Su
mm
er
In
y t i C The
INDEX 1
Dua Film Terbaru Netflix Yang Bertabur Bintang
3
Sinopsis James Bond: No Time To Die
5
Film Dokumenter: La Revolution
7
Marvel vs DC
10 11
Tips Nonton Film Online Lebih Asik 5 Aplikasi Download Subtitle Terbaik Android
Creative Director Delfi Rifadonal Deputy Editor Aan Kurniawan Executive Digital Director Sudarmastuti Director of Editorial Operations Dian Sri Indriyani Executive Director Muhammad Arsyadi Director of Special Projects Sukemi Riadi Entertainment Director Estuadi Tatag Ramadhan Associate Editor Bone Sugara Design Director M. Fauzan Arifin Visuals Director Aldo Ngara Senior Designer Kesvi Yenzetri Senior Visual Editor Danang Anjar Hymawanto Pembimbing Sagiran, M.Pd. R. Wisnu Wijaya Dewojati, M.Pd.
Diklat Up-Skilling & Re-Skilling Guru DKV SMK 2020
Dua Film Terbaru Netflix Yang Bertabur Bintang
MANK
Tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan streaming fiwwlm, Netlix juga mampu menghasilkan film. Bahkan film yang dihasilkan tidak bisa dianggap remeh. Setelah sebelumnya menyabet beberapa penghargaan film dengan MARRIAGE STORY dan ROMA, serta menghasilkan film yang fenomenal seperti THE IRISHMAN yang dibintangi Al Pacino, dan EXTRACTION yang dibintangi aktor Thor, Chris Hemsworth, kini Netflix telah mengumumkan akan menayangkan 2 film terbaru lainnya. Berjudul MANK dan THE PROM, dua film ini akan menghadirkan sederet bintang ternama
Gary Oldman dalam film MANK
Film MANK menandakan momen kembalinya sutradara ternama David Fincher (Mindhunter, Gone Girl, The Girl with the Dragon Tattoo, The Social Network, The Curious Case of Benjamin Button, Fight Club). Berlatar belakang tahun 1930an, industri Hollywood dievaluasi ulang melalui sudut pandang seorang kritikus sosial yang pedas sekaligus penulis naskah yang alkoholik bernama Herman J. Mankiewicz (Gary Oldman), ketika ia berlomba untuk menyelesaikan naskah Citizen Kane
1
untuk Orson Welles (Tom Burke). Berbagai selebriti ternama pun akan ikut memeriahkan film ini, termasuk Gary Oldman, Amanda Seyfried, Lily Collins, Arliss Howard, Tom Burke, Tom Pelphrey, Sam Troughton, Ferdinand Kingsley, Tuppence Middleton, Joseph Cross, Jamie McShane, Toby Leonard Moore, Monika Gossman, dan Charles Dance. Saksikan film era keemasan Hollywood ini yang akan tayang di Netflix mulai tanggal 4 Desember 2020.
Edisi 308/November 2020
Disutradarai Ryan Murphy, The Prom merupakan adaptasi yang meriah dari musikal Broadway yang sangat digemari. Film ini bercerita tentang Dee Dee Allen (Meryl Streep) dan Barry Glickman (James Corden), dua bintang panggung New York City yang sedang menghadapi sebuah krisis, di mana pertunjukan Broadway baru mereka yang besarbesaran menjadi sebuah kegagalan yang mematikan karier mereka secara tibatiba. Sementara itu, seorang murid SMA di kota kecil di Indiana yang bernama Emma Nolan (Jo Ellen Pellman) sedang mengalami kesedihan yang berbeda. Terlepas dari dukungan sang kepala sekolah (Keegan-Michael Key), kepala Asosiasi Orang Tua dan Guru (Kerry
2
The Prom
The Prom
Washington) tetap menentangnya untuk menghadiri acara prom di sekolah bersama pacarnya, Alyssa (Ariana DeBose). Dee Dee dan Barry pun memutuskan bahwa situasi Emma bisa menjadi cerita yang sempurna untuk membantu memulihkan citra publik mereka. Oleh karena itu, keduanya pun pergi mengunjungi Emma bersama Angie (Nicole Kidman) dan Trent (Andrew Rannells) - dua aktor sinis yang juga ingin menaikkan pamor mereka. Namun ketika upaya egois mereka tidak berhasil, keempatnya justru menghadapi kehidupan mereka sendiri yang terbalik ketika mencoba memberikan Emma sebuah malam yang pantas ia dapatkan. The Prom akan tayang di Netflix mulai tanggal 11 Desember 2020 Edisi 308/November 2020
SINOP SIS
Aksi Daniel Craig dalam film James Bond: No Time To Die. (Foto: Universal Pictures)
James Bond: No Time To Die Trailer film James Bond: No Time To Die tayang perdana pada Rabu, 4 Desember 2019. Plot seri ke-25 franchise tokoh agen rahasia 007 itu bercerita mengenai kehidupan Bond usai pensiun dari dunia spionase, namun terpaksa kembali beraksi lantaran ingin membantu seorang teman. Kehidupan yang damai usai terlepas dari dunia agen rahasia, dirasakan James Bond hanya dalam kurun waktu yang terbilang singkat. Masa pensiunnya terganggu saat teman lamanya di Central Intelligence Agency (CIA), Felix Leiter, muncul dan meminta bantuan. Keinginan Bond untuk memberikan bantuan, membawanya berpetualang menelusuri jejak penjahat misterius yang dipersenjatai dengan teknologi baru yang berbahaya. Aksi kejar-kejaran, perkelahian, dan saling tembak mewarnai perjalanan James membongkar misteri. Film tentu saja menghadirkan sederet aksi yang melibatkan mobil-mobil mewah, perempuan cantik, adegan operasi khusus, serta teknologi khas agen rahasia
3
yang berkecimpung di dunia spionase. Film No Time To Die, menjadi film kelima bagi aktor Daniel Craig memerankan tokoh agen rahasia 007, sekaligus menjadi film terakhir baginya memerankan tokoh James Bond. Pasalnya, usia Daniel dinilai sudah tak lagi cocok memerankan tokoh Bond yang selalu digambarkan berusia 33 tahun. Hingga saat ini, Craig telah bermain dalam 5 judul film James Bond, yakni Casino Royale, Quantum of Solace, Skyfall, Spectre dan No Time To Die. Selain Daniel Craig, film No Time To Die juga dibintangi sederet aktor dan aktris ternama, di antaranya, Christoph Waltz, Ralph Fiennes, Naomie Harris, Rory Kinnear, serta LĂŠa Seydoux. Juga menampilkan Lashana Lynch, Ana de Armas, Ben Whishaw, dan aktor pemeran Freddy Mercury dalam film Queen, Rami Malek. Film James Bond: No Time To Die dijadwalkan tayang di jaringan bioskop seluruh dunia pada bulan April 2020 mendatang. Edisi 308/November 2020
4
Edisi 308/November 2020
Film Dokumenter Bagaimana jika Revolusi Perancis tak terjadi seperti yang diceritakan selama ini? Netflix rupanya akan menceritakan ulang pergolakan politik di Eropa tersebut melalui serial berjudul La Revolution, yang dirilis perdana mulai Jumat (16/10/2020). Serial ini akan menceritakan Revolusi Perancis dari kacamata Joseph-Ignace Guillotin, dokter sekaligus politisi terkemuka di Perancis pada abad ke-18. Cerita La Revolution berlatar pada awal 1787, saat Joseph-Ignace Guillotin (Amir El Kacem) menemukan penyakit misterius yang menyerang bangsawan Perancis. Gejalanya cukup aneh hingga membuat bangsawan yang menderitanya terdorong untuk membunuh rakyat jelata. Selain itu, darah penderitanya berubah menjadi warna biru. Karena itulah penyakit ini kemudian dinamai Blue Blood atau darah biru. Tak terima dengan kelakuan bangsawan yang membunuh rakyat jelata, mereka kemudian membentuk kelompok pemberontakan bernama Brotherhood.
La Revolution
Usaha pemberontakan Brotherhoood beberapa kali mengalami kegagalan. Kendati demikian, aksi mereka juga mulai membuat kaum bangsawan resah Para bangsawan bersumpah akan memusnahkan pemberontak yang tergabung dalam Brotherhood. Sementara itu, Brotherhood memilih fokus untuk menyusun rencana baru dan mengumpulkan pasukan. Saat mempersiapkan serangan lanjutan, pihak Brotherhood mulai mendengar tentang Blue Blood. Sayangnya, mereka belum mengetahui makna sebenarnya dari istilah itu
Serial La Revolution 2020 (Netflix)
Serial berbahasa Perancis ini diarahkan sutradara JĂŠrĂŠmie Rozan, Edouard Salier, dan Julien Trousselier. Sementara jajaran pemain yang bergabung adalah Doudou Masta, Julien Sarazin, Geoffrey Carlassare, Marilou Aussilloux, dan masih banyak lainnya. Apabila anda penasaran dengan kelanjutan ceritanya, jangan lewatkan serial La Revolution yang tayang di Netflix mulai Jumat (16/10/2020) mendatang.
5
Edisi 308/November 2020
6
Edisi 308/November 2020
Marvel vs DC Kenapa Film Adaptasi Marvel Selalu Dianggap Lebih Sukses? Beberapa tahun terakhir, dunia layar lebar selalu diramaikan dengan berbagai film adaptasi komik terkenal dari Hollywood. Dan dari sekian banyak film, Marvel dan DC Comics masih memegang peran dominan dalam menghasilkan film bertemakan superhero. Kesamaan tema dan jadwal tayang yang cenderung berdekatan, mau gak mau membuat film keluaran dua raksasa komik ini jadi sasaran empuk buat dibandingkan. Tapi kalau melihat ulasan dari Marvel vs DC, kayaknya banyak banget penonton yang merasa film adaptasi Marvel jauh lebih bagus daripada film gacoannya DC. Penilaian ini tentu gak keluar sembarangan. Ditilik dari berbagai parameter seperti pendapatan kotor sampai rating di Rotten Tomattoes, film dari DC memang masih kalah dibanding Marvel. Padahal kalau baca komiknya, baik Marvel maupun DC samasama punya plot dan tokoh yang menarik. Jadi kenapa misalnya, Justice League dinyinyir habis-habisan sementara The Avengers dipuja-puja? Mark Millar, penulis yang pernah bekerja sama dengan kedua perusahaan, bisa jadi punya jawabannya
1. Karakter yang gak cinematic Begitu Millar ditanya saat wawancaranya dengan Yahoo soal alasan di balik buruknya prestasi film superhero DC, ia punya jawaban sederhana: karakter DC Comics enggak cinematic alias gak cocok diadaptasi ke dalam versi layar lebar. Menurut Millar, penonton masih bisa melihat sosok manusia biasa di karakter superhero Marvel kayak Peter Parker yang murid sekolahan, Tony Stark yang pengusaha, atau bahkan Matt Murdock (Daredevil). Mereka punya kepribadian. Dengan kata lain, selama ini Marvel memusatkan perhatiannya pada karakter yang bisa membuat kita peduli.
7
Hal tersebut gak terlihat di film keluaran DC pada umumnya; bayi yang dikirim dari luar angkasa macam Superman adalah hal yang mustahil buat dibayangkan terjadi di kehidupan nyata. “Dengan pengecualian Batman, karakter seperti Superman dan Wonder Woman tidak dibangun berdasarkan identitas rahasia, melainkan berdasarkan kekuatan super mereka,� kata Millar. Coba bandingkan Batman dengan Green Lantern, lanjutnya. Kita sebagai penonton bisa memahami tindakan dan pemikiran Batman. Tapi jika berbicara soal cincin sakti milik Green Lantern yang bisa mengeluarkan benda fisik tiruan dan sinar hijau hanya dengan kekuatan pikiran, “Bagaimana kamu bisa membuat film berdasarkan hal seperti itu?� Setengah abad yang lalu hal kayak gitu masih bisa diterima, tapi sekarang sulit.
Edisi 308/November 2020
2. Karakter yang sudah gak cocok dengan abad 21 Millar sadar betul komentarnya bisa mengundang kontroversi di kalangan penggemar. Tapi, ia juga mengajak kita untuk melihat buktinya: film dari DC masih kurang sukses walaupun dibintangi aktor ternama dan penulis naskah kelas wahid. “Saya rasa mereka (karakter-karakter DC) berada terlalu jauh dari saat mereka dibuat dulu,� katanya. Contohnya Superman yang menurut Millar merupakan representasi dari Amerika abad 20, bukan Amerika Serikat zaman now. “Mereka terlihat sedikit usang.
Ketika anak-anak zaman sekarang melihat mereka, para superhero ini kelihatan tak terlalu keren.� Oke, pendapat dari Millar di atas mungkin ada benarnya, tapi mungkin sedikit meleset juga. Lussier dari io9
3. Alur cerita yang nyambung satu sama lain bikin penonton pengen nonton film Marvel secara keseluruhan
via sg.style.yahoo.com
Film-film keluaran Marvel seperti Iron Man, Captain America sampai The Avengers, punya alur cerita yang berhubungan satu sama lain. Tokoh-tokohnya pun diceritakan punya keterkaitan yang kuat baik di masa lalu maupun masa kini. Kisah superhero di film keluaran Marvel bakal sukses bikin penonton merasa ikut terbawa dalam plot mereka yang nyambung satu sama lain.
8
Edisi 308/November 2020
4. Jadwal tayang yang selalu kalah cepat
via dvcinquirer.com
DC Comics selalu lebih lambat menayangkan film adaptasinya dibandingkan dengan Marvel. Hal ini mau gak mau bikin DC sering dilabeli sebagai bayang-bayang Marvel di dunia film superhero
5. Ide Jenius Menyisipkan Adegan Film Selanjutnya di Pembukaan Film Ini dia nih yang suka bikin gemes, Marvel selalu menyisipkan adegan film lanjutan di awal film mereka yang sedang tayang di bioskop. Ini tentu bikin kita penasaran dan pengen buru-buru nonton kelanjutan cerita dari film yang kita tonton, ‘kan?
via nme.com
9
Edisi 308/November 2020
S P I T Nonton Film Online Lebih Asik Kini, banyak orang yang lebih memilih nonton film online, ketimbang harus pergi ke bioskop. Dengan alasan sangat praktis, karena lebih fleksibel baik secara waktu maupun tempat. Kalau kamu sering nonton film secara online, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan agar nonton kamu lebih asik. Berikut INDOZONE berikan 10 Tips Biar Nonton Film Online Lebih Asik.
Ajak Teman pasti nonton film, u a m u m a k Kalau hanya alau nonton k ru e s g n -teman ra ku h ajak teman e d a b o C . n mai sendiria reng, lebih ra a b n to n o n kamu buat eru. nton pasti lebih s get coba no re g ih b le a y ji n g sembari u Biar nonton n re a b n a ru eru-se ys. film horor, s an kamu gu m te a m a rs e nyali b
ambahan
eaker T asang Sp
P
apat iar mend b r, a b le h , film suda ang seru y lm fi Tampilan n o r an nont ahan bia m b la m a a g t n r e e p ak itu akan spe rasa beg coba gun dang ditonton te se film yang lalu ngan ter ja a y n a nyata. r a a gu teling ! Atur su g t n a a g g in g i n p Ta t me . rena taku di sebelah rumah keras, ka ga n tetang kamu da
Kalau Memungkinka n Coba Pakai Layar Lebar Kalau kamu punya la yar lebar yang bisa dipakai untuk st reaming film, pasti nonton kamu lebih as yik dan juga seru. Gambar lebih besar, seolah-olah kamu sedang nonton di bi oskop betulan. Kamu juga bisa lho gunakan proyektor, dengan begitu film yang kamu tonton bisa ditampilkan de ngan lebar sesuai selera.
Siapkan Camilan Tampilan film sudah lebar, biar mendapat Sebelum menonton film, siapkan camilan untuk dinikmati sembari menikmati jalan cerita film. Apa camilan favorit kamu ketika nonton film? Suka yang manis atau asin? Kalau kamu pecinta camilan manis, pilihan potongan buah segar bisa menjadi pilihan kamu. Selain menemani dengan setia ketika menonton, camilan potongan buah juga membuat kamu sehat tentunya.
Tonton Trailer Dulu n kamu Sebelum memilih film yang aka lebih tonton bersama teman-teman, yang baik kamu cari trailer dari film hulu. akan kamu tonton terlebih da u bisa Dengan begitu, setidaknya kam cerita mengira-ngira gambaran jalan dari film tersebut.
10
Edisi 308/November 2020
5
Aplikasi Download Subtitle Terbaik Android
Di setiap ponsel Android, pasti memiliki pemutar video bawaan dengan fiturfitur yang dimilikinya, tetapi sayangnya aplikasi bawaan ini sering kali tidak memiliki fitur yang kita cari. Fitur yang sering kali belum diberikan pada aplikasi bawaan ponsel Android yaitu fitur yang bisa memunculkan subtitle. Aplikasi subtitle video saat ini tergolong penting, mengingat banyaknya konten luar negeri. Nah, kali ini Jaka akan mengumpulkan 10 aplikasi translate video terbaik untuk Android, di mana aplikasi ini akan menampilkan subtitle di video yang kamu putar secara otomatis.
5 Aplikasi Video Player Penyedia Subtitle Terbaik Untuk Android Dari sekian banyak aplikasi subtitle otomatis yang ada saat ini, beberapa aplikasi memiliki fitur dan fungsi menarik yang tidak dimiliki oleh aplikasi lainnya. Bukan sebagai aplikasi subtitle saja, deretan aplikasi yang Jaka rekomendasikan kali ini memiliki fitur-fitur unggulan seperti dapat mensinkronisasi ulang subtitle dengan video, dan masih banyak lagi. Penasaran aplikasi apa saja yang jadi rekomendasi Jaka kali ini? Tanpa lama-lama lagi berikut ini infromasi selengkapnya.
1. MX Player Aplikasi pertama yang Jaka rekomendasikan adalah aplikasi MX Player. Aplikasi subtitle video ini sangat mendukung subtitle, bahkan tidak hanya subtitle yang beformat .srt saja. Masih ada banyak format subtitle yang dapat dibaca oleh aplikasi ini, yaitu .ssa, .sub, .txt dan masih lain sebagainya, dan kamu bisa dengan leluasa mengatur ulang jalannya subtitle di aplikasi ini. Ada lagi fitur yang cukup menarik, kamu bisa melakukan pembesaran atau zooming pada video yang sedang diputar. Gimana? Keren kan fitur-fiturnya?
2. VLC Player Kamu mungkin udah nggak asing lagi dengan aplikasi subtitle otomatis yang satu ini, VLC Player menjadi pilihan aplikasi pemutar video bagi pengguna PC dan sekarang mulai merambah pasar Android. VLC Player mampu menarik hati banyak orang berkat kemudahan penggunaannya dan juga fiturnya yang keren abis, dan sekarang kamu bisa menikmatinya di handphone kamu. Aplikasi yang satu ini mendukung berbagai macam jenis video dan subtitle, jadi kamu nggak perlu khawatir kalau video atau film yang kamu download nggak bisa diputer di sini.
11
Edisi 308/November 2020
3. GOM Player Aplikasi translate video yang satu ini sudah digunakan sejak lama oleh para pengguna PC berkat fitur-fiturnya yang menarik, dan juga kemudahannya untuk digunakan. GOM player sudah mendukung banyak format video, sehingga kalian bisa memainkan berbagai jenis format video di aplikasi ini tanpa harus khawatir. Selain itu, GOM Player juga sudah fitur pembaca subtitle secara otomatis. Jika kamu menyimpan file subtitle dan video di folder yang sama juga dengan nama yang sama, semuanya akan langsung terbaca.
4. KMPlayer KMPlayer adalah salah satu video player yang mendukung banyak jenis file video yang sangat lengkap, di mana ada puluhan format video yang kalian bisa putar menggunakan aplikasi penerjemah video ini. Mulai dari 3GP, FLV, MP4, MPEG, hingga WEBM sekalipun semuanya bisa diputar tanpa masalah lewat aplikasi yang satu ini. Selain itu, aplikasi ini juga bisa membaca subtitle yang sedang diputar secara otomatis, jadi kamu nggak perlu repot-repot melakukan pengaturan apapun di sini. Aplikasi ini memiliki reputasi yang sangat baik di mana sudah ada puluhan juta pengguna Android yang memanfaatkan aplikasi ini untuk menonton video di HP mereka.
5. BSPlayer Free BSplayer memiliki fitur yang tidak kalah menarik dengan video palyer lainya. BSPLayer sudah mendukung HW Decoding dan juga memiliki fitur hardware accelerator. Selain bisa membaca beberapa subtitle seperti ass ssa, srt, sub, dan txr, aplikasi ini mendukung banyak format video seperti MPEG, MP4, FLV, dan masih banyak yang lainya. Apliaksi BSPLayer ini juga sudah mendukung OTG loh, geng di mana kamu bisa langsung memutar video dari flashdisk yang terhubung ke HP kamu.
12
Edisi 308/November 2020