Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Catatan tentang Air
Situ Rawa Besar Oleh Teras Kamala & Prodi Arsitektur Universitas Pembangunan Jaya
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
2021
2021
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Catatan tentang Air
Situ Rawa Besar Oleh
Teras Kamala & Prodi Arsitektur Universitas Pembangunan Jaya
2021
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Tim IPTEKS bagi Masyarakat Prodi Arsitektur Universitas Pembangunan Jaya: Dwi Siswi Hariyani, S.T., M.Ars. Issa S. I. Tafridj, S.T., M.T., M.Sc. Glenn Hosea Helga Fauzan Nabila
Tim kolaborator Teras Kamala: Ahmad Mursyid Alvita R. Diella Amrih Maulana Anatasha Febriana Ashma
Feby H. Kaluara Gehitto Gibran Tragari Muhammad Fajrus Nadira S. Nurfajrina Vinny Asrita Wahyu Adi
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
2021
Daftar Isi
Daftar Isi 01/ Kata Pengantar (Tim Prodi Arsitektur UPJ)
05
02/ Kenalan dengan Teras Kamala
09
03/ Ada Apa dengan Air Situ Rawa Besar
13
04/ Yang dapat Kamu Temukan di Sekitar Situ Rawa Besar
17
05/ Kata Warga tentang Situ Rawa Besar
27
06/ TTS: Teka-Teki Situ
35
07/ Solusi Kecil tapi Pasti
37
08/ Harapan untuk ‘Sumber Kehidupan’
42
09/ Daftar Pustaka
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
45
03
2021
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
01/
Kata Pengantar Oleh
Issa S. I. Tafridj Dosen Program Studi Arsitektur Universitas Pembangunan Jaya
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Dalam diskursus permasalahan air di konurbasi Jabodetabekjur, Kota Depok memiliki peran yang cukup krusial karena posisinya yang berada di antara hulu dan hilir dua sungai besar yang mengalir dari Bogor, yaitu sungai Ciliwung dan Cisadane.
Teras Kamala & Prodi Arsitektur IBM UPJ
2021
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Kata Pengantar
2021
Keberadaan dua sungai besar ini, ditambah dengan adanya 23 situ yang tersebar di seluruh wilayah kota, membuat kawasan Kota Depok diharapkan mampu membantu menahan dan menyerap debit air sungai, terutama di musim hujan.
Secara umum, krisis air, utamanya di musim kemarau terjadi karena tidak seimbangnya kebutuhan konsumsi air yang harus dipenuhi dengan jumlah air bersih yang tersedia, baik secara alami dari cadangan air tanah, maupun yang dikelola oleh institusi tertentu seperti PAM.
Akan tetapi, kenyataan yang ada masih jauh dari ideal. Alih-alih menjadi pendukung penyelesaian permasalahan air di Jabodetabekjur, kota Depok sendiri masih mengalami krisis air lokal yang terjadi secara rutin setiap tahun: kekeringan di musim kemarau dan banjir di musim penghujan.
Yang cukup memprihatinkan dari krisis air di kota Depok adalah bahwa dua sungai besar, 11 satuan wilayah aliran sungai, dan 23 situ yang ada di dalam wilayahnya tetap tidak bisa memenuhi kebutuhan konsumsi air bersih. Salah satu faktor yang memperparah krisis air di kota Depok adalah permasalahan pada perilaku penduduk ketika berinteraksi dengan air.
Hal ini tentu tidak terjadi tiba-tiba. Menurut laporan dari Institut Pertanian Bogor, kawasan vegetasi di wilayah Kota Bogor berkurang secara drastis dari 78,4% di tahun 1991 menjadi hanya 43,12% di tahun 2010. Dalam kurun waktu yang sama, jumlah kawasan terbangun meningkat pesat, dari 11,61% menjadi 30,7%. Dengan area serapan air tanah yang berkurang secara signifikan, luasan daerah terbangun yang meningkat drastis, dan penggunaan air tanah yang tidak terkontrol, krisis air di Kota Depok tidak dapat dihindari.
06
Di Situ Rawa Besar yang merupakan fokus kajian kami, kebiasaan membuang sampah rumah tangga ke dalam situ sudah dianggap normal. Bukan hanya sampah rumah tangga, limbah rumah tangga, baik grey water (air bekas mandi dan cuci) maupun black water (air kakus) pun dialirkan dengan bebas ke dalam Situ.
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Kata Pengantar
Saat ini, Pemerintah Kota Depok sudah mencanangkan revitalisasi Situ Rawa Besar sebagai salah satu usahanya meningkatkan sektor pariwisata dan memperbaiki kualitas sumber daya air di Rawa Besar. Akan tetapi, usaha ini malah menuai kritik dari penduduk sekitar karena normalisasi Situ, penurapan, dan pembuatan jogging track di sekeliling Situ justru mengurangi jumlah ruang resapan air dan menyebabkan banjir di permukiman. Melalui program Ipteks bagi Masyarakat yang merupakan kerja sama antara Program Studi Arsitektur Universitas Pembangunan Jaya dan Teras Kamala ini, kami mencoba mengeksplorasi solusi-solusi lain yang dapat membantu memperbaiki kualitas sumber daya air di Situ Rawa Besar dengan pendekatan design thinking.
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
2021
Dengan pendekatan ini, kami berharap akan muncul solusi-solusi bottom-up yang mengimbangi kebijakan top-down dari pemeritah Kota Depok dan dapat membantu masyarakat di sekitar Situ Rawa Besar untuk merevitalisasi hubungan antara kehidupan sehari-hari dengan sumber daya air yang lebih sehat dan berkelanjutan. Selamat membaca Catatan tentang Air Situ Rawa Besar. Semoga karya sederhana kami ini dapat memotivasi kita semua untuk memperbaiki hubungan pribadi dengan air di sekeliling kita.
07
2021
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Solusi: Implementasi Design Thinking Metode yang dapat mendorong penelaahan kemungkinan dan penciptaan inovasi serta perubahan (Brown, 2009) Membuka kesempatan untuk kreatif, melihat perspektif baru dan memungkinkan solusi lain yang mungkin lebih tepat Bottom up
Teras Kamala & Prodi Arsitektur IBM UPJ
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
2021
Solusi Kecil tapi Pasti
5 Phases of the Design Thinking Process
Emphatise
Define
Analisis dan Menentukan Tujuan (Lokakarya Pemetaan dan Analisis)
Ideate
Merumuskan Ide (Diskusi Kelestarian Air dan Ujicoba Filtrasi Air)
Prototype
Test
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
Mengenal Masalah (Lokakarya System Thinking)
Peninjauan ide dan Rencana Implementasi
Ujicoba Ide & Evaluasi
09
2021
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
02/
Kenalan dengan Teras Kamala Oleh
Feby H. Kaluara Ketua Program Teras Kamala
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Kenalan dengan Teras Kamala
2021
Pada pertengahan tahun 2019 beberapa tempat di Kota Depok mengalami kekeringan. Media massa banyak memberitakan upaya pemerintah memberi subsidi air bersih dan pembangunan saluran PDAM di berbagai lokasi (Republika, 2019). Ada pula yang meliput peliknya kondisi sumur warga yang kerontang dilanda panas berkepanjangan (RadarDepok. com, 2019). Di tahun yang sama, BMKG memprediksi tahun 2040 Pulau Jawa akan kekeringan. Pada saat tetangga kami sedang berjibaku memasang saluran PDAM dan menggali lebih dalam sumur bornya, kebun Sendalu Permaculture[1] tetap berlimpah air seolah tiada masalah. Namun, kemarau panjang saat itu mengkhawatirkan kami. Menyiram tanaman sembari melihat kekeringan di sekitar membuat kami merasa egois sekaligus seperti melihat bom waktu. Apalagi isu kekeringan tidak hanya dirasakan di Kota Depok. Kami tidak mungkin bisa terus merasakan kelimpahan air jika kami menerapkan segala solusi yang ada sendirian. Sendalu Permaculture kemudian menggagas Teras Kamala, sebuah wadah atau mimbar untuk memicu diskusi, mencari solusi, dan melakukan eksperimen-eksperimen tentang isu air, khususnya di Kota Depok. Mimbar ini disediakan untuk siapapun—individu ataupun
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
komunitas—yang memang ingin mengulik isu air. Harapannya, Teras Kamala tidak hanya mampu meningkatkan kepedulian warga Depok, tetapi juga mendorong siapapun yang ingin berkolaborasi untuk mempelajari dan mencoba solusi isu air secara kolektif. Lebih lanjut, rangkaian kegiatan diadakan Teras Kamala dengan latar belakang fenomena kekeringan dan kebanjiran yang dialami Kota Depok (dan kota-kota berkembang lainnya). Kota Depok sendiri mengalami penurunan tanah karena penggunaan air tanah yang berlebihan. Lebih dari 40% penduduk kota ini mendapatkan sumber air minum juga dari tanah. Ditambah lagi, Ruang Terbuka Hijau
11
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
2021
Kenalan dengan Teras Kamala
Kota Depok kian menyusut karena maraknya pengembangan kota. Dengan minimnya ruang penyerapan sekaligus masifnya penggunaan air tanah, maka tidak mengherankan jika Kota Depok mengalami kekeringan dan kebanjiran di tahun yang sama.
Namun, kondisi lapangan menunjukkan bahwa sekitar Situ Rawa Besar sendiri juga minim peresapan dan airnya banyak digenangi sampah. Meski demikian, tidak dapat dipungkiri pula bahwa Situ Rawa Besar memiliki banyak potensi, khususnya sebagai tempat pariwisata.
Sementara Kota Depok juga memiliki banyak situ yang idealnya dapat menjadi ruang untuk air tertampung dengan ruang peresapan di sekitarnya. Salah satu yang cukup terkenal dan kerap disorot banyak pihak adalah Situ Rawa Besar atau Situ Lio.
Buktinya, dengan kondisi lingkungan yang telah disebutkan, Situ Rawa Besar tetap menjadi pilihan banyak warga untuk mencari hiburan dan sumber penghidupan, mulai dari memancing, duduk-duduk menikmati sore, lari pagi, hingga berjualan di sekitarnya.
Dari awal tahun 2020 hingga kini Teras Kamala telah melakukan beberapa rangkaian acara bersama beberapa komunitas lingkungan di Kota Depok, seperti Forum Komunitas Hijau Depok, Komunitas Ciliwung Depok, dan Earth Hour Depok. Rangkaian kegiatan Diskusi,
12
Lokakarya, dan Ujicoba [c]Air adalah langkah awal berjejaring untuk mengumpulkan modal sosial sekaligus melatih beberapa pendekatan pencarian solusi, seperti design thinking. Dengan Situ Rawa Besar yang menjadi pilot project kami, Teras Kamala
bekerjasama dengan Program Studi Arsitektur Universitas Pembangunan Jaya mencoba menelaah isu air situ hingga mencari solusinya dengan pendekatan tersebut. Meski terkendala pandemi COVID-19, semangat tim kolaborator dan kolega UPJ terus terjaga.
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Kenalan dengan Teras Kamala
Berbagai inisiatif kecil dilakukan oleh tim kolaborator, termasuk mengulik filtrasi air di rumah dan berdiskusi daring dengan komunitas-komunitas lain di luar kota yang memiliki semangat serupa. Sementara tim UPJ turut menelaah penerapan design thinking dalam meningkatkan partisipasi dan memicu ide-ide yang inovatif untuk isu air, khususnya di Situ Rawa Besar.
2021
Bagi kami kesadaran dan aksi kolektif seperti yang tengah kami gagas di Teras Kamala adalah krusial untuk bertahan di tengah guncangan isu lingkungan dan sosial, termasuk perihal air. Rob Hopkins (2011), seorang aktivis lingkungan yang juga bergelut di ranah permaculture, pernah menulis,
“Transition (peralihan[2]) bukanlah kuantitas yang dapat diketahui (secara pasti). Kita tidak pernah tahu apakah hal tersebut dapat berhasil. Transition merupakan eksperimen sosial dalam skala besar. Namun, kita perlu yakin, bahwa: (1) jika kita menunggu pemerintah, upaya yang ada akan terlalu kecil dan terlambat. (2) Jika kita melakukan sendirian, upaya yang ada akan terlalu kecil. Namun, (3) jika kita melakukannya sebagai komunitas-komunitas, upaya tersebut akan cukup dan tepat waktu”
Meski rangkaian kegiatan yang telah kami lakukan belum memiliki banyak dampak, apa yang kami lakukan bersama-sama ini dapat menjadi pondasi untuk terus berkolaborasi dan saling menguatkan di tengah terpaan perubahan lingkungan. Situ Rawa Besar juga menjadi pintu kami memahami bahwa isu air
bukan saja persoalan lingkungan semata, tetapi juga persoalan sosial yang rumit dan masih sulit kami rangkum. Rasanya, sampai di sini kami baru bisa memberi catatan kecil saja tentang air di Situ Rawa Besar. Semoga dapat dinikmati oleh para pembaca dan dapat memicu gulir aksi lainnya.
[1] Sendalu Permaculture adalah sebuah kebun swadaya pangan sekaligus tempat belajar hidup berkelanjutan di Sukmajaya, Kota Depok. [2] Peralihan atau Transition adalah gerakan yang dibuat Rob Hopkins untuk menerapkan berbagai pendekatan berkelanjutan, khususnya permaculture, dari skala komunitas hingga ke skala yang lebih besar dalam rangka melestarikan lingkungan. Gerakan ini berfokus pada kapabilitas setiap kelompok yang ingin membuat perubahan dengan mengoptimalkan yang dimilikinya sembari mempelajari dan mencoba upayaupaya yang dapat meningkatkan kapablitasnya.
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
13
2021
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
03/
Ada Apa dengan Air Situ Rawa Besar? Oleh
Amrih Maulana Komunitas Ciliwung Depok
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Ada Apa dengan Air Situ Rawa Besar
2021
Di Situ Rawa Besar ada banyak sekali objek yang bisa menjadi pembahasan atau potensi masing-masing, baik itu potensi wisata, ekosistem dan bencana sekalipun. Melihat Situ Rawa Besar tentu yang pertama kita bahas adalah sumber airnya. Sumber air Situ Rawa Besar ialah dari mata air atau air tanah yang mana posisinya berada tepat di tengah situ dan memiliki debit dan ukuran yang cukup banyak dan luas (untuk ukuran mata air). Sementara aliran-aliran yang mengalir ke Situ Rawa Besar adalah aliran dari irigasi pembungan warga atau drainase jalan yang bermuara di Situ Rawa Besar. Selain itu, air Situ Rawa Besar pun mengalir kembali ke aliran situsitu yang ada di kawasan kampus Universitas Indonesia. Bicara air Situ Rawa Besar tentu tidak terlepas dari potensi wisata dan bencana (banjir dan tumpukan sampah). Potensi wisata yang berada di sana ialah wisata air berupa perahu wisata situ (yang mana akan berkeliling mengitari Situ Rawa Besar). Kira-kira 3-10 tahun yang lalu, di Situ Rawa Besar ada perahu eretan yang menjadi salah satu sarana tranportasi warga dan anak sekolah yang berada di sisi timur Situ Rawa Besar yang ingin berpergian ke arah barat situ dan begitupun sebaliknya.
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
Dulu saya sering berenang di Situ Rawa Besar bersama teman saya selepas pulang sekolah atau ketika libur sekolah. Kini mungkin hanya sedikit anak-anak yang berenang di Situ Rawa Besar. Meski demikian, beberapa waktu lalu sebuah media sosial meliput anak-anak yang berenang di Situ Rawa Besar ketika hujan mengguyur. Menurut saya, saat ini berenang di Situ Rawa Besar amat beresiko karena tidak mudah untuk menaiki dinding turap situ yang cukup tinggi. Kondisi ini jelas berbeda di masa lalu saat saya dapat berenang dan kembali ke daratan dengan pembatas yang cukup datar.
15
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Ada Apa dengan Air Situ Rawa Besar
Bercerita beberapa tahun yang lalu Situ Rawa Besar dahulu itu menjadi salah satu objek potensi mata pencarian masyarakat sekitar. Ada yang berprofesi manjadi operator perahu eretan, petani tambak ikan air tawar, dan masih ada beberapa lagi yang menjadikan Situ Rawa Besar sebagai objek mata pencarian warga. Tidak seperti sekarang, di posisi timur Situ Rawa Besar itu beberapa tahun yang lalu dipadati oleh pemukiman warga. Sementara di posisi barat daya ada pemukiman kumuh yang menjadi tempat mata pencarian dari pengepul barang bekas. Tentu ketika bicara ada pemukiman kumuh, pasti ada juga pemukiman yang bisa dikatakan cukup rapi (komplek perumahan) yang mana jelas terlihat ada ketimpangan. Itu hanya satu sisi cerita yang ada di Situ Rawa Besar. Tidak hanya itu, beberapa tahun yang lalupun di posisi timur Situ Rawa Besar ada tempat pembuangan sampah sementara (TPS). TPS dan pemukiman warga yang ada di area bibir situ bagian timur tersebut telah direlokasi untuk kemudian direvitalisasi. Sementara di posisi barat tidak ada perubahan sama sekali dari beberapa puluh tahun terakhir.
16
2021
Posisi barat Situ Rawa Besar berbatasan langsung dengan perumahan dan wilayah komplek sekolah. Mungkin sekilas tidak terlihat sisi negatif pada area ini. Ditambah lagi revitalisasi juga sudah mengubah beberapa sisi muka Situ Rawa Besar. Namun, genangan air hujan kerap muncul di bagian ini. Beberapa titik genangan air hujan muncl karena air tidak turun secara maksimal ke dalam situ. Lalu, masih banyak lagi dampak dari penggenangan air di karenakan dari aliran Situ Rawa Besar yang telah dialihfungsikan. Tentu ketika bicara banjir tidak akan terlepas dari keterkaitan sampah. Banjir dan sampah ini menjadi salah satu potensi bencana lainnya yang mengintai Situ Rawa Besar, juga bahkan daerah yang menjadi aliran dari Situ Rawa Besar. MIsalnya, kejadian pada 1 Januari 2020 Jalan Arif Rahman Hakim mengalami banjir di bawah flyover yang juga merupakan dari aliran Situ Rawa Besar yang tidak tertampung. Sebelum Situ Rawa Besar mengalami revitalisasi sangat jarang terjadi banjir dan dulu seingat saya di sekitar Situ Rawa Besar masih terdapat beberapa pohon besar (pohon kapuk dan pohon mangga). Dulu di Situ Rawa Besar banyak sekali enceng gondok yang menutupi hampir seperempat bagian.
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Ada Apa dengan Air Situ Rawa Besar
Selain itu, juga ada sangat banyak sampah plastik yang menggenang di atas Situ Rawa Besar. Sampah tersebut sudah pasti menumpuk di pintu air yang mengatur debit air situ. Tidak jauh dari pintu air tersebut, terdapat satu TPS yang sangat mengganggu dari segi kerapian dan aroma. Meski demikian, hingga kini TPS tersebut tetap ada. Dengan adanya revitalisasi Situ
Rawa Besar pun mengalami banyak perubahan dari segi kerapian dan penataan di sekitarnya. Sebelum direvitalisasi, pemukiman liar di pinggir situ tidak tertata, masih banyak jamban liar, dan banyak pula warga yang menumpuk sampah di bibir situ yang mana merupakan halaman depan rumah mereka. Sekarang di bibir situ sudah terpasang tanggul
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
2021
dan Jogging track yang memepercantik situ saat ini. Pada area revitalisasi juga terdapat titik kumpul yang menjadi pusat aktivitas warga yang ingin berwisata atau sekadar bersantai. Sekarang pagi dan sore hari Situ Rawa Besar banyak di kunjungi orang dan banyak pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar area revitalisasi.
17
2021
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
04/
Yang dapat Kamu Temukan di Sekitar Situ Rawa Besar Grafis dan teks oleh Feby H. Kaluara
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Pada 13-14 Maret 2020 lalu, tim kolaborator Teras Kamala mengobservasi langsung dan mencoba memetakan hal-hal menarik apa saja yang kami temukan. Tim dibagi menjadi dua: sebagian memutari Situ Rawa Besar ke arah utara, sebagian lainnya ke arah selatan. Berbekalkan hasil cetak Situ Rawa Besar tangkapan satelit Google Earth, kamera telepon genggam, catatan kecil, dan alat tulis, kami mencoba merekam pengalaman kami. Setiap tim ada yang bertugas mencatat di peta, ada yang merekam dengan kamera, dan ada yang mengobrol dengan warga sekitar.
Teras Kamala & Prodi Arsitektur IBM UPJ
2021
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Meski hanya sekitar 4 jam kami berkeliling, ada banyak hal yang membuat kami merasa harus belajar lebih banyak. Misalnya, kebutuhan mengelola limbah, baik padat ataupun cair; besarnya antusiasme warga terhadap ruang publik; adanya peraturan tertentu terkait kegiatan memancing dan menambak; dan masih banyak lagi. Berikut sekilas rekaman kami. Pemetaan ini tidak menggambarkan secara utuh kondisi riil lapangan, tetapi cukup menjadi highlight terutama terkait isu air di Situ Rawa Besar.
2021
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Yang dapat Kamu Temukan di Sekitar Situ Rawa Besar
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
2021
21
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
22
Yang dapat Kamu Temukan di Sekitar Situ Rawa Besar
2021
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Yang dapat Kamu Temukan di Sekitar Situ Rawa Besar
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
2021
23
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
24
Yang dapat Kamu Temukan di Sekitar Situ Rawa Besar
2021
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Yang dapat Kamu Temukan di Sekitar Situ Rawa Besar
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
2021
25
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
26
Yang dapat Kamu Temukan di Sekitar Situ Rawa Besar
2021
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Yang dapat Kamu Temukan di Sekitar Situ Rawa Besar
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
2021
27
2021
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
05/
Kata Warga tentang Situ Rawa Besar Grafis dan teks oleh Vinny Asrita Rahma
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Hasil kuesioner berikut adalah olahan data yang diambil secara online berupa form yang dibuka dari bulan Februari hingga Maret 2021. yang diisi oleh 27 orang responden berdomisili Depok dengan umur 18-40 tahun. Pendataan ini diharapkan dapat gunakan sebagai salah satu pondasi kegiatan-kegiatan berikutnya dalam melestarikan air di Situ Rawa Besar secara kolektif.
Teras Kamala & Prodi Arsitektur IBM UPJ
2021
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
2021
Kata Warga tentang Situ Rawa Besar
Dari mana sumber air yang anda gunakan di tempat tinggal anda?
53,8%
Biasanya air yang paling banyak anda gunakan untuk melakukan apa?
50%
46,2%
11,5% 38,5%
Mandi dan buang air PDAM
Mencuci
Air Tanah
Minum dan masak
Bagaimana anda mengolah air limbah anda? Langsung ke saluran air kota atau got
65,4%
Septic Tank
50%
Ditampung di kolam flltrasi atau disaring
3,8%
Diarahkan ke biopori atau sumur
3,8%
30
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
2021
Kata Warga tentang Situ Rawa Besar
Apa manfaat terbesar Situ Rawa Besar bagi Anda? Sarana rekreasi (memancing, jalan-jalan)
Ruang terbuka hijau dan resapan air
Ruang untuk berinteraksi sosial
Tidak pernah berkegiatan disana
Tidak tahu
65,4% 65,4% 65,4% 65,4% 65,4% 65,4% 65,4%
Kegiatan apa yang pernah atau biasa anda lakukan di Situ Rawa Besar? Melakukan penelitian
Naik Sepeda
Mancing, naik getek
Naik perahu
Rumah keluarga saya ... Berolahraga, Lari
Nongkrong aja sih, rekreasi, ngadem
Pernah mengajar...
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
31
2021
Kata Warga tentang Situ Rawa Besar
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Menurut anda, apakah kondisi Situ Rawa Besar sudah mendukung kondisi tersebut? Cukup
84,6%
Kurang, Masih perlu ditingkatkan lagi
15,4%
Menurut anda persoalan apa yang paling mengkhawatirkan di Situ Rawa Besar?
Kualitas air buruk
Limbah padat & cair
Banjir.....
Bau busuk yang menyengat...
Ikan mati massal
Pendangkalan Air
32
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
2021
Kata Warga tentang Situ Rawa Besar
Menurut anda, usaha apa yang sudah dilakukan pihak pemerintah atau warga sekitar untuk mengatasi permasalahan yang anda sebutkan?
Peringatan larangan membuang sampah
Pembersihan rutin pagi dan siang oleh petugas kebersihan
Menurut anda apakah kualitas air Situ Rawa Besar baik untuk digunakan sehari-hari?
Menanami pohon untuk area peresapan
Menurut anda apakah kualitas air di Situ Rawa Besar baik untuk ekosistem didalamnya? (ikan, udang, ganggang dsb)
96,2%
65,4% 34,6%
Ya
Ya
Tidak
Tidak
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
33
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
2021
Kata Warga tentang Situ Rawa Besar
Menurut anda apakah revitalisasi yang tengah dikerjakan oleh pemerintah kota Depok dapat memberikan dampak positif bagi kualitas air Situ Rawa Besar? Ya
15,4%
84,6%
Tidak
Menurut anda apakah kualitas air situ rawa besar dapat diperbaiki atau dilestarikan?
100% Ya Tidak
34
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
2021
Kata Warga tentang Situ Rawa Besar
Apabila terdapat program dalam upaya memperbaiki Situ Rawa Besar, apakah anda bersedia untuk terlibat?
26,9% 73,1%
Ya Tidak
Apakah harapan anda terhadap Situ Rawa Besar kedepannya? ”...memberikan banyak manfaat
”..dapat menjadi sarana rekreasi,
bagi warga di sekitar tanpa
sarana edukasi dan dapat
merusak ekosistem yang ada”
menjadi sumber penghasilan masyarakat setempat” ”..semoga menjadi ruang terbuka hijau yang bersih
”...Situ Rawa Besar merupakan situ yang sudah diketahui banyak orang. Oleh karena itu ”...agar semakin banyak orang yang sadar dan melakukan hal kecil sedikit demi sedikit...”
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
pemerintah perlu lebih tegas lagi memperhatikan kebutuhan Situ Rawa Besar”
35
2021
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
06/
Teka-Teki Situ Rawa Besar Konten Oleh Gehitto
2021
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
3 1
2
5 4
6
Menurun 1. Limbah Cuci Piring 3. Tanaman air yang banyak di Situ Rawa Besar
Menyamping 2. Tranportasi air warga Situ Rawa Besar 4. Luas Situ Rawa Besar Saat ini 5. Kegiatan yang sering dilakukan warga di tepi Situ Rawa Besar 6. Inisiatif kecil tapi pasti
Kunci Jawaban : Menurun : (1 Grey Water, (3) Eceng Gondok ; Menyamping : (2) Perahu Eretan, (4) 13 Ha, (5) Memancing, (6) Filtrasiw Air
2021
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
07/
Solusi Kecil Tapi Pasti Oleh
Anatasha Febriana & Alvita R. Diella Earth Hour Depok
2021
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Solusi Kecil tapi Pasti
Setelah kita mengenal Situ Rawa Besar, kita dapat memahami bahwa sebenarnya banyak sekali potensi yang dapat dimaksimalkan, mulai dari rekreasi sampai ekonomi.
Sayangnya, potensi-potensi tersebut belum optimal.. Potensi wisata dan ekonomi seperti keramba ikan dapat terganggu dengan rendahnya kualitas air Situ Rawa Besar. Banyak aliran air yang mengarah ke situ membawa limbah domestik yang mana menjadi faktor utama penentu kualitas air. Secara kasat mata, terlihat bahwa warna air di Situ Rawa Besar cenderung keruh dan terdapat sampah yang menggenang. Situ Rawa Besar merupakan kawasan penyangga dan resapan air untuk wilayah Kota Depok dan sekitarnya dengan luas 13 Ha (Setiawati, 2019). Tentunya warga sekitar Situ mendapatkan manfaat lebih dengan memancing ikan secara gratis, rekreasi murah dan tidak jauh dari tempat tinggal, bahkan membuka ladang usahai. Apabila kualitas air Situ terjaga, tentu manfaatnya juga akan dirasakan oleh warga sekitar. Terdapat beragam upaya yang dapat dilakukan untuk tidak semakin mencemari air di Situ Rawa Besar. Salah satunya adalah dengan menyaring limbah rumah tangga sebelum dialirkan ke Situ. Teras Kamala telah melakukan uji coba prototipe filtrasi dengan bahanbahan yang mudah ditemui. Air hasil dari prototipe ini menjadikan PH air cenderung netral dan lebih jernih.
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
39
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Solusi Kecil tapi Pasti
2021
Filtrasi ini dapat dilakukan secara manual atau dapat diintegrasikan dengan sistem pembuangan air di rumah-rumah. Terdapat beberapa material yang dibutuhkan untuk menyaring air secara maksimal. Sebelum mengetahui bagaimana praktik pembuatannya, kita perlu mengenal fungsi dari material-material filtrasi ini. Berikut penjelasannya.
Material & Fungsinya
Pasir Zeolit Berguna untuk menukar menukar ion, melunakkan air sadar, dan menurun jumlah kadar besi
Pasir Silika Berguna untuk menghilangkan kandungan lumpur, tanah dan sedimen berukuran sedang - kecil lain dalam air
Karbon Aktif Berguna untuk menyerap bau dan klorin, serta menjernihkan air dari seluruh kontaminan
PH Asam Baik untuk membersihkan perabotan
Ijuk Berguna untuk menahan benda-benda padat yang terbawa oleh air dalam tahap filtrasi
40
Pasir Halus Berguna untuk menyaring kotoran-kotoran halus dan menahan endapan lumpur dalam air
PH Netral Baik untuk dikonsumsi dan menyiram tanaman PH Alkali Baik untuk mencuci buah dan sayuran
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
2021
Solusi Kecil tapi Pasti
Setelah mengenal bahan-bahannya, yuk kita buat alat filtrasinya! Oya, alat filtrasi ini sangat memungkinkan untuk dimodifikasi sesuai kebutuhan loh, yuk salurkan kreativitasmu! Bahan-Bahan Prototipe :
Langkah Kerja : 1.
1. Wadah 2. 5 lembar kain 3. Ijuk 4. Pasir halus 5. Pasir silika 6. Karbon aktif 7. Batu zeolit
Cuci semua material sebelum digunakan. Cuci hingga air cucian jernih
2. Susun bahan-bahan diatas dengan meletakkan selembar kain pada bagian paling bawah agar bahan-bahan tersebut tidak lolos terbawa air 3. Pada lapisan pertama masukkan pasir halus setinggi 5 cm, lalu lapisi kembali dengan selembar kain
4. Lapisan kedua adalah ijuk setinggi 5 cm dan lapisi kembali dengan selembar kain 5. Lapisan ketiga adalah batu pasir silika setinggi 5 cm dan dilapisi kembali dengan selembar kain
6. Lapisan keempat adalah karbon aktif setinggi 5 cm dan lapisi kembali dengan selembar kain 7. Lapisan terakhir adalah zeolit setinggi 5 cm dan dilapisi kembali dengan selembar kain
Tips & Trik : 1.
Sebaiknya wadah yang digunakan berbentuk vertikal, karena semakin panjang material filtrasi akan berpengaruh terhadap hasil filtrasi
2.
Agar mudah membersihkan setiap materialnya, sebaiknya material ditempatkan pada wadah-wadah terpisah yang kemudian dirangkai,
3. Dalam kurun waktu tertentu (ketika air hasil filtrasi terlihat lebih keruh dari biasanya atau terdapat gumpalan pada material) sebaiknya dibilas agar hasil tetap terjaga
Setiawati, R. (2019). Program Revitalisasi Situ Rawa Besar Sebagai Daya Tarik Wisata Air di Kota Depok. Jurnal Sosial Humaniora Terapan, 2(1).
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
41
2021
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
08/
Harapan untuk “Sumber Kehidupan”
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Apa yang telah kami catat tentang Situ Rawa Besar ini baru selangkah untuk memahami isu air yang ada. Ada banyak hal yang dapat dieksplorasi lagi hingga dapat menghasilkan pengetahuan baru untuk dibagi ke warga Depok. Bagaimanapun Situ Rawa Besar telah memberi pemahaman kepada kami bahwa air adalah elemen yang turut serta dalam perkembangan kota. Memaknainya hanya sebagai fitur kota yang dapat dipercantik tidak akan melepasnya dari pencemaran.
Semoga apa yang telah kami rekam ini dapat memicu semangat temanteman lain untuk terus melestarikan air. Memaknai dan menghargai air di setiap tetesnya akan menentukan masa depan kita juga.
Teras Kamala & Prodi Arsitektur IBM UPJ
2021
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
2021
Harapan untuk ‘Sumber Kehidupan’
“Tumbuh menguatnya nilai-nilai
“Dengan setiap tahunnya memperingati
berbagai upaya kita membangun
warga di dunia sadar akan pentingnya
perawatan dan pengasuhan dalam
Hari Air Sedunia , diharapkan semua
kelestarian kehidupan.
air bersih bagi kehidupan. Kita telah
Dalam konteks air: menghormatinya
kita, sebagai imbal baliknya, juga
kehidupan banyak mahluk. Merawat dan
untuk melestarikan sumber daya air,
dan memulihkan kembali air (hulu-hilir
menjaga ketersediaan air”.
sebagiannya kini sedang dalam keadaan
Wilma Chrysanti, LabTanya & Kota Tanpa Sampah
banyak mengambil air untuk kebutuhan
sebagai bagian penting dan leluhur
sadar untuk melalukan upaya-upaya
menjaga kelestariannya. Menyembuhkan
mengendalikan pencemaran air dan
serta keseluruhan siklus panjangnya) yang sakit atau bahkan sekarat”.
Adhi Wiswakarma Desantara, LabTanya
44
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Harapan untuk ‘Sumber Kehidupan’
2021
“Seperti layaknya oksigen, manusia tidak dapat bertahan tanpa air untuk hidup. Segala kegiatan kita sehari-hari pun
berhubungan dengan air, mulai dari kita bangun tidur, bebersih, bekerja, makan,
minum hingga kembali istirahat. Sangat sedih bahwa air yang bersih semakin
terbatas dan bahkan semakin sulit diakses. Meskipun banyak tantangannya,
harapanku kita bisa terus mengupayakan hak dasar kita sebagai manusia akan air bersih, tanpa ada yang menguasai dan
memprivatisasinya. Air bersih seharusnya bisa didapatkan semua orang tanpa “Bahwa air adalah hak semua manusia
saat ini dan mendatang, semua pihak di
terkecuali, bukan dengan dijual atau dieksploitasi penggunaannya.
Indonesia harus sepakat untuk mengelola
Selain itu, kita juga harus lebih peka
dengan kompetensinya, harapannya
Gunakan air secukupnya dan seperlunya
tujuan ini dengan adil dan merata sesuai langkah bersama ini perlu pemimpin dan
terhadap sumber air di sekeliling kita.
karena hak air bersih adalah milik semua
perlu pengetahuan yang tidak beku”.
orang”
Ramalis Sobandi, Yayasan Tunas Nusa
Amelia Putri, LabTanya
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
45
2021
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
09/
Daftar Pustaka
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
2021
Daftar Pustaka
Anggraini, Novita.2018. Krisis Air Bersih di Depok pada https://www.youtube.com/ watch?v=lCJimn5M82Q&t=27s, diakses Januari
2020
Hopkins, R. (2011). The Transition Companion: Making Your Community More Resilient in Uncertain Times. Somerset: Transition Books Kota Depok dalam Angka 2019 Radnawati, D. 2005. Evaluasi Ruang Terbuka Hijau Kota Depok sebagai Kawasan Konservasi Air menggunakan Data Satelit Multi Temporal. Institut Pertanian Bogor Setiawati, R. 2019. Program Revitalisasi Situ Rawa Besar Sebagai Daya Tarik Wisata Air di Kota Depok pada Jurnal Sosial Humaniora Terapan, 2(1). Utama, A. 2019. Jawa 'kehabisan air' tahun 2040: Ratusan juta orang terancam bencana yang 'tak pernah terbayangkan pada https://www.bbc.com/ indonesia/indonesia-49190635, diakses Agustus
2020
Kekeringan Depok Meluas pada https://www. radardepok.com/2019/07/kekeringan-depok-meluas/,
diakses Desember 2019
Tahapan Deisgn Thinking, Emily Stevens,”What Is Design Thinking? A Comprehensive Beginners Guide” pada www.careerfoundry.com, diakses pada 11
Februari 2020
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ
47
Catatan Tentang Air Situ Rawa Besar
Teras Kamala & Prodi Arsitektur UPJ