Hal. 4 Kampus Darurat Kekerasan Seksual, UNM Membual Hal. 10 Masih Perlukah LK Universitas? Hal. 15 Jangan Kegiatan Malam, Ada Fasilitas! Tabloid Mahasiswa UNM Profesi Edisi 253 Desember Tahun MMXXI 2021
2
PERSEPSI
LPM Profesi UNM - Edisi 253 Desember Tahun MMXXI 2021
EDITORIAL
Tuntaskan Sebelum Terlambat KAMPUS yang diklaim tempat aman malah selalu menjadi sarang kekerasan. Kekerasan seksual menjadi salah satu yang kini semakin marak terdengar. Alhasil, dengan adanya isu ini membuat Kemendikbud mengeluarkan aturan mengenai kekerasan seksual yang tertuang dalam Permendikbud nomor 30. Seluruh universitas di Indonesia diwajibkan menjalankan kebijakan ini. Namun tak demikian yang dilakukan Universitas Negeri Makassar (UNM). Sebagai salah satu universitas negeri di Indonesia, UNM tak juga merasa memiliki kewajiban memberlakukan Permendikbud nomor 30 ini. Padahal banyak kasus kekerasan seksual sudah terkuak di kampus orange ini. Namun bukannya menjadi landasan untuk memberikan ruang nyaman dan aman seluasluasnya bagi mahasiswa, UNM malah acuh. Birokrasi belum memiliki langkah nyata untuk menindaklanjuti aturan kementrian, dan kini malah kebingungan dengan kebijakan. Kajian kebijakan belum mendalam menjadi alasan wahid pimpinan untuk apatis dalam merespon aturan sepenting ini. Berbagai aksi hingga kajian sudah diusahakan oleh Lembaga Kemahasiswaan (LK) agar birokrat segera mengambil langkah tegas. Bukannya segera menyusun dan menindaklanjuti masukan tersebut, namun hanya sikap mematung yang ditampilkan ke mahasiswa. Tak ada lagi alasan untuk menunda perealisasian peraturan Mendikbud mengenai kekerasan seksual ini, sudah banyak kejadian yang mencoreng nama baik kampus seperti kasus
yang terjadi di sekretariat antar mahasiswa, dosen melecehkan mahasiswanya saat melakukan konsultasi, hingga kasus yang baru saja terjadi pada mahasiswa pertukaran di toilet wisma La Macca menjadi bukti konkret UNM sudah darurat kekerasan seksual. Jangan sampai bila dibiarkan hal ini, kedepan minat untuk masuk ke UNM bisa saja semakin berkurang. Hal ini harus segera mendapat perhatian khusus dari birokrat. Apalagi universitas sudah diberikan lampu hijau untuk melakukan aturan itu, dan bahkan disiapkan sanksi bagi kampus yang tidak menerapkannya. Maka sebagai kampus yang mengklaim dirinya sebagai kampus unggulan, seharusnya menjadi contoh kampus yang aman dari kekerasan seksual. (*)
Nama yang tercantum di bawah ini tidak lagi berstatus sebagai pengelola LPM Profesi UNM
Nur Azisa
Pelindung: Prof. Dr. Ir. H. Husain Syam, M.TP,. IPU,. ASEAN.Eng. Dewan Pembina: Hazairin Sitepu, Akbar Faizal, Syahrir Muhammad, Asia Ramli Prapanca, Ammas DR, Anshari, Muhiddin, Mukhramal Azis, Uslimin, Fachruddin Palapa, Abdul Wahid Nara, Husain Rasyid, Syamsuddin Yoko, Rusli Siri, Makmur Abdullah, Faisal Palapa, Rustan Bedmant, Abdul Rahman, Abdul Salam Malik, Supriadi, Mirwan, Sultan, Usman. Pemimpin Umum: Fikri Rahmat Utama, Sekretaris Umum: Dewan Ghiyats Yan Galistan, Bendahara Umum: Elfira, Pemimpin Redaksi: Kristiani Tandi Rani, Manajer Daring: Annisa Puteri Iriani, Broadcasting Manager: Anita Nur Fadhilah Halid, Pimpinan Penelitian dan Pengembangan: Ema Humaera. Tabloid Mahasiswa PROFESI diterbitkan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar STT : 1635/ SK/Ditjen PPG/1990. Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Fikri Rahmat Utama, Pemimpin Redaksi: Kristiani Tandi Rani, Redaktur: Annisa Asy Syam. A, Reporter: Murni, Agatoni Buttang, Mustika Fitri, Sumaya Nursyahidah, Fotografer dan Layouter/ Desainer Grafis: Fahmi Wardani, Iklan dan Kerjasama: Muh. Ilham Raihan Redaksi LPM Profesi UNM: Jl. Tidung 7 Setapak 4 No. 190 Kelurahan Mappala, Kecamatan Rappocini, Makassar Telp. (0411) 8914674, E-mail: profesi.online@gmail.com, Website: www.profesi-unm.com, Youtube: Profesi TV
Desain Sampul & Tata Letak: Ilham
Dalam proses peliputan, wartawan PROFESI dibekali tanda pengenal atau surat tugas dan dilarang meminta atau menerima pemberian dalam bentuk apapun. Urai data, ungkap fakta, saji berita
www.profesi-unm.com
3 MOZAIK
LPM Profesi UNM - Edisi 253 Desember Tahun MMXXI 2021
Raih Desain Pembelajaran Terbaik Spada Award Dua dosen UNM raih penghargaan learning desain terbaik pada Sistem Pembelajaran Daring Indonesia (SPADA) Award 2021. Penghargaan ini diraih oleh Hartoto (Pengembangan Multimedia Pembelajaran di SD) dan Siti Raihan (Pembelajaran Kelas Rangkap). Penghargaan Spada Award Tahun 2021 diberikan kepada institusi berkinerja terbaik dan dosen yang mengembangkan pembelajaran digital terbaik. Penghargaan Spada Award bertujuan mendorong perguruan tinggi memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran yang dapat memperluas jangkauan sumber belajar bermutu bagi mahasiswa. Rektor UNM, Husain Syam mengaku bangga atas penghargaan yang diraih oleh dua dosen UNM dalam ajang Spada Award. "Ini tidak mudah untuk meraih penghargaan pada level nasional. Saya apresiasi dan turut berbangga atas capaian ini,” ujarnya. Wakil Rektor Bidang Aka-
demik (WR 1), Hasnawi Haris pun turut mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi tersebut, Ia mengungkapkan ini merupakan salah satu bukti UNM mampu menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran sekarang. "Capaian ini menjadi indikasi bahwa UNM update dan adaptif dalam memenuhi tuntutan pembelajaran terkini," tutur mantan dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) ini. Hartoto, salah satu dosen yang mendapat penghargaan di Spada Award mengucapkan terimakasih kepada pimpinan UNM yang telah memberinya ruang dalam melaksanakan program ini, hingga mampu mengukir prestasi.
“Penghargaan ini tentu bukan capaian saja semata bersama Bu Raihan. Ini penghargaan atas nama UNM,” katanya. Adapun Pemenang lainnya yakni Andian Ari Anggraeni (Universitas Negeri Yogyakarta) Cepi Riyana (Universitas Pendidikan Indonesia), Helga Liliani Cakra Dewi (Universitas Multimedia Nusantara), I Gede Putra Kusuma Negara (Universitas Bina Nusantara). Ishaq dari Universitas Muhammadiyah Makasar. Serta Rizki Ilyasa Aghni (Universitas Negeri Yogyakarta), Sri Harti (Institut Seni Indonesia Surakarta), dan Tri Nopiani Damayanti (Universitas Telk o m ) . (Pr2)
Bangun Patung Ki Hajar Dewantara di Lokasi KKN MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata Praktik Pengalaman Lapangan (KKN PPL) Terpadu angkatan 23 Universitas Negeri Makassar (UNM) membangun patung salah satu tokoh pendidikan, Ki Hajar Dewantara di SMPS Sementonasa II, Bungoro, Kabupaten Pangkep, Senin (27/12). Salah satu mahasiswa KKN, Isna Ramadhani mengatakan, patung ini dibuat untuk menumbuhkan rasa cinta dan memperkenalkan kepada pelajar salah satu tokoh pendidikan. Ia menyebut pembuatan patung
ini merupakan pertama kalinya dilakukan mahasiswa KKN di sekolah. Patung ini terbuat dari beton dan memiliki tinggi 2,9 meter dari permukaan tanah. Bukan hal mudah membuat patung sosok tokoh pendidikan. Pengerjaan patung ini memakan waktu kurang lebih dua bulan pengerjaan. Isna mengaku timnya sempat meragukan pengerjaan patung ini dapat selesai tepat waktu sebelum penarikan. “Sempat ragu bisa selesai sebelum penarikan tapi sekuat tenaga kami kerja keras. Bahkan,
sehari sebelum penarikan teman kami tinggal di sekolah untuk selesaikan,” ucapnya. Lebih lanjut, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Johar Linda mengapresiasi kerja keras yang dilakukan. Ia berharap program kerja mahasiswa KKN selanjutnya dapat lebih kreatif dan bermanfaat. “Bersukur dapat berjalan walau dianggap berat. Patut diapresiasi berjalan dengan lancar dan semoga program kerja KKN berikutnya lebih kreatif lagi,” katanya. (ata)
SNAPSHOT
FOTO: PROFESI/AHMAD HUSEN
MANGKRAK - Tampak depan gedung Tellu Cappa Pascasarjana yang terbengkalai karena pembangunan yang terhambat.
Mahasiswa PMM Lakukan Kontribusi Sosial SEBANYAK 118 mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Modul Nusantara melakukan kontribusi sosial di Kompleks Wisata Religi Buntu Burake, Kabupaten Tanah Toraja, Rabu (29/12). Kegiatan yang dilakukan dalam kontribusi ini yaitu kegiatan memungut sampah di kawasan wisata tersebut. Kontribusi sosial ini dilakukan dengan bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Tana Toraja. “Meskipun kecil, semoga kegiatan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat banyak secara khusus. Kami berterina kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Toraja melalui Dinas Kebersihan telah memfasilitasi kegiatan ini,” kata Yasdin, Dosen Pembimbing Lapangan Modul Nusantara. Selain Yasdin, kegiatan Kontribusi Sosial Modul Nusantara ini juga didampangi tujuh dosen
pembimbing lainnya yaitu Nurharsyah Khaer, Hasriani, Muhammad Said, Nur Hijrah, Fajar Arwadi, Nur Fadillah, dan Fatimah. Selain dosen pembimbing lapangan, mereka juga didampingi mahasiswa mentor. Mahasiwa Inbound Universitas Negeri Makassar ini melakukan kontribusi sosial dalam hajatan Visit Toraja sejak Senin (27/12/21) lalu. Selain kontribusi sosial, mahasiwa yang berasal dari Sumatera, Jawa, dan Kalimantan juga mengunjungi sejumlah objek wisata Ketek Kesu, Lolai, Londa, dan beberapa lokasi lainnya. Mahasiswa dari 28 perguruan tinggi se-Indonesia ini diterima secara resmi Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang pada Senin (27/12/21) lalu melalui apel gabungan dengan pegawai lingkup Pemerintah Kabupaten Toraja Utara di Kantor B u p a t i T o r a j a Utara. (ari)
Perpustakaan Butuh Sentuhan *Kristiani Tandi Rani
UMAR, begitulah pria yang sudah 36 tahun mengabdi di perpustakaan kampus orange ini dipanggil. Meski harus berhadapan dengan tumpukan buku selama bertahuntahun namun baginya hal itu bukan sebuah beban. Dia rela mengabdikan dirinya demi buku-buku tak tesentuh itu disapa oleh tangan-tangan haus ilmu. Dia selalu setia duduk di depan perpustakaan untuk melayani semua pengejar ilmu itu. Dengan sebuah komputer di depannya Ia mendata semua buku menjadi sebuah arsip, itulah pekerjaan sehari-harinya. Sambil sesekali www.profesi-unm.com
menaruh sapa pada beberapa mahasiswa yang datang membawa masalahnya tentang buku-buku di ruangan berukuran 3 X 4 itu. Di tangannya selalu tergenggam buku, sesekali buku-buku itu Ia sisihkan untuk
didonasikan pada komunitas yang membutuhkan. Suara lembut dari lelaki berusia lima puluhan tahun ini kadang harus menegur dengan iklas beberapa mahasiswa yang sering lupa aturan. Sesekali rasa iba menyelimuti hatinya, melihat mahasiswa haus ilmu itu meronta padanya lantaran buku di koleksi perpustakaan kampus orange ini kadang tak menjawab kehausan mahasiswa akan ilmu. Masa pandemi membuat perpustakaan semakin sepi. Pada awal perpustakaan kembali dibuka di awal setelelah pandemi pun pengunjung yang datang ke perpustakaan hanya bisa dihitung jari. “Ya seperti sekarang yang bisa dilihat, sedikit ji mahasiswa yang datang. Ini agak banyak mi, karena anak-anak sudah masuk kuliah lagi meski masih belum semua. Dulu pas awal buka lagi, bisa dihitung jari kadang dua atau tiga mahasiswa,” ujarnya pada reporter Profesi. Buku-buku di perpustakaan
tak lagi cukup untuk memenuhi bahan referensi mahasiswa, lantaran buku di perpustakaan dominan buku keluaran terbitan lama. Padahal sudah banyak sekali pembaharuan ilmu di bidang pendidikan terutama pada terbitan terbaru. “Buku-buku di sini kebanyakan buku lama, ada juga sebenarnya buku baru tapi karena kebanyakan buku lama jadi buku baru itu tertutupi jadi tidak terlihat. Itu juga salah satu alasan tidak banyak mahasiswa yang datang kesini,” katanya sambil menunjuk beberapa buku di rak. Ruangan pun kini sudah tak layak digunakan, plafon dan luas ruangan sudah tak lagi memadai bahkan atas perpustakaan sudah sering bocor jika hujan tiba. “Ini barusan lagi di perbaiki plafonnya karena dulu itu sering mi bocor kalau hujan. Kalau di cat ji saja nda bisa harus pi memang di ganti. Karena ini saja dulu ditutup ji di atas pakai tripleks,” tuturnya dengan memandang plafon usang itu.
Tahun ke 36 menjadikan Umar menjadi sosok yang teramat dekat dengan ruangan ini, sejarah perpustakaan di kampus orange pun sudah menjadi cerita hidupnya. Dengan penuh memori Ia menceritakan tentang situasi perpustakaan. “Kalau saya 36 tahun ma disini. Lama sekali mi, Januari nanti saya pensiun, jadi kalau soal suka dan dukantya perpustakaan sudah saya tau semua. Ini juga dulu bukan di sini, di ruangan psikologi dulu sebenarnya itu dibangun untuk ruangan perpustakaan tapi kita dipindah, ini sebenarnya dulu ruangan senat,” katanya mengingat memori beberapa tahun lalu. “Dulu itu ada ji sebenarnya ada ji dana untuk ganti buku, hanya kan sekarang ada mi UKT. BLU maki juga jadi nda ada mi bantuan lagi untuk beli buku. Kadang kita juga stor ji ke pimpinan buku apa yang dibutuh nanti mereka yang belikan,” tambahnya. (*) Urai data, ungkap fakta, saji berita
4
REPORTASE UTAMA
LPM Profesi UNM - Edisi 253 Desember Tahun MMXXI 2021
Kampus Darurat Kekerasan Seksual, UNM Membual
AKSI - Mahasiswa FBS saat lakukan aksi di depan gedung dekanat
FOTO: HUSEN - PROFESI
Kemendikbud baru saja mengeluarkan peraturan untuk memotong laju para predator seksual di kampus. Kampus dinilai menjadi sumber kekerasan seksual. Sialnya, UNM belum juga memberi respons. Agustus lalu, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memformulasi peraturan yang dinilai sebagai solusi untuk menghentikan kekerasan seksual di kampus. Melalui Permendikbudristek Nomor 30 tahun 2021. Peraturan ini dikeluarkan dilegitimasi oleh Nadiem Makarim untuk menangani kekerasan seksual di lingkup kampus. Meski masih menimbulkan pro-kontra, Nadiem mengklaim permendikbud tersebut menjadi program yang mampu menciptakan kampus aman dan jauh dari kekerasan seksual. Melirik respons kampus lain yang begitu gesit untuk mengupas isi peraturan tersebut, justru Universitas Negeri Makassar (UNM) mempertontokan prilaku yang kontras. Kampus yang notabenenya banyak menampung kasus yang serupa dan sudah terkuak tetapi tak melakukan apa-apa. Semenjak dikeluarkannya peraturan ini sepertinya UNM belum juga mengambil langkah pasti untuk menyikapinya. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (WR 3), Sukardi Weda, justru menunjukkan kebingungannya dalam mengambil langkah. Dosen Bahasa Urai data, ungkap fakta, saji berita
Inggris itu mengaku belum pernah ada pembahasan mengenai hal itu. “Belum ada dibicarakan di tingkat universitas dan saya tidak tahu siapa yang harus munculkan itu, untuk mengangkat peraturan itu mengenai hal yang harus dibahas dan didiskusikan,” pungkasnya. Namun Sukardi Weda mengonfirmasi ulang pernyataan awal itu. Ia berdalih, dikarenakan aturan tersebut masih pro-kontra sehingga belum berencana untuk diterapkan di UNM. Tertanggal 9 Desember, mantan Kaprodi Sastra Inggris kembali menyatakan kesetujuannya terhadap peraturan itu dengan alasan merupakan aturan kementerian. Namun jangka waktu dua tahun untuk menerapkan permendikbud sehingga masih akan menjalani pengkajian mendalam mengenai seperti apa aturan akan diterapkan. “Kita ini ibarat anak dan kemendikbud itu ayah atau orang tua kita maka kita harus ikuti,” katanya saat ditemui di ruangannya. Melihat tak ada geliat dari para birokrat, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetuhuan Alam (FMIPA) UNM, Renaldi mengharapkan adanya keseriusan dari para pemangku kebijakan di UNM untuk segera menerapkan peraturan tersebut. “Kan kita sebagai mahasiswa menginginkan aturan ini, nah kemudian Kemendikbud sudah membuat aturan dan memberikan ke perguruan tinggi untuk melaksanakannya. Harapannya agar aturan permendikbud ini direalisasikan oleh kampus. namun nyatanya kenapa sekarang kita lakukan aksi demonstrasi ya
"Harapannya agar aturan permendikbud ini direalisasikan oleh kampus" Presiden BEM FMIPA RINALDI
karena itu, belum ada keputusan dari pihak birokrasi,” paparnya. Desakan untuk segera mengimplementasi permendikbud tersebut, Presiden BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) UNM Fahmi Amirudin, menuturkan agar UNM segera membuat juknis terkait hal itu. “UNM perlu juknik mengenai perihal kekerasan seksual,
apalagi sudah banyak kasus yang terungkap. Kita bisa belajar dari kasus di Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) yang sempat viral. Sebelum kasus itu viral sebenarnya sudah ada banyak kasus yang terjadi sebelumnya,” tantangnya. Senada dengan itu, Syahril, Presiden BEM FBS menilai birokrat tak mampu mengambil keputusan cepat, sementara kasus-kasus begitu banyak bermunculan di kampus. Terlebih, adanya ancaman dari kementerian bahwa kampus yang bandel akan diberikan sanksi tegas. "Kalau menurutku seharusnya pimpinan itu harus mengambil sikap, bagaimana pengimplementasiannya itu bisa diterapkan, apalagi merujuk banyak kasus yang terjadi di UNM. Jangan sampai dengan tidak diimplementasikan Permendikbud hal-hal seperti ini bisa terjadi lagi. Saya rasa menteri juga sudah menjelaskan kemarin, akan memberi sanksi kepada instansi yang tidak jalankan aturan itu,” tutur mahasiswa jurusan bahasa Asing ini. Psikolog Perdana Kusuma mengatakan kampus harus segera mempunyai strategi dalam menyikapi Permendikbud nomor 30 tentang kekerasan seksual. Terlebih, menurutnya di fakultas tempatnya mengabdi juga dinilai sudah mulai rawan terjadi kekerasan seksual. “Saya kira perlu menge-
nai adanya satgas. Kan nantinya mereka ini yang akan menjadi tempat cerita dan pemberi solusi bagi korban kekerasan seksual di kampus, selama ini kan memang belum ada lembaga seperti itu. Tapi mungkin sekarang sudah ada yang mulai memberlakukan, kalau di fakultasnya sudah ada lembaga itu silakan ditingkatkan,” katanya. Selain itu menurutnya tidak hanya pimpinan yang harus ikut andil dalam menjaga kampus agar aman dari kekerasan seksual, masing-masing fakultas harus punya kebijakan tersendiri. . Apalagi banyak mahasiswa saat ini yang menginap di kampus sehingga peluang untuk melakukan kejahatan semakin besar, maka pengawasan antar mahasiswa perlu juga ditingkatkan. “Saya apresiasi temanteman mahasiswa yang mau memperhatikan dengan serius mengenai peraturan ini. Tidak bisa dipungkiri kita berada di ambang bahaya setiap saat, tidak hanya dosen yang melakukan sesama mahasiswa pun juga terlibat,” tambahnya. “Karena di FPsi waktu itu saya lihat tidak aman maka kami mengambil kebijakan untuk membongkar batas FPsi dan menggantinya dengan kaca besar. Hal ini kami maksudkan agar sesama mahasiswa bisa saling mengontrol apabila tinggal di sekret. Fakultas lain pun sebagaiknya memiliki kebijakannya tersendiri,” tambahnya. (tim) www.profesi-unm.com
5
REPORTASE UTAMA
LPM Profesi UNM - Edisi 253 Desember Tahun MMXXI 2021
UNM Klaim Belum Terdesak Bentuk Satgas ATURAN baru mengenai kekerasan seksual resmi diluncurkan oleh Mendikbud, membentuk satgas penangan kekerasan seksual menjadi poin penting yang ditekankan dalam Permendikbud nomor 30 mengenai aturan kekerasan seksual di lingkup perguruan tinggi. Poin kebijakan diadakannya satgas ini dengan tujuan untuk mempermudah korban dalam penangan kasus yang menimpanya. Pada pasal 34 ayat 1 secara jelas dirincikan tugas dan wewenang satgas, yakni membantu pemimpin perguruan tinggi menyusun pedoman pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi, melakukan survei kekerasan seksual paling sedikit satu kali dalam enam bulan, menyampaikan hasil survei kepada pimpinan perguruan tinggi, menyoalisasi pendidikan kesetaraan gender, menindaklanjuti kekerasan seksual berdasarkan laporan, melakukan koordinasi dengan unit yang menangani layanan disabilitas, melakukan koordinasi dengan instransi terkait perlindungan korban, memantau pelaksanaan rekomendasi dari satgas dan perguruan tinggi. Pasal 28 menjelaskan ketua satgas harus berasal dari unsur pendidik, sekretaris satgas berasal dari mahasiswa atau tenaga pendidik dan anggota satgas paling sedikit 50 persen dari mahasiswa. Terkait pembentukan Satgas di perguruan tinggi, presiden Badan Eksekutif Mahasiswa
(BEM) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Syahril mengharapkan rektor selaku pimpinan UNM mengambil sikap tegas terkait pengimplementasian Permendikbud nomor 30, khususnya di lingkup UNM. “Saya rasa rektor harusnya bisa ambil sikap bagaimana pengimplementasiannya ini karena terjadi di lingkup UNM,” katanya. Sementara itu, Presiden BEM FIS-H, Fahmi Amirudin mengatakan hingga saat ini pihak birokrasi belum merealisasikan regulasi tersebut. “Seharusnya sudah dibentuk tim satgas, tidak dilakukan pembiaran sepeti ini,” ujar mahasiswa Administrasi Negara ini. Fahmi mengatakan, sebelum menetapkan kebijakan ini, perlu ada penyampaian secara menyeluruh kepada setiap fakultas terkait Permendikbud 30. ”Sosialisasikan dulu pada pimpinan tiap fakultas, bagaimana ini hadir dan bisa menangani pelecahaan seksual,” tambah Fahmi. Ia menegaskan, mahasiswa akan kembali melakukan demonstrasi jika birokrat tidak segera menanggapi dengan serius kebijakan ini. ”Kalau tidak ada respon, tetap akan kami lakukan demonstrasi untuk membuka hati pimpinan sehingga mendengarkan aspirasi mahasiswa,” jelas mahasiswa angkatan 2016 ini. Ketua Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), Ayu pun mengungkapkan sampai saat ini belum ada kampus yang berhasil untuk merealisasikan kebijakan
FOTO: HUSEN - PROFESI
DIALOG - Mahasiswa melakukan dialog dengan WR 3 saat aksi tuntut UNM berbenah, Kamis (18/11).
ini. Namun beberapa kampus telah menyatakan siap menerapkan kebijakan Kemendikbud nomor 30. ”Setahu saya belum ada yang menerapkannya secara untuh, tetapi ada kampus yang merespon dan akan membentuk Satgas, seperti di USU dan universitas Jember mendukung penuh regulasi tersebut,” tuturnya. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (WR III) UNM, Sukardi Weda mengatakan, pembentukan Satgas belum bisa ditetap-
kan, karena menurutnya diperlukan kajian mendalam mengenai aturan baru ini. Begitupun dengan laporan kekerasan seksual di kampus, tidak hanya mengandalkan pengakuan dari korban semata namun juga perlu adanya laporan lebih lanjut dari pihak birokrat untuk ditindak. “Dalam peraturan kemahasiswaan itu ada mekanismenya bagaimana pemberian sanksi. Nah kalau ada seperti itu laporkan jangan didiamkan, dan diserahkan kepada pihak berwenang,” ujarnya.
Dosen Bahasa Inggris ini mengutarakan, jika aturan terkait kekerasan seksul memang belum diatur jelas. Ia berharap kedepan terkait Permendikbud 30 dapat dijadikan pijakan resmi oleh pihak UNM. Sehingga nantinya setiap kejadian seperti itu ada payung hukum yang mengikat. “Permendikbud 30 ini masih baru dan segala kebijakan tidak ditetapkan begitu saja, perlu waktu ada diskusi lebih lanjut, semoga kedepan ada solusi bagi tiap persoalan di kampus, ” harapnya. (tim)
LK: Jangan Muluk-muluk ALIANSI Mahasiswa UNM sepakat agar pihak kampus tidak berpikir panjang dalam menerapkan Permendikbud 30. Membiarkan persoalan ini berlarutlarut dikhawatirkan banyak korban yang tidak terlindungi. Presiden BEM FIS-H, Fahmi Amirudin mengatakan, tidak ada lagi alasan tidak menetapkan aturan tersebut. “Harapan ku setelah adanya pemahaman, dan adanya pengimplementasiannya saya harap kasus-kasus seperti ini su-
dah tidak ada lagi,” harap Presiden BEM FIS-H, Fahmi Amirudin. Lebih lanjut, Fahmi mengatakan, peran WR 3 menjadi ujung tombak terkait aturan ini, mengingat tugas dan tanggungjawabnya memang menampung aspirasi mahasiswa, terlebih korban adalah mahasiswa itu sendiri. “Perlu peran WR 3 untuk mengimplementasikan Permendikbud 30 ini, mengingat yang jadi korban itu umumnya ma-
hasiswa, Dengan diimplementasikannya Permendikbud ini, diharapkan ke depannya tidak akan ada korban yang lain,” jelas Fahmi. Tak jauh berbeda, Rinaldi selaku Presiden BEM FMIPA UNM juga mengharapkaan agar aturan ini segera terealisasi, mengingat tanggung jawab kampus untuk memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi pendidik dan mahasiswa. “Sebagai pihak birokrasi harusnya bukan cuma keamanan
pendidikannya tapi keamanan mahasiswa juga dalam belajar dikampus menikmati fasilitas dan lain-lain itu kan menjadi tanggung jawab kampus,” tuturnya. Ia berharap harus ada solusi tepat dari kampus pencetak guru itu, agar korban sementara mendapatkan perlindungan hukum yang jelas. Namun baginya, Permendikbud 30 tawaran jelas dan menjadi jalan keluar masalah ini. “Saya yakin untuk kasus kekerasan seksual semuanya
sepakat ada penanganan buat korban dan pemberian sanksi untuk pelaku,” tambah mahasiswa angkatan 2017 ini. (tim)
Tim Reportase Utama
Koordinator : Agatoni Buttang Anggota : Sumayah Mujahidah Andi Gusmaniar Aliefiyyah Magfirah
Bentuk Pencegahan Kekerasan Seksual Menurut Permendikbud 30 Tahun 2021 1. Membatasi pertemuan antara mahasiswa dengan dosen dan tenaga
3. Mahasiswa, dosen, pendidik dan tenaga kependidikan harus berperan aktif
kependidikan tanpapersetuuan kepala/ketuaprodi/jurusaan di luar area
dalam pencegahan kekerasan seksual
kampus, di luar jam operasional kampus atau untuk kepentingan lain selain proses pembelajaran.
4. Untuk mendapat persetujuan atasan masing-masing, kaprodi/kajur, dosen, atau pendidik dan tenaga kependidikan harus menyampaikan permohonan izin tertulis atau lewat media komunikasi elektronik tentang rencana
2. Kepala/ketua prodi/jurusan harus membatasi pertemuan di luar area
pertemuan dengan mahasiswa sebelum pelaksanaan pertemuan.
kampus, di luar jam operasional kampus, untuk kepentingan lain selain proses pembelajaran. Pertemuan yang dilaksanakan harus mendapat
5. Mahasiswa juga wajib menyampaikan permohonan izin bertemu dosen atau
persetujuan atasan kepala/ketua prodi/jurusan.
secara tertulis atau lewat media komunikasi elektronik pada kepala jurusan/ ketua prodi.
www.profesi-unm.com
Urai data, ungkap fakta, saji berita
6
OPINI
LPM Profesi UNM - Edisi 253 Desember Tahun MMXXI 2021
Ringkus Predator Seksual Atau Langgaskan Seks Bebas?
*Musdalifah, penulis adalah Mahasiswa Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar Kasus kekerasan seksual, khususnya di perguruan tinggi layaknya fenomena gunung es. Berbagai universitas di Indonesia baik negeri maupun swasta bahkan kampus Islami sekalipun, kasus pelecehan seksual marak dijumpai. Begitu pula dengan Universitas Negeri Makassar, baru-baru ini, seperti yang dirilis oleh LPM profesi terkait kasus pelecehan yang terjadi di kampus. Pelakunya mulai dari kalangan dosen hingga mahasiswa. Perguruan tinggi memang belum ada aturan dan payung hukum terkait kekerasan
seksual. Menjawab keresahan yang ada Kemendikbud-Ristek mengeluarkan Permendikbud No 30 Tahun 2021. Permendikbud No 30/2021 diteken oleh Nadiem Makarim pada 31 Agustus 2021 dan diundangkan pada 3 September 2021. Hal ini tentu bertentangan dengan nilai-nilai pancasila terutama dalam poin pertama, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Kegiatan seksual di luar hubungan pernikahan terlebih lagi LGBT tidak dibenarkan dalam agama. Penafsiran tanpa persetujuan korban akan menimbulkan pertanyaan baru. Bagaimana jika kedua pihak secara sukarela? Secara tidak langsung, sama saja dengan melegalkan perilaku seks bebas. Hal ini dikarenakan antara dua pihak tersebut tidak ada paksaan. Permendikbud jelas harus ditolak karena pertama, melegalkan seks bebas di lingkungan kampus. Jika Permendikbud no 30 disahkan maka perilaku seks bebas akan menjadi hal yang lumrah di kalangan mahasiswa. Tanpa adanya Permendikbud saja kasus “ayam kampus” sudah menjamur, terlebih lagi jika sudah disahkan. Mereka tak lagi malu bahkan bisa berbuat sesukanya karena merasa
dilindungi oleh aturan yang ada. Melegalkan zina padahal sangat jelas dilarang oleh agama. Kedua, tidak sesuai dengan tujuan Pendidikan. Mengingat bahwa tujuan pendidikan sebagaimana diamanahkan UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3 adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Ketiga paradigma sexual consent, artinya hanya bersandar pada persetujuan. Tindakan asusila yang dilakukan dengan persetujuan atau sama-sama suka, meski di luar pernikahan bisa saja diperbolehkan. Maka wajar dampak sosial seperti MBA menjadi hal biasa. Aborsi yang semakin meningkat di kalangan mahasiswa. Keempat, Pendidikan berbasis fitrah justu dianggap kekerasan seksual karena mendiskriminasi gender. LGBT bertentangan dengan nilai pancasila, fitrah dan agama. Namun, jika merujuk pada permendikbud ristek pasal 5 salah satu poinnya “Menyampaikan
ujaran yang mendiskriminasi atau melecehkan tampilan fisik, kondisi tubuh, dan/atau identitas gender korban”. Sungguh sangat memprihatinkan jika perilaku penyimpangan dan kejahatan seksual berbasis persetujuan, menjadi hal biasa di lingkungan kampus. Kampus yang seharusnya menjadi pencetak intelektual, pemberi solusi untuk masyarakat, dan menjadi pioner kehidupan yang bermartabat. Sebuah permasalahan harus dianalisis dengan mendalam. Mencari akar masalah dengan tepat kemudian mengatasi dengan solusi yang tuntas. Solusi bagi kasus kejahatan seksual harus ditangani baik untuk penanggulangannya (kuratif) maupun pencegahannya (preventif), dengan tiga mekanisme, yaitu: Pertama, menerapkan sistem pergaulan yang mengatur interaksi laki-laki dan perempuan, baik dalam ranah sosial maupun privat. Kejahatan seksual bisa dipicu rangsangan dari luar yang kemudian memengaruhi naluri seksual (gharizah an-nau’). Termasuk pula tontonan merusak generasi seperti video porno yang dapat merusak otak manusia dan lebih berbahaya daripada
narkotika. Segala keran tersebut haruslah ditutup dengan rapat. Kedua, sistem kontrol sosial dan bermasyarakat. Saling menasihati dalam kebaikan dan ketakwaan, juga menyelisihi terhadap segala bentuk penyimpangan sosial. Tentu semuanya dilakukan dengan cara yang baik. Ketiga, sistem sanksi tegas terhadap pelaku kejahatan seksual. Contohnya, sanksi bagi pelaku tindak perkosaan berupa had zinâ, yaitu dirajam (dilempari batu) hingga mati jika pelakunya muhshan (sudah menikah); dan dijilid (dicambuk) 100 kali dan diasingkan selama setahun jika pelakunya ghairu muhshan (belum menikah). Hukuman tegas ini akan memberikan efek jera (zawajir) kepada si pelaku, sekaligus menjadi penghapus dosa (jawabir) yang telah dilakukannya ketika sampai waktunya di yaumul hisab nanti. Jika dengan sanksi tegas seperti ini tentu pelaku akan berfikir berulang kali untuk melakukan kejahatan seksual, begitu pula mereka yang sama-sama suka. Seluruh mekanisme tersebut terbukti telah mampu mewujudkan peradaban yang mulia. Hanya dalam sistem Islamlah segala mekanisme tersebut dapat diterapkan. (*)
Menanti Implementasi UU Pelindungan Disabilitas di Bidang Pendidikan UNIVERSITAS Negeri Makassar (UNM) yang sebelumnya bernama IKIP Ujungpandang ini telah memberi andil besar dan berperan dalam peningkatan kapasitas dan kualitas SDM bagi anak disabilitas tak disangsikan lagi. Partisipasi UNM adalah menjadi penyedia utama tenaga kependidikan atau guru bagi anak-anak disabilitas di Sulawesi Selatan (--- mungkin se-Indonesia Timur, bahkan Indonesia). Para alumini UNM menjadi tenaga kependidikan disabilitas tersebar hampir seluruh sekolah Luar Biasa (SLB). Guruguru yang mengabdi pada SLBSLB itu sebelumnya dididik dan mendapatkan ilmu pedagogik tentang anak disabilitas pada jurusan Pendidikan Luar Biasa atau Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNM. Sejak diundangkan lima tahun lalu UU Nomor 8 tahun 2016 telah ada turunannya 6 Peraturan Pemerintah dari yang ditunggu, hingga kini masih banyak kendala dan terkendala. Berikut ini pengamatan penulis, ‘’perintah’’ undangundang yang masih terkendala dan belum terimplementasi maksimal Undang-undang tersebut: Urai data, ungkap fakta, saji berita
Pada pasal 5 ayat 1 (m) disebutkan bahwa penyandang disabilitas diberi hak aksesibilitas. Yakni, ‘’Kemudahan yang disediakan untuk penyandang disabilitas guna mewujudkan Kesamaan Kesempatan, pasal 1 (8)’’. Mencermati dua pasal ini, berarti sebuah lembaga wajib menyediakan fasilitas untuk memudahkan para penyandang disabilitas yang paling dasar, semisal jalan untuk kursi roda, WC yang aksesibilitas, jalan khusus tuna netra, dll. Keberadaan berbagai infrastruktur yang mudah diakses untuk disabilitas merupakan salah satu syarat jika sebuah gedung, jalan dan taman yang akan diakreditasi. Gedung yang tidak menyediakan akses dan kemudahan bagi disabilitas menurut UU tersebut bisa diberi sanksi berupa pencabutan sertifikat laik bangunan hingga usul pembongkaran bangunan. Maka sudah selayaknya kampus UNM tercinta ini memperhatikan dan menjalankan regulasi tersebut. Jika perlu menjadi contoh bagi kampuskampus lain, karena UNM membina jurusan PLB sebagai penyedia guru-guru pengajar
disabilitas bagi SLB-SLB. Menambah fasilitas disabilitas yang sudah ada. Pasal 44, disebutkan Perguruan Tinggi (PT) diwajibkan memasukkan mata kuliah Pendidikan Inklusif. Implementasi dan penjabaran pasal ini masih kurang diperhatikan PT-PT yang
kurang lebih 4000 kampus di Indonesia. PT diwajibkan ada kurikulum Pendidikan Inklusi, yakni PT tak boleh menolak jika ada calon mahasiswa penyandang disabilitas. PT diwajibkan mengadakan atau membangun sarana dan prasaran yang asesibilitas. Selaian itu, UU yang disahkan 15 April 2016, PT-PT
diwajibkan membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD) bagi pemerintah daerah Provinsi dan Kota/Kabupaten yang belum berjalan. Bukan hanya pemda yang diwajibkan membentuk ULD namun kampus-kampus juga diwajibkan membentuk ULD sebagaimana disebutkan dalam pasal 42 (3). Hal itu dimaksudkan untuk menghormati, pelindungan dan pemenuhan hak penyandan disabilitas. Penyelenggara pendidikan yang tidak membentuk ULD bisa dikenai sanksi mulai teguran tertulis hingga pencabutan izin penyelenggaraan pendidikan. Secara gamblang ULD pada PT dimaksudkan untuk: a) meningkatkan kompotensi pendidik dan tenaga kependidikan di PT dalam menangani peserta didik Penyandang Disabilitas, b) mengoordinasikan setiap unit kerja yang ada di PT dalam pemenuhan kebutuhan khusus peserta didik Penyandang disabilitas; c) mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan akomodasi yang layak; d) menyediakan layanan konseling kepada peserta didik Penyandang Disabilitas: e) melakukan deteksi dini bagi peserta didik yang terindikasi disabilitas; f) merujuk peserta didik
yang terindikasi disabilitas kepada dokter, psikolog atau psikater; dan g) memberikan sosialisasi pemahaman disabilitas dan sistem pendidikan inklusif kepada pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik. Terkait dengan pembentukan ULD ini bagi pemerintah daerah dan lembaga kependidikan termasuk PT ini masih belum maksimal diimplementasikan. Masih memerlukan dorongan banyak pihak untuk melaksanakan perintah UU tersebut. Akhirnya, mari kita mengawal pelaksanaan UU No. 8 tahun 2016 tentang Disabilitas sehingga pelindungan bagi kaum diabilitas segera tercapai. Seperti tema peringatan HDI tahun ini, “Kepemimpinan dan Partisipasi Penyandan Disabilitas Menuju Tatanan yang Inklusif Aksesibilitas yang Berkelanjutan”. *Muh. Gufrhan Saputra, penulis adalah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan UNM
www.profesi-unm.com
7
INFO AKADEMIK
LPM Profesi UNM - Edisi 253 Desember Tahun MMXXI 2021
Uang Saku Mahasiswa Kampus Merdeka Cair 2022
KEMENDIKBUD-RISTEK tegaskan pencairan dana program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) akan diteruskan di tahun 2022. Kemendikbudristek meminta mereka yang belum menerima pembayaran penuh tidak perlu khawatir. Hal ini dijelaskan oleh Nizam, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Plt. Dirjen Diktiristek). Ia meminta mereka yang belum mendapatkan pembayaran penuh agar tidak perlu khawatir.
”Bagi yang belum mendapatkan pembayaran sepenuhnya, tidak usah khawatir, karena pencairan kegiatan tahun 2021 masih akan diteruskan di tahun 2022 sampai semuanya selesai. Insyaallah tidak ada yang haknya tidak dipenuhi,” jelasnya. Program yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar mengeksplor dan mengembangkan diri di luar perguruan tinggi ini telah diikuti oleh sekitar 12.800 mahasiswa pada program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), 21.700 mahasiswa
pada program kampus mengajar (KM), 8.200 mahasiswa pada Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), dan 950 mahasiswa pada Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA). Jumlah tersebut tercatat untuk program MBKM semester 1 tahun 2021. Namun, ditengah suksesnya program MBKM yang dilaksanakan tetap saja ada kendala yang dihadapi. Dimana pada Desember 2021, sekitar 1.100 mahasiswa MSIB, 1.000 mahasiswa KM, dan 780 mahasiswa PMM, 600 mentor MSIB, 450 dosen pembimbing lapangan KM, dan 180 pendamping PMM masih terkendala kelengkapan dokumen sehingga belum dapat dibayarkan haknya secara penuh. “Kami mohon maaf atas berbagai kendala dan keterlambatan dalam pemenuhan hak mahasiswa dan mitra. Merupakan tanggung jawab kami bahwa semua pihak akan mendapatkan pembayaran yang menjadi haknya,” ungkap Nizam. Lanjut, Ia menjelaskan program MBKM ini bertujuan agar mahasiswa mendapatkan kompetensi yang tidak diperoleh di dalam kampus. Mahasiswa diharapkan tetap semangat mencari pengalaman, ilmu baru, dan kompetensi untuk berjejaring. “Saya berharap pengalaman berharga yang diperoleh dari program ini betulbetul menjadi bekal di masa depan,” tutupnya. (pr21)
Mahasiswa Akhir Wajib Tes Bahasa Inggris UNIVERSITAS Negeri Makassar mengusung peraturan baru bagi calon alumni yaitu tes bahasa Inggris. Tes ini akan menjadi aturan wajib bagi setiap mahasiswa yang akan wisuda. Pelaksanaan peraturan ini akan berlangsung secara online dan berlaku wajib bagi semua mahasiswa sebelum wisuda. Untuk pertama kali diadakan pada tahun ini. Panitia Pelaksana English Score, Yusran mengatakan peraturan ini untuk memahamkan kepada mahasiswa tentang pentingnya bahasa Inggris.
"Mahasiswa harus tau bahasa yang baik dan benar. Secara khusus bahasa asing, yang menjadi bahasa internasional sebagai bekal di dunia kerja nantinya," katanya. Untuk mengikuti tes bahasa asing, mahasiswa harus membayar uang
membayar untuk dua kali kesempatan ikut tes. "Dibayar seratus ribu, berlaku untuk dua kali tes. Kalau tidak lolos tes pertama, masih ada kesempatan kedua untuk mencoba lagi," ujarnya. Setiap mahasiswa wajib
"Dibayar seratus ribu, berlaku untuk dua kali tes. Kalau tidak lolos tes pertama, masih ada kesempatan kedua untuk mencoba lagi," Yusran Panitia Pelaksana Tes English Score
kontribusi sesuai yang ditetapkan.
dengan Sekali
mengikuti dua kali tes dan bebas memilih nilai yang akan
digunakannya. Tapi biasanya nilai tertinggi menjadi nilai yang paling dipertimbangkan. "Cukup satu kali membayar saja untuk dua kali tes. Nilai tertinggi yang akan diambil, mahasiswa bisa memilih nilai mana yang mau dia pakai," tuturnya. UPT Bahasa UNM ini juga mengatakan tes bahasa asing sudah menjadi syarat mutlak bagi semua mahasiswa. "Mahasiswa wajib melakukan tes bahasa asing, karena itu sudah menjadi syarat mutlak sebelum diwisuda," katanya. (tar)
Kurikulum 2022 Hapus Penjurusan di SMA KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bakal menguji cobakan kurikulum baru 2022 mendatang. Kurikulum prototipe ini akan menghapus penjurusan bagi siswa pendidikan tingkat sekolah menengah atas atau SMA. Dalam kurikulum baru tersebut, tidak akan ada lagi peminatan jurusan baik itu ilmu pengetahuan alam (IPA), ilmu pengetahuan sosial (IPS), ataupun Bahasa. Hal itu sesuai dengan yang dikatakan Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo bahwa tiap siswa dapat mengatur sendiri kombinasi mata pelajaran yang diinginkan. Misalnya siswa yang memiliki minat di bidang mesin, konstruksi, atau menjadi insinyur, maka siswa www.profesi-unm.com
itu dapat mengambil mata pelajaran matematika lanjutan dan fisika tanpa mengambil mata pelajaran biologi. “Alih-alih dikotakkan ke dalam jurusan IPA, IPS, dan Bahasa, siswa kelas 11 dan 12 boleh meramu sendiri kombinasi mata pelajaran yang sesuai dengan minatnya,” kata Anindito, Kamis (23/12). Anindito menjelaskan, dalam mekanisme kurikulum prototipe baru tiap siswa akan memiliki ruang untuk pengembangan karakter serta melatih kompetensi yang lebih. Kurikulum prototipe ini juga mewajibkan siswa untuk mengambil 18 jam pelajaran wajib dan 20 jam pelajaran pilihan per minggu. Diantara mata pelajaran wajib yang dimaksud adalah Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,
Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Seni Musik, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, dan Sejarah. “Dia juga bisa mengkombinasikan itu dengan mata pelajaran IPS, atau bahasa, dan kecakapan hidup yang sejalan dengan minat dan rencana karirnya,” ujar Anindito. Hinggat saat ini, kurikulum prototipe sudah diterapkan di 2.500 sekolah melalui program Sekolah Penggerak. Meskipun dirancang untuk 2022, kurikulum ini bersifat opsional dimana pihak sekolah yang tetap akan menentukan akan menggunakan kurikulum prototipe tersebut atau tetap menjalankan kurikulum 2013 yang masih diterapkan sampai saat ini. “Makanya tidak disebut Kurikulum 2022, karena sifatnya opsional,” ucapnya. (pr16)
AGENDASIANA
Tapak Sejarah, Belajar Sejarah dan Mengabdi TAPAK Sejarah open recruitmen bagi volunteer yang ingin mengabdi sekaligus menikmati keindahan Komodo di Labuan Bajo gratis. Pendaftaran dibuka pada 11 20 Februari. Tapak sejarah merupakan salah satu program pengabdian masyarakat berbasis community driven innovation. Bagi volunteer yang ingin mengabdi sekaligus melihat komodo dan berwisata, diwisata super prioritas dan super premium versi Kemenparekraf RI. Setiap peserta yang lolos berhak mendapatkan fasilitas berupa, Tiket PP dari meeting point sampai lokasi pengabdian, penginapan dan konsumsi di lokasi pengabdian, sarana dan prasarana, pendampingan program dan fasilitator pemberdayaan masyarakat dan dokter. Dan juga sertifikat, pembekalan pembuatan program kerja dan pendampingan, trip ke wisata super premium dan super prioritas di NTT (Pulau Padar, Pink Beach, Pulau Komodo dan Pulau Kelor). Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi, WhatsApp : 082283370935, Instragram: @ideindonesia.id, Email: ideindonesia.id@gmail.com. (tar)
Hima AK FEB UNM akan Gelar Baksos HIMPUNAN Mahasiswa (Hima) Akutansi (AK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Makassar (UNM) akan menggelar Bakti Sosial (Baksos) pada 7 Januari 2022 di Desa Kahayya, Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba. Kegiatan ini mengambil tema "Mengabdi dengan Aksi Nyata, Memberi Edukasi dengan Penuh Dedikasi", Selasa (28/12). Kegiatan tersebut akan digelar dari 7 Januari hingga 17 Januari 2021. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan jiwa sosial dan rasa kepedulian yang tinggi pengurus terhadap masyarakat Adapun item kegiatan Baksos, yaitu aksi bersih-bersih, peremajaan alat salat di masjid raya, dan juga medical check untuk pengecekan golongan darah dan pendonoran darah di lokasi," ujarnya. (yat)
DEMA JBSI UNM Akan Helat LKMI 2022 DEWAN Mahasiswa (Dema) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI), Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) akan adakan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Intelektual (LKMI). Pendaftaran sudah dibuka sejak 30 Desember sampai 7 Januari mendatang. Adapun syarat dan ketentuan pendaftaran yaitu mahasiswa aktif JBSI FBS dan minimal angkatan 2020. Dengan membayar biaya registrasi sebesar Rp 95.000, peserta sudah memperoleh baju, sertifikat, dan ilmu yang bermanfaat. Pendaftaran bisa melalui sekretariat Dema JBSI FBS atau mengakses link https://forms.gle/MnKIYMj6RbkM2iQn6. Info lebih lanjut bisa menghubungi 0895803406024 (Akbar) atau 085394100073 (Hernika). (pr14) Urai data, ungkap fakta, saji berita
8
LENSA ORANGE
LPM Profesi UNM - Edisi 253 Desember Tahun MMXXI 2021
Foto Bersama
B
Pentas "Sang Petuah"
engkel Sastra (Bestra) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) adakan pentas anggota baru (17/11) di gedung kesenian Makassar. Bertajuk 'Sang Petuah'. Kegiatan ini mementaskan empat penampilan, yaitu sastra “Puisi Selimut Nyawa”, musik “Atmosfer Petuah & Deviasi Hidup”, tari “Pammelak Su’lu”, dan teater “Akbulo Sibatang”.
Selain sebagai ajang pertunjukan kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan anggota baru Ta'aruf Alam (TA) 2021 dengan nama angkatan pappaseng. Pappaseng berasal dari kata dasar pasang yang berarti pesan yang harus dipegang sebagai amanat, berisi nasehat, dan merupakan wasiat yang perlu diketahui dan diindahkan. (*)
Terharu
Bernyanyi
Berjabat tangan
Berbincang
Urai data, ungkap fakta, saji berita
www.profesi-unm.com
LIFESTYLE
LPM Profesi UNM - Edisi 253 Desember Tahun MMXXI 2021
9
Thrifting: Fashionable Walau Low Budget Gaya hidup masyarakat tidak bisa terlepas dari fashion yang sedang trend. Masyarakat modern selalu ingin tampil fashionable dengan mengikuti perkembangan selera pasar. Seperti saat ini, masyarakat utamanya di kalangan remaja sedang hangat-hangatnya trend thrifting. Thrifting yang berasal dari kata dasar thrift artinya adalah penghematan. Istilah thrifting bisa didefinisikan sebagai kegiatan membeli barang yang sudah pernah digunakan atau barang bekas dengan harga yang lebih murah. Thrift sudah ada sejak tahun 1760-1840, di mana pada abad ke-19 harga pakaian sangat murah sehingga masyarakat sering membeli pakaian baru dan membuang pakaian lamanya. Bahkan di Amerika terdapat hari toko thrift nasional (National Thrift Store Day) yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus dengan memberikan diskon besar-besaran. Di Indonesia sendiri thrifting ini kembali marak di awal tahun 2020 sampai sekarang. Hal ini dipicu
oleh kondisi pandemi yang memaksa masyarakat untuk berhemat. Dengan membeli barang thrift bisa dijadikan sebagai alternatif untuk tetap tampil fashionable walau budget rendah. Selain itu, trend thrifting juga dianggap dapat membantu menekan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh pergerakan cepat industri tekstil dalam memproduksi pakaian. Melonjaknya penggemar barang thrift mengakibatkan terbukanya banyak usaha atau toko thrift. Mayoritas barang thrift yang merupakan hasil impor dengan banyak brand luar negeri dan termasuk barang terbatas menjadi daya tarik tersendiri. Barang thrift yang dijual juga bermacammacam, mulai dari baju, celana, rok, sandal, sepatu, tas, dan
bahkan selimut. Harganya pun bervariasi, tergantung kualitas, merk, dan kondisi fisik barang tersebut. Meskipun merupakan barang bekas, namun terdapat juga barang thrift yang kondisinya seperti baru (tanpa cacat). Disinilah dibutuhkan kemampuan konsumen dalam memilah dan memilih. Andi Nurul Izzah Ilham, mahasiswa Jurusan Psikologi, Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengaku gemar thrifting karena banyak barang thrift yang unik dan dari brand internasional namun bisa dibeli dengan harga murah. “Baju-baju yang dijual itu jarang ditemukan dan branded, tapi murah jadi saya suka”, ungkapnya Lebih lanjut, mahasiswa asal Bulukumba ini juga merekomendasikan tempattempat yang bagus dikunjungi oleh pecinta thrift di Makassar yakni Pasar Terong, Toko yangmurah.mks, dan Toko indahcollection011. “Kalau saya sering beli di pasar terong, terus bisa juga di toko yangmurah.mks atau
indahcollection001, bagus itu”, sarannya. Barang thrift yang bervariasi m e m b u a t konsumen bebas memilih sesuai kebutuhannya. Jenis pakaian yag dijual juga lengkap, yaitu kemeja, blouse, kaos, dan jacket, sehingga target pasar semakin luas, termasuk mahasiswa dan pegawai yang umumnya memakai kemeja dan blouse. Adapun tips membeli barang thrift yaitu kunjungi toko atau pasar thrift yang ramai dan sudah dijamin bersih, sebaiknya datang langsung ke toko (jangan memesan via online) untuk memastikan kondisi barang yang dibeli. Umumnya barang thrift dijual dalam ukuran yang mengikuti standar luar negeri, kenali jenis noda pada pakaian yang mudah dan susah dibersihkan, pertimbangkan segala aspek mulai dari kualitas, brand/ merk, dan kondisi fisik, serta perhatikan keaslian barang tersebut. (pr14)
Tips dan Trik Thrifting HARGA SESUAI DOMPET MAHASISWA 1 Dengan membeli pakaian di thrift shop akan
menghemat biaya. Kebanyakan pakaian thrift shop memiliki nilai fashion yang tinggi. Hal tersebut bisa jadi salah satu keuntungan buat teman-teman mahasiswa yang mau tetap modis tanpa memerlukan budget yang tinggi.
LIMITED EDITION
3
Teman-teman yang ingin membeli pakaian thrift shop tidak perlu khawatir soal design barangnya. Karena pakaian yang dibeli secara thrift shops akan jarang ditemui.
BERKONTRIBUSI MENJAGA LINGKUNGAN
5
Melansir dari narasinewsroom, fast fashion bisa berdampak pada kerusakan lingkungan. Tiap tahunnya, produksi tekstil menghasilkan 1,2 milliar ton emisi gas rumah kaca. Kurang dari satu persen bahan yang membuat pakaian didaur ulang menjadi baju baru. Dan sekitar 20 persen pencemaran laut berasal dari hasil air limbah produksi tekstil salah satunya mikrofiber.
www.profesi-unm.com
GAYA BUSANA YANG LEBIH STYLISH
2
Nah, buat teman-teman yang mulai bosan dengan outfit yang itu-itu saja, thrifting bisa jadi ‘jalan ninja’ nih buat teman-teman mahasiswa yang mau mix and match gaya busana. Temanteman bisa mix and match gaya busana yang hits tahun 90-an sampai 2000-an, dan tentunya bisa teman-teman temukan ketika memilih thrifting.
CEPATNYA PERUBAHAN 4 MODE BUSANA Salah satu yang menyebabkan barang thrift shop menjadi limited edition, karena cepatnya pergantian mode busana. Dengan itu, temanteman bisa mempunyai beragam pilihan busana dengan jangka waktu tertentu. Nah, kalau teman-teman udah mulai bosan dengan pakaian yang itu-itu aja, teman-teman bisa langsung thrifting baju dengan model lain dan pastinya dengan harga terjangkau
Urai data, ungkap fakta, saji berita
10
REPORTASE KHUSUS
LPM Profesi UNM - Edisi 253 Desember Tahun MMXXI 2021
Masih Perlukah LK Universitas?
DEMO - Mahasiswa lakukan aksi demonstrasi di depan Menara Pinisi
Ketiadaan LK Universitas semakin menjadi bahan perdebatan. Tidak adanya poros gerakan menjadi alasan beberapa pihak untuk tetap bersikukuh LK segera dihadirkan. Namun disisi lain ada klaim menyebut LK univ tidak memiliki urgensi saat ini, karena gerakan bisa ditempuh dengan jalan lain. LK fakultas saat ini masih bersitegang dengan pimpinan UNM lantaran pengambilalihan pembentukan BEM-Maperwa oleh birokrasi belum ada hasilnya hingga saat ini. Padahal birokrasi telah menyurat ke setiap wakil dekan bidang kemahasiswaan (WD 3) setiap fakultas untuk meminta delegasi namun sayang hal itu malah menemui jalan buntu. Sembilan mata orange pun belum juga bisa disatukan, saling mematung antara birokrat dan LK fakultas menjadi hal yang dipertontonkan saat ini. LK tak bergeming dengan surat delegasi yang diberikan ke setiap fakultas, birokrasi pun tak mau ambil pusing dengan sikap tersebut. "Masih bingung ki juga ini, karena sudah dibubarkan panitia. Jadi birokrat ambil alih, katanya sudah bersurat ke semua fakultas tapi
belum pi juga ada hasilnya," ujar Ahmad Fahrezi Diab, Ketua Maperwa FMIPA. Peraturan Lembaga Kemahasiswaan (PLK) masih menjadi salah satu kendala utama, sebagian besar LK tak setuju akan peraturan itu. Utamanya perihal angkatan dan IPK, jika birokrat bersedia mengubah aturan itu bisa dipastikan semua fakultas akan turut andil di pendelegasian nantinya. Namun jika se-baliknya, pendelegasian diperkirakan hanya akan diikuti oleh beberapa fakultas saja. Hal ini diutarakan oleh Presiden BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H), Fahmi. Menurutnya kendala yang terjadi yaitu tidak adanya kesepakatan mengenai angkatan dan IPK yang saat ini menjadi syarat pendelegasian. "Angkatan itu kan harus 2018 yang baru saja diganti jadi 2017,
FOTO: DOK - PROFESI
tapi kalau di Fakultas itu masih berproses di tingkat jurusan. IPK juga wajib 3.00 se-dangkan banyak yang IPKnya hanya 2. Kami baru akan kirim delegasi kalau peraturan itu sudah diganti," katanya. Belum adanya tanda-tanda dari pembentukan BEM-Maperwa universitas menimbulkan pertanyaan mengenai peranan LK universitas. Pasalnya terhitung sudah satu tahun lebih BEM dan Maperwa Universitas tidak menjalankan fungsinya. Sehingga LK fakultas harus bekerja keras sendiri lewat membentuk aliansi dalam mengawal isu dan aspirasi mahasiswa. "Dampaknya ialah aspirasi dari mahasiswa yang mestinya di sampaikan oleh kawan-kawan dari Maperwa/BEM universitas tidak berjalan. ," kata Presiden BEM Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Rinaldi. Di sisi lain, Rinaldi mengatakan jalan yang harusnya diambil oleh pimpinan yaitu merevisi PLK dengan tetap melibatkan maperwa tiap fakultas dalam penyusunananya. “Idealnya yah revisi itu peraturan kemahasiswaan, libatkan maperwa tiap fakultas untuk mem-
bahas hal tersebut,” ucapnya. Ketua Maperwa FIS-H Nurnafisah S menyebut permasalahan LK saat ini bisa saja selesai dengan cepat bila pimpinan UNM mau mendengar pendapat dari bawah yaitu LK fakultas. Setiap LK memiliki pendapat masing-masing, pimpinan harus mendengar semua itu dan bersama-sama merumuskan solusi yang akan dijalankan. “Kepentingan setiap fakultas berbeda jadi seharusnya pimpinan mendengar semua pendapat LK fakultas, maunya apa jangan jalan sendiri,” jelasnya. Ia menyebut memang sudah pernah disampaikan dari WD III fakultas bahwa UNM meminta delegasi untuk ke LK univ namun dirinya tidak mendelegasikan siapapun karena ada aturan yang tidak disetujui LK FIS-H. “LK fakultas nda setuju karena yang diminta 2018 jadi tidak ada yang diutus ke LK Univ,” katanya. Ketua Maperwa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNM, Ikram mengatakan pimpinan harus cepat mengambil keputusan agar LK UNM bisa kembali menjadi pemersatu sembilan mata orange dan bisa kembali menjadi pengawal perge-
rakan di tataran universitas. “LK UNM kan sebagai pemersatu di sembilan mata orange. Saya harap cepat terbentuk, agar sembilan mata orange ini bersatu agar pergerakan lebih kuat,” harapnya. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan (WD III) Fakultas Seni dan Desain (FSD), Heriyati mengatakan delegasi dan BEM penting untuk mengatur pergerakan khususnya lingkup universitas. "Ia, kami sudah kirim delegasi. Karena penting juga itu untuk mengatur sistem pergerakan demokrasi mahasiswa di tingkat universitas. Kalau di FSD sudah kirim, lama mi itu kami kirim," ujarnya pada reporter Profesi. Namun begitu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sukardi Weda mengatakan akan tetap membentuk LK univ karena merupakan hal penting saat ini. Ia bahkan akan kembali menyurat agar bisa mendapat delegasi dari fakultas. "Perihal protes aturan saya akan bandingkan aturan LK dikampus lain sebagai bahan perbandingan dengan aturan kita dan membentuk LK Univ nantinya," jelasya. (tim)
LK Tolak Aturan Sepihak Birokrat TAK setuju soal Peraturan Lembaga Kemahasiswaan (PLK) mengenai pemilihan delegasi BEM dan Maperwa universitas tentang angkatan dan IPK, membuat beberapa fakultas enggan untuk mengirimkan delegasi. Birokrasi dianggap terkesan ingin menang sendiri. Berbagai alasan menjadi pertimbangan. Mulai dari kaderisasi yang lambat hingga penyesuaian masa jabatan menjadi kendala. Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Ikram menyebut peraturan yang diajukan Urai data, ungkap fakta, saji berita
pimpinan belum bisa diterapkan lantaran kaderisasi yang berbeda di setiap fakultas. FBS sendiri tidak bisa mengirim delegasi, bila PLK itu tidak diubah. Hal ini karena Maperwa FBS tidak bisa mengutus wakil dari semester 10 ke Mubes LK UNM. "Maunya birokrasi itu minimal angkatan 2018, untuk memimpin di BEM dan Maperwa. Tapi tahun ini, kayaknya diberikan kebijakan boleh angkatan di tahun 2017 maksimal. Jadi kalau kendalanya itu lebih ke proses kaderisasi yang lambat, misalnya di FBS itu kan baru menerapkan normalisasi," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa untuk mengirimkan delegasi ke fakultas tentu harus melakukan persiapan matang. Tidak asal mengirim delegasi. "Istilahnya kita tidak mungkin kirim kader yang bikin malu kan. Kalau untuk memilih delegasi, kita dengar pendapat dari semua LK se-FBS, kan inisiatif Maperwa biasanya itu kita cari solusi sama-sama dan melihat siapa yang berpotensi," jelasnya. Presiden BEM FE 2020-2021, Awaludin mengharapkan pimpinan melakukan diskusi dengan Maperwa setiap fakultas untuk merundingkan
bersama peraturan kemahasiswaan. "Solusinya yang pertama pimpinan universitas harus berdiskusi bersama ketua Maperwa tiap fakultas untuk merumuskan kembali peraturan kemahasiswaan," tuturnya. LK fakultas menunggu adanya revisi mengenai peraturan kemahasiswaan. Dengan tetap mempertimbangkan masukan dari setiap Maperwa perwakilan fakultas. "Ya idealnya revisi itu peraturan kemahasiswaan dan libatkan Maperwa tiap fakultas untuk membahas revisi peraturan mahasiswa tersebut," katanya.
Permintaan tersebut diprotes oleh Sukardi Weda, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WR3) Ia konsisten dengan ketetapannya. Dengan pertimbangan mahasiswa fungsionaris harus menjadi teladan. "Saya katakan tidak, adik-adik yang menjadi fungsionaris LK adalah contoh, mereka adalah mahasiswa ber-prestasi yang harus menjadi role model untuk adik-adiknya. Oleh karena itu pada saat penerimaan mahasiswa baru saya tekankan kalau ingin jadi pengurus LK harus cerdas IPK 3.00," jelasnya. (tim) www.profesi-unm.com
11 REPORTASE KHUSUS
LPM Profesi UNM - Edisi 253 Desember Tahun MMXXI 2021
Birokrat Gagal Satukan Sembilan Fakultas TUNTUTAN sejumlah fakultas terhadap Peraturan Lembaga Kemahasiswaan (PLK) kian serius. Lembaga Kemahasiswaan (LK) tingkat fakultas enggan mengirimkan delegasi jika peraturan itu belum juga diganti. Tentu hal ini membuat regenerasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tingkat universitas menjadi terhambat. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WR3) untuk mengambil alih pembentukan LK. Dengan dalih Ia akan mampu menyatukan sembilan mata orange, namun hingga kini birokrasi masih juga gagal dalam mengawal hadirnya LK universitas.
Meski sebelumnya WR 3 sudah mengirim surat kepada semua Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WD3) setiap fakultas. Hal itu bertujuan agar mengutus sosok ideal bakal calon presiden BEM calon anggota dan ketua Maperwa masing-masing fakultas, namun, faktanya hal itu tak merubah apa-apa. Sejatinya sudah seharunya BEM dan Maperwa universitas memiliki pemimpin baru. Setelah terhitung satu tahun lebih tak menjalankan fungsinya sebagai agen kontrol pergerakan dalam mengawal isu kampus khususnya di tataran fakultas. Ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H),
Fahmi mengatakan baru akan mengirimkan delegasi setelah aturan mengenai angkatan dan IPK yang selalu menjadi perdebatan itu direvisi. "Kami baru akan mengirimkan delegasi ke tingkat fakultas kalau tuntutannya teman-teman sudah didengarkan. Yakni perihal angkatan dan IPK, kalau tidak ya mungkin kami tidak akan mengirimkan delegasi," ujarnya. Sukardi Weda, WR III memberikan tanggapannya mengenai peraturan lembaga yang selalu menjadi perdebatan panjang di tataran LK itu. Menurutnya aturan tidak dapat lagi digugat. "Mau bagus atau tidak karena itu aturan resmi," tegas Sukardi. Bagi Sukardi jika aturan
tersebut direvisi akan berpengaruh bagi akademik mahasiswa, dan cukup berpengaruh bagi penilaian UNM. "Kenapa juga adik-adik memaksakan batas maksimal semesternya ditambah? Kalau ditambah, kamu terlambat selesai, kasihan UNM ini terpurung rangkingnya, jadi banyak pertimbangannya," jelas guru besar FBS ini. Mantan WD III FBS ini pun menegaskan, tidak akan mengubah peraturan yang ia telah buat sebelumnya. Baginya apa yang telah ditetapkan sudah menjadi keputusan mutlak. "Mohon maaf, saya orangnya moderat, tapi kalau aturan saya konsisten, tidak ada toler-
ansi!" tegasnya!. Sukardi pun berharap Mubes akan segera terlaksana dan mampu kembali melakukan tugasnya. "Harapan saya tentunya agar LK ini segera terbentuk dan bisa berjalan dengan baik nantinya," harapnya pada saat diwawancarai reporter Profesi. (tim)
Tim Reportase Khusus
Koordinator : Mustika Fitri Anggota : Fahmi Ahmad Husen Resky Nurhalizah
KATA MEREKA
“Idealnya yah revisi itu peraturan kemahasiswaan dan libatkan mahasiswa, kawan-kawan maperwa tiap fakultas untuk membahas revisi peraturan mahasiswa tersebut”
"Maunya birokrasi itu minimal angkatan 2018, untuk memimpin di BEM dan Maperwa. Tapi tahun ini, diberikan kebijakan boleh angkatan di tahun 2017 maksimal"
"Saya katakan tidak, adik-adik yang menjadi fungsionaris LK adalah contoh, mereka adalah mahasiswa berprestasi yang harus menjadi role model untuk adik-adiknya"
"Solusinya yang pertama pimpinan universitas harus berdiskusi bersama ketua Maperwa tiap fakultas untuk merumuskan kembali peraturan kemahasiswaan"
Rinaldi Presiden BEM FMIPA UNM Periode 2021-2022
Ikram Ketua Maperwa FBS UNM Periode 2021-2022
Sukardi Weda Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni
Awaluddin Presiden BEM FE UNM Periode 2020-2021
www.profesi-unm.com
Urai data, ungkap fakta, saji berita
12
INTERMEZZO
Urai data, ungkap fakta, saji berita
LPM Profesi UNM - Edisi 253 Desember Tahun MMXXI 2021
www.profesi-unm.com
13 INOVASI
LPM Profesi UNM - Edisi 253 Desember Tahun MMXXI 2021
Gadis Kembar Ciptakan Alat Tanggap Bencana Indonesia masih menghadapi risiko bencana yang mungkin bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Salah satunya gempa bumi tsunami, banjir gunung meletus dan bencana-bencana lainnya. Hal itulah yang mendorong beberapa mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk menciptakan sebuah inovasi Smart Rescue Box Terintegrasi dengan Sistem Informasi sebagai Solusi Tanggap Darurat Bencana.
Mahasiswa yang tergabung dalam tim PKM ini adalah Dewi Sri Mulyana Supriadi selaku ketua tim, Dewi Sri Mulyani Supriadi dan Nur Indra Pratiwi selaku anggota tim, dibimbing oleh Jumadi M. Parenreng selaku dosen FT UNM. Dewi Sri Mulyana mengatakan letak geografis Indonesia yang berada pada kawasan Lingkaran Api Pasifik menyebabkan wilayah Indonesia rawan terjadi bencana. “Indonesia masih menghadapi risiko bencana seperti gempa bumi, tsunami, banjir, dan lainnya. Hal itu tidak dapat dipungkiri karena letak geografis Indonesia berada pada kawasan Pasific Ring of Fire,” ujar ketua tim tersebut. Lebih lanjut, Anna (sapaannya) juga mengatakan beberapa peristiwa bencana alam dapat berdampak pada kerusakan beberapa infrastuktur. Hal itu
mengakibatkan lambatnya proses tanggap darurat bencana. “Dalam beberapa persitiwa bencana alam, infrastruktur jaringan telekomunikasi, dan sumber listrik mengalami gangguan ataupun kerusakan. Hal ini tentunya berdampak pada penyebaran informasi bencana atau proses tanggap darurat bencana,” katanya. Gangguan pada infrastruktur akibat bencana dapat menyulitkan koordinasi. Sulitnya komunikasi menimbulkan dampak penumpukan bantuan di titik tertentu dan distribusi bantuan menjadi tidak merata. “Kurangnya koordinasi yang baik akan menimbulkan dampak pada aktivitas distribusi bantuan kepada korban bencana alam, seperti kurang meratanya bantuan yang diberikan pada setiap posko, penumpukan bantuan di titik tertentu namun terjadi kekurangan bantuan di titik lain,” ujarnya. Salah seorang anggota tim, Dewi Sri Mulyani menjelaskan
Smart Rescue Box dibuat dengan bentuk kubus berbahan tripleks dengan tebal 1,2 cm dan 1,5 cm dan memiliki dimensi 80 cm di setiap sisinya. Jika dibuka, Smart Rescue Box dapat membentuk sebuah meja yang dapat digunakan admin sistem ataupun pengungsi. Di dalam box juga terdapat beberapa laci tempat kebutuhan darurat pengungsi seperti obat-obatan, tenda, selimut, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya. “Smart Rescue Box didesain berbentuk kubus yang jika dibuka dapat membentuk sebuah meja yang dapat digunakan oleh admin sistem informasi tanggap darurat bencana atau pengungsi untuk menggunakan laptop,” jelasnya. Lebih lanjut, Mulyani juga membeberkan Smart Rescue Box dilengkapi dengan solar tracker sebagai sumber listrik darurat dengan memanfaatkan panel surya untuk menangkap energi dari cahaya matahari. Panel surya yang digunakan berkapasitas 20 watt peak dengan daya maksimal
yang dapat dihasilkan dalam sehari jika kondisi cerah adalah 90 watt. “Dalam box, tersedia pula solar tracker sebagai sumber listrik darurat pengungsi. Solar tracker dua arah berbasis Arduino UNO dengan data RTC (RealTime Clock) yang telah disetting mulai pukul 8 pagi sampai pukul 5 sore sehingga panel dapat mengikuti pergerakan matahari,” bebernya. Sistem informasi Smart Rescue Box terdiri dari beberapa fitur antara lain fitur Smart Rescue Box digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai alat Smart Rescue Box, fitur request untuk meminta bantuan logistik dan peralatan yang dibutuhkan di lokasi bencana, fitur report yang dapat diakses oleh masyarakat secara umum untuk melaporkan kejadian terkini pada lokasi bencana berupa update foto maupun video, fitur donasi digunakan untuk masyarakat yang ingin menjadi donatur, dan fitur relawan yang ditujukan bagi relawan yang ingin terlibat langsung secara fisik dalam
membantu korban bencana. Selain itu, ada juga fitur manajemen logistik yang digunakan untuk mengelola logistik. Sistem informasi Smart Rescue Box dapat diakses dengan mengetikkan alamat web sisteminformasisrb. online. “Pada sistem info rmasi dapat mengkalkulasi kebutuhan logistik dan relawan di setiap bencana guna meratanya penyaluran bantuan dan memudahkan calon donatur dan relawan untuk memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan pengungsi. Dilengkapi pula dengan beritaberita yang update dan menu edukasi bencana yang dapat mengedukasi masyarakat perihal kebencanaan yang dapat dengan mudah diakses.,” ungkapnya. (Pr1)
Kurangi Transaksi Tunai dengan Smart Parking E-Money
ALAT - Dosen JTIK menunjukkan alat smart parking e-money
I
STILAH cashless belakangan makin marak digunakan. Pembayaran tanpa menggunakan uang tunai ini populer di berbagai lini kehidupan mulai dari transportasi hingga makanan. Apalagi hadirnya pandemi mengharuskan kita sebisa mungkin meminimalisir sentuhan (touchless). Melihat peluang ini dosen www.profesi-unm.com
dan mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) menciptakan inovasi Smart Parking E-Money. Dosen FT, Suhartono dan Satria Gunawan Zain serta mahasiswanya Salahuddin, Arif Hidayat, dan Muhammad Arya Kesuma Wardana menggarap teknologi ini dalam waktu dua bulan.
FOTO: DOK - PROFESI
Awal mula inovasi ini diciptakan karena adanya riset yang sudah dilakukan sebelumnya, juga kebutuhan dari mitra Teknik Komputer terkait sistem dan teknologi ini. Suhartono mengatakan inovasi ini dibangun mencakup alat dan sistemnya. Alatnya adalah smart parking system berbasis
e-money. Alat tersebut dikontrol menggunakan aplikasi yaitu emoney, teknologinya yaitu cashless. Alat dan sistem tersebut bisa saling bersinergi, artinya alat tersebut bekerja menggunakan sistem yang saling mendukung. Pembayaran saldonya bisa di top up lagi menggunakan mobile banking. Ia menjelaskan top up yang dilakukan bisa lewat mobile phone dan dimana saja. Ia juga menegaskan, untuk menggunakan sistem ini berarti harus memiliki atm. Satria Gunawan, dosen yang juga terlibat dalam pembuatan teknologi ini menjelaskan bahwa sistem ini bisa diterapkan di kampus bila dari rektor memberikan izin. “Dari dekan teknik juga jika ingin dipasangkan. Sistem ini lebih aman karena diatur menggunakan kartu mahasiswa dan semoga banyak yang bisa diajak kerja sama baik dari internal kampus, market maupun bandara,” tambahnya saat ditemui Profesi, Senin (13/9). Di samping itu, ia juga menjelaskan kendala yang dihadapi dalam pembuatan inovasi tersebut cukup banyak. Kendala itu yang terus mereka selesaikan sehingga memunculkan fitur-fitur baru sehingga terus berinovasi. "Makanya dengan project ini baru terbuka, kita tahu apa kekurangan kita dan teknologi yang sudah dikuasai menjadi
aset dan modal untuk mengembangkan inovasi serupa," tuturnya. “Hanya dengan mendeteksi wajah kita bisa tahu apakah ini karyawan, mahasiswa atau orang dari luar. Kalau bisa lebih terintegrasi lagi sistem keamanan wajahnya langsung terdeteksi, NIM nya muncul, prodi dan jurusan mana, serta dari kampus mana,” Salahuddin Mahasiswa FT UNM Ia juga menambahkan bahwa pengembangan inovasi Smart Parking e-Money itu masih jauh, masih banyak lagi fitur yang bisa mereka tambahkan dan kembangkan. Lebih lanjut, Salahuddin pun juga ikut berkomentar bahwa mereka sedang merancang sistem image processing sehingga bisa langsung mendeteksi wajah seseorang. “Hanya dengan mendeteksi wajah kita bisa tahu apakah ini karyawan, mahasiswa atau orang dari luar. Kalau bisa lebih terintegrasi lagi sistem keamanan wajahnya langsung terdeteksi, nimnya muncul, prodi dan jurusan mana, serta dari kampus mana,” tutur mahasiswa angkatan 2017 itu. (pr 16) Urai data, ungkap fakta, saji berita
14
SENI BUDAYA
LPM Profesi UNM - Edisi 253 Desember Tahun MMXXI 2021
Toxic Relationship dalam Story of Kale: When Someone’s In Love *Resky Nurhalizah
Menjalani sebuah hubungan bukan perkara mudah. Di dalamnya selalu ada tantangan dan masalah melintang. Salah satu masalah yang cukup banyak melanda pasangan adalah toxic relationship. Dalam banyak kasus, korban kerap mencari pembenaran dari tindakan pasangan yang melakukan kekerasan. “Nggak
papa, aku yakin dia pasti berubah ntar”, “Dia nggak sengaja kok”, hingga “Aku yang salah” kerap jadi pembenaran atas kelakuan pasangan. Seakan masih berharap semuanya akan baikbaik saja dan pasangan akan berubah dengan sendirinya. Bahayanya toxic relationship menjadi tema utama dari film terbaru
garapan Angga Sasongko. Film spinoff dari semesta “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” (NKCTHI) berjudul Story of Kale: When Someone’s In Love ini membawa kembali cerita masa lalu Kale saat pertama kali berpacaran. Film ini dibintangi beberapa nama besar. Karaker utama diperankan Ardhito Pramono dan Aurelie Moeremans. Film ini menggambarkan kisah cinta dengan alur maju mundur. Jeniusnya, Angga Sansoko bisa membuat film ini halus dan mudah untuk dimengerti Story of Kale adalah film drama cinta yang terbilang sederhana. Film ini menceritakan kisah seorang perempuan bernama Dinda yang terjebak dalam hubungan toxic relationship. Dikisahkan Dinda sering mengalami berbagai kekerasan dari mulai manipulasi, kekerasan mental, sampai kekerasan fisik dari mantannya bernama Argo. Dinda yang sudah tidak tahan dengan hubungan tersebut memilih putus dan menjalani hubungan baru bersama Kale. Meski terdengar sederhana, Angga Sasongko menggunakan metode cerita dengan alur majumundur yang acak. Biasanya metode ini cukup sulit dicerna penonton awam. Tapi kejeniusan Angga membuat setiap transisi dan perpindahan alur dalam film ini halus dan mudah dimengerti. Selain itu pergerakan dan penempatan kamera di setiap adegan membawa dialog sederhana semakin terasa kuat dan atmosfir emosi semakin meledak. Selain menggambarkan toxic relationship, berbagai aspek lain turut mewarnai. Makna-makna besar yang ingin disampaikan oleh film sangat mudah dimengerti. Akibatnya, emosi penonton dibuat naik-turun pada setiap
adegan rasionalitas yang dipilih setiap karakter. Gambaran dan bentuk toxic relationship yang terlihat dalam film ini antara lain gaslighting, kekerasan fisik, membentak, memukul dan mempermainkan mental agar korban terus merasa ‘bersalah’ dan ‘simpatik’. Film ini ingin menyampaikan pada penonton bahwa hubungan yang toxic bisa terjadi pada siapa dengan cara yang beragam. Hal tersebut digambarkan lewat karakter Dinda yang berhadapan dengan karakter Argo yang emosional dan Kale yang lebih halus. Meski ada perbedaan sifat, kedua laki-laki tersebut tetap membawa hubungan yang nggak sehat bagi karakter Dinda. Selain makna major soal toxic relationship, film Story of Kale juga menyinggung soal kehidupan kreatif para musisi sampai ide-ide feminisme dan pentingnya kesehatan mental bagi seseorang. Story of Kale adalah bukti kolaborasi apik antara Ardhito Pramono dan Aurelie Moeremans baik dari segi akting maupun dari segi musikalitas Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, film Story of Kale sangat sederhana. Film berdurasi 1 jam 17 menit ini kebanyakan memperlihatkan adu peran antara Ardhito Pramono dan Aurelie Moeremans. Keduanya berakting penuh dengan keyakinan akan karakternya masing-masing. Setiap gestur, dialog dan ekspresi dari kedua orang tersebut dieksekusi dengan sempurna dan membuat penonton terpesona. Dari awal film kita sudah bisa melihat kalau Ardhito maupun Aurelie begitu klik dan nggak terasa ada kecanggungan satu sama lain. Bahkan keduanya berani melakukan adegan romantis yang
Yang Tersisa dari Indonesia
membuat kebanyakan penonton baper sekaligus patah hati. Nggak hanya dalam akting, Aurelie dan Ardhito juga berkolaborasi sangat baik dalam penulisan soundtrack film” Story of Kale: When Someone’s In Love” ini. Film ini juga menjadi bukti keseriusan seorang Ardhito untuk terjun ke dunia perfilman Indonesia. Seperti kita tahu, Ardhito baru saja melakukan debutnya pada film “NKTCHI”. Karakter Kale sendiri telah merasuk pada sosok Ardhito dan banyak para penggemarnya yang ingin melihat kembali sang musisi bermain film. Ya semoga saja Story of Kale ini jadi titik awal berkembangnya karir Ardhito di dunia perfilman. Kekuatan besar dalam film ini adalah lagu-lagu yang mengiringinya. Soundtrack film membuat “Story of Kale” berada satu tingkat di atas film drama cinta biasanya Jika kamu bertanya, apa yang paling mengesankan dan kekuatan terbesar dari film ini, maka jawabannya adalah soundtrack dan musikmusiknya. Bahkan saat diwawancara oleh Hipwee, Aurelie Moeremans mengatakan kalau salah satu alasan ia mengambil peran dalam film ini karena musiknya. Meski bukan hal yang spesial dan banyak dipraktikan dalam film lain, lagu-lagu yang dibawakan Ardhito dalam film ini sangat membawa film ini ke level yang lebih jauh. Dengan adanya tema musik beserta musik yang mengiringinya, “Story of Kale: When Someone’s In Love” bukan sekadar film drama roman biasa. Beruntungnya, Visinema telah merilis seluruh soundtrack film ini berbarengan dengan perilisan filmnya Jumat kemarin. Lagu-lagu yang dirilis tersebut termasuk lagu featuring antara Ardhito dan Aurelie Moeremans. (*)
*Widia Riandini
Tak lagi terdengar istinggar Pancakaranya sudah usai rupanya Namun sang surya meredup seolah lelah dibuatnya Tak ada yang menyuluh ditengah gelap Seakan hilang sudah semua asa Tersisa kobaran api didada Seakan kematian tak bisa memadamkannya Seluruh tubuh menggeliat meminta kebebasan Untuk kita yang tak pernah terlepas
Urai data, ungkap fakta, saji berita
Keserakahan mengambil alih semua jiwanya Jeratan kebodohan merampas paksa masa depannya Sedangkan kecerdasan menjual habis negaranya Seolah lupa ribuan nyawa yang terbantai mempertahankannya Indonesia belum hancur sepenuhnya Ada para pemuda yang bersedia Ada mereka yang enggan menyerah Ada kita yang ingin merdeka Sebagai harapan bangsa yang tersisa www.profesi-unm.com
15 PROFESIANA
LPM Profesi UNM - Edisi 253 Desember Tahun MMXXI 2021
Jangan Kegiatan Malam, Ada Fasilitas! Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) berjanji akan memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana kepada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dengan syarat meraka tidak boleh berkegiatan malam di kampus. Bagi UKM sarana dan prasana menjadi hal penting dalam melaksanakan tugas kelembagaan. Namun, melakukan kegiatan malam sudah menjadi rutinitas mahasiswa, dikarenakan pada siang hari mereka sibuk dengan tugas akademiknya masing-masing. Hal ini membawa rasa dilematis bagi mahasiswa. Rektor, Husain Syam mengatakan akan memberikan bantuan pada mahasiswa dengan syarat tidak boleh ada kegiatan di kampus pada malam hari. "Kalau begitu kita buat perjanjian, saya memberikan kalian fasilitas. Tapi kalian tidak boleh
berkegiatan di malam hari," ujar Rektor, Husain Syam. Ketua Umum UKM Sintalaras UNM, Syamsul Anwar mengatakan mengenai kebijakan ini mahasiswa LK sangat setuju, tapi tidak setuju dengan syarat yang diberikan. "Kalau saya setuju sama keputusannya, tapi kalau tidak boleh berkegiatan malam saya tidak setuju," ujarnya. Mengenai syarat dilarang berkegiatan malam tentu sangat memberatkan mahasiswa, dikarenakan hanya pada malam hari pengurus LK bisa fokus dengan tugas di lembaga. "Siang hari kan kita kuliah, kerja tugas. Hanya pada malam hari kita bisa berkegiatan di sekret, untuk fokus kerja tugas kelembagaan," tutur mahasiswa FIK ini. Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama WR IV, Ichsan Ali turut membenarkan pertanyaan rektor mengenai prasarana yang dijanjikan. "Rektor memang bilang kalau mau prasarana, beliau siap
FOTO: HUSEN - PROFESI
GEDUNG - Penampakan Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM)
memperlangkapi. Tapi tidak boleh ada kegiatan malam. Itu syarat yang diberikan," katanya. Hingga saat ini WR IV masih menunggu keputusan dari UKM mengenai syarat yang di-
Menanti Ambisi Besar Rektor UNM SEMANGAT rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Husain Syam untuk mengubah status UNM dari Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTN-BH) kian membara. Hal ini bertolak belakang dengan kemauan lembaga kemahasiswaan yang menolak peralihan status, bahkan aksi pernah digelar untuk menolak hal tersebut. Namun nampaknya itu tak menggoyahkan niatnya untuk berubah status. Hal ini disebabkan perubahan menjadi PTNBH diklaim sebagai langkah kemajuan dari UNM. Rektor UNM Husain Syam mengatakan akan segera mengajukan proposal pengajuan peralihan "Bapak dan ibu kita harus bersinergi semua, kita tidak bisa berhenti berpikir atas kemajuan
UNM,” katanya dalam pelantikan serentak pejabat lingkup UNM, Selasa (30/11). Guru besar Fakultas Teknik (FT) ini akan diajukan di bulan Desember. Rencana pengajuan ini menurutnya tak terlepas dari hasil kerja sama semua pihak yang ada. “Saya harus sampaikan proposal kita untuk mengubah status PTN-BLU menuju PTN-BH bulan ini akan diajukan, semua ini berkat dukungan bapak ibu sekalian,” jelasnya. Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 2020-2021, Awaludin mengatakan rasa takutnya akan ambisi pencapaian UNM ini nantinya hanya akan sampai diborang semata. Namun berjalan waktu tidak menjadi implementasi nyata yang mengun-
tungkan bagi sivitas kampus. "Masih banyak yang harus kita benahi seperti Sarpras (sarana dan prasarana) dan transparansi keuangan BLU saja belum bisa diterapkan dengan baik bagaimana dengan PTNBH," katanya. (tar)
UNM Belum Ramah Bagi Disabilitas? DIBALIK predikat kampus favorit yang sering jadi jualan Universitas Negeri Makassar (UNM) ke calon mahasiswa nampaknya tak seriring dengan kenyataan di lapangan. Hal ini terkhusus pada mahasiswa disabilitas yang dianggap belum mendapat aksesibilitas yang layak. Ini pula yang menjadi isu dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kebutuhan Khusus (HMJ PKH) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNM saat aksi Hari Disabilitas Internasional 5 Desember kemarin. Akses bagi disabilitas menjadi salah satu poin yang menjadi www.profesi-unm.com
sorotan tajam, lantaran dinilai tidak pernah tercapai namun hanya sekedar janji belaka. Ketua HMJ PKH Syarif mengatakan mereka selalu mengampayekan pengahapusan diskriminasi disabilitas di kampus. Serta beberapa sarana dan prasarana ramah disabilitas yang belum tersedia di kampus UNM segera dapat dihadirkan. “Belum ada jalan kursi roda, guiding block, interpreter untuk teman-teman tuna rungu, kemudian akses pembelajaran di kelas, Lift yang tidak dapat diakses oleh difabel juga”, ungkapnya Mahasiswa angkatan 2019
ini juga menyampaikan penyandang disabilitas di UNM tidak ingin sekedar diberikan janji terkait kemudahan fasilitas tetapi bukti yang dapat mereka rasakan. Hal ini agar mereka mudah dalam melakukan aktivitas pembelajaran. “Pimpinan fakultas itu sendiri pernah menjanjikan persoalan akses dan memaksimalkan persoalan beasiswa bagi pendang difabel, namun teman-teman difabel tidak mau sekedar janji, mereka tidak mau jadi objek penelitian dengan dalih untuk persoalan akses tapi nyatanya tidak ada,” tegasnya. (pr25)
berikan. Jika LK bersedia maka fasilitas tersebut akan diberikan. "Sampai sekarang saya masih tunggu dari mereka, jika menyetujui syarat dari rektor
baru fasilitas itu akan dikasih. Silakan ananda mengusulkan dengan ketentuan, kalau sudah ada yang bersedia silakan temui saya," ujarnya pada reporter LPM Profesi. (abu)
Langgar Aturan Sendiri, Meperwa FMIPA Kena Semprot SELEPAS Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan Musyawarah Fakultas (Mufak) XXII serta menetapkan Surat Keputusan (SK) pengurus Maperwa FMIPA UNM. Kini berembus kabar mengenai Maperwa yang diduga hianati hasil Mufak XXII. Hal ini berawal dari salah satu Badan Perumus Mufak XXII LK FMIPA UNM yang menilai tindakan Maperwa melaksanaan pelantikan dengan nama pengurus tidak sesuai pada surat keputusan yang ditetapkan di forum Mufak. Pelantikan pengurus yang tidak sesuai dengan SK yang telah dikeluarkan pada Mufak sebelumnya ini, secara tidak langsung menunjukkan bahwa Maperwa FMIPA UNM telah menghianati hasil Mufak dan merupakan salah satu bentuk pemudaran demokrasi. Salah satu mahasiswa FMIPA, BL (inisial) menyayangkan tindakan Maperwa yang dianggap menghianati konstitusi. "Tindakan Maperwa hari ini yang melakukan pelantikan dengan nama-nama pengurus yang tidak sesuai dengan hasil yang ditetapkan pada forum Mufak merupakan tindakan
yang melanggar konstitusi LK FMIPA," katanya. "Sementara yang kita ketahui bersama bahwa Maperwa merupakan badan legislatif dan yudikatif yang seharusnya menjunjung tinggi konstitusi bukan menghianati konstitusi,” tambahnya. Badan Perumus Mufak, Dini Agustina menilai tindakan Maperwa yang melaksanaan pelantikan dengan nama pengurus yang tidak sesuai pada surat keputusan yang ditetapkan di forum Mufak merupakan salah satu bentuk pemudaran demokrasi. "Esensi demokrasinya hilang ketika hasil Mufak tidak sesuai dengan realita yang terjadi hari ini,usaha yang dilakukan pun terbilang minim untuk dibicarakan bersama,” tuturnya. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan (WD III), Sukri Nyompa malah tidak mempermasalahkan hal tersebut. Ia menilai siapa pun yang menjadi pengurus yang pentingmampu memberi contoh. "Siapapun pengurusnya, saya harap bisa membawa perubahan untuk Maperwa yang lebih baik," katanya. (tar)
Urai data, ungkap fakta, saji berita
16
PERSONA
LPM Profesi UNM - Edisi 253 Desember Tahun MMXXI 2021
Sabet Tiga Medali Renang Peparnas 2021 Pertama kali mencoba berenang setelah sekian lama tidak pernah menginjakkan kaki ke kolam. Saat itu tahun kedua Yoga memutuskan untuk berada di Sekolah Luar Biasa (SLB) A-Yapti sebagai seorang tunanetra. Berawal dari rasa rindu melakukan aktivitas yang selalu dilakukannya di kampung membuatnya mengenal bakat terpendam sebagai seorang atlet renang hingga kini telah membuatnya menjadi atlet jawara renang. Mahasiswa jurusan Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) UNM ini mengaku saat itu dirinya hanya sekedar mengiyakan ajakan temannya untuk jalan-jalan di pinggir kolam. Didorong oleh hasrat kerinduan pada hobi lamanya untuk berenang membuatnya segera menyelam di kolam. Hal ini menjadi perhatian gurunya saat itu, didorong oleh rasa takjub akhirnya gurunya menyarankan untuk Yoga mengukuti latihan renang. "Waktu itu setelah lomba Festival Lomba Seni dan Sastra Nasional (FLS2N) di Bandung, saya diajak teman ku untuk jalanjalan di pinggir kolam. Saya yang rindu berenang langsung semangat dan mulai berenang. Guru saya lihat, dan saat itu saya diajak untuk latihan renang," ujar mahasiswa asal Gowa ini.
Perjalanan Yoga ternyata tidak mulus. Sekolah SLB A-Yapti tidak memiliki pelatih renang, olahraga yang dilatihkan hanya olahraga biasa untuk tunanetra. Namun, untungnya saat itu pembimbing olahraga SLB A-Yapti mengarahkan untuk belajar ke rekannya. "Waktu itu ternyata di SLB tidak ada pelatih renang, karena hanya olahraga biasa saja dia ajarkan. Kayak tolak peluru dan lainnya, renang tidak ada. Jadi saya diarahkan ke temannya," tuturnya. Meskipun jarak ke lokasi latihan lumayan jauh, bagi Yoga itu bukan masalah serius. Setiap akhir pekan dia selalu menemui gurunya itu di Tallo dengan menaiki angkot. "Jauh tempat ku latihan di Tallo, biasa malam ka baru balik. Tapi ku suruh orang kasih nyebrang ka, baru teriak ma tahan angkot. Biasa mengerti mi itu orang kalau di jalan ma," katanya. Restu orang tua juga menjadi alasannya harus memperjuangkan mimpinya menjadi atlet dengan diam-diam melakukan latihan. Ia selalu menyisihkan uangnya agar bisa berenang. "Nda na tau orang tua ku, jadi saya diam-diam latihan. Jadi kalau dikirimkan ka uang ku sisahkan memang mi untuk berenang," tuturnya dengan terharu. Tapi berkat prestasinya Ia kemudian memiliki nyali untuk berbicara dengan orang tuanya. Sejak saat itu orang tuanya tidak lagi melarang untuk latihan berenang. "Waktu itu ikut ka lomba, lolos
ka ke Jawa untuk ikut lomba renang nasional. Sejak saat itu nda na larang ma orang tua ku, bahkan kalau mau ka pergi mereka temani ka," ucapnya. Masalah kembali datang, saat tibatiba Ia kehilangan penglihatannya secara total. Sebelumnya Ia sudah diperingatkan oleh dokter untuk tidak lagi berenang, tapi Ia terus melakukan hobinya itu. "Nda ada hujan nda ada apaapa, tiba-tiba pas pulang berenang hilang total mi penglihatan ku. Gelap ku rasa, memang dokter sudah peringatkan untuk tidak berenang lagi. Tapi tetap ka
berenang," ujarnya pada reporter Profesi. Baginya tidak ada yang lebih indah selain berenang, meski semua orang disekitarnya tidak menerima keputusannya menjadi atlet renang.
"Na larang ka teman ku sama keluarga ku. Bilang jangan berenang lagi nanti cepat hilang total penglihatan mu," tuturnya. Yoga memilih kehilangan penglihatannya daripada harus kehilangan mimpinya. "Meskipun dilarang ka, tapi satu ji ku yakini. Biar pi nda bisa ka melihat karena prestasi ku berenang, daripada melihat ka satu sampai tiga tahun lagi baru nda apa ku buat," ucapnya dengan optimis. (tar)
Nama : Yoga Saputra Alamat : Gowa Jurusan : Pendidikan Soliologi, FIS-H Angkatan : 2019 Prestasi : 2018 - 3 medali emas pada Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) di Pinrang 2019 - 2 medali perak pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Jateng 2021 - 2 medali perak dan 1 medali perunggu pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Papua
Modeling Hingga Buka Usaha LELAKI asal Barru ini memang terkenal sebagai sosok yang tidak kenal lelah dan ideal. Kepribadiannya ramah dan pekerja keras. Bagaimana tidak, selain aktif di lembaga dia juga aktif melakoni perannya sebagai modeling dan pengusaha. Selain itu Ia juga tidak pernah mengesampingkan akademiknya pemuda bernama Alif Mueller ini tetap aktif di program akademik seperti Kampus Mengajar dan kompetisi lainnya. Mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNM
Nama Lengkap: Ahmad Alif Jaya Tempat / Tanggal Lahir: Barru, 16 Juni Agama: Islam Penghargaan: * Duta Smabar * Duta Wisata Ru1 Kabupaten Barru 2018 * Putra Kebudayaan Favorit 2018 * Duta Keselamatan Sesulselbar
Urai data, ungkap fakta, saji berita
itu memulai karirnya sebagai modeling dari usia SMA, karena kecintaannya pada dunia modeling Ia membuat sebuah komunitas modeling di kampungnya yang sekarang sudah melahirkan modelmodel berbakat. Seperti tidak puas dengan pencapainnya, Ia kemudian mencoba dunia bisnis. Tak tanggung-tanggung semangat bisnisnya ini pun patut diacungi jempol. Bahkan sekarang usaha bisnis kuliner olahan pisang yang didirikannya dengan nama brend Alifyou-Banana menjadi makanan terkenal di kampungnya. Alif mengaku baginya kunci sukses adalah manajemen waktu. Baginya membuat manajemen waktu sudah menjadi hal wajib untuk dilakukannya dan membuat urutan prioritas. “Untuk mengatur waktu sekarang sudah tidak terlalu sulit, mungkin karna sudah terbiasa buat manajemen waktu yang baik dan jika ada job biasanya jauh-jauh hari sudah saya atur. Jika ada yang bertabrakan di waktu yang sama saya usahakan untuk mencari cela apakah memang bisa saya bagi waktunya atau tidak, jika tidak biasanya saya tolak atau cancle dijauh hari,” ujarnya. Lelah sudah menjadi hal mutlak bagi Alif karena aktivitasnya yang terlalu banyak. Tapi menjaga kesehatan tidak pernah dilewatkannya, untuk menjaga stamina dia tidak akan melewatkan mengonsumsi suplemen cukup untuk kesehatan tubuhnya.
"Kalau capek pasti capek, cuman capeknya terbayarkan. Kalau drop jarang sih, tapi pernah drop sekali, betul-betul saya tidak bisa bangun hampir dua hari badan sakit semua karna lupa makan. Jadi setelah itu sesibuk apapun saya, pasti harus makan dan minum vitamin, karna kalau sakit kan sayang banget, apalagi kalau nda kerja," tutur mahasiswa aktivis FBS. Cukup sederhana alasan Alif untuk berkarir sampai di titik ini. Ia mengaku hanya karena keinginannya untuk memenuhi kebutuhannya dari hasil keringatnya membuatnya tumbuh menjadi mahasiswa mandiri tidak bergantung pada orang tua dan orang lain. "Gimana ya, kalau motifasi gak ada sih cuma suka aja gitu, kerja-kerja cari uang mau belanja enak banget rasanya belanja pake uang sendiri. Juga bisa mandiri, gak ketergantungan sama orang tua, apalagikan dunia zaman sekarang itu semua butuh uang, kalau gak kerja ya gak ada uang," kata mahasiswa asal Barru ini. Bagi Alif meski telah memiliki prestasi di berbagai bidang namun baginya hal itu belum cukup untuk membuatnya berhenti berkarir. Syukur dan tidak mudah menyerah menjadi kunci kerendahan hatinya. "Saya belum sukses sih, tapi kalau mau sukses ya bangun, jangan tidur. Berani jangan takut. Menang itu biasa, gagal itu luar biasa. Bangkit dan jangan menyerah, bersyukur
dan berbagi cinta," ucapnya dengan merenda. Sukses tidak semudah membalik telapak tangan. Bagi Alif suka dan duka sudah menjadi hal biasa, tak jarang ada yang membuatnya sering merasa putus asa apalagi ketika yang diharapkan tidak didapatkannya. "Untuk suka dan duka, untuk sukanya sih aku bersyukur karna apa yang aku rintis, dan buat bisa meluas dan dikenal orang. Ada kesan tersendirinya bagi aku didalam hati yang tidak bisa saya ungkap. Kalau dukanya biasanya ada hal yang saya inginkan atau rencanakan tapi tidak terlaksana," tambah Alif. Tak jarang Ia juga mendapat penolakan dari orang sekitarnya. Mengiklaskan semua kata-kata menjatuhkan dari orang membuatnya semakin kuat. "Kadang juga ada orang jahat, tapi gak papa, orang yang jahat ke Alif itu biasanya Alif kumpulkan, ibarat cacian yang tidak sesuai yang mereka lempar. Alif tangkap semua, gak ada yang di buang atau lempar kembali," katanya. Mengubah cacian menjadi motivasi. Kini telah membuat Alif seperti batu karang tak mudah di patahkan. "Semua saya tangkap satusatu lalu di susun seperti batubata, banyak sampai membentuk tembok, jadi kalau ada yang mau lempar lagi, ya sudah gak kena lagi karna ada tembok yang melindungi," ujarnya. (tar) www.profesi-unm.com