Edisi 12 Volume II / 16 - 30 Juni 2022
ISSN 2809-2619
Publikasi Ilmiah adalah Identitas Dosen TANGERANG – Publikasi artikel
individu harus menunjukkan kalau kita bisa
ilmiah menjadi agenda penting bagi akademisi,
melakukan penulisan yang baik,” ungkap
bukan hanya sebagai menggugurkan
Halimin Herjanto, Ph.D, dosen University of The
kewajiban atau persyaratan semata. Publikasi
Incarnate Word, Amerika Serikat, saat
tulisan ke jurnal merupakan identitas diri dosen
Workshop Strategi Publikasi Artikel ke Jurnal
sebagai akademisi yang menjalankan tri
Terindeks, di Auditorium Lantai 6, Gedung
dharma perguruan tinggi. “Kita sebagai
Muhammad Astary, Jumat (27/5/22).
Edisi 12 6 20 Halaman 16 Halaman
Berita Utama Tetapi mungkin ada penulisan yang masih kurang atau tidak baik,” katanya. Ditambahkan Halimin, publikasi artikel perlu dipersiapkan dengan baik. “Kita harus punya cita-cita yang tinggi, langsung publish ke jurnal yang tertinggi. Tapi harus diperhatikan kesiapannya, mulai bahasa, segi penulisan, hingga metodologi dan konten,” tutur Halimin.
Halimin mengatakan, publikasi sangat penting secara praktikal sebagai bentuk tanggung jawab pengujian teori. “Kita membantu masyarakat melalui ilmu yang telah dipelajari. Karena kalau kita bisa membantu, berarti sama saja membantu ekonomi negara,” jelasnya. Halimin meminta dosen agar jangan pernah takut gagal atau ditolak saat melakukan publikasi artikel. Publikasi menurutnya, memerlukan kepercayaan diri penulisnya. “Kalau kita ditolak bukan berarti mereka tidak percaya dengan kita.
Rektor Unis Tangerang Prof. Dr. Mustofa Kamil, Dip.,RSL.,M.Pd menyampaikan, seorang dosen merupakan sosok yang hebat. Selain melakukan kegiatan akademik yang bukan hanya dalam k o n t e k s pengajaran, mereka juga sebagai peneliti. “Kemudian melakukan review terhadap berbagai jurnal yang bukan hanya berstandar nasional tetapi internasional,” kata Kamil. Perguruan tinggi yang sehat menurut Kamil, adalah perguruan tinggi yang produktif melahirkan hasil riset dalam bentuk karya ilmiah, Hak Kekayaan Intelektual (Haki), atau pengabdian kepada masyarakat yang dapat diaplikasikan oleh masyarakat. “Alhamdulillah Unis Tangerang sudah bagus dalam publikasi ilmiah, tetapi ini harus ditingkatkan terus menerus,” harap Kamil. (Vita)
Pembina : Prof. Dr. Mustofa Kamil, Dip.RSL., M.Pd. , Dr. Asep Ferry Bastian, SE., MM. Penanggung Jawab : Rommy Pratama, SH., MH Pemimpin Redaksi : Faisal Tomi Saputra, S.I.Kom., M.Si Redaktur Pelaksana : Ukon Furkon Sukanda, S.Sos., M.I.Kom Editor : Ajeng Pradesti, M.I.Kom Sirkulasi dan Keuangan : Fitri, SH, MH. Marketing : Mad Yoman, M.Ikom Reporter dan Fotografer : Dena Prisila, Nur Musvita Sari Layout dan Desain : Ilham Rahmatulloh Alamat : Jalan Maulana Yusuf No.10, Babakan, Kota Tangerang Email : unisweekly@unis.ac.id Telp : 0811 - 144 - 1966 Penerbit : UPT Humas dan Marketing
2
Edisi 12 6 20 Halaman 16 Halaman
Kampus Merdeka
Mahasiswa Teknik Sipil Kunjungi Proyek TANGERANG – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Sipil, Fakultas Teknik (FT) Universitas Islam Syekh-Yusuf (Unis) Tangerang melakukan studi proyek kontruksi bangunan
dan
infrastuktur di Mall Bintaro Jaya Xchange, Tangerang Selatan, Kamis
(09/06).
Kunjungan dilakukan oleh
20
orang
mahasiswa Teknik Sipil semester
6
s e m e s t e r
dan 8 .
Sebelumnya, program kunjungan dilakukan dengan mengidentifikasi dan verifikasi kerusakan bangunan sekolah di SMP YP Karya dan SMK YP Karya 2. Ketua Prodi Teknik Sipil Ir. H. Johan Budiman S.T, M.M mengaku senang melihat antusias mahasiswa yang aktif saat di lingkungan proyek. “Mungkin karena mereka tidak sering turun ke lapangan seperti ini. Mahasiswa jadi punya bekal dan pengalaman, bukan hanya teori,” kata Johan.
kondisi lapangan. “Saya berharap dari kegiatan ini mahasiswa dapat memanfaatkan ilmu yang didapat sebaik-baiknya untuk di dunia kerja nanti. Saya juga berharap kampus memberi dukungan pada Teknik Sipil dalam m e l a k u k a n pembelajaran supaya kualitas dan kuantitas mahasiswa meningkat,” ujar Johan. Project Manajer Pembangunan Mall Bintaro Jaya Xchange Albert Louis Suebelan S.T mengatakan menyambut baik kunjungan yang dilakukan mahasiswa. “Kunjungan mahasiswa Unis Tangerang ini membuat saya mengingat kembali teori-teori semasa sekolah dulu. Dan kami juga mendapat masukan yang berharga dari mahasiswa. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut supaya terbangun jembatan yang kuat antara dunia kerja dan dunia akademik,” kata Albert. (Dena)
Johan mengatakan, tujuan utama kunjungan proyek agar mahasiswa bisa bersosialisasi s e c a r a langsung dengan para p e l a k u kontruksi dan dapat melihat bagaimana
3
Edisi 12 6 20 Halaman 16 Halaman
Tri Dharma
KKK 2022 Dipastikan Offline TANGERANG – Pelaksanaan Kuliah Kerja
adalah kondisi ekonomi bangsa. Akibatnya
Kemasyarakatan (KKK) Universitas Islam
roda-roda ekonomi kalangan industri baik itu
Syekh-Yusuf (Unis) Tangerang tahun 2022
manufaktur ataupun home industri mengalami
dipastikan secara langsung atau offline.
kendala-kendala hebat yang berakibat
Kehadiran mahasiswa dan Dosen Pembimbing
munculnya kondisi baru yaitu kemiskinan dan
Lapangan (DPL) secara langsung menjadi ciri
pengangguran,” ucap Hudaya.
utama pada konsep KKK tahun 2022. “KKK
Hudaya menyebut, seluruh kabupaten dan
merupakan kegiatan Tri Dharma yang
kota di Provinsi Banten mengalami peningkatan
terindentifikasi bukan hanya perkembangan
angka pengangguran dibandingkan dengan
teori, tetapi upaya mengaplikasikan berbagai
tahun sebelum pandemi. “Akibat adanya PHK
kompetensi yang
mengantarkan
sudah diperoleh
Banten menjadi
pada
nomor
proses
urut
pembelajaran di
p e r t a m a
Kampus.
presentase angka
KKK
tentu saja hadir
pengangguran di
menjadi bagian
Indonesia,”
k e h i d u p a n
katanya.
b e r n e g a r a
Program KKK
masyarakat dan
menurut Hudaya,
perspektif prodi
harus
masing-masing.
menopang upaya
Dalam
upaya
membangun nuansa kebaruan pada
dapat
penguatan dan kebangkitan masyarakat untuk menjalankan
masyarakat,” ujar Hudaya Latuconsina, Ketua
kehidupan perekonomian yang lebih baik. LPPM
Lembaga Penelitian dan Pengabdian
Unis juga menyiapkan aplikasi pada program
Masyarakat (LPPM) Unis Tangerang, saat
KKK untuk memperoleh data yang konkrit pada
sosialisasi KKK pendaftaran online, Rabu
kondisi masyarakat saat ini. “Setelah terkumpul
(8/6/22). Hudaya menjelaskan, mahasiswa dan dosen
akan dianalisis bersama untuk kemudian mengkritisi dalam melakukan rancangan
sebagai akademisi, senantiasa harus hadir
program strategis sebagai interpensi program
secara kritis bukan hanya melihat akibat, seperti
dalam penanggulangan itu. Kemudian
yang dirasakan oleh masyarakat saat ini. Tetapi
diserahkan kepada pemerintah atau pada pihak
bagaimana analisis yang harus dilakukan yang
yang mempunyai kepentingan dan tanggung
akan menjadi bagian kontribusi bersama
jawab menyelesaikan problem masyarakat,”
pemerintah daerah. “Akibat pandemi tentunya
jelas Hudaya.
4
Edisi 12 6 20 Halaman 16 Halaman
Tri Dharma
Hudaya berharap, program KKK tahun 2022
yang terjadi. “Sehingga dalam KKK tematik ini
menjadi bagian penting di dalam merancang
disiplin keilmuan dari masing-masing kelompok
kebijakan perbaikan kondisi masyarakat,
sejatinya harus campuran dari berbagai prodi,”
terutama
tambah Jarnawi.
masalah
kemiskinan
dan
Kepala Pusat Pengabdian Kepada
pengangguran. Kepala Pusat Penelitian LPPM Unis
Masyarakat (PKM) LPPM Unis Tangerang Rizal
Tangerang Dr. Jarnawi Afgani Dahlan, M.Pd
Fahmi, B.A.,M.Pd menyampaikan, sosialisasi
mengatakan, program KKK masuk pada mata
memberikan ruang lingkup kegiatan KKK tahun
kuliah wajib yang harus diambil oleh mahasiswa
2022. Pendaftaran peserta dilakukan pada
di semua program studi untuk Strata 1 (S1). Mata
tanggal 8 Juni hingga 14 Juli 2022 pada web
kuliah tersebut dilaksanakan menggunakan
www.sikkk.unis.ac.id. Pembekalan DPL dan peserta KKK 2022
pendekatan yang berbeda
pada tanggal 12
atau
memadukan
Juli hingga 13 Juli
kegiatan
2
Tri
0
2
2
.
a
Pembentukan
Perguruan Tinggi.
kelompok peserta
D
h
a
r
m
“Sehingga dapat
KKK 2022 pada
memberikan
tanggal 22 Juni
m a h a s i s w a
2022. Penyusunan
pengalaman
pra program dan pemutakhiran data
belajar langsung dari masyarakat terkait dengan banyak hal.
desa dan kelurahan pada tanggal 4 Juli hingga
Nilai-nilai sosial yang ada di masyarakat,
18 Juli 2022. Penyampaian pra program kepada
bagaimana perilaku sosial yang ada di suatu
panitia tanggal 19 Juli 2022. Pengambilan
wilayah, bagaimana berkomunikasi di
kelengkapan atribut KKK pada tanggal 25 Juli
masyarakat, dan belajar kepemimpinan secara
hingga 29 Juli 2022. Pelepasan peserta KKK
langsung,” ungkap Jarnawi.
pada tanggal 8 Agustus 2022. Pelaksanaan
Kata Jarnawi, output kegiatan KKK adalah
program KKK pada tanggal 8 Agustus hingga 5
kepekaan mahasiswa yang berorientasi
September 2022. Monitoring dan Evaluasi
kemasyarakatan dan pengabdian keilmuan
(Monev) KKK pada tanggal 22 hingga 26
dalam bentuk memberikan solusi pada masalah
Agustus 2022. (Vita)
5
Edisi 12 6 20 Halaman 16 Halaman
Tri Dharma
Unis dan 16 PTS di Banten Jalin Kerja Sama TANGERANG – Universitas Islam SyekhYusuf (Unis) Tangerang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarkat (LPPM) Unis melakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kerja sama dilakukan dengan 16 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Banten, di Lantai 2 Gedung Muhammad Astary, Selasa (7/6/22). “Saya ingin melihat beberapa hal yang berkaitan dengan penjaminan mutu. Dari sejak lembaga badan akreditasi pendidikan tinggi dilahirkan, memang tujuan utamanya adalah untuk menghasilkan perguruan tinggi yang betul-betul sadar mutu. Yang efek jauhnya adalah meningkatkan produktivitas dan kualitas lulusan,” ujar Prof.Dr. Mustofa Kamil, Dip.,RSL.,M.Pd, pada sambutannya.
Kamil menambahkan, kerja sama tersebut diprakarsai oleh berbagai PTS di Banten. “Saya berharap jangan sampai dari hasil MOU ini tidak ada pelaksanaannya. Karena buku yang dihargai akreditasi institusi adalah buku yang diakses atau dibaca oleh minimal 6 perguruan tinggi yang berbeda,” jelasnya. Ketua LPPM Unis Tangerang Hudaya Latuconsina mengatakan, kegiatan tersebut sebagai networking antar perguruan tinggi. “Lebih spesifik lagi gagasan untuk membangun kerja sama terutama riset, publikasi, pengabdian yang membutuhkan sarana publikasi yaitu jurnal,” kata Hudaya.
Menurut Kamil, kerja sama ini sangat penting pada pengembangan riset ilmu pengetahuan dan teknologi. “Dari situ kita akan melahirkan HAKI, dari situ juga kita akan melahirkan berbagai kreativitas dan inovasi program. Baik itu pengajaran, riset, dan pengembangan teknologi,” katanya. Kamil berharap, kerja sama yang dilakukan dapat terus dikembangkan dengan berbagai program. Termasuk pada program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). “Bisa melakukan pengabdian masyarakat bersama, hingga pertukaran dosen,” tambah Kamil.
Menurut Hudaya, jumlah jurnal dari 16 PTS tidak kurang dari 300 buah. Sehingga diharapkan dapat menambah gairah kepada setiap dosen perguruan tinggi termasuk Unis Tangerang. Agar merasa tidak kesulitan dalam mengakses publikasi jurnal. “Artinya ketika masing-masing memposisikan supaya OJS atau jurnalnya harus bereputasi dengan posisi minimal 60 banding 40 bisa terpenuhi,” lanjutnya. Hudaya menyampaikan, penandatangan MOU tersebut akan ditindaklanjuti dengan Memorandum of Agreement (MOA), untuk memastikan secara operasional dapat diwujudkan. “Dari 16 ini ada 9 yang sudah menghendaki kerja sama. Terkait bagaimana meminimalisir aspek plagiasi dalam karya tulis melalui aplikasi turnitin. Semoga berdampak baik kepada karya yang memiliki tingkat akuntabilitas yang tinggi,” harap Hudaya. (Vita)
6
Edisi 12 6 20 Halaman 16 Halaman
Almamater
Mahasiswa FKIP Ikuti Pelatihan SPSS TANGERANG – Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang mengikuti pelatihan Statistical Program for Social Science (SPSS) di Lantai 2, Gedung Muhammad Astary, Senin (30/6/22). “Peserta pelatihan merupakan mahasiswa tingkat akhir, yang memang sedang menyusun skripsi,” ujar Imam Sudarmaji, M.Pd, sebagai pemateri pelatihan SPSS. Menurut Imam, mayoritas mahasiswa FKIP melakukan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Data penelitian kuantitatif berupa angka yang diolah secara statistik dan akhirnya akan menghasilkan suatu data numerik yang dapat diinterpretasikan menjadi hasil penelitian. “Karena memang mereka akan menjadi praktisi atau guru yang menggunakan berbagai macam metode, teknik pendekatan, model, strategi, dan media pembelajaran. Jadi mereka harus memahami prosedur untuk mengetahui efektivitasnya melalui penelitian,” kata Imam.
membantu mereka dalam uji validitas instrument dan juga uji reliabilitas instrument. Selain uji itu, materi pada pelatihan SPSS berupa uji persyaratan seperti normalitas, homogenitas, dan linieritas, uji beda, dan analisis regeresi,” jelas Imam. Imam menyampaikan, uji analisis data yang dilakukan sangat membutuhkan satu perangkat software yang dapat membantu peneliti dalam mengolah data dan menganalisis data. “Saya kira pelatihan SPSS itu sangat penting untuk mereka yang memang saat ini sedang melakukan penelitian. Dan setiap tahun FKIP selalu mengadakan pelatihan, karena memang kebutuhan dari mahasiswa itu sendiri,” tuturnya. SPSS yang digunakan adalah versi 28 dan yang terendah versi 22. “Software SPSS yang digunakan memang yang terbaru. Hanya saja tidak semua laptop yang dimiliki oleh peserta itu support terhadap software tersebut. Sehingga kami tidak membatasi harus menggunakan software SPSS versi yang mana,” kata Imam. Kata Imam, SPSS sangat mudah digunakan dengan melakukan latihan secara rutin. “Karena kalau tidak latihan pasti lupa. Makanya mahasiswa tidak hanya mengikuti pelatihan tapi mereka juga diminta untuk berlatih. Jadi ketika pulang mereka diberikan data yang kemudian harus mengolah data tersebut menjadi hasil penelitian,” lanjut Imam.
Sekitar 30 mahasiswa FKIP mengikuti pelatihan SPSS tersebut. Imam mengatakan, SPSS sangat membantu mahasiswa dalam melaksanakan penelitian. “Mereka itu akan diminta melakukan penghitungan statistic dalam prosedur penelitian misalnya, uji instrument itu wajib dilakukan sebelum mereka mendapatkan data penelitian. SPSS ini
Imam berharap, semua fakultas di UNIS Tangerang dapat melakukan pelatihan serupa. Karena SPSS merupakan program statistik yang digunakan untuk social sciences, seperti bidang pendidikan, pemerintahan, ataupun ekonomi. “SPSS tidak hanya berguna untuk penelitian tugas akhir skripsi saja, tetapi ketika mereka nanti terjun di masyarakat, siapa tau mereka punya pekerjaan yang kaitannya dengan penelitian seperti survei dan yang lainnya yang memerlukan penghitungan statistik,” tutupnya. (Vita)
7
Edisi 12 6 20 Halaman 16 Halaman
Almamater
LPM Dampingi Proses Akreditasi TANGERANG – Lembaga Penjaminan Mutu
pembaruan standar Sistem Penjaminan Mutu
(LPM) Universitas Islam Syekh-Yusuf (Unis)
Internal (SPMI). Mulai standar pendidikan,
Tangerang memfasilitasi Program Studi
standar penelitian, standar pengabdian kepada
(Prodi) dan Universitas untuk memperbarui
masyarakat, standar visi misi, standar tata
peringkat akreditasi. LPM membantu Prodi
kelola dan tata pamong, hingga standar kerja
dalam pengumpulan dokumen yang akan dikirim ke Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) untuk akreditasi Prodi dan Badan Akreditasi Nasional (BAN) PT untuk akreditasi Universitas. Ketua LPM Unis Tangerang. Drs. H. Ambuy Sabur,
sama. Standar tersebut juga disosialisasikan kepada seluruh unit di kampus Unis Tangerang. “Nantinya juga kita akan melakukan survei ke mahasiswa Unis Tangerang tentang layanan pembelajaran yang mereka terima selama berkuliah.
M.Pd
U
menjelaskan, saat ini LPM
U
Prodi Unis yang a
ada 289 standar yang
Bahasa Inggris, Pendidikan
LPM
Studi dan Dokumen Evaluasi Diri berdasarkan 9 kriteria yang disediakan oleh LAM dan BAN,” kata Ambuy. Menurut Ambuy, LPM juga mengelola
untuk
dilaksanakan
dan Magister Manajemen. LPM juga
prodi tersebut yaitu Dokumen Kinerja Program
sudah
dirancang oleh
Agama Islam
2 dokumen yang harus disusun oleh setiap
s
A m b u y
Pendidikan
mendampingi Prodi yang akan memperbaiki
i
menambahkan,
Prodi
akreditas yaitu Prodi Pendidikan Ekonomi. “Ada
n
ujar Ambuy.
a
berlakunya. Yaitu
k
Tangerang,”
habis s
u
pembelajaran
mendampingi 3 akan
t
k u a l i t a s
s e d a n g
m
n
mengetahui
oleh semua unit. pelaksaannya akan diukur secara berkala melalui audit mutu internal. Ada standar yang dihitung setiap satu semester dan standar yang dihitung setiap satu tahun. “Bagi yang unitnya sudah mendapat nilai 4 harus dipertahankan. Bagi yang di bawah 4, LPM akan terus mendampingi untuk meningkatkan nilai mutunya,” kata Ambuy. (Dena)
8
Edisi 12 6 20 Halaman 16 Halaman
Almamater
HMTI Lantik Pengurus Baru TANGERANG – Himpunan Mahasiswa
anggotanya
Teknik Industri (HMTI) Universitas Islam
memiliki rasa
Syekh-Yusuf
solidaritas
(Unis)
Tangerang
melaksanakan pelantikan Ketua dan Wakil
tinggi dan rasa
Ketua periode 2022/2023, Jum’at (10/06).
cinta
Pelantikan yang bertepatan dengan Milad ke 7 HMTI tersebut mengusung tema Mempererat Solidaritas dalam Mewujudkan HMTI yang Lebih Baik dan Berkembang.
dalam
berorganisasi,” kata Pungky. P u n g k y berharap, dalam
masa
jabatannya tercipta banyak program baru yang membangkitkan semangat organisasi. “Kita sedang merencanakan acara webminar nasional tentang International Organization for Standarization atau ISO yang mungkin akan berkolaborasi dengan Teknik Kimia,” ujar Pungky. Pungky mengatakan, HMTI berencana HMTI juga menggelar turnamen futsal untuk merayakan Milad HMTI. Tim yang mengikuti futsal merupakan mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Unis Tangerang. Turnamen tersebut diharapkan meningkatkan rasa solidaritas antar mahasiswa di FT Unis
melakukan kunjungan ke pabrik-pabrik untuk mahasiswa Teknik Industri sebagai bagian pembelajaran. “Kami mengajak siapapun yang mau ikut dari Teknik Industri. Supaya mahasiswa lebih tau dunia industri,” kata Pungky. (Dena)
Tangerang. “Kegiatan futsal seperti ini kan sehat sekaligus olahraga dan mengeluarkan keringat. Mereka bermain dengan sportif. Bisa memperbanyak teman juga,” ungkap Pungky Arya Wijayanto, Ketua HMTI. Pungky berharap, HMTI bermanfaat bagi kampus Unis Tangerang dan masyarakat luas. “Saya berharap semoga kedepannya HMTI ini dapat
menciptakan
program
yang
bermanfaat untuk masyarakat dan semoga
9
Edisi 12 6 20 Halaman 16 Halaman
Almamater
Sarasehan FH Jalin Keakraban TANGERANG – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Syekh-Yusuf (Unis) Tangerang menggelar Sarasehan, Sabtu (4/6/22). Kegiatan tersebut untuk menjalin keakraban mahasiswa baru dengan jajaran Dekanat dan dosen FH. Wakil Dekan II FH Unis Tangerang Mamay Komariah, S.H.,M.H mengatakan, sarasehan merupakan kegiatan yang sudah rutin setiap tahun. “Dalam kegiatan ini kami memperlajari bagaimana kepemimpinan. Kemudian cara kita untuk mempertahankan argumen sebagai advokat, jaksa, dan profesi bidang hukum lainnya. Di sana ada keakraban antara dosen dengan mahasiswa baru juga,” kata Mamay.
Mamay menyampaikan, dalam sarasehan terdapat pembelajaran yang disampaikan oleh dosen dan alumni. “Terlebih mereka sampai sekarang masih kuliah online. Jadi tidak tahu mana dosennya dan dosen pun tidak mengenal mereka secara tatap muka. Maka sarasehan ini menjadi momen bertemu dan mengenal satu sama lain,” tambahnya. Ketua Unit Pelaksana Penjamin Mutu FH Unis Tangerang Raendhi Rahmadi, SH., M.Kn memberikan materi di kegiatan sarasehan tentang peran mahasiswa di masyarakat. “Biasanya seorang sarjana hukum dipandang sebagai orang yang sudah mengerti segala macam hal di sisi hukum, meskipun belum lulus,” kata Raendhi. Raendhi mengatakan, tedapat 3 hal utama yang disampaikan saat kegiatan sarasehan. “Yang pertama saya sebutkan adalah apa yang
perlu diketahui oleh mahasiswa, yang kedua saya sampaikan tentang pengalaman saya di bidang hukum, dan yang ketiga saya memotivasi teman teman untuk paham seluk beluk yang ada di dunia hukum,” ucapnya. Menurut Raendhi, kegiatan sarasehan sangat baik dilakukan untuk menambah kepercayaan diri mahasiswa FH. “Karena memang ada beberapa pertanyaan yang saya lontarkan ke mereka dan mereka juga melontarkan pertanyaan, sehingga kami berdiskusi bersama,” jelasnya. Raendhi berharap, kegiatan sarasehan dapat terus terjaga dan menjadi ciri khas pada FH Unis Tangerang. Ketua Umum BEM FH Unis Tangerang Asep S a e f u l l a h mengatakan, sarasehan tidak jauh berbeda dengan Malam Keakraban (Makrab). “Tidak ada perploncoan, tidak ada bully. Yang ada rasa kekeluargaan antara satu sama lain untuk menyambut mahasiswa baru di FH,” kata Asep. Sebanyak 110 mahasiswa FH mengikuti kegiatan sarasehan. “Rangkaian kegiatannya itu yang pertama ada pembukaan, ada diskusi satu sama lain antara jajaran dekanat dan mahasiswa. Malamnya ada debat mahasiswa atau ILC dengan tema pinjol, api unggun, orasi, dan penyematan mahasiswa baru ke fakultas hukum,” jelas Asep. (Vita)
10
Edisi 12 6 20 Halaman 16 Halaman
Almamater
UKM Olahraga Gelar Turnamen
Futsal dan Badminton
Tangerang – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga Universitas Islam Syekh-
peserta tunggal dan 5 tim ganda. Sementara peserta futsal ada 8 tim.
Yusuf (Uni) Tangerang menggelar turnamen
Sultan mengatakan, UKM Olahraga
badminton dan futsal. Kompetisi tersebut
mempersiapkan lebih banyak turnamen yang
diberi nama FUTTON
b u k a n
III dengan tema
m e l i b a t k a n
T u n j u k k a n
masyarakat
h a n y a Unis
Semangatmu dengan
Tangerang. Seperti
Sportivitas
dan
turnamen futsal antar
S o l i d a r i t a s .
SMA atau SMK di
B a d m i n t o n
Tangerang. “Kita
dilaksanakan pada
berharap
UKM
Sabtu (11/06) di Gor
Olahraga
juga
P a s a r
A n y a r
mengikuti turnamen
T a n g e r a n g ,
dari kampus atau
sedangkan Futsal
instansi lain. Seperti
pada Minggu (12/06)
mengikuti
Pekan
dan final pada Sabtu
Olahraga
Pelajar
(18/06) di lapangan Unis Tangerang. Ketua Umum UKM Olahraga Unis Tangerang Sultan Saptimar menjelaskan, kompetisi diikuti sivitas akademika Unis Tangerang. Turnamen badminton diikuti 10
Daerah Banten. Semoga dari Unis memberi dukungan penuh untuk UKM Olahraga,” kata Sultan. Ketua Pelaksana FUTTON III Nur Ariza Firna berharap,
acara
seperti
ini
sering
diselenggarakan dan semakin banyak peserta yang ikut berpartisipasi. “Semoga dari acara ini bisa membangun solidaritas antar anggota UKM Olahraga dan masyarakat Unis. Saya juga berharap semoga dari kegiatan ini bisa terjalin relasi yang baik antar masyarakat Unis,” ujar Nur. (Dena)
11
Edisi 12 6 20 Halaman 16 Halaman
Almamater
Mahasiswa Komunikasi Ujian Foto di TPA TANGERANG – Mahasiswa konsetrasi Jurnalistik, Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Universitas Islam Syekh-Yusuf (Unis) Tangerang, melakukan Ujian Tengah Semester (UTS) praktik lapangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Jumat (3/6/22). Praktik tersebut merupakan program Mata Kuliah (MK) Fotografi Jurnalistik dengan tujuan memperkenalkan mahasiswa tentang aktivitas pewarta foto. “Nantinya sebagai pewarta foto atau foto jurnalis mereka bisa memotret di mana saja. Makanya harus diawali dengan menghilangkan rasa jijik,” ujar Aulian Khairani, S.I.Kom.,M.Si, Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi Unis Tangerang. Aulian mengatakan, pada UTS tersebut mahasiswa membuat foto cerita dan praktik penggunaan alat, serta berinteraksi dengan masyarakat. Ujian tersebut juga dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2022. “Agar mereka lebih peka terhadap kondisi lingkungan. Bahwa sampah ini menjadi masalah buat kita semua,” kata Aulian. Sebanyak 21 mahasiswa semester 4 Jurnalistik mengikuti UTS Fotografi Jurnalistik. “Harapannya, praktik ini bukan hanya implemetasi mata kuliah. Tetapi juga melatih mereka untuk peduli dengan lingkungan dan
memiliki soft skill dengan berinteraksi bersama orang yang difoto,” tambah Aulian. Pengawas TPA Rawa Kucing Teguh Suripto menyambut baik mahasiswa Unis Tangerang yang melakukan praktik foto. Menurutnya, foto sebagai sebuah media penyampaian kepada khalayak umum. “Jadi semakin banyak temanteman dari kalangan mahasiswa maupun
masyarakat umum tahu bahwa sebetulnya sampah itu menjadi sebuah masalah yang pokok. Bukan hanya masalah pendidikan atau kesehatan, tapi masalah sampah juga menjadi hal yang penting bagi kita semua,” jelas Teguh. Teguh berharap, masyarakat dapat memperlakukan sampah dengan bijak dan lebih baik. “Kita juga banyak program seperti bank sampah, ada juga konsep pengurangan sampah plastik. Ini bisa menjadi saran kepada masyarakat terkait sampah,” imbuhnya. Ade Novia Rahma, seorang peserta ujian mengaku antusias melakukan hunting foto di TPA Rawa Kucing. Menurutnya, banyak pengalaman yang didapat dan pelajaran yang diambilnya. “Memang awal masuk ngerasa bau, tapi setelah naik ke gunung sampah dan melihat langsung ternyata tidak seburuk yang dibayangin. Setelah ke sini jadi lebih sadar untuk bijak buang sampah,” tuturnya. (Vita)
12
Edisi 12 6 20 Halaman 16 Halaman
Dakwah
Konsep Ekonomi Islam Diterapkan Banyak Negara TANGERANG – Islam bukan hanya sekedar kepercayaan. Namun menunjukkan cara hidup manusia. Seperti konsep perekonomian Islam yang diterapkan banyak negara seperti Singapura, Kanada, dan Swiss. Islam dan negara barat memiliki sejarah perkembangan yang beriringan. “Karena sebelum Islam bangkit dan Romawi tumbuh besar, mereka memiliki konsep kehidupan yang teratur,” ungkap Raendhi Rahmadi, S.Kom., S.H., M.Kn., Dosen Fakultas Hukum (FH), saat Kajian Sabtu (Jitu) Sharia E co n o m i c C l u b ( S E C ) U n i s Tangerang. Diskusi bertema Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam tersebut digelar secara online, Sabtu (11/6). Raendhi menjelaskan, dalam prespektif Islam, ketika memiliki hutang harus berniat membayarnya. Banyak negara yang mengambil pinjaman tidak berniat membayar, dan berakhir dengan aset negara yang disita. “Sekitar tahun 500 Masehi, Islam mulai mengkaji konsepsi perekonomian meskipun pada zaman itu Rasullullah masih dalam proses memahami tauhid dan sunnah cara hidup Muslim,” kata Raendhi. Menurut Raendhi, abad ke-6 sampai 13 merupakan masa yang jaya bagi Islam. Karena setiap sektor yang dibuat Islam pada masa itu berjalan dengan baik. Dibanding dengan kegagalan, Islam lebih banyak keberhasilan yang diraih. Sampai bangsa Eropa yang saat itu mengalami banyak kemunduran memutuskan belajar konsepsi Islam untuk kemajuan bangsa. Ketika masa kelam Eropa, Islam berdakwah dengan cara yang unik. “Tidak ada unsur paksaan dalam dakwah penyebaran Islam dan
pada masa itu. Agama lain melarang keras perdagangan karena percaya dengan takhayul berbeda dengan cara pandang Islam yang memperbolehkan perdagangan namun melarang keras riba,” ujar Raendhi. Kemunduran yang dialami bangsa Eropa terjadi karena adanya takhayul yang dipercaya masyarakat. Takhayul tersebut berpengaruh terhadap gaya hidup masyarakatnya. “Perdagangan di masa itu adalah sesuatu yang sangat penting, kegiatan ekspor dan impor sudah hal biasa di masa itu. Sehingga terjadi pertukaran budaya dan h u b u n g a n diplomatis antar negara,” kata Raendhi. Negara saling terpengaruh oleh budaya negara lain tidak terkecuali negara Islam. Abad ke-17 ada seorang pemikir dari Eropa bernama Adam Smith yang membuat sebuah buku tentang bagaimana sistem kepemilikan. Pemahaman sistem kepemilikan pada zaman dulu lebih ke arah sosialis pada zaman Islam kepemilikan diakui secara pribadi. “Namun kepemilikan tersebut harus membawa dampak baik ke masyarakat,” papar Raendhi. Ditambahkan Raendhi, sistem ekonomi yang diajarkan Islam sudah memberi petunjuk secara jelas beberapa hal mungkin sudah diketahui hasilnya meskipun belum terlaksanakan. Konsepsi pemikiran ekonomi Islam saat ini tidak terlepas dari perjuangan Rasulullah dalam berdakwah dan mengkaji ilmu tauhid. “Konsep Islam itu seperti hasilnya sudah diberitahu. Tapi jalan untuk menempuh hasil itu yang kita harus cari sendiri,” kata Raendhi. (Dena)
13
Edisi 12 6 20 Halaman 16 Halaman
Opini
Pendidikan Kewarganegaraan Deradikalisasi Generasi Muda Oleh : Rizal Fahmi, BA., M.Pd *) Saat ini, semakin banyak kekhawatiran yang dapat memutuskan kohesi nasional. Mulai upaya merusak tatanan kehidupan melalui kasta, ras, dan kesulitan kelas, hingga bentrokan antar kelas agama. Selain itu, keberagaman sosial masyarakat harus dilihat sebagai sumber kekayaan negara, bukan sebagai penyebab perpecahan. Keberagaman tersebut merupakan kenyataan yang harus disadari dan disyukuri.
menuju peradaban yang lebih baik. Banyak anak m u d a b i n g u n g d a n e g o i s sebagai akibat dari penurunan nasionalisme dan patriotisme baru-baru ini. Sayangnya pendidikan hanya berfokus pada komponen kognitif. Sedangkan aspek afektif atau sikap diabaikan dan tidak dianggap sebagai bagian dari pengetahuan. Pendidikan seringkali menjadi titik fokus.
Indonesia adalah bangsa Bhineka Tunggal Ika. Keragaman Indonesia menjadi dua mata pisau. Di satu sisi aset yang menguntungkan sekaligus menjadi ancaman. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi berbagai budaya suku, ras, sejarah, dan agama di Indonesia.
Deradikalisasi dapat dicapai dengan berbagai cara. Salah satu metode tersebut adalah melalui Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan ini berlangsung melalui pengajaran yang mengajarkan realitas keagamaan (pluralisme) agama, ras, asal suku, budaya, dan bahasa, yang kesemuanya itu harus ditangani dan dihormati. Generasi muda dapat membedakan antara pandangan dan perilaku ekstrim dan radikal, khususnya yang dilatarbelakangi oleh agama. Pendidikan kewarganegaraan berpotensi deradikalisasi kelompok agama.
Keruwetan masyarakat Indonesia menimbulkan ancaman radikalisme dari budaya yang membenci perbedaan. Secara normatif terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk menimbulkan rasa takut atau menimbulkan suasana teror atau ketakutan umum, yang dapat mengakibatkan dalam korban massal dan menyebabkan kerusakan atau gangguan pada tujuan strategis, instalasi yang bersifat sentral, lingkungan, atau publik. Gagasan ekstremisme mendominasi masyarakat, baik masyarakat umum maupun elit politik, bahkan telah menyusup ke kalangan pemuda melalui sistem pendidikan. Ungkapan yang muncul pada era tersebut bukanlah terorisme, melainkan mobilitas bersenjata dan gangguan keamanan. Isu-isu yang dihadapi bersifat ideologis dan separatis, dan alasan mendasarnya juga ideologis politis. Selain gerakan politik bermuatan ideologi, juga diidentifikasi gerakan bermuatan daerah. Menurut ruang lingkup gerakan sasarannya meliputi pemberontakan bersenjata, gangguan stabilitas nasional, dan gangguan keamanan nasional. Terkikisnya nasionalisme dan patriotisme di kalangan anak muda merupakan salah satu penghambat utama kemajuan suatu negara
Pendidikan Kewarganegaraan sangat penting dalam meningkatkan nasionalisme dan pencehan paham-paham radikalisme. Karena mengembangkan peserta didik yang mampu berpikir secara objektif, kreatif, dan intelektual serta berinisiatif untuk beradaptasi dengan gejala dan kesulitan sosial yang terjadi di masyarakat. Pembelajaran Kewarganegaraan dirancang untuk mengembangkan keimanan dan akhlak mulia generasi muda sesuai dengan falsafah hidup bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Agar dapat berfungsi sebagai warga negara yang efektif dan bertanggung jawab. Tujuan pembelajaran Kewarganegaraan sangat relevan dengan kehidupan nyata saat ini, dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di bidang informatika dan percepatan era globalisasi. Sehingga dapat memperhatikan perkembangan generasi muda menghadapi rintangan yang telah menyebabkan begitu banyak gejolak di masyarakat dunia. (*) *Dosen FKIP Unis Tangerang
Redaksi UNIS Weekly menerima tulisan dalam bentuk opini dan artikel populer. Panjang tulisan maksimal 800 kata atau 5000 karakter. Tulisan dikirim melalui email unisweekly@unis.ac.id atau ke redaksi UNIS Weekly, Jl. Maulana Yusuf No.10, Babakan, Kota Tangerang, 15118 dengan menuliskan identitas diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
14
Edisi 12 6 20 Halaman 16 Halaman
Sosok Dr. Thita Moralitha Mazya M.Hum
Ibu adalah Sekolah Pertama Anak Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
digital. Saya meneliti di Desa Taman Sari Gunung
(Fisip) Universitas Islam Syekh-Yusuf (Unis)
Ijen dan di Desa Ketapang Pelabuhan Ketapang
Tangerang Dr. Thita Moralitha Mazya, M.Hum
Banyuwangi,” kata Thita.
mendapat gelar doktor di Institut Pertanian
Thita melihat proses inovasi yang dilakukan
Bogor (IPB) Program Studi (Prodi) Sosiologi
pemimpin daerah sehingga sekarang ini hampir
Pedesaan. Banyak suka dan duka yang dialami
semua desa terakses teknologi digital. Thita
dalam menyelesaikan pendidikan, seperti jarak
mengatakan setelah terakses teknologi digital,
dan waktu yang jauh saat menempuh semua
desa dikenal lebih luas bahkan Desa Taman Sari
gelarnya. “Jarak S1 dan S2 terlampau 13 tahun
mendapat penghargaan kelas dunia sebagai
dan jurusan yang saya tempuh berbeda satu
desa wisata.
sama lain. Jadi saya bisa memiliki keragaman ilmu pengetahuan,” kata Thita.
Thita berharap mahasiswa punya semangat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang
Thita mengatakan tertarik pada semua Prodi
lebih tinggi. Thita yang merupakan ibu dari 1
yang ditempuh karena memiliki perbedaan
orang anak ini berharap perempuan memiliki
metode studi yang sangat signifikan. Disertasi
pendidikan setinggi-tingginya. “Berpendidikan
yang Thita kerjakan saat menempuh S3 berjudul
itu bukan semata-mata untuk menambah
Transformasi dan Kesejahteraan Desa Digital.
wawasan. Tetapi juga untuk menambah
Penelitiannya sebagai perbandingan di desa
kemampuan akses di masyarakat dan
dataran tinggi dan pesisir Kabupaten
meningkatkan status sosial, apalagi untuk
Banyuwangi. “Yang menarik perhatian saya
perempuan yang akan menjadi ibu. Ibu adalah
adalah desa di Banyuwangi itu dulu terkenal
sekolah pertama anak,” kata Thita. (Dena)
mistis dan sekarang sudah beralih menjadi desa Tempat Tanggal Lahir Tangerang, 22 Desember 1973 Pendidikan - S1 Ilmu Politik lulus tahun 1998 FISIP Universitas Nasional (UNAS) - S2 Ilmu Filsafat lulus tahun 2006 Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI) - S3 Sosiologi Pedesaan lulus tahun 2022 Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (FEMA-IPB) Organisasi - Lembaga Konsorsium Jaringan Pemilih Pemilu (JPPR) - ICWP - Institute for Policy and Community Development Studies (IPCOS) - Keppak Perempuan - ICMI Korwil Banten Prestasi - Best Paper Award Konfrensi Internasional ICT for Rural Development (ICT-Rudev) tahun 2021 diselenggarakan Kementrian Kominfo dan IEEE.
15