Skip to main content

Tabloid Profesi Edisi 240 "Menunggu Gebrakan Baru di Tengah Pandemi"

Page 1

Tabloid Mahasiswa UNM Profesi Edisi 240 Mei Tahun MMXX 2020


2 PERSEPSI

LPM Profesi UNM - Edisi 240 Mei Tahun MMXX 2020

EDITORIAL

Tantangan Baru Pemimpin Lama HUSAIN Syam kini telah resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM). Karena dilantik di tengah wabah pandemi covid-19, ia terpaksa harus dilantik secara daring melalui telekonferensi. Namun semua itu tidak menjadi halangan, pelantikan tetap berjalan dengan baik dan lancar. Meski begitu, ini adalah awal dari perjalanan panjang empat tahun kedepan. Sejumlah pekerjaan rumah harus diselesaikan dengan baik agar meninggalkan kesan yang baik pula. Pekerjaan rumah sekarang pun berbeda dengan periode pertamanya. Kini pekerjaan yang dihadapi nampaknya lebih rumit, mulai dari kebijakan kampus merdeka hingga pandemi covid-19 yang berpengaruh besar terhadap kehidupan agaknya harus dihadapi dengan strategi khusus. Bukan pemimpin namanya kalau tidak mendapatkan kritikan. Begitupun Husain sejak awal ia dilantik sudah langsung didemo oleh Lembaga Kemahasiswaan (LK) yang menuntut transparansi penggunaan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Mereka bahkan menuntut agar UKT untuk semester ganjil tahun akademik 2020-2021 digratiskan. Ini tuntutan yang tidak biasa karena tidak pernah kejadian seperti ini sebelumnya. Sehingga Husain harus memikirkan kebijakan terbaik untuk menjawab tuntutan itu. Jauh sebelum dilantik ia juga sudah beberapa kali diserang kritik oleh mahasiswa hal ini disebabkan lambatnya pemberian subsidi kuota internet kepada mahasiswa. Sekelumit kisah di atas hanya bagian kecil dari kebijakan-kebijakanya kedepan. Kehidupan kedepan akan berubah sedemikian rupa maka hal itu akan berdampak besar dengan kebijakannya juga yang harus berbeda dengan tahun sebelumnya. Kampus merdeka juga memiliki kisah

berbeda dengan wabah ini. Kesiapan dan kemampuan UNM akan diuji saat memberlakukan kampus merdeka. Banyak hal yang saat ini diberlakukan pasti akan dirubah, kurikulum contoh kecilnya. Mahasiswa dan dosen pun harus diperhatikan agar mampu menyesuaikan dengan kebijakan kampus merdeka. Walaupun hanya hal dasar namun penyesuaian ini perlu dilakukan karena bisa saja banyak dosen dan mahasiswa yang kebingungan nantinya. Bila ini tidak dilakukan maka akan berimbas ke kampus yang dikritik nantinya. Sebenarnya kepemimpinan Husain tidak diragukan oleh berbagai pihak. Berhasilnya ia mengantarkan UNM menjadi kampus berakreditasi A dan menjadi Badan Layanan Umum (BLU) adalah bukti bahwa ia berhasil membawa UNM selangkah lebih maju. Namun menurut sebagian mahasiswa kebijakan-kebijakannya saat periode pertama belum sepenuhnya memperhatikan suara mahasiswa. Ini harus menjadi catatannya untuk di periode keduanya, saat ingin mengulurkan kebijakan ia harus lebih serius menanggapi suara mahasiswa bila ingin kebijakan tersebut mendapat simpati. Tantangan baru yang akan dihadapi kedepannya akan menjadi lebih ringan bila ia bisa mendengar suara dari seluruh civitas UNM khususnya mahasiswa. Ia juga harus mampu membaca keadaan yang semakin dinamis ini agar tidak mengeluarkan kebijakan yang salah. Kita sebagai civitas akademika UNM harus selaras dalam memajukan kampus, bila hal ini diperhatikan dan dilaksanakan dengan baik maka Husain akan menorehkan sejarah baru. Ia akan menjadi rektor UNM pertama yang membawa kampus Pinisi melewati tantangan yang tidak pernah dilewati oleh rektor-rektor sebelumnya.

Pelindung: Prof. Dr. H. Husain Syam, M.TP, Dewan Pembina: Hazairin Sitepu, Akbar Faizal, Syahrir Muhammad, Asia Ramli Prapanca, Ammas DR, Anshari, Muhiddin, Mukhramal Azis, Uslimin, Fachruddin Palapa, Abdul Wahid Nara, Husain Rasyid, Syamsuddin Yoko, Rusli Siri, Makmur Abdullah, Faisal Palapa, Rustan Bedmant, Abdul Rahman, Abdul Salam Malik, Supriadi, Mirwan.  Pemimpin Umum: Muh. Sauki Maulana, Sekretaris Umum: St. Reski Amalia, Bendahara Umum: Ratu Fathonah Amalia, Pemimpin Redaksi: Fikri Rahmat Utama, Manajer Daring: Andi Dela Irmawati, Broadcasting Manager: Andi Tenri Abeng, Pimpinan Penelitian dan Pengembangan: Istiqamah. Tabloid Mahasiswa PROFESI diterbitkan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar STT : 1635/ SK/Ditjen PPG/1990. Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Muh. Sauki Maulana, Pemimpin Redaksi: Fikri Rahmat Utama, Redaktur: Muh. Ilham Akbar. B, Reporter: Nurfazila, Aulia Ayu Aprilia Zabir, Elfira, Supriadi, Dewan Ghiyats Yan Galistan, Fotografer: Muhammad Ilham Akbar. B, Layouter/Desainer Grafis: Supriadi, Manajer Sirkulasi dan Iklan: Dewan Ghiyats Yan Galistan Redaksi LPM Profesi UNM : Jl. Mallengkeri Luar No. 25 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Makassar Telp. (0411) 8914674, ­E-mail: profesi.online@gmail.com, Website: www.profesi-unm.com, Youtube: Profesi TV

Desain Sampul & Tata Letak: Supriadi

Dalam proses peliputan, wartawan PROFESI dibekali tanda pengenal atau surat tugas dan dilarang meminta atau menerima pemberian dalam bentuk apapun. Urai data, ungkap fakta, saji berita

www.profesi-unm.com


3 LPM Profesi UNM - Edisi 240 Mei

MOZAIK

Tahun MMXX 2020

Kuliah Online

Rektor Imbau Tak Pakai Aplikasi Zoom Terkait aplikasi zoom yang sekarang marak diperbincangkan, Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Husain Syam menghimbau agar perkuliahan daring tidak lagi menggunakan aplikasi tersebut. Selain berbahaya, aplikasi ini juga memberatkan mahasiswa. Imbauan ini disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Muharram, Selasa (21/4). Guru besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tersebut mengatakan bahwa imbauan Rektor UNM untuk tidak menggunakan aplikasi zoom disampaikan pada rapat pimpinan

dua minggu lalu. “Kalau tidak salah, dua minggu lalu pak rektor menghimbau pada saat rapat pimpinan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwasanya jika terdapat dosen yang tidak mengindahkan imbauan tersebut, dalam artian tetap melaksanakan perkuliahan daring menggunakan aplikasi zoom namun atas persetujuan mahasiswa hal itu boleh saja. “Kalau ada menggunakan atas persetujuan mahasiswa, tidak masalah,” tambahnya. Wakil Rektor Bidang Akademik UNM itu menyarankan agar perkuliahan sebaiknya menggunakan e-learning yang sudah disediakan oleh UNM. Lebih aman dan tidak memberatkan mahasiswa. “Pakai yang tidak berbayar, seperti LMS, Kolase, atau Spada,” tutupnya.(Ira)

Terkendala Jaringan, Seminar Online Tidak Efektif MENANGGAPI Corona Virus Disease-19 (Covid-19), beberapa kebijakan telah dikeluarkan oleh Rektor seperti memberlakukan Full Daring, termasuk seminar online untuk mahasiswa tingkat akhir sebagai upaya memutuskan penyebaran virus Corona. Akan tetapi, bagi mahasiswa(i) yang khususnya tingkat akhir masih mengeluhkan dari penerapan sistem seminar online itu sendiri. Zaenal misalnya, Ia menilai bahwa seminar proposal secara online yang telah dilakukan tidak berjalan dengan efektif. Hal tersebut disebabkan oleh jaringan yang tidak memadai. “Untuk efektifnya ini seminar kita butuh perangkat dan jaringan yang memadai karena ini merupakan salah satu kendala sehingga seminar tidak berjalan dengan baik,” katanya. Mahasiswa Fakultas Matematika dan

IPA (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) ini juga mengatakan, tidak hanya jaringan saja, tetapi ada syarat yang harus dipenuhi seperti yang telah ditetapkan. “Syaratnya minimal 5 orang audiens yang harus mengikuti seminar ini. Link roomnya juga saya sebar ke beberapa teman mahasiswa yang kemudian join juga ke room yang ada. Kalau teman-teman tidak ada yang ikut karena juga terkendal di jaringan itu tidak memenuhi syarat,” bebernya. Lanjutnya, pelaksanaan seminar online dangan tatap muka jelas sangat berbeda karena hubungan peserta dengan dosen pembimbing kadang tidak berjalan. “Jika dibandingkan dengan seminar seperti biasa tentu ini tidak terlalu efektif karena interaksi antar peserta dengan dosen pembimbing dan penguji kadang tidak berjalan dengan baik ya mungkin dari segi perangkat yang digunakan dan

juga dukungan jaringan,” pungkasnya. Tambahnya, Ia mengungkapkan bahwa seminar online tersebut terbilang tidak efektif dan proposal yang dilakukan dengan rekannya bisa selesai dalam jangka waktu 100 menit. “Alhamdulillah seminar yang saya lakukan sama temanku yang seminar hasil bisa selesai di hari itu juga walaupun jaringan agak lambat,” ungkapnya. Senada dengan Zaenal, Mahasiswa dari

Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Nurhikmah yang juga telah seminar proposal secara online mengatakan bahwa seminar online ini tidak efektif. Hal tersebut dikarenakan jaringan yang tidak memadai. “Sebenarnya agak susah karena semuanya serba terhambat, tapi kalau dilihat dari keadaan sekarang tidak ada jalan lain selain sistem daring. Kadang jaringan kurang bagus, tapi tetap diusahakan untuk tetap hadir dalam seminar,’’ ucapnya.(Zil)

Tetap Bekerja di Tengah Duka Pandemi *Muhammad Resky

Virus corona kini sedang bertandang di Indonesia. Sebagai tuan rumah, pemerintah tak punya pilihan selain meladeni agar mampu memutus rantai penyebarannya, dengan cara memberi himbauan untuk tidak berkumpul di ruang publik.

Sontak kampus yang menjadi wadah civitas akademika beraktivitas mencari informasi dan ilmu terpaksa mengikuti anjuran itu, demi kebaikan bersama. Akhirnya tiap kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kampus dibatasi. Universitas Negeri Makassar (UNM) juga ikut merespon himbauan tersebut dengan menerbitkan sejumlah surat edaran dari rektor. Surat edaran pertama kali dikeluarkan pada 16 maret 2020, yang secara garis besarnya, membatasi segala aktivitas di kampus tersebut. www.profesi-unm.com

Sebagai gantinya dilakukan secara online. Selanjutnya, berentetan surat edaran yang terbit melihat kondisi yang belum kunjung kondusif ini. Sejak keluarnya maklumat tersebut, kini suasana kampus tak lagi sesesak sebelumnya. Ter-

kadang hanya beberapa dosen yang mampir diselingi urusan penting itupun tidak setiap hari. Namun disamping itu, ada seseorang yang hari-harinya selalu penting untuk terus berada di kampus.

Ialah Ulul Asmi, petugas keamanan Fakuktas Seni Dan Desain (FSD) yang kini masih setia berada di posnya, bahkan setelah mewabahnya virus corona. Tidak heran, karena ia terus memegang erat amanah yang diembannya, dan tetap tegar walaupun berada di tengah wabah covid-19. Meskipun diselingi rasa was-was dan khawatir dengan virus tersebut, itu tak membuat semangatnya surut begitu saja. Tidak banyak yang berubah bahkan setelah hadirnya virus tersebut, walaupun terkadang juga sepi itu datang menerjang dirinya."Yang kini berubah karena tidak ada lagi mahasiswa yang biasanya mangkir ke pos," katanya. Bagi Ulul sudah menjadi kewajibannya menjaga gerbang FSD itu selama seperdua hari."Kami tetap kerja selama 24 jam, dengan bergiliran tiap 12 jam sehari," ucapnya. Dengan menggunakan sera-

gam hitam kebanggaannya, tanpa diselimuti Alat Pelindung Diri (APD) dari kampus, ia terpaksa hanya menjalankan kewajiban seadanya saja. Sebelumnya, ia mengaku sempat mendapat APD dari luar kampus, tapi telah diberikan seminggu yang lalu. Tentunya tak sebanding dengan masker yang sekali pakai itu."Dari kampus tidak pernah dikasih (APD) cuma dari perusahaan waktu minggu lalu," katanya. Padahal APD sendiri merupakan salah satu alat yang mampu menangkal penyebaran covid-19, dengan menggunakannya maka secara otomatis juga menjalankan himbauan pemerintah dalam memberantas virus tersebut. Ia juga berharap bisa diberi keringanan dalam pekerjaannya, mengingat covid-19 yang tak pandang bulu itu bisa menyerang siapapun."Yah harapannya kami juga bisa diberi libur," harapnya.(*) Urai data, ungkap fakta, saji berita


4

REPORTASE KHUSUS

LPM Profesi UNM - Edisi 240 Mei Tahun MMXX 2020

Periode Kedua Untuk Profesor Pertanian

Pidato - Husain Syam saat berpidato di hadapan pejabat UNM saat pelantikan rektor UNM periode 2020-2024

Hari itu Senin, (18/05) menjadi momen yang paling dinantikan oleh Rektor Universitas Negeri Makassar Husain Syam dan civitas. Hari itu Husain kembali dilantik sebagai Rektor UNM yang kedua kalinya untuk periode 2020 – 2024. Ia menjadi rektor UNM pertama yang dilantik secara daring oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan disiarkan langsung oleh channel YouTube Kemendikbud tepat pada pukul 11:00 WITA. Husain bersama para pejabat UNM mulai dari wakil rektor hingga dekan-dekan fakultas mengikuti pelantikan dari Ruang Teater lantai 3 Menara Pinisi UNM. Saat pelantikan husain mengenakan setelan jas tutup serta kacamata dan kopiah. Wajahnya sangat menggambarkan kebahagiaan, terlihat jelas senyumnya yang selalu menghiasi wajahnya selama pelantikan berlangsung. "Saya mohon maaf kalau tetap

menyelenggarakan pelantikan, seperti kata ketua panitia tadi ini buka maunya kita. Jadi walaupun begitu kami tetap melakukan physical distancing yang sesuai protokol kesehatan," katanya. Walaupun hanya dilantik secara daring namun suasana khidmat tetap terasa menyelimuti ruangan. Ainun Na'im selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud menjadi orang yang melantik Hu-

sain. Ainun melantik Husain bersamaan dengan dua rektor dari lainnya yaitu Rektor Universitas Papua, Meky Sagrim, dan Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji, Agung Damar Syakti. Saat pidato pelantikan, Ainun Na'im mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali sebagai rektor UNM. Ia juga mengatakan husain

harus mengevaluasi kinerja periode lalu demi mengembangkan UNM yang lebih baik lagi di tengah pandemi covid-19 sekarang ini. "Pendidikan dari manusia itu sendiri harus mengikuti perkembangan zaman. Jangan menjadikan manusia sebagai objek tapi lihatlah dia sebagai subjek," Langkah Husain untuk kembali menjadi rektor sendiri dimulai saat pendaftaran bakal calon rektor. Ia menjadi bakal calon pertama yang mendaftar, saat itu ia ditemani oleh Dekan Fakultas Teknik (FT) Muhammad Yahya. “Izinkan saya, mohon doa agar saya diberikan kesempatan untuk periode selanjutnya. Mudahmudahan periode kedua bisa lebih baik lagi,” ungkapnya saat kon-

frensi pers pendaftaran balon rektor di lantai 14 Menara Pinisi, 12 Februari lalu. Setelah pendaftarannya, beberapa hari kemudian diikuti oleh bakal calon rektor lainnya yaitu Kepala Pendidikan Pengembangan Profesi Guru (PPPG) Ramli Umar, Dosen Fakultas Ekonomi Tuti Supatminingsih, dan Wakil Dekan III Fakultas Bahasa dan Sastra Sukardi Weda. Ronde selanjutnya yaitu pemaparan visi misi dan program kerja. Visi misi yang Husain rancang yaitu ia ingin mewujudkan kemerdekaan pembelajaran mahaiswa dengan kreativitas agar membentuk mahasiswa yang berkarakter kewirausahaan dan mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi. "Saya minta kerja sama dan dukungannya semua agar mampu mewujudkan UNM menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Serta mewujudkan UNM menjadi kampus entrepreneur dan pusat pendidikan, pengembangan teknologi serta daya saing untuk meningkatkan jiwa berwirausaha," ungkapnya Visi misi dan program kerja yang ia bawa pun membuahkan hasil yang maksimal. Ia berhasil meraih suara pertama di dua kali pemilihan mulai dari pemilihan calon rektor hingga pemilihan rektor. Terakhir saat pemilihan rektor ia menyapu bersih suara yaitu 95 suara. Suara yang diambil secara online ini berasal dari senat serta Kemendikbud. Setelah kemenangan telaknya atas pesaingnya di pemilihan rektor. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas yang mendukungnya sampai dengan terpilihnya kembali untuk yang kedua kalinya. “Terima kasih banyak atas dukungannya telah memilih saya kembali, insya allah UNM akan dua kali lebih baik” ujarnya saat diwawancarai media mengenai kemenangannya. (TIM)

Pesaing di Pilrek Harap Berikan yang Terbaik SUKARDI Weda, Ramli Umar dan Tuti Supatminingsih memutuskan maju di Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2020-2024. Namun rupanya tiga pesaing ini tidak cukup tangguh untuk menjadi lawan Husain Syam. Pasalnya calon incumbent tesebut berhasil menduduki kembali kursi rektor dengan kemenangan telak. Guru besar fakultas Teknik (FT) UNM ini melesat dengan memenangkan 95 suara atau bulat 100 persen. Akumulasi dari suara anggota senat UNM dan suara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang telah resmi diumumkan. Sementara itu, Ramli Umar dan Tuti suparminingsih kalah tanpa perolehan satu suarapun. SeUrai data, ungkap fakta, saji berita

mentara sukardi Weda telah gugur lebih dulu di tahap seleksi bakal calon Rektor UNM dengan perolehan suara nol. Meski kalah, tiga pesaing ini rupanya memang mengakui kualitas Husain. Kemenangannya dianggap sebagai bukti prestasi yang telah dicapainya dikala menjabat sebagai Rektor UNM di Periode Sebelumnya. “Beliau memperoleh suara sempurna karena selama ini di periode pertamanya menjabat Rektor UNM telah memperlihatkan berbagai keberhasilan dan capaian yang menunjukkan kinerja unggul beliau,” ujar Sukardi Weda. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNM ini menjelaskan,

perolehan akreditasi institusi A dari BAN PT dan puluhan program studi setelah beberapa bulan Husain Syam menjabat menunjukkan kinerja unggulnya. Disusul dengan keberhasilannya membuat UNM menjadi perguruan tinggi negeri bersatatus badan layanan umum (BLU). Alih-alih berkecil hati, Sukardi Weda justru mendukung dan menaruh harapan besar di periode kedua Husain Syam. Tak ayal jika Sukardi Weda pun bersikap optimis Husain Syam kembali akan mengantarkan UNM menuju PTN-BH. “Dengan kemampuan manajerial, kepemimpinan, komunikasi, dan reputasi yang dimiliki beliau, saya memiliki keyakinan beliau akan mengantarkan UNM menjadi PT dengan kinerja Unggul di bi-

dang tridarma dan kemitraan, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia internasional. Beliau memiliki obsesi untuk mengantarkan UNM menjadi PTN-BH,” jelasnya. Disisi lain, Ramli Umar berharap mantan Dekan FT UNM tersebut, dapat memberdayakan dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga UNM mampu untuk berdiri setara dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Persamaan dan peningkatan sumber daya Manusia (SDM), menurutnya, perlu dilakukan dari berbagai aspek. Hal tersebut guna meningkatkan kualitas UNM. “Bidang kemahasiswaan, hasil penelitian dan publikasi, jejaring dengan perguruan tinggi dan Lembaga lain secara skala

nasional dan international. Juga klasterisasi instrument lain nantinya menjadi penilaian peringkat perguruan tinggi,” Berbeda dengan Sukardi Weda dan Ramli Umar, Tuti Supatminingsih blak-blakan mengakui peluang menang baginya memang nyaris nihil melawan kekuatan Husain Syam. Namun katanya, ia tetap mengajukan diri dari setidaknya untuk memaparkan pemikirannya di depan sivitas UNM. Ia terus terang mendukung program Husain Syam. “Saya sebenarnya maju bukan untuk menang. Karena saya tau Prof. Husain sangant kuat dan disukai banyak orang. Tidak ada yang maju karena takut kalah. Saya pikir saya perempuan jadi saya harus berani,” tuturnya. (TIM) www.profesi-unm.com


5

REPORTASE KHUSUS

LPM Profesi UNM - Edisi 240 Mei Tahun MMXX 2020

Segudang Pekerjaan Menanti Sejak Awal PELANTIKAN Husain Syam sebagai Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 20202024 direspon dengan berbagai tanggapan. Mahasiswa dan birokrat ramai-ramai mengucapkan selamat atas dilantiknya Husain pada tanggal 18 Mei lalu. Namun tidak sedikit juga memberi catatan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan kedepannya. Catatan ini kebanyakan datang dari mahasiswa khususnya anggota lembaga kemahasiswaan. Menurut mereka, Husain harus melakukan perbaikan terhadap UNM yang memiliki banyak masalah. Ia diharapkan bisa menyelesaikan semua itu dengan baik dan tidak terbengkalai. Banyaknya respon yang masuk tentang pelantikannya ini menandakan bahwa mahasiswa sadar akan banyaknya pekerjaan rumah bagi UNM. Sehingga Husain dengan periode keduanya ini harus mampu menyelesaikan pekerjaan tersebut agar UNM bisa menjadi universitas yang benar-benar berkualitas dengan tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Pekerjaan rumah UNM pun tidak bisa dianggap enteng, enam gedung mangkrak, kurangnya kelas

www.profesi-unm.com

dibeberapa fakultas, fasilitas yang berikan mahasiswa selama periode belum memadai dibeberapa tempat pertama. dan demokrasi kampus yang be"Banyak evaluasi dari mahalum berjalan dengan baik menjadi siswanya yang di suarakan baik pekerjaan berat yang harus disele- melalui lisan maupun tulisan sekisaikan Husain hanya dalam waktu ranya perlu di pertimbangkan unempat tahun. Apalagi cita-cita Husain untuk mendirikan fakultas dan jurusan baru serta menjadikan UNM sebagai Perguruan Tinggi Negeri "Banyak evaluasi dari mahasiswanya yang di suarakan Berbadan Hukum (PTN BH) menbaik melalui lisan maupun jadi signal bahwa ia jalan dengan tulisan sekiranya perlu di tugas berat yang sudah menanti. pertimbangkan untuk di Cita-cita PTN BH yang selalu ia benahi. Dan juga bisa lebih utarakan selama dalam pemilihan rektor UNM lalu ini berarti Hu- mendengar saran-saran yang sain serius akan hal ini. Padahal masuk serta direalisasikan," sebagian besar mahasiswa khuVicky susnya lembaga kemahasiswaan Presiden BEM Fpsi menilai hal itu belum layak untuk dilakukan di UNM. Menurut mereka masih banyak pekerjaan lain tuk di benahi. Dan juga bisa lebih yang harus diselesaikan dahulu. mendengar saran-saran yang maPresiden Badan Eksekutif Ma- suk serta direalisasikan," katanya. hasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Tantangan yang dihadapi oleh UNM, Vicky mengatakan ke- Mantan Dekan Fakultas Teknik menangan Husain Syam menan- ini bahkan terlihat sejak awal kedakan kepercayaan para birokrat menangannya. Saat ini UNM dimasih besar. Sehingga memberikan hadapi dengan Pandemi Covid-19 amanah lagi sebagai rektor UNM. yang terjadi di seluruh dunia. MaNamun menurutnya juga banyak hasiswa harus kuliah dari rumah yang harus dibenahi, hal ini di- melalui daring. Kuliah daring ini dasari banyaknya evaluasi yang di- pun dihadapi dengan berbagai ma-

salah. Kuota internet yang lambat diberikan, para pengajar/dosen yang memberikan tugas berlebih, sampai mahasiswa yang menuntut digratiskannya UKT karena dihadapi dengan kesulitan ekonomi akibat wabah virus covid-19. Beberapa hal itu menjadi tantangan awal untuk Husain Syam. Menurut Vicky, kebijakan yang dikeluarkan oleh rektor harus menyesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini. Ia mencontohkan bahwa pandemi ini akan berefek pada penghasilan dan pendapatan mahasiswa serta keluarganya. Hal ini pasti membuat kondisi ekonomi keluarga mahasiswa menjadi tidak stabil. "Dengan ekonomi yang tidak stabil apakah relevan memberikan beban biaya pendidikan yang sama di kondisi yang seperti ini," ujarnya. Kebijakan tentang pemberian subsidi kuota internet kepada mahasiswa UNM pun dinilai belum berjalan dengan baik. Hal ini disebabkan karena lambatnya pendistribusian kuota internet tersebut serta banyaknya mahasiswa yang beum mendapatkan kuota internet. Selain itu pengawasan terhadap jalannya

aktivitas perkuliahan juga dianggap kurang sehingga berakibat banyak dosen yang tidak mengikuti anjuran rektor untuk menggunakan aplikasi UNM. Husain dan mahasiswa sempat bersitegang dikarenakan banyaknya kritikan yang diberikan kepadanya. Kebijakan tentang pemberian subsidi kuota internet di tengah pandemi covid-19 di atas hanya salah satu dari sekian kebijakan yang akan dikeluarkan oleh Husain. Masih banyak kebijakan yang harus dilakukan kedepannya, apalagi pandemi ini belum diketahui kapan berakhir. Semester baru sudah menanti di depan mata civitas akademika UNM, penerimaan mahasiswa pun kini tengah bergulir hingga beberapa bulan kedepan. Kebijakan-kebijakan dari tangan profesor pertanian ini pun menjadi hal paling ditunggu oleh seluruh civitas akademika UNM. Kebijakan ini diharapkan bisa memihak maKoordinator: Elfira

-Kristiani

Anggota

-Ratu Fathnah

: - Muhammad Resky -Ema - Khuznul

Urai data, ungkap fakta, saji berita


6 UCAPAN SELAMAT

Urai data, ungkap fakta, saji berita

LPM Profesi UNM - Edisi 240 Mei Tahun MMXX 2020

www.profesi-unm.com


7 LPM Profesi UNM - Edisi 240 Mei Tahun MMXX 2020

www.profesi-unm.com

UCAPAN SELAMAT

Urai data, ungkap fakta, saji berita


8

JEJAK SEJARAH

Urai data, ungkap fakta, saji berita

LPM Profesi UNM - Edisi 240 Mei Tahun MMXX 2020

www.profesi-unm.com


LPM Profesi UNM - Edisi 240 Mei Tahun MMXX 2020

www.profesi-unm.com

JEJAK SEJARAH

9

Urai data, ungkap fakta, saji berita


10 SPESIAL PROFESI 44

LPM Profesi UNM - Edisi 240 Mei Tahun MMXX 2020

Kepemimpinan Ala El Profesor

*Muhammad Riszky, Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Makassar BULAN April kemarin, baru saja kita telah saksikan Prof. Dr. Husain Syam, M.Tp, kembali lagi mengisi jabatan Rektor Universitas Negeri Makassar untuk empat tahun ke depan. Keunggulan telak diperoleh Prof. Husain melalui e-voting dengan mendapatkan 95 suara, sedangkan dua kandidat lainnya tidak mendapatkan suara. Tentunya hal tersebut tidaklah mengejutkan lantaran sudah diprediksi bahwa Prof. Husain akan kembali mengisi posisi rektor UNM. Berbagai prediksi telah menempatkan Prof. Husain sebagai yang teratas dalam perebutan kursi nomor satu di UNM. Di lain sisi, tepat pada bulan April, El Profesor juga kembali beraksi dalam serial Money Heist. Money Heist yang memasuki season ke empat ini telah memikat hati jutaan penonton berkat aksi-aksi cerdas nan menegangkan yang ditampilkan. Money Heist sendiri berkisah tentang sekelompok orang yang dipimpin oleh El Profesor untuk merampok bank di Spanyol. Sejak dirilis tahun 2017, Money Heist telah ditayangkan di berbagai negara di dunia dan menjadi salah satu serial terbaik yang pernah ada. Salah satu sosok penggerak aksi perampokan bank ini tentunya El Profesor. Sosoknya yang jenius, teliti, adil dan peka telah berhasil memimpin perampokan The Royal Mint of Spain. Kemampuan El Profesor kembali di uji dalam memimpin kelompoknya merampok Bank of Spain.

Tentunya kemampuan El Profesor memimpin dapat diterapkan dalam konteks kekinian. Ada beberapa hal yang dapat menjadi refleksi kepemimpinan ala El Profesor yang dapat dipelajari oleh Prof Husain selaku pemimpin dari kelompoknya juga, Universitas Negeri Makassar. Mau Mendengarkan Salah satu kunci keberhasilan El Profesor karena selalu bersedia mendengarkan. Dalam kondisi dan situasi apapun yang dihadapi, El Profesor selalu mendengarkan. Pada salah satu adegan saat Palermo di kudeta oleh Tokyo, Tokyo menghubungi El Profesor dan menjelaskan alasan melakukan kudeta itu. Sekalipun saat masa-masa kritis El Profesor tetap tenang, mendengar dan pada akhirnya menerima keputusan Tokyo. Hal ini patut dicontoh oleh Prof. Husain terlebih dalam konteks mahasiswa. Apalagi iklim berpendapat secara lantang masih kental dalam budaya mahasiswa. Suara hidup mahasiswa masih sering dijumpai. Universitas Negeri Makassar sudah terkenal karena aksi-aksi demonstrasi, kampanye dan dialog yang dilakukan oleh mahasiswanya. Bukan tanpa sebab, hal itu dikarenakan terjadi ketimpangan kebijakan yang menyasar mahasiswa khususnya yang menyangkut persoalan biaya pendidikan. Tak dapat dipungkiri bahwa biaya pendidikan di Sulawesi Selatan merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik, biaya pendidikan tinggi di Sulawesi Selatan tahun 2019 sebesar Rp. 20,5 juta, jauh diatas rerata nasional sebesar Rp. 15,3 juta. Universitas Negeri Makassar sendiri berdasarkan kajian dari BEM UNM mengungkap kenaikan biaya pendidikan dari 2013 hingga 2018 mencapai 7-8 persen. Naiknya biaya pendidikan berembes pada masalah seperti sarana dan prasarana kampus, profesionalitas tenaga pendidik dan pegawai, akademik hingga kegiatan pengembangan sumber daya mahasiswa. Berbagai permasalahan yang selalu diangkat oleh mahasiswa harusnya mampu didengar dan tentunya ada solusi yang dimunculkan oleh pimpinan kampus. Kreatif dan Inovatif El Profesor terkenal karena selangkah lebih maju dan matang dalam melakukan perencanaan. El Profesor tahu memanfaatkan situasi dan potensi di sekitarnya untuk berkembang. El Profesor juga mampu melakukan improvisasi agar rencananya dapat berjalan dengan baik. Salah satu masalah yang dihadapi

Universitas Negeri Makassar yakni masih kurangnya inovasi dari pengajar-pengajarnya. Indikator inovasi sendiri dapat dilihat dari publikasi ilmiah yang telah dilakukan. Sayangnya, UNM merupakan salah satu kampus yang masih minim dalam publikasi ilmiah. Berdasarkan rilis dari LPM Profesi tahun 2018, dari sebanyak 82 guru besar UNM 38 diantaranya belum mampu menerbitkan publikasi yang terindeks scopus. Bahkan tahun 2018, terdapat 11 guru besar yang belum terdaftar di SINTA. Secara nasional, per 1 Mei 2020 UNM berada pada peringkat 62 untuk publikasi ilmiah berdasarkan rilis SINTA. Hal ini tentunya menjadi pekerjaan rumah Prof. Husain guna meningkatkan publikasi serta menaikkan peringkat UNM

"Salah satu masalah yang dihadapi Universitas Negeri Makassar yakni masih kurangnya inovasi dari pengajar-pengajarnya. Indikator inovasi sendiri dapat dilihat dari publikasi ilmiah yang telah dilakukan" Muhammad Reszky Mahasiswa Jurusan Psikologi UNM

secara nasional. Layaknya El Profesor yang mampu memanfaatkan pemerintah dan orang sekitarnya dalam mengetahui strateginya, sehingga rencana El Profesor dapat berlajan dengan baik. Prof. Husain seyogyanya mampu melihat segala potensi yang ada, memanfaatkan hubungan ke lembagalembaga terkait guna menguatkan publikasi ilmiah. Berkeadilan Gender El Profesor selalu memberikan ruang kepada siapa saja dalam memimpin timnya yang berada di Bank. Hal ini membuat pemimpin tidak didominasi laki-laki. El Profesor memberikan ruang kepada perempuan untuk memimpin. El Profesor pun juga tidak memandang usia dalam memberikan kepercayaan memimpin timnya di dalam Bank. Tercatat Tokyo dan Nairobi pernah memimpin menggantikan Berlin dan Palermo. Tokyo dan Nairobi sendiri merupakan perempuan dan usianya lebih muda dibanding Berlin dan Palermo. Bahkan, rekrutan terbaruya, yakni Lisbon yang notabene kekasih El Profesor dipercaya untuk memimpin bersamanya.

Hal ini tentu menarik dalam konteks struktur yang ada di UNM. Pada periode pertama, sangat sedikit ruang bagi perempuan untuk memimpin. Belum lagi jika melihat usia, tidak memberikan banyak kesempatan kepada usia muda dalam memimpin. Seyognyanya jabatan-jabatan strategis, teknis dan fungsional selain melihat kinerja, juga melihat aspek keadilan gender. Peka Keunggulan Money Heist yang selain menampilkan sisi kejeniusan dan aksi mendebarkan, turut banyak menampilkan kepekaan sosialnya. Salah satu adegan yang menarik sisi kepekaan El Profesor yakni royal membagikan uang hasil kerja bersama timnya. Tak tanggung-tanggung, 140 juta euro dibagikan dalam sehari. Terkait konteks kepemimpinan Prof. Husain, seyogyanya jeli dan peka melihat kondisi mahasiswanya terutama pada kondisi kemampuan ekonomi dalam melanjutkan pendidikan. Perlu diketahui Indonesia pada tahun 2018 berdasarkan data dari Kemenristekdkti mengungkap sebanyak 245.810 dari 8.043.480 mahasiswa memutuskan berhenti kuliah. Studi pemodelan faktor yang dilakukan oleh Khoirunnisak dan Iriawan mengungkap penghasilan orang tua yang rendah merupakan salah satu faktor yang menyebabkan mahasiswa memilih berhenti kuliah. Mahasiswa UNM sendiri beberapa kali dalam aksinya selalu menuntut kemudahan dalam akses peninjauan biaya pendidikan. Setiap konsolidasi keluhan mahasiswa yakni akses peninjauan kembali yang sulit didapatkan diutarakan. Di arahkan kesana-sini, yang didapatkan hanya janji hingga tiba masuk pembayaran semester berikutnya. Seyogyanya kepemimpinan Prof. Husain dapat mengakomodir mahasiswa yang memiliki masalah finansial dalam akses pendidikan. Pemberian intensif juga perlu dilakukan bagi mahasiswa yang membawa nama baik Universitas, baik dari ajang olahraga, seni, penelitian, hingga literasi. Hal tersebut setidaknya memberikan semangat mahasiswa untuk berkayarya dan intensif tersebut dapat digunakan untuk keperluan pendidikannya. Besar harapan penulis agar kepemimpinan Prof. Husain dapat berjalan dengan baik, demokratis dan berkeadilan. Nilai-nilai kepemimpinan ala El Profesor dalam memimpin kelompoknya patut dinternalisasi hingga menjadi langkah menahkodai Pinisi hingga empat tahun ke depan. Bella Ciao.

Surat Buat Ayah AYAHANDA tercinta, Prof. Dr. Husain Syam. Kita sama-sama merasakan kekacauan yang disebabkan oleh Covid-19 di rumah kita, kampus Universitas Negeri Makassar. Saya anakmu, memberanikan diri untuk menuliskan surat ini. Ampunilah kata-kata anakmu yang dipenuhi dengan kedunguan ini. Saya telah mengikuti pemberitaan oleh LPM Profesi UNM yang rilis pada Rabu 15 April 2020, bahwa Ayahanda sukses dalam mencalonkan diri kembali sebagai pimpinan kampus (rumah) kita tercinta ini. Saya yakin kesuksesan itu buah dari rumus AxBxCxD juga kiat sukses Anda di fajar.co.id. Urai data, ungkap fakta, saji berita

“Sukses itu harus dimulai dari diri sendiri, tidak bisa dibeli, tidak bisa dititipkan sama orang lain...� Saya pun termotivasi untuk menjadi sukses seperti Ayahanda. Saya tulis surat ini sebagai bentuk rasa bangga seorang anak kepada ayahnya. Saya sungguhsungguh mengucapkan selamat kepada Anda. Laksana perahu, Ayahandalah yang akan menahkodai dan membawa kita semua sejauh manapun. Ironisnya, Anda terpilih di tengah kekacaun badai Covid-19. Ayahanda tentu dirundung beban yang berat. Seharusnya momen ini kita tengah mengadakan pesta kecil-kecilan di rumah. Saya sebagai anak yang patuh,

pasti akan mempersiapkan segala sesuatunya. Mendirikan tenda, me-

nyebar undangan, membuat ondeonde dan menyiapkan tari-tarian

etnis kita. Anda tentu merindukannya. Itu adalah tradisi syukuran turun-temurun di rumah kita. Tetapi karena keadaan, saya tidak bisa menunjukan kebaktian seorang anak pada ayahnya. Padahal, saya ingin menjadi sepertimu yang pada tahun 1987 menjadi anak teladan di rumah ini. Covid-19 membuat sistem di rumah kita sudah sebagian penuh berbasis online. Anakmu sekarang asyik mengikuti perkuliahan lewat kabel-kabel telepon. Akan tetapi saya lebih sering absen dalam perkuliahan itu karena untuk sekadar mengucap salam di grub WhatsApp mata kuliah, kuota internet saya kadang tidak mencukupi.

Demi mencari pembenaran atas tindakan saya tersebut, saya jungkir balik mencari cara agar setidaknya saya berguna bagi masyarakat di kota ini dan untuk rumah kita tentunya. Saya selalu memikirkan salah satu tugas wajib yang Anda berikan─Pengabdiaan pada masyarakat. Toh, di tengah segala yang serba online ini, saya belum mampu mengamalkan tugas mulia tersebut. Saya masih perlu belajar darimu sebagai pemimpin yang melayani rakyatnya. Keadaan sekarang membuat saya malah banyak menghabiskan waktu untuk membaca dan menonton. Entah mengapa, saya sangat tertarik dengan Sarte, Soekarno, www.profesi-unm.com


11 LPM Profesi UNM - Edisi 240 Mei

SPESIAL PROFESI 44

Tahun MMXX 2020

Pram, dan beberapa adegan dalam The Vikings dan Da Vincis Demons. Tokoh-tokoh dalam cerita itu membawa saya membayangkan kondisi rumah kita dan bagaimana penghuni rumah bangkit menghadapi kacau-balau ini. Saya akhirnya memantapkan diri dalam pengkajian pelajara-pelajaran budaya lokalitas. Saya membaca banyak tentang Sulawesi, khususnya Mandar. Ayahanda, hal menarik yang saya temukan adalah kita memiliki ikatan dengan etnis Mandar. Anda adalah putra Mandar, dan perempuan yang kini mengisi hatiku adalah seorang putri yang menghuni sedepa kekosongan tanah di Mandar. Tetapi Anda jauh lebih mengenal Mandar daripada saya. Agar tidak menimbulkan ketersinggungan pihak lain, saya hanya ingin bercerita sedikit tentang konsep pemimpin Mandar dan ajaran I Manyambungi. Saya membaca Gunt Sumedi (dalam Liputan6.com, 2016) yang sangat dalam berkisah tentang etnis Mandar. Ayahanda tentu mengenal sosok I Manyambungi, raja pertama Balanipa. Saya sangat men-

gaguminya. Beliau adalah sosok Pesan tersebut sangat kental pemimpin agung yang meredam dengan masa depan yang demokradan memulihkan kekacauan di ta- tis dan transparan bagi seorang penah Mandar. Ia hadir membawa perubahan pada sistem politik pemerintahan hingga melahirkan acuan dasar hukum ketatanegaraan di kerajaan Balanipa. Kisah I Manyambungi sanSaya mengharapkan Ayagat menggugah hati saya. Ia telah handa hadir sebagai somemberikan gambaran seorang sok pemimpin yang mampu pemimpin yang demokratis. Ke- menghalau rasa takut saya. setian dan pelayanannya pada Badai ini membuat kita rakyat ia tunjukkan selama masa semua terisolasi dan menjadi hidupnya. Hingga sebelum mangpenyendiri. kat, sang Raja menitipkan pesan, Oktofianus Luli Boli yang oleh Profesor Darmawan Masud (dalam Adi Arwan Alimin, Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra 2015) telah menerjemahkan pesan tersebut dalam bahasa Indonesia, mimpin dalam tatanan masyarakat “…besok atau lusa manakala modern. Hanya saja, dunia sekasaya mangkat, walau dia putraku rang berbeda, Ayah. Tatanan sosial atapun cucuku, janganlah henda- begitu berbeda. Kini, pemimpin knya diangkat menjadi Raja (pe- adalah untuk menjadi penguasa, mimpin). Kalau dia tidak mencintai bukan lagi menjadi pelayan atau tanah air, dan tidak membela nasib abdi masyarakat. Kepercayaan rakyat kecil. Jangan pula mengang- itu kerap harus dibeli karena kita kat seorang raja bila ia mempunyai mimiliki sifat penguasa lebih betutur kata, perbuatan dan tindakan sar daripada sifat pelayan. Keperkasar. Karena orang seperti itulah cayaan tidak lagi muncul dari hati yang akan menghancurkan negeri.” karena kita mimiliki satu tujuan

yang sama dan karena kita saling memahami. Ayahanda tentu sangat memahami kepemimpinan I Manyambungi. Bahkan saya memberanikan diri untuk mencocokkan antara Ayahanda dan I Manyambungi. Saya menemukan kemiripan. Kalian sama-sama pada masa muda memilih merantau ke Makassar dan akhirnya menjadi orang kepercayaan di tanah Makassar. Saya kemudian membaca, Ayahanda adalah Ketua Umum Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) Sul-Sel dan telah menorehkan berbagai prestasi di tanah ini. Hal ini menambah keyakinan saya akan spirit I Manyambungi dalam dirimu, bahwa Ia benar-benar mewariskan konsepsi kepemimpinan dari generasi ke generasi. Ayahanda, Anda adalah kepala rumah tangga di rumah ini. Seorang pemimpin. Meskipun sejak 2016 Anda seakan membuat kita tidak lagi saling memahami. Saya kerap menemukan kepercayaan itu tidak pernah muncul lagi dari dalam hati saya. Anda tidak mungkin mem-

beli kepercayaan itu dengan janji. ya, janji subsidi kuota 30 GB per bulan, infrastuktur, dan janji masa depan untuk rumah kita yang tetap jaya dalam tantangan. Badai ini begitu keras menghajar saya, Ayah. Saya sangat ketakutan akan itu. Saya mengharapkan Ayahanda hadir sebagai sosok pemimpin yang mampu menghalau rasa takut saya. Badai ini membuat kita semua terisolasi dan menjadi penyendiri. Tetapi apakah kemuliaann jiwa juga harus terisolasi? Ayahanda, jangan lockdown spirit I Manyambungi dalam dirimu. Ayahanda, mengakhiri surat ini, saya mengutip sebuah pesan dari raja ke-11 Balanipa, Tomatindi Dilangganna, keturunan ke-4 I Manyambungi. “…Rajalah yang akan menyayangi negeri dan rakyat, dan raja pula bagaikan pohon kayu tempat rakyat berlindung” (Idham Khalid Bodi, 2007).

*Oktofianus Luli Boli, Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra UNM Fakultas Bahasa UNM

Secercah Harapan Sang Nahkoda Phinisi SALAM cinta dan kasih saya ucapkan atas terpilihnya kembali Ayahanda Prof. Dr. Husain Syam. M. TP. di gelanggang pertarungan Rektor beberapa waktu lalu. Sebuah kemenangan telak menghantarkan kembali untuk memegang kendali kemudi Phinisi. Sudah kuduga tidak akan ada lawan yang berarti, beberapa prediksi yang akan menjadi penantang tangguh beliau kalah sebelum bertarung. Pria yang akrab disapa Uceng sewaktu kecil ini sedikit banyak menorehkan prestasi. Tidak ada yang menduga lewat tangan dinginnya Universitas Negeri Makassar (UNM) terakreditasi (A) oleh BAN-PT ditengah kondisi beberapa gedung mangkrak dan sarana prasarana yang masih kurang mendukung serta beberapa hal lainnya yang kita ketahui bersama. Kurang hebat apa lagi beliau, dikumudinya juga Universitas Negeri Makassar bermigrasi dari satuan kerja (SATKER) ke badan layanan umum (BLU). Februari lalu pada saat konferEnaldi, Penulis adalah Mahasiswa Juensi pers ia berjanji untuk mewujudkan rusan Ilmu Administrasi Bisnis FIS UNM UNM menjadi Perguruan Tinggi Negeri dan Sekjen Ikatan Mahasiswa Adminis- (PTN) Badan Hukum (BH). Menilik trasi Bisnis Indonesia track record Rektor dua periode ini akan tidak sulit untuk melabuhkan layar di dermaga PTN BH. Sebagai penumpang kapal tentu kita berharap sebelum berlabuh kapal ini dibenah dulu, bukan hanya interior luarnya saja yang dibuat megah dan dipoles menarik agar kami tak merasa Sudah cukup Kapten Universitasnya Akreditasi A yang selalu khawatir kapal ini akan karam ditengah dibanggakan namun kelas ma- lautan. Banyak hal yang harus dibenah Capt, interior dalam kapalmu perlu dirsih rasa ekonomi estorasi dan di upgrade. Enaldi Sudah cukup Kapten Universitasnya Akreditasi A yang selalu dibanggakan naMahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis mun kelas masih rasa ekonomi. Bagaimana mungkin ruang perkuliahan yang sudah

www.profesi-unm.com

over kapasitas sehingga harus berebut oksigen dalam ruangan bisa efektif dalam proses belajar mengajar, yang ada malah suntuk dan berfikir UKT sudah mahal tapi fasilitas yang didapatkan kok begini. Belum lagi ketika musim penghujan datang kampus berubah bak kolam empang yang berwarna cokelat dan tentu merendam beberapa ruang perkuliahan. Lahan parkir kendaraan dibebarapa Fakultas seperti yang ada sektor Gunung Sari dan lainnya sudah jauh dari kata memadai dan amburadul. Parahnya ketika momentum wisuda lahan parkiran dipenuhi oleh pedagang kaki lima menjajakan dagangan yang tidak diatur dengan baik. Nampak luar pagar yang kokoh namun sampah berserakan didalam, seperti ini kondisi yang ada dibebarapa Fakultas dan sudah menjadi permasalahan klasik. Kebersihan kampus tidak begitu mendapatkan perhatian serius, sampah dibiarkan menumpuk begitu saja sehingga terlihat kumuh dan jorok. Tolong Prof, entah perosalan ini ada ditataran Universitas atau Fakultas mohon kiranya untuk ditindak lanjuti, jangan cuma cantik karena menara Phinisinya, luar dalam dong harusnya. Gedung mangkraknya apa kabar. Pondasi gedung yang di FIS, gedung pencakar langitnya di FE dan FMIPA, laboratorium yang ada di Fakultas Teknik dan satu lagi gedung tingginya di Pasca Sarjana. Itu semau akan dibiarkan begitu saja atau memberi harap yang tak kunjung ditunaikan. Mahasiswanya setiap tahun kian bertambah namun nihil perbaikan dan penambahan saran prasarana kampus. Acap kali mahasiswa harus berebut ruang perkuliahan, perkuliahan dipindahkan keperpustakaan, kuliah digedung bahasa arab, fakultas dan dikoridor ruangan. Kami paham ini alternatif sementara, tapi sampai kapan kondisi seperti ini akan berakhir.

Kebebasan berpendapat didalam kampus jangan dikebiri, demokrasinya jangan dimiskinkan, prestasi kampusnya diperkaya. Kalau boleh usul dua minggu sekali sediakan mahasiswanya mimbar bebas berekspresi, berpendapat atau sekadar melepas rindu dengan Ayahanda. Diperiode selanjutnya, siapapun nantinya yang akan mengisi armada kampus untuk membantu dibarisan belakang kemudi tentu melalui pertimbangan politik yang panjang. Kami percaya akan diisi oleh orang-orang berkompeten dan paham apa yang harus dilakukan. Yah mudah-mudahan. Terkuntuk bapak dan ibu yang akan mengisi posisi struktural diperiode ke-2 entah akan ada reshuffle atau masih dengan wajah yang sama diperiode sebelumnya kerjakanlah posisinya sebaik mungkin, tak perlu merasa tidak dihargai jika nantinya tidak ditampilkan. Ibarat pohon, jika posisinya batang, maka jadilah batang yang kokoh untuk menopang pohon Jika posisinya cabang, jadilah cabang yang mampu menggandeng setiap ranting dan daun. Jika posisinya sebagai daun, jadilah daun yang rimbun supaya pohon bermanfaat untuk menaungi orang agar teduh. Jika posisinya sebagai buah, jadilah buah yang manis supaya nama baik pohonnya tetap terjaga dan terus mengudara. Jika posisinya bunga, jadilah bunga yang mekar agar pohonnya dikenal banyak orang. Bahkan sekalipun jika posisinya sebagai akar yang tidak terlihat, maka jadilah akar yang kuat mengcengkram demi tegaknya seluruh struktur pohon tersebut. Untuk Ayahanda, buat akun Instagram atau Twitter dong Prof, biar mahasiswanya bisa tag atau mention diakunya. Terakhir, saya satu dari sekian banyak mahasiswa yang juga bertanya kenapa setiap ada kegiatan kampus photo bapak selalu ada ?

Urai data, ungkap fakta, saji berita


12

LIFESTYLE

LPM Profesi UNM - Edisi 240 Mei Tahun MMXX 2020

Work From Home, Gaya Hidup Di Tengah Pandemi Saat ini dunia sedang digemparkan dengan munculnya virus Covid-19 yang mengharuskan kita untuk tetap tinggal di rumah saja sebagai langkah untuk memutus rantai penyebaran virus yang tingkat penyebarannya paling tinggi dan cepat tersebut. Seperti yang kita ketahui, di Indonesia sendiri sudah puluhan ribu orang yang positif terpapar virus Covid-19 dan ribuan lainnya suspect virus Covid-19. Hal tersebut sangatlah mengkhawatirkan bagi para pekerja bahkan para mahasiswa yang setiap harinya bertemu orang banyak di kantor, kampus maupun acara publik lainnya. Untuk mengatasi wabah mematikan ini Presiden Indonesia Joko Widodo menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mengurangi kegiatan di luar rumah. Serta menerapkan sistem kerja dari rumah atau generasi milenial menyebutnya dengan istilah work from home (WFH). Work from home merupakan sistem bekerja dari rumah. Kita tidak perlu datang ke kantor atau kampus lagi untuk bertatap muka. Istilah work from home ini sudah tidak asing lagi bagi para pekerja freelancer, namun mereka lebih sering menyebutnya dengan

Urai data, ungkap fakta, saji berita

kerja remote atau remote working. Menurut Hasil riset dari Owl Labs. State of Remote Work Report 2019 yang dilansir dari mediaindonesia. com. Mengatakan bahwa di seluruh penjuru dunia masih tersisa 44% perusahaan berskala nasional maupun multinasional (dari seluruh perusahaan yang ada), yang tidak mengizinkan sama sekali metode working ataupun WFH. Namun penerapan WFH ini nampaknya tidak berjalan lancar bagi semua orang. Hal ini dapat dilihat dari kebanyakan mahasiswa baru mencicipi work from home ini. Sehingga harus melakukan penye-

suaian terlebih dahulu agar bisa nyaman dengan cara kerja WFH. Walaupun demikian, kaum milenial sangat mendambakan sistem work from home ini. Mengapa? Karena sistem ini sangat fleksibel, kita hanya bersantai di rumah dengan menggunakan baju yang seadanya saja dan memanfaatkan kemajuan teknologi. Sambil bekerja atau kuliah secara online juga bisa ditemani dengan secangkir minuman hangat tanpa harus kekantor atau kekampus lagi. Berkembang pesatnya kemajuan teknologi menjadi pendukung terhadap pelaksanaan kebijakan sistem WFH ini. Karena hal tersebut dapat memudahkan para pekerja dan mahasiswa agar bisa dengan mudah melakukan telekomunikasi dan pengelolaan data p a d a skala yang sangat luas.

Berhubungan dengan hal tersebut, Universitas Negeri Makassar juga ikut menerapkan sistem WFH. Hal ini dilakukan agar semua mahasiswa (i) dan para dosen dapat terhindar dari pandemi virus Covid-19. Semua aktivitas kampus dialikan dirumah termasuk proses belajar mengajar. Akan tetapi ternyata tidak semua orang nyaman dengan kebijakan ini banyak yang menuai pro dan kontra baik dikalangan pekerja maupun para mahasiswa. Tidak semua pekerja siap dengan sistem WFH termasuk para mahasiswa yang mengalami berbagai kendala. Salah satu mahasiswi Universitas Negeri Makassar (UNM) Fakultas Bahasa dan Sastra Jurusan (FBS) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Tini, memberikan pandangannya tentang WFH. Menurutnya WFH sangat bermanfaat untuk diterapkan karena hal ini dapat memutus rantai penyebaran virus covid-19 yang mewabah. “WFH dimana seseorang mengerjakan segala sesuatu itu dirumah, jika dilihat akan pandemi yang me-

wabah sistem ini sangat bermanfaat sekali untuk menghentikan penyebaran virus Covid-19 apalagi dengan adanya social distancing,� Kemudian ia juga menambahkan selain hal positif, baginya WFH juga memiliki dampak buruk dikalangan mahasiswa karena sistem tersebut belum sepenuhnya dicicipi dan menjadi bumerang dalam proses belajar mengajar antara dosen dengan mahasiswa. Dampak negatif dari sistem WFH terhadap mahasiswa yaitu biasanya seorang mahasiswa mengalami kendala terhadap proses perkuliahan secara daring. Menurutnya hal ini dikarenakan sebagian mahasiswa kesulitan untuk menangkap serta memahami informasi dari pembelajaran secara daring dan harus bertemu langsung dengan objek yang dituju. "Disisi lain tugas yang diberikan oleh dosen lebih berat dibandingkan pada saat perkuliahan secara normal dan sebagain dosen juga hanya memeberikan tugas tanpa memberikan penjelasan terhadap materi yang akan dipelajari. Jadi perkuliahan secara daring agak kurang efisen bagi mahasiswa,�.

www.profesi-unm.com


13

PROFESI 44

LPM Profesi UNM - Edisi 240 Mei Tahun MMXX 2020

Profesi, Pers Profesional bukan Abal-abal

Kalau cinta sudah dibuang Jangan harap keadilan akan datang Kesedihan hanya tontonan Bagi mereka yang diperkuda jabatan Wo o ya o ya o ya bongkar Wo o ya o ya o ya bongkar Sabar, sabar, sabar dan tunggu Itu jawaban yang kami terima Ternyata kita harus ke jalan Robohkan setan yang berdiri mengangkang Wo o ya o ya o ya bongkar Wo o ya o ya o ya bongkar Wo o ya o ya o ya bongkar Wo o ya o ya o ya bongkar

ITULAH sepenggal lirik lagu dari musisi legendaris Indonesia Virgiawan Listanto atau Iwan Fals berjudul Bongkar yang selalu bergema ketika pagi hari di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Redaksi Lembaga Penerbitan dan Penyiaran Mahasiswa (LPPM) Profesi UNM lantai 2, Kampus UNM Sektor Parangtambung periode 2008-2009. Kala itu, aku baru masuk jadi anggota baru. Saya lupa siapa yang selalu memutarnya, tapi lagu ini nampak menjadi salah satu lagu perjuangan ketika menjalankan peran sebagai aktivis pers mahasiswa di Kampus UNM. Aku cepat jadi aktivis setelah banyak mendengarkan petuah senior di kampus FMIPA, kala itu banyak mahasiswa yang bergabung di semua level organisasi internal dan eksternal kampus. Aku memang memilih menjadi aktivis pers karena dunia pers adalah baru untukku. Apalagi, saat itu kran demokrasi sangat terbuka lebar. Anda dengan mudah dapat menyampaikan protes, saran, dan kritik kepada pemerintah secara terbuka di panggung kampus, jalanan, gedung pemerintahan hingga media massa termasuk Tabloid Profesi. Semangat aktivis tumbuh pesat di tengah komunitas diskusi yang sangat terbuka. Aku banyak berdiskusi dengan senior di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI),

pengurus BEM FMIPA, hingga bedah buku yang dianggap ‘kiri’, tempatnya rahasia yah. Aku membaca artikel-artikel kritis hingga buku legendaris dan acuan para demonstran, Catatan Seorang Demonstran karya Soe Hoek Gie. Karena kata salah satu senior,”apa yang akan kamu tulis jika tak rajin membaca.” Pekerjaan sebagai jurnalis itu mesti profesional, harus sesuai dengan kode etik jurnalistik, dan tak boleh ada opini sedikit pun dalam berita sehingga harus rajin verifikasi. Sehingga, Aku bersama senior Ilham Arsyam berguru ke berbagai jurnalis andal. Kami pun mendatangkan jurnalis senior sekelas Andreas Harsono. Kami menyempatkan berguru dasar menulis ke mantan Redaktur Pelaksana Majalah Tempo, Farid Gaban. Bahkan, kami menyempatkan bertanya tentang visi seorang jurnalis ke Pemimpin Redaksi Tribun Timur, Dahlan Dahi kala momentum Hari Lahir ke-33 tahun Profesi. Kami membeli Majalah Tempo. Diskusi tentang isu Harian Kompas setiap hari. Teman diskusiku selain Ilham Arsyam adalah Rina Atmasari, Rahmat Fadhli, Suriawati, dan Muhammad Baran. Mereka teman seangkatanku, sama-sama meniti sebagai magang dan Alhamdulillah menyelesaikan kepengurusan barengan. Hal itu demi menjadi

seorang jurnalis profesional. Kami mulai menerapkan ilmuilmu jurnalis dalam setiap pemberitaan di produk Profesi. Tim inilah yang awal mengerjakan 16 halaman Tabloid Profesi. Kami bergantian mengerjakan tulisan andalan tabloid, Reportase Utama dan Reportase Khusus. Sehingga, struktur berita tabloid kala kepengurusan yang aku lewati selama 2 tahun memang sangat kritis, analitis dan terverifikasi. Tak jarang memang banyak dari kalangan pengurus Lembaga Kemahasiswaan atau pimpinan kampus memprotes, tapi kami menjalankan prinsip profesionalisme kala itu. Rektor UNM, Prof Arismunandar kala itu juga membuat atmosfer kampus sangat demokratis. Kami bisa saja memberikan kritik melalui tulisan. Tapi, dia meminta harus ada verifikasi data dan narasumber yang bersangkutan. Prof Arismunandar selalu mengatakan, berita Profesi harus fair. Kami tentu setuju saja dan argumentasi Prof Aris karena membuatku sangat menikmati masamasa menjadi aktivis kampus. Sehingga, semangat kami sangat tinggi. Para pimpinan kampus dan fakultas kala itu sangat kooperatif dalam memberikan informasi. Sehingga, sampai saat ini, saya pribadi masih bagus berkomunikasi dengan Prof Husain Syam

(Rektor UNM saat ini), Prof Karta Jayadi (Wakil Rektor II UNM), Prof Hasnawi Haris (Dekan FIS). Selain itu, kepada mantan Pembantu Rektor (PR) I UNM Prof Sofyan Salam, mantan PR III UNM Prof Hamsu A Gani, Prof Suparlan Suhartono dan Prof Rifdan. Masih banyak lagi narasumber yang membantuku menjadi seorang jurnalis profesional kala itu. Sehingga, setelah menyelesaikan studi di Jurusan Biologi UNM, maka aku pun langsung mendaftar sebagai jurnalis di Tribun Timur. Salah satu alasannya adalah aku ingin menjadi guru. Mengapa? Karena salah satu pekerjaan guru adalah menginspirasi. Aku ingin tulisanku jadi inspirasi untuk masyarakat. Tahun ini, Profesi sudah berumur 44 tahun. Tantangan kami dulu sangat berbeda dibandingkan saat ini. Pandemi Covid-19 melanda dunia termasuk aktivitas kampus di UNM. Tapi, hal pandemi Covid-19 jangan menjadi penghambat untuk menghasilkan karya profesional. Karena Profesi dibuat menjadi pers mahasiswa profesional bukan abalabal. (*)

TEPAT 5 Mei nanti, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi sudah menginjak usia 44 tahun. Bukan usia yang muda lagi bagi sebuah lembaga kemahasiswaan internal kampus. Berbagai dinamika pun terus hadir dalam setiap kepengurusan. Untung saja, landasannya cukup kuat. Bahkan sangat kuat. Ia terlahir karena semangat perubahan, ia terlahir untuk menyampaikan kebenaran, dan ia terlahir karena idealisme. Memberikan pasokan informasi yang cukup bagi sivitas Universitas Negeri Makassar (UNM) tentu tidaklah mudah. Dari pagi hingga petang, awak Profesi harus sibuk mengejar narasumber. Aktivitas tunggu menunggu sudah menjadi makanan sehari-hari. Mendapat satu dua komentar saja sudah cu-

kup menghilangkan rasa penat akibat menunggu seharian. Jika malam sudah tiba, semua menjadi terbalik. Kini giliran awak Profesi yang dikejar deadline. Menulis kembali hasil wawancara, merangkainya menjadi berita, dan membagikan berita yang sudah jadi kepada sivitas. Meskipun rasa lelah sudah menempel di badan, namun berita harus segera dibaca oleh sivitas. Embrio perubahan yang diwariskan oleh Alm. Abdullah Dola juga masih terus dijaga dan dipupuk oleh awak Profesi. Setahun sebelum berpulang ke rahmatullah, beliau masih menyempatkan datang di Harlah Profesi yang ke 42 tahun. Jalannya sudah ringkih, naik kepanggung saja harus dibantu. Beliau bercerita banyak saat

sambutan. Meski badannya tak lagi kuat, tetapi di momen itu, beliau masih mampu mentransfer energinya kepada tamu yang hadir. Beliau meramu kata-kata hingga mendidih dan meluap

ternyata seperti itu. Beliau pernah menjadi tahanan politik di zaman rezim Soeharto. Saat itu memang kebebasan mengemukakan pendapat masih sangat sulit. Sedikit melawan, harus siap-siap diringkus angkatan bersenjata. Namun, kebenaran harus tetap disampaikan, tak perduli seberapa menyakitkannya. Meski konsekuensi yang harus dihadapi adalah teror dan gugatan hukum. Tahun ini, Harlah Profesi tak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Tak ada kue ulang tahun, balon, dan acara makan bersama. Semua aktivitas dilaksanakan di rumah masing-masing demi mencegah penularan covid-19. Meski digelar di rumah, bukan berarti perayaan tahun ini kehilangan makna. Berkiprah selama 44 tahun

telah menjadikan Profesi lembaga paguyuban dengan simpul yang kuat. Dinamika di tengah pandemi ini dengan mudah ditepis. Hubungan antara pengurus, bahkan pengurus dan alumni Profesi telah menjadi satu. Karena Profesi adalah keluarga dan cinta. Selamat ulang tahun lembaga Profesi, semoga menjadi lembaga pers yang mencerahkan dan dewasalah dengan bijak. Tanpa Anda Kami belum Lengkap

Muh Hasim Arfah S.Pd Pemimpin Redaksi LPPM Profesi UNM (2010-2011)

Karena Profesi Adalah Keluarga dan Cinta

www.profesi-unm.com

keman a mana. S a t u yang paling saya ingat dari perkataan beliau adalah “Kamu boleh penjarakan saya, tetapi idealisme saya tidak bias kau penjarakan”. Menjadi pers mahasiswa

Muhammad Sauki Maulana Pemimpin Umum LPM Profesi UNM Periode 2020

Urai data, ungkap fakta, saji berita


14

PROFESI 44

LPM Profesi UNM - Edisi 240 Mei Tahun MMXX 2020

LPM Profesi UNM Gelar Bincang Alumni

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar mengadakan Bincang-bincang Bareng Alumni dengan tema Produktif di Tengah Pandemi Covid-19. Kegiatan ini digelar melalui video konferensi sejak pukul 13.30 hingga 16.00 WITA, Minggu (10/5). dengan tema Produktif di Tengah Pandemi. Video konferensi ini merupakan rangkaian acara peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-44 LPM

Urai data, ungkap fakta, saji berita

Profesi UNM tepat pada 5 mei lalu. Di antara sekitar 50-an

peserta yang tergabung dalam video konferensi, terdapat 5 alumni Profesi yang menjadi pemantik diskusi. Ke-lima alumni tersebut yakni Hazairin Sitepu selaku CEO Radar Bogor, Akbar Faizal selaku Direktur Nagara Insitut sekaligus mantan anggota DPR RI, Asia Ramli Prapanca selaku seniman dan Dosen FSD UNM, Uslimin selaku komisioner KPUD Sulawesi Selatan, Fachruddin Palapa

selaku Direktur Koran Berita Kota Makassar. Turut bergabung pula salah satu dosen Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNM, Sultan selaku moderator dalam kegiatan tersebut. Pemimpin Umum LPM Profesi UNM, Muh. Sauki Maulana mengatakan, video konferensi ini diinisiasi untuk menjaga hubungan silaturahni yang baik dengan para alumni, serta untuk belajar dari mereka upaya-upa-

ya agar tetap produktif di tengah pandemi Covid-19. "Sebenarnya kami telah rencanakan untuk menggelar pesta perayaan Harlah ya, tapi karena pandemi ini akhirnya video konferensilah yang mampu kita lakukan," katanya. Bincang-bincang tersebut dibuka untuk umum dengan cara mengakses google meet menggunakan link: bit.ly/BBAProfesi dan meeting code: enx-jkht-jef. (*)

www.profesi-unm.com


15 LPM Profesi UNM - Edisi 240 Mei

INFO AKADEMIK

Tahun MMXX 2020

Jelang Semester Baru, Karta Jayadi: Tidak Ada Subsidi UKT Masih mewabahnya Corona Virus Disease-19 (Covid-19) berdampak pada perkuliahan secara daring yang terus diperpanjang hingga saat ini. Terhitung sampai saat ini kuliah daring sudah berjalan hampir dua bulan dan bila dilihat dari situasi yang ada maka tidak menutup kemungkinan besar akan semakin lama. Ketidakpastian akan berakhirnya wabah ini, membuat Lembaga Kemahasiswaan (LK) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengeluarkan tuntutan agar UKT semester depan dapat diberikan subsidi atau pemotongan UKT. Hal ini menurut mereka karena tidak akan digunakannya fasilitas kampus selama pandemi Covid-19 ini masih belum berakhir. Menanggapi hal itu Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan (WR II) UNM, Karta Jayadi mengatakan dimasa pandemi ini tidak ada istilah pemotongan UKT yang ada hanya penurunan UKT. Penurunan UKT bagi mahasiswa telah ada sebelum merebaknya Covid-19. Hal ini tidak terkait dengan virus yang mewabah, akan tetapi terkait dengan turunnya kemampuan ekonomi orang tua yang dapat terjadi setiap saat. Kurangnya pendapatan bisa disebabkan PHK yang mungkin disebabkan virus corona, bisa juga disebabkan hal lain. “Tidak bisa dilakukan pemotongan UKT. Siapa yang mau bertanggungjawab secara

www.profesi-unm.com

administratif kepada negara kalau tiba-tiba terjadi pemotongan 50% UKT. Kampus swasta yang telah melakukan subsidi UKT tidak bisa disamakan dengan negeri. Swasta ibarat mengelola administrasi rumah tangga dan tidak bertanggungjawab ke negara," katanya saat dihubungi via WhatsApp. Mantan Dekan Fakultas Seni dan Desain ini pun menjelaskan bahwa ada beberapa kondisi mahasiswa yang bisa dijadikan syarat untuk menurunkan UKT. Syarat tersebut seperti kondisi orang tua/ wali atau pihak yang menanggung biaya kuliah mengalami meninggal dunia, pensiun/PHK, dan atau bangkrut yang berakibat penurunan kemampuan ekonomi keluarga. Bila syarat ini dipenuhi ma-

hasiswa bisa melakukan pengajuan permohonan yang dilakukan oleh orang tua/wali dengan melampirkan dokumen yang menjadi alat bukti terjadinya penurunan ekonomi. Bila diverifikasi benar adanya maka akan ditetapkan ulang UKT mahasiswa tersebut. "Silakan mahasiswa UNM bermohon penurunan UKT bersama orang tua masing-masing. Jika mengalami kondisi yang sesuai persyaratan dan dilengkapi dengan bukti-bukti penurunan ekonomi maka bisa turun UKTnya,� jelasnya. Pengajuan penurunan UKT menurutnya hanya bisa dilakukan berdasarkan berkas penurunan yang dimasukkan sesuai regulasi yang ada. Berkas itu nantinya dijadikan dasar untuk menurunkan

UKT. Hal ini agar saat audit inspektorat, BPKP, dan BPK setiap perubahan UKT mahasiswa bisa dipertanggungjawabkan. “Inikan tata kelola negara maka harus ada pertanggungjawaban. Bukan tata kelola rumah tangga yang tidak perlu dipertanggungjawabkan,� pungkasnya Mengenai pendapat mahasiswa yang menganggap tidak terpakainya fasilitas kampus selama kuliah daring ini. Karta mengatakan anggaran biaya operasional yang tercakup dalam UKT/BKT hanya mengalami sedikit penurunan. Beberapa komponen seperti air, listrik, cleaning servis, security dan beberapa komponen lainnya menurutnya hanya sedikit turunnya. Lanjut, ia juga mengatakan

untuk UKT mahasiswa baru 2020 yang terdampak Covid-19 akan dideteksi lebih dini saat mereka memasukkan data ekonomi keluarga. Ia juga berpesan agar mahasiswa tidak membuat status miskin sesuatu yang harus diumbar. Bila tidak mampu silahkan mengikuti regulasi yang ada agar UKTnya sesuai kemampuan. Menurutnya status miskin harusnya dijadikan motivasi belajar dan bekerja lebih giat agar menjadi lebih baik. "Kamu harus berfikir dengan baik agar bisa memotivasi diri untuk berubah dari yang paspasan menjadi lebih baik dan terus lebih baik. Jangan hanya karena wabah Covid-19 kamu malah menganggap semua orang miskin," terangnya. (Zil)

Urai data, ungkap fakta, saji berita


16

PROFESI 44

Urai data, ungkap fakta, saji berita

LPM Profesi UNM - Edisi 240 Mei Tahun MMXX 2020

www.profesi-unm.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Tabloid Profesi Edisi 240 "Menunggu Gebrakan Baru di Tengah Pandemi" by Redaksi LPM Profesi UNM - Issuu