TOPIK UTAMA
Menuju Kualitas Riset Dosen PTMA yang Bereputasi
Supaya bisa bertahap menuju klaster riset yang lebih baik, Pimpinan PTMA harus memberikan perhatian yang lebih khusus. Namun pada awalnya yang perlu didorong adalah menyadarkan dosen untuk meneliti secara lebih serius. Artinya perlu ada stimulus, pembinaan, pelatihan, dan berbagai bentuk pendampingan individual maupun kelompok, bagi dosen supaya bisa terlibat dalam riset.
DOSEN BERPRESTASI
Prof Dr Muji Setiyo, ST MT Dosen Harus Punya Career Planning jadi Guru Besar
a j r e n i K g n o r o D h i a R n a d t e s Ri Dana Hibah #35
JAN-FEB 2022 www. diktilitbangmuhammadiyah.org
Asa
WARTA PTM
Mendorong Riset dan Perolehan Hibah
S
alah satu dari unsur Catur Dharma (Tri Dharma) Perguruan Tinggi adalah melaksanakan riset atau penelitian. Namun seorang dosen meneliti saja tidak cukup. Karya itu harus dipublikasikan, utamanya ke komunitas akademik, melalui jurnal-jurnal ilmiah. Tanpa riset dan publikasi maka karir seorang dosen selesai. Pengakuan, atas kepakarannya akan sirna. Ini juga menjadi komponen utama penilaian kepangkatan atau jenjang fungsional seorang dosen. Bagi suatu bangsa, kinerja riset bermutu suatu bangsa, juga besaran dana riset yang dialokasikan, berkelindan dengan pembangunan ekonominya. Negara-negara seperti Jepang, Cina, Singapura, ataupun seperti USA dan negara-negara Eropa Barat, yang kepeduliannya pada risetnya tinggi – yang menjadi basis banyak kebijakan pemerintah maupun industri – pembangunannya meningkat pesat. Tingkat ekonomi masyarakatnya dan kesejahteraannya pun tinggi. Masa lalu, perhatian pada riset di tanah air sangat rendah. Walau sekarang pun belum terlalu tinggi, namun sudah jauh lebih baik. Anggaran penelitian dari APBN pada perguruan Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. tinggi dan lembaga riset secara bertahap mengalami peningkatan. Berbagai hibah juga diWakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat tawarkan pada peneliti, yang umumnya berbasis kompetisi. Minat meneliti juga kian tinggi, Muhammadiyah dan publikasi kian banyak di jurnal bereputasi. Bagaimana dengan di PTMA? Sama saja. Semangat meneliti semakin tinggi. Kinerja Lembaga penelitiannya makin baik. Paling tidak, jika dilihat klasterisasi riset oleh Ditjen Dikti Kemendikbud, ada tiga PTM yaitu UMY, UMS, dan UMM yang sudah masuk klaster paling tinggi: Klaster Mandiri. Tapi sebagian besar PTMA masih berada pada jenjang madya dan binaan. Memang tidak mudah untuk masuk Klaster Riset Mandiri. Komponen atau aspek sumber daya penelitian, manajemen penelitian, luaran/output, dan revenue generating, haruslah sangat baik. Supaya bisa bertahap menuju klaster riset yang lebih baik, Pimpinan PTMA harus memberikan perhatian yang lebih khusus. Namun pada awalnya yang perlu didorong adalah menyadarkan dosen untuk meneliti secara lebih serius. Artinya perlu ada stimulus, pembinaan, pelatihan, dan berbagai bentuk pendampingan individual maupun kelompok, bagi dosen supaya bisa terlibat dalam riset. Persoalan riset biasanya bermuara pada masalah dana atau anggaran yang terbatas. PTMA memang harus mengalokasikan dana memadai, sesuai kemampuannya. Namun sumber dana riset bukan hanya dari situ. Pemerintah, lembaga riset, bahkan lembaga internasional banyak menyediakan dana riset berbasis kompetisi. Dosen perlu didorong dan juga berinisiatif mencari informasi dan mengajukan proposal risetnya pada Lembaga-lembaga tersebut. Masalahnya, sering info-info hibah dan bantuan dana penelitian itu tidak semua diketahui para dosen. Bahkan kampus pun sering tidak mengetahuinya. Ini karena tidak ada staf yang dikhususkan untuk berburu informasi tersebut, dan mendiseminasikan informasi tersebut ke semua dosen. Oleh karena itu, di samping perlu dosen proaktif memperoleh informasi ini, di samping juga staf yang aktif menjaring tawaran hibah-hibah riset yang ada. Jika kita mencermati PTMA yang klaster risetnya sudah “Mandiri”, kesadaran meneliti para dosennya tinggi. Info-info tawaran dana riset berseliweran antardosen, baik dalam dialog langsung, forum rapat, maupun media sosial. Budaya seperti ini seharusnya terjadi semua di kampus, termasuk PTMA. Ini mengingat tugas pokok utama dosen itu di antaranya meneliti dan mempublikasi tersebut. Hasil penelitian ini ditransformasikan bukan saja ke anak didik atau mahasiswa, tetapi kepada masyarakat, baik masyarakat akademik maupun masyarakat yang lebih luas. Ini harus dilakukan, karena riset itu bukan sekedar untuk mendalami ilmu pengetahuan, menemukan teori baru, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana hasilnya bermanfaat bagi masyarakat luas, bagi umat manusia. Dalam bahasa kebijakan yang sering digaungkan beberapa tahun terakhir ini adalah: hilirisasi riset. (Semoga)
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM
1
WARTA PTM
Susunan Redaksi Rapat Redaksi
Rapat Redaksi Warta PTM bersama Prof Edy Suandi Hamid, Yordan Gunawan, Arif Wibowo, Evie Dwi Oktaviani, Rasya Swarnasta, Aprilia Sazila Sari, dan Velandani Prakoso
WARTA PTM
Warta PTM diterbitkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah
SUSUNAN REDAKSI PENANGGUNG JAWAB: Lincolin Arsyad PEMIMPIN UMUM/REDAKSI: Edy Suandi Hamid DEWAN REDAKSI: Muhammad Sayuti I Muhammad Samsudin I Ahmad Muttaqin REDAKTUR PELAKSANA: Edy Suandi Hamid ASISTEN REDAKSI/REPORTER: Aprilia Sazila Sari I Rasya Swarnasta KEUANGAN: Evie Dwi Oktaviani ALAMAT REDAKSI: Jln. KHA Dahlan 103 Yogyakarta 55262 Telp. +62-274-389485 Faks. +62-274-376336 Email: redaksiwartaptm@gmail.com Website: www.diktilitbangmuhammadiyah.org Rekening Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Nomor 09-0008-7003 BNI Cabang Yogyakarta a/n Lincolin Arsyad, Prof. Dr. M.Sc.
Warta PTM menerima tulisan yang berupa opini, berita panjang, berita singkat, glosarium dan foto seputar perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Redaksi berhak menyunting tulisan. Silakan kirim tulisan dan/atau foto ke email redaksi.
2
Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
WARTA PTM
Daftar Isi ASA
TOPIK UTAMA
TOPIK UTAMA
Menuju Kualitas Riset Dosen PTMA yang Bereputasi
KINERJA
Sampai saat ini, Indonesia memiliki jurnal yang terindeks scopus kisaran 100 jurnal lebih. Ini merupakan kemajuan yang luar biasa dalam 3 tahun terakhir ini. Begitu papar Aceng Sambas PhD, dosen UM Tasikmalaya dengan peringkat 200 sebagai peneliti terbaik di Indonesia. Namun lanjutnya, kenaikan di Indonesia hanya sebatas kuantitas semata, kualitas penelitian yang dilakukan menurutnya masih perlu banyak perbaikan. Masalah lainnya, banyak dosen yang latah untuk mempublikasikan hasil karyanya pada jurnal predatori, yaitu jurnal yang tidak melakukan proses review dengan baik. “Mungkin karena ingin cepat lulus studi atau untuk luaran penelitian yang sangat mendesak,” lanjutnya. Hal ini menjadi momok terhadap tugas dosen yang memang bukan hanya pendidikan dan pengajaran. Adanya tri dharma perguruan tinggi seolah mengingatkan tiga domain tugas utama dosen yaitu pendidikan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Namun kenyataannya, masih banyak pula dosen yang hanya mengejar kuantitas penelitian dan menyampingkan adanya kualitas yang dihasilkan. Membaca fenomena tersebut, Warta PTM edisi ini akan membahas terkait “Dorong Kinerja Riset dan Raih Dana Hibah PTMA” dengan beberapa narasumber diantaranya Prof Dr Muji Setiyo ST MT Kepala LPPM UM Magelang (UNIMMA), Syaiful Amri Saragih S P M Sc, Kepala LPPM UM Sumatera Utara (UMSU), Dr Elihami SPd MPdI, Kepala LPPM UM Enrekang (UNIMEN), Endrianur Rahman Zein Kepala LPPM STIEMA Asahan, dan Aceng Sambas PhD, Dosen Fakultas Teknik dan peneliti UM Tasikmalaya.
• Mendorong Riset dan Perolehan Hibah__1 • Menuju Kualitas Riset Dosen PTMA yang Bereputasi__4 • Dosen Aset Penting Hibah Riset PTMA__6 • Inovasi dan Kreativitas dalam Memimpin PTMA__8 • Majelis Diktilitbang PPM Resmi Launching Buku Panduan Rubrik AMI PTMA__8 • Majelis Diktilitbang Dukung Berdirinya UM Sampit__9 • MSPP Batch IV Lahirkan Kader Berskala Internasional__10 • 44 Pimpinan PTMA Ikuti Leadership Training Angkatan ke-VI__11 • Ketua Umum PP Muhammadiyah Paparkan Enam Kekuatan AUM untuk Pimpinan PTMA__12 • Majelis Diktilitbang Akui Perkembangan UMSB Relatif Cepat__13 • ASKUI PTMA Adakan Rapat Kerja Nasional__14 • UMM Tambah Lima GB Baru__14 • Mengelola Perubahan, Buku tentang Kisah Sukses Rektor PTMA__15 • PTMA di Tengah Implementasi Jaminan Produk Halal__15 • Majelis Diktilitbang Adakan LAMDIK Camp Tingkatkan Prodi Pendidikan__16 • Pendampingan Majelis Diktilitbang sebagai Upaya Optimalisasi PTMA__17
SIGI
• Pemetaan Pola Konsumsi Makanan Sehat Masyarakat Indonesia di Era Pandemi Covid-19 dengan Teknik Lexicon-Based Sentiment Analysis Berbasis Data Geo-Located Twitter__18
INAUGURASI
• Rektor UMSU Resmi Jadi Guru Besar__19 • UM Kudus Gelar Sumpah Profesi Perawat dan Bidan__19 • Nini Aryani Resmi Pimpin STKIP ‘Aisyiyah Riau__20 • UM Palembang Tambah Doktor Baru__21 • STKIP Muh Kalabahi Gelar Prosesi Wisuda Angkatan Ketiga__21 • D-III Keperawatan FIK UMJ Selenggarakan Prosesi Angkat Sumpah__22
INOVASI
• Mahasiswa UMM Luncurkan Aplikasi Linguistik__24 • Mahasiswa UMP Ciptakan Pensteril Ruangan Berbasis IOT__24 • Konser Uji Tembak Rudal Merapi UAD__25 • Mahasiswi Unimen Rancang Aplikasi Cyber Counseling__26 • Mahasiswa UMY Sulap Limbah Kulit Bawang Merah Jadi Sabun Herbal Güzel__26
KRONIK
• Unimen Adakan Baitul Arqam Dosen dan Karyawan__27 • BICOMHET 2021 Konferensi Internasional Gagasan STIK Muh Pontianak__27 • IMM STIT Muh Bojonegoro adakan Follow Up DAD__28 • UMS Rappang Masuk 20 Besar PTS Terbaik
Nasional__29 • UMY Digandeng PT INKA Rancang Kereta Hybrid__29 • STIKes Muh Aceh Terima Hibah Peralatan Laboratorium__30 • UM Jambi Gelar Business Matching and Expo__31 • Mahasiswa Program PMM Akui Toleransi di UM Kupang__31 • Bantuan untuk Nuraini Kader Tapak Suci • yang Jadi Kuli Angkut Semen__32 • Mahasiswa UMJ Lolos Program Indonesian International Student Mobility Awards__33 • UM Surabaya Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru__34 • Sebanyak 15 Mahasiswa Unisa Bandung Raih Beasiswa JFLS dan RMP__34 • Pembelajaran Berbasis Online ala Mahasiswa Tadris Matematika IAIM Sinjai__35 • UMMI dan PP Muhammadiyah Bahas Islam Moderasi__35 • UM Palopo Turut Kirim Peserta dalam Pra-POR Prov XVII__36 • UM Gresik Adakan Lokakarya Sinergikan AntarOrmawa__36 • Bimtek UHAMKA Akselerasikan Penelitian Hibah Dosen__37 • Pelatihan Aiska Dorong Reformasi Metode Mengajar Dosen__38 • UNIMMA Jalin Kerja Sama Internasional dengan Perguruan Tinggi Taiwan__38 • Bazar Kewirausahaan Dorong Entrepreneurship
Mahasiswa UMKO__39
DOSEN BERPRESTASI
• Dosen Harus Punya Career Planning jadi Guru Besar__40
PROFIL PTM
• Metamorfosis Universitas Pertama di Enrekang__42 • Keikhlasan sebagai Seorang Pemimpin__44 • UM Sorong Siap Unggul dalam Riset__46
SEMESTA
• PCIM Thailand, Kokoh Berdiri di Tengah Pandemi__48
PRESTASI MAHASISWA
• Pengobatan Alternatif Diabetes Melitus Bawa UAD Raih Juara I__50 • Sebanyak Tujuh Medali Kejurprov 2021 Disabet Mahasiswa UM Surabaya__50 • UMY Kampus Swasta Peringkat 1 SIMKATMAWA se-Indonesia__51 • Alat Terapi Anak Down Syndrome Mahasiswa UMM Raih Medali Emas Ajang I2ASPO__51
IN DEPTH REPORT
• Menilik Peran Penting LPPM UMSU__52
WARTA DARI PTM • Warta dari PTM__55
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM
3
WARTA PTM
Topik Utama
Menuju Kualitas Riset Dosen PTMA yang Bereputasi
Ilustrasi
B
ambang Brodjonegoro Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebutkan publikasi riset Indonesia di antara negara ASEAN berada di urutan kedua sepanjang pada 2016-2020. Indonesia juga mengalami lonjakan prestasi riset paling tinggi dari posisi sebelumnya yang relatif rendah di tahun 2016. Dari rangking 4, Indonesia berhasil meraih peringkat 1 di tahun 2020. Gayung bersambut, hasil rilis Elsevier BV juga menyebutkan sebanyak 58 ilmuwan asal Indonesia masuk dalam daftar 2 persen saintis paling berpengaruh di dunia 2021 (Top 2% World Ranking Scientists). Hal ini seolah memperlihatkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan riset di Indonesia mulai dibenahi. “Sampai saat ini, Indonesia memiliki jurnal yang terindeks scopus kisaran 100 jurnal lebih. Ini merupa-
4
Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
kan kemajuan yang luar biasa dalam 3 tahun terakhir ini,” begitu papar Aceng Sambas PhD, dosen UM Tasikmalaya dengan peringkat 200 sebagai peneliti terbaik di Indonesia. Namun lanjutnya, kenaikan di Indonesia hanya sebatas kuantitas semata, kualitas penelitian yang dilakukan menurutnya masih perlu banyak perbaikan. Masalah lainnya, banyak dosen yang latah untuk mempublikasikan hasil karyanya pada jurnal predatori, yaitu jurnal yang tidak melakukan proses review dengan baik. “Mungkin karena ingin cepat lulus studi atau untuk luaran penelitian yang sangat mendesak,” lanjutnya. Hal ini menjadi momok terhadap tugas dosen yang memang bukan hanya pendidikan dan pengajaran. Adanya tri dharma perguruan tinggi seolah mengingatkan tiga domain tugas utama dosen yaitu pendidikan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepa-
da masyarakat. Namun kenyataannya, masih banyak pula dosen yang hanya mengejar kuantitas penelitian dan menyampingkan adanya kualitas yang dihasilkan. Membaca fenomena tersebut, Warta PTM edisi ini akan membahas terkait “Dorong Kinerja Riset dan Raih Dana Hibah PTMA” dengan beberapa narasumber diantaranya Prof Dr Muji Setiyo ST MT Kepala LPPM UM Magelang (UNIMMA), Syaiful Amri Saragih S P M Sc, Kepala LPPM UM Sumatera Utara (UMSU), Dr Elihami SPd MPdI, Kepala LPPM UM Enrekang (UNIMEN), Endrianur Rahman Zein Kepala LPPM STIEMA Asahan, dan Aceng Sambas PhD, Dosen Fakultas Teknik dan peneliti UM Tasikmalaya. Riset PTMA Seharusnya Sudah Baik Prof Dr Muji Setiyo ST MT, Kepala LPPM UNIMMA menyebutkan bahwa geliat riset di PTMA memang sudah mu-
lai berkembang dalam lima tahun bela- Amri Saragih memaparkan adanya ke- LPPM kampus, juga tak kalah penting kangan ini. Terlebih saat ini, adanya ke- tergantungan dalam hibah internal dan yaitu penyediaan dana sebagai bentuk bijakan Merdeka Belajar Kampus Mer- sulitnya dalam memperoleh dana dari apresiasi berupa insentif yang diberideka (MBKM) dapat memperkuat riset pusat membuat hampir seluruh dosen kan pada dosen yang berhasil melakubaik dari sisi karir dosen, pencapaian bergantung pada hibah internal. “Hal kan penelitian. “Kesiapan dana menjadi learning outcome mahasiswa, dan man- ini yang menyebabkan persaingan dan strategi pertama, jika dosen diberikan faat untuk masyarakat. Sayangnya, Ke- jika ada dosen yang tidak memperoleh apresiasi dalam penelitian maka dopala LPPM UNIMMA ini melanjutkan, dana, mereka akan mencari sumber sen akan termotivasi pula untuk terus bahwa saat ini riset yang ada di PTMA sendiri,” tandasnya. berlomba meningkatkan kuantitas dan memang belum berkelanjutan, isu yang kualitas risetnya,” paparnya. Dr Elihami diangkat juga masih minim dari masa- Solusi Tingkatkan Budaya Riset menambahkan adanya kebijakan pimlah real yang ada di masyarakat maupun “Salah satu solusi untuk mening- pinan dalam berkomitmen juga menindustri. “Dua hal ini yang menjadi tan- katkan budaya riset adalah dengan ko- jadi faktor utama. Setidaknya, peran tangan kita, namun jika dibandingkan laborasi,” papar Aceng mengenai salah pimpinan yang kuat dapat menghidupdengan universitas lain, kategori riset di satu strategi UM Tasikmalaya. Sejauh kan culture academic ilmiah yang baik di PTMA sudah kompetitif menurut saya,” ini, UM Tasikmalaya memiliki Internati- lingkungan kampus. tambahnya. Masalah lain yang timbul onal Collaboration yang sangat kuat dayaitu tidak adanya regenerasi transfer lam bidang riset dan publikasi ilmiah. Dosen Harus Rancang Roadmap knowledge dari senior ke junior Sistem kolaborasi ini melibatkan Penelitian yang dapat memacu dosen berbagai para pakar di bidangSatu hal yang penting dan sering muda untuk melakukan nya masing-masing. Kerja dilupakan yaitu adanya roadmap dalam riset. Berangkat dari kacasama penelitian di tingkat penelitian. Hal ini yang sering menyemata Endrianur Ramhan internasional memberikan babkan dosen kerap mengalami kebiZein, Kepala LPPM STIEkemudahan bagi UM Tas- ngungan terkait penelitiannya sendiri. MA Asahan ini menyebutikmalaya dalam mengatasi Misalkan, penelitian apa yang akan dikan bahwa kesadaran riset di masalah pendanaan publika- lakukan selama lima tahun ke depan? Endrianur Ramhan Zein PTMA akan masuk pada kasi ilmiah. Penguatan kolabo- Apakah penelitian pada bidangnya tegori baik jika didukung oleh kampus rasi yang cukup berbeda juga datang sendiri yang sedang ramai diteliti? dan dan adanya transfer knowledge yang baik. dari UNIMMA. Prof Muji menyebutkan lain sebagainya. Sehingga penelitian “Di STIEMA Asahan, kami masih fokus adanya kolaborasi dengan mahasiswa dosen hanya sekedar menggugurkan dalam meningkatkan motivasi dosen dalam menyusun riset dapat menjadi tugas untuk mengisi BKD saja. Bukan dalam melakukan penelitian. Sayang- strategi jitu. Mahasiswa nantinya da- fokus pada pemecahan permasalahan nya, dosen belum diberikan kewajiban pat dijadikan sebagai partner dalam dan rencana strategis penelitian sedalam menyusun monograf penelitian, melakukan riset. Selain untuk cara berkelanjutan. “Masalah ini menjadi kendala bagi kami,” begitu membangun budaya saintiroadmap penelitian ini juga paparnya. Aceng Sambas PhD, dosen fik sejak dini, keterlibatan mengakibatkan para dosen UM Tasikmalaya juga memaparkan hal mahasiswa nantinya dapat bingung untuk mengajukan yang serupa. Kurangnya kesadaran do- menghasilkan research-based proposal penelitian baik di sen dalam melakukan penelitian me- teaching atau bahan ajar dohibah internal maupun himang acap kali menjadi masalah. Di sen yang dapat diintegrasikan bah eksternal,” papar Aceng. UM Tasikmalaya misalnya, saat ini dengan kurikulum. “Saat Menegaskan hal yang sama, Prof Dr Muji Setiyo ST MT pencapaian kampus dalam ini mahasiswa masuk Prof Muji juga mendorong riset memang mengalami pada kategori sumber aka- agar saat ini dosen sudah memiliki rokenaikan, namun faktanya demik sehingga perubahan admap penelitian. Jika roadmap tersehanya sebagian kecil saja paradigma harus dipahami but belum tersedia, riset yang ada akan dosen yang memiliki luaran oleh PTMA bahwa mahasis- tetap berjalan namun belum terarah. publikasi ilmiah bereputasi wa adalah partner riset untuk “Kuncinya untuk PTMA yang masih ada dan paten. “Bisa dikatakan, belajar dan untuk mengabdi,” pada klaster madya dan binaan, segera hanya dosen itu-itu saja yang begitu paparnya. Melengkapi perkuat kelembagaan, kebijakan riset, Syaiful Amri Saragi melakukan penelitian,” papaparan sebelumnya, Syaiful bidang unggulan, dan roadmap riset,” parnya. Tantangan berbeda juga dia- Amri menyebutkan bahwa perlu ada- papar Guru Besar termuda se-PTMA lami oleh UM Sumatera Utara, Syaiful nya pendampingan secara intensif oleh tersebut. []APR
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM
5
WARTA PTM
Topik Utama
Dosen Aset Penting Hibah Riset PTMA
Ilustrasi
U
paya untuk meningkatkan kinerja riset dan hibah untuk PTMA merupakan perjalanan yang panjang. Majelis Diktilitbang PPM terus memberikan dukungan kepada PTMA agar dapat melakukan penelitian melalui hibah, seperti Penelitian Dasar, Penelitian Unggulan, dan lain-lain. Namun, dalam rangka memajukan PTMA agar dapat meraih dana hibah diperlukan konsistensi dan pembenahan dari banyak pihak. Pimpinan PTMA perlu berkomitmen dalam meningkatkan hibah untuk riset, juga melakukan reformasi tata kelola yang maksimal dalam internal PTMA itu sendiri. Kualitas Dosen sebagai Kunci Budaya Riset PTMA Dr Elihami SPd MPdI, Kepala LPPM UM Enrekang (UNIMEN), menjelaskan bahwa budaya riset di kalangan UNIMEN telah kompetitif. UNIMEN menunjukkan keberdayaannya untuk bersaing di level nasional dalam hal
6
Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
kompetensi hibah melalui sejumlah hibah yang diperoleh, yakni dana DPD sebanyak 27 proposal dana hibah Dikti, dana Kemendikbud Ristek sebanyak dua riset, dan mendapatkan dana hibah dari Kemendikbud Ristek sebagai PTS dengan Kategori Klaster III bersama 110 PTS lainnya. Akan tetapi, UNIMEN mengharapkan adanya peningkatan dengan capaian UNIMEN saat ini. Salah satu langkah yang diambil oleh UNIMEN adalah peningkatan kualitas dosen-dosen di UNIMEN. “Dosen perlu dijaga motivasinya demi menghasilkan riset yang berkelanjutan. Juga, demi membuat dosen-dosen dapat terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman dengan dunia riset,” jelas Dr Elihami. Untuk dapat memperkuat kualitas dosen, pimpinan institusi perlu membenahi internal PTMA itu sendiri. Aceng Sambas, dosen Fakultas Teknik dan peneliti UM Tasikmalaya, berbagi mengenai ketimpangan beban kerja do-
sen antara pengajaran, penelitian, dan pengabdian. Secara keseluruhan, durasi kerja yang dibebankan kepada dosen dapat mencapai 36 jam per pekan atau setara 12 SKS per semester. “Akan tetapi, 9 SKS di antaranya adalah bidang pengajaran. Sisanya barulah penelitian dan pengabdian,” ujarnya. Hal inilah yang sering kali menjadi momok bagi dosen untuk berfokus sepenuhnya pada bidang diluar pengajaran. Adanya komunikasi yang baik antara pihak pimpinan PTMA dengan para dosen dapat menjadi peta jalan mencapai tujuan pada ranah penelitian dan publikasi. Sebagai contoh, pimpinan dapat membuat kebijakan dan melakukan sosialisasi rencana-rencana strategis yang diunggulkan oleh universitas. PTMA dapat menunjang kebutuhan-kebutuhan dosen melalui pelantikan dosen luar sebagai visiting professor, atau dosen asing dengan penandatanganan perjanjian kerja yang baik. PTMA, melalui LPPM, perlu dapat
memberikan pelatihan secara berkala fasilitas penelitian antara peneliti se- yang dapat tercapai apabila melakuuntuk meningkatkan skills para SDM, nior dengan peneliti muda. Tentunya, kan penelitian sesuai core kompetensi seperti workshop penulisan karya ilmi- kompetensi keduanya sudah diseleksi mereka masing-masing. “Saat ini, di ah, workshop pengolahan data meng- terlebih dahulu sebelumnya,” demikian STIE Muhammadiyah Asahan hal tergunakan software, pengelolaan jurnal, Endrianur menerangkan. Hal ini dapat sebut belum tercapai,” ujarnya. Hal ini hingga skema penelitian, baik bagi do- dimulai dengan melakukan pemetaan dapat ditunjang dengan menerima kasen pemula maupun bagi penelitian riset di seluruh PTMA se-Indonesia jian-kajian sesuai rumpun keilmuan unggulan. “Suka atau tidak, salah satu oleh Majelis Diktilitbang. PTMA-PTMA para dosen, dan memperbanyak akses faktor yang mempengaruhi kinerja pe- yang masih memiliki urgensi melaku- terhadap peluang-peluang riset yang nelitian dan publikasi adalah dukungan kan penelitian prioritas nasional dapat termasuk di dalamnya. Majelis Diktilitkepemimpinan yang kuat, yang men- menjadi grant research. Kolaborasi yang bang PPM sendiri dapat berperan di dadukung budaya akademik ilmiah yang terjalin ini juga dapat saling mengang- lamnya. Dengan demikian, dosen dapat baik di lingkungan kampus. Kepemim- kat dan meningkatkan akreditasi PTMA mempelajari bidang yang sesuai dengan pinan yang kuat akan menciptakan satu dengan yang lainnya. Apabila kola- kompetensinya masing-masing dan ke strategi pengembangan penelitian di borasi dapat terjalin, maka kondusivi- depannya diproyeksikan telah mampu universitas menjadi kebijakan yang di- tas antarpeneliti pasti telah tercipta melakukan problem-solving situasi. jalankan oleh unit-unit di bawahnya,” dan secara berkelanjutan, buHal ini didukung oleh ujar Aceng. daya riset dapat terbangun. Aceng, dosen dan peneliti Di sisi lain, hal ini juga akan meDr Elihami mengataUM Tasikmalaya. Sekalimudahkan proses evaluasi kinerja do- kan bahwa jaringan kolapun ia memberi apresiasi sen. Akan tetapi, evaluasi kinerja dosen borasi riset dosen di UNIterhadap kinerja Majelis misalnya, dalam mengimplementasi- MEN masih minim. “ReDiktilitbang PPM terutama kan tri dharma perguruan tinggi yang gulasi kebijakan juga belum dalam memberikan hibah kurang perlu diimbangi dengan maksimal dalam konteks yang cukup banyak, ia juga Aceng Sambas PhD tindak lanjut dari universitas. pengembangan riset memberikan saran mengeApabila ada dosen yang bedosen,” tambahnya. Menurut nai poin yang belum terselesaikan, yaklum maksimal melakukan Dr Elihami, perlu ada pena- ni kualitas SDM. “Majelis Diktilitbang kinerja-kinerjanya, PTMA naman kesadaran kepada PPM dapat membuat webinar online dapat membantu dalam dosen-dosen untuk tidak berdasarkan rumpun keilmuan para memberikan insentif untuk hanya berorientasi pada ja- dosen. Dengan adanya wadah per rummelakukan penelitian, atau batan fungsional. Salah satu pun keilmuan, maka kolaborasi antarmengirim dosen ke tim mitcara untuk mengatasinya dosen se-PTMA dapat terjalin dengan Dr Elihami SPd MPdI ra internasional sebagai reseadalah meningkatkan nilai baik. Dosen-dosen dengan fokus pada arch fellow. Apabila hal ini mengalami dari riset dosen itu sendiri, misalnya ketahanan pangan dapat berkumpul peningkatan, Aceng memproyeksikan mengintegrasikannya dengan kegiatan dengan dosen lainnya yang punya fokus bahwa ke depannya PTMA dapat men- pembelajaran sehingga dosen dapat sama. Berikut juga halnya dengan enerdorong dosen-dosen melakukan pene- menghasilkan bahan ajar dari hasil riset gi, maritim, kesehatan, dan lain-lain,” litian bersama secara kolaboratif, baik yang dilakukan. Ia juga setuju dengan jelasnya. dengan industri, atau universitas luar adanya kolaborasi antara dosen dengan Prof Muji dari UNIMMA juga negeri. “Harapannya, skema lanjutan mahasiswa. “Keduanya perlu kolabora- memberikan saran yang sama mengeMajelis Diktilitbang dapat terbuka bagi tif dalam penelitian, baik internal mau- nai peran Majelis Diktilitbang PPM. Ia kerja sama penelitian dengan internasi- pun eksternal,” ujarnya lagi. mengkritisi adanya generalisasi topik onal,” tambahnya. permasalahan mengenai riset, semenSpesialisasi Topik Riset bagi Dosen tara kenyataannya kinerja dosen dalam Urgensi Kolaborasi Majukan Riset Endrianur mengatakan, ke de- bidang penelitian cukup luas. “Saat ini, Endrianur, Kepala LPPM STIE pannya, STIE Muhammadiyah Asahan peran Majelis Diktilitbang telah cukup Muh Asahan, menegaskan mengenai mengharapkan agar dosen-dosen yang baik karena adanya Tim Asistensi. Napentingnya kolaborasi untuk menun- hendak melakukan penelitian dapat mun, perlu ada penambahan jenis lajang hibah riset. Ia mengatakan bahwa dikategorisasikan berdasarkan spesi- yanan dari Majelis Diktilitbang, seperti peluang kolaborasi antara peneliti an- alisasi keilmuan yang mereka kuasai. tim yang secara spesifik menangani hak tar-PTMA dapat diinisiasi oleh Majelis Hal ini juga menjadi langkah PTMA paten, bahan ajar, jurnal, dan lain-lain,” Diktilitbang PPM. “Misalnya, diberikan dalam meningkatkan kualitas dosen tutupnya. [] RAS
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM
7
WARTA PTM
Kinerja
Inovasi dan Kreativitas dalam Memimpin PTMA
Webinar Dialog Kepemimpinan PTMA #2
M
ajelis Diktilitbang PPM terus berusaha untuk meningkatkan kapasitas leadership. Hal ini dipahami karena leadership menjadi kunci kemajuan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA). “Sehingga leadership harus terus dilahirkan dan dicetak agar PTMA dapat menjadi pilar Persyarikatan”. Begitu papar Mu-
P
erguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) diharapkan memiliki kualitas lulusan dengan karakteristik unik dan spesifik serta masuk pada elaborasi sistem penjaminan mutu PTMA. Merespons perkembang-
8
Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
hammad Sayuti PhD Sekretaris Majelis Diktilitbang PPM membuka Dialog Kepemimpinan Perguruan Tinggi #2 bertemakan “Mewujudkan Inovasi dan Kreativitas Menjadi Kenyataan”. Turut hadir selaku narasumber Prof Dr Bambang Setiaji Rektor UM Kalimantan Timur dan Dr Rustamadji MSi Rektor UNIMUDA Sorong.
Pimpinan PTMA juga dituntut untuk terus belajar agar dapat memimpin dengan efektif, maju, Islami, dan berkemajuan. Kepemimpinan yang efektif akan melahirkan inovasi dan kreativitas yang dapat memperkokoh dan mempercepat perkembangan PTMA. Prof Bambang menekankan agar pimpinan PTMA dapat mengusahakan 50% doktor sebagai syarat unggul perguruan tinggi. “Pengalaman saya, perlunya untuk menyekolahkan doktor sehingga SDM kita dapat berkembang keilmuannya,” papar mantan Rektor UM Surakarta tersebut. Tahapan lain yang menjadi penting yaitu fokus pada penulisan jurnal, kemajuan TI, lembaga-lembaga pendukung, pendirian bisnis non-SPP, prestasi mahasiswa, serta inovasi lainnya. “Apabila pimpinan ingin unggul dan maju perlu memenuhi tiga syarat yaitu bergerak dengan berjamaah, terus menebar kebaikan, dan mencegah kemungkaran,” tambah Dr Rustamadji, Kamis (09/12). Ia menekankan agar pimpinan dan seluruh tim perlu menghindari adanya keluhan dalam memimpin khususnya pada masa Covid-19. Permasalahan yang dialami oleh PTMA saat ini justru harus dimanfaatkan agar dapat mengolah tantangan menjadi energi positif. “Pengambilan keputusan yang cepat, sikap yang yakin, serius, ekstra dan ekstrem harus terus ditanamkan bagi pemimpin PTMA,” tegas Rektor dari tanah Papua ini. Pimpinan juga perlu menjalin kerja sama melalui silaturahim, meningkatkan usaha spiritual, memberdayakan kearifan lokal, menjalin hubungan baik dengan pemerintah daerah, hingga memberikan pelayanan yang terbaik pada tamu yang hadir di perguruan tinggi. [] APR
Majelis Diktilitbang PPM Resmi Launching Buku Panduan Rubrik AMI PTMA
an dan dinamika perguruan tinggi, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah launching Buku Panduan Rubrik AMI PTMA. Kegiatan yang diadakan di Auditorium Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) tersebut juga dimaksudkan sebagai penghargaan bagi dua tim penyusun yang berpulang ke Rahmatullah yaitu Dr Suliswiyadi, MAg dan Munawwar Khalil, MAg. Buku ini akan menjadi pelengkap dari seluruh siklus manajemen mutu PTMA papar Rektor UNIMMA, Dr Lilik Andriyani MSi. Prof Edy Suandi Hamid, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM menambahkan buku ini menjadi luar biasa dan berbeda dengan buku milik Majelis Diktilitbang yang lain karena dalam proses penyusunannya dua orang dari tim penyusun yaitu Dr Suliswiyadi MAg dan Munawwar Khalil MAg meninggal dunia akibat Covid-19. Kedua almarhum memberikan kontribusi paling besar dalam mengisi konten buku dan intens dalam mengisi dokumen yang mendukung. Jejak jasa
M
ajelis Diktilitbang PPM turut mendukung pembentukan Universitas Muhammadiyah Sampit (UM Sampit) di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah. Hal ini ditandai dengan kunjungan yang dilakukan Muh Samsudin selaku Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PPM bersama Prof Harun Joko Prayitno selaku anggota, Sabtu (08/01). Silaturahmi dan konsolidasi PTM Kotawaringin Timur yang bertempat di Kampus AKBID Muh Kotawaringin Timur juga dihadiri Ketua PWM Kalteng, Prof Ahmad Syar’i bersama jajaran pengurus, Direktur Akademi Kebidanan Muhammadiyah Muh Kotawaringin Timur Hardianti Aprina, Ketua STKIP Muh Sampit Mahmu’ddin dan tokoh Muhammadiyah lainnya. Berdirinya universitas pertama di Sampit ini merupakan penggabungan antara AKBID Kotim dan STKIP Muh Sampit. Secara umum kesiapan yang
Launching Buku Panduan Rubrik AMI PTMA di Auditorium Universitas Muh Magelang (UNIMMA), Rabu (22/12)
kedua almarhum terekam dengan baik. Baik itu melalui jejak digital maupun karya yang dilahirkan seperti buku panduan Rubrik AMI. “Tentu sumbangan dari kedua almarhum sangat luar biasa untuk Majelis Diktilitbang dan PTMA, semoga menjadi amal sholeh untuk ke-
duanya,” papar Prof Chairil Anwar yang juga Wakil Ketua Majelis Diktilitbang ini. Pemanfaatan buku yang di-launching pada Rabu (22/12) ini nantinya dapat digunakan untuk melakukan audit dalam rangka memenuhi beberapa kebijakan di PTMA. [] APR
Majelis Diktilitbang Dukung Berdirinya UM Sampit
sumber foto antaranews.com
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM
9
WARTA PTM
Kinerja dilakukan yaitu kesiapan legal formal berupa sarana dan prasarana yang memadai serta kesiapan kedua yaitu SDM. Nantinya kedua perguruan tinggi akan melakukan peningkatan maupun penambahan program studi. “Saat ini pemerintah sangat fokus untuk merger. Merger itu aspirasi dari bawah dan ada regulasi dari atas sehingga bertemu satu titik yakni menjadi Universitas Muh Sampit atau Universitas Muh Kotim,” papar Prof Harun.
Penggabungan kedua perguruan tinggi ini merupakan upaya agar Amal Usaha Muhammadiyah melalui bidang pendidikan ini berkembang dan manfaatnya juga menjadi lebih besar. “Sudah banyak bukti PTMA yang melakukan penggabungan sekarang berkembang semakin pesat. Mudah-mudahan penggabungan AKBID dan STKIP ini akan membuat perguruan tinggi semakin berkembang dan berkualitas,” harap Samsudin. Untuk mengoptimalkan per-
siapan telah dibentuk Tim Persiapan Pembentukan Universitas Muh Sampit, tim ini akan berkoordinasi dengan semua pihak terkait hingga terbentuknya Universitas Muh Sampit. Prof Ahmad Syar’i memaparkan jika nanti Universitas Muh Sampit berdiri maka yang memanfaatkannya bukan cuma warga Muhammadiyah, tetapi juga seluruh masyarakat sekitar. “Kami optimis dan akan berupaya keras mengawal agar cita-cita ini dapat terlaksana,” paparnya. []APR
MSPP Batch IV Lahirkan Kader Berskala Internasional
S
etelah berjalan selama tiga bulan, Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch IV resmi ditutup bertempat di BBPPMPV Seni Budaya Yogyakarta, Selasa (11/01). Total peserta MSPP tahun ini yaitu 46 peserta dengan masing-masing mengikuti program yang terbagi di UM Yogyakarta yaitu 24 peserta, sementara di UM Surakarta terdapat 22 peserta. “Kami tidak hanya belajar mengenai IELTS, namun juga bagaimana menyusun riset penelitian dan mencari ilmu mengenai perkuliahan di luar negeri,” papar Ketua tim UMS, Alfalisyado. Gilang Rusadi, Ketua tim UMY menambahkan kegiatan lain juga turut diikuti oleh peserta seperti tahsin, hafalan Al-Quran, Kultum, Tahajud, Sharing Session, belajar mandiri, dan lainnya. Ada dua konsep dari kegiatan ini yaitu pencapaian dan komitmen sebagai kader dari Muhammadiyah.“Kalian adalah bagian dari Muhammadiyah, jadi kalian perlu mengetahui apa itu Muhammadiyah, terutama mengenai nilai Muhammadiyah seperti Islam Wa-
10 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
Closing Ceremony Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch IV
sathiyah dan nilai lainnya,” pesan Dr H Ari Anshori MAg, Ketua MPK PP Muhammadiyah. Prof Lincolin Arsyad memaparkan sangat bangga dengan adanya 46 peserta yang berhasil mengikuti program ini. “Sudah ada tiga peserta yang berhasil mendapatkan LoA baik di Inggris, UK, dan New Zealand serta akan menyusul peserta yang lainnya,” papar Ketua Majelis Diktilitbang PPM. Ia berpesan agar peserta dapat berjuang untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri. Angkatan ke-4 MSPP perlu menyebar di seluruh dunia dan menunjukkan bahwa Muhammadiyah memiliki kader yang tinggi secara kualitas dan mentalnya. Para pendiri Persyarikatan adalah orang-orang yang lingkaran belajarnya jauh. Sehingga dengan adanya kader Muhammadiyah yang mengikuti pro-
gram MSPP ini dapat menjadi kader yang berdiaspora dan dibutuhkan untuk pengembangan Persyarikatan.“Salah satu adanya amanat muktamar adalah melanjutkan gerakan internasionalisasi Muhammadiyah. Sehingga adanya kader dari MSPP ini diharapkan dapat terus mengembangkan gerakan internasionalisasi tersebut,” papar dr Agus Taufiqurrahman selaku Ketua PP Muhammadiyah saat memberi sambutan penutup. MSPP merupakan program yang digadangkan oleh Majelis Diktiltibang PPM bekerja sama dengan Majelis Pendidikan Kader (MPK) PPM dan Lazismu. Program yang ditujukan untuk kader Muhammadiyah ini bertujuan untuk mempersiapkan studi ke luar negeri secara intensif. Pada batch IV, program dibuka tepat pada 5 Oktober 2021, dan
resmi ditutup Selasa, (08/01). Tercatat peserta yang mengikuti program mengalami peningkatan dari 24 alumni pada batch III meningkat menjadi 46 alumni pada batch IV. Prof Dr Sofyan Anif, MSi
selaku Rektor UM Surakarta berpesan dengan adanya program ini diharapkan PTMA bukan hanya memperbanyak jumlah doktor namun juga meningkatkan doktor dengan kualitas yang baik.
“Rasionalisasi bukan hanya soal mahasiswa tapi juga SDM yang mumpuni dilihat dari kualitas atau kapasitas pendidikan doktornya,” paparnya secara daring, (05/10). []APR
44 Pimpinan PTMA Ikuti Leadership Training Angkatan ke-VI
M
ajelis Diktilitbang PPM kembali mengadakan Leadership Training (LT) angkatan ke-VI bertempat di BBPPMPV Seni Budaya Yogyakarta, Senin-Sabtu (17-22/01). Kegiatan yang diikuti sekitar 44 Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) ini bertujuan untuk menyiapkan pimpinan PTMA masa depan yang siap menghadapi tantangan dalam lingkup internal kampus, Persyarikatan, nasional, hingga global. “PTMA adalah bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang menjadi media dakwah Persyarikatan. Dengan mengikuti LT, akan menjadikan AUM siap dengan berbagai tantangan dan peluang yang dapat dimanfaatkan untuk perkembangan PTMA,” begitu papar Muh Samsudin, Direktur LT sekaligus Sekretaris Majelis Diktilitbang PPM. Kegiatan yang bekerja sama dengan Majelis Pendidikan Kader (MPK) PPM ini turut dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir secara daring, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Chairil Anwar, Muhammad Sayuti Sekretaris Majelis Diktilitbang PPM, Drs. Husni Amriyanto, M.Si mewakili MPK, Tim Asistensi Majelis Diktilitbang dan tamu undangan. Prof Chairil Anwar berharap melalui LT para pimpinan dapat saling menimba pengalaman dan saling ta’awun antar PTMA. “Salah satu prinsip dari LT ini yaitu saling maju bersama dan tidak ada yang tertinggal,” pesannya sekaligus membuka kegiatan.
Acara pembukaan Leadership Training Angkatan ke-VI di BBPPMPV Seni Budaya Yogyakarta
Prof. Haedar Nashir dalam penyampaian amanahnya menyebutkan kunci dari pergerakan atau sebuah sistem yaitu adanya pemimpin dengan fungsi kepemimpinannya. Kepemimpinan Nabi dapat dirujuk sebagai implementasi nilai dalam sistem pendidikan tinggi melalui kepemimpinan PTMA untuk menerjemahkan kepemimpinan Nabi dan kepemimpinan berbasis nilai Islam pada kehidupan yang nyata. Prof Haedar melanjutkan, kepemimpinan di PTMA perlu ada format kepemimpinan yang bersifat kepemimpinan transformatif yang mendukung perubahan dan daya saing. Dalam konteks Islam, kepemimpinan transformatif adalah adanya proses internalisasi agar mendarah daging dan institusional agar melembaga. Mengutip dari Al-Mawardi yang meng-
konseptualisasikan Kepemimpinan Nabi yaitu Kepemimpinan Profetik yang ciri utamanya ada dua yaitu pertama, menegakkan nilai agama dan Kedua yaitu siyasah. “Nilai agama harus menjadi komitmen semua pemimpin di lembaga keislaman termasuk lembaga pendidikan. Agama harus ditegakkan dan penegakan harus diimplementasikan pada pemahaman, behaviour, dan aksi. Ini menjadi komitmen pendidikan holistik agar kita menjadi bagian dari sistem pendidikan itu. Kedua, yaitu siyasah atau mengurus sesuatu dengan baik,” paparnya. Pemahaman kepemimpinan transformatif adalah (1) Adanya wibawa moral dan keteladanan, (2) kemampuan mobilisasi potensi, (3) kemampuan menggandakan perubahan, dan (4) memproyeksikan masa depan. [] APR
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM 11
WARTA PTM
Kinerja
Ketua Umum PP Muhammadiyah Paparkan Enam Kekuatan AUM untuk Pimpinan PTMA
Amanah Prof Dr Haedar Nashir MSi pada Leadership Training PTMA Angkatan ke-VI.
M
uhammadiyah dengan lembaga pendidikan mampu bertahan selama satu abad lebih dan masih diikhtiarkan untuk mampu bertahan. Hal ini menunjukkan ada sesuatu yang hidup dalam Muhammadiyah, ada kekuatan yang terus bergelora sampai Muhammadiyah dapat hidup selama satu abad ini dan InsyaAllah hingga seterusnya. Demikian papar Prof Dr Haedar Nashir MSi Ketua Umum PP Muhammadiyah dalam amanah yang diberikan untuk pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) yang mengikuti Leadership Training PTMA Angkatan ke-VI. Kekuatan yang dapat membuat Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) hidup dan terus berkelanjutan yaitu: 1) Ruh Islam sebagai pondasi gerakan Muhammadiyah termasuk dalam dunia Pendidikan. Muhammadiyah menjadi gerakan modern yang bersumber dari agama Islam sebagai ajaran yang harus diimplementasikan dan ni-
12 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
lai yang menjadikan warga Muhammadiyah sebagai masyarakat Islam yang sebenar-benarnya dan berdampak luas untuk mewujudkan Rahmatan Lil Alamin. Sebagai pimpinan PTMA, perlu untuk terus menghidupkan ruh Islam sebagai sumber inspirasi, optimisme, dan menjadi api yang menggelorakan jiwa untuk selalu berbuat baik dalam mengemban amanah. Sebagaimana diatur pada Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah yang disebutkan bahwa Islam yang dibungkus sebagai pandangan hidup dan pola dari tingkah laku dan tindakan. Agar ruh Islam hidup, dapat didorong dengan terus menghidupkan ruh Islam melalui belajar. Ruh Islam akan menjiwai kita sebagai pemimpin dalam memahami kebijakan, sehingga gunakan selalu ruh Islam sebagai sumber utama dan pondasi utama. 2) Misi dakwah dan tajdid sebagai nilai yang melekat dengan organisasi Muhammadiyah. Dakwah yaitu me-
nyebarluaskan nilai-nilai Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, organisasi, dan cakupan lebih luas, antar bangsa ataupun ditingkat global. Dakwah menjadi DNA Muhammadiyah yang merujuk pada QS. Ali Imran ayat 104 dan 110. Dalam dunia pendidikan perlu untuk mendalami jiwa dakwah agar pendidikan tidak selalu bersifat instrumental. Kedua, misi tajdid yaitu misi pembaharuan maka jiwa diri sendiri akan selalu dinamis karena ada tuntutan untuk melahirkan karya yang lebih baik. Dakwah dan tajdid perlu diberikan asupan yaitu pemahaman mengenai Islam termasuk dunia pendidikan yang harus terus diperbaharui. 3) Keikhlasan dari pimpinannya yaitu hidupnya jiwa ikhlas yang menjadi karakter dari Muhammadiyah. Dengan begitu tampilan dari keikhlasan perlu dihidupkan dalam lingkungan Muhammadiyah. Ukuran ikhlas ini akan digunakan pada saat kritis yaitu disaat kecewa, merasa tidak diperhati-
kan, dirugikan, namun dapat terus ikhlas, maka akan memperoleh ikhlas yang murni. Akumulasi keikhlasan ini yang akan membawa kemajuan dari seluruh AUM dan pergerakan Muhammadiyah. PTMA tidak akan maju jika tidak memiliki jiwa ikhlas. 4) Sistem modern dan good governance menjadikan Muhammadiyah sebagai karakter modern dan terus beradaptasi dalam perkembangan zaman. Muhammadiyah memiliki sifat good governance yang menjadi budaya organisasi yang ditopang oleh kejujuran, sidiq, amanah, tabligh, dan fatonah dari semua yang ada di lingkungan PTMA dan AUM.
5) Adaptif terhadap perubahan yaitu hidup ditengah zaman yang terus berubah dan dengan nilai dasar yang dimiliki kita mampu hadir ditengah zaman tersebut. KH Ahmad Dahlan merancang perubahan dengan karya Islam. Sehingga KH Ahmad Dahlan sebagai mujaddid bukan hanya pemurnian namun juga pembaharuan yang lebih luas. Begitu juga dengan kemampuan sistem pendidikan, perlu melakukan perubahan-perubahan. 6) Hasil dari Muhammadiyah untuk masyarakat luas. Hal ini dapat dilihat dari kehadiran lembaga pendidikan kita dapat diterima dalam pelosok negeri. Hal ini dikarenakan Muhammadiyah
memiliki sikap yang inklusif dan membawa Rahmatan Lil Alamin. Sehingga jadikan lembaga pendidikan ini bukan hanya berdaya saing pada instrumental namun juga dari aspek value yang mempunyai karakter pembeda yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Pada tahun 2002 lahir gerakan dakwah kultural dan pada tahun 2015 lahir gerakan dakwah komunitas sebagai ikhtiar memperbarui cara dalam berdakwah. Hal ini yang menjadikan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah menjadi instrumen yang paling inklusif untuk misi dakwah dan tajdid kita. [] RED
Majelis Diktilitbang Akui Perkembangan UMSB Relatif Cepat
UMSB bersama pendamping Sumatera I
S
ebagai sebuah PTM yang baru beberapa tahun distimulus untuk bangkit, perkembangan UMSB relatif baik dan layak diapresiasi. Dari sisi SDM, dengan 43 doktor dari 198 dosennya, sudah menempatkan rasio doktor per dosen di atas rata-rata nasional. Jumlah mahasiswa yang sudah lebih 5000-an orang, juga menempatkannya sebagai PTMA level menengah di antara 166 PTMA di Indonesia. Demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM yang juga Koordinator
Pendampingan Sumatera I Prof Edy Suandi Hamid menanggapi laporan Dr Riki Saputra, Rektor UMSB, pada acara pendampingan yang dilakukan di kampus UMSB, Rabu (12/1). Pendampingan juga dilakukan oleh Prof Sjafri Sairin, Dr Budhi Akbar, dan Dr Sulaiman. “Dengan gambaran saat ini, potensi untuk berkembang lebih cepat untuk menjadikan UMSB sebagai PT yang maju, unggul, dan berdaya saing, sangatlah besar,” ujar Prof Edy. Namun perlu diingat, secara historis,
UMSB adalah PTM tertua di Indonesia, yang relatif lama “terlelap” dan berjalan mengalir tanpa sentuhan manajemen yang akseleratif. Padahal Sumbar adalah wilayah ideologis Muhammadiyah yang melahirkan banyak kader, dan secara kuantitas juga relatif unggul anggotanya dibanding banyak daerah lain. “Oleh karena itu, memang harus ada upaya yang ekstra keras untuk mendorong UMSB agar bisa leading, baik di wilayah Sumbar sendiri maupun secara nasional, utamanya lagi dibanding PTMA lainnya,” papar Prof Edy dalam forum yang diikuti pimpinan dan pengurus UMSB. Dalam kesempatan itu, Rektor Riki Saputra menyampaikan laporan 13 item pendampingan dan masalah yang dihadapi. “Perubahan standar akreditasi dan juga adanya LAM yang berbayar akan menjadi masalah bagi kami. Juga pembelajaran hybrid selama covid berpengaruh pada proses dan kualitas pembelajaran di UMSB,” ujar Rektor UMSB Riki Saputra. []RED
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM 13
WARTA PTM
Kinerja
ASKUI PTMA Adakan Rapat Kerja Nasional
Rapat Kerja Nasional ASKUI
U
M Sumatera Barat berharap dapat belajar dari kegiatan yang diadakan Asosiasi Kantor Urusan Internasional (ASKUI) PTMA yang mengadakan Rapat kerja Nasional di Bukittinggi (Sumbar). “Kami juga berharap dapat naik dari klaster 2 PTMA ke kluster 1 PTMA, dan bisa belajar banyak dari peserta Raker ini,” tutur Rektor UM Sumbar Dr Riki Saputra pada Pembukaan Raker ASKUI di Hotel Novotel Bukit
Tinggi, Kamis (20/1). Acara dibuka oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid secara online. Malam sebelumnya, Rektor dan peserta raker yang dipimpin Ketua ASKUI, Yordan Gunawan SH MH MBA diterima makan malam oleh Walikota Bukittinggi Erman Syafar. Dalam kesempatan itu, Rektor UMSB menyampaikan rasa bangga karena dipercaya melaksanakan event
UMM Tambah Lima GB Baru
S
etiap Guru Besar di UM Malang (UMM) bukan saja harus melaksanakan tanggung jawab akademiknya, dengan melahirkan karya-karya ilmiah, namun juga diberi tugas juga untuk melahirkan GB baru, dengan cara menjadi bapak atau ibu angkat untuk membimbing para calon GB yang ada di UMM. Demikian dikemukakan Dr
14 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
Pengarahan dan Penyerahan SK Jabatan Akademik
seperti ini yang sebelumnya hampir tak pernah dilakukan oleh UMSB. “Terima kasih UM Sumbar telah diberi kepercayaan sebagai tuan rumah. Mudah-mudahan dari sini muncul sinergi untuk membuat kami menjadi lebih baik. Lebih-lebih ada pengurus ASKUI dari Sumbar,” ujarnya. Dalam sambutan Prof Edy mengharapkan agar ASKUI menjadi wadah yang profesional, disiplin, dan dapat meluaskan kerja sama internasional anggotanya. Dengan melalui wadah ASKUI semua PTMA, yang kecil, menengah, dan besar diharapkan bisa lebih mudah dan memiliki kekuatan tawar dalam kerja sama dengan PT di luar negeri. “Dalam kaitan dengan Rapat Kerja ini, ASKUI diharapkan bisa menyusun program kerja yang realistis dan memenuhi kebutuhan anggotanya, baik untuk jangka pendek maupun jangka menengah. Namun yang lebih penting lagi adalah bagaimana semua program kerja itu nantinya bisa diimplementasikan secara real,” ujar Prof Edy Suandi Hamid. Dikatakan, adanya pandemi covid-19 bukan menjadi alasan untuk menghentikan kerja sama global. “Nyatanya beberapa PTMA malah semakin agresif kerja sama globalnya, yang dilakukan secara online, seperti pertukaran pelajar maupun kuliah-kuliah umum antardosen,” pungkasnya. []RED
Fauzan pada acara penyerahan tiga Surat Keputusan GB dan 64 jabatan fungsional lainnya, di kampus UMM, Selasa (11/1). SK diserahkan Kepala L2DIKTI VII Prof Soeprapto, yang juga dihadiri Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Edy Suandi Hamid. Langkah itu, menurut Dr Fauzan dimaksudkan agar ada percepatan dalam melahirkan GB di UMM. “Dalam waktu singkat, sudah lima Surat Kepu-
“
tusan GB diserahkan ke UMM. Sehingga saat ini total kami memiliki 24 GB,” ucap Rektor UM Malang. Sementara itu Prof Edy mengapresiasi berbagai langkah inovatif Rektor UMM untuk memperbanyak GB dan program UM Malang sebagai center of excellence. “Dalam era Revolusi Industri 4.0, inovasi dan kreativitas suatu keniscayaan,” ujar Prof Edy sembari mengingatkan para dosen yang belum GB untuk serius berusaha menyi-
apkan diri ke arah GB. Dikemukakan, setiap dosen harus mendesain dirinya untuk secara akademik untuk berpendidikan doktor, dan secara fungsional menjadi profesor. “Bukan bercita-cita menjadi rektor atau pejabat lainnya,” ujar Prof Edy. Ia juga mengingatkan agar GB baru juga tetap terus berkarya. “Jangan hanya menjadi menara gading atau memiliki GB sebagai simbol saja,” pungkasnya. []RED
Mengelola Perubahan, Buku tentang Kisah Sukses Rektor PTMA
Leadership menjadi salah satu kunci penting dalam kemajuan PTMA,” ujar Muhammad Sayuti MPd MEd PhD, Sekretaris Majelis Diktilitbang PPM dalam sambutan pada webinar Mewujudkan Inovasi dan Kreativitas Menjadi Kenyataan, serial leadership Training Majelis Diktilitbang PPM yakni Dialog Kepemimpinan Perguruan Tinggi. Narasumber dalam webinar tersebut yakni Prof Dr Bambang Setiaji, Rektor UMKT dan Dr Rustamadji MSi, Rektor Unimuda Sorong. Muhammad Sayuti menyampaikan informasi mengenai proses penerbitan buku yang dikelola selama pandemi berjudul Mengelola Perubahan: Jalan Sukses Pemimpin Perguruan Tinggi. Buku tersebut mengisahkan cerita 10 Rektor PTMA dalam mengelola perubahan dalam menghadapi pandemi. “Kami harap seluruh pimpinan dapat membaca buku Mengelola Perubahan ini. Lebih-lebih apabila menjadikan buku ini sebagai inspirasi dalam membawa PTMA maju,
Muhammad Sayuti, Sekretaris Majelis Diktilitbang PPM
pesat, menjadi pilar penting persyarikatan,” ujarnya pada Kamis (28/12). Ia juga berpesan kepada setiap pimpinan PTMA menyelenggarakan baitul arqam untuk para pimpinan. Tujuannya adalah agar metode kepemimpinan leadership keislaman dapat
PTMA di Tengah Implementasi Jaminan Produk Halal
menjadi satu napas antar-PTMA. “Kami berharap seluruh PTMA dapat terus belajar. Hanya dosen yang terus belajarlah yang boleh terus mengajar. Artinya, pimpinan PTMA yang terus belajar memimpinlah yang boleh terus memimpin,” pungkasnya. [] RAS
D
iktilitbang PPM menyelenggarakan webinar “Strategi PTMA terhadap Kebijakan Implementasi Jaminan Produk Halal”. Turut hadir Dr H Anwar Abbas MM MAg, Wakil Ketua
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM 15
WARTA PTM
Kinerja
Dr H Anwar Abbas MM MAg, Wakil Ketua Umum MUI.
Umum MUI periode 2020–2025; Muhamad Nadratuzzaman Hosen PhD, Direktur Utama Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halal Thoyyiban (LPH-KHT) PPM; Prof Dr apt Nurkhasanah MSi, Ketua Halal Center UAD; Prof Dr Ir Elfi Anis Saati MP, dan Kepala Pusat Studi Penelitian dan Pengembangan Produk Halal UMM.
M
ajelis Diktilitbang PPM mengadakan kegiatan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) Camp di Jayakarta Hotel Yogyakarta mengundang Unsur Penjaminan Mutu, Unsur UPPS, dan Unsur Prodi dari beberapa PTMA. Dalam kegiatan tersebut hadir Prof Dr Harun Joko Prayitno MHum, Prof Dr Joko Nurkamto MPd, Prof Ahmad MPd, dan Okti Sri Purwanti SKepNs MKep SpKebMB. Sekretaris Majelis Diktilitbang PPM, Muhammad Sayuti MPd MEd PhD, memberikan sambutan dengan menegaskan urgensi adanya LAMDIK Camp sebagai tindak lanjut dari adanya launching LAMDIK 31 Desember 2021 lalu. “Hal ini menjadi penting bagi kita semua, sebab dari sebanyak 1.826 program studi di PTMA, hampir 500 di antaranya adalah prodi pendidikan. Ini menjadi bidang terbanyak di PTMA, kemudian baru menyusul bidang kesehatan,” jelas Sayuti.
16 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
Dr Anwar Abbas mengapresiasi lembaga pengkajian halal universitas-universitas Muhammadiyah. “Ini menandai adanya tekad yang niat dan semangat yang tinggi dalam Muhammadiyah. Harapannya, keterbatasan-keterbatasan yang ada tidak memperlambat lembaga ini untuk terus maju,” ujar Anwar. Nadra Hosen menyampaikan ten-
tang keberadaan Halal Center dan LPH dalam model sertifikasi halal. “Halal Center memainkan peranan strategis sebagai pendamping bagi UMKM-UMKM memperoleh akses pendaftaran sertifikasi produk halal ke BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal),” tegasnya. Poin yang Prof Nurkhasanah dan Prof Elfi Anis Saati juga menyampaikan peranan PTMA sertifikasi halal dengan membuat lembaga pemeriksa halal dan pengadaan kajian halalan toyyiban, sehingga masyarakat mengenai pentingnya makanan yang juga meningkatkan kesehatan tubuh. Prof Dr H Chairil Anwar, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM, membenarkan pentingnya pengawalan kebijakan implementasi jaminan produk halal dalam sambutannya pada Rabu (28/12). “Isu ini tidak hanya ada di Indonesia, tetapi juga seluruh dunia. Tidak juga terkait dengan makanan dan minuman saja,” tegasnya. [] RAS
Majelis Diktilitbang Adakan LAMDIK Camp Tingkatkan Prodi Pendidikan
Dr H Anwar Abbas MM MAg, Wakil Ketua Umum MUI.
Sayuti menjelaskan permasalahan turunnya minat terhadap pendidikan. “Satu-satunya cara mengatasinya adalah meningkatkan kualitas prodi kita. Tidak ada cara lain,” tegasnya. Oleh karena itu, LAMDIK Camp ini terselenggara untuk menyiapkan PTMA agar dapat beradaptasi dengan LAMDIK pada 31 Maret mendatang. Salah satu poin dalam LAMDIK adalah indikator mewujudkan besaran jumlah doktor tiap universitas sebanyak 60% dari total te-
naga didik. Dari sebanyak 17.000 dosen yang ada di PTMA, hanya 112 orang di antaranya merupakan Guru Besar, dan sekitar 2.300 lainnya bergelar Doktor. “Artinya, selama berkegiatan di LAMDIK Camp dalam dua hari ini, mari kita percepat kemajuan PTMA. Hal ini dalam rangka membangun kualitas dan akreditasi prodi yang baik ke depannya,” sambung Sayuti. Terakhir, Sayuti berpesan kepada unsur-unsur dalam PTMA dalam ruang-
an untuk tidak perlu sungkan meminta bantuan dukungan pembinaan dari Majelis Diktilitbang PPM apabila membutuhkan. Pada pelatihan LAMDIK pada Sabtu-Ahad (22-23/01) ini, setiap unsur dari PTMA yang terundang terbagi ke dalam empat kelompok. Di antaranya Kategori Penjaminan Mutu, Prodi Pendidikan Saintek, Prodi Pendidikan Sosial-Bahasa, dan Prodi Kependidikan Agama. [] RAS
Pendampingan Majelis Diktilitbang sebagai Upaya Optimalisasi PTMA
M
ajelis Diktilitbang PPM melalui tim pendamping Sumatera I melakukan pendampingan luring perdana untuk PTMA di daerah Sumatera Utara diantaranya UM Sumatera Utara, UM Tapanuli Selatan, STIH Muh Kisaran Asahan, STIE Muh Kisaran Asahan, dan STIT Muh Sibolga, Selasa-Sabtu (14-19/12). Prof Edy Suandi Hamid, selaku koordinator tim menyampaikan kegiatan pendampingan merupakan bagian dari inovasi yang dilakukan oleh Majelis Diktilitbang PPM guna memajukan PTMA. “Kegiatan ini bukan sekedar pendampingan namun kami juga belajar dan membantu untuk mensyiarkan PTMA yang dapat menjadi best practice dalam mewujudkan inovasi pengelolaan kampusnya,” paparnya. Inovasi dan kreativitas merupakan sebuah keniscayaan karena adanya perubahan zaman yang begitu cepat. Sehingga kunci untuk dapat bertahan di era saat ini adalah inovasi dan kreatifitas. “Banyak inovasi serta perubahan yang saya lihat dari UMSU saat ini baik fisik dan non-fisik. Selain adanya gedung baru layaknya gedung white house, saya juga melihat perubahan dari adanya kaderisasi untuk memunculkan inovasi baru,” papar Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM tersebut.
Prof Edy Suandi Hamid dan Prof Agussani saat melakukan peninjauan kampus UMSU
Kegiatan pendampingan memuat pemaparan keadaan dari lima PTM di Sumut, serta pendampingan dan pembinaan penjaminan mutu. Selain itu, tim yang terdiri dari Prof Sjafri Sairin dan Budhi Akbar tersebut juga turut melakukan peninjauan kampus di beberapa fakultas UMSU diantaranya Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, Rumah Sakit UMSU, Kebun Hidroponik Fakultas Pertanian, dan lokasi tanah yang akan dibangun kampus terpadu UMSU. Peninjauan kampus juga dilakukan di kampus STIH Muh Kisaran Asahan dan STIE Muh Kisaran Asahan,
Jumat (18/12). Kegiatan pendampingan diharapkan untuk terus dilakukan dan berkelanjutan agar dapat mendorong optimalisasi kemajuan PTMA. “Pendampingan yang dilakukan, khususnya materi dari penjaminan mutu merupakan materi yang sangat kami butuhkan. Kami sangat mengapresiasi upaya dari Majelis Diktilitbang PPM, karena ini merupakan kunjungan pertama ke STIE dan STIH Muh Kisaran Asahan,” papar Dewi salah satu dosen STIE Muh Kisaran Asahan. []APR
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM 17
Sigi
WARTA PTM
Pemetaan Pola Konsumsi Makanan Sehat Masyarakat Indonesia di Era Pandemi Covid-19 dengan Teknik Lexicon-Based Sentiment Analysis Berbasis Data Geo-Located Twitter Dr. Bagus Setya Rintyarna, M.Kom Dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jember
Dr. Bagus Setya Rintyarna, M.Kom
P
enelitian ini mengusulkan untuk memodelkan permintaan/ demand berbasis data Twitter dengan membangun sebuah peta prevalensi konsumsi unhealthy food yang memuat informasi spasial dari pengguna Twitter. Terlebih di era pandemi Covid-19 di mana makanan sehat diyakini sebagai salah satu sumber nutrisi yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh menghadapi serangan virus, upaya ini menjadi sangat penting. Ada tiga alasan dan motivasi penting dipilihnya topik pangan sehat dan digunakannya teknik analisis big data menggunakan Lexicon-Based Sentiment Analysis berbasis data media sosial Twitter, yaitu: 1. Topik makanan sehat dipilih karena prevalensi pola konsumsi makanan sehat akan menjadi tantangan terberat dari program ketahanan pangan pemerintah maupun program edukasi bidang kesehatan pangan, khususnya di era Pandemi Covid-19. Hasil luaran tambahan berupa peta prevalensi konsumsi pangan sehat berbasis Geo-located Twitter dapat menjadi data input bagi
18 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
pihak terkait khususnya pemerintah untuk mengambil langkah-langkah tepat dalam kebijakan bidang pangan dan kesehatan di era Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. 2. Hasil kajan dapat juga diperluas dan dimanfaatkan untuk membantu PP Muhammadiyah maupun struktur yang ada di bawahnya untuk membuat langkah-langkah yang tepat dalam rangka menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh kader Muhammadiyah menghadapi Pandemi Covid-19. 3. Teknik analysis big data berbasis platform media sosial Twitter mampu menyediakan data secara cepat, real time dan akurat dibandingkan pendekatan berbasis survei seperti beberapa penelitian pendahuluan bertopik pangan sehat yang pernah dilakukan sebelumnya. Teknik analisis data berbasis media sosial dapat diterima secara ilmiah dan akademik sebagai input untuk ‘decision making process’ baik oleh pemerintah maupun pihak terkait lainnya. Teknik analisis trend opini pengguna Twitter yang mencerminkan opini publik pada penelitian ini menggunakan Sentiment Analysis. Analisis Sentimen (Sentiment Analysis) atau disebut juga sebagai Opinion Mining adalah sebuah studi komputasional dalam bidang Natural Language Processing yang bertujuan untuk menentukan nilai sentimen dalam sebuah dokumen teks (Liu, 2010) baik berasal dari product review, movie review maupun political review. Entitas dalam data text yang menjadi objek studi
dan ditentukan nilai sentimennya dapat berupa sebuah dokumen, kalimat atau sebuah fitur spesifik. Dengan demikian muncul istilah Document-Level SA, Sentence-Level SA dan Aspect-Level SA. Hasil penelitian ini telah terpublikasi dalam berbagai luaran yaitu: 1. Artikel yang terbit dalam Jurnal Internasional bereputasi Q3 (Journal of Theoretical and Applied Information Technology, ISSN: 1817-3195) berjudul “ Mapping acceptance of Indonesian organic food consumption under Covid-19 Pandemic using sentiment analysis of Twitter dataset”. 2. Buku Referensi yang telah terbit dari Penerbit IKAPI (CV. Ismaha Berkah Group) dengan ISBN: 978-602-0761-749, berjudul “Analisis Big Data dengan Teknik Sentiment Analysis”. 3. HAKI Buku “granted” dengan nomor catatan: 000229486.
Di era pandemi Covid-19 di mana makanan sehat diyakini sebagai salah satu sumber nutrisi yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh menghadapi serangan virus.
Inaugurasi WARTA PTM
Rektor UMSU Resmi Jadi Guru Besar
R
ektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Prof Dr Agussani MAP resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMSU, di Auditorium Kampus Utama UMSU, Sabtu (18/12). Prosesi pengukuhan turut dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir secara daring, sementara itu hadir secara luring Sekum PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Prof Ibnu Hajar Msi, Prof Edy Suandi Hamid Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM, Ketua PWM Sumatera Utara Prof Dr Hasyimsyah Nasution dan ratusan pejabat dan undangan khusus diantaranya Rektor dari beberapa PTM di Indonesia. H Edy Rahmayadi, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) dalam sambutannya menyebutkan seorang profesor
Pengukuhan Prof Dr Agussani MAP sebagai Guru Besar
tidak hanya mengejar kuantitas namun juga meningkatkan kualitas. Ia berharap agar wujud pencapaian dari Prof Agussani dapat berperan untuk mengajukan jumlah sekaligus kualitas Guru Besar di Wilayah Sumatera Utara. “Tentu saya juga berharap agar wilayah Sumut dapat meningkatkan jumlah Guru Besarnya, namun bukan menjadi Guru Besar yang tinggi dari kuantitas namun juga kualitas,” pesannya. Prof Dr Ibnu Hajar perwakilan dari LLDIKTI wilayah Sumut menyebutkan tugas Profesor itu tidak mudah, namun menjadi Guru Besar perlu sadar untuk selalu berupaya meningkatkan mutu pendidikan. “Ada beban yang harus dipikul, terutama Prof Agussani yang
merupakan Rektor di UMSU. Semoga dapat mendorong lahirnya guru besar lainnya,” paparnya. Ia berharap agar gelar yang diperoleh oleh Prof Agussani bukan hanya untuk diri sendiri dan UMSU namun juga turut mendorong dan memajukan pendidikan tinggi di daerah Sumut. Sementara itu, Prof Abdul Mu’ti menegaskan menegaskan seorang profesor perlu menjadi gawang dan punggawa, serta menjaga marwah dan muru’ah perguruan tinggi. “Dengan menjadi profesor seseorang dapat menjadi promotor,” pungkas Sekretaris Umum PP Muhammadiyah tersebut. [] APR
UM Kudus Gelar Sumpah Profesi Perawat dan Bidan
Prosesi Sumpah Profesi Perawat dan Bidan UM Kudus
U
niversitas Muhammadiyah Kudus (UM Kudus) menggelar sumpah profesi perawat dan bidan , Rabu (5/1). Sebanyak 29 mahasiswa D-3 Bidan, 98 D-3 Perawat, dan Ners
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM 19
Inaugurasi WARTA PTM
198 hadir di ruang serba guna kampus setempat. Rusnoto SKM MKes (Epid) memaparkan gelar profesi yang dimiliki dapat membentuk kepribadian yang bertanggung jawab baik pada kehidupan pribadi, dunia kerja, maupun masyarakat luas. Ada tiga hal yang dapat dikembangkan sebagai seorang perawat dan bidan yaitu (1) komitmen; kewenangan, tugas, tanggung jawab, dan menjunjung tinggi almamater, (2) profesi sebagai pe-
ningkatan attitude dan keilmuan yang lebih luas, (3) profesional; yaitu profesi mendorong seseorang menjadi ahli di bidangnya. “UMKU hanya sebagai titik awal selebihnya adalah dunia kerja, maka ilmu yang dimiliki wajib diamalkan dengan baik dan terus berusaha untuk dikembangkan,” papar Rektor UM Kudus tersebut. Ns Masvan Yulianto, SKep MKes, mewakili PPNI DPD Jateng memaparkan menjadi seorang profesi tidak
Nini Aryani Resmi Pimpin STKIP ‘Aisyiyah Riau
Ketum PP ‘Aisyiyah hadiri Pelantikan Ketua Baru STKIP ‘Aisyiyah Riau
B
erdirinya STKIP ‘Aisyiyah Riau harus mampu diterjemahkan dalam agenda perluasan dakwah Persyarikatan untuk umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta. Kampus ini harus turut menjadikan nilai Muhammadiyah sebagai peraturan, perundang-undangan, dan ideologi yang dijadikan tumpuan juga pijakan. Demikian papar Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dr Hj Siti Noordjannah Djohantini Msi MM, saat menghadiri secara daring pelantikan Dr Nini Aryani MPd sebagai Ketua STKIP ‘Aisyiyah Riau, Selasa (11/01). Noordjannah berpesan agar per-
20 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
kembangan STKIP ke depannya dapat dilakukan dengan tradisi Persyarikatan Muhammadiyah dan bukan melalui jalan pintas atau meremehkan mutu yang sudah ada. “Kalau ini sampai terjadi, maka kehidupan kampus akan mati. Dalam agama, kita tidak boleh asal menerabas, pragmatis, cepat selesai dengan cara-cara yang tidak benar. Maka nilai-nilai kebenaran dan keutamaan itu akan sangat penting dan harus jadi landasan kita,” pesannya. Jajaran BPH STKIP ‘Aisyiyah Riau juga diminta untuk bersama-sama merawat kemajuan lembaga pendidikan
hanya meningkatkan keilmuan namun juga kepribadian profesionalnya. Tanggung jawab sebagai profesi harus berpedoman dengan standar profesional baik sebagai perawat maupun bidan. “Sumpah akan menjadi lebih bermakna jika Anda mampu menjalankan sumpah dalam praktik di lapangan, jangan berpuas diri tetap terus lanjut dan tingkatkan ke jenjang Pendidikan yang lebih tinggi,” tutup Hj Sumarsih SST MH selaku DPW IBI Jateng. []APR
dengan integritas dan kepemimpinan transformasional. Noordjannah menyebutkan bahwa para dosen juga perlu dibentuk dengan integritas tinggi dan memiliki karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. “Karena ketika kita melanggar etika dan pragmatis, maka akan menjadi perbincangan banyak orang. Sekali perguruan ini menjadi perbincangan yang negatif, maka cara untuk mengembalikan pada hal yang positif tidaklah mudah. Karena itu jangan sekali-kali mempermudah untuk diperbincangkan pada hal-hal yang tidak baik,” pesan Noordjannah melalui keterangan tertulis. Sementara itu Ketua STKIP ‘Aisyiyah Riau, Dr Nini Aryani MPd bertekad untuk membawa lembaga yang dipimpinnya lebih maju dan berprestasi. “Menguatkan komitmen dan jalinan kebersamaan antara sivitas akademika untuk menjadikan kampus yang maju, terpercaya, berdaya saing dan InsyaAllah dapat mengemban nilai-nilai ‘Aisyiyah dalam memajukan anak bangsa,” tuturnya. Ketua BPH STKIP ‘Aisyiyah, Prof Dr Irwan Effendi MSc turut menyampaikan apresiasi atas pelantikan Nini Aryani. Menurut Irwan, STKIP ‘Aisyiyah Riau kini mengalami kenaikan siswa baru sebanyak 400 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Menyambung Irwan, Ketua LLDIKTI Wilayah X, Professor Herri MBA menilai kenaikan itu menjadi modal penting bagi pengembangan SKTIP ‘Aisyiyah Riau. [] APR
UM Palembang Tambah Doktor Baru
D
r Reny Okpirianti SH MH, Dosen Fakultas Hukum berhasil menjadi doktor ke-94 yang dimiliki oleh UM Palembang setelah lulus dengan nilai predikat Sangat Memuaskan dari Program Doktor Hukum Universitas Sriwijaya Palembang, Rabu (22/12). Disertasi Dr Reny yang berjudul “Kebijakan Kriminal terhadap Gratifikasi di Indonesia” dipromotori oleh Prof Dr Teguh Prasetyo SH MSi bersama dengan Dr Otto Yudianto SH MHum sebagai co-promotor; Prof Dr Topo Santoso sebagai promotor; dan Dr Hj Nasriana SH MHum sebagai co-promotor. Sementara Tim penguji terdiri atas Dr Febian SH MS, Dr KN Sofyan Hasan SH MH, Dr Ruben Ahmad SH MH, Dr Ridwan SH MH, dan Dr Happy Warsito SH MH, bersama penguji eksternal Dr Sigit Suseno SH MH dari Universitas Padjajar-
S
Dr Reny Okpirianti, dosen ke-94 bergelar doktor.
an Bandung serta Dr Feby Mutiara SH MH dari Universitas Indonesia. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor I, Prof Dr Indawan Syahri MPd; Wakil Rektor II, Dr Hj Fatimah SE MSi; Wakil Rektor III, Dr Ir Mukhtarudin Muchsiri MP; Direktur Program Pascasarjana, Dr Sri Rahayu SE MM; Dekan Fakultas Hukum, Nur Husni Emilson SH SpN MH; dan sivitas akademika FH UM Palembang.
Dr Abid Djazuli SE MM, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang, memberi apresiasi dan selamat kepada Dr Reny. Ia juga mengajak dosen-dosen UMP lainnya yang sedang menjalani studi S-3 untuk menyelesaikan studi dan segera kembali ke UMP. “Semoga dengan diraihnya gelar ini, Dr Reny dapat membawa kemajuan dan peningkatan mutu lulusan di FH UMP,” ujarnya. [] RAS
STKIP Muh Kalabahi Gelar Prosesi Wisuda Angkatan Ketiga
TKIP Muh Kalabahi menyelenggarakan prosesi wisuda Angkatan ketiga untuk Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Matematika di Hotel Simfony pada Sabtu (27/11). Kehadiran STKIP Muh Kalabahi sejak 2014 sendiri dimaksudkan sebagai upaya mendukung Program Pemerintah Kabupaten Alor dalam gagasan “Alor Pintar”, khususnya dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index) wilayah Alor. Dalam prosesi wisuda tersebut turut hadir Kepala LLDIKTI Wilayah XV NTT, Prof Dr Manganas Lumban Gaol
Wisudawati dalam prosesi wisuda STKIP Muh Kalabahi.
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM 21
Inaugurasi WARTA PTM
MSi PhD; Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PPM, Dr Muhammad Samsudin SAg; dan Staf Ahli Bupati Bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan, Imanuel Laukamang MSi. Ketua STKIP Muh Kalabahi, Marzuki Galeko SE MPd dalam pidatonya
pada Sabtu (27/11) mengucapkan syukur atas 46 sarjana yang telah mengikuti pengukuhan. “Puji syukur, rata-rata sudah terserap di dunia kerja, baik di lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan desa, maupun berwirausaha,” ujarnya. Mengenai perinciannya, prosesi wisuda
ini meluluskan sebanyak 36 orang dari Prodi PGSD dan sebanyak 10 orang dari Prodi Pendidikan Matematika. Kampus STKIP Muhammadiyah Kalabahi telah terakreditasi Baik oleh BAN-PT pada 2020. [] RAS
D-III Keperawatan FIK UMJ Selenggarakan Prosesi Angkat Sumpah
Dokumentasi usai prosesi angkat sumpah D-III Keperawatan UMJ.
S
ebanyak 49 lulusan D-III Keperawatan FIK UMJ mengikuti prosesi Angkat Sumpah. Rektor UMJ, Dr Ma’mun Murod bersama Dekan FIK UMK, Miciko Umeda SKp MBiomed secara langsung memimpin prosesi tersebut. Hadir pula dalam prosesi ini Anggota BPH UMJ, Drs Ateng; Direktur Utama Rumah Sakit Islam Jakarta, dr Pradono Handojo MBA MHA; dan segenap pimpinan FIK UMJ. Pada sambutannya, dr Pradono mengatakan sebanyak 75% karyawan
22 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
RSIJ merupakan alumni FIK UMJ. Hal ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara UMJ dan RSIJ, yakni lulusan-lulusan terbaik UMJ dapat menjadi pegawai RSIJ dan mendukung perbaikan tiga pilar di RSIJ, di antaranya renovasi peralatan, ruangan poliklinik untuk BPJS, dan sumber daya insani. Dr Ma’mun Murod memberikan pesan pada para lulusan yang menjalani angkat sumpah agar tetap menjalin komunikasi baik dengan kampus dan mengingat bahwa kerja keperawatan
merupakan kerja kemanusiaan, sebab mereka melayani masyarakat yang membutuhkan. Berikutnya, Drs Ateng berpesan agar lulusan UMJ dapat menjadi agen dakwah Muhammadiyah dalam menggerakkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. “Lanjutkanlah cita-cita Muhammadiyah, yang mewarnai masyarakat Islam Indonesia dan melakukan pembinaan di masyarakat,” ujarnya pada Rabu (1/12) lalu. [] RAS
Salindia
WARTA PTM
Ghifari Irtiza dan Ratu Annasa, Dua mahasiswa Fakultas Kedokteran UM Purwokerto (FK UMP) juara 1 pada kategori inovasi bidang robotik kesehatan kejuaran nasional Mecbot Kemenko PMK RI.
Mahasiswa penerima beasiswa UKT UM Kupang melakukan diskusi guna merencanakan gerakan kampus ramah lingkungan, Selasa (10/01).
UM Surabaya raih prestasi kategori kampus dengan mata kuliah yang diikuti terbanyak pada program pertukaran mahasiswa dalam negeri dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam penghargaan Anugerah Dikti Ristek 2021, Kamis (13/1).
Majelis Diktilitbang PPM mengadakan pendampingan Sumatera I dan materi Penjaminan Mutu pada STIH Muh Kisaran Asahan, STIE Muh Kisaran Asahan dan STIT Muh Sibolga, Kamis (16/01).
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara Abdurrahman Saleh memberikan kuliah umum kepada Mahasiswa UM Buton, di Gedung Korea UM Buton, Sabtu (08/01).
Universitas Muh Prof DR Hamka (UHAMKA) mendapatkan penghargaan atas penganugerahan BAZNAS AWARD 2022 sebagai Penerima “Baznas Award 2022 Kategori Lembaga Pendidikan Pendukung Literasi Zakat”.
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM 23
Inovasi WARTA PTM
A
ndriyana, mahasiswa Pascasarjana UMM menjadi salah satu penerima hibah program Talenta Inovasi 2021 oleh Kemendikbud Ristek RI atas aplikasi “Tulisan Fonetik” yang ia luncurkan. Aplikasi “Tulisan Fonetik” tersebut merupakan aplikasi berbasis website dengan kemampuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi fonetik oleh mahasiswa-mahasiswa linguistik atau peminat bahasa. Gagasan mengenai aplikasi “Tulisan Fonetik” bermula dari pengamatan Andri terhadap fenomena migrasi metode pembelajaran selama masa pandemi. Pembelajaran yang berubah menjadi daring menyebabkan buku-buku digital banyak digemari dan dibutuhkan. “Akan tetapi, di sisi lain, buku-buku digital yang ada kurang interaktif dengan pembaca,” tambah Andri. Oleh karena itulah ia terdorong untuk membuat aplikasi “Tulisan Fonetik”. Dalam prosesnya, Andri berkonsultasi dengan teman-teman Informatika mengenai aplikasi atau website yang dapat membantunya membuat aplikasi tanpa harus mempelajari coding. “Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan Android Studio, tetapi saya kesu-
Mahasiswa UMM Luncurkan Aplikasi Linguistik
Andriana, mahasiswa Pascasarjana UMM.
litan karena tidak dapat membagi waktu antara mempelajari coding dan melakukan pengembangan konten. Akhirnya, ‘Tulisan Fonetik’ ini pun dapat terwujud melalui website Glide,” ujar Andri. Aplikasi “Tulisan Fonetik” ini dilengkapi dengan beberapa menu seperti Pengantar
Mahasiswa UMP Ciptakan Pensteril Ruangan Berbasis IOT
M
ahasiswa UM Purwokerto, Ghifari Irtiza dan Ratu Annasa, berhasil menciptakan alat mensterilkan ruangan berbasis internet of things (IOT) yang merupakan kombinasi antara sinar UV, hepa filter, dan
24 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
Andriana, mahasiswa Pascasarjana UMM.
Teori, Alat Artikulasi, Daftar Pustaka, dan menu imbuhan terkait jenis-jenis huruf fonetik. Dengan dana hibah Kemendikbud Ristek yang ia dapatkan, Andri berencana untuk terus mengembangkan aplikasinya agar menjadi lebih lengkap lagi. [] RAS
disinfektan. Atas inovasi tersebut, keduanya meraih juara pertama dalam Kejuaraan Nasional Inovasi Technology & Robotic Competition (MECBOT) 2021 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dengan nama Tim Bismillah First. Pensteril ruangan tersebut menunjukkan wujud keahlian Ghifari dan Ratu sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran dalam bidang kedokteran dan kesehatan yang diimplementasikan dalam
R
teknologi robotik. Dekan FK UMP, dr Muhammad Mansyur Romi SU PA(K) mengapresiasi inovasi Ghifari dan Ratu yang berhasil mengalahkan sebanyak 15 nominee lain dari universitas negeri dan swasta se-Indonesia di seleksi final. Biaya yang digunakan untuk riset dan pembuatan alat ini mencapai jumlah dua belas juta rupiah. Ghifari mengatakan bahwa ia berharap dapat terus mengembangkan teknologi. “Terutama karena masih banyak penelitian
Konser Uji Tembak Rudal Merapi UAD
udal Merapi rancangan Pusat Riset CIRNOV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerjasama dengan Dislitbangad kembali melakukan uji tembak di lapangan tembak Area Weapon Range (AWR) TNI AU, Pandanwangi, Lumajang. Program uji tembak “Konser Akhir Tahun 2021” ini merupakan hasil kerja sama antara CIRNOV dan PT Dahana (Persero) yang melibatkan Pusat Riset Teknologi Penerbangan BRIN. Rudal merapi merupakan jenis rudal yang pertama kali dibuat secara mandiri oleh anak bangsa Indonesia dengan teknologi fire and forget yaitu rudal yang setelah ditembakkan tidak perlu dipandu untuk mencapai sasaran. Program yang diadakan Senin-Selasa (27-28/12) ini dibuat untuk mengevaluasi performa tiap-tiap subsistem rudal untuk pematangan penguasaan pembuatan teknologi rudal, peningkatan kemampuan rudal, serta persiapan hasil produksi riset untuk industri. Proses Quality Assurance (QA) selama pembuatan dilakukan dengan sangat ketat. Evaluasi meliputi performansi roket pendorong, struktur aerodinamik sirip belakang (fin-tail), sirip depan (canard), penjejak (seeker) yang menggunakan teknologi inframerah, peluncur tabung, dan lain-lain.
Dari hasil uji tembak yang dilakukan, diperoleh konsistensi yang tinggi mengenai performa roket pendorong rudal selain jarak jangkau langsung ke sasaran dapat mencapai 3.000 m. “Hal ini penting karena akan menjadi salah satu rujukan dasar bagi sinkronisasi subsistem lain dari rudal secara lengkap,” kata Prof Hariyadi selaku team leader dari CIRNOV. Juga canard dan
di bidang robotik yang belum ada di Indonesia yang bisa dilakukan,” ujarnya. Ia sendiri sudah menekuni bidang robotik semenjak mengenyam bangku SMA. Annasa yang juga telah menggeluti bidang robotik sejak lama berharap agar mahasiswa-mahasiswa UMP dapat termotivasi atas prestasi keduanya dan menciptakan juara-juara yang lebih baik ke depannya. [] RAS
fin-tail dapat membuka dengan baik setelah keluar tabung peluncur untuk menuju area sasaran yang ditandai dengan flare atau sumber cahaya penghasil sinar inframerah yang dibawa terbang oleh drone. Hasil uji tembak juga menunjukkan semua komponen rudal mampu menahan hentakan (G-shock) hingga mencapai 20 G yang muncul sewaktu rudal keluar dari peluncur. Uji tembak disaksikan oleh tim dari CIRNOV, PT Dahana, Pusat Riset Teknologi Penerbangan BRIN, Dislitbangad, dan Poltekad Kodiklat. []APR
Program uji tembak “Konser Akhir Tahun 2021”
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM 25
Inovasi WARTA PTM
Mahasiswi Unimen Rancang Aplikasi Cyber Counseling
M
ahasiswi Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) ciptakan Aplikasi Cyber Counseling KonselorMU yang resmi launching bertempat di Aula Kampus I Unimen. Nur Aina, penggagas ide Aplikasi Cyber Counseling “KonselorMU” memaparkan bahwa aplikasi ini menjadi satu-satunya aplikasi di Sulawesi dan Indonesia Bagian Timur. Baginya, munculnya aplikasi ini bukan hanya sekedar mendorong perkembangan era digital, namun bertujuan agar dapat mempermudah akses dan layanan gerak guru BK serta siswa untuk melakukan bimbingan. Mahasiswi angkatan 2019 ini menambahkan bahwa aplikasi Cyber Counseling KonselorMU ini nantinya dapat digunakan guru BK dan murid atau dosen dan mahasiswa untuk saling berkomunikasi melalui satu sistem terintegrasi. Aplikasi berbasis website
ini nantinya akan merekam semua permasalahan dan keluhan yang diberikan serta mencatat aktivitas yang dilakukan di aplikasi tersebut. “InsyaAllah dalam tiga bulan ke depan kami akan mengadakan road show untuk menginformasikan dan mendekatkan aplikasi ini kepada seluruh siswa SMP, SMA, dan SMK
yang ada di Kabupaten Enrekang,” pungkasnya, Senin (27/12). Rektor Unimen, Yunus Busa mengapresiasi dan mendukung inovasi yang dihasilkan mahasiswi Unimen tersebut. “Hari ini sangat bersejarah dikarenakan kita menghadiri kegiatan yang sangat positif. Saya berharap ke depan hal seperti ini dapat tertular kepada prodi lainnya untuk dapat berkreasi dalam menghadirkan gagasan-gagasan atau ide yang bermanfaat bagi masyarakat Enrekang,” ungkapnya. []APR
Mahasiswi Prodi Bimbingan dan Konseling UNIMUEN ciptakan Aplikasi Cyber Counseling KonselorMU
Mahasiswa UMY Sulap Limbah Kulit Bawang Merah Jadi Sabun Herbal Güzel
T
im Pekan Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Program D3 Studi Akuntansi UM Yogyakarta menciptakan Güzel Herbal Soap
Tim Mahasiswa PKM-K UMY
26 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
yang terbuat dari kulit bawang merah. Pembuatan produk sabun merupakan upaya pemanfaatan limbah menjadi suatu produk yang memiliki daya jual. “Tim kami menciptakan sebuah produk dengan mengubah limbah rumah tangga menjadi sebuah produk yang memiliki nilai jual”, ucap Desi susilawati dosen pembimbing PKM-K. Sabun yang telah teruji secara klinis ini memiliki daya hambat bakteri yang sangat besar karena kulit bawang merah memiliki kandungan pektin, flavonoid, antioksidan, anti inflamasi, vitamin B, C, E, dan sulfur. Adapun manfaat produk ini diantaranya membantu
merawat kulit, mengurangi minyak berlebihan pada kulit, menghilangkan noda hitam dikulit, membantu mengatasi jerawat di punggung, mengatasi gatal-gatal ringan, dan mampu menghidrasi kulit. Sabun Güzel Herbal Soap berhasil menyabet juara Favorit PKM-K Pekan Ilmiah Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PIMTANAS) 2021 serta juara 2 Lomba Monev PKM PTM-A se-Indonesia, Selasa (27/12). Desi menargetkan agar ke depannya sabun ini memiliki sertifikat halal dan BPOM serta bermitra dengan toko kecantikan untuk peluang usaha. []APR
WARTA PTM
Kronik
Unimen Adakan Baitul Arqam Dosen dan Karyawan
Baitul Arqom Dosen dan Karyawan Unimen, Sabtu-Minggu (11-12/12)
K
egiatan Baitul Arqam merupakan kegiatan rutin dan wajib bagi sivitas akademika PTMA. Pemaparan tersebut disampaikan Dr (Cand) Drs Yunus Busa MSi Rektor Universitas Muhammadiyah Enrekang (Unimen) pada kegiatan Baitul Arqam (BA) Dosen
S
dan Karyawan Unimen, Sabtu-Minggu (11-12/12). Selain memahamkan dan menanamkan nilai-nilai Kemuhammadiyahan kegiatan ini juga sebagai refleksi perjuangan para tokoh Muhammadiyah. BA ini juga bagian dari kontemplasi masyarakat kampus dalam menjalan-
kan amanah di amal usaha, peningkatan SDM, etos kerja KH Ahmad Dahlan, dan culture Muhammadiyah menjadi spirit bagi warga Muhammadiyah untuk senantiasa berfastabiqul khairat. Kegiatan ini diharapkan menambah spirit dakwah amar makruf nahi mungkar di lingkup PTM, selain sebagai lembaga pendidikan maka PTM juga menjadi sarana dakwah yang sangat sentral. “Sesuai tema yang diusung meneguhkan Ideologi Muhammadiyah dalam rangka meneguhkan ideologi maka sivitas akademika harus sepaham dan sefrekuensi di dalam menjalankan serta memajukan amal usaha dan mewujudkan cita-cita Muhammadiyah,” lanjut Yunus. Antusias yang luar biasa diberikan oleh peserta yang terdiri dari dosen dan karyawan se-Unimen. Baitul Arqam dapat menjadi Instrumen bahwa berMuhammadiyah itu indah, menenangkan, menyejukkan, menggembirakan, dan mengkonstruksi Ukhuwah Islamiyah. “Baitul Arqam menjadi menjadi refleksi untuk menyongsong Universitas Muhammadiyah yang lebih baik, unggul, dan Islami,” tutup Yunus. [] APR
BICOMHET 2021 Konferensi Internasional Gagasan STIK Muh Pontianak
ekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak (STIK Muh Pontianak) selenggarakan The 1st Borneo International Conference Management Health Education And Technology (BICOMHET) 2021. Kegiatan yang bertemakan “Challenges and Opportunities in the Era of Society 5.0” ini dilaksanakan secara daring dan dihadiri sebanyak 238 peserta. Ketua kegiatan 1st BICOMHET 2021 Ns Tutur Kardiatun, MKep mengatakan tujuan dari kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan terkait isu terkini di berbagai bidang. “Selain
STIK Muh Pontianak adakan BICOMHET 2021 secara daring
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM 27
WARTA PTM
Kronik itu untuk meningkatkan pengetahuan berbagai inovasi teknologi serta berbagi Informasi ilmiah keperawatan antar negara terutama negara Jepang, Malaysia, India, dan Indonesia,” tambahnya. Ketua STIK Muhammadiyah Pontianak Ns Haryanto MSN PhD, mengharapkan 1st BICOMHET 2021 ini sebagai forum yang efektif bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk bertukar pikiran dan berpartisipasi untuk memajukan pengetahuan, penelitian, dan teknologi. “Konferensi ini mencakup berbagai to-
P
pik menarik yang terkait dengan semua aspek teoritis dan praktis, tidak hanya terbatas pada manajemen, kesehatan, keperawatan, kebidanan, psikologi, pendidikan, studi agama, sosiologi, teknik, teknologi dan farmasi,” tambahnya, Sabtu (18/12). Adapun pembicara dalam Kegiatan 1st BICOMHET 2021 ini yaitu Ns Imran MHS PhD dari STIK Muhammadiyah Pontianak, Ns Fitri Arofiati MAN PhD mewakili Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Dr Muhammad Hadi
IMM STIT Muh Bojonegoro adakan Follow Up DAD
impinan komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Ahmad Dahlan STIT Muh Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan follow up (tindak lanjut) Darul Arqam Dasar (DAD) tahun 2021 bertempat di Ds Katur Kec Gayam, pada Sabtu-Ahad, (1819/12). Bertemakan “Menumbuhkan jiwa kepemimpinan mahasiswa yang bertanggung jawab serta berpegang teguh pada Tri Kompetensi Dasar” kegiatan ini turut didukung PDM Bojonegoro, LAZISMU Bojonegoro, PDA Bojonegoro, Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Forum Komunikasi Alumni (Fokal) IMM Bojonegoro, dan beberapa pihak lain. Diharapkan IMM dapat bergerak serta memberikan kontribusi tidak hanya untuk kader-kadernya, namun juga untuk masyarakat secara luas meskipun di masa pandemi Covid-19. Gerakan IMM didasarkan pada tiga aspek yang sering disebut dengan Tri Kompetensi Dasar yang meliputi Religiusitas (Kecerdasan beragama Islam), intelektualitas (kecerdasan intelektual/nalar berpikir), dan Humanitas (Pengabdian Kepada Masyarakat). Selain itu turut diadakan lomba Tahfidzul Quran untuk santri TPA, talk
28 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
show tentang Kepemimpinan Generasi Muda, Diskusi Problematika Organisasi Kemahasiswaan IMM, dan Kemasyarakatan, pelatihan pembuatan deterjen cair dengan peserta ibu-ibu PKK Desa Katur dan follow up DAD PK IMM Ahmad Dahlan STIT Muhammadiyah Bojonegoro. Puncak kegiatan dengan pentasyarufan Bantuan Sosial berupa sembako sebanyak 70 paket masyarakat yang kurang mampu bekerja sama dengan Pemerintah Desa Katur dan Lazismu Bojonegoro.
Program pemberdayaan masyarakat pada tindak lanjut DAD
MKep dari Universitas Muhammadiyah Jakarta. Prof Dr Makoto Oe dari Kanazawa University Jepang Prof Dr Mah Boon dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia serta Prof Dr Inderbir Singh dari Chitkara University India. Kegiatan ini juga diisi dengan kompetisi video, poster edukasi dan oral presentasi hasil penelitian yang berasal dari Indonesia dan Malaysia. Prosiding kegiatan ini juga terindex Scopus/ WoS. [] APR
Sukono selaku Kepala Desa Katur menyampaikan apresiasi dan terimakasih. “Adik-adik IMM Komisariat Ahmad Dahlan telah memberikan sesuatu yang sangat bermanfaat untuk warga kami, semoga kegiatan-kegiatan serupa akan terus dilaksanakan dan kami selaku Pemdes Katus siap bekerjasama dengan adik-adik IMM,” paparnya. Ketua Komisariat IMM Ahmad Dahlan Miftakhur Rizki Ramadlan menyampaikan untuk menjadi kader militan butuh proses yang panjang, kesabaran, ketekunan menempa diri, dan hilangkan keraguan, selanjutnya dikutip dari pernyataan Jenderal Soedirman bahwa “Memang berat menjadi kader Muhammadiyah, jika ragu dan bimbang lebih baik pulang
saja,” ucapnya. Di waktu yang sama Ahmad Rohman selaku panitia pelaksana kegiatan Follow Up DAD menyampaikan harapan besar pada kader IMM. “Semoga
Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) masuk 20 besar PTS Terbaik Nasional, dan berhak tampil di Seminar Nasional Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Kamis (30/12). UMS Rappang menduduki peringkat 14 untuk 20 video Pengabdian Masyarakat PTS Terbaik dan peringkat 19 untuk 20 video Penelitian PTS Terbaik dengan jumlah like terbanyak. UMS Rappang sebelumnya juga masuk dalam peringkat 94 dari 4.000 PTS yang ada di Indonesia dalam hal Kinerja Penelitian dan Kinerja Pengabdian Masyarakat. UMS Rappang berhasil mendapatkan reward dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi sebesar 900 juta. Kepala LP3M UMS Rapang, Ahmad Mustanir memaparkan video dari UMS Rappang di tingkat Nasional ini merupakan video terbaik dan berhasil
T
melalui IMM kami bisa aktif bergerak untuk membina diri baik di kampus maupun masyarakat, kami adalah kader-kader baru yang masih memerlukan pendampingan dan binaan dari
UMS Rappang Masuk 20 Besar PTS Terbaik Nasional
Pertemuan UMS Rappang dengan Kemendikbudristek
membuktikan di kancah nasional. “Dalam waktu sehari saja video ini mampu memperoleh simpati dan like dari masyarakat dalam jumlah yang cukup besar,” papar Ahmad. Ketua Tim Peneliti di tingkat Fakultas, Pratiwi Ramlan,
UMY Digandeng PT INKA Rancang Kereta Hybrid
im dosen Program Studi Teknik Elektro (TE) UM Yogyakarta berhasil mendapatkan Pendanaan Riset Inovatif Produktif (RISPRO) Invitasi dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan berkolaborasi dengan PT Industri Kereta Api (INKA) Persero. Rispro Invitasi merupakan program
para senior dan Fokal IMM serta berbagai pihak, semoga kami dapat mengamalkan jargon IMM yaitu Anggun Dalam Moral, Unggul Dalam Intelektual,” ucapnya. []APR
pendanaan riset yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan daya saing bangsa melalui komersialisasi produk/ teknologi atau implementasi kebijakan/ tata kelola atau publikasi dengan melalui mekanisme undangan. Ketua tim penelitian, Dr Ir Ramadoni Syahputra, ST memaparkan sangat
SFarm Apt MSi memaparkan bahwa UMS Rappang merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi di Lingkup LLDIKTI IX berhasil lolos pada kegiatan Bantuan Pendanaan Program Penelitian dan Kebijakan MBKM. []APR
senang dan bersyukur saat pertama kali dihubungi LPDP. “Pertama kali saya mendapatkan kabar melalui WA langsung dari tim LPDP saya senang sekaligus saya merasa punya rasa tanggung jawab besar karena riset LPDP ini sangat bergengsi di kalangan akademisi,” jelasnya, Jumat (07/01). Doni bersama timnya yaitu Kunnu Purwanto ST MEng dan Muhamad Yusvin Mustar ST MEng. memaparkan akan bekerjasama dengan mitra yaitu PT Industri Kereta Api (INKA) Persero
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM 29
WARTA PTM
Kronik yang berfokus pada pembuatan produk kereta api. Sebelum dinyatakan lolos mendapatkan pendanaan riset, UMY telah mendapatkan undangan dari sosialisasi PT INKA juga dari Tim LPDP. “Tak hanya itu kami juga dimintai pendapatnya terkait perkeretaapian dengan tema besar kendaraan listrik setelah itu baru kami bersama menganalisa apa yang dibutuhkan PT INKA, kemudian diminta mengajukan proposal ke PT INKA,” lanjutnya. UMY menjadi satu satunya perguruan tinggi swasta yang mendapatkan kesempatan dalam mengerjakan proyek ini. “Hal ini membuktikan bahwa kita di UMY mempunyai kualitas yang setara dengan perguruan tinggi negeri lainnya yang memang sudah memiliki reputasi yang diperhitungkan,” terang Doni. PT INKA Persero berencana ingin mengembangkan kereta hybrid yaitu kereta yang beroperasi menggunakan tenaga gabungan diesel dan listrik. Ia memandang ini adalah inovasi yang bagus, karena saat ini kereta listrik hanya digunakan untuk perjalanan jarak pendek sedangkan untuk perjalanan jarak
Sumber foto kompas.com
jauh menggunakan kereta bertenaga diesel. Lebih lanjut ia juga menilai solar sebagai bahan bakar kereta bertenaga diesel bisa habis jika dipakai terus menerus dan hasil pembakaran solar juga bisa mencemari udara sehingga inilah mengapa penelitian ini menjadi penting adanya. UMY diminta untuk menciptakan sebuah alat charger baterai untuk kere-
STIKes Muh Aceh Terima Hibah Peralatan Laboratorium
Serah terima hibah dari PT Zyva Varizky Riswan kepada STIKes Muh Aceh
30 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
ta. “Jadi saat presentasi proposal riset, kami benar benar dikuliti habis, pengujinya juga orang orang yang sangat berkompeten di bidang ini, setelah berdiskusi panjang akhirnya diambil keputusan bahwa kami diminta untuk membuat charger baterai, yang mana hal ini digunakan untuk pengeparsian system control dan alat kelistrikkan yang ada di kereta,” imbuhnya.
P
rogram studi Teknologi Elektromedis STIKes Muh Aceh mempunyai peluang besar untuk bersinergi dengan dunia industri terutama dalam maintenance peralatan medis atau kesehatan. Begitu papar pimpinan PT Zyva Varizky Riswan saat melakukan penandatanganan kerja sama dengan STIKES Muh Aceh. Selain penandatanganan MoU, PT. Zyva juga memberikan hibah alat satu unit Roche-Cobas Mira Plus yang diterima langsung oleh Dra Hj Eulisa Fajriana, M Kes selaku Ketua, Selasa (4/1). Turut hadir Wakil Ketua I, T Murhadi,SKM M Pd, Wakil Ketua II, Sirajul Muna,SST M Kes, Ketua Prodi Teknologi Elektromedis Indra Jaya ST MT, Sekretaris Prodi Teknologi Elektromedis Khairul Fuady ST MT, Rina Sulicha, SPdI MPd, Ketua CDC STIKes Muham-
madiyah Aceh. PT Zyva Varizky merupakan perusahaan distributor peralatan laboratorium. Penandatanganan kerja sama dengan STIKES Muh Aceh juga sebagai
upaya untuk menerapkan kampus merdeka sebagai upaya untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa dalam menentukan mata kuliah yang nantinya akan diambil. Tujuan dari penerapan
kampus yang merdeka adalah agar mahasiswa nantinya memiliki kemampuan untuk menguasai beragam keilmuan yang berguna di dunia kerja nantinya. [] APR
UM Jambi Gelar Business Matching and Expo
Business Matching and Expo UM Jambi
I
nkubator bisnis LPPM UM Jambi bekerjasama dengan kementrian RI melaksanakan acara Business Matching dan Expo produk unggulan Keluarga Penerima Manfaat di Grand Hotel. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mempertemukan pelaku bisnis dengan calon mitra supplier, mitra distribusi,
mitra pendanaan termasuk mitra investor. “Pertemuan ini bersifat B2B dan terjadi antara dua pihak dengan latar belakang industri bisnis yang match atau sama. Alhamdulillah terjadi kesepakatan antara beberapa UKM KPM PKH dan para investor untuk memajukan
Mahasiswa Program PMM Akui Toleransi di UM Kupang
usaha yang dari bisnis tersebut,” papar Agesha Marsyaf Kepala IBT LPPM UM Jambi, Selasa (21/12). Rektor UM Jambi, Dr Nurdin SE ME memaparkan UM Jambi patut berbangga karena telah dipercaya oleh Kementerian Sosial RI untuk melaksanakan program ini. UM Jambi menjadi satu-satunnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang dipercaya oleh kementerian sosial RI dalam mendampingi Prokus PKH 2021. Pendampingan UM Jambi kepada UMKM yang dimiliki oleh KPM PKH ini termasuk kedalam golongan ultra mikro, yaitu UMKM yang berada pada level terbawah. Pendampingan yang telah dilakukan oleh UM Jambi diantaranya adalah terkait, produk, packing produk, tata kelola keuangan usaha, perizinan hingga pada tahap pemasaran. Selama tiga bulan UM Jambi mendampingi Prokus KPM PKH berhasil membina dan menghasilkan 45 jenis produk. Kedepannya UM Jambi akan berusaha mendampingi dan mengusahakan agar produk- produk tersebut tersertifikasi halal dari MUI. []APR
U
niversitas Muhammadiyah Kupang (UMK) turut berpartisipasi dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) yang diga-
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM 31
WARTA PTM
Kronik
Acara Pelepasan dan Pentas Seni Budaya, di Aula Utama UMK (13/01).
ungkan kemdikbud. Sebanyak 52 orang mahasiswa mengikuti pertukaran pelajar di UMK dan berasal dari beberapa kampus diantaranya Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Siliwangi, Institut Pendidikan Indonesia, IKIP Budi Utomo Malang, dan lain sebagainya. Veronika salah satu mahasiswa memaparkan kuliah di UMK membe-
rikan banyak pengalaman terutama mengenai toleransi. Ia mengungkap mahasiswa di UMK saling berbaur dan membantu satu sama lain tanpa membedakan suku, ras, dan agama. “Saya merasa sangat senang berkuliah di sini, apalagi saya aslinya beragama kristen, sementara kampus yang saya dapatkan itu UMK. Dari nama kampus saya pi-
kir itu kampus hanya orang Islam yang kuliah tapi nyatanya di sini mahasiswa lebih banyak beragama Kristen dan Katolik,” paparnya pada acara Pelepasan dan Pentas Seni Budaya, di Aula Utama UMK (13/01). Rektor UMK dalam sambutannya berpesan agar mahasiswa PMM memahami kelebihan dan kekurangan di UMK. Ia menyebutkan saat ini UMK sedang berproses untuk berkembang. Terlebih kurikulum yang digunakan masih sama serta dosen yang mengajar memiliki kualifikasi dan kompetensi yang mumpuni di bidangnya masing-masing. Baginya, menjadi pribadi yang unggul tidak tergantung pada fasilitas, gedung, dan kampus namun harus didasarkan dari bibit yang dilahirkan dengan kepribadian yang berkualitas. “Diri kita pribadi menjadi penentu utama jadi jangan pernah berpikir pintarnya kita hanya ditentukan oleh dosen, kurikulum, fasilitas tapi penentu sebenarnya adalah kita,” pesan Dr Zainur Wula MSi []APR
Bantuan untuk Nuraini Kader Tapak Suci yang Jadi Kuli Angkut Semen
R
ektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memberikan bantuan kepada Nuraini, salah satu atlet tapak suci yang sempat viral di media sosial. Nuraini atlet berprestasi tapak suci viral karena menjadi kuli angkut semen untuk membantu perekonomian keluarga. Menyikapi hal tersebut, Unismuh menyerahkan bantuan berupa uang tunai sebesar 15 juta rupiah dalam acara penyerahan SK Tenaga Kependidikan Unismuh, di Aula Fakultas Kedokteran Unismuh (06/01). Selain itu, Unismuh juga menawarkan Nuraini menjadi guru bantu untuk mata pelajaran Olah Raga di SD Unismuh Makassar dan Pembina Tapak Suci di Ma’had Al Birr Unismuh Makassar. “Nuraini dan empat saudaranya,
32 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
Bantuan dari Unismuh untuk Nuraini Kader Tapak Suci
membantu kedua orang tuanya sebagai kuli angkut semen di Kabupaten Pinrang. Untuk setiap zak yang diangkut-
nya, ia diberi upah 600 rupiah,” papar Wakil Rektor II Unismuh Makassar Dr Andi Sukri Syamsuri.
Meski hidup dalam keterbatasan, orang tua Nuraini mendorong anak-anaknya untuk terus sekolah. Nuraini saat ini tercatat sebagai mahasiswa semester IV di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNM. Selain sibuk kuliah dan mencari nafkah, Nuraini juga aktif berorganisasi dalam Perguruan Bela Diri Tapak Suci Muhammadiyah. Ia juga pernah ikut beberapa kejuaraan pencak silat.
Pada acara yang sama, Tim FKIP Unismuh Peduli juga memberikan satu unit sepeda motor untuk digunakan sebagai kendaraan operasional Nuraini. Bantuan motor tersebut diserahkan langsung Dekan FKIP Unismuh Erwin Akib PhD. “Landasan teologis yang membuat Muhammadiyah bergerak untuk membantu orang lemah, merujuk pada Alquran surah Al-Maun. Mu-
hammadiyah bangun panti asuhan, bangun rumah sakit, semangatnya mengamalkan surat Al-Maun,” papar Rektor Unismuh Makassar Prof Ambo Asse. Rektor juga berpesan agar Unimus tidak hanya tidak hanya memberikan bantuan pada kasus yang viral namun juga pada siapa saja yang membutuhkan. []APR
Mahasiswa UMJ Lolos Program Indonesian International Student Mobility Awards
foto mahasiswa UMJ di University of Sussex
T
iga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) berhasil lolos program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) yang digagas Kemendikbud Ristek. Salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada tahun 2021 ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari beberapa program studi di perguruan tinggi untuk menambah pengetahuan dan pengalaman praktis di universitas terkemuka di luar negeri. Mahasiswa UMJ yang berhasil lolos program IISMA tersebut, berasal
dari berbagai program studi yakni Alissa Zahrah (Arsitektur), Ranialda Hendri (Akuntansi), dan Hayuni Amailia (Keperawatan). Mereka berhasil lolos seleksi ke University of Sussex, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Universiti Putra Malaysia. Terdapat dua program yang diluncurkan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan pada tahun 2021 di antaranya yaitu IISMA yang dilakukan secara luring dan langsung terjun ke perguruan tinggi luar negeri yang dituju. “Pada tahun ajaran 2021/2022 ter-
dapat 98 perguruan tinggi di Indonesia yang mengikuti program IISMA 2021,” ucap Junaidi selaku Ketua Subpokja IISMA Kemendikbud Ristek. Mahasiswa yang mengikuti program perlu melewati proses seleksi dengan menyertakan score TOEFL atau IELTS yang cukup mahasiswa harus mengikuti seleksi wawancara. Alissa Zahrah salah satu mahasiswa UMJ yang telah kembali dari United Kingdom (UK) mengatakan banyak ilmu yang diperoleh sepulangnya mengikuti program baik mengenai pendidikan dan sosio culture di Inggris. “Kuliah di Inggris lebih informal dan santai, mahasiswa bebas bertanya di kelas dari mata kuliah sampai kehidupan pribadi. Hal ini membuat mahasiswa nyaman belajar karena cukup dekat dengan pengajar dan tenaga administratif disana,” paparnya. Endang Zakaria, Kepala Kantor Kerja Sama dan Urusan Internasional (KUI) memaparkan peluang mahasiswa UMJ untuk mengikuti program IISMA sangat besar. Namun Mahasiswa perlu memperkuat kemampuan bahasa Inggrisnya karena seleksi yang dilakukan Kemendikbud Ristek sangat ketat. “Setidaknya mahasiswa menyiapkan score TOEFL 550 dan IELTS 6.0 sesuai syarat mengikuti program,” pesannya. []APR
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM 33
WARTA PTM
Kronik
UM Surabaya Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru
Matana UM Surabaya dalam tenda darurat di Pronojiwo, Lumajang.
M
ahasiswa Tanggap Bencana (Matana) UM Surabaya memberi bantuan pendidikan pada lokasi terdampak bencana akibat erupsi Gunung Semeru di Pronojiwo, Lumajang, Desember lalu. Bencana erupsi
mengakibatkan kerugian satu sekolah rusak berat, lima sekolah rusak ringan, dan 19 lainnya terdampak debu. Lailatun Ni’mah dan Kumala Sari, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar (PGSD) UM Surabaya,
menyatakan bersyukur atas tawaran yang diberikan untuk mengajar di lokasi terdampak. Kami mengajar dan memberikan motivasi di SD 02 Supiturang, Pronojiwo Lumajang. Salah satu hal yang memotivasi saya semangat mengajar adalah siswa-siswi yang selalu semangat dan meminta saya untuk mengajar setiap hari,” terang Lailatun salah satu tim Matana yang mengajar 105 siswa di tenda darurat pendidikan milik Kemendikbud-Ristek, Senin (10/01). Kepala LPPM UM Surabaya Dede Nasrullah mengatakan bahwa kehadiran tim dari Matana mengisi kebutuhan yang penting di lokasi terdampak bencana sesuai permintaan Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana PWM Jawa Timur. “Lailatun dan Kumala akan ditugaskan selama satu bulan penuh, terhitung 10 Januari di pos pelayanan MDMC PWM Jawa Timur yang terletak di Pronojiwo Lumajang. Selain berbagi ilmu, saya berharap keduanya dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan dapat mengambil pelajaran di setiap kejadian di lokasi bencana,” tandas Dede. [] RAS
Sebanyak 15 Mahasiswa Unisa Bandung Raih Beasiswa JFLS dan RMP Sebanyak 15 mahasiswa Unisa Bandung meraih beasiswa Jabar Future Leaders Scholarship dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Beasiswa Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) dari Pemerintah Kota Bandung. Plt Wakil Rektor I Unisa Bandung, Perla Yualita SPd MPd didampingi Kepala Bagian Kemahasiswaan, Hendra Gunawan SPd MKM menerima beasiswa tersebut di Meeting Room Kampus I Unisa Bandung. “Beasiswa JFLS besarannya yakni delapan juta per mahasiswa per tahun dan beasiswa RMP besarannya adalah tiga juta lima ratus per mahasiswa per
34 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
Salah satu mahasiswa Unisa peraih beasiswa.
tahun,” ujar Hendra. Ia juga menyampaikan harapannya agar beasiswa yang diterima Rabu (22/12) lalu tersebut tidak hanya dapat membantu biaya kuliah sebanyak 15 mahasiswa saja, tetapi juga dapat memotivasi mahasiswa un-
tuk meningkatkan prestasi dan dapat berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara. Salah satu mahasiswa Unisa Bandung penerima Beasiswa JFLS, Fikri Nurul Padhli mengaku bahwa program
beasiswa ini sangat membantunya untuk berkuliah. “Saya harap program ini terus ada setiap tahunnya guna membantu masyarakat jabar tetap berkarya dan semangat meraih cita-citanya,” ucap Fikri. [] RAS
Pembelajaran Berbasis Online ala Mahasiswa Tadris Matematika IAIM Sinjai
Dokumentasi usai pelaksanaan workshop IAIM Sinjai.
Mahasiswa Prodi Tadris Matematika IAIM Sinjai melaksanakan workshop Media Pembelajaran Berbasis Online di MTs dan MA Darul Hikmah Lenggo-Lenggo, Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur. Turut hadir
guru dari dua MTs dan MTA, Irmayanti SPd MPd, dosen Tadris Matematika dan mahasiswa. Para mahasiswa membawakan materi tentang penggunaan Aplikasi Quizizz untuk diterapkan oleh bapak-ibu guru kedua MTs-MTA.
UMMI dan PP Muhammadiyah Bahas Islam Moderasi
U
M Sukabumi (UMMI) menyelenggarakan seminar nasional “Moderasi Islam Berkemajuan dalam Bingkai Indonesia” bekerja sama dengan PP Muhammadiyah. Turut ha-
dir Wakil Ketua PWM Jawa Barat, Ketua PDM Sukabumi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur beserta jajaran, dan sivitas akademika UMMI. Rektor Ummi, Dr Sakti Alamsyah MPd,
Kegiatan ini menjadi bagian dari mata kuliah workshop Pembelajaran Prodi Matematika dan penerapan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) mengenai pemberian pendampingan pembelajaran berbasis online. Kepala Sekolah MA Darul Hikmah Lenggo-Lenggo, Halimah Husain SAg MPd memberi apresiasi atas kegiatan ini. Ia berterima kasih kepada para mahasiswa dan dosen pembimbing. “Materi ini akan membantu kami dalam proses pembelajaran dengan aplikasi ini,” ujarnya, Jumat (7/1). Pada pelaksanaan kegiatan, satu kelas terbagi ke dalam tiga kelompok dan setiap kelompok melakukan pendampingan ke guru-guru mengenai media pembelajaran online. Irmayanti memberikan ucapan terima kasih kepada pihak madrasah sebab para mahasiswa bimbingannya telah mendapatkan ruang untuk berbagi ilmu tentang penggunaan media dalam pembelajaran berbasis online. [] RAS
berharap dalam sambutannya agar seminar ini mampu menghasilkan rumusan-rumusan masalah sekaligus penyelesaian atas persoalan-persoalan tersebut. “Sebab, permasalahan ditengah masyarakat hendaknya menjadi keresahan kita bersama,” tegasnya. Sebanyak tiga narasumber mengisi seminar nasional tersebut, di antaranya Risal Fadillah SH, Wakil Ketua Pimpin-
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM 35
WARTA PTM
Kronik an Wilayah Jawa Barat; Dr Dadang Syarifudin MA, Ketua Pimpinan Wilayah Jawa Barat; Yana Fajar Basori MSi, dosen Fakultas Ilmu Administrasi dan Humaniora UMMI; dan Dr R Deni Danial MM, dosen Fakultas Ilmu Administrasi dan Humaniora UMMI. “Bagi Muhammadiyah, isu ini bukanlah isu yang baru, sebab pada dasarnya kita tidak mengikuti Barat dan kita tidak mengikuti Timur, tetapi mengikuti Nabi Muhammad Saw,” ujar dalam pidato pembukanya Ketua PPM Prof Dr Dadang Kahmad. Risal Fadhillah mengatakan bahwa Islam moderasi adalah Islam yang lazim, pemahaman mudah, nyaman, menenangkan, maslahat, dan universal. “Memahami moderasi berarti sekuler. Agama yang bisa kita lakukan pemilahan antara urusan agama dan nonagama,” ujarnya pada Rabu (15/12) lalu. [] RAS
B
eberapa mahasiswa UM Palopo tergabung dalam keberangkatan rombongan kontingen Pra-Pekan Olahraga Provinsi (Pra-PORProv) yang berlaga untuk memperebutkan tiket menuju PORProv XVII 2022 mendatang. Keberangkatan rombongan tersebut bermula dari titik berangkat di kantor KONI, Kota Palopo menuju Kota Makassar. Ketua Komisi Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Palopo, Hairul Salim SP melepas rombongan dengan nama cabang olahraga Anggar Kota Palopo (IKASI) Palopo tersebut. Ketua Cabor IKASI Kota Palopo, Suhandra ‘Ellunk’ Makkassau, turut membersamai pelepasan keberangkatan tersebut. Ia berharap semuanya dapat berusaha dengan maksimal supaya hasilnya sesuai dengan harapan. Ia juga menyampaikan komitmen untuk memberi hadiah bagi personalia dalam kontingen yang lolos PORProv XVII 2022. “Insya Allah, kalau lolos PORProv, dari kami akan memberikan hadiah,” ujarnya.
Dokumentasi usai Semnas UMMI dan PPM.
UM Palopo Turut Kirim Peserta dalam Pra-POR Prov XVII
Rombongan Cabor Anggar Kota Palopo (IKASI) Palopo.
Rombongan tersebut sejumlah 12 orang, dengan 4 orang di antaranya adalah mahasiswa UM Palopo, 1 orang pelatih official dan 7 orang atlet lain.
UM Gresik Adakan Lokakarya Sinergikan Antar-Ormawa 36 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
Kontingen akan berlaga dalam Pra-POR Provinsi yang terlaksana pada Jumat (17/12) hingga Ahad (19/12). [] RAS
B
iro Admisi dan Humas UM Gresik menggelar workshop “Managing Social Media” bersama dengan Divisi Kehumasan HMJ, UKM, BEM, DPM, dan IMM di Hall Sang Pencerah Lt 8. Hadir dalam workshop ini Wakil Rek-
tor III UMG, Suwarno SE MSi; Kepala Biro Admisi dan Humas, Abdurrahman Faris Indriya SE MSM; Kepala Bagian Minat Bakat dan Ormawa, Hidayat ST MT; dan Kepala Bagian Humas, Dwi Faqihatus Sy Has MEpid sebagai pengarah teknis. Zainal Arifin, Founder Mata Digital Indonesia sekaligus anggota Majelis Pustaka dan Informasi PDM Gresik menjadi pemateri dalam workshop ini. Abdurrahman Faris mengatakan dalam sambutannya bahwa peran Divisi Humas Ormawa sangat penting dalam mengintegrasikan informasi dalam Prodi dan UKM untuk dibagikan ke dalam sosial media UMG. “Tujuannya adalah tersebarnya informasi yang relevan dan terkini. Ke depannya, akan lebih baik apabila ada keseragaman template di tiap postingan ormawa,” tambahnya. Suwarno menambahkan bahwa hal itu akan menjadi salah satu poin penting dalam mewujudkan sinergitas antara
U
M Prof DR HAMKA (UHAMKA) selenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Proposal untuk menunjang pemberian hibah pengabdian masyarakat Kemendikbud-Ristek pendanaan 2022. Sebanyak kurang lebih 20 dosen hadir memenuhi Ruang Mini Teater 1, Lt 3, Gedung FEB UHAMKA bersama Ketua LPPM UHAMKA, Ghufron Amirullah. Prof Yus Mochamad Cholily menjadi narasumber dengan tema “Bedah Panduan XIII Revisi”.
Dokumentasi usai Bimtek Penyusunan Proposal UHAMKA.
Pelaksanaan workshop UM Gresik.
Humas Ormawa dengan Humas UMG. Zainal Arifin mengatakan bahwa inti dari managing social media adalah istiqomah, perencanaan yang matang, adanya timeline atau editorial plan, melakukan riset, dan mengunggah konten
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu para dosen melalui pembimbingan dan pelatihan dalam menyusun proposal pengabdian masyarakat di UHAMKA. Ghufron Amirullah memaparkan bahwa perlu ada pembinaan dosen untuk meningkatkan pengetahuan mereka. “LPPM UHAMKA telah memiliki relasi yang baik dengan beberapa desa mitra di luar sana sehingga dapat membantu para dosen yang akan melakukan pengabdian,” ujarnya. UHAMKA telah memiliki sekitar enam desa mitra.
yang relevan. “Selain pengetahuan soal manajemen media sosial, hal yang penting lainnya adalah sikap bermedia sosial yang baik dan mendapatkan banyak subscriber atau followers,” tutupnya pada Senin (27/12) lalu. [] RAS
Bimtek UHAMKA Akselerasikan Penelitian Hibah Dosen Prof Yus Mochamad Cholily mengatakan, akan ada sebelas kelompok pengabdian yang terbagi menjadi tiga kelompok, yakni kemasyarakatan, kewilayahan, dan kewirausahaan. “Nantinya, akan ada program lain dalam setiap kelompok,” tutur Prof Yus Mochamad Cholily pada Jumat (24/12) lalu. Kemasyarakatan mendukung program kemitraan masyarakat, kewilayahan mendukung program masyarakat unggulan; kewirausahaan mendukung pengembangan kewirausahaan dan pengembangan produk. [] RAS
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM 37
WARTA PTM
Kronik
Pelatihan Aiska Dorong Reformasi Metode Mengajar Dosen
ningkatkan pembelajarannya, misalnya menjadi lebih inovatif dan mengubah pembelajaran baik metode maupun media. “Hal ini akan membantu meningkatkan pemahaman mahasiswa atas suatu pembelajaran,” tambahnya. Lokakarya ini menjadi wujud implementasi penyelenggaraan pembelajaran saja, mendorong dosen-dosen agar inovatif dan kolaboratif, dan mengusung semangat digitalisasi kampus.
Lokakarya diselenggarakan selama dua hari pada Selasa (28/12) dan Rabu (29/12). Tujuan dari lokakarya ini ialah meningkatkan pembelajaran dengan hasil output berkualitas dan unggul dan menunjukkan komitmen Aiska untuk menyelenggarakan pendidikan unggul dan berkemajuan. Pelatihan ini menjadi bentuk interpretasi dari indikator Kerja Utama poin ketujuh program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. [] RAS
U
niversitas ‘Aisyiyah Surakarta (Aiska) menyelenggarakan lokakarya untuk menunjang kegiatan pembelajaran berjudul Workshop Implementasi Metode Pembelajaran Case Method dan Team Based Project dan Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif. Lokakarya ini mendatangkan Drs Ahmad MPd PhD dan Lahan Adi P MKom dari UM Purwokerto. Rektor Aiska, Riyani Wulandari SKepNs MKep membuka kegiatan tersebut. Endah Sri Wahyuni, Ketua Pelaksana Kegiatan, berharap agar pelatihan ini mampu membuat dosen untuk me-
Dokumentasi lokakarya penunjang kegiatan pembelajaran Aiska.
UNIMMA Jalin Kerja Sama Internasional dengan Perguruan Tinggi Taiwan
U
Prosesi MoU kerja sama dengan NTUNHS, Taiwan.
38 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
NIMMA menjalin kerja sama dengan National Taipei University of Nursing and Health Sciences (NTUNHS) melalui Taiwan-Indonesia Healthcare Education Center (TIHEC) bersama dengan 10 PTMA lainnya. Kedua pihak menandatangani memorandum of understanding (MoU) secara virtual. Pihak UNIMMA adalah Dr Lilik Andriyani SE MSi, Rektor UNIMMA bersama Dr Hen Setyo ER SKp MKes, Dekan Fakultas ILmu Kesehatan (FIKES) UNIMMA, sementara pihak NTUNHS adalah Prof Shu-Fang Wu PhD.
Kerja sama di antara kedua pihak adalah bidang akademik, di antaranya pertukaran mahasiswa dan dosen, serta kolaborasi pelatihan mahasiswa dan dosen, pengadaan kegiatan berupa workshop dan seminar, bidang penelitian seperti penulisan jurnal, serta kegiatan pendukung lainnya. Rektor UNIMMA menyambut baik bahwa UNIMMA akan
terus berkolaborasi dengan perguruan tinggi internasional. “Dengan penandatanganan MoU ini, UNIMMA semakin memantapkan diri untuk mencetak lulusan yang dapat berdaya saing internasional,” tutur Dr Lilik pada Jumat (10/12). Dekan FIKES sendiri mengungkapkan kerja sama yang UNIMMA jalin
tersebut bukanlah hal yang pertama dilakukan oleh UNIMMA. “Sebenarnya UNIMMA, khususnya FIKES sudah beberapa tahun bekerja sama dengan NTUNHS, namun kontrak habis. Semoga di tahun ini bisa diperpanjang dan dapat bersinergi lebih baik lagi,” ujarnya Dr Hen Setyo. [] RAS
Bazar Kewirausahaan Dorong Entrepreneurship Mahasiswa UMKO
Pelaksanaan bazar kewirausahaan UMKO
U
M Kotabumi (UMKO) menggelar bazar Mata Kuliah Kewirausahaan sebagai kegiatan rutin dari implementasi praktik bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah wajib tersebut. Sebanyak tujuh prodi dari tiga fakultas UMKO mengikuti penyelenggaraan bazar di FKIP UMKO, di antaranya prodi pendidikan Matematika, prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, prodi Pendidikan Bahasa Inggris dari FKIP; prodi Agribisnis, prodi Agroteknologi, dan prodi NTPT dari
FPP; serta prodi Sistem dan Teknologi Informasi dari FTIK. Dewi Ratnaningsih MPd, dosen Matkul Kewirausahaan menegaskan bahwa kreativitas dan inovasi menjadi hal yang penting di kalangan mahasiswa, salah satunya melalui keberanian untuk menciptakan produk yang memiliki nilai jual. “Maka dari itu bazar ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk bisa mengembangkan diri dengan menjadi seorang wirausaha agar mereka memiliki jiwa kompetensi dalam hal
tersebut,” ujarnya pada Kamis (23/12). Dewi mengatakan bahwa kriteria penilaian dalam penyelenggaraan bazar tersebut adalah kreativitas, inovasi, kebersihan stand, dan kerja sama tim. “Nilai tampilan barang atau produk yang dijual baru menjadi indikator setelah itu,” tambahnya. Penilaian dilakukan oleh semua dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan dengan mengelilingi stand dan mencicipi produk makanan dan minuman pada saat bazar berlangsung. [] RAS
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM 39
Dosen Berprestasi WARTA PTM
Best Practice Guru Besar Termuda di PTMA
Dosen Harus Punya Career Planning jadi Guru Besar dan berhasil mendapatkan gelar tersebut dengan masa kerja hanya 11 tahun. Menyandang sebagai GB termuda tidak membuat Prof Muji puas akan ilmu. Saat ini ia kembali aktif kuliah di UM Yogyakarta dengan mengambil profesi insinyur. “Walaupun saya sudah selesai S-3 saat ini, saya tetap kuliah lagi dan mengambil Program Profesi Insinyur di UMY untuk belajar lagi meningkatkan pengalaman dan teman,” paparnya. Bersama Warta PTM, Prof Muji menceritakan awal mula perjalanannya menjadi akademisi hingga tips dan trik sebagai Guru Besar Termuda di PTMA. Jadi Pribadi yang Bermanfaat “Saya ingin menjadi pribadi yang bermanfaat bagi yang lainnya,” begitu prinsipnya seolah mencerminkan salah satu hadits yang menyebutkan “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”. Motivasi ini ia bangun agar dapat memberikan kontribusi yang lebih banyak pada dunia saintifik dan juga kepada masyarakat. Begitu Pula perannya sebagai seorang dosen yang ia terapkan pada penelitian dan riset yang digunakan pada materi ajar sehingga dapat mentransfer pengalaman otentik pada mahasiswanya. “Saya menulis artikel dari riset-riset saya agar penelitian yang saya lakukan bersama tim dapat dinikmati oleh masyarakat dalam bentuk pengetahuan baru dan dapat mendorong adanya riset
Prof Dr Muji Setiyo, ST MT
“
Awal kuliah, saya tidak pernah terpikirkan menjadi seorang pendidik, guru pun tidak, apalagi dosen. Karena pada saat itu saya memiliki bengkel kecil dan bertujuan untuk mengembangkan bengkel tersebut saja,” begitu papar Prof Dr Muji Setiyo, ST MT, mengawali kisahnya sebagai Do-
40 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
sen Prodi Studi Mesin Otomotif UM Magelang (UNIMMA) yang berhasil memperoleh gelar Guru Besar Termuda di Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) pada tahun 2021 hingga saat ini. Menginjak tepat di usia 38 tahun, bapak tiga orang anak ini tercatat sebagai profesor ketiga UNIMMA
“Kunci Sukses Dosen PTMA itu sebenarnya ada di Career Planning”
lanjutan,” begitu paparnya. Tidak hanya itu, Prof Muji juga aktif dalam program pengabdian masyarakat di beberapa daerah binaan di Temanggung dan Magelang. Kecintaannya terhadap penelitian dan pengabdian masyarakat memang menjadi penguat utama bagaimana Prof Muji terus giat menjadi pejuang akademisi. Tak heran, ia kerap disodorkan berbagai amanah dan kepercayaan, di antaranya menjadi Ketua LPPM UNIMMA, Fasilitator Publikasi untuk membantu Kementerian, Tim Advokasi Jurnal LLDIKTI 6, Divisi Publikasi di Konsorsium LPPM PTMA Indonesia, sebagai editor jurnal terindeks scopus dan masih banyak amanah lainnya. Pembagian Waktu Prof Muji membenarkan bahwa dalam menyelesaikan amanah tidak hanya apik dalam membagi waktu namun juga perlu memiliki metode kerja yang baik. “Kita diberikan jatah waktu yang sama 24 jam dengan kekuatan tubuh yang sebenarnya relatif sama, namun yang berbeda adalah bagaimana metode kerjanya,” begitu tegasnya. Metode ini tidak serta merta ia dapatkan, dibutuhkan jam terbang dan latihan yang terus ia ulang sejak dahulu sehingga dapat menjadi ritme yang baik dalam menyelesaikan tugas dan amanah yang ia emban. “Contoh real pada saat awal menulis artikel atau paper, saya membutuhkan waktu berbulan-bulan namun karena terus berlatih waktu kerja tersebut dapat dipangkas,” paparnya. Tidak hanya itu, ia juga kerap terbiasa dalam menargetkan hal apa saja yang harus ia lakukan setiap harinya. Hal ini berimplikasi agar pembagian waktu dan pekerjaan yang ia lakukan dapat terinci dan selesai dan lebih efisien. Pentingnya Career Planning “Sebenarnya kunci sukses dosen PTMA itu ada di career planning,” tegas Prof Muji saat diberikan pertanyaan bagaimana tips dan trik menjadi guru besar. Kebanyakan visi yang terbentuk hanya pada tingkat universitas, fakultas,
“Dosen muda yang tengah merencanakan ke guru besar harus memiliki Career planning. Career Planning ini akan menjadi pemandu dalam bekerja, sehingga kerja yang dilakukan ukurannya lebih terarah” dan prodi, namun jarang sekali dosen memiliki visi pribadi atau sebuah career planning. “Jika ada kebijakan khusus bahwa semua dosen PTMA harus punya visi misalnya menjadi guru besar tahun 2030 atau pada masa kerja 15 tahun dan visi ini diturunkan pada program kerja real pada bidang inovasi pembelajaran, riset yang menghasilkan output, pengabdian yang berorientasi mitra dan AIK serta mengadvokasi mahasiswa dan dibagi tiap tahun, maka PTMA akan menjadi sangat kuat,” paparnya dengan semangat. Career planning, ungkapnya dapat memudahkan kerja yang terarah, hemat dari sisi anggaran, kerja dengan tetap sasaran, akreditasi unggul, dan terpenting yaitu dosen memiliki perencanaan yang baik. Visi dosen harus terkorelasi dengan visi di fakultas juga universitas. “Pada saat saya masuk S-3 saya sudah menentukan bagaimana langkah kedepannya, riset yang bagaimana, lalu memahami pedoman angka kredit, apa yang harus saya lakukan menjadi dosen, di situ kuncinya,” tandasnya. Ia juga
menegaskan agar dosen paham dan hafal pedoman operasional angka kredit, bukan berarti mencari kredit semata namun dosen yang memahami angka kredit ini akan paham pula efek yang didapatkan ketika melaksanakan tri dharma dengan baik. Guru Besar Perlu Artikel yang Berbobot Menjadi guru besar itu tidak semata menghitung angka kredit mencapai 850 karena jika itu yang dituju maka akan menjadi mudah. Hal yang penting adalah artikel atau substansi sebagai identitas kepakaran seorang dosen yang juga harus berbobot. “Artikel yang kita tulis harus mampu mengambil hati editor internasional bereputasi tinggi sehingga artikel kita dapat diterbitkan di jurnal kuartil yang lebih tinggi,” pesannya. Artikel yang berbobot tersebut tentu akan mewakili identitas keilmuan. Artikel juga harus ditulis sendiri, dari riset yang dipimpin sendiri, sehingga ada kepuasan di sana. Dapat disimpulkan bahwa dua hal penting selain kecukupan angka kredit yaitu adanya bobot ilmiah dari artikel yang digunakan sebagai persyaratan khusus. Ia juga berpesan agar PTMA dapat memiliki instrumen baku yang disebut dengan evaluasi kinerja akademik dosen. “Banyak orang yang sudah bekerja 10 tahun, namun pengalaman kerjanya hanya 1 kali diulang 10 kali. Stigma tersebut yang harus dihilangkan. Jika bekerja 10 tahun pengalaman juga harus meningkat 10 kali,” paparnya. Kedepannya, ia menargetkan agar dapat mendorong dan membantu dosen di PTMA untuk menjadi guru besar. “Dengan begitu, upaya yang saya lakukan yaitu mengembangkan jurnal yang terindeks scopus. Jika saya mengelola lebih banyak lagi dan terindeks scopus maka dapat digunakan oleh rekan di PTMA sebagai persyaratan khusus untuk mencapai ke guru besar,” begitu papar dosen yang pernah mengikuti program short course Vocational Education (SCVE) di Technische Universitat Dresden, Jerman tersebut. []APR
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM 41
WARTA PTM
Profil PTM
Metamorfosis Universitas Pertama di Enrekang
“
Perubahan STKIP Muh Enrekang menjadi sebuah universitas merupakan langkah konkret untuk memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Enrekang. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak baik dari internal maupun eksternal Muhammadiyah,” papar Drs Yunus Busa MSi Rektor UM Enrekang saat menceritakan metamorfosis kampus yang ia pimpin. Tepat 47 tahun STKIP Muh Enrekang berdiri, pada Februari 2020 kampus yang berpijak di Bumi Massenrempulu ini resmi menjadi Universitas pertama di Kabupaten Enrekang. “Awalnya, kami hanya memiliki satu jurusan yakni Pendidikan Luar Sekolah (PLS) pada tahun 1973, kemudian tahun 2015
42 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
jadi lima jurusan yakni PLS, Bimbingan Konseling (BK), Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika dan PGSD,” lanjutnya. Hingga saat diturunkannya Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia nomor: 300/M/2020, UM Enrekang mantap mengelola sembilan jurusan yakni Pendidikan Nonformal, BK, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, PGSD dan empat jurusan baru yakni Teknik Sipil, Perpustakaan dan Sains Informasi, Agroteknologi dan Bio Kewirausahaan. Berhasil Cetak Rekor MURI Adanya Covid-19 tidak menyurutkan semangat UNIMEN dalam mengi-
barkan pilar pendidikan. “Pandemi saat ini memaksa kita sebagai pengajar untuk dapat menyampaikan materi dalam berbagai media seperti presentasi, video, media interaktif, atau android,” begitu papar Agusriandi, Dosen UNIMEN. Alhasil, adaptasi proses pembelajaran tatap muka yang berganti via daring justru mendorong UNIMEN untuk meraih prestasi. “UNIMEN berhasil meraih Rekor MURI sebagai Universitas yang menggelar Pembuatan Media Pembelajaran secara Daring oleh Sivitas Akademika Terbanyak,” papar Yunus menambahkan. Peserta bimtek yang awalnya hanya ditargetkan sebanyak 1.000 peserta melonjak jauh hingga diikuti sebanyak 6.692 peserta. Tak disangka,
program yang awalnya menjadi bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meraih tanggapan luar biasa. “Ini bukan kegiatan pengabdian seperti biasa. Sebagai akademisi dan tenaga IT, kami bertanggung jawab untuk memberikan pengetahuan mengenai cara membuat media pembelajaran daring yang menarik,” papar Agusriandi selaku Ketua Penyelenggaraan Bimtek. Prestasi lain juga turut diraih UNIMEN yaitu berhasil masuk 110 PTS dengan kinerja penelitian terbaik di Indonesia dan berhak atas hibah Rp 1,3 M. Adanya prestasi mahasiswa seperti juara 2 Lomba Media Pembelajaran Video Tingkat Nasional, Juara 2 Lomba Media Pembelajaran Kategori Media Android, Juara Harapan 3 Lomba Media Pembelajaran Kategori Media Video, dan lainnya. Ciptakan Kabinet Handal “Langkah awal kami adalah bangun solidaritas SDM,” papar Yunus menceritakan peran kekompakan kabinetnya. Paham akan hal tersebut, Yunus kerap memfasilitasi para dosen untuk melanjutkan jenjang pendidikan di berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar Indonesia. Saat ini, jumlah dosen yang sudah S-3 adalah empat orang dan menyusul dosen yang melanjutkan program S-3 sebanyak 23 orang. Kualitas dan kekuatan tim bagi Yunus mengambil peran sangat strategis dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi. Dengan menjunjung prinsip kolektif kolegial, Yunus yakin betul tim yang dipimpinnya sudah paham menangani asas kebutuhan UNIMEN. “Dengan begitu, tim ini mampu merencanakan, membuat, melaksanakan, dan mengevaluasi program berdasarkan orientasi memajukan dan mengembangkan UNIMEN ke depannya,” papar Rektor yang menjabat hingga 2024 tersebut. Guna menyatukan persepsi, UNIMEN juga kerap mengadakan Baitul Arqom (BA) pimpinan dan dosen dengan tujuan sebagai bentuk pembinaan yang berorientasi pada pembinaan ideologi keislaman dan kepemimpinan serta pene-
guhan ideologi Muhammadiyah. Selain menanamkan nilai-nilai Kemuhammadiyahan dan Refleksi Perjuangan para Tokoh Muhammadiyah, BA juga menjadi bagian dari kontemplasi masyarakat kampus dalam menjalankan amanah di amal usaha, peningkatan SDM, Etos Kerja KH Ahmad Dahlan, dan culture Muhammadiyah menjadi spirit bagi warga Muhammadiyah untuk senantiasa berfastabiqul Khairat. “Baitul Arqam menjadi menjadi Refleksi untuk menyongsong UNIMEN yang lebih Baik, Unggul, dan Islami,” lanjutnya. Wujudkan Kerja Sama Internasional Sekarang merupakan zaman kolaborasi, sinergi, dan kerja sama sehingga kerja sama regional maupun internasional adalah keniscayaan bagi kemajuan perguruan tinggi. “Sehingga kami turut merintis, mengembangkan, dan menguatkan kerja sama regional, nasional, dan internasional dengan sebanyak mungkin pihak,” paparnya. Kerja sama dilakukan baik pada tingkat PTS, PTN, juga pada level pemerintah dan lain sebagainya. Awal tahun lalu misalnya, Bupati Enrekang menggandeng UNIMEN dalam penandatanganan kerja sama dengan Universitas Belanda pada proyek pengembangan Digital Farmer Field School (DFFS). UNIMEN juga membentuk
Pusat Studi (Research Center) Komunikasi, Sosial Ekologi, Pembelajaran, dan Lingkungan Berkelanjutan Communication Social Ecological Learning Sustainable Environmental (CoSeLSe) sebagai wujud mendukung kerja sama. Dalam mendukung mahasiswanya pada ranah global, UNIMEN juga mengadakan magang dan KKN Internasional hasil dari kerja sama dengan Private Schools at Special Zone Association of Songkhla-Thailand, Krabi Islamic Private School Association Thailand, dan Association of the Private School Confederation of Southern Thailand serta telah memberangkatkan mahasiswanya berturut-turut sejak tahun 2018. Ikhtiar tersebut papar Yunus merupakan upaya untuk mewujudkan target UNIMEN menjadi perguruan tinggi yang dipercaya oleh masyarakat dalam membangun dan mencetak SDM sesuai dengan tagline-nya “Unggul, Islami, dan Entrepreneurship”. Unggul yang dilakukan secara bertahap baik pada jenjang nasional hingga internasional. “Unggul di kawasan regional Ajatappareng, Unggul di Provinsi Sulawesi Selatan, Unggul di kawasan timur Indonesia, Unggul secara Nasional, dan go-Internasional, yang diawali dengan penguatan tata kelola institusi,” paparnya optimis. []APR
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM 43
WARTA PTM
Profil PTM
(Wawancara Rektor)
Wawancara Bersama Drs Yunus Busa MSi Rektor Universitas Muhammadiyah Enrekang
Keikhlasan sebagai Seorang Pemimpin
“
Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” Begitu hadist dari H.R Bukhari yang menjadi pengantar kisah kepemimpinan Drs Yunus Busa MSi Rektor yang memimpin Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN). Dedikasi yang diberikan Drs Yunus untuk pengembangan UM Enrekang memang patut diacungi jempol. Hal ini dapat dilihat dari kepercayaan dan amanah yang ia emban sebagai Ketua STKIP Muh Enrekang sejak 2011 sampai 2020 dan berlanjut lagi menjadi Rektor pertama di UNIMEN. “Tentu semuanya diawali dari niat yang tulus dan ikhlas dengan langkah awal membangun solidaritas internal, penguatan SDM, berkomitmen memperluDrs Yunus Busa MSi as jaringan dan melakukan kerja sama pada catur dharma PTMA,” Strategi kepemimpinan seperti apa begitu paparnya. Kerja keras menja- yang bapak terapkan dalam memimpin di kata kunci yang ia lakukan bersama UNIMEN? Kepemimpinan menurut saya tim dalam pembentukan UM Enrekang. Diawali dengan pembentukan prodi merupakan salah satu aspek yang penbaru kemudian perubahan bentuk dari ting, karena tidak akan berjalan suatu STKIP Muh Enrekang menjadi UNI- sistem dengan baik jika kepemimpinMEN, adanya formulasi baru terhadap an yang diterapkan juga tidak efektif. peningkatan SDM baik dosen maupun Dengan begitu, kami menerapkan ketendik, dan didukung oleh infrastruk- pemimpinan partisipatif (participative), tur yang memadai. Bersama tim Warta di mana setiap pengambilan keputusan PTM, Drs Yunus Busa MSi juga mema- tentu meminta dan mempertimbangparkan bagaimana upaya yang ia laku- kan saran-saran dari para bawahan kan untuk perubahan STKIP Muh En- sehingga pengambilan keputusan atau rekang menjadi UM Enrekang serta te- kebijakan tidak sepihak. Kepemimpinrobosan dalam menghadapi tantangan an dengan model partisipatif ini memudahkan kami untuk saling bertuuntuk mengembangkan UM Enrekang.
44 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
kar pikiran, saran, serta ide dalam pemecahan masalah dan pembuatan keputusan. Kepemimpinan model ini juga membutuhkan adanya komunikasi dua arah yang baik. Selain itu, kami juga menerapkan strategi kolektif kolegial bukan parsial dan juga menggunakan tipe kepemimpinan transformasional. Kepemimpinan ini sangat penting untuk mendorong seluruh komponen organisasi dan pemimpinnya untuk bersinergi dalam pengembangan lembaga. Menurut bapak, nilai apa yang harus diterapkan guna menjadi pemimpin yang berhasil? Bekerja termasuk menjadi pemimpin adalah ibadah, sehingga senantiasa berupaya mencontoh dan meneladani Rasulullah Muhammad SAW. Kepemimpinan Nabi patut dan harus menjadi contoh serta role model oleh setiap pemimpin PTMA. Sebagai seorang pemimpin dalam hal ini berupaya melakoni seluruh aktivitas dengan penuh keikhlasan untuk “menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya” yang dibarengi dengan kerja cerdas, kerja keras, dan kerja tuntas. Itulah kata kunci untuk menjadi pemimpin yang berhasil. Hal apa yang menjadi kekuatan bapak dalam mengemban amanah sebagai rektor UNIMEN? Sejujurnya kekuatan saya dalam menjalankan amanah adalah landasan
kan program S-3 adalah 23 orang. Kami dan seluruh sivitas akademika UNIMEN mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, baik internal Muhammadiyah mulai dari pusat sampai ke daerah, serta pihak eksternal termasuk pemerintah pusat sampai daerah, terutama Pemerintah Kabupaten Enrekang secara khusus, dalam hal ini Bupati Enrekang Bapak Drs H Muslimin Bando MPd yang begitu antusias membantu dan banyak mendukung pengembangan dan kemajuan UNIMEN khususnya dalam kemajuan kualitas internal/SDM.
Baitul Arqam UM Enrekang Perkuat Ideologi Muhammadiyah
teologi QS. Ali ‘Imran ayat 114 yaitu “Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir, menyuruh berbuat yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera (mengerjakan) berbagai kebajikan. Mereka itu termasuk orang-orang yang saleh”. Selain itu, dalam mengemban amanah ini salah satu kekuatan saya yaitu mengingat kembali gairah perjuangan KH Ahmad Dahlan dan para tokoh Muhammadiyah lainnya. Dasar perjuangan KH Ahmad Dahlan ini sebenarnya menjadi dasar kekuatan kita dalam Muhammadiyah. Kekuatan ini pula yang membuat Muhammadiyah dengan lembaga pendidikannya mampu bertahan selama satu abad lebih lamanya.
Bagaimanakah kerja keras dan terobosan-terobosan yang telah dilakukan untuk mencapai prestasi? Lahirnya prestasi juga berkorelasi dengan SDM yang baik dan mumpuni. Sedangkan SDM yang berkualitas dapat lahir dari jenjang studi yang mendukung pula. Sehingga UNIMEN juga sangat mendukung dan memfasilitasi para dosen untuk lanjut studi di berbagai perguruan di Indonesia. Saat ini, jumlah dosen yang sudah S-3 adalah empat orang dan sementara melanjut-
Apa sajakah target dan harapan bapak untuk UNIMEN ke depannya? Targetnya yaitu UNIMEN menjadi perguruan tinggi yang dipercaya oleh masyarakat dalam membangun dan mencetak SDM yang unggul, islami, dan entrepreneurship yang merupakan tagline UNIMEN. Harapannya uUnggul secara bertahap yang dituangkan pada milestone UNIMEN, yaitu unggul di kawasan regional Ajatappareng, unggul di Provinsi Sulawesi Selatan, unggul di kawasan timur Indonesia, unggul secara nasional, dan go international, yang diawali dengan penguatan tata kelola institusi. [] APR
Melihat pentingnya SDM dalam sebuah lembaga, seberapa penting peran internal tim dalam membangun UNIMEN? Kekuatan tim memiliki peran yang sangat strategis, karena tim internal tentu sudah memahami asas kebutuhan perguruan tinggi sehingga mampu merencanakan, membuat, melaksanakan dan mengevaluasi program berdasarkan orientasi memajukan dan mengembangkan perguruan tinggi, untuk menjaga kesolidan tim internal, maka prinsip kerja yang dibangun dan dibudayakan di UNIMEN adalah kolektif kolegial.
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM 45
WARTA PTM
Profil PTM
UM Sorong Siap Unggul dalam Riset
B
angunan UM Sorong pertama kali berdiri dengan nama Sekolah Tinggi Ilmu Agama (STIA) AlAmin pada tahun 1984. Setelah hampir dua dasawarsa berdiri, nama tersebut berubah menjadi Universitas Al-Amin (UNAMIN) Sorong. Beberapa tahun berlalu hingga UNAMIN Sorong menjalin afiliasi dengan PP Muhammadiyah sehingga nama UNAMIN Sorong pun berganti menjadi Universitas Muhammadiyah Sorong pada tahun 2013. UM Sorong terus berkembang hingga saat ini. Memasuki tahun akademik 2021/2022, jumlah mahasiswa UM Sorong secara keseluruhan mencapai 3.751 orang, menjadikan perbandingan rasio antara jumlah dosen tetap dan mahasiswa yakni 1:22. Disampaikan oleh Muhammad Ali, Rektor UM Sorong,
46 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
hal ini memperkuat faktor sumber daya manusia yang menjadi poin utama di UM Sorong dalam membangun sebuah perguruan tinggi. “Bagi UM Sorong, kebersamaan dan keterlibatan semua unsur adalah sebuah keniscayaan. Jumlah dosen tetap UM Sorong sebanyak 173 orang ini dapat meninggikan kesempatan kekompakan dan kerja sama tim, sehingga muncul energi baru untuk masa dengan UM Sorong,” ujarnya. Lebih lanjut, tim redaksi Warta PTM mewawancarai Muhammad Ali mengenai perkembangan UM Sorong dan perhatian besar yang diberikan pada bidang penelitian. Perkokoh Aset, Majukan Bidang Riset Dalam kaitannya dengan penorehan prestasi, UM Sorong dengan gemilang berhasil menjadi yang terdepan di antara perguruan tinggi swasta di
wilayah Papua dan Papua Barat. Buktinya adalah hasil dari Webometrics dan 4ICU UniRank yang menyebutkan UM Sorong sebagai universitas perguruan tinggi swasta terbaik di tanah Papua. “Bahkan, hal ini sudah berlangsung sejak 2016. Masih terus bertahan hingga kini,” tambah Muhammad Ali. Pada tahun 2021, UM Sorong berhasil menjadi penerima hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM), Center of Excellence MBKM, Bantuan Kerja Sama Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar 2021, Program Holistik Pembinaan dan Pengembangan Desa 2021, dan Fasilitasi Tracer Study Kemendikbud 2021. Tidak hanya dalam tataran universitas saja, melainkan para mahasiswa di UM Sorong pun turut menorehkan prestasi di berbagai bidang, salah satunya adalah bidang penelitian.
Mahasiswa UM Sorong berhasil mewakili LLDIKTI XIV dalam Olimpiade Nasional MIPA (ON MIPA) pada tiga bidang sekaligus, yakni Matematika, Fisika, dan Kimia, setelah sebelumnya menjuarai ketiga bidang itu se-Papua dan Papua Barat. Tak ketinggalan, dosen-dosen UM Sorong juga mempunyai catatan histori publikasi penelitian yang membanggakan. Hasilnya adalah pemerolehan penghargaan UM Sorong sebagai peraih Peringkat 1 Publikasi SINTA Indeks se-Papua dan Papua Barat yang dirilis Kemendikbud RI. Capaian-capaian UM Sorong di berbagai bidang, terutama penelitian, didukung juga oleh faktor pemaksimalan fasilitas dari UM Sorong itu sendiri. Disampaikan oleh Muhammad Ali, UM Sorong berupaya untuk terus menyediakan dana pendamping yang dibarengi dengan regulasi dan insentif bagi dosen yang berhasil mempublikasikan karya ilmiah dalam jurnal. “Apabila terdapat sejumlah dosen-dosen yang belum menyelesaikan publikasi ilmiahnya, maka UM Sorong juga dapat menyiapkan pendampingan terkait strategi menyusun proposal yang baik,” ujar Muhammad Ali. Hal ini digadang-gadang dapat memotivasi dosen pemula untuk terlibat dalam hibah-hibah penelitian. Dosen-dosen dari disiplin ilmu tertentu juga dapat melakukan inisiatif berkolaborasi dengan dosen-dosen dari disiplin ilmu yang lainnya. Bagi UM Sorong, sebagaimana disampaikan oleh Muhammad Ali, diyakini pendampingan menjadi bagian yang penting untuk dapat meningkatkan prestasi di samping dukungan finansial. Termasuk ketika masa pandemi Covid-19 UM Sorong tidak tinggal diam dalam memberikan dukungan kepada
sivitas akademika. Bagi sivitas akademika yang telah memiliki fasilitas IT dapat menghadiri perkuliahan secara online, tetapi bagi yang belum memiliki fasilitas tersebut, maka tetap hadir di kampus. UM Sorong sendiri telah memperketat aturan protokol kesehatan demi mencegah adanya penularan Covid-19. “Ada juga beasiswa bagi mahasiswa dengan kondisi perekonomian yang lemah,” tambahnya. Kuatkan Internal Bangun Branding UM Sorong UM Sorong berkomitmen untuk menjadikan akreditasi sebagai indikator utama strategi. “Sebab, hal pertama yang sering menjadi rujukan orang adalah akreditasinya,” tegas Muhammad Ali. Oleh karenanya, program-program kerja di UM Sorong pun telah berbasis capaian indikator akreditasi demi meningkatkan akreditasi semua prodi dan institusi. Alhamdulillah, saat ini akreditasi UM Sorong termasuk yang terbaik se-Papua dan Papua Barat, sekalipun tetap perlu ditingkatkan lagi demi bersaing secara nasional. “Kami juga akan melakukan optimalisasi alumni untuk memperkuat branding UM Sorong, sebab biasanya dapat menjadi tolok ukur bagi calon mahasiswa baru,” tambah Muhammad Ali. Hal ini dapat dibenarkan mengi-
ngat alumnus-alumnus berprestasi dapat menjadi pertimbangan bagi calon mahasiswa baru dengan cita-cita dan ambisi kesuksesan yang sama. Branding UM Sorong ke depannya, selain dengan pendekatan indikator akreditasi, juga melalui transformasi digital, salah satu aspek yang berusaha diwujudkan adalah pelayanan berbasis sistem informasi. UM Sorong sendiri memiliki slogan “Membangun Papua dengan Ilmu dan Ketulusan” yang terus menjadi nyala api di balik kemajuan-kemajuan UM Sorong. Harapannya, hal ini dapat disambut baik oleh calon-calon mahasiswa yang berkeinginan untuk mendapat bekal di UM Sorong demi meraih masa depan lebih baik. UM Sorong memiliki beberapa target capaian, salah satunya adalah peningkatan kualitas SDM, termasuk di antaranya adalah pemahaman oleh sivitas akademika terhadap Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Target itu bisa diwujudkan melalui baitul arqam kepada seluruh sivitas akademika. “Untuk mencapainya, peran IMM dan Lembaga AIK di kampus perlu diperkuat,” ujar Muhammad Ali. Dengan adanya Lembaga AIK kampus dan pelaksanaan baitul arqam, pemahaman terhadap AIK dapat mengakar hingga siap menjadi agen penyebar misi Persyarikatan. [] RAS
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM 47
Semesta WARTA PTM
PCIM Thailand, Kokoh Berdiri di Tengah Pandemi ini menjadi poin penting dalam menyosialisasikan eksistensi PCIM Thailand di Thailand, sebagaimana telah ditegaskan Chandra pada saat hari peresmian.
Pengesahan PCIM Thailand secara online.
“
Sejak berdirinya PCIM Thailand hingga sekarang, kami belum pernah bertatap muka dengan semua anggota secara langsung.” Demikian ujar Chandra Kurnia Setiawan, Ketua PCIM Thailand. PCIM Thailand diresmikan secara daring di tengah-tengah ancaman pandemi Covid-19 oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti pada Mei 2021 silam, melalui SK yang ditandatangani oleh Ketua Umum PPM, Prof Dr H Haedar Nashir MSi. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak awal tahun 2020 memang mengakibatkan adanya keterbatasan ruang dan jarak dalam bersosialisasi. Akan tetapi, PCIM Thailand justru berdiri pada masa-masa tersebut. Redaksi Warta PTM melakukan wawancara dengan Chandra Kurnia yang mendapat amanah Ketua PCIM Thailand masa jabatan 2021-2023. Berdiri di Masa Pandemi Kehadiran PCIM Thailand yang berdiri di tengah-tengah pandemi Covid-19 seperti telah menjadi jawaban atas keraguan dalam menghadapi tantangan menggerakkan roda organisasi.
48 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
Selama pandemi Covid-19 ini, PCIM Thailand memanfaatkan fasilitas-fasilitas online yang dapat digunakan untuk tetap menjaga silaturahmi dan merawat keakraban antaranggota, seperti Google Meet atau Zoom. Justru, hal tersebut mempermudah tiap-tiap personalianya untuk menyelenggarakan pertemuan tiap-tiap majelis hingga sekarang. Terdapat sebanyak empat majelis di Thailand, di antaranya adalah Majelis Keilmuan dan Pengembangan Kader, Majelis Tabligh dan Publikasi, Majelis Seni Budaya dan Kesehatan, serta Majelis Hubungan Luar Negeri. Keseluruhan majelis tersebut diisi oleh sejumlah personalia dari total 30 orang anggota PCIM Thailand. “Anggota kami didominasi oleh mahasiswa pascasarjana dan doktor,” ujar Chandra. Selain mahasiswa S-2 dan S-3, ada juga pekerja Indonesia di Thailand sebanyak dua orang. Dengan keuletan mendobrak dinding-dinding batas melalui ruang virtual, PCIM Thailand memanfaatkan keuntungan atas kondisi yang online dengan mengundang pembicara-pembicara berdomisili Indonesia dalam kegiatan-kegiatan PCIM Thailand. Hal
Perkuat Diri, Perkokoh Eksistensi Chandra menyampaikan bahwa PCIM Thailand memaksimalkan ruang virtual dengan melakukan rapat rutin dan kajian rutin untuk mempererat antaranggota. “Kami menjadikan kesempatan-kesempatan tersebut sebagai sarana untuk saling bertanya dan memperkenalkan diri satu sama lain,” jelasnya. Tidak hanya itu saja, apabila periode semester telah berganti dan anggota-anggota baru telah tergabung dalam pimpinan, maka mereka akan disertakan untuk aktif pada kegiatan-kegiatan PCIM. Target PCIM Thailand pada awalawal berdirinya adalah agar dapat diterima dengan tangan terbuka, baik oleh masyarakat Thailand maupun diaspora Indonesia di Thailand. Sebab, dengan tercapainya target tersebut maka akan mempermudah PCIM Thailand dalam mengadakan kegiatan-kegiatan dakwah. Salah satu bentuk dakwahnya ialah pengadaan kajian-kajian, selain untuk memperkuat keilmuan kader juga menjadi ajang silaturahmi dan syiar terhadap masyarakat Indonesia di Thailand. “Alhamdulillah, pada kegiatan-kegiatan PCIM dapat menarik peserta-peserta di luar keanggotaan,” ucap Chandra. PCIM Thailand juga telah diikutkan dalam grup kajian-kajian di bawah KBRI. Eksistensi PCIM Thailand mendapatkan tantangannya tersendiri. Chandra menyebutkan bahwa beberapa kendala yang paling besar dalam berdakwah adalah budaya dan bahasa yang digunakan di Thailand. Thailand juga merupakan negara dengan jumlah muslim yang sedikit, di mana hal ini menjadikan perhatian tersendiri. “Pemerintah
Pengajian rutin PCIM Thailand.
Thailand juga membatasi gerak organisasi-organisasi agar tidak keluar dari batas-batas norma mereka. Ini perlu menjadi catatan kami,” tambahnya. Untungnya, eksistensi PCIM Thailand mendapatkan sokongan dari nilai-nilai historis yang ditinggalkan oleh Muhammadiyah, salah satunya adalah adanya keturunan-keturunan KHA Dahlan di Thailand. Ada pula beberapa alumni dari PTMA yang telah hadir di Thailand sehingga memudahkan PCIM Thailand untuk memperoleh kesempatan berdakwah di Thailand. “Kolaborasi bersama teman-teman Muhammadiyah, baik pernah maupun sedang bermuhammadiyah, dapat membantu menyosialisasikan PCIM,” jelas Chandra. Semangat Jalin Ukhuwah dalam Berdakwah PCIM Thailand untuk berjejaring dan menyosialisasikan keberadaannya juga ditunjang oleh Majelis Tabligh dan Publikasi mengenai pengadaan sosial media PCIM Thailand. Akan tetapi, sebagaimana dituturkan oleh Chandra, pengelolaan sosial media masih perlu dimaksimalkan dan perlu dilakukan perbaikan sistem manajemen sosial media oleh PCIM. Salah satu kegunaan sosial media PCIM Thailand ialah menjadi wadah untuk menyampaikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan PCIM Thailand. Kegiatan yang dilakukan PCIM Thailand dalam kaitannya dengan isu kemanusiaan adalah melakukan penggalangan dana untuk masyarakat Rohingya yang mengungsi di Thailand untuk ditempatkan pada beberapa masjid di Thailand. Selain itu, PCIM Thailand juga berusaha untuk mengintegrasikan amanah dari Muktamar ke-47 Muhammadiyah pada tahun 2015 di Makassar, yakni mengenai internasionalisasi Muhammadiyah. “Kami masih menjajaki kemungkinan untuk menghubungkan antara kampus-kampus di Thailand dengan PTMA di Indonesia demi memajukan program internasionalisasi kampus,” ujarnya. PCIM Thailand juga sedang dalam upaya untuk menyambung kembali program beasiswa bagi masya-
rakat muslim di Thailand selatan untuk kembali dikirim ke Indonesia. Chandra menegaskan bahwa mereka menargetkan PTMA-PTMA di Indonesia dapat menjadi sasaran perguruan tinggi pengiriman beasiswa bagi masyarakat muslim Thailand selatan tersebut. Capaian PCIM Thailand yang dapat menjalin kerja sama dengan beberapa PTMA menjadi langkah awal dalam perjalanan tersebut, sekalipun masih terbatas pada pelaksanaan program-program kerja yang disepakati, baik dari PCIM maupun PTMA tersebut. Tidak hanya dengan PTMA saja, tetapi PCIM Thailand juga berupaya untuk menjalin persaudaraan dengan kelompok-kelompok Indonesia lainnya, seperti PPI Thailand yakni Permitha (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand). PPI Thailand, bersama dengan organisasi-organisasi lain di Thailand, telah menjadi partner dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan. “Hal yang penting, kami terus berupaya agar PCIM Thailand dapat memberikan program-program yang bermanfaat untuk umat. Bukan hanya untuk internal Muhammadiyah Indonesia atau internasional, melainkan masyarakat muslim secara umum, bahkan masyarakat lokal di Thailand,” papar Chandra. Ke depannya, Chandra berharap agar dapat menjalin kerja sama dengan lebih banyak lagi daripada sebelumnya, seperti dengan alumni-alumni PTMA atau bahkan organisasi yang dibentuk oleh warga Indonesia keturunan KHA Dahlan di Thailand. “Kami berharap, hal itu akan dapat menunjang penerimaan yang lebih banyak lagi kepada kami dari diaspora Indonesia di Thailand maupun masyarakat lokal,” ujar Chandra. Selanjutnya, ia mengatakan harapannya mengenai dakwah Muhammadiyah yang selama ini dilakukan oleh PCIM Thailand. Ia berharap agar ke depannya, PCIM Thailand dapat memajukan masyarakat muslim di sana. “Juga, menjaga kedamaian masyarakat muslim di Thailand,” tutupnya. [] RAS
Kegiatan Musyawarah Cabang I PCIM Thailand.
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM 49
Prestasi Mahasiswa
WARTA PTM
Pengobatan Alternatif Diabetes Melitus Bawa UAD Raih Juara I Mahasiswa Fakultas Farmasi UAD, di antaranya Yakni Mila Erliyana; Dea Anggrainy Wumu; dan Widyanari Febriana Wulansari, meraih Juara I Pekan Ilmiah Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta Tingkat Nasional (Pimtanas) oleh Pusat Prestasi Mahasiswa (Puspresma) PTMA. Ketiganya mengajukan judul penelitian mereka yakni “Formula Solid-snedds Zingiber Officinale sebagai Upaya Peningkatan Efektivitas Pengobatan Diabetes Melitus” dalam kategori PKM-Riset Eksakta di bawah bimbingan Dr Apt Wahyu Widyaningsih MSi, dosen Farmasi. Mila menjelaskan bahwa ketiganya melakukan inovasi self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) dengan menggunakan jahe merah. “Jahe merah berguna sebagai alternatif pengobatan. Dengan SNEDDS, bioavailabilitas
Sebanyak Tujuh Medali Kejurprov 2021 Disabet Mahasiswa UM Surabaya
M
ahasiswa UM Surabaya menyabet tujuh medali dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) 2021. Di antaranya M Galang Eka Saputra sebagai Juara I Cabor Olahraga Sambo dalam compat 21-84 kg, Juara II Cabor Olahraga Judo, dan putra Kejur-
50 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
jahe merah meningkat dan efek terapi menjadi lebih cepat,” paparnya. Pada dasarnya bioavailabilitas jahe merah memang rendah sekalipun memiliki senyawa antioksidan yang mampu menurunkan kadar gula darah. Oleh karena itu, meningkatkan bioavailabilitasnya
dapat menjadi solusi pengobatan alternatif. Penelitian ini dipilih lantaran semakin meningkatnya jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia. Setelah memperoleh hasil lomba Pimtanas yang diumumkan Ahad (19/12) secara daring tersebut, Mila berharap penelitian yang timnya lakukan dapat berkembang lagi. Misalnya, dengan melakukan uji klinis sehingga formula ini dapat menjadi produk dan memberikan dampak yang lebih baik bagi penderita diabetes melitus. [] RAS
Tiga mahasiswa Farmasi UAD raih Juara I Pimtanas 2021.
prov Sambo 2021; Kautsar Rafi Sayyidan, Juara II Cabor Hockey Kategori Indoor; Febrian Bimantara, Juara I Cabor Panjat Tebing Kategori Speed World Record Junior Putra; Nahrisyah, Aisa Putri Rahmawati, dan M Faisal Hasim meraih tiga juara dari Cabor Jujitsu. Mewakili tim, Galang mengatakan ia ingin menjadikan prestasi yang ia raih sebagai pemacu semangat untuk tetap berprestasi dan bekal menuju Porprov VII mendatang. “Ke depannya, saya berharap kampus memfasilitasi setiap lomba tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya. Junaidy Fery Effendi Kepala Biro Kemahasiswaan dan Inovasi (BAKAI) UM Surabaya mengapresiasi capaian yg telah diraih mahasiswa penyandang beasiswa atlet ini. “Semoga ini adalah awal yang baik, capaian tingkat provinsi
Adil raih juara pertama berkat inovasinya SYE NTB.
patut kita apresiasi dan kita dukung agar capaian ini tidak berhenti sampai di sini saja,” ujarnya. Universitas akan terus mendampingi atlet-atlet berprestasi ini untuk mempersiapkan Porprov VII agar mendapatkan hasil yang lebih baik usai Kejurprov pada Jumat (3/12) lalu. [] RAS
UMY Kampus Swasta Peringkat 1 SIMKATMAWA se-Indonesia
U
niversitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali torehkan prestasi di masa pandemi ini. Tepat pada 2021 lalu, UMY masuk pada peringkat 10 besar nasional Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). UMY juga meraih peringkat 1, mengungguli tingkat Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia dalam capaian prestasi kegiatan mahasiswa. Saat ini UMY mengalami kenaikan peringkat nasional dari 14 besar menjadi 10 besar dan lebih unggul dari beberapa PTN Unggulan di Indonesia. “Untuk mendapatkan capaian tersebut pasti tidak mudah, namun keunggulan
memaparkan ke depannya UMY akan mempertahankan peringkat 10 besar dan menargetkan untuk dapat naik 1-2 peringkat. Untuk mempertahankan peringkat tersebut, UMY tetap menggunakan strategi untuk menghidupkan iklim kegiatan mahasiswa di luar kelas untuk lebih mendorong prestasi mahasiswa. “Selain menghidupkan iklim kegiatan mahasiswa di luar kelas, kami juga akan mendorong dosen-dosen untuk terlibat kegiatan kemahasiswaan, karena dosen juga harus ikut terlibat sebagai dosen pembimbing,” papar dosen Prodi Hubungan Internasional tersebut. []APR
UMY adalah meskipun prestasi mahasiswa UMY tidak paling banyak dibanding perguruan tinggi yang lain, prestasi mahasiswa UMY memang cukup berbobot. Misal tahun lalu UMY meraih prestasi lomba film nasional, juara di ajang Peksiminas, juara di kontes robotika, saya kira dibandingkan dengan kampus-kampus yang lain UMY relatif cukup berbobot dalam tingkat kejuaraannya,” papar Faris Al Fadhat PhD Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan AIK. Capaian prestasi ini merupakan kerja sama dari berbagai pihak dan hasil dari target yang ditentukan. Faris, UMY Kampus Swasta Peringkat 1 SIMKATMAWA, Sumber Foto: republika.co.id
Alat Terapi Anak Down Syndrome Mahasiswa UMM Raih Medali Emas Ajang I2ASPO
T
im mahasiswa UM Malang (UMM) berhasil merancang inovasi alat terapi bagi anak dengan kelainan genetik down syndrome. Inovasi tersebut meraih medali emas pada kategori riset tentang anak dengan kebutuhan khusus di ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO). Ketua Tim UMM Satria Filalli mengatakan karya dengan judul “Match and Growth: Study Process for Children with Down Syndrome” diselenggarakan oleh Indonesia Young Scientist Association (IYSA) di Kota Surabaya akhir 2021 lalu. Match and Growth (M&G) mencakup alat terapi dan aplikasi untuk mendukung terapi bagi anak berkebutuhan
khusus, khususnya anak dengan sindrom down. “Kami melihat minimnya alat terapi bagi anak berkebutuhan khusus. Hal inilah yang mengawali ide kami untuk membantu terapi anak down syndrome melalui alat terapi dan aplikasi M&G,” katanya. Alat terapi M&G dilengkapi dengan komponen UNO R3 dan RFID Reader yang menampilkan gambar dan suara hewan. Alat dan aplikasi itu membantu menstimulasi ingatan jangka pendek melalui siaran gambar dan suara hewan pada anak-anak dengan down syndrome yang mudah lupa dan ingatan jangka pendeknya kurang. Tergabung dalam tim adalah Dicky Marcellino Akbar (Teknik Elektro), Moh Miftachul Fadhli (Akuntansi), Retno Muji Rahayu
Tim mahasiswa UM Malang (UMM)
(Ilmu Teknologi Pangan), dan Daininggis Restu Ilahi (Teknik Sipil). []APR
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM 51
WARTA PTM
In Depth Report
Menilik Peran Penting LPPM UMSU
Seminar Nasional salah satu kegiatan LPPM UMSU
“
UMSU komitmen kembangkan penelitian dan pengabdian, Kucurkan Rp 1,23 M” begitu paparan salah satu judul portal berita di website resmi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMSU akhir tahun lalu. Kinerja penelitian dan pengabdian memang tengah digencarkan beberapa tahun kebelakang ini. Hal ini juga dilakukan UMSU sebagai satu-satunya PTMA luar Jawa dan menjadi satu dari dua PTS diseluruh Indonesia yang berhasil meraih Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) “A”. “Pegangan dosen Muhammadiyah adalah Catur Dharma, yaitu selain kita melaksanakan pendidikan dan pengajaran, ada juga penelitian, pengabdian masyarakat, dan yang menjadi pembeda dengan perguruan tinggi lain adalah adanya penguatan di Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK),” begitu papar Syaiful
52 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
Amri, Ketua LPPM UMSU saat ditemui secara langsung oleh tim Warta PTM, di Gedung Rektorat, UMSU (15/12). Paparan Syaiful seolah menggeser terkait momok penelitian yang kerap dianggap sebagai sampingan oleh para dosen. Begitupun peran LPPM yang saat ini ia pimpin dalam mendorong dan memotivasi dosen untuk dapat terus mengimplementasikan makna dari Catur Dharma PTMA dalam bidang penelitian dan pengabdian. Gelontorkan Dana Rp 2,5 M untuk Penelitian dan Pengabdian Dukungan UMSU terhadap penelitian dan pengabdian masyarakat memang tidak main-main. Rektor UMSU, Prof Agussani juga menegaskan untuk terus mendorong penuh program penelitian dan pengabdian masyarakat dengan memberikan apresiasi dan in-
tensif pada dosen. Ia sadar betul, bahwa penelitian dan pengabdian masyarakat tidak hanya berpengaruh untuk dosen namun juga berpengaruh terhadap kualitas fakultas bahkan tingkat universitas. Tak heran, guna mendukung kegiatan riset, UMSU menggelontorkan dana sebesar Rp 2,5 M untuk hibah internal setiap tahunnya. “Jumlah dosen yang mendaftar proposal mengalami peningkatan setiap tahun. Pertahun, kami meloloskan 200-250 proposal untuk hibah internal,” tambah Syaiful. Perkembangan riset dalam kemajuan ilmu pengetahuan memang berperan penting. Paham akan hal itu, saat ini UMSU sendiri telah memiliki tiga skim penelitian yaitu penelitian pemula, dasar dan terapan. Tak kalah pamor, dari segi pengabdian UMSU juga menyiapkan dua skim pengabdian yaitu Program Kemitraan Masyarakat dan Penguatan AIK. “Kami
Syaiful Amri Saragih (Ketua LPPM UMSU)
juga menambahkan satu skim lagi para program pengabdian yaitu Program Kemitraan Pengembangan Muhammadiyah atau PKPM,” papar Syaiful. Peningkatan Riset Cukup Signifikan “Terjadi peningkatan cukup signifikan pada pengajuan insentif jurnal scopus, hal ini menandakan semangat dosen dalam menghasilkan artikel scopus juga meningkat,” begitu tambah Ketua LPPM yang telah menjabat kurang lebih delapan bulan tersebut. Meskipun dalam beberapa kasus di perguruan tinggi, dosen masih terbebani oleh pekerjaan mengajar yang penuh. Namun Syaiful menampik bahwa kesadaran dosen di UMSU terhadap riset memang mengalami peningkatan dan masuk pada kategori baik. Selain untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, lanjutnya, riset dan pengabdian memang digunakan dosen sebagai syarat untuk naik pangkat. Hal ini yang mendorong LPPM untuk terus menyadarkan dosen dalam mengupayakan penelitian juga pengabdian. Tak heran, saat ini UMSU telah memiliki penelitian yang menonjol yaitu pada empat fakultas sains yang dijadikan sumber dari penelitian diantaranya Kedokteran, Pertanian, Teknik, dan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi. “Kami juga memiliki penelitian unggulan yaitu observator ilmu falak dan di fakultas pertanian ada pusat studi kelor yang akan bekerja sama dengan pemerintah provinsi,” tandasnya. Sementara, satu dosen UMSU yang unggul pada daftar researcher scopus yaitu Dr Josef Hadipramana, ST, MSc selaku kepala Bidang Penelitian di LPPM yang memiliki hampir 30an artikel scopus serta beberapa dosen yang berhasil lolos hibah eksternal. Kinerja LPPM Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Capaian demi capaian terus ditargetkan oleh Syaiful dan tim. Berbagai kegiatan dilakukan guna mendukung kualitas juga kuantitas penelitian dan pengabdian di UMSU. “LPPM akan mendampingi dosen dalam menghasilkan publikasi yang berkualitas dari segi isi dan tentunya luarannya terbit di jurnal internasional bereputasi sampai Q1,” paparnya. Berbagai kegiatan turut dilakukan diantaranya mengadakan
pendampingan, diskusi, workshop, serta kerja sama nasional dan internasional. Beberapa kolaborasi baik nasional dan internasional diantaranya kerja sama dengan Universitas Sumatera Utara (USU) melalui program World Class University (WCU), kerja sama dengan UIN Sumatera Utara (UINSU) mengenai peradaban Islam di Barus Tapanuli Tengah, serta kerja sama internasional dengan Universiti Malaysia Perlis (UniMAP). Merespons hal tersebut, Rektor UMSU berpesan agar LPPM UMSU dapat terus berinovasi dan berkolaborasi serta mengembangkan riset center di fakultas. “Saya mendukung apa yang digagas oleh LPPM untuk melakukan tugas dalam rangka jemput bola, menghargai posisi, serta meningkatkan kolaborasi, mindset seperti ini harus terus dibangun,” paparnya. Ke depan, Syaiful menargetkan agar dapat meningkatkan kerja sama khususnya kerja sama internasional serta mendorong terciptanya artikel yang berkualitas. “Tahun 2022 kami akan fokus pada internasionalisasi, serta nantinya LPPM juga akan terus meningkatkan profesionalitas dalam memeriksa dokumen insentif dan terus mengawal terbitnya artikel-artikel yang berkualitas. Tidak hanya luaran, LPPM juga akan terus mendampingi dalam peningkatan sitasi,” pungkasnya optimis. []APR
Daftar Kegiatan Penelitian dan Pengabdian Dosen UMSU • • • • • • • • • • • • • • • •
PKM Pertanian UMSU Olah Semangka Jadi Minuman Kesehatan Dosen Fakultas Teknik UMSU Beri Mesin Pencacah Botol Ke Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Dosen FAI UMSU Laksanakan PKPM Di PCM Medan Denai Dosen Pertanian UMSU Manfaatkan Limbah Buah Pisang Jadi Olahan Bernilai Ekonomi Pertanian UMSU Sosialisasikan Manfaat Buah Seri untuk Pakan Burung Dosen FAI UMSU Lakukan Pelatihan dan Pembinaan Jamaah Pahami Al Quran PKM Pertanian UMSU Terapkan Aplikasi Zero Waste Limbah Kulit Jeruk Peras Dosen PGSD UMSU Beri Pelatihan dan Pendampingan Media Interaktif Berbasis Marcomedia Flash Dosen Ilmu Komunikasi Laksanakan Pelatihan retorika dan Publik Speaking bersama PPPPTK Medan Dosen FKIP UMSU Lakukan Pengabdian di Kampung Nelayan Tim Pengabdian Prodi Teknik Elektro UMSU Serahkan Bantuan Insenerator Fakultas Pertanian UMSU Inovasi Manisan Tomat Kering untuk Petani Dosen FP UMSU Berikan Pelatihan Kebab Olahan Durian PKM Fakultas Pertanian UMSU Sosialisasi Semut Predator Pengendali Hama Dosen UMSU Gelar Pelatihan Penyusunan Soal Berbasis HOTS Sosialisasi Buku Panduan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Internal UMSU Edisi Revisi 2019
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM 53
WARTA PTM
In Depth Report
Kegiatan LPPM UMSU
Rapat Koordinasi LPPM bersama BIM UMSU di Aula Fakultas PAI
Seminar Nasional “Hilirisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Era Pandemi Covid-19” di Kampus Utama UMSU.
Launching penyerahan insentif batch II oleh Rektor UMSU
LPPM UMSU melakukan kunjungan desa binaan di Desa Jaring Halus
LP2M Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Menyelenggarakan dan Memfasilitasi Bimtek Penguatan Kompetensi DPRK Aceh Barat Daya
54 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022
WARTA PTM
Warta dari PTM
UM Palangkaraya UM Palangkaraya (UMPR) resmi menutup kegiatan Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-46 setelah berjalan selama dua bulan dan diikuti 301 mahasiswa. Kegiatan dipimpin Rektor UMPR, Dr Sonedi MPd Senin, (06/01) di Gedung Aula Utama UMPR secara daring dan luring. Turut hadir, Wakil Rektor 1, Dr Hj Laksminarti SH MH dan Wakil Rektor 3, Dr Norcahyono, SPdI MHI, Dekan, Dosen Pembimbing Lapangan, beserta mahasiswa.
ITS PKU Muhammadiyah Surakarta Tim Dosen ITS PKU Muhammadiyah Surakarta mengadakan pengabdian masyarakat bekerja sama dengan Kelompok PKK RW 9 Bayan Kelurahan Kadipiro Banjarsari. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap optimis dan perilaku hidup bersih dan sehat untuk memutuskan mata rantai pandemi covid-19 melalui pendekatan keluarga. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat dosen dengan lintas kepakaran di ITS PKU Surakarta bersama mitra didukung langsung Rektor ITS PKU Muhammadiyah Surakarta.
UM Mataram Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP UM bekerjasama dengan Mahkamah Konstitusi menggelar seminar nasional dengan tema “Membentuk Karakter Pelajar Pancasila”. Wakil Rektor I Dr Syafril MPd memaparkan seminar ini dapat mengantisipasi betapa kuatnya arus intervensi kultural asing kedalam culture sebagai bangsa yang sangat pluralitas.
STIKES Muh Cirebon Hj Sri Musfiroh SSiT MKes yang resmi dilantik sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Cirebon periode 2021-2025, di kampus setempat, Rabu (13/01). Ia menyebutkan ke depannya rencana pembangunan akan dilakukan di berbagai bidang baik pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, SDM dosen, SDM tenaga pendidik, dan strategi yang akan disusun dalam mencapai tujuan.
UNISA Yogyakarta Prodi Fisioterapi, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali mengundang narasumber internasional dari Bangladesh, Dr Zahidul Islam Sazal PT dalam pelatihan Cyriax Concept. Pelatihan diadakan secara tatap muka pada akhir Desember lalu dan diikuti 17 peserta baik dari dosen internal UNISA dan Praktisi Fisioterapi dari Rumah Sakit maupun Klinik. Cyriax Concept merupakan pelatihan di bidang Fisioterapi Muskuloskeletal/ortopedi yang diselenggarakan oleh Global Cyriax Institute (GCI).
Edisi Januari-Februari 2022
Warta PTM 55
WARTA PTM
Warta dari PTM
UM Gorontalo Yudisium Sarjana program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Senin (10/1) di Gedung Indoor David Bobihoe Akib. Sebanyak 49 peserta Yudisium Sarjana yang menampakan raut wajah bahagia dan tegang karena bakal menanggalkan status mahasiswa menjadi sarjana, yang langsung dihibur dengan Penampilan Paiya Hungolopoli atau seni berbalas pantun yang banyak mengandung pesan – pesan tentang pentingnya pendidikan.
STKIP Muh Kuningan Kampus STKIP Muhammadiyah Kuningan mendapat kiriman bantuan dari Kemendikbud Ristek melalui program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Afirmasi tahun 2021. Bantuan yang diterima berupa 1 unit TV Interactive dan dua Laptop merk Dell Notebook dan 27 Laptop Dell Chromebook. Bantuan direncanakan agak digunakan untuk fasilitas kelas yang smart yang telah didesain khusus sebagai smart classroom STKIP Muh Kuningan.
UM Aceh (Unmuha) Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) meraih akreditasi ‘Unggul’ yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes). Prof Aswani Abdullah PhD Direktur Pascasarjana Unmuha mengatakan prodi MKM Unmuha telah memiliki ruang kuliah yang modern dengan kualitas terbaik dengan bahan kuliah yang diadopsi dari beberapa universitas terbaik dunia.
UM Maluku (Unimku) Dalam rangka pelaksanaan Milad Ke-1 Universitas Muhammadiyah Maluku (UNIMKU), Senat Universitas melaksanakan Rapat Senat Terbuka yang dipimpin langsung oleh ketua senat Fadli Latuconsina. Dalam laporan tahunan, Rektor UNIMKU Dr Mohdar Yanlua MH menyampaikan tentang sejarah pendirian universitas hingga keluarnya izin operasional. Selain itu disampaikan pula progress yang telah dicapai selama satu semester perkuliahan, berupa program pengabdian masyarakat, maupun pencapaian beberapa dosen dalam bidang penelitian, serta beberapa kemajuan yang telah dicapai dalam penataan organisasi.
ITKES Muh Sidrap ITKES Muh Sidrap mengadakan kegiatan Penerimaan Praktik Keperawatan Maternitas I bagi mahasiswa semester III, Keperawatan Medikal Bedah I (KMB I) bagi mahasiswa semester V dan Keperawatan Medikal Bedah III & Manajemen Keperawatan bagi mahasiswa semester VII Prodi Ilmu keperawatan berlangsung di Rumah Sakit Arifin Nu’mang Kabupaten Sidrap, Selasa (11/01). Mahasiswa yang akan melakukan kegiatan Penerimaan Praktik dibuka dan diterima langsung oleh bapak dr H Budi Santoso MSi selaku Direktur Rumah sakit Arifin Nu’mang Kabupaten sidenreng Rappang.
56 Warta PTM
Edisi Januari-Februari 2022