Skip to main content

Majalah Sanskerta Online Edisi Akhir Tahun 2021

Page 1

EDISI KHUSUS AKHIR TAHUN 2021

MAJALAH HIMPUNAN MAHASISWA ILMU SEJARAH

ARSITEKTUR KOTABARU


Sampul Desain awal Gereja Santo Antonius Kotabaru oleh biro arsitek Hukswit, Fermont, en Cuypers Het Nederlandsche en Nederlandsch-Indische huis, oud en nieuw 1923, vol. 17, pp. 70

Himpunan Mahasiswa Ilmu Sejarah

LIVE 18 NOVEMBER 2021

SIMAK ULANG WEBINAR NASIONAL ILMU SEJARAH 2021

Melalui Saluran:

YOU TUBE HMIS UNY


DARI KETUA WEBINAR NASIONAL

AKHIR TAHUN

Webinar Nasional dengan Tema Alternatif Pentingkah Ilmu Sejarah berfikir? Apa itu tanggung jawab kita?

OLEH MUHAMMAD RAFLISYAH Seminar Nasional selalu menjadi agenda tahunan yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta yang mempunyai orientasi untuk memperkaya dan merefleksikan wacana kesejarahan dari mahasiswa ilmu sejarah itu sendiri. Seminar Nasional ini pun digunakan sebagai wadah bagi mahasiswa ilmu sejarah ataupun khalayak umum dalam memperkaya pengetahuan dan referensi di bidang kesejarahan. Namun terdapat perbedaan dalam pelaksanaan Seminar Nasional pada edisi-edisi sebelumnya, yang dimana pada dua edisi seminar nasional tahun ini dan tahun lalu dilakukan secara daring atau melalui via media interaktif berbasis digital. Walaupun demikian, esensi dari keberadaan seminar tiap tahunnya ini tidak bisa kita abaikan karena mempunyai urgensi yang sama. Webinar Nasional yang dilakukan pada tahun ini mengangkat tema “Jalur Rempah dan Upaya Dekolonisasi”. Tentu tema dari seminar nasional tahun ini merupakan tema alternatif yang diperkenalkan Himpunan Mahasiswa Ilmu Sejarah pada tahun ini yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tema yang fresh namun tetap memerhatikan urgensi topik kesejarahan yang ada tentu menjadi terobosan bagi warga Ilmu Sejarah UNY yang memang selalu terpacu pada perspektif kebudayaan, seperti pada tema-tema tahun sebelumnya. Bukan tanpa alasan, tema yang dipilih oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Sejarah UNY ini mempunyai orientasi yang mengarah kepada tren kesejarahan yang ada dengan mendukung program Kemendikbudristek yang sedang berjalan dengan mengusulkan jalur rempah ini sebagai jalur budaya warisan budaya. Jika berbicara terkait topik jalur rempah, kita harus mengetahui terlebih dahulu megenai kontribusi rempah terhadap sejarah Indonesia. Kita sering memahami bahwa jalur rempah ini sebagai jalur lahirnya kolonialisme sehingga mengabaikan aspek-aspek lainnya yang juga tidak kalah penting untuk dibahas dalam aspek jalur rempah. Lebih jauh jalur rempah ini memberikan stimulus bagi bangsa kepulauan Indonesia untuk membentuk jaringan perdagangan dunia. Hal ini dibuktikan dengan tersambungnya bangsa luar terhadap kepulauan Indonesia

ini melalui tekstil yang berasal dari Gujarat, kemudian sutra dan keramik dari negeri Cina, hingga Perak dari bangsa Jepang dan Amerika. Munculnya begitu banyak interaksi antar bangsa, antar suku di wilayah kepuluan Indonesia membuat realitas sosial itu sendiri. Terdapat pertukaran kebudayaan bangsa mulai dari bentuk-bentuk keahlian hingga pranata budaya. Rangkai pertukaran budaya tersebut menyumbang bagi perkembangan ruang pengetahuan yang demikian luas dan khususnya di wilayah kepulauan Indonesia munculnya ragam kearifan lokal. Realitas relasi sosial berikut pun segenap menambah dinamika yang berperan dalam perkembangan perdagangan, kekerabatan, migrasi dan peradaban. Kolonialisme memang memberikan dampak yang buruk bagi bangsa Indonesia karena terdapat bentuk kekerasan, penindasan, dan perampasan hak asasi manusia. Lebih dari itu, bangsa kolonial berupaya menghancurkan ruang-ruang pengetahuan yang dibangun sejak awal, seperti pencatatan segala macam tumbuhan obat yang diracik oleh Rumphuis sama sekali tidak menyertakan konteks kebudayaan yang menyertai hidupnya tumbuhan tersebut. Karenya buku tersebut lebih serupa daftar tumbuhan dan apa kegunaanya untuk mengobati ragam penyakit. Patahan epistemik lainnya adalah upaya tanam paksa yang mengubah lanskap lahan-lahan pertanian, menjadi lahan-lahan perkebunan komoditi dagang Internasional, dan karenanya mengikis pengetahuan tradisional tentang struktur tata kelola lahan pertanian. Pentingnya melihat jalur rempah bukan hanya sebatas wacana dari jalur perdagangan komoditi yang disukai kolonial. Di samping itu, kita perlu melihat sejarah sebagai metode menarasikan geografi kebudayaan, di mana setiap titik di desa atauaun kota, selalu punya kisah mengenai perubahan sosial. Ilusi dari kolonialsentris pun menarasikan rempah hanya digunakan untuk bumbu masakan dan obat-obatan. Cara pikir inilah yang membuat kita terjebak kepada anakronisme historis.

DESEMBER 2021


AKHIR TAHUN 2021

ANSKERTA ONLINE

ISI JURNAL FOTOGRAFER

A RTIKE L EKSPEDISI 2021

19

TOKOH

34

Arsitektur Kotabaru

10 Yang Tidak Baru di Kotabaru Kita tidak pernah benar-benar melupakan warisan kolonial.

MAJALAH SANSKERTA

Dilihat dari arsitektur bangunannya sendiri, Kotabaru mengusung konsep modern terlihat jelas perbedaannya dengan bangunanbangunan Joglo di Keraton. Ini seolah menjadi pertanda bahwa Kotabaru adalah simbol modernitas kolonial yang 'agung', sedangkan rumah joglo menjadi simbol ketertinggalan.

4

Sosrokartono bisa disebut sebagai priyayi Jawa pertama yang datang ke Belanda dengan maksud untuk bersekolah di Belanda.

EDISI AKHIR TAHUN

SASTRA

39 Puisi tentang subaltern. Dimana penduduk Maluku dibantai, dijadikan budak. Anehnya suaranya dibungkam oleh sejarah.


PENGANTAR EDISI KHUSUS AKHIR TAHUN 2021

JELAJAH KOTABARU OLEH REDAKTUR PELAKSANA

Buletin kedua ini menjadi wadah bagi mahasiswa baru Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta untuk menuangkan kreativitasnya dalam menulis dan berdiskusi. Adapun tema dari buletin ini adalah arsitektur Kotabaru dari masa ke masa dalam rangkaian kegiatan Ekspedisi. Oleh karenanya terimakasih sebesar-besarnya kami sampaikan kepada pengurus HMIS dan panitia pelaksana kegiatan Ekspedisi yang menjadi satu bagian dalam rangkaian kegiatan Kotabaru yang telah berkolaborasi untuk memenuhi cita-cita menjadikan HIMA sebagai wadah ekspresi mahasiswa. Tak lupa ucapan selamat dan untuk terus semangat bagi mahasiswa baru yang telah membagikan tulisan mereka dalam kegiatan ini dan semoga kedepanya mampu menjadi pemantik untuk berkarya dengan produktif. Kotabaru merupakan sebuah wilayah dengan sejarah panjang di Yogyakarta, mulai dari kompleks pemukiman elit bagi aparat kolonial dengan gardu listrik yang ikonik dan bangunan gereja yang menjadi salah satu ikon kota Yogyakarta. Kemudian menjadi markas tentara pendudukan Jepang yang menyebabkan kerusakan bagi gereja Katolik Kotabaru yang juga dijadikan kamp interniran Belanda akibat kebijakan anti-Kristen dan anti-Eropa Jepang. Kemudian situs terjadinya pertempuran sehingga menyebabkan didirikanya Masjid Syuhada untuk mengenang para pejuang, dan kini salah satu bangunanya menjadi Konsulat Tunisia. Dengan demikian, mari bersama-sama kita terjun melintasi waktu untuk menjelajahi Kotabaru.

VIVA GESCHICHTE! Penanggung Jawab Flamboyan Dwi Cahyo Pemimpin Redaksi Raihan Risang Anugerah Pratama Editor Irvan Maulana, Artaqi Bi Izza Al Islami Sekretaris Fadhila Husna Asri Bendahara Juwita Panggabean Redaktur Pelaksana Astam Mulyana, Muhammad Eno Al Ikhsan Cover & Ilustrator Maytri Zahra Saraswati, Raymizard Alifian Firmansyah Layouter & Fotografer Raymizard Alifian Firmansyah

MAJALAH SANSKERTA

5

EDISI AKHIR TAHUN


Nieuwe Wijk diambil dari istilah Belanda dari Kotabaru. Pilar rusak dan roboh diibaratkan se tegak berdiri merepresentasikan beberapa warisan kolonial yang masih digunakan atau dia keluar dari konstruksi kolonial. Singkatnya, kita masih hidup berdampingan d


SANSKERTA ONLINE

AKHIR TAHUN

ebagai warisan kolonial yang telah ditinggalkan dan dihancurkan. Beberapa pilar yang masih alih fungsikan. Atap yang masih itu menggambarkan bahwa “kita” tidak pernah betul-betul dengan sisa-sisa kolonial, entah seberapa besar keinginan kita menolaknya.


Kotabaru Sebagai Konstruksi Kolonial di Yogyakarta O L E H Aryo Gesang Sri Katon, Ignatius Senapatya Pandujagad Yuswondo, Dayinta Khusnia Ratri, William Riedsen, Dinara Ayu Astika, Nisa Urrohmah, Aulia Yuantika Pramodya, Fakhri Aji Bhawanamukti, Retno Erlina Wulandari, Adib Naufal Anabil, Hikmah Tri Utami, Adyatma Noor Mahendra, dan Fera Shinta Aulia.

Kotabaru bersama fasilitas bangunannya yang

khususnya

orang

modern pernah menjadi bagian dari pelaksanaan

Belanda yang berada di Yogyakarta. Awalnya,

Ibukota sementara Negara Indonesia di awal

penduduk Eropa yang bermukim hanya berjumlah

kemerdekaan tahun 1946. Kotabaru didirikan pada

400 orang. Namun, setelah dibukanya Terusan Suez

tahun 1917-1920 ketika masa pemerintahan Cornelis

pada tahun 1869, orang Eropa semakin banyak

Cane, Residen Yogyakarta saat itu. Sebelumnya, ia

berdatangan

telah meminta izin kepada Sultan Hamengkubuwono

pemerintah Belanda membuat rencana perluasan

VII untuk membangun kawasan pemukiman baru

kota (Bowplan) dengan membangun Kotabaru.

yang terletak di sebelah timur Sungai Code.

Kotabaru disebut juga sebagai Nieuwe Europeesche

Permohonan

Van

Villa-Park yaitu sebuah produk perencanaan kota

Sultanaat Djogjakarta No. 12 tahun 1917, mengenai

yang matang. Kotabaru dirancang oleh Thomas

pemberian

lahan

Karsten dengan

mendirikan

bangunan,

ini diatur dalam beserta

Rijksblaad

kewenangan

untuk

ke

Indonesia.

Oleh

karena

itu,

konsep garden city. Kotabaru

beserta

mengusung sistem tata kota layaknya jaring laba-laba

perawatannya dengan ketentuan yang diatur oleh

dengan lingkaran Kridosono sebagai pusat kotanya.

pihak kesultanan. Penggunaan lahan ditangani oleh

Ini dilakukan agar bangunan-bangunan di komplek

komisi yang dibentuk oleh pihak kesultanan dan

Kotabaru lebih tertata dimana pusat kota dapat

karesidenan dengan nama Komisi Penggunaan Tanah

diakses melalui jalan-jalan utama yang mengarah ke

(Comissie van Grondbedriff). Dengan adanya izin

area tersebut.

jalan,

taman,

tersebut, maka dibangunlah sebuah pemukiman baru

Adapun nama jalannya dibuat oleh orang

bernama Nieuwe Wijk atau yang dikenal sebagai

Belanda seperti straat, laan, weg, dan boulevard.

Kotabaru. Pemukiman baru tersebut digunakan

Straat adalah jalan khusus untuk area perkantoran,

sebagai

laan sebagai jalan utama/jalan raya, weg sebagai

hunian

elit

bagi

orang-orang

Eropa,


AKHIR TAHUN

ARTIKEL EKSPE DISI TERBAIK 2021 jalan

hunian

tanpa

orang

Eropa

dan

pribumi.

Kotabaru

taman, serta boulevard

merepresentasikan cara berpikir yang liberal. Orang

sebagai

Belanda ingin memperlihatkan bahwa memiliki

jalan

yang

dipisahkan oleh taman

material

di tengahnya.

mempermudah pencapaian cita-cita karena mereka

Bangunan

Kotabaru

berpikiran

yang

banyak

materialistik.

dalam

hidup

Pemerintah

akan

Belanda

yang

sengaja membedakan status sosial antara orang

dengan

Eropa dengan orang pribumi agar mereka dihormati

pribumi.

dan dipatuhi oleh masyarakat pribumi. Posisi orang-

penggunaan

orang Eropa yang menempati kelas masyarakat

bahan bangunan dan

teratas berdampak pada munculnya kebutuhan

bentuk

akan peran pembantu rumah tangga seperti

memiliki

ciri

berbeda bangunan Dari

bangunan

disesuaikan

untuk

djongos, kebon, baboe, dan was baboe.

kondisi iklim di Pulau Jawa. Kotabaru memiliki ciri

Dilihat dari arsitektur bangunannya sendiri,

bangunan rumah yang cenderung menjorok ke

Kotabaru mengusung konsep modern terlihat jelas

dalam karena bagian depan dan samping berfungsi

perbedaannya dengan bangunan-bangunan Joglo di

sebagai

lebih

Keraton. Ini seolah menjadi pertanda bahwa

minimalis berdasarkan gaya eropa yang sudah

Kotabaru adalah simbol modernitas kolonial yang

berakulturasi dengan gaya Jawa. Bangunan pada

'agung', sedangkan rumah joglo menjadi simbol

kawasan Kotabaru menggunakan pagar pendek

ketertinggalan. Bahkan, jika ditarik garis lurus

bertujuan untuk lebih menonjolkan keindahan dari

dengan Tugu sebagai titik pusatnya, pembangunan

bangunannya. Kotabaru tidak hanya berfungsi

Kotabaru dianggap menginjak harga diri Keraton

sebagai kawasan permukiman, tapi juga terdapat

Yogyakarta. Sebab, Kotabaru terletak di garis sakral

fasilitas umum lainnya dalam menunjang kegiatan

yang menghubungkan Pantai Selatan, Keraton,

para penghuni seperti sekolah, tempat ibadah,

Tugu, dan Gunung Merapi.

taman

dengan

bentuk

rumah

fasilitas keamanan, sarana olahraga dan sarana lainnya. Fasilitas kantor lainyya yaitu pabrik sembako,

pabrik

Lempuyangan,

gula, Stasiun

rumah

sakit,

Kridosono,

Stasiun kantor

percetakan Magazine van Oorlog, dan pos polisi yang belum diketahui pasti milik polisi pribumi atau polisi Belanda. Dibalik keindahan tata bangunan Kotabaru, terdapat perbedaan yang signifikan antara orang-

Tulisan ini menjadi tulisan terbaik dalam acara Ekspedisi yang mengangkat tema Kotabaru.


JURNAL FOTOGRAFI

MAJALAH SANSKERTA

10

EDISI AKHIR TAHUN


JURNAL FOTOGRAFI SANSKERTA ONLINE EDISI AKHIR TAHUN

Yang Tidak Baru di Kotabaru Babon ANIEM di persimpangan Jalan F.M. Noto Kotabaru. ANIEM adalah Algemene Nederlandsch Indische Electrisch Maatscapij merupakan perusahan penyedia listrik swasta yang ada di Hindia Belanda. TIM REDAKSI

MAJALAH SANSKERTA

11

EDISI AKHIR TAHUN


Yang Baru di Kotabaru Ruas Jalan Mataram Boulevard, yang kini menjadi Jalan Suroto. KITLV

MAJALAH SANSKERTA

12

EDISI AKHIR TAHUN


MAJALAH SANSKERTA

13

EDISI AKHIR TAHUN


JURNAL FOTOGRAFI

Gereja Katolik Santo Antonius Kotabaru terlihat tinggi berkat menara lonceng di bagian depan. Gereja ini didirikan pada ta menara lonceng. Terlihat pula persiapan menyambut Hari Raya Natal 2021.

MAJALAH SANSKERTA

14

EDISI AKHIR TAHUN


TIM REDAKSI

ahun 1926, mulanya desain menara gereja terdapat sebuah jam. Namun akibat terkendala dana, menara jam itu diganti

MAJALAH SANSKERTA

15

EDISI AKHIR TAHUN


JURNAL FOTOGRAFI

Gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) yang dahulu bekas gereja Gereeformerde Kerk. Guru arsitektur dari Sekolah bentuk salib. Di tengah atap utama, terdapat menara kecil dengan dekorasi perunggu seberat 125 kg. Peresmian gerejanya m

MAJALAH SANSKERTA

16

EDISI AKHIR TAHUN


TIM REDAKSI

Teknik Juliana Jetis, Mr. Vliegenthart, ditunjuk sebagai arsitek yang merancang gereja. Desain gereja dirancang dengan mengundang pendeta dari Opleidingschool voor Inlandsche Helpers. (De Indische Courant, 24 Mei 1923)

MAJALAH SANSKERTA

17

EDISI AKHIR TAHUN


JURNAL FOTOGRAFI

iapa Tahu? Kata Kewek berasal dari kata kerk dan weg dalam Bahasa Belanda loh. Kerk berarti gereja dan weg berarti jalan. Hal ini merujuk kepada lokasi jembatan yang dekat dengan Gereja Santo Antonius. Karena orang sekitar kesulitan melafalkan kata “kerkweg” maka muncullah istilah “kewek”.

Nah siapa nih yang baru tau?

TIM REDAKSI


SANSKERTA ONLINE AKHIR TAHUN

SAJIAN UTAMA

24 22

32

28 26

30

KUMPULAN ARTIKEL SEJARAH SEPUTAR KOTABARU.

20


ARTIKEL EKSPEDISI

SEKAPUR SIRI

O L E H Alvin Harry Ichsanudin, Ilham Hanafi, Wisnu Yogi Firdaus, Faiz Cahya Ramadhan, Rayhan Bagus Febrianto, Yose Mufiidah, dan Ayu S

Kotabaru merupakan sebuah kelurahan yang ter-

penduduk Belanda atau Eropa di Yogyakarta berkisar

letak di kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta,

4.885 penduduk dan pada tahun 1930 jumlah sebe-

Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan Kotabaru di

lumnya mengalami pertumbuhan yang sangat pesat

Kota Yogyakarta dulu oleh pemerintah Hindia Bel-

hingga mencapai 7.317 penduduk. Faktor pendorong

anda disiapkan sebagai tempat pemukiman orang

berikutnya Agrarische Wet atau Undang-Undang

Eropa. Kawasan ini terletak di sebelah timur Sungai

Agraria yang dimana berkembangnya 17 industri gu-

Code. Kawasan Kotabaru dirancangnya sebagai se-

la seperti yang terletak di Pandokan, Pundong, Pler-

buah kota taman yang berbentuk radial. Kotabaru

et, Barongan, Gesikan (Bantul), Demak Ijo, Salikan,

memiliki jejak peninggalan Eropa yang unik, selain

Kalasan, Tanjung Tirto, Beran, Godean, Medari, Ce-

itu Kotabaru atau Nieuw Wijk juga dilengkapi

bongan (Sleman), Sewugalur (Kulon Progo) serta se-

dengan fasilitas-fasilitas yang membuat penduduk

makin banyaknya kaum profesional yang bergerak di

Eropa atau Belanda semakin betah tinggal di Kotaba-

beberapa bidang seperti bidang pemerintahan, bi-

ru dan Kotabaru atau Nieuw Wijk mempunyai gaya

dang pendidikan, bidang kesehatan, bidang trans-

atau arsitekur bangunan yang unik dan sangat ber-

portasi, bidang dan bidang perdagangan. Lalu

beda dengan gaya kota tradisional sebelumnya. Pen-

merespon adanya lonjakan jumlah penduduk Bel-

inggalan bangunan atau rumah-rumah Belanda itu

anda

sampai sekarang masih ada, meski sudah ada yang

mengajukan

berubah menjadi kantor, sekolah, maupun rumah

Hamengkubuwono agar diberi tempat atau wilayah

tinggal.

khusus bagi orang-orang Eropa di sebelah timur

ataupun

Eropa,

maka

permohonan

Residen

kepada

Sri

Canne Sultan

Jejak arsitektur masa kolonial di Indonesia

sungai Code. Keluarlah Rijksblad van Sultanaat Djog-

sudah dimulai sejak kedatangan bangsa Portugis

jakarta No. 12 tahun 1917 yang dimana peraturan ini

yang membuktikan bahwa bangsa Eropa sudah mu-

terdiri dari 11 bab yang berisi tentang pemberian

lai masuk dan tinggal di berbagai wilayah di Indone-

lahan beserta wewenangnya supaya dapat didirikan

sia terutama di daerah Yogyakarta. Berdirinya Kota-

bangunan, jalan, taman beserta perawatannya

baru pada dasarnya merupakan konsekuensi dari

dengan ketentuan yang diatur oleh pihak Kasultanan

pertumbuhan jumlah penduduk Belanda ataupun

Yogyakarta. Penggunaan lahan tersebut dibebani

Eropa di Yogyakarta seperti pada tahun 1920 jumlah

pajak dan uang sewa supaya menguntungkan pihak

MAJALAH SANSKERTA

20

EDISI AKHIR TAHUN


IH KOTABARU

ep Sukmana, Ashilah Satya Khansa, Dwi Nurita Sari, Sava Aisah Putri, Nailal Azmi, Natasya Fadila Christiana Putri, Elmi Setyorini Istiqomah.

untuk

bangnya industri-industri di beberapa daerah seperti

penggunaan lahan atau tanah diatur oleh sebuah

di Pandokan, Pundong, Pleret, Barongan, Gesikan

komisi yang diberi nama Komisi pengguna tanah atau

(Bantul), Demak Ijo, Salikan, Kalasan, Tanjung Tirto,

Commisie Van Sultanaat Werken yang mendapat

Beran, Godean, Medari, Cebongan (Sleman), Sewuga-

uang muka penggunaan dari Kesultanan Yogyakarta

lur (Kulon Progo) hingga dikeluarkan Rijksblad van

yang bunganya 5% per tahun. Pihak Kasultanan Yog-

Sultanaat Djogjakarta No. 12 tahun 1917 yang berisi

yakarta dan karesidenan yang menentukan anggota

tentang pemberian lahan beserta wewenangnya

komisi ini. Sebagai pelaksana proyek pembuatan ka-

supaya dapat didirikan bangunan, jalan, taman beser-

wasan ini adalah Departemen van Sultanaat Werken

ta perawatannya dengan ketentuan yang diatur oleh

dengan ketuanya yaitu Ir. L.V.R. Bijleveld. Berdasar-

pihak Kasultanan Yogyakarta. Terdapat beberapa

kan peraturan Rijksblad van Sultanaat Djogjakarta

fasilitas-fasilitas

No. 12 tahun 1917 proyek kawasan Kotabaru mulai

penduduk Eropa atau Belanda di Kotabaru seperti

dikerjakan pada tahun 1917 dan diselesaikan pada

fasilitas pendukung, fasilitas pendidikan, fasilitas

tahun 1920 yang akan ditempati oleh orang-orang

kesehatan dan juga fasilitas keamanan. Fasilitas-

Eropa, terutama orang-orang Belanda.

fasilitas tersebut masih ada yang bertahan hingga

Kasultanan

Yogyakarta,

sedangkan

Kotabaru atau Nieuw Wijk memiliki sejarah panjang seperti adanya pertumbuhan penduduk Ero-

yang

mendukung

kenyamanan

saat ini meskipun ada yang berubah fungsi atau berubah nama.

pa di Yogyakarta yang pesat dan mulai berkem-

Rumah ini dikenal dengan sebutan rumah kentang karena dekorasi puncak atap menyerupai kentang. Kini bangunan ini dialih fungsikan sebagai kantor cabang BTN. Sumber: Colonialarchitecture.eu

MAJALAH SANSKERTA

21

EDISI AKHIR TAHUN


ARTIKEL EKSPEDISI

Pemandangan Kotabaru dari udara, foto menghadap ke arah timur. Djocja Solo Beeld van Vorstenlanden halaman 146

ARSITEKTUR BANGUNAN DI KOTABARU O L E H Ndaru Pratama, Afifi Indra Ramadhan, Salma Agni Dea, Ramadhani Krisna Wijaya, Fina Hidayatul, Muhammad Yudhistira Zaidan, Septa Lukman Hakim, Azzaima Azzahra Maharani, Laily Chusnia, Rifa Silviani Nurseha, Belinda Feronica, Maulana Raffi Fachrozi, dan Fida Fatma Dewi.

Permukiman di Kotabaru mulai dibangun pada

pabrik baru di Yogyakarta. Umumnya penghuni

akhir Perang Dunia I, sebagai suatu kompleks

rumah rumah di kawasan Kotabaru adalah orang

hunian modern yang terdiri dari rumah-rumah

-orang Belanda yang memiliki jabatan atau

yang yang dilengkapi dengan fasilitas umum

orang-orang Belanda kaya.

lainnya.

Pembangunan

Kotabaru

Kotabaru

dibangun

dengan

konsep

dilatarbelakangi oleh banyaknya orang Eropa

garden city yang dirancang oleh Thomas

terutama orang-orang Belanda yang mulai

Karsten, arsitek berkebangsaan Inggris. Konsep

berdatangan ke Yogyakarta setelah munculnya

ini memisahkan wilayah permukinan dengan

Undang-Undang

tempat

memiliki kesempatan untuk

membuka lahan-lahan perkebunan dan pabrik-

MAJALAH SANSKERTA

bekerja

serta

memadukan

perkotaan dengan pedesaan menjadi satu

22

EDISI AKHIR TAHUN

unsur


kesatuan yang harmonis.

dan

weg

dimana

kedua

jalan

tersebut

Secara visual, pola cincin dan radial

merupakan jalan yang berada di wilayah

konsentris yang tercipta dari jalur-jalur linier di

pemukiman. Perbedaan keduanya adalah laan

kawasan Kotabaru, masing-masing menuju satu

umumnya lebih lebar, setidaknya bisa untuk

titik pusat kawasan sehingga vista yang tercipta

bepapasan dua mobil, sedangkan jalan yang

memperlihatkan adanya pusat kawasan berupa

disebut weg lebih kecil ukurannya daripada laan,

ruang terbuka yang sekarang dikenal sebagai

karena

Stadion Kridosono sebagai magnet kawasan

beberapa laan.

weg

merupakan

penghubung

dari

Kotabaru. Bila memasuki kawasan Kotabaru

Terakhir adalah straat dimana jalan ini

akan didapat suasana berbeda dengan kawasan

marupakan jalan yang tidak berada di dekat

Yogyakarta lainnya yang kebanyakan masih

wilayah pemukiman. Selain itu, jalan yang ada di

tertata mengikuti arah mata angin.

Kotabaru, dikategorikan dan diberi nama dengan

Dalam arsitektur pagar, orang-orang

menggunakan nama buah, gunung, maupun

Belanda membuat pagar yang ada di depan

sungai. Contohnya seperti Tjodheweg atau Jalan

rumahnya cukup pendek untuk memperlihatkan

Code yang disesuaikan dengan nama sungai,

kamewahan dan kemegahan dari arsitektur

Merapilaan atau Jalan Merapi menggunakan

bangunan. Karakteristik khas masa kolonial yang

nama gunung, dan Mataram boulevard atau

ada pada bangunan Kawasan Kotabaru lainnya

Jalan Mataram.

dapat dilihat dari halaman rumah yang pada

Prinsip utama yang digunakan yaitu

umumnya memiliki halaman luas dan ditanami

penempatan taman kota pada inti kawasan

dengan berbagai macam tanaman. Kawasan ini

berupa ruang terbuka di tengah kawasan yang

memiliki pola radial dengan adanya ruang hijau

digunakan sebagai area hijau dan dilingkupi

yang luas serta terdapat juga area hijau yang

bangunan publik, fasilitas publik di luar central

mana sangat luas di Kotabaru serta bangunan

park, kelompok rumah yang menghadap ke

yang dikelilingi oleh jalan raya, namun tetap

boulevard, dan cincin terluar sebagai pasar,

terdapat cukup banyak pohon yang ada di kanan

gudang, pabrik, dan fasilitas servis lainnya.

dan juga pada kiri jalan sehingga memunculkan suasana sejuk bagi orang Belanda masa itu. Pada masa kolonial, penyebutan jalan di

Kotabaru telah menjadi kawasan sejarah, budaya, dan juga pariwisata. Hal ini diharapkan menjadi

daya

tarik

wisatawan

untuk

Kotabaru disesuaikan dengan jalan yang ada di

mengunjungi wisata kota ini sebagai tujuan

Belanda. Beberapa sebutan jalan di Kotabaru,

pariwisata di Yogyakarta, sekaligus mengenalkan

seperti boulevard yang merupakan jalan besar

sejarah Kotabaru pada masyarakat umum.

dengan taman di tengahnya, kemudian ada laan

MAJALAH SANSKERTA

23

EDISI AKHIR TAHUN


ARTIKEL EKSPEDISI

KOTABARU DARI MASA K

O L E H Aditya Yuriztira, Agus Raniko, Aprilia Kustanti, Daffa Farras Ardyansyah, Dea Ayu, Devita Putri, Dhavauzan Artha Fala

Sejarah Berdirinya Kotabaru Yogyakarta

1917. Isi peraturan ini terdiri dari 11 bab yang berisi

Perkembangan perekonomian global membuat poli-

tentang pemberian lahan beserta wewenangnya

tik pemerintahan Belanda di Indonesia mengalami

supaya dapat didirikan bangunan, jalan, taman

perubahan. Belanda melakukan politik pintu terbuka

beserta perawatannya dengan ketentuan yang dia-

atau

tur oleh pihak kasultanan. Penggunaan lahan terse-

opendeur

politiek

untuk

mendorong

perekonomain. Politik pintu terbuka memberikan

but dibebani pajak dan uang sewa

kesempatan bagi bangsa lain untuk melakukan pena-

menguntungkan kasultanan.

supaya

naman modal di wilayah Indonesia. Pemerintah Bel-

Pada tahun 1917 -1920 dibangunlah kota

anda memberi kesempatan orang-orang asing me-

dengan nama Kotabaru yang ditempati oleh orang-

nyewa tanah di Indonesia dalam jangka waktu pan-

orang Eropa, terutama orang-orang Belanda. Kawa-

jang sehingga banyak kapitalis dari berbagai negara

san tersebut disebut Kotabaru karena sebuah kota

seperti Jerman, Perancis, Belgia, Italia, Inggris,

yang baru didirikan dengan konsep kota taman

Amerika, Jepang, dan lain-lain mengambil kesem-

(Garden City) sebagai kawasan elit untuk orang-

patan ini. Perkembangan industri membuat pelaku

orang Eropa. Arsiteknya bernama Thomas Karsten

bisnis dari Belanda datang ke Yogyakarta, jumlahnya

yang membangun kota baru bergaya Eropa dan ber-

bertambah seiring masa keemasan produksi gula.

konsep garden city, kawasan Kotabaru dilengkapi

Belanda banyak membangun sarana dan

dengan boulevard dan banyak jalan-jalan arteri.

fasilitas pendukung di Yogyakarta seperti jaringan

Perkembangan Kotabaru Pasca-Kolonial

transportasi Kereta Api, Listrik, telepon, Kantor Asur-

ansi, Perbankan, Hotel, Gereja, Rumah Sakit, dan

Pasukan Jepang pertama kali mendarat di Hindia Bel-

Sekolah-Sekolah. Semakin bertambahnya orang-

anda pada tanggal 11 Januari 1942 di pantai timur

orang Eropa dan Belanda yang datang, maka dibu-

wilayah Tarakan, Kalimantan Timur dan berhasil

tuhkan pemukiman. Keraton Yogyakarta atas dasar

membuat pemerintah Hindia Belanda menyerah

Undang-Undang Disentralisasi (Decentralisatie Wet)

tanpa syarat pada 8 Maret 1942. Beralihnya

dan peraturan Wijkenstelsel yaitu peraturan penge-

kekuasaan Hindia Belanda ke tangan Jepang mem-

lompokan tempat tinggal orang-orang Eropa yang

buat warga Eropa yang tinggal di Hindia Belanda ter-

terkonsentrasi di satu tempat, maka muncullah

masuk di Kotabaru, harus meninggalkan tempat ting-

Rijksblad van Sultanaat Djogjakarta No. 12 tahun

galnya untuk menyelamatkan diri.

MAJALAH SANSKERTA

24

Masa Pendudukan Jepang

EDISI AKHIR TAHUN


KOLONIAL HINGGA KINI

asca, Fatmawati Lintang, Gilang Syah Putra, Intan Natria, Nadya Kusuma, Nushirwan Idris Barara, dan Salsabila Nur Khasanah.

Setelah Kotabaru ditinggalkan, Jepang menjadikan

pada pukul 11.00. Tragedi ini berhasil membuat Je-

Kotabaru sebagai pusat militer Jepang di Yogyakarta.

pang menyerah dan menangkap 360 tentara Jepang.

Bangunan-bangunan perumahan dan fasilitas-fasilitas

Sedangkan untuk korban jiwa pribumi dijadikan se-

umum

bagai nama-nama jalan kawasan Kotabaru.

dijadikan

sebagai

fasilitas

pendukung

pemerintahan Jepang, seperti Gereja Santo Antonius

Sekarang sebagian kawasan Kotabaru dijadi-

dijadikan Gudang senjata dan amunisi tentara Je-

kan sebagai tempat wisata, bangunan-bangunan

pang, Gereja Kristen HKB sebagai penjara Wanita Bel-

tempat tinggal menjadi hunian masyarakat, beberapa

anda, dan sebagian lagi disewakan kepada penduduk

bangunan besar dijadikan sebagai fasilitas umum,

pribumi kalangan atas untuk menambah penghasilan.

dan beberapa yang lainnya disewakan. Kotabaru

Kotabaru Pasca-Kemerdekaan

sekarang berada di pusat Kota Yogyakarta. Sudut-

Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus

sudut Kotabaru saat ini berkembang dinamis dengan

1945 tidak membuat Jepang segera pergi meninggal-

adanya beberapa kafe, galeri seni dan tempat ber-

kan Indonesia. Sehingga muncul keinginan para

olahraga. Pesona Kotabaru sebagai kota taman hing-

pemuda untuk melakukan perundingan secara damai

ga kini masih dinikmati dengan duduk dan berteduh

dengan para pemimpin Jepang di Kotabaru, namun

di sisi kanan kiri jalan. Kotabaru yang berada di jan-

tidak berhasil. Sebelum melakukan perundingan, pa-

tung kota selain sebagai pemukiman juga menjadi

ra pemuda akan menyerbu markas militer Kotabaru

kawasan terbuka hijau dan menjadikannya menjadi-

jika perundingan gagal. Pada pukul 04.00 terjadi le-

kannya tempat perdagangan, jasa, dan tujuan wisata.

tusan granat serta penyerbuan pribumi yang berakhir

Peringatan 40 tahun naik tahtanya Ratu Wilhelmina pada tahun 1938 di Bijleveld-Stadion (sekarang Stadion Kridosono). Sumber: Djocja Solo halaman

MAJALAH SANSKERTA

25

EDISI AKHIR TAHUN


ARTIKEL EKSPEDISI

Vila mewah di Kotabaru yang kini telah dialih fungsikan sebagai Museum Sandi. Woning te Jogjakarta, vermoedelijk aan de Sultansboulevard

BERDIRINYA “KAMPUNG BELANDA” DI TANAH O L E H Azizah Shaidina Kusuma Dewi, Bobby Kurniawan, Diandra Salsabila Putri, Dwi Shinta Anggraini, Ihsanul Bunyan Kholid, Isti Khomah, Kenang Fahmi Adhair, Muh. Salman Averroes Adhany, Muhammad Ghifari, Nabila Kusuma Nirmala, Nurwita Amroe Safira, Safrida Santriyani, dan Sayitul Munawaroh.

Kota Baru merupakan salah satu dari sekian banyak

Bangunan-bangunan perumahan

peninggalan-peninggalan bangunan sejarah yang

memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri bila

berada di Yogyakarta. Kota baru terletak di

dibandingkan

Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta, Daerah

Yogyakarta pada umumnya. Konsep yang diambil

Istimewa Yogyakarta. Kini Kota baru menjadi salah

pada bangunan-bangunan kota baru terinspirasi dari

satu cagar budaya Yogyakarta yang berada di bawah

konsep Garden City. Muka bangunan-bangunan kota

lindungan pemerintah Indonesia sehingga, hingga

baru didominasi dengan pepohonan rindang di

kini kondisi bangunan kota baru masih terawat dan

bagian depan rumah. Bangunan-bangunan kota baru

terjaga. Kota baru merupakan sebuah kawasan

menerapkan

perumahan elit yang diperuntukan bagi warga

dengan gaya perumahan setempat.

dengan

MAJALAH SANSKERTA

26

bangunan-bangunan

percampuran

Belanda yang berada di Yogyakarta kala itu. EDISI AKHIR TAHUN

di Kota baru

gaya

antara

di

Eropa


Percampuran

tersebut

dapat

dilihat

dari

serta gudang senjata dan amunisi. Salah satu

bangunannya yang mencitrakan hunian kolonial

bangunan di Kota Baru yang dialih fungsikan yaitu

dengan telah diakomodasi kondisi lingkungan

Gereja Santo Antonius. Pada masa Kependudukan

setempat melalui langit-langit rumah yang tinggi

Jepang , gereja Santo Antonius digunakan Jepang

dan banyaknya jendela.

bukan sebagai tempat

Pada masa kolonial Belanda, pembangunan kota baru

tersebut

perumahan

ditujukan

orang

Yogyakarta.

untuk

Belanda

Selain

yang

Pada tanggal 17 Agustus 1945 secara resmi Republik

tinggal

Indonesia

di

memproklamirkan

kemerdekaan

perumahan,

bangsanya. Namun, proklamasi kemerdekaan yang

pembangunan Kota baru juga dilengkapi dengan

dikumandangkan tersebut nyatanya tidak membuat

fasilitas-fasilitas penunjang umum, seperti rumah

Jepang segera pergi dari tanah Indonesia, sehingga

sakit, tempat peribadatan, sekolah, dan juga taman.

memunculkan

Fasilitas publik yang dibangun di kawasan Kota Baru

Indonesia untuk mengusir Jepang. Pada tanggal 7

memiliki fungsi untuk menunjukan bahwa kawasan

Oktober 1945, di Yogyakarta terjadi peristiwa

ini menerapkan konsep Garden City yang berkaitan

penyerbuan Kota Baru yang membuat Jepang

erat dengan aspek kesehatan, keindahan, dan

menyerah dan akhirnya meninggalkan Kota Baru.

keamanan. Pada awalnya kawasan Kota Baru dihuni

Pada tanggal 10 Oktober 1945, Belanda dengan

oleh para pegawai tinggi Belanda, seperti para

memboceng sekutu, datang ke Indonesia tepatnya

administrator pabrik gula yang terdapat di banyak

di Jakarta menginginkan penguasaan atas Indonesia

wilayah Yogyakarta. Pada masa kolonial Belanda

kembali.

terdapat

Indonesia,

pergeseran

sebagai

perumahan

fungsi

kawasan

yang

semangat

revolusioner

Namun

dengan

kekuatan

usaha

Belanda

untuk

rakyat

bangsa

menduduki

sebelumnya hanya sebagai hunian kemudian

Indonesia kembali berhasil digagalkan.

bercampur dengan kegiatan bisnis. Penambahan

Pada tahun 1946 pusat pemerintahan Indonesia

fungsi

karena

dipindahkan ke Yogyakarta, karena Jakarta sedang

pertumbuhan dan perkembangan di wilayah utara

berada pada situasi yang genting akibat ulah

dan timur laut Kota baru, yakni wilayah Bulaksumur

Belanda tersebut. Pemidahan ibu kota tersebut

serta Jalan Solo.

membuat Yogyakarta didatangi oleh banyak orang

Pada tahun 1942 setelelah belanda terusir oleh

sehingga

jepang, bangunan di kota baru berpindah tuan, dan

penduduk kota Yogyakarta. Oleh karena itu, pada

dihuniboleh

dialih

masa pasca kemerdekaan Indonesia, Kota Baru

untuk tentara

dialihfungsikan menjadi kawasan elite dan pusat

kawasan

fungsikan

tersebut

orang-orang

disebabkan

jepang.

menjadi perumahan

Yang

berpengaruh

pada

jepang,. Banyak bangunan di kota baru dialih

pemerintahan

fungsikan

dijadikan sebagai tempat tinggal dan juga kantor-

oleh

jepang

seperti

gereja

Santo

Agustinus yang dijadikan gudang senjata. Tangsi, MAJALAH SANSKERTA

Indonesia.

pertambahan

Beberapa

kantor pemerintahan milik Indonesia.

27

EDISI AKHIR TAHUN

gedung


ARTIKEL EKSPEDISI

ARSITEKTUR BANGUNAN KO

O L E H Dheassy Noormalitasari, Karolina Ina Lapu, Muh. Rhosid Ashari, Novelia Ratih Nur Alfath, Dewandaru Restu Ahmad Hid Ari Nur Fauzan, Satiti Siti Haryanto, Adirah Isla

Kotabaru yang dahulu disebut Nieuwe

Kerk.

Para penghuni Kotabaru merupakan

Wijk merupakan bentuk reaksi atas ber-

masyarakat Eropa yang mayoritasnya beraga-

tambahnya populasi Belanda dan Eropa yang

ma

terlebih dahulu mendiami wilayah Malioboro.

dilengkapi dengan fasilitas gereja untuk me-

Populasi yang meledak ini, mengharuskan

menuhi kebutuhan rohani. Guru arsitektur dari

orang-orang Eropa untuk membuka lahan pem-

sekolah tinggi teknik Juliana Jetis Mr. Gentar

ukiman baru. Kotabaru dipilih sebagai perlua-

ditunjuk sebagai arsitek yang merancang gereja

san kawasan pemukiman karena wilayahnya

baru. Gereja ini diresmikan pada 21 Mei 1923.

relatif datar dan mempunyai ketersediaan air yang terjangkau.

Kristen

sehingga

kawasan

Kotabaru

Yang kedua adalah Gereja Katolik Santo Antonius

yang

didirikan

pada

masa

Kotabaru dikembangkan dengan konsep

kependudukan Jepang. Arsitektur dalam gereja

garden city. Rumah-rumah di Kotabaru menye-

ini berupa patung-patung orang suci dan

diakan space kosong di depan serta samping.

perabotan lainnya yang dahulu menghiasi bagi-

Halaman kosong pada rumah-rumah di Kotaba-

an dalam gereja. Gereja ini memiliki lubang an-

ru memiliki fungsi sebagai media bertanam dan

gin berbentuk garis vertical, terdapat pula

dan lahan sebagai penyedia oksigen.

menara lonceng yang dipermanis dengan hia-

Bangunan

hunian

memiliki

gaya

san Windwijzers atau penunjuk arah angin ber-

bangunan art deco. Art deco memiliki karakter-

bentuk ayam jago yang bertengger di puncak-

istik jendela yang besar dan dalam jendela ter-

nya

dapat lubang-lubang udara yang memanjang.

Bangunan peninggalan Belanda lainnya ada-

Bentuk rumah dibuat besar. Bentuk hunian,

lah fasilitas kesehatan yang berupa

jendela dan lubang udara yang besar diterap-

bangunan rumah sakit. Pada masa koloni-

kan karena letak Kotabaru yang berada di ling-

al arsitektur bangunan rumah sakit di Ko-

kungan tropis. Hal tersebut bertujuan untuk

tabaru bergaya Indis (gabungan antara

sirkulasi udara yang lancer.

gaya bangunan budaya lokal dengan gaya

Salah satu bangunan di Kotabaru dari era kolonial adalah bangunan gereja HKBPyang menempati

bekas

Gereja

bangunan budaya barat). Akibat nasionalisasi yang dijalankan

Gereeformerde

MAJALAH SANSKERTA

28

EDISI AKHIR TAHUN


OTABARU MASA KOLONIAL

ayat, Dani Herawan Wicaksono, Nazwalika Khahaina Nurmalita, Gagat Bilowo Pakso Jandhu, Malika Fitria Cahyaningtyas, Fajar amia Nalisman, dan Saesar Wahid Andreatno.

oleh Soekarno beberapa aset bangunan

tara Belanda, saat ini sudah berubah fungsi men-

yang dulu dimiliki oleh kolonial diambil alih se-

jadi asrama TNI Angkatan Darat. Secara umum,

luruhnya

bangunan Asrama Kompi Kotabaru masih mem-

dan

terjadi

pergantian

nama

bangunan,seperti :

pertahankan bentuk asli bangunan dengan gaya

Petronella Ziekenhuis Hospital berganti nama men-

arsitektur Eropa. Di dalam komplek ini juga ter-

jadi Rumah Sakit Bethesda pada tahun 1950 yang

dapat

hingga kini bangunan ini masih berfungsi sebagai

‘Pertempuran Kotabaru’ pada Oktober 1945 dahu-

fasilitas kesehatan.

lu.

monumen

peringatan

peristiwa

DAT Hospital/Militair Hospital berganti nama men- 2. Politie Post Huis, saat ini berubah fungsi menjadi jadi Rumah Sakit Tentara Dr.Sutarto

salah satu rumah hunian di wilayah Kotabaru dan

Bangunan cagar budaya arsitektur pada fasilitas

lalu sarana keamanan dipindah posisikan di bagian

kesehatan memiliki fungsi sama atau tidak berubah

utara. Karakteristik bangunan dapat dilihat melalui

sejak awal didirikan pada masa kolonial. Jika kita

proporsi bangunan head-body-foot dan prinsip de-

bicara mengenai fasilitas keamanan di kawasan Kota-

sain bangunan. Selain itu, ciri khas bangunan pada

baru terdapat dua bangunan peninggalan bangsa Ero-

kawasan Kotabaru terdapat ruang terbuka hijau

pa antara lain:

atau taman diantara bangunan.

1. Megazijnen van Oorlog atau Gudang Amunisi Ten-

Gereformerdee Kerk (kini menjadi Gejera HKBP Kotabaru). Sumber: Colonialarchitecture.eu

MAJALAH SANSKERTA

29

EDISI AKHIR TAHUN


ARTIKEL EKSPEDISI

Seminari Katolik milik Serikat Jesus (SJ) yang terletak di boulevard Jonquière di Kotabaru Yogyakarta. Tropen Museum

KEUNIKAN TATA RUANG KOTABARU O L E H Erico Abby Pratama, Kelvin Pratama, Fannani Luqman Nafidzin, Rizki Darmawan, Abdurrasyid Hilmi Fathullah, Agung Fadilla, Muhlisoh, Safika Pangala Tandi, Aisyah Syabandari, Sekar Indah Pertiwi, Farisa Ratna Devi Nuratika, Annisa Rahayu, Nurma Fimanti, Audrey Desmasika Maharani.

Sejarah perkembangan Kota Yogyakarta banyak

konsep “kota baru dalam kota” (new town in town). Kon-

sekali meninggalkan berbagai warisan dan cagar budaya

sep ini membuat perbandingan kelas yang nyata dalam

sebagai bukti peradaban masa lalu yang telah terhimpun

sistem sosial maupun lewat segi tatanan maupun arsi-

dalam suatu satuan ruang geografis. Keunikan Kotabaru

tektur kota antara permukiman rakyat dan kaum elit Ero-

sendiri dapat dilihat dalam bentuk arsitektur bangunan

pa yang batas-batas pemisahnya sangat jelas. Dan mun-

yang digunakannya.

culnya permukiman masyarakat Belanda di Kotabaru tid-

Kotabaru atau Nieuwe Wijk adalah salah satu kawasan elit dan modern karya arsitektur Ir. Thomas Karsten yang dibangun megah pada tahun 1917. Pembangunan kawasan Kotabaru ini sebagai upaya pemerintah Hindia Belanda dalam mengatur tata ruang dan kelola kota dengan

MAJALAH SANSKERTA

30

ak lepas dari adanya kebijakan Undang-Undang Desentralisasi (Decentralisatie Wet) dari Pemerintahan pusat di Batavia tahun 1903 yang mengakibatkan kota-kota di Jawa mengalami pertumbuhan dan perkembangan pesat seperti yang terjadi di Yogyakarta antara tahun 19001930. Dengan terbitnya undang-undang ini, maka EDISI AKHIR TAHUN


berubahlah corak pemerintahan Hindia Belanda dari sen-

dengan bentuk fisik kawasan tersebut yaitu bentuk arsi-

tralisasi menjadi desentralisasi. Hal inilah yang men-

tektur bangunan kolonial melalui ornamen-ornamen

dasari terbentuknya sistem Kotapraja (staadgementee)

yang melekat pada bangunan yang berada di kawasan

yang bersifat otonom.

Kotabaru. kedua adalah elemen non fisik kawasan. Ka-

Meskipun begitu, tidak membuat penduduk

wasan Kotabaru berfungsi sebagai kawasan permukiman

pribumi memiliki pikiran yang negatif. Bahkan, saat

dengan fasilitas pendukungnya seperti kesehatan, pen-

dibangunnya Kotabaru, penduduk pribumi lebih banyak

didikan, tempat ibadah, dan ruang terbuka. Dan pastinya

memilih untuk tinggal di daerah sekitar Keraton. Karena

identitas elemen fisik dan non fisik telah mengalami ban-

pada saat itu masyarakat pribumi percaya bahwa tinggal

yak perubahan dari masa awal Kotabaru hingga

di daerah tersebut memiliki banyak keuntungan. Dian-

sekarang. Elemen non fisik itu sendiri dapat dilihat dari

taranya keberkahan karena tinggal dekat Sri Sultan, bi-

berubahnya aktivitas yang ada di Kotabaru. Sedangkan

asanya mereka adalah masyarakat asli Jawa disekitar

elemen fisiknya sendiri berubah dari kondisi fisik

kesultanan. Keberkahan ini bukan hanya semata-mata

bangunan yang pada awalnya berarsitektur kolonial kini

berbentuk fisik, melainkan berkah kebatinan, kedama-

banyak bengunan yang berubah menjadi lebih modern.

ian, serta kemakmuran.

Dan seperti yang kita tahu, wilayah Kotabaru juga dibensendiri

tuk dengan menggunakan konsep Garden City. Konsep

menggunakan pola permukiman Radial Konsentrisme

ini pertama kali dikemukakan oleh Ebenezer Howard

yang mengacu pada pembagian wilayah berdasarkan

pada abad 19. Konsep ini merupakan hasil telaah dari

fungsinya seperti pola penataan dengan tujuan mem-

kota-kota di Inggris yang mengalami tekanan atas ling-

berikan kemudahan-kemudahan bagi kaum elit Eropa

kungan perkotaan. Garden City juga menggunakan mod-

dalam menjangkau fasilitas-fasilitas publik yang ada sep-

el radial konsentris, dimana Garden City ini memiliki

erti pendidikan, kesehatan, administrasi dan peribadatan

prinsip utama, yaitu Civic Center (pusat kawasan ruang

yang kaitannya sangat erat di kehidupan sehari-hari se-

terbuka

hingga pelayanan publik dapat dimanfaatkan secara

Kridosono), Crystal Palace (fasilitas publik diluar centra

maksimal dan merata bagi semua orang Belanda di sana.

park), kelompok rumah yang menghadap ke boulevard,

Hal tersebut tidak terlepas dari kawasan Kotabaru yang

dan yang terakhir terdapat pasar, gudang, pabrik, dan

sangat strategis di kota Yogyakarta, yang dekat dengan

fasilitas servis lainnya. Hal tersebut bertujuan atas dasar

pusat perbelanjaan Malioboro, pusat pemerintahan dae-

kebutuhan hidup manusia, antara lain terkait dengan

rah dan menghambat pergerakan ekonomi dan sosial

keselamatan, keamanan, serta berkaitan dengan kondisi

budaya masyarakat Yogyakarta.

lingkungannya

Penataan

wilayah

Kotabaru

Citra kawasan Kotabaru pada masa awal, yaitu dengan struktur path (jalur jalan), nodes (simpul), district (fungsi kawasan), landmark (ketenger), dan edges (batas kawasan). Sementara itu, untuk identitasnya, Kotabaru memiliki dua identitas yang digunakan. Pertama, adalah elemen fisik kawasan. Kawasan Kotabaru dapat dikenali MAJALAH SANSKERTA

hijau,

saat

seperti

ini dikenal

dengan

pencahayaan,

Stadion

penghawaan,

penghijauan dan keindahan untuk kesehatan psikis penghuninya. Oleh karena itu, dalam pembentukan bangunannya terdapat ciri-ciri khusus yang dapat kita jumpai, yaitu adanya halaman yang luas, terdapat pohon -pohon besar di halaman rumah, serta bangunannya ditempatkan di antara ruang terbuka.

31

EDISI AKHIR TAHUN


ARTIKEL EKSPEDISI

Arsiteketur Belanda terhadap Sosi

O L E H Herdiona Hellen Herdadian, Nurul muthmainnah, Angga Fatih Fadlurrohman, Marchellino Hanie Sanjaya, Muhammad M Ferdiansyah Heisa Prabowo, Alda Dewi K

Suatu pembangunan wilayah atau kota tentunya

tama pada segi sosial budaya terutama pada bidang

memiliki dampak baik pada bidang sosial, ekonomi,

agama, budaya, pemikiran, bahasa dan kebiasaan.

geografi, dan budaya. Seperti pada Kawasan Kotaba-

Belanda membawa pengaruh agama di sekitar Kota-

ru yang berada di Yogyakarta. Kotabaru sendiri

baru yaitu Kristen Protestan yang dibuktikan dengan

merupakan suatu kota yang terkenal sebagai distrik

adanya sebuah Gereja yang dibangun untuk penyeb-

yang banyak memiliki corak Belanda. Salah satu pen-

aran agama yang dianut.

inggalan yang sekarang masih bisa kita jumpai ada-

Kotabaru adalah kawasan hunian yang memang

lah pemukiman Kotabaru. Kawasan Kotabaru yang

didesain senyaman mungkin, agar para pendatang

merupakan usaha perluasan kota menciptakan se-

yang kebanyakan berasal dari Eropa khususnya Bel-

buah kawasan di dalam kota yang khusus di-

anda seolah-olah berada di daerah tempat asal

peruntukkan bagi golongan Eropa yang di dalamnya

mereka. Karena Kotabaru merupakan kawasan elit

dibangun fasilitas penunjang, dikembangkan dengan

yang diperuntukkan untuk kalangan orang dari Eropa

konsep Garden City yang dicetuskan oleh Ebenezer

maka terjadilah dinamika kehidupan sosial dari latar

Howard. Selain dalam gaya arsitektur rumah, Bel-

belakang kehidupan keseharian mereka.

anda juga membawa pengaruh dalam bidang sosial

Dinamika sosial terjadi karena adanya beberapa ke-

dan budaya, tercermin pada dinamika sosial

lompok tertentu dengan etnis yang berbeda-beda.

masyarakat yang ada di Kotabaru secara khusus dan

Salah satu akibatnya adalah timbulnya kesenjangan

kota Yogyakarta secara umum.

oleh suatu kelompok etnis terhadap kelompok etnis

Residen Yogyakarta kala itu, P.W Jonquiere meminta

lainnya. Keadaan sosial di daerah Kotabaru sendiri

kepada Sri Sultan Hamengku Buwono VII agar me-

memiliki kecenderungan pada pemisahan ling-

nyewakan tanah miliknya di sisi timur Kali Code un-

kungan antara masyarakat penjajah dan dan

tuk pemukiman baru. Permintaan tersebut disetujui

masyarakat pribumi, dimana bisa terlihat dari pem-

oleh Sultan sebagaimana yang tertuang dalam doku-

buatan lingkungan hunian baru yang bersifat kom-

men Rijksblad van Sultanaat Djogjakarta No. 12 ta-

plek serta tidak membaur dengan masyarakat seki-

hun 1917. Beberapa ahli sejarah maupun arkeologi

tar. Ini bertujuan sebagai pemisahan etnis atau ras

menyatakan bahwa dokumen tersebut adalah

dikarenakan masyarakat atau penduduk Hindia Bel-

penanda awal pembangunan Kotabaru. Pengaruh

anda yang sangat Heterogen. Selain itu menghindari

kolonial Belanda pada Kotabaru sangat terasa teru-

adanya konflik dengan pribumi merupakan yang pal

MAJALAH SANSKERTA

32

EDISI AKHIR TAHUN


ial budaya di Kotabaru Yogyakarta

Mauliditya, Janes Diva Prabavananta, Gabriela Zefanya Sukma Lazuardi, Elsa Nur Febriani, Lisana Shidqin 'Aliya, Hersa Aji Putra, Kusumaningrum, dan Krisna Dwi Saputra.

ing penting sehingga diciptakannya hunian baru.

fasilitas-fasilitas pendukung yang keberadaannya

Perubahan kehidupan sosial seperti yang awalnya

hingga saat ini secara formal belum berubah. Peru-

penduduk pribumi tinggal di pedesaan pindah ke ko-

bahan fungsi yang terjadi di zona permukiman yaitu

ta karena pekerjaan dari orang-orang Eropa. Selain

fungsi residential berubah menjadi fungsi komersial

pemukiman, pembangunan Gereja ‘Santo Antonius’

jasa maupun komersial dagang. Beberapa bangunan

Kotabaru juga mempengaruhi kehidupan sosial

di Kotabaru dialih fungsikan sebagai tempat ber-

masyarakat dalam beragama. Jadi bisa dikatakan

belanja kebutuhan seperti pakaian, peralatan rumah

bahwa suatu pergeseran perilaku sosial dalam

dan kantor, makanan dan minuman, dan sebagainya.

masyarakat secara tidak langsung akibat dari pena-

Bangunan dengan arsitektur unik ini menarik per-

taan ruang dan perubahan arsitektur bangunan yang

hatian dan mengundang masyarakat untuk datang

ada pada masyarakat tersebut.

memenuhi kebutuhannya atau hanya sekadar

Kawasan Kotabaru pada dasarnya masih merupakan

melihat-lihat. Arsitektur memiliki kaitan erat dengan

kawasan permukiman yang di dalamnya terdapat

sosial budaya masyarakat setempat.

Stasiun KA Lempuyangan milik NIS (Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij, Dutch East-Indies Railway Company) di Yogyakarta. Sumber: Tropen Museum

MAJALAH SANSKERTA

32

EDISI AKHIR TAHUN


TOKOH

Sosrokartono: Kiprah Pelajar Pribumi di Negeri Belanda OLEH IRVAN MAULANA

Sosrokartono bisa disebut sebagai priyayi

anggaran dasar dan anggaran rumah tangga or-

Jawa pertama yang datang ke Belanda dengan

ganisasi saja. Setelah itu beliau memilih tidak aktif

maksud untuk bersekolah di Belanda. Beliau ada-

berkegiatan dalam organisasi ini.

lah putra bupati Jepara sekaligus kakak dari R.A Kartini. Datang ke Belanda pada 1898 berbarengan ketika peralihan kekuasaan sedang berlangsung di Belanda. Datang ke Belanda dengan alasan untuk melanjutkan ke Sekolah Teknik Tinggi di Delft hingga akhirnya memutuskan pindah ke Jurusan Bahasa dan Kesusastraan Timur di Universitas Leiden.

Meskipun memiliki kehidupan yang cemerlang di Belanda, Sosrokartono juga memiliki masalah yang bahkan membuat adiknya Roekmini marah kepadanya. Ini terjadi karena kelakuan dan gaya hidup yang dijalani Sosrokartono disana yang bermewah-mewahan dan bergaul dengan para priyayi tinggi, membuatnya terlilit banyak hutang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tidak han-

Sejak masa awal studinya sudah memiliki kemampuan untuk menguasai berbagai bahasa dari Timur dan Barat, terutama kemampuan berbahasa Jawa dan Belandanya yang membuat kariernya kian cemerlang di Belanda. Berkat kemampuannya ini beliau bisa berpidato dalam kongres ANV yang disambut baik oleh para hadirin saat itu. Selain itu, oleh Kern beliau diusulkan sebagai anggota dari KITLV. Kegiatan sehari-hari yang dijalaninya selain itu seperti menjadi koresponden di beberapa surat kabar Belanda.

ya soal utang saja, namun beliau juga gagal dalam menyelesaikan tesisnya di Leiden. Setelah

29 tahun

menjelajah

Eropa.

Akhirnya Perjalanan Sosrokartono berhenti di Southamton, Inggris. Beliau menuliskan surat perpisahan kepada pasangan Abendanon dari kapal “Grotius”, tertanggal 5 Juli 1925. Surat yang dikirimkan

Sosrokartono

kepada

keluarga

Abendanon juga tercantum alasannya pulang yaitu keinginan keluarganya agar ia mencari pekerjaan di tanah air saja. Karena beliau yakin, ketika

Beliau juga tercatat sebagai salah satu ang-

nanti sampai di Jawa tidak akan mendapatkan

gota awal dari Indische Vereniging yang dirintis

pekerjaan dari pemerintah kolonial Belanda atau-

salah satunya oleh Casayangan. Ketika itu Soss-

pun dari pihak pribumi. Padahal sebenarnya hara-

rokartono tercatat bertugas sebagai penyusun

pan kurang terealisasi.

MAJALAH SANSKERTA

34

EDISI AKHIR TAHUN


Sosrokartono meninggal pada 8 Februari

gah. Kesehatannya sudah mulai menurun sejak

1952, tanpa sempat menikah. Beliau dimakamkan

Jepang mulai berkuasa menggantikan Hindia-

di Sedo Mukti, Desa Kaliputu, Kudus, Jawa Ten-

Belanda.

Sumber: unknown: public domain.

MAJALAH SANSKERTA

35

EDISI AKHIR TAHUN


SASTRA


RESENSI

Ilustrasi Simbol kolonial dalam diri perlawanan “pribumi” Sumber: Casparus Commelin (1636-1693)

MAJALAH SANSKERTA

38

EDISI AKHIR TAHUN


PUISI

Dipinggiran Jalur Rempah OLEH RAYMIZARD

Dengan ini kuberi nama Negeri surga Tanah rempah Merapah rajah Dari malaka hingga maluku Dari hulu hingga ke hilir

Parang tumpul ini tak lagi bisa melawan Tuhan katanya kau yang turunkan rempah ? Ku anggap rempah adalah anugerah nyatanya rempah beralih musibah Tuhan surga kami jadi neraka

Aku lahir dari rahim ombak: Bersama cakalang, kerapu, toli dan gurapa Aku besar dari belantara Bersama cengkih, pala, fuli dan lada

Dipinggiran Jalur Rempah pertanyaan tabu dilontarkan "Tuhan benarkah tanah kami milik mereka?" "Tuhan, dahulu tanah kami adalah tanah raja, kini mengapa kami jadi budak?"

Bangsa berambut api Datang membakar desa -desa kami Rempah yang dulu merekah Terlihat ranum di mata yang Kini gelap segelap jelaga Kelaparan adalah makanan kami Kematian adalah hidup kami

Benar kami tak bersuara Suara kami telah bungkam 600 tahun Pada akhirnya... Suara-suara bungkam menyuarakan suaranya yang terbungkam

Maluku kie raha sedang diperkosa

Yogyakarta, 12 November 2021

MAJALAH SANSKERTA

39

EDISI AKHIR TAHUN


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah Sanskerta Online Edisi Akhir Tahun 2021 by Sanskerta Online - Issuu