Skip to main content

BIO MAGAZINE SISTEM GERAK MANUSIA

Page 1

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2022

BIO MAGAZINE

SISTEM GERAK MANUSIA

Disusun Oleh: Riska Herlena Sitompul (21325251049) Dosen Pengampu: Dr. Agung Wijaya Subiantoro, S.Pd., M.Pd Nur Aeni Ariyanti, SP., MP., M.Agr., Ph.D


Salam Redaksi... Salam literasi Hallo sahabat literasi Nice to meet you. Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, oleh karena kasih dan berkatnya sehingga majalah biologi ini dapat terselesaikan dengan baik. Majalah biologi berbasis android ini tentunya diisi oleh berbagai macam penjelasan materi Sistem Gerak. Sahabat literasi penulis mengharapkan dengan adanya bahan ajar ini membantu sahabat semua memudahkan memahami materi. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Akhirnya, penulis mengucapkan selamat membaca. Salam Literasi

i


SISTEM GERAK KOMPETENSI INTI 3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,

konseptual,

prosedural

berdasarkan

rasa

ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegeraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang diperlajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

KOMPETENSI DASAR 3.5 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada system gerak dalam kaitannya dengan bioproses. 4.5 Menyajikan karya tentang pemanfaatan teknologi dalam mengatasi gangguan sistem gerak melalui studi literatur. .

ii


DAFTAR ISI

BIOMAGZ: SISTEM GERAK MANUSIA Salam Redaksi

i

KI & KD

ii

Daftar Isi

iii

Sistem Gerak Manusia: Tahukah Kamu

1

Otot disekitar Sendi Lutut

19

Ayo Uji Kemampuanmu

21

Tangan Bionik

23

Radiasi Paliatif

24

Latihan Soal

26

Daftar Pustaka

27

Bagaimana Rangka Saling Terhubung

2

Seberapa Kuatkah Tulang?

3

Pertumbuhan Tulang

4

Fun & Games

6

Persendian

8

Mengenal Sendi Bahu

11

Apa itu Otot Skelet?

13

Aktifitas Otot pada Tangan

15

Visit

BIO MAGAZINE

iii


SISTEM GERAK MANUSIA

Tahukah kamu?

RANGKA MANUSIA MERUPAKAN STRUKTUR YANG MENOPANG TUBUH KITA. TANPA RANGKA YANG KUAT, TUBUH KITA TIDAK DAPAT MENJALANKAN AKTIVITAS SEHARIHARINYA. TAHUKAH KAMU BAHWA RANGKA MANUSIA MENGALAMI BERBAGAI MACAM PERUBAHAN SEPANJANG HIDUP KITA

Teman-teman kalian tau tidak berapa jumlah tulang yang ada ditubuhmu? yaa 206. Tapi Saat pertama kali lahir, kamu memiliki sekitar 300 tulang. Namun, seiring tubuhmu bertumbuh besar, justru jumlah tulangmu berkurang menjadi 206 tulang. Hal ini terjadi karena beberapa tulang-tulang kecil bersatu menjadi tulang-tulang yang lebih besar dan kokoh. Tahukah kalian apa itu sistem rangka? yuk kita pelajari... Sistem rangka adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menyimpan bahan mineral, tempat pembentukan sel darah, tempat melekatnya otot rangka, melindungi tubuh yang lunak dan menunjang tubuh. Terdiri dari tengkorak, tulang rusuk, tulang belakang, rangka penopang tulang bahu, rangka penopang tulang pinggul, tulang angota badan atas dan bawah.

1


Tengkorak melindungi otak

Tengkorak

B bi ahu la h

Tula ng r awa n

Humerus

Ul na

Tendon Achilles menghubungkan otot betis ke tulang tumit

Gambar2 : Ligamen Kaki

Tu la ng Gambar 1: Bagian-bagian rangka Sumber: https://binged.it/38rjXNB

Hubungan rangka

Rangka appendikular bergabung dengan rangka aksial di bahu dan pinggul. Korset bahu menghubungkan lengan dengan tulang belakang atas. Korset panggul menghubungkan tulang belakang bawah (lumbal) dengan kaki. Tulang panggul terdiri dari tiga tulang, yaitu tulang pinggul, sakrum, dan tulang ekor .

Ti bi a

Pelvis

Tulang paha adalah tulang terpanjang yaitu seperempat dari tinggi badan Fem ur

Fib ul a

Sacrum

Siku disebut the funny bone karena ketika terbentur mengenai saraf ulnaris menyebabkan sensasi kejut listrik

Tulang rusuk

Ra di us

Tulang belakang

Rangka dapat dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu pertama rangka aksial (tumbu tubuh) terdiri dari tengkorak, tulang belakang, tulang rusuk dan dada yang melindungi organ-organ internal dan sistem saraf pusat. Kedua rangka apendikuler (anggota tubuh) yang menyusun alat gerak yaitu tangan dan kaki terbagi menjadi rangka bagian atas dan bagian bawah.

tu m it

Bagian penyusun tulang

Tulang disatukan oleh jaringan keras yang disebut ligamen. Kaki manusia merupakan bagian yang luar biasa kompleks dalam tubuh terdiri dari 26 tulang, 33 sendi, 107 ligamen, dan 19 otot mengikat tulang bersama-sama. Menyerap dan mendistribusikan ratusan Pon tekanan dengan setiap langkah yang diambil seseorang. Bahkan cedera ringan pada kaki dapat mempengaruhi postur, keseimbangan seseorang, dan keselarasan tulang belakang.

2


ep Dist iph al ys is

“MORE THAN HALF OF YOUR BONES ARE IN YOUR HANDS AND FEET”

Me tap hy sis

Dip hys is

Metap hysis

Articular cartilage

al im is ox ys Pr iph ep

Nutrient artery Periosteum Yellow bone marrow Compact bone Endosteum

SEBERAPA KUATKAH TULANG?

Red bone marrow Epiphyseal line

Tulang lima kali lebih kuat dari batang baja yang sama berat, tetapi tulang dapat rapuh dan faktur.Tingkat rendah kalsium dan vitamin D dapat menyebabkan tulang rapuh dan penyakit seperti osteoporosis.

JARINGAN HIDUP Tulang adalah jaringan hidup yang terdiri dari serat protein kolagen yang mengandung mineral, kalsium dan fosfat yang menyebabkan kekakuan. Tulang mengandung 99% dari semua kalsium dalam tubuh Anda. Sel-sel tulang terus-menerus menggantikan tulang usang dengan jaringan tulang baru. Pembuluh darah memasok sel-sel ini dengan oksigen dan nutrisi. Lapisan permukaan periosteum seperti kulit menutupi tulang kompak, yang memberikan kekuatan. Sumsum tulang pada tulang tertentu, termasuk tulang rusuk, tulang dada, tulang belikat, dan panggul, memiliki pekerjaan khusus yaitu menghasilkan sel-sel darah baru.

Spongy bone

Gambar 3: Struktur bagian tulang Sumber: https://bit.ly/3t2zMRQ

TULANG TERKECIL Tulang terkecil terdapat di telinga bagian tengah yang disebut stapes. Kamu juga memiliki tulang sesamoid yang kecil (menyerupai biji wijen). Tulang sesamoid berfungsi untuk melindungi tendon dari gesekan dan tekanan.

3


Dalam osifikasi endochondral, tulang berkembang dengan mengganti tulang rawan hialin. Tulang rawan tidak menjadi tulang. Sebaliknya, tulang rawan berfungsi sebagai template untuk sepenuhnya digantikan oleh tulang baru. Osifikasi endochondral membutuhkan waktu lebih lama daripada osifikasi intramembranous. Tulang di dasar tengkorak dan tulang panjang terbentuk melalui osifikasi endochondral. Sekitar 6 sampai 8 minggu setelah pembuahan, beberapa sel mesenkimal berdiferensiasi menjadi kondrosit (sel tulang rawan) yang membentuk prekursor kerangka tulang cartilaginous tulang (gambar 4a). Segera setelah itu, perichondrium, membran yang menutupi tulang rawan, muncul (gambar 4b). Saat tulang rawan tumbuh, kapiler menembusnya. Penetrasi ini memulai transformasi perichondrium ke dalam periosteum penghasil tulang. Di sini, osteoblas membentuk kerah periosteal dari tulang kompak di sekitar tulang rawan diafisis. Pada bulan kedua atau ketiga kehidupan janin, sel tulang pengembangan dan osifikasi meningkat dan menciptakan pusat osifikasi primer, sebuah wilayah yang jauh di dalam kerah periosteal di mana osifikasi dimulai (Gambar 4c). Sumber: Fundamentals of Anatomy & Physiology

INFO BIOLOGI

Bayi yang sehat berukuran 18-22 inci atau 46-56 cm saat lahir. Pertumbuhan tulang cepat selama masa bayi dan sebagian tulang memanjang. Pertumbuhan tulang melambat pada masa kanak-kanak, tetapi kemudian pertumbuhan cepat kembali lagi pada saat pubertas. Tulang berhenti tumbuh Pada usia sekitar 18 tahun, ketika batas ketinggian orang dewasa tercapai.

Sementara perubahan terjadi, kondrosit dan tulang rawan terus tumbuh di ujung tulang (epifisis masa depan), yang meningkatkan panjang tulang pada saat yang sama tulang menggantikan tulang rawan dalam diafisis. Pada saat kerangka janin sepenuhnya terbentuk, tulang rawan hanya tersisa di sendi. Tulang rawan diantara diafisis dan epifisis sebagai lempeng epifisis bagian terakhir yang bertanggung jawab atas pertumbuhan tulang longitudinal. Setelah lahir, urutan peristiwa yang sama ini (matriks mineralisasi, kematian kondrosit, invasi pembuluh darah dari periosteum, dan penyemaian dengan sel osteogenik yang menjadi osteoblas) terjadi di daerah epifisis, dan masing-masing aktivitas pusat-pusat ini disebut sebagai pusat osifikasi sekunder (Gambar 4e).

4


Bagaimana Tulang Tumbuh? Bayi yang baru lahir Saat lahir, sebagian besar tulang masih terdiri dari tulang rawan, tetapi terdapat situs aktif pembentukan tulang (osifikasi). Pertama yang berkembang adalah pusat osifikasi primer.

Embrio Tulang awalnya terbentuk dari tulang rawan lunak yang bertindak sebagai perancah penyimpanan mineral. Tulang mulai mengeras terbentuk ketika janin berumur 2-3 bulan di dalam rahim. Perikondrium Kartilago hialin

Osifikasi Primer

Matriks terklasifikasi

Periosteum

Matriks tidak terklasifikasi

(a)

Arteria nutricia

Tulang spons

(b)

Matriks terklasifikasi

(c)

Masa kanak-kanak Sebagian besar poros terdiri dari pengerasan tulang kompak dan spons. Lempeng pertumbuhan (epifisis) pada ujung memungkinkan mengalami perpanjangan.

(tulang kompak)

Remaja Pada masa pubertas, hormon seks menyebabkan percepatan pertumbuhan. Peningkatan tinggi terjadi ketika tulang baru diletakkan di tulang rawan lempeng pertumbuhan (epifisis) untuk memperpanjang poros tulang. Tulang rawan

Dewasa Setelah pubertas, lempeng pertumbuhan diubah menjadi tulang (kalsifikasi). Meninggalkan area yang mengeras yang disebut garis epifisis. Diameter tulang masih bisa meningkat, tetapi tidak dapat bertambah panjang.

Tulang spons

Matriks tidak terklasifikasi

(d)

Rongga meduler

Arteri dan Vena (menyediakan nutrisi pada tulang) Osifikasi Sekunder

Arteri dan vena

(e)

Matriks tidak terklasifikasi Pertumbuhan tulang panjang (lempeng epifisis)

Lempeng epifisis Arteri dan Vena (menyediakan nutrisi pada tulang)

(f)

Gambar 4: Proses Osifikasi Endokondral Sumber: Fundamentals of Anatomy & Physiology (2021)

5


Sistem Gerak Manusia Bio Magazine

FUN & GAMES

nama

kelas

Aku dapat mengenal tulangku Pasangkan gambar dengan kata yang tepat.

Mandibula

Scapula Femur

Humerus Klik aku untuk mengerjakan soal tersebut

6


let's Sing Together Gunakan suaramu menyanyikan sebuah lagu yang berjudul "skeleton bones" untuk mempertajam ingatanmu.

Klik icon mic disamping untuk memulai video lagu "Skeleton Bones"

CHALLENGE: Setelah mendengarkan lagu "Skeleton bones" buatlah sebuah lagu terkait sistem gerak menggunakan bahasamu sendiri.

7


PERSENDIAN

Apa itu sendi?

Persendian atau artikulasi, adalah hubungan di mana tulang yang berdekatan atau tulang dan tulang rawan. Sendi diklasifikasikan baik secara fungsional maupun struktural AMFIARTROSIS

DETAIL >

KLASIFIKASI SENDI BERDASARKAN FUNGSINYA Klasifikasi fungsional sendi ditentukan oleh jumlah mobilitas yang ditemukan antara tulang yang berdekatan. Secara fungsional sendi diklasifikasikan sebagai sinartrosis atau sendi tidak bergerak, amfiartrosis atau sendi yang sedikit dapat digerakkan, dan diarthrosis, yang merupakan sendi yang dapat digerakkan secara bebas. SINARTROSIS Sendi yang tidak bergerak atau hampir tidak bergerak disebut sinartrosis. Sifat tidak bergerak dari sendi-sendi ini memberikan persatuan yang kuat hubungan antar tulang. Hal ini berfungsi melindungi organ internal. Contohnya hubungan antar tulang tengkorak yang mengelilingi dan melindungi otak (Gambar 5), dan sendi manubriosternal, sendi kartilaginosa yang menyatukan manubrium dan sternum untuk melindungi jantung.

Gambar 5: contoh sinartrosis tulang tengkorak

Amphiarthrosis adalah sendi yang memiliki mobilitas terbatas. Contoh dari sendi ini adalah cartilaginous yaitu sendi yang menyatukan tubuh vertebra yang berdekatan. Mengisi celah antara vertebra dengan bantalan tebal fibrokartilage yang disebut disk intervertebralis (Gambar 6). Contoh lain dari amphiarthrosis adalah sendi cartilaginous di daerah kemaluan dari tulang pinggul kanan dan kiri.

Gambar 6: Diskus intervertebralis

Sumber: Fundamentals of Anatomy & Physiology (2021)

8


PERSENDIAN

DIARTROSIS

Sendi yang bergerak bebas diklasifikasikan sebagai diartrosis. Jenis sendi ini termasuk semua sendi sinovial tubuh, yang memberikan sebagian besar gerakan tubuh. Sendi-sendi ini dibagi menjadi tiga kategori, berdasarkan jumlah gerak sendi yaitu pertama uniaksial (gerakan satu arah) contohnya sendi siku yang hanya dapat menekuk atau meluruskan. Kedua, biaksial (gerakan dua arah) contohnya sendi metacarpophalangeal (sendi buku jari) tangan. Si sendi memungkinkan gerakan sepanjang satu sumbu untuk menghasilkan pembengkokan atau pelurusan jari, dan gerakan sepanjang sumbu kedua, yang memungkinkan penyebaran jari-jari menjauh satu sama lain. Ketiga, sendi multiaksial (gerakan tiga arah/poliaksial) contohnya sendi bahu dan sendi panggul.

Gambar 7: Sendi multiaksial. seperti sendi panggul, memungkinkan untuk tiga jenis gerakan: anteriorposterior, medial-lateral, dan rotasi.

DETAIL >

KLASIFIKASI SENDI BERDASARKAN STRUKTURNYA Klasifikasi struktural sendi didasarkan pada apakah permukaan artikulasi tulang yang berdekatan terhubung langsung oleh jaringan ikat atau tulang rawan berserat, atau apakah permukaan artikulasi bersentuhan satu sama lain di dalam rongga sendi yang diisi cairan. Perbedaan-perbedaan ini berfungsi untuk membagi sendi-sendi tubuh menjadi tiga klasifikasi struktural. Sendi berserat adalah tempat tulang yang berdekatan disatukan oleh jaringan ikat berserat. Pada sendi tulang rawan, tulang bergabung dengan tulang rawan hialin atau fibrokartilase. Pada sendi sinovial, permukaan artikulasi tulang tidak terhubung secara langsung, melainkan bertemu satu sama lain dalam sendi rongga yang diisi dengan cairan sinovial. Sendi sinovial memungkinkan gerakan bebas antara tulang dan sendi tubuh.

Sumber: Fundamentals of Anatomy & Physiology (2021)

9


PERSENDIAN

Gambar 8: Jenis sendi sinovial. Enam jenis sendi sinovial memungkinkan tubuh untuk bergerak dalam berbagai cara. (a) Sendi pivot memungkinkan , melakukan gerakan di satu sumbu/poros (berotasi). Contohnya menengok ke kiri dan ke kanan atau ketika melakukan pronate dan supinate pada lengan. Bagian tubuh yang memiliki sendi pivot yaitu proksimal radioulnar (antara tulang lengan) dan sendi atlantoaxial (antara tulang leher pertama dan kedua). (b) Sendi hinge contohnya sendi engsel pada siku bekerja seperti engsel pintu. (c) Sendi saddle (pelana) Sendi ini terdapat pada pergelangan tangan dan ankle. (d) Sendi plane (geser) sendi yang memungkinkan antartulang bergerak dan menggeser satu sama lain, contohnya interkarpal, yang menghubungkan tulang di pergelangan tangan. (e) Sendi Condyloid (gulung) sendi yang memungkinkan gerakan, tetapi tidak dapat bergerak memutar, contohnya sendi yang menghubungkan tulang telapak tangan dengan tulang jari. (f) Sendi Ball-and-socket (peluru) sendi yang dapat bergerak ke segala arah memungkinkan melakukan gerak fleksi dan ekstensi, abduksi, adduksi, dan rotasi internal dan eksternal. Sendi ini dapat ditemukan pada glenohumeral (bahu dan pinggul).

Sumber: Fundamentals of Anatomy & Physiology (2021)

Perhatikan video sendi berikut

10


Sistem Gerak Manusia Bio Magazine

UMI MEDICAL JOURNAL “Sendi bahu merupakan sendi yang memiliki mobilitas paling tinggi dibandingkan dengan semua sendi yang kita miliki. ” Sendi bahu memiliki kebebasan gerak yang memungkinkan anggota gerak atas untuk bergerak menurut berapa bidang? Akibat adanya derajat gerak yang sangat bebas ini maka sendi bahu harus mengorbankan aspek stabilitasnya. Anggota gerak atas melekat pada rangka tubuh melalui beberapa sendi yang saling mempengaruhi satu sama lain untuk menghasilkan suatu gerakan halus yang disebut “scapula humeral rhythm”. Sendisendi ini secara kolektif disebut “shoulder girdle” atau “the thoracic scapularhumeral articulation”

3 Sendi Acromioclavicular

Sendi acromioclaviculare adalah suatu sendi yang datar yang menghubungkan permukaan ujung luar clavicula dengan bagian anteromedial dari processus acromialis.

Sendi dari shoulder girdle terdiri dari 7 sendi . Let’s check them out.

1

2

Sendi Glenohumeral Merupakan sendi “ball and socket” yang dibentuk oleh caput humeri dan cavum glenoidalis. Gerak sendi ini merupakan gerakan komplek sebagai hasil koordinasi gerak oleh otot-otot. Gerakan terdiri dari abduksi dan penekanan caput humeri pada daerah supra humeral. Gerak ini disebut Scapulo-humeral rhythm. Sendi suprahumeral Sendi ini bukan merupakan sendi sejati. Fungsinya adalah mencegah trauma dari arah atas dan mencegah dislokasi caput humeri ke arah atas, serta menahan caput humeri di tempatnya pada saat abduksi anggota atas.

11


4

Sendi Costoscapula Sendi scapulothoracic dianggap sebagai unit yang mengumpulkan sendi sternoclavicular dan acromioclavicular (AC) dan persimpangan antara permukaan anterior skapula dan toraks (persimpangan scapulothoracic).

5

Sendi Sternoclavicular Sendi sternoclaviculare dibentuk oleh ujung sternal clavicula dengan permukaan superolateral manubrium sterni dan cartilage iga pertama.

6

Sendi Costosternal, Sendi costosternal adalah sendi bidang sinovial dari tulang rawan costal tulang rusuk sejati dengan sternum

7

Gambar 9: Sendi dari shoulder girdle

Sendi Costovertebral Sendi costovertebral adalah sendi yang menghubungkan tulang rusuk ke kolom vertebral. Artikulasi kepala tulang rusuk menghubungkan kepala tulang rusuk ke tubuh vertebra toraks.

Sebagai sendi yang paling banyak bergerak, bahu rentan mengalami dislokasi. Dislokasi terjadi ketika tulang lengan bagian atas keluar dari rongga yang merupakan bagian dari tulang belikat. Stay healthy and stay safe, happy people!

Sumber: Umi Medical Journal

12


Apa itu otot Skelet?

Reminder Otot polos tidak memperlihatkan gambaran

garis

lintang

dan

Otot rangka melekat pada tulang dan

berperan

ditemukan hampir disemua alat

perototan

visera

tubuh.

yang

berongga,

membentuk sinsitium fungsional dan memiliki sel-sel picu yang melepaskan impuls tidak teratur

Otot jantung juga berpola garis lintang, tetapi membentuk sinsitium fungsional, dapat berkontraksi ritmis walaupun tanpa persarafan eksternal, karena adanya sel-sel picu dimiocardium yang mencetuskan impuls spontan

Sumber: Jurnal Menssana

sebagai

yaitu

menggerakan

Gambaran

sangat

jelas,

tanpa

adanya

sistem

garis

tidak

lintang

berkontraksi

rangsangan

dari

saraf, tidak ada hubungan anatomik dan

fungsional

secara

umum

sel-selnya

dan

dikendalikan

oleh

kehendak (volunter)

Guyton, 1995. mengatakan bahwa 40% dari berat badan manusia terdiri dari otot rangka dan10% terdiri dari otot polos dan jantung.

13


Otot rangka tersusun dari serat-serat yang merupakan balok penyusun (building bloks).

Selaput pembungkus otot paling luar Tendon

Epimysium

mengeilingi serat otot Endomysium

Serat Otot Gambar 10: Struktur otot rangka

Tulang

Perimysium

Mengelilingi masingmasing gulungan

Endomysium Fasikula

Pembuluh darah

FASIKULUS Otot terdiri dari gugusan kecil disebut fasikulus. Pada fasikulus dilapisi oleh jaringan ikat disebut ferimisium dan dibentuk oleh kumpulan serabut otot (muscle fiber) yang jumlahnya dapat mencapai ratusan

Mekanisme Kontraksi Otot Skelet Mekanisme kontraktil otot rangka tergantung dari protein miosin, aktin, troponin dan tropomiosin. Otot rangka melekat pada tulang dan berperan sebagai sistem perototan, yaitu menggerakan tubuh. Aktivitasnya diatur oleh susunan saraf melalui persarafan motorik. Setiap serabut saraf motorik terbagi menjadi sejumlah cabang yang akan mengadakan kontak langsung dengan serabut otot disebut sebagai neuro muscular junction. Hubungan saraf otot ini terjadi pada bagian tengah otot, sehingga aksi potensial pada serabut otot dapat menyebar kesemua arah, selanjutnya terjadilah kontraksi. kontraksi otot rangka ditentukan/dipengaruhi oleh berbagai faktor, di mana satu unsur dengan yang lainnya merupakan sesuatu yang saling mendukung. Berbagai faktor dimaksud antara lain sistem neuromuscular, penyediaan energi, mobiliylitas saraf, viskositas dan koordinasi otot. Sumber: Jurnal Menssana

14


Aktifitas Otot pada Tangan Aktifitas otot pada tangan dapat dibedakan menjadi dua kelompok otot yaitu, otot-otot eksterinsik dan otot-otot intrinsik - Otot Ekstrinsik

Otot ekstrinsik yang terletak di kompartemen anterior dan posterior lengan bawah, yang mengontrol gerakan kasar dan menghasilkan cengkeraman yang kuat

Otot-otot

Semua otot lengan bawah (kecuali

communis,

pronator

ekstensor carpi ulnaris dan ankonius.

teres,

brachialis)

supinator

melewati

pergelangan

tangan

dan sendi

dan

metakarpophalangeal.

sendi

Kelompok

palmar berorigo dari kondilus medial humerus dan berfungsi sebagai fleksi, kelompok dorsal berorigo dari kondilus humerus

lateral

berfungsi

sebagai

ekstensor Otot-otot

ekstensor

lengan

bawah

terdiri dari lapisan superficial dan lapisan

dalam,

lapisan

kelompok

lateral

yaitu

brachioradialis, ekstensor carpi radialis longus dan ekstensor carpi radialis brevis,

kelompok

posterior

yaitu

ekstensor indicis, ekstensor digitorum ekstensor

digiti

minimi,

Otot-otot lapisan dalam adalah supinator, abductor polisis longus, ekstensor polisis brevis dan ekstensor polisis longus. Kelompok otot fleksor lengan bawah dibagi juga kelompok superficial dan kelompok lapisan dalam, kelompok superficial terdiri dari pronator quadratus, fleksor carpi radialis, Palmaris longus dan fleksor carpi ulnaris Otot Intrinsik, kelompok.

superficial

dibagi menjadi lateral dan posterior.

Sumber: Umi Medical Journal

15


- Otot Intrinsik Otot intrinsik tangan terletak di dalam tangan itu sendiri, bertanggung jawab atas fungsi motorik halus tangan. Otot instrinsik terdiri dari:

01.

Otot Thenar Terdiri dari tiga otot pendek yang terletak di pangkal ibu jari. Otot perut menghasilkan tonjolan, yang dikenal sebagai tenar eminence. Mereka bertanggung jawab atas gerakan halus ibu jari. Saraf median menginervasi semua otot tenar. Opponens Pollicis: otot thenar yang terbesar, dan terletak di bawah dua otot lainnya. Berasal dari tuberkulum trapezium, dan retinakulum fleksor terkait, menyisipkan ke margin lateral metacarpal ibu jari (yaitu metacarpal pertama). Tindakan yang dilakukan dari otot ini yaitu dilakukan melawan ibu jari, dengan memutar dan melenturkan metacarpal ke arah medial pada trapezium Abductor Pollicis Brevis: ditemukan di anterior dari Opponens Pollicis dan proksimal dari fleksor polisis brevis. Berasal dari tuberkel skafoid dan trapezium, dan dari retinakulum fleksor terkait, menempel ke sisi lateral phalanx proksimal ibu jari. Tindakan yang dilakukan dari otot ini yaitu mendekatkan ibu jari.

Flexor Pollicis Brevis: otot thenar paling distal. Berasal dari tuberkulum trapezium dan dari retinakulum fleksor terkait, menempel ke dasar phalanx proksimal ibu jari. Tindakan yang dilakukan dari otot ini yaitu melenturkan sendi metacarpophalangeal (MCP) ibu jari. Kepala bagian dalam diinervasi oleh cabang dalam dari saraf ulnaris.

Gambar 11: Otot Thenar

Sumber: Umi Medical Journal

16


02.

Gambar 12: Otot Lumbrical

03.

Otot Lumbrical Terdiri dari empat lumbrical di tangan, masing-masing berhubungan dengan jari. Mereka sangat penting untuk gerakan jari, menghubungkan tendon ekstensor ke tendon fleksor. Setiap lumbrical berasal dari tendon fleksor digitorum profundus. Mereka melewati bagian punggung dan lateral di sekitar setiap jari, dan dimasukkan ke dalam tudung ekstensor. Dua lumbrical lateral (dari jari telunjuk dan jari tengah) diinervasi oleh saraf median. Dua lumbrikal medial (jari kelingking dan jari manis) diinervasi oleh saraf ulnaris. Aksi yang dilakukan, fleksi pada sambungan MCP dan ekstensi pada sambungan interphalangeal (IP) setiap digit.

Otot Hypothenar Menghasilkan tonjolan otot di sisi medial telapak tangan, di pangkal jari kelingking. Opponens Digiti Minimi, terletak jauh ke otot hypothenar lainnya. Berasal dari kait hamate dan retinakulum fleksor terkait, dimasukkan ke dalam margin medial metacarpal V. Tindakan yang dilakukan dari otot

ini

yaitu

memutar

metacarpal dari jari kelingking ke arah telapak tangan, menghasilkan pertentangan. Abductor Digiti Minimi: otot hypothenar paling dangkal. Berasal dari berbentuk pisiform dan tendon fleksor karpi ulnaris. Itu menempel pada pangkal phalanx proksimal jari kelingking. Tindakan yang dilakukan dari otot ini yaitu mendekatkan (adduksi) jari kelingking. Flexor Digiti Minimi Brevis: terletak dibagian lateral Abductor Digiti Minimi. Berasal dari kait hamate dan retinakulum fleksor yang berdekatan, dan dimasukkan ke dasar phalanx proksimal jari kelingking. Tindakan yang dilakukan dari otot ini yaitu melenturkan sendi MCP jari kelingking.

Sumber: Umi Medical Journal

17


Gambar 13: Otot Interosseo

04.

Otot Interossei Terletak di antara metacarpal. Selain aksi abduksi (dorsal interossei) dan adduksi (palmar interossei) jari, interosei juga membantu lumbrikal dalam fleksi dan sendi MCP serta ekstensi pada sendi IP. Diinervasi oleh saraf ulnaris. Dorsal Interossei: terdiri dari 4, paling dangkal dari semua otot punggung, dapat diraba di punggung tangan. Setiap interossei berasal dari permukaan lateral dan medial metacarpal. Mereka menempel pada tudung ekstensor dan phalanx proksimal setiap jari. Tindakan yang dilakukan dari otot ini yaitu menjauhkan jari-jari di sendi MCP. Palmar Interossei: terletak di anterior tangan. Ada tiga otot interossei palmar, meskipun beberapa teks melaporkan otot keempat di dasar phalanx proksimal ibu jari. Setiap interossei berasal dari permukaan medial atau lateral metakarpal, dan menempel pada tudung ekstensor dan phalanx proksimal jari yang sama. Tindakan yang dilakukan dari otot ini yaitu mendekatkan jari-jari di sendi MCP.

Sumber: Umi Medical Journal

18


Otot disekitar Sendi Lutut Otot disekitar sendi lutut mempunyai fungsi sebagai stabilitas sendi aktif sekaligus sebagai penggerak dalam aktifitas sendi lutut, terbagi atas otot ekstensor dan otot fleksor.

Otot Fleksor Otot fleksor terdiri dari M. Hamstring yang merupakan otot penggerak utama dari fleksi lutut. Otot fleksor yang memiliki 3 otot

yakni

bagian

m.

biceps

lateral,

femoris

serta

m.

pada Semi

membranosus pada bagian tengah, dan m. Semitendinosus pada bagian medial.

1. Biceps Femoris Gastrocnemius 2. Semitendinosus 3. Semimembrannosus

Lingkup gerak sendi saat aktif fleksi adalah 140º dan 120º jika hip dalam keadaan ekstensi. Saat pasif fleksi dapat mencapai 160º dimana tumit dapat menyentuh bokong

Gambar 14: Bagian otot Fleksor

19


Otot Ekstensor Berlawanan dengan otot fleksor, otot ekstensor berfungsi memperpanjang dan meluruskan sendi. Otot ekstensor berkontraksi

saat

meluruskan

atau

Anda

hendak

menurunkan

tangan yang telah ditekuk. Demikian juga ketika Anda berjalan atau berlari, otot ekstensor pada pinggul

akan

menarik

paha

berkontraksi kembali

anatomis.

ke

dan posisi

Gambar 15: Bagian otot Ekstensor

Sumber: Jurnal Vokasi Indonesia

INFO BIOLOGI Otot Kunci yang Unik Otot popliteus adalah otot kecil pada sudut posterolateral lutut. Otot popliteus unik karena bagian otot yang tebal berada di distal dan insersionya di bagian proksimal. otot popliteus dianggap sebagai kunci untuk membuka lutut. Popliteus juga berperan mencegah rotasi eksternal berlebihan dari tibia.

20


Ayo Uji Kemampuanmu Tabel 1. Deskripsi statistik rerata pengukuran lila pada grup intensitas 50-80% 1-RM

Sumber: Jurnal Biomedik (2020:5)

Tabel memperlihatkan data Pengaruh Intensitas Latihan Beban terhadap Massa Otot yang menunjukkan hasil pengukuran massa otot lingkar lengan atas pre test dan post test yang diukur menggunakan pita ukur dengan satuan cm pada 21 subjek dari grup dengan intensitas 50-80% 1-RM. Dapatkah kamu menganalisis hasil dari data yang telah diperoleh tersebut? Jelaskan hasil analisismu!

Watch this video

21


Nama:

Tanggal:

Kelas:

Teka Teki Silang

Klik pintu untuk memulai mengisi TTS

FUN & GAMES

22


Teknologi untuk Mengatasi Gangguan pada Sistem Gerak

TANGAN BIONIK Seiring dengan perkembangan kemajuak IPTEK yang semakin pesar

ditandai

dengan

berkembangnya

teknologi

untuk

mengatasi gangguan-gangguan yang terjadi pada sistem gerak manusia. Contohnya seperti radiasi paliatif terhadap kanker tulang, tangan bionik bagi penderita tuna daksa khususnya bagian tangan. Beberapa film yang telah tayang dilayar

kaca

menyuguhkan

Indonesia perkembangan

teknologi. Salah satunya yaitu "Terminator 2: Judgment day". Ingatkah

kamu

ketika

Arnold

Schwarzenegger

yang

memperlihatkan

tangan

robotnya.

Mari

lihat

pada video.

kembali

Klik gambar untuk melihat tangan robot Arnold Schwarzenegger

Watch this video "Tangan Bionik"

23


Radiasi Paliatif

Teknologi untuk Mengatasi Gangguan pada Sistem Gerak

Kejadian kanker meningkat setiap tahunnya, pada tahun 2030 diperkirakan 5,3 juta pria dan 4,7 juta wanita akan menderita kanker, dan 6,2 juta orang akan meninggal karena kanker tiap tahunnya. Angka ini meningkat menjadi 14,1 juta orang akan menderita kanker setiap tahunnya. Tulang merupakan salah satu organ tersering yang menjadi tempat metastasis pasien kanker, terutama dari kanker payudara,

prostat

dan

paru.

Metastasis

tulang

ini

dapat

menyebabkan komplikasi tulang yang berat termasuk patah tulang, kompresi medula spinalis atau radiks saraf, hiperkalsemia karena keganasan, dan nyeri tulang berat

Radiasi pada metastasis tulang ditujukan

untuk

mencegah

impending fracture atau impending compression, obstruksi oleh massa kanker

dan

mengecilkan

ukuran

tumor. Radiasi dapat menghilangkan nyeri yang signifikan pada metastasis tulang yang disebabkan oleh kanker atau obstruksi limfatik. Mekanisme radiasi

mengurangi

metastasis

nyeri

tulang

pada melalui

penghancuran sel kanker sehingga mengurangi efek desak massa dan meningkatkan proses pembentukan tulang pada lesi litik. Sebuah

penelitian

dilakukan

terhadap 18 pasien metastasis tulang yang menjalani radioterapi. Sampel penelitian diberi dosis radioterapi

berkisar antara 15-30 Gy dalam 10 fraksi dengan mesin akselerator linier dan mesin telecobalt. Sebagian

besar

dari

sampel

merasakan manfaat dari radiasi paliatif berupa peningkatan Global Health

Status

dan

Functional

Scales serta perbaikan Symptoms Scales (gambar 16). Perbedaan rerata pada sebelum dan sesudah radioterapi

terhadap

domain

Global Health Status, Functional Scales

dan

dilakukan

uji

Symptoms

Scales

perbedaan

rerata

menggunakan paired t-test pasien kanker dapat dilihat di Tabel 2. Domain Global Health Status dan Functional

Scales

mengalami

peningkatan yang signifikan pada sebelum dan sesudah radioterapi.

Sumber: Jurnal MKA Unand (2019)

24


Tabel 2. Rerata domain kualitas hidup dan hasil analisis paired t test pasien kanker sebelum dan sesudah radiasi paliatif

Sumber: Jurnal MKA Unand (2019)

(a)

(b)

(c) Gambar 16: Perubahan Global Health Status setelah radiasi paliatif metastasis tulang (a), Perubahan functional scales setelah radiasi paliatif metastasis tulang (b), dan Perbaikan symtomps scales setelah radiasi paliatif tulang (c). Sumber: Jurnal MKA Unand (2019).

Pemberian radioterapi paliatif metastasis tulang dapat memberikan fungsi paliatif nyeri terhadap 50-80% dari semua kasus metastasis tulang dan dapat membantu mengurangi pemakaian analgesik pada pasien terutama pada pasien yang mengalami toksisitas opioid dan nyeri yang belum teratasi dengan tuntas. Onset pengurangan nyeri dengan radiasi paliatif relatif cepat dengan respon parsial namun signifikan pada 71% pasien metastasis tulang.

25


Latihan soal Nama

Kelas:

Tanggal:

Petunjuk: 1. Kerjakan soal berikut dengan benar dan jujur. 2. Pilihlah salah satu opsi jawaban yang benar 3. Jawaban benar/salah akan terlihat setelah melanjutkan soal, oleh karena itu kerjakan dengan teliti 4. Untuk memulai mengisi soal klik icon "Start" setelah itu klik start quiz. 5. Selamat mengerjakan, semoga berhasil

26


Daftar pustaka Chruscik, A., K. Kauter., L. Windus dan E. Whiteside. Fundamentals of Anatomy and Physiology. University of Southern Queensland Toowoomba: Leanne Dooley M, Madri. 2017. "Kontraksi Otot Skelet". Jurnal Menssana. 2(2): 1-23 Pratama, A. Denny. 2018. "Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Post Amputasi Transtibial Sinistra Akibat Chronic Limb Ischemia di RSPAD Gatot Soebroto". Jurnal Vokasi Indonesia. 6(2):33-40. Rafli, R dan M. Anissa. 2019. "Peningkatan kualitas hidup pasien kanker dengan metastasis tulang yang menjalani radiasi paliatif". Jurnal MKA Unand. 42(1):1-10. Safei, I., H. S. B. Sastradimaja dan M. A. Moeliono. 2019. "Shoulder Hand Syndrome". Jurnal Kedokteran. 4(1):154-170 Tambing, A., J.N.A. Engka dan E.I.S. Wungouw. 2019. "Pengaruh Intensitas Latihan Beban terhadap Massa Otot". Jurnal Biomedik. 8(1):1-10

27


Pengingat Mimpikan. Yakini. Wujudkan. Kamu bisa lakukan apa saja. Oke


BIO MAGAZINE SISTEM GERAK MANUSIA


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
BIO MAGAZINE SISTEM GERAK MANUSIA by Riska Sitompul - Issuu