daftar isi
forum andalas dideklarasikan
Hal. 05
Wisnu Didaulat Jadi Ketua Forum Andalas Hal. 07
Teknik Negosiasi dan Penyusunan PKB, GAPKI Adakan Pelatihan Hal. 18
Asal Usul Oil Palm Research Station (OPRS) Topaz Hal. 22
Bupati Inhu Mendapat Gelar ‘Man of The Year 2018’ Hal. 25
Wawancara Khusus
Prof. DR. IR. Yanto Santosa, DEA
Dosa Sawit Cuma Satu, Tidak Tumbuh di Eropa Hal. 10
Emmanuel Manurung: GAPKI Perbaiki Hak Hal. 26 dan Kewajiban Pekerja Eddy Martono: Tumpang-Tindih Aturan Sebabkan Timbul Banyak Konflik
Hal. 27
Seminar Nasional APKASINDO, Sawit Riau Untuk Indonesia
Hal. 30
Bermodal Rp 300 Ribu, Kini Supriyanto Jadi Pengusaha Kusen
Hal. 32
Pimpinan Redaksi/Penanggungjawab: Djoko Suud Sukahar Pimpinan Perusahaan: Herlina, S.Sos Dewan Redaksi: Djoko Suud Sukahar, Herlina, S.Sos, Eli Suwanti, S.Kom.I, Hamdan Tambunan, Bayu Agustari Adha Cover/Desain: Makmur HM Sirkulasi/Distribusi: Hendra Gunawan IT Support: Afandi Kantor Perwakilan Jambi: Saman. 08117454949. Jl Sersan Anwar Bay No 1. Kenali Besar. Jambi Alamat Kantor: Jl. Bakti Perum. Bakti Indah No 3 Pekanbaru, Riau | Info Iklan: 0812 7698 0551 / WA: 0811 754 1174 E-mail: redaksi@sawitplus.co | Website: www.sawit.co.id | No. Rek. Mandiri: 108-00-2018999-0 a/n PT. Media Sawit Indonesia
Edisi 9 Tahun 2018 ~ MAJALAH SAWIT
03
editorial
Pasar Sawit Pakistan di Tengah Krisis Diplomasi sawit Indonesia pekan kemarin melakukan misi dagang ke Karachi, Pakistan. Ini sebuah langkah brillian melihat peluang di tengah kelesuan pasar minyak nabati global, dan perang dagang AS-China yang tak berujung pangkal. Pakistan merupakan pasar potensial. Ekspor minyak sawit mentah Indonesia dan Malaysia cukup tinggi dan konsisten ke negara ini. Begitu juga dengan minyak kedelai dari AS, serta minyak bunga matahari dari Ukraina.
12.000 rupee Pakistan per metrik ton. Tetapi mengapa impor minyak kedelai yang mahal itu makin meninggi? Ternyata itu karena nilai tukar dan dampak tidak langsung perang dagang China-AS, serta perubahan gaya hidup di dalam Negeri Pakistan sendiri.
Memang mata uang rupee Pakistan terdepresiasi dolar Amerika Serikat (AS), seperti rupiah Indonesia dan ringgit Malaysia. Namun begitu, negara ini mencatatkan diri sebagai importir minyak nabati yang prospektif. Di tahun ini tercatat impor minyak sawitnya naik hingga 20% dan impor minyak kedelai naik 82%.
Peningkatan 20% impor minyak sawit adalah dampak dari jatuhnya ringgit Malaysia sebagai mata uang di perdagangan minyak sawit mentah. Sedang jatuhnya harga minyak kedelai akibat pemberlakuan pajak impor China yang dinaikkan 25%. Gegara itu harga minyak kedelai di Pakistan jatuh hingga 41%.
Kenaikan permintaan Pakistan terhadap minyak nabati itu (minyak sawit, minyak kedelai dan minyak bunga matahari) memang terkesan aneh. Sebab di bulan April 2018 lalu negeri ini baru saja mengumumkan budget review untuk tahun 2018-2019. Dalam angaran fiskal itu Pakistan memberikan ‘pengampunan pajak’ bagi uang-uang yang parkir di luar Pakistan. Negeri ini memberi kemudahan bagi yang melakukan itu, yang menarik uangnya dari negara-negara lain untuk ‘modal’ negeri ini membenahi sektor ekonominya. Selain tentang target pertumbuhan ekonomi, dalam laporan itu juga terinci langkah negara ini untuk meraih targetnya dan melindungi petaninya. Di sektor ini muncul kenaikan pajak minyak nabati impor yang diperbarui.
04
Djoko Suud Sukahar Kolumnis dan Pemerhati Sosial Budaya. Penulis Tinggal di Jakarta.
Dalam pajak itu, minyak sawit mentah dan minyak bunga matahari tidak ada kenaikan. Minyak ini disebut sebagai berbeda, karena tidak berpengaruh terhadap minyak produk lokal. namun untuk impor minyak kedelai, Pakistan menaikkan pajaknya. Kenaikan itu cukup signifikan, karena dari 9.050 rupee Pakistan per Metrik Ton (PMT), bea masuk impor minyak kedelai naik menjadi
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 9 Tahun 2018
Konsumsi minyak nabati Pakistan per kapita adalah sekitar 17 kilogram. Total konsumsi minyak dan lemak berdasar data tahun 2017 sekitar 4,41 juta ton. Ini naik dari 2,7 juta ton tahun 2015 menjadi 3,05 juta ton yang diasumsikan bakal terus tumbuh. Pertumbuhan itu bisa dilihat dari gaya hidup di Pakistan. Dalam kalimat sederhana, di Pakistan sekarang, akibat pertumbuhan ekonominya, maka terjadi transisi dari makan di rumah untuk makan malam di luaran. Ini yang juga memacu pertumbuhan dan menekan defisit transaksi berjalan. Dengan realitas itu, maka Pemerintah Pakistan rasanya tidak muluk-muluk jika menetapkan target pertumbuhan 6% hingga 6,2% untuk tahun 2018-2019. Dan bagi minyak sawit, itu merupakan pasar besar.*
laporan utama
Forum Andalas
Dideklarasikan Forum Andalas terbentuk. Ini merupakan gabungan dari seluruh pengurus Cabang Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) se Sumatera. Deklarasi dilakukan di Kantor GAPKI Riau, Selasa (28 Agustus 2018). Sebelum dideklarasikan, Saut Sihombing, Ketua GAPKI Riau sebagai inisiator meminta pendapat seluruh perwakilan yang hadir untuk menentukan arah dan langkah ke depan Forum Andalas.
tidak kunjung mereda, tetapi tambah menjadi-jadi. “Untuk itu forum ini dibentuk agar tindakan kita bisa efektif dan efisien menghadapi berbagai tantangan itu,” katanya.
Yang jelas, kata Saut, persoalan yang mendera kelapa sawit tidak makin ringan, tetapi semakin berat. Kampanye negatif
Timbas dari GAPKI Sumatera Utara mengatakan, pihaknya sepakat dengan gagasan ini. Sebab berdasar realisasi
replanting terhadap kebun sawit rakyat, langkah yang dilakukan itu tidak berjalan maksimal. “Kita di masing-masing cabang harus merangkul petani, agar apa yang dilakukan benar-benar bisa dirasakan petani. Selain itu, jika cabang kompak, maka bisa memberi tambahan inkam,” katanya.
Edisi 9 Tahun 2018 ~ MAJALAH SAWIT
05
Laporan utama
Menurut Sabri dari GAPKI Aceh, pihaknya sangat mendukung pembentukan Forum Andalas ini. Dia menyatakan, bahwa tanggal 28 Agustus 2018 sebagai hari yang pas untuk kelahiran wadah yang baru ini. “Pas, 28082018, ini angka yang bagus. Ada semangat proklamasi dan semangat Asian Games,” tambahnya. GAPKI Sumatera Barat, Bambang Guritno sangat setuju dengan pembentukan Forum Andalas. Namun menurutnya, jangan hanya dibatasi persoalan sustainability saja, tetapi juga menyoal berbagai hal yang sedang aktual. “Hanya yang perlu dipikirkan adalah jangan sampai forum ini bertabrakan dengan forum lain, baik waktu maupun segmentasi bahasannya,” tuturnya. Sedang John Siregar dari GAPKI Bengkulu menyebut, perlu adaptasi dari forum-forum yang sudah ada, yaitu Forum Borneo, IPOC, serta IPOS yang sudah berjalan lebih dulu. “Dari pengalaman mereka kita bisa banyak belajar tentang wadah ini dalam melakukan aktifitasnya ke depan. Yang pasti, Bengkulu sangat mendukung pendirian Forum Andalas ini,” katanya. Setelah GAPKI Cabang Palembang dan
06
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 9 Tahun
Kita di masing-masing cabang harus merangkul petani, agar apa yang dilakukan benar-benar bisa dirasakan petani. Selain itu, jika cabang kompak, maka bisa memberi tambahan inkam. Jambi menyatakan sepakat mendukung pendirian Forum Andalas, maka Sekretaris GAPKI Riau, Marianto membuatkan draft kesepakatan itu. Disaksikan Ketua Dewan Pembina
GAPKI Riau, Wisnu serta Topa, akhirnya Forum Andalas dideklarasikan. Dalam waktu dekat wadah ini akan melakukan kegiatan untuk menopang eksistensi kelapa sawit. (jss)
laporan utama
Wisnu Didaulat Jadi Ketua Forum Andalas Forum Andalas telah dideklarasikan. Forum ini akan bergerak untuk membentengi sawit di Sumatera. Untuk mengoptimalkan langkah itu, maka forum sepakat menunjuk Wisnu sebagai ketua forum. Wisnu adalah mantan Ketua GAPKI Riau selama dua periode ‘lebih’. Dia sekarang menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina GAPKI Riau. Saat ditanya Sawitplus.co tentang program dan langkahnya, dia meminta agar pertanyaan itu disorongkan pada perwakilan GAPKI yang datang. “Tanya pada mereka mas. Ini kan hanya garis koordinasi. Saya menjalankan apa yang dimaui teman-teman Pengurus GAPKI dari berbagai cabang itu,” katanya, Selasa (28 Agustus 2018). Saut Sihombing, Ketua GAPKI Riau menyebut, pilihan terhadap Wisnu sudah benar. Dia sangat berpengalaman di bidang organisasi, dan layak menempati posisi itu untuk laju Forum Andalas ke depan. Sabri, Ketua GAPKI Aceh menyatakan, Wisnu sudah sangat dikenal. Dia keras dan tegas, sehingga Forum Andalas diharap cepat berkembang. “Kami yakin, bahwa temanteman sudah tahu siapa Wisnu. Untuk itu kita percayai dia untuk mengemban misi ini,” katanya pada Sawitplus.co. Sedang John Siregar dari GAPKI Bengkulu dan Bambang Guritno dari GAPKI Sumatera Barat juga idem dito. Mereka mempercayakan itu pada Wisnu karena sudah tahu trackrecord-nya. (jss) Edisi 9 Tahun 2018 ~ MAJALAH SAWIT
07
Laporan utama
T
Inpres 8/2018 Soal Moratorium Kelapa Sawit
elah Lahir Instruksi Presiden yang mengatur soal moratorium kelapa sawit. Dalam Inpres ini diatur soal penundaan dan evaluasi perizinan perkebunan kelapa sawit serta peningkatan produktifitas perkebunan kelapa sawit.
nisme pelaporan antar instansi. Sebab tujuan Inpres ini untuk peningkatan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, memberikan kepastian hukum, menjaga dan melindungi kelestarian lingkungan.
Dalam Inpres ini terinci apa yang harus dilakukan para menteri terkait. Dari Menko Ekonomi, Menteri Kehutanan, Menteri Pertanian, BPN, Mendagri, BKPM, Gubernur, sampai Bupati.
Termasuk menurunkan emisi gas rumah kaca, serta untuk peningkatan pembinaan petani kelapa sawit dan peningkatan produktifitas perkebunan kelapa sawit.
Dalam Inpres ini juga sudah diatur meka-
08
Inpres No 8/2018 ini bertanggal 19 September 2018.***
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 9 Tahun 2018
laporan utama
Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2018 Tentang penundaan dan evaluasi perizinan perkebunan kelapa sawit serta peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit
P
residen Joko Widodo (Jokowi) menghentikan sementara (moratorium) izin perkebunan kelapa sawit. Kebijakan ini diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit yang diteken pada 19 September 2018. Inpres ini lahir dalam rangka meningkatkan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, memberikan kepastian hukum, dan menjaga kelestarian lingkungan. Dalam Inpres, Joko Widodo meminta para menteri melakukan sejumlah hal.
lembaga dengan pemerintah daerah, Izin Usaha Perkebunan dengan HGU, dan keputusan penunjukan atau penetapan kawasan hutan dengan HGU. Kedua, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunda pelepasan atau tukar menukar kawasan hutan untuk perkebunan kelapa sawit. Penundaan ini ditujukan kepada permohonan baru, permohonan yang telah diajukan namun belum melengkapi persyaratan atau telah memenuhi persyaratan namun berada pada kawasan hutan yang produktif, dan permohonan yang telah mendapat persetujuan prinsip namun belum ditata batas dan berada pada kawasan hutan yang masih produktif.
Perintah Jokowi lewat inpres itu, pertama, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian melakukan koordinasi penundaan dan evaluasi perizinan perkebunan kelapa sawit serta peningkatan produktivitas kelapa sawit. Pada pelaksanaannya, menteri melakukan kegiatan berupa verifikasi data pelepasan atau tukar menukar kawasan hutan untuk perkebunan kelapa sawit, peta Izin Usaha Perkebunan atau Surat Tanda Daftar Perkebunan, Izin Lokasi, dan Hak Guna Usaha (HGU).
Ketiga, Menteri Pertanian menyusun dan verifikasi data dan pendaftaran Surat Tanda Daftar Usaha Perkebunan Kelapa Sawit secara nasional yang mencakup nama dan nomor, lokasi dan luas, tanggal penerbitan, peruntukan, luas tanam, dan tahun tanam.
Selanjutnya, menetapkan standar umum kompilasi data, serta melakukan sinkronidasi dengan pelaksanaan kebijakan satu peta yang berkaitan dengan kesesuaian meliputi perizinan yang dikeluarkan oleh kementerian/
Kelima, Menteri Dalam Negeri membina dan pengawasan kepada gubernur dan bupati/walikota dalam pelaksanaan penundaan dan evaluasi perizinan perkebunan kelapa sawit serta peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit.
Keempat, Menteri Agraria dan Tata Ruang menyusun dan verifikasi data HGU yang mencakup nama dan nomor, lokasi, luas, tanggal penerbitan dan peruntukan.
Keenam, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal menunda permohonan penanaman modal baru untuk perkebunan kelapa sawit atau perluasan perkebunan yang telah ada yang lahannya berasal dari pelepasan atau tukar menukar kawasan hutan kecuali diatur dalam Diktum Kedua angka 2 Inpres ini. Diktum Kedua angka 2 ialah, penundaan dikecualikan untuk permohonan pelepasan atau tukar menukar kawasan hutan untuk perkebunan kelapan kelapa sawit yang telah ditanami dan diproses berdasarkan ketentuan Pasal 51 Peraturan Pemerintah nomor 104 tahun 2015 tentang Tata Cara Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan. Ketujuh, meminta Gubernur melakukan penundaan penerbitan rekomendasi/izin usaha perkebunan kelapa sawit dan izin pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit baru yang berada pada kawasan hutan kecuali yang diatur dalam Diktum Kedua angka 2. Kedelapan, Bupati/Walikota melakukan penundaan penerbitan rekomendasi/izin pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit baru yang berada pada kawasan hutan, kecuali yang diatur dalam Diktum 2 angka 2. Kesembilan Inpres ini meminta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian melapor ke Presiden secara berkala setiap 6 bulan atau sewaktu-waktu diperlukan. Pada Diktum kesebelas, disebutkan penundaan pelaksanaan perizinan perkebunan kelapa sawit dan evaluasi atas perizinan perkebunan kelapa sawit yang telah diterbitkan, dilakukan paling lama 3 tahun sejak Inpres ini dikeluarkan. * Edisi 9 Tahun 2018 ~ SAWIT PLUS
09
wawancara khusus
Prof. DR. IR. Yanto Santosa, DEA
Pakar satu ini terkenal sebagai ilmuan yang paling terbuka. Dia berani dan tanpa segan bicara tentang realitas hutan, perkebunan kelapa sawit, aturan yang sesukanya menerjang sejarah (aturan baru muncul ketika hutan atau lahan yang tidak terurus dibudidayakan rakyat), juga campur-tangan asing yang ikut-ikutan mengatur negeri ini.
10
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 9 Tahun 2018
wawancara khusus Sawitplus.co yang mengikuti paparannya di Seminar Nasional Kelapa Sawit yang digagas Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) dan mengajak bicara di beberapa tempat berusaha mengambil simpul-simpul gagasan dan jalan pikiran Prof DR. IR Yanto Santosa DEA untuk dirangkai. Ini adalah hasil rangkumannya: Sawitplus.co : Assalamualaikum, Prof. Dari banyak kalangan Anda ini dianggap sangat berani dalam memampang fakta di forum apa saja. Benarkah begitu? Prof. Yanto : Waalaikumsalam. Saya bukan pemberani, tetapi saya bicara berdasar hasil penelitian dan kajian yang saya lakukan. Saya sejak kecil sudah diajari untuk itu oleh orangtua saya. Sebagai anak dusun di Sumedang, Jawa Barat, orangtua saya mengajari saya untuk bicara jujur. Orangtua saya juga mendidik saya untuk meminta pada Allah agar segala yang kita inginkan berhasil, termasuk menjadi manusia yang berpendidikan. Saya masih ingat petuah beliau, katanya, kalau ingin berhasil meraih apa saja yang diinginkan, salatlah tahajut empatpuluh kali. Itu saya lakukan, eh keterusan sampai sekarang. Berkat ajaran itu sampai sekarang saya belum pernah meninggalkan salat tahajut. Baik ketika saya di Prancis bertahun— tahun, apalagi saat di dalam negeri. Ini sudah mendarah daging. Rasanya ada yang hilang jika salat itu belum saya tunaikan. Sawitplus.co : Dari paparan Profesor di Seminar Nasional Kelapa Sawit tadi terkesan, bahwa sinyalemen kebohongan tentang data dan informasi tentang sawit yang dibawa oleh Non-Governement (NGO) serta asing adalah benar. Prof. Yanto : Ya memang benar. Mulai dari soal deforestasi sampai tudingan melanggar hak asasi manusia, semuanya adalah bohong. Lihat hasil penelitian saya dan beberapa ahli yang melakukan itu (tabel data di bawah, red), semuanya adalah rekaan. Semuanya tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Sawitplus.co : Kenapa kebohongan itu dibiarkan, dan kenapa kebohongan itu
dipercaya sebagai kebenaran? Prof. Yanto : Bukan dibiarkan, saya selalu melawan, dan saya selalu mengajak untuk melawan. Namun persoalannya, ini yang berkembang di luar negeri, selalu didengungkan oleh NGO dan negara-negara lain, utamanya Uni Eropa, bahwa tanaman kelapa sawit itu merusak. Sawit dituding sebagai penyebab
deforestasi, emisi, korupsi, melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), itu setelah dituding penyebab segala penyakit. Intinya, dosa sawit itu satu, tanaman ini tidak bisa tumbuh di Eropa, makanya selalu dibenci, dituding macam-macam. Saking banyaknya tudingan-tudingan yang tidak benar itu diarahkan pada kelapa sawit, maka saya katakan, ini negara kita, negara ini berdaulat, kenapa asing
Edisi 9 Tahun 2018 ~ MAJALAH SAWIT
11
wawancara khusus ikut campur tangan mengaturnya. Kan terserah kita mau tanam apa saja.
Petani sawit, kalau diukur rata-rata, hidupnya sejahtera. Kehidupannya lebih makmur ketimbang petani yang menanam komoditas lain. Kalau ditingkatkan SDM-nya, maka produktifitas petani sawit itu bisa lebih tinggi lagi, dan tambah makmur lagi.
Ketika RSPO (Roundtable Sustainable Palm Oil) janji bisa memuluskan pasar di Eropa dengan harga premium ternyata tidak menjadi kenyataan, malah RSPO lebih memihak buyers, negara pembeli minyak sawit, saya bilang Indonesia keluar dari RSPO. Kita cari pasar lain di luar Eropa, bisa China, India, Pakistan, dan negara-negara lain. Sawitplus.co : Tudingan sawit merusak lingkungan rasanya yang paling banyak didramatisasi. Sekarang soal sustainability (keberlanjutan) yang intens disoal. Belum rampung itu, mereka sudah menyiapkan amunisi baru yang disebut ILUC, tracebility, rantai pasok. Sebenarnya seperti apa hasil penelitian dan kajian di lapangan Prof? Prof. Yanto : Tadi sudah baca kan data-data hasil penelitian dan kajian di lapangan? Tidak ada yang menyimpang dan merusak. Semuanya baik-baik saja, bahkan untuk satwa, ada pertambahan jumlah, mereka berkembang dengan baik. Memang, yang namanya perubahan, pasti
12
ada yang berubah, misalnya spesies tanaman tertentu ada yang tidak berkembang. Tapi di zaman jumlah manusia semakin banyak dan hanya bumi yang bisa ditempati, adalah muskil menjaga lingkungan tetap seperti dulu. Lingkungan harus mensejahterakan rakyatnya. Ingat UUD 45 pasal 33 yang menyebut, tanah, air dan udara dikuasai negara, untuk kemakmuran rakyat. Dan itu yang harus dilakukan negara. Mensejahterakan rakyatnya. Petani sawit, kalau diukur rata-rata, hidupnya sejahtera. Kehidupannya lebih
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 9 Tahun 2018
makmur ketimbang petani yang menanam komoditas lain. Kalau ditingkatkan SDM-nya, maka produktifitas petani sawit itu bisa lebih tinggi lagi, dan tambah makmur lagi. Tapi di luar negeri, gambaran petani sawit yang sejahtera itu justru sebaliknya. Sawit selalu digambarkan merusak, mempekerjakan anak-anak, dan membuat petani jadi obyek penderita. Kampanye hitam seperti ini yang berkembang di luar negeri sana. Tujuannya, memang, untuk merusak komoditas sawit agar tidak menjadi pesaing produk minyak nabati mereka.
wawancara khusus Sawitplus.co : Kesejahteraan petani sawit itu memang tampak nyata. Jika kita datang ke desa-desa petani sawit, bangunan rumah dan mobil yang mereka punya membenarkan itu. Tapi bagaimana dengan konflik lahan, aturan soal gambut, tanah masuk kawasan hutan, dan sebagainya. Prof. Yanto : Hutan produksi itu untuk budi daya, kelayakan usaha. Konflik lahan terbanyak karena lokasi terindikasi hutan, sisi lain batasan kawasan hutan itu tidak jelas, percetakan lahan tidak jelas, BPN untuk melihat itu pakai peta.
Saya selalu mengatakan, kalau kawasan itu sudah ditanami, sudah dipanen sawitnya, lepaskan itu dari kawasan hutan. Kalau kemudian ini dilarang dan tanamannya dicabuti, itu namanya mencabut rezeki orang. Ini tidak boleh dibiarkan. Begitu juga soal lahan gambut. Ini seluruh lahan gambut itu sudah ditanami, tiba-tiba aturan datang dan mereka akan diusir. Ini tidak benar. Rakyat selama ini sudah hidup dari lahan itu. Bayangkan ya, ada sekitar 17 juta hektar, sekitar 3,4 juta harus diidentifikasi. Peruangan pelepasan diterjemahkan skemanya, kemudian reforma agraria maksimal 5 ha. Terus yang kita kuasai itu apakah hanya segitu? Banyak warga punya lahan di atas 7 hektar. Ini harus diperhatikan. Kalau pemerintah mengeluarkan maklumat, maka lahan-lahan itu akan dimiliki orang tak bertanggung jawab. Plasma bakal berpindah ke orang-orang yang tidak berhak. Ini yang membuat miskin rakyat, sebab masih banyak orang-orang maling negeri ini. Sawitplus.co : Nah rakyat belum punya keberanian seperti itu, juga belum punya kekuatan untuk melawan semua itu. Edisi 9 Tahun 2018 ~ MAJALAH SAWIT
13
wawancara khusus
Bagaimana ini Prof? Prof Yanto : Para petani harus punya lembaga untuk bargaining, ya seperti Apkasindo ini, Apkasindo ini saya perhatikan sangat rapi, mengakar di 24 Propinsi dan kuat, saya belum pernah melihat organisasi seperti ini luar biasanya. Apkasindo harus memperjuangkan hak petani terhadap lahan dan nasibnya. Tanpa itu, maka petani hanya akan dimain-mainkan, tanpa bisa melakukan koreksi terhadap
14
kebijakan yang ditujukan padanya, apalagi melakukan perlawanan. Sawitplus.co : Satu lagi ini Prof, soal perlindungan satwa. Seakan kemanusiaan sekarang ini sudah kalah dengan ‘kebinatangan’. Artinya, bisa saja sebuah desa tergusur kalau di desa itu ada gajah, macan atau orangutan. Prof Yanto : Saya sudah bilang pada Presiden Jokowi, kalau soal orangutan
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 9 Tahun 2018
itu tempatnya ada di kebun binatang. Bukan di pemukinan penduduk atau lahan milik penduduk. Jangan binatang menyebabkan manusia yang ada di situ terusir. Diusir hanya gara-gara ada hewan di wilayahnya. Omongan saya yang terang-terangan ini yang membuat nama saya jelek di mata LSM. Tapi memang harus begitu, ini manusia kok diusir hewan. (Djoko Su’ud Sukahar)
Edisi 9 Tahun 2018 ~ MAJALAH SAWIT
15
advertorial
Bangkitkan Potensi Pariwisata di Kabupaten Pelalawan
Menurut kepala Dinas Kebudayaan pariwisata Pemuda Dan Olahraga (Budparpora) kabupaten Pelalawan Andi Yuliandri menyatakan bahwa saat ini Dinasnya sedang berupaya mengelolah kawasan Danau Kajuid di langgam, dan saat ini sudah disiapkan juga Masterplan nya untuk melakukan pemetaan kawasan atau pembagian zona. Sebab setelah dilakukan Masterplan di kawasan Danau tersebut, terdapat pembagian zona diantaranya zona masuk kawasan ada dua titik diantaran lewat jalan Darat dan lewat jalur air yang masuk melalui anjungan ranah tanjung bunga via boat kecil. "Selain itu juga ada Zona perikanan, di zona ini akan ditetapkan kawasannya di pulau yang ada ditengah danau, berupa home Stay, rumah makan dan kerambah ikan lokal. Selain itu juga masih didalam pulau, pihak Disbudparpora juga menetapkan di pulau tersebut masih masuk dalam kawasan zona hutan larangan yakni dilarang ada penumbangan atau yang sifatnya merusak hutan, dan terakhir ada zona Pertanian, zona ini nantinya dikelola oleh Dinas Pertanian dan Holti kultural yakni memanfaatkan lahan
16
untuk bercocok tanam bukan padi yang nantinya bisa dijual kepara pengunjung hasil panennya," jelasnya. Walau baru dibuka dan baru diperkenalkan objek wisata baru Danau Kajuid di Langgam ini, diharapkan sesuai instruksi Bupati agar dapat ditangani secara maksimal oleh semua Dinas terkait sesuai tupoksinya , artinya untuk masalah Hutan yang ada dikawasan Dananu nantinya tidak akan di tumbang melainkan akan dirawat sehingga akan menjaga keasrian lokasi atau kawasan Danau Kajuid. Dan sebagai bentuk kesiapan dalam mengelolah danau Kajuid tersebut, walau dengan dibiayai secara swadaya masyarakat namun setidaknya kedepan kegiatan pembangunannya bisa dianggarkan lewat APBD. Dan saat ini, potensi Danau Kajuid sendiri tengah dieksplore habis-habisan oleh masyarakat tanpa harus merubah bentuk aslinya. Artinya, di kawasan itu hanya boleh membangun jalan serta membangun home stay atau gazebo-gazebo yang bisa
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 9 Tahun 2018
Daya tarik dan eksotisme alam yang ditampilkan Danau Kajuik yang terletak di belahan selatan Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan tidak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi saat ini di lokasi tersebut telah diresmikan berbagai kawasan bermain yang akan menambah dukungan dari potensi danau itu sendiri.
disewakan ke pengunjung nantinya. Tak hanya itu, di kawasan hutan Danau Kajwid sendiri dilarang menumbang pohon yang ada sebab pohon-pohon yang ada sekarang rata-rata sudah berusia ratusan tahun dan ini nantinya bisa dimanfaatkan sebagai lokai outbond bagi yang berminat datang kelokasi itu. "Jadi, karena ini lahannya milik masyarakat adat Langgam, maka nantinya bukan tidak bisa dijadikan seperti di Bali, disana itu karena mereka kental dengan adatnya maka sitem
advertorial pembagian hasil yang diterima dari sektor pariwisata berupa bagi hasil 60:40. Artinya 60 persen untuk pemerintah daerah dan 40 persennya masyarakat adat, dan jelas untuk hal semacam ini maka diatur untuk kewajiban pemerintah hanya memberikan dan membangunkan fasilitas infrastruktur jalan sedangkan untuk pembangunan di dalam kawasan wisata danau dilakukan oleh masyarakat adat seperti pembangunan arena bermain, tempat penginapan,serta fasilitas penunjang pencinta alam lainnya, sehingga jelas dengan begitu manfaat dari keberadaan objek wisata Danau Kajuid bisa dirasakan oleh masyarakat sektar," ungkapnya. Diharapkan kalau semua Lintas Satker bisa bekerja sama secara maksimal maka tidak menutup kemungkinan di tahun 2015 mendatang sudah selesai proses penataan kawasan di Danau Kajuid tersebut sehingga tinggal saja mempromosikan keluar agar dapat dikenal masyarakat sehingga mereka bisa datang merasakan kesejukan Danau Kajuid di kelurahan Langgam. Sebelum tiba di Danau Tajuwid atau kerap juga disebut Dana Kajuwik, mata akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang indah. Dimana banyak pohon besar dan tinggi, tempat monyet dan binatang lain bergelantungan. Setelah sampai di lokais Danau Tajuwid, akases jalan sudah terhubung dan bisa dilewati mobil maupun sepeda motor. Danau yang terhampar ditengah menjadi daya tarik tersendiri. Dibangian tengah tampak beberapa alat berat, kendaraan, dan pekerja sedang bekerja meratakan jalan hingga membangun tower besi untuk wahana Flying Fox setinggi hampir 30 meter. Selain Flying Fox, wahana permainan lain yang bisa dinikmati yakni Flying Fish ditengah danau. "Kalau Flying Fox ini panjangnya sekitar 230 meter ke ujung sana," kata pengelola Danau Kajuwid, Bhaktiar Ismail. Saat sejumlah wartawan berkunjung ke lokasi wisata itu bersama rombongan Bupati Pelalawan HM Harris beserta Kepala Disparbudpora Andi Yuliandri, Kepala Bappeda Syahrul Syarif, Kepala BPBD Hadi Penandio, dan beberapa staff pegawai. "Ini tinggal membuat pagar disamping dan memperkokoh lagi. Sama yang lain-lain yang perlu. Tapi sekarang sudah bisa dipakai kok," tambah Bhaktiar Ismail.
pelampung sebagai safety, pemain digiring ke atas perahu karet tak bermesin itu. Pemain duduk layaknya menunggang kudan dengan memegang hendel tali yang sudah ada dibagian depan, dengan formasi dua orang dibagian tengah dan masing-masing satu orang disamping kiri maupun kanan. Tribun duduk dibagian tengah depan yang berhadapan langsung ke araha depan. Menggunakan tali khususnya, ujungnya diikat ke speedboat dan ujung lainnya dikaitan ke Flying Fish. Bupati Harris bertindak sebagai kapten speed berangkat dari dermaga khusus yang sudah didesain. Kecapatan speed sangat terasa pada perahu karet yang ditariknya. Setelah keluar dari dermaga danau dan bebas hambatan, adrenalin mulai dipacu dengan memacu kecepatan speed. Semakin kencaang, Flying Fish semakin terangkat ke udara dengan posisi berdiri dan bahkan sekali-sekali terbang tanpa menyentuh air. "Pegang kuat-kuat, jangan sampai lepas," teriak teman yang duduk disamping kiri. Adrenalin semakin terpcau dikala speed diolengkan ke kanan dan ke kiri, serta gasnya dikejutnyakan. Tubuh seakan terbanting dan terlempar ke danau. Disaat berbelok, kemiring hampir mendekati 90 derajat dimana percikan air semakin membahasai kaki dan badan. Kapten speed mengitari danau dengan hentakan gas dan manuver beragam, membuat pemain Flying Fish semakin
berteiak kencang dan jantung dipompa semakin kuat. Pada putaran kedua, pemain yang dibelah kiri, sebelumnya memberikan peringatan, terlempar ke air lantaran manuver ke kiri. Tak sampai disitu saja, setelah menolong pemain yang jatuh ke atas speed, Bupati Harris menggantikan posisinya disebelah kiri dan kembali mengitari danau Kauwid dengan sensai yang beragam. Hingga peserta menyerah dan speed kembali ke dermaga. "Intinya pegangan harus kuat dan jangan melawan arus angin, diikuti saja," kata Harris kepada peserta yang terjatuh setelah sampai ke darat. Bupati Harris menuturkan, selain kedua wahana itu para pengelola, termasuk dirinya, akan membangun 20 lebih wahan lain diatas lahan danau seluas 21 hektar itu. Berbaai permainan dari lokasi wisata akan diserap dan dioperasikan di Danau Kajuwid. Investasi dana telah disiapkan secara berangsur untuk menyulap Danau Kajuwik menjadi lokasi wisata yang menarik wisatawan dari dalam dan luar Pelalawan. Ia yakin Danau Kajuwik akan berkembang apabila warga setempat ikut mendorong dan membangun serta peduli. Pemda Pelalawan juga sudah menunjukan keseriusannya dalam mengembangkan wisata itu. Dengan membangunan beberapa gazebo, kamar mandi, serta tempat santai ditepi danau. Kedepan infrastruktur lain akan ditambah sesuai kebutuhan. (adv)
Untuk Flying Fish juga sudah bisa dinikmati. Sampan karet yang dibentuk sedemian rupa untuk dinaiki empat orang, sama seperti dilokasi wisata lainya. Bentuknya mirip Banana Boat apabila digabung tiga unit dengan penampang dibagian depan dan samping kiri-kananya. Flyng Fish dimainkan dengan bantuan speedboat sedang untuk menarik dan memainkan irama sesuai dengan ayunan spedd. Tribunpelalawan.com berkesempatan menjajal wahanan diatas air ini bersama tiga orang lainnya. Setelah menggunakan
Edisi 9 Tahun 2018 ~ MAJALAH SAWIT
17
Teknik Negosiasi dan Penyusunan PKB, GAPKI Adakan Pelatihan GAPKI berkolaborasi bersama dengan Jaringan Serikat pekerja menyelenggarakan pelatihan tentang penyusunan perjanjian kerja bersama (PKB). Adapun tujuan ini adalah serangkaian kegiatan untuk meningkatkan dialog sosial, agenda berlangsung selama tiga hari mulai Sabtu (22/9) hingga Senin (24/9/2018) di Daffam Hotel Pekanbaru. Agenda yang melibatkan para pemangku kepentingan terkait ini pada dialog tersebut mendiskusikan dengan seksama upaya-upaya bersama yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kondisi kerja industri kelapa sawit. "Dalam upaya mendukung pekerjaan Iayak pada sektor kelapa sawit di Indonesia, GAPKI dan ILO bersama dengan serikat pekerja (CNV dan KSBSIHUKATAN) melakukan kegiatan bersama yang membahas terkait isu-isu ketenaga
18
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 9 Tahun 2018
kerjaan," ujar Mukti Sarjono, Direktur Eksekutif GAPKI. Salah satu bentuk kegiatan tersebut adalah pelatihan Negoisasi dan Penyusunan PKB Secara Efekif. "Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para karyawan dan pihak perusahaan karena akan membahas konteks organsasi, aspek regulasi, relasi pihak manajemen dan pekerja serta teknik negosiasi efektif dalam melakukan pemandangan antara pihak Manajemen dan Serikat Pekekerja," tukasnya. (Se)
K
etua Umum GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Joko Supriyono menyampaikan terima kasih kepada jajaran pers di seluruh Indonesia. Dukungan pers yang positif akan memperkokoh posisi Indonesia sebagai produsen dan eksporter minyak sawit terbesar di dunia. "Pemberitaan pers Indonesia tentang isu-isu sawit sudah sangat positif dan objektif," kata Joko Supriyono saat menjadi pembicara dalam Sarasehan Nasional "Pers Kebangsaan dan Pembangunan pada Era Digital" di Monumen Pers Solo, Kamis (27/9). Joko mengatakan, sebagai industri strategis sudah semestinya pers mendukung keberadaan sektor kelapa sawit. Apalagi di tengah melemahnya nilai tukar rupiah dan defisit neraca perdagangan, ekspor sawit bisa menjadi penyelemat ekonomi nasional. "Ini bukan sekadar kepentingan pengusaha atau industri, tapi ini menyangkut nasionalisme sebagai bangsa," kata Joko. Pada sarasehan menyambut Kongres XXIV PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) tersebut, Joko membandingkan pemberitaan media nasional dengan media-media Barat yang notabene adalah produsen minyak nabati pesaing sawit.
GAPKI: Terima Kasih
Pers Indonesia "Kami yakin pemberitaan media asing yang mendiskreditkan sawit tidak berdiri sendiri. Tetapi bagian dari kepentingan negara maju untuk mengalahkan sawit dalam persaingan minyak nabati global," kata Joko.
sektor kelapa sawit baik sebagai pekerja maupun petani sawit.
Joko mengatakan, tahun 2017, ekspor sawit menyumbang devisa USD 22,9 miliar atau lebih dari Rp 300 triliun. Ada 17 juta masyarakat Indonesia yang hidup dari
Joko mengatakan GAPKI mewakili perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia akan terus memperkuat kerjasama dengan lembaga-lembaga pers di Indonesia. Sehingga persepsi positif sawit semakin menyebar luas di kalangan masyarakat termasuk para netizen.***
Edisi 9 Tahun 2018 ~ MAJALAH SAWIT
19
S
emaraknya seminar sawit nasional yang digelar Apkasindo Riau menarik perhatian para produsen pupuk. Selain Pupuk Kaltim, Pupuk Organik Plus STU juga membuka stand pameran di acara ini. Menurut Pak Mufid, pemilik pabrik pupuk ini, pihaknya wajib hadir di acara yang ditempatkan di Prime Hotel ini. Sebab, katanya, ini adalah seminar nasional yang memetakan kelebihan dan kekurangan pengelolaan perkebunan kelapa sawit. “Jadi selain saya bisa berjualan pupuk hasil pabrik pupuk organik, saya juga bisa menimba ilmu tentang persawitan nasional,” katanya pada Sawitplus.co saat bertemu di Prime Park Hotel, Senin (17 September 2018). Acara yang akan berlangsung selama dua hari itu (Senin dan Selasa 17-18 September 2018) bertema “Kolaborasi dan Sinergi Dalam Mewujudkan Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat yang Berkelanjutan”. Acara ini diikuti sekitar 250 peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Pada hari pertama seminar diisi presentasi beberapa LSM dan Prof DR Yanto Santosa. Di sesi pertama, dengan mengusung tema ‘Peran NGO Dalam Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat : Solusi tentang penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas kebun diungkapkan Yayasan SETARA, SNV serta WWF.
20
Pupuk STU Curi Perhatian
Peserta Seminar Sawit Nasional Sedang di sesi kedua, dengan tema ‘Peran NGO dalam perkebunan kelapa sawit rakyat : Pengalaman dan solusi tentang pemetaan, database, dan kebijakan tata ruang diisi WRI, KEHATI dan INOBU. Dan Prof. Yanto Santoso dengan semangat nasionalisme yang tinggi bicara
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 9 Tahun 2018
tentang deforestasi dan biodiversity. “Saya merasa beruntung bisa mendengarkan ceramahnya Prof Yanto. Ini ilmu yang sangat berharga dan bernilai tinggi,” komentar Pak Mufid, mantan transmigran yang sekarang menjadi pengusaha pupuk sukses itu. (jss)
Edisi 9 Tahun 2018 ~ MAJALAH SAWIT
21
dengan SO pisifera diuji pada 3 lokasi jenis tanah yaitu : tanah mineral. organik dangkal dan organik dalam pada areal lebih dari 600 ha di Sumut dan Riau, terdiri dari 25 % areal tanah mineral dan 75 % tanah organik. Topaz D x P Seri 3 (S3)
Asal Usul Oil Palm Research Station (OPRS) Topaz
O
il Palm Research Station (OPRS) Topaz telah mulai dirintis sejak tahun 1992 dengan seleksi dan persilangan pohon induk di Costa Rica. Selanjutnya, pohon induk yang dihasilkan, ditanam di Kebun Topaz pada tahun 1996. OPRS Topaz bertujuan untuk menghasilkan bahan tanaman kelapa sawit dengan produktifitas minyak yang tinggi dan mempunyai keunggulan sekunder yang diperoleh melalui aktifitas pemuliaan yang sistematis dan berkelanjutan, serta didukung oleh para pakar yang telah berpengalaman di bidang penelitian kelapa sawit baik dari dalam maupun luar negeri. Fasilitas pendukung juga terdiri dari Laboratorium Boomolekuler. Kultur jaringan, AgronomLTanah. Hama & Penyakit (diantaranya pengkajian terhadap ketahanan Ganoderma), dan Pelatihan Pembibitan Kelapa Sawit.
22
Tetua Terseleksi Asian Agri menggunakan tetua dura terseleksi dari Costa Rica sejumlah 22 keturunan inbred lines dura Deli (DxD) yang berasal dari lembaga riset ternama seperti MARDI Serdang (Malaysia), OPRS Banting (Malaysia), OPRS Dami (Papua New Guinea). Stasiun Riset Chemara (Malaysia). Socfin johor Labis (Malaysia) dan San Alejo (Honduras), serta tetua pisifera terseleksi sejumlah 50 keturunan yang berasal dari AVROS H&C (Malaysia), AVROS Dami (Papua New Guinea), Ekona (Kamerun), Ghana (Afrika), Nigeria (Afrika), La Me (Pantai Gading) dan Yangambi (Zaire). Bibit jenis Topaz juga telah teruji di Tanah Organik dan Mineral Sejumlah 440 projeni DxP Seri 1 yang berasal dari persilangan 223 dan Deli
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 9 Tahun 2018
Merupakan hasil pengembangan dari DxP Seri 2 terbaik. diperoleh projeni terseleksi yang dikelompokkan sebagai DxP Topaz Seri 3, merupakan “Terbaik dari yangTerbaik�. "Program peningkatan kualitas material Topaz berdasarkan performance projeni trial yang dimulai sejak tahun 2002 hingga 20 14 sebanyak 40 trial dan 5 observasi (924 ha),"ujar Ang Boon Beng, Topaz Speed Senior Breeder Asian Agri. Dia juga menambahkan ada beberapa varietas unggul terpiIih,"Berdasarkan hasil pengujian dan seleksi yang seksama, telah terpilih tetua dura dan pisifera untuk memproduksi varietas unggul ( kelapa sawit DxP Topaz yaitu Topaz 1 (dura Deli x pisiferia Nigeria), Topaz 2 (dun Deli x pisiferia Ghana), Topaz 3 (dun Deli x pisiferia Ekona) dan Topaz 4 (dura Deli x pisifera Yangambi),"sebutnya. Adapun keunggulan DxP Topaz yakni potensi hasil TBS dan minyak yang tinggi, Produksi yang tinggi sejak panan pertama, Rendemen minyak yang tinggi, Pertumbuhan meninggi yang lambat dan mampu beradaptasi dengan baik pada tanah marginal. Lantas dalam segi kontrol kualitas, Proses pengumpulan tepung sari dari tetua pisifera dan penyerbukan pada bunga betina dilakukan dengan ketelitian yang sangat tinggi. "Proses selanjutnya yaitu menjaga kemurnian benih yang dihasilkan. Standar seleksi yang tinggi dan kontrol kualitas yang ketat memberikan jaminan bahan tanaman yang dihasilkan berkualitas tinggi," jelasnya.***
Tentang
Topaz DxP Seri 4
(Seri terbaru dari Varietas Topaz) Sejak pertama sekali merilis 4 varietas Topaz DxP pada tahun 2004, OPRS Topaz sebagai bagian dari Asian Agri R&D Centre secara berkesinambungan menghasilkan seri baru yaitu Seri 2 dan Seri 3. Pada tahun 2018 kembali mendapatkan yang terbaru yaitu Seri4.
29,7 % dengan minyak inti (PKD) sebesar 4,1%. Bahkan produksi tahun ke-5 mencapai lebih dari 44 ton/ha dan CPO Iebih dari 13 ton/ha. "Adanya penurunan produksi pada tahun ke-5 yaitu tahun 2016 diduga kuat disebabkan oleh dampak musim kemarau yang terjadi tahun 2015,"ucap Ang menambahkan.
"Topaz DxP Seri 4 merupakan pengkerucutan hasil seleksi setelah mendapatkan hasil pengujian lapangan yang banyak dan baru khususnya yang ditanam tahun 2003 hingga 2011 di berbagai lokasi dengan kondisi tanah dan iklim berbeda,"sebut Ang Boon Beng, Topaz Speed Senior Breeder Asian Agri.
Realisasi produksi Topaz DxP Seri 4 secara komersial di lapangan bisa saja lebih rendah daripada potensi produksi yang dijelaskan di atas (skala percobaan pemuliaan).
Topaz DxP Seri 4 juga merupakan hasil pengembangan dari DxP Seri 3 terbaik yang dikelompokkan menjadi progeni “CrĂŠme de la CrĂŠmeâ€? dengan potensi pencapaian produksi TBS rata-rata tahun ke-3 hingga ke-6 mencapai 40,5 ton/ha dan 12 ton CPO/ha. Rendemen CPO skala pabrik mencapai
"Tetapi pengalaman sebelumnya menggunakan Topaz Seri 3 saja pun sudah mencapai 7.5 -9.0 ton CPO/ha pada skala kebun komersial dengan menerapkan Good Agricultural Practice. Maka dengan penggunaan Topaz DxP Seri 4 dapat diharapkan produktivitas yang lebih baik lagi," ujarnya.***
OPRS Topaz Oil Palm Research Station (OPRS) yang berlokasi di Topaz, Riau didirikan secara khusus untuk menghasilkan bahan tanaman kelapa sawit dengan produktivitas minyak yang tinggi dan mempunyai keunggulan sekunder yang diperoleh melalui aktifitas pemuliaan yang sistematis dan berkelanjutan. Lembaga ini merupakan bagian yang terintegrasi pada Asian Agri R&D Centre yang didukung oleh para pakar yang telah berpengalaman di bidang penelitian kelapa sawit baik dari dalam maupun luar negen. Selain peneliti yang handal, kegiatan penelitian juga didukung oleh fasilitas Laboratorium Biomolekuler, Kultur Jaringan, Agronomi, Tanah, Hama & Penyakit, serta kebun percobaan yang luas dan tersebar di berbagai lokasi yang berbeda kondisi tanah dan iklim. Tugas penelitian juga dibarengi dengan pemberian pelayanan teknis ke lapangan sehingga teknologi yang diterapkan menjadi berdaya guna. Progam pemuliaan kelapa sawit dirintis OPRS Topaz sejak tahun 1992 dengan seleksi dan persilangan induk terpilih di Costa Rica. Selanjutnya pohon induk yang dihasilkan ditanam di kebun Topaz pada tahun 1996. (Adv/Se)
Edisi 9 Tahun 2018 ~ MAJALAH SAWIT
23
PT SSR Raih Sertifikat ISPO dari LS PT AJA
seluruh penerima sertifikat,” kata Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Bambang di Jakarta, Selasa (18/9) pada acara penyerahan sertifikat yang diawali dengan dialog interaktif membahas topik “Percepatan Sertifikasi ISPO: Solusi jitu hadapi isu negatif”.
erja keras selama ini terbayar sudah. Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit PT Swakarsa Sawit Raya(SSR) di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau menerima Sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil(ISPO) Ke X dari LS PT AJA sertifikasi Indonesia, pada 18 September 2018 di Jakarta.
Ir Bambang, MM juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berkomitmen penuh dalam menjadikan industri perkebunan kelapa sawit sebagai industri yang sesuai dengan melaksanakan prinsip-prinsip di dalam ISPO.
K
Dalam penyerahan sertifikat ISPO berlangsung, ada 67 Perusahaan yang mendapat sertifikat di antaranya termasuk PT Swakarsa Sawit Raya. Didapatkannya sertifikat ISPO oleh PT SSR pada 27 Juli 2018 yang di keluarkan oleh LS PT AJA sertifikasi Indonesia, 'kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh elemen yang
24
telah membantu kami dalam mendapatkan sertifikat ini' kata Anggrian Lumban Gaol selaku PIC Sustainability di PT SSR, perwakilan perusahaan saat menghadiri acara tersebut. Hendri, Direktur PT SSR melalui Meneger Pabrik Kelapa Sawit(PKS) Stenly Manalu pada saat dijumpai di ruangan kerjanya mengatakan, "Alhamdulilah upaya untuk mendapatkan Sertifikat ISPO dari LS PT AJA tercapai juga. Perolehan sertifkat ISPO adalah salah satu bukti bahwa tata kelola perkebunan kelapa sawit Swakarsa Sawit Raya berkelanjutan," ucapnya. “Kami sampaikan selamat kepada
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 9 Tahun 2018
Sertifikasi ISPO ini sangat penting dan harus diperjuangkan. Karena, menurutnya, sertifikasi ini merupakan bukti bahwa negara berkomitmen menjadikan industri kelapa sawit sebagai industri yang dikelola dengan baik agar bisa dipergunakan untuk kemakmuran rakyat. Karena itu, “Jangan ada seorang pun yang mengatakan tidak tentang ISPO,” lanjut Bambang menegaskan. (dan)
Bupati Inhu Mendapat Gelar
‘Man of The Year 2018’ Acara 'Men and Women Of The Year 2018 skala nasional’, Bupati Inhu H. Yopi Arianto SE dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau, Rezita Meylani Yopi SE mendapat penghargaan dari Ketua Yayasan Penghargaan Indonesia. Penghargaan ini adalah ajang Indonesia Award, piala dan piagam diterima di The Visini Smart Boutique Hotel, Jalan WR Supratman, Kota Denpasar Provinsi Bali, pada Sabtu (15/09/18) malam. Ketua Yayasan Penghargaan Indonesia menyerahkan piala dan piagam kepada pria dan wanita yang telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan demi kesejahteraan rakyat. Harry Rachman, Ketua Umum Yayasan Penghargaan Indonesia menyampaikan, bahwa untuk kategori 'Man of The Year 2018' H. Yopi Arianto merupakan salah satu dari lima pria di Indonesia yang mendapat penghargaan. Begitu juga dengan 'Woman of The Year 2018', Rezita Meylani Yopi ketua Tim penggetak PKK Kabupaten Inhu merupakan salah satu dari lima wanita Indonesia yang mendapatkan penghargaan dan, satu-satunya di Provinsi Riau.
seorang aktivis sosial yang berasal dari Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan.
Inhu, sehingga penghargaan nasional ini dapat diraih.
Rezita Meylani Yopi, atas penghargaan ini mengucapkan terimakasih kepada semua pihak dan seluruh elemen masyarakat Inhu yang telah mendukung dan turut serta mensukseskan berbagai program yang dibentuk oleh TP PKK Kabupaten
"Sudah menjadi tugas kami untuk ikut membantu program pemerintah. Saya tidak pernah terpikir sekalipun mendapatkan penghargaan ini. Semoga ini menjadi motivasi bagi para kader PKK Inhu untuk meningkatkan kinerja Tim Penggerak PKK,” ujarnya. (dan)
"Ini berdasarkan pantauan kami langsung dan masukan dari berbagai narasumber yang terpercaya," kata Harry Rachman. Selain Rezita Meylani Yopi, ada empat wanita di Indonesia yang berhasil mendapat penghargaan serupa, seperti Hj Erna Rasyid Taufan Ketua PKK Kota Pare-pare, Provinsi Sulawesi Selatan. Dan, Citra Zulianda Ketua PKK Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara, Riny Dewarusi Ketua PKK Kabupaten Merauke Provinsi Papua, serta Hj Rita Devi Edisi 9 Tahun 2018 ~ MAJALAH SAWIT
25
ini, membawa anak-anak ikut ke kebun ketika orangtuanya bekerja. Dan mereka tak ambil perduli, bahwa budaya di Uni Eropa yang soliter tidak berlaku di negaranegara Asia. Tudingan yang salah alamat itu terkadang menyakitkan. Sebab negara-negara Uni Eropa memakai ukuran negaranya untuk mengkritisi negara lain. Selain niatnya untuk menghancurkan kelapa sawit yang menjadi saingan utama minyak bunga matahari dan minyak kedelai.
Emmanuel Manurung:
GAPKI Perbaiki Hak dan Kewajiban Pekerja
T
udingan miring terhadap bisnis kelapa sawit tidak pernah berhenti. Yang paling baru adalah tudingan Uni Eropa yang menyebut bisnis ini ada di antara berbagai masalah. Disebut sebagai
26
perusak hutan, pangkal korupsi, juga pelanggar Hak Asasi Manusia (HAM), dan mempekerjakan anak-anak. Mereka tidak tahu adat dan tradisi negeri
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 9 Tahun 2018
Ketua Kompartemen regulasi dan pengupahan GAPKI Immanuel Manurung mengatakan, pihaknya akan menerapkan best practice system tenaga kerja sebagai antisipasi maraknya isu negative terkait ketenagakerjaan seperti isu keselamatan kerja, pegawai kontrak, pekerja di bawah umur, dan pekerja perempuan. Dia mengatakan itu saat presentasi di Loka Karya Wartawan yang dilakukan 23-25 Agustus 2018 di Belitung. Menurutnya, beberapa perbaikan telah dilakukan terutama menyangkut hak dan kewajiban pekerja yang sesuai dengan Undang Undang Ketenagakerjaan. Selain itu, GAPKI terus melakukan edukasi agar tidak ada pekerja di bawah umur.***
Eddy Martono:
Tumpang-Tindih Aturan Sebabkan Timbul Banyak Konflik
T
umpang-tindih aturan sebabkan timbul banyak konflik. Itu karena banyak aturan baru yang diterbitkan. Ini yang menyebabkan tabrakan dengan aturan sebelumnya.
Menurutnya, ketidakjelasan terkait tumpang tindih lahan yang tidak pernah diselesaikan secara tuntas itu menjadi faktor penghalang bagi pertumbuhan iklim investasi Indonesia.
Itu dikatakan Eddy Martono, Ketua Bidang Agraria dan Tata Ruang GAPKI dalam Lokakarya Wartawan yang diadakan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) di Belitung, 23-25 Agustus 2018.
Akibatnya, industri sawit terlalu banyak disibukkan dengan persoalan tumpang tindih yang pokok persoalannya sebenarnya ada pada beberapa kementerian.
Eddy menyarankan, dalam revisi UU 41, sebaiknya penetapan kawasan hutan cukup dipertegas dengan menjadi hutan primer, sekunder dan hutan produksi sehingga tidak menimbulkan banyak konflik seperti yang saat ini terjadi. "Faktanya, banyak kawasan hutan yang justru ‘menabrak’ HGU, karena penetapan aturannya diberlakukan belakangan,� kata Eddy.***
Edisi 9 Tahun 2018 ~ MAJALAH SAWIT
27
tanya jawab
GULAT Medali emas
MANURUNG
(Konsultan Perkebunan Kelapa Sawit)
Agar Tidak Nyesal,
Ingin Investasi Kebun Sawit, Baca Tips Ini! Tanaman kelapa sawit merupakan tanaman yang sangat membius masyarakat, khususnya mereka yang rajin membaca tentang kehebatan kelapa sawit dalam mendongkrak ekonomi rumah tangga. Jika dilihat dari satu sisi memang benar adanya bahwa kelapa sawit sangat menggiurkan dan menjanjikan. Menanam sawit memerlukan berbagai hal penting untuk mendapatkan pertimbangan utama yang secara langsung memang harus diperhitungkan oleh para petani sawit. Bahkan sebelum memutuskan menjadi petani sawit, juga menjadi bagian dari pertimbangan yang harus diperhatikan. Proses ini dapat dijadikan bagian penting yaitu sebelum penanaman sawit, perawatan dan juga pasca panen sawit tersebut. Ketiga hal ini akan sangat berpengaruh besar pada pengembangan potensi kebun sawit yang anda miliki. Karena tentu saja dengan memiliki perkebunan ini akan sangat mungkin menjadi bagian dari jaminan masa depan anda dan keluarga. Untuk kalangan masyarakat Sumatera tentunya sudah tidak asing lagi dengan bisnis perkebunan kelapa sawit. Bisnis budidaya kelapa sawit sudah dikenal luas dan menjadi primadona bagi sebagian besar masyarakat Sumatera khususnya di Riau, Sumatera Utara, Jambi dan Sumatera Selatan. Bagaimana tidak, jika harga komoditi ini sedang baik petani bisa mendapatkan rerata hasil panen kotor sebesar 2 juta rupiah/bulan dari setiap hektarnya untuk tanaman yang sudah berproduksi. Dari waktu ke waktu pertumbuhan lahan
28
kelapa sawit di Riau semakin tinggi sehingga banyak lahan yang terkonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Hal ini tentunya membuat ketersediaan lahan yang subur semakin menipis sehingga bagi anda yang baru ingin memulai tentunya harus menyiapkan dana lebih untuk membeli lahan kosong. Saat ini untuk memulai bisnis perkebunan kelapa sawit setidaknya anda membutuhkan waktu kurang lebih empat tahun sebelum tanaman kelapa sawit anda berproduksi dan dapat dipanen atau sering disebut TM (tanaman menghasilkan), selama masa tanaman belum menghasilkan (TBM) anda tentunya harus terus memberikan perawatan yang baik agar hasilnya baik, tentunya selama TBM (4 tahun) pengeluaran akan mengucur terus. Bagi anda yang tidak suka menunggu terlalu lama dimulai dari penanaman sampai dengan panen anda dapat membeli kebun sawit yang telah menghasilkan. Ada cukup banyak kebun sawit di jual dipasaran oleh pemiliknya, dan harganya pun bervariasi tergantung lokasi dan jenis tanahnya. Namun ada kalanya kita ingin membeli kebun yang sudah jadi (TM), tentu keinginan ini membutuhkan biaya yang cukup besar dan sekaligus.
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 9 Tahun 2018
Membeli kebun jadi dibandingkan membangun dari Nol (P-0) tidak jauh berbeda dalam hal tips dan strateginya. Jika ingin memiliki kebun yang dimulai dari Nol (TBM) tersebut, berikut diuraikan tips dan triknya: (1). Pastikan bahwa tanah yang akan dijadikan kebun sawit berada pada kawasan Non Hutan (atau sering disebut APL = Alokasi Peruntukan Lain). Memastikan status kawasan ini dapat ditanya langsung ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dengan memberikan titik koordinat calon kebun tersebut. Atau dapat juga berdiskusi dengan Konsultan Perkebunan atau Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo Riau), hasilnya dalam waktu 30 menit akan segera diketahui tentang status kawasan calon kebun tersebut. Jika kita terlanjur membeli calon lokasi kebun sawit tersebut maka persoalan panjang akan kita hadapi yaitu aspek hukum UU Kehutanan yang berakibat Pidana. (2). Perhatikan status hukum dan kepemilikan lahan. Status hukum dan kepemilikan lahan adalah hal terpenting yang harus diperhatikan agar anda tidak
tanya jawab stress dikemudian hari. Jangan sampai calon kebun/kebun sawit yang anda beli berdiri diatas lahan sengketa yang tentunya akan banyak menelan biaya untuk mengurusi proses hukumnya. Anda harus jeli menelusuri asal usul status lahan yang akan dibeli, jika lahan memiliki Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) yang jelas dan sah anda boleh sedikit tenang, namun akan lebih baik jika anda membeli lahan yang sudah memiliki sertfikat kepemilikan yang jelas. Hindari membeli lahan yang belum memiliki surat - surat yang jelas dan sah. Anda dapat menelusuri status lahan tersebut dengan bertanya kepada warga sekitar, perangkat desa, camat setempat. Percayalah sedikit lebih kritis dan jeli menelusuri keabsahan status lahan yang ingin dibeli akan menguntungkan anda dimasa depan, karena sudah banyak kasus sengketa yang terjadi akibat ketidak-telitian dan menganggap remeh status kepemilikan. (3). Â Perhatikan kualitas tanah. Bisnis perkebunan tentunya harus didukung oleh kualitas tanah yang baik sebagai tempat tumbuhnya tanaman. Hindari membeli kebun sawit yang tumbuh diatas lahan gambut, selain rawan terbakar hasil produksi tanaman sawit yang tumbuh di lahan gambut juga tidak sebaik di lahan tanah mineral. Untuk itu mungkin anda harus mengeluarkan biaya pupuk ekstra agar tanaman tetap subur dan berbuah. carilah tanah mineral yang baik dengan unsur hara dan kelembaban yang cukup. (4). Survey harga. Sebelum membeli cobalah untuk membandingkan harga yang ditawarkan dengan harga di lingkungan sekitar, hitung dengan anggaran yang anda miliki dan kalkulasikan dengan potensi produksi yang dapat dihasilkan. Cobalah untuk bernegosiasi dengan penjual jangan terburu - buru membeli jika ditawarkan dengan harga murah, bisa saja kebun sawit yang ditawarkan memiliki banyak masalah, seperti masalah hukum maupun teknis tanaman. (5). Akses jalan dari kebun ke jalan aspal. Akses jalan kebun berhubungan ketika tanaman sudah masuk ke Fase TM, upayakan membeli tanah kebun yang dapat dijangkau oleh kenderaan roda empat double gardang, jangan pernah membeli kebun yang mengandalkan anak
sungai atau kanal, karena hal ini kelak akan meningkatkan biaya produksi. (6). Aspek Sosial Budaya Masyarakat sekitar Kebun. Banyak persoalan muncul ketika kebun sudah mulai berproduksi, khususnya aspek sosial budaya, dimana gangguan sosial budaya sekitar kebun jadi catatan penting ketika ingin memutuskan ingin membeli kebun untuk tanaman kelapa sawit. (7). Jarak kebun ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Aspek ini berhubungan dengan jarak jangkau pengiriman TBS (Tandan Buah Segar) ke PKS, semakin jauh PKS dari kebun, maka biaya angkutan akan semakin mahal, yang pada ujungnya akan meningkatkan biaya produksi. (8). Persiapan Bibit. Persiapan bibit sawit harus segera dimulai jika Poin (1) Clear, dimana jika kita ingin melakukan pembibitan sendiri maka kita harus membeli Kecambah dari Sumber Resmi yang sudah ditunjuk oleh Pemerintah, seperti PPKS (Pusat Penelitian Kelapa Sawit) Medan. Jika anda tidak memiliki akses ke PPKS Medan, anda dapat datang ke Kantor Apkasindo Riau di jalan Arifin Ahmad, Apkasindo akan memberikan Pelayanan Maksimal kepada Anda tanpa dipungut bayaran tambahan dari harga Kecambah. Namun jika anda ingin membeli bibit sawit siap tanam maka bibit sawit tersebut harus dibeli dari penangkar resmi, jangan sekali-kali membeli bibit sawit dari penangkar yang tidak resmi, meskipun harganya jauh lebih murah. Kesalahan bibit bisa berakibat fatal dan akan menderita selama 25 tahun kedepan. (9). Aspek Agronomis. Yaitu aspek mulai pembersihan kebun sampai ke penanaman dan perawatan tanaman. Aspek ini yang perlu diperhatikan adalah aspek jarak tanam. Gunakanlah jarak tanam yang standart 8x9 m. Jarak yang terlalu rapat bisa mengakibatkan tanaman sawit ketika masuk fase TM tidak akan pernah menghasilkan sesuai dengan harapan. Untuk aspek agronomis lainnya seperti penanaman dan perawatan dapat dilakukan sesuai dengan teknik budidaya seperti pada umumnya tanaman lainnya. Jika anda tidak mau berlama-lama menunggu masa panen (TM), sebaiknya ada beberapa hal yang harus diperhati-
kan agar anda tidak menyesal setelah membelinya. Perbedaan antara Tips membeli kebun Jadi (TM) dengan Memulai dari Nol hampir sama saja, namun ada beberapa poin perbedaannya yang patut kita fokuskan, antara lain: (1). Pastikan bibit asal dari sawit yang sudah panen (TM) tersebut berasal dari sumber yang resmi (hibrida), caranya adalah dengan melihat buah yang dihasilkan, pertama adalah belahlah buah sawit dari beberapa pohon sampel, jika daging buah sawit tersebut tebal (Tenera) maka kemungkinan besar asal bibit yang digunakan adalah berasal dari sumber yang benar. Buah tenera adalah buah dari Pohon Persilangan DxP yang menghasilkan panen buah Tenera. Buah tenera ini akan menghasilkan rendeman minyak yang tinggi, antara 21-26%. Jika buah yang kita belah tadi berdaging buah tipis maka dapat dipastikan jenis buangnya dalah Dura (D), jenis ini rendemannya sangat rendah, sekitar 14-18 %. Jenis Dura ini adalah hasil persilangan liar dimana pohon Bapak (P) dan Pohon Ibu (D) berasal dari Tetua yang tidak terseleksi keunggulannya. (2). Pastikan jarak tanamnya adalah benar. Jika jarak tanam kecil dari 8x8m maka sebaiknya kebun tersebut jangan dibeli karena berpotensi negatif terhadap produksi TBS. (3). Populasi Tanaman Per Hektar. Banyak pemula pekebun sawit terpusat kepada Luas, tanpa pernah menghitung Populasi rata-rata tanaman per hektarnya. Potensi rendahnya populasi tanaman sawit per hektarnya dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, antara lain banyak tanaman mati tapi tidak disisip, banyak tanaman rusak tapi tidak pernah dikonsolidasi. Sebagai contoh, kita membeli kebun sawit TM seluas 10 ha, tapi populasi tanaman hanya setara 7 hektar, karena banyaknya tanaman yang mati atau rusak. Tips dan strategi membangun kebun dari Nol (TBM), Poin (1) sampai dengan (9) juga berlaku untuk tips membeli kebun sawit yang sudah jadi (TM). Itulah tips dari kami, selamat berbisnis kelapa sawit. Dan tentunya mari kita jaga lingkungan dengan mengembangkan perkebunan kelapa sawit yang tidak merusak lingkungan.***
Edisi 9 Tahun 2018 ~ MAJALAH SAWIT
29
apkasindo riau
Seminar Nasional APKASINDO
Sawit Riau Untuk Indonesia
Indonesia kini menjelma sebagai negara produsen minyak sawit terbesar di dunia. Dalam satu dekade ini sektor kelapa sawit di Indonesia telah mengalami pertumbuhan sangat pesat. Antara tahun 1990 dan 2017, kawasan yang digunakan untuk perkebunan sawit meningkat drastis dari 1,1 juta hektare menjadi 14,03 juta hektre. Sedangkan produksi minyak mentah kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) Indonesia pada 2017 mencapai 38,17 juta ton, sementara produksi palm kernel oil (PKO) atau minyak inti kelapa sawit mencapai 3,05 juta ton. Dengan demikian, total produksi kelapa sawit Indonesia sepanjang tahun 2017 mencapai 41,98 juta ton, juga mengalami peningkatan dibandingkan produksi tahun 2016 yang mencapai 35,57 juta ton, dan menjadikan Indonesia sebagai pengekspor terbesar CPO dunia. ‘’Keadaan ini jelas menjadikan sektor sawit sebagai komoditi strategis nasional yang
30
mendatangkan devisa ekspor terbesar bagi Indonesia yang pada 2017 tercatat mencapi 21,25 miliar dolar AS atau sekitar Rp300 triliuan, dan ini menjadikan sawit sebagai penyumbang nomor satu terbesar bagi devisa negara, telah jauh mengalahkan sektor ekspor migas yang hanya Rp170 triliun,’’ ucap Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Riau Ir Gulat ME Manurung MP. Dan Provinsi Riau sendiri, menurut Gulat, adalah merupakan salah satu sentra produksi kelapa sawit terbesar di Indonesia, diperkirakan meliputi 23% dari total luas area sawit siap panen dan diperkirakan terdiri dari 30% petani kecil sawit Indonesia.
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 9 Tahun 2018
Dari 3,46 juta ha lahan sawit di Riau, 58,6% diklasifikasikan di bawah budidaya pekebun sawit rakyat, dan sebanyak 3,6% dan 37,8% masing-masing dibudidayakan oleh perusahaan milik negara dan swasta. Semakin pentingnya sektor perkebunan sawit saat ini, ternyata juga diringi dengan hangatnya isu mengenai tuduhan degradasi lingkungan di Indonesia yang disebabkan oleh aktivitas perkebunan kelapa sawit. Bahkan seringkali pekebun rakyat dihadapkan pada tuduhan turut berperan dalam degradasi tersebut. Pekebun rakyat juga menjadi bahan perdebatan terkait keberlanjutan budidaya sawit di Indonesia. Beragamnya dinamika dan interaksi yang terlibat dalam perkebunan rakyat menuntut partisipasi aktif dari semua pihak dan stakeholders terkait, baik pemerintah, swasta, perguruan tinggi, hingga lembaga Non- Governmental Organization (NGO)/ lembaga swadaya masyarakat. ‘’Banyak program dan kegiatan NGO bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sehingga dalam konteks ini, NGO memiliki peran yang sangat vital dalam mewujudkan perkebunan kelapa sawit rakyat yang berkelanjutan, sampai saat ini sudah banyak NGO yang melakukan program terkait perkebunan kelapa sawit rakyat yang berkelanjutan,’’ucap Gulat Manurung. Menyikapi kondisi tersebut, menurut Gulat, DPW Apkasindo sebagai wadah para peke-
apkasindo riau bun kelapa sawit di Indonesia yang berdiri sejak tahun 2000, bekerja sama dengan BPDP KS menggelar seminar nasional kelapa sawit Senin hingga Selasa (17-18) September 2018 di Pekanbaru. Dari seminar yang digelar diharapkan dapat menghasilkan kebijakan pemerintah mengenai dukungan regulasi, pembiayaan, diplomasi dan advokasi dalam dan luar negeri terhadap perkebunan kelapa sawit rakyat yang berkelanjutan. Selain itu, juga mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam mewujudkan perkebunan kelapa sawit rakyat yang berkelanjutan, dan mengetahui peran serta NGO dalam menjalankan program kerjanya terkait mendukung perkebunan kelapa sawit rakyat yang berkelanjutan. Menginisiasikan komitmen bersama para pemangku kepentingan untuk mempertahankan dan menjadikan Provinsi Riau sebagai penghasil kelapa sawit berkelanjutan terbesar di Indonesia. Menangkis kampanye negatif terhadap kelapa sawit, serta meningkatkan jumlah koperasi kelompok tani yang mendapatkan sertifikat ISPO.
Ruang & BPN, BPD KS, pergurun tinhggi, NGO dan pemangku kepentingan lainnya. Menyikapi banyaknya LSM/NGO yang dilibatkan dalam seminar sawit nasional yang terkadang membuat banyak pihak cemas karena selama ini banyak LSM yang terkesa sering mengkritisi perkebunan sawit, menurut Gulat Manurung bahwa sikap kritis itu juga penting dalam pembangunan. “Agar kita ada pengawasan, kita tahu mana yang belum berjalan baik, dan kita bisa memperbaiki kekurangan,” katanya.
rendah. Beragamnya dinamika dan interaksi yang terlibat dalam perkebunan rakyat menuntut kolaborasi dan sinergi aktif dari semua pihak yang terkait,” tambahnya. “Untuk itu, dalam konteks ini, NGO memiliki peran yang sangat vital dalam mewujudkan perkebunan kelapa sawit rakyat yang berkelanjutan. Sampai saat ini sudah banyak NGO yang melakukan program terkait perkebunan kelapa sawit rakyat yang berkelanjutan dengan sumber dana dari dalam dan luar negeri,” ungkapnya.
Menurutnya, acara yang digelar di Prime Hotel selama dua hari, Senin dan Selasa (17-18 September 2018) itu dilatar belakangi oleh adanya tudingan miring bahwa petani sawit masih dituduh turut terlibat dalam degradasi lahan di Indonesia.
Menyadari hal itu, maka Apkasindo sebagai wadah para pekebun kelapa sawit di Indonesia yang berdiri sejak tahun 2000, dan mempunyai kepengurusan di 22 Provinsi dan 140 Kabupaten, melakukan silaturahmi pada Koalisi Rakyat Riau yang mewadahi berbagai NGO di Provinsi Riau.
Isu lainnya, kapasitas perkebun, kelembagaan, lahan dan kawasan juga menjadi bahan perdebatan terkait keberlanjutan budidaya sawit di Indonesia. “Nah beragam tantangan ini semakin menyudutkan pekebun rakyat pada posisi tawar yang sangat
“Hasilnya, kita duduk bareng dalam seminar ini untuk mencari solusi terbaik bagi bangsa dan bagi rakyat, untuk kesejahteraan petani sawit kita. Ingat Indonesia itu eksportir terbesar sawit dunia, mpnyumbang devisa terbesar bagi negara,’’ ujarnya.***
‘’Kegiatan ini akan diikuti oleh peserta dengan latar belakang yang beragam, sehingga diharapkan bisa memunculkan rekomendasi rekomendasi yang objektif dan implementatif,’’ujar Gulat. Menurut Ketua Apkasindo Riau Ir Gulat ME Manurung MP, seminar nasional sawit ini akan dibuka dan dihadiri Menteri Koordinator Kemaritiman Jend. TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan dan Gubernur Riau Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA. Sedangkan sejumlah pemateri di antaranya dari Kementerian Pertanian, Kementerian Tata
Edisi 9 Tahun 2018 ~ MAJALAH SAWIT
31
kisah sukses Kerja keras dan semangat membuat Supriyanto asal Tulung Agung berhasil diperantauan menjadi petani Kelapa Sawit dan juga pengusaha kusen. Berawal dari tahun 1988 Supriyanto memutuskan untuk pergi Transmigrasi di Riau tepatnaya di Ukui Kabupaten Pelalawan. Sejak kedatangannya bermodalkan Rp 300 ribu sebelum mendapatkan perkebunan rakyat Supriyanto bekerja membersihkan kebun milik orang hingga akhirnya ia menjadi asisten di sawit Plasma. “Memulai kerja dari seorang mencangkul lalu bekerja diplasma jadi asisten digaji perhari 500 ribu,� ungkapnya.
Bermodal Rp 300 Ribu
Kini Supriyanto Jadi
Pengusaha Kusen 32
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 9 Tahun 2018
kisah sukses
Kala itu dengan upah yang ia dapatkan tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari, ditambah untuk membeli susu anak,”Upah segitu tidak cukup, belum lagi untuk beli susu anak hampir 40 ribu,” ucap Supriyanto. Bapak dari dua anak itu menceritakan, perjuangan yang teramat berkesan untuk bisa tiba di Riau dengan menggunakan transportasi darat, jalanan yang masih belum beraspal dan konsisi hutan membuat dirinya bersama ananknya. “Waktu itu tahun 1990 anak dibawa ke trans masih kecil dari tulung agung. Cerita duka menaiki bus menuju Riau jalan masih susah, sampai pernah numpanag truk dan jalan masih belum beraspal,” katanya. Tahun 1993 Supriyanto mendapat jatah trans 2 hektar kebun sawit masih kecil belum berpenghasilan, saat itu kebun miliknya bermitra dengan PT Sari Lembah Subur yang turut membantu dalam perawatan kelapa sawit.
bekerja disana, motong karet, bertani karet, dari jam 8 pagi dan LDRan sama ibu,” ungkap Supriyanto. Lantas pada tahun 1996 ia mulai berbisnis kusen, dengan anggota 8 orang menggunakan ketam biasa. Bisnis itu pun mulai dilirik masyarakat sekitar, sehingga tak sedikit yang memesan untuk dibuatkan kusen oleh Supriyanto. “Waktu itu satu jalur itu saya yang buat, penghasilan pun bertambah dari kusen, itu pun berawal karena saya disuruh menderes kebun orangnya kejawa, rumah tak bongkar , jadi ketika kembali semua kaget lantaran berubah, jadinya tetangga minta tolong juga,” ucapnya. Kini, hasil yang ia dapatkan dari bisnis
kusen serta kebun sawit miliknya menghantarkan sang anak mewujudkan cita-citanya menjadi dokter. Bapak dua anak inipun telah mempunyai dua cucu dan kebun sawit diberbagai daerah berkat binaan dari PT SLS. (Se)
Saat itu, Supriyanto juga memutuskan untuk mencari tambahan dengan bekerja diladang karet milik saudaranya. Disanalah Supriyanto bekerja menderes karet, bertani dikebun karet dari pukul 8 pagi hingga sore hari. “Waktu singgah tempat saudara coba Edisi 9 Tahun 2018 ~ MAJALAH SAWIT
33
Penanganan Awal Cidera Tulang dan Sendi Oleh dr. Ade Putra, SpOT KEBUTUHAN masyarakat akan olahraga meningkat saat ini apalagi masyarakat sudah tahu akan pentingnya olahraga bagi kesehatan tubuh. Sayangnya banyak masyarakat tidak mengetahui jenis olahraga apa yang sesuai dengan dirinya. Akibatnya tidak jarang terjadi cidera tulang dan sendi yang berakibat fatal. Jika sudah demikian, perlu diketahui bagaimana penanganan awal dalam mengadapi cidera tulang dan sendi akibat aktivitas olahraga. Demikian dijelaskan Dokter Spesialis Orthopedi Rumah Sakit Awal Bros Sudirman Pekanbaru dr Ade Putra SpOT. ‘’Tidak bisa dipungkiri, masih banyak masyarakat kita dalam menangani cidera tulang dan sendi akibat olahraga membawanya ke pengobatan alternatif atau diurut. Jika kita tidak mengetahui seperti apa cidera yang dialami justru bukan kesembuhan yang diperoleh tetapi bias berdampak jauh lebih buruk lagi. Oleh karena itu, sebaiknya ringan, sedang atau berat cidera yang kita alami periksalah ke dokter sehingga penanganan yang diberikan tepat dan cepat,’’ ujar dr Ade. Dalam berolahraga, lanjut dr Ade, sebaiknya pilihlah jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh dan usia. Dimana salah satu tujuan olahraga adalah menjaga kesehatan tubuh. Tapi kesalahan dalam tata cara berolahraga justru bisa membawa cedera. Pemanasan kerap dianggap solusi jitu pencegah cedera saat berolahraga. Tapi pemanasan memiliki gerakan tersendiri yang sesuai olahraga yang akan dilakukan.Hal tersebut tak banyak diketahui. Tak jarang ada orang yang cedera karena salah melakukan gerakan pemanasan. Andai pemanasan sudah cukup, ada risiko lain seperti bertabrakan dengan pemain lain atau terjatuh yang bisa menyebabkan cedera.
robeknya jaringan otot. Di Indonesia, strain lazim disebut otot ketarik. Pencegahannya dengan memberi pemanasan cukup pada otot-otot yang akan digunakan saat berolahraga. Jika terlanjur mengalami strain, kompres es bisa dijadikan pertolongan pertama untuk meredakan nyeri dan peradangan. Sprain Cedera yang satu ini melibatkan sendi. Bisa terjadi pada sendi mana saja, termasuk sendi jari. Meski lebih sering terjadi pada bagian sendi besar seperti pergelangan bahu, kaki, atau tangan. Pergerakan sendi ada batasnya. Jika batas itu dilewati maka akan terjadi cedera sprain. Di Indonesia, lazim disebut keseleo atau terkilir. Keseleo atau terkilir bisa terjadi di mana saja. Bahkan ketika berolahraga di treadmill yang notabene aman karena dilakukan di dalam ruangan. Pencegahannya mirip seperti strain. Lakukan pemanasan yang cukup pada bagian sendi yang banyak digunakan saat berolahraga. Latihan lompat tali bisa digunakan untuk memperkuat sendi bagian kaki bagi Anda yang hobi olahraga lari atau banyak menggunakan kekuatan sendi kaki. ‘’Satu catatan penting adalah tetap jaga konsentrasi. Jika Anda senang jogging di alam bebas, perhatikan permukaan tanah. Hindari area berbatu atau terjal untuk mencegah terjadinya keseleo,’’ katanya. Cedera lutut Cedera ini terjadi akibat gerakan berulang kali yang menyebabkan trauma pada sendi lutut. Cedera ini umum terjadi pada atlet lari, sepak bola, bulu tangkis. Cedera ini bisa dicegah dengan cara melakukan latihan squat atau lunge yang benar.
Menurut dr Ade, ada beberapa jenis cedera yang sering terjadi saat berolahraga. Semua bisa terjadi baik pada atlet dan non atlet. “Misalnya, sprain ankle atau yang lebih dikenal dengan keseleo. Ini bisa terjadi pada siapa saja termasuk atlet kelas dunia. Pemanasan merupakan cara efektif untuk mengurangi risiko cedera ketika berolahraga. Perlu dicatat, seseorang juga harus sadar akan kemampuan fisik masing-masing sebelum memulai aktifitas fisik,’’ tegasnya.
Misalnya, saat menekuk, lutut tidak boleh melebihi ujung kaki dan posisi badan dijaga agar tegap dengan dagu diangkat. Fungsinya untuk melatih otot gluteus yang berperan menahan laju gerak sehingga beban pada lutut bisa berkurang.
Berikut beberapa cedera yang sering terjadi dalam berolahraga dan cara pencegahannya:
Pemanasan tetap cara efektif untuk mengurangi risiko cedera pinggang bawah. Untuk mengurangi risiko cedera ini, latihan beban seperti back up dan stiff deadlift. Latihan kelenturan gerak juga bisa dilakukan untuk mengurangi risiko cedera pinggang bawah.
Strain Strain adalah cedera pada otot. Sering terjadi pada otot groin alias selangkangan, hamstring dan otot betis. Salah satu gejalanya adalah otot terasa keras. Akibat paling parah adalah
34
Cedera pinggang bawah Cedera ini terjadi karena gerakan pinggang yang mendadak, berulang, atau berlebihan yang melampaui batas kekuatan otot pinggang.
Untuk penanganan berbagai cidera akibat olah-
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 9 Tahun 2018
raga ini, pertama kali kenali dulu seperti apa cidera yang dialami. Dimana cidera itu ada yang ringan, sedang dan berat. Jika Anda mengalami cidera, sebelum ke dokter, ada metode sederhana yang dapat Anda lakukan sendiri, yaitu RICE. RICE merupakan singkatan dari Rest, Ice, Compression dan Elevation. Metode pengobatan ini biasanya dilakukan untuk cedera akut, khususnya cedera jaringan lunak (sprain maupun strain, dan memar). Metode terapi RICE ini dilakukan secepat mungkin sesaat setelah terjadinya cedera, yaitu antara 48 sampai 72 jam segera setelah cedera terjadi. R = Rest. Rest artinya mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera, sedangkan bagian tubuh yang tidak cedera boleh tetap melakukan aktivitas. Tujuan mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera adalah mencegah cedera lebih lanjut, membuat proses penyembuhan luka lebih cepat. I = Ice. Secara umum manfaat penggunaan es pada cedera jaringan lunak adalah: membatasi pembengkakan, mengurangi nyeri, mengurangi spasme otot. Pemberian es dilakukan dengan memasukkan pecahan es ke dalam kantung plastik seluas area cedera atau lebih. Setelah itu bungkus plastik dengan handuk yang sudah dibasahi, kemudian ditempelkan pada area cedera. Kemudian tutup dengan elastic verban melebihi permukaan dari kantung es tadi. Pemberian es sebaiknya dilakukan dalam waktu 10 menit atau sesegera mungkin setelah cedera selama 15 – 20 menit, kemudian diulang setiap 2-4 jam. Pemberian es secara berkala ini dilakukan selama 24 jam pertama setelah cedera. C = Compression. Kompresi adalah aplikasi gaya tekan terhadap lokasi cedera. Kompresi digunakan untuk membantu aplikasi es dan membatasi pembengkakan yang merupakan faktor utama untuk mempercepat masa rehabilitasi. Oleh karena itu kompresi sering dikatakan sebagai bagian yang paling penting dari RICE. Aplikasi kompresi dilakukan dengan melilitkan elastic verban pada bagian cedera, yaitu dengan meregangkan verban hingga 75 persen panjangnya. Perlu diperhatikan saat melakukan pembebatan jangan terlalu ketat karena dapat menyebabkan gangguan sirkulasi dengan gejala-gejala seperti rasa baal, kesemutan, dan meningkatnya nyeri. Lilitan ini harus meliputi seluruh area cedera dan diaplikasikan secara terus-menerus selama 24 jam pertama sesudah kejadian cedera. Dalam kasus dimana terjadi perdarahan, kompresi juga dapat membantu menghentikan perdarahan. E = Elevation. Elevasi adalah meninggikan bagian yang mengalami cedera melebihi ketinggian jantung sehingga dapat membantu mendorong cairan keluar dari daerah pembengkakan. Elevasi juga akan membantu pembuluh darah vena untuk mengembalikan darah dari area cedera ke jantung sehingga mencegah terjadinya akumulasi atau pooling darah di area cedera.Bagian yang mengalami cedera diangkat sehingga berada 15-25 cm di atas ketinggian jantung. Elevasi sebaiknya dilakukan hingga pembengkakan menghilang.***
Edisi 9 Tahun 2018 ~ SAWIT PLUS
35
Grup Astra Agro Kembali Raih ISPO Anak-anak perusahaan perkebunan kelapa sawit Grup Astra Agro kembali menerima sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Sertifikat keberlanjutan yang bersifat wajib itu diberikan kepada PT Cakung Permata Nusa, PT Persada Dinamika Lestari, PT Cakradenta Agung Pertiwi yang beroperasi di Kalimantan Selatan; PT Palma Plantasindo di Kalimantan Timur; PT Cipta Agro Nusantara di Sulawesi Tengah; dan PT Palma Plantasindo di Kalimantan Timur. Selain perusahaan, ada juga usaha berbentuk koperasi (Sumber Rejeki) yang merupakan binaan PT Ekadura Indonesia, Pekanbaru. “Sesuai visi misi perusahaan yang ingin agar Astra Agro menjadi perusahaan panutan dan bermanfaat bagi bangsa, perolehan sertifikat ISPO merupakan prioritas penting,” ujar Vice President Sustainability PT Astra Agro Lestari Tbk Bandung Sahari. Perolehan sertifkat ISPO adalah salah
36
satu bukti bahwa tata kelola perkebunan kelapa sawit Astra Agro berkelanjutan. Sejauh ini, Grup Astra Agro sudah memperoleh sebanyak 40 sertifikat ISPO. Dari total angka tersebut, 38 merupakan kebun inti dan 2 lainnya merupakan sertifikat dari kebun masyarakat binaan perusahaan. Tahun 2016 bahkan Grup Astra Agro dinyatakan sebagai peraih sertifikat ISPO terbanyak. “Kami sampaikan selamat kepada seluruh penerima sertifikat,” kata Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Bambang di Jakarta, Selasa (18/9) pada acara penyerahan sertifikat yang diawali dengan dialog interaktif membahas topik “Percepatan Sertifikasi ISPO: Solusi jitu hadapi isu negatif”. Bambang sekaligus menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berkomitmen penuh dalam menjadikan
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 9 Tahun 2018
industri perkebunan kelapa sawit sebagai industri yang sesuai dengan melaksanakan prinsip-prinsip di dalam ISPO. Sertifikasi ISPO ini sangat penting dan harus diperjuangkan. Karena, menurutnya, sertifikasi ini merupakan bukti bahwa negara berkomitmen menjadikan industri kelapa sawit sebagai industri yang dikelola dengan baik agar bisa dipergunakan untuk kemakmuran rakyat. Karena itu, “Jangan ada seorang pun yang mengatakan tidak tentang ISPO,” lanjut Bambang menegaskan. Pada kesempatan itu ia juga mengingatkan kembali komitmen perusahaan-perusahaan kelapa sawit agar segera memperoleh sertifikat ISPO. Dengan sikap seperti itu, menurutnya, suatu saat Indonesia memiliki senjata ampuh untuk menyatakan pada dunia bahwa Indonesia benar-benar mengelola kelapa sawit dengan baik.***
Kemitraan Tingkatkan Produktivitas Petani Sawit
P
roduktivitas perkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh petani swadaya masih tergolong rendah. Yakni berkisar 16-18 ton tandan buah segar (TBS) per hektar per tahun. Jika dirata-rata, TBS tersebut hanya mampu menghasilkan minyak sekitar 1,5–2 ton per hektar per tahun. Belum lagi tingkat rendemen juga masih di bawah 20%. Hal ini disampaikan oleh Department Head of Partnership and Smallholder PT Astra Agro Lestari Tbk, Tidar Bagaskara, dalam acara Konferensi dan Expo Kemitraan Petani Kelapa Sawit (Perkebunan Inti Rakyat) di Pekanbaru (19/9). Usia tanaman kelapa sawit yang sudah tua menjadi salah satu penyebab rendahnya produktivitas tersebut. Selain itu, menurut Tidar, pola pengelolaan perkebunan kelapa sawit rakyat yang belum standar juga infrastruktur dan manajemen pengangkutan yang kurang baik juga menjadi penyebab. Oleh karena itu, PT Astra Agro Lestari Tbk mengembangkan pola kemitraan yang sesuai dengan kondisi petani untuk meningkatkan produktivitas.
pekebun,” tegas Tidar. Pada akhirnya, kompetensi mendukung keberhasilan proses peningkatan produktivitas.
untuk mengawasi panen agar hasil panen petani sesuai dengan standar kulaitas,” tegasnya.
Manfaat kemitraan dirasakan oleh koperasi maupun petani. Riswanto, Ketua KUD Karya Mukti, menyatakan, “Petani besar dari kemitraan. Kemitraanlah yang menyebabkan Koperasi (juga petani) menjadi kuat.” Pihaknya sangat terbantu dalam pengelolaan kebun. “Program KKMT membantu kami mengelola transportasi terutama pada saat TBS banyak,” ungkapnya.
“Selain penyuluhan pada bidang budidaya, Astra Agro juga banyak memberikan pelatihan kompetensi lain seperti penggunaan GPS untuk mengukur dan menentukan posisi kebun masyarakat,” lanjut Ketua KUD yang menjadi Koperasi Terbaik Nasional Tahun 2016 ini.
KUD yang telah mendapatkan sertifikat ISPO ini juga merasa sangat terbantu dalam pengelolaan panen. “Bahkan mandormandor Astra Agro turun langsung
Pengukuran menggunakan GPS sangat penting untuk koperasi dalam rangka mendukung program Kelapa Sawit Berkelanjutan dan prinsip ketelusuran.***
“Astra Agro memiliki kompetensi yang cukup untuk meningkatkan produktivitas kebun masyarakat,” ungkap Tidar. Menurutnya, segala kompetensi yang dimiliki Astra Agro dapat pula dikembangkan untuk masyarakat. “Dengan konsep kemitraan Astra Agro, kompetensi Astra Agro bisa dinikmati oleh petani
Edisi 9 Tahun 2018 ~ MAJALAH SAWIT
37
Agung Anugerah GM Garuda Airline
Selalu Hadirkan Promo Menarik
Sebagai maskapai penerbangan terbesar di Indonesia, Garuda Indonesia tidak putus-putusnya memberikan berbagai kemudahan bagi para penumpangnya. Berbagai program promosi untuk menarik pelanggan selalu disiapkan setiap tahunnya. Begitupun di tahun ini, sudah banyak program promosi yang dipersiapkan Garuda Indonesia.
Ketika ditemui di ruang kerjanya, General Manager PT Garuda Indonesia, Agung Anugrah mengatakan bahwa dalam waktu dekat Garuda Indonesia akan mengadakan iven tahunan GATF (Garuda Indonesia Travel Fair). "Rencananya ini akan kita adakan di awal bulan Oktober selama 3 hari. Tempat pelaksanaannya di Mal SKA. Nantinya kita akan membuka board di sana," terangnya. Menurut Agung, GATF merupakan program besar-besaran yang biasa dilakukan untuk menarik penumpang garuda. Dalam iven ini, Garuda Indonesia bekerjasama dengan travel agent, termasuk dalam hal bertransaksi yang dilakukan melalui travel agent. "Kita hanya sebagai penyelenggara aja, namun untuk penjualannya tetap melalui travel agent," jelas Agung. Dalam program ini, terangnya lagi, harga yang diberikan garuda untuk penerbangan sudah merupakan harga spesial untuk seluruh penerbangan baik domestik maupun luar negeri, kecuali penerbangan ke Mekkah yang tidak mendapatkan diskon. Contohnya, pada bulan April 2018 lalu, untuk harga tiket pulang pergi Pekanbaru - Hongkong - Pekanbaru, harganya hanya 5 juta rupiah. Jadi, ucapnya, setiap penumpang yang membeli tiket di iven GATF Garuda, akan mendapatkan harga spesial yang
38
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 9 Tahun 2018
berlaku untuk 1 tahun ke depan. "Jadi dalam GATF ini ada harga yang diskon, namun ada juga harga spesial deal yang maksudnya adalah harga yang paling murah. Jadi harga bukan harga diskon, namun sudah disetting dengan harga spesial, seperti contohnya Pekanbaru - Hongkong - Pekanbaru pulang pergi. Selama seatnya masih ada di penerbangan tersebut, kesempatan untuk penumpang masih terbuka," terangnya. Selain program GATF, lanjutnya lagi, saat ini garuda juga sudah melakukan ekspansi perluasan distribusi. Pada bulan Mei lalu, garuda sudah membuka gerai sales outlet yang berada di Bangkinang. Dan baru-baru ini di bulan Agustus, garuda baru saja meresmikan outlet cargo yang berada di jalan KH Ahmad Dahlan Pekanbaru. "Nah ini yang orang jarang tau, bahwa sebenarnya pesawat selain mengangkut penumpang, juga mengangkut cargo berupa barang-barang. Apalagi hasil pertanian seperti buah sawit, banyak yang dikirim melalui cargo kita, ada juga sparepart bahkan mesin-mesin yang dikirim melalui cargo kita. Karena kalau melalui kapal laut lebih lama, jadi biasanya dikirim melalui kita," terangnya. Untuk cargo yang melalui bandara, jelasnya lagi, maskapai Garuda menguasai hampir 73 persen pasar dimana konsumen mempercayakan pengiriman barangnya melalui Garuda. Agung menjelaskan mengapa Maskapai Garuda dipercaya konsumen. Pertama, karena Garuda merupakan air line yang sudah tersertifikasi secara internasional baik secara safety, security dan juga standarisasinya. Jadi barang jauh lebih aman dikirim melalui Maskapai Garuda. Kedua, terangnya lagi, berbagai jenis komodity bisa dikirim melalui Cargo Garuda. "Misalnya benih bisa dikirim melalui kita. Kita juga sering mengirim buah-buahan yang pengirimannya harus cepat. Karena kalau lewat darat butuh waktu sehingga bisa jadi buah akan menjadi rusak duluan," tukasnya. Sebenarnya, tambahnya lagi, cargo Garuda sudah lama ada, cuma saat itu customer yang mengirim barang langsung ke bandara. Namun, saat ini customer tidak perlu lagi repot-repot ke bandara namun cukup datang ke jalan KH Ahmad
Dahlan saja sebagai kantor Cargo Garuda. Tujuan dibukanya kantor Cargo Garuda, terangnya lagi, agar lebih dekat, lebih mudah dan lebih nyaman bagi customer. "Kita ingin memudahkan masyarakat dalam melakukan pengiriman barang," ucapnya. Selama ini, lanjutnya lagi, sudah banyak barang yang dikirim melalui Cargo Garuda, antara lain, barang-barang berharga yang sudah terstandarisasi tersendiri, seperti emas, logam, perak, permata yang sudah tersertifikasi. Selanjutnya barang-barang hasil laut, seperti kepiting, udang, ikan-ikan segar. Kemudain barang heavy cargo, yaitu barang yang memiliki berat yang sangat besar yang bisa dikirim melalui Cargo Garuda. Selanjutnya Cargo Garuda juga menerima
barang-barang yang mudah rusak, seperti pengiriman bunga, sayuran, buah, makanan dan lainnya. "Harga kirim kita melalui cargo perkilonya hanya tujuh ribu rupiah, karena kita bermainnya port to port. Urutannya, door atau rumah customer, kota tujuan atau destination, port. Jadi kalo ngirim pake kargo jangan nunggu di rumah, harus dijemput ke bandara," terangnya. Dengan hadirnya CSC, jalasnya lagi, ada layanan hingga door to door juga. Namun tentu saja dengan tarif yang berbeda. Nanti ada pilihan bagi customer, apakah akan mengambil barang di bandara, diantar ke rumah, atau diambil di CSC kantor tujuan dengan tarif yang berbeda. "Sehingga customer bisa memilih mau diambil dimana yang akan menentulan tarif. (Se)
Edisi 9 Tahun 2018 ~ MAJALAH SAWIT
39