TOPIK UTAMA
Pacu Peran Sentral Dosen sebagai Academic Leader
WAWANCARA
Wawancara Bersama Prof. Agus Setyo Muntohar, Ph.D. Dorong SDI PTMA sebagai Intellectual Capital
PENGUATAN SDI PTMA
Manajemen PTMA harus memiliki road-map yang jelas, terukur, terjadwal, serta terstruktur yang sejalan dengan visi, misi, dan tujuan PTMA masing-masing. Tidak bisa pengembangan SDI dibiarkan mengalir begitu saja, namun harus ada desain yang dibuat dan diimplementasikan.
#32
JULI-AGUSTUS 2021 www. diktilitbangmuhammadiyah.org
Asa
WARTA PTM
Penguatan Sumber Daya Insani PTMA
J
ika memetakan kuantitas dan kualian dan pengembangan SDInya. Dukungan tas Sumber Daya Insani (SDI) PTMA, beasiswa S-3, dukungan riset, dukungan maka dua kesimpulan yang berbeda. publikasi, perlu ada stimulus, utamanya unJika kita melihat SDI di PTMA yang masuk tuk kampus-kampus PTMA yang memiliki kategori “besar” atau level atas, maka kita kemampuan. bisa menyimpulkan bahwa SDI kita di sana Manajemen PTMA harus memiliki lebih baik dari rata-rata PT nasional (neroad-map yang jelas, terukur, terjadwal, sergeri+swasta). Bahkan, jika dibandingkan ta terstruktur yang sejalan dengan visi, misi, sesama PTS, maka kualitas dan kuantitas dan tujuan PTMA masing-masing. Tidak PTMA seperti UMS, UM Malang, UAD, bisa pengembangan SDI dibiarkan mengalir UMY dan beberapa lainnya, posisinya relabegitu saja, namun harus ada desain yang tive jauh di atas rata-rata nasional. Namun dibuat dan diimplementasikan. Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. jika kita melihat PTMA secara total, maka Di sisi lain, merupakan tanggung jawab Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi kualitas dan kuantitas PTMA ini berada di seorang dosen juga untuk selalu meningkatPenelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat bawah rata-rata nasional. kan kualitas diri, yang secara formal dilihat Muhammadiyah Tentu banyak ukuran yang bisa digudari jenjang pendidikan dan jabatan fungsinakan melihat kuantitas, dan lebih-lebih kualitas SDI terse- onalnya. Ketika seseorang menjadi dosen maka seharusnya but. Namun secara sederhana kuantitas dan kualitas bisa sudah bercita-cita dan mengarahkan dirinya untuk meraih dilihat rasio-dosen mahasiswa, jumlah dosen yang berpen- Guru Besar. Untuk ke Guru Besar tentu saja harus meraih didikan doktor, ataupun berjabatan fungsional Guru Besar. S-3 terlebih dulu. Karenanya, dosen pun perlu membuat Untuk rasio-dosen mahasiswa, secara umum ini bisa peta-jalan pribadinya, yang sudah dirancang sejak awal, sedipenuhi, walau sebagian sangat pas-pasan. Rasio-dosen se- hingga bisa meraih pendidikan doktor, dan kemudian prosuatu yang niscaya, karena menjadi prasyarat untuk akredi- fessor secara tepat waktu. tasi. Untuk dosen yang berkualifikasi doktor misalnya, data Tentu saja melekat dengan semua itu adalah para doDesember 2020 menunjukkan rasionya terhadap jumlah sen harus berkarya. Melakukan riset yang berkualitas, dan dosen tetap, baru sebanyak 13,28%. Ini masih di bawah rata- mempublikasikannya pada jurnal-jurnal ilmiah bereputasi. rata nasional yang sudah mencapai angka 15,58%. Hal yang Ini juga yang sering menjadi penyebab sedikitnya SDI Guru lebih memprihatinkan adalah dosen yang memiliki jabfung Besar di PTMA. Namun karena ini merupakan salah satu Guru Besar. Data Desember 2020 jumlah Profesor PTMA indikator mutu seorang GB, maka mau tidak mau harus dimencapai 135 orang yang menyebar di 28 PTMA, atau 0.8% lakukan, dan sekaligus pembuktian kualitas seorang dosen. dari total dosen PTMA. Ini jauh berada di bawah jumlah GB Jika kita melihat percepatan yang terjadi di PTMA di Indonesia yang sudah mencapai 2,16% dari total dosen untuk doktor dan guru besar, maka kita meyakini haIndonesia. rapan-harapan untuk lebih meningkatkan SDI ini akan daItu angka totalitas, dan sekali lagi, akan berbeda ka- pat diwujudkan. Tahun 2016 doktor di PTMA baru berjumlau kita batasi pada PTMA besar saja, yang sebagian sudah lah 1.085 dan hanya berada di 66 PTMA. Pada April 2021 mendapat pengakuan nasional dan global. Namun jika seca- angkanya meningkat lebih dua kali lipat menjadi 2.365 ra totalitas tersebut menunjukkan ada masalah serius pada orang di 91 PTMA. Untuk kurun waktu yang sama juga terSDI PTMA. Ini bukan saja harus menjadi perhatian pimpinan jadi pada Guru Besar, walau peningkatannya jauh lebih lamPTMA, namun lebih-lebih pada dosen yang bersangkutan. bat, yakni hanya naik sekitar 56%. Bagi manajemen PTMA perlu menyadari, perguruan Dengan data di atas, dan melihat semangat yang muntinggi sangat berfokus pada manusia (human centered). In- cul dari manajemen PTMA dan para dosen-dosen yang ada, put, proses, dan output serta outcome-nya adalah manusia. maka insha Allah percepatan peningkatan kuantitas dan Ini artinya anggaran untuk pengembangan SDI juga harus kualitas sumber daya insani PTMA akan berjalan. Kita terus memadai. Pembangunan fisik, sarana-prasarana penting, na- berusaha. Kita terus berdoa. Insya Allah cita-cita baik itu mun ini tidak boleh menafikan atau meminimalkan penguat- akan mewujud. Aamin YRA. []RED
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM
1
WARTA PTM
Susunan Redaksi Rapat Redaksi
Rapat redaksi Warta PTM bersama (depan kiri) Prof Edy Suandi Hamid, Prof Lincolin Arsyad, Muh Adam Jerusalem, Ahmad Muttaqin, Muh Samsudin, Rasya Swarnasta, Aprilia Sazila Sari.
WARTA PTM
Warta PTM diterbitkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah
SUSUNAN REDAKSI PENANGGUNG JAWAB: Lincolin Arsyad PEMIMPIN UMUM/REDAKSI: Edy Suandi Hamid DEWAN REDAKSI: Muhammad Sayuti I Muhammad Samsudin I Ahmad Muttaqin REDAKTUR PELAKSANA: Edy Suandi Hamid ASISTEN REDAKSI/REPORTER: Aprilia Sazila Sari I Rasya Swarnasta KEUANGAN: Evie Dwi Oktaviani ALAMAT REDAKSI: Jln. KHA Dahlan 103 Yogyakarta 55262 Telp. +62-274-389485 Faks. +62-274-376336 Email: redaksiwartaptm@gmail.com Website: www.diktilitbangmuhammadiyah.org Rekening Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Nomor 09-0008-7003 BNI Cabang Yogyakarta a/n Lincolin Arsyad, Prof. Dr. M.Sc.
Warta PTM menerima tulisan yang berupa opini, berita panjang, berita singkat, glosarium dan foto seputar perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Redaksi berhak menyunting tulisan. Silakan kirim tulisan dan/atau foto ke email redaksi.
2
Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM
3
WARTA PTM
Daftar Isi ASA
TOPIK UTAMA
TOPIK UTAMA
Pacu Peran Sentral Dosen sebagai Academic Leader
• Penguatan Sumber Daya Insani PTMA__1
• Pacu Peran Sentral Dosen sebagai Academic Leader__6 • Urgensi Percepatan Jabatan Akademik Dosen PTMA__8
WAWANCARA
• Dorong SDI PTMA sebagai Intellectual Capital__10
KINERJA
• Andil PTMA dalam Pengembangan Dosen__12 • Strategi Publikasi Internasional__12 • Universitas Muhammadiyah Gombong Resmi Berdiri__13 • Lima PTM Raih 100 Besar Universitas Terbaik di Indonesia__14 • Unit Usaha Dorong Pendapatan PTMA__14 • Urgensi SPMI di PTMA__15 • Tiga Prodi Langka Jadi Kekuatan ITBM Purbalingga__16
SIGI
• Pembentukan Ideologi Muhammadiyah 19121941__17
INAUGURASI
• Prof Herry Suhardiyanto Resmi Jabat Rektor UM Bandung__18 • IAIM Sinjai Tambah Jumlah Doktor__18 • Mahasiswa Politeknik ‘Aisyiyah Sumbar Ucap Janji Calon Perawat__19 • IKesTMu Palembang Lantik Kaprodi Sarjana dan Diploma__20 • STIKES Muh Tegal Siap Berkolaborasi__20 • UMSIDA Lepas 491 Wisudawan__21
INOVASI
• ATM Beras dan Telur bantu Warga Kurang Mampu__22 • Smart Pond Inovasi Budi Daya Lobster__22 • Produk Fashion Ramah Lingkungan Tim UMY__23 • Inovasi Mahasiswa UM Pontianak Manfaatkan Daun Kelor__23
KRONIK
• Pesantren Covid-19 Shelter MCCC UM Kudus Diresmikan__24 • UMY Kembali Adakan Webinar Abdimas__24 • RS PKU Muhammadiyah Prambanan Resmi Jadi RS Darurat Covid-19__25 • Mahasiswa UM Purwokerto Lolos Program Transfer Kredit Internasional__26 • UNIMUDA English Center (UEC) Resmi Berdiri__26 • Unismuh Makassar Penerima PKM Terbanyak di Indonesia Timur__27 • Gedung Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS Diresmikan__27
4
Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
Semakin menjamurnya pertumbuhan perguruan tinggi di Indonesia menyebabkan adanya persaingan dalam mewujudkan layanan pendidikan terbaik di mata masyarakat. Mau tidak mau, sebuah perguruan tinggi harus membangun keunikan atau uniqueness yang dapat menjadi nilai tambah dan keunggulan dibandingkan perguruan tinggi lainnya. Hal ini juga perlu disadari oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA). Prof Agus Setyo Muntohar, Ph D menyebutkan sebuah keunikan dapat dibantu dengan pengelolaan potensi dosen atau Sumber Daya Insani (SDI). “Artinya semua perguruan tinggi tidak harus sama, namun perlu mendefinisikan uniqueness sebagai kekhasannya. Uniqueness atau kekhasan yang diciptakan oleh SDI pada perguruan tinggi akan mendukung adanya keberhasilan institusional,” paparnya. Dengan begitu peran SDI di PTMA memang seharusnya mengambil peran kunci yang harus dan terus didahulukan kualitasnya. Terlebih dimasa depan, PTMA harus unggul dan memimpin perubahan yang sangat cepat di era digital saat ini. Pembahasan terkait SDI di PTMA, akan mengulas lebih dalam dengan beberapa narasumber diantaranya Prof Agus Setyo Muntohar, Ph D selaku Ketua Tim Kerja Program Akselerasi Karir Dosen 2017-2020 UM Yogyakarta, Prof Dr dr EM Sutrisna M Kes selaku Wakil Rektor IV UM Surakarta, Prof Dr Rahman Rahim MM selaku Rektor UM Makassar (Periode 2016-2020), Dr Mukhaer Pakkanna, SE MM selaku Rektor ITB Ahmad Dahlan Jakarta, dan Moch Abdi SE MM selaku Wakil Rektor III UM Sumatera Barat. ta, dan Moch Abdi SE MM selaku Wakil Rektor III UM Sumatera Barat.
• UMSU dan UNIMAP Malaysia Kolaborasi Penelitian__28 • UNISA Yogyakarta Kirim 39 Relawan Bantu RS. Sardjito__29 • UM Papua Jalin Kerja Sama dengan Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat__29 • FEB UMP Kembali Tambah Jumlah Doktor__30 • UM Banjarmasin Perkuat Implementasi Tridarma__30 • UM Palembang Gelar Pelatihan Desain dan Website__31 • Pengabdian Unmuh Babel Gali Potensi Desa__32 • UM Enrekang Perdalam Karakter Muhammadiyah__32 • STIKesMuh Ciamis Dukung Kampus Bebas Narkotika__33 • UM Riau Bangun Dua Sumur Air Bersih untuk Warga__33 • UMMI Lepas Mahasiswa untuk Jalani Pengabdian__34 • UMSU Beri Fasilitas Teknologi dan Pelatihan Olah Hasil Tani__34 • Donor Darah UM Palopo Pantik Rasa Peduli Sesama__35 • STiMuGo Jadikan Bangunan Kampus Lokasi Vaksinasi__36 • ITBM Resmi Hadir di Purbalingga__36
• UMY Kembali Tambah 50 Dokter Gigi__37 • Sumpah Dokter UM Palembang__37 • Sekolah KUI PTMA__38
WACANA
• Sumber Daya Insani Berkemajuan__39
DOSEN BERPRESTASI • Inisiator Kebun Plasma Nutfah • Kopyor Pertama di Dunia__40
PROFIL PTM
• Bangun Pendidikan dengan Spirit Ahmad Dahlan__42 • Memimpin dengan Keikhlasan__44 • Cyber Campus UMRI Didukung Faktor SDM__46
SEMESTA
• Sinar Terang Muhammadiyah di Jepang__48
PRESTASI MAHASISWA
• Mahasiswa UMS Raih Juara II Essay Internasional__50 • Atlet Taekwondo UMM Borong Medali__50
WARTA DARI PTM • Warta dari PTM__51
Data Sivitas Akademika PTMA yang Wafat saat Pandemi Covid-19 Tahun 2021 Ket: Data berikut hanya mewakili sebagian dari keseluruhan nama sivitas akademika PTMA yang wafat dimasa Covid-19.
No
Nama
Institusi
Jabatan
1
Dr. Suliswiyadi. M.Ag,
Universitas Muhammadiyah Magelang
Rektor
2
H. Drs. Budi Utomo, M.Kes.
Universitas Muhammadiyah Lamongan
Rektor
3
drg. Bambang Roesmono, M.Kes.
ITKES Muhammadiyah Sidrap
Rektor
4
Prof. Dr. H. Marshaal NG, SH
Universitas Muhammadiyah Palembang
Rektor (1999-2007)
5
Prof. Dr. Abdullah Alhadza, MA
Universitas Muhammadiyah Kendari
Rektor (2001-2011)
6
Dr. H. Khairil, M.Pd.
Universitas Muhammadiyah Bengkulu
Rektor (2006-2010)
7
Prof. H. Drs. Asmawi Zaenul, M.Ed., Ph.D.,
Universitas Muhammadiyah Sukabumi
Rektor (2013-2015)
8
Dr. Asriadi, S.IP., S.Pd., M.Pd
Universitas Muhammadiyah Sinjai
Wakil Rektor I
9
Prof. Dr. H. Baedhowi
Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah
Ketua
10
H. M. Ridwan, S.Pd., M.Si.
STKIP Muhammadiyah Batang
Ketua
11
Drs. H. Atang Hasan, MM.
Universitas Muhammadiyah Tanggerang
Ketua BPH
12
Drs. M.Hasbi Ashshidiqi, M.Pd.I
ITS Muhammadiyah Palembang
Ketua BPH
13
Husni Thoyyar,M.Ag
Universitas Muhammadiyah Jakarta
(mantan) Ketua BPH
14
H Soemaryono Rahardjo
Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka
Bendahara BPH
15
Ir. H. M. Sidik Yulianto, M.M.
Universitas Muhammadiyah Jambi
Anggota BPH
16
Dr. Sugema. M.Kom
Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka
Dekan
17
Drs. H. Fauzi Ridwan. MM
Universitas Muhammadiyah Palembang
Dekan
18
Dr. Ardin, SH, MH.
Universitas Muhammadiyah Palu
Ketua Lembaga Hukum dan Etik
19
Dr. Nahjiah Ahmad
Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
Dosen
20
Dr. Loekman Satibi
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Dosen
21
Dr. Syamsudin FE
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Dosen
22
Dr. Imam Hardjono
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Dosen
23
Dr. Sudarno Shobron, M.Ag.
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Dosen
24
Drs. Samian MM
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Dosen
25
Drs. Wiyono, MM
Universitas Muhammadiyah Malang
Dosen
26
Ir. Nurhadi, M.T
Universitas Muhammadiyah Malang
Dosen
27
Dra. Hj. Maria Anna ASR
STIE Muhammadiyah Kalianda
Dosen
28
Ahmad Nizar
Universitas Muhammadiyah Jember
Dosen
29
Ir. H. Ibnu Sholeh, M.T.
Universitas Muhammadiyah Purworejo
Dosen
30
Asriyal, SE., MM
ITB Ahmad Dahlan Jakarta
Dosen
31
Dr. Maria Sri Iswari, M.Si
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Prodi Kesos Fisip
‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami kembali dan kepada Tuhan kami semua akan kembali.’ Kami Segenap keluarga Besar Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyampaikan Belasungkawa dan Berduka Cita yang mendalam atas wafatnya Sivitas Akademika Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) dimasa Covid-19. Semoga Allah SWT dapat menerima seluruh amal ibadah almarhum/almarhumah, diampuni segala khilaf dan dosanya, dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan, Aamiin. Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM
5
WARTA PTM
Topik Utama
Pacu Peran Sentral Dosen sebagai Academic Leader
Pengukuhan Guru Besar
S
emakin menjamurnya pertumbuhan perguruan tinggi di Indonesia menyebabkan adanya persaingan dalam mewujudkan layanan pendidikan terbaik di mata masyarakat. Mau tidak mau, sebuah perguruan tinggi harus membangun keunikan atau uniqueness yang dapat menjadi nilai tambah dan keunggulan dibandingkan perguruan tinggi lainnya. Hal ini juga perlu disadari oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA). Prof Agus Setyo Muntohar, Ph D menyebutkan sebuah keunikan dapat dibantu dengan pengelolaan potensi dosen atau Sumber Daya Insani (SDI). “Artinya semua perguruan tinggi tidak harus sama, namun perlu mendefinisikan uniqueness sebagai kekhasannya. Uniqueness atau kekhasan yang diciptakan oleh SDI pada perguruan tinggi akan mendukung adanya keberhasilan institusional,” paparnya. Dengan begitu peran SDI di PTMA
6
Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
memang seharusnya mengambil peran kunci yang harus dan terus didahulukan kualitasnya. Terlebih dimasa depan, PTMA harus unggul dan memimpin perubahan yang sangat cepat di era digital saat ini. Pembahasan terkait SDI di PTMA, akan mengulas lebih dalam dengan beberapa narasumber diantaranya Prof Agus Setyo Muntohar, Ph D selaku Ketua Tim Kerja Program Akselerasi Karir Dosen 2017-2020 UM Yogyakarta, Prof Dr dr EM Sutrisna M Kes selaku Wakil Rektor IV UM Surakarta, Prof Dr Rahman Rahim MM selaku Rektor UM Makassar (Periode 2016-2020), Dr Mukhaer Pakkanna, SE MM selaku Rektor ITB Ahmad Dahlan Jakarta. Urgensi SDI di PTMA Lazimnya dalam sebuah perguruan tinggi perlu untuk mengelola SDI yang dimiliki sebagai faktor penting keberlangsungan dan kemajuan perguruan
tinggi tersebut. “SDI dapat capai posisi strategis dalam perguruan tinggi,” begitu papar Prof Rahman saat diwawancarai mengenai urgensi SDI. Ia melanjutkan, SDI memang dituntut untuk terus meningkatkan kualitas diri dari aspek peningkatan kapasitas ilmu pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan kesehatan melalui lembaga pendidikan formal dan non-formal. Dr Mukhaer Pakkanna SE MM menambahkan makna dari SDI yaitu insan yang unggul, berdaya saing, memiliki kompetensi, memiliki sensitivitas sosial budaya, mampu kerja sama, selalu menebar kemaslahatan, selalu berpikir kritis, berhati positif, dan lainnya. Pertanyaannya, apakah SDI PTMA saat ini sudah memenuhi kriteria di atas? Menjawab realitas tersebut, Prof Agus membenarkan bahwa dosen PTS memang pada umumnya masih memiliki perasaan inferior. Dosen PTMA saat ini seakan memperlihatkan bagaimana
pemahaman akan profesi sebagai dosen masih rendah, masih banyak yang belum mengetahui dengan baik peran dosen sebagai academic leader. “Banyak dosen yang merasa nyaman dengan keadaan saat ini, apalagi bila dosen memiliki profesi lainnya seperti konsultan, dokter, insinyur, staf ahli, dsb. Kebanyakan perannya sebagai dosen hanya sekedar menggugurkan statusnya saja, hanya mengajar saja,” pungkasnya. Menjawab problematika tersebut, Dr Mukhaer kembali memetakan adanya tiga tantangan besar dalam penyiapan SDI di PTMA ke depan. Diantaranya penyiapan SDI menghadapi bonus demografi, revolusi industri 4.0 atau 5.0, dan disrupsi yang dipicu pandemi Covid-19. “Terlebih menghadapi gelombang jika potensi dan komposisi penduduk muda dan milenial tidak disiapkan dengan baik terutama oleh lembaga pendidikan tinggi, maka ‘nasib’ bangsa kita akan sulit untuk maju. Bonus demografi dalam waktu 10-20 tahun ke depan,” pungkasnya.
hanya pada tahapan pengkajian saja bih cerdas, mobile, komprehensif, dan tetapi sudah dalam pengamalan baik di virtual. Oleh karena itu, dosen dan tenkehidupan kampus dan masyarakat. Su- dik harus siap menerima perubahan dah saatnya para pimpinan PTMA me- dan inovasi dalam sistem pendidikan rumuskan indikator darma keempat, saat ini. Menyadari hal tersebut, ITB misal Integrasi Islam dan Ilmu Penge- Ahmad Dahlan telah menyiapkan ekotahuan, Teknologi, dan Seni, pengamal- sistem e-learning atau e-study. Maka, an nilai-nilai Islam dalam kehidupan mereka yang awalnya enggan mengajar kampus dan pengamalan Al-Islam dan dan kuliah lewat online, dengan terpakKemuhammadiyahan. “Jika ajaran Is- sa mereka harus dipaksa oleh Covid-19 lam ini dipahami dengan baik oleh mengikuti pembelajaran daring. dosen dan tendik maka akan Demi mewujudkan lahirnya lahir kreatifitas, inovasi, dan SDI yang dapat beradaptasi kinerja yang unggul. Sehingdi masa Covid-19, UMS juga ga Al Islam bukan hanya kerap melakukan pembedimaknai ritual ibadah saja kalan/workshop LMS tidak tetapi juga worldview,” pahanya pada dosen namun parnya. Prof Agus menyadari juga sivitas akademika. Mebahwa dalam mengaktualisalengkapi hal tersebut, Prof Prof Agus Setyo Muntohar, Ph D sikan darma keempat ini tidak Agus menegaskan bahwa dapat berjalan dengan mudah. “Saat dosen memang harus siap dan mau daini di UMY sendiri baru bisa pada ta- lam beradaptasi menghadapi tantangtaran pengkajian AIK melalui kegiatan an IR 4.0 dan pasca pandemi Covid-19. pengajian, workshop dan Baitul Arqom, Kemauan dosen untuk beradaptasi ini serta pemetaan kemampuan membaca merupakan elemen penting dalam meAl Qur’an,” paparnya. Besar harapan nentukan keberhasilan dan kegagalan Prof Agus agar darma keempat ini tidak pendidikan masa depan. Karena dosen Aktualisasi Catur Darma hanya sekedar ritual ibadah saja tetapi adalah pendidik sebagai medium yang Menjawab tantangan di atas, ber-Islam dari ritual hingga inte- dapat membentuk karakter mahasiswa memang sudah seharusnya lektual. Sama halnya dengan sebagai insan untuk milenium baru. penerapan Catur Darma seUMY, di UMS sendiri kerap Dosen dan tendik saat ini juga harus cara optimal diberlakukan melakukan kegiatan Baitul berhadapan dengan perubahan dan guna mewujudkan lahirnya Arqom serta kuliah AIK inovasi teknologi serta telekomunikasi SDI yang berkualitas. Prof untuk dosen dan karyawan. modern. Mahasiswa di era globalisasi Dr dr EM Sutrisna juga se“Hal ini kami lakukan untuk ini dengan mudah dan cepat mengakses pakat akan hal tersebut, didapat melahirkan SDI yang internet secara langsung serta beradapkarenakan PTMA merupakan profesional dan kompeten. tasi. Hal ini memang menjadi tantangan Prof Dr dr EM Sutrisna M Kes Amal Usaha Muhammadiyah Sehingga semua yang men- bagi dosen yang tidak membekali diri (AUM) yang menjadi sarana dalam ber- jadi SDI UMS juga siap menjadi warga dengan teknologi komunikasi. Hal ini amal untuk kemaslahatan umat manu- Muhammadiyah yang baik,” papar Prof menunjukkan bahwa ada kesenjangan sia melalui bidang pendidikan. Darma Sutrisna. generasi yang lebar antara mahasiswa yang terakhir ini menjadi sangat penting dan dosen. Namun, hal perlu dijamin karena darma ini seharusnya menjadi Pengembangan SDI di Masa Pandemi oleh perguruan tinggi dalam IR 4.0 dan ciri khas atau keunikan di PTMA. SuDi era Revolusi Industri 4.0 serta pasca pandemi Covid-19 adalah human dah sepatutnya para dosen sadar bahwa adanya pandemi Covid-19 tentu me- touch jangan disingkirkan, jangan samperannya bukan hanya sekedar transfer nambah tantangan bagi perguruan pai timbul kesenjangan akhlaq dalam ilmu namun juga aktualisasi pada pe- tinggi dalam mewujudkan SDI yang Pendidikan. “Misalnya hilangnya kejunelitian, pengabdian masyarakat, dan berkualitas. IR 4.0 dikendalikan oleh juran mahasiswa dalam ujian, rasa horpenerapan nilai-nilai AIK. “Darma ke-4 peralatan digital dan memperkenal- mat, tolong-menolong dalam kebaikan, ini juga seringkali ditanyakan pada saat kan model pendidikan masa depan kepedulian sesama,” tutupnya. []APR asesmen lapangan akreditasi,” pesan dengan berfokus pada pendidikan dan Prof Agus mengingatkan. Islam tidak pengembangan keterampilan yang le-
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM
7
WARTA PTM
Topik Utama
Urgensi Percepatan Jabatan Akademik Dosen PTMA
Penyerahan Surat Keputusan Guru Besar UMY
D
alam Rencana Strategis Kemendikbud 2020-2024, salah satu rencana yang diupayakan pemerintah adalah meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Peningkatan kualitas pendidikan tinggi terdiri dari beberapa faktor salah satunya peningkatan kualitas dosen, contohnya yaitu kesempatan bagi para dosen untuk studi lanjut ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini juga mendukung terciptanya SDI yang unggul di perguruan tinggi se-Indonesia. Indonesia menargetkan agar sebanyak 20% dari total dosen di Indonesia bergelar S-3, tetapi berdasarkan data terakhir dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, persentase di tahun 2017 hanya 14% saja. Koordinator PDDIKTI, John Parinowo, dilansir dari Republika, membandingkan hal ini dengan negara lain yang pemerolehan gelar S-3 mendominasi jajaran dosen. “Bahkan kalau ada yang masih
8
Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
gelar S-2 itu statusnya Asisten Pengajar,” ujarnya. Oleh karena itu, perlu ada cara dari masing-masing universitas untuk mengatasi jumlah dosen bergelar S-3 yang masih minim di Indonesia. Tidak ketinggalan, PTMA juga perlu memiliki kesadaran untuk turut mengupayakan agar target 20% dari total dosen bergelar S-3 dapat tercapai. Perlu Tingkatkan Jumlah Dosen S-3 Prof Sutrisna, Wakil Rektor IV UMS, menginginkan agar dosen-dosen PTMA menganggap bahwa S-3 adalah sebuah keniscayaan, bukan sekadar pilihan. Oleh karena itu, UMS telah memprioritaskan gelar S-3 sebagai syarat penerimaan dalam rekrutmen dosen baru. Kemudian, bagi dosen-dosen yang masih S-2, UMS membiayai studi S-3 para dosen baik di dalam negeri maupun di luar negeri. “Bahkan, apabila dosen sudah mendapat beasiswa, maka UMS tetap memberi tambahan biaya pendidikan,” ujarnya.
Ia memberikan rekomendasi bagi seluruh PTMA untuk mulai membuat skema-skema dalam bentuk Renstra SDI, dengan mencantumkan gelar S-3 sebagai salah satu indikatornya. Baginya, seluruh PTMA harus mengupayakan secara maksimal agar hal ini dapat terwujud. “Pada akhirnya, semua dosen harus bergelar S-3,” ujarnya. Harapan tersebut disetujui oleh Prof Dr Abdul Rahman Rahim MM, Rektor UM Makassar Periode 20162020. Ia menyayangkan jumlah dosen bergelar S-3 yang masih sangat sedikit di Indonesia. Akan tetapi, ia mewajarkan apabila problem ini dialami oleh PTMA yang ada di pelosok daerah, sebab bisa jadi adanya hambatan dalam mengakses program S-3. “Selain itu, hal lain adalah biaya yang dibutuhkan untuk mengambil S-3. Alokasi dana bagi dosen masih terbatas,” ujarnya. Belum tersedianya alokasi anggaran yang cukup menunjukkan bahwa profesionalisme pengelolaan SDI PTMA belum maksimal. PTMA perlu membuat perencanaan yang matang untuk memastikan bahwa dimensi SDM, tepatnya dosen atau tendik, menjadi perhatian dalam perumusan strategi dan program. Salah satu program strategis Prof Rahman selama menjabat Rektor UM Makassar adalah meningkatkan kualitas SDI melalui penambahan jumlah dosen bergelar S-3. Hal itu terbukti dengan adanya kemajuan dalam kuantitas dosen studi lanjut S-3 yang sebelumnya sebanyak 53 orang menjadi 147 orang. Langkah efektif untuk mendorong terwujudnya hal tersebut adalah adanya bantuan biaya promosi doktor. “Selain itu, apabila dosen bergelar doktor, maka UM Makassar berkomitmen untuk memberikan biaya penelitian tanpa
melalui seleksi anggaran universitas,” tambahnya. ITB-AD Jakarta juga memiliki keresahan dalam upayanya mencapai target dosen bergelar S-3, sebab jumlahnya masih rendah. Dari total jumlah dosen tetap di ITB-AD Jakarta sebanyak 197 orang, hanya 23 orang di antaranya yang bergelar doktor. Bahkan, di antara tiga fakultas yang ada di kampus, yakni FEB, FT, dan FTD, seluruh dosen bergelar S-3 itu hanya ada di FEB saja. “Bisa jadi karena FT dan FTD masih baru,” ujar Dr Mukhaer Pakkanna, Rektor ITB-AD Jakarta. Untuk meningkatkan hal tersebut, Dr Mukhaer Pakkanna mengadakan akselerasi skema insentif pemberian bantuan kuliah kepada para dosen. Indikatornya meliputi kompetensi dosen, kampus tujuan, geografis tempat kuliah, dan kesesuaian keilmuan yang linear dengan keilmuan sebelumnya. “Hal ini untuk meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor di ITBAD Jakarta yang baru sejumlah 23 orang, itu pun hanya dosen FEB saja,” lapor Dr Mukhaer. Ia menambahkan, tahun ini, sebanyak 15 dosen sedang menempuh S-3.
kualitas para dosen. Langkah perta- ngan menjalin kerja sama antar-PTMA ma yang dilakukan adalah merekrut sendiri untuk pengembangan SDI satu alumnus-alumnus fresh graduate untuk sama lain. menjadi asisten dosen atau staf kependidikan. Demi terjaganya ekosistem Peran Majelis Diktilitbang PPM akademik di ITB-AD, maka Agar kualitas SDI makompetensi hardskill, softskill, sing-masing PTMA dapat serekam jejak akademik, dan jajar dengan SDI se-PTMA, kegiatan kemahasiswaan Prof Rahman memberi usul pun menjadi pertimbangan kepada Majelis Diktilitbang dalam perekrutan itu. “NanPPM untuk membentuk tinya, mereka dibiayai untuk program sinergitas SDI. Promelanjutkan studinya dan gram usulannya yang lain berkesempatan mendampingi adalah adanya pertukaran Prof Dr Rahman Rahim MM dosen senior. Seperti pembiSDI antar-PTMA untuk mebitan dosen muda,” harap Dr Mukhaer. ningkatkan kualitas pengelolaan SDI Di saat yang bersamaan, PTMA PTMA senasional. “Karena pengemperlu siap bahwa pelaksanaan program bangan SDI juga bisa dilakukan melalui pendidikan dan pembelajaran perlu jaringan dan kemitraan antara PTMA terus-menerus dievaluasi apakah ada dengan perguruan tinggi di luar negecelah untuk ditingkatkan keterampilan- ri, maka harapannya Majelis juga dapat nya (up-skilling) atau bahkan diperbarui memfasilitasi implementasi hal terse(re-skilling). Hal ini berdampak terha- but,” paparnya menerangkan. dap peningkatan kualitas dosen Di sisi lain, Dr Mukhaer berpensebagai aset SDI bagi PTMA, dapat bahwa Majelis Diktilitbang PPM yakni memiliki keterbacaan telah cukup memberikan ruang dalam yang tajam perihal kebutuh- memfasilitasi PTMA untuk berkeman kehidupan bagi peserta bang. Sekalipun demikian, alangkah badidik saat ini. iknya apabila ada tinjauan terhadap disUM Makassar memiliki paritas perkembangan masing-masing pandangan yang sama perihal PTMA yang beragam melalui pembetercapainya SDI sebagai aset rian perhatian serius. “Majelis DiktiliProf Dr dr EM Sutrisna M Kes Capai SDI Unggul Melalui penunjang kualitas PTMA. bang perlu menyiapkan endowment fund Dosen Berkualitas Sebab, kehadiran SDI dapat bagi dosen-dosen muda untuk studi Indeks kinerja dosen meliputi in- mempertahankan dan mengembangan lanjut, tentu dengan syarat dan ketendeks pengajaran, indeks penelitian, institusi sehingga harus dihargai dan tuan yang berlaku,” ujarnya. indeks pengabdian, dan IAIK. Apabi- dihormati kedudukannya. “Karena ituPerihal disparitas perkembangan la perincian-perincian tersebut telah lah, pemimpin PTMA harus hadir da- tiap PTMA, Prof Sutrisna memberi usul mencapai nilai maksimal, maka seca- lam bentuk program pengembangan mengenai sistem cangkok antara PTMA ra otomatis PTMA tersebut telah me- SDI yang profesional dan berkarakter yang baru berdiri dengan PTMA yang nunjukkan SDI yang berkualitas. Hal Islami dan bermuhammadiyah,” harap telah maju melalui bimbingan periodik, ini dipertegas oleh Prof Sutrisna, UMS Prof Rahman. misalnya pembuatan regulasi dosen tisendiri punya visi untuk menjadi World Berdasarkan pengamatan Prof dak tetap antar-PTMA untuk memperClass University, sehingga peningkatan Rahman, pemimpin PTMA sudah mu- cepat kemajuan PTMA baru. Sementakualitas dosen pun perlu diwujudkan lai terbuka mengenai pentingnya SDI ra itu, alangkah baiknya apabila PTMA dengan maksimal. “Salah satu caranya PTMA untuk dikembangkan. Banyak- yang telah maju dibebaskan oleh Majeadalah penambahan satu Wakil Rektor nya pilihan-pilihan yang dapat diambil lis Diktilitbang PPM untuk bebas berUMS, yakni Wakil Rektor Bidang Inter- dalam pendidikan tingkat lanjut dapat kreativitas sesuai kearifan lokal PTMA nasional,” ujarnya. disimpulkan bahwa peluang bagi pe- masing-masing. “Tentu, tetap dalam koITB-AD Jakarta memiliki skema ningkatan kualitas dosen PTMA cukup ridor Muhammadiyah yang berkemajuuntuk mewujudkan harapan agar SDI terbuka lebar. PTMA dapat mendo- an,” pungkasnya. [] RAS di ITB-AD Jakarta tercapai melalui rong putusan studi lanjut dosen de-
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM
9
Topik Utama Wawancara WARTA PTM
Wawancara Bersama Prof. Agus Setyo Muntohar, Ph.D.
Dorong SDI PTMA sebagai Intellectual Capital
Prof Agus Setyo Muntohar, PhD
S
ebagai komponen utama di sebuah perguruan tinggi, dosen memiliki peran vital dalam mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan. Namun realitanya, kenaikan pangkat dan jabatan dosen sering mengalami keterlambatan. Padahal, pangkat dan jabatan dosen tidak hanya berpengaruh pada pembelajaran perguruan tinggi namun hingga pada akreditasi program studi. Membaca fenomena tersebut, Prof Agus Setyo Muntohar PhD memahami bahwa kualitas Sumber Daya Insani (SDI) perguruan tinggi menjadi penting untuk dibahas dan disusun menjadi sebuah strategi. Kalimat “Lead the Change” menjadi tiga kata awal yang dilontarkan oleh Prof Agus ketika ditanya apa yang dimaksud SDI di perguruan tinggi. “Lead the Change” atau memimpin perubahan menggambarkan bagaimana arti dari SDI, yaitu individu yang memiliki kemampuan untuk menggerakkan, bahkan memimpin perubahan untuk kemajuan institusi. “Dalam perguruan tinggi, SDI ini lebih ditujukan kepada dosen, yang berperan sentral sebagai academic leader, dengan
10 Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
tidak menafikan tenaga kependidikan lainnya,” begitu pungkasnya. Bersama Reporter Warta PTM, Prof Agus Setyo Muntohar selaku Ketua Tim Kerja Program Akselerasi Karir Dosen 20172021 UMY. Prof Agus banyak memaparkan terkait bagaimana membangun SDI berkualitas, faktor pendukung dan penghambat, serta tantangan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dalam mewujudkan SDI yang unggul. Menurut Anda, apa yang dimaksud SDI berkualitas? Sebelum menyampaikan upaya untuk mewujudkan dosen yang berkualitas, kita harus mendefinisikan dulu siapa dosen berkualitas itu. Jika kita mendefinisikan kualitas dengan mengacu standar, maka standar mana yang diacu, dan apa indikatornya. Baiknya, kita menjadikan standar internasional seperti ARWU atau THE tentang “quality of faculties” dengan indikator: (1) kualifikasi pendidikan tertinggi (yaitu doctor/S-3), (2) jumlah sitasi publikasi per-dosen, (3) publikasi bersama pene-
liti luar negeri (co-author), dan (4) riset yang didanai industri atau di luar perguruan tinggi. Bagaimana seharusnya pimpinan PTMA mewujudkan SDI yang berkualitas? Seorang pimpinan harus memiliki visi internasional dan human touch, yang mampu memandang dosen dan tenaga kependidikan sebagai human capital bahkan intellectual capital untuk berkontribusi dan memberikan dampak bagi perguruan tinggi. Perlu ada shifting paradigm dari human resources management menjadi human capital management. Pemimpin perlu fokus pada pengembangan dosen dan tendik agar nilainya semakin bertambah dan berkontribusi maksimal dalam pelaksanaan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Pimpinan PTMA harus memiliki program-program untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi dosen dan tendik melalui pelatihan dan pendampingan yang terstruktur. Namun, yang harus digaris bawahi, seorang pemimpin juga harus menjadi contoh dan teladan. Jika pemimpin telah memberikan teladan mengenai pentingnya menulis jurnal, menyusun karya ilmiah, serta peningkatan karir maka semua dosen sudah pasti akan mengikuti. Bagaimana upaya dalam meningkatkan kualitas dosen melalui kenaikan pangkat dan jabatan dosen? Jika mengambil contoh di UMY, peran dan fungsi dosen serta tendik terdiri atas tiga. Pertama, layanan fungsional berupa inovasi metode dan inovasi produk. Kedua, pengembangan profesional berupa pengembangan diri dan pengembangan kolega. Serta ketiga, etika kinerja dan hidup Islami berupa etis dalam proses kerja dan layanan prima. Pengembangan sumber daya itu ada tiga yaitu karir, kompetensi, dan kualifikasi. Pertama, karir yaitu dosen harus memiliki gelar S-3, prinsip ini yang menunjukkan standar unggul dalam suatu universitas. Kemudian kedua, kompetensi
yaitu kemampuan dosen dalam bekerja. Di UMY, kompetensi dapat ditingkatkan dengan melakukan program sains camp. Kegiatan sains camp yaitu mengajarkan membuat roadmap penelitian, menulis proposal dll. Selanjutnya ketiga, kualifikasi berupa keahlian yang diperlukan untuk bekerja. Karir, kompetensi, dan kualifikasi dapat bergerak dengan pengembangan akademik, penguatan kelembagaan akademik, peningkatan kinerja (penelitian, pengabdian pada masyarakat, kerja sama, dan publikasi, serta terakhir yaitu pendampingan dosen. Di UMY kami menerapkan kegiatan pengembangan SDM dosen, yaitu bridging studi S-3 di luar negeri. Selanjutnya monitoring dan evaluasi serta pendampingan penyelesaian disertasi. Selain itu kami juga mengadakan program pendampingan penulisan artikel dan program detasering dosen yang bertujuan untuk mendorong percepatan dan pendampingan jabatan akademik. Percepatan pendampingan jabatan akademik dapat dilakukan melalui program detasering. Apa yang dimaksud dengan program Detasering? Baik, program Detasering ini memiliki konsep One Proffesor One Candidate. Hal ini perlu karena dosen itu harus di akselerasi. Alhamdulillah UMY, pada tahun 2016-2017 memiliki 5 profesor, melalui program ini kami ketambahan 8 professor. Memang ada kendala yang harus dilewati berupa syarat jurnal internasional bereputasi belum terpenuhi, scope jurnal publikasi tidak sesuai bidang ilmu, dan buku referensi tidak sesuai bidang ilmu. Namun kendala ini yang harus diselesaikan melalui program ini. Dalam program ini, akan diperoleh output yaitu dosen-dosen yang harus memiliki peta keilmuwan berupa skema yang menggambarkan kesesuaian bidang ilmu S-3, karya ilmiah, dan penugasan mengajar. Salah satu program dari pemerintah yaitu meningkatkan jumlah dosen bergelar S-3 di Indonesia. Namun hal
tersebut masih jauh dari jumlah yang ditargetkan. Bagaimana pendapat Anda mengenai hal tersebut? Sejak dahulu pada masa saya tahun 2000-an kesempatan bagi dosen untuk studi lanjut di luar negeri itu terbuka dengan beasiswa dari negara lain. Dalam hal ini diperlukan kesiapan dan keberanian dosen untuk menuntut ilmu lagi. Jika pada saat ini dana beasiswa dari pemerintah melimpah, namun peminatnya dari dosen rendah. Mengapa? Karena dosen merasa tidak perlu S-3, sebab tidak ada sanksi apa pun jika tidak S-3. Sebab perundangan hanya mensyaratkan dosen minimal berjenjang S-2. Apa dampaknya? Kualitas Pendidikan tinggi kita menjadi rendah jika dibandingkan dengan negara-negara jiran dan negara-negara seberang lainnya. Selain itu banyak dosen yang berpikir pragmatis tentang penghasilan atau gaji. Tidak ada bedanya antara S-2 dan S-3. Ini berbeda dengan dosen di luar negeri, sistem gaji membedakan jenjang Pendidikan S-2 dan S-3. Seharusnya kesempatan studi lanjut S-3 ini bisa diserap oleh dosen-dosen PTMA terutama dosen-dosen muda. Skema apa saja yang dapat disiapkan PTMA guna mencetak dosen dengan gelar S-3/doktor? Jika melihat kembali prinsip universitas sebagai people enterprise, dosen sebagai capital sekaligus intangible asset, maka harus ada perbaikan dalam sistem rekrutmen, pelatihan dan pengembangannya. Sistem pengembangan dosen ini memerlukan analisis yang mendalam dan kebijakan strategis dari pimpinan PTMA. Bahwa setiap program pengembangan memerlukan anggaran pendukungnya. Skema kolaborasi dengan perguruan tinggi partner terutama di luar negeri, dan juga dalam negeri, dapat sebagai pemacu percepatan pengembangan dosen ini untuk mencapai derajat S-3. PTMA harus mempunyai skema untuk melatih dosen dalam penguasaan Bahasa Inggris atau asing lainnya (misal Arab, Perancis, Mandarin, Jepang), dan
yang lebih penting lagi adalah kemampuan dosen untuk melakukan riset dan menulis (publikasi di jurnal ilmiah internasional bereputasi). Apa harapan Anda untuk Majelis Diktilitbang PPM guna mendukung lahirnya SDI yang berkualitas di PTMA? Majelis Diktilitbang harus bisa menguatkan bagian Litbang yang menjadi think tank setiap pengambilan kebijakan PP Muhammadiyah untuk pengembangan PTMA. Analisis yang mendalam ini sangat diperlukan agar setiap PTMA memiliki keunikan atau competitive advantage masing-masing. Berikutnya, Majelis dapat mendorong berdirinya program-program studi doctor dan research center di PTMA dengan resources sharing. Research Center ini bisa menjadi center of excellence Muhammadiyah, dan sudah seharusnya Muhammadiyah memiliki peta jalan riset dan inovasi teknologi. Ketiga program pengembangan dosen di PTMA perlu dilakukan lebih intensif dan massive. Program pendampingan dan pembinaan dosen yang lebih muda oleh dosen senior melalui kegiatan detasering atau short visit selama satu semester di PTMA yang lebih baik sistemnya. Program terakhir ini bisa dilakukan dengan penugasan terstruktur. Keempat, program leadership training tidak hanya ditujukan untuk pimpinan PTMA saja, tetapi hingga dekan, ketua program studi, bahkan dosen-dosen yang potensial untuk dikembangkan. []APR
Biodata Singkat Prof. Agus Setyo Muntohar, Ph.D. • Professor of Geotechnical Engineering • Department of Civil Engineering | Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia • Adjunct Professor, UNESCO Chair on Geoenvironmental Disaster Reduction • Assistant to President, International Consortium on Geo-disaster Reduction • Editor Member Springer-Open Journal: Geoenvironmental Disasters • Editor Board Member: Journal of GeoEngineering • Editor in Chief: Bulletin of Civil Engineering
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM 11
WARTA PTM
Kinerja
Andil PTMA dalam Pengembangan Dosen
Dokumentasi jalannya webinar.
M
ajelis Diktilitang PPM mengadakan webinar “Pengembangan Karir Akademik Dosen” seri kedua dengan narasumber Prof Dr H Edy Suandi Hamid MEc, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM dan Prof Agus Setyo Muntohar ST MEngSc PhD, Ketua Tim Kerja Program Akselerasi Kari-
er Dosen 2017-2021 UMY. “Webinar ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pimpinan PTMA dan dosen-dosen PTMA,” ujar Munawwar Khalil SS MAg sebagai moderator. Prof Edy Suandi memerinci problem SDM di PTMA, di antaranya tidak terpenuhinya kualifikasi pendidikan
minimal bagi para dosen, kurangnya jumlah dosen berpendidikan S-3, banyaknya dosen yang belum memiliki jabatan akademik, sedikitnya jumlah guru besar, dan rendahnya publikasi ilmiah atau HAKI. “Dari 17 ribu dosen, hanya 0,8% di antaranya guru besar,” ujarnya. Ini harus diatasi dengan lompatan pengembangan karier yang cepat dan besar agar ada perubahan signifikan. Prof Agus Setyo membagikan tiga program utama pengembangan dosen di UMY, yakni professorship, pembinaan dosen S-3, dan academic writing in reputable journal. “Kampus bertanggung jawab dalam asah-asih-asuh, yaitu mengasah, mengasihi, dan mengasuh para dosen,” pungkasnya. Pada sesi tanya-jawab, Rusydi Umar ST MT PhD sebagai Wakil Rektor UAD, memberi saran agar Majelis Diktilitbang PPM dapat menyediakan tim penerjemah bagi PTMA untuk membantu percepatan publikasi ilmiah dosen. [] RAS
Strategi Publikasi Internasional
M
ajelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengadakan Webinar Seri #2 bertemakan “How to Publish Research Article in International Journals: Some Strategies and Tactics” dengan mengundang Prof Dr Fathul Wahid, selaku Rektor Universitas Islam Indonesia (UII). Tujuan diadakannya kegiatan ini untuk mengetahui bagaimana langkah dan mengimplementasikan dalam publikasi jurnal internasional. “Menulis di jurnal internasional merupakan kewajiban dan tanggung jawab moral sebagai dosen,” tegas Prof
12 Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
Pemaparan presentasi dari Prof Fathul Wahid pada Webinar
Edy Suandi Hamid, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Publikasi wajib dilakukan bagi yang memposisikan sebagai dosen, ilmuwan, cendekiawan, dan bercita-cita
untuk menggapai jabatan akademik tertinggi. Prof Edy melanjutkan, jika adanya spirit dan regulasi yang memaksa dosen dapat menulis di jurnal yang bereputasi. Jika melihat perbandingan jen-
jang menuju Guru Besar dulu dan sekarang memiliki perbedaan yang cukup jauh. Artinya saat ini peluang menjadi Guru Besar semakin besar dan pasti dapat dicapai jika ditekuni dengan serius. Prof Fathul Wahid sepakat bahwa dalam menulis artikel internasional perlu bahan bakar yang terus bergerak.
“Artikel yang bagus tidak mungkin tanpa dimulai dari riset yang bagus dan ini perlu menjadi rumus emas,” paparnya. Ada tujuh tahapan dalam melakukan publikasi yaitu (1) membuat riset yang bagus, (2) menulis artikel yang bagus yaitu adanya kontribusi dan orisinalitas, (3) memilih jurnal yang sesuai,
Universitas Muhammadiyah Gombong Resmi Berdiri
Poster UNIMUGO
U
niversitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) resmi berdiri atas penggabungan STIKES Muhammadiyah Gombong dengan STT Muhammadiyah Kebumen melalui surat Keputusan Menteri Pendidikan, Ke-
budayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 312/E/O/2021. Acara penyerahan SK turut dihadiri Prof Dr Ir Muh Zainuri selaku Kepala LLDIKTI VI, Prof Lincolin Arsyad selaku Ketua Majelis Diktilitbang PPM, dr H Fatah Widodo selaku
(4) mengikuti arahan jurnal, (5) revisi paper, (6) kirim kembali revisi dengan membuat laporan revisi, (7) tinjau secara berulang. “Intinya adalah selama paper kita tidak ditolak dan paper kita diminta untuk revisi, itu berarti ada emas yang ingin digali dalam paper kita,” pungkasnya. [] APR
ketua BPH, tamu undangan dan sivitas akademika UNIMUGO melalui daring, Rabu (04/08). Dalam sambutannya, Prof Lincolin Arsyad memaparkan nantinya UNIMUGO akan difokuskan dalam pengembangan ilmu kesehatan untuk wilayah Jawa Tengah bagian selatan. Hal ini dilakukan guna memetakan PTMA dengan ciri khas dan keunikan yang dimiliki. “Kami sampaikan terima kasih pada pihak-pihak yang telah banyak membantu atas berdirinya UNIMUGO. Secara resmi hari ini Universitas di PTMA bertambah lagi jumlahnya,” paparnya. Prof Lincolin melanjutkan mergernya dua perguruan tinggi ini perlu membangun kerja sama dengan baik. Adanya dua kultur yang terbentuk diharapkan dapat berkembang menjadi lebih baik dan lebih menyatu lagi. Terlebih saat ini sekolah tinggi dan universitas itu berbeda, terbentuknya UNIMUGO juga menuntut dosen dalam meningkatkan kualitasnya salah satunya melalui penelitian. “Penelitian dilakukan agar dapat mengembangkan ilmu pengetahuan yang akan datang. Perlu diingat bahwa perubahan bentuk juga perlu merubah sikap dosen, yaitu sikap dosen sekolah tinggi meningkat menjadi sikap dosen universitas,” pungkasnya. Di akhir Prof Lincolin memaparkan agar UNIMUGO dapat meningkatkan adanya kerja sama internasional yang semakin efektif. “Baik kerja sama peningkatan pendidikan untuk dosen, ataupun kerja sama dalam mengembangkan ilmu pengetahuan,” tutupnya. [] APR
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM 13
WARTA PTM
Kinerja
Lima PTM Raih 100 Besar Universitas Terbaik di Indonesia
L
ima Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) berhasil masuk pada 100 Universitas Terbaik di Indonesia versi Webometrics 2021. Prestasi membanggakan diraih Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang menyabet peringkat ke-10, disusul Universitas Ahmad Dahlan (UAD) peringkat 31, Universitas Muhammadiyah
Surakarta (UMS) peringkat 50, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di peringkat 54, dan UHAMKA peringkat 69. Muhammad Sayuti selaku Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengapresiasi kerja keras dan prestasi PTM yang berhasil masuk 100 Universitas terbaik. “Hasil dari pe-
meringkatan menunjukkan usia muda kampus Muhammadiyah bukan menjadi penghalang dalam berprestasi. Banyak PTM yang usianya relatif muda berhasil mengungguli universitas-universitas negeri yang berusia lebih tua,” paparnya. Pemeringkatan ini menjadi ajang dan kesempatan PTMA untuk belajar dan bekerja lebih keras. Kampus dengan usia muda maupun tua bukan menjadi masalah untuk mengejar sebuah ketertinggalan. “Karena menjadi tua itu takdir dan menjadi maju itu sebuah pilihan,” pesannya. Sementara Prof Dr Achmad Nurmandi MSc, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Internasional UMY menyatakan bahwa UMY masuk peringkat kedua di DIY setelah UGM. ”Di Daerah Istimewa Yogyakarta, UMY menduduki peringkat kedua setelah UGM. Kenaikan signifikan dari peringkat Januari 2021 adalah visibilitas atau impact UMY. Demikian pula pada peringkat openness dan excellence, yang ditunjukkan pada meningkatnya jumlah paper dan sitasi yang dihasilkan dosen dan mahasiswa UMY,” jelasnya dilansir dari Website Resmi UMY. Dilansir dari situs resmi Webometrics, pemeringkatan universitas terbaik ini bertujuan untuk mempromosikan open access terhadap pengetahuan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dengan beberapa indikator penilaian, yaitu dari sisi visibilitas, impact, openness dan excellence. []APR
Unit Usaha Dorong Pendapatan PTMA
M
ajelis Diktilitbang PP Muhammadiyah kembali mengadakan Webinar Pengembangan
14 Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
Usaha seri ke-4, Sabtu (10/07). Prof. D. H. Chairil Anwar selaku Wakil Ketua Majelis Diktiltibang PPM menyebutkan
beberapa webinar sebelumnya juga sudah diadakan dan menampilkan beberapa narasumber dari para pimpinan
Poster Webinar Pengembangan Usaha seri Ke-4
dan eksternal PTMA. “Untuk webinar kali ini, akan dihadiri oleh narasumber yang berasal dari tiga perguruan tinggi yang berada di posisi atas PTMA yaitu Prof Dr Agussani, MAP selaku Rektor UMSU, Utik Bidayati SE MM selaku WR Bidang Keuangan UAD, dan Dr Zamah Sari MAg selau WR II Uhamka,” pungkasnya. Tujuan utama diadakannya webinar ini adalah agar pimpinan PTMA di seluruh Indonesia merasa adanya suatu kebutuhan bahwa pengembangan usaha dimasing-masing kampus itu pada keadaan saat ini merupakan suatu keharusan. “Karena itulah kita senantiasa berupaya untuk menyampaikan kisah sukses dari perguruan tinggi kita,” papar Koordinator Bidang Litbang dan
Pengembang Usaha tersebut. ke depannya, hasil dari keseluruhan webinar yang diadakan oleh Bidang Litbang dan Pengembang Usaha ini dapat dijadikan buku sehingga paparan presentasi yang diberikan oleh para narasumber dapat bermanfaat dan mendorong pengembangan usaha di lingkungan PTMA. Mengawali pemaparan materi, Utik Bidayati SE MM menyampaikan income dari PTMA seharusnya tidak hanya berasal dari satu sumber. Hal tersebut juga sudah menjadi kebijakan dalam akreditasi perguruan tinggi yang mendorong adanya income selain dari SPP mahasiswa. “Terlebih pada masa pandemi, kondisi ini sangat luar biasa kita alami karena adanya multiplayer effect dari pandemi dan berimbas pada
Urgensi SPMI di PTMA
S
ebanyak 25 dosen UM Sinjai mengikuti pelatihan dan sertifikasi Auditor Mutu Internal (AMI) secara daring. Kegiatan dilangsungkan
selama tiga hari (3-5/8), dan dibuka langsung oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid, yang sekaligus memberikan materi ten-
PTMA,” paparnya. UAD sendiri juga memiliki beberapa luaran dalam bentuk riset yang menjadi income generating sebagai bentuk knowledge based product. Sehingga produk dari hasil riset diarahkan untuk dikomersialkan. Prof Dr Agussani MAP, Rektor UMSU juga sepakat bahwa dibutuhkannya sumber pemasukan yang bukan hanya dari SPP. Saat ini Unit Usaha UMSU memiliki Kebun Kelapa Sawit dengan jumlah lahan 116 Hektar berlokasi di Sosor Gadong Tapanuli Tengah. “Baru 5 tahun belakangan ini kami melakukan dengan tata kelola dengan baik. Alhamdulillah dari penghasilan selama 5 tahun tersebut pendapatan yang kami terima 1,5 M dalam setahun,” paparnya. Prof Dr Agussani juga menyebutkan adanya Kebun Kelapa Sawit berlokasi di Sibiru Biru, Deli Serdang yang dikelola langsung di bawah Fakultas Pertanian UMSU. “Alhamdulillah, hasil dari pengelolaan tersebut menghasilkan kurang lebih 500 jt pertahun,” paparnya. Di akhir, Dr Zamah Sari MAg memaparkan pengalaman usaha Uhamka dengan mengelola lima unit bisnis usaha. Diantaranya Bank Perkreditan yang sudah berdiri pada 1990. Selanjutnya yaitu adanya catering Uhamka dan produksi air mineral yang saat ini dibawah PT Usaha Terpadu Uhamka (PT Utama). Pada 2021 Uhamka juga mendirikan Surya Tekno Komputindo. “Saat ini kami lebih fokus pada dua bisnis terakhir yang dikelola oleh Uhamka yaitu PT Utama,” pungkasnya. Adapun empat divisi utama yang dikelola oleh PT Utama di antaranya Konstruksi, Perawatan gedung, Percetakan dan penerbit, serta makanan dan minuman. []APR
tang Urgensi SPMI di PTMA, bersama Drs Munawar Khalil Mag dan Dr Budi Akbar. Rektor UM Sinjai Dr Umar Congge dalam sambutan pembukanya menyatakan bagi UM Sinjai yang masih baru, pelatihan dan sertifikasi ini sa-
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM 15
WARTA PTM
Kinerja ngat penting bukan saja memahamkan kembali tentang SPMI, tetapi juga untuk melahirkan auditor sehingga yang dapat melakukan AMI. “Saya berharap dengan ilmu yang diperoleh nanti dapat meningkatkan mutu UM Sinjai, dan dapat berkontribusi bagi kemajuan UMSi,” ujar Dr Umar Congge. Sementara Prof Edy menegaskan, kegiatan AMI adalah kegiatan penting yang wajib dilakukan oleh institusi Pendidikan yang menjalankan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) atau yang mengadopsi SMM ISO 9001. Perguruan tinggi dalam melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan mutu secara berkelanjutan haruslah sebagai suatu kesadaran, dan bukan karena tuntutan regulasi ataupun karena ada undang-undang dan peraturan menteri untuk mewajibkan itu. []RED
I
Tiga Prodi Langka Jadi Kekuatan ITBM Purbalingga
nstitut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Purbalingga (ITBM Purbalingga) resmi berdiri setelah diadakannya penyerahan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 318/E/O/2021. Turut hadir, Prof Dr Ir M Zainuri selaku Kepala LLDIKTI wilayah VI, Suparman Syukur selaku Ketua BPH, Prof Edy Suandi Hamid selaku Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan tamu undangan, Rabu (04/08). Dalam sambutannya Prof M Zainuri menyebutkan tujuan pendirian perguruan tinggi yaitu untuk meningkatkan akses, pemerataan, mutu, dan relevansi pendidikan tinggi di seluruh Indonesia. Berdirinya ITB Muhammadiyah Purbalingga merupakan hasil kerja keras dan usaha dari sivitas akademika serta dorongan dari PP Muhammadiyah. “Sehingga hari ini di Jawa Tengah terdapat 239 Perguruan Tinggi Swasta
16 Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
(PTS),” paparnya. Prof Edy Suandi Hamid menambahkan berdirinya ITBM merupakan PTM pertama di Purbalingga. Ia juga mengapresiasi atas dukungan dari LLDIKTI wilayah VI yang diberikan dengan luar biasa. “Birokrasi dilakukan dengan cepat sehingga kami dari majelis juga sangat mengapresiasi dan akan men-support sepenuhnya,” paparnya. Selain itu, ITBM Purbalingga juga telah bekerja keras dengan adanya dukungan dari pemerintah Kabupaten Purbalingga. Prodi yang dibuka oleh ITBM Purbalingga juga cukup menjanjikan dan relatif langka. “Prodi Ilmu Ak-
tuaria, Bisnis Digital, dan Perencanaan Wilayah dan Kota merupakan tiga prodi yang sangat langka di PTS bahkan hanya sebagian kecil dimiliki oleh PTN,” paparnya. Ia berharap semoga dengan adanya prodi yang relatif langka ini dapat dikapitalisasi dan dioptimalkan dengan baik sehingga dapat lebih berdaya saing. []APR
Sigi
WARTA PTM
Pembentukan Ideologi Muhammadiyah 1912-1941 Risensi Penelitian Prof Dr Achmad Jainuri MA Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur
B
anyak dikatakan, penelusuran mengenai tahap awal Muhammadiyah sulit dilakukan karena kurangnya sumber utama. Dugaannya, kader-kader Muhammadiyah memiliki kecenderungan untuk berdakwah dengan tradisi lisan. Oleh karena itu, jarang ada penelitian yang mengkaji mengenai pembentukan ideologi dasar Muhammadiyah, terutama pada aspek fundamental dari keyakinan agama dan komitmen sosial Muhammadiyah. Dengan begitu, Prof Achmad Jainuri MA melakukan penelitian ini didasari dengan latar belakang permasalahan tersebut. Hasil temuan dalam penelitian ini menyatakan sebaliknya. Berdasarkan penelusuran dengan menggunakan perpaduan dari pendekatan ideologis dan sosiohistoris, diperoleh bukti-bukti bahwa orang-orang dalam Pimpinan Pusat atau Cabang Muhammadiyah juga menerbitkan buku atau artikel dalam surat kabar, di samping tetap meneruskan tradisi lisan dalam berdakwah.
Sumber-sumber tertulis itu digunakan untuk menyebarluaskan gagasan-gagasan reformasi yang sangat subur sepanjang 1920-1930-an. Tulisan-tulisan tersebut di antaranya karya K.H. Ahmad Dahlan, Fachrodin, Hadjid, Soedja’, Haanie, Moechtar, Mas Mansoer, Ki Bagus Hadikisumo, M. Fadied Ma’ruf, Junus Anies, dan Boestami Ibrahim. Tulisan-tulisan mereka ada yang dipublikasikan secara pribadi, ada pula dokumen resmi seperti Soeara Moehammadijah, Adil, dan lainnya. Artinya, terdapat jejak-jejak mengenai gagasan-gagasan Muhammadiyah, baik gagasan yang mencerminkan kepentingan dan komitmen agama, moral, sosial, maupun politik gerakan untuk menjelaskan dan mengevaluasi kondisi sosial, peran individu dalam masyarakat, dan aksi sosial. Berdasarkan temuan-temuan tersebut, penelitian ini juga melakukan analisis studi tentang sosioreligiositas yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia pada momen-momen sejarah
di awal abad kedua puluh. Dua artikel yang berkonsentrasi pada aspek sosial Muhammadiyah dikemukakan oleh Peacock dan Nakamura. Peacock, dengan pendekatan etnografi dalam penelitiannya, menempatkan gerakan reformasi Muhammadiyah dalam konteks perubahan sosial yang luas di Indonesia, pada akhir abad kedua puluh.1 Sementara itu, Nakamura, dengan pendekatan antropologi, membahas Islamisasi Muhammadiyah dengan latar Kotagede, Yogyakarta selatan, dan implikasinya bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat di kota tersebut. 2 Temuan kedua karya tersebut adalah adanya konfigurasi kultural dan keterkaitan antaranggota Muhammadiyah dalam lingkungan geografis dan konteks sejarah. Sumber-sumber tersebut menunjukkan bahwa tujuan penting dari ideologi dasar Muhammadiyah diarahkan untuk memperoleh solusi praktis atas masalah-masalah sosial berdasarkan perspektif agama. Dengan kata lain, kecenderungan untuk melihat Islam sebagai acuan fundamental untuk memecahkan masalah sosial ekonomi sebenarnya telah menjadi orientasi ideologis gerakan yang dominan di awal abad kedua puluh. Artinya, Muhammadiyah percaya bahwa perhatian utama dari setiap gerakan reformasi haruslah merupakan rekonstruksi dari pandangan dasar keagamaan. []RAS
James L. Peacock, Purifying the Faith: The Muhammadiyah Movement in Indonesian Islam (California: The Benjamin/Cummings Publishing Company, 1978). Mitsuo Nakamura, The Crescent Arises Over the Banyan Tree: A Study of the Muhammadiyah Movement in a Central Javanese Town (Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1983).
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM 17
Inaugurasi WARTA PTM
Prof Herry Suhardiyanto Resmi Jabat Rektor UM Bandung
Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU
P
rof Dr Ir Herry Suhardiyanto MSc IPU resmi menjabat sebagai Rektor UM Bandung periode 20212025 setelah dilantik PP Muhammadiyah di kampus setempat, Rabu (16/06). Acara yang digelar secara hybrid
IAIM Sinjai Tambah Jumlah Doktor 18 Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
ini turut dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir (secara virtual), Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Dr H Abdul Mu’ti Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof
S
ekretaris BPH IAIM Sinjai, Andi Makmur Jaya Nur MPd, mengikuti ujian tutup disertasi dengan judul “Penjaminan Mutu Pendidikan: Implementasi Komunikasi Pimpinan, Komitmen Dosen, dan Kinerja Lembaga (Studi Kasus IAIN Bone, Sulawesi Selatan)” untuk meraih gelar Doktor
Dr H Muhadjir Effendy, Prof Lincolin Arsyad Ketua Majelis Diktilitbang PPM (secara virtual), Ketua PWM Jawa Barat H Suhada, Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Prof Dr Arif Satria, dan tamu undangan lainnya. Prof Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah menyampaikan rektor UM Bandung sebelumnya sudah membangun kampus kebanggaan warga Persyarikatan Muhammadiyah Jawa Barat dengan penuh kerja keras. “Saya yakin Pak Herry, yang merupakan orang yang profesional dan pernah sukses memimpin IPB University akan memahami bagaimana tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh UM Bandung. Insya Allah beliau dapat melanjutkan dan memajukan usaha-usaha yang telah dirintis Pak Suyatno selama lima tahun kepemimpinan,” tambah Prof Mu’ti. Dilansir dari suaramuhammadiyah.id, Prof Dr Ir Herry Suhardiyanto mengungkapkan dalam masa kepemimpinannya, ia akan menyelesaikan pekerjaan yang telah dilakukan oleh rektor sebelumnya. Didasari semangat Persyarikatan, kemudian ia akan mempelajari semua hal yang sudah ada di UM Bandung untuk dapat menemukan hal-hal penting yang bisa dikembangkan dan dilanjutkan ke depannya. “Selain itu, saya juga ingin mengajak seluruh sivitas akademika, tenaga kependidikan UM Bandung, untuk bergandengan tangan, bersama-sama menunaikan amanah Persyarikatan untuk mewujudkan UM Bandung menjadi Islamic Technopreneur University,” lanjut Prof Herry. []APR
di Universitas Muslim Indonesia. Andi mengaku senang telah dapat menyelesaikan ujiannya dengan lancar. “Banyak yang menganggap ujian tertutup disertasi sulit untuk dilalui,” jawab Andi. Selanjutnya, Andi memaparkan perincian uji yang harus ia lalui, yakni uji konten, uji teori, dan uji aplikasi.
Andi melakukan ujian tertutup disertasinya ini secara daring. Sekalipun demikian, ia menegaskan bahwa mekanisme daring tidak mengurangi esensi dari ujian tutup disertasinya. “Ujian ini merupakan inti dari proses untuk program doktor,” ujarnya dalam wawancara dengan Humas IAIM Sinjai. Ujian yang diadakan, Rabu (9/6) resmi menambah jumlah Doktor di IAIM Sinjai. Sebelumnya, Andi S-1 di UIN Alauddin Makassar. Setelah itu, ia melanjutkan studi S-2 di Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Saat ini, Andi menjabat sebagai Sekretaris BPH IAIM Sinjai dan mengajar untuk mata kuliah Kemuhammadiyahan. [] RAS
Mahasiswa Politeknik ‘Aisyiyah Sumbar Ucap Janji Calon Perawat
Dokumentasi pelaksanaan disertasi Andi Makmur Jaya
Sumbar, Dr Desi Asmaret MAg; dan Ketua PWA Sumbar, Dra Hj Meiliarni Rusli. Dosen dan tenaga kependidikan di Politeknik ‘Aisyiyah Sumbar serta orang tua mahasiswa yang ikut memenuhi undangan. Prosesi pemasangan uniform dan pengucapan Janji Calon Perawat ini memberi makna bahwa mahasiswa
D-III Keperawatan Politeknik ‘Aisyiyah Sumbar terlantik sudah siap untuk terjun ke lapangan. Aktifis penerjunan ini dalam rangka mempersiapkan diri untuk menjadi tenaga kesehatan perawat. Pengabdian sebagai perawat seusai prosesi pada Rabu (9/6) lalu ini tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam berkemajuan. [] RAS
S
ebanyak 29 mahasiswa D-III Keperawatan Politeknik ‘Aisyiyah Sumbar Tahun Akademik 2020/2021 menjalani prosesi pemasangan uniform dan pengucapan Janji Calon Perawat di UMSB. Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X, Yandri A SH MH dan Ketua DPD Persatuan Persatuan Perawat Indonesia (PPNI) Kota Padang Ns Alfitri, SKep MKep hadir dalam acara tersebut. Hadirin lain di antaranya jajaran pimpinan dari Universitas ‘Aisyiyah Sumbar, yakni Ketua BPH Politeknik ‘Aisyiyah Sumbar, H Syarlinawati Akba SPd MM; Direktur Politeknik ‘Aisyiyah
Dokumentasi usai prosesi ucap janji calon perawat.
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM 19
Inaugurasi WARTA PTM
IKesTMu Palembang Lantik Kaprodi Sarjana dan Diploma
Prosesi pelantikan kaprodi di IKesTMu Palembang
I
KesT Muhammadiyah Palembang menggelar prosesi pelantikan Ketua Prodi S-1 Sistem Informasi, D-IV Teknologi Laboratorium Medis, dan D-III
W
akil Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah M Adam Jerusalem, MT PhD melantik dr Arief Darmawan, MMR selaku Ketua STIKes Muhammadiyah Tegal melalui daring. Turut hadir Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah 6 Jawa Tengah Prof DR Ir M Zainuri DEA, Senat STIKES Muhammadiyah Tegal, H Arief Azman SE dan Prof Dr H Masrukhi MPd selaku PWM Jawa Tengah Serta BPH STIKES Muh Tegal. Dalam amanat Ketua STIKes Muhammadiyah Tegal dr Arief Darmawan, MMR menyampaikan yakin dan optimis terhadap prodi S-1 Farmasi yang dapat berkembang di Kabupaten Tegal. “Kami yakin S-1 Farmasi dapat menjadi lokomotif baru bagi Muhammadiyah Kabupaten Tegal,” paparnya. Beberapa prioritas yang akan dikerjakan dalam
20 Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
Fisioterapi. Nama yang terlantik adalah Ingge Anggi Angraini MKeb yang dilantik Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Zairinayati MKes; dan Bastian M Bio-
med serta Juliastuti M Biomed yang dilantik Maya Fadlillah MKes BPH, Dekan, dan jajaran pimpinan IKesT MP turut menghadiri prosesi tersebut. Bendahara BPH, Amidi SE MSi menyampaikan sebagai seorang pemimpin harus dapat membaca kebutuhan pasar. “Seperti mempromosikan produk atau lulusan IKesT MP agar dapat diserap oleh rumah sakit dan instansi yang lainnya,” paparnya. Pesan tersebut disampaikan saat mendapat kesempatan dan sesi tersendiri untuk menyampaikan pengarahan dalam prosesi pelantikan tersebut. Rektor IKesT MP, Heri Shatriadi, CP MKes datang menyaksikan penandatanganan pelantikan dan berita acara. Ia menyampaikan selamat kepada Ketua Prodi S-1 Sistem Informasi, D-IV Teknologi Laboratorium Medis, dan D-III Fisioterapi. “Kita perlu senantiasa mampu membangun kerja sama, kebersamaan, ketepatan, dan kecepatan dalam menjalankan program kerja di unit kerja masing-masing,” pesannya pada acara Senin (7/6) lalu. [] RAS
STIKES Muh Tegal Siap Berkolaborasi
Pelantikan Ketua dan Wakil Ketua STIKES Muh Tegal secara daring
empat tahun ke depan di antaranya peningkatan kerja sama dan kolaborasi persyarikatan pembinaan dalam pengelolaan PT, yakni pembinaan dalam bentuk bantuan sumber daya insani dan pembinaan dalam bentuk pembiayaan. Berikutnya yaitu terkait pembenahan tata kelola yang sehat (Good Corporate Governance) yang diwujudkan dengan pengembangan tata kelola perguruan tinggi yang transparan dan akuntabel dan pengembangan sumber daya insani (dosen dan tenaga pendidik). “Langkah selanjutnya adalah meningkatkan ke-
percayaan warga Muhammadiyah dan masyarakat Tegal melalui akreditasi dan publikasi ilmiah,” paparnya. Usai dilantik, dr Arief melantik wakil Ketua 1 yaitu Hendra Apriyadi MPd, dan Wakil Ketua 2 Samsul Bahri MM. Hendra Apriyadi menyampaikan kesadaran masyarakat Tegal akan pentingnya pendidikan mulai meningkat. “Meningkatnya kesadaran masyarakat Kabupaten Tegal dan sekitarnya akan pentingnya pendidikan ditangkap oleh Muhammadiyah Kabupaten Tegal, sebagai potensi untuk meningkatkan
SDM umat Islam,” imbuhnya. Potensi itu, jelas Hendra, tentu harus juga diimbangi dengan membangun perguruan tinggi bermutu dan mampu mencetak mahasiswa yang unggul dan berprestasi. “Sumber Daya Manusia yang dimaksud adalah kualifikasi yang memiliki keahlian dan skill bidang entrepreneurship dengan latar belakang pendidikan dari semua bidang ilmu yang berkompeten dan dari perguruan tinggi yang mempunyai kredibilitas di masyarakat,” ungkapnya, Sabtu (19/06) lalu. []APR
sendiri di lingkungan sekitar. Termasuk cara kita sebagai mahasiswa Indonesia,” paparnya. Mahasiswa Indonesia harus bisa meningkatkan kompetensi dalam bidang pendidikan. Dengan cara terus meningkatkan pengetahuan dan literasi teknologi untuk menjawab kebutuhan dunia digital. Pada saat yang sama akan menjadikan budaya lokal sebagai tata laku dan tutur. “Setelah menyelesaikan studi, berikan kontribusi yang terbaik kalian untuk Indonesia. Keberhasilan generasi penerus untuk menggapai cita-cita adalah kebanggaan orang tua, almamater, dan masyarakat. Perjalan-
an Indonesia menjadi pemimpin negara dunia membutuhkan tekad yang kuat dan kerja keras yang dibutuhkan dengan gotong royong,” papar lulusan Brown University Amerika Serikat ini.
UMSIDA Lepas 491 Wisudawan
U
M Sidoarjo (UMSIDA) menggelar wisuda periode XXXVII untuk lulusan Program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana secara daring dan luring di Aula KH Ahmad Dahlan. Seremoni wisuda diikuti 491 wisudawan masing-masing terbagi menjadi dua sesi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Turut hadir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim MBA, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Dr M Saad Ibrahim MA, Kepala LLDIKTI Wilayah Tujuh Jawa Timur Prof Dr Ir Suprapto DEA. Orasi ilmiah oleh anggota Komisi X DPR Prof Dr Zainuddin Maliki MSi yang juga wakil ketua PWM Jatim. Dalam sambutannya, Nadiem Anwar Makarim mengajak mahasiswa maupun wisudawan untuk melihat perubahan yang terjadi begitu cepat. “Tentunya kita telah menemukan hal-hal baru dan menyadari bahwa setiap hari ada inovasi. Harus ada perubahan pada diri
Rektor UMSIDA, Dr Hidayatulloh MSi berpesan agar wisudawan harus segera terjun ke masyarakat menggunakan ilmu yang diperoleh. “Jadilah pribadi yang tangguh. Semoga saudara dapat mengamalkan ilmu dan keterampilan yang didapat selama kuliah di UMSIDA. Sehingga bermanfaat untuk agama, persyarikatan, dan bangsa,” pungkasnya, Sabtu (19/6). [] APR
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM 21
Inovasi WARTA PTM
ATM Beras dan Telur bantu Warga Kurang Mampu
Walikota Kendari meresmikan ATM Beras dan Telur inovasi mahasiswa FEBI UM Kendari
D
alam rangka mendukung layanan masjid bagi warga kurang mampu, mahasiswa Prodi Bisnis Digital FEBI UM Kendari meluncurkan ATM Beras dan Telur di Masjid Jami Al Falah Lepo-lepo. Inovasi ini juga bertujuan dalam mendorong kemampuan kewirausahaan sosial mahasiswa. Mahasiswa FEBI UMK menginisiasi pembuatan ATM Be-
ras dan Telur bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Kendari. Menurut Dekan FEBI UMK, Syamsul Anam, ATM merupakan salah satu bentuk layanan masjid kepada warga sebagai media yang mempertemukan warga mampu dan warga sekitar masjid yang kurang mampu. “Dengan ATM Beras dan Telur kita berharap masjid memiliki orientasi penuh kepada pelayan-
an dan tidak lagi sekadar berorientasi pada renovasi dan pembangunan fisik,” papar Syamsul dilansir dari media kendariinfo.com. Dia menambahkan perlunya menopang pelayanan berbasis kebutuhan warga dan jamaah sekitar masjid. Agar nantinya masjid dapat kembali ke khitahnya untuk memberikan pelayanan kepada warga. “Saat ini kami tengah bersiap untuk memberikan tutorial pembuatan pangkalan data jamaah dan warga sekitar masjid yang selanjutnya dapat ditindaklanjuti dengan kegiatan pelayanan oleh masjid,” pungkasnya. ATM Beras dan Telur ini dilengkapi dengan aplikasi database warga yang kurang mampu serta layanan infaq beras dan telur. Setiap penerima bantuan akan mendapat kartu Radio Frequency Identification (RFID) yang sudah didaftarkan di sistem Dewan Masjid Kota Kendari sebagai penerima. Kartu RFID tersebut juga telah didaftarkan dalam sistem DMI Kota Kendari dan diatur oleh takmir masjid terkait berapa kuota beras dan telur yang akan diterima. “Salah satu inovasi baru dalam ATM Beras ini dibandingkan dengan yang sudah ada adalah ditambahkannya telur pada layanannya dan fitur pengecekan keadaan stok dan persediaan yang terhubung dengan aplikasi yang diinstalasi ke gawai milik pengelola atau takmir masjid,” jelasnya, Minggu (13/06) lalu. [] APR
Smart Pond Inovasi Budi Daya Lobster
L
ima mahasiswa Teknik Mesin UMM berhasil menciptakan alat berbasis teknologi untuk optimalisasi budi daya lobster air laut. Diberi nama “Smart Pond” alat ini dapat membantu untuk mengkondisikan kolam budi daya sesuai dengan habitat asli lobster di laut. “Ketika dipasang, alat ini secara otomatis akan menyesuaikan indikator atau parameter kolam seperti di air laut,” papar Dhia Balqis, anggota tim. Misalnya kolam yang memiliki pH 9 sementara lobster membutuhkan pH 7-8, alat akan mem-
22 Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
Lima mahasiswa UMM yang merancang optimalisasi budidaya lobster
bantu mengatur pH secara otomatis. Dhia Balqis mengaku selama dua setengah bulan perancangan, tim mereka telah sampai pada perakitan sensor dan pemrograman Smart Pond. Dia menyatakan budi daya lobster memiliki peluang yang besar di wilayah Indonesia. Tidak hanya yang sudah dewasa, bibit lobster pun banyak diburu oleh masya-
Produk Fashion Ramah Lingkungan Tim UMY
T
im mahasiswa UMY berinovasi di bidang fashion dengan produk ramah lingkungan. Inovasi ini didanai Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan Kemendikbudristek melalui Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan RI. Tim tersebut beranggotakan lima mahasiswa, yakni Wa Ode Mu’minatun Jaatsiyah, Prisa Pricilya Irawan, Cindy Novriani, Mu-
Inovasi Mahasiswa UM Pontianak Manfaatkan Daun Kelor
M
ahasiswa UM Pontianak peserta PKM-K meluncurkan produk jus daun kelor sebagai minuman alternatif yang sehat untuk meningkatkan imunitas tubuh selama
rakat. Namun, sampai saat ini budi daya lobster masih jarang dilakukan. Masyarakat masih mengandalkan hasil alam dalam memperoleh hewan laut tersebut. Permasalahan utama dalam budi daya lobster di Indonesia adalah masalah marikultur, salah satunya pemanfaatan potensi lahan perikanan budi daya yang belum optimal. “Kami
Dokumentasi pembuatan produk fashion
hammad Abid Rasyidin, dan Fathudin Fadhullah. “Latar belakang untuk menciptakan fashion yang go green yaitu untuk mengurangi penggunaan produk fast fashion dan memanfaatkan bahan alam yang sudah tidak terpakai, salah satunya serat daun nanas,” jelas Wa Ode, Ketua PKM, dilansir kumparan.com. Wa Ode melaporkan, konsumen dari produk ra-
masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Tim tersebut beranggotakan Niken Oktavia, Lili Repani, Agustina, Komar, dan Ade Rahmad Hidayat, dengan didampingi oleh Agus Samsudrajat SKM MKM. Berdasarkan penuturan Agus Samsudrajat, daun kelor dipilih sebab manfaat dan nutrisinya sangat tinggi. “Daun kelor banyak direkomendasikan sebagai nutrisi alami untuk daerah tropis, karena tanaman dan daunnya bisa tumbuh rimbun ketika musim kemarau panjang, bahkan saat bahan makanan lain semakin langka,” paparnya. Melalui produk inovatif tersebut, dilansir Kumparan pada Sabtu (31/7)
ingin nantinya inovasi ini dapat digunakan oleh semua kalangan masyarakat serta dapat mendongkrak perekonomian negara. Kami juga berencana menyusun jurnal atau artikel untuk mempublikasikan Smart Pond dalam rangka mendukung penelitian penerapan teknologi di dunia pendidikan,” jelas Dhia. []APR
mah lingkungan (eco-friendly product) ini terus mengalami kenaikan setiap tahunnya, tetapi hal ini tidak diimbangi dengan peningkatan jumlah produksi dari fashion berbahan dasar dari lingkungan yang tidak terpakai. “Ini merupakan peluang besar dalam kompetisi bisnis dengan menciptakan produk fashion yang unik dan berbeda,” kata Wa Ode pada Kamis (15/07) lalu. Menurutnya, fashion ramah lingkungan memiliki peluang besar untuk mengubah praktik bisnis menjadi lebih hijau dan menjadi industri yang menghindari dampak buruk, bahkan justru meningkatkan nilai dan keuntungannya dalam jangka panjang bagi alam. Puthut Ardianto, dosen UMY, menjadi pendamping dalam pembuatan inovasi ini. [] RAS
Produk jus daun kelor.
lalu, Tim UM Pontianak berharap agar daun kelor atau yang dikenal dengan “Judor” ini dapat menjadi bagian dari rencana dan strategi untuk menyiapkan risiko yang terjadi di masa pandemi, agar dapat menjaga ketahanan kesehatan, ketahanan pangan, dan ekonomi. [] RAS
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM 23
WARTA PTM
Kronik
Pesantren Covid-19 Shelter MCCC UM Kudus Diresmikan
Peresmian Pesantren Covid-19 Shelter MCCC oleh Bupati Kudus HM Hartopo
B
upati Kudus HM Hartopo meresmikan “Pesantren Covid-19 Shelter MCCC UM Kudus (UMKU)”, Rabu (16/6). Shelter Covid-19 ini didirikan atas kerja sama antara PWM Jawa Tengah, PDM Kudus, UMKU, Rumah Sakit ‘Aisyiyah Kudus, MCCC, Lazismu, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus. Rusnoto SKM M Kes selaku Rektor UM Kudus berharap dengan adanya shelter ini bisa membantu mengurangi penularan bagi warga yang terkonfirmasi positif dan harus diisolasi mandi-
ri. Ia menegaskan, UMKU akan bekerja sama dengan RS ‘Aisyiyah untuk melakukan screening. “Kita tidak langsung memasukkan mereka yang terkonfirmasi Covid-19 ke dalam shelter, namun rekomendasi dari dokter maupun tim kesehatan dari RS ‘Aisyiyah yang akan menjadi acuan bagi kita untuk memasukan mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 ke dalam shelter,” ungkapnya. Tim shelter Covid-19 ini juga sudah berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan di lingkungan sekitar, guna memastikan keamanan dan kenyaman-
an bersama. HM Hartopo selaku Bupati Kudus dalam pidatonya menyampaikan program ini sangat membantu Pemda untuk upaya isolasi mandiri, mengingat banyaknya warga Kudus yang harus diisolasi mandiri di Asrama Haji Donohudan Boyolali karena keterbatasan ruang isolasi mandiri yang ada di Kudus. “Pendirian shelter ini sangat luar biasa, mudah-mudahan bisa dicontoh dan bisa diikuti oleh universitas-universitas yang lain, perusahaan atau pabrik-pabrik, maupun seluruh elemen masyarakat yang lainnya, khususnya di tingkat desa,” ungkapnya. Pada kesempatan ini, HM Hartopo didampingi dengan Forkopimda Kudus, Rektor UMKU, Direktur RS ‘Aisyiyah, MCCC, dan PDM Kudus juga berkesempatan meninjau langsung lokasi dan melihat kondisi ruangan asrama UMKU yang akan dijadikan sebagai shelter Covid-19. Direktur RSA Kudus dr Hilal Ariadi menjelaskan, selama di shelter, tim kesehatan dari RSA akan memantau perkembangan pasien melalui visit dokter setiap hari. “Jika ditemukan ada gejala yang berat, maka akan disediakan ambulance untuk mengantar ke IGD RS, untuk dilanjutkan pemeriksaan. Jika setelah diperiksa ternyata harus isolasi mandiri, maka pasien dikembalikan ke shelter, dan jika kondisinya gawat maka akan dirawat inapkan di RS,” terangnya. Adapun Pesantren Covid-19 Shelter MCCC UMKU ini akan siap beroperasi pada Kamis (17/6) mendatang. [] APR
UMY Kembali Adakan Webinar Abdimas
P
andemi saat ini memberikan dampak yang luar biasa di berbagai hal. Tentu kita jangan hanya berdiam diri namun harus tetap berkarya dan tetap beradaptasi dengan cara melakukan inovasi melalui teknologi tepat guna,” papar Dr Adhianty Nurjanah SSos, MSi dalam Peluncuran Webi-
24 Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
nar Abdimas ke-4 yang diadakan LP3M UMY, Jumat (16/06). Webinar Abdimas merupakan forum ilmiah UMY yang dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya untuk mendesiminasi hasil pengabdian masyarakat yang dilaksanakan dosen-dosen pengabdi UMY. “Selain itu ini merupakan bukti nyata bahwa
meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir UMY tetap berkarya melalui pengabdian masyarakat dengan inovasi teknologi tepat guna yang dihasilkan,” lanjut Dr Adhianty Ketua Panitia Abdimas ke-4. Ketua LP3M UMY, Dr Ir Gatot Supangkat MP IPM juga juga menegaskan
pandemi Covid-19 tidak lantas membuat semangat UMY dalam berinovasi surut. “UMY terus berkarya dan berinovasi melalui kegiatan pengabdian masyarakatnya,” imbuhnya. Bertemakan “Inovasi Teknologi Tepat Guna dan Model Peningkatan Kapasitas Masyarakat Era Covid-19”, webinar ini juga dihadiri Menteri Kesehatan RI Ir Budi Gunadi Sadikin CHFC, CLU sebagai keynote speech, dengan tiga panel forum yaitu Ketua Komisi Yudisial RI, Prof Dr Mukti Fajar ND, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Dr Siti Noordjannah Djohantini MSi, dan Inventor GeNose Alat Deteksi Covid: Prof Dr Eng Kuwat Triyana MSi. Sementara Dr Ir Gunawan Budiyanto, MP IPM selaku Rektor UMY
S
Panitia Webinar Abdimas 4
membuka dan meresmikan acara mengungkapkan bahwa pengabdian adalah salah satu program yang ada di Kampus Merdeka. Dalam program Kampus Merdeka, pengabdian ini harus real bukan
menjadi sekedar ajang pamer kecanggihan teknologi yang dihasilkan kampus, namun dapat menjadi salah satu solusi untuk permasalahan yang ada di masyarakat,” ujar Gunawan. [] APR
RS PKU Muhammadiyah Prambanan Resmi Jadi RS Darurat Covid-19
ri Mulyani Bupati Kabupaten Klaten melakukan peninjauan fisik dan kesiapan sarana prasarana di RS PKU Muhammadiyah Prambanan sebagai RS Darurat Covid-19. Rumah sakit yang didirikan STIKES Muhammadiyah Klaten ini ditunjuk dari dinas terkait sebagai lokasi isolasi terpusat bagi masyarakat yang dinyatakan positif Covid-19. Iskak Sulistya Perwakilan PDM mengungkapkan RS PKU Muhammadiyah Klaten telah resmi dibuka sebagai tempat isolasi terpusat Covid-19. “Kami juga telah bekerja sama dengan pemerintah setempat maupun kabupaten sebagai upaya penekanan penyebaran Covid-19,” pungkasnya. Dr Dien Kalbu Ady Direktur RS PKU Muhammadiyah Prambanan menyampaikan bahwa RS menyediakan 50 tempat tidur, 3 ICU dengan 3 ventilator, UGD, serta penunjang lainnya. “Dengan keterbatasan tersebut, kami memohon dukungan kepada seluruh warga untuk dapat menjalankan tugas dengan baik,”
Acara Peresmian RS PKU Muhammadiyah Prambanan sebagai RS Darurat Covid-19
papar anggota PDM ini. Selanjutnya, Bupati Klaten, Sri Mulyani menyampaikan diresmikannya RS Darurat ini guna menangani lonjakan kasus Covid-19. Dengan hal ini diharapkan dapat memaksimalkan
langkah-langkah percepatan penanganan Covid-19. Sri mengucapkan terima kasih atas kontribusi nyata dari semua pihak atas bukti nyata yang telah ditunjukkan oleh semua pihak yang terlibat dalam pembangunan RS ini. []APR
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM 25
WARTA PTM
Kronik
Mahasiswa UM Purwokerto Lolos Program Transfer Kredit Internasional
U
M Purwokerto (UMP) kembali menorehkan prestasi. Setelah sebelumnya meraih juara tingkat Nasional, kini mahasiswa UMP berhasil menerima Bantuan Dana Program Transfer Kredit Internasional Tahun 2021. “Alhamdulillah, UMP menerima Bantuan Dana Program Transfer Kredit Internasional Tahun 2021 dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi sebanyak 10 mahasiswa,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik UMP Ir Aman Suyadi MP, Kamis (1/7). Dijelaskan Tahun 2021 UMP mengajukan proposal untuk 10 mahasiswa dari lima prodi yakni Pendidikan Bahasa Inggris, Sastra Inggris, Akuntansi, Manajemen, dan Pendidikan Dokter. “Alhamdulillah semuanya lolos dan mendapat bantuan dana. Tentunya hal tersebut sangat membanggakan karena UMP harus berkompetisi dengan per-
Wakil Rektor Bidang Akademik UMP Ir Aman Suyadi MP
guruan tinggi negeri maupun swasta seluruh Indonesia,” tandasnya. Aman optimis tahun depan bakal lebih banyak mahasiswa yang lolos dan menerima bantuan program transfer kredit internasional. “Insya Allah tahun 2022 kita persiapkan lagi agar lebih banyak lagi mahasiswa yang menerima
UNIMUDA English Center (UEC) Resmi Berdiri
Peresmian English Center (UEC) UNIMUDA Sorong
26 Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
dan bantuan program transfer kredit internasional. Selamat kepada para mahasiswa yang telah berhasil meraih dana bantuan tersebut. Kami berharap semoga para mahasiswa mampu meningkatkan kompetensinya dan mampu berkompetisi di tingkat internasional,” pungkasnya. [] APR
U
NIMUDA Sorong meresmikan UNIMUDA English Center (UEC) di kampus setempat, Selasa (15/06). Pendirian Lembaga Bahasa Inggris ini bertujuan guna meningkatkan kualitas berbahasa Inggris bagi mahasiswa-mahasiswi UNIMUDA Sorong dan masyarakat tanah Papua pada umumnya. Rektor UNIMUDA Sorong, Dr Rustamadji M Si menyampaikan sedikitnya pekerja Indonesia yang bekerja diluar negeri dikarenakan kurangnya mengetahui dan memahami bahasa Inggris, sehingga pengiriman pekerja ini masih terbatas. Hadirnya UNIMUDA English Center dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa menjawab peluang guna bekerja di luar negeri.
“Jadi, hari ini kita mulai belajar berbahasa Inggris, nanti tidak menutup kemungkinan semua peserta juga akan menguasai dunia dengan bahasa Inggris ini, berangkat dari UEC, selesai program peserta disini harus berubah menjadi orang Indonesia yang pandai berbahasa Inggris” paparnya. Sementara itu Kepala LLDIKTI wilayah XIV, Dr Suriel S Mofu mengap-
resiasi peluncuran Lembaga ini sebagai pusat belajar bahasa Inggris, dimana aktivitas yang mendukung proses belajar bahasa Inggris baik formal maupun informal, interaksi dalam bahasa Inggris itu dimulai secara resmi di UNIMUDA Sorong. “Lagi-lagi UNIMUDA Sorong membuat sejarah baru, karena saya tidak pernah dengar di perguruan tinggi
swasta lain. Saya rasa ini satu rintisan baru yang dibuat oleh UNIMUDA, oleh sebab itu saya ucapkan selamat kepada Rektor, Wakil Rektor dan seluruh akademika UNIMUDA Sorong yang telah mengambil satu langkah sangat maju untuk menghadirkan UNIMUDA English Center di kampus ini,” paparnya. [] APR
Unismuh Makassar Penerima PKM Terbanyak di Indonesia Timur
Data PKM GT AI LLDIKTI IX
U
nismuh Makassar ditetapkan Kemendikbud-Ristek sebagai penerima hibah terbesar dalam bidang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Gagasan Tertulis (GT) dan Artikel Ilmiah (AI). Unismuh meloloskan sebanyak 13 proposal PKM dengan capaian pemenang hibah terbanyak di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta
yang berada dalam naungan Lembaga Layanan Dikti (LLDIKTI) Wilayah IX. Perguruan Tinggi lain yang juga menerima insentif PKM GT dan AI, yaitu Unhas (9), UNM (8), Universitas Muslim Maros (2), Universitas Muhammadiyah Palopo (2) dan Universitas Bosowa (1). Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unismuh Makassar, Dr Muhammad Tahir bersyukur atas capaian tersebut. Capaian ini menambah daftar mahasiswa Unismuh yang berprestasi di kancah nasional. “Pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi yang baik antara pimpinan universitas, para dosen pendamping, dan mahasiswa yang terus menggelorakan semangat kompetisi dan budaya prestasi di lingkungan kampus,” paparnya. Ia menambahkan dari semua perguruan tinggi, Unismuh berada pada peringkat 12. Sedangkan antar PTS, Unismuh tercatat sebagai PTS dengan proposal PKM GT dan AI terbanyak kedua yang lolos secara nasional setelah UM Surakarta. [] APR
Gedung Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS Diresmikan
U
M Surakarta (UMS) resmikan gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan bertempat di Edutori-
um dan disiarkan daring, Sabtu (03/07). Drs H Marpuji Ali MSi menyampaikan bahwa gedung ini direncanakan akan
digunakan sebagai tempat perhelatan Muktamar Muhammadiyah 2022. “Gedung ini dibangun sebagai tempat berlangsungnya Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang InsyaAllah akan dilaksanakan pertengahan tahun 2022,” tutur Marpuji Ali yang juga pimpinan proyek pembangunan gedung itu.
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM 27
WARTA PTM
Kronik Turut hadir Prof Dr KH Haedar Nashir MSi selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan menandatangani prasasti gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan. Dilanjut dengan penekanan tombol peresmian oleh Rektor UMS dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang diwakili oleh Drs Dahlan Rais M Hum. Prof Haedar berharap agar gedung ini dapat menebar manfaat dan maslahat. “Gedung ini diharapkan dapat memberi manfaat yang besar dan menjadi simbol bagi Muhammadiyah Berkemajuan Abad Kedua,” tutur Prof Haedar. Gedung ini memiliki kapasitas di hall utama dan dua lapis tribun sejumlah 6000 orang dan dapat diperluas ke samping hingga dapat menampung total 8000 orang. Untuk Indoor, gedung ini merupakan yang terbesar di Indonesia. Akan ada area yang diproyeksikan sebagai tempat bagi museum peradaban
Peresmian Gedung Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS
Islam Asia Tenggara yang bertempat di lantai dua Edutorium. Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS menggunakan tenaga listrik ramah lingkungan yang memanfaatkan cahaya matahari sebagai salah satu sumber tenaga listrik sebagi
UMSU dan UNIMAP Malaysia Kolaborasi Penelitian
Penandatanganan MoU secara daring
U
MSU menandatangani kesepakatan kerja sama (MoA) dengan Universitas Malaysia Perlis dan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Senin (5/7). Penandatanganan dilakukan Wakil Rektor UMSU Dr Akrim. Sementara dari Univ 17 Agustus Surabaya
28 Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
oleh Prof Dr Mulyanto Nugroho dan dari UniMAP oleh deputi Vice Chancellor UniNAP Prof Ir Ts Dr Mohd Rizal Arshar dan Chairman FAB Enterpreses Dr Capt Fausta Barata. Kerja sama fokus di bidang pengajaran riset, penelitian, dan pengabdi-
wujud perhatian kita terhadap sumber daya terbaharukan. Kawasan Edutorium juga dilengkapi danau buatan, danau retensi untuk antisipasi banjir, mushola dan taman publik seluas 1 ha bagi warga masyarakat Soloraya. []APR
an untuk mendorong kolaborasi untuk pembelajaran online lintas batas. “Tentu saja kolaborasi itu bukan saja karena situasi pandemi tapi sudah menjadi kebutuhan global,” pungkas Dr Rudianto, Wakil Rektor III. Ia melanjutkan, dunia global saat ini telah memasuki era industri 4.0 yang ditandai dengan digitalisasi dan reality. Ditambah dengan adanya pandemi Covid-19 dan pembatasan aktivitas sosial sehingga fenomena ini harus ditangkap oleh dunia pendidikan dengan melakukan pembelajaran berbasis online. “Bila saat ini kampus terlihat sunyi itu karena dosen dan mahasiswa sedang sibuk melakukan proses pendidikan secara virtual,” paparnya. Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Prof Dr Mulyanto Nugroho dan Vice Chancellor UniMAP Prof Ir Ts Dr Mohd Rizal Arshar juga berharap adanya kerja sama ini dapat memperkuat penelitian dan pengabdian serta mendorong adanya pertukaran budaya antar suku bangsa, khususnya Melayu. []APR
UNISA Yogyakarta Kirim 39 Relawan Bantu RS. Sardjito
Relawan Unisa Yogyakarta
F
akultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Unisa Yogyakarta mengirimkan 39 relawan tenaga kesehatan ke Rumah Sakit dr Sardjito. Suratini, Wakil Dekan II Fikes mengatakan 39 relawan terdiri dari 32 mahasiswa keperawatan dan 7 alumni jurusan kebidanan Fikes Unisa Yogyakarta. Pengiriman relawan
U
tenaga kesehatan yang terdiri atas ners dan bidan diminta secara langsung oleh pihak RSUP dr Sardjito. “Setelah mendapatkan permintaan tersebut kami melakukan koordinasi internal dengan fakultas dan rektorat, hasil keputusannya yaitu UNISA turut men-support relawan ke RSUP dr. Sardjito,” paparnya.
Ia menambahkan koordinasi dilanjutkan dengan kaprodi keperawatan dan kebidanan untuk menawarkan kepada calon ners serta alumni bidan yang sanggup dan mendapatkan izin orang tua untuk persiapan berangkat. Wakil Dekan III Bidang Mahasiswa dan Kerja sama Fikes Unisa Yogyakarta, Wantonoro mengatakan mahasiswa keperawatan yang menjadi relawan berasal dari mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fikes Unisa Yogyakarta yang telah selesai menempuh praktik klinik dan rencana akan mengikuti uji kompetensi pada bulan Agustus 2021 mendatang. Sisanya berasal dari D-4 Prodi Kebidanan yang lulus pada 2019 dan 2020. “Semuanya berdomisili di Yogyakarta dan sudah mendapatkan izin dari orang tua masing-masing. Setelah penyerahan dilanjutkan dengan wawancara dan penyerahan dokumen,” imbuhnya. Berdasarkan informasi yang beredar, RSUP dr. Sardjito mengalami lonjakan pasien Covid-19 sejak Jumat (02/07). Atas kondisi tersebut, RSUP dr. Sardjito sempat membuka donasi dan rekruitmen tenaga relawan pada Minggu (04/07) dan saat ini sudah resmi ditutup. [] APR
UM Papua Jalin Kerja Sama dengan Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat
M Papua melakukan penandatanganan MoU dengan BULOG Kanwil Papua dan Papua Barat di kampus UM Papua, Kamis (8/9). Rektor UM Papua Prof Dr HR Partino MPd memaparkan kerja sama tersebut akan membuka peluang UM Papua dalam melebarkan usaha. “Nantinya UM Papua sebagai Amal Usaha Persyarikatan Muhammadiyah akan melebarkan usaha pada usaha retail dengan menyediakan bahan pokok bagi dosen, staf, mahasiswa, dan masyarakat sekitar dengan harga kompetitif dan bersaing,” paparnya. Kerja sama ini diharapkan juga dapat saling menguntungkan kedua belah pihak. Seperti program magang wirausaha bagi mahasiswa UM Papua, dan lainnya. “Apalagi saat ini
Prosesi foto bersama setelah melakukan penandatanganan MoU
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM 29
WARTA PTM
Kronik UM Papua sudah memiliki Prodi Kewirausahaan yang fokus pada kompetensi lulusan berjiwa wirausaha,” lanjutnya. Sementara Kakanwil Bulog Papua dan Papua Barat, Sopran Kennedy, mengapresiasi kerja sama dalam rangka
pengembangan jaringan kerja sama Bulog dalam menyediakan kebutuhan pokok bagi sivitas akademika UM Papua. “Bulog saat ini bukan hanya menyediakan beras raskin tapi juga menyediakan beragam kebutuhan pangan dengan ku-
FEB UMP Kembali Tambah Jumlah Doktor
Ujian Terbuka Promosi Doktor Dr Drs Sunardi SE MSi
D
r Drs Sunardi SE MSi resmi menambah jumlah doktor yang dimiliki UM Palembang setelah berhasil menyelesaikan studi Strata 3 (S-3) pada Program Doktor Ilmu Ekono-
U
M Banjarmasin menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PDM Kapuas dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas di Aula Adijani Al Alabij, Kampus Utama UM Banjarmasin. Kesepakatan MoU tersebut merupakan implementasi tridharma perguruan tinggi, seperti membantu dalam pelaksanaan proses rekrutmen mahasiswa, penyaluran alumni ke lapangan kerja yang tersedia, dan lain-lain.
30 Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
mi Konsentrasi Akuntansi Universitas Trisakti Jakarta. Ujian Terbuka Promosi Doktor diselenggarakan secara virtual melalui media zoom yang berpusat di Aula Kantor Pusat Administrasi UM Pa-
alitas dan harga yang bersaing di pasaran,” pungkasnya. Acara penandatanganan MoU juga dihadiri Warek 1 Dr Indah Sulistiani SE M I Kom, Warek 3 Dr Syarifuddin M I Kom, para dosen, dan Staf UM Papua. [] APR
lembang, (22/7). Dr Abid Djazuli SE MM yang juga hadir langsung memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Dr Drs Sunardi SE MSi atas gelar yang dicapai. “Saya juga mengajak untuk dosen-dosen UM Palembang yang saat ini sedang menjalani studi S-3 di dalam atau di luar negeri, untuk terus semangat dan menyelesaikan studinya, sehingga kembalinya ke UM Palembang dapat mendukung peningkatan mutu lulusan nantinya,” paparnya. Ia juga berharap dengan diraihnya Doktor Ilmu Ekonomi saat ini, akan semakin membawa kemajuan dan peningkatan mutu lulusan di Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM Palembang. Turut hadir Dekan FEB, Yudha Mahrom DS SE MSi, Kaprodi, dan dosen dilingkungan FEB UM Palembang. Adapun judul disertasi yang diangkat oleh Dr Drs Sunardi yaitu “Pengaruh Good Government Governance dan Kualitas Laporan Keuangan Terhadap Kinerja Pemerintah Daerah Dimoderasi dengan Kualitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah”. []APR
UM Banjarmasin Perkuat Implementasi Tridarma Kepala Dinas Pendidikan, Dr H Suwarno Muriyat SAg MPd, menyambut baik kesepahaman ini karena hasil kesepakatan sesuai dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas untuk meningkatkan kualitas SDM. Ada empat target capaian Pemkab Kapuas
dalam bidang pendidikan melalui program “Pendidikan Hebat Kapuas Cerdas”, yaitu peningkatan mutu lulusan, peningkatan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan, peningkatan peran stakeholder, dan implementasi kurikulum berbasis kearifan lokal. “Ar-
tinya, kesepahaman ini telah menjadi amanat yang tertuang dalam program-program Kemendikbud,” papar Suwarno. Rektor UM Banjarmasin, Prof Ahmad Khairuddin yang turut memberi sambutan pada penandatanganan MoU pada Rabu (7/7) lalu mengatakan MoU ini menjadi upaya universitas mencapai visinya. UM Banjarmasin menargetkan untuk menjadi perguruan tinggi yang terkemuka, unggul, profesional, dan berkarakter Islam yang berkemajuan di Kalimantan pada tahun 2025. [] RAS
UM Palembang Gelar Pelatihan Desain dan Website
U
M Palembang menggelar Pelatihan Desain dan Pengelolaan Website bagi Mahasiswa sebagai bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan perjanjian kerja sama dengan berbagai mitra dunia usaha dan industri. Sebanyak tiga prodi UM Palembang lolos seleksi sebagai penerima bantuan Kemendikbud, salah satunya adalah Institutional
Support System (ISS), yakni sistem yang berguna untuk membantu mengembangkan sistem manajemen perguruan tinggi. Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Liga 2 Tahun 2021 yang meloloskan tiga prodi UM Palembang berdampak pada penyelarasan kebijakan UM Palembang agar sesuai dengan MBKM. Wakil Rektor II UM Palembang,
Dr Hj Fatimah SE MSi berharap agar kualitas pelayanan kampus terhadap sivitas akademikanya berbasis ICT akan terwujud setelah pelatihan tersebut. “Prodi ISS ini memiliki program-program yang besar. Harapannya, dengan ini UM Palembang dapat lebih meningkatkan kecepatan, akurasi, efektivitas, dan efisiensinya,” ujar Fatimah dalam pembukaannya pada Pelatihan Desain dan Pengelolaan Website bagi Mahasiswa, Selasa (30/6) lalu. Acara tersebut menghadirkan Taqrib Ibadi MKom sebagai narasumber dan Ketua Lembaga Penjamin Mutu UM Palembang, Dr Asvic Helida SHut MSc. [] RAS
Dokumentasi setelah Pelatihan Desain dan Website.
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM 31
WARTA PTM
Kronik
Pengabdian Unmuh Babel Gali Potensi Desa
U
nmuh Bangka Belitung berkolaborasi dengan Bappeda Bangka Tengah, Badan Litbang Bangka Tengah, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, Dinas Pangan, dan Pemerintah Desa Batu Beriga Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah menggelar acara FGD bertema “Pemetaan Masalah dan Potensi Desa Binaan Menuju Desa Mandiri Melalui Pengabdian kepada Masyarakat”. Selain Rektor Unmuh Babel, acara dihadiri juga Kepala LPPM Unmuh Babel, Dzihan Khilmi Ayu Firdausi, dan jajaran dosen Unmuh Babel Penerima Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Internal Skim Desa Mitra. Rektor Unmuh Babel, Fadillah Sabri, sangat antusias sebab program Bina Desa ini sekaligus menjadi media dakwah yang membawa nilai kemanusiaan. Kabid Litbang Bangka Tengah, Arzali, menyatakan dukungan dan kemauan untuk bekerja sama dalam program Bina Desa ini. “Kami siap untuk
Pelaksanaan FGD Desa Binaan UM Bangka Belitung.
memberi bantuan berupa penyajian data-data yang akurat, lebih visual, dan kooperatif,” ujar Arzali. Kepala Desa Batu Beriga, Gani, merasa bersyukur dan berharap potensi Tanjung Berikat Desa Batu Berikat
UM Enrekang Perdalam Karakter Muhammadiyah
Jalannya Baitul Arqam UM Enrekang.
32 Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
dapat berkembang. ”Desa kami memiliki potensi yang sangat banyak. Ini membutuhkan dukungan SDM dengan pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan,” ujar Gani pada gelaran FGD Rabu (30/6) lalu. [] RAS
U
M Enrekang (Unimen) menggelar Baitul Arqam bertema “Meneguhkan Ideologi Muhammadiyah di Perguruan Tinggi Muhammadiyah” bagi pimpinan dan dosen untuk menguatkan akademik sivitas akademika di Aula Sang Surya Pusdiklat Unismuh Makassar, Kabupaten Gowa. Ketua PWM Sulawesi Selatan, Mawardi Pewangi, membuka acara ini, dilanjutkan dengan sambutan Rektor Unimen, Drs Yunus Busa MSi. Ustaz Mawardi dalam amanahnya mengatakan kegiatan ini penting dan harus terlaksana secara intensif untuk menyatukan persepsi tentang Muhammadiyah di tengah persaingan ideologi. “Insya Allah dalam kegiatan ini kita akan kupas bagaimana karakter Muhammadiyah yang sesungguhnya,” ucapnya. Ia juga berkata, dalam bermuhammadiyah
harus ada keseimbangan antara kesalehan individu dengan kesalehan sosial sehingga menjadi Muhammadiyah yang inklusif dan akomodatif. Dalam sambutan Rektor Unimen, Drs Yunus memberi pesan agar dosen
S
PWM Sulsel dalam mengelola jalannya kegiatan ini. Seluruh pimpinan dan dosen Unimen mengikuti acara yang berakhir Senin (28/6) lalu. [] RAS
STIKesMuh Ciamis Dukung Kampus Bebas Narkotika
TIKes Muh Ciamis tergabung dalam deklarasi “War on Drugs” yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat dan Perguruan Tinggi Anti-Narkotika (ARTIPENA). Sebanyak 125 perguruan tinggi mengikuti deklarasi daring tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk menghadirkan “Kampus Bersinar (Bersih Narkotika)”. Mahasiswa yang mewakili STIKes berasal dari Prodi Keperawatan D-3. Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Asep Gunawan MKep, menyebut bahwa perwakilan STIKes Muh Ciamis tersebut jumlahnya mencapai tiga digit. “Artinya, hal ini menjadi wujud komitmen STIKes,” ujarnya. Asep menambahkan, banyaknya mahasiswa STIKes dalam deklarasi itu menjadi bentuk turut serta untuk memerangi ancaman narkotika, khususnya di kalangan mahasiswa sendiri.
L
fokus mengikuti kegiatan. “Sebab, di sini kita kembali menguatkan ideologi Muhammadiyah, menyamakan persepsi, menyatukan visi misi membangun Unimen ke depan,” ujarnya. Ia juga mensyukuri dan berterima kasih atas kesediaan
Pelaksanaan deklarasi daring “War on Drugs”.
Deklarasi daring “War on Drugs” ini memecahkan rekor deklarasi dengan jumlah peserta terbanyak, berdasarkan catatan Rekor ORI (Original Record Indonesia), yakni mencapai lebih dari 10.000
UM Riau Bangun Dua Sumur Air Bersih untuk Warga
embaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UM Riau membangun dua unit sumur air bersih, hasil kerja sama dengan PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI), yang berlokasi di Masjid Raya Tapung Hulu dan Masjid Al-Mujahadah.
Dengan ini, penantian puluhan tahun masyarakat Desa Sukaramai Kecamatan Tapung Hulu untuk mendapatkan akses air bersih khususnya pada musim kemarau telah terwujud. Peresmian dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat di halaman Masjid
peserta. Kegiatan yang digelar Sabtu (26/6) lalu dilaksanakan untuk memperingati Hari Anti-Narkoba Internasional (HANI) 2021 yang jatuh setiap 26 Juni sejak tahun 1988. [] RAS
Raya Tapung Hulu menghadirkan Bupati Kampar, H Catur Sugeng SH; Kepala SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus; Rektor UM Riau, Dr H Mubarak MSi; Manager Corporate Affairs Aset South, Wan Dedi Yudhistira; serta tokoh masyarakat. “Sudah bertahun-tahun masyarakat Tapung Hulu menantikan akses sumber air bersih. Hari ini, mimpi tersebut menjadi kenyataaan. Semoga masyarakat dapat menjaga dan merawat-
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM 33
WARTA PTM
Kronik nya dengan baik,” ujar Catur. Penyediaan fasilitas air bersih bagi masyarakat di Desa Sukaramai Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar terlaksana melalui Program Investasi Sosial CHERISH (Chevron untuk Riau Sehat Sejahtera). Peresmian ini berlangsung pada Selasa (8/6) lalu. Rektor UMRI menyampaikan bahwa pengadaan sumur air bersih di Desa Sukaramai Tapung Hulu ini merupakan lokasi ke-3 program tersebut. “Sebelumnya, program ini ada di Minas Barat dan Minas Timur,” paparnya. [] RAS
Peresmian dua unit sumur air bersih
UMMI Lepas Mahasiswa untuk Jalani Pengabdian
Sambutan dari Walikota Sukabumi
U
M Sukabumi (UMMI) melakukan kegiatan pelepasan peserta KKN Tematik. Kegiatan ini dihadiri oleh Dr Yuni Sri Wahyuni MT sebagai WR I UMMI dan jajaran pimpinan dari tingkat universitas hingga program studi. Ketua LPPM UMMI, Asep Muhamad Ramdan SE MM memaparkan laporan
singkat terkait pelaksanaan kegiatan KKN Tematik UMMI Tahun 2021. Walikota Sukabumi, H Achmad Fahmi SAg MMPd memberi sambutan dan arahan. “Dalam kondisi pandemi Covid-19 dan PPKM Darurat yang masih ada dan dengan adanya perpanjangan PPKM Level 4, penting sekali peranan
UMSU Beri Fasilitas Teknologi dan Pelatihan Olah Hasil Tani 34 Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
U
mahasiswa sebagai peserta KKN dalam menjalankan program yang menunjang kebermanfaatan bagi masyarakat. Salah satunya adalah sebagai ‘Duta Kesehatan’ yang menyosialisasikan penerapan prokes serta vaksinasi bagi masyarakat,” tutur Achmad Fahmi. Kegiatan KKN Tematik UMMI 2021 bertemakan “Perilaku Kebiasaan Baru untuk Pemulihan di Masa Pandemi” yang dilaksanakan secara daring dan diikuti 677 mahasiswa. “Dengan mengucap bismillah, kegiatan KKN Tematik UMMI 2021 resmi dimulai,” ucap Dr Yuni Sri Wahyuni saat memberikan sambutan pada Rabu (21/7). [] RAS
MSU gelar program “Pelatihan Terpadu Pengembangan Agrosociopreneur” di Desa Sekoci yang merupakan kawasan sentral penghasil jeruk siam. Wakil Rektor III UMSU, Dr Rudianto MSi hadir menyerahkan berbagai fasilitas teknologi dan pelatihan kepada warga. Fasilitas tersebut berupa dua mesin sortir jeruk, dua mesin
pemeras jeruk, tiga mesin filling kemasan botol, dan satu handphone untuk pengembangan media sosial. Rudianto berharap kegiatan ini dapat mengubah mindset petani jeruk agar dapat mengolah jeruk siam menjadi produk minuman segar. “Ini berguna untuk menjadi nilai tambah pada buah jeruk siam,” ujarnya. UMSU juga mengimplementasikan empat program binaan dan pendampingan hibah internal UMSU. Warga Sekoci sangat terbuka dengan perubahan dan berharap dengan penerapan teknologi pertanian dan pemahaman bisnis yang benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sana. Kepala Desa Sekoci, Suwarisno SH merasa sangat senang atas kehadiran WR III, tenaga dosen, dan mahasiswa dari Fakultas Pertanian dan Fakultas FISIP UMSU di desa ini untuk membimbing warga dalam mengubah
metode pengolahan lahan dan proses hasil pertanian. Suwarisno berharap, pendampingan UMSU dapat mempercepat upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu
(16/6) lalu ini dihadiri oleh Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA UMSU), Dra Yurisna Tanjung MAP; Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial, H Mujahiddin MSP; dan Ketua PKK Desa Sekoci, Agustina AMKeb. [] RAS
Dokumentasi penyerahan fasilitas teknologi dan pelatihan pada warga
Donor Darah UM Palopo Pantik Rasa Peduli Sesama
H
impunan Mahasiswa Manajemen (HMPS) UM Palopo menggelar kegiatan donor darah bersama PMI Kota Palopo beserta Panitia Pelaksana Pelantikan dan Rapat Kerja Himpunan Mahasiswa Manajemen Indonesia (HMMI) Wilayah VI, di kampus setempat. Kegiatan yang sudah dilaksanakan sejak tahun lalu ini memang diadakan untuk mendukung program donor darah di Palopo. “Palang Merah Indonesia (PMI) Palopo sebagai organisasi kepalangmerahan, akan selalu mendukung kegiatan donor darah,” ujar Haidir Basir, Ketua PMI Palopo.
Pelaksanaan donor darah di UM Palopo
Sejumlah peserta dalam pelantikan dan rapat kerja tersebut turut serta dalam kegiatan donor darah, Rabu (23/6). Ketua HMPS UM Palopo, Muhammad Padli, berharap agar kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa kepedu-
lian mahasiswa kepada sesama. “Misalnya, dapat menimbulkan rasa saling tolong-menolong, dan juga kepekaan kepada lingkungan di sekitarnya,” ujar Padli dalam situs resmi UM Palopo. [] RAS
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM 35
WARTA PTM
Kronik
STiMuGo Jadikan Bangunan Kampus Lokasi Vaksinasi
S
TIKes Muh Gombong menjadi lokasi kegiatan “Serbuan Vaksinasi Nasional” untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Bhayangkara. Kegiatan vaksinasi ini menyasar mahasiswa dan masyarakat umum di wilayah Kecamatan Gombong. Ketua STiMuGo, Dr Hj Herniyatun MKep SpMat, mengapresiasi segenap panitia, terutama Tim Satgas Covid-19 STIMuGo, yang siap tanggap dengan persiapan singkat untuk memberi pelayanan vaksinasi massal, sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Bupati Kebumen, H Arif Sugiyanto S; Wakil Bupati Kebumen, Hj Ristawati Purwaningsih SST MM; Kepala Dinas
Dokumentasi pelaksanaan vaksinasi di STiMuGo
Kesehatan Kebumen, dr HA Dwi Budi Satrio MKes; dann Kepala Polres Kebumen, AKBP Piter Yanottama SH SIK meninjau langsung kegiatan itu. Arif Sugiyanto mengimbau agar 5M tetap dipatuhi. “Patuhi protokol dengan terus memakai Masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi mobilitas di luar,” sambungnya memerinci.
STIKES Muh Gombong menyiapkan delapan ruang kelas untuk proses vaksinasi tersebut. Ruang kelas itu terbagi dalam ruang screening, ruang injeksi, tempat untuk cetak sertifikat, dan ruang tunggu yang representatif. Ruang tunggu bertujuan agar masyarakat tidak berkerumun. Vaksin pertama yang diselenggarakan pada Sabtu (26/6) lalu ini membuka kuota sebanyak 1.500 orang.[] RAS
ITBM Resmi Hadir di Purbalingga
Pemaparan Prof Dr Muhammad Fauzan
P
erguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah diharapkan segera berdiri di Kabupaten Purbalingga. Walaupun saat ini ada 223 lembaga
36 Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
Pendidikan Muhammadiyah-’Aisyiyah di wilayah ini, namun belum ada satu pun PTMA. Oleh karena sejak 2010 digagas mendirikan perguruan tinggi,
namun baru sekarang mencapai proses akhir dan divisitasi oleh Direktorat Kelembagaan Dikti. Hal itu dikemukakan Prof Dr Muhammad Fauzan, selaku Ketua BPH dan Tim Panitia Pendiri Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Purbalingga, Senin (17/6) saat visitasi melalui zoom, yang juga menghadirkan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid, dan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE. ITBMP dalam usulannya menga-
jukan tiga prodi, yaitu Aktuaria, Bisnis Digital, dan Perencanaan Wilayah dan Kota. “Prodi ini merupakan prodi yang tidak banyak dimiliki perguruan tinggi lain di Indonesia. Ini diharapkan bisa memenuhi permintaan yang ada, dan memberikan kontribusi bagi masyara-
kat,” ujar Prof Edy Suandi Hamid dalam sambutan pembukanya. Lebih lanjut Prof Edy mengatakan, Persyarikatan Muhammadiyah akan terus mengawal proses pendirian ini. “Jika nanti izin operasional diberikan, dan ITBMP sudah berjalan, kami akan selalu
UMY Kembali Tambah 50 Dokter Gigi
Sumpah Dokter Gigi UMY secara virtual
F
akultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY menambah lagi 50 dokter gigi baru. Acara pengambilan sumpah dilangsungkan secara daring Sabtu (17/7) oleh Dekan FKIK UMY
Dr Sri Sundari, yang dihadiri juga Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM Edy Suandi Hamid, Wakil Rektor UMY Prof Soekamta, dan Ketua PDGI DIY Drg Sugiharti. Dalam laporannya Kaprodi
Sumpah Dokter UM Palembang
Namun demikian para dokter hendaknya tetap memakai APD dan menerapkan prokes secara ketat. Demikian dikemukakan Rektor UM Palembang Dr Abid Djazuli dalam acara sumpah dokter lukusan UMP, Rabu (27/7) di aula Gedung Ahmad Dahlan lantai 4 Palembang. Pelantikan yang berlangsung secara daring dan luring ini dilakukan Dekan FK UMP dr Yanti Rosita MKes.
P
ara dokter yang baru dilantik diharapkan langsung bisa berperan membantu mengatasi Pandemi Covid-19 yang saat ini melanda dunia.
terlibat langsung mengawasi, membina, dan mendukung pengembangannya,” ujar Prof Edy. Dalam paparannya Bupati Purbalingga menyatakan dukungannya, dan mengharapkan dengan adanya ITBMP ini akan menambah Lembaga Pendidikan tinggi di wilayahnya. []RED
Kedokteran Gigi Erma Sofiani, Sp. KG menyatakan bahwa dengan tambahan dokter baru ini, total lulusannya sebanyak 844 dokter gigi. “Prodi Kedokteran Gigi FKIK UMY sudah meluluskan lebih dari 800 Dokter Gigi yang tersebar di seluruh Indonesia. Harapan saya kedepannya para Dokter Gigi baru dapat melanjutkan karir dan mengabdi di manapun itu berada dan bermanfaat untuk masyarakat yang lebih luas,” tutur Dekan FKIK UMY, sembari menekankan para Dokter Gigi agar terus meningkatkan keprofesionalannya selama bertugas. Sementara Prof Edy Suandi Hamid menyatakan bahwa walau dokter gigi terus bertambah, kebutuhan lulus dokter gigi masih tetap dibutuhkan, mengingat jumlah yang ada masih kurang di masyarakat. Sementara masyarakat juga semakin melek informasi dan sadar hak-haknya. “Oleh karena itu para dokter gigi ini harus betul-betul professional. Bukan saja terus meningkatkan kompetensinya, tetapi juga berdisiplin, berintegritas, dan selalu menekankan layanan prima.” Ujarnya. []RED
“Sejak berdiri tahun 2008, UMP sudah meluluskan 444 dokter,” ujar dr Yanti Rosita. Lebih lanjut Rektor mengingatkan, situasi sekarang memang menjadi tantangan bagi para dokter baru. “Ini sebagai bagian dari sumpah dokter, yakni ‘Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan manusia’. Jadi Anda semua saat ini benar-benar diuji,” ujar Rektor. []RED
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM 37
WARTA PTM
Kronik
Pelantikan dan Sumpah Dokter UM Palembang
Sekolah KUI PTMA
Pelaksanaan donor darah di UM Palopo
Poster Sekolah KUI PTMA
K
erja sama internasional merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindarkan, karena itu pengurus Kantor Urusan Internasional (KUI) PTMA harus aktif dan terus belajar
38 Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
agar dapat membangun jaringan yang luas serta juga memanfaatkan beragama skim bantuan dari Pemerintah yang juga mendorong perguruan tinggi agar berkolaborasi dengan PT Global.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid dalam Pembukaan Sekolah KUI PTMA yang berlangsung Rabu (28/7) secara daring. Acara yang diadakan UMY ini bertajuk “Scaffolding the Muhammadiyah ‘Aisyiyah Higher Institutions International Office Management for Better Implementation of Internationalization” dihadiri juga Ketua Lembaga Kerja Sama UMY Dr Fitri Arofiati dan Ketua ASKUI Yordan Gunawan, dan diikuti lebih 60 peserta wakil KUI PTMA. Kegiatan ini menghadirkan banyak pembicara PTMA yang expert dalam bidangnya, seperti Tony K Hariadi (UMY), Yordan Gunawan (Ketua KUI), Pradana (UM Surabaya), Nurul Ftahiyah (UM Jember), Purnama (UHAMKA), Sutantri (UMY), Eka Erlangga (UMSU), dan Syafrudin dari UM Sukabumi. Tema yang dibahas beragam dari tentang Pendirian dan Pengelolaan Kantor Urusan Internasional hingga teknis dari berbagai skim kerja sama yang ada. Dalam kesempatan itu Prof Edy menyampaikan terima kasih dan apresiasinya pada UMY yang mengadakan acara ini. “Belakangan ini UMY banyak mengadakan kegiatan yang melibatkan KUI untuk berbagi pengalaman pada PTMA lainnya. Ini merupakan semangat yang baik agar PTMA bisa maju bersama, khususnya dalam kerja sama internasional,” ungkap Prof Edy Suandi Hamid. []RED
Wacana WARTA PTM
Sumber Daya Insani Berkemajuan Oleh: Yordan Gunawan Ketua Asosiasi Kantor Urusan Internasional PTMA
S
umber Daya Insani (SDI) adalah salah satu faktor yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perusahaan. SDI juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan sebuah institusi atau organisasi. Pada hakikatnya, SDI adalah para penggerak institusi atau organisasi untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan. Warther dan Davis menyebut bahwa SDI adalah semua orang yang siap, mampu, dan siaga dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi. Bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi, yang dikemudian hari diistilahkan dengan Human Capital. Muhammadiyah dan Yordan Gunawan ‘Aisyiyah sebagai persyarikatan dengan segala aset baik tangible menyeru kepada kebajikan (amar ma’ruf maupun intangible, merupakan tempat nahi munkar). Al`amru bil-ma’ruf wan“berlatih” dan menjadi kawah candra- nahyu’anil- mun’kar adalah sebuah frasa dimuka untuk melahirkan SDI yang dalam bahasa Arab yang maksudnya sebenarnya, yang jikalau diukur dari sebuah perintah untuk mengajak atau perspektif Islam sendiri, ada ciri emosi- menganjurkan hal-hal yang baik dan onal dan spiritual sebagaimana digam- mencegah hal-hal yang buruk bagi mabarkan melalui kepribadian Rasulullah, syarakat. Frasa ini dalam syariat Islam yaitu amanah, yang merupakan unsur hukumnya adalah wajib. Amar ma’ruf penting dan menentukan akan berhasil nahi munkar dilakukan sesuai kemamdan tidaknya seseorang dalam berusa- puan, yaitu dengan tangan (kekuasaan) ha dan beramal baik, serta berhasil dan jika dia adalah penguasa/punya jabatan, tidaknya suatu organisasi atau institusi dengan lisan atau minimal membencidalam mempertahankan dan melestari- nya dalam hati atas kemungkaran yang ada, dikatakan bahwa ini adalah selekan eksistensi. Ciri kedua adalah bahwa kader mah-lemahnya iman seorang mukmin. Kedisiplinan merupakan point persyarikatan sudah selayaknya dapat
ketiga yang wajib dimiliki oleh para kader penggerak di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), utamanya. Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya. Pendisiplinan adalah usaha usaha untuk menanamkan nilai ataupun pemaksaan agar subjek memiliki kemampuan untuk menaati sebuah peraturan. Pendisiplinan bisa jadi menjadi istilah pengganti untuk hukuman ataupun instrumen hukuman dimana hal ini bisa dilakukan pada diri sendiri ataupun pada orang lain. Disiplin merupakan sikap yang wajib ada dalam diri semua individu. Selanjutnya, Integritas yang tinggi dan memiliki etos kerja adalah ciri keempat. Sumber daya insani yang sesuai dengan semangat Islam berkemajuan, seharusnya memiliki etos kerja dan integritas tinggi, dengan tidak menyalahgunakan wewenang, apalagi sampai melakukan korupsi. SDI yang dimiliki oleh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah sudah seharusnya pulalah memiliki rasa tanggung jawab. Bahwa setiap orang haruslah harus memiliki sifat tanggung jawab atas apa yang telah dikerjakan, sebagai bagian dari amal ibadah serta. Hingga terwujudlah SDI dengan semangat Berkemajuan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan umat.
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM 39
Dosen Berprestasi WARTA PTM
Wawancara bersama Prof. Sisunandar, Ph.D
Inisiator Kebun Plasma Nutfah Kopyor Pertama di Dunia
"
Semua bermula saat saya melakukan penelitian S-3 di Australia mengenai konservasi kelapa menggunakan bioteknologi, selanjutnya saya bertekad untuk mengaplikasikannya di Indonesiaî, begitu papar Prof Sisunandar PhD, Dosen UM Purwokerto yang berhasil melakukan budi daya kelapa kopyor dan mendirikan kebun plasma nutfah kelapa kopyor pertama di dunia. Hasil yang ia dapatkan saat ini memang cukup memakan waktu dan perjalanan yang bisa dikatakan tidak mudah. Ide untuk mengaplikasikan kelapa kopyor saat itu juga merupakan hasil dari permasalahan yang ia amati di lingkungan sekitarnya. Pada tahun 2009 tepatnya, ia mengakui bahwa budidaya kopyor yang dilakukan oleh para petani masih bernasib aji mumpung. Masyarakat kerap menggunakan metode alami dan hanya menghasilkan sekitar 2 sampai 4 butir per tandan yang kopyor, sisanya petani hanya mengasilkan kelapa normal itupun jika para petani beruntung. ìJika tidak beruntung maka akan diperoleh seluruh buahnya normal tidak ada yang kopyor,î begitu pungkasnya. Harga buah kopyor saat itu juga terbilang tinggi untuk kelapa biasa mematok harga sekitar 3 ribu rupiah, sedangkan kelapa kopyor dapat mencapai 25 ribu per butir waktu itu. Dengan kondisi tersebut, Prof Sisunandar mencoba untuk mengaplikasikan bioteknologi kultur jaringan yang ia gunakan untuk konservasi kelapa sewaktu studi S-3 menjadi produksi bibit kelapa kopyor. Kebun Plasma Nutfah Kopyor Pertama di Dunia Sebagai dosen ia sadar betul akan kewajiban dalam melakukan sebuah riset. Hal ini yang menjadi motivasi awal
40 Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
Pengangkatan Guru Besar Prof Sisunandar, PhD
dalam merancang inovasi budidaya kelapa kopyor. Selain harga dari kelapa kopyor yang terbilang cukup mahal, serta masih langkanya kesediaan kelapa kopyor. Prof Sisunandar mengungkapkan Konservasi kelapa kopyor juga belum pernah dilakukan dimanapun seluruh dunia. Oleh karena itu ada keinginan besar untuk membangun kebun konservasi kelapa kopyor pertama di dunia. ìDan alhamdulillah atas ijin Allah kebun plasma nutfah kelapa kopyor pertama di dunia berhasil kami bangun tahun 2015 di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Saat ini kebun tersebut sudah menghasilkan buah yang seluruh buahnya kopyor,î paparnya. Memang benar, capaian dari hasil yang diterima oleh Prof Sisunandar juga mengalami pasang surut. Kendala serta kegagal juga alami dan menjadi hal yang biasa baginya ketika melakukan sebuah riset. Ia memulai riset pada 2009 dan baru berhasil mendapatkan benih pertama pada tahun 2012 dan pada tahun 2014 kami tanam kelapa kopyor hasil
kultur jaringan pertama kali. ìBisa dibayangkan begitu banyaknya kendala dan kegagalan selama tahun tahun itu,î pungkasnya. Kendala lain yang sangat umum bagi peneliti di Indonesia berupa kurangnya dana penelitian, bahkan tidak ada dana penelitian dari manapun institusi di Indonesia sehingga memaksa saya untuk post doctoral research fellow sebentar di Australia dan Perancis untuk mengumpulkan dana penelitian yang ia pakai untuk mengembangkan kopyor waktu itu. Dengan begitu, ia terpaksa menggunakan seluruh gajinya untuk membiayai riset dan menggunakan gaji isteri yang saat itu juga dosen UMP untuk kehidupan ia dan keluarga sehari-hari. Namun ia menyadari peralatan penelitian yang terbatas juga memunculkan kreativitas untuk membuat sendiri alat-alat yang dibutuhkan untuk penelitian. Julukan Profesor Kelapa Kopyor Selain mengajar, Prof Sisunandar sering menghabiskan kegiatan harian-
sumber foto mediaindonesia.com
nya dengan berkeliling kebun untuk memastikan pohon kelapa terawat dengan baik. Tak heran, Ia kerap dijuluki sebagai profesor kelapa kopyor karena mengembangkan pohon kelapa dengan hasil kesuluruhan buahnya kopyor. Pohon kelapa yang ditanam berasal dari keturunan pohon kelapa asal Banyumas, Pati, Lampung dan Madura. Ada beragam jenis kelapa kopyor dari masing-masing daerah. Dari Banyumas ada empat jenis kelapa kopyor yaitu Green Dwarf, Pink Hust Dwarf, Tall dan Yellow Dwarf. Sedangkan dari Pati ada Kopyor Pati Yellow Dwarf, Kopyor Pati Green Dwarf, Kopyor Pati Brown Dwarf dan Kopypor Pati Orange Dwarf. Alhasil banyak berdatangan apresiasi serta dukungan dari berbagai tempat. Tidak hanya dari masyarakat dan pemerintah daerah Banyumas dan Jawa Tengah tetapi hampir dari seluruh wilayah di Indonesia. ìHampir setiap hari ada yang menghubungi sekedar bertanya dan berdiskusi tentang kelapa kopyor dan cara budidayanya tetapi juga menanyakan cara memperoleh benihnya,î tambah dosen jurusan Biologi UMP tersebut. Apresiasi dan kepercayaan yang luar biasa tinggi terutama datang dari Bapak Bupati Banyumas dan bapak Dirjen Risbang Kemenristekdikti yang berkali kali datang ke kebun untuk menanam kelapa kopyor pertama kali. ìMeskipun saat
itu belum ada bukti buahnya akan 100% kopyor tetapi beliau-beliau luar biasa kepercayaannya kepada peneliti sampai panen perdanapun dilakukan oleh beliau berdua dengan didampingi bak Rektor UMP waktu itu,î tambahnya. Terus Mengembangkan Inovasi Selain fokus dalam pengembangan bibit kultur jaringan, Prof Sisunandar juga kerap melakukan pelatihan yang ditujukan bagi masyarakat yang tertarik mengembangkan budidaya kelapa kopyor. Hampir setiap minggu para tamu dari berbagai kalangan datang berkunjukng ke kebun dan berdiskusi mengenai cara budidaya hingga pelatihan yang diberikan secara gratis. ìBahkan tamu yang penasaran seperti apa kelapa kopyor pun kami terima secara gratis di Coconut Research Center Universitas Muhammadiyah Purwokerto,î paparnya. Hal yang menarik, ditengah kesibukannya sebagai dosen dan juga inisiator bibit kultur jaringan, Prof Sisunandar tidak pernah merasa kesulitan untuk membagi waktunya, Kedunya merupakan tugas pokok yang harus ia lakukan sebagai seorang dosen. ìSaya masih mengajar dan membimbing mahasisiwa secara penuh baik membimbing riset mahasiswa S1 maupun S3 dari UMP, Universitas Soedirman, maupun dari Australia (University of Queensland).
Saya juga masih menjadi peneliti untuk melakukan riset di kelapa khususnya kelapa kopyor dan saya juga masih menjadi petani kelapa kopyor,î begitu paparnya. Prinsipnya, menjadi petani merupakan bagian dari riset untuk belajar budidaya serta mengaplikasikan metode yang telah dikembangkan sebelumnya. Prof Sisunandar menyadari inovasi yang tengah ia kembangkan masih harus terus diperbarui. Adapun pembaruan yang akan dilakukan yaitu memperbaiki kualitas kelapa kopyor dengan merakit kelapa kopyor hibrida, memperbaiki teknik budidaya kelapa sehingga mampu menghasilkan buah kelapa yang berlipat dibandingkan dengan jumlah produksi saat ini, mengupayakan penanaman kelapa kopyor di lahan marginal, mengolah daging buahnya untuk kosmetik dan obat-obatan, hingga bekerjasama dengan teman-teman dosen dari Fakultas Farmasi dan Kedokteran UMP maupun fakultas Farmasi Universitas Airlangga. ìKami sampai sekarang juga masih melakukan kerja sama penelitian untuk mengembangkan teknik kultur jaringan kelapa kopyor dengan The University of Queensland, Australia dan CIRAD Perancis sampai 5 tahun kedepan,î paparnya. Prof Sisunandar berharap, ke depannya inovasi ini dapat terus dikembangkan untuk meraih kesejahteraan masyarakat. [] APR
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM 41
WARTA PTM
Profil PTM
“
Bangun Pendidikan dengan Spirit Ahmad Dahlan
Moral and Intellectual Integrity” menjadi dua kata kunci yang kerap kita jumpai ketika membuka website kampus ini. Kampus yang sudah berdiri sejak tahun 1994 ini merupakan jebolan dari FKIP Muhammadiyah Cabang Jakarta pada tahun 60-an. Kemudian, berubah menjadi IKIP Muhammadiyah Yogyakarta dan resmi berubah kembali menjadi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada 19 Desember 1994 sampai saat ini. Awal perubahan UAD, jumlah mahasiswa keseluruhan sekitar 600-an dengan dosen-dosen DPK sekitar 30an. “Alhamdulillah sekarang pada tahun akademik 2020/2021 student body Universitas Ahmad Dahlan berkembang sangat signifikan, yaitu sekitar 30.000 dan jumlah dosen sekitar 750 orang,” tambah Dr Muchlas MT selaku Rektor UAD saat diwawancarai Reporter Warta PTM melalui whatsapp. Dr Muchlas menam-
42 Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
bahkan saat itu UAD hanya mendirikan satu kampus di Jalan Kapas dengan luas tidak sampai satu hektar. Namun saat ini, Alhamdulillah UAD telah memiliki enam kampus dengan luas area sekitar 10,5 hektar. Prestasi adalah Budaya Kita Memasuki milad ke-60, UAD terus melebarkan sayapnya dalam meningkatkan kinerja dan prestasinya. Tak heran, tagline “Prestasi adalah Budaya Kita” benar-benar diaktualisasikan khususnya saat menghadapi tanggap darurat Covid-19. Berbagai macam inovasi turut diciptakan dosen UAD seperti pembuatan Pistol Covid, Laboratorium Jarak Jauh (R-PhyLab), Immunostimulan berbasis herbal, hand sanitizer, produk buku pembelajaran masa pandemi Covid-19, pembelajaran berbasis Radio Komunitas di daerah 3T, portal otoma-
tis (Respokes V1) dan masih banyak inovasi lainnya. Hal ini semata menjawab di usia ke-60, UAD membuktikan bagaimana cara mempertahankan spirit yang diteladani dari ide-ide besar Ahmad Dahlan dalam dunia pendidikan meskipun tertekan tantangan dan hambatan pandemi. Sama seperti PTMA lainnya, UAD juga kerap menjaga agar supaya penerapan catur darma perguruan tinggi dapat terus berjalan, bersamaan dengan kesejahteraan kampus juga pendapatan unit usaha. Saat ditanya upaya apa saja yang dilakukan demi memanen banyaknya prestasi, Dr Muchlas memberikan dua hal penting. Pertama, adanya penghargaan kepada seluruh sivitas akademika dan juga tenaga kependidikan untuk menumbuhkan motivasi berprestasi. Misalnya, kepada para Doktor diberikan tunjangan doktor. Begitu juga kepada para dosen dengan diberikan re-
ward penelitian, reward publikasi ilmiah dan seterusnya yang bersifat pemberian penghargaan. Kedua, hadirnya lembaga-lembaga yang mendukung terkait pengembangan karya ilmiah, seperti bidang Publikasi Ilmiah, Bidang Riset dan Inovasi, serta Bidang Sentra Hak Kekayaan Intelektual. Begitupun mahasiswa, adanya dukungan finansial dan pendampingan seperti inovasi robotika, bidang olahraga, seni, hibah, AIK, dan lainnya serta fasilitas yang mendukung juga turut diperbarui oleh UAD. Hal ini semata untuk melahirkan lulusan yang bukan hanya membawa nilai ijazah namun dapat berbekal kompetensi dan akhlak mulia. Dengan harapan lahirnya generasi yang dapat membawa perubahan di tengah masyarakat nantinya. Wujudkan SDM Unggul dan Kompetitif Banyaknya prestasi, inovasi, penelitian, dan pengabdian yang dihasilkan tidak semata-mata memicu kepuasan. Sepatutnya, capaian tersebut harus terus ditingkatkan guna menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompetitif. Untuk dapat bertahan dan bersaing, tentu akarnya ada di sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Sementara SDM unggul hanya bisa diwujudkan dengan kerja keras, keseriusan, dan nilai kebersamaan. Hal ini sangat disadari oleh Dr Muchlas, baginya nilai kebersamaan dan terbentuknya team work menjadi modal awal yang kuat dan berasal dari internal. “Mengapa dari internal? Karena tim dari internal lebih memahami secara lebih mendetail tentang budaya (corporate culture), nilai-nilai yang sudah dikembangkan UAD dibandingkan jika kita menghire tim eksternal,” begitu pungkasnya. Sebaliknya, pihak eksternal dapat dijadikan sebagai narasumber dalam memperoleh informasi. Memandang hal tersebut, UAD juga kerap menjalin kerja sama dengan pihak eksternal baik lembaga, individu, maupun perguruan
tinggi lain baik di luar maupun dalam negeri. Paradigma dalam memandang perguruan tinggi sebagai kompetitor juga berubah menjadi kolaborator. “Kita tidak menganggap orang lain itu sebagai musuh kita, sebagai kompetitor kita, pesaing kita, tetapi mereka sebagai mitra untuk bekerja sama agar memperoleh manfaat dan kemajuan bersama. Sekarang ini sudah ada usaha-usaha untuk mengarah ke sana,” paparnya. Ia mengibaratkan dengan adanya konsep
"SDM unggul hanya bisa diwujudkan dengan kerja keras, keseriusan, dan nilai kebersamaan."
Merdeka Belajar yang merupakan ajang kolaborasi antar perguruan tinggi dengan mendorong mahasiswa dalam melakukan aktifitas di entitas lain. Baik pada prodi dan universitas lain dengan landasan ilmu yang baru baik dunia usaha, industri dan lainnya. Kuatkan Branding Internal dan Eksternal Kampus yang memiliki gedung 10 lantai ini menyadari bahwa memperoleh mahasiswa khususnya di masa pandemi memang cukup menjadi tantangan. Pasalnya, banyak mahasiswa yang sudah mendaftar harus mengurungkan niatnya karena diterima pada PTN atau kampus pertama pilihannya. Menyadari hal tersebut, UAD terus mengen-
carkan ikhtiarnya dalam melakukan internal branding dengan cara ‘getok tular’ atau disebut penyebaran informasi dari mulut ke mulut. Kekuatan ‘getok tular’ tersebut diciptakan dengan adanya layanan kepuasan mahasiswa seperti pembelajaran, ekstrakurikuler, dan fasilitas mendukung lainnya. Alhasil, gedung 10 lantai dengan eskalator dan lift yang disediakan berhasil membentuk branding UAD menjadi kampus yang setara dengan Mall. “Mahasiswa dan orang tuanya ikut bangga memilih UAD sebagai tempat kuliah, dan ini menjadi kekuatan UAD karena branding berjalan dari mahasiswa dan orang tua wali ke masyarakat sekitarnya,” papar Dr Muchlas. Sasaran pasar juga dilakukan melalui branding eksternal. Publikasi melalui social media baik melalui Facebook, Youtube, maupun Instagram juga terus digencarkan. “Jadi promosi dengan menggunakan brosur saat ini sudah hampir tidak ada. Brosur sudah kita lewatkan beberapa tahun yang lalu,” begitu tambahnya. Dengan begitu, di tahun ini UAD memang fokus melakukan publikasi melalui sosial media karena sesuai dengan karakter calon mahasiswa. Publikasi yang dilakukan juga akan memotivasi sivitas akademika UAD untuk dapat terus menorehkan berbagai prestasi karena bahan promosi berasal dari prestasi mahasiswa tersebut. Ke depannya, Dr Muchlas menargetkan untuk mengarahkan UAD menjadi universitas yang unggul, inovatif, dan lebih banyak memberikan manfaat untuk masyarakat. Ia juga menegaskan agar nantinya UAD dapat menjadi universitas dengan membangun spirit kerja pada semua anggota dan sivitas akademika yang profesional. Serta dapat menjadi kampus yang memberikan manfaat bagi kemanusiaan, bangsa, negara, dan alam semesta. “Intinya begitu. Kalau itu sudah tercapai, ya berarti impian kita sudah terwujud,” tutupnya. [] APR
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM 43
WARTA PTM
Profil PTM Wawancara Bersama Dr. Muchlas, M.T Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD)
Memimpin dengan Keikhlasan memasuki usia dua tahun. Kepemimpinannya juga berhasil meraih beberapa capaian dan prestasi yang membanggakan, namun Ia tidak memungkiri bahwa menjadi seorang pemimpin juga mengalami pasang-surut tantangan dan hambatan. Bersama Reporter Warta PTM, Dr Muchlas Arkanuddin MT memaparkan bagaimana strategi dan kunci kepemimpinan yang kerap Ia terapkan dalam menakhodai kampus UAD. Strategi kepemimpinan seperti apa yang Bapak terapkan dalam memimpin UAD? Kami mengembangkan beberapa strategi kepemimpinan. Pertama, menerapkan kepemimpinan yang bersifat kolektif kolegial. Kedua, kepemimpinan model partisipatif, di mana pimpinan dengan yang dipimpin itu bisa bersama-sama berpartisipasi secara aktif dan memungkinkan tumbuhnya ide-ide atau gagasan-gagasan muncul dari bawah. Semacam bottom up atau model yang di dalam konteks total quality management juga disebut sebagai management by walking about. Sebuah model kepemimpinan dimana pemimpin itu sering menyapa yang dipimpin. Cara ini menurut saya lebih efektif karena mendukung model kepemimpinan partisipatif. Dengan cara seperti itu kita bisa menumbuhkan sense of belonging yang kuat bagi para warga UAD karena antara pimpinan dan yang dipimpin itu memiliki rasa yang sama.
T
epat pada 9 Oktober 2019, Dr Muchlas Arkanuddin MT resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), masa bakti 2019–2023 menggantikan rektor UAD periode sebelumnya Dr Kasiyarno MHum. Masih teringat pula, isi dari pidato Dr Muchlas pada saat itu yang mengajak seluruh sivitas akademika untuk bersama memajukan dan memakmurkan UAD. Tujuannya agar UAD menjadi perguruan tinggi yang leading dalam mencetak intelektual unggul berdaya saing tinggi, berkepribadian Islami, serta memiliki integritas moral dan intelektual. Sebagai Rektor, beberapa langkah sudah Ia persiapkan, yakni mengembangkan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan industri di era sekarang ini, mengembangkan konten pembelajaran sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri, serta melakukan reformasi konten dan metodologi pembelajaran atau pendidikan melalui pendekatan digitalisasi. Hal ini Ia lakukan sebagai komitmen dirinya dalam menjadi Rektor yang berkompeten. Saat ini, perjalanannya menjadi orang nomor satu di UAD sudah
44 Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
Menurut Bapak, nilai apa yang harus diterapkan guna menjadi pemimpin yang berhasil? Saya kira, kalau di Muhammadiyah itu yang paling utama adalah keikhlasan. Nilai keikhlasan itu bisa menggerakkan seorang pemimpin. Jadi ada spirit untuk menggerakkan seluruh potensi kita dengan motivasi utamanya hanya semata-mata karena Allah Swt. Tanpa keikhlasan, kita tidak bisa menjalankan program ini dengan total. Keikhlasan memiliki tiga dimensi yakni, pertama, adanya niat. Jadi dalam mengembangkan program-program yang ada di UAD ini, harus ada niat yang dirancang dengan sebaik-baiknya. Kedua, adalah ‘itqon atau profesionalisme. Jadi, spirit itqon itu harus ada dalam menjalankan amal soleh yang berbasis keikhlasan. Ketiga, seorang pemimpin harus dapat memperkirakan apa yang nantinya bermanfaat dari apa yang dia kerjakan. Berikutnya, sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah kejujuran. Kejujuran saat ini merupakan barang yang langka, tapi dengan semangat atau spirit yang tinggi kita tetap menjunjung tinggi kejujuran di segala aspek. Selanjutnya adalah ghiroh, semangat atau passion. Jadi, pe-
mimpin itu dasarnya harus senang dan menyenangkan. Jangan sampai kita memimpin tetapi dengan rasa terpaksa. Ketika seorang pemimpin bekerja dengan senang dan gembira dan ditambah dengan rasa ikhlas dapat menjadi kekuatan yang sangat dahsyat. Jadi ikhlas, jujur, profesional, dan passion itu yang sangat diperlukan. Nilai lain yang saya rasakan penting dalam kepemimpinan adalah kedekatan pemimpin dengan yang dipimpin, saling mendoakan antara yang dipimpin dan yang memimpin, dan seterusnya. Melihat pentingnya SDM dalam sebuah lembaga, seberapa penting peran internal tim dalam membangun UAD? Iya sangat signifikan. Nah, di situlah tadi pentingnya nilai kebersamaan di dalam membentuk team work yang kuat yaitu dari internal. Mengapa dari internal? Karena tim dari internal lebih memahami secara lebih mendetail tentang budaya (corporate culture), nilai-nilai yang sudah dikembangkan UAD dibandingkan jika kita meng-hire tim eksternal. Hal itu jelas gerakannya akan jauh lebih efektif. Kalaupun ada tim
eksternal itu sifatnya sebagai narasumber yang memberikan informasi-informasi alternatif yang kita perlukan seperti informasi yang mungkin belum kita miliki, maka kita mintakan orang lain untuk berbicara. Karena kebersamaannya sudah ada, jadi tidak perlu lagi melakukan penyesuaian-penyesuaian yang lama. Karena apa? Karena budaya, kultur atau corporate culture-nya itu sudah terbangun sehingga mudah untuk menggerakan mereka. Secara finansial pun, tim internal lebih efisien. Dalam mencapai sebuah prestasi ini, tentu UAD tak lepas dari hambatan dan masalah. Apa saja hambatan dan masalahnya? Tantangan sesungguhnya lebih banyak dari faktor motivasi dari sivitas akademika. Kalau dari sisi sistem dan kebijakan saya kira UAD sudah siap. Contohnya seperti di kemahasiswaan yang mencanangkan tagline “Prestasi adalah Budaya Kita” guna meningkatkan motivasi dalam mencetak prestasi. Tagline seperti itu merupakan upaya manajemen untuk dapat mendorong munculnya prestasi di bidang kemahasiswaan. Tentu juga kita siapkan dana,
struktur, dan unsur pendukung lainnya guna menjawab tantangan tersebut. Tantangan lainnya yaitu mengenai penerimaan mahasiswa baru. Kita berhadapan dengan calon-calon mahasiswa yang mungkin ketika mendaftar masih belum sepenuhnya menetapkan UAD sebagai pilihan utama, walaupun di beberapa prodi calon mahasiswanya sudah menjadikan UAD sebagai pilihan utama. Apa sajakah target dan harapan UAD ke depannya? Target UAD ke depan adalah menjadi universitas yang Unggul, Inovatif dan dapat lebih banyak lagi memberikan manfaat bagi masyarakat seluruh dunia. Kemudian kita menargetkan UAD ke depannya dapat menjadi universitas dengan sivitas akademika yang memiliki spirit dalam membangun pendidikan searah dengan spirit KH Ahmad Dahlan. Selain melahirkan kinerja pekerjaan yang profesional tapi dari sisi yang lain kekuatan ini dapat membangun universitas yang dapat memberikan manfaat bagi kemanusiaan, bangsa, negara, serta alam semesta. [] APR
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM 45
WARTA PTM
Profil PTM
Cyber Campus UMRI Didukung Faktor SDM
M
emasuki tahun berdirinya ke-13, UMRI menunjukkan perkembangan luar biasa. Kemajuan itu didorong oleh keterlibatan banyak pihak, baik mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan para mitra. Pada awal berdirinya di tahun 2008, UMRI hanya memiliki sebanyak 5 fakultas dengan 13 prodi. Jumlah itu meningkat di tahun 2016, tercatat UMRI memiliki 8 fakultas dan 26 prodi dengan jumlah mahasiswa aktif sebanyak 6.403 di bawah binaan 193 tenaga pengajar. Akreditasi B dikantongi oleh UMRI pada 2017 oleh BAN-PT. Sejak UMRI mengembangkan sistem informasi yang dinamai “SMART” pada 2014, berangsur-angsur sistem pengelolaan kampus, pendataan, kontrol kinerja, dan evaluasi dapat terdokumentasi secara digital. Sistem informasi terpadu yang telah terbangun dan beroperasi terdiri atas 9 aplikasi sistem akademik, 10 aplikasi sistem administrasi, 3 aplikasi sistem kemahasiswa-
46 Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
an dan alumni, serta 3 aplikasi sistem penunjang dengan kesemuanya saling terintegrasi satu sama lain. Dengan berefleksi pada kemajuan pesat UMRI dalam bidang peningkatan sumber daya dan pengembangan teknologi, UMRI hendak menciptakan branding sebagai Cyber-Campus di Indonesia. Rektor UMRI, Dr H Mubarak M Si, memaparkan poin-poin penting yang menjadi kunci pesatnya kemajuan UMRI. Visi Menjadi Awal Kuatkan Pondasi “Menjadi lembaga pendidikan tinggi yang bermarwah dan bermartabat dalam menghasilkan sumber daya manusia yang menguasai IPTEKS dengan landasan IMTAQ di tahun 2030,” adalah bunyi visi dari UMRI. Rumusan strategi ini diambil oleh UMRI dengan memetakan sumber daya dan menetapkan standar atau indeks kinerja untuk mengukur capaian tujuan yang diputuskan. Di dalam visi UMRI tersebut terda-
pat beberapa kata kunci, salah satunya adalah bermarwah dan bermartabat. “Bermarwah artinya UMRI harus memiliki kualitas kepribadian, yakni mendapat penghormatan dan penghargaan dari masyarakat atau lembaga lainnya. Bermartabat berarti kehormatan UMRI harus dipertahankan secara konsisten oleh seluruh sivitas akademika UMRI dalam situasi dan kondisi apa pun demi menegakkan prinsip dan keyakinan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan,” papar Dr Mubarak. Budaya kerja UMRI disebut ICER yang merupakan singkatan Integrity, Care, Excellent, dan Religious. Artinya, sivitas akademika UMRI diharapkan dapat bersama-sama membangun dan menjalankan roda universitas dengan landasan kerja yang penuh integritas, kepedulian, kesempurnaan dan keimanan kepada Allah Swt. Visi UMRI dan budaya kerja ICER menjadi pondasi sekaligus nilai yang berdampak pada langkah-langkah setelah pemetaan tan-
tangan yang sedang dihadapi ke depan. Tantangan tersebut antara lain globalisasi ekonomi, globalisasi teknologi dan informasi, pertumbuhan penduduk atau bonus demografi, dan target pembangunan Indonesia Emas 2045. Untuk mengatasi tantangan tersebut dengan tetap berfokus pada perwujudan visi, terdapat empat pendekatan program UMRI, yakni penguasaan teknologi informasi, penguasaan media informasi khususnya online, membangun kolaborasi bersama, dan memperkuat sumber daya manusia khususnya dosen dan karyawan agar dapat responsif, adaptif, komunikatif, dan andal secara global. Setelahnya, UMRI juga menyusun Rencana Kerja dan Rencana Operasional setiap tahun yang berangkat dari konsep-konsep penjaminan mutu, antara lain, pertama, mutu sebagai keunggulan, baik komparatif maupun kualitatif UMRI, atau quality as excellence. Kedua, mutu sebagai upaya untuk mencapai tujuan atau maksud, atau quality as fitness of and for purpose. Ketiga, mutu sebagai ambang minimal yang harus dicapai, atau quality as a threshold. Keempat, mutu sebagai penambahan nilai pada mahasiswa, dana, penelitian, dan capaian pembelajaran, atau quality as added value. Kelima, mutu sebagai nilai-nilai uang, atau quality as value for money. Terakhir, keenam, mutu sebagai kepuasan pelanggan, atau satisfaction of the client. Dengan bekal-bekal mengenai visi, budaya kerja, pemetaan tantangan, pendekatan, dan konsep penjaminan mutu tersebut, tahapan berikut yang sangat penting adalah konsolidasi. “Konsolidasi ini penting untuk menyamakan persepsi seluruh sivitas akademika terhadap cita-cita UMRI, dengan memahamkan konsekuensi logis dan harapan ideal yang hendak dicapai,” ujar Dr Mubarak menerangkan. Dukung Pengembangan Potensi SDM Baik mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan UMRI mampu
berkompetisi dan bersaing dalam lingkup lokal hingga nasional. Berdasarkan laporan Dr Mubarak, UMRI berhasil menjadi PTMA kedua terbanyak yang memperoleh hibah penelitian dan pengabdian tingkat LLDIKTI X tahun 2019 dan 2020. Selain itu, hibah dari LLDIKTI X lainnya yakni hibah PKM mahasiswa dan hibah PHBD untuk mahasiswa. “Di tahun ini pun UMRI kembali menjadi yang terbanyak se-LLDIKTI Wilayah X, dengan total 29 PKM UMRI mendapat dana hibah,” ucap Dr Mubarak. UMRI juga terpilih untuk menjadi pendamping dalam program MBKM SMK Pusat Unggulan, yakni sebanyak 2 SMK di Pekanbaru dan 1 SMK di Batam, Kepulauan Riau. Selain banyaknya prestasi mahasiswa, UMRI pun juga mengasah potensi pada dosen melalui imbauan agar para dosen mengambil studi doktoral. Bagi dosen yang hendak melanjutkan S-3, UMRI menyediakan bantuan biaya dan pelatihan-pelatihan bagi dosen yang mengincar beasiswa. “Saya bisa memastikan bahwa informasi terkait beasiswa, pendanaan, dan segala kegiatan dosen di UMRI terbuka lebar,” tegas Dr Mubarak. Untuk tenaga kependidikan, UMRI juga rutin mengadakan pelatihan-pelatihan untuk mendukung perkembangan karir. Hal itu dilakukan agar pelayanan berkonsep service excellent dapat optimal terwujud. Dalam skala internasional, UMRI memiliki 16 MoU yang telah terjalin selama ini. Kerja sama internasional lebih banyak difokuskan pada kerja sama akademik, yaitu dalam bentuk pertukaran informasi ilmu dan pengetahuan, kerja sama riset, dan kerja sama pelaksanaan pendidikan untuk dosen dan mahasiswa UMRI. “Salah satunya kerja sama yang dilakukan dengan sebuah universitas di Malaysia untuk studi lanjut para dosen,” sebut Dr Mubarak. Selain itu, UMRI memandang hubungan dunia industri dan akademisi penting untuk saling bersinergi, terutama sejak adanya kurikulum pemerintah “Merdeka Belajar”. Hal ini dibuktikan
dengan kerja sama antara UMRI dengan SKK Migas PT Chevron Pacific Indonesia dalam pengadaan air bersih untuk masyarakat di lima desa Provinsi Riau. Tetap Fokus Capai Target Dr Mubarak menyadari bahwa memfasilitasi mahasiswa secara maksimal adalah urgensi UMRI untuk dilakukan, salah satunya fasilitas fisik seperti ruang kelas dan laboratorium. “Apabila UMRI terus menambah jumlah prodi yang berdampak pada bertambahnya jumlah mahasiswa, maka tidak dapat dielakkan bahwa dosen dan tendik menuntut UMRI agar mengembangkan ruang perkuliahan,” ujarnya. Secara berangsur-angsur, tuntutan tersebut lambat laun terpenuhi. Gedung kampus UMRI yang sebelumnya hanya terdiri atas tiga gedung di kampus utama, kini telah terbagi atas Gedung Rektorat bernama Gedung Ahmad Dahlan dengan tujuh lantai, masjid dua lantai, dan Gedung AR Sutan Mansur dengan 4 lantai yang masih dalam pembangunan. “Gedung AR Sutan Mansur ini untuk mengakomodasi kegiatan akademik yang semakin padat,” tambah Dr Mubarak. Kemajuan pesat ini menjadikan luas UMRI yang mula-mula 3.090 meter persegi kini menjadi 61.000 meter persegi. UMRI memiliki target untuk membangun budaya mutu dalam tata kelola tanpa adanya pengawasan yang rumit, dengan cara digitalisasi operasional kampus melalui konsep good governance university. Konsep ini diharapkan dapat membawa tata kelola UMRI yang efisien dan menghindari alokasi dana yang tidak tepat. Target lainnya adalah adanya pascasarjana di UMRI yang dapat diwujudkan dengan SDM yang mumpuni dan berkompeten melalui tempaan jangka panjang. Oleh karena itulah UMRI terus berupaya untuk meningkatkan pengembangan SDM yang telah ada. “Harapan ke depannya, UMRI dapat menjadi universitas unggul se-Pekanbaru di tahun 2030,” pungkas Dr Mubarak. [] RAS
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM 47
Semesta WARTA PTM
Sinar Terang Muhammadiyah di Jepang ngumpulan donasi atau pengadaan aktivitas sosial. Selain itu, mereka juga tetap berupaya menjaga kontak dan memberi kontribusi bagi Indonesia. “Misalnya, setiap tahun kami mengumpulkan dana kurban dari orang-orang Muslim di Jepang, lalu disalurkan ke Indonesia,” ujar Firdaus.
Kunjungan PPM dan PCIM Jepang ke JMA
K
etika Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jepang pertama kali didirikan pada Agustus 2007, anggotanya hanya sejumlah lima orang yang terdiri atas tiga mahasiswa, satu diaspora, dan satu orang Jepang. “Sejak saat itu, PCIM Jepang terus berkembang dan mengalami perubahan,” ujar Muhamad Firdaus M Eng, Ketua PCIM Jepang periode 2020– 2022. Perkembangan tersebut meliputi penambahan jumlah anggota, peningkatan aktivitas, dan kegiatan-kegiatan, serta penyebaran informasi kepada masyarakat mengenai keberadaan PCIM Jepang. Salah satu pengakuan keberadaan diberikan oleh KBRI Indonesia di Jepang, sebab kini PCIM Jepang selalu diundang menghadiri kegiatan-kegiatan KBRI. PCIM Jepang memiliki tiga ranting yang tersebar di seluruh wilayah Jepang, tepatnya Kota Fukuoka, Hiroshima, dan Kansai. Tiap-tiap ranting kirakira terdiri atas 15–20 orang, baik anggota yang memiliki izin tinggal permanen maupun tidak. “Sebelumnya, PCIM Jepang punya kendala keberlangsungan program, karena anggotanya kebanyak-
48 Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
an mahasiswa yang tinggalnya sementara. Tetapi, Alhamdulillah, sejak dua tahun yang lalu, residen permanen juga menjadi anggota, sehingga setidaknya pengurus tidak hilang seluruhnya,” papar Firdaus. Sebelumnya, PCIM Jepang menemui kesulitan ketika kembalinya mahasiswa-mahasiswa ke Indonesia menjadikan suatu program kerja tidak dapat dilanjutkan karena tidak adanya pengurus. Namun, kini, dengan adanya residen permanen untuk melanjutkan program kerja tersebut, maka masalah itu dapat teratasi. PCIM Jepang di Tengah Masyarakat Ketika PCIM Jepang melalui tahun-tahun awal semenjak pendiriannya, prioritas kegiatan yang dilakukan adalah untuk membuat PCIM Jepang menjadi lebih dikenal orang. “Soalnya, masih banyak orang yang merespons dengan, ‘Oh, ternyata ada Cabang Muhammadiyah di Jepang?’ seperti itu,” ungkap Firdaus. Pandangan inilah yang masih digiatkan oleh PCIM Jepang. PCIM Jepang pun mengambil peran di Jepang, seperti turut berdonasi ketika ada bencana alam, melalui pe-
Menjalin Kerja Sama dengan Berbagai Pihak PCIM Jepang juga melakukan kerja sama dengan institusi Islam di Jepang, yakni Chiba Islamic Cultural Center (CICC) dalam bidang pendidikan dan kemanusiaan. “Kerja samanya juga mencakup pertukaran budaya antara Indonesia dan Jepang,” tambah Firdaus. Tidak hanya CICC, PCIM Jepang secara rutin bersilaturahmi ke Japan Muslim Association (JMA) dan Keluarga Mahasiswa Islam Indonesia (KMII). PCIM Jepang dan KMII banyak bekerja sama dalam melaksanakan program-program dakwah, seperti Tabligh Akbar, pengadaan zakat fitrah/maal/ kurban, dan banyak lainnya untuk memperkuat keberadaan PCIM Jepang agar lebih dikenal oleh masyarakat. Kebanyakan mahasiswa aktif di PCIM Jepang juga merupakan anggota di Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang. “Mereka turut membantu kegiatan-kegiatan di PCIM Jepang, seperti menjadi moderator atau pembawa acara. Jadi, walaupun tidak ada relasi secara organisasi, ada kolaborasi antara keduanya,” Firdaus menyimpulkan. Berusaha Adaptif di Kala Pandemi Pemerintah Jepang telah membuat aturan protokol kesehatan mengenai adanya pandemi Covid-19. PCIM Jepang sepenuhnya mengikuti aturan tersebut dengan menyesuaikan mekanisme pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang sebelumnya biasa dilakukan. Sebelumnya, PCIM Jepang kerap mengadakan
Penandatanganan kerja sama dengan CICC
temu lintas wilayah untuk berbincang santai bersama. Apabila ada waktu, silaturahmi ke rumah-rumah anggota juga dilakukan. “Tapi kalau sekarang, kegiatan itu seratus persen ditiadakan,” ucap Firdaus. Kegiatan pun beralih menggunakan Zoom Meeting, misalnya pengadaan kajian rutin atau rapat-rapat. Pelaksanaan salat Jumat pun dibatasi jumlahnya, termasuk apabila ada wilayah-wilayah yang belum memperbolehkan diadakannya salat Jumat bersama.
PCIM Jepang memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas kegiatan dakwahnya, yakni melalui media sosial. Sekalipun demikian, hal ini diakui oleh Firdaus belum diupayakan secara maksimal. PCIM Jepang baru sebatas memanfaatkan teknologi digital untuk melakukan live streaming kajian-kajian yang diadakan offline. “Jadi baru sebatas itu saja, belum melakukan kegiatan dakwah ke arah sana. Niatan itu ada, tetapi banyak hambatannya,” sebut Firdaus. Salah satu hambatan untuk me-
Dakwah Muhammadiyah di Jepang Divisi dalam PCIM Jepang terdiri atas Ketua, Sekretaris, Bendahara, Majelis Tabligh, Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan, Majelis Media dan Informasi, Lembaga Lazis, dan Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional. Dakwah bermuhammadiyah di Jepang diwujudkan oleh PCIM Jepang dalam bentuk Kajian Ramadhan, Kajian Besar Islam, dan kajian-kajian rutin setiap Sabtu malam. “Kajian rutin terbagi atas Aqidatul Awwam dan Bulughul Maram,” Firdaus menerangkan. Sementara itu, dari salah satu Ranting dalam PCIM Jepang juga mengadakan kegiatan. Ada kegiatan temu untuk berbincang-bincang santai tiap dua pekan sekali di Hiroshima dan tadarus tiap Subuh di Kansai.
Idulfitri anggota PCIM Jepang di Kota Himeji, Kansai
rentangkan sayap dakwah Muhammadiyah di Jepang hadir di anggota-anggota PCIM Jepang sendiri. Kebanyakan anggota adalah orang-orang yang memiliki kedekatan dengan Muhammadiyah secara kultural, misalnya bersekolah di sekolah Muhammadiyah, memiliki kerabat seorang aktivis Muhammadiyah, dan lain-lain. Hal itu menjadi evaluasi untuk PCIM Jepang agar memperbanyak pendidikan kader. Hambatan lainnya adalah bahasa. “Tidak semua orang PCIM Jepang menguasai bahasa Jepang,” sebut Firdaus. Padahal, menurutnya pribadi, dengan berbahasa Jepang maka akan memudahkan komunikasi dengan orang Jepang, yang membuat kegiatan mempromosikan dakwah Muhammadiyah di Jepang menjadi lebih efektif. Salah satu PR besar bagi PCIM Jepang untuk berdakwah Muhammadiyah adalah meluruskan pandangan mengenai Islam yang terbentuk dari kabar-kabar di televisi dan media lain. “Kebanyakan dari mereka hanya tahu ada perang di Suriah, ada perang di Afghanistan. Jadi perlu ada penjelasan dulu mengenai Islam, baru kemudian mengenai kemuhammadiyahan,” jelas Firdaus. [] RAS
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM 49
Prestasi Mahasiswa
WARTA PTM
Mahasiswa UMS Raih Juara II Essay Internasional
T
im mahasiswa UMS berhasil meraih juara II pada kompetisi International Essay Writing Competition and Webinar dengan tema, “The Role of Student in Facing Work and Innovation during the Pandemic Period”, yang diselenggarakan Politeknik Indonusa Surakarta. Tim yang terdiri dari Egidia Tiffany, Alfrisa Renuat, dan Muhammad Arkan Muhadzib ini mengangkat judul “Embracing Stress and Managing Time: Keys to More Productive Student Life during The Covid-19 Pandemic”. Egidia Tiffany
selaku ketua tim menjelaskan isu yang diangkat harus memiliki solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut. “Sebisa mungkin harus memahami kondisi lingkungan juga bagaimana solusi yang diangkat untuk menyelesaikan isu permasalahan tersebut,” pungkasnya. Ia juga melanjutkan pandemi Covid-19 bukan menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk terus berprestasi. “Meskipun tantangannya yaitu kita harus menyamakan persepsi dalam tim ketika mengikuti lomba esai internasional ini,” ujar Tiffany. Ia juga mengatakan mahasiswa yang produktif dapat mengembangkan minat bakat dan potensi dalam diri. “Kegiatan yang produktif tersebut tentu akan lebih bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” paparnya. Misalnya mengikuti event, mengikuti lomba, dan lain sebagainya. “Dalam berprestasi itu tidak harus lomba, namun berbagai macam aktifitas, yang penting mengikuti
Atlet Taekwondo UMM Borong Medali
M
Medali Juara II Essay Internasional dalam Bidang Kesehatan
50 Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
ahasiswa UMM sabet lima medali emas, lima medali perak, dan enam medali perunggu pada Kejuaraan Bandung International E-Poomsae Tournament 2021 yang diselenggarakan Pengurus Kota Taekwondo Indonesia Bandung. Lomba itu diikuti sebanyak 1.850 peserta dari 16 negara, dan UMM sendiri mengirim 16 atlet dalam perlombaan tersebut. Kompetisi dilaksanakan secara daring dengan cara mengirimkan video perlombaan sehingga butuh meluangkan waktu juga untuk pengambilan video. Muhammad Luqman Hakim, Pelatih Tim Taekwondo UMM, mengatakan, persiapan lomba bagi para atlet taekwondo cukup berat karena pandemi menyulitkan adanya pertemuan tatap muka. “Ada mahasiswa yang tinggal di luar Malang, dan itu membuat saya harus melatih mereka
Medali Juara II Essay Internasional dalam Bidang Kesehatan
kegiatan itu dengan ikhlas,” papar Fany yang juga tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Berprestasi UMS. []APR
secara virtual. Padahal untuk menyelaraskan berbagai gerakan, harus melihat secara langsung perkembangan para atlet,” paparnya. Salah satu atlet UMM, Sintia Rahmah, menyatakan ada perbedaan antara background atlet taekwondo UMM dan ketentuan lomba. “UMM biasa kyorugi atau pertarungan, sementara lombanya adalah poomsae atau seni. Perbedaan gaya itu membuat beban latihan lebih berat,” ujar Sintia mahasiswa Prodi Hukum. Pada perlombaan tersebut, Sintia merupakan peraih medali emas. “Saya sangat bersyukur atas capaian yang diraih oleh tim kami. Saya berpesan kepada para atlet-atlet UMM yang belum bertanding selama pandemi untuk tetap semangat dan makin giat dalam berlatih. Semoga kedepannya UKM taekwondo UMM semakin berkembang menjadi lebih baik,” pungkas Sintia. Adapun perlombaan ini diselenggarakan oleh Pengurus Kota Taekwondo Indonesia Bandung pada Sabtu (26/6) hingga Ahad (27/6) lalu. [] RAS
WARTA PTM
Warta dari PTM Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai menggelar Dialog Interaktif Pra Mubes IV bertempat di gedung Auditorium H M Amir Said lantai III, Jalan Sultan Hasanuddin. Sabtu, (31/07) siang. Presiden Mahasiswa IAIM Sinjai, Andi Fadhlullah dalam sambutannya mengatakan dialog ini dilakukan berangkat dari keresahan mahasiswa. “Ada apa dengan pemerintah, ada apa dengan pemangku kebijakan di daerah, ada apa dengan gerakan mahasiswa hari ini, sehingga lewat dialog ini menjadi salah satu solusi untuk kita dapat berinteraksi langsung dengan stakeholder yang ada di Kabupaten Sinjai,” katanya.
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP membuka kegiatan FAI UMSU Award Tahun 2021 pada Selasa (3/8). FAI UMSU Award merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh pimpinan kepada dosen dan mahasiswa di lingkungan FAI UMSU. FAI UMSU Award sendiri dibagi dalam beberapa kategori diantaranya: Masa Khidmat Dosen Tetap 25 Tahun, Program Doktor Tercepat dan Tepat Waktu, Pengguna e-learning Terbaik, Dosen Penulis Buku Terbaik, Dosen Pembimbing PKM Terbaik, Dosen Tetap Peraih Associate Professor, Publikasi FAI UMSU di Medsos Terbanyak, Mahasiswa Pemenang PKM, Mahasiswa Pemenang Tilawah Nasional, Apresiasi Mahasiswa Asing Asal Kamboja.
Universitas Muhammadiyah Kendari Penerimaan Mahasiswa Kuliah Kerja Amalia (KKA) Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari) periode XIV berlangsung di Aula Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur, (2/8). Dalam seremonial penyambutan mahasiswa KKA tersebut turut hadir Rektor UM Kendari, Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Timur, Wakil Rektor III UM Kendari, Ketua LPPM dan beberapa camat dan kepala Desa yang ada di Kabupaten Kolaka Timur. Penerapan KKA UM Kendari periode XIV mengusung program kerja utama yaitu pengelolaan data desa melalui website Sistem Informasi Desa Terpadu (SIDAT) dan pemetaan desa-desa melalui drone yang keduanya merupakan program unggulan KKA UM Kendari. Hal tersebut diharapkan mampu memberikan data yang akurat sehingga arah pembangunan desa-desa yang ada di Kabupaten Kolaka Timur sejalan dengan RPJMD Kabupaten Kolaka Timur.
Universitas Muhammadiyah Surakarta Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) gelar Workshop Penulisan Publikasi Internasional, yang dilaksanakan pada Kamis (29/7) secara daring. Narasumber berkompeten di bidang publikasi dihadirkan dalam kesempatan ini, yaitu Dr Nur Rahmawati Syamsiyah ST MT dengan tema materi "Pustaka dan Sitasi dalam Artikel Jurnal", dan Wisnu Setiawan, ST M Arch PhD dengan tema materi "Tips Menulis Artikel Internasional secara Mudah dengan Bahasa Indonesia". Kedua narasumber merupakan dosen Arsitektur UMS.
Universitas Muhammadiyah Sukabumi Kelompok KKN-T UMMI membantu masyarakat menjaga stabilitas perekonomian di masa pandemi. Kegiatan Lokakarya Awal ini dilakukan setelah Kelompok 24 melakukan survei langsung ke lapangan serta diskusi dengan pihak kelurahan serta pelaku UMKM dan masyarakat setempat mengenai dampak pandemi Covid-19 terhadap keberlangsungan usaha dan perekonomian mereka. Acara Lokakarya Awal dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-quran, dilanjut dengan menyanyikan lagu wajib nasional Indonesia Raya, dan sambutan sekaligus membuka acara oleh Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 24, Leonita Siwiyanti SAg MM.
Universitas Muhammadiyah Purworejo Dosen Universitas Muhammadiyah Purworejo, Dr Junaedi Setiyono MPd terpilih menjadi peraih Hadiah Sastra Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) Tahun 2020. Ia berhak meraih penghargaan bergengsi itu atas novel berjudul “Dasamuka” versi Bahasa Inggris terbitan Dalang Publishing tahun 2017. Disebutkan, ada dua kategori penerima hadiah pada Mastera Tahun 2020, yakni Sastra Kreatif dan Sastra Non Kreatif. Junaedi Setiyono terpilih pada kategori Sastra Kreatif. Sementara untuk Kategori Sastra Non Kreatif terpilih Abdul Wachid Bambang Suharto dari Kabupaten Bantul DIY dengan karya esai berjudul “Sastra Pencerahan” terbitan Basabasi tahun 2019. Abdul Wachid juga tercatat sebagai dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto).
Edisi Juli-Agustus 2021
Warta PTM 51
WARTA PTM
Warta dari PTM Universitas Muhammadiyah Sorong Universitas Muhammadiyah Sorong yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Sorong menggelar program vaksin covid-19 secara massal, di Kampus Setempat, (3-7/8). Rektor UM Sorong, Muhammad Ali saat ditanya terkait kegiatan vaksinasi covid-19 mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab dan ikhtiar bersama antar masyarakat dan pemerintah khususnya kota sorong dalam melaksanakan vaksinasi. "Saat ini PPKM Level 4 kembali diperpanjang oleh pemerintah Kota Sorong sampai tanggal 09 Agustus 2021,” lanjutnya. Sebagai wujud dalam mendukung program pemerintah, UM Sorong kembali memberlakukan WFH kepada dosen dan mahasiswa, untuk melaksanakan pembelajaran secara online dan tidak berkunjung ke kampus jika tidak ada yang urgent.
Universitas Muhammadiyah Semarang Studi S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar webinar, Jumat (30/07). Mengusung tema “The Effective Publication Strategies at The International Reputable Scientific Journals”, acara tersebut menghadirkan tiga narasumber diantaranya Ns Satriya Pranata M Kep (PhD candidate – National Taipei University of Nursing and Health Sciences, Taiwan) dengan materi Opportunity to Explore Research in The Nursing Field Through The Delpi Technique; dilanjutkan dengan Prof Chieh Yu Liu PhD (National Taipei University of Nursing and Health Sciences, Taiwan) dengan topik Current International Nursing Research and Publication Trends; serta Prof Dr Nursalam MNurs (Hons) (Universitas Airlangga, Indonesia) dengan paparan International Nursing Publication and Research Trend : R & D Approach.
Universitas Ahmad Dahlan Program Studi Akuntansi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan webinar dengan tema “Peran Literasi Keuangan Syariah bagi Perencanaan Kesuksesan Karier dan Keluarga Sakinah”. Webinar ini merupakan tindak lanjut dari hibah Program Kompetisi Kuliah Merdeka (PKKM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Webinar berlangsung pada Minggu, 1 Agustus 2021 melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube UAD. Hadir sebagai pemateri Murniati Mukhlisin M Acc CFP. selaku Rektor Institut Agama Islam Tazkia dan Khusnul Hidayah SE SAg M Si Wakil Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah.
Universitas Muhammadiyah Malang Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa hadir secara langsung pada gelaran vaksinasi massal yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Senin (2/8) lalu. Didampingi Dr Fauzan, MPd selaku rektor Kampus Putih dan Drs Sutiaji Walikota Malang, Khofifah sempat melihat perkembangan pasien yang sedang dirawat di Rumah Sakit (RS) Covid UMM. Ia juga menyampaikan terkait pemberian vaksin khusus bagi difabel dan sumber daya manusia (SDM) kesehatan. Sebelum menuju lokasi vaksinasi, gubernur Jatim mengunjungi RS UMM terlebih dahulu. Ia menyempatkan diri untuk menyapa para pasien covid yang sedang menjalani perawatan di Instalasi Perawatan dan Infeksi RS UMM. Di samping itu juga berdialog dan melihat perkembangan para pasien yang ada.
Universitas Muhammadiyah Palu Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Dr Rajindra SE MSi mengundang anak penyintas gempa, tsunam, dan likuifaksi di wilayah Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong (Padagimo) yang belum terserap di Perguruan Tinggi Negeri untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi Unismuh Palu. Dimana saat ini, Unismuh Palu masih membuka penerimaan mahasiswa baru hingga September 2021, terdapat sejumlah pilihan yang bisa masyarakat pilih, ada delapan fakultas dan 18 program studi S1 dan dua program studi S-2. Pendaftaran dapat melalui website pmb.unismuhpalu.ac.id atau langsung ke kampus di Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Universitas Muhammadiyah Gorontalo Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) untuk kedua kalinya menggelar event Pagelaran Seni dan Budaya, Kamis (29/07) untuk tahun ajaran 2020/2021. Pergelaran Seni dan Budaya ini mengusung tema “Bina Bakat dan Kreativitas untuk Membentuk Pendidik yang Menginspirasi dan Mencerdaskan”. Dekan FKIP, Dr H Abd Hamid Isa MPd mengatakan kegiatan ini sebenarnya adalah bentuk apresiasi kepada mahasiswa. “Apresiasi yang dimaksud khususnya dalam perkuliahan, karena Seni Tari dan Drama termasuk dalam salah mata kuliah, maka dari itu dengan adanya output penilaian untuk nilai mata kuliah. Kami mengemasnya dalam sebuah kegiatan pergelaran seni,” ungkapnya saat memberikan sambutannya.
52 Warta PTM
Edisi Juli-Agustus 2021
Salindia
WARTA PTM
STAIDA Muhammadiyah Garut mengadakan penanaman satu juta pohon, bersama MDMC PWM, PWA, MDMC PDM, PDA, PCM Garkot, IMM, IPM, Kokam, dan sivitas akademika di Garut Kota Jawa Barat, Selasa, (15/06).
Gubernur Sumsel H Herman Deru (HD) menghadiri Peringatan Milad UM Palembang bersamaan dengan Wisuda Sarjana Program Strata Satu (S-1) ke-70 dan Pascasarjana Strata Dua (S-2) ke-31 di Ballroom Hotel Wyndham Jakabaring, Selasa (14/06).
UM Sukabumi (UMMI) menggelar Sidang Terbuka Senat dengan agenda Milad ke18, pada Rabu (16/06). Turut hadir Prof Dr KH Haedar Nashir, MSi yang sekaligus memberikan amanat dan meresmikan Gedung B dan kampus III UM Sukabumi dengan menandatangani prasasti secara virtual.
Tim Taekwondo UMM berhasil memborong medali di Kejuaran Online Indonesia International Biho President Cup 2021. Delegasi UMM berhasil menyabet satu medali emas, satu perak, dan lima medali perunggu di berbagai kategori dalam lomba yang dilaksanakan oleh Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Sumatera Utara, April lalu.
UM Papua mengadakan roadshow kampus UM Papua dengan tema “Membangun Negeri Sejuta Potensi”, Selasa (29/07). Kegiatan ini diadakan dalam rangka mendukung program pemerintah melalui Kementerian Kominfo dalam “Gerakan Nasional 1000 Startup” Digital.
Sidang Senat Terbuka UM Sumatera Utara (UMSU) mengukuhkan Prof Dr Elfrianto MPd sebagai guru besar Bidang Manajemen Pendidikan. Pengukuhan guru besar itu berlangsung di Kampus Pascasarjana, Jl Denai Medan, Kamis (8/7).