Skip to main content

Pusat kota Kolonial

Page 1


PUSAT KOTA KOLONIAL

Salatiga, sebuah kota kecil yang menjadi kota tertua di Jawa memiliki sejarah panjang sejak 750M ditandai dengan keberadaan Prasasti Plumpungan. Dalam perjalanannya, Salatiga melewati banyak perubahan dari masa kerajaan Hindu-Buddha, Mataram Islam, penjajahan kolonial Belanda, masa kemerdekaan Indonesia, hingga sekarang menjadi Salatiga yang dikenal toleran dan nyaman untuk ditinggali.

Dalam upaya menuturkan cerita tentang Salatiga yang menarik untuk dibagikan, Telusur Kota hadir sebagai wadah bagi masyarakat yang memiliki ketertarikan yang sama untuk belajar dari apa yang terjadi di masa lalu, sebagai bekal untuk mengukir sejarah baru di perjalanan yang akan datang.

Salatiga memiliki peran penting pada masa kolonial yang membuat Belanda membentuk

struktur pemerintahan untuk mendukung kepentingannya. Bersama Telusur Kota, mari

kita menyusuri jejak Pusat Kota Kolonial di Salatiga

ITINERARY

Bundaran Tamansari menjadi titik pusat pertemuan wilayah yang selalu ramai dilewati

berbagai jenis kendaraan baik di masa lampau, maupun masa kini.

Mengunj

Bank Jat

terdapat

hotel Kal

yang sud

berdiri se

zaman k

Melalui Rumah Dinas Walikota, kita bisa melihat gambaran bagaimana peran Pemerintahan

Kolonial dalam mengatur Salatiga di masa itu.

Diantara bangunan ruko yang menjulang tinggi, GPIB masih berdiri tegap mempertahankan keaslian dan kisah yang menarik di baliknya.

FASILITAS

Penutur Mini guide book

Dokumentasi foto dan video

ALOKASIWAKTU

2 Jam

Untuk informasi lebih lanjut mengenai

ketersediaan trip Telusur Kota, Teman Telusur bisa langsung menghubungi :

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Pusat kota Kolonial by telusurkota - Issuu