Skip to main content

1741123-S1-Jurnal

Page 1

PROTOTIPE KONTROL LAMPU BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO R3 DENGAN SENSOR SUARA Cheru Wahyudi Pembimbing I: Dr. H. Nursobah, S.Kom., M.Kom. II: Dr. Heny Pratiwi, S.Kom., M.Pd., M.TI.

Program Studi Sistem Informasi, STMIK Widya Cipta Dharma Samarinda Jl. M. Yamin No.25, Samarinda, 75123 E-mail : apriyusman22@gmail@gmail.com

ABSTRAK Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak positif dalam kehidupan manusia yang pada saat ini telah sampai pada zaman perintah suara listrik. Untuk dapat mengendalikan alat dengan gelombang suara, sistem kontrol rumah pintar memungkinkan manusia mengendalikan perangkat listrik rumah mereka seperti lampu hanya dengan menggunakan perintah suara tanpa perlu bergerak berpindah tempat untuk menyalakan atau mematikan suatu peralatan. Saat pengguna lampu dalam ruangan menjalankan sistem atau menyalakan lampu dengan gelombang suara, maka sensor suara mengirim sinyal input ke mikrokontroler yang selanjutnya diproses dengan output mikrokontroler berupa tegangan untuk menyalakan beban, sistem akan berfungsi ketika sensor suara FC 04 mendapat input suara (Tepuk Tangan) berupa tepukan yang bernilai 1 kemudian diakumulasikan pada arduino dengan nilai diatas 400 millis sesuai program yang diupload untuk dijadikan keluaran 5 volt untuk menyalakan/memadamkan lampu Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan metode pengembangan sistem menggunakan metode prototipe. Karena metode ini mempunyai tahapan-tahapan yang jelas nyata dan praktis. Kemudian pengujian sistem yaitu Black Box dan White Box. Kunci : Prototipe Kontrol Lampu, Mikrokontroler, Arduino uno R3, Sensor Suara.

1.

PENDAHULUAN Menurut Firdaus (2015), Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak positif dalam kehidupan manusia yang pada saat ini telah sampai pada zaman perintah suara listrik. Untuk dapat mengendalikan alat dengan gelombang suara, sistem kontrol rumah pintar memungkinkan manusia mengendalikan perangkat listrik rumah mereka seperti lampu hanya dengan menggunakan perintah suara tanpa perlu bergerak berpindah tempat untuk menyalakan atau mematikan suatu peralatan. Saat pengguna lampu dalam ruangan menjalankan sistem atau menyalakan lampu dengan gelombang suara, maka sensor suara mengirim sinyal input ke mikrokontroler yang selanjutnya diproses dengan output mikrokontroler berupa tegangan untuk menyalakan beban, sistem akan berfungsi ketika sensor suara FC 04 mendapat input suara (Tepuk Tangan) berupa tepukan yang bernilai 1 kemudian diakumulasikan pada arduino dengan nilai diatas 400 millis sesuai program yang di-upload untuk dijadikan keluaran 5 volt untuk menyalakan/memadamkan lampu, sensor suara FC-04 hanya mampu memberikan signal output digital yang bernilai 1 dan 0, untuk menyalakan lampu dengan jarak jangkauan tertentu ada beberapa hal yang mempengaruhi seperti, pengaturan tingkat sensitifitas sensor suara dan tingkat kebisingan sekitar area ruangan. Untuk membantu proses penghematan listrik maka diperlukan alat atau sistem untuk menghemat energi listrik. Alat atau sistem tersebut jika dilakukan secara sistematis maka dapat mengurangi pemborosan pengunaan listrik. Salah satau cara yaitu dengan membangun prototipe kontrol

lampu berbasis mikrokontroler arduino uno r3 dengan sensor suara. 2. RUANG LINGKUP PENELITIAN Sesuai dengan latar belakang yang telah disampaikan di atas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah: “Bagaimana merancang Prototipe Kontrol Lampu berbasis Mikrokontroler Arduino Uno R3 Dengan Sensor Suara”. Agar dalam perancangan ini dapat mencapai sasaran dan tujuan yang diharapkan, maka batasan masalah pada penelitian ini yaitu sebagai berikut: 1. Hanya berfokus pada sistem kontrolnya saja 2. Pengolahan data input perangkat lunak menggunakan software Arduino IDE dan Difabel Device. 3. Hanya membahas tentang dari kinerja dari sensor suara terhadap mikrokontroler 4. Pada sensor bluetooth hanya dapat bekerja jika jarak tidak lebih dari 13 meter. 5. Pada saat ini pembuat prototipe hanya menggunakan satu buah bohlam saja Adapun tujuan penulis melakukan penelitian sistem ini yaitu sebagai berikut: 1. Merancang alat yang dapat mempermudah pengguna dalam proses mematikan dan menyalakan lampu dengan sistem sensor suara ke mikriokontroler. 2. Mengintruksikan program yang telah dibuat agar dapat bekerja sebagaimana mestinya pada mikrokontroler.


3.

BAHAN DAN METODE Adapun bahan dan metode yang gunakan dalam membangun aplikasi ini yaitu: 3.1 Metode Prototyping Pada penelitian ini penulis menggunakan metode Prototyping), maka berikut adalah penjelasan tentang metode Prototyping: Menurut Pressman (2015), dalam melakukan perancangan sistem yang akan dikembangkan dapat menggunakan metode prototype. Metode ini cocok digunakan untuk mengembangkan sebuah perangkat yang akan dikembangkan Kembali. Metode ini dimulai dengan pengumpulan kebutuhan pengguna, dalan hal ini pengguna dari perangkat yang dikembangkan adalah peserta didik. Kemudian membuat sebuah perancangan kilat yang selanjutnya akan dievaluasi kembali sebelum diproduksi secara benar. Prototype bukanlah merupakan sesuatu yang lengkap, tetapi sesuatu yang harus dievaluasi dan dimodifikasi kembali. Segala perubahan dapat terjadi pada saat prototype dibuat untuk memenuhi kebutuhan pengguna dan pada saat yang sama memungkinkan pengembang untuk lebih memahami kebutuhan pengguna secara baik. Pengembangan dari perancangan sistem ini penulis dalam pelaksanaannya menggunakan lima tahap siklus pengembangan model prototipe. 1. Komunikasi. Tahap awal dari model prototype guna mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang ada, serta informasi-informasi lain yang diperlukan untuk membangun sistem. 2. Perencanaan secara cepat. Tahapan ini dikerjakan dengan kegiatan penentuan sumber daya, spesifikasi, untuk pengembangan berdasarkan kebutuhan sistem, dan tujuan berdasarkan pada hasil komunikasi yang dilakukan agar pengembangan sesuai dengan yang diharapkan. 3. Pemodelan perancangan secara cepat, ialah representasi atau menggambarkan model sistem yang akan dikembangkan seperti proses dengan perancangan. Dari rancangan sistem yang dibuat diterjemahkan kedalam bahasa pemrograman. 4. Pembentukan prototipe yaitu tahapan yang digunakan untuk membangun prototipe dan menguji-coba sistem yang dibangun. 5. Penyerahan ialah tahapan yang dibutuhkan untuk mendapatkan feedback dari pengguna, sebagai hasil evaluasi dari tahapan sebelumnya dan implementasi dari sistem yang dikembangkan. Dengan metode prototyping ini akan dihasilkan prototype sistem sebagai perantara pengembang dan pengguna agar dapat berinteraksi dalam proses kegiatan pengembangan sistem informasi.Tahapan-tahapan model prototipe dapat dilihat pada gambar 3.1.

Gambar 3.1 Tahapan-Tahapan Model Prototype. Sumber: Pressman (2012), Rekaya Perangkat Lunak Pendekatan Praktisi 3.1 Flowchart Menurut Barakbah Dkk (2013), flowchart adalah cara penulisan algoritma dengan menggunakan notasi grafis. Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan atau langkah-langkah dari suatu program dan hubungan antar proses beserta pernyataannya. Gambaran ini dinyatakan dengan simbol. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu. Sedangkan antara proses digambarkan dengan garis penghubung. Dengan menggunakan flowchart akan memudahkan kita untuk melakukan pengecekan bagianbagian yang terlupakan dalam analisis masalah. Disamping itu flowchart juga berguna sebagai fasilitas untuk berkomunikasi antara pemrogram yang bekerja dalam tim suatu proyek. Flowchart menolong analis dan programmer untuk memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatifalternatif lain dalam pengoperasian. Pada dasarnya terdapat berbagai macam flowchart, diantaranya yaitu Flowchart Sistem (System Flowchart), Flowchart Paperwork / Flowchart Dokumen (Document Flowchart), Flowchart Skematik (Schematic Flowchart), Flowchart Program (Program Flowchart), Flowchart Proses (Process Flowchart). Untuk keperluan pembuatan program maka digunakan Flowchart Program. 3.3 SISTEM Sistem dibuat untuk menangani sebuah masalah yang berulang kali terjadi. Suatu sistem dapat dirumuskan sebagai kumpulan atau variable-variabel yang saling terorganisasi dan terhubung satu sama lain. Menurut Romney dan Stainbart dalam jurnal penda sudarto hasugian, Dkk (2017), sistem adalah suatu rangkaian yang terdiri dari dua atau lebih komponen yang saling terhubung dan berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan di mana sistem biasanya terbagi dalam sub sistem yang lebih kecil yang mendukung sistem yang lebih besar. Sedangkan menurut Wongso (2016), sistem adalah kumpulan atau rangkaian komponen-komponen yang saling berhubungan, bekerja sama dan saling berinteraksi untuk mencapai tujuan dengan melalui tiga tahapan input (masuk), proses dan output (keluar).


3.4 Lampu Menurut Rosa (2015), lampu pertama kali dikembangkan oleh Thomas Alfa Edison. Akan tetapi lampu di inodnesia lebih dikenal dengan sebutan bohlam karena bentuknya menyerupai bola. Dari total energi listrik yang digunakan oleh lampu , hanya sekitar 10% saja yang diubah menjadi cahaya, sedangkan sekitar 90% lainnya dibuang sebagai energi panas. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan usia lampu menjadi pendek. Warna kekuningan pada lampu (warm light) yang dihasilkan lampu mampu menciptakan suasan hangat, akrab, lebih alami, dan teduh sehingga lampu digunakan untuk sebagai lampu utama untuk menarangi rumah hunian. 3.5 Arduino Uno Menurut Kadir (2013), arduino uno merupakan salah satu jenis arduino yang banyak ditemui dipasaran saat ini. Arduino jenis inilah yang banyak dipilih oleh pemula. Arduino uno adalah salah satu produk berlabel arduino yang sebenarnya merupakan suatu papan elektronik yang mengandung mikrokontroler ATmega328 sebuah keping yang secara fungsional bertindak seperti sebuah komputer. Sedangkan menurut Syahwill (2013), Arduino Uno adalah papan mikrokontroler berbasis ATmega328 yang memiliki 14 pin digital input/output, 6 pin digunakan sebagai output PWM, 6 digunakan input analog, clock speed 16 Mhz, koneksi USB, jack listrik, header ICSP, dan tombol reset. Bentuk fisik Arduino Uno dapat dilihat pada gambar 3.2.

Gambar 3.2 Bentuk fisik Arduino Uno Sumber : E-Journal Teknik Elektro dan Komputer vol.5 no.3 (2016), ISSN : 2301-8402 3.6 Arduino IDE Menurut Gabe (2013) Arduino Development Environment terdiri dari editor teks untuk menulis kode, sebuah area pesan, sebuah konsol, sebuah toolbar dengan tombol-tombol untuk fungsi yang umum dan beberapa menu. Arduino Development Environment terhubung ke arduino board untuk mengupload program dan juga untuk berkomunikasi dengan arduino board. Perangkat lunak yang ditulis menggunakan Arduino Development Environment disebut sketch. Sketch ditulis pada ediktor teks. Sketch disimpan dengan file berekstensi ino. Area pesan memberikan informasi dan pesan error ketika kita menyimpan atau membuka sketch. Konsol menampilkan output teks dari Arduino Development Environment dan juga menampilkan pesan.

seperti relay solid-state. Relay digunakan di mana perlu untuk mengendalikan sebuah sirkuit dengan sinyal daya rendah yang terpisah, atau di mana beberapa sirkuit harus dikendalikan oleh sinyal. Menurut Sulaiman (2012), relay adalah komponen elektronika berupa saklar elektronik yang digerakkan oleh arus listrik, secara prinsip, relay merupakan dua saklar dengan lilitan kawat pada batang besi (selenoid) ketika selenoid dialiri arus listrik, tuas akan tertarik karena adanya gaya medan magnet yang terjadi pada selenoid sehingga saklar akan menutup. Relay terdiri dari Coil dan Contact, coil adalah gulungan kawat yang mendapat arus listrik, sedangkan contact adalah sejenis saklar yang pergerakannya tergantung dari ada atau tidaknya arus listrik di-coil.

Gambar 3.3 Bentuk Fisik Relay Sumber : E-Journal Teknik Elektro dan Komputer vol.5 no.3 (2016), ISSN : 2301-8402 4. PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perangkat ini dibangun untuk dapat melakukan kontrol dengan menggunaka intruksi suara ke mikrokontroler. Dengan adanya alat ini pengguna tidak harus menyalakan serta memadamkan lampu secara manual seperti mendatangi saklar lampu, hanya menggunakan perangkat Smarthphone yang telah terpasang aplikasi Difabel Device maka lampu dapat dikontrol. 4.2 Merancang Dan Membangun Prototype 1) Blok Diagram Setelah melakukan analisis kebutuhan yang berupa analisis fungsional dan analisis non fungsional maka dibuatlah sebuah perancang blok diagram sistem. Blok diagram dibuat untuk merancang atau merencanakan perangkat keras (hardware) agar sesusai dengan cara kerja dari sistem.

Gambar 4.1 Blok Diagram 3.7 Modul Relay Menurut Gabe (2013) Relay adalah saklar yang dioprasikan secara elektrik. Banyak relay menggunakan elektromagnet untuk mengoperasikan saklar secara mekanis, namun prinsip operasi lainnya juga digunakan,

Masing-masing alat atau sistem tersebut memiliki fungsi sebagai berikut: 1. Arduino Uno R3: sebagai pusat kontrol sistem yang berfungsi untuk memproses input/output yang diterima


2.

3.

4.

dari sensor suara (tepuk tangan) dan juga melalui aplikasi android. Modul Relay: Modul relay berfungsi sebagai saklar untuk menyalakan dan mematikan lampu setelah menerima perintah suara (tepuk tangan) melalui modul sensor suara. Modul Sensor Suara FC-04: Modul sensor suara FC-04 berfungsi untuk menerima input suara yang diberikan oleh user berupa tepuk tangan kemudian dikonversikan menjadi gelombang listrik sehingga arduino uno R3 dapat membaca gelombang tersebut dan diteruskan ke relay sehingga seketika itu lampu bisa dinyalakan atau dimatikan. Modul Sensor Bluetooth HC-05: Modul sensor bluetooth HC-05 berfungsi untuk menyambungkan aplikasi difable device kepada arduino uno R3 yang terdapat pada perangkat android user, sehingga user dapat menyalakan dan mematikan lampu menggunkan android juga.

tersebut mengirimkan intruksi kepada arduino uno R3 yang sebelumnya telah dikonversi menjadi gelombang getaran atau sinyal, setelah itu arduino akan membaca apakah gelombang getaran atau sinyal tersebut bernilai >400 MS, jika ya maka relay akan bekerja dan lampu akan menyala.

2) Flowchart Sistem

Gambar 4.3 Flowchart Kontrol Lampu 4) Flowchart Kontrol Lampu Dengan Android menjelaskan tentang flowchart mengontrol lampu melalui android, pada tahapan awal user membuka aplikasi difabel device pada android kemudian tampil halaman utama pada apalikasi difabel device, setelah itu user menghubungkan aplikasi difabel device ke prototipe menggunakan modul sensor bluetooth, setelah prototipe dan aplikasi android terhubung maka user dapat mengontrol lampu melalui dua cara yaitu dengan menekan tombol on atau of yang terdapat pada aplikasi android dan menggunkan intruksi suara seperti “nyalakan lampu!” untuk menyalakan lampu dan “matikan lampu!” untuk mematikan lampu, setelah itu lampu akan mati atau menyala seketika tergantung intruksi suara yang diberikan oleh user.

Gambar. 4.2 Flowchart Sistem Pada gambar 4.2 merupakan Pada proses kontrol lampu terdapat 2 perangkat untuk mengontrol lampu yaitu menggunakan aplikasi android dan menggunakan intruksi suara (tepuk tangan) secara langsung, pada halaman aplikasi android terdapat menu mematikan dan menyalakan lampu menggunakan push button dan menggunakan intruksi suara dengan hanya mengucapkan “nyalakan lampu!” untuk menyalakan lampu dan “matikan lampu!” untuk mematikan lampu. 3) Flowchart Kontrol Lampu Dengan Intruksi Suara (Tepuk Tangan) Merupakan flowchart kontrol lampu melalui sensor suara (tepuk tangan), pada tahapan awal kondisi lampu dalam keadaan mati, kemudian apabila user memberikan intruksi suara berupa tepuk tangan maka sensor suara akan menangkap intruksi suara tersebut, kemudian sensor suara

Gambar 4.3 Flowchart Kontrol Lampu Dengan Android


4.3 Pemodelan Perancangan Secara Cepat 1) Perangkat Keras (Hardware) Perangkat keras yang digunakan pada prototipe kontrol lampu berbasis mikrokontroler arduino uno R3 dengan sensor suara adalah arduino uno R3, modul sensor suara FC-04, modul sensor bluetooth HC-05, realy 5 volt, dan lampu, arduino uno R3 berfungsi sebagai pusat kontrol dan lampu sebagai keluaran. Adapun modul sensor suara FC-04 berfungsi sebagai penerima intruksi atau masukan dari user untuk mematikan atau menyalakan lampu, sedangkan modul sensor bluetooth HC-05 berfungsi sebagai penghubung aplikasi android yang digunakan dengan pusat kontrol yaitu arduino uno R3.

Gambar 4.6 Arduino Sebagai Pusat Kontrol c)

Modul Sensor Suara FC-04 Pemasangan modul sesnsor suara FC-04 pada perangkat berfungsi sebagai penerima intruksi atau masukan yang diberikan oleh user baik untuk mematikan maupun menyalakan lampu.

Gambar 4.4 Skema Rangkaian Alat Pada gambar 4.4 dapat dijelaskan rangkaian komponen-komponen yang saling terhubung, berikut ini ialah tahapan membangun perangkat keras (hardware): a) Modul Relay 5 Volt Pemasangan modul relay pada perangkat berfungsi sebagai pengendali, yaitu mematikan dan menyalakan lampu.

Gambar 4.7 Sensor Suara Terhubung Dengan Arduino uno R3 d) Modul Sensor Suara HC-05 Pemasangan modul sensor bluetooth HC-05 pada perangkat berfungsi sebagai penghubung arduino uno R3 dengan perangkat android sebagai sarana untuk mengontrol lampu melalui android.

Gambar 4.5 Relay Terhubung Dengan Arduino uno R3 b) Arduino Uno R3 Pemasangan arduino uno R3 pada perangkat berfungsi sebagai pusat kontrol lampu baik melalui sensor suara maupun melalui aplikasi android. Arduino uno R3 memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O, dimana 14 pin diantaranya dapat digunakan sebagai output PWM antara lain pin 0 sampai 13), 6 pin input analog, menggunakan crystal 16 Mhz antara lain pin A0 samapai A5, koneksi USB, jack listrik, header ISCP dan tombol reset.

Tabel 4.8 Sensor Bluetooth Terhubung Dengan Arduino uno R3 2) Perangkat Lunak (Software) Perangkat lunak yang digunakan dalam pembuatan prototipe kontrol lampu berbasis mikrokontroler arduino uno R3 dengan sensor suara yaitu sebagai berikut :


a) Arduino IDE

Gambar 4.9 Arduino IDE b) Fritzing

5.1 Proses Pengoprasian Perangkat 1. Hasil Keluaran

Gambar 5.1 Tampilan Bentuk Perangkat Pemasangan perangkat pada maket ini dilakukan bertujuan untuk mempermudah dalam proses pengujian prototipe yang telah dibuat dan juga dalam proses pengimplementasian alat. 5.2 Evaluasi Sistem Pada tahap ini evaluasi dilakukan untuk mengetahui apakah sistem dan perangkat yang dibuat dapat beroperasi atau bekerja dengan baik dan sesuai dengan yang diinginkan sebelum diimplementasikan. 5.3 Testing Pada tahap ini dilakukan pengujian terhadap sistem dan perangkat yang telah dibuat untuk memeriksa kesalahan yang ada pada sistem. Proses pengujian ini dilakukan menggunakan metode Black Box Testing dan White Box Testing.

Gambar 4.10 Tampilan Dari Aplikasi Fritzing Software atau aplikasi ini digunakan untuk membuat rangkaian jalur perangkat keras. c)

Difabel Device Aplikasi ini terpasang ke smartphone android user yang terhubung dengan arduino uno R3 melalui sensor bluetooth yang berguna untuk mematikan dan menyalakan lampu, baik menggunakan tombol maupun menggunakan intruksi suara yang terdapat pada aplikasi difabel device.

Gambar 4.11 Tampilan Aplikasi Difabel Device IMPLEMENTASI Setelah melakukan analisis dan perancangan terhadap program , tahapan selanjutnya adalah implementasi dan pengujian. 5.

6.

KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tugas akhir ini mengenai prototipe kontrol lampu berbasis mikrokontroler arduino uno R3 dengan sensor suara, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1) Sistem akan berfungsi ketika sensor suara FC-04 mendapat input suara (tepuk tangan) berupa tepukan yang bernilai 1 kemudian diakumulasikan pada arduino uno R3 400 milis sesuai program yang diupload untuk dijadikan keluaran 5 volt untuk menyalakan atau mematikan lampu. 2) Sistem juga akan berfungsi jika user menggunakan aplikasi difabel device yang terdapat pada smartphone android yang terhubung dengan arduino uno R3 melalui sensor bluetooth. 3) Untuk pembuatan prototipe ini dibutuhkan 4 komponen utama yaitu, arduino uno R3 sebagai mikrokontroler utama perangkat keras, sensor suara sebagai alat peneriman input suara dari user, sensor bluetooth berfungsi sebagai alat penghubung antara aplikasi difabel device yang terdapat pada smartphone android user dengan arduino uno R3,dan relay sebagai alat pemutus dan penyambung sumber tegangan aliran listrik. 4) Berdasarkan penelitian ini, maka dihasilkan sebuah prototipe kontrol lampu berbasis mikrokontroler arduino uno R3 dengan sensor suara yang berfungsi


untuk mempermudah dalam proses menyalakan dan mematikan lampu. 5) Dari hasil pengujian prototipe kontrol lampu berbasis mikrokontroler arduino uno R3 dengan menggunakan metode pengujian black box dan white box, prototipe berfungsi dengan baik, dimana masing-masing alat dapat berfungsi sebagaimana semestinya. 7.

SARAN Dari hasil penelitian tugas akhir ini masih terdapat banyak kekurangan, dan untuk dilakukan pengembangan pada tahap selanjutnya dibutuhkan saran-saran sebagai berikut : 1) Untuk pengembangan prototipe selanjutnya dapat menambahkan sensor real time clock (RTC) yang berfungsi sebagai alat pengontrol dengan waktu atau biasa disebut dengan timer. 2) Untuk kedepannya akan lebih baik jika dikembangkan lagi agar prototipe ini bisa mengontrol lebih dari satu lampu dan dapat disimulasikan di miniatur rumah tangga. 3) Untuk kedepannya agar prototipe ini tidak hanya bisa mengontrol lampu, tetapi bisa juga digunakan untuk mengontrol peralatan elektronik lainya semisal, kipas angin dan televisi. 8.

DAFTAR PUSTAKA

Barakbah, Ali Ridho. 2013. Logika dan Algoritma diakses pada tanggal 22 Maret 2021 melalui : https://jurnal.univpgri.palembang.ac.id/index.php/indi ktika/article/download/4125/3805 Darmawan. 2013. Rancang Bangun Prototype Unmmanned Aerial Vehicle diakses pada tanggal 22 Maret 2021 melalui : http://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik/article/view/29 89 Firdaus. 2015. Faktor Pola Prilaku Energi Listrik diakses pada tanggal 22 Maret 2021 melalui : http://scholar.unand.ac.id/56516/2/2.%20BAB%201% 20Pendahuluan.pdf Kadir, Abdul. 2013. Robot Line Follower Berbasis Arduino diakses pada tanggal 22 Maret 2021 melalui : http://unbara.ac.id/includes/files/download/5de7891a8 b71a67501f99e77f7cfb0a0.pdf Kurniadi, Adi. 2011. Pemrograman Microsoft Visual Basic 6 diakses pada tanggal 22 Maret 2021 Melalui : https://www.hendrisetiawan.com/2016/04/pengertianprogram-menurut-kurniadi.html Nugroho, Eko. 2013. Kode Bahasa Pemrograman diakses pada tanggal 22 Maret 2021 melalui : https://ejurnal.poltekpos.ac.id/index.php/informatika/a rticle/download/34/16/46 Presman. 2012. Metodilogi Penelitian diakses pada tanggal 22 Maret 2021 melalui :

http://repository.radenfatah.ac.id/7908/3/skripsi%20B AB%20III.pdf Romney dan Stainbart. 2017. Jurnal Penda Sudarto Hasugian, Dkk diakses pada tanggal 22 Maret 2021 melalui : http://repository.unama.ac.id/1025/7/BAB%20II.pdf Rosa. 2015. Pengujian Black box, diakses pada tanggal 3 Juni 2021 melalui : https://repository.bsi.ac.id/index.php/unduh/item/314/ File_10-BAB-II-Landasan-Teori.pdf Saraswati, Tika Danti. 2018. Pengembangan Trainer Mikrokontroler Arduino Uno R3 Siswa Kelas XI Paket Keahlian Teknik Audio Video Di SMK MA’RIF SALAM Universitas Negri Yogyakarta diakses pada tanggal 22 Maret 2021 melalui: http://journal.student.uny.ac.id/ojs/ojs/index.php/elekt ronika/article/viewFile/13940/13464 Saputra, Darman. 2017. Rancang Bangun Sistem Pengendali Lampu Rumah Berbasis Web Menggunakan Arduino Uno Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Widya Chipta Dharma Samarinda diakses pada tanggal 22 Maret 2021 melalui : Perpustakaan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Widya Chipta Dharam Samarinda Sumardi. 2013. Jurnal Elekronik STMIK DCI Pengertian Mikrokontroller diakses pada tanggan 22 Maret 2021 melalui : http://jurnal.stmikdci.ac.id/index.php/jumantaka/articl e/download/287/376#:~:text=Definisi%20Mikrokontr oler,dan%20dihapus%20dengan%20cara%20khusus. Sukamto dan Sahalahuddin. 2015. Pemahaman Konsep Dasar Sistem Informasi diakses pada tanggal 3 Juni 2021 melalui : https://repository.bsi.ac.id/index.php Suprapto. 2012. Pengembangan Trainer Mikrokontroler Arduino diakses pada tanggal 22 Maret 2021 melalui : http://eprints.uny.ac.id/56090/1/LAPORAN%20SKRI PSI.pdf Syahwill, Muhammad. 2013. Menyalakan Lampu Dengan Perintah Suara diakses pada tanggal 22 Maret 2021 melalui : http://ejournal.lppmunbaja.ac.id/index.php/saintek/article/download/1198/ 714 Sulaiman. 2012. Perancangan Murottal Otomatis Dengan Arduino diakses pada tanggal 22 Maret 2021 melalui : https://jurnal.unived.ac.id/index.php/jmi/article/view/2 76/257 Wongso, Fery. 2016. Perancangan Sistem Informasi diakses pada tanggal 22 Maret 2021 melalui : http://ejournal.stikomdb.ac.id/index.php/jimsi/article/download/840/628


Yurindra. 2017. Pemahaman Konsep Dasar Sistem Informasi diakses pada tanggal 3 Juni 2021 melalui : https://repository.bsi.ac.id/index.php


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
1741123-S1-Jurnal by Sunandar Saputra - Issuu