Skip to main content

Warta PTM Edisi Spesial Tanwir 2017

Page 1

Edisi Khusus Menyongsong Sidang Tanwir 2017 24-26 Februari 2017 di Ambon

WARTA PTM

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian & Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

KONTRIBUSI PTM UNTUK PEMBANGUNAN KARAKTER Apa yang tak ada di Indonesia ini? Jika melihat potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia, seharusnya Indonesia sudah masuk kategori negara maju (developed country). Lahan dan lautan luas. Sumber daya mineral, migas, kelautan, dan jumlah penduduk besar.


Asa

Menuju Indonesia Berkemajuan

A

pa yang tak ada di Indonesia ini? Jika melihat potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia, seharusnya Indonesia sudah masuk kategori negara maju (developed country). Lahan dan lautan luas. Sumber daya mineral, migas, kelautan, dan jumlah penduduk besar. Realitasnya? Kita masih masuk dalam jajaran negara berkembang, negara berpendapatan menengah (lower middle income countries). Ini pun kita sudah terjebak lama dalam posisi negara berpendapatan menengah in (middle income trap). Kalau Tanwir ini mengusung tema “Kedaulatan dan Keadilan Sosial Menuju Indonesia Berkemajuan”, maka sangat tepat. Ini bisa menjadi bagian untuk menggerakkan ghiroh agar Indonesia akseleratif menuju Bangsa Maju. Maju dalam segala bidang kehidupan, bukan semata-mata ekonomi, tetapi juga maju dalam politik, maju dalam perbadaban, maju dalam budaya, maju dalam tata hubungan internasional, dan sebagainya. Untuk menuju bangsa berkemajuan, maka kedaulatan penting. Bukan sekedar kedaulatan politik—sebagai bangsa merdeka—tetapi kedaulatan substantif di segala bidang yang membuat kita memiliki kebebasan penuh mengelola negeri ini. Tidak dikendalikan dan tergantung bangsa lain. Harus kita akui, acapkali kita mendengar bagaimana dalam kebijakan negara sering “didikte” oleh negara lain. Ini bisa terjadi karena ketergantungan tinggi pada negara-negara tersebut, seperti ketergantungan pada utang, pada impor barang industri, impor pangan, teknologi, bahkan impor persenjataan. Tentu ini tidak terjadi jika Bangsa Indonesia secara substantif berdaulat dan mandiri dalam banyak hal sehingga memiliki kekuatan tawar menawar yang tinggi. Dalam kondisi yang masih belum “berdaulat” itu, persoalan keadilan sosial dan kesejahteraan umum masih mengemuka. Jurang kaya dan miskin tinggi, yang tecermin dari Indeks Gini yang meninggi, banyaknya penduduk miskin dan pengangguran, dikendalikannya eksploitasi sumber daya alam oleh perusahaan besar asing, hingga masih banyaknya buruh yang diekspolitasi oleh pengusaha yang memperoleh keuntungan berlimpah. Itu semua menjadi “PR” jika kita ingin mewujudkan Indonesia berkemajuan. Apa yang bisa dilakukan untuk itu? Pengalaman empirik negara maju adalah membangun sumber daya manusianya menjadi berkualitas dan berkarakter. Untuk membangun itu, maka dunia pendidikan menjadi kawah candra dimuka-nya. Bukan sekadar pendidikan yang melakukan transfer of knowledge, tetapi juga proses transfer nilai-nilai, norma agama, dan tentu juga skills yang dibutuhkan dalam upaya mewujudkan kemajuan itu. Juga bukan sekadar pendidikan untuk melahirkan pekerja, tetapi juga melahirkan pemimpin dalam berbagai lingkungannya. Persyarikatan Muhammadiyah mempunyai modal untuk itu. Ribuan

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

Warta PTM

1


Asa lembaga pendidikan dimiliki dengan puluhan juta anak didiknya, termasuk perguruan tinggi. Soal kompetensi pengetahuan dan keterampilan insya Allah sudah dipenuhi oleh lembaga pendidikan Muhammadiyah. Lebih dari itu, untuk pendidikan karakter juga sudah ditekankan melalui mata pelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Tinggal bagaimana kompetensi dan karakter ini tidak hanya menjadi pengetahuan di atas kertas, atau hanya menggantung dalam alam pikiran lulusannya, namun betul-betul terimplementasi dalam pola hidup keseharian. Ini harus menjadi pemikiran bagi semua insan persyarikatan, terlebih yang diberi amanah memegang kendali pimpinan, dan yang bergerak di dunia edukasi. Tekad untuk ikut berperan membawa Indonesia berkemajuan bagi Muhammadiyah memang tidak ringan. Namun, itu bukanlah sesuatu yang muskil. Pengalaman empirik sejak masa pergerakan, masa perjuangan kemerdekaan, dan juga masa mengisi kemerdekaan menunjukkan kontribusi Muhammadiyah tak bisa diabaikan dan sangat signifikan. Kini kita ditantang lagi untuk akselerasi membawa bangsa ini menjadi bangsa yang terus maju. Dan kita semua yakin, kita akan mampu menjawabnya. Mengapa kita sangat yakin itu? Sebagaimana dikemukakan Ketua PP Muhammdiyah yang lalu, Prof. Din Samsuddin, saat Muktamar Makassar, bagi Muhammadiyah, semangat berkemajuan bukanlah hal baru, terlebih dikaitkan dengan nilai-nilai Islam. Ini hanyalah kelanjutan dari apa yang digagas oleh KH. Ahmad Dahlan sejak kelahiran Muhammadiyah lebih seabad yang lalu. Hingga saat ini visi itu masih relevan dengan kondisi kehidupan umat Islam, namun memerlukan revitalisasi dan kontektualisasi dengan dinamika zaman baru dalam semangat al-muhafazhah 'alal qadimis shalih wal ijad bil jadidil ashlah, atau memelihara yang baik dari masa lalu dan menciptakan yang terbaik dari masa kini.**@@

WARTA PTM Warta PTM diterbitkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. SUSUNAN REDAKSI

PENANGGUNG JAWAB: Lincolin Arsyad

TATA USAHA: HS Mulyatno

PEMIMPIN UMUM/REDAKSI: Edy Suandi Hamid

SIRKULASI: Ibrahim I Agus Mulyono

DEWAN REDAKSI: Muhammad Sayuti I Muhammad Samsudin I Ahmad Muttaqin

ISSN

REDAKTUR PELAKSANA: Agung Prihantoro

ALAMAT REDAKSI: Jln. KHA Dahlan 103 Yogyakarta 55262 Telp. +62-274-389485 Faks. +62-274-376336 Email: redaksiwartaptm@gmail.com

STAF REDAKSI: Iwan Setiawan I David Efendi REPORTER: Dewi Setiyaningsih

0853-4756

Rekening Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Nomor 09-0008-7003 BNI Cabang Yogyakarta a/n Lincolin Arsyad, Prof. Dr. M.Sc.

SEKRETARIS: Sadiyono

Warta PTM menerima tulisan yang berupa opini, berita panjang, berita singkat, glosarium dan foto seputar perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Redaksi berhak menyunting tulisan. Silakan kirim tulisan dan/atau foto ke email redaksi.

2

Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017


daftar isi LIPUTAN KHUSUS

WAWANCARA

Peran PTMA di Wilayah__4

Revitalisasi Pendidikan Karakter__6

Jawa Tengah merupakan provinsi yang luas, terdiri dari 35 kota dan kabupaten. Perkembangan perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) cukup membanggakan. Jawa Tengah memiliki 23 PTM. Lima universitas di antaranya paling maju, yaitu Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Magelang, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Purworejo dan Universitas Muhammadiyah Semarang.

Perihal tema Sidang Tanwir Muhammadiyah pada tanggal 24-26 Februari 2017 di Ambon, yakni “Membangun Karakter Indonesia Berkemajuan”, Warta PTM mengupasnya dari perspektif pendidikan tinggi. Karenanya, kami meminta tanggapan dari Prof. Suyanto, M.Ed., Ph.D. dan Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P. Prof. Suyanto merupakan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada tahun 1999-2004 dan 2004-2005

ASA

profil ptma

•

Universitas Muhammadiyah Palembang: Dari Kuliah di Masjid Menuju Universitas Terbaik__16

Menuju Indonesia Berkemajuan__1

LIPUTAN KHUSUS •

Jadwal Sidang Tanwir Muhammadiyah__10

PROFIL PTMA • •

Dari Kuliah di Masjid Menuju Universitas Terbaik__12 Menuju Universitas Terbaik di Kopertis II__14

KINERJA • • • •

•

Tak hanya mengejar standar nasional, Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang memburu standar internasional. Visinya dengan jelas menyebutkan bahwa pada tahun 2022 kampus ini akan menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi serta unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbasis keislaman menuju universitas berstandar internasional. UM Palembang tengah meletakkan dasar-dasar untuk melompat ke level kampus berstandar dunia.

Pendampingan SPMI & SPME PTM__16 Kaleidoskop Kinerja__18 Pembekalan Kader MSPP: Bersiap Memburu Beasiswa__21 Daftar Peserta Muhammadiyah Scholarship Preparation Program 2017 __22 Workshop Pembentukan Asosiasi Program Studi PTMA __23

KRONIK • •

•

STIKES Muhammadiyah Palembang “Menuju Bintang”__24 Ketua PWM Jambi: Kami Ingin Lahir Universitas Muhammadiyah Jambi__28 Warta PTM__29

beasiswa •

Meraih Beasiswa LPDP 2017__32

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

Warta PTM

3


liputan khusus

Menyongsong Sidang Tanwir Muhammadiyah 2017

Peran PTMA di Wilayah PWM Jawa Tengah awa Tengah merupakan provinsi yang luas, terdiri dari 35 kota dan kabupaten. Perkembangan perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) cukup membanggakan. Jawa Tengah memiliki 23 PTM. Lima universitas di antaranya paling maju, yaitu Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Magelang, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Purworejo dan Universitas Muhammadiyah Semarang. Selain universitas, juga ada Sekolah Tinggi dan Politeknik Muhammadiyah/Aisyiyah. Tafsir menjelaskan bahwa dari 23 PTMA tersebut, ada yang maju dan ada yang perlu pembinaan intensif. Tafsir sebagai Ketua PWM Jawa Tengah menjelaskan bahwa PTM di Jawa Tengah harus menjadi representasi Islam berkemajuan. PTM harus mampu menyerap nilai-nilai Islam berkemajuan yang didasarkan dari Al-Qur’an dan

J

4

Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

Sunnah. Kalau di Nahdlatul Ulama, pesantren dengan Islam Nusantara, kalau di Muhammadiyah wajah Islam Berkemajuan harus tampak di sekolahsekolah Muhammadiyah dan PTM. Dalam pengembangan PTM, tentu ada kendala yang dihadapi oleh PWM Jawa Tengah. Sumber Daya Manusia (SDM) PTM tidak merata. Ada PTM dengan sumber daya yang mumpuni dan ada PTM dengan sumber daya yang lemah di bidang akademik. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) di Jawa Tengah sangat cukup dalam pengembangan profesi, tetapi kurang dalam pengembangan akademik. Tafsir yang juga Dosen IAIN Walisongo Semarang menjelaskan untuk mencari dosen di STIKES dengan kualifikasi Lektor Kepala sulit. Kalau SDM maju, tentu PTM mampu meluluskan wisudawan yang sesuai dengan kualifikasi yang diinginkan. Tentu juga lulusan yang dapat berkiprah di masyarakat. Dalam pengembangan PTM, Majelis Diktititbang PP Muhammadiyah juga berperan dalam memajukan


Peran PTMA di Wilayah

PTM yang baru dalam taraf berkembang. Majelis Diktilitbang selain memperhatikan PTM yang sudah besar juga perlu memperhatikan PTM yang baru berkembang. Di Jawa Tengah, ada sekolah tinggi dan politeknik yang perlu mendapat perhatian serius dari PWM dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Tafsir berharap PTM secara kelembagaan mampu bersinergi menjadi bagian dari Jamaah dan Jamiah Muhammadiyah yang berada di Amal Usaha Muhammadiyah. Sinergi ini perlu dilakukan sehingga lulusan PTM juga memiliki andil di masyarakat dan menjadi kader Muhammadiyah.

PWM DIY aerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah ibukotanya Muhammadiyah. Di DIY Muhammadiyah lahir dan DIY pula kantor PP Muhammadiyah berada. DIY memiliki 3 universitas: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Univesitas Ahmad Dahlan dan Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Gita Danu Pranata selaku Ketua PWM DIY menjelaskan bahwa PTM di Yogyakarta dalam kondisi sangat baik. Ini dibuktikan dengan akreditasi yang dikeluarkan BAN PT yang menunjukkan PTM di DIY peringkat A dan B. Gita Danu Pranata yang juga Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menjelaskan kondisi PTM yang relatif baik ini bisa menjadi rujukan bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah di Yogyakarta. PTM di Yogyakarta mampu bersaing dengan PTN dan PTS di DIY, sehingga kami mengajak kepada warga persyarikatan di DIY dan di luar di DIY untuk menguliahkan anaknya di PTM. Selain itu, keberadaran PTM juga perlu bersinergi dengan AUM yang lain, sehingga ketika ada AUM yang membutuhkan bantuan, bisa saling bersinergi antar AUM. Gita Danu Pranata berharap agar PTM ke depan harus bisa meningkatkan akreditasi institusi. UMY tetap pertahankan nilai A, UAD dan UNISA harus mampu mendapatkan akreditasi institusi dengan nilai A. Akreditasi institusi A tentu akan meningkatkan performa PTM di masa depan. DIY sebagai kota pendidikan tentu memberi keuntungan bagi PTM untuk menerima

D

mahasiswa dari luar daerah, tetapi harus diimbangi dengan pengembangan kualitas PTM yang mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain di DIY.

PWM Jawa Timur awa Timur provinsi dengan 38 kota dan kabupaten memiliki PTM yang membanggakan. Ada Univesitas Muhammadiyah Malang dan Univesitas Muhammadiyah Surabaya, 2 PTM yang besar. Saad Ibrahim, Ketua PWM Jawa Timur, menjelaskan Jawa Timur ada 6 Universitas dan puluhan sekolah tinggi dan politeknik. Tahun ini akan dibuka Universitas Muhammadiyah Lamongan. Saad Ibrahim yang juga dosen UIN Malang menjelaskan, jika pengelolaan PTM dilaksanakan dengan baik, niscaya PTM akan menjadi pilihan masyarakat. Contoh di Kota Malang ada 50 PTNPTS dan Universitas Muhammadiyah Malang tetap menjadi kampus favorit yang diminati oleh masyarakat. Beliau berharap agar ke depan PTM bisa menjadi World Class University sehingga PTM harus menjadi universitas yang berkemajuan. Tantangan PTM di Jawa Timur untuk menjadi World Class University memang ada. Tantangan yang paling utama adalah sumber daya manusia (SDM). Saad Ibrahim menjelaskan walau PTM punya gedung megah, tetapi jika kualitas SDM rendah, tentu menjadi masalah bagi pengembangan PTM. Selain itu, perlunya PTM untuk mengonsep epistemologi yang menjadikan mahasiswa mampu mengintegrasikan keilmuan umum dengan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan dengan baik. Sehingga, Mahasiswa PTM menjadi sosok yang memahami keilmuan umum dan agama. Saad Ibrahim juga berharap PP Muhammadiyah perlu menginisiasi pendirian PTM di Pulau Bali. Kalau PP Muhammadiyah berencana mendirikan PTM di luar negeri, perlu juga mendirikan PTM di Provinsi Bali. Bali adalah jendela dunia. Jika PP Muhammadiyah mendirikan PTM di Pulau Bali, berarti kiprah Dakwah Muhammadiyah di bidang pendidikan bisa dilihat orang dari berbagai bangsa.[**]

J

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

Warta PTM

5


liputan khusus Menyongsong Sidang Tanwir Muhammadiyah 2017

Revitalisasi Pendidikan Karakter

foto dok. musicalprom.com

P

erihal Sidang Tanwir Muhammadiyah pada tanggal 24-26 Februari 2017 di Ambon, Warta PTM mengupasnya dari perspektif pendidikan tinggi. Karenanya, kami meminta tanggapan dari Prof. Suyanto, M.Ed., Ph.D. dan Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P. Prof. Suyanto merupakan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada tahun 1999-2004 dan 2004-2005, Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2005-2010, dan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Dasar pada tahun 2010-2013. Sekarang, beliau menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni UNY periode 2014-2018 dan Anggota Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2015-2020. Sementara itu, Gunawan Budiyanto adalah Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2016-2020.

6

Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

Wawancara pertama berikut ini dilakukan dengan Prof. Suyanto pada hari Senin 30 Januari 2017 di kantor beliau di Fakultas Ekonomi UNY. Beliau menyoroti tema Sidang Tanwir ini dari perspektif pendidikan.

Bagaimanakah pendapat Bapak tentang pembangunan karakter Indonesia berkemajuan? Saya kira ini sangat relevan. Sangat cerdas dalam memilih tema ini, karena pendidikan karakter sedang direvitalisasi, sedang digalakkan, sedang dijelaskan kepada masyarakat. Tema ini inline dengan upaya pemerintah. Memang kita tidak harus selalu ikut pemerintah dalam melakukan kebijakan-kebijakan pendidikan tinggi dalam arti yang mempunyai kekhasan Muhammadiyah. Pemerintah mengatur pengelolaannya. Pendidikan karakter sedang direvitalisasi? Pendidikan karakter di Kementerian sekarang sedang direvitalisasi, dalam arti diberdayakan.


Revitalisasi Pendidikan Karakter

Tema yang lebih spesifik adalah pemberdayaan pendidikan karakter. Pendidikan karakter ada sebetulnya. (Pendidikan) budi pekerti juga ada, tetapi seolah-olah seperti tak terdengar, senyap. Oleh karenanya, sedang diberdayakan. Ada timnya di bawah Pak Menteri. Saya juga kadang-kadang ikut dalam kegiatan itu. Bagaimanakah peran PTM selama ini dalam membangun karakter Indonesia berkemajuan? PTM bergulat luar biasa. Tentang hasilnya, tergesa-gesa untuk mengatakan bahwa ini sudah gemilang. Bukan seperti itu. Ini sangat kontekstual. Perjuangan PTM belum terlihat hasilnya secara agregat, tetapi dari sisi mikro, dari sisi individual perguruan tinggi, sudah cukup mengagumkan. Tapi, dari sisi keseluruhan, amal usaha pendidikan tinggi, masih harus berjuang. Indikatornya gampang saja, misalnya akreditasi. Itu jadi tolok ukur yang penting. Namun, saya optimis karena ada fasilitasi untuk melakukan learning organization di PTM. Ada learning organization, walaupun kecepatan dari masing-masing PTM untuk membuat institusinya sebagai institusi yang pembelajar itu tidak sama. Mengapa tidak sama? Bukan berarti yang lain lebih bodoh. Itu faktor sejarah saja. Sejarah dan waktu. Semuanya tidak bisa tiba-tiba terus hebat. Kesimpulannya, PTM harus tetap bekerja keras dan kebersamaannya semakin ditingkatkan. Dalam tiga-lima tahun terakhir, kebersamaannya sudah luar biasa untuk mencapai perguruan tinggi yang berkemajuan. Apa sajakah masalah-masalah yang dihadapi oleh PTM dalam membangun karakter Indonesia berkemajuan? PTM tentu punya masalah, wong negara saja punya masalah. Apalagi, PTM sebagai amal usaha Muhammadiyah bagian dari kehidupan bernegara juga di negeri ini. Pertama, PTM menghadapi komitmen. Untuk hal seperti ini, komitmen harus ada dari top-down dan bottom-up. Namun, ini tidak gampang. Oleh karenanya, ini menjadi tantangan bagi PTM untuk membangun karakter Indonesia berkemajuan. Ini internally. Kedua, dari sisi eksternal, membangun karakter yang mempunyai nilai-nilai kemuhammadiyahan juga menghadapi pergumulan global yang luar biasa. Dalam abad IT (information technology) ini, segala-galanya bisa terjadi pada real time, dan yang terjadi itu tidak semuanya in-line dengan visi PTM.

ď ˝

Kesimpulannya, PTM harus tetap bekerja keras dan kebersamaannya semakin ditingkatkan. Dalam tiga-lima tahun terakhir, kebersamaannya sudah luar biasa untuk mencapai perguruan tinggi yang berkemajuan.

Misalnya, sudah diumumkan bahwa di YouTube akan diputar film mengenai kelemahan-kelemahan Nabi Muhammad. Itu salah satu tantangan. Dari satu sisi, kita menanamkan karakter-karakter mulia, tapi di sisi lain, secara eksternal, predatornya banyak sekali. Tentu kita harus membentengi para mahasiswa kita supaya mereka memiliki self-control terhadap tantangan dari luar itu. Mereka bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Apa yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan peran PTM dan Majelis Diktilitbang dalam membangun karakter Indonesia berkemajuan? Memperbanyak dialog dengan PTM. Karena dengan berdialog, suasana kebatinannya bisa dirasakan, dilihat oleh Majelis Diktilitbang. Ini sudah dimulai, tapi kan tidak serta merta bisa langsung mencakup seluruh PTM di Indonesia, karena berbagai kendala, baik yang dimiliki Majelis Diktilitbang maupun PTM-PTM itu sendiri. Kuncinya dialog. Itu sangat penting. Karena dari dialog dengan PTM-PTM, kita bisa memetakan mutunya, kebutuhannya untuk meningkatkan kualitas akademik masing-masing PTM. Dalam bahasa modern, harus ada quality assurance and quality control, penjaminan mutu dan pengendalian mutu. Kenapa harus dua-duanya? Karena yang namanya penjaminan itu selalu berupa rencanarencana di depan supaya mutunya tercapai atas dasar standar tertentu. Tapi harus dikendalikan. Kalau tidak dikendalikan, hanya punya rencana, tapi implementasinya tidak tahu.[]

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

Warta PTM

7


liputan khusus Menyongsong Sidang Tanwir Muhammadiyah 2017

Berpikir dan Melangkah Lebih Maju

K

eterbukaan internasional dan budaya mutu menjadi konteks yang kini wajib diperhatikan secara serius oleh setiap organisasi dan individu, termasuk Muhammadiyah. Kita semua sudah menjadi warga internasional yang boleh dikata tak bersekat, sehingga perbedaan dan persamaan kepentingan-kepentingan politik, ekonomi, budaya dan seterusnya baku tembus. Di sini, budaya mutu berperan amat penting. Ini tantangan sekaligus peluang bagi Muhammadiyah. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., Rektor UMY yang belum lama dilantik ini mengeksplorasi pembangunan karakter dalam konteks keterbukaan internasional dan budaya mutu tersebut. Beliau menerima Warta PTM untuk wawancara pada hari Selasa 31 Januari 2017 siang di kantornya di UMY.

Bagaimanakah tanggapan Bapak tentang pembangunan karakter Indonesia berkemajuan? Tema ini sangat tepat pada saat kita mengawali

8

Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

tahun-tahun pertama era keterbukaan, Masyarakat Ekonomi ASEAN. Salah satu hal yang kita inginkan adalah bahwa Indonesia harus punya karakter yang siap untuk menyongsong era keterbukaan, era interaksi dan komunikasi internasional. Apa yang selama ini menjadi kendala adalah perbedaan culture dan kemampuan berbahasa Inggris. Artinya, karakter berkemajuan sangat dibutuhkan dalam konteks internasional? Sekarang kita lihat, sudah mulai banyak negara tetangga yang capai dengan konflik bersenjata di beberapa bagian dari negaranya yang beragama Islam. Mereka dulu menggunakan hard diplomacy, military treatment. Tapi, sekarang mereka berharap pada Muhammadiyah untuk berperan di dalam proses soft diplomacy melalui resolusi konflik. Kita, UMY, sudah mencoba beberapa kali, misalnya ke Davao, Filipina. Kita bertemu dengan beberapa tokoh Bangsa Moro. Kemudian, ada pertukaran budaya. Beberapa aktivis Bangsa Moro


liputan khusus kuliah untuk mengambil gelar master dan doktor di UMY. Diharapkan dengan peningkatan kualitas akademik, soft diplomacy akan bisa lebih dimainkan. Kita sangat paham bahwa konsep-konsep keputusasaan terhadap celah dialogis akan memunculkan pendekatan military, hard diplomacy. Jadi, bagaimana pihak-pihak tertentu memaksakan konsepnya dan kehendaknya kepada pihak lain. Sifatnya bukan win-win solution. Di sini, Muhammadiyah punya peluang yang sangat besar untuk bermain dalam ranah soft diplomacy, untuk ikut membantu menyelesaikan permasalahanpermasalahan saudara kita di negara-negara tetangga yang kebetulan di sana minoritas, misalnya di Thailand di Patani, di Filipina Selatan, kemudian juga di Myanmar. Kita sudah mengirim tim waktu itu ke Myanmar, ke Yangon tahun 2012, kemudian ke beberapa negara lain. Bagaimanakah peran PTM, yang salah satunya UMY, dalam membangun karakter Indonesia berkemajuan? Saya mencoba berpikir melawan arus. Oke, Anda menjadi pintar dengan IP (indeks prestasi) tinggi, silakan. UMY ini universitas. Universitas dari kata universe, alam semesta. Artinya apa? Bagaimana kita berperan di alam semesta, di dalam lingkungan kita, dalam batas-batas tertentu, misalnya di perusahaan, di kantor, di ranah politik, di birokrasi dan sebagainya. Nah, saya percaya bahwa karier ditentukan oleh faktor akademik tidak sampai 50%. Saya justru percaya karier ditentukan 60% oleh soft skill. Soft skill ini akan membentuk karakter, dan ini tidak bisa dikuliahkan. Bernegosiasi, bekerja dalam teamwork itu tidak ada kuliahnya. Tapi ini harus dipraktikkan. Ini salah satu yang menarik. Terakhir, apa yang perlu dilakukan oleh PTM dan Majelis Diktilitbang untuk mengoptimalkan pembangunan karakter Indonesia berkemajuan? Saya ingin ada upaya terstruktur untuk mengomunikasikan visi dan misi Muhammadiyah ke dalam kurikulum. Aneh, visi dan misi di beberapa prodi (program studi) dan fakultas di PTM copy paste dari PTN. Lha, kita ini Muhammadiyah yang punya misi sendiri, punya visi sendiri, punya marwah sendiri. Kita prodi di bawah perguruan tinggi Muhammadiyah, kenapa mengekspos habis-habisan milik orang lain? Kenapa kita tidak mencoba untuk menggali kearifan lokal sendiri? Kalau saya ditanya berapa persen PTM bisa

ď ˝

Perguruan tinggi Muhammadiyah harus kita seriusi. Kalau cuma ingin konflik, nggak usah mengurus PTM. Kalau cuma remehtemeh, sekadar simbolisasi, nggak usah mengurus PTM. Kasihan Muhammadiyah. Kalau mau mengurus PTM, harus punya visi ke depan. Visinya ke mana? Bukan muluk-muluk (mengawang-awang). Visinya, kita melihatlah, sejauh mana itu berguna buat Muhammadiyah

mencetak kader Muhammadiyah? Saya diare. Nol koma tujuh persen mungkin. Tidak sampai 1%. Saya berpikir 2% saja, sudah hebat. Dua persen Jogja, dua persen Semarang, dua persen Surakarta, Malang, Jakarta, maka sumber daya kader Muhammadiyah akan melimpah, dan itu orangorang yang siap untuk menjadi suatu komunitas yang berkemajuan. Saya berpikir agak nyleneh. Perguruan tinggi Muhammadiyah harus kita seriusi. Kalau cuma ingin konflik, nggak usah mengurus PTM. Kalau cuma remeh-temeh, sekadar simbolisasi, nggak usah mengurus PTM. Kasihan Muhammadiyah. Kalau mau mengurus PTM, harus punya visi ke depan. Visinya ke mana? Bukan muluk-muluk (mengawang-awang). Visinya, kita melihatlah, sejauh mana itu berguna buat Muhammadiyah.[]

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

Warta PTM

9


Jadwal Acara Sidang Tanwir Muhammadiyah Ambon, 27-29 Jumadil Awal 1438 H/24-26 Februari 2017 M HARI

WAKTU 09.00-17.00

KAMIS 17.00-19.30 23/02/2017

Jumat 24/02/2017

ACARA Pendaftaran dan akomodasi Peserta

20.00-22.00

05.00-06.30

Shalat Shubuh dan Kultum, Senam/ Taddabur Alam

06.30-08.30

Makan pagi, bersih diri, dll

08.30-09.00

Persiapan Pembukaan

09.00-11.00

Pembukaan Tanwir oleh Presiden RI

11.00-14.30

Shalat Jumat, makan siang,

14.30-15.00

Persiapan Materi

16.30-17.30 17.30-19.30 19.30-21.00 21.00-22.30 22.30-05.00

10 Warta PTM

Garis-garis Besar Kebijakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Strategi Pelaksanaan Program Muktamar Progress Report PWM/Ortom (I) Istirahat, makan malam, dll Pengesahan Anggota Tambahan dan Progress Report PP Muhammadiyah Progress Report PWM/Ortom (II) Istirahat

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

PEMANDU Panitia Pelaksana Pusat & Wilayah

Persiapan Welcoming Dinner Welcoming Dinner oleh Gubernur Maluku

15.00-16.30

PEMBICARA

TEMPAT Hotel

Panitia Wilayah Gubernur Maluku dan Ketua Umum PP Muhammadiyah

Panitia Pelaksana Pusat & Wilayah

Kantor Gubernur

Panitia Wilayah

Hotel Hotel

Panitia Pelaksana Pusat & Wilayah Panitia Pelaksana Pusat & Wilayah Panitia Pelaksana Pusat & Wilayah Panitia Pelaksana Pusat & Wilayah

Islamic Center Islamic Center Islamic Center Islamic Center

Panitia Pelaksana Pusat & Wilayah

Islamic Center

Panitia Wilayah

Islamic Center

Panitia Pelaksana Pusat & Wilayah

Islamic Center

Panitia Pelaksana Pusat & Wilayah

Islamic Center

Panitia Wilayah

Hotel


Jadwal Acara Sidang Tanwir Muhammadiyah

HARI

WAKTU

Sabtu 05.00-06.30 25/02/2017 06.30-08.00

ACARA

08.00-10.00

Ceramah Kedaulatan dan Keadilan Sosial untuk Indonesia Berkemajuan

10.00-10.30

Coffee Break

10.30-12.30

Ceramah Kedaulatan Politik, Hukum, dan Ekonomi Shalat, makan siang, dll

12.30-13.30 13.30-15.45 15.45-16.00 16.00-17.45 17.45-19.30

Islamic Center

1. Prof. Dr. Saldi Isra 2. Prof. Dr. Siti Zuhro 3. Prof. Dr. Sri Edi Swasono

Panitia Pelaksana Pusat & Wilayah

Islamic Center

Islamic Center

Islamic Center

Progress Report PWM/Ortom (IV) Shalat, makan malam, dll

Panitia Pelaksana Pusat & Wilayah Panitia Wilayah

Islamic Center

1. Menteri Pendidikan dan Panitia Pelaksana Pusat & Kebudayaan Wilayah Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. 2. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. Muhammad Nasir, Ph.D,Ak. Panitia Pelaksana Pusat & Wilayah

Islamic Center

22.30-05.00

Istirahat

11.30-12.30

1. Prof. Dr. M. Amien Rais, Panitia Pelaksana Pusat & M.A. Wilayah 2. Prof. Dr. A. Syafii Maarif, M.A. 3. Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, M.A. Panitia Wilayah

Islamic Center

Sidang Komisi

11.00-11.30

Hotel

Panitia Pelaksana Pusat & Wilayah Panitia Wilayah

21.00-22.30

09.30-11.00

TEMPAT Hotel

Panitia Wilayah

Ceramah Kebijakan Pendidikan Nasional untuk Peningkatan Daya Saing Bangsa Menuju Indonesia Berkemajuan

07.30-09.30

PEMANDU Panitia Wilayah

Progress report PWM/Ortom (III) Shalat, Coffee Break

19.30-21.00

Ahad, 05.00-06.30 26/02/2017 06.30-07.30

PEMBICARA

Shalat Shubuh dan Kultum, Senam/ Taddabur Alam Makan pagi, bersih diri, dll

Islamic Center

Islamic Center Hotel

Shalat Shubuh dan Kultum, Senam/ Taddabur Alam Makan pagi, bersih diri, dll

Panitia Wilayah

Progress Report PWM/Ortom (V) Sidang Pleno Pengesahan Hasil Sidang Komisi Persiapan Penutupan

Panitia Pelaksana Pusat & Wilayah Panitia Pelaksana Pusat & Wilayah Panitia Pelaksana Pusat & Wilayah Panitia Pelaksana Pusat & Wilayah

Penutupan oleh Wakil Presiden RI

Islamic Center

Hotel Hotel Islamic Center Islamic Center Islamic Center Islamic Center

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

Warta PTM 11


Profil PTMA

dok. www.infohotel.co

Universitas Muhammadiyah Palembang

Dari Kuliah di Masjid Menuju Universitas Terbaik Walaupun secara formal Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) berdiri 15 Juni 1979, sebetulnya langkah setapak sudah dilakukan sejak tahun 1963. Mungkin tidak banyak yang mengetahui kalau awalnya para mahasiswa UMP kuliah di masjid. Tak terbayangkan bahwa evolusi yang berkali-kali dan berbagai cobaan dilalui bisa mengantarkannya menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Sumbagsel. Kampusnya kini memiliki bukan hanya masjid sendiri, tetapi juga banyak gedung yang representatif, unit-unit usaha, hingga rumah sakit. Lahan yang dimiliki pun sudah puluhan hektar, walau hanya sebagian yang baru digunakan untuk kampus utamanya. Awalnya, tahun 1963 tokoh muda Muhammadiyah Drs. M. Djakfar Murod dan kawan-kawan memunculkan gagasan untuk membuat perguruan tinggi bernaung di bawah 12 Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

Muhammadiyah. Ini tentu tidak gampang karena sarana prasarana yang minimal dan persyaratan administratif dan substantif yang harus dipenuhi. Namun, gagasan para tokoh muda ini tetap diapresiasi pengurus PWM masa itu. Mulailah kuliah di sebuah Masjid Muhammadiyah di daerah Bukit Lecil dengan 20 mahasiswa, yang awalnya di bawah Fakultas Hukum dan Fakultas Filsafat Muhammadiyah. Ini berevolusi menjadi fakultas-fakultas yang berada di bawah Universitas Muhammadiyah Jakarta. Baru pada tahun 1979, secara resmi berdiri Universitas Muhammadiyah Palembang. Namun, legalitas sebagai universitas sebetulnya baru diperoleh tahun 1982, setelah bisa meningkatkan fakultas yang dimiliki dari tiga fakultas menjadi empat fakultas sesuai dengan syarat minimal dari pemerintah waktu itu. Kini UMP sudah mempunyai posisi baik


Dari Kuliah di Masjid Menuju Kampus Terbaik

dok. palembangterkini.wordpress.com & http://sumsel.tribunnews.com

bukan saja di Palembang atau Sumsel, tetapi se-Kopertis Wilayah II yang melingkupi empat provinsi: Sumsel, Lampung, Bengkulu, dan Bangka-Belitung. Saat hampir semua PTS di wilayah itu AIPT-nya belum ada yang B, UMP awal tahun 2014 sudah lebih dulu menjadi B bersama Universitas Sriwijaya Palembang dan STIKES Muhammadiyah Palembang. Wajar kalau kemudian rektor saat ini, Dr. Abid Djazuli bertekad untuk menaikkan AIPT-nya ke A dan menjadi PTS terbaik se-Kopertis Wilayah II. Saat ini, UMP memiliki dalapan delapan fakultas, yang satu di antaranya adalah Pascasarjana. UMP memiliki empat program studi S-2 dan 21 program studi S-1. “Hampir semuanya akreditasinya B. Untuk reakreditasi yang akan datang kita tingkatkan supaya lebih banyak yang terkareditasi A,” kata Wakil Rektor I Prof. Indawan. Membuat lebih banyak prodi berakreditasi A ini menjadi suatu keniscaayaan supaya AIPT-nya bisa A juga. Proses perkuliahan saat ini berada di dua kampus, yaitu Kampus A yang berada di lahan seluas 3,5 hektar dan Kampus B di atas lahan 1,5 hektar di daerah Ulu Palembang. Kampus Pusat sendiri yang juga menjadi perkantoran pimpinan universitas di Jalan A Yani 13 Seberang Ulu. Satu hal yang menjadi kebanggaan UMP adalah Fakultas Kedokteran. Saat ini, sebagian besar perguruan tinggi di tanah air tidak memiliki FK. Namun UMP sudah memilikinya sejak tahun 2008. Yang lebih membanggakan, saat dikareditasi pertama kali oleh BAN tahun 2013, prodi FK langsung mendapatkan nilai B. Ini sesuatu yang langka. “Oleh karena itu kami serius untuk mengawal FK yang saat ini sedang persiapan re-

akreditasi,” ujar Plh. Dekan FK UMP dr. Yanti Rosita M.Kes. Saat ini, sudah 144 dokter diluluskan oleh Fakultas Kedokteran UMP, yang didukung oleh tenaga pengajar dari lulusan UNSRI, UGM, UNS, dan lain-lain. Dengan jumlah mahasiswa sekitar 11 ribu orang dan melahirkan alumni lebih 46 ribu orang, UMP terus berbenah untuk meningkatkan mutu dan juga menambah jumlah prodinya. Itu menjadi sangat mungkin karena didukung oleh 422 dosen tetap, yang 44 di antaranya berkualifikasi doktor. “Hanya saja Guru Besarnya baru dua orang. Sudah ada satu lagi diusulkan ke Kemenristekdikti. Insya Allah ke depan akan banyak profesor di UMP ini,” kata Dr. Abid Djazuli. Di samping dosen tetap, terdapat juga 289 dosen luar biasa, yang diantaranya juga dari profesional yang ada di Palembang. Lebih dari itu, UMP sering menghadirkan dosen-dosen tamu dari dalam dan luar negeri, dengan membuat forum-forum kuliah umum ataupun seminar. Para mahasiswa UMP juga punya peluang besar untuk memperoleh beasiswa. Ini karena banyak sumber beasiswa yang ditawarkan, baik dari internal UMP sendiri dari luar. Ada beasiswa dari Pemerintah Daerah, Philips, Bidikmisi, dan lain sebagainya. Prinsipnya, mereka yang akademik baik akan mudah memperoleh beasiswa. Lebih-lebih bagi yang secara ekonomi kurang mampu. Ini sesuai dengan tagline yang digunakan UMP yakni “Unggul dan Islami”, dan dengan Visi “Menjadi Universitas Berstandar Internasional dan Menghasilkan Lulusan Berdaya Saing Tinggi serta unggul dalam Ipteks yang Berbasis Islam pada tahun 2022 Menuju Universitas Berstandar Internasional”.**@@

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

Warta PTM 13


Profil PTMA

Rektor UM Palembang Dr. Abid Djazuli, M.M.:

Menuju Universitas Terbaik di Kopertis II

S

ejak dilantik sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) 23 Oktober 2015, Dr. Abid Djazuli, M.M. terus melakukan akselerasi memantapkan kiprah UMP di dunia pendidikan tinggi Sumatera Selatan dan Nasional. Berbagai kebijakan UMP yang sudah cukup baik yang dirintis pendahulunya Dr. HM Idris terus ia lanjutkan oleh rektor yang berpenampilan kalem ini. Langkah awal dilakukannya adalah menjalin hubungan baik dengan main stakeholders, seperti Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumsel, BPH UMP, para dosen hingga Pemerintah Sumsel dan Kemenristekdikti dan Kemendikbud. “Hubungan dengan PWM insya Allah harmonis, dan yang penting tetap dalam koridor aturan main yang ada,” ujarnya. Pejabat-pejabat terkait pendidikan seperti Mendikbud Muhadjir Effendi, Dirjen Sumberdaya IPTEK Kemenristek Dikti, dan lebih-lebih Koordinator Kopertis Wilayah II Prof. Slamet Widodo, sudah berkunjung ke kampus. “Saya bertekad keras bekerja sama dengan komponen-komponen UMP,” ujar Rektor UMP 2015-2019 ini. Bagaimana langkah UMP ke depan, dan capaian-capaian apa yang sudah dan diharapkan UMP dalam periode kepemimpinannya? Berikut penuturannya kepada Warta PTM. Apa obsesi jangka pendek dan menengah? Dalam jangka menengah, kami ingin meraih Akreditasi Institusi A. Mudah-mudahan dalam reakreditasi yang akan datang, itu bisa mewujud. Harapan ini didasarkan pada posisi UMP yang relatif lebih paling dulu memperoleh akreditasi B di antara PTS-PTS bukan saja di Sumatera, tetapi di luar Jawa. AIPT B diperoleh UMP tahun 2014, dan saat itu di luar Jawa hanya ada enam PTS dengan akreditasi institusi B. Sejak beberapa waktu lalu, kami sudah mulai menyiapkan untuk reakreditasi. Ini merupakan tekad kami dan teman-teman di UMP. Mudah-mudahan kami yang pertama 14 Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

memperoleh AIPT A se-Kopertis Wilayah II. Langkah konkret yang dilakukan? Mempersiapkan tim untuk penyiapan AIPT yang kompeten, dengan melibatkan mereka yang paham tentang penjaminan mutu dan mengelola akreditasi. Kita juga menjadi tuan rumah workshop bagi PTM yang AIPT B. Dengan menjadi tuan rumah, kita bisa mengirim banyak anggota tim dan staf untuk ikut. Mereka bisa belajar dan distimulus. Kami akan mengawal proses penyiapan reakreditasi institusi ini secara serius. Kiprah UMP selama ini di Sumsel bagaimana? Jelas kita bukan saja sekadar menjadi tempat belajar bagi mahasiswa daerah ini. Kita juga melakukan pengabdian masyarakat. Karena itu, kita banyak membantu Pemda-pemda di daerah ini. MOU kita adakan bukan saja dengan Pemprov, tetapi juga Pemkot dan Pemkab. Dan itu tidak hanya berhenti pada tataran MOU melainkan juga pada action program-nya. Misalnya, FH UMP membantu menyiapkan naskah akademik peraturan-pertauran perundangan Pemkot dan Pemkab. FE membantu daerah melaksnakan penelitian pengembangan wilayah. Fakultas Pertanian bekerja sama untuk implementasi teknologi tepat guna dalam budidaya hortikultura, pengolahan pascapanen dan teknologi pangan. Tentu saja peran besar membangun provinsi di mana kami berada adalah dengan banyaknya alumni kami yang bekerja di pemerintahan maupun swasta di wilayah ini. Posisi UMP dalam kiprah pendidikannya di sini bagaimana? Kerja sama yang dilakukan? Posisi UMP di Sumsel dapat dikatakan sebagai PTS terbesar. Bukan hanya di Sumsel, tetapi di Kopertis Wilayah II yang meliputi Sumsel, Lampung, Bangka-Belitung, dan Bengkulu. Yang belajar di sini juga bukan hanya mahasiswa dari Sumsel, tetapi dari seluruh Indonesia, dan


dok. suaramuhammadiyah.id

bahkan juga mahasiswa asing, walaupun masih sebatas Asia Tenggara. Oleh karena itu, kita satusatunya PTS yang mendapat bantuan tenaga ahli dari Jerman di wilayah ini. Banyak PT asing dan lembaga internasional yang mengajak kerja sama UMP. Di level internasional ada kerja sama dengan perguruan tinggi di Malaysia, Thailand, Australia, Eropa, atau Amerika. Namun, memang belum semuanya ada agenda aksinya. Dengan Kantor Urusan Internasional yang ada di UMP, diharapkan ke depan bisa diseksekusi sebagian dari MOU itu. Kita sudah bekerja sama dengan sebuah lembaga dari Amerika Serikat untuk melakukan tes kemampuan Bahasa Inggris. Ini sudah jalan. Dengan Thailand, misalnya, pemerintah sana sudah mengirim mahasiswanya studi di sini; dan kita juga mengirim mahasiswa magang ke Thailand, khususnya dari FKIP. Ke depan PTM diarahkan untuk memiliki lebih banyak program pascasarjana. Bagaimana dengan UMP? Alhamdulillah kita sudah memiliki empat program studi pascasarjana, yaitu prodi Ilmu Hukum, Manajemen, Pendidikan Biologi, dan Teknik Kimia. Ke depan ini akan kita tambah terus. Sekarang sedang dirintis untuk membuka prodi pascasarjana Akuntansi, dan peogram studi Pendidikan Islam. Ini berada dalam struktur

Program Pascasarjana UMP yang sekarang dipimpin Pak Idris. Kami mohon doa agar program pascasarjana terus berkembang. Bagaimana pengembangan riset? Terus kita dorong dan tingkatkan. Ini kan wajib sebagai bagian dari Catur Dharma UMP. Setiap tahun kita banyak mendapat hibah dari pemerintah. Selama tiga tahun terakhir misalnya, penelitian dosen dan mahasiswa mampu menyerap dana hibah dari Dikti lebih dari satu miliar. Saat ini, UMP masuk dalam kluster penelitian Madya dan berhak mengelola dana penelitian dari hibah Dikti Rp 2 miliar per tahun. Kita usahakan pada masa mendatang bisa naik ke kluster utama, sehingga lebih banyak dana hibah yang bisa dikelola. Ada hal lain yang ingin disampaikan? Ya doakan kami menjadi PTS terbaik di wilayah ini. Kami berusaha bekerja sebaik dan seefisien mungkin. Oleh karena itu, sekarang kami bekerja keras untuk mengoptimalkan penggunaan Informasi Teknologi atau IT dalam mendukung manajemen UMP ini. Sekarang sedang dikerjakan untuk SIMAK, SIMPEG, SKP, Keuangan, dan Perpustakaan. Kita didukung oleh PTM lainnya, dan insya Allah akan di launching tahun 2018.**@@

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

Warta PTM 15


Kinerja

dok. notable.ca

Pendampingan SPMI & SPME PTM

U

ntuk menyukseskan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) di lingkup PTM, setahun terakhir atau pasca Rakornas 2016 di Semarang, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah terus menggiatkan berbagai kebijakan dan kegiatan untuk mendorong laju implementasi penjaminan mutu di lingkungan PTM agar berjalan massif, dinamis, sistemik, dan terencana. Dalam konteks ini, setidaknya ada dua hal mendasar yang dilakukan oleh Majelis Diktilitbang untuk mengakselerasi penumbuhan dan penguatan SPMI di lingkup PTM, yakni: 1. Penerbitan Pedoman SPMI PTM Kehadiran buku Pedoman SPMI PTM ini adalah untuk menjembatani PTM agar dapat segera menerapkan SPMI dengan rujukan dokumen mutu yang terstandar. Buku ini terdiri dari dokumen mutu standar yang harus dimiliki perguruan tinggi yang meliputi: Kebijakan Mutu, Manual Mutu, Standar Mutu, Prosedur Mutu, Audit Mutu Internal, Instruksi Kerja dan Formulir Mutu serta Pengembangan Instrumen Tingkat Kepuasan.

16 Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

2. Penguatan Tata Kelola SPMI di PTM Selain memberikan kebijakan tentang Pedoman SPMI, hal yang tak kalah penting bagi Majelis Diktilibtang PP Muhammadiyah dalam penumbuhan dan penguatan SPMI PTM adalah penguatan tata kelola SPMI di PTM. Untuk menerapkan penjaminan mutu di PTM, tidak cukup dengan semangat dan komitmen yang kuat saja. Namun, juga dibutuhkan kecakapan dan pemahaman yang mumpuni tentang how to build and improve SPMI ini di PTM. Treatment yang diterapkan untuk penguatan tata kelola SPMI di PTM adalah memberikan pelatihanpelatihan atau workshop SPMI. Ada 3 (tiga) skema pelatihan (workshop) yang diberikan, yakni: pertama, pelatihan SPMI. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang SPMI dan ruang lingkupnya serta memberikan penguatan quality awareness bagi pimpinan PTM dan pengelola penjaminan mutu di PTM (LPM/BPM/UPM dan seterusnya). Kedua, pelatihan penyusunan Dokumen Mutu. Pelatihan yang dimaksud bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang dokumen mutu beserta elemen-elemennya, up-dating regulasi


Pendampingan SPMI & SPME PTM

penjaminan mutu serta membekali peserta bagaimana menyusun dokumen mutu yang terstandar. Ketiga, pelatihan Audit Mutu Internal (AMI). Pelatihan ini bertujuan untuk membekali PTM bagaimana pengorganisasian dan manajemen AMI, skill auditor, profesionalisme dan kode etik auditor serta bagaimana mengolah temuan audit menjadi rumusan tindak lanjut perbaikan mutu. Pada bulan Mei tahun 2016, Majelis Diktilitbang telah menyelenggarakan Pelatihan SPMI di Universitas Muhammadiyah Tangerang. Kemudian pada November dan Desember 2016, Majelis Diktilitbang bekerja sama dengan Kemenristekdikti menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) SPMI di Yogyakarta dan Mataram. Sementara itu, workshop Penyusunan Dokumen Mutu sejauh ini diselenggarakan secara ad-hoc sesuai dengan permintaan PTM (dilaksanakan per-PTM). PTM yang sudah pernah menyelenggarakannya antara lain adalah Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, STIKES Muhammadiyah Lamongan, dan STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta. Data perkembangan kondisi akreditasi institusi PTM tampak pada grafik di bawah ini: TahunÂ

A

B

C

PTM Belum Ikut AIPT

Tahun 2015

2

18

50

94

Tahun 2016

2

28

59

75

Tahun 2017

3

34

56

71

Data perkembangan akreditasi program studi di lingkungan PTM adalah: Â Akreditasi Prodi

A (%)

B (%)

C (%)

Tahun 2015

6%

47 %

47 %

Tahun 2016

7%

53 %

40 %

Tahun 2017

8%

59 %

34 %

Dua tabel di atas menunjukkan bahwa meskipun dari tahun ke tahun ada peningkatan jumlah institusi maupun program studi (prodi) di lingkungan PTM yang mengalami peningkatan akreditasinya dari C ke B, atau B ke A, masih perlu kerja keras untuk meningkatkan status akreditasi institusi dan prodi PTM hingga mencapai status yang lebih baik secara menyeluruh. Ada 2 skema kegiatan yang dilakukan oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah setahun terakhir untuk meningkatkan level dan kualitas akreditasi PTM, yaitu :

Skema Pelatihan PELATIHAN SPMI Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang omprehensif tentang SPMI dan ruang lingkupnya serta memberikan penguatan quality awareness bagi pimpinan PTM dan pengelola penjaminan mutu di PTM (LPM/ BPM/UPM dan seterusnya).

PELATIHAN PENYUSUNAN DOKUMEN MUTU Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang dokumen mutu beserta elemenelemennya, updating regulasi penjaminan mutu serta membekali peserta bagaimana menyusun dokumen mutu yang terstandar.

PELATIHAN AUDIT MUTU INTERNAL (AMI) Pelatihan ini bertujuan untuk membekali PTM bagaimana pengorganisasian dan manajemen AMI, skill auditor, profesionalisme dan kode etik auditor serta bagaimana mengolah temuan audit menjadi rumusan tindak lanjut perbaikan mutu

1. Workshop Akreditasi Program Studi Pada skema pertama ini, treatment yang dilakukan adalah mengumpulkan prodi PTM se-Indonesia yang masih mendapatkan status akreditasi prodi B & C melalui kegiatan Workshop Akreditasi Prodi yang dilaksanakan secara regional. Kegiatan Workshop Akreditasi Prodi telah dilaksanakan tiga kali, masingmasing di Universitas Muhammadyah Makassar untuk regional timur, di Universitas Muhammadiyah Jakarta untuk regional Sumatera, DKI, Banten dan Jawa Barat, dan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk regional Jawa Tengah, Jawa Timur dan DIY. 2. Pendampingan Penyusunan Borang Akreditasi Penyusunan borang akreditasi merupakan aktivitas penting untuk menyiapkan akreditasi prodi/institusi. Kegiatan ini bukan sekadar persoalan mengisi/menulis borang, tetapi juga menyangkut penyiapan data dari penjaminan mutu yang telah dilakukan. Majelis Diktilibang PP Muhammadiyah memberikan kebijakan agar penyusunan borang akreditasi di setiap PTM didampingi oleh Tim Asistensi Penjaminan Mutu Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah atau tim PTM terdekat yang memiliki status akreditasi prodi/institusi yang terbaik (A).[] Ahmad Muttaqin & Munawwar Khalil

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

Warta PTM 17


Kinerja

Kaleidosk 1. Workshop Pengembangan LPPM PTM

p Kinerja 4. Konsolidasi Forum Dekan Fakultas Hukum PTM

Pada 23 Februari 2016, Majelis Diktilitbang PPM mengadakan kegiatan yang secara khusus bertujuan untuk merespons isu-isu yang menyangkut hajat hidup umat dan persyarikatan di kantor PPM Jln. Cik Ditiro Yogyakarta.

5. Rakornas Pimpinan PTM

dok. marketing.co.id

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) mengadakan Workshop Pengembangan LPPM PTM pada 22-23 Januari 2016 di Hotel Amarossa Jln. Pangeran Antasari No. 9 A-B Jakarta Selatan.

2. Rakornas Asosiasi LPTK PTM

Pada 2-4 Februari 2016, Majelis Diktilitbang PPM mengadakan kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) di PTM di Hotel Lor In Jln. Adisucipto Surakarta. 3. Focus Group Discussion (FGD) Filsafat

Pendidikan Muhammadiyah

Rakornas Pimpinan PTM se-Indonesia yang diselenggarakan pada 11-13 Maret 2016 di Semarang.

6. Lokakarya Pembelajaran Penguatan AIK

Pada 16 Maret 2016, Majelis Diktlitbang PPM mengadakan kegiatan lokakarya guna mensosialisasikan Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) di Kampus Universitas Muhammadiyah Cirebon.

7. Lokakarya Pengelolaan Asrama PTM

Majelis Diktilitbang PPM pada 18-20 Maret 2016 mengadakan lokakarya yang bertujuan untuk menyosialisaikan standar program pengelolaan asrama di lingkungan PTM di Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

dok. suaramuhammadiyah.id

Kegiatan FGD yang dilaksanakan pada 20 Februari 2016 di Hotel Grand Sargede Yogyakarta ini diikuti oleh dosendosen filsafat pendidikan dan tamu undangan.

18 Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

8. Workshop Nasional Peningkatan Akreditasi Program Studi PTM

Majelis Diktilitbang PPM mengadakan kegiatan workshop untuk para pimpinan PTMA se-Indonesia. Workshop yang dikhususkan untuk wilayah


Kaleidoskop Kinerja

Indonesia Timur ini bertempat di Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar pada 5-7 April. Kemudian workshop regional Indonesia Barat bertempat di Universitas Muhammadiyah Jakarta pada 8-10 April 2016. Lalu, workshop nasional regional Indonesia Tengah (DIY, Jateng dan Jatim) dilaksanakan di Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada 12-14 April 2016.

Nasional dan seminar ALPTK PTM di Kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat pada 2-4 Agustus 2016.

9. Workshop dan FGD Pengelola Asrama

14. Pertemuan BPH PTM

Workshop dan FGD Pengelola Asrama yang dilaksanakan oleh Majelis Diktilitbang PPM ini diadakan di Wisma Mentari Kaliurang pada 14-15 Mei 2016.

10. Workshop Forum KUI PTM se-Indonesia

Workshop Forum Kantor Urusan Internasional (KUI) PTM se-Indonesia diadakan oleh Majelis Diktilitbang PPM di Bellevue Suite Hotel Jakarta Selatan pada 18-19 Mei 2016.

13. Pertemuan Wakil Pimpinan PTMA Bidang Kemahasiswaan dan AIK

Agenda pertemuan ini dilaksanakan pada 10 Agustus 2016 dan bertempat di Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini.

Pertemuan Badan Pengurus Harian (BPH) dilaksanakan pada 10 Agustus 2016 yang berlokasi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

15. Pelantikan Pengurus ASLAMA dan Rapat Kerja I

Majelis Diktilitbang melantik pengurus ASLAMA (Asosiasi Pengelola Asrama) PTM pada 8-9 September 2016 di Kampus Universitas Prof. Dr. HAMKA.

11. Workshop Penyusunan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

16. Pertemuan Asosiasi Perguruan Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (APTAIM)

Majelis Diktilitbang PPM menyelenggarakan workshop yang ditujukan untuk pimpinan PTMA se-Indonesia pada 17-19 Mei 2016 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 27-29 September 2016 di Hotel Jakarta.

12. Rakernas Asosiasi LPTK PTM

17. Pelatihan Bimbingan Teknis dan Uji Kompetensi Asesor Batch I Kerjasama Majelis Diktilitbang PPM dengan Kementerian PUPR.

Majelis Diktilitbang PPM mengadakan Rapat Kerja

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

Warta PTM 19


Kinerja Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Arjuna Yogyakarta pada 11-15 Oktober 2016.

18. Koordinasi Kepala Lembaga Penelitian 13 PTM

Hotel Platinum Yogyakarta pada 14-15 November 2016.

25. Pelatihan Pendamping Asrama PTM

Kegiatan koordinasi ini diadakan di kantor PPM Cik Ditiro Yogyakarta pada 13 Oktober 2016.

19. Pertemuan Bidang SPMI dan AIK

Pertemuan ini bertempat di Hotel Burza Jogokaryan pada 20-21 Oktober 2016.

20. Pelatihan Bimbingan Teknis dan Uji Kompetensi Asesor Batch II

Kegiatan ini dilaksanakan di Surabaya pada 25-29 Oktober 2016.

21. Focus Group Discussion (FGD) Filsafat Pendidikan Muhammadiyah

Majelis Diktilitbang mengadakan kegiatan ini di Universitas Muhammadiyah Tangerang pada 29 Oktober 2016.

22.Pertemuan 23 Rektor PTMA

Majelis Diktilitbang PPM menyelenggarakan audiensi progress and report di Kantor PPM Cik Ditiro Yogyakarta pada 8 November 2016.

Kegiatan ini bertempat di Pesantren Mahasiswa KH Mas Mansyur UM Surakarta ini dilaksanakan pada 17-20 November 2016.

26. Pelatihan Bimbingan Teknis dan Uji Kompetensi Asesor Batch III

Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Arjuna Yogyakarta pada 18-23 November 2016.

27. Pelatihan Bimbingan Teknis SPMI

23. Launching Program MSPP dan Hibah Penelitian

Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Puri Indah Mataram pada 7-9 Desember 2016.

dok. suaramuhammadiyah.id

Pada 8 November 2016, Majelis Diktilitbang PPM mengadakan peluncuran program Muhammadiyah Scholarship Preparation Program dan Hibah Penelitian di Aula Kantor PPM Cikditiro Yogyakarta.

24. Pelatihan SMPI Kerjasama Kemenristekdikti

Majelis Diktilitbang PPM mengadakan pelatihan SPMI di 20 Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

28. Forum Kantor Urusan Internasional (KUI) PTM se-Indonesia

Kegiatan ini diselenggarakan pada 9-11 Desember 2016 di Universitas Muhammadiyah Gorontalo.[*]


Pembekalan Kader MSPP

Bersiap Memburu Beasiswa Dua puluh enam peserta yang lolos seleksi Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) menyiapkan diri untuk memburu beasiswa luar negeri. Mereka mengikuti kegiatan Pembekalan Kader MSPP selama satu pekan, 3-9 Februari 2017 di Pusbang Muhammadiyah Yogyakarta sebelum berangkat ke Kampung Inggris di Pare, Kediri, Jawa Timur. MSPP merupakan program pemberian beasiswa kepada kader-kader Muhammadiyah untuk belajar bahasa Inggris dalam rangka melanjutkan studi Strata 2 (S-2) dan Strata 3 (S-3) di luar negeri. MSPP terselenggara atas kerja sama antara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan LAZISMU. Para peserta MSPP akan belajar bahasa Inggris di lembaga kursus Global Inggris di Pare, Kediri selama tiga bulan (Februari-April 2017). Pembekalan Kader ini dibuka oleh Dr. Haedar Nashir, M.Si. Ketua Umum PP Muhammadiyah ini berharap para peserta kelak akan menjadi inteligensia, bukan sekadar sarjana dengan gelar magister atau doktor. Inteligensia melampaui gelar kesarjanaan. Kaum inteligensia memberikan kontribusi keilmuan dan pencerahan kepada umat manusia tanpa kenal lelah. Dalam pembekalan ini, para peserta mendapatkan

materi-materi Keislaman, Kemuhammadiyahan, tata cara untuk memperoleh beasiswa kuliah dan menyelesaikan kuliah di luar negeri. Para pematerinya berasal dari Majelis Pendidikan Kader dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, serta doktor-doktor lulusan luar negeri. Mereka menyampaikan materimaterinya dengan bahasa Inggris. Para peserta tersebut memandang MSPP ini sebagai program yang sangat bagus. Sebab, MSPP memberikan kesempatan istimewa kepada kaderkader muda Muhammadiyah untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan memburu beasiswa luar negeri. Sirojjuddin, M.Pd., salah seorang peserta dari STKIP Muhammadiyah Sorong, mengatakan bahwa dirinya sangat beruntung bisa ikut MSPP. Dalam persaingan seleksi yang ketat, dia lolos untuk memperoleh kesempatan yang langka ini. Dia ingin mengambil kuliah S-3 di The University of Queensland, Australia. Para peserta lain, Waskito Wibowo yang hafidz Al-Qur’an dan Desfa Yusmaliana dari STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung, juga menuturkan hal yang serupa. Mereka antusias untuk mengikuti pembekalan dan kursus bahasa Inggris di Pare.[]

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

Warta PTM 21


Kinerja

Daftar Peserta

Muhammadiyah S c h o l a r s h i p P r e pa r at i o n P r o g r a m 2 0 1 7

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah No.

Nama Lengkap

Provinsi Asal

Rencana Jenjang Studi

No. 13

Achmad Zulfikar, S.IP., M.Si. Ahmad Muzakkir 2 Mahbub, M.Pd.

Sulawesi Selatan

S-3

Banten

S-3

3 Andri Pranolo, M.Cs.

DI Yogyakarta

S-3

4 Arif Widodo, S.E.

Jawa Tengah

S-2

5 Budi santoso, M. Pd.

Jawa Tengah

S-3

1

6

Desfa Yusmaliana, S.Pd.I.

7 Heidy Diana 8 9 10 11

Imraatul Mudzakkirah, S.Psi. Isnaya Arina Hidayati, M.P.S.I. Kurnia Adi Permana, S.Pt., M.Si. Malim Muhammad, S.Si., M.Sc.

12 Muhammad Fachri., S.H.

22 Warta PTM

Bangka Belitung Sumatera Selatan Jawa Timur Jawa Tengah

S-2

Nama Lengkap

Nada Elmaula Mayasari, S.Sos. Ns. Ulfatul Muflihah, 14 S.Kep. Nurul Aisyah, S.Pd.I., 15 M.Pd.

Provinsi Asal

Rencana Jenjang Studi

Jakarta

S-2

Kalimantan Timur

S-2

Jawa Tengah

S-3

16 Rahman Efendi, S. Pd.

Sulawesi Selatan

S-2

17 Rahmat Suprapto

Jawa Tengah

S-3

18 Septia Ayu Pratiwi, S.Pd. Jawa Timur

S-2

S-2

19 Sirojjuddin, M.Pd.

Papua Barat

S-3

S-2

20 Siti Arifah, S. Pd.

Jawa Tengah

S-2

21 Sobiatun, S.Pd.

Jawa Tengah

S-2

22 Sukrisno, S.Pd.

Jawa Tengah

S-2

23 Suryansyah, SH., M.H.

Sulawesi Barat

S-3

24 Syifa Ziya Rahmah

DI Yogyakarta

S-2

Trendi Adzan Wahyudi, 25 S.Pd.

Papua Barat

S-2

26 Waskito Wibowo

Jawa Timur

S-2

S-3

Jawa Tengah

S-3

Jawa Tengah

S-3

Sulawesi Selatan

S-2

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017


dok. mesin.ums.ac.id

Workshop Pembentukan Asosiasi Program Studi PTMA

Deklarasi 29 APS Dalam satu hari, perguruan tinggi-perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) berhasil membuat dan mendeklarasikan 29 asosiasi program studi (APS) baru. Pembuatan APS ini dilaksanakan pada 26 Januari 2017 di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pembuatan APS ini merupakan bagian dari acara Workshop Pembentukan Asosiasi Program Studi PTMA yang berlangsung pada 25-27 Januari 2017. Dua puluh sembilan APS ini menambah APS PTMA yang sebelumnya telah terbentuk. Sehingga, jumlah total APS di lingkungan PTMA sebanyak 61 buah. Beberapa APS baru yang terbentuk adalah Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Informatika, Teknik Industri, Psikologi, Sosiologi, Keperawatan, dan Pendidikan Agama Islam. Pembentukan APS dimaksudkan untuk merespons Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) dan Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT). Permenristekdikti ini mengharuskan penyusunan KPT dengan melibatkan APS. Sehingga, Majelis Diktilitbang PPM mengorganisasi prodi-prodi di lingkup PTMA untuk membentuk APS. Acara workshop ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dan Ir. Dharnita Chandar, M.Si., Kepala Subdit Pengakuan Kualifikasi Direktorat Pembelajaran Direktorat Jenderal

Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti. Prof. Edy mengajak seluruh peserta workshop untuk bersinergi guna memenuhi dan bahkan melampaui standar pendidikan nasional. Sementara itu, Dharnita menjelaskan langkah-langkah teknis implementasi Permenristekdikti Nomor 44 tahun 2015. Para peserta workshop memberikan respons yang sangat baik atas acara ini. Penyusunan dokumen dan capaian pembelajaran lulusan di sini sangat bermanfaat bagi prodi-prodi mereka. Acara ini ditutup oleh Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D., Ketua Majelis Diktilitbang PPM, dengan mendeklarasikan 29 APS PTMA. Beliau juga melantik para pengurus APS dan menyerahkan Surat-surat Keputusan tentang Pengangkatan APS.[*]

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

Warta PTM 23


Kronik

STIKES Muhammadiyah Palembang “Menuju Bintang”

G

u n a mendokumentasikan pengalaman sejarah yang ditorehkannya, STIKES Muhammadiyah Palembang meluncurkan buku Jejak Langkah Menuju Bintang. Secara simbolik, buku yang memuat sepak terjang dan pasang surut STIKES Muhammadiyah Palembang sejak masih belum terintegrasi dari Akademi Perawat (Akper), Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL), dan Akademi Fisioterapi (Akfis), diserahkan Ketua STIKES Sri Yulia SKP Mkep kepada Wakil Ketua Majelis Diktilibang PP Muhammadiyah Prof Edy Suandi Hamid dan Rektor UM Palembang Dr Abid Djazuli SE MSI, di Palembang (20/1/2016). Perjalanan panjang sejak SPK Muhammadiyah sejak 1984 hingga lahirnya STIKES Muhammadiyah 8 September 2006 diurai dalam buku yang disusun Ida Syahrul yang mantan wartawan Sumatera Ekspres yang aktif menulis biografi tokoh-tokoh Palembang. Tekad untuk terus maju sangat besar di kalangan pimpinan

24 Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

dan staf STIKES sangat kuat, bahkan sudah menyiapkan diri untuk meningkatkan statusnya menjadi Institut Kesehatan atau Universitas. “Memasuki satu dasawarsa, lembaga kami telah menyiapkan berbagai strategi agar sumber daya manusia kesehatan yang kami didik di tempat ini betul-betul siap ketika dilepas di tengah-tengah masyarakat,” kata Sri Yulia, yang merasa bersyukur karena bisa keluar dari kemelut yang rumit pada awal dilantik sebagai Ketua, dan kemudian mampu mengangkat STIKES berakreditasi Insitutusi “B” sejak 2014. “Tadinya hanya UMP dan Stikes Muhammadiyah Palembang PTS yang terakreditasi B saat itu, di samping UNSRI,” ujar Ibu yang energik yang lembaganya menaungi lima program studi ini, dan sudah menerima beberapa mahasiswa dari luar negeri ini. Dengan kemajuan yang ada wajar kalau harapan tinggi muncul terhadap STIKES ini. “Kepercayaan masyarakat Sumatera Selatan terhadap STIKES ini harus dijaga dengan sebaik-baiknya, dan terus berupaya meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat tersebut,” ujar Ketua PWM Sumsel Prof Romli. **@@


Kiat Pengurusan Guru Besar di UM Palembang

S

ekitar 200 doktor dari berbagai perguruan tinggi Kopertis II (Sumsel, Bangka-Belitung, Bengkulu, dan Lampung) berkumpul di UM Palembang untuk mendengar kita-kiat menju Guru Besar di Universitas Muhammadiyah Palembang. Kegiatan yang digagas Kopertis II dengan UM Palembang ini menampilkan pembicara Dirjen Sumber Daya dan Iptek Kemenristek-dikti Prof. Ali Ghufron Mukti dan Prof. Edy Suandi Hamid yang juga Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. “Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan dorongan bagi para dosen yang merasa sangat sulit untuk menjadi Guru Besar,” ujar Rektor UMP Dr. Abid Djazuli, Jumat (20/1/2017) di aula UMP. Di UMP sendiri, ujarnya, ada 44 doktor, dan baru dua orang yang Guru Besar. Saat ini, satu dosen UMP Dr. Fatimah sudah lolos dari Kopertis Wilayah II untuk pengajuan Guru Besarnya, dan sudah dikirimkan ke tim penilai di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut Dirjen Prof. Ghufron mengatakan, saat ini momentum untuk mengajukan guru besar. Dari sisi birokrasi, prosesnya sekarang cukup cepat, hanya sekitar dua bulan jika sudah dikirim ke Jakarta. “Jadi berbeda dengan dulu, yang prosesnya sangat lama,” kata Dirjen yang pernah menjabat Wakil Menteri

Kesehatan. Lebih lanjut dikatakan, dengan berbagai kemudagan itu, ia berharap tahun ini jumlah profesor di Indonesia bisa mencapai 5.500 orang, atau meningkat dari sekarang yang jumlahnya baru 5.197 orang. Dari sisi persyaratan jurnal internasional, dikatakan masih tetap wajib. Tidak harus terindeks di Scopus, namun harus pada jurnal bereputasi seperti yang terindeks EBSCO, Copernicus, Thomson, Web-science, Scimago dan lain sebagainya. Menurut Prof. Edy Suandi Hamid, persoalan jurnal internasional seharusnya tidak menjadi kendala kalau dosen melakukan penelitian. “Dari penelitian ini, bisa diseminarkan dalam forum ilmiah, dan kemudian ditulis dalam jurnal,” ujarnya. Soal penulisan Bahasa Inggris, atau bahkan untuk editing bahasanya, bisa minta bantuan penerjemah dan lembaga yang profesional bidang itu. “Namun penelitian harus kita sendiri yang melakukan. Dan bagi dosen penelitian merupakan suatu kewajiban yang tak bisa ditawar. Penelitian itu yang membedakan kampus dengan lembaga pendidikan di bawahnya, yang memang tidak ada kewajiban meneliti,” kata Prof. Edy yang juga mantan Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia ini.**@@ Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

Warta PTM 25


Kronik

FK UM Palembang Siapkan Re-akreditasi

F

akultas Kedokteran UM Palembang diminta untuk betul-betul menanamkan budaya mutu di lingkungannya. Di tengah banyaknya kritik pada FK di tanah air, yang saat ini berjumlah 83 buah, FK UM Palembang harus menjawabnya dengan kualitas lulusan yang prima, dan akreditasi yang sangat baik. Demikian disampaikan Wakil

Ketua Majelis Dikti-litbang PP Muhammadiyah Prof. Edy Suandi Hamid, di hadapan dosen FK UMP yang saat ini sedang sibuk mempersiapkan re-akreditasinya. Pertemuan dilansungkan di ruang sidang FK UMP, Jumat 20/1/2017 yang lalu. Dikatakan Prof. Edy, FK UMP mengawali berdirinya dengan sangat baik. Akreditasi pertama kali sudah langsung mendapatkan akreditasi prodinya (akademik) mendapatkan “B”. Diharapkan saat reakreditas nanti nilai ini bisa ditingkatkan, minimal bertahan, di samping juga berupaya mendapatkan akreditasi profesinya. “Kita sekarang bekerja keras menyiapkan untuk reakreditasi ini, agar kedudukan FK UMP tetap baik,” kata pelaksana harian Dekan dr. Yanti Rosita M.Kes. Ia menambahkan untuk SDM dosen di FK UMP sudah memenuhi persyaratan, hanya saja untuk rekrutmen awal banyak yang diterima dengan lulusan S-1 “Susah untuk mencari dokter yang sudah S-2. Jadi kita terima S-1 dengan kewajiban untuk segera sekolah mengambil S-2,” ujar dr Yanti yang saat ini juga berposisi sebagai Wakil Dekan 1. **@@

Sosialisasi Beasiswa Australia Awards

U

ntuk mendorong supaya dosen perguruan tinggi Muhammadiyah terus studi lanjut, PP Muhammadiyah Jum’at (27/1) mengadakan sosialiasi beasiswa luar negeri dari Australia Awards (ADS). Beasiswa ini rutin diberikan dengan kompetisi terbuka bagi yang berminat melanjutkan S-2 atau S-3 ke perguruan tinggi di negara Kangguru tersebut. Beasiswa diberikan kepada beberapa warga negara dari negara Asia, Pasifik, Afrika, Timur Tengah, termasuk Indonesia. Pertemuan dipandu staf Lembaga Hubungan Kerja Sama Luar Negeri PP Muhammadiyah, Ridwan. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 perwakilan dari PTMA dan Kantor Urusan Internasional, di Kantor PP Muhammadiyah Menteng Raya Jakarta. Dalam penjelasannya perwakilan Australia Awards, Rita dan Dede, menyatakan bahwa seleksi untuk bea siswa ini melalui dua tahap, dan untuk pendaftaran dimulai tanggal 1

26 Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

dok. muhammadiyah.or.id

Februari sampai dengan 30 April 2017. Dikemukakan, Muhammadiyah masih targeted group yang diprioritaskan, yang kuotanya 70%, yang di dalamnya termasuk PNS, perempuan, dan dari wilayah Indonesia Timur dan Aceh. 30% lainnya kompetisi untuk umum. Seleksi berkas ini ada previlage untuk Muhammadiyah sepanjang memenuhi syarat. Namun demikian untuk seleksi tahap kedua, yakni wawancara, team seleksi AA tidak bisa diintervensi. **@@


Mendongkrak Daya Saing Bangsa Bertempat di Aula STIE Muhammadiyah Jambi Jalan Pattimura Telenaipura, Jambi, Sabtu (4/2/2017), seminar bertajuk "Meningkatkan Daya Saing Ekonomi Nasional" dibuka Wakil Ketua I, Nurdin, S.E., M.E. Seminar ini dihadiri para dosen dan mahasiswa STIEM Jambi. Menurut Nurdin, seminar yang menghadirkan

ekonom yang juga Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Edy Suandi Hamid, sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dosen dan mahasiswanya. Sangat jarang, pakarpakar ekonomi hadir di STIEM Jambi. Karena itu, ketika Nurdin mendapat informasi bahwa Prof. Edy akan menghadiri suatu acara di Jambi, Wakil Ketua I ini langsung meminta Prof. Edy menjadi narasumber dalam seminar tersebut. Prof. Edy. dalam prasarannya menyatakan, tantangan perekonomian Indonesia ke depan sangat berat. Kompetisi semakin ketat dan Indonesia juga sudah mengintegrasikan ekonominya di ASEAN melalui ASEAN Economic Community. Ini menuntut daya saing yang tinggi kalau Indonesia tidak mau jadi korban liberalisasi ekonomi itu. "Celakanya, daya saing kita sangat rendah, dan di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, dan Brunei. Lebih memprihatinkan lagi, peringkat daya saing Indonesia tahun 2016 merosot delapan tingkat dari peringkat 34 pada tahun 2015 menjadi 41 pada tahun 2016," ujar Wakil Ketua PP ISEI ini. **@@

Prof. Suyatno Pimpin FRI Mulai 2 Februari 2017, Prof. Suyatno resmi menjadi Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) 2017. Ini ditandai dengan penyerahan pataka FRI dari Ketua sebelumnya, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Rochmat Wahab, dalam sidang pleno FRI di Hotel Sultan Yogyakarta. Acara yang diikuti sekitar 600 pimpinan perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) ini dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Acara tersebut dihadiri Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan kebudayaan Puan Maharani, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. Nasir, dan Menteri Kelauatan dan Perikanan Susi Pujiastuti. Dalam Konvensi Kampus XIII dan Temu Tahunan XIX FRI itu pula, Wakil Ketua Majelis Diktilibang PP Muhammadiyah Prof. Edy Suandi Hamid menyampaikan paparannya. Sementara itu, Prof. Suyatno dalam sambutannya mengatakan, ia akan lebih meningkatkan peran FRI bagi kemajuan bangsa. "Kita tidak hanya hadir untuk soal pendidikan saja, tetapi juga ikut terlibat memberikan pemikiran untuk memecahkan masalah kebangsaan,

kerakyatan, dan keumatan," ujar Rektor Uhamka yang kini membawahi lebih 4.500 pimpinan PTN dan PTS. Presiden Jokowi berharap, Forum Rektor Indonesia di tahun 2017 ini akan melahirkan konsepkonsep pendidikan yang mengubah mentalitas bangsa agar lebih kompetitif dan inovatif untuk bersaing dengan negara di dunia. "Perguruan tinggi harus berani melakukan lompatan-lompatan, sehingga lahir SDM-SDM beretos kerja yang tinggi dan memiliki inovasi yang tinggi. Karena dunia saat ini membutuhkan itu," ujar Presiden. **@@ Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

Warta PTM 27


kronik

dok. jambishare.blogspot.co.id

Ketua PWM Jambi H. Suhaimi Chan:

Kami Ingin Lahirkan Universitas Muhammadiyah Jambi

H

ampir semua provinsi di tanah air sudah memiliki Universitas Muhammadiyah. Tetapi, di Jambi belum ada UM Jambi. "Bahkan di seluruh provinsi Jambi, hanya ada tiga PTM, yaitu STIE Muhammadiyah Jambi, STIKIP Krinci, dan STIKIP Muara Bungo ...," demikian disampaikan Ketua PWM Jambi H Suhaimi Chan saat berbincang dengan Warta PTM di kampus STIEM Jambi awal bulan ini. Dikemukakan, cikal bakal UM Jambi adalah STIEM Jambi yang akan dialihbentukkan jadi universitas. Lahan kampus, selain kampus STIEM yang ada di tengah Kota Jambi, juga sudah tersedia seluas 4,5 hektar untuk pengembangan kampusnya. Potensi mahasiswa di Jambi cukup tinggi. STIE Muhammadiyah Jambi yang saat ini hanya mempunyai dua jurusan memiliki mahasiswa lebih dari 1.600 orang. "Sebagian besar adalah mahasiswa jurusan ilmu ekonomi," tutur Kaprodi Ilmu Ekonomi Iwan. Wakil Dekan III Siswoyo menyatakan, sangat mendukung upaya peningkatan status STIEM Jambi menjadi universitas. Ini akan membuat peran Muhammadiyah dalam pendidikan di Jambi semakin besar. STIE Muhammadiyah Jambi sekarang dipimpin oleh H. Sjofjan Hasan, S.H., M.H., yang dibantu tiga wakil ketua, yaitu Wakil Ketua I Nurdin, S.E., M.E., Wakil Ketua II Prima Audia, S.E., M.E., dan Wakil Ketua III Siswoyo, S.E. 28 Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

"Dengan dukungan Pusat dan Majelisdiktilitbang, kami optimis ini bisa diwujudkan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Apalagi, semangat pengurus dan anggota Muhammadiyah Jambi untuk segera memilik universitas sangat tinggi," kata Ketua PWM Jambi yang saat itu didampingi Wakil Sekretaris Agustiono dan Ketua MPK Nasrul Yasir. Untuk merekrut tenaga pengajar, mereka tidak terlalu mengalami kesulitan. Mereka juga akan mendapatkan dukungan sumber daya manusia dari Universitas Jambi dan juga IAIN Sultan Thaha Jambi. Rektor Universitas Jambi Prof. Johni Najwan saat bertemu Warta PTM juga mendukung pendirian UM Jambi. Ia yang juga mantan Ketua PWM Jambi bahkan siap terlibat dalam tim yang akan mendirikan UM Jambi tersebut. Terkait Sidang Tanwir di Ambon yang bertema "Membangun Karakter Indonesia Berkemajuan", H Suhaemi menyatakan sangat relevan dengan situasi di tanah air saat ini dan tepat juga untuk menunjukkan peran Muhammadiyah. Ini karena Muhammadiyah memiliki ribuan lembaga pendidikan, dan untuk membangun karakter yang baik, diperlukan proses pendidikan. "Khusus untuk Jambi, yang penting jangan sampai tertidur lagi, apalagi sampai ada sekolah yang tutup seperti masa lalu," tutup H Suhaimi Chan. **@@


WARTA DARI PTM STIKES Muhammadiyah Palembang STIKES Muhammadiyah Palembang menjadi tuan rumah INSF (International Nursing Student Forum) yang ke-8. Awalnya forum ini diinisiasi oleh Khon Kaen University Thailand, kemudian Indonesia melalui STIKES Muhammadiyah Palembang ini dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggara INSF pada 3-5 Mei 2017 mendatang. Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah ketika diselenggarakan INSF 2016 di China. Peserta INSF 2017 ini terdiri dari 18 negara dan akan melibatkan narasumber dari Australia. Tema dalam INSF 2017 ini adalah “Nursing Innovation To Lead Achieving The Sustainable Development Goals�. Acara ini merupakan wadah di mana para mahasiswa kesehatan mengasah kemampuannya agar bisa berkontribusi untuk kemajuan negara, terutama dalam bidang kesehatan. Persiapan yang telah dilakukan oleh STIKES Muhammadiyah Palembang ini juga mengasah para mahasiswa yang terlibat agar mengikuti kursus bahasa asing agar bisa menjalin komunikasi yang baik pada kegiatan INSF 2017.

STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Untuk menunjang kompetensi serta meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, perguruan tinggi tersebut bekerja sama dengan sebuah perguruan tinggi di Taiwan yaitu National Taipei University of Nursing and Health Sciences (NTUNHS). Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Semarang. Kerja sama dengan

perguruan tinggi asal Taiwan itu dilakukan bersama dengan 22 perguruan tinggi Muhammadiyah yang memiliki fakultas kebidanan dan keperawatan. Penandatangan STIKES Muhammadiyah Pekajangan dan NTUNHS Taiwan akan ditindaklanjuti dengan melakukan kolaborasi di bidang penelitian, workshop dan seminar internasional bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, dan kerja sama S-2 dan S-3 kebidanan dan keperawatan serta upaya-upaya kerja sama lainnya. Penandatangan kerja sama dengan President National Taipei University of Nursing and Health Sciences (NTUNHS) Profesor Nan-Chen Hsieh ini disaksikan langsung Ketua dan Sekretaris Majelis Diktititbang PP Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. dan Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D.

STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bangka Belitung akan menambah program studi ilmu matematika. Rencana ini sudah disetujui oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Hingga pada saat ini, STKIP tersebut memiliki tiga program studi, yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Olahraga dan Pendidikan Matematika. Jumlah mahasiswa di STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung ini berjumlah 1.107 mahasiswa, dan target penerimaan mahasiswa baru pada tahun 2017 adalah 500 orang.

STIH Muhammadiyah Asahan Pembenahan internal melalui penguatan akademik, mata kuliah yang dibarengi dengan praktikum yaitu Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

Warta PTM 29


Kronik pendampingan kepada masyarakat yang terpaut pada persoalan hukum. Penguatan materi mahasiswa tentang advokasi dan kebutuhan masyarakat yang terkait. Penyebaran mahasiswa di Kabupaten Batubara. Sehingga, adanya keseimbangan antara teori dan praktik. Mahasiswa jadi memiliki bekal yang matang untuk menghadapi realita di masyarakat, khususnya dalam ranah hukum. Hal ini bertujuan untuk membentuk mahasiswa yang peka akan lingkungan sosial, agar kelak menjadi keluaran Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Muhammadiyah Asahan, Sumatera Utara, yang siap berkontribusi untuk masyarakat. Penguatan kemampuan mahasiswa dari segi pengabdian masyarakat, belajar mengimplementasikan ilmu-ilmu hukum yang didapat di masa perkuliahan. Saat ini, mahasiswa di STIH berjumlah 200 mahasiswa dengan jumlah penerimaan tiap tahunnya ialah 70 mahasiswa.

STIE Muhammadiyah Cilacap Program unggulan yang dimiliki oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Cilacap adalah tahfidzpreneur, program ini menargetkan para mahasiswa binaan untuk mampu menghafal 30 juz dalam waktu 3 tahun. Saat ini, ada 17 mahasiswa binaan yang terdaftar dan dibina khusus untuk bisa menjadi tahfidz. Sementara itu, pada tahun 2017, STIE Muhammadiyah Cilacap akan kembali membuka pendaftaran untuk 20 orang mahasiswa binaan. Latar belakang dibentuknya program tahfidzpreneur ini adalah sebagai bagian dari upaya pencetakan calon kader yang memiliki kontribusi real untuk persyarikatan, yakni sosok yang mencintai Al-Qur’an dan mampu berdakwah. Selain itu, para mahasiswa binaan juga dibekali jiwa entreprenur agar bisa terlatih mandiri. Pihak STIE Muhammadiyah Cilacap memberikan biaya hidup sebesar 200 ribu tiap bulan.

Universitas Muhammadiyah Kupang Terhitung sejak tahun 2016, UMK berhasil menambah Fakultas Hukum. Saat ini, jumlah mahasiswa hukum 30 Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

angkatan pertama berjumlah 40 orang. Setelah melewati beberapa proses untuk penambahan fakultas ini, akhirnya UMK berhasil mendirikan. Sebelumnya UMK bekerja sama dengan UM Surabaya. Saat ini, di UMK memiliki enam prodi yakni Agribisnis Perikanan, Ahwal Al Syakhshiah, Akuntasi, Antropologi sosial, Ilmu politik, ilmu hukum dan ilmu kesejahteraan sosial. Adapun tenaga pengajar di Fakultas Hukum ini berjumlah 8 orang.

STT Muhammadiyah Kebumen Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Muhammadiyah Kebumen mengadakan kuliah umum yang bekerja sama dengan industri semen Cirebon dan perusahaan jasa eksplorasi, eksploitasi dan minyak Halliburton. Hal ini menjadi bekal bagi para mahasiswa agar bisa memiliki pengetahuan tentang dunia industri, setelah mendapat ilmu-ilmu di masa perkuliahan. STT Muhammadiyah Kebumen saat ini sedang memperkuat didikan mahasiswa dari segi bahasa asing, hal ini agar mampu meningkatkan kualitas para mahasiswa.

Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Setelah mengalami perubahan status dari STIKES Muhammadiyah Banjarmasin menjadi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) selama satu tahun, UMBJM memiliki tiga program unggulan yang merupakan bagian dari komitmen universitas yakni program Intensive English Class yang akan diberikan kepada mahasiswa baru selama satu tahun dengan rincian dua jam perhari. Lalu, UMBJM juga bekerja sama dengan universitas luar yakni Taiwan dan Korea Selatan untuk menunjang mutu pendidikan yang ada di UMBJM. Selain itu, UMBJM juga memiliki program beasiswa untuk para mahasiswa yang memiliki kemampuan tahifdz. Untuk memperkuat internal tenaga kependidikan di UMBJM, maka UMBJM mengadakan rapat koordinasi (rakor)


Bidang Akademik Tahun 2016-2017 pada 26 Januari 2017. Kegiatan rakor ini diikuti oleh 50 peserta dari 6 fakultas dan 15 program studi yang terdiri dari ketua program pascasarjana, dekan, wakil dekan, ketua program studi, sekretaris program studi, dosen hingga Staf UMBJM.

STIT Muhammadiyah Berau Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Berau menggelar Seminar Nasional Pendidikan dengan tema “Sekolahku Bukan Hanya di Dalam Sekolah�, Minggu (29/1). Seminar yang dihadiri lebih dari 200 guru dan pelajar ini menghadirkan Prof. I Nyoman Sudana Degeng selaku konsultan pendidikan internasional Direktur Pascasarjana Universitas Malang dan Dr. Ahmad Bahruddin selaku motivator dan konsultan pendidikan nasional. Tujuan diadakannya seminar ini untuk mempererat tali silaturahmi antar warga maupun para guru dan memberikan pemahaman bahwa belajar itu tidak harus di sekolah saja, namun bisa di berbagai tempat. STIT Muhammadiyah Berau ini mencoba memberikan pengetahuan bahwa metode pembelajaran seperti ini tentu akan sangat efektif mengingat saat ini sudah zaman modern, tentu sekolah tidak harus di sekolah ini menjadi salah satu alternatif untuk menghilangkan kejenuhan pada pelajar.

STIT Muhammadiyah Kendal Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Kendal menerjunkan sebanyak 55 mahasiswa di sepuluh SMP dan SMA negeri dan swasta di Kabupaten Kendal, Senin (30/1/2017). Hal tersebut dilakukan dalam rangka pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bagi mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) di dunia pendidikan formal. PPL sendiri sebagai cara memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa dengan tugas langsung mengajar di depan kelas. PPL juga menjadi media pembelajaran

dan untuk mempertajam keahlian sebagai profesi guru, sebagai wadah mahasiswa untuk belajar dan pengembangan diri tentang mengajar secara benar, ada tujuan positif dan mulia selain PPL sebagai media pembelajaran dan pengembangan profesi.

Universitas Muhammadiyah Surakarta Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menambah program studi baru, yaitu Pendidikan Olahraga Kesehatan dan Rekreasi yang berada di bawah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Lewat prodi baru ini diharapkan mampu mencetak lulusan calon pendidik bidang olahraga yang mampu mengolah jiwa, olah pikir, olah raga dan beragama kepada peserta didik. Pendaftaran calon mahasiswa baru sudah dimulai sejak 2 Januari lalu. Kapasitas prodi Pendidikan Olahraga Kesehatan dan Rekreasi 80 mahasiswa. Untuk prodi baru ada tiga dosen tamu dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo salah satunya Prof. Dr. Furqon Hidayatullah.

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D., Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah meresmikan sistem informasi Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU). Sistem informasi ini merupakan buah kerja sama harmonis pihak UMSU dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (25/1/2017). UMSU tengah berupaya untuk menjadi kampus swasta terdepan di Sumatera dengan sistem informasi yang serba digital tidak lagi menggunakan sistem manual. Sistem informasi ini merupakan langkah yang tepat dalam membenahi sistem informasi di kampus UMSU.[*]

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

Warta PTM 31


Beasiswa

Meraih Beasiswa LPDP 2017 Siapa Sasarannya? Beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini bernama Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Program Magister dan Doktor yang diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang mempunyai kemampuan akademik dan kepemimpinan yang unggul. Bidang ilmu yang akan ditempuh bisa sama atau berbeda dengan bidang ilmu pada jenjang pendidikan sebelumnya. Sivitas akademika perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) tentu menjadi salah satu sasaran beasiswa ini. Bidang ilmu yang diprioritaskan ialah Teknik, Sains, Pertanian, Kedokteran dan Kesehatan, Akuntansi dan Keuangan, Hukum, Agama, Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Budaya, dan Seni dan Bahasa. Adapun tema prioritasnya, LPDP menentukan tema-tema berikut: Kemaritiman, Perikanan, Pertanian, Ketahanan Energi, Ketahanan Pangan, Industri Kreatif, Manajemen Pendidikan, Teknologi Transportasi, Teknologi Pertahanan dan Keamanan, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknologi Kedokteran dan Kesehatan, Lingkungan Hidup, Keagamaan, Ketrampilan (Vokasional), Ekonomi/Keuangan Syariah, Budaya/Bahasa, dan Hukum Bisnis Internasional.

Apa Syarat Pendaftarannya? Syarat-syarat pokok pendaftaran antara lain adalah: (1) untuk kuliah S-2, masyarakat umum, Aparatur Sipil Negara (ASN)/Pegawai Negeri Sipil (PNS) paling tinggi berusia 35 (tiga puluh lima) tahun; ASN/PNS dengan jabatan fungsional sebagai Peneliti/Perekayasa, Medis/Paramedis, dan Guru/Dosen paling tinggi 42 (empat puluh dua) tahun pada tanggal 31 Desember. (2) Untuk kuliah S-2 dan S-3, pelamar memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dari jenjang studi sebelumnya dengan ketentuan: (a) minimal 3,0 pada skala 4 atau yang setara bagi yang belum memiliki LoA Unconditional; (b) IPK yang di bawah 3,0 dapat melakukan pendaftaran jika memiliki LoA Unconditional. (3) Syarat pendaftar S-3 antara lain adalah masyarakat umum, paling tinggi 40 (empat puluh) 32 Warta PTM

Edisi Khusus Tanwir Februari 2017

tahun; ASN/PNS, paling tinggi 42 (empat puluh dua) tahun; ASN/PNS dengan jabatan fungsional sebagai Peneliti/Perekayasa, Medis/Paramedis, dan Guru/Dosen paling tinggi 47 (empat puluh tujuh) tahun. (4) Pendaftar kuliah S-2 dan S-3 juga harus memilki penguasaan bahasa Inggris atau bahasabahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan skor minimal tertentu. Bukti penguasaan bahasa ini ditunjukkan dengan hasil tes, misalnya TOEFL atau IELTS, dari lembaga-lembaga resmi. Syarat-syarat dan informasi selengkapnya bisa disimak di situs LPDP: www.lpdp.kemenkeu.go.id.

Kapan Pendaftaran dan Seleksinya? Tahap

Perguruan Tinggi Kegiatan Jadwal Tujuan Pelaksanaan 1 Dalam Negeri Penutupan 3 April 2017 Pendaftaran Penetapan Hasil Seleksi 17 April 2017 Administrasi Dokumen Seleksi Assessment secara 19 – 20 April 2017 Online Penetapan Hasil Seleksi 5 Mei 2017 Assessment secara Online Seleksi Substansi 15 Mei – 9 Juni 2017 Penetapan Hasil Seleksi Substansi 2 Luar Negeri

19 Juni 2017 Penutupan Pendaftaran 26 Juli 2017

7 Juli 2017

Penetapan Hasil Seleksi Administrasi Dokumen Seleksi Assessment secara 28 – 29 Juli 2017 Online Penetapan Hasil Seleksi 16 Agustus 2017 Assessment secara Online Seleksi Substansi 28 Agustus – 30 September 2017 Penetapan Hasil Seleksi Substansi

12 Oktober 2017

Pendaftaran BPI dilaksanakan secara online dengan cara mengisi formulir pendaftaran, dan mengunggah semua dokumen kelengkapannya pada laman resmi LPDP di www.beasiswa.lpdp. kemenkeu.go.id. PTMA berkesempatan untuk memperbanyak dosen-dosennya dengan gelar magister dan doktor melalui beasiswa LPDP ini demi Muhammadiyah, umat Islam, bangsa Indonesia dan dunia.[]


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Warta PTM Edisi Spesial Tanwir 2017 by wartaptm - Issuu