

![]()



Salatiga, sebuah kota kecil yang menjadi kota tertua di Jawa memiliki sejarah panjang sejak 750M ditandai dengan keberadaan Prasasti Plumpungan. Dalam perjalanannya, Salatiga melewati banyak perubahan dari masa kerajaan Hindu-Buddha, Mataram Islam, penjajahan kolonial Belanda, masa kemerdekaan Indonesia, hingga sekarang menjadi Salatiga yang dikenal toleran dan nyaman untuk ditinggali.

Dalam upaya menuturkan cerita tentang Salatiga yang menarik untuk dibagikan, Telusur Kota hadir sebagai wadah bagi masyarakat yang memiliki ketertarikan yang sama untuk belajar dari apa yang terjadi di masa lalu, sebagai bekal untuk mengukir sejarah baru di perjalanan yang akan datang.
Salatiga memiliki peran penting pada masa kolonial yang membuat Belanda membentuk
struktur pemerintahan untuk mendukung kepentingannya. Bersama Telusur Kota, mari
kita menyusuri jejak Pusat Kota Kolonial di Salatiga

Bundaran Tamansari menjadi titik pusat pertemuan wilayah yang selalu ramai dilewati
berbagai jenis kendaraan baik di masa lampau, maupun masa kini.

Mengunj
Bank Jat
terdapat
hotel Kal
yang sud
berdiri se
zaman k

Melalui Rumah Dinas Walikota, kita bisa melihat gambaran bagaimana peran Pemerintahan
Kolonial dalam mengatur Salatiga di masa itu.


Diantara bangunan ruko yang menjulang tinggi, GPIB masih berdiri tegap mempertahankan keaslian dan kisah yang menarik di baliknya.

Penutur Mini guide book
Dokumentasi foto dan video
2 Jam
Untuk informasi lebih lanjut mengenai
ketersediaan trip Telusur Kota, Teman Telusur bisa langsung menghubungi :


