Skip to main content

Majalah JENIUS - Edisi 1

Page 1

Prodi Akuntansi Program Sarjana


> SALAM REDAKSI - Sambutan oleh Bu Wahyu

Majalah Jenius (Jendela Informasi Kampus) adalah majalah yang diterbitkan oleh Tax Center Universitas Pamulang. Majalah ini memuat hal-hal terkait kampus Universitas Pamulang, Informasi umum perpajakan, perubahan dan perkembangan perpajakan, dan isu-isu terbaru seputar dunia perpajakan. Majalah ini diterbitkan sebulan sekali yang akan diterbitkan secara online di web Prodi S1 Akuntansi Unpam (http://akuntansi.unpam.ac.id)

(Penanggung jawab redaksi) .......... 3 > SAPA UNPAM - Perkenalan Universitas Pamulang... 4 > ABOUT RTC - Info pengenalan Tax Center UNPAM .......................................... 5 - Daftar sosial media TC ................... 5 > UPDATE RTC - Keikutsertaan dalam Relawan Pajak ............................................... 6 - Kegiatan KTC 25 September .......... 7 > KABAR UNPAM - Peresmian Rumah kemahasiswaan. 9 - Putra putri Akuntansi jadi Finalis Putra Putri Banten ........................ 10 > JEJAK PRESTASI - UNPAM raih peringkat 55 ........... 11 > KABAR PAJAK - Pengenalan Pajak ......................... 12 - Pengenalan PPh 21 ...................... 13 - Insentif Pajak Diperpanjang......... 14 - NIK menggantikan NPWP............ 15

Dokumentasi Tax Center

> UNPAM BERSUARA - RUU KUP ..................................... 16 - Menambah penghasilan dengan crypto .............................................. 17

2

Majalah Tax Center Oktober 2021


Salam Pengantar oleh Penanggungjawab Redaksi: Wahyu Nurul Hidayati, S.E., Ak., M.Ak

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum wr. wb. Puji syukur kehadirat Allah yang telah melimpahkan rahmat-Nya, semoga kita semua dalam keadaan sehat, bahagia dan selalu dalam lindungan-Nya, Aamiin. Berkat rahmat dan hidayah-Nya, Alhamdulillah, tim redaksi Tax Center Universitas Pamulang dapat menyelesaikan Majalah JENIUS, di mana majalah ini ditujukan sebagai media penyebaran info-info terupdate dari Tax Center, Info Kampus, serta sebagai wadah Kreativitas dan Prestasi untuk para mahasiswa dan Dosen Universitas Pamulang. Majalah JENIUS Edisi Perdana diterbitkan sesuai dengan timeline yang telah dibuat oleh tim Redaksi. Majalah ini akan terbit setiap bulan, sehingga saya berharap para anggota Relawan Tax Center (RTC) dan mahasiswa dapat terus berkarya, berinovasi, beropini dengan penuh hal baik sehingga menciptakan positive vibe bagi untuk para pembaca Majalah JENIUS. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua Tim Redaksi Tax Center yang telah bekerja keras dalam pembuatan majalah, serta seluruh pihak yang turut mendampingi dalam membantu terbitnya Majalah JENIUS ini. Mungkin masih banyak kekurangan dan kesalahan dari penulisan majalah Tax Center ini. Maka dari itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk terus membenahi kekurangan dan kesalahan sehingga Majalah JENIUS ini dapat menjadi lebih baik lagi. Semoga Edisi Perdana ini dapat memberikan motivasi untuk selalu berkarya dalam bentuk tulisan, sehingga menghasilkan generasi yang cerdas dan terampil dalam membaca dan menulis, dan menjadikannya budaya khas yang melekat. Atas kerjasama dan doa dari semua pihak, Kami sampaikan terima kasih, dan Selamat Membaca. Salam, redaksi.

3

Majalah Tax Center Oktober 2021


Source : Google

Halo, Jeniuser! Kenalan sama UNPAM yuk!! Universitas Pamulang atau yang lebih kita kenal sebagai Unpam didirikan pada tahun 2000 di bawah naungan Yayasan Prima Jaya. Namun pada tahun 2005, Unpam dialihkan kepemilikan dan pengelolaannya menjadi di bawah naungan Yayasan Sasmita Jaya. Yayasan Sasmita Jaya memiliki tujuan yang mulia, mereka ingin mewujudkan suatu sarana pendidikan yang murah dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa melupakan kualitas dari pendidikan itu sendiri. Tujuan yang mulia ini diterapkan oleh Unpam hingga sekarang. Unpam sendiri memiliki visi untuk menjadi Universitas peringkat 40 besar tingkat nasional yang dilandasi oleh nilai humanis dan religius pada tahun 2024. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Unpam selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi seluruh mahasiswanya, mulai dari staff dan tenaga pengajar yang kompeten dalam bidangnya, hingga pada pengembangan kurikulumnya. Per Februari 2021, berdasarkan data yang diunggah di Web resmi Universitas Pamulang (unpam.ac.id), jumlah mahasiswa saat ini adalah sebanyak 74.340 mahasiswa aktif. Dengan ini, mari kita bersama-sama membangun Unpam menjadi Universitas Terbaik, dan banggakan Almamater kita!

4

Majalah Tax Center Oktober 2021


ABOUT RTC Relawan Tax Center

Hai, Jeniuser! Kali ini kita kenalan sama Tax Center-nya Unpam, yuk. Apa sih Tax Center itu? Tax Center merupakan sebuah organisasi mahasiswa sebagai wadah yang mendukung kegiatan akademik dan non-akademik dengan fokus utama pada layanan masyarakat di bidang perpajakan. Tax Center Unversitas Pamulang didirikan pada 11 september 2014, sempat vakum selama beberapa tahun hingga akhirnya diaktifkan kembali pada tahun 2019 dan secara resmi diakui sebagai salah satu Organisasi Mahasiswa Universitas Pamulang pada tahun 2020. Saat ini, Tax Center berada di bawah naungan Ibu Wahyu Nurul Hidayati sebagai ketua Tax Center. Di bawahnya, anggota Tax Center Unpam dikenal dengan sebutan Relawan Tax Center (RTC), yang diketuai oleh Nisrina Jaesa, dengan total anggota sebanyak 30 relawan. Tax Center Unpam rutin mengadakan berbagai kegiatan bulanan untuk menyapa teman-teman mahasiswa semua sekaligus berbagi ilmu. Kegiatan rutin ini adalah: KTC (Kelas Tax Center), Sharing Session, Seminar, dan Kuis Tax Center yang selalu update di akun Instagram resmi Tax Center Unpam. Jeniuser sudah follow belum nih? Kegiatan-kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan Tax Center untuk temanteman dalam bidang perpajakan. Selain itu, Tax Center juga menjadi perantara untuk mahasiswa, dosen, dan umum yang ingin dibantu untuk pembuatan NPWP sampai pendampingan pelaporan SPT, karena Tax Center Unpam sudah bekerja sama dengan Kanwil DJP Banten. Wah, banyak ya kegiatan Tax Center. Jeniuser siap jadi bagian Tax Center selanjutnya? Stay tune di akun social media Tax Center Unpam supaya tidak ketinggalan info-info terbaru dari kami, ya!

Dapatkan Informasi Terbaru Tentang Tax Center Unpam Di :

5

Taxcenter_unpam

Taxcenter unpam

Taxcenterpamulang@gmail.com

taxcenterunpam

Majalah Tax Center Oktober 2021


RELAWAN TAX CENTER UNIVERSITAS PAMULANG BERPARTISIPASI DALAM KEGIATAN RELAWAN PAJAK 2021

Dokumentasi Tax Center

Hai, Jeniuser! Tau nggak sih kalau ada program yang namanya Relawan Pajak? Tax Center Universitas Pamulang mempunyai anggota Relawan Pajak, loh! Relawan Pajak adalah program yang diadakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang bekerja sama dengan Tax Center Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan edukasi perpajakan dengan melibatkan pihak Dokumentasi Tax Center ketiga. Para Relawan Pajak dituntut untuk mampu menjembatani antara Wajib Pajak dengan Para Petugas Pajak/Fiskus untuk memenuhi kewajiban perpajakannya. Tax Center Unpam bekerja sama dengan Kanwil DJP Banten untuk mengirimkan para Relawan Pajak setiap tahunnya, dan sudah rutin mengikuti program ini sejak tahun 2019 lalu. Tahun 2021 ini Tax Center Unpam mengirimkan total sebanyak 26 anggota RTC untuk menjadi Relawan Pajak, yang ditugaskan di KPP Pratama Tigaraksa. Namun dikarenakan Pandemi Covid-19 belum juga usai, kegiatan ini dilakukan secara online dengan didampingi oleh koordinator dari KPP Tigaraksa. Relawan Pajak Unpam juga membuka kegiatan offline di ruang sekretariat Tax Center di kampus pusat Universitas Pamulang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Program ini sudah berlangsung sejak diresmikan bulan Februari lalu sampai dengan bulan September. Sebelum ditugaskan, Relawan Pajak dibekali dengan pelatihan sehingga mereka memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang pajak yang memadai. Banyak sekali manfaat menjadi relawan pajak seperti memperluas relasi, belajar hal baru tentang pajak, belajar berinteraksi dengan macam-macam karakter Wajib Pajak, dan pengalaman-pengalaman baru lainnya. Siapkah kamu menjadi Relawan Pajak selanjutnya, Jeniuser?

Penulis: Dinda Puspa Yudha Editor: Vitha Putri Utami

6

Majalah Tax Center Oktober 2021


KELAS TAX CENTER “Tata Cara Pengisian dan Pelaporan SPT PPh Pasal 21” Dokumentasi Tax Center

25 September 2021, Tax Center Universitas Pamulang mengadakan kegiatan rutin bulanan yaitu KTC (Kelas Tax Center) yang dilakukan melalui aplikasi zoom meeting. KTC ini diselenggarakan untuk memberikan informasi dan pengetahuan lebih mendalam kepada mahasiswa, dosen serta masyarakat umum terkait aspek perpajakan Kegiatan KTC kali ini membahas mengenai “Tata cara Pengisian dan Pelaporan SPT PPh Pasal 21” yang dibawakan langsung oleh narasumber kece kita, Kak Alicia Herynda Syamsina, yang merupakan staff KKP Tri Agung Tofiq (TAT) dan Partners, sekaligus mahasiswi Universitas Pamulang, dan dipandu oleh kak Vitha Putri Utami selaku moderator. 7

Majalah Tax Center Oktober 2021

Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan dihadiri oleh berbagai kalangan dari mahasiswa, dosen serta kalangan umum. Harapan dari panitia setelah terselenggaranya KTC ini adalah peserta yang mengikuti kegiatan KTC diharapkan mampu memberikan edukasi kepada keluarga maupun masyarakat sekitar terkait ilmu yang telah didapat, terutama bagi Wajib Pajak untuk melaksanakan peraturan perpajakan yang ada.

Penulis: M. Reza Turaihan Wahab Editor: Salmawanti


Update rtc

Masih info Masih kurang kurang info soal soalmasjidhskahdsd perpajakan?

Atau malah ketinggalan KTC sebelumnya?

Tenang, Tax Center kembali mengadakan Kelas Tax Center nihh. Kali ini, tema yang diangkat adalah "Diskusi PPh Pasal 4 Ayat 2", dan pastinya dengan narasumber-narasumber yang super keren lho!

Gimana sih, caranya ikutan? Perhatikan info di bawah ini ya! Untuk info lebih lanjut, kunjungi laman instagram Tax Center Universitas Pamulang.

Yuk, Jeniuser. Ikuti kegiatannya dan jadilah Generasi Muda yang Sadar Pajak!

8 Majalah Tax Center Oktober 2021


Pada Senin 20 September 2021, Universitas Pamulang mengadakan Peresmian Rumah Kemahasiswaan dan Panggung Demokrasi yang berlokasi di kampus Witanaharja. Rumah Kemahasiswaan dan Panggung Demokrasi ini diresmikan oleh Ketua Yayasan Sasmita Jaya Grup, Bapak Dr. HC. Drs. H. Darsono, dan Rektor Universitas Pamulang, Dr. H. E. Nurzaman, AM., M.M., M.Si. Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Dr. Iman Imanuddin, S.H, SIK., M.H, jajaran Civitas Akademik Unpam, perwakilan Alumni, perwakilan seluruh HIMA dan UKM, serta perwakilan Mahasiswa. Acara dimulai dengan laporan oleh Wakil Rektor III yaitu Bapak Dr. M. Wildan, S.S., M.A, beliau menyampaikan bahwa kelak Rumah Kemahasiswaan ini dapat dijadikan sebagai tempat untuk berkeluh kesah, mengungkapkan aspirasi dan juga berdiskusi.

9

Rumah Kemahasiswaan ini akan dibuka setiap hari, sehingga siapapun yang ingin mencari tempat untuk berdiskusi dapat datang kapanpun. Semoga dengan adanya Rumah Kemahasiswaan dan Panggung Demokrasi ini, banyak mahasiswa yang dapat menyampaikan ide-ide kreatif dan aspirasi yang terpendam, menemukan teman berdiskusi dan membangun relasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Selain itu, diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk menjalin tali silaturahmi antarfakultas dan Ormawa lainnya sehingga dapat bersama-sama memajukan Kampus, Bangsa dan Negara Indonesia. Penulis: Dinda Puspa Editor: Vitha Putri Utami

Majalah Tax Center Oktober 2021 Dokumentasi Tax Center


Kabar unpam

Harumkan Universitas, Putra Putri Akuntansi Jadi Finalis Putra Putri Banten 2021 November 2020 lalu, Himpunan Mahasiswa (HIMA) S1 Akuntansi Universitas Pamulang menggelar event Accounting Festival atau yang lebih dikenal dengan ACCFEST 2020. Kegiatan ini memuat beberapa lomba baik di bidang akademik maupun non-akademik, salah satunya adalah ajang Putra Putri Akuntansi. Pemenang ajang ini dipilih berdasarkan serangkaian proses dan seleksi ketat, hingga terpilih Juara Putra dan Putri Akuntansi serta Putra dan Putri Akuntansi Terfavorit. Seusai penobatan, prestasi membanggakan pun diraih oleh Putra Putri Akuntansi Unpam dengan keikutsertaannya dalam Ajang Putra Putri Banten 2021. Juara Putri Akuntansi 2020, Lutfhia Azzahra, masuk sebagai salah satu finalis mewakili Kabupaten Tangerang. Dan Putra Akuntansi Favorit 2020, M. Riky Ardiansyah, juga menjadi finalis mewakili Kabupaten Lebak. Keduanya menyampaikan betapa senang dan bersyukurnya mereka terpilih sebagai Finalis Putra Putri Banten mewakili Universitas tercinta dan daerah asalnya. Kegiatan pemilihan Putra Putri Banten 2021 ini akan melalui proses karantina yang akan dilakukan dari tanggal 29 – 30 Oktober. Apa saja ya yang sudah dipersiapkan oleh mereka untuk menghadapi ajang ini? “Yang saya persiapkan banyak sekali dimulai dari manner, etika, public speaking dan outfit-outfit yang sudah saya siapkan dengan matang” ungkap Kak Riky. “Yang pertama tentunya segala persiapan yang dibutuhkan untuk proses karantina nanti, seperti pakaian dan lainnya. Selanjutnya tentu dari segi fisik, dan mental juga. Dan masih banyak persiapan lainnya” sambung Kak Lutfhia.

10

Majalah Tax Center Oktober 2021

Banyak juga ya yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi ajang ini. Tidak hanya pengetahuan dan manner, persiapan fisik dan mental juga nggak kalah penting nih. Setelahnya, puncak Grand Final Putra Putri Banten akan digelar pada tanggal 31 Oktober di Studio Banten TV, di Serang. Jeniuser ingin berprestasi juga seperti mereka, kan? Menurut Kak Riky, kuncinya adalah percaya diri dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki. Eits, tapi ingat pesan Kak Luthfia, kalau percaya pada diri sendiri itu penting, tapi jangan lupa untuk selalu membumi/rendah hati. Selalu ingatlah, bahwa usaha tidak akan menghianati hasil. Hebat sekali ya, Putra Putri Kebanggaan kita ini. Yuk kita dukung Mereka untuk terus mengharumkan nama Universitas kita tercinta ini! Selanjutnya, ACCFEST 2021 sudah mulai digelar, loh. Jeniuser, siap untuk menjadi The Next Putra Putri Akuntansi? Jangan sampai ketinggalan! Penulis: Vitha Putri Utami Editor: Salmawanti

Dokumentasi Pribadi


Jeniusers! Sudah tau belum? Pada Februari 2021 lalu, sebuah lembaga pemeringkatan Perguruan Tinggi Internasional yang dikenal dengan UniRank (buka https://www.4icu.org/id/) merilis daftar 577 Perguruan Tinggi Top di Indonesia. Hebatnya, Universitas Pamulang meraih prestasi dengan menjadi Top 55 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Indonesia. Sedangkan untuk wilayah Tangsel, Unpam berada di urutan ke-2, setelah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hal ini membuktikan bahwa visi Unpam masuk 40 Besar Nasional di tahun 2024 tidaklah mustahil, dan akan segera tercapai. Sebagai mahasiswa, mari terus berperan dalam prestasi-prestasi yang mengharumkan nama kampus dan almamater kita!

11

Majalah Tax Center Oktober 2021


Subjek PPh 21 sendiri merupakan orang pribadi yang menerima penghasilan seperti pegawai, bukan pegawai, penerima pensiun ataupun pesangon, anggota dewan komisaris, mantan pekerja dan peserta kegiatan. Sedangkan objeknya meliputi honorarium, komisi, fee, dan imbalan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan.

Hai, Jeniuser! Setelah berkenalan dengan pajak, sekarang kenalan yuk dengan PPh 21! Apa sih yang dimaksud dengan PPh Pasal 21 itu? Pajak Penghasilan Pasal 21 atau lebih dikenal dengan PPh 21 merupakan pajak atas penghasilan yang berupa gaji, upah honorarium, tunjangan, dan pembayaran lainnya dengan nama dan bentuk apapun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi sebagai subjek pajak dalam negeri. PPh Pasal 21 ini diatur dalam UU No. 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas UU No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 252/PMK.03/2008 tentang petunjuk pelaksanaan pemotongan pajak atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan jasa, dan kegiatan Orang Pribadi (OP).

12

Majalah Tax Center Oktober 2021

Nah, dalam perhitungan PPh Pasal 21, tarif yang diberlakukan adalah tarif progresif yang berdasarkan pasal 17 ayat 1 UU PPh, yaitu : - 5% untuk penghasilan sampai dengan Rp. 50.000.000 per tahun, - 15% untuk penghasilan Rp. 50.000.000 sampai dengan Rp. 250.000.000 per tahun, - 25% untuk penghasilan Rp. 250.000.000 sampai dengan Rp. 500.000.000 per tahun, dan - 30% untuk penghasilan di atas Rp. 500.000.000 per tahunnya Tarif di atas berlaku untuk Wajib Pajak (WP) yang memiliki NPWP ya. Sedangkan untuk WP yang tidak memiliki NPWP akan dikenakan tarif 20% lebih tinggi daripada mereka yang memiliki NPWP. Gimana, sobat Jeniuser jadi makin paham kan dengan PPh 21? Yuk, jadi Generasi Muda Sadar Pajak, dan jadilah Wajib Pajak yang Taat Pajak!

Penulis: Dinda Puspa Yudha Editor: Salmawanti

Source : Google


Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, telah memutuskan untuk memperpanjang pemberian insentif bagi masyarakat dan para pelaku usaha di tahun ini. Menurutnya, semakin banyak para pelaku usaha yang memanfaatkan insentif yang dikeluarkan oleh pemerintah selama pandemi Covid-19, salah satunya adalah insentif untuk Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21.

Dalam penyesuaian insentif PPh Pasal 21, karyawan yang bekerja pasa perusahaan yang bergerak di salah satu dari 1.189 bidang usaha tertentu dapat memperoleh insentif PPh Pasal 21 ditanggung pemerintah. Namun, bagi perusahaan yang mendapatkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan Kawasan Berikat tidak dapat lagi memanfaatkan insentif ini. Realisasi insentif secara keseluruhan per 15 September 2021 telah mencapai Rp57,85 triliun. Insentif ini diberikan untuk membantu likuiditas dan keberlangsungan usaha melalui PPh 21 sebesar Rp2,22 triliun, PPh 22 Impor sebesar Rp17,26 triliun, PPh 25 sebesar Rp24,06 triliun, dan untuk restitusi PPN sebesar Rp4,77 triliun.

Dijelaskan bahwa perpajangan ini akan berlangsung hingga 31 Desember 2021. Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, dalam konferensi pers APBN Kita yang dilakukan secara daring mengungkapkan beberapa insentif akan diperpanjang dan berlaku sampai akhir tahun.

Sri Mulyani mengungkapkan, bahwa pelaksanaan pemberian insentif usaha kali ini sudah sangat baik karena sudah ada pengalaman dari tahun lalu, dan pihak kementerian juga akan menanggapi jika ada pengajuan dari pengusaha yang masuk.

Dalam PMK-82/PMK.03/2021, terdapat enam insentif yang disesuaikan dan diberi perpanjangan. Keenam insentif itu adalah: PPh Pasal 21, PPh Final UMKM, dan PPh Final Jasa Konstruksi yang ditanggung pemerintah; Pembebasan PPh Pasal 22 Impor; Pengurangan 50% PPh Pasal 25; dan Pengembalian Pendahuluan PPN.

Karyawan yang dapat memanfaatkan insentif ini adalah harus memiliki NPWP dengan maksimal penghasilan bruto yang diterima maksimal Rp200 juta per tahun atau maksimal Rp16,5 juta per bulannya. Untuk dapat memperpanjang insentif, Wajib Pajak harus menyampaikan kembali pemberitahuan pemanfaatan Insentif Pajak, melaporkan pemanfaatan Insentif masa Juli 2021 paling lambat tanggal 15 Agustus 2021, serta melakukan pembetulan Laporan Realisasi masa pajak Januari – Juni 2021 paling lambat tanggal 31 Oktober 2021.

Source : Google

13

Majalah Tax Center Oktober 2021

Penulis: Dinda Puspa Yudha Editor: Vitha Putri Utami


Apa sih fungsi pajak? Pajak memiliki empat fungsi, di antaranya adalah: (1) Fungsi Anggaran, yaitu sebagai sumber Apa sih pajak itu?

pendapatan

untuk

membiayai

semua

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 16

pengeluaran negara; (2) Fungsi Regulasi, yaitu

Tahun 2009, pajak merupakan kontribusi

sebagai pengaturan kebijakan fiskal negara; (3)

wajib kepada negara yang terutang oleh orang

Fungsi

pribadi atau badan yang bersifat memaksa

kestabilan tingkat inflasi; dan (4) Fungsi

berdasarkan Undang Undang, dengan tidak

Pemerataan, yaitu untuk menyesuaikan dan

mendapat timbal balik secara langsung dan

menyeimbangkan antara pembagian pendapatan

digunakan untuk keperluan negara bagi

dengan

sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

masyarakat.

Kenapa orang-orang harus membayar

Di mana kita dapat membayar pajak?

pajak?

Stabilitas,

yaitu

kebahagiaan

mengendalikan

dan

kesejahteraan

Pembayaran pajak bisa dilakukan melalui Bank

Pajak digunakan untuk kepentingan Negara

Persepsi,

Pos

dan masyarakat luas. Dari pajak, masyarakat

Persepsi

Lainnya.

akan mendapatkan banyak fasilitas seperti

dilakukan dengan menggunakan SSP atau Surat

fasilitas kesehatan, pendidikan, transportasi

Setoran Pajak. Tenggat waktu penyetoran dan

umum, pariwisata, dan masih banyak hal lain.

pelaporan pajak berbeda-beda untuk setiap jenis

Selain itu, pajak merupakan penerimaan

pajak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam

terbesar Negara.

peraturan perpajakan yang berlaku.

Sebagai Warga

Negara

Persepsi,

dan/atau

Pembayaran

Lembaga

pajak

bisa

Indonesia yang baik, kita harus berkontribusi terhadap

pembayaran

pajak

kepentingan bersama.

untuk Penulis: Dinda Puspa Yudha Editor: Vitha Putri Utami

14

Majalah Tax Center Oktober 2021

Source: Google


Pada tanggal 7 Oktober 2021, Pemerintah

yaitu

menteri

yang

pemerintahan

menyepakati Rancangan Undang-Undang (RUU)

kependudukan dan data balikan dari pengguna kepada

Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) menjadi

Menteri Keuangan untuk diintegrasikan dengan basis

Undang-Undang. Salah satu ketentuan baru dalam

data perpajakan.

perpajakan,

adalah

Nomor

Induk

Kependudukan (NIK) yang digunakan menjadi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) orang pribadi yang nantinya akan semakin memudahkan Wajib Pajak orang

pribadi

dalam

menjalankan

hak

negeri

urusan

bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi

bidang

dalam

menyelenggarakan memberikan

data

Perlu diperhatikan bahwa dengan penggunaan NIK tidak berarti semua WNI wajib membayar PPh, tetapi tetap memperhatikan pemenuhan syarat subjektif dan objektif untuk membayar pajak.

dan Dengan adanya kebijakan baru tersebut tentu

melaksanakan kewajiban perpajakannya.

menimbulkan pro dan kontra. Masyarakat yang kontra Terkait kebijakan tersebut, diatur dalam UU HPP Bab II Pasal 2 Ayat (1a) dan Pasal 2 Ayat (10), bahwa data kependudukan akan diintegrasikan dengan data Wajib Pajak. Pasal 2 ayat ( 1a ) menyatakan bahwa NPWP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi Wajib Pajak orang pribadi yang merupakan penduduk Indonesia menggunakan nomor induk kependudukan. Pasal 2 Ayat (10) tersebut juga menyatakan teknis pengintegrasian data kependudukan dengan data wajib pajak akan dilakukan lintas kementerian. Lintas

Kementerian

ini

berarti

menyebutkan apabila NIK dijadikan NPWP justru membuat tak nyaman, mereka khawatir dengan adanya kebocoran data. Di sisi lain banyak masyarakat yang pro terhadap kebijakan tersebut, dilihat dari segi positifnya tentunya akan mempermudah masyarakat dalam mengurus kewajiban perpajakannya, juga dianggap lebih efisien karna hanya menggunakan satu ID dalam mengurus perpajakannya. Masyarakat juga berharap nantinya segala jenis kartu yang digunakan dalam pelayanan publik menggunakan satu nomor agar

adanya

lebih efisien.

kerjasama antar kementerian,

UU HPP ini merupakan bagian dari rangkaian reformasi perpajakan yang telah dilakukan selama ini, baik

reformasi

administrasi,

maupun

reformasi

kebijakan. Diharapkan dengan adanya kebijakan baru ini akan berperan dalam mendukung upaya pemulihan perekonomian

dan

mewujudkan

ekonomi

berkelanjutan. Penulis : Salmawanti

15

Editor: Vitha Putri Utami Majalah Tax Center Oktober 2021

yang


Membahas RUU KUP Kementerian Keuangan bersama Komisi XI DPR RI tengah membahas RUU tentang Perubahan Kelima atas UU Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), Apa Aja Perubahannya? Ada Sembilan Hal Penting Mengenai RUU KUP 1. Tujuan Perencanaan RUU KUP ➢ Meletakkan Pondasi Sistem Perpajakan yang adil sehat, efektif dan akuntabel ➢ Membangun Pondasi Perpajakan sebagai keberlanjutan reformasi perpajakan 2. Urgensi RUU KUP

➢ Penunjukkan pihak lain untuk memungut PPh, PPN dan PTE ➢ Program Peningkatan kepatuhan wajib pajak ➢ Penegakan hukum pidana pajak dengan mengedepankan ultimum remedium 5. Materi Perubahan PPN ➢ Rasionalisasi pengurangan pengecualian dan fasilitas PPN ➢ Pengenaan PPN multitarif ➢ Kemudahan dan kesederhaan PPN 6. Materi Perubahan PPh ➢ Pengaturan Kembali Fringe benefit ➢ Perubahan tariff dan bracket PPh Orang Pribadi (35% bagi yang berpendapatan >Rp 5 Miliar per tahun ) ➢ Instrumen Pencegahan penghindaran pajak ➢ Penyesuaian insentif wajib pajak UMKM dengan omzet <Rp.50 miliar ➢ Penerapan alternative minimum tax

➢ Memperbaiki PPN, PPh dan reformasi birokrasi dalam Direktorat Jendral Pajak 7. Materi Perubahan Cukai 3. Target Reformasi Perpajakan ➢ Basis pajak yang kuat dan merata ➢ APBN sehat dan berkelanjutan ➢ Pertumbuhan ekonomi tinggi 4. Materi Perubahan KUP ➢ Asisteansi Penagihan Pajak Global ➢ Kesetaraan dalam pengenaan sanksi dalam upaya hukum ➢ Tindak lanjut putusan mutual agreement procedure

➢ Penambahan barang kena cukai yang menyebabkan eksternalitas 8. Materi Pajak Karbon ➢ Pengaturan baru mengenai pengenaan pajak karbon 9. Program Peningkatan Kepatuhan Wajib Pajak ➢ Pemberian Kesempatan kepada wajib pajak untuk mengungkapkan kewajiban pajak secara sukarela.

Penulis : Wahyu Nurul Hidayati Editor : Salmawanti

16

Source : Google Majalah Tax Center Oktober 2021


Unpam bersuara

Mau Punya Penghasilan Tambahan? Ini Dia Solusinya Jeniuser, pasti sudah tak asing lagi dengan istilah Bitcoin, walau belum sepenuhnya paham apa itu bitcoin. Apa sih sebenarnya Bitcoin itu? Bitcoin adalah salah satu jenis crypto terdesentralisasi yang dibangun di atas teknologi blockchain (buku catatan transaksi oleh pengguna crypto). Di tulisan kali ini, penulis lebih memfokuskan tulisannya mengenai Instrument Investasi, yaitu Cryptocurrency. Cryptocurrency ini adalah jenis mata uang digital yang terdesentralisasi aman dan tidak bisa dipalsukan atau bahkan digandakan. Sejak awal adanya crypto sudah naik ribuan persen dan penggguna dari tahun ke tahun semakin meningkat. Bahkan sudah ada ribuan coin crypto yang dijual pada exchange crypto dengan fungsi dan keunikan yang berbeda-beda. Hal ini terjadi karena keyakinan para investor bahwa crypto mampu memecahkan masalahmasalah, salah satunya perbankan yang selama ini dikeluhkan dan bahkan diyakini menjadi alat pembayaran di masa yang akan datang. Untuk saat ini telah ada negara yang melegalkan bitcoin sebagai alat pembayaran sah di negaranya salah satunya El Savador. Di negara Indonesia sendiri, crypto belum bisa digunakan sebagai alat pembayaran yang sah, tetapi hanya sebagai Komoditi berjangka

17 Majalah Tax Center Oktober 2021

Investor crypto Indonesia juga semakin meningkat dari tahun ke tahun karena melihat peluang cerah masa depan crypto. Untuk teman-teman yang ingin cuan di crypto, sebelum memulai ternyata ada tips and trik yang harus dipahami : 1. Pelajari terlebih dahulu apa itu Cryptocurrency 2. Pelajari jenis coin crypto yang ingin dibeli, saran untuk yang baru pertama mulai belilah 10 Top Coin. 3. Lakukan analisis Fundamental dan Analisis teknikalnya Pada crypto analisis fundamentalnya mencakup masa depan crypto, manfaat yang ditawarkan dan project pada blockchain serta teknologi yang digunakan. sedangkan untuk analisis teknikalnya seperti pada umumnya untuk menganalis pasar saham, obligasi, gold yaitu membaca candle stick atau grafik yang terbentuk oleh market. 4. Joinlah pada komunitas crypto agar selalu update berita 5. Konsisten dan jangan ambisi cuan Jangan merasa ketinggalan momentum atau hanya mengikuti saran orang lain tanpa melakukan analisis. 6. Tetap berdoa dan bersyukur ya!

Penulis : Rojawali Waruwu Editor : Salmawanti


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah JENIUS - Edisi 1 by taxcenterunpam - Issuu