Skip to main content

KEBAB (Kerabat Edukasi Buang Air Besar) IPE-25

Page 1

Kerabat Edukasi Buang Air Besar

A B E B K

Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia


Agar aku semakin tahu tentang mu! Apakah Anda tahu penyakit yang dapat

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Ya

Tidak

disebabkan oleh BAB sembarangan?

Apakah

Anda

menggunakan

jamban

dengan benar?

Apakah Anda tahu apa itu "Cuci Tangan Enam Langkah"?

Apakah Anda memiliki kebiasaan mencuci tangan dengan enam langkah?

Apakah Anda membersihkan toilet dengan benar?

Apakah Anda memiliki kebiasaan BAB sembarangan?


Penyakit dan Dampak Buruk Buang Air Besar Sembarangan

BAB sembarangan dapat mencemari lingkungan hidup kita. Tidak hanya lingkungan kita menjadi kotor dan bau busuk, tetapi juga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Nitrogen dan fosfor dalam tinja manusia, secara berurutan keluar dalam bentuk amonium dan fosfat, dapat mendukung pertumbuhan ganggang, yang dapat menyebabkan kematian ikan dan hewan lainnya yang tinggal di perairan yang sudah ditumbuhi ganggang.


BAB sembarangan juga dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, seperti diare, kolera, demam tifus, cacingan, pneumonia, BBLR, dan penyakit lainnya. Di antaranya, diare merupakan penyakit yang banyak disebutkan.

CATATAN KASUS

Diare merupakan penyakit kedua banyak memakan korban jiwa anak-anak di bawah usia 5 tahun. Angka kematian akibat diare di dunia sebesar 525.000 jiwa per tahunnya. Di Indonesia sendiri, diare masih termasuk penyakit yang paling banyak diderita, terutama pada balita. BPJS mencatat bahwa terdapat 344.528 kasus diare pada tahun 2017 dan 243.983 pada tahun 2018. Pada 2017 dan 2018, Jawa Barat masuk ke dalam lima provinsi dengan kasus diare terbanyak.


Ya

Tidak

Cukup

Tahu

Tidak

Cukup

1. Menurut Anda, apakah perilaku BAB sembarangan berbahaya?

2. Apakah Anda mengetahui dampak negatif

yang

ditimbulkan

dari

BAB

sembarangan? Sering

Kadang

Paham

Tidak

Tidak

3. Apakah Anda pernah mengalami diare atau cacingan? (tidak, kadang, sering) 4. Apakah Anda pernah menghirup udara yang bau di sekitar tempat tinggal Anda? (tidak, kadang, sering)

5. Apakah Anda telah paham materi yang diberikan?

Cukup


Tata Cara dan Posisi Penggunaan Jamban Yang Benar Tata Cara 1. Pada jamban leher angsa, leher angsa dan lantai jamban yang digunakan harus diperhatikan kebersihannya dengan baik. Jamban jenis ini, memerlukan air untuk menggelontor kotoran. Air yang terdapat pada leher angsa berfungsi untuk menghindarkan bau dan mencegah masuknya lalat dan kecoa.

1. Pada jamban leher angsa, leher angsa dan lantai jamban yang digunakan harus diperhatikan kebersihannya dengan baik. Jamban jenis ini, memerlukan air untuk menggelontor kotoran. Air yang terdapat pada leher angsa berfungsi untuk menghindarkan bau dan mencegah masuknya lalat dan kecoa. 2. Pada jamban cemplung, lubang harus selalu ditutup jika jamban tidak digunakan lagi agar tidak kemasukan bendabenda lain.


1. Pada jamban leher angsa,Cara leher angsa lantai jamban Tata dandan Posisi

yang digunakan harus diperhatikan kebersihannya dengan

Penggunaan Jamban Yang Benar baik. Jamban jenis ini, memerlukan air untuk menggelontor kotoran. Air yang terdapat pada leher angsa berfungsi untuk menghindarkan bau dan mencegah masuknya lalat dan

Tata Cara kecoa. 2. a

3. Pada jamban plengsengan, diperlukan air untuk menggelontor kotoran. Lubang jamban ini juga perlu ditutup seperti pada jamban cemplung. 4. Pada saat buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) di jamban duduk, jangan berjongkok di atasnya dan menggunakan alas kaki karena hal tersebut akan mengotori jamban. 5. Jika menggunakan jamban jongkok, maka selalu perhatikan kebersihan dan usahakan agar lantai di sekitar jamban selalu kering untuk menghindari tumbuhnya jamur dan organisme lainnya.


Tata Cara dan Posisi Penggunaan Jamban Yang Benar Posisi Penggunaan Jamban 1. Jika anda menggunakan jamban duduk maka posisi yang benar adalah antara punggung dan paha membentuk sudut 35 derajat seperti pada penggunaan jamban jongkok. Anda dapat menggunakan pijakan kaki (bangku toilet) dengan ketinggian sekitar 30cm.

1. Jika anda menggunakan jamban duduk maka posisi yang benar adalah antara punggung dan paha membentuk sudut 35 derajat seperti pada penggunaan jamban jongkok. Anda dapat menggunakan pijakan kaki (bangku toilet) dengan ketinggian sekitar 30cm. 2. Jika anda menggunakan jamban jongkok, hal yang harus anda lakukan adalah menentukan posisi jongkok yang nyaman bagi anda. Cobalah berjongkok di dekat kap toilet untuk memastikan bahwa posisi Anda tepat. Jika sudah menemukan posisi yang tepat, Turunkan lutut, lalu turunkan tubuh perlahan hingga Anda berjongkok sempurna. Peluk lutut Anda untuk menyokong tubuh saat berjongkok. Lutut Anda akan mengarah ke atas, dan pantat Anda akan langsung menghadap toilet


1. Jika Anda menggunakan jamban leher angsa, jamban cemplung dan jamban plengsengan, apakah Anda sudah memahami apa yang harus dilakukan pada lubangnya?

2.Jika jongkok,

Anda

menggunakan

apakah

Anda

jamban

tahu

cara

menghindari tumbuhnya jamur?

3.Jika Anda menggunakan jamban duduk, apakah

Anda

tahu

kebersihan jambannya?

cara

menjaga

Ya

Tidak


Kriteria Jamban Sehat

Memiliki sistem manajemen air limbah yang baik dan sesuai standar Sistem ventilasi dan sirkulasi udara yang sesuai Tidak bau dan tidak ada area kotor Lantai kering dan bersih Pencahayaan yang layak Mudah dirawat Tata ruang terencana dengan baik Terdapat alat-alat pembersih jamban


Ya

Tidak

Cukup

Apakah Anda sudah memahami delapan kriteria jamban yang sehat?

Yuk, sebutkan delapan kriteria jamban yang sehat menggunakan kata-katamu!


Dampak Positif dan Manfaat Pengunaan Jamban Sehat

Penggunaan toilet ataupun jamban dalam kehidupan seharihari merupakan hak asasi manusia yang mendasar. Sanitasi memiliki manfaat transformasional yang mendukung aspek kualitas hidup, pemerataan, dan martabat bagi semua orang. Tidak hanya itu, sanitasi dan kebersihan yang lebih baik dapat mencegah kematian 297.000 anak di bawah 5 tahun setiap tahunnya.

TAHUKAH KAMU?

Di Bangladesh, jamban dapat memberikan privasi bagi kaum wanita ketika mereka sedang menstruasi.


Manfaat Sanitasi yang Baik

Mengurangi penyebaran penyakit tropis terabaikan, seperti: cacingan, schistosomiasis, dan trachoma Mempromosikan martabat dan meningkatkan keselamatan, khususnya di kalangan perempuan Mempromosikan kehadiran di sekolah. Contohnya: kehadiran anak perempuan didorong oleh penyediaan fasilitas sanitasi yang terpisah

Mengurangi penyebaran resistensi antimikroba

Potensi pemulihan air, energi terbarukan, dan nutrisi dari limbah tinja Potensi untuk mengurangi kelangkaan air melalui penggunaan air limbah yang aman untuk irigasi


Ya

Mungkin

Tidak

Ya

Cukup

Tidak

1. Menurut Anda, apakah ada manfaat jika berhenti BAB sembarangan?

2. Apakah Anda mengetahui bahwa jamban

tertutup

dapat

mengangkat

martabat wanita? 3.

Benarkah

jika

berhenti

BAB

Benar

Mungkin

Tidak

Benar

Mungkin

Tidak

Ya

Mungkin

Tidak

sembarangan dapat menghemat biaya kesehatan? 4.

Benarkah

sembarangan penyebaran

dengan

berhenti

dapat penyakit

BAB

memutus diare

dan

cacingan? 5. Apakah Anda percaya bahwa dengan berhenti BAB sembarangan maka dapat mengurangi kelangkaan air?


Panduan Sanitasi dan Kebersihan Kebersihan Diri Cara mencuci tangan

1. Basahi tangan dengan air bersih yang mengalir (hangat atau dingin), matikan keran, dan gunakan sabun. 2. Busakan tangan dengan menggosoknya bersama-sama dengan sabun. Busakan punggung tangan, sela-sela jari, dan ujung kuku. 3. Gosok tangan setidaknya selama 60 detik. 4. Bilas tangan dengan baik di bawah air bersih yang mengalir. 5. Keringkan tangan menggunakan handuk bersih. 6. Jika sabun dan air tidak tersedia, bisa menggunakan hand sanitizer yang mengandung setidaknya 60% alkohol. 7. Lakukan cuci tangan setiap sehabis menggunakan atau membersihkan toilet.


Panduan Sanitasi dan Kebersihan

Kebersihan Toilet Peralatan yang dibutuhkan untuk membersihkan toilet - Alat Pel

- Sikat sudut bergagang panjang

- Ember - Lap handuk berwarna (bedakan setiap warna lap untuk kloset, dinding, cermin wastafel, dan wastafel)


Panduan Sanitasi dan Kebersihan - Botol Sprayer

- Bahan pembersih (disarankan yang ramah lingkungan), bisa berupa larutan sodium hipoklorit 1%


Panduan Sanitasi dan Kebersihan

Langkah-langkah

a. Area wastafel

1. Gunakan lap untuk membersihkan area wastafel (bedakan lap untuk wastafel dan cermin wastafel) 2. Gunakan sikat kecil atau tapas jika ada kerak yang melekat pada permukaan wastafel atau cermin 3. Gunakan bahan pembersih yang ramah lingkungan 4. Khusus untuk perlengkapan sanitasi yang terbuat dari bahan stainless, jangan gunakan bahan pembersih, cukup dilap atau digosok dengan kain halus


Panduan Sanitasi dan Kebersihan

Langkah-langkah b. Area kubikal atau kloset

1. Gunakan lap dan kain pel khusus untuk membersihkan area dalam kubikal toilet. Kain pel yang digunakan dalam kubikal toilet TIDAK DISARANKAN digunakan pada area lain (misalnya area wastafel). 2. Gosok bowl dengan bahan pembersih dan sikat sudut gagang panjang. Membersihkan bowl toilet yang terbuat dari stainless tidak boleh menggunakan bahan kimia (terutama sodium hipoklorit) karena bersifat merusak.


Panduan Sanitasi dan Kebersihan

Langkah-langkah

c. Septic Tank

Untuk menjaga agar septic tank dapat bekerja dengan baik, sebaiknya gunakan bahan pembersih kloset yang ramah lingkungan dan tidak banyak mengandung bahan kimia. Untuk membersihkan endapan (lumpur) yang ada pada dasar septic tank hendaknya dilakukan penyedotan rutin yang dilakukan oleh jasa penyedot (mobil tinja).


Panduan Sanitasi dan Kebersihan d. Penyediaan air bersih Memeriksa air secara rutin, termasuk filter dan pompa bagi yang masih menggunakan pompa. Di samping itu, perlu membersihkan bak penampungan air secara rutin. Memelihara dan memeriksa secara rutin pipa dan kran air, agar jika terjadi kebocoran dapat segera diperbaiki.

e. Pembuangan Menjaga

dan

memeriksa

secara

rutin

pipa

pembuangan sehingga tetap dalam kondisi aman. Penggunaan bahan kimia yang ramah lingkungan dapat

ikut

membantu

perpanjang

pembuangan yang digunakan.

usia

pipa


Belum

1. Apakah bahwa

Anda

telah

mencuci

menggunakan

Paham

Paham

memahami

tangan

air

Cukup

perlu

mengalir

dan

sabun? 2. Apakah

Anda

telah

memahami

keenam langkah dalam mencuci tangan? Tidak 1. Apakah

Anda

mencuci

tangan

selama 60 detik setiap sehabis menggunakan atau membersihkan toilet? 2. Apakah Anda menggunakan lap pembersih

yang

membersihkan

berbeda kloset,

untuk

dinding,

cermin wastafel, dan wastafel? 3. Apakah Anda menggunakan cairan pembersih ramah lingkungan untuk membersihkan jamban?

Kadang

Sering


Gunakan Cara Ini Untuk Menghentikan Buang Air Besar Sembarangan!

Hanya BAB di jamban pribadi atau umum. Jangan di tempat lain manapun! Buang tinja hanya ke jamban, termasuk kotoran bayi. Selalu sediakan seember air bersih dan gayung di dekat jamban. Jika sudah digunakan, tutup embernya ya! Setiap selesai buang ait besar, siramkan air ke dalam jamban hingga tinja terdorong ke dalam jamban. Jangan lupa untuk membersihkan jamban secara rutin! Jangan buang benda apapun selain buang air kecil dan buang air besar ke dalam jamban.

Jika jamban pribadi sedang diperbaiki, gunakan jamban umum untuk sementara waktu. Ajak keluarga, teman, dan tetangga untuk menggunakan jamban jika mereka masih BAB di luar jamban.


Ya 1. Apakah Anda memiliki kebiasaan BAB sembarangan? 2. Apakah Anda merasa 8 cara yang kita usulkan untuk menghentikan BAB sembarangan bermanfaat?

Tidak


1. Apakah Anda mengetahui dampak negatif/penyakit yang ditimbulkan dari BAB sembarangan? 2. Apakah Anda sudah menggunakan jamban dengan benar? (jika belum, bisa dibaca ulang hal. 4 - 6) 3. Apakah Anda sudah memelihara kebiasaan

mencuci

tangan

6

langkah? (jika belum, bisa dibaca ulang hal. 10) 4. Apakah Anda mengetahui manfaat jika berhenti BAB sembarangan? 5. Apakah Anda sudah membersihkan toilet dengan benar? (jika belum, bisa dibaca ulang hal. 13 - 16) 6. Apakah

Anda

sudah

mengubah

kebiasaan BAB sembarangan? (jika belum, bisa dibaca ulang hal. 17)

Ya

Tidak


Ya 1. Apakah Anda masih sering terkena diare, cacingan, atau penyakit kulit? 2. Apakah Anda masih menggunakan jamban dengan benar? 3. Apakah Anda masih memelihara kebiasaan

mencuci

tangan

6

langkah? 4. Apakah salah satu atau beberapa manfaat

berhenti

BAB

sembarangan telah Anda rasakan? 5. Apakah Anda sudah membersihkan toilet dengan benar? 6. Apakah Anda sudah mengubah kebiasaan BAB sembarangan?

Tidak


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca e-booklet ini

"The best asset is a clean conscience" - Polish Proverb

ipedualima.gmail.com www.ipedualima.com contact person: @IPE25 / 0812-3456-7890


Adiwoso, N. S. (n.d.). PEDOMAN STANDARD TOILET UMUM SEDERHANA AREA PUBLIK. Asosiasi Toilet Indonesia. ASEAN Secretariat. (2016). ASEAN PUBLIC TOILET STANDARD. Public Outreach and Civil Society Division: Jakarta. Guidelines for Cleaning of Toilets/Public Toilets (for COVID-19). (2020, March 18). National Health Mission. Handwashing in Communities. (2022, March 14). When and How to Wash Your Hands. Centers for Disease Control and Prevention: Spanyol. Kiaton.kontan.co. 5 Agustus 2021. Mudah, begini cara mengusir nyamuk di rumah dengan mudah. Diakeses pada 13 April 2022, dari https://kiaton.kontan.co.id/news/mudah-begini-cara-mengusirnyamuk-di-rumah-dengan-mudah LIPI. (1991). Buku Panduan Air dan Sanitasi. Pusat Informasi Wanita dalam Pemabngunan PDIILIPI: Jakarta. News.un.org. 18 November 2019. 'Transformational benefits' of ending outdoor defecation: Why toilets matter. Diakses pada 13 April 2022, dari https://news.un.org/en/story/2019/11/1051561 President Restroom Association. (n.d.). A Guide To Better Public Toilet Design and Maintenance. A Publication by the Restroom Association: Singapore. Sulistiono, E. (2021). Implementasi Program Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) pada Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Dukun, Kabupaten Gresik. Jurnal EnviScience, 5, 1-7. Diakses pada 13 April 2022, dari https://jurnalkesehatan.unisla.ac.id/index.php/jev/article/view/223/pdf Udin, Jabu. (n.d.). Pedoman Bidang Studi Pembuangan Tinja dan Air Limbah pada Institusi Pendidikan Sanitasi/Kesehatan Lingkungan. Pusdiknakes: Jakarta Warsito, sidik. (n.d.) Kakus Sederhana Bagi Masyarakat Desa. Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan: Bandung. Who.int. 21 Maret 2022. Sanitation. Diakses pada 13 April 2022, dari https://www.who.int/newsroom/fact-sheets/detail/sanitation


Kerabat Edukasi Buang Air Besar

A B E B K By IPE - 25


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook