Tabloid Mahasiswa UNM Profesi Edisi 239 April Tahun MMXX 2020
2 PERSEPSI
LPM Profesi UNM - Edisi 239 April Tahun MMXX 2020
EDITORIAL
Jalan Duka Kuliah Online INDONESIA kini diterpa pandemi Corona. Segala bentuk aktivitas di luar rumah diminta untuk dikurangi. Alhasil dampak pandemi asal Cina ini, seluruh kampus di Indonesia diliburkan secara kontak fisik dalam artian diganti dengan sistem perkuliahan dalam jaringan (daring), tidak terkecuali Universitas Negeri Makassar (UNM). Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) akreditasi ‘A’, UNM pun turut menyusul kampus-kampus lainnya meramaikan euforia kuliah online. Walau sedikit telat beberapa hari, UNM dengan didukung tiga fasilitas e-learning nya yakni LMS, KELASE dan SPADA menjadi perantara perkuliahan mahasiswa. Namun disinyalir akan persiapan yang belum matang dan kurangnya sosialisasi e-learning UNM akhirnya berimbas pada jalannya kuliah online. Pandemi Corona yang masuk ke Indonesia seakan-akan menjadi alasan dadakan dan pemakluman dari belum maksimalnya fasilitas e-learning UNM. Akibatnya banyak mahasiswa dan dosen akhirnya lebih memilih memakai aplikasi lain yang memungkinkan untuk dipakai sebagai perantara kuliah. Mulai dari aplikasi video meeting seperti Zoom, Google Meet, Google Classroom hingga media sosial seperti Whatsapp. Aplikasi-aplikasi ini sekiranya bisa menyelamatkan mahasiswa untuk tetap mengenyam hak mereka berkuliah walau harus
mengisolasi diri. Di lain hal selain masalah e-learning kampus, banyak kejadian yang dialami mahasiswa hingga membuat diri semakin berduka karena Corona. Misalnya, masih adanya beberapa dosen gaptek di kampus akreditasi ‘A’ ini membuat mahasiswa tidak bisa mengikuti perkuliahan selama beberapa minggu ini. Mirisnya ada beberapa oknum dosen yang hanya memberi tugas dan berdalih itu sebagai pengganti kuliah online. Tak tanggung-tanggung tugas yang diberikan itu, di mata mahasiswa bukan main beratnya. Hingga banyak mahasiswa berkeluh kesah lebih baik menjalani kuliah di kampus saja. Mahasiswa menilai bukannya menjadi sehat dengan mengisolasi diri di rumah atau kos, tapi makin stres karena tugas yang tak kunjung berhenti datangnya. Hal ini patut dijadikan UNM untuk lebih meningkatkan layanan elearning mereka dan mengingat terus anjurannya sendiri bahwa saat ini mahasiswa sedang ramai kuliah online bukan kasih tugas online. Apalagi pandemi Corona di Indonesia yang belum kunjung membaik membuat UNM memperpanjang masa kuliah online mahasiswa hingga 17 April 2020. Pun ketika melihat kondisi saat ini, ada kemungkinan besar masa kuliah online ini akan diperpanjang lagi.
Pelindung: Prof. Dr. H. Husain Syam, M.TP, Dewan Pembina: Hazairin Sitepu, Akbar Faizal, Syahrir Muhammad, Asia Ramli Prapanca, Ammas DR, Anshari, Muhiddin, Mukhramal Azis, Uslimin, Fachruddin Palapa, Abdul Wahid Nara, Husain Rasyid, Syamsuddin Yoko, Rusli Siri, Makmur Abdullah, Faisal Palapa, Rustan Bedmant, Abdul Rahman, Abdul Salam Malik, Supriadi, Mirwan. Pemimpin Umum: Muh. Sauki Maulana, Sekretaris Umum: St. Reski Amalia, Bendahara Umum: Ratu Fathonah Amalia, Pemimpin Redaksi: Fikri Rahmat Utama, Manajer Daring: Andi Dela Irmawati, Broadcasting Manager: Andi Tenri Abeng, Pimpinan Penelitian dan Pengembangan: Istiqamah. Tabloid Mahasiswa PROFESI diterbitkan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar STT : 1635/ SK/Ditjen PPG/1990. Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Muh. Sauki Maulana, Pemimpin Redaksi: Fikri Rahmat Utama, Redaktur: Muh. Ilham Akbar. B, Reporter: Nurfazila, Aulia Ayu Aprilia Zabir, Elfira, Supriadi, Dewan Ghiyats Yan Galistan, Fotografer: Muhammad Ilham Akbar. B, Layouter/Desainer Grafis: Supriadi, Manajer Sirkulasi dan Iklan: Dewan Ghiyats Yan Galistan Redaksi LPM Profesi UNM : Jl. Mallengkeri Luar No. 25 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Makassar Telp. (0411) 8914674, E-mail: profesi.online@gmail.com, Website: www.profesi-unm.com, Youtube: Profesi TV
Desain Sampul & Tata Letak: Supriadi
Dalam proses peliputan, wartawan PROFESI dibekali tanda pengenal atau surat tugas dan dilarang meminta atau menerima pemberian dalam bentuk apapun. Urai data, ungkap fakta, saji berita
www.profesi-unm.com
3 LPM Profesi UNM - Edisi 239 April
MOZAIK
Tahun MMXX 2020
Mahasiswa KKN UNM
SNAPSHOT
Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler angkatan XLII dan KKN PPL Terpadu angakatan XX semester genap tahun akademik 2019-2020. Dikarenakan adanya upaya pencegahan Corona Virus Disease-19 (Covid-19). Hal ini sesuai dengan surat keputusan Rektor No. 883/ UN36/TU/2020 tentang penarikan mahasiswa UNM.
Dalam menyikapi surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia (RI) No. 3 tahun 2020 tentang
pencegahan covid-19 satuan pendidikan, surat edaran Gubernur Sulawesi Selatan, Surat edaran Gubernur Sulawesi Barat, Surat edaran Rektor UNM, dan beberapa permintaan dari Pemerintah Daerah, maka akan segera dilakukan penarikan Mahasiswa KKN. Ketua KKN, Amiruddin mengatakan Penarikan ini atas dasar permintaan dari pemerintah daerah, terutama pada daerah takalar. Selain itu beberapa universitas yang melakukan KKN di daerah tersebut juga telah melakukan penarikan. "Tidak hanya di takalar, Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan juga Polman agar segera melakukan penarikan sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19," katanya saat dihubungi via telepon. Penarikan akan dilakukan mulai tanggal 31 maret 2020 hingga 6 April 2020. Mahasiswa KKN akan melanjutkan program kerjanya di kampus
apabila keadaan telah membaik. Dosen Teknik Mesin ini mengatakan bagi mahasiswa yang ingin pulang kampung. Bisa dijemput oleh orang tuanya. Jika tidak ada transportasi yang digunakan, UNM akan menyediakan transportasi untuk menjemput kepulangan mahasiswa. "Yang pulang nanti naik bus, ketika rumahnya dilewati, mahasiswa bisa langsung turun tanpa harus kembali ke Makassar. Nanti supir akan kasih singgah saja," ucapnya Wahyu Riansyah, Mahasiswa KKN UNM di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat mengatakan Ia juga telah mendapatkan informasi tersebut. Menurutnya mereka telah di instruksikan untuk kembali ke kampung halaman masing-masing ataupun kembali ke Makassar oleh dosen yang mendampingi. "Saya agak bingung juga karena katanya ada kegiatan pengganti KKN jadi sya tidak tau kegiatan seperti apa yang dimaksud," katanya.
Kedai Menjamur Di Kampus Gunung Sari SEMAKIN meningkatnya minat mahasiswa terhadap makanan atau minuman yang kekinian berimbas pada meningkatnya kedai-kedai makanan atau minuman di Kampus Gunung Sari Universitas Negeri Makassar (UNM). Kedai ini selalu ramai dipadati oleh mahasiswa yang membeli minuman atau sekedar nongkrong dengan teman-temannya. Pemilik dari kedai tersebut juga tidak hanya dari orang luar UNM namun
www.profesi-unm.com
dari mahasiswa sendiri banyak yang mencoba untuk berjualan. Ahyar Hamka salah satunya, mahasiswa psikologi ini mengatakan bahwa kampus ingin melahirkan mahasiswa yang berjiwa wirausaha, maka seharusnya kampus menyiapkan tempat atau lokasi untuk penjualan hasil kreativitas dan inovasi mahasiswa. "Karena menjamurnya kedai di tempat yang kurang tepat mem-
buat estetika pemandangan kampus kurang baik,"katanya. Mengenai harga yang ditawarkan, mahasiswa angkatan 2015 ini mengatakan harga yang Ia tawarkan beragam dan menurutnya harga tersebut sudah sesuai dengan kantong mahasiswa. "Tinggal mahasiswanya yang milih mau mana, kalau tinggi seleranya, ya harus juga siapkan uang lebih," tutur Asran mahasiswa psikologi. (pr11)
FOTO: MUHAMMAD KHADAFI
Cegah Covid-19, UNM Tarik Mahasiswa KKN
Food Court - Salah satu bagian di Food Court Menara Pinisi UNM yang kosong semenjak UNM libur untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19, Kamis (26/3).
Fakultas Teknik Buka Proses Pemilihan Dekan FAKULTAS Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar mulai membuka proses pemilihan dekan untuk periode 2020-2024. Tahap penjaringan dimulai dengan pendaftaran bakal Calon Dekan yang dijadwalkan 23 Maret hingga 22 April 2020. Setelah melalui proses pendaftaran, para pendaftar akan melalui proses verifikasi berkasdi tanggal 30 April. Kemudian tahap berikutnya yaitu penyampaian visi, misi, dan program kerja bakal calon hingga penetapan oleh senat nama calon dekan direncanakan pada 11 Mei - 12 Mei 2020. Selanjutnya tahap pemilihan calon dekan melalui rapat senat tertutup bersama Rektor
UNM pada 14 Mei 2020. Ketua senat FT-UNM, Hamsu A. Gani mengatakan bahwa pemilihan dekan kali ini berlangsung dua tahap. Tahap pertama senat fakultas melakukan penilaian atau pemilihan untuk menetapkan 2 calon untuk dipilih pada fase berikutnya yaitu tahap kedua pemilihan calon dekan bersama Rektor UNM hingga penetapan dekan terpilih. “Dalam pemilihan dekan kita menggunakan dua tahap, yang dimana tahap pertama para calon akan dinilai kriteria yang pantas dalam memimpin FT kemudian kedua melakukan rapat bersama Rektor UNM sekaligus proses pelantikan secara resmi� ungkapnya.(pr23)
Urai data, ungkap fakta, saji berita
4
INOVASI
LPM Profesi UNM - Edisi 239 April Tahun MMXX 2020
Belajar Via Hologram
MEDIA belajar berbasis hologram ini mereka tampilkan dalam Lomba Media Pembelajaran Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA UNM, Jumat (28/2). Alhasil, terobosan pembelajaran sukses mengaet juara kedua dalam ajang tersebut. Nur Hafizah nur menerangkan video hologram yang digunakan sebagai sarana belajar ini akan lebih memudahkan peserta didik atau siswa di sekolah dalam memahami konteks pembelajaran bangunan. Apalagi menurutnya, ketika pendidik atau guru menjelaskan materi bangun ruang, siswa cenderung susah membayangkan bagaimana bentuk dan sisi bangunan saat belajar. "Kan biasanya guru hanya menggunakan papan tulis untuk menjelaskan bangun ruang oleh karena itu, siswa belum bisa membayangkan bagaimana bentuk dan sisi-sisi bangun ruang yang dijelaskan," ungkapnya. Selain itu, wanita yang satu ini juga menyebut bahwa media belajar itu tidak hanya untuk di sekolah. Namun dapat pula dimanfaatkan di bangku perguruan tinggi atau perkuliahan. Cara kerja dari media belajar berbasis teknologi ini yakni dengan memanfaatkan aplikasi Geogebra yang telah direkam. Rekaman dari aplikasi itu kemudian diedit melalui Powerpoint yang nantinya akan diekspor sebagai video. "Cara kerjanya video hologram ini sama seperti kalau putar video pada umumnya tapi bedanya, kalau video hologram ada pemancarnya yang terbuat dari kaca sehingga terbentuk empat dimensi," jelasnya.
FOTO: MUHAMMAD ILHAM AKBAR
Tiga mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menggubah video hologram sebagai media pembelajaran. Mereka adalah Nun Hafizah Nur, Meutiah Nahrisyah, dan Nurul Fadhila Alimuddin dari jurusan Matematika Fakultas Ilmu Matematika dan Pengetahuan Alam (FMIPA).
Disisi lain, saat proses pengerjaan media video tersebut Hafizah dan timnya turut mengalami kendala. Bagaimana tidak ketiga mahasiswa ini awalnya tidak memiliki persiapan apapun, namun nasib baik mereka mendapat dukungan dan bantuan dari teman-teman sekelas mereka. Hingga akhirnya video hologram karya tiga mahasiswa angkatan 2017 ini sukses membawa pu-
lang juara kedua di ajang tersebut. "Awalnya kami tidak memiliki persiapan seperti makalah. Kemudian kami dibantu oleh teman kelas Pendidikan Matematika ICP 2017 untuk mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan saat perlombaan. Mulai dari awal sampai akhir perlombaan, teman kelas kami selalu membantu dan mensupport," tuturnya. (pr14)
PTP FT UNM
Ciptakan Hand Sanitizer dari Ekstrak Mangrove MANGROVE merupakan tumbuhan yang biasa kita temui di daerah pantai dan berfungsi sebagai pencegah abrasi. Namun, siapa sangka di Laboratorium Pendidikan Teknologi Pertanian (PTP) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) tanaman mangrove bisa diubah menjadi herbal yang ternyata mempunyai kandungan anti mikroba, dan teruji mampu menghambat bakteri patogen.Penelitian ini dilakukan oleh dosen dan mahasiwa Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknologi Pertanian (PTP) yang beranggotakan Andi Sukainah, selaku ketua Program Studi, Ratnawati Fadillah, Reski Praja Putra, selaku dosen pangan dan beberapa mahasiswa PTP yaitu Monika Linda, Putri Pratiwi, Indah Permata Sari, Elsa Fadillah, dan Nurul Annisa. Sehubungan dengan penyebaran virus Covid-19 di Indonesia yang meresahkan masyarakat, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka masyarakat yang terpapar virus ini dengan menghimbau masyarakat untuk melakukan social distancing dan sesering mungkin mencuci tangan untuk menjaga kebersihan dan terhindar dari paparan virus. Namun langkanya alat pelindung seperti masker dan hand sanitizer di pasaran tentunya membuat masyarakat harus pintar-pintar mencari solusi untuk masalah tersebut. Melihat fakta ini para peneliti di PTP kemudian tergerak untuk membuat hand sanitizer berbahan herbal Urai data, ungkap fakta, saji berita
mangrove yang memang sangat cocok karena mampu menghambat bakteri patogen. Andi Sukainah selaku Ketua Prodi PTP menuturkan bahwa timnya sepakat untuk membuat hand sanitizer ini karena mereka memiliki bahan yang cocok untuk dijadikan hand sanitizer yaitu herbal mangrove."Kebetulan disini sudah satu tahun kita teliti kandungan herbal mangrove yang ampuh membunuh bakteri, dan kita lihat di lapangan hand sanitizer langka, jadi kami sepakat untuk mebuatnya," tuturnya. Setelah pembuatan hand sanitizer pada 12 Maret lalu, produk hand sanitizer kemudian dibagikan untuk para tamu dan wartawan yang hadir di Lab Uji PTP. Andi Sukainah juga mengimbau bagi mahasiswa atau masyarakat yang ingin dibuatkan hand sanitizer untuk datang ke Lab Uji PTP dengan membawa alkohol mengingat sekarang juga mulai langka di pasaran mengikuti jejak masker dan hand sanitizer. Ia juga menunjukkan hasil perbandingan uji lab dari mikroba yang berasal dari tangan dan diberi alkohol serta mikroba yang berasal dari tangan dan diberi herbal mangrove sangat berbeda. Terlihat bahwa penggunaan hand sanitizer dengan tambahan herbal mangrove jauh lebih efektif mencegah pertumbuhan mikroba dibanding yang menggunakan alkohol saja. Disisi lain, mahasiswa yang
ikut terlibat dalam penelitian dan pembuatan hand sanitizer herbal mangrove bernama Monika Linda mengaku merasa senang karena hand sanitizer tersebut bisa berguna untuk kemanusiaan di tengah maraknya penyebaran virus Covid-19. Monika Linda yang juga meneliti mengenai kandungan antimikroba mangrove sebagai bahan skripsinya mengatakan bahwa herbal mangrove memang sudah teruji ampuh menghambat mikroba serta kandungannya dapat dikonsumsi."Kebetulan skripsi saya meneliti kandungan antimikroba mangrove dan teruji
ampuh menghambat bakteri patogen dan dapat dikonsumsi, jadi komplit banget kalau ditambahkan dalam pembuatan hand sanitizer ini,"akunya. Pembuatan hand sanitizer ini terbilang mudah, cukup menyiapkan bahan-bahan pembuatan hand sanitizer herbal mangrove berupa ekstrak daun mangrove, CMC-Na, gliserin, propilen glikon, alkohol, aquades, dan essentials oil. Setelah semua bahan tersedia, tahap pembuatan dimulai dengan memanaskan CMCNa dengan aquades hingga berbentuk gel secara merata, setelah din-
gin tambahkan gliserin. Kemudian, tambahkan propilen glikon lalu aduk hingga merata. Selanjutnya tambahkan ekstrak daun mangrove, alkohol, dan essentials oil. Aduk hingga semua homogen, dan hand sanitizer siap digunakan. Produk hand sanitizer ini rencananya akan dilombakan dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah yang akan diadakan di Universitas Hasanuddin pada April mendatang dan tidak menutup kemungkinan untuk dipasarkan mengingat kandungannya yang sangat bermanfaat.(pr17) www.profesi-unm.com
5
WAWANCARA KHUSUS
LPM Profesi UNM - Edisi 239 April Tahun MMXX 2020
Kritis Lewat Film Dokumenter *Fikri Rahmat Utama
FILM dengan genre dokumenter kini ramai menjadi perbincangan. Hal ini disebabkan besarnya minat yang dimiliki oleh orangorang untuk membuat dan menonton film documenter. Sebut saja film Sexy Killers yang cukup membuat heboh masyarakat Indonesia pada 2019 silam. Sang sutradara dari film itu yaitu Dandhy Laksono nampaknya menjadikan film tersebut sebagai alat propaganda. Dandhy dengan beraninya menampilkan hal-hal tersembunyi dari elit politik.
Lantas, bagaimana seorang Dandhy Laksono dengan beraninya membuat suatu film documenter yang seringkali tidak disukai oleh banyak pihak khususnya elit politik ? dan Apa yang menjadi masalah di Indonesia sehingga Ia mengangkat tema yang jarang dijumpai di film dokumenter lainnya ? Simak wawancara khusus Reporter Profesi Fikri Rahmat Utama dengan Sutradara film The Bajau dan Sexy Killers ini pada 6 Maret lalu tepatnya di Menara Pinisi UNM dalam Talkshow Media Propaganda Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makasar (UNM).
Apa tujuan dari Watchdoch ?
Ya kami ingin mengangkat masalah yang dianggap tidak laku oleh media mainstream dan dianggap tidak diterima pasar. Kami ingin membuktikan kalau masalah-masalah yang katanya tidak laku dan tidak diterima di pasar itu ternyata juga punya pemerhati atau punya dampak yang luas.
Kenapa pilih lewat film documenter padahal banyak genre film lain yang bisa dibuat ? Dokumenter adalah cara yang paling efektif untuk menyampaiakan pesan lewat audio visual yang bikin sinetron sudah banyak, bikin film lain sudah banyak, yang bikin film komedi dan stand up komedi juga sudah banyak hanya yang bikin dokumenter jarang.
Membuat film documenter selalu mengangkat masalah yang ada di Indonesia, sebenarnya menurut mas Dandhy sendiri apa masalah yang dihadapi Indonesia saat ini ? Kenapa kami angkat karena masalah itu, ya karena belum terselesaikan sejak dulu dan masalahnya mempunyai dampak yang cukup luas makanya masalah yang kami pilih selalu soal HAM, lingkungan, keadaan sosial, kearifan budaya, empat besar itu yang selalu kami angkat dalam film-film buatan kami.
Mas Dandhy hadir sebagai pembicara dalam Takshow media sebagai senjata gerakan, bagaimana cara membuat media menjadi senjata gerakan ? Pertama jelas media tidak boleh dilihat sebagai entitas yang tidak bisa digerakkan. Anak-anak gerakan harus belajar dari anak media karena harus menjadi bagian dari gerakan. Dua pihak harus ketemu seperti presiden mahasiswa bukan lembaga eksklusif, gerakan mahasiswa juga bukan sesuatu yang eksklusif yang satu masuk sebagai massa dalam hal pengetahuan dan yang lain jadi mahasiswa lapangan jadi keduanya harus ketemu dan selaras.
www.profesi-unm.com
Apa pandangan mas Dandhy tentang pers mahasiswa ? Pers mahasiswa sekarang punya tantangan lebih serius dan lebih penting karena media mainstrem sering tidak dipercaya masyarakat. Orang beralih ke media sosial, pers mahasiswa sebagai bagian dari media sosial menurut saya harus tampil lebih kuat dibanding sebelumnya.
Karya mas biasanya menjadi hal yang kontroversial jadi pasti tak jarang mendapat intimidasi. Apa yang harus dilakukan jika mendapat intimidasi dalam membuat suatu karya atau film ? Pertama disikapi dengan membuat konten yang kuat, solid, dan bisa dipertanggung jawabkan secara hukum. Tidak melakukan fitnah, tidak boleh tidak independen, dan tidak menjadi partisipan. Jadi itu sudut pandang pertama untuk menghidari risiko. Kedua, kalau setelah melakukan itu masih ada risiko, yah dihadapi jangan mundur karena kalau mundur malah kita yang dijadikan konten. (*)
BIODATA Nama: Dandhy Dwi Laksono Lahir: Lumajang, 29/06/1976 Profesi: Jurnalis, Sutradara film Agama: Islam Karier: 1.Reporter Tabloid Kapital 2. News Producer Liputan 6, SCTV 3. Freelance Indonesian Political Analyst ABC Radio, Indonesian Section, Australia 4. Chief Editor Acehkita.com 5. Editorial Consultant First Media News (cable) 6. Pendiri Watchdoc
Urai data, ungkap fakta, saji berita
6 REPORTASE UTAMA
LPM Profesi UNM - Edisi 239 April Tahun MMXX 2020
UNM di Tengah Pandemi Corona
Di lain sisi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun menerbitkan dua surat edaran terkait pencegahan dan penanganan COVID-19 pada 12 Maret lalu. Yang pertama, Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanganan COVID-19 di lingkungan Kemendikbud dan yang kedua Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 pada Satuan Pendidikan. Menyikapi hal tersebut, Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Husain Syam, 15 Maret lalu merilis surat edaran antisipasi COVID-19 di lingkungan kampus. Surat itu berisikan langkah UNM dalam mencegah penyebaran pandemi asal Cina ini. Isinya UNM akan memberlakukan proses perkuliahan dengan mencampurkan metode tatap muka dan daring atau Blended Learning. “Kami imbau pada para dosen, mahasiswa dan pegawai UNM, agar tidak panik atas keadaan ini, kita harus tetap jaga kesehatan, kebersihan di sekitar dan kurangi aktivitas di luar rumah,” ujar Husain dilansir dari detik.com Namun setelah diterbitkannya surat tersebut beberapa mahasiswa mengaku masih mendapati perkuliahan tatap muka secara langsung. Keputusan UNM oleh beberapa mahasiswa pun dinilai setengah hati menyikapi pandemi virus ganas tersebut. Pasalnya, beberapa kampus di Indonesia khususnya Sulawesi Selatan telah lebih dulu melakukan perkuliahan secara full daring (e-learning). Hal itu nampak dari banyaknya status yang memband-
ingkan surat edaran UNM dengan beberapa kampus lainnya dengan menyisipkan tagar “Ada yang libur tapi bukan UNM” . “Kampus lain lama mi’ belajar di rumah, kita masih masukki kuliah haha,” ungkap Rifka salah seorang mahasiswa UNM. Barulah setelah adanya penambahan kasus COVID-19 dan pemerintah Sulawesi Selatan merilis surat edaran pencegahan penularan virus corona pada 16 Maret. Di hari yang sama, Rektor UNM menerbitkan surat edaran pencegahan COVID-19 untuk kedua kalinya dengan memberlakukan perkuliahan secara full daring mulai 17 hingga 31 Maret 2020. Sebelumnya Rektor UNM juga mengimbau kepada sivitas untuk mematuhi model kerja tenaga kependidikan antisipasi COVID-19. Bahkan sejak peningkatan angka penduduk Indonesia yang positif COVID-19, kini UNM memperpanjang pembelajaran full daring hingga 17 April 2020. Maunya Online Tapi Masih Gaptek Di tengah pandemi COVID-19, UNM kini mengubah kegiatan pembelajarannya menjadi full daring. Rektor UNM, Husain Syam menyebutkan saat ini kampus orange telah didukung fasilitas daring yang bisa digunakan mahasiswa demi mentaktisi penyebaran COVID-19. Secara serentak seluruh proses perkuliahan di UNM akhirnya dialihkan menjadi kuliah online. Berkenaan dengan hal ini dosen
FOTO: MUHAMMAD ILHAM AKBAR
Merebaknya pandemi Corona Virus Disease atau COVID-19 hingga menyentuh Indonesia sontak membuat pemerintah mengambil sikap preventif. Pemerintah akhirnya menyatakan COVID-19 sebagai bencana nasional dan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan status keadaan darurat hingga 29 Mei 2020.
BELAJAR - Seorang mahasiswi UNM sedang mengikuti kuliah daring
dan mahasiswa melakukan e-learning dengan memanfaatkan tiga fasilitas UNM yakni KELASE, LMS, dan SPADA. Namun siapa yang sangka jika ternyata masih ada beberapa dosen UNM yang mengalami kesulitan dalam memanfaatkan teknologi ini atau gaptek (gagap teknologi). Menanggapi hal ini, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNM, Abdul saman menyebutkan adanya beberapa mahasiswa hingga dosen yang masih gaptek perlu dilatih. Sebab menurutnya, di masa sekarang pemanfaatan teknologi sangat dibutuhkan apalagi ketika mengingat COVID-19 yang mengharuskan kita untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. “Kalau ada seperti itu yah mesti dilatih, karena sekarang eranya teknologi yah mesti paham teknologi,” ujarnya. Senada dengan hal tersebut,
Ketua Program studi (Prodi) Pendidikan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik (FT) UNM, Andi Sukainah
“Kami imbau pada para dosen, mahasiswa dan pegawai UNM, agar tidak panik atas keadaan ini, kita harus tetap jaga kesehatan, kebersihan di sekitar dan kurangi aktivitas di luar rumah,” ujar Husain menyebutkan bahwa masih adanya beberapa dosen yang gaptek menjadi tugas tambahan bagi UNM. Menurutnya dosen yang mengalami kesulitan seharusnya mendapat pendampingan karena teknologi akan sangat dibutuhkan di saat-saat
seperti ini. "Ya sepertinya perlu pendampingan bagi yang belum paham tata cara penggunaan kuliah online, kalau di FT dosen yang belum paham diberikan pendampingan," tuturnya. Namun Andi sakinah juga menambahkan layanan e-learning UNM juga masih perlu ditingkatkan. Pasalnya dirinya yang telah melakukan kuliah online guna memutus rantai penyebaran COVID-19 kerap mengalami loading ketika mengakses elearning tersebut. Demi mentaktisi masalah itu, Andi Sukainah mengaku memakai aplikasi lain yang memungkinan untuk menjadi perantara kuliah. "Ya kalau lambat loadingnya di KELASE kita pindah ke classroom, kalau disatu tempat kita tidak bisa akses maka kita pindah akses ke aplikasi lain,” ujarnya. (TIM)
Mahasiswa Kagok Kuliah Online SEJAK merebaknya pandemi COVID-19 UNM akhirnya memberlakukan perkuliahan secara full daring. Namun proses e-learning yang diharapkan Rektor UNM mampu memudahkan proses perkuliahan di tengah kewaspadaan malah membuat mahasiswa mengeluh. Pasalnya beberapa mahasiswa yang menjalani kuliah online mengalami beberapa kendala seperti sistem layanan elearning UNM yakni LMS, KELASE dan SPADA kerap mengalami loading hingga error. Alhasil kebanyakan mahasiswa memakai aplikasi lain yang memungkinkan untuk menjadi perantara perkuliahan daring. Seperti penuturan dari Burhan (disamarkan) yang menyebut dirinya tidak menggunakan tiga fasilitas e-learning UNM tersebut melainkan aplikasi video conference, Zoom. Pun pengunaan aplikasi Zoom bagi beberapa mahasiswa justru memberatkan secara ekonomi karena menghabiskan kuota yang tidak Urai data, ungkap fakta, saji berita
sedikit, belum lagi jaringan internet yang dipakai harus kuat untuk memulai video conference dengan stabil. "Kami terkendala mengenai jaringan pada saat mendengarkan presentasi dari kelompok pemateri sehingga materi yang dijelaskan terdengar kurang jelas," tuturnya. Berbeda dengan Burhan, mahasiswi bernama Bunga (disamarkan) ini memakai aplikasi media sosial seperti Whatsapp untuk menekan pemakaian kuota internet saat kuliah online. Namun menurutnya penggunaan Whatsapp dalam kuliah tetap kurang optimal karena tidak secara langsung bertatap muka dengan dosen dan mahasiswa lainnya. "Pembelajaran yang dilakukan dengan model seperti ini cukup berjalan dengan baik karena jaringan yang digunakan melalui Whatsapp tidak mengggangu. Tetapi proses penerimaan ilmu kurang maksimal, tidak sebaik tatap muka secara langsung," terangnya. Hal yang tidak jauh berbeda juga dira-
sakan Sandi (samaran). Mahasiswa yang satu ini bahkan menyayangkan sikap beberapa dosen yang menuntut prosuder kuliah online tetap dijalankan. Namun naas ketika e-learning tengah berlangsung sang dosen malah tidak hadir. "Pusing sekali saya ini dengan metode online, ribet sekali aturan yang diberikan. Tapi di mana saat diskusi, dosen yang mengajar tidak ada saat diskusi online di aplikasi," ungkapnya. Berkaitan dengan beberapa keluhan yang dilontarkan mahasiswa, Abdul Saman, Dekan FIP UNM membenarkan bahwa proses perkuliahan seperti ini tidak sama efektifnya dengan tatap muka secara langsung. Pria asal Bone ini menjelaskan kuliah online sebagai bentuk social distancing untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 di lingkungan kampus. “Tentu secara psikologis tidak seefektif kuliah tatap muka karna kuliah online
tidak ada sentuhan psikologisnya, tidak ada kontak pandang antara pendidik dan peserta didiknya, hanya semata-mata transfer of knowledge but not transfer of value,” jelasnya. Oleh karenanya selama dalam kewaspadaan penyeberan COVID-19 ini dirinya berpesan kepada mahasiswa agar tetap di rumah dan mengurangi aktivitas di luar dengan banyak belajar mandiri. “Mahasiswa diharapkan lebih banyak belajar mandiri sesuai tuntutan kontrak kuliah yang sudah disampaikan,” pesannya. (TIM)
Koordinator: Ayu Aprilia Anggota : - Istiqamah - Muhammad Khadafi - Muhammad Ilham Raihan -Annisa
-Fitria
www.profesi-unm.com
7 LPM Profesi UNM - Edisi 239 April
REPORTASE UTAMA
Tahun MMXX 2020
Menghindari Corona Keok di Tugas
www.profesi-unm.com
bitkan. Bahkan ia mengaku salah seorang dosennya hanya memberi tugas sebagai pengganti. “Dari sebagian dosen ada yang memberikan tugas ada pula yang tidak memberikan sama sekali. Namun pemberian tugas kepada mahasiswa itu pun juga bukan berarti harus jadi pengganti kuliah online,” ujarnya. Perkuliahan yang tidak berjalan sebagaimana mestinya menjadi kerugian tersendiri yang dialami mahasiswa. Inilah yang dialami Wulan dan teman-temannya. Tak tanggung-tanggung tugas yang diberikan sebagai pengganti kuliah ini dirasanya cukup memberatkan Wulan. “Kami berharap tugas yang diberikan oleh dosen setidaknya tidak terlalu memberatkan mahasiswa, karena harapannya mahasiswa itu, stay dikost untuk menghindari penyakit jangan makin tambah sakit karena tugas yang diberikan," ungkap. Wulan menduga kejadian seperti ini bisa terjadi karena dosen bersangkutan merasa kuliah online ini kurang efektif. Apalagi dirinya menyebut layanan e-learning UNM masih kurang dan perlu ditingkatkan lagi. “Apalagi untuk media daring di UNM khususnya masih kurang mendukung, dari sudut pandang tersebut sebagian dosen tidak melakukan pembelajaran online, meski sebenarnya hal ini tidak bo-
leh dilakukan,” sebutnya. Hal yang sama ikut pula dirasakan Rissa (samaran) dan Irfan (samaran) yang kini juga menjalani kuliah online. Rissa menyebut pembelajaran full daring ini harusnya lebih bisa fleksibel ke mahasiswa. Pun Ia berharap pembelajaran online bisa terencana dengan baik. Sedangkan Irfan sendiri menilai ada dosen yang tidak dapat memaknai kuliah online sebagaimana mestinya. Pasalnya saat kuliah online ini Ia hanya diberi tugas dengan tenggat waktu yang telah ditentukan. “Tidak nah tau itu kapan itu dosen tentang learning, kenapa tugas semua yang dia berikandan harus selesai jam dua dini hari padahal dalam surat edaran dua minggu kita kuliah online,” tegasnya. Menanggapi hal tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I) UNM, Muharram menapik bahwa pemberian tugas ke mahaswa menjadi bukti kegiatan pembelajaran berjalan dengan baik. Dirinya turut menerangkan di beberapa mata kuliah tertentu, mahasiswa diharapkan mempelajari materi dahulu untuk kemudian di diskusikan. “Tidak benar itu, memang setiap dosen memberi kuliah pasti kasih tugas. Kuliah tatap muka juga gitu. Mungkin ada dosen yang minta baca, kemudian kerjakan tugas. Biasanya dosen sastra atau yang bisa dimengerti oleh mahasiswa tanpa penjelasan dari dosen,” jelasnya.
FOTO: MUHAMMAD ILHAM AKBAR
DALAM rangka pencegahan penyebaran COVID-19 di lingkungan kampus Husain Syam, Rektor UNM menitahkan seluruh mahasiswa beserta dosen untuk menjalani perkuliahan secara full daring. Tepatnya 17 Maret lalu melalui surat edaran Nomor 773/UN36/TU/2020 Tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Pencegahan Penyebaran COVID-19, semua sivitas UNM mulai memberlakukan kuliah online. Untuk mendukung berjalannya pengganti kuliah tatap muka secara langsung ini UNM telah memiliki tiga fasilitas e-learning. Ketiga layanan ini diharapkan bisa menjadi perantara perkuliahan antar mahasiswa dan dosen selama masa karantina. Tiga layanan itu yakni LMS, KELASE dan SPADA. Dengan adanya fasilitas tersebut mahasiswa pun mendapatkan haknya untuk tetap berkuliah walau di rumah maupun kos. Selama berkuliah ini mahasiswa pastinya akan tetap mendapatkan tugas sebagai bentuk proses pembelajaran dari dosen. Namun pada realisasinya masih saja ada dosen yang kerap tidak menjalankan kewajibannya ini. Alih-alih memberi hak kuliah ke mahasiswa, dosen yang bersangkutan malah mengatasnamakan tugas sebagai pengganti kuliah online. Hal ini dirasakan Wulan (disamarkan) yang di beberapa mata kuliah yang ia programkan belum pernah sekali pun ada perkuliahan sejak edaran Rektor UNM diter-
Urai data, ungkap fakta, saji berita
8
REPORTASE KHUSUS
LPM Profesi UNM - Edisi 239 April Tahun MMXX 2020
Calon Rektor Berebut Simpati Sivitas RI 4.0,” tutupnya.
FOTO: MUHAMMAD ILHAM AKBAR
Calon Nomor Tiga, Tuti Supatminingsih
BERPEGANG TANGAN - Empat bakal calon Rektor foto saling pegang tangan saat foto bersama
Tiga nama calon rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) telah terpilih untuk maju ketahap berikutnya. Kini tiga calon rektor yaitu Husain Syam, Ramli Umar, dan Tuti Supatminingsih dihadapkan dengan ronde terakhir yaitu pemilihan rektor 2020-2024. Namun hingga saat ini gagasan tiga calon tersebut saat penyampaian visi misi dan program kerja masih jadi perbincangan hangat di sivitas akademika UNM. Suasana riuh tepuk tangan serta teriakan para simpatisan dari keempat bakal calon sangat terasa menyelimuti Ruang Teater, Menara Pinisi UNM. Seratusan orang hadir untuk menyaksikan penyampaian visi misi dan program kerja para bakal calon rektor UNM periode 2020-2024. Calon Nomor Satu, Husain Syam Lelaki yang berstatus sebagai petahana ini jadi orang pertama yang menyampaikan visi misi dan program kerja. Dalam penyampaiannya Husain memaparkan tentang capaian yang telah Ia lakukan selama ini. Capaian tersebut mencakup berbagai hal seperti manajemen organisasi, penelitian, sarana dan prasarana, tata kelola keuangan serta kesejahteraan dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa. "Alhamdulillah, sebagian besar yang kita capai lebih awal Urai data, ungkap fakta, saji berita
dari pada target," katanya. Ia juga mengatakan semua itu bisa tercapai karena kerjasama yang dilakukan semua elemen. Menurutnya capaian tersebut tidak dapat terjadi tanpa adanya kerjasama. “Karena kita selalu bekerja bersama-sama, bersinergi bapak ibu memberikan yang terbaik,” ucapnya. Mengenai program kerja kedepannya, Guru Besar Ilmu Pertanian ini mengungkapkan Ia telah merancang tiga program kerja yang menurutnya sudah mewakili visi misi UNM saat ini. Tiga program kerja ini terdiri dari bidang pembelajaran dan kemahasiswaan, kelembagaan/keorganisasian, serta bidang sumber daya. Menurutnya tiga bidang ini adalah hal pokok yang bisa dilakukan oleh UNM untuk menjadi universitas yang lebih baik lagi. Namun diantara tiga program kerja, program kerja dalam bidang kelembagaan/keorganisasian men-
jadi hal yang paling mengundang perhatian banyak pihak. Hal ini dikarenakan Mantan Dekam Fakultas Teknik (FT) ini ingin meningkatkan status UNM sebagai perguruan tinggi negeri badan layanan umum (PTN-BLU) menjadi perguruan tinggi negeri badan hukum (PTNBH). Program kerja ini menimbulkan berdebatan di lingkungan UNM. Sebagian mahasiswa mengatakan tidak setuju dengan hal ini dikarenakan mereka menganggap UNM belum layak untuk menyandang status PTN-BH. Namun menurut Husain peningkatan status ini bertujuan menjadikan UNM sebagai kampus merdeka yang bermartabat melalui tata kelola modern/global yang berorientasi nilai-nilai pancasila. Calon Nomor Dua, Ramli Umar Ia mengusung misi yang memprioritaskan penyelesaian empat pokok masalah yang ia singkat menjadi SIRI. Empat pokok tersebut yaitu, SDM harus dikelola secara tepat agar peran dan fungsinya dapat dioptimalkan, iklim inovasi akademik yang kondusif dan toleran, revisi kurikulum dan reorientasi output, dan inovasi kolaboratif yang produktif untuk menghasilkan luaran kompetitif, handal dan dibutuhkan. “Sukseskan siri dan kuatkan
budaya siri dalam bekerja sama untuk maju dan sukses bersama untuk satu tujuan yaitu UNM terunggul dan berdaya saing tinggi,” katanya. Tak seperti kandidat lain, Mantan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNM ini tidak mengusung visi baru. Namun Ia memilih menggunakan visi yang sekarang dimiliki oleh UNM. Dengan membawa visi UNM sekarang Ia mencoba menawarkan program kerja yang sesuai sehingga bisa mencapai visi tersebut. Guru Besar Ilmu Geografi ini menekankan pada pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dalam program kerja yang Ia tawarkan. Hal ini bisa dilihat dari penjabaran mengenai program kerjanya, Ia menawarkan konsep untuk mengelola SDM yang ada di UNM baik mahasiswa, tenaga kependidikan ataupun dosen agar bisa berkembang menjadi SDM yang tangguh dam memiliki daya saing tinggi. “Kualitas SDM tinggi yang dimiliki UNM merupakan modal dasar sebagai aset bernilai tinggi. Jika pengelolaannya dapat mengoptimalkan perannya maka UNM dapat menjadi perguruan tinggi terunggul yang kompetitif dalam era
Ia membuka pidato nya dengan memuji kinerja Rektor saat ini yaitu Husain Syam yang juga merupakan lawannya di pilrek kali ini. Ia memuji Husain dikarenakan mampu menaikkan akreditasi UNM yang awalnya B menjadi berakreditasi A. “Pertama-tama saya apresiasi bapak Rektor UNM yang telah memberikan fondasi yang luar biasa pada UNM. Menurut saya siapapun yang menjadi rektor berikutnya itu tidak akan sulit karena pak rektor sudah membawa UNM berakreditasi A 53% prodi berakreditasi A,” ungkapnya. Wanita satu-satunya sebagai bakal calon rektor ini membawa visi yaitu mewujudkan UNM 2024 sebagai institusi perguruan tinggi yang unggul dan terdepan dalam layanan akademik penelitian dan pengabdian berkarakter kewirausahaan dan berwawasan global. "Misinya melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan serta seni dalam budaya akademik yang kondusif kelola yang baik untuk membantu pengusaha dengan serta jiwa sosial dan berkarakter kewirausahaan serta berwawasan global," jelasnya Ia juga menambahkan ada beberapa selain visi misi ada beberapa tujuan yang Ia ingin capai nantinya bila terpilih. Tujuan tersebut mencakup bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan dan seni, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kerja sama kelembagaan serta peningkatan sarana dan prasarana. Ketiga calon rektor ini terpilih di hari yang sama saat penyampaian visi misi dan program kerja mereka. Bakal calon yang awalnya empat terseleksi menjadi tiga orang setelah dilakukan rapat tertutup senat UNM yang di dalamnya dilakukan pemungutan suara memilih tiga orang untuk ke tahap berikutnya. Sukardi Weda, bakal calon dari Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) yang juga merupakan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FBS harus tersingkir dari konstelasi pilrek. Ia tersungkur setelah tidak mendapat satu suara pun dipemilihan calon rektor. Husain Syam berjaya dengan 60 suara sedangkan Ramli Umar dan Tuti Supatminingsih masing-masing mendapat satu suara.(TIM) Koordinator: Elfira
-Kristiani
Anggota
-Ratu Fathnah
: - Muhammad Resky -Ema - Khuznul
www.profesi-unm.com
9
REPORTASE KHUSUS
LPM Profesi UNM - Edisi 239 April Tahun MMXX 2020
Presiden BEM Universitas dan Fakultas
TAK hanya dari para dosen dan birokrat kampus yang mempunyai banyak harapan kepada para kanidat rektror. Namun bnayk harapan juga datang dari mahasiswa yang menginginkan rektor terpilih nantinya bisa menyuarakan aspirasi mahasiswa Muh Aqsa BS, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM merupakan salah satu mahasiswa yang memiliki sejuta harapan kepada para bakal calon rektor ataupun calon rektor. Menurutnya para bakal calon rektor harus mampu mengevaluasi kinerja selama satu periode kebelakang agar bisa menjadi cerminan untuk ke depannya. Ia menilai banyak hal harus dibenahi seperti sarana dan prasana (sarpras) agar memenuhi kebutuhan perkuliahan mahasiswa. “Siapapun yang menjadi rektor, harus memperhatikan kemaslahatan mahasiswa. Ruang perkuliahan yang perlu di evaluasi agar mencukupi dan utamanya agar menjamin hak hak demokratis mahasiswa.” katanya. Mahasiswa angkatan 2014 ini berharap bahwa visi misi yang dipaparkan oleh para kandidat seperti menjadikan UNM sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH) haruslah berpihak kepada mahasiswa. Uang Kuliah Tunggal (UKT) harus sesuai dengan kemampuan
ekonomi mahasiswa, sarpras memadai, dosen profesional, dan keterbukaan informasi baginya harus menjadi hal yang diperhatikan bila nantinya ingin meningkatkan status sebagai PTN BH. “Semua bisa diwujudkan bila pimpinan yang terpilih bisa mengolah dengan baik UNM. Peranan kita semua mahasiswa yaitu mengawal biaya kuliah, dan sikap kritis diperlukan agar semua kebijakan yang dirasa merugikan mahasiswa bisa dikawal dengan baik,” ungkapnya. Sama halnya yang diungkapkan Aqsa, Ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa, Syahrul pun berharap rektor yang terpilih mendengar dan menanggapi aspirasi-aspirasi dari mahasiswa. Bukan hanya dari pihak dosen saja dalam pengambilan kebijakan tetapi semua sudut pandang diperlukan karena yang merasakan dampak dari kebijakan yang dikeluarkan birokrasi pasti mahasiswa. “Dalam pengambilan kebijakan Peraturan Lembaga Kemahasiswaan (PLK) yang dilibatkan hanya orang-orang birokrasi, sekarang pun mahasiswa hanya sekedar menyarankan tetapi tidak ada pengambilan kebijakannya mereka,” jelasnya. Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan ini juga mengatakan Husain Syam masih layak menjadi rektor ke depannya dengan syarat Ia harus memperbaiki kinerjanya kedepannya. Bagi-
FOTO: MUHAMMAD ILHAM AKBAR
Rektor Harus Berpihak Ke Mahasiswa
AQSA - Presiden BEM UNM, Muh Aqsa saat bertanya di forum penyampaian visi misi dan program kerja bakal calon rektor UNM
nya bila di periode keduanya nanti Ia harus lebih memperhatikan keterlibatan mahasiswa dalam mengambil keputusan. “Layak ji sebenarnya tinggal memperbaiki kinerja sebelumnya kan sudah jalanmi 1 periode tinggal memperbaiki di periode selanjutnya. Belum tentu periode ini lansung baik perlu periode ke dua untuk memperbaiki dan menuntaskan pekerjaannya,” katanya.
Sementara itu Wakil Presiden BEM Fakultas Bahasa dan Sastra Zulkifli menilai persoalan pilrek adalah politik birokrasi di lingkup universitas. Baginya di FBS sendiri lebih fokus dengan pengembangan diri dan intelektual dibanding membicarakan pilrek. Namun Ia sendiri menilai Petahana, Husain Syam masih dirasa akan unggul dalam pilrek. Tetapi banyaknya PR yang
belum diselesaikan Ia berharap Husain bila terpilih kedua kalinya harus bisa menyelesaikan semua PR tersebut. “Masalah keamanan dalam kampus, masalah UKT, masalah fasilitas. Pak rektor (Husain Syam) di satu periode ini dan dilihat dari beberapa gerakangerakan mahasiswa bisalah kita simpulkan sendiri bagaimana kepemimpinannya.” ungkapnya. (TIM)
Sukardi Weda Tersingkir dari Pilrek WAKIL Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar, Sukardi Weda yang juga merupakan bakal calon rektor UNM harus menelan pil pahit setelah kalah dalam pemilihan calon rektor 16 maret lalu. Ia harus mengakui keunggulan dari tiga calon lainnya setelah tidak mendapatkan sama sekali suara dalam pemilihan tersebut. Hal ini cukup membuat banyak pihak terkejut, khususnya bagi mahasiswa FBS yang selama ini diketahui sangat mendukung pencalonannya sebagai bakal calon rektor UNM. Saat perhitungan suara pemilihan calon rektor, Husain Syam yang berstatus petahana mendapatkan 60 suara sedangkan Ramli Umar dan Tuti Supatminingsih masing-masing hanya mendapatkan satu suara. Ini berarti suara senat yang hadir yaitu 62 suara telah habis di tangan kandidat lainnya sehingga saat itu juga Sukardi dipastikan tidak mendapatkan suara dan harus tersingkir. Padahal saat pemaparan visi misi dan program kerja dihari yang sama juga, Dosen Sastra Inggris ini adalah orang yang paling semangat dalam pemaparan. Ia sangat percaya diri saat berpidato dan sesekali berkomunikasi dengan para peserta yang datang sehingga suasana sempat riuh dibuatnya. Namun ternyata hal itu belum bisa membuat para senat yang merupakan pemilik suara untuk percaya dengan dirinya dan memberikan suara untuknya. Saat sudah dipastikan tidak bisa lagi ke tahap berikutnya. Alumni Universitas Hasanuddin ini tidak menunjukkan ekspresi yang berlebihan. Hal ini terlihat saat proses pemilihan sudah berakhir dan para bakal calon saling jabat tangan dan berfoto, Ia tetap bertingkah seperti biasanya dan tidak menunjukkan ekspresi atau tanda-tanda kecewa atas kekalahannya. (TIM) www.profesi-unm.com
Urai data, ungkap fakta, saji berita
10 LPM Profesi UNM - Edisi 239 April
OPINI
Tahun MMXX 2020
Memaknai Hari Perempuan Sedunia tasan ruang bagi perempuan di sektor publik dan insentif yang berbedah hanya karena mereka seorang perempuan, bukan karena kemampuan dan kinerja yang bisa dan telah mereka lakukan. Di era sekarang, ruang untuk perempuan agar bisa berkontribusi di sektor publik sebenarnya sudah terbuka lebar. Perempuan-perempuan yang bekerja di sektor bisnis, politik, pendidikan, dan kesehatan jumlahnya cukup besar dan beberapa diantaranya bahkan menempati posisi manajerial. Seiring dengan terbukanya ruang bagi perempuan untuk *Faridah, Penulis adalah Dosen bisa berpartisipasi aktif di ruang sekaligus Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu publik, salah satu isu utama yang Pendidikan UNM muncul sekarang ini adalah perlindungan terhadap perempuan HARI Perempuan Sedunia diperyang bekerja di ruang publik. ingati setiap tahun pada tanggal 8 Jika sebelumnya fokus perMaret. Tahun ini, isu yang diang- juangan perempuan adalah menkat adalah #EachforEqual. Hari genai peningkatan standar upah, Perempuan sedunia ini merupakan penyesuaian jam kerja, dan diburefleksi perjalanan panjang per- kanya ruang yang lebih luas agar juangan perempuan untuk memiliki perempuan bisa berpartisipasi akhak berkiprah di ruang publik dan tif, maka sekarang isu yang muncul menerima penghargaan dan pen- adalah bagaimana perempuan bisa gakuan yang sepantasnya. bekerja di lingkungan yang aman Saya sendiri melihat Hari dan nyaman. Isu kekerasan terhaPerempuan Sedunia ini ada kare- dap perempuan juga menjadi salah na munculnya kesadaran perem- satu isu utama, terutama kekerasan puan tentang adanya keterba- di tempat kerja dan menuju ke tem-
pat kerja. Dalam konteks yang lebih luas, membuka ruang untuk perempuan agar bisa berpartisipasi aktif di ruang publik perlu diikuti dengan dukungan nyata agar perempuan bisa bekerja dengan aman dan maksimal. Misalnya, penyediaan ru-
an terhadap kekerasan di transportasi umum. Kebijakan tentang mekanisme pelaporan dan perlindungan jika karyawan mengalami kekerasan di tempat kerja juga perlu dibuatkan dan dikomunikasikan secara terbuka. Kebijakan ini berlaku untuk karyawan perempuan maupun lakilaki. Di sektor pendidikan, edukasi mengenai kesetaraan gender juga sudah dilakukan melalui proses pembelajaran di Di era sekarang, ruang sekolah. Pendidikan tentang untuk perempuan agar bisa kesetaraan gender ini sudah diaberkontribusi di sektor publik jarkan di kurikulum sekolah. sebenarnya sudah terbuka Sekolah juga telah diwajibkan lebar. untuk memperhatikan standar sarana dan prasarana yang peka terhadap kebutuhan siswa lakiang menyusui, transportasi laki dan perempuan. yang aman, dan kemungkinan Dorongan dan dukungan agar penyesuaian jam kerja. Fenom- sekolah menyediakan fasilitas yang ena tingginya angka kekerasan ramah terhadap siswa perempuan terhadap perempuan juga men- dan laki-laki merupakan salah satu jadi salah satu isu utama yang bentuk edukasi gender di sekolah. perlu direspon secara serius Penyediaan toilet yang teroleh pemerintah dan pemilik pisah, tersedianya pembalut agar perusahaan. Ketersediaan alat siswa perempuan dapat membeli transportasi yang aman buat atau mengganti pembalut di sekoperempuan perlu dilakukan jika lah ketika mereka mengalami menpekerja perempuan melakukan struasi, adalah beberapa contoh shift malam. Tentu saja bu- tentang edukasi mengenai laki-laki kan berarti pekerja laki-laki ti- dan perempuan di sekolah. dak membutuhkannya. Pekerja Meskipun belum semua sekoperempuan dianggap lebih rent- lah melakukannya, namun pers-
pektif gender dalam kurikulum di sekolah bukan lagi menjadi hal yang baru untuk diajarkan. Hari Perempuan Sedunia mengajarkan tentang perjuangan perempuan untuk menuju kualitas hidup yang lebih baik, terutama dari perspektif ekonomi. Kualitas hidup yang lebih baik ini perlu ditunjang dengan pekerjaan yang layak, pendidikan yang baik, dan keamanan ketika beraktivitas. Hal ini muncul karena adanya femonena ketidakadilan yang mereka rasakan. Menurut saya, perjuangan tersebut membutuhkan dukungan dari semua pihak yang terkait, termasuk dukungan dari keluarga. Kesetaraan bagi seorang perempuan jangan sampai diterjemahkan bahwa perempuan menuntut diperlakukan sama dengan laki-laki. Karena laki-laki dan perempuan berbeda, maka dukungan yang diberikan agar keduanya bisa berkontribusi untuk kehidupan yang lebih baik juga berbeda. Dukungan yang berbeda inilah yang diharapkan bisa membantu keduanya untuk bisa bekerja dengan standar profesionalisme yang sama. Di era sekarang, ruang untuk perempuan agar bisa berkontribusi di sektor publik sebenarnya sudah terbuka lebar.
Falsafah Kaum Perempuan Indonesia HARI Perempuan Internasional pada setiap 8 Maret bermula dari peristiwa demonstrasi perempuan kelas buruh dari berbagai pabrik di New York, Amerika Serikat pada tanggal 8 Maret 1857 yang menuntut penghapusan diskriminasi dalam hubungan produksi serta membawa tuntutan kelas buruh untuk pengurangan jam kerja dan perbaikan kondisi kerja. Tahun 1908, diselenggarakan peringatan peristiwa 8 Maret 1857 dalam rapat umum yang diikuti oleh 30.000 perempuan buruh. Tuntutan utama masih terus dikumandangkan dan tuntutan tentang hak politik untuk memilih dan dipilih dalam pemilihan umum mulai disuarakan. Pada tahun 1910, dalam Kongres Internasional Perempuan Kelas Buruh, Clara Zetkin, Pemimpin Lembaga Perempuan Partai Demokrasi Sosialis Jerman mengusulkan bahwa tanggal 8 Maret harus diperingati sebagai hari perlawanan kaum perempuan kelas buruh dan upaya untuk membangkitkan gerakan pembebasan perempuan di dalam garis perjuangan. Sejak saat itu, setiap 8 Maret berkumpul jutaan perempuan berbagai pelosok dunia untuk mengenang peristiwa 8 Maret 1857 dan membangkitkan gerakan pembebasan perempuan di
Urai data, ungkap fakta, saji berita
seluruh dunia. Penindasan terhadap perempuan memiliki kaitan erat dengan penindasan kelas yang telah dimulai pada saat munculnya masyarakat berkelas pada fase masyarakat komunal primitif. Problem Umum Perempuan Di Indonesia perempuan kerap kali di posisikan sebagai mahluk nomor dua di bawah laki-laki yang di indentikkan dengan hal domestik di mana sistem patriarki membuat penindasan terhadap perempuan semakin berlipat. Secara ekonomi, perempuan dari kaum tani yang masih menjadi golongan mayoritas rakyat Indonesia di pedesaan yang sangat luas, kaum buruh di dalam Di Indonesia perempuan kerpabrik-pabrik, perempuan dari ap kali di posisikan sebagai kaum intelektual demokratis, mahluk nomor dua di bawah perempuan pedagang, pengusa- laki-laki yang di indentikkan ha kecil, perempuan pegawai dengan hal domestik di mana rendahan, dan honorer di kansistem patriarki membuat tor swasta dan negara menjadi penindasan terhadap peremobjek dari penindasan. Hal ini puan semakin berlipat. ditandai dengan masih adanya perbedaan upah antara laki-laki dan perempuan. PKS, Endang Maria Astuti dari Di aspek politik, misalnya Fraksi Partai Golkar, serta Ali rencana pengesahan Rancangan Taher dari Fraksi PAN. Undang-Undang (RUU) KetahPoin yang sangat disoroti anan Keluarga yang diajukan dalam RUU tersebut adalah oleh Sodik Mudhajid dari Fraksi pembagian kerja antara suami Partai Gerindra, Netty Praseti- dan istri yang hendak diatur yani, Ledia Hanifa dari Fraksi oleh negara dan menghendaki
domestikasi perempuan. Pengaturan tersebut meliputi: a. Wajib mengatur urusan rumah tangga sebaik-baiknya, b. Menjaga keutuhan keluarga, serta c. Memperlakukan suami dan anak secara baik, serta memenuhi hak-hak suami dan anak sesuai norma agama, etika sosial, dan ketentuan peraturan perundangundangan. Ditambah rencana pemerintah Jokowi – Ma’ruf untuk mempercepat proses pengesahan Omnibus Law atau Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja yang akan semakin memperburuk kondisi kaum perempuan melalui penghapusan hak cuti haid, melahirkan, keguguran, menikah/menikahkan. Kondisi Gerakan Saat Ini. Gerakan perempuan di Indonesia saat ini masih didominasi oleh gerakan perempuan di bawah kontrol budaya feodal patriarkal dan imperialis serta gerakan perempuan konservatif di bawah kontrol negara. Banyak pula gerakan perempuan yang mengusung ide-ide sosial demokrasi dan reformis dalam skema neo-liberal dengan tujuan membelokkan arah perjuangan sejati kaum perempuan. Perempuan harus menghadapi tendensi kaum laki-laki
yang memiliki istri lebih dari dua, memiliki dua atau tiga pasangan perempuan dalam waktu bersamaan, hubungan tanpa komitmen atau kesetiaan. Perempuan harus menghadapi kenyataan pahit semakin dominannya tendensi membangun keluarga dan hubungan asmara yang betul-betul berdasarkan atas dasar sensualitas dan ekonomi semata. Dengan kondisi dan situasi perempuan Indonesia hari ini dibawah dominasi sistem sosial setengah jajahan setengah feodal, maka tidak ada pilihan lain bagi kaum perempuan selain menyatukan diri dalam organisasi, memperkuat dan meluaskan gerakan demokratis nasional ke seluruh pelosok negeri. Serta bersama melebur dengan perjuangan klas buruh dan kaum tani melawan segala bentuk kekerasan dan penindasan, menuntut dijalankannya reforma agraria sejati demi terwujudnya industrialisasi nasional yang mandiri dan berdaulat menuju pembebasan sejati kaum perempuan Indonesia.
*Ayu Wisnu Wardani, penulis adalah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sosiologi FIS UNM dan Pimpinan Seruni Makassar
www.profesi-unm.com
11 LPM Profesi UNM - Edisi 239 April
INFO AKADEMIK
Tahun MMXX 2020
AGENDASIANA DJMTD 2020 LPM Profesi Ditunda
LEMBAGA Pres Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar (UNM) menunda kegiatan Diklat Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (DJMTD) 2020. Kegiatan yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada 15-19 April 2020 mendatang ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan yang diambil oleh panitia DJMTD ini didasari dari surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Rektor UNM, Husain Syam No. 773/ UN36/TU/2020 per tanggal 16 Maret 2020 untuk pencegahan penyebahan virus Covid-19 Dengan begitu pendaftaran juga di perpanjang. Mahasiswa yang berminat bisa mengunduh formulir di Instagram Profesi dan website profesi.(pr16)
Perekrutan Anggota Sintalaras Ditunda
Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup Selaras (Sintalaras) Universitas Negeri Makassar (UNM) menunda kegiatan perekrutan anggota baru. Hal itu sebagai bentuk respon dari surat edaran yang dikeluarkan Rektor UNM dan pihak pemerintash atas pencegahan penyebaran COVID-19. Penundaan kegiatan tersebut dilakukan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Namun mahasiswa tetap bisa melakukan pendaftaran dengan menghubungi anggota sintalaras untuk mengambil formulir Adapun untuk prosedur pendaftaran dengan mengunjungi sekretariat Sintalaras UNM untuk pengambilan serta pengembalian formulir. (pr11)
Harlah UKM Seni UNM
DI tengah pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Universitas Negeri Makassar (UNM) memperingati hari lahir (Harlah) ke-28 melalui media sosial. Senin (6/4). Ketua umum, Muhammad Ali mengatakan bentuk harlah yang ke-28 ini baru pertama kali dirayakan secara media sosial. Dengan tiga hari sebelumnya mengumpulkan video dari anggota UKM Seni dari Pra Pelatihan Seni dan Prekrutan (PSP) sampai dengan anggota saat ini (ke-24). Isi dari video harlah berupa ucapan selamat ulang tahun yang diucapkan mulai dari angkatan pertama hingga anggota saat ini. Selain itu, juga menyanyikan lagu ciptaan dari almarhum senior Crisie Afianto Nesa, nama bandnya Ousya - Rumpun disini. Setelah keadaan membaik, nantinya akan diadakan malam refleksi khusus untuk anggota. Bentuknya semacam temu dan diskusi-diskusi tentang masa kemasa, dari tahun ketahun mengenai UKM Seni UNM. (Zil) www.profesi-unm.com
UNM Siapkan Website Kuliah Online PERIHAL himbauan pemerintah tentang pencegahan virus corona. Maka instansi diliburkan selama 14 hari. Dalam hal ini tak terkecuali Universitas Negeri Makassar (UNM) juga ikut merespon himbauan tersebut. Selama proses akademik UNM diliburkan, kuliah tatap muka akan diganti menjadi kuliah jarak jauh atau daring. Maka dari itu UNM telah menyiapkan website/laman yang bisa digunakan untuk menunjang aktifitas belajar mengajar. Beberapa laman tersebut yang bisa diakses oleh seluruh sivitas akademika UNM yaitu: 1) LMS UNM Learning Management Sistem (LMS) UNM ini adalah salah satu sistem manajemen pembelajaran yang dikelola langsung oleh UNM.. Laman ini cukup mudah digunakan karena sudah terhubung dengan Sistem Informasi Akademik (SIA) UNM. Sehingga tidak direpotkan mendaftar ulang karena aplikasi ini seluruh dosen dan mahasiswa sudah otomatis masuk di kelas yang telah dipilihnya di SIA. La-
man ini bisa di akses melalui linknya yaitu http://lms.unm.ac.id/ 2. KELASE Laman yang selanjutnya ini namanya Kelase. Laman ini adalah sebuah sistem kelas online buatan dalam negeri yang dikembangkan oleh perusahaan Edukasi Satu Nol Satu. Laman ini dapat digunakan oleh pendidik, baik perguruan tinggi, sekolah, maupun lembaga pelatihan.
Salah satu LMS yang dikembangkan di kelase adalah unm.kelase.id. Buat UNM sendiri sudah ada 182 kelas online yang tersedia. Serta sistem ini gratis dan bisa diakses melalui http://unm.kelase.id/ 3) SPADA UNM Seperti dua website sebelumnya SPADA UNM merupakan sistem kelas online milik UNM yang dirancang untuk mendukung proses perkuliahan. Fungsi
dan cara akses laman ini tidak jauh berbeda dari laman sebelumnya. Kamu dapat mengunduhnya dengan gratis di alamat https:// spada.unm.ac.id Itu tadi beberapa laman yang bisa diakses dalam proses kuliah online. Mahasiswa dan dosen diberi kebebasan untuk menggunakan website yang mana. Semua tergantung dari kebijakan jurusan atau dosen yang bersangkutan.(pr17)
Kuliah Daring UNM Diperpanjang DEMI mencegah perkembangan penyebaran virus Corona atau Covid-19 (Corona Virus Disease-19) yang semakin meluas di Indonesia termasuk di kota Makassar. Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Husain Syam kembali mengeluarkan kebijakan melalui surat edaran, Rabu (1/04). Dalam Surat Edaran No. 892/UN36/TU/2020 tersebut,
Rektor UNM menetapkan bahwa kegiatan pembelajaran secara full daring (E-learning) kembali diperpanjang. Sebagaimana surat edaran Rektor UNM sebelumnya yang terhitung tanggal 17 maret hingga 31 Maret 2020 namun kini hal tersebut kembali diperpanjang sampai dengan tanggal 17 April 2020. Selain itu, pengaturan mod-
el kerja tenaga kependidikan sebagaimana surat edaran tersebut juga turut diperpanjang hingga 17 april 2020. Surat Edaran tersebut merujuk pada Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Surat Edaran Sekertaris Jendral Kemendikbud RI, dan Surat Edaran Gubernur Sulsel terkait pencegahan penyebaran virus corona. Surat Edaran terbaru ini pun
akan menjadi acuan bagi seluruh sivitas akademika UNM, serta dapat berubah sesuai dengan instruksi pemerintah. Sebelumnya UNM telah beberapa kali mengerluarkan surat edaran tentang pencegahan wabah covid-19. Namun surat tersebut selalu mengalami perpanjangan waktu. Dengan Terbitnya surat terbaru sehingga UNM memperpanjang waktu libur hingga 17 april nanti.(pr15)
Kuota Gratis Bagi Mahasiswa Yang Kuliah Online KABAR gembira bagi sivitas akademik Universitas Negeri Makassar (UNM) karena telkomsel sedang memberikan akses gratis terutama kepada Mahasiswa(i) dan para dosen untuk tetap menjalankan aktivitas kuliah daring melalui internet. Maraknya kasus semakin meningkat jumlah kasus Covid-19 di Indonesia membuat para warga dan masyarakat resah dan panik. Akhirnya, pemerintah menghimbau kepada seluruh
anak sekolah dari SD sampai Perkuliahan agar melakukan kegiatan belajar pembelajaran menggunakan internet. Terkhusunya di UNM, para aktivis akademik melakukan kuliah daring (online) dengan menggunakan berbagai situs web dan aplikasi. Seperti www. kelase.com, google classroom, http://lms.unm.ac.id dan aplikasi Zoom untuk berinteraksi antara dosen dan mahasiswa. Hal ini diberikan oleh Telkomsel yang bekerja sama dengan beberapa universitas untuk
menunjang kuliah online yang saat ini dilakukan oleh sebagian besar universitas di indonesia. Pada hari ini, dari pihak Telkomsel memberikan akses gratis 30 GB/Rp.0 selama satu bulan Ilmupedia untuk membantu mahasiswa belajar e-learning tanpa harus mengeluarkan banyak kuota. Berikut tata cara mengaktifkannya: 1. Download Aplikasi My Telkomsel di Android dan Apple Store 2. Masuk dan Daftarkan No-
mor anda agar terverifikasi. 3. Setelah masuk, klik Belanja atau pilih beli paket data internet 4. Kemudian pilih Internet bebas akses Ilmupedia 5. Pilih Beli kuota 30 GB/ Rp. 0 6. Kuota sudah bisa diakses. Kuota ini berlaku selama satu bulan sehingga mahasiswa bisa menggunakan kuota ini dalam jangka panjang selama kuliah daring diberlakukan oleh pihak universitas.(pr14) Urai data, ungkap fakta, saji berita
12
INTERMESO
Urai data, ungkap fakta, saji berita
LPM Profesi UNM - Edisi 239 April Tahun MMXX 2020
www.profesi-unm.com
LIFESTYLE
LPM Profesi UNM - Edisi 239 April Tahun MMXX 2020
13
Secangkir Kopi, Tren Hangout Ala Kaum Milenial
BELAKANGAN ini popularitas kopi semakin meningkat. Tak jarang, gambar secangkir kopipun seringkali hadir di postingan status kaum milenial. Secangkir kopi kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup kaum muda-mudi dalam satu dekade terakhir. Kehadiran kedai kopi modern atau coffee shop memang memiliki daya tarik tersendiri. Bukan hanya sebagai tempat untuk sekedar bersantai tapi juga menjadi tempat berkumpul bersama teman karib. Kopi sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari gaya hidup saat ini. Meski banyak kedai yang menawarkan berbagai jenis minuman. Namun rupanya minuman dengan rasa khas pahit ini tetap menjadi minuman favorit yang paling banyak dikonsumsi. Hal ini terlihat dari data pertumbuhan peminum kopi di Indonesia yang meningkat dengan pertumbuhan 8 persen setiap tahun seiring berkembangnya bisnis kopi di tanah air. Menurut International Coffee Organization (ICO), produksi kopi Indonesia menduduki posisi ketiga dengan 1,3 juta petani kopi. Selain menjadi tren gaya hidup, kopi juga sudah menjadi tren di media sosial. Cerita tentang kopi atau sekedar postingan gambar membuat pengguna media sosial kelas berat tertarik untuk mencoba tren tersebut. Saat ini, sudah banyak pula kedai kopi yang semakin kreatif dengan mendesain gelas-gelas kopi agar terlihat lebih menarik bagi kaum milenial. Selain itu, kalimat-kalimat yang menghiasi gelas kopi selalu dianggap mewakili perasaan kaum muda-mudi. Tak ayal, untaian kalimat tersebut seringkali berakhir di postingan media sosial sebagai alat narsistis. Pergi ke kedai kopi untuk sekedar menikmati secangkir kopi atau mengerjakan tugas bagi mahasiswa sudah menjadi gaya hidup tersendiri. Apalagi banyak kedai kopi
Kenali Cara Sehat Konsumsi Kopi BAGI penikmat kopi, cita rasa tentu sangat penting. Banyak pula yang menganggap kopi bisa membantu bekerja lebih optimal. Sebab, kafein dalam kopi akan mengurangi adenosin yaitu senyawa alami tubuh yang bikin ngantuk. Namun mengkonsumsi kafein secara berlebihan juga tidak baik bagi tubuh. Hasil studi terbaru yang dimuat dalam The American Journal of Clinical Nutrition menyarankan agar kita sebaiknya tidak minum kopi lebih dari enam cangkir kopi dalam satu hari. Penelitian ini menemukan, jumlah kopi yang dikonsumsi, memengaruhi risiko penyakit jantung. Selain itu, beberapa gangguan yang bisa kita alami secara fisik dan mental, jika terlalu banyak minum kopi yaitu detak jantung menjadi cepat, sakit kepala sebelah, merasa gelisah dan mudah gugup, sakit perut, menjadi cepat marah, sering buang air kecil, insomnia, dan tekanan darah menjadi tinggi Bagi kebanyakan orang, mengkonsumsi kopi biasanya dilakukan di pagi hari sebelum memulai aktvitas. Tapi bagi mahasiswa, seringnya konsumsi kopi dilakukan saat malam hari untuk membuat terjaga sembari mengerjakan tugas atau pada rutinitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Namun Lyndi Cohen, Ahli Gizi asal Sydney, Australia mengatakan meminum kopi perlu dilihat dari sisi medis. Menurutnya ada empat waktu sehat untuk mengkonsumsi kopi. Berikut ini sejumlah alasan yang Ia kemukakan berdasarkan waktu-waktu yang baginya tepat untuk mengkonsumsi kopi : www.profesi-unm.com
yang sudah didesain sedemikian rupa sehingga kaum milineal betah nongkrong dengan nyaman sampai berjam-jam. Inayah misalnya, Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) ini mengaku sebagai penyuka kopi pahit. Ia seringkali mengonsumsi kopi sembari mengerjakan tugas. Juga, mengonsumsi kopi menurutnya dapat menjadi teman agar tetap terjaga. “Tidak tentu berapa kali beli kopi, tapi paling banyak tiga kali seminggu kalau semisal lagi kerja tugas di kafe. Kalau di kos lebih seringnya minum kopi saset,” tuturnya. Ia juga menambahkan, selain kebutuhan saat mengerjakan tugas. Cita rasa kopi yang selalu menciptakan varian rasa berbeda membuatnya selalu tertarik untuk mencoba rasa baru. “Kopi-kopi yang dijual juga lebih banyak variannya. Jadi saya biasanya beli dalam rangka coba citarasa baru. Apalagi sekarang ban-
yak yang campur dua bahan jadi saya suka sekali citarasanya,” (Iqa)
1. Morning Coffee Bisa Ganggu Hormon Tubuh
KOPI baiknya dikonsumsi saat produksi hormon kortisol rendah, sedangkan pagi hari biasanya hormon ini berada pada puncaknya. Jika tingginya kortisol bertabrakan dengan kafein, akan ada fungsi ganda antara kafein dan kortisol. Sehingga, manfaat kopi jadi tidak efektif dan Ia menyarankan agar menghindari kopi di pagi hari.
ADA tiga waktu saat hormon kortisol mencapai puncaknya. Sekitar pukul 8.00–9.00, pukul 12.00–13.00, dan terakhir pada pukul 18.00–19.00. Biasanya pukul 09.30 -11.30 menjadi waktu di mana kadar kortisol dalam tubuh menurun. Saat inilah kafein akan bekerja maksimal dengan membangkitkan rasa "awas" yang sudah mulai kendor.
3. Tambah Tenaga Saat Olahraga dengan Kopi
2. Pagi Jelang Siamg, Waktu Terbaik Minum Kopi
LYNDI mengatakan minum kopi sebelum berolahraga ternyata juga punya manfaat. Efeknya yaitu meningkatkan peforma tubuh dan menambah energi saat berolahraga sehingga kita bisa mengangkat beban lebih berat atau berlari lebih cepat. Namun sebaiknya, mengkonsumsi kopi minimal 30 menit sebelum memulai olahraga agar mendapat hasil yang maksimal.
EFEK kafein dalam tubuh bisa bertahan hingga 6 jam lamanya. Untuk itu, disarankan agar berhenti mengkonsumsi kopi di sore hari agar tak mengganggu kualitas tidur di malam hari nantinya. Lyndi juga menambahkan bahwa kopi yang diminum harus menyesuaikan dengan asupan setiap orang. Sehingga baginya setiap orang harus mengetahui asupan kopi miliknya agar tidak melewati ambang batas.
4. Hindari Minum Kopi di Malam Hari
Urai data, ungkap fakta, saji berita
14
SENI BUDAYA
LPM Profesi UNM - Edisi 239 April Tahun MMXX 2020
Parasite, Ketika Si Miskin Menggerogoti Si Kaya *Annisa Puteri Iriani dan Khuznul Khotimah FILM bertema “si kaya dan si miskin” mungkin sudah menjadi hal yang monoton disajikan dalam industri perfilman baik di dalam maupun di luar negeri. Namun sebuah film dari “negeri ginseng” Korea Selatan berjudul “Parasite” menyuguhkan hal yang berbeda dalam menceritakan kisah “si kaya dan si miskin” tersebut. Parasite adalah film bergenre komedi tragis tentang isu sosial di Korea Selatan. Film ini mengisahkan tentang interaksi dua keluarga yang menggambarkan kesenjangan sosial dan ekonomi yang tentunya sangat berbeda jauh. Film ini dibintangi oleh Song Kang Ho, Lee Sun Kyun, Cho Yeo Jeong, Choi Woo Shik dan Park So Dam. Isu yang diangkat oleh Parasite ini sendiri yakni, kesenjangan sosial dan ekonomi yang marak terjadi di Korea Selatan. Menurut Bong Joon-Ho sendiri, Mereka yang kaya, akan selalu menjadi kaya, sedangkan yang miskin akan tetap miskin.Cerita diawali dengan tempat pengap dan sempit yang dijadikan rumah oleh keluarga Kim Ki-Taek sebagai kepala keluarga yang memiliki seorang istri dan sepasang anak laki-laki dan perempuan bernama Kim Ki-Woo dan Kim Ki-Jeong. Kehidupan keluarga tersebut sangat kekurangan terlihat dari anggota keluarga yang harus memanjat kloset agar terhubung dengan wifi tetangga untuk sekedar berkirim pesan, kehidupan mereka digantungkan dari hasil melipat kardus pizza.
Penonton kemudian dimanSiasat Ki-Woo pun dimulai, jakan dengan kemunculan salah ia berhasil mengambil hati sang seorang aktor terkenal yang men- nyonya di rumah mewah tersebut, jadi cameo dalam film ini, yaitu serta anaknya yang masih remaja. Park Seo-Joon yang memerankan Ia kemudian menjalankan aksinya tokoh Min-Hyuk dan membuka dengan menyarankan seorang gerbang konflik dalam cerita ini guru seni untuk anak bungsu sang nantinya. nyonya yaitu Park Da-Song. Ki-woo dan MinHyuk merupakan teman akrab, hari itu Min-Hyuk memberikan sebuah hadiah berupa batu yang unik kepada keluarga Kiwoo, kemudian mereka berbincang di depan toko kelontong sambil meminum soju. Min-hyuk yang akan keluar negeri melanjutkan studinya meminta Ki-woo menggantikan dirinya sebagai guru les bahasa inggris untuk seorang remaja bernama Park Da-Hye, anak dari keluarga chaebol (sebutan untuk orang kaya di korea). Ki-Woo yang awalnya tidak percaya diri, kemudian mendapat motivasi dari Min-Hyuk untuk menerima tawaran tersebut.Akhirnya berbekal ijazah palsu salah satu universitas terkenal di koFilm: Parasite rea yang dibuatkan oleh Sutradara: Bong Joon-ho Ki-Jeong yang ternyata Pameran: Song Kang-ho, Lee Sun-kyu, dll sangat ahli dalam mengguDurasi: 132 menit nakan photoshop, Ki-Woo Negara: Korea Selatan kemudian mendatangi Bahasa: Korea rumah keluarga Park dan menyamar sebagai Kevin.
Sang Pemilik Rindu *Kristiani Tandi Rani
Aku berhenti pada detik dalam sebuah ruang Memori kembali mengenang Hati tiba-tiba rindu Ah... Telinga ku terlalu berambisi Sesaat imaji terbang Aku kembali pada titik dimana aku dan kamu masih berada di satu ruang yang sama Kamu... Kamu memang diam Kadang sesekali marah menyelesaikan diam ini Kadang juga ada pujian hanya sesekali terdengar Kau memang kebal Hati ku membatu karenanya Aku memilih mematikan rasa yang tumbuhnya entah kapan Aku sesaat teringat Pada malam dimana kau dan aku berakhir Lalu setelahnya aku tidak lagi menemui mu Kau mengedipkan mata Urai data, ungkap fakta, saji berita
dibalik hujan Dibalik pekat malam Nadi serasa tak ingin berhenti berdetak Aku mencoba menyembunyikannya namun berat Meski hingga kini rasa masih tersimpan rapi Tapi ketahuilah rindu terlalu cepat dewasa untuk disimpan Pada mu? Aku ingin bertanya Masihkah kau ingat kenangan kecil yang entah senggaja tercipta? Aku rindu pada senyum jahil itu Pada marah yang kadang tidak menemui sebab Kau memang sulit ditebak Tapi rasa terlalu cepat menebar Jika kau kembali isinkan aku menyerahkan rindu yang telah dewasa ini
Yang mengejutkan ialah guru seni Da-Song yang disarankan Ki-Woo adalah Ki-Jeong yang menyamar menjadi Jessica. Seiring berjalannya waktu siasat demi siasat dijalankan keluarga ini untuk bisa menggorogoti keluarga Park, mulai dari pemecatan sopir, hingga pembantu rumah tangga (ahjumma) yang telah sekian lama bekerja di sana bisa mereka jebak juga. Tuan Park yang merupakan orang perfeksionis acap kali mencemooh supir Kim yang mengeluarkan bau tidak sedap dari tubuhnya ketika tengah mengemudi. Hal ini awalnya terlihat biasa namun semakin sering dilontarkan oleh Tuan Park. Hingga menuju klimaks cerita yakni ketika keluarga Park berkemah untuk merayakan ulang tahun Da-Song, kemudian keluarga Kim mengambil kesempatan menikmati rumah mewah yang ditinggal oleh pemiliknya. Namun naasnya ternyata sang mantan pembantu menyimpan rahasia di ruang bawah tanah rumah mewah tersebut yang menghadirkan peristiwa mengerikan dalam film ini. Film ini mengajarkan banyak hal yang tersirat dalam dialog antar tokoh dan adegannya. Sangat jelas
menggambarkan ketimpangan antara kelas sosial atas dan bawah. Contohnya saja saat keluarga KiWoo menikmati pemandangan di balik jendela besar rumah keluarga Park yang bahkan tak pernah ia dapatkan di jendela rumahnya yang bahkan dijadikan tempat kencing sembarangan oleh orang yang mabuk. Bukan hanya mengkritik ketimpangan sosial, film ini juga mengajarkan bahwa keluarga adalah segalanya, meskipun kita tidak bisa memilih dari keluarga mana kita lahir namun kita bisa menciptakan keluarga seperti apa yang kita inginkan, sangat tergambar jelas ikatan emosional anatara keluarga di film ini. Setiap manusia akan berkorban demi keluarga yang dicintainya tak peduli apapun resikonya. Sudah sepantasnya film ini menyabet Piala Palem Emas alias Palme D’Or Festival Cannes 2019 dan penghargaan Best Picture, Best Director, Best Foreign Language, dan Best Original Screenplay dalam ajang Academy Awards atau Piala Oscar karena memang tiap sisi dalam film ini membuat kita berdecak kagum, lewat Parasite, Asia tentu bangga, sebab dengan menangnya film ini, membuka gerbang bagi film Asia lain untuk mengikuti jejaknya. Namun sayang film ini kurang cocok di saksikan oleh anak di bawah umur dikarenakan terdapat beberapa adegan dewasa dan kekerasan yang rasanya kurang baik untuk anak-anak. (*)
Pahit Kesukaanmu
Tuan? Bisa duduk disini sebentar? Ada segelas kopi pahit kesukaanmu yang kusuguhkan Tidak, tidak manis. Rencanaku, manisnya akan kita cari sama-sama. Nanti, jika tuan bersedia. Tuan? Aku juga punya pahit, tapi bukan kopi.
Namanya luka, sesak yang selalu menikam. Membuatku sering remuk sebelum dipeluk. Tuan? Jika pahitku melebihi kopimu, Atau setidaknya seperti kopimu, Bisakah aku saja yang menjadi kopimu itu? Menjadi kesukaanmu?
Aungan bumi Pertiwi Nabila Arsyad
Sudahi pilu dipelupuk Bangsa ini berhak menggapai angan Negeri ini butuh penghidupan Jangan bunuh semaumu Mereka hidup penuh harapan Namun selalu saja ditimpa kekerasan Menimbulkan kekesalan yang tidak tersampaikan
Keunikan jati diri hilang sirna Hingga redup moral dihatinya Siapa yang harus aku salahkan atas semua ? Mendewakan nafsu Nalar pun dibuat rapuh Menggadai segalanya Lantas menelantarkan seenaknya Tidakkah engkau punya secercah belas kasih wahai bedebah www.profesi-unm.com
15 LPM Profesi UNM - Edisi 239 April
PROFESIANA
Tahun MMXX 2020
Minim Dana, Kolam Renang FIK Tak Terurus Prestasi ada karena sarana prasaran yang memadai. Namun bagaimana jadinya jika angan-angan akan prestasi menggunung sirna dikarenakan minimnya sarpras yang bisa saja menunjang dalam meraih prestasi. Mirisnya, mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) mau tidak mau harus menelan pil pahit itu. Keluhan silih berganti datang dari mahasiswa FIK terkait sarana dan prasarana yang ada dikampus. Mulai dari kolam renang yang tidak beroperasi, lapangan futsal kurang memadai, sampai minimnya ruang kelas yang mengharuskan mahasiswa menuntut ilmu di teras tangga. Salah satu mahasiswa FIK, membeberkan banyaknya sarana prasarana yang semestinya digunakan malah tidak beroperasi. Salah satunya yaitu kolam renang. Kolam renang yang terdapat dalam fakultas itu digadang-gadang sudah tidak beroperasi sejak setahun yang lalu. “Persoalan sarana prasarana sangat miris di olahraga. Kolam renang salah satunya. Sudah satu tahun kolam renang sudah tidak digunakan,” bebernya. Jawaban berbeda datang dari manajer kolam, Rahyuddin. Ia me-
nyebutkan bahwa lama kolam renang tidak dioperasionalkan sejak awal semester ini. Sehingga jika ingin dihitung bulan kurang lebih sekitar dua bulan. “Saya luruskan. Kolam renang tidak terpakai baru semester ini. Nanti Agustus baru cukup satu tahun,” ujar dosen kepelatihan tersebut. Latar belakang kelalaian proses perbaikan kolam renang tersebut dikarenakan terhambat oleh dana. Dampak dari masalah ini dirasakan langsung oleh banyak pihak. Menurut Rahyuddin, banyak pihak yang dirugikan akibat keterlambatan pembenahan kolam renang ini. Kerugian yang dimaksud adalah mahasiswa yang memogramkan mata kuliah ini terhalang untuk menuntaskan prakteknya. Selain itu kerugian juga berdampak pada fakultas bahkan bisa juga universitas, sebab pemasukan dari penyewaan kolam renang sementara tidak berlangsung atau bisa dikatakan tidak ada sama sekali
“Banyak sekolah dasar maupun menengah yang ingin menggunakan kolam ini. Tapi dikarenakan kolam tidak layak digunakan jadinya itu semua tidak berjalan. Kami ingin kerja cepat ini kolam, tapi apalah daya, kami hanya menunggu dana cair,” tambahnya. Berbicara mengenai konsep, ia
Belum Menang, Husain Sudah Banjir Karangan Bunga TERPILIHNYA tiga calon rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) beberapa waktu yang lalu mengundang banyak perhatian dari sivitas akademika UNM dan beberapa pejabat diluar UNM. Tak sedikit yang mengomentari tentang kemenangan Husain Syam yang menang telak dari tiga bakal calon lain. Selain itu kemenangan ini juga direspon dengan banyaknya ucapan selamat yang ditujukan untuk Husain. Karangan
bunga tersebut terlihat di pelataran pinisi. Para pejabat seperti walikota Makassar, M Iqbal Suhaep jadi salah satu orang yang mengucapkan selamat. Ketua Senat UNM, Sulaiman Samad saat dimintai keterangan mengatakan karangan bunga yang diberikan itu sebagai doa sehingga baginya tidak perlu di permasalahkan; "Itu doa dari orang-orang untuk pak husain," katanya. (uma)
Pascasarjana UNM
Toilet di Bawah Standar
FASILITAS Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Makassar (UNM) saat ini tidak layak digunakan. Fasilitas tersebut yakni toilet yang berada di gedung AE, AB dan AC, Selasa (24/3). Dari hasil pemantauan Jurnalis LPM Profesi UNM, toilet yang berada di gedung AE terdapat WC buntu, gagang westafel yang copot, ruang WC yang sepertinya sudah tidak terpakai dan ditambah bau yang tidak sedap. Saat dikonfirmasi di ruangannya, Asisten Direktur Bidang Administrasi dan Keuangan (Asdir II) PPs UNM, Baso Jabu mengaku tidak mengetahui jika kondisi toilet di gedung AE yang sudah tidak layak digunakan. Ia mengaku bahwa laporan toilet yang rusak itu hanya berasal dari pada gedung AB dan AC "Gedung AE sebenarnya itu sudah diperbaiki, sudah diperbaiki tahun 2018, sudah direnovasi semua toiletnya itu, tapi yang dimaksudkan rusak, itu yang pernah dimunculkan di media. Bukan media sebenarnya, surat dari mahasiswa barang kali yang dikewww.profesi-unm.com
luhkan itu antara gedung AB dengan AC," katanya. Saat ditanyakan mengenai kapan tindakan perbaikan yang dilakukan, ia mengatakan bahwa saat ini belum dapat dipastikan. Hal tersebut dikarenakan prosedur atau tindakan perbaikan tidak bisa secara tiba-tiba. "Kalau yang begini tidak bisa tiba-tiba, harus diajukan dan diterima kalau tidak kita yang kena dari anu, kalau begini itu ada perbaikan begini disistem kita itu dalam penggunaan dana itu harus terencana, jadi harus direncanakan dulu" jelasnya. Tambahnya, ia juga menuturkan bahwa untuk tindakan yang tidak perlu memakan banyak biaya maka akan langsung diperbaiki secepatnya. "Jadi tidak sederhana juga memang sebenarnya, tapi memang kalau untuk tindakan yang tidak memakan biaya banyak itu bisa segera, kalau hanya alatnya dan misalnya ada gagangnya atau apanya, bisa langsung diperbaiki" pungkasnya.(pr26)
telah merancang dan berkolaborasi dengan salah satu rekan arsiteknya. Konsep komersial pun ia usung, dengan terlebih dahulu memperbaiki semua prasarananya. Perihal nasib mahasiswa yang saat ini memorgramkan mata kuliah renang, proses pembelajarannya diarahkan oleh dosen dengan pem-
berian materi ataupun teori sambil menunggu perampungan kolam renang selesai. “Saya tidak bisa menargetkan kapan pembenahan ini selesai. Kalau alat dan timbunan sudah selesai walaupun masih dalam penataan, mungkin kolam ini sudah bisa digunakan,” tutupnya.
Kuliah Online Bukan Tugas Online SEMENJAK seluruh mahasiswa Universitas Negeri Makassar di rumahkan untuk mencega penyebaran wabah virus Covid-19. Rektor UNM memutuskan untuk tidak melakukan aktivitas tatap muka di kampus dan dialihkan menjadi metode daring. Kuliah daring ini juga menggunakan beberapa website/aplikasi yang disediakan oleh UNM ataupun yang sering digunakan oleh masyarakat. Beberapa aplikasi tersebut seperti SPADA, LMS, Gogle Classroom, Zoom dan WhatsApp. Pemberlakuan kuliah online ini juga sering disikapi oleh beberapa mahasiswa yang mengaku kelelahan saat mengikuti kuliah daring yang di berlakukan. Rahmat salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) mengatakan banyak prosedur yang di berlakukan oleh dosen mengenai metode daring yang ingin lakukan. Namun dosen yang bersangkutan seringkali tidak menyak-
sikan saat diskusi online. "Pusing sekali saya ini dengan metode online, ribet sekali aturan yang diberikan dimana saat diskusi dosen yang mengajar tidak ada saat diskusi online di aplikasi" katanya. Mahasiswa angkatan 2018 ini juga mengatakan bahwa kebanyakan dosen hanya memberikan tugas saat kuliah daring dilakukan. Sehingga mahasiswa seringkali kebingungan dengan tugas yang bertumpuktumpuk akibat dari kuliah daring tersebut. “Saya juga bingung bagaimana pemahaman dosen ini soal kuliah online. Harusnya kuliah online bukan tugas online yang terus diberikan kepada mahasiswa,” katanya Baginya lebih baik kuliah tatap muka disbanding Ia harus kuliah daring yang menurutnya hanya menyusahkan dan seringkali membebani pikirannya. “Saya lebih suka kuliah tatap muka karena lebih mengerti disbanding online,” tambahnya. (pr13)
Pohon Tumbang, Mahasiswa Kepanasan AKIBAT perluasan lahan parkir di samping gerbang Universitas Negeri Makassar (UNM) sektor Parang Tambung. Pohon di tempat tersebut harus ditebang, akibat penebangan ini beberapa mahasiswa dan penjaga pos satpam mengeluh kepanasan jika berada di tempat tersebut Salah satu satpam mengaku sering mendengar keluhan mahasiswa yang melewati jalan itu karena kepanasan. "Saya sering dengar kalau ada maha-
siswa lewat mengaku kepanasan, kita juga yang menjaga disini kepanasan sekali apalagi kalau siang-siang," ujarnya. Dia juga menambahkan bahwa pohon itu ditebang karena adanya perluasan lahan parkir. "Ini nantikan parkirannya mau dibuat dua jalur dan ini pembangunannya dari UNM, mungkin dari fakultas seni," jelasnya. Pembangunan lahan parkir ini sendiri sudah dilaksanakan sejak minggu lalu. (pr17) Urai data, ungkap fakta, saji berita
16
PERSONA
LPM Profesi UNM - Edisi 239 April Tahun MMXX 2020
Berani Berinovasi Berani Berwirausaha
BIODATA
Dosen Kimia FMIPA UNM Nama Lengkap: Hardin, S.Si,. S.Pd,. M.Pd Tempat, Tanggal Lahir: Manera (Bone), 7 Agustus 1987 Riwayat Pekerjaan: -Tenaga Pengajar Jurusan Kimia FMIPA UNM - Owner Balerakko - Owner Penerbit Bolamacca CV. Sahabat Hard - Motto : Jadilah solusi dalam setiap masalah di sekitar anda, bermanfaatlah bagi orang lain dan mari berbagi dalam kepedulian. No. Telpon : +62 853-4097-2494 (untuk info pemesanan Balerakko)
Masyarakat Sulawesi Selatan khususnya yang gemar makan ikan kering pastilah familiar dengan makanan khas ini. U s a h a Balerak-
INOVASI terbukti bisa lahir di mana dan kapan saja. Selama Anda punya keberanian berinovasi maka menjadi wirausaha sukses tidaklah mustahil. Hal tersebut terbukti dari pria bernama Hardin ini. Dirinya merupakan sosok penting di balik usaha rumah ikan ‘Balerakko Asli Teluk Bone’. Pria yang rupanya seorang dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) ini sukses membuka lapangan kerja bahkan mengangkat perekonomian masyarakat tempat kelahirannya, Manera, Kabupaten Bone.
ko milik Hardin sendiri bisa dijumpai di seluruh gerai Alfamidi dan Giant di Sulawesi Selatan. Pria kelahiran Bone ini mengaku usaha ikan memang sudah menjadi usaha pokok di kampung halamannya, Desa Wolonipa, Bone. Tak ayal kampung halamannya ini pun telah
terkenal sebagai daerah pemasok sumber daya ikan. "Awalnya, ide berwirausaha itu muncul sejak mengikuti program kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Dikti pada tahun 2009 silam, pada waktu itu memang dituntut punya produk, dan dengan melihat potensi sumber daya ikan di kampung halaman, banyaknya ikan yang terbuang, dan kondisi taraf masyarakat yang masih rendah, kita mulai masuk memberi inovasi ini," tuturnya menjelaskan awal mula mendirikan usaha Balerakko. Sayangnya selama itu, menurut Hardin, hasil tangkapan ikan kecil di sana terbuang hanya laku seribu per kilonya. Melihat kondisi ini, dirinya akhirnya berinovasi memanfaatkan tangkapan ikan di Desa Wolonipa. "Ikan yang terbuang ini kita coba olah, dijadikan ikan kering, ikan-ikan ini kan sebelumnya laku per kilo cuma seribuan, kemudian kita coba angkat, kita olah, kita belah, kemudian kita garami," katanya. Usaha Balerakko saat ini terbi-
lang sukses mendorong perkonomian masyakarat setempat. Hardin sendiri mengaku usaha miliknya ini masih dalam tahapan perkembangan untuk menghasilkan banyak varian baru hingga terus siap bersaing di sektor pasar ritel. "Balerakko akan masih terus dikembangkan melalui inovasi baru lainnya, fokus kami saat ini yakni dari segi kemasan dan perluasan lebih terhadap area pemasarannya," beber Hardin. Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) itu mengungkapkan kunci kesuksesannya yang paling mendasar adalah tidak takut untuk berwirausaha. Mulailah berinovasi dengan peduli terhadap kondisi sekitar kita, dan jangan hanya terpaku mengejar profesi pegawai. Sukses tidak melulu melalui profesi tersebut. "Jangan takut berwirausaha, jangan cuma kejar jadi PNS. Mulailah berwirausaha khususnya sejak mahasiswa. Persoalan pekerjaan mau jadi PNS dan pegawai dan sebagainya kan tanpa kita sebenarnya kalau usaha sudah jalan maka tanpa mesti kita di posisi-posisi itu, justru di sisi baiknya lagi kita dapat mempekerjakan orang," pesannya.
Top Model Pecinta Reptil PERTAMA kali memenangkan The Best Costume Top Model 2019 di Jakarta. Rahmat Alkausar kala itu tidak punya banyak persiapan. Mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) ini mengaku saat itu dirinya hanya sekedar mengiyakan ajakan temannya mendatangi suatu ajang model. Oleh temannya Ia lantas disuruh mengenakan jas dan berlatih beberapa menit bak model di parkiran. "Waktu itu pagi-pagi saya di suruh teman saya ke salah satu perlombaan model, ternyata saya malah di suruh jadi model,"ujarnya. Waktu itu pria yang kerap disapa Pedro ini sempat diremehkan orang-orang. Pedro yang baru saja tiba di lokasi lantas mendapat cemoohan dari salah satu peserta karena kostumnya yang biasa saja. Namun, Ia membalas tindakan ini dengan naik ke atas panggung, memukau para juri, membuktikan dirinya menjuarai ajang tersebut. Meskipun harus jauh dari orangtua selama satu minggu, Ia merasa usahanya tidak sia-sia. Mahasiswa angkatan 2019 itu mengatakan sangat senang dan bangga karena menjuarai ajang model tersebut. Selama mengikuti kegiatan itu Ia juga mendapat banyak relasi dari berbagai provinsi. "Sukanya itu saya bisa menambah banyak pengalaman, mendapat banyak teman di setiap provinsi di seluruh Indonesia dan membanggakan Sulsel, tapi dukanya itu saya harus jauh dari orang tua saya," ungkapnya. Peraih The Best Costume Nusantara ini ternyata juga punya hobi yang beda dari kebanyakan orang. Pedro mengaku hobi memelihara hewan Urai data, ungkap fakta, saji berita
reptil. Mulai dari iguana, ular hingga buaya, mahasiswa yang satu ini tidak takut dengan hewan-hewan tersebut. Menurutnya hewan reptil sangat menggemaskan di lihatnya. Bahkan pecinta reptil ini pun sampai pernah diberikan piagam penghargaan kategori peliharaan satwa terbanyak di HUT Brimob 2016 silam. Kecintaannya terhadap reptil sempat tidak direstu kedua orangtuanya. Ketidaksukaan orangtuanya melihat anaknya memelihara buaya, membuat Pedro sampai pernah diusir dari rumah seminggu. Pedro dengan kecintaannya tetap ingin memelihara buayanya. Karena melihat kecintaan pada reptil, orangtua Pedro akhirnya luluh dan mengizinkan anaknya itu memelihara reptil. Keseharian Pedro pun kerap ditemani reptil-reptilnya, bahkan ketika Ia mulai lelah, Pedro akan bersandar di hewan kesayangannya itu. "Kalau lagi kerja tugas, biasanya saya ditemani, terus kalau saya capek, saya sandar,"
BIODATA Nama : Rahmat Alkausar Tempat/Tanggal Lahir : Makassar, 29 April 2000 Organisasi: Pecinta Reptil Makassar, Sailfin Dragon Community, dan Mapala Teknisi FT UNM Prestasi: - Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia / Leprid (Peliharaan Satwa Terbanyak) di HUT Brimob 2016 - Juara 1 The Best Costume Nusantara se-34 Provinsi di Indonesia TOP Model Indonesia 2019 Motto: Pantang pulang sebelum bahagia
www.profesi-unm.com