
Volume 2 / Desember 2023
SM-IAGI UPN “Veteran” Yogyakarta
![]()

Volume 2 / Desember 2023
SM-IAGI UPN “Veteran” Yogyakarta
GEMPA BUMI MEGATHRUST & GELOMBANG PANAS
INDUSTRI MINYAK BUMI & HULU HILIR INDUSTRI BATUBARA LAHAN BEKAS TAMBANG & METODE GEOLOGI TEKNIK



Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semuanya. Om Swastiastu, Namo Buddhaya, salam kebajikan
Member SM IAGI UPN “Veteran” Yogyakarta yang saya banggakan! Dengan rasa syukur dan kebahagiaan, kita semua d
pencapaian luar biasa serta berbagi cerita penuh inspirasi dalam Bulletin tahunan ini. Tahun 2023 telah menjadi perjalanan yang penuh makna, di mana kita bersama-sama mengukir sejarah dan melangkah maju sebagai keluarga besar SM IAGI UPNVY. Tak terhitung pengalaman berharga yang telah kita alami bersama dalam setahun ini, dari seminar ilmiah yang
yang edukatif hingga proyek sosial yang penuh inspirasi dan kepedulian. Keberhasilan ini tidak mungkin tercapai tanpa kerja keras, dedikasi, dan semangat kolaboratif dari setiap anggota. Mari kita bersama-sama melihat kembali pencapaian kita dan memanfaatkannya sebagai pendorong untuk mencapai lebih banyak prestasi di masa depan.
Tahun 2024 akan menjadi sebuah tantangan baru, mari kita terus mengukir jejak sukses, membawa semangat kebersamaan, dan menginspirasi satu sama lain untuk menjadi yang terbaik. Bulletin ini menjadi medium yang indah untuk menyusuri kembali perjalanan kita bersama, mengenang setiap momen penting, dan memandang ke depan dengan semangat penuh harapan. Semoga setiap halaman bulletin ini menjadi sumber inspirasi, motivasi, dan kebanggaan bagi kita semua. Sukses untuk kita semua, SM IAGI UPNVY – MUPAKARA MAHITALA !
Ghazali Rachman S.T., M.T.
DosenPendamping
Puji dan syukur atas kehadirat TuhanYang Maha Esa karena berkat rahmat- Nya kami masih
diberi kesehatan sehingga dapat menyelesaikan Buletin Mupakara Mahitala Volume 2. Walaupun
banyakhambatandalamkeberjalanannya,TiralaVolume2dapatterbitdenganlancar
Tirala Volume 2 berfolus pada 3 pilar SM-IAGI UPN Veteran Yogyakarta yaitu Ekstraksi, Mitigasi dan Konservasi yang berisikan tentang kegiatan SM-IAGI dalam 1 periode kepengurusan khususnya1dekadeSM-IAGI.
Kami menyadari jika dalam penyusunan TiralaVolume 2 ini masih jauh dari kata sempurna, baikdalampenyajianmaupunlainnya.Olehkarenaitu,kamimemintamaafkepadaparapembacadan kami berharap para pembaca bersedia memberikan kritik dan saran konstruktif atas kekurangankekurangan yang terdapat dalam buletin ini. Akhir kata kami mengucapkan terimakasih kepada pembimbing dan teman-teman, semoga buletin ini dapat menjadi wadah informasi ataupun ilmu geologiyangdapatbermanfaatuntukparapembaca.
Kasih....
Potensi Gempa Bumi Megathrust di Selatan Pulau Jawa Cuaca Meningkat, Benarkah Indonesia Dilanda Gelombang Panas?
Perjalanan Karir Bekerja di Industri Minyak & Gas
Hulu Hilir Industri Batubara
Eksplorasi Geothermal dari Angkasa
Konservasi Kawasan Lahan Bekas Tambang








































Menjadi organisasi profesional dengan latar belakang kebumian, SM-IAGI UPN "Veteran"Yogyakarta terus bertumbuh pada arah yang progresif menjadi organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat kebumiandiIndonesia.DibawahnaunganIkatanAhliGeologiIndonesiamelaluiForumGeosaintisMuda Indonesia, SM-IAGI UPN "Veteran" Yogyakarta dengan pilar Ekstraksi, Mitigasi, Konservasi terus berkomitmen dan berkonsistensi untuk memajukan ilmu kebumian di Indonesia, salah satunya melalui
BulletinSM-IAGIUPN"Veteran"Yogyakarta:TiralaVolumeDua.Tiralamenjadiwadahpublikasibagi para anggota SM-IAGI UPN "Veteran" Yogyakarta untuk menuangkan ide, gagasan, dan kreativitas yangterangkumdalammajalahini. Tepatpada10tahunberdirinyaSM-IAGIUPNVeteranYogyakarta, menandaibabakbarudalamsatudekadekiprahkami.
Maka dari itu, dengan bangga kami persembahkan kepada para pembaca yaitu Bulletin SM-IAGI UPN
"Veteran"Yogyakarta:TiralaVolumeDua.
SM-IAGI ! Ekstraksi Mitigasi Konservasi !
ChoirulAnam PresidenSM-IAGIPeriode2022/2023











Dr. Supartoyo, S.T., M.T.
PVMBG Badan Geologi
Apa itu Gempa Bumi Megathrust? Gempa Bumi Megathrust merupakan gempa yang bersumber dari peristiwa subduksi. Sumber ini berada di kedalaman <40 km dan berada pada zona penunjaman. Gempa ini berpotensi menjadi bencana alam yang sangat mengerikan, karena dapat menyebabkan tsunami dengan ketinggiangelombangpada50m.

Sebelum jauh mengenal Gempa Bumi
Megathrust, bencana sendiri merupakan suatu peristiwa yang dapat mengancam dan mengganggu kehidupan maupun penghidupan masyarakat (Undang-Undangno.4tahun2007).
Bencana ini dapat terjadi akibat dua faktor, yaitu alam dan buatan. Seperti namanya, bencana alam disebabkan oleh proses yang dihasilkan oleh alam, sedangkan bencana buatan disebabkan oleh adanya aktivitasmanusiayangmerugikanalam.
Gempa bumi sendiri tergolong dalam bencana alam, dimana gempa bumi disebabkan oleh adanya pergerakan lempeng yang aktif. Nah,
menyebabkan permukaan bumi juga bergerak Berdasarkan sumbernya gempa bumi dapat digolongkanmenjaditigajenis,yaitu:

2.Gempabumi Intraslab
Gempabumiiniakanmemilikikedalaman>40km, dimana berada pada bagian lempeng yang mengalami penunjaman. Biasanya gempa ini akan dirasakan merata karena memiliki kedalaman yang dalam.
3.GempaBumi Megathrust
Gempa Bumi Megathrust ini berada pada zona kedalaman <40 km yang berada pada bagian lempeng penunjaman Biasanya akibat dari kedalaman yang dangkal akan menghasilkan kekuatanyanglebihtinggi.Halinidisebabkanoleh letaknyayangdekatdenganpermukaan.
“Lalu mengapa bagian selatan pulau jawa menjadi sangat rentan?”
Dari pengertian yang sudah dijabarkan, kita mengetahui bahwa Gempa Bumi Megathrust berada pada daerah yang memiliki setting tektonik convergen, terutama subduksi. Indonesia merupakan daerah zona subduksi dari Lempeng Australia dengan Lempeng Eurasia Zona penunjaman subduksi tersebut berada pada bagian selatan Indonesia sehingga secara letaknya, Pulau Jawa berada pada bagian selatan Indonesia dan posisinya melintang dari timur ke barat. Hal inilah yang menyebabkan bagian selatan Pulau Jawa berpotensi untuk menjadi Gempa Bumi Megathrust.
1.Gempabumi Outer rise
Gempa yang disebabkan karena adanya pembengkokan lempeng subduksi pada sisi lempeng samudra. Gempa ini berada pada bagian luar zona penunjaman subduksi Zona tersebut berada di bagian lempeng samudra yang belum menunjam.

SelaindiIndonesia,GempaBumi Megathrust terbesarlainnyajugapernahterjadidinegaralainseperti
Chilidengankekuatan9.4sr,Jepangdengankekuatan9.1sr,danterakhirdiAcehdengankekuatan9.1sr
Dalampengamatangempabumi,adasuatumetodeyangmutakhiruntukmengetahuipotensinya,yaitu
Focal Mechanism. Focal Mechanism merupakan suatu metode untuk mengidentif ikasi dengan cara analisis kinematik.Metodeiniakanmengukurpergerakanpertamadarigempa(seismograf).


Berikutbeberapapola Focal Mechanism :
Strike slip
Normal
Reverse
Thrust
Focal Mechanisme ((Kertapati dkk., 1998)Modifkasi Supartoyo, 2023)
“Apabila ditanya ada nggak sih?”
Potensi bencana lain dari Gempa Bumi Megathrust? Jawabannya ada. Bencana lain yang mungkin terjadi adalah tsunami. Bahkan tsunami yang disebabkan oleh Gempa Bumi Megathrust ini bisamencapai50mketinggiangelombangnya.
“Bagaimana
tidak seram?”
Tsunami ini bisa saja berdampak pada setengah Pulau Jawa. Tsunami ini biasanya akan terjadi pada daerah yang memiliki seismic gap Dimana daerah tersebut memiliki pergerakan seismikyangsedikit,tetapisekalinyabergerakakan menimbulkan tsunami yang mencapai 50 m tadi. Daerah di Indonesia yang memiliki potensi ini adalah daerah selatan Jawa Barat dan juga Jawa
Timur. Oleh karena itu masyarakat di beberapa
daerah ini perlu memiliki wawasan mengenai potensiini.

“Kenali sumber gempa bumi/ sumber pembangkit tsunami, kenali bahaya gempa bumi/tsunami, kenali tempat dan jalur evakuasi, ikuti pelatihan dan simulasi bencana gempa bumi/tsunami, dan tingkatkan kapasitas dalam menghadapi kemungkinan kejadian perulangan gempa bumi/ tsunami.”
Nah,untuksedikitwawasanterdapatbeberapaupaya
mitigasiyangdapatdiberikankepadamasyarakat,yaitu:
1.Menghilangkanataumengurangibahaya/dampakgempa
2.Mengetahuikarakteristiksumbergempa
3.Mengidentifikasiwilayahyangberpotensi
4.Meningkatkanupayamitigasibaikstrukturalmaupunnonstruktural
5.MengetahuipetasebaranGempaBumi Megathrust Indonesia

Bilek,SusanL&Thornelay 2018.SubductionzonemegathrustEarthquakes.Geosphere (2018) 14 (4): Sumber 1468–1500
Kertapati,E.K,dkk.1998.PetaSeismotektonikIndonesia.ESDM





PRachel Puspita Sari
Teknik Geologi UPN “Veteran” Yogyakarta




Dampakpositifperubahaniklimantaralain potensi produksi pertanian di daerah yang terletak padalintangtengahdanmeningkatketersediaanair bagi penduduk di beberapa daerah yang relatif kering(misalnyadisebagianAsiaTenggara).Disisi lain, perubahan iklim di dunia juga memberi ancaman bagi kehidupan manusia Iklim bisa menjadi ancaman bencana bagi manusia jika tidak dikeloladandiantisipasidengantepat.
Dessler (2012) menyatakan di negara Eropa pada musim panas tahun 2003 terjadi gelombang panas yang menyebabkan kematian puluhan ribu orang. Holden (2007) menyatakan kekeringandibeberapadaerahdidunia(Afrikadan Asia) merupakan ancaman dan terkait erat dengan perubahan iklim (pemanasan global) yang mengganggu berbagai dimensi kehidupan manusia mulai dari produksi pertanian hingga pasokan udara.
Di Indonesia, perubahan iklim diartikan ke dalam2(dua)hal,yaitu:perubahanpolaatauwaktu dan perubahan intensitas (ekstrem) dari unsurunsur iklim (curah hujan, suhu, dan lain-lain). Pergeseran iklim merupakan salah satu masalah alam yang tidak dapat dihindari oleh manusia karena ulah manusia itu sendiri. Dalam beberapa dekade terakhir, telah terjadi terjadi perubahan iklim yang sangat terasa, padahal ini sangat mempengaruhi alam dan aktivitas manusia. Salah satunya adalah penyimpangan suhu yang sangat mencolok, yang mengakibatkan terjadinya banyak fenomena alam seperti pemanasan global dan peristiwa El Nino dan La Nina. El Nino dan La Nina adalah fenomena alam yang tidak dapat dihilangkan tetapi hanya dapat dihindari Ada banyak dampak dan dan pengaruh peristiwa El Nino dan La Nina terhadap dalam aktivitas dan kehidupan manusia serta kehidupan manusia dan alam. Untuk itu, peristiwa El Nino dan La Nina perludipelajari.


Fenomena El Nino berpengaruh kuat terhadap iklim di Indonesia. Berkurangnya curah hujan dan terjadinya kemarau panjang adalah dampak langsung yang bisa memicu masalah lain. Curahhujanmerupakansalahsatuunsuriklimyang sangat penting, tetapi keberadaannya spasial dan temporal masih sulit diprediksi Ketidakpastian hujaninisemakinmeningkatketikaterjadianomali iklim berupa El Nino dan La Nina. Menurut Boer, R,SutardidanD.Hilman(2007),berbagaikejadian bencana di Indonesia menunjukkan bahwa sebagianbesarbencanaterkaitdenganfenomena El Nino Southern Oscilation (ENSO). ENSO adalah pola variabilitas iklim yang berulang di bagian timur Samudra Pasifik, dicirikan dengan anomali suhu permukaan laut (pemanasan permukaan laut menjelaskan terjadinya El Nino, saat permukaan laut mendingin menggambarkan terjadinya La Nina)dananomalitekananpermukaanlaut(Osilasi Selatan) (Naylor, dkk, 2001 dalam Asyakur A, R.2010).
Hasil Monitoring ENSO bulanan di bulan April menunjukkan indeks ENSO (+0.33) Netral, sedangkan Indeks IOD sebesar (-0.29) menunjukkan kondisi IOD Netral. Diprediksi ada peluang El Nino pada semester II 2023, serta IOD diprediksimenujuindeksPositifmulaiJuli2023.El Nino memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum. Dampak dari kejadian tersebut menyebabkan intensitas, frekuensi, dan durasi gelombang panas diAsia. Hal inilah yang menyebabkan rekor suhu tinggi terjadi, termasuk di kawasan tropis seperti Indonesia. Pada negara Asia lainnya, suhu panas ekstrem ini disebabkan oleh gelombang panas akibat perubahan iklim. Hal itu disebabkan April sampai Mei adalah masa di mana suhu maksimum memuncak, dan awal dari musim kemarau. Suhu udara menjadi lebih tinggi di Indonesia juga disebabkanolehposisigeraksemumatahari.

Ancaman rekor suhu tinggi mungkin belum usai pada datangnya monsun timur dan suhu panasAsia.BagiIndonesia,ancamansiklusElNino bisa terjadi di semester kedua tahun ini dan tahun depan. El Nino yang kini menjadi bayang-bayang Indonesiaakanmenyebabkanmusimkemarauyang sangatkeringdanmusimhujanyangsangatlambat. Pelemahan intensitas La Nina terjadi hingga Maret 2023. Kemudian di lanjutkan dengan indeks netral El Nino yang berlangsung hingga pertengahan 2023.

Menurut BMKG, heat wave alias gelombang panas merupakan sebuah periode cuaca di mana terjadi kenaikan suhu panas yang tidak biasa berlangsung selama setidaknya lima hari berturut-turut atau lebih Secara karakteristik fenomena,gelombangpanaspadaumumnyaterjadi pada wilayah geografis yang memiliki atau berdekatan dengan daratan dengan luasan yang besar, atau wilayah kontinental atau subkontinental Sementara, Indonesia terletak di wilayah ekuator, dengan kondisi geografis kepulauan yang dikelilingi perairan yang luas. Indonesia tidak berpotensi mengalami gelombang panas. Hal tersebut karena kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan membantu meredam panas matahari Namun, peristiwa lonjakan panas yang terjadi merupakan pengaruh dariElNino.
Giarno,G.,Saputra,A.H.,&Rachmawardani,A.2022.OptimalisasiEdukasiInformasiGeohidrometeorologi
Untuk Masyarakat Perkotaan (Studi Kasus: Kelurahan Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, KotaTangerangSelatan,Banten). To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(3),554-563.
Safitri,S.2015.ElNino,LaNinaDanDampaknyaTerhadapKehidupanDiIndonesia. Criksetra:Jurnal Nabilah, F., Prasetyo, Y., & Sukmono, A. 2017. Analisis pengaruh fenomena El Nino dan La Nina terhadap
Pendidikan Sejarah, 4(2).
curah hujan tahun 1998-2016 menggunakan indikator ONI (Oceanic Nino Index)(studi kasus: Provinsi JawaBarat). Jurnal Geodesi Undip, 6(4),402-412.
https://www bmkg go id/berita/?p=buku-tentang-tanya-jawab-seputar-el-nino-la-nina-dan-musim-diindonesia&lang=ID&tag=artikel
https://analysis.netray.id/anomali-iklim-la-nina-dan-el-nino-yang-mulai-meresahkan/
https://www.bbc.com/indonesia/dunia-58146664





ESK merupakan program kerja berupa sharing session antar pembicara dan juga peserta, ESK sendiri lebih berfokus kepada pengalaman pembicara ataupun peserta sehingga pembicara dan peserta dapat saling berbagi pengalaman. ESK dapat berfokus pada satu topik dan dapat juga dalam topik yang luas












Dicky Trisnadi, S.T., M.Sc. ADNOC Group
Dicky Trisnadi S. T., M. Sc, beliau merupakan salah satu alumnus dari Teknik Geologi UPN “Veteran” Yogyakarta yang telah lama menggeluti bidang industri minyak dan gas bumi. Setelah lulus dari Teknik Geologi UPN “Veteran” Yogyakarta, beliau melanjutkan studi di Institut Teknologi Bandung dengan mengambil fokus petroleum geology Beberapa pengalaman beliau sebagai seorang geologist yaitudimulaidengan junior mine geologist (1996-1997), Development geologist di chevron (1998-2005), Senior reservoir geologist di petronas (2005-2018), advisor geologist and geomodeler di baker hughes (2019-2020), dan Senior reservoir geologist di ADNOC GROUP (2020-sekarang). Wow, sangat keren bukan pengalaman beliau yang telah lama malang melintang di dunia industri oil and gas? Penasaran dengan pengalaman beliau sebagai geologist di industri oil and gas?



Setelah menyelesaikan sekolah di SMA1
Semarang,padatahun1990sayaditerimadanmulai kuliah di Geologi UPN, Yogyakarta dan sempat mengenal Kampus Ketandan, Babarsari dan kampus baru di Condong Catur Selama kuliah di Geologi UPN Jogja, dengan jumlah 158 SKS, saya sempat menjadi asisten laboratorium Geohidrologi
dan GeoTek dibawah bimbingan Prof. Sari Bahagiarti. Akan tetapi mata kuliah favorit saya adalah Petrografi dan Mineralogi, bahkan skripsi saya tentang Alterasi dan Mineralisasi dibawah bimbingan Prof. Bambang Prastistho dan pak Heru Sigit. Jadi dapat dibilang aliran saya di Hardrock, padahal cita-cita awal masuk Geologi adalah bekerja di Perusahaan Minyak dan Gas, dimana harusnya saya fokus di sedimentologi dan stratigrafi,cukupmembingungkanmemang.
Ditengah kesibukan kuliah dan praktikum, saya juga mengambil les bahasa inggris selama beberapa tahun agar familiar paling tidak. Lulus sarjanatahun1996,ternyatasangatsusahbekerjadi Perusahaan Minyak saat itu karena harga minyak dunia sedang jatuh sehingga tidak ada rekrutmen untuk fresh graduate


Bersyukur tahun 1996 itu, saya diterima di perusahaan tambang emas di Kalimantan bersama beberapa teman seangkatan. Kiranya waktu itu beruntung karena saya bukanlah mahasiswa yang brilian dengan IPK tinggi. Perusahaan tambang
emas, Pelsart group Indonesia tempat saya bekerja masih dalam tahap Explorasi mencari cebakan
emas dan juga sudah produksi walau tidak besar. Sehingga pekerjaannya menantang untuk mencari dan menemukan cebakan emas walau terbilang cukup berat ditengah hutan Kalimantan. Selain belajar deksripsi core, juga belajar proposed well drilling dan monitoring oleh bimbingan senior. Tengah tahun 1997, ada informasi jika perusahaan minyak mulai membuka lowongan pekerjaan. Dan karenainginfokusmencaripekerjaandiperusahaan minyak, saya memutuskan keluar dari perusahaan tambangemasdimanasayabekerja.
Dua tahun pertama bekerja di PT Caltex Pacific Indonesia, di departemen Field Development, lebih banyak waktunya saya habiskan bekerja di lapangan sebagai Wellsite Geologist. Banyak yg tidak suka pergi ke lapangan untuk mengerjakan Wellsite Mungkin karena berat secara fisik, dimana biasanya berangkat pada tengah malam dan harus tinggal di porta camp lapangan selama 2 hingga 3 hari Saya justru menyukai karena bisa belajar banyak soal drilling operation,caraanalisalogdansample.Tidakterasa saya merupakan Geologist dengan jumlah wellsite dilapangansebanyak33 well.

Padatahunketigabekerja,atautahun2001, saya bersyukur dapat lolos tes untuk mengikuti Program Magister (S2) yg diadakan oleh Perusahaan dan Kampus ITB dengan subyek GeologiPerminyakan.Perkuliahandiadakansetiap akhir pekan di perusahaan, yaitu Rumbai dan Duri camp. Jadi kuliah sambil bekerja selama dua tahun dantahun2003lulusprogramS2dengantopiktesis High Resolution Sequence Stratigraphy. Pada periode tahun itu perusahaan berubah nama menjadi Chevron Indonesia dimana operasinya
semuanya Onshore atau berada di darat dan tidak ada yang Offshore atau di laut Selama tujuh tahunan di Caltex ini lah saya belajar banyak soal drilling operation, wellsite, well correlation, mapping, log analysis, volumetric, production hingga proposed well. Untuk mendukung semua pekerjaan itu, saya menggunakan software
Geoframe yg terdiri dari CPS3 untuk pemetaan dan Stratlog untuk well correlation. Sempat juga mengerjakan well log analysis untuk menghitung log porosity, permeability danSWdengansoftware
Geolog.Sementarasoftware3Dmodelingyangada yaitu Gocad, masih dalam tahap belajar dan belum banyak yang bisa mengoperasikan saat itu. Setelah bekerja lima tahunan di Caltex, sebagai salah satu Development Geologist di asset team, saya diberi tanggung jawab untuk menghandle sekitar tujuh lapangan dimana naik turunnya produksi minyak menjadiukuranpenilaianpekerjaan.
Selama di Petronas, semua operasi lapanganya adalah Offshore di laut, jadi cukup menantang karena saya belum perna punya pengalaman di Offshore. Bahkan software yang digunakan adalah Petrel dan RMS Roxar yang juga belum pernah saya gunakan Disinilah
tantangannya, dimana sebagai ekspatriat harus bisa mengatasi semua persoalan yang ada dan tidak boleh menyerah, apalagi saya membawa nama bangsa,bukanhanyaalumnikampussaja.
Tahunbergantitahun,darisatulapanganke lapangan lain, banyak pengalaman yang saya lalui dipekerjaan mulai dari proposed well horizontal, monitoring well drilling dengan berbagai kejutan yang ada, seperti hilangnya channel dan bar target, sidetracking well yang tidak mudah karena harus mempertimbangkan collision dengan well lain dan juga water level yangsudahtinggi,serta fault flower structure yang rumit, isu pressure hingga karst di reservoir karbonat yang menyebabkan loss circulation 3D Reservoir Modeling adalah salah
satu keahlian saya saat itu dan dari situ lah Field Development projects dimulai hingga proposed well. Setelah sepuluh tahunan bekerja di Petronas

pemecatan dan masih dikasih waktu hingga dua tahun dan pada tahun 2018, kontrak tiga tahunan saya di PetronasCarigaliberakhirsetelah13tahunbekerja.
“BekerjadiBakkerHughesIndonesia,2019”
Berakhirnya kontrak dengan Petronas, saya memutuskan pulang ke Yogyakarta, karena belum
diterima di perusahaan minyak setelah mengirim beberapa lamaran. Bulan Mei tahun 2019 saya diterima di BakkerHughesIndonesia,Jakarta,sebagai Advisor Geomodeler.BakkerHughesmerupakan service company
dan saya bekerja di bagian study consultant Saat masuk langsung mengerjakan 3D modeling salah satu
lapangan Petronas Carigali Indonesia dan selesai tepat waktu. Tantangan yang ada saat itu adalah pemodelan
Depositional Facies yang merupakan braided channel dimana channel connection adalah factor uncertainty nantinyasaat running history matching dansimulationoleh Reservoir engineer
Tahun 2005 dengan pengalaman tujuh tahunan di oil and gas, saya diterima di perusahaan minyak Petronas Carigali Malaysia, dan bekerja di menara kembar atau Twin Tower, Kuala Lumpur City Center. Di sini saya sudah dianggap sebagai
Senior dengan posisi Senior Reservoir Geologist dan bertugas untuk proposed infill well, monitor well drilling dikantordan support production team.
Selain itu juga harus membimbing junior geologist yangadaditim.
Carigali,sayaditugaskansebagai Central Technical Excellence (CTE), dan saat itu saya satu-satunya orangIndonesiadari7orangCTE,dimanatugasnya mereview lapangan dan project project yang dilakukan oleh perusahaan partner seperti
Exxonmobil, Petrofac, Carigali Hess, Newfield, hingga total lapangan yang saya handle ada sekitar
30 lapangan. Pada periode tahun 2015-2016, harga
minyak jatuh karena oversupply oil di dunia, yang berimbaspada lay-off pegawai.Baksepertibencana alam di pekerjaan saat itu lay-off employee terjadi dimana mana, hingga ratusan employee di PHK
secara mendadak Bersyukur saya lolos dari


Walau didukung seismic attribute tapi tentunya tidak semua channel tidak bisa tercapture dengan baik. Project selanjutnya adalah lapangan Pertamina di Sumatra Selatanyang merupakan brown field dengan core data terbatas dan gas diatas menmbuat uncertainty pada sand distribution-nya. Walau sudah selesai pekerjaan saya 3D static modeling project di Pertamina tetapi Dynamic model masih berjalan dan interaktif dengan team Pertamina. Hingga pada akhir tahun 2019 saya mendapat panggilan diterima di perusaahan minyakdiADNOCOnshore, AbuDhabiUAE.



PhotoBy
DickyTrisnadi
Ditengah pandemic Covid-19 saya bergabung denganADNOC Onshore di production team sebagai Production Geologist dengan reservoir carbonate platform yang besar sekali ukurannya dimana well nya sudah seribu lebih. Karena sudah brown field, current water level yang bervariasi dan rumitnya well trajectory yang ada, maka proposed infill well tidak mudah. Disisi lain volume proposed infill yang banyak dan massif harus di selesaikan dengan cepat adalah tantangan tersendiri. Pengalaman yang saya dapat disini lebih banyak pada persoalan Produksi Dimana perkembangan teknologi untuk Completion after drilling dengan metoda lower completion, Control Valve hingga Automatic Control Device sangat membantu dalam hal meminimalisir keluarnya air dari hasil perforasi suatu reservoir Tidak terasa Alhamdulillah sudah 3 tahun bekerja di ADNOC Onshore.

Setelah mendengar cerita mengenai perjalanan karir dari pak Dicky ini, Adapun beberapa hal yang kami diskusikan dengan beliau mengenai peran seorang geologist dalam industri minyakdangasbumi.
SM: Apakah seorang ahli geofisika
memiliki peran yang sama penting dengan seorang geologist, jika iya mengapademikian?
D: Keduanya berjalan beriringan dan samasama penting dalam jalannya industri
Seorang geologist mestinya kurang mengetahui kondisi bawah permukaan, maka dari itu diperlukan seorang ahli geofisika untuk mengetahui keadaan bawahpermukaandanmendeteksikondisi bawah permukaan menggunakan seismic. Jadi, seorang geologist juga tidak dapat bekerja tanpa adanya data seismic dari seorangahligeofisika.
Di bidang eksplorasi, peran ahli geofisika dan geologist sama - sama penting dan saling melengkapi, sebenarnya pada zaman dahulu rata rata seorang geologist juga belajar banyak mengenai geofisika, tetapi di zaman sekarang biasanya orangorang lebih terfokus ke salah satu bidang baikgeologimaupungeofisika.

SM: Pada oil and gas industry divisi apa yang paling banyak menyerap tenagakerjaseorang geologist?
D: Dalam oil and ga industry terdapat tiga divisi utama yaitu exp
, development, and production. Pada divisi development akan banyak menyerap tenaga kerja seorang geologist karena Ketika ditemukannya oil and gas, maka akan membutuhkan banyak geologist untuk satu lapangan besar dengan reservoiryangbanyakpula(satulapangan bisa4-5 geologist).
memungkinkan diproduksi menggunaka pipa dengan cara dibor dahulu sampai dasar dan pipa bor dimasukkan lewat pipa yang ditembuskan di dasar laut sehingga lebih mahal daripada di daratan. Semakin dalam pipanya, semakin mahal pula biaya produksinya.
SM: Apakah ada perbedaan kualitas minyak dari yang dihasilkan di offshore dan onshore?
SM: Divisi apa sih yang paling menantang dari segi ilmu maupun tekniskerjabagiseorang geologist?
D: Bagi seorang geologist divisi yang menantang tentunya yang berkaitan dengan eksplorasi, karena di situlah kita benar – benar diuji secara ilmu dan konseptual mengenai geologi. Hal lain yang tidak kalah penting bagi seorang geologist adalah development (modelling) karenaapabilasuatumodelitusalah,maka akanberdampaksecarakeseluruhan.Akan tetapi, kalau menantang, lebih menantang eksplorasitentunya.



SM: Apakah keberadaan minyak di dasar laut dengan arus yang kencangdanresikoyangtinggitetap dapat diproduksi? Jika iya, metode apayangdapatdilakukan?

D: Sebelumnya perlu diketahui bahwasanya minyak tidak berada di dasar laut, tetapi dibawah dasar laut. Dengan kondisi
D: Tidak ada, kualitas minyak dapat ditentukan dari tingkat kedalam minyak dari permukaan. Oil apabila berada didekatpermukaan,makaakanmengental dan memiliki viskositas yang tinggi karena pengaruh suhu yang dingin di permukaan Lalu, Bagaimana cara memproduksinya apabila mengental? Diperlukan proses pemanasan atau steam minyak didalam agar nantinya minyak kembali mencair dan bisa diproduksi denganbiayayanglebihmahal.Selainitu, untuk menjaga supaya minyak tidak kembali mendingin, di bagian pipa juga bisa diberi alumunium foil untuk menjaga kestabilansuhu.

SM: Mengapa eksportir minyak bumi mayoritas berasal dari negaranegaratimurtengah?
D: Karena kalau ditinjau kondisi geologi dari negara – negara timur tengah memiliki banyak cadangan oil and gas. Jika dilihat dari segi konsumsi minyak dan gas, misalnyaAmerika dan Rusia sama – sama memiliki kilang minyak yang besar, tetapi tingkat kosumsi minyak dan gas mereka tinggi (9-10 juta barrel per hari).
Sedangkan konsumsi penduduk negara timur tengah itu rendah, misalnya Jumlah penduduk Arab Saudi hanya 25jt dan Qatar 400rb, tetapi mereka memiliki
cadanganminyak4-5xlipatdariIndonesia dan mampu memproduksi 12 juta barrel setiap harinya, sedangkan konsumsinya hanya berkisar 6 juta barrel per hari dan
s
disimpulkan bahwasanya negara - negara timur tengah kaya dari hasil ekspor minyak dan gas karena jumlah produksi mereka melebihi nilai permintaan di negaranya, sehingga produksi oil and gas yangberlebihdapatdiekspor
SM: Apakah kebijakan net zero emission berpengaruh terhadap industri minyakdangas?
Adanya kebijakan net zero emission tidak begitumempengaruhiindustri oil and gas, karena untuk clean energy itu sampai sekarang masi diuji dan diukur seberapa besar efektivitas teknologi tersebut. Walaupun sudah ada beberapa pihak yang mulai mencoba untuk teknologi clean energy, industri oil and gas masihmenjadi energi nomor satu dan dunia masih sangat membutuhkan oil and gas. Sekarang, industri oil and gas lebihdiminati,kecuali dalam kasus mobil listrik. Apakah mobil listrik akan berdampak ke industri oil and gas? Iya, berpengaruh dalam hal impor minyak lebih sedikit, tetapi industri masih sangat besar minatnya terhadap oil and gas Jadi, net zero emission tidak terlalu
berdampak besar dan dapat menjadi lapangankerjayangbaru.
SM: Apakah yang harus dipersiapkan bagi seorang geologist untuk dapat bersaingdiduniapekerjaanbesok?
D: Persiapkan ilmu sebanyak – banyaknya, kuasai konsep yang mendasar supaya memiliki dasar pemikiran yang kuat, perbanyak CV, dan berfokus pada ilmu yangdimilikiyaitugeologi.

Rijatul Haq, S. T., M. Eng., Ph. D.
Dosen Teknik Pertambangan
UPN “Veteran” Yogyakarta
Apa itu batubara? Batubara merupakan jenis batuan sedimen yang terbentuk dari endapan organik yang mengalami proses pengubahan menjadi karbon. Nah info penting dan menariknya yaitu Indonesia memiliki cadangan komoditas mineral dan batubara yang masih cukup melimpah danmemilikiperanyangstrategissertapentingbagi pembangunan di Indonesia. Indonesia memiliki sumberdaya batubara sebanyak 99,2 miliar ton dengancadangansebanyak35,05miliarton.
Daribanyaknyasumberdayabatubarayang terdapat di Indonesia, tentunya sumberdaya tersebut harus diolah dan dikembangkan sebaik mungkin. Ada yang tahu bagaimana proses atau urutan bisnis dalam industri pertambangan? Jadi, proses bisnis dalam industri pertambangan dimulai dari kegiatan eksplorasi (database minerba) –penambangan (recovery) – pengolahan & atau pemurnian– manufacturing –produkDN.Kegiatan

Dr. -Ing. Herry Permana, S. T., M. Sc
Koor Perencanaan Produksi dan Pengolahan Batubara Dirjen Minerba Kementrian ESDM
menjadi urusan pihak minerba, sementara kegiatan manufacturing dan produk DN menjadi urusan pihak perindustrian. Sehingga kerjasama di antara pihakminerbadanperindustriansangatpentingdan harusterjalinhubunganyangbaik.
Seluruh kegiatan pertambangan mineral dan batubara yang dilakukan di Indonesia telah diatur dengan dasar-dasar hukum. Terdapat tiga pilarkebijakanminerbanasionalyaituinventarisasi minerba, pengelolaan & pemanfaatan minerba, dan konservasi minerba. Adanya kebijakan-kebijakan ini tentu dengan tujuan supaya kegiatan pertambangan minerba di Indonesia dapat berjalan denganbaikdanbermanfaatbagiIndonesia.
Kebijakan - kebijakan pertambangan minerba di Indonesia sudah mengalami transformasi. Transformasi tersebut meliputi perbaikan tata kelola pertambangan nasional, keberpihakanpadakepentingannasional,kepastian hukum&kemudahanberinvestasi,danpengelolaan lingkungan hidup Dilakukannya transformasi









Kebijakan - kebijakan pertambangan minerba di Indonesia sudah mengalami transformasi. Transformasi tersebut meliputi perbaikan tata kelola pertambangan nasional, keberpihakanpadakepentingannasional,kepastian hukum&kemudahanberinvestasi,danpengelolaan lingkungan hidup Dilakukannya transformasi kebijakan pertambangan ini yaitu karena untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.
Kegiatan pertambangan batubara di Indonesia memiliki rencana bagaimana kegiatan pertambangan ini kedepannya. Road map tersebut yaitu:
· Tahun 2021-2025, dapat melakukan persiapan dan pembangunan industri berbasis batubara serta studi penerapan teknologibatubarabersih(CCT).
· Tahun 2026-2030, diharapkan dapat melakukan peningkatan pembangunan industri berbasis batubara dan persiapan implementasi teknologi batubara bersih (CCT).



· Tahun 2031-2045, dapat menjadikan industri berbasis batubara sebagai solusi ketahanan energi dan industri nasional dan optimalisasi implementasi CCT pada hilirisasibatubaratermasukPLTU.
Produk - produk hilirisasi batubara di antaranya yaitu, DME & metanol, semi kokas / carbon raiser, urea & amonia, syngas, batubara kualitas tinggi, material maju karbon, dan hydrogen. Arah dari hilirisasi batubara yang diharapkan yaitu batubara menjadi gas untuk mensubtitusi/menggantikanLPGimport. Dari melimpahnya sumberdaya batubara di Indonesia, tentu yang kita ketahui yaitu batubara di Indonesia memiliki banyak kelebihan, tetapi di balik kelebihan tersebut jugamasihterdapatkelemahannya.
• Kelebihan
Kelemahan
Membahas mengenai batubara, menjadi sangat menarik bagi pelaku industri pertambangan, karena harganya yang tidak stabil. Dikatakan bahwa berlangsungnya konflik dunia menjadi faktor naiknya harga batubara, sebagai contoh konflik Rusia dan Ukraina pada Februari 2022. Naiknyahargabatubarainimenjadikanperusahaan bersaing untuk meng-ekspor batubara agar mendapatkan keuntungan yang tinggi. Mengingat Indonesia merupakan salah satu produsen batubara terbesar didunia, dimana tercatat ada 10 negara yang membutuhkan batubara Indonesia, yaitu China, India, Filipina, Jepang, Malaysia, Korea
Selatan, Vietnam, Taiwan, Thailand, dan Bangladesh Dalam menghadapi hal tersebut, pemerintah telah membuat suatu kebijakan yang dikenal dengan Domestic Market Obligation (DMO), yaitu perusahaan memiliki kewajiban untuk memasok kebutuhan batubara ke dalam negerisebelummenjualproduksinyakeluarnegeri.
Secara umum, 50-60% batubara di dunia digunakan sebagai pembangkit Listrik. 90% diantaranya merupakan batubara muda (lignitesubituminous) yang digunakan sebagai power generation dengan cara dibakar sehingga dapat menghasilkanlistrik,tetapidapatmenghasilkangas buang sebesar 56%, seperti CO , SO , NO , 2 x x particulate matter, dan merkuri (Hg). Dengan efek samping tersebut, menjadi tantangan utama bagi Indonesia, mengingat 57% batubara di Indonesia
subbituminous-bituminous, dan hanya 1% yang berupa anterasite
Dalam Upaya meningkatkan nilai tambah dan memaksimalkan manfaat ekonomi, terdapat tujuh pengembangan dan pemanfaatan batubara Indonesia (Undang-Undang RI No. 3 Tahun 2020), yaitu gasifikasi batubara, pencairan batubara, pembuatan kokas, peningkatan mutu batubara,


campuran batubara-air, pembuatan briket batubara, dan batubara untuk PLTU di mulut tambang. Dari
ketujuh point di atas, briket batubara adalah yang paling mudah dikembangkan dan sudah mulai diekspor Saat ini, briket batubara telah menjadi
industri UMKM, karena proses produksinya yang terhitungmurahdansederhana.
Menurut Undang-Undang RI No. 3 Tahun
2020 tentang Perubahan Undang-Undang RI No. 4
Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, Pertambangan adalah sebagian atau seluruhtahapankegiatandalamrangkapengelolaan dan pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan, dan/atau pemurnian atau pengembangan dan/atau pemanfaatan, pengangkutan, dan penjualan, serta
pertambanganbatubaraterbagikedalamtigatahap, yaitu:
a. Eksplorasi
- Penyelidikanumum
- Eksplorasi
- Studikelayakan
b. OperasiProduksi
- Konstruksi
- Penambangan
- Pengolahan
c. ReklamasiPascatambang
- Reklamasi
- Pascatambang


Dari setiap tahapan kegiatan pertambangan tersebut,memerlukanizinyangdikenaldenganIzin
Usaha Pertambangan (IUP) Sebelum suatu perusahaan mendapatkan IUP, perusahaan harus sudah mendapatkan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP), dimana WIUP memiliki
batasan luasan tertentu (Pasal 13 Permen ESDM No 11 Tahun 2018) Pada tahap eksplorasi
memilikibatasanluasan0-<50.000Ha,sedangkan pada tahap operasi produksi sebesar maks. 15.000
Ha.
Pemberian WIUP dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Khusus pada bidang mineral logam dan batubara diberikan oleh pemerintah
melalui lelang (Pasal 8 PP No. 23 Tahun 2010 dan
Permen ESDM No 22 Tahun 2018) Apabila
Perusahaan telah mengantongi WIUP, maka
Perusahaan diwajibkan untuk membayar
pencadangan agar dapat mengajukan permohonan
IUP. Selama berjalannya pertambangan, perusahaan memiliki kewajiban untuk melaporkan
Rancangan Kerja Anggaran Biaya (RKAB) dan laporan lainnya, dengan tujuan sebagai upaya monitoring pemerintah. Apabila pelaporan tidak dilakukan,makaIUPdapatterancamdicabut.
pertambangan, pemerintah juga membuat regulasi
mengenai teknik pertambangan yang baik, seperti dalamKeputusanMenteriEnergidanSumberDaya
K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan
Kaidah Teknik Pertambangan. Dikatakan di dalamnya, kajian kelayakan teknis dalam studi
kelayakan secara garis besar terdiri dari teknologi dan ekonomi. Lalu bagaimana dengan lingkungan?
Terkait dengan lingkungan telah diatur dalam
Undang-Undang RI No. 32 Tahun 2009 Tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan, dimana setiap usaha dan/atau kegiatan perlu dilakukan upaya pengelolaan dan pemantauan
lingkungan (UKL-UPL) serta analisis mengenai dampaklingkunganhidup(Amdal).
Dari narasi di atas, dapat disimpulkan bahwa berjalannya suatu industri pertambangan sangat erat kaitannya dengan regulasi pemerintah
Indonesia. Dimana setiap detailnya telah diatur secara rinci didalam regulasi tersebut. Oleh karenanya, bagi kita yang tertarik untuk bekerja di industri batubara, menjadi sangat penting untuk mempelajariregulasi-regulasitersebut.










GGhaly Yana Putra
Teknik Geologi UPN “Veteran” Yogyakarta
eothermal atau panas bumi merupakan salah
satu sumber energi terbarukan yang dapat digunakan menjadi alternatif dalam rangka
p
lingkungan Panas bumi merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dapat digunakan menjadi alternatif dalam rangka pemenuhan energi nasional ramah lingkungan. selain itu, energi panas bumi menghasilkan energi yang cukup stabil, tidak tergantung waktu dan cuaca seperti energi baru terbarukan lainnya. Hal ini menjadi alasan bisnis
PLTPB mulai digaungkan sebagai salah satu pasokanenergibaruterbarukan.
Oleh karena itu, tidak terelakkan jika kegiatan eksplorasi panas bumi semakin gencar dilakukan untuk mencari sumber-sumber panas bumi yang berpotensi baik untuk dijadikan sebuah
PLTPB. Kesulitan-kesulitan pun akan banyak bermunculan, salah satunya ialah kesulitan melakukan drilling pada daerah panas bumi karenatingginya suhu dibawah permukaan yang menyebabkan risiko sangat besar Padahal, drilling



iniadalahsalahsatubagianpentingselamakegiatan eksplorasi karena dapat mengetahui kondisi reservoir, caprock, dan heat source di bawah permukaanbumi,sertaujicobareservoir
Untuk mengecilkan risikol tersebut dibutuhkan Tingkat kepastian yang meyakinkan dari tiap sumur yang akan di drilling Tingkat kepastian ini dapat ditingatkan berjalan dengan pemahaman terkait proses pembentukan dan manifestasi dari panas bumi. Sistem panasbumi terdiri dari heat source yang memberikan energi panas untuk menggerakkan sirkulasi fluida, reservoir yang menjadi zona penmapung fluida, caprock sebagai penutup sistem, recharge area sebagai jalur masuknya fluida meteoric ke dalam sistem, dan manifestasi panas bumi yang timbul akibat adanya jalur Dimana fluida dari sistem gerotermal dapat naik ke permukaan dan menjadi petunjuk keberadaan panas bumi di bawah permukaan(Cheng,1979).


Manifestasi inilah yang menjadi salah satu petunjuk penting keberadaan panas bumi di bawah permukaan Keberadaan manifestasi dapat digunakanuntukpendugaanawalkeberaaansistem panas bumi, menghitung suhu bawah permukaan dari metode geotermometer, mengidentifikasi jenis air, dan lain lain. Menurut(Saptadji, 2012), sistem geothermal memiliki manifestasi di permukaan bumi, berupa mata air panas, fumarol, kubangan lumpur panas (mud pools), geyser, dan jenis manifestasi lainnya. Keberadaan manifestasi akan menimbulkan panas yang cukup tinggi di permukaan bumi dengan panas yang cukup stabil padasiangdanmalamhari (Wangetal.,2019).
Dewasa ini, dengan perkembangan teknologi yang sudah berkembang pesat,
Akan tetapi, anomali panas ini bisa terbentuk dari adanya bangunan, pemukiman, dan insdustri yang akan menghasilkan temperature permukaan lebih tinggi daripada sekitarnya. Oleh karena itu, untuk mengevaluasi hal tersebut, dibutuhkan evaluasi penggunaan lahan, Dimana penggunaan lahan untuk kegiatan industri, pemukiman, dan bangunan tidak termasuk sebagai manifestasi panas bumi. Hal ini dapat dilakukan menggunakan citra Landsat meggunakan komposit band true colour dan false colour untuk mengklasifikasikanpenggunaanlahan.
penginderaan jauh melalui pendekatan ciri-ciri
manifestasi yang dijelaskan sebelumnya. Dengan melakukan identifikasi kemungkinan adanya manifestasi dapat mengecilkan biaya eksplorasi
memiliki koordinat target kemungkinan manifestasi sehingga dapat menghitung biaya operasional lebih terperinci, serta dapat meminimalkan risiko eksplorasi dengan strategi yanglebihtepat.
Banyak satelit penginderaan jauh yang sudah beroperasi hingga saat ini, seperti Landsat, ASTER, Sentinel, dan lain sebagainya. Beberapa satelit ini memiliki band atau panjang gelombang infrar merah yang sangat baik dalam menginterpretasi suu permukaan, salah satunya ialah citra ASTER yang memilik 4 band TIR (temperature Infra Red) Terlebih Lagi, citra ASTER dapat mendteksi menggunakan band TIR pada siang dan malam hari yang cocok untuk mendeteksi anomali temperature yang mungkin merupakan manifestasi panas bumi (Putra et al., 2023).
Selain itu, untuk meningkatkan keakuratan predikisi dari penginderaan jauh, kita dapat mengevaluasi keberadaan manifestasi dengan kerapatan struktur yang tinggi karena manifestasi dapat terbentuk karena adanya kenaikan fluida ke permukaan oleh rekahan atau struktur (Sasilani et al., 2019). Untuk mengidentifikasi struktur dapat menggunakan referensi peta geologi regional serta identifiksi kemungkinana struktur menggunakan citra Digital elevation model (DEM) dengan membentuk hillshade di aplikasi perpetaan seperti ArcMap.
Manifestasi juga dapat menggenerasi alterasi di permukaan karena temperature yang tinggi dari fluida hidrotermal yang biasanya membentuk Argilik atau argilik lanjut disekitar manifestasi (Cheng, 1979). Hal ini juga dapat menjadi tambahan evaluasi prediksi manifestasi melalui identifikasi kandungan mineral penciri alterasi argilik atau argilik lanjut, seperti ilit, kuarrsa,smektit,dankaolinitmelaluipenginderaan jauh Identifikasi keberadaan mineral dapat dilakukandenganmencocokkansifatspectralsuatu mineral dengan sifat spectral yang diperoleh pada citra penginderaan jauh. Citra ASTER, Landsat, dan Sentinel kerap kali menjad pilihan karena memilikibandSWIRdanNIRyangbisadigunakan untuk mengidentifikasi mineral lempung cukup
baik. Akan tetapi, untuk daerah yang sangat banayk vegetasi seperti Indonesia, akan mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi mineral ini karena Cahaya yang ditangkap sensor bukan dari permukaan tanah, melainkan berasal dari tumbuhan. Hal ini pernah dilakukan oleh (Raharja et al., 2019) menggunakan citra ASTER,tetapiakurasiketepatanidentifikasisebaranmineraldaripenginderaanjauhterhadapsebaranmineral aktualhanya49%.


Penggunaan penginderaan jauh untuk mengidentifikasi keberadaan manifestasi geothermal sudah dilakukan beberapa kali oleh akademisi, seperti yang dilakukan Putra et al (2023) yang mengidentifikasi manifestasi panas bumi di Solok Sumatera barat yang mendapati akurasi ketepatan identifikasi manifestasi sebesar 83,33%. Ini merupakan angka yang cukup tinggi yang akan meningkatkan efektifitas eksplorasi serta mengurangirisikoeksplorasi.



Cheng,P (1979).HeatTransferinGeothermalSystems. Advances in Heat Transfer, 14,
Raharja, B., Setianto, A., & Titisari, A. D. (2019). Aplikasi Principle Component
Analysis dan Directed Principal Component untuk PemetaanAlterasi Hidrotermal menggunakan Citra ASTER di Kecamatan Kokap, Kulon Progo. Jurnal Geologi Dan Sumberdaya Mineral, 20(3),119–131.
Sasilani, R., Didit Haryanto,A., Hutabarat, J., Hermawan, D., & Widodo, S. (2019) ZoneofGeothermalProspectsBasedonFaultFractureDensity(Ffd) Sumani Region,WestSumatera. Journal of Geological Sciences andApplied Geology, 3(2), 22.35
Saptadji,N.M.(2012). Teknik panasbumi.DapartemenPerminyakanITB. Wang, K., Jiang, Q. gang, Yu, D. hao, Yang, Q. lei, Wang, L., Han, T. cheng, & Xu, 1–105.
X.yu.(2019).Detectingdaytimeandnighttimelandsurfacetemperatureanomalies using thermal infrared remote sensing in Dandong geothermal prospect International Journal of Applied Earth Observation and Geoinformation, 80(May), 196–205.











Pre-class merupakan suatu forum diskusi untuk mempelajari atau belajar bersama serta sharing ilmu dan lainnya sebagai seorang geosaintis, serta fasilitator pengembangan, peningkatan potensi dan kemampuan dari tiap-tiap anggota SM-IAGI UPN “Veteran” Yogyakarta.


Melia Fajri Sukma Arya Teknik Geologi UPN “Veteran” Yogyakarta
Sektor pertambangan merupakan salah satu penggerak roda perekonomian dan pembangunan nasional yang terbesar bagi Indonesia (Oktorina, 2018) S
ningkatnya perkembangan dunia dimana manusia dituntut untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya, maka eksploitasi sumber daya alam terus meningkat, khususnya sumberdaya mineral dan energi. Hal ini bisa memungkinkan pertumbuhan ekonomi akan terhenti dikarenakan habisnya pasokan sumber daya alam. Sehingga, diperlukan adanya manajemen pengelolaan sumber daya alam yangefektif,efisien,sertaberwawasanlingkungan.
Adanya wilayah bekas tambang dapat menimbulkan masalah utama bagi perubahan lingkungan Perubahan kimiawi terutama berdampak terhadap air tanah dan air permukaan,
kemudian terjadi perubahan secara fisik pada morfologidantopografilahan.Selainitu,terjadinya perubahaniklimmikroyangdisebabkanperubahan kecepatan angin, gangguan habitat biologi berupa flora maupun fauna, dan penurunan produktivitas tanah sehingga menjadi tandus atau gundul. Adpendi et al (2020) mengemukakan bahwa dampak kegiatan pertambangan yang sangat signifikan bagi lingkungan yaitu pencemaran air tanah dan air permukaan, perubahan kondisi (fisik, kimia, dan biologi) tanah menjadi buruk seperti lapisantanahtidakberprofil,terjadinyapemadatan, berkurangnya unsur hara yang penting, pH rendah (asam), penurunan populasi mikroba tanah, serta pencemaranolehlogam-logamberat.
Perubahan pada lahan bekas penambangan perlu dilakukan upaya reklamasi yang bertujuan untuk mengembalikan produktivitas lahan, mencegah terjadinya erosi, mengurangi kecepatan aliran air limpasan, serta menjaga lahan agar tidak labil. Sehingga, reklamasi diharapkan dapat menghasilkan nilai tambah bagi lingkungan sekitar dan mewujudkan terciptanya kondisi yang lebih baik dibandingkan dengan kondisi sebelumnya.
Pembenahan tanah lahan bekas tambang dapat dilakukan dengan memperbaiki sifat fisika, kimia, danbiologi(Hamidetal.,2017).

memulihkan kondisi lahan sesuai dengan kondisi awal sehingga nantinya dapat dikelola lebih lanjut, salah satunya adalah sebagai tempat wisata. Hal ini dikarenakan sektor pariwisata merupakan industri terbesar di dunia dan terus memberikan kontribusi yang besar bagi perkembangan ekonomi dunia (Saleh et al., 2018). Untuk menghindari terjadinya kerusakan-kerusakan selama tahap penambangan, reklamasi, dan perencanaan tataguna lahan perlu keterpaduankonsepketigarencanatersebut.
Prinsipkegiatanreklamasiadalah:
1. Reklamasi harus dianggap sebagai kesatuan yang utuh dari kegiatan penambangan.
2. Kegiatan reklamasi harus dilakukan sedini mungkin serta tidak harus menunggu proses penambangan secara keseluruhanselesaidilakukan

Undang-undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara mewajibkan perusahaan pertambangan untuk
m


pascatambang atas areal tambang yang diusahakannya. Agar kegiatan reklamasi dan pasca tambang dapat terlaksana dan memenuhi kriteria keberhasilan, maka ada beberapa tahapanyangharusdilalui,meliputi:
1. PerizinanReklamasiPascaTambang
2. RevegetasiLahanBekasTambang
3. PemeliharaanPascaPenambangan
4.
KeberhasilanReklamasi

Denganadanyakegiatanreklamasikawasanbekaslahantambang,dapatmengurangidampak terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar area pertambangan. Oleh karena itu, pemerintah melakukanbeberapaupayakonservasikawasanbekaslahantambanginiuntukpengoptimalansecara maksimal. Berbagai macam upaya konservasi kawasan bekas lahan tambang akan disajikan sebagai berikutini:
a) BukitJaddih,Madura

Jaddih, Bangkalan, Madura, (Kumparan.com)




Dahulu kawasan ini merupakan bekas penambangan batu alam oleh masyarakat sejak tahun 1980-an. Tebing Breksi kemudian dimasukkan dalam daftar situs warisan geologi yang memiliki nilai-nilai penting di bidang keilmuan, pendidikan, budaya, dan nilai estetika. Pemandangan yang eksotik adalah keunggulan yang ditawarkan dari ketinggian sisa areal tambang ini. Kawasan bandara, perkotaan, sampai pegunungan dan candi bisa terlihat dengan jelas dari ketinggian Tebing Breksi. Luas area bekas penambangan batu ini kurang lebih sekitar 5600meterpersegi.
c) MeerVorKandiHeritage,Sawahlunto

Aktivitas yang dilakukan para penambang membuat bukit kapur memiliki pola pola tertentu yang begitu indah. Sehingga tempat penambangan ini telah difungsikan menjadi obyek wisata yang dibuka untuk umum, meskipun masih digunakan penambangan aktif yang setiap harinya masih banyak truk dan sejumlah alat berat disekitar area Bukit Jaddih untuk mengangkut hasiltambangkapurtersebut.
b) TebingBreksi,DIY

Objek wisata ini terletak di kawasan kandih resort, Kota Sawahlunto yang memanfaatkan arealbekastambangbatubara.MeerVonKandiHeritageSawahluntomerupakandestinasiwisata yang di kawasan bekas tambang dengan latar danau Kandi sebuah pengelolaan wisata yang menghasilkansebuahtempatyangindahuntukdikunjungi.
Lahan bekas tambang berpeluang untuk dimanfaatkan sebagai areal pertanian dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan dan mengatasi persoalan lingkungan pasca penambangan. Intervensi inovasi teknologi pertanian diyakini mampu untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, sehingga dapat dijadikan sebagai media ideal untuk budidaya tanaman pertanian. Selain aspek biofisik, upaya reklamasi juga patut mempertimbangkan aspek sosial ekonomi ekonomi masyarakat, seperti status kepemilikan lahan, pengetahuan dan keterampilan petani, dan kelayakanbiayausahatani.




Lahanbekastambangberpeluanguntukdimanfaatkansebagaiarealpertaniandalamupaya pemenuhan kebutuhan pangan dan mengatasi persoalan lingkungan pasca penambangan. Intervensi inovasi teknologi pertanian diyakini mampu untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, sehingga dapat dijadikan sebagai media ideal untuk budidaya tanaman pertanian. Selain aspek biofisik, upaya reklamasi juga patut mempertimbangkan aspek sosial ekonomi ekonomimasyarakat,sepertistatuskepemilikanlahan,pengetahuandanketerampilanpetani,dan kelayakanbiayausahatani.

Program Makmur PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam upaya pemanfaatan lahan bekas tambang pada daerah Bangka Belitung dalam sektor pertanian, (jdih.bumn.go.id)
Program Makmur PT Pupuk Indonesia (Persero) merupakan salah satu upaya untuk pemanfaatan lahan bekas tambang yang berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi lahan pertanian rakyat. Dengan adanya pemanfaatan lahan bekas tambang ini, diharapkan mampu mengalihkan para penambang ilegal menjadi petani. Adapun, komoditas yang menjadi fokus program ini yakni padi, jagung, cabai, kelapa sawit, singkong, kopi, lada, kakao, bawang merah, tebu, tembakau, nanas, dan manggis. Realisasi program Makmur hingga saat ini, secara nasional telah mencapai 40.332 hektar dan melibatkan 28.884 petani. Adapun dengan Program Makmur Pupuk Indonesia, pemerintah memberikan ekosistem lengkap yang bertujuan meningkatkan produktivitashinggapenghasilanpetani.






Pemanfatan lahan bekas tambang sebagai areal peternakan telah berkembang sejak beberapa tahun terakhir Namun pemanfaatan lahan bekas tambang sebagai areal peternakan belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagian usaha peternakan masih tahap uji coba dan skala kecil. Sejak tahun 2013, telah dikembangkan uji coba pemanfaatan lahan bekas tambang sebagai lahan peternakan di beberapa pulau seperti Kalimantan dan Sumatera. Pada areal bekas lahan tambang yang telah direhabilitasi dengan menggunakan rumput sebagai crop cover sangat cocok dijadikan sebagai areal peternakan Adapun beberapa perusahaan tambang yang telah memanfaatkan lahan bekas tambang sebagai areal peternakan antara lain: PT. Gunung Bayan Pratamacoal Block II, PT. Trubaindo Coal Mining, PT. Kalimantan Prima, dan PT. Andaro IndonesiandiKalimantanTimur
Permasalahan yang ada adalah lahan yang sudah berubah bentang lahannya akibat kegiatan pertambangan, sehingga belum tentu sesuai secara fisik untuk digunakan sebagai lokasi permukiman penduduk. Untuk itu diperlukan suatu evaluasi/penilaian tentang kemampuan dan kesesuaian lahan, sehingga wilayah itu dapat digolongkan menerus kesesuaian penggunaannya. Dengan demikian lahan pasca tambang dapat dimanfaatkan, secara lebih berdaya-guna dan berhasil-gunadengantetapmemperhatikanpendekatangeologilingkungan.


Evaluasi kesesuaian lahan untuk permukiman adalah evaluasi untuk menilai tingkat kesesuaian atau kecocokan sebidang lahan untuk suatu penggunaan tertentu (FAO. 197 6 dalam A Frame Work For Land Evaluation).Evaluasiinimenekankanpadapenilaianlokasiyangmempunyai sifat-sifat positif dalam hubungannya dengan keberhasilan suatu produksi atau penggunaan tertentu. Kesesuaian lahan untuk daerah permukiman yang penting diperhatikan pertama kali adalah kesesuaian lahan untuk tempat tinggal (termasuk didalamnya untuk septic tank dan pembuangan sampah) dan kesesuaian lahan untuk pembuatan jalan. Menurut Hardjowigeno (1988), kesesuaian lahan untuk hal-hal tersebut diatas dikelompokkan menjadi Baik, Sedang dan Buruk setelah mencermatiparameter-parametertanahsebagaiberikut:
1. Drainase
2. Kelerengan
3. PotensiMengembangMengkerut
4. DistribusiUkuranButir
5. AirTanahMusiman
6. danFaktor-faktorKhusus(batubatuandanlamapenggenanganbanjir).









Setelah dilakukan reklamasi terhadap kawasan bekas lahan tambang dengan aspek-aspek sebelumnya, dari segi morfologi dapat diperbaiki. Hal tersebut menjadikan kawasan ini dapat digunakan sebagai kawasan yang layak dalam sektor pembangunan contohnya dalam pembuatan pemukimanpenduduk.
Adpendi, A., Oktavia, M., & Marliantoni. (2020). Strategi Pengembangan Pitlake Bekas Tambang
Batubara Sebagai Obyek Wisata di Pt. Mbt Kabupaten Bungo Provinsi Jambi MineMagazine,1(2).
Asmarhansyah.,danHasan,Rahmat. ReklamasiLahanBekasTambangTimahSebagaiLahanPertanian
Di Kepulauan Bangka Belitung. Bangka Belitung: Prosiding Seminar Nasional Agroinovasi Spesifik Lokasi Untuk Ketahanan Pangan Pada Era Masyarakat Ekonomi ASEAN
E. W Saragih., dan S. Bellairs. 2019. Potensi Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Yang Ditanami
RumputGamba(Andropogongayanus)SebagaiArealPeternakan. Pastura Vol. 8 No. 2 : 113 - 117
Erfandi, Dandy 2017. Pengelolaan Lansekap Lahan Bekas Tambang: Pemulihan Lahan dengan
Pemanfaatan Sumberdaya Lokal (In-Situ). Jurnal Sumberdaya Lahan Vol. 11 No. 2, Desember 2017: 55-66
Haeruddin.,Aminah, Siti., dan Faizin, Nur 2022. EdukasiTentangWisataAlam Lahan BekasTambang
Sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. Jember: Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat p-ISSN 2716-4861, e-ISSN 2716-3997 Volume: 3 Nomor: 2 Edisi Juli 2022
Hamid, I., Jaya Priatna, S., Agus Hermawan, dan, kunci, K., Tambang Timah, R., Fisika Tanah, S., & Kimia Tanah, S. (2017). Karakteristik Beberapa Sifat Fisika dan Kimia Tanah pada Lahan Bekas
TambangTimah. Jurnal Penelitian Sains, 19, 23-31.
Julianovi, R.D., Dan Syahriar, Irman. 2021. Tinjauan Yuridis Alih Fungsi Reklamasi Pasca Tambang Menjadi Obyek Wisata Di Desa Loa Ulung Kabupaten Kutai Kartanegara. Samarinda: Jurnal LEGALITAS Volume 6 Nomor 1, Juni 2021 Oktorina, Sarita. 2017. Kebijakan Reklamasi Dan Revegetasi Lahan Bekas Tambang (Studi Kasus Tambang Batubara Indonesia). AL-ARD: JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol.3 No.1 - Agustus 2017 (16-20)
Wuryandari,Retno.Dkk.2005.KelayakanPemanfaatanLahanBekasTambangBatubarauntukRelokasi Permukiman Penduduk: Studi Kasusareal Tambang PT. Kitadin, Kabupaten Kutai Kartanegara, ProvinsiKalimantanTimur Manusia dan Lingkungan, ,bl. 12, No.l, lvlaret 2005, hal. 20-27
Story BY
SM-IAGI UPN “Veteran” Yogyakarta
Halo semuanya yang setia membaca bulletin SM-IAGI. Kali ini member SM-IAGI
UPN Veteran Yogyakarta melaksanakan
kegiatan shortcourse & laboratory visit di PT
Studio Mineral Batubara, Kaliurang. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah pelatihan dan pengenalan metode-metode geologi teknik
Mungkin bagi beberapa member SM-IAGI kurang lebih sudah mengerti mengenai geologi teknik karena sudah mendapatkan mata kuliah serta praktikum mengenai geologi teknik. Namun, bagi member lain ini menjadi hal yang barudanmenarik.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 29 September 2023. Dengan pemateri yaituBapakRaflyDianNugrohoselaku Junior
Geotechnical Engineer di PT Studio Mineral Batubara dan Bapak Tubagus Hendarto selaku Penanggungjawab Teknik Laboratorium
Geomekanika di PT. Studio Mineral Batubara. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh
CEO PT Studio Mineral Batubara yaitu Ibu
Lidana Erfiandri, S.T Kemudian dilanjutkan dengan inti dari acara ini. Terbagi menjadi 2 sesi yaitu sesi pengenalan mengenai geologi teknik dan sesi pelatihan metode-metode geologiteknik.


Pada sesi pengenalan geologi teknik, di sini kami diberikan materi-materi dasar mengenai geologi teknik seperti apa itu geologi teknik, manfaat geologi teknik, metode yang digunakan dalam geologi teknik, konsep mekanika batuan, konsep mekanika tanah, dan lain sebagainya. Dilanjutkan jugadengansesi sharing session yangmanakamidapatbertanyamengenaikehidupangeologiteknik atausisiperusahaandiPT StudioMineralBatubaraini.Tentunyamenambahsebuah insight barubagi kamisebagaiMahasiwaTeknikGeologimaupunTeknikGeofisika.






Pada sesi pelatihan metode-metode geologi teknik di sini kami ditunjukkan secara praktek mengenai apa saja metode yang digunakan dalam geologi teknik ini dan bagaimana cara kerjanya. Metode – metode tersebut terbagi menjadi dalam mekanika tanah, mekanika batuan, dan hidrogeologi. Dalam mekanika tanah uji laboratorium ini bisa didapatkan sifat fisik tanah (basic properties soil), batas plastis, batas cair, dan specific gravity dengan metode keteknikan yang digunakan seperti uji geser langsung dan uji kuat tekan bebas. Dalam mekanika batuan, uji laboratorium ini bisa didapatkan mengenai sifat fisik batuan (basic properties rock) dengan metode keteknikan yang digunakan seperti pengujian kuat tekan, analisis kualitas core, point load test, ultrasonik dan masih banyak lagi. Dalam uji hidrogrologi ini nantinya bisa didapatkan mengenai porositas,permeabilitas,sertaperbandingankandunganlempungdanpasir.
PT. Studio Mineral Batubara ini selain menyediakan jasa mengenai analisis geologi teknik seperti yang telah dijelaskan di paragraf atas, juga menyediakan jasa dari hasil analisis tersebut dilakukan analisis data, rekomendasi keteknikan geologi, bahkan hingga ke tahap pelaporan. Selain bidang geomekanika, PT. Studio Mineral Batubara ini juga dalam proses menyediakan jasa analisis geokimia.SekianperjalananKamisampaibertemudiperjalananberikutnya!!!!
Geoheritage merupakan sebuah program kerja divisi Fieldtrip SM-IAGI UPN 'Veteran' Yogyakarta yang bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa kebumian tentang warisan geologi yang ada di pulau jawa terkhusus pada cekungan pegunungan selatan. Geoheritage ini juga membahas proses-proses, urutan kejadian, sejarah pembentukan, litologi, dan hubungan antar lokasi pengamatan satu dengan yang lain, sehingga menjadi sarana pembelajaran efektif untuk mengembangkan pengetahuan tentang pegunungan selatan.









