E-BOOK Etika Digital Panduan Format, Salam, & Waktu Chat Dosen.
Di Susun Oleh:
Waode Cahya Makrifat Alena Vanessa Permata
TEKNOLOGI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2026
Kata Pengantar Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya, materi “Etika Chat dan Komunikasi Digital” ini dapat disusun dengan baik. Materi ini dibuat untuk membantu mahasiswa, khususnya mahasiswa baru, memahami pentingnya etika dalam berkomunikasi melalui media digital. Dalam kehidupan perkuliahan, komunikasi melalui chat, grup kelas, dan berbagai platform digital sudah menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mengetahui cara berkomunikasi yang sopan, jelas, bertanggung jawab, dan sesuai dengan situasi akademik. Materi ini membahas dasar-dasar etika komunikasi digital, etika menghubungi dosen, penyusunan pesan yang baik, etika dalam grup kelas, serta cara menghadapi perbedaan pendapat dan kesalahpahaman. Materi juga dilengkapi dengan contoh dan aktivitas interaktif agar mahasiswa dapat memahami dan mempraktikkan etika komunikasi digital dalam situasi nyata. Penulis menyadari bahwa materi ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat diharapkan untuk membantu penyempurnaan materi ini ke depannya. Semoga materi “Etika Chat dan Komunikasi Digital” ini dapat bermanfaat dan membantu mahasiswa menjadi lebih bijak, sopan, dan bertanggung jawab dalam berkomunikasi di lingkungan akademik maupun dalam kehidupan sehari-hari.
2 . Membedakan chat kepada dosen yang tepat dan tidak tepat . Penggunaan bahasa Indonesia yang santun, bermartabat yang dipakai di lingkungan kampus, sebagai salah satu lingkungan pendidikan,mencerminkan kualitas diri warga kampus yang kemudian akan berimbas pada mutu perguruan tinggi yang bersangkutan. Hal ini berlaku baik bagi mahasiswa, dosen, maupun staf perguruan tinggi.Mahasiswa adalahbagian warga kampus yangmempunyai peranan penting untuk membina dan menciptakan kualitas atau mutu kampus. Kualitas,di antaranya dapat dilihat melalui tuturan yang digunakan oleh mahasiswa dalam interaksi sehari-hari di kampus, baik dalam situasi formal maupun nonformal . Contoh chat yangkurang tepat: Chat yang kurang tepat “Pak, tugasnya apa? Kumpul kapan?” Alasan: Pesan terlalu singkat memperhatikan sapaan yang sopan.
dan
kurang
Chat yang benar “Assalamu’alaikum, Pak. Perkenalkan, saya Alena dari kelas Teknologi Pendidikan. Saya izin bertanya mengenai tugas yang diberikan. Kapan batas pengumpulan tugas tersebut, Pak? Terima kasih.”
Adapun Panduan format salam chat kepada dosen 1.salam pembuka gunakan salam yang sesuai misalnya “Assalamualaikum” atau “selamat pagi” 2.Identitas diri sebutkan nama dan kelas atau program studi agar dosen mengetahui siapa yang menghubungi 3.Tujuan pesan sampaikan maksud dengan menggunakan bahasa yang sopan
jelas,singkat,dan
4.penutup akhiri dengan ucapan terimahkasi dan salam penutup bila diperlukan.
Selain melihat waktu yang tepat untuk menghubungi dosen, salam pembuka dan akhir dalam memulai percakapan dengan dosen terhadap mahasiswa dalam media WhatsApp harus diperhatikan, menghindari penggunaan kata “P” ataupun “Ping” dalam pesan yang akan dikirim kepada dosen wajib di perhatikan oleh mahasiswa.
Paralinguistik berkenaan dengan ciri-ciri bunyi, seperti suara berbisik, suara meninggi, suara rendah, suara sedang, suara keras, atau pengubahan intonasi yang menyertai unsur verbal dalam berbahasa. Penutur harus memahami kapan unsur ini diterapkan ketika berbicara dengan orang lain kalau ingin dikatakan santun. Gerak tangan, anggukan kepala, gelengan kepala, kedipan mata, dan ekspresi wajah seperti murung dan senyum merupakan unsur kinesik (atau ada yang menyebut gesture, gerak isyarat) yang juga perlu diperhatikan ketika berkomunikasi. Dalam kehidupan sehari-hari, mahasiswa sering menggunakan bahasa gaul. Hal ini kurang lebih disebabkan oleh lingkungan pergaulan yang lebih mengenal bahasa gaul daripada bahasa Indonesia baku. Selain itu, pola pergaulan remaja yang identik dengan gaya santai dan dipengaruhi oleh pergaulan modern. Mahasiswa, yang notabene kaum terpelajar, kadang tidak dapat membedakan bahasa Indonesia baku dan bahasa gaul karena kurangnya pemahaman mereka terhadap konsepsi bahasa indonesia baku. Akan tetapi sering kali mahasiswa tidak mengerti etika berkomunikasi dengan dosen di media WhatsApp, maka perlu di tekankan dan digaris bawahi oleh mahasiswa dalam lingkup Perkuliahan
. Hal tersebut dilakukan agar dapat melarutkan suasana dalam percakapan antara mahasiswa dan dosen, karena dikhwatirkan suasana jiwa ataupun perasaan dosen tersebut sedang tidak baik ataupun bisa saja menggangu waktunya, sehingga diharapkan dengan membukanya dengan salam pembuka dan di akhiri dengan salam penutup mampu membuat kesan pertama yang baik terhadap dosen tersebut. Selanjutnya meminta maaf terlebih dahulu setelah mengucapkan salam terhadap dosen merupakan etika selanjutnya yang perlu diperhatikan oleh mahasiswa. Walaupun mahasiswa memiliki kebebasan dalam menyampaikan pesannya dalam berkomunikasi akan tetapi, dalam lingkup perkuliahan sebelum menyampaikan maksud dan tujuan terhadap dosen, diharapkan mengawalinya dengan permohonan maaf terhadap dosen tersebut. Hal ini dilakukan karena dikhawatirkan mengganggu keluangan waktu dosen tersebut, selain juga menjadi bentuk kesopanan mahasiswa tersebut terhadap dosen. Etika selanjutnya setelah, membuka salam dan meminta maaf terhadap dosen. Memperkenalkan diri kepada dosen tersebut sudah dapat dilakukan oleh mahasiswa, karena dosen tidak dapat mengenali mahasiswa-nya satu-persatu sehingga memperkenalkan diri dapat dikatakan sebagai salah satu etika yang penting dipahami oleh mahasiswa dalam menghubungi dosen, selain itu dengan memperkenalkan diri, dosen tersebut mampu menyimpan nomor mahasiswa tersebut sehingga mampu diingat oleh dosen tersebut bahwa mahasiswa ini merupakan salah satu mahasiswa yang ia ajar ataupun urusan perkuliahan lainnya.