Skip to main content

Warta PTM Edisi Spesial Tanwir 2019

Page 1

TOPIK UTAMA Perilaku Beragama yang Mencerahkan

WAWANCARA Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag.: Tanwir Harus Menjawab Problematika Zaman

WARTA PTM

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian & Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

#

Edisi Khusus

Tanwir Muhammadiyah

www. diktilitbangmuhammadiyah.org

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019


ASA

Beragama yang Mencerahkan

K

ita sangat sering mendengarkan atau diwajibkan dan yang dilarang. Tetapi, seruan Islam sebagai agama yang sering itu berhenti sebagai pengetahuan sempurna. Tentu ini ada dalil yang (knowledge) tidak terimplementasi dalam jelas. Dalam Al-qur’an Surat Al-Ma’idah prilaku (behavior). Akibatnya, kita melihat (5): 3 menegaskan, “Pada hari ini, telah Aku berbagai kejahatan yang dilakukan pemesempurnakan untukmu agamamu, dan teluk Islam, walaupun itu bagian yang sangat lah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, kecil, tetapi dibuat sebagai stigmasi untuk dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama mendiskreditkan Islam. bagimu ….” Sebagai suatu norma, ini absoKita melihat, Indonesia yang sebagilut sifatnya. an besar penduduknya beragama Islam, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Islam lengkap memberi tuntunan daseharusnya bisa menjadi contoh praktik Wakil Ketua Majelis Pendidikan lam semua aspek kehidupan. Urusan sosi- Tinggi Penelitian dan Pengembangan Islam yang benar dari umatnya. RealitasPimpinan Pusat Muhammadiyah al, ekonomi, politik, dan semua bidang lanya, negeri ini masih masif dengan koTahun 2015-2020 innya terangkum di dalamnya. Islam lengrupsi, perzinaan, kekerasan, ketidakadilkap memberi petunjuk untuk mengangkat an, kebodohan, dan juga kemiskinan. Ini umat manusia dari kefakiran, mengeluarkan diri dari menjadi tantangan bagi cerdik cendekia Muslim atau zaman kegelapan, menjauhkan dari perbuatan tercela ulil albab, kita yang berkhikmat di perguruan tinggi dan munkar, ataupun menuntun manusia mengungkap Muhammadiyah, untuk meluruskan semua itu, melalui rahasia alam dengan ilmu pengetauan. Islam membim- dakwah bil-lisan dan bil-hal yang disertai dengan perbubing manusia untuk menjadi umat yang sejahtera, ru- atan nyata sebagai contoh untuk menunjukkan bahwa kun, damai, dan mewujudkan negeri yang baldatun thay- Islam adalah agama yang mencerahkan. yibatun wa rabbun ghafûr. Islam itu sesungguhnya agama Praktik beragama yang mencerahkan ini bukan yang mencerahkan atau din-at-tanwir. saja harus diserukan, tetapi juga diimplementasikan. Dengan pegangan seperti itu, keseharian kita da- Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan lam beragama juga seharusnya menunjukkan sifat-sifat yang bergerak di bidang dakwah dengan belasan ribu tersebut, sifat-sifat dan perilaku yang mencerahkan. amal usahanya potensial untuk berjalan di garis depan Namun, harus diakui, terkadang framing sebaliknya guna membimbing perilaku beragama yang mencerahyang dimunculkan, utamanya oleh pihak-pihak yang ti- kan ini. Apakah itu sudah dilakukan? Jelas, sejak awal dak menyukai Islam. Ada stigmasi yang didengungkan Muhammadiyah itu sudah digemakan K.H. Ahmad untuk memojokkan Islam, yang melekatkan Islam de- Dahlan, yang melekat dengan sebutan Sang Pencerah. ngan kekerasan, terorisme, ketidakdilan, kemiskinan, Jika kini kita mengulangi ajakan itu, bukan berarti kita hingga predikat sebagai agama yang diskriminatif ter- sudah bias dari arah itu, namun lebih untuk menekanhadap wanita atau agama yang menakutkan. kan dan mangajak mengakselerasi agar gerakan-gerakJelaslah framing tersebut jauh dari ajaran Islam an beragama yang mencerahkan menjadi lebih masif yang tersurat dalam Al-Qur’an maupun hadis-hadis dan optimal. Ini berarti, semua unit di Muhammadiyah sahih, yang seyogianya dipegang secara kaffah dan di- dari pusat hingga unit-unit terkecil yang ada di masyaimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari umat rakat perlu menyusun agenda dan program yg detail Islam. Namun, tidak kita pungkiri, dalam realitas juga sebagai penjejak beragama yang mencerahkan tersebut banyak umat Islam yang melaksanakan tuntutan agama .... Barakallah.[] tersebut secara tidak benar. Kita mengetahui mana yang baik dan yang buruk, mana yang halal dan yang haram, mana yang benar dan yang salah, mana yang dianjurkan Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM

1


Susunan redaksi

Rapat Redaksi Warta PTM

WARTA PTM

Warta PTM diterbitkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah SUSUNAN REDAKSI

PENANGGUNG JAWAB: Lincolin Arsyad PEMIMPIN UMUM/REDAKSI: Edy Suandi Hamid DEWAN REDAKSI: Muhammad Sayuti I Muhammad Samsudin I Ahmad Muttaqin REDAKTUR PELAKSANA: Agung Prihantoro REPORTER: Wira Prakasa Nurdia I Dani Kurniawan I Aprilia Sazila Sari I Fauzan Husaini KEUANGAN: HS Mulyatno ALAMAT REDAKSI: Jln. KHA Dahlan 103 Yogyakarta 55262 Telp. +62-274-389485 Faks. +62-274-376336 Email: redaksiwartaptm@gmail.com Website: www.diktilitbangmuhammadiyah.org Rekening Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Nomor 09-0008-7003 BNI Cabang Yogyakarta a/n Lincolin Arsyad, Prof. Dr. M.Sc.

Warta PTM menerima tulisan yang berupa opini, berita panjang, berita singkat, glosarium dan foto seputar perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Redaksi berhak menyunting tulisan. Silakan kirim tulisan dan/atau foto ke email redaksi.

2

Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019


daftar isi ASA •

Beragama yang Mencerahkan__1

TOPIK UTAMA • •

Perilaku Beragama yang Mencerahkan__4 Harus Bergerak Secara Sistematis__6

WAWANCARA • Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag.: Tanwir Harus Menjawab Problematika Zaman__8 • Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A.: Menjadi Pribadi Munawwar & Munawwir__10

KINERJA • • • • •

• • •

Pelatihan & Sertifikasi AMI PTMA: Tingkatkan Mutu Internal__12 MOU ALPTK PTMA-LPPKS & Pendirian LPD_13 Pembentukan ALAIK untuk Penguatan AIK di PTMA__13 Silaturahmi Majelis Diktilitbang & KUI PTM Ke Mendikbud: Tugas Atdikbud untuk Bantu KUI__14 Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Internasional PTMA:Harus Berani Menulis di Jurnal Internasional__15 Pendampingan Persiapan Visitasi UM Jakarta: Harus All Out_16 Leadership Training Angkatan Ke-3: Strategi Perubahan Menuju Era Disrupsi __16 Siapkan SBMPTM 2019 Lebih Awal__17

inaugurasi • • • • • • •

TOPIK UTAMA Perilaku Beragama yang Mencerahkan Tanwir Muhammadiyah Ke-51 digelar pada 15-17 Februari 2019 di Kota Bengkulu dengan tema “Beragama yang Mencerahkan”. Warta PTM Edisi Khusus Tanwir terbit dengan membahas tema Tanwir ini dan meminta pandanganpandangan para ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan pimpinan-pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) tentang tema tersebut.

Wawancara Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag.: Tanwir Harus Menjawab Problematika Zaman Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag. lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat enam puluh dua tahun silam. Pada Muktamar 2015 di Makassar, namanya masuk dalam daftar tiga belas Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Hasil tersebut menjadikan dirinya pengurus pusat selama tiga periode berturut-turut, sejak 2005 hingga kiwari. Kini, eks-Ketua Majelis Tablig dan Dakwah Khusus Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah disibukkan dengan kegiatan akademik dan juga persiapan Tanwir yang dihelat pada 15-17 Februari 2019.

Pelantikan Rektor UMSIDA: Indonesia Harus Lakukan Transformasi Kebudayaan__19 Pelantikan Rektor UM Bengkulu Periode 2018-2022: Upaya untuk Memperoleh AIPT “A” __20 Pelantikan Rektor UM Palangkaraya Periode 20192023: Komitmen untuk Capai Target AIPT “A”t__20 Pelantikan Ketua Stikes Muhammadiyah Kuningan periode 2018-2022: Realisasikan Visi Kampus__21 Pelantikan Rektor UM Buton Periode 2019-2023: Membangun Kemajuan Buton yang Kukuh__22 Pelantikan Rektor IBM Bekasi Periode 2019-2023: Fokus Akreditasi Program Studi__22 Pelantikan Rektor ITB Ahmad Dahlan Jakarta Periode 2018-2022: ITB AD Menjadi Laboratorium Kepemimpinan Umat & Bangsa __23

Kaleidoskop

SALINDiA

•

•

Kaleidoskop Kinerja: Majelis Diktilitbang 2017-2018 __24

INOVASI •

UMY Lolos Seleksi Evaluasi Joint Degree Secara Online Pertama di Indonesia_30

kronik • • • • • • •

Aksi Cepat SARMMI di Lampung Selatan__31 Tolak Kerja Sama dengan Perusahaan Rokok__31 Tunas PTM di Kawasan Timur Indonesia__32 Bantuan Unismuh Makassar untuk Korban Banjir Gowa__33 Pengukuhan Guru Besar Dr. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M.__33 UM Lampung Resmi Jadi Kampus Entrepreneurship__34 Munas Ke-2 SARMMI 2019__45

Salindia__36

PROFIL PTM • • •

Universitas Muhammadiyah Semarang: Suatu Berkah & Kebanggaan Bersamaa __38 Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd.: Target Kami Sederhana, 2020 Unimus Terakreditasi “A”__40 Stikes Muhammadiyah Pringsewu: Lebarkan Sayap ke Kancah Internasional__42

PROFIL DOSEN •

Djoko Sigit Sayogo, S.E., M.ACC., Ph.D.: Cetak SDM yang Berdaya Saing Global__44

warta dari ptm •

Warta dari PTM__46

regulasi • Peraturan Menristek RI Nomor 60 Tahun 2018 Tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi__48

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM

3


topik utama

Perilaku Beragama yang Mencerahkan

dok. www.g-1.com

Tanwir Muhammadiyah Ke-51 digelar pada 15-17 Februari 2019 di Kota Bengkulu dengan tema “Beragama yang Mencerahkan”. Warta PTM Edisi Khusus Tanwir terbit dengan membahas tema Tanwir ini dan meminta pandanganpandangan para ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan pimpinan-pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) tentang tema tersebut. Tulisan pertama ini mengupas pandangan-pandangan PWM sedangkan tulisan kedua mengulas pendapat-pendapat para pimpinan PTM.

K

etua PWM Papua Barat Dr. Ir. Mulyadi Djaya, M.Si. menyampaikan, tema Tanwir ini tepat dan sesuai dengan kondisi bangsa saat ini. “Melalui tema itu, diharapkan Muhammadiyah sebagai ormas Islam berperan sebagai uswatun hasanah dalam segala aspek kehidupan. Setiap kegiatan Muhammadiyah berfungsi untuk mencerahkan,” tuturnya. Sementara itu, Ketua PWM Daerah Istimewa Yogyakarta Gita Danupranata, S.E., M.M. mengatakan, tema ini bukan hal yang baru bagi Persyarikatan Muhammadiyah. ”Hal itu sudah menjadi ciri dan karakter Muhammadiyah dari sejak awal didirikan. Dakwah yang mencerahkan dan berkemajuan adalah khas dari organisasi Muhammadiyah,” tandasnya. Akan halnya Ketua PWM Jawa Tengah, Drs. Tafsir, M.Ag. mengemukakan, “Beragama yang Mencerahkan” berarti perilaku beragama yang bisa dipertanggungjawabkan seturut Al-Qur’an, rasio dan fitrah kemanusiaan. Perilaku beragama yang mencerahkan 4

Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

mensyaratkan perspektif yang komprehensif bahwa agama diperuntukkan bagi manusia, agama itu mencerahkan manusia, dan agama memahami kebutuhan manusia. “Agama diterapkan secara proposional dalam segala aspek kehidupan, sehingga dakwah tidak boleh berhenti. Agama jangan sibuk dan berhenti di ruangruang ritual sehingga mengabaikan aspek yang lain. Pemahaman agama jangan eksklusif dan merasa paling suci itu tidak mencerahkan,” katanya.

Indikatornya Apa indikator-indikator agama yang mencerahkan? Menurut Ketua PWM Nusa Tenggara Timur (NTT) K.H. Musta’in, kenyamanan dalam beragama dan beragama yang tidak memaksakan adalah ciri dari perilaku beragama yang mencerahkan. Ini tertuang di dalam Q.S. Al-Baqarah (2): 256 laa ikraha fiddin, tidak ada paksaan dalam memeluk agama.


Perilaku Beragama yang Mencerahkan

Pendapat yang sama disampaikan oleh Tafsir bahwa agama yang mencerahkan ialah agama yang memudahkan dan menggembirakan bagi pemeluknya tanpa menghilangkan syariah. ”Beragama yang mencerahkan itu tidak menampilkan wajah suram, tidak eksklusif, tidak merasa paling suci, tidak boleh merasa salah dan berdosa secara berlebihan, tidak boleh memandang negatif terhadap dunia. Beragama itu harus bergembira, karena itu yang menumbuhkan optimisme,” katanya. Perilaku beragama seperti ini tentu sangat relevan dengan kondisi kehidupan bangsa Indonesia di tahun politik 2019. Menurut Gita Danuprana, tahun politik ini diliputi hiruk pikuk, dan kondisi hiruk pikuk membuat bingung masyarakat. Dalam kondisi ini, keberagamaan rentan bercampur dengan kepentingan-kepentingan politik sesaat. “Oleh sebab itu, tema Tanwir Muhammadiyah yang diangkat kali ini sudah tepat dengan kondisi yang ada. Beragama yang mencerahkan memberikan spirit supaya kita memahami agama secara jernih, sehingga bisa beragama secara benar,” tandasnya. Mulyadi Djaya menambahkan, dalam menghadapi pemilihan umum pada April 2019 mendatang, Muhammadiyah yang telah memiliki sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan AUM yang berkualitas hendaknya memberikan kontribusi langsung dalam bentuk tenaga, pikiran dan karya dalam perpolitikan lokal dan nasional. Sudah saatnya kader Muhammadiyah yang berkompeten terpanggil untuk mengisi kursi kepemimpinan. Hal senada diungkapkan oleh Tafsir, politik itu penting. Keputusan politik itu sifatnya mengikat dan memaksa. Contohnya adalah undang-undang. Siapa pun harus tunduk dan patuh terhadap undang-undang yang telah disahkan. Karenanya, jabatan politik itu strategis, dan seyogianya warga Muhammadiyah atau kaum Muslim yang berkompeten berani mengisi jabatan tersebut. Mereka harus ikut menentukan arah bangsa ini ke depan. “Muhammadiyah harus tahu kapan kritis terhadap pemerintah dan tahu kapan harus bermitra kepada pemerintah. Selain itu, Muhammadiyah sejak awal kelahirannya selalu membantu pemerintah dalam membangun bangsa ini tercinta,” ujar Tafsir.

Pendidikan yang Mencerahkan Tak hanya dalam bidang politik, perilaku beragama yang mencerahkan pun mesti mengejawantah pada

bidang pendidikan secara internal dan eksternal. Secara internal Muhammadiyah, menurut Musta’in, hubungan antara PWM dan PTMA kadang bermasalah. Untuk mengatasinya, keduanya perlu menghidupkan kembali visi dan misi Muhammadiyah. “Kemudian, baik pimpinan Muhammadiyah dan pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah jangan sampai tergoda dengan kepentingan yang sifatnya pragmatis dan jangka pendek,” tutur Musta’in. “Apabila itu terjadi, merupakan suatu tindakan pelanggaran organisasi. Aktivitas semacam itu jelas tidak mencerahkan,” kata Gita Danupranata. Secara eksternal, perilaku beragama yang mencerahkan menjadi spirit pendidikan Muhammadiyah di wilayah yang mayoritas penduduknya non-Muslim. Sebagian besar mahasiswa di empat PTM di Papua (UM Sorong, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, STKIP Muhammadiyah Manowari dan Stikom Jayapura) adalah orang asli Papua dan non-Muslim. PTM itu tidak membeda-bedakan suku, ras, agama dan tingkat sosial para mahasiswanya. “Mereka sangat berterima kasih kepada Muhammadiyah yang telah berkontribusi mencerdaskan putraputri Papua. Sekarang, orang-orang Papua sudah mengenal nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan, sehingga ada ikatan batin dengan Muhammadiyah. Melalui pendidikan, Muhammadiyah telah mengajarkan tentang toleransi beragama secara konkret,” tegas Mulyadi Djaya. Di Nusa Tenggara Timur (NTT) pun demikian, Musta’in menjelaskan, kepercayaan dari masyarakat NTT yang jamaknya non-Muslim pada sekolah dan PTM terus meningkat. Di UM Kupang, misalnya, mahasiswa baru pada tahun ajaran kemarin mencapai 1.300. Jumlah mahasiswa baru di UM Kupang terus bertambah dari tahun ke tahun. Pandangan-pandangan di atas menunjukan bahwa spirit mencerahkan telah menjadi nafas gerak Persyarikatan Muhammadiyah selama lebih dari 100 tahun. Pencerahan yang dilakukan di bidang-bidang keagamaan, pendidikan dan kesehatan telah dirasakan oleh masyarakat luas dari Sabang sampai Merauke. Alhasil, perilaku beragama Muhammadiyah yang mencerahkan ini perlu dirawat. Tanwir Muhammadiyah ke-51 ini merupakan salah satu upaya konsolidasi nasional Persyarikatan Muhammadiyah untuk merawat obor pencerahan agar suluh ini tidak padam dan bahkan makin bersinar.[] Dani Kurniawan

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM

5


topik utama

dok. interact.eu

Harus Bergerak Secara Sistematis

R

ektor Universitas Muhammadiyah (UM) Lampung, Dr. H. Dalman, M.Pd., tak henti-hentinya memuji Kota Bengkulu yang ditunjuk sebagai tuan rumah Tanwir 15-17 Februari 2019. Baginya, kota berjuluk Bumi Raflesia tersebut laik menjadi tuan rumah karena kaya sejarah nasional dan sejarah Muhammadiyah. Sebab lain, Bengkulu belum pernah menjadi tuan rumah Tanwir dan Muktamar Muhammadiyah. “Saya sangat mengapresiasi penunjukan Bengkulu sebagai tuan rumah Tanwir karena mereka sudah mempersiapkan semuanya dengan matang,” terangnya saat bertandang ke Kantor Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Selasa (27/12/18). Tanwir 2019 kali ini mengambil tema “Beragama yang Mencerahkan”. Tema tersebut didasarkan pada kegelisahan mengenai agama yang kerap ditunggangi kepentingan politik yang berdampak pada menajam6

Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

nya polarisasi di tengah masyarakat. Muhammadiyah, melalui Tanwir menurut Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, bertujuan untuk “mengembalikan fungsi agama sebagai sumber nilai yang mencerahkan, mencerdaskan, menggerakkan, dan mempersatukan umat, serta mewujudkan Indonesia sebagai negara yang adil dan makmur, atau dalam bahasa lain baldatun thayiban wa rabbun ghafur”, sebagaimana dilansir dari media daring UM Malang. Tentu, fungsi agama untuk mencerahkan tersebut menjadi tanggung jawab seluruh insan Muhammadiyah, tidak terkecuali Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). PTMA, yang oleh Dr. Haedar Nashir, M.Si. dianggap sebagai pusat-pusat unggulan Muhammadiyah, memiliki peran strategis dalam mencerahkan umat Islam, terutama dalam menghadapi situasi menjelang Pemilihan Umum saat ini.

Melampaui Sekat-Sekat Primordial Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P. mengatakan bahwa tema yang diusung pada Tanwir kali ini merupakan hasil refleksi dari kondisi sosial-keagamaan yang mengalami pasang surut pasca-Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2016 silam. “Ini efek domino dari Pilkada di Jakarta tahun


Harus Bergerak Secara Sistematis

2016 yang lalu. Kini, kita mengalami ketegangan yang mengarah pada destruksi dan berkurangnya rasa aman antarwarga beragama. Sementara beragama yang mencerahkan mengajak kita untuk saling hormat dan menghormati dengan penganut agama lain,” papar Gunawan

Budiyanto. Pernyataan Gunawan selaras dengan pendapat Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum. yang baru dilantik sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) akhir tahun silam. Dia mengatakan bahwa keputusan untuk mengangkat tema ini pada Tanwir 2019 sudah tepat guna, karena substansi Islam sendiri adalah rahmatan lil’alamin, sebuah pesan universal yang melampaui sekat-sekat primordial: suku, etnis, atau wilayah geografis. Dia juga mengajak warga Muhammadiyah secara khusus agar kembali pada ajaran dasar: teologi Al-Maun sebagai solusi atas problem-problem kemanusiaan universal. “Agama yang mencerahkan, jika kita dedah, maka makna utamanya ada tiga: pertama, harus fungsional dan solutif. Kedua, harus berorientasi kekinian sekaligus mampu menjawab masa depan. Ketiga, harus terbuka dan bekerja sama,” sebagaimana keterangannya melalui Whatsapp kepada Warta PTM, Rabu (28/12/18).

Komitmen Melalui Kurikulum Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Dr. dr. Sukadiono, M.M., punya kiat metodik mengenai aktualisasi agama yang mencerahkan di lingkungan akademik. Pendekatannya cenderung formalistik dan terejawantahkan ke dalam tiga aspek: pertama, penanaman nilai-nilai agama melalui kurikulum yang dipantau langsung oleh Pusat Pengkajian Agama Islam dan Kemuhammadiyaan (PPAIK); kedua, pemahaman yang komprehensif tentang pluralisme kepada sivitas akademika; dan ketiga, adaptif terhadap teknologi. Tentu, proses tersebut bukannya tanpa tantangan. “Pertama, setidaknya kita harus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mengerti dengan pemahaman yang inklusif. Namun, persoalannya adalah pemahaman yang eksklusif atas agama menjadi penghalang dalam penerapan nilai pencerahan di kampus. Mereka ini

mengklaim kelompoknya paling benar seraya menghakimi kelompok lain yang berbeda dengan mereka. Ini yang menjadi persoalan,” tutur Sukadiono. Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Rektor UM Luwuk, Farid Haluti, S.Ag., M.Pd. Pasalnya, mendorong sikap toleran dan pemahaman yang inklusif di lingkungan kampus bukan perkara mudah. Perlu tenaga ekstra dan membutuhkan kematangan tidak sekadar pola pikir, melainkan pola tindakan. Sementara itu, Prof. Gunawan Suryoputro enggan terjebak pada persoalan ini terlalu jauh. Dia menyatakan, idealnya tantangan PTMA saat ini sudah beranjak ke fase yang lebih elegan: Revolusi Industri 4.0. “Ada perubahan-perubahan sistem karena kemajuan zaman. Era Revolusi Industri 4.0 menuntut kita harus berubah dan adaptif terhadap kemajuan zaman. Bagi saya, itu tantangan sesungguhnya saat ini,” tegas Prof. Gunawan.

Masifkan Melalui Kanal Digital Farid Haluti meyakini bahwa PTMA masih menjadi bagian dari solusi atas persoalan-persoalan bangsa akhir-akhir ini, terutama menyangkut peran agama yang mencerahkan. Syaratnya, pemaknaan dan penyebarluasan lema “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” harus diubah dari pola konvensional—tatap muka di ruang kelas—ke ruang maya, karena jangkauannya yang luas lagi efektif. Bagi Rektor UMY, ini persoalan urgen. PTMA mesti banyak berperan mengenai hal ini, terutama yang memiliki sumber daya melimpah. “Ini penting, terutama bagi PTMA yang jumlah mahasiswanya di atas 7.500 karena sarana dan prasarana memadai, dana, SDM, dan kapabilitas akses dan keterserapan teknologi informasi.” Seturut dengan Rektor UMY, Sukadiono menuntut PTMA untuk bergerak lebih aktif terutama pada porsi daring. Kebijakan ini mengharuskan PTMA bergerak secara sistematis, misalnya membuat konten ringan berupa episode video singkat di Instagram dan kanal Youtube dengan pesan-pesan yang bermuatan ajakan untuk toleran dan mendorong persatuan. “Kami bahkan pernah menyelenggarakan kegiatan Run for Peace, yang tujuannya menggemakan perdamaian dan keragaman. Harapannya PTMA lain melakukan hal yang sama,” tutup Sukadiono.[] Wira Prakasa Nurdia

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM

7


wawancara

Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag. Dok. suaramuhammadiyah.id

P

rof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag. lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat enam puluh dua tahun silam. Pada Muktamar 2015 di Makassar, namanya masuk dalam daftar tiga belas Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Hasil tersebut menjadikan dirinya pengurus pusat selama tiga periode berturut-turut, sejak 2005 hingga kiwari. Kini, eks-Ketua Majelis Tablig dan Dakwah Khusus Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah disibukkan dengan kegiatan akademik dan juga persiapan Tanwir yang dihelat pada 15-17 Februari 2019. Yunahar menilai Tanwir kali ini cukup spesial, karena dihelat berdekatan dengan hajatan besar lima tahunan negara: pemilihan umum presiden, wakil presiden dan anggota legislatif. Dia mengatakan kedua kandidat presiden akan diundang untuk mempresentasikan program unggulannya di depan warga Muhammadiyah. Kepada reporter Warta PTM, Wira Prakasa Nurdia, Yunahar juga mengeluhkan hoaks yang tersebar belakangan ini. Mengenai hal tersebut, dosen UM Yogyakarta ini memberikan petunjuk praktis agar kita terhindar dari hoaks. Bagaimana tanggapan Bapak atas tema Tanwir Muhammadiyah 15-17 Februari 2019 “Beragama yang Mencerahkan”? Seluruh tema tersebut didiskusikan terlebih dahulu

8

Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

di Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, sebagaimana kita mengangkat tema Ta’awun untuk Negeri dalam menyambut milad Muhammadiyah beberapa waktu lalu. Nah, dalam konteks beragama yang mencerahkan, saya mengategorikan orang beragama menjadi dua tipologi. Pertama, ada orang beragama secara artifisial, bisa ditandai secara fisik misalnya, senang mengenakan “atribut Islam”, seperti jubah, niqab (cadar), dan serban. Kecenderungan tersebut menunjukkan cara beragama yang artifisial, sebatas simbol-simbol. Kedua, beragama secara substansial. Konkretnya, mengutamakan isi daripada simbol, misalnya menerjemahkan nilai-nilai Islam dalam laku sosial. Muhammadiyah, dalam konteks ini tidak mempertentangkan antara dua pola beragama tersebut, karena beragama sendiri, menurut saya, komprehensif. Sederhananya, jika beribadahnya tertib, maka sikapnya juga terpuji, kepeduliannya terpupuk, dan komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan serta kemajuan teknologi. Kedua unsur beragama tersebut bagus jika difusikan. Keduanya menurut saya cerminan dari beragama yang mencerahkan atau dalam bahasa lain Islam yang berkemajuan.


Tanwir Harus Menjawab Problematika Zaman

Apa relevansi tema tersebut dengan kondisi bangsa Indonesia dan umat Islam sekarang? Jika dalam konteks muamalah, Muhammadiyah menggunakan politik dinamisasi dengan menerjemahkan ajaran Al-Qur’an dan hadis dalam seluruh aspek kehidupan, baik itu sosial, ekonomi, politik, seni, dan budaya. Penerapan politik dinamisasi diharapkan mampu mencakup dua hal: pertama aktual. Artinya, relevan dengan kondisi dan situasi zaman sekarang, sehingga tidak perlu mengulang-ulang kembali. Kedua, ia mampu menjadi solusi bagi problematika zaman. Kira-kira itulah substansi yang ingin dipertegas dalam Tanwir. Bagaimana relevansinya dengan peristiwa politik 2019: pemilihan presiden/wakil presiden dan pemilihan anggota legislatif di Indonesia? Pemilihan Umum itu kan sesuatu yang rutin lima tahunan. Seperti biasa sesuai dengan khittah persyarikatan, Muhammadiyah tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun, netral. Tetapi, pada Tanwir, kita mengundang kedua pasangan calon presiden untuk memaparkan gagasannya di depan warga Muhammadiyah. Masingmasing diberikan hak secara proporsional. Biar nanti warga Muhammadiyah yang akan menilai sesuai dengan hati nuraninya masing-masing. Saya kira standar penilaiannya akan normatif, mana calon pasangan yang bisa memajukan bangsa, dekat dengan umat, dan sesuai visi dan misi Muhammadiyah. Jika dua-duanya adalah calon yang baik, maka pilih yang terbaik. Tetapi, jika kurang, pilih yang lebih sedikit kurangnya. Intinya, kita tetap memberikan keduanya hak secara proporsional. Dalam sejumlah kasus, para pimpinan Muhammadiyah dan pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) terlibat dalam konflik negatif atau konflik yang merugikan Persyarikatan Muhammadiyah dan/atau PTMA. Apakah ini bisa dikatakan sebagai perilaku agama yang tidak mencerahkan? Alhamdulillah, sejauh ini kita melihat konflik itu masih dalam bentuk dinamika. Misalnya, dinamika dalam pemilihan rektor, sehingga terjadilah tarik-menarik kepentingan walaupun pada dasarnya, kepentingannya pun mulia: mencari sosok yang terbaik untuk memimpin perguruan tinggi. Hanya kadang-kadang ada perbedaan pendapat. Untungnya di Muhammadiyah, konflik—jika kita bersepakat dengan term ini—tersebut tidak sampai berlarut-larut, karena Muhammadiyah sudah sangat kuat dari segi regulasi. Jadi, kita tidak berorientasi kepada tokoh, melainkan pada aturan. Jika dalam konteks PTMA, maka aturan yang dimaksud adalah statuta, kaidah, pedoman, dan pada tataran tertentu keputusan terakhir bermuara pada Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Apakah dalam Tanwir juga dibahas mengenai hoaks yang belakangan cukup mengkhawatirkan? Muhammadiyah melalui Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) sudah menyusun etika bermedia sosial yang berangkat dari semangat tabayyun, Al-Hujurat (49): 6. Harus selalu ada tabayyun untuk segala jenis informasi, apalagi informasi tersebut bernuansa negatif. Jika ada kabar positif yang keliru namun sudah tersebar, saya kira masih bisa dimaklumi. Tapi, jika informasi negatif, dampaknya fatal karena dapat merugikan orang lain. Tabayyun dalam konteks ini adalah kemampuan untuk menganalisis dan memverifikasi kabar yang belum jelas dan bermuatan provokasi. Syukur-syukur bisa langsung dikonfirmasi kepada produsen berita. Kemudian, untuk menjadi warganet yang cerdas, perlu pertimbangan nilai manfaat suatu informasi. Kalaupun itu benar tetapi nirguna, lebih baik tidak usah disebarluaskan, karena tidak semua yang benar itu memiliki manfaat. Terakhir, dalam menentukan apakah suatu informasi bermanfaat atau tidak harus dilihat dari konteks waktunya, tepat atau tidak. Meskipun beritanya benar tapi tidak tepat disampaikan, ya pada akhirnya bisa saja merugikan. Saya berharap semua warga Muhammadiyah memiliki kewaskitaan dalam bermedia sosial, karena sesuatu yang buruk kalau terlanjur viral, menariknya akan susah. Bagaimana relevansi tema ini dengan kiprah PTMA di Papua dan Nusa Tenggara yang mayoritas penduduk dan mahasiswanya non-Muslim? Muhammadiyah itu usianya sudah lebih dari satu abad. Berbicara mengenai Papua dan Nusa Tenggara Timur yang mayoritas non-Muslim, tidak menjadi problem bagi kita. Komitmennya tetap mencerahkan, mendidik, dan mencerdaskan bangsa meskipun berbeda agama dengan kita. Perguruan tinggi Muhammadiyah di Kupang misalnya, non-Muslim berjumlah 70%, karena Muhammadiyah dalam tujuannya mencerdaskan bangsa tidak memilih siapa subjeknya. Kalau merujuk pada amanat konstitusi, sebetulnya itu tugas negara. Tetapi, bagi Persyarikatan Muhammadiyah kan ini persoalan dakwah. Dakwah itu mencakup semuanya: mendidik, mengajar, dan menyadarkan. Ajaran Islam sendiri ada yang bersifat subjektif dan objektif. Nah, ajaran yang objektif ini berlaku untuk semua, bersandar pada nilai-nilai universal seperti keadilan, kejujuran, kebaikan, termasuk di antaranya pendidikan. Sementara ajaran yang bersifat subjektif mengatur khusus peribadatan orang Islam seperti salat atau puasa. Nilai Islam yang kita ajarkan dalam konteks perguruan tinggi adalah objektif.[]

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM

9


wawancara

Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A

T

anwir Muhammadiyah menjadi kegiatan musyawarah tertinggi setelah Muktamar. Prof. Dr. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, M.A. yang sering kita kenal dengan nama Din Syamsuddin, memberikan pemahaman yang mendalam ihwal makna Tanwir Muhammadiyah 2019. Menurutnya, Tanwir dan pencerahan mengandung arti dan filosofi yang mendalam dan lebih dari sekadar mentransfer pengetahuan. Wartawan Warta PTM Aprilia Sazila Sari mewawancarai beliau di kantor Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) Jakarta Selatan, Kamis (27/12/18). Din Syamsuddin pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 2005-2010 dan 2010-2015. Beliau menyelesaikan pendidikan sarjana muda dan S-1 di Program Studi Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta pada 1980. Pendidikan magister dan doktornya ditempuh di Interdepartemental Programme in Islamic Studies, University of California Los Angeles, Amerika Serikat dan dirampungkan pada 1988 dan 1991. Bagaimana tanggapan Bapak atas tema Tanwir Muhammadiyah 15-17 Februari 2019 “Beragama yang Mencerahkan”?

10 Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Pertama, saya mengapresiasi tema sidang Tanwir 2019 yang dipilih dan diangkat oleh pimpinan pusat Muhammadiyah. Karena, kedua kata yang ada pada tema, yaitu “beragama dan mencerahkan” memiliki sifat yang berada pada benang merah pikiran Muhammadiyah sebagai gerakan pencerahan. Tema ini mengusung dakwah pencerahan dan dakwah tanwiriyah yang menjadi trademark atau identitas Muhammadiyah. Apa relevansi tema ini dengan kondisi bangsa Indonesia dan umat Islam zaman sekarang? Saya kira tema ini sangat relevan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini. Karena, ketika beragama yang mencerahkan dikemas menjadi suatu pesan yang baik, itu akan menjadi hasil yang baik pula kepada warga Muhammadiyah atau kepada bangsa secara keseluruhan. Pesan ini diikuti dengan penghayatan dan pendalaman makna sehingga dapat memberikan pendalaman yang kuat dalam pribadi masing-masing umat. Pesan yang kuat dari beragama yang mencerahkan juga memiliki parameter yang ada pada budaya bangsa yang mengandung nilainilai keutamaan yang mencerahkan. Sehingga, umat dalam beragama itu tidak hanya berhenti pada ritualitas dan keseharian semata, namun juga mengutamakan nilainilai keutamaan dalam perilaku dan kebudayaan.


Menjadi Pribadi Munawwar & Munawwir

Seperti yang Bapak katakan tadi, beragama yang mencerahkan memiliki parameter atau indikator. Apa saja indikator beragama yang mencerahkan jika dihubungkan dengan pola pikir, pola tindak dan pola perasaan? Jika kita gambarkan, mencerahkan itu seperti menetesnya nur, cahaya dari sumber cahaya Ilahi. Kemudian, cahaya tersebut menetes dalam diri manusia yang beragama sehingga menimbulkan satu kepribadian yang bersinar dan bercahaya, baik pada akal pikiran, perasaan, hati, kepribadian dan indikator jasmani. Nilai-nilai keutamaan yang mencerahkan ini tentu memiliki tolok ukur atau indikator khusus sehingga dapat menjadikan suatu bangsa, atau secara spesifik menjadikan seorang individu, menjadi umat beragama yang mencerahkan. Kepribadian tersebut juga didukung dengan kemampuan seseorang dalam mengirim atau mentransfer energi cahaya kepada orang lain, sehingga ia dapat menarik orang tersebut ke dalam kepribadian agama yang mencerahkan. Seorang individu yang beragama tidak hanya fokus untuk melaksanakan tugas dan kewajiban diri semata, namun harus diiringi dengan berdakwah untuk mengajak umat dalam bingkai nilai luhur keislaman. Pribadi Islami yang mencerahkan dan dilakukan dengan usaha yang maksimal dapat mendorong umat dalam kondisi kehidupan yang berkemajuan, baik kemajuan dalam kehidupan politik, ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi dan lainnya. Dalam sejumlah kasus, para pimpinan Muhammadiyah dan pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) terlibat dalam konflik negatif atau konflik yang merugikan Persyarikatan Muhammadiyah atau PTMA. Apakah ini bisa dikatakan sebagai perilaku agama yang tidak mencerahkan? Beragama yang mencerahkan ini berlaku bagi kita sebagai warga Muhammadiyah dan juga bagi bangsa secara keseluruhan. Namun, indikator mencerahkan ini tidak berlaku bagi pimpinan Muhammadiyah yang justru menampilkan sikap yang negatif. Hal yang buruk dan negatif tentu bertolak belakang dengan agama yang mencerahkan. Sama halnya dengan individu yang masih pasif atau hanya melakukan ibadah saja tanpa mencoba untuk mendakwahkan kepada orang lain. Sikap pasif itu seperti seseorang yang hanya melakukan ibadah untuk dirinya sendiri tanpa memberdayakan diri menjadi orang yang mencerahkan dan mengajak dalam kebaikan. Pada dasarnya, sikap seseorang haruslah menjadi munawwar, yaitu mencerahkan, dan dia juga harus mampu menjadi munawwir atau mencerahi. Bagaimana relevansi tema ini dengan kiprah PTMA di Papua dan Nusa Tenggara yang mayoritas penduduk dan mahasiswanya non-Muslim? Seperti yang kita ketahui, Indonesia terdiri dari

Jika kita gambarkan, mencerahkan itu seperti menetesnya nur, cahaya dari sumber cahaya Ilahi. Kemudian, cahaya tersebut menetes dalam diri manusia yang beragama sehingga menimbulkan satu kepribadian yang bersinar dan bercahaya, baik pada akal pikiran, perasaan, hati, kepribadian dan indikator jasmani. Nilai-nilai keutamaan yang mencerahkan ini tentu memiliki tolok ukur atau indikator khusus sehingga dapat menjadikan suatu bangsa, atau secara spesifik menjadikan seorang individu, menjadi umat beragama yang mencerahkan. Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A.

beragam budaya dengan berbagai kepercayaan yang dianut masyarakatnya. Penerapan sikap beragama yang mencerahkan tidak hanya antarumat agama kita, namun juga berlaku pada non-Muslim. Sikap tersebut dapat menjadi alasan untuk saling bersama-sama membagun hubungan dalam menjaga persatuan umat beragama. Hal ini juga berlaku bagi seluruh daerah, tak terkecuali PTMA yang berlokasi di Indonesia Timur. Dengan kata lain, hal ini dapat menjadi ajakan dalam memberikan energi agama masing-masing sehingga dapat membentuk adanya dialog antara agama satu dengan agama yang lain. Bagaimana harapan Bapak dari Sidang Tanwir 2019? Saya berharap tema ini bisa dipahami secara proposional dan pas sehingga dapat dijabarkan dalam program-program Muhammadiyah. Tema ini pula dapat membawa dan memotivasi warga Muhammadiyah secara keseluruhan dalam menjadi pribadi yang munawwar dan munawwir.[]

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM 11


kinerja

Para narasumber dan peserta Pelatihan dan Sertifikasi Auditor Mutu Internal Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Wilayah Timur di Makassar, Kamis-Ahad (6-9/12/18).

Pelatihan & Sertifikasi AMI PTMA

Tingkatkan Mutu Internal

M

ajelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengadakan dua Pelatihan dan Sertifikasi Auditor Mutu Internal Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (AMI PTMA). Pelatihan dan Sertifikasi AMI PTMA Wilayah Barat dihelat di Pekanbaru, Riau, Senin (20-23/11/18) dan Wilayah Timur di Makassar, Kamis-Ahad (6-9/12/18). Acara ini diselenggarakan atas kerja sama antara Majelis Diktilitbang dan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dan Unismuh Makassar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan merancang sistem Audit Mutu Internal dan mempersiapkan Auditor Mutu Internal di PTMA. Dilansir dari laman riauterkini.com, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. menyatakan dalam sambutan pada kegiatan itu di Pekanbaru, penjaminan mutu bukanlah semata-mata karena peraturan pemerintah, melainkan suatu gerakan kesadaran dari PTMA itu sendiri. Sehingga, PTMA dapat mencapai peningkatan internal mutu perguruan tinggi yang berkelanjutan. Salah satu wujud gerakan kesadaran itu adalah pelatihan dan sertifikasi AMI. “Kegiatan ini baru pertama kali kita adakan di Pekanbaru yang bertujuan agar kita mempunyai auditor di lingkungan Muhammadiyah. Auditor yang terampil dan memahami bagaimana merancang dan mempersiapkan sistem Audit Mutu Internal (AMI) di PTMA. 12 Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Apalagi, AMI merupakan siklus penjaminan mutu yang sangat penting," ujar Prof. Edy. Sementara itu, Rektor UMRI Dr. Mubarak, M. Si. melaporkan, pelatihan ini diikuti oleh kurang lebih 78 peserta yang berasal dari PTMA di Indonesia wilayah barat. Selama kegiatan, para peserta akan mendapatkan materi-materi yang disampaikan dengan beragam metode, seperti diskusi dan praktik untuk merancang sistem AMI dan pelatihan auditor mutu internal di PTMA yang terintegrasi dengan standar Kemenristekdikti dan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Target dari kegiatan ini adalah peningkatan kesadaran budaya mutu warga PTMA, adanya AMI yang kompeten, terlaksananya praktik audit mutu internal di PTMA secara konsisten, kemampuan menyusun laporan monev dan audit mutu internal, serta terimplementasikannya sistem audit mutu internal yang menggerakkan kinerja akreditasi. Sementara itu, pelatihan yang sama di Makassar diikuti oleh kurang lebih 60 peserta yang berasal dari PTMA di Indonesia wilayah timur. Dengan kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat memenuhi seluruh indikator terkait mutu sehingga berkompeten untuk menjadi auditor.[] Aprilia Sazila Sari


L

ima belas Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (LPTK PTMA) menandatangani momorandum of understanding (MOU) dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di UM Surakarta, Jumat (21/12/18). Lima belas LPTK PTMA tersebut adalah Universitas Ahmad Dahlan, UM Sumatera Utara, UM Mataram, UHAMKA, UM Jember, UM Makassar, UM Yogyakarta, UM Purwokerto, UM Malang, UM Parepare, UM Surakarta, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, UM Gresik, UM Jakarta dan UM Pa- LPTK PTMA menandatangani MOU dengan LPPKS Kemendikbud RI di UM Surakarta, Jumat (21/12/18). Dari kanan ke kiri: Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., Dr. Sofyan Anif, M.Si., dan Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. langkaraya. Dalam acara itu, hadir antara lain Kepala LPPKS Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D., Sekretaris Majelis Diktilitbang Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D., Ketua Asosiasi tas, lisensi oleh LPPKS untuk melatih kepala sekolah LPTK PTMA Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. di daerah masing-masing.” MOU ini berisi kesepakatan 15 LPTK PTMA dan “Bagi Majelis Diktilitbang, menurut Prof. LincoLPPKS untuk membentuk Lembaga Penyelenggara lin Arsyad, M.Sc., Ph.D., ini sebuah amanat yang luar Diklat (LPD). Lembaga ini memiliki otoritas untuk mebiasa. Secara teoretis, sekolah yang maju tergantung nyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi kepala kepala sekolahnya. 15 LPTK PTM mendapatkan amasekolah dan calon kepala sekolah. Jika sudah terbentuk nat yang luar biasa berat dari pemerintah untuk memsecara resmi, LPD yang berisikan 15 LPTK PTMA terbuktikan bahwa LPTK Muhammadiyah mampu mensebut berwenang menyelenggarakan pendidikan dan didik kepala sekolah, baik itu pre ataupun in-service traipelatihan kepala sekolah dan calon kepala sekolah di ning-nya. Karena ini amanat yang luar biasa, Pak Lin daerah mereka masing-masing. mengatakan, jangan hanya program berjalan. Do your Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. mebest. Lakukan yang terbaik untuk berkontribusi pada nyampaikan, “ALPTK ditawari untuk membentuk pemerintah,” tambah Sayuti. Lembaga Penyelenggara Diklat. LPD ini diberi otori-

MOU ALPTK PTMA-LPPKS & Pendirian LPD

Pembentukan ALAIK untuk Penguatan AIK di PTMA

L

embaga-lembaga Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) membentuk Asosiasi Lembaga AIK (ALAIK) dalam pertemuan lembagalembaga pengelola AIK PTMA di UM Surakarta, Sabtu (22/12/18). Gagasan pembentukan asosiasi ini sebenarnya sudah lama digulirkan. Asosiasi ini bertujuan untuk memperkuat dan membangun sinergi antarlem-

baga AIK di PTMA. Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. yang hadir dalam pertemuan tersebut mengatan, “Sebetulnya ini sudah gagasan lama, keinginan lama, untuk menyinergikan, memperkuat lembaga yang mengelola AIK di masing-masing kampus. Intinya, pembentukan asosiasi. Karena, dengan asosiasi lembaga pengelola Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM 13


kinerja Sayuti menambahkan, anggota Majelis Diktilitbang Prof. Dr. Sutrisno pernah menyampaikan gagasannya bahwa dosen AIK juga harus bersertifikasi. Selain SDM AIK, yang juga perlu diperkuat adalah kurikulum dan lembaganya. “Ini merupakan never ending journey, never ending effort,” pungkas Sayuti ketika menegaskan pentingnya penguatan AIK di PTMA secara terus-menerus. Dalam acara pembentukan ALAIK tersebut, Dr. Ari Anshori, M.A. terpilih sebagai Ketua ALAIK, dan Mifathul Haq, S.H.I., M.S.I. sebagai sekretarisnya. Ari Anshori adalah dosen Fakultas Agama Islam UM Surakarta dan Ketua Majelis PendiPara peserta pembentukan Asosiasi Lembaga Al Islam dan Kemuhammadiyahan (ALAIK) PTMA di UM Surakarta, dikan Kader PP Muhammadiyah, Sabtu (22/12/18). sedangkan Mifathul Haq merupakan dosen AIK di Fakultas Kedokteran AIK itu, diharapkan sinergi antarlembaga, best practices, dan Ilmu Kesehatan UM Yogyakarta. ­kemudian sharing pengalaman bisa terbentuk.” Sebelum acara pembentukan ALAIK, di tempat “Tindak lanjutnya setelah ada asosiasi itu, ada beyang sama diselenggarakanlah Seminar Nasional AIK berapa program. Misalnya, memperkuat sumber data dengan tema “Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Mulmanusia untuk AIK itu sendiri, karena di banyak kamtiperspektif”. Dua narasumbernya adalah Prof. Zampus, dosen AIK itu hanya sambilan. SDM-nya perlu nroni, Ph.D. dan Prof. Dr. Amin Abdullah.[] Agung kita perkuat. Status hukum SDM-nya perlu diperkuat. Prihantoro Harus ada sertifikasinya,” imbuh Sayuti. Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah bersama Asosiasi KUI PTM bersilaturahmi ke rumah dinas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. di Jakarta, Senin (7/1/19). Dalam pertemuan tersebut, Mendikbud mendorong agar KUI PTM aktif dalam membangun jaringan internasional dengan perguruan-perguruan tinggi di luar negeri. Untuk itu, KUI PTM bisa berkomunikasi dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Republik Indonesia yang ada di beberapa negara untuk membantu dalam berhubungan dengan mitra di luar negeri. “Itu tugas Atdikbud untuk membantu kegiatan-kegiatan seperti itu," kata Prof Muhadjir. Sementara itu, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. yang memimpin delegasi kecil tersebut menyatakan 14 Warta PTM

Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. (tengah) bersama para pengurus ASKUI PTM dalam acara silaturahmi ke rumah dinas Mendikbud di Jakarta, Senin (7/1/19).

Silaturahmi Majelis Diktilitbang & KUI PTM Ke Mendikbud

Tugas Atdikbud untuk Bantu KUI

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019


bahwa internasionalisasi saat ini sudah menjadi suatu keniscayaan. “Itu kalau PTM ingin akreditasinya dapat predikat unggul,” jelas Prof. Edy. Hal yang sama juga ditekankan Ketua ASKUI Endang Darmawan. “Kami berharap kerja sama inter-

nasional akan makin luas dan mudah jika didukung oleh para Atdikbud,” kata Endang yang didampingi pengurus ASKUI lainnya, seperti Dr. Suparto, Shanty Hawanti, Ph.D., dan Ida Puspita, M.A.[] ESH

U

niversitas Muhammadiyah (UM) Palembang menjadi tuan rumah pergelaran Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Jurnal Internasional Bereputasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Wilayah Sumatera, Rabu-Kamis (16-17/1/19). Kegiatan yang diikuti sekitar 70 dosen PTMA dan dihelat di Hotel Emilia Palembang ini menghadirkan tiga narasumber. Ketiganya adalah Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D., Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., dan Associate Professor Ferry Jie, Ph.D. dari School of Business and Law, Edith Cowan Uni“Para narasumber dan peserta Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Jurnal Internasional Bereputasi PTMA Wilayah Sumatera di versity, Western Australia. UM Palembang, Rabu-Kamis (16-17/1/19).” Dalam sambutan pembukaannya, Rektor UM Palembang Dr. Abid Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Internasional PTMA Djazuli, S.E., M.M., mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu 20152018, UM Palembang telah menghasilkan penelitian sebanyak 1.611. Jumlah penelitian yang dibiayai oleh Kemenristekdikti sebanyak 105 penelitian. Tujuh tema penelitian unggulan Kemenristek- mengurus Guru Besar, jurnal ilmiahnya diharuskan terindeks Scopus. dikti sudah tercantum dalam RIP UM Palembang. “Buatlah jurnal yang berkebaruan dan mempu“Pencapaian output penelitian UM Palembang selama 2015-2018 yang dipublikasikan dalam berbagai nyai nilai lebih dari jurnal yang lain, dan perlu diingat jurnal ilmiah, baik nasional maupun internasional, yak- bahwa pengaruh literature review sangat menentukan ni jumlah artikel terindeks Scopus, sebanyak 47 artikel. kualitas jurnal yang baik,” jelasnya. Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Gajah Jumlah artikel yang terindeks Google Scholar sebanyak Mada ini mengimbuhkan, universitas memiliki tang1.150 artikel,” ungkapnya. Lebih lanjut, Abid Djazuli menjelaskan, UM Pa- gung jawab terhadap penerbitan jurnal yang terindeks lembang memiliki tantangan dan harapan ke depan da- Scopus dan harus lebih banyak dari instansi di bawahlam rangka mencapai visi keunggulan ipteks pada 2022 nya. Sebab, Scopus adalah hasil akhir dari proses peyang akan men-support UM Palembang menuju standar ningkatan mutu suatu jurnal ilmiah. Sementara itu, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, internasional. Salah satu tantangan dan harapan itu adalah bagaimana meningkatkan kualitas penelitian M.Ec. menyatakan, para dosen jangan paranoid tanpa dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk publika- mencoba untuk menulis di jurnal internasional. Harus sinya pada jurnal berskala internasional dan bereputasi. berani mencoba dengan didahului suatu riset bermutu. Sementara itu, Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., P.hD. Kemudian, dosen menulis hasil penelitiannya jadi sebumenambahkan, jurnal yang terindeks Scopus meru- ah artikel jurnal. Sebelumnya, Selasa (15/1/19), forum yang sama pakan jurnal yang dipastikan memiliki kualitas yang sangat baik. Oleh karena itu, bagi dosen yang akan juga diadakan di kampus Fakultas Ekonomi dan ­Bisnis

Harus Berani Menulis di Jurnal Internasional

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM 15


kinerja (FEB) UHAMKA Jakarta, yang diikuti oleh dosendosen PTM Se-Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Acaranya dibuka oleh Rektor

UHAMKA Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum. dengan pembicara Dr. Ferry Jie dan Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec.[] ESH

(7/1/19). Pendampingan yang diikuti seluruh elemen rektorat dan tim akreditasi itu dilakukan langsung oleh Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dan Dr. Mukti Fajar Nur Dewata, S.H., M.Hum. Dalam pendampingan tersebut, dilakukan langsung simulasi dengan Rektor UM Jakarta Prof. Dr. Syaiful Bakhri, S.H., M.H. “Untuk borang sudah baik, namun ternyata dokumen-dokumen pendukung banyak yang belum disiapkan. Ini yang harus segera dipenuhi," ujar Dr. Mukti Fajar. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Edy menyatakan, bagi PP Muhammadiyah, UM Jakarta sebenarnya sangat diharapkan bisa memperoleh akreditasi institusi perguruan Narasumber, elemen rektorat dan tim akreditasi UM Jakarta dalam acara Pendampingan AIPT UM Jakarta di kampus tinggi (AIPT) dengan nilai unggul setempat, Senin (7/1/19). atau “A”. Ini mengingat kampus tersebut berada di Jakarta yang merupaPendampingan Persiapan Visitasi UM Jakarta kan etalase depan Indonesia. “Karenanya harus all out mengejar itu, dan kita sudah mendesain sejak lama. Sayangnya, sampai sekantuk mengoptimalkan dan menggerakkan rang beberapa unsur masih belum maksimal, seperti tim akreditasi institusi perguruan tinggi SDM dan tatakelolanya," ujar Prof Edy.[] ESH UM Jakarta, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah melakukan pendampingan di kampus tersebut, Senin

Harus All Out

U

Leadership Training Angkatan Ke-3

Strategi Perubahan Menuju Era Disrupsi “Saat ini, tantangan PTMA semakin berat. Persaingan juga semakin ketat,” tandas Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. dalam acara pembukaan Leadership Training Angkatan Ke-3 di Hotel Jayakarta Yogyakarta, Senin (14/1/19). “Kunci yang mampu bersaing dan mampu bertahan untuk menjawab tantangan ini, yaitu pemimpin atau leadership,” lanjut Prof. Lincolin. Kemudian, Prof. Lincolin memaparkan, pengelolaan perguruan tinggi (PT) telah memulai babak baru pada Era Revolusi Industri 4.0. PT, termasuk PTMA, tidak lagi bisa menerapkan cara-cara konvensional untuk pada era ini. PTMA sebagai bagian penting

16 Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

dari pilar keunggulan Muhammadiyah harus lekas berbenah. Masalah-masalah manajemen, lemahnya pemahaman pimpinan PTMA tentang nilai-nilai dasar Muhammadiyah dan seterusnya harus segera diatasi. Leadership Training selama 6 hari ini mengangkat tema “Strategi Perubahan Menuju Era Disrupsi”. Kegiatan ini diikuti oleh 39 orang peserta yang merupakan para pimpinan PTMA di seluruh Indonesia. Acara ini dibuka oleh Ketua PP Muhammadiyah Drs. Hajriyanto Y. Thohari, M.A. yang didampingi oleh Ketua dan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D., Prof. Dr. M. Noor Rochman Hadjam, S.U. dan Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec.


Dalam sambutannya, Prof. Lincolin Arsyad menambahkan, seorang pemimpin tidak hanya bermodalkan kejujuran, tetapi juga harus meningkatan kompetensi kepemimpinan dan keilmuwannya sebagai hal yang utama. Leadership Training ini menjadi forum untuk meningkatan kompetensi kepemimpinan dan keilmuwan dan bekal bagi para pemimpin PTMA dalam menakhodai institusinya. “Kita ini Muhammadiyah. Kita Islam, mengelola PTMA harus menggunakan kompetensi, sehingga kita harus terus belajar dan peka terhadap regulasi dan aturan baru. Pemimpin juga harus memiliki daya tahan yang kuat, punya kemampuan negosiasi, komunikasi, dan dapat Para pimpinan Majelis Diktilitbang, PP Muhammadiyah dan peserta Leadership Training III pada saat acara pembukaan di Hotel Jayakarta Yogyakarta, Senin (14/1/19) menjalin hubungan baik dengan para pimpinan Persyarikatan,” tutur yaitu terdiri dari pendidikan, kesehatan, dan sosial yang Prof. Lincolin Arsyad. sudah berjalan selama satu abad,” ujar Hajriyanto. Sementara itu, Hajriyanto Y. Tohari mengemukakan “Semangat filantropi diletakkan menjadi penolong konsep dan implementasi trisula baru Muhammadiyah sesama. Muhammadiyah itu mengambil dan yang berbentuk gerakan mobilisasi yang sistematis. mempelajari sistem filantropi, sehingga setiap PTMA Trisula baru ini dikemas menjadi gerakan filantropi juga harus aktif dalam implementasi trisula. Salah yang berbentuk kegiatan-kegiatan membantu sesama, satunya dengan menjalin kerja sama dengan lembaga seperti gotong royong, aksi kemanusiaan, kebaikan, kemanusiaan seperti Lazismu,” kata Hajriyanto. dan mencintai sesama. Kegiatan-kegiatan tersebut Di akhir sambutan, dia mengharapkan keterlibatan dikelola secara modern dalam lembaga-lembaga, seperti PTM bersama MDMC dalam aksi siaga dan tanggap Lembaga Amal Zakat Infaq Shadaqah Muhammadiyah bencana. “Trisula menjadi relevan dengan tridarma (Lazismu), Muhammadiyah Disaster Management perguruan tinggi. Sehingga, ke depan, PTMA dapat Centre (MDMC), dan Majelis Pemberdayaan menjadi ujung tombak dari gerakan Muhammadiyah,” Masyarakat (MPM). tutup Hajriyanto. [] Aprilia Sazila Sari “Trisula baru ini menjadi pembeda dari trisula lama,

Siapkan SBMPTM 2019 Lebih Awal

P

anitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah (SBMPTM) 2019 tengah melakukan persiapan untuk menyelenggarakan SBMPTM 2019. Panitianya akan melakukan rapat pada 21 Februari 2019 untuk membicarakan detail-detail SBMPTM 2019, antara lain ihwal sistem teknologi informasi, kerja sama, proses seleksi, dan promosi. Ketua Majelis Diktilitbang Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. menuturkan dalam wawancara dari Yogyakarta, Senin (4/2/19), “Insya Allah, panitia SBMPTM akan rapat untuk persiapan SBMPTM 2019 pada tanggal 21 Februari 2019 ini. Jika 2018 yang lalu hanya diikuti 11 Prodi Kedokteran dari 11 PTM, pada 2019

ini rencananya minimal 8 prodi (Kedokteran, Teknik, Ekonomi dan Bisnis, Farmasi, Hukum, ISIPOL, Keperawatan dan Pendidikan). PTM yang akan ikut direncanakan sekitar 50 PTM.” “Panitia tetap seperti tahun yang lalu, tetap kerja sama dengan BSM (Bank Syariah Mandiri—red.). IT dibuat secara kerja sama antara PTM dan BSM. Promosi akan dimulai Maret 2019. Proses seleksi baru akan dibicarakan pada rapat nanti,” tambah Prof. Lincolin. Supaya SBMPTM 2019 lebih sukses, Prof. Colin menegaskan, “Persiapan dilakukan lebih awal agar sosialisasinya lebih baik.”[]

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM 17


INAUGURASI

Dr. Hidayatulloh, M.Si. yang baru saja dilantik sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Periode 2018-2022 menyampaikan sambutan di Aula K.H. Ahmad Dahlan UMSIDA, Senin (17/12/18).

Pelantikan Rektor UMSIDA

Indonesia Harus Lakukan

Transformasi Kebudayaan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menggelar acara Pelantikan Rektor Periode 2018-2022 di Aula K.H. Ahmad Dahlan kampus setempat, Senin (17/12/18). Dr. Hidayatulloh, M.Si. dilantik sebagai Rektor UMSIDA untuk masa jabatan kedua oleh Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. Pelantikan ini disaksikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si. dan para tamu undangan. Dalam sambutannya, sebagaimana dilansir situs UMSIDA, Dr. Haedar Nashir, M.Si. mengatakan, “Atas amanat yang kembali diberikan kepada Dr. Hidayatulloh, M.Si. sebagai Rektor UMSIDA di periode ke-2 adalah wujud kepercayaan kita semua atas prestasi dan banyaknya

lompatan yang dilakukan Dr. Hidayatulloh, M.Si. untuk kemajuan UMSIDA.” Lebih lanjut, masih pada situs UMSIDA, Haedar Nashir menyatakan, Indonesia dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 mau tidak mau harus melakukan transformasi kebudayaan, termasuk transformasi pendidikan. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk yang beragama Islam, Indonesia tidak akan mungkin menduniakan Islam jika hanya bermodal kumpul-kumpul. Karenanya, Indonesia harus punya pusat-pusat perekonomian umat sebagai tonggak untuk meraih kemajuan. Salah satu langkahnya adalah meningkatkan kualitas pendidikan. Dan, UMSIDA diharapkan dapat menjadi bagian dari kemajuan Indonesia dengan mencerdaskan kehidupan bangsa

sesuai dengan UUD 1945. Dalam pengembangan ilmu sosial dan teknologi, imbuh Haedar, Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid harus senantiasa ambil bagian. Muhammadiyah perlu membangun pusat-pusat keunggulan dalam segala bidang demi kemajuan umat Islam. “Hal tersebut meniscayakan warga Muhammadiyah harus banyak improve. Karena jika tidak, Muhammadiyah bukan lagi gerakan berkemajuan,” pungkasnya.[] AGP

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM 19


INAUGURASI

Dr. Sakroni, M.Pd. (ketiga dari kiri) menandatangani berita acara pelantikan di Aula Lt. 6 Kampus IV UM Bengkulu, Rabu (21/11/18). Foto dokumentasi Antara.

Pelantikan Rektor UM Bengkulu Periode 2018-2022

Upaya untuk Memperoleh AIPT “A”

D

r. Sakroni, M.Pd. dilantik sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu Periode 2018-2022 oleh Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lin-

colin Arsyad, M.Sc., Ph.D. di Aula Lantai 6 Kampus IV UM Bengkulu, Rabu (21/11/18). Seperti disiarkan situs pedomanbengkulu.com, Sakroni dalam

sambutan pelantikan mengatakan, “Terus terang, awalnya saya berat untuk menggantikan Mas Dasan, karena beliau ini sungguh sukses dalam memimpin UM Bengkulu. Namun, berkat dorongan yang terus beliau lakukan kepada saya, akhirnya saya berani untuk mencoba. Semua tak terlepas dari dukungan beliau.” Sebagaimana diketahui, Dr. Ahmad Dasan, S.H., M.A. adalah Rektor UM Bengkulu periode sebelumnya. Sakroni menggantikannya untuk meneruskan kepemimpinan PTM ini. Dalam sambutan pelantikannya, Sakroni juga menyampaikan rencana-rencana ke depan untuk memajukan UM Bengkulu. “Beberapa fokus program yang akan dilakukan, di antaranya peningkatan kualitas akademik, manajemen SDM dan manajemen keuangan agar UM Bengkulu dapat memperoleh akreditasi A,” lanjut Sakroni. “Saya meminta dukungan dari semua pihak, baik itu moril maupun materil, untuk dapat membangun universitas ini agar menjadi lebih maju,” tegasnya.[] AP

Pelantikan Rektor UM Palangkaraya Periode 2019-2023

Komitmen untuk Capai Target AIPT “A”

Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. (kiri) melantik Dr. Sonedi, M.Pd. (kanan) sebagai Rektor UM Palangkaraya Periode 2019-2023 di Aula Utama UM Palangkaraya, Sabtu (12/1/19).

P

elantikan Dr. Sonedi, M.Pd. sebagai Rektor UM Palangkaraya Periode 2019-2023 dilakukan oleh Ketua Majelis Diktilitbang 20 Warta PTM

Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. di Aula Utama UM Palangkaraya, Sabtu (12/1/19). Dr. Sonedi, M.Pd. meneruskan kepemimpinan rektor

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

­terdahulu, Dr. Bulkani, M.Pd. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah (Kalteng), Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalteng, Wakil Ketua DPRD Kalteng, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XI, Bupati Sukamara, Wakil Wali kota Palangkaraya, para pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta, dan para pimpinan instansiinstansi di Kalteng.


Dalam sambutannya, sebagaimana dilewarkan situs UM Palangkaraya, Prof. Lincolin menyatakan, target kepemimpinan baru ini adalah meraih peringkat akreditasi institusi perguruan tinggi (AIPT) dari “B” ke “A”. PP Muhammadiyah telah mematok target tersebut. Mengenai target AIPT “A” ini, Dr. Sonedi, M.Pd. menegaskan komitmennya untuk mencapai target itu. Persiapan dan upaya-upaya akan dilakukan secara maksimal untuk mewujudkan target tersebut.

Masih menurut situs PTM ini, Prof. Lincolin atas nama PP Muhammadiyah juga menyampaikan banyak terima kasih kepada Dr. Bulkani, M.Pd. yang telah atas pengabdiannya yang sangat baik. Dr. Bulkani, M.Pd. telah mengantarkan UM Palangkaraya pada capaian-capaian yang luar biasa, misalnya menjadikan PTM ini sebagai perguruan tinggi swasta peraih nilai tertinggi dalam penilaian AIPT se-Kalimantan dengan skor 340. Dr. Bulkani, M.Pd. juga telah melakukan internasionalisasi UM

Palangkaraya. Pertukaran dosen dan mahasiswa telah berlangsung dengan negara-negara Inggris, Thailand dan India. “Saya atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dr. Bulkani, M.Pd. Rektor UM Palangkaraya masa bakti 2011-2015 dan 2015-2019 yang telah membawa UM Palangkaraya semaju sekarang ini,” tandas Prof. Lincolin.[] AGP

S

ekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Kuningan Jawa Barat mengawali tahun baru 2019 dengan acara Pelantikan Ketua. Wawang Anwarudin, M.Sc., Apt. dilantik sebagai Ketua Stikes Muhammadiyah Kuningan Periode 2018-2022 oleh Ketua Majelis Diktilitbang Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. di Aula Lantai 3 kampus setempat, Kamis (3/1/19). Situs resmi Stikes Muhammadiyah Kuningan mengembarkan, kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua PWM Jawa Barat, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, Ketua PDM Kuningan, Ketua STKIP Muhammadiyah Kuningan, perwakilan institusi-institusi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan organisasi-organisasi otonom Muhammadiyah, Dinas Kesehatan Kuningan, Camat Cigugur, dan tamu-tamu undangan lainnya. Dalam taklimat pelantikannya, Wawang Anwarudin, M.Sc., Apt. mengajak seluruh sivitas akademika Stikes Muhammadiyah Kuningan untuk bekerja cerdas, bekerja tuntas dan bekerja ikhlas dalam rangka membangun kampus. Arahnya adalah kemajuan dan pengembangan kampus untuk merealisasikan visinya: “Menjadi perguruan tinggi kesehatan yang Islami, inovatif dan berkualitas pada tahun 2035”. Sementara itu, Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. berpesan ke-

Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. (kiri) melantik Wawang Anwarudin, M.Sc., Apt. (kanan) sebagai Ketua Stikes Muhammadiyah Kuningan Periode 2018-2022 di Aula Lantai 3 kampus setempat, Kamis (3/1/19).

Pelantikan Ketua Stikes Muhammadiyah Kuningan periode 2018-2022

Realisasikan Visi Kampus pada ketua yang baru saja dilantik bahwa kunci sukses untuk menjadi ketua sebenarnya sederhana. Kuncinya adalah menjalankan lima poin janji dalam pelantikan tadi. Bupati Kuningan juga memberikan sambutan yang dibacakan oleh Sekda Kabupaten Kuningan Dr. Dian Rahmat Yanuar, M.Si. Bupati

menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua Stikes Muhammadiyah Kuningan dan berharap kampus ini mampu bersaing dengan kampuskampus lain secara sehat untuk mencetak generasi unggulan demi kemajuan Kabupaten Kuningan.[] AGP

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM 21


INAUGURASI

K

etua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. melantik Wa Ode Alzarliani, S.P., M.M. sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Buton Periode 2018-2022 di kampus setempat, Kami (10/1/19). Wa Ode Alzarliani, S.P., M.M. melanjutkan kepemimpinan rektor sebelumnya Dr. Suriadi, S.P., M.M. Acara pelantikan ini dihadiri oleh Ketua PP Muhammadiyah Drs. A. Dahlan Rais, M.Hum., Wakil Walikota Baubau, dan para tamu undangan lainnya. Disebutkan di situs langitsultra. com, Drs. A. Dahlan Rais, M.Hum. berharap para pimpinan UM Buton tidak berpolitik praktis meskipun bangsa Indonesia akan menggelar hajat besar demokrasi, yakni pemilihan umum pada 2019. Dahlan juga berharap, UM Buton bisa membangun kemajuan Buton, Sulawesi Tenggara yang kukuh di masa depan. “Muhammadiyah sebagai lembaga perguruan tidak boleh berpolitik praktis, namun bisa mencermati dan memahami keadaan politik yang ada,” tukas Drs. A. Dahlan Rais, M.Hum. “Harapan saya universitas ini bisa membangun Buton Raya yang kukuh untuk kemajuan kedepan,”

Pelantikan Rektor UM Buton Periode 2019-2023

Membangun Kemajuan Buton yang Kukuh tambahnya. Sementara itu, Wa Ode Alzarliani, S.P., M.M. mengatakan, “Kami akan melanjutkan kepemimpinan estafet program-program kerja yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Hal

ini untuk kemajuan universitas.” “Adapun program kerja kami, yaitu meningkatkan akreditasi di semua jenjang,” lanjutnya.[] AGP

Pelantikan Rektor IBM Bekasi Periode 2019-2023

Fokus Akreditasi Program Studi

J

. Jaenudin, S.Ag., M.Pd. menyampaikan sambutan setelah dilantik sebagai Rektor Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi (IBMB) Periode 2019-2023 di kampus IBMB, Rabu (16/1/19).

22 Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

aenudin, S.Ag., M.Pd. dilantik sebagai Rektor Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi (IBMB) Periode 2019-2023 oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, M.A. di kampus IBMB, Rabu (16/1/19). “Saya akan fokus, pertama di bidang akademik, yakni secepatnya pemenuhan akreditasi program keseluruhan jurusan di Institut Bisnis


Muhammadiyah Bekasi. Kedua, yakni pemenuhan akademik, sumber daya manusia, yakni pengadaan dosen-dosen berkualitas. Selain itu, peningkatan kualitas dosen, yakni kita kuliahkan dosen-dosen ke jenjang S-3, peningkatan jabatan akademik, sehingga kualitas lebih disempurnakan,” tegas Dr. Jaenudin, S.Ag., M.Pd. usai pelantikan, sebagaimana disiar-

kan koranbekasi.id. IBMB kini memiliki enam program studi S-1, yakni Akuntansi, Ekonomi Islam, Ekonomi Pembangunan, Ilmu Komunikasi, Manajemen, dan Teknik Informatika. Enam prodi ini akan menjadi fokus Dr. Jaenudin, S.Ag., M.Pd., yang pernah menjadi Kepala Kantor PP Muhammadiyah Jakarta.

Peningkatan peringkat akreditasi prodi dan institusi PTMA sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas Caturdarma PTMA tersebut sejalan dengan program unggulan Majelis Diktilitbang. Majelis Diktilitbang secara terus-menerus mendorong dan memfasilitasi seluruh PTMA untuk meningkatkan kualitasnya.[] Agung Prihantoro

I

nstitut Teknologi Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Jakarta menyelenggarakan acara Pelantikan Rektor di kampus setempat, Sabtu (19/1/19). Dr. Mukhaer Pakkana, S.E., M.M. dilantik sebagai Rektor ITB Ahmad Dahlan Jakarta Periode 2018-2022 oleh Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. Acara Pelantikan Rektor ITB Ahmad Dahlan Jakarta ini dipadukan dengan acara Tasyakuran Perubahan Bentuk ITB Ahmad Dahlan Jakarta, dan acara Penyerahan Hibah Lahan. Acara ini, seperti diberitakan pada situs ITB Ahmad Dahlan, dihadiri juga oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si., Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., Staf Khusus Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, PWM DKI Jakarta, PWM Banten, para pimpinan PTM di Jakarta, dan tamu-tamu undangan. ITB Ahmad Dahlan Jakarta berubah bentuk dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan Jakarta. Jauh hari sebelumnya, PTM ini bernama dari Akademi bank Muhammadiyah (1968), kemudian berubah jadi Akademi Keuangan dan Perbankan Muhammadiyah (1985), dan seterusnya jadi STIE Ahmad Dahlan (1998). Perubahan bentuk dari sekolah tinggi ke institut diikuti dengan perubahan istilah pemimpinnya, dari ketua jadi rektor. Dr. Mukhaer Pakkana, S.E., M.M. dulunya merupakan Ketua STIE Ahmad Dahlan Jakarta dan kini menjadi

Dr. Mukhaer Pakkana, S.E., M.M. menyampaikan sambutan usai dilantik sebagai Rektor Institut Teknologi Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Jakarta Periode 2018-2022 di kampus setempat, Sabtu (19/1/19).

Pelantikan Rektor ITB Ahmad Dahlan Jakarta Periode 2018-2022

ITB AD Menjadi Laboratorium Kepemimpinan Umat & Bangsa Rektor ITB Ahmad Dahlan Jakarta. Dr. Mukhaer Pakkana, S.E., M.M. mengatakan, “Ibarat metamorfosis kupu-kupu, maka ITB Ahmad Dahlan seperti kupu-kupu yang siap terbang dengan daya juang untuk kemaslahatan umat dan bangsa.” Untuk itu, lanjut Mukhaer, ITB Ahmad Dahlan menyiapkan diri sebagai laboratorium kepemimpinan yang menggodok generasi muda dan memberikan bekal kepada mereka guna memperjuangan ke-

pentingan umat Islam dan bangsa Indonesia. Usai Pelantikan Rektor, acaranya dilanjutkan dengan Tasyakuran dan Penyerahan Hibah Lahan milik Guruh Soekarno Putra seluas 1.200 meter persegi kepada Muhammadiyah, serta peresmian toko Surya Mart dan Under Twenty Coffe.[] Agung Prihantoro

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM 23


kaleidoskop

Kaleidoskop Kinerja Majelis Diktilitbang 2017-2018 1. Pendampingan dan Simulasi Akreditasi Prodi dan Institusi bagi PTM se-Indonesia Kegiatan ini dilaksanakan secara terus-menerus di PTMA-PTMA. “Workshop Penyusunan Borang Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) untuk PTMA yang belum mengajukan AIPT” dilaksanakan di UM Surabaya, Selasa (24/10/17) dan di UM Yogyakarta, Jumat-Ahad (27-29/10/17). 2. Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah (SBMPTM) SBMPTM pertama yang diluncurkan di Aula Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Ahad (27/5/18), ini diikuti oleh dua belas Fakultas Kedokteran di PTM: UAD, UM Jakarta, UM Makassar, UM Malang, UM Palembang, UHAMKA, UM pekerjaan. UM Semarang, UM Sumatera Utara, UM Surabaya, UM Surakarta dan UM Yogyakarta. 3. Rakor Bidang Akademik dan Riset Pimpinan PTMA Kegiatan ini dihelat pada 31 Agustus-2 September 2018 di Banjarmasin dengan peserta 189 orang. 4. Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) di PTMA Bimbingan ini sudah berlangsung dua kali, yakni pada 14-15 November 2016 di Hotel Platinum Yogyakarta dan 7-9 Desember 2016 di Hotel Puri Indah Mataram Nusa Tenggara Barat. Kegiatan serupa juga diselenggarakan pada 21-23 Mei 2018 di Hotel Satoria Yogyakarta dengan peserta 47 orang yang merupakan perwakilan PTMA. Selain itu, Workshop Peningkatan Kualitas SPMI dan Akreditasi PTKI Muhammadiyah dihelat di Jakarta, Jumat-Ahad (3-5/8/18). Kegiatan-kegiatan ini menggunakan buku yang telah diterbitkan oleh Majelis Diktilitbang: Modul Penyusunan Standar Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi Muhammadiyah (2016) 5. Sosialisasi IAPT 3.0 bagi PTMA 24 Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Acara ini diselenggarakan dua kali, yakni pada 2122 September 2018 di Hotel Treva Jakarta dengan peserta 60 orang untuk Wilayah Barat; pada 8-9 Oktober 2018 di Hotel Grand Quality Yogyakarta dengan peserta 147 orang untuk Wilayah Timur.

6. Pelatihan dan Sertifikasi Auditor Mutu Internal Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) Kegiatan ini diselenggarakan dua kali, yakni pada 20-23 November 2018 di Batiqa Hotel Pekanbaru, Riau dengan peserta 64 orang untuk Wilayah Barat dan pada 15-18 Desember 2018 di UM Makassar dengan peserta 61 orang untuk Wilayah Timur.


7. Penyusunan dan Perumusan RENSTRA dan RIP bagi PTM Terakreditasi “A” Unggul Kegiatan ini dilaksanakan pada 23-24 Februari 2018 di UM Yogyakarta. 8. Leadership Training Kegiatan ini dihelat dua kali pada 2018, yaitu pada 22-28 Januari 2018 di Hotel Jayakarta Yogyakarta dengan peserta 45 orang dan pada 6-12 Agustus 2018 di Hotel Jayakarta Yogyakarta dengan peserta 38 orang. 9. Leadership Training di PTM Di UM Ponorogo, kegiatan ini diadakan pada 9-11 Mei 2018 di Hotel Sri Wedari Yogyakarta dengan peserta 29 orang, sedangkan di UM Riau pada 2427 November 2018 di Payakumbuh Sumatera Barat dengan peserta 44 orang. 10. Program Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen untuk Internasionalisasi Perguruan Tinggi (Leading and Managing Internationalisation in Higher Education-LMIHE) di Monash University Kegiatan ini dilaksanakan pada 1-5 Oktober 2018 di Monash University Australia dengan peserta 25 orang.

11. Internasionalisasi PTMA Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah memfasilitasi PTMA untuk melakukan penandatanganan dan implementasi memorandum of understanding (MOU) antara PTMA dan institusi-institusi luar negeri. Salah satu kegiatannya adalah “Workshop Internasionalisasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah” yang diadakan di Karebosi Condotel Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu-Senin (22-24/7).

Sementara itu, institusi-institusi luar negeri yang telah menandatangani dan mengimplementasikan MOU dengan PTMA adalah sebagai berikut: No 1 2 3 4 5 6

7

Institusi Luar Negeri Taipei Hospital The Polytechnic University of The Philippines Centro Escolar University, Philippines Oxford University Press, Universiti Teknologi Brunei SEAMEO Regional Centre for Vocation and Technical Education and Training Brunei Darussalam Universiti Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Tahun MOU 2018 2018 2018 2018 2018 2018

2018

Warta PTM 25


kaleidoskop 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

Holmesglen Institute Melbourne, Australia Victoria University, Melbourne, Australia Monash University, Melbourne, Australia Oxford University Press Universiyas Huangkuang Taiwan Yuanpei of Medical Technology University Taiwan Asia University Taiwan Da Yeh University Taiwan Cheng Kung University Taiwan National Taipei University of Nursing and Health Science Taiwan Sochow University Taiwan Kementerian Pendidikan Taiwan Moslem Education Development Association of Thailand University of Coventry Inggris De Monfort University Inggris Harper Adams University Inggris Bradford University Inggris Asia University Taiwan Islamic Integrated School Network Thailand Southern Border Provinces Administrative Center (SBPAC) Thailand

2018 2018 2018 2018 2018 2018 2018 2018 2018 2018

5 6

13 14 15 16

2017 2017 2017 2017 2017 2016

19

2016

Edisi Maret-April 2016 Mei-Juni 2016 Juli-Agustus 2016

Topik Utama Konsolidasi PTM Strategi Pengembangan SDM Pengembangan Mahasiswa untuk Wujudkan Misi Muhammadiyah September-Oktober Meningkatkan Kinerja Riset 2016 Dosen Januari-Februari Kaderisasi Pemimpin Kampus 2017 Edisis Khusus Tanwir Kontribusi PTM untuk Februari 2017 Pembangunan Karakter

26 Warta PTM

12

17

13. Publikasi Cetak dan Digital Majalah Warta PTM sudah terbit 19 kali sejak 2016 sampai sekarang. Daftar selengkapnya adalah sebagai berikut:

4

11

2018 2018 2017

12. Penguatan Asosiasi Program Studi dan Lembaga Dalam satu hari, perguruan tinggi-perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) berhasil membuat dan mendeklarasikan 29 asosiasi program studi (APS) baru. Pembuatan APS ini dilaksanakan pada 26 Januari 2017 di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pembuatan APS ini merupakan bagian dari acara Workshop Pembentukan Asosiasi Program Studi PTMA yang berlangsung pada 25-27 Januari 2017. Setiap asosiasi melakukan pertemuan sendiri secara rutin.

No 1 2 3

7 8 9 10

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

18

Maret-April 2017 Mei-Juni 2017 Juli-Agustus 2017 September-Oktober 2017 NovemberDesember 2017 Januari-Februari 2018 Maret-April 2018 Mei-Juni 2018 Juli-Agustus 2018

Internasionalisasi Kampus Akreditasi dan Keunggulan Meneropong Implementasi AIK Peran Dakwah PTMA Dari Bawah, PTM Tumbuh

Penguatan Prodi Kedokteran dan Kesehatan Reorientasi LPTK Internalisasi AIK SBMPTM: Tonggak Sejarah Sinergi PTM September-Oktober Inovasi Disruptif di Perguruan 2018 Tinggi NovemberMembangun Pusat Keunggulan Desember 2018 untuk Daya Saing Januari-Februari Organisasi Ekstra Masuk 2019 Kampus. Bagaimana PTMA? Edisis Khusus Tanwir Beragama yang Mencerahkan Februari 2019

14. Workshop Panduan AIK untuk PTMA dengan mahasiswa Muslim minoritas Kegiatan ini dilaksanakan di UMM Inn Malang, Jawa Timur, Jumat-Sabtu (3-4/11/17). Workshop ini membahas penerbitan buku AIK untuk PTMA dengan mahasiswa Muslim minoritas dan perkuliahannya.


15. Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Kegiatan ini sudah diadakan dua kali pada pada Februari-Mei 2017 dan 2018 di Kampung Inggris Kediri, Jawa Timur dan Pusat Pelatihan Bahasa UM Surabaya Jawa Tengah. MSPP Batch I 2017 diikuti oleh 26 orang, sedangkan MSPP Batch II 2018 diikuti oleh 41 orang peserta. 16. Rakernas dan Rakornas Bidang Kemahasiswaan PTMA Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah diadakan di UM Gorontalo, Sulawesi Utara, Kamis-Sabtu (26-28/4/18). Rakernas ini diikuti oleh para Wakil Rektor/ Ketua/Direktur Bidang Kemahasiswaan PTMA. Sementara itu, Rakornasnya diselenggarakan pada 8-10 November 2018 di Hotel Grand Quality Yogyakarta dengan peserta 137 orang. 17. Penerbitan Ketentuan Pengelolaan Asrama Mahasiswa Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menerbitkan Ketentuan Nomor 239/ KET/I.3/D/2018 Tentang Pengelolaan Asrama Mahasiswa di Perguruan Tinggi

Muhammadiyah/‘Aisyiyah. Ketentuan ini diterbitkan pada 28 November 2018/14 Rabbi’ul Awwal 1440. Penerbitan ketentuan ini didukung oleh Asosiasi Pengelola Asrama Mahasiswa (ASLAMA) PTMA yang telah menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Jawa Tengah, Jumat-Ahad (23-25/11/18).

18. Workshop Pengembangan Kampus Islami PTMA Acara ini digelar di Hotel Lynn Yogyakarta, Ahad (17/12/17). Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Delapan puluh peserta hadir pada kegiatan ini, di antaranya para Pimpinan Majelis Diktilitbang, Majelis Tarjih dan Tajdid, Majelis Tabligh, Majelis Pendidikan Kader, 50 perwakilan PTM dan dosen-dosen UMY. 19. Penerbitan Buku Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah telah menerbitkan tiga buku baru, yaitu (1) Panduan Sistem Pengelolaan Keuangan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (2018), Pedoman Keprotokolan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (2018), dan Panduan Sistem Pengelolaan Keuangan (2018).

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM 27


kaleidoskop 20. Training of Trainer (TOT) Studi Etnografi Cepat dalam KKN Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengadakan kegiatan Training of Trainer (TOT) Studi Etnografi Cepat dalam KKN di Hotel Royal Asnof Pekanbaru, Riau, Jumat-Ahad (14-16/12/18). Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional ini. Kegiatan ini bertujuan untuk melampas para calon pelatih (trainer), yakni 47 orang dosen PTMA, dalam menyelenggarakan studi etnografi cepat. Calon-calon pelatih ini nantinya akan melatih para mahasiswa yang hendak melakukan kuliah kerja nyata (KKN) untuk melakukan studi etnografi. 21. Bantuan SPP S-2/S-3 dan Biaya Penelitian Tesis/ Disertasi untuk Dosen dari PTMA Kecil Kegiatan ini dilaksanakan pada Desember 2018-Januari 2018 untuk membantu dosen-dosen PTMA kecil guna menyelesaikan studi S-2/S-3 mereka. Bantuan ini berasal dari Bank Syariah Mandiri sebesar Rp300.000.000,00. 22. Publikasi Hasil Hibah Penelitian tentang Muhammadiyah Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah bekerja sama dengan Asosiasi Program Pascasarjana PTMA (APPPTMA) dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menyelenggarakan Seminar Hasil Riset tentang Muhammadiyah di Aula Gedung Pascasarjana UMSU Medan, Sabtu (1/12/18). Seminar yang merupakan bagian dari Konferensi Nasional APPPTM ini berupa presentasi hasil-hasil Program Hibah Penelitian tentang Muhammadiyah Bacth II 2018. 23. Workshop Peningkatan Kinerja Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) untuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengadakan “Workshop Peningkatan Kinerja Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) untuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah” di Hotel Tjokro Style Yogyakarta (28-30/9/17). Peserta workshop ini berasal dari perwakilan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) yang belum memiliki klaster dari Kemenristekdikti. Peserta yang hadir berjumlah lebih dari 100 orang, perwakilan dari 55 PTMA. 24. Pembinaan dan Pengembangan Riset PTM Kegiatan ini dilaksanakan pada 12-14 Mei 2017 di Universitas Muhammadiyah Pontianak dan diikuti oleh 154 orang peserta. Lembaga-lembaga

28 Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

penelitian di PTMA telah membuat konsorsium dengan Koordinator Dr. Muhtadi dari Universitas Muhammadiyah Surakarta.

25. Workshop Pembinaan dan Pengembangan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat PTMA Kegiatan ini dilaksanakan pada 27-28 April 2018 di Hotel Grand Quality Yogyakarta dengan peserta 54 orang. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). Sebab, eksistensi perguruan tinggi diukur antara lain dari kinerja LPPM-nya. Karenanya, LPPM menjadi faktor determinan bagi kemajuan perguruan tinggi. 26. Bantuan Komputer kepada PTM Kecil Bantuan ini berupa komputer kepada tiga PTM, yakni STKIP Muhammadiyah Kuningan, STKIP Muhammadiyah Paguyangan dan Politeknik Muhammadiyah Tegal. Bantuan untuk setiap PTM senilai Rp50.000.000,00 yang diserahkan pada Februari-Mei 2018. 27. Penerbitan Buku Rencana Induk Pengembangan (RIP) dan Workshop Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menerbitkan buku Panduan Penyusunan


Rencana Induk Pengembangan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (2016). Penerbitan buku ini diikuti dengan workshop, pelatihan dan pendampingan di PTMA. Pelatihan Penyusunan RIP diadakan pada 19-21 Januari 2017 di Hotel Sargede Yogyakarta.

28. Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kebijakan Keuangan dan SDM Pimpinan PTM Kegiatan ini diadakan pada 9-11 Maret 2018 di Hotel Utami Sidoarjo, Jawa Timur dengan peserta 44 orang. 29. Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kebijakan Keuangan dan SDM Pimpinan PTM Kegiatan ini diselenggarakan pada 16-18 Maret 2018 di Hotel Dafam Purwokerto, Jawa Tengah dengan peserta 54 orang. 30. Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kebijakan Keuangan dan SDM Pimpinan PTM Kegiatan ini dilaksanakan pada 23-25 Maret 2018 di UM Jakarta dengan peserta 81 orang. 31. Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kebijakan Keuangan dan SDM Pimpinan PTM Kegiatan ini diadakan pada 6-8 April 2018 di Clarion Hotel Makassar dengan peserta 60 orang.

32. Bimbingan Teknis Tata Kelola Keuangan PTMA seSulawesi Kegiatan ini dilaksanakan pada 26-28 Desember 2018 di UM Parepare dengan peserta 50 orang. 33. Workshop Pengelolaan Manajemen Reputasi Menuju PTMA Berkemajuan Acara ini diselenggarakan pada 10-13 Oktober 2018 di Hotel Jayakarta Yogyakarta dengan peserta 39 orang. 34. Pendirian PTM Baru, Penggabungan dan Perubahan Bentuk Lima PTMA yang menerima SK perubahan bentuk ini )Senin, 19/11/18) adalah Stikes Muhammadiyah Lamongan yang berubah jadi Universitas Muhammadiyah (UM) Lamongan, Stikes Muhammadiyah Kudus jadi UM Kudus, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Sorong jadi Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ahmad Dahlan Jakarta jadi Institut Bisnis Muhammadiyah Ahmad Dahlan, dan Akademi Kebidanan ‘Aisyiyah Banten jadi Politeknik Kesehatan ‘Aisyiyah Banten.

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM 29


INovasi

UMY Lolos Seleksi Evaluasi Joint Degree Secara Online Pertama di Indonesia

U

niversitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang lolos seleksi evaluasi secara online untuk menyelenggarakan joint degree. Seleksi ini, situs UMY melaporkan (29/1/19), dilakukan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia. Joint degree ini merupakan program kuliah untuk meraih gelar bersama pada Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan UMY dan pada Program Studi Magister Administrasi Mindanao State University Filipina. Mahasiswa-mahasiswa pada program joint degree ini akan mengikuti kuliah di dua kampus tersebut. Setelah lulus kuliah, mereka berhak menyandang gelar ganda (double degree) dari kedua kampus itu. Gelar ganda internasional ini tentu prestisius di level ASEAN. Executive Director of Cooperation and International Affairs UMY Eko Priyo Purnomo, M.Si., M.Res., Ph.D. mengatakan pada situs UMY (29/1/19), “Ini menjadi lompatan yang luar biasa karena double degree dengan mengajukan izin evaluasi secara online itu lebih rinci dan lebih detail dari pengajuan dengan hard copy.” Joint degree ini merupakan salah satu cara dan tahap UMY untuk menjadi universitas internasional yang ternama. Joint degree bersama Mindanao State University Filipina tersebut menempatkan UMY sejajar dengan perguruan-perguruan tinggi di kawasan ASEAN. 30 Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Eko Priyo Purnomo, M.Si., M.Res., Ph.D. menambahkan, “Salah satu cara dan tahapan untuk UMY meraih international reputable university dan menjadi leading ASEAN university, maka salah satu caranya adalah dengan mendapatkan double degree, yang artinya alumni UMY setara dengan alumni negara ASEAN yang lain.” Selanjutnya, pada 2019, UMY juga akan mengajukan double degree pada program-program studi lain, di antaranya Magister Keperawatan, Magister Manajemen Rumah Sakit, Magister Manajemen, S-1 Ilmu Pemerintahan, S-1 Teknik, S-1 Akuntansi. Double degree ini akan dilakukan dengan sejumlah perguruan tinggi yang selama ini sudah saling bertukar mahasiswa dengan UMY. Perguruan-perguruan tinggi itu antara lain ialah Universitas Utara Malaysia, Universitas Putra Malaysia, Asia University Taiwan, dan Khon Kaen University Thailand. “Kami akan cencern pada perguruan tinggi yang sudah menerima mahasiswa UMY dan mereka mengirimkan mahasiswanya ke UMY,” lanjut Eko Priyo Purnomo, M.Si., M.Res., Ph.D. Inovasi yang dilakukan UMY ini diharapkan mendorong PTMA-PTMA lain untuk menciptakan inovasi-inovasi canggih yang mencerahkan.[] Agung Prihantoro


kronik

Tim SARMMI bersama warga membantu korban-korban tsunami di Lampung Selatan, Ahad (23/12/18).

Aksi Cepat SARMMI di Lampung Selatan

D

ua jam setelah peristiwa tsunami di Selat Sunda, pesisir Banten dan pesisir Lampung Selatan, SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI) menerjukan dua Search and Rescue Unit (SRU) ke pemukiman terdampak tsunami di pesisir Lampung Selatan, Sabtu (22/12/18). SRU ini didukung oleh anggota-anggota Mapasanda STIE Muhammadiyah Pringsewu Lampung. “Sebagai ujung tombak Muhammadiyah, SARMMI harus bergegas ke lokasi bencana agar Muhammadiyah hadir secepatnya untuk membantu korban di sana,” tegas Koordiantor Tim SARMMI Sofyan Oktaryanto da-

lam siaran persnya. Dalam suasana gelap dan suara histeris warga Lampung Selatan, tim SARMMI mencari dan mengevakuasi korban tsunami sambil melakukan pendataan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Namun, malam itu tim SARMMI belum dapat bekerja secara maksimal. Esok harinya (Ahad, 23/12/18) dan beberapa hari berikutnya, tim tersebut melanjutkan pencarian, evakuasi dan pendataan korban. Di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, tim SARMMI menemukan tiga korban yang sudah meninggal dunia dan satu orang korban yang selamat dari reruntuhan bangunan. Empat korban tersebut

Tolak Kerja Sama dengan Perusahaan Rokok

merupakan satu keluarga. “Kami menemukan korban meninggal bernama Indah. Ia pelajar kelas dua SMA. Adik bungsunya berhasil dikeluarkan dari puing bangunan rumah mereka yang hancur total,” ujar Sofyan. Kedua orang tua Indah juga meninggal dunia. Tim SARMMI menemukan jenazah kedua orang tua Indah sebelum menemukan jenazah Indah dan adiknya yang masih hidup. Tiga jenazah tersebut dibawa ke tempat yang lebih layak, dan korban yang selamat dibawa ke rumah sakit. Semua temuan ini telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait di Lampung Selatan. Tim SARMMI dari Jakarta juga bergerak ke Banten. Mereka berfokus di Pandeglang dan pesisir Banten.[] Agung Prihantoro

W

akil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. berpendapat bahwa perguruan tinggi semestinya membatasi atau bahkan menolak kerja sama dengan

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM 31


kronik

Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dalam sebuah FGD di Jakarta, Selasa (29/1/19) berpendapat, perguruan tinggi semestinya membatasi atau bahkan menolak kerja sama dengan perusahaan rokok.

perusahaan rokok. Dikutip dari antaranews.com, Prof. Edy menyampaikan pendapat tersebut dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD)

di Jakarta, Selasa (29/1/19). Alasan penolakan tersebut adalah perguruan tinggi seharusnya aktif memelopori dan menciptakan ge-

rakan pengendalian tembakau. “Saat ini, berbagai program perusahaan rokok sudah secara terangterangan masuk ke semua elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi,” imbuh Prof. Edy. Perguruan tinggi yang masih bekerja sama dengan industri rokok, menurutnya, sering kali keliru dalam menafsirkan program-program bantuan industri rokok sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). “Padahal, sebagai akademisi, mereka seharusnya bisa melihat bahwa itu bukanlah CSR, melainkan upaya industri rokok untuk menutupi dampak negatifnya melalui berbagai yayasan,” tegasnya.[]

K

etua Umum PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si. melakukan silaturahmi ke Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, Sabtu (12/1/19). Haedar Nashir mengatakan, kemajuan UNIMUDA Sorong yang kian cepat patut menjadi kebanggaan, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. “Saya yakin dengan kondisi kampus yang begitu indah dan maju ini pasti akan muncul pancaran-pancaran masyarakat yang berilmu. Sehingga, hal tersebut dapat membuktikan bahwa PTM di kawasan Timur (UNIMUDA) Sorong ini telah menjadi tunas PTM berkemajuan di Indonesia," kata Haedar Nashir. Dikutip dari website resmi UNIMUDA Sorong, salah satunya kemajuan yang dilakukan oleh Rektor UNIMUDA Sorong Dr. Rustamadji, M.Si. adalah menjadikan UNIMUDA Sorong sebagai kampus yang bersih, indah menyenangkan dan mencerdaskan. Kemajuan ini mendorong UNIMUDA Sorong untuk menjadi kampus dengan destinasi, baik bagi para akademisi maupun masyarakat umum. 32 Warta PTM

Dr. Haedar Nashir, M.Si. (tengah) dan para sivitas akademika UNIMUDA Sorong di Sportorium UNIMUDA Sorong. Sabtu (12/1/19)

Tunas PTM di Kawasan Timur Indonesia Sebelumnya, pada 2017, UNIMUDA Sorong meraih Peringkat Satu Kampus Terbaik di Tanah Papua dari 65 perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS). Kemudian, pada 2018, universitas ini

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

juga sukses meraih Peringkat Satu Kampus Terbaik di Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat dari 94 PTS. Tidak hanya dalam ranah nasional, UNIMUDA Sorong juga kerap


mengikuti berbagai perlombaan dan kegiatan pada kancah internasional. Beberapa di antaranya adalah lomba Implementing Partner Program

Literasi di Wilayah Pinggiran dan Terpencil Kabupaten Sorong. Lomba ini didukung oleh UNICEF dan Department of Foreign Affairs and

Trade (DFAT) Australia, Lomba Lari Internasional NusantaRun 2017, dan Lomba Maraton Internasional 2018 di Bandung.[] Aprilia Sazila Sari

U

niversitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melalui anak perusahaannya, PT Surya Pangan Indonesia, memberikan bantuan yang berupa bahan-bahan kebutuhan pokok kepada korban banjir di Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (25/1/19). Bantuan ini diberikan langsung oleh Rektor Unismuh Makassar Prof. Dr. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., Ketua Badan Pembina Harian Unismuh Makassar Dr. Syaiful Salleh, dan Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah yang saat itu berada di Makassar. Bantuan tersebut diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Muchlis di Kantor Bupati Gowa. "Ini hanyalah sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat Gowa yang ditimpa musibah," kata Prof. Rahman. Seperti diketahui, banjir yang terjadi Selasa (21/2/19) di Sulawesi

Prof. Dr. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., Dr. Syaiful Salleh, dan Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. menyerahkan bantuan dari Unismuh Makassar untuk korban banjir di Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (25/1/19).

Bantuan Unismuh Makassar untuk Korban Banjir Gowa Selatan merupakan banjir terparah selama 10 tahun terakhir. Di Gowa, banjir ini menelan korban jiwa paling

banyak karena disertai tanah longsor yang menewaskan lebih 20 orang.[] ESH

Pengukuhan Guru Besar Dr. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M.

“ Prof. Dr. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M. (kanan) bersama Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. (tengah) dan para tamu undangan dalam acara Pengukuhan Guru Besar di Balai Sidang Utama Unismuh Makassar, Sabtu (26/1/19).

Kesejahteraan karyawan, dosen, dan semua pengelola perguruan tinggi swasta, khususnya perguruan tinggi Islam, hanya bisa diwujudkan apabila praktik kepemimpinan Islami diterapkan dengan istiqamah, yang didukung keadilan distributif dalam pengelolaan anggarannya," demikian antara lain disampaikan Prof. Dr. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M. saat menyampaikan Pidato Pengukuhan

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM 33


kronik Guru Besar-nya di kampus Unismuh Makassar, Sabtu (26/1/19). Dia menjadi Guru Besar kelima di Unismuh Makassar dan ke-102 di perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Prosesi yang diikuti sekitar 500 undangan ini dihadiri Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Prof. Dr. Syafiq A. Mughni, M.A., Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D., para pimpinan

PTM, Kepala L2Dikti Wilayah IX, Walikota Makassar, dan berbagai undangan lainnya. Dalam sambutannya, Prof. Lincolin meminta supaya Unismuh Makassar terus mengakselerasi pembangunan SDM-nya. “Dari sisi jumlah doktor, Unismuh Makassar sudah baik, dan menempati peringkat ke 4 terbanyak di PTM. Ini menjadi modal utama untuk membawa Unismuh Makassar sebagai perguruan tinggi berakreditasi A," tegas Prof. Lincolin.

Sementara itu, Ketua L2Dikti IX Prof. Dr. Jasruddin, M.Si. menyampaikan supaya para doktor yang ada segera juga menyiapkan diri dan mengurus untuk mebjadi Guru Besar. "Doktor yg tidak mengurus Guru Besarnya itu menzolimi keluarga dan dirinya sendiri," ujar Prof. Jasruddin berkelakar. Sebab, imbuhnya, seorang Guru Besar akan mendapatkan tunjangan profesi satu kali gaji dan tunjangan Guru Besar dua kali gaji.[] ESH

Rektor UM Lampung Dr. Dalman, M.Pd. dalam acara Pesta Wirausaha di halaman Kampus UM Lampung, Ahad (25/11/18).

judkan dengan penyelenggaraan Pesta Wirausaha. “Kami telah mendeklarasikan bahwa kampus kami resmi menjadi kampus berbasis entrepreneurhip. Dengan harapan, kampus ini dapat menjadi kampus favorit di Lampung dan juga dapat menjadi kampus yang kebanggaan kita bersama," tutur Dalman. Dikutip dari situs UM Lampung, Pesta Wirausaha ini sukses digelar dengan menggandeng beberapa pengusaha dan Komunitas Tangan di Atas (TDA). Acara yang dihadiri lebih dari 1.000 mahasiswa, pelajar dan umum itu berlangsung di halaman Kampus

UM Lampung Resmi Jadi Kampus Entrepreneurship

"

Sejak Oktober 2018 kemarin, kampus kami menjadi kampus enterpreneur atau kampusnya para pengusaha dengan berbasis kurikulum yang mumpuni. Mahasiswa kami siapkan untuk memiliki keahlian dan membuat lapangan kerja baru,” tutur Dr. Dalman, M.Pd., Rektor UM Lampung. Di usia yang ke-31 tahun, UM

34 Warta PTM

Lampung semakin melejitkan langkahnya untuk mewujudkan salah satu mimpinya menjadi PTM yang unggul dan berkualitas dengan mengikuti teknologi informasi. Inovasi dan terobosan terus dilakukan dengan cara menambah sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pihak yang dapat mendukung peningkatan sumber daya manusia (SDM). Hal ini diwu-

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019


UM Lampung, Ahad (25/11/18). Di sini, dibuka stan-stan produk-produk UMKM. Dalman juga menyebutkan, “Sebagai kampus entrepreneur atau kam-

pusnya pengusaha, kami akan menambah lebih banyak jumlah mahasiswa untuk pendaftaran selanjutnya. Selain itu, kami akan siapkan lapangan kerja buat mereka karena kami

sudah bekerja sama dengan beberapa pihak baik kecil maupun menengah. " ungkapnya.[] Aprilia Sazila Sari

Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., Rektor UM Jakarta, Basarnas, Ikatan Alumni UM Jakarta dan anggota SARMMI dalam Pembukaan Munas Ke-2 SARMMI di Kampus UM Jakarta, Senin (21/1/19).

Munas Ke-2 SARMMI 2019

M

ahasiswa Pencinta Alam Muhammadiyah diharapkan bukan saja sekadar bergerak dengan kegiatan untuk dirinya sendiri, seperti berkemah, mendaki gunung, dan sebagainya, namun juga terlibat dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Di negara Indonesia yang berada pada wilayah ring of fire, keberadaan Mapala-Mapala dalam membantu korban-korban bencana alam dan juga mengedukasi masyarakat tentang kebencanaan menjadu suatu keniscayaan. Hal itu dikemukakan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Mu-

hammadiyah Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Munas Ke-2 Search and Rescue Mapala Muhammadiyah (SARMMI) di Kampus UM Jakarta, Senin (21/1/19). Kegiatan ini diikuti sekitar 65 orang anggota SARMMI dan dihadiri Rektor UM Jakarta, Basarnas, dan Ikatan Alumni UM Jakarta. "SARMMI harus menujukkan kinerja yang baik, dan dirasakan perannya agar sebanyak mungkin Mapala di PTM bergabung dalam SARMMI," ujar Prof. Edy. Dalam sambutannya, Rektor

UM Jakarta Prof. Dr. Syaiful Bakhri, S.H., M.H. menegaskan agar para anggota SARMMI bisa profesional dan dapat berbuat banyak untuk membantu masyarakat yang mengalami bencana. Sementara itu, Ketua SARMMI Slamet Widodo dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa SARMMI dengan segala keterbatasannya sudah banyak terlibat dalam setiap peristiwa kebencanaan. "Bahkan sering kali kami menjadi yang pertama masuk dalam memberi bantuan pada bencana alam di tanah air," ujar Slamet.[] ESH

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM 35


salindia

Drs. Arsyad A. Gani, M.Pd. (kanan) dilantik sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram tahun 2018-2020 oleh Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. (kiri) di kampus setempat, Kamis (20/12/18).

Pembinaan dan penyerahan SK Kemenristekdikti tentang pendirian Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Batang, Jawa Tengah oleh LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah di Batang, Kamis (20/12/18).

Drs. Budi Utomo, M.Kes. yang baru saja dilantik sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan tahun 2018-2022 di kampus setempat menyampaikan sambutannya, Senin (24/12/18).

Pengajian Ahad Pagi oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. di STIE Muhammadiyah Cilacap, Jawa Tengah, Ahad (30/12/18).

UM Banjarmasin mengadakan acara Kopdar Youtuber Banua di kampus utama UM Banjarmasin, Ahad (27/1/19). Acara ini diikuti oleh 200-an youtuber yang akan turut menyosialisasikan hal-ihwal PTM di Kalimantan Selatan ini.

Para mahasiswa peserta Program Pertukaran Mahasiswa STIE Muhammadiyah Tanjung Redeb ke Universiti Brunei Darussalam selama 2 Januari-12 Mei 2019.

36 Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019


Tiga perguruan tinggi Muhammadiyah di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, yakni Institusi Agama Islam Muhammadiyah Sinjai, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Muhammadiyah Sinjai, dan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik Muhammadiyah Sinjai mengadakan Rapat Koordinasi Kebangsaan dengan PDM Sinjai, Sabtu (19/1/19).

Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak Kalimantan Barat menjalin kerja sama dengan melakukan teleconference pimpinannya dengan pimpinan Queen’s University Belfast Inggris, Sabtu (2/2/19).

Institusi Agama Islam Muhammadiyah Bima Nusa Tenggara Barat melakukan rapat pembagian tugas perkuliahan semester genap tahun akademik 2018/2019 di ruang dosen IAIM Bima, Jumat (1/2/19).

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Jambi mengadakan acara Pengajian Rutin dengan narasumber Dr. H. Agus Wahyudi, M.M., pimpinan PT Sinarmas, dan topiknya “Menciptakan Entrepreneurship yang Islami”, Sabtu (26/1/19).

Dua wisudawn Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yakni Bambang Arintoko (S-2 Magister Studi Islam) dan Fathul Adli (S-1 Hubungan Internasional), diwisuda oleh Wakil Rektor V Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc. di Masjidil Haram karena jadwal umrah dua wisudawan itu tidak bisa diubah, Sabtu (2/2/19).

Universitas Muhammadiyah Buton Sulawesi Tenggara memberangkatkan mahasiswa-mahasiswanya dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama satu bulan (1-28/2/19) di Thailand.

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM 37


Profil PTM

Universitas Muhammadiyah Semarang

Suatu Berkah & Kebanggaan Bersama

M

enjelang akhir Januari 2019, Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) disibukkan dengan agenda international mobility atau lawatan mancanegara yang melibatkan sivitas akademika dan mahasiswa Unimus. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan perlombaan International Mobility Video Competition Award. Lomba ini mewajibkan para pelaku untuk mendokumentasikan perjalanan akademiknya di luar negeri melalui format video. Lomba tersebut sudah terselenggara sebanyak dua kali: tahun lalu dan kiwari. “Kami membuat terobosan ini agar bisa bermanfaat dan bisa dijadikan sumber referensi belajar bagi mahasiswa,” ujar Muhammad Yusuf, Ph.D, Ketua International Relationship Officer (IRO) Unimus. Kegiatan international mobility dan international mobility video merupakan salah dua dari upaya internasionalisasi dan membangun atmosfer kompetisi di Unimus. Internasionalisasi ini merupakan realisasi visinya: “Menjadi Universitas yang unggul, berkarakter, berbasis teknologi,

38 Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

dan berwawasan Internasional.” Namun, tentu saja internasionalisasi hanya menjadi salah satu prasyarat bagi kemajuan sebuah perguruan tinggi. Di luar itu, masih banyak hal yang harus dipenuhi. Unimus mafhum hal tersebut.

Sejarah Perkembangan Kampus Pendirian Unimus dirintis oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah pada 1996. Mulamula, kampus yang bangga dengan julukan “Our Beautiful Campus“ ini memiliki empat belas program studi: S-1 Kesehatan, S-1 Statistik, D-3 Teknik Mesin, D-3 Teknik Elektro, D-3 Teknologi Pangan, S-1 Teknologi Pertanian, S-1 Manajemen, S-1 Administrasi Perusahaan, S-1 Akuntansi, S-1 Bahasa Inggris, D-3 Bahasa Inggris, dan D-3 Bahasa Jepang. Tahun berikutnya, sesuai dengan keputusan Sidang Tanwir Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Karanganyar, seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah di Semarang dilebur ke Unimus. Unimus makin berkembang usai terbit-


Suatu Berkah & Kebanggaan Bersama

nya Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 28/D/0/2005 tentang izin operasional tiga prodi baru, yaitu D-3 Keperawatan, D-3 Gizi, dan D-3 Analis Kesehatan. Tahun-tahun setelahnya merupakan fase ketika Unimus terus melebarkan sayapnya melalui pembukaan prodiprodi baru. Hingga saat ini, Unimus memiliki 26 prodi: tiga program profesi, tujuh belas program S-1, satu program D-4, empat program D-3, dan satu program pascasarjana.

“Hari esok harus lebih baik dari hari ini. Yang telah dicapai saat ini bukanlah sebuah akhir, melainkan suatu awal dari capaiancapain yang lain.” - Unimus

Fasilitas yang Komprehensif “Hari esok harus lebih baik dari hari ini. Yang telah dicapai saat ini bukanlah sebuah akhir, melainkan suatu awal dari capaian-capain yang lain.” Demikianlah salah satu petikan dari media daring Unimus. Sebuah kalimat bijak yang memiliki lapis makna yang bertingkat-tingkat. Namun jika ditarik pada konteks ini, Unimus ingin menunjukkan bahwa komitmen dan kerja keras dalam mencapai kemajuan merupakan keniscayaan, dan pencapaian tersebut harus terus-menerus ditingkatkan dari waktu ke waktu. Komitmen Unimus tersebut mewujud, misalnya, dalam pembangunan fasilitas kuliah yang komprehensif untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dan melahirkan lulusan-lulusan yang berkualitas. Ada tiga fasilitas yang diprioritaskan pembangunannya: fasilitas akademik (ruang kuliah, laboratorium, dan perpustakaan), fasilitas non-akademik (antara lain pusat kegiatan mahasiswa dan sarana olahraga), dan fasilitas publik (masjid). Fasilitas akademik, terutama ruang kuliah, dibagi menjadi tiga jenis: ruang kelas biasa, ruang kelas multimedia, dan ruang kelas multimedia eksklusif. Khusus untuk ruangan multimedia, sudah didukung dengan perangkat komputer, LCD, proyektor, peralatan audio, dan jaringan internet nirkabel. Meski begitu, proses pembelajaran tidak melulu berlangsung di ruang kelas. Pembelajaran teranyar, seperti e-learning, juga diberlakukan. Unimus memiliki empat lokasi kampus dan satu laboratorium. Namun, perguruan tinggi yang mengusung tagline A University of Excellence ini mulai beranjak ke fase lain: merancang master plan pembangunan kampus terintegrasi. Pembangunan ini dipercepat seiring dengan progres akademiknya. Fasilitas non-akademik tak kalah eksklusif. Unimus memiliki sarana terpadu yang menghimpun segala jenis kegiatan non-akademik. Gedung tersebut menjadi pusat dari berbagai aktivitas mahasiswa: diskusi, berkumpul, atau sekadar bersantai. Di luar gedung, terdapat gazebo yang menghadap kerindangan taman kampus. Gazebo ini juga menjadi “saksi

bisu” saat delegasi perguruan tinggi luar negeri dari New Zealand berkunjung ke Unimus pada Februari 2018, antara lain Victoria University of Wallington, The University of Auckland, The University of Waikoto, University of Otago, University of Cantenbury, dan Massey University. Gazebo yang dikelilingi taman asri tersebut menjadi sarana meditatif di sela-sela kepenatan, sebagaimana keterangan Unimus dalam media daringnya: “Cocok sekali dilihat bagi orang yang sedang tegang atau penyeimbangan emosi dan menciptakan keterbukaan antara Anda dan orang lain.”

Kerja Sama dalam dan Luar Negeri Dalam artikel “Networking: what is it and why is it important?” (pada situs College Life, 2017), berjejaring bagi individu manusia dan institusi merupakan faktor yang tak boleh diabaikan dalam mencapai kemajuan, lebih-lebih jika rekanan memiliki tujuan dan visi yang sama. Unimus membungkus langkah berjejaring ini dalam program kerja sama, baik dalam maupun luar negeri. Misalnya, Unimus yang memiliki Fakultas Kedokteran telah bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit di Semarang dan Jawa Tengah dan juga dengan bank, pemerintah, dan perguruan tinggi lain. Ihwal kerja sama luar negeri, universitas-universitas mancanegara beken digandeng. Kerja sama ini sekaligus menandai program internasionalisasi yang disinggung di awal tulisan ini. Unimus membagi skema kerja sama tersebut per-regional: Asean, Eropa, Amerika, Asia Selatan, Asia Timur, Timur Tengah, Afrika, dan Australia. Rektor Unimus, Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd. punya epilog manis untuk ini, “Suatu berkah dan kebanggan bahwa Unimus telah banyak berkarya, baik di dalam negeri maupun luar negeri, sesuai dengan profesi dan keilmuan yang dimiliki.”[] Wira Prakasa Nurdia

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM 39


Profil PTM

Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd. Dok unimus.ac.id

Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd.:

Target Kami Sederhana, 2020 Unimus Terakreditasi “A�

B

ertepatan dengan bulan kelahirannya, Mei 2015, Prof. Dr. Masrukhi M.Pd., terpilih sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) periode 2015-2019. Sosok bersahaja yang kerap dipanggil Pak Uchi ini meraih suara terbanyak mengalahkan para oponennya melalui skema pemungutan suara di tingkat Senat Unimus. Prof. Masrukhi lahir dan dibesarkan di Tegal, 57 tahun silam. Ia menamatkan sekolah dasarnya di Pangabean, Tegal (1968-1974), yang tidak lain adalah kampung kelahirannya. Pendidikan formalnya berlanjut di Madrasah Tsanawiyah Assalafiyah, dan dituntaskan di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Negeri pada 1977-1981. Selepas itu, ia merantau ke Bandung, Jawa Barat untuk melanjutkan pendidikan S-1 dan S-2 pada Prodi Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Pendidikan Indonesia. S-3-nya dirampungkan di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Puncaknya, Prof. Masrukhi dinobatkan sebagai Guru Besar Pendidikan Moral di Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unnes pada 2011. Melalui wawancara via WhatsApp dengan reporter Warta PTM Wira Prakasa Nurdia pada Senin (7/1/19), Prof. Masrukhi menyampaikan blue print pengembangan Unimus. Bagaimanakah kerja keras serta terobosan yang telah dilakukan oleh Unimus dalam mencapai berbagai prestasi? Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) didirikan pada 1999. Praktis hari ini, ia baru berusia 19 tahun. Sebagai perguruan tinggi yang tergolong muda, pengembangan dan pembenahan pun dilakukan. Beberapa aspek vital, seperti akreditasi, promosi, pengembangan sumber daya manusia 40 Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

(SDM), pemantapan kurikulum yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, sampai internasionalisasi pun digalakkan. Untuk merealisasikan itu semua, maka sinergisitas di antara para pimpinan. mulai dari rektorat sampai fakultas dan program studi. menjadi modal utama sekaligus penggerak. Selain memberdayakan Badan Pembina Harian (BPH), kami memiliki forum doktor yang beranggotakan 34 orang sebagai wadah pemikir (think tank) dalam pengembangan perguruan tinggi. Kami memberlakukan aturan setidaknya setiap program studi harus membina satu Pimpinan Daerah Muhammadiyah seantero kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Demikian pula, melalui International and Relationship Office Unimus, kami berjejaring dengan berbagai perguruan tinggi di kawasan Asia dan Australia. Untuk yang terakhir ini, kami melibatkan sekolah-sekolah tingkat SMA/SMK, baik di Jawa Tengah dan luar Jawa Tengah. Setidaknya, dua hal yang diperoleh melalui pelibatan sekolahsekolah dalam skema kerja sama ini. Pertama, membuka kesempatan bagi para pimpinan sekolah untuk go international. Kedua, sekaligus menjadi ajang promosi bagi Unimus pada sekolah-sekolah peserta di seluruh Indonesia. Secara bertahap, kami memberangkatkan para kepala sekolah ke luar negeri, yang pesertanya tidak hanya berasal dari Provinsi Jawa Tengah, akan tetapi juga sekolah-sekolah yang berada di provinsi lain di seluruh Indonesia.


Target Kami Sederhana, 2020 Unimus Terakreditasi “A”

Di Semarang sendiri banyak perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri yang berkualitas, bagaimana cara Unimus menjaga kualitasnya agar dapat kompetitif? Banyaknya perguruan tinggi yang cukup berkualitas di Kota Semarang menjadi tantangan tersendiri bagi kami dan seluruh keluarga besar Unimus. Kondisi tersebut menuntut Unimus untuk terus berkembang. Pemenuhan terhadap standar kualitas diutamakan, tentu tanpa mengesampingkan karakter dasar dari Persyarikatan Muhammadiyah. Atas dasar pemikiran tersebut, kami melakukan penataan, pembenahan, dan pengembangan kelembagaan secara terencana dan sistematis. Parameter standar dalam peningkatan kualitas tersebut adalah capaian akreditasi. Alhamdulillah berkat rida Allah SWT, kerja keras, bimbingan yang tiada henti-hentinya dari Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, serta sinergisitas berbagai kekuatan yang ada di dalam perguruan tinggi, kami berhasil membenahi aspek kelembagaan ini sejak 2016. Kerja keras tersebut berbuah manis, yaitu akreditasi institusi “B”, dan seluruh program studi yang berjumlah 23 juga mencapai “A” dan “B”. Pencapaian standar tersebut dibarengi dengan penguatan kegiatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di kampus, baik di kalangan mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan. Kegiatan terakhir ini merupakan pengejawantahan dari salah satu visi Unimus yang berkarakter Islami. Banyak keuntungan yang dapat dirasakan dari kegiatan penguatan kehidupan Islami ini. Pertama, meningkatnya kualitas keislaman warga kampus. Kedua, penerapan kebijakan ini ternyata berdampak positif pada masyarakat. Mereka mempercayakan anak-anaknya menempuh perkualiahan di Unimus. Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam upaya penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, yaitu Baitul Arqom pada mahasiswa, dosen, karyawan, dan juga pimpinan, pesantren Insan Utama di Fakultas Kedokteran, kajian pemikiran Islam dua mingguan yang wajib diikuti oleh seluruh dosen, karyawan, dan mahasiswa terpilih. Salat zuhur berjamaah setiap hari dilanjutkan dengan kajian hadis, pemberantasan buta huruf Al-Qur’an, serta dijadikannya asrama mahasiswa sebagai pondok pesantren mahasiswa K.H. Sahlan Rosyidi. “Menjadi Universitas yang unggul, berkarakter, berbasis teknologi, dan berwawasan Internasional“ merupakan visi dari Unimus. Bagaimana proses implementasinya? Visi universitas merupakan cetak biru untuk mencapai tujuan dari perguruan tinggi. Unimus menyadari pentingnya hal tersebut, sebagaimana yang sudah saya singgung di atas. Unimus memiliki empat pilar penting, yaitu unggul (berdaya saing), berkarakter (akhlaqul karimah berdasarkan nilai-nilai Islam), berbasis teknologi (aktivitas belajar mengajar berbasiskan IT, information technology), serta berwawasan internasional (terciptanya jaringan kerja sama secara efektif dengan perguruan tinggi dan institusi lain di luar negeri). Visi ini kami jabarkan, lalu diimplementasikan pada seluruh aspek kehidupan kampus: dari tata kelola kelembagaan yang bersendikan good governance, kurikulum dan pembelajaran berlangsung di kelas maupun dalam jaringan (daring). Kegiatan kemahasiswaan yang berdaya saing dan go internasional,

pelaksanaan kolaborasi penelitian dengan berbagai stakeholders, baik di dalam maupun luar negeri. Bahkan, saat ini Unimus menjalin kerja sama dengan salah satu perguruan tinggi di Korea Selatan dalam bidang kesehatan reproduksi di kalangan remaja. Jabaran dan implementasi visi Unimus tersebut tentu mensyaratkan para sivitas akademika yang andal dan mumpuni, baik dari segi kompetensi, integritas, dan kreativitas. Tentu, dibarengi dengan sarana dan prasarana yang memadai serta iklim akademis yang kondusif. Unimus menjalin kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Asia. Sudah sejauh mana proses internasionalisasi Unimus? Berbagai kegiatan kerja sama di bidang akademik dengan perguruan tinggi luar negeri dikembangkan secara kreatif. Terdapat enam jenis program kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri. Pertama, joint degree dengan Sunmoon University, Korea Selatan. Program ini berupa pendidikan sarjana program studi linier dengan menempuh dua tahun (empat semester) di Unimus dan dua tahun (empat semester) di Sunmoon University dengan mendapat dua ijazah dari Unimus dan Sunmoon University. Kedua, fast track. Program ini dilaksanakan atas kerja sama Unimus dengan Yeongnam University, Korea Selatan. Program ini merupakan percepatan sarjana langsung ke master, dengan menempuh jenjang pendidikan selama tiga tahun (enam semester) di Unimus dan program master dua tahun (empat semester) di Yeongnam University. Ketiga, sit-in program. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Cyberjaya University College of Medical Sciences (CUCMS), Malaysia berupa peningkatan kapasitas kurikulum internasional pada salah satu mata kuliah pilihan/blok elektif Occupational Health (OH) dengan mengambil sebagian kompetensinya di CUCMS. Keempat, Student Mobility, Transfer Credit and Joint Program. Program ini dilaksanakan pada seluruh mitra luar negeri yang bekerja sama dengan Unimus, mulai dari Sun Moon University (SMU), Kyungdong University (KDU), Dongseo University (DSU), dan Cyberjaya University College Medical Science (CUCMS). Kelima, Same, yaitu program pengiriman dosen ke luar negeri dengan didukung dari Scheme for Academic Mobility and Exchange - Bahasa Indonesia for Foreign Speakers dari Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Program ini dilaksanakan di KhonKaen University Thailand. Keenam, kerja sama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia Medical Center, Malaysia. Dalam kerja sama ini, Unimus mengirimkan dosen-dosennya untuk mengikuti program doktoral dan spesialis. Apa saja target-target Unimus ke depan? Target kami sederhana: Unimus terakreditasi “A” di tahun 2020, menjadi Universitas yang berwibawa, yang mampu mengembangkan peradaban, bersendikan keislaman dan kebangsaan, serta mampu bersaing dan bersanding di kancah internasional.[]

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM 41


Profil PTM

Stikes Muhammadiyah Pringsewu

Lebarkan Sayap ke Kancah Internasional

“

Program internasionalisasi Stikes Muhammadiah Pringsewu sudah dalam tahap pelaksanaan MOU yang telah dibuat sebelumnya. Programnya yaitu melakukan student exchange, lecture exchange, mengikuti seminar internasional, studi lanjut ke jenjang pendidikan doktoral bagi dosen, melakukan short course dan training dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri,� ujar Ns. Arena Lestari, M.Kep., Sp.Kep.J., Ketua Stikes Muhammadiyah Pringsewu kepada reporter Warta PTM Aprilia Sazila Sari via aplikasi Whatsapp, Senin (31/12/18). Stikes Muhammadiyah Pringsewu merupakan salah satu perguruan tinggi bidang kesehatan di Pringsewu Lampung. Perguruan tinggi ini berdiri pada 1996 dan lebih dahulu dikenal dengan nama Akademi Keperawatan (Akper) Muhammadiyah Pringsewu. Tepat pada 42 Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

23 Desember 2008, Akper Muhammadiyah Pringsewu resmi berubah nama menjadi Stikes Muhammadiyah Pringsewu dengan Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor 254/D/O/2008 tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi S-1 Keperawatan dan Penggabungan Akademi Keperawatan Muhammadiyah Pringsewu dan Akademi Kebidanan Pringsewu menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Pringsewu. Di usia yang cukup matang ini, Stikes Muhammadiyah Pringsewu selalu meningkatkan kualitas dengan berbagai terobosan dan inovasi baru yang terdiri dari program nasional maupun internasional. Salah satu contohnya yaitu peningkatan keikutsertaan dosen dan mahasiswa dalam forum pertemuan tingkat nasional dan inter-


Lebarkan Sayap ke Kancah Internasional

nasional. Dengan adanya konsistensi yang selalu dipertahankan, Stikes Muhammadiyah Pringsewu telah meraih berbagai prestasi, antara lain peringkat 4 Regional Uji Kompetensi Ners, semua program studi telah terakreditasi “B” oleh lembaga Akreditasi Mandiri Pergurua Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes), dan banyak menjuarai kegiatan lomba, baik pada tingkat kabupaten maupun provinsi.

Islami, Profesional dan Berkemajuan Stikes Muhammadiyah Pringsewu

Islami, Profesional dan Berkemajuan

Menggunakan tagline “Islami, Profesional dan Berkemajuan”, Stikes Muhammadiyah Pringsewu mantap memajukan diri menjadi perguruan tinggi dengan mengintegrasikan ketiga nilai tersebut dalam kehidupan kampus. Implementasi nilai-nilai Islami dilakukan dengan menghidupkan suasana Islam dalam setiap kegiatan di kampus. Ini diawali dari kegiatan mahasiswa di kelas. Mahasiswa wajib untuk melakukan tadarus secara bergantian minimal 10 ayat setiap hari. Hal ini dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran pada sivitas akademika kampus dengan membuat sistem mentoring, pengajian rutin yang dilakukan 2 minggu sekali pada hari jumat, salat berjemaah di masjid, kultum yang dibudayakan rutin sebelum aktivitas dimulai, dan menciptakan kawasan berpakaian syar’i. Kata “profesional” dalam tagline itu mencerminkan adanya keahlian, kompetensi, dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan sebagai tenaga kesehatan berlandaskan asas dan peraturan yang berlaku. Sementara itu, kata terakhir pada tagline, yaitu “berkemajuan”, memiliki arti senantiasa mengikuti perkembangan zaman, menjadi unggul dan tidak kalah dengan institusi lain. Tagline tersebut juga menjadi motivasi dalam melakukan berbagai pendekatan kepada masyarakat sebagai perguruan tinggi yang dapat mencetak generasi bangsa yang Islami, profesional dan berkemajuan. Ada beberapa cara yang dilakukan oleh Stikes Muhammadiyah Pringsewu untuk menjalin pendekatan, seperti sosialisasi langsung dengan SLTA di seluruh wilayah Provinsi Lampung, meningkatkan pemberdayaan jaringan ikatan alumni, dan membentuk tim khusus dari internal kampus. “Kami juga membentuk tim marketing internal yang khusus untuk menangani bidang promosi sehingga dapat membangun hubungan yang baik di masyarakat,” ujar Arena Lestari.

Masalah dan Terobosan Solusi

Arena Lestari juga menjelaskan bagaimana kerja keras dan terobosan yang dilakukan Stikes Muhammadiyah Pringsewu dalam menghadapi hambatan khususnya pada kancah internasional. Kerja keras dan strategi yang disiapkan juga tidak lepas dari berbagai hambatan dan masalah, yang salah satunya adalah melakukan internasionalisasi Stikes Muhammadiyah Pringsewu. “Pada awalnya, banyak yang beranggapan pesimis tentang program internasionalisasi, tidak menganggap

internasionalisasi sebagai bagian penting dari pengembangan institusi, menanggap bahwa proses internasonaliasi menghabiskan dana dan kurang membawa manfaat bagi institusi. Akibatnya, di awal prosesnya, membangun internasionalisasi tidak mudah dilakukan karena belum semua sivitas akademik mendukung,” lanjut Arena Lestari. Dalam hal ini, solusi yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi secara terus-menerus kepada mahasiswa dan juga dosen serta sivitas akademika tentang pentingnya internasionalisasi sebagai bench mark atau tolok ukur dari keberhasilan suatu institusi dalam proses pendidikan. Hal ini juga selaras dengan upaya untuk meningkatkan peringkat akreditasi. Sebab, peringkat akreditasi menjadi salah satu aspek penilaian dan syarat suatu institusi dikatakan baik. Dukungan penuh dari pimpinan Stikes Muhammadiyah Pringsewu juga menjadi kunci penting untuk menyelesaikan semua kendala kegiatan internasional. “Support pimpinan yang diberikan selama ini juga menjadi pendorong keberhasilan dari kemajuan program internasionalisasi di Stikes Muhammadiyah Pringsewu Lampung,” tegas Arena Lestari. “Diperlukan kebijakan yang adaptif dan solutif untuk menguatkan internasionalisasi. Penguatan fungsi Kantor Urusan Internasional (KUI) di Stikes Muhammadiyah diharapkan dapat mengantarkan Stikes Muhammadiyah Pringsewu menjadi salah satu institusi yang berorientasi global. Selama ini, KUI bersinergi dan selalu melakukan sharing best practice dengan KUI perguruan tinggi Muhammadiyah lain. Untuk maju bersama dalam pengembangan internasionalisasi,” papar Arena Lestari mengenai kebijakan untuk menguatkan program internasionalisasi. Terakhir, Arena Lestari menegaskan perlunya langkah jitu untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi, yaitu dengan menguatkan komitmen semua unsur pimpinan, kepala bagian dan semua unit yang ada di Stikes Muhammadiyah dengan tetap mengikuti regulasi yang ada. “Peningkatan mutu pendidikan dan pembelajaran yang lebih inovatif, strategi peningkatan melipui aspek kurikulum, tenaga pengajar, saran prasarana, menerapkan prinsip manajemen yang tidak kaku dengan berorientasi pada prinsip manajemen modern, manajemen yang adaptif terhadap perubahan dan proses internaliasi budaya organisasi yang baik,” pungkas Arena Lestari.[] Aprilia Sazila Sari

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM 43


Profil dosen

Djoko Sigit Sayogo, S.E., M.ACC., Ph.D.:

Cetak SDM yang Berdaya Saing Global

K

abar membanggakan baru saja melingkupi keluarga besar Muhammadiyah. Adalah Djoko Sigit Sayogo, S.E., M.ACC., Ph.D, dosen di Universitas Muhammadiyah Malang, yang baru saja meraih penghargaan sebagai Dosen Berprestasi Tingkat Nasional 2018 dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Setelah melewati proses seleksi yang cukup panjang, Djoko akhirnya berhasil terpilih sebagai Dosen Berprestasi dalam bidang Sosial Humaniora. Di tahap akhir seleksi, Djoko berhasil mengungguli dua kandidat lainnya, yakni Yuliani Dwi Lestari, S.T., M.B.A., Ph.D. (Institut Teknologi Bandung) di peringkat kedua dan Dr. Irfan Syauqi Beik (Institut Pertanian Bogor) di peringkat ketiga. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan pada acara Malam Anugerah Diktendik Berprestasi di Jakarta, Senin (29/10/18). Selain memberikan penghargaan untuk kategori tersebut, Kemenristekdikti juga menganugerahkan penghargaan pada kategori lainnya, yaitu Dosen Berprestasi 44 Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

bidang Sains dan Teknologi, Pranata Laboratorium Pendidikan Berprestasi, Pengelola Keuangan Berprestasi, Pustakawan Berprestasi, Administrasi Akademik Berprestasi dan Arsiparis Berprestasi. Pemberian penghargaan ini sudah dilaksanakan sejak 2004. Program ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi di lingkungan sivitas akademika dalam melaksanakan Tridarma perguruan tinggi serta meningkatkan produktivitas perguruan tinggi, Dalam sebuah sesi wawancara dengan Fauzan Husaini dari Warta PTM, Djoko menuturkan bahwa komponen terpenting dalam pemilihan Dosen Berprestasi adalah kebermanfaatan dari hasil penelitian. Manfaat dari hasil penelitian seharusnya dirasakan oleh mahasiswa melaui proses pembelajaran dan oleh masyarakat luas. Selain itu, penelitian yang dilakukan juga harus membawa kebaruan atau inovasi. Melalui kebaruan dalam penelitian, jangkauan dari manfaat sebuah penelitian tentu akan menjadi lebih luas. Selain memperoleh penghargaan tersebut, Djoko juga pernah menerima beberapa penghargaan dan peng-


Cetak SDM yang Berdaya Saing Global

alaman akademis yang tak kalah bergengsi. Di tingkat internasional, pada 2014, Djoko diakui sebagai Research Fellows dan Postdoctoral Associate di Center for Technology in Government, di University at Albany, State University of New York. Djoko juga menjadi salah satu penyusun sekaligus pengajar di program berbasis online pertama dalam bidang Government Information Strategy and Management (GISM) untuk program master dan doktor di universitas yang sama. Saat ini, Djoko merupakan reviewer di lima jurnal yang sudah terindeks Scopus, serta masih banyak lagi penghargaan lainnya. Ihwal karyanya, Djoko sudah menghasilkan 48 artikel terindeks Scopus serta buku yang sudah diterbitkan oleh Springer dan masih banyak lainnya. Hasil penelitiannya juga sudah disitasi sebanyak 236 kali di Scopus dan 597 kali di Google Scholar oleh peneliti-peneliti di lebih dari 20 negara. Seluruh pencapaian tersebut tentunya tidak lepas dari perjuangan dan kerja keras yang sudah dilakukan sedari kecil. Menurutnya, sejak kecil, Djoko diberi nasihat oleh kedua orangtuanya untuk selalu berusaha semaksimal mungkin dengan disertai doa kepada Allah SWT. Menariknya, Djoko selalu meyakini bahwa segala hasil yang diterimanya merupakan sesuatu yang terbaik bagi dirinya. Dengan pemahaman seperti itu, dia menjadi tidak mudah mengeluh manakala hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Kunci penting lainnya ialah kedisiplinan dan konsistensi dalam segala hal untuk menghasilkan karya yang baik.

Peran Penting Dosen dan Kampus Sebagai dosen, Djoko memiliki pandangan pribadi mengenai peran dan tugas dosen. Baginya, dosen adalah penyedia informasi yang dapat dipercaya, karena informasi tersebut diperoleh melalui hasil penalaran yang kritis. Dosen pun berperan dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan adaptif terhadap perubahan dan perkembangan zaman. Karenanya, seorang dosen wajib mengetahui dan mengikuti setiap dampak yang dihasilkan dari perubahan dan perkembangan zaman. Sementara itu, perguruan tinggi memiliki peran dan tugas yang jauh lebih luas. Di tengah persaingan yang sangat ketat, serta pesatnya perkembangan zaman, perguruan tinggi harus menjadi jembatan antara pemerintah, pengusaha, akademisi dan komunitas masyarakat dalam mengatasi permasalahan yang semakin lama semakin kompleks. Menurut Djoko, saat ini perguruan tinggi masih banyak terjebak hanya menciptakan SDM yang mahir dalam satu bidang saja. Baginya, perguruan tinggi seha-

dosen adalah penyedia informasi yang dapat dipercaya, karena informasi tersebut diperoleh melalui hasil penalaran yang kritis. Dosen pun berperan dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan adaptif terhadap perubahan dan perkembangan zaman. Karenanya, seorang dosen wajib mengetahui dan mengikuti setiap dampak yang dihasilkan dari perubahan dan perkembangan zaman. - Djoko Sigit Sayogo, S.E., M.ACC., Ph.D rusnya mampu mendorong pembentukan kapabilitas lintas domain keilmuan. Sekarang, sudah tidak cukup lagi menghasilkan sarjana yang hanya memahami satu bidang ilmu, melainkan harus melahirkan sarjana yang memiliki kemampuan analisa yang kritis lintas bidang keilmuan. Kampus juga harus menghasilkan SDM yang mampu memberikan rekomendasi berupa pemecahan masalah. Dengan begitu, diharapkan PT dapat menghasilkan SDM yang berdaya saing global atau, dalam istilah Djoko, capable world citizens. Djoko juga berharap agar seluruh PTMA bisa kembali merefleksikan pesan dari K.H. Ahmad Dahlan sewaktu pembentukan ‘Aisyiyah, “Bahwa beramal itu harus berilmu.” Ini sejalan dengan pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si. pada Milad Muhammadiyah ke-108 tahun 2017, “Muhammadiyah niscaya harus menghadirkan pusat-pusat keunggulan di bidang pemikiran ….” Dua pesan tersebut memberikan makna bahwa PTMA harus meningkatkan pembelajaran dan penelitian secara ilmiah berdasarkan penalaran yang kritis dan logis. Dari semua pencapaian dan penghargaan yang telah diterima, terselip satu cita-cita besar yang masih belum bisa direalisasikan oleh Djoko. Sebagai bagian dari UM Malang, Djoko memiliki harapan besar agar universitas tempat dirinya mengabdi dapat menjadi jembatan yang menghubungkan pemerintah, industri, akademia dan masyarakat luas. Menurutnya, sinergisitas keempatnya diharapkan dapat membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia. Tentu, manfaatnya akan lebih luas apabila langkah tersebut diikuti oleh perguruan-perguruan tinggi lainnya.[] Fauzan Husaini

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM 45


warta dari ptm

Warta dari PTM Politeknik Muhammadiyah Pekalongan Program Studi Manajemen Informasi Politeknik Muhammadiyah Pekalongan mengadakan kegiatan “Ngobrolin Perihal Informasi” (Ngopi) di Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (26/12/18). Situs PTM ini menyebutkan, kegiatan itu diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa prodi tersebut dan para alumninya. Ketua Prodi Manajemen Informasi Politeknik Muhammadiyah Pekalongan Imam Rosyidi, S.E., M.Si. mengatakan, media informasi semestinya dimanfaatkan untuk sosialisasi dan interaksi dengan menyebarkan konten-konten positif, bukan kontenkonten negatif.

Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi (STTMC) menjalin kerja sama dengan PT CG Power Indonesia yang berlokasi di Kawasan Menara Permai, Jawa Barat. Situs PTM ini mengabarkan, kerja sama tersebut berupa hibah peralatan pengelasan dari PT CG Power Indonesia kepada STTMC. Bapak Ardie dari PT CG Power Indonesia menyerahkan peralatan pengelasan kepada Ketua STTMC Ir. Firmansyah Azharul, M.T. yang didampingi oleh Ketua BPH STTMC dan Ketua LPPM STTMC, Jumat (7/12/18). Peralatan pengelasan digunakan untuk melatih anak-anak muda di wilayah Cileungsi dan sekitarnya.

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Pringsewu Lampung Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung menggelar acara pertunjukan tari mahasiswa sebagai tugas mata kuliah Tari, Sabtu (8/12/18). Disiarkan di situs STKIP MPL, sebanyak 46 Warta PTM

tujuh belas karya tari tradisional ditampilkan dalam acara ini. Pertunjukan tersebut menjadi syarat kelulusan mahasiswa dalam mata kuliah Tari dan bertujuan untuk melestarikan seni tari tradisional. Pada acara yang sama, juga digelar Perayaan Milad Ke-2 Prodi PGSD dan Pelantikan Ketua Himpunan Mahasiswa PGSD Periode 2018-2019.

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Bone STKIP Muhammadiyah Bone Sulawesi Selaran membuka Program Studi S-1 Kepelatihan Olahraga. Disebutkan dalam situs kampus ini bahwa Surat Keputusan pembukaan Prodi Kepelatihan Olahraga dari Kemenristekdikti diserahkan oleh Kepala LLDikti Wilayah IX Sulawesi Prof. Dr. Jasruddin, M.Si. kepada Ketua STKIP Muhammadiyah Bone Muhammad Jufri Rasyid, M.Si. di kampus setempat, Sabtu (30/6/2018). Acara penyerahan SK ini dihadiri oleh 400-an dosen dan mahasiswa STKIP Muhammadiyah Bone. Sehingga sekarang, PTM ini memiliki delapan prodi S-1.

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Batang STKIP Muhammadiyah Batang Jawa Tengah yang baru menerima SK pendiriannya pada 20 Desember 2018 mengumumkan hasil penerimaan calon dosen dan calon tenaga kependidikan tetap pada situs resminya, Sabtu (12/1/19). Calon dosen tetap yang diterima sebanyak empat orang, yakni pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (1 orang) dan PGSD (3 orang). Sementara itu, calon tenaga kependidikan yang diterima sebanyak dua orang sebagai tenaga information technology dan tenaga administrasi. Mereka semua lolos seleksi

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

tes tertulis, tes praktik, tes Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, dan psikotes.

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Aceh Tengah STKIP Muhammadiyah Aceh Tengah mengumumkan pada situsnya bahwa kampus ini menghelat Seminar Motivasi “Mengenal Potensi Diri dalam Memilih Jurusan di Perguruan Tinggi” di Aula Hotel Penemas Aceh Tengah, Ahad (20/1/19). Seminar ini menghadirkan dua narasumber, yakni Wahyuni, S.Psi., M.Psi. Psikolog (dosen dan psikolog RSUD Datu Beru) dan Zuyyina, S.Pd., M.Pd. (dosen berprestasi). Seminar ini bertujuan untuk memotivasi siswa-siswa sekolah guna memilih peluang kuliah sesuai dengan potensi mereka.

Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik Muhammadiyah Sinjai Stisip Muhammadiyah Sinjai menjadi tuan rumah kegiatan Penandatanganan Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Sinjai dan perguruan-perguruan tinggi di Kabupaten Sinjai, Jumat (28/12/18). Situs PTM ini menyiarkan, acara tersebut dihadiri oleh Bupati Sinjai, Ketua Stisip Muhammadiyah Sinjai, Ketua STIP Muhammadiyah Sinjai, Rektor IAI Muhammadiyah Sinjai dan Direktur Akbid Sinjai. Usai penandatangan itu, Bupati Sinjai Andi Seto Gadhysta Asapa, S.H., L.L.M. juga memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa Stisip Muhammadiyah Sinjai di aula kampus setempat.

Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Muhammadiyah Madiun STISIP Muhammadiyah Madiun meneken memorandum of understanding (MOU) dengan Kepolisian Resor (Polres)


Warta dari PTM

Madiun di Lapangan Tri Brata Madiun Jawa Timur, Senin (21/1/19). Penandatanganan ini dilakukan oleh Ketua STISIP Muhammadiyah Madiun Mujahidin, S.Sos., S.Pd.I., M.Si., M.KPd. dan Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono, S.I.K., S.H., M.H. Laman PTM ini menyebutkan, MOU itu juga melibatkan media dan LSM, yakni Radar Madiun, JTV, LSM WKR, dalam rangka memberikan input positif ihwal layanan Polres Madiun.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan PKU Muhammadiyah Surakarta Sebanyak 183 orang mahasiswa Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan Praktik Komunitas di Sawahan Ngemplak Boyolali Jawa tengah selama satu bulan, 3 Desember 2018-5 Januari 2019. Praktik Komunitas ini bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan mahasiswa dalam mengidentifikasi, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program pemberdayaan kesehatan keluarga dan lingkungan secara terpadu.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Sidrap Dua puluh satu orang mahasiswa berprestasi dari Stikes Muhammadiyah Sidrap tahun akademik 2018/2019 menerima Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) dari pemerintah pusat melalui LLDikti Wilayah IX Sulawesi. Ketua Stikes Muhammadiyah Sidrap drg. Bambang Roesmono, M.M. di situs kampusnya (Sabtu, 19/1/19) menyatakan, “Setiap tahunnya mengalami peningkatan atau penambahan beasiswa terhadap mahasiswa berprestasi.”

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Pekajangan Lembaga Penjaminan Mutu Stikes Muhammadiyah Pekajangan Jawa Tengah melakukan kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) selama sembilan hari (10-18/1/19). AMI ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas manajemen seluruh lima prodi di PTM ini: S-1 Keperawatan, S-1 Farmasi, S-1 Fisioterapi, D-3 Kebidanan dan D-3 Keperawatan. Tujuan lainnya ialah membangun budaya

mutu prodi dan menyiapkan prodi dalam menghadapi Audit Mutu Eksternal (AME) oleh BAN-PT dan LAM-PTKes.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang Stikes Muhammadiyah Palembang juga melakukan AMI selama tiga hari, RabuJumat (16-18/1/19). AMI merupakan program kerja Lembaga Penjaminan Mutu untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi. Wakil Ketua II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Yudiansyah, M.Kes. menyampaikan bahwa tujuan audit ini bukan untuk mencari kesalahan pihak teraudit, melainkan untuk mengetahui kesesuaian antara standar pendidikan yang telah ditetapkan Stikes Muhammadiyah Palembang dan kenyataan di lapangan dan juga untuk meningkatan mutu setiap program studi, bagian dan unit kerja.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Manado Program Studi D-3 Farmasi Stikes Muhammadiyah Manado menerima SK LAM-PTKes Nomor 0787/LAM-PTKes/ Akreditasi/Dip/XII/2018 tertanggal 1 Desember 2018 yang menyatakan peringkat akreditasinya “B”. Sehingga, seperti tertera di laman kampus ini, seluruh empat prodi di Stikes Muhammadiyah Manado sekarang telah terakreditasi “B”: D-3 Farmasi. D-3 Kebidanan, S-1 Keperawatan, dan Profesi Ners.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Kuningan Lima alumni Stikes Muhammadiyah Kuningan berhasil lolos seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) 2019. Situs kampus ini memberitakan (Ahad, 13/1/19), lima alumni tersebut adalah Sri Umi Syamsiyah yang ditempatkan di RSUD Arjawinangun Cirebon, Dwitya Septiani di RSUD Waled Cirebon, Laila Fitriani N.A. di RSUD Waled Cirebon, Retina Aghistni R. Di RSUD Cideres Majalengka, dan Cep Martono di RSUD Sumedang. Ini merupakan salah satu prestasi dan kebanggaan Stikes Muhammadiyah Kuningan.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong Soffan, karyawan Stikes Muhammadiyah Gombong, menerima penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial Pendonor Darah Sukarela dari Presiden Republik Indonesia di Puri Agung Convention Hall Hotel Grand Sahid Jakarta, Sabtu (26/1/19). Soffan, tulis situs kampus ini, merupakan satu dari empat orang penerima penghargaan tersebut. Keempatnya adalah orang-orang yang telah melakukan donor darah sebanyak 100 kali. Penghargaan juga diberikan kepada para pendonor darah 10 kali, 25 kali, 50 kali, dan 75 kali.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Bojonegoro Ujian Akhir Semester (UAS) Ganjil tahun akademik 2018/2019 pada sebagian mata kuliah di Stikes Muhammadiyah Bojonegoro Jawa Timur dilaksanakan secara online, Rabu-Selasa (2-8/1/19). UAS online lebih efisien karena mahasiswa dan dosen bisa segera mengetahui hasil ujiannya dan dosen pun tidak perlu mengoreksi hasil ujian secaa manual. Mahasiswa mengikuti ujian ini dengan mengerjakan soal-soalnya pada telepon seluler (hand phone)-nya masing-masing yang tersambung dengan internet di ruang kelas.

Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Tangerang Mahasiswa-mahasiswa STF Muhammadiyah Tangerang memberikan bantuan kepada korban tsunami Selat Sunda di Desa Sumur Pandeglang Banten, Sabtu (29/12/18). Laman kampus ini mengabarkan, bantuannya berupa pakaian, makanan dan bahan-bahan kebutuhan pokok lain. Bantuan ini diserahkan langsung oleh mahasiswa STF Muhammadiyah Tangerang kepada Koordinator Tim Relawan di Posko Bantuan Desa Sumur. Ini merupakan wujud kepedulian PTM kepada masyarakat korban bencana.[] Agung Prihantoro

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM 47


regulasi

sumber foto: www.cefci.pro

Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2018 Tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi, Sertifikat Profesi, Gelar, dan Tata Cara Penulisan Gelar di Perguruan Tinggi Ijazah Pasal 5 (1) Ijazah diterbitkan perguruan tinggi disertai dengan Transkrip Akademik dan SKPI. (2) Ijazah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat: a. nomor Ijazah nasional; b. logo perguruan tinggi; c. nama perguruan tinggi; d. nomor keputusan akreditasi perguruan tinggi dan/atau program studi; e. Program Pendidikan Tinggi; f. nama program studi; g. nama lengkap pemilik Ijazah; h. tempat dan tanggal lahir pemilik Ijazah; i. nomor pokok mahasiswa; j. nomor induk kependudukan atau nomor paspor bagi mahasiswa warga negara asing; k. Gelar yang diberikan beserta singkatannya; l. tanggal, bulan, dan tahun kelulusan; m. tempat, tanggal, bulan, dan tahun penerbitan Ijazah; n. nama dan jabatan pimpinan perguruan tinggi yang berwenang menandatangani Ijazah; o. stempel perguruan tinggi; dan p. foto pemilik Ijazah. (3) Nomor Ijazah Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a mengikuti sistem PIN. (4) PIN sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terintegrasi dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2018 Tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah

Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2018 Tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi

48 Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2019


Edisi Khusus Tanwir Februari 2019

Warta PTM

1


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Warta PTM Edisi Spesial Tanwir 2019 by wartaptm - Issuu