Page 1

DIGITAL NE WS PA PER

Rahasia Pemulihan Djokovic hal

2

Spirit Baru Jawa Timur surabaya.tribunnews.com

surya.co.id

| KAMIS, 24

jANUARI 2013 | Terbit 2 halaman

edisi pagi

Prongyang

Jawab Resolusi PBB dengan Ancaman

SURABAYA, SURYA-Setelah uji coba rudal Pyongyang Desember lalu, Dewan Keamanan PBB memperluas sanksi bagi Korea Utara. Sejumlah karyawan tingkat tinggi yang ikut andil dalam peluncuran roket tersebut, segera dilarang berkunjung ke luar negeri. Demikian disebutkan dalam resolusi yang disepakati secara bulat oleh DK PBB di New York. Selain itu rekening bank pribadi mereka di luar negeri dibekukan demikian pula dengan rekening bank perusahaan bersangkutan. DK PBB sebelumnya mengecam tajam uji coba rudal tersebut, karena berarti melanggar resolusi-resolusi yang sudah ada. Sanksi-sanksi baru dalam resolusi itu berlaku untuk empat manajer Korea Utara dan enam perusahaan, antara lain bank, badan antariksa dan perusahaan bisnis. Sebelumnya Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi terhadap Korea Utara pada tahun 2006 dan 2009. Selain itu badan tertinggi PBB tersebut meminta Korea Utara kembali melakukan pembicaraan terkait masalah untuk mengakhiri program atomnya. Beberapa jam setelah pengesahan resolusi baru DK PBB tersebut, kementerian luar negeri di Pyongyang mengumumkan, “meningkatkan kemampuan militer untuk

join facebook.com/suryaonline

pertahanan diri termasuk kejutan nuklir.“ Demikian disebutkan dalam sebuah keterangan Rabu (23/1). Perundingan program nuklir tidak akan ada lagi. “Akan dapat terjadi pembicaraan mengenai perdamaian dan kestabilan kawasan, tapi pembicaraan tentang denuklirisasi Korea Utara tidak akan ada.“ China Peringatkan akan Eskalasi

China sebelumnya memperingatkan untuk menahan diri. Resolusi DK PBB yang disahkan Selasa (22/1) adalah hasil kompromi, dimana terutama diolah oleh AS dan Cina selama berminggu-minggu, demikian keterangan dari lingkungan diplomatik. Sebetulnya Cina hanya ingin mengeluarkan pernyataan berikutnya yang berisi pengecaman, dan tidak menginginkan sanksi baru. Menurut perhitungan China dengan resolusi kali ini, hanya memperluas sanksi-sanksi yang sudah ada. Demikian dikatakan juru bicara kementerian luar negeri Cina di Beijing. Juga Rusia menyetujui resolusi itu. Menurut pandangan Moskow uji coba roket Korea Utara Desember lalu melanggar resolusiresolusi PBB sebelumnya. Demikian dilaporkan kantor berita Rusia Ria Novosti, berdasarkan keterangan Duta Besar Rusia untuk PBB Vitali Tschurkin. Oleh sebab itu DK PBB

harus menjawabnya. PBB sudah mengecam

Tidak lama setelah ujicoba roket jarak jauh Korea Utara bulan Desember tahun lalu DK PBB menggelar sidang darurat dan dalam sebuah pernyataan „mengecam“ uji coba roket itu dan mengumumkan „reaksi sepadan.“ Sesaat setelah uji coba itu AS yang didukung Jepang dan Korea Selatan mendesak sanki lebih berat bagi Pyongyang, sementara Cina memperingatkan agar reaksi dilancarkan penuh pertimbangan. Di New York pekan lalu sudah disampaikan, Washington dan Beijing dalam perundingan yang juga dihadiri Menlu AS Hillary Clinton dan Menlu Cina Yang Jiechi sudah menyepakati upaya sanksi lebih keras terhadap Korea Utara. Kedua negara menganggap penting untuk mencapai kesepakatan, sebelum Februari mendatang Korea Selatan mengambil alih pimpinan bergilir di Dewan Keamanan PBB. Korea Utara pada tahun 2006 dan 2009 melakukan uji coba senjata

atom dan memicu kemarahan internasional. Selain itu Pyongyang juga melakukan uji coba rudal jarak jauh. Uji coba terakhir rudal jarak jauh Desember lalu menurut keterangan resmi dari Pyongyng merupakan peluncuran satelit pengamat untuk tujuan ilmiah guna memajukan teknologi ruang angkasanya. Barat mencurigai di balik peluncuran roket jarak jauh tersebut, tersembunyi niat untuk uji coba roket bagi program senjata atom Korea Utara.(DW.DE)

follow @portalsurya


2 SURABAYA, SURYA - Novak Djokovic mengatakan tidak melanggar aturan di dalam rahasianya untuk tetap berstamina tinggi setelah memenangkan pertandingan terakhirnya untuk melaju ke semi-final Australian Open. Petenis putra nomor satu dunia tersebut tegas menolak menjawab pertanyaan mengenai cara dirinya melakukan pemulihan setelah tampak tidak terpengaruhi oleh kelelahan dalam kemenangannya atas petenis Ceko, Tomas Berdych, di babak perempat final Australian Open. Dalam pertandingan sebelumnya, Novak Djokovic bertanding selama lebih dari lima jam dengan Stan Wawrinka. Tapi dalam pertandingan dengan Berdych, Djokovic tampak tetap bermain dengan lugas, meluncur dan menggelongsor di atas lapangan, meraih kemenangan dalam waktu dua jam 31 menit, dan melaju ke babak semi final untuk menghadapi petenis Spanyol, David Ferrer. Performanya ini berbanding terbalik dengan pemain Prancis Giles Simon, yang dalam pertandingan sebelumnya juga memerlukan lima jam untuk meraih kemenangan, dan terlihat kelelahan ketika bertanding melawan Andy Murray pada babak selanjutnya. “Saya merasa cukup fit untuk bertanding selama lima jam sekali lagi, tapi saya tidak berpikir mengenai itu,” kata Djokovic. “Saya berusaha menyelesaikan pekerjaan ini secepat dan seefisien mungkin.” Djokovic mengaku baru bisa tidur pukul 5 pagi pada hari Senin setelah pertandingannya melawan Wawrinka, dan bangun pukul 2:30. Dia juga mengatakan melakukan mandi es, berjalan di taman, dan menonton televisi, tapi tidak memberi informasi lebih lanjut tentang proses pemulihannya. Lawannya, Tomas Berdych, mengatakan tidak terkejut melihat kondisi Djokovic. Di kejuaraan yang sama tahun lalu, petenis Serbia, yang pernah dikenal sebagai seorang petenis yang sering cedera

join facebook.com/suryaonline

KAMIS, 24 jANUARI 2013 | surya.co.id | surabaya.tribunnews.com

tersebut, memenangkan final selama enam jam melawan Rafael Nadal, setelah menaklukkan Andy Murray dalam pertandingan semi final selama lima jam hanya dua hari sebelumnya. “Kalau Stan [Wawrinka] adalah yang memenangkan pertandingan sebelumnya, kita mungkin melihat pengaruh bagi tubuhnya. Tapi tidak bagi Novak [Djokovic]. Maksud saya, dia mungkin adalah pemain paling fit di dalam kejuaraan ini pada saat ini,” kata Berdych. Djokovic juga tidak memberi banyak informasi mengenai metode latihan yang dia lakukan bersama tim pelatihnya untuk meraih puncak dunia tenis dalam dua tahun terakhir. Dia mengatakan timnya memiliki rutin khusus untuk menolongnya pulih dari pertandinganpertandingan besar. “Orang yang tidak tahu tenis, yang belum pernah berada di dalam situasi seperti ini, tidak akan benar-benar mengerti seperti apa yang harus dijalani seorang pemain, bukan hanya ketika mempersiapkan diri untuk Grand Slam, tapi juga di saat bertanding di Grand Slam,” kata Djokovic. “Saya melakukan semuanya yang diterima secara hukum, dan sebisa mungkin secara alami, dan ini bekerja dengan baik,” katanya, selain mengatakan orang mungkin memiliki pendapat yang berbeda. Pada tahun 2009, sebagai juara bertahan, Djokovic menarik diri dari Australian Open setelah set ke-4 dalam perempat final melawan Andy Roddick, dengan alasan kelelahan di tengah-tengah temperatur tinggi musim panas

Australia. “Semua orang membuat kesalahan,” kata Djokovic. “Pada saat itu saya sadar bahwa saya perlu meningkatkan kemampuan saya, terutama dalam menghadapi cuaca panas. Saya memiliki banyak isu kesehatan pada saat itu,” katanya mengenai tahun 2009 tersebut. Djokovic bukan satu-satunya

pemain yang menunjukkan pemulihan luar biasa di kejuaraan Australia terbuka yang diadakan di Melbourne ini. Pada tahun 2009, Rafael Nadal mengalahkan Roger Federer dalam pertandingan lima set setelah mengalahkan Fernando Verdasco sebelumnya di semi final dalam pertandingan yang berlangsung selama lebih dari lima jam. (ABC)

Rahasia Pemulihan Djokovic di Australia Terbuka

follow @portalsurya

Surya Digitalpaper 24 Januari 2013Pagi  

Pyongyang Jawab Resolusi PBB dengan Ancaman, Rahasia Pemulihan Djokovic di Australia Terbuka