Edisi 10 Volume II / 16 - 31 Mei 2022
ISSN 2809-2619
Memaafkan Beri Ketenangan TANGERANG - Memaafkan merupakan hal yang sangat penting. Al-Qur’an dan Hadist
Direktur Pascasarjana, Dekan Fakultas, Ketua Satuan Pengawasan
menganjurkan untuk saling memaafkan, bukan
Internal (SPI), Ketua Lembaga, Ketua Biro, Kepala
meminta maaf. “Maafkanlah dan
Unit Pelaksana Teknis (UPT), dan seluruh dosen
berlapangdadalah. Orang yang belum bisa
serta karyawan Unis Tangerang. Kegiatan
memaafkan orang lain biasanya tidak tenang
berlangsung secara khidmat dan dilanjutkan
dalam hidupnya,” ujar Ir. Muhammad Yus
makan siang bersama.
Firdaus, M.Si., Ketua Yayasan Islam SyekhYusuf (YIS) Tangerang saat Halal Bihalal Idul Fitri 1443 H, Kamis (12/5/22) di Gedung Aula Lama Universitas Islam Syekh-Yusuf (Unis) Tangerang.
Yus mengatakan, saling memaafkan dapat meningkatkan kesehatan mental, mengatur emosi lebih baik, membuat jantung sehat, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. “Ada beberapa kasus, orang yang tidak berhasil dan
Kegiatan tersebut bertujuan mempererat
orang yang tidak tenang hidupnya adalah karena
silaturahmi antara sivitas akademika Unis
ia punya urusan yang belum selesai di masa lalu,”
Tangerang. Acara dihadiri Ketua Yayasan Islam
katanya.
Syekh-Yusuf (YIS) Tangerang, Rektor Unis,
Edisi 10 6 20 Halaman 16 Halaman
Berita Utama
Memaafkan lanjut Yus, ibarat peternak yang diseruduk oleh seekor domba. “Bahkan sampai masuk rumah sakit. Kemudian setelah sembuh dia mendatangi domba itu. Memelihara dan menyayangi si domba dengan sepenuh hati,” ucap Yus. Menurut Yus, memaafkan merupakan kompetensi atau keterampilan yang perlu dilatih dari waktu ke waktu. “Jadi, dengan memaafkan hal-hal yang kecil mungkin itu sebuah latihan yang baik. Memaafkan itu bukan hanya dari ucapan, tetapi dari hati dan pikiran semua memaafkan,” jelasnya. Hal yang sama disampaikan Rektor Unis Tangerang Prof. Dr. Mustofa Kamil, Dip.RSL.,M.Pd. Menurutnya, dalam silaturahmi terdapat makna yang mendalam. Silaturahmi memberikan nilai dasar bagi setiap manusia bukan hanya membangun kesejahteraan psikologi, tetapi juga mengandung unsur nilai religius. “Bahkan Rasulullah mengatakan, orang tidak akan masuk surga bila memutus tali silaturahmi,” kata Kamil.
Kamil mengatakan, silaturahmi dapat memperluas persaudaraan. Persaudaraan bukan hanya sekedar satu keturunan saja, tetapi satu bangsa, negara, dunia dan satu keimanan. “Dasar silaturahminya itu diikat dengan keimanan. Sebagai umat Islam hukumnya wajib untuk menyatukan kehidupan berbangsa bernegara dan beragama,” tuturnya. Silaturahmi juga dapat memperpanjang usia. “Bukan secara umum tapi kebaikannya. Tetap sehat, tetap nikmat dalam berbagai hal apapun,” ucap Kamil. Nilai ketiga yaitu, meningkatkan empati kepada orang lain dan tidak egois. Selanjutnya, nilai keempat adalah menjaga kerukunan umat. Tanpa bersilaturahmi tidak akan ada satu iringan ataupun kesatuan. “Silaturahmi itu sebagai alat menjaga kerukunan dan kebersamaan,” kata Kamil. Nilai yang kelima adalah menjauhkan diri dari siksa api neraka. Dengan mendekatkan diri kepada Allah dan menjadi penolong agama Allah. “Silaturahmi mampu membangun umat yang beriman,” ujar Kamil. Nilai silaturahmi yang terakhir adalah meningkatkan amalan yang lebih baik. (Vita)
Pembina : Prof. Dr. Mustofa Kamil, Dip.RSL., M.Pd. , Dr. Asep Ferry Bastian, SE., MM. Penanggung Jawab : Rommy Pratama, SH., MH Pemimpin Redaksi : Faisal Tomi Saputra, S.I.Kom., M.Si Redaktur Pelaksana : Ukon Furkon Sukanda, S.Sos., M.I.Kom Editor : Ajeng Pradesti, M.I.Kom Sirkulasi dan Keuangan : Fitri, SH, MH. Marketing : Mad Yoman, M.Ikom Reporter dan Fotografer : Dena Prisila, Rita Meilinda, Nur Musvita Sari Layout dan Desain : Agfa Krisaputra, Ilham Rahmatulloh Alamat : Jalan Maulana Yusuf No.10, Babakan, Kota Tangerang Email : unisweekly@unis.ac.id Telp : 0811 144 - 1966 Penerbit : UPT Humas dan Marketing
2
Edisi 10 6 20 Halaman 16 Halaman
Kampus Merdeka
Mahasiswa Berperan Tingkatkan Minat Baca Tangerang – Kurangnya literasi masyarakat menyebabkan wawasan rendah dan mudah termakan isu tidak benar. Menurut survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) pada 2019, Indonesia menempati peringkat ke 62 dari 70 negara. Atau merupakan 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. Data tersebut disajikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia. “Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah pemerataan akses membaca. Dengan mendirikan Taman Bacaan Masyarakat atau TBM di setiap wilayah,” ungkap Ketua Forum TBM Banten, Andri Gunawan.
Menurut Andri, TBM dapat mempermudah akses buku masyarakat baik konvesional maupun digital. Mahasiswa dapat ikut turut serta dalam melakukan sosialisasi gerakan literasi masyarakat. “Dengan cara mengajak partisipasi semua pihak untuk mengembangkan layanan TBM. Mahasiswa juga dapat memberikan pelatihan pengelolaan TBM dan pengembangan program TBM,” kata Andri. Andri menjelaskan, kegiatan sosialisasi, pendampingan, dan penguatan layanan TBM
dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan minat baca masyarakat. “Sekolah, kampus, pemerintahan, swasta, dan masyarakat harus berkolaborasi dalam mewujudkan tingkat literasi tinggi di Indonesia,” ujar Andri.
Ketua Komunitas Baca Tangerang Gugun Fahruzzaman mengaku sering menemukan mahasiswa yang membangun rumah baca atau taman baca sebagai program Kuliah Kerja Kemasyarakatan (KKK). Namun belum memiliki konsep yang matang. Akhirnya taman baca itu kurang bermanfaat bagi masyarakat. “Ada baiknya jika ditambah program seperti mengajar anak-anak di taman baca tersebut, membacakan dongeng anak, atau diskusi bersama pemuda. Menurut saya hal yang sangat positif untuk kita lakukan sebagai mahasiswa,” katanya. Menurut Gugun, buku pada dasarnya tidak memiliki batasan usia. Namun buku diporsikan untuk usia yang sesuai. Buku apapun layak untuk dibaca karena mengandung pesan dari sang penulis. “Semua buku menurut saya layak dibaca. Genre apapun layak dibaca, karena buku adalah jendela dunia. Kita bisa mengambil pesan dari penulis secara tersirat maupun tersurat,” ujar Gugun. (Dena)
3
th UNIVERSITAS ISLAM SYEKH-YUSUF “Amalkan Ilmu, Ilmiahkan Amal”
SELAMAT HARI
KEBANGKITAN NASIONAL - 20 Mei 2022 -
@unistangerang
www.unis.ac.id | www.humas.unis.ac.id
Edisi 10 6 20 Halaman 16 Halaman
Tri Dharma LPPM Siapkan OJS PKM
TANGERANG – Lembaga Penelitian dan
legalitas, LPPM Unis membuka peluang bagi
Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas
internal dan eksternal Unis memberikan artikel
Islam Syekh-Yusuf (Unis) Tangerang
PKM ke OJS yang sudah dibuat. Dengan rasio
menyiapkan Open Journal Systems (OJS)
atau target 60 persen untuk eksternal, dan 40
Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dan
persen untuk internal. “Satu kali terbitan kami
Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
menargetkan 10 artikel. Ini sebagai syarat
“Sebagai upaya mewadahi hasil dari
penilaian untuk menaikkan akreditasi ke Sinta,”
penelitian dan pengabdian dalam bentuk
jelasnya.
output atau luaran yaitu berbentuk jurnal,”
LPPM
Unis
dalam
setahun
akan
ujar Rizal Fahmi, B.A., M.Pd, Kepala Pusat PKM
menerbitkan dua kali jurnal Servecivitatis dan
LPPM Unis Tangerang.
Aletheia. “Kami mengharapkan dosen untuk
Rizal mengatakan, jurnal PKM dosen
mempublikasikan hasil PKM di luar Unis atau
bernama
perguruan tinggi lain yang jurnal-jurnalnya
Servecivitatis
sudah bereputasi. Itu bisa menaikkan
dan
kredibilitas Unis,” ucap Rizal.
PKM
mahasiswa
Rizal menyampaikan, terdapat beberapa
a d a l a h
tantangan yang perlu dipersiapkan. Kendala
Aletheia.
utama pada waktu menyiapkan luaran artikel
“Sudah kami
PKM dosen sehingga menghambat pengajuan
b
u
a
t
ISSN. “Kemudian, kami juga memerlukan waktu
homenya,
untuk saling berdiskusi terkait sharing jurnal
tahapannya
dengan perguruan tinggi lain,” jelas Rizal.
saat ini kami
Selain melaksanakan pengabdian, dosen
mendaftarka
dan mahasiswa diharapkan menghasilkan
n
luaran yang dapat dibuktikan dalam bentuk
O J S
tersebut,”
jurnal. Kata Rizal, pelaksanaan PKM harus
katanya.
berangkat dari turunan penelitian. “Sehingga
J u r n a l
dosen yang melakukan penelitian itu ada
tersebut didaftarkan ke Pusat Dokumentasi dan
korelasinya dengan pengabdian, dan dapat
Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan
dijadikan sebagai bahan untuk materi
Indonesia (PDDI LIPI) untuk terbitan
pengajaran dan menjadi satu kesatuan dalam
International Standard Serial Number (ISSN).
Tri Dharma,” harap Rizal. (Vita)
Rizal menjelaskan, setelah mempersiapkan
5
6 Edisi 10 20 Halaman Halaman 16
Tri Dharma
Mahasiswa Rindu Kuliah Offline
Tangerang – Kampus Universitas Islam
berharap, kampus dapat mengambil kebijakan
Syekh-Yusuf (Unis) Tangerang belum
terbaik untuk mahasiswa melaksanakan
melaksanakan kegiatan Pembelajaran Tatap
pembelajaran secara normal. Mengingat kondisi
Muka (PTM) maupun hybrid. Mahasiswa
Covid-19 saat ini jauh lebih baik dari sebelumnya
berharap Unis dapat segera melakukan PTM
dan kasusnya semakin menurun. “Saya harap
agar lebih
pihak kampus sudah bisa mengambil kebijakan
meningkatakan efektivitas
pembelajaran. Terlebih beberapa mahasiswa
untuk melakukan PTM,” kata Mahdi.
yang masuk saat Covid-19 belum mengenal
Menurut Mahdi, turunnya kasus Covid-19 di
jelas lingkungan kampus dan para
Indonesia membuat banyak sektor mulai
pengajarnya. “Kami rindu kuliah offline karena
membenahi diri untuk menyambut aktivitas
lebih dari 2 tahun melakukan pembelajaran
kerja dan belajar secara normal. Tidak terkecuali
secara online. Menurut saya pembelajaran
sekolah-sekolah di Indonesia yang sudah mulai
secara online itu tidak efektif dan sering
melakukan persiapan untuk PTM 100 persen.
pembelajaran antar dosen dengan mahasiswa
“Bahkan beberapa wilayah sudah melakukan
hanya satu arah saja,” ungkap Mahdi, Ketua
kegiatan belajar dan mengajar dengan normal.
Dewan Mahasiswa (Dema) Unis Tangerang. Mahasiswa Fakultas Hukum semester 6 ini
Namun tetap memerhatikan protokol kesehatan,” ujar Mahdi. (Dena)
6
Edisi 10 6 20 Halaman 16 Halaman
Tri Dharma
Pelaksanaan UTS Dipastikan Online TANGERANG – Universitas Islam Syekh-
Terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM),
Yusuf (Unis) Tangerang akan melaksanakan
Joko mengatakan Kementerian Pendidikan,
Ujian Tengah Semester (UTS) secara online.
Kebudayaan, Riset Teknologi dan Pendidikan
Terdapat beberapa persyaratan menjelang
Tinggi (Kemendikbudristek Dikti) mengimbau
UTS. “Syaratnya dosen sudah harus
sudah boleh dilaksanakan. Namun terkait
menyelesaikan 7 kali mengajar, kemudian
persyaratan PTM masih menjadi bahan kajian
mahasiswa sudah mencapai 75 persen absensi
Unis Tangerang. “Karena untuk PTM hanya
dan menyelesaikan pembayaran uang kuliah
boleh 50 persen mahasiswa, berarti hybrid.
full
untuk
Kami
juga
UTS,” ujar Dr.
p
Joko Rianto,
mempertim-
SE,MM, Wakil
b a n g k a n
Rektor
I
persetujuan
B i d a n g
dari orang tua
Akademik
w
U
mahasiswa,
n
i
s
Tangerang.
e
r
l
a
l
u
i
serta sarana
J o k o
prasarana
menyampai-
y
a
n
g
kan, UTS akan dilaksanaan pada akhir Mei
memadai seperti kamera pada setiap kelas,”
hingga awal Juni tahun 2022. Dosen harus
ucap Joko.
mengimbau kepada mahasiswanya terkait
Lanjutnya,
Unis
Tangerang
akan
absensi dibawah 75 persen, maka tidak dapat
mengupayakan pada tahun ajaran baru
mengikuti ujian. “Kalau memang tetap ingin
2002/2023 sudah offline. “Insyaallah pada
mengikuti UTS harus diberikan tugas tambahan
bulan September 2022 akan kami coba lakukan
untuk kekurangan 75 persen absensi dan itu
PTM atau hybrid dengan sarana dan prasarana
sudah aturan dari Dikti,” kata Joko.
yang memadai,” kata Joko. (Vita)
7
Edisi 10 6 20 Halaman 16 Halaman
Almamater
Organisasi Pupuk Jiwa Nasionalisme TANGERANG – Jiwa nasionalisme
nilai Pancasila. Mahasiswa juga harus mampu
pemuda harus didasari dengan ideologi
memberanikan diri menyampaikan kritik yang
negara Indonesia yaitu Pancasila.
membangun beserta solusi yang ilmiah,” kata
Bergabung dengan organisasi-organisasi
Ilham.
yang bermanfaat bagi sekitar adalah salah satu cara sederhana dalam memupuk rasa nasionalisme. “Menghargai sesama dan meningkatkan toleransi juga menjadi salah satu cara kecil untuk membangun semangat perjuangan,” ungkap Ilham Aji Pangestu, SH, MH, Koordinator Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) Universitas Islam Syekh-Yusuf (Unis). Ilham
menjelaskan,
mahasiswa merupakan kaum intelektual yang harus
memiliki
semangat dalam berorganisasi. “Namun tentu saja organisasi yang sesuai dengan nilai-
Menurut
Ilham,
semangat
jiwa
nasionalisme harus dikembangkan menjadi sesuatu yang lebih mengikuti zaman. Pergerakan yang harus dilakukan pemuda saat ini bukan lagi melawan fisik. “Namun pemuda harus memiliki pemikiran yang luas dan matang,” ujarnya. Ilham berharap Hari Kebangkitan Nasional tanda
tanggal 20 Mei menjadi bangkitnya
perjuangan
semangat dan
nasionalisme
jiwa
bangsa
Indonesia
bagi
mahasiswa.
Untuk
menggabungkan diri p a d a
s e b u a h
p e r g e r a k a n organisasi
yang
bermanfaat. (Dena)
8
Edisi 10 6 20 Halaman 16 Halaman
Almamater
Reformasi Belum Selesai TANGERANG – Reformasi saat ini
Indonesia. Tak terkecuali mahasiswa yang
dianggap belum selesai. Meskipun dengan
menjadi transformasi perubahan. “Kunci untuk
konteks yang berbeda pada tahun 1998.
membentuk karakter mahasiswa yang kritis
"Mahasiswa harus punya daya pikir kritis
dan responsif adalah dengan membaca
dalam menyampaikan aspirasi masyarakat.
sejarah pergerakan mahasiswa pada tahun
Menurut saya kampus perlu membangun
1998.
komunitas yang sifatnya pusat kajian diskusi,
mahasiswa 1998 dan mahasiswa sekarang,”
beradu argumen, dan berdialog,” ungkap Dr.
kata Asep.
Ada transformasi perubahan dengan
Asep Ferry Bastian, SE., MM., Dekan Fakultas
Asep menceritakan, pada Mei 1998 terjadi
Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam
kekesalan mahasiswa dan kelompok
Syekh-Yusuf (Unis) Tangerang.
pergerakan lainnya akibat praktik Korupsi
Asep mengatakan, mahasiswa zaman
Kolusi dan Nepotisme (KKN). Hampir setiap
sekarang harus memahami ideologi yang
hari mahasiswa berdemontrasi turun ke jalan
dibangun pada konteks kebangsaan. Serta
selama 7 bulan terakhir menjelang kejatuhan
aktif berorganisasi yang berbasis ideologi
Soeharto. Sampai pada tanggal 8 Mei 1998
negara. “Mahasiswa harus bisa cepat tanggap
Soeharto mengumumkan kenaikan harga BBM
dengan isu-isu perubahan dan
setelah kepulangannya dari Kairo Mesir.
kritis terhadap fenomena politik
“Seperti menyulut bensin ke atas jerami yang
yang terjadi. Mahasiswa juga
sedang terbakar. Aksi sangat gencar dilakukan
harus punya daya kritis yang
sampai akhirnya terjadi kasus Semanggi yang
kuat dengan cara sering membaca dan peka terhadap
kondisi
bangsa,” jelasnya. Menurut Asep, masa
Reformasi
1998 hingga saat ini menjadi tantangan
menewasakan empat
mahasiswa Tri Sakti,”
tutur Asep. Asep menjelaskan, pada tanggal 21 Mei 1998, Soeharto menyerahkan kekuasaannya kepada Wakil Presiden B.J. Habibie. “Namun pergerakan mahasiswa tidak jarang juga banyak menimbulkan berbagai konflik di antara mereka sendiri,” tutupnya. (Dena)
besar pada perubahan
9
Edisi 10 6 20 Halaman 16 Halaman
Almamater
Mahasiswa Generasi Estafet
Kepemimpinan Bangsa
TANGERANG – Mahasiswa dan politik ibarat jarum dengan benang untuk menjahit. Jika mahasiswa tidak paham dengan realitas politik maka terjadilah kekuasaan yang amoral. Mahasiswa sebagai generasi estafet kepemimpinan bangsa, wajib mengetahui keputusan politik yang diciptakan. “Keputusan politik itu tidak tiba-tiba, tetapi keputusan politik adalah landasan dasar untuk mempengaruhi kebijakan publik,” ujar Miftahul Adib, S.Sos.,M.I.Kom, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Islam Syekh-Yusuf (Unis) Tangerang. Menurut Adib, mahasiswa harus berpolitik dengan idealisme yang dimilikinya. Ketika kebijakan negara sudah tidak berpihak kepada masyarakat, maka mahasiswa harus menjadi bagian dari kekuatan untuk menyadarkan negara. “Lewat aksi dan sumbangsih yang dimiliki. Karena rakyat masih percaya kepada mahasiswa. Ketika mahasiswa diam maka terjadi kekuasaan yang ugal-ugalan dan kekuasaan yang merajalela ini tidak bisa dikontrol,” kata Adib. Adib berharap mahasiswa menjadi tulang pada kebijakan politik negara. “Itulah mahasiswa dan politik. Karena kalau kita berharap pada kekuatan kekuatan yang ada di pemerintahan, masih kurang maksimal,” ucap Adib. A d i b m e n g a t a k a n , pembungkaman mahasiswa terhadap politik sudah sejak zaman orde baru. “Cuma caranya saja yang berbeda. Tetap saya akan mengatakan, mahasiswa tidak bisa dibungkam. Apalagi mahasiswa sekarang itu sudah punya media atau alat seperti media sosial dan lain sebagainya,” tuturnya. Lanjut Adib, yang menjadi
permasalahan saat ini adalah sejauh mana cara mahasiswa berinovasi tentang membawa aspirasi politik kerakyatan kepada negara. “Apalagi eranya sekarang sudah berubah, era demokratisasi dan era berpendapat itu sangatlah bebas menurut saya,” tambah Adib. Adib menjelaskan, oligarki politik menjadi sebuah pertanda bagi mahasiswa untuk melakukan pergerakan. “Bagaimana oligarki politik dan oligarki ekonomi itu sudah kawin ini yang sangat berbahaya. Ketika mereka bisa bersatu jangan harap rakyat akan mendapat porsi kemakmuran yang begitu luas. Ini sangat warning sekali untuk mahasiswa bergerak,” jelasnya. Adib mengatakan, sepanjang mahasiswa masih memiliki idealisme tanpa ditunggangi kepentingan politik tertentu, maka masyarakat akan menyambut positif pergerakan mahasiswa. Penting adanya riset atau sebuah kajian sebelum melakukan pergerakan. “Kalau gerakan itu memang mengakomodir kepentingan rakyat saya pastikan rakyat itu mendukung. Yang terjadi selama ini kan gerakan mahasiswa banyak ditunggangin oleh kepentingan kepentingan politik tertentu,” tuturnya. Adib menambahkan, mahasiswa harus punya sensitivitas sosial. Ketika tidak memiliki rasa sensitif dengan keadaan yang terjadi, maka tidak akan menemukan realitas sosial. Kata Adib, garda terdepan dalam pembelaan hak masyarakat ada di tangan mahasiswa. “Selama mahasiswa memiliki inovasi dalam pergerakan, punya pesan yang baik untuk negara di situlah mahasiswa akan menemukan dukungan yang masif dari masyarakat. Ingat, mahasiswa calon generasi penerus bangsa,” tutup Adib. (Vita)
10
Edisi 10 6 20 Halaman 16 Halaman
Almamater
UPT PSTI Terapkan SSO TANGERANG - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Sistem & Teknologi Informasi (PSTI) Universitas Islam SyekhYusuf (Unis) Tangerang menerapkan Single Sign On (SSO) dalam Sistem Informasi Akademik (SINA). Dengan SSO, mahasiswa dan dosen dapat banyak mengakses
penjadwalan, penilaian, e-learning, dan informasi dengan lebih mudah. Tanpa perlu mengunjungi banyak situs terlebih dulu. “Karena kita menerapkan SSO dalam situs SINA. Jadi sekali login di dalamnya sudah termasuk ke semua sistem seperti e-learning, kartu rencana studi, informasi keuangan, dan lain-lain. Jadi lebih mudah dan tingkat keamanannya lebih kuat. Karena satu kali login saja, tidak banyak login yang menghabiskan IP publik,” kata Taufik Hidayat, S.Kom., M.Kom, Kepala UPT PSTI Unis Tangerang. Sistem dan aplikasi yang dimiliki Unis saat ini seperti SIAKAD (Sistem Informasi Manajemen Akademik) dengan alamat akses http://sina.unis.ac.id/gate/menu, CAT PMB (Computer Assisted Tes PMB) dengan alamat akses http://cbt.unis.ac.id/. Terdapat pula OJS (Open Jurnal Sistem) dengan alamat akses http://ejournal.unis.ac.id/, KKK (Sistem
informasi Kuliah Kerja Kemasyarakatan) dengan alamat akses http://sikkk.unis.ac.id, dan WISNU (Pendaftaran dan Validasi Wisuda Online) dengan alamat akses http://wisnu.unis.ac.id/. Untuk mendukung pembelajaran online, alamat akses yang dapat dikunjungi http://elearning.unis.ac.id/. Mahasiswa tingkat akhir juga tetap dapat memanfaatkan melalui repository perpustakaan, bimbingan skripsi dan tesis di SINA, dan mengakses website seluruh fakultas, UPT BK, dan unit kerja lainnya. “Selain itu, ada situs web yang sedang on going yaitu Sistem Keuangan, Sistem RKAT, dan Sistem Kuliah Online,” ujar Taufik.
UPT PSTI Unis Tangerang sedang mengembangkan sistem e-learning dengan basis rancangan atau buatan sendiri. Teknologi ini berbasis Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment (Moodle). Fasilitas ini adalah sebuah platform yang digunakan untuk menunjang sistem manajemen pembelajaran secara online dan menggunakan perangkat komputer. “E-learning masih menggunakan basis Moodle. Tahun ini akan membuat sendiri dan tidak memakai Moodle lagi. Tujuannya untuk menyongsong kelas internasional atau kelas jarak jauh,” ungkap Taufik. (Linda)
11
th UNIVERSITAS ISLAM SYEKH-YUSUF “Amalkan Ilmu, Ilmiahkan Amal”
Civitas Akademika Universitas Islam Syekh-Yusuf turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya
WAQIDATUL QOIRIYAH, S.Pd., M.Pd (Dosen FT UNIS Tangerang)
Semoga Alllah Subhanawata’ala menerima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, Aamiin...
@unistangerang
www.unis.ac.id | www.humas.unis.ac.id
Edisi 10 6 20 Halaman 16 Halaman
Dakwah Pemuda Muslim Berperan
Majukan Peradaban Tangerang – Peran pemuda Muslim dalam
keterpurukan. Hal tersebut menjadi perhatian
mamajukan peradaban Islam sangat
kalangan intelektual Muslim dunia, termasuk
diperlukan. Terlebih saat ini menuntut ilmu
dari Indonesia. “Kemunduran itu disebabkan
bukan hal yang terlalu sulit. Mencari ilmu
umat Islam telah meninggalkan apa yang
dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.
disebutnya dengan eksperimen sains atau ilmu-
“Perdalamlah ilmu Allah, baik tentang
ilmu alam. Kondisi tersebut berbeda jauh
keislaman maupun ilmu-ilmu lainnya.
dengan puncak kejayaan peradaban Islam,” ujar
Meningkatkan kualitas ibadah agar mengerti
Nur.
dan mawas diri. Buktikan para pemuda
Menurut Nur, ilmu pengetahuan yang
khususnya mahasiswa Islam mampu menjadi
menunjukkan kejayaan peradaban Islam adalah
pejuang Islam yang tangguh, dan mampu
Fisika, Matematika, Kimia, Astronomi, serta ilmu
mengembalikan kejayaan Islam,” ungkap Nur
kesehatan, dan kedokteran. Ilmu tersebut
Halimah, S.Pd., M.Pd, Ketua Program Studi
kurang diminati oleh para penerus dan pemuda
Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas
Islam saat ini. Para sejarawan dan pemikir
Agama Islam (FAI) Universitas Islam Syekh-
Muslim juga telah menganalisis sebab-sebab
Yusuf (Unis) Tangerang.
kemunduran peradaban Islam. “Ada yang
Nur mengajak pemuda untuk berjuang
menyebut kemunduran peradaban Islam
dengan bidang keilmuan masing-masing.
karena intelektualisme Islam bergerak ke arah
Menggali potensi, mengembangkan diri,
hal-hal yang bersifat sufistik. Lebih menekankan
explore kemampuan, berpikir luas, dan kritis
hanya kegiatan ibadah saja dan
tentang kemajuan bangsa. Menurutnya, jika pemuda memiliki niat baik, maka Allah
menghindarkan hiruk pikuk dunia,” jelasnya.
mempermudah jalan baginya. “Agar jadi
Nur menambahkan, sikap tersebut
generasi milenial yang dicintai oleh Allah.
dikenal dengan zuhud atau asketisme.
Karena perjuangan adalah pergerakan,” kata Nur.
Sebagian lagi ada juga yang menyebutkan karena
Nur menjelaskan,
pemerintahan Islam tidak lagi
perkembangan peradaban Islam
cinta terhadap ilmu
pernah mencapai masa kejayaan
pengetahuan, sehingga
dan keemasannya. Dalam
mengalami kemunduran. “Ada
perjalanan selanjutnya,
juga yang menyebut masalah
beberapa faktor membuat
mundurnya peradaban Islam
peradaban Islam tertinggal
karena integrasi bangsa,”
sehingga mengalami masa
tandasnya. (Dena)
13
Edisi 10 6 20 Halaman 16 Halaman
Opini
Dunia Lain Metaverse Oleh : Muhamad Irsan, ST.,M.Kom *) Baru-baru ini Metaverse menjadi topik pembicaraan yang hangat. Terlebih, perusahaan besar seperti Microsoft dan Facebook telah membicarakan Metaverse sebagai masa depan internet. Namun, apa sebenarnya Metaverse itu? Kapan akan menjadi kenyataan? Adalah sesuatu yang kebanyakan orang tidak tahu. Menurut Mark Zuckerberg CEO Facebook, metaverse adalah seperangkat ruang virtual yang anda dapat ciptakan dan jelajahi dengan orang lain. Dengan tidak berada di ruang fisik yang sama dengan anda. Metaverse hanyalah ruang digital yang muncul dengan representasi tempat, benda, dan orang secara digital. Metaverse juga mengacu pada arsitektur yang dibangun di atas teknologi blockchain. Metaverse adalah kombinasi dari berbagai elemen teknologi seperti augmented reality, virtual reality, dan video di mana konsumen tinggal dalam dunia digital ini. Mungkin untuk lebih jelasnya bisa kita lihat pada film Ready Player One, Game Fortnite atau Roblox. Meskipun blok bangunan dari bentuk komunikasi baru ini sedang dalam proses pembangunan. Namun, tidak ada yang bisa menggambarkan dengan tepat seperti apa bentuknya dalam kenyataan. Nah, di sisi lain banyak hype pemasaran juga terbungkus dalam ide metaverse ini. Kalau kita bayangkan, metaverse ini seperti kehidupan nyata di dunia digital, pengguna dapat bermain, bekerja, bersosialisasi, rapat kerja, konser musik, dan juga perjalanan virtual ke suluruh dunia. Mark Zuckerberg memperkirakan metaverse akan bisa dilihat sekitar 5 hingga 10 tahun sebelum fitur inti metaverse menjadi mainstream. Namun beberapa aspek saat ini sudah terlihat seperti headset virtual, dunia online yang terus
digemari, dan kecepatan akses internet. Secara garis besar, teknologi yang akan membentuk metaverse antara lain: Augmented Reality (AR) untuk menggabungkan aspek dunia fisik dan digital, Virtual Reality (VR) karena metaverse dicirikan oleh dunia virtual yang berkelanjutan, dan Artificial Intelligence (AI). Namun, itu tidak mengharuskan ruang ini akan diakses dengan AR dan VR secara eksklusif. Pasalnya, dunia maya juga bisa diakses melalui konsol game, PC, bahkan perangkat mobile yang bisa berupa metaverse. Perusahaan teknologi terkemuka seperti Microsoft, Facebook, dan Nvidia semuanya berbicara tentang metaverse. Namun, orangorang di luar sana masih bertanya-tanya apakah konsep ini benar-benar akan melompat dari halaman fiksi ilmiah? Atau hanya hype pemasaran? Metaverse dianggap sebagai iterasi baru dari internet yang saat ini sedang dikerjakan. Hal itu akan membawa implikasi besar bagi masyarakat kita. Terlebih profesional branding, pemasaran, dan komunikasi akan melihat tantangan baru dan peluang besar juga. Di sisi lain, metaverse juga bisa sebagai ekonomi atau bisnis digital. Karena di sini, pengguna dapat membeli, menjual, dan membuat barang. Karena itu era metaverse akan melepaskan kreativitas yang menguntungkan bersama dengan batas dan cakrawala yang menakjubkan. Faktanya adalah, metaverse benar-benar menjadi hal besar berikutnya. Setiap orang perlu mempertimbangkan kembali bagaimana mereka harus bersiap untuk itu. (*) *Dosen Fakultas Teknik Universitas Islam Syekh-Yusuf (Unis) Tangerang
Redaksi UNIS Weekly menerima tulisan dalam bentuk opini dan artikel populer. Panjang tulisan maksimal 800 kata atau 5000 karakter. Tulisan dikirim melalui email unisweekly@unis.ac.id atau ke redaksi UNIS Weekly, Jl. Maulana Yusuf No.10, Babakan, Kota Tangerang, 15118 dengan menuliskan identitas diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
14
Edisi 10 6 20 Halaman 16 Halaman
Sosok Leli Syafawi, S.E, M.M
Belajar dari Organisasi Tangerang – Aktif dalam berbagai kegiatan
organisasi sejak SMA dengan mengikuti
dan bergabung pada banyak jenis organisasi
ektrakulikuler marchingband. Leli juga kerap
bukanlah hal yang mudah dilakukan banyak
diminta menjadi pembawa acara baik di kampus
orang. Terlebih bagi seorang ibu rumah
maupun di luar kampus. “Lebih banyak
tangga. Selain menjadi Dosen Fakultas
pengalaman suka dari pada dukanya sih.
Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam
Namanya organisasi pasti berbeda visi misi dan
Syekh-Yusuf (Unis) Tangerang, Leli Syafawi,
cara pikir. Seperti kegiatan penyuluh, saya aktif
S.E, M.M, mengikuti lebih dari 2 organisasi di
di Lapas Anak untuk mengajar ngaji dan sebagai
luar kampus.
konsultan support pengganti orang tua. Nah
Wanita kelahiran 21 Desember 1978 ini meraih gelar sarjananya di Universitas Islam
saya juga bisa belajar dari sana karena jadi seorang ibu kan gak gampang,” ujar Leli.
Bandung dan memperoleh gelar magister di Unis
Dengan kegiatan sebanyak itu Leli tidak
Tangerang. Saat ini Leli aktif sebagai Penyuluh
melupakan tugasnya sebagai seorang Ibu dan
Agama Non-Pegawai Negeri Sipil (PNS)
istri. Leli bisa beraktivitas di berbagai organisasi
Kementerian Agama Tangerang, Bendahara
setelah 5 anaknya mampu menempa diri dan
Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota
meninggalkan rumah saat dirasa sudah rapi.
Tangerang, Bendahara Forum Majelis Taklim
“Anak saya awalnya ya pasti nanya kenapa saya
(Format) Akhlakul Karimah, Sekretaris Komisi
sibuk terus dan kenapa harus saya yang diminta
Pemberdayaan Ekonomi Majelis Ulama
datang. Tapi semakin lama mereka juga
Indonesia (MUI) Kota Tangerang, Wakil Sekretaris Ikatan Cendikiawan Muslim
mengerti Ibunya gak bisa diam saja di rumah,” kata Leli.
Indonesia (ICMI) Kota Tangerang, Bendahara
Aktif di banyak kegiatan dan organisasi
Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Unis
juga bukan alasan untuk Leli tidak
Tangerang, dan Divisi Hubungan luar
memperhatikan kesehatan tubuhnya.
Negeri Indonesia Drum Corps
Leli rutin berolahraga ke gym dan
Association
mengikuti yoga setiap pekan.
(IDCA)
Kota
Tangerang. “Kegiatan dari
Menurut Leli, mengikuti banyak
organisasi tersebut tentu banyak
organisasi sangat menyenangkan
dan sering kali bentrok antar
karena bertemu dengan banyak
organisasi lain. Semua organisasi
orang dengan cara pikir berbeda
prioritas, namun saya melihat dari
dan mendapat banyak energi
kegiatan dan kepentingan saya
positif. “Sukses itu masalah
untuk hadir di kegiatan tersebut,”
waktu. Sukses bagi saya adalah
kata ibu 5 anak ini. Leli semangat mengikuti
ketika bermanfaat untuk orang lain,” tutup Leli. (Dena)
15
th UNIVERSITAS ISLAM SYEKH-YUSUF “Amalkan Ilmu, Ilmiahkan Amal”
PENDAFTARAN MAHASISWA BARU GELOMBANG 3 TELAH DIBUKA 1 Mei - 31 Juli 2022 Link Pendaftaran :
http://humas.unis.ac.id/pmb/
@unistangerang
www.unis.ac.id | www.humas.unis.ac.id