Skip to main content

Warta PTM Edisi Januari-Februari 2018

Page 1

TOPIK UTAMA Penguatan Komitmen, Manajemen & Studi Lanjut

PROFIL PTM Stikes Muhammadiyah Pekajangan: Komit dengan Proses Pendidikan

WARTA PTM

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian & Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Penguatan Prodi Bidang Kesehatan & Kedokteran Bidang pendidikan dan kesehatan sudah menjadi gerakan awal sejak berdirinya Persyarikatan Muhammadiyah, di samping gerakan dakwah. Ketiga bidang ini hingga kini masih terus menjadi ranah utama organisasi kemasyarakatan yang tak pernah redup sejak berdirinya pada 1912.

Bidang pendidikan dan kesehatan sudah menjadi gerakan awal sejak berdirinya Persyarikatan Muhammadiyah, di samping gerakan dakwah. Ketiga bidang ini hingga kini masih terus menjadi ranah utama organisasi kemasyarakatan yang tak pernah redup sejak berdirinya pada 1912.

www. diktilitbangmuhammadiyah.org

Edisi Januari-Februari 2017

Foto cover dok. fkik.umy.ac.id


Asa

Menuju Prodi Kesehatan Bereputasi

B

idang pendidikan dan kesehatan jumlah mahasiswa yang memadai, namun sudah menjadi gerakan awal sejak sebagian masih bergelut dengan mencaberdirinya Persyarikatan Muhamri jumlah mahasiswa minimal sekalipun. madiyah, di samping gerakan dakwah. Ini tidak bisa didiamkan, dan harus ada Ketiga bidang ini hingga kini masih terus desain untuk memperbaiki kualitasnya, menjadi ranah utama organisasi kemasehingga bukan saja sekadar bertahan, syarakatan yang tak pernah redup sejak tetapi bisa menjadi prodi kesehatan yang berdirinya pada 1912. Dalam bidang keunggul dan diapresiasi masyarakat. sehatan, ditunjukkan bukan saja dengan Perlu ada langkah-langkah pengubanyaknya rumah sakit, klinik, BKIA, atan untuk prodi bidang kesehatan ini. dan layanan kesehatan lainnya, hingga Semua PTM yang memiliki prodi keyacht atau Kapal Apung Said Tuhule- Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. sehatan harus memetakan diri, dan keley yang melayani kesehatan sekitar mudian memperkuat diri dengan dosen Wakil Ketua Majelis Pendidikan laut Maluku, melainkan juga dengan Tinggi Penelitian dan Pengembangan yang berkualitas dalam jumlah cukup, Pimpinan Pusat Muhammadiyah puluhan perguruan tinggi Muhammasarana prasarana yang memadai, dan Tahun 2015-2020 diyah dan lebih dua ratusan program terus meningkatkan nilai dan skor akstudi bidang kesehatannya. reditasinya, baik prodi maupun kelemUntuk Fakultas Kedokteran (FK), yang masih sabagaan. Demikian juga kepangkatan akademik dosen, ngat langka dimiliki PTS di tanah air, Muhammadiyah harus terus didorong sehingga jumlah dosen yang leksudah memiliki 10 buah. Dua tambahan baru sudah tor kepala serta guru besar meningkat. memasuki tahap akhir—FK UAD dan FK Uhamka— Memang tidak mudah untuk menjadi prodi atau dan insya Allah sudah mulai menerima mahasiswa baruPT Kesehatan bereputasi. Persyaratan diketahui cukup nya tahun ini. Di bawah Majelis Diktilitbang PPM dan berat. Bisa dilihat misalnya, untuk prodi kedokteran, Aisiyah, di samping prodi kedokteran umum, berkemsejak dari izin pendirian hingga akreditasi, sangat kebang juga prodi-prodi kedokteran gigi, keperawatan, tat. Untuk lulus pun, mahasiswa melalui fase-fase lebih kebidanan, kesehatan lingkungan, ortopedi, apoteker, dari prodi lainnya. Namun, kita tidak boleh menyerah, gizi, hingga farmasi, dan banyak lainnya. dan selalu melakukan perbaikan secara berkelanjutan Kalau kita membandingkan dengan banyak prodi (continuous improvement). kesehatan di PTS lain di Indonesia, secara makro kita Untuk FK, kita sudah cukup leading karena sumasih unggul. Banyak prodi kesehatan PTM berakredah hampir semuanya terakreditasi “B”, dan bahkan ditasi “A” dan “B”. Untuk prodi profesi kedokteran dan ada yang “A”. Perlu ada usaha khusus dan ekstra kekedokteran gigi, masing-masing ada satu prodi yang ras agar bisa semua, atau sebagian besar, terakreditasi “A”. Hampir semua prodi kedokteran lainnya berakre“A”. Ini bukanlah langkah yang tak mungkin, karena ditasi “B”, kecuali yang baru berdiri. Kompetisi untuk hanya tinggal setengah langkah menuju “A”. Kelemahbisa masuk menjadi calon mahasiswa, dengan persaingan utama adalah terkait sumber daya dosen. Ini harus an ketat atau selection rate tinggi, sangat ketat pada semenjadi fokus. Memang ini membutuhkan biaya besar, bagian prodi kedokteran di PTM. Namun, kita tak bisa tetapi bukanlah sesuatu yang musykil. Apalagi jika diterlalu berbangga hati, lebih-lebih berpuas diri, karena lihat cash flow di FK, umumnya sangat baik. Artinya, kualitasnya di atas rata-rata PTS nasional. FK di PTM bisa memberikan banyak stimulus agar Mengapa? para dosennya melanjutkan kuliah S-3, dan juga selalu Jika dicermati lebih detail, ternyata dari sekitar naik pangkat hingga ke guru besar. Jika ini mewujud, 228 prodi bidang kesehatan yang dipunyai PTM, sebabukan saja fakultas atau universitas dalam panji PTM gian besar masih berakreditasi “C”, yakni mencapai 125 itu sendiri yang harum namanya, namun persyarikatan buah. Hanya 15 prodi berakreditasi “A”, dan 88 prodi Muhammadiyah secara keseluruhan. Insya Allah. [] berakreditasi “B”. Memang sebagian sudah memiliki Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM

1


Susunan redaksi

Kepribadian Muhammadiyah

“Kepribadian Muhammadiyah” ini semula berasal dari uraian K.H. Faqih Usman pada sebuah forum pelatihan yang dilaksanakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta. Topik yang disampaikan saat itu adalah: “Apa sih Muhammadiyah itu?”. Selanjutnya, 10 “Kepribadian Muhammadiyah” ditetapkan dalam Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-35 pada 1962 di Jakarta (Muktamar Setengah Abad). 1.

Beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan. 2. Memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah islamiyah. 3. Lapang dada, luas pandangan, dengan memegang teguh ajaran Islam.

WARTA PTM

4. Bersifat keagamaan dan kemasyarakatan. 5. Mengindahkan segala hukum, undangundang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara yang sah. 6. Amar ma’ruf nahi munkar dalam segala lapangan serta menjadi contoh teladan yang baik. 7. Aktif dalam perkembangan masyarakat dengan maksud islah dan pembangunan, sesuai dengan ajaran Islam. 8. Kerja sama dengan golongan Islam manapun juga dalam usaha menyiarkan dan mengamalkan agama Islam serta membela kepentingannya. 9. Membantu pemerintah serta bekerja sama dengan golongan lain dalam memelihara dan membangun negara untuk mencapai masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT. 10. Bersifat adil serta korektif ke dalam dan ke luar dengan bijaksana. Jika muncul pertanyaan seperti apa karakteristik orang Muhammadiyah, maka pertanyaan itu dapat dijawab dalam sepuluh sifat sebagaimana terkandung dalam Kepribadian Muhammadiyah (Manhaj Gerakan Muhammadiyah: Ideologi, Khittah, dan Langkah, 2010: xxi).[] Muhammad Sayuti

Warta PTM diterbitkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah SUSUNAN REDAKSI

PENANGGUNG JAWAB: Lincolin Arsyad PEMIMPIN UMUM/REDAKSI: Edy Suandi Hamid DEWAN REDAKSI: Muhammad Sayuti I Muhammad Samsudin I Ahmad Muttaqin REDAKTUR PELAKSANA: Agung Prihantoro STAF REDAKSI: Iwan Setiawan REPORTER: Nisa Pujiana KEUANGAN: HS Mulyatno IKLAN: Agus Mulyono ISSN: 0853-4756 ALAMAT REDAKSI: Jln. KHA Dahlan 103 Yogyakarta 55262 Telp. +62-274-389485 Faks. +62-274-376336 Email: redaksiwartaptm@gmail.com Rekening Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Nomor 09-0008-7003 BNI Cabang Yogyakarta a/n Lincolin Arsyad, Prof. Dr. M.Sc. Warta PTM menerima tulisan yang berupa opini, berita panjang, berita singkat, glosarium dan foto seputar perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Redaksi berhak menyunting tulisan. Silakan kirim tulisan dan/atau foto ke email redaksi.

2

Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018


daftar isi ASA

TOPIK UTAMA

TOPIK UTAMA

Penguatan Komitmen, Manajemen & Studi Lanjut

• •

Penguatan Prodi Kesehatan_1 Kepribadian Muhammadiyah_2

• Penguatan Komitmen, Manajemen & Studi Lanjut_4 • Kerja Sama Internasional sebagai Lokomotif_6 • Membangun Pusat Keungguan Kesehatan_8 • Membangun Pusat Keunggulan Kesehatan: Tantangan Simbiosis Mutualisme RS PKU & FK_10

WAWANCARA

• Prof. Dr. dr. Rusdi Lamsudin, Sp.S(K)., M.Med.Sc: Jalin Komunikasi & Rebut Trust_12

PROFIL PTM •

Stikes Muhammadiyah Pekajangan: Komit dengan Proses Pendidikan _14 • Ketua Stikes Muhammadiyah Pekajangan Dr. Nur Izzah Priyogo, S.Kp., M.Kes.: Deklarasi Merger untuk Jadi Universitas_17 • Fakultas Kedokteran UM Palembang: Langkah Akseleratif_18

PROFIL DOSEN •

dr. Rizki Edmi Edison., Ph.D.: Dalami Neurosains Harumkan Muhammadiyah_21

KINERJA •

• • • • • • • • • •

Silaturahmi Dosen PTM Peraih Beasiswa PTM Tempat Mengajad & Mengabdi_22 Pimpinan PTM Kunjungi Tujuh PT di Taiwan_23 Kunjungan ke PCIM/A Taiwan_24 SBMPTM: Mengangkat Semua PTM_25 Workshop Pengembangan Kampus Islami PTMA: Merumuskan Model Kampus Islami_26 Leadership Training Pimpinan PTM: Harus Bergerak Maju_27 Majelis Dukung Pendirian UM Pekolangan_28 Rapat Koordinasi Pengelolaan Ma’had Kerja Sama AMCF dengan PTM: Lahirkan Kader Berbasis Ulama_29 Agar Tiada Kasta dalam Pendidikan_30 Pembekalan Kader MSPP Batch II: Lahirkan Kader Berkeunggulan_31 Konsolidasi Asosiasi Prodi_32

Agar seluruh program studi (prodi) dan institusi perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) terakreditasi minimal “B”, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah melakukan penguatan dan pengembangan secara terus-menerus. Workshop, pendampingan dan simulasi akreditasi prodi dan institusi telah dan terus dilakukan secara maraton. Penguatan institusi niscaya menyertakan penguatan prodi. Maka, Warta PTM mengawali topik penguatan prodi dengan mengulas prodi dan fakultas bidang kedokteran, kesehatan, keperawatan, kebidanan dan farmasi.

profil ptm Profil PTM: Stikes Muhammadiyah Pekajangan: Komit dengan Proses Pendidikan “Di Kabupaten Pekalongan, lulusan kami bisa bersaing dengan lulusan kampus-kampus lain. Kuncinya, kami komit dengan penyelenggaraan pendidikan,” tegas Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Pekajangan Dr. Nur Izzah Priyogo, S.Kp., M.Kes. di sela-sela acara Workshop Pengembangan Kampus Islami Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Yogyakarta (16/12/17).

inaugurasi • •

• • • • • •

SARMMI Lahirkan Mahasiswa Siaga Bencana_33 Pelantikan Rektor UMMU: Lanjutkan Pengembangan Kampus_34 Pelantikan Rektor UMRI: Lima Prinsip Perjuangan Muhammadiyah_34 Wisuda Program S-1 STKIP Muhammadiyah Kuningan: Optimisme Wujudkan Mimpi_35 Peresmian Klinik Dokter Keluarga UM Palembang_36 Pelantikan Ketua Stikom Muhammadiyah Jayapura Akan Membuka Program S-2_37 Pelantikan Ketua STF Muhammadiyah Cirebon Menjadi Kampus Bermutu_38 Pengambilan Sumpah Dokter FK UM Palembang Berpikir & Bekerja Inovatif_39

kronik • Dosen UM Metro Peroleh 2 Paten_40 • Workshop Langkah & Pendampingan Masuk Peringkat Dunia_41 • Kunjungan Mendikbud ke UM Gorontalo_42 • Kuliah Umum Presiden RI di UM Kupang: Multikulturalisme Menuju Indonesia Berkemajuan_43

• Unimus Dorong Publikasi Internasional _44

warta dari ptm

• Fokus pada Tupoksi_45

regulasi

• Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomr 1 Tahun 2017 tentang Pembukaan, Perubahan dan Penutupan Program Studi di luar Kampus Utama Perguruan Tinggi_48

Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM

3


topik utama

Dr. dr. Wiwik Kusumawati, M.Kes. dekan FKIK UMY

Penguatan Komitmen,

Manajemen & Studi Lanjut Agar seluruh program studi (prodi) dan institusi perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) terakreditasi minimal “B”, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah melakukan penguatan dan pengembangan secara terus-menerus. Workshop, pendampingan dan simulasi akreditasi prodi dan institusi telah dan terus dilakukan secara maraton.

P

enguatan institusi niscaya menyertakan penguatan prodi. Maka, Warta PTM mengawali topik penguatan prodi dengan mengulas prodi dan fakultas bidang kedokteran, kesehatan, keperawatan, kebidanan dan farmasi. Salah satu fakultas yang program-program studinya mendapat peringkat akreditasi “A” adalah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). FKIK UMY yang dibuka pada 1993 memiliki empat program studi yang mendapatkan peringkat akreditasi “A”. Empat prodi tersebut adalah Pendidikan Dokter Gigi, Profesi Dokter, Ilmu Keperawatan, dan Profesi Keperawatan. Peringkat A ini diperoleh dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes).

Tiga Kunci Sukses Dr. dr. Wiwik Kusumawati, M.Kes., Dekan FKIK UMY, di kantornya pada 8 Desember 2017 menuturkan tiga kunci untuk meraih prestasi tersebut. Pertama,

4

Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018

komitmen dosen, karyawan dan mahasiswa untuk bersungguh-sungguh, bekerja keras dan bekerja sama dalam mengembangkan program-program studi mereka dan memenuhi permintaan-permintaan dalam borang akreditasi. Komitmen ini senantiasa dikuatkan dari waktu ke waktu. Kedua, penguatan manajemen, inovasi dan kekuatan yang khas di setiap prodi menjadi kunci sukses berikutnya. Prodi Ilmu Keperawatan memiliki inovasiinovasi manajemen yang baik. Prodi Kedokteran leading dalam regulasi, sedangkan Prodi Kedokteran Gigi kompak dan mempunyai kerja tim yang bagus. Dengan manajemen, inovasi dan kekuatan ini, sumber daya manusia (SDM) yang terbatas berhasil meraih prestasi yang optimal. Kekuatan pada setiap prodi ditularkan kepada prodi-prodi lain. Manajemen dan inovasi manajemen yang baik pada Prodi Ilmu Keperawatan diterapkan pada prodi-prodi lain. Demikian pula, kekuatan-kekuatan pada Prodi Kedokteran dan Prodi Kedokteran


Penguatan Komitmen, Manajemen & Studi Lanjut

Gigi direplikasi pada prodi-prodi lainnya, tentu dengan penyesuaian yang pas. Ketiga, setiap tahun, dosen-dosen secara bergiliran dijadwalkan dengan ketat untuk melakukan studi lanjut ke program doktoral (S-3) di kampus-kampus dalam dan luar negeri. Sebab, kunci pokok dari banyak keberhasilan adalah penguatan SDM. Dosen-dosen yang akan dan sedang menempuh pendidikan S-3 dikawal betul dengan melakukan pertemuan rutin setiap semester antara dosen-dosen tersebut dan pimpinan. Pertemuan-pertemuan rutin ini dimaksudkan untuk memantau capaian kemajuan (progress) mereka, kendala kuliah dan solusi-solusinya. Sehingga, studi mereka akan berhasil dengan baik dan tepat waktu. Semua langkah ini memberi semangat yang tinggi kepada para dosen. Alhasil, pada 2015/2016, FKIK panen doktor. Sekarang, FKIK memiliki 25 dosen yang bergelar doktor yang menyebar di empat prodi: Kedokteran 16 orang, Kedokteran Gigi 4 orang, Ilmu Keperawatan 4 orang dan Farmasi 1 orang. Kini, dosen-dosen yang masih bergelar magister kian bersemangat untuk melanjutkan studi mereka.

Perkuat Riset Di samping kesuksesannya, lanjut Wiwik Kusumawati, FKIK UMY tak lepas dari masalah. Dua masalah di antaranya adalah kesulitan untuk merekrut dosendosen spesialis dan rendahnya jabatan fungsional dosen. Tak mudah untuk merekrut dokter-dokter yang telah mempunyai gelar spesialis guna menjadi dosen. Salah sebuah sebabnya ialah praktik medis dokter menjanjikan pendapatan finansial yang lebih menarik ketimbang mengajar di kampus. Maka, Ketua Prodi Kedokteran dan Dekan FKIK melakukan terobosanterobosan untuk mengatasi masalah tersebut. Mereka menempuh pendekatan-pendekatan personal dan profesional untuk merekrut dokter-dokter spesialis sebagai dosen. Masalah lainnya adalah rendahnya jabatan fungsional para dosen. Penyebab pokoknya ialah rendahnya kinerja riset dosen. Maka, solusinya, program-program diarahkan untuk meningkatkan kinerja riset dosen. Alokasi anggaran terbesar kini diperuntukkan bagi riset; setiap dosen wajib menjadwalkan waktunya sebanyak 4 jam per pekan untuk menulis; diselenggarakan pula workshop-workshop penulisan buku ajar, penulisan monograf, penulisan artikel di jurnal, publikasi dan literature review, dan klinik proposal riset secara sangat intensif. Ada pula karantina penulisan ilmiah. Dosen-dosen dikarantina di suatu tempat selama sekian waktu untuk

menulis. Untuk mengikuti karantina ini, mereka harus membawa draf-draf buku ajar, monograf atau artikel yang telah mereka buat sebelumnya. Dihadirkan pula ahli-ahli untuk mendampingi mereka. Targetnya, seusai mengikuti karantina ini, dosen-dosen itu siap untuk mempublikasikan karya-karya ilmiah mereka.

Kedokteran Islam & IPE FKIK UMY juga menawarkan tiga keunggulan, yakni kedokteran Islam, kedokteran keluarga dan interprofessional education (IPE) serta collaborative practice, imbuh Wiwik Kusumawati. Sebagai bagian dari kampus Islam, Prodi Kedokteran membekali mahasiswamahasiswanya dengan nilai dan perilaku Islam dalam praktik medis. Keislaman ini masuk dalam kurikulumnya yang menggunakan sistem blok. Setiap blok memuat mata kuliah keislaman yang relevan dengan konten bloknya. Durasi waktu kuliah keislamannya dua jam setiap pertemuan. Mahasiswa-mahasiswa juga belajar tuntunan-tuntunan Islam dalam kehidupan sehari-hari dan dalam aktivitas medis. Mereka belajar untuk menyampaikan ceramah singkat keislaman, sholat jenazah, talkin (menuntun orang yang akan meninggal dunia dengan kalimat syahadat), baca dan tulis Al-Qur’an, dan seterusnya. Semua pratik Islam ini diujikan. Tawaran kedua, kedokteran keluarga merupakan bentuk pelayanan kesehatan tingkat primer kepada individu, keluarga dan komunitas. Dokter keluarga menjadi penata rujukan medis tingkat pertama. Pelayanannya bersifat menyeluruh, terpadu, berkesinambungan dan paripurna. FKIK UMY mendidik mahasiswamahasiswanya untuk memberikan pelayanan semacam ini. Tawaran selanjutnya adalah IPE, yakni pendidikan yang terintegrasi antara calon-calon profesi dokter, perawat dan apoteker. IPE penting, karena dalam praktik medis, ketiga profesi itu tak terpisahkan. Penanganan pasien melibatkan dokter, perawat, apoteker dan bahkan profesi-profesi medis lain. Maka, pendidikan interprofesi ini penting. Dengan IPE ini, diharapkan mahasiswa-mahasiswa dari beragam prodi tersebut nanti dapat menerapkannya dalam collaborative practice. Setelah lulus dan bekerja sesuai dengan profesi-profesinya, mereka saling berkomunikasi dan berkolaborasi atau bekerja sama dalam menangani pasien. Sehingga, tidak akan terjadi malpraktik dan semacamnya. FKIK UMY mengerahkan segala daya upaya untuk menjadi fakultas yang unggul di bidang kedokteran dan kesehatan.[] Agung Prihantoro

Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM

5


topik utama

Sumpah jabatan apoteker Fakultas Farmasi UAD

Kerja Sama Internasional sebagai Lokomotif Pengalaman Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menunjukkan bahwa kerja sama nasional dan—utamanya— internasional menjadi lokomotif yang menarik gerbong-gerbong akademis lain untuk maju melaju. Kerja sama Fakultas Farmasi dengan institusi-institusi di luar negeri menggerakkan dosen, karyawan dan mahasiswanya untuk berbenah. Dyah Aryani Perwitasari, M.Si., Ph.D., Dekan Fakultas Farmasi UAD, menuturkannya ketika diwawancari Warta PTM via telepon (23/12/17).

K

erja sama internasional itu menuntut Fakultas Farmasi UAD untuk menunjukkan kehebatannya. Sehingga, dosen-dosennya dituntut untuk memiliki dan menunjukkan kemampuan dan kinerja yang bagus. Demikian pula para karyawan dan mahasiswanya, mereka dipaksa untuk bekerja lebih keras agar sistem di fakultasnya berjalan dengan benarbenar bagus. Sebagaimana diketahui, Program Studi S-1 Farmasi dan Program Studi Profesi Apoteker UAD mendapat peringkat akreditasi “A”. Kerja sama internasionalnya dijalin antara lain dengan institusi-institusi di Belanda, Thailand dan Filipina. Dengan institusi-institusi tersebut, Fakultas Farmasi UAD melakukan kolaborasi riset dan publikasi, pertukaran mahasiswa, permagangan dosen dan seterusnya. Dana untuk menyelenggarakan kerja sama itu bersumber dari hibah-hibah pihak ketiga (misalnya,

6

Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi) dan dari internal UAD serta dari institusi-institusi mitra (in-kind cost). Kolaborasi riset dan publikasi internasional mendorong dosen-dosen Fakultas Farmasi UAD untuk menulis dan meneliti dengan kualitas level dunia. Pertukaran mahasiswa memperkaya pengalaman dan pengetahuan mereka. Dosen-dosen yang magang praktikum di kampus-kampus luar negeri membagi pengalaman praktikumnya kepada teman-teman sejawatnya. Jadi, kerja sama—terutama—internasional menggerakkan seluruh roda dan aktivitas Fakultas Farmasi UAD. Tak hanya Fakultas Farmasi UAD, FKIK UMY pun menggandeng lembaga-lembaga luar negeri untuk mengembangkan netwroking. Selain kerja sama riset dan publikasi internasional, FKIK UMY membangun, misalnya, Cardiovascular Center bekerja sama dengan


Kerja Sama Internasional sebagai Lokomotif

Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta dan sebuah lembaga di Jerman. Berkat kerja sama internasional ini, UAD dan UMY menjadi lebih dikenal di tingkat dunia. Kerja sama atau kolaborasi internasional ini juga menyumbang banyak poin dalam proses akreditasi.

Penguatan Dosen & Mahasiswa Selain kerja sama internasional, faktor-faktor lain yang mendukung pencapaian prestasi Fakultas Farmasi UAD adalah penguatan dosen dan penguatan mahasiswa. Seperti kita mafhum, dosen mahasiswa dan juga karyawan merupakan komponen utama SDM. Penguatan dosen dilakukan dalam sejumlah bentuk: studi lanjut, pelatihan, penghargaan. Setiap tahun satu orang dosen pada setiap rumpun atau bidang ilmu di Fakultas Farmasi UAD dikirim untuk kuliah S-3 utamanya di luar negeri. Selama kuliah, dosen-dosen tersebut selalau dimonitor dan dievaluasi agar kuliahnya mencapai target. Pelatihannya antara lain menyangkut penulisan ilmiah untuk memperkuat kinerja riset. Pelatihan penulisan proposal riset dan penulisan artikel di jurnal internasional meningkatkan kemampuan dan semangat para dosen. Penghargaan juga diberikan kepada mereka yang artikelnya dimuat di jurnal internasional dan mereka yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Semua ini otomatis memacu para dosen untuk melakukan penelitian dan menulis di jurnal-jurnal internasional serta meraih prestasi-prestasi top lainnya. Tak cuma mengikuti pelatihan, dosen-dosen Fakultas Farmasi UAD juga memberikan pelatihan kepada masyarakat dalam bidang kefarmasian. Pelatihannya diselenggarakan melalui kerja sama dengan pemerintah-pemerintah daerah. Pelatihan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Sementara itu, penguatan mahasiswa berupa program-program yang memicu mahasiswa untuk berprestasi dalam semua bidang. Identifikasi sejak dini ihwal talenta dan kemampuan mahasiswa dilakukan. Kemudian, mereka dibimbing dan disalurkan untuk mengikuti aneka lomba atau kompetisi. Seni tari, seni poster, olahraga, sains, debat, menulis dan lain-lain—di bidang-bidang inilah, mahasiswa-mahasiswa Farmasi UAD mengembangkan talenta dan kemampuan mereka di luar kuliah. Bimbingan dan penyaluran talenta dan kemampuan mahasiswa di bawah koordinasi dosen. Dosen bisa meminta bantuan, misalnya, pelatih tari atau olahraga untuk melatih mahasiswa yang berbakat menari atau olahraga. Dosen juga mengarahkan mahasiswa untuk

Dyah Aryani Perwitasari, M.Si., Ph.D.

mengikuti lomba atau kompetisi tertentu. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dihelat oleh Kemenristekdikti disertakan dalam kuliah. Mahasiswa wajib menulis proposal PKM sebagai bagian dari tugas kuliah. Proposal-proposal ini kemudian diseleksi di tingkat fakultas untuk diikutkan dalam PKM nasional. Dengan langkah-langkah ini, mahasiswa-mahasiswa Farmasi UAD belajar mengembangkan kemampuan akademis dan non-akademis, sehingga kelak mereka siap terjun ke dunia kerja dan kehidupan masyarakat. Tak mengherankan bila waktu tunggu kerja alumni Farmasi UAD hanya 0,6 bulan. Tak sampai sebulan setelah lulus kuliah, mereka sudah bekerja. Artinya, serapan terhadap lulusannya sangat tinggi. Sebagian besar alumni Farmasi UAD bekerja di apotek, sementara sebagian kecil lainnya bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di pemerintahan. Ada juga yang bekerja di industri, komunitas, rumah sakit dan di kampus sebagai dosen. Kebanyakan mahasiswa Farmasi UAD (mahasiswa baru 240 orang setiap tahun) berasal dari luar Jawa, dan mereka kembali ke daerah asal mereka setamat kuliah.

Farmasi Islam Perihal farmasi Islam, Fakultas Farmasi UAD mengajarkan kehalalan dan membangun Halal Center. Mata kuliah-mata kuliah tentang produk dan obat

Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM

7


topik utama

Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan bekerja sama dengan BEM Fakultas Farmasi UAD menyelenggarakan PHARMANATION National OSCE & OSPE Competition pada Sabtu-Minggu (25-26/11/2017) di Yogyakarta.

halal diajarkan kepada mahasiswa. Kehalalan produk dan obat ini penting bagi kaum Muslim. Sementara itu, Halal Center mengkaji kehalalan dalam farmasi. Dalam sebuah workshop Halal Center Fakultas Farmasi UAD yang menghadirkan Prof. Dr. Irwandi Jaswir dari International Islamic University Malaysia (18-20/12/17), disebutkan bahwa isu halal produk farmasi menyangkut materi dan ramuan (ingredients), proses produksi dan autentikasi (authentication). Halal Center membantu umat Islam dalam memproduksi dan mengonsumsi produk-produk farmasi yang tidak haram. Untuk melakukan kajian halal dan riset-riset farmasi secara umum, dibutuhkan laboratorium yang lengkap. Fakultas Farmasi UAD telah memiliki laboratorium terpadu yang terdiri dari Laboratorium Kimia Farmasi, Laboratorium Biologi Farmasi dan Farmakologi, Laboratorium Farmasetika dan Teknologi Farmasi, dan Laboratorium Riset dan Teknologi Informasi. Ada juga Laboratorium Computer Based Test. Laboratorium-laboratorium ini memiliki beragam peralatan yang harganya tidak murah, termasuk sebuah alat body interact 3 dimensi. Alat body interact ini cukup mahal. Seluruh kelengkapan laboratorium dan peralatannya ini diperoleh berkat dukungan penuh dari pimpinan universitas, tandas Dyah Aryani Perwitasari. Alhasil, Fakultas Farmasi UAD kini menjadi referensi dan lokomotif bagi kampus-kampus lain, tak hanya di lingkup Muhammadiyah, tetapi juga di luar Persyarikatan. Fakultas ini pun membina Fakultasfakultas Farmasi di PTM lain.[] Agung Prihantoro

8

Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018

Cara lain untuk melakukan penguatan pendidikan kesehatan adalah membangun pusat keunggulan (center of excellence). Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIK) Muhammadiyah Pontianak berhasil membangun tiga pusat keunggulan, yakni keperawatan luka, terapi komplementer dan keperawatan trauma. Sehingga, PTM ini menjadi pusat perhatian perguruan tinggi-perguruan tinggi luar negeri. Ketua STIK Muhammadiyah Pontianak Supriadi, S.Kep., M.H.S. menuturkannya (17/12/17)

C

ara lain untuk melakukan penguatan pendidikan kesehatan adalah membangun pusat keunggulan (center of excellence). Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIK) Muhammadiyah Pontianak berhasil membangun tiga pusat keunggulan, yakni keperawatan luka, terapi komplementer dan keperawatan trauma. Sehingga, PTM ini menjadi pusat perhatian perguruan tinggi-perguruan tinggi luar negeri. Ketua STIK Muhammadiyah Pontianak Supriadi, S.Kep., M.H.S. menuturkannya (17/12/17). Keperawatan luka merupakan tata cara untuk merawat luka-luka pada tubuh dengan efektif. Sementara itu, terapi komplementer berupa beragam tindakan, termasuk dengan herbal, yang saling melengkapi dalam menangani suatu kasus kesehatan. Dan, keperawatan trauma adalah perawatan pada orang-orang yang mengalami trauma, misalnya trauma patah tulang. Di antara tiga pusat unggulan tersebut, lanjut Supriadi, keperawatan luka menjadi rujukan di Indonesia dan Asia. Mahasiswa-mahasiswa dan dosen-dosen dari perguruan tinggi nasional dan regional berdatangan ke

K


Membangun Pusat Keunggulan Kesehatan

Ketua STIK Muhammadiyah Pontianak Supriadi, S.Kep., M.H.S. (kiri)

Membangun Pusat Keunggulan Kesehatan STIK Muhammadiyah Pontianak untuk belajar bagaimana merawat luka. Ghuangzhou University Cina setiap tahun selama empat tahun terakhir ini selalu mengirim mahasiswa dan dosennya ke STIK Muhammadiyah Pontianak. Demikian pula, mahasiswa-mahasiswa dan dosen-dosen dari PTM ini belajar dan mengajar di Ghuangzhou University yang memiliki keunggulan traditional Chinese medecine (TCM). Universitas-universitas di Malaysia, Thailand, Taiwan dan Jepang juga melakukan pertukaran dosen dan mahasiswa dengan STIK Muhammadiyah Pontianak. Universitas Malaysia senantiasa mengirim 11-23 mahasiswa untuk belajar di PTM ini. STIK Muhammadiyah Pontianak, selain melaksanakan pertukaran dosen dan mahasiswa, juga mengirim dosen-dosennya untuk studi lanjut di Khon Kaen University Thailand, National Taipei University of Nursing and Health Sciences Taiwan, dan Tokyo University Jepang. Kembangkan Riset dan Klinik Pembangunan pusat-pusat keunggulan tersebut

dilakukan dengan mengembangkan riset dan klinik, kata Supradi yang merupakan alumnus Universitas Indonesia. Dosen-dosen STIK Muhammadiyah Pontianak melakukan berbagai macam penelitian tentang perawatan luka, terapi komplementer dan perawatan trauma, misalnya riset tentang lidah buaya, tapak liman, staphylococcus dan lain-lain untuk mengobati luka. Dosen-dosen itu melakukan riset melalui kerja sama dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi di Kalimantan dan Jepang. Fakultas-fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dan Farmasi di Kalimantan merupakan mitra riset mereka. Tokyo University menghelat riset bareng dan bahkan menghibahkan alat-alat risetnya ke STIK Muhammadiyah Pontianak. Dosen-dosen STIK Muhammadiyah Pontianak juga meneliti pengobatan-pengobatan tradisional yang dipraktikkan masyarakat. Penelitian ini dimaksudkan untuk menakar kebenaran ilmiahnya. Jika benar secara ilmiah, berarti pengobatan-pengobatan tradisional tersebut mendapatkan justifikasi ilmiah. Masyarakat pun makin yakin dalam mempraktikkan pengobatan-pengobatan tradisional itu. Hasil-hasil riset tersebut diperuntukkan bagi masyarakat melalui kegiatan-kegiatan pengabdian dan dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah. Salah satu kegiatan pengabdiannya kepada masyarakat adalah pelatihan perawatan luka dengan memanfaatkan hasil-hasil penelitian tadi yang dimodifikasi sesuai dengan ketersediaan bahan-bahan perawatan dan kemampuan masyarakat. Hasil-hasil riset kolaborasi dengan dosen-dosen di perguruan tinggi lain dipublikasikan secara nasional dan internasional. Joint publication ini juga merupakan bentuk kerja sama. Sementara itu, klinik spesialis luka yang kini di bawah manajemen PKU Pimpinan Daerah Pontianak menjadi tempat praktik dan belajar para dosen dan mahasiswa STIK Muhammadiyah Pontianak. Klinik ini memberikan layanan rawat jalan dan rawat inap. Saban hari, klinik tersebut melayani lebih dari 40 pasien. Untuk pengembangan kampus, STIK uhammadiyah Pontianak akan membangun rumah sakit, membangun business center, membuka prodi S-2 Keperawatan, dan berubah bentuk jadi institut. Langkah-langkah nyata ke arah sana terus dilakukan. Gedung-gedung lantai empat dan lantai tujuh sudah selesai dibangun pada 2012 dan 2014. Sekarang, STIK Muhammadiyah Pontianak telah memiliki empat dosen yang bergelar doktor dan akan menambah tiga orang lagi pada 2019. Penguatan dan pengembangan PTM kesehatan ini telah dan terus dilakukan.[] Agung Prihantoro

Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM

9


topik utama

Ahmad Faesol, Sp.Rad., M.Kes., Direktur Utama Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta

Tantangan Simbiosis Mutualisme RS PKU & FK Setelah lulus pendidikan dokter, sarjana-sarjana kedokteran mengikuti pendidikan profesi dokter untuk bisa menjadi dokter. Pendidikan profesi dokter ini dilaksanakan di rumah sakit pendidikan (RSP). Sehingga, Fakultas Kedokteran bekerja sama dengan RSP untuk menyelenggarakan pendidikan profesi dokter.

P

eraturan Pemerintah RI Nomor 93 Tahun 2015 tentang Rumah Sakit Pendidikan Bab I Pasal 1 ayat 1 menyatakan “rumah sakit pendidikan adalah rumah sakit yang mempunyai fungsi sebagai tempat pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan secara terpadu dalam bidang pendidikan kedokteran dan/atau kedokteran gigi, pendidikan berkelanjutan, dan pendidikan kesehatan lainnya secara multiprofesi�. Jadi, RSP memiliki tiga fungsi, yakni pendidikan, penelitian dan pelayanan. Tiga fungsi ini menjadi tantangan bagi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta, ujar dr. Ahmad Faesol, Sp.Rad., M.Kes., Direktur Utama Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta (19/12/17). Saat ini, RS PKU Muhammadiyah Gamping masih menjadi RSP satelit bagi FKIK UMY, sedangkan RSP utama FKIK UMY adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bantul. Sebagaimana diketahui, RSP diklasifikasikan jadi tiga, yaitu utama, afiliasi dan satelit. Ahmad Faesol memaparkan tantangan RSP dan simbiosis mutualisme antara RS PKU Muhammadiyah dan

10 Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018

Fakultas Kedokteran PTM. Tantangannya adalah proses perubahan tipe RS PKU Muhammadiyah Gamping dari C ke B. RSP utama harus bertipe B, sementara RS PKU Muhammadiyah Gamping masih bertipe C. PP Muhammadiyah telah menginstruksikan RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk menjadi RSP utama bagi FKIK UMY. Kalkulasi dan langkah-langkah untuk mengubah tipe RS PKU Muhammadiyah Gamping dari C ke B telah ditempuh. Namun, perubahan kebijakan-kebijakan pemerintah, misalnya tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan dan sistem rujukan berjenjang, memaksa RS PKU Muhammadiyah Gamping melakukan kalkulasi ulang. Sebagai rumah sakit swasta, RS PKU Muhammadiyah Gamping harus menghitung untung rugi finansialnya. Meskipun RS PKU Muhammadiyah merupakan institusi nirlaba dan mengutamakan misi sosialnya, perhitungan finansialnya tidak boleh diabaikan. Misi sosialnya tetap nomor satu, tetapi RS PKU Muhammadiyah tidak boleh ambruk karena kalkulasi finansialnya keliru. RS PKU Muhammadiyah justru harus berkembang.


Tantangan Simbiosis Mutualisme RS PKU & FK

Menurut pendapat Ahmad Faesol yang dikuatkan oleh Direktur Utama RS PKU Yogyakarta dr. Joko Murdiyanto, Sp.An., M.M.R. di tempat terpisah, kasus-kasus penyakit di rumah sakit tipe C lebih tepat untuk pendidikan profesi calon dokter umum. Sehingga, Ahmad Faesol berharap ada perubahan kebijakan pemerintah.

Saling Menguntungkan Selama ini, telah terjalin kerja sama yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) antara RS PKU Muhammadiyah Gamping dan FKIK UMY. Dokterdokter muda, sebutan untuk sarjana-sarjana kedokteran, melakukan ko-asistensi di rumah sakit ini. Dosen-dosen FKIK UMY (dokter-dokter akademis) praktik pelayanan medis di RS PKU Muhammadiyah Gamping dengan perbandingan 30% praktik medis dan 70% mengajar di UMY. Sebaliknya, dokter-dokter RS PKU Muhammadiyah Gamping (dokter-dokter klinis) mengalokasikan waktunya 30% untuk mengajar di UMY dan 70% untuk praktik medis di rumah sakit tersebut. RS PKU Muhammadiyah Gamping terbantu oleh dosen-dosen dan dokter-dokter muda FKIK UMY dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Selain itu, rumah sakit milik Muhammadiyah ini juga berkomitmen dan berkontribusi untuk mendidik dan melahirkan dokter-dokter harapan umat dan bangsa. Pun, RS PKU Muhammadiyah Gamping memiliki data-data tentang dokter-dokter muda FKIK UMY tersebut untuk keperluan rekrutmen. Sejumlah dokter muda yang telah mengikuti ko-asistensi di tempat itu dan lulus telah direkrut sebagai dokter tetap. Dokter-dokter RS PKU Muhammadiyah Gamping yang mengajar di FKIK UMY juga berbagi kepada mahasiswa-mahasiswa perihal pengalaman dan perkembangan terbaru dalam praktik kedokteran. Selain itu, mahasiswamahasiswa ini juga beroleh pengalaman langsung selama menjadi dokter muda di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Sementara itu, dosen-dosen FKIK UMY mengikuti perkembangan kasus-kasus penyakit terbaru dengan praktik RS PKU Muhammadiyah Gamping.

Catatan Ko-Asistensi Perihal kerja sama di atas, terdapat beberapa catatan yang dibuat oleh Ahmad Faesol. Pertama, disparitas kemampuan dokter-dokter muda di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta cukup tinggi. Sebagian dokter muda ini cepat belajar dalam menghadapi kasus-kasus penyakit, sedangkan sebagian lainnya lebih lambat. Sehingga, di sini diperlukan kejelian dokter-dokter pembimbing untuk mengakselerasi dokter-dokter muda yang relatif lambat belajar. Kedua, RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogya-

karta menjaga citranya sebagai RSP. Seperti diketahui, masyarakat Indonesia mempunyai persepsi negatif tentang RSP. Mereka beranggapan pasien-pasien di RSP diperlakukan sebagai obyek uji coba dokter-dokter muda. Padahal, telah diatur bagaimana RSP tidak mengabaikan pelayanan kepada pasien walaupun menjadi tempat belajar calon-calon dokter. Telah diatur pula apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh dokter pembimbing dan dokter muda, tegas Ahmad Faesol. Dekan FKIK UMY Dr. dr. Wiwik Kusumawati, M.Kes. menambahkan perlunya pelaksanaan isi buku-buku panduan pembimbingan dokter muda secara tuntas. Semua proses pembelajaran di RSP dilakukan sesuai dengan buku-buku panduan tersebut dan dicatat dalam buku-buku log, monev (monitoring dan evaluasi), dan seterusnya. Padahal, di negara-negara maju, persepsi masyarakatnya tentang RSP justru sangat baik. RSP mempunyai peralatan medis yang sangat canggih. Pelayanannya pun prima. RSP di negara-negara maju dipandang sebagai rumah sakit yang memberikan pelayanan terbaik. Ketiga, perlu diantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan selama proses pendidikan calon-calon dokter. Misalnya, ketika seorang calon dokter tanpa sengaja merusak alat laboratorium yang harganya mahal milik rumah sakit, siapa yang harus menanggung kerugian biayanya?

Rumah Sakit sebagai Sumber Belajar Di luar catatan-catatan tersebut, rumah sakit sebenarnya menjadi sumber belajar bagi para mahasiswa di luar Fakultas Kedokteran dan Farmasi. Dalam sebuah kesempatan (16/12/17), Joko Murdiyanto mengidentifikasi bagian-bagian rumah sakit yang bisa menjadi sumber belajar mahasiswa. Arsitektur, laboratorium, manajemen, pendidikan dan bimbingan agama Islam, komunikasi, sistem informatika rumah sakit dan seterusnya—semua ini berpotensi sebagai sumber belajar. Mahasiswa-mahasiswa di Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Agama Islam dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik PTM bisa belajar tentang apa yang terjadi di rumah sakit PKU. Mereka bisa berdiskusi tentang prestasi-prestasi dan masalah-masalah yang telah diraih dan dihadapi oleh RS PKU. Imbal baliknya, RS PKU juga mendapatkan solusi atas masalah-masalah yang dihadapi. RS PKU dan PTM memang perlu mempererat kerja sama yang saling menguntungkan, simbiosis mutualisme. Jika kedua pihak ini, dan juga semua pihak di Persyarikatan, bisa bekerja sama dan bersinergi dengan baik, Muhammadiyah akan melaju lebih cepat dalam trisulanya: pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial.[] AGP

Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM 11


wawancara

Muhammad Alfian Darmawan di ruang kerjanya.

Prof. Dr. dr. Rusdi Lamsudin, Sp.S(K)., M.Med.Sc:

Jalin Komunikasi & Rebut Trust Tiada makan siang gratis. Ungkapan ini menggambarkan bagaimana setiap prestasi dicapai dengan kerja keras dan rida Allah SWT., tak terkecuali pendirian Fakultas Kedokteran (kini Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Ini merupakan Fakultas Kedokteran pertama di PTM. Untuk mengetahui bagaimana kerja keras dan rida Allah dalam mendirikan FK UMY ini, Warta PTM mewawancari penggagas awalnya, yakni Prof. Dr. dr. Rusdi Lamsudin, Sp.S(K)., M.Med.Sc, di rumah beliau di Yogyakarta (16/12/17). Ahli serebrovaskular yang “hobi” mendirikan FK ini lahir pada 15 Mei 1944 di Padang, Sumatera Barat. Beliau menamatkan S-1 di FK UGM pada 1971, kemudian pendidikan spesialis syaraf pada 1978, dan S-2 Master of Medical Science di University of Newcastle Australia pada 1986, serta S-3 di UGM pada 1997.

Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah Pak Yahya Muhaimin. Pada awal periode kepengurusannya (1990-1995), beliau datang ke sini, minta saya untuk menjadi salah seorang anggota Majelis Dikti. Saya sampaikan, “Ya kalau Pak Yahya percaya pada saya, insya Allah saya terima.” Anggota-anggotanya saat itu antara lain Pak Bambang Sudibyo, Pak Achmad Mursyidi, almarhum Pak Umar Anggoro Jenie, Pak Chairil Anwar. Programnya dibicarakan dalam sekali atau dua kali rapat. Saya katakan, Universitas Muhammadiyah sudah banyak, tapi belum punya Fakultas Kedokteran. Ide ini ditangkap oleh Pak Yahya. Beliau senang sekali. Lalu, diputuskan bahwa kita akan mendirikan Fakultas Kedokteran. UMY sudah ada, masih baru. Gedungnya masih kecil di Jalan HOS Cokroaminoto. Rektornya Pak Dasron Hamid.

Pak Rusdi Lamsudin merupakan inisiator awal Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FK UMY). Bagaimana gagasan awalnya?

Saya kumpulkan data-data seluruhnya. Saya datang ke Ditjen Dikti untuk melihat syarat-syarat pendirian FK. Waktu itu, ada badan namanya CHS (Consortium of Health Sciences). Ketuanya Prof. Arifin Husain, dan sekretarisnya

Masih di ruang ini juga (di rumah beliau), waktu itu

12 Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018

Apa langkah selanjutnya?


Jalin Komunikasi & Rebut Trust

Prof. Asril Arsyad. Beliau sebutkan syaratnya, bermacammacam. Harus ada fisiknya, SDM-nya, kurikulumnya, laboratoriumnya, dan seterusnya. Kita membuat proposalnya dalam bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, karena ingin mencari dana untuk pendirian FK. Pak Bambang besar sekali kontribusinya. Dia seorang ekonom, menghitung pembiayaannya dan lain-lainnya. Kita berkomunikasi dengan banyak pihak, termasuk almarhum Pak Koesnadi Hardjasoemantri (Rektor Universitas Gadjah Mada tahun 1986-1990). Kita temui semuanya, termasuk juga Sri Sultan Hamengkubowono X. Sibuklah kita. Tidak ada uang. Kita bersama dengan Ketua BPH UMY menghubungi rektor UGM dan kita jelaskan rencana ini. Beliau men-support. Kita bertemu juga dengan Wakil Gubernur DIY Sri Paku Alam. Semua petinggi, kita datangi untuk menjelaskan niat baik kita itu. Semuanya men-support. Bagaimana dengan laboratoriumnya?

dijadikanlah rumah sakit kita itu sebagai rumah sakit pendidikan (RSP) UMY dengan segala masalahnya. Ada syaratsyarat untuk menjadi RSP. Jadi, RSP-nya PKU, kemudian laboratoriumnya di Jalan HOS Cokroaminoto. Saya juga cari rumah sakit lain yang bagus di Jawa Tengah. RS dr. Soedirman di Kebumen. Kita silaturahim ke sana. Kita cerita bahwa kita butuh bantuan untuk mendidik anak-anak bangsa jadi dokter. Mereka senang sekali. Rumah sakitnya besar sekali. Jadilah, RS dr. Soedirman ini tempat koskap, selain RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Sewaktu koskap, dokter-dokter muda UMY terpaksa siang malam tidur di rumah sakit, karena pasiennya banyak sekali. Luar biasa! RS dr. Soedirman terus-menerus kita pakai. Bagaimana animo calon-calon mahasiswa FK UMY?

Mahasiswa-mahasiswa baru antusias sekali. Lebih dari 100 mahasiswa baru yang diterima pada tahun pertama. Pendaftarnya banyak juga.

Nah, persoalan timbul, laboratoriumnya mana? Itu syarat juga. Allah mudah-mudahan memberikan jalan keluar. Laboratorium biologi yang kecil dulu itu sudah ada di sana. Itu dipakai sebagai laboratoriumnya. Ruang kuliahnya di mana? Di UMY sendiri ada. Satu lagi di Jalan Wates ke arah selatan. Gedung itu punya seorang pedagang, tapi tidak dipakai. Saya dengan Pak Dasron dan Pak Rosil mendatangi rumahnya sebelum subuh. Kita tunggui di rumahnya itu. Soalnya, ketemu dia itu sulit sekali. Dia keluar sebelum subuh. Ketemu. Kita jelaskan maksudnya apakah bentuk sewa atau beli. Akhirnya dapat. Ini memperlihatkan kepada CHS bahwa kita sudah punya gedung sementara. Lalu, kita benchmark. Saya dengan Pak Dasron dan Pak Rosil ke Unisula (Universitas Sultan Agung) Semarang untuk mengetahui bagaimana prosesnya, macam-macam, semuanya. Kemudian, kita ke UMI (Universitas Muslim Indonesia) Makassar. Alhamdulillah akhirnya keluar SK-nya. Kuliah perdana di kampus UMY di Jalan HOS Cokroaminoto tahun 1993. Di sana ada lapangan sepak bola, kuliahnya sore hari saat orang-orang main sepak bola. Asyik sekali. Itu gagasan awalnya, bagaimana supaya Universitas Muhammadiyah di mana-mana harus mendirikan Fakultas Kedokteran. Setelah FK UMY selesai, barulah muncul FK UM Jakarta, FK UM Surakarta, FK UM Malang, UM Makassar dan seterusnya.

Lulusannya di masyarakat?

Bagaimana rumah sakit tempat koas atau koskapnya, rumah sakit pendidikannya?

Zamannya sekarang kan kompetisi, bagaimana menunjukkan bahwa kita berkualitas. Jadi, harus mencapai tingkat tertinggi, peringkat “A”.[] AP

Saat saya mengurus PKU Muhammadiyah Yogyakarta,

Sekarang, lulusan UMY bagus-bagus, langsung bisa dapat spesialis. Hebat-hebat itu. Dicintai oleh masyarakat karena pendekatannya Kemuhammadiyahan. Kunci keberhasilannya silaturahmi, ya Pak? Adakah kunci lainnya?

Kunci lainnya adalah bagaimana memperlihatkan bahwa UMY punya kemampuan untuk menyelenggarakan pendidikan dokter. Trust itu direbut dulu. Setiap kali kita komunikasi dengan pihak lain, kita perlihatkan kesiapan-kesiapan kita. Dengan bismillah, sudah waktunya kala itu Islam menghasilkan dokter-dokter Islam. Dalam proses pendirian FK UMY, sepertinya banyak pengalaman heroiknya?

Saya punya sekretaris waktu itu, almarhum dr. Erwin yang lincah. Dokter Erwin hebat itu. Dia baru pindah dari Lampung setelah ambil spesialis. Kemudian, dia bekerja di Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman DIY. Saya bilang, “Win, kita tidak bisa tidak, harus turun tangan full time mengerjakan ini. Bisakah Anda berhenti di sana, lalu kita tekuni UMY dan PKU itu?” “Saya sholat istikharah dulu,” jawab dr. Erwin. Bagus itu. Akhirnya, dia mau. Dia berhenti dari PNS untuk mengurusi pendirian FK UMY dan membenahi PKU. Sekarang, program-program studi di FKIK UMY sudah mendapatkan peringkat akreditasi “A”. Bagaimana tanggapan Bapak?

Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM 13


Profil PTM

Stikes Muhammadiyah Pekajangan

Komit dengan Proses Pendidikan

Gedung STIKES Muhammadiyah Pekajangan. Dok.stikesmuh-pkj.ac.id

“

Di Kabupaten Pekalongan, lulusan kami bisa bersaing dengan lulusan kampus-kampus lain. Kuncinya, kami komit dengan penyelenggaraan pendidikan,” tegas Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Pekajangan Dr. Nur Izzah Priyogo, S.Kp., M.Kes. di sela-sela acara Workshop Pengembangan Kampus Islami Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Yogyakarta (16/12/17). Stikes Muhammadiyah Pekajangan, Pekalongan, Jawa Tengah sangat memperhatikan proses pendidikan untuk melahirkan sarjana-sarjana yang unggul. Kurikulumnya dikuatkan, banyak tugas diberikan kepada mahasiswa, banyak kompetensi harus dicapai dan dimiliki oleh mahasiswa, Al Islam dan Kemuha (AIK) ditanamkan kuat-kuat dalam diri mahasiswa—semua ini merupakan proses pendidikan sebagai kawah candradimuka. Praktik mahasiswa dilaksanakan di dalam negeri

14 Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018

dan luar negeri. Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Pekajangan, Rumah Sakit Islam Kendal, RSUD Pekalongan, RSUD Batang dan RSUD Pemalang sudah menjadi langganan tempat praktik. Mahasiswa-mahasiswa juga ditawari untuk praktik profesi di Khon Kaen University di Thailand selama satu bulan. Karenanya, kuliah di PTM ini dikenal “sulit”, tetapi lulusan-lulusannya unggul. “Sulit” di sini berarti proses perkuliahan yang benar-benar menyiapkan mahasiswa jadi sarjana-sarjana yang siap hidup di masyarakat. Sarjana-sarjana ini segera terserap di dunia kerja, paling lambat tiga bulan setelah lulus. Peringkat Akreditasi “B” Dengan kualifikasi proses pendidikan dan lulusan semacam itu, wajar saja jika seluruh akreditasi program studi dan institusi Stikes Muhammadiyah Pekajangan berperingkat “B”, kecuali prodi S-1 Fisioterapi dan S-1


Stikes Muhammadiyah Pekajangan Komit dengan Proses Pendidikan

Farmasi yang masih baru. Tiga program studinya yang sudah terakreditasi “B” ialah D-3 Kebidanan, D-3 Keperawatan dan S-1 Keperawatan. Prodi S-1 Fisioterapi dan S-1 Farmasi sekarang sedang melakukan akreditasi. AIPT dengan peringkat “B” telah dilakukan pada 2015. D-3 Kebidanan akan reakreditasi karena masanya sudah habis. Nur Izzah berharap peringkatnya naik jadi “A”. Semestinya ada peningkatan karena sebelumnya peringkat akreditasinya “B”. Pada lima prodi tersebut, jumlah seluruh mahasiswanya sebanyak 1.374 orang. Setiap tahun, Stikes Muhammadiyah Pekajangan menerima 400-an mahasiswa baru dari 600-an pendaftar. Jumlah pendaftar D-3 Kebidanan menurun. Sementara itu, dosen-dosennya merupakan tamatan perguruan tinggi-perguruan tinggi di dalam dan luar negeri. Thailand, Taiwan dan Filipina adalah tempat-tempat belajar mereka untuk menjadi dosendosen yang mengantarkan anak-anak didik mereka jadi sarjana-sarjana yang hebat. Dosen-dosen tersebut juga kerap mengikuti kegiatan-kegiatan ilmiah di luar negeri. Sebaliknya, dosendosen dari tiga negara di atas juga datang ke Stikes Muhammadiyah Pekajangan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Dengan kondisi ini, sudah sepantasnyalah Stikes Muhammadiyah Pekajangan berperingkat akreditasi “B”. Ke depan, kampus ini terus berupaya untuk memperoleh peringkat “A”, dan sedang mengembangankan

diri. Proses merger dengan Politeknik Muhammadiyah Pekalongan dan STIE Muhammadiyah Pekalongan tengah dilakukan untuk menjadi sebuah universitas. Kilas Sejarah Selain melihat ke depan, kita juga perlu menengok ke belakang, ke sejarah Stikes Muhammadiyah Pekajangan. Awalnya, PTM ini berupa Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) pada 1983 di bawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pekajangan. Animo calon-calon siswanya tertinggi kedua di Jawa Tengah setelah SPK ‘Aisyiyah Surakarta. Sehingga, pada 19891997, SPK Muhammadiyah Pekajangan mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk menyelenggarakan program D-1 Kebidanan. Pada 2001, SPK Muhammadiyah Pekajangan berkembang jadi Akademi Kebidanan Muhammadiyah. Enam tahun sebelumnya, PCM Pekajangan telah mendirikan Akademi Keperawatan untuk menyelenggarakan pendidikan D-3. Pada 2005, kedua akademi ini bergabung dan menjadi Stikes Muhammadiyah Pekajangan berdasarkan SK Menteri Penbdidikan Nasioanal RI Nomor 43/D/0/2005. Pada 2014, Stikes Muhammadiyah Pekajangan menambah dua prodi baru, yaitu S-1 Fisioterapi dan S-1 Farmasi. Sekarang, PTM ini sedang berproses merger dengan Politeknik Muhammadiyah Pekalongan dan STIE Muhammadiyah Pekalongan untuk menjadi universitas.

Gambar kiri ke kanan, Sumpah jabata profesi perawat bidan dan apoteker, Ruang laboratorium farmasi, praktti persalinan, suasanan belajar dan perpustakaanDok.stikesmuh-pkj.ac.id

Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM 15


Profil PTM Visi, Misi & Kelengkapan Sarpras Pengembangan Stikes Muhammadiyah Pekajangan selaras dengan visi dan misinya. “Menjadi institusi pendidikan kesehatan yang unggul di tingkat nasional berdasarkan nilai-nilai Islam pada tahun 2025� merupakan visinya. Sementara itu, misinya dikristalkan dalam empat poin, yaitu (1) menyelenggarakan pembinaan keimanan dan ketaqwaan berdasarkan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK); (2) menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran berdasarkan standar keilmuan nasional dan internasional terkini yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islami; (3) meningkatkan dan mengembangkan penelitian serta menggunakan hasil penelitian dalam pembelajaran; dan (4) meningkatkan dan mengembangkan pengabdian masyarakat berdasarkan hasil penelitian, perkembangan IPTEK dan kearifan lokal. Visi dan misi ini ditunjang dengan sarana dan prasarana (sarpras) yang lengkap. Gedung-gedungnya yang terletak di Pekajangan dan Ambokembang tentu sudah milik sendiri. Setiap ruangan di gedung-gedung tersebut telah dipasang AC. Asrama juga disediakan untuk mahasiswa ketika mengikuti pendidikan AIK. Agar menjadi Muslim yang kuat, mahasiswa-mahasiswa bermukim di asrama ini untuk melaksanakan program pendidikan AIK selama tiga bulan. Mereka kuliah pada siang hari di kampus dan mendalami agama Islam pada malam hari di asrama. Sarpras lain yang disediakan kampus adalah 11 laboratorium untuk mendukung perkuliahan mahasiswa. Sebelas laboratorium ini ialah Lab Skill Kebidanan, Lab Biomedis, Lab Gizi, Lab Kimia, Lab Mikrobiologi, Lab Farmasetika, Lab Teknologi sediaan farmasi, Lab Instrumen, Lab Fisioterapi, Lab Komputer dan Lab Bahasa. Tak hanya itu, kendaraan dan perpustakaan juga telah tersedia. Kendaraan digunakan untuk mengantar dan menjemput mahasiswa-mahasiswa ke dan dari lahan praktik. Perpustakaannya menjadi salah satu sumber informasi bagi mahasiswa, dosen dan karyawan. Perihal fasilitas non-fisiknya, Stikes Muhammadiyah Pekajangan menawarkan beasiswa dan jaminan pelayanan kesehatan. Kampus ini membantu mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa PPA dan BBM dari Kopertis Wilayah VI. Sarpras dan fasilitas non-fisik ini membuat mahasiswa merasa nyaman dalam mengikuti kuliah. Semua itu sangat mendukung mahasiswa untuk jadi sarjanasarjana yang unggul.[] AP

16 Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018

S

tikes Muhammadiyah Pekajangan, Politeknik Muhammadiyah Pekalongan dan STIE Muhammadiyah Pekalongan telah mendeklarasikan merger untuk jadi sebuah universitas. Merger ini dilakukan sesuai dengan kebijakan Kemenristekdikti dan kondisi kampus. Sebelum merger dilakukan, Warta PTM menemui Dr. Nur Izzah Priyogo, S.Kp., M.Kes. untuk mengulik kondisi PTM di bidang kesehatan ini (16/12/17). Alumnus Universitas Indonesia yang dilantik sebagai Ketua Stikes Muhammadiyah Pekajangan tahun 2017-2021 pada 3 Agustus 2017 ini memaparkan apa saja yang telah dilakukan untuk mengembangkan kampusnya. Bagaimana pengembangan SDM-nya, khususnya dosen? Kami sudah memiliki dua dosen yang bergelar doktor, saya sendiri dan satu dosen lagi. Dua dosen lain akan berangkat S-3. Mereka sudah lolos seleksi di National Cheng Kung University Taiwan dan National Taipei University Taiwan. Dua dosen lainnya lagi sedang dalam proses pembuatan proposal disertasi untuk mendaftar kuliah S-3 di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Apakah Stikes Muhammadiyah Pekajangan sering melakukan kerja sama dengan PTM atau PTS atau PTN lain? Dengan PTM lain, kami biasa bekerja sama, sering ya. Di bidang farmasi dalam pengadaan sarana laboratorium, pelatihan penulisan artikel ilmiah dan praktik mahasiswa farmasi, kami biasa bekerja sama dengan UAD dan UM Surakarta. Terkait kegiatan penelitian dan presentasi hasilnya, kami biasa di Urecol (University Research Colloquium) bareng PTM lain. Di bidang kebidanan, kami kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Undip sejak dulu, berkaitan dengan pengajar dan bahan untuk praktik serta alatalat anatomi. Kami aktif di kegiatan-kegiatan AIPNEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Muhammadiyah ‘Aisyiyah Seluruh Indonesia) dan AIPNI (Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia). Di PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) terkait dengan uji kompetensi, ada beberapa dosen kami yang aktif dalam pembuatan soal dan menjadi tim penguji. Ada juga dosen kami yang jadi pengawas uji kompetensi di Sorong kemarin.


Dr. Nur Izzah Priyogo, S.Kp., M.Kes.: Deklarasi Merger untuk Jadi Universitas

Ir. Eko Muh. Widodo, M.T

Ketua Stikes Muhammadiyah Pekajangan Dr. Nur Izzah Priyogo, S.Kp., M.Kes.:

Deklarasi Merger untuk Jadi Universitas Kalau kerja sama dengan rumah sakit-rumah sakit Muhammadiyah khususnya? Kalau dengan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Pekajangan, kami biasa sering share, misalnya ketika rumah sakit itu akan melakukan akreditasi. Kami diminta untuk ikut membantu persiapannya. Terus dengan Rumah Sakit Islam Kendal, RSUD Pekalongan, RSUD Batang dan RSUD Pemalang, kami sering diminta untuk memberikan pelatihan-pelatihan. Misalnya, pelatihan komunikasi efektif untuk karyawan kemarin di RSI Kendal dan juga pelatihan kepemimpinan manajer keperawatan di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Kami sering mengadakan itu. Ini pengembangan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) yang bergerak. Bagaimana penelitian dosen dan pengabdian kepada masyarakat? Kami mensyaratkan setiap dosen untuk menulis satu proposal penelitian setiap semester. Untuk pengabdian kepada masyarakat, kami biasa bareng

dengan Pimpinan ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah guna membangkitkan kegiatan-kegiatan utamanya di ranting dan di cabang. Apakah ada persaingan dengan dua PTM lain di Pekalongan? Politeknik mahasiswanya agak kurang. Karena berada di satu kabupaten, jadi kita ajak bareng. Satunya STIE Muhammadiyah Pekalongan. Kayaknya tidak ada persaingan dengan mereka, karena beda bidang. Mereka di bidang ekonomi, kami di bidang kesehatan. Bagaimana pengembangan institusi ke depan? Dua minggu yang lalu, kami bertiga, yakni Stikes Muhammadiyah Pekajangan, Politeknik Muhammadiyah Pekalongan dan STIE Muhammadiyah Pekalongan, sepakat mendeklarasikan merger untuk menjadi universitas. Sudah ada penandatanganan deklarasinya. Ini akan ditindaklanjuti. Mudah-mudahan tahun depan atau berikutnya sudah bisa.[] AP Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM 17


Profil PTM

Fakultas Kedokteran UM Palembang

Langkah Akseleratif

Gedung Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Dok. um-palembang.ac.id

T

idak banyak Fakultas Kedokteran di tanah air yang “bernasib” baik seperti FK UM Palembang. Melalui perjuangan berliku, pada April 2008, izin FK UM Palembang diperoleh. Pada tahun itu juga, dimulai penerimaan mahasiswa baru. Pada 2013, dilakukan akreditasi pertama kali, dan prodi Pendidikan Dokter FK UM Palembang memperoleh peringkat “B” dari BAN-PT. Umumnya, akreditasi pertama kali suatu prodi mendapatkan “C”, terlebih untuk prodi bidang kesehatan. Pasalnya, banyak standar borang belum terpenuhi. Namun, prodi Pendidikan Dokter FK UM Palembang bisa langsung “B”. Pada tahun 2013, FK UM Palembang berkembang menjadi dua prodi, yaitu Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter. Reakreditasi dilakukan pada 2017 kali ini di LAM-PTKes. “Hasilnya, keduanya, baik untuk pendidikan maupun profesi dokter, dapat

18 Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018

nilai “B” dengan skor yang semakin meningkat, “B” gemuk,” kata Dr. Yanti Rosita, M.Kes. yang menjabat Dekan FK sejak 2017, dan sebelumnya sebagai Wakil Dekan I. Dr. Yanti melanjutkan kepemimpinan Prof. Dr. Kiagus M. Arsyad yang menjadi dekan pertama dan meletakkan landasan dasar FK UM Palembang serta Dr. Ali Muchtar dekan kedua FK UMP, yang hanya sekitar setahun menjadi dekan karena kesehatannya menurun. Memang untuk mencapai peringkat “A” masih cukup susah bagi PTS di tanah air. Di antara FK dan FKG yang dimiliki PTM, baru FKIK UMY prodi Profesi Dokter yang beroleh peringkat “A”. Lainnya hampir semuanya “B”, dan “C” untuk FK yang baru. Sejalan dengan target yang ditetapkan oleh Majelis Diktilitbang, FK-FK PTM ini diharapkan memperoleh nilai “A” semua saat reakreditasi.


Fakultas Kedokteran UM Palembang Langkah Akseleratif

Rektor UM Palembang Dr. Abid Djazuli juga bertekad untuk mendapatkan peringkat “A”. “Masalah utama kita adalah SDM. Baru satu orang doktor dan belum ada lektor kepala, apalagi guru besar tetap. Oleh karena itu, kita terus mendorong untuk S-3 dan naik pangkat bagi dosennya," ujarnya. Dari sisi output, menurut Dr. Abid, produktivitas FK UM Palembang cukup tinggi. Sampai saat ini, sudah meluluskan 184 orang dokter. "Lulusannya cukup kompetitif dan sudah bertebaran ke mana-mana, termasuk bekerja di BUMN besar," ujar rektor UM Palembang ini. Mutu Agar output-nya berdaya saing dan uji kompetensinya lulus dengan persentase tinggi, FK UMP terus menjaga dan meningkatkan mutunya. Ini sudah dilakukan sejak seleksi mahasiswa baru. Walaupun peminat masuk FK UM Palembang berlimpah, jumlah mahasiswa yang diterima sangat terbatas. Kuotanya setiap tahun sebanyak 120 orang mahasiswa, namun rata-rata setiap tahun hanya menerima 90 mahasiswa. “Ini untuk menjaga mutu dan proses ­ pembelajaran supaya tetap terkendali dan baik,” kata Dr. Yanti Rosita. Untuk itu, dalam seleksi, hanya yang memenuhi batas passing grade tertinggi yang bisa masuk FK. Ini juga terkait supaya tidak banyak mahasiswa yang drop out. “Ujian kompetensi kita pernah 100%. Namun, secara rata-rata, jumlah yang lulus uji kompetensi 83%. Sebagian lulus tanpa harus mengulang," ujarnya. Saat ini, jumlah mahasiswanya tercatat 288 orang pada prodi Pendidikan Dokter dan sebanyak 225 orang pada prodi Profesi Dokter. Kepesatan FK UM Palembang ini memang berkat kerja sama yang saling mendukung bukan saja di lingkungan universitasnya, namun juga dengan PWM dan BPH-nya. Semuanya sepakat dan saling mendukung menjadikannya sebagai FK PTS terbaik di Sumatera bagian selatan. Berbagai sarana prasarana utama yang mendukung pengembangan FK terus disiapkan. Gedung dengan ruang kuliah dan tutorial yang seluruhnya ber-AC, serta dilengkapi dengan LCD projector, sound system, video player, dan white board serta perpustakaan, sudah dimiliki. Laboratorium Al-Islam, laboratorium Mikroskopis, laboratorium Biomedik A & B, laboratorium Latihan Keterampilan Klinik, laboratorium Anatomi, laboratorium Multimedia, laboratorium Kimia dan Animal House juga sudah dimiliki dan terus ditingkatkan. Fasilitas penunjang seperti Klinik Dokter Keluarga, lapangan

Dekan FK UM Palembang Dr. Yanti Rosita

olahraga, mushola, ruang baca mahasiswa, CD interaktif, dan hospot di setiap gedung kampus pun telah tersedia. “Ke depannya, berbagai sarana prasarana dan fasilitas-fasilitas tersebut akan terus ditingkatkan, sehingga proses belajar mengajar dan layanan dari FK terus meningkat,” kata Rektor Dr. Abid Djazuli. Kerja sama juga dilakukan dengan beberapa rumah Sakit, dan terus ditingkatkan fasilitasnya. Ada belasan rumah sakit dan klinik yang menjadi mitra untuk praktiknya. Klinik Dokter Keluarga (KDK), dengan gedung yang baru di atas lahan 2.200 meter persegi juga sudah diresmikan dan dioperasikan jelang akhir tahun lalu. KDK ini sesuai dengan visi FK UM Palembang yang bukan saja ingin menjadi FK yang unggul, namun juga bisa memberikan layanan luas bagi masyarakat. Sebagaimana tersurat dalam visi FK UM Palembang “.... peduli terhadap tuntutan pelayanan kesehatan sesuai dengan perkembangan zaman, menjunjung tinggi etika profesional yang berwawasan kebangsaan dan kebersamaan pada tahun 2017 dan menuju standar internasional pada tahun 2022”. Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM 19


Profil PTM

L Praktik cek kesehatan gigi Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Palembang

Masalah utama yang dihadapi memang sumber daya manusia. Saat ini, jumlah dosen yang dimiliki relatif baru memenuhi syarat minimal saja. Untungnya, SDM ini juga didukung oleh banyak praktisi dokter yang ada di Palembang untuk ikut membantu, di samping juga dari FK Pembina, FK Universitas Sriwijaya. Namun, upaya penambahan terus dilakukan. “Namun tidak mudah, karena jumlah calon dosen yang memenuhi syarat sangat terbatas. Kuota calon dosen yang dibutuhkan tidak pernah terpenuhi,” ujar Dr Yanti Rosita. Tidak hanya kuantitas yang masih masalah. Kualitas dosen tetap pun masih terbatas, jika dilihat dari jenjang pendidikan akademik dan jabatan fungsionalnya. Masih terbatas yang berpendidikan doktor dan lektor kepala, apalagi guru besar. Untuk mendukung percepatan pengembangan FK ini, menurut Dr Yanti, mereka juga melakukan dan merintis kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di manca negara, seperti Malaysia, Korea, Jerman, Jepang, dan sebagainya. Beberapa waktu lalu, FK UM Palembang merintis kerja sama dengan International University of Health and Welfare dan Jichi Medical University di Jepang. “MOU juga sudah dilakukan dan diimplementasikan antara lain dengan International Islamic University Malaysia, Universitas Kebangsaan Malaysia, National Dong Hwa University Taiwan, Kyungdong University Korea , dan lain-lain,” ujar Dr. Yanti Rosita. Perkembangan cepat ke depan tentu diharapkan dari FK UM Palembang agar menjadi PTS pertama yang FK-nya terkareditasi “A” di luar Jawa, atau paling tidak di pulau Sumatera. “Saya harapkan FK UM Palembang bisa unggul di Sumatera," kata Koordinator Kopertis Wilayah II Prof. Slamet Widodo saat menyambut dokter baru UM Palembang baru-baru ini.[] ESH

20 Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018

elaki kelahiran Padang, Sumatera Barat ini hidup di tengah keluarga yang memiliki kecintaan pada ilmu dan dunia akademis. Edmi panggilannya. Dokter Rizki Edmi Edison., Ph.D. lahir dari sepasang profesor. Ayahnya, Edison Munaf (almarhum) adalah ahli kimia. Beliau Guru Besar bidang kimia dan pernah menjadi Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas (Unand). Edison juga menjadi Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Republik Indonesia di KBRI Tokyo, Jepang, sejak 7 Januari 2008 hingga Desember 2011. Ibundanya, Rahmania Zein, adalah dosen dan pakar ilmu kimia. Rahmania merupakan penemu teknik kromatografi tercepat di dunia. Penemuannya dilakukan pada 1988 di bawah bimbingan Profesor Toyohide Takeuchi di Universitas Gipu, Jepang. Ditakdirkan lahir dari pasangan ilmuwan, Edmi tumbuh sebagai sosok yang juga haus akan ilmu. Mengawali kariernya di dunia akademik, Edmi studi di Fakultas Kedokteran Unand pada 2003-2008. Profesi dokter berhasil diraih pada 2010. Tak henti menimba ilmu, Edmi melanjutkan petualangan belajarnya di JICHI Medical University, Jepang pada 2010-2014 dengan konsentrasi pendidikan doktoral bidang bedah saraf pencitraan otak. Atas kepintarannya, Edmi diamanahi sebagai Asisten Riset Departemen Bedah Saraf JICHI Medical University pada 2011-2013. Kemudian pada 2014, dr. Edmi kembali ke tanah air dan mulai mengabdikan ilmunya. Pada Maret 2014, dia menjabat sebagai Kepala Laboratorium Neurosains CTECH Labs Edwar Technology, yakni klinik terapi kanker yang terletak di Alam Sutera, Tangerang Selatan. Lalu pada 2015 hingga sekarang, ia menakhodai Pusat Neurosains Universitas Prof. Dr. HAMKA (PN UHAMKA) Jakarta. Di bawah pimpinan Edmi, PN UHAMKA mengalami perkembangan yang luar biasa, sehingga UHAMKA digadang-gadang sebagai pionir pendidikan berbasis neurosains. Memang, pusat neurosains di Indonesia yang saat ini memiliki fasilitas lengkap hanyalah PN UHAMKA. Edmi fokus pada neurosains terapan, yakni neurosains yang bisa diterapkan di berbagai bidang, misalnya pendidikan, pemasaran dan kepemimpinan. Lantaran sudah teruji keberhasilan dan kualitasnya, PN UHAMKA diminati oleh berbagai pihak untuk menjadi mitra kerja sama. Berkat peran Edmi, PN UHAMKA menjadi mitra kerja bareng Bank In-


Profil dosen

Dr. Reni Mulyani, M.Si.

Direktur Pusat Neurosains UHAMKA dr. Rizki Edmi Edison., Ph.D. memberikan paparan saat seminar pendidikan di UHAMKA, Jakarta, Sabtu 10-09-2016. Dok. www.republika.co.id

dr. Rizki Edmi Edison., Ph.D.

Dalami Neurosains Harumkan Muhammadiyah donesia Institute (BINS) dalam penelitian tentang kepemimpinan, yakni meneliti apa yang terjadi di dalam otak pemimpin dan orang-orang yang dipimpin ketika merespons stimulus yang diberikan kepada mereka. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak juga menggandeng PN UHAMKA untuk meneliti adiksi pada anak terhadap konten pornografi. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pun melakukan kerja bareng dengan PN UHAMKA untuk meneliti apa yang terjadi pada otak manusia ketika melakukan aerobik dan kegiatan olahraga rutin lainnya. Sebagai Direktur PN UHAMKA, Edmi terus melakukan terobosan agar PN UHAMKA terus berkembang. Kini, Edmi mulai merancang teknologi ilmiah human interest, yakni mengetahui di mana fokus mata ketika melihat obyek tertentu. Dia akan

"

Kebanyakan guru tidak paham soal ini. Mereka bicara di depan kelas bisa lebih dari 50 menit, padahal kemampuan siswa mendengar rata-rata hanya 20 menit," Strategi Pembelajaran Berbasis Neurosains - dr Rizki Edmi Edison PhD.

­ engembangkan 3D Printing, yaitu sebuah sistem m yang mampu membuat miniatur otak. Edmi berharap PN UHAMKA ini membantu upaya untuk mencerdaskan masyarakat melalui penelitian tentang kerja otak. Edmi berperan penting dalam mengembangkan PN UHAMKA dalam meneliti dan mengkaji serius hal-ihwal aktivitas otak. Kelebihan dalam bidang neurosains ini bisa menjadi nilai tambah bagi UHAMKA dan mengharumkan Persyarikatan Muhammadiyah. [] Nisa Pujiana

Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM 21


Kinerja

Dr. Chairil Anwar dan dosen-dosen PTM penerima beasiswa S-2 dan S-3.

Silaturahmi Dosen PTM Peraih Beasiswa

PTM Tempat Mengajar & Mengabdi

P

ara dosen PTM peraih beasiswa S-2 dan S-3 mengadakan pertemuan di Aula Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (22/11/17). Acara yang dihadiri oleh 36 orang ini menjadi ajang silaturahmi dan koordinasi untuk menyamakan visi agar para dosen PTM ini bisa melaksanakan tugasnya sesuai dengan tujuan Muhammadiyah. Dosen-dosen PTM ini melakukan studi S-2 dan S-3 di Universitas Gadjah Mada (UGM) 22 orang, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 6 orang, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) 1 orang, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) 2 orang, Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung 2 orang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) 1 orang dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) 2 orang. mereka berasal dari UM Cirebon, UM Mataram, UM Bandung, UMY, UM Pontianak, UM Bengkulu, UM Ponorogo, UM Surakarta, UM Palembang, UM Maluku Utara, UM Purwokerto, UM Bandung dan UAD. Hadir dalam silaturahmi itu, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Dr. H. Chairil Anwar. Chairil menuturkan, salah satu hal penting dalam pe-

22 Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018

ningkatan akreditasi suatu institusi maupun program studi adalah dosen. “Untuk mendapatkan akreditasi, satu prodi di perguruan tinggi itu minimal harus memiliki 6 dosen dengan tingkat pendidikan minimal S-2. Ini adalah suatu keharusan setelah ditetapkannya Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. UU itu meminta agar semua perguruan tinggi harus terakreditasi oleh institusi,� ujar Chairil. Chairil mengatakan, para dosen PTM harus menanamkan cita-cita untuk membesarkan PTM. Para dosen harus paham bahwa PTM bukan hanya tempat mengajar, namun juga merupakan bagian dari pengabdian dakwah Muhammadiyah di tataran pendidikan tinggi. “Kita ini, PTM sebagai amal usaha Muhammadiyah bisa tumbuh karena hanya ada sedikit konflik. Peningkatan kinerja dan koordinasi antara pimpinan dan pengurus PTM selalu dilakukan. Oleh karena itu, Anda semua sebagai dosen PTM harus memahami potret itu, juga memahami keadaan Majelis Diktilitbang sebagai tangan Muhammadiyah yang fokus pada per-


guruan tinggi, mari bekerja sama,” tuturnya. Di hadapan para dosen itu, Chairil berharap agar para dosen ikut serta berjuang untuk mengejar akreditasi institusi dan program studi. Chairil juga menghimbau agar para dosen PTM mulai meningkatkan kebiasaan meneliti dan menulis sebagai bentuk dari gerakan publikasi. Menurut Chairil, hal tersebut adalah bagian dari pengembangan SDM yang akan berdampak pada

perkembangan PTM. “Membangun PTM adalah kewajiban dan tugas bersama. Walaupun misalnya, PTM tempat Anda mengajar sudah mendapatkan akreditasi yang baik, bukan berarti lepas kepedulian dan tanggung jawab terhadap PTM lain yang masih tumbuh. Harus saling membantu dan mendukung,” tegas Chairil.[] Nisa Pujiana

Pimpinan PTM

Kunjungi Tujuh PT di Taiwan Sebanyak 24 pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah, disertai tiga pimpinan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, diundang oleh Kementerian Pendidikan Taiwan untuk merintis kerja sama dengan PT Taiwan. Acara ini diharapkan akan mendorong percepatan internasionalisasi PTM supaya siap Kunjungan 24 pimpinan PTM dan tiga pimpinan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah ke Taiwan. bersaing dengan PT asing, termasuk lulusannya. “Kami berharap dari kunjungan ini ada kelanjutan ditandatangani MOU antara Majelis Diktilitbang PPM dalam bentuk pertukaran dosen dan mahasiswa, kerja dan Kementerian Pendidikan Taiwan di Taipei. sama riset, termasuk pengiriman dosen untuk belajar Dalam kesempatan itu, PT yang dikunjungi juga pada program tertentu. Misalnya, Ph.D. program unmenawarkan beasiswa bagi dosen PTM. “Misalnya, metuk keperawatan di sini, yang di Indonesia masih sareka menawarkan tadi untuk memberikan pembebasan ngat kangka,” kata Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. tuition fee kepada dosen PTM yang akan mengambil dalam sambutan di Universitas Huangkuang, Kamis Ph.D. keperawatan,” ujar Prof. Edy Suandi Hamid. (7/12/17). Delegasi PTM ini diterima Rektor UniversiDengan 173 PTM yang dimiliki dan persaingan yas Huangkuang Dr. Yueh Guay Huang. Sebelumnya, ketat PT, menurut Lincolin, PTM harus progresif dan delegasi mengunjungi Yuanpei of Medical Technology berpikir jauh ke depan. “Kita perbanyak kerja sama inUniversity, dan diterima rektornya, Chih Cheng Ling. ternasional untuk meningkatkan daya saing. Namun, Kunjungan dengan dukungan penuh dari kemenkita tetap selektif memilih mitra di luar negeri," ujar terian pendidikan Taiwan ini didampingi juga pimpinProf. Lincolin Arsyad. an Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Pof. Dr. Dikemukakan, pada era disruptive technology ini, Edy Suandi Hamid, M.Ec. dan Muhammad Sayuti, saling belajar untuk berinovasi menjadi keniscayaan. M.Pd., M.Ed., Ph.D. “Dengan banyak berinteraksi secara akademik dengan Menurut agenda yang dijadwalkan, delegasi PTM perguruan tinggi manca negara yang sudah mempuselama lima hari akan mengunjungi juga Asia Univernyai tradisi akademik lebih maju, kita mengejar ketersity, Da Yeh University, Cheng Kung University, Natitinggalan selama ini," kata Prof. Lincolin.[] ESH onal Taipei University of Nursing and Health Science, dan Sochow University. Pada akhir kunjungan, akan Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM 23


Kinerja

Kunjungan Pimpinan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah ke PCIM/A Taiwan. Dari kanan ke kiri, Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. dan Prof. Dr. Suyatno, M.Pd.

Kunjungan ke PCIM/A Taiwan

M

uhammadiyah sangat berkepentingan pada Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PCIM/PCIA) yang ada di luar negeri. Ini merupakan amanat Muktamar Muhammadiya Makassar tentang internasionalisasi Muhammadiyah, termasuk perguruan tingginya. Oleh karena itu, semua warga Muhammadiyah di mana pun berada, apa pun profesinya, perlu mendukung gerakan dakwah Muhammadiyah. Demikian dikemukakan, Prof. Dr. Suyatno, M.Pd., Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam pertemuannya dengan PCIM/PCIA Taiwan di Masjid Agung (Grand Mosque) Taipei, Minggu (10/12/17). Pertemuan dihadiri oleh puluhan warga Muhammadiyah di Taiwan dan delegasi Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Dikemukakan, saat ini sudah banyak cabang istimewa Muhammadiyah di berbagai negara, seperti Australia, Inggris, Mesir, dan sebagainya. Jumahnya sudah 32 cabang istimewa. “Bahkan, kita sudah merintis amal usaha di luar negeri. Kita punya PAUD di Mesir. Kita juga sedang proses membeli 10 hektar lahan di Melbourne untuk membangun sekolah di sana,” ujar Prof Suyatno yang juga Ketua Forum Rektor Indonesia, sembari menegaskan tentang akselerasi internasionalisasi Muhammadiyah. 24 Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018

Dalam kesempatan sama, PCIM/A Taiwan yang diwakili Ahmad Syauqi menyampaikan beragam program dari PCIM/A Taiwan, seperti kelas Iqra dan AlQur’an bagi warga Indonesia di Taiwan, clinic all in one, pelatihan bagi buruh migran Indonesia untuk kewirausahaan dan jurnalistik, Radio Surya Formosa dan sebagainya. "Kami minggu depan akan meluncurkan Pusat Kegiatan Belajar Muhammadiyah (PKBM) dan terus meningkatkan amal usaha Muhammdiyah di Taiwan. Ada ribuan mahasiswa Indonesia di sini, dan ratusan ribu buruh migran Inonesia,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. menyatakan harapannya agar para warga Muhammadiyah di Taiwan, khususnya yang sedang menempuh pendidikan di Taiwan, dapat mendukung pemgembangan sumber daya manusia (SDM) di PTM. "Silakan yang belum punya home base bisa kembali dan mengajar di PTM," ujar Prof. Lincolin. Dalam kesempatan itu, secata spontan diserahkan sumbangan Rp 10 juta kepada PCIM/A Taiwan. Penyerahan dilakukan oleh Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. didampingi Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dan Prof. Suyatno.[] ESH


M

ajelis Diktilitbang PP Muhammadiyah tengah menyusun rencana pembentukan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah (SBMPTM). Rencana ini melibatkan pihak-pihak internal PTM dan eksternal, yakni Bank Syariah Mandiri (BSM). Atas rencana tersebut, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengadakan pertemuan dengan BSM dalam rangka mendiskusikan SBMPTM di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Sabtu (16/12/17). Kegiatan ini diikuti oleh 27 pimpinan PTM, di antaranya UAD, UM Bengkulu, UM Gorontalo, UM Jakarta, UM Kaltim, UM Lampung, Wakil Bendahara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Ahmad Muttaqin, M.Ag., M.A., Ph.D. (paling kiri) dan tim BSM. UM Makassar, UM Malang, UM Maluku Utara, UM Mataram, UM MetSBMPTM: ro, UM Palangkaraya, UM Palembang, UM Palu, UM Pontianak, UHAMKA, UM Purwokerto, UM Riau, UM Semarang, UM Sidoarjo, UM Sumbar, UM ­sistem zonasi untuk menghindari ketimpangan minat Sumater Utara, UM Surabaya, UM Surakarta, UM antara PTM yang ada di Jawa dan dan di luar Jawa. Yogyakarta, STKIPM Sorong dan STKIPM Kotabumi. Menanggapi banyaknya masukan dari para rektor, Ahmad Muttaqin, M.Ag., M.A., Ph.D., Wakil BenProf. H. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. selaku Ketua dahara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah meMajelis Diktilitbang menyatakan kesimpulannya. Linngatakan, SBMPTM perlu direncanakan karena PTM colin memaparkan, untuk mematangkan rencana besar memiliki banyak peminat dan jumlahnya meningkat ini perlu diskusi yang matang dan lebih lanjut. setiap tahun. Alasan rencana kerja sama dengan BSM “Harus ada pertemuan lagi, minimal sekali. Hal ini adalah BSM dinilai mampu dan memiliki track record untuk mematangkan. Setelah itu kita akan tahu, akan yang bagus dalam SBMPTN. dibawa kemana rencana ini. Termasuk teknisnya, akan“Perundingan Majelis Diktilitbang tentang SBkah langsung membuka semua prodi atau satu dulu. MPTM yang direncanakan ini, khusus untuk Fakultas Semuanya harus kita pikirkan bersama, karena ini adaKedokteran. Hal ini karena peminatan FK mempunyai lah satu loncatan besar bagi PTM, mengingat PTS lain peluang kuat. Baru, jika prodi Kedokteran ini berhasil, belum memulai langkah seperti kita,” katanya. akan dibuat juga peminatan lainnya,” ucap Muttaqin. Terkait persiapannya, Prof. Lincolin mengatakan Muttaqin menambahkan, keuntungan dari SBMbahwa menyamakan visi 173 PTM bukanlah hal yang PTM ialah prospek input mahasiswa dari berbagai mamudah. Bagaimanapun, PTM memiliki dinamika macam wilayah, sehingga nantinya input yang dihasilkan sing-masing. Jika Muhammadiyah berani untuk mebisa mencakup nasional. Keuntungan lainnya adalah nampilkan semua PTM yang dimiliki melalui SBMPSBMPTM bisa dijadikan ajang mengenalkan PTM dan TM ini, maka perlu dipertimbangkan juga kualitas mamengangkat nama Muhammadiyah itu sendiri. sing-masingnya, apakah marketable dan diminati, atau Di tengah berlangsungnya diskusi, banyak masebaliknya. sukan dari PTM terkait rencana SBMPTM. Pimpinan“Memang rencana ini merupakan motivasi yang pimpinan PTM menyatakan kesepakatan disertai saran. baik. Namun, ada banyak catatan untuk kita. Sehingga, Beberapa pihak mengusulkan agar SBMPTM dibuka perlu diskusi lanjut yang lebih rinci, menentukan PTM untuk semua jurusan, tidak dibatasi untuk kedokteran mana yang akan ikut serta. Sejalan dengan itu, evaluasi saja. Sebab, SBMPTM secara tidak langsung merupauntuk tiap PTM juga harus tetap dilakukan. Sehingga, kan upaya untuk mengangkat semua PTM, tidak unkalau 2019 nanti SBMPTM akan diterapkan, kita sudah tuk satu PTM semata. Usulan lainnya adalah dibentuk siap seratus persen,” tutupnya.[] Nisa Pujiana

Mengangkat Semua PTM

Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM 25


Kinerja Prof. Lincolin melanjutkan, maksud dan tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah menyamakan dan mencari titik temu pokok-pokok pikiran fundamental pada model pengembangan kampus Islami, merumuskan model dan bentuk nilai-nilai Islam dalam pengembangan kampus Islami dan menyiapkan konsep yang berisi sistem model pengembangan kampus Islami. “Dalam pelaksanaannya, memang beberapa PTM sudah menerapkan konsep kampus Islami dengan bentuk beragam, model dan mekanisme variatif. Namun, terlepas dari kelebihan dan kekurangan masing-masing PTM, tetap harus dilakukan perbaikan dan pengembangan PTM agar selalu dalam koridor Islami sebagaimana karakter Muhammadiyah,” tambahnya. Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. (kiri) dan Rektor UMY Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P. dalam acara pembukaan Terkait strategi penyelenggaraan kamWorkshop Pengembangan Kampus Islami PTMA. pus Islami ini, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah akan menyampaikan kebijakWorkshop Pengembangan Kampus Islami PTMA an standar pendidikan Muhammadiyah dan melakukan survei kepada pimpinan, dosen, karyawan dan mahasiswa PTM mengenai keinginan dan kebutuhan untuk mengembangkan kampus Islami. Kemudian, Taufiqur Rahman, S.I.P., M.A., Ph.D., anggota Majelis Pendidikan Kader (MPK) ajelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menggelar PP Muhammadiyah, yang menjadi narasumber dalam “Workshop Pengembangan Kampus Islami Peracara ini menyampaikan, tekad PTM dalam mengupayaguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah” di Hotel kan lahirnya kampus Islami merupakan bagian dari citaLynn Yogyakarta, Ahad (17/12/17). Kegiatan ini terlakcita Muhammadiyah dalam rangka menciptakan khairu sana atas kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah ummah. Menurut Taufiq, khairu ummah menjadi suatu Yogyakarta (UMY). Delapan puluh peserta hadir pada inspirasi untuk mendorong terbentuknya kampus Islami. kegiatan ini, di antaranya para Pimpinan Majelis Diktilit“Pernyataan tentang kampus Islami sudah ada di bang, Majelis Tarjih dan Tajdid, Majelis Tabligh, Majelis dalam tanfidz Muktamar 2010, yakni tentang pendidikan Pendidikan Kader, 50 perwakilan PTM dan dosen-dosen Muhammadiyah. Di sana dikatakan bahwa pendidikan UMY. Muhammadiyah adalah pendidikan Islam modern yang Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah diintegrasikan untuk mencetak generasi khairu ummah. Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. mengatakan, tuPendidikan Muhammadiyah juga merupakan pendidikgas PTM sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) an yang holistik dan mencerahkan,” ujarnya. harus turut serta menjadi bagian dari gerakan Islam amar Perihal pembentukan kampus Islami ini, Taufiq ma’ruf nahi munkar. Hal tersebut guna mewujudkan primengatakan bahwa prosesnya tidak terlepas dari membadi Islam yang sebenar-benarnya, sebagaimana maksud bangun perilaku sosial profetik dan proses humanisasi. dan tujuan Muhammadiyah. Idealnya, PTM mampu menjadi tempat untuk mendidik “Oleh karena itu, dalam menyelenggarakan penkader paripurna Muhammadiyah. didikan tinggi, PTM tidak hanya berfungsi sebagai in“Setelah ini, harapan dan targetnya ialah menumstitusi akademik, melainkan juga institusi kepanjangan buhkan kesamaan persepsi para pengelola PTM dalam tangan dakwah Muhammadiyah. Terutama dakwah kemenyelenggarakan kampus Islami dan menghasilkan pada sivitas akademika yang terdiri dari dosen, karyarumusan model dan bentuk kampus Islami,” tutupnya. wan, mahasiswa dan masyarakat sekitar,” ungkapnya saat [] Nisa Pujiana menyampaikan sambutan pada pembukaan acara.

Merumuskan Model Kampus Islami

M

26 Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018


M

ajelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengadakan “Leadership Training Pimpinan PTM” angkatan satu dengan tema “Strategi Perubahan Menghadapi Era Disrupsi” di Hotel Jayakarta, Yogyakarta pada 22-28 Januari 2018. Pelatihan ini diikuti oleh 44 orang pimpinan PTM (rektor, ketua, direktur, wakil rektor, wakil ketua dan wakil direktur). Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D., Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, dalam sambutannya pada acara pembukaan, menyampaikan bahwa leadership training menjadi salah satu kebutuhan pokok untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Sebab, saat ini dinamika perguruan tinggi semakin menantang dan menuntut para pimpinannya untuk bergerak maju. Apalagi, diberitakan bahwa tahun ini, setidaknya lima perguruan tinggi asing akan beroperasi di Indonesia. “Selain menjadi tonggak untuk perbaikan-perbaikan program di Majelis Diktilitbang, kegiatan training ini merupakan langkah awal menciptakan pemimpin yang visioner, inovatif serta fleksibel untuk kemajuan perguruan tinggi Muhammadiyah. Datangnya perguruan tinggi asing itu jangan dijadikan momok, justru harus menjadi motivasi bagi kita. Pemerintah memberitahu bahwa PT asing yang ingin beroperasi di Indonesia harus mau berkolaborasi dengan PTS. Ini kesempatan kita,” papar Lincolin. Hadir sebagai keynote speaker pada kegiatan itu, Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Beliau mengatakan, training ini menjadi salah satu usaha strategis untuk kemajuan Persyarikatan dalam bidang pendidikan. Haedar menambahkan, PTM harus menjadi pusat keunggulan yang berdasar pada Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Ketika menjadi pusat keunggulan, itu berarti institusi PTM telah menjadi pilar strategis untuk membangun khairu ummah. “Kita PTM punya tugas mulia, yakni bagaimana memposisikan PTM sesuai dengan aturan pemerintah. Namun, di sisi lain, tetap meletakkan PTM dalam visi membangun umat yang berperadaban tinggi dengan AIK sebagai pedomannya. Kita ini jangan pernah punya pikiran bahwa kampus yang Islami akan kekurangan minat masyarakat, justru adanya AIK ini tetap dan selalu relevan untuk menyeimbangkan antara ilmu de-

Pimpinan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan para peserta Leadership Training Pimpinan PTM pada acara pembukaan (22/12/18).

Leadership Training Pimpinan PTM

Harus Bergerak Maju ngan penanaman akhlak yang akan diterima oleh para mahasiswa,” tegas Haedar. Haedar menilai, AIK dalam penerapannya akan selalu relevan. Hal itu dikarenakan AIK hadir sebagai solusi alternatif di tengah hiruk-pikuk krisis moral. PTM harus memberikan ilmu yang menjadikan mahasiswa unggul dan juga berakhlak mulia. “Banyak perguruan tinggi yang menghasilkan sosok unggul dalam ilmu dan humanisme tapi memiliki banyak kekurangan dari segi ilahiyah. Banyak nilai yang tercerai, dekadensi dan krisis moral. Itu terlihat di Barat dan kita tidak boleh meniru dan harus membentengi generasi-generasi muda kita. Hal itu yang membuat kita harus menguatkan karakter AIK, bukan hanya dalam kurikulum, tapi juga dalam kultur,” papar Haedar. Di akhir paparannya, Haedar menghimbau agar PTM yang sudah berhasil, jangan terlalu lama merasa nyaman di zona nyaman. Sebab, hal tersebut tidak akan menimbulkan keunggulan dan kebaruan yang baik. “Kuncinya ada di pimpinan PTM. Pimpinan harus bergerak terus untuk melahirkan kemajuan. Pimpinan juga harus bisa memobilisasi potensi, bisa mengagendakan perubahan dan memproyeksikan masa depan,” pesannya.[] Nisa Pujiana

Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM 27


Kinerja

Foto bersama Pimpinan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, PCM Pekajangan, PDM Kabupaten Pekalongan, PDM Kota Pekalongan, para pimpinan Stikes, STIE dan Politeknik Pekalongan.

Majelis Dukung Pendirian UM Pekolangan

M

ajelis Diktilitbang PP Muhammadiyah memberikan pembinaan dan pengarahan dalam rangka pendirian Universitas Muhammadiyah di Pekalongan di Hotel Namira, Pekalongan, Rabu (3/1/18). Ketua Majelis Diktilitbang Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. mengatakan, peningkatan kualitas perguruan tinggi merupakan hal yang sangat penting mengingat kita sudah berada pada era globalisasi. Era globalisasi ini memungkinkan persaingan bebas dalam segala sektor, termasuk sektor pendidikan, di seluruh dunia. Karena itu, lanjut Prof. Lincolin, penyatuan beberapa perguruan tinggi menjadi isu yang strategis dalam rangka penguatan perguruan tinggi Muhammadiyah. Saat ini, jumlah PTM sebanyak 173, dan baru lima PTM yang terkreditasi institusi “A”. Untuk itu, ketika ada beberapa perguruan tinggi akan bersatu, Majelis Diktilitbang sangat mendukung. Majelis Diktilitbang juga sudah memetakan PTM-PTM yang akan merger, salah satunya PTM-PTM di Pekalongan. “Hari ini adalah momen bersejarah ketika tiga PTM, yakni Stikes Pekajangan, STIE Pekalongan dan Politeknik Politeknik, mau bergabung menjadi universitas. Faktor terpenting dalam penyatuan PTM adalah keikhlasan dari penyelenggara masing masing PTM untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu Persyarika-

28 Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018

tan Muhammadiyah,” tandas Prof. Lincolin yang didampingi oleh Wakil Sekretaris dan Wakil Bendahara Majelis Diktilitbang Dr. Muhammad Samsudin, M.Pd. dan Ahmad Muttaqin, M.Ag., M.A., Ph.D. Sementara itu, Wakil Ketua Tim Pendiri, Mokhamad Arifin, M.Kep. menuturkan, selain enam prodi S-1 yang sudah ada saat ini, direncanakan akan ditambah dengan prodi-prodi S-1 alternatif, seperti Sistem Informatika, Teknik Mesin, Pendidikan Olahraga, Hukum, dan Kebidanan. Tentu saja, semuanya masih akan dikaji lagi agar bisa menenuhi syarat minimal sepuluh prodi S-1 untuk mendirikan sebuah universitas. Enam program studi S-1 yang sudah ada adalah Keperawatan, Farmasi, Fisioterapi, Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Islam. “Kami mengharapkan kerja sama dan dukungan semua pihak agar impian atau harapan dari para penyelenggara Stikes, STIE dan Politeknik akan adanya Universitas Muhammadiyah di Pekalongan segera terwujud,” pungkas Mokhamad Arifin. Acara ini dihadiri juga oleh PWM Jawa Tengah Prof. Masrukhi, PCM Pekajangan, PDM Kabupaten, PDM Kota Pekalongan, BPH dan para pimpinan Stikes, Politeknik dan STIE Muhammadiyah.[] AGP


M

ajelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menggelar “Rapat Koordinasi Pengelolaan Ma’had Kerja Sama Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah” di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Sabtu (16/12/17). Kegiatan ini diikuti oleh 17 perwakilan PTM yang memiliki Ma’had. Prof. Dr. H. Sudarnoto Abdul Hakim, M.A., Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyampaikan, kerja sama antara Majelis Diktilitbang dan AMCF ini bertujuan untuk mengembangkan program kajian keagamaan demi melahirkan kader-kader Muhammadiyah berbasis ulama, ahli dakwah dan Prof. Dr. H. Sudarnoto Abdul Hakim, M.A., Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyampaikan sambutan kerja sama dengan AMCF . Dok. muhammadiyah.or.id keagamaan. “Inilah yang menjadi salah satu pikiran dasar, karena Mu- Rapat Koordinasi Pengelolaan Ma’had Kerja Sama AMCF dengan PTM hammadiyah terus bergerak sebagai gerakan Islam yang tetap menjaga watak keislaman dalam rangka menggaungkan amar mana harus selalu ada inovasi demi kepentingan kualitas. kruf nahi munkar," ujar Dosen UIN Syarif Hidayatullah Termasuk koordinasi dalam kerja sama ini, kerja sama Jakarta ini. yang baik harus mampu saling memahami antara kedua Sebagai informasi, Pimpinan Pusat Muhammadiyah belah pihak, sehingga tidak tabrakan. Misalnya, walausudah menjalin kerja sama dengan Asia Muslim Charity pun Muhammadiyah bekerja sama dengan Ma’had yang Foundation (AMCF) selama 15 tahun. Sejak 2002, sudah kiblatnya condong ke salafiyah, harusnya tetap ada nilai banyak program AMCF yang dilaksanakan di Muhamma- Muhammadiyah yang kuat dalam pelaksaan di tiap-tiap diyah, antara lain program Pendidikan Bahasa Arab di 19 Ma’had,” tegas Marpuji Ali. Ma’had AMCF di Indonesia. Tujuh belas Ma’had AMCF Muhammadiyah merasa lega, karena ada beberapa di antaranya dikelola oleh PTM. Ma’had yang berhasil, misalnya Ma’had Al Birr di UM Dalam rapat koordinasi itu, Drs. H. Marpuji Ali, Makassar, Ma’had Umar bin Al-Khattab di UM SidoarM.Si., Bendahara PP Muhammadiyah berharap, rapat jo dan Ma’had Bilal Sorong di STKIP Muhammadiyah koordinasi ini bisa dioptimalkan untuk menyusun renca- Sorong. Mereka bisa dijadikan teladan untuk Ma’had lana dan merumuskan formulasi kebijakan-kebijakan stra- innya. tegis untuk pengembangan Ma’had ke depannya. Sementara itu, Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., “Kerja sama antara PP Muhammadiyah dan AMCF M.M., Rektor UM Makassar menceritakan, hadirnya ini sampai 2025 dan akan dilakukan perpanjangan jika hal Ma’had Al Birr di UM Makassar mampu mendorong tertersebut bisa disepakati oleh kedua belah pihak. Oleh ka- ciptanya suasana Islami yang sangat kental di Makassar. rena itu, sekarang kita harus bisa memaksimalkan waktu “Ada suasana Islami yang sangat kental. Hal itu teryang tersisa,” ungkapnya. lihat dari selalu membludaknya jamaah masjid kampus Dalam perkembangannya, Ma’had AMCF-PTM UM Makassar. Suasana ini dibanggakan oleh masyarakat tentu menghadapi tantangan dan rintangan. Namun, tan- sekitar, dan mampu menjadi bukti atas peran Muhamtangan dan rintangan ini selalu dijadikan bahan evaluasi madiyah dalam mencetak kader Islami,” ungkapnya saat demi menjadikan kualitas Ma’had secara lebih baik lagi. berbagi cerita pada sesi pemaparan best practice.[] Nisa “Kita tidak berhenti melakukan perbaikan, kare- Pujiana

Lahirkan Kader Berbasis Ulama

Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM 29


Kinerja kan lembaga yang unggul secara kualitas dan pelayanan, yang kami rancang dengan usulan nama Sekolah Premium. Majelis Diktilitbang siap membantu Majelis Dikdasmen," ujar Prof. Lincolin. Sementara itu, Prof. Dr. H. Baedhowi, M.Si., Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, mengatakan, dengan ditunjuknya beberapa PTM oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk ikut bekerja sama melakukan pembinaan secara sinergis, diharapkan hal ini mendorong peningkatan kualitas sekolah-sekolah Muhammadiyah supaya dapat meraih prestasi Prof. Dr. H. Baedhowi, M.Si., Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. dan Dr. Muhammad Samsudin, unggul, baik secara akademik M.Pd. (dari kiri ke kanan) dalam diskusi sekolah premium. maupun non-akademik. “Muhammadiyah melalui Dikdasmen berupaya untuk meningkatkan itu. Namun, upaya ini membutuhkan kerja sama, sehingga kami bergandengan dengan Majelis Diktilitbang. ajelis Diktilitbang PP Muhammadiyah bersama Dengan begitu, Muhammadiyah bisa makin mencerMajelis Dikdasmen PP Muhammadiyah melakudaskan dan bersaing dalam keunggulan,” ujar Prof. kan pembahasan pendirian sekolah premium di Islamic Baedhowi. Center Universitas Ahmad Dahlan, Sabtu (16/12/17). Terdapat dua pendekatan dalam upaya ini, yakni, Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kerja sama pertama, mendorong dan memfasilitasi sekolah yang dalam bentuk binaan sekolah oleh PTM. sudah ada, dan kedua, membangun sekolah baru yang Ada 8 PTM yang ditunjuk oleh Majelis Diktilitmemadai dan berlevel premium. bang, yakni UHAMKA, UM Malang, UM Makassar, Hadir pula dalam pembahasan sekolah premium UM Gorontalo, UM Lampung, UM Metro, UM Bengitu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Mukulu, UM Riau dan STKIP Muhammadiyah Kotabuhadjir Effendy, M.A.P., yang juga Ketua PP Muhammami. Delapan PTM itu akan membina sekolah-sekolah diyah. Muhadjir mengatakan, Muhammadiyah mesti yang ditentukan. terus meningkatkan kualitas pendidikan demi menjaga Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D., Ketua marwahnya. Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, mengatakan, “Muhammadiyah harus waspada dengan persaupaya ini untuk melawan kekhawatiran Muhammadiingan dalam pendidikan, yakni dengan sekolah negeri. yah terhadap sekolah-sekolah yang kualitasnya mulai Kalau tidak bisa meningkatkan kualitasnya, sekolah bersaing dengan sekolah negeri. Rapat koordinasi ini Muhammadiyah akan tenggelam karena tidak siap berjuga merupakan follow up kebijakan PP Muhammasaing,” paparnya. diyah yang mengharapkan adanya berbagai rumusan Muhadjir berharap, MoU antara Majelis Diktilituntuk meningkatkan kualitas sekolah-sekolah Muhambang dan Majelis Dikdasmen ini mampu meningkatmadiyah. kan mutu dan kualitas pendidikan di Muhammadiyah. “Kami undang dan kumpulkan perwakilan sekoSehingga, tiada lagi kasta dalam pendidikan.[] Nisa lah-sekolah Muhammadiyah pilihan untuk berkumpul Pujiana dan mengorbitkan institusi pendidikan demi menjadi-

Agar Tiada Kasta dalam Pendidikan

M

30 Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018


M

ajelisdiktilitbang PP Muhammadiyah kembali melakukan pembekalan kader Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch II. Pembekalan ini, dilangsungkan pada 3-8 Februari 2018 di Gedung Pusbang Muhammadiyah Kaliurang, Yogyakarta. Pembekalan ini diikuti oleh 41 orang peserta yang merupakan kader-kader Muhammadiyah dari seluruh Indonesia. Jumlah peserta dan pendaftar MSPP Batch II 2018 ini lebih banyak dibandingkan dengan MSPP Batch I 2017. Tahun ini, pesertanya 41 orang dan pendaftarnya 143 orang, sedangkan tahun silam, pesertanya 26 orang Acara pembukaan Pembekalan Kader Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch II. dan pendaftarnya 129 orang. Peserta MSPP Batch II dibagi jadi dua kelompok, yakni reguler (26 Pembekalan Kader MSPP Batch II orang) dan afirmasi (15 orang). Peserta regular mengikuti pelatihan International English Language Testing System (IELTS) selama tiga bulan di Kampung Inggris Pare, Kediri, Jawa Timur, sedangkan pe“MSPP ini salah satu media pembekalan kader serta afirmasi mengikuti pelatihan Test of English as a untuk persiapan kelangsungan pendidikan. Ini adalah Foreign Language (TOEFL) di UM Surakarta. upaya Muhammadiyah untuk melahirkan generasi berMSPP sebagai salah satu program unggulan Makeunggulan. Setelahnya, diharapkan para kader bisa jelis Diktilitbang PP Muhammadiyah merupakan hasil mengabdikan diri untuk Persyarikatan. Seperti yang kerja sama dengan Majelis Pendidikan Kader (MPK) diungkapkan K.H. Ahmad Dahlan, jadilah profesi baik PP Muhammadiyah, Lembaga Zakat Infaq dan Shadaapa pun dan kembalilah ke Muhammadiyah,” tutur qah Muhammadiyah (Lazismu), Universitas Ahmad Chairil. Dahlan, UM Surakarta dan Bank Syariah Mandiri. ProChairil menambahkan, tentu para peserta MSPP gram ini ditujukan untuk kader Muhammadiyah yang adalah sosok yang cerdas dan berkemajuan, bibit ungberprestasi sebagai wujud kepedulian Muhammadiyah gul bermutu untuk Muhammadiyah di masa depan. dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia Potensi para peserta bisa dinilai dari kuatnya konsis(SDM) dan sekaligus menyiapkan dosen dan calon dotensi dalam mengikuti proses seleksi hingga terpilih sen PTMA dalam hal kemampuan berbahasa Inggris. seperti sekarang. Dr. H. Chairil Anwar, Wakil Ketua Majelis Dikti“Setelah melewati lima hari pembekalan, kami litbang PP Muhammadiyah menyampaikan dalam acaberharap para kader Muhammadiyah semakin terpomra penutupan, kaderisasi merupakan bagian penting pa semangatnya untuk terus belajar. Ada yang harus dalam Persyarikatan Muhammadiyah. Karena itu, upaselalu diingat dalam perjuangan di Muhammadiyah, ya pemeliharaan kader harus selalu digerakkan untuk yakni jangan sampai melupakan Muhammadiyah. Semelahirkan generasi Muhammadiyah yang unggul dan lalu gali dan asah potensi, jadilah kader unggul yang berkualitas. Menurut Chairil, tentu ada banyak cara kamampu berkontribusi untuk peradaban,” pesannya.[] derisasi, dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Nisa Pujiana mengupayakannya lewat jalur pendidikan.

Lahirkan Kader Berkeunggulan

Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM 31


Kinerja

Para narasumber dan peserta Workshop Penulisan Artikel Jurnal Internasional, Pengelolaan Jurnal Terakreditasi dan Rapat Kerja APIK PTM berfoto bersama.

Konsolidasi Asosiasi Prodi

D

ua asosiasi program studi PTMA melakukan konsolidasi, dan Pusat-pusat Pelatihan Bahasa PTMA membentuk sebuah asosiasi dalam waktu yang hampir bersamaan di Yogyakarta. Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi (APIK) PTM mengadakan Workshop Penulisan Artikel Jurnal Internasional, Pengelolaan Jurnal Terakreditasi dan Rapat Kerja APIK PTM pada 23-24 Januari 2018 di Grand Orchid Hotel Yogyakarta. Asosiasi Program Studi Informasi/Ilmu Komputer PTMA melangsungkan Rapat Koordinasi Nasional pada 1 Februari 2018. Sementara itu, pembentukan Asosiasi Pusat Pelatihan Bahasa PTMA dilaksanakan pada 1-2 Februari 2018 di UM Yogyakarta. Sekretaris Umum APIK PTMA, M. Himawan Sutanto, M.Si. menuturkan, kegiatan raker dan workshop ini merupakan hasil kerja sama antara APIK PTMA dan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kegiatannya dibuka oleh Rektor UAD Dr. Kasiyarno, M.Hum., yang dalam sambutannya menyatakan dukungannya pada kegiatan yang menyokong pengembangan prodi-prodi di PTMA. Harapannya, PTMA akan jauh maju dan melampaui target-target pendidikan nasional di Indonesia. Workshopnya menghadirkan tiga narasumber, yakni Prof. Dr. Widodo Muktiyo M.Comm. dari

32 Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018

Universitas Sebelas Maret Surakarta, Munawar A. Riyadi, M.T., Ph.D. dari Universitas Diponegoro, dan Andri Pranolo M.Cs. dari UAD. Para narasumber memaparkan materi tentang teknik dan pengembangan penulisan artikel di jurnal internasional. Sementara itu, kegiatan pembentukan Asosiasi Pusat Pelatihan Bahasa PTMA mendapat apresiasi dari Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. Beliau mengatakan, “Language Centre UM Malang sudah mengembangkan perangkat tes sendiri, yang telah mendapatkan pengakuan dari Erasmus Mundus dan lain-lain. Korelasinya dengan TOEFL berada pada angka 0,92. Luar biasa. Mereka mau mengakhiri penjajahan TOEFL di PTMA.� Pembentukan Asosiasi Pusat Pelatihan Bahasa PTMA ini sejalan dengan program peningkatan SDM kader-kader Muhammadiyah dalam penguasaan, misalnya, bahasa Inggris sebagai alat komunikasi internasional. Majelis Diktilitbang bekerja sama dengan LazisMu dalam dua kali penyelenggaraan Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) untuk meningkatkan penguasaan bahasa Inggris kader dan dosen PTMA pada 2017 dan 2018. [] AGP


INAUGURASI

M

ajelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah memiliki tugas dan fungsi penting dalam dinamika Persyarikatan Muhammadiyah. Salah satunya tugasnya adalah menerapkan catur darma PTMA, yang wujudnya beragam. Misalnya, pada 1 Oktober 2015, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mendeklarasikan Search And Rescue (SAR) Mahasiswa Pecinta Alam Muhammadiyah Indonesia (SARMMI) yang kemudian dilantik pada 26 Desember 2015 di Auditorium Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta. Muhammad Sayuti, M.Pd., Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. menyerahkan SK kepada Pengurus Rayon 7 Sulawesi SARMMI di UM Luwuk, Sulawesi Tengah (30/11/17) M.Ed., Ph.D, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, menyampaikan, SARMMI ini merupakan wujud media dakwah amar ma’ruf nahi munkar Muhammadiyah melalui tugas dan misi kemanusiaan. “Indonesia sangat subur, dan pada waktu mahasiswa dididik dengan benar, akan menjadi peluang bersamaan sangat banyak potensi bencananya. Kita haberdakwah melalui pertolongan pertama pada korban rus mensyukuri semua itu sebagai potensi untuk berbuat bencana,” lanjut Sayuti. baik kepada masyarakat seluruh Indonesia. Maka, SARMSejak berdiri pada 2015, SARMMI yang anggotanya MI mendorong mahasiswa PTMA untuk aktif dalam aksi tersebar di semua Mapala PTM, konsisten dalam mengkemanusiaan sebagai bentuk pengabdian masyarakat,” gaungkan gerakan amar ma’ruf nahi munkar melalui aksi pungkas Sayuti di acara Deklarasi dan Pelantikan Pengukemanusiaan yang dikerahkan ketika bencana melanda. rus Rayon 7 Sulawesi SAR Mapala Muhammadiyah IndoKualifikasi kegiatan SARMMI terbagi menjadi SAR Gunesia di Gedung K.H. A. Dahlan Universitas Muhammadinung dan Hutan, SAR Air, SAR Evakuasi Medan Sulit, SAR yah Luwuk Sulawesi Tengah (30/11/17). bencana alam, Vertical Rescue, Fire Rescue dan Batuan Sayuti menambahkan, SARMMI merupakan bentuk Medis Pra Rumah Sakit. dari Pusat Studi Bencana yang dibangun oleh PTM untuk Sayuti kembali menambahkan, sebagai wujud bukti melahirkan mahasiswa yang berkarakter siaga bencana. dan dedikasi, akhir-akhir ini SARMMI aktif terlibat dalam Tak hanya itu, sebenarnya SARMMI adalah bukti konkret menangani bencana yang tengah dirasakan oleh masyaatas pelaksanaan program Majelis Diktilitbang ihwal sarakat. Misalnya, penyediaan lahan mangrove di Tanjung lah satu poin hasil Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Burung, penanganan korban siklon dahlia di Lampung, Makassar tentang sikap Muhammadiyah terhadap kebanjir di Gunung Kidul Yogyakarta dan lain sebagainya. bencanaan. “Harapannya, unit SARMMI di Mapala PTM ini, “Muktamar Muhammadiyah ke-47 lalu memutuskan mampu melahirkan generasi yang siaga bencana, mahir bahwa seluruh elemen dalam Persyarikatan Muhammadalam segala upaya preventif hingga penanganannya. diyah harus terus terlibat aktif, baik sebelum ada bencaWalau unit SARMMI belum ada di semua Mapala PTM, na, saat terjadi bencana dan setelah terjadi bencana. Di semoga tetap bisa menginspirasi sampai seluruh Mapala sini, kita dengan 174 PTM yang punya 473 ribu mahasisPTM memiliki unit SARMMI,” tutup Sayuti.[] MS wa, tentunya punya potensi yang besar. Jika mahasiswa-

SARMMI Lahirkan Mahasiswa Siaga Bencana

Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM 33


INAUGURASI gram yang terlaksana oleh rektor yang lama ini sekitar 80 persen. Mulai dari sumber daya manusia (SDM) dan sarapa prasarana (sarpras), menyangkut dengan keuangan atau pengembangan program studi lainnya yang memang diisyaratkan. Sehingga, kita akan membuka prodi yang sesuai dengan kondisi dan keinginan, atau prodi yang berakuntabel. Dalam pengertian, semacam saling integrasi antarprodi.” Dalam pengembangan SDM, beliau mendorong dosen-dosen UMMU untuk melanjutkan studi S-3. Dosen-dosen berpendidikan S-3 tentukan akan meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajarProf. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. (tengah) bersama Drs. Ishak Jamaludin, M.Pd. (kiri) dan Dr. Saiful Deni, S.Ag., M.Si. (kanan) dalam acara an, penelitian, pengabdian kepada Pelantikan Rektor UMMU. masyarakat, serta pengetahuan Pelantikan Rektor UMMU dan pengamalan Al Islam dan Kemuhammadiyahan di UMMU. Rektor baru ini juga berencana meningkatkan kerja sama der. Saiful Deni, S.Ag., M.Si. dilantik sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) ngan institusi-institusi di luar negeri. Pada bulan Maret periode 2017-2021 oleh Ketua Majelis Diktilitbang PP Mu- 2018, akan dilaksanakan seminar internasional di UMMU. Pejabat anyar ini segera berbenah. Selang satu buhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. di Gedung lan setelah dilantik sebagai rektor UMMU, Saiful Deni Rektorat kampus setempat, Senin (3/12/17). Saiful Deni melantik para Dekan dan Direktur Program Pascasarjana menggantikan pejabat sebelumnya, Drs. Ishak JamaluUMMU, Jumat (5/1/18).[] Agung Prihantoro din, M.Pd., yang telah menyelesaikan kepemimpinannya.

Lanjutkan Pengembangan Kampus

D

Saiful Deni mengatakan, sebagaimana dilansir situs UMMU, “Kami akan melanjutkan berbagai macam pro-

Pelantikan Rektor UMRI

Lima Prinsip Perjuangan Muhammadiyah

D

r. Mubarak, M.Si. dilantik sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) periode 2018-2022 di Aula Gedung KH Ahmad Dhlan Kampus 2 UMRI, Rabu (10/1/18). Mubarak mengembangan amanah periode kedua setelah terpilih kembali sebagai rektor. Tamu-tamu undangan hadir dalam acara pelantikan ini, antara lain Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D., Gubernur Riau, Walikota Pekanbaru, Bupati Siak dan

34 Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018

Kuansing, Danrem 031 Wira Bima, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau dan Koordinator koperties XII. Hadir juga rektor-rektor UM Sumatera Barat, UM Sumatera Utara, dan UM Palembang. Dalam sambutannya, Haedar Nashir mengemukakan lima nilai Muhammadiyah, yaitu amanah, tanggung jawab, jujur, bermoral dan berkomitmen. “Sebagai organisasi dakwah yang berusia 108 tahun, Muhammadiyah telah melalui banyak rintangan sehingga bisa terus bertahan sampai saat ini dengan


sejumlah sistem kerja dan sinergitas yang dimiliki. UMRI sendiri merupakan perpaduan dari organisasi dan pendidikan modern demi kemajuan umat. Teruslah berkembang ke arah positif dan bermanfaat bagi umat dengan menerapkan lima prinsip perjuangan Muhammadiyah,” ungkap Haidar Nasir. Sementara itu, Mubarak mengatakan, “Pada periode kedua ini, saya akan fokus pada kualiatas dan kenyamanan mahasiswa. Pasalnya, kita sudah punya dosen yang hebat serta gedung kampus yag representatif. Sistem kinerja juga sudah berjalan, tinggal dilanjutkan saya.”[] AP

Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D., (kiri), Dr. Haedar Nashir, M.Si. (tengah) dan Dr. Mubarak, M.Si. dalam acara Pelantikan Rektor UMRI.

S

ekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Kuningan melaksanakan Sidang Senat Terbuka Wisuda Program S-1 di kampus setempat, Sabtu (11/11/17). Jumlah wisudawan sebanyak 482 orang. Para wisudawan berasal dari enam program studi, yakni Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (17 orang), Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (105 orang), Pendidikan Matematika (21 orang), Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (108 orang), Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (14 orang), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (217 orang). Setelah lulus dari STKIP Para pimpinan STKIP Muhammadiyah Kuningan dalam acara Wisuda Program S-1. Muhammadiyah Kuningan, para wisudawan diharapkan dapat Wisuda Program S-1 STKIP Muhammadiyah Kuningan berkontribusi dan menerapkan ilmunya di masyarakat. Selain itu, mereka diharapkan juga dapat bersaing dengan lulusan-lulusan dari perguruan tinggi lain. Harapan tersebut sesuai de- perguruan tinggi yang Islami, unggul dan berdaya saing di ngan visi STKIP M ­ uhammadiyah Kuningan, yaitu “menjadi tingkat nasional pada tahun 2030”.

Optimisme Wujudkan Mimpi

Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM 35


INAUGURASI Ketua STKIP Muhammadiyah Kuningan Dr. Muhammad Samsudin, M.Pd. mengatakan, salah satu kekuatan sebuah lembaga terletak pada mimpi orang-orangnya. Jika mereka mempunyai mimpi besar dan merealisasikannya, lembaga tersebut akan terdorong untuk maju dan berkembang selaras dengan mimpi itu. Namun, mimpi tinggal mimpi bila tidak direalisasikan. Realisasi mimpi didorong optimisme. Dengan perkataan

lain, optimisme sangat penting dalam mewujudkan mimpi, tambah Samsudin. Di sini, pemimpin perlu selalu membangkitkan dan memelihara optimisme jajarannya. Kini, STKIP Muhammadiyah Kuningan yang berslogan Judika (jujur, disiplin, bersih dan kerja keras) makin menggeliat maju dan berkembang. Dengan optimisme, PTM ini bekerja keras untuk mewujudkan mimpi-mimpinya.[] AGP

Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. menandatangani prasasti peresmian Gedung KDK UM Palembang, Kamis (30/11/17).

Peresmian Klinik Dokter Keluarga UM Palembang

G

una memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di sekitar UM Palembang dan sekaligus menjadi sarana pembelajaran mahasiswa terutama prodi Profesi Dokter, UM Palembang telah membangun Gedung Klinik Dokter Keluarga (KDK). Gedung KDK ini telah dioperasikan dan diresmikan oleh Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D., Kamis (30/11/17). “Ini menunjukkan bahwa UM Palembang betul-betul berupaya mengamalkan dan mengembangkan tiga pilar Muhammadiyah, yakni melayani masyarakat di bidang sosial, pendidikan, dan kesehatan,� ujar Prof. Lincolin. Gedung KDK ini mulai dibangun pada 28 Mei 2016. Peletakan batu pertamanya oleh Ketua dan Wakil Ketua

36 Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. dan Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Menurut Rektor UM Palembang, Dr. Abid Djazuli, KDK dibangun di atas lahan 2.200 meter persegi, yang juga meliputi lahan parkir FK, dan bangunan 3 lantai 600 m persegi.� Semua pasien bisa berobat ke sini, dan kalau perlu penanganan dokter ahli atau pemeriksaan lanjut, pasien akan dirujuk ke rumah sakit," ujar Abid Djazuli. Peresmian gedung dihadiri juga Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumsel, Direktur Rumah Sakit PKU muhammdiyah, dan pimpinan rumah sakit-rumah sakit di Palembang, Direktur BPJS Sumsel dan masyaraakat sekitar.[] ESH


Dr. Agung Danarto, M.Ag. (kiri) melantik Dr. Muhammad Nur Jaya sebagai Ketua Stikom Muhammadiyah Jayapura tahun 2017-2021.

Pelantikan Ketua Stikom Muhammadiyah Jayapura

Akan Membuka Program S-2

D

r. Ir. Muhammad Nurjaya, M.Si. dilantik sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Muhammadiyah Jayapura periode 2017-2021 oleh Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Agung Danarto, M.Ag. di kampus setempat, Kamis (18/1/18). Dalam pidato sambutannya, Muhammad Nurjaya mengemukakan rencana programnya untuk membuka Program Pascasarjana S-2. Sebab, Stikom Muhammadiyah Jayapura telah memiliki lima dosen yang bergelar doktor di bidang komunikasi jurnalistik dan ilmu komunikasi. Sambutan Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano yang diwakilkan Staff Ahli Sem Stenly Merauje menyampaikan "Pada dasarnya perguruan tingi di tanah Papua ialah untuk membantu mencerdaskan anak-anak papua agar dapat bersaing dalam arus globalisasi. Apalagi saat ini di dunia kerja membutuhkan soft skill keterampilan dan memmpunyai keahlian khusus ditambah lagi dengan teknologi digital yang berkembang cepat, memaksa kita harus belajar dan mempunyai imajinasi, inovasi serta kreati guna melihat peluang-peluang dalam dunia kerja" Sebagaimana diketahui, saat ini Stikom Muhamma-

diyah Jayapura mempunyai dua program studi, yakni D-3 Hubungan Masyarakat dan S-1 Ilmu Komunikasi. Program studi D-3 Hubungan Masyarakat mendapat peringkat akreditasi “B” dengan SK Nomor 0001/SK/BAN-PT/ Akred/Dipl-III/I/2016, dan program studi S-1 Ilmu Komunikasi juga mendapat peringkat akreditasi “B” dengan SK Nomor 176/SK/BAN-PT/Akred/S/VI/2014. Program lainnya yang tak kalah besar dari ketua baru ini adalah mendirikan Universitas Muhammadiyah Papua. Lokasinya direncanakan di Koya Barat, Distrik Muara Tami. Sementara itu, Ketua Stikom Muhammadiyah Jayapura periode 2013-2017 Syukri, M.Si., dalam sambutannya, menyampaikan permohonan maaf atas kekurangannya selama menjabat sebagai ketua. Beliau juga berharap PTM ini bisa mempertahankan prestasi-prestasi yang telah diraihnya dan terus berkembang maju. Acara pelantikan ini juga dihadiri oleh Walikota Jayapura yang diwakili Staf Ahli Setda Kota, beliau menghargai apa yang telah dilakukan Stikom Muhammadiyah Jayapura selama ini sebagai mitra kerja Pemerintah Kota Jayapura.[] AP

Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM 37


INAUGURASI

Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. (kiri) melantik Drs. Arsyad Bachtiar, M.Si. (kanan) sebagai Ketua Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Muhammadiyah Cirebon periode 2017-2018.

Pelantikan Ketua STF Muhammadiyah Cirebon

Menjadi Kampus Bermutu

D

rs. Arsyad Bachtiar, M.Si. dilantik sebagai Ketua

eksternal. Tapi, saya yakin dengan kebersamaan dan

Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Muhammadiyah

dukungan semua pihak, sivitas akademika, BPH, PDM,

Cirebon

periode

2017-2018

oleh

Ketua

Majelis

PWM, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan

Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad,

stakeholder lainnya, keinginan tersebut tidak mustahil

M.Sc., Ph.D. di kampus setempat, Rabu (7/2/18).

dapat diraih. Saya mengajak seluruh sivitas akademika

Dalam sambutannya, Arsyad Bachtiar mengatakan,

untuk bekerja keras, kerja ikhlas dan kerja tuntas.”

“Proses perubahan Akademi Farmasi menjadi Sekolah

Seperti diketahui, STF ini awalnya berbentuk

Tinggi Farmasi ini dimulai sejak awal 2015 dengan segala

Akademi Farmasi yang didirikan pada 1999 dengan

suka dukanya. Penuh perjuangan dan kesabaran, tidak

SK Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor.

seperti jalan tol yang mulus dan lancar. Alhamdulillah,

HK.00.1.3.2984 tanggal 14 September 1999 dan SK

pada 9 Oktober 2017, keluar SK STF dari Kemenristekdikti

Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor

yang diserahkan langsung oleh Koordinator Kopertis IV

19/D/O/2007 tanggal 29 Januari 2007. Mulanya, hanya

Jawa Barat dan Banten pada 28 Oktober 2017.”

ada satu program studi, yakni D-3 Farmasi, yang telah

“Dengan rumah kami yang baru ini, saya mengajak

berperingkat akreditasi “B” dan sudah meluluskan 18

seluruh sivitas akademika untuk mengisinya dengan

angkatan sarjana. Sekarang,STF menambah prodi S-1

hal-hal terbaik, sehingga terwujud STF sebagai kampus

Farmasi.[] AGP

yang bermutu dan dipercaya masyarakat,” lanjut Arsyad. Beliau menambahkan, “Tentu, hal ini tidaklah mudah. Akan banyak tantangan internal maupun

38 Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018


Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. (duduk tengah) didampingi Dr. Abid Djazuli (kiri) dan Dr. Yanti Rosita, M.Kes. (kanan) beserta tamu undangan dan 10 dokter baru lulusan FK UM Palembang

Pengambilan Sumpah Dokter FK UM Palembang

Berpikir & Bekerja Inovatif

“

Alat teknologi ke depan akan membentuk produkproduk yang bisa berpikir. Karena itu, dokter-dokter baru harus berpikir dan bekerja secara luar biasa inovatif. Selalu jaga nama baik almamater dalam bekerja,” pesan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. kepada dokter-dokter baru dalam acara Pengambilan Sumpah Dokter Fakultas Kedokteran UM Palembang Periode II Tahun Akademik 2017/2018 di Aula Kantor Pusat Administrasi kampus tersebut, Jumat (18/1/18), sebagaimana dilansir oleh situs PTM itu. Prof. Edy mengimbuhkan, tamatan FK UM Palembang mesti inovatif dalam bidang keilmuan dan pelayanan, karena industri pelayanan kesehatan di masa depan akan mengikuti perkembangan teknologi. Beliau juga memuji FK UM Palembang yang senantiasa menjaga kualitas lulusannya dengan melakukan seleksi yang ketat dalam penerimaan mahasiswa baru. Sementara itu, Rektor UM Palembang Dr. Abid Djazuli, M.M. menuturkan, FK ini belum genarp berumur sepuluh tahun, tetapi sudah menghasilkan 184 orang dokter, termasuk sepuluh dokter yang baru saja diambil

sumpahnya. Abid sangat mengapresiasi prestasi yang telah diraih oleh fakultas tersebut yang peringkat akreditasinya “B”. Dokter-dokter baru tersebut disumpah setelah menempuh pendidikan dokter dan pendidikan di rumah sakit pendidikan (profesi dokter). Rumah sakit-rumah sakit yang menjadi tempat pendidikan mahasiswamahasiswa FK UM Palembang adalah, antara lain, RSUD Palembang BARI, RS Muhammadiyah Palembang, RS Bhayangkara Palembang, RS Ernaldi Bahar Palembang dan RS Riva’i Abdullah Sungai Kundur, Banyuasin, Sumatera Selatan. Acara pengambilan sumpah dokter ini dihadiri juga oleh Dekan FK UM Palembang Dr. Yanti Rosita, M.Kes., Koordinator Kopertis Wilayah II Prof. Dr. Slamet Widodo, pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Selatan Dr. dr. Irfanudin, Dekan FK Universitas Sriwijaya dr. Syarif Husin, M.S., pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel dr. Like Veranika, pimpinan rumah sakit-rumah sakit pendidikan mitra, dan sivitas akademika UM Palembang. [] AP

Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM 39


kronik berperan sebagai agen pembangunan ekonomi (agent of economic development). Invensi tersebut berasal dari hasil penelitian tim peneliti Program Pascasarjana Pendidikan Biologi UM Metro. Dr. Agus Sutanto, M.Si. dan kawankawan sejak 2009 menekuni keberadaan limbah cair yang melimpah, 5.000-7.000 m3/hari. Di dalam limbah ini, terdapat bakteri yang istimewa karena bakteri tersebut mampu hidup pada kondisi ekstrem asam (berkisar 1,92-5,86) dan kaya bahan organik (BOD 296-20.042 mg/l). Bakteri indigen (lokal) ini mampu berkembang biak dan mengolah limbah jadi hasil akhir Sertifikat Paten nomor IDP000043727 dengan judul invensi “Bioremediator Bakteri Indigen Pereduksi Polutan Organik Limbah Cair Nanas (LCN) limbah yang ramah lingkungan. dan Sertifikat Paten nomor IDP000044452 dengan judul “Komposisi Bioremediator Bakteri Indigen Penetral pH Polutan Limbah Cair Nanas (LCN) Bakteri indigen ini mengurai asam-asam organik dan bahan organik lain jadi senyawa yang lebih sederhana dan aman bagi lingkungan. Proses penguraian ini disebut bioremediasi. ada 2011, melalui Program Hibah Uber HAKI, Awalnya, tim peneLembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Maliti berfokus hanya pada syarakat Universitas Muhammadiyah Metro (LPPM bioremedisi limbah yang UM Metro), mengajukan permohonan dua paten ke Didimanfaatkan untuk perirektur Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan kanan atau mengairi lahan Rahasia Dagang Direktorat Jenderal Kekayaan Intepertanian dan perkebunan. lektual Kementerian Hukum dan HAM. Empat tahun Namun, dari berbagai penekemudian, pada 2016, permohonan tersebut diberikan litian, hasil bioremediasi ini paten dengan nomor paten IDP000043727 dengan juDr. Agus Sutanto, M.Si. dapat dimanfaatkan pula dul invensi atau temuan “Bioremediator Bakteri Indiuntuk pupuk cair organik. gen Pereduksi Polutan Organik Limbah Cair Nanas Aplikasi pupuk cair organik dilakukan pada berbagai (LCN)”. tanaman sayuran, hias dan pangan. Pada 2017, permohonan paten kedua diberikan Pada tahap selanjutnya, limbah tersebut diaplikapaten dengan nomor IDP000044452 dengan judul sikan sebagai media budidaya Chlorella, sejenis mik“Komposisi Bioremediator Bakteri Indigen Penetral roalga yang kaya akan omega 3, omega 6 dan omega 9, pH Polutan Limbah Cair Nanas (LCN)”. selain mengandung 60,5% protein, 11% lemak, 20,1% Berdasarkan kedua paten ini, formula yang dikarbohidrat, 4,6% mineral dan serat 0,2%. Kemampuperoleh terus dikembangkan untuk aplikasi berbagai an bakteri indigen ini terus dioptimalkan dalam hal limbah cair dan padat pada pembuatan pupuk organik jumlah dan jenisnya. Sehingga, dihasilkanlah formula cair dan padat. Formula ini diaplikasikan di bidang yang tepat untuk mendegradasi berbagai limbah cair pertanian dan perkebunan yang ramah lingkungan di lingkungan, yakni pupuk cair organik.[] AGP dan berkelanjutan. UM Metro memberikan dukungan penuh untuk mengembangan temuan ini sehingga perguruan tinggi

Dosen UM Metro Peroleh 2 Paten

P

40 Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018


Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. (baju putih) menjadi narasumber dalam Workshop Langkah dan Pendampingan Masuk Peringkat Dunia: Revitalisasi Media Online Menuju WCU di UM Palembang.

Workshop Langkah & Pendampingan Masuk Peringkat Dunia

D

iikuti segenap pimpinan hingga level operator teknologi informasi, UM Palembang mengadakan Workshop Langkah dan Pendampingan Masuk Peringkat Dunia: Revitalisasi Media Online Menuju World Class University (19-20/1/18). Workshop ini diadakan di KPA UM Palembang dan dibuka oleh Rektor Dr. Abid Djazuli. Panitianya menghadirkan dua narasumber dari Universitas Islam Indonesia, yaitu Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dan Ivan Pranashakti. Dikemukakan oleh Prof. Edy Suandi Hamid, yang juga Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, dalam era disrupsi inovasi dan globalisasi sekarang ini, internasionalisasi harus menjadi concern perguruan tinggi. Ini dapat dilakukan dengan mendesain kampus untuk akreditasi internasional dan masuk dalam pemeringkatan world class university (WCU) yang dilakukan lembaga-lembaga pemeringkat bereputasi. Dr. Abid Djazuli, dalam sambutannya berharap UM Palembang bisa menapak masuk dalam WCU. “Untuk kerja sama, sudah kita lakukan dengan berbagai perguruan tinggi dunia yang memliki kualifi-

kasi, baik di ASEAN, Jepang, Australia, Amerika dan beberapa negara Eropa dan Asia lainnya," ujar Abid Djazuli. Menurut Prof. Edy, dunia semakin terbuka dengan batas-batas yang tipis, sehingga mobilisasi sumber daya sangat cepat dan cair. Oleh karena itu, peningakatan mutu secara terus-menerus dengan lompatan yang cepat harus dilakukan sehingga posisinya di dunia diperhitungkan. Posisi internasionalisasi ini antara lain bisa dilihat dari peringkatnya pada pada pemeringkatan WCU dan akreditasi internasional. Pemeringkatan yang belakangan banyak menjadi acuan adalah QS, Webometrics, 4ICU, dan laon lain. Dikatakan, berbagai pemeringkatan bukan hanya simbol, walau bisa untuk promosi, namun secara substantif harus menunjukkan bahwa kualitas perguruan tinggi tersebut memiliki daya saing global, baik lulusannya maupun kinerja kelembagaannya secara keseluruhan.[] ESH

Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM 41


kronik

Dr. dr. Isman Jusuf, Sp.S. (kiri) menyerahkan proposal pembangunan Gedung Pusat Pengembangan Karakter kepada Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P.

Kunjungan Mendikbud ke UM Gorontalo

U

niversitas Muhammadiyah Gorontalo mendapat kunjungan dua tamu, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia yang juga salah satu Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. dan Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Dadang Kahmad, M.Si., Ahad (14/1/18). Keduanya hadir di Gorontalo untuk menghadiri puncak Milad Muhammadiyah ke-105 di Provinsi Gorontalo dan meresmikan tiga Sekolah Premium Muhammadiyah yang dibina oleh konsorsium tiga PTM, yaitu UM Gorontalo, UM Jakarta dan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Tiga Sekolah Premium Muhammadiyah tersebut berada di Kabupaten Pohuwato. Ketiga sekolah itu adalah SMP Muhammadiyah Duhiadaa, SMA Muhammadiyah Wonggarasi dan SMA Muhammadiyah Kemaritiman di Kecamatan Paguat. Dalam kunjungannya ke kampus UM Gorontalo, Mendikbud yang juga pernah menjadi rektor UM Malang mengapresiasi perkembangan UM Gorontalo

42 Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018

yang baru berusia sepuluh tahun, namun sudah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Beliau termasuk salah seorang saksi sejarah pendirian UM Gorontalo. Muhadjir Effendy berharap UM Gorontalo bisa membantu Kemendikbud dan pemerintah daerah dalam pengembangan karakter di Provinsi Gorontalo. Terkait hal tersebut, Rektor UM Gorontalo Dr. dr. Isman Jusuf, Sp.S. atas nama sivitas kampus menyerahkan proposal pembangunan Gedung Pusat Pengembangan Karakter. Harapannya, Kemendikbud RI bisa membantu pembangunan ini dan, pada gilirannya, UM Gorontalo juga membantu pemerintah dalam pengembangkan karakter. Di UM Gorontalo, saat ini sudah berdiri gedung pusat perkuliahan “Rusli-Idris” yang dibangun dengan bantuan hibah pemerintah Provinsi Gorontalo. Sudah berdiri pula Gedung Pusat Pemberdayaan “Haryono Suyono” yang pembangunannya didukung oleh Yayasan Damandiri. Pun, telah dibangun gedung perpustakaan dan Gedung Serba Guna.[]


Presiden Republik Indonesia Ir. Jowo Widodo sedang memberikan kuliah umum di UM Kupang.

Kuliah Umum Presiden RI di UM Kupang

Multikulturalisme Menuju Indonesia Berkemajuan

P

residen Republik Indonesia Ir. Jowo Widodo (Jokowi) sedang memberikan kuliah umum di Aula Utama UM Kupang dengan judul “Multikulturalisme dan Politik Kebangsaan dalam Mewujudkan Indonesia Berkemajuan�, Senin (8/1/17). Presiden menyampaikan, Indonesia ini negara besar dan memiliki kebinekaan yang luar biasa. Karenanya, masyarakat Indonesia harus menyadarinya dan menjaga keberagaman tersebut di bumi pertiwi ini, sebagaimana disampaikan dalam siaran pers UM Kupang. Presiden mengajak audiens untuk mengelola keberagaman ini dengan politik kebangsaan. Artinya, masyarakat mesti memiliki tekad yang sama untuk kemakmuran Indonesia yang berkemajuan. Terkait dengan memontum politik, Jokowi mengingatkan bahwa dalam perhelatan politik, boleh berbeda pilihan, tetapi persaudaraan sesama anak bangsa harus terjaga. Sebab, Indonesia merupakan negara yang santun, dan semua negara di dunia mengetahuinya. Ke depan, menurut presiden, terdapat banyak tantangan terkait dengan laju berbagai perubahan akibat perkembangan zaman. Karenanya, presiden

meminta perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam menciptakan generasi yang berintelektual dan berdaya saing. Perubahan zaman tersebut harus direpons oleh mahasiswa dan perguruan tinggi. Lantas, presiden menitipkan pesan ke Rektor UM Kupang untuk terus berinovasi seiring dengan perkembangan zaman. Misalnya, jangan hanya ada jurusan akuntansi dan manajemen, tetapi harus ada jurusan baru, seperti ekonomi digital dan lain-lain. Presiden juga menekankan pentingnya semangat untuk menjadi entrepreneur. Sementara itu, Rektor UM Kupang Dr. Zainur Wula, M.Si. mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah berkenan hadir di UM Kupang. PTM ini memiliki 4.209 orang mahasiswa yang 70 persennya adalah non-Muslim. Komposisi mahasiswa tersebut menunjukkan UM Kupang sebagai kampus multikultur. Hadir pada acara ini 1.000 orang mahasiwa UM Kupang, dosen, tenaga kependidikan, undangan dari pimpinan PTS dan PTN di Kota Kupang, pimpinan amal usaha Muhammadiyah, organisasi kemasyarakatan dan undangan lain sebanyak 1.300 orang.[] AP

Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM 43


kronik

Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. (baju putih) ceramah di depan dosen-dosen UM Semarang.

D

Unimus Dorong Publikasi Internasional

osen perlu terus distimulus untuk melakukan publikasi internasional. Ini bukan hanya kepentingan dosen yang bersangkutan, namun juga perguruan tingginya. “Dengan publikasi itu, dosen bisa cepat naik pangkat dengan segala civil effectnya, termasuk menjadi guru besar. Di sisi lain, reputasi lembaga juga naik dan mendapat pengakuan global,” demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Pof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dalam ceramahnya di depan dosen dan pimpinan Universitas Muhammadiyah Semarang, Sabtu (13/1/18). Karena itu, lanjut Prof. Edy, PTM seperti Unimus perlu mendorong dosen-dosennya dengan memberikan pelatihan, pemagangan, dan juga stimulus finansial. “Pola dengan pemberian stimulus dan insentif bagi penulis karya ilmiah sudah dilakukan oleh hampir semua PTN maupun PTS yang bereputasi. Bahkan, Kemenristekdikti pun memberikan insentif signifikan untuk dosen yang menulis pada jurnal internasional bereputasi,” ujarnya dalam diskusi yang dipandu Wakil Rektor 2 Unimus Dr. Sri Rejeki, M.Kep. Namun, diakui, ada dua masalah yang sering dikeluhkan dosen tentang kesulitan publikasi ilmiah

44 Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018

tersebut. Pertama, ketiadaan penelitian yang baik yang dilakukan oleh para dosen. “Publikasi ilmiah kan basisnya riset,” kata Prof. Edy. Kedua, ketakutan berlebihan karena sulit menulis dalam bahasa Inggris. Padahal, lanjutnya, untuk penulisan dengan bahasa Inggris atau pun sesuai kaidah ilmiah bisa meminta bantuan pihak ketiga. “Yang penting kita ada tulisan berbasis riset yang bagus,” kata Prof. Edy. Bagi doktor, ujar Prof. Edy, seharusnya sangat mudah menulis di jurnal internasional. Ini dikarenakan mereka sudah punya bahan baku riset dari disertasinya. Jika disertasi itu lulus dari perguruan tinggi yang baik, pasti secara substansi memenuhi kelayakan untuk publikasi di jurnal ilmiah. “Hanya saja harus ada rewrite yang baik, yang disesuaikan dengan standar jurnal internasional yang dituju,” tutup Prof. Edy Suandi Hamid, seraya menambahkan bahwa menulis di jurnal nasional juga perlu didorong, termasuk meningkatkan capaian skor H-index dan citations yang tinggi dalam Science and Technology Index (SINTA) yang dibuat oleh Kemenristekdikti.[] ESH


warta dari ptm

Fokus pada Tupoksi

Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima IAIM Bima menggelar acara serah terima jabatan sekaligus pelantikan wakil rektor I, II, dan III periode 20172021 di Ruang Dosen IAIM Bima, Sabtu (9/12/17). Acara tersebut dihadiri oleh Ketua BPH IAIM Bima beserta jajarannya, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bima, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bima, rektor beserta para dosen, dan perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa IAIM Bima. Dalam acara pelantikan itu, dipaparkan masing-masing tugas pokok dan fungsi (tupoksi) wakil-wakil rektor yang di antaranya membuat program akademik untuk mahasiswa, fokus pada masalah ketersediaan kelas pada tahun-tahun akademik selanjutnya, membentuk UPT GSG IAIM Bima yang merupakan salah satu penyuplai dana kampus dan menghidupkan kembali lembaga kemahasiswaan di lingkup IAIM Bima.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Klaten Pada 4 Desember 2017, STIKes Muhammadiyah Klaten mengadakan aksi sosial dalam rangka memperingati hari HIV AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember 2017. Latar belakang dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah pengetahuan masyarakat tentang AIDS masih sangat minim. STIKes Muhammadiyah Klaten ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak mendiskriminasi pengidap HIV/AIDS. Harapannya, masyarakat mulai paham dan mengerti bahwa apa yang harus dijauhi adalah penyakitnya, bukan pengidapnya. Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama STIKes Muhammadiyah Klaten dengan BTK, Wesd, Biznet, Kabar Klaten dan KPA Klaten.

Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Dalam rangka meningkatkan kognisi, afeksi dan psikomotor perihal keilmuan dan kemuhammadiyahan dosen dan karyawan, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) menggelar program perkaderan Baitul Arqam 2, Sabtu-Ahad (25-26/1117). Kegiatan ini diikuti oleh segenap dosen dan karyawan di lingkungan UMSB. Hadir pada acara tersebut Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSB Drs. R.B. Khatib Pahlawan Kayo. Dalam sambutannya, rektor UMSB Dra. Novelti, M.Hum. mengatakan, pelaksanaan Baitul Arqam 2 ini bertujuan untuk meningkatkan wacana keilmuan dan kemuhammadiyah dosen dan karyawan UMSB. Dengan mengikuti Baitul Arqam 2, dosen dan karyawan diharapkan memiliki pola pikir sesuai dengan Anggaran Dasar Muhammadiyah. Selain itu, mereka juga beribadah sesuai dengan Manhaj Tarjih Muhammadiyah.

Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi (IBMB) mengadakan company visit ke PT. Danareksa Securitas yang beralamat di Jln. Medan Merdeka Selatan No. 14 Jakarta Pusat (29/11/17). Kegiatan itu bertujuan untuk menambah pengetahuan dan wawasan para mahasiswa dan memberikan pembelajaran langsung di perusahaan. Banyak hal yang bisa didapatkan dari kegiatan tersebut. Seperti dituturkan oleh Dr. H. Suryatmono, S.H., M.M., rektor IBMB, company visit ini juga bertujuan untuk menjalin kerja sama antara perusahaan/ pelaku usaha dan aktivitas akademika dalam bentuk magang atau kuliah kerja lapangan (KKL) mahasiswa, memperkenalkan dunia kerja yang sesungguhnya kepada mahasiswa dan menyeimbangkan pola pikir dan pola kerja yang dinamis pada diri mahasiswa.

Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM 45


warta dari ptm Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Cilacap STIE Muhammadiyah Cilacap menyelenggarakan resepsi Wisuda XIV di Fave Hotel Cilacap, Selasa (7/11/17). Sebanyak 97 mahasiswa dikukuhkan sebagai sarjana, dengan rincian D-3 Akuntansi 54 orang, S-1 Akuntansi 25 orang dan S-1 Manajemen 18 orang. Selain mengumumkan nama-nama wisudawan terbaik, STIE Muhammadiyah Cilacap dalam acara ini juga menosialisasikan program unggulannya, yakni pengadaan beasiswa untuk mahasiswa hafidz dan hafidzah. STIE Muhammadiyah Cilacap melakukan inovasi dengan membuka beasiswa penuh untuk mahasiswa program D-3 Akuntansi. Penerima beasiswa wajib mengikuti pendidikan kampus yang diintegrasikan dengan pendidikan pesantren.

Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak STIK Muhammadiyah Pontianak menggelar “Certified Diabetic Wound Care Nurse” pada 30 Oktober sampai 23 November 2017. Acara ini merupakan kegiatan rutin antara negara Indonesia dan Malaysia, khususnya STIK Muhammadiyah Pontianak dan Universitas Malaysia Sarawak (Unimas). Unimas mengirimkan 11 orang delegasi pada acara tersebut. STIK Muhammadiyah Pontianak merupakan pusat perawatan luka di Indonesia, dan banyak institusi luar negeri belajar di STIK Muhammadiyah Pontianak. Wakil Ketua 2 bidang non-akademik, Tutur Kardiatun, S.Kep., Ners., M.Kep., mengatakan, STIK Muhammadiyah Pontianak memiliki tempat praktik yang representatif untuk mahasiswa, memiliki advisor akademik lulusan Jepang khusus di bidang luka, serta advisor klinik yang bergelar master. Keunggulan yang dimiliki STIK Muhammadiyah Pontianak ini menjaga kualitas pendidikan PTM.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Manado Program Studi Ilmu Keperawatan Stikes Muhammadiyah Manado mengadakan acara “Capping Day” (13/11/17) di Swiss Belhotel Maleosan Manado. Kegiatan itu mengambil tema “Dengan semangat profesionalisme, kita laksanakan optimalisasi pembentukan karakter perawat Indonesia yang hebat dan bekemajuan”. Capping Day ini merupakan langkah awal untuk menciptakan

46 Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018

sosok perawat yang profesional. Ketua Stikes Muhammadiyah Manado, Agust A. Laya, S.K.M., M.Kes. mengatakan, mahasiswa harus memiliki integritas, etika, kemampuan berpikir kritis dalam setiap tindakan dan motivasi internal yang kuat, dan harus dapat diandalkan. Agust berharap dengan pelaksanaan Capping Day ini, para mahasiswa STIKES Muhammadiyah Manado ini telah siap untuk memberi pelayanan langsung kepada pasien di lahan praktik.

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Bulukumba STKIP Muhammadiyah Bulukumba mendirikan sebuah taman baca bernama “Ontel Pustaka”. Taman baca tersebut merupakan bentuk perhatian dan kepedulian STKIP kepada masyarakat. Ontel Pustaka sebenarnya sebuah komunitas literasi yang sengaja dibentuk oleh mahasiswa prodi Bahasa Inggris. Ontel Pustaka hadir untuk turut menebarkan gerakan literasi ke seluruh masyarakat dan mengajarkan budaya lokal Kabupaten Bulukumba. Kegiatannya tidak hanya membaca buku, tetapi juga mendongeng, belajar Bahasa Inggris dan bermain musik. Pada 25 November 2017, misalnya, mahasiswa STKIP Muhammadiyah Bulukumba melakukan kegiatan berbagi cerita dan dongeg, belajar Bahasa Inggris dan bermain musik. Harapannya, Ontel Pustaka bisa memberikan sumbangsih yang lebih besar lagi kepada masyarakat Bulukumba untuk menciptakan generasi-generasi yang cerdas berkat minat baca buku yang tinggi.

Sekolah Tinggi Teknologi Mutu Muhammadiyah Tangerang STTM Muhammadiyah Tangerang mengikuti “Exhibition ITB Insight” (11/11/17). Agenda ini merupakan rangkaian acara ITB Insight 2017 Festival yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung (HMTF ITB). Agenda ini menjadi ajang khusus untuk memamerkan karya-karya para mahasiswa dan industri. STTM Muhammadiyah Tangerang mengirimkan empat orang delegasi yang berasal dari jurusan Himafistek (Himpunan Mahasiswa Fisika Teknik). Empat orang tersebut memamerkan salah satu karya terbaiknya, yaitu alat pendeteksi kebocoran gas. Alat ini berbasis Mikron Atmega 8535 dengan sensor gas MQ5 hasil karya Fany Hartono alumni STTM Muhammadiyah Tangerang jurusan Teknik Fisika. Acara ITB Insight diikuti oleh tujuh perguruan tinggi di


Fous pada Tupokasi

Indonesia, di antaranya STTM Muhammadiyah Tangerang, Universitas Gadjah Mada, Institut Sepuluh November Surabaya, Universitas Nasional Jakarta, Universitas Telkom Bandung, Surya University, dan Institut Teknologi Bandung. Selain menjadi ajang unjuk gigi, kegiatan ini juga membahas semua permasalahan yang dialami oleh HMTF dan memberikan solusi untuk kemajuan teknik fisika di Indonesia. Rangkaian acaranya adalah Tour Anechoic Chamber ITB, kuliah inspirasi, diskusi antar-HMTF dan evaluasi FKMTF Indonesia.

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan ‘Aisyiyah Riau STKIP ‘Aisyiyah Riau mengadakan Workshop Visi dan Misi dalam rangka merumuskan dan memantapkan visi, misi, tujuan dan sasaran STKIP ‘Aisyiyah Riau sesuai dengan perkembangan zaman (17/11/17). Acara ini dihadiri oleh seluruh sivitas akademik STKIP ‘Aisyiyah Riau, PWA Riau, BPH PTA Riau, alumni, pemerintah, kepala-kepala sekolah, mahasiswa, dan pihak lain yang terkait. Hadir sebagai narasumber, Prof. Dr. H. Isjoni, M.Si, Guru Besar Universitas Riau. Isjoni menyampaikan materi dengan judul “Visi, Misi, dan Tujuan Pendidikan sebagai Wujud Cerminan Integritas Sekolah Tinggi Keguruan Bertaraf Nasional dan Berbudaya Lokal”. Acaranya disertai dengan diskusi antarsivitas akademika. Semua peserta berperan aktif menyumbangkan ide dan pemikirannya tentang kondisi pendidikan saat ini. Harapannya, kegiatan workshop ini menjadi salah satu langkah STKIP ‘Aisyiyah Riau dalam meningkatkan mutu dan kualitas institusi menuju perguruan tinggi ‘Aisyiyah yang berkemajuan.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Asiyiyah Surakarta Ikatan Mahasiswa Prodi Fisioterapi STIKes ‘Aisyiyah Surakarta menjadi tuan rumah Musyawarah Wilayah (Muswil) dan re-organisasi kepengurusan Ikatan Mahasiswa Fisioterapi Indonesia (IMFI) Wilayah III periode 2017/2018 di Auditorium Prof. Dra. Siti Baroroh Baried Kampus 1 Stikes ‘Aisyiyah Surakarta. Kegiatan dengan tema “Growing Up Together To Be Success with IMFI” ini berlangsung pada 1-3 Desember 2017. Ada 150 perwakilan mahasiswa prodi Fisioterapi dari 10 institusi, antara lain dari Universitas Pekalongan, Stikes Al-Irsyad Cilacap, Stikes Widya Husada

Semarang, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Poltekes Surakarta, Stikes Nasional Surakarta, Stikes Pekajangan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Stikes ‘Aisyiyah Surakarta dan Akfis YAB. Ketua Stikes ‘Aisyiyah Surakarta Riyani Wulandari, S.Kep., Ns. dalam sambutanya berharap IMFI wilayah selalu bersinergi dengan IMFI pusat dan juga Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) untuk membangun kepengurusan bidang fisioterapi yang lebih maju. Di akhir kegiatan, Musywil itu memutuskan Muh. Surya Adi Pamungkas dari Stikes ‘Aisyiyah Surakarta sebagai Gubernur IMFI Wilayah III Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2017/2018.

Akademi Kebidanan ‘Aisyiyah Pontianak Akbid ‘Aisyiyah Pontianak bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Wilayah Kalimantan Barat dalam menyelenggarakan “Pelatihan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal” pada 1-3 November 2017 di Hotel Orchad Pontianak. Direktur Akbid ‘Aisyiyah Pontianak Tilawati Aprina, S.S.T., M.Kes. mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan kepada pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kegiatan ini penting untuk membentuk mahasiswa Akbid ‘Aisyiyah Pontianak jadi tenaga kesehatan yang peduli sepenuhnya pada kompetisi pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan (preventif), penyembuhan (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang dilakukan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Tilawati menambahkan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1464 Tahun 2010 tentang Izin Penyelenggaraan Praktik Bidan, bidan memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak dan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana. Untuk itu, pelatihan gawat darurat maternal dan neonatal ini termasuk kompetensi urgen yang harus dikuasai mahasiswa kebidanan. Harapannya, pelatihan ini membuat mahasiswa bisa memberikan pelayanan yang dibutuhkan oleh kesehatan ibu, yang meliputi pelayanan konseling masa pra-hamil, pelayanan antenatal pada kehamilan normal, pelayanan persalinan normal, pelayanan ibu nifas normal, pelayanan ibu menyusui dan pelayanan konseling pada masa antara dua kehamilan.[] Nisa Pujiana

Edisi Januari-Februari 2018

Warta PTM 47


regulasi

sumber foto: www.cefci.pro

Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomr 1 Tahun 2017 tentang Pembukaan, Perubahan dan Penutupan Program Studi di luar Kampus Utama Perguruan Tinggi BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Program Studi adalah kesatuan kegiatan Pendidikan dan pembelajaran yang memiliki kurikulum dan metode pembelajaran tertentu dalam satu jenis pendidikan akademik, pendidikan profesi, dan/atau pendidikan vokasi. 2. Kampus Utama perguruan tinggi adalah domisili perguruan tinggi di kabupaten/kota/kota administratif sebagaimana dicantumkan dalam keputusan Menteri tentang pendirian perguruan tinggi tersebut. 3. Pogram Studi di Luar Kampus Utama perguruan tinggi yang selanjutnya disingkat PSDKU adalah program studi yang diselenggarakan di kabupaten/kota/kota administratif yang tidak berbatasan langsung dengan Kampus Utama. 4. Perguruan Tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi, yang meliputi perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta. 5. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat. 6. Kementerian adalah perangkat pemerintah yang membidangi urusan pemerintahan di bidang pendidikan tinggi. 7. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal yang menangani Kelembagaan Pendidikan Tinggi di Kementerian. 8. Menteri adalah Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan tinggi. Pasal 2 (1) Pembukaan atau perubahan PSDKU bertujuan: a. meningkatkan akses, pemerataan, mutu, dan relevansi pendidikan tinggi di seluruh wilayah Indonesia; dan b. meningkatkan mutu, dan relevansi penelitian ilmiah serta pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung Pembangunan Nasional. (2) Penutupan PSDKU bertujuan melindungi masyarakat dari kerugian akibat memperoleh layanan pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang tidak bermutu.

48 Warta PTM

Edisi Januari-Februari 2018


Hanya ada satu !!! Percetakan milik

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

KAMI SIAP MEMBERIKAN PELAYANAN TERCEPAT DAN TERBAIK UNTUK ANDA

KONSULTASIKAN SEGERA, KAMI SIAP MEMBANTU KEBUTUHAN AKAN PROMOSI INSTANSI ANDA. MELAYANI JUGA BERBAGAI CE TAK AN MUSHAF AL-QUR’AN BUKU-BUKU (WISUDA, AGENDA, MODUL) BUKU TULIS | SOAL UJIAN | LKS MA JALAH | BROSUR | POSTER | STOPMAP SERTIFIK AT | TAS KERTAS | DLL SA ATNYA PESAN K ALENDER 2018


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Warta PTM Edisi Januari-Februari 2018 by wartaptm - Issuu