Skip to main content

Warta PTM Edisi Juli-Agustus 2020

Page 1

TOPIK UTAMA PTMA di Era Tatanan Baru

WAWANCARA Adaptasi Kebiasaan Baru Kendalikan Transmisi Covid-19

WARTA PTM

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian & Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pandemi Covid-19 atau mungkin bisa disebut sebagai disrupsi Covid-19 betul-betul menimbulkan goncangan yang banyak menimbulkan kemudaratan bagi kehidupan masyarakat seluruh dunia. Akibat disrupsi Covid-19 ini, bukan saja telah menyebabkan sekitar 710 ribu penduduk dunia meninggal dan 19 juta terinfenksi virus Covid-19, namun juga telah menimbulkan ancaman resesi ekonomi global. Sebagian negara, termasuk negara maju dunia, sudah hampir pasti akan terkena resesi, termasuk Indonesia.

#26

EDISI JULI - AGUSTUS 2020 www. diktilitbangmuhammadiyah.org


WARTA PTM

Asa

Era Tatanan Baru PTMA

S

aat ini kita berada pada era yang disebut era Revolusi Industri 4.0. Bagian dari itu, disebut juga era disruptive technology, disruptive innovation. Ya era yang dengan perubahan teknologi, yang melahirkan berbagai inovasi, namun memunculkan goncangangoncangan yang mendorong kemajuan, walaupun juga ada korban bagi yang tidak bisa mengikuti perubahan tersebut. Atau, mereka yang merasa yakin dengan posisinya, status quo, terlindas oleh disrupsi itu. Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Di tengah situasi yang demikiWakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi an, ternyata muncul disrupsi yang Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tahun 2015-2020 betul-betul tidak terduga: Pandemi Covid-19. Mungkin ini bisa disebut sebagai disruptive Covid-19. Ini betul-betul menimbulkan goncangan, yang banyak menimbulkan kemudaratan bagi kehidupan masyarakat seluruh dunia. Akibat disrupsi Covid-19 ini, bukan saja telah menyebabkan sudah sekitar 710 ribu penduduk dunia meninggal dan 19 juta terinfeksi virus Covid-19, namun juga telah menimbulkan ancaman resesi ekonomi global. Sebagian negara, termasuk negara maju dunia, sudah hampir pasti akan terkena resesi, termasuk Indonesia. Namun tidak ada yang tidak ada hikmahnya. Sebagai umat Islam, kita selalu memetik hikmah dari suatu peristiwa. Kita yang bergerak di perguruan tinggi pun terdampak oleh Covid-19 seperti kegiatan kampus yang mendadak senyap, karena kekhawatiran yang tinggi akibat Covid-19, mahasiswa yang menunda kuliah, izin untuk istirahat, harus bekerja dari rumah, dan sebagainya. Di balik semua itu, ternyata ada hikmah terselubung, blessing in disguise, tanpa persiapan yang matang, semua kampus, termasuk PTMA, dipaksa melakukan pendidikan daring. Ini sebetulnya sudah menjadi program bagi PTMA, karena tuntutan zaman dan perkembangan teknologi, mengharuskan dilaksanakannya pendidikan jarak jauh dengan berbagai aplikasi teknologi yang ada. Alhamdulillah,

walaupun belum sepenuhnya sesuai dengan pola pengajaran daring yang benar, tetapi PTMA telah melangkah dengan pendidikan berbasis teknologi dan distance learning. Itu menjadi situasi yang segera kita hadapi. Semua harus berubah cepat. Kita harus memulai hidup dengan tatanan baru, normal baru, ataupun kultur baru. Tidak bisa tidak. Kita semua harus mengikuti tatanan baru ini, utamanya dalam proses pendidikan tinggi di lingkungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Dalam mengajar, di era tatatan baru ini, semua harus siap dengan online system, dengan berbagai platform IT yang ada. Hal yang sama juga dengan tenaga kependidikan, yang juga harus menyiapkan banyak layanan via fasilitas internet. Tentu saja juga mahasiswa harus siap juga menyesuaikan dengan perubahan yang sangat drastis ini. Dan perubahan ini, sebetulnya jika didesain dengan baik, semua kegiatan akan berjalan efisien, dan juga kualitas tidak berbeda dengan cara-cara offline atau luring. Jadi, tatanan baru bisa berimplikasi menaikkan kualitas dan produktivitas. Ini yang diharapkan dari semua PTMA yang ada. Apakah hanya sebatas itu era tatanan baru tersebut? Jelas tidak. Kehidupan di kampus dan luar kampus juga harus berdisiplinkan ketat dengan protokol standard yang ada, apakah itu protokol dari WHO ataupun Pemerintah. Bahkan, PTMA pun juga bisa menambahkan protokol sesuai dengan lingkungan masing-masing. Jadi, bukan sekedar jaga jarak, harus cuci tangan, ataupun pakai masker, namun bisa melengkapinya dengan berbagai tatanan misalnya saat makan, berkumpul, ritual keagamaan, dan sebagainya. Era tatanan baru ini di satu sisi diharapkan dapat mengendalikan korban Covid-19, dan di sisi lain kegiatan-kegiatan rutin yang dilakukan bisa tetap dilaksanakan. Tentu saja semunya dengan cara-cara yang tidak lagi sama semuanya dengan masa lalu. Mudah-mudahan semua PTMA bisa menjalaninya dengan baik....

Edisi Juli - Agustus 2020

Warta PTM

1


WARTA PTM

Susunan Redaksi

Rapat Redaksi

Paling kiri (depan) Prof Edy Suandi Hamid, Muhammad Adam Jerusalem, Arif Wibowo, Evie Dwi Oktaviani, Gita Madyaning Ratri, Aprilia Sazila Sari, dan Munawwar Khalil.

WARTA PTM

Warta PTM diterbitkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

SUSUNAN REDAKSI PENANGGUNG JAWAB: Lincolin Arsyad PEMIMPIN UMUM/REDAKSI: Edy Suandi Hamid DEWAN REDAKSI: Muhammad Sayuti I Muhammad Samsudin I Ahmad Muttaqin REDAKTUR PELAKSANA: Edy Suandi Hamid ASISTEN REDAKSI/RIEPORTER: Aprilia Sazila Sari I Gita Madyaning Ratri I Abi KEUANGAN: Evie Dwi Oktaviani ALAMAT REDAKSI: Jln. KHA Dahlan 103 Yogyakarta 55262 Telp. +62-274-389485 Faks. +62-274-376336 Email: redaksiwartaptm@gmail.com Website: www.diktilitbangmuhammadiyah.org Rekening Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Nomor 09-0008-7003 BNI Cabang Yogyakarta a/n Lincolin Arsyad, Prof. Dr. M.Sc. Warta PTM menerima tulisan yang berupa opini, berita panjang, berita singkat, glosarium dan foto seputar perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Redaksi berhak menyunting tulisan. Silakan kirim tulisan dan/atau foto ke email redaksi.

2

Warta PTM

Edisi Juli - Agustus 2020


WARTA PTM

Daftar Isi ASA •

TOPIK UTAMA Era Tatanan Baru PTMA___1

TOPIK UTAMA • •

PTMA di Era Tatanan Baru___4 Adaptasi Kebiasaan Baru di Ranah Pendidikan___6

WAWANCARA •

•

dr. Joko Murdiyanto Sp.An., MPH.: Adaptasi Kebiasaan Baru Kendalikan Transmisi Covid-19___8 Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN Eng.: Adaptasi Kebiasaan Baru pada Perguruan Tinggi___10

KINERJA • • • •

PTMA Harus Jadi Pemimpin Perubahan___12 Majelis Diktilitbang PPM Gelar Riset Nasional Covid-19___12 MSPP Batch 3 Resmi Ditutup Secara Daring___13 PTMA Terus Tingkatkan Kolaborasi Internasional___14

inaugurasi • • •

Unimus Adakan Pelantikan Pejabat Kampus___15 PTMA Lakukan Janji Pra Klinik___15 UMSU Kukuhkan Guru Besar___16

SIGI •

Paradigma Politik Muhammadiyah: Epistemologi Berpikir dan Bertindak Kaum Reformis___17

INOVASI • • •

Umsida Ciptakan 4 Teknologi di Masa Pandemi___19 BioTools dan BioStraw Ramah Lingkungan___19 Konsep Baru B2C Relationship Community___20

PTMA di Era Tatanan Baru Pasca diterapkannya PSBB di beberapa daerah, Indonesia memasuki era tatanan baru pada beberapa sektor. Dengan menerapkan protokol kesehatan, rumah ibadah, tempat wisata, pusat perbelanjaan mulai diaktifkan kembali termasuk pada sektor pendidikan. Guna memberikan panduan pembelajaran yang lebih jelas menjelang pelaksanaan tahun ajaran dan tahun akademik baru 2020/2021, Kemdikbud bersama tiga kementerian lainnya, yaitu Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Dalam Negeri menyusun panduan penyelenggaraan pembelajaran. Lantas bagaimana tanggapan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah mengenai tatanan baru dalam pendidikan serta bagaimana tahapan persiapannya?

WAWANCARA dr. Joko Murdiyanto Sp.An., MPH.: Adaptasi Kebiasaan Baru Kendalikan Transmisi Covid-19 “Bencana itu terbagi menjadi dua, ada bencana alam dan ada bencana non-alam. Pandemi Covid-19 merupakan bencana non-alam. Jika bencana alam itu terlihat (katakanlah) musuhnya. Sedangkan bencana non-alam, ini tidak terlihat. Selain itu, bencana alam relatif terkonsentrasi sedangkan bencana non-alam bisa sporadis,” ujar dr. Joko Murdiyanto Sp.An., MPH membuka wawancara di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Jumat (17/7). Lebih lanjut, dokter yang tergabung sebagai tim kesehatan Muhammadiyah dan BNPB di beberapa bencana alam ini melihat perbedaan itu akan membuat perlakuan, bantuan yang diberikan, atau pun manajemennya berbeda pula.

SALINDiA •

Salindia__21

kronik • • • • • • • • • • •

UMSB Bedah Buku “Diaspora Indonesia di Brunei”___22 Umsida Lakukan Pengembangan Program Sains Guru TK___22 UM Enrekang Raih MURI___23 STIKES Mabogo Adakan Webinar Kebidanan___24 Pemanfaatan Teknologi Pembelajaran Matematika___24 STIKESM Lhokseumawe Buka Prodi S-1 Gizi___25 UM Pontianak Pendampingan Mitra Poklahsar___25 UML Adakan Lokakarya LMS___26 PTMA Selenggarakan KKN Daring___26 Ujian Masuk FK UM Palembang Terapkan Protokol Covid-19___27 UMSB Terima Hibah Tanah Pemko Padang Panjang___27

• • • • •

UMSU Kembangkan Dakwah Lewat Kerja Sama___28 IMM UM Purwokerto bagikan Sembako___29 Dosen FT Unmuha Raih Profesi Insinyur___29 UM Surabaya Gandeng Bonek Suarakan AKB___30 UMS Gelar Sumpah Profesi Ners Angkatan XXI___30

dan Nilai Islam___36

PROFIL DOSEN •

prestasi mahasiswa

INFOGRAFIS PTMA

•

•

•

Infografis PTMA___31

PROFIL PTM •

•

•

Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur: PTMA Pertama Deklarasikan IT Based Paperless University___32 Prof. Dr. H. Bambang Setiaji: UMKT sebagai Center of Excellence di Kalimantan Timur___34 Institut Teknologi Dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Jakarta: Berbasis Socio-Entrepreneur

Dr. Indah Sulistiani, SE, M.I.Kom: Gagap Teknologi Tantangan Kuliah Daring di Papua___38

Mahasiswa UM Buton Raih Pilmapres Nasional___40 Halal Butcher's Bali Juarai FESyar 2020 BI___40

Semesta •

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Australia: Gerakan Tajdid di Australia___41

warta dari ptm •

Warta dari PTM___43

Edisi Juli - Agustus 2020

Warta PTM

3


WARTA PTM

Topik Utama

Sebanyak 1.950 wisudawan Unismuh Makassar mengikuti wisuda secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan. Prosesi wisuda dibagi menjadi beberapa kelompok guna mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus. (FOTO : Antara/Abriawan Abhe)

PTMA di Era Tatanan Baru

P

asca diterapkannya PSBB di beberapa daerah, Indonesia memasuki era tatanan baru pada beberapa sektor. Dengan menerapkan protokol kesehatan, rumah ibadah, tempat wisata, pusat perbelanjaan mulai diaktifkan kembali termasuk pada sektor pendidikan. Guna memberikan panduan pembelajaran yang lebih jelas menjelang pelaksanaan tahun ajaran dan tahun akademik baru 2020/2021, Kemdikbud bersama tiga kementerian lainnya, yaitu Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Dalam Negeri menyusun panduan penyelenggaraan pembelajaran. Lantas bagaimana tanggapan Perguruan Tinggi Muhammadi-

4

Warta PTM

Edisi Juli - Agustus 2020

yah ‘Aisyiyah mengenai tatanan baru dalam pendidikan serta bagaimana tahapan persiapannya? Reporter Warta PTM telah melakukan wawancara bersama beberapa narasumber yang terdiri dari Drs Jazim Ahmad MPd selaku Rektor UM Metro, Dr H Jamaluddin S Sos MSi selaku Rektor UM Sindenreng Rappang, Dr H Mubarak MSi selaku Rektor UM Riau, Dr Hidayatullah MSi selaku Rektor UM Sidoarjo, dan Prof Dr H Bambang Setiaji selaku Rektor UM Kalimantan Timur.

Tatanan Baru Hadapi Covid-19 Awal Juli lalu, media Indonesia diramaikan dengan gagasan baru me-

ngenai penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Hal ini memunculkan beberapa cuitan berupa dukungan dan juga penolakan. AKB atau era tatanan baru merupakan salah satu skenario untuk mempercepat penanganan Covid-19 dalam bentuk perubahan perilaku. Mengacu pada hal ini, Drs Jazim Ahmad mengungkapkan kegiatan yang dimaksud adalah adanya perbedaan aktivitas secara normal yang dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan. Singkatnya, hal ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali beberapa sektor agar tetap menjaga perekonomian masyarakat. Sependapat dengan hal tersebut, Dr Jamaluddin memaparkan adap-


PTMA di Era Tatanan Baru

tasi kebiasaan baru berarti menjaga aktivitas produktif meskipun di tengah situasi yang tidak biasa dengan tetap memperhatikan kebutuhan lingkungan, bertindak cepat, dan berpikir jauh ke depan. Dalam tahapan ini, manusia dituntut untuk hidup seimbang dengan tetap produktif dan berupaya menekan penyebaran Covid-19. Dr Mubarak juga sangat menyayangkan jika saat ini masih banyak masyarakat yang kurang peduli dan menganggap kebiasaan baru dengan protokol kesehatan merupakan hal yang biasa. “Lupa mempro­ teksi diri, terlalu antipati, atau bahkan lupa untuk produktif karena terlalu lama di rumah. AKB semestinya menjadi kesadaran bagi masyarakat. Ya, di dunia ini kita sebagai manusia memang harus seimbang. Dunia dan akhirat seimbang. Ilmu dan akhlak seimbang dan seterusnya,” ujarnya.

Dua Sisi Konsep New Reality Berbeda dengan pendapat sebelumnya, mengusung konsep new reality, Dr Hidayatullah berpendapat saat ini dunia pendidikan memasuki keadaan dan kenyataan yang baru. Baik pembelajaran, diskusi, seminar, hingga rapat dan pertemuan diadakan secara virtual. Kebiasaan ini memiliki kelebihan dan kekurangan dari berbagai sisi. Ia mengungkapkan beberapa hal positif yang diperoleh yaitu adanya kesadaran dalam pembiasaan hidup sehat yang menjadi sebuah kebutuhan. “Kebiasaan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker, hand sanitizer, menjaga jarak, dan selalu membersihkan serta mensterilkan fasilitas kerja telah menjadi budaya baru di kampus,” ungkap Dr Hidayatullah. Selain itu, setiap orang dipaksa untuk meningkatkan inovasi serta kreativitas dalam berbagai bidang. Seperti menye-

suaikan desain kurikulum dan pelaksanaan pembelajaran, perubahan pola pelayanan kampus, dan sistem informasi dan manajemen berbasis IT yang semakin dikuatkan. Singkatnya, Dr Jamaluddin memberikan istilah ini dengan “The Power Of Kepepet” yang berarti jika tidak adanya persiapan yang matang terhadap perubahan yang terjadi akan menjadi bumerang baru bagi sivitas akademika ke depannya. Sependapat dengan hal tersebut, Dr Hidayatullah mengungkapkan tidak semua kampus siap dengan konsep Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hal ini terlihat dari dosen dan mahasiswa yang belum terbiasa berinteraksi dengan teknologi, minimnya kesediaan jaringan di beberapa daerah, serta adanya keterbatasan kuota internet yang menyebabkan pembengkakan pada keuangan kampus. Namun, Dr Mubarak justru melihat kondisi krisis ini sebagai tantangan menjadi lebih baik dari segi sistem, infrastruktur, dan kemampuan SDM. Era revolusi 4.0 yang awalnya hanya sebagian implementasinya, ternyata dengan adanya pandemi justru menjadikan warga dunia benar– benar melakukan kegiatan utamanya di dalam jaringan. “Tantangan kita saat ini, dunia pendidikan harus beradaptasi dengan itu semua. Menyelaraskan mindset, biaya, teknologi dan kemampuan SDM nya secara bersamaan. Mengubah mindset mayoritas masyarakat bahwa kuliah itu harus offline,” jelas Dr Mubarak.

Skenario Tatanan Baru Membangun kepercayaan adalah skenario paling utama yang dilakukan oleh UM Sindenreng Rappang. Sangat penting untuk meyakinkan

dosen, mahasiswa, masyarakat, persyarikatan Muhammadiyah, dan pemerintah bahwa tindakan serta program yang UM Sindenreng Rappang laksanakan adalah untuk kebaikan bersama. Langkah pertama yang dilakukan ialah dengan menyehatkan institusi, seluruh program yang telah disusun dalam kalender akademik harus tetap berjalan. Kemudian melakukan inovasi sistem, sistem yang ada harus terus lebih baik dari sebelumnya dengan menempatkan kegiatan akademik pada “platform technology”. Lalu memperhatikan sumber daya manusia, dengan menjamin kepastian bahwa dosen dan mahasiswa mendapatkan hak-haknya sesuai dengan kewajibannya. Kegiatan perkuliahan, pembimbingan skripsi dan tesis menggunakan LMS. Terakhir ialah manajemen finansial, melibatkan dosen Penasihat Akademik untuk mengidentifikasi mahasiswa yang menjadi bimbingannya apabila ada yang terkena dampak ekonomi dari Covid-19. Sementara untuk mengantisipasi penurunan jumlah pendaftar mahasiswa di era tatanan baru ini, UM Sidoarjo merubah pola promosi menjadi seratus persen online. Website, media sosial, radio, baliho dioptimalkan untuk kegiatan promosi. Semua fakultas dan program studi digerakkan untuk menyelenggarakan workshop guru BK secara online, temu tokoh dan alumni secara online, atau pun webinar yang melibatkan semua kalangan di dalam dan luar negeri. Publikasi program beasiswa yang diberikan untuk mahasiswa baru juga ditingkatkan. “Dengan langkah-langkah yang kami lakukan tersebut, alhamdulillah pada bulan Juni 2020 perolehan mahasiswa baru Umsida mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan Juni 2019,” tutup Dr Hidayatullah.[] APR, GTA

Edisi Juli - Agustus 2020

Warta PTM

5


WARTA PTM

Topik Utama

Standar layanan di era adaptasi kebiasaan baru, pegawai PMB UM Malang menggunakan face shield. (Foto: Humas UMM)

Adaptasi Kebiasaan Baru di Ranah Pendidikan

S

abtu (20/6), melalui webinar “Merdeka Belajar, Kampus Merdeka di Era New Normal” yang diselenggarakan oleh Universitas Sulawesi Tenggara, pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Ir Nizam, MSc, DIC, PhD, menyampaikan paparan terkait kebijakan-kebijakan Kemdikbud dalam menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru di perguruan tinggi. Tiga kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemdikbud ialah mengenai pelaksanaan tahun akademik baru, pelaksanaan proses pembelajaran, serta penggunaan fasilitas atau layanan kampus. Menggarisbawahi hal tersebut, Nizam berharap kampus tidak menjadi klaster baru dalam penyebaran pandemi Covid-19. Kesehatan dan keselamatan sivitas akademika serta masyarakat harus menjadi prioritas. Rubrik ini akan membahas mengenai bagaimana strategi PTMA dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru.

6

Warta PTM

Edisi Juli - Agustus 2020

Hal-hal apa saja yang sudah disiapkan menghadapi adaptasi kebiasaan baru.

Adaptasi Kebiasan Baru di PTMA Menghadapi adaptasi kebiasaan baru, Dr H Jamaluddin, SSos, MSi selaku rektor UM Sidenreng Rappang menjelaskan kampusnya sangat mengutamakan standar kesehatan dalam proses akademik dan non akademik. Protokol kesehatan seperti menjaga jarak, penyediaan sarana cuci tangan, alat pengukur suhu badan, hand sanitizer, penggunaan masker, dan sebagainya sangat diperhatikan. “Salah satu contoh implementasinya adalah pembekalan KKN secara bertahap dengan jumlah yang hadir di kampus hanya 15 20 orang saja, pelaksanaan KKN pun berbasis aplikasi KKN From Home,” tambah Dr Jamaluddin. Hal senada pun dipaparkan

oleh Rektor UM Sidoarjo Dr Hidayatullah, MSi, standar protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah akan selalu dimaksimalkan. Kebersihan dan sterilisasi semua ruangan di UM Sidoarjo diperhatikan secara berkala. UM Sidoarjo juga secara periodik melakukan pemantauan kondisi kesehatan mahasiswa, dosen, dan karyawan dengan mengisi form yang telah ditempel di Sistem Informasi UM Sidoarjo. Setelah itu, pihaknya menindaklanjuti hasil temuan kondisi kesehatan mahasiswa, dosen, dan mahasiswa yang perlu penanganan lebih lanjut oleh tim UCCC. Sementara itu, UM Metro bahkan memiliki SOP New Normal yang telah dibuat oleh tim gugus tugas Covid-19. SOP tersebut berisikan SOP Protokol Kesehatan di Lingkungan Kampus, SOP Kegiatan Akademik/Perkuliahan,


Adaptasi Kebiasaan Baru di Ranah Pendidikan

SOP Kegiatan Administrasi dan Pelayanan Kampus, SOP Masuk Lingkungan Kampus, SOP dalam Melaksanakan Tugas Kedinasan, SOP Perjalanan Dinas, SOP di Luar Lingkungan Kampus, hingga SOP Kegiatan Ibadah Shalat di Masjid/Mushola Kampus. “Sivitas akademika diharapkan bertanggung jawab untuk disiplin dalam menjalankan segala aktivitas sesuai dengan SOP yang telah dibuat,” tegas Drs Jazim Ahmad, MPd selaku Rektor UM Metro.

Infrastruktur Pendidikan Jarak Jauh Sesuai kebijakan dari Kemdikbud, selama masa adaptasi kebiasaan baru, proses pembelajaran di kampus diutamakan menggunakan metode daring. Diterangkan oleh Prof Dr H Bambang Setiaji selaku Rektor UM Kalimantan Timur bahwa kampusnya diuntungkan dengan persiapan teknologi informasi yang sudah disiapkan sejak awal, sehingga mampu menghadapi pandemi seperti sekarang ini. “Jauh sebelum Covid-19 hadir, UMKT telah melakukan pelatihan bagi para dosen dalam penggunaan sistem daring, sehingga saat ini hampir seluruh SDM sudah dapat mengoperasikan sistem yang telah dibuat,” jelas Prof Bambang. Dr H Mubarak MSi selaku Rektor UM Riau mengungkapkan hal yang serupa. Sebelum Covid-19 merajalela, sistem atau teknologi yang sudah ada tersebut hanya menjadi support tools. Di masa seperti ini, perannya bergeser menjadi media utama karena interaksi fisik sudah dibatasi. Sejak tahun 2015, Learning Management System (LMS) di UM Riau sudah tersedia. Mulai tahun 2017, banyak dosen yang berhasil mendapatkan hibah dari Kemenristekdikti untuk penyusunan materi blended learning. Sejak itu lah blended learning sudah digunakan di lingkungan UM Riau. “Saya kira hal itu menjadi sangat membantu segenap sivitas akademika UM Riau untuk cepat beradaptasi de-

ngan sistem teknologi di masa seperti ini. Istilahnya, kami sudah mengenal tapi intensitas penggunaannya ketika itu masih rendah,” ujar Dr H Mubarak. Tidak berbeda dengan PTMA lain, UM Sidoarjo telah mengembangkan Sistem Informasi Manajemen yang mengintegrasikan semua proses yang ada di kampus 1, 2, dan 3, mulai dari PMB, kemahasiswaan, kepegawaian, akademik, keuangan, penelitian dan pengabdian masyarakat, sampai dengan sistem penjaminan mutu internal. Jaringan SIM UMSIDA dikembangkan dengan mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan dan keamanan data dan proses informasi. Saat ini Umsida memiliki 2 server. Dalam rangka memberikan kestabilan dan menghindari kemacetan sistem informasi, maka akan menambah lagi pembelian 2 server baru untuk back up. Sehingga ketika ada masalah di server utama, maka proses layanan akademik dan non akademik tetap bisa berjalan secara normal dengan server back up itu. Sementara itu, UM Sindenreng Rappang justru memanfaatkan potensi kerja sama dengan PTMA lain. Dr Jamaluddin menyatakan penggunaan LMS sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu melalui bantuan kerja sama IT dengan UM Surakarta. “Bahkan kami juga telah bekerja sama dengan UM Kalimantan Timur atas bimbingan Rektor Prof Bambang Setiadji mengembangkan model LMS dengan Open Learning Global (M) Sdn Bhd,” tambah Dr Jamaludddin. Lebih lanjut ia melihat program ICT kampus adalah hal yang utama, tentu dengan upaya dukungan finansial yang diarahkan ke pengembangan jaringan infrastruktur serta pelatihan dosen, pegawai, dan mahasiswa.

Dampak Ekonomi dan Solusinya Adanya aksidential pandemi menyerang aspek ekonomi yang berdam-

pak tidak hanya pada instansi atau perusahaan namun juga individu. Tak sedikit mahasiswa yang mengeluh dari dampak ekonomi baik di perguruan tinggi negeri dan swasta. Sama halnya dengan UMRI, Dr Mubarak menyadari betul hal itu. Seperti PTMA pada umumnya, UMRI turut memberikan bantuan pulsa kuota bagi mahasiswa aktif dan membebaskan biaya cuti bagi mahasiswa. “Kami juga membebaskan biaya SPP semester berjalan untuk mahasiswa yang sudah lulus ujian komprehensif, serta menyepakati pengurangan 30% biaya SPP semester berjalan untuk mahasiswa yang sudah menyelesaikan seluruh mata kuliah dan sedang melaksanakan TA pada semester Ganjil 2020/2021,” paparnya. Berbeda dengan UMRI, Dr Hidayatullah dan tim terlebih dahulu melakukan survey sebagai langkah utamanya. Selama dua bulan pembelajaran daring berlangsung survey dilakukan untuk mengetahui keadaaan kesehatan dan kondisi ekonomi mahasiswa. “Dari hasil survey ini kami dapat mengambil kebijakan untuk memberi bantuan sosial kepada mahasiswa, dosen luar biasa, karyawan kontrak dan part time,” ujarnya. Selain itu, Umsida juga memberikan bantuan kuota, perpanjangan waktu pembayaran serta beasiswa on going pada mahasiswa semester 3, 5, dan 7 yang terdampak pandemi dengan syarat belum menerima beasiswa dari manapun. Di akhir, Jamaludin mengungkapkan bahwa UM Sindenreng Rappang turut membantu mahasiswa untuk terlibat dalam program magang kewirausahaan baik dalam dan di luar kampus. “Tentu bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah setempat sekaligus menjadi bahan bagi mahasiswa dalam kegiatan dharma pengabdian kepada masyarakat, jadi mereka belajar berwirausaha sambil terbantu dari sisi pembayaran SPP,” paparnya. []GTA,APR

Edisi Juli - Agustus 2020

Warta PTM

7


WARTA PTM

Wawancara

dr. Joko Murdiyanto Sp.An., MPH.

dr. Joko Murdiyanto Sp.An., MPH.

Adaptasi Kebiasaan Baru Kendalikan Transmisi Covid-19

“

Bencana itu terbagi menjadi dua, ada bencana alam dan ada bencana non-alam. Pandemi Covid-19 merupakan bencana non-alam. Jika bencana alam itu terlihat (katakanlah) musuhnya. Sedangkan bencana non-alam, ini tidak terlihat. Selain itu, bencana alam relatif terkonsentrasi sedangkan bencana non-alam bisa sporadis,” ujar dr. Joko Murdiyanto Sp.An., MPH membuka wawancara di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Jumat (17/7). Lebih lanjut, dokter yang tergabung sebagai tim kesehatan Muhammadiyah dan BNPB di beberapa bencana alam ini melihat perbedaan itu akan membuat perlakuan, bantuan yang diberikan, atau pun manajemennya berbeda pula. dr. Joko memberikan contoh pada saat gempa di Bantul. Menurutnya meskipun daerah Yogyakarta lain juga terkena namun yang paling terdampak te-

8

Warta PTM

Edisi Juli - Agustus 2020

tap di Bantul. Sehingga daerah-daerah yang tidak terlalu terdampak bisa membantu. Sedangkan pada kasus Covid-19, masing-masing dari daerah berusaha akan dirinya sendiri dan bagaimana mereka mengelola dirinya. “Oleh karena itu jika Indonesia agak kewalahan, saya kira ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Di banyak negara dunia pun juga begitu,” tambahnya. Bersama Reporter Warta PTM, Dokter Spesialis Anestesi & Reanimasi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta sekaligus Kaprodi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi UNISA ini memaparkan lebih detail mengenai Covid-19 dan adaptasi kebiasaan baru.

Apa yang dimaksud dengan New Normal? Menurut KMK N0 328/2020, new normal adalah perubahan pola hidup pada situasi pandemi Covid-19. New

normal adalah kebijakan membuka kembali aktifitas ekonomi, sosial, dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar (protokol) kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Saya pribadi melihat tidak seluruh orang dapat memahami penggunaan istilah new normal dengan benar. Sehingga yang terjadi karena dianggap normal maka normal seperti dulu sebelum Covid-19. Padahal new normal itu sendiri dalam bahasa Indonesia berarti kenormalan baru. Jika dulu tidak pernah pakai masker, sekarang pakai masker. Dulu jarang cuci tangan, sekarang rajin cuci tangan. Dulu bisa berjabat tangan, sekarang untuk sementara dihindari. Dulu shaf di masjid rapat, sekarang berjarak (physical distancing). Itu merupakan kebiasaan-kebiasaan baru. Saya lebih cenderung ke istilah yang baru kemarin diluncurkan yaitu AKB atau Adaptasi Kebiasaan Baru.


Adaptasi Kebiasaan Baru Kendalikan Transmisi Covid-19

Kebiasaan baru itu harus diadaptasi, tidak bisa tidak. Saya saja yang hampir setiap hari di kamar operasi dan harus pakai masker rasanya tidak nyaman. Apalagi orang yang pekerjaannya di luar atau harus beraktivitas segala macam. Tentu tidak terbiasa. Maka harus merubah perilaku, merubah kebiasaan. Jika tidak ada perubahan dalam kebiasaan ini, jangan heran kalau pandemi ini tidak akan selesai.

Mengapa bisa begitu? Karena pandemi ini disebabkan oleh partikel yang namanya virus. Virus itu partikel, kecil tidak kasat mata. Tapi begitu dia masuk ke inangnya atau host, dia bisa mereplikasi. Ada pendapat ahli bahwa itu bukan makhluk hidup. Itu partikel, tapi begitu partikel itu masuk ke sel mukosa hidung, mulut, tenggorokan, maka dia dapat berkembang luar biasa. Apalagi bagi orang yang daya tahan tubuhnya lemah. Penularan Covid-19 melalui droplet atau percikan. Bukan melalui airborne atau udara. WHO belum melaporkan bahwa Covid-19 ini airborne. Namun ada beberapa penelitian yang masih debatable bahwa virus Covid-19 dapat bertahan di udara selama 8 jam. Sehingga logis jika salah satu pencegahannya dengan masker. Jika saya menggunakan masker, maka pada saat saya bernapas atau bersin, partikel dapat tersaring di masker. Kemudian jika ada orang yang berjarak 1,5 meter dari saya dan menggunakan masker juga, maka droplet saya yang sudah tersaring masker hampir tidak akan sampai di orang tersebut karena terpisah jarak dan juga terlindungi oleh maskernya sendiri. Apakah ada kriteria tertentu agar AKB dapat diterapkan? Ada enam syarat yang ditentukan oleh WHO. (1) Transmisi terkendali. Jika kemarin sudah zona hijau lalu sekarang menjadi merah, maka tidak bisa dilakukan karena belum terkendali. Pemerintah harus bisa membuktikan bah-

wa transmisi virus Corona sudah dapat dikendalikan. (2) Kesiapan rumah sakit. Rumah sakit atau sistem kesehatan tersedia untuk mengidentifikasi, menguji, mengisolasi, melacak kontak, dan mengkarantina pasien Covid-19. Dalam situasi pandemi, terdapat 3C, yaitu cooperation, coordination, dan collaboration. Sehingga ketika ada pasien terkonfirmasi Covid-19, maka rumah sakit harus koordinasi, kolaborasi, dan kerja sama dengan pihak lain, sebagai contoh kecamatan. Maka harus dilaporkan agar segera bisa dilacak keluarga, riwayat bepergian, dan lain-lain. Jika pelacakan tidak terselesaikan dapat menyebar ke mana-mana. Kemudian mengenai rumah sakit rujukan dan non rujukan. Bagaimana ketersediaan tempat tidurnya, ventilator, dokter, tenaga kesehatan, dan lain sebagainya. (3) Risiko penularan terkendali. Risiko penularan wabah sudah terkendali terutama di tempat dengan kerentanan tinggi, seperti pada kerumunan. Tidak salah jika ada yang mengatakan bahwa penyakit ini merupakan penyakit kerumunan. Physical distancing merupakan solusi yang tepat untuk ini. Jika kita menghindari kerumunan, insyaallah akan terhindar. Penularan rentan terjadi pada orang usia lanjut dan orang dengan komorbid. Komorbid adalah penyakit penyerta. Ia memang mempunyai riwayat-riwayat seperti hipertensi, asma, cuci ginjal, penyakit-penyakit yang daya tahan tubuhnya lemah seperti HIV AIDS, dan juga orang-orang yang sedang kemoterapi. (4) Langkah pencegahan. Apakah langkah pencegahan di masyarakat sudah menjadi kebiasaan bahkan menjadi budaya. (5) Mencegah kasus impor. Kasus Yogyakarta itu hampir sebagian besar kasus impor. Ada yang datang dari Bandung, Surabaya, halaqah yang di Gowa, atau dari Bogor. Apakah kita bisa mencegah? Karena tadi itu, sebabnya tidak jelas. Apalagi jika sudah sampai pada orang yang sebetulnya dia punya virus tapi daya tahan tubuhnya bagus. Dia bisa menularkan tanpa disadari.

(6) Partisipasi masyarakat. Partisipasi masyarakat sangat diharapkan. Hal ini dikarenakan kebiasaan-kebiasaan baru tadi itu hampir tidak pernah dikerjakan sebelum ada pandemi.

Bagaimana urgensi penerapan AKB di Perguruan Tinggi (PT)? Kalau kita bicara di konteks perguruan tinggi. PT merupakan tempat berkumpulnya orang. Sedangkan penyakit ini merupakan penyakit kerumunan. Saat mahasiswa baru dikumpulkan, kegiatan belajar mengajar, praktik di laboratorium, itu merupakan kegiatan-kegiatan yang harus mengumpulkan orang. Di situlah potensi terjadi penularan. Namun hingga saat ini tidak ada yang bisa menentukan dengan pasti bahwa Covid ini kapan berakhirnya. Sehingga tentu, PT juga harus menata diri, mengelola diri agar bisa tetap hidup. Bagaimanapun PT sangat tergantung dengan mahasiswa. Hidup matinya PT berdasarkan seberapa banyak mahasiswanya. Ini yang PT harus pikirkan. Saya kira semua PT sudah punya tim task force. Penting memiliki tim task force untuk melihat perkembangan Covid-19 di luaran kemudian memperkirakan apakah KBM bisa berjalan atau tidak. Jika berjalan apakah akan dilaksanakan daring, campuran, ataukah tatap muka. Pemberlakuan AKB di PT itu sangat tergantung juga dengan kebiasaan semua orang. Jika kebiasaan masyarakat di daerah kampus itu berada masih seperti dulu, jangan harap kegiatan kampus itu bisa segera berjalan. Hal ini dikarenakan kehidupan kampus berasal dari masyarakat sekitarnya. Misalnya, kondisi UMY itu akan bergantung dari kelurahan sekitarnya. Jadi PT harus dapat menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat sekitarnya. Katakanlah UMY, UNISA, PGRI, UGM, UNY, dan semua PT di Yogyakarta melakukan hal tersebut, maka niscaya se-DIY akan aman. [] GTA

Edisi Juli - Agustus 2020

Warta PTM

9


Ketua Terpilih FRI 2021 (Rektor Universitas Gadjah Mada) Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN Eng.,

Adaptasi Kebiasaan Baru pada Perguruan Tinggi

A

daptasi Kebiasaan Baru (AKB) adalah sebuah pola kebiasaan baru yang dilakukan sesuai langkah dan prosedur tertentu. Pola hidup ini diterapkan karena adanya tekanan yang dihasilkan dari Covid-19. Begitu papar Prof Ir Panut Mulyono, saat diwawancarai Reporter Warta PTM di Ruang Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (16/07). Rektor UGM ini dengan lugas memaparkan pendapatnya mengenai peran perguruan tinggi dalam menerapkan AKB. Singkatnya penerapan AKB berarti kebiasaan seseorang dalam kehidupan sehari-hari berubah menjadi lebih menjaga diri dari kemungkinan terinfeksinya virus. Memakai masker, membawa hand sanitizer, membatasi

10 Warta PTM

Edisi Juli - Agustus 2020

jarak aman dalam ruangan, hingga adanya sinergi dan kerja sama antar institusi sesama perguruan tinggi atau pemerintah saat ini menjadi kenormalan baru. Kerja sama yang mulanya hanya sebatas slogan semata meningkat sangat kuat untuk menghasilkan produk yang dibutuhkan dalam penanganan Covid-19,� paparnya. Dalam wawancara Prof Panut juga memaparkan terkait skenario terbaik perguran tinggi, bagaimana penera­pan pembelajaran daring, hingga peran perguruan tinggi dalam memberikan edukasi terkait Covid-19 di masyarakat.

Menurut Anda, bagaimana perkembangan perguruan tinggi di masa Covid-19? Adanya Covid-19, bukan hanya

membuka peluang pada segi kesehatan, dan kerja sama. Namun pada ruang kreativitas mahasiswa untuk membuat produk kesehatan dan lainnya. Hal ini menjadi sangat intens dan terbuka. Berkembangnya kreativitas menjadi tolak ukur diberlakukannya AKB. Kebiasaan ini menjadi kenormalan yang lebih baik dari sebelum adanya wabah. Jika dipaparkan, kita melewati 3 fase yaitu fase normal, fase PSBB, dan fase tatanan baru. Jika ke depannya Covid-19 hilang, hal ini menjadi kebiasaan baru yang lebih baik penerapannya. Prinsipnya, kita harus bisa mengambil hikmah dari tekanan yang dibawa Covid-19. Apakah penerapan AKB pada perguruan tinggi memiliki kendala? Dalam dunia pendidikan, terjadi


Adaptasi Kebiasaan Baru pada Perguruan Tinggi

beberapa kendala atau dapat disebut “pengurangan hasil� dari penerapan perkuliahan. Adanya perkuliahan daring dan penyampaian materi secara online menghasilkan produk yang dicapai menjadi tidak optimal. Daerah yang kesulitan jaringan internet, masyarakat yang belum memiliki alat komunikasi yang mendukung menjadi salah satu hambatannya. Selain itu, penyampaian materi melalui online dengan beberapa aplikasi mumpuni juga perlu dipikirkan. Berapa persen materi yang dapat dipahami mahasiswa. Terkadang, kita melupakan materi seperti penanaman sikap, tidak adanya pemaparan dosen terkait pengalaman pribadi saat mengajar, dan cerita kontekstual dari dosen yang sangat mudah disampaikan pada kuliah klasikal di kelas. Hal ini tidak diperoleh pada kuliah daring karena cenderung fokus pada materi. Bagaimana langkah untuk menerapkan pembelajaran daring dengan optimal? Dari sisi jaringan PT harus mengusulkan pada negara harus memperkuat jaringan internet di seluruh wilayah. PT juga perlu melakukan pelatihan pada dosen dan juga tenaga pendidik yang membantu pelaksanaan kuliah daring terkait sistem, penyiapan materi dan penggunaan software aplikasi. UGM sendiri telah melakukan hal itu, karena tidak semua dosen sudah siap dengan materi yang disampaikan secara online. Sebagai contoh membuat sebuah production house yang ke depannya dapat berfungsi secara komprehensif untuk mendukung dosen menyiapkan video dan materi yang menarik. Perkuliahan perlu dirancang dengan materi yang apik dan tidak cukup hanya diterangkan melalui power point. Karena ke depannya kuliah daring akan meningkat. Kuliah berbasis internet akan semakin kuat dan baik. Beberapa PT yang sudah maju akan mempunyai materi kuliah yang bisa diakses oleh PT lain secara gratis. Misalnya anak dari PT luar Jawa, yang menginginkan ikut

kuliah profesor di UGM, hal ini bisa dilaksanakan. Bagaimana pendapat Anda mengenai penerapan blended learning? Blended learning dapat berfungsi untuk mengisi kuliah yang terpaksa kosong. Fasilitas kuliah daring lebih efektif bagi dosen yang sering berpergian karena perkuliahan dapat terus berjalan tanpa harus mengganti jam dan menentukan jadwal yang baru. Selain itu, bagi perkuliahan yang mengharuskan untuk tetap kuliah klasikal perlu mengikuti aturan yang berlaku. Sesuai dengan ketentuan WHO setiap ruang tertentu memiliki formula atau rumus jumlah orang yang boleh masuk di dalam ruangan. Untuk laboratorium UGM sendiri telah memfasilitasi ruang penelitian dengan protokol yang sangat ketat. Karena di UGM banyak mahasiswa yang membutuhkan penelitian di laboratorium, jadi kami tetap fasilitasi. Namun kami memberikan jaminan bahwa tidak ada transmisi penularan dari laboratorium. Karena jika tidak diberlakukan, kelulusan mahasiswa akan mengalami kemunduran. Jika mengacu pada penerapan protokol kesehatan, bagaimana PT menerapkan hal tersebut secara optimal? Protokol kesehatan di Indonesia sudah mumpuni atau baik, itu tidak bisa disimpulkan secara umum. Karena beberapa PT di Indonesia memiliki klaster yang berbeda-beda. Ketika di PT ada warga yang membawa penyakit dari asalnya, dan ternyata terjadi penularan di internal kampus, itu berarti adanya penerapan yang kurang baik di PT tersebut. Perlu penanganan secara serius seperti penerapan jaga jarak, menggunakan masker, cuci tangan dll. Karena jika kita ceroboh sedikit saja, ini akan menjadi boomerang untuk kita. Mari kita bersama-sama untuk mencegah penularan dengan melaksanakan protokol Covid-19 dengan ketat. Karena PT menjadi contoh pada masyarakat

Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN Eng. Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) masa bakti 2017-2022 TTL : Kebumen, Juni 1960 Pendidikan: • S1 Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik UGM tahun 1986 • S2 (Master of Engineering), Tokyo Institute of Technology, Jepang tahun 1990 • S3 (Doctor of Engineering), Tokyo Institute of Technology, Jepang tahun 1993

untuk patuh pada pemerintah. Walaupun mungkin, tetap ada masyarakat kampus yang kurang disiplin, namun sebagai pimpinan kampus kita perlu mengedukasi sivitas akademika dan menerapkan peraturan dengan baik. Bagaimana harapan Anda mengenai pendidikan di perguruan tinggi ke depannya? Penerapan AKB adalah masa transisi yang dilakukan hingga hilangnya virus di lingkungan kita. Jika itu terjadi, masyarakat akan memiliki kebiasaan baru yang terbentuk karena pasca adanya virus ini. Diharapkan dengan adanya penerapan protokol kesehatan, kerja sama antar institusi, dan banyaknya kreativitas yang lahir dari perguruan tinggi dapat terus meningkat. Serta adanya upaya dari perguruan tinggi untuk mengedukasi pada masyarakat untuk terus menerapkan kebiasaan hidup sehat serta hal baik lainnya. Karena pola hidup sehat pada individu, adanya kerja sama pada universitas dan lahirnya berbagai kreativitas dari mahasiswa dan dosen perlu untuk terus dilestarikan. []APR

Edisi Juli - Agustus 2020

Warta PTM 11


WARTA PTM

Kinerja

Webinar Forum Guru Besar Muhammadiyah (FGBM), Selasa (11/07).

PTMA Harus Jadi Pemimpin Perubahan

S

elasa (11/07), Forum Guru Besar Muhammadiyah (FGBM) bersama Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyelenggarakan Webinar Nasional dengan tema “Masa Depan Pendidikan Indonesia”. Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Dr Muchlas MT mengatakan tema yang diangkat pada webinar pertama ini sangat relevan dengan keadaan pendidikan Indonesia. Baginya, pendidikan saat ini sedang mengalami disrupsi yang disebabkan oleh teknologi informasi dan adanya pandemi. “Oleh karenanya diperlukan satu usaha yang sistematis dan taktis untuk menjadikan dunia pendidikan kita adaptif terhadap berbagai

P

enyebaran virus Covid-19 di Indonesia tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan tetapi juga berdampak ke semua lini, baik pendidikan, ekonomi, sosial, keaman-

12 Warta PTM

Edisi Juli - Agustus 2020

disrupsi,” pungkasnya. Turut hadir sebagai narasumber Prof Herry Suhardiyanto PhD ketua FGBM, Prof H Lincolin Arsyad PhD ketua Majelis Diktlitbang PPM, Prof Warsito PhD Atase Pendidikan & Kebudayaan KBRI Paris, Prof Dr Mustari Atase Pendidikan & Kebudayaab KBRI Bangkok, Din Wahid PhD Atase Pendidikan & Kebudayaan KBRI Dan Haag, Imran Hanafi PhD Atase Pendidikan & Kebudayaan KBRI Canberra, dan Prof Dyah Aryani Perwitasari PhD Guru Besar UAD. Prof Herry mengungkapkan sangat bersyukur dengan adanya narasumber yang berasal dari Atase Pendi-

dikan & Kebudayaan dari beberapa negara. Dengan begitu, para narasumber dapat menjabarkan bagaimana keadaan pendidikan di negaranegara setempat dan solusinya. “Mudah-mudahan dengan demikian kita akan mendapatkan banyak pelajaran dan saling elaborasi untuk memajukan pendidikan Indonesia ke depannya,” ujarnya. Ia mengajak PTMA untuk saling memberikan upaya dan konvergensi yang mengarah pada tujuan tertentu yaitu cita-cita proklamasi. Ia juga memastikan agar seluruh PTMA memiliki visi yang sejalan dan sinkron dengan Persyarikatan. “Ada baiknya kita menjadi lead the change, jangan sampai kita diformat perubahan. Mari bersama PTMA menjadi pemimpin perubahan bangsa dalam mencerdaskan kehidupannya,” tutupnya. []APR

Majelis Diktilitbang PPM Gelar Riset Nasional Covid-19


an, dan juga budaya. Tatanan masyarakat yang sangat kompleks ini menyebabkan akhir Covid-19 di Indonesia belum bisa diprediksi. “Melihat situasi saat ini, kami Majelis Diktilitbang PPM ingin menggandeng banyak pihak untuk mengambil peran dalam program penanggulangan pandemi, salah satunya dengan melakukan penelitian kolaboratif,” tutur Ahmad Muttaqin, PhD pada Sosialisasi Riset Covid-19 secara daring, Senin (22/06). Majelis Diktilitbang PPM mengadakan riset tentang Covid-19 melalui dua skema, yakni umum dan khusus. “34 kampus PTMA yang sampai saat ini telah mendaftarkan diri akan menjadi mitra utama dan masuk ke dalam skema khusus. Sedangkan skema umum bisa diperebutkan seluruh dosen PTMA se-Indonesia,” tambah Wakil Bendahara Majelis Diktilitbang PPM tersebut. Dalam penyelenggaraannya, Majelis Dikti PPM juga bekerja sama dengan LAZISMU khususnya pada tema yang berkaitan dengan filantropi dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini dibuka pada awal Juli 2020 dengan batas unggah proposal penelitian pada 20 Juli 2020. Muttaqin berharap program ini dapat menghasilkan luaran bermanfaat dari segi akademik (artikel ilmiah) maupun luaran lain berupa produk dan karya yang bisa dipakai dalam menanggulangi pandemi Covid-19 khususnya di Indonesia.[]GTA

Poster Riset Nasional Covid-19.

MSPP Batch 3 Resmi Ditutup Secara Daring

J

umat (7/8), Majelis Diktilitbang PPM bekerja sama dengan Majelis Pendidikan Kader (MPK) PPM dan LAZISMU menyelenggarakan penutupan Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) batch 3 secara daring. MSPP merupakan program untuk kader Muhammadiyah

maupun dosen PTMA dalam mempersiapkan studi ke luar negeri secara intensif. Dalam sambutannya Dr Ari Anshori, MAg, selaku ketua MPK PPM menyampaikan MSPP sebagai salah satu usaha menciptakan kader berkarakter kuat maupun berwawasan Islam. Peserta MSPP dibekali kepemimpinan, peren-

canaan pembelajaran, dan strategi untuk memperoleh beasiswa di luar negeri. Hal senada diungkapan Ketua LAZISMU, Prof Hilman Latief. Ia percaya beberapa tahun ke depan para peserta MSPP dapat meraih prestasi yang lebih hebat lagi dan bahkan menjadi pemimpin. Menurutnya program ini tidak hanya mengenai beasiswa tetapi juga tentang kepemimpinan. “MSPP batch sebelumnya sudah menghasilkan alumni-alumni yang berhasil menjadi penerima beasiswa di berbagai benua seperti Eropa, Amerika, Asia, dan seba-

Edisi Juli - Agustus 2020

Warta PTM 13


WARTA PTM

Kinerja

Penutupan MSPP batch 3, Jumat (7/8).

gainya,” ujar Prof Hilman. Prof Lincolin Arsyad selaku Ketua

Majelis Diktilitbang PPM juga mengapresiasi terselanggaranya program MSPP.

Program ini terbukti memberikan hasil baik yang nyata bagi Muhammadiyah. Ia berharap ke depannya kuota beasiswa bisa lebih ditingkatkan dari tahun-tahun sebelumnya. Tercatat 24 alumni yang berhasil memperoleh beasiswa luar di antaranya Belanda, Thailand, China, Taiwan, Malaysia, dan beasiswa dalam negeri lainnya. Pada kesempatan yang sama, kelompok peserta yang melakukan pelatihan intensif di Pare meluncurkan buku testimoni berjudul lhlam Ma’aya The Garland of MSPP Batch 3 Pare Stories & Memories. Buku dengan kisah dan cerita peserta MSPP ini menjadi investasi penting untuk meningkatkan pendidikan bangsa Indonesia khususnya warta Muhammadiyah. [] GTA,APR

M

ajelis Diktilitbang PPM menyelenggarakan Webinar “Pendidikan dan Pembelajaran Selama dan Pasca Pandemi Covid-19: Best Practice dan Sharing antara PTMA dan Universitas di Filipina”, Senin-Jumat (20-24/7). Kegiatan ini sebagai wujud kerja sama dengan KBRI Manila, Centro Escolar University (CEU), dan Polytechnic University of the Phillipines (PUP). Selama lima hari, perwakilan dari PTMA, CEU, dan PUP mempresentasikan berbagai macam tema yang telah ditentukan. Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedubes RI Manila Dr Lili Nurlaili, MEd, menyebutkan kegiatan ini merupakan implementasi dari nota kesepahaman yang pernah ditandatangani beberapa PTMA dengan CEU dan PUP pada tahun 2018. Lebih lanjut, Lili berharap webinar ini dapat memberikan banyak manfaat bagi semua pihak. Hal senada juga diungkapkan Prof Edy Suandi Hamid Wakil Ketua Majelis Diktilitbamg PPM. Implementasi ini sangat penting, utamanya bagi Muhammadiyah dan PTMA. Saat ini Muhammadiyah memiliki 163 PTMA dengan jumlah universitas sebanyak 60. “Kami

14 Warta PTM

Edisi Juli - Agustus 2020

Hari pertama webinar internasional, Senin (20/7).

PTMA Terus Tingkatkan Kolaborasi Internasional ingin menciptakan universitas yang kompetitif, unggul, dan progresif. Diharapkan semua PTMA dapat membangun kolaborasi internasional sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh dosen dan mahasiswa,” paparnya Pada hari pertama, webinar mengusung tema “Covid-19 Beyond the Pan-

demic Issue: Impact to Education Sector”dengan keynote speaker diisi oleh Manila Dr Lili Nurlaili, MEd. Sedangkan guest speaker terdiri dari Tusino, MPdBI (UM Purworejo), Syahrul, SPd, MPd (UM Kupang), dan Prof Adriann R. Guinto, (PUP). []GTA


WARTA PTM

Inaugurasi

Pelantikan Pejabat Sturuktural Kampus Unimus dengan menerapkan protokol kesehatan.

Unimus Adakan Pelantikan Pejabat Kampus

U

niversitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) adakan pelantikan dan penyerahan SK pejabat struktural di lingkungan kampus Unimus, Rabu (01/07). Dibuka oleh Prof Dr H Masrukhi, MPd selaku rektor, ia menyampaikan para struktural pejabat yang baru dilantik agar dapat memaju-

kan dan mengembangkan kampus Unimus menjadi universitas yang unggul, pendidikan yang maju, dan inovatif. “Saat ini Unimus telah mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam dunia pendidikan nasional. Pasalnya Unimus telah mencapai peringkat ke-61 dari 4.600 universitas negeri dan

swasta di Indonesia dan berada di peringkat ke-7 untuk seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Indonesia,” imbuh Prof Masrukhi. Prof Masrukhi juga menambahkan agar pejabat yang dilantik dapat saling bersinergi dan bekerja sama antar unit atau setiap sektor di lingkungan kampus. “Kampus Unimus diharapkan tidak hanya fokus pada bidang pendidikan saja, akan tetapi dapat menciptakan suatu benefit melalui pengembangan usaha produk Unimus,” ujarnya. []ABI

PTMA Lakukan Janji Pra Klinik

P

rodi S-1 Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) melaksanakan proses Angkat Janji Pra Klinik Mahasiswa di auditorium UMMI dipimpin Kaprodi S-1 Keperawatan Ria Andriani, MKep, Selasa (7/7). Sebanyak 38 mahasiswa mengikuti pelaksanaan angkat janji dengan menerapkan

Angkat janji mahasiswa Prodi Keperawatan UMMI, Selasa(7/7).

Edisi Juli - Agustus 2020

Warta PTM 15


WARTA PTM

Inaugurasi protokol kesehatan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Turut hadir Rektor UMMI Dr Sakti Alamsyah, MPd, WR II, serta pejabat struktural di lingku­ ngan Fakultas Kesehatan. Sementara itu, 260 mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mengikuti kegiatan upacara ucap janji secara daring, Sabtu (27/6). Acara ini diikuti 72 mahasiswa D-III Keperawatan, 11 mahasiswa D-III Kebidanan, 137 mahasis-

wa S-1 Keperawatan, dan 40 mahasiswa Profesi Ners. Lima perwakilan mahasiswa hadir langsung untuk mengikuti seremoni di lantai 7 gedung FK Unimus, sisanya mengikuti secara daring didampingi orang tua atau wali di rumah masing-masing. Ucap janji merupakan momentum bagi mahasiswa yang akan melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu praktik klinik di berbagai institusi kesehatan dan terjun langsung di masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mempersi-

apkan mahasiswa agar mengetahui dan mengerti apa yang menjadi etika, hak, dan kewajikan ketika melaksanakan praktik klinik. “Saat prosesi ucap janji, mahasiswa membacakan janji berisi kewajiban yang harus dilaksanakan dan ditepati mahasiswa ketika memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien, berupa janji untuk tidak membedakan pasien, mengutamakan pasien, dan memegang semua rahasia pasien,” terang Dr Ali Rosidi, SKM, MSi selaku Dekan Fikkes Unimus. []GTA

Pengukuhan Guru Besar UMSU Prof Dr Triono Eddy, SH, MHum di aula kampus UMSU, Sabtu (11/07).

U

niversitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengadakan sidang terbuka pengukuhan Guru Besar (GB) UMSU, Prof Dr Triono Eddy, SH, MHum di aula kampus setempat, Sabtu (11/07). Pengukuhan yang diadakan Rektor Dr Agussani dilaksanakan sesuai protokol Covid-19. Turut hadir anggota senat, Ketua BPH UMSU, Dr Bahril Datuk, Prof Dr Nawir Yuslem pejabat Forum komunikasi pimpinan daerah Sumatera Utara, serta para tokoh pendidikan dan tokoh masyarakat. Rektor UMSU mengungkapkan pengukuhan tersebut menambah jum-

16 Warta PTM

Edisi Juli - Agustus 2020

UMSU Kukuhkan Guru Besar lah GB UMSU. Hal ini menjadi spirit dan motivasi dosen lain untuk menggapai predikat tertinggi dalam keilmuan masing-masing. Dijelaskan, potensi penambahan guru besar sangat terbuka lebar. Dari 560 dosen yang dimiliki saat ini ada 205 dosen dengan jabatan fungsional lektor atau 31,7% yang berpotensi menjadi lektor kepala dan 50 dosen yang sudah lektor kepala atau total 28% yang berpotensi menjadi guru besar. Dalam kegiatan tersebut, Prof Dr Triono Edy, SH, MHum menyampai-

kan orasi ilmiahnya berjudul, "Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Bertumpu pada Kearifan Lokal Masyarakat Hukum Adat". Menurutnya, diperlukan pengaturan mengenai pengakuan, perlindungan dan pemberdayaan masyarakat adat secara komprehensif dalam suatu undang-undang. “Segeranya undang-undang ini disahkan, diharapkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam hal pengelolaan SDA dapat ditingkatkan,” tambahnya. []APR


WARTA PTM

Sigi

Paradigma Politik Muhammadiyah:

Epistemologi Berpikir dan Bertindak Kaum Reformis

S

Ridho Al-Hamdi Dosen Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Penerima Hibah RisetMu Batch III Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah

tudi ini merupakan telaah epistemologis terkait paradigma politik Muhammadiyah. Epistemologi merupakan metode yang digunakan oleh studi ini untuk meraih tujuan berupa sebuah paradigma yaitu “paradigma politik Muhammadiyah�. Untuk meraih paradigma tersebut, studi ini mengajukan empat pertanyaan: Bagaimana metode atau cara memperoleh sumber kajian tersebut? Bagaimana asal mula lahirnya kesadaran politik Muhammadiyah? Apa saja sumber kajian dalam kesadaran politik Muhammadiyah? Bagaimana tolok ukur kebenaran (validitas) dalam kesadaran politik Muhammadiyah? Secara metodologis, studi ini menggunakan dua metode menelaah paradigma politik

Muhammadiyah: fenomenologi dan induktif-deduktif. Kesadaran politik Muhammadiyah berasal dari empat sumber, yaitu (1) pengaruh ide-ide pembaruan Islam dari Timur Tengah terutama pemikiran-pemikiran Muhammad Abduh, (2) kesadaran pembebasan dari keterbelakangan/kebodohan, (3) kesadaran pembebasan dari penjajahan, dan (4) kesadaran pembeba­ san dari penetrasi Kristen. Sementara itu, sumber kajian kesadaran politik Muhammadiyah terbentuk melalui tiga tahap proses yang merepresentasikan dimensi waktu: pembentukan (masa lalu), struktur (masa kini), dan nasib (masa depan). Perjalanan pembentukan kesadaran politik Muhammadiyah sejak 1912 hingga 2020

Edisi Juli - Agustus 2020

Warta PTM 17


Ridho Al-Hamdi

dapat dibagi ke dalam dua tahap: tahap pertama adalah kesadaran individual (1912-1971) dan tahap kedua adalah kesadaran institusional (19712020). Alhasil, pembentukan kesadaran politik Muhammadiyah membentuk struktur akal politik Muhammadiyah yang terdiri dari dua madzhab utama: akal skripturalis-rasional sebagai akal dominan dan akal substansialis-pragmatis sebagai akal marjinal. Akal dominan adalah akal massa sedangkan akal marjinal adalah akal elite. Berpijak dua tahap tersebut, gagasan masa depan politik Muhammadiyah berpijak pada keyakinan, bahwa mendirikan partai politik bukanlah cara yang tepat untuk menyalurkan aspirasi politik Muhammadiyah di bawah sistem politik yang liberal seperti saat ini. Studi ini lebih menekankan diaspora kader-kader Muhammadiyah ke berbagai partai politik dan lembaga-lembaga strategis lainnya. Untuk menjalankan fungsi tersebut, pembentukan lembaga ad hoc bernama Pusat Strategi dan Pengembangan Kader Politik (PUSKAPI) adalah jalan tengah. Tentu massifikasi gerakan pemurnian dan reformasi terhadap sistem politik-demokrasi harus dilakukan guna mencari rumusan sistem pemerintahan terbaik

18 Warta PTM

Edisi Juli - Agustus 2020

bagi terwujudnya sebuah negeri yang dirindukan. Terakhir, tolok ukur paradigma politik Muhammadiyah mencakup tiga dimensi: “kesadaran diri” mewakili dimensi spiritualis (ilahiah), “teologi pembebasan” mewakili dimensi aktivisme sejarah (humanisme), dan visi “Islam berkemajuan” mewakili dimensi modernitas (teknologi). Artinya, paradigma “kesadaran politik yang membebaskan” dan berorientasi visi Islam berkemajuan menunjukkan sebuah kenyataan, bahwa paradigma politik Muhammadiyah bukanlah paradigma sufistik yang lari dari realitas, bukan paradigma sekuler yang jauh dari unsur ketuhanan, dan bukan pula paradigma yang hanya bergantung pada teknologi saja yang terkadang menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan. Paradigma politik Muhammadiyah adalah paradigma keseimbangan di antara tiga dimensi tersebut di atas. Tidak ada satu dimensi yang mendominasi dimensi yang lain karena satu sama lain saling mengimbangi sebagai paradigma yang kokoh tentang konsistensi cara berpikir (how to think) dan cara bertindak (how to behave).


WARTA PTM

Inovasi

Tim Umsida menjelaskan salah satu alat temuan. Sumber foto: Jawa Post.

Umsida Ciptakan 4 Teknologi di Masa Pandemi

U

niversitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) adakan sosialisasi kegunaan perangkat hasil riset di masa Covid-19, Senin (27/07). Empat karya terdiri

dari self paced learning and outcome based education berupa modul pembelajaran berisi rekaman selama Covid-19 yang dapat diakses mahasiswa tanpa menghabiskan kuota. Selanjutnya yaitu aplikasi bernama lapisan bumi dan bencana sebagai solusi pembelajaran seputar bumi dan bencana alam yang dapat diakses pula secara offline. Inovasi ketiga, alat pembaca pemakaian listrik jarak jauh yang dikenal dengan kWh Covid-19. Aplikasi ini sebagai solusi bagi masyarakat yang mengeluh adanya kenaikan listrik dikarenakan petugas pencatat meteran harus bekerja dari rumah selama pandemi. Alat ini mampu merekam pemakaian listrik setiap satuan waktu dan akan mengirimkan data melalui internet ke tempat lain. Terakhir, wastafel otomatis touchless dengan sel surya yang dapat meminimalkan sentuhan tangan. Hana Catur Wahyuni Wakil Rektor I Umsida berharap inovasi yang diciptakan dapat menjadi kontribusi Umsida pada masyarakat di masa pandemi. “Keempat perangkat tersebut memiliki potensi besar dalam membantu masyarakat untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan wabah virus Covid-19,� paparnya. []APR

BioTools dan BioStraw Ramah Lingkungan

M

ahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) menciptakan inovasi baru, yaitu BioTools dan BioStraw. BioTools merupakan peralatan makan dari mangkuk dan sendok yang bisa dikonsumsi langsung setelah digunakan. Sedangkan BioStraw, sedotan ramah lingkungan yang terbuat dari tepung tapioka. Inovasi ini datang dari dua tim yang beranggotakan Panji Agung Nugroho, Gradia Martin Jati Pramareti, Marwah

Edisi Juli - Agustus 2020

Warta PTM 19


Amalia, Annisa Ul Fitriyah, Muh Arif Pikahulan, dan Ineke Asri Mawaddah. Keenam mahasiswa tersebut berasal dari Prodi S-1 Bioteknologi UNISA angkatan 2019. Dijelaskan Panji, awal mula munculnya ide BioTools setelah melihat video di Youtube mengenai sendok yang bisa dimakan. Ia lalu berpikir di Indonesia belum ada yang mengimplementasikan ide tersebut. “Sedangkan untuk BioStraw ide awalnya dari banyaknya masalah yang ditimbulkan sedotan plastik, sementara alternatif yang tersedia kami anggap masih belum efektif,” tambah Panji Agung Nugroho saat dihubungi lewat Whatsapp. Pembuatan BioStraw menggunakan bahan dari tepung tapioka yang menghasilkan struktur sedotan yang cukup kuat.

Selain itu tepung tapioka relatif mudah didapat dan bersifat ramah lingkungan karena dapat terurai. Sementara, untuk BioTools bahan utamanya adalah tepung gandum utuh dan bekatul, karena keduanya memiliki kandungan serat tinggi sehingga saat dibentuk menjadi peralatan makan akan memiliki struktur yang kuat dan cukup tahan air. Ke depannya, Panji menuturkan kedua produk tersebut akan dikenalkan secara luas. Adanya mitra dapat mendukung produksi dan penjualan menjadi lebih merata. “Terakhir adalah mencari metode produksi yang efisien sehingga dapat diproduksi dalam jumlah besar dan dapat memenuhi kebutuhan pasar,” tutup Panji. []GTA

Foto Dr. Haris Hermawan, SE M. (Sumber foto: Times Indonesia)

Konsep Baru B2C Relationship Community

D

r. Haris Hermawan, SE MM resmi meraih gelar Doktor di Universitas Muhammadiyah Jember, Minggu (26/07). Mengangkat konsep B2C Relationship Community, hasil penelitian Dr Haris merupakan penemuan baru yang mengarah pada kualitas hubungan dari bisnis ke konsumen terhadap loyalitas pelanggan pada industri roti. “Saat ini perkem� bangan media sosial sangat pesat, namun hal ini belum dimanfaatkan oleh pengusaha roti sebagai alat marketing," ujarnya. Ia mengungkapkan konsep ini dapat menjadi solusi dan peluang baru bagi pemberdayaan individu yang tujuannya un-

20 Warta PTM

Edisi Juli - Agustus 2020

tuk saling bekerja sama dan berkarya satu sama lain. “Sehing� ga pada akhirnya dapat mencapai suatu keuntungan dengan memanfaatkan teknologi di mana pun berada,” tambahnya. Ke depannya, penelitian ini akan dikembangkan melalui post doctoral fellow oleh International Institute of Islamic Thought (IIIT) Washington DC dengan mentoring Prof Dr Habib Chirzin. “Penelitian ini juga mendapat apresiasi untuk joint reseach dari Wakil Rektor 1 Institut Teknologi TELKOM Surabaya Dr Bambang Lelono Widjiantoro,” papar Kaprodi Manajemen Fakultas Ekonomi ini. []ABI


WARTA PTM

Salindia

STKIP Muhammadiyah Kuningan jalin kerja sama dengan Sekolah Tinggi Kesehatan Kuningan (STIKKU), Senin (3/8).

Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) melakukan penandatanganan kerja sama Tridharma dengan Pengadilan Agama Kudus dan Pengadilan Negeri Kudus di ruang serbaguna UMKU, Selasa (4/8).

Rektor Universitas Muhammadiyah Palu Dr. H. Rajindra, SE., MM membuka secara resmi kegiatan pembekalan sekaligus melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik Angkatan 58 TA 2019/2020 melalui aplikasi Zoom Meeting dari Aula Rektorat UM Palu, Senin (27/7).

STIE Muhammadiyah Cilacap gunakan besek bambu sebagai media tempat daging kurban.

Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram meraih rekor MURI peserta terbanyak dalam penyelenggaraan Webinar Internasional “The Role of Pharmacists and Midwives in New Normal Era�, Sabtu (25/7)

Visitasi daring perubahan bentuk STKIP Muhammadiyah Bone menjadi Universitas Muhammadiyah Bone.

Edisi Juli - Agustus 2020

Warta PTM 21


WARTA PTM

Kronik

UMSB kerja sama dengan APPTIMA bedah buku Diaspora Indonesia di Brunei.

UMSB Bedah Buku “Diaspora Indonesia di Brunei”

U

niversitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) bekerja sama dengan Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Muhammadiyah & ‘Aisyiah (APPTIMA) menyelenggarakan bedah buku “Meraih Mimpi ke Luar Negeri: 71 Kisah Sukses Diaspora Indonesia di Brunei”, (24/07). Rektor UMSB, Dr Riki Saputra MA menyatakan webinar internasional ini bertujuan untuk mencermati peluang profesi “white collar” di Brunei yang pernah dan prospektif dimasuki pekerja

D

alam rangka mendukung Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah, dosen Prodi PG PAUD Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melakukan pengembangan program sains pada guru TK 'Aisyiyah 7 Kalidawir Tanggulangin Sidoarjo, (21/7). Kegiatan yang dilakukan secara berkala dari bulan Maret-Juni ini bertujuan untuk menanamkan sejak dini kebiasan berfikir terstruktur untuk

22 Warta PTM

Edisi Juli - Agustus 2020

migran Indonesia. Buku setebal 294 halaman karya Efri Yoni Baikoeni ini mengupas geliat perantau atau diaspora Indonesia di Brunei dalam beragam profesi. Terdapat 43 jenis pekerjaan yang sukses digeluti warga Indonesia di luar jabatan mainstream. Kisah yang disusun melalui teknik wawancara tersebut diawali sosok Awang Sukip yang dibawa dari Jawa sebagai romusha pada masa pendudukan Jepang, diakhiri cerita geliat mahasiswa Indonesia yang berburu beasiswa Brunei.

Conakry Marsono, Koordinator Fungsi Sosial Budaya KBRI Bandar Seri Begawan, turut memaparkan data Tenaga Kerja Indonesia sebagai kelompok terbesar disusul Filipina, Bangladesh, Malaysia, India, dan Pakistan. Ia juga menyebutkan pemerintah Brunei saat ini tengah melakukan eskalasi penerapan New Normal seperti pembukaan restoran, mengaktifkan kembali sekolah, dan lain sebagainya. Turut hadir, Ir Agus S Djamil, dosen UIN Syarif Hidayatullah sekaligus penerima “Pioneerism Award” Diaspora Indonesia. Webinar diikuti beragam kalangan seperti dosen UMSB, anggota APPTIMA, penggiat literasi, mahasiswa, dan umum. []APR

Umsida Lakukan Pengembangan Program Sains Guru TK menganalisis segala hal yang diamati pada anak. “Nantinya akan berdampak pada pola pikir anak hingga dewasa,” papar Choirun Nisak selaku ketua. Choirun menambahkan tiga program pokok yang akan diberikan yakni

pertama peningkatan kompetensi guru tentang konsep pembelajaran sains pada anak usia dini. Kedua penyusunan buku/modul pembelajaran sains untuk anak usia dini. Terakhir, pengadaan media, bahan dan alat penunjang simu-


lasi sains pada anak usia dini. Selain itu, sebagai peningkatan kompetensi guru dilakukan pelatihan tentang aplikasi pembelajaran sains. Pada pelatihan tersebut juga dilakukan praktik sains sederhana yang dapat diterapkan guru pada anak didiknya. "Jadi, sebagai acuan kegiatan praktik sains di kelas, maka tim pengabdian juga menyusun buku/modul pembelajaran sains di PAUD. Dengan adanya buku ini diharapkan dapat memudahkan guru mencari acuan praktik sains,” imbuh Fitria Wulandari anggota Abdimas. []APR Dosen UMSIDA Lakukan Pengabdian Masyarakat di TK ‘Aisyiyah 7 Kalidawir Tanggulangin Sidoarjo, (21/7). (Sumber foto: Harianbhirawa.)

UM Enrekang Raih MURI

UM Enrekang raih penghargaan MURI dalam bimtek pembuatan media pembelajaran daring.

U

niversitas Muhammadiyah Enrekang (UME) raih penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) pasca gelar pengabdian

S

TIKES Muhammadiyah Gombong (Mabogo) adakan Webinar Kebidanan dengan tema Pelayanan Kebidanan Berkualitas dalam Asuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan di Masa New Normal "Masa Kehamilan", (27/07).

masyarakat dengan bimtek pembuatan media pembelajaran media daring, (17/06). Ketua panitia, Agusriandi mengatakan kondisi wabah Covid-19

mengharuskan penyampaian materi melalui berbagai media seperti presentasi, video, media interaktif, atau android. "Pembuatan media pembelaja­ ran bukan berfungsi sebagai pengabdian kepada masyarakat namun kewajiban kami sebagai akademisi dan tenaga IT sekaligus warga negara untuk memberikan pengetahuan mengenai cara membuat media pembelajaran yang asyik," paparnya. Peserta melonjak dari target 1.000 menjadi 6.692 peserta sehingga meraih rekor MURI dengan peserta terbanyak. Dosen UME, Dian Firdiani memaparkan adanya kegiatan ini memberikan inovasi baru dalam model pembelaja­ ran daring agar tidak membosankan. Turut hadir Onno W Purbo Pakar IT Indonesia, Prof Kudang Boro Seminar Guru Besar IPB University, Rona Binham Praktisi dan Trainer Presentasi Desain, dan Bahyudin Nur Trainer dan Content Creator Youtube. []APR

STIKES Mabogo Adakan Webinar Kebidanan

Edisi Juli - Agustus 2020

Warta PTM 23


WARTA PTM

Kronik Diikuti 1.200 peserta dari seluruh Indonesia, kegiatan ini turut menghardirkan Wulan Rahmadhani, SST, MMR, Dr, Ph, Lulusan Program Doktoral Khon Kaen University of Thailand sebagai doktor pertama di program studi kebidanan program diploma tiga dan dr Wiwiek Widyaningsih, SpOG (K) merupakan dokter spesialis di RS PKU Muhammadiyah Gombong sebagai narasumber. Mengangkat tema Perencanaan Kehamilan di Masa New Normal, dr Wiwiek menyebutkan sebaiknya perencanaaan kehamilan di era New Normal ditunda terlebih dahulu karena masih beresiko. “Belum adanya penelitian yang menunjukkan ada tidaknya peningkatan resiko obstetric pada ibu hamil yang terpapar virus Covid-19,” papar Wiwiek. H Sarwono Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan AIK mengungkap-

"

Adanya konsep pembelajaran dengan mengolaborasikan antara pedagogi dengan teknologi mampu melahirkan model atau media yang menarik untuk diimplementasikan di dunia pendidikan, baik di perguruan tinggi atau sekolah." Demikian papar Nanan Abdul Manan selaku Ketua STKIP Muhammadiyah Kuningan membuka Webinar Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Matematika di Era New Normal, Kamis (9/7). Kegiatan ini mendukung pemanfaatan teknologi sehingga diharapkan dapat membantu guru, peserta didik, dan orang tua untuk dapat menikmati proses belajar mengajar yang lebih menarik dan menyenangkan dari rumah. Hal itu dimungkinkan sebab teknologi yang telah berkembang begitu pesat menyajikan beragam layanan dan aplikasi untuk pembelajaran. Ricki Yuliardi selaku narasumber memaparkan materi pembuatan media pembelajaran interaktif menggunakan aplikasi Geo Gebra dan Cabri 3D. “Pembelajaran dilakukan secara online dan wajib diikuti guru agar dapat belajar secara terampil dan mampu tampil kre-

24 Warta PTM

Edisi Juli - Agustus 2020

STIKES Muh Gombong adakan Webinar Kebidanan (27/07).

kan adanya perubahan situasi memerlukan ilmu terbaru yang diterapkan sehingga kualitas pelayanan kebidanan bisa optimal. “Berkualitas adalah suatu

tindakan yang berdasar ilmu, semoga webinar ini bermanfaat untuk kemajuan pembangunan Indonesia”, ucapnya. [] APR

Pemanfaatan Teknologi Pembelajaran Matematika

STKIPM Kuningan menyelenggarakan Webinar Teknologi Pembelajaran Matematika.

atif dalam memanfaatkan media pembelajaran bersama siswa,” jelas Ricki.

Dr. Nurjanah, M.Pd sebagai Invitation Guest Speaker turut mendukung ke-


giatan ini sebagai sarana bagi guru dan pendidik untuk mengembangkan diri dalam memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. “Kalau kita berani meng-

ajar, harus terus belajar. Sekarang tidak lagi merdeka belajar tetapi tetap belajar," ujar dosen pendidikan matematika UPI Bandung tersebut. Turut hadir se-

STIKESM Lhokseumawe Buka Prodi S-1 Gizi

Serah terima Surat Keputusan pembukaan Prodi S-1 Gizi di STIKESM Lhokseumawe.

S

TIKES Muhammadiyah Lhokseumawe resmi membuka S-1 Gizi setelah menerima surat keputus-

T

im pengabdian masyarakat dosen UM Pontianak melakukan pendampingan meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir. Ketua tim Dr Doddy Irawan, ST, MEng dan anggotanya Neni Triani SE, MM melakukan pendampingan pada mitra Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Perintis di Desa Sengkubang Kabupaten Mempawah, Jumat (16/7). Kegiatan ini berupa edukasi protokol kesehatan pada tempat usaha, sosialisasi manajemen pengolahan, strategi pemasaran produk dan pengemasan, serta pelatihan pemasaran daring. Dr Dody mengungkapkan kegiatan didanai Ristek BRIN tahun 2020. "Pendampingan selama 6 bulan ke depan tetap dilakukan kepada mitra," jelas Dr Dody. Misnah ketua kelompok Poklahsar

an Mendikbud RI. “Sebuah kehormatan dan kebanggaan kepada kami selaku pengelola perguruan tinggi karena

laku narasumber Indri Noor Aini, dosen Prodi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Karawang. []APR

mendapat kepercayaan membuka prodi S-1 Gizi yang kedua di Aceh,” papar Ns Mursal MKep selaku Ketua STIKESM Lhoksumawe. Ia melanjutkan, Prodi Gizi harus mampu menciptakan peluang kerja dari kreatifitas bukan mengharapkan status sebagai pegawai negeri. "Bangun kerja sama dengan perusahaan yang berkaitan dengan program yang dimiliki prodi atau bermitra dengan PTN/PTS di dalam dan luar negeri untuk menciptakan sesuatu dan melakukan riset,” tambahnya. Sependapat, sekretaris LLDIKTI XIII Wilayah Aceh, Dr Ilham Maulana, mengucapkan selamat atas pembukaan prodi baru STIKESM Lhokseumawe. Ia berharap STIKESM Lhokseumawe dapat bergerak lebih cepat, serta membangun kemitraan dengan Prodi Gizi lainnya yang ada terutama di bawah Persyarikatan Muhammadiyah. []APR

UM Pontianak Pendampingan Mitra Poklahsar

Penyerahan bantuan teknologi dan sarana protokol kesehatan untuk usaha.

Edisi Juli - Agustus 2020

Warta PTM 25


WARTA PTM

Kronik Perintis, mengapresiasi kegiatan ini. Ungkapan terima kasih diberikan kepada tim pengabdian UM Pontianak dan Ristek BRIN atas perhatian yang diberikan kepada kelompoknya. "Kami sangat beruntung bisa mendapatkan ilmu

yang sangat bermanfaat bagi kelompok kami," ujar Misnah. Selain edukasi, pada kesempatan tersebut tim juga memberikan bantuan berupa teknologi tepat guna serta sarana pendukung protokol kesehatan di

UML Adakan Lokakarya LMS

Pelakasanaan lokakarya LMS di Aula K.H Ahmad Dahlan UML lantai 3, Selasa (21/7).

S

elasa-Rabu (21-22/7), Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) menggelar lokakarya Learning Management System (LMS) untuk seluruh dosen tetap persyarikatan dan dosen

UML di Aula K.H Ahmad Dahlan UML lantai 3. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memaksimalkan pelaksanaan sistem daring baik untuk perkuliahan maupun pelayanan.

PTMA Selenggarakan KKN Daring

M

asih merebaknya Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan antusias pengabdian masyarakat yang dilakukan PTMA. Hal ini terlihat dari semakin inovatifnya program PTMA untuk kegiatan KKN mahasiswa. UMY menjadi salah satu PTMA yang melaksanakan inovasi KKN berkonsep IT. Sejauh ini, UMY sudah melakukan pelepasan tiga macam KKN yang berdasar-

26 Warta PTM

Edisi Juli - Agustus 2020

Pelepasan KKN Reguler berbasis IT UMY, Rabu (29/7).

tempat usaha. Pemberian tersebut diharapkan dapat membantu pengolahan dan pemasaran produk lebih efektif efisien serta kelompok Poklahsar Perintis dapat tetap produktif dan sehat di masa pandemi ini. []GTA

Rektor UML Dr H Dalman MPd menjelaskan untuk menunjang perkuliahan daring secara penuh, UML telah memiliki aplikasi khusus yang disebut SPADA. SPADA UML menjadi tempat dosen mengunggah bahan ajar, aktivitas dosen dan mahasiswa, serta interaksi antar mahasiswa. "Perkuliahan daring ini sebenarnya sudah sejak lama digodok UM Lampung. Namun pelaksanaannya masih mengalami hambatan seperti biaya yang memberatkan mahasiswa," ujar Dr Dalman. Lebih lanjut UML berkomitmen agar ke depannya sistem daring maupun blended learning bagi calon mahasiswa yang sudah bekerja dapat dilaksanakan. Selain itu Rektor UML berharap agar pemerintah segera menyelesaikan infrastruktur jaringan serta regulasi mengenai pelaksanaan pendidikan daring. "Ini penting, karena sebuah keniscayaan di era digitalisasi terlebih di tengah pandemi sekarang ini. Semoga dosen dan mahasiswa dapat menggunakannya secara gratis,� jelas Dr Dalman. []GTA


kan pada IT, yaitu KKN Muhammadiyah Mengajar berbasis IT, KKN Tematik Kesehatan berbasis IT, dan KKN Reguler berbasis IT. Segala bentuk kegiatan KKN ini tidak akan jauh dengan penggunaan jaringan. Namun, kepala LP3M UMY, Dr Ir Gatot Supangkat, MP, IPM mengungkapkan jika dalam pelaksanaannya tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan secara luring. Semua ini akan bergantung dengan kondisi tempat KKN dilakukan. “Frekuensi interaksi mahasiswa dengan masyarakat tidak akan terlalu sering, tergantung dengan status dari daerah yang mahasiswa tempati untuk kegiatan KKN Reguler ini,” ujar Gatot dalam pelepasan KKN Regu-

T

idak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Fakultas Kedokteran UM Palembang menggelar tes tahap 2 gelombang I dengan penerapan protokol Covid-19 ketat. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran yang dikeluarkan FK UM Palembang yang mengatur pelaksanaan tes 13-14 Juli 2020. Rektor UM Palembang, Dr Abid Djazuli, SE, MM, menjelaskan penerapan itu diharapkan dapat mencegah penularan. “Sehingga pelaksanaan ujian dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan aman, meskipun dilaksanakan di suasana pandemi Covid-19,” tambah Dr Abid. Selain membatasi jumlah peserta dalam ruangan, setiap peserta wajib menggunakan masker dan face shield. Sebelum memasuki ruangan, peserta ujian diukur suhunya dan dilakukan anamnesi singkat (gejala demam, batuk, dan pilek). Jika ditemukan gejala tersebut, peserta dinyatakan sakit dan

ler, Rabu (29/7). UM Gresik juga melakukan hal serupa. Program KKN yang diikuti 635 mahasiswa ini akan dilakukan 100% tanpa kontak fisik dengan masyarakat. Hal ini dilakukan sesuai anjuran pemerintah dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat. Dr Khoirul Anwar, MPd, WR I UM Gresik, dalam sambutannya menyampaikan bahwa prioritas utama mahasiswa pada program KKN tetap pada kesehatan. Dr Khoirul mengatakan apapun kegiatannya, kesehatan merupakan yang utama, sehingga bisa dimunculkan alternatif-alternatif yang dapat diambil untuk menggantikan kegiatan yang semula membutuhkan tatap

Ujian Masuk FK UM Palembang Terapkan Protokol Covid-19

Hari pertama pelaksanaan tes masuk FK UM Palembang, Senin (13/7).

tidak diperkenankan mengikuti tes di gelombang I. Peserta tetap dapat

UMSB Terima Hibah Tanah Pemko Padang Panjang

U

muka,” ujar Khoirul dalam pembekalan KKN Genap 2020 secara daring, Jumat (10/7). Sementara itu, Rabu (1/7) LPPM UM Jakarta resmi menggelar KKN UMJ online 2019/2020 dengan tema “Bersama UMJ Bersinergi Memberdayakan Masyarakat”. KKN online ini diikuti 1.254 mahasiswa, 81 DPL, dan tersebar di 20 provinsi. Tata kelola KKN online dilakukan berbasis web, mulai dari pendaftaran, monitoring evaluasi, pembimbingan dosen DPL, dan para mahasiswa melakukan kegiatan nyata di domisilinya. KKN online UMJ bermitra dengan Pemda DKI Jakarta, BRI, dan beberapa instansi lain. []GTA

niversitas Muhammadiyah Su- patkan hibah tanah seluas 5,7 ha dari Pematera Barat (UMSB) menda- merintah Kota Padang Panjang. Nota ke-

mengikuti ujian masuk, namun akan dialihkan tes tahap 2 gelombang II. []GTA

sepahaman hibah tanah ditandatangani langsung oleh Walikota Padang Panjang H Fadly Amran dan Rektor UMSB Dr Riki Saputra di Aula Balaikota, Selasa (21/7). Fadly menyatakan, penyerahan tanah kepada UMSB merupakan bagi-

Edisi Juli - Agustus 2020

Warta PTM 27


WARTA PTM

Kronik an dari strategi Pemko Padang Panjang dalam memperkuat posisi kota sebagai sentral penddikan. “Tanah yang kita hibahkan itu lokasinya dekat kantor Dinas Pendidikan saat ini. Bila kita lihat dari desain pembangunan kawasan, lahan, posisinya di gerbang jalan tol yang menghubungkan Padang dengan Pekanbaru. Kami berharap, pihak UMSB sudah dapat membangun kampus baru itu pada 2022,” terangnya. Dr Riki mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Pemko Padang Panjang menghibahkan tanah untuk pembangunan kampus UMSB. Diungkapkan olehnya, UMSB juga telah menerima hibah tanah seluah 15 ha dari Pemkab Padang Pariaman. “Kita bangun kampus FKIP yang lebih representatif di tanah hibah Pemko Padang Panjang. Lokasi yang sama juga menjadi pusat program

Penandatanganan nota kesepahaman hibah tanah Pemko Padang Panjang di Aula Balaikota, Selasa (21/7)

Pascasarjana Ilmu Pendidikan. Sedangkan di Tarok City akan dibangun kampus lima. Saat ini UMSB sedang fokus membangun kampus IV untuk Fakultas Perta-

UMSU Kembangkan Dakwah Lewat Kerja Sama

Penandatanganan naskah kerja sama di Kampus Pascasarjana UMSU, Selasa (21/7).

S

elasa (21/7), Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr Agussani MAP dan

28 Warta PTM

Edisi Juli - Agustus 2020

pimpinan Tarekat Naqsabandiyyah Khalidiyyah Besilam-Babusalam, Tuan Guru Besilam, Dr Zikmal Fuad mela-

nian, Rumah Sakit UMSB, dan Fakultas Kedokteran di Payakumbuh,” jelas Rektor UMSB. []GTA

kukan penandatanganan naskah kerja sama dalam peningkatan tridharma perguruan tinggi di Kampus Pascasarjana UMSU. Kerja sama merupakan bagian dari memperkuat silaturahmi dan kebersamaan umat Islam untuk kemajuan dan pengembangan dakwah. Dr Agussani menyatakan kerja sama telah mendapat dukungan dari PP Muhammadiyah. "PP Muhammadiyah menyambut baik kegiatan ini karena membawa kemajuan pendidikan khususnya dan umat Islam umumnya," terangnya. Sementara, Tuan Guru Besilam, Dr Zimal Fuad melihat kerja sama ini menjadi suatu kebanggan tersendiri, terlebih dengan adanya perbedaan pemahaman antara kedua institusi. Menurutnya, umat Islam sudah seharusnya tidak terjebak dengan sifat furu'iyah dan yang melahirkan perdebatan. "Saat ini bagaimana kesatuan dan kebersamaan dalam memajukan umat Islam di masa depan," paparnya. Penandatanganan naskah kerja sama ditandai dengan penyerahan surat pengangkatan sebagai dosen tetap kepada Tuan Guru Besilam, Dr Zikmal Fuad. []GTA


I

katan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UM Purwokerto melakukan kegiatan pengabdian ma� syarakat di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (2/7). Bantuan berupa sabun cuci tangan dan paket sembako kepada masyarakat, pengajar, dan guru honorer. “Terdapat 30 SMP dan SMA Muhammadiyah yang ada di kabupaten Banyumas yang akan diberikan 1.000 botol sabun cuci dan ratusan paket sembako sebagai pemenuhan kebutuhan dasar bagi mereka,” ujar Teguh Eko Prasetya selaku Ketua Panitia. Pada kesempatan tersebut IMM Purwokerto juga memberikan eduka�si mengenai Adaptasi Kehidupan Baru seperti pendidikan secara virtual, dan pembuatan sabun cuci tangan sederhana untuk kebutuhan protokol kesehatan mereka. WR UM Purwokerto, Akmad Darmawan, MSi memberikan apresiasi dan dukungan yang besar kepada IMM Purwokerto dalam melakukan kegiatan

IMM UM Purwokerto bagikan Sembako

Kegiatan Penyuluhan Adaptasi Kebiasaan Baru oleh IMM UM Purwokerto

amal dan pengabdian masyarakat. Kepala sekolah SMA Muhammadiyah Eko Kuswanto, SAg, MH juga berkomentar mengenai aksi pengabdian

Dosen FT Unmuha Raih Profesi Insinyur

Potret UMP diambil dari sisi atas.

T

ujuh dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas Muh Aceh (Unmuha) lulus program profesi in�sinyur dari Universitas Muslim Indonesia Makassar. Ketujuh dosen tersebut mengikuti pelaksanaan wisuda virtual

di Kampus Unmuha dengan dihadiri Rektor Unmuha Dr Aslam Nur, MA, wakil rektor, serta pejabat struktural la�innya, Sabtu (4/7). Sebelumnya pada tanggal 19 Juni 2020, Ketua Umum Pengurus Pusat

masyarakat ini. Diharapkan IMM terus menjadi organisasi yang tangguh dalam kepedulian untuk membantu dan mengabdi kepada masyarakat. []ABI

Persatuan Insinyur Indonesia Dr Ir Heru Dewanto, IPU ASEAN Eng, telah melakukan proses pengambilan sumpah secara virtual kepada tujuh dosen FT Unmuha. Acara tersebut dirangkai� kan juga dengan kegiatan seminar paper bagi setiap wisudawan bertemakan “The 6th Professional Engineering Program Colloquium” pada 6 Juni 2020. Dekan FT Unmuha, Hafnindar, men� dapatkan nominasi sebagai Best Paper. Hafnidar mengatakan walaupun berada pada situasi pandemi Covid-19 seperti ini, sejak memulai perkuliahan sampai wisuda ia dan rekan-rekannya dapat mengikuti dengan baik. Hingga saat ini, 17 dosen Fakultas Teknik Unmuha telah meraih gelar IPP, IPM, dan, IPU sedangkan 5 dosen FT Unmuha sedang mengambil gelar pro� fesi ASEAN Eng. Hafnidar menjelaskan dengan bertambah banyaknya mutu SDM yang profesional, FT Unmuha akan lebih mudah untuk membuka program studi profesi insinyur.[]ABI

Edisi Juli - Agustus 2020

Warta PTM 29


WARTA PTM

Kronik UM Surabaya Gandeng Bonek Suarakan AKB

Penyerahan bantuan pencegahan Covid-19 dari UM Surabaya ke perwakilan Bonek, Kamis (23/7). Sumber: tribunjatim.com

U

M Surabaya serahkan bantuan 10.000 masker, 250 face shield, dan 50 hazmat kepada perwakilan suporter Persebaya. Bantuan diberikan Rektor UM Surabaya di Kantor Manajemen Persebaya Store Surabaya

S

elasa (4/8), UMS gelar sumpah profesi perawat angkatan ke21. Sebanyak 55 mahasiswa mengikuti prosesi sumpah secara daring, sementara 11 mahasiswa mengikuti secari luring. Ketua Program Profesi Ners UMS Sulastri, S.Kep., M.Kes mengungkapkan pengambilan sumpah awalnya dilaksanakan pada 24 Maret 2020. Namun adanya pandemi membuat acara harus diundur dan diselenggarakan secara daring dari rumah masing-masing. “Dari 66 lulusan 24 mahasiswa mendapatkan IPK 4.0. Sementara IPK terendah yaitu 3.67. Sehingga rata-rata lulusan profesi keperawatan angkatan ke-21 ini 3,9,” terangnya. Dr. Sofyan Anif, M.Si selaku Rektor UMS menyampaikan pesan kepada lulusan agar terus mengabdi kepada masyarakat dengan menerapkan ilmuilmu yang telah didapatkan sebaikbaiknya. “Lulusan-lulusan ini menjadi

30 Warta PTM

Edisi Juli - Agustus 2020

Town Square (Sutos), Kamis (23/7). “Ini bagian dari upaya UM Surabaya untuk mengedukasi masyarakat, salah satunya yang kita lakukan menggandeng suporter Persebaya yang biasa disebut juga Bonek,” papar Rektor UM Surabaya dr.

Sukadiono. Dipilihnya Persebaya menjadi penerima bantuan ini mengingat Persebaya sebagai salah satu kelompok suporter bola terbesar di Indonesia. Selain itu Bonek terus menyuarakan gerakan untuk melawan Covid-19 dengan gerakan Tri Wani yang merupakan seruan untuk wani (berani) memakai masker, wani cuci tangan, dan wani jaga jarak. "Dengan pemberian face shield dan APD ini diharapkan agar Bonek dan Bonita semakin semangat dalam menjalankan agenda Tri Wani. Kami titipkan ke Bonek karena selalu tepat sasaran," tambah dr. Sukadiono. Sebelumnya UM Surabaya dan Persebaya Surabaya juga telah melakukan kerja sama dalam rangka memberikan akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat Kota Surabaya, khususnya bagi Bonek dan Bonita. Beasiswa diberikan bagi Bonek dan Bonita yang mendaftarakan diri sebagai mahasiswa UM Surabaya melalui jalur undangan di TA 2020/2021. []GTA

UMS Gelar Sumpah Profesi Ners Angkatan XXI

Dokumentasi Sumpah Profesi UMS secara daring.

capaian yang luar biasa karena banyak yang mendapatkan nilai cumlaude. Ini Sebagai bukti kualitas pendidikan di

Prodi Keperawatan dan Prodi Profesi Ners FIK UMS yang sudah terakreditasi A,” tutup Dr. Sofyan.[]


Edisi Juli - Agustus 2020

Warta PTM 31


Profil PTM

WARTA PTM

Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

PTMA Pertama Deklarasikan IT Based Paperless University

Gedung Universitas Muhammadiyah Kalimatan Timur.

U

niversitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) merupakan hasil pengabungan STIKES Muhammadiyah Samarinda dan STIE Muhammadiyah Samarinda dengan penambahan 10 program studi baru. SK Nomor 463/KPT/I/2017 pada tahun 2017 menjadi cikal bakal berdirinya UMKT. UMKT mempunyai dua kampus induk dengan luas area 15ha. Kampus 1 UMKT terletak di Komplek Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Jalan Ir. H. Juanda No. 15 dan Kampus 2 UMKT terletak di Jalan Pelita Komplek Pesona Mahakam. Saat ini UMKT memiliki 4 fakultas dan 16 program studi dengan jumlah mahasiswa lebih dari 2.000 dan karyawan lebih dari 120.

Unggul Berbasis Teknologi “Pada tahun 2037, UMKT menjadi universitas islami berbasis teknologi informasi yang unggul dan berkontribusi dalam penyelesaian sosial dan lingkungan,� ujar Prof. Dr. H.

32 Warta PTM

Edisi Juli - Agustus 2020

Bambang Setiaji selaku Rektor UMKT saat ditanyakan mengenai visi dari UMKT. UMKT menyadari masuknya era revolusi 4.0 teknologi memberikan pengaruh besar dalam perubahan zaman termasuk pendidikan. Oleh karena itu, UMKT bertekad untuk mengambil bagian dalam kontribusi menciptakan SDM yang sejalan dengan visi UMKT tersebut. Sebagaimana ciri khas Muhammadiyah, UMKT dibangun untuk mengembangkan dimensi-dimensi manusia secara seimbang, baik moral-spiritual, intelektual, fisik, dan keterampilan bekerja. UMKT diharapkan menjadi pusat pendidikan yang mampu menjadi wadah untuk belajar mengajar dengan memanfaatkan teknologi modern. Diakui oleh Prof Bambang, UMKT ingin mewujudkan kebebasan akademik yang bertanggung jawab, kejujuran, keterbukaan, kesetaraan, non diskriminatif, dipandu dengan pendidikan moral dan aqidah Islam. Semuanya itu untuk membangun kualitas sum-


PTMA Pertama Deklarasikan IT Based Paperless University

ber daya manusia yang unggul, religius, modern, dan mengerti permasalahan bangsa.

Paperless University UMKT sebagai lembaga pendidikan tinggi di bawah amal usaha Muhammadiyah dikenal masyarakat dengan reputasi universitas yang unggul di bidang IT. UMKT selalu fokus pada target-target yang sudah dibuat dengan memaksimalkan teknologi yang sudah ada. Jargon IT Based Paperless University yang diusungnya bukanlah main-main belaka. UMKT berusaha memaksimalkan IT dalam setiap lini kegiatan universitas. Segala proses belajar mengajar telah menggunakan IT. Kurikulum IT menjadi mata kuliah wajib bagi seluruh prodi. Semua sistem dibangun berdasarkan IT sehingga mengurangi jumlah pemakaian kertas. Inovasi terus dilakukan dengan cepat dan tepat. Pembuatan modul untuk menunjang pembelajaran daring terus dilakukan. Saat ini UMKT mengimplementasikan openlearning.com untuk platform Massive Open Online Course (MOOC). “Alhamdulillah dengan adanya covid, UMKT dapat membuat 200 modul dalam tiga bulan. September nanti akan kami buat 200 lagi,� ujar Rektor UMKT tersebut ketika memaparkan progres kegiatan kampus dalam webinar "Strategi Eksistensi PTMA di Tengah Anomali Covid-19: antara Ketidakpastian dan Keunggulan" yang diselenggarakan Majelis Diktilitbang PPM, Kamis (21/5). Di samping itu, UMKT juga mengembangkan paperless library yaitu perpustakaan yang menyediakan berbagai informasi dan koleksi pustaka dalam bentuk digital. Perpustakan jenis ini merupakan kelompok workstations yang saling berkaitan dan terhubung dengan jaringan (networks) kecepatan tinggi. Hal ini tentu memudahkan sivitas akademika mengakses koleksi perpustakaan tanpa terbatas jarak dan waktu. Hingga kini, perpustakaan UMKT telah memilki berbagai koleksi pustaka berupa buku, jurnal ilmiah, dan beberapa database jurnal internasional, seperti ProQuest, EBSCO, Bookless, Dspace, Paperless, dan lain-lain. Komitmen Fasilitasi Mahasiswa UMKT percaya, memfasilitasi mahasiswa dengan baik wajib hukumnya. Infrastruktur memadai harus disiapkan. Terbukti dengan adanya ruang kuliah lengkap beserta komputer, LCD projector, sound system, dan AC yang tersedia di setiap ruangan. Tak ketinggalan, terdapat berbagai laboratorium seperti laboratorium keperawatan, laboratorium kesehatan lingkungan, laboratorium mikrobiologi, laboratorium komputer dan internet, serta laboratorium bahasa. Beberapa fasilitas tambahan lainnya seperti, kantin, mushola, free

Peletakan Batu Pertama Gedung Baru Bung Karno UMKT oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si..

internet hot spot, dan yang lain juga tersedia. UMKT selalu berusaha untuk memberikan berbagai macam program yang membantu pengembangan intelektual dan produktivitas mahasiswanya. Pemberian beberapa beasiswa seperti beasiswa kader, PPA, KIP Kuliah, dan Prestasi Seni Olahraga diharapkan dapat mendorong semangat mahasiswa. Sementara itu, kerja sama dalam negeri dan internasional memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkompetisi di lingkup yang lebih luas. Sejauh ini UMKT mencatat sebanyak 231 perjanjian kerja sama dalam negeri dan 62 perjanjian kerja sama luar negeri yang sudah terjalin. Sebagian besar dari kerja sama itu juga telah terimplementasi aktif dan bersifat reciprocal. Sepuluh negara mitra kerja sama antara lain dengan Filipina, Thailand, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia, Iran, Inggris, Australia, Cina, dan salah satu organisasi ASEAN yaitu SEAMOLEC. Aktif terlibat dalam setiap kegiatan mahasiswa dan menampung segala aspirasi dengan memanfaatkan engagement sosial media menjadi salah satu kunci UMKT memahami kebutuhan mahasiswa. Di era digital ini, media sosial merupakan pilihan yang tepat dalam menjangkau anak muda. Beberapa konten kreatif telah dibuatnya, salah satunya UMKTalks. UMKTalks merupakan podcast resmi UMKT untuk berbagi ide-ide cerdas dan membicarakan topik hangat yang tengah terjadi. Pembicaranya pun tak terbatas untuk kalangan dosen, namun bisa mahasiswa dan karyawan lainnya. Selain dapat berinteraksi langsung degan mahasiswa lama, membangun citra kampus di media sosial dengan serius juga membantu branding kampus yang positif. Tak ayal, hal ini juga merupakan strategi penting dalam menggaet para calon mahasiswa dan menambah jumlah pendaftar di UMKT. []GTA

Edisi Juli - Agustus 2020

Warta PTM 33


Profil PTM

WARTA PTM

Rektor Universitas Muhmmadiyah Kalimantan Timur Prof. Dr. H. Bambang Setiaji

UMKT sebagai Center of Excellence di Kalimantan Timur

S

iapa yang tidak mengetahui sosok berpembawaan tenang dan bijaksana ini? Reputasinya dalam mengelola perguruan tinggi tidak bisa diragukan lagi. Dua periode menjadi rektor di UM Surakarta, Prof. Dr. H. Bambang Setiaji berhasil membawa banyak perubahan dan inovasi. Setelah itu ia didapuk menjadi rektor pertama UM Kalimatan Timur pada tahun 2017. Di bawah kepemimpinan Prof Bambang, UM Kalimantan Timur mengalami perkembangan yang menggembirakan. Peningkatan terus diupayakan. Pandangannya yang visioner merupakan modal dalam menyongsong era digitalisasi. Prof Bambang optimis UM Kalimantan Timur siap untuk menjadi universitas islami yang unggul dan berbasis pada teknologi informasi.

34 Warta PTM

Edisi Juli - Agustus 2020

Bersama reporter Warta PTM, Prof Bambang memaparkan mengenai perjalanannya dalam pengembangan UM Kalimantan Timur.

Bagaimanakah perkembangan UM Kalimantan Timur dari awal berdiri hingga sekarang? Alhamdulillah, sejak awal didirikan hingga saat ini UMKT mengalami peningkatan, dari tahun ke tahun dan peminat UMKT terus bertambah. Apa arti UM Kalimantan Timur bagi Bapak? UMKT sebagai wahana untuk berjuang dalam rangka memberikan kontribusi untuk terwujudnya kualitas SDM yang unggul dan berkarakter. Selain itu tentunya untuk menjadi sarana mewujudkan cita-cita, misi, dan tujuan persyarikatan


UMKT sebagai Center of Excellence di Kalimantan Timur

Bagaimana Bapak melihat UM Kalimantan Timur 10 tahun ke depan? Sepuluh tahun ke depan, UMKT akan menjadi institusi yang unggul dalam penyelenggaraan tridharma, menghasilkan lulusan yang berkualitas baik, dan telah menghasilkan produk-produk IPTEKS yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan demikian, sebagian besar program akan menjadi pilihan utama masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi Bagaimana strategi Bapak mewujudkan visi dan misi UM Kalimantan Timur? Strategi mewujudkan visi misi yang telah dicanangkan dilakukan dengan fokus pada pembangunan organisasi universitas yang kuat dengan sistem yang baik, SDM produktif dan berdaya saing, didukung oleh IT yang maju dan sustainable. Kepemimpinan seperti apa yang Bapak terapkan sebagai Rektor UM Kalimantan Timur? Kepemimpinan partisipatif yang mendorong semaksimal mungkin efektifitas dan efisiensi sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi. Bagaimana pandangan Bapak mengenai pendidikan jarak jauh di era ini? Seberapa besar urgensinya? Pendidikan jarak jauh sudah menjadi kebutuhan dan suatu keharusan untuk diimplementasikan di perguruan tinggi, meskipun masih diperlukan masa adaptasi untuk meningkatkan akseptabilitasnya di kalangan dosen, mahasiswa, dan juga masyarakat. Model blended learning menjadi pilihan yang ideal saat ini dan ke depan untuk mengkombinasikan antara fleksibilitas pembelajaran dan adanya kebutuhan untuk tetap adanya metode pembelajaran face to face untuk tercapainya kompetensi yang utuh pada setiap mahasiswa. Apa saja hambatan/tantangan yang dihadapai Bapak selama menjabat sebagai rektor di UM Kalimantan Timur? Pada masa awal berdirinya UMKT, sebagaimana di mana pun organisasi pada umumnya, persoalan konsolidasi organisasi tentunya menjadi sesuatu yang lazim untuk diselesaikan.

Bagaimana cara Bapak menghadapi hambatan/ tantangan tersebut? Upaya memadukan seluruh potensi yang ada dengan beragam latar belakang dan kualifikasi tentunya akan terus di maksimalkan dalam rangka meraih cita-cita bersama untuk meraih keunggulan. Melihat pentingnya SDM dalam sebuah lembaga, seberapa penting peran internal tim dalam membangun UM Kalimantan Timur? Sangat penting, tanpa SDM yang baik, tidak akan tercipta kondisi organisasi yang baik. Apa langkah terdekat yang ingin Bapak lakukan untuk membangun UM Kalimantan Timur? Pembangunan sarana dan prasara karena tingginya minat pendaftar ke UMKT. Begitu pun dengan pengembangan SDM (doctoral). Apa sajakah gagasan-gagasan dan targettarget UM Kalimantan Timur ke depan? Ke depan UM Kalimantan Timur memiliki target untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul dan Center of Excellence dalam mencetak SDM yang berkarakter, berwawasan dan berkemajuan, serta menghasilkan produk IPTEKS yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Sedangkan terobosan-terobosan yang akan dilakukan di antaranya adalah (1) Menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas yang mengedepankan character building dan ditopang oleh IT yang maju. (2) Mengembangkan SDM dosen dengan target pada tahun 2037 80% dosen telah berkualifikasi minimal Strata-3. (3) Mengakselerasi produktivitas dosen untuk menghasilkan penelitian, pengabdian masyarakat dan publikasi ilmiah yang unggul baik dalam hal kualitas maupun kuantitasnya. Training-training yang spesifik untuk capacity building dosen secara terus menerus dilakukan. []GTA

Edisi Juli - Agustus 2020

Warta PTM 35


Profil PTM

WARTA PTM

Institut Teknologi Dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Jakarta

Berbasis Socio-Entrepreneur dan Nilai Islam

Gedung ITB Ahmad Dahlan dan Rektor Dr. Mukhaer Pakkanna, SE., MM.

“

Alhamdulillah, selama masa Covid-19 ini, ITB Ahmad Dahlan Jakarta memperoleh penghargaan sebagai salah satu Kampus Terbaik se-LLDikti Wilayah III DKI Jakarta dalam melakukan inovasi dan berkontribusi pada kegiatan kerelawanan selama masa pandemi,” ujar Dr Mukhaer Pakkanna, SE MM selaku Rektor ITB AD Jakarta saat diwawancarai Reporter Warta PTM, Kamis (23/7). Berbasis keuangan, perbankan, dan ekonomi sebagai core kompetensi kampus, ITB AD memulai perkembangannya pada 1 Januari 1968 dengan nama Akademi Bank Muhammadiyah (ABM). Semakin berkembang, perguruan tinggi yang berlokasi di Tanggerang Selatan ini merubah nama menjadi STIE Ahmad Dahlan sebelum beralih menjadi ITB Ahmad Dahlan Jakarta. Selain mengubah bentuk dan nama, kampus ini juga bercita-cita untuk melahirkan talenta di bidang socio-entrepreneur dengan kemampuan dan penugasan di bidang bisnis yang dipadukan dengan teknologi.

36 Warta PTM

Edisi Juli - Agustus 2020

Perpaduan Bidang Bisnis, Teknologi, dan Nilai Islam Dengan 3.875 mahasiswa, kampus ini juga memiliki dua fakultas yaitu Fakultas Ekonomi dan Digital dan Fakultas Teknik dan Desain. Beberapa program studi yang dimiliki yaitu S-1 Sistem Informasi, S-1 Teknologi Informasi, S-1 Arsitektur, S-1 Desain Komunikasi Visual (DKV) dan S-1 Manajemen & D-3 Keuangan dan Perbankan. “Sebagai kampus yang ingin memadukan unsur ekonomi, bisnis dan teknologi, maka terobosan-terobasan yang kami lakukan adalah mengubah kurikulum, mengubah mindset, dan orientasi,” ujar Dr Mukhaer. Menjadikan Badan Pengembangan Usaha (BPU) sebagai bussines center ITB AD juga mengembangkan usahanya dengan beberapa persero. Hal ini dilakukan sebagai ikhtiar agar sumber pendapatan kampus tidak hanya bergantung pada pembayaran uang dan iuran mahasiswa. Dalam aspek kurikulum, kampus ini juga mengemas orientasi kurikulum dengan corak pengembangan dan perpaduan teknologi dan bisnis yang berdasarkan pada nilai-nilai Islam berkemajuan.


Pusat Unggulan Ilmu Sosial dan Politik

Dr. Mukhaer Pakkanna saat sambutan pada perkulihan perdana ITB-AD Tahun Akademik 2019/2020 di Auditorium Syafruddin Prawiranegara, Gedung ITB-AD Kampus Ciputat. ITB-AD siap kembangkan digital campus millennials dan menjadi socio-technopreneur university.

Berorientasi maju ke depan, ITB AD juga telah menerapkan perkuliahan blended learning jauh sebelum adanya Covid-19. Dalam dua tahun terakhir, ITB AD telah mengembangkan platform dalam Learning Management System (LMS) sebagai ekosistem pembelajaran. “Alhamdulilah, saat pandemi Covid-19 terjadi, kami tidak terlalu gagap bertransmisi karena hampir semua dosen sudah familiar dengan platform LMS tadi,” paparnya.

Inovasi di Masa Covid-19 Covid-19 menjadi tantangan pada seluruh perguruan tinggi tak terkecuali ITB AD. Dr Mukhaer menyadari untuk terus memutar otak menghadirkan inovasi agar tetap survive di tengah persaingan kota Jakarta. Beberapa keunggulan yang disiapkan di antaranya adanya platform LMS, program magang kerja, program inkubasi bisnis, kerja sama dengan berbagai instasi swasta dan negeri, meluncurkan strategi promosi melalui media sosial, dan rutin mengadakan diskusi Webinar. Strategi promosi yang dilakukan dengan memanfaatkan kreatifitas media sosial, kerja sama dengan instansi dan sekolah terkait hingga beberapa event dan eksibisi baik ditingkat regional maupun nasional. “Marketing kami siap tempur di jagad maya maupun darat,” papar Dr Mukhaer optimis. Selain itu, ITB AD juga menawarkan program perkuliahan dengan tiga jenis yakni model offline, blended learning, dan virtual class. “Untuk model virtual class, kami mengajukan izin ke LLDikti Wilayah III karena program ini akan merambah beberapa lokasi di wilayah kampus utama,” tambah Dr Mukhaer. Kerja Sama sebagai Link and Match Pembelajaran Mengusung tagline Socio-technoprenerur University, ITB AD berharap dapat menjadi kawah candradimuka dalam melahirkan generasi masa depan. Selain memiliki jiwa en-

trepreneur atau jiwa mandiri, juga mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk merespon dinamika zaman dan harus memiliki jiwa sosial, yakni jiwa al ma’aun, jiwa at-ta’awun, dan jiwa al ashr. Selain kurikulum serta pengembangan inkubasi bisnis wirausaha, Dr Mukhaer juga menekankan untuk membangun kerja sama dengan pihak swasta dalam rangka mengembangkan entrepreneur mahasiswa. “Kerja sama ini penting, karena dalam desain Rencana Induk Pengembangan (RIP) ITB AD Jakarta 2019 – 2044, maka pada periode 2019 – 2024 diberi titik tekan pada penguatan kapasitas institusi dan jejaring kerja sama,” papar Dr Mukhaer saat ditanya mengenai urgensi kerja sama. Pada tahun 2019-2020 ITB AD tidak hanya melaksanakan MoU dengan berbagai universitas luar negeri namun juga mengimplementasikannya dalam bentuk pertukaran mahasiswa, pengiriman dosen untuk studi lanjut, double degree, pelatihan dosen, magang, dan kolaborasi penelitian. Tercatat beberapa universitas yang menjalin kerja sama di antaranya Rajamangala University of Krungthep, Thailand, Taiwan Asia University, National Central University Taiwan, Universitas Teknologi Malaysia (UTEM), UKM Malaysia. Sebelumnya, dengan Coventry University, UK dalam kajian riset Islamic finance.

Hambatan jadi Tantangan Seperti perguruan tinggi pada umumnya, ITB AD juga memiliki hambatan dari segi sumber daya terutama anggaran dan kompetensi SDM yang terbatas. Namun hal ini bukan menjadi hambatan melainkan tantangan bagi ITB AD untuk menjadi papan loncatan ke depannya. Terbukti saat ini ITB AD telah melakukan rekrutmen yang hasilnya sudah dapat memenuhi kebutuhan SDM. Selain itu, peningkatan mutu juga terus dilakukan dengan cara memberikan bantuan kuliah di dalam maupun luar negeri bagi talenta dosen dan calon dosen yang berprestasi. Saat ini ada 28 orang dosen dan pembibitan dosen yang sedang menempuh pendidikan. Berbeda dengan dosen, mahasiswa ITB AD wajib melakukan magang kerja dan bisnis. Guna meningkatkan kualitas, mahasiswa juga dilatih untuk menyalurkan bakat dan minat serta jiwa kepemimpinan melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Adanya keterbatasan anggaran juga menjadi sebuah tantangan, untuk menjawab hal ini ITB AD turut membuat kerja sama bisnis dan mendirikan berbagai unit usaha pada 2 (dua) lokasi kampus yang dimiliki yakni kampus Ciputat dan Karawaci. “Kerja sama-kerja sama ini tidak semata di bidang bisnis, tapi juga di bidang riset, magang, dan kegiatan akademik yang lain,” paparnya.

Edisi Juli - Agustus 2020

Warta PTM 37


WARTA PTM

Profil Dosen

Dr. Indah Sulistiani, SE, M.I.Kom bersama Mahasiswanya.

Dr. Indah Sulistiani, SE, M.I.Kom Dosen STIKOM Muh Jayapura

Gagap Teknologi Tantangan Kuliah Daring di Papua

"

Meski dengan keterbatasan karena tidak memiliki laptop, mereka tetap mengerjakan tugas dengan merangkai kalimat demi kalimat dengan durasi yang panjang melalui pesan WhatsApp (WA). Hal ini dilakukan, karena rental pengetikan tempat mereka mengerjakan tugas menutup jasa rental dampak pandemi Covid-19." Begitu cerita Indah Sulistiani salah satu dosen STIKOM Muhammadiyah Jayapura saat memaparkan kisah belajar mengajarnya di masa Covid-19. Menjadi salah satu dosen STIKOM Muh Jayapura, Indah memulai karirnya se-

38 Warta PTM

Edisi Juli - Agustus 2020

bagai seorang reporter pada tahun 1999. Wanita kelahiran Grobogan Jawa Tengah (1975) ini menyelesaikan program Sarjana Jurusan Ekonomi Studi Pembangunan Universitas Cenderawasih Jayapura pada 1999, Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Hassanuddin Makassar di 2010, dan Program Doktor pada Program Studi Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Pascasarjana Institut Pertanian Bogor di tahun 2017. Indah resmi bergabung dengan STIKOM Muh Jayapura pada 2004 dan saat ini memegang amanah sebagai dosen dari 5 prodi sekaligus.

STIKOM Muh Jayapura menjadi salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) yang terkena dampak dari pandemi saat ini. Mengikuti aturan dari pemerintah, kampus ini menerapkan perkuliahan daring guna meminimalisir terjadinya penyebaran Covid-19. "Perkuliahan online melalui grup WhatsApp, messenger, Facebook karena adanya keterbatasan jika menggunakan Zoom Meeting dan Google Classroom," ungkap Indah memulai perbincangan. Ia melanjutkan, mahasiswa STIKOM Muh Jayapura didominasi berasal dari daerah pegunungan seperti Yahukimo, Tolikara, Jayawijaya, Yalimo, Paniai,


Gagap Teknologi Tantangan Kuliah Daring di Papua

Pegunungan Bintang, Mamberamao, dan daerah lainnya. Hal ini menyebabkan keterbatasan bagi mahasiswa baik dalam akses transportasi, teknologi komunikasi, akses informasi, sosial ekonomi dan budaya yang berbeda dengan saudara lainnya di pesisir pantai Papua. "Pada awalnya partisipasi mahasiswa sangat rendah, mereka keberatan dengan adanya kuliah online yang dianggap menyulitkan." Kampus terancam diboikot karena adanya keterbatasan teknologi komunikasi dan penerapan biaya SPP. Keterbatasan tersebut mengharuskan Indah untuk lebih sering menggunakan aplikasi pesan dibandingkan aplikasi tatap muka online pada umumnya. Prinsipnya, seorang dosen harus mampu adaptif, kreatif, dan inovatif dalam berbagai situasi. "Kreativitas dalam proses belajar mengajar senantiasa dilakukan meski tidak selalu menggunakan aplikasi teknologi terkini karena keterbatasan yang dimiliki oleh mahasiswa dan kondisi jaringan komunikasi di Papua," papar lulusan Pascasarjana ITB ini. Indah konsisten untuk menjaga interaksi dengan mahasiswa secara dua arah agar lebih interaktif dalam pembel-

ajaran daring. Salah satu metode yang diterapkan yaitu menyediakan web pribadi atau situs web kampus agar dapat diakses langsung oleh mahasiswa. Jika mahasiswa merasa kesulitan dalam mengakses internet, materi perkuliahan dapat diperoleh dari percetakan kampus. "Mahasiswa cukup menyalin materi dan pembelajaran dapat didiskusikan melalui via telepon, messenger, maupun WhatsApp," paparnya. Meski menghadapi berbagai keterbatasan dalam perkuliahan online, mahasiswa STIKOM Muh Jayapura, tetap memiliki semangat yang tinggi. Mereka saling membagikan materi perkuliahan dan tugas kepada mahasiswa lain yang tidak memiliki ponsel pintar. Bagi Indah, masa pandemi termasuk pengalaman berkesan sekaligus menimbulkan keprihatinan. “Mengatasi masalah koneksi jaringan dan kendala lainnya, saya tetap memberikan tugas individu kepada mahasiswa, melakukan kontak langsung via telepon maupun mengirim pesan melalui Short Message Service (SMS) yang berbiaya murah namun kurang praktis karena pesan yang dikirim terbatas," ungkapnya. Saat ditanya pengalaman berkesan,

Indah membagikan kesan dampak positif dan negatif dari Covid-19. Dalam proses perkuliahan daring, dampak positif Covid-19 di antaranya membuat dosen dan mahasiswa menjadi lebih terbiasa dengan teknologi komunikasi, serta memiliki waktu lebih banyak untuk keluarga yang selama ini kesibukannya lebih banyak di kampus. Sementara dari dampak negatif, interaksi langsung dengan mahasiswa dan rekan sejawat menjadi berkurang, membutuhkan biaya lebih besar untuk membeli kuota internet, proses pembelajaran tidak maksimal karena tidak semua mahasiswa aktif dalam pembelajaran daring. Indah setuju bahwa sejatinya mahasiswa adalah kaum intelektual yang seharusnya sudah terbiasa dengan teknologi komunikasi dan informasi. Faktanya, tidak semua keadaan mahasiswa bisa disamaratakan dengan anggapan mereka mampu untuk kuliah daring. Ada mahasiswa yang memiliki kemampuan baik dengan tingkat ekonomi yang cukup, namun mayoritas mahasiswa di Papua merupakan orang asli Papua yang baru mengenal teknologi komunikasi sehingga mereka masih gagap teknologi. “Jangankan terbiasa dengan kemajuan teknologi, tujuan mereka untuk kuliah di Kota Jayapura adalah dalam upaya belajar tentang kehidupan modern yang identik dengan teknologi komunikasi dan informasi,� paparnya. Ia berharap pemerintah dapat memahami kondisi pendidikan dan kondisi masyarakat di luar pulau Jawa terkhusus di Papua. Perlu adanya bantuan secara khusus, bagi mahasiswa terdampak pandemi Covid-19 dengan menyediakan subsidi kuota internet bahkan bila perlu memberikan bantuan sarana komunikasi kepada mahasiswa tidak mampu agar proses pembelajaran daring dapat dilakukan. “Kita tidak ingin kemajuan pendidikan di Provinsi Papua sebagai pintu gerbang timur Negara Indonesia mengalami kemunduran disebabkan ketidakmampuan masyarakatnya untuk mengakses proses pendidikan secara daring terkhusus karena keterbatasan prasarana dan sarana komunikasi,� tutupnya. []APR

Edisi Juli - Agustus 2020

Warta PTM 39


WARTA PTM

Prestasi Mahasiswa

Halal Butcher's Bali Juarai FESyar 2020 BI

N

Dahlia Dahlan mahasiswa berprestasi UM Buton.

Mahasiswa UM Buton Raih Pilmapres Nasional

D

ahlia Dahlan mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) berhasil raih prestasi di ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional (Pilmapres) 2020. Lia, lolos dalam seleksi tahap pertama pada penilaian wawasan kebangsaan dan Bahasa Inggris serta menjadi satu-satunya wakil dari Sulawesi Tenggara. Saat ini, Lia tengah menjalani proses seleksi tahap akhir berupa sosialisasi naskah gagasan kreatif/karya ilmiah. Sebelumnya, Lia bersama tim juga berhasil meraih sembilan prestasi di tingkat internasional pada UAD Internasional Event 2019. Wa Ode Al Zarliani selaku Rektor UMB turut memberikan apresiasi berupa selamat kepada Lia. "Berbagai prestasi di tingkat lokal, nasional, dan internasional yang telah diraih UM Buton sejak berdirinya merupakan bagian dari langkah UMB sebagai universitas baik di level nasional dan internasional," paparnya. []APR

adia Rahma Shafira, mahasiswa Prodi Teknologi Pangan UM Malang meraih juara 1 pada perlombaan model bisnis syariah Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah (FESyar) Bank Indonesia Provinsi Bali. Mengusung ide start up Halal Butcher's Bali, Nadia menjadi wakil dari Provinsi Bali di tingkat nasional pada Oktober mendatang. Nadia menuturkan ide ini berangkat dari potensi besar Bali sebagai kota pariwisata. Risetnya menyatakan, selama dua tahun belakangan, sudah 9,7 juta lebih wisatawan datang ke Bali. Di antara wisatawan tersebut terdapat wisatawan Muslim yang pasti mencari makanan halal. "Karena dalam agama kita sudah mewajibakan makanan halal, baik dari penyembelihannya, pendistribusiannya, hingga pengolahannya. Apalagi untuk daging, masakan hewani. Dari sana kita melihat, ada peluang bagaimana kalau kita sebagai penghubung antara jagal dengan pembeli daging yang sudah pasti halal," jelas Nadia melalui Whatsapp. Halal Butcher's Bali sendiri adalah platform berbasis mobile yang menghubungkan penjual dan penyetok daging dengan pembeli daging. Kelebihan dari aplikasi ini tersedianya pelatihan dan SOP, sehingga ada manajemen yang jelas serta sistem jaminan mutu halalnya. Saat ini Nadia dan koleganya tengah dalam tahap membuat aplikasi. Setelah diluncurkan di Google Playstore, nantinya akan disosialisasikan ke masyarakat dan penjual di pasar. Untuk periode awal, ia akan menyusur 3 kabupaten lebih dulu. Setelah itu baru perlahan memasuki 9 kabupaten dan 1 kota di Bali. “InsyaAllah kita akan memperluas jaringan. Setelah Bali tentunya akan keluar ke pulau lain. Mohon doa untuk apa yang kami buat, impikan, dan jalankan, dapat bermanfaat bagi orang-orang sekitar kita, terutama muslim di Bali,� tutup Nadia. []GTA

Nadia Rahma Shafira setelah memenangkan perlombaan model bisnis syariah Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah (FESyar) Bank Indonesia Provinsi Bali.

40 Warta PTM

Edisi Juli - Agustus 2020


WARTA PTM

Semeseta

Kegiatan PCIM dan PCIA di Australia.

Gerakan Tajdid di Australia

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Australia

B

ertujuan untuk mengenalkan dakwah dan kegiatan Muhammadiyah di Australia, gabungan antara pelajar beserta keluarga yang berlatar belakang Muhammadiyah menjadi penggagas awal terbentuknya Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Australia. Resmi berdiri pada tahun 2007, PCIM Australia saat ini berpusat di kantor PDMA (Pusat Dakwah Muhammadiyah Australia) dengan luas lahan 10 hektare. "Berasal dari latar belakang yang sama, kami membentuk PCIM Australia yang bertujuan untuk mengenalkan dakwah dan kegiatan Muhammadiyah di Australia, utamanya di Melbourne, Sydney, Perth, dan Brisbane,"

papar Hamim Jufri selaku Ketua PCIM Australia.

Perkembangan Islam di Australia Berada di lokasi minoritas muslim dengan jumlah 3% dari total penduduk Australia, saat ini perkembangan Islam semakin meningkat. Data sensus terakhir menunjukan lebih dari 600 ribu muslim di Australia. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat pada sensus tahun 2021. "Islam adalah agama dengan perkembangan terpesat di dunia, tak terkecuali di Australia," ungkap Hamim. Layaknya negara mayoritas muslim, keadaan umat Islam di Australia telah diberikan kebebasan dalam beriba-

dah. Dengan adanya multikulturalisme yang semakin tumbuh di masyarakat Australia, muslim semakin diterima dan diberikan fasilitas melaksanakan ajaran agama Islam secara lebih mudah dibanding sebelumnya. "Saat ini di kota-kota besar Australia seperti Sydney dan Melbourne banyak sekolah Islam yang didirikan dan dikelola oleh orang Islam sejak 10 tahun yang lalu. Tidak saja mengajarkan kurikulum Australia tapi juga memberi muatan agama Islam pada sekolahnya," jelas Hamim. Namun Hamim juga tidak memungkiri jika sampai saat ini masih ada isu yang berbasis diskriminasi terhadap kaum muslim khususnya para wanita

Edisi Juli - Agustus 2020

Warta PTM 41


Hamim Jufri, Ketua PCIM Australia.

yang berhijab dan juga kaum muslim yang masih kesulitan dalam menjalankan ibadahnya.

Muhammadiyah di Australia Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid memiliki peran yang sangat strategis ke depan di Australia. Kegiatan dakwah di lingkungan PCIM Australia dilakukan secara berkala dua mingguan atau paling tidak bulanan. Pengajian rutin biasanya dihadiri seluruh anggota Muhammadiyah Australia baik PCIM atau PCIA. “Kegiatan rutin ini sangat penting sekali untuk menjaga identitas keislaman dan keindonesiaan anggota PCIM dan PCIA Australia. saling mendukung dalam kesulitan bahkan bertukar pikiran mengenai pendidikan anak-anak dan upaya mendidik youth generation dari keluarga anggota Muhammadiyah yang anak-anaknya lahir dan besar di Australia,” papar Hamim. Selain itu, jarak menjadi tantangan kegiatan pengajian karena jarak dari sebagian anggota tersebar di beberapa titik. “Namun kerinduan akan silaturahmi dan makanan kampung, menjadikan jarak yang jauh ini tidak masalah. Kami dengan gembira travelling satu setengah jam untuk pengajian PCIM dan PCIA Australia,” ungkapnya. Tantangan Dakwah di Lingkungan Minoritas Muslim Hamim mengakui dakwah secara eksternal belum banyak dilakukan kecuali secara individu anggota Muham-

42 Warta PTM

Edisi Juli - Agustus 2020

madiyah sudah aktif menjadi tokoh masyarakat yang mengenalkan Islam pada orang Australia. Adanya perbedaan kultur serta jumlah muslim di sana menjadi tantangan tersendiri baginya. Contoh kecil seperti tidak adanya masjid yang mengumandangkan adzan serta tidak adanya hari libur di hari-hari besar Islam dan lainnya. Bahkan dalam hubungan sosial kemasyarakatan antar tetangga sekalipun sama sekali berbeda dengan kultur dan kebiasaan di Indonesia. Hal ini membutuhkan proses yang tidak mudah. Berbeda dengan Indonesia, mudahnya bertegur sapa antar tetangga atau hanya sekedar bercengkerama bukan menjadi kebudayaan mereka. “Sehingga kita sering tidak tahu nama tetangga, berapa anggota keluarga mereka, dan lainnya. Dari sisi sosial ini saja sudah memberikan tantangan yang tidak mudah apalagi dakwah Islam ke mereka,” ujarnya. PCIM bersama PCIA Australia juga kerap melakukan kerja sosial bersama dengan organisasi lain untuk membantu dalam fund raising, menumbuhkan kesadaran akan identitas muslim mereka dan mengadakan kegiatan bersama dengan kelompok lain di bawah payung KJRI Melbourne. Dalam masa Covid-19 ini PCIM dan PCIA Australia mengadakan kegiatan SKCC (Small Kindness Community Care) yaitu membantu semua orang tanpa memandang suku dan agama lewat donasi bahan pokok, membagi informasi lowongan pekerjaan, dan membantu basic finansial.

Muhammadiyah Australia Collage (MAC) PCIM Australia mendapatkan amanah yang besar untuk merintis berdirinya Muhammadiyah Australia Collage (MAC) di Melbourne Australia. Hamim menyatakan mandat ini diambil oleh PCIM Australia dengan sepenuh hati karena membentuk sekolah Muhammadiyah di Australia adalah amal usaha yang sangat strategis untuk

“Kegiatan rutin ini sangat penting sekali untuk menjaga identitas keislaman dan keindonesiaan anggota PCIM dan PCIA Australia, saling mendukung dalam kesulitan bahkan untuk bertukar pikiran mengenai pendidikan anak-anak dan upaya mendidik youth generation dari keluarga anggota Muhammadiyah yang anak-anaknya lahir dan besar di Australia,”

memberi manfaat besar pada generasi berikutnya. Juga sangat strategis dari sisi kontribusi Muhammadiyah secara internasional dan manfaat yang akan diberikan oleh MAC pada Muhammadiyah secara umum. Saat ini proses pembangunan MAC sedang berada pada tahap planning permit yaitu perizinan yang dikeluarkan oleh local government dan keberadaannya sangat independent untuk wilayahnya. “MAC saat ini masih dalam tahap untuk mendapatkan planning permit dari Yarra Ranges City Council dan sudah di-refer ke VCAT (Victorian Civil and Administrative Tribunal) untuk keputusan finalnya,” ujarnya. Hamim juga mengungkapkan MAC dimungkinkan dapat meningkatkan kualitas guru Muhammadiyah di Indonesia. Guru-guru Muhammadiyah dari pelosok tanah air akan menimba pengalaman dari MAC tentang proses pembelajaran dan delivery kurikulum pendidikan di Australia. MAC juga membuka kesempatan bagi mahasiswa dan lulusan Universitas Muhammadiyah di Indonesia untuk studi banding atau mengambil praktik pengajaran di Australia. []APR


WARTA PTM

Warta dari PTM

Warta dari PTM

Universitas Muhammadiyah Magelang

Rektor UM Magelang (Unimma) mengapresiasi Teara Noviyani Sekar salah satu mahasiswi yang berjuang mendapatkan sinyal internet demi menyelesaikan tugas kuliahnya. Ke depannya Unimma akan bersinergi dengan Pemerintah Desa Kenalan, untuk memanfaatkan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) setempat. Kerja sama ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan sinyal di wilayah yang ada di lereng Pegunungan Menoreh tersebut dengan membentuk wifi corner.

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

UM Purwokerto (UMP) melalui Biro Urusan Internasional gelar KUI Talk #5 bertajuk ‘Pengenalan Bahasa dan Seni Budaya Indonesia Melalui Diplomasi dan Pengajaran BIPA di Wilayah Eropa Timur’. Turut hadir Pratik Hari Yuwon dosen UMP yang juga pengajar BIPA di Bulgaria, Mohamad Wahid Supriyadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia (LBBP RI) untuk Rusia, dan Alexandra "Ambarwati" Dabkova alumni beasiswa Dharmasiswa RI. KUI Talk kali ini diikuti oleh 157 peserta yang dilakukan secara daring dengan media Zoom, Senin (20/7).

Universitas Muhammadiyah Gresik

Rektor UM Gresik Prof Dr Ir Setyo Budi, MS, berhasil mengembangkan klon unggul tanaman tebu. Setyo pertama melakukan persilangan tebu pada tahun 2014 menggunakan model Hawai di kebun Perning Mojokerto milik Pabrik Gula (PG) Gempolkrep PTPN X bersama dengan Nasrullah. Setyo berharap klon tebu unggul hasil persilangan ini dapat memberikan peluang

kenaikan produksi gula tiap hektarnya, sehingga dapat berimbas positif pada kesejahteraan masyarakat Indonesia khususnya petani tebu.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Bojonegoro

STIKESM Bojonegoro (STIKES Maboro) mengadakan Webinar dengan tema “Menjadi Milenial Lokal Berkualitas Internasional” pada Sabtu (18/20). Diselenggarakan via aplikasi Zoom dan Youtube, kegiatan ini bertajuk Fun English Stikes Maboro. Webinar bertujuan agar para generasi Millennial Indonesia mengetahui betapa pentingnya belajar bahasa internasional, serta beberapa tips dan trik untuk mendapatkan beasiswa di luar negeri.

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Kalianda

STIEM Kalianda pertama kali menyelenggarakan ujian akhir semester secara online. Langkah ini diambil sebagai respon atas kebijakan new normal yang mengharuskan seluruh kegiatan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Pelaksanaan ujian akhir dilaksanakan mulai Senin (20/06) dan dijadwalkan selesai pada Senin (27/06). Pelaksanaan ujian secara online mendapat sambutan yang sangat baik dari mahasiswa STIEM Kalianda.

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komunikasi Muh Paguyangan Brebes

Ahad (26/7), mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komunikasi Muh Paguyangan Brebes (STMIK MPB) tetap melangsungkan Musyawarah Komisariat (Musykom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di kampusnya dengan meng-

Edisi Juli - Agustus 2020

Warta PTM 43


WARTA PTM

Warta dari PTM gunakan protokol kesehatan. "Musykom merupakan musyawarah tertinggi di komisariat, selain mempersiapkan kepemimpinan baru, agenda pokok juga merumuskan program kerja dan rekomendasi untuk periode selanjutnya," jelas Ketua Pimpinan Cabang IMM Brebes, Faza Lazuardi, SKom saat memberikan sambutan.

Universitas Muhammadiyah Kupang

Puluhan mahasiswa asal Kabupaten Malaka yang menempuh pendidikan di UM Kupang menggelar kegiatan bakti sosial di Desa Mone Tasea, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Senin, (03/08). Tergabung dalam satu wadah Himpunan Mahasiswa Malaka Muhammadiyiah (HM3)-Kupang, putra-putri Malaka hadir membawa nilai baru. Turut hadir Kepala Desa Bontas, Kepala Desa Haliklaran, tokoh adat, masyarakat dengan tetap taati protokol Covid-19 wajib cuci tangan dan bermasker.

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

UM Sidoarjo melakukan Seminar online dengan tajuk Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Masa New Normal, Minggu (26/5). Kegiatan ini bertujuan untuk melihat pentingnya pengasuhan dan pendampingan anak berkebutuhan khusus di tengah pendemi. Menurut Widyastuti MPsi Psikolog ada beberapa hal yang harus diperhatikan guna menjamin kelancaran pengasuhan anak berkebutuhan khusus (ABK) di rumah dengan optimal dan berkualitas.

Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Bima

Mahasiswa KKN IAIM Bima angkatan ke V posko Desa Kawuwu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima menggelar festival anak sholeh dengan tema "Menciptakan Generasi yang Cerdas, Ceria, dan Berjiwa Islami", Ahad (2/8). Ketua posko, Ruslan mengatakan festival anak sholeh untuk meningkatkan nilai keislaman pada generasi di Desa Kawuwu. "Melalui festival anak sholeh, kami ingin tanamkan ilmu agama," ujarnya.

44 Warta PTM

Edisi Juli - Agustus 2020

Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka

Untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas guru, Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA menggelar Lomba Media Pembelajaran Daring Berbasis Poster Materi Kelas XII dan Berbasis Permainan (Games). Lomba diikuti guru dan kepala sekolah SMA, MA, dan SMK dari Jakarta, Bandung, Tangerang, Bekasi, Pekanbaru, Boyolali, Gowa, Kapuas, Makasar, dan Surabaya. Inovasi dan kreativitas ditunjukkan melalui poster tiga dimensi materi kelas XII dan media pembelajaran berbasis permainan yang dikirimkan para peserta lomba.

Universitas Muhammadiyah Riau

Gamal Albinsaid, M. Biomed, CEO Indonesia Medika mengisi kuliah ekslusif UMRI melalui video conference app Zoom pada Sabtu (18/7). Kontribusinya sebagai seorang dokter dan pengusaha sosial membawanya menginspirasi banyak anak muda Indonesia. Kuliah online mengangkat tema “Membangun Jiwa Kepemimpinan bagi Generasi Muda”. Dalam pemaparannya, dr Gamal mengungkapkan pemuda Indonesia telah diberikan tinta emas untuk membangun bangsanya.

Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Di bawah binaan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menduduki peringkat ke-4 PTS se-DIY dalam Pendanan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang tahun 2020. Hasil tersebut berdasar surat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, nomor 1686/E2/TU/2020. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memandu mahasiswa untuk menjadi pribadi yang tahu aturan, taat aturan, kreatif, inovatif, dan objektif kooperatif dalam membangun keragaman intelektual.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Warta PTM Edisi Juli-Agustus 2020 by wartaptm - Issuu