Issuu on Google+

KAMIS 26 SEPTEMBER

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Perkiraan Kronologi 1 Pelaku mencongkel gembok pintu toko Asri di Jalan Banterang Banyuwangi lewat tengah malam kemarin. Kawanan pelaku menggondol 25 karung beras. Masing- masing karung berisi 25 Kg.

BIROKRASI

Sepakat Awasi Peredaran Arak BANYUWANGI - Bupati Jembrana, I Putu Arta, bersama rombongan Pemkab Jembrana berkunjung ke Banyuwangi kemarin (25/9). Bupati Arta mengakui, silaturahmi warga Banyuwangi dan warga Jembrana sudah terbangun harmonis. Untuk lebih memperkuat si laturahmi itu, Bupati Arta memutuskan datang ke Banyuwangi. “Tujuan utama kami datang adalah membangun silaturahmi agar lebih kuat lagi,” kata kader PDIP itu. Rombongan pejabat Pemkab Jembrana itu disambut cukup istimewa di halaman belakang Pendapa Shaba Swagata Blambangan. Dalam acara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas menyediakan sarapan khas Banyuwangi. Anas juga mengenalkan lingkungan Pendapa Shaba Swagata Blambangan kepada tamunya itu. Beberapa menit Bupati Anas mengajak Bupati Arta keliling lingkungan pendapa dan mengenalkan beberapa fasilitas di rumah dinas Bupati Banyuwangi. Usai ramah-tamah, Anas mengajak tamunya itu menghadiri acara resmi penyambutan di aula Rempeg Jogopati. Kali ini Bupati Anas menyampaikan beberapa kemajuan yang dicapai Banyuwangi. Disampaikan pula beberapa problem yang dihadapi Banyuwangi. Salah satu yang disampaikan adalah maraknya peredaran minuman keras (miras) arak bali di Banyuwangi n  Baca Sepakat...Hal 35

2

GALIH COKRO/RaBa

Puluhan Karung Beras Amblas Merusak Laci Kasir, Gondol Rp 11 Juta

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, pencurian di toko tersebut terjadi setelah pukul 00.00 kemarin. Pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang masuk ke dalam toko yang menjual beras dan aneka kebutuhan hidup sehari-hari tersebut dengan cara merusak gembok. Pemilik toko, Nur Fitria, 28, warga Jalan Kiai Saleh, Lingkungan Karangbaru, Kelurahan Panderejo, Kecamatan Ba-

nyuwangi, itu mengatakan, pencuri diperkirakan masuk toko setelah tengah malam. Sebab, di depan toko tersebut ada stan penjual nasi goreng yang baru tutup pukul 00.00. “Pelaku merusak gembok toko ini,” ujarnya. Dikatakan, kejadian tersebut baru dia ketahui sekitar pukul 05.30 kemarin, tepatnya saat dia hendak membuka toko. “Ketika saya mau masuk, ternyata semua gembok sudah tidak ada n  Baca Puluhan...Hal 35

TOKOH FAVORIT

Tahap I Ditutup Pukul 16.00

Usulan Tokoh Favorit Versi Pembaca

Tokoh Pengirim Alamat Alasan Tokoh Pengirim Alamat Alasan Tokoh Pengirim Alamat Alasan Tokoh Pengirim Alamat Alasan Tokoh Pengirim Alamat Alasan

: : : : : : : : : : : : : : : : : : : :

Achmad Mustain Suwanto Jl Ikan Wiji Nongko 6 Tukangkayu Pelopor prestasi pencak silat Nihayatul Wafiroh, MA Ida Bangorejo Amanah, Jujur, Produktif, Progresif Drs Suminto, MM Fitri Indayani Palurejo, Sumbersewu, Muncar Peduli pada Masyarakat Ipuk Fiestiandany Mampu memotivasi kader PKK Retno H (Dhenok) Jl Trunojoyo 46 Banyuwangi Irma Noervadila, SPd Lely Jumiarce Griya Panji Mulya Blok D No 1 Suka berorganisasi

 Bersambung ke halaman 35

Kendaraan parkir melewati trotoar dan mepet toko, agar mirip seperti aktivitas bongkar muat beras.

3

Usai beraksi, kawanan pelaku menutup kembali pintu toko lalu kabur. GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

MoU Pemasangan Atribut Kampanye Tertunda

ICHSAN RASYID/RaBa

TAMU: Bupati Putu Arta (kiri) bersama Wabup Yusuf Widyatmoko dan Bupati Abdullah Azwar Anas di Guest House Pendapa Sabha Swagata Blambangan kemarin.

 Baca Tahap...Hal 35

Untuk memudahkan pengangkutan beras curian, pelaku diduga menggunakan kendaraan.

LOKASI KEJADIAN: Bagian dalam toko Asri di Jalan Banterang, Banyuwangi, kemarin.

BANYUWANGI - Toko Asri di Jalan Banterang, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Banyuwangi, dibobol kawanan pencuri Rabu dini hari kemarin (25/9). Pelaku berhasil menggondol 25 karung beras plus uang tunai Rp 11 juta. Akibat kejadian itu, pemilik toko menderita kerugian puluhan juta rupiah.

BANYUWANGI - Tahap I (periode pengusulan nama dari pembaca) Pemilihan Tokoh Favorit 2013 versi pembaca Jawa Pos Radar Banyuwangi berakhir hari ini (26/9). Dalam tahap pertama ini, pembaca dari Banyuwangi dan Situbondo boleh mengusulkan nama-nama tokoh yang dianggap layak menjadi Tokoh Favorit 2013. Caranya cukup mudah, cukup mengisi nama tokoh yang diusulkan tersebut di ballot yang tercetak di koran ini. Selanjutnya, masukkan ballot tersebut ke kotak yang tersedia di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi di Jalan Yos Sudarso 89C Banyuwangi n

Pelaku merusak laci kasir toko. Uang Rp 11 juta di dalam laci digondol.

PEMKEC LICIN FOR RaBa

TAK MATI: Luka pada leher kambing milik warga di Kecamatan Licin, Banyuwangi, kemarin.

Dua Warga Kebundadap Pingsan LICIN - Serangan terhadap ternak warga Kecamatan kaget karena melihat binatang aneh. Setelah melihat Licin masih belum berhenti. Perkembangan terakhir, binatang aneh yang akan memangsa kambingnya dua warga melihat binatang aneh di kandang kambing itu, keduanya langsung ambruk. “Postur tubuhnya seperti manusia, tapi badannya berdi Dusun Kebundadap, Desa Tamansari, bulu lebat seperti kera,” jelas Kepala Kecamatan Licin, Banyuwangi, Selasa Serangan Dusun Kebundadap, Desa Tamansari, malam lalu (24/9). Bambang. Warga yang melihat binatang aneh Menurut Kadus Bambang, Bu Sai dan itu adalah Bu Sai, 75, warga Dusun Bu Totok melihat binatang aneh itu akan Kebundadap, Desa Tamansari. Sekitar menggigit leher kambing peliharaannya pukul 17.30, kambing di kandangnya mengembik cukup keras. Mendengar suara kambing, di kandang belakang dapur rumahnya. Namun, kamBu Sai mengajak menantunya, Bu Totok, 47, keluar ru- bing itu selamat karena binatang aneh itu tepergok Bu Sai dan Bu Totok n mah dan melihat kambingnya di kandang.  Baca Dua...Hal 35 Di kandang kambing tersebut, kedua perempuan itu

Anjing

Liar

GIRI - Penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of un derstanding/MoU) terkait pemasangan atribut kampa nye Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 gagal dilakukan kemarin (25/9). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi sudah mengumpulkan semua pi hak di aula Hotel Tanjung Asri, Kelurahan Pe nataban, Ke ca matan Giri, Banyuwangi, kemarin. Selain KPU, hadir perwakilan pemkab, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), dan partai politik (parpol). Sayang, para pimpinan dan perwakilan parpol yang hadir menilai, zona steril atribut kampanye belum jelas. Selain terkait zona, hal lain yang belum klir pada per temuan kemarin adalah ketentuan ukuran baliho dan billboard yang boleh dipasang tiap parpol. Akibatnya, pihak KPU Banyuwangi “terpaksa” me nunda penandatanganan MoU terkait zona steril atribut kampanye seperti yang diatur Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013 dan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2012 tersebut n

DOK. RaBa

Di tingkat desa/ kelurahan, satu caleg hanya satu spanduk. Parpol boleh memasang satu baliho di satu desa/ kelurahan.”

 Baca MoU...Hal 35

SYAMSUL ARIFIN Ketua KPU Banyuwangi

Aneke Wulandari, Pelajar SMPN I Genteng yang Meninggal saat Pelajaran Renang

Siswi yang Rajin Belajar dan Tekun Mengaji Meninggalnya Aneke Wulandari, 13, siswi SMPN I Genteng, saat mengikuti pelajaran renang di kolam renang belakang hotel Agung Jaya Mahkota (AJM), meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Sebab, saat meninggal, bocah tersebut dalam kondisi sehat.

Jembrana dan Banyuwangi sepakat awasi peredaran arak Diawasi perlu, tindak tegas lebih penting

MoU pemasangan atribut kampanye tertunda Yang menolak, berarti sudah telanjur cetak baliho ABDUL AZIZ/RaBa

ABDUL AZIZ, Genteng SEHARI setelah Aneke meninggal, suasana duka masih terasa di rumah orang tuanya di Dusun Cangaan, RT 01/RW 01, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Sampai http://www.radarbanyuwangi.co.id

TKP: Kolam renang di belakang hotel AJM Genteng. Aneke saat karnaval Agustusan lalu (foto kanan).

kemarin siang, setelah jenazah dimakamkan, beberapa tamu berdatangan ke rumah duka berukuran sekitar enam meter x delapan meter di timur jalan raya tersebut.

Kedatangan para tamu itu sebagai bentuk ikut berbelasungkawa atas meninggalnya anak nomor dua dari dua bersaudara itu n  Baca Siswi...Hal 35

REPRO: ABDUL AZIZ/RaBa

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


26

Kamis 26 September 2013

CERMIN DIRI

Menunggu Ketua KONI yang Baru KOMITE Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi bakal memiliki ketua umum baru Jumat (27/9) besok. Itu menyusul digelarnya musyawarah cabang luar biasa (muscablub) pasca mundurnya ketua umum KONI sebelumnya, Yusuf Widyatmoko. Berbeda dengan ketua KONI sebelumnya, tugas ketua KONI yang baru lebih berat. Pasalnya, dalam dua tahun ke depan, Banyuwangi akan menjadi tuan rumah even-even besar tingkat Jawa Timur. Yang pertama adalah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tahun 2014. Yang kedua adalah pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada tahun 2015. Tentu saja, selain harus bisa menyukseskan pelaksanaan dua even tersebut, KONI Banyuwangi juga dituntut mampu mempersembahkan prestasi bagi masyarakat Banyuwangi. Selain itu, ketua KONI juga dituntut mampu “menyediakan” sarana dan prasarana olahraga yang berstandar nasional. Dia harus bisa mengambil hati pemkab agar membangun dan memenuhi kebutuhan semua cabang olahraga yang dipertandingkan di even dua tahun tersebut. Okelah, pelaksanaan Popda tidak “terlalu” membutuhkan perhatian lebih karena atlet yang bertanding hanya pelajar. Namun, untuk Porprov, tentu butuh lebih banyak perhatian. Sebab, atlet amatir, semi-pro, dan profesional, bakal bersaing di ajang PON-nya Jawa Timur itu. Munculnya sejumlah nama calon ketua, baik yang berasal dari kalangan olahragawan, praktisi hukum, ahli ekonomi, pejabat, legislator, maupun politisi, membuat pemilik suara memiliki banyak pilihan untuk menentukan masa depan KONI. Pemilik suara harus betul-betul seleksi dalam memilih nakhoda KONI lima tahun ke depan. Karena itu, agar dipilih oleh pengurus cabor, selain bermodal kemauan dan ambisi, calon ketua KONI juga harus pinter, bener, dan kober. Dia juga harus memiliki komitmen kuat dan konsisten memajukan dunia olahraga. Tidak hanya satu-dua cabang, tapi seluruh cabang olahraga yang ada di Banyuwangi. Ketua KONI yang baru nanti juga harus mampu menyusun rencana kerja yang benar-benar mampu mengangkat prestasi olahraga Banyuwangi, termasuk pembinaan atlet. Selama ini, Banyuwangi dikenal sebagai gudangnya atlet-atlet potensial. Hanya saja, mereka justru kerap berprestasi tidak membawa nama kampung halamannya sendiri. Banyak atlet Banyuwangi yang berjaya dengan membawa nama daerah lain. Ketua KONI yang baru harus bisa menemukan, membina, dan menyalurkan, atlet-atlet potensial agar mampu berprestasi di kancah regional, nasional, dan internasional. (*)

AGENDA KOTA

Pembangunan Musala Gendoh BUPATI Abdullah Azwar Anas dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama pembangunan musala AlMuhajirin di Dusun Klontang, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, pagi ini (26/9). Selanjutnya pada pukul 09.00, Bupati Anas menyerahkan hadiah lomba Banyuwangi Hijau dan Bersih di Pondok Pesantren Gontor V, Desa Kaligung, Kecamatan Rogojampi. (*/bay)

Ceramah KH Muchlisin di MAB MASJID Agung Baiturrahman (MAB) menggelar pengajian hajat pukul 19.00 nanti (26/9). Pengajian diisi ceramah agama oleh KH. Muchlisin Dawam dari Solo, Jawa Tengah. (*/bay)

MANASIK: Ratusan calon jamaah haji Banyuwangi mengikuti manasik di lapangan Taman Blambangan kemarin. Rencananya, mereka akan berangkat ke Tanah Suci Makkah 3 Oktober 2013 mendatang. (gal/c1/bay)

GALIH COKRO/RaBa

Golkar tak Setuju Jalur PTUN BANYUWANGI - “Tantangan” yang dilontarkan Pemkab Banyuwangi melalui Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan, Anacleto Da Silva, agar pihak-pihak yang tidak terima dengan keputusan yang telah ditetapkan pemerintah dalam proses pemilihan kepala desa (pilkades) menempuh jalur hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) menuai reaksi. Salah satunya berasal dari Fraksi Partai Golongan Karya (FPG) di DPRD Banyuwangi. Ketua F-PG DPRD Banyuwangi, Ismoko, mengaku kecewa dengan pernyataan pemkab yang disampaikan saat rapat dengar pendapat (hearing) terkait polemik Pilkades Banjar, Kecamatan Licin, tersebut. Menurut politikus tersebut, dengan melontarkan pernyataan agar persoalan pilkades diselesaikan lewat PTUN, eksekutif terkesan lepas tanggung jawab.

Menurut Ismoko, dalam pernyataannya, Kabag Pemerintahan Pemkab, Anacleto, menyebut yang menetapkan hasil pilkades adalah BPD. Selanjutnya, BPD mengajukan pengusulan kepada Bupati Banyuwangi agar mengesahkan dan melantik cakades terpilih. “Pada kasus Pilkades Banjar, BPD telah mengirim surat kepada Bupati Banyuwangi. Dalam surat Nomor 07/013/07/ BPD/2013 yang dikirim tanggal 29 Juli itu, BPD meminta penundaan pelantikan dan penyelesaian masalah Pilkades Banjar,” ujarnya didampingi anggota F-PG, Umi Kulsum. Dalam surat yang ditandatangani ketua BPD Banjar dan ketua panitia Pilkades Banjar di atas meterai tersebut dijelaskan bahwa Ketua TPS 1 Bambang Rus Akh Effendi yang diperkuat para anggota TPS 1, yakni Laili Magfiroh, Rani Yahdiani, Ruri Raharto, Drs

Maksum, Masruroh Rohimah, dan Andre Nanang Fauzi, mengakui adanya kekeliruan penghitungan surat suara sah di TPS tersebut. Jumlah suara sah di TPS tersebut 753 bukan 749 seperti yang ditetapkan sebelumnya. Selain itu, saat mencoblos, salah satu calon kepala desa (cakades), yakni Nur Hariri, memakai atribut kampanye. Padahal, ketentuan yang berlaku, seluruh TPS harus steril dari atribut kampanye pada hari “H” pencoblosan. Tidak hanya itu, Hariri mencoblos pada saat anggota TPS 1 tidak lengkap, yakni ketika Maksum dan Rani istirahat. Hal lain yang tidak kalah penting, imbuh Ismoko, tidak adanya kesepakatan bersama tentang penghitungan surat suara. Surat tersebut juga menyatakan tidak adanya berita acara keabsahan pencoblosan atas kartu suara tembus simetris yang seharusnya sah menjadi

tidak sah. “Beberapa poin penting lain adalah saksi tidak menandatangani berita acara penghitungan suara, surat suara tidak berstempel panitia pilkades, dan adanya indikasi penguasaan objek gugatan (kotak suara) oleh panitia pilkades, padahal saat itu ada gugatan,” papar Ismoko. Ismoko menegaskan, seharusnya Pemkab Banyuwangi mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan persoalan tersebut dan tidak langsung meminta masyarakat mengadukan gugatan ke PTUN. “Selain itu, kami juga kecewa dengan BPD Banjar yang tidak tegas. “Seharusnya permasalahan pilkades diselesaikan dulu, jangan langsung mengajukan surat kepada Bupati Banyuwangi untuk mengesahkan dan melantik kades terpilih,” tuturnya n  Baca Golkar...Hal 35

Minta Sidang Hari Ini, Dikabulkan Senin BANYUWANGI - Sidang kasus illegal logging dengan terdakwa Muhamad Yunus Wahyudi dan enam orang lain tampaknya masih akan panjang. Sidang yang digelar di ruang utama Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi Senin lalu (23/9) ternyata ditunda. Gara-garanya, penasihat hukum tidak hadir ke pengadilan. Dalam sidang sebelumnya, penasihat hukum terdakwa, Laurens A. Kudubun SH, berjanji akan menghadirkan empat saksi yang meringankan para terdakwa.

Tetapi, hingga persidangan dimulai, penasihat hukum beserta saksi yang akan diajukan ternyata tidak hadir. “Minta sidang diundur Kamis (26/9),” cetus terdakwa Yunus kepada majelis hakim. Rupanya majelis hakim yang dipimpin Jamuji SH dengan anggota Tenny Erma Suryathi SH dan Imam Santoso SH tidak bisa mengabulkan permintaan terdakwa. “Kami mohon maaf tidak bisa, Kamis semua majelis hakim ada acara di Jember,” kata Jamuji SH n

GALIH COKRO/RaBa

DITUNDA: Terdakwa kasus illegal logging Yunus Wahyudi dkk di PN Banyuwangi Senin lalu (23/9).

 Baca Minta...Hal 35

BUDAYA

GALIH COKRO/RaBa

SARASEHAN: Kepala Balai Budaya Jatim Sukatno, Budayawan Hery Lentho, dan moderator Samsudin Adlawi, di pelinggihan Disbudpar Banyuwangi kemarin.

Pelaku Seni Budaya Tidak Boleh Pasif BANYUWANGI - Puluhan budayawan dan pelaku seni Banyuwangi dikumpulkan untuk mengikuti sarasehan wisata ecotourism di Pendapa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi kemarin (25/9). Sarasehan bertema “Optimalisasi Peran Seni Budaya Lokal dalam Mendorong Terwujudnya Ecotourism di Banyuwangi” itu menghadirkan dua narasumber Kepala Balai Budaya Jatim Sukatno dan Budayawan Jatim, Hery Lentho. Sarasehan kali ini dipandu sastrawan-budayawan Banyuwangi, Samsudin Adlawi. Pada kesempatan itu, Sukatno menyampaikan, pilihan Banyuwangi mengembangkan wisata berbasis ecotourism merupakan pilihan yang tepat. Wisata berbasis ecotourism, kata dia, tidak bisa dilepaskan dari budaya dan seni. Karena itu, pembangunan ecotourism harus memiliki landasan yang kuat agar dapat menopang potensi budaya dan seni lokal. Jika konsep ecotourism memiliki dasar yang kuat, maka seni dan budaya akan datang untuk memperkuat ecotourism. “Pembangunan ecotourism harus memiliki kawasan budaya dan kesenian yangmemadai.Ecotourismbasisnyaadalahbudaya,”kataSukatno. Jika basis ecotourism belum kuat, kata Sukatno, maka dasar kebudayaan juga harus kuat. Jika dasar ecotourism dan budaya belum kuat, maka mustahil ecotourism akan berkembang secara baik. “Budaya selalu memiliki keunggulan dan tidak bisa dipertandingkan,” jelasnya. Menurut Sukatno, Banyuwangi memiliki potensi budaya dan kesenian yang cukup besar untuk mengembangkan ecotourism. Hanya saja, pelaku budaya dan seni tidak boleh pasif dan harus open shift menyesuaikan tren wisata. “Kesenian itu bermain, tapi tidak main-main,” katanya. (afi/c1/bay) Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Kamis 26 September 2013

BLH Tegur CV Pasific Harvest Karena Belum Miliki IPAL ALI NURFATONI/RaBa

ALTERNATIF: Petak yang disekat-sekat pakai bambu untuk budi daya rumput laut di perairan Teluk Pampang, Sembulungan, Muncar, kemarin.

Antisipasi Paceklik Ikan, Budi Daya Rumput Laut MUNCAR - Sulitnya mendapat ikan tangkapan menyebabkan para nelayan mencari alternatif lain demi menghidupi keluarga. Sebagian nelayan mempunyai strategi khusus dalam menghadapi fenomena tersebut, salah satunya membudidayakan rumput laut. Budi daya rumput laut dianggap sebagai solusi tepat untuk mengantisipasi paceklik ikan. Bagaimana tidak, keuntungan yang dihasilkan cukup besar. Maka dari itu, budi daya rumput laut kini menjadi mata pencarian baru bagi para nelayan. Keuntungan bisa bertambah tujuh hingga delapan kali, misalnya 100 kilogram rumput laut bisa menjadi 700 hingga 800 kilogram. ‘’Jangka waktu panen hanya 45 hari,” kata Tukimin, salah seorang nelayan Muncar kemarin. Menurut dia, para nelayan sudah banyak yang melakukan budi daya rumput laut. Dalam menggeluti usaha baru itu, para nelayan membentuk kelompok-kelompok. ‘’Budi daya rumput laut memang bertujuan mengatasi paceklik ikan,” tandas warga Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, itu. Dia menyebut, paceklik ikan sudah berlangsung lama. Toh pun ada ikan tangkapan, itu tidak terlalu melimpah. ‘’Memang baru-baru ini ikan mulai ada, tapi tidak seperti dulu. Makanya budi daya rumput laut bisa dijadikan alternatif,” paparnya. Karena itu, para nelayan yang kesulitan mencari ikan memilih budi daya rumput laut. Lokasi yang dipilih untuk budi daya adalah Teluk Pampang,

ALI NURFATONI/RaBa

MUSIM PANEN: Nelayan sedang mengumpulkan rumput laut hasil budi daya.

Sembulungan, Muncar. “Ini kita tanam 3 ton rumput laut,” sebut Tukimin. Menurut dia, rumput laut memang mempunyai

MUNCAR - Tidak semua pabrik pengalengan ikan berskala besar di Muncar memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Yang paling mengejutkan adalah CV. Pasific Harvest. Pabrik yang mengekspor sarden tersebut ternyata masih belum memiliki IPAL. Padahal, pabrik tersebut merupakan satu-satunya yang dikunjungi Ketua Umum Golkar, Abu Rizal Bakrie (ARB), Juli lalu. Berarti, saat kunjungan ARB tersebut, pabrik tersebut belum memiliki IPAL. Selain itu, seorang menteri juga pernah mengunjungi pabrik tersebut. Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyuwangi, Khusnul Khotimah menegaskan, Pasivic Harvest memang belum memiliki IPAL. ‘CV. Pasific yang dikunjungi Pak Menteri waktu itu tidak punya IPAL,’’ bebernya kemarin. Dia menyebut, Pasific Harvest mempunyai tiga pabrik. Hanya satu pabrik yang paling barat yang sudah memiliki IPAL. ‘’Satu pabrik tidak punya IPAL, dan satu pabrik lagi masih proses,” jelentreh Khusnul kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Mengenai temuan itu, pihaknya

YANG SUDAH PUNYA IPAL 1. Maya Muncar 2. Blambangan Raya 3. Sumberyala Samudra 4. Avila Prima 5. Internasional 6. Visindo 7. Sumber Asia.

YANG BELUM PUNYA IPAL 1. Unggul 2. Sinar Tratas 3. Air Buana 4. Pasific Harvest

mendesak agar pabrik tersebut segera membangun IPAL. Sebab, IPAL Terpadu dipastikan tidak mungkin dibangun dalam waktu dekat. ‘’Sudah kita tegur. Karena IPAL Sudah menjadi kewajiban setiap pabrik,” serunya. Selain Pasific Harvest, sejumlah pabrik yang belum memiliki IPAL, antara lain Unggul, Sinar Tratas, dan Air Buana. ‘’Tapi, pabrik-pabrik yang kecil sudah tidak produksi,” terangnya. Dia juga merilis bahwa ada beberapa pabrik yang sudah memiliki IPAL, antara lain PT. Maya, PT. Blambangan Raya, PT. Sumberyala Samudra, PT. Avila Prima, PT. Internasional, PT. Visindo, dan PT. Sumber Asia. ‘’Yang punya IPAL harus terus berjalan, jangan sampai berhenti,” imbaunya. (ton/c1/aif)

banyak manfaat, misalnya menjadi bahan makanan, kosmetik, dan industri kecil. ‘’Karena itu, rumput laut sangat dicari,” pungkasnya. (ton/c1/aif)

ABG Ngutil Tabung Elpiji

BAGAIMANA INI

Diduga Kurang Mendapat Perhatian Ortu GENTENG - Ada-ada saja yang dilakukan Bondet, 16, (nama samara). Bocah pengangguran berusia 16 tahun tersebut ditangkap warga karena mencuri tabung elpiji milik Harianik, 48, warga Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan

Genteng, kemarin pagi. Ceritanya, pukul 08.00 Harianik menjemur pakaian di samping rumahnya. Nah, dia melihat seorang anak kecil keluar dari dalam tokonya membawa tabung elpiji. Melihat hal itu, Harinik langsung meneriakinya maling. Tak lama kemudian, beberapa warga keluar rumah dan mengejar bocah tersebut hingga tertangkap. Belakangan diketahui, bocah pengangguran tersebut ber-

nama Bondet, warga Dusun Jenisari, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Diduga, dia nekat mencuri tabung elpiji karena kurang mendapat perhatian orang tua. Akibat perbuatannya, kini Bondet harus mendekam di ruang tahanan Mapolsek Genteng untuk menjalani proses penyidikan. “Setelah ditangkap, oleh warga diserahkan kepada polisi, Mas,” kata Kapolsek Genteng Kompol Riamun melalui Kanitreskrim Iptu Abdul Jabar. (azi/c1/aif)

BARANG BUKTI: Penyidik Polsek Genteng menunjukkan tabung elpiji hasil kejahatan Bondet.

ABDUL AZIZ/RABA

MEMBAHAYAKAN: Antena yang terpasang di Polsek Bangorejo sudah waktunya diganti.

Antena Melengkung, Ancam Keselamatan BANGOREJO - Kondisi tiang antena alat komunikasi di Polsek Bangorejo sungguh memprihatinkan. Betapa tidak, bagian tengah tiang besi tersebut sudah bengkok dan nyaris patah. Untuk memperkokoh antena yang bengkok tersebut, petugas mengikat antena itu menggunakan banyak kawat dari berbagai sudut. Kemudian, ujung-ujung kawat itu diikat di beberapa tiang. Sehingga, meski bengkok, antena itu tetap berdiri tegak dan dianggap tidak mengkhawatirkan. Bagaimana ini? (azi/c1/aif) ABDUL AZIZ/RaBa

ALI NURFATONI/RaBa

DIPROSES: Salah satu bangunan IPAL di salah satu pabrik pengalengan ikan di Muncar.

Usnatun Menangi Pilkades Rejo Agung SRONO - Tiga kandidat ber- gungkapkan bahwa pilkades tersesaing ketat dalam pemilihan but berjalan lancar. Antusiasme kepala desa (pilkades) di Desa masyarakat cukup tinggi dalam Rejo Agung, Kepesta demokrasi camatan Srono, tingkat desa tersekemarin. Bahkan, but. ‘’Suara tidak perolehan suara sah hanya 13 sutiga kandidat ara,” ungkapnya Pilkades berjalan kemarin. tersebut saling kejar. Usnatun Su- lancar. Antusiasme Tiga calon terlasiatin akhirnya sebut tidak yang menang tipis atas masyarakat cukup incumbent. Katinggi dalam pesta des sebelumnya dua pesaingnya. Sa tu - sa tu n ya demokrasi tingkat dinyatakan ticakades peremdak boleh mendesa tersebut” puan tersebut calonkan lagi kaberhasil memrena sudah menNafiul Huda pecundangi dua jabat kades dua Camat Srono pesaing lain, yaitu periode. “PeroleSukatmin dan Suhan tiga calon itu trisno. Dalam penghitungan akh- beda tipis,” terangnya. ir, Usnatun mengantongi 2.649 Saat coblosan, panitia menyesuara. Perolehan suara tersebut diakan 9 TPS yang tersebar di tidak mampu dikejar Sukatmin beberapa titik strategis. Nafiul yang mendapatkan 2.529 suara Huda menegaskan, pilkades dan Sutrisno 2.252 suara. berjalan kondusif dari awal hingga Camat Srono, Nafiul Huda, men- akhir. (ton/c1/aif)


28

Kamis 26 September 2013

Mahasiswa Ajak Warga Peduli Sampah ISTIMEWA

BERTAHAN: Bernadette Francesca menerima penghargaan apresiasi LKP berprestasi 2013 di Dinas Pendidikan Provinsi Jatim.

Lagi, Desy Education Pertahankan Gelar Dalam Apresiasi LKP Berprestasi 2013 Se-Jatim B A N Y U WA N G I - L e m baga Kursus dan Pelatihan (LKP) Desy Education kembali mengharumkan nama Banyuwangi. Kali ini lewat apresiasi Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) berprestasi seJatim. LKP yang fokus melatih kecakapan dalam berbahasa Inggris ini berhasil mempertahankan gelar sebagai LKP berprestasi terbaik se-Jawa Timur kategori LKP non vokasi berklasifikasi nasional dan internasional. Prestasi ini adalah gelar ketiga kalinya sejak diraih tahun 2011 dan 2012. Pengelola LKP Desy Education, Bernadette Francesca mengatakan, lomba Kursus dan Pelatihan berprestasi tahun ini tergolong paling berat. Karena jumlah pesertanya semakin meningkat. Yaitu 40 LKP terbaik yang merupakan perwakilan dari masing-masing kabupaten dan kota se- Jawa Timur. Dan semuanya mempunyai peluang yang sama untuk menjadi juara. Namun, dengan pengalaman di tingkat nasional maupun internasional serta selalu meng-up grade inovasi lembaga kursusnya, menjadikan LKP Desy

Education selalu diunggulkan di setiap ajang perlombaan di tanah air khususnya di Provinsi Jawa Timur. Francesca yang mewakili lembaganya menerima penghargaan di Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur mengatakan, keberhasilannya dalam melayani warga belajar mulai dari awal penjaringan hingga penempatan kerja bahkan mendampingi peserta didiknya hingga memperoleh beasiswa ke luar negeri menjadi nilai lebih dari lembaga. Francesca menambahkan, upaya pembinaan pendidikan non formal yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi juga jadi faktor pendukung. Event tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Penyelenggarara Kursus Indonesia (DPD HIPKI) ini juga menetapkan Terra Computer System Kediri (TCSK) dari Kota Kediri sebagai Juara 2 dan Juara 3 direbut “Politeknik Indonesia (PI)” dari Kota Surabaya. “Saya berharap di tahun mendatang akan muncul lembaga lain di Banyuwangi yang menjadi juara terbaik, baik di tingkat provinsi maupun nasional, sehingga Banyuwangi tetap selalu menjadi yang terbaik di masa mendatang,” katanya. (adv/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

GENTENG - Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ibrahimy Genteng mengajak masyarakat untuk peduli terhadap sampah. Sebab, membuang sampah sembarangan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Ajakan itu tercermin saat ratusan mahasiswa di kampus hijau tersebut melaksanakan kegiatan bersih-bersih sampah di sepanjang jalur Kota Genteng. Kegiatan tersebut merupakan bagian rangkaian Orientasi Studi Cinta Almamater (Oscar) mahasiswa baru yang digelar selama tiga hari sejak Kamis hingga Sabtu (21/9) malam. Sebanyak 235 mahasiswa baru mengikuti Oscar. Para mahasiswa tersebut digodok dengan beberapa kegiatan yang membangun. Mulai dari pemahamanan seputar kampus. Misalnya, kegiatan pendidikan hingga diperkenalkan seputar Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LKM), Unit Kreati-

ALI NURFATONI/RaBa

SOSIAL: Ratusan mahasiswa STAI Ibrahimy Genteng memungut sampah secara masal di jalur Kota Genteng, Sabtu (21/9) lalu.

vitas Mahasiswa (UKM), yang bisa menunjang mahasiswa untuk kreatif. Setelah melakukan serangkaian kegiatan, ratusan mahasiswa dikukuhkan langsung oleh ketua STAI Ibrahimy

Genteng, Moh Hasyim, pada Sabtu (21/9) malam. Pengukuhan tersebut sebagai puncak bahwa mahasiswa yang digembleng selama tiga hari itu menjadi mahasiswa sah di kampus

Maksimalkan IT, Layanan Publik Lebih Cepat Bupati Anas Jadi Narasumber Tunggal Kuliah Umum Stikom BANYUWANGI - Bupati Abdullah Azwar Anas menjadi pembicara tunggal dalam kuliah umum yang digelar di Kampus Stikom Banyuwangi (25/9) kemarin. Ratusan peserta yang berasal dari mahasiswa Stikom serta dosen terlihat menyimak pemaparan materi dari Bupati Anas. Dalam sambutannya, Ketua Stikom H Chairul Anam menjelaskan, tema kuliah umum ini adalah peran IT dalam pembangunan Kabupaten Banyuwangi. Sejak digulirkan Banyuwangi Digital Society, pemerintah Banyuwangi mempunyai peran aktif dalam membangun Digital Society. “Banyuwangi menasbihkan diri sebagai kota digital pertama di Indonesia, dimana Pemkab Banyuwangi men-digital-kan semua pelayanan publiknya. “Berbagai aplikasi yang ten-

SITUBONDO

TOHA/RaBa

MOTIVASI: Bupati Anas saat menjadi pemateri di Kampus Stikom kemarin.

gah dikembangkan, mulai dari e-office, e-health, e-education serta smart zakat. Kami yakin pemkab bisa mengintegrasikan berbagai layanan dengan praktis dan efisien dengan menggunakan IT,” kata Chairul kemarin (25/9).

BANYUWANGI

Sementara itu, Bupati Anas dalam paparannya mengatakan, saat ini Pemkab Banyuwangi sedang merancang sistem development tanpa harus boros energi. Dengan memanfaatkan IT (informasi teknologi) maka per-

BANYUWANGI Toyota Avanza G09 (Hitam) 135 & 1300.08

• Rumah & Tanah •

• STNK •

• Jl. Anggrek •

• Innova ‘04 •

• Promo Daihatsu Ayla •

Hlg STNK P 8225 UZ, an. Sumiarin, Palurejo RT 02/II Ds Sumbersewu Muncar

Dijual tnah Jl.Anggrek Gg 1 RT 1/04 Stb Luas 180 m2 hub 081336751668

Djl Innova 2004 G Solar Silver,170 jt ngo csh &krdt tkr tbh 082142194111/081335897888

Sgr miliki Daihatsu Ayla mli 80 jt-an, All New Terios AirBag mli 170 jt. Hub: HADI 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

• Rumah Kos •

Hlg STNK P 4616 YO, an. Abdul Haris, Grobokan RT 03/II Kel.Kampung Mandar

Djl rmh kos LT1100 m bntk paviliun, 10 KT(kmr mnd dlm,tv,almari,springbed,AC)Mushola,R.Tamu,prkr luassbgndiswtower.Jl.IkanLayurSobo08123217389

HlgSTNKP4186YR,an.NofalLadikaKertaredjasa, Jl. Wilis 36 Krajan 07/III Genteng Kulon,Genteng

• Dikontrakkan •

Hlg STNK P 8574 VO, an. Iva Nila Sari, Purwosari 01/07 Benculuk, Cluring,Bwi

SITUBONDO

Hlg STNK P 5306 XS, an. Karnoto, Dsn Sumberdadi RT 031/005 Ds Tegaldlimo

Hlg STNK P 6145 ZL, a/n. Ira Oktavia Wonorekso 02/02 Ds Alasmalang, Singojuruh

BANYUWANGI

• Visa/Master Card •

• Rumah untuk Ruko •

Tarik Tunai & Pelunasan Visa/Master Card 0856 4529 7777 Situbondo

Djl rumh utk Ruko SHM L365m2 PLN 1300 Jl. PB.Sudirman. H:081336596124 Hrg Nego

• Open Indent Avanza • OpenIndentAvanzaDPmin/prsaman&cpt/krdbs 5th/%ringan.Toni081336236483/081938221499

BANYUWANGI • Admin & Cashier • Pss:Workshop&waranty Admin, Wnta, max. 27 thn, min. SMA/SMK sdrjt. Cashier, Wnta, max. 27th, min D3 Akuntansi. Krm ke PT.Wahana Wirawan Indomobil Nissan Bwangi, Jl. S. Parman 147 Sumberrejo Bwi

Hotline Iklan Hubungi: 0333-412224

• Prima Mobil • PU T120SS, PU G.max, PUL300,PU futura, Xenia'06'011, Avanza '06'08'09, Espass'95'96'07, stw Futura'03, Kjg Krista'03, Inova dsl'08'12, Inova bnsn'08, Spark, Grandis'09, Merzy ne320'96, Escudo'98,Rush'08.H.0333-411655hp0811301676

cepatan Banyuwangi menuju lebih baik akan terwujud. Ada dua pilar yang dibangun, yaitu pengelolaan sistem informasi manajemen dan peningkatan pelayanan publik dengan menggunakan instrumen TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). “Ini yang menjadi visi besar kami dan untuk mewujudkannnya akan kita libatkan peran IT tersebut,” kata alumnus Fakultas Sastra Universitas Indonesia itu. Bupati juga mengajak kepada peserta kuliah umum untuk sering membaca biografi tokoh yang berhasil dalam membangun karakternya. Soekarno muda, sebut bupati, adalah seorang pemuda yang luar biasa yang memiliki semangat luar biasa serta menjadi pemimpin dengan usia relatif muda. “Oleh karena itu, say aberharap kepada mahasiswa Stikom untuk sering membaca biografi tokoh sebab dengan membaca itu maka adrenalin kita akan terpacu untuk menirunya, apalagi dunia kampus ide-ide banyak yang masih genuine,” pungkasnya. (adv/als)

BANYUWANGI

Jual Rmh L 1485M2 Dpn Bank Rani-Rgj dan Tnh L 9600m2 Kebalen, L 23500m2 Pancoran,L 1150m2 Mendut, L 5000m2 Meneng, L 10650m2 Utara Meneng, L 7000m2 Dpn SG Hub 081703130988

Dikntrakn rmh nyaman 2 lnt 200LT, 200LB 4kt 3 km 20jt Jl Let. Sulaiman IIi/37 Sobo, Bwangi. Hub. Bagus 08123475668

hijau tersebut. Presiden Mahasiswa Ibrahimy, Anshari mengatakan, bahwa para peserta Oscar digembleng tentang ilmu pengetahuan, mental, maupun spiritual. Hal itu diharapkan mereka bisa lebih memahami tentang arti dunia kampus. ‘’Mahasiswa bukan lagi pelajar,’’ paparnya. Mengenai aksi bersih sampah secara masal, dia menyebut, bahwa perbuatan itu sebagai contoh agar masyarakat bisa lebih peduli terhadap sampah. ‘’Sampah yang kita pungut di sepanjang jalan cukup banyak. Semoga dengan ini, masyarakat sudah bisa memperhatikan sampah,’’ harapnya. Ketua II, Saroni mengungkapkan, bahwa kegiatan orientasi tersebut memang menjadi agenda rutin setiap tahun. Sebab, pada momen itu para mahasiswa bisa saling mengenal satu sama lain. ‘’Kegiatan oscar berjalan lancar mulai awal hingga usai,’’ pungkasnya. (ton/als)

BANYUWANGI

• Yaris Type E • DjlYaris tpe E Manual mrah, 135 jt ngo cash&/ crdt, tkar tmbh 082142194111/081335897888

Hrg 110 juta nego cash & credit Hub Erwin 082142194111

• Nissan Xtrail ‘05 •

• Toyota Avanza ‘08 •

• Kijang Innova ‘08 •

Dijual Nissan Xtrail 2.5 ST AT tahun 2005 abu-abu metalik, harga 135 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza 1.5 SF60 2RM (S) GMSFJJ tahun 2008 hitam metalik, harga 125 juta nego brg istimw, bisa cash /kredit, hub: (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Toyota Kijang Innova VXS43 QS tahun 2008 hitam metalik, (solar) harga 215 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Daihatsu Xenia ‘10 •

• Isuzu Panther ‘07 •

• Toyota Avanza ‘11 •

Dijual Daihatsu Xenia F600RV-GMDFJJ (LI) tahun 2010 hitam metalik, harga 111 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Isuzu Panther TBR 54F Turbo tahun 2007 silver hrg 131,5 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza 1.3G th 2011, merah maroon metalic, hrg 150jt nego, brg istimewa, km 38000, jarang pakai, tangan pertama mulai baru. Hub 085236430269

• Tes Drive Nissan • Test Drive Nissan showroom Nissan Banyuwangi tgl 21-21 Sept. Dptkn spesial price, bonus,G-Prize 2 Nissan All New Grand Livina slama bln Sept. Jl. S.Parman 147 Bwi buka tiap hari 0333-4460222

SITUBONDO • Grand Livina ‘08 • Djl Nissan Grand Livina XV/AT 2008 mulus, trwat, 145Jt, Nego Hub. 085258568953

Mobil Anda Belum Laku? Hubungi: 0333-412224


33

Kamis 26 September 2013

Edwin Dibantai di Depan Istri Tangan Mn Berlumuran Darah

Warga Sempusari Tewas Mengenaskan JEMBER – Pembunuhan sadis terjadi di penggilingan padi “Niki Mawon” di Dusun Rowo, Desa Rowo Indah, Ajung, Selasa (24/9) pukul 23.30. Edwin Theowilis, 38, warga Jl Mojopahit Perumahan Sempusari Blok A/10 dibunuh dengan keji di depan istrinya. Korban meninggal dengan kondisi mengenaskan karena mengalami luka bacok di sejumlah tubuh dan kepalanya. Selain sabetan senjata tajam, korban diduga juga mendapat pukulan benda tumpul. Polisi berhasil mengamankan seorang saksi kunci pembunuhan sadis itu dan dua orang laki-laki yang saat itu berada di lokasi kejadian. Saksi kunci itu adalah istri korban. Sedangkan dua orang laki-laki yang saat kejadian ada di lokasi diduga sebagai pelaku pembunuhan. Dua laki-laki itu adalah Iv (pemilik penggilingan padi), 25; dan Mn (pegawai karyawan padi), warga Desa Glagahwero, Panti. Hingga kemarin (25/9) polisi belum bisa mengurai kronologi kejadian tersebut.

RADAR JEMBER/JPNN

TERPUKUL: Keluarga Edwin Theowilis menunggu di kamar mayat RSD dr Soebandi Jember.

Sebab, istri korban dalam kondisi shock berat. Sementara, Iv dan Mn belum bisa memberikan keterangan dengan baik keterangan yang diberikan sering ngelantur. Penyidik Polres Jember terus berupaya mengungkap kasus ini, terutama untuk mengorek keterangan dari istri korban dan Iv serta Mn. Dari ketiga saksi inilah polisi bakal bisa mengungkap siapa pelaku pembunuhan terhadap Edwin. Informasi yang dihimpun di

sekitar TKP (tempat kejadian perkara), pembunuhan itu terungkap saat warga dikejutkan dengan teriakan seorang perempuan yang meminta tolong dari dalam penggilingan padi. “Tolong..tolong..!!” tiru Sadin, 30, penjaga selep milik Iv saat ditemui di rumahnya kemarin. Saat itu Sadin ada di rumahnya. Warga yang mendengar teriakan itu bergegas mendatangi penggilingan padi itu. Tetapi, mereka tidak bisa masuk ke dalam kompleks peng-

gilingan karena terkunci dari dalam. “Teriakan perempuan itu minta tolong sampai tiga kali, sehingga warga penasaran,” kata Sadin. Menurut dia, saat dirinya mendatangi penggilingan padi itu, di pinggir jalan dekat penggilingan padi milik Iv. Karena curiga, warga merusak pintu pagar depan dan masuk ke dalam selep. ”Waktu itu mesin selep padi hidup. Padahal tidak ada orang lembur,” kata Sadin. (jum/ram/har/jpnn/aif)

SEMENTARA itu, yang membuat warga semakin curiga, saat itu tangan Mn berlumuran darah. Begitu pula dengan Iv yang beberapa saat kemudian ikut keluar menemui warga. Saat itu Iv meyakinkan warga tidak ada kejadian apa-apa dan mengatakan tangan Mn berdarah terkena mesin selep. Tak lama kemudian, Iv dan Mn kembali masuk ke dalam mess dan mengunci pintu dari dalam. Setelah itu, anggota Polsek Jenggawah datang ke lokasi kejadian. Polisi langsung mengetok pintu mess dan meminta penghuni di dalam untuk keluar. Karena tak ada jawaban, Brigadir Dedi, anggota Polsek Jengawah, yang sudah curiga langsung berkeliling mess dan mencari celah mengintip situasi di dalam Mess. Seluruh pintu mess saat itu dikunci dan lampu dipadamkan. Setelah mengelilingi mess, Brigadir Dedi berhasil melihat situasi dalam mess dengan senter. Saat itu dia melihat korban tergeletak dengan bersim-

RADAR JEMBER/JPNN

DOBRAK PINTU: Warga berdiri di depan pintu gudang pengilingan padi Niki Mawon di Rowo Indah, Ajung, Jember.

bah darah di ruang tamu mess. Tak ingin kecolongan, polisi langsung mengamankan Iv dan Mn, serta istri korban yang saat itu ada di dalam mess. “Kami sudah mengamankan dua orang laki laki (Iv dan Mn, Red) serta seorang perempuan yang ternyata istri korban” ujar Kasatreskrim Polres Jember AKP Makung Ismoyojati. Makung mengapresiasi anggota kepolisian di TKP yang langsung mengamankan para

saksi kunci. Sejauh ini polisi masih mendalami kronologi dan motif pembunuhan itu. Polisi telah menyita sejumlah barang yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa korban. “Kami mengamankan satu senjata air soft gun, sebuah palu, serta beberapa alat bukti lain,” kata Makung. Korban baru dievakuasi dari TKP sekitar pukul 04.30 dan dibawa ke kamar mayat RSD dr Soebandi Jember. (jum/ram/har/jpnn/aif)

BIROKRASI

Masdar Mutasi 240 Pejabat

Diawali Kerapan Kambing

LUMAJANG – Setelah dilantik 26 Agustus lalu, Bupati Lumajang Sjahrazad Masdar memutasi 240 pejabat, kemarin. Pejabat yang dilantik mulai eselon III hingga eselon IV, baik dari pegawai struktural maupun fungsional. Pejabat struktural yang dimutasi terdiri dari 35 pejabat eselon III dan 66 orang pejabat eselon IV. Untuk pejabat fungsional yang dimutasi terdiri dari 14 orang pengawas sekolah dan 125 kepala SD/SMP. Bupati Masdar saat prosesi pelantikan dan serah-terima jabatan di Pendapa Kabupaten menyatakan, proses mutasi ini ditetapkan untuk mengganti posisi pejabat yang memasuki masa pensiun dan rotasi pejabat untuk memaksimalkan kinerja dan karier mereka. Dalam sambutannya, Masdar menjelaskan bahwa mutasi ini tidak lepas dari tiga faktor. Diantaranya menyangkut kompetensi, moral dan etika. “Ketiga faktor tersebut memiliki hubungan signifikans antara satu dengan lainnya,” terangnya. Bupati Masdar juga mengingatkan agar pejabat selalu menjalankan tiga dimensi. Yakni dimensi ketuhanan, kepemimpinan, dan kedisiplinan. Dimensi ketuhanan yang dimaksud adalah wajib bagi semua PNS bertuhan dan menjalankan syariat agamanya. Kedua adalah dimensi kepemimpinan. “Pemimpin yang baik harus bisa mengurus diri sendiri, keluarga dan mengurus orang lain dalam memberikan pelayanan,” tambahnya. Terakhir adalah dimensi kedisplinan yang sangat berperan penting sebagai kunci sukses dalam menjalankan tugastugas pemerintahan. “Jika tidak disiplin sulit untuk sukses. Makanya kesuksesan itu kuncinya disiplin. Semuanya harus disiplin,” pungkasnya. (fid/wnp/jpnn/aif)

TANGGUL - Kejuaraan kerapan sapi tingkat nasional kembali dihelat di Lapangan Desa Tanggul Wetan. Hari ini, agenda tahunan yang rencananya dibuka langsung oleh Bupati Jember MZA Djalal. Peserta lomba berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Meski baru dihelat hari ini, namun ribuan pasang mata penonton sudah memadati arena pacuan, yang ada di desa Tanggul Wetan. Sedikitnya 48 pasang kambing sudah mengawali pertandingan. Mereka merupakan peserta “kerapan kambing” yang baru pertama kali digagas oleh panitia pelaksana. “Antusias peserta dan penonton cukup besar. Padahal ini hanya percobaan saja,” ungkap Matsuri, seorang panitia. (rul/jpnn/aif) TANPA JOKI: Sepasang kambing adu cepat menuju finish di arena pacuan Desa Tanggul Wetan.

LALU LINTAS RADAR JEMBER/JPNN

Protes Penangkapan Warga yang Merawat Hutan di Lahan Kritis

Kawasan Ijen Rentan Terbakar

AMBULU – Puluhan warga dari Dusun Ungkalan, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu mendatangi Kantor Polsek Ambulu, kemarin. Ini menyusul penangkapan Untung, salah seorang warga setempat, yang menurut warga, penangkapan tanpa didasari alasan yang jelas. Warga menuntut agar Untung segera dibebaskan. Aksi puluhan massa itu terjadi sekitar pukul 14.00. Mereka datang ke Polsek Ambulu dengan mengendarai sepeda motor. Aksi itu dilakukan tak lain sebagai bentuk aksi solidaritas warga kepada Untung. ‘’Apa alasan polisi menahan Untung. Untung tidak salah. Dia hanya berniat ingin menghijaukan lahan di hutan kritis. Kok malah ditangkap. Ini lucu,’’ kata Tugirin, salah satu warga. Penangkapan Untung itu sendiri dilakukan beberapa jam sebelum aksi massa itu terjadi. Penangkapan Untung terkait dengan aksi Reboisasi atau penghijauan yang Untung lakukan bersama dengan masyarakat di dusun Ungkalan. ‘’Saya juga tidak tahu apa alasan penangkapan. Kalau memang tidak boleh menanam di hutan, pemerintah segera membuat pernyataan yang berbunyi tidak setuju dengan penanaman hutan,’’ protes Tugirin lagi. Untung bersama Tugirin dan warga dusun Ungkalan lain memang tengah merawat lahan kritis yang ada di pesisir pantai. Lahan seluas 10 hektare itu berada di dekat pantai Rowo Cangak. Saat ini kondisinya lahan tersebut

SEMPOL – Kebakaran hutan di kawasan Cagar Alam (CA) Ijen masih menjadi persoalan dari tahun ke tahun. Selain karena faktor alam, kelalaian manusia juga menjadi penyebab sering terjadinya kebakaran. Untuk itulah, Bidang Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Wilayah III Jatim menggandeng berbagai unsur dengan membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA). Kepala BKSDA Wilayah III Jatim Sunandar Tri Gunajasa mengatakan, potensi kebakaran hutan di kawasan Cagar Alam (CA) Ijen cukup tinggi. Terutama di titik-titk yang pernah mengalami kebakaran. “Biasanya, daerah yang pernah terbakar lebih mudah mengalami kebakaran kembali,” kata Sunandar saat simulasi pemadaman kebakaran bersama anggota MPA di Paltuding, Sempol, kemarin. Dia mengungkapkan, kebakaran hutan rentan terjadi saat musim kemarau. Pada tahun ini, BKSDA mencatat ada satu titik yang sudah mengalami kebakaran, meski bisa langsung diatasi oleh petugas sehingga tidak meluas. Kebakaran terbesar terjadi tahun 1997, saat api melalap 100 hektare lahan hutan. Total luas wilayah hutan di Ijen yang menjadi kewenangan BKSDA menacpai 2.560 hektare, yang sebagian besar adalah cagar alam. Sementara 92 hektare berstatus taman wisata alam (TWA). Hampir sebagian besar dari kawasan CA Ijen ini rentan terhadap terjadinya kebakaran. Hal itu mengingat karena karakterisitik ekosistem yang didominasi oleh tanaman cemara gunung. Tanaman ini dikenal sangat rentan terhadap api. Sementara di bawah cemara biasanya tumbuhan semak yang ketika kemarau akan mengering. Sunandar mengungkapkan, kebakaran akan sangat mempengaruhi terhadap keberlangsungan ekosistem di CA Ijen. Ketika lahan yang terbakara semakin luas, maka otomatis habitat satwa akan terancam. Selain kera dan rusa, di Ijen sudah teridentifikasi sekitar lima ekor elang Jawa. (esb/wah/jpnn/aif)

Polsek Ambulu Diluruk Warga

BARID ISHOM/RADAR JEMBER/JPNN

RUWET DI TENGAH JALAN: Matinya traffict light di perempatan Mangli Kaliwates membuat kacau lalu lintas di jalur padat itu.

Lampu Merah Mati, Kendaraan Kacau KALIWATES – Keruwetan lalu lintas terjadi di Perempatan Mangli, selepas siang kemarin. Ribuan kendaraan dari berbagai arah, macet tak bisa berjalan untuk beberapa saat. Hal ini lantaran pengatur lampu merah tak berfungsi. Untungnya kekacauan itu terjadi beberapa jam saja. Kekacauan arus lalu lintas itu muncul sejak traffict light mulai error. Karena tak berfungsi, semua kendaraan dari empat jalur bersamaan melaju. Imbasnya, banyak kendaraan yang terjebak di tengah perempatan. Hal itu diperkeruh dengan kendaraan lain yang berusaha nyelonong masuk. ‘’Saya sudah hampir sejam di sini, tidak bisa jalan,’’ kata Junaidi, salah seorang pengemudi mobil yang terjebak di tengah kekacauan arus lalu lintas itu. Pantauan di lokasi, kemacetan kian parah saat kendaraan dari berbagai arah baik yang masuk kota maupun keluar kota bertumpuk di satu titik. Ditambah lagi dengan jalur yang hendak masuk ke kota sangat sempit, sehingga kemacetan pun tak bisa dihindari. Dari arah barat misalnya. Puluhan kendaraan besar melintang di tengah jalan. Sopir tidak bisa berkutik karena jalan yang akan digunakan untuk memutar haluan tidak ada. Kendaraan demikian padat. Demikian juga dengan kendaraan besar seperti tronton yang datang dari arah selatan. Sedangkan yang dari dalam kota juga tidak mau kalah. Mobil niaga pun ikut masuk ditambah sepeda motor juga ikut menambah keruwetan. Tak pelak, perempatan Mangli pun penuh sesak. Sayangnya, di puncak kemacetan justru aparat kepolisian malah tak terlihat. Sehingga kemacetan itupun terurai sendiri hingga memakan waktu yang cukup lama. (rid/hdi/jpnn/aif)

BARID ISHOM/RJadar jember/jpnn

CARI KEJELASAN: Warga dusun Ungkalan desa Sabrang Ambulu memberi semangat pada Untung, yang ditangkap polisi karena dianggap menanam di lahan tanpa ijin.

sangat kering kerontang penuh dengan ilalang. Bersama dengan warga, Untung mencoba untuk menghijaukan lahan tersebut. Banyak warga setuju. Untung bersama dengan Tugirin dan warga yang lain melayangkan surat ke pemerintah sekaligus ke PT Perhutani soal keinginan menghijaukan lahan itu. ‘’Surat itu kami buat pada tanggal 11 Juli 2013 lalu,’’ katanya. Setelah mengirim surat, warga pun bersama-sama menanam pohon waru di atas lahan tersebut. Tujuan warga, agar lahan itu kembali hijau. Dan hutan kembali lestari. Sementara Untung, yang ditangkap polisi mengatakan, setelah

menanam pohon waru tersebut, warga juga berupaya merawat agar tanaman itu tidak mati. Ini penting karena lahan saat ini dalam kondisi kering. Khusus untuk perawatan ini, warga kembali melayangkan surat ke pihak berwewenang. Setelah itu mereka baru turun ke lahan untuk menyirami. ‘’Saat itulah saya ditangkap oleh aparat. Alasannya, saya dianggap mengelola lahan tanpa ijin. Padahal saya datang ke lahan untuk merawat pohon yang sudah ditanam agar tidak mati. Dengan begitu hutan kembali hijau. Kok malah tidak boleh,’’ ungkap Untung. (rid/hud/hdi/jpnn/aif)


34

Kamis 26 September 2013

Kandidat Ketua KONI Mulai Bermunculan Jelang Pelaksanaan Muscablub Besok

BANYUWANG I - Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) KONI Banyuwangi bakal digelar Jumat besok (27/9). Agenda pemilihan pengurus induk semang cabang olahraga di Banyuwangi itu kini sudah mulai memunculkan figur-figur sebagai kandidat ketua KONI periode 2013-2017. Nama yang bermunculan berasal dari lintas elemen dan golongan. Penelusuran koran ini, figur yang banyak digadang menjadi kandidat berasal dari tiga

golongan besar. Golongan pertama adalah internal pengurus KONI. Golongan kedua merupakan pentolan cabang olahraga. Golongan ketiga berasal dari kalangan pejabat pemerintah daerah. Dar i internal pengur us KONI muncul nama Budianto, Hendar to, Mandir i Warang Agung, dan Joko Triyadni. Budianto kini menjabat sekretaris KONI. Hendarto sebagai ketua harian sekaligus Plt ketua KONI. Mandiri Warang Agung di posisi bendahara. Joko Triyadni ketua bidang prestasi. Rudi Santoso sebagai wakil ketua. Merekalah yang santer

disebut bakal meramaikan muscablub besok. Sementara itu, dari kalangan cabang olahraga, Nurmasyah yang kini didapuk sebagai Ketua PABBSI dianggap sebagai calon terkuat. Figur lain adalah Guntur Priambodo yang kini menjadi ketua ISSI Banyuwangi, dan Sulihtiyono yang menjadi ketua PDBI Banyuwangi. Dari kalangan pejabat pemerintah daerah, ada nama Slamet Karyono yang menjabat sebagai sekretaris daerah, Ahmad Khairullah Plt kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, dan Mujiono sebagai kepala Dinas Pekerjaan Umum.

Mengomentari nama-nama figur calon ketua KONI Banyuwangi tersebut, pemerhati olahraga Banyuwangi, Suparmin menyatakan, tugas pengurus KONI tidak mudah dan cukup berat. Selain harus mampu mengayomi dan menjaga pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga, pengurus KONI yang baru harus mampu memikul amanah sebagai penyelenggara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) kelima tahun 2015 mendatang. “Ini pertaruhan bagi Banyuwangi. Ketua KONI harus mampu dan cakap memimpin organisasi,” ujarnya. (nic/c1/als)

Persewangi Intensif Buru Sponsor NIKLAAS ANDRIES/RaBa

RAWAN DERBY: Pembagian grup Divisi III Zona Jatim akan dilakukan Jumat besok (27/9). Banyuwangi United berpeluang satu grup dengan Banyuwangi Putra.

BU Tunggu Drawing Grup BANYUWANGI - Perjalanan Banyuwangi United (BU) menatap putaran pertama kompetisi Divisi III regional Jawa Timur ditentukan mulai besok (27/9). Tim berjuluk Laskar Tawang Alun itu akan memulai perjalanan kompetisi paling buncit di Liga Indonesia dengan babak drawing. Babak tersebut menjadi penting bagi tim asuhan Budi-Syafii itu. Sekretaris PSSI Banyuwangi, Mohamad Khairul Abbas menuturkan, babak drawing akan dilaksanakan di Surabaya besok (27/9). Tim kontestan Di-

visi III di regional Jawa Timur akan berkumpul untuk menyaksikan drawing sekaligus pembagian grup. “Di babak ini kita akan tahu lawan mana saja,” tuturnya. Abbas menambahkan, terkait calon lawan yang akan dihadapi, jajaran pelatih sudah bisa memprediksi dan menganalisis. Yang jelas, skuad BU akan diforsir agar membenahi kelemahan-kelemahan yang ada. Disinggung terkait peluang derby Banyuwangi, yakni Banyuwangi United dan

Banyuwangi Putra, Abbas justru menganggap itu akan sangat menarik. Pertandingan sesama tim asal Bumi Blambangan tentu akan menjadi sajian yang menarik. Dia tetap berharap Banyuwangi United dan Banyuwangi Putra samasama lolos ke putaran kedua. Terkait target, Abbas belum berani sesumbar. Target awal, Laskar Tawang Alun harus lolos dari putaran pertama penyisihan grup. “Kami akan fokus di putaran pertama dulu. Target lebih tinggi tentu ada,” ujarnya. (nic/c1/als)

BANYUWANGI - Pengurus Persewangi terus melakukan kalkulasi pembiayaan terkait keikutsertaannya dalam kompetisi Divisi Utama musim depan. Meski masih tiga bulan lagi kompetisi kasta kedua Liga Indonesia itu digelar, pentolan tim berjuluk Laskar Blambangan tidak ingin persiapan menghadapi kompetisi musim depan dilakukan ala kadarnya. Ketua Persewangi Hari Wijaya mengatakan, dibanding kompetisi musim lalu, beban Persewangi di tahun depan dipastikan bakal lebih besar. Selain komposisi tim bertambah dibanding sebelumnya, besar kemungkinan Laskar Blambangan akan menjalani pertandingan ke luar Jawa. “Melihat skema dan format kompetisi musim depan, perjuangan

Persewangi memang lebih berat. Tim bertambah dan lokasinya bisa sampai ke luar Jawa,” bebernya. Menyiasati kondisi tersebut, Hari ingin ada persiapan lebih dini. Anggaran yang dibutuhkan terus dikalkulasi sebagai bekal mengikuti kompetisi mendatang. Sebagai catatan, di musim lalu Persewangi menghabiskan dana sekitar Rp 1,5 miliar. Tentu, dengan format lebih besar lagi, Persewangi minimal membutuhkan Rp 2,5 miliar. Persewangi pun berencana menggerakkan seluruh potensi untuk menarik semua pihak di Banyuwangi. “Tidak hanya stakeholder, semua badan usaha dan masyarakat juga akan kami libatkan dalam membangun Persewangi,” ujarnya. (nic/c1/als)

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

PESERTA BERTAMBAH: Striker Persewangi musim lalu, M. Ikrom Syafi’i, saat berlatih. Persewangi membutuhkan sekitar Rp 2,5 miliar untuk mengarungi Divisi Utama musim depan.


BERITA UTAMA

Kamis 26 September 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Kejadian Dini Hari n PULUHAN... Sambungan dari Hal 25

Gemboknya sudah rusak dan dibuang di atas vas bunga,” kata perempuan yang karib disapa Fitri tersebut. Menurut Fitri, pelaku berhasil mencuri 25 karung beras yang masing-masing berbobot 25 Ki logram. Harga satu karung be ras tersebut Rp 205 ribu. Se lain puluhan karung beras, pencuri juga menggasak uang tunai sekitar Rp 11 juta

yang disimpan di laci. “Pelaku juga merusak kunci laci dan membawa kabur uang senilai Rp 11 juta yang saya simpan di sana,” paparnya. Kabar pencurian yang terjadi di toko yang berlokasi tak jauh dari Pasar Banyuwangi itu mengundang rasa ingin tahu warga. Hingga sekitar pukul 09.00 kemarin, kerumunan warga masih tampak di depan toko tersebut. Nah, banyaknya barang yang hilang memicu dugaan warga

bahwa pelaku berjumlah lebih dari satu orang. Pelaku ditengarai menggunakan kendaraan roda empat saat melancarkan aksi tersebut. “Ke mungkinan mobil yang digunakan pelaku diparkir tepat di depan pintu masuk toko. Dengan demikian, warga yang melintas dari dan menuju Pasar Banyuwangi tidak curiga dan mengira bahwa pencuri tersebut merupakan pemilik toko,” duga seorang warga. Sementara itu, Kapolsek

Banyuwangi, AKP Ketut R e d a na, t i d a k m e na m p i k kabar kasus pen curian yang terjadi di w ilayah hukum Polsek Banyu wa ngi tersebut. “Kasus ini masih kita dalami,” ujarnya. Polisi telah mendatangi lokasi kejadian pagi kemarin. Apa rat juga telah memintai keterangan sejumlah saksi, termasuk penjual nasi goreng yang sehari-hari mangkal di depan toko yang dibobol maling tersebut. (sgt/c1/bay)

Ukuran Baliho Belum Disepakati n MOU... Sambungan dari Hal 25

Sekretaris Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Banyuwangi, Juliesetyo Puji Rahayu mengatakan, meskipun peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013 itu mem belenggu calon legislatif (caleg) agar menyosialisasikan diri di daerah pemilihan (dapil) masing-masing, pihaknya tidak keberatan dengan penerapan peraturan KPU tersebut. Namun, Julies mengaku belum dapat menandatangani MoU lantaran masih ada beberapa item yang belum jelas, di antaranya terkait zona pemasangan alat peraga kampanye. “Yang kedua, apakah temanteman (pengurus parpol lain) sepakat satu caleg satu spanduk di setiap desa. Pertemuan ini kan belum masuk ranah tersebut, dan ternyata materinya juga

belum disiapkan oleh KPU dan pemkab,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banyuwangi, Mandiri Ratu Warang Agung mengatakan, berdasar penyampaian KPU, ternyata belum ada komunikasi antara lembaga penyelenggara pemilu tersebut dengan Pemkab Banyuwangi terkait zona yang tidak boleh dipasangi alat peraga kampanye. “Kita tidak dalam posisi menerima ataukah menolak. Kita melihat belum ada satu hal yang perlu disetujui atau ditolak. Menurut kami, jika yang ditandatangani MoU, harus sudah detail terkait apa saja yang boleh dan tidak boleh,” paparnya. Ketua KPU Banyuwangi, Syamsul Arifin mengatakan, pada pertemuan kemarin sudah ada kesepakatan bahwa seluruh Ruang Terbuka Hijau

(RTH) yang tersebar di seantero Bumi Blambangan harus steril dari atribut kampanye. Namun, khusus zonasi, masih mem butuhkan kesepakatan lebih lanjut karena database yang dibutuhkan Pemkab Banyuwangi belum diterima KPU. Syamsul menambahkan, ada dua langkah yang akan dilakukan KPU dalam me nentukan zona pemasangan atribut kampanye, di antaranya mengirim surat kepada pemkab untuk meminta zona di setiap desa dan kelurahan. Langkah lain, KPU menginstruksikan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) melakukan rapat di tingkat kecamatan untuk menentukan zona steril atri but kampanye. PPK wajib mengun dang musyawarah pim pinan kecamatan (muspika), seluruh kepala desa dan lurah, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), Panitia Pemili-

han Setempat (PPS), dan Panitia Pengawas Lapangan (PPL). “Selanjutnya, zona steril tersebut di-listing dan dibawa ke forum tingkat kabupaten,” cetusnya. Lebih lanjut Syamsul menga takan, dalam Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013 dan Perda Nomor 10 Tahun 2012, sebenarnya zona steril di tingkat kabupaten sudah tercantum. Namun, dalam peraturan KPU dan perda, belum di tentukan titik-titik steril atribut kampanye di tingkat desa dan kelurahan. Syamsul mengatakan, ukuran spanduk sudah disepakati sebesar 1,5 meter kali tujuh meter. Sementara itu, ukuran baliho dan billboard akan disepakati pada pertemuan selanjutnya. “Di tingkat desa/kelurahan, satu caleg hanya satu spanduk. Parpol boleh memasang satu baliho di satu desa/kelurahan,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Muspika Redam Isu dan Keresahan n DUA... Sambungan dari Hal 25

Mengetahui kedua pe rempuan itu pingsan, warga langsung mengejar binatang aneh itu. Walau sudah dikepung ratusan orang, binatang aneh itu tidak berhasil ditangkap. Warga Dusun Kebundadap pun tidak tidur semalam suntuk demi mengantisipasi kejadian serupa. Meski ditunggu semalam suntuk, tapi binatang aneh

itu tidak datang lagi. Bambang mengatakan, warga Dusun Kebundadap kini tidak percaya kambing yang mati itu karena diserang anjing liar. Mereka meyakini pu lu han kambing yang mati itu akibat diserang binatang aneh. “Tiga hari lalu kambing warga diserang binatang gerandong. Tiga mati dan satu masih hidup,” kata Bambang. Kalau diserang anjing liar, kata Bambang, daging kambingnya pasti akan dimakan habis. Yang

terjadi selama ini, daging kambingnya utuh dan hanya luka di beberapa bagian tubuh. Luka beberapa kambing itu ter letak di leher dan perut. Lukanya pun tidak besar, kecil se kali seperti bekas gigitan. “Walau lukanya kecil, tapi kambingnya mati. Mungkin diisap darahnya,” tuturnya. Walau warga tidak percaya kambing yang mati itu akibat anjing liar, tapi pihak pemerintah Kecamatan Licin tetap

menganggap kambing-kambing itu mati akibat serangan anjing liar. “Kita bersama kapolsek dan danramil bekerja keras meredam keresahan warga itu,” ujar Plt Camat Licin, Muhammad Lutfi. Menurut Lutfi, Muspika Licin terus memantau perkembangan fenomena yang menghebohkan warga itu. “Saya sudah minta kepada warga, kalau berhasil ditangkap, binatang aneh itu supaya dibawa ke polsek,” katanya. (afi/c1/bay)

Mengantisipasi Gesekan di Masyarakat n GOLKAR... Sambungan dari Hal 26

Ismoko menambahkan, pihaknya tidak mem per masalahkan siapa pun kades yang terpilih dan dilantik asalkan permasalahan pilkades tersebut diselesaikan. Itu untuk mengantisipasi agar tidak terjadi ge sekan antar masyarakat yang bisa menghambat proses pembangunan di desa. Seperti diberitakan se belumnya, Pemkab Banyuwangi tampaknya tidak mau pusing dengan protes dalam pemilihan kepala desa (pilkades). Bila ti-

dak terima dengan keputusan yang telah ditetapkan, pemkab menyarankan mereka menempuh jalur hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Surabaya. Tantangan Pemkab Ba nyuwangi itu disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Pemkab Banyuwangi Anacleto Da Silva saat hearing di ruang khu sus DPRD Banyuwangi Senin (23/9). Dalam acara itu, hadir para calon kepala desa (cakades) Banjar, Kecamatan Licin, panitia pemilihan kepala desa (pilkades), dan Badan Permusyawaratan Desa

(BPD). Anacleto Da Silva menyebut, yang menetapkan hasil pilka des sebenarnya BPD. Selan jutnya, BPD mengajukan pe ngusulan kepada Bupati Banyuwangi agar mengesahkan dan melantik kades terpilih. “Yang perlu diketahui, Bapak Bupati hanya mengesahkan. Yang menetapkan, ya BPD,” katanya saat itu. Dalam pengajuan pengesahan dan pelantikan kepada bupati, terang dia, BPD tidak boleh menambahkan catatan atau apa saja. Bila suratnya itu berupa pengesahan, maka akan

dianggap sudah tidak ada masalah lagi. “Pengesahan dan pelantikan yang dilakukan bupati atau wakil bupati, pemkab menganggap sudah sah,” ungkapnya. Sekadar tahu, Pilkades Banjar diikuti empat kandidat. Cakades nomor urut 1 bernama Ali Taufik, nomor urut 2 Arifin, nomor urut 3 Ainurrofik, dan nomor 4 Nur Hariri. Hasil rekapitulasi penghitungan suara, selisih perolehan suara Nur Hariri dan Arifin hanya 12 suara. Hariri mendapat 527 suara dan Arifin memperoleh 515 suara. (sgt/c1/bay)

Terdakwa Lain Sudah Divonis n MINTA... Sambungan dari Hal 26

Setelah koordinasi dengan penasihat hukum melalui ponsel, disepakati siding lanjutan dengan agenda mendengarkan ke terangan saksi yang me ringankan itu digelar Senin (30/9) mendatang. “Kita berharap di sidang nanti bisa hadir,” pinta Jamuji yang menggantikan Siyoto SH sebagai pimpinan

sidang karena pendidikan di Jakarta. Sidang kasus illegal logging de ngan terdakwa M. Yunus Wahyudi beserta enam temannya itu termasuk paling lama dibanding terdakwa lain dalam kasus yang sama. 14 te man Yunus yang juga menjadi terdakwa dalam kasus itu sudah diputus. Bahkan, sebagian dari mereka sudah ada yang menghirup udara bebas.

Sekadar mengingatkan, dalam kasus illegal logging yang terjadi di hutan wilayah RPH Selogiri, BKPH Ketapang, KPH Perhutani Banyuwangi Utara, aparat kepolisian menangkap 21 tersangka dengan barang bukti (BB) berupa 500 gelondong kayu jati. Dari 21 terdakwa itu, oleh polisi berkasnya dibagi menjadi tiga. Berkas pertama adalah terdakwa Imam Gozali, berkas kedua terdakwa Ainurrahman

beserta 12 temannya, dan berkas ketiga Muhamad Yunus Wahyudi bersama enam temannya. Imam Gozali dinyatakan terbukti bersalah dan dihukum lima bulan penjara oleh majelis hakim. Ainurrahman Cs dinyatakan terbukti bersalah dan dihukum enam bulan lebih sepuluh hari penjara. Atas putusan majelis hakim itu, kini semua sudah bebas. (abi/c1/bay)

Ortu Trauma, Pakaian Korban Ikut Dikubur n SISWI... Sambungan dari Hal 25

Orang tua Aneke, yakni Sukamto, 35 dan Aminah, 30, masih terlihat terpukul atas kejadian yang menimpa anaknya. Wajah Sukamto tampak lusuh dan matanya sembab. Tak jauh berbeda dengan Aminah. Bahkan, saat menceritakan kejadian yang menimpa anaknya, dia tak kuat membendung air matanya. Rasa trauma sekaligus tak percaya dengan kejadian yang dialami anak perempuannya tersebut betul-betul masih mereka rasakan. Bahkan, karena selalu dibayangi wajah Aneke, mereka berusaha menyingkirkan semua yang berkaitan dengan Aneke. Semua foto di album dan di dinding ru mah dibersihkan. Bukan hanya itu, pakaian yang dikenakan korban saat meninggal di kolam renang juga dipendam

bersama jenazah anaknya tersebut. “Nggak tega lihat. Semua (pakaiannya, Red) ikut dipendem (dikubur),” tutur Aminah. Selama ini, di mata kedua orang tuanya, Aneke adalah anak yang pintar dan rajin belajar. Sepulang sekolah, Aneke jarang bermain ke luar rumah. Lulusan SDN I Genteng Wetan itu biasanya memilih berada di dalam rumah dan belajar. “Kalau malam selalu mengaji,” kata Sukamto. Kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Sukamto dan Aminah mengaku mengetahui ke jadian yang menimpa anaknya dari sesama orang tua siswa yang sore itu menemani anaknya saat pelajaran renang. “Bukan dari gurunya atau pihak sekolah,” tutur Aminah. Aminah menuturkan, sebenarnya dia mengantar anaknya ke AJM untuk mengikuti pelajaran renang yang dibimbing

guru bernama Suparno itu. Namun, karena jadwal pulang anaknya belum jelas, Aminah memilih pulang terlebih dahulu. “Saya pesan kepada anak saya, nanti kalau selesai supaya SMS biar disusul,” jelasnya. Tetapi, bukannya SMS Aneke minta disusul pulang karena kegiatan sekolah telah selesai, yang datang justru kabar duka. Sementara itu, terkait meninggalnya sang anak, Aminah dan Sukamto berharap proses hukum terus dilakukan pihak kepolisian. Apalagi, anaknya tidak memiliki riwayat penyakit tertentu yang bisa menyebabkan yang bersangkutan meninggal dunia saat berenang. Meski meminta proses hukum terus dilanjutkan, keduanya merasa keberatan jika mayat anaknya diotopsi. “Saya nggak mau kalau (jenazahnya) diotopsi, karena itu tidak akan mengembalikan nyawa anak saya. Jadi, saya tidak mau diotopsi,” tandas Aminah. (c1/bay)

Besok mulai Babak 100 Besar n TAHAP... Sambungan dari Hal 25

Nah, batas akhir tahap pengusulan Tokoh Favorit tersebut ditetapkan pukul 16.00 sore ini. Lewat dari deadline yang telah ditentukan tersebut, ballot yang masuk tidak akan dihitung oleh panitia. ‘’Lewat satu menit saja ballot tidak akan dihitung,” ujar Gerda Sukarno Prayudha, panitia

Pemilihan Tokoh Favorit 2013 versi pembaca Jawa Pos Radar Banyuwangi. Gerda menambahkan, setelah tahap I ditutup, tahap selanjutnya adalah menyaring nama-nama yang sudah diusulkan pembaca itu menjadi 100 besar tokoh favorit. Penyaringan tersebut berdasarkan jumlah ballot terbanyak. Babak 100 besar tersebut akan dimulai 27 September 2013 besok. (*/c1/bay)

Usulan Tokoh Favorit Tokoh Pengirim Alamat Alasan Tokoh Pengirim Alamat Alasan Tokoh Pengirim Alamat Alasan Tokoh Pengirim Alamat Alasan Tokoh Pengirim Alamat Alasan Tokoh Pengirim Alamat Alasan Tokoh Pengirim Alamat Alasan Tokoh Pengirim Alamat Alasan

: : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : :

H. Yoyok Mulyadi Evi Resdiana Krajan, Kertosari, Asembagus Calon pemimpin masa depan Hudori, ST Hendro H. SMKN I Kalipuro Sabar, tekun, dan apa adanya Drs. Hadi Wijono Imam Fahrudi Jangkar RT 2 RW 2 Punya kharisma tinggi Rahmad, MHum David Panarukan Keren Arvy Rizaldy, SE Wiwik Rogojampi Kaya, tampan, muda Verdiyanto Wellya Dodi Banyuwangi Demokratis dan kritis Letkol Muslimin Fasya Slamet Giri Tegas dan disiplin H. Ipung Purwadi Qutby Dono Sobo, Banyuwangi Pengacara muda dan handal

Tokoh Pengirim Alamat Alasan Tokoh Pengirim Alamat Alasan Tokoh Pengirim Alamat Alasan Tokoh Pengirim Alamat Alasan Tokoh Pengirim Alamat Alasan Tokoh Pengirim Alamat Alasan Tokoh Pengirim Alamat Alasan Tokoh Pengirim Alamat Alasan

: : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : :

Drs. Mahmudi, MPdI Lukman Kapongan Tokoh pendidikan Ning Sari Syifa Banyuputih Anggun dan kharismatik Mafrochatin Nikmah Royani Giri Peduli Pendidikan Islam dr Andriyani Tatik Sempu Dedikasi tinggi Mandiri Warang Agung Ahmad Badilah Rogojampi Arif dan bijaksana Sugihono Sulis Penataban Ketua Kadin mumpuni M. Said Badriyah Jl MH Thamrin Banyuwangi Bangun pendidikan berbasis kerja Guntur Priambodo Mega Banyuwangi Peduli balap sepeda sport BWI

Menyelesaikan Masalah Bersama-sama n SEPAKAT... Sambungan dari Hal 25

Menurut Bupati Anas, peredaran arak bali di Banyuwangi cukup mencemaskan. Sebab, konsumen arak bali bukan orang tua melainkan pelajar. “Tapi saya yakin yang mengedarkan arak bali bukan Jembrana atau orang

Bali,” tegasnya. Arak bali, kata Anas, mudah didapatkan karena harganya terjangkau kalangan pelajar. Banyak kasus pemerkosaan anak di bawah umur karena pengaruh minuman keras. Problem miras arak tersebut langsung mendapat respons Bupati Arta. Menurut Arta, di

Jembrana secara rutin di lakukan sweeping arak. Atas keluhan yang disampaikan Bupati Anas, Bupati Arta berjanji akan memperketat keluar-ma suk barang dari Jembrana. “Salah satu manfaat kerja sama ini adalah menyelesaikan bersama-sama semua masalah yang muncul,” katanya. (afi/c1/bay)

Segera Evaluasi Jarak Waralaba n WARALABA... Sambungan dari Hal 36

Koordinator aksi, Agus Ari Cahyadi mengatakan, dirinya menolak keputusan pemkab yang mempermudah izin pertokoan retail modern. Sebab, toko waralaba itu memiliki dampak negatif terhadap usaha kecil, menengah, dan pasar tradisional. “Kami minta pemkab segera melakukan moratorium perizinan usaha toko modern itu,” ujarnya. Selain itu, pemkab didesak segera merumuskan peraturan daerah (perda) yang mengatur ke pentingan pedagang kecil dan pengusaha bermodal besar, sehingga tidak saling merugikan. Jika dibiarkan terus, mereka menganggap dampaknya akan semakin luas. “Makanya dewan juga harus segera bertindak terkait persoalan di masyarakat saat ini,” katanya. Demo yang dilakukan itu, kata Ari, didasari atas keprihatinan

terhadap kondisi Kabupaten Situbondo. Pemkab terkesan tak peduli dengan nasib pedagang kecil yang kian tersisih. “Barang kali hanya dengan cara seperti ini pemkab mendengar suara kami,” imbuhnya. Ari mengungkapkan, ada sejumlah pedagang yang mengadu kepada dirinya. Rata-rata adalah pedagang yang sudah gulung tikar dan yang terancam gulung tikar pasca pendirian Indomaret dan Al fa mart. Salah satu contohnya, pedagang kelontong di Jalan Wijaya Kusuma. “Sebelum Indomaret di seberang toko tersebut berdiri, penghasilan mereka sehari bisa sampai Rp 1,4 juta. Kini hanya tinggal Rp 200 sampai Rp 400 ribu sehari. Itu baru sekitar seminggu Indomaret berdiri. Kalau tiga bulan bahkan satu tahun, ya pasti gulung tikar,” tandasnya. Terpisah, Kepala KPPT Situbondo Didik Sulihtiyo mengungkapkan, terkait regulasi,

tidak ada yang salah dalam pendirian Alfamart dan Indomaret. Sebab, mereka sudah mematuhi aturan yang diwajibkan pemkab. Menurut Mantan Kabag Hukum tersebut, pe ngajuan izin toko waralaba selalu diawali pengajuan kepada bupati. Jika ada disposisi dari bupati, maka akan di tin daklanjuti KPPT sampai izin keluar. “Kalau bupati tidak mengizinkan, ya kita tidak berani,” tandasnya. Sarat pendirian toko waralaba modern, kata Didik, adalah izin HO dan IMB. Jika keduanya sudah ada, berarti tak ada masalah. “Prinsipnya seperti itu. Kalau sudah ada IMB dan izin persetujuan lingkungan, ya beres. Karena regulasinya memang begitu,” paparnya. Mengenai pengaturan jarak, kata dia, sebentar lagi pemkab dan DPRD akan melakukan evaluasi. “Jadi, izin minimarket akan dievaluasi pemda,” imbuhnya. (pri/rri/c1/als)

Potensi Tekanan Politik Bisa Semakin Menguat n JURUS... Sambungan dari Hal 36

Semakin panjanglah umur mereka. Sebaliknya, semakin terkatung-katunglah nasib kepengurusan DPC PKNU Toha Barizi. Bisa saja orang-orang yang benar-benar “beriman” ke pada PKNU ini, tak akan per nah mendapatkan jatah “surga”, kecuali hanya serpihanserpihannya. “Jurus” semacam itu se belumnya juga sudah pernah di mainkan oleh pendahulu mereka, Aqiq Zaman–Ra Zakki, yang bertikai dalam dualisme kepengurusan DPC PKB Situbondo dengan kubu Syaiful Bahri–Kiai Tsabit Thaha. Hasilnya juga ampuh. Sebab, meski kala itu kepengurusan Aqiq Zaman–Ra Zakki telah dipecat karena dinilai tidak loyal, tapi mereka tetap bisa mengakhiri karirnya dalam dunia politik dengan sempurna. DPC PKB Syaiful Bahri tak pernah menikmati kucuran dana parpol selama masa pertikaian tersebut. Hingga kini belum ada “jurus” yang cukup ampuh juga untuk me nandinginya. Saat jurus ini dimainkan, sang lawan biasanya terbawa dan mau tak mau harus meladeni. Mes ki demikian, Supriyono SH

MHum, pengacara DPP dan DPW PKNU Jawa Timur tampaknya akan memosisikan diri sebagai pendekar yang mampu menghadapi jurus lama DPC PKNU Situbondo tersebut. Kata Supriyono, kasasi tersebut juga dibatasi waktu. Mahkamah Agung sudah harus memberikan kepastian hu kum maksimal 30 hari sejak di daftarkan upaya hukum kasasi itu. Lalu, masalahnya apakah selesai jika MA juga membuat keputusan yang meng gembirakan DPC PKNU kubu Thoha Barizi? Menggembirakan karena mendapat kemenangan dalam gugatan perdata, mungkin saja terjadi. Namun, bergembira untuk bisa menikmati “surga” berupa fasilitas-fasilitas dari eksistensi politik PKNU, itu belum tentu. Misalnya, saat gugatan DPC PKNU kubu Dadang–Ra Malung juga ditolak MA, apakah dana parpol untuk PKNU dengan sendirinya akan mengucur ke DPC PKNU Toha Barizi? Apakah Fraksi PKNU di DPRD juga akan dengan legawa memberikan dana bulanannya? Tak ada yang bisa memastikan. Kalau urusan dana fraksi, DPC PKNU kubu Toha Barizi barang kali bisa melakukan komunikasi personal dengan anggota DPRD dari PKNU. Sehingga, urusan-

nya cenderung lebih mudah diselesaikan. Namun, tidak demikian dengan dana parpol. Sebab, potensi tekanan politik bisa saja terjadi. Kesbangpol dan Linmas juga akan berpikir ribuan kali untuk mencairkannya. Sebab, Dadang Wigiarto yang ketua Dewan Syuro DPC PKNU tersebut adalah Bupati Situbondo yang merupakan atasannya. Mencairkan ke kubu PKNU Toha Barizi secara tak langsung tentu juga akan menyakiti sang bupati yang ketua Dewan Syuro DPC PKNU tersebut. Yang pasti juga, DPC PKNU Situbondo kubu akan terus berusaha mempertahankan segala bentuk eksistensinya di Kota Santri. Sebab, tidak melawan dan mudah menyerahkan apa yang dimiliki bisa saja dipahami sebagai bentuk kelemahan dan ketidakberdayaan. Kita tahu DPC PKNU kubu Dadang –Ra Malung adalah partai yang mampu mengantarkan bupati dan memiliki kursi dominan di DPRD. Orang-orang yang akan mengambil alih kursinya adalah pendatang baru bahkan mungkin anak kemarin sore. DPC PKNU kubu Dadang-Ra Malung bisa saja berkata, emang siapa kamu? Wallahu’alam bisshowab. *) Kabiro Jawa Pos Radar Banyuwangi di Situbondo.


36

Kamis 26 September 2013

Jurus Usang Mempertahankan Surga MAJELIS hakim Pengadilan Negeri (PN) Situbondo belum lama ini memutuskan menolak gugatan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Situbondo kubu Dadang Wigiarto-Ra Malung kepada DPP dan DPW PKNU Jawa Timur. Lembaga peradilan yang berkantor di Jalan PB. Sudirman tersebut menilai polemik terbitnya SK baru tentang kepengurusan baru DPC PKNU Situbondo bukan ranah pengadilan untuk menyelesaikannya. Keputusan majelis hakim PN tersebut sebenarnya sudah sejak lama diprediksi sejumlah pihak,

bahkan bisa jadi oleh penggugat sendiri. Pasalnya, dalam UndangUndang No. 02/2008 sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang No. 02 Tahun 2011 tentang partai politik jelas mengamanatkan perselisihan partai politik lebih dulu diselesaikan internal partai politik sebagaimana diatur di dalam AD dan ART. Dalam pasal (2) disebutkan bahwa penyelesaian perselisihan internal partai politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh suatu mahkamah partai politik atau sebutan lain yang dibentuk oleh partai politik. Namun, kenapa DPC PKNU

kubu Dadang Wigiarto–Ra Malung Masalah mampu menyelamatkan langsung melakukan pendaftaran atau tidak, itu urusan belakang. gugatan di pengadilan Yang pasti, dia sudah negeri? mungkin ada banmampu mengulur-ulur yak jawaban. waktu dan memperpanSalah satunya, kita bisa jang umurnya untuk samsaja memahaminya sebpai pada kematian. agai langkah orang yang Nah, sebelum sampai sedang panik atau kepada ‘kematian’ itulah pepet. Ini tak ubahnya kepengurusan DPC PKNU orang yang hanyut banSitubondo kubu Dadajir. Dia tahu rumput tak ng–Ra Malung berusaha CATATAN pernah mampu dijadi- EDY SUPRIYONO* untuk Khusnul Khotimah kan tempat berpegang. dalam segala hal. MerNamun, saat terbawa banjir, dia eka ingin menunjukkan sebagai akan mencari tempat berpegang, orang-orang yang “beriman”. Mertermasuk ke rumput sekali pun. eka tak ingin dicap sebagai orang

“murtad” apalagi ‘kafir’ dengan keluar dari PKNU sebelum masa pengabdiannya benar-benar habis. Sebab, jika itu terjadi mereka bisa kehilangan jatah “surga” yang nikmat itu. “Surga” yang saya maksud di sini adalah segala fasilitas materi dan immateri yang mereka dapatkan dari keberadaan dirinya di PKNU. Yang immateri bisa berupa citra, jabatan, pengaruh dan penghormatan. Yang berupa materi adalah dana bantuan parpol dari pemkab maupun dana bulanan dari fraksi yang dihimpun dari wakil-wakil rakyat PKNU yang berada di DPRD.

Jumlahnya sangat fantastis. Langkah menempuh jalur gugatan perdata ini memang dikenal cukup manjur untuk memperpanjang “umur”. Dengan tambahan umur itu mereka kemudian bisa berbenah dan menyelamatkan segala sesuatu yang ingin diselamatkan agar tidak jatuh ke tangan orang lain. Terbukti, meski PN Situbondo telah menolak gugatan perdata DPC PKNU kubu Dadang–Ra Malung, tapi mereka masih menyatakan Kasasi ke Mahkamah Agung n  Baca Jurus...Hal 35

Dijanjikan Uang Ganti dan Sertifikat Pemohon Prona yang Kuitansinya Disertakan ke Kejari

NUR HARIRI/RaBa

TUNTUT MORATORIUM: Belasan pedagang kecil melakukan demonstrasi di depan Gedung DPRD dan Pemkab Situbondo kemarin (25/9).

Waralaba Menjamur, Pedagang Kecil Demo SITUBONDO - Berjubelnya pertokoan retail modern di Kota Santri mulai direaksi masyarakat Situbondo, khususnya para pedagang kecil. Belasan pedagang dan warga bergabung dengan LSM Naungan Institut menggelar demo ke kantor DPRD dan Pemkab Situbondo kemarin (25/9). Mereka memprotes toko minimarket

yang kian menjamur di Situbondo. Apalagi, toko waralaba tersebut dibangun tak jauh dari pasar tradisional atau di tengahtengah permukiman warga yang sudah banyak toko kecil milik perorangan. Itu dianggap mengancam keberlangsungan usaha para pedagang kecil. Massa LSM Naungan Institut melaku-

kan long march dari Jalan Wijaya Kusuma menuju Kantor DPRD Situbondo dan Kantor Sekretariat Pemkab Situbondo. Selain berorasi, mereka juga membawa beberapa poster yang menyatakan agar izin sejumlah pertokoan modern itu segera dicabut n  Baca Waralaba...Hal 35

Lagi, Warga Jatisari Datangi Pemkab Jadi Saksi Gara-gara Tidak Bisa Mencoblos saat Pilkades SITUB OND O - Puluhan warga Dusun Alun-alun, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, kembali mendatangi Pemkab Situbondo kemarin (25/9). Kali ini mereka berjumlah puluhan orang. Kedatangan warga yang hendak bersaksi itu merupakan aksi lanjutan setelah mereka mengadu ke DPRD Situbondo beberapa hari lalu. “Sebelumnya kami diminta mendatangkan saksi, dan 91 orang ini siap bersaksi,” kata Abdurrahman, pendamping warga Jatisari. Namun, kedatangan puluhan warga yang secara tiba-tiba itu menimbulkan kesalahpahaman. Meski begitu, pihak eksekutif tetap melayani mereka dengan baik. “Kita tidak mau demo, tapi mau bersaksi terkait dugaan kecurangan Pilkades Jatisari,” terang Abdurrahman. Sebelumnya, puluhan warga itu sempat adu mulut dengan petugas. Beruntung, Kabag Pemerintahan Tulus Priatmadji langsung menemui mereka. Akhirnya, Tulus menerima dan mempersilakan mereka masuk

NUR HARIRI/RaBa

BERSAKSI: Puluhan warga yang tidak bisa mencoblos saat Pilkades Jatisari tiba di depan Pemkab Situbondo kemarin (25/9).

secara bergantian. “Saat itu memang ada aspirasi dari desa lain. Akhirnya mereka juga kami terima,” terang Tulus. Setelah semua memberikan keterangan, diketahui bahwa mereka memang tidak bisa mencoblos karena tidak mempunyai kendaraan. Meski begitu, kasus pilkades di Desa Jatisari itu terus ditangani Tim Fasilitator. “Mereka puas. Tim

Fasilitator terus memprosesnya,” kata Tulus. Menurut Tulus, selain polemik Pilkades Jatisari, beberapa pilkades desa lain yang bermasalah juga tetap diproses sesuai mekanisme yang ada. Tulus berharap pihakpihak yang berkepentingan itu menunggu keputusan Tim Fasilitator. “Tim Fasilitator tetap bekerja. Nanti keputu-

sannya apa, itu diputuskan tim,” tegasnya. Seperti pernah diberitakan, warga Dusun Alun Alun, Desa Jatisari, menuntut agar bisa menyalurkan aspirasinya dengan cara pilkades ulang, khususnya di Dusun Alunalun. Sebab, sekitar 90 warga tidak ikut mencoblos gara-gara kendaraan penjemput tidak datang. (rri/c1/als)

Tergilas Rol Mesin, Tangan Patah MLANDINGAN - Gatot Prayitno, pekerja pabrik limbah kayu di Dusun Krajan Pesisir, Desa Silomukti, Kecamatan Mlandingan, mengalami kecelakaan kerja kemarin (25/9). Akibatnya, kedua tangan korban patah. Kecelakaan kerja yang dialami warga asal Dusun Marak’an Timur, Desa Sumberpinang, Kecamatan Mlandingan, itu terjadi saat korban dan beberapa temannya bekerja di pabrik seperti biasa. Sekitar pukul 09.45, pria 37 tahun tersebut hendak membersihkan sisa-sisa kayu yang masih ada di mesin limbah kayu itu. Tiba-tiba kedua tangannya tergilas mesin tersebut. Kontan, korban berteriak meminta tolong kepada beberapa teman bekerjanya. Namun,

NUR HARIRI/RaBa

MASIH DIRAWAT: Korban kecelakaan kerja saat ditangani tim medis di ruang UGD RSUD Abdoer Rahem Situbondo kemarin (25/9).

kedua tangan korban sudah patah. Kemudian, rekan kerja korban membawanya ke puskesmas terdekat. Setelah mendapat perawatan singkat, korban dirujuk ke

RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Hingga berita ini ditulis, korban masih menjalani perawatan intensif dan belum bisa memberikan keterangan. Menurut Misni, salah seorang

kerabat korban, kecelakaan kerja itu terjadi saat korban membersihkan limbah kayu di mesin. Tiba-tiba tangan korban terlilit mesin limbah kayu itu. “Yang saya tahu, kedua tangan Liyan (panggilan akrab korban) patah,” ujar Misni saat berada di UGD RSUD Abdoer Rahem Situbondo. Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi membenarkan kabar kecelakaan kerja tersebut. sejauh ini pihaknya masih melakukan olah TKP di lokasi kejadian agar penyebab pasti diketahui. “Untuk memastikan penyebab terjadinya kecelakaan kerja itu, petugas masih melakukan penyelidikan. Yang jelas, kedua tangan korban terkena rol selep,” kata AKP Wahyudi. (rri/c1/als)

BANYUPUTIH - Laporan kasus Program Nasional Agraria (Prona) di Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, yang ditengarai ditunggangi kepentingan politis mulai terkuak. Sejumlah warga yang kuitansinya disertakan dalam dokumen laporan mengaku tidak tahu-menahu dengan kejadian tersebut. Sa’ami, misalnya. Perempuan yang sehari-hari menjual daun pisang tersebut mengaku didatangi warga bernama Syamsi. “Saya lupa tanggalnya. Kalau jamnya, seingat saya sekitar pukul 12.00,” kata Sa’ami kemarin (25/9). Menurut Sa’ami, orang bernama Syamsi itu menanyakan kuitansi pembayaran Prona kepada dirinya. “Tanpa pikir panjang, saya berikan kuitansinya karena katanya akan dapat uang ganti pembayaran disertai sertifikat yang saya mohon itu. Siapa pun, saya kira pasti dikasikan,” terangnya. Sa’ami mengaku terkejut saat mendengar kabar dari sejumlah tetangganya bahwa kuitansi dirinya masuk dalam laporan ke kejaksaan. “Saya heran, wong saya tidak ada masalah apa-apa kok kuitansi saya bisa masuk ke kejaksaan. Saya bingung bagaimana nanti kalau saya dipanggil?” imbuh Sa’ami. Hal yang sama disampaikan H. Machfud. Kata dia, dirinya juga dimintai kuitansi pembayaran Prona sebesar Rp 575 ribu oleh saudaranya yang bernama Imam Ghazali. “Saya kasih saja karena

Saya merasa sangat dirugikan dengan kopian kuitansi yang sampai ke kejaksaan itu. Saya pastikan saya tidak tahu apa-apa tentang laporan ini Sa’ami Pemohon Sertifikat Prona Sumberejo

dikira hanya mau melihat. Saya terkejut saat mendengar bahwa kuitansi itu ternyata sampai ke kejaksaan,” tegasnya. Kata dia, pembayaran Prona tersebut sudah melalui musyawarah dengan para pemohon. Daftar penggunaannya juga sudah jelas. “Makanya saya merasa sangat dirugikan dengan kopian kuitansi yang sampai ke kejaksaan itu. Saya pastikan saya tidak tahu apa-apa tentang laporan ini,” tandasnya. Hal menarik disampaikan H. Tur Hambari. Kata dia, pada 6 September 2013 ada rapat di kediaman pengasuh Pesantren

Sukorejo, KHR. A. Azaim Ibrahimy. Dalam pertemuan itu disepakati tidak boleh ada atribut partai dan caleg di lingkungan Pesantren Sukorejo. “Setelah pertemuan itu, saya ditelepon seseorang yang mencurigai bahwa inisiatif Kiai Azaim melarang caleg dari partai apa pun memasang alat peraga di lingkungan pesantren itu dari Pak Goffar (Pjs Kades Sumberanyar). Padahal, setahu saya, rapat itu keinginan Kiai sendiri,” ungkap Hambari. Selanjutnya, kata dia, penelepon tersebut menanyakan dan meminta Hambari mencarikan kesalahan Goffar. Penelepon tersebut sempat menanyakan kasus Prona Sumberanyar yang dinilai menyalahi aturan, karena masih memungut biaya. “Saya sampaikan bahwa biaya Prona itu sudah hasil musyawarah. Belakangan saya dengar ternyata ada yang melapor ke kejaksaan. Padahal, para pemohon tidak mempermasalahkan,” imbuh Hambari. Diberitakan sebelumnya, Kades Sumberejo Hobbur Ridlo, dilaporkan ke Kejari karena sertifikat yang dijanjikan dalam program Prona tak kunjung selesai. Padahal, warga sudah membayar Rp 575 ribu. Padahal, program tersebut tidak dipungut biaya. Ada lima kopian kuitansi warga yang disertakan dalam dokumen laporan, yakni atas nama Em Hayyun, Sa’ami, Murfagih, H. Mahfud, dan Sahmad alias Maliya. (pri/c1/als)


26 september web