daftar isi
Selamat Datang B30
Hal. 05
B30 Sudah Dijual Sejak November 2019 Hal. 08
Pengurus DPW Apkasindo Riau Dilantik
Wawancara Khusus
Hal. 16
santha pejuang sawit riau
Gapki Terus Bersinergi dalam Pengelolaan Lahan Zero Burning Hal. 20
Gapki Riau: Kelapa Sawit dan Lahan Gambut Sebuah Anugrah Hal. 22
Santha Buana Kacaribu, SP. MM.
Hal. 10
PKS Tasma Puja Sumbang Air Bersih untuk Warga
Hal. 28
Nyabu Shabu, Kuliner Berkualitas Harga Terjangkau
Hal. 30
Apkasindo Fokus Bangun Hilirisasi Sawit
Hal. 34
Tajuddin, Perantau Gesit Sukses di Kawasan Sawit
Hal. 36
Pimpinan Redaksi/Penanggungjawab: Djoko Suud Sukahar Pimpinan Perusahaan: Herlina, S.Sos Dewan Redaksi: Djoko Suud Sukahar, Herlina, S.Sos, S.Kom.I, Eli Suwanti, Hamdan Tambunan, Cover/Desain: Makmur HM Sirkulasi/Distribusi: Hendra Gunawan IT Support: Afandi Alamat Kantor: Jl. Cempedak 3 No. 5 Kota Pekanbaru, Riau | Info Iklan: 0812 7698 0551 / WA: 0811 754 1174 E-mail: sawitpluss2019@gmail.com | Website: www.sawitplus.co | No. Rek. Mandiri: 108-00-2018999-0 a/n PT. Media Sawit Indonesia
Edisi 17 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT
03
editorial jadi idola baru. Contoh yang paling realistis sudah terjadi. Donald Trump adalah sosok itu. Latar presiden Amerika Serikat ini amatlah keras. Dari bisnis kost hingga apartemen, bukan lahir dari keluarga priyayi, dan kehidupan sehari-harinya yang jauh dari etika dan moral, tiba-tiba terpilih untuk memimpin sebuah negara demokrasi terbesar dunia.
Era Kalasuba Sawit Tak disangka, recovery sawit berakhir sudah. Tahun lalu (2018) ancur-ancuran harga dan permintaan ekspornya, dan tetap ancur sampai pertengahan tahun 2019. Kini happy ending, terbentang harapan tentang esok hari yang cerah. Harga sawit terus membaik. Itu yang menggembirakan petani dan pengusaha yang bergerak di sektor ini. Harga psikologis sudah terlampaui, dan diprediksi, itu akan terus tinggi, sampai entah berapa lagi.
Membaca zaman, kita seperti diputarputar dalam kisaran Fritjof Capra yang membaca tentang alam dan dinamikanya, Dante Alighieri yang memutar ‘moralitas’ inverno, porgatorio, dan paradiso. Serta The Prince Machiavelli yang melihat politik abu-abu akibat sikap dan kehendak yang berkecambah dalam diri manusia. Malah kalau kita lari pada serat-serat lama, terbentang pula Serat Kanda dan Babad Tanah Jawa. Sejarah, mitos, dan rekayasa sebuah era tampil liris dan plastis, tetapi ada kebenaran di dalamnya.
Harga dan permintaan sawit ini bak oase di padang pasir. Oase itu ditemukan tidak jauh dari sawit tumbuh. Pasar ekspor yang selama ini diburu, ternyata itu adalah fatamorgana. Pasar riil itu ternyata ada dalam negeri. B20, B30 dan seterusnya adalah pasar itu. Masa depan sawit.
Tapi apa hubungannya dengan sawit yang sekarang harganya terus naik dengan permintaan yang makin meninggi? Memang tidak ada. Namun dari gagasan dan ide yang diungkap para intelektual itu memberi penegasan, bahwa hakekatnya tidak ada kebahagiaan mutlak, juga penderitaan mutlak. Semuanya akan berjalan beriringan, bahwa habis datang bahagia, kelak akan berganti dengan duka.
Dalam kebudayaan Jawa, masa di mana harapan terbentang jauh ke depan, dengan tanda-tanda yang menyiratkan itu disebut sebagai zaman kalasuba. Sebuah zaman keemasan, zaman yang memberi kenyamanan, kebahagiaan dan kesejahteraan bagi penduduknya.
Djoko Suud Sukahar
Zaman seperti ini tidak linier dan laten. Zaman seperti ini adalah kausalitas. Dari tesa ke sintesa dan muncul antitesa, yang dalam idiom Jawa melewati zaman kalabendu, zaman kalatida sampai menuju zaman kalasuba.
rentang waktu memimpin, dan seperti apa pemimpin baru yang bakal menggantinya.
Dalam pakem Jawa, tiap zaman itu dijabarkan sangat detail, dengan ciri dan wataknya, serta masa tiap zaman itu diberi bumbu-bumbu hambatan serta problematikanya. Zaman seperti itu juga diberi gambaran sosok pemimpinnya,
Yang penting diingat, jangan kecewa jika kemudian banyak muncul tokoh yang ambigu. Tokoh-tokoh hitam yang dipercaya untuk mengendalikan sebuah era. Tokoh-tokoh yang tidak diidolakan itu tiba-tiba tampil sebagai keniscayaan. Dia
04
Dan ini kalau kita menoleh ke belakang, jauh-jauh hari Machiavelli sudah menuliskan itu. Betapa raja yang berasal dari tokoh agama dijatuhkan rakyatnya hanya karena rakyat bosan dengan aturan yang sempit dan fanatis, disuruh rajin ke gereja.
Kolumnis dan Pemerhati Sosial Budaya. Penulis Tinggal di Jakarta.
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 17 Tahun 2019
Untuk itu dalam filosofi Jawa sudah tersurat, jangan tertawa terbahakbahak jika sedang bersuka, sebaliknya jangan bertangisan jika sedang berduka. Contohlah pohon pisang yang sintal dan mengayun untuk langgengnya sebuah kekerabatan. Dan untuk sawit yang makin menjadi primadona, perlu kedewasaan para pemangkunya, terutama petaninya. Jangan ini menjadi eufhoria untuk berhura-hura, tetapi jadikan modal untuk menata diri dari kekurangan yang selama ini masih terjadi. ***
laporan utama
Selamat Datang B30 Tahun depan, program Biodiesel 30% (B30) diberlakukan. Program ini tidak hanya mensubstitusi impor bahan bakar, tetapi juga bakal menjadikan peralihan pasar minyak sawit yang berorientasi ekspor menuju serapan lokal.
Dalam berbagai kesempatan Presiden Jokowi mensosialisasikan program ini. Bahkan saat menemui delegasi Uni Eropa, tanpa tedeng aling-aling sang presiden menjelaskan, bahwa Indonesia produsen
Edisi 17 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT
05
Laporan utama dan mampu berperan untuk memenuhi kebutuhan manusia di zaman kemudian. Kekuatan itu yang menjadikan sawit bertahan dari carut-marut komoditas politik. Kendati yang pro sawit tidak banyak berjuang menunjukkan potensinya , dan yang kontra secara konsisten terus melakukan kampanye hitam, tetapi sawit tetap tegar di tengah hujatan. Manipulasi potensi dengan setumpuk fitnah tak membuat sawit ambruk. Presiden Jokowi jeli dan jernih melihat kelebihan itu. Dia turun ke lapangan, melakukan pembenahan terhadap evaluasi yang terjadi, dan langkah-langkah strategis pun dijalankan.
terbesar Crude Palm Oil (CPO). Untuk itu jika ingin berbisnis dengan Indonesia, maka jangan mendiskriminasi sawit. Secara implisit sang presiden ingin menyadarkan Uni Eropa, bahwa sawit itu potensinya luar biasa. Selain efisien lahan, juga efektif yang bisa dipanen hingga 25 tahun. Itu secara alami akan menggusur minyak nabati yang menjadi pesaingnya, dari rapeseed, ginola, bunga matahari sampai kedelai. Kebutuhan pangan dan energy ke depan juga akan semakin meninggi sejalan pertumbuhan populasi penduduk dunia.
Jika sekarang bumi sudah dihuni 7,7 miliar manusia, diasumsikan tahun 2050 akan membengkak menjadi 9,7 miliar manusia. Ada penambahan manusia baru 2 miliar. Mereka butuh makan, lahan untuk tempat tinggal, dan infrastruktur bagi mobilitasnya. Sisi lain luas bumi tidak bertambah. Pencarian lokasi baru yang bisa ditempati hingga kini tak kunjung ketemu. Sawit serta teknologi yang menyertainya, mempunyai potensi sebagai tanaman masa depan. Sebab tanaman ini tidak butuh banyak lahan, produktif,
Pertama, moratoriium kebun sawit diberlakukan, disusul peremajaan dengan benih pilihan untuk memacu produksi. Setelah itu program ‘peciptaan pasar. Semula berusaha menggenjot ekspor. Namun banyaknya sandungan, terutama perlawanan Uni Eropa dan Amerika Serikat, menyebabkan strategi itu dipikir uang. “Ya kalau di luar banyak ditolak, kita akan pakai sendiri sawit kita. Kita akan launching sebentar lagi untuk B30,� kata Jokowi. Kalau kita kilas balik, di tahun 2019, B20 menjadi mandatory. Wajib. Semula banyak yang meragukan, dan terjadi silang-sengkarut. Tapi Jokowi terus berjalan merealisasi program itu. Dan akhirnya terbukti ada serapan FAME yang dilakukan Pertamina hingga Oktober 2019 sekitar 460 ribu KL per bulan untuk menghasilkan B20. Dengan serapan ini, maka tak akan terjadi lagi stok yang menumpuk. Itu pernah menjadi beban di pertengahan tahun 2019, ketika pasar luar negeri gonjangganjing akibat perang dagang Cina-AS. Saat itu stok CPO Indonesia di atas 5 juta ton, dan Malaysia menumpuk hingga 2,5 juta ton. Program B20 terbukti ampuh untuk menyelesaikan problem itu. Tak hanya permintaan dalam negeri yang naik secara signifikan, tetapi pasar luar negeri juga menggeliat. Bahkan India yang selama ini mendiskriminasi tarif Bea Masuk ekspor sawit Indonesia berbeda dengan yang diberikan
06
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 17 Tahun 2019
laporan utama
terhadap Malaysia, kini memberi fasilitas yang sama. Ekspor pun melambung. Dan yang lebih membahagiakan kalangan sawit, harga TBS maupun CPO terkerek naik. Di Pekanbaru, TBS sudah Rp1.800-an per kilogram yang bisa dinikmati rakyat. Sedang di Malaysia harga CPO diperdagangkan di atas 2.800 ringgit per ton. Semua itu berkat program B20. Dengan program ini, maka serapan terhadap sawit (FAME) yang dilakukan Pertamina hingga Oktober 2019 sekitar 460 ribu KL per bulan.
Langkah yang dilakukan Indonesia itu akan diikuti negeri jiran Malaysia. Tahun depan (2020), Malaysia akan menerapkan B20. Situasi seperti itu menyebabkan minyak sawit melejit tinggi, dari permintaan dan harganya. Kini, dengan B20 menuju B30 dan seterusnya adalah pasar itu. Selama ini kita seperti melihat kuman di seberang lautan tampak, sedang gajah di pelupuk
mata tidak tampak. Kita hanya tahu ekspor, dolar, yang akhirya produk sawit banyak dijadikan mainan dari banyak negara. Sekarang, dengan program B20 dan seterusnya, maka kita sudah ditunjukkan betapa kuatnya potensi sawit. Tidak cuma mampu memberi kesejahteraan bagi bangsa ini, tetapi juga harkat dan martabat. (jss)
Dan jika program itu dinaikkan menjadi B30 yang akan dimulai bulan Januari 2020, maka pasar dalam negeri akan naik menjadi 690 ribu KL per bulan atau sekitar 8,3 juta KL per tahun. Ini belum lagi jika sektor lain diefektifkan. Selain serapan yang tinggi dan makin tinggi (jika B30 dinaikkan hingga B100), ekspor pun menurun. Negara diuntungkan, karena kelak tidak lagi impor minyak fosil. Dan Indonesia bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan bahan bakarnya. Edisi 17 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT
07
Laporan utama
B30 Sudah Dijual Sejak November 2019 Pertamina sudah menyediakan Biosolar dengan kandungan FAME 30 persen atau disebut B30 baik untuk sektor transportasi maupun sektor industri.
Implementasi ini lebih cepat satu bulan jika dibandingkan kebijakan pemerintah yang mewajibkan penyediaan B30 pada 1 Januari 2020. VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan percepatan implementasi ini akan membawa dampak yang signifikan untuk Indonesia. “Percepatan implementasi B30 akan membawa perubahan positif ke berbagai sektor. Baik dari sisi kemandirian energi nasional hingga multiplier effect terhadap sektor perkebunan dan dampak lingkungan,� ujarnya, Minggu (24/11). Menurut Fajriyah, penggunaan FAME yang berasal dari kelapa sawit merupakan upaya untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam di Indonesia sebagai salah satu produsen sawit terbesar di dunia. Dengan penyerapan FAME yang konsisten, maka dapat membantu menjaga kestabilan harga kelapa sawit sampai ke tingkat petani. Dengan demikian dampak positif B30 ini juga bisa terasa hingga ke sektor hulu industri kelapa sawit. Rata-rata penyerapan FAME yang dilakukan Pertamina hingga Oktober 2019 sekitar 460 ribu KL per bulan untuk menghasilkan B20. Dengan adanya implementasi B30 secara
08
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 17 Tahun 2019
laporan utama penuh, maka penyerapan FAME akan meningkat menjadi 690 ribu KL per bulan atau sekitar 8,3 juta KL per tahun. Ia menambahkan, hal ini juga akan memperkuat kemandirian energi nasional karena bahan baku untuk B30 seluruhnya dapat dipenuhi dari dalam negeri. Baik pasokan solar yang dipenuhi dari kilang Pertamina maupun FAME yang dipasok dari perkebunan kelapa sawit nasional. “Hal ini sesuai dengan upaya Pemerintah untuk mewujudkan kemandirian energi nasional yang juga berdampak pada sektor industri lainnya,” ujarnya. Rekomendasi Perindustrian: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) c.q Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM menyampaikan hasil akhir rangkaian uji jalan (road test) penggunaan bahan bakar B30 pada kendaraan bermesin diesel. Kementerian ESDM pun mengeluarkan rekomendasi teknis terkait implementasi mandatori B30 pada tahun 2020 kepada publik. “Rekomendasi teknis B30 ini kami sampaikan berdasarkan hasil jalan, uji performa kendaraan, monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh tim teknis. Secara umum dari hasil uji jalan B30, maka B30 siap diimplementasikan pada kendaraan bermesin diesel per 1 Januari 2020,” ujar Kepala Balitbang ESDM Dadan Kusdiana di Kantor Kementerian ESDM Jakarta.
2. Untuk memperoleh campuran B30 yang homogen, metode blending harus sesuai dengan pedoman umum dan menggunakan sarana prasarana yang memenuhi standar. 3. Untuk mencegah peningkatan kadar air, B100 harus disimpan dalam tangki tertutup dan dihindarkan dari kontak dengan udara dan segera dilakukan pencampuran dengan B0. b. Usulan spesifikasi bahan bakar Usulan Spesifikasi Bahan Bakar untuk B100, kadar monogliserida maksimum adalah 0,55 %-massa dan kadar air
maksimum adalah 350 ppm. Penggunaan B100 diluar rekomendasi ini memerlukan pengujian tambahan. Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) diharapkan memberikan informasi adanya penggantian filter bahan bakar yang lebih cepat pada kendaraan baru atau kendaraan yang belum pernah menggunakan bahan bakar campuran biodiesel. “Dengan selesainya uji jalan (road test) B30 ini, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Uji Jalan B30 dapat terselenggara dengan baik,” ungkap Dadan. (***)
Program mandatori B30, tamba Dadan, akan mulai diberlakukan pada tahun 2020, sesuai dengan amanat Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2015. “Rekomendasi yang kami berikan termasuk penanganan, penyimpanan hingga spesifikasi bahan bakar tersebut,” jelasnya. Secara teknis rekomendasi yang diberikan oleh Kementerian ESDM meliputi, antara lain : a. Handling dan Blending B30 1. Untuk menjaga kualitas B30, proses pencampuran, penyimpanan, dan penyaluran perlu pengendalian dan monitoring secara berkala, seperti halnya pada saat Uji Jalan B30. Edisi 17 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT
09
wawancara khusus
Santha Buana Kacaribu, SP. MM.
10
Disaksikan Gubernur Riau Syamsuar, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Ir Gulat ME Manurung MP melantik Santha Buana Kacaribu, SP. MM. Dia sah sebagai Ketua DPW Apkasindo Riau periode 2019-2024 yang terpilih secara aklamasi. Dia akan memimpin DPW Apkasindo Riau dengan setumpuk tugas. Selain menjaga agar tidak lagi terjadi karhutla, mencari solusi lahan petani yang ada di kawasan hutan, juga berjuang agar harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit membaik.
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 17 Tahun 2019
wawancara khusus
Sekarang harga TBS itu memang sudah baik. Harga di lokal Riau maupun harga internasional sudah melampui harga psikologis. Di Riau di atas Rp1.500 per kilogram, di Malaysia di atas 2.200 ringgit per ton. Namun harga itu masih fluktuatif, belum konstan. Terkadang naik, dan terkadang kembali turun. Ini yang membuat pemangku sawit deg-degan. Tak perduli pengusaha sawit maupun petani sawit.
dirasakan petani? Ini yang masih banyak ganjalan. Stigma negatif masih membelenggu petani sawit. Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) selalu dikaitkan dengan ulah petani sawit. Juga manajemen kebun
yang belum efektif dan efisien, serta memenuhi syarat sustainable, keberlangsungan juga ditimpakan pada petani sawit. Ditambah status lahan yang masih tarik-ulur, sebagian di kawasan hutan,
Namun berdasar tren, prospek bisnis sawit sangat menjanjikan. Itu terlihat semakin banyaknya serapan minyak sawit untuk kebutuhan lokal. Realisasi B20 sudah mengangkat ekspor serta harga yang bagus, dan bulan depan (Januari 2020) program B30 sudah diberlakukan. Dan di negeri jiran Malaysia, tahun depan juga akan mengikuti langkah Indonesia. Negeri itu menerapkan B20, yang akan menyerap minyak sawit dalam jumlah besar. Ini yang membuat ancaman Uni Eropa sudah mulai tidak diperbincangkan lagi. Namun adakah harga premium dan prospek yang bagus itu serta-merta akan Edisi 17 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT
11
wawancara khusus Anda lakukan untuk kali pertama memimpin Apkasindo Riau? Santha Apkasindo : Pertama saya akan lakukan rapat internal terbatas bersama dewan pakar untuk dijadikan program. Seperti apa langkah-langkah terbaik untuk karhutla dan metode apa yang akan kita lakukan. Kedua, kami akan berdiskusi dengan dinas dinas terkait. Ketiga berkomunikasi dengan pihak perusahaan. Sebab persoalan karhutla ini persoalan nasional. Perlu kawaspadaan dan kehatihatian. Tanpa itu, maka bencana akan terulang. Misal kebakaran hutan dan lahan tahun 2019, itu kit kan tidak menyangka kebakaran di tahun 2015 akan kembali terjadi. Tapi nyatanya, ketika kita lengah sedikit, maka terjadi kebakaran. Dan kalau sudah terbakar sulit untuk dipadamkan. Api akan merambat kemana-mana, dan membakar apa saja.
maka harga dan prospek bagus masih dispekulasikan akan dinikmati petani sawit swadaya. Ini yang sekarang sedang diperjuangkan Apkasindo. Untuk mengurai berbagai persoalan itu, Majalah SAWIT mengajak Ketua DPW Apkasindo Riau yang baru, Santa Buana Kacaribu SP MM untuk melakukn dialog.
12
Berharap, dari dialog ini akan muncul gagasan baru yang solutif. Inilah hasil wawancaranya : Majalah SAWIT : Selamat ya atas pelantikannya. Semoga amanah itu bisa dilaksanakan dengan baik. Sebab tugas berat menanti Anda, untuk membawaa petani sawit sejahtera. Apa yang akan
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 17 Tahun 2019
Ini terjadi, karena lahan kita memang berbeda. Kita banyak lahan gambut, yang kalau sudah terbakar sulit untuk dijinakkan. Jadi kita harus lakukan preventif, pencegahan. Rencana saya, saya akan menempatkan posko Apkasindo tanggap api di masing-masing DPU yang diatur oleh DPD masing-masing. Sesuai dengan arahan Bapak Kapolda Riau, Bapak Gubernur Provinsi Riau, tahun depan,
wawancara khusus
Saya yakin masa depan sawit. Itu karena pemerintahan Presiden Jokowi perduli terhadap sawit. Bahkan saat bicara dengan parlemen Uni Eropa, presiden dengan terang-terangan mengatakaan pembelaannya terhadap sawit.
Edisi 17 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT
13
wawancara khusus
tahun 2020 harus bisa zero fire. Majalah SAWIT : Apakah itu hanya untuk anggota Apkasindo saja atau juga melibatkan pihak lain? Santha Apkasindo : Dengan mengacu permen 67 2016 yaitu mengenai kelembagaan bisa dengan cara kelompok tani, gapoktan atau dan sebaganya. Karena dengan berkelompok, petani kita sudah menjadi bagian dari pemerintah. Pekebun swadaya tidak bisa individu tetapi harus berkelompok. Nah, dengan berkelompok itu, maka kita bisa bermitra. Sebenarnya sederhana kok, kuncinya adalah harus saling percaya. Apkasindo adalah payung para pekebun swadaya. Majalah SAWIT : Sekarang masalah yang sensitif, yaitu status lahan. Persoalan ini masih menjadi ganjalan. Mengganjal harga patokan Pemprov tak bisa dinikmati petani swadaya, dan dulu
14
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 17 Tahun 2019
wawancara khusus
depan sawit. Itu karena pemerintahan Presiden Jokowi perduli terhadap sawit. Bahkan saat bicara dengan parlemen Uni Eropa, presiden dengan terang-terangan mengatakaan pembelaannya terhadap sawit. Harga sawit sekarang yang bagus, juga India yang menerapkan perlakuan sama
dengan Malaysia, itu karena mereka tahu, bahwa sawit ini akan jadi rebutan. Bisa dibayangkan, baru B20 saja harga dan permintaan begitu bagusnya. Tidak terbayang tahun depan, dengan penerapan B30. Ini yang membuat para petani swadaya antusias menyambut hari esok yang cerah. (*)
menimbulkan kontroversi, Tandan Buah Segar (TBS) sawit tidak dibeli Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Santha Apkasindo : Memang betul, sebanyak 56% dari luas kebun di Riau berada di kawasan. Ini adalah tantangan yang terberat, karena kuncinya adalah di pemerintah. Apakah pemerintah mementingkan NGO dan membiarkan masyarakat yang menggantungkan hidupnya dengan sawit yang diintimidasi oleh oknum karena ketidakpastian status lahan. Ini memang sedang kita perjuangkan. Perjuangan untuk lahan yang masih ada di kawasan, juga untuk mendapatkan harga yang bagus di PKS. Untuk itu saya imbau semua pekebun swadaya agar menjalin kemitraan dengan PKS, dan kita berkelompok agar bisa bermitra dengan PKS. Majalah SAWIT : Tentang propek sawit ke depan, bagaimana gambaran Anda? Santa Apkasindo : Saya yakin masa Edisi 17 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT
15
galeri foto
Pengurus DPW Apkasindo Riau Dilantik
S
ebanyak 60 orang Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Apkasindo Provinsi Riau resmi dilantik di Hotel Pangeran, Senin 3 Desember 2019 yang disaksikan langsung oleh Gubernur Riau, Syamsuar. Dengan pelantikan ini diharapkan Apkasindo semakin solid dan kuat dengan tujuan kesejahteraan para petani sawit. Ketua Panitia Pelantikan, Menrizal kepada wartawan menyebutkan, kegiatan pelantikan DPW wilayah Riau ini didasarkan dari musyawarah wilayah (Muswil) DPP Apkasindo dengan mengacu kepada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Sehingga terbentuk susunan dan kepengurusan Apkasindo yang baru untuk periode 2019-2024 dengan menghadirkan sebanyak 200 lebih peserta dari berbagai kalangan.
Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) yang digelar di Pekanbaru, Ahad (15/9), secara aklamasi akhirnya memutuskan Santa Buana Kacaribu SP MM menjadi Ketua DPW Apkasindo Riau untuk periode 2019-2024. Maka pada hari ini, kami akan menggelar pelantikan dan pengukuhan pengurus sebanyak 60 orang yang langsung dilantik oleh ketua Umum DPP Apkasindo, Ir Gulau ME Manurung MP
"Sesuai dengan hasil Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswillub) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani
16
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 17 Tahun 2019
serta disaksikan langsung oleh Gubernur Riau," jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPW Apkasindo Riau, Santa Buana SP MM mengatakan, suatu kehormatan kepadanya karena dipercaya menjadi ketua DPW Apkasindo Riau masa jabatan 2019-2024. Hal ini katanya tentu butuh dukungan semua pihak terkhusus pemerintah Riau untuk
galeri foto
mewujudkan Sawit Berkelanjutkan yang saat ini dicanangkan kita semua. "Ini merupakan tantangan yang berat apalagi saat ini banyak permasalahan yang dihadapi petani sawit terutama petani yang berada dikawasan hutan dimana peran pemerintah ini sangat dibutuhkan dalam mencari solusinya. Selain itu ada juga masalah harga TBS yang cenderung rendah sekali untuk bisa masuk ke PKS PKS uyang di Riau. Karena itu kami juga butuh dukungan pemerintah untuk mendorong PKS PKS membeli TBS dengan harga standar dan yang terakhir ada masalah karhutla yang selalu mengindikasikan petani yang sudah membakar lahan, padahal Apksindo mengutuk keras pembakar lahan dan berkomitmen untuk mencegah karhutla di daerah kota dan kabupaten yang ada di Riau ini," tuturnya,
mendukung itu, saat ini sudah hadir kampus politeknik sawit di Kampar. Tidak hanya itu melalui dana BPDPKS banyak juga anak anak petani sawit yang sudah mendapatkan beasiswa. Begitu juta dalam waktu dekat ini juga akan ada politeknik di Universitas lancang Kuning yang pastinya juga akan mendapatkan beasiswa dari dana BPDPKS," papar Gulat. Gubernur Riau, Syamsuar memberikan selamat kepada pengurus DPP Apakasindo Riau 2019-2020 yang baru dilantik. Harapannya dengan pelantikan ini bisa membatu pemerintah dalam meningkatkan perekonomian di Riau. Namun yang terpenting lagi kata Syamsur dimana
masalah Karhutla masalah yang terbesar masyarakat Riau, untuk itu diminta komitmen dari Apkasindo agar sama sama memerangi karhutlah ini. "Apa yang disampikan ketua DPP Apkasindo yang begitu menggebu untuk mencegah karhutla kedepannya. Dengan komitmen ini kami dari pemerintah sangat berterimakasih karena masalah karhutla ini tanggungjawab kita bersama. Kami dari pemerintah sendiri sudah mempersipakan alat untuk membuka lahan tanpa membakar dan kami juga akan menghimbau perusahaan perusahaan membantu petani untuk membuka lahan tanpa bakar," tegasnya. (lin)
Dikesempatan yang sama, Ketua Umum DPP Apkasindo Riau, Ir Gulat ME MAnurung MP, sebagai petani dia memberikan apresiasi kepada Presiden karena sudah memberikan regulasi tentang sawit ini. Apalagi 47 persen ekonomi Riau ini ditapong oleh sawit. Sehingga nasib petani sawit ini terus menjadi skala prioritas pemerintah untuk mendukung sawit berkelanjutan ini. "Indonesia khususnya Riau harus bangga karena saat ini menjadi penghasil devisa yang besar di sektor sawit, apalagi untuk Edisi 17 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT
17
Disdik Siak dan PT KTU Kembangkan Pendidikan Lingkungan Kelapa Sawit dan Gambut
G
ambut yang merupakan bahan organik yang memberikan manfaat yang banyak bagi kesejahteraan masyakat. Karena itu Dinas pendidikan Siak dan PT KTU Selasa (12/11/19) kemarin menggelar MoU Pendidikan Muatan Lokal (Mulok) Pendidikan Lingkungan Kelapa Sawit dan Edukasi Sosialisasi Pengelolaan Lahan Gambut dengan PT Kimia Tirta Utama.
negara yang memiliki luas gambut yang paling luas,” ungkapnya.
Menurut Supiandi, gambut Indonesia adalah aset yang sangat penting. Oleh karena itu, gambut harus dikelola dengan baik. “Selain fungsi kawasan lindung, gambut juga memiliki fungsi sebagai kawasan budidaya,” lanjut Supiandi.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud kegiatan siak hijau.” jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, H Lukman usai menandatangani kerjasama dengan PT KTU kepada wartawan, Selasa (12/11/19). Prof Supiandi Sabiham Ketua Himpunan Gambut Indonesia (HGI) menambahkan, Gambut yang merupakan bahan organik dari lupuknya pohon, daun, dan bahan organik lainnya selama ribuan tahun tersebar di seluruh dunia. Luas gambut yang paling luas berada di Kanada dan Rusia yang memiliki iklim dingin. “Sementara pada wilayah tropis, Indonesia merupakan
18
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 17 Tahun 2019
Kawasan budidaya harus dimanfaatkan agar bermanfaat bagi masyarakat. “Karena gambut adalah aset bangsa, maka sesuai dengan pasal 33 ayat 3 UUD 1945, gambut harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” tegasnya. Tentu, lanjutnya, pengelolaan gambut
harus mengedepankan keseimbangan ekonomi, social, dan lingkungan. Selama delapan tahun, Supiandi melakukan penelitian gambut di PT Kimia Tirta Utama (PT KTU). Hasil yang didapatnya sangat signifikan. Hasil-hasil penelitiannya tersebut tidak bisa hanya menjadi konsumsi orang dewasa. Pendidikan tentang gambut, perlu disampaikan sejak dini. “Agar generasi yang akan datang tidak mendapatkan informasi yang salah tentang gambut,” tegasnya. Sejauh ini, PT KTU mengembangkan
konsep Pendidikan Lingkungan Kelapa Sawit yang di dalamnya juga terdapat informasi tentang gambut dan cara pengelolaannya.
anak-anak menjadi penerus generasi yang cinta lingkungan.
Menurut Achmad Zulkarnain, Administratur PT KTU, mengatakan, “Kami khawatir anak-anak mendapat info tentang gambut dan sawit secara tidak jelas.” Atas dasar itulah PT KTU mengadakan Gambut Talkshow dan Expo di PT KTU (12/11). “Forum ini diadakan agar generasi mendatang tahu info dengan baik mengenai gambut,” tegasnya. Zulkarnain berharap
Secara khusus, Talkshow ini memperkenalkan Program Dutari (Duta Gambut Sawit Lestari). Dutari menjadi sarana untuk memperkenalkan gambut kepada generasi milenial agar bisa mendapatkan informasi gambut secara benar. Adelia Najwa dan Ferianus Laoli menjadi Dutari periode ini. Keduanya mempresentasikan pemahaman mereka tentang gambut dan kelapa sawit. Prof Supiandi Sabiham sangat kagum dengan pengetahuan mereka. (rls)
Edisi 17 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT
19
gapki riau
Gapki Terus Bersinergi dalam Pengelolaan Lahan Zero Burning Kalangan pengusaha perkebunan sawit terangterangan menolak tuduhan pelaku penyebab kebakaran. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) secara tegas mengklaim telah menerapkan zero burning policy dan tidak terlibat dalam pembakaran.
20
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 17 Tahun 2019
gapki riau Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Gapki Riau, Rafmen dalam acara Seminar Nasional Fakultas Pertanian Unri akhir November kemarin yang mengusung tema Membangun Sinergisitas dalam Pengelolan Lahan Zero Burning. Bahkan katanya, pengusaha sawit tidak mungkin melakukan pembakaran di Riau karena sampai saat ini belum ada ekspansi. “Tidak ada ekspansi, maka tidak ada pembukaan lahan baru. Jadi, perusahaan tidak mungkin membakar,” ujarnya. Rafmen mengatakan, setiap perusahaan anggota Gapki tidak melakukan pembukaan lahan dengan membakar, tetapi menggunakan mesin. Hal ini juga sesuai amanat UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup dan UU Nomor 18 Tahun 2004 tentang perkebunan.”Kalau ada yang terbukti melakukan pembakaran sanksinya bisa pidana. Jadi tidak ada pengusaha yang berani,” ujarnya. Katanya lagi, sesuai visi Gapki untuk mwujudkan industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan sebagai sumber kesejahteraan, saat ini perusahaan yang terdaftar menjadi anggota Gapki sebanyak 64 perusahaan yang semuanya sudah mentaati UU Nomor 32 tahun 2009 tersebut. Bahkannya katanya, Gapki sendiri sudah menjalakan peran dan fungsinya kedalam berbagai kompartemen seperti riset & sustainability yang salah satu tugasnya adalah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selanjutkan kata Rafmen, ada beberapa kegiatan Gapki Riau yang berhubungan dengan Karhutla pertama melakukan tindakan preventif seperti pelatihan pengendalian kebakaran hutan dan lahan
dibalai diklat LHK Provinsi Riau, memiliki perangkat pemendam kebakaran, menara pemantau api, membuat embung hingga pembentukan MPA, penandatangan MoU dengan Polda dan Polres di Riau dalam rangka penanganan karhutla, rutin ikut apel siaga karhutla, himbauan kopada seluruh perusahaan anggota terkait antisipasi pencegahan dan kesiapsiagaan pengendalian karhutla melalui surat resmi, broadcast WA dan lain lain. Tambahkan kata Rafmen ada tindakan Kuratif yakni, melakukan aksi cepat tanggap dan segera melakukan pemadaman api akibat karhutla, memberikan bantuan masker via badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Prov Riau serta bekerjasama dengan dinas TPHBun Provinsi Riau mendirikan posko bagi masyarakat yang terpapar asap bekerjasama dengan BPBD memberikan bantuan peralatan dan pangan untuk tim pemadaman karhutla. Masih menurut Rafmen ada juga tindakan restorasi yang
berkomitmen dan mendukung seluruh tindakan restorasi dalam rangka penangan kebakaran hutan dan lahan. Kata Rafmen lagi, fakta karhutla tahun 2015 hingga 2019 ketua umum mengatakan dalam 15 tahun international peat congress di Kuching Malaysia 17 Agustus 2016 dimana, tahun 2015 sekitar 60 persen kebakaran hutan dan lahan berada di luar konsesi dan 40 persen di dalam konsensi. “Dari 40 persen itu 10 persem sawit 10 persen inipun sebagian besar dilahan sengketa. Secara defakto dikuasai masyarakat hingga tidak bisa digarap perusahan,” ulasnya. Sedangkan data global forest watch (GFW) kata Rafmen sejak 01 januari sampai 16 September 2019 diseluruh Indonesia kebakaran di dalam konsesi sawit mencapai 11 persen sedangkan di luar konsesi 68 persen,” Khusus di Riau dalam konsensi 19 persen dan di luar konsesi 51 persen,” tegasnya. (lin)
Edisi 17 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT
21
gapki riau
Gapki Riau: Kelapa Sawit dan Lahan Gambut Sebuah Anugrah Sejak tahun 1920-an, lahan gambut sudah mulai dimanfaatkan oleh penduduk lokal untuk budidaya tanaman, namun budidaya ini masih terbatas dalam skala kecil di bagian tepi kubah gambut karena keterbatasan pengetahuan terkait karakteristik lahan gambut yang berbeda dengan lahan pertanian lainnya. Salah satu upaya budidaya tanaman di lahan gambut Indonesia adalah pemanfaatannya untuk kebun kelapa sawit yang dilakukan di Negeri Lama, Sumatera Utara mulai tahun 1927. Santobri, dari Gapki Riau pada saat presentasi di acara Talkshow dan Expo Edukasi Gambut di PT Kimia Tirta Utama Siak baru baru ini menyebutkan, Luas kebun kelapa sawit di Negeri Lama pada saat itu 1.302 hektar dimana Kebun kelapa sawit di Negeri Lama ini dapat dikatakan sebagai awal pemanfaatan lahan gambut untuk perkebunan kelapa sawit di Indonesia.
22
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 17 Tahun 2019
gapki riau Setelah itu pemanfaatan lahan gambut dalam skala yang relatif besar di Indonesia baru dimulai pada akhir tahun 1970-an untuk pemukiman transmigrasi berpola pertanian• Apalagi katanya, pemanfaatan lahan gambut untuk kebun kelapa sawit dilakukan di Negeri Lama, Sumatera Utara mulai tahun 1927. Perkebunan kelapa sawit di Negeri Lama ini dapat dikatakan sebagai sebuah keberhasilan memanfaatkan lahan gambut untuk sebuah kegiatan produktif yang berkelanjutan. “Perkebunan ini telah mengalami tiga kali proses peremajaan (replanting) yaitu pada tahun 1968,1989, dan 2012. Diprediksi kebun Negeri Lama ini akan menghasilkan produktivitas sebesar 25 ton TBS/hektar. Keberhasilan pemanfaatan lahan gambut untuk kebun kelapa sawit di Negeri Lama karena adanya manajemen pengelolaan lahan yang baik yaitu dengan melakukan drainase yang mampu menjaga penurunan fungsi lingkungan lahan gambut,â€? sebutnya. Lanjut Santobri, menanam kelapa sawit di lahan gambut bisa dikelola secara berkelanjutan dan memberi manfaat ekonomi yang sangat besar, menanam kelapa sawit di lahan gambut bukan hal haram. Perkebunan kelapa sawit di lahan gambut bisa dikelola secara berkelanjutan dan memberi manfaat ekonomi yang sangat besar diperlukan teknik dan inovasi ilmiah untuk mengubah kondisi lahan gambut yang tidak kondusif menjadi areal untuk pengembangan budidaya kelapa sawit tidak ada peraturan yang melarang pengembangan kebun kelapa sawit di lahan gambut fungsi budidaya.
Karena itu kata Santobri, kita harus melakukan upaya dalam menangani lahan Gambut ini diantaranya, pengelolaan tanah gambut secara benar harus menjadi perhatian dalam penggunaan lahan tersebut. Pengelolaan drainase tanah gambut untuk kelapa sawit tidak hanya fokus pada peningkatan produksi semata tanpa memperhatikan faktor-faktor kelestarian tanah gambut, tetapi harus ditekankan terhadap keduanya. “Cara Mengelola Perkebunan Sawit di Lahan Gambut ini pertama kesesuaian Lahan dimana kematangan tanah gambut, kedalaman lapisan pirit, dan frekuensi serta lama genangan perlu diperhatikan, kedua pembukaan Lahan yang Baik tanpa bakar, manajemen Air sistem drainase, tinggi muka air (kemarau tidak kering, musim hujan tidak banjir), sekat kanal, pintu air, monitoring MAT, Pemadatan Gambut meningkatkan daya topang, Pelaksanaan Kultur Teknis yang Baik bibit unggul, pengendalian gulma, PHT, dan lain lain serta Pemupukan dan pengawasan
Terhadap Titik Api,� paparnya. Sementara itu Santobri mengatakan, pengelolaan yang baik dapat menghasilkan TBS 25-30 ton/ha/tahun dan ini tentunya sangat menguntungkan petani sawit yang berada di kawasan gambut. Apalagi katanya, tujuan yang akan dicapai dalam tata kelola air di lahan gambut adalah kelembaban Terjaga, Emisi GRK dan Subsidensi terkendali sesuai untuk pertumbuhan dan produktivitas kelapa sawit yang optimum Tata kelola air di lahan gambut tidak bisa dilakukan sendiri sendiri, akan tetapi harus dilakukan secara bersamasama dalam satu kesatuan hidrologis gambut. (lin)
Edisi 17 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT
23
Diprediksi 2020 Musim Kemarau
Polres Inhu dan PT. TPP Gelar Simulasi Karhutla
T
im satgas Karhutla dari Polres Indragiri Hulu bekerjasama dengan PT Tunggal Perkasa Plantations (TPP) menggelar simulasi penanggulangan karhutla. Hal ini bertujuan agar wilayah daerah hukum bebas asap di tahun 2020. Giat tersebut dipusatkan di Desa Sukajadi, Kecamatan Lirik pada Kamis (28/11) sekira pukul 09:00 WIB. Dalam latihan itu seluruh tim yang tergabung diantaranya KPBD Inhu, TNI/POLRI, Manggala Agni dan satgas dari PT TPP agar pencegahan penanganan titik api skala kecil hingga besar selalu siaga. ADM PT TPP, Januar Wahyudi melalui Hadi Sukoco selaku Humas mengatakan bahwa pihaknya akan mendukung secara penuh apabila terjadi Karhutla baik di HGU maupun sekitar perusahaan. Dan
24
akan membentuk tim Pemadam untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya Karhutla.
Karena itu kita harus mempersiapkan diri untuk antisipasi dan menghadapi musim kemarau pada tahun depan,” ujarnya.
“Adanya simulasi ini sebagai sarana untuk memberikan pengetahuan dan gambaran dalam mengoperasikan peralatan dalam penanganan Karhutla,” ucapnya pada Kamis (28/11).
Acara itu dihadiri oleh Kapolres Inhu AKBP Efrizal, S.Ik, Manajemen ADM PT. TPP Januar Wahyudi, Kabag Ops Kompol Ahmad Salmi, Kabag Sumda Kompol Amril, Kabag Ren Kompol Sangkut Suryadi, Kapolsek Pasir Penyu Kompol Edi Yasman, Kasat Lantas AKP Oka Mahendra, Kasat Reskrim AKP Febriandy, S.H, Kasat Sabhara AKP Hendri, Kasat Intel AKP M. Ari Surya, Kasat Binmas AKP Buha Siahaan.
Selanjutnya, AKBP Efrizal selaku Kapolres Indragiri Hulu melalui rilis dari Paur Humas Aipda Misran saat pembukaan acara simulasi itu menyampaikan ucapan terimakasih atas kesediaan PT TPP yang menyiapkan tempat hingga peralatan dalam giat simulasi penanganan Karhutla ini. “Dari data BMKG terkait faktor cuaca memperkirakan tahun 2020 musim kemarau akan lebih panjang dari tahun 2019.
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 17 Tahun 2019
Selain itu juga dihadiri Kasat Tahti IPTU A. Damanik, Danramil Pasir Penyu Kapten Inf. HB. Sitepu, Kapolsek Lirik AKP Ali Azar, Kakan BPBD Inhu A Widodo bersama Tim KPBD dan personil Manggala Agni. (Hamdan)
M
inamas Plantation melalui pusat penelitiannya Minamas Research Centre (MRC) akan merilis benih unggul iCalix pada awal tahun 2020 ke pasaran dalam mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing produk sawit nasional. Sejauh ini,Minamas Plantations telah memulai riset dan pengembangan benih unggul iCalix sejak tahun 2010 melalui pusat penelitian MRC yang berlokasi di Riau. Direktur Utama Minamas Plantation Shamsuddin Muhammad mengatakan, pada bulan Februari lalu, Minamas Plantation telah resmi menerima Surat Persetujuan Penerbitan Benih Kelapa Sawit (SP2BKS) dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Indonesia. “Saya mewakili Minamas Plantation mengucapkan terimakasih atas dukungan dan kepercayaan Pemerintah, dalam hal ini, Kementerian Pertanian beserta seluruh jajarannya sehingga kami dapat menjadi salah satu pelaku bisnis benih kelapa sawit unggul di Indonesia,” ujarnya, Kamis (7/11/2019). Menurutnya, benih yang diproduksi dan disalurkan saat ini merupakan benih iCalix yang didapatkan dari persilangan antara induk Dura Banting terseleksi dengan induk Pisifera AVROS yang berasal dari Afrika, karena dinilai paling cocok untuk menghasilkan bibit berkualitas dengan tingkat produksi yang tinggi. Sementara itu, Head MRC Shahrakbah Yacob menambahakn, benih iCalix memiliki potensi produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 30,9 ton per hektar per tahun dan juga bisa menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) 8,5 ton per hektare per tahun.
Minamas Plantation Luncurkan
Benih Unggul iCalix terhadap penyakit Ganoderma,” ujarnya. Hingga saat ini, kapasitas produksi kecambah iCalix mampu mencapai 2 juta butir kecambah per tahun dan penggunaannya lebih ditujukan untuk memenuhi kebutuhan internal dahulu sebelum dipasarkan secara komersial ke pelanggan eksternal, termasuk kebun plasma. Untuk mendapatkan iCalix, saat ini pembelian hanya dapat dilakukan di kantor MRC–Riau dengan harga kisaran Rp10.000 per butir. “Kami berharap bahwa terobosan-terobosan yang kami upayakan saat ini sejalan dalam mendukung program perema-
jaan sawit dan intensifikasi lahan sawit nasional yang berkelanjutan. Kedepannya, iCalix juga akan dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan petani plasma Minamas Plantation yang memasuki masa replanting”, katanya. Melalui pelepasan perdana benih iCalix ini, Minamas Plantation akan terus berfokus pada intensifikasi perkebunan dengan meningkatkan kualitas produk di lahan yang sudah ada, menerapkan praktik agronomi terbaik, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung upaya Pemerintah dalam program peremajaan kebun kelapa sawit serta peningkatan daya saing produk kelapa sawit nasional. (*)
Bila, dibandingkan dengan benih lain iCalix memiliki keunggulan dari sisi kandungan dan produksi minyak yang tinggi serta pertumbuhan tinggi pohon yang agak lambat. Selain itu, iCalix juga memiliki rasio oil to bunch yang tinggi artinya memiliki potensi kandungan minyak yang tinggi dalam setiap tandannya. “Tanaman mulai dapat dipanen pada umur 24 bulan setelah tanam di lapangan dan juga relatif tahan Edisi 17 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT
25
26
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 14 Tahun 2019
Family Support:
Kunci Sukses Tatalaksana Diabetes Oleh dr. Irma Wahyuni, Sp.PD
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Awal Bros Pekanbaru
Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh gagalnya organ pankreas memproduksi jumlah hormon insulin secara memadai sehingga menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah. DM merupakan salah satu penyakti tidak menular yang merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting. Angka kejadian DM meningkat dalam beberapa dekade. Secara umum diperkirakan sebanyak 422 juta dewasa terdiagnosis DM pada tahun 2014, lebih banyak dibandingkan dengan tahun 1980 (sebanyak 108 juta jiwa). Hal ini mungkin disertai dengan peningkatan faktor risiko seperti obesitas dan gaya hidup sedentari. Di Indonesia sebanyak 2,1 % terdiagnosis DM (RISKESDAS 2013) dengan prevalensi usia paling banyak terdiagnosis pada usia 55 – 64 tahun. Namun saat ini fenomenanya bergeser, penyakit diabetes sudah terdeteksi pada usia < 40 tahun. Indonesia sendiri menempati urutan ke 9 dari 10 negara terbesar penyandang diabetes dengan rentang usai 20 - 79 tahun (IDF,2009). Propinsi Riau sendiri menduduki urutan ke 3 di Indonesia setelah Kalimantan barat dan Maluku untuk jumlah penderita diabetes mellitus terbanyak di Indonesia. Gejala klasik dari DM meliputi 3P , yaitu poliuri (banyak buang air kecil terutama malam hari), polidipsi (mudah haus), poliphagi (mudah lapar). Gegala tidak spesifik lain yang juga dapat muncul pada penderita DM antara lain penurunan berat badan secara cepat, mudah lelah, kesemutan pada kaki dan tangan, gatal – gatal, penglihatan menjadi kabur, impotensi, luka sulit sembuh, keputihan, atau penyakit kulit akibat jamur terutama pada daerah lipatan kulit. Siapa saja yang harus mewaspadai DM? riwayat keluarga dengan DM, riwayat melahirkan bayi dengan berat badan > 4 kg, dan juga orang – orang dengan obesitas. Penge-
nalan dini dari DM dan penangan yang tepat sehingga target gula darah terkontrol sangan mempengaruhi cepat atau lambatnya komplikasi DM terjadi. Secara umum pasien diabetes dibagi menjadi 2 tipe, yaitu diabetes tipe 1 yang biasanya muncul saat usia muda atau anak-anak, dan diabetes tipe 2 yang muncul pada usia dewasa. Tidak dikenal adanya diabetes tipe basah atau kering di dalam konteks ilmu kedokteran. Luka yagn tidak sembuh dan cenderung menyebabkan harus diamputasinya anggota gerak merupakan komplikasi yang terjadi akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol dan komplikasi pembuluh darah yang telah terjadi. Hal ini dapat terjadi baik pada DM tipe 1 maupun DM tipe 2. Pentingnya mencapai target gula darah terkontrol harus dipahami oleh setiap penderita yang terdiagnosis DM. Gula darah puasa 80 – 130 mg/dL dan gula darah 2 jam setelah makan < 180 mg/ dL serta HbA1c < 7% adalah merupakan target pengendalian gula darah yang diharapkan dicapai oleh penderita diabetes. Hal tersebut dapat dicapai dengan menerapkan pola makan sesuai kebutuhan kalori dan aktivitas fisik dalam hal ini olahraga secara teratur. Penerapan pola makan 3J (jenis, jumlah dan jadwal yang tetap) haruslah menjadi acuan para penderita DM dalam kehidupan sehari – hari. Melakukan olahraga minimal 3 – 5 kali seminggu selama minimal 30 menit diharapkan dapat dilakukan oleh para penderita DM. Namun apabila dengan 2 cara tersebut tidak tercapai maka harus dibantu dengan obat-obatan (baik dalam bentuk tablet ataupun injeksi insulin). Selain pengendalian gula darah, kontrol teratur juga diperlukan dalam rangka mengevaluasi komplikasi jangka yang dapat terjadi pada DM. Evaluasi adanya
komplikasi ke organ ginjal, saraf mata dan pembuluh darah lainnya harus terus dipantau oleh penderita DM secara rutin, dapat dilakukan tiap 3 – 6 bulan sekali. Pengobatan penderita DM tidak sama pada semua penderita, bergantung pada kondisi si penderita, gaya hidup sehari – hari dll. Oleh karena itu pengobatan DM sangatlah bersifat individual, penting sekali seorang penderita diabetes untuk selalu berdikskusi dengan dokternya untuk dapat mengevaluasi pilihan pengobatan yang lebih cocok untuk masing – masing individu agar dapat mencapai pengendalian gula darah yang baik. Keberhasilan pengobatan DM sangat bergantung pada kedisplinan penderita dalam mengubah gaya hidup. Untuk itu para penderita DM dihimbau untuk tidak menutup mata dan telinga dalam menjalankan terapi DM. Kerjasama dan komunikasi yang baik antara penderita dan dokter akan sangat membantu menurunkan angka komplikasi DM dan menciptakan kualitas hidup yang lebih baik pada penderita DM. Peran serta keluarga merupakan salah satu kunci sukses seorang diabetisi (penderita diabetes) agar dapat mencapai target gula darah yang diinginkan. Jika dalam 1 keluarga ada diabetisi, maka seyogianya bukan hanya si diabetisi yang merubah gaya hidupnya, namun juga seluruh keluarganya. Minimal pengaturan pola makanan dan aktivitas fisik dapat di terapkan kepada seluruh keluarga. Seorang diabetisi harus menjadi agent of changes di dalam keluarganya. Pola hidup sehat, pola makan sehat dan menghindari gaya hidup bermalas-malasan memang seharusnya tidak hanya untuk diabetisi saja, tapi untuk semua orang, dan itu dapat dimulai dari lingkup keluarga si diabetisi dulu. Harapannya dari lingkup yang kecil akan menjadi besar nantinya. Seorang diabetisi yang berjuang mengendalikan kadar gula darah dengan support keluarga akan lebih cepat mencapai targetnya ketimbang berjuang sendiri tanpa support system. Diabetisi yang sedang dalam usaha pengendalian gula darah juga akan lebih sehat jika di dukung oleh lingkungan sekitarnya. Mengusung tema World Diabetes Day 14 november 2018 kali ini, kita menekankan bahwa diabetes itu adalah urusan keluarga ,tidak lagi hanya permasalahan perorangan. Karena kesuksesan terapi diabetes tidak hanya dilakukan oleh si pasien dan dokter saja, namun juga harus dibarengi support oleh lingkungannya, dalam hal ini yg paling utama adalah keluarga. Keluarga sehat , diabetisi pun akan sehat. Bersama kita bisa mengendalikan diabetes. Rise your hands for diabetes. (*)
Edisi 17 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT
27
PKS Tasma Puja Sumbang Air Bersih untuk Warga Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Tasma Puja memberikan bantuan kebutuhan air bersih untuk warga disekitar usahanya. Bantuan tersebut berupa pembangunan sumur bor yang dibangun di Dusun Kampung Baru Desa Cinaku Kecil, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. “Pembuatan sumur bor ini sudah berlangsung selama satu bulan lalu yang ditempatkan di kawasan Masjid Nurul Islam Dusun Kampung Baru,” ucap Iskandar selaku Manajer PKS PT Tasmapuja. Disela serah terima pembangunan tower air dan sumur bor dari perwakilan manajemen. Sekretaris Desa Cinaku Kecil, Erwin, S.Pdi, mengatakan, dengan adanya pembangunan sumur bor ini dapat mengurangi kesulitan warga setempat yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih. Dijelaskanya (Erwin), bahwa selama ini warga setempat bergantung pada aliran
28
air sungai Cenaku untuk kebutuhan sehari-hari. Padahal kita semua tau bahwa aliran sungai Cenaku saat ini juga sudah kurang steril. Tapi gimana lagi mau tak mau air yang kurang sehat itu dimanfaat warga juga.
akan dibangun di beberapa dusun lainnya,” kata Erwin.
“Batuan sumur bor dari PT Tasmapuja ini sangat dibutuhkan warga. Ini juga menjadi awal gerakan pembangunan air bersih di daerah tersebut,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Asisten Umum PT Tasmapuja Wawan Kusnadi menerangkan pembangunan sumur bor dan tower air bersih di Desa Cenaku Kecil adalah kewajiban perusahaannya yang merupakan kepedulian sosial melalui program CSR PT Tasmapuja tahun 2019.
Pihak pemerintahan desa juga sudah mengusulkan anggaran desa untuk pembangunan sumur bor di Desa Cenaku Kecil. “Pemdes Cenaku Kecil tahun 2020 juga akan membangun sumur bor yang
“InsyaAllah tahun 2020 mendatang kami juga menyalurkan program program CSR lainnya untuk warga yang berada disekitar areal usaha perkebunan PT Tasma Puja,” ucapnya. (Hamdan)
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 17 Tahun 2019
PT Kresna Duta Agroindo, anak usaha Sinar Mas Agribusiness Food bersama dengan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Putra Tani Jaya, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jambi menandatangani perjanjian kerjasama kemitraan strategis untuk melakukan peremajaan kelapa sawit di Desa Rasau, Kecamatan Renah Pamenang, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi akhir november kemarin. Melalui program kemitraan strategis, 56 petani independen dari Gapoktan Putra Tani Jaya akan mendapatkan dana hibah sebesar Rp 3,1 milyar dari BPDP-KS dan penyediaan bibit, pupuk dan bantuan teknis budidaya untuk melakukan peremajaan kebun di lahan seluas 124 hektar. “Dana hibah dari BPDP-KS sebesar Rp 25 juta per hektar akan sangat meringankan beban kami untuk melakukan peremajaan kebun. Selain itu, penyediaan bibit unggul dan bersertifikat, pupuk dan dukungan pengelolaan budidaya agronomi yang baik dari Sinar Mas Agribusiness and Food akan menjamin peremajaan kebun kami dapat terlaksana dengan baik,” ucap H. Sis Sumanto, Ketua Gapoktan Putra Tani Jaya. Kebun kelapa sawit Gapoktan Putra
PT KDA dan Gapoktan Putra Tani Jaya MoU Kemitraan Strategis Tani Jaya merupakan Perkebunan Inti Rakyat (PIR) Trans yang telah berusia lebih dari 25 tahun. Kondisi pohon-pohon yang sudah tua membuat kebun kelapa sawit yang ada kurang produktif. Di area tersebut, terdapat sekitar 18.200 hektar perkebunan kelapa sawit PIR Trans yang memiliki kondisi yang serupa. “Melalui program kemitraan ini, para petani akan mendapatkan akses bantuan finansial dan praktik pengelolaan kebun kelapa sawit terbaik untuk melakukan peremajaan perkebunannya. Dengan adanya peningkatan produktivitas, maka pendapatan petani pun meningkat, dan dengan demikian diharapkan akan memberikan multiplier effect yang positif terhadap kesejahteraan petani dan keluarganya maupun masyarakat sekitarnya,” ucap Susanto Yap, CEO Perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food Wilayah Provinsi Jambi. Tingginya minat petani plasma dengan adanya dana hibah BPDP-KS ini memberikan dampak yang sangat baik untuk mengurangi beban petani plasma dalam
meremajakan kebunnya. Sebagian besar industri kelapa sawit Indonesia ditopang oleh petani swadaya. Namun demikian, ada berbagai tantangan yang ditemui antara lain kondisi tanaman sudah berumur diatas 25 tahun dengan tinggi lebih dari 15 meter yang menyebabkan menurunnya hasil Tandan Buah Segar 15-20 ton/hektar/tahun. Selain itu, kondisi tersebut juga menyebabkan rendahnya pendapatan petani plasma yang mencapai Rp 1.000.000 hingga 1.500.000/bulan/hektar. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah program kemitraan yang mampu meningkatkan kesejahteraan hidup para petani swadaya di Indonesia. Susanto menambahkan, masih banyak kebun kelapa sawit masyarakat yang sudah tua dan tidak produktif di sekitaran kebun PT KDA. ‘Kami berencana di tahun 2020, untuk dapat membantu para petani lainnya dengan melakukan peremajaan dengan program kemitraan yang serupa untuk luasan kebun sekitar 1.700 Ha.” tegasnya. (rls)
Edisi 17 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT
29
Jika Anda penyuka salah satu makanan khas Jepang, anda mungkin masih berpikir apakah cocok dengan kantong, karena biasanya harganya cukup menguras kantong. Namun sekarang anda tak perlu ragu, karena sekarang telah hadir Nyabu Shabu di Jalan Letjend S. Parman Pekanbaru di samping kantor Polda Riau baru dengan rasa dan bahan berkualitas dengan harga yang terjangkau. Djono Albar Burhan, S.Kom, MMgt (Int. Bus), CC, CL owner Nyabu Shabu dan Istri Medya Santika, S.Psi mengatakan, Nyabu Shabu ini adalah shabu shabu yang dapat dinikmati siapa saja, shabu-shabu yang merupakan jenis makanan yang sehat dengan cara dicelupkan pada kuah pedas segar di tengah meja. Bahkan menurut pria muda ini alasan membuka resto ini di Pekanbaru karena ingin memenuhi keinginan pecinta kuliner di Pekanbaru yang mengingkan restoran dengan konsep yang berbeda dan rasa yang otentik. “Kita ingin mengembangkan kuliner di Pekanbaru untuk memenuhi keinginan masyarakat Pekanbaru karena di Pekanbaru belum banyak pilihan makanan yang enak, berkualitas dengan harga yang terjangkau. Kita mengkonsepkan store Shabu shabu dengan konsep yang fresh dengan tempat yang kekinian dan nyaman, sehingga siapa saja yang singgah ke resto kita bakal betah dan ketagihan,� jelasnya.
Nyabu Shabu
Kuliner Berkualitas Harga Terjangkau 30
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 17 Tahun 2019
Ayah satu anak ini ketika ditanya, menu apa saja yang menggiurkan dan berapa harga yang ditawarkan, dia mengatakan, di Nyabu Shabu kita menyediakan paket yang memudahkan customer untuk memilih menu, jadi dapat mengurangi waktu customer memilih menu dan mereka bisa dengan segera menikmati hidangan dan suasana store yang cozy. “Di Nyabu Shabu, kita memberikan penawaran makan shabu shabu dengan rasa yang otentik karena bumbu-bumbunya kebanyakan didatangkan langsung dari negara asal, dan untuk harga kita ada paket ketagihan seharga Rp89 ribu yang
alunan musik yang membuat pengunjung menjadi lebih nyaman. Pokoknya mereka yang sudah masuk ke resto ini dijamin enggan beranjak dari tempat duduknya dan terbawa hanyut dengan suasananya,� tutur pengusaha muda ini. Ketika ditanya majalah Sawit, apakah ada promo menarik saat ini kita ada undian langsung, dengan posting ke instagram, customer akan mendapatkan undian langsung dengan nominal paling tinggi Rp100 ribu dan juga kita memberikan sticker yang jika ditempel di handphone, maka customer akan mendapatkan diskon sebesar 5 persen di kedatangan berikutnya. bisa dinikmati oleh 2-4 orang dan kita pun juga ada menyediakan menu watermelon pressed juice free refill seharga Rp15 ribu aja, dengan mesin pressed juice, nutrisi dari buah lebih terjaga tentunya,� tuturnya. Sementara itu kata Djono, Segmen yang pas untuk resto ini, dia mengatakan resto ini diperuntukkan untuk segala usia yang ingin menikmati masakan jepang yang otentik sambil masak bersama, sehingga suasana kebersamaan jadi lebih terasa. Sementara lanjut Djono, fasilitas yang mereka nikmati ketika sudah masuk ke resto ini, tentunya para pengujung bisa menikmati free wifi dengan speed yang super ngebut.
“Kita buka setiap hari untuk weekdays kita buka dari jam 11 siang sampai jam 10 malam, kalau sabtu dan minggu kita buka dari jam 11 siang sampai jam 11 malam. Harapan kita kedepannya Nyabu Shabu bisa semakin memenuhi kebutuhan customer akan tempat makan yang enak, nyaman tentunya dengan harga yang bersahabat dan dengan meluasnya pelanggan, Nyabu Shabu dapat berada lebih dekat dengan customer dengan membuka cabang di beberapa lokasi lain di Pekanbaru,� terangnya. (lin)
“Kita sadar mereka yang masuk ke resto ini adalah mereka yang suka berselancar di dunia maya, karena itu kita pasang free wifi yang super cepat dan wajib kita sediakan. Begitu juga dengan colokan dan Edisi 17 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT
31
32
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 17 Tahun 2019
tanya jawab erung lebih tinggi. Berdasarkan uraian-uraian kendala budidaya tanaman kelapa sawit di lahan gambut, ada hal yang sangat penting yang dapat dilakukan yaitu pengaturan tinggi muka air gambut (water management). Pengaturan tinggi muka air pada level 40-60 cm, hal ini sangat penting untuk memastikan akar memiliki ruang bernafas yang cukup, kebutuhan tanaman akan air tetap terjaga, mengalirkan asam-asam organik yang bersifat racun bagi tanaman serta menjaga tinggi muka air dapat mencegah perkembangan hama rayap di dalam tanah. Permasalahan rendahnya unsur hara makro dan mikro dapat diantisipasi dengan aplikasi pupuk makro dan mikro sesuai standar pemupukan di gambut, disarankan juga dengan aplikasi pupuk mikro yang mengandung khelat sehingga hara mikro tersebut tidak diikat oleh asam-asam organik yang ada di gambut. Pencegahan serangan penyakit ganoderma di lahan gambut dapat dilakukan dengan cara penanaman bibit kelapa sawit anti ganoderma dari sumber benih resmi, selain itu juga dapat membuat big hole dengan lebar 3 meter tinggi 80 cm dan ditengahnya dibuat lubang 60 cm untuk bibit, pada lubang besar diapliaksikan tangkos dna Tricoderma 400 gram/ lubang.
GULAT Medali emas
MANURUNG
(Konsultan Perkebunan Kelapa Sawit) PERTANYAAN: Apakah kekurangan dan kelebihan budidaya tanaman kelapa sawit di lahan gambut jika ditinjau dari segi aspek teknis budidaya? jawaban: Gambut merupakan jenis tanah yang memiliki kandungan bahan organik tinggi yang terbentuk dari akumulasi pembusukan bahan-bahan organik dikarenakan kondisi lingkungan dan cenderung miskin akan unsur hara. Berdasarkan tingkat kesuburannya, tanah gambut dibagi menjadi 3 jenis yaitu: 1. Gambut eutrofik (gambut relatif subur) 2. Mesotrofik (gambut agak subur) dan 3. Oligotrofik (gambut tidak subur) Sedangkan untuk tingkat kematangan gambut terbagi atas 3 jenis yaitu: 1. Saprik ( Gambut matang) bahan seratnya < 15 % 2. Hemik (Gambut setegah matang)
bahan seratnya 15 % - 75 % dan 3. Fibrik (Gambut mentah) bahan seratnya > 75 % Pemanfaatan lahan gambut untuk budidaya tanaman kelapa sawit digambut memiliki beberapa kendala diantaranya: 1. Tata kelola air yang tidak mudah 2. Ketersediaan unsur hara makro dan mikro yang rendah 3. Adanya asam-asam organik yang bersifat racun bagi tanaman 4. Tanaman cenderung gampang tumbang atau doyong 5. Serangan hama yang cenderung tinggi seperti Hama Rayap dan Hama penggerek buah sawit (Tirathaba mundella) 6. Serangan penyakit Ganoderma cend-
Tingkat kematangan gambut menjadi salah satu faktor pembatas keberhasilan budidaya tanaman kelapa sawit di lahan gambut. Pada gambut fibrik (mentah) cenderung lebih sering ditemukan tanaman yang tumbang atau doyong dikarenakan tingkat penurunan permukaan gambut (subsidence) sangat tinggi. Selain kendala-kendala budidaya tanaman kelapa sawit digambut yang sudah di uraikan tersebut, lahan gambut juga memiliki kelebihan yaitu berupa topografi yang datar dan ketersediaan air yang tersedia. Berdasarkan uraian diatas diharapakan petani dapat lebih bijak dalam mengelola tanaman kelapa sawit di lahan gambut supaya produksi berkelanjutan dapat tercapai.*** ------------------------------------------Rubrik Konsultasi ini dikelola oleh: Ir. Gulat ME Manurung, MP (Auditor ISPO) Eko Jaya Siallagan, SP (Auditor ISPO)
Edisi 17 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT
33
apkasindo
Apkasindo Fokus Bangun
Hilirisasi Sawit Saat ini kebanyakan daerah mengandalkan sektor perkebunan kelapa sawit berupa hasil CPO, sementara untuk industri hilir bahan baku sawit sudah mecukupi diolah menjadi sabun dan kosmetik. Karena itu Apkasindo Pusat berupaya untuk menciptakan sebuah trobosan baru dan berkonsentrasi membangun hilirisasi sawit.
“Kita sadar sebagai petani, kita hanya selalu berharapa dari penjualan TBS saja, sahingga kita tidak berpikir untuk melirik hilirisasi sawit dan turunannya. Karena itu, melalui organisasi ini kita akan konsen pada hilir sawit yang bisa menghasilkan berbagai macam olahan dari sawit,” jelas Hendrik selaku bidang pengembangan usaha DPW Apkasindo. Oleh karena itu katanya, pembangunan pabrik industri Hilir akan menambah serapan lapangan pekerjaan bagi masyarakat dengan menyesuaikan potensi sekitar. Dia mengatakan, dalam membangunan program ini pemerintah perlu mengandeng investor swasta. “Untuk sektor perkebunan Pabrik Kelapa Sawit hanya berupa CPO saja, kalau Industri Hilir belum. Makanya akan kita mulai tahun depan sesuai program visi dan misi. Padahal bahan baku sawit mencukupi dan layak dibuat berbagai industri hilir seperti sabun dan konsmetik,” ungkap Hendrik. Ia menilai, apabila telah didirikan Industri Hilir diyakini akan menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan petani tak perlu lagi bingung menjual TBSnya dengan harga yang terkadang sering naik turun. “Kita juga mengharapkan peran serta pihak swasta dalam hal ini ivestor, sementara pemerintah daerah mendukung sepenuhnya,” katanya.
34
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 17 Tahun 2019
apkasindo
pinjaman modal usaha yang memadai,� tutur Hendrik.
Kita sadar sebagai petani, kita hanya selalu berharapa dari penjualan TBS saja, sahingga kita tidak berpikir untuk melirik hilirisasi sawit dan turunannya. Karena itu, melalui organisasi ini kita akan konsen pada hilir sawit yang bisa menghasilkan berbagai macam olahan dari sawit.
Menurutnya, pembangunan industri hilir sawit tak harus sampai pengembangan bahan bakar biodiesel saja, akan tetapi berupakan produk yang bisa dijadikan minyak goreng, sabun, produk kesehatan dan kecantikan serta aneka kue olehan rumah tangga. “Tingginya Potensi sawit seharusnya mampu menciptakan produk jadi dengan kualitas unggul berstandar nasional bahkan internasional sehingga mampun bersaing dengan produk produk lainnya. Kita berharap ini mendapat dukungan dengan semua pihak sehingga kita tidak bekerja sendiri, apalagi dukungan pemerintag dengan memberikan kebudahan perizinan dan
Hendrik menyebutkan, dengan kebun sawit yang luas ini akan lebih bijak jika Indonesia tidak hanya menjual kelapa sawit mentah (cpo) saja, tapi harus diolah menjadi produk sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Karena ada banyak Produk yang bisa dibuat dari Minyak Kelapa Sawit. Mungkin ini bisa menjadi peluang kamu untuk membuat usaha dengan membuat produk berbahan Minyak Kelapa Sawit seperti, Lipstik, Mie Instan, Shampo, Cokelat, Margarin, Es Krim dan aneka kue. Hendrik juga mengatakan, dia berani memperkenalkan produk produk hasil dari sawit di beberapa event salah satunya di stand Apksasindo di IPOC 2019. Katanya hasilnya cukup mencengakan dan membuat beberapa pengunjung mengucapakan apresiasinya. Bahkan banyak dari mereka untuk serius mengembangkan industri hilir sawit ini di daerah mereka masing masing. “Artinya industri hilir dari sawit ini sangat menjanjikan. Karena itu tak heran kalau beberapa produk yang kita pamerkan langsung dilirik para pengunjung dan banyak dari mereka juga akan mempromosikan produk produk turunan dari sawit ini,� jelasnya. (*)
Edisi 17 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT
35
kisah sukses
itu ia menanam jeruk dan menjual hasil panennya ke masyarakat.
Perantau Gesit Sukses di Kawasan Sawit Mereka yang ingin sejahtera bisa meniru Tajuddin, perantau asal Wajo, Sulawesi Selatan yang sukses di Desa Bulu Mario, Sulawesi Barat. Usaha dan perjuangannya tidak sia-sia. Toko bahan bangunan dan kebutuhan pertanian miliknya besar dan ramai dikunjungi banyak pelanggan. “Awalnya ke sini karena ikut-ikut keluarga saja,” kata pria ramah berusia 48 tahun ini singkat ketika bercerita tentang alasannya hijrah pada tahun 2002 ke kawasan yang sekarang dikenal sebagai bagian dari Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. “Kan dulu banyak yang bilang bahwa
36
daerah ini bagus buat usaha,” katanya. Niat Tajuddin memang satu: hendak berniaga di tempat baru. Ia membeli lahan untuk tempat tinggal, juga kebun untuk ditanami komoditas yang dinilai laku di pasaran. Seperti saudara lainnya, kala
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 17 Tahun 2019
Ia mulai merasakan peningkatan kesejahteraan. Usahanya tampak mendatangkan hasil. Tapi, menurutnya, lompatan besar terjadi ketika ia mengaitkan bisnisnya dengan perkebunan kelapa sawit. Desa Bulu Mario, Sulawesi Barat, sejak akhir 90-an memang dikenal sebagai kawasan yang tengah menggeliat. Masa itu ditandai dengan kehadiran perusahaan perkebunan kelapa sawit. Salah satunya, grup Astra Agro yang pada 1996 mendirikan PT Surya Raya Lestari di Desa Sarudu, bersebelahan dengan desa tempat tinggal Tajuddin. Melihat banyak peluang keuntungan yang lebih menggiurkan, tahun 2006 ia dengan gesit mulai mengganti jenis tanaman. Tajuddin beralih menanam kelapa sawit, tanaman yang juga ditanam tetangga-tetangganya sesama petani. “Perawatannya mudah,” kata Tajuddin. Lebih dari sekadar mudah, menurut pria
kisah sukses
Alhamdulillah, karena berkebun sawit tidak terlalu susah, bisa banyak waktu juga untuk jaga toko. tamatan sekolah dasar ini, ketertarikannya dengan kelapa sawit juga dipicu tawaran dan program Income Generating Activity (IGA) dari PT Suryaraya Lestari yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Perusahaan memberi pinjaman bibit, pelatihan dan dukungan agar para petani berhasil,” ujar Silmi Nathar, Community Development PT Suryaraya Lestari. Saat panen, keberhasilan yang dirasakan teman-temannya ia alami juga. Tajuddin banyak mereguk untung. Untung itu tak langsung membuatnya foya-foya. Jiwa bisnisnya menuntun ia memutar kembali keuntungan-keuntungan itu menjadi modal usaha. Misalnya, dengan membeli lahan sehingga luasan yang ia miliki terus bertambah. Tahun 2019 ini misalnya, luasan kebun sawit miliknya tak kurang dari 5 hektar. Usahanya makin bersinar karena ia terus melihat potensi besar dari kelapa sawit. Setelah menjadi petani, ia membuka peluang lagi dengan perusahaan. Tajuddin mengajukan pinjaman ke Lembaga Keuangan Mikro Mitra Surya yang didirikan PT Suryaraya Lestari. Lembaga ini dirancang perusahaan agar masyarakat semakin terbantu dari sisi finansial, sebagai simpan pinjam maupun bantuan pembinaan manajemen keuangan. “Saya mendaftar jadi anggota LKM dan pinjam uang untuk usaha ini,” ujar Tajuddin sambil menunjuk tokonya yang penuh berisi dagangan berupa bahan bangunan seperti besi-besi, kaca, kayu, dll. Tak cuma itu, yang menurutnya sangat laku adalah barang-barang yang dibutuhkan petani sawit untuk merawat dan melancarkan operasional kebun mereka,
Tajuddin di depan toko miliknya, ditemani Silmi Nathar, CD PT Suryaraya Lestari. seperti obat anti hama, mesin pompa penyemprot, mesin pemotong rumput, alat-alat panen, dsb. “Alhamdulillah, karena berkebun sawit tidak terlalu susah, bisa banyak waktu juga untuk jaga toko,” ujar pria yang sudah dikarunia 3 anak dan tengah menanti tahun keberangkatan pergi haji ke tanah suci ini. Efek sawit menjadi kunci perubahan.
Menurutnya, karena penghasilan masyarakat meningkat, daya beli mereka pun terdongkrak. Naik. Itu sebabnya, Tajuddin mengaku menjadi saksi pertumbuhan wilayahnya. Infrastruktur jalan makin bagus, pasar tumbuh, bank bermunculan, usahausaha pun menjamur dan dikunjungi banyak pelanggan. Termasuk toko bahan bangunan dan alat pertanian miliknya. (fajar.co.id)
Edisi 17 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT
37
SMP Astra Agro Lestari Sekolah Sehat Berkarakter Nasional 2019 Sejalan dengan kebijakan keberlanjutan, PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) turut berpartisipasi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui program pendidikan Sekolah Sehat Berkarakter yang menjadi salah satu fokus utama pilar CSR. Menunjukkan komitmen tersebut, salah satu sekolah binaan Astra Agro, SMP Astra Agro Lestari yang berlokasi di Desa Pandusenjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah yang ditetapkan sebagai Juara 2 Kategori Sekolah dengan Kinerja Terbaik (Best Performance) pada Lomba Sekolah Sehat Berkarakter Tingkat Nasional 2019 pertengahan November kemarin di Kartika Chandra, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kabupaten Kotawaringin barat (Kobar), Samsudin SKM MSi mengungkapkan, “Kami akan bekerja sama dengan SMP Astra Agro dalam melakukan pembinaan dan penjaringan kesehatan ke sekolah-sekolah di wilayah Kotawaringin Barat”. Senada dengan Samsudin, Kholik Tim
38
Pembina Unit Kesehatan Sekolah/Madrasah Provinsi Kobar menyatakan bahwa SMP Astra Agro akan menjadi sekolah percontohan lomba sekolah sehat di Kalimantan Tengah. Heru, kepala sekolah SMP Astra Agro Lestari menyatakan bahwa keberhasilan meraih Sekolah Sehat Nasional 2019 tidak terlepas dari kerja keras dan konsistensi pihak sekolah dalam menanamkan budaya lingkungan sekolah sehat kepada para muridnya. Ia melanjutkan dalam menerapkan sekolah sehat pihaknya juga menjalankan Tiga Program Pokok Unit Kesehatan Sekolah (Trias UKS) yaitu memberikan pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Dengan menggandeng Dinas Kesehatan, Kesejahteraan Rakyat, dan Dinas Pendidi-
MAJALAH SAWIT ~ Edisi 17 Tahun 2019
kan sebagai mentor, program sekolah sehat di SMP Astra Agro Lestari mantap mewakili Kotawaringin Barat dalam Lomba Sekolah Sehat Nasional 2019. “Hal tersebut dikarenakan adanya sinergi antara sekolah, orang tua, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat”, jelas Heru. Joko Subagio, Manager Education and Social Engagement Head Office Astra Agro menambahkan sekolah sehat merupakan salah satu program untuk menjadikan sekolah unggulan. “Tentu saja visi dan misinya adalah terkait dengan kebersihan dan lingkungan sekolah serta untuk mengedukasi anak-anak agar membiasakan belajar dan mengubah kebiasaan mereka melalui program PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) yang diawali dari sekolah dan bisa diterapkan di lingkungan rumah masing-masing serta di masyarakat,” katanya. (jss)
Program Bijak Kelola Sampah Agung Concern
Agung Toyata Ajak Warga Okura
W
arga Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru tampak antusias mengikuti pelatihan (workshop) dan penyuluhan Program Bijak Kelola Sampah Agung Concern Group. Andik Witjaksono, Board Of Director Agung Concern mengatakan Agung Concern Group menyalurkan kepeduliannya terhadap masalah persampahan di Pekanbaru, Riau melalui Bijak Kelola Sampah. Dimana program ini awalnya dibentuk oleh Greeneration Foundation (GF) sebagai jawaban atas permasalahan sampah di berbagai daerah di Indonesia. “Kita ingin fokus bagaimana masyarakat dapat mengelola sampah dengan baik sehingga bernilai ekonomi basgi masyarakat. Dipilihnya Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir dalam program Coorporate Social Responsibility (CSR) Agung Concern, karena memiliki prestasi yang sangat bagus, selain ada juga memiliki potensi wisata. Kalau mengenai dipilihnya fokus terhadap sampah karena sampah telah merupakan isu nasional ddimana Indonesia adalah negara kedua penghasil terbesar sampah sesudah Cina,� kata Andik Witjaksono, perwakilan manajemen Agung Concern saat menghadiri pelatihan dan penyuluhan bagaimana Bijak Kelola
Sampah di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Jumat (6/12) kemarin. Selain dihadiri Andik Witjaksono, juga hadir Kepala Cabang Agung Toyota Arengka, Fera Farnila, Camat Rumbai Pesisir, Kepala Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Burhan dan Direktur Bank Sampah dan warga setempat. Workshop atau pelatihan Agung Concern atas kerjasama dengan Greeneration Foundation yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari Pemerintah, NGO dan masyarakat untuk saling berdiskusi menyampaikan pandangannya terkait pengelolaan sampah dan implementasi program Bijak Kelola Sampah di Desa Tebing Tinggi Okura. Program berjangka waktu 3 (tiga) bulan hingga Januari 2020 ini menerapkan konsep pemberdayaan masyarakat lokal untuk mendukung Sustainable Consumption and Production (SCP) sebagai bagian dari Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Program ini diharapkan dapat turut membantu pemerintah dalam penyusunan strategi pengelolaan persampahan dan infrastruktur yang akan mendukung perekonomian masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Dalam kesempatan workshop pertama ini masyarakat di Desa Tebing Tinggi Okura, Pekanbaru yang tergabung dalam program mendapatkan pelatihan mengelola sampah sesuai jenisnya dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse dan Recycle). Sebagai serangkaian program Coorporate Social Responsibility (CSR) Agung Concern, kegiatan ini adalah salah satu perwujudan nilai perusahaan. Agung Concern memiliki nilai Incredible yaitu integritas, respects, responsibility dan courage. Nah perwujudan nilai respect itu salah satunya adalah dengan peduli terhadap lingkungan tempat tinggal. Implementasinya untuk tahun ini Agung Concern menjajaki ranah lingkungan, terutama masalah sampah yang sudah menjadi isu nasional. Perusahaan ini lahir tahun 1954 dan sudah berumur hampir 66 tahun. Dalam rangka ulang tahun ini Agung Concern ingin memilih program CSR yang lebih berdaya guna untuk masyarakat. Dari berbagai pilihan program akhirnya dipilih melakukan program bijak kelola sampah ini. Kedepannya manfaat yang bisa diambil dari kegiatan ini adalah harapannya masyarakat sadar akan kebersihan lingkungan dan program ini lebih ke arah pemberdayaan masyarakat. (lin)
Edisi 17 Tahun 2019 ~ MAJALAH SAWIT
39