Skip to main content

BOOKLET SISTEM REPRODUKSI

Page 1

BOOKLET ELEKTRONIK SISTEM REPRODUKSI

Oleh : Al Manunal Akhnah (21325251046) Dosen Pengampu: Dr. Agung Wijaya Subiantoro, S.Pd., M.Pd Nur Aeni Ariyanti, Sp., MP., M.Agr., Ph.D


LATAR BELAKANG Puji Syukur kehadirat tuhan yang maha kuasa, atas rahmat dan hidayah-Nya akhirnya saya dapat menyelesaikan sebuah Booklet yang disusun sesuai dengan Kurikulum 2013. Booklet disusun dengan tujuan tidak hanya untuk membiasakan siswa terhadap ilmu tertentu, namun juga dapat memprkaya pengetahuannya, sekaligus memandu siswa dalam belajar. Booklet yang telah disusun merupakan Booklet materi Sistem Repropduksi yang dikembangkan sesuai prosedur pengembangan bahan ajar menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang telah dimodifikasi sesuai kebutuhan. Dalam Penerapan Booklet ini siswa diharapkan dapat membuat lebih aktif didalam proses pembelajaran, dimana siswa siswa ikut serta berperan dalam proses mencari dan menemukan pengetahuanya sendiri, sehingga kemampuan proses ilmiah semakain terarah. Semoga Booklet ini dapat memberi manfaat bagi penggunanya, baik siswa maupun guru-guru di sekolah. Saran dan krittik selalu kami harapkan agar dimasa mendatang Booklet ini dapat tampil lebih baik lagi. Terimakasih. Jepara, 21 April 2022 Penyusun Al Manunal Akhnah

i


KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR Kompetensi Inti : 3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapakan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam rana konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai dengan kaidah keilmuan. Kompetensi Dasar : 3.13 Menganalisis penerapan prinsip reproduksi pada manusia dan pemberian ASI ekslusif dalam program keluarga berencana sebagai upaya meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM). 4.13 Menyajikan karya tulis tentang pentingnya menyiapkan generasi terencana untuk meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM).

ii


IPK dan Tujuan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi : 1. Menganalisis terjadinya ovulasi, menstruasi, fertilisasi dan kehamilan. 2. Memahami fungsi dan tujuan pemberian ASI ekslusif. 3. Menganalisis hubungan antara kesehatan reproduski, program KB dan kependudukan. 4. Menganalisis program KB sebagai upaya meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM). 5. Mengetahui macam-macam alat kontrasepsi. 6. Menganalisis penyebab kelainan/ penyakit yang terjadi pada sistem reproduksi. Tujuan Pembelajaran : 1. Menjelaskan terjadinya ovulasi, menstruasi, fertilisasi dan kehamilan. 2. Menjelaskan fungsi dan tujuan pemberian ASI ekslusif. 3. Menjelaskan hubungan antara kesehatan reproduksi, program KB dan kependudukan. 4. Menjelaskan Program KB sebagai upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). 5. Mengetahui macam-macam alat kontrasepsi. 6. Menjelaskan penyebab kelainan/ penyakit yang terjadi pada sistem reproduksi.

iii


Daftar isi KATA PENGANTAR.............................................................................................................................................I KOMPETENSI DASAR DAN INTI........................................................................................................................II IPK DAN TUJUAN PEMBELAJARAN.................................................................................................................III DAFTAR ISI.........................................................................................................................................................IV A. MENSTRUASI, HORMON PADA FASE MENSTRUASI DAN FASE SIKLUS MENSTRUASI..........................1 B. HUBUNGAN TINGKAT STRES AKADEMIK DENGAN SIKLUS MENSTRUASI SELAMA KONDISI WABAH COVID 19.............................................................................................................................................................2 D. PERTEMUAN SPERMA DAN OVUM..............................................................................................................3 C. FERTILISASI...................................................................................................................................................4 D. PROSES TERJADINYA KEHAMILAN.............................................................................................................5 E. TAHAP PERKEMBANGAN JANIN...................................................................................................................6 F. PENENTUAN JENIS KELAMIN MANUSIA SAAT PROSES FERTILISASI......................................................7 F. MANFAAT ASI EKSLUSIF...............................................................................................................................8 G. KEUNTUNGAN MENYUSUI BAGI IBU...........................................................................................................9 H. KELUARGA BERENCANA DAN MACAM-MACAM ALAT KONTRASEPSI....................................................10 J. ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM...........................................................................................................11 K. KONTRASEPSI HORMONAL MENGANGGU MENSTRUASI.........................................................................12 L. MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI.........................................................................................................13 M. RESIKO SEKS BEBAS DAN PERNIKAHAN DINI BAGI KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA........14 N. KELAINAN SISTEM REPRODUKSI................................................................................................................15 O. TES KEMAMPUAN DIRI.................................................................................................................................16 P. KESIMPULAN..................................................................................................................................................17 Q.DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................................................18

iv


MENSTRUASI ITU APA SIH ?

Menstruasi adalah proses yang dialami semua perempuan untuk jadi dewasa, ditandai dengan keluarnya darah. Ini artinya alat reproduksi kamu mulai aktif hingga nantinya siap menjadi ibu.

Empat Fase Siklus Menstruasi Secara Berurutan

APA YANG TERJADI KETIKA KAMU MENSTRUASI Saat menstruasi darah akan keluar dari vagina secara alami selama 2-7 hari. Menstruasi biasanya terjadi satu kali setiap 21-35 hari. Selama menstruasi gunakan pembalut untuk menampung darah yang keluar dari vagina.

Gambar 1. Siklus Menstruasi a.Fase Menstruasi atau pendarahan Dimulai pada hari pertama menstruasi dan berlangsung

Hormon yang berpengaruh pada Menstruasi 1. Estrogen 2. Progesteron 3. Hormon Lutenizing (LH)

sampai hari ke 5 b. Fase Folikuler Pituitari melepaskan hormon FSH yang merangsang folikel dalam ovarium untuk tumbuh menjadi matang c. Fase ovulasi

4. Hormon Perangsang folikel (FSH)

Puncak dari semua kerja keras tubuh selama fase menstruasi

5. Hormon pelepas gonadotropin

sebelumnya d. Fase Luteal Fase menstruasi terakhir, dimulai pada hari ke 15 dan

Sumber: Unala.net

berlangsung sampai akhir siklus menstruasi

1


HUBUNGAN TINGKAT STRES AKADEMIK DENGAN SIKLUS MENSTRUASI SELAMA KONDISI WABAH COVID 19 Stres dan rasa tertekan tersebut berdampak pada kesehatan reproduksi terutama siklus haid perempuan menjadi tidak teratur kok bisa gitu ya?

Stres akademik adalah gangguan fisik, mental atau emosional yang disebabkan ketidaksesuaian antara tuntutan lingkungan dengan sumber daya aktual yang dimiliki siswa

Sumber: Sri Martini dkk, (2021) Jurnal Keperawatan Merdeka

Meningkatnya angka penyebaran virus corona dan paparan informasi yang kuat menimbulkan rasa cemas, panik dan stres

Pembelajaran daring selama wabah covid 19 merupakan steressor yang memicu pelepasan hormon kortisol yang akan mempengaruhi produksi hormon FSH (Follicle Stimulling Hormone) Selain itu, terdapat faktor lain dan LH (Luitenizing Hormone) dan yang dapat mempengaruhi perubahan menyebabkan ketidak teraturan siklus menstruasi antara lain aktifitas fisik, diet, siklus menstruasi paparan lingkungan, gangguan endokrin, gangguan pendarahan dan dysmenorrhea

2


Bagaimana apabila sel telur yang terdapat pada tuba fallopi dibuahi oleh sperma?

Bagaimana sperma dapat menemukan lokasi sel telur ?

Apabila ada sel sperma yang masuk ke dalam saluran reproduksi perempuan, sel sperma tersebut akan bergerak menuju sel telur

Gambar 3. Siklus Fertilisasi

Maka bagian kepala sperma akan masuk ke dalam sel telur dan meninggalkan bagian ekornya di luar sel telur

Sel sperma dapat menemukan lokasi sel telur karena sel telur menghasilkan senyawa kimia berupa hormon progesteron Adanya sensor panas ( suhu Tuba Fallopi atau di tempat sel telur berada, dimana suhunya lebih tinggi dibandingkan suhu tempat penyimpanan sperma ) Sel telur memiliki senyawa yang bernama fertilizin yang berfungsi mengaktifkan sperma agar bergerak lebih cepat

Apabila sperma telah bertemu dengan sel telur Gambar 2. sperma memasuki sel telur

Sperma memiliki antifertilizin yang merupakan antigen oosit sekunder yang berfungsi melekatkan sperma pada oosit sekunder

Sumber: Yusa dan Manickam Bala Subra Maniam (2016)

3


Fertilisasi Fertilisasi atau proses pembuahan disebut juga sebagai konsepsi dan menjadi awal terjadinya kehamilan. Untuk mengetahui dan menghitung usia kehamilan biasanya dimulai dari hari pertama haid terkahir (HPHT), yaitu sekitar 2 minggu sebelum proses pembuahan terjadi

Proses ini akan membentuk zigot dan menjadi embrio sebagai cikal bakal janin. Fertilisasi merupakan pembuahan atau dengan kata lain peleburan sel sperma dengan sel telur

Munculnya hormon kehamilan (HCG) juga menjadi tanda dan akan dideteksi oleh alat tes kehamilan sebagai tanda awal kehamilan.

Proses pembuahan atau fertilisasi diawali dengan masa ovulasi hingga implantasi. Dalam proses ini, terjadi perpindahan sel telur yang sudah dibuahi ke dalam rahim.

Sumber: Yusa dan Manickam Bala Subra Maniam (2016)

4


Proses Kehamilan Proses kehamilan merupakan proses rantai yang berkesinambungan terdiri dari :

Ovulasi pelepasan ovum

Tumbuh kembang hasil konsepsi sampai dengan aterm

Terjadi migrasi spermatozoa dan ovum

Terjadi konsepsi dan pertumbuhan zigot

Gambar 4. Sikus fertilisasi

Pembentukan plasenta

Terjadi Implantasi pada uterus

Sumber: Yusa dan Manickam Bala Subra Maniam (2016)

5


TAHAP PERKEMBANGAN JANIN

Week 8

Week 3 Sel saraf pertama bayi telah terbentuk

Janin tumbuh sempurna. Sistem peredaran darah dan saluran kencing bayi juga bekerja dan hati memproduksi empedu.

Wajah terbentuk dengan lingkaran besar di matanya, mulut, rahang bawah dan tenggorokan mulai berkembang. Sel darah juga mulai terbentuk dan sirkulasi akan dimulai.

Week 32 Berat badan bayi akan bertambah dengan cepat dan menambah lemak tubuh

Week 36

Sumber: Live Science

Week 12

Bayi bisa berkedip, menutup mata, menoleh, menggengam dengan kuat, merespon suara, cahaya dan sentuhan. Bergerak lebih sedikit karena ruang sempit

Week 28

Week 16

Bayi merespon rangsangan, termasuk suara, nyeri dan cahaya

Detak jantung bayi terdengar, jari tangan dan kaki pun terlihat jelas. kelopak mata, alis, bulu mata, kuku dan rambut juga terbentuk. Gigi dan tulang menjadi lebih padat.

6


Penentuan Jenis Kelamin Manusia Saat Proses Fertilisasi X

Setiap ovum mengandung satu buah kromosom,

X

Y

X

X

yaitu kromosom X. Sementara itu, satu sel sperma mengandung satu buah kromosom, yaitu kromosom X atau Kromosom Y

XX

Apabila ovum dibuahi oleh sperma yang mengandung kromosom X, maka zigot akan mengandung dua buah kromosom X, sehigga keturunan yang dihasilkan akan berjenis kelamin Perempuan

Sumber: Menjelajah Dunia Biologi Kelas 11

XY

X

Y

Sedangkan, apabila ovum dibuahi oleh sperma yang mengandung kromosom Y, maka zigot akan mengandung satu buah kromosom X dan satu buah kromosom Y,sehingga keturunan yang dihasilkan akan berjenis laki-laki

7


ASI Ekslusif

Pemberian ASI setelah bersalin yang diberikan sedini mungkin, tanpa jadwal dan tanpa makanan lain (termasuk air putih) hingga berusia enam bulan.

Daya tahan tubuh bayi akan kuat

ASI mengandung komposisi yang lengkap seperti vitamin, karbohidrat, kalori, lemak dan protein Sumber : Suffian dkk, (2016) Jurnal Kedokteran Madiatek Universitas Kristen Krida Wacana

Kemampuan dalam keseimbangan dan koordinasi antara anggota tubuh dengan otot-otot besar seperti duduk, berdiri, dan berjalan yang mempunyai rangkaian tahapan yang berurutan

Kemampuan motorik halus yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata, tangan yang tidak memerlukan tenaga, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat seperti menggambar, meraih benda dan mencoret.

Meningkatkan kecerdasan secara emosional, mental dan spiritual supaya menjadi stabil dan matang serta mendapatkan kecerdasan sosial yang baik

Melindungi si kecil dari berbagai infeksi seperti diare, saluran pernapasan, oatitis dan media akut serta mengandung antibody

8


KeuntunganMenyusui Bagi Ibu J ik a m e n y u s u i n d il a k u k a n d e n g a ru ti n , d a p a t nda m e m b a n tu m e n u k e h a m il a n b a ru

Hubungan batin antara bayi dan ibu semaki erat

M e t o d e d ie t yang e f e k t if

Sumber: Mufdillah dkk, (2017)

P ra k ti s d a n e k o n o m is

M e n ja g a d a n m e li n d u n g i k e s e h a t a n ib u

9


Macam - macam alat kontrasepsi

Keluarga Berencana

Keluarga Berencana adalah suatu usaha untuk mengatur jumlah dan jarak antara kelahiran anak, guna meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

Menurunkan angka kematian ibu dan bayi

Menghindari kehamilan resiko tinggi

IUD Meringkankan beban ekonomis keluarga

Membentuk keluarga sejahtera

Vasektomi (sterilisasi pada pria)

Menurunkan resiko terjangkitnya kanker rahim dan kanker serviks Bermanfaat untuk kesehatan mental keluarga

Mencegah penularan penyakit berbahaya Sumber: BKKBN (2016)

MAL

(Metode Amenorhea Laktasi)

Kondom

Suntik

Pil (Progestin/ kombinasi

Implan

Tubektomi (sterilisasi pada wanita)

10


Alat Kontrasepsi Dalam Rahim

Merupakan salah satu metode kontrasepsi yang cukup aman dan paling dianjurkan dalam Program Nasional Keluarga Berencana di Indonesia

Bagi ibu menyusui, AKRD tidak akan mempengaruhi ASI, kelancaran ataupun kadar ASI

AKRD merupakan suatu alat kontrasepsi yang dimasukkan dalam rahim terbuat dari bahan polyethylene dilengkapi dengan benang nylon sehingga mudah dikeluarkan dari dalam rahim

Menurut World Health Organization (WHO) Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKRD) adalah suatu alat untuk mencegah kehamilan yang efektif, aman dan refersibel yang terbuat dari plastic atau logam kecil yang dimasukkan dalam uterus mellaui kanalis servikalis

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKRD) bagi bnayak kaum wnaita merupakan alat kontrasepsi yang terbaik Alat Kontrasepsi Dalam Rahim merupakan salah satu metode kontrasepsi yang penggunanannya relatif lebih rendah dibandingkan dengan metode konrtrasepsi lain Sumber: Deswita Dkk, (2018) Jurnal Ilmiah Bidan

11


KONTRASEPSI HORMONAL MENGANGGU MENSTRUASI ? Banyak yang enggan menggunakan KB hormonal (Implan, Suntik KB dan Pill KB) karena efeknya yang menggangu siklus menstruasi. Apakah ini normal? ini dia penjelasannya. KB hormonal umunya mengandung hormon estrogen dan progesteron. Untuk pil kombinasi sesuai namanya mengandung kombinasi estrogen dan progesteron Cara kerja

Hormon yang terkandung akan mencegah pelepasan sel telur dari indung telur dan mengentalkan lendir rahim sehingga menggangu pertemuan antara sperma dan sel telur

Siklus mens umumnya menjadi tidak reguler, Efek umum seringkali jadi lebih sebentar dan lebih sedikit, yang terjadi tidak jarang hanya flek saja, bahkan bisa tidak haid sama sekali.

Sumber: Sety (2014) Jurnal Kesehatan

Hal ini lumrah terjadi, jika tidak mens bukan berarti darah Haruskah anda menumpuk di tubuh, tapi memang siklus haidnya terhenti akibat pelepasan sel telur yang dihambat. ini khawatir ? tidak berbahaya

12


Menjaga Kesehatan Reproduksi yaitu keadaan sehat baik secara fisik, psikis dan sosial yang berkaitan dengan sistem fungsi dan proses reproduksi pada laki=laki dan perempuan agar dapat bertanggung jawab, menjaga, dan memelihara organ reproduksi.

Pakaian dalam dan celana dalam diganti minimal dua kali sehari

Bagi perempuan setelah buang air kecil cara ceboknya dari depan ke belakang agar kuman dari anus tidak ikut ke organ reproduksi

Sumber: Kemenkes RI (2018)

Menggunakan celana dalam berbahan yang menyerap kringat

Pakai handuk yang bersih, kering tidak lembab dan bau

Untuk laki-laki sangat dianjurkan untuk disunat/khitan, agar terhindar dari kanker penis dan kanker mulut rahim pada istrinya

13


Resiko Seks Bebas dan Pernikahan Dini Bagi Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Bagaimana hasil survey tentang perilaku seks bebas remaja laki-laki dan wanita di Indonesia? Prilaku seksual remaja diempat kota (Surabaya, Jakarta, Medan dan Bandung) melibatkan 450 remaja memperoleh hasil 44% Responden mengaku punya pengalaman seks berusia 16-18 tahun dan 16% lainnya ketika berusia 13-15 tahun. Synovote Research (2009)

FAKTOR PENYEBAB

DAMPAK PERNIKAHAN DINI Pernikahan dini menimbulkan penyesalan dalam diri remaja, seringnya pertengkaran dan percecokan dalam rumah tangga. Kehilangan sebayanya.

interkasi

Pergaulan Bebas

lingkungan

Kehamilan di usia remaja berpotensi meningkatkan kesehatan pada wanita dan bayi. Kondisi yang muncul akibat hamil di usia muda yaitu :Tekanan darah tinggi, Anemia, Bayi lahir prematur dan ibu meninggal saat melahirkan.

Depresi setelah kelahiran

Agama Pendidikan

dengan

Orang Tua Ekonomi

Resiko kelainan pada bayi Gambar 5.Kelainan pada bayi

Sumber: Shanty, dkk (2021) Journal Of Community Engagement in Health

Resiko penyakit alat reproduksi

14


KELAINAN SISTEM REPRODUKSI gangguan kelainan pada Alat reproduksi pria dan wanita dapat mengalami gangguan,baik disebabkan oleh kelainan maupun penyakit.

#1

Gonorhea

#2 Herpes Simplex

#3

Sifilis

Gambar 8. Penyakit Sifilis Gambar 6. Penyakit Gonorhea

Penyakit ini diakibatkan infeksi bakteri Naisseria Gonorrhea

#4 Endometrosis

Gambar 9. Penyakit Endometrosis

Kelainan karena adanya jaringan endomentrium di luar rahim

Sumber : Kemenkes RI (2017)

Gambar 7. Herpes Simplex

Penyakit ini disebabkan karena virus herpes simplex tipe II yang menyerang kulit didaerah alat reproduksi luar

#5

Kanker Serviks

Gambar 10. Kanker Serviks Merupakan kanker yang dimulai di leher rahim yang disebabkan oleh infeksi virus papiloma manusia

Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema palladum, penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual, tranfusi darah atau luka mikroskopis

#6 HIV/AIDS

Gambar 11. Penyakit HIV/AIDS

Hiv adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan melumpuhkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit

15


TES KEMAMPUAN DIRI

Setelah mempelajari materi yang sudah disajikan, kerjakan soal yang terdapat pada link dibawah ini.

https://www.liveworksheets.com/tn3080436vn

16


KESIMPULAN Menstruasi terjadi jika sel telur (Ovum) tidak dibuahi. Apabila sel telur mengalami pembuahan (Fertilisasi) maka akan terjadi kehamilan dan menghasilkan zigot. Lamanya janin (fetus) dikandung dalam rahim ibu sekitar 9 bulan lebih, mulai dari fertilisasi sampai dengan kelahiran. Program Keluarga Berencana (KB) merupakan program pemerintah Indonesia untuk mengatasi tingginya Kepadatan penduduk. Pentingnya menjaga kesehatan reproduksi agar terhindar dari penyakit yang berkaitan dengan sistem, fungsi dan proses reproduksi.

17


Daftar Pustaka Suffian, Siti Hajar, Flora Rumianti dan Erna Sumbayak. (2016) "Pengaruh Air Susu Ibu Ekslusif Terhadap Perkembangan Kognitif Dan Prilaku Anak Usia Di6-24 Bulan Di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan Pada Tahun 2016". Jurnal kedokteran Mediatek Universitas Kristen Krida Wacana 23(64): 15-21 Natalia Shanty, Sekarsari Indah, Rahmayanti Fita dan Febriani Nely. 2021 “ Resiko Seks Bebas dan Pernikahan Dini Bagi Kesehatan Reproduksi Pada Remaja” Journal of Community Engagement in Health 4(1): 76-81 Martani Sri, Putri Prahardani dan Tiara Caritas. 2021 “ Hubungan Tingkat Stres Akademik Dengan Siklus Menstruasi Pada Masa Pandemi Covid 19 Di SMA Muhammadiyah 2 Palembang” Jurnal Keperawatan Merdeka (JKM). 1(1) :17-23 Than Deswita, Adam K dan Alow B.H. 2018 “ Penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim : Eviden Based Pengetahuan Ibu di Indonesia” Jurnal Ilmiah Bidan 5(2):47-56 Laode Muhamad Sety. 2014"Jenis Pemakaian Kontrasepsi Hormonal Dan Gangguan Menstruasi Di Wilayah Kerja Puskesmas" Jurnal Kesehatan, 5(1), 60-66 BKKBN. 2016. Kebijakan Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga. Jakarta: BKKBN. Kementerian Kesehatan RI. 2017. Paparan Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar 2017 Mufdillah, Subijanto, Sutisna, E. &, & Akhyar, M. (2017). Buku PedomanPemberdayaan Ibu Menyusui pada Program ASI Ekslusif. Peduli ASI Ekslusif,0–38 Sumber: Yusa dan Manickam Bala Subra Maniam. (2016). Buku Siswa Aktif dan Kreatif Belajar untuk SMA/MA Kelas XI. Kemendikbud RI : Jakarta

18


TERUSLAH BERLATIH.

tetaplah berlatih walaupun lama, niscaya kamu akan terbiasa.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
BOOKLET SISTEM REPRODUKSI by Riska Sitompul - Issuu