Skip to main content

Supreme Energy Rantau Dedap: Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Page 1

Daftar Isi

1

Pendahuluan Kutipan Pembuka Sambutan Founder & Chairman Sambutan Direktur Utama Latar Belakang Supreme Energy Vision & Mission Supreme Energy Values Potensi Panas Bumi di Indonesia Proses Energi Panas Bumi

2

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

3

2

Perjalanan SERD

4 8 10 12 14 16 18 20

Sejarah Supreme Energy & SERD Pengembangan PLTP Rantau Dedap

4

Keberadaan SERD 24 26

Kepedulian SERD terhadap Lingkungan Komitmen SERD dalam Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Testimoni dari Pemangku Kepentingan

Penutup

80 84

Harapan SERD Terkait EBT & Energi Bersih Editor dan Kontributor

104 108

96

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

3


Kutipan Pembuka

Semoga kita semua dapat mendukung terwujudnya bauran energi yang optimum untuk terjaminnya sumber energi nasional yang bersih, reliable, sustainable dan economically viable.” (Supramu Santosa - Founder & Chairman Supreme Energy)

Mengembangkan PLTP merupakan bagian dari komitmen kami dalam melestarikan lingkungan.” (Hisahiro Takeuchi - Finance Director SERD / perwakilan Marubeni Corporation)

Berkontribusi pada kemajuan dunia energi yang harmonis menjadi dasar kami untuk turut berperan pada tantangan global utama.” (Victor van der Mast - Operations Director SERD / perwakilan ENGIE Global SA)

Mengembangkan energi panas bumi bagaikan lari maraton. Dibutuhkan ketahanan, kegigihan, komitmen, serta tekad yang kuat untuk mencapai COD. Kami percaya, tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berusaha dan terus berdoa” (Prijandaru Effendi – Executive VP Relations & Support Services)

4

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

5


1

Pendahuluan


Sambutan Founder & Chairman

Proyek Rantau Dedap adalah proyek panas bumi yang sangat menantang dengan lokasi yang terpencil, medan yang terjal, elevasi tinggi (2.600 mdpl) dan konstruksi yang dilakukan di tengah pandemi COVID-19. Hal tersebut kembali menunjukkan komitmen yang sangat kuat dari PT Supreme Energy dan semua mitra bisnis terhadap pengembangan energi panas bumi di Indonesia dalam rangka mendukung tujuan Pemerintah Indonesia untuk mencapai transisi energi”

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas berkat dan rahmat-Nya, PLTP Rantau Dedap dengan kapasitas 91.2 MW (nett) telah berhasil mencapai COD pada tanggal 26 Desember 2021. Sebelum memulai perjalanan ini, saya melihat kebutuhan energi di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi, begitu pun dengan kebutuhan listrik yang diperkirakan tumbuh sekitar 7% per tahun. Namun di saat bersamaan produksi migas Indonesia terus menurun karena lapangan produksinya yang kian menua. Panas bumi kemudian menjadi salah satu solusi terbaik untuk menjaga ketahanan energi nasional dengan hasil energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Oleh sebab itu, saya menugaskan tim eksplorasi untuk menemukan 3 lokasi terbaik di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk dibangun PLTP. Ialah Rantau Dedap (Sumatra Selatan), Rajabasa (Lampung), dan Muara Laboh (Sumatra Barat). Kami kemudian meminta izin dari pemerintah untuk melakukan studi pendahuluan pada 3 wilayah tersebut. Sejak tahun 2008, saat eksplorasi dilakukan, ternyata risiko dan kesulitan yang kami temui jauh lebih berat dari apa yang kami bayangkan.

Supramu Santosa Founder & Chairman

8

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Selama perjalanan karier saya berkecimpung di bidang energi, pembangunan proyek PLTP Rantau Dedap merupakan yang paling sulit dan luar biasa menantang. Seperti yang kita ketahui, kendala terbesar di industri geothermal / panas bumi adalah resiko eksplorasi dan biaya pengembangan (development cost). Di Rantau Dedap, hal ini rasanya

menjadi berkali-kali lipat lebih sulit dari proyek manapun. Dimulai dari infrastruktur yang harus kami bangun sepanjang puluhan kilometer menembus hutan belantara, proses pengeboran yang begitu menguras dana, tenaga dan pikiran karena hasil dari kapasitas panas bumi yang kami temukan ternyata jauh di bawah perkiraan; belum lagi adanya isu sosial di area pengembangan, serta pandemi COVID-19 yang sempat menginfeksi hampir sepertiga dari pekerja kami. Meskipun tantangan yang kami temui begitu dahsyat, namun kami tetap bertahan dan terus bergerak menyelesaikan proyek ini. 13 tahun telah kami lewati dengan penuh semangat dan keyakinan bahwa geothermal adalah suatu kebutuhan mutlak untuk membangun energi ramah lingkungan. Karenanya, dengan tercapainya COD PLTP Rantau Dedap ini, saya sampaikan selamat dan terima kasih kepada segenap manajemen dan karyawan SERD atas kegigihannya menjaga ambisi dan komitmen dalam menghadirkan energi bersih dan berkelanjutan. Terima kasih juga kepada para shareholder dan stakeholder yang telah mendukung dan mempercayai kami selama ini. Apresiasi juga saya sampaikan kepada pemerintah, Kementerian ESDM, dan PT PLN (Persero). Kami berharap, akan ada terobosan-terobosan baru dari pemerintah dalam hal kebijakan untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif sehingga mampu mendorong industri panas bumi nasional agar dapat semakin berkembang mencapai target yang telah ditetapkan.

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

9


Sambutan Direktur Utama

Membangun PLTP sama halnya seperti membangun Indonesia yang bersih dan maju di masa depan. Untuk menunjang kebutuhan listrik nasional yang sifatnya berkelanjutan, maka energi panas bumi adalah jawabannya.”

Kami percaya, membangun PLTP sama halnya seperti membangun Indonesia yang bersih dan maju di masa depan. Untuk menunjang kebutuhan listrik nasional yang sifatnya berkelanjutan, maka energi panas bumi yang mandiri, dapat diandalkan, dan ramah lingkungan adalah jawabannya. PLTP Rantau Dedap menjadi bukti dari komitmen Supreme Energy beserta mitra bisnis untuk terus berkontribusi mengembangkan energi panas bumi di tanah air. Kerja keras, kegigihan, ketahanan, dan konsistensi telah kami curahkan selama 13 tahun lamanya. Berbagai rintangan sudah kami lalui, mulai dari hal-hal yang bersifat teknis maupun non teknis. Dalam proses pengembangannya, kami menemui tiga kendala terberat, yang pertama ialah topografi. Panas bumi yang berlokasi di pegunungan tentu menjadi medan sulit yang harus kami lalui, dengan sudut kemiringan yang sangat tajam dan area yang masih berupa lahan hijau mengharuskan kami untuk membangun infrastruktur yang aman demi kelancaran operasional. Kami perlu menempuh perjalanan menanjak hingga ke atas gunung dengan ketinggian kurang lebih 2.600 mdpl, ditemani pemandangan jurang-jurang curam di kiri dan kanan. Kami juga telah membuat banyak jembatan dan membangun jalan sepanjang 50 km sebagai akses menuju lokasi pengeboran. Saya rasa, Rantau Dedap merupakan salah satu lokasi sumber energi panas bumi dengan medan paling menantang di dunia.

Nisriyanto

Direktur Utama 10

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Kendala terberat kedua berasal dari cadangan panas bumi yang ternyata kapasitasnya tidak sesuai dengan ekspektasi dan hasil studi. Fakta ini baru kami temui setelah melakukan pengeboran, di mana kapasitas panas bumi yang ada hanyalah 41.5% dari yang kami targetkan. Hal ini mengharuskan kami untuk melakukan negosiasi tarif ke PT PLN (Persero) selaku single buyer untuk proyek ini. Selanjutnya, kendala terakhir menjadi

tantangan yang sungguh tidak dapat diprediksi dan belum pernah terjadi, yaitu pandemi COVID-19 yang hingga kini masih berlangsung dan melanda hampir seluruh negara di dunia sejak penghujung tahun 2019. COVID-19 telah membatasi ruang gerak SERD dimana SERD mengalami 2x badai infeksi COVID-19 yaitu gelombang pertama di bulan Desember 2020 dan gelombang kedua di bulan Juli 2021 yang menginfeksi hampir 1/3 dari karyawan kami di lapangan. Namun, itu semua berhasil SERD lalui berkat penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat dan evaluasi secara berkala yang berorientasi pada Business Continuity Plan (BCP) sebagai panduan untuk mempercepat proses pemulihan kondisi lapangan dan memitigasi risiko kerugian. Dalam setiap tahapan kegiatan yang dijalankan, SERD selalu mengutamakan keselamatan para pekerja dan masyarakat sekitar. Meski sempat terjadi penundaan proyek yang disebabkan oleh berbagai kendala, SERD tetap bertahan dan melangkah maju dengan membawa semangat energi bersih terbarukan demi kemaslahatan penduduk Indonesia, terutama untuk generasi penerus bangsa. Sebagai penutup, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi tertinggi untuk seluruh insan SERD atas dedikasi dan semangat pantang menyerah yang terus tercurah selama ini. Terima kasih juga saya sampaikan kepada para pemegang saham, pemerintah pusat dan daerah, karyawan, masyarakat setempat dan semua stakeholder yang telah menemani perjalanan PLTP Rantau Dedap hingga akhirnya resmi mencapai Commercial Operations Date (COD). Melalui buku ini, saya ucapkan selamat atas kisah perjuangan kita semua membangun PLTP Rantau Dedap demi berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia sebagai Net Zero Emission Country di tahun 2060.

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

11


Latar Belakang

Transisi Energi untuk Masa Depan Sejalan dengan target pemerintah Indonesia untuk mencapai net zero emission di tahun 2060, diperlukan berbagai upaya dan perubahan dari berbagai sektor, salah satunya adalah energi. Pengoptimalan pemanfaatan energi terbarukan adalah salah satu hal terpenting dalam mencapai net zero emission, yang perlu dilakukan secara bertahap. Selama lebih dari satu dekade kami fokus mengembangkan energi panas bumi demi menghadirkan energi terbarukan yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Dengan semangat dan kontribusi yang tinggi, sumber daya yang

12

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

dimiliki serta didukung tenaga profesional, kami bekerja keras mewujudkan cita-cita kami. Kali ini, kami kembali mencatatkan pencapaian baru, yaitu dengan beroperasinya PLTP Rantau Dedap. Sebagai wujud dari kerja keras kami yang didukung oleh pemerintah, PT PLN (Persero) dan masyarakat, kami berhasil menghadapi tantangan transformasi energi dengan tetap mengedepankan prinsip pengelolaan energi yang bijak dan ramah lingkungan. Melalui PLTP Rantau Dedap, kembali kami hadirkan energi yang berkelanjutan.

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

13


Vision

To become the leading and the most respected Geothermal producer in Indonesia, generating clean and sustainable electricity, creating maximum value for its stakeholders.

14

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Mission

• Developing our human capital to their highest potential • Uncompromising commitment to safety, health and environment protection • Utilizing state of the art technology, benefitting from the resources, experience, expertise and brands of the reputed industrial groups we have as shareholders • Nurturing the highest level of professionalism, accountability and compliance with laws, regulations and ethical standards • Fostering active communication, transparency and teamwork • Satisfying interests of shareholders • Becoming the partner of choice for investors, governments, communities and employees • Assuring sustainability of success by maintaining a long term vision

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

15


Values

16

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

S U P

R

E

Strive for excellence, innovation, creativity and entrepreneurship

Respect people, community, culture and the importance of trust, relationships, teamwork and harmony

Environment, health and safety awareness

Unquestionable honesty and integrity

Perseverance and hardwork

M E Mindful of cost and efficiency

Ensure lifetime learning and improvement

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

17


Mengenai Energi Panas Bumi dan Potensinya di Indonesia Sebagai negara yang terletak di jalur ring of fire (rangkaian gunung berapi aktif di sepanjang sabuk circum-pacific), Indonesia kaya akan energi panas bumi (geothermal). Indonesia diperkirakan memiliki 40% potensi total panas bumi dunia, namun pemanfaatannya sebagai sumber energi saat ini baru mencapai 9.4% (2276 MW). Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas terpasang panas bumi pada tahun 2030 bertambah sebesar 3344 MW (nett). Panas bumi adalah sumber energi panas yang terkandung di dalam air panas, uap air, serta batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya yang secara genetik tidak dapat dipisahkan dalam suatu sistem panas bumi. Karakteristik energi panas bumi antara lain adalah energi bersih, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Beberapa kelebihan energi panas bumi adalah tidak memerlukan lahan yang luas, handal sebagai pembangkit listrik, berkearifan lokal dan yang utama energi panas bumi dapat bersinergi dengan ekosistem di sekitarnya sebagaimana sulit dipenuhi oleh sumber energi fosil.

18

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Panas bumi perlu dimanfaatkan guna menekan penggunaan energi fosil dan mempercepat terwujudnya net zero emission (NZE) 2060. Panas bumi dapat dipergunakan untuk memasok base load dan juga termasuk ke dalam salah satu energi terbarukan yang handal untuk memenuhi target pemerintah dalam rangka kemandirian, ketahanan dan kedaulatan energi nasional serta memenuhi komitmen pemerintah dalam pengurangan emisi. Melihat dinamika pengembangan panas bumi di Indonesia melalui berbagai evolusi peraturan perundangan, untuk mencapai target NZE 2060 masih banyak tantangan yang harus dihadapi dan memerlukan komitmen dan kerjasama seluruh pemangku kepentingan (stakeholder). Pengembangan panas bumi di Indonesia memerlukan dukungan pemerintah dalam hal kebijakan tarif listrik panas bumi, aturan, proses perizinan yang dapat mendorong iklim investasi, serta dukungan sosial masyarakat dan dukungan keamanan.

Peta sumber daya panas bumi Indonesia 2020 - 2030

182MW

Lokasi Kalimantan

3.068MW Lokasi Sulawesi

75MW Lokasi Papua

1.156MW

9.679

MW

Lokasi Maluku

Lokasi Sumatra

8.442MW Lokasi Jawa

1.363,5MW Lokasi Nusa Tenggara

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

19


Switchyard

Cooling Tower

Proses Energi Panas Bumi Menjadi Tenaga Listrik Sebagai energi terbarukan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, energi panas bumi harus dikelola dengan baik dan bijak. Pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), energi panas bumi yang tersimpan dalam uap air panas bertemperatur lebih dari 225 oC dari reservoir diambil melalui suatu sumur produksi. Uap air panas yang dieksploitasi ini bukan uap air murni, melainkan campuran antara uap air dan air. Oleh sebab itu, diperlukan separator untuk memisahkan keduanya. SERD menggunakan teknologi Dual Flash dimana terdapat dua jenis separator, yaitu separator tekanan tinggi dan tekanan rendah. Teknologi Dual Flash ini baru diaplikasikan oleh SERD & Supreme Energy Muara Laboh (SEML) saja di Indonesia.

20

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Dua bentuk fluida yang diperoleh dari sumur panas bumi yakni uap dan cairan air panas, dipisahkan pada separator pertama dan uap air yang bertekanan relatif tinggi disalurkan ke turbin. Cairan dari separator pertama ini lalu diumpankan ke separator kedua yang bertekanan rendah untuk memisahkan uap dari cairan air. Uap dari dua separator tersebut digunakan untuk memutar turbin yang terhubung dengan generator. Turbin mengubah energi panas bumi menjadi energi gerak dan generator mengubah energi gerak menjadi energi listrik yang kemudian ditransmisikan ke jaringan listrik (switchyard ). Sementara itu, uap air yang telah memutar turbin disalurkan ke sebuah kondensor untuk mengalami kondensasi (pengembunan), yang terjadi

akibat penyerapan panas oleh air pendingin yang disemprotkan oleh spray nozzle. Level normal air kondensor dikendalikan oleh pompa air pendingin, dan kemudian didinginkan cerobong pendingin (cooling tower) sebelum disirkulasikan. Air yang bertemperatur rendah dari separator kedua, kondensor, dan cerobong pendingin diinjeksikan kembali ke bawah permukaan melalui sumur injeksi. Injeksi ulang ini dimaksudkan untuk mengurangi pengaruh pencemaran lingkungan, meminimalisir pergerakan bawah tanah, memelihara tekanan reservoir, dan menjaga jumlah air dalam reservoir. Adanya injeksi ulang air yang energi panasnya telah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik membuat energi panas bumi menjadi energi yang berkelanjutan.

Turbine

Generator

Low Pressure Separator 1 Condenser

High Pressure Separator

Low Pressure Separator 2

Steam & Hot Water

Cool Water

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

21


2

Perjalanan SERD


Perjalanan SERD

Sejarah Supreme Energy & SERD Keberhasilan mengembangkan lapangan panas bumi Wayang Windu Unit II dan besarnya peluang potensi panas bumi, serta kebutuhan energi listrik di Indonesia yang tumbuh 7% setiap tahunnya, telah menginspirasi Supramu Santosa untuk membangun sebuah perusahaan yang memiliki fokus bisnis dalam pengembangan energi panas bumi. Diawali dengan 10 orang karyawan yang berkantor di gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Supreme Energy didirikan untuk dapat merealisasikan cita-cita tersebut pada November 2007.

2012 dan langsung memulai kegiatan eksplorasi hingga tahun 2015. Setelah menyelesaikan proses amandemen PPA di akhir tahun 2017, dan mencapai jaminan perolehan pendanaan di tahun 2018, kegiatan konstruksi dan pengeboran sumur pengembangan dimulai. SERD menunjuk Konsorsium PT Rekayasa Industri dan Fuji Electric sebagai kontraktor Engineering Procurement & Construction (EPC). Total investasi untuk pengembangan PLTP Rantau Dedap Tahap-1 adalah lebih dari USD 700juta.

Bermodalkan kemampuan teknis dan hubungan yang baik dengan stakeholder panas bumi di Indonesia, dan berpegang pada prinsip keseimbangan Triple-E (Energy-EconomyEnvironment), Supreme Energy sebagai pionir dalam bisnis ini optimis untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi guna mendukung tercapainya ketersediaan energi yang bersih dan berkelanjutan di bumi Indonesia.

Saat ini, Supreme Energy juga mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh Unit-1 sebesar 86 MW (nett) yang dikelola oleh PT Supreme Energy Muara Laboh (PT SEML) di Provinsi Sumatra Barat yang sudah beroperasi sejak Desember 2019. Dua proyek Supreme Energy selanjutnya, yaitu pengembangan panas bumi Muara Laboh Unit-2, sebesar 80 MW (nett), dan eksplorasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Rajabasa 2x110 MW (nett) di Provinsi Lampung yang dikelola oleh PT Supreme Energy Rajabasa (SERB). Pada saat ini kedua proyek tersebut sedang menunggu penyelesaian Amandemen PPA dengan PT PLN (Persero).

PT Supreme Energy memulai studi pendahuluan di tahun 2008, mendapatkan Izin Panas Bumi (IPB) di akhir tahun 2010 setelah melalui tender yang diadakan oleh pemerintah. PT Supreme Energy kemudian menandatangani Power Purchase Agreement (PPA) di tahun

24

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

25


02

03

Pengembangan PLTP Rantau Dedap Penugasan Survei Pendahuluan Setelah melakukan studi di seluruh titik potensi panas bumi serta menganalisa kebutuhan dan pasokan listrik di Indonesia, Supreme Energy mengajukan permohonan untuk melakukan survei pendahuluan di wilayah Sumatra Selatan tepatnya di titik potensi panas bumi di Rantau Dedap, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, Kota Pagar Alam. PT Supreme Energy menerima penugasan survei pendahuluan dari pemerintah di wilayah Rantau Dedap pada tanggal 1 Februari 2008. Sebelum dilakukan survei 3G (Geologi, Geofisika dan Geokimia), SERD melakukan kunjungan resmi dengan para stakeholder guna mendapatkan izin dan dukungan untuk memperlancar pelaksanaan survei pendahuluan dalam bentuk kunjungan resmi kepada pemerintah daerah setempat serta sosialisasi dan dialog dengan masyarakat sekitar. SERD menyadari sosialisasi dan dialog memegang peranan penting untuk keberlangsungan proyek.

26

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

01

Survei batuan dilakukan secara mendatar dan vertikal, struktur geologi, tektonik, dan riwayat geologisnya yang terkait dengan pembentukan, luas areal, dan prospek sistem panas bumi. Pemetaan geologi pada survei ini mengidentifikasi karakteristik geologi, seperti geomorfologi, stratigrafi, dan struktur geologi untuk wilayah panas bumi Rantau Dedap. Melalui survei geologi akan diperoleh sejumlah data meliputi kondisi tektonik dan stratigrafi, keberadaan dan posisi patahan, distribusi dan umur batuan vulkanik, lokasi manifestasi panas bumi, serta lokasi batuan alterasi. Semua data tersebut akan digunakan untuk mengembangkan model konseptual bawah permukaan wilayah panas bumi Rantau Dedap.

Survei geokimia memberikan sejumlah informasi tentang sumber panas bumi yang memiliki entalpi tinggi. Survei ini memerlukan pengambilan sampel fluida dan gas yang termanifestasi di permukaan, pengukuran konduktivitas elektrik, pH air, serta laju alir untuk mendapatkan data kandungan kimia air dan gas, isotop stabil, umur fluida, dan fluks gas. Selanjutnya analisis dan kalkulasi serta interpretasi terhadap geotermometri kimia dikerjakan untuk keperluan pengembangan dan pemahaman temperatur dan besar reservoir panas bumi yang ada. Survei geofisika merupakan satu-satunya cara untuk mengetahui struktur permukaan yang dalam dengan biaya lebih rendah dari

pengeboran eksplorasi. Data geofisika yang diperoleh berkaitan dengan sifat fisik batuan permukaan sampai beberapa kilometer di bawah permukaan, gradien temperatur, survei gravitasi, geomagnetik, resistivitas elektrik, seismik, dan manifestasi permukaan. Data tersebut dianalisis untuk memperkirakan geometri prospek, lokasi, dan bentuk batuan di mana terdapat reservoir panas bumi.

04

Penetapan Wilayah Kerja Panas Bumi Wilayah Kerja Rantau Dedap ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 0155.K/30/MEM/2010 tanggal 15 Januari 2010 tentang Penetapan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di Rantau Dedap, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatra Selatan, dengan dasar pengajuan dari hasil survei pendahuluan tahun 2008. Akhir dari tahapan ini adalah diserahkannya WKP dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah untuk dilakukan pelelangan wilayah Kerja. Setelah melalui tender IPB, Supreme Energy berhasil mendapatkan IPB untuk WKP Rantau Dedap di tahun 2010.

Partnership

01. Sosialisasi Mekanisme Pembangunan Bersih di tahun 2011 02. Pemasangan Tapak Batas di awal Proyek 03. Kegiatan awal pembangunan infrastruktur 04. Fumarol “Batu Balai”

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

27


05

06

07

08

05. 06. 07. 08.

28

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Kondisi awal jalan proyek Kolam lumpur di Cawang Tengah Mata air panas “Air Kelat” Konsultasi publik dengan warga Muara Enim terkait PLTP sebagai proyek mekanisme pembangunan bersih

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

29


09

09. Penandatanganan Persetujuan Kerja Sama

Supreme Energy Supreme Energy didirikan pada tahun 2007 oleh para profesional dengan pengalaman yang panjang dan pengetahuan di sektor energi di Indonesia, juga sangat aktif dan langsung terlibat dalam industri minyak dan gas bumi serta pengembangan dan operasional panas bumi selama 40 tahun terakhir. Supreme Energy telah menandatangani PPA pada tahun 2012 untuk pengembangan tiga wilayah kerja panas bumi dan merupakan salah satu pelopor perusahaan penghasil listrik swasta panas bumi di Indonesia.

ENGIE ENGIE merupakan perusahaan penyedia jasa energi global yang berfokus pada tiga (3) kegiatan inti yaitu pembangkit listrik rendah karbon, jaringan internasional, dan solusi pelanggan. Ambisi ENGIE untuk berkontribusi pada kemajuan dunia energi yang ramah lingkungan menjadi dasar untuk turut berperan aktif pada tantangan global utama diantaranya mengatasi pemanasan global, penyediaan akses energi untuk semua orang, serta menawarkan solusi dan layanan produksi energi untuk kepentingan individu dan kolektif. Bersama dengan pelanggan dan mitranya, ENGIE selalu berupaya untuk membangun komunitas yang imajinatif demi terciptanya solusi dari masalah-masalah yang dihadapi saat ini sebagai bekal di masa depan.

Marubeni Corporation SERD menyadari bahwa pengembangan lapangan panas bumi tidak cukup hanya berbekal pengetahuan teknis ilmu kebumian dan hubungan yang baik dengan para stakeholder, tetapi juga harus didukung kemampuan teknologi, kepiawaian dalam fase operasional dan pemeliharaan (operations & maintenance) dan akses ke lembaga-lembaga keuangan berskala internasional. Untuk memperkuat kemampuan penguasaan teknologi pembangkit listrik, SERD bermitra dengan ENGIE (dahulu GDF Suez), perusahaan listrik

30

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

swasta dengan total kapasitas pembangkit listrik terbesar di dunia. Untuk memperkuat jaringan dengan lembaga keuangan, SERD bermitra dengan Marubeni, perusahaan Jepang dengan pengalaman pendanaan proyek pembangkit listrik. Tohoku Electric Power kemudian bergabung pada 2017 memperkuat partnership SERD.

Marubeni Corporation adalah salah satu perusahaan terkemuka dari Jepang yang terlibat dalam berbagai aktivitas bisnis, termasuk melakukan impor/ekspor dan transaksi kegiatan trilateral bisnis, menyediakan bisnis investasi global dan banyak aktivitas bisnis lain yang difasilitasi melalui jaringan global. Marubeni juga konsisten mengembangkan bisnis panas bumi sejalan dengan kebijakannya dalam penerapan manajemen keberlanjutan / “Sustainability Management”.

Tohoku Electric Power Tohoku Electric Power merupakan perusahaan Jepang yang didirikan tahun 1951 dengan fokus bisnis pada pengembangan berbagai pembangkit listrik termasuk energi panas/thermal, tenaga air, tenaga panas bumi, dan energi solar. Tohoku Electric Power bergabung menjadi mitra pengembangan PLTP Rantau Dedap sejak Desember 2017 yang merupakan proyek pengembangan panas bumi pertama bagi Tohoku Electric Power.

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

31


11

12 10

Power Purchase Agreement (PPA) dan Jaminan Pemerintah Memerlukan usaha dan kerja keras untuk menghubungkan hasil lelang WKP yang dilakukan oleh pemerintah daerah agar diterima oleh PT PLN (Persero) sebagai satu-satunya pembeli listrik dari perusahaan listrik swasta di Indonesia. Berbagai pertemuan pembahasan difasilitasi oleh pemerintah untuk mengatasi kendala ini. Sebagai solusi, akhirnya disepakati mekanisme penugasan dari pemerintah kepada PT PLN (Persero) sebagai metode yang tepat. Meskipun sudah melalui proses lelang dalam penentuan harga listrik, SERD masih harus menyelesaikan

32

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

negosiasi PPA dengan PT PLN (Persero) yang memakan waktu kurang lebih 2 tahun sampai akhirnya setelah melalui proses panjang PPA antara SERD dan PT PLN (Persero) ditandatangani yang disaksikan oleh Menteri ESDM. Walaupun pengusahaan panas bumi tidak semudah yang dibayangkan di awal serta diterpa oleh berbagai tantangan, namun SERD tetap bertekad dan berkomitmen untuk mengembangkan lapangan panas bumi Rantau Dedap.

10. Foto bersama seusai penandatanganan PPA 11. Penandatanganan PPA oleh Direktur Utama PT PLN (Persero) dan Direktur Utama SERD di hadapan Menteri ESDM 12. Foto bersama seusai penandatanganan PPA

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

33


Project Milestone 2008 2009 Survei Pendahuluan Studi Pra-Kelayakan

2010

2011

WKP

Partnership

Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Rantau Dedap diberikan kepada SERD dalam acara World Geothermal Congress (WGC) di Bali

PT Supreme Energy, ENGIE, dan Marubeni Corporation secara resmi bermitra dan menjadi shareholder PT Supreme Energy Rantau Dedap

2012 2013

2014 2015

2016 2017

Power Purchase Agreement

Pengeboran Eksplorasi dan Studi Kelayakan

Amandemen PPA dan Jaminan Perolehan Pendanaan

• Penandatanganan PPA dengan PT PLN (Persero) • Dimulainya konstruksi sipil untuk mendukung kegiatan eksplorasi

• Pengeboran Eksplorasi dimulai • Uji Sumur • Studi Kelayakan dimulai

• Studi Kelayakan selesai pada 2016 yang dilanjutkan oleh Penandatanganan Amandemen PPA dengan PT PLN (Persero) • Pembiayaan proyek

34

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

2018 Pengeboran Eksploitasi dan Konstruksi Pembangkit Terintegrasi

2021 Tanggal Operasi Komersial Setelah melalui perjalanan yang panjang, Commercial Operation Date (COD) Rantau Dedap diumumkan pada 26 Desember 2021

• Pengeboran Eksploitasi dimulai • Pengujian sumur • Konstruksi pembangkit listrik dan fasilitas penunjangnya dimulai

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

35


Pengeboran Sumur Panas Bumi

Eksplorasi

Tantangan Eksplorasi – Subsurface

Pembebasan Lahan & Izin Sebagian besar WKP Rantau Dedap berada di dalam kawasan hutan lindung dan wilayah lainnya berada dalam Area Penggunaan Lain (APL). SERD mendapatkan Izin Lingkungan No. SK.152.Menlhk/Setjen/ PLA.4/3/2017 pada tanggal 15 Maret 2017 dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta memperoleh Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk Kegiatan Eksploitasi Panas Bumi seluas 115 Ha berdasarkan Surat Keputusan Kepala BKPM No. 27/1/IPPKH/Aug/2017 pada 22 September 2017 yang berlaku hingga 28 Desember 2045.

Dalam setiap kegiatan operasinya, SERD berkomitmen untuk mematuhi segala Peraturan Perundangan dan ketentuan Standar Internasional yang dipersyaratkan oleh pemberi pinjaman. Termasuk perihal pembebasan lahan, perizinan maupun rekomendasi yang diperlukan, SERD mengacu pada panduan yang dipersyaratkan dalam proses pembebasan lahan, kompensasi tumbuh tanam hingga sertifikasi lahan. SERD senantiasa mengutamakan dialog dan musyawarah untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak.

Proses Tender 13

14

Kegiatan eksplorasi di Rantau Dedap telah dimulai sejak tahun 2008 dengan melakukan survei geosains menyeluruh, termasuk diantaranya pemetaan geologi dan struktur, survei manifestasi panas bumi (pengamatan detail dan pengambilan sampel geokimia), serta survei geofisika (MT dan MEQ). Survei tersebut menghasilkan informasi-informasi penting mengenai karakteristik subsurface di WKP Rantau Dedap diantaranya struktur geologi yang didominasi oleh struktur yang berarah barat daya – timur laut; lapisan batuan tudung yang berada di kedalaman yang relatif dangkal dengan bentuk kubah di beberapa lokasi; manifestasi panas bumi (berupa fumarol, mata air panas, tanah beruap, kaipohan) yang tersebar secara luas di seluruh wilayah kerja; dan temperatur reservoir di Rantau Dedap yang mencapai lebih dari 250°C. Data yang diperoleh ini dituangkan dalam bentuk model konseptual yang kemudian digunakan untuk menentukan target pengeboran sumur eksplorasi.

Salah satu tantangan berat yang dihadapi adalah ketika lokasi sejumlah tapak sumur yang telah ditentukan berdasarkan model konseptual tidak dapat dicapai dengan mudah sehingga pada akhirnya lokasi tapak sumur harus mengalami penyesuaian demi faktor aksesibilitas dan fisibilitas dalam pembangunan.

15

Pengeboran terhadap 6 sumur eksplorasi di Rantau Dedap membuktikan keberadaan sistem panas bumi yang saling terkoneksi. Semua sumur memiliki permeabilitas sesuai target, walaupun hanya 4 dari 6 sumur eksplorasi yang memperoleh temperatur reservoir yang diharapkan. Dua sumur yang tidak memenuhi target temperatur diproyeksikan sebagai sumur injeksi pada tahap eksploitasi. Sedangkan, dua dari empat sumur produksi memiliki zona uap di bagian yang relatif dangkal. Hal ini menjadi salah satu target zona produksi dalam tahap eksploitasi. Setelah melakukan simulasi numerik untuk mengetahui banyaknya cadangan terkonfirmasi, diketahui bahwa potensi sumber daya yang dapat dikembangkan secara ekonomis di lapangan panas bumi Rantau Dedap adalah sebesar 90 MW (nett).

13. Penandatanganan Perjanjian dengan Halliburton 14. Penandatanganan Perjanjian dengan PT DATI 15. Rig milik PT DATI digunakan selama pengeboran eksplorasi

36

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

37


16

19

20

21

17

18

31

16. Rapat “Green Technology Funds” dengan ADB di tahun 2013 17, 18, 19, 20, 21. Penajakan (Spud In) Sumur Eksplorasi Pertama RD B-1

38

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

39


22

24

Tantangan Pengeboran Eksplorasi

23

40

Pada tahun 2014, Supreme Energy Rantau Dedap memulai kegiatan pengeboran eksplorasi menggunakan satu unit rig dan jasa penunjang pengeboran seperti directional drilling service, cementing service, drilling fluid service, aerated drilling services, mud logging service, fishing & milling service, coring service serta wireline logging. Proses seleksi pemilihan rig dan seluruh jasa penunjang pengeboran dilakukan melalui tahapan panjang yang ketat untuk memastikan mitra kerja yang terlibat tidak hanya memiliki kemampuan secara teknis dan finansial, namun memiliki kesungguhan komitmen pada tercapainya kegiatan pengeboran eksplorasi yang sukses.

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

25

Komunikasi menjadi elemen penting pertama yang dibangun dengan seluruh stakeholder agar tujuan dari pengeboran dapat dipahami oleh seluruh elemen yang terlibat, baik di site Rantau Dedap maupun di Jakarta. Kegiatan

22, 23. Pengeboran Eksplorasi 24. Penajakan (spud in) Sumur Eksplorasi Pertama RD-B1 25. Sungai Endikat melintasi wilayah proyek PLTP Rantau Dedap

pengeboran difokuskan pada pencapaian empat (4) hal berikut: 1. tiada catatan atau nol catatan Loss Time Accident (LTA) baik dalam isu lingkungan maupun kerusakan aset; 2. penyelesaian pengeboran sumur yang mengacu pada basis of well design; 3. penyelesaian pengeboran sumur sesuai trajectory yang ditetapkan tim subsurface; 4. penyelesaian pengeboran sumur di bawah target waktu dan anggaran.

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

41


28

Total enam (6) sumur eksplorasi pada 3 well pad yang berbeda, yaitu RD-B1, RD-B2, RD-C1, RD-I1, RD-I2 dan RD-C2, seluruhnya diselesaikan tanpa ada LTA, isu terhadap lingkungan maupun kerusakan pada aset perusahaan. Keseluruhan sumur juga merupakan sumur berarah dengan rata-rata kedalaman mencapai 2,400mKU, dan berhasil menembus fault zone sesuai dengan target. 26

Hasil dari setiap sumur memperbaharui interpretasi dan pemahaman terhadap kondisi subsurface Rantau Dedap yang mendorong dinamika pengeboran. Meskipun demikian, seluruh sumur dapat diselesaikan di bawah target waktu dan sesuai anggaran yang ditetapkan. Akhir masa kegiatan di pertengahan tahun 2015 menunjukan total NPT (Non-Productive Time) sebesar 12%, yang secara internal merupakan peningkatan dari total NPT setelah melakukan 6 pengeboran sumur eksplorasi. Tantangan terbesar dalam tahapan ini terkait dengan kesiapan infrastruktur seperti well pad dan akses jalan.

Tantangan Pembangunan Infrastruktur • • • • • •

27

42

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Terpencil; Minim infrastruktur jalan dan jembatan; Kondisi geografis sulit, terjal dan curam; Jarak yang sangat jauh dari jalan utama menuju lokasi; Kondisi tanah yang rentan longsor; Elevasi, ketinggian.

Berdasarkan perencanaan tata letak, PLTP Rantau Dedap terletak di lokasi pegunungan dengan ketinggian kurang lebih 2,600 mdpl dan berada di dalam kawasan hutan lindung yang meliputi wilayah kabupaten Muara Enim, Lahat dan Kota Pagar Alam. Untuk mencapai lokasi tapak sumur (well pad ), infrastruktur jalan dan jembatan perlu ditingkatkan, termasuk pembuatan jalan baru sepanjang ± 40 km dari jalan utama titik Nol. (Kec. Kota Agung Lahat) guna mengakomodasi mobilisasi alat berat, alat pengeboran dan material. Pekerjaan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan pada tahap eksplorasi dimulai di tahun 2013 oleh kontaktor terpilih yaitu LCI (Leighton Contractor Indonesia).

Rintangan yang dihadapi dalam pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas penunjang pengeboran dalam tahap eksplorasi tahun 2013 2015 meliputi: 1. Pembebasan Lahan Pembebasan lahan untuk peningkatan jalan dan pembuatan jalan baru menuju well pad merupakan tantangan tersendiri, khususnya bagi tim Relations dan Project yang sering menerima keluhan dari para pemilik dan penggarap lahan; nominal ganti rugi pembebasan lahan yang beragam juga turut memberikan tantangan dalam pengerjaan konstruksi. 2. Pemblokiran Jalan Pemblokiran jalan kerap terjadi dalam proses mobilisasi alat dan material mengatasnamakan penggarap / pemilik lahan / masyarakat dengan ekspektasi yang bervariasi terhadap bentuk retribusi proyek.

3. Geometric Jalan Pembangunan jalan menuju Well Pad B, E, C dan I cukup panjang, ekstrim, dan terjal khususnya di jalan pintas yang memiliki kemiringan jalan hingga 21% yang memerlukan upaya luar biasa khususnya saat mobilisasi alat berat dan material untuk kegiatan pengeboran. 4. Cuaca Cuaca juga sangat mempengaruhi progres pembangunan jalan, jembatan dan well pad. Hujan lebat yang berpotensi longsor, jalanan yang licin, udara berkabut dan suhu dingin menjadi kendala dalam pembangunan infrastruktur. 5. Biaya Transportasi Jauhnya jarak tempuh yang diperlukan ke lokasi PLTP Rantau Dedap serta medan dan cuaca yang ekstrim mengakibatkan biaya transportasi untuk mobilisasi alat dan barang menjadi tinggi.

26. Atmospheric Flash Tank digunakan selama kegiatan Uji Sumur 27. Kepala Sumur Panas Bumi 28. Pembuatan Giant MSE wall di areal shortcut untuk jalan akses proyek

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

43


29 29. Kegiatan mobilisasi peralatan konstruksi selama kegiatan eksplorasi

Pembangunan Infrastruktur selama Tahap Eksplorasi

44

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

No.

Proyek

Infrastruktur yang dibangun

1.

Peningkatan Jalan Blok 0 ke Tungul Bute (14 km)

• Jalan Kabupaten Lahat dengan lebar sekirar 3,5 meter dan minim perawatan sehingga desa Tunggul Bute cukup lama terisolasi karena tidak bisa dilewati kendaraan mobil di KM. 11+000. • Dengan adanya izin pemakaian jalan dari Pemda Lahat, maka SERD berkewajiban meningkatkan kualitas jalan dan pemeliharaaan. Pada tahun 2015, ada beberapa ruas jalan yang diaspal oleh SERD. • Ruas jalan tertentu termasuk Blok O diperluas untuk manuver alat berat khususnya mobilisasi alat-alat pengeboran dan material. • Perbaikan Jembatan Mata Lintang Lawang Agung.

2.

Talang Pisang Camp

• Pembuatan Camp Talang Pisang sebagai tempat akomodasi para pekerja LCI dan SERD selama eksplorasi.

3.

Pembuatan Jalan Proyek (Jalan Baru 14,5 KM) Talang Pisang Well Pad B

• • • • • •

Pembebasan lahan yang pada umumnya ditanami kopi oleh masyarakat setempat Pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan Endikat River ford dan MSE Wall Pembuatan Well Pad B Akses dan fasilitas untuk pengeboran RD-B1, B2 Pembangunan gudang Gudang sementara bahan peledak di KM 8+000

4.

Pembuatan jalan proyek sepanjang 7 km dari Junction Anoa to Well Pad E

• • • •

Pembebasan lahan Pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan MSE Wall Pembuatan Well Pad E Akses dan fasilitas untuk pengeboran RD-E1

5.

Pembuatan jalan proyek sepanjang 2,5 km dari Well Pad E to Well Pad C

• • • •

Pembebasan lahan Pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan MSE Wall Pembuatan Well Pad C Akses dan fasilitas untuk pengeboran RD-C1 dan RD-C2

6.

Pembuatan jalan proyek sepanjang 2 km dari Junction C - Well Pad I

• • • •

Pembebasan lahan Pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan MSE Wall Pembuatan Well Pad I Akses dan fasilitas untuk pengeboran RD-I1 dan RD-I2

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

45


33

30

31

32

30. Salah satu lokasi water intake 31, 32, 33. Konstruksi sipil pembuatan jalan dan jembatan untuk akses

46

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

47


34

Studi Kelayakan Penyusunan Studi Kelayakan (Feasibility Study) merupakan kewajiban pengembang pasca eksplorasi. Studi ini disusun untuk melihat kelayakan sebuah proyek panas bumi dari sisi teknis, ekonomi, dan lingkungan / sosial. Dilihat dari aspek lingkungan dan sosial, lapangan WKP Rantau Dedap sudah memenuhi persyaratan dan layak untuk dikembangkan. Namun berdasarkan aspek Ekonomi, WKP Rantau Dedap belum layak untuk dikembangkan jika menggunakan harga dasar tarif listrik sesuai dengan PPA yang telah disepakati dikarenakan hasil eksplorasi 2x49 MW (gross) jauh dari target awal sebesar 2x110 MW (gross). Hasil Eksplorasi yang tidak sesuai ekspektasi memberikan tekanan bagi SERD dalam pengembangannya. Studi Kelayakan oleh Menteri ESDM dan revisi PPA mengenai tarif dasar listrik harus dilakukan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Proses Studi Kelayakan PLTP Rantau Dedap dimulai pada Januari 2016 dan mendapatkan persetujuan dari Menteri ESDM pada 9 Maret 2018.

35

34, 35. Kunjungan dalam rangka Studi Kelayakan

48

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

49


37

Amandemen PPA Sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 17 Tahun 2014, jika hasil eksplorasi tidak sesuai dengan target awal, pengembang dapat mengajukan permohonan penyesuaian harga. Penyesuaian harga dasar ini dilakukan pihak penjual dan pembeli berdasarkan asas keterbukaan dan prinsip keekonomian serta keadilan. Harga jual tenaga listrik ini harus mendapatkan persetujuan dari Menteri ESDM.

Tantangan dalam tahapan ini adalah proses diskusi dan negosiasi dengan pihak PT PLN (Persero) beserta konsultannya. SERD berupaya meyakinkan PT PLN (Persero) dengan penjelasan dari sisi teknis, non teknis, hukum hingga ke sisi finansial proyek. Proses PPA Amandemen ini membutuhkan waktu sekitar 2 tahun hingga ditandatangani kedua belah pihak dan mendapatkan persetujuan dari Menteri ESDM, serta Surat Jaminan Kelayakan usaha (SJKU) ditandatangani Menteri Keuangan.

36

38

36. 37. 38. 39.

50

39

Presiden Direktur PT PLN (Persero) dan SERD menandatangani perubahan PPA dihadapan Menteri ESDM Foto bersama Menteri ESDM seusai acara penandatanganan Amandemen PPA Pembahasan Amandemen PPA SERD dengan PT PLN (Persero) Foto bersama seusai acara penandatanganan PPA Amandemen

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

51


40

41

Pembiayaan Proyek Uji Tuntas, Pembiayaan, Tender EPC & Pengeboran Kepatuhan Terhadap Standar Lembaga Keuangan SERD bekerja sama dengan Mizuho Bank sebagai koordinator yang bertanggung jawab mengkoordinasi jalannya proses uji tuntas antara lembaga keuangan yang diwakili oleh konsultan-konsultan dengan pihak SERD. Lembaga keuangan yang terlibat dalam proses ini adalah JBIC, ADB, NEXI dan 3 bank komersial; Bank Mizuho, Bank SMBC (Sumitomo Mitsui Banking Corporation), dan Bank MUFG (Mitsubishi UFJ Financial Group), dengan standar kepatuhan berbeda bagi masing-masing lembaga keuangan. Beberapa hal yang menjadi ruang lingkup due diligence sebagai evaluasi atas kepatuhan terhadap standar lembaga keuangan mencakup aspek: a) Legalitas dan aspek perizinan, sertifikasi sumber daya (resource), aspek teknis, aspek sosial dan lingkungan hidup, aspek asuransi, aspek finansial, akuntansi dan perpajakan; b) Penerapan dan dokumentasi terkait lindung nilai (hedging); c) Dokumentasi perjanjian pembiayaan dan dokumen-dokumen lain yang terkait; d) Akselerasi kelengkapan persyaratan syarat tangguh (condition precedent) untuk dapat mencapai penarikan pertama kali pinjaman (first drawdown).

Beberapa hal yang menjadi tantangan dalam kegiatan uji tuntas antara lain: a) Menyamakan persepsi aspek bisnis, kepatuhan dan komersial antara lembaga keuangan dengan PLN yang diterjemahkan ke dalam PPA. b) Menyamakan persepsi aspek bisnis, kepatuhan dan komersial antara lembaga keuangan, SERD dengan kontraktor (termasuk EPC dan Pengeboran) yang diterjemahkan dalam kontrak kerja. c) Memenuhi persyaratan dalam syarat tangguh (condition precedent) untuk dapat mencapai penarikan pertama kali pinjaman (first drawdown). d) Percepatan kelengkapan persyaratan syarat tangguh (condition precedent) untuk dapat mencapai penarikan pertama kali pinjaman (first drawdown). e) Waktu yang terbatas untuk mencapai penyelesaian uji tuntas. f) Menentukan struktur pendanaan yang optimal untuk proyek SERD g) Identifikasi risiko-risiko yang akan dihadapi proyek di awal beserta risiko mitigasi sehingga memenuhi persyaratan teknis yang sesuai standar lembaga keuangan.

Pada 2019, Pembiayaan Proyek PLTP Rantau Dedap menerima penghargaan “Renewable Energy Deal of the Year” dari salah satu institusi keuangan yaitu The Asset dalam Asset Asian Award. 52

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

42

40. Menteri ESDM, Ignatius Jonan menghadiri acara Gala Dinner Financial Close PLTP Rantau Dedap 41. Pemberian kenang-kenangan dalam acara Gala Dinner Financial Close PLTP Rantau Dedap 42. Foto bersama Acara Gala Dinner Financial Close PLTP Rantau Dedap Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

53


44

Tahap Eksploitasi & Konstruksi Tender EPC dan Pengeboran 43

43, 44.

Penandatanganan Kontrak Konstruksi Terintegrasi / Engineering Procurement & Construction (EPC) PLTP Rantau Dedap.

54

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

55


45

45. Tim Subsurface 46. Uji Sumur PLTP Rantau Dedap 47. Foto bersama penajakan (spud in) sumur pertama pengembangan RD-I3

46

56

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

47

Tantangan Kegiatan Subsurface Pada tahap eksploitasi dengan target kapasitas terpasang 2x49 MW (gross) diperlukan 128 kg/s High Pressure (HP) dan 66 kg/s Low Pressure (LP) steam. Target tersebut diharapkan dapat dicapai dengan pengeboran 16 sumur eksploitasi yang terdiri atas 11 sumur produksi, 1 sumur injeksi dan 4 sumur kontingensi produksi maupun injeksi. Keseluruhan sumur rencananya akan dibor dari 4 tapak sumur produksi (RD-I, RD-M, RD-M, RD-N) dan 2 tapak sumur injeksi (RD-E dan RD-C). Penentuan target pengeboran menjadi tantangan pada tahap ini. Ditemukan banyak perbedaan dari pemahaman mengenai sistem panas bumi yang sebelumnya dibuat berdasarkan hasil pengeboran eksplorasi

dengan hasil pengeboran eksploitasi. Daerah yang dianggap memiliki temperatur paling tinggi ternyata dapat dibuktikan, namun daerah tersebut ternyata memiliki permeabilitas kurang baik. Selain itu, daerah zona uap dangkal yang dibuktikan oleh dua sumur eksplorasi ternyata tidak menerus dan konsisten. Pada kenyataannya, beberapa sumur yang mendapatkan permeabilitas di zona uap dangkal tersebut malah mengalami pengurangan tekanan dalam perjalanan ke permukaan. Sehingga secara umum desain sumur harus disesuaikan, termasuk penentuan kedalaman zona reservoir. Tantangan lain yang dihadapi adalah proses pengambilan keputusan selama program pengeboran eksploitasi berlangsung. Data bawah permukaan yang diperoleh dari sumursumur eksploitasi memberikan pandangan yang lebih baik mengenai urutan sumur yang

akan dibor. Proses pemanasan sumur ternyata lebih lama dari yang diperkirakan. Jika pada sumur eksplorasi, semua sumur memperoleh permeabilitas sesuai target, ternyata berbeda dengan tahap eksploitasi. Terdapat setidaknya tiga sumur yang dibor berhasil menemukan temperatur yang tinggi, akan tetapi tidak memiliki permeabilitas. Terkadang suatu sumur harus mengalami beberapa kali pengeboran ulang maupun perubahan arah agar target permeabilitas dan temperatur dapat dicapai, walaupun tidak semuanya berhasil seperti yang diharapkan. Selanjutnya dilakukan pembaruan simulasi numerik berdasarkan data sumur eksplorasi dan eksploitasi. Dari hasil simulasi tersebut, target produksi 90MW (nett) akan tercapai beberapa bulan setelah beroperasinya pembangkit listrik, seiring dengan meningkatnya entalpi dari setiap sumur produksi.

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

57


48. Mobilisasi peralatan pengeboran, konstruksi dan peralatan pembangkit

48

Tantangan Kegiatan Konstruksi Terintegrasi PLTP Rantau Dedap Kegiatan konstruksi dalam tahapan eksploitasi dimulai pada tahun 2018 oleh Kontraktor EPC Konsorsium Rekayasa Industri dan Fuji Electric (EPC ReFe). Pengerjaannya mencakup penambahan jalan 4 KM dari tahap eksplorasi, 3 tapak sumur baru (well pad L, elevasi +2500 dpl, well pad N, dan well pad N) dan sampai beroperasinya PLTP Rantau Dedap 91.2 MW (nett), termasuk juga pengerjaan Steam Gathering System (SGS) line yang menghubungkan semua sumur produksi di mana steam dialirkan melalui pipa SGS ke separator dan main steam line untuk menggerakan turbin. Air tidak terpakai dari sumur (brine water) akan disalurkan melalui brine line dan disuntikkan kembali ke bumi melalui sumur injeksi RD-B1 dan RD B2. Pekerjaan pengeboran sumur dalam tahap eksploitasi dikerjakan oleh PT PRA (PT Plumpang Raya Anugrah). Ada sejumlah kendala yang dihadapi dalam kegiatan konstruksi dalam tahapan eksploitasi Rantau Dedap, yaitu: 1 Performa EPC REFE mengalami beberapa kendala terutama adanya permasalahan likuiditas. Keterlambatan pembayaran kepada subkontraktor/vendor lokal menimbulkan adanya isu sosial berupa kejadian pemblokiran dan mogok karyawan. 2 Pandemi COVID-19 menjadi hambatan besar tercapainya target konstruksi karena sempat menginfeksi karyawan proyek PLTP Rantau Dedap pada outbreak pertama di Desember 2020 dan outbreak kedua di Juli 2021.

58

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

59


49

Tantangan Kegiatan Pengeboran Kegiatan pengeboran sumur eksploitasi Rantau Dedap dimulai pada Agustus 2018, beriringan dengan kegiatan pengeboran sumur eksploitasi Muara laboh. Secara operasi, pengeboran sumur eksploitasi Rantau Dedap dilakukan hampir tanpa jeda setelah selesainya eksploitasi Muara Laboh. Direncanakan 16 sumur dibor selama 2 tahun masa kegiatan, dengan rincian 8 sumur akan diselesaikan oleh masing-masing rig. Jasa seperti rig, penyemenan dan fluid pengeboran dilayani oleh masing-masing satu perusahaan untuk efektivitas dan kemudahan logistik. Beberapa jasa seperti directional drilling, pahat dan fishing-whipstock tetap dikompetisikan untuk memastikan perusahaan mendapat kualitas dan ketersediaan peralatan yang dibutuhkan. Hal ini berdampak positif pada performa pengeboran secara keseluruhan, terutama saat pengeboran semakin dinamis. Beberapa sumur tidak berhasil mendapatkan permeabilitas yang diharapkan, beberapa sumur lain meski mendapat indikasi permeabilitas namun angkanya tidak mencukupi sehingga diperlukan pekerjaan tambahan berupa open-hole sidetrack — pada saat lubang sumur belum dipasang pipa selubung — dan cased-hole sidetrack.

50

tambahan sesuai program tanpa hambatan waktu yang berarti. Hal ini juga ditunjang oleh kru pengeboran yang terlibat langsung dalam pekerjaan yang telah memiliki pemahaman terhadap tujuan pengeboran, komunikasi dan kerja sama yang telah lama terjalin. Pada akhir masa kegiatan, total 14 sumur berhasil diselesaikan ditambah dengan 10 sumur sidetrack, 1 sumur workover serta dua abandoned borehole terkait casing collapse saat penyemenan (RD-I4) dan borehole problem (RD-M5). Total NPT (Non-Productive Time) selama kegiatan pengeboran eksploitasi Rantau Dedap sebesar 10%, yang secara internal merupakan perbaikan dari total NPT setelah melakukan 6 pengeboran sumur eksplorasi di Rantau Dedap sebelumnya. Hingga selesainya kegiatan pengeboran sumur eksploitasi Rantau Dedap di bulan Februari 2020, tidak terjadi satu pun kasus LTA, isu terhadap lingkungan, maupun kerusakan pada aset perusahaan. Pandemi COVID-19 berdampak besar terutama pada dua pekerjaan terakhir RD-L1WO dan RD-I4ST di mana pada periode Desember 2019-Januari 2020 operasi terpaksa harus dihentikan karena adanya kasus outbreak COVID-19 di situs pengeboran.

51

Ketersediaan peralatan dan keandalan personel pengeboran menjadi salah satu kunci penyelesaian kegiatan pengeboran dengan beberapa pekerjaan

49. Penajakan (spud in) sumur pertama RD-I3 50,51. Kegiatan pengeboran sumur tahap pengembangan yang dilaksanakan PT Plumpang Raya Anugrah (PRA)

60

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

61


52, 53. Pelaksanaan seleksi personil O&M 54, 55. Training dan OJT personil O&M SERD

Rekrutmen & Pelatihan O&M SERD memulai proses perekrutan tenaga operasional dan pemeliharaan (Operational & Maintenance) di pertengahan tahun 2019 dengan memprioritaskan kandidat yang berasal dari Sumatra Selatan dan berpengalaman di industri panas bumi. SERD mengadakan perekrutan massal untuk posisi operator dan teknisi yang akan mengikuti program pelatihan sebagai O&M Trainee. • 23 Februari – 1 Maret 2020 di Palembang, dari 6.000 pelamar diseleksi menjadi 500 pelamar untuk mengikuti tes psikometrik, tes kemampuan teknikal dasar, serta interview dengan psikolog dan tim HR dan O&M SERD. 12 peserta terbaik direkrut untuk mengikuti program pelatihan dan On-the-Job Training (OJT) yang telah dipersiapkan untuk membekali O&M Trainee dengan kemampunan teknikal dan pengetahuan pengoperasian pembangkit energi geothermal. • Program pelatihan dilakukan di PPSDM Migas di Cepu, Jawa Tengah dari 16 November 2020 sampai dengan 8 Januari 2021. Pelatihan dilakukan oleh instruktur dari PPSDM Migas dan internal SERD yang mencakup pelatihan keamanan dan keselamatan kerja, manajemen lingkungan hidup, teknis elektrikal, mekanikal, instrumentasi, pembangkitan tenaga, dan pengenalan industri geothermal. Di akhir pelatihan dilakukan tes komprehensif yang hasilnya menyatakan semua O&M Trainee lulus.

52

• Selanjutnya, O&M Trainee melakukan OJT di PLTP Muara Laboh didampingi oleh Supervisor dan personil O&M dari SERD. Program OJT ini bertujuan untuk mendapatkan pengalaman langsung dan familiarisasi terhadap pengoperasian dan pemeliharaan PLTP. OJT dilakukan selama periode 7 Februari 2021 sampai dengan 5 Mei 2021 yang diikuti oleh 25 personil O&M SERD. • Setelah menyelesaikan program OJT di PLTP Muara Laboh, personil O&M SERD melakukan serangkaian sertifikasi seperti POP, POM, POU, AK3 Listrik, AK3 Umum, dan lembaga sertifikasi HAKIT untuk mendapatkan sertifikat yang dibutuhkan dalam pengoperasian dan pemeliharaan PLTP. Kegiatan sertifikasi dilakukan bersamaan dengan kegiatan Pre-Commissioning dan Commissioning di PLTP Rantau Dedap.

54

• Rangkaian kegiatan pelatihan, OJT, dan sertifikasi dirancang agar para peserta tidak hanya mengerti dan mampu untuk melakukan pengoperasian dan pemeliharaan PLTP secara keseluruhan, akan tetapi juga dibekali dengan sertifikasi yang dibutuhkan sesuai aturan yang berlaku. Tujuan program ini adalah untuk memberikan fondasi mental yang kuat dan pemahaman luas mengenai pengoperasian PLTP sebelum mulai bertugas di Rantau Dedap untuk tahapan PreCommissioniong, Comissioning, COD, serta pengoperasian dan pemeliharaan PLTP setelah COD.

53

55

62

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

63


56

Commissioning Proses Commissioning atau pengujian fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) adalah tahap krusial untuk menunjukkan bahwa rancangan dan konstruksi pembangkit memenuhi persyaratan desain dan pemanfaatan sumber daya panas bumi sesuai tujuan yang ditetapkan. Pengujian fasilitas pembangkit mencakup keseluruhan bagian dan komponen fasilitas mulai dari sistem pendukung seperti pasokan air baku, listrik sebagai penggerak peralatan, dan peralatan pembangkit itu sendiri yang semuanya harus disiapkan secara terintegrasi. Ketersediaan sumur panas bumi adalah bagian penting yang harus dipersiapkan dan direncanakan sesuai dengan kebutuhan pengujian pembangkit. Proses pengujian pembangkit dilakukan oleh Tim Commissioning yang terdiri dari kontraktor EPC sebagai penanggung jawab, tim project SERD dan Tim O&M SERD yang bekerja di bawah koordinasi Tim Commissioning EPC dengan struktur organisasi tersendiri. Tim Relations & Communication, baik di Jakarta maupun di site SERD sangat berperan dalam membantu mengatasi masalah sosial, komunikasi dengan masyarakat terdampak proyek dan juga terdampak pembebasan tapak tower PLN serta mendukung pelaksanaan commisioning hingga tercapainya COD.

64

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

57

Proses pre-commissioning mulai dilakukan sejak Juli 2019 yang diawali dengan proses pemanasan sumur produksi panas bumi dan pemanasan sistem perpipaan dari semua Tapak Sumur Produksi. Kegiatan ini melibatkan semua disiplin Tim Commissioning, bukan hanya keterlibatan Tim Teknis, namun juga membutuhkan komitmen yang tinggi dari Tim Safety, Lingkungan, Keamanan, Logistik, Komunikasi, Kesehatan dan Transportasi. Kerja sama Tim Commissioning yang terdiri dari multidisiplin dan tenaga kerja multinasional baik dari SERD, kontraktor EPC yang berasal dari negara yang berbeda serta wakil pemerintah yang menyaksikan proses commissioning merupakan suatu tantangan tersendiri. Pekerjaan commissioning dengan jadwal dan waktu yang ketat serta kondisi cuaca ekstrim di bawah guyuran hujan, suhu dingin dan terik matahari, namun semuanya bisa dihadapi dan dilewati dengan semangat kerja sama untuk mencapai tujuan. Pengadaan pasokan listrik untuk kebutuhan commissioning merupakan hal lain yang membutuhkan usaha ekstra karena keterbatasan kapasitas pasokan. Beberapa inovasi dengan strategi yang optimum memanfaatkan sumber yang tersedia, sehingga kegiatan commissioning dapat berjalan untuk mencapai target penyelesaian.

Pengawasan keselamatan kerja dan lingkungan adalah hal lain yang membutuhkan disiplin tinggi ketika melaksanakan proses commissioning. Penyelesaian commissioning terlaksana setelah mendapatkan pasokan listrik dari jaringan PLN 150 KV. Commissioning keseluruhan dari fasilitas pembangkit mulai sumur produksi, sistem sirkulasi air pendingin, pengoperasian turbin dan generator sampai sinkron ke jaringan 150 KV dilaksanakan dengan baik. Walaupun selama proses terdapat beberapa kendala teknis, semuanya dapat dilalui dengan baik.

56. GIS Switchyard PLTP Rantau Dedap 57. Pekerjaan konstruksi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV yang menghubungkan PLTP Rantau Dedap dengan Gardu Induk Lumut Balai milik PT PLN (Persero)

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

65


Pembangunan Jaringan Transmisi PLTP Rantau Dedap akan menyalurkan listrik ke jaringan listrik Sumatra tegangan 150 KV. Hal ini memerlukan jaringan baru sepanjang ± 40 km dan terdiri dari 115 tower yang akan menyambungkan PLTP Rantau Dedap ke Gardu Induk (GI) Lumut Balai yang terhubung dengan jaringan 275 kV back-bone Sumatra milik PLN. Pembangunan jaringan 150 KV ini sesuai kesepakatan PPA adalah tanggung jawab PLN. SERD turut berperan aktif dalam membantu tercapainya target penyelesaian sesuai jadwal. SERD berkoordinasi dengan PLN melalui Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumbagsel. Koordinasi dengan tim PLN UIP Sumbagsel berjalan baik dengan semangat yang sama untuk menyelesaikan pembangunan jaringan transmisi tepat waktu. SERD membantu PLN dalam hal sosialisasi, fasilitasi perizinan dan komunikasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah Muara Enim. Tim Relations berperan penting dalam hal ini sehingga pembebasan lahan dan pembangunan Tower Transmisi dan Gardu Induk PLN bisa terlaksana dengan lancar dan aman. Komunikasi dan koordinasi intensif antara SERD dengan PLN di level teknis dan non teknis serta secara formal dan informal terbukti sukses melewati tantangan besar. Kesuksesan ini ditandai dengan selesainya pembangunan jaringan transmisi serta Gardu Induk dalam waktu relatif cepat tanpa masalah sosial, keamanan dan keselamatan kerja.

12 Juni 2021. Dengan selesainya jaringan PLN 150 KV dan interkoneksi ke pembangkit SERD, pembangkit bisa menyelesaikan proses commissioning dan siap untuk beroperasi secara komersial. Beberapa rintangan yang dihadapi dalam pembangunan jaringan transmisi antara lain: 1) Pembebasan Lahan Pembebasan lahan tapak tower & ROW (Right of Way) merupakan tahapan penting dimulainya pembangunan jaringan transmisi. Berbagai isu seperti penghentian pekerjaan di lapangan serta permintaan ganti rugi yang tidak wajar kerap terjadi dan menyebabkan penundaan pekerjaan pembangunan jaringan transmisi. 2) Lokasi Tower Lokasi tapak tower tersebar berada di perbukitan, hutan, jurang, persawahan dan perkebunan kopi masyarakat yang diantaranya tidak dapat terjangkau dengan kendaraan maupun alat berat, sehingga pengangkutan material dan alat kerja khususnya untuk pekerjaan pondasi dan tower dilakukan secara manual menggunakan tenaga manusia. Selain itu, banyaknya pepohonan di lokasi tapak tower membutuhkan kehati-hatian tinggi untuk menghindari resiko tertimpa pohon. 3) Cuaca Cuaca ekstrim dengan intensitas hujan yang tinggi dan sering berkabut menjadi kendala dalam pembangunan tower. Adanya petir saat hujan meningkatkan risiko bekerja di ketinggian.

Koordinasi dan kerja sama teknis selama pengujian sistem komunikasi dan proteksi dari Gardu Induk PLN ke switchyard pembangkit juga berjalan baik. Pekerjaan pengujian dilakukan secara berkelanjutan (24 jam) untuk mencapai target dan memenuhi standar teknis keselamatan kerja. Koordinasi dan kerja sama berlanjut sampai terlaksananya backfeeding tenaga listrik dari jaringan 150 KV ke switchyard dan generator set up transformer 150 KV di pembangkit SERD tanpa kendala berarti di tanggal

66

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

67


58

58. Pekerjaan konstruksi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV yang menghubungan PLTP Rantau Dedap dengan Gardu Induk Lumut Balai milik PT PLN (Persero)

68

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

69


Pandemi COVID-19 Pada Maret 2020, WHO mendaklarasikan outbreak COVID-19 sebagai pandemi global. SERD segera mengaktifkan Business Continuity Plan (BCP) beserta pembentukan Company Committee dalam menghadapi COVID-19. Kasus pertama ditemukan di proyek Rantau Dedap pada 21 Juli 2020.

dinyatakan bebas dari penyebaran COVID-19 dan menyebabkan COD mengalami keterlambatan dari jadwal semula pada September menjadi akhir tahun 2021.

Di bulan Desember 2020, SERD mengalami outbreak COVID-19 yang pertama. Terdeteksi 2 klaster COVID-19 yang dengan cepat menular ke karyawan lain sehingga menyebabkan SERD harus menghentikan sementara kegiatan hingga dinyatakan bebas dari penyebaran COVID-19.

59

Tercatat sekitar 400 orang terkonfirmasi positif COVID-19 melalui PCR swab test yang kemudian dievakuasi ke RS di Palembang untuk pengobatan dan perawatan lebih lanjut. Proyek akhirnya berjalan kembali setelah terhenti 1 bulan dengan perbaikan dan pemberlakukan protokol kesehatan secara ketat, yaitu: a. Screening dengan melakukan karantina 5 hari dan melakukan uji PCR sebanyak 2 kali bagi setiap pekerja yang akan memasuki area proyek; b. Koordinasi dengan semua kontraktor untuk mencegah penyebaran virus COVID-19; c. Sterilisasi dan disinfektasi akomodasi, perkantoran dan semua tempat umum; d. Random sampling antigen terhadap setiap karyawan di setiap harinya; e. Melaporkan kondisi terakhir kepada otoritas setempat secara berkala; f. Merestrukturisasi fasilitas akomodasi untuk karantina dan pemisahan pekerja. Setelah backfeeding, Proyek PLTP Rantau Dedap kembali mengalami outbreak COVID-19 untuk kedua kalinya. SERD harus menghentikan sementara proyek dan melakukan 3T (Tracking, Testing dan Tracing) serta mengevakuasi total sekitar lebih dari 800 orang yang terkonfimasi positif COVID-19 melalui metode uji PCR terhadap lebih dari 2.100 orang pekerja di lapangan. Lagi, proyek terhenti selama 1 bulan hingga 59. Kegiatan Screening Swab Test Covid 19

70

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

71


61

Tanggal Operasi Komersial / Commercial Operations Date Setelah disetujuinya dokumen Prosedur Uji Pengenal Kapasitas Pembangkit atau Plant Rated Capacity (PRC) Test Procedure dan Dokumen Protap oleh PT PLN (Persero) serta Sertifikat Layak Operasi (SLO) Unit 1 dan Unit 2 dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK), SERD beserta kontraktor EPC sudah dapat memulai pengujian kapasitas pengenal pembangkit selama 72 jam tanpa jeda sebagai persyaratan ditetapkannya Tanggal Operasi Komersial. Jauh dari kata mudah atau normal untuk menyelesaikan proyek PLTP Rantau Dedap 91.2 MW (nett). Faktor alam dan teknis di lapangan, ditambah

pandemi COVID-19, menjadi hambatan dan tantangan yang menarik. Pada akhirnya, kerja sama, keteguhan, dan keyakinan bersama seluruh stakeholder PLTP Rantau Dedap berbuah keberhasilan untuk melaksanakan COD di akhir tahun 2021. PRC test berhasil dilaksanakan selama 72 jam nonstop dari tanggal 22 hingga 25 Desember 2021. Berdasarkan surat Direktur Mega Proyek dan EBT PT PLN (Persero) No. 1165/KIT.06.01/C01040000/2022 tanggal 6 Januari 2022, PLTP Rantau Dedap dinyatakan telah beroperasi komersial sejak 26 Desember 2021 dengan kapasitas berdasarkan PRC test sebesar 91,185 MW (nett).

60

60. Foto bersama Tim SERD seusai pelaksanaan uji Plant Rated Capacity (PRC) 3x 24 jam 61. Foto bersama Direktur Utama SERD dengan perwakilan PT PLN (Persero) seusai pelaksanaan Plant Rated Capacity (PRC) yang menandai Tanggal Operasi Komersial PLTP Rantau Dedap 91.2 MW

72

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

73


74

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

75


62

63

64

76

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

62, 63, 64. Kegiatan O&M SERD 65. Kunjungan BOD & Chairman ke lapangan PLTP Rantau Dedap seusai TOK

65

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

77


3

Keberadaan SERD


Keberadaan SERD

Kepedulian SERD Terhadap Lingkungan Kepatuhan terhadap Aspek Keselamatan Kerja, Kesehatan dan Lindung Lingkungan Dalam perjalanannya, mulai dari pembukaan jalan dan lahan hingga pembangunan pembangkit listrik, SERD menemui banyak tantangan terkait dengan aspek Keselamatan Kerja, Kesehatan dan Lindung Lingkungan (K3LL). SERD harus bekerja keras secara optimal dalam mengimplementasikan aspekaspek K3LL agar dapat melindungi keselamatan seluruh pekerja, peralatan, lingkungan, menjaga keselamatan dan kenyamanan penduduk, serta mejaga kelestarian keanekaragaman hayati di sekitar wilayah proyek. Selain faktor alam berupa lanskap yang sangat sulit dan intensitas hujan yang sangat tinggi, SERD menghadapi tantangan kinerja kontraktor dan subkontraktor khususnya dalam penerapan dan budaya budaya keselamatan kerja dan lingkungan yang belum terbentuk dengan baik. Banyak pekerja lokal yang belum pernah bekerja pada perusahaan yang memiliki standar keselamatan tertentu

80

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

serta belum mengenal potensi bahaya pada pekerjaannya dengan baik. Walaupun diawal ada ketidaknyamanan dengan aturan K3LL yang ketat diterapkan oleh Perusahaan, namun secara bertahap setelah melalui proses pelatihan dan pembinaan, mereka mampu membiasakan diri terhadap aturan K3LL Perusahaan. SERD selalu mematuhi peraturan perundangan Pemerintah Indonesia terkait penerapan K3LL. Secara rutin dan berkala, SERD melaksanakan kepatuhan terhadap K3LL yang ditetapkan oleh pemerintah dalam bentuk inspeksi internal/ eksternal, pemantauan lingkungan (RKL-RPL), dan banyak lainnya. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian SERD dalam meraih Soebroto Award dari Kementerian ESDM pada tahun 2017 dan 2019 kategori K3LL di bidang Panas Bumi Fase Pra-Produksi. Untuk melengkapi standar K3LL perusahaan, SERD pun mengadaptasi sejumlah standar internasional untuk diterapkan di area proyek SERD, seperti dari World Health Organization (WHO), Safeguards dari Asian Development Bank, dan standar serupa lainnya dengan tujuan agar perusahaan dapat terus menjaga dan meningkatkan standar keselamatan pekerja, peralatan, dan lingkungan.

66

Komitmen serta Program Pemeliharaan dan Pemulihan Lingkungan SERD memiliki komitmen tinggi untuk memelihara lingkungan. Komitmen ini diterjemahkan dalam berbagai aturan dan program perusahaan yang diimplementasi dengan ketat untuk mencegah dan meminimalkan dampak proyek terhadap lingkungan dan keanekaragaman hayati. Sebagai pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) serta pemenuhan kewajiban terhadap pemberi pinjaman, SERD kini tengah melakukan rehabilitasi lahan kritis dengan pola tanam intensif pada areal seluas 127 hektar di dalam kawasan Hutan Lindung Bukit Jambul Gunung Patah, Sumatra Selatan, serta berkomitmen untuk menjaga keutuhan hutan seluas 204 hektar di hutan lindung yang sama. Dalam melaksanakan kegiatan perlindungan dan pemulihan lingkungan dan keanekaragaman hayati, SERD bekerja sama dengan otoritas terkait dan memperkerjakan masyarakat lokal yang telah dididik. SERD telah membangun pembibitan khusus yang berisi tanaman endemik lokal, membangun wheel wash station untuk mencegah persebaran tanaman invasif, melakukan penanaman pada daerah yang terbuka dan rawan longsor, membangun jembatan penyebrangan satwa arboreal, memasang kamera jebak, dll. SERD juga membantu otoritas kehutanan melakukan edukasi pelindungan keanekaragaman hayati terhadap penduduk sekitar. Semua kegiatan tersebut tertuang dalam dokumen Environmental Management Plan dan Biodiversity Offset Management Plan.

67

66, 67. Fauna di sekitar lokasi PLTP Rantau Dedap

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

81


70

Program-Program Lingkungan Sepanjang garis waktu proyek SERD, program SHE telah diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan proyek serta praktik terbaik di industri panas bumi. Tujuan dari program SHE SERD adalah untuk mengendalikan lingkungan, mencegah pencemaran serta bentuk bahaya lainnya terhadap lingkungan, memantau lingkungan, merehabilitasi daerah yang terkena dampak proyek dan menjaga lingkungan serta keanekaragaman hayati di sekitar area proyek.

Penghargaan

Perhatian khusus pada pemantauan H2S dan kebisingan dilakukan karena kemungkinan signifikansi dampaknya. Dengan demikian, SERD melakukan pemantauan H2S 24 jam dan kebisingan 48 jam di luar persyaratan wajib.

Pada tahun 2017 mendapatkan Subroto Award: - Kategori Utama dalam Pengelolaan Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Panas Bumi (Proyek Panas Bumi yang belum berproduksi) - Kategori Pratama dalam Pengelolaan Lindungan Lingkungan Panas Bumi (Proyek Panas Bumi yang belum berproduksi) 68

SERD melakukan pengambilan sampel, pengamatan dan pemantauan secara berkala terhadap parameter dan lokasi yang telah disepakati dalam izin lingkungan SERD, termasuk kelengkapan dokumen AMDAL khususnya dokumen RKL-RPL untuk mengakomodasi komitmen SERD kepada Pemerintah Indonesia. Selain komitmen SERD terhadap aturan dan regulasi yang diberlakukan oleh pemerintah, SERD melaksanakan pemantauan berdasarkan standar internasional untuk memenuhi komitmen SERD kepada pemberi pinjaman (khususnya ADB). Standar internasional yang diterapkan SERD antara lain yang diadaptasi oleh Asian Development Bank (ADB), dan standar ambang batas dari IFC dan WHO. 69

Tidak hanya pengujian dan pemantauan lingkungan, SERD juga menekankan dan berupaya keras dalam perlindungan keanekaragaman hayati di sekitar wilayah proyek. SERD, melalui keterlibatan mereka dengan pemberi pinjaman didorong untuk menerapkan program ekstensif dalam pengelolaan, pemantauan, dan rehabilitasi keanekaragaman hayati. Sebagai bagian dari komitmen SERD untuk perlindungan keanekaragaman hayati, SERD melakukan program tahunan seperti: patroli kolaboratif dengan departemen kehutanan setempat, patroli drone untuk mensurvei pembukaan lahan potensial, pendirian pembibitan menggunakan spesies endemik lokal, pemasangan persilangan fauna, implementasi Rencana Pengimbangan Keanekaragaman Hayati dan berbagai upaya lainnya. Semua kegiatan ini dipandu dan ditunjuk berdasarkan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati (BAP) dan Rencana Pengelolaan Offset Keanekaragaman Hayati (BOMP) SERD. Di masa depan, SERD berharap dapat mengupayakan standar yang lebih baik lagi dalam pencapaian lingkungan yang baik, serta mengimplementasikan dan mensertifikasi proyek dengan sertifikasi Sistem Manajemen Lingkungan di bawah spanduk Standar Internasional untuk Standardisasi (ISO).

82

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

71

68. SERD mendapatkan Subroto Award di tahun 2017 69. Pembuatan Jembatan Satwa 70, 71. Satwa liar di sekitar lokasi PLTP Rantau Dedap

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

83


72

Komitmen SERD dalam Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Program Pelibatan Stakeholder & Mekanisme Keluhan Keterlibatan Pemangku Kepentingan & Konsultasi Publik SERD memiliki program manajemen sosial melalui Stakeholder Engagement Plan yang di dalamnya mencakup program keterlibatan masyarakat, mekanisme keluhan, program pengembangan masyarakat terpadu, Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Masyarakat setempat yang merupakan key stakeholder terutama kelompok yang merasakan langsung dampak dari proyek SERD harus dilibatkan dalam proyek ini. Pelibatan masyarakat ini berupa pelibatan komunikasi dan informasi, lapangan kerja, peluang usaha serta program sosial terintegrasi. Dengan keterlibatan masyarakat setempat tersebut, diharapkan dapat menghasilkan sinergi antara SERD dan masyarakat terdampak, sehingga menimbulkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap proyek.

84

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Keberhasilan proyek pembangunan PLTP Rantau Dedap ini dipengaruhi oleh tingkat penerimaan masyarakat sekitar (public acceptance). Menyadari realitas ini, SERD terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kepentingan dan manfaat baik manfaat langsung maupun tidak langsung dari pengembangan energi panas bumi terhadap perkembangan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

73

Sosialisasi dan komunikasi berkala terus dilakukan oleh SERD. Salah satu kegiatan rutin di bulan Ramadhan adalah Program Safari Ramadan dimana SERD melakukan sosialisasi kepada masyarakat sambil memberikan donasi kebutuhan dan melengkapi kebutuhan ataupun perbaikan fasilitas masjid. Setidaknya sudah lebih dari 50 masjid yang telah menerima program ini. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pembangkit listrik panas bumi, ditahun 2013 SERD mengajak sekitar 50 masyarakat sekitar proyek Rantau Dedap untuk studi banding dan kunjungan ke PLTP yang sudah beroperasi yaitu ke PLTP Kamojang yang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy. Studi banding ini dimaksudkan agar masyarakat dapat melihat secara langsung dan dapat meyakini bahwa pengelolaan panas bumi merupakan proyek yang aman, ramah lingkungan serta berkelanjutan. Selain itu, para peserta juga dapat melihat dampak nyata program CSR dari proyek PLTP.

72, 73. Kegiatan Studi Banding perwakilan Masyarakat di sekitar PLTP Rantau Dedap ke PLTP Kamojang

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

85


Mekanisme Keluhan Mekanisme keluhan merupakan upaya SERD untuk terus meningkatkan hubungan harmonis dengan masyarakat setempat, dengan cara menanggapi setiap keluhan yang diterima. Dari data mekanisme keluhan ini, SERD secara aktif merespon dan menyelesaikan setiap isu-isu sosial yang muncul, dan menyusun program-program sosial terpadu yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 74

SERD juga membentuk komite yang beranggotakan kepala desa dan tokoh masyarakat lainnya, di mana mereka juga turut berperan menjadi bagian dari manajemen mekanisme keluhan selama proyek berlangsung.

75

74, 75.

86

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Sosialisasi proyek PLTP Rantau Dedap kepada masyarakat sekitar

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

87


76

Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Pembangunan proyek baik yang dilakukan pemerintah atau swasta tentunya akan memberikan dampak terhadap lingkungan dan sosial diantaranya adalah masyarakat terdampak atau Project Affected People (PAP) yang kehilangan sumber pendapatannya. Terjadinya perbedaan antara ekspektasi perusahaan dengan masyarakat sekitarnya tidak mungkin dipungkiri dan kerap terjadi. Sangat penting untuk menciptakan keharmonisan dengan memperkecil perbedaan yang timbul tersebut melalui berbagai langkah-langkah yang terencana, terukur serta dilakukan melalui sistem dan program manajemen sosial yang terpadu.

Berbagai ekspektasi dan keluhan dianalisa untuk merumuskan mitigasi sosial yang tepat, sehingga dapat memperkecil kesenjangan harapan dan terciptanya keharmonisan dengan para stakeholder proyek.

77

78

76. Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam pilar Pemberdayaan Ekonomi 77. Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam pilar Kesehatan 78. SERD mendapatkan apresiasi dari BKPM atas partisipasi aktif dalam kegiatan kerjasama dengan UMKM dan mendorong pemberdayaan ekonomi lokal di daerah

88

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

89


79

Salah satu mitigasi kesenjangan harapan masyarakat adalah dengan melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan. Dalam melaksanakan program ini SERD memiliki 4 Pilar yaitu :

Pendidikan & Kesehatan

Pemberdayaan Masyarakat

Program:

Program:

• Mendukung berbagai kegiatan Puskesmas sekitar lokasi proyek dalam rangka pencegahan dan penyebaran virus COVID-19: serta dukungan dalam program stunting, • Donasi sembako sebagai cinderamata peserta vaksin dalam rangka percepatan vaksinasi masyarakat • Pengadaan sarana & prasarana pendidikan dan pelatihan • Pengadaan pengobatan gratis dan khitanan massal • Donasi peralatan pencegahan penyebaran virus • Penyelenggaraan kegiatan donor darah

• Program Pengembangan Sosial Terintegrasi dengan sasaran Kelompok Masyarakat Terdampak Proyek yang sebagian besar adalah petani kopi melalui program pelatihan budidaya kopi, termasuk memberikan bantuan pupuk dan peralatan pertanian. • Pendampingan petani kopi dalam memasarkan hasil panennya. • Pendampingan Kelompok Masyarakat Terdampak Proyek untuk mengembangkan rencana bisnis pertanian dengan target peningkatan taraf hidup melalui pembentukan kelembagaan untuk menguatkan sirkuler ekonomi Masyarakat Terdampak.

Infrastruktur

Hubungan Masyarakat

Program:

Program:

• Mendukung renovasi rumah ibadah di sekitar lokasi proyek di antaranya masjid, musholla, pondok pesantren • Mendukung kegiatan masyarakat dalam memperbaiki akses jalan, akses jembatan berupa donasi material dan dukungan alat berat • Mendukung renovasi perkantoran pemerintah daerah • Perbaikan MCK yang kurang layak • Perbaikan saluran air masyarakat yang terdampak proyek.

• • • • • •

90

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Partisipasi kegiatan pemerintah dan masyarakat Mendukung berbagai kegiatan olahraga Membantu kegiatan budaya Mendukung kegiatan perayaan hari besar nasional & keagamaan Donasi prasarana ibadah (alat sholat) Mendukung kegiatan ulang tahun institusi / peringatan hari jadi kabupaten & kota

80

79, 80, 81.

81

Kegiatan pemberdayaan masyarakat penanaman stroberi dan cabai sebagai alternatif penghasilan masyarakat terdampak

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

91


82

82. Pemberdayaan wanita masyarakat terdampak proyek dalam peningkatan produksi kopi

Livelihood Improvement Program (LIP) – Sejak 2016 SERD memiliki komitmen untuk memberdayakan masyarakat—khususnya yang terdampak proyek panas bumi—melalui kegiatan Community Development dalam “Program Perbaikan Pendapatan/Livelihood Restoration Program” yang juga merupakan bagian dari Program Pengembangan Sosial Terintegrasi (Integrated Social Development Program/ISDP). Livelihood Improvement Program diluncurkan pada tahun 2016 bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi Masyarakat Terdampak Proyek. Dalam proyek PLTP Rantau Dedap, tercatat ada 131 rumah tangga PAP dengan mata pencaharian sebagai petani kopi yang telah memenuhi kriteria kerentanan. Implementasi LIP mencakup inisiatif Peningkatan Mata Pencaharian yang bertujuan untuk membantu Rumah Tangga yang Terkena Dampak Proyek. Tujuan dari inisiatif ini sendiri adalah untuk mendukung Masyarakat Terdampak dalam membangun kembali mata pencahariannya, menghasilkan pendapatan alternatif baru, dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan dalam bentuk manfaat pembangunan jangka panjang. Hal ini sejalan dengan panduan International Finance Corporation (IFC) dan kebijakan Asian Development Bank (ADB) yang menyatakan, “Pemulihan mata pencaharian yang sederhana mungkin tidak cukup untuk melindungi populasi yang terkena

92

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

dampak dari proyek yang merugikan, terutama dampak seperti persaingan untuk sumber daya dan pekerjaan, inflasi, dan gangguan dukungan jaringan sosial dari kehadiran proyek.” Untuk alasan ini, IFC dan ADB merekomendasikan upaya peningkatan standar hidup bagi orang-orang yang terkena dampak proyek. Aktivitas LIP untuk 131 keluarga terdampak meliputi: • Pendampingan petani kopi dalam rangka peningkatan keterampilan penanganan pra-panen maupun pasca-panen. • Pelatihan dalam peningkatan kualitas dan cita rasa kopi. • Pendampingan pengembangan program pemasaran kopi, termasuk model bisnisnya. • Peningkatan produksi kopi baik jenis robusta atau arabika. Implementasi program tahun pertama difokuskan untuk meningkatkan kualitas kopi para petani dengan dibantu oleh tim konsultan Rumah Kopi Ranin. Dalam rangka menyiapkan dan mengimplementasikan program secara lebih komprehensif dan operasional, pihak SERD menunjuk Anwar Muhammad Foundation (AMF) sebagai konsultan pelaksana implementasi program. Berdasarkan Laporan Pemantauan Dampak, pelatihan ini telah menghasilkan beberapa perubahan sosial ekonomi dari pemilik tanah yang berpartisipasi. Di akhir program diharapkan Petani Kopi Semendo mampu menjadi Petani Kopi Mandiri melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

93


CSR Infographic related to SDG

131 orang

48 Unit

1 unit

1 unit

kopi hasil panen petani kopi di Semendo telah dibantu pemasarannya hingga tahun 2018

saluran air bersih telah diperbaiki di Desa Tunggul Bute

400 meter

1500 batang bibit manggis telah didonasikan ke masyarakat sekitar lokasi proyek

mengikuti program Pengobatan Gratis

truk pemadam kebakaran didonasikan kepada dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan Kab. Muara Enim

manual size grader coffee

pompa air

bantuan alat marawis

7 lokasi

9 lokasi

28 km

5 km

182 anak

115 paket

115 paket

11 unit

20 unit

>50 Masjid

94

perbaikan / pembangunan ruang kelas sekolah / madrasah

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

1200 kg

1 unit

traktor tangan telah didonasikan ke kelompok tani di 3 kecamatan terdekat

masjid / musholla desa telah ditingkatkan kualitas fisik bangunannya

3 unit

255 orang

Masyarakat Terdampak Proyek telah dimonitor dalam restorasi mata pencahariannya

jalan Kabupaten Lahat dan Muara Enim telah ditingkatkan kualitasnya

jalan Kabupaten Lahat telah diaspal

mengikuti program Khitanan Massal

donasi peralatan pencegahan penyebaran COVID-19 (tempat cuci tangan, masker, dll)

sembako

donasi gorong-gorong

donasi gabion

Safari Ramadhan

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

95


Testimoni dari Pemangku Kepentingan Marius Local Supplier Nama saya Marius, selaku local supplier yang telah mendukung Supreme Energy sejak 2014 hingga sekarang. Terima kasih telah melibatkan dan mengutamakan kami yang terdampak menjadi tenaga kerja lokal. Alhamdulillah, semenjak adanya proyek Supreme Energy di Rantau Dedap ini ekonomi masyarakat Kota Agung dan sekitarnya sudah terangkat. Boleh dikatakan, setelah banyak masyarakat lokal yang dipekerjakan oleh Supreme Energy, kini mereka sudah bisa membangun rumah sendiri. Dalam bidang pertanian, saya juga melihat Supreme Energy sudah banyak membantu kelompok petani serta jalannya usaha mereka. Harapan kami sebagai masyarakat Kota Agung adalah semoga Supreme Energy bertambah maju dan bisa memberi dampak positif pada lingkungan kami dan sekitarnya. Semoga, proyek ini juga bisa berjalan dengan lancar tanpa halangan apapun.

Daniel Local Supplier Saya di sini sangat merasakan dampak positif dari keberadaan proyek Supreme Energy Rantau Dedap. Sebagai warga lokal, kami mendapat ilmu cukup banyak yang bisa kami gunakan untuk pengembangan ke depannya. ke depannya. Sebelum kehadiran Supreme Energy, kehidupan kami cukup sulit namun setelahnya kehidupan kami menjadi lebih baik. Harapan kami adalah semoga Supreme Energy bisa mendapatkan hasil yang diharapkan dan semoga kami masih bisa bekerja sama dengan Supreme Energy ke depannya agar kehidupan kami bisa lebih baik lagi.

96

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Muhammad Ramadhan Petani Kopi Lokal Nama saya Muhammad Ramadhan dari Segamit. Usaha saya adalah agrowisata dan kebun kopi. Sebagai masyarakat terdampak proyek PLTP Rantau Dedap, saya sudah mendapatkan pendampingan dan pelatihan cara budidaya perawatan kopi, sistem sambung pucuk, dan pengolahan kopi yang baik. Sebelumnya, yang kami terapkan adalah budidaya warisan turun menurun, sehingga cara pengolahan kami masih minim. Dengan bimbingan Supreme Energy, kami sekarang lebih paham bagaimana pengelolaan kopi yang baik. Dulu, kopi kami jemur di jalan agar digilas mobil. Setelah pelatihan dari Supreme Energy, kami sekarang tahu bagaimana mengolah kopi dengan benar agar kualitasnya lebih baik. Saya harap, nantinya akan ada pelatihan lebih lanjut dari Supreme Energy agar kami bisa menghasilkan kopi yang berkualitas dengan jaringan pemasaran yang lebih luas.

Rizal Local Supplier Sebelum ada Supreme Energy, kami tidak mengerti apa itu energi geothermal. Seiring waktu, kami diajak untuk mengerti dan belajar bekerja sama dalam bentuk supply material untuk konstruksi. Awalnya kami berprofesi sebagai petani, namun kami cukup antusias dengan adanya perusahaan baru yang masuk ke lingkungan kami. Karena keingintahuan kami terhadap energi geothermal dan intensi Supreme Energy untuk memberdayakan masyarakat lokal, kami ikut bersama-sama dalam merealisasikan proyek PLTP Rantau Dedap. Jika ada sarana seperti jalan atau irigasi yang rusak, Supreme Energy menggandeng masyarakat untuk memperbaiki agar tidak ada kendala dalam proyek ini. Sebelum proyek ini, akses jalan di daerah ini sangat buruk dan belum bisa dilewati mobil, sehingga kendaraan yang biasa kami gunakan hanyalah kuda. Dulu, masyarakat lokal tidak bisa banyak membawa hasil tani untuk dipasarkan ke luar dengan jumlah banyak. Alhamdulillah setelah adanya Supreme Energy, tidak ada hambatan lagi untuk akses jalan. Sebagai masyarakat, kami sudah merasakan bagaimana ekonomi kami terbantu atas adanya Supreme Energy, seperti contohnya banyak anak muda yang sudah punya rumah sendiri. Kami harap, proyek Supreme Energy bisa terus berkembang ke depannya.

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

97


Susi

Surman Tambunan

Kelompok Petani Sekitar SERD

Putra Daerah Asli Segamit Rantau Dedap

Setelah setahun bergabung dalam program pelatihan Peningkatan Kesejahteraan dari Supreme Energy, banyak sekali kemajuan yang dirasakan, terutama pembangunan jalan dan bantuan berupa pupuk, pestisida, terpal, dan banyak lainnya. Kami juga sempat mengikuti pelatihan memasak dan menanam kopi beberapa waktu yang lalu. Berkat bantuan pupuk dari Supreme Energy, hasil panen kami juga meningkat. Untuk program ini, harapan saya ke depannya adalah semoga bimbingan bisa terus diberikan agar bisa mendukung mensukseskan panen kami.

Saya Surman Tambunan, Putra Daerah asli Segamit Rantau Dedap. Selama ini, saya bekerja di Supreme Energy. Dengan bekerja di Supreme Energy, saya diarahkan untuk membina masyarakat di daerah karya tani ini untuk menambah sumber penghasilan mereka selain kopi. Selama ini, masyarakat Rantau Dedap hanya mendapatkan pendapatan monoton dari kopi yang panen setahun sekali. Kami diarahkan oleh tim relations Supreme Energy untuk menanam komoditas selain kopi, seperti serai wangi yang bisa panen sebanyak 3 kali dalam setahun. Untuk komoditas lain seperti cabai yang sebelumnya memang sudah kami tanam, alhamdulillah setelah adanya pembinaan dari Supreme Energy, dalam 2 tahun ini kami sudah menikmati peningkatannya.

Rizki Local Supplier Saya Rizki Juni, bekerja memberikan supply material untuk proyek Supreme Energy Rantau Dedap. Saya mulai bekerja sama dengan Supreme Energy pada tahun 2018, yang masih berjalan hingga sekarang. Menurut kami, kontribusi Supreme Energy bagi masyarakat lokal sangat luar biasa, terutama local supplier yang secara ekonomi sangat terbantu. Harapan saya dengan adanya proyek Supreme Energy Rantau Dedap bisa mensejahterakan ekonomi masyarakat lokal yang terdampak, walaupun tidak secara langsung.

98

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Untuk penjualan, selama ini kami masih berpatokan pada daerah lokal. Setelah hasil panen cabai dan bawang mulai mengalami kelebihan untuk suplai lokal, kami mulai merambah pasar lain seperti Pagar Alam ataupun Lahat. Adanya lahan cabai dan bawang ini juga membantu menyerap tenaga kerja dari kampung sekitar sini, yang bisa seluruhnya bekerja ketika panen. Harapan saya adalah semoga Supreme Energy terus bisa memberikan pembinaan dan bantuan bagi masyarakat. Jika Supreme Energy bisa membantu lebih banyak lahan di sini, semakin banyak juga peluang kerja yang diciptakan.

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

99


4

Penutup


Penutup Harapan SERD Terkait Energi Bersih & Terbarukan Pemanfaatan sumber daya energi fosil yang terus-menerus, dan jumlah penggunanya yang semakin meningkat menyebabkan berkurangnya cadangan energi tak terbarukan ini. Dalam catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, minyak bumi di Indonesia akan habis dalam 8 tahun ke depan, gas bumi 21 tahun lagi, dan batu bara 64 tahun kemudian. Pemerintah Indonesia menetapkan dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) mengenai transisi energi tak terbarukan menjadi energi terbarukan dengan menargetkan penggunaan energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050. Mendukung penggunaan energi terbarukan, Supreme Energy berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam ketahanan energi nasional dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi sebagai energi terbarukan melalui pembangunan energi yang bersih, yakni dengan meminimalkan dampak buruk pada aspek sosial, kultural, kesehatan, dan lingkungan. Dalam menjalankan proses kerja dan pembangunannya, SERD mengikuti peraturan pemerintah dan menerapkan standar internasional. Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Rantau Dedap ini, SERD berharap dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada lingkungan sekitar dan masyarakat yang terdampak baik dari segi ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Serta mampu memaksimalkan potensi masyarakat dalam peningkatan kualitas diri dan keluarganya. Secara luas SERD mengharapkan hadirnya regulasi baru dari pemerintah yang mendukung atmosfer EBT sehingga memacu perkembangan industri panas bumi nasional dan mengoptimalkan potensi geothermal negeri ini hingga ke titik 23,9 GW.

102

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

103


Harapan untuk SERD di masa depan Bapak Prijandaru Effendi Executive VP Relations & Support Services Pembangunan PLTP di Rantau Dedap dirintis beberapa tahun setelah pemerintah menugaskan survei pendahuluan di Rantau Dedap. Total waktu pengembangan sekitar 13 tahun, dan akhir tahun 2021 mencapai Commercial Operation Date. Ada 2 tantangan terberat dalam mengembangkan PLTP Rantau Dedap; hasil survei kandungan panas bumi jauh di bawah target yang dicanangkan dan pandemi COVID-19. Untuk menangani tantangantantangan ini, diperlukan berbagai penyesuaian seperti negosiasi ulang pembelian listrik dengan PLN sebagai single buyer dan implementasi Business Continuity Plan untuk mengutamakan keselamatan para pekerja. Dampaknya, proyek tertunda dan beban biaya meningkat.

Beberapa tips berdasarkan pengalaman untuk investor gas bumi adalah untuk bersiap lari marathon dan memiliki ketahanan yang kuat dari sisi komitmen dan biaya, serta jalin kerja sama dengan kontraktor lokal yang memiliki komitmen membangun energi terbarukan dan jaringan yang luas. Kunci keberhasilan adalah kerja keras, komitmen, konsisten, dan doa. Terima kasih atas dukungan dan dedikasi dari teman-teman Supreme Energy. Terima kasih juga kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan masyarakat sekitar yang telah banyak membantu dalam pembangunan PLTP Rantau Dedap ini. Dengan terus berusaha, determinasi yang kuat dan disertai doa kepada Sang Pencipta, tidak ada hal yang tidak mungkin. Saya berharap ke depannya tidak ada duka lagi, tinggal senangnya saja.

Walau begitu, motivasi yang selalu kita tanamkan ke seluruh insan Supreme Energy adalah bahwa membangun panas bumi sampai selesai berarti membangun Indonesia bersih dan Indonesia yang maju di masa depan. Ada 2 hal penting dalam pengembangan energi terbarukan. Satu, energi yang berkelanjutan atau sustainability dan kedua, reduksi emisi untuk lingkungan yang sehat. Potensi panas bumi di Indonesia masih luas, dari 24 GW potensi panas bumi, baru termanfaatkan 2,175 GW. Target pemerintah pada tahun 2060 adalah Indonesia mampu menjadi negara Net Zero Emission. Yang bisa menggantikan energi fosil sebagai energi yang bekerja selama 24 jam untuk pembangkit tenaga listrik adalah panas bumi. Namun kendalanya, waktu pengembangan geothermal memakan waktu 10-12 tahun.

104

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

105


Hisahiro Takeuchi CFO/Finance Director Banyak tantangan yang dihadapi dalam mencapai target pembangunan dan COD PLTP Rantau Dedap. Lembaga keuangan yang menjadi lender bagi proyek ini—JBIC, ADB, dan NEXI—semuanya memiliki syarat peminjaman yang berbeda. Pandemi COVID-19 juga membuat biaya meningkat, menjadikan proyek membutuhkan sumber pendanaan baru. Melalui ini semua, kami selalu berdiskusi dan berusaha memberikan pemahaman terbaik pada lender dan sponsor untuk terus mendukung proyek ini. Dalam menghadapi segala rintangan, kepemimpinan sangatlah penting. Setelah COD berjalan lancar, harapan saya adalah agar kegiatan operasional dapat terus berjalan dengan stabil dan daerah Rantau Dedap bisa semakin berkembang. Semoga, PLTP ini juga dapat memberikan kontribusi terhadap target pemerintah menuju net zero emission dan menghadirkan manfaat kepada masyarakat.

Victor van der Mast COO/Operations Director Area Rantau Dedap merupakan wilayah yang paling menantang bagi proyek geothermal di dunia.— SERD harus masuk ke dalam hutan tropis, dengan membangun akses jalan sepanjang 50 km, dan mendirikan pusat eksplorasi geothermal di ketinggian kurang lebih 2.600 mdpl. Dari perkiraan potensi gas bumi sebesar 220 MW, PLTP Rantau Dedap ternyata hanya memiliki potensi gas bumi sebesar 91.2 MW. Tantangan lain mencakup outbreak COVID-19 yang menerpa SERD sebanyak 2 kali. Pertama pada Desember 2020 dan kedua pada Juli 2021, di mana SERD harus mengevakuasi 1.600 orang. Sistem rotasi yang semula direncanakan tidak berjalan karena pandemi. Sejumlah pekerja terpaksa harus tinggal lebih lama di lokasi kerja. Terlepas dari beratnya rintangan yang dihadapi, Rantau Dedap memiliki pemandangan yang sangat indah. Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar yang terdampak pembangunan PLTP Rantau Dedap, SERD memberikan berbagai pelatihan peningkatan kualitas dan produktivitas komoditas seperti kopi dan stroberi. SERD juga memberikan kesempatan kerja kepada warga lokal, dengan memberikan pelatihan kerja kepada mereka. Melalui program offset, SERD juga menanam kembali area-area hijau yang terdampak pembangunan PLTP. Hal ini sesuai dengan persyaratan yang diajukan ADB (Asian Development Bank) selaku pemberi pinjaman. Menjalin kerja sama dan hubungan yang baik dengan berbagai pihak, sponsor, mitra, PLN, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan masyarakat lokal, merupakan hal penting demi keberhasilan pembangunan PLTP Rantau Dedap. Saya berharap atas nama SERD, kita bisa mengekspor 91.2 MW (Nett) ke PLN, serta dapat melakukan perluasan bisnis. Energi panas bumi dapat tersedia siang dan malam, namun pembangunannya membutuhkan keberanian dan kesabaran untuk mendapatkan hasil yang optimal.

106

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

107


Editor & Kontributor

Kontributor M. Arief Tarunaprawira

Herwin Azis

Muhammad Tarmizi

Amin Asriadi

Gilang Rifki

Ujang Sahrudin

Bima Aryaputra

Jundy Fadhillah

Evans Satya

Abdi Manurung

Editor

Ismoyo Argo

108

Menghadapi Tantangan Transformasi Energi

Meidina Dwisavira

Natalina Soelastyani

Perjalanan Pengembangan PLTP Rantau Dedap

109


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Supreme Energy Rantau Dedap: Menghadapi Tantangan Transformasi Energi by meidina dwisavira - Issuu