

Warta PTM

1


WARTA PTM

Susunan Redaksi

Visi

Menjadi lembaga akreditasi perguruan tinggi yang independen, kredibel, dan akuntabel, serta diakui pada tataran global.

Misi

1. Membangun budaya mutu di pendidikan tinggi; 2. Mengembangkan sistem akreditasi sebagai pelaksanaan penjaminan mutu eksternal; 3. Melaksanakan akreditasi secara, efisien, handal, serta akurat; dan 4. Mengembangkan lembaga akreditasi mandiri yang bermutu.

WARTA PTM Rapat Redaksi Warta PTM di Yogyakarta, Selasa (12/2/19). Menghadap lensa dari kiri: Fauzan Husaini, Arif Wibowo, Edy Suandi Hamid, dan H.S. Mulyatno. Membelakangi lensa dari kiri: Wira Prakasa Nurdia, Agung Prihantoro, dan Aprilia Sazila Sari.

WARTA PTM

Warta PTM diterbitkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah SUSUNAN REDAKSI

PENANGGUNG JAWAB: Lincolin Arsyad PEMIMPIN UMUM/REDAKSI: Edy Suandi Hamid DEWAN REDAKSI: Muhammad Sayuti I Muhammad Samsudin I Ahmad Muttaqin REDAKTUR PELAKSANA: Agung Prihantoro REPORTER: Wira Prakasa Nurdia I Dani Kurniawan I Aprilia Sazila Sari I Fauzan Husaini KEUANGAN: HS Mulyatno IKLAN: Ahmad Rizal ALAMAT REDAKSI: Jln. KHA Dahlan 103 Yogyakarta 55262 Telp. +62-274-389485 Faks. +62-274-376336 Email: redaksiwartaptm@gmail.com Website: www.diktilitbangmuhammadiyah.org Rekening Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Nomor 09-0008-7003 BNI Cabang Yogyakarta a/n Lincolin Arsyad, Prof. Dr. M.Sc.

Warta PTM menerima tulisan yang berupa opini, berita panjang, berita singkat, glosarium dan foto seputar perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Redaksi berhak menyunting tulisan. Silakan kirim tulisan dan/atau foto ke email redaksi.

2

Warta PTM

Edisi Maret-April 2019


WARTA PTM

Daftar Isi TOPIK UTAMA

ASA •

Mengembangkan Budaya Mutu__1

TOPIK UTAMA • •

Mengembangkan Budaya Mutu: Sebuah Keniscayaan__4 Bagaimana Cara Mengembangkan Budaya Mutu? __6

WAWANCARA •

Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT Prof. Drs. T. Basaruddin, M.Sc., Ph.D.: Mutu Adalah Mata Uang Utama__8

KINERJA • • • • •

• •

Majelis Diktilitbang Terbitkan Buku Direktori PTMA 2019__10 Hibah Penelitian Tentang Muhammadiyah Angkatan Ke-3_10 Workshop Pengembangan KUI PTMA: Internationalization Is A Mindset__11 SBMPTMu 2019 Libatkan Seluruh PTMA_12 Sidang Tanwir Muhammadiyah 2019: Rekonstruksi Pendidikan & Pembangunan SDM__13 5 PTM Masuk Peringkat 100 Besar_14 Pelatihan AMI di Stikes Muhammadiyah Pringsewu: Milikilah Keahlian tentang Penjaminan Mutu__15

Mengembangkan Budaya Mutu: Sebuah Keniscayaan Pengembangan budaya mutu di perguruan tinggi (PT), tentu saja termasuk perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), kini menjadi sebuah keniscayaan. Jikalau hendak menghasilkan produk lulusan yang berkualitas dan tak ingin ditinggalkan masyarakat, PT mau tak mau harus membangun dan mengembangkan budaya mutu.

Wawancara Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT Prof. Drs. T. Basaruddin, M.Sc., Ph.D.: Mutu Adalah Mata Uang Utama Mutu perguruan tinggi merupakan mata uang utama (the main currency) dalam johan persaingan akademik internasional. Mutu kampus menjadi modal pokok untuk berkompetisi. Tanpa modal pokok ini, perguruan tinggi bakal kalah dalam kompetisi akademik internasional. Demikian salah satu pokok pikiran Direktur Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BANPT) Prof. Drs. T. Basaruddin, M.Sc., Ph.D.

inaugurasi •

•

• •

•

Wisuda Stikom Muhammadiyah Jayapura XIV 2019: Menyongsong Universitas Muhammadiyah Papua__16 Pelantikan Wakil Ketua Stikes Muhammadiyah Palembang 2019-2023: Kembangkan Budaya Mutu__16 Wisuda UM Mataram 2019: Gubernur NTB Siapkan 50 Beasiswa__17 Pelantikan Rektor & Wak il Rektor UM Kudus 2018-2019: Fokus pada Pembenahan Infrastruktur Akademik__18 Wisuda Sarjana UM Gresik XXXIV 2019: Penguatan Akademik dengan Pemanfaatan Teknologi__19

INOVASI • Bisnis Unismuh Makassar: Menjadi Eksportira_20

kronik • • •

•

• •

Mendidik SDM yang Mencerahkan__22 Hybrid Learning Tingkatkan Kualitas Pembelajaran_22 STKIP Muhammadiyah Pringsewu: Berkomitmen pada Persyarikatan & Kampus__23 Pembekalan Pengurus Stikes Muhammadiyah Palembang: Menghasilkan Lompatan Raksasa_24 Indonesia Bukan Hanya Jadi Penonton__24 Implementasi MOU Unismuh Makassar & UMKT: A Reader To Be A Leader__25

• • • • •

• •

UMRI Peraih Hibah Penelitian Terbanyak Ke2__25 Upaya UMKT untuk Jadi: Paperless University__26 UMSU Raih APT “A”_27 Launching Toko ITB AD di Kampus Karawaci__28 STIE Muh Jambi Resmi Launching Aplikasi dan Majalah Digital KSPM Pertama di Indonesia__29 Dukung Peran Farmasi di Era 4.0, UM Banjarmasin Adakan Seminar__29 Milad ke-54 UMP, Gelar Baksos, Libatkan Masyarakat_30

SALINDiA •

Salindia__31

PROFIL PTM •

Universitas Muhammadiyah Surakarta: Menyongsong World Class University__32

•

•

Rektor UM Surakarta Dr. Sofyan Anif, M.Si.: 2029 UM Surakarta Jadi World Class University__34 Universitas Muhammadiyah Palu: PTS di Sulawesi Tengah__36

PROFIL DOSEN •

Rini Susanti, S.Pd., M.A.: Sukses Adalah Milik Siapa Pun yang Tak Pernah Putus Asa__38

PRESTASI MAHASISWA • • •

Mahasiswa STIEM Mamuju Raih Beasiswa YSEALI di Amerika__40 Atlet Ju-jitshu UMSIDA Borong Medali__40 Mahasiswa UM Metro Sabet Medali Emas__41

warta dari ptm •

Warta dari PTM__42

regulasi •

Peraturan Mentri RISTEKDIKTI RI Nomor 13 Tahun 2019__44

Edisi Maret-April 2019

Warta PTM

3


WARTA PTM

Topik Utama

Mengembangkan Budaya Mutu: Sebuah Keniscayaan Pengembangan budaya mutu di perguruan tinggi (PT), tentu saja termasuk perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), kini menjadi sebuah keniscayaan. Jikalau hendak menghasilkan produk lulusan yang berkualitas dan tak ingin ditinggalkan masyarakat, PT mau tak mau harus membangun dan mengembangkan budaya mutu.

U

ntuk mengupas topik ini, Warta PTM meminta pendapat dan pandangan dari lima narasumber, yakni Rektor UM Surakarta Dr. Sofyan Anif, M.Si., Rektor UM Sumatera Utara (UMSU) Dr. Agussani, M.A.P., Rektor UM Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Rektor UM Malang Dr. Fauzan, M.Pd., dan Kepala Badan Penjaminan Mutu UM Yogyakarta (UMY) Dr. Suranto, M.Pol. Para narasumber ini diwawancarai secara terpisah.

Kualitas Lulusan dan Kompetisi Mengapa PT perlu mengembangkan budaya mutu? Sofyan Anis mengatakan, karena perguruan tinggi menggarap sumber daya manusia, mengembangkan budaya mutu itu wajib. Untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, PT mau tak mau harus membangun dan mengembangkan budaya mutu. “Budaya mutu itu menjadi instrumen yang wajib. Karena ending-nya itu adalah bagaimana kita bisa membangun budaya 4

Warta PTM

Edisi Maret-April 2019

mutu. Mutu itu harus menjadi budaya. Ketika berbicara tentang sumber daya manusia, kita menghendaki agar ada satu produk yang qualified. Maka, yang menjadi instrumen pertama adalah mutu,” tutur Sofyan Anif kepada Warta PTM di Bengkulu, Jumat (15/2/19). Agussani, saat dimintai pendapatnya tentang pengembangan secara terpisah di Bengkulu, Jumat (15/2/19), menekankan pentingnya kualitas lulusan. Lulusan PTMA memiliki kekhasan dan keunggulan karena celupan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). “PTM melahirkan lulusan yang tidak hanya mendapatkan ijazah, tetapi lulusan yang juga menjadi duta Muhammadiyah di tengahtengah masyarakat dan mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lain di Indonesia dan

dunia internasional,” kata Agussani. Dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas, PT juga perlu mempertimbangkan daya saing lulusannya. Jumlah PT di Indonesia yang lebih dari 4.000 dan mulai masuknya PT asing ke dalam negeri mengindikasikan persaingan yang ketat di antara PT-PT tersebut dan lulusannya. Persaingan ini niscaya mengimplikasikan pentingnya pengembangan budaya mutu. Suranto mengatakan dalam wawancara tertulis, Selasa (26/2/19), “Tantangan atas derasnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan arus globalisasi telah menuntut seluruh perguruan tinggi termasuk PTMA untuk berbenah mengembangkan budaya mutu di lingkungannya. Tingkat kompetisi antar-PT secara domestik serta terbukanya PT asing masuk ke Indonesia mestinya menyadarkan pimpinan PTMA atas tantangan ini apabila ingin survive. PT yang tak siap berkompetisi akan terancam eksistensinya. Oleh se-


Mengembangkan Budaya Mutu: Sebuah Keniscayaan

bab itu, pimpinan PTMA harus senantiasa menyadari pentingnya implementasi budaya mutu di lembaganya.” Abid Djazuli di Bengkulu, Sabtu (16/2/19) juga memiliki pandangan serupa. “Eksistensi sebuah PT dilihat dari budaya mutu. Bagaimana mungkin kita akan mengembangkan PT kalau tidak berbasis budaya mutu?” ujarnya.

Sistem Nilai Organisasi

Apa sebenarnya budaya mutu? “Budaya mutu adalah sistem nilai organisasi yang menghasilkan suatu lingkungan yang kondusif bagi pembentukan dan perbaikan mutu secara terus-menerus. Budaya mutu terdiri dari filosofi, keyakinan, sikap, norma, tradisi, prosedur, dan harapan yang meningkatkan mutu. Substansi dari budaya mutu di PT adalah penerapan sistem penjaminan mutu internal yang konsisten dan berkesinambungan untuk mencapai standar mutu yang dicanangkan,” jelas Suranto. Sementara itu, Abdi Djazuli menyoroti komitmen dan kesungguhan sebagai inti dari budaya

mutu. Komitmen dan kesungguhan sivitas akademika PT untuk memenuhi standar mutu merupakan saripati dari budaya mutu. Suranto mengimbuhkan, budaya mutu memiliki suatu fondasi utama, yakni budaya akademik. Budaya akademik menjadi bagian utama dan pemacu pengembangan budaya mutu di PT. Sebab, PT berfokus pada bidang akademik. Apabila fondasi akademiknya kukuh, tiang-tiang dan bangunan-bangunan mutu di atasnya akan bertumbuh dan berkembang dengan baik. “Budaya akademik mengandung makna budaya yang dihasilkan oleh suatu komunitas yang tindakannya didasari atas hasil ilmiah teknis dan mampu menjelaskan tindakannya itu atas dasar logika dan ilmu pengetahuan,” terang Suranto. “Dengan demikian, pengembangan budaya akademik merupakan bagian utama dan trigger dari pengembangan budaya mutu sebuah PTMA,” lanjutnya.

Komponen dan Ukuran Apa komponen dan ukuran budaya mutu? Jika fondasinya adalah budaya akademik, masih seturut Suranto, komponen-komponen budaya mutu ialah (1) visi, misi, tujuan dan strategi, (2) tata kelola dan kerja sama, (3) kemahasiswaan, (4) sumber daya dosen dan tenaga kependidikan, (5) kurikulum dan pembelajaran, (6) sarana dan prasarana, (7) penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sementara itu, ukuran-ukuran budaya mutu, Suranto memaparkan, berupa tujuh standar, yakni (1) standar kompetensi lulusan, (2) standar isi, (3) standar proses, (4) standar pembiayaan, (5) standar sarana dan prasarana, (6) standar pengelolaan, dan (7) standar dosen dan tenaga kependidikan. Ukuran-ukuran dan komp onen-komp onen tersebut selaras dengan borang akreditasi dari

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Namun, sebagaimana kita ketahui, ukuran atau standar mutu itu sekarang telah dikembangkan oleh BAN-PT jadi sembilan kriteria, yaitu (1) visi, misi, tujuan dan strategi; (2) tata pamong, tata kelola dan kerja sama; (3) mahasiswa; (4) sumber daya manusia; (5) keuangan, sarana dan prasarana; (6) pendidikan; (7) penelitian; (8) pengabdian kepada masyarakat; dan (9) luaran dan capaian tridarma. Sofyan Anif berpendapat agak berbeda. Untuk menilai mutu pendidikan, ukuran-ukuran kuantitatif semacam itu tidak cukup. Seharusnya, dipakai pula ukuran-ukuran lain yang lebih besar, misalnya bagaimana pendidikan menurunkan angka atau indeks korupsi dan kejahatan-kejahatan lainnya di masyarakat. Mutu PT semestinya juga diukur dari berapa banyak lulusannya yang tidak terlibat dalam kasus korupsi dan kasuskasus pelanggaran hukum dan amoralitas lainnya. Ukuran-ukuran yang lebih besar ini mendorong PT untuk melakukan pendidikan karakter kepada mahasiswamahasiswanya secara lebih substantif. Sehingga, para mahasiswa menjadi sarjana-sarjana yang memiliki karakter kuat dan tidak melanggar hukum dan moralitas. Bahkan, mereka aktif mencegah tindakan-tindakan kejahatan dan pelanggaran. “Mestinya, yang menjadi ukuran untuk menilai kualitas pendidikan meningkat atau tidak itu tidak hanya nilai kuantitatif, tetapi juga seberapa banyak bisa menurunkan angka atau indeks korupsi. Berapa banyak kita bisa menurunkan kasus-kasus dekadensi moral.” Alhasil, pengembangan budaya mutu berdampak positif tak hanya bagi institusi PT, tetapi juga bagi bangsa dan dunia. Dampak positifnya berjangka pendek dan panjang. Maka, pengembangan budaya mutu di PT menunjukkan eksistensi PT dan eksistesi bangsa serta eksistensi kehidupan umat manusia.[]

Edisi Maret-April 2019

Warta PTM

5


WARTA PTM

Topik Utama

Bagaimana Cara Mengembangkan Budaya Mutu?

S

eluruh lima narasumber yang Warta PTM wawancarai sepakat bahwa PTMA harus mengembangkan budaya mutu. Masalahnya adalah bagaimana cara mengembangkan budaya mutu? Tulisan ini memaparkan pengalaman beberapa PTM dalam mengembangkan budaya mutu. Rektor UM Malang Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan, “Kualitas itu menjadi satu-satunya tujuan. Tetapi, persoalannya adalah bagaimana menciptakan budaya mutu atau bagaimana menciptakan kualitas itu.”

Membangun Fondasi Pertama-tama yang harus dibangun adalah fondasi PTMA yang kukuh. Dr. Fauzan, M.Pd. dan Dr. Sofyan Anif, M.Si. menyatakan, fondasi tersebut ialah iklim atau budaya akademik dan kebijakan kampus yang jelas. Dalam tulisan sebelumnya, Kepala Badan Penjaminan Mutu UMY Dr. Suranto, M.Pol. juga menyebut budaya akademik sebagai fondasi dari budaya mutu. “Itu harus diawali dengan pengondisian. Iklim akademik harus terbangun. Salah satu unsur akademik yang harus terbangun itu adalah SDM (sumber daya manusia) yang terlibat di dalamnya. Suasana kerja, suasana akademik yang ada di kampus, menurut saya, itu menjadi perhatian utama. Karena dengan kondisi yang kondusif itulah para SDM yang terlibat di dalam perguruan tinggi itu, dalam pendidikan itu, akan bebas mengekspresikan dan akan melahirkan kompetisi-kompetisi. Saya kira kuncinya di situ

6

Warta PTM

Edisi Maret-April 2019

kalau kita ingin menciptakan budaya mutu,” Fauzan menceritakan pengalaman UM Malang. “Konsekuensi logis dari itu, kita harus menyadari hak dan kewajiban pada pemangku kepentingan itu,” kata Fauzan. “Ini, menurut saya, fondasi-fondasi yang harus dibangun lebih dulu sebelum kita membuat semacam program yang memang orientasinya adalah peningkatan kualitas,” imbuhnya.

Stick and Carrot UM Malang menempuh cara pemberian reward (penghargaan) akademik dan finansial dan sanksi sosial kepada sivitas akademikanya untuk membangun iklim atau budaya akademik. UMY menerapkan gagasan yang sama: stick and carrot (hukuman dan penghargaan). “Saya mencontohkan di UMM itu bagaimana membangun iklim akademik di kalangan mahasiswa. Kami mempunyai strategi. Ada dua strategi. Pertama, ada reward akademik. Yang kedua adalah reward finansial. Sehingga, mahasiswa selalu berkompetisi, bersaing dan bahkan bersinergi. Itu dimulai dari hal yang sangat kecil. Menulis di koran, menulis di media, selalu kita berikan reward,” terang Fauzan. UM Malang telah mempraktikkan apa disebut dengan ekuivalensi. Misalnya, mahasiswa pada Program Studi Bahasa Indonesia yang telah menulis sekian banyak artikel di media cetak nasional dan regional dengan ukuran dan ketentuan tertentu terbebas dari kewajiban menulis skripsi. Namun, mahasiswa tersebut te-

tap harus menempuh mekanisme skripsi dengan mempresentasikan dan mempertahankan tulisan-tulisannya di depan penguji. Demikian juga dosen, aspek batiniah dan lahiriah mereka dilindungi atau diproteksi. Kampus memberi ruang untuk mengekspresikan pemikiranpemikiran dosen sesuai dengan passion mereka. Aspek lahiriah dosen, misalnya kebutuhan finansial, juga dilindungi. Imbasnya, dosen-dosen UM Malang tidak boleh mengajar di tempat lain kecuali di UM Malang. “Proteksi ... Ini yang harus kita ciptakan. Saya meyakini, ketika orang diberikan ruang yang sesuai dengan passion-nya dan dia tidak merasa terganggu, akan muncul kreativitasnya. Dan itu mutu. Suasana itu mutu,” kata Fauzan. Untuk menjalankan hal tersebut, UM Malang menggunakan pendekatanpendekatan kultural, bukan formal. Sivitas akademika termotivasi untuk berprestasi, dan mereka yang melanggar norma kampus akan terisolasi dari lingkungan. Ini sanksi sosial bagi mereka. “Saya yakini ini bisa diterapkan di tempat lain, tapi kuncinya memang harus bersinergi dan kompak. Para pemangku kepentingan harus bersinergi dan kompak. Itu saja. Kuncinya di situ. Kalau kita ingin maju, kita harus sudah selesai dengan diri kita. Pengertian diri kita ini institusi. Kalau persoalan itu belum selesai, kok bicara budaya mutu, ya hanya kertas saja,” tandas Fauzan. Sementara itu, Suranto menjelaskan pengalaman UMY, “Menerapkan dan mengembangkan sistem yang baru tentunya bukan hal mudah. Kendala resistensi sebagian dosen dan tenaga kependidikan terhadap perubahan jelas ada. Disadari bahwa memang pada awalnya belum semua sivitas akademika


Bagaimana Cara Mengembangkan Budaya Mutu?

kesadaran mutu di tingkat pimpinan universitas maupun pejabat struktural, namun dari seluruh komponen UMY,” ucapnya. “Tanpa adanya kesadaran mutu dari sivitas akademika, implementasi budaya mutu tidak akan pernah tercapai. Untuk itu diperlukan kesadaran dan ada proses gradual pada diri kita untuk menyesuaikan dengan mutu, dan tujuannya adalah kepuasan stakeholders kita,” tegas Suranto.

memiliki kesadaran mutu yang sama. Sementara sistem baru yang diimplementasikan menuntut kinerja yang tinggi dan terukur dengan penggunaan prinsip money follows activity telah memunculkan resistensi bagi sebagian dosen dan tenaga kependidikan.” “Adapun solusi yang dilakukan adalah rektor bersama pimpinan UMY bersama-sama: (1) melakukan kerja keras menyosialisasikan kebijakan baru, (2) memotivasi sivitas akademika untuk mendukung implementasi sistem baru, (3) memfasilitasi sarana prasarana dan bagi unit dan dosen/tenaga kependidikan untuk mencapai target yang dicanangkan, serta (4) memiliki komitmen yang tinggi dan tegas serta konsisten dalam menerapkan prinsip penghargaan dan hukuman (stick and carrot) secara riil terkait pencapaian target atas penerapan sistem baru yang ada,” jelas Suranto.

Kesadaran Mutu Selain fondasi budaya akademik dan kebijakan kampus, kesadaran mutu

sivitas akademika juga merupakan bagian fundamental dari budaya mutu. Sofyan Anif menuturkan, “Tidak mungkin kita punya keinginan untuk membangun budaya mutu sementara tidak ada kebijakan yang mendukung terjadinya budaya mutu.” “Sekarang, yang menjadi masalahnya adalah banyak lembaga pendidikan, baik di tingkat dasar, menengah dan bahkan perguruan tinggi di Muhammadiyah itu belum semuanya punya kesadaran mutu,” tambah Sofyan. Sementara itu, Suranto memandang, kesadaran mutu berperan untuk mengimplementasikan sistem, standar dan aturan perihal mutu di PTMA. “Untuk membangun budaya mutu perguruan tinggi diperlukan sistem, standar, dan aturan-aturan untuk melaksanakannya. Semuanya itu dijadikan sebuah proses budaya dan budaya itu adalah kita, di mana kita harus membiasakan diri terhadap sistem, standar dan aturan tersebut. Keberhasilan implementasi budaya mutu tidak hanya dari

Langkah Konkret Kesadaran mutu diperlukan untuk mengimplementasikan tujuh langkah konkret yang ditempuh UMY dalam membangun budaya mutu. Suranto membeberkan langkah-langkah tersebut. (1) Merumuskan visi, misi, tujuan dan strategi yang inspiratif, menggerakkan dan visioner. (2) Melakukan evaluasi sistem tata kelola dan struktur organisasi secara keseluruhan guna mendukung pencapaian visi, misi, tujuan dan strategi. (3) Menetapkan kebijakan mutu, standar mutu dan prosedur mutu sampai penjabaran indikator mutu (Indikator Kinerja Strategis, IKS) yang berbasis standar akreditasi nasional dan internasional. (4) Konsolidasi pimpinan UMY, pejabat struktural, dosen, tenaga kependikan, untuk penerapan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) berbasis IKS. (5) Penerapan SPMI secara konsisten dan berkesinambungan. (6) Monitoring dan evaluasi dan pelaporan kinerja unit yang dipaparkan pada rapat kerja tengah tahunan (RKTT) dan rapat kerja tahunan (RKT) UMY. (7) Updating IKS secara berkesinambungan Syahdan, fondasi akademis yang kukuh, kebijakan kampus yang memberikan penghargaan dan hukuman, kesadaran mutu, dan langkah-langkah nyata untuk mengimplementasikan agenda pengembangan budaya mutu. Semua ini merupakan pengalaman nyata PTMPTM yang telah terakreditasi institusi “A” sebagai wujud dari budaya mutu. [].[] Agung Prihantoro Edisi Maret-April 2019

Warta PTM

7


WARTA PTM

Wawancara

Foto Prof. Dr. H. Chairil Anwar

Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT Prof. Drs. T. Basaruddin, M.Sc., Ph.D.

Mutu Adalah Mata Uang Utama

M

utu perguruan tinggi merupakan mata uang utama (the main currency) dalam johan persaingan akademik internasional. Mutu kampus menjadi modal pokok untuk berkompetisi. Tanpa modal pokok ini, perguruan tinggi bakal kalah dalam kompetisi akademik internasional. Demikian salah satu pokok pikiran Direktur Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN-PT) Prof. Drs. T. Basaruddin, M.Sc., Ph.D. yang disampaikan dalam wawancara tertulis dengan Agung Prihantoro dari Warta PTM, Ahad (24/2/19). Selain menjadi Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT, Pak Chan, sapaan akrabnya, juga mengemban amanah sebagai Presiden ASEAN Quality

8

Warta PTM

Edisi Maret-April 2019

Assurance Network (AQAN) tahun 2017-2020 dan merupakan dosen pada Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (FIK UI). Sebelumnya, pria kelahiran 25 November 1961 di Desa Pelajaran Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu ini merampungkan pendidikan S-1 pada Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada 1984 dengan predikat cum laude, dan S-2 serta S-3 pada bidang computing di University of Manchester Inggris pada 1988 dan 1990. Selama di UI, Pak Chan pernah menjadi Wakil Dekan I pada FIK tahun 1993-2000. Pada 2002-2005, alumnus Madrasah Ibtidaiyah dan Pendidikan

Guru Agama di Manna, Bengkulu Selatan ini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pendidikan Tinggi (DPT) di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Kemudian, pada 2004, beliau diangkat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Komputer UI. Visi pertama Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) adalah “membangun budaya mutu di pendidikan tinggi�. Apa sebetulnya inti dari budaya mutu di perguruan tinggi? Budaya mutu di perguruan tinggi adalah budaya yang senantiasa menjadikan nilai dan norma akademik sebagai pijakan dan dijalankan oleh semua sivitas akademika.


Mutu Adalah Mata Uang Utama

Di manakah letak budaya akademik ilmiah dalam budaya mutu di perguruan tinggi? Budaya ilmiah (scientific culture) adalah salah satu komponen utama dari budaya mutu di perguruan tinggi. Apakah kriteria-kriteria dalam instrumen akreditasi BAN-PT itu bisa disebut sebagai elemen-elemen budaya mutu di perguruan tinggi? Mengapa? Kriteria yang digunakan dalam proses akreditasi adalah ukuran untuk melihat sejauh mana sebuah perguruan tinggi atau program studi telah memenuhi atau melampaui baku mutu. Tentu saja, proses akreditasi yang diawali dengan evaluasi diri diharapkan dapat membangkitkan budaya mutu karena akan menuntut perguruan tinggi untuk mengenali keunggulan dan kelemahannya dalam mengelola perguruan tinggi atau menyelenggarakan program studi, serta memikirkan bagaimana agar terjadi peningkatan mutu secara berkelanjutan. Apakah indikator-indikator akreditasi BAN-PT pada tingkat program studi atau perguruan tinggi bisa disebut sebagai indikator-indikator budaya mutu di perguruan tinggi? Mengapa? Dua hal yang berbeda. Indikator budaya mutu harus lebih diarahkan pada internalisasi prinsip, nilai dan norma akademik di kalangan sivitas akademika, sehingga mutu menjadi budaya, baik di level individu maupun secara institusi. Seberapa penting kesadaran mutu sivitas akademika atau kepedulian sivitas akademika perguruan tinggi pada mutu dalam upaya membangun budaya mutu? Sangat penting. Tapi, kesadaran saja tidak cukup. Harus ada komitmen untuk menjalankannya secara konsisten.

Berdasarkan pengalaman BAN-PT selama ini, bagaimanakah cara membangun kesadaran mutu di perguruan tinggi swasta, seperti perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA)? Pimpinan perguruan tinggi harus memiliki pemahaman, kehendak, komitmen, dan kiat untuk membangun budaya mutu di institusi. Mulai dari sistem tatakelola, organisasi, sistem, hingga implementasinya secara konsisten. Sejauh manakah keberhasilan peran BAN-PT dalam membangun budaya mutu di perguruan tinggi di Indonesia? Masih sangat jauh dari harapan. Proses akreditasi selama ini hanya dianggap sebagai proses administrasi. Bagaimanakah Bapak melihat perbandingan pengembangan budaya mutu di perguruan-perguruan tinggi di Indonesia dan negaranegara lain? Di negara maju, budaya mutu sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat. Jadi, perguruan tinggi sebagai bagian dari society sudah memiliki modal besar utk mengimplementasikan budaya mutu di institusi. Ke depan, apa saja yang harus dilakukan oleh perguruanperguruan tinggi dan para pemangku kepentingan yang terkait (stakeholders) untuk mengembangkan budaya mutu pada level global? Perguruan tinggi harus menyadari bahwa mutu adalah the main currency dalam persaingan global. Tidak bermutu artinya perguruan tinggi akan selalu kalah dalam bersaing.[]

1. Nama Prof. Drs. T. Basaruddin, M.Sc., Ph.D 2. Tempat/Tanggal Lahir Desa Pelajaran - Kabupaten Kaur - Provinsi Bengkulu pada tgl 25 November 1961. 3. Pendidikan a. Madrasah Ibtidaiyah b. Pendidikan Guru Agama (PGA) di Manna - Bengkulu Selatan c. Sekolah Menengah Atas di SMA N I Manna d. S-1Universitas Gadjah Mada jurusan Matematika e. S-2 Computing di University of Manchester (England) f. S-3 Computing di University of Manchester (England) 4. Karier a. Pengajar di Program Studi Ilmu Komputer – UI b. Wakil Dekan I (bidang akademik) c. Sekretaris Dewan Pendidikan Tinggi (DPT) di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi d. Dekan Fakultas Ilmu Komputer UI e. Direktur Eksekutif BAN-PT

Edisi Maret-April 2019

Warta PTM

9


WARTA PTM

Kinerja

Majelis Diktilitbang Terbitkan Buku Direktori PTMA 2019

M

ajelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah pada Februari 2019 telah menerbitkan buku Direktori Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah 2019: 14 Universitas, 101 Sekolah Tinggi, 5 Institut, 5 Politeknik, 12 Akademi (2019). Buku ini memuat informasiinformasi pokok tentang PTMA: logo, alamat, nomor telepon, nomor faksimili, website, akun media sosial, visi, misi, sejarah singkat, fakultas, program studi, peringkat akreditasi, dosen, mahasiswa, alumni, dan lembaga/badan di PTMA. Disebutkan dalam proposalnya, pe-

nulisan dan penerbitkan buku ini memiliki tiga tujuan, yakni (1) menjadi informasi cepat saji tentang seluruh PTMA di Indonesia; (2) mendokumentasikan data dan perkembangan seluruh PTMA; dan (3) menyebarluaskan informasi tentang PTMA dan mempromosikannya kepada semua pihak. Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. dalam pengantar buku tersebut mengatakan, “Buku Direktori Perguruan Tinggi Muhammadiyah & ‘Aisyiyah 2019 ini sedikit banyak menggambarkan hasil kerja keras Majelis Pendidikan

Hibah Penelitian Tentang Muhammadiyah Angkatan Ke-3

P

engajuan proposal penelitian Hibah Penelitian tentang Muhammadiyah Angkatan Ke-3 2019 telah dibuka pada 30 Januari-31 Maret 2019. Majelis Diktilitbang sudah mengadakan hibah ini selama dua tahun terdahulu, 2017 dan 10 Warta PTM

Edisi Maret-April 2019

2018. Hibah ini diperuntukkan bagi dosen-dosen perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang berpendidikan magister (S-2) dan doktor (S-3). Pengumuman tentang proposal

Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan juga Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah bersama seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) selama empat tahun. Secara umum, kualitas dan kuantitas PTMA tampak dalam buku ini.” “Majelis Diktilitbang senantiasa mendorong dan memfasilitasi PTMA untuk tanpa jeda meningkatkan kualitas dan kuantitasnya. Program-program Majelis Diktilitbang dirancang dan diimplementasikan secara maraton demi peningkatan tersebut. Sesungguhnya, peningkatan kualitas dan kuantitas PTMA dalam rangka mencapai tujuan besar Persyarikatan Muhammadiyah merupakan kerja tanpa akhir,” imbuh Prof. Lincolin. “Selanjutnya, dalam kesempatan ini, kami menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh PTMA yang telah bekerja keras secara bersamasama. Terima kasih juga kepada seluruh PTMA yang sudah membantu penyusunan buku ini,” ujarnya. Prof. Lincolin berharap buku direktori ini berguna bagi seluruh pihak, baik warga Muhammadiyah maupun warga masyarakat Indonesia. “Jikalau terdapat kekurangan di sana sini dalam buku ini, mudahmudahan bisa diperbaiki pada edisi berikutnya. Semoga karya ini bermanfaat bagi PTMA, Persyarikatan Muhammadiyah, warga Muhammadiyah, umat Islam, bangsa Indonesia, dan warga dunia,” pungkasnya.[] AGP

yang lolos dilakukan pada 25 April 2019, dan kemudian penandatanganan kontrak dilaksanakan pada 25-30 April 2019. Selanjutnya, para peneliti memiliki waktu tujuh bulan (1 Mei-25 November 2019) untuk mengumpulkan dan menganalisis data serta menyelesaikan penelitiannya. Para peneliti harus mengirim laporan kemajuan penelitiannya pada 10-15 Agustus 2019. Mereka akan dimoni-


toring dan dievaluasi pada 15-20 Agustus 2019. Dan, mereka harus mengumpulkan laporan penelitian pada 25 November 2019. Panitia menawarkan tujuh tema penelitian, yaitu (1) sejarah, pemikiran, paham dan dakwah Muhammadiyah; (2) pendidikan dan perkaderan Muhammadiyah; (3) pelayanan sosial, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Muhammadiyah; (4) perspektif Muhammadiyah tentang HAM, demokrasi, politik, dan keadilan gender; (5) inovasi dan aplikasi sainsteknologi dalam Muhammadiyah; (6) upaya pelestarian lingkungan hidup Muhammadiyah dan mitigasi bencana; (7) internasionalisasi Muhammadiyah dan tema-tema penelitian lain yang relevan dengan dinamika Persyarikatan Muhammadiyah mutakhir. Lukman Hakim, panitia hibah penelitian ini, mengabarkan via WA, Senin (1/4/19), sampai batas akhir pengunggahan proposal, 930 proposal telah diunggah ke website resmi Hibah Penelitian tentang Muhammadiyah: https://risetmu.or.id/. Tujuh ratus enam puluh delapan di antaranya merupakan proposal penelitian dasar, dan 162 lainnya proposal penelitian unggulan. Para peneliti yang membutuhkan informasi disilakan untuk menghubungi panitia hibah pada nomor telepon 0857-4140-5046.[] AGP

Infografis Hibah penelitian Muhammadiyah Angkatan ke-3

Workshop Pengembangan KUI PTMA

Internationalization Is A Mindset

M

ajelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kantor Urusan Internasional (KUI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Bengkulu, Kamis (14/2/19). Dalam workshop ini, hadir tiga narasumber, yakni Dekan International College Asia University Taiwan Prof. Ying-Huei Chen, Ph.D., Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Prof. Dr. Edy Su-

andi Hamid, M.Ec., dan Kepala Kantor Urusan Internasional UM Yogyakarta dan anggota Tim Asistensi Majelis Diktilitbang Yordan Gunawan, S.H., M.B.A., M.H. Kegiatan yang diikuti 28 orang peserta dari PTMA ini juga dihadiri oleh Ketua Majelis Diktilitbang Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. Workshop ini dilaksanakan berbarengan dengan Tanwir Muhammadiyah yang juga bertempat di Bengkulu,

Jumat-Ahad (15-17/2/19). Tanwir berlangsung di Kampus 4 UM Bengkulu. Sehingga, para peserta workshop, selain mengikuti acara KUI ini, juga bisa mengikuti Tanwir Muhammadiyah. Dalam workshop ini, setelah dibuka oleh Prof. Edy, didiskusikan gagasan dan strategi pengembangan KUI PTMA dan juga dilakukan penandatanganan memorandum of understanding (MOU) antara PTMA-PTMA yang para utusannya berpartisipasi dalam workshop ini dan Asia University Taiwan. Dalam presentasinya, Prof. Edy mengatakan, “Kita berharap dari kegiatan ini nantinya, (PTMA) yang masih sedang-sedang saja, yang masih di bawah

Edisi Maret-April 2019

Warta PTM 11


WARTA PTM

Kinerja

Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. (paling kanan), Prof. Ying-Huei Chen, Ph.D. (dua dari kiri), Farida Juanita, S.Kep., Ns., M.Kep. (ketiga dari kiri), dan Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. (paling kanan) usai penandatangan MOU antara UM Lamongan dan Asia University dalam kegiatan workshop KUI PTMA di Bengkulu, Kamis (14/2/19).

itu, bisa meningkat. Output, keluaran, dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas KUI. Jadi, kita jangan hanya kumpul-kumpul, tetapi harus diikuti dengan action program. Paling tidak, dalam jangka pendek, sudah ada kegiatan-kegiatan yang terkait dengan Kantor Urusan Internasional.” “KUI, salah tugasnya juga mem-

bangun networking. Kita harapkan Bapak dan Ibu sekalian semuanya mendorong rektornya supaya KUI itu progresif, dinamis,” lanjut Prof. Edy. Sementara itu, Prof. Ying-Huei Chen mengawali presentasinya dengan memaparkan pengembaraan internasional Christopher Columbus dan Zheng He (Cheng Ho) dan kemudian meng-

utip pernyataan Zig Ziglar, seorang motivator dari Amerika Serikat, “Your attitude, not your aptitude, determines your altitude.” “Internationalization is a mindset, an attitude,” imbuh Prof. Chen. Selanjutnya, Prof. Chen menyebut komponen-komponen penting dalam internasionalisasi kampus, yakni articulated institutional commitment and administrative structure, curriculum, international programs, dan English as a medium of instruction (EMI). Akan halnya Yordan Gunawan, dia menceritakan sebagian pengalamannya sebagai Ketua KUI. “Apa sih kebahagiaan jadi ketua KUI? Pertama, orang pasti mikirnya jalan-jalan. Yang kedua, mengenal banyak orang baru, ada aktivitas baru. Yang ketiga, menjaga bahasa,” ujarnya. Akhirnya, workshop ini ditutup oleh Sekretaris Majelis Diktilitbang Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. Sayuti menuturkan, “Kita butuh kerja sama internasional. Kalau kita tidak punya kerja sama internasional, ya akreditasi kita mentok di situ. Tidak bisa naik.”[] AGP

S

Rapat persiapan SBMPTMU 2019 yang dihadiri oleh para pimpinan PTMA di Ruang Sidang Gedung K.H. Ibrahim Lt. 5 UM Yogyakarta, Kamis (14/3/19).

SBMPTMu 2019 Libatkan Seluruh PTMA 12 Warta PTM

Edisi Maret-April 2019

etelah berhasil menyelenggarakan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah (SBMPTM) 2018, kini perguruan-perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) menyiapkan seleksi bersama 2019. Rapat persiapannya telah dilakukan dua kali di Ruang Sidang Lt. 5 Geduang AR Fachruddin A UM Yogyakarta, Kamis (21/2/19), dan di Ruang Sidang Geduang K.H. Ibrahim Lt. 5 UM Yogyakarta, Kamis (14/3/19). Pada 2018, nama seleksi bersama itu disingkat SBMPTM yang diikuti oleh 12 Fakultas Kedokteran PTM. Pada 2019, namanya sama: Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah, tetapi singkatannya sedikit berubah jadi SBMPTMU. Pesertanya pun seluruh PTMA. SBMPTM bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan


saling mengeratkan tali silaturahmi di antara PTMA di seluruh Indonesia. “Saat ini jumlah PTMA sudah mencapai 169 dan tersebar di seluruh Indonesia. Dengan adanya program ini, kita dapat saling menjalin dan memperkuat tali silaturahmi antar-PTMA,” tegas Ketua Majelis Diktilitbang Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. dalam rapat pembahasan SBMPTMU di UM Yogyakarta, Kamis (14/3/19). Prof. Lincolin menambahkan, seperti tahun sebelumnya, tahun ini sistem SBMPTMU kembali hadir dalam mendukung proses seleksi bersama masuk perguruan tinggi. Pada tahun lalu, program ini hanya melibatkan 12 PTM, sementara SBMPTMU 2019 melibatkan seluruh PTMA di Indonesia. “Proses SBMPTM tahun lalu telah diikuti oleh 12 PTMA, untuk tahun ini

SBMPTMU 2019 akan dikembangkan dan dapat diikuti oleh seluruh PTMA di Indonesia,” tutur Prof. Lincolin. Sementara itu, Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., Rektor UM Yogyakarta yang menjadi Ketua Panitia SBMPTM 2018 dan SBMPTMU 2019, mengatakan Kamis (14/3/19), “Ketika calon mahasiswa berasal dari luar daerah, misalnya dari Kebumen, program ini akan memudahkan calon mahasiswa tersebut jika ingin mendaftar di PTMA Yogyakarta misalnya UMY atau UAD.” Teknis pelaksanaannya sama seperti tahun kemarin dengan sistem Computer-Based Test (CBT). Pendaftaran dan pembayarannya dilakukan secara online. “Dalam website SBMPTMU, misalnya calon mahasiswa ingin memilih Program Studi Farmasi. Nanti akan muncul tampilan daftar seluruh PTMA yang

memiliki Program Studi Farmasi di setiap daerah. Ini dapat dilakukan dengan sistem online,” ujar Sekretaris Majelis Diktilitbang Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. Akan halnya biaya pendaftarannya, ini berbeda dengan tahun lalu. Pada SBMPTMU 2019, biaya pendaftaran untuk Program Studi Kedokteran dan Kedokteran Gigi sebesar Rp750.000,00 dengan 3 (tiga) pilihan di kampus PTMA yang berbeda. Untuk prodi lainnya, biaya pendaftarannya sebesar Rp300.000,00 dengan 3 (tiga) pilihan prodi di kampus PTMA yang berbeda pula. Untuk jadwal pendaftaran sendiri belum mendapatkan tanggal pasti, namun akan dilakukan mendekati jadwal Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).[] Aprilia Sazila Sari

P

impinan Pusat Muhammadiyah menggelar Sidang Tanwir di Kampus 4 UM Bengkulu, Jumat-Ahad (1517/2/19). Sidang Tanwir ini diikuti oleh para Ketua, Sekretaris dan Bendahara PP Muhammadiyah, pimpinan-pimpinan majelis dan lembaga serta organisasi otonom pada level PP Muhammadiyah, dan para ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM). Ketua Majelis Diktilitbang Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D., Sekretaris Majelis Diktilitbang Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., dan Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang Dr. Muhammad Samsudin, M.Pd. juga hadir dalam Sidang Tanwir ini. Sejumlah pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) pun terlihat berpartisipasi dalam acara ini. Mereka antara lain adalah Rektor UM Yogyakarta, Rektor UM Surakarta, Rektor UM Malang, Rektor UHAMKA, Rektor UMSU, Rektor UM Surabaya, Rektor UM Palembang dan Ketua ITB AD Jakarta. Majelis Diktilitbang bersama majelis-majelis lain dan lembaga-lembaga di PP Muhammadiyah menyampaikan laporan tertulis tentang realisasi pro-

Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. (kiri) dan Dr. Muhammad Samsudin, M.Pd. (kanan) di lokasi Sidang Tanwir Muhammadiyah di Kampus 4 UM Bengkulu, Jumat-Ahad (15-17/2/19).

Sidang Tanwir Muhammadiyah 2019

Rekonstruksi Pendidikan & Pembangunan SDM gram-program kerja sebagai amanah Muktamar Muhammadiyah Ke-47 di Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad-Jumat (2-7/8/15). Sidang Tanwir Muhammadiyah

dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam Sidang Tanwir, para Ketua PWM juga menyampaikan laporan dan pandangannya. Salah satu topik dalam Edisi Maret-April 2019

Warta PTM 13


WARTA PTM

Kinerja laporan dan pandangan PWM adalah pengembangan PTMA, yang menjadi kebanggaan PWM. Ketua PWM Jawa Tengah Drs. Tafsir, M.Ag. mengemukakan, “Di Jawa Tengah ada 27 perguruan tinggi Muhammadiyah. Dua tahun ini berdiri empat kampus baru: STKIP Muhammadiyah Blora, STKIP Muhammadiyah Batang, Stikes Muhammadiyah Wonosobo, STMIK Muhammadiyah Paguyangan.” Kemudian, Ketua PWM Banten H.M. Syamsudin melaporan, “UM Banten ini sekarang dalam proses dan mudah-mudahan tahun ini bisa keluar izin operasional. UM Banten ini merupakan peralihan bentuk dari Sekolah Tinggi Manajemen Informasi dan Komputer

Muhammadiyah Banten.” Akhirnya, Sidang Tanwir Muhammadiyah 2019 menghasilkan 8 Risalah Pencerahan dan 9 Rekomendasi. Risalah Pencerahan pertama menyatakan “Beragama yang mencerahkan mengembangkan pandangan, sikap, dan praktik keagamaan yang berwatak tengahan (wasathiyah), membangun perdamaian, menghargai kemajemukan, menghormati harkat martabat kemanusiaan lakilaki maupun perempuan, menjunjung tinggi keadaban mulia, dan memajukan kehidupan umat manusia yang diwujudkan dalam sikap hidup amanah, adil, ihsan, toleran, kasih sayang terhadap umat manusia tanpa diskriminasi, menghormati kemajemukan, dan pranata sosial

yang utama sebagai aktualisasi nilai dan misi rahmatan lil-‘alamin”. Sementara itu, rekomendasi yang menyangkut pendidikan (nomor 4) menyebutkan “Melakukan rekonstruksi pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia berbasis pada karakter bangsa sebagai prioritas penting dalam kebijakan pemerintah untuk menjadikan Indonesia unggul dan berdaya saing tinggi dengan negara-negara lain yang telah maju. Hendaknya ditempuh kebijakan yang benar-benar terfokus, tegas, dan jelas dalam memanfaatkan 20 persen anggaran pendidikan untuk semata-mata pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul sebagaimana amanat konstitusi”.[] Agung Prihantoro

Gedung 5 PTM UM Malang, UM Surakarta, UM Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA). yang masuk perigkat 100 Besar

5 PTM

Masuk Peringkat 100 Besar

K

ementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengumumkan informasi mengenai hasil klasterisasi perguruan tinggi non-vokasi pada pertengahan tahun 2018 lalu. Dalam situsnya (ristekdikti.go.id), Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Dr. Ir. Patdono 14 Warta PTM

Edisi Maret-April 2019

Suwignjo, M.Eng.Sc. mengatakan, klasterisasi ini dilakukan untuk memetakan perguruan tinggi Indonesia yang berada di bawah naungan Kemenristekdikti guna meningkatkan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan dalam melaksanakan Tridarma perguruan tinggi. “Klasterisasi ini juga dapat dijadikan

dasar bagi Kemenristekdikti untuk melakukan pembinaan perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan kualitas perguruan tinggi di Indonesia, penyusunan kebijakan untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi, serta memberikan informasi kepada masyarakat umum mengenai performa perguruan tinggi di Indonesia,” ungkapnya. Berdasarkan hasil klasterisasi yang dilakukan oleh Kemenristekdikti, 5 (lima) perguruan tinggi Muhammadiyah berhasil masuk pada urutan peringkat 100 besar. Lima PTMA tersebut adalah


UM Malang, UM Surakarta, UM Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA). Pada 2017, hanya 3 PTM yang masuk peringkat 100 besar. Pemeringkatan ini berdasarkan beberapa komponen yang sudah menjadi indikator dari Kemenristekdikti. Pada 2018 kemarin, terdapat penambahan satu komponen utama, yaitu Kinerja Inovasi. Sehingga, komponen yang digunakan untuk menilai performa perguruan tinggi Indonesia mencakup 5 (lima) komponen utama: kualitas SDM, kualitas kelembagaan, kualitas kegiatan kemahasiswaan, kualitas penelitian dan

pengabdian pada masyarakat, dan kualitas inovasi. Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Mohammad Adam Jerusalem, S.T., S.H., M.T., Ph.D. menyatakan, saat ini memang baru ada 5 (lima) PTM yang menduduki peringkat 100 besar berdasarkan pemeringkatan perguruan tinggi non-vokasi versi Kemenristek Dikti pada 2018. Kelimanya adalah PTM yang institusinya terakreditasi “A” yaitu UM Malang (peringkat 36), UM Surakarta (peringkat 38), UMY (peringkat 42), UAD (peringkat 58), dan UHAMKA (peringkat 91). Ia juga melanjutkan bahwa jumlah ini bisa saja bertambah melihat awal ta-

Munawwar Khalil, M.Ag. (kiri) menerima cinderamata dari Ns. Arena Lestari M.Kep., Sp.Kep.J. usai Pelatihan Auditor Mutu Internal di Stikes Muhammadiyah Pringsewu, (7-10/2/19).

Pelatihan AMI di Stikes Muhammadiyah Pringsewu

Milikilah Keahlian tentang Penjaminan Mutu

S

ebanyak 21 dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Pringsewu, Lampung mengikuti in-house training Auditor Mutu Internal (AMI) di kampus tersebut (7-10/2/19). Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja

sama dengan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Acaranya dibuka oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Sebelum pelatihan, Prof. Edy juga memberikan pembekalan tentang penguatan dan

hun kemarin PTMA baru saja menambah jumlah institusi yang berhasil meraih akreditasi A yaitu UM Sumatera. “Apabila UMSU dapat meningkatkan semua aspek dan indikatornya dalam perengkingan seperti aspek sumber daya manusia, kelembagaan, kemahasiswaan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi, maka bukan tidak mungkin dalam waktu dekat UMSU merangsek ke peringkat 100 besar pemeringkatan perguruan tinggi non-vokasi versi Kemenristekdikti. Kemudian, semoga hal ini diikuti juga oleh PTMA lainnya untuk terus berkemajuan dalam segala bidang,” ujar Mohammad Adam Jerusalem. []Aprilia Sazila Sari pengembangan PTM. Pelatihan dilakukan oleh dua orang anggota Tim Asistensi Majelis Diktilitbang, yakni Dr. Suliswiyadi, M.Ag. yang juga dosen UM Magelang dan Munawwar Khalil, M.Ag. yang merupakan dosen Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Menurut Ketua Pelaksana Kegiatan Ns. Yusnita, S.Kep.M.Kes. yang juga menjadi Ketua Lembaga Penjaminan Mutu, tujuan kegiatan ini adalah menghasilkan Auditor Mutu Internal yang tersertifikasi Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Sehingga, peserta pelatihan yang sudah tersertifikasi ke depan dapat bertugas sebagai tim auditor tidak hanya di kampus Stikes Muhammadiyah Pringsewu, tetapi juga bisa menjadi tim auditor di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah. Sementara itu, Ketua Stikes Muhammadiyah Pringsewu mengharapkan agar para dosennya peduli untuk selalu meningkatkan mutu perguruan tingginya. Untuk itu, perlu memiliki pengetahuan dan keahlian tentang penjaminan mutu, termasuk juga melakukan audit mutu secara berkala. “Walaupun kita berada di daerah periferi, kita tetap berusaha menjadi perguruan tinggi yang unggul," kata Ns. Arena Lestari M.Kep., Sp.Kep.J.[] ESH

Edisi Maret-April 2019

Warta PTM 15


WARTA PTM

Inaugurasi

Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Muhammadiyah Jayapura Angkatan ke-XIV di Hotel Home Jayapura pada Kamis (14/02)

Wisuda Stikom Muhammadiyah Jayapura XIV 2019

Menyongsong Universitas Muhammadiyah Papua

S

ekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Muhammadiyah Jayapura menggelar Wisuda Angkatan XIV di Hotel Home Jayapura, Kamis (14/2/19). Wisuda ini diikuti oleh 92 wisudawan/wisudawati Prodi S-1 Ilmu Komunikasi dan D-3 Hubungan Masyarakat. Sejak berdiri pada 2001, Stikom sudah memiliki 1800-an orang alumni. Wisuda ini dihadiri oleh Wakil Bendahara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Ahmad Muttaqin, M.Ag., M.A., Ph.D. Ahmad Muttaqin dalam amanahnya menyampaikan, “Sinergi, kekompakan dan team work yang kuat merupakan salah satu kunci keberhasilan pengelolaan,

transformasi dan akselerasi PTM. Saya tekankan bahwa pekerjaan rumah besar pimpinan dan Badan Pembina Harian (BPH) Stikom saat ini adalah mengembalikan kekompakan sivitas akademika kampus dengan pendekatan dialogis dan asertif.” “Sinergi antara berbagai pihak, termasuk dengan kelompok yang dianggap berseberangan serta pembinaan AIK/ ideologi kemuhammadiyahan harus menjadi prioritas bila Stikom yang secara usia lebih tua tiga tahun dibanding UNIMUDA ingin menyusul jejak kesuksesan pengembangan kelembagaan salah satu PTM di Sorong tersebut. Selain itu, saya berpesan

Pelantikan Wakil Ketua Stikes Muhammadiyah Palembang 2019-2023

K

Kembangkan Budaya Mutu

etua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Palembang, Heri Shatriadi Candara Putra, M.Kes. melantik Wakil Ketua I, II, dan III periode 2019-2023 di Auditorium Stikes Muham16 Warta PTM

Edisi Maret-April 2019

madiyah Palembang, Selasa (19/2/19). Ketiga Wakil Ketua tersebut adalah Murbiah, S.Kep., Ns., M.Kep. (Wakil Ketua I), Riska Marlin, S.S.T., M.Keb. (Wakil Ketua II), dan Imam Haryoko, S.Psi., M.Kes. (­ Wakil

juga agar Stikom senantiasa berkoordinasi dan melaporkan secara berkala kepada Majelis tentang perkembangan proses alih status dari sekolah tinggi ke universitas,” lanjut Ahmad Muttaqin, yang juga dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ahmad Muttaqin yang hadir pada Wisuda Stikom Muhammadiyah Jayaura pada 2017 melihat wisuda 2019 ini lebih semarak. Kehadiran para pimpinan Muhammadiyah, pejabat sipil dan militer di Jayapura lebih lengkap. Ini menjadi sinyal positif era baru makin menguatnya kebersamaan dan sinergi antara PTM dan persyarikatan di Papua. Dosen UIN Yogyakarta ini menuturkan kepada Warta PTM, “Semangat kebersamaan Stikom Muhammadiyah Jayapura itu terasa makin kuat. Pimpinannya, BPH, unsur-unsur Persyarikatan Muhammadiyah di Jayapura, dan ortomnya memancarkan optimisme menyongsong alih status Stikom Muhammadiyah Jayapura menjadi Universitas Muhammadiyah Papua atau Universitas Ahmad Dahlan Papua.” Pengembangan alih status tersebut juga dibarengi dengan rencana pembukaan Program Studi S-2 Ilmu Komunikasi. Usai wisuda, acaranya dilanjutkan dengan ramah-tamah pada malam harinya. Acara ramah-tamah ini pun lebih ramai. Acara ini membahas empat hal pokok, yakni (1) pentingnya peningkatan mutu SDM (studi lanjut dan jabatan fungsional), (2) penguatan komitmen terhadap persyarikatan, (3) peningkatan profesionalisme pengelolaan PTM (good university governance), dan (4) pentingnya membangun sinergi (ta’awun) antara berbagai pihak untuk membesarkan PTM.[] AM

Ketua III). Acara pelantikan ini dihadiri oleh Ketua Majelis Diktilitbang Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D., Ketua PWM Sumatera Selatan Prof. Dr. Romli S.A., M.Ag., Rektor UM Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., para pimpinan amal usaha Muhammadiyah di Kota Palembang, dan sivitas akademika Stikes Muhammadiyah


Palembang. Heri Shatriadi Candara Putra mengatakan dalam sambutannya, “Wakil Ketua Stikes Muhammadiyah Palembang periode 2019-2023 mempunyai kewajiban membantu saya dalam mewujudkan citacita yang telah digariskan bersama. Dengan garis pimpinan, Stikes Muhammadiyah Palembang akan tetap pada koridor yang telah ditentukan.” Dia menambahkan pelantikan ini menunjukan bahwa periode ini masuk pada tahap pengembangan I, yaitu 20172021 menjadi perguruan tinggi kesehatan yang islami dan profesional dalam bidang pengajaran melalui pengembangan caturdarma perguruan tinggi. Sementara itu, Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dalam amanahnya menyampaikan kepada wakil ketua yang baru bahwa tantangan ke depan akan lebih berat. Stikes Muhammadiyah Palembang harus terus berkomitmen untuk maju sesuai dengan apa yang telah dibangun oleh pengelola sebelumnya. “Akreditasi unggul menjadi tujuan utama yang harus dicapai Stikes Muhammadiyah Palembang, yaitu Stikes Muham-

Heri Shatriadi Candara Putra, M.Kes. (kiri) melantik Wakil Ketua I, II, dan III Stikes Muhammadiyah Palembang Periode 2019-2023 di Auditorium kampus setempat, Selasa (19/2/19).

madiyah Palembang yang progresif perkembangannya paling baik di antara yang lain dan budaya mutu yang dijalankan dalam bagian peningkatan Stikes menjadi universitas“ tuturnya. Kemudian, Prof. Dr. Romli S.A., M.Ag. menyampaikan pelantikan ini menjadi tiitk

awal untuk melaksanakan tugas akademik dan institusi ke depan sesuai dengan leading sector masing-masing. “Wakil Ketua Stikes MP harus menjadi tim yang solid dengan mengedepankan kebersamaan dan terkoordinasi dalam menjalankan amanah,” ujarnya.[] Aprilia Sazila Sari

Wisuda UM Mataram 2019

Gubernur NTB Siapkan 50 Beasiswa

U

niversitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) mengadakan Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana S-1 dan D-3 di Mataram, Sabtu (23/3/19). Media daring www.suarantb.com memberitakan, jumlah wisdawan dan wisudawati sebanyak 246 orang lulusan dari tujuh fakultas, yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (108 orang), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (71 orang), Fakultas Pertanian (31 orang), Fakultas Ilmu Kesehatan (13 orang), Fakultas Teknik (9 orang), Fakultas Hukum (9 orang), dan Fakultas Agama Islam (5 orang).

Pemaparan Sambutan dari Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc selaku Gubernur Nusa Tenggara Barat pada Prosesi Wisuda UM Mataram, Sabtu (23/03). Sumber Foto: www.suarantb.com.

Drs. Arsyad Abd. Gani, M.Pd. selaku Rektor UMMAT dalam sambutannya memberikan motivasi kepada para wisudawan dan wisudawati. Arsyad Abd. Gani

menyampaikan, wisuda bukan menjadi akhir dari perjuangan dan harus menjadi momentum untuk menyiapkan diri dalam menghadapi rintangan dan cobaan yang Edisi Maret-April 2019

Warta PTM 17


WARTA PTM

Inaugurasi kelak akan dilalui oleh para wisudawan dan wisudawati. “Tetapi dengan keyakinan yang kuat yang dilandasi iman dan takwa kepada Allah atas segala kepastian-Nya,” ujar Arsyad Abd. Gani. Prosesi wisuda menjadi istimewa dengan kehadiran Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. Dalam sambutannya, dia menyatakan akan memberikan 50 beasiswa bagi mahasiswa Fakultas Teknik Prodi

Pertambangan. Beasiswa ini bertujuan mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan pendidikan UMMAT, khususnya mahasiswa Prodi Pertambangan. Beasiswa tersebut bakal membantu menyiapkan secara matang tenaga ahli yang siap bekerja di PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). “Sehingga, di tengah pesatnya pembangunan Dompu dan di Bima, para mahasiswa UMMAT tidak akan menjadi penonton di rumah sendiri,” tegas

­Zulkieflimansyah. Selain dihadiri Gubernur NTB, acara wisuda ini juga dihadiri oleh Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB Falahudin, M.Ag., Ketua Badan Pembina Harian UMMAT Drs. H. Abdul Muhiet El Lefaky, S.U., dan perwakilan organisasi-organisasi otonom Muhammadiyah NTB.[] Aprilia Sazila Sari

P

ara alumni PTM diharapkan tidak gagap teknologi. Juga jangan hanya menggunakan teknologi, tetapi harus berusaha juga untuk mendesain teknologi itu sendiri. Demikian dikemukakan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dalam acara Wisuda Sarjana di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur di Ballroom Hotel Makmur Tanjung Redeb, Sabtu (6/4/19). Sebanyak 165 orang, yang berasal dari Program-program Studi Ilmu Ekonomi (5), Manajemen (87), Akuntansi (73), diwisuda oleh Ketua STIEM Tanjung Redeb Dr. H. Syarifuddin, M.Pd. Prosesi wisuda ini disaksikan oleh Bupati Berau H. Muharram, S.Pd., M.M. dan Ketua PWM Kalimantan Timur Siswanto Sunandar. Menurut Prof. Edy, tantangan lulusan STIEM cukup berat karena mereka lulus di era Revolusi Industri 4.0 yang perubahan teknologi informasi sangat cepat, dan persaingan sangat ketat. "Karenanya, Saudara bukan saja tidak boleh berhenti belajar, tetapi juga harus inovatif dan kreatif," ujar Prof. Edy. Sementara itu, Bupati Berau Muharram, S.Pd., M.M. menyarankan agar

Acara Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana XII STIEM Muhammadiyah Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur di Ballroom Hotel Makmur Tanjung Redeb, Sabtu (6/4/19).

Wisuda STIEM Tanjung Redeb

Alumni PTM Jangan Gaptek! STIEM dan STITM Berau disatukan dan membentuk universitas. "Silakan cari lahan baru yang luas, yang layak, Pemda akan mendukung, sehingga di Berau ada universitas," ujar bupati yang juga warga Muhammadiyah tersebut. Dalam kesempatan itu, Ketua STIEM

Pelantikan Rektor & Wakil Rektor UM Kudus 2018-2019

Fokus pada Pembenahan Infrastruktur Akademik

U

niversitas Muhammadiyah (UM) Kudus menggelar acara Pelantikan Rektor

18 Warta PTM

Edisi Maret-April 2019

dan Wakil Rektor di Gedung Serbaguna UM Kudus, Sabtu (23/3/19). Acara pelantikan

Dr. Syarifuddin, M.Pd. menyampaikan, lembaganya terus meningkatkan diri, termasuk kerja sama pada level internasional. "Mahasiswa STIEM juga ada yang dikirim pertukaran ke luar negeri," tuturnya.[] ESH

ini menjadi kali pertama bagi UM Kudus pascaperubahan status dari sekolah tinggi menjadi universitas. Dihadiri Bupati Kudus H.M. Tamzil dan sejumlah tamu undangan, acara pelantikan ini dilakukan secara sederhana dan dipimpin oleh Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Majelis Diktilit-


bang Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Prof. Lincolin didampingi oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah yang diwakili Prof. Dr. Masrukhi M.Pd., dan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kudus Dr. H. Achmad Hilal Madjdi, M.Pd. Dikutip dari website resmi UM Kudus, Rusnoto, S.K.M., M.Kes. (Epid) selaku rektor baru menyampaikan, dirinya akan berfokus pada pembenahan infrastruktur akademik. Ia akan berupaya melakukan peningkatan dan pengembangan akademik di kampusnya. “Karena pencapaian target bagi universitas berbeda dengan target bagi Stikes, universitas berfokus pada peningkatan kinerja dan akreditasi akademik. Harus kita tingkatkan kualitasnya dan pencapaian akreditasinya. Karena kita juga membuka prodi dan fakultas baru,� tandas Rusnoto dalam sambutannya. Usai Pelantikan Rektor, acaranya diteruskan dengan Pelantikan Wakil Rektor

Rusnoto, SKM, M.Kes selaku Rektor UM Kudus dalam prosesi pelantikan Rektor UM Kudus di Gedung Serbaguna UM Kudus, Sabtu (23/03).

UM Kudus. Noor Hidayah, A.Kep.,M.Kes. dilantik sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik, Rizka Himawan, S.Psi., M.Psi. sebagai Wakil Rektor II Bidang Keuangan, dan Anny Rosiana Masyithoh, M.Kep.,

Sp.Kep.J. sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Al Islam, Kemuhammadiyahan dan Humas.[] Aprilia Sazila Sari

U

M Gresik akan melakukan berbagai percepatan pengembangan, baik akademik maupun fisik. Pengembangan akademik diawali dengan penambahan 8 prodi bidang kesehatan, hasil akuisisi perguruan tinggi lain di Surabaya dan Gresik, dan 5 prodi baru, di samping beberapa prodi yang sedang diproses di Kemenristekdikti. UM Gresik juga segera memulai pembangunan fisik gedung berlantai 17 dan 8 untuk mendukung perkuliahan. Demikian dikemukakan Rektor UM Gresik Prof. Dr. Ir. Setyo Budi, M.S. dalam Wisuda Sarjana Ke34 di kampusnya, Kamis (28/3/19). Ihwal sumber daya manusia (SDM), UM Gresik memiliki 114 dosen, yang 30 di antaranya sedang mengambil program doktor di dalam dan luar negeri. "Kita juga sudah bekerja sama dengan 35 perguruan tinggi di luar negeri," ujar Prof Setyo Budi. Acara yang mewisuda 308 sarjana ini dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Dr. M. Saad Ibrahim dan para tamu undangan lainnya. Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Prof. Dr. H. Bambang Setiaji dalam sambutannya meminta agar penguatan akademik juga dilakukan dengan

Wisuda Sarjana UM Gresik Kamis (28/3/19).

Wisuda Sarjana UM Gresik XXXIV 2019

Penguatan Akademik dengan Pemanfaatan Teknologi pemanfaatan teknologi informasi. "Ini sejalan dengan era Revolusi Industri 4.0 yang sudah berlangsung," ujar Prof. Bambang. Dalam wisuda disampaikan pula Ora-

si Ilmiah oleh Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dengan judul "Generasi Milenial yang Bertaqwa dan Berkemajuan".[] ESH

Edisi Maret-April 2019

Warta PTM 19


WARTA PTM

Inovasi Bisnis Unismuh Makassar: Menjadi Eksportir sar. Dari para petani ini, dan juga petani lainnya, setiap hari bisa dipasok rata-rata 100 ton jagung, atau 3.000 ton per bulan. “Namun pasokan ini tidak selalu rutin, tergantung musimnya. Kalau panen raya, bisa banyak,” kata Dr. Agus Salim, yang mengelola PT SPI tersebut. Angka 3.000 ton sebetulnya masih di bawah kapasitas mesin yang dimiliki, yang mampu mengolah dan mengeringkan jagung hingga 4.500 ton per bulan. Jika kapasitas penuh bisa dicapai, usaha awal ini bisa menambah pemasukan lebih dari Rp10 miliar per tahun. Ya, ini memang masih langkah awal, tapi merupakan diversifikasi kampus yang potensial untuk mendukung peUniversitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) menggelar pengiriman perdana jagung industri PT. Surya Pangan Indonesia nguatan pendanaan Unismuh Makassar. untuk diexport ke PT. Tiara Mankasti Nusantara yang secara resmi dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, ST dan Bupati Kabupaten Gowa Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo, SH., MH di Dusun Doja, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Saat ini, sebagaimana kampus lainnya, Gowa, Rabu (03/10/2018). hampir semua dana operasional dan pengembangan Unismuh Makassar berasal dari mahasiswa. Namun, jika kemampuan nismuh Makassar menjadi satu-satunya perguruan produksi semakin besar, produk jagung dari petani bisa setinggi Muhammadiyah (PTM) yang memperoleh makin banyak, bisa saja unit bisnisini menyumbang 10-20% izin ekspor. Unit bisnisnya diwadahi dalam PT Surpendanaan Unismuh Makassar. ya Pangan Indonesia (SPI). Walaupun ekspor ini belum bisa “Dalam jangka pendek, kami juga akan membeli pabrik direalisasikan, jalan untuk menjadi eksportir sudah terbuka. pengolahan rumput laut. Ini juga untuk ekspor,” kata Prof. Bahkan, setelah izin ekspor itu diposting dalam website, tak Rahman. berapa lama kemudian ada pesanan masuk untuk jagung Inovasi seperti ini jelas sangat sejalan dengan program yang diprosesnya. Ada yang pesan 12 ribu ton, dan ada pula pemerintah yang mendorong agar kampus mengurangi keteryang 20 ribu ton jagung kering untuk pakan ternak ini. gantungan dana pada mahasiswa. Tetapi, obsesi rektor yang “Namun, belum bisa kita penuhi, karena sejauh ini kita juga ahli manajemen ini bukan semata-mata bisnis. “Kami masih terbatas produksinya, dan memenuhi permintaan lokal juga ingin memberdayakan petani. Selama ini, mereka badulu. Ini dijual ke pabrik-pabrik pakan ternak,” kata arsitek nyak dipermainkan para tengkulak dan para penampung. bisnis ini, Prof. Dr. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M. yang Kami ingin mengangkat kehidupan petani agar lebih sejahtejuga Rektor Unismuh Makassar. ra,” ujarnya. Memang, sebelumnya PT SPI pernah melakukan eksKehadiran perusahaan di bawah bendera Unismuh Mapor, tetapi tidak langsung, melainkan melalui pihak lain. kassar ini, menurut Prof. Rahman, akan membuka kesempatTahun lalu, melalui PT Tiara Mankasti Nusantara, dilakukan an lapangan kerja baru, baik bagi para pegawai yang bekerja ekspor perdana PT SPI. Seremoni ekspor perdana di Dusun di pabrik ini dan juga bagi para petani yang tadinya tidak Doja, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa tersebut dihadiri suka dengan bertani jagung. Setelah mereka didampingi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman Unismuh Makassar dan kemudian hasilnya nyata dirasakan dan Bupati Kabupaten Gowa Adnan Purichta Ichsan Yasin berupa harga yang lebih bagus dari biasanya, maka mereka Limpo. tertarik untuk bertani jagung. Melalui PT SPI, petani menjaMelalui PT SPI, Unismuh Makassar berinovasi untuk di lebih memilik kekuatan tawar menawar. Ini sangat memomelakukan bisnis. Mereka sudah memiliki lahan pertanian tivasi petani untuk serius mengelola tanaman jagungnya agar baru sekitar 10 hektare dan membina rartusan petani jagung, hasilnya dapat memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. yang total mempunyai lahan 200 hektar. Para petani dibina [] ESH dan diberi benih, dan hasilnya dibeli oleh Unismuh Makas-

U

20 Warta PTM

Edisi Maret-April 2019


Edisi Maret-April 2019

Warta PTM 21


WARTA PTM

Kronik

E

ra Revolusi Industri 4.0 menuntut perubahan yang cepat di segala lini kehidupan. Revolusi Industri salah satunya ditandai dengan majunya teknologi dan informasi. Dampak dari era baru ini menghasilkan dua postulat yang bertolak belakang: konstruktif dan destruktif. Untuk membendung dampak destruktif revolusi teknologi ini, perlu orientasi nilai pendidikan yang kuat untuk fondasi pembangunan. Berangkat dari hal tersebut, Univeritas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) menggelar Seminar Nasional Pra-Tanwir Muhammadiyah dengan tema “Beragama dan Pendidikan yang Mencerahkan” di Aula Ahmad Dahlan Lantai IV UHAMKA Kampus Pasar Rebo, Kamis (7/2/19). Hadir sebagai pemakalah dalam seminar tersebut Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed. (Sekretaris Umum PP Muhammadiyah), H. Aly Aulia, Lc., M.Hum. (Direktur Mualimin Yogyakarta), Dr. Desvian Bandarsyah, M.Pd. (Dekan FKIP UHAMKA), Dr. H. Biyanto, M.H.I. (PWM Jawa Timur, dosen UIN Sunan Ampel Surabaya), M. Syaikhul Islam, S.H.I., M.H.I. (Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya) dan Dr. Mohamad Ali, M.Pd. (UM Surakarta). Acara seminar dibuka oleh Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si. Rektor UHAMKA Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum. dalam sambutannya mengatakan bahwa di era saat ini, di era persaingan yang semakin ketat, dibutuhkan kualitas sumber daya manusia yang semakin tinggi. Untuk itu, dunia pendidikan sebagai tempat penggodokan sumber daya manusia dituntut untuk semakin kreatif dan inovatif. Namun, mutu manusia Indonesia tampaknya masih ketinggal

Para peserta dan narasumber Seminar Pra-Tanwir Muhammadiyah “Beragama dan Pendidikan yang Mencerahkan” di Aula Ahmad Dahlan Lantai IV UHAMKA Kampus Pasar Rebo, Kamis (7/2/19). Foto dokumentasi www.koranmu.com.

Mendidik SDM yang Mencerahkan jauh. “HDI (Human Development Index) kita masih rendah. Kita berada di rangking 116 dari 89 negara,” tuturnya. Menurutnya, memang dibutuhkan orientasi pendidikan yang baru untuk menjawab tantangan tersebut. Dari seminar ini, diharapkan muncul rumusanrumusan yang memberi arah baru bagi pendidikan di Indonesia, khususnya di Muhammadiyah. Hasil seminar ini juga akan dibukukan untuk dibawa ke acara Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu pada 15-17 Februari 2019. “Dengan begitu, rekomendasi seminar diharapan akan memiliki gaung yang menasional,” ungkap Prof. Gunawan. Sementara itu, Dr. H. Bunyamin, M.Pd., Ketua Panitia, mengatakan bahwa seminar ini diselenggarakan atas amanah PP Muhammmadiyah untuk menyambut Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu, 15-17 Februari 2019. “Ada empat perguruan tinggi Muhammadiyah, di antaranya UHAMKA, UMS, UMY, dan UMM,” ungkapnya. Masing-masing mengusung tema yang telah ditetapkan oleh PP Muhammadiyah, terkait dengan tema Tanwir, yaitu “Beragama yang Mencerahkan”. Untuk UHAMKA, porsinya pada tema pendididikan, sedangkan UM Surakarta mengusung tema ekonomi, UMY membawa tema politik, dan UM Malang tema kedaulatan dan keadilan sosial. Masing-masing seminar ini diharapkan menghasilkan satu buku, yang nantinya akan dibagikan kepada seluruh peserta Tanwir, sebagai bahan pengayaan Tanwir.[] Wira Prakasa Nurdia

Hybrid Learning Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

U

niversitas Muhammadiyah (UM) Ponorogo mengadakan Seminar dan Workshop Implementasi Pembelajaran Hybrid Learning Melalui Sistem Pembelajar-

22 Warta PTM

Edisi Maret-April 2019

an Daring (SPADA) di Aula Lt. 4 Gedung Rektorat UM Ponorogo, Rabu-Jumat (13-15/3/19). Siaran pers yang diterima Warta PTM menyebutkan, kegiatan tiga hari ini diikuti oleh para dosen UM Ponorogo dengan dua narasumber dari Tim Pengembang Sistem Pembelajaran


Para peserta dan narasumbe Seminar dan Workshop Implementasi Pembelajaran Hybrid Learning Melalui Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) di Aula Lt. 4 Gedung Rektorat UM Ponorogo, Rabu-Jumat (13-15/3/19).

Daring (SPADA) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), yaitu Rangga Firdaus, S.Kom., M.Kom. dan Anggoro Suryo Pramudyo, S.Kom., M.Kom. Kegiatan ini bertujuan untuk mengombinasikan pembelajaran tatap muka dengan online dan meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menggunakan learning management system (LMS) yang dimiliki UM Ponorogo di website: bebas.umpo.ac.id. “Hybrid learning merupakan salah satu upaya dari kampus untuk meningkatkan kualitas layanan akademik Unmuh Ponorogo, terutama proses transformasi ilmu pengetahuan dari dosen kepada mahasiswa. Media ini dapat digunakan dosen untuk mengembangkan konten pembelajarannya, media pembelajarannya, serta membuat buku ajar dari metode hybrid ini,” tutur Rektor UM Ponorogo Dr. Sulton, M.Si. dalam sambutannya pada seminar dan workshop ini. Dalam era Industri 4.0, tantangan yang dihadapi menyangkut pemanfaatan

teknologi komunikasi dan informasi. Hal ini memicu UM Ponorogo untuk meningkatkan literasi baru, yaitu literasi teknologi, data dan kemanusiaan, yang nantinya berdampak positif bagi sivitas akademika UM Ponorogo. Literasi baru ini memudahkan mahasiswa dalam mengakses distance learning, yaitu program pembelajaran di mana dan kapan saja tanpa terikat batas waktu dan tempat. Salah seorang peserta acara tersebut, Siti Asiyah, M.Pd., dosen mata kuliah Bahasa Inggris, merasakan manfaat seminar dan workshop literasi teknologi ini. “Seminar ini sangat luar biasa dan penting untuk diikuti karena era sekarang sudah pada revolusi 4.0 yang menuntut kita untuk up to date dengan perkembangan IT. Selain itu, jika kita tertinggal, maka pasar kita (mahasiswa) akan menurun. Saya berharap semua dosen dapat menerapkan pembelajaran hybrid learning ini dengan maksimal,” tuturnya. Di akhir acara, Dr. Sulton, M.Si. menyampaikan harapannya agar kegiatan ini ditindaklanjuti oleh para dosen dalam pembelajaran riil. “Saya juga berharap dosen-dosen yang telah mendapatkan ilmu hybrid ini dapat berbagi dan sharing ke teman-teman PTM lainnya,” pungkasnya.[] Aprilia Sazila Sari

STKIP Muhammadiyah Pringsewu

Berkomitmen pada Persyarikatan & Kampus

S

ekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Pringsewu perlu terus melakukan penguatan sumber daya manusia (SDM). Apalagi, sekarang STKIP ini bersama Stikes Muhammadiyah dan STIE Muhammadiyah Pringsewu yang ada di sana akan mengonsolidasi diri membentuk universitas. Demikian disam-

Dosen-dosen STKIP Muhammadiyah Pringsewu mengikuti pengarahan dari Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec. di kampus setempat, Jumat (8/2/19).

Edisi Maret-April 2019

Warta PTM 23


WARTA PTM

Kronik paikan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec. saat memberikan pengarahan di kampus tersebut, Jumat (8/2/19). Acara yang diikuti segenap dosen STKIP Muhammadiyah Pringsewu ini dibuka oleh Wakil Ketua I Dr. Tri Yuni Hendrowati, M.Pd. Dalam kesempatan

itu, Tri Yuni Hendrowati menyampaikan berbagai masalah yang dihadapi kampus tersebut. "Saat ini kita baru memiliki satu orang doktor. Ada yang kita sekolahkan, ternyata keluar," ujarnya. Prof. Edy menyampaikan, komitmen dosen sangat penting, sehingga mereka mempunyai kepedulian untuk mengembangkan STIKIP Muhammadiyah Pringsewu. "Dosen dan tenaga kependidikan harus berkomitmen pada visi Persyarikatan dan juga pada upaya mewujudkan visi misi perguruan tingginya. Ini harus terus menerus ditanamkan sehingga memiliki rasa memiliki, dan rela mengabdi di kampus ini," tutup Prof. Edy.[] ESH

Pembekalan Pengurus Stikes Muhammadiyah Palembang oleh Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec. di kampus setempat, Ahad (10/2/19).

Pembekalan Pengurus Stikes Muhammadiyah Palembang

Menghasilkan Lompatan Raksasa

P

roses pergantian pimpinan jangan sampai menurunkan kinerja. Sebaliknya, dengan tim kerja yang baru, kinerja harus meningkat. "Ini bisa mewujud kalau semua elemen yang ada di Stikes ini memiliki komitmen yang tinggi, integritas yang baik, dan kompeten pada bidang yang diamanahkan," demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec. pada pembekalan pengurus Stikes Muham-

P

erubahan zaman yang sangat cepat menyebabkan banyaknya tantangan yang harus dilewati kaum milenial atau generasi muda. Salah satu tantangannya adalah perkembangan teknologi yang menggantikan peran manusia. Di sisi lain, tidak sedikit generasi milenial hadir dan membawa ide segar dan inovasi terbarukan untuk menghadapi perkembangan dunia yang sema-

24 Warta PTM

Edisi Maret-April 2019

madiyah Palembang, Ahad (10/2/19) di kampus Jalan Jenderal Ahmad Yani 13 Ulu Palembang. Kegiatan ini dihadiri Ketua dan Wakil Ketua dan Ketua BPH serta dosen-dosen Stikes Muhammadiyah Palembang. Menurut Prof. Edy, kinerja pimpinan terdahulu sudah sangat baik dan iklim kerja kondusif. "Yang sekarang harus lebih baik lagi, dan bisa meneruskan yang baik yang sudah ada, di samping melakukan inovasi dan terobosan untuk menghasilkan lompatan raksasa untuk akselerasi Stikes," ujar Prof. Edy. Diharapkan, kepengurusan yang baru menjaga kekompakan dalam tim kerjanya, dan bekerja dalam satu tim yang kompak. "Jangan sampai ada faksifaksi dalam kampus. Tapi kalau beda pendapat itu biasa, dan merupakan dinamika dalam kerja," ujarnya. Sebelumnya, Ketua Stikes Heri Shatriadi Candara Putra, M.Kes. menyatakan usai pelantikan pengurus, PTMnya sudah menghadapi program jangka pendek yang harus ditangani secara serius. "Kita harus menyiapkan akreditasi program studi, akreditasi institusi, dan menyiapkan alih bentuk menjadi institut," kata Heri Shatriadi.[] ESH

Indonesia Bukan Hanya Jadi Penonton kin kompetitif. Untuk mempertemukan dua sisi milenial itu, Koperasi Cempaka Kementerian Keuangan Republik Indonesia mengadakan pameran beasiswa Indonesia Scholarship Festival (ISF) 2019 di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (6/2/19).


Bertemakan “Mengintegrasikan Pendidikan dengan Inovasi Menuju Generasi Emas Indonesia Tahun 2045”, acara ini bertujuan untuk memperluas penyebaran informasi mengenai beasiswa yang disediakan oleh berbagai lembaga, baik dalam maupun luar negeri. ISF menghadirkan beberapa penyedia beasiswa bergengsi untuk beragam jenjang pendidikan, seperti beasiswa unggulan Kemendikbud, Pusbindiklatren Bappenas, Nuffic Neso, Erasmus+, Aminef (Fullbright), DAAD, dan Australia Awards. Selain itu, ISF juga menghadirkan institusi-institusi pendidikan, lembaga-lembaga bahasa Inggris, dan lebih dari 30 top kampus dunia. Di samping menampilkan pameran beasiswa, kegiatan ini juga menyuguhkan beberapa acara yang menarik, seperti workshop tentang belajar di luar negeri, seminar beasiswa, talkshow, TOEIC, TOEFL, simulasi dan workshop IELTS yang dengan narasumber yang berpengalaman di bidangnya. Kegiatan tersebut mendapatkan respons dan dukungan yang positif dari Rektor UMY

Rektor UMY Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P memukul gong yang menandai pembukaan pameran beasiswa Indonesia Scholarship Festival (ISF) 2019 di Sportorium UMY, Rabu (6/2/19).

Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P. Beliau mengatakan bahwa kegiatan ini adalah event yang sesuai bagi kaum millennial. “Yang datang ke sini itu mereka punya mimpi, dan dengan ISF ini, mereka memiliki kesempatan untuk mewujudkan mimpinya. Sehingga, Indonesia di masa depan bukan hanya jadi penonton dari kemajuan ekonomi internasional, namun juga dapat menjadi bagian dari masyarakat internasional dan tidak kalah oleh negara lain,” tutur Gunawan.[] Aprilia Sazila Sari

F

Erwin Akib, Ph.D. memberikan kuliah tamu di hadapan ratusan dosen dan mahasiswa UMKT di kampus setempat, Senin (4/2/19).

Implementasi MOU Unismuh Makassar & UMKT

A Reader To Be A Leader

akultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unismuh Makassar dan FKIP Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding) ihwal Tridarma perguruan tinggi di kampus UMKT, Senin (4/2/19). Kedua institusi ini bersepakat untuk membangun kerja sama yang lebih intensif dengan melakukan aktivitas akademik yang lebih produktif dan mencerdaskan. Dekan FKIP UMKT, Prof. Harun, S.H., M.H. menyampaikan apresiasinya atas penandatanganan nota kesepahaman ini. Menurutnya, kegiatan ini menambah nilai akademik kedua institusi ketika nota kesepahaman tersebut betul-betul diimplementasi dalam bentuk kerja akademik yang lebih baik. Sementara itu, Dekan FKIP Unismuh Makassar Erwin Akib, Ph.D. menyampaikan rasa terima kasihnya kepa-

Edisi Maret-April 2019

Warta PTM 25


WARTA PTM

Kronik da pihak UMKT yang bersedia menjalin kerja sama yang lebih erat dengan institusinya. Lebih lanjut, Erwin menyatakan, salah satu agenda aksi yang akan dilakukan adalah mengirim mahasiswa FKIP Unismuh Makassar untuk melakukan kegiatan Program Pengenalan Kampus (P2K) nasional di UMKT. Selain itu, juga akan dilaksanakan pertukaran dosen untuk memberikan kuliah dan seminar bersama dan publikasi penelitian bersama. Acara penandatangan nota kesepahaman ini langsung direalisasikan dalam bentuk kegiatan kuliah tamu di hadapan ratusan dosen dan mahasiswa UMKT. Kuliah tamu ini disampaikan oleh Erwin Akib, Ph.D. dengan tema peluang wirausaha bagi lulusan FKIP. Dalam pemaparannya, Erwin mengatakan, lulusan FKIP hendaknya jangan pernah berkecil hati karena di mana pun nantinya mereka tetap dibutuhkan masyarakat. Agar menjadi lulusan yang dibutuhkan masyarakat, mereka perlu memahami dan mengimplementasikan pendekatan 4C sebagai modal untuk masuk ke dunia global, termasuk dalam dunia usaha. Pendekatan 4C yang dimaksud adalah (1) critical thinking. Alumni FKIP harus memiliki kemampuan dalam merumuskan permasalahan dan mengevaluasi semua apa yang telah dilakukan. (2) Communicative competence. Kemampuan ini harus dimiliki oleh alumni FKIP. Kemampuan berkomunikasi yang baik mesti disertai dengan penguasaan bahasa asing, sehingga alumni FKIP bisa membaca peluang-peluang di dunia global ini.

(3) Creative. Alumni FKIP diharapkan mampu menciptakan produkproduk yang lebih unik dan lebih berbeda dibandingkan dengan apa yang ada saat ini. Kreativitas membutuhkan modal pengetahuan. (4) Collaboration. Alumni FKIP dituntut untuk mampu berinteraksi dan berkolaborasi dengan pihak lain sehingga menemukan peluangpeluang yang memungkinkan untuk mengkreasi produk yang bisa dipasarkan dan diterima masyarakat. Pada akhir kuliah tamu tersebut, Erwin berpesan kepada para mahasiswa yang hadir untuk tidak berhenti memproses diri dalam meraih apa yang menjadi impiannya. “Today you are a reader and tomorrow you are a leader,” tutup Erwin.[] AGP

U

niversitas Muhammadiyah Riau (UMRI) kembali meraih prestasi di Tingkat Regional Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau dan Jambi. Di awal 2019, UMRI berhasil menduduki peringkat ke-2 sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) terbanyak yang memperoleh hibah penelitian dan pengabdian dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tahun 2019 di lingkup Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X. UMRI berhasil memperoleh 41 hibah penelitian dan 6 hibah pengabdian kepada masyarakat. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah X Prof. Dr. Herri, M.B.A. kepada Rektor UMRI Dr. Mubarak, M.Si. di depan seluruh pimpinan PTS seSumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau dan Jambi. Pemberian penghargaan dilakukan dalam kegiatan LLDKTI Wilayah X bertema “Peningkatan Kualitas Perguruan Tinggi Melalui Riset yang Berkualitas dan Peningkatan Kualifikasi Dosen”, yang dilaksanakan di Kota Padang, Jumat (29/3/19). Dalam kegiatan ini, juga sekaligus dilakukan penyerahan Kontrak Hibah Penelitian

26 Warta PTM

Edisi Maret-April 2019

Rektor UMRI Dr. H. Mubarak, M.Si. (ketiga dari kiri) bersama Kepala LLDKITI Wilayah X Prof. Dr. Herri, M.B.A. (keempat dari kiri) setelah penyerahan Penghargaan dari Kemenristekdikti di Kota Padang, Jumat (29/3/19).

UMRI Peraih Hibah Penelitian Terbanyak Ke-2 dan Pengabdian kepada Masyarakat dari Kemenristekdikti kepada para PTS penerima. Rektor UMRI Dr. H. Mubarak, M.Si. yang menerima penghargaan LLDKITI merasa sangat haru dan bangga kepada sivitas akademika UMRI yang telah berupaya untuk meningkatkan jumlah hibah penelitian dan pengabdian masyarakat. Upaya tersebut berbuah penghargaan bagi UMRI sehingga akan terus meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada UMRI. Menurutnya, selain prestasi di bidang akademik, berbagai prestasi lainnya


juga sedang diupayakan untuk diraih. Hal ini dilakukan agar mendukung target UMRI untuk memperoleh peringkat akreditasi “A” pada program-program studi dan menjadi perguruan tinggi yang unggul pada 2024. Sementara itu, M. Ridha Fauzi, M.T. selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMRI yang turut hadir menyaksikan penyerahan penghargaan tersebut, mengatakan bahwa sivitas akademika UMRI senantiasa berusaha untuk meningkatkan jumlah hibah penelitian dan pengabdian setiap tahun. Pada 2018, jumlah penelitian dan pengabdian yang didanai hibah Kemenristekditi

sebanyak 23 judul yang terdiri dari 19 proposal penelitian dan 4 proposal pengabdian. Pada 2017, jumlah penelitian dan pengabdian peraih hibah sebanyak 23 judul yang terdiri dari 21 proposal penelitian dan 2 proposal pengabdian.[] AGP

U

niversitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) dua acara pada hari yang sama, Jumat (5/4/19). Dua acara tersebut adalah peletakan baru pertama pembangunan Gedung F UMKT dan kuliah umum. Rektor UMKT Prof. Dr. H. Bambang Setiaji didampingi Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec. meletakkan batu pertama (ground breaking) pembangunan Gedung F UMKT di Jalan Juanda Samarinda. Pembangunan gedung seluas 3.000 meter persegi ini akan menelan biaya sekitar Rp21 miliar dan ini diharapkan selesai pada Juni 2019. Dalam sambutannya, Prof. Bambang menyatakan, gedung ini dibangun untuk mendukung pewujudan UMKT sebagai information technology (IT)-based and paperless university. Sementara itu, dalam acara Kuliah Umum Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec. memberikan ceramah tentang Chalanges and Opportunities of Industrial Revolution

Prof. Dr. H. Bambang Setiaji (jongkok) didampingi Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec. meletakkan batu pertama pembangunan Gedung F UMKT di Jalan Juanda Samarinda, Jumat (5/4/19).

Upaya UMKT untuk Jadi

Paperless University 4.0: HEI Perspecives di kampus UMKT Samarinda. Ceramah tersebut diikuti segenap sivitas akademika UMKT, BPH, dan PWM Kalimantan Timur serta undangan lainnya. Acara ini dibuka WR 1 Dr Muhammad Ghozali.[] ESH

UMSU Raih APT “A”

U

niversitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) meraih peringkat “A” dalam akreditasi perguruan Tinggi (APT) pada awal 2019. UMSU menyusul lima PTMA lainnya yang telah berhasil meraih dan mempertahankan APT “A”, yaitu UM Malang, UM Yogyakarta, UM Surakarta, UHAMKA, dan Universitas Ahmad Dahlan. Perguruan tinggi di Medan ini berhasil mencetak rekor menjadi PTMA

pertama di luar Pulau Jawa yang meraih akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Dikutip dari website resmi UMSU, Dr. Agussani, M.A.P. selaku Rektor UMSU mengatakan, raihan APT “A” ini berkat kerja keras yang dilakukan seluruh sivitas akademika. “UMSU merasa sangat bersyukur karena sukses meraih akreditasi perguruan tinggi dengan peringkat ‘A’. Hal ini

tidak terlepas dari dukungan semua pihak termasuk alumni dan stakeholder,” tutur Agussani. Dia melanjutkan, untuk mendapatkan akreditasi institusi “A” bukanlah perkara mudah karena syarat dan standar yang ditentukan oleh BAN-PT harus terpenuhi dengan nilai maksimal. Penilaiannya meliputi proses pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat yang dijalankan UMSU. Selain itu, capaian prestasi dosen dan mahasiswa di bidang akademik dan non-akademik dinilai secara kualitatif dan kuantitatif. Edisi Maret-April 2019

Warta PTM 27


WARTA PTM

Kronik

UMSU menggelar acara Syukuran yang dirangkai dalam kegiatan Silaturrahim dan Kuliah Umum dengan tema “Penguatan Perguruan Tinggi dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0" UMSU Dr Agussani MAP mengucapkan terimakasih kepada semua pihak.

Sejak berdirinya, UMSU mengalami perkembangan yang pesat, dari rektor dr.Dalmy Iskanadar (alm) hingga Dr. Agussani, M.A.P. sekarang. Secara akademik, UMSU telah menghasilkan lulusan yang mengabdi di seluruh nusantara. Prestasi ini

mendapatkan banyak ucapan doa dan selamat, salah satunya dari Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. “Selamat untuk Rektor UMSU dan seluruh sivitas academika UMSU. PTM pertama mendapat akreditasi “A” di luar Jawa, dan PTS kedua di luar Jawa,” ujar Prof. Lincolin Arsyad. Selain itu, prestasi ini juga menjadi motivasi dan semangat untuk seluruh PTMA, termasuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Kalianda. “Kami segenap akademika STIE Muhammadiyah Kalianda mengucapkan selamat untuk Rektor UMSU dan sivitas akademika UMSU atas prestasinya. Semoga kami bisa menyusul,” ucap Chotimatuzzahra, S.E., M.M. selaku Ketua dari STIEM Kalianda.[] Aprilia Sazila Sari

I

nstitusi Teknologi Bisnis Ahmad Dahlan (ITBAD) Jakarta kini telah memiliki dua toko dengan nama TokoKita. Siaran pers ITBAD menyebutkan, toko yang kedua di Kampus Cabang Karawasi baru saja diresmikan, Rabu (27/3/19). TokoKita pertama di Kampus Ciputat sudah lebih dahulu diresmikan. “Sekarang kami memiliki 2 gerai TokoKita, di Kampus Ciputat dan Kampus Karawaci,” ujar Mukhaer Pakkanna, Rektor ITBAD sesuai acara launching. Ia juga menjelaskan, ITBAD saat ini tengah mengembangkan sektor bisnis yang ke depan akan menjadi sumber pendapatan lain bagi kampus. “Ini semua kami lakukan untuk mewujudkan kampus yang mandiri, tidak terpaku pada penerimaan dari mahasiswa saja. Karena kampus yang baik dan sehat adalah yang mampu menghasilkan sumber pendapatan lain di luar pendapatan dari mahasiswa,” terang Mukhaer. Mukhaer Pakkanna juga mengungkapkan rasa syukurnya atas pendirian usaha baru ITBAD. “Alhamdulillah, kami sekarang sudah memiliki toko sendiri. Di mana TokoKita itu bukan saja kebutuhan sivitas akademika yang disediakan, juga kebutuhan masyarakat umum. Jadi, wa28 Warta PTM

Edisi Maret-April 2019

TokoKita milik ITBAD di Kampus Cabang Karawasi diresmikan, Rabu (27/3/19).

Launching Toko ITB AD di Kampus Karawaci laupun berada di wilayah kampus, bisnis kami juga diperuntukkan bagi masyarakat sekitar,” imbuhnya. Mukhaer menambahkan, ITBAD saat ini tengah mengembangkan marketplace untuk TokoKita guna memperluas pangsa pasar dan memberikan kemudahan bagi para pelanggan. “Jadi, ke depan kalau ada sivitas akademika atau masyarakat umum yang membutuhkan produk-produk yang dijual di TokoKita, bisa melalui aplikasi. Tinggal pesan, nanti pihak kami antar,” tutupnya.[]


K

arya yang diciptakan oleh mahasiswa STIE Muh Jambi ini bertujuan untuk memberikan ide dan informasi mengenai pasar modal dan industri jasa keuangan dan dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi android atau handphone. Ketua STIE Muhammadiyah Jambi, Nurdin, S.E., M.E. melalui rilis yang kami terima mengatakan kegiatan ini membawa nama baik kampus ditingkat nasional kampus akan terus mendorong semua kegiatan yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa. Novian Suhadi selaku Kepala Bagian Edukasi kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi menyampaikan bahwa dengan adanya Majalah Digital ini nantinya dapat meningkatkan literasi keuangan bagi masyarakat. Ia melanjutkan bahwa launching Majalah Digital ini merupakan kali pertama di Indonesia sedangkan launching aplikasi KSPM menjadi hal yang pertama di Sumatera. Selain mahasiswa STIE Muh Jambi, turut hadir mahasiswa Universitas Jambi, Universitas Batanghari (Unbari)

Ketua STIE Muhammadiyah Jambi, Nurdin, S.E., M.E. bersama tim Launching Aplikasi dan Majalah Digital KSPM bertempat di STIE Muhammadiyah Jambi, Rabu (10/04).

STIE Muh Jambi Resmi Launching Aplikasi dan Majalah Digital KSPM Pertama di Indonesia Jambi dan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi. Selain itu, acara ini juga menghadirkan narasumber Fasha Fauziah selaku Kepala kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Jambi.[]APR

D

Kegiatan Seminar bertemakan “Peran Farmasi Komunitas dalam Penerapan Pengobatan Herbal di Era 4.0” di UM Banjarmasin, Sabtu (30/03).

Dukung Peran Farmasi di Era 4.0, UM Banjarmasin Adakan Seminar

unia farmasi kali ini mengalami perkembangan yang cukup pesat dari tahun ketahun. Di era sekarang, beragam perkembangan berhadapan langsung dengan banyak tantangan. Isu terhangat dalam beberapa waktu belakang ini adalah revolusi Industri 4.0. Semua aspek kehidupan dibenturkan dengan isu tersebut tidak terkecuali kefarmasian. Berbicara mengenai dunia kefarmasian pada Sabtu (30/03) kemarin UM banjarmasin baru saja mengadakan seminar yang bertemakan farmasi. Mengangkat tema “Peran Farmasi Komunitas dalam Penerapan Pengobatan Herbal di Era 4.0” kegiatan ini diinisasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Farmasi dalam rangka Dies Natalisnya yang ke 12. Acara diikuti 597 peserta terdiri peserta dari wilayah kalimantan selatan dan beberapa provinsi disekitar.

Edisi Maret-April 2019

Warta PTM 29


WARTA PTM

Kronik Prof. Dr. H. Ahmad Khairuddin, M.Ag. selaku rektor UM Banjarmasin dalam sambutannya sangat mendukung kegiatan ini, Fakultas Farmasi merupakan salah satu unggulan di UM Banjarmasin. “Dari awal saya sangat menekankan kepada para dosen dan mahasiswa untuk selalu berusaha berinovasi. Alhamdulillah BEM Fak. Farmasi memberikan respon dengan mengadakan seminar ini, seminar yang sangat relevan dan bermanfaat bagi kalangan farmasi & masyarakat” ujar Ahmad Khairuddin. Walikota Banjarmasin sebagai keynote speaker menjelaskan bahwa sudah menjadi tugas perguruan tinggi mengantisipasi perkembangan zaman, tapi jangan sampai juga kita tertinggal secara ilmu pengetahuan, dengan adanya konsentrasi dibidang pengobatan herbal ini menjadi sesuatu unggulan, namun mempunyai

U

niversitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) pada 5 April 2019 ini genap berusia 54 tahun. Sebagai rangkaian kegiatan miladnya, UMP menginisasi beberapa kegiatan tridharma perguruan tinggi, yang salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat. Bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat Infaq, Shadaqoh Muhammadiyah (LAZISMU) Banyumas bakti sosial digelar di Wangon tepatnya di Masjid Al-Ikhlas Desa Karangtawang, belum lama ini. Pada aksi sosial ini, selain warga mendapatkan bingkisan dari Lazismu Banyumas, mereka dapat cek kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga desa Karangtawang. Ketua Milad ke-54 UMP Slamet Eko Budi, M.Si menyampaikan kegiatan Bakti Sosial ini dihadiri oleh 200 orang warga Desa Karangtawang. “Dengan adanya cek kesehatan di30 Warta PTM

Edisi Maret-April 2019

tantangan di era 4.0 karena bersaing dengan pengobatan barat, harapannya kedepan ja ng dipertentangkan keduanya karena bisa disinergikan. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan yang dibuat Para mahasiswa BEM Fak. Farmasi UM Banjarmasin. Beliau sangat berharap dengan seminar ini para mahasiswa mau menjadi pelopor peneliti pengobatan herbal di Kalimantan selatan. [] APR

Kegiatan Bakti Sosial dalam rangka Milad ke-54 tahun Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Senin (5/04).

Milad ke-54 UMP, Gelar Baksos, Libatkan Masyarakat harapan dari 200 orang hanya sedikit yang sakit, untuk itu mereka harus menjaga kesehatan dengan melakukan cek kesehatan. Kemudian bagi yang sakit segera mendapatkan pengobatan agar lekas sembuh,” ungkapnya, Kamis (18/4/2019) Sementara itu, Sudarto Pimpinan Ranting Muhammadiyah Karangtawang menyambut antusisas ketatangan tim baksos dari UMP dan Lazismu Banyumas. “Kehadiran para duta amal ma’ruf sangat bermanfaat dan memacu kami untuk lebih terus menggali kedalaman Al-Islam, lewat Muhammadiyah agar bisa mewujudkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar , semoga kegiatan ini menjadikan berkah dan bagian dari Rahmatan Lil ‘Alamin,” tandasnya. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Ir. Aman Suyadi M menambahkan tujuan dari kegiatan baksos adalah menyehatkan diri. Ia berharap dari kegiatan ini UMP mendapatkan doa dari Warga Desa Karangtawang sehingga semakin berkembang dan mendunia. “Salah satu langkah kami untuk mengenalkan UMP kepada masyarakat luas melalui pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat secara gratis,” pungkasnya.


WARTA PTM

Salindia

Para peserta acara Pembinaan Akreditasi UM Palembang dengan narasumber Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec. di kampus setempat, Jumat (8/2/19).

Seminar Nasional Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Profesional untuk Mewujudkan Kemakmuran Bangsa dalam Perspektif Kepemilikan dan Penguasaan Lahan serta Pertahanan Negara di IBM Bekasi, Sabtu (6/4/19).

Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. menyirami tanaman di Kawasan Agrowisata Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Kawasan Agrowisata ini sedang dalam tahap pengembangan, Sabtu (6/4/19).

Ceramah Tasyakuran Milad Ke-54 UM Purwokerto oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed. di kampus setempat, Jumat (5/4/19).

Seminar Nasional Pengembangan Soft Skill: Motivasi dan Potensi Diri dengan Prof. Kieron Sheehy dari Open University London Inggris sebagai salah satu narasumbernya di UM Gresik, Ahad (7/4/19).

Silaturahmi Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Chairil Anwar dengan Ketua dan dosen-dosen STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung (Babel) dan PWM Babel di kampus STKIP Muhammadiyah Babel, Ahad (7/4/19).

Edisi Maret-April 2019

Warta PTM 31


Profil PTM

WARTA PTM

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Menyongsong World Class University

Gedung Universitas Muhammadiyah Surakarta

S

eorang antropolog sekaligus pengarang yang mengajar di University of California, Juliette Wade pernah menulis dalam blog pribadinya bahwa sejarah masyarakat terefleksikan melalui artefak, yang—salah satunya—adalah bangunan. “History is preserved in your society—in behaviors, in artifacts, or in buildings,” tulisnya. Ia lalu menegaskan bahwa kehadiran suatu artefak bermakna sesuatu. Begitu juga sebaliknya, absennya sebuah bangunan atau monumen juga punya selubung arti. “The presence of architecture means something—and the absence of architecture also means something,” lanjutnya. Tentu, apa yang dinukil dari esainya yang berjudul “Architecture: how it reflects history and culture” (2010) memiliki frekuensi yang sama dengan pembangunan gedung induk Siti Walidah milik Universitas Muhammadiyah (UM) Surakarta. Gedung ini secara fisik mempunyai bangun ruang yang menggambarkan something sebagaimana refleksi seorang Wade. Bentuknya menyerupai skutoida, dan desainnya berdasarkan logo matahari. Lanskap ruangnya menjulang ke atas dan berarsir dengan arsitektur modern. Nuansa Muhammadiyah kental melekat pada gedung ini, pun sejarah, kebudayaan, sekaligus modernitasnya. Oleh karenanya, Gedung Siti Walidah menggenapi apa yang menjadi perenungan Wade tentang idealnya sebuah 32 Warta PTM

Edisi Maret-April 2019

bangunan. Namun, yang lebih penting dari itu, gedung ini menampilkan dua buah kepribadian besar. “Keilmuan dan keislaman sebagai fondasi dasar,” tukas Dr. Sofyan Anif, M.Si. Rektor UM Surakarta dalam sebuah ceramah. UM Surakarta punya sejarah panjang. Ia awalnya hanya sebuah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) milik Universitas Muhammadiyah Jakarta cabang Surakarta yang didirikan pada 1957. Pada 1965, izin turun, dan kemudian FKIP Muhammadiyah cabang Surakarta dipisah menjadi dua lembaga pendidikan tinggi, yaitu Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah Surakarta dan Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM). Dua tahun berselang IKIP Muhammadiyah langsung tancap gas dengan menambah satu program studi (prodi), Hukum Sipil, setelah sebelumnya hanya memiliki tiga prodi, yakni Pendidikan Umum, Ekonomi Umum, dan Pendidikan Agama Islam tingkat Sarjana Muda. Pada 1967, IKIP Muhammadiyah Surakarta mendapat posisi istimewa. Ia didapuk sebagai induk dari perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Jawa Tengah, yang terdiri dari IKIP Muhammadiyah Klaten, IKIP Muhammadiyah Magelang, IKIP Muhammadiyah Kudus, IKIP Muhammadiyah Purwokerto, IKIP Muhammadiyah Kebumen, IKIP Muhammadiyah Wates, IKIP Muhammadiyah Temanggung, IKIP Muhammadiyah Wonogiri, IKIP Muhammadiyah Sukoharjo, IKIP Muhammadiyah


Menyongsong World Class University

Karanganyar, IKIP Muhammadiyah Banjarnegara, IKIP Muhammadiyah Prambanan, IKIP Muhammadiyah Purbalingga, IKIP Muhammadiyah Wonosari, dan IKIP Muhammadiyah Sragen. Tepatnya pada 1979, Drs. H. Mohamad Djazman, sebagai Rektor IKIP Muhammadiyah Surakarta saat itu membuat keputusan yang bersejarah. Dia mendorong IAIM dan IKIP agar digabungkan. Gayung bersambut, kesepakatan pun dibunyikan: merger. Maka, pada 1981, secara resmi IKIP Muhammadiyah Surakarta berubah nama jadi UM Surakarta dan mengelola FKIP, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, dan Fakultas Agama Islam (FAI). Dalam perjalanannya, UM Surakarta terus menunjukkan progres yang signifikan, sejalan dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Misalnya, saat ini UM Surakarta telah memiliki 12 fakultas dan 54 prodi yang terdiri dari jenjang akademik S-1, S-2, dan S-3.

Geografi, Hukum, Gizi, Kimia, Biologi, Komunikasi, Matematika, Microteaching, Komputer, Psikologi, Arsitektur, Computer Aided Design (CAD), Elektro, Fisika, Teknik Komputer, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Mini Bank Syariah, Pasar Modal, sampai Bookstore UM Surakarta. UM Surakarta juga memiliki masjid induk sebagai tempat ibadah dan kelak dioperasikan sebagai pusat kegiatan dakwah keislaman. Masjid ini memiliki pola dakwah yang kreatif; tiap ceramah yang dibawakan seorang tokoh didokumentasikan dan diunggah melalui kanal Youtube resminya, termasuk video ceramah cum akademik yang dibawakan oleh Sofyan Anif, Rektor UM Surakarta yang beberapa kali dikutip pada tulisan ini. Seluruh sistem belajar-mengajar formal maupun informal di kawasan UM Surakarta sudah ditopang dengan jaringan internet nirkabel dan bisa diakses pada jam produktif: 07.0022.00.

Ditunjang Fasilitas Modern “UM Surakarta akan berusaha dengan berbagai aktivitas, kegiatan, dan berbagai strategi dalam rangka untuk membangun para mahasiswa kita nanti agar memiliki dua hal, intelektualitas dan spiritualitas,” kata Sofyan masih melanjutkan ceramahnya. Argumen Sofyan selanjutnya menjurus pada pembangunan fasilitas kampus yang terintegrasi dengan teknologi dan sistem informasi sebagai prasyaratnya. Apa yang disampaikan oleh Sofyan benar belaka. Bentuk afirmasi tersebut datang dari artikel berjudul “Improving Student Learning with Well-Designed Student Life Facilities” (pada situs Academic Impressions, 2015). Kampus saat ini harus terhubung dengan teknologi secara mulus. Ini sangat penting karena mahasiswa kiwari membutuhkan hal tersebut kapan pun dan di mana pun. Hal tersebut merupakan pendapat George Brown, wakil presiden mahasiswa dari University of Alabama. UM Surakarta yang memiliki halaman seluas 46 hektare tersebut membagi fasilitas penunjangnya ke dalam enam bagian: perpustakaan, laboratorium, gedung olahraga, masjid, area parkir, dan area hijau (green campus). Di perpustakaan, ada 40.000 jenis buku tersedia yang di antaranya memuat segala jenis dokumen, seperti skripsi, tesis, dan arsip penelitian. Koleksi tersebut juga bisa diakses secara daring. Inovasi pelayanan berbasis teknologi sudah diterapkan di ruangan ini. Laboratorium pun demikian. UM Surakarta menyadari penuh bahwa pola pengajaran yang hanya berkutat pada teori tidak akan cukup memenuhi visi intelektualitas yang acap didengungkan. Oleh karena itu, hampir setiap fakultas memiliki laboratorium sendiri untuk menunjang aspek tersebut, di antaranya laboratorium-laboratorium Akuntansi,

Kerja Sama dalam dan luar Negeri UM Surakarta tentu tak main-main dengan visi world class university pada 2029. Dengan road map yang dibangun jelas dan terukur, UM Surakarta perlahan-lahan menapakinya, salah satunya melalui kerja sama dalam dan luar negeri. Bagi Sofyan Anif, kerja sama penting untuk memperkuat networking sekaligus meningkatkan mutu akademik. Dari dalam negeri, baru-baru ini Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Siliwangi menandatangani kerja sama dengan UM Surakarta. Alasannya, menurut delegasi IKIP Siliwangi, UM Surakarta sarat prestasi. Oleh karenanya, pengembangan mutlak dilakukan agar perguruan tinggi swasta ke depan dapat lebih baik lagi. Dari luar negeri, perguruan tinggi yang menerapkan wacana keilmuan dan keislaman ini sudah membentangkan sayapnya, skema kerja sama pun dibagi per-regional: perguruan-perguruan tinggi di Asia Tenggara, Eropa, Amerika, Asia, sampai Afrika Selatan. Perguruan-perguruan tinggi tersebut merupakan yang terbaik di setiap negara itu, dan masing-masing kampus digandeng dengan berbagai format kerja sama. Selain di bidang akademik, UM Surakarta juga menjalin relasi dengan instansi seperti PT Pamapersada Nusantara, Ta Thong Heavy Equipment, Wosman Untag, SIS, PT Kalimantan Prima Persada, dan Bank Syari’ah Bukopin. Relasi dengan instansi dikhususkan untuk program Sekolah Vokasi. Tentu apa yang disampaikan di atas hanya secuil informasi tentang banyak hal yang sudah dilakukan UM Surakarta. Namun yang jelas, perguruan tinggi yang sudah terakreditasi “A” ini terus bersolek diri demi mencapai visi besarnya: world class university pada 2029.[] Wira Prakasa Nurdia Edisi Maret-April 2019

Warta PTM 33


Profil PTM

WARTA PTM

Rektor UM Surakarta Dr. Sofyan Anif, M.Si.:

2029 UM Surakarta Jadi World Class University studi Biologi. Persis satu tahun usai Orde Baru tumbang, dia merengkuh predikat master di almamater yang sama dalam bidang Ilmu Lingkungan. Kemampuan manajerialnya dalam dunia pendidikan tinggi makin terasah usai mengantongi gelar doktoral Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada 2014. Bagaimana kemudian fusi antara keilmuan dan keislaman mengantarkan UM Surakarta menjadi world class university? Melalui wawancara via WhatsApp dengan reporter Warta PTM Wira Prakasa Nurdia, Sabtu (23/2/19), Sofyan Anif membeberkan terobosannya.

D

alam sebuah video yang dirilis di kanal Youtube bernama TV UMS, pada salah satu episodenya, tampak Rektor UM Surakarta Dr. Sofyan Anif, M.Si. memberikan ceramah di mimbar tentang kuliah subuh dan pentingnya subuh berjamaah. Masih dalam konten tersebut, dia juga menggarisbawahi bahwa UM Surakarta merupakan perguruan tinggi yang mempertautkan keilmuan dan keislaman sebagai fondasi dasar dari kampus yang mempunyai lahan seluas 46 hektare ini. Sofyan Anif adalah salah seorang yang bertanggung jawab atas akselerasi UM Surakarta. Di bawah nakhodanya, UM Surakarta berhasil bercokol di peringkat delapan dari sembilan perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Tidak sampai di situ, UM Surakarta juga bertengger di peringkat 800-an perguruan tinggi terbaik di kancah global, mengacu pada lembaga pemeringkatan perguruan tinggi dunia versi Quacqarelli Symonds (QS) World University Ranking pada medio 20172018. Kegemilangan Sofyan Anif bisa dilacak dari fragmen akademiknya. Dimulai dari 1988, Sofyan berhasil meraih gelar sarjananya di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada program

34 Warta PTM

Edisi Maret-April 2019

Bagaimanakah kerja keras serta terobosan yang telah dilakukan oleh UM Surakarta dalam mencapai berbagai prestasi? Selama ini, kepada seluruh jajaran sivitas akademika, pertama, kami membudayakan paradigma kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Kerja keras di sini dimaknai dengan ikhtiar untuk mewujudkan visi dan misi yang telah dirumuskan bersama. Caranya, pimpinan terus memotivasi tenaga pendidik dengan cara mengapresiasi dan membangun sinergisitas. Kedua, kerja cerdas, yakni membiasakan membiasakan pekerjaan harus berbasis pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana Induk Pengembangan (RIP), Rencana Strategi (Renstra) dan sebagainya. Dokumen tersebut menjadi basis, tolok ukur, dan target untuk mendukung capaian visi dan misi. Sudah barang tentu ada kendala, tetapi kita tetap konsisten dengan mencari solusi atas permasalahan tersebut sehingga tak harus mengurangi capaian hasil yang diinginkan. Kami sendiri mengelola lembaga pendidikan sebesar UM Surakarta dengan pendekatan manajemen silaturahmi, insya Allah kendala bisa terselesaikan. Ketiga, kerja ikhlas maksudnya sanggup mewakafkan waktu untuk mengabdi kepada Allah melalui kerja-kerja di UM Surakarta, sehingga ikhtiar untuk memajukan perguruan tinggi sekaligus juga berdimensi ibadah. Di Surakarta sendiri banyak perguruan tinggi baik swasta maupun negeri yang berkualitas, bagaimana cara UM Surakarta menjaga kualitasnya agar dapat kompetitif?


2029 UM Surakarta Jadi World Class University

Untuk bersaing dengan perguruan tinggi lain, kami selalu menjaga mutu. Bahkan, komitmen tersebut kami terjemahkan dalam budaya mutu yang berlaku bagi seluruh jajaran sivitas akademik UM Surakarta. Dengan demikian, secara kelembagaan, pengembangan strategi pengelolaan perguruan tinggi berbasis mutu mutlak menjadi prioritas. Kualitas suatu perguruan tinggi dapat ditentukan dari bagaimana ia memiliki komitmen terhadap budaya mutu an sich. Keberhasilan di bidang akademik, kelembagaan, maupun kemahasiswaan lahir dari kultur tersebut. Sebenarnya, ada dua kebutuhan ketika perguruan tinggi mengembangkan budaya mutu: pertama, untuk menjaga eksistensinya, kedua untuk menjawab tuntutan zaman. Untuk yang terakhir, sudah kita ketahui bersama bagaimana penetrasi teknologi mengubah lanskap pendidikan kita yang saat ini akrab dikenal dengan sebutan Revolusi Industri 4.0. Tentu, penjaminan terhadap mutu harus diberlakukan. “Pada tahun 2029 menjadi pusat pendidikan dan pengembangan IPTEKS yang Islami dan memberi arah perubahan” merupakan visi dari UM Surakarta. Bagaimana proses implementasinya, dan perubahan seperti apa yang diinginkan? Proses implementasi visi dan misi kami dimulai dari penyusunan dokumen pengembangan perguruan tinggi, baik jangka panjang maupun jangka pendek, termasuk dokumen implementasi dalam bentuk rencana strategis. Visi, misi, dan dokumen pengembangan tersebut harus disosialisasikan kepada seluruh warga kampus sehingga mereka memiliki tanggung jawab secara kolektif sekaligus motivasi untuk mencapai visi misi tersebut. Salah satu indikator keberhasilan terutama terletak pada bagian “memberi arah perubahan” adalah pada tahun 2029 UM Surakarta diharapkan menjadi world class university. Sehingga, dengan predikat tersebut, diharapkan UM Surakarta mampu memberikan kontribusi melalui produk-produk yang dihasilkan, baik dalam bentuk hasil riset, jurnal bereputasi internasional, atau outcome mahasiswa (alumninya) yang memiliki daya saing dengan standar internasional sehingga mampu memberi arah perubahan terhadap peradaban dunia. Masih mengenai visi dan misi, beberapa kali lema “masyarakat utama” disebutkan. Apa artinya? Apakah frasa tersebut merupakan output utama dari proses pembelajaran di UM Surakarta? UM Surakarta merupakan salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) yang dimiliki oleh persyarikatan, maka tujuan utama yang hendak dicapai UM Surakarta tentunya harus selaras dan mendukung tujuan tersebut, yakni

Untuk bersaing dengan perguruan tinggi lain, kami selalu menjaga mutu. Bahkan, komitmen tersebut kami terjemahkan dalam budaya mutu yang berlaku bagi seluruh jajaran sivitas akademik UM Surakarta. membentuk masyarakat utama, yang tidak lain masyarakat Islam yang sebenar-benarnya: masyarakat yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman melalui gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Sementara, visi UM Surakarta yang tertulis “memberi arah perubahan” merupakan output dari hasil proses pembelajaran yang menekankan pada keseimbangan nilai kecerdasan akademik dan spiritual yang menjadi modal besar untuk melakukan perubahan dan mampu memberikan sumbangsih pada terbentuknya masyarakat utama. Dalam mencapai berbagai prestasi, tentu UM Surakarta tidak lepas dari halangan dan masalah. Apa sajakah masalah dan halangan tersebut? Kendala bisa datang secara eksternal, namun bisa juga internal. Kendala eksternal umumnya berupa berkembangnya paham-paham materialistik, sekulerisme, dan lain sebagainya yang berpotensi mengikis semangat keikhlasan dalam kepribadian Muhammadiyah sehingga berpengaruh pada komitmen pengabdian. Sementara kendala internal pada umumnya menyangkut kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang belum semuanya siap menyongsong terwujudnya visi misi UM Surakarta, termasuk salah satunya terlalu cepat merasa puas dengan prestasi yang dicapai. Maka, berdasarkan pengalaman tersebut kami selalu menekankan aspek pengembangan human capacity building untuk mengatasi kendala-kendala di atas, internal maupun eksternal. Apa saja target-target UM Surakarta ke depan? Target UM Surakarta ke depan sudah barang tentu kita kembalikan pada target visi misi, yaitu pada tahun 2029 UM Surakarta diharapkan menjadi world class university. Target rencana strategis 2017-2021, pada tahun 2021 terkait dengan target pengembangan SDM: dosen yang berkualifikasi S-3 berjumlah 50 % dari total dosen, setiap dosen memiliki satu jurnal bereputasi internasional (minimal 1 jurnal per tahun per orang). Sehingga, tahun 2021 diharapkan UM Surakarta memiliki naskah terindeks sekitar 1.000 buah. Target jumlah guru besar pada tahun 2021 sebanyak 70 orang (sekarang 24 orang), dan sebagainya.[] Edisi Maret-April 2019

Warta PTM 35


Profil PTM

WARTA PTM

Universitas Muhammadiyah Palu

PTS di Sulawesi Tengah

Gedung Universitas Muhammadiyah Palu dan Kuliah Umum "Peran Perguruan Tinggi Dalam Menghadapi Gempa Bumi Dan Tsunami" oleh Prof. Michael K. Lindell dari Oregon State University.

“

Palu sempat gempa, tapi itu tidak menyurutkan semangat kami. Prinsip saya, jangan sampai kita terlarut dalam masalah ini. Untuk memulihkan komunikasi kami antara satu pihak dengan yang lain, jalan satu-satunya kami harus mengaktifkan perkuliahan,” tutur Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Palu Dr. Rajindra, S.E., M.M. saat ditemui oleh reporter Warta PTM Aprilia Sazila Sari di Yogyakarta, Kamis (21/2/19). Penuturan Rajindra memperlihatkan bagaimana cara UM Palu menyikapi musibah yang menimpa daerah Palu dan sekitarnya. Hal ini tampak dari antusiasmenya saat diminta untuk membagikan pengalaman dan perkembangan dari UM Palu. Di bawah kepemimpinan Rajindra, UM Palu mengalami banyak perubahan dan peningkatan prestasi. Berbagai pencapaian tersebut dapat diraih tidak lain dengan inovasiinovasi baru dan strategi-strategi jitu yang disusun untuk meningkatkan mutu UM Palu. Membangun Mutu “Sejak diangkat dan mendapatkan SK tahun 2017 kemarin, banyak cela yang menjadi catatan visi dan misi 36 Warta PTM

Edisi Maret-April 2019

saya, terutama dalam peningkatan sumber daya manusia, menyangkut kegiatan kemahasiswaan, kelembagaan, penelitian dan pengabdian serta inovasi,” kata Rajindra melanjutkan perbincangan. Rajindra menyebutkan lima hal yang menjadi titik fokus untuk diperbarui kembali, khususnya pada tingkat pengajar dan akademisi internal kampus. Pentingnya dosen yang memiliki gelar doktor dan memiliki banyak penelitian menjadi urutan pertama yang ia jajaki. “Dulu dosen yang memiliki gelar doktor masih kurang. Oleh karena itu, saya dukung teman-teman dosen untuk mencari beasiswa terkait perkuliahan lanjutan” ujarnya. Peningkatan internal ini tidak hanya sebatas perkuliahan lanjutan bagi para dosen. Radjindra juga menyebutkan pentingnya tulisan dosen yang dimuat di jurnal-jurnal ilmiah yang nantinya berguna pula dalam proses pengajaran. “Dahulu Lembaga Penelitian UM Palu masih lemah sehingga kami inisiatif untuk memperbarui lagi Lembaga ini untuk mendorong minat dosen dalam karya ilmiah berupa jurnal penelitian,” lanjutnya. Tidak menunggu waktu lama, strateginya berbuah manis. UM Palu berhasil memperoleh dana hibah sebesar Rp900


PTS di Sulawesi Tengah

juta yang berdampak dalam meningkatnya semangat dosen untuk melakukan penelitian. Alhasil, saat ini UM Palu telah mengantongi beberapa dosen yang memiliki pangkat sebagai lektor serta terus meningkatkan strategi untuk menambah jumlah lektor kepala dan lainnya. Satu per satu penghargaan berhasil diraih oleh UM Palu. Salah satunya adalah menjadi Perguruan Tinggi Muhammadiyah Terbaik se-Sulawesi Tengah, menjadi kampus terbaik yang mendapatkan Penghargaan SINTA 2018 di Sulawesi Tengah, serta kenaikan peringkatnya di Kemenristekdikti pada 2018. Semula ada pada urutan seribu, dan kini naik menjadi urutan 430-an. “Prestasi yang kami raih itu karena kami mengikuti saran dari Majelis Diktilitbang Muhammadiyah. Salah satunya membentuk tim kerja inti untuk memudahkan pembentukan strategi dan inovasi. Alhamdulillah saran tersebut sangat membantu dalam tim kami,” ujarnya. Saat disinggung mengenai hambatan dan tantangan, Rajindra menyebutkan bahwa hal itu pasti ditemui. Namun, satu hal menjadi fokus utamanya bahwa apa pun yang dilakukanya bersama tim seluruhnya hanya mengikuti alur dan arahan yang diberikan oleh Majelis Diktilitbang Muhammadiyah. “Prinsipnya kalau ingin perubahan pasti ada tantangan. Itu hal yang membuat kami semangat dan tetap fokus pada alur yang sudah ditentukan,” tegasnya. Utamakan Fasilitas Kampus & Prestasi Mahasiswa Memegang amanah untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan jumlah mahasiswa 4.600-an orang bukanlah hal yang ringan. Hal ini memerlukan pendukung yang mumpuni, dan alah satunya adalah fasilitas kampus. Selain meningkatkan fasilitas belajar dan mengajar, UM Palu juga berencana untuk melanjutkan pembangunan. Salah satunya ialah membangun gedung serbaguna yang nantinya akan dipakai sebagai tempat pertemuan untuk menampung sekitar 5.000 orang. Selain itu, Rajindra juga memaparkan akan mengubah jumlah pintu masuk yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan lingkungan kampus. Berbicara mengenai prestasi mahasiswa, UM Palu gencar mengirimkan mahasiswa yang berprestasi dan mumpuni dalam berbagai bidang lomba. Lomba yang baru-baru ini diikuti adalah Lomba Kaligrafi yang diadakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada akhir 2018 lalu. UM Palu berhasil mengantongi 2 penghargaan, yaitu Juara 1 dan Juara 3. “Upaya ini kami lakukan untuk meningkatkan kegiatan mahasiswa. Kami juga berharap semuanya saling bersinergi antara kegiatan dengan yang lainnya, baik itu penataan

Dr. Rajindra, S.E., M.M.

Prinsipnya kalau ingin perubahan pasti ada tantangan. Itu hal yang membuat kami semangat dan tetap fokus pada alur yang sudah ditentukan, kampus dan juga bidang kemahasiswaan,” tutur Rajindra. Pentingnya penataan sinergi antara satu bidang, baik itu penataan kampus, internal kampus, dan bidang kemahasiswaan, merupakan jurus jitu dalam mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang sudah dimiliki oleh UM Palu. Kerja Sama Internasional “Kami bekerja sama dengan tujuh negara yang terdiri dari Iran, Korea, Cina, Thaiwan, Malaysia, Thailand, dan Filipina dalam bidang pertukaran pelajar antara kampus mereka dengan UM Palu,” ujar Rajindra. Saat ini, UM Palu juga sedang melakukan penelitian mengenai gempa di Palu yang bekerja sama dengan tim peneliti dari Jepang. Hasilnya nanti akan digunakan untuk kelengkapan jurnal yang dimiliki universitas. Berbagai usaha yang dilakukan telah memberikan hasil yang positif bagi sivitas akademika UM Palu. Hal ini tidak lain karena sikap tegas, disiplin dan konsisten yang diterapkan oleh Rajindra sebagai pemimpin. Dengan begitu, UM Palu menjadi maju dan mencapai target-target, termasuk memperbaiki akreditasi UM Palu. “Fokus utama saya yaitu untuk memperbaiki internal, seperti mengirimkan dosen-dosen UM Palu untuk mengikuti pelatihan Dikti sehingga kami dapat meningkatkan kualitas agar sejajar dengan PTM yang lainnya,” tutur Rajindra menutup perbincangan.[] Aprilia Sazila Sari Edisi Maret-April 2019

Warta PTM 37


WARTA PTM

Profil Dosen

Rini Susanti, S.Pd., M.A.

Rini Susanti, S.Pd., M.A.

Sukses Adalah Milik Siapa Pun yang Tak Pernah Putus Asa

P

antang menyerah. Barangkali itulah kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Rini Susanti, S.Pd., M.A. Sosok yang kini menjadi dosen sekaligus Kepala Kantor Urusan Internasional di Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang tersebut merupakan satu di antara dosen-dosen yang sangat menginspirasi. Setelah menamatkan jenjang S-1 nya pada jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UM Palembang, ia kemudian berhasil melanjutkan studi S-2 nya di Amerika melalui program beasiswa Fullbright di Indiana University of Pennsylvania pada 2011. Ini tentu sebuah keberhasilan yang membanggakan bagi seorang yang memiliki latar belakang keterbatasan ekonomi. Baginya, tidak pernah terbesit sedikit pun dalam pikirannya untuk bercita-cita melanjutkan studi ke luar negeri, terlebih ke Amerika. Wajar 38 Warta PTM

Edisi Maret-April 2019

saja, kondisi keuangan keluargannya membuatnya enggan untuk bercita-cita terlalu tinggi. Menurutnya, hal itu hanya akan membuatnya kecewa manakala cita-cita tersebut tidak bisa terealisasi. Namun, harapan agar anakanaknya memiliki masa depan yang lebih baik membuat ayah Rini tidak pernah berhenti memotivasinya untuk terus belajar dan bekerja keras. Meskipun hanya bekerja sebagai penjaga sekolah, bagi ayahnya tidak ada hal yang tidak mungkin selama terus bekerja keras. Karenanya, ayahnya selalu bercerita tentang anak dari sahabat-sahabatnya yang berhasil mendapat beasiswa serta pekerjaan yang lebih baik. Hal tersebutlah yang membuat RIni yakin bahwa ia dapat mengubah nasib keluarganya menjadi lebih baik. Dalam sebuah sesi wawancara yang dilakukan bersama reporter Warta PTM Fauzan Husaini, Rini menuturkan bahwa

perjuangannya untuk melanjutkan studi ke Amerika terbilang tidaklah mudah. Pernah satu waktu dirinya hanya tinggal menyelesaikan satu tahap terakhir dari salah satu program beasiswa, namun harus gagal hanya karena belum memiliki jenjang akademik. Padahal, Rini sudah berhasil mendapatkan letter of acceptance (LoA) dari 8 universitas di luar negeri (5 di Australia dan 3 di Inggris) serta nilai IELTS yang lebih dari cukup. Pengalaman tersebut sempat membuatnya ingin menyerah, baik untuk melanjutkan studi ke luar negeri maupun menjadi dosen. Namun, ia bersyukur karena dikelilingi oleh orangorang yang tidak pernah berhenti menyemangatinya. Adalah sang suami, Deddy Apriady, S.T., M.M. yang menjadi sosok di balik pantang menyerahnya Rini. Setiap Rini menghadapi kegagalan, sang suami selalu menjadi yang utama dalam meyakinkan bahwa semua yang ditetapkan Allah selalu memiliki hikmah yang baik bagi hamba-Nya. Sampai akhirnya, Rini diperkenalkan dengan salah seorang seniornya sesama alumni UM Palembang yang sedang menyelesaikan studinya di Amerika. Rini pun akhirnya mencoba mendaftar beasiswa S-2 ke Amerika melalui program beasiswa Fullbright. Rini menceritakan pengalaman menariknya yang hampir saja terlambat mengirimkan berkas lamaran beasiswa, hingga akhirnya ia baru mengirim berkas lamaran tepat pada H-1 penutupan beasiswa tersebut. Tanpa disangka, Rini pun berhasil mendapatkan beasiswa tersebut dan melanjutkan studi S-2 nya ke Amerika. Bersaing pada Skala Internasional Setelah menyelesaikan studi S-2 di Amerika pada 2013, Rini tuntas sudah merealisasikan cita-citanya, yaitu menjadi seorang dosen. Meskipun pada awalnya ia bercita-cita menjadi seorang


Penelitian Harus Diaplikasikan di Industri & Masyarakat

dokter, baginya menjadi seorang dosen pun tetap bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Rini sempat mengajar di beberapa perguruan tinggi, termasuk salah satunya di UM Palembang. Namun, karena kecintaannya terhadap almamater yang telah membesarkanya, ia pun akhirnya memutuskan untuk fokus membaktikan dirinya di UM Palembang. Sebagai seorang dosen, ia tak sungkan untuk membagikan pengalamannya semasa kuliah dulu. Ia selalu berpesan kepada para mahasiswanya untuk tidak menyianyiakan kesempatan berkuliah yang dimiliki. Ia juga berpesan agar tidak mudah terbawa oleh pergaulanpergaulan yang tidak baik. Jangan memaksakan diri hanya agar bisa diterima oleh pergaulan teman-teman yang memiliki gaya hidup tinggi. Para

Rini berpesan kepada seluruh sivitas akademika di lingkungan PTM se-Indonesia untuk terus beradaptasi dengan segala perkembangan zaman yang ada.

mahasiswanya juga selalu diminta agar tidak mudah berputus asa dalam mengejar cita-cita, gunakan dan manfaatkan apa yang ada. Selain sebagai dosen, saat ini Rini juga mendapatkan kepercayaan sebagai Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UM Palembang. Pengalaman serta kemampuan yang dimilikinya membuatnya dipercaya untuk mengelola lembaga tersebut. Baginya, penting bagi sebuah perguruan tinggi memiliki sebuah Kantor Urusan Internasional (KUI). Selain membantu proses dan hasil akreditasi, KUI juga berperan dalam meningkatkan kualitas lulusan dalam era persaingan bebas. Menurutnya, di era persaingan bebas seperti ini, setiap lulusan tidak hanya dituntut untuk bersaing dalam skala nasional, tetapi juga internasional. Rini juga mengungkapkan bahwa sebagai perguruan tinggi yang menitikberatkan pada keseimbangan pengetahuan agama dan sains, PTM memiliki potensi serta manfaat yang besar apabila memiliki KUI. Menurutnya, melalui KUI, nilai-nilai keagamaan yang dimiliki oleh PTM akan membantu dalam memfilter budaya-budaya yang masuk agar sesuai dengan konsep keislaman di

Rini Susanti, S.Pd., M.A. bersama mahasiswa University of Pennsylvania pada 2011.

... mahasiswa harus terus merasa haus terhadap ilmu yang dipelajari. Mahasiswa tidak boleh merasa bahwa belajar hanya cukup sewaktu di kelas.

era modern. Saat ini, Rini menilai bahwa upaya PP Muhammadiyah dalam mendorong kegiatan internasional sudah berjalan dengan sangat baik. Ia menilai program-program Majelis Diktilitbang di bawah pimpinan Prof. Dr. Lincolin Arsyad telah sesuai dengan nilai-nilai keislaman yang berasaskan pada nilai kerja sama. Karenanya, ia sangat mendukung segala usaha yang bertujuan untuk meningkatkan urusan kerja sama internasional di lingkungan PTM. Rini berpesan kepada seluruh sivitas akademika di lingkungan PTM se-Indonesia untuk terus beradaptasi dengan segala perkembangan zaman yang ada. Kepada seluruh dosen muda, ia berpesan agar mampu mengejar ketertinggalan dan menjunjung tinggi semangat Islam yang berkemajuan. Dosen harus mampu menjembatani mahasiswa dalam menemukan khazanah-khazanah keilmuan yang baru. Karenanya, baginya menjadi dosen bukan hanya menyampaikan materi, memberikan ujian, ataupun mengeluarkan nilai, tetapi juga turut serta dalam memajukan para mahasiswa. Sementara kepada para mahasiswa di lingkungan PTM, Rini berpesan agar mahasiswa harus terus merasa haus terhadap ilmu yang dipelajari. Mahasiswa tidak boleh merasa bahwa belajar hanya cukup sewaktu di kelas. Namun, mahasiswa juga harus proaktif dalam mengamati perkembangan global melalui diskusi-diskusi.[]

Edisi Maret-April 2019

Warta PTM 39


WARTA PTM

Prestasi Mahasiswa

M

Muh. Rifai Sahida, mahasiswa Program Studi STIEM Mamuju Sulawesi Barat. Foto dokumentasi sulbaronline.com.

Mahasiswa STIEM Mamuju Raih Beasiswa YSEALI di Amerika

uh. Rifai Sahida, mahasiswa Program Studi Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Mamuju Sulawesi Barat berhasil meraih beasiswa Young Southeast Asia Leaders Initiaive (YSEALI) Spring 2019. Sulbaronline.com memberitakan, prestasi ini sangat membanggakan masyarakat Sulawesi Barat. Beasiswa YSEALI diberikan oleh pemerintah Amerika Serikat kepada anak-anak muda Asia yang berbakat jadi pemimpin. Melalui YSEALI, pemerintah AS memberi kesempatan kepada para peraih beasiswa ini untuk mengikuti kuliah pendek (short course) dan pelatihan intensif di AS selama enam pekan. Selama enam pekan itu, mereka melakukan diskusi, seminar, presentasi kelompok dan kuliah di dalam kelas. Selain itu, mereka juga mengikuti

M

ahasiswa-mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) yang bergiat Unit Kegiatan Mahasiswa Ju-jitshu kembali menorehkan tintas emas untuk kampus mereka. Dikutip dari situs UMSIDA, mereka berhasil memborong berbagai medali dalam Kejuaraan Ju-jitshu Tingkat Nasional di Universitas Bantaran Sukoharjo, Sabtu-Ahad (2324/3/19). Mahasiswa-mahasiswa atlet Jujitshu tersebut adalah Agnes Devita J dari Prodi Ilmu Komunikasi meraih Juara II amatir E putri, Fajar Qolby Laily dari Prodi Ilmu Komunikasi Juara III amatir putri F, Rifka Hidayanti dari Prodi PGSD Juara I reguler putri A dan Juara I newaza putri A, Maretha Lindha dari Prodi Psikologi Juara II reguler putri A, dan Tri Winarti dari Prodi Akuntansi Juara III reguler putri C. Kejuaraan ini diiukti oleh peserta dari sejumlah daerah, antara lain Surabaya, Ponorogo, Blitar, Kalimantan

40 Warta PTM

Edisi Maret-April 2019

Mahasiswa-mahasiswa atlet UMSIDA memborong berbagai medali dalam Kejuaraan Ju-jitshu Tingkat Nasional di Universitas Bantaran Sukoharjo, Sabtu-Ahad (23-24/3/19). Foto dokumentasi www.umsida.ac.id.

Atlet Ju-jitshu UMSIDA Borong Medali Selatan. Dalam pertandingan di kejuaraan itu, seorang atlet-atlet UMSI-

DA mengalami kesulitan. Fajar Qolby Laily mengaku sulit dalam mengang-


­ isata pendidikan, kunjungan lapangw an, kegiatan kepemimpinan, dan kegiatan kerelawanan di masyarakat AS. “Saya sangat senang karena dari pernyataan Kedubes Amerika Serikat di Surabaya mengatakan kurang lebih 2.000 pendaftar dan hanya 10 orang yang masuk sesi interviu, lalu dipilih 3 orang terbaik mewakili Indonesia Timur dan saya adalah salah satu dari 3 orang ini,” ujar Rifai, yang merupakan anak dari Sahida Gonting dan S.T. Nur. “Saat ini saya sangat bersemangat karena saya sendiri akan berangkat pada tanggal 4 April 2019 dan ditempatkan di University of Montana di Montana, Amerika Serikat, dan 2 teman saya lainnya berasal dari Indonesia Timur, yaitu Steve (Surabaya) dan Rizaldo (Sulawesi Utara) akan berada di salah satu kampus di Hawai,” imbuhnya.[] kat ­ lawannya karena berbeda berat badan. “Saya agak sulit saat mengangkat lawan, soalnya saya dengan lawan saya beda berat badan. Lebih berat sana,” ujar Fajar. Fajar merasa belum puas dengan hasil yang dicapai. Ia perlu memperbanyak belajar dan latihan. Lain halnya, Agnes Devita yang menyabet Juara II mengaku bersyukur atas hasil yang ia capai. “Berkat latihan keras, akhirnya bisa mendapat hasil yang maksimal,” ujar agnes. Prestasi Agnes dan kawan-kawan tersebut dicapai juga berkat dukungan dan motivasi dari orang tua dan teman-teman mereka. Para orang tua dan mahasiswa-mahasiswa UMSIDA pendukung mereka berharap atletatlet UMSIDA makin bersemangat dan berlatih. Mereka juga berharap mahasiswa-mahasiswa baru bisa meneruskan prestasi-prestasi ini dengan niat dan tekad yang kuat.[]

Zamira Salsabila meraih medali emas dalam Kejuaraan Terbuka Taekwondo Saburai Cup X Provinsi Lampung, Sabtu-Ahad (16-17/3/19). Foto dokumentasi www.ummetro.ac.id.

Mahasiswa UM Metro Sabet Medali Emas

M

ahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Metro Lampung, Zamira Salsabila, kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Lampung dalam Kejuaraan Terbuka Taekwondo Saburai Cup X, Sabtu-Ahad (16-17/3/19). Laman daring resmi UM Metro mengabarkan, Zamira Salsabila meraih medali emas dalam kategori Kyorugi Putri. Mahasiswa Program Studi S-1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Metro ini berhasil menumbangkan lawan-lawan tandingnya selama dua hari di Gedung Olahraga Saburai. Menurut Zamira, kejuaraan taekwondo ini diselenggarakan untuk mencari atlet-atlet taekwondo daerah yang

­berkualitas. “Kegiatan ini rutin diadakan oleh KONI Lampung setiap tahunnya untuk mencari bibit-bibit baru yang berkualitas, dan seru sekali karena bisa saling berbagi ilmu dan pengalaman di sana,” ujarnya. Orang tua Zamira dan kampus UM Metro merasa bangga dengan prestasi ini. Meskipun dibanggakan banyak orang, Zamira merasa dirinya masih memiliki banyak kekurangan dalam cabang olahraga ini. Maka, ia bertekad untuk berlatih lebih keras lagi demi mewujudkan impiannya sebagai atlet taekwondo yang andal.[]

Edisi Maret-April 2019

Warta PTM 41


WARTA PTM

Warta dari PTM

Warta dari PTM Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi Institut Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi mendapatkan bantuan bantuan kelengkapan perpustakaan dari Bank Indonesia. Rektor IBM Bekasi Jaenudin, S.Ag., M.Pd. mengatakan, bantuan ini berupa BI Coner di perpustakaan IBM Bekasi, yang berupa buku, flashdisc, televisi dan komputer, Rabu (10/4/19). Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian atau empati sosial BI untuk turut menyelesaikan masalah-masalah bangsa Indonesia. Universitas Muhammadiyah Buton UM Buton Sulawesi Tenggara menyelenggarakan Seminar Hasil Penelitian “Penerapan Inovasi Teknologi Pertanian dan Hubungannya dengan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani di Kabupaten Buto” di Takawa Pasarwajo, Rabu (10/4/19). Rektor UM Buton Wa Ode Alzarliani, S.P., M.M. mengatakan, seminar ini diselenggarakan atas kerja sama antara kampusnya dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Buton. Universitas Muhammadiyah Surabaya UM Surabaya menjadi tuan rumah kegiatan Silaturrahmi Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (Silatnas BEM

42 Warta PTM

Edisi Maret-April 2019

PTM), Selasa-Sabtu (9-13/4/19). Silatnas BEM PTM ini dihadiri oleh 75 BEM PTM se-Indonesia dan juga oleh antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., Wakil Ketua MPR Dr. Hidayat Nur Wahid, Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Sutrisno Bachir, dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Drs. Akhmad Muqowam. Universitas Muhammadiyah Kupang Sebanyak 138 orang mahasiswa dari empat Program Studi Sosiologi, Ilmu Politik, Antropologi, dan Kesejahteraan Sosial pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UM Kupang melakukan studi lapangan dan pengabdian kepada masyarakat, Sabtu-Ahad (6-7/4/19). Para mahasiswa itu memberikan bantuan sembilan bahan pokok (sembako) kepada 35 orang jemaat Tiberias Oepaha, jemaat GPDI dan jemaat Pondok Pengharapan Ocana. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyambut hari besar Islam Isra Mikraj dan hari Paskah. Pemberian bantuan ini merupakan wujud rasa empati kampus multikultural UM Kupang kepada sesama insan Tuhan di muka bumi. Universitas Muhammadiyah Kudus UM Kudus menggelar Kuliah Umum dengan tema “Kehidupan Beragama dan

Berbangsa di Era 4.0” di kampus setempat, Selasa (2/4/19). Tiga narasumber kuliah umum ini adalah Staf Khusus Kepresidenan Republik Indonesia Dr. Hj. Siti Ruhaini Dzuhayatin, Asisten Staf Khusus Kepresidenan Republik Indonesia Herman Dody Isdarmadi, dan Ketua Pimpinan Muhammadiyah Wilayah Jawa Tengah Drs. H. Tafsir, M.Ag. Akademi Pariwisata Muhammadiyah Aceh Website Akpar Muhammadiyah Aceh (https:// akparma.ac.id/) terlihat aktif kembali. Konten terlama berupa informasi “Sejarah Berdirinya Akademi Pariwisata Muhammadiyah Aceh” yang disiarkan pada 15 April 2019. Konten-konten terbaru sampai berita ini diturunkan adalah “Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru” dan “Mahasiswa Akpar Menghadiri Seminar Wisata Halal di Disbudpar Aceh” (16/4/19). Warta PTM menelusuri situs-situs PTMA, dan hasilnya menunjukkan bahwa sebagian PTMA memiliki situs yang aktif menyiarkan informasi baru, sebagian lainnya memiliki situs yang tidak aktif, dan sebagian lainnya lagi tidak memiliki situs internet. Akademi Kebidanan ‘Aisyiyah Pontianak Program Studi D-3 Kebidanan Akbid ‘Aisyiyah Pontianak mendapatkan peng-


hargaan sebagai profi terbaik peringkat ke-6 di Kalimantan. Penghargaan ini diberikan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi ( L LDikti) Wilayah XI Kalimantan, Jumat (15/4/19). Sebelumnya, prodi yang sama menempati urutan ke-3 pada Peringkat Akreditasi Program Studi Provinsi Kalimantan Barat. Prestasi ini tentu membanggakan sivitas akademika Akbid ‘Aisyiyah Pontianak dan warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi STTM Cileungsi mengadakan kegiatan Wisuda Angkatan III di Gedung Sarbini Taman Wiladatika Cibubur, Sabtu (16/3/19). Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bendahara Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Mohammad Adam Jerusalem, S.T., S.H., M.T., Ph.D., pimpinan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten. Staf Ahli Bupati Bogor, Ketua PDM Bogor, Ketua PCM Cileungsi, perwakilan Amal Usaha Muhammadiyah, dan para tamu undangan. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Manokwari Dosen-dosen STKIPM Manokwari dan Sekretariat DPR RI melakukan uji konsep Rancangan UndangUndang Guru di kampus setempat, Rabu-Jumat (10-12/4/19). Situs STKIPM Manokwari menyebut empat poin pokok yang mengemuka dalam uji konsep tersebut. Empat poin tersebut adalah penambahan kompetensi

guru, reformulasi beban kerja guru, upaya untuk tidak mempolitisasi guru, dan masalah jumlah lulusan pendidikan guru yang sangat banyak (supply) dibandingkan dengan jumlah guru yang dibutuhkan di lapangan (demand). Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Bogor Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris menyelenggarakan Seminar dan Workshop Pembelajaran Bahasa Inggris dengan tema “Creating Innovation in English Language Teaching and Learning for Millenial Generation” di Aula Lt. 3 Gedung Muhammadiyah Kabupaten Bogor, Senin (15/4/19). Narasumbernya adalah Ketua Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Jawa Barat dan dosen Universitas Siliwangi Junjun Muhamad Ramdani, M.Pd., yang juga merupakan kandidat doktor di University of New South Wales Australia. Universitas Muhammadiyah Semarang Sebanyak 202 mahasantri Pondok Pesantren Putri K.H. Sahlan Rosjidi Universitas Muhammadiyah Sekarang (Unimus) mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) di ponpes tersebut, Ahad (31/3/19). Para santri ini diuji oleh Pimpinan Daerah TSPM Kota Semarang. Kegiatan ini merupakan wujud upaya untuk mengimplementasikan asrama mahasiswa sebagai pusat kaderisasi Muhammadiyah. Kegiatannya dibuka oleh Direktur Ponpes Putri K.H. Sahlan Rosjidi Rohmat Suprapto, S.Ag., M.Si. Universitas Muhammadiyah Purworejo UM Purworejo menerima tamu dari

keluarga dan kerabat almarhum Mr. Kasman Singodimedjo di Ruang Rektorat kampus setempat, Kamis (11/4/19). Situs UM Purworejo memberitakan, tamu-tamu ini berasal dari Jakarta. Dua di antara para tamu tersebut adalah putri bungsu Mr. Kasman Singodimedjo, yakni Prof. Dr. drg. Dewi Nurul Mustaqimah, dan cucu Mr. Kasman Singodimedjo, yaitu Ir. Seno Hadi Utomo. Kunjungan keluarga dan kerabat Mr. Kasman Singodimedjo merupakan bentuk silaturahim dan ucapan terima kasih kepada UM Purworejo yang sudah mendukung upaya penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Mr. Kasman Singodimedjo. Kunjungan ini diterima oleh Rektor UM Purworejo Drs. H. Supriyono, M.Pd, Universitas Muhammadiyah Kendari Amir Mahmud, S.Pi., M.P. dilantik sebagai Rektor UM Kendari Periode 2019-2023 oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd. Acara pelantikan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Lukman Abunawas, Wali kota Kendari Sulkarnain Kadir, ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara Abdurrahman Shalek, para rekro dari perguruan tinggi lain, dan sivitas akademika UM Kendari. Dalam sambutan pelantikan, Amir Mahmud mengatakan, “Para petinggi perguruan tinggi harus melek dengan revolusi yang kini hadir. Saya akan mendorong UM Kendari untuk membuka diri sebagai perguruan tinggi swasta yang mampu melewati revolusi itu.”

Edisi Maret-April 2019

Warta PTM 43


WARTA PTM

Regulasi

Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2019 Tentang Rencana Induk Pengembangan Kawasan Sains dan Teknologi Nasional Tahun 2015-2030 A. VISI Tahun 2015-2025 merupakan tahap ke-3 dan ke-4 pembangunan jangka panjang nasional 20052025, dengan tujuan utama memantapkan pembangunan di berbagai bidang dengan penekanan pada peningkatan daya saing perekonomian yang kompetitif berlandaskan pada keunggulan sumber daya alam yang berkelanjutan, sumber daya manusia berkualitas serta pemanfaatan iptek yang terus meningkat. Pengembangan KST dilakukan dalam upaya meningkatkan KST sebagai wahana yang dikelola secara profesional untuk mengembangkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan melalui pengembangan, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan penumbuhan perusahaan pemula berbasis teknologi. Untuk mencapai hal tersebut, tersusunnya Rencana Induk Pengembangan KST Nasional Tahun 20152030 mempunyai visi, yaitu terwujudnya KST yang mampu berdaya saing dalam tataran internasional. Pengembangan KST akan mendorong daya saing dan pertumbuhan ekonomi lokal berbasis teknologi, yang selanjutnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal/daerah yang berkontribusi pula pada peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Pengembangan KST sebagaimana dimaksud dalam visi Rencana Induk Pengembangan KST Nasional, tidak hanya bertujuan untuk memperkuat KST dalam tataran nasional dan regional saja, tetapi juga untuk memperkuat KST sehingga dapat berdaya saing di tataran internasional yang pada dampak lanjutannya adalah mendukung dan meningkatkan daya saing perekonomian nasional di tataran internasional.

Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2019 Tentang Manajemen Inovasi Perguruan Tinggi

Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2019 Tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Kawasan Sains dan Teknologi

44 Warta PTM

Edisi Maret-April 2019


iklan Grama Surya

Edisi Maret-April 2019

Warta PTM

1


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Warta PTM Edisi Maret-April 2019 by wartaptm - Issuu