APRESIASI ARSITEKTUR
NAPAK TILAS LANGGAM JAWA ARSITEKTUR
SENDANGSONO
THANK YOU
TERIMAKASIH
Lourdes of Indonesia
PENULIS PROFILE OF AUTHORS
Profil singkat penulis
D
IS ION
O ISI T S 6 5 YU
IUS 1011 2
85
Saya sebagai mahasiswa arsitektur sangat senang bisa berkontribusi dalam penulisan isi buku ini. Menurut saya buku ini membahas banyak hal tentang Sendangsono. Ketertarikan saya sebagai mahasiswa arsitektur terhadap arsitektur sendangsono merupakan salah satu alasan saya memilih Sendangsono sebagai topik bahasan dalam buku ini.
1 APRESIASI ARSITEKTUR
RI A D AN 8
L 2 WU 1184 I 10 TR 2
Saya sebagai seorang mahasiswa arsitektur sangat bangga dapat menuliskan jejak perjalanan Romo mangun dalam Buku ini. Membahas mengenai sejarah, perjalanan bermisi yang dapat menjadi teladan dari setiap tokohnya. Ketertarikan saya pada struktur bangunan yang begitu uni dan bagaiaman cara Romo Mangun untuk menata landscape sesuai dengan keselarsan alam yang selalu beliau angkat
APRESIASI ARSITEKTUR
2
D A F T A R
ISI
COVER
SAMPUL PROFILE OF authors
PROFIL PENULIS TABLE OF CONTENS
DAFTAR ISI
1 2 3
INTRODUCTION
PEMBUKAAN Kata Pengantar Pendahuluan
Tentang Sendangsono Lokasi Sendangsono
DOKUMENTASI
APRESIASI ARSITEKTUR APRESIASI ARSITEKTUR
CHAPTER 3
BAB 3
5
7
BAB 4 LANDSCAPE
8
Vegetasi Ukiran Elemen Arsitektur
CHAPTER 5
BAB 5
BAB 2
KONTEKS SENDANG SONO
9
Asal-usul Nama Sendangsono Liminasi Perkembangan Tokoh-Tokoh Dewi Lantamsari Romo Franciscus Georgius Josephus Van Lith Barnabas Sarikrama Romo Jb Prennthler SJ Romo Yusuf Bilyatra Mangunwijaya
Kawasan Makro Kawasan Mikro Ekspresi Ruang Bangunan Ekspresi Ruang Doa Ekspresi Ruang Fungsi Lain
6
Sosial Budaya Wastu Citra
10
END Closer
PENUTUP Kesimpulan Saran Kata Penutup
CHAPTER 4
CHAPTER 2 SEJARAH
Berisi foto foto dokumentasi dari hasil survey lapangan di Sendangsono
KAWASAN
4
CHAPTER 1
BAB 1
DOCUMENTATION
10
bibliography
DAFTAR PUSTAKA
Kesimpulan Saran Kata Penutup
11
INTRODUCTION
KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR OLEH PENULIS
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat yang telah diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Booklet yang berisi tentang Arsitektur Sendang sono. Dengan membaca booklet ini diharapkan dapat membantu pembaca dalam menambah pengetahuan, pengalaman, dan ketertarikan tentang ilmu arsitektur terutama arsitektur sendang sono. Dalam penulisan Booklet ini penulis akui bahwa masih banyak kekurangan karena kurangnya pengalaman dan informasi yang di dapat. Oleh karena itu penulis harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan booklet ini. Demikian yang dapat kami sampaikan, selamat membaca.
5 APRESIASI ARSITEKTUR
APRESIASI ARSITEKTUR
6
INTRODUCTION
PENDAHULUAN KATA PENGANTAR OLEH PENULIS
Menurut Francis DK Ching, arsitektur merupakan kegiatan menyusun suatu tatanan yang mempersatukan ruang, bentuk, kiat dan fungsi. Seni arsitektur terlahir dari adanya kebutuhan manusia akan suatu kondisi lingkungan yang kondusif, aman, nyaman, dan sebagainya. Selain itu arsitektur juga terlahir berkat cara manusia dalam memanfaatkan bahan bangunan serta kecanggihan teknologi konstruksi atau bangunan. Arsitektur sendiri sudah ada sejak zaman primitif atau purba dulu dengan arsitektur tercipta dari bahan bahan alam berupa bebatuan yang disusun secara berkeliling atau bertingkat. Seiring berkembangnya zaman, ilmu dan teknik arsitektur juga berkembang pesat, arsitektur kini bukan hanya sekedar perihal menyusun dan menata sesuai kebutuhan, melainkan juga sebuah kegiatan perancangan desain untuk mencapai tujuan estetika. Karya karya arsitektur kini sudah semakin banyak dan penggiat arsitektur semakin menyadari bahwa arsitektur harus seimbang antara fungsi dengan estetika.
7 APRESIASI ARSITEKTUR
ROMO YUSUF BILYARTA MANGUNWIJAYA ARSITEK PERANCANG SENDANGSONO
Contoh penggiat arsitektur yang kini masih menjadi panutan karena karyanya memiliki keseimbangan antara fungsi, bentuk, dan estetika adalah seorang biarawan bernama Romo Yusuf Bilyarta Mangunwijaya. Sudah banyak karya arsitekturnya yang mendapatkan banyak penghargaan nasional bahkan internasional. Salah satu karya arsitektural Romo Mangun yang ada di Indonesia dan yang paling terkenal adalah arsitektur peziarahan Goa Maria Sendangsono.
APRESIASI ARSITEKTUR
8
CHAPTER 1
BAB 1
Tentang Sendangsono, lokasi sendangsono
9 APRESIASI ARSITEKTUR
APRESIASI ARSITEKTUR
10
BAB 1 ABOUT SENDANGSONO APA ITU...
SENDANGSONO Sendangsono adalah tempat yang sarat cerita, keindahan dan ketenangan. Sendangono juga sering disebut sebagai Lourdes Of Indonesia. Sendangsono merupakan tempat ziarah Goa Maria bagi umat beragama Katolik. Tempat ini ramai dikunjungi peziarah dari seluruh Indonesia pada bulan Mei dan bulan Oktober. Dalam koompleks Goa Maria Sendansono juga terdapat sumber mata air yang menjadi sumber kehidupan. Selain berdoa, pada umumnya para peziarah mengambil air sumber mata air tersebut. Mereka percaya bahwa air tersebut dapat menyembuhkan penyakit.
11 APRESIASI ARSITEKTUR
LOKASI
SENDANGSONO LOKASI: Semagung, Samagang, Banjaroyo, Kec. Kalibawang, Kabupaten ALAMAT Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55672
-7.667780701407502, 110.22611308110812 KOORDINAT ± 1 HEKTAR LUAS
Sendangsono bisa dijangkau setelah melewati jalan berliku di kaki bukit Menoreh. terdapat dua jalur jika ingin menjangkaunya dari pusat kota Yogyakarta, melewati Jalan Godean hingga Sentolo kemudian belok ke kanan, atau melewati Jalan Magelang hingga pertigaan Pasar Muntilan kemudian belok ke kiri. Jaraknya sekitar 45 kilometer, atau satu jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor.
APRESIASI ARSITEKTUR
12
CHAPTER 2
BAB 2
13 APRESIASI ARSITEKTUR
Sejarah sendang sono ASAL-USUL NAMA LIMANASA Tokoh-tokoh yang berperan
APRESIASI ARSITEKTUR
14
BAB 2.1 SEJARAH SEJARAH
SENDANGSONO SEJARAH NAMA SENDANGSONO Asal mula nama Sendangsono berawal dari sebuah sumber air yang terletak di bawah pohon angsana. Kata “Sendang” merupakan istilah Jawa untuk menyebutkan sumber air, sedangkan “Sono” berarti pohon Sono/Angsana. Sumber air di bawah pohon sono tersebut dikeramatkan oleh masyarakat setempat.
Sejarah awal Sendangsono berdiri bermula dari sebuah tempat untuk istirahat sejenak para pejalan kaki dari Kecamatan Boro (Kulon Progro) menuju Kecamatan Borobudur Magelang atau sebaliknya. Keberadaan sendang (mata air) diantara dua pohon sono itu menjadikan tempat tersebut banyak dikunjungi. Faktor lingkungan yang asri memberikan kenyamanan juga dimanfaatkan oleh sejumlah rohaniawan Buddha dalam rangka menyepi serta mensucikan diri.
15 APRESIASI ARSITEKTUR
APRESIASI ARSITEKTUR
16
BAB 2.2 SEJARAH LIMINASA
SENDANGSONO 14 DESEMBER 1904
8 DESEMBER 1929
Romo Van Lith membaptis 171 warga setempat dengan air bersumber dibawah kedua pohon Sono. Pembaptisan ini adalah buah-buah karya Barnabas Sarikromo sebagai katekumen pertama di wilayah ini, yang sudah lebih dahulu dibaptis oleh Van Lith pada tanggal 20 Mei 1904 di pusat misi Muntilan.
25 tahun kemudian, Sendangsono dinyatakan resmi menjadi tempat peziarahan oleh Romo JB Prennthaler SJ.
1923
1945
Rama JB. Prennthaler SJ mengusulkan agar Sendangsono menjadi tempat yang suci dengan membangun gua tempat kedudukan Bunda Maria. Patung Bunda Maria diperoleh dari Swiss dan diangkut bersama-sama dari Sentolo Wates, Kulon Progo, 30 km dari Sendangsono.
Pemuda Katolik Indonesia berkesempatan berziarah ke Lourdes, dari sana mereka membawa batu tempat penampakan Bunda Maria untuk ditanamkan di bawah kaki patung Bunda Maria Sendangsono sebagai relikui sehingga Sendangsono disebut Gua Maria Lourdes Sendang Sono.
17 APRESIASI ARSITEKTUR
APRESIASI ARSITEKTUR
18
BAB 2.2 SEJARAH LIMINASA
SENDANGSONO 1974
17 OKTOBER 2004
Sendangsono dibangun secara bertahap sejak tahun 1974 hanya dengan mengandalkan sumbangan umat. Budayawan, rohaniawan, dan arsitek YB Mangunwijaya memberikan sentuhan arsitektur vernakular yang khas, dengan konsep bangunan kompleks Sendangsono bernuansa Jawa, dengan semangat ketukangan yang tinggi, serta penggunaan material bahan bangunan memanfaatkan sumber daya setempat yang ramah lingkungan.
Diadakan suatu prosesi dan misa ekaristi kudus pada pukul 10.00 WIB oleh Mgr Ignatius Suharyo Pr untuk memperingati 100 tahun Sendangsono.
1991 Kompleks bangunan Sendangsono mendapat penghargaan arsitektur terbaik dari Ikatan Arsitek Indonesia, untuk kategori kelompok bangunan khusus.
19 APRESIASI ARSITEKTUR
-SEKARANG Kini Gua Maria Sendangsono sudah menjadi tempat ziarah yang banyakdi kunjungi oleh banyak umat katolik seluruh Indonesia. Unsur arsitektur yang ada pada sendangsono masih terjaga sampai sekarang dan belum ada yang berrubah.
APRESIASI ARSITEKTUR
20
BAB 2.3 SEJARAH SEJARAH
TOKOH TOKOH Dewi Lantamsari Konon sebelum menjadi sebuah tempat doa umat katolik masyrakat sekitar akrab sengan sebutan sendang semangung. Pada jaman tersebut kalibawang menjadi sebuah desa yang kekurangan air, Sehingga masyrakat sulit menggali sebuah sumur di daerah ini. Hanya ada satu mata air, mereka menggunakan mata air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sendang semanggung dianggap sebuah tempat keramat yang diyakini dihuni oleh roh gaib sehingga terjadi sebuah tradisi pemujaan dan digunakan sebagai tindakan yang diselewengkan. Sosok yang diyakini sebagai penunggu tempat tersebut bernama Dewi Lamtasari dan putranya bernama Den Baguse Samijo. Dewi lamtarsari disebut sebagai dewi yang memberikan sumber rejeki bagi masyarakat Kalibawang. Tradisi penyembahan oleh masyrakat masih sering dilakukan seperti bersemedi di dekat sendang untuk menghormati dan meminta pertolongan kepada dewi Lamtasari.
Romo Franciscus Georgius Josephus Van Lith Romo Franciscus Georgius Josephus Van Lith lahir pada 17 Mei 1863 di Oirschot, Brabant, Negeri Belanda. Dari kecil Romo Van Lith sudah hidup di lingkungan iman Katolik yang cukup yang dipengaruhi oleh didikan sang ibundanya. Pada usia 12 Tahun Romo Van Lith menyatakan dirinya imam dan menamatkan sekolah teologi dengan ditahbiskannya pada 8 Desember 1894 hal tersebut yang menjadi titik perjalanan hidupnya untuk bertugas di Tanah Jawa.
ROMO FRANCISCUS GEORGIUS JOSEPHUS VAN LITH BIARAWAN/ ROMO PEMBABTIS
Misi Romo Van Lith ingin menyebarkan ajaran katolik sekaligus menyejahterakan orang Jawa melalui pendidikan, maka dari itu Romo Van Lith mendirikan sekolah khusus di daerah Muntilan. Pada suatu hari ada seorang pertapa bernama Sarikrama yang mendatanginya dalam keadaan sakit kudis. Ia merawat Sarikromo hingga sembuh. Dalam hal ini Sarikromo mulai tertarik dengan Romo Van Lith yang memegang teguh agama Katolik. Setelah kesembuhannya Sarikromo pulang ke rumahnya dan dibawakannya sebuah kitab suci berbahasa Jawa. Mulai saat itu banyak orang yang datang ke rumahnya untuk menanyakan penyembuhan penyakitnya. Lalu Sarikromo menceritakan kepada penduduk setempat mengenali sosok Romo Van Lith dan apa saja yang diajarkannya di agama Katolik. Perjalanan Romo Van Lith di Kulon Progo ini membuahkan hasil karena pada puncaknya 14 Desember 1904, Romo Van Lith dapat membaptis 171 orang setempat di daerah Sendangsono. Pembaptisan ini menggunakan air Sendang sesuai dengan kayakinan umat katolik, air yang untuk baptis diberkati menjadi air suci. Pada 8 Desember 1929 Gua Maria Sendangsono diberkati dan menjadi tempat ziarah umat Katolik hingga sekarang. Dengan Peristiwa ini dipandang sebagai kelahiran gereja Katolik diantara orang Jawa. Dalam misinya Romo Van Lith banyak memasukkan adat istiadat Jawa kedalam peribadatan umat Katolik. Ia menunjukan kalau ia terbuka pada “Tradiisi Sinkretis” di Jawa dari Relikui Romo Van Lith sedang mitos dewi Lamtasari, penjaga dan pelindung mata melakukan pembabtisan umat air Sendangsono dengan sosok Maria yang akan di daerah Sendangsono tahtakan di Sendangsono.
21 APRESIASI ARSITEKTUR
APRESIASI ARSITEKTUR
22
BAB 2.3 SEJARAH
Romo Jb Prennthler SJ
SEJARAH
TOKOH TOKOH Barnabas Sarikrama Seorang pemilik ilmu gaib bernama sariman soerawirja memiliki seorang putra bernama sariman yang memiliki penyakit serius pada kakinya yang mmeiliki lubang dan berbau tidak sedap. Sariman harus ngesot untuk berpindah tempat, Ia tidur di emperan rumah dan selalu bersemedi di sendang semanggng untuk kesembuhannya. lalu ia mendapatkan sebuah wangsit atau bisikan agar ia pergi menuju arah utara ke arah muntilan. ia berjalan ngesot dari kalibawang menuju muntilan unntuk bertemu romo van lith dengan jarak tempuh 15 Kilometer. Romo tergerak hatinya untuk menolong dan merawatnya. karena romo van lith mengenalkan agama katolik maka sariman berkeinginan untuk belajar lebih dalam. setelah kakinya sembuh ia bersaksi kepada warga desa bahwa ia sembuh karena pertolongan doa bapa kami yang selalu ia doakan. ia menyebarkan agama katolik pada masyrakat sesuai seperti yang diajarkan oleh romo Van Lith. pada tanggal 20 mei sarimandi baptis oleh romo van lith dengan nama baptisnya yaitu barnabas dan ia diberi nama sarikrama yang berarti rakyat jelata yang mampu menerima ajaran kristiani. “Kaki saya dapat digunakan lagi berkat kemurahan Tuhan, maka selanjutnya akan saya pergunakan untuk karya Tuhan,” kata sari krama. ia menyebarkan kasih allah diseluruh kalibawang dan membawa 171 orang untuk dibaptia pada 14 desember 1904 di sendang semanggung oleh romo van lith. Akibat dari peristiwa tersebut sendang semanggung diubah pola pikir dari tempat menyembahan dewa-dewi menjadi area doa dengan air suci oleh romo van lith.
Romo JB Prennthler SJ lahir tanggal 18 April 1885. Berasal dari suatu keluarga petani di kawasan pegunungan Trirol, Austria. tanggal 25 Septembber 1920 Ia berangkat ke Jawa dan meninggalkan Novisiat SJ di Mariendaal, Grave, Negeri Belanda. Tempat bermisinya adalah bukit menoreh yang disebut sebagai daerah plaing subur di kawasan Kulon Progo. Dahulu kawasan pemukiman penduudk di wilayah terpencil yang masih berupa lembahlembah dengan akses jalan yang masih sempit.
ROMO JB PRENNTHLER SJ ROMO PENGEMBANG
Salah satu misi yang dimilinya yaitu Ia ingin mencoba untuk mengubah stigma dari sebuah penyembaha dan dari pembaptisan umat katolik di sendang semanggung dan menjadi sebuah tempat doa dan ruang untuk berdevosi. Rencana itu disambut baik oleh warga untuk bergotong royong mengumpulkan batu dan pasir dari sungai Progo. Batu diambil dari Gorolangu, Samigaluh. Romo Prennthler meminta temannya untuk mengirimkan patung bunda maria ratu surga dari spanyol. Pada 8 desember 1929 dilakukan pemberkatan gua maria bertepatan 75 tahun dogma maria dikandung tanpa noda. Ia memberikan 19 lonceng belanda yang akan berkumandang pada jam 6 pagi, 12 siang dan 6 sore sebagai ajakan uamat untuk berdoa dan menghentikan aktivitasnya sejenak.
BARNABAS SARIKRAMA KATEKESE PERTAMA
23 APRESIASI ARSITEKTUR
APRESIASI ARSITEKTUR
24
BAB 2.3 SEJARAH SEJARAH
TOKOH TOKOH Romo Yusuf Bilyatra Mangunwijaya R.D. Yusuf Bilyarta Mangunwijaya, Dipl.Ing. adalah seorang imam Gereja Katolik Roma, budayawan, arsitek, penulis, aktivis sosial, dan dikenal sebagai pembela wong cilik. Ia lahir pada 6 Mei 1929, Ambarawa dari pasangan guru SD Yulianus Sumadi Mangunwijaya dan Serafin Kamdaniyah. Mangunwijaya menyelesaikan pendidikan SD di Magelang pada tahun 1943. Pendidikan beliau menyelesaikan pendidikan SD di Magelang pada tahun 1943. kemudian melanjurkan penidikan setingkat SMP di Malang lalu ia melanjutkan pendidikan seminari sebagaii calon iman di Seminari Menengah yang pada zaman tersebut berada di jalan Code Yoogyakarta dan sekrang berpindah ke Seminari MEnengah Mertoyudan. Ia di Tahbiskan padaa 8 September !9959 oleh Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ. IA melanjutkan pendidikan di Jurusan Arsitektur Institut Teknologi Bandung sampai 1960 dan melanjutkan di Aachen Jerman. Sepulang dari Jerman Romo Mangun bertugas sebagai pastor yang memperhatikan kaum miskin dan tinggal di paroki Salam, Magelang. “Jadi pengabdi rakyat bukan memimpin atau mengindoktrinir, melainkan mengaktualisasi potensipotensi yang sebenarnya sudah ada dalam rakyat, namun belum lepas dari selubungnya.”
Awal Romo Mangun menjelajahi permukitan Menoreh dan menbar pandangannya pada kompleks Sendangsono yang akan ia desain pada tahun 1974. Tahun 1969 dilakukannya revitalisasi gua maria sendangsono. Romo mangun merenovasi dengan sederhana dan slaras dengan alam. Ia membuat renovasi ini tanpa adanya gambargambar denah, potongan dan sebagianya belia hnaya membangun dengan komunikasi spontan melalui dialog dengan tukang-tukang serta masyarakat. Renovasi ini hanya mengandalkan sumbangan umat yang sukarela membantu dana dan waktu ketika mereka berziarah di Sendangsono. Situasi lahan yang dibangun adalah perbukitan yang tidak karuan karena bentuk topografinya yang cukup ektrem. Pembangunan ini tidak pernah berhenti bahkan Romo Mangun sendiri tidak tahu kapan selesainya. Ditangan Romo Mangun Sendangsono di perkaya oleh arsitektur tanpa memiskinkan karena karakteristik khusus lingkungan lama yang sudah ada. Beliau mengolah tanah berteras miring sebagai pelataran dengan bentuk trapesium yang memiliki pola-pola unik. Dalam pembangunnya mengandalkan dari masyarakat untuk turut ambil bagian dalam revitalisasi ini. konsep pembangunan yang bernuansa jawa yang ramah lingkungan karena menggunakan material dari alam. Konsep yang dibuanya yaitu mengabungkan arsitektur Jawa dan Neo-Vernacular. Konsep ini mengangkat kembali suasana dan elemen tradisional dengan membentuk pola bangunan lokal. Dengan banguna gaya jawa ini endangsono terdiri dari plataran, rumah depan, tengah dan belakang yang memiliki fungsinya tersendiri. Romo mangun sendiri sengaja menggunakan gambar berjalan dan menggunakan bahan-bahan lokal alami. Karya Romo Mangun ini mendapatkan penghargaan dari Ikatan Arsitektur Indonesia dan Aga Khan Awards dan mendapatkan sebuah penghargaan arsitektur terbaik untuk kategori bangunan khusus. Sebuah pengharagaan ini ditujukan untuk menandai dan menghargai konsep arsitektural yang berhasil mewadahi keperluan dan aspirasi masyarakat, dalam jalur rancangan kontemporer dalam bidang pemukiman, pengembangan dan peningkatan lingkungan, restorasi, konservasi area, termasuk juga arsitektur lansekap dan pengembangan lingkungan. Tahun 204 Keusukupan Agung Semarang (KAS) menetapkann Sendangsono sebagai momentum lahirnya Gereja Katolik yang berciri Jawa di Kalibawang dan sekitarnya. Semua perjalanan karyanya Beliau kisahkan pada sebuah buku Wastu Citra dimana buku ini mengetengahkan kerumitan nasib manusia di dunia sekaligus keagungan perenungan budi bahasa yang dicapai selama beribu tahun dalam mencerap pengalaman seluruh sejarah.
ROMO MANGUN WIJAYA Arsitek,Aktivis Sosial
25 APRESIASI ARSITEKTUR
APRESIASI ARSITEKTUR
26
CHAPTER 3
BAB 3
KAWASAN SENDANG SONO KAWASAN MAKRO KAWASAN MIKRO Ekspresi Ruang Bangunan Ekspresi Ruang DOA EKSPRESI RUANG FUNGSI LAIN
27 APRESIASI ARSITEKTUR
APRESIASI ARSITEKTUR
28
BAB 3.1 ARSITEKTUR SENDANG SONO KAWASAN SENDANG SONO
MAKRO
1
HEKTAR
JARAK DARI PUSAT JOGJA KE GOA MARIA SENDANG SONO
Kawasan Makro
ISOMETRI KOMPLEKS GOA MARIA SENDANG SONO
29 APRESIASI ARSITEKTUR
Kompleks ziarah Sendangsono berada beberapa kilometer dari jalan raya, Dapat dijangkau setelah melewati jalan berliku di kaki bukit Menoreh. terdapat dua jalur jika ingin menjangkaunya dari pusat kota Yogyakarta, melewati Jalan Godean hingga Sentolo kemudian belok ke kanan, atau melewati Jalan Magelang hingga pertigaan Pasar Muntilan kemudian belok ke kiri. Jaraknya sekitar 45 kilometer, atau satu jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor. masuk ke jalan yang lebih kecil dengan kondisi naik-turun yang cukup terjal dan sedikit rusak di beberapa titik, namun masih dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. Dengan kemajuan Zaman sekarang jalan yang dipakai sudah baik berupa jalan beraspal yang diberikan pengamanan di setiap tepi ketika sudah memasuki kawasan kalibawang yang cukup curam dengan jurang di kanan kirinya.
APRESIASI ARSITEKTUR
30
BAB 3.2 ARSITEKTUR SENDANG SONO PINTU MASUK SENDANG SONO:
KAWASAN SENDANG SONO
Kompleks kawasan Sendang sono memiliki luas keseluruhan sekitar 1 hektar. Lokasi kompleks sendangsono dikelilingi oleh hutan dan beberapa rumah warga. Terdapat 2 jalan masuk kedalam kompleks sendangsono. Jalan masuk kedalam kompleks sendangsono terdapat 2 jalur. Yang pertama pintu dari arah timur yang merupakan pintu masuk utama. Pintu ini dapat pengunjung capai dengan parkir terlebih dahulu di tempat parkir yang telah disedikan, kemudian menyusuri jalan yang menanjak dengan di temani oleh penjual-penjual aksesori dan souvenir rohani yang ada di pinggir jalan. Setelah menyusuri jalan menanjak tadi kemudian masuk kepada pintu utama yang sekaligus merupakan titik awal dari alur jalan salib besar. Di pintu masuk utama kita akan menemukan rumah makan dan rumah warga sebagai patokan umum disana. Kemudian lurus terus mengikuti jalur tersebut kita akan masuk kedalam kompleks senang sono. Mengikuti arah masuk tersebut akan disambut dengan bangunan-bangunan seperti gubug yang digunakan sebagai tempat rekreasi. gubug ini didesain menjadi tempat panggung yang dapat digunakan sebagai tempat istirahat bagi yang sedang melakukan kegiatan retret. Setelah bertemu dua gubug tersebut maka akan disambut dengan bangunan yang terbuat dari dinding beton bangunan yang digunakan sebagai kesekretariatan pada sendangsono. bangunan ini sebagai tempat yang memberikan catatan-catatan kegiatan serta perijinan untuk melakukan keggiatan retret ataupun kunjungan resmi di dalam komleks sendang sono.
MIKRO
LEGENDA: Rute Alternatif Pelataran Goa Maria Pelataran Seberang Sungai Pelataran Salib
31 APRESIASI ARSITEKTUR
Rute Utama
Jalan masuk ke dalam sendangsono yang kedua adalah melalui pintu dari arah selatan. Tidak terlalu banyak orang yang masuk melalui pintu ini karena lahan parkir yang disediakan cenderung lebih kecil. Dengan mengikuti jalan yang ada setelah parkiran, pengunjung dapat lurus saja kearah utara menuju jalan yang di sampingnya juga terdapat beberapa penjual aksesori dan sovenir rohani. Setelah beberapa meter akan tampak pintu masuk kedalam kompleks sendang sono. Masuk kedalam komleks sendang sono melalui pintu dari selatan, kita akan langsung di sambut dengan
Jalan Masuk Jalan Salib Tempat Pengambilan Air
APRESIASI ARSITEKTUR
32
BAB 3 ARSITEKTUR SENDANG SONO
3.3 EKSPRESI RUANG BANGUNAN
SENDANGSONO
CITRA RUANG DAN BANGUNAN Bangunan pada sendangsono direncanakan mengangkat citra arsitektur jawa. Pencitraan dari arsitektur jawa adalah penciptaan kesan tradisional, seolah menciptakan sebuah dimensi lain yang kuno, yang'ndeso', yang memberikan sebuah pengalaman lain bagi peziarah yang mengunjungi goa Maria Sendangsono. Penggunaan atap joglo menjadi aksen lapang dan luas pada ruangnya.
33 APRESIASI ARSITEKTUR
APRESIASI ARSITEKTUR
34
BAB 3.3 ARSITEKTUR SENDANG SONO
2
EKSPRESI RUANG BANGUNAN
SENDANG SONO 3
2
Kapel ini terdiri dari 3 massa yang berhimpit dengan 3 buah attap limasan runcing yang pada bagian puncak atap diselesiaan dengan 4 buah puncak atap. Sehingga jika digabungkan maka terdapat 3 atap dengan 12 puncak.
1
BANGSAL PERISTIRAHATAN
1
Bangunan ini terbuat dari kontruksi kayu dengan bentuk segitiga runcing berukuran besar dengan sistem panggung. Bentuk segitiga ini sekaligus berfungsi sebagai kontruksi atap dan selubung bangunan. Ruang ini difungsikan untuk kegiatan yang diselenggarakan di area Sendangsono. Terdapat 6 kolom berbahan kayu yang langsung terhubung dengan struktur atap berbentuk segitiga runcing. kolom terdiri dari 2 bahan buah kayu yang menjepit struktur segitiga atap. Struktur lantai platnya menggunakan papa kayu yang dijajar. strukturnya berupa balok 3 tingkat terdirii dari balok induk dan balok anak secra bertumpuk. Ruang terbentuk dari struktur atap,fungsi dinding sekaligus fungsi atap dan jendela dengan ventilasi berupa pemotongan bagian atap yang ditarik keataas. Bangunanya termasuk ringan dan seakan melayang. Ruang dibawahnya digunakan untuk berbagai fungsi seperti atap untuk ruag duduk, gudang alat dan ruang santai lainnya.
35 APRESIASI ARSITEKTUR
KAPEL PARA RASUL
Makna nya yaitu 3 dasar spiritualitas iman katolik yaitu iman, harapan dan kasih, lalu untuk 12 puncak ini berarti 12 rasul Yesusu yang mengikuti perjalannya. Ketiga buah struktur atap ini tipikal dengan soko tunggal dari representasi sebuah bentuk pohon ada batang dan juga cabang. soko tunggalnya adalah kolom utama dan balok yang seakan berpilin adalah cabang-cabangnya. Tiang utama riangan menjulang yang berawal dari pangkal bawah tiang ornamen relatif sederhana an besar kemudian berangsur bbergerak keatas semakin intens dan keciil sehhingga tercipta kesan immaterial yang tercermin lewat bawah tiang. Ruang kapel para rasul ini dikelilingi oleh amphiteater yang akan digunakan untuk kegiiatan berdoa dengan fokus utama di kapel para rasul.
3
RUANG SEKRETARIATAN Bangunan ini digunakan sebagai ruang suratmenyurat dan perijinan dalam fungsi kegerejaan tentang sendangsono ini. Ruang ini dapat diakses oleh umum dengan bentuknya sama dengan banguna yang lain mengadopsi bentuk segitiga runcing dengan kantilever dibagai lantai 2. bangunan in terbuat dari material alam dengan batu alam dan kayu.
APRESIASI ARSITEKTUR
36
BAB 3.3 ARSITEKTUR SENDANG SONO EKSPRESI RUANG BANGUNAN
SENDANG SONO 5
4
6
5 AREA DOA
Bangunna ini terletak didepan gua maria yang berfunsi sebagai peneduan ketika berdoa dan temmpat ntuk menyimpan kursi kecil untuk berdoa. Bangunan ini tebentuk dari 4 kolom sebagai penyalur bebannya. Balok k=melintang dan membujur tidak saling mengaitkan namun dijepit pada kolomnya. Balok jepit meleintang berada dibbawah selain berfungsi sebagai balok kolom juga diteruskan sebagai konsul. Demikian pula balok jepit yang membujur yanng berada diatasnya untuk menahangaya geser horizontal.
6
7
KAPEL THERESA
4
37 APRESIASI ARSITEKTUR
Gua Maria Sendangsono ini dikelola oleh pusat paroki Santa Maria Lordes, Kromasan, Yogyakarta. Kegiatan ekaristi di sendangsono menjadi salah satu kegiatan wajib yang biasa dilakukan dengan jadwal tertentu. Semua orang katolik diperkenankan ikut dalam perayaan ekaristi yang dilaksanakan di sana. Bangunan ini menggunakan struktur beton bertulang pada kolom dan baloknya. terdapat 10 kolom dengan penggunaan struktur grid 2 arah. Struktur atap berbentuk limasan yang berjumlah 4 buah sehingga terkesan atapnya terpisah-pisah menjadi 4 bagian anya menggunakan gording dan jurai tanpa struktur kuda-kuda. enurut analisis Romo Mangun Wijaya menciptakan struktu grid yag kaku akibabt dari deformasi struktur. pemilihhan bentuk kolom dengan diameter bulat merupakan pilihan solusi untuk struktur grid yang berat supaya penyebaran beban menjadi merata.
RUANG PENYIMPANAN
Bangunna ini berada tepat di saping kapel Theresa yang digunakan sebagai persiapan romo atau pemimpin ibadah atau melaksanakan ekaristi. Ruang yang digunakan untuk menyimpan peralatan misa dan berbagai keperluan ibadah lainnya . Bentuk bangunan dengan satu atap runcing keatas denga struktur 4 kolom dan balok yang menerima beban dari atapnya.
7 KAPEL TRITUNGGAL MAHA KUDUS
Goam Maria sendangsono memiliki 3 kapel salah satunya kapel tritunggal maha kudus yang selalu digunakan untuk perayaan ekaristi secara umum ketika terdapat event besar pada area sendangsono. kapel ini berbentuk sebuah bangunan terbuka dengan bentuk atap joglo dengan bagian dinding sisi kanan dan kiri menggunakan pagar besi. bagan pintu juga menggunnakan besi yang biisa dibkan dan ditutup. kapel ini mempunyai ukuran lebar 510 cm dengan ketinggian plafond 310 cm. kapel ini dibangun guna menandai satu abad dogma maria dikandung tanpa noda.
APRESIASI ARSITEKTUR
38
BAB 3.4 ARSITEKTUR SENDANG SONO
1 GOA MARIA
EKSPRESI RUANG DOA
SENDANG SONO 1
2
3
4
Ruang doa ini terbentuk secara terbuka tanpa struktur yang meneyelimutinya. Membiacarakan tentang tata cara berdoa di Sendangsono ini ada alur tertentu ketika hendak melaksakan doa dan pemasrahan kepada Bunda Maria. Pada awalnya pengunjung akan diarahhkan ke tempat cuci untuk membersihkan diri sebelum berdoa. Air ini mengalir dari sumber air langsung dibawah pohon Sono yang dialirkan menggunakan pipa dari retaining wall pada konturnya. Setelah itu pengunjung akan naik menuju tempat meditasi yang berada di depan Goa Maria. Secara Doa seluruh pengunjung diperbolehkan menggunakan area didepan goa ini dengan bebas dengan aturan hening,menghayati dan menghormati baik bunda maria yang bertathta disana ataupun pada pengunjung lainnya yang sedang melakasanakan peribadahannya. Rangkaian berdoa dapat dilaksanakan dengan doa jalan salib untuk mengenang perjalanan Tuhan Yesusu untuk menebus dosa-dosa manusia. Untuk menghayati dan menghormatinya terdapeta 2 rute yang disediakan dalam area ini yaitu doa jalan salib peendek dan jalan salib panjang. Untuk jallan salib pendek ini terlatakk diabgain abwah kapel para rasul dan berada di area tersebut. Untuk Doa Jalan Salib panjang ini terlatak hingga keluar area dan memauski area warga dan perkebunan untuk memaksimalkan penghayatan Doa jalan salib tersbut.
39 APRESIASI ARSITEKTUR
Goa Maria ini dihimpit dengan 2 gua yang berisi lilin kehidupan untuk meneranggi goa maria tersut. Biasanya sudah ada bebrapa lilin besar yang dileatkkan pada area tersebut namun biasanya pengunjung akan membawa lilin sendiri sebagai bentuk penyebahan bagi bunda maria sebelum berdoa dan meminta berkat atas air suci yang diambilnya. Tempat doa untuk melakukan ziarah devosi yang dipusatkan kepada Bunda Maria ini terbeentuk dari tumpukan batu alam yang diambil dari sungai atas kerja keras gotongroyong warga. Adanya patung bunda maria yang berasal dari Swiss membuat daya tarik Gua Maria tersebut makin tinggi. Selain itu terdapatnya mata air alami (sendang) yang dianggap suci, membuat banyak pengunjung berbondong-bondong untuk mengambil bahkan merasakan air tersebut. Tata cara Doa diepan goa ini bebas dan biasanya banyak yang lesehan walaupun sudah disediakan kursi kecil yang terletak di bangunan didepan goa tersebut. Biasanya akibat dan banyaknya pengunjung maka tempat doa ini sangat ramai namun dengan keasaan tersebut suasana yang tercipta tetap hening dan saling menghayati. Gua maria dengan lubang di tenganya menggambarkan vagina seorang perempuan yang merupakan sumber atau lahirnya kehidupan baru. Dengan simbol maria di tengahnya membuat Maria digambarkan sebagai bunda yang melahirkan kehidupan baru yaitu Yesus yang membawa keselamatan bagi semua orang Patung Bunda Maria yang ada di Sendangsono merupakan persembahan langsung dari ratu Swis "Nderek Dewi Mariah, temtu geng kang manah, mboten yen kuwatosa, ibu njangkung tansah, Kanjeng ratu ing swarga, amba sumarah samya, sang Dewi sang Dewi mangestonana, sang Dewi sang Dewi mangestonana", sesayup orang menyanyi.
APRESIASI ARSITEKTUR
40
BAB 3.4 ARSITEKTUR SENDANG SONO EKSPRESI RUANG DOA
SENDANG SONO 1
2
3
4
Air ini mngalir langsung dibwah pohon sono yang dialirkan meggunakan pipa agar pengunjung dapat mengambil air suci serta pemmbersihan diri sebellum melakukan peribadatannya. Hal ini bukan hal wajib namun menjadi ebiasaan dan kewajiban bagi pengunjung jiwa berziarah ketempat doa ini. Air yang segar dan suci ini dipercayakan dapat memberikan ketenganngan ketika air ini akan digunakan sebagai bentuk berkat ketika berkunjung ke tempat ziarah ini. Kekuatan doa akan membuat air ini yang konnya dapat dipercaya memberikan kesembuhan dan terkabulnya devosi kita ketika meminta dengan bersungguhsungguh dan kita percaya bahwa roh allah yang menaungi bunda maria di tempat terbut beerja ketika kita meminta pertolongannya.
2
TEMPAT AIR SUCI DAN PEMBERSIHAN DIRI.
Sumber mata air yang berada di bawah pohon sono tersebut telah dikeramatkan oleh masyarakat setempat. Konon menurut legenda, ada dua makhluk yang menguasai daerah itu, yakni seorang ibu bernama Dewi Lantamsari, dan anak satusatunya, Den Baguse Samijo. Air tersebut dipercaya dapat menyembuhkan segala penyakit dan menjadi sumber mata air satu-satunya untuk masyarakat.
41 APRESIASI ARSITEKTUR
Letak air suci ini terdapat pada kontur paling bawah sehingga ketika akan menagkaunya diperlukan turun tangga dan letaknya persisi di tepi sungai. suasana yang alammi ini membuat perasaan menjadi tenang dan penuh kesungguhan ketika akan menghadap bunda maria saat akan berdoa.
APRESIASI ARSITEKTUR
42
BAB 3.4 ARSITEKTUR SENDANG SONO
4
EKSPRESI RUANG DOA
SENDANG SONO 1
2
3
4
RUTE JALAN SALIB PANJANG
Jalan salib panjang ini dimulai di gereja Paroki Promasan yang terletak di bawah kompleks ziarah Gua Maria Sendangsono. Peziarah yang ingin mengunjungi gereja tersebut dapat mengakses jalan yang terletak beberapa ratus meter sebelum lokasi parkir Sendangsono dengan mengikuti petunjuk jalan yang tersedia. Umumnya gereja Paroki Promasan menjadi titik awal dari jalan salib yang telah ada sejak lama. Jarak tempuh jalan salib ini sekitar 1 kilometer. Bentuk dari setiap Diorama-diorama yang menggambarkan kisah sengsara Yesus Kristus tersedia dalam bentuk yang lebih besar dan dilindungi oleh semacam atap. titik pemberhentian jalan salib panjang ini lebih berbentuk lebih besar dari titik pemberhentian jalan salib pendek karena titik ini tersebar sesuai rutenya dan memerlukan pelingkup untuk menjaga dan merawat ukiran atau diorama peristiwa disetiap pemberhentinnya.
3 RUTE JALAN SALIB PENDEK Doa jalan salib pendek ini tertelah di dekat dengan kapel para rasul, jalan salib ini berjejer secara rapi yaPerbedaan dengan ng berjarak dekat. sehingga pengunjung akan berdoa jalan salib ini tidak takut akan lelah dan waktu yang lama. perbedan dengan bentuk jalan salib besar terdapat pada diemnsi bentuk dioramanya dan atap pelingkupnya.
43 APRESIASI ARSITEKTUR
APRESIASI ARSITEKTUR
44
BAB 3.5 ARSITEKTUR SENDANG SONO EKSPRESI RUANG FUNGSI LAIN
SENDANG SONO
1
CATHOLIC RETREAT
Sendangsono yang memiliki banyak sekali sejarah dan area yang sakral dan terhormat dapat dijadikan sebagai tempat pendalaman iman bagi masyarakat. Kegiatan rohani yang dilakukan untuk membina dan mengingatkan iman dalam diri setiap umat. Karena tempatnya yang hening dan sejuk, tak sedikit orang atau komunitas katolik yang rutin melakukan kegiatan rohani seperti rekoleksi dan retret. Kegiatan diruang terbuka inni dapat memberikan pengaruh yang positif bagi siapa saja yang mengikutinya. Pada umumnya untuk melaksanakan retret ini setiap kelompok atau komunitas diharuskan untuk mengurus perijinan pada ruang sekretariat dan menjadwalkan kegiatanya agar tidak terbentur dengan kegiatan lainnya. Kegiatan Retret ini dapat dilakukan pada siang hari dan juga malam hari untuk tempat istirahat sementara dapat dibagai pada area bangsal peristirahatan yang terdapat 2 bangsal di sebrang sungai di daerah depan pintu masuk dan 2 bangsal di area rute jalan salib pendek.
45 APRESIASI ARSITEKTUR
2
PEMAKAMAN
Menjadi tempat yang keramat dan penuhh dengan ssejarah maka sendangsono yang diutamakan sebagai tempat suci untuk berdoa, dalam kompleks ini tidak dapat terlepas dengan area yang paling sunyi dan hening karena terdapat area pemakaman khusus. Terbilang khusus karena tek semua orang dapat dimakamkan disana, hanyalah kaum biarawan biarawati dan orang orang penting lainnya. Memasuki area makam pengunjung akan memasuki sebuah gerbang pemisah ruang sebagai tempat pemakaman. Dibagian depan akan terlihat dua makam yang cukup besar yang memiliki patung. Makam ini adlaahh milik Barnabas Sarikromo bersama dengan makam istrinya Adriana Sarikromo sebagai bbentuk penghormatan terhadap tokoh katekis pertama di kalibawang. Suasana makam seperti pada umumnya dengan banyaknya pepohonan yang mengelilingi makam tersebut.
APRESIASI ARSITEKTUR
46
BAB 3.5 ARSITEKTUR SENDANG SONO EKSPRESI RUANG FUNGSI LAIN
SENDANG SONO
4 3
KIOS SOUVENIR
Kawasan Sendangsono tidak terlepas dari kerajinan souvenirnya, Tidak heran jika disetiap tempat ziarah selalu ada yang menjual souvenir khas rohani dalam setiap tempatnya. Sendangsono ini terdapat area kios-kios yang digunakan oleh masyarakat untuk menjual barang souvenir. souvenir ini dibuat oleh masyarakat di kawasan sendangsono sebagai bentuk penghasilan dan penamabhan ekonomi bagi masyarakat sekitar. HArga yang dibandrol dari souvenir mulai dari Rp. 5.000 Rupiah hingga ratusan ribu. Bentuk souvenir bermacam-macam dari gelang rosario, kalung rosario, gantungan kunci, lukisan, hingga barang rohani seperti buku alkitab, lilin dan bunga yang dapat dibeli bagi pengunjung yang akann mempersembahkann lilin dan bunga untuk bunda maria.
47 APRESIASI ARSITEKTUR
PEDAGANG MAKANAN
Ciri khas setiap daerah pastinya berbeda-beda. Sendangsono memiliki kakhasannya melalui racikn olahan daging dan berbagai kuliner jadul seperti geblek yang dapat dibeli ketika mengunjungi tempat ini. Cara pengolahannya yang berbeda dari tempat lain membuat banyak sekali pengunjung yang mampir kedalam toko untuk menikamati olahan masakan ini. Tidak hanya olahan matang saja, tetapi ada pula masyrakat yang menjual bahan masakan seperti sayur dan buah lokal di pelataran jalan masuk sendangsono. Labu menjadi buah yyang sering dijumpai ketika melewati area pedagang sayur ini. Harga dari setiap sayur dan buah ini dapat dinegosiasi sehingga pengunjung dapat menerima dan membayar sesuai kesepakatan oleh penjualnya.. Kios dan para penjual ini diberikan akses untuk berjualan sebagai bentuk hidupnya suasana sendangsono dengan banyaknya peziarahan di kawasan ini.
APRESIASI ARSITEKTUR
48
CHAPTER 4
BAB 4
ekspresi ruang lanndscape VEGETASI UKIRAN elemen ARSITEKTUR
49 APRESIASI ARSITEKTUR
APRESIASI ARSITEKTUR
50
BAB 4 ARSITEKTUR SENDANG SONO
4
EKSPRESI RUANG LANDSCAPE
SENDANGSONO
51 APRESIASI ARSITEKTUR
Penataan lansekap yang menyesuaikan kondisi kontur dan juga penggunaan material perkerasan yang memiliki nilai estetis dan fungsional yang menyatu dengan alam. Elemen landscape yang menonjol yang memberikan khas dan karakteristiknya berupa dinding, pagar,terasering,retaining wall dan tangga yang dibuat dan dicetak dengan hasil kasar dengan banyak tonjolan-tonjolan ciri khas beton. Hal tersebut menunjukan karakter hakekatnya sebagai material cair yang dapat dibentuk secara dinamis yang dicitrakan dalam mata air sendangsono dan peranan bunda maria yanng dapat dilewati menggunakann jembatan-jembatan yang membuat kita dapat melewatinya untuk sampai ke mata air. Lingkup ziarah sendangsono ditata satu dengan alam tumbuhan, pepohonan dan masyarakat sekitar. sehingga motif yang tercipta dari dinding dan ornamen landscape berupa bentuk alami dengan motif tumbuh-tumbuhan, daun dan bunga yang memiliki an-mankan tersediri sesuai denngan kiasan yangg di pikirkan oleh romo mangun untuk menciptakan motif ttersebut.
APRESIASI ARSITEKTUR
52
BAB 4.1 ARSITEKTUR SENDANG SONO VEGETASI
SENDANG SONO POHON ANGSANA / POHON SONOKEMBANG (Pterocarpus indicus)
Pohon Angsana atau yang sering disebut pohon sono merupakan sebuah pohon besar atau raksasa rimba dengan ketinggian hampir 40 m. Batangnya berbonggol dengan akar papan. tajuk yang lebat sehingga memberikan peneduhan bagi area doa yaitu goa maria, tempat meditasi dan kapel Tri Tunggal Maha Kudus, Tajuk yang lebar ini membuat suasana menjadi sedikit seram dan penuuh kehikmahan. Letak Sendang air sendiri berada di bawah atau dibbagian akar pohon sono ini, sayangnya pengunjung tidak dapat melihat Sumber mata air ini karena tertutup. Ketika berdoa akan selalu merasakan adanya benda yang jatuh diatas kepala biasanya itu adalah bunga dari pohon sono yang berjatuhan. akar yang menggantung pada pohon ini membentuk suasana keramat pada pohon besar. Di depan Goa Maria dan kapel ini terdapat 2 pohon angsana yang besar yang memberikan kesejukan dan kenyamanan bagi para pengunjung yang sedang ebrdevosi mauupun sedang melaksanakan ekaristi di tempat doa tersebut.
53 APRESIASI ARSITEKTUR
APRESIASI ARSITEKTUR
54
BAB 4.2 ARSITEKTUR SENDANG SONO UKIRAN
SENDANG SONO
1
UKIRAN TIGA GARIS DAN LINGKARAN
2
UKIRAN MAWAR
LETAK: Ornamen ini terletak di sepanjang dinding pembatas antara gua maria dengan lingkungan luar.
LETAK: Ornamen ini terletak di dinding pembatas jalan salib, dinding tangga beton di pelataran gua maria, dan dinding pengambilan air suci.
MAKNA: Ornamen ini bermakna: Tiga garis melambangkan Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus. Lingkaran melambangkan kesatuan. Jadi bila digabungkan, tiga garis dan lingkaran melambangkan Allah Tritunggal.
MAKNA: Makna dari ukiran ornamen ini adalah Bunga mawar melambangkan kasih dan sifat feminim wanita. Kasih yang dimaksud adalah kasih Bunda Maria kepada Yesus, putra-Nya. Sifat feminin wanita menyiratkan Bunda Maria sebagai ibu Yesus.
55 APRESIASI ARSITEKTUR
APRESIASI ARSITEKTUR
56
BAB 4.2 ARSITEKTUR SENDANG SONO UKIRAN
SENDANG SONO
3
UKIRAN RUMPUT JALU MAMPANG
LETAK: Ukiran ini terletak di amphiteater pada Kapel Para rasul, dan teras meditasi. MAKNA: Makna rumput jalu mampang pada ornamen ini merupakan rumput liar yang dapat ditemukan di berbagai tempat. Rumput tersebut melambangkan sikap yang merakyat dan rendah hati. Rumput tersebut menyiratkan pesan bahwa setiap umat manusia memiliki tingkat yang sederajat.
57 APRESIASI ARSITEKTUR
4
PAVING BLOCK SEGI ENAM
Salah satu ornamen yang paling mencolok, ornamen ini bukan hanya berfungsi dalam aspek estetika, melainkan juga menjadi komponen penting yang menjaga struktur kawasan sendangsono dalam merespon kontur pegunungan di sana. Paving Block ini banyak tersebar di beberapa spot yang terjal, yang sekaligus dapat menjadi tempat duduk bersantai yang nyaman bagi peziarah. Paving ini disusun denfan pola zig-zag dengan makna manusiawi dipandang dari bagaimana melangkah, sederhana tapi tetapi memiliki keindahan akibatt polanya yang menciptakkan gelap terang yang saling berulang.
APRESIASI ARSITEKTUR
58
BAB 4.3 ARSITEKTUR SENDANG SONO ELEMEN ARSITEKTUR
SENDANG SONO RELIKUI PEMBAPTISAN
SALIB
Lukisan Pastor Van Lith yang sedang membaptis 171 orang setempat di daerah sendangsono yang juga sedang menggunakan baju adat jawa. Relikui ini dibuat dengan alasan mengenang peristiwa penting dimana di tempat ini juga menjadi tempat lahirnya Gereja pertama di pulau Jawa.
Salib besar ini tertetak didepan kapel Maria dan berada tepat didepan pemakaman katolik tempat dimana barnabas sarikrama di makamkan. Sebenrnya di sendang ini sangat banya bertebaran salib untuk menekankan kepada umat akan wafatnya Yesus sebagai penebusan dosa umat manusia
59 APRESIASI ARSITEKTUR
APRESIASI ARSITEKTUR
60
CHAPTER 5
BAB 5 SOSIAL BUDAYA WASTU CITRA
61 APRESIASI ARSITEKTUR
APRESIASI ARSITEKTUR
62
B U D A Y A
BAB 5.3 ARSITEKTUR SENDANG SONO KONTEKS
KONTEKS
Secara keseluruhan masyrakat sekitar sendangsono turut ambil bagian dalam proses sejarah pembaptisan, proses pembangunan gua maria ini serta pengelolaan area sendangsono ini hingga sekarang.
Gua maria ini telah tercatat sebagai kawasan cagar budaya oleh pemerintahan yang dimana kawasan pada sendangsono merupakan sebuah ruang sejarah melalui kesaksian seorang tokoh bernama Barnabas Sarikromo yang mengabdikan dirinya pada Tuhan sebagai renungan bagaimana iman.
SOSIAL
BUDAYA
Sendangsono menjadi wisata yang ramai dikunjungi oleh para peziarahan
Sendangsono menyediakan fasilitas penginapan berupa pendopo agar peziarah dapat bermalam, atau biasa digunakan sebagai tempat retret
Lingkungan Sendangsono dikelola oleh masyarakat dari kegiatan bersih-bersih hingga penggunaan ruang yang digunakan sebagai kios-kios souvenir serta area kuliner
63 APRESIASI ARSITEKTUR
S O S I A L
Tidak lepas dari konteks budaya yang telah mengakar dengan kisahnya untuk pantang menyerah dengan tantangan yang terus tidak berhenti dan bertekad mengabdikan dirinya pada Kristus padahal konteks budaya yang masih kental dengan rasa kejawen namun Barnabas dapat membawa iman katolik di tengah budaya Jawa tersebut.
B U D A Y A KONTEKS
WASTU CITRA
Romo Mangun menjelaskan dalam bukunya mengenai prinsip rancangan Guna dan citra, Guna merujuk pada keuntungan, fungsi,dan manfaat yang dapat diambil dari sebuah karya arsitektur. Citra merujuk pada gambaran suatu penghayatan yang dapat ditangkap. Romo Mangun mengajak untuk menjalin dinamika antara bangunan dan pelakunya. Ruang-ruang yang didesain dapat digunakan sebagai ruang multifungsi yang tidak lepas dari ruang yang penuh hikmah dari mata air hanya saja pembuatan dan penataan ruang tersebut belum dibuat sistem zonasi untuk menjelaskan dimana tempat yang sakral dan ruang aktif.
APRESIASI ARSITEKTUR
64
DOKUMENTASI
SENDANG SONO
65 APRESIASI ARSITEKTUR
APRESIASI ARSITEKTUR
66
KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan isi dari buku ini pembaca bisa medapatkan banyak hal terkait Sendangsono. Kami penulis berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menulis secara detail setiap sudut dari Sendangsono. Pembahasan Sendangsono dalam buku ini menggunakan sudat pandang kacamata arsitektur, sehingga pembahasanya lebih dominan membahas perihal arsitektur. Namun buku ini juga membahas apa itu Sendangsono bahkan sejarah awal mula Sendangsono. Dengan penulisan buku ini penulis berharap agar buku ini dapat menjadi daya tarik pembaca untuk datang langsung ke sendangsono
SALAM
PENUTUP Demikian buku berjudul ‘Napak Tilas Langgam Jawa Arsitektur, Sendangsono’ yang telah selesai kami tulis. Besar harapan kami buku ini dapat mengedukasi, menginspirasi dan membuat pembaca tertarik pada arsitektuer Sendangsono. Melalui buku ini juga kami berharap pembaca dapat tertarik dan berminat untuk dapat datang langsung ke Kompleks Gua Maria Sendansono di Kulon Progo, terutama para pelaku arsitektur karena banyak hal yang menginspirasi dan perlu diapresiasi karena karya arsitektur ini merupakan salah satu arsitektur yang paling terkenal di Indonesia.
SARAN Untuk para penggiat arsitektur baik itu dosen, mahasiswa, maupun arsitek, kami harapkan dapat membaca dan memahami secara mendalam buku ini karea ada banyak hal yang dapat di pelajari. Buku ini dibuat untuk semua orang dan sangat spesial untuk para penggiat arsitektur karena penulisan buku inimengguakan pendekatan kacaramata arsitektur.
67 APRESIASI ARSITEKTUR
APRESIASI ARSITEKTUR
68
DAFTAR
PUSTAKA Joshua Dwiky Leevianto. Ir. Sudanto Aly, MT. (April 2017). TEKTONIKA ARSITEKTUR RANCANGAN Y. B. MANGUNWIJAYA DI KOMPLEKS GUA MARIA SENDANGSONO. Volume 01, Nomor 02, edisi April 2017; hal 209-22, Kompasiana. (16 Desember 2012), Barnabas Hidup Kembali di Sendangsono. Diakses 16 Desember 2023, dari https://www.kompasiana.com/yswitopr/551ae83ba33311ae20b6 5b17/barnabas-hidup-kembali-di-sendangsono Salsabila, Adinda Mutiara Syafa Ronaa. (3 Desember 2022), Mengulik Sisi Lain Gua Maria Sendangsono. Diakses 12 Desember 2023, dari https://kumparan.com/adinda-mutiarasyafa-ronaa-salsabilla/mengulik-sisi-lain-gua-mariasendangsono-1zM749kVahj/4 Ayu, Dyar. (29 Augustus 22). Gua Maria Sendangsono: Sejarah, Rute dan Tips Berkunjung, diakses 13 Desember 2023, dari https://jogja.idntimes.com/travel/destination/dyar-ayu/guamaria-sendangsono-sejarah-rute-dan-tips-berkunjung-c1c2
69 APRESIASI ARSITEKTUR
APRESIASI ARSITEKTUR
70