Skip to main content

Warta PTM Edisi Juli-Agustus 2017

Page 1

TOPIK UTAMA Meneropong Implementasi Pendidikan AIK

PROFIL PTM STIKes Muhammadiyah Gombong: Unggul, Modern & Islami

WARTA PTM

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian & Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Implementasi Pendidikan

AIK

Jikalau pemerintah dalam beberapa tahun terakhir sibuk berwacana tentang pendidikan karakter, Muhammadiyah tidak terlalu risau. Sebab, pendidikan karakter sudah melekat dalam pendidikan di Muhammadiyah, baik di sekolah maupun perguruan tinggi. Dapat dikatakan bahwa setiap semester mahasiwa yang kuliah di lembaga pendidikan tinggi Muhammadiyah memperoleh pendidikan karakter.

Edisi Juli-Agustus 2017 www. diktilitbangmuhammadiyah.org


Asa

Implementasi Pendidikan AIK J

ikalau pemerintah dalam beberapa tahun terakhir sibuk berwacana tentang pendidikan karakter, Muhammadiyah tidak terlalu risau. Sebab, pendidikan karakter sudah melekat dalam pendidikan di Muhammadiyah, baik di sekolah maupun perguruan tinggi. Dapat dikatakan bahwa setiap semester mahasiwa yang kuliah di lembaga pendidikan tinggi Muhammadiyah memperoleh pendidikan karakter. Pendidikan karakter terangkum dalam mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). AIK mengajarkan substansi tentang pelajaran agama Islam, yang mencakup muatan-muatan akidah, akhlak, ibadah dan muamalah duniawiyah sebagai satu kesatuan yang holistik dengan nilai-nilai dasar Islam yang bersifat universal. AIK juga mencakup domain keilmuan sesuai dengan program studi yang dikaitkan dengan ke-Islaman. Jadi, AIK jelas jauh lebih luas daripada sekadar pendidikan karakter. Puaskah kita dengan pendidikan AIK yang sudah dilakukan selama ini? Tentu masih jauh dari puas. Jika kita hanya melihatnya secara teoretik dan sebagai proses transfer of knowledge, maka kita bisa mengatakan proses sudah berjalan dengan baik, dan mayoritas mahasiswa pun lulus ujian AIK. Namun, AIK bukan sekadar ilmu pengetahuan, bukan sekadar pengetahuan normatif. Yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan itu diimplementasikan dalam kehidupan seharihari. Mahasiswa tidak hanya sebatas tahu dan paham saja, namun pengetahuan mereka tentang AIK menjadi pola tindak-laku sehari-hari dalam kehidupan nyata. Ini masalah besar dalam proses pendidikan AIK. Masih ada kesenjangan antara ilmu AIK yang dipelajari dengan perilaku keseharian mahasiswa dan alumni PTM. Akibatnya, muncul sinisme internal yang menyatakan: apa bedanya lulusan PTM dengan lulusan PT lainnya. Ini harus menjadi perhatian bersama. Oleh karena itu, konten dan kurikulum AIK perlu dievaluasi terus menerus, sehingga hasilnya bukan sekadar dipahami sebagai ilmu saja, tetapi terimplementasi dalam pola pikir dan pola tindak alumni lembaga pendidikan Muhammadiyah di kehidupan sehari-hari mereka. Di sisi lain, pengajar AIK juga harus selalu meningkatkan kualitasnya. Dosen AIK perlu melakukan improvisasi dalam pembelajaran, sehingga menjadikan AIK sebagai mata kuliah yang menarik, menggembirakan, mencerdaskan dan memberdayakan.[]

Edisi Juli-Agustus 2017

Warta PTM

1


Susunan redaksi

WARTA PTM

WARTA PTM

Warta PTM diterbitkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah SUSUNAN REDAKSI

PENANGGUNG JAWAB: Lincolin Arsyad PEMIMPIN UMUM/REDAKSI: Edy Suandi Hamid DEWAN REDAKSI: Muhammad Sayuti I Muhammad Samsudin I Ahmad Muttaqin REDAKTUR PELAKSANA: Agung Prihantoro STAF REDAKSI: Iwan Setiawan REPORTER: Nisa Pujiana KEUANGAN: HS Mulyatno IKLAN: Agus Mulyono ISSN: 0853-4756 ALAMAT REDAKSI: Jln. KHA Dahlan 103 Yogyakarta 55262 Telp. +62-274-389485 Faks. +62-274-376336 Email: redaksiwartaptm@gmail.com Rekening Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Nomor 09-0008-7003 BNI Cabang Yogyakarta a/n Lincolin Arsyad, Prof. Dr. M.Sc. Warta PTM menerima tulisan yang berupa opini, berita panjang, berita singkat, glosarium dan foto seputar perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Redaksi berhak menyunting tulisan. Silakan kirim tulisan dan/atau foto ke email redaksi.

2

Warta PTM

Edisi Juli-Agustus 2017


daftar isi ASA

TOPIK UTAMA

• Implementasi Pendidikan AIK_1

Meneropong Implementasi Pendidikan AIK

TOPIK UTAMA • • • •

Meneropong Implementasi Pendidikan AIK_4 AIK di Tengah Mayoritas Non-Muslim_7 Implementasi AIK di Asrama Mahasiswa_10 Membaca Road Map Pendidikan AIK_13

WAWANCARA • Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd.: Agar Semua Mahasiswa Memperoleh Sibghah Kemuhammadiyahan_17

PROFIL PTM • STIKes Muhammadiyah Gombong: Unggul, Modern & Islami_20 • Universitas Muhammadiyah Bengkulu: Pusat Keunggulan Akademis, Iman & Taqwa_23

KINERJA • Rakornas PTM Bidang Akademik 9-11 Mei 2017: di Palembang Penguatan Manajemen Akademik_28 • PTM Harus Bersinergi_29 • PTM Terus Ekspansi di ASEAN_30 • Merintis Kerja Sama FK/STIKes Muhammadiyah dengan Jepang_31 • Penandatanganan MOU Muhammadiyah & MEDAT Thailand_32 • Workshop Akreditasi Institusi PTMA: Quality Leads to Money_33 • Pembinaan & Pengembangan Riset di UM Pontianak 12-14 Mei 2017: Strategi Menggolkan Proposal_34 • Workshop Pengembangan Peta Dakwah Melalui Program KKN: Menyusun Data Etnografis Muhammadiyah_35 • Penutupan MSPP 2017: Tiada Finis Belajar Bahasa Inggris_36

KRONIK

“Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang selanjutnya disebut PTM adalah amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan tinggi yang dijiwai dan dilandasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan pada tataran ideologis-filosofis maupun praktis-aplikatif serta menjadi salah satu kekuatan untuk kelangsungan dan kesinambungan Muhammadiyah dalam mencapai tujuannya sebagai gerakan dakwah dan tajdid yang melintasi zaman”

profil ptm Stikes Muhammadiyah Gombong: Unggul, Modern & Islami Persyarikatan Muhammadiyah tidak lepas dari dinamika amal usahanya yang berupa sekolah dan rumah sakit. Ada ratusan rumah sakit PKU di Indonesia, sehingga dibutuhkan banyak sekali bidan, perawat, fisioterapis dan tenaga penunjang kesehatan. Untuk menopang sumber daya kesehatan PKU inilah, Muhammadiyah mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes), dan salah satunya adalah STIKes Muhammadiyah Gombong (STIMUGO).

• Pelantikan Ketua STAIM Tulungagung: Momentum Transformasi Kampus_40 • Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah PTMA: Menjadi Tumpuan Harapan_41 • Wisuda UMSU: Sarjana Harus Selalu Belajar_42 • Penyerahan SK STMIK Muhammadiyah Paguyangan: Membuka Era Cyber di Brebes_43

warta dari ptm Warta dari PTM_44

regulasi Regulasi_48

Edisi Juli-Agustus 2017

Warta PTM

3


topik utama

Suasana kegiatan AIK di UHAMKA dan Unimus. Foto dok UHAMKA dan UNIMUS.

Meneropong Implementasi Pendidikan AIK “Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang selanjutnya disebut PTM adalah amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan tinggi yang dijiwai dan dilandasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan pada tataran ideologis-filosofis maupun praktis-aplikatif serta menjadi salah satu kekuatan untuk kelangsungan dan kesinambungan Muhammadiyah dalam mencapai tujuannya sebagai gerakan dakwah dan tajdid yang melintasi zaman� (Pedoman Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang Perguruan Tinggi Muhammadiyah Nomor 02/PED/I.0/B/2012 Bab I Pasal 1 Ayat 1).

P

edoman tentang PTM ini menyatakan secara jelas bahwa nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) menjiwai dan melandasi pendidikan tinggi Muhammadiyah. Selanjutnya, pada Bab III Pasal 3, disebutkan

4

Warta PTM

Edisi Juli-Agustus 2017

bahwa AIK merupakan dharma keempat di PTM setelah pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Artinya, AIK menjadi jiwa, landasan dan tujuan penyelenggaraan PTM. Bagaimana implementasi riilnya? Untuk


Meneropong Implementasi AIK

membahas topik ini, Warta PTM mewawancari dua narasumber, yakni Wakil Rektor IV Universitas Prof. Dr. HAMKA Drs. Zamah Sari, M.A. dan dosen AIK Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Rohmat Suprapto, S.Ag., M.S.I. “Evaluasi atas perkembangan AIK UHAMKA dapat dilakukan melalui tiga pendekatan sederhana, yakni kebijakan, pengorganisasian dan implementasi,� Zamah Sari mengawali wawancaranya.

Kebijakan AIK di PTM Rohmat Suprapto menuturkan, saat ini muncul perkembangan dan motivasi yang luar biasa untuk menjadikan AIK sebagai catur dharma PTM. Dosendosen AIK di PTM pun membentuk asosiasi. Perkembangan ini dimaksudkan untuk memantapkan AIK sebagai fondasi sekaligus penguat bagi tiga dharma lainnya. Pada level kebijakan, Zamahsari memandang bahwa implementasi AIK dilandasi dua alasan, yakni peraturan-peraturan PP Muhammadiyah dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah yang mengharuskannya dan juga kebutuhan empiris. Peraturan-peraturan tersebut menempatkan AIK bukan sekadar sebagai bagian dari kurikulum pendidikan dan pengajian, melainkan lebih luas lagi, yaitu AIK sebagai basis nilai yang menjiwai dan menggerakkan seluruh dimensi dan lembaga di UHAMKA. Dengan perkataan lain, semua dimensi dan lembaga di UHAMKA menampilkan diri sebagai manifestasi dakwah Muhammadiyah. AIK bermuara pada tujuan sebagai berikut: (1) merealisasikan nilai-nilai Islam dan ideologi Muhammadiyah ke dalam praksis pendidikan tinggi kampus UHAMKA; (2) membangun karakter, tradisi dan lingkungan kampus yang Islami; dan (3) membangun sinergi konstruktif dengan Persyarikatan Muhammadiyah untuk memberdayakan masyarakat. Sementara itu, kebutuhan praktisnya adalah mengintegrasikan perkuliahan AIK dan ilmu pengetahuan umum. Di UHAMKA, upaya ini telah

dirintis sejak 2011. Sebelumnya, kuliah AIK dan kuliah ilmu pengetahuan umum berjalan secara dikotomis. Keduanya diselenggarakan secara terpisah. Namun, sekarang tengah berlangsung integrasi Islam dengan ilmu pengetahuan. Pemikiran-pemikiran ini, terang Zamah Sari, dituangkan ke dalam kebijakan dan regulasi UHAMKA: Statuta, Standar Mutu AIK, Rencana Strategis, Rencana Operational, Anggaran Bidang AIK, Kurikulum AIK, dan Kurikulum Integrasi. Regulasi-regulasi pendukung lain mengatur keharusan setiap sumber daya manusia (SDM) UHAMKA untuk mengikuti Baitul Arqam, bantuan biaya haji dan umroh bagi SDM tetap Persyarikatan, tanggung jawab UHAMKA dalam pemberdayaan cabang dan ranting Muhammadiyah sebagai implementasi dari Nota Kesepahaman dengan Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Namun, Zamah Sari menambahkan, masih ada kepentingan dakwah yang belum diwadahi dalam regulasi, yaitu dakwah di jagat virtual dan media sosial. Untuk merespons perkembangan komunikasi virtual ini, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah tengah menggodok fikih media sosial.

Pengorganisasian Pengorganisasian kebijakan-kebijakan AIK di UHAMKA tersebut dan program-programnya ditangani oleh Wakil Rektor IV. WR IV ini membawahi enam unit kerja, yakni Lembaga Pengkajian dan Pengembangan AIK, Lazismu UHAMKA, Pusat Studi Gender dan Perlindungan Anak, Asrama Mahasiswa, Pusat Studi Buya HAMKA, dan Islamic Science Research Network (ISRN). Tetapi, menurut Zamah Sari, struktur kelembagaan yang besar ini belum cukup untuk menggerakkan seluruh proses dakwah di UHAMKA. Efektivitas struktur kelembagaan AIK masih perlu dikembangkan dan ditingkatkan, ujarnya. Edisi Juli-Agustus 2017

Warta PTM

5


topik utama Implementasi Implementasi AIK di UHAMKA berjalan dengan baik melalui pendidikan, pengajaran, pembinaan SDM, pengembangan kampus Islami dan sinergi dengan Persyarikatan, jelas Zamah Sari. Pendidikan dan pengajaran AIK diperuntukkan bagi semua mahasiswa diploma, S-1, profesi dan S-2. Sebagai mata kuliah, AIK bagi mahasiswa diploma berbobot 8 SKS untuk 4 mata kuliah. Pada jenjang S-1, AIK berbobot 12 SKS untuk 6 mata kuliah yang diberikan pada semester 1-6. Pada jenjang profesi dan S-2, AIK hanya 2 SKS untuk 1 mata kuliah. Sementara itu, di Unimus, AIK pada jenjang S-1 sebanyak 8 SKS. Di Unimus, AIK dikuatkan dengan kegiatan mentoring dan asrama mahasiswa. Mahasiswa-mahasiswa semester 1 yang memiliki bermacam-macam latar belakang keislamannya wajib mengikuti mentoring setiap hari Sabtu. Untuk asrama, saat ini hanya diperuntukkan bagi mahasiswi-mahasiswi Unimus. UHAMKA sudah menyusun lima buku ajar untuk mata kuliah Pendidikan Agama, Aqidah, Ibadah Akhlaq, Muamalah, dan Kemuhammadiyahan. Buku yang belum tersedia adalah untuk dua mata kuliah, Islam untuk Disiplin Ilmu dan Filsafat Kemuhamamdiyah. Sementara itu, Unimus telah menerbitkan buku AIK I-IV. Metode pengajarannya bervariasi dengan mempertimbangkan karakteristik materinya, kemampuan mahasiswa, ketersediaan sumber belajar, daya tarik, daya dorong dan dukungan teknologi. Karena itu, UHAMKA masih mengombinasikan metode konvensional (ceramah) dengan metode modern, seperti problem-based learning dan dakwah lapangan. Di Unimus, tutur Rohmat Suprapto, metode pengajaran dan pendidikannya berbasis mahasiswa, student-centered learning (SCL). SCL lebih memungkinkan hasil yang maksimal. Dengan SCL, misalnya, mahasiswa-mahasiswa diminta mencari hal-hal yang merusak akidah, kemudian mengelaborasinya, dan melakukan sesuatu untuk mengatasi hal-hal tersebut. Apa yang dilakukan UHAMKA melahirkan sarjanasarjana yang memilliki pemahaman Islam yang berkemajuan dan mempraktikkan ajaran Islam. Hasil riset beberapa fakultas tentang alumni melalui para user menunjukkan bahwa alumni UHAMKA diapresiasi tidak hanya karena kemampuan akademik dan skill profesional mereka saja, tetapi—dan ini justru yang paling menonjol—juga karena karakteristik dan kepribadian mereka yang berbasis spiritualitas Islam yang kuat.[]

6

Warta PTM

Edisi Juli-Agustus 2017

M

enarik untuk mencermati implementasi AIK di PTM yang mayoritas mahasiswanya beragama non-Islam. Penuh kehati-hatian, toleransi, keikhlasan dan semangat untuk membangun negeri—inilah katakata yang sedikit banyak melukiskan implementasi AIK di PTM-PTM tersebut. Warta PTM menelusuri pelaksanaan AIK di tiga kampus PTM di Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur, yakni di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKom) Muhammadiyah Jayapura, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Manokwari, dan Universitas Muhammadiyah (UM) Kupang.

AIK untuk Muslim dan NonMuslim Kuliah AIK di STKIP Muhammadiyah Manokwari diselenggarakan dengan dua cara, yakni melalui mata kuliah tersendiri dan diintegrasikan dengan mata kuliah-mata kuliah lain, sebagaimana penuturan Ketuanya, Murniati M., S.Si., M.Pd. Sebagai mata kuliah tersendiri, AIK menjadi AIK 1 dan 2. Akan halnya integrasinya, ini berupa pendidikan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan di semua mata kuliah lain. Kuliah AIK 1 dan 2 diperuntukkan bagi mahasiswamahasiswa Muslim dan nonMuslim. Mahasiswa non-Muslim sebanyak 86% mengikuti kuliah bersama mahasiswa-mahasiswa Muslim di ruang-ruang yang sama, dengan dosen-dosen yang sama dan tugas-tugas yang sama pula. Kuliah ini bertujuan untuk mengenalkan, antara lain, apa itu Islam, bagaimana


AIK di Tengah Mayoritas Non-Muslim

Gedung STKIP Muhammadiyah Manokwari Dok. muhammadiyahstkipmanokwari.blogspot.com.

AIK di Tengah Mayoritas Non-Muslim sejarah organisasi Muhammadiyah, apa manfaat Muhammadiyah, dan bagaimana lulusan PTM harus bertindak. Murniati mengakui bahwa kuliah AIK yang hanya menjadi dua mata kuliah ini tidak sesuai dengan pedoman terbaru AIK yang disusun oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Dia berharap kampusnya bisa mengikuti dan menerapkan kebijakan-kebijakan Majelis Diktilitbang teranyar tentang AIK untuk mahasiswa Muslim dan juga AIK untuk mahasiswa non-Muslim. Integrasi AIK dengan semua mata kuliah lain mengajarkan nilai-nilai kebenaran, kebaikan dan kesopanan. Integrasi ini mengharuskan sivitas akademika PTM berilmu dengan benar; berperilaku, bertutur kata dan berpakaian yang

baik dan santun serta menggembirakan. AIK di sini berhasil mengajarkan karakter-karakter positif kepada semua mahasiswa. Tak pelak, kini lulusan STKIP Muhammadiyah Manokwari dikenal sebagai sarjana-sarjana berilmu, cerdas, serbatahu, sopan, santun, dan menggembirakan. Ini buah dari semangat dan keikhlasan untuk membangun Negeri Indonesia. Sementara itu, di STIKom Muhammadiyah Jayapura yang 90% mahasiswanya nonMuslim, mata kuliah AIK berbobot 3 SKS yang disampaikan pada semester 1, jelas Syukri, M.Si., Ketua PTM di Jayapura ini. Sama seperti di STKIP Muhammadiyah Manokwari, kuliah AIK tidak memisahkan mahasiswa-mahasiswa Muslim dan non-Muslim. Mereka semua mengikuti kuliah yang sama. Edisi Juli-Agustus 2017

Warta PTM

7


topik utama Bagi mahasiswa-mahasiswa non-Muslim, lanjut Syukri, AIK menekankan pentingnya tindakan untuk menyeru kebaikan dan mencegah kemunkaran, menjunjung tinggi toleransi suku, agama, ras dan golongan. Mahasiswa-mahasiswa non-Muslim ini sangat diharapkan untuk memahami AIK, bersikap dan berperilaku baik, dan juga menjadi perpanjangan tangan Persyarikatan untuk menjelaskan kepada masyarakat luas di Papua tentang kiprah dan tujuan Muhammadiyah. Berbeda dengan di STKIP Muhammadiyah Manokwari, mahasiswa non-Muslim STIKom Muhammadiyah Jayapura boleh menjabat sebagai Ketua BEM. Jika ketua BEM-nya non-Muslim, wakilnya Muslim, dan sebaliknya. Mahasiswa Nasrani yang menjadi pengurus BEM selalu diikutsertakan dalam Rakornas BEM se-Indonesia. Ini bagian dari implementasi AIK dalam hal toleransi dan keadilan, terang Syukri. Di UM Kupang, Prof. Dr. Sandi Maryanto, M.Pd. sebagai Rektor tahun 2009-20013 dan 20132017 mengatakan bahwa mahasiswa-mahasiswa Muslim yang berjumlah 46% di kampusnya memperoleh kuliah AIK tersendiri. Mahasiswamahasiswa baru Muslim mendapatkan “Pembinaan Dasar-Dasar AIK” yang diselenggarakan selama beberapa hari. Mereka mengikuti kegiatan tersebut dengan sarat semangat. Perlakuan khusus ini penting karena mereka tidak mendapatkan pendidikan agama Islam yang memadai selama sekolah di SD-SMA dan tinggal di lingkungan masyarakat. UM Kupang juga mengadakan Darul Arqom bagi seluruh dosen dan karyawan agar mereka makin memahami dan mengamalkan Islam dan ideologi Muhammadiyah dengan benar, baik dalam kehidupan kampus maupun di lingkungan masyarakat sekitarnya. Kegiatan Darul Arqom di UM Kupang ini ditangani oleh UPT AIK.

Respons Mahasiswa Di STKIP Muhammadiyah Manokwari, pendalaman Islam dan agama-agama lain yang dianut mahasiswa dilakukan dalam kegiatankegiatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). (Sekadar catatan, Ketua BEM STKIP Muhammadiyah Manokwari wajib dijabat oleh 8

Warta PTM

Edisi Juli-Agustus 2017

mahasiswa Muslim.) Mahasiswa-mahasiswa yang beragama Islam melakukan pengajian di masjidmasjid di sekitar kampus. Demikian halnya, mahasiswa-mahasiswa Nasrani melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan di gereja-gereja. Awalnya, lanjut Murniati, IMM hanya diperuntukkan bagi mahasiswa-mahasiswa Muslim, tetapi mahasiswa-mahasiswa nonMuslim protes dan ingin bergabung sebagai anggota IMM. Dengan penuh kehati-hatian, Murniati mengabulkan keinginan mereka. Inilah keunikannya: IMM beranggotakan juga mahasiswa-mahasiswa non-Muslim. Mahasiswa-mahasiswa non-Muslim di STKIP Muhammadiyah Manokwari, seturut penjelasan Murniati, bersemangat sekali untuk mengikuti aktivitas-aktivitas kampus yang bernuansa Islami. Pada mulanya, kelompok paduan suara yang biasanya menyanyikan lagu Mars Muhammadiyah “Sang Surya” hanya terdiri dari mahasiswamahasiswa Muslim. Namun, mereka yang nonMuslim dan biasa menyanyi di gereja bersikeras


AIK di Tengah Mayoritas Non-Muslim

Kegiatan Pembinaan Dasar-Dasar Al Islam dan Kemuhammadiyahan untuk mahasiswa-mahasiswa baru Muslim Universitas Muhammadiyah Kupang. Foto Dok. UM Kupang.

untuk bergabung dengan kelompok tersebut. Lalu, jadilah mereka anggota-anggota kelompok paduan suara yang lantang bernyanyi, “Sang Surya tetap bersinar ....� Di STIKom Muhammadiyah Jayapura, Syukri mencatat empat respons mahasiswa nonMuslim terhadap kuliah AIK. Pertama, mereka merasa tidak dipaksa untuk mengikuti kuliah tersebut, dan kuliah AIK di sini mengajarkan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan universal. Pun, tiada indoktrinasi ideologi Islam bagi mereka. Kedua, tumbuh sikap saling menghargai di antara mahasiswa-mahasiswa non-Muslim dan Muslim. Ketiga, mereka merasakan kebersamaan dalam kegiatan belajar. Keempat, mereka mendapat pencerahan tentang Islam dan Muhammadiyah.

Peningkatan Kompetensi Dosen AIK Dengan kondisi seperti ini, Murniati dan Syukri berharap dosen-dosen AIK di kampusnya bisa mengikuti pelatihan, workshop dan kegiatan-kegiatan AIK lainnya yang

mendukung peningkatan kompetensi dosen dan kualitas pendidikan AIK. Dosen-dosen tersebut membutuhkan pengetahuan dan pengalaman tentang model-model pembelajaran yang baru dan, tentu saja, bisa disesuaikan dengan kondisi kampus setempat. Selain itu, perkuliahan AIK juga memerlukan banyak buku atau referensi. Tugas kuliah AIK mengharuskan mahasiswa mencari data dan informasi tentang Islam dan Muhammadiyah di perpustakaan. Sebelum pergi ke perpustakaan, mahasiswa-mahasiswa tersebut biasanya berkunjung ke ruang lobi Ketua STKIP Muhammadiyah Manokwari untuk melihat foto-foto pendiri dan ketua-ketua umum Muhammadiyah. Maka, Murniati selalu menyempatkan diri untuk membeli foto-foto tersebut setiap kali datang ke Yogyakarta dan kemudian menempelnya di ruang lobinya.[]AGP

Edisi Juli-Agustus 2017

Warta PTM

9


topik utama

Kegiatan setelah shalat di asrama putri UMJ . Dok UMJ.

Implementasi AIK di Asrama Mahasiswa

“

Sangat sia-sia bila mahasiswa 24 jam di asrama PTMA, tapi tidak mendapat ruh Islam dan Muhammadiyah dan orientasi hidup yang jelas,� tandas Ghoffar Ismail, S.Ag., M.A., Ketua Aslama PTMA. Beliau menandaskan demikian ketika dimintai tanggapannya tentang implementasi pendidikan AIK di asrama mahasiswa. Sebagaimana kita ketahui, asrama mahasiswa di PTMA menjadi tempat implementasi pendidikan AIK secara lebih komprehensif. Mahasiswamahasiswa tinggal di asrama dengan desain khusus untuk belajar dan mempraktikkan AIK. Desain pengelolaan asrama semakin tertata dengan

10 Warta PTM

Edisi Juli-Agustus 2017

terbentuknya Asosiasi Pengelola Asrama Mahasiswa (Aslama) PTMA yang pengurusnya telah dilantik pada 21 September 2016 di UHAMKA Jakarta. Program-program kerja Aslama sudah berjalan. Kini, asrama mahasiswa kian menjadi andalan Muhammadiyah untuk mengimplementasikan pendidikan AIK. Untuk membahas topik ini, Warta PTM, selain meminta tanggapan Ghoffar Ismail, juga mewawancarai Wakil Ketua III STIKes Muhammadiyah Palembang Nilam Hairani, M.Pd., dan Ketua Pengelola Asrama Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Nurlaela Yusuf, S.Ag.

Peran Asrama Mahasiswa Peran terpenting asrama mahasiswa adalah menanamkan AIK kepada para mahasiswa, tegas Ghoffar Ismail. Sebab, AIK menjadi ruh PTM, dan PTM harus menjadi sarana dan wahana gerakan dakwah Muhammadiyah dalam arti luas. Dan, Muhammadiyah sejatinya memang merupakan gerakan dakwah amar makruf nahi munkar, imbuhnya. Lantaran mahasiswa-mahasiswa asrama harus mendapatkan ruh Muhammadiyah dan orientasi hidup yang jelas, pendidikan AIK di asrama bukan sekadar penyampaian materi kognitif, tapi juga memberikan orientasi, inspirasi, motivasi dan inti ajaran yang


Implementasi AIK di Asrama Mahasiswa

menjadi frame bagi kehidupan mahasiswa. Nilam Hairani menambahkan peran berikutnya dari asrama mahasiswa, yakni sebagai media perkaderan yang strategis bagi mahasiswa PTMA. Pendidikan dan pengajaran AIK di asrama merupakan bentuk kegiatan pendalaman, pengayaan dan praktik AIK yang dipelajari di kampus secara akademik. Pendidikan AIK di asrama bukan pengulangan pendidikan akademis di kampus, tetapi menekankan pada praktik sekaligus pengayaan dan pendalaman AIK secara lebih intensif. Implementasi AIK di Asrama STIKes Muhammadiyah Palembang melengkapi dan sangat mendukung tiga komponen utama pendidikan, yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik, lanjut Nilam. Pendidikan AIK di asrama sama sekali tidak tumpang tindih dengan pendidikan akademis AIK di kampus. Sebab, telah ada kesepakatan dan ketentuan mengenai jenis capaian kompetensi mahasiswa dan metode pendidikan AIK di asrama berdasarkan Kurikulum Asrama dan juga Pedoman Pengelolaan Asrama STIKes Muhammadiyah Palembang. Semua dokumen ini disusun dengan mengacu pada Pedoman Asrama PTMA. Sementara itu, di UMJ, menurut Nurlaela, asrama mahasiswa menjadi sentra perkaderan mahasiswa yang sangat efektif untuk mengimplementasikan pendidkan dan pengajaran AIK. Pasalnya, para pembina memonitor aplikasi AIK mahasiswa selama 24 jam.

Program-program Asrama Mahasiswa Lebih detail Nilam menjelaskan, program-program pendalaman dan pengayaan AIK di asrama mahasiswa secara kognitif berupa tilawah Al-Quran, hafalan juz 30, tahsin Al-Qur’an, dan shalat jamaah. Secara afektif, programnya adalah penanaman karakter keislaman

yang berkemajuan dalam akhlak keseharian mahasiswa, seperti tata cara berbicara, berpakaian, adab makan dan minum, menjaga kebersihan dan kerapian kamar, dan manajemen diri. Pendidikan afeksi ini mengarah pada pembentukan karakter-karakter kepemimpinan, tanggung jawab, teamwork dan kepedulian pada sesama umat. Program pendidikan psikomotoriknya berwujud kegiatan-kegiatan nyata, seperti bakti sosial, pentas seni untuk penggalangan dana sosial, latihan Tapak Suci, dan latihan relawan kebencanaan. Pendidikan AIK di asrama menjadi nilai tambah bagi mahasiswa STIKes Muhammadiyah Palembang. Calon-calon tenaga kesehatan profesional ini memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku plus. Mereka menjadi kaderkader andal Muhammadiyah di bidang kesehatan. Asrama Mahasiswa Unimus. Dok Unimus.

Edisi Juli-Agustus 2017

Warta PTM 11


topik utama

Kegiatan AIK Mahasiswa Unimus. Dok Unimus.

Serupa halnya, programprogram asrama mahasiswa di UMJ ialah sholat berjamaah, kuliah tujuh menit, tadarus, pelaksanaan ibadah-ibadah sunnah lainnya, tata cara berbusana Muslim, tata krama dan dialog/diskusi. Ini semua dilakukan step by step dengan motivasi dan keteladanan dari para pembina untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa, terang Nurlaela. Pada semester pertama, fokus asrama mahasiswa UMJ adalah pembinaan ibadah sesuai Himpunan Putusan Tarjih (HPT). Dalam pelaksanaannya, pembina berperan sebagai narasumber yang menyampaikan materi tersebut dan kemudian mempraktikkannya. Lalu, mahasiswa-mahasiswa dikelompokkan dalam grupgrup mentoring yang masingmasing beranggotakan 10-12 mahasiswa yang didampingi oleh satu musyrifah. Musyrifah juga melakukan asesmen terhadap praktik ibadah mahasiswa 12 Warta PTM

Edisi Juli-Agustus 2017

ibadah, dan hasil asesmennya diserahkan pada Direktur AIK UMJ. Ghoffar mengingatkan para pengelola asrama agar asrama mahasiswa tidak menambah kejenuhan mahasiswa. Sebab, kegiatankegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler mahasiswa di kampus sudah melimpah. Jika mahasiswa barpartipasi dalam kegiatankegiatan tersebut dan juga di asrama, dikhawatirkan mereka bakal merasa jenuh. Maka, asrama mahasiswa perlu “menjadi tempat refreshing yang komplementer�, ujar Ghoffar. Dengan peran dan program pendidikan AIK di asrama mahasiswa yang menitikberatkan pada sikap dan perilaku seperti ini, kebiasaan (habit) mahasiswa menjadi sesuatu yang amat penting, tegas Nurlaela. Pembiasaan kehidupan AIK telah dan akan terus melahirkan para sarjana dan kader Muhammadiyah yang andal.

Komitmen dan Dukungan Komitmen dan dukungan pimpinan PTM pada pengelolaan asrama mahasiswa sangat dibutuhkan, kata Nilam dan Nurlaela. Tak mudah untuk mengelola 472 mahasiswa di asrama mahasiswa STIKes Muhammadiyah Palembang dan 415 mahasiswa di asrama mahasiswa UMJ selama 24 jam. Asrama mahasiswa STIKes Muhammadiyah Palembang telah berdiri sejak 1984, sedangkan di UMJ sejak 2001 (26 Rajab 1423.). Kelengkapan sarana dan prasarana yang layak jelas menjadi kebutuhan pokok. Juga, manajemen asrama yang bagus merupakan tuntutan yang tak terelakkan. Apa yang tak kalah penting adalah kecukupan kuantitas dan kualitas pengelola asrama. Rasio pengelola-mahasiswa niscaya perlu diperhatikan. Kualitas pengelolanya juga kian ditingkatkan. Realisasi program-program Aslama PTMA secara nasional kira turut menambah dukungan dan komitmen bagi implementasi pendidikan AIK di asrama mahasiswa.[]AGP


Tilawah , tashin dan hafizd Quran di asrama putri Universitas Muhammadiyah Palembang.

Membaca Road Map Pendidikan AIK “AIK adalah ruh, way of life, dan internal frame of reference PTMA. AIK menjadi ciri khas atau trademark dosen, karyawan dan mahasiswa PTMA dalam tutur kata, pola pikir, sikap dan knowledge mereka. Ini suatu idealisme dan sebuah tantangan berat,� kata Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. M. Noor Rochman Hadjam, S.U.

Edisi Juli-Agustus 2017

Warta PTM 13


Prof. Dr. M. Noor Rochman Hadjam, S.U. (tengah) dalam diskusi "Kembali ke Jati Diri Manusia Indonesia" Foto Dok.www.balairungpress.com/

A

nggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Sutrisno menambahkan, “AIK menjadi pembeda PTMA dari perguruan tinggi (PT) umum. PTMA seharusnya lebih baik dari PT umum, karena PT umum tidak mempunyai AIK.� Kedua petinggi Majelis Diktilitbang ini menegaskan kedudukan sentral AIK di PTMA pada level kebijakan. Majelis Diktilitbang mempunyai kebijakan-kebijakan dan program-program untuk mendorong PTMA menguatkan AIK pada tingkat kebijakan dan, tentu saja, eksekusinya juga.

AIK dalam Rencana Induk Pengembangan Islam yang merupakan ideologi, visi dan misi Persyarikatan Muhammadiyah mestinya diturunkan jadi visi dan misi PTMA. Selanjutnya, visi dan misi ini diturunkan, antara lain, ke dalam Rencana Induk Pengembangan (RIP), Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional PTMA, ujar Prof. Sutrisno. Dalam dokumendokumen kebijakan ini, AIK berkedudukan sebagai fondasi kepribadian, core values PTMA.

14 Warta PTM

Edisi Juli-Agustus 2017

PT kelas dunia selalu dilandasi dengan core values, dan demikian pula PTMA. Prof. Sutrisno memberi contoh: dalam suatu RIP disebutkan bahwa sekian tahun mendatang, sebuah PTMA akan menjadi PT yang dikenal luas di kawasan Asia dan kemudian dunia. PTMA ini tengah meniti jalan menuju world-class university, world-class research university dan juga entrepreneur university. Apa core values-nya? Jawabannya jelas: AIK. AIK mendasari pengembangan PTMA, menjadi daya dorong yang menggerakkannya, dan juga menjadi karakter yang mencirikan lulusanlulusannya. Islam dan karakter Muhammadiyah merupakan dasar yang kukuh dan daya dorong yang kuat dalam mengembangkan kampus. Mendidik mahasiswa sebagai salah satu tugas kampus bertujuan untuk melahirkan sarjanasarjana yang berkarakter Islam berkemajuan.

Pedoman Pendidikan AIK Untuk melahirkan sarjana-sarjana yang berkarakter Islam berkemajuan, pendidikan AIK dilaksanakan. Pelaksanaan pendidikan


Prof. Dr. Sutrisno, M. Ag. Kuliah Umum di UAD yang bertemakan “Pengembangan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam di Era Masyarakat Ekonomi Asean,” Sabtu, 6 Mei 2017. Foto Dok.http:www.suaramuhammadiyah.id.

AIK mengacu pada Pedoman Pendidikan AIK: AlIslam dan Kemuhammadiyahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (2013) yang disusun oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Buku ini menjadi pedoman yang komprehensif untuk melaksanakan pendidikan AIK. Pedoman Pendidikan AIK ini berisikan masalah-masalah pendidikan AIK, paradigma baru pendidikan AIK, kurikulum AIK, dan deskripsi perkuliahan AIK I-IV. Masalahmasalah pendidikan AIK meliputi kurikulum dan silabus yang belum didesain dengan baik; masih menitikberatkan pengetahuan dan banyak pengulangan; kurang sinkron antara tujuan, materi, metode pembelajaran dan evaluasi; dan padat materi tetapi kurang makna (h. 11). Masalah pada dosen pengampunya adalah bahwa dosen belum disiapkan secara profesional, kurang komit, ketersediaannya tidak mencukupi, dan kurang memanfaatkan media. Pada mahasiswa, masalahnya ialah bahwa mereka belum mendapatkan layanan kuliah yang profesional, belum diberi tantangan untuk mengembangkan

kepribadian dan perilaku, dan perlu lebih dimotivasi. Sumber belajarnya kurang tersedia, demikian pula media pembelajarannya (h. 11-12). Terakhir, belum semua pimpinan PTMA (rektorat dan fakultas) memprioritaskan pendidikan AIK. PTMA juga belum memiliki rumusan pendidikan AIK yang baik untuk mahasiswa non-Muslim (h. 12). Selanjutnya, buku Pedoman Pendidikan AIK menyebut nomenklatur mata kuliahnya adalah AIK I Kemanusiaan dan Keimanan; AIK II Ibadah, Akhlak dan Muamalah; AIK III Kemuhammadiyahan; dan AIK IV Islam dan Ilmu Pengetahuan. Jumlah SKS-nya minimal 8 dan maksimal 12 (h. 23). Adapun tujuannya (h. 24), AIK I bertujuan untuk “membentuk sarjana Muslim yang mengenal diri dan Tuhan, misi, tujuan dan manfaat hidupnya sebagaimana dituntunkan dalam AlQur’an dan as-Sunnah”. AIK II bertujuan untuk “membentuk sarjana Muslim yang taat dan benar dalam beribadah, unggul dalam bermuamalah, dan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan”.

Edisi Juli-Agustus 2017

Warta PTM 15


Tilawah , tashin dan hafizd Quran di asrama putra UNIRES (UMY). Foto Dok twitter.com .

AIK III bertujuan untuk “membentuk sarjana Muslim sebagai kader persyarikatan Muhammadiyah yang mampu beramar makruf nahi munkar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”. AIK IV bertujuan untuk “membentuk sarjana Muslim yang berjiwa dan berperilaku cendekia (ulul albab)”. Dari buku pedoman ini ditulislah empat buku AIK. Buku AIK III sudah terbit pada 2016, sedangkan tiga buku lainnya sedang disusun. Rumusan-rumusan pendidikan AIK untuk mahasiswa non-Muslim dan mahasiswa pascasarjana juga tengah digodok oleh Majelis Diktilitbang. Implementasi Pedoman Pendidikan AIK Untuk implementasinya, menurut Prof. Sutrisno, PTMA perlu melakukan dua hal, yakni menyesuaikan kurikulum pendidikan AIK dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan menyiapkan dosen-dosen AIK yang kompeten. Penyusunan kurikulum sesuai dengan KKNI dilakukan secara urut dari visi dan misi PT, fakultas dan program studi, profil lulusan, kemudian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) sampai muncul nama mata kuliah dengan uraiannya yang teperinci. Nama mata kuliah tidak bisa muncul tiba-tiba, Prof. Sutrisno mengingatkan. Ketersediaan dosen AIK yang berkompeten 16 Warta PTM

Edisi Juli-Agustus 2017

dan memadai juga harus disiapkan, lanjut Prof. Sutrisno. Misalnya, sebuah PTMA yang memiliki 5.000 mahasiswa menyelenggarakan 100 perkuliahan AIK (200 SKS) pada tiap semester bila setiap kelas berisikan 50 orang mahasiswa. Kini, terdapat 163 PTM ditambah PTA yang jumlah mahasiswa beragam, sehingga sekian banyak dosen AIK dibutuhkan untuk mengampu mata kuliah-mata kuliah AIK I-IV. Kebutuhan akan ketersediaan dosen AIK tak terhindarkan. Kompetensi dosen tentang penguasaan materi kuliah dan kemampuan mengelola kelas juga tak terelakkan. Maka, setelah buku-buku AIK rampung diterbitkan, perlu segera diadakan piloting dan training of trainers. Piloting dimaksudkan untuk mengevaluasi awal penggunaan buku-buku AIK. Pelatihan bertujuan untuk menyamakan pemahaman tentang pendidikan AIK dan meningkatkan kompetensi dosen dalam menerapkan metode-metode pengajaran yang tepat dan melakukan evaluasi dengan instrumeninstrumen yang tepat pula. Alhasil, AIK menjadi perkuliahan yang menarik, tidak membosankan dan betul-betul berhasil mencapai tujuan-tujuannya. AIK benarbenar menjadi ruh, way of life, internal frame of reference dan ciri khas PTMA. Sehingga, PTMA pun lebih baik dari PT umum. Sebuah road map yang panjang.[]AGP


Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd.

Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd.:

Agar Semua Mahasiswa Memperoleh Sibghah Kemuhammadiyahan

U

niversitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) merupakan salah satu PTM yang berhasil mengimplementasikan pendidikan AIK. Untuk mengetahui bagaimana keberhasilannya, Warta PTM mewawancarai Rektor Unimus periode 2015-2019, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., yang juga merupakan Guru Besar Pendidikan Moral dan Antropologi Budaya Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (Unnes). Pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah, 8 Mei 1962 ini menempuh pendidikan S-3 di Unnes yang kala itu masih bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Semarang pada 2006-2009. Pendidikan S-1 dan S-2-nya diselesaikan di IKIP Bandung (kini Universitas Pendidikan Indonesia).

Apa sebenarnya maksud dan tujuan pendidikan AIK di PTM? Maksud dan tujuan pendidikan AIK di PTM adalah agar semua mahasiswa memperoleh sibghah

(celupan) nilai dan karakter Kemuhammadiyahan. Hal ini penting di tengah memudarnya nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di Indonesia. AIK juga menjadi ciri khas PTM. Banyak perguruan tinggi yang hanya berorientasi pada capaian akademik murni tanpa memperhatikan nilai dan karakter para lulusannya. PTM, termasuk Unimus, memandang bahwa capaian akademik sangatlah penting dan makin lengkap jika lulusan memiliki nilai dan karakter keislaman yang kuat. Sehingga, mereka selain memiliki profesionalitas akademik yang komprehensif, juga memiliki attitude. Ketika bekerja, mereka memiliki nilai yang jujur, amanah, dan disiplin.

Bagaimana evaluasi atas implementasi AIK di Unimus khususnya? Ada tiga pendekatan untuk mengevaluasi sekaligus mengetahui bagaimana implementasi AIK di Unimus. Pertama, pendekatan kurikulum. Edisi Juli-Agustus 2017

Warta PTM 17


wawancara Unimus telah melaksanakan kurikulum AIK Diktilitbang PP Muhammadiyah, utamanya kurikulum 2012, dengan total 8 satuan kredit semester (SKS). Delapan SKS ini dibagi jadi dua, yakni 6 SKS reguler terstruktur dan 2 SKS dalam bentuk program mentoring AIK. Mentoring ini dilaksanakan pada semester 1 tiap hari Sabtu jam 08.00-10.00 WIB sebanyak 14 kali tatap muka. Evaluasi terhadap pembelajaran perkuliahan (6 SKS) dilakukan melalui sistem portal akademik www.siamus.ac.id. Di sini, Bidang Akademik secara periodik mengontrol semua pembelajaran, termasuk AIK, dan mengingatkan tiap dosen untuk mengupload Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) maupun Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sampai pada tingkat nilai akhir. Selain itu, secara rutin Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK) melakukan koordinasi dengan dosen AIK terkait kendalakendala dan suasana pembelajaran AIK di kelas dan melaporkannya kepada Rektor dengan tembusan kepada Wakil Rektor 1. Sementara itu, evaluasi terhadap kegiatan mentoring dilaksanakan secara rutin oleh LSIK Unimus dan mengirim bukti evaluasi capaian pembelajaran program mentoringnya kepada Rektor dengan tembusan kepada WR 1 dan 3.

Pendekatan kedua? Kedua, pendekatan suasana keberagamaan. Tingginya animo sivitas akademika Unimus dalam berbagai kegiatan AIK dan perayaan hari besar Islam (PHBI), seperti jama’ah dzuhur dan ashar, kajian rutin dua mingguan, budaya S5 (senyum, salam, sapa, sopan dan santun) adalah bukti bahwa suasana dan penyuasanaan AIK di Unimus terimplementasi dengan baik. Implementasi harian juga tampak, seperti cara berpakaian, pergaulan mahasiswa dengan dosen dan sebaliknya. Terlihat cukup baik.

Pendekatan ketiga? Ketiga, aktivitas kemahasiswaan yang berbasis ortom (organisasi otonom). Kegairahan aktivitas unit kegiatan mahasiswa (UKM) berbasis ortom, seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) dan Hizbul Wathan (HW), juga menjadi alat ukur 18 Warta PTM

Edisi Juli-Agustus 2017

bahwa semangat untuk menghidupkan nilai-nilai AIK di Unimus sangat baik.

Bagaimana pelaksanaan mentoringnya? Mentoring AIK dilaksanakan bagi semua mahasiswa baru non-asrama. Tutornya adalah mahasiswa kakak angkatan dengan terlebih dahulu lulus pada rekrutmen yang dilaksakan oleh LSIK Unimus. Mentoring AIK meliputi 7 capaian pembelajaran, yaitu tartil baca Al-Qur’an, thaharah dan ibadah sesuai dengan Himpunan Putusan Tarjih (HPT) yang terdiri dari ibadah sholat, wudhu, tayamun, mandi janabat, sholat jenazah, hafalan 10 doa harian dan hafalan minimal 13 surat pendek.

Bagaimana dengan mahasiswa asrama? Mahasiswi, bukan mahasiswa. Mereka adalah mahasiswi baru tahun pertama. Tiap tahun, sekitar 320 mahasantri tinggal di Pesantren KH Sahlan Rosjidi Unimus. Pesantren ini berdiri sejak 2009, dan penerimaan santri pertama dilakukan pada tahun 2010. Kurikulumnya, selain 7 kompetensi, juga mata kajian Kemuhammadiyahan dan Achievement Motivation Training. Para pengajarnya selain dosen-dosen Unimus, juga sesepuh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah/ Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWM/PWA) Jawa tengah dan juga Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang.

Bagaimana metode pendidikan dan pengajaran AIK di Unimus? Semua dosen dituntut untuk melaksanakan pembelajaran berbasis student-centred learning (SCL). Pembelajaran tidak berpusat pada dosen sebagai aktor di kelas, tetapi dosen memotivasi, merangsang dan berkreasi agar mahasiswa berusaha mencari sumber-sumber ilmu pengetahuan melalui berbagai literatur cetak maupun non-cetak. Dosen memberikan bimbingan dan arahan mengenai hasil pencarian yang diberikan oleh dosen.

Hasilnya bagaimana? Ada hasil jangka pendek dan jangka panjang. Hasil-hasil pendidikan dan pengajaran AIK meliputi domain kognitif, afektif dan psikomotorik.


Agar Semua Mahasiswa Memperoleh Sibghah Kemuhammadiyahan

Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd.

Domain kognitif mencakup pemahaman keislaman dan ibadah (AIK 1 dan 2), baca tulis Al-Qur’an dan penguasaan thaharah serta ibadah sesuai HPT. Dalam jangka pendek, hasil nilai PAI dan mentoring tiap tahun mengalami peningkatan. Hasil domain afektif terlihat pada dua kegiatan utama AIK, yakni shalat dzuhur berjamaah dan kajian PHBI bagi pegawai dan melibatkan mahasiwa. Animo dan kehadiran mereka yang cukup besar pada semua kegiatan juga dapat menjadi tolok ukur keberhasilan aktivitas AIK. Minimnya, bahkan nyaris tidak ada perilaku menyimpang dari mahasiwa Unimus juga menjadi tanda bahwa AIK telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa. Pada domain psikomotorik, kegiatan lombalomba AIK, seperti MTQ dan lomba dai/dai’ah, rutin dilaksanakan setiap tahun, baik di asrama dan universitas yang diikuti ratusan mahasiswa. Ini cukup efektif untuk melihat besarnya motivasi dan dorongan implementasi AIK di Unimus. Dalam jangka panjang, banyak alumni keperawatan dan kebidanan Unimus yang diterima di amal usaha Muhammadiyah bidang kesehatan. Salah satu mata uji penerimaannya adalah penguasaan AIK (ideologi, thaharah dan ibadah versi HPT). Maka, ke depan capaian kognisi ini

harus lebih ditigkatkan. Banyak juga alumni Unimus yang menjadi aktivis di Pimpinan Ranting, Cabang, Daerah, bahkan di majelis-majelis di PWM. Mereka menjadi imam dan khatib, baik shalat Jumat maupun ‘Idaini (Idul Fitri dan Idul Adha). Juga, banyak prestasi di beberapa kegiatan keagamaan nasional yang diraih oleh alumni Unimus.

Bagaimana rencana ke depan perihal AIK? Agar implementasi AIK Unimus ke depan lebih baik, ada beberapa langkah strategis yang akan kami laksanakan. Pertama, memantapkan rencana pendirian Pesantren Tahfidzul Qur’an Mahasiswa Unimus. Pesantren ini hampir selesai pengerjaannya ini, dan direncanakan menjadi kawah candradimuka atau think tank khusus mahasiwa yang berprestasi untuk digodog jadi mahasiswa sekaligus kader yang tidak saja profesional dalam penguasaan akademik, tapi juga hafidz Al-Qur’an, lancar bahasa Arab dan Inggris. Mereka diharapkan kelak mewarnai pentas keumatan dan kebangsaan. Kedua, mendorong dosen-dosen AIK untuk segera kuliah S-3. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan SDM bagi AIK khususnya dan Unimus pada umumnya.[] Edisi Juli-Agustus 2017

Warta PTM 19


STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

Unggul, Modern & Islami

Gedung STIKES Muhmmadiyah Gombong. Dok. stikesmuhgombong.ac.id.

P

ersyarikatan Muhammadiyah tidak lepas dari dinamika amal usahanya yang berupa sekolah dan rumah sakit. Ada ratusan rumah sakit PKU di Indonesia, sehingga dibutuhkan banyak sekali bidan, perawat, fisioterapis dan tenaga penunjang kesehatan. Untuk menopang sumber daya kesehatan PKU inilah, Muhammadiyah mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes), dan salah satunya adalah STIKes Muhammadiyah Gombong (STIMUGO). STIMUGO merupakan lembaga pendidikan

20 Warta PTM

Edisi Juli-Agustus 2017

kesehatan, khususnya pendidikan keperawatan di lingkungan amal usaha Muhammadiyah Gombong. STIKes Muhammadiyah Gombong bermula dari Akademi Perawatan Muhammadiyah Gombong yang didirikan pada 1994 dan telah terakreditasi B dari Departemen Kesehatan. Akademi ini dikembangkan jadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong pada tahun 2003 dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 44/D/0/2003 Tanggal 07 Mei 2003 tentang Izin Pendirian Sekolah Tinggi


STIKes Muhammadiyah Gombong: Unggul, Modern & Islami

Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong. STIMUGO berdiri pada 9 Juni 1994 dan mengalami perkembangan yang pesat. Saat ini, STIMUGO memiliki program-program studi sebagai berikut: S-1 Ilmu Keperawatan, D-3 Ilmu Keperawatan, Profesi Ners, D-3 Kebidanan dan S-1 Farmasi. STIMUGO mendidik 1.267 mahasiswa aktif dan telah meluluskan 5.039 sarjana. Pencapaian ini tentu patut mendapat apresiasi.

Daya Tarik Menurut Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong Herniyatun, M.Kep.Sp.Mat., salah satu kunci dikenalnya STIMUGO adalah “letak kampus yang sangat strategis di jalur utama YogyakartaJakarta sehingga mudah dijangkau, satu lokasi dengan PKU Muhammadiyah Gombong”. Jalur utama ini menghubungkan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Alamat lengkap kampusnya adalah Jln. Yos Sudarso No. 461 Gombong, Kebumen, Jawa Tengah Kode Pos 54412. Namun, sebetulnya daya tarik utama STIMUGO adalah model pembelajarannya yang memadukan teori dan praktik. Pembelajaran semacam ini menjadikan lulusan STIMUGO terampil dan andal. Model perpaduan teori dan praktik ini didukung oleh keberadaan PKU Muhammadiyah Gombong “PKU Muhammadiyah Gombong menjadi rumah sakit pendidikan, sehingga di sini mahasiswa-mahasiswa kami dikenalkan sejak dini dengan kasus nyata atau pasien,” tutur Herniyatun. STIMUGO memiliki visi “menjadi lembaga pendidikan kesehatan yang unggul, modern dan Islami”. Misinya ialah “menyelenggarakan pendidikan kesehatan berbasis riset dan teknologi informasi dan juga menyelenggarakan penelitian dan pengabdian masyarakat sebagai dakwah Islamiyah untuk kemaslahatan umat”. Visi dan misi ini berorientasi pada dakwah Persyarikatan Muhammadiyah. Institusi dan program studi-program studi STIMUGO sudah terakreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dan LAMPTKes. Akreditasi Institusi STIMUGO dari BAN-PT berdasarkan SK Nomor: 478/SK/BANPT/Akred/PT/V/2015 tanggal 31 Januari 2016

Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong Herniyatun, M.Kep.Sp.Mat. Foto Dok. suaramerdeka.com.

(peringkat B). Program Studi S-1 Keperawatan terakreditasi LAM-PTKes berdasarkan SK Nomor: 0290/LAM-PTKes/Akr/Sar/I/2016 tanggal 31 Januari 2016 (peringkat B). Program Studi Profesi Ners terakreditasi LAM-PTKes berdasarkan SK Nomor: 0291/LAM-PTKes/Akr/Pro/I/2016 tanggal 31 Januari 2016 (peringkat B). Program Studi D-3 Keperawatan terakreditasi LAM-PTKes berdasarkan SK Nomor: 0511/ LAM-PTKes/Akr/Dip/IV/2016 tanggal 17 April 2016 (peringkat B). Program Studi D-3 Kebidanan terakreditasi LAM-PTKes berdasarkan SK Nomor: 0532/LAM-PTKes/Akr/Dip/IV/2016 tanggal 17 April 2016 (peringkat B). Program Studi S-1 Farmasi yang belum lama berdiri terakreditasi berdasarkan SK Menteri Riset Teknologi & Perguruan Tinggi Republik Indonesia No. 115/KPT/I/2015 tanggal 18 November 2015 (peringkat C).

Fasilitas dan Kesejahteraan STIMUGO juga memberi fasilitas kepada mahasiswa agar mereka terus aktif berkegiatan. Herniayatun menjelaskan, STIMUGO mendorong mahasiswa untuk ikut berorganisasi, khususnya di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Edisi Juli-Agustus 2017

Warta PTM 21


Kegiatan-kegiatan mahasiswa STIMUGO dengan native speaker, donor darah, simulasi perawatan, KKN, seminar nasional tentang kesehatan.

“Kami sangat perhatian dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Mereka inilah penerus generasi perjuangan Muhammadiyah melalui IMM, mengingat kondisi Muhammadiyah yang masih kekurangan kader,� kata beliau. Tidak kalah pentingnya, Herniyatun juga selalu memotivasi mahasiswa untuk menjadi pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Selain itu, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) juga menjadi tulang punggung kaderisasi mahasiswa. STIMUGO memiliki delapan UKM, yakni Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR), Kesenian, Penalaran, Olahraga, Kewirausahaan, Bahasa, Pecinta Alam STIKes Muhammadiyah Gombong (Palasigo), dan Pusat Informasi dan Konseling (PIK). Untuk pendidik dan tenaga kependidikannya yang berumlah 135 orang, STIMUGO berusaha menyejahterakan mereka. STIMUGO mengikutsertakan semua karyawan dalam Program Dana Sehat Muhammadiyah, sehingga kesejahteran mereka di masa pensiun terjamin.[] Iwan Setiawan

22 Warta PTM

Edisi Juli-Agustus 2017


Profil PTM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU

Pusat Keunggulan Akademis, Iman & Taqwa

Gedung Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Dok. umb.ac.id.

P

rovinsi Bengkulu memiliki kaitan sejarah yang erat dengan Muhammadiyah. Di Bengkulu inilah Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno dibuang oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Pada saat, Soekarno aktif di Muhammadiyah dengan menjadi Ketua Majelis Pendidikan Muhammadiyah Bengkulu. Di Bengkulu ini pulalah Soekarno menikahi Fatmawati, anak Ketua Muhammadiyah Bengkulu Hasan Din.

Muhammadiyah di Bengkulu sudah berakar jauh, sehingga perkembangan Muhammadiyah di sana sudah berlangsung puluhan tahun lamanya. Perkembangan sekolah Muhammadiyah juga mengalami pertumbuhan, walaupun pernah ada masa stagnasi sekolah Muhamamdiyah di sana. Di Indonesia, pada tahun 1970, dimulailah era pendirian Univesitas Muhammadiyah, begitu juga dengan Muhammdiyah Bengkulu yang mendirikan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Edisi Juli-Agustus 2017

Warta PTM 23


Profil PTM Muhammadiyah Bengkulu yang menjadi cikalbakal Universitas Muhammadiyah (UM) Bengkulu.

FKIS IKIP Muhammadiyah Jakarta Cabang Bengkulu Cikal bakal berdirinya UM Bengkulu diawali dengan berdirinya Fakultas Keguruan dan Ilmu Sosial (FKIS) IKIP Muhammadiyah Jakarta Cabang Bengkulu pada 1 Agustus 1970. FKIS ini memiliki dua jurusan, yaitu Pendidikan Ilmu Administrasi dan Pendidikan Ekonomi Perusahaan. Sejak berdiri tahun 1970 sampai 1973, FKIS IKIP Muhammadiyah Jakarta Cabang Bengkulu memperhatikan perkembangan kebutuhan masyarakat akan keberadaan perguruan tinggi di Bengkulu. Mempertimbangkan jauhnya jarak antara induk dan cabang, pada 1 Juni 1973, FKIS IKIP dikembangkan menjadi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bengkulu. Perubahan tersebut ditetapkan dengan Surat Keputusan Majelis Pendidikan dan Pengajaran Pusat No. E-10/180/1973. Dari tahun ke tahun, perkembangan STKIP Muhammadiyah Bengkulu semakin baik. Lalu, timbullah gagasan untuk mengembangkan STKIP Muhammadiyah Bengkulu menjadi UM Bengkulu. Dalam perjuangan dan rentangan waktu yang panjang, akhirnya Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerbitkan SK Presidium STKIP Muhammadiyah Bengkulu No. E-2/053/ SK-MPTPP/1991 tanggal 1 November 1990 tentang persiapan berdirinya UM Bengkulu. Pada 20 Juni 1991, STKIP Muhammadiyah berubah secara sah jadi UM Bengkulu berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 0367/0/1991. Peresmiannya dilaksanakan pada 31 Agustus 1991 bersamaan dengan wisuda sarjana terakhir STKIP Muhammadiyah Bengkulu.

Penguasaan IPTEKSÂ Pada awal berdirinya tahun 1991, UM Bengkulu memiliki empat fakultas, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Pertanian (FP), Fakultas Ekonomi (FE) dan Fakultas 24 Warta PTM

Edisi Juli-Agustus 2017

Dr. H. Ahmad Dasan, S.H., M.A Rektor UM Bengkulu Dok. umb.ac.id

Agama Islam (FAI) dengan sembilan program studi. Seiring dengan pertumbuhan dan jumlah mahasiswa yang terus bertambah dari tahun ke tahun, serta respons terhadap tuntutan masyarakat dan dunia kerja, UM Bengkulu sudah melakukan perubahan-perubahan yang cukup signifikan, baik berkenaan dengan penambahan fakultas berikut program studinya, maupun perubahan tata kelola serta perkembangan infrastruktur. Rektor UM Bengkulu saat ini dijabat oleh Dr. H. Ahmad Dasan, S.H., M.A. UM Bengkulu beralamat di Jalan Bali Kota Bengkulu 38119 dengan jumlah mahasiswa 7.445. Sekarang, UM Bengkulu memiliki delapan fakultas, yaitu Fakultas Agama Islam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Fakultas Hukum. Selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta percepatan pencapaian tujuan pendidikan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah sebagai sebuah implementasi


UM Bengkulu: Pusat Keunggulan Akademis, Iman & Taqwa

Kegiatan mahasiswa baru, seminar nasional , dan asrama putri Dok. umb.ac.id.

gerakan amar makruf nahi mungkar, UM Bengkulu merumuskan visinya berdasarkan pencapaian keseimbangan antara kecerdasan-kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Visinya ialah “Sebagai pusat unggulan dalam mewujudkan insan akademis yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta cerdas dan kompetitif dalam menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS) sebagai kebanggaan warga Muhammadiyah, umat Islam dan bangsa Indonesia”. “Menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sebagai kebanggaan warga Muhammadiyah, umat Islam dan bangsa Indonesia” berarti bahwa UM Bengkulu mengemban amanah sebagai salah satu amal usaha Persyarikatan Muhammadiyah khususnya dan umat Islam serta bangsa Indonesia pada umumnya. UM Bengkulu diharapkan menjadi wadah lahirnya intelektual-intelektual

yang dapat diandalkan dan menjadi kebanggaan, tidak hanya menguasai ilmu dalam tataran praktis tetapi juga menguasai ilmu yang berkaitan kehidupan emosional dan spiritual. Keberadaan UM Bengkulu sebagai perguruan tinggi yang bersendikan nilai-nilai Islam memiliki misi untuk mempersiapkan generasi penerus yang mumpuni, cerdas, dan kompetitif. Maka, misi yang diembannya merupakan aktualisasi konkret dari pengejawentahan nilai-nilai Islam tersebut. Oleh sebab itu, gerak langkah dan aktualisasinya adalah cermin dari misi mulia yang tidak sekadar pemanis bibir, tetapi sebuah tekad yang akan bermuara kepada tujuan terbentuknya pribadipribadi berakhlak mulia yang akan meneruskan keberlangsungan persyarikatan pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya.[] Iwan Setiawan

Edisi Juli-Agustus 2017

Warta PTM 25


Kinerja

Gambar atas: Ketua Dewan Eksekutif BAN-PT Prof. T. Basarudin (paling kiri) menyampaikan materinya dalam Rakornas PTM Bidang Akademik di Palembang 9-11 Mei 2017. Gambar bawah: Ketua PWM SumSel Prof DR H Romli SA M.Ag dan Rektor UM Palembang DR. Abid Djazuli, S.E.,M.M.

Rakornas PTM Bidang Akademik 9-11 Mei 2017 di Palembang

P

Penguatan Manajemen Akademik

ara pimpinan PTM berkumpul di Palembang mengadakan Rakornas Bidang Akademik 9-11 Mei 2017. Perhelatan yang mengambil tema “ Penguatan Manajemen Alademik PTM yang Unggul, Berdaya Saing, dan Berkemajuan” dibuka oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dan ditutup oleh Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. Forum ini menghadirkan Ketum PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nasir, M.Si. yang memberikan Pidato Kunci Selasa malam (9/5), Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Prof. Intan Ahmad, Ph.D., dan Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Dr. Muhammad Dimyati, serta Ketua Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Prof. T. Basarudin. Dalam sambutan pembukaannya, tuan rumah 28 Warta PTM

Edisi Juli-Agustus 2017

Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M. menyampaikan terima kasihnya atas kepercayaan kepada UM Palembang sebagai tuan rumah. “Kami berharap ini menjadi latihan bagi kami supaya bisa dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar Muhammadiyah yang akan datang,” kata Dr Abid yang disambut meriah peserta Rakornas. Sementara itu, dalam penutupan, Prof. Lincolin Arsyad menegaskan kembali agar semua PTM berusaha untuk mewujudkan PTM yang unggul, berdaya saing dan berkemajuan. Itu dilakukan antara lain dengan memperkuat sumber daya manusia dan semua standar dalam akreditasi. Majelis Diktilitbang berusaha keras untuk mendampingi dan mendorong agar akreditasi semua PTM mengalami peningkatan.[] ESH


Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si. (paling kanan) dalam dialog terbatas dengan para rektor PTM.

PTM Harus Bersinergi

K

ehadiran amal usaha Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di masyarakat merupakan salah satu unsur yang membuat Persyarikatan Muhammadiyah lebih diperhitungkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, PTM harus saling bersinergi. “Ini untuk membuat yang kecil menjadi lebih besar, dan PTM besar menjadi lebih besar lagi,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nasir dalam dialog terbatas dengan para rektor PTM usai memberikan Pidato Kunci di Rakornas Bidang Akademik PTM yang diadakan Majelis Diktilitbang PPM di Hotel Novotel Palembang Selasa (9/5) malam. Dalam dialog yang dipimpin Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Edy Suandi Hamid itu, hadir juga Bendahara Umum PP Muhammadiyah Prof. Suyatno itu. Haedar Nasir menegaskan bahwa kebersamaan itulah yang akan membuat Muhammadiyah secara keseluruhan semakin menguat.

“Bahkan PTM besar sudah mulai merintis PTM baru, seperti di Ambon yang akan dibina UMY, UM Kaltim oleh UMS, UM Kaltara oleh UAD, UM Bandung oleh Uhamka,” ujar Haedar Nasir. Dalam dialog yang berakhir hingga tengah malam itu, disepakati juga untuk mengadakan kajian terkait konsep dan implementasi Ekonomi Muhammadiyah Berkemajuan. Kajian ini akan diorganisasi oleh Rektor UM Jakarta Prof. Syaiful Bachri. “Kita akan segera mulai saat pengajian Ramadhan yang akan datang,” kata Prof. Syaiful. Disepakati juga dalam forum itu untuk mengkaji kemungkinan menghimpun dana dari PTM untuk membuat badan usaha yang masuk dalam sektor keuangan, yang akan dikelola secara profesional. “Kita belajar dari kesalahan masa lalu kita,” kata Bendum PPM Prof. Suyatno.[] ESH

Edisi Juli-Agustus 2017

Warta PTM 29


Kinerja

Wawancara untuk menyeleksi calon-calon mahasiswa asal Thailand yang akan kuliah di PTM.

PTM Terus Ekspansi di ASEAN

S

ebanyak 110 calon mahasiswa asal Thailand mengikuti seleksi masuk PTM (6/5). Seleksi ini dilakukan melalui wawancara langsung dengan mereka yang sudah lulus test administratif yang dilakukan SBPAC (Southern Border Province Administration Center (SBPAC) Thailand. "Ini sudah yang sembilan kali kita lakukan. Semula hanya melibatkan 13 PTM. Sekarang, sudah 18 PTM. Total sudah ratusan mahasiswa Thailand yang dididik di PTM. Sebagian sudah lulus," kata Ketua Kantor Urusan Internasional PTMA Ida Puspita, yang juga dosen pada Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Seleksi tersebut diadakan di kantor SBPAC Yala. Acara ini dihadiri juga oleh Dikrektur Kerjasama SBPAC Teeruth Supawiboonpol dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Edy Suandi Hamid.

Ekspansi PTMA

Prof. Edy menyampaikan, adanya kerja sama ASEAN dalam MEA (Masyarakat Ekonomi Eropa) akan semakin terbukanya pasar intra ASEAN dalam bidang pendidikan tinggi ini. Selama ini, Indonesia

30 Warta PTM

Edisi Juli-Agustus 2017

lebih sering menjadi pasar bagi negara lain. “Nah, Muhammadiyah yang sejak awal berdirinya sudah berhikmat di bidang pendidikan, melakukan ekspansi juga ke mancanegara. Beberapa tahun terakhir ini, kita secara khusus ke Thailand. Ke depan, akan banyak negara yang kita garap," ujarnya. Ditambahkan, selama ini mahasiswa-mahasiswa asing dari berbagai negara Asia, Australia dan Amerika sudah menyebar di PTM. Namun, jumlahnya masih terbatas, dan mereka datang ke PTM secara individual, belum didesain secara khusus seperti yang di Thailand. “Kita juga aktif mengikuti pameran-pameran pendidikan di luar negeri. Agustus nanti kita ikut pameran pendidikan yang diadakan di Songkhla, Thailand Selatan ini," kata mantan Rektor UII tersebut. Untuk masuk lebih jauh pasar ASEAN, bahkan Muhammadiyah sudah punya gagasan untuk mengakuisisi perguruan tinggi di wilayah ASEAN. "Tapi itu masih dilakukan kajian mendalam," kata Prof Edy Suandi Hamid yang menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah tersebut.


Perluasan MOU

Dalam kunjungan tersebut, dibahas rencana perluasan kerja sama dengan mengubah MOU yang sudah ditandatangani sejak sembilan tahun lalu. Pembahasannya dilakukan dengan Deputi Sekjen SBPAC Somkeart Ponorayoon. Direncanakan kemungkinan untuk memperluas cakupan provinsi yang semula hanya lima provinsi menjadi 14 provinsi. Mahasiswa yang diterima juga tak hanya yang

F

beragama Islam, tetapi juga yang beragama lain, seperti Budha yang merupakan agama mayoritas di Thailand. "Kita tunjukkan bahwa Perguruan Muhammadiyah bersifat inklusif dan mendidik siapa pun yang ingin belajar, apapun keyakinannya. Di Papua dan Nusa Tenggara Timur, lebih 80 persen mahasiswa PTM adalah non-Muslim,� kata Prof. Edy. [] ESH

Kunjungan PP Muhammadiyah ke Jepang untuk merintis kerja sama dengan PTM Kesehatan.

akultas Kedokteran dan Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah akan merintis kerja sama dengan lembaga pendidikan kesehatan di Jepang. “Saya membutuhkan data tentang Fakultas-fakultas Kedokteran PTM dan sekolah-sekolah kesehatan Muhammadiyah agar bisa mengajak kerja sama lembaga pendidikan tinggi kesehatan di Jepang," kata Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Jepang Dr. Alinda Zein saat berbicang dengan Bendahara Umum PP Muhammadiyah Prof. Suyatno dan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Edy Suandi Hamid di Tokyo Rabu (17/5). Data tersebut terkait sejarah singkat; program studi kesehatan, jumlah mahasiswa, akreditasi, sarana prasarana; kerja sama; dan data lain yang

Merintis Kerja Sama FK/STIKes Muhammadiyah dengan Jepang dianggap penting. Menurut Dr. Alinda, data itu akan segera ia sampaikan ke International University of Health Welfare (IUHW). Selama ini, IUHW hanya ingin bekerja sama dengan PTN besar. "Padahal PTM juga bisa bekerja sama," katanya. Terkait tawaran dan dukungan dari Atdikbud tersebut, Majelis Diktilitbang sudah meminta data 10 Fakultas Kedokteran dan STIKes Muhammadiyah yang memungkinkan untuk menjalin kerja sama.[] ESH Edisi Juli-Agustus 2017

Warta PTM 31


Kinerja

Foto bersama usai penandatangan MOU antara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan Moslem Education Development Association of Thailand (MEDAT).

M

Penandatanganan MOU Muhammadiyah & MEDAT Thailand

uhammadiyah kembali memperluas kerja sama pendidikan tingginya di Thailand. Memorandum of Understanding (MOU) antara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan Moslem Education Development Association of Thailand (MEDAT) ditandatangani kemarin (Sabtu, 6/5) oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Prof. Edy Suandi Hamid dan Ketua MEDAT Supyan Yeereem di Masjid Sentral Songkhla (Thailand Selatan). Bersamaan dengan itu, juga dilakukan seleksi 99 calon mahasiswa dari MEDAT yang melamar kuliah di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). Dua hari sebelumnya juga telah diadakan seleksi 110 calon mahasiswa asal Thailand dari SBPAC (Southern Border Province Administration Center (SBPAC) di Yala. Dalam MOU tersebut, Muhammadiyah, antara lain, menawarkan beasiswa bagi calon mahasiswa dari MEDAT. "Sebagai organisasi dakwah, kita memberi kesempatan seluasnya pada siapa pun untuk mengenyam pendidikan di PTM. Kita lintas negara, lintas bangsa, dan juga lintas agama. Pendidikan

32 Warta PTM

Edisi Juli-Agustus 2017

untuk kemanusiaan tanpa memandang suku bangsa," ujar Prof. Edy Suandi, yang didampingi Ketua dan Wakil Ketua Kantor Urusan Internasional PTM Ida Puspita dan Endang Zakaria, dalam sambutannya usai MOU. Ditambahkan, saat ini terdapat 170 PTM di Indonesia, yang menampung sekitar 500 ribu mahasiswa. Jumlah ini akan terus meningkat dengan ekspansi program studi dan perguruan tinggi yang terus dilakukan. "Namun kualitas tetap dijaga. Saat ini, tiga PTM sudah terakreditasi institusi A," ucap Edy. Mengingat setiap tahun banyak mahasiswa Muhammadiyah yang KKN dan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan), diharapkan MEDAT juga mendukung kegiatan tersebut di lapangan. "Walaupun MOU baru ditandatangani sekarang, sebetulnya kerja sama sudah berjalan sejak tiga tahun lalu. Dan ini sangat bermanfaat bagi pendidikan anak-anak kami untuk belajar di Indonesia. Kami juga sudah menerima banyak mahasiswa Muhammadiyah yang melakukan KKN dan praktik kerja di Thailand ini," kata Sekjen MEDAT Hawari.[] ESH


“

Saya harap, lima tahun mendatang separuh dari 167 PTM minimal sudah Terakreditasi A,” tegas Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. dalam sambutan “Workshop Nasional Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Pelatihan Auditor Mutu Internal (AMI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah” di Makassar 22-24 Mei 2017, seperti dilansir situs Unismuh Makaassar. Acara di Makassar ini merupakan workshop Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) yang kesekian kalinya yang diselenggarakan oleh Majelis Diktilitbang. Sebelumnya, di Yogyakarta telah diselenggarakan tiga Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. (kiri) dan Anggota Dewan Eksekutif BAN-PT Prof. Dr. Siti Muslimah Widyastuti, M.Sc. dalam “Workshop Nasional Penyusunan Sistem workshop serupa dengan penekanan dan Penjaminan Mutu Internal & Pelatihan Auditor Mutu Internal Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah” yang dilaksanakan pada 17-19 April 2017 di Yogyakarta. peserta yang berbeda. “Workshop Nasional Penyusunan Sistem Penjaminan Mutu Internal & Pelatihan Auditor Mutu Internal Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah” dilaksanakan pada 17-19 April 2017. Workshop ini sama dengan workshop di Makassar, tetapi pesertanya berasal dari PTMA Indonesia bagian barat. Kemenristekdikti untuk melakukan pendampingan Lalu, pada 24-26 April 2017 di Yogyakarta akreditasi pada perguruan tinggi-perguruan tinggi dihelat “Workshop Nasional Sistem Akreditasi lain. Perguruan Tinggi Online (SAPTO) & Auditor Mutu Sementara itu, dalam sambutan pada penutupan Internal Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah”. acara tersebut, Wakil Bendahara Majelis Diktilitbang Workshop ini berfokus pada penerapan teknik-teknik Ahmad Muttaqin, M.Ag., M.A., Ph.D. menyatakan, aplikasi SAPTO. “Proses mengawal mutu perguruan tinggi itu sudah “Kita mendapat materi tambahan dari BAN-PT, menjadi tuntutan, dan itu proses panjang. Never ending yakni SAPTO (Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi process for quality mainstreaming. Menampilkan PTM Online). Ini hal baru yang diberlakukan bulan Mei yang bermutu itu bagian dari isyhadu bi ana muslimun 2017 untuk AIPT. Untuk akreditasi prodi, sudah mulai dan juga bagian dari jawaban untuk menjadi khairu berlaku April 2017. Sehingga, banyak PTM ingin ummah.” mengikuti workshop ini,” jelas Dr. Budhi Akbar, M.Si., “Yang berhenti tidak hanya akan mati, tapi salah seorang fasilitator dari Majelis Diktilitbang. tergilas oleh zaman. Maka, kalau kita lengah dalam Kemudian, pada 2-4 Mei 2017 di Hotel Grand menata mutu, siap-siap tergilas oleh persaingan Quality Yogyakarta diadakan “Workshop Nasional perguruan tinggi,” lanjut Muttaqin dengan menyitir Persiapan & Pembekalan AIPT Menuju A/B”. syair Iqbal. Workshop ini membantu menyiapkan PTMA yang “Fasilitator-fasilitator di sini mengatakan belum melakukan AIPT dan belum mendapatkan bahwa semua perguruan tinggi yang hadir punya peringkat AIPT “A”. potensi untuk menuju AIPT B/A. Problemnya Dalam sambutan pada pembukaan workshop adalah kemampuan untuk mengidentifikasi dan tersebut, Prof. Lincolin Arsyad mengatakan, “Quality menampilkan potensi-potensi mereka itu. Salah satu leads to money.” Kualitas PTMA yang tinggi akan manfaat workshop seperti ini untuk membuat mereka mendatangkan uang. Misalnya, UM Yogyakarta tahu bagaimana cara mengisi borang dengan baik dan UM Malang dengan peringkat AIPT “A” berhasil dan benar, memahami pertanyaan-pertanyaan borang mendapatkan dana hibah 500 juta rupiah dari secara tepat,” pungkasnya.[] AGP

Workshop Akreditasi Institusi PTMA

Quality Leads to Money

Edisi Juli-Agustus 2017

Warta PTM 33


Kinerja Dimyati. “Sebenarnya, hampir semua yang hadir baru membuat judul, bukan proposal penelitian. Maka, perlu pendampingan. Apalagi, LPDP membuka kesempatan pengajuan proposal dua kali dalam setahun. Dan, selama ini, dosen-dosen PTM yang doktor mendapatkan banyak funding dari LPDP dan Kemenristekdikti,” ujarnya. Agar pendampingan kepada dosen-dosen PTMA dalam menyusun proposal penelitian lebih tertata, imbuh Prof. Dimyati, Majelis Diktilitbang PP Dosen-dosen peserta kegiatan “Pembinaan dan Pengembangan Riset” 12-14 Mei 2017 di UM Pontianak. Muhammadiyah mendorong Pembinaan & Pengembangan Riset 12-14 Mei 2017 lembaga-lembaga penelitian PTMA untuk membentuk sebuah konsorsium. Dr. Muhtadi dari UM Surakarta terpilih sebagai Ketua Konsorsium yang akan membentuk struktur organisasi. Diusulkan agar struktur organisasi ini mendapat Surat Keputusan Dari 154 peserta yang datang, kita coba untuk melakukan kerja sama di antara mereka. (SK) dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Kegiatan di UM Pontianak ini menghadirkan Lembaga-lembaga penelitian di PTMA telah narasumber. Direktur Riset dan membuat konsorsium dengan Koordinator Dr. sejumlah Muhtadi dari Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pengabdian Masyarakat Ditjen Penguatan Riset Akan disusun struktur organisasi dengan surat dan Pengembangan Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa keputusan (SK) dari Majelis Diktilitbang PP menyampaikan materi “Arah Kebijakan dan Muhammadiyah,” papar Prof. Dr. Khudzaifah Dimyati, Pengembangan Riset Inovatif Kemenristekdikti”. S.H. ketika melaporkan kegiatan “Pembinaan dan Staf Ahli Kemenristekdikti Prof. Dr. Agus Subekti Pengembangan Riset” yang dilaksanakan pada 12-14 memaparkan “Strategi Meraih Penelitian Skim Kompetitif Nasional Kemenristekdikti”. Mei 2017 di Universitas Muhammadiyah Pontianak. Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Prof. Dr. “Ada tujuh inisiasi skim riset. Skim Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Ini yang paling Bambang Setiaji dan Dr. Chairil Anwar menyampaikan sulit, karena dananya besar, risetnya sulit, mitranya “Perumusan Pola Kerja dan Strategi Meraih Dana juga sulit. Hanya ada lima proposal riset untuk skim Riset Inovatif Produktif”. Dan, Prof. Dr. Harun Joko LPDP yang diajukan dalam kegiatan ini. Proposal Prayitno berbagi pengalaman tentang “Best Practices Insentif Riset Sistem Nasional (INSINAS) ada Pengelolaan Jurnal Ilmiah di PTM”. Diharapkan, kegiatan pembinaan dan 10. Penelitian Kerjasama Antar-Perguruan Tinggi (Pekerti) 13. Penelitian Dosen Pemula 27. Penelitian pengembangan riset ini membantu dosen-dosen Strategis Nasional (PSN) 1. Penelitian Disertasi PTM untuk menyusun proposal riset yang bagus Doktor 4. Penelitian Kerjasama Luar Negeri (PKLN) dan menggolkannya. Sehingga, mereka berhasil 3. Semuanya berjumlah 63 proposal,” lanjut Prof. memperoleh dana riset.[] AGP

Strategi Menggolkan Proposal Riset

“

34 Warta PTM

Edisi Juli-Agustus 2017


Narasumber dan peserta Workshop Pengembangan Peta Dakwah Melalui Program KKN di UHAMKA pada 14-15 Juni 2017.

Workshop Pengembangan Peta Dakwah Melalui Program KKN

Menyusun Data Etnografis Muhammadiyah

“

Saya ingin Muhammadiyah punya file KKN etnografi dalam bentuk basic data, yang kemudian dapat menyambut masyarakat yang berkemajuan,” kata anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Sjafri Sairin, Ph.D. dalam acara Workshop Pengembangan Peta Dakwah Melalui Program KKN di UHAMKA pada 14-15 Juni 2017, sebagaimana diberitakan oleh situs PP Muhammadiyah. Workshop ini merancang program kuliah kerja nyata (KKN) di PTMA untuk mengembangkan peta dakwah Muhammadiyah. Peta dakwah adalah data tentang kondisi masyarakat sasaran dakwah. Peta dakwah ini jelas amat dibutuhkan oleh Persyarikatan Muhammadiyah untuk melakukan dakwah secara lebih efektif dan melaksanakan banyak aktivitas lain. Program ini juga memperluas makna dan peran KKN. Anggota Tim Asistensi Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Dr. Robby Habiba Abror, M.Hum. dalam situs Majelis Diktilitbang mengemukakan perluasan makna dan peran KKN

ini, “Pertama, program KKN dipandang sebagai sarana bagi mahasiswa untuk mempertajam dan mempertebal empati terhadap kehidupan masyarakat yang tingkat kesejahteraannya masih relatif rendah.” “Kedua, bagi masyarakat penerima, program KKN dapat menjadi sarana bagi tumbuhnya nilainilai baru tentang pentingnya kedudukan pendidikan dalam menopang kehidupan masyarakat,” lanjutnya. “Ketiga, bagi Muhammadiyah sebenarnya Program KKN dapat menjadi sarana penting bagi kepentingan pengembangan dakwah yang dilakukan. Selama ini, fungsi itu sudah dijalankan, dengan turunnya para mahasiswa dan dosen memberikan pengajian atau membuka kursus membaca Al-Qur’an selama program KKN berjalan,” pungkasnya. Peran KKN yang ketiga ini diharapkan dapat menyusun data etnografis yang lengkap dan sangat bermanfaat.[] AP

Edisi Juli-Agustus 2017

Warta PTM 35


Development Sociology dan Asian Studies di Cornell University (1984-1987). P a d a sambutan berikutnya, Ketua Lazismu PP Muhammadiyah Hilman Latief, M.A., Ph.D. yang juga berbicara dalam bahasa Inggris memotivasi para peserta MSPP agar mereka tidak putus asa untuk terus mengasah kemampuan bahasa Inggris mereka. Orang yang sudah mengikuti kursus bahasa Inggris Foto bersama setelah agenda penutupan MSPP 2017 di Kaliurang Yogyakarta. Dok suaramuhamadiyah.com. di Amerika Serikat sekali pun belum tentu Penutupan MSPP 2017 memiliki kecakapan yang memadai. Wakil Rektor IV UMY ini “They (the participants of the MSPP) have mendorong mereka untuk tetap belajar bahasa reasons to develop Muhammadiyah in the future,” kata Rohmat Suprapto, S.Ag., M.S.I. dalam Inggris meskipun MSPP 2017 telah berakhir. Respons para peserta MSPP sangat bagus. sambutannya berbahasa Inggris, mewakili para peserta Muhammadiyah Scholarship Preparation Salah seorang peserta, Imraatul Mudzakkirah, Program (MSPP) pada penutupan program ini S.Psi. berkata, “Sangat berterima kasih karena di Gedung Pusbang Muhammadiyah Kaliurang, program ini bagus sekali untuk kader-kader Muhammadiyah. Sangat banyak hasilnya, terutama Yogyakarta, Ahad (7/5). Selanjutnya, Ketua Majelis Pendidikan kemampuan writing.” Skor simulasi IELTS-nya Kader PP Muhammadiyah Dr. Ari Anshori, M.Ag. 6,5, dan lulusan Fakultas Psikologi Universitas mengatakan dalam sambutannya, “We would like Muhammadiyah Malang tahun 2012 ini ingin to say that the MSPP will be continued.” Syahdan, mengambil Master of Applied Positive Psychology seluruh hadirin menyambutnya dengan tepuk di University of East London, Amerika Serikat. Para peserta lain, Rahman Efendi, S. tangan meriah. Pd., alumnus Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Sementara itu, anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Sjafri Sairin, Ph.D. Muhammadiyah Bulukumba, dan Kurnia Adi menceritakan pengalamannya kuliah S-2 dan S-3 di Permana, S.Pt., M.Si., alumnus Universitas Australia dan Amerika Serikat pada 1980-an dengan Diponegoro Semarang, juga menuturkan hal yang kemampuan bahasa Inggrisnya yang terbatas saat sama. Keduanya memperoleh banyak manfaat itu. Beliau terus didorong dan dimotivasi untuk dan menyampaikan terima kasih atas program ini. kuliah dan juga belajar bahasa Inggris di luar Mereka akan mencari beasiswa untuk mencari ilmu negeri. Akhirnya, Prof. Safri berhasil meraih gelar di luar negeri dan kemudian kembali ke Indonesia master bidang Antropologi di Australian National guna memajukan Muhammadiyah.[]

Tiada Finis Belajar Bahasa Inggris

University

36 Warta PTM

(1979-1981)

dan

Edisi Juli-Agustus 2017

doktor

bidang


Kronik

Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. meyerahkan Surat Keputusan keada Nurul Amin, M.Ag. sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Tulungagung, Jawa Timur tahun 2017-2021.

Pelantikan Ketua STAIM Tulungagung

P

Momentum Transformasi Kampus

ada hasi Selasa 23 Mei 2017, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. melantik Nurul Amin, M.Ag. sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Tulungagung, Jawa Timur tahun 2017-2021. Acara pelantikan Ketua STAIM ini dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah seKecamatan Kedungwaru, di mana kampus STAIM berlokasi. Turut hadir dalam acara yang dilaksanakan di aula kampus Prof. Zainuddin Maliki, M.Si., salah satu Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Dalam sambutan mewakili Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sayuti mengamanatkan dua hal kepada Ketua STAIM yang baru, “Pertama, fondasi amal usaha pendidikan Muhammadiyah bertujuan untuk menjadikan umat Islam berpengetahuan sebagaimana dipesankan oleh Al-Qur’an Surat AlMujadalah ayat 11: Allah niscaya akan meninggikan orang yang beriman dan berpengetahuan beberapa derajat.” “Selain itu, Surat Ali-Imran ayat 110 yang menyatakan bahwa kaum beriman adalah

38 Warta PTM

Edisi Juli-Agustus 2017

umat terbaik agar ber-amar makruf nahi munkar. Sebagai wujud amar makruf, pengelolaan PTM harus berkualitas dan berkemajuan. Berkualitas pengajarannya, akreditasinya, penelitiannya, pengabdiannya serta dalam pengembangan Al Islam dan Kemuhammadiyahan,” sambungnya. “Amanat ke dua adalah menjadikan momentum pelantikan Ketua STAIM ini sebagai momentum transformasi. Sebab, dengan kondisi STAIM saat ini, satu program studi terakreditasi B, dua prodi terakreditasi C dan belum ikut akreditasi institusi (AIPT), peluang kampus ini untuk dipercaya masyarakat tidak maksimal. Transformasi pertama adalah memperbaiki akreditasi prodi, AIPT serta peningkatan mutu kampus. Sedangkan transformasi kedua adalah mencari bentuk baru perguruan tinggi yang memberikan peluang lebih besar dalam mencerdaskan masyarakat Tulungagung dan sekitarnya,” kata Sayuti. Selepas acara pelantikan, Sekretaris Majelis Diktilitbang beserta Ketua PWM Jawa Timur berdialog dan berbagi pengalaman dengan dosendosen STAIM guna meningkatkan mutu satu-satunya PTM di Tulungagung ini.[] MS


Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si. dalam acara Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah Jln. Cik Ditiro 23 Yogyakarta pada Ahad (25/6).

Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah

PTMA Menjadi Tumpuan Harapan

“

Atas nama PP Muhammadiyah juga pribadi serta keluarga, mengucapkan selamat Idul Fitri, taqobbalallahu minna wa minkum, mudahmudahan kita menjadi lebih baik, sekaligus mohon maaf atas segala salah dan khilaf, baik secara institusi maupun pribadi. Mungkin banyak kurangnya dalam memimpin Muhammadiyah di dua tahun ini. Kita berharap ada perbaikan di kemudian hari,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si. dalam acara Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah Jln. Cik Ditiro 23 Yogyakarta pada Ahad (25/6), sebagaimana dilansir oleh situs resmi www.muhammadiyah.or.id. Acara ini juga dihadiri oleh Buya Ahmad Syafii Maarif, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dan tokohtokoh Muhammadiyah lainnya. Dalam amanahnya, Buya Syafii berharap pada PTMA untuk membangun bangsa Indonesia. PTMA diharapkan untuk melakukan kajian-kajian unggulan. Selain diadakan di Yogyakarta, acara

silaturahmi Idul Fitri PP Muhammadiyah juga digelar di Auditorium Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jln. Menteng Raya 62 Jakarta, Jumat (7/7) malam, seperti diberitakan www. muhammadiyah.or.id. Dalam kesempatan tersebut, Haedar Nashir mengatakan, “Ada hal yang penting buat kita pahami bagaimana mengapitalisasi kemenangan ini yang pusatnya pada kebersamaan, dan membangun kebersamaan juga itu ada kerikilnya. Tadi dicontohkan bahwa sebelum Nabi Saw. dimakamkan, betapa susahnya umat Islam dalam menentukan pilihan pemimpinnya kala itu. Bahkan nyaris menjadi persitiwa besar,” papar Haedar. Acara ini dihadiri juga oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah M. Amien Rais tahun 19951998, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan, dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti.[]

Edisi Juli-Agustus 2017

Warta PTM 39


Kronik

Sidang Wisuda Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec memeberikan sambutan.

Wisuda UMSU

Sarjana Harus Selalu Belajar

K

oordinator Kopertis I Sumatera Utara Prof. Dr. Dian Armantyo, M.Pd., M.A., M.Sc. berharap Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menjadi perguruan tinggi swasta pertama di wilayah Kopertis 1 yang peringkat AIPT-nya bisa naik dari “B” menjadi “A”. “Dari laporan Rektor, peluang untuk itu cukup besar,” kata Prof. Dian dalam sambutannya pada wisuda UMSU Senin (8/5) di Gedung Selecta Medan. Wisuda berlangsung selama empat hari, 8-11 Mei 2017 dan diikuti oleh 3.401 peserta. Dalam laporannya Rektor UMSU, Dr. Agussani, M.A.P. menyatakan, UMSU terus mempersiapkan diri untuk reakreditasi institusinya. “Kami dibimbing juga oleh Kopertis dan Majelis Diktilitbang," ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dalam sambutannya mengapresiasi perkembangan pesat UMSU dalam beberapa tahun terakhir ini. Bukan saja jumlah mahasiswanya yang meningkat, tetapi juga ada tambahan program studi baru, doktor baru,

40 Warta PTM

Edisi Juli-Agustus 2017

dan karya akademik dosennya. “Bahkan kluster penelitiannya naik dari Madya ke Utama. Mudahmudahan nanti meningkat lagi ke kluster Mandiri,” ujar Prof. Edy. Lebih lanjut, Prof. Edy mengingatkan kepada para wisudawan untuk tidak merasa selesai dan berhenti belajar setelah wisuda ini. Perkembangan peradaban yang pesat menuntut semua orang untuk selalu belajar, kreatif, dan inovatif. Terlebih dengan semakin banyaknya produk kecerdasan buatan (artificial intelligence products). "Jika hanya pasif, pasti terpinggirkan dan menjadi pengangguran. Bayangkan saat ini lebih dari 700 ribu lulusan perguruan tinggi menganggur," pungkas Prof. Edy Suandi Hamid.[] ESH


Rapat Senat terbuka dalam Rangka Milad XVI UM Buton di aula kampus, Senin (10/7) (gambar kiri). Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. menandatangani peresmian Kampus B UM Buton, Senin (10/7) (gambar kanan).

Milad XVI UM Buton

Enam Belas Tahun Membangun Prestasi

K

etua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. meresmikan Kampus B Universitas Muhammadiyah (UM) Buton di Pasarwajo, Senin (10/7) dalam rangkaian perayaan Milad ke-16 UM Buton. Gedung baru ini memiliki 20 Ruang Kegiatan Belajar (RKB), sebagaimana disampaikan dalam siaran pers yang diterima Warta PTM. Prof. Lincolin bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tenggara, Badan Pembina Harian UM Buton, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Baubau, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Baubau juga sempat mengunjungi sebuah bangunan yang akan dipakai sebagai kantor PDM dan PDA Kota Baubau. Bangunan ini merupakan bentuk dukungan konkret UM Buton kepada PDM dan PDA setempat. Pembangunan gedung baru ini merupakan implikasi dari peningkatan jumlah mahasiswa. Setiap tahun jumlah pendaftar calon mahasiswa baru di UM Buton semakin bertambah banyak. Ini menunjukkan, semakin banyak masyarakat yang mempercayakan anak-anak mereka untuk kuliah di kampus ini. Maka, dibangunlah Kampus B untuk menjangkau dan memudahkan akses mahasiswa-

mahasiswa baru. Selain peresmian gedung baru, juga diadakan sejumlah acara dalam perayaan Milad UM Buton, antara lain Rapat Senat Terbuka, jalan santai dan berbagai lomba. Rapat Senat terbuka dalam Rangka Milad XVI UM Buton dilaksanakan di aula kampus, Senin (10/7). Rektor UM Buton Suriadi, S.P., M.M. dalam pidatonya berharap agar institusi yang dipimpinnya senantiasa membawa pencerahan bagi umat Islam dalam membangun insan-insan yang berkemajuan. Suriadi juga menyampaikan prestasi-prestasi yang telah diraih kampusnya selama enam belas tahun. Beliau berpesan kepada seluruh dosen dan karyawan agar senantiasa bekerja sama mewujudkan visi UM Buton, yaitu unggul membangun prestasi. Perlombaannya berupa pemilihan putra-putri kampus, baca Al-Qur’an, baca puisi, tari kreasi, dan lomba administrasi dan penataan ruangan fakultas dan unit-unit kerja di lingkup UM Buton. Perayaan milad ini diakhiri dengan jalan sehat yang diikuti oleh Wali Kota Baubau, Dr. H.A.S. Tamrin, M.H., Ketua DPRD Kota Baubau, para direktur bank-bank mitra UM Buton, dan masyarakat Kota Baubau.[] AP Edisi Juli-Agustus 2017

Warta PTM 41


Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. (kanan) melantik Drs. Jumase Basra, M.Si. (kiri) sebagai Ketua STKIP Muhammadiyah Bulukumba tahun 2017-2021 di aula kampus tersebut, Rabu (12/7).

Pelantikan Ketua STKIP Muhammadiyah Bulukumba

“

Akan Berubah Jadi Universitas

Insya Allah kita akan menambah program studi baru serta tetap berkomitmen agar di periode 2017-2021, STKIP Muhammadiyah Bulukumba, Sulawesi Selatan, dapat berubah status menjadi universitas dengan meningkatkan layanan, baik secara internal maupun eksternal,� kata Ketua STKIP Muhammadiyah Bulukumba tahun 2017-2021 Drs. Jumase Basra, M.Si. dalam pidato pelantikannya, Rabu (12/7), seperti disiarkan di www.suaralidik.com. Jumase Basra dilantik sebagai Ketua STKIP Muhammadiyah Bulukumba untuk periode kedua. Amanah pertama sebagai ketua telah dituntaskannya selama empat tahun, 2013-2017. Pelantikannya dilakukan oleh Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. di aula kampus tersebut. Acara pelantikan ini juga dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Drs. Aliuddin, M.Ag., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bulukumba Drs.Ahmad

42 Warta PTM

Edisi Juli-Agustus 2017

Dansi, Kapolsek Ujung Bulu AKP H. Safaruddin, Kasdim 1411 Bulukumba Mayor Arm. Arfan. T, dan tamu-tamu undangan lainnya. Kini, STKIP Muhammadiyah Bulukumba sudah berumur 51 tahun. PTM ini berdiri pada 20 November 1966 dengan izin Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 059/III-sws-66/82, seperti disiarkan dalam situs resmi Majelis Diktilitbang. Tokoh-tokoh Muhammadiyah yang mendirikannya antara lain adalah Drs. Andi Bakri T. dan Andi Mansur, B.A. Pada mulanya, kampusnya berupa Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Muhammadiyah Makassar Filial Bulukumba, yang diresmikan oleh Rektor IKIP Muhammadiyah Makassar saat itu, Drs. Abd. Watif Masri. Sampai tahun 2000, STKIP Muhammadiyah Bulukumba telah memiliki empat program studi, yakni Pendidikan Luar Sekolah, Bahasa Indonesia, Biologi, dan Ilmu Pendidikan. Sekarang, PTM ini telah berkembang dan beranjak untuk berubah status jadi universitas.[] AP


Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Prof. Ainun Na’im, Ph.D. menyerahkan SK Pendirian STMIK Muhammadiyah Paguyangan kepada Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Dr. Chairil Anwar di kantor Kopertis V Yogyakarta, Jumat (26/5).

Penyerahan SK STMIK Muhammadiyah Paguyangan

S

Membuka Era Cyber di Brebes

ekretaris Jenderal Kemenristekdikti Prof. Ainun Na’im, Ph.D. menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pendirian Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Muhammadiyah Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah kepada Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Dr. Chairil Anwar di kantor Kopertis V Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (26/5). SK ini secara resmi menandai pendirian PTM di Brebes tersebut. Acara ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., Koordinator Kopertis Wilayah V DIY Dr. Bambang Supriyadi, CES., DEA., Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. Dwi Yuwono Puji Sugiharto, M.Pd. dan juga Pimpinan STMIK Muhammadiyah Paguyangan, PCM Paguyangan dan PDM Brebes. Dalam sambutannya, Prof. Ainun Na’im

mengucapkan terima kasih atas peran dan partisipasi Muhammadiyah selama ini. Beliau menambahkan,

yang juga dosen Universitas Gadjah Mada tersebut berharap, STMIK Muhammadiyah Paguyangan ini mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dikelola dengan jujur dan taat pada aturan. Sementara itu, Mendikbud Prof. Muhadjir Effendy menyampaikan, SK ini merupakan amanah, sehingga pengelolaan STMIK Muhammadiyah Paguyangan hendaknya dijalankan dengan sebaik-baiknya. Prof. Muhadjir berharap kampus dapat menciptakan suasana yang kondusif dan mendidik mahasiswa untuk mencegah radikalisme dan intoleransi. Hubungan yang baik antar-umat beragama dan inter-umat beragama sangat penting untuk merekatkan ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kini, STMIK Muhammadiyah Paguyangan telah resmi berdiri untuk membuka pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan dakwah Islamiyah di era cyber di Brebes, daerah pesisir bagian utara Jawa Tengah.[] MS

perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi, sangat pesat, dan zaman informasi telah sampai pada era cyber. Sekjen Kemenristekdikti Edisi Juli-Agustus 2017

Warta PTM 43


warta dari ptm

WARTA DARI PTM Universitas Muhammadiyah Riau Seminar tentang mahasiswa sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas menuju Indonesia tertib dihelat di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) di Auditorium Kampus UMRI Jln. KH Ahmad Dahlan Nomor 88 Pekanbaru, Rabu (26/4). Beberapa hari sesudahnya, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UMRI menggelar acara Stand up Commedy dalam rangkaian Communication Star Fest 2017, Sabtu malam (6/5). Lalu, UMRI juga menandatangai Memorandum of Understanding dengan Pemerintah Kabupaten Siak dalam bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, konsultasi dan pengembangan pariwisata dan budaya, Ahad (14/5), demikian siaran pers yang diterima Warta PTM.

Universitas Muhammadiyah Magelang Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si. meresmikan Gedung Sekolah Dasar Inovatif Pujotomo Mertoyudan Magelang, Ahad (21/5), seperti disampaikan Humas UM Magelang kepada Warta PTM. Rektor UM Magelang Ir. Eko Muh Widodo, M.T. menjelaskan, gedung ini dibangun di lokasi baru yang lebih luas di Pandansari (1.500 m2), sedangkan di lokasi lama seluas 700 m2 akan dibangun ruang kuliah empat lantai untuk UM

44 Warta PTM

Edisi Juli-Agustus 2017

Magelang. SD Inovatif Pujotomo ialah lab school UM Magelang dan wadah pembibitan kader-kader Muhammadiyah masa depan.

Universitas Muhammadiyah Gorontalo Dua asesor BAN-PT melakukan visitasi reakreditasi Program Studi S-1 Geografi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Sabtu-Ahad (29-30/4). Dua asesor tersebut adalah Prof. Dr Hartono, DEA., DESS. dari Universitas Gadjah Mada dan Prof. Dr. Dewi Liesnoor Setyawati, M.Si. dari Universitas Negeri Semarang. Diharapkan reakreditasi ini akan meningkatkan peringkat akreditadi Prodi S-1 Geografi.

Universitas Muhammadiyah Sukabumi Rektor Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Dr. Sakti Alamsyah, M.Pd. dipilih sebagai Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah 2 Jawa Barat (Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kota Bogor, Kabupatan Bogor dan Kota Depok), Sabtu (29/4). Masa jabatannya selama empat tahun, 20172021. UMMI juga menorehkan prestasi lain, yakni perpustakaannya mendapat peringkat akreditasi “A�. Wakil Rektor 1 Dr. Reny Sukmawani, S.P.,


Warta dari PTM

M.P. memaparkan layanan-layanan unggulan perpustakaan UMMI secara panjang lebar ketika ditemui Warta PTM di sela-sela acara “Workshop Nasional Persiapan & Pembekalan AIPT Menuju A/B” di Hotel Grand Quality Yogyakarta, (2-4/5).

Teknik). Pemerintah Kabupaten Seruyan dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat juga menggunakan Assesment Center UM Palangkaraya yang sudah bersertifikat standar nasional dan mendapat pengakuan untuk uji kompetensi dan uji psikologi dalam pengembangan pegawai dan SDM kelembagaan publik maupun privat.

Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah Asahan Guna meningkatkan kualitas pendidikan pada Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah Asahan (STIHMA), telah dilaksanakan sosialisasi kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) kepada seluruh dosennya di Kampus STIHMA, Sabtu (13/5), sebagaimana diungkapkan dalam siaran pers yang diterima Warta PTM. Ketua STIHMA Ratmi Susiani Sagala, S.H., M.H. dalam kesempatan tersebut menyatakan, “STIHMA harus lebih maju dari perguruan tinggi lainnya. Oleh karena itu, mulai Tahun Akademik 20172018, STIHMA akan melaksanakan kurikulum berbasis KKNI.” Sementara itu, Dr. Budi Sastra Panjaitan, S.H., M.Hum. sebagai narasumber dalam acara ini menyatakan, “Perguruan tinggi wajib melaksanakan kurikulum berbasis KKNI. Jika hal tersebut tidak dilaksanakan, maka arah dan tujuan pengajaran pada prodi yang bersangkutan menjadi tidak jelas.”

Universitas Muhammadiyah Palangkaraya UM Palangkaraya secara khusus diminta untuk melakukan Seleksi Jabatan Tinggi di lingkungan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah tahun 2017 (8/5), seperti disiarkan oleh Humas UM Palangkaraya. Sejumlah pimpinan PTM ini masuk dalam tim seleksi tersebut, antara lain Dr. Bulkani, M.Pd. (Rektor), Dr. Sonedi, M.Pd. (Wakil Rektor I), Dr. M. Yusuf, M.A.P. (Direktur Program Pascasarjana Magister Administrasi Publik) dan Ridha Respasti, M.T. (Dekan Fakultas

STKIP Muhammadiyah Bogor Sejak 2012, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bogor melakukan penguatan sumber daya manusia, khususnya pada tenaga dosen melalui studi lanjut pada program doktor dengan beasiswa dari Kemenristekdikti RI. Salah satu dosen yang telah menyelesaikan studi lanjut S-3 adalah Arsyad, S.Ag., M.Pd., dosen tetap pada Program Studi Administrasi Pendidikan. Wakil Ketua Bidang Akademik ini meraih gelar doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan setelah melalui ujian promosi di Aula Universitas Islam Nusantara Bandung, Rabu (23/3). Promotornya adalah Prof. Dr. H. Iim Wasliman, M.Pd., Prof. Dr. H.E. Mulyasa, M.Pd. dan Dr. Daeng Arifin, M.Pd., sedangkan Tim Pengujinya ialah Prof. Dr. H. Ahmad Sanusi, Prof. Dr. H. Sutaryat Trisnamangsah, M.Pd., dan Prof. Dr. Ahmad Hufad.

Universitas Muhammadiyah Mataram Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil memberikan kuliah umum kepada mahasiswamahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat), Kamis (13/7). Wali Kota Bandung ini dinilai oleh banyak pihak melakukan perbaikanperbaikan yang signifikan, sehingga kuliah umumnya membeberkan best practice-nya untuk melengkapi pengetahuan teoretis mahasiswa yang diperoleh di ruang kuliah. Edisi Juli-Agustus 2017

Warta PTM 45


warta dari ptm STIKes Muhammadiyah Manado Tiga program studi S-1 Keperawatan, D-3 Kebidanan dan D-4 Farmasi tengah melaksanakan akreditasi di Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes), ujar Marry Rinneke Rimporok, S.Pd., M.Kes., Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Manado, seusai mengikuti “Workshop Nasional Persiapan & Pembekalan AIPT Menuju A/B” di Hotel Grand Quality Yogyakarta, (2-4/5). Dahulu, tiga prodi tersebut telah mengikuti akreditasi di BAN-PT, dan sekarang melakukannya di LAMPTKes. Akreditasi program studi-program studi di LAM-PTKes ini menjadi syarat untuk melakukan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) BAN-PT. Setelah itu, Marry berharap kampusnya bisa melakukan AIPT.

Akademi Farmasi Muhammadiyah Cirebon Akademi Farmasi Muhammadiyah Cirebon akan berubah bentuk jadi Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon, ujar Dra. Indah Setyaningsih, M.Farm. dan Renny Amelia, M.Sc., Apt., dosen-dosen di PTM ini. Untuk melakukan perubahan bentuk, telah diajukan pembukaan program studi baru, yakni S-1 Farmasi. Sebelumnya, hanya ada program studi D-3 Farmasi dengan jumlah mahasiswa 400 orang. Usulan perubahan bentuk ini sudah diajukan sejak 2014, sarana-prasarana sudah memenuhi syarat, dan visitasi pun sudah dilakukan. Surat keputusannya diharapkan segera turun, sehingga kampus ini bisa menerima mahasiswa baru.

STIT Muhammadiyah Pacitan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Pacitan telah melakukan perombakan besar46 Warta PTM

Edisi Juli-Agustus 2017

besaran, tutur Zainurofiq, M.Pd.I., dosen yang sedang menempuh pendidikan S-3 di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta ini. Sekarang, kampus ini telah memiliki delapan dosen tetap, dan enam dosennya tengah menempuh pendidikan S-3 di Tunisia, UM Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Negeri Yogyakarta. Sejak 2015, STIT Muhammadiyah Pacitan menambah tiga program studi baru, yaitu Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), dan Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA). Sebelumnya, hanya ada satu program studi Pendidikan Agama Islam. Jumlah total mahasiswanya 400-an orang.

STIE Muhammadiyah Jambi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Jambi terus berkembang, ujar dua dosennya Ardi Afrizal, S.E., M.E. dan Iwan Eka Putra, M.M., seusai mengikuti “Workshop Nasional Persiapan & Pembekalan AIPT Menuju A/B” di Yogyakarta, (2-4/5). Jumlah total mahasiswanya 1.800-an orang yang terbagi ke dalam dua program studi: S-1 Ilmu Ekonomi dan S-1 Manajemen. Dosen tetapnya berjumlah 46 orang yang semuanya sudah berijazah S-2, dan tujuh orang di antaranya tengah menempuh program doktoral di dalam dan luar negeri. Tiga tenaga kependidikannya yang potensial pun dikuliahkan S-2, dan studi mereka diharapkan selesai pada 2017. Kurikulumnya sudah disesuaikan dengan KKNI. Selain itu, STIE Muhammadiyah Jambi telah melakukan kerja sama dengan banyak pihak, antara lain Bursa Efek Jambi, Departemen Koperasi dan Industri Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Jambi, Bank Indonesia, Pertamina, Badan Pusat Statistik, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, dan lembaga halal di Thailand.


IAI Muhammadiyah Bima Pada awal 2015, Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Bima, Nusa Tenggara Barat berubah bentuk jadi Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Bima, dan perkembangannya terus membaik, tutur Rektor Drs. Ikhwan Syamsuddin, M.A.P. usai mengikuti “Workshop Nasional Persiapan & Pembekalan AIPT Menuju A/B” di Yogyakarta, (2-4/5). Saat berbentuk sekolah tinggi, PTM ini memiliki hanya satu fakultas dengan dua program studi, tetapi sekarang telah mempunyai tiga fakultas, yakni Tarbiyah, Ahwal Al-Syahsiah, dan Ekonomi dan Bisnis Islam, dengan enam program studi. Dua prodi, yaitu Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, tengah melakukan akreditasi.

STIKes Muhammadiyah Klaten Pembangunan disaster hospital STIKes Muhammadiyah Klaten sekarang sampai tahap perizinan, kata Pembantu Ketua I Daryani, S.Kep., Ns., M.Kep. dan Pembantu Ketua III Sri Handayani, SKM., M.Kes., usai mengikuti “Workshop Nasional Persiapan & Pembekalan AIPT Menuju A/B” di Yogyakarta, (2-4/5). Lokasi rumah sakitnya berada di Jalan Raya Jogja-Solo, sebelah timur Candi Prambanan. Pembangunan rumah sakit ini merupakan upaya untuk terus mengembangkan kampus yang semua program studinya sudah terakreditasi “B”. STIKes Muhammadiyah Klaten juga tengah menunggu hasil AIPT, dan mereka optimis bisa mendapatkan peringkat minimal “B”.

WARTA PTM

Edisi Juli-Agustus 2017

Warta PTM 47


regulasi

Edaran Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 01/M/SE/III/2017 tentang Dosen yang Berkualifikasi S-1. ....... 3. Mencermati ketentuan peraturan perundang-undangan sebagaimana tersebut pada angka 1 dan 2 di atas, maka terhitung tanggal 1 Januari 2016 dosen yang masih memiliki kualifikasi akademik Strata 1, diberhentikan dari jabatannya, dengan ketentuan: a. yang berusia 58 (lima pulh delapan) tahun atau lebih dan tidak sedang mengikuti studi program magister, diusulkan kenaikan pangkat pengabdian dan diberhentikan dengan hormat sebagai pegawai negeri sipil dengan hak pension; b. yang berusia 57 (lima pulh tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 58 (lima puluh delapan) tahun, sedang tidak mengikuti studi program magister, dan tidak bersedia untuk diangkat dalam jabatan tenaga kependidikan, diusulkan permohonan Masa Persiapan Pensiun (MPP); c. yang berusia 57 (lima pulh tujuh) tahun ke bawah dan tidak bersedia mengajukan permohonan Masa Persiapan Pensiun (MPP), di alihtugaskan dalam jabatan tenaga kependidikan; d. dosen yang menempuh program studi magister diberi kesempatan untuk menyelesaikan studinya debelum mencapai usia 58 (lima puluh delapan) tahun; e. yang berusia 57 (lima puluh tujuh) tahun diberi kesempatan: 1) menempuh studi program agister dan diberi waktu untuk menyelesaikannya paling lama 2 (dua) tahun; atau 2) mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang diorganisasikan oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sebaai program penyetaraan magister. f. semua dosen yang masih berkualifikasi Strata 1, yang sedang menempuh studi program magister atau yang mengikuti program RPL dan belum berusia 58 (lima puluh delapan) tahun diberhentikan sementara tunjangan fungsional sejak anuari 2016, sampai yang bersangkutan dapat menyelesaikan studinya atau program RPL. .......

48 Warta PTM

Edisi Juli-Agustus 2017


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Warta PTM Edisi Juli-Agustus 2017 by wartaptm - Issuu