Lembar Pengesahan Proposal Pendirian Madrasah Aliyah Al Qalam
Jakarta, 17 Juni 2017
Camat Kecamatan Cakung
Kepala Madrasah Aliyah Al Qalam
NIP.
NIP.
Mengetahui,
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah
NIP.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta
NIK.
DAFTAR ISI GAMBARAN UMUM MADRASAH
1
BAGIAN
KELEMBAGAAN
7
BAGIAN II
KURIKULUM
17
BAGIAN III
PEMBELAJARAN
36
BAGIAN IV
PENILAIAN
44
BAGIAN V
PENDIDIK
50
BAGIAN VI
TENAGA KEPENDIDIKAN
64
BAGIAN VII
SARANA DAN PRASARANA
74
BAGIAN VIII
PESERTA DIDIK
78
BAGIAN IX
PEMASARAN
92
BAGIAN X
MANAJEMEN MUTU
98
BAGIAN XI
KEUANGAN
101
BAGIAN XII
PENUTUP
105
I
DAFTAR PUSTAKA
106
A. Gambaran Kondisi Geografis Lokasi Madrasah Madrasah berlokasi di Jalan Marzuki IV Kecamatan Cakung Kelurahan Penggilingan, Kota Jakarta Timur. Dengan luas tanah 4500 m2 dan harga tanah Rp 6.000.000/m2. Adapun batas-batas wilayah madrasah adalah sebagai berikut. 1. Sebelah Timur dari arah Madrasah adalah Jalan Kebun Bunga 2-SMK Ristek Kikin 2. Sebelah Barat yaitu berbatasan dengan SMP PGRI 2 Jakarta 3. Sebelah Utara yaitu Pemukiman Penduduk 4. Sebelah Selatan yaitu Rumah Sakit Graha Medika Lokasi Madrasah belum pernah mengalami terjadi bencana alam lainnya seperti, gempa bumi, letusan gunung merapi, tanah longsor, dan kebakaran hutan. Letaknya juga strategis dekat dengan pemukiman penduduk, serta lingkungan yang aman dan jauh dari kebisingan. Oleh karena itu, lokasi Madrasah sangat representatif dan kondusif untuk dijadikan tempat belajar bagi masyarakat sekitarnya.
1
Gambar 1.1 Peta Lokasi Keberadaan Madrasah Jalan Marzuki IV, Penggilingan Cakung, Jakarta Timur,13940
Gambar 1.2 Kenampakan Citra Lokasi Madrasah B. Keberadaan Madrasah dalam Perspektif Ekologis Lingkungan sekitar lokasi Madrasah sangat ramah lingkungan dilihat dari aktifitas penduduk yang sedikit penggunaan transportasi bermotor dan berada bukan di daerah industri dan pertambangan. Dengan keberadaan Madrasah yang dekat pemukiman penduduk diharapkan adanya kerja sama yang baik oleh masyarakat sekitar sekolah, baik berupa dukungan maupun kontribusi yang diberikan untuk sekolah.
2
Penggunaan energi di sekitar lokasi Madrasah hanya dalam sektor rumah tangga dan transportasi. Selain itu, keberadaan Madrasah jauh dari lokasi rel kereta api, sehingga lingkungan sekitar terpelihara dari adanya polusi suara.
C. Gambaran Umum Jumlah Sekolah yang Terdekat dengan Lokasi Madrasah 1. SMA/MA Kecamatan Cakung Jakarta Timur a. SMA Negeri
: 7 sekolah
b. SMA Swasta
: 48 sekolah
c. MA Negeri
: 2 sekolah
d. MA Swasta
: 1 sekolah
2. SMA/MA Kota Jakarta Timur a. MA Negeri Kota Jakarta Timur : 7 sekolah b. MA Swasta Kota Jakarta Timur : 19 sekolah c. SMA Negeri Kota Jakarta Timur : 39 sekolah d. SMA Swasta Kota Jakarta Timur: 98 sekolah
D. Demografi Anak Usia Sekolah 1.
Data penduduk usia sekolah setaraf MA Berdasarkan data Badan Pusat Statistik untuk kecamatan Cakung, penduduk usia sekolah laki-laki yaitu 18.892 siswa, perempuan yaitu 17.188 siswa, dan jumlah keseluruhan sebesar 36.080 siswa. Sedangkan, menurut kelompok usia sekolah untuk kota Jakarta Timur digambarkan sebagai berikut.
3
Gambar 1.3 Persentase Penduduk Usia 7-24 Tahun yang Masih Sekolah Menurut Kelompok Usia Sekolah Berdasarkan penduduk usia 7-24 tahun yang masih bersekolah, dimana penduduk yang masih sekolah usia 7-12 tahun merupakan yang terbesar yaitu 52,74 persen, kemudian penduduk usia 13-15 tahun sebesar 19,40 persen, penduduk usia 16-18 tahun sebesar 14,69 persen (30.012 siswa) dan penduduk usia 19-24 tahun sebesar 13,17 persen. 2.
Daya tampung satuan pendidikan formal yang sejenis
Tabel 1.1 Daya Tampung Pendidikan Formal yang Sejenis Daya Tampung Satuan Pendidikan Sejenis (siswa) MIPA = 44 SMA Negeri 11
IPS = 44 Total = 88 MIPA = 44
SMA Negeri 76
IPS = 60 Total = 104 MIPA = 41
SMA Negeri 89
IPS = 43 Total = 84
4
Daya Tampung Satuan Pendidikan Sejenis (siswa) MIPA = 60 SMA Negeri 102
IPS = 60 Total = 120 MIPA = 44
SMA Negeri 107
IPS = 59 Total = 103 MIPA = 17
SMA Diponegoro 2
IPS = 35 Total = 52 MIPA = 75
MA Negeri 20
IPS = 75 Total = 150 MIPA = 60
MAS Al-Wathoniyah 05
IPS = 60 Total = 120
Sumber: https://jakarta.siap-ppdb.com/#!/030001/pagu (diakses pada tanggal 27/03/2017 pukul 21.30) Berdasarkan data tersebut, satuan pendidikan formal jenjang SMA/MA Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur memiliki daya tampung siswa rata-rata sebanyak 100 siswa.
5
3. Jarak Lokasi Madrasah dengan Satuan Pendidikan yang Sejenis
Tabel 1.2 Jarak satuan pendidikan sejenis ke Madrasah Aliyah (MA) Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung Kota Jakarta Timur Jarak Satuan Pendidikan Sejenis (Km) SMA Negeri 11
2,8
SMA Negeri 76
7,3
SMA Negeri 89
10,2
SMA Negeri 102
12
SMA Negeri 107
11,2
SMA Diponegoro 2
7,1
MA Negeri 8
8,2
MA Negeri 20
11,2
MAS Al-Wathoniyah 05
10,2
Sumber: maps.google.co.id
6
A. Latar Belakang Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi suatu negara untuk dapat bersaing di dunia internasional. Pendidikan juga dapat digunakan merealisasi bakat-bakat yang dibawa manusia sejak lahir, sehingga manusia mempunyai keterampilan yang dapat digunakan untuk menghidupi dirinya. Bila semua masyarakat mempunyai keterampilan yang berguna, dapat diharapkan akan muncul masyarakat yang dinamis, efektif, dan produktif. Untuk itu melalui satuan pendidikan (sekolah), masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dirinya dan menjadikan manusia yang berkualitas terkait dengan aspek moral, akhlak, budi pekerti, pengetahuan, dan keterampilan. Pendidikan madasah lahir sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan peserta didik sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan madrasah khususnya Aliyah (MA) merupakan bagaian dari sistem pendidikan nasional yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama yaitu dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, kebutuhan pembangunan nasional , dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kondisi pendidikan MA saat ini masih ada anggapan bahwa dengan belajar di sekolah umum, masa depan peserta didik akan lebih terjamin. Hal itu juga bisa disebabkan oleh image yang menggambarkan lulusan madrasah tidak mampu bersaing dengan lulusan sekolah umum. Lulusan madrasah hanya mampu menjadi seorang guru agama atau ustad, sedangkan lulusan dari sekolah umum
7
mampu meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan mempunyai jaminan lapangan pekerjaan yang pasti. Akan tetapi kondisi tersebut tidak menghilangkan ciri khas Madarasah Aliyah yaitu pengetahuan umum melalui mata pelajaran yang tidak dimiliki oleh sekolah umum seperti pelajaran Al-Qur’an Hadits, Akidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, Fiqih, dan Bahasa Arab. Jika di sekolah umum semua pelajaran agama diatas disatukan menjadi satu materi atau pembelajaran. Dengan begitu tentunya pembahasannya juga tidak akan serinci dan selengkap seperti pendidikan di Madrasah. Selain itu, Madrasah Aliyah memiliki tambahan tujuan pendidikan khusus yaitu mengembangkan siswa sebagai pribadi muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, taat menjalankan ajaran Agama Islam dan berakhlak mulia dan mengembangkan pendidikan keterampilan yang tidak hanya belajar mendalami agama dan bidang studi umum tetapi juga dapat memiliki keterampilan khusus. Maka dari itu, pendirian satuan pendidikan Madrasah Aliyah sangat dibutuhkan di era sekarang ini dan masa depan demi mendukung pendidikan nasional. Sebagaimana dalam UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003 BAB I bahwa Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar RI Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Undang-undang yang mengatur/membolehkan pendirian sekolah tercantum dalam UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003 BAB XV Pasal 54 ayat (2) dan Pasal 55 ayat (1) menyatakan bahwa penyelenggaraan dan pengendalian mutu pelayanan pendidikan masyarakat dapat berperan serta sebagai sumber, pelaksana, dan pengguna hasil pendidikan. Masyarakat juga berhak menyelenggarakan pendidikan pada pendidikan formal sesuai dengan kekhasan agama, lingkungan sosial, dan budaya untuk kepentingan
8
masyarakat. Adapun tercantum dalam PP No 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Bagian ke-5 pasal 39 menyatakan bahwa, Penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan masyarakat bertanggung jawab mengelola sistem pendidikan nasional serta merumuskan dan menetapkan kebijakan pendidikan pada tingkat penyelenggara satuan. Berdasarkan pemikiran di atas dianggap penting dalam pembuatan Madrasah Aliyah, dengan ini konsultan mengusulkan untuk membangun Madrasah Aliyah (MA).
B. Nama Madrasah
Tagline: Morally good way
1. Makna Nama Madrasah Kata Al-Qalam adalah “Pena” yang menjadi simbol transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi, nilai, dan keterampilan dari setiap generasi. Kata ini merupakan simbol abadi sejak manusia mengenal bacatulis hingga dewasa ini. Proses transfer budaya dan peradaban tidak akan terjadi tanpa peran penting tradisi tulis-menulis yang dilambangkan dengan al-qalam. Kata Al-Qalam dimaksudkan agar kaum muslimin manjadi umat yang terdidik dan apa yang diajarkan serta diamalkan
9
dalam madrasah menjadikan insan yang berkualitas demi terwujudnya tujuan pendidikan.
2. Makna Logo Madrasah a. Bentuk dasar logo perpaduan dari 3 bentuk geometri yaitu belah ketupat, segi delapan, dan persegi. 1) Belah ketupat bermakna bahwa para pendidik dan tenaga kependidikan selalu menjunjung tinggi nilai dan norma agama, serta semangat kebangsaan 2) Segi delapan bermakna bahwa madrasah memenuhi delapan kriteria minimal Standar Nasional Pendidikan yaitu (SKL, Standar Isi, Proses, Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Sarpras, Pengelolaan, Pembiayaan, serta Penilaian Pendidikan 3) Persegi (segi empat) memberi kesan yang berarti stabil dan memiliki integritas. Bentuknya memiliki lebar yang sama dari ujung ke ujung dimaksudkan bahwa kerukunan hidup beragama dengan hak dan kewajiban yang sama. b. Warna-warna dalam logo mempunyai arti antara lain, orange = kehangatan, hitam = kekuatan, kuning emas = progresif dan kreatif c. Lingkaran dengan warna merah marun melambangkan bahwa warga Madrasah Al-Qalam, baik sivitas akademika maupun tenaga kependidikannya bertekad bulat untuk bersama-sama melaksanakan tugas masing-masing sesuai dengan visi, misi, dan fungsinya dengan penuh tanggung jawab kepada Allah SWT d. Pena yang berjumah 2 buah bermakna bahwa Madrasah Aliyah merupakan tempat diselenggarakannya pendidikan fomal,
10
tempat belajar mengajar, tempat menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan baik pengetahuan umum maupun keagamaan, teknologi, dan seni. Serta membentuk akhlakul karimah e. Kitab suci ditengah logo bermakna sebagai pedoman hidup dan kehidupan yang serasi antara kebahagiaan duniawi dan ukhrawi, materil dan spiritual dengan ridha Allah SWT f. Butiran padi dan kapas melambangkan sila kelima Pancasila yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia bermakna bahwa pendidikan madrasah mempunyai andil yang besar terhadap umat dalam mensejahterakan hidupnya g. Titik-titik yang melingkari logo bermakna para stakeholder internal dan eksternal bersama-sama memberikan dukungan dan kontribusi dalam rangka mensukseskan penyelanggaraan pendidikan madrasah h. Bintang bermakna tercapainya tujuan pendidikan nasional
3. Makna Tagline “Morally Good Way” bermakna bahwa dengan menjunjung tinggi nilai-nilai dan ajaran agama merupakan cara terbaik mempersiapkan generasi yang berakhalak dan berkualitas
C. Visi, Misi, dan Tujuan Madrasah Aliyah Al-Qalam 1. Visi Visi adalah pandangan jauh tentang suatu lembaga, visi juga dapat di artikan sebagai tujuan lembaga dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuannya tersebut pada masa yang akan datang atau masa depan.
11
Visi Madrasah Menjadi lembaga pendidikan yang mampu membentuk peserta didik yang berakhlakul karimah, cerdas, terampil, mandiri, dan berwawasan global
2. Misi Misi adalah suatu pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usaha mewujudkan Visi tersebut. Misi di artikan sebagai tujuan dan alasan mengapa lembaga itu dibuat. Misi juga akan memberikan arah sekaligus batasan-batasan proses pencapaian tujuan.
Misi Madrasah a. Memperkuat Keimanan dan ketakwaan melalui pengamalan ajaran agama b. Meningkatkan kualitas dan profesionalitas tenaga pendidik, baik tenaga mata pelajaran agama maupun pelajaran umum sesuai kurikulum c. Menciptakan kegiatan pembelajaran yang kondusif, kreatif, inovatif, dan efektif d. Membina kemandirian peserta didik melalui kegiatan pembiasaan dan pengembangan diri yang berkesinambungan e. Mengembangkan bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berdasarkan minat, bakat, dan potensi peserta didik f. Mewujudkan
madrasah
yang
memenuhi
standar
nasional
pendidikan
12
3. Tujuan Tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Pencapaian tujuan dapat dijadikan indikator untuk menilai kinerja sebuah organisasi.
Tujuan Madrasah a. Menghasilkan peserta didik yang dapat menerapkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari b. Menghasilkan tenaga pendidik yang kompeten c. Menciptakan pembelajaran yang kondusif, kreatif, dan inovatif d. Menghasilkan peserta didik yang memiliki kemandirian dan terampil e. Menghasilkan lulusan yang berkualitas akademik dan non akademik serta berakhlaq karimah f. Mencapai standar nasional pendidikan
13
Tahun 5 Tahun 4 Tahun 3 Tahun 2 Tahun 1
Tahun 1 Peningkatan dari akidah dan akhlak yang telah dipelajari PD di MA melalui mata pelajaran * Pembiasaan dalam menjalankan akhlak terpuji dan menghindari akhlak tercela * Pengembangan budaya agama dan sekolah dalam komunitas Madrasah
Tahun 2 Pelaksanaan manajemen sumber daya manusia (tenaga pendidik) ** Penyempurnaan dan penguatan organisasi Madrasah ** Pelaksanaan program sekolah mulai digulirkan **
Tahun 3 Penguatan Program yang telah berjalan *** Peran aktif stakeholders pendidikan *** Mendukung pengembangan kurikulum nasional
Tahun 4 Memajukan potensi untuk berkompetisi di berbagai bidang kemampuan siswa maupun guru berorientasi teknologi
Tahun 5 Mencapai Standar Nasional Pendidikan dan Tujuan Pendidikan Nasional *****
**** Fleksibilitas & akuntabilitas **** Quality control
Pelaksanaan supervisi Kepsek
* Implementasi kebijakan sekolah
Gambar 1.4 Road Map MA Al-Qalam
14
D. Jumlah Rombel Madrasah Aliyah Al-Qalam 1. Asumsi rombel per tahun Tabel 1.3 Asumsi rombel per tahun MA Al-Qalam Kelas
1 6 0 0
X XI XII Jumlah
Tahun 3 6 6 6 20 rombel
2 6 6 0
5 7 7 6
Tahun
Kelas
X
4 7 6 6
1
2
3
4
5
MIA IIS
MIA IIS
MIA IIS
MIA IIS
MIA IIS
3
3
XI
3
3
3
3
3
4
3
4
3
3
3
3
3
3
3
4
3
3
3
3
3
3
XII
Ket: MIA : Program Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IIS : Program Ilmu-Ilmu Sosial
2. Asumsi jumlah siswa per tahun Tabel 1.4 Asumsi jumlah siswa per tahun MA Al-Qalam 1 120
2 240
Tahun 3 576
4 608
5 640
3. Asumsi jumlah siswa per rombel Tabel 1.5 Asumsi jumlah siswa per rombel MA Al-Qalam 1 20
2 20
Tahun 3 32
4 32
5 32
15
Berdasarkan daya tampung satuan pendidikan formal yang sejenis baik jenjang SMA/MA Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur tiap tahun menerima siswa baru rata-rata sebanyak 100 siswa dengan 4 rombel. Maka dari itu, Madarasah Al-Qalam menerima siswa baru dengan daya tampung melebihi satuan pendidikan formal yang sejenis di tahun 1 yaitu 120 siswa dengan 6 rombel (20 siswa/rombel). Hal lain yang menjadikan pertimbangan yaitu jumlah madrasah aliyah di kecamatan Cakung masih sedikit hanya 3 madrasah. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, pada pasal 17 disebutkan bahwa Guru Tetap Sertifikat
Pendidik
berhak
di madrasah pemilik
mendapatkan
tunjangan
profesi
apabila mengajar di madrasah dengan rasio 15:1. Artinya, 1 guru mengajar kelas yang minimal terdiri atas 15 siswa.
16
A. Konsep Dasar Kurikulum 1. Pengertian Kurikulum Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi kurikulum, yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Kurikulum
pada
semua
jenjang
dan
jenis
pendidikan
dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. peningkatan iman dan takwa; b. peningkatan akhlak mulia; c. peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik; d. keragaman potensi daerah dan lingkungan; e. tuntutan pembangunan daerah dan nasional; f. tuntutan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; g. agama; h. dinamika perkembangan global; dan i.
persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.
17
Adapun Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, seni dan budaya, pendidikan jasmani dan olahraga, keterampilan/kejuruan, dan muatan lokal. Kurikulum bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. 2. Kerangka Dasar Kuikulum a.
Landasan Filosofis Landasan
filosofis
dalam
pengembangan
kurikulum
menentukan kualitas peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum, proses pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan peserta didik dengan masyarakat dan lingkungan alam di sekitarnya. Kurikulum 2013 dikembangkan dengan landasan filosofis yang memberikan dasar bagi pengembangan seluruh potensi peserta didik menjadi manusia Indonesia berkualitas yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional. b. Landasan Teoritis Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori “pendidikan berdasarkan standar” (standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum). Pendidikan berdasarkan standar menetapkan adanya standar nasional sebagai kualitas minimal warganegara yang dirinci menjadi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian
18
pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik dalam
mengembangkan
kemampuan
untuk
bersikap,
berpengetahuan, berketerampilan, dan bertindak. c. Landasan Yuridis Landasan yuridis Kurikulum 2013 adalah: 1)
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 3)
Undang-undang Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional; dan
4) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
B. Struktur Kurikulum 1.
Kompetensi Inti Kompetensi inti dirancang seiring dengan meningkatnya usia peserta didik pada kelas tertentu. Melalui kompetensi inti, integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada kelas yang berbeda dapat dijaga. Rumusan kompetensi inti menggunakan notasi sebagai berikut: a. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual; b. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial; c. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; d. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
19
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Madrasah Aliyah dapat dilihat pada Tabel berikut. Tabel 1.6 Kompetensi Inti Madrasah Aliyah KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI INTI
KELAS X
KELAS XI
KELAS XII
1. Menghayati dan
1. Menghayati dan
1. Menghayati dan
mengamalkan ajaran
mengamalkan ajaran
mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya
agama yang dianutnya
agama yang dianutnya
2. Menghayati dan
2. Menghayati dan
2. Menghayati dan
mengamalkan perilaku
mengamalkan perilaku
mengamalkan perilaku
jujur, disiplin,
jujur, disiplin,
jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli
tanggungjawab, peduli
tanggungjawab, peduli
(gotong royong,
(gotong royong,
(gotong royong,
kerjasama, toleran,
kerjasama, toleran,
kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif
damai), santun, responsif
damai), santun, responsif
dan pro-aktif dan
dan pro-aktif dan
dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap
menunjukkan sikap
menunjukkan sikap
sebagai bagian dari solusi
sebagai bagian dari solusi
sebagai bagian dari solusi
atas berbagai
atas berbagai
atas berbagai
permasalahan dalam
permasalahan dalam
permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif
berinteraksi secara efektif
berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial
dengan lingkungan sosial
dengan lingkungan sosial
dan alam serta dalam
dan alam serta dalam
dan alam serta dalam
menempatkan diri
menempatkan diri
menempatkan diri sebagai
sebagai cerminan bangsa
sebagai cerminan bangsa
cerminan bangsa
20
KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI INTI
KELAS X
KELAS XI
KELAS XII
3. Memahami, menerapkan,
3. Memahami, menerapkan,
3. Memahami,menerapkan, menganalisis
dan menganalisis
menganalisis dan
pengetahuan faktual,
pengetahuan faktual,
mengevaluasi
konseptual, prosedural
konseptual, prosedural,
pengetahuan faktual,
berdasarkan rasa
dan metakognitif
konseptual, prosedural,
ingintahunya tentang ilmu
berdasarkan rasa ingin
dan metakognitif
pengetahuan, teknologi,
tahunya tentang ilmu
berdasarkan rasa ingin
seni, budaya, dan
pengetahuan, teknologi,
tahunya tentang ilmu
humaniora dengan
seni, budaya, dan
pengetahuan, teknologi,
wawasan kemanusiaan,
humaniora dengan
seni, budaya, dan
kebangsaan, kenegaraan,
wawasan kemanusiaan,
humaniora dengan
dan peradaban terkait
kebangsaan, kenegaraan,
wawasan kemanusiaan,
penyebab fenomena dan
dan peradaban terkait
kebangsaan, kenegaraan,
kejadian, serta
penyebab fenomena dan
dan peradaban terkait
menerapkan pengetahuan
kejadian, serta
penyebab fenomena dan
prosedural pada bidang
menerapkan pengetahuan
kejadian, serta
kajian yang spesifik sesuai
prosedural pada bidang
menerapkan pengetahuan
dengan bakat dan
kajian yang spesifik sesuai
prosedural pada bidang
minatnya untuk
dengan bakat dan
kajian
memecahkan masalah
minatnya untuk memecahkan masalah
21
KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI INTI
KELAS X
KELAS XI
KELAS XII
4. Mengolah, menalar, dan
4. Mengolah, menalar, dan
menyaji dalam ranah
menyaji dalam ranah
menyaji, dan mencipta
konkret dan ranah abstrak
konkret dan ranah abstrak
dalam ranah konkret dan
terkait dengan
terkait dengan
ranah abstrak terkait
pengembangan dari yang
pengembangan dari yang
dengan pengembangan
dipelajarinya di sekolah
dipelajarinya di sekolah
dari yang dipelajarinya di
secara mandiri, dan
secara mandiri, bertindak
sekolah secara mandiri
mampu menggunakan
secara efektif dan kreatif,
serta bertindak secara
metoda sesuai kaidah
serta mampu
efektif dan kreatif, dan
keilmuan
menggunakan metoda
mampu menggunakan
sesuai kaidah keilmuan
metoda sesuai kaidah
4. Mengolah, menalar,
keilmuan
2. Kompetensi Dasar Kompetensi dasar dirumuskan untuk mencapai kompetensi inti.
Rumusan
kompetensi
dasar
dikembangkan
dengan
memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu Matapelajaran. Kompetensi dasar dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan pengelompokkan kompetensi inti sebagai berikut: a.
kelompok 1
: kelompok kompetensi dasar sikap spiritual
dalam rangka menjabarkan KI-1 b.
kelompok 2
: kelompok kompetensi dasar sikap sosial dalam
rangka menjabarkan KI-2 c.
kelompok 3
: kelompok kompetensi dasar
pengetahuan
dalam rangka menjabarkan KI-3
22
d.
kelompok 4
: kelompok kompetensi dasar
keterampilan
dalam rangka menjabarkan KI-4 3.
Mata Pelajaran Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah, terdiri atas Kelompok Mata pelajaran Wajib dan Mata pelajaran Pilihan. Isi kurikulum (KI dan KD) dan kemasan substansi untuk mata pelajaran wajib bagi antara Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan adalah sama. a. Kelompok Mata Pelajaran Wajib Mata pelajaran Kelompok A dan C adalah kelompok mata pelajaran yang substansinya dikembangkan oleh pusat. Mata pelajaran Kelompok B adalah kelompok mata pelajaran yang substansinya dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi dengan muatan lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah. Tabel 1.7 Mata pelajaran Madrasah Aliyah ALOKASI WAKTU PER MINGGU
MATA PELAJARAN X
XI
XII
Kelompok A (Wajib) 1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2
2
2
3.
Bahasa Indonesia
4
4
4
4.
Matematika
4
4
4
5.
Sejarah Indonesia
2
2
2
6.
Bahasa Inggris
2
2
2
Kelompok B (Wajib) 7.
Seni Budaya
2
2
2
8.
Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
3
3
3
9.
Prakarya dan Kewirausahaan
2
2
2
23
ALOKASI WAKTU PER MINGGU
MATA PELAJARAN X
XI
XII
24
24
24
Matapelajaran Peminatan Akademik (Madrasah Aliyah)
18
20
20
Matapelajaran Peminatan Akademik dan Vokasi (Madrasah Aliyah)
24
24
24
Jumlah jam pelajaran yang harus ditempuh perminggu (madrasah aliyah)
42
44
44
Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per minggu Kelompok C (Peminatan)
Keterangan: 1) Satu jam pelajaran tatap muka 45 menit per minggu dan mapel yang memiliki alokasi waktu belajar 2 jp/minggu berarti memiliki beban belajar tatap muka 2 x 45 menit per minggu; mapel yang memiliki alokasi waktu belajar 3jp/minggu berarti memiliki beban belajar tatap muka 3 x 45 menit per minggu; dan seterusnya 2) Muatan Lokal dapat memuat Bahasa Daerah 3) Satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran per minggu dari yang telah ditetapkan dalam struktur di atas 4) Kegiatan ekstra kurikulum terdiri atas Pramuka (wajib), UKS, PMR, dan lainnya sesuai dengan kebutuhan peserta didik di masing-masing satuan. 5) Jumlah alokasi waktu jam pembelajaran setiap kelas merupakan jumlah minimal yang dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
24
b. Kelompok Mata Pelajaran Peminatan Kelompok mata pelajaran peminatan bertujuan (1) untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan minatnya dalam sekelompok mata pelajaran sesuai dengan minat keilmuannya di perguruan tinggi, dan (2) untuk mengembangkan minatnya terhadap suatu disiplin ilmu atau keterampilan tertentu. Tabel 1.8 Mata pelajaran Peminatan dalam Kurikulum Madrasah Aliyah MATA PELAJARAN Kelompok A dan B (Wajib)
Kelas X
XI
XII
24
24
24
Kelompok C (Peminatan) Peminatan Matematika dan Ilmu Alam I
1
Matematika
3
4
4
2
Biologi
3
4
4
3
Fisika
3
4
4
4
Kimia
3
4
4
3
4
4
Peminatan Ilmu-ilmu Sosial II 1 Geografi 2
Sejarah
3
4
4
3
Sosiologi
3
4
4
4
Ekonomi
3
4
4
Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya III
1
Bahasa dan Sastra Indonesia
3
4
4
2
3
4
4
3
Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa Asing Lain (Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, Perancis)
3
4
4
4
Antropologi
3
4
4
6
4
4
68
72
72
Mata pelajaran Pilihan Pilihan Lintas Kelompok Peminatan dan/atau pendalaman minat Jumlah Jam Pelajaran Yang Tersedia per minggu
25
Kelas
MATA PELAJARAN Jumlah Jam Pelajaran Yang harus Ditempuh per minggu
X
XI
XII
42
44
44
Semua mata pelajaran yang terdapat pada satu Kelompok Peminatan wajib diikuti oleh peserta didik. Selain mengikuti seluruh mata pelajaran di Kelompok Peminatan, setiap peserta didik harus mengikuti mata pelajaran tertentu untuk lintas minat dan/atau pendalaman minat sebanyak 6 jam pelajaran di Kelas X dan 4 jam pelajaran di Kelas XI dan XII. Mata pelajaran lintas minat yang dipilih sebaiknya tetap dari Kelas X sampai dengan XII. Di Kelas X, jumlah jam pelajaran pilihan antar Kelompok Peminatan per minggu 6 jam pelajaran, dapat diambil dengan pilihan sebagai berikut: 1)
Dua mata pelajaran (masing-masing 3 jam pelajaran) dari satu Kelompok Peminatan yang sama di luar Kelompok Peminatan pilihan, atau
2)
Satu mata pelajaran di masing-masing Kelompok Peminatan di luar Kelompok Peminatan pilihan. Khusus bagi Kelompok Peminatan Ilmu Bahasa dan
Budaya, selain pola pilihan yang di atas, di Kelas X, peserta didik dapat melakukan pilihan sebagai berikut: a)
Satu pilihan wajib mata pelajaran dalam kelompok Bahasa Asing Lain (Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, Perancis) sebagai bagian dari mata pelajaran wajib Kelompok Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya.
b) Dua
mapel
(masing-masing
3
jam
pelajaran)
dari
matapelajaran Bahasa Asing Lainnya, atau
26
c)
Satu mata pelajaran Bahasa Asing Lainnya (3 jam pelajaran) dan satu mata pelajaran dari Kelompok Peminatan Ilmu Alam dan Matematika atau Kelompok Peminatan Ilmu-ilmu Sosial, atau
d)
Satu mata pelajaran di kelompok peminatan Matematika dan Ilmu Alam dan satu Mata pelajaran di kelompok Ilmu-ilmu Sosial, atau
e)
Dua mata pelajaran di salah satu kelompok peminatan Matematika dan Ilmu Alam atau di kelompok peminatan Ilmu- ilmu Sosial. Di Kelas XI dan XII peserta didik Kelompok Peminatan Ilmu
Bahasa dan Budaya dapat memilih satu mata pelajaran (4 jam pelajaran) dari Bahasa Asing Lainnya atau satu mata pelajaran di Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam atau Ilmu-ilmu Sosial. Catatan: 1)
Mata pelajaran dalam kelompok Bahasa Asing Lain ditentukan oleh MA masing-masing sesuai dengan ketersediaan guru dan fasilitas belajar.
2)
Madrasah Aliyah yang tidak memiliki Kelompok Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya, dapat menyediakan pilihan mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra Inggris, Antropologi atau salah satu mata pelajaran dalam kelompok Bahasa Asing Lain sebagai pilihan mata pelajaran yang dapat diambil peserta didik dari Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam atau Kelompok Peminatan Ilmuilmu Sosial.
3)
Bagi peserta didik yang menggunakan pilihan untuk
27
menguasai satu bahasa asing tertentu atau mata pelajaran tertentu, dianjurkan untuk memilih mata pelajaran yang sama sejak tahun X sampai tahun XII. 4)
Sangat dianjurkan MA memiliki ketiga Kelompok Peminatan.
5)
Peserta didik di MA Kelas XII dapat mengambil matakuliah pilihan di perguruan tinggi yang akan diakui sebagai kredit dalam kurikulum perguruan tinggi yang bersangkutan. Pilihan ini tersedia bagi peserta didik MA yang memiliki kerjasama dengan perguruan tinggi terkait. Pendalaman minat mata pelajaran tertentu dalam Kelompok Peminatan dapat diselenggarakan oleh satuan pendidikan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.
4. Beban Belajar Beban belajar merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti peserta didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pembelajaran. a.
Beban belajar di Madrasah Aliyah dinyatakan dalam jam pembelajaran per minggu 1) Beban belajar satu minggu Kelas X adalah 42 jam pembelajaran 2) Beban belajar satu minggu Kelas XI dan XII adalah 44 jam pembelajaran Durasi setiap satu jam pembelajaran adalah 45 menit.
b.
Beban belajar di Kelas X, XI, dan XII dalam satu semester paling sedikit 18 minggu dan paling banyak 20 minggu
c.
Beban belajar di kelas XII pada semester ganjil paling sedikit 18 minggu dan paling banyak 20 minggu
d.
Beban belajar di kelas XII pada semester genap paling sedikit 14
28
minggu dan paling banyak 16 minggu e.
Beban belajar dalam satu tahun pelajaran paling sedikit 36 minggu dan paling banyak 40 minggu Setiap satuan pendidikan boleh menambah jam belajar per minggu berdasarkan pertimbangan kebutuhan belajar peserta didik dan/atau kebutuhan akademik, sosial, budaya, dan faktor lain yang dianggap penting.
C. Program Unggulan Program unggulan Madrasah Aliyah Al-Qalam ada 2 terdiri dari
:
Program Pembinaan
Pembinaan Kehidupan Keagamaan (PKK) Program Keterampilan Teknik Multimedia
1. Program Pembinaan Kehidupan Keagamaan (PKK) Adanya kegiatan pembinaan kehidupan keagamaan di MA AlQalam di tujukan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas
tinggi
dalam
keimanan
dan
ketakwaan
dan
mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Subjek sasaran bidang ini adalah peserta didik kelas X. Berikut adalah materi/kegiatan yang diajarkan dalam Pembinaan Kehidupan Keagamaan: a. Dakwah 1) Aqidah Islam 2) Syari’ah (peraturan dan hukum Allah SWT) 3) Akhlak
29
b. Tahfizhul Quran/hafalan Al-Quran Kegiatan ini dilaksanakan satu kali dalam seminggu, yang dibimbing oleh semua guru agama yang ada di madrasah c. Tahfizhul Hadis/hafalan hadis Kegiatan ini dilaksanakan rutin satu kali dalam seminggu, yang dibimbing oleh semua guru agama yang ada di madrasah d. Tadarus Al-Quran Kegiatan ini dilaksanakan sebelum proses belajar mengajar dimulai e. Kajian keislaman bagi siswi pada hari jumat f. Pembinaan Imam shalat g. Pembinaan Khatib Jumat h. Pengajian bersama seluruh warga sekolah Kegiatan ini dilaksanakan satu bulan sekali Berikut ini kompetensi yang dapat dikuasai peserta didik yaitu: Tabel 1.9 Kompetensi Program Pembinaan Keagamaan Kompetensi Inti 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
Kompetensi Dasar 1.1 Menghayati nilai-nilai keimanan kepada Malaikat-malaikat Allah SWT 1.2 Berpegang teguh kepada Al-Quran, Hadits dan Ijtihad sebagai pedoman hidup 1.3 Meyakini kebenaran hukum Islam 1.4 Berpakaian sesuai dengan ketentuan syariat Islam dalam kehidupan sehari- hari
30
Kompetensi Inti 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
Kompetensi Dasar
2.1 Menunjukkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al- Maidah (5): 8, dan Q.S. At-Taubah (9): 119 dan hadits terkait
2.2 Menunjukkan perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al- Isra (17): 23 dan hadits terkait
2.3 Menunjukkan perilaku kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzhan), dan persaudaraan
2.4 Menunjukkan sikap tangguh dan semangat menegakkan kebenaran sebagai implementasi dari pemahaman strategi dakwah Nabi di Mekah
2.5 Menunjukkan sikap semangat ukhuwah sebagai implementasi dari pemahaman strategi dakwah Nabi di Madinah
2. Program Keterampilan Teknik Multimedia Program keterampilan di Madrasah Aliyah merupakan program tambahan sebagai bentuk tambahan lintas minat di Madrasah Aliyah
31
penyelenggara program keterampilan. Program Keterampilan Teknik Multimedia di tujukan untuk mengembangkan keterampilan bagi siswa dalam bidang multimedia. Subjek sasaran bidang ini adalah peserta didik kelas XI dan XII. Program pembelajaran berlangsung tahunan dan semester. Kegiatan pembelajaran melalui tatap muka dan praktik dengan waktu belajar yang digunakan per jam pelajaran yaitu 45 menit. Berikut adalah materi pembelajaran yang akan siswa terima dalam pengembangan Keterampilan Teknik Multimedia: a. Pengetahuan seni b. Dasar-dasar desain c. Wawasan seni dan desain d. Sketsa e. Gambar digital f. Komputer grafis g. Fotografi h. Videografi i.
Kunjungan industri
j. Tugas akhir Berikut ini kompetensi yang dapat dikuasai peserta didik yaitu: Tabel 2.1 Kompetensi Program Keterampilan Multimedia KOMPETENSI DASAR
KOMPETENSI INTI 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
1.1
Menunjukkan sikap penghayatan dan pengamalan serta bangga terhadap karya seni rupa sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan
32
KOMPETENSI DASAR
KOMPETENSI INTI 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
2.1
Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian
2.2
Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai dalam mengapresiai seni dan pembuatnya
2.3
Menunjukkan sikap responsif dan proaktif, peduli terhadap lingkungan dan sesama, serta menghargai karya seni dan pembuatnya
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa keingintahuannya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
3.1
Memahami bahan, media dan teknik dalam proses berkarya
3.2
Menerapkan jenis, simbol dan nilai estetis dalam konsep seni
3.3
Memahami pameran karya seni
3.4
Memahami jenis, simbol, fungsi dan nilai estetis dalam kritik karya seni
33
D. Kalender Pendidikan MA Al Qalam Tahun Pelajaran 2017/2018 (lampiran)
E. Rincian Minggu Efektif
Tabel 2.2 Banyaknya Minggu dalam dua Semester (Ganjil dan Genap) Tahun ajaran 2017/2018 No
Bulan
Banyaknya Minggu
1
Juli
4 minggu
2
Agustus
5 minggu
3
September
4 minggu
4
Oktober
4 minggu
5
November
4 minggu
6
Desember
4 minggu
7
Januari
5 minggu
8
Februari
4 minggu
9
Maret
4 minggu
10
April
4 minggu
11
Mei
5 minggu
12
Juni
4 minggu Total
51 minggu
34
Tabel 2.3 Banyaknya Minggu Tidak Efektif dalam dua Semester (Ganjil dan Genap) Tahun ajaran 2017/2018 No
Bulan
Banyaknya Minggu
1
Juli
2 minggu
2
Agustus
1 minggu
3
September
2 minggu
4
Oktober
0 minggu
5
November
0 minggu
6
Desember
3 minggu
7
Januari
1 minggu
8
Februari
1 minggu
9
Maret
2 minggu
10
April
3 minggu
11
Mei
1 minggu
12
Juni
4 minggu Total
Banyaknya Minggu Efektif
20 minggu
= 51 Minggu yang tersedia – 20 Minggu tidak efektif = 31 Minggu
35
A. Konsep Dasar Pembelajaran 1. Pengertian Pembelajaran Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan
secara
interaktif,
inspiratif,
menyenangkan,
menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Tujuan pembelajaran tercantum dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). RPP merupakan komponen penting dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan yang pengembangannya harus dilakukan secara profesional. Rumusan tujuan pembelajaran ini harus disesuaikan dengan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian siswa. Selain itu tujuan pembelajaran yang dirumuskan juga harus spesifik dan operasional agar dapat digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan dari proses pembelajaran. 2. Karakteristik pembelajaran Karakteristik pembelajaran pada setiap satuan pendidikan terkait erat pada Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi. Standar Kompetensi Lulusan memberikan kerangka konseptual tentang sasaran pembelajaran yang harus dicapai. Standar Isi memberikan kerangka
36
konseptual tentang kegiatan belajar dan pembelajaran yang diturunkan dari tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi. Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan, sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan. Tabel 2.4 Rincian gradasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut Sikap
Pengetahuan
Keterampilan
Menerima
Mengingat
Mengamati
Menjalankan
Memahami
Menanya
Menghargai
Menerapkan
Mencoba
Menghayati
Menganalisis
Menalar
Mengamalkan
Mengevaluasi
Menyaji Mencipta
3. Pendekatan pembelajaran Pendekatan pembelajaran merupakan cara pandang pendidik yang digunakan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran dan tercapainya kompetensi
yang
ditentukan.
Kurikulum
2013
menggunakan
Pendekatan saintifik/pendekatan berbasis proses keilmuan yang merupakan pengorganisasian pengalaman belajar dengan urutan logis meliputi proses pembelajaran: a. mengamati; b. menanya; c. mengumpulkan informasi/mencoba; d. menalar/mengasosiasi; dan e. mengomunikasikan. 4. Model pembelajaran
37
Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual dan operasional pembelajaran yang memiliki nama, ciri, urutan logis, pengaturan,
dan
budaya.
Model-model
pembelajaran
dalam
pelaksanaan kurikulum 2013 yang distandarkan meliputi: a. model penyingkapan yaitu siswa menemukan, mencari, dan meneliti yang meliputi discovery learning dan inquiry learning b. model problem based learning c. Project Based Learning (PjBL) d. model Production Based Training (PBT). 5. Metode pembelajaran Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tabel 2.5 Metode pembelajaran beserta rana pembelajaran Nama Metode Pembelajaran Diskusi Ceramah Penugasan Demonstrasi Bermain peran (role play) Drama/sandiwara Simulasi Studi kasus Studi tour Permainan (games) Praktik laboratorium Observasi Ujicoba Tanya jawab
Pengetahuan (P), Kognitif v v
Rana Pembelajaran Sikap-nilai (S), Keterampilan (K), Afektif Psikomotorik
v v v v v v v v v v v V
38
6. Materi pembelajaran Materi pembelajaran pada dasarnya merupakan isi dari kurikulum, yakni berupa mata pelajaran atau bidang studi dengan topik/sub topik dan rinciannya. Isi dari proses pembelajaran tercermin dalam materi pembelajaran yang dipelajari oleh siswa. materi pembelajaran yang dipilih harus sistematis, sejalan dengan tujuan yang telah dirumuskan, terjabar, relevan dengan kebutuhan siswa, sesuai dengan kondisi masyarakat sekitar, mengandung segi-segi etik, tersusun dalam ruang lingkup yang logis, dan bersumber dari buku.
B. Dasar Hukum Landasan yuridis yang mengatur pembelajaran tercantum pada: 1. PP nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 2. PP nomor 32 tahun 2013 tentang perubahan atas peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan 3. Permendikbud nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah
C. Penerapan Model dan Metode Pembelajaran Madrasah Aliyah AlQalam 1. Model Pembelajaran MA Al Qalam Model pembelajaran yang di gunakan untuk pembelajaran di Madrasah Aliyah Al Qalam adalah discovery learning. Model ini membutuhkan partisipasi aktif dalam penyelidikan secara ilmiah. Hal ini sejalan juga dengan pendapat yang menyatakan bahwa anak harus berperan aktif dalam belajar di kelas. Dengan discovery learning
39
diarahkan untuk mendorong siswa mencari tahu dan bukan diberitahu dari berbagai sumber belajar yang tersedia di mana saja dan kapan saja. Berikut ini tahapan dalam pembelajaran yang menerapkan Discovery Learning, yakni: a. Pemberian rangsangan (Stimulation) Pertama-tama peserta didik dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan kebingungan, kemudian dilanjutkan untuk tidak memberi generalisasi, agar timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri. Di samping itu guru dapat memulai kegiatan pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah. b. Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement) Pada tahap ini, guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis c. Pengumpulan data (Data Collection) Ketika
eksplorasi
berlangsung
guru
juga
memberi
kesempatan kepada para peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang relevan sebanyak-banyaknya untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis. Dengan demikian peserta didik diberi kesempatan untuk mengumpulkan (collection) berbagai informasi yang relevan, membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan nara sumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya. d. Pengolahan data (Data Processing) Kegiatan mengolah data dan informasi yang telah diperoleh para peserta didik baik melalui wawancara, observasi, dan sebagainya, lalu ditafsirkan
40
e. Pembuktian (Verification) Pada tahap ini peserta didik melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan tadi dengan temuan alternatif, dihubungkan dengan hasil data processing f. Menarik kesimpulan/generalisasi (Generalization) Berikut ini penerapan Discovery Learning pada mata pelajaran ekonomi dengan materi Konsep Dasar Ilmu Ekonomi dalam langkahlangkah pembelajaran: 1) Pada awalnya Guru menyampaikan garis besar materi dan penjelasan tentang konsep dasar ilmu ekonomi yang mencakup tentang pengertian ilmu ekonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari perilaku setiap individu atau segolongan masyarakat di dalam memenuhi kebutuhannya dan pembagian ilmu ekonomi yang terdiri dari ekonomi deskriptif, teori ekonomi mikro/makro, dan ekonomi terapan. 2) Sesudah itu Guru meminta siswa untuk belajar dari pengalaman individu perihal jual beli barang melalui tanya jawab dan mengarahkan alur berpikir siswa bahwa dalam ilmu ekonomi harus ada yang diprioritaskan. 3) Untuk lebih jelasnya Guru mengajak siswa untuk mengamati video yang menggambarkan bagaimana perilaku konsumen dalam memenuhi kebutuhannya. Di mana keputusan konsumen untuk membeli barang dapat disebabkan karena kebutuhan atau dapat juga karena keinginan yang timbul dari ketertarikan 4) Selanjutnya Guru membimbing siswa untuk: Mengamati
: Mengamati video
Menanya
: Mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan pengertian ilmu ekonomi
41
Mengeksplorasi
: Mengumpulkan data/informasi tentang pengertian ilmu ekonomi dari berbagai sumber yang relevan
Mengasosiasi
: Mengamati video dan mengaitkan dengan informasi/data yang diperoleh dari berbagai sumber
Mengomunikasikan
: Menyimpulkan tentang pengertian ilmu ekonomi dan memberikan contoh
Dengan demikian siswa dapat melakukan berbagai kegiatan dalam proses discovery learning yaitu menghimpun informasi, membandingkan, mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan, mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulan tentang konsep ilmu dasar ekonomi. 2. Metode pembelajaran MA Al Qalam Metode pembelajaran yang di gunakan untuk pembelajaran di Madrasah Aliyah Al Qalam lebih banyak menggunakan metode diskusi, tanya jawab, dan role play. Dengan menggunakan metode tersebut dapat mewujudkan siswa berkembang aktif dan kreatif khususnya dalam pembelajaran. Berikut ini dikemukakan beberapa contoh model dan metode pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Dalam pembelajaran Al-Qur’an dapat digunakan metode Mencari Pasangan (Make a Match) dalam menentukan ayat dan terjemahannya. Dalam pembelajaran aqidah dapat digunakan metode Penemuan (Inquiry) dalam mencari bukti-bukti kekuasaan Allah Swt. Dalam pembelajaran akhlak dapat digunakan metode Bermain Peran (role playing) dalam mencontohkan perilaku terpuji. Dalam pembelajaran fiqih dapat digunakan metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based
42
Learning) dalam menentukan dampak zakat terhadap peningkatan ekonomi kaum dhuafa. Dalam pembelajaran Sejarah Peradaban Islam dapat digunakan metode Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dalam meminimalisir dampak radikalisme. Untuk mencapai tujuan tersebut, pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dapat dilaksanakan dengan menggunakan berbagai metode dan strategi yang tepat dengan tetap memperhatikan nilai-nilai agama. Selain itu, pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dapat juga dikemas melalui multimedia sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai contoh: Al-Qur’an, aqidah, akhlak, fiqih dan sejarah peradaban Islam dapat dikemas sedemikian rupa dalam web secara terpadu. Bahan-bahan materinya dapat berupa berbagai macam media seperti bahan teks, gambar, suara, video, animasi, simulasi dan sebagainya. Materi-materi tersebut dapat dipadukan ke dalam satu-dua media atau semua media (multimedia). Penggunaan model dan pembelajaran tersebut tidak baku, tetapi harus disesuaikan dengan karakteristik materi pembelajaran. D. Jadwal Pelajaran (lampiran)
E. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (lampiran)
43
A. Konsep Dasar Penilaian 1. Pengertian Penilaian Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian merupakan bagian terpenting dalam kegiatan pembelajaran, sehingga perlu diperhatikan pula tentang hal-hal yang terkait dengan penilaian dalam pembelajaran tersebut. Komponen-komponen penting dalam sebuah pengajaran itu ada empat. Keempat komponen tersebut, diantaranya: tujuan, bahan, metode, dan alat serta penilaian. Semua komponen tersebut harus dipenuhi dalam proses belajar mengajar, karena setiap komponen saling berkaitan dan saling berpengaruh satu sama lain.
2. Lingkup Penilaian Penilaian pendidikan pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah terdiri atas: a. penilaian hasil belajar oleh pendidik; b. penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan c. penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. Penilaian hasil belajar peserta didik pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah meliputi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
44
3. Prinsip Penilaian Berdasarkan Peraturan menteri Nomor 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan, Prinsip penilaian hasil belajar : a. sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur; b. objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai; c. adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender. d. terpadu, berarti penilaian merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran; e. terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan; f. menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau dan menilai perkembangan kemampuan peserta didik; g. sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku; h. beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan; dan i.
akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi mekanisme, prosedur, teknik, maupun hasilnya
45
B. Tujuan dan Fungsi Penilaian 1. Tujuan Penilaian a. Penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan b. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan untuk menilai pencapaian Standar Kompetensi Lulusan untuk semua mata pelajaran c. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu
2. Fungsi Penilaian Beberapa fungsi dari penilaian hasil belajar, yaitu: a. Sebagai alat untuk mengetahui (mengukur) tingkat keberhasilan dan keefektifan proses belajar mengajar melalui pencapaian tujuan instruksional b. Sebagai informasi maupun umpan balik terhadap penilaian dari hasil belajar siswa kepada pihak sekolah, kepada siswa dan kepada orangtua c. Sebagai acuan untuk memperbaiki proses belajar dan meningkatkan kegiatan belajar siswa d. Sebagai Informasi untuk keperluan seleksi
C. Bentuk Penilaian Bentuk penilaian hasil belajar oleh pendidik yang di gunakan Madrasah Aliyah Al Qalam dalam bentuk ulangan (tes tertulis atau non tertulis), pengamatan, dan penugasan.
46
1. Tes adalah sehimpunan pertanyaan yang harus dijawab, atau pernyataan-pernyataan yang harus dipilih, ditanggapi, atau tugas-tugas yang harus dilakukan oleh orang yang diuji dengan tujuan untuk mengukur suatu aspek tertentu dari orang yang diuji tersebut. a. Tes tertulis; dilakukan dalam bentuk tes yang jawabannya berupa pilihan dan isian. Tes yang jawabannya berupa pilihan meliputi pilihan ganda, benar salah, menjodohkan, dll. Adapun tes yang jawabannya berupa isian berbentuk isian singkat, melengkapi dan uraian. b. Tes lisan; dilakukan melalui komunikasi langsung tatap muka antara peserta didik dengan penguji. Pertanyaan dan jawaban diberikan secara lisan dan spontan. Tes jenis ini memerlukan daftar pertanyaan dan pedoman pensekoran.
2. Pengamatan Pengamatan dilakukan untuk mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif sesuai dengan kompetensi yang dinilai, baik dilakukan secara formal maupun informal. Formal dilakukan dengan cara menggunakan instrumen yang sudah dirancang sebelumnya, sedangkan, informal dilakukan tanpa menggunakan instrumen yang dirancang terlebih dahulu.
3. Penugasan Penugasan dilaksanakan dalam bentuk proyek atau tugas rumah. Proyek adalah sejumlah kegiatan yang dirancang, dilakukan, dan diselesaikan oleh peserta didik di luar kegiatan kelas dan harus dilaporkan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu. Tugas
47
rumah adalah tugas yang harus diselesaikan peserta didik di luar kegiatan kelas.
D. Konstruksi Tes Alat pengambilan data atau pengukur data dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu tes hasil belajar untuk uraian (subyektif) dan tes hasil belajar bentuk obyektif. Dalam hal ini, Madrasah Aliyah Al Qalam menggunakan tes bentuk uraian dan tes obyektif bentuk pilihan ganda serta bentuk lain bila diperlukan. 1. Tes Bentuk Uraian (Subyektif) Tes bentuk uraian adalah tes yang berbentuk pertanyaan tulisan atau tugas, yang jawabannya atau pengerjaan soal tersebut harus dilakukan dengan cara mengekspresikan pikiran peserta tes dalam bentuk karangan (essay) atau kalimat yang panjang. Panjang pendeknya kalimat atau jawaban tes relatif, sesuai dengan kecakapan dan pengetahuan si penjawab. Karakteristik tes bentuk uraian, yaitu: a. memberikan kebebasan kepada siswa b. hilangnya unsur menebak c. cocok untuk group kecil d. mudah dalam membuat dan sulit dalam menentukan skoring Adapun penyunan teks bentuk uraian, yaitu: 1) Soal tes mencakup ide-ide pokok dari materi pelajaran-pelajaran yang sifatnya komprehensif 2) Susunan kalimat soal tidak disalin langsung dari buku pelajaran atau bahan-bahan lain 3) Penyusunan soal dilengkapi dengan kunci jawaban serta pedoman penilaian 4) Penyusunan soal diusahakan agar pertanyaannya bervariasi
48
5) Soal disusun secara ringkas, padat dan jelas sehingga dapat dipahami oleh siswa 6) Dikemukakan pedoman tentang cara menjawab butir soal
2. Tes Obyektif Bentuk Pilihan Ganda Tes bentuk ini adalah perangkat tes yang butir-butir soalnya mengandung alternatif jawaban yang harus dipilih oleh peserta didik. Tipe butir soal ini dikenal dengan nama multiple choice test. Yang dimaksud dengan butir soal pilihan ganda ialah suatu butir soal yang alternatif jawabannya lebih dari dua. Pada umumya jumlah alternatif jawabannya berkisar antara empat atau lima. Bila alternatif itu lebih dari lima maka akan sangat membingungkan peserta tes.
E. Lembar Soal (lampiran)
49
A. Konsep Dasar Pendidik 1. Pengertian Pendidik Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Pendidik untuk satuan pendidikan dasar dan menengah dikenal dengan istilah guru. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar,
membimbing,
mengarahkan,
melatih,
menilai,
dan
mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
2. Kedudukan dan Tujuan Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Kedudukan guru berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Sebagai tenaga profesional, kedudukan guru bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi
50
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. 3. Prinsip Profesionalitas Profesi guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip sebagai berikut: a. memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme; b. memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia; c. memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas; d. memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas; e. memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan; f. memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja; g. memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat; h. memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan; dan i.
memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.
4. Kualifikasi, Kompetensi, dan Sertifikasi Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
51
a. Kualifikasi Akademik Guru Kualifikasi Akademik adalah ijazah jenjang pendidikan akademik yang harus dimiliki oleh Guru sesuai dengan jenis, jenjang, dan satuan pendidikan formal di tempat penugasan. Guru pada MA, atau bentuk lain yang sederajat, harus memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1) program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan/diampu, dan diperoleh dari program studi yang terakreditasi. b. Kompetensi Guru Kompetensi
merupakan
seperangkat
pengetahuan,
keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh Guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. 1) Kompetensi pedagogik merupakan
kemampuan
Guru
dalam
pengelolaan
pembelajaran peserta didik yang sekurangkurangnya meliputi: a) pemahaman wawasan atau landasan kependidikan; b) pemahaman terhadap peserta didik; c) pengembangan kurikulum atau silabus; d) perancangan pembelajaran; e) pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis; f) pemanfaatan teknologi pembelajaran; g) evaluasi hasil belajar; dan h) pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
52
2) Kompetensi kepribadian sekurang-kurangnya mencakup kepribadian yang: a) beriman dan bertakwa; b) berakhlak mulia; c) arif dan bijaksana; d) demokratis; e) berwibawa; f) stabil; g) dewasa; h) jujur; i) sportif; j) menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat; k) secara obyektif mengevaluasi kinerja sendiri; dan l) mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan. 3) Kompetensi sosial merupakan
kemampuan
Guru
sebagai
bagian
dari
Masyarakat yang sekurang-kurangnya meliputi kompetensi untuk: a) berkomunikasi lisan, tulis, dan/atau isyarat secara santun; b) menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional; c) bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, pimpinan satuan pendidikan, orang tua atau wali peserta didik; d) bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku; dan
53
e) menerapkan prinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan. 4) Kompetensi profesional merupakan
kemampuan
Guru
dalam
menguasai
pengetahuan bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya yang sekurang-kurangnya meliputi penguasaan: a) materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai dengan standar isi program satuan pendidikan, mata pelajaran, atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu; dan b) konsep dan metode disiplin keilmuan, teknologi, atau seni yang relevan, yang secara konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan, mata pelajaran, atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu.
c. Sertifikasi Guru Sertifikasi diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki
program
pengadaan
tenaga
kependidikan
yang
terakreditasi dan ditetapkan oleh Pemerintah. Sertifikasi pendidik (guru) dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel
B. Tugas Pokok dan Fungsi Pendidik 1. Tugas Pokok Guru Tugas guru dijelaskan dalam Bab XI Pasal 39 Ayat (2) UndangUndang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 20 Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Pasal 52 Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 tentang Guru, yakni :
54
a. Merencanakan pembelajaran; b. Melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu; c. Menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran; d. Membimbing dan melatih peserta didik / siswa; e. Melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; f. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada kegiatan pokok yang sesuai; dan g. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan Lebih lanjut, tugas guru secara lebih terperinci dijelaskan dalam Permendiknas No. 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, diantaranya : 1) Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan; 2) Menyusun silabus pembelajaran; 3) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); 4) Melaksanakan kegiatan pembelajaran; 5) Menyusun alat ukur/ soal sesuai mata pelajaran; 6) Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaran di kelasnya; 7) Menganalisis hasil penilaian pembelajaran; 8) Melaksanakan pembelajaran/ perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi; 9) Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi tanggungjawabnya (khusus guru kelas); 10) Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah/ madrasah dan nasional; 11) Membimbing guru pemula dalam program induksi; 12) Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses pembelajaran;
55
13) Melaksanakan pengembangan diri; 14) Melaksanakan publikasi ilmiah dan karya inovatif; dan 15) Melakukan presentasi ilmiah.
2. Fungsi Guru a. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa; b. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika; c. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dan dinamis; d. Memelihara
komitmen
secara
profesional
untuk
meningkatkan mutu pendidikan; dan e. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya
C. Jumlah Guru yang dibutuhkan Madrasah Aliyah Al-Qalam Tabel 2.6 Proyeksi Guru 5 Tahun Madrasah Aliyah Al-Qalam
No
Nama Guru
Kelompok A 1 Pendidikan Agama Islam a. Al-quran hadis 1 Al-quran hadis 2 b. Akidah ahlak 1 Akidah akhlak 2 c. Fiqih 1 Fiqih 2 d. SKI 1 SKI 2 2 PPKN 1 PPKN 2 3 Bahasa Indonesia 1
Tahun 1
Tahun 2
Tahun 3
Tahun 4
Tahun 5
Guru
Guru
Guru
Guru
Guru
1
1 1 1
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
1 0
1
1 1 1 1 1
1
2
1
56
No
Nama Guru
Tahun 1
Tahun 2
Tahun 3
Tahun 4
Tahun 5
Guru
Guru
Guru
Guru
Guru
2
2
2
2 2
2 2
2
1 1 1 1 1 1
1 1 1 1 1 1
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
1 1 1 1
1 1 1 1
1
1 1
1 1
1
1 1
1 1
0
1 1
1 1
1
1 1
1 1
1
1 1
1 1
1
2
2
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
0
1 1
1 1
1 1
Bahasa Indonesia 2 Bahasa Indonesia 3 4 Matematika 1 2 Matematika 2 Matematika 3 5 Sejarah Indonesia 1 1 Sejarah Indonesia 2 6 Bahasa Inggris 1 1 Bahasa Inggris 2 7 BK 1 1 BK 2 BK 3 Kelompok B 8 Seni Budaya 1 1 Seni Budaya 2 9 Penjaskes 1 1 Penjaskes 2 Penjaskes 3 10 Prakarya dan Kewirus 1 1 Prakarya dan Kewirus 2 Kelompok C (Peminatan) Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial 11 Geografi 1 1 Geografi 2 Geografi 3 12 Sejarah 1 0 Sejarah 2 Sejarah 3 13 Sosiologi 1 1 Sosiologi 2 Sosiologi 3 14 Ekonomi 1 1 Ekonomi 2 Ekonomi 3 Mata Pelajaran Lintas Minat 1 Peminatan Matematika dan Ilmu Alam 15 MTK 1 0 MTK 2
1 1 1
1 2
1 1 1 1 1 1 1
57
No
16
17
18
Nama Guru MTK 3 Biologi 1 Biologi 2 Biologi 3 Fisika 1 Fisika 2 Fisika 3 Kimia 1 Kimia 2 Kimia 3 TOTAL
Tahun 1
Tahun 2
Tahun 3
Tahun 4
Tahun 5
Guru
Guru
Guru
Guru
Guru
1
1
1 1
1 1
1
1
1 1
1 1
1
1
1 1
1 1
20
28
48
48
Penggabungan guru Kebutuhan guru belum ada Penambahan guru
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 55
Tahun 1 Akidah Akhlak 1-Fiqih 1 MTK umum 1-MTK peminatan 1 Sejarah Indo 1-Sejarah peminatan 1 Tahun 2 MTK umum 1-MTK peminatan 1 Sejarah Indo 1-Sejarah peminatan 1
58
D. Kriteria dan Persyaratan Guru Madrasah Aliyah Al Qalam Untuk melakukan rekrutmen guru, perlu mengkaji ulang tentang berbagai persyaratan untuk menjadi guru. Untuk dapat melakukan peranan dan melaksanakan tugas serta tanggung jawabnya, guru memerlukan syarat-syarat tertentu. Kriteria dan persyaratan guru Madrasah Aliyah Al Qalam adalah sebagai berikut.
Standar Kualifikasi Umum
1. Beragama Islam dan berakhlak mulia 2. Sehat jasmani dan rohani 3. Memiliki Komitmen yang tinggi 4. Mampu membaca Al-Quran dengan fasih 5. Memiliki pemahaman, penghayatan, dan pengamalan Islam yang baik 6. Memiliki keterampilan ICT (Information and Communication Technology)
Standar Kualifikasi Khusus
1. Memiliki kualifikasi akademik S1/DIV, diutamakan Pascasarjana (S2) kependidikan atau non kependidikan dari Perguruan Tinggi terakreditasi 2. Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan golongan paling rendah III/a 3. Usia maksimum 45 tahun 4. Memiliki sertifikat pendidik 5. Memiliki latar belakang pendidikan yang linier dengan mata pelajaran yang diampu 6. Memiliki kompetensi pendidik sesuai dengan mata pelajaran yang diampu 7. Menguasai keterampilan mengajar 8. Khusus Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) wajib memiliki kemampuan menelaah dan mengkaji sumber-sumber keislaman
59
E. Tahapan Seleksi 1. Seleksi tahap pertama (administrasi) Seleksi tahap pertama adalah penilaian dokumen administrasi/ portofolio calon peserta seleksi. Dasar penilaian yang digunakan dalam tahap ini adalah kelengkapan dan orisinilitas dokumen administrasi/ portofolio calon peserta yang meliputi : a. Daftar riwayat hidup b. Fotokopi KTP c. Sertifikat pendidik yang telah dilegalisr oleh LPTK d. Fotokopi ijazah S1 yang telah dilegalisir e. Fotokopi SK PNS terakhir f. Pas foto berwarna ukuran 4 x 6 = 4 lembar g. Fotokopi sertifikat/piagam penghargaan prestasi tingkat provinsi atau nasional
2. Seleksi tahap kedua (tes tertulis) Calon guru yang lulus pada seleksi tahap pertama berhak mengikuti seleksi tahap kedua yaitu tes tertulis, yang meliputi : 1) Tes Potensi Akademik (TPA) sesuai dengan bidang studi yang diampu; 2) Pengetahuan Agama Islam; 3) Bahasa Inggris; 4) Bahasa Arab; 5) Tes Psikologi
3. Seleksi tahap ketiga (wawancara) Wawancara dimaksudkan untuk mengukur dan mengetahui aspek-aspek sebagai berikut :
60
1) Integritas, komitmen, dan dedikasi pengembangan mutu madrasah 2) Wawasan kependidikan dan keterampilan mengajar 3) Kemampuan membaca dan memahami kajian Al-Quran 4) Kemampuan menghafal Al-Quran bagi guru PAI Metode
wawancara
yaitu
dua
orang
pewawancara
mewawancarai satu orang pelamar. Metode tersebut merupakan metode board interview yaitu percakapan antara beberapa pewawancara dan satu pelamar. Jenis wawancara yang digunakan adalah semi terstruktur yaitu menggunakan pedoman wawancara yang dikembangkan sendiri oleh masing-masing pewawancara.
4. Seleksi tahap keempat (tes praktek mengajar) Tes ini ditangani sepenuhnya oleh madrasah. Madrasah yang menentukan tempat, jadwal, dan materi yang harus disampaikan. Dilakukannya tes praktek mengajar ini untuk melihat kemampuan calon guru untuk mengajar di kelas seperti keterampilan dasar mengajarnya,
persiapannya
sebelum
mengajar,
penguasaan
materinya, metode yang digunakan dan pengelolaan kelasnya. Berikut ini proses dan tahapan penerimaan guru Madrasah Aliyah Al Qalam yang dapat digambarkan melalui flowchart.
61
Gambar 1.5 Flowchart Penerimaan Guru Madrasah Aliyah Al Qalam
F. Program Pengembangan Kompetensi Pendidik Nama Kegiatan
Waktu
Inhouse Training (IHT)
1x @ semester
Kegiatan KKG/MGMP
setahun 4 keg
Seminar, workshop, dan loka karya
1x @ semester
1. Inhouse training (IHT) Pelatihan dalam bentuk IHT adalah pelatihan yang dilaksanakan secara internal di KKG/MGMP, Sekolah/Madrasah atau tempat lain yang ditetapkan untuk menyelenggarakan pelatihan.
62
Strategi pembinaan melalui IHT dilakukan berdasarkan pemikiran bahwa sebagian kemampuan dalam meningkatkan kompetensi dan karir guru tidak harus dilakukan secara eksternal, tetapi dapat dilakukan oleh guru yang memiliki kompetensi kepada guru lain yang belum memiliki kompetensi. Dengan strategi ini diharapkan dapat lebih menghemat waktu dan biaya. 2. Kegiatan KKG/MGMP a. kegiatan 1 : kurikulum 2013 b. kegiatan 2 : penggunakan TIK dalam pembelajaran c. kegiatan 3 : pengembangan instrumen penialain d. kegiatan 4 : pembuatan artikel popular 3. Seminar Pengikutsertaan guru di dalam kegiatan seminar dan pembinaan publikasi ilmiah juga dapat menjadi model pembinaan berkelanjutan profesi guru dalam meningkatkan kompetensi guru. Melalui kegiatan ini memberikan peluang kepada guru untuk berinteraksi secara ilmiah dengan guru lain berkaitan dengan hal-hal terkini dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. 4. Workshop Workshop
dilakukan
untuk
menghasilkan
produk
yang
bermanfaat bagi pembelajaran, peningkatan kompetensi maupun pengembangan karir. Workshop dapat dilakukan misalnya dalam kegiatan menyusun kurikulum, analisis kurikulum, pengembangan silabus, penulisan RPP, dan sebagainya. 5. Lokakarya Lokakarya atau kegiatan bersama untuk menyusun dan/atau mengembangkan perangkat kurikulum, pembelajaran, penilaian, dan media pembelajaran
63
A. Konsep Dasar Tenaga Kependidikan 1. Pengertian Tenaga Kependidikan Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan Adapun, mengenai tenaga kependidikan ialah orang yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan, diantaranya : a. pimpinan satuan pendidikan b. wakil bidang, umumnya pendidik yang mempunyai tugas tambahan dalam bidang yang khusus untuk membantu kepala satuan pendidikan. Seperti: waka bidang kurikulum c. tata usaha, merupakan tenaga kependidikan yang bertugas dalam bidang administrasi sekolah. Bidang administrasi yang dikelola seperti administrasi surat menyurat dan pengarsipan d. tenaga perpustakaan, adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang
diperoleh
melalui
pendidikan
dan/atau
pelatihan
kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan e. tenaga laboratorium, adalah petugas khusus yang bertanggung jawab terhadap alat dan bahan di laboratorium
64
f. sebutan lain untuk petugas sejenis yang bekerja pada satuan pendidikan.
2. Tujuan pengelolaan tenaga kependidikan Tujuan pengelolaan tenaga kependidikan secara umum adalah: a. Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan tenaga kerja yang cukup, dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi b. Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja yang tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang ketat, sitem kompensasi dan insentif yang disesuaikan dengan kinerja, pengembangan pengelolaan serta aktivitas pelatihan c. Menciptakan iklim kerja yang harmonis
3. Kualifikasi dan Kompetensi Secara garis besar ada dua kualifikasi yang dipersyaratkan yaitu kualifikasi akademik dan non akademik. Pendidik dan tenaga kependidikan harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kualifikasi akademik yang dimaksudkan adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik dan tenaga kependidikan yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi: Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesional, dan Kompetensi Sosial.
65
B. Tugas Pokok dan Fungsi Tenaga Kependidikan Tugas dan fungsi tenaga kependidikan berdasarkan Undang-Undang No 20 Tahun 2003 Pasal 39 yaitu melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Secara khusus, deskripsi tugas dan tanggung jawab tenaga kependidikan pada satuan pendidikan madrasah yaitu: 1. Pimpinan satuan pendidikan (Kepala madarsah) bertugas dan bertanggung jawab mengelola satuan pendidikan dengan melaksanakan segala peraturan dan ketentuan yang ditetapkan oleh lembaga yang lebih tinggi 2. Wakil kepala bidang bertugas dan bertanggung jawab membantu kepala madrasah dalam penyelenggaraan kegiatan yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan bidangnya 3. Tenaga perpustakaan bertugas dan bertanggung jawab melaksanakan pengelolaan sumber belajar di perpustakaan 4. Tenaga laboratorium bertugas dan bertanggung jawab membantu pendidik mengelola kegiatan praktikum di laboratorium satuan pendidikan 5. Tenaga administrasi bertugas dan bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan administrasi pada satuan pendidikan 6. Petugas layanan khusus bertugas dan bertanggung jawab memberikan layanan sekolah
66
C. Jumlah Tenaga Kependidikan yang dibutuhkan Madrasah Aliyah AlQalam Tabel 2.7 Proyeksi Tenaga Kependidikan 5 Tahun Madrasah Aliyah Al-Qalam No
Tenaga Kependidikan
1 2 3 4 5 6
Kepala Sekolah Waka Bidang Akademik Waka Bidang Sarana dan Prasarana Waka Bidang Kesiswaan Kepala TU Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) a.Bagian Kepegawaian b.Bagian Keuangan c.Bagian Sarana dan Prasarana d.Bagian Kesiswaan e.Bagian Kurikulum f. Bagian Persuratan dan Pengarsipan g.Bagian Humas Kepala Lab Laboran Fisika Laboran Biologi Laboran Kimia Laboran Komputer Laboran Bahasa Kepala Perpustakaan Staff Perpustakaan Petugas Layanan Khusus a. Petugas keamanan b. Petugas kebersihan c. Pengemudi d. Pesuruh TOTAL
7
8 9 10
Tahun 1 1 1 1 1 1
Tahun 2 1 1 1 1 1
Jumlah Tahun 3 1 1 1 1 1
1 1 1 1 1 1 1 1
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
1 2 1 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 2
2 2 1 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 2
2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 2
2 1 1 1 25
2 3 2 2 34
2 3 2 2 35
2 3 2 2 37
1
1 1 1 1 18
Tahun 4 1 1 1 1 1
Tahun 5 1 1 1 1 1
Kebutuhan staff tenaga kependidikan belum ada Penambahan tenaga kependidikan
67
D. Kriteria dan Persyaratan Tenaga Kependidikan Madrasah Aliyah Al Qalam Kriteria untuk menjadi tenaga kependidikan MA Al Qalam adalah sebagai berikut: 1. Kepala Madrasah a. Memiliki kualifikasi akademik Sarjana (S1) diutamakan S2 dari Perguruan Tinggi terakreditasi b. Pegawai Negeri Sipil dengan golongan ruang III b c. Memiliki sertifikat pendidik d. Berusia paling tinggi 56 tahun e. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun di MA/SMA f. Diutamakan memiliki pengalaman sebagai kepala madrasah atau wakil madrasah g. Memiliki kompetensi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku (kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial)
2. Kepala Tata Usaha a. Memiliki kualifikasi akademik paling rendah S1 dari perguruan tinggi terakreditasi b. Pegawai Negeri Sipil dengan golongan ruang III a c. Memiliki pengalaman kerja di bidang administrasi minimal 3 tahun d. Memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi madrasah dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah e. Memiliki kompetensi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku (kepribadian, sosial, teknis, dan manajerial)
68
3. Staff Administrasi a. Memiliki kualifikasi akademik paling rendah SMA/MA atau yang sederajat, diutamakan Diploma b. Memiliki keahlian sesuai bidang tugasnya
4. Kepala Lab a. Pendidikan minimal S1 b. Berpengalaman minimal 5 tahun sebagai laboran atau teknisi c. Memiliki sertifikat kepala laboatorium madrasah dari perguruan tinggi/lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah d. Memiliki kompetensi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku (kepribadian, sosial, manajerial, dan profesional)
5. Kepala Perpustakaan a. Memiliki kualifikasi akademik paling rendah S1 b. Memiliki sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan madrasah dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah c. Masa kerja minimal 3 tahun d. Memiliki kompetensi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku (kepribadian, sosial, teknis, dan manajerial)
6. Petugas Layanan Khusus a. Petugas keamanan Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat b. Petugas Kebersihan Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat c. Pengemudi Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat, memiliki SIM yang sesuai
69
d. Pesuruh Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat
E. Proses Rekrutmen dan Seleksi 1. Rekrutmen Perekrutan tenaga kependidikan merupakan usaha yang dilakukan untuk memperoleh tenaga kependidikan yang dibutuhkan. Berikut ini proses rekrutmen MA Al Qalam :
Menyebarluaskan pengumuman kebutuhan tenaga kependidikan
Membuka Pendaftaran
Pelamar datang ke sekolah
Penetapan calon yang dapat diterima
Seleksi (administratif, tes dan wawancara)
Pengisian formulir pendaftaran
a. Menyebarluaskan
pengumuman
tentang
kebutuhan
tenaga
kependidikan melalui surat kabar dan online b. Membuka pendaftaran bagi pelamar atau sesuai dengan kriteria dan persyaratan yang ditetapkan c. Pelamar
datang ke sekolah (walks-ins) dengan
persyaratan
administratif maupun akademis d. Calon tenaga kependidikan mengisi formulir pendaftaran e. Melakukan seleksi f. Penetapan calon yang dapat diterima g. Pengumuman
70
2. Tahapan Seleksi a. Seleksi tahap pertama (administrasi) Meliputi : 1) Surat lamaran 2) Formulir pelamar, memuat keterangan dan data pribadi mengenai hal-hal sebagai berikut: a) Pribadi (nama lengkap, tempat tinggal, umur, status perkawinan, tanggungan, jumlah saudara, email dan nomor telepon) b) Keterangan fisik (tinggi badan, berat badan) c) Pendidikan d) Pengalaman kerja e) Keterangan lain 3) Daftar riwayat hidup 4) Fotokopi KTP 5) Sertifikat tenaga kependidikan yang telah dilegalisir (sesuai dengan bidang) 6) Fotokopi ijazah pendidikan terakhiir 7) Pas foto berwarna ukuran 4 x 6 = 4 lembar 8) Fotokopi sertifikat/piagam penghargaan (bila ada) 9) Surat keterangan sehat dari dokter
b. Seleksi tahap kedua (tes tertulis) Calon tenaga kependidikan yang lulus pada seleksi tahap pertama berhak mengikuti seleksi tahap kedua yaitu tes tertulis, yang meliputi : 1) Tes pengetahuan umum (Agama Islam) 2) Tes Psikologi
71
c. Seleksi tahap ketiga (wawancara) Wawancara dimaksudkan untuk mengukur dan mengetahui aspek-aspek sebagai berikut : 1) Peformance Pengamatan yang dapat dilakukan antara lain cara berpakaian, berjalan, menghadap, bicara, duduk, gerakan atau penampilan lainnya yang dapat dilihat dan didengan pewawancara 2) Potential improvement Merupakan ciri potensi yang dapat dikembangkan calon tenaga kependidikan, seperti kemampuan memberikan jawaban yang logis, sistematis, relevan, kreatif, inisiatif dan lainnya 3) Personality attitude Penilaian mengenai sifat dan sikap pelamar 4) Dan hal lainnya mengenai wawasan kependidikan
3. Penetapan Calon yang dapat diterima Penetapan calon tenaga kependidikan yang diterima melalui penilaian dan setelah calon lulus di tahap terakhir proses seleksi yaitu wawancara. Pengumuman dapat dilihat melalui papan pengumuman sekolah dan email. Selanjutnya tenaga kependidikan dilakukan kegiatan penempatan, penugasan, dan orientasi. Penempatan merupakan tindakan pengaturan seseorang untuk menempati posisi/jabatan. Penugasan merupakan tindakan pemberian tugas tanggung jawab kepada tenaga kependidikan. Orientasi merupakan upaya memperkenalkan seorang tenaga kependidikan yang baru terhadap situasi dan kondisi pekerjaan di Madrasah Aliyah Al Qalam.
72
Gambar 1.6 Flowchart Penerimaan Tenaga Kependidikan Madrasah Aliyah Al Qalam
F. Pembinaan dan Pengembangan Tenaga Kependidikan Pembinaan atau pengembangan tenaga kependidikan merupakan usaha mendayagunakan, memajkan dan meningkatkan produktivitas kerja setiap
tenaga
kependidikan.
Tujuannya
adalah
mengembangkan
kemampuan setiap tenaga kependidikan yang meliputi keilmuan, wawasan, sikap, dan keterampilan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga produktivitas kerja dapat ditingkatkan.
Nama Kegiatan Seminar
Waktu 1x @ semester
Workshop
1x @ semester
73
A. Konsep Dasar Sarana dan Prasarana 1. Pengertian Sarana dan Prasarana Sarana
adalah
menyelenggarakan
perlengkapan
pembelajaran
yang
yang dapat
diperlukan
untuk
dipindah-pindah.
Sedangkan, prasarana adalah fasilitas dasar yang diperlukan untuk menjalankan fungsi satuan pendidikan. Setiap satuan pendidikan formal dan non formal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didik. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Satuan Pendidikan MA memiliki minimum 3 rombongan belajar dan maksimum 27 rombongan belajar, dengan tiga rombongan belajar melayani maksimum 6000 jiwa. Untuk pelayanan penduduk lebih dari 6000 jiwa dapat dilakukan penambahan rombongan belajar di sekolah yang telah ada atau pembangunan SMA/MA baru. 2. Peran dan Fungsi Sarana dan Prasarana Pendidikan Peranan atau fungsi merupakan kriteria suatu alat yang ditetapkan untuk memenuhi kebutuhan. Menurut Dirjen Dikdasmen Depdikbud, bahwa fungsi sarana pendidikan yang berupa alat
74
pembelajaran, alat peraga, dan media pendidikan dalam proses pembelajaran sangat penting guna mencapai tujuan pendidikan. Sarana pendidikan tersebut terlibat langsung dalam proses pembelajaran sehingga berfungsi sebagai alat yang dapat memperlancar serta mempermudah penangkapan pengertian dalam proses interaksi antar guru dan siswa. Dalam keadaan tertentu fungsi sarana pendidikan sangat menentukan dalam proses pembelajaran.
B. Prinsip-prinsip Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Untuk mendukung tercapainya tujuan administrasi sarana prasarana sekolah maka ada prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam mengelola sarana prasarana sekolah sebagai berikut. 1. Prinsip Pencapaian Tujuan Pada dasarnya manajamen perlengkapan sekolah di lakukan dengan maksud agar semua fasilitas sekolah dalam keadaan kondisi siap pakai. Oleh sebab itu, manajemen sarana dan prasarana sekolah dapat di katakan berhasil bila fasilitas sekolah selalu siap pakai setiap saat 2. Prinsip Efisiensi Dengan prinsip efisiensi semua kegiatan pengadaan sarana dan prasarana sekolah di lakukan dengan perencanaan, sehingga bisa memperoleh fasilitas yang berkualitas baik dengan harga yang relatif murah. Dengan prinsip efisiensi berarti bahwa pemakaian semua fasilitas sekolah hendaknya dilakukan dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat mengurangi pemborosan 3. Prinsip Administratif Dengan prinsip administratif berarti semua pengelolaan sarpras sekolah hendaknya selalu memperhatikan undang-undang, peraturan, instruksi, dan pedoman yang telah diberlakukan oleh pemerintah
75
4. Prinsip Kejelasan Tanggung Jawab Dengan prinsip ini berarti semua pihak yang terlibat dengan pengelolaan sarpras, dalam pengorganisasiannya semua tugas dan tanggung jawabnya perlu di deskripsikan dengan jelas 5. Prinsip Kekohesifan Manajemen sarana prasarana sekolah hendaknya terealisasikan dalam bentuk proses kerja yang sangat kompak. Untuk itu, antara satu dengan lainnya dalam organisasi harus bekerja dengan baik
C. Jumlah Sarana dan Prasarana yang dibutuhkan Madrasah Aliyah AlQalam Tabel 2.8 Proyeksi Sarana dan Prasarana 5 Tahun Madrasah Aliyah Al-Qalam No
Ruang
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
Kelas Perpustakaan Lab Biologi Lab Fisika Lab Kimia Lab Komputer Lab Bahasa Pimpinan Guru TU Tempat beribadah Konseling UKS OSIS Jamban Gudang Sirkulasi Tempat bermain/berolahraga
18
Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Kebutuhan Kebutuhan Kebutuhan Kebutuhan Kebutuhan 6 12 18 19 20 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 6 6 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
1
1
1
1
76
D. Site Plan (lampiran)
E. Gambar Fisik Bangunan Madrasah Aliyah Al-Qalam (lampiran)
77
A. Konsep Dasar Peserta Didik 1. Pengertian Peserta Didik Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. Secara lebih detail para ahli mendefinisikan peserta didik sebagai orang yang terdaftar dan belajar di suatu lembaga sekolah tertentu, atau peserta didik merupakan orang yang belum dewasa dan memiliki sejumlah potensi dasar yang masih perlu dikembangkan.
2. Ciri Khas Peserta Didik Ciri khas seorang peserta didik yang perlu dipahami oleh seorang pendidik ialah sebagai berikut. a. Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insan yang unik b. Individu yang sedang berkembang c. Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi d. Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri Beberapa ciri khas peserta didik tersebut di atas harus diketahui dan dipahami mendalam oleh seorang pendidik sehingga dengan begitu peserta didik dapat mengatur kondisi dan strategi yang relevan dangan kebutuhan peserta didik.
78
3. Hak dan Kewajiban Peserta Didik Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak: a. mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama; b. mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya; c. mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya; d. mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya; e. pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara; f. menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. Setiap peserta didik berkewajiban: a. menjaga
norma-norma
pendidikan
untuk
menjamin
keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan; b. ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan, kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
B. Tujuan, Prinsip dan Asas Penerimaan Peserta Didik Baru Madrasah 1. Tujuan Penerimaan peserta didik baru pada Madrasah bertujuan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi warga negara usia sekolah agar memperoleh layanan pendidikan yang sebaik-baiknya secara tertib, terarah, sistematis, transparan dan berkeadilan.
79
2. Prinsip a. Semua anak usia sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan pada satuan pendidikan; b. Pada dasarnya tidak ada penolakan Peserta Didik Baru (PPDB) bagi yang memenuhi syarat kecuali jika daya tampung di madrasah yang bersangkutan tidak mencukupi dan ketentuan waktu proses PPDB telah berakhir; c. Sejak awal pendaftaran calon peserta didik dapat menentukan pilihannya ke madrasah.
3. Asas Penerimaan peserta didik baru pada Madrasah berasaskan: a. Obyektivitas, artinya bahwa Penerimaan Peserta Didik Baru, maupun pindahan harus memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan; b. Transparansi, artinya Penerimaan Peserta Didik Baru bersifat terbuka dan dapat diketahui oleh masyarakat termasuk orang tua peserta didik baru untuk menghindari segala penyimpangan yang mungkin terjadi; c. Akuntabilitas, artinya Penerimaan Peserta Didik Baru dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, baik prosedur maupun hasilnya; d. Tidak diskriminatif, artinya Penerimaan Peserta Didik Baru pada madrasah tanpa membedakan suku, ras, golongan dan status sosial ekonomi masyarakat; e. Kompetitif, artinya Penerimaan Peserta Didik Baru dilakukan melalui seleksi berdasarkan kompetensi yang disyaratkan oleh satuan pendidikan tertentu.
80
C. Jumlah Peserta Didik yang dibutuhkan Madrasah Aliyah Al-Qalam Tabel 2.8 Proyeksi Peserta Didik 5 Tahun Madrasah Aliyah Al-Qalam
1 120
Tahun 3 576
2 240
4 608
5 640
D. Persyaratan Peserta Didik Baru Madrasah Aliyah Al Qalam Persyaratan calon peserta didik baru kelas 10 (sepuluh) pada MA Al Qalam sebagai berikut. 1. Telah lulus dan memiliki ijazah SMP/SMPLB/MTs/MTsLB/Paket B/Pendidikan Pesantren /sederajat; 2. Memiliki
SHUN
SMP/SMPLB/MTs/MTsLB/Program
Paket
B/Pendidikan Pesantren /sederajat; 3. Berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada awal tahun pelajaran baru; dan 4. Memiliki SHUAMBN bagi lulusan MTs/MTsLB.
E. Proses Rekrutmen dan Seleksi 1. Tata Cara Pendaftaran Calon peserta didik baru MA Al Qalam dilakukan secara perorangan, dengan cara mendaftarkan langsung ke MA Al Qalam dengan membawa syarat-syarat yang telah ditentukan : a. Mengambil formulir pendaftaran untuk diisi oleh calon pendaftar b. Pengambilan formulir dilakukan di madrasah tempat pendaftaran c. Menyerahkan kembali formulir yang telah diisi dan ditandatangani dengan kelengkapannya Tempat pendaftaran penerimaan calon peserta didik baru dipublikasikan kepada masyarakat melalui pengumuman di madrasah, media cetak atau elektronik.
81
Penerimaan peserta didik baru dilaksanakan oleh madrasah dengan
memperhatikan
kalender
pendidikan
melalui
tahapan
pemberitahuan ke masyarakat, pendaftaran, pengumuman peserta didik baru yang diterima, dan pendaftaran ulang; 2. Tahapan Seleksi a. Seleksi calon peserta didik baru kelas 10 (sepuluh) MA dilakukan berdasarkan : 1) SHUN
dari
B/Pendidikan
SMP/SMPLB/MTs/MTsLB/Program Pesantren/sederajat
dan
SHUAMBN
Paket dari
MTs/MTsLB; 2) aspek jarak tempat tinggal ke madrasah; 3) usia calon peserta didik baru; 4) prestasi di bidang akademik; 5) bakat olah raga atau bakat seni; 6) prestasi lain yang diakui madrasah b. Seleksi berkas Berkas persyaratan: 1) Formulir pendaftaran 2) Rapor semester 1-5 yang telah disahkan 3) Akte kelahiran/kenal lahir 4) Pas foto berwarna terbaru dengan latar belakang merah ukuran 3 x 4 (mak. 300 kb) 5) Surat rekomendasi dari madrasah/sekolah 6) Sertifikat/penghargaan prestasi di bidang akademik dan non akademik (bila ada) c. Tes potensi akademik dan non akademik meliputi: 1) Tes Potensi Akademik (Tes tertulis antara lain mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, IPS dan Agama)
82
2) Tes Non Akademik meliputi: a) Wawancara dengan calon peserta didik dan orang tua/wali peserta didik b) Tes Bakat dan kemampuan c) Praktek Ibadah d) Tes Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ)
3. Pengumuman seleksi dan Pendaftaran Ulang Berdasarkan rapat kelulusan calon peserta didik baru, akan ditetapkan. Bagi peserta tes yang dinyatakan lulus seleksi harus segera melaksanakan proses daftar ulang dengan melengkapi berkas daftar ulang yang telah disiapkan panitia. Penyerahan berkas daftar ulang dapat dilaksanakan secara langsung atau mengirimkannya ke MA Al Qalam. Jika sampai batas waktu yang ditentukan calon peserta didik baru yang lulus tidak melakukan daftar ulang, dianggap mengundurkan diri.
4. Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) Tujuan a. Mengenali potensi diri siswa baru; b. Mengenalkan lingkungan madrasah kepada siswa baru; c. Mendorong siswa untuk bersikap proaktif dalam mengenali seluruh civitas, sehingga timbul perasaan lebih aman dan nyaman dan tercipta rasa persaudaraan; d. Mendorong siswa untuk memulai kebiasaan belajar bersama, berkelompok melalui diskusi; e. Memotivasi siswa agar merasa bangga terhadap madrasah yang dipilihnya sehingga dapat memahami dan melaksanakan aturanaturan madrasah yang baru dengan baik;
83
f. Menyadari akan pentingnya menjaga nama baik dan memberikan kontribusi yang positif baik secara internal maupun eksternal terhadap almamater; g. Memberikan kesan positif dan menyenangkan kepada siswa baru tentang lingkungan madrasahnya yang baru; h. Menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisiplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja dan semangat gotong royong.
F. Kepanitiaan a. Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Madrasah yang bersangkutan; b. Struktur Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru disesuaikan dengan kebutuhan terdiri dari: 1) Penanggung Jawab 2) Ketua 3) Wakil Ketua 4) Sekretaris 5) Anggota c. Tugas dan wewenang panitia diatur oleh Keputusan Kepala Madrasah yang bersangkutan.
84
Gambar 1.7 Flowchart Penerimaan Peserta Didik Baru Madrasah Aliyah Al Qalam
85
G. Program Pengembangan Diri Peserta Didik MA Al Qalam Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum madrasah. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi, dan perkembangan peserta didik dengan memperhatikam
kondisi
madrasah.
Pengembangan
diri
bertujuan
menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan bakat, minat, kreativitas, kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan, kemampuan sosial, belajar, keagamaan, wawasan dan perencanaan karir, serta kemandirian.
Tabel 2.9 Program Pengembangan Diri Peserta Didik Madrasah Aliyah Al-Qalam No
Program
Uraian Kegiatan
Penilaian Evaluasi
1
Ekstrakurikuler a. Pramuka b. Bulu Tangkis c. Futsal d. Volly
1. Latihan terjadwal/minggu (setiap jam PJOK di arahkan bagi peserta didik yang berminat mengambil salah satu cabang sesuai minat dan bakat) 2. Latihan rutin bergiliran tiap kelas (Menulis huruf Al Qur’an, Hadhroh dan Sholawat)
1. Pertandingan intra dan antar kelas 2. Pertandingan antar madrasah
1. 2. 3. 4. 5.
3. Perlombaan antar kelas 4. Lomba antar madrasah
1. Apresiasi seni cinta Al Quran 2. Penyaluran bakat 3. Pelestarian seni islami 4. Kecintaan kepada
e. Seni Kaligrafi f. Seni Musik
Aspek Pengembangan Diri Disiplin Kemandirian Kejujuran Ketangkasan Kerjasama
86
No
2
Program
Uraian Kegiatan
Penilaian Evaluasi
g. Desain Grafis 3. Latihan terjadwal h. Fotografi dan (45 menit) Videografi
5. Kunjungan industri 6. Tugas Akhir
Pembiasaan a. Pembiasaan rutin
1. Penilaian langsung di akhir semester 2. Kartu kendali hafalan per semester 3. Praktik pembiasaan imam dan khatib
b. Pembiasaan terprogram
1. Upacara Bendera (setiap senin pagi 2. Tahfizhul Quran dan Hadis (dilaksanakan satu kali dalam seminggu, dibimbing oleh guru agama masing-masing kelas) 3. Tadarus Al Quran (dilaksanakan sebelum proses belajar mengajar dimulai) 4. Kajian Keislaman (bagi siswi pada hari Jumat) 5. Pembinaan Imam shalat dan Khatib Jumat 6. Pengajian bersama seluruh warga madrasah ( satu bulan sekali)
Aspek Pengembangan Diri Rasulullah SAW 1. Apresiasi seni 2. Kerjasama 3. Bertanggung jawab 4. Toleran 5. Penyaluran bakat 1. Disiplin 2. Kerjasama 3. Peningkatan iman dan taqwa 4. Penguatan penguasaan sumber ajaran
5. Peningkatan iman dan taqwa
87
No
Program
Uraian Kegiatan
c. Kegiatan keteladanan
7. Pakaian seragam peserta didik 8. Penanaman nilai Akhlaqul Karimah 9. Penanaman akidah dan syari’ah Islam 10. Budaya bersih lingkungan
Penilaian Evaluasi 4. Rapor PD untuk penilaian sikap
Aspek Pengembangan Diri 6. Disiplin 7. Keteladanan Rasulullah 8. Kerapihan 9. Kemandirian 10. Peduli kebersihan 11. Cinta lingkungan 12. Kerja sama
H. Seragam Peserta Didik Madrasah Aliyah Al Qalam Waktu Pemakaian Seragam : Senin Penjelasan Seragam : Seragam yang digunakan peserta didik pada hari Senin yaitu bagian atasan kemeja putih dengan berlogo MA Al Qalam di sisi sebelah kiri kemeja dan bendera merah putih baik untuk peserta didik perempuan dan laki-laki, sedangkan bagian bawahan laki-laki menggunakan celana panjang putih dan perempuan menggunakan rok panjang putih. Khusus untuk perempuan menggunakan kerudung warna putih.
88
Waktu Pemakaian Seragam : Selasa Penjelasan Seragam : Seragam yang digunakan peserta didik pada hari Selasa yaitu bagian atasan kemeja putih dengan berlogo MA Al Qalam di sisi sebelah kiri kemeja dan bendera merah putih baik untuk peserta didik perempuan dan laki-laki, sedangkan bagian bawahan laki-laki menggunakan celana panjang abu-abu dan perempuan menggunakan rok panjang abuabu. Khusus untuk perempuan menggunakan kerudung warna putih. Waktu Pemakaian Seragam : Rabu Penjelasan Seragam : Seragam yang digunakan peserta didik pada hari Rabu yaitu bagian atasan kemeja cokelat, sedangkan bagian bawahan laki-laki menggunakan celana panjang cokelat tua dan perempuan menggunakan rok panjang cokelat tua. Khusus untuk perempuan menggunakan kerudung warna cokelat.
89
Waktu Pemakaian Seragam : Kamis Penjelasan Seragam : Seragam yang digunakan peserta didik pada hari Kamis yaitu bagian atasan kemeja batik dengan berlogo MA Al Qalam di sisi sebelah kiri kemeja baik untuk peserta didik perempuan dan laki-laki, sedangkan bagian bawahan laki-laki menggunakan celana panjang putih dan perempuan menggunakan rok panjang putih. Khusus untuk perempuan menggunakan kerudung warna putih. Kemeja batik berwarna orange merupakan seragam khas MA Al Qalam sesuai dengan filosofi logo madrasah yang mengandung makna kehangatan. Waktu Pemakaian Seragam : Jumat Penjelasan Seragam : Seragam yang digunakan peserta didik pada hari Jumat yaitu bagian atasan pakaian muslim dengan berlogo MA Al Qalam di sisi sebelah kiri seragam baik untuk peserta didik perempuan dan laki-laki, sedangkan bagian bawahan laki-laki menggunakan celana panjang abu-abu dan perempuan menggunakan rok panjang abu-abu. Khusus untuk perempuan menggunakan kerudung warna putih.
90
Waktu Pemakaian Seragam : Saat olahraga Penjelasan Seragam : Seragam yang digunakan peserta didik pada saat jam olahraga yaitu bagian atasan kaos panjang olahraga putih dengan berlogo MA Al Qalam di sisi sebelah kiri kaos baik untuk peserta didik perempuan dan laki-laki, sedangkan bagian bawahan menggunakan celana training panjang cokelat bertuliskan MA Al Qalam.
91
A. Konsep Dasar Pemasaran Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kagiatan pokok yang
dilakukan
oleh
para
pengusaha
dalam
usahanya
untuk
mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan mendapatkan laba. Pemasaran dalam konteks jasa pendidikan adalah sebuah proses sosial dan manajerial untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan melalui penciptaaan penawaran, pertukaran produk yang bernilai dengan pihak lain dalam bidang pendidikan. Pemasaran Pendidikan mencakup berbagai bidang, mulai dari promosi hingga tahap melakukan bimbingan belajar. Namun, tidak tepat hanya mempertimbangkan filosofi dari lembaga penyedia jasa pendidikan saja. Permintaan pasar juga tetap harus dipertimbangkan. Pemasaran jasa pendidikan bukan merupakan kegiatan bisnis agar sekolah yang dikelola mendapat siswa, tetapi merupakan tanggungjawab penyelenggara pendidikan terhadap masyarakat luas tentang jasa pendidikan yang telah, sedang, dan akan dilakukannya.
B. Strategi Pemasaran 1. Konsep Strategi Pemasaran Dalam pemasaran pendidikan, sangat dibutuhkan adanya bauran pemasaran dalam pendidikan. Bauran pemasaran dalam konteks pendidikan adalah unsur-unsur yang sangat penting dan dapat dipadukan sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan strategi pemasaran yang
92
dapat digunakan untuk memenangkan persaingan. Bauran pemasaran terdiri dari 7P yaitu product, price, place, promotion, people, physical evidence, process. Berikut adalah penjabaran dari tujuh prinsip bauran tersebut: a. Product (produk) Dalam konteks jasa pendidikan, produk adalah jasa yang ditawarkan kepada pelanggan berupa reputasi, prospek dan variasi pilihan.
Lembaga
pendidikan
yang
mampu
memenangkan
persaingan jasa pendidikan adalah yang dapat menawarkan reputasi, prospek, mutu pendidikan yang baik, dan peluang yang cerah bagi para siswa untuk menentukan pilihan-pilihan yang diinginkannya. Sedangkan kompetensi lulusan adalah yang kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan ketrampilan. b. Price (harga) Price (harga) dalam konteks jasa pendidikan adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan jasa pendidikan yang ditawarkan. Elemen harga pendidikan dipertimbangkan mengenai penetapan harga SPP, investasi bangunan, dan lain-lain. c. Place (lokasi) Dalam konteks jasa pendidikan lokasi madrasah adalah lokasi sekolah berada. Lokasi sekolah sedikit banyak menjadi prefensi calon pelanggan dalam menentukan pilihannya. Lokasi yang strategis, nyaman dan mudah dijangkau akan menjadi daya tarik tersendiri. d. Promotion (promosi) Promosi adalah kegiatan mengkomunikasikan penjualan produk dipasaran yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Promosi bertujuan untuk memberikan informasi dan meyakinkan konsumen akan manfaat produk yang dihasilkan. Kegiatan promosi yang dapat dilakukan adalah dengan cara advertising melalui media
93
TV, radio, surat kabar, buletin, dan lain-lain. Promosi penjualan juga dapat dilakukan melalui pameran pendidikan, bazar pendidikan dan investasi, melakukan kontak langsung dengan siswa dan juga melakukan kegiatan hubungan dengan masyarakat. e. People (orang) People dalam konteks pendidikan adalah orang-orang yang terlibat dalam proses penyamaian jasa pendidikan seperti tata usaha, kepala sekolah, guru dan karyawan. Sumber daya pendidik dan kependidikan ini sangat penting bahkan menjadi ujung tombak dalam proses pemberian layanan pendidikan kepada para siswa dalam lembaga madrasah. f. Physical Evendence (bukti fisik) Physical evidence (bukti fisik) adalah lingkungan fisik tempat jasa diciptakan dan langsung berinteraksi dengan konsumennya. Terdapat dua macam bukti fisik yakni, pertama merupakan keputusan-keputusan yang dibuat oleh pemberi jasa mengenai desain dan tata letak gedung seperti desain kelas, gedung sekolah, perpustakaan, lapangan olahraga dan lain-lain. g. Process (proses) Proses adalah prosedur atau mekanisme dalam rangkaian aktivitas untuk menyampaikan jasa dari produsen ke konsumen.
2. Strategi Bauran Pemasaran di MA Al Qalam a. Strategi Product Produk yang ditawarkan oleh MA Al Qalam merupakan produk yang secara global dapat direalisasikan dalam visi madrasah yakni menjadi lembaga pendidikan yang mampu membentuk peserta didik yang berakhlakul karimah, cerdas, terampil, mandiri, dan berwawasan global. Hal tersebut tentunya sesuai dengan landasan
94
yang berdasarkan pada Al-Quran dan Hadis. Program yang ditawarkan yakni Pembinaan Kehidupan Keagamaan (PKK) dan Teknik Multimedia. Program ersebut bertujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia madrasah yang berkualitas tinggi dalam keimanan dan ketakwaan serta sebagai wadah pengembangan potensi SDM Madrasah, sehingga mampu menghadapi persaingan global. b. Strategi Price Harga yang harus dibayarkan oleh orang tua MA Al Qalam yakni Rp 461.000 spp perbulan, dpp Rp 6000.000, dan uang pendaftaran. Orang tua peserta didik diberi kemudahan pembayaran dengan cicilan 3x pembayaran. c. Strategi Place Lokasi Madrasah Aliyah Al Qalam berada di Jalan Marzuki IV Kecamatan Cakung Kelurahan Penggilingan, Kota Jakarta Timur. Pemilihan lokasi madrasah ini strategis, hal ini dikarenakan : 1) Lokasi
yang
dimaksud
berdekatan
dengan
pemukiman
penduduk, sehingga lingkungan aman dan jauh dari kebisingan 2) Lokasi madrasah jauh dari lokasi rel kereta api, sehingga lingkungan sekitar madrasah terpelihara dari adanya polusi suara d. Strategi Promotion Madrasah Aliyah Al Qalam dalam pemasaran menggunakan bauran promosi sebagai berikut : 1) Sistem pemasaran below the line yaitu memasarkan jasa pendidikan melalui kegiatan-kegiatan yang mendeskripsikan serta menunjukan prestasi dan kemampuan yang dimiliki oleh madrasah seperti mengikutsertakan peserta didik ke dalam berbagai perlombaan
95
2) Metode iklan dengan penyebaran brosur dan memanfaatkan media sosial dan situs internet, mengingat zaman modern sekrang ini semua kalangan aktif dalam penggunaan internet. e. Strategi People Strategi sumber daya manusia ini memegang peran yang sangat penting bagi kelangsungan proses kegiatan dan juga pelayanan jasa pendidikan di MA Aliyah Al Qalam. Hal ini dapat dibuktikan dari berbagai aktivitas yang dilakukan madrasah seperti pelatihan bagi pendidik maupun tenaga kependidikan di antaranya seperti seminar, workshop, lokakarya dan kegiatan lainnya. f. Strategi Physical efidence Bukti fisik yang ditampilkan dari Madrasah Aliyah Al Qalam tentunya berbeda dengan bukti fisik yang dimiliki oleh madrasah pada umumnya. Hal ini disebabkan lokasi madrsah yang sangat ramah lingkungan dilihat dari aktifitas penduduk yang sedikit penggunaan transportasi bermotor dan berada bukan di daerah industri dan pertambangan. g. Strategi Process Dari aspek kurikulum, Madrasah Aliyah Al Qalam mengikuti standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama. Pembelajaran yang ditanamkan bukan hanya hafalan semata aka tetapi nilai dan pemahaman agama bak secara praktek maupun penanaman nilai dalam sehari-hari.
C. Komunikasi Pemasaran Komunikasi pemasaran (marketing communication) adalah sarana di mana
instansi/
lembaga
pendidikan
berusaha
menginformasikan,
membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual.
96
Strategi komunikasi pemasaran yang digunakan Madrasah Aliyah Al Qalam dalam kegiatan penerimaan peserta didik baru, sebagai berikut :
Word of Mouth (WOM)
Iklan (Advertising)
Publisitas (Publicity)
Humas (Public Relations)
1. Word of Mouth (WOM) Komunikasi dari mulut ke mulut merupakan proses komunikasi yang berupa rekomendasi baik secara individu maupun kelompok bertujuan untuk memberikan informasi secara personal. Dari hal ini diharapkan masyarakat yang diberikan brosur membantu untuk mempromosikan MA Aliyah Al Qalam dari mulut ke mulut 2. Iklan (Advertising) Iklan pada konteks ini adalah brosur berupa kertas, spanduk, dan surat kabar 3. Publisitas (Publicity) Publisitas yang dimaksud ialah melalui website MA Aliyah Al Qalam 4. Humas (Public Relation) Dalam memasarkan sekolah, MA Al Qalam melakukan strategi yang bisa berubah sesuai dengan situasi dan kondisi.
97
A. Konsep Dasar Manajemen Mutu 1. Pengertian Manajemen Mutu Terpadu Manajemen mutu terpadu merupakan salah satu strategi manajemen untuk menjawab tantangan eksternal suatu organisasi guna memenuhi kepuasan pelanggan. Mutu jasa pelayanan pendidikan sangat tergantung pada sikap pemberi pelayanan dilapangan dan sikap serta harapan pemakai jasa pendidikan. Jasa pelayanan pendidikan tidak berwujud benda (intengible) secara langsung, tetapi secara kualitatif. Mutu jasa pelayanan pendidikan dilihat dari indikator lunak (soft indicator) seperi rasa kepedulian dan perhatian terhadap keinginan, harapan dan kepuasan pelanggan jasa Pendidikan Management Mutu Terpadu (MMT) memberikan jaminan bagi masyarakat, bahwa organisasi mempunyai tanggung jawab tentang kualitas dan mampu menyediakan mutu lulusan/output yang sesuai dengan kebutuhankebutuhan mereka.
2. Tujuan Penerapan Manajemen Mutu Terpadu a. Memperkuat dan memberikan arah perubahan organisasi sekolah b. Membantu kinerja individu dalam kelompk kerja c. Mengupayakan suatu program yang akan mengusahakan bukan hanya penanganan suatu aspek saja dari pendidikan d. Meningkatkan pastisipasi setiap orang yang terlibat dalam penyelenggaraan sekolah
98
e. Mengarahkan orang tua dan pelajar untuk membuat saran kepada sekolah demi memajukan keadaan sekolah f. Mengarahkan adanya bapak angkat dan organisasi pelajar dalam membuat standar mutu pendidikan bagi sekolah g. Membuat individu menjadi bersikap proaktif terhadap sesuatu yang mempengaruhi sekolah h. Dapat mengendalikan pengaruh segala sesuatu yang dilakukan dan cara mengendalikannya
3. Komponen Manajemen Mutu Komponen-komponen yang harus dimiliki manajemen mutu dalam organisasi/ lembaga sekolah mencakup : a. Fokus terhadap pelanggan b. Perluasan usaha mutu terhadap seluruh produk dan proses c. Peningkatan kesadaran terhadap biaya dari mutu rendah d. Percepatan perbaikan mutu e. Pembuatan perencanaan mutu yang baik, dan f. Penggunaan pengendalian mutu yang sempurna
B. Proses Penjaminan Mutu Madrasah Aliyah Al Qalam Penjaminan Mutu (Quality assurance) adalah proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan secara konsisten dan berkelanjutan sehingga stakeholders memperoleh kepuasan. Untuk menjadi organisasi atau institusi yang berhasil (efektif) diperlukan suatu strategi yang jelas dan mantap dalam menghadapi persaingan dan iklim yang berorientasi pada mutu.
99
Monitor kajian hasil pelaksanaan program peningkatan mutu
Perencanaan dan Implementasi Program Rancangan dan Penjaminan Mutu
Implementasi program pengembangan mutu
Pemilihan dan pengembangan instrumen pengumpulan data
Identifikasi pencapaian dan aspek pengembangan
Laporan Verifikasi (internal dan eksternal) dan analisis data
Pengumpulan dan pencatatan data
Gambar 1.8 Siklus Penjaminan dan Peningkatan Mutu Madrasah Aliyah Al Qalam Pemenuhan standar mutu acuan Penyusunan kurikulum sesuai acuan Menetapkan SOP Di dukung pemangku kepentingan
Tanggungjawab Madrasah dalam Sistem Penjaminan Mutu
Komite madrasah memberi bantuan Melayani audit penjaminan mutu Akreditasi Sertifikasi Mengembangkan sistem informasi mutu melalui TIK Mendukung pemetaan mutu
100
A. Konsep Dasar Pembiayaan Pendidikan 1. Pengertian Pembiayaan Pendidikan Pembiayaan pendidikan adalah sebuah kompleksitas yang di dalamnya akan terdapat saling keterkaitan pada setiap komponen yang memiliki rentang yang bersifat mikro (satuan pendidikan) hingga yang makro (nasional) yang meliputi sumber-sumber pembiayaan pendidikan, sistem dan mekanisme pengalokasiannya, efektivitas dan efisiensi dalam penggunaannya, akuntabilitas hasilnya yang diukur dari perubahan-perubahan yang terjadi pada semua tataran khususnya sekolah, dan permasalahan-permasalahan yang masih terkait dengan pembiayaan pendidikan.
2. Komponen biaya pendidikan Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 62 mengelompokkan biaya pendidikan menjadi tiga, yaitu: a. Biaya investasi Biaya investasi meliputi biaya: 1) Penyediaan sarana dan prasarana 2) Pengembangan sumber daya manusia 3) Modal kerja tetap b. Biaya operasi Biaya operasi meliputi: 1) Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan
101
yang melekat pada gaji 2) Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai 3) Biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi dan lain sebagainya c. Biaya personal Biaya personal merupakan biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan Sedangkan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan Pasal 3 menggolongkan biaya pendidikan menjadi tiga jenis, yaitu: a. Biaya satuan pendidikan Biaya satuan pendidikan terdiri dari: 1) Biaya investasi yang terdiri atas a) Biaya investasi lahan Pendidikan b) Biaya investasi selain lahan pendidikan 2) Biaya Operasional yang terdiri atas: a) Biaya personalia b) Biaya nonpersonalia 3) Bantuan biaya pendidikan yaitu dana pendidikan yang diberikan kepada peserta didik yang orang tua atau walinya tidak mampu membiayai pendidikannya. 4) Beasiswa Beasiswa adalah bantuan dana pendidikan yang diberikan kepada peserta didik yang berprestasi. b. Biaya penyelenggaraan atau pengelolaan pendidikan Biaya penyelenggaraan atau pengelolaan pendidikan meliputi:
102
1) Biaya investasi yang terdiri dari : a) Biaya investasi lahan Pendidikan b) Biaya investasi selain lahan Pendidikan 2) Biaya operasi yang terdiri dari: a) Biaya personalia b) Biaya non personalia c. Biaya pribadi peserta didik
3. Sumber Pendanaan Pendidikan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan Pasal 51 menyebutkan bahwa pendanaan pendidikan bersumber dari Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dana pendidikan yang bersumber dari Pemerintah daerah dapat bersumber dari: a. Anggaran pemerintah b. Anggaran pemerintah daerah c. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat d. Sumber lain yang sah
B. Biaya Investasi Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan Biaya Investasi dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu Biaya Investasi Lahan Pendidikan dan Biaya Investasi Selain Lahan Pendidikan. Pengelompokkan Biaya Investasi menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 pasal 62 ayat 1 meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, dan modal kerja tetap. Biaya Investasi menurut BSNP terdiri dari biaya bahan, bangunan sekolah, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku teks yang lama
103
penggunaannya diperkirakan lebih dari satu tahun dan perlengkapan lainnya. Penentuan harga peralatan pendidikan yaitu: 1. Alat pembelajaran 2. Perabotan 3. Investasi tenaga kependidikan 4. Buku referensi/tambahan Biaya Investasi memerlukan dana yang relatif besar, antara lain berupa: a. Bangunan sekolah meliputi ruang belajar, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang laboratorium, ruang perpustakaan, lapangan olahraga, tanah dan yang sejenis, biaya pembangunannya termasuk biaya investasi karena umur bangunan lebih dari satu tahun b. Alat peraga, alat praktik, sumber belajar, buku-buku, media belajar, yang pada umumnya dapat dipakai lebih dari satu tahun, misalnya alat praktik bisa mencapai 10 tahun, buku bisa mencapai 5 tahun c. Pengadaan tenaga pendidik dan kependidikan. Biaya Investasi Selain Lahan Pendidikan adalah biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pengadaan barang dan jasa selain lahan pendidikan (tanah) yang mempunyai manfaat lebih dari satu tahun untuk penyelenggaraan pendidikan. Biaya Investasi Selain Lahan Pendidikan antara lain pengadaan alat, bangunan, dan buku.
C. Rekapitulasi Investasi (lampiran)
D. Perhitungan Biaya Pendidikan (lampiran)
104
Demikian proposal pendirian Madarasah Aliyah Al Qalam Kecamatan Cakung, Kelurahan Penggilingan, Kota Jakarta Timur. Kegiatan ini adalah usaha pemerataan kesempatan belajar dan sebagai upaya mensukseskan program pendidikan madrasah. Selain itu, keberadaan MA Al Qalam diharapkan dapat menuju peningkatan sumber daya manusia Indonesia semakin berkualitas guna mampu menghadapi tantangan global di masa depan yang semakin kompetitif.
105
DAFTAR PUSTAKA Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah PP Nomor 32 Tahun 2013 Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan Permendiknas nomor 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (sd/mi), sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (smp/mts), dan sekolah menengah atas/madrasah aliyah (sma/ma) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 Keputusan direktur jenderal pendidikan islam nomor : 361 tahun 2017 tentang Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru tahun pelajaran 2017 - 2018 Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan https://jaktimkota.bps.go.id/backend/pdf_publikasi/Cakung-Dalam-Angka-2016.pdf https://jaktimkota.bps.go.id/backend/pdf_publikasi/Statistik-Daerah-Kota-JakartaTimur-2016.pdf https://jakarta.siap-ppdb.com/#!/030001/pagu http://digilib.uinsby.ac.id/2805/5/Bab%202.pdf
106